<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740</id><updated>2024-12-19T10:24:05.911+07:00</updated><category term="Budidaya Sayur"/><category term="Budidaya Buah"/><category term="Organik"/><category term="Hama dan Penyakit"/><category term="Tanah"/><category term="Bibit Tomat"/><category term="Budidaya Tanaman Obat"/><category term="PESTISIDA"/><category term="Pupuk dan Pemupukan"/><category term="Bibit Cabe"/><category term="Bibit Ketimun"/><category term="Bibit Kol Bunga"/><category term="Bibit Kubis"/><category term="Bibit Melon"/><category term="Bibit Sawi"/><category term="Bibit Semangka"/><category term="Bibit Terong"/><category term="Bibit Waluh"/><category term="Budidaya Tanaman Industri"/><category term="Fungisida"/><category term="INSEKTISIDA"/><title type='text'>Toko Pertanian Online</title><subtitle type='html'>Menyediakan segala macam kebutuhan pertanian</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mitra-petani.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>129</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-2271753524800939732</id><published>2012-10-16T06:52:00.002+07:00</published><updated>2012-10-16T06:52:34.154+07:00</updated><title type='text'>Cara budidaya sengon</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://alumnipgan90.files.wordpress.com/2011/02/sengon-gede.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://alumnipgan90.files.wordpress.com/2011/02/sengon-gede.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Budidaya sengon&lt;/b&gt; tentunya membutuhkan tanah kebun yang cukup luas, kalau hanya beberapa meter tentunya hasilnya tidak akan signifikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berapa lahan yang dibutuhkan untuk &lt;u&gt;budidaya sengon&lt;/u&gt;?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jawabannya bisa bermacam-macam, itu tergantung perhitungan kita 
masing-masing, tetapi di sini saya akan berikan gambaran umumnya agar 
para pembaca sekalian ada sedikit gambaran.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Jarak tanam, anda bisa menanam sengon dengan jarak tanam 3 x 3 M&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika lahan anda 1 Ha berarti anda bisa menanam &lt;u&gt;+&lt;/u&gt; 1.100 pohon&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dua gambaran di atas tentunya sudah dapat dijadikan acuan untuk menjawab berapa lahan yang dibutuhkan untuk &lt;i&gt;budidaya sengon&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dua poin di atas itu pun masih banyak perbedaan pendapat, artinya tidak 
semua orang mengacu jarak 3x3M untuk tanam pohon, tetapi di atas adalah 
mayoritas pendapat. Ada juga yang berpendapat 2x3M, kemudian nanti 
setelah umur sengon dewasa dilakukan pengurangan pohon agar jaraknya 
lega, dan pohon yang ditebang itu pun bisa dijual walau harganya masih 
murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Oke, jadi memang banyak literatur online mengenai konsep jarak tanam 
itu, silakan anda cari aja di Google nanti akan banyak gambarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kalau begitu, budidaya sengon membutuhkan tanah yang cukup luas dong?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Boleh dikatakan begitu, karena menanam kayu harus di tanah, tidak 
seperti menanam sayur yang bisa dilakukan di atas air misalnya.&lt;br /&gt;
Menanam kayu tentunya bukan iseng, harus dihitung jangka panjang karena 
ini termasuk investasi, beberapa sumber mengatakan bahwa dengan 1 Ha, 
jarak tanam 3x3, kemungkinan panen menghasilkan antara Rp.200.000.000 
sampai Rp.400.000.000 per hektar.&lt;br /&gt;
Jadi kalau lahan cuma 1/8 ha tentunya kurang signifikan hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Solusinya &quot;Beli Lahan Kebun Murah&quot;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Itulah kesimpulannya, kalau beli lahan yang mahal BEP-nya akan jadi lama dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Beli Lahan di Kalimatan atau Sumatra?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Stop..! Jangan lakukan itu jika anda pemula dalam investasi ini, bisnis 
kayu di Kalimatan dan Sumatra hanya bisa dilakukan jika anda perusahaan 
raksasa, di sana over head cost nya terlalu tinggi, saya tidak akan 
bicara panjang lebar mengenai hal ini, itu saja kesimpulan mengenai 
investasi kayu di Kalimantan dan Sumatra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ada yang jual Lahan Kebun Murah di Pulau Jawa?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Banyak, asalkan kita memiliki kenalan di daerah, itu jawabannya.&lt;br /&gt;
Langsung saja saya promosi di sini ya,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumber:&lt;br /&gt;http://sengon.ayo.web.id&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2271753524800939732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2271753524800939732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2012/10/cara-budidaya-sengon.html' title='Cara budidaya sengon'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-5137118723501993122</id><published>2012-10-11T22:03:00.000+07:00</published><updated>2012-10-12T09:25:07.343+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanah"/><title type='text'>Faktor biologis (hayati) dalam kesuburan tanah</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://karisnsz.files.wordpress.com/2011/07/tf4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;http://karisnsz.files.wordpress.com/2011/07/tf4.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tanah pertanian yang baik dan produktif adalah tanah yang banyak mengandung bahan organik dan jasad hidup (mikro dan makro organisme). Bahan organik mati akan dihancurkan oleh organisme hidup menjadi bahan organik yang halus dan dapat diserap oleh akar tanaman. Contoh bahan organik yang telah matiadlah daun yang telah rontok, jerami, sekam, batang pisang, batang jagung, ampas tebu, molase, humus, bangkai binatang, pupuk kandang, kotoran binatang, limbah binatang maupun air septic tank. Adapun jasad hidup dalam tanah misalnya bakteri, cendawan, ganggang, protozoa, amoeba, semut, rayap, uret dan cacing.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mengapa tanah yang ditanami tanaman Leguminosae (kacang-kacangan) pada umumnya menjadi subur? Penyebabnya adalah pada akar tanaman Leguminosae terdpat bintil yang penuh dengan bakteri Rhizobium. Bakteri Rhizobium tersebut dapat menambat nitrogen dari udara menjadi protein. Bintil akar yang aktif kelihatan berwarna kemerahan (pink) karena adanya pigmen haemoglobin pada bakteri Rhizobium. Bagaimana caranya supaya tanah mengandung (ada) bakteri Rhizobium? ada dua cara yang dapat dilakukan yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Ditaburi tanah yang banyak bintil akarnya karena pernah ditanami Leguminosae&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ditaburi biji yang telah dicampur dengan bakteri Rhizobium murni. Bakteri tersebut telah banyak dijual dhtoko pertanian dengan nama Legin, singkatan dari Leguminosae inokulum. Bakteri bintil akar ini dapat hidup bertahun-tahun dalam tanah walaupun tidak ada tanaman Leguminosae&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Agar dapat menambat nitrogen cukup banyak, Bakteri Rhizobium memerlukan kapur, fosfat, kalium dan molibdin.&amp;nbsp; Bila tanah dipupuk dengan pupuk N, pertumbuhan tanaman akan baik, tetapi daya bakteri Rhizobium menambat nitrogen dari udara berkurang.&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/5137118723501993122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/5137118723501993122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2012/10/faktor-biologis-hayati-dalam-kesuburan.html' title='Faktor biologis (hayati) dalam kesuburan tanah'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-7197276043905173961</id><published>2012-10-10T09:26:00.001+07:00</published><updated>2012-10-10T09:26:03.637+07:00</updated><title type='text'>Investasi Jati Super Yang Menjamin Masa Depan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://images03.olx.co.id/ui/1/83/07/12477607_1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://images03.olx.co.id/ui/1/83/07/12477607_1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Pengundulan hutan terus dilakukan tanpa berfikir resiko yang bakal mendatangkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt; bencana.
 Mulai dari banjir, tanah longsor, bencana kekeringan bahkan terakhir 
ancaman global warming yang begitu mengerikan. Kendati bencana alam 
datang silih berganti, namun hal ini tidak menyurutkan pelaku pembalakan
 liar untuk bertaubat demi kepentingan orang banyak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;Sebagai manusia bijak dan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;yang bertanggungjawab tentunya akan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;berupaya sebisa mungkin untuk melakukan penyelamatan hutan atau bumi yang ditempati ini. Dengan begitu, kita bakal terhindar dari penderitaan yang memilukan seperti yang terjadi di penjuru nusantara. Untuk itu, gerakan tanam pohon perlu digalakan dan didukung oleh semua pihak.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Investasi Masa Depan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9I6ZXUQIuXz-beoECO9U5I3E5FyS7Bsp_MgcV9PCNDVNOpNp-f461zVQfFi2j9wS0gA_mUvilI0wLfoe_-PdSgJyen7Mw2xM0-XFvWic0DZvArpdKiJ3t17qG5ao7mmsY1SO20SG9pIA/s1600-h/Jati+superego.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5196735006857181858&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9I6ZXUQIuXz-beoECO9U5I3E5FyS7Bsp_MgcV9PCNDVNOpNp-f461zVQfFi2j9wS0gA_mUvilI0wLfoe_-PdSgJyen7Mw2xM0-XFvWic0DZvArpdKiJ3t17qG5ao7mmsY1SO20SG9pIA/s200/Jati+superego.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 101px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 121px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;Gerakan tanaman pohon ternyata tidak hanya untuk menyelamatkan hutan atau, tapi&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt; usaha
 ini menjadi lahan bisnis yang menggiurkan. Betapa tidak, hanya dengan 
modal yang kurang dari 1 juta rupiah menghasilkan milyaran. Soalnya, 
harga 1 kilo biji jati super 150 ribu ( belum termasuk ongkos kirim dan 
biayanya  tergantung dari  jarak) dan isinya 1500 biji. Apabila biji 
jati super tersebut disemai dan diperkirakan yang jadi 1.200 bibit jati,
 maka sepuluh tahun yang ke depan Anda bakal mengantongi minimal 1,1 
milyar lebih. Menarik bukan? Silahkan Anda mencoba, sebelum menyesal 
datang kemudian. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgg5dKqaoVm8x36KW3wRtyLTDmmoFb8PrnUXPy-29P_R7bJ_MXsp-i5PMLd9j8E-6UixJcx8JZS3_1JJXZ8zGo-lZN07WrGTE6cafGyCGyJOfGArgW_M35RG2NjLGBo48VlxpPSvC9pQs0/s1600-h/pohon+jati-modif.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5196729895846099490&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgg5dKqaoVm8x36KW3wRtyLTDmmoFb8PrnUXPy-29P_R7bJ_MXsp-i5PMLd9j8E-6UixJcx8JZS3_1JJXZ8zGo-lZN07WrGTE6cafGyCGyJOfGArgW_M35RG2NjLGBo48VlxpPSvC9pQs0/s200/pohon+jati-modif.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: right; height: 152px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 140px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Teknologi Mempercepat Pertumbuhan Jati&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;Perkembangan
 ilmu pengetahuan dan teknologi merambah ke segala bidang. Pada intinya 
kehadiran teknologi mempermudah dan memperpendek serta memperbanyak 
hasil yang didiinginkannya. Tak heran, beragam penemuan mukhtahir 
bermunculan termasuk teknologi pembibitan pohon jati. Bayangkan, pohon 
jati yang tadinya berumur puluhan tahun, kini telah dipersingkat menjadi
 10 tahun, namanya Jati Super.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;Proses
 pembibitannya berasal dari biji pohon jati yang telah modifikasi 
sedemikian rupa sehingga pertumbuhannya lebih cepat ketimbang jati 
lokal. Bibit Jati Super yang ada dihadapan Anda ini diperoleh dari 
Kelompok Usaha Tani Putu Bogal, Nganjuk, Jawa Timur yang di ketuai oleh 
Solikhin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_HQuDu2ieBwdTS5VqhFguuvu_HCQKjfNTYl-k-J56x2O5OpmvcZwROq6tvCKh7vJPoCjaUhQcufCbjyFrTUqC4YLzICN6OjNVmCYWpJOm_j0Iwu7hlw92x_aQtlfiEo8XVOctLO7wLTo/s1600/Bibit+Jatioke.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5492832588436269634&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_HQuDu2ieBwdTS5VqhFguuvu_HCQKjfNTYl-k-J56x2O5OpmvcZwROq6tvCKh7vJPoCjaUhQcufCbjyFrTUqC4YLzICN6OjNVmCYWpJOm_j0Iwu7hlw92x_aQtlfiEo8XVOctLO7wLTo/s200/Bibit+Jatioke.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 108px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;Solikhin
 sendiri telah menerima banyak pesanan bibit dari berbagai penjuru tanah
 air. Tak heran, bibitnya pernah di beli seorang pengusaha daerah Subang, Jawa Barat dan kini sudah di panen alias tebang. &lt;span style=&quot;font-size: 0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;Menurut
 pengalaman penanan pohon Jati Super ini, pertumbuhannya lebih cepat 
ketimbang jati lokal atau jati jawa. Apalagi batang yang lurus menjulang
 keatas dan ditambah dengan daunnya yang lebar-lebar. Sehingga baru 
berumur 8 bulan saja, telah berdiameter 4 cm dengan catatan diberikan 
pupuk organik dan mendapat sinar matahari yang penuh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;Proses
 penanaman dan pemeliharaan tergolong mudah serta tidak menyita banyak 
waktu. Cukup sekali tanam, kemudian tinggal melakukan pengontrolan &lt;span style=&quot;font-size: 0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;rutin
 agar terhindar dari ketidaksuburan karena kurang pupuk atau ganggguan 
tangan-tangan jahil. Maklum, si kuat ini menjadi incaran banyak orang. 
Apalagi hutan makin gundul akibat pembalakan liar yang membuat stok kayu&lt;span style=&quot;font-size: 0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;kian menipis dan berujung pada melambungnya harga kayu. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;Apalagi
 kayu jati sudah dikenal dengan kualitas dan ketahanannya tak perlu 
diragukan lagi. Kalau sudah begini, harapan menjadi jutawan bahkan 
milyader sudah berada dalam genggaman tangan Anda.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7rVrLJwrfgloK-PwGOesCtTFAdhy3qhILUcInfVijLQZM13rmFELkV4NhOgB4hKUgD0AUN5Ry4FeP0LMiijkdVqqj-y1cpskE9RvLThHYobVhkz82DBk5A6Nw-G4tRw9v41O9eCS1A4c/s1600-h/Foto+jati+4+bulan.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5196733885870717586&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7rVrLJwrfgloK-PwGOesCtTFAdhy3qhILUcInfVijLQZM13rmFELkV4NhOgB4hKUgD0AUN5Ry4FeP0LMiijkdVqqj-y1cpskE9RvLThHYobVhkz82DBk5A6Nw-G4tRw9v41O9eCS1A4c/s200/Foto+jati+4+bulan.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 160px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 137px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;Guna
 mendapatkan jati yang kokoh dan tidak mudah roboh diterjang angin 
besar, ada baiknya dimulai dari sejak pemindahan dari poliy back ke 
lubang tanam. Dimana pada bagian bawah lubang tanam tersebut diberikan 
lubang lagi menggunakan kayu sebesar jari tangan. Kemudian, akar 
tunggang bibit jati tadi dimasukan ke dalam lubang itu. Dengan begitu, 
akar tunggangnya langsung menancap ke dalam tanah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://investasi-jati.blogspot.com/&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/7197276043905173961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/7197276043905173961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2012/10/investasi-jati-super-yang-menjamin-masa.html' title='Investasi Jati Super Yang Menjamin Masa Depan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9I6ZXUQIuXz-beoECO9U5I3E5FyS7Bsp_MgcV9PCNDVNOpNp-f461zVQfFi2j9wS0gA_mUvilI0wLfoe_-PdSgJyen7Mw2xM0-XFvWic0DZvArpdKiJ3t17qG5ao7mmsY1SO20SG9pIA/s72-c/Jati+superego.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-7687973539835027929</id><published>2012-09-11T21:36:00.000+07:00</published><updated>2012-10-11T10:28:58.582+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanah"/><title type='text'>Faktor kimia dalam kesuburan tanah</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://carabudidaya.com/wp-content/uploads/2011/10/tanah-subur.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://carabudidaya.com/wp-content/uploads/2011/10/tanah-subur.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Unsur kimia yang diperlukan tanaman disebut unsur hara. Kebutuhan unsur hara setiap tanaman berbeda-beda. Kebutuhan unsur hara dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu dalam jumlah banyak (makro), sedang (madya) dan sedikit (mikro).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Unsur hara makro (banyak): Nitrogen (N), Fosfor (P), KAlium (K), Karbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O)&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Unsur hara madya (sedang):Kalsium (Ca), Magnesium (Mg) dan belerang (S)&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Unsur hara mikro (sedikit): Besi (Fe), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Mangan (Mn), Boron (B), molibdin (Mo), Klor (Cl), Kobalt (Co), dan silisium (Si)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jumlah unsur hara di dalam tanah umumnya terbatas. Penambahan unsur hara dapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik, misalnya pupuk kandang atau kompos. Penyerapan unsur hara oleh tanaman tergantung dari derajat keasaman tanah (pH - power hidrogen). Untuk mengetahui atau mengukur pH tanah, dapat digunakan pH meter atau kertas pH.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada kondisi yang berbeda, ketersediaan unsur hara pun berbeda. Beberapa keadaan unsur hara dengan pH yang berbeda sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pada tanah asam, unsur besi, tembaga, mangan dan alumunium banyak tersedia. Padahal kalau tersedia banyak, unsur-unsur tersebut akan meracuni tanaman.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada pH tanah rendah dan tinggi, unsur fosfor banyak terikat pada komponen tanah sehingga sulit diserap oleh akar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada tanah netral dan alkalis, unsur kalium, magnesium, kalsium dan molibdin banyak tersedia dan mudah diserap oleh akar tanaman.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&amp;nbsp;Reaksi tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman pada umumnya sekitar pH 6,5. Jasad renik dalam tanah hidup subur pada pH tanah netral sampai sedikit asam. Tanah di Indonesia umumnya asam (ber-pH rendah). Kondisi tanah asam tersebut perlu dinetralkan dengan pemberian kapur pertanian (dolomit) atau kapur bangunan yang telah mati (tidak panas).</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/7687973539835027929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/7687973539835027929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2012/09/faktor-kimia-dalam-kesuburan-tanah.html' title='Faktor kimia dalam kesuburan tanah'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-8297478762876427896</id><published>2012-09-04T21:23:00.000+07:00</published><updated>2012-10-10T09:18:22.777+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Organik"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanah"/><title type='text'>Meningkatkan kesuburan tanaman organik dari faktor fisik</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://ahmad79.blogdetik.com/files/2012/01/sayuran-organik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://ahmad79.blogdetik.com/files/2012/01/sayuran-organik.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kesuburan tanaman ditentukan oleh beberapa faktor, seperti kesuburan tanah, iklim, hama dan penyakit, serta benih.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari segi fisik, tanah yang subur dicirikan dengan keadaannya yang gembur. Untuk menggemburkannya, perlu dilakukan pembalikan tanah, baik dicangkul maupun di bajak. Pembalikan tanah akan memberikan dampak positif yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Terjadi pertukaran udara (aerasi) di dalam tanah, gas beracun akan menguap dan diganti dengan oksigen.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adanya oksigen menyebabkan jasad renik aeriob berkembang dengan baik sehingga menambah kesuburan tanah, misalnya bakteri Rhizobium, Azotobacter dan Nitrobacter.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Air mudah meresap sehingga tanah tidak mudah tergenang dan kelembapan air tanah berkurang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bibit penyakit, hama dan gulma mati karena terkena sinar matahari atau terkena cangkul.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Selain pembalikan, tanah yang berat perlu diberi pupuk organik dan pasir agar gembur. Tanah yang gembur akan mudah ditanam, disiangi dan dipupuk. Akar tanaman pun akan mudah menembus tanah dan menyerap unsur hara. Pada waktu musim kemarau, tanah bagian atas yang gembur dapat berfungsi sebagai mulsa sehingga dapat mengurangi penguapan air tanah.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/8297478762876427896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/8297478762876427896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2012/09/meningkatkan-kesuburan-tanaman-organik.html' title='Meningkatkan kesuburan tanaman organik dari faktor fisik'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-4367633361544657069</id><published>2012-08-29T06:29:00.000+07:00</published><updated>2012-09-04T12:05:55.824+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Sayur"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Organik"/><title type='text'>Menanam sayuran organik</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://foragri.blogsome.com/images/Sayuran_Organik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://foragri.blogsome.com/images/Sayuran_Organik.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebelum memulai bercocok tanam secara organik, perlu kiranya kita mengetahui jenis tanaman yang dapat diusahakan secara organik maupun cara atau upaya meningkatkan kesuburan tanaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada umumnya semua tanaman dapat diusahakan secara organik karena pada awalnya tanaman tumbuh secara alami tanpa ada tambahan (pemupukan) dari luar. Hanya saja, ada tanaman yang peka terhadap hama dan penyakit sehingga perlu pemeliharaan yang intensif. Selain tiu, bila bertanam secara organik diarahkan untuk bisnis, pemilihan jenis tanaman harus mempertimbangkan jenis yang laku dipasaran, misalnya bawang merah, wortel, selada, cabai dan tomat&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4367633361544657069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4367633361544657069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2012/08/menanam-sayuran-organik.html' title='Menanam sayuran organik'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-3715982274931515401</id><published>2012-08-28T00:14:00.000+07:00</published><updated>2012-08-28T00:14:12.427+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bibit Tomat"/><title type='text'>Tomat Opal</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoxhM9sqctJv2QNwSAIlECS8N5W8ZGYAGPEeYFQ3meMDvvGh4s-4BxjutbMM-pTBlr29HviQM4slT_47aUaAOHLBeNWxim7GoUQOotR6xGhlCL25p1Ff8FoRtZTsDDKnGxspQwcXYxtmdP/s1600/tomat_opal.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoxhM9sqctJv2QNwSAIlECS8N5W8ZGYAGPEeYFQ3meMDvvGh4s-4BxjutbMM-pTBlr29HviQM4slT_47aUaAOHLBeNWxim7GoUQOotR6xGhlCL25p1Ff8FoRtZTsDDKnGxspQwcXYxtmdP/s320/tomat_opal.jpg&quot; width=&quot;211&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglyu4q9HwNU7Y-lCz0N6AUzsVtFiYf1kSA3-9zBXo3R-DYvVEunlY6cdH6UmFdF22faVWjaTlJdVEMB9yF-tThCzUcRGP9CQ9WddjQKpBsbvUh0xUWOHBKU-U7WYPDMCG1glAVMsrr8M6V/s1600/tmt_0pal2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglyu4q9HwNU7Y-lCz0N6AUzsVtFiYf1kSA3-9zBXo3R-DYvVEunlY6cdH6UmFdF22faVWjaTlJdVEMB9yF-tThCzUcRGP9CQ9WddjQKpBsbvUh0xUWOHBKU-U7WYPDMCG1glAVMsrr8M6V/s320/tmt_0pal2.jpg&quot; width=&quot;212&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/3715982274931515401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/3715982274931515401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2012/08/tomat-opal.html' title='Tomat Opal'/><author><name>Dopy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10890755234583310547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoxhM9sqctJv2QNwSAIlECS8N5W8ZGYAGPEeYFQ3meMDvvGh4s-4BxjutbMM-pTBlr29HviQM4slT_47aUaAOHLBeNWxim7GoUQOotR6xGhlCL25p1Ff8FoRtZTsDDKnGxspQwcXYxtmdP/s72-c/tomat_opal.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-4826855451896135962</id><published>2012-08-22T06:18:00.000+07:00</published><updated>2012-09-04T11:57:59.690+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Organik"/><title type='text'>Perkembangan pertanian organik di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.organicindonesia.org/files/konsumen_1adfebd95ee6f8b87a083fd828ded51cf1b2a405.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://www.organicindonesia.org/files/konsumen_1adfebd95ee6f8b87a083fd828ded51cf1b2a405.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pertanian organik mulai muncul di Indonesia pada tahun 1984. Yayasan Bina Sarana&amp;nbsp; bakti mulai mengembangkan pertanian organik di Cisarua, Bogor pada alahan seluas 4 hektar. Dari Cisarua ini, banyak orang belajar mengenai pertanian organik dan kemudian mengembangkannya didaerahnya. Sekarang ini, pertanian organiktelah banyak diterapkan, seperti di Lembang (Bandung), Kaliwiro (Wonosobo), dan Salatiga.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ditempat-tempat tersebut, tanaman organik diusahakan dalam hamparan atau ditanam di lahan. Karena kebanyakan tanaman yang diusahakan berupa tanaman sayuran maka di Jakarta pun telah banyak pengusaha tanaman organik yang menamam di pot atau polibag.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jenis tanaman yang ditanam secara organik pun sekarang tidak terbatas hanya tanaman sayuran saja, tetapi telah diusahakan tanaman buah (walupun tidak dalam skala luas), tanaman padi maupun tanaman obat. Produk tanaman organik masih terbatas dikonsumsi oleh orang-orang yang sadar akan kesehatan, tidak menutup kemungkinan di tahun mendatang banyak orang yang beralih ke produk tanaman organik.&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4826855451896135962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4826855451896135962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2012/08/perkembangan-pertanian-organik-di.html' title='Perkembangan pertanian organik di Indonesia'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-6279200299307529449</id><published>2012-08-15T06:07:00.000+07:00</published><updated>2012-09-04T11:58:28.187+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Organik"/><title type='text'>Kelbuhan dan kekurangan Sistem pertanian organik</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgy3_-jlb2rPoe9tlCso6mvfZ5eu4NtG4_wR4Cw30ElzBXuVuyhGZ9IwMYB3k29ACikIYceBmUxBDk7Iv8bRWoeykmr3BQN5P7E1ML0xhN8Hmkm4PSVk6t7hN5ILbEpzcfS8aqoqhxwl8ch/s1600/lahansayuranorganik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;241&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgy3_-jlb2rPoe9tlCso6mvfZ5eu4NtG4_wR4Cw30ElzBXuVuyhGZ9IwMYB3k29ACikIYceBmUxBDk7Iv8bRWoeykmr3BQN5P7E1ML0xhN8Hmkm4PSVk6t7hN5ILbEpzcfS8aqoqhxwl8ch/s320/lahansayuranorganik.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berkembangnya suatu sistem, dalam hal ini sistem budidaya, tetntu mempunyai kelebihan dan kekurangan apabila dibandingkan dengan sistem yang lain. Demikian pula sistem pertanian organik mempunyai kelebihan dan kekurnagan dibandingkan dengan sistem pertanian non organik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kelebihan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kelebihan pertanian organik antara lain sebgai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Tidak menggunakan pupuk atau pestisida kimia sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, baik pencemaran tanah, air, amupun udara, serta produknya tidak mengandung racun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanaman organik mempunyai rasa yang lebih manis dibandingkan tanaman non-organik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Produk tanaman organik lebih mahal.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Kekurangan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sistem pertanian organik juga mempunyai faktor kekuarangan atau kelemahan, yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Kebutuhan tenaga kerja lebih banyak, terutama untuk pengendalian hama dan penyakit. Umumnya, pengendalian hama dan penyakit masih dialkukan secara manual. Apabila menggunakan pestisida alami, perlu dibuat sendiri karena pestisida ini belum ada dipasaran.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penampilan fisik tanaman organik kurang bagus ( misalnya berukuran lebih kecil dan daun berlubang-lubang) dibandingkan dengan tanaman yang dipelihara secara non-organik. &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/6279200299307529449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/6279200299307529449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2012/08/kelbuhan-dan-kekurangan-sistem.html' title='Kelbuhan dan kekurangan Sistem pertanian organik'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgy3_-jlb2rPoe9tlCso6mvfZ5eu4NtG4_wR4Cw30ElzBXuVuyhGZ9IwMYB3k29ACikIYceBmUxBDk7Iv8bRWoeykmr3BQN5P7E1ML0xhN8Hmkm4PSVk6t7hN5ILbEpzcfS8aqoqhxwl8ch/s72-c/lahansayuranorganik.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-6161315666657274343</id><published>2012-08-08T05:50:00.000+07:00</published><updated>2012-09-04T11:58:54.714+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Organik"/><title type='text'>Pengertian pertanian organik</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/02/PERTANIAN-ORGANIK-300x212.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/02/PERTANIAN-ORGANIK-300x212.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pertanian yang mirip dengan kelangsungan hutan disebut pertanian organik karena kesuburan tanaman berasal dari bahan organik secara alamiah. Pengertian lain, pertanian organikadalah sistem pertanian (dalam hal bercocok tanam) yang tidak mempergunakan bahan kimia, tetapi menggunakan bahan organik. Bahan kimia tersebut dapat berupa pupuk, pestisida, hormon pertumbuhan dan lain sebgainya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Prinsip pertanian organik yaitu berteman akrab dengan lingkungan, tidak mencemarkan dan merusak lingkungan hidup. Cara yang ditempuh agar tujuan tersebut tercapai antara lain:&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Memupuk dengan kompos atau pupuk kandang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memupuk dengan pupuk hijau, seperti orok=orok (Crotalaria juncea), Tephrosia candida, Tephrosia vogeli, maupun batang, akar dan daun kacang-kacangan, turi serta gamal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memupuk dengan limbah yang berasal dari kandang ternak, pemotongan hewan (RPH), septic tank&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mempertahankan dan melestarikan habitat tanaman dengan pola tanam polikultur.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penggunaan bahan kimia terbesar adalah untuk menyuburkan tanah dan memberantas hama serta penyakit. Dengan pertania organik, kedua macam kegiatan tersebut dapat diatasi. Selain menggunakan pupuk kandang, tanaman yang termasuk famili Leguminosae, misalnya kacang-kacangan, mempunyai bintil akar yang yang dapat menambat nitrogen yang dapat diserap tanaman. Adapun pestisida yang digunakan untuk memberantas hama dan penyakit, apat diganti dengan pestisida organik. Beberapa tanaman yang dapat digunakan intuk pestisida organik yaitu, nimba, tembakau, brotowali, awar-awar, gadung, kelor, mindi, ketepeng kebo, mengkudu, mahoni, tuba tephrosia, pepaya, johar, buah lerak, sirsak, sirkaya dan jeruk keprok. Pestisida organik ini mudah membuatnya, tidak mencemari udara, tidak berbahaya, tidak meracuni konsumen karena cepat terurai, dan tanamanya muah diperoleh, serta dapt ditanam dikebun.&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/6161315666657274343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/6161315666657274343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2012/08/pengertian-pertanian-organik_7.html' title='Pengertian pertanian organik'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-4924177062254273609</id><published>2012-08-07T05:45:00.003+07:00</published><updated>2012-09-04T12:07:14.159+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Organik"/><title type='text'>Mengenal pertanian organik</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/38/Organic-vegetable-cultivation.jpeg/250px-Organic-vegetable-cultivation.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/38/Organic-vegetable-cultivation.jpeg/250px-Organic-vegetable-cultivation.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pertanian di indonesia berkembang sesuai dengan pengetahuan masyarakatnya. Pertama kalinya, bercocok tanam dilakukan secara berpindah-pindah. Ladang atau hutan dibuka, lalu ditanami tanaman pokok seperti padi gogo, tales, ubi kayu, ubi jalar dan sayur-sayuran. Tanaman tersebut belum diberi pupuk kandang atau dilakukan pemeliharaan lainnya. Mulanya, tanaman tumbuh subur, tetapi makin lama merosot kesuburannya. Karena produksi menurun, petani pindah ke tempat lain. Lalu membuka hutan kembali dan menanaminya. Ladang yang telah ditinggal akan menjadi tandus, bahkan menjadi ladang ilalang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sistem ladang berpindah tersebut kemudian berkembang menjadi sistem pertanian tradisional karena pengelolaannya masih sederhana. Pengolahan tanah baru dilakukan pada waktu musim hujan. Tanah tegalan umumnya ditanami hanya satu jenis tanaman secara terus menerus dalam waktu yang lama sehingga menimbulkan masalah berupa kesuburan tanah berkurang, hasil panenan merosot, serta hama dan penyakit berkembang dengan pesat. Pada tanah yang miring, kesuburannya cepat merosot dan banyak terjadi erosi karena tanahnya belum dibuat terasering.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebenarnya pertanian tradisional merupakan pertanian yang akrab lingkungan karena tidak memakai pestisida. Akan tetapi, produksinya tidak mampu mengimbangi kebutuhan pangan penduduk yang jumlahnya terus bertambah. Untuk mengimbangi kebutuhan pangan tersebut, perlu diupayakan peningkatan produksi yang kemudian berkembang sistem pertanian konvensional.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam sistem pertanian konvensional, mulai dipergunakan pupuk pabrik, pestisida sintetis, perangsang tumbuh, antibiotika dan lain-lain untuk meningkatkan produksi pangan. Dengan cara ini, produksi sangat meningkat, tetapi disisi lain hadirnya produk=produk pabrik tersebut dapat mencemari lingkungan dan menganggu kesehatan. Selain itu, pertanian konvensional banyak tergantung pada bahan kimia yang harganya mahal, bahkan kadang-kadang langka. Ketergantungan ini dapat menyebabkan produksi yang merosot dan biaya produksi yang tinggi (tidak sesuai dengan harga jual).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Permasalahan yang dihadapi dalam pertanian konvensional dapat diselesaikan dengan mengembangkan pertanian organik. Konsep pertanian organik berawal dari pemikiran bahwa hutan alam yang terdiri dari ribuan jenis tanaman bisa hidup subur tanpa campur tangan manusia. Kondisi hutan dapat memberi makan dan perlindungan dengan temperatur yang cocok untuk binatang bear maupun kecil, serangga, cendawan, bakteri dan makhluk hidup lainnya. Kotoran burung atau binatang lainnya serta mulsa dari daun-daunan secara perlahan, tetapi pasti akan terurai sehingga menjadi pupuk bagi tanaman.&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4924177062254273609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4924177062254273609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2012/08/mengenal-pertanian-organik.html' title='Mengenal pertanian organik'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-8070982404787412624</id><published>2012-05-31T10:45:00.002+07:00</published><updated>2012-07-08T18:49:58.692+07:00</updated><title type='text'>Mudahnya Menanam Rosela</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://encrypted-tbn1.google.com/images?q=tbn:ANd9GcTDq4HkDds53vWEAEu36Gf8oHs21qLW0BvJVgkjigwdLrCyRYVZVoeOmTa2&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://encrypted-tbn1.google.com/images?q=tbn:ANd9GcTDq4HkDds53vWEAEu36Gf8oHs21qLW0BvJVgkjigwdLrCyRYVZVoeOmTa2&quot; style=&quot;cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 161px; margin: 0 10px 10px 0; width: 121px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;MENANAM Rosela tidak sesulit yang dibayangkan. Apalagi tanaman ini  dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi. Hanya memang  kualitas yang dihasilkan akan berbeda. Rosela yang ditanam di dataran  rendah akan memiliki kualitas yang bagus. Sedangkan di pegunungan Rosela  akan berwarna merah kehitaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk menanam Rosela ada beberapa langkah. Pertama adalah pengolahan  lahan. Persiapan lahan dilakukan dengan pembajakan tanah secara membujur  dan melintang. Sebelumnya, tanah dicampur pupuk dasar berupa pupuk  kandang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penanaman bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan ditanam  secara langsung biji atau disemaikan dahulu. Untuk ditanam langsung dari  biji, penanaman dilakukan dengan &lt;span id=&quot;more-18&quot;&gt;&lt;/span&gt;ditugal  dengan isi setiap lubang dua sampai tiga biji. Sementara untuk yang  sudah disemai, setiap lubang ditanam satu sampai dua bibit.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah tumbuh dengan baik, atau setelah berumur sekitar tiga minggu,  rosela kembali dipupuk dengan pupuk kandang. Baru pada saat tanaman  berumur tujuh sampai delapan minggu dipupuk dengan pupuk urea 30 – 40  gram setiap tanaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selama pertumbuhan, perlu diwaspadai adanya gulma yang akan berdampak  negatif. Oleh karena itu dilakukan penyiangan dengan frekuensi sesuai  kondisi lahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tanaman rosella mulai menghasilkan bunga pada umur 120 hari dan dapat  dipanen secara terus menerus dalam waktu tiga bulansebelum akhirnya  diganti dengan bibit baru.&lt;br /&gt;
Perbatang tanaman rosela dapat menghasilkan 1,5 kilogram bunga basah.  Pemanenan menggunakan gunting untuk memotong tangkai bunga, kemudian  dilakukan pemisahan biji.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Produksi tanaman rosela setiap hektar mampu menghasilkan dua sampai  tiga ton bunga segar tanpa biji atau setara dengan 200 – 375 kg kelopak  bunga kering.&lt;br /&gt;
(sumber Radar Banyumas 15 Maret 2009)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/8070982404787412624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/8070982404787412624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2012/05/mudahnya-menanam-rosela.html' title='Mudahnya Menanam Rosela'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-8897034579102359843</id><published>2012-05-29T21:12:00.002+07:00</published><updated>2012-09-04T12:08:06.812+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pupuk dan Pemupukan"/><title type='text'>Cara memberi pupuk yang baik pada bunga mawar</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://encrypted-tbn1.google.com/images?q=tbn:ANd9GcThF_MuaVDoldEtYT4Yqwd7A3taiE1iczBnxItTEm_r07oStLMHFA&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 194px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 259px;&quot; /&gt;Bunga mawar merupakan bunga yang sudah tidak asing lagi bagi sebagian   besar orang. Bunga ini merupakan lambang kehidupan religi dan cinta   dalam kehidupan manusia, sehingga sangat banyak digunakan dalam hiasan   pernikahan dan dalam acara romantis bersama pasangan.&lt;br /&gt;
Bunga mawar memiliki banyak varietas dan aneka warna yang menarik.   Seiring meningkatnya akan permintaan bunga ini maka banyak budidaya   bunga mawar dilakukan. Budidaya bunga mawar dapat dilakukan oleh siapa   saja yang penting rajin dan menyayangi tumbuhan bunga ini. Budidaya   dapat dilakukan untuk sekedar hobi ataupun untuk agrobisnis. Berikut   tahapan dalam budidaya bunga mawar:&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt; Mempersiapkan bibit. Bibit bunga mawar bisa didapat dengan  berbagai  cara diantaranya dengan stek batang, okulasi, mencangkok, dan  menanam  biji. Untuk pemula yang baru belajar dan ingin memperoleh hasil  yang  cepat tanpa menunggu lama dapat juga membeli dari penjual bibit  bunga  mawar dalam polybag yang sudah berumur setengah tahunan.  Pemilihan bibit  ini sangat menentukan mawar yang akan dihasilkan kelak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mempersiapkan lahan dan media tanam. Persiapan dilakukan dengan   membuat lubang-lubang pada lahan yang telah disediakan, lubang yang   dibuat memiliki diameter sekitar 15 cm dan memiliki kedalaman sekitar 35   cm. Kemudian tanam bibit yang telah dipersiapkan pada lahan. Selesai   penanaman bibit, bibit yang yang baru ditanam tadi diberi air sampai   cukup basah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Merawat bunga mawar. Perawatan pada bunga ini diantaranya:&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Penyiangan dari rumput liar dan gulma yang tumbuh di sekitar bunga mawar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemupukan, untuk pemupukan dilakukan secara rutin 3-4 bulan sekali   dengan dosis sesuai kondisi tanaman. Pemupukan bisa dengan memberikan   pupuk NPK sebanyak 5 gram pupuk/tanaman.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyiraman, penyiraman ini sangat penting terutama pada saat fase   pertumbuhan. Penyiraman dilakukan sehari minimal 1 kali dan dilakukan   paling baik di waktu pagi dan sore hari saat suhu udara tidak terlalu   panas sehingga penguapan air dari tanah kecil.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemangkasan, ini dilakukan agar memperoleh batang yang kokoh,   tanaman menghasilkan tunas-tunas muda baru sehingga produktivitasnya   meningkat, peremajaan tanaman, dan menjaga tanaman selalu dalam kondisi   sehat.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:&lt;br /&gt;
http://nanikkusuma14.blogspot.com&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/8897034579102359843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/8897034579102359843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2012/05/cara-memberi-pupuk-yang-baik-pada-bunga.html' title='Cara memberi pupuk yang baik pada bunga mawar'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-6700719602802169279</id><published>2011-09-14T12:46:00.000+07:00</published><updated>2012-09-04T12:02:20.632+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Buah"/><title type='text'>Supaya Belimbing lebih Manis</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Belimbing memiliki rasa yang manis dan banyak mengandung air. Namun,  beberapa petani atau penanam belimbing mengeluh karena belimbing yang  dipanen terasa asam. Rasa manis atau rasa asam tersebut sangat  dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:&lt;span id=&quot;more-190&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;1. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Jenis tanah&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada dasarnya belimbing dapat tumbuh pada semua jenis tanah, baik  tanah pasir, pasir berlempung, lempung, maupun lempung pasir. Namun,  jika tanahnya tidak sesuai maka tanaman belimbing tidak tumbuh optimal  atau tidak berbuah lebat. Jika berbuah, rasa buahnya tidak manis atau  asam. Setiap jenis tanah memiliki karakter yang berbeda-beda sesuai  dengan kandungan unsur-unsur hara, pH, dan kandungan bahan organik, atau  humus.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tanaman belimbing dapat tumbuh optimal pada tanah lempung dengan  curah hujan sedang, yaitu 1.500-2/500 mm/tahun dan memiliki pH tanah  5,5-6. pada lahan tersebut, belimbing akan berbuah lebat dan rasa  buahnya pun lebih manis dibandingkan jika ditanam di jenis tanah  lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;2. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Sinar matahari&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di daerah yang bertipe iklim basah (curah hujan lebih dari 2.500  mm/tahun, tanaman belimbing akan menghasilkan buah yang rasanya kurang  manis dibandingkan tanaman yang ditanam di daerah bertipe ikim kering  (curah hujan kurang dari 1.00 mm/tahun). Di daerah dengan curah hujan  tinggi menyebabkan sinar matahari tidak banyak diterima tanaman.  Akibatnya, &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD9&quot;&gt;proses&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD6&quot;&gt;fotosintesis&lt;/span&gt; tanaman menjadi terhambat sehingga karbohidrat (pati) tidak terbentuk. Jika proses fotosintesis  berlangsung, karbohidrat akan terbentuk, lalu karbohidrat ini akan  diubah menjadi zat gula. Zat gula inilah yang menyebabkan rasa manis  pada belimbing. Oleh karena itu, di lokasi penanaman sebaiknya cahaya  sinar matahari dapat cukup menyinari sehingga prosess fotosintesis dapat berlangsung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;3. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Pemupukan&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pembentukan gula dalam buah dipengaruhi oleh unsur hara makro, antara  lain kalium (K). untuk tanaman yang berumur 2 tahun, masing-masing  pohon dipupuk KNO3 atau KCL sebanyak 500-1.000 g/tahun. Pemberian kalium  secara berlebih tidak berbahaya pada tanaman, kecuali menyebabkan  tanaman kekurangan &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD12&quot;&gt;Magnesium&lt;/span&gt; (Mg). Fungsi kalium dalam tanah adalah pemacu proses fotosintesis,  mengaktifkan kerja enzim, mengatur tekanan potensi air dalam stomata,  memperlancar translokasi gula dalam tanaman, dan memacu pembentukan  gula.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tanaman harus dijaga jangan sampai kekeringan. Oleh karena itu, tanaman belimbing sebaiknya disiram setiap &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD1&quot;&gt;hari&lt;/span&gt;. Jika musim kemarau atau hujan jarang turun sebaiknya penyiraman lebih dipersering lagi pada tanaman belimbing di kebun.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Langkah langkah melakukan penyiraman belimbing
&lt;br /&gt;1. Sistem tetes (drip). Sistem tetes dilakukan dengan menggunakan selang  yang dihubungkan ke menara air (tower) yang tinggi sehingga air  mengalir karena gaya berat.
&lt;br /&gt;2. Sistem kabut. Sistem kabut dilakukan dengan menggunakan alat &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD4&quot;&gt;sprinkler&lt;/span&gt;.
&lt;br /&gt;3. sistem tetes sederhana. Penyiraman sistem tetes sederhana dilakukan  melalui botol bekas air mineral bervolume 600 ml yang diberi lubang  jarum pada sisi bawah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika tinggi bibit belimbing sudah mencapai 50-100 cm maka bibit  tersebut sudah dapat ditanam di kebun. Bibit dimasukkan ke dalam lubang  tanam yang telah disiapkan. Berikut ini langkah-langkah menanam bibit ke  dalam lubang tanam.
&lt;br /&gt;Buka polibag secara perlahan
&lt;br /&gt;Masukkan bibit dalam posisi tegak tepat di tengah lubang tanam.
&lt;br /&gt;Timbun lubang tanam dengan lapisan tanah sambil ditekan kebawah dan  mirik ke arah akarnya sampai cukup kuat. Jika perakaran kuat, bibit  tidak mudah goyang. Setelah bibit ditanam sebaiknya segera disiram air  secukupnya supaya cepat tumbuh.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pengolahan lahan bertujuan untuk membersihkan gulma, menggemburkan lahan, dan memperbaiki aerasi tanah.
&lt;br /&gt;Pengolahan lahan dapat dilakukan dengan membajak tanah dengan &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD11&quot;&gt;traktor&lt;/span&gt;, cangkul, atau trisula. &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD7&quot;&gt;Cara&lt;/span&gt; mengolah lahan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lahan. Lahan yang berbatu akan sulit dikerjakan dengan traktor, tetapi mudah dengan cangkul atau trisula.
&lt;br /&gt;Varietas belimbing unggul adalah varietas belimbing yang memiliki  produktivitas tinggi, resisten terhadap hama dan penyakit, berkualitas  tinggi serta dapat ditanam di berbagai kondisi lingkungan baru (adaptasi  luas).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pengembangan usaha tani belimbing bukan hanya untuk memperluas areal  tanaman, tetapi lebih diutamakan pada mutu hasil. Konsumen cenderung  memilih buah-buahan, termasuk belimbing, yang bermutu tinggi, terutama  penampilan sosoknya (performance). Sosok buah belimbing yang berkualitas  baik tampak bersih, tanpa ada cacat atau bekas gigitan serangga, dan  berwarna kuning menyala. Rasa yang manis juga menjadi suatu kriteria  suatu varietas dikategorikan sebagai varietas unggul. Agar rasa buah  belimbing lebih manis dapat dilakukan beberapa teknis budi daya.
&lt;br /&gt;Tanaman belimbing dapat ditanam di kebun dan di halaman depan atau samping &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD2&quot;&gt;rumah&lt;/span&gt;. Tanaman buah ini mampu tumbuh pada semua jenis tanah. Jika ditanam di halaman rumah,  tanaman belimbing dapat menciptakan lingkungan yang sejuk. tanaman  belimbing mudah tumbuh meskipun tanpa dirawat dengan baik. Akan tetapi,  tanpa perawatan yang baik belimbing juga tidak akan berbuah lebat.  Tanaman belimbing mudah tumbuh  dan mampu berbuah lebat jika dirawat  dengan sungguh-sungguh sesuai dengan aturan budi daya (good &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD8&quot;&gt;farming&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;IL_AD&quot; id=&quot;IL_AD3&quot;&gt;practices&lt;/span&gt;).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam era urbanisasi atau pengembangan kota, banyak bermunculan  komplek pemukiman baru. Oleh karena itu, ketersediaan lahan semakin  sempit sehingga banyak rumah tidak mempunyai halaman atau pekarangan. Untuk menghijaukan atau menyejukkan lingkungan rumah,  tanaman belimbing dapat dipilih untuk keperluan tersebut. Tanaman  belimbing dapat ditanam dan mampu berbuah jika ditanam di dalam pot atau  di lahan yang sempit.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: transparent; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: justify; text-decoration: none;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Read more: &lt;a href=&quot;http://www.g-excess.com/190/teknis-budidaya-supaya-belimbing-lebih-manis/#ixzz1VpA6uE53&quot; style=&quot;color: #003399;&quot;&gt;Teknis Budidaya: Supaya Belimbing lebih Manis | Smart Click&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/6700719602802169279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/6700719602802169279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/supaya-belimbing-lebih-manis.html' title='Supaya Belimbing lebih Manis'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-1386914030364913366</id><published>2011-09-13T12:34:00.000+07:00</published><updated>2012-09-04T11:59:29.004+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Tanaman Obat"/><title type='text'>Budidaya Jahe</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Jahe  merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe  berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. Oleh  karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama  kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak dan  obat-obatan tradisional. Jahe termasuk dalam suku temu-temuan  (Zingiberaceae), se-famili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak  (Cucuma xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma  domestica), kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) dan  lain-lain. Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo),  bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe  (Sunda), jae (Jawa dan Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka  (Ternate), dsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #ff9900; font-family: Arial; font-size: 14pt;&quot;&gt;2. Uraian Tanaman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #ff9900; font-family: Arial;&quot;&gt;2.1 Klasifikasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 27pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Divisi                   : Spermatophyta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 27pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sub-divisi                        : Angiospermae&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 27pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kelas                   : Monocotyledoneae&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 27pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ordo                    : Zingiberales&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 27pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Famili                  : Zingiberaceae&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 27pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Genus                  : Zingiber&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 27pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Species               :Zingiber officinale&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #ff9900; font-family: Arial;&quot;&gt;2.2 Deskripsi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Terna  berbatang semu, tinggi 30 cm sampai 1 m, rimpang bila dipotong berwarna  kuning atau jingga. Daun sempit, panjang 15 – 23 mm, lebar 8 – 15 mm ;  tangkai daun berbulu, panjang 2 – 4 mm ; bentuk lidah daun memanjang,  panjang 7,5 – 10 mm, dan tidak berbulu; seludang agak berbulu.  Perbungaan berupa malai tersembul dipermukaan tanah, berbentuk tongkat  atau bundar telur yang sempit, 2,75 – 3 kali lebarnya, sangat tajam ;  panjang malai 3,5 – 5 cm, lebar 1,5 – 1,75 cm ; gagang bunga hampir  tidak berbulu, panjang 25 cm, rahis berbulu jarang ; sisik pada gagang  terdapat 5 – 7 buah, berbentuk lanset, letaknya berdekatan atau rapat,  hampir tidak berbulu, panjang sisik 3 – 5 cm; daun pelindung berbentuk  bundar telur terbalik, bundar pada ujungnya, tidak berbulu, berwarna  hijau cerah, panjang 2,5 cm, lebar 1 – 1,75 cm ; mahkota bunga berbentuk  tabung 2 – 2,5 cm, helainya agak sempit, berbentuk tajam, berwarna  kuning kehijauan, panjang 1,5 – 2,5 mm, lebar 3 – 3,5 mm, bibir berwarna  ungu, gelap, berbintik-bintik berwarna putih kekuningan, panjang 12 –  15 mm ; kepala sari berwarna ungu, panjang 9 mm ; tangkai putik 2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #ff9900; font-family: Arial;&quot;&gt;2.3 Jenis Tanaman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;1)   Jahe  putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak  Rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari  kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat  berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe  olahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;2)   Jahe  putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit  Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini  selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih  besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping  seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk  diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;3)   Jahe  merah. Rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih  kecil sama seperti jahe kecil, jahe merah selalu dipanen setelah tua,  dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil,  sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #ff9900; font-family: Arial; font-size: 14pt;&quot;&gt;3. Manfaat Tanaman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rimpang  jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada  makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman.  Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri  jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap,  bandrek, sekoteng dan sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan  jahe sebagai pestisida alami. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk  segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Disamping itu terdapat hasil  olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan  cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman  beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Adapun  manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif  (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh  darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti  piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan  getah empedu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #ff9900; font-family: Arial; font-size: 14pt;&quot;&gt;4. Sentra Penanaman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Terdapat  di seluruh Indonesia, ditanam di kebun dan di pekarangan. Pada saat ini  jahe telah banyak dibudidayakan di Australia, Srilangka, Cina, Mesir,  Yunani, India, Indonesia, Jamaika, Jepang, Meksiko, Nigeria, Pakistan.  Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi, sedangkan India  merupakan negara produsen jahe terbesar, yaitu lebih dari 50 % dari  total produksi jahe dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #ff9900; font-family: Arial; font-size: 14pt;&quot;&gt;5. Syarat Pertumbuhan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #ff9900; font-family: Arial;&quot;&gt;5.1. Iklim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;1)   Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi, yaitu antara 2.500-4.000 mm/tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;2)   Pada  umur 2,5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar  matahari. Dengan kata lain penanaman jahe dilakukan di tempat yang  terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;3)   Suhu udara optimum untuk budidaya tanaman jahe antara 20-35 oC.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #ff9900; font-family: Arial;&quot;&gt;5.2. Media Tanam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;1)   Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung humus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;2)   Tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir, liat berpasir dan tanah laterik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;3)   Tanaman  jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4. Tetapi  keasaman tanah (pH) optimum untuk jahe gajah adalah 6,8-7,0.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #ff9900; font-family: Arial;&quot;&gt;5.3. Ketinggian Tempat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;1)   Jahe tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0 - 2.000 m dpl.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;2)   Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 - 600 m dpl.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #ff9900; font-family: Arial; font-size: 14pt;&quot;&gt;6. Pedoman Budidaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #ff9900; font-family: Arial;&quot;&gt;6.1. Pembibitan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;1)   Persyaratan Bibit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bibit  berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik, mutu  fisiologik (persentase tumbuh yang tinggi), dan mutu fisik. Yang  dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yang bebas hama dan penyakit.  Oleh karena itu kriteria yang harus dipenuhi antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;a. Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;b. Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua (berumur 9-10 bulan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;c. Dipilih pula dari tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;2) Teknik Penyemaian Bibit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;   Untuk  pertumbuhan tanaman yang serentak atau seragam, bibit jangan langsung  ditanam sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan. Penyemaian bibit dapat  dilakukan dengan peti kayu atau dengan bedengan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;a. Penyemaian pada peti kayu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;   Rimpang  jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering),  kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan  tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang  1/2-1 hari. Selanjutnya potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam  karung beranyaman jarang, lalu dicelupkan dalam larutan fungisida dan  zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit kemudian keringkan. Setelah itu  dimasukkan kedalam peti kayu. Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu  sebagai berikut: pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit  selapis, kemudian di atasnya diberi abu gosok atau sekam padi, demikian  seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi  tersebut. Setelah 2-4 minggu lagi, bibit jahe tersebut sudah disemai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;b. Penyemaian pada bedengan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;   Buat  rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m untuk menanam bibit 1 ton  (kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha). Di dalam rumah penyemaian tersebut  dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. Rimpang bakal bibit  disusun pada bedengan jerami lalu ditutup jerami, dan di atasnya diberi  rimpang lalu diberi jerami pula, demikian seterusnya, sehingga  didapatkan 4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami.  Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap  hari dan sesekali disemprot dengan fungisida. Setelah 2 minggu, biasanya  rimpang sudah bertunas. Bila bibit bertunas dipilih agar tidak terbawa  bibit berkualitas rendah. Bibit hasil seleksi itu dipatah-patahkan  dengan tangan dan setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan beratnya  40-60 gram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;3)   Penyiapan Bibit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sebelum  ditanam, bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara bibit  tersebut dimasukkan ke dalam karung dan dicelupkan ke dalam larutan  fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam, barulah  ditanam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #ff9900; font-family: Arial;&quot;&gt;6.2. Pengolahan Media Tanam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;1) Persiapan Lahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;   Untuk  mendapatkan hasil panen yang optimal harus diperhatikan syaratsyarat  tumbuh yang dibutuhkan tanaman jahe. Bila keasaman tanah yang ada tidak  sesuai dengan keasaman tanah yang dibutuhkan tanaman jahe, maka harus  ditambah atau dikurangi keasaman dengan kapur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;2) Pembukaan Lahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;   Pengolahan  tanah diawali dengan dibajak sedalam kurang lebih dari 30 cm dengan  tujuan untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur atau remah dan  membersihkan tanaman pengganggu. Setelah itu tanah dibiarkan 2-4 minggu  agar gas-gas beracun menguap serta bibit penyakit dan hama akan mati  terkena sinar matahari. Apabila pada pengolahan tanah pertama dirasakan  belum juga gembur, maka dapat dilakukan pengolahan tanah yang kedua  sekitar 2-3 minggu sebelum tanam dan sekaligus diberikan pupuk kandang  dengan dosis 1.500-2.500 kg.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;3) Pembentukan Bedengan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;   Pada  daerah-daerah yang kondisi air tanahnya jelek dan sekaligus untuk  encegah terjadinya genangan air, sebaiknya tanah diolah menjadi  bedengan-bedengan engan ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 80-100 cm,  sedangkan anjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;4) Pengapuran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;   Pada  tanah dengan pH rendah, sebagian besar unsur-unsur hara didalamnya,  Terutama fosfor (p) dan calcium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau  sulit diserap. Kondisi tanah yang masam ini dapat menjadi media  perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp dan pythium  sp. Pengapuran juga berfungsi menambah unsur kalium yang sangat  diperlukan tanaman untuk mengeraskan bagian tanaman yang berkayu,  merangsang pembentukan bulu-bulu akar, mempertebal dinding sel buah dan  merangsang pembentukan biji.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;a. Derajat keasaman &amp;lt; 4 (paling asam): kebutuhan dolomit &amp;gt; 10 ton/ha.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;b. Derajat keasaman 5 (asam): kebutuhan dolomit 5.5 ton/ha.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;c. Derajat keasaman 6 (agak asam): kebutuhan dolomit 0.8 ton/ha.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #ff9900; font-family: Arial;&quot;&gt;6.3. Teknik Penanaman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;1) Penentuan Pola Tanaman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;   Pembudidayaan  jahe secara monokultur pada suatu daerah tertentu memang dinilai cukup  rasional, karena mampu memberikan produksi dan produksi tinggi. Namun di  daerah, pembudidayaan tanaman jahe secara monokultur kurang dapat  diterima karena selalu menimbulkan kerugian. Penanaman jahe secara  tumpangsari dengan tanaman lain mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai  berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;a. Mengurangi kerugian yang disebabkan naik turunnya harga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;b. Menekan biaya kerja, seperti: tenaga kerja pemeliharaan tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;c. Meningkatkan produktivitas lahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;d. Memperbaiki sifat fisik dan mengawetkan tanah akibat rendahnya pertumbuhan gulma (tanaman pengganggu).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Praktek  di lapangan, ada jahe yang ditumpangsarikan dengan sayursayuran,  seperti ketimun, bawang merah, cabe rawit, buncis dan lain-lain. Ada  juga yang ditumpangsarikan dengan palawija, seperti jagung, kacang tanah  dan beberapa kacang-kacangan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;2) Pembutan Lubang Tanam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;   Untuk  menghindari pertumbuhan jahe yang jelek, karena kondisi air tanah yang  buruk, maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan.  Selanjutnya buat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7,5 cm untuk  menanam bibit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;3) Cara Penanaman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;   Cara penanaman dilakukan dengan cara melekatkan bibit rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah disiapkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;4) Perioda Tanam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;   Penanaman  jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan September  dan Oktober. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan  air cukup banyak untuk pertumbuhannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #ff9900; font-family: Arial;&quot;&gt;6.4. Pemeliharaan Tanaman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;1) Penyulaman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sekitar  2-3 minggu setelah tanam, hendaknya diadakan untuk melihat rimpang yang  mati. Bila demikian harus segera dilaksanakan penyulaman gar  pertumbuhan bibit sulaman itu tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain,  maka sebaiknya dipilih bibit rimpang yang baik serta pemeliharaan yang  benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;2) Penyiangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Penyiangan  pertama dilakukan ketika tanaman jahe berumur 2-4 minggu kemudian  dilanjutkan 3-6 minggu sekali. Tergantung pada kondisi tanaman  pengganggu yang tumbuh. Namun setelah jahe berumur 6-7 bulan, sebaiknya  tidak perlu dilakukan penyiangan lagi, sebab pada umur tersebut  rimpangnya mulai besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;3) Pembubunan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tanaman  jahe memerlukan tanah yang peredaran udara dan air dapat berjalan  dengan baik, maka tanah harus digemburkan. Disamping itu tujuan  pembubunan untuk menimbun rimpang jahe yang kadang-kadang muncul ke atas  permukaan tanah. Apabila tanaman jahe masih muda, cukup tanah dicangkul  tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30 cm. Pada bulan  berikutnya dapat diperdalam dan diperlebar setiap kali pembubunan akan  berbentuk gubidan dan sekaligus terbentuk sistem pengairan yang  berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pertama  kali dilakukan pembumbunan pada waktu tanaman jahe berbentuk rumpun  yang terdiri atas 3-4 batang semu, umumnya pembubunan dilakukan 2-3 kali  selama umur tanaman jahe. Namun tergantung kepada kondisi tanah dan  banyaknya hujan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;4) Pemupukan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;a. Pemupukan Organik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;   Pada  pertanian organik yang tidak menggunakan bahan kimia termasuk pupuk  buatan dan obat-obatan, maka pemupukan secara organik yaitu dengan  menggunakan pupuk kompos organik atau pupuk kandang dilakukan lebih  sering disbanding kalau kita menggunakan pupuk buatan. Adapun pemberian  pupuk kompos organik ini dilakukan pada awal pertanaman pada saat  pembuatan guludan sebagai pupuk dasar sebanyak 60 – 80 ton per hektar  yang ditebar dan dicampur tanah olahan. Untuk menghemat pemakaian pupuk  kompos dapat juga dilakukan dengan jalan mengisi tiap-tiap lobang tanam  di awal pertanaman sebanyak 0.5 – 1kg per tanaman. Pupuk sisipan  selanjutnya dilakukan pada umur 2 – 3 bulan, 4 – 6 bulan, dan 8 – 10  bulan. Adapun dosis pupuk sisipan sebanyak 2 – 3 kg per tanaman.  Pemberian pupuk kompos ini biasanya dilakukan setelah kegiatan  penyiangan dan bersamaan dengan kegiatan pembubunan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;b. Pemupukan Konvensional&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Selain  pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman jahe perlu diberi pupuk  susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yang  digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua  digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10  gram/pohon; dan ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman  yang berumur 4 bulan. Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60  kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), dan K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada  awal tanam, pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan  sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4  bulan. Pupuk diberikan dengan ditebarkan secara merata di sekitar  tanaman atau dalam bentuk alur dan ditanam di sela-sela tanaman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;5) Pengairan dan Penyiraman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tanaman  Jahe tidak memerlukan air yang terlalu banyak untuk pertumbuhannya,  akan tetapi pada awal masa tanam diusahakan penanaman pada awal musim  hujan sekitar bulan September;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;6) Waktu Penyemprotan Pestisida&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Penyemprotan  pestisida sebaiknya dilakukan mulai dari saat penyimpanan bibit yang  untuk disemai dan pada saat pemeliharaan. Penyemprotan pestisida pada  fase pemeliharaan biasanya dicampur dengan pupuk organik cair atau  vitamin-vitamin yang mendorong pertumbuhan jahe.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sumber:
&lt;br /&gt;http://www.naturindonesia.com
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/1386914030364913366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/1386914030364913366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/budidaya-jahe.html' title='Budidaya Jahe'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-2769431962400796810</id><published>2011-09-12T12:28:00.000+07:00</published><updated>2012-09-04T12:05:10.837+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Sayur"/><title type='text'>BUDIDAYA JAGUNG MANIS</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tanaman &lt;a href=&quot;http://bbpp-lembang.info/search/budidaya+jagung+manis&quot;&gt;jagung&lt;/a&gt;  (&lt;i&gt;Zea mays L&lt;/i&gt;.) berasal dari benua Amerika. Menurut Linnaeus  dalam Warisno (1998), klasifikasi tanaman jagung adalah sebagai berikut:
&lt;br /&gt;
Divisio           : Spermathophyta
&lt;br /&gt;
Subdivisio      : Angiospermae
&lt;br /&gt;
Kelas             : Monocotyledonena
&lt;br /&gt;
Ordo              : Graminae
&lt;br /&gt;
Famili            : Graminaceae
&lt;br /&gt;
Subfamilia     : Ponicoidae
&lt;br /&gt;
Genus            : Zea
&lt;br /&gt;
Species          : Zea mays L.
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlpjm0xX2V5N_7J_RkWyP3ZZ-T58Arg-BdcFILSxX8Rnmz2y4V94H5bNoZS4T07YTYCYNiPJ-1cW_HD_EgixKGxuoPePKJhiObMhyD2nwk2qnNDW1IGMengYRXQZ5QUFysgZeJnw6Ol-M/s1600/jm3.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlpjm0xX2V5N_7J_RkWyP3ZZ-T58Arg-BdcFILSxX8Rnmz2y4V94H5bNoZS4T07YTYCYNiPJ-1cW_HD_EgixKGxuoPePKJhiObMhyD2nwk2qnNDW1IGMengYRXQZ5QUFysgZeJnw6Ol-M/s320/jm3.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Bunga  pada tanaman jagung terdiri dari bunga jantan dan bunga betina  yang  letaknya terpisah, sedangkan bunga betina terdapat pada tongkol  jagung.  Biji jagung tersusun dalam janggel adalah tongkol yang dibentuk  pada  bunga betina setelah terjadi pembuahan terjadi perkembangan biji 7  hari  sampai 10 hari, yang pertama perkembangannya lambat.&lt;span id=&quot;more-1012&quot;&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
Suhu yang dikehendaki tanaman jagung berkisar antara 21ºC – 30ºC.  Akan  tetapi untuk pertumbuhan yang baik tanaman jagung khususnya jagung   hibrida suhu yang optimal adalah  23ºC – 27ºC. Suhu sekitar 25ºC akan   mengakibatkan perkecambahan biji jagung lebih cepat dan suhu tinggi   lebih dari 40ºC akan mengakibatkan kerusakan embrio sehingga tanaman   tidak jadi berkecambah.
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjVNoSe4zuv9T7aFc0Nz1smZ4keUQtLj7i11uVB-pe_hYdWR8a_KZd2YsoyY3LB00V5JfQjEvLXU-vVv3xI44jJTSXwQINYjjyQz79hO77Q-twkJKDkDsF6OsQWTh-0uTt03_Ir_W3t9g/s1600/jm1.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjVNoSe4zuv9T7aFc0Nz1smZ4keUQtLj7i11uVB-pe_hYdWR8a_KZd2YsoyY3LB00V5JfQjEvLXU-vVv3xI44jJTSXwQINYjjyQz79hO77Q-twkJKDkDsF6OsQWTh-0uTt03_Ir_W3t9g/s320/jm1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Kondisi  pH yang baik untuk pertumbuhan jagung hibrida berkisar antara  5,5 –  7,0 dan pH optimal 6,8 terutama pada saat berbunga dan pengisian  biji.  Curah hujan yang normal untuk pertumbuhan tanaman jagung yang  ideal  adalah sekitar 250 mm/tahun sampai 2000 mm/tahun. Jagung hibrida  akan  tumbuh dengan baik di daerah yang ketinggiannya lebih dari 5000 m  di  atas permukaan laut. (Supapto, 1999).
&lt;br /&gt;
Tanaman jagung sangat bermanfaat  bagi kehidupan manusia ataupun  hewan,  jagung merupakan makanan pokok kedua setelah padi, produksi  jagung  kini dapat dikonsumsi oleh manusia dalam bentuk penyajian, jagung   merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung hidrat arang, yang   dapat digunakan untuk menggantikan (mensubtitusi) beras.
&lt;br /&gt;
Jagung termasuk tanaman akar serabut yang terdiri dari tipe akar  yaitu  akar dan seminal, akar adventif dan akar udara, seminal tumbuh  dari  radikma dan embiro. Akar adventif disebut juga akar tunjang. Akar  ini  dari buku paling bawah. Sekitar 4 cm di bawah permukaan tanah. Akar   udara adalah akar yang keluar dari dua atau lebih dari buku terbawah   dekat permukaan tanah.
&lt;br /&gt;
Batang jagun­g tidak bercabang, berbentuk silinder. Pada buku ruas  akan  muncul tunas yang berkembang menjadi tongkol. Tinggi jagung  tergantung  variates, umumnya berkisar 100 – 300 cm. Daun jagung  memanjang dan  keluar dari buku-buku batang. Jumlah daun terdiri dari  8-48 helaian  tergantung varietasnya. Antara kelopak dan helaian terdapat  lidah daun  yang disebut Ligula, fungsi Ligula adalah mencegah air masuk  ke dalam  kelopak daun dan batang.
&lt;br /&gt;
Terdapat banyak jenis jagung, seperti:
&lt;br /&gt;
1  Jagung gigi kuda ( Zea  Mays Indentata )
&lt;br /&gt;
2  Jagung mutiara ( Zea Mays Indurata )
&lt;br /&gt;
3. Jagung manis ( Zea Mays Saccharata )
&lt;br /&gt;
4. Jagung berondong ( Zea Mays Everta)
&lt;br /&gt;
5. Jagung tepung ( Zea Mays Amylaceae )
&lt;br /&gt;
6. Jagung polong ( Zea Mays Tunicata )
&lt;br /&gt;
7. Jagung ketan ( Zea Mays ceratina )
&lt;br /&gt;
Pada proses tumbuh tanaman jagung dibedakan dalam dua stadia yaitu:
&lt;br /&gt;
a.   Stadia  vegetatif
&lt;br /&gt;
Pada stadia vegetatif ini melalui fase kecambah, dilanjutkan dengan   fase pertumbuhan vegetatif, akar batang  daun yang cepat pada akhirnya   pertumbuhan vegetatif menjadi lambat sehingga dinamainya stadia   generatif
&lt;br /&gt;
b.       Stadia generatif
&lt;br /&gt;
Pada stadia ini dinamai dengan pembentukan primordia. Proses  pembungaan  yang mencakup peristiwa  penyerbukan dan pembuahan.  Penyerbukan yang  terjadi pada tanaman jagung biasanya dibantu dengan  angin, yaitu dengan  cara menebarkan tepung sari kemudian menjatuhkan  pada tangkai. Letak   bunga jantan dan betina tidak berada di satu  tempat. Bunga jantan pada  ujung batang yang sedang berbunga, sedangkan  bunga betina berada di  pertengahan batang atau tongkol. Perlu dijaga  kemurnian biji dari  varietas yang dibudidayakan dan juga terjadinya  penyerbukan silang pada  tanaman jagung. Proses penyerbukan, tepung sari  tidak harus menempel  pada kepala putik. Karena tangkai putik dapat  menyebabkan proses  penyerbukan tetap berlangsung. Tangkai putik berupa  rambut jagung bila  ditempel tepung sari. Perkembangan dan pertumbuhan  serbuk sari  berlanjut. Proses pertumbuhan merupakan kelanjutan peristiwa   penyerbukan dapat berlangsung selama serbuk sari menempel pada putik.   Kemudian saluran-saluran tangkai putik bertemu sel telur
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Syarat Tumbuh&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
Curah hujan yang terjadi selama bulan penanaman cukup tinggi sebesar 309   mm dan 501 mm (rata-rata 427 mm/bulan),  nilai curah hujan yang cukup   tinggi apabila dibandingkan dengan distribusi hujan yang ideal bagi   pertumbuhan jagung yaitu 200 mm/bln (Sutoro et al., 1988) dan berpotensi   menyebabkan pencucian pada unsur hara yang terdapat di tanah.
&lt;br /&gt;
Dalam suatu langkah budidaya ada hal-hal yang perlu diperhatikan   diantaranya syarat tumbuh, adapun syarat tumbuh tanaman jagung yaitu   ketinggian 5-1.200 m dpl, kelembaban 80%, pH 2,3 dan suhu 15 – 20oC.
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Teknik Budidaya&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.       Benih&lt;/b&gt;Peranan benih sangat vital sebelum  memulai budidaya. Benih juga merupakan biji tanaman jagung yang tumbuh  menjadi tanaman  muda. Tanaman muda tersebut menjadi tanaman dewasa yang  dapat  menghasilkan bunga dan berbuah. Mutu benih yang bersifat  kualitas  memegang peranan penting dan peningkatan produksi, mutu benih  meliputi  mutu fisik, genetik fisiologis benih. Beberapa benih jagung  manis yang sudah beredar diantaranya Sweet boy merupakan hibrida, Super  Sweet inbrida dari produsen terkenal Cap Kapal Terbang dan lain-lain.
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.       Persiapan Lahan &lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki kondisi tanah menjadi   gembur, sehingga pertumbuhan akar tanaman maksimal. Pengolahan tanah   juga akan memperbaiki tekstur tanah. Adapun tahapan dari pengolahan   tanaman jagung manis, yaitu:
&lt;br /&gt;
a.  Membuat bedengan dengan lebar 1 m , jarak bedengan 30 m dan  panjangnya sesuai dengan lahan.
&lt;br /&gt;
b.  Penggemburan ketanah  dengan kedalaman 30 – 40 cm
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3.   Pemupukan Organik dan Non Organik &lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
Pemberian pupuk kandang diberikan sebelum pemasangan mulsa dan   diratakan di atas tanah bedengan. Pemberian pupuk Organik SP 36, ZA, Kcl   dengan perbandingan 1:1:½ berfungsi untuk penyanter tanaman vegetatif,   cara pemupukan dengan meratakan di atas bedengan dengan jarak per 1 m   dan diberikan 100 g.
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4.   Pemasangan Mulsa &lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
Mulsa adalah plastik untuk bedengan, ada 2 warna yang berwarna perak  berada di atas, sedangkan warna hitam di bawah.
&lt;br /&gt;
Fungsi mulsa:
&lt;br /&gt;
1         Untuk menekan tumbuhnya gulma
&lt;br /&gt;
2         Menahan/menjaga kelembaban
&lt;br /&gt;
3         Mencegah/mengurangi penguapan air
&lt;br /&gt;
4         Menghemat biaya tenaga kerja dalam penyiangan
&lt;br /&gt;
5         Memblokir pantulan untuk mengusir hama
&lt;br /&gt;
6         Fotosintesis lewat pantulan sinar matahari
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5.   Pembuatan Lubang Tanaman &lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
Pembuatan lubang Komoditas untuk tanaman jagung, jarak tanaman 40 –  30  cm., dengan bedengan yang sudah ditutupi dengan mulsa, yang sudah   dilubangi. Setelah itu dilakukan penunggalan sedalam 2 – 3 cm.
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6.    Penanaman &lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
Penanaman di lapangan dilakukan dengan menggunakan benih bukan biji.   Sebelum penanaman benih kita semai terlebih dahulu, dengan cara:
&lt;br /&gt;
-  Biji disimpan ke pot dengan media: pupuk kandang, arang sekam, selama  7 hari;
&lt;br /&gt;
-  Beri pupuk organik;
&lt;br /&gt;
-  Setelah tumbuh 3 – 5 daun, siap ke lahan.
&lt;br /&gt;
Penanaman dilakukan pada lubang yang sudah diberi pupuk dengan kedalaman   lubang 3 cm dengan jumlah bibit  per lubang tanam sebanyak 2 bibit   kemudian ditutup dengan tanah. Jarak tanam yang digunakan adalah 75 cm x   25 cm.
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7.      Penyiraman&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari yang bertujuan mencegah   tanaman layu. Apabila musim kemarau penyiraman dilakukan setiap hari.
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8.       Penyiangan &lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
Penyiangan dilakukan untuk mengendalikan gulma di sekitar tanaman  yang  dilakukan sebanyak 3 kali. Penyiangan pertama dilakukan pada umur  21  hst dengan cara mencabut gulma. Penyiangan ke 2 dilakukan umur 42 hst   dengan menggunakan kored. Yang dimaksud penyiangan adalah membrantas   atau membuang gulma bagi tanaman yang dibudidayakan. Akibatnya daun   menjadi berimbang, cara pengendalian yaitu dengan mencabut rumput-rumput   yang tumbuh di sekitar tanaman guna mengatasi persaingan unsur hara   pada tanaman.
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9     Penjarangan dan Penyulaman &lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
Penjarangan dilakukan 7 hst dengan cara meninggalkan satu tanaman  yang  pertumbuhannya baik. Sedangkan penyulaman dilakukan apabila tanaman   pada lubang tanam tidak ada yang tumbuh atau mati.
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10.    Pembumbunan &lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
Pembumbunan dimaksudkan untuk memperkokoh berdirinya tanaman dan   mendekatkan unsur hara. Pembumbunan dilakukan secara bersamaan dengan   penyiangan ke 2 yaitu pada umur 42 HST.
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;11.    Pengendalian Hama dan Penyakit&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mencegah serangan hama pada awalnya pertumbuhan dan tanaman   diberikan insektisida Furadan 3G pada saat tanam sebanyak 20 kg/ha (9   gr/petak) yang di berikan pada lubang tanam. Pengendalian hama   selanjutnya dengan menyemprotkan insektisida decis 2,5 EC dengan   konsentrasi 2 ml/liter, larutan yang diberikan pada umur 20 hst, 27 hst   dan 33 hst.
&lt;br /&gt;
Adapun penyakit yang menyerang yaitu:
&lt;br /&gt;
?       Bulai
&lt;br /&gt;
Penyakit ini terkenal bagi tanaman jagung disebabkan oleh cendawa yang     merajalela, tanaman yang terserang cenderung mengalami kematian.   Penyakit ini di takuti para petani. Cara pengendaliannya; tanaman di   cabut jika terserang lalu dimusnahkan atau disemprot dengan fungisida.
&lt;br /&gt;
?       Bercak Daun.
&lt;br /&gt;
Penyakit ini ditemukan di daerah lembab, yang disebabkan oleh Cendawan
&lt;br /&gt;
Cara pengendaliannya; mengatur kelembaban lahan agar tidak lembab, atau  dengan cara menyemprotkan Pestisida.
&lt;br /&gt;
?       Karat.
&lt;br /&gt;
Tanaman ini tumbuh di tanaman yang sudah tua, Penyakit ini disebabkan   oleh cendawan Pucunia songin. Akibatnya: bijinya tidak sempurna. Proses   pembuahan tidak terbentuk. Cara pengendalian: melakukan sanitasi pada   areal penanaman jagung, mencabut tanaman jika terserang, menyemprotkan   fungisida pestisida.
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;12.   Pemanenan&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
Pemanenan dilakukan pada saat tanaman berumur 60 hst yang ditandai   dengan kelobot sudah bewarna kuning, bijinya sudah cukup keras dan   mengkilap, apabila ditusuk dengan kedua ibu jari biji tersebut tidak   berbekas, kadar air biji sekitar 25% – 30%
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:
&lt;br /&gt;
http://goalterzoko.blogspot.com
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2769431962400796810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2769431962400796810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/budidaya-jagung-manis.html' title='BUDIDAYA JAGUNG MANIS'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlpjm0xX2V5N_7J_RkWyP3ZZ-T58Arg-BdcFILSxX8Rnmz2y4V94H5bNoZS4T07YTYCYNiPJ-1cW_HD_EgixKGxuoPePKJhiObMhyD2nwk2qnNDW1IGMengYRXQZ5QUFysgZeJnw6Ol-M/s72-c/jm3.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-464735385821409577</id><published>2011-09-11T12:24:00.000+07:00</published><updated>2012-09-04T12:02:48.351+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Sayur"/><title type='text'>Teknis Budidya Bawang Putih pada Dataran Rendah</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFl3YC0GB4EhhaohE-sBiyyJLft8CYS4sSYTvX2pbbzpke4Blh0zBG452MZlEVLS2h8DPf69-FPE42Ks1HQqnyptsyP2O2sRoIfZYxFHq5Oo68p2B0VnNNYdm23QK10l82YhcQyS9Z1FI/s1600/bw+2.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFl3YC0GB4EhhaohE-sBiyyJLft8CYS4sSYTvX2pbbzpke4Blh0zBG452MZlEVLS2h8DPf69-FPE42Ks1HQqnyptsyP2O2sRoIfZYxFHq5Oo68p2B0VnNNYdm23QK10l82YhcQyS9Z1FI/s200/bw+2.jpg&quot; width=&quot;172&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Bawang  putih (Allium sativum L) selain merupakan jenis sayuran yang penting,  juga merupakan salah satu sumber pertumbuhan baru ekonomi dalam  pembangunan pertanian. Bawang putih ini dianggap sebagai komoditas  potensial terutama untuk subsitusi impor dan dalam hubungannya dengan  penghematan devisa. Perkembangan terakhir (2006), impor bawang putih  indonesia berjumlah 295 ribu ton dengan nilai tidak kurang dari US$ 103  juta atau sebesar Rp 927 milyar, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam  negeri.&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Masalah yang dihadapi dalam budidaya bawang putih sampai saat ini adalah&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; varietas bawang putih yang berkembang di indonesia umumnya memiliki potensi hasil&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan potensi hasil bawang putih di daerah&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; subtropis. Bagitu pula tingkat pengusahaanya terbatas di daerah dataran tinggi (&amp;gt; 800&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; m dpl).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=963464153022081740&quot; name=&quot;more&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Dengan  demikian dengan adanya jenis-jenis bawang putih yang cocok diusahakan  di dataran rendah merupakan peluang baru dalam pembangunan pertanian  khususnya untuk ekstensifikasi bawang putih dalam negeri bagi pemenuhan  kebutuhan konsumsi bawang putih yang terus meningkat tiap tahunnya.  Menurut data&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Susenas, konsumsi per kapita  bawang putih penduduk indonesia mencapai 1,13 kg/tahun sehingga  kebutuhan bawang putih nasional per tahun mencapai sekitar 250 ribu ton.  D.I.Yogyakarta mempunyai varietas bawang putih dataran rendah yaitu  Lumbu Putih. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;b&gt;PERSYARATAN EKOLOGIS&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;-  Tanaman bawang putih dataran rendah tumbuh  pada hampir semua jenis tanah, namun yang terbaik pada tanah bertekstur  sedang(lempung&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; sampai lempung berpasir).&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;- pH tanah yang cocok adalah 5,6 - 6,8 dan drainasenya baik. Walaupun&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; umumnya bawang putih ini tahan suhu panas, namun hanya dapat&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; tumbuh dengan baik pada daerah yang memiliki suhu yang dingin&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; (&amp;lt;25` c pada bulan-bulan tertentu).&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;- Suhu dingin tersebut diperlukan terutama pada saat pembentukan dan&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; pembesaran umbi tanaman. Di Indonesia, waktu tanam terbaik untuk&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; bawang putih dataran rendah yaitu bulan Mei, Juni atau Juli.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;TEKNOLOGI BUDIDAYA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;- Lahan dibuat bedengan dengan lebar bedengan 1,2 - 1,75 m, dengan&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; jarak perit antar bedengan 40 - 50 cm; sedangkan panjang bedengan&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; disesuaikan dengan lahan yang tersedia.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;- Kemudian diidtirahatkan sekitar 2 minggu, selanjutnya diolah 2 - 3 kali&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; sehingga permukaan tanahnya cukup halus.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;- Sebelum penanaman, perlu dicek pH tanahnya, jika &amp;lt; 5,6 perlu&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; dilakukan pengapurandengan dosis 1,5 - 3, ton per ha.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;- 2 - 3 hari sebelum tanam dilakukan pemberian pupuk dasar yaitu&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; menggunakan pupuk kandang (10 - 15 ton/ha) atau pupuk kompos (2&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; ton /ha) dan SP-36 sebanyak 200 - 300kg /ha.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;- Umbi bibit yang telah siseleksi (dalam bentuk siung-siung) ditanam&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; dibedengan dengan kedalaman 1/4 - 1/2 tinggi siung bibit, kemudian&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; ditutup dengan mulsa jerami padi setebal 3 - 5 cm.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;- Pemupukan susulan dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu pada umur 15, 30&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; dan 45 hari setelah tanam dengan menggunakan campuran pupuk 200&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; kg ZA + 100kg Urea + 100 kg KCL per ha untuk setiap kali pemberian&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;pupuk susulan. Caranya, pupuk disebar antara barisan tanaman&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; kemudian diikuti dengan penyiraman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;PEMELIHARAAN TANAMAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;- Penjarangan dan Penyulaman&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmZHl77YC78P8TtUUeqs0h7QEb7lARHHstrGUBGY7QZS5kuU6zAs5AMw3PyCmavVPNyXyBJPoHbJCvPZS0MGcdw4JwVjqlmAzkmO2-deKgmqc_k783QnZtUwmM9FPkSoOznbNL1Szeh5c/s1600/bw+1.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmZHl77YC78P8TtUUeqs0h7QEb7lARHHstrGUBGY7QZS5kuU6zAs5AMw3PyCmavVPNyXyBJPoHbJCvPZS0MGcdw4JwVjqlmAzkmO2-deKgmqc_k783QnZtUwmM9FPkSoOznbNL1Szeh5c/s200/bw+1.jpg&quot; width=&quot;123&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Bawang yang ditanam kadang-kadang tidak tumbuh&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; karena kesalahan teknis penanaman atau faktor bibit. Oleh&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; karena itu, tidak mengherankan jika dalam suatu lahan ada&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; tanaman yang tidak tumbuh sama sekali, ada yang tumbuh&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; lalu mati, dan ada yang pertumbuhannya tidak sempurna.&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Jika keadaan ini dibiarkan, maka produksi yang dikehendaki&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; tidak tercapai. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; pertumbuhan yang seragam, seminggu setelah tanam&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; dilakukan penyulaman terhadap bibit yang tidak tumbuh&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; atau pertumbuhannya tampak tidak sempurna. Biasanya&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; untuk penyualaman dipersiapkan bibit yang ditanam di&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; sekitar tanaman pokok atau disiapkan di tempat khusus. Persiapan bibit cadangan ini&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; dilakukan bersamaan dengan penanaman tanaman pokok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;- Penyiangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pada penanaman bawang putih, penyiangan dan penggemburan dapat&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; dilakukan dua kali atau lebih. Hal ini sangat tergantung pada kondisi lingkungan&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; selama satu musim tanam. Penyiangan dan penggemburan yang pertama dilakukan&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; pada saat tanaman berumur 3-2 minggu setelah tanam. Adapun penyiangan berikutnya&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; dilaksanakan pada umur 4-5 minggu setelah tanam. Apabila gulma masih leluasa&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; tumbuh, perlu disiang lagi. Pada saat umbi mulai terbentuk, penyiangan dan&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; penggemburan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar dan umbi&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; baru.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;- Pembubunan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Dalam penanaman bawang putih perlu dilakukan pembubunan. Pembubunan&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; terutama dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi.&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Pembubunan sebaiknya mengambil tanah dari selokan/ parit di sekeliling bedengan,&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; agar bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam sehingga drainase&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; menjadi normal kembali. Pembubunan juga berfungsi memperbaiki struktur tanah dan&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tanaman berdiri kuat&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; dan ukuran umbi yang dihasilkan dapat lebih besar-besar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Pemupukan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pemberian pupuk dilakukan dengan 2  tahap, yaitu sebelum tanam atau bersamaan dengan penanaman sebagai pupuk  dasar dan sesudah penanaman sebagai pupuk susulan. Unsur hara utama  yang diperlukan dalam pemupukan adalah N, P, dan K dalam bentuk N, P2O5,  dan K2O. Unsur-unsurhara lainnya dapat terpenuhi dengan pemberian pupuk  kandang. Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan Bawang putih  memerlukan sulfur dalam jumlah yang cukup banyak. Unsur ini mempengaruhi  rasa dan aroma khas bawang putih. Oleh sebab itu, apabila menggunakan  KCl sebagai sumber kalium, maka sebagai sumber nitrogen sebaiknya  menggunakan pupuk ZA. Jika sebagai sumber nitrogen digunakan Urea, maka  untuk sumber kalium sebaiknya digunakan ZK. Hal ini dilakukan agar  kebutuhan sulfur tetap terpenuhi. Berdasarkan kebutuhan unsur hara di  atas, jumlah pupuk yang akan digunakan dapat dihitung berdasarkan jenis  dan kandungan unsur haranya. Aplikasi pemupukan dilakukan dengan  mebenamkan pupuk di dalam larikan disamping barisan tanaman seperti cara  memberikan pupuk dasar. Penggunaan pupuk anorganik ini dapat diimbangi  dengan pemberian pupuk organik maupun kompos yang diseseuaikan dengan  kebutuhan
&lt;br /&gt;
tanaman.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Pengairan dan Penyiraman&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Pemberian air dapat dilakukan dengan menggunakan gembor atau dengan  menggenangi saluran air di sekitar bedengan. Cara yang terakhir  dinamakan sistem leb. Penyiraman dengan gembor, untuk bawang yang baru  ditanam, diusahakan lubang gembornya kecil agar air yang keluar juga  kecil sehingga tidak merusak tanah di sekitar bibit. Jika air yang  keluar besar, maka posisi benih dapat berubah, bahkan dapat  mengeluarkannya dari dalam tanah. Pada awal penanaman, penyiraman  dilakukan setiap hari. Setelah tanaman tumbuh baik, frekuensi pemberian  air dijarangkan, menjadi seminggu sekali. Pemberian air dihentikan pada  saat tanaman sudah tua atau menjelang panen, kira-kira berumur 3 bulan  sesudah tanam atau pada saat daun tanaman sudah mulai menguning.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PANEN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Ciri dan Umur Panen&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bawang  putih yang akan dipanen harus mencapai cukup umur. Tergantung pada  varietas dan daerah, umur panen yang biasa dijadikan pedoman adalah  antara 90 120 hari. Ciri bawang putih yang siap panen adalah sekitar 50  prosen daun telah menguning/kering dan tangkai batang keras.
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Cara Panen&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
Bawang putih didaratan rendah biasanya telah siap dipanen pada umur 80 –  100 hari tergantung keadaan kesuburan tanaman dilapangan. Ciri tanaman  bawang putih siap dipanen, daun tanaman 50 % telah menguning atau kering  dan tangkai batangnya sudah keras. Cara panen dapat dilakukan dengan  pencabutan langsung terutama pada tanah yang ringan dan pencukilan  dilakukan pada tanah-tanah bertekstur agak berat. Hasil tanaman diikat  sebanyak 30 tangkai tiap ikat dan dijemur selama 1 – 2 minggu.
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Periode Panen&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
Tanaman bawang putih dapat dipanen setelah berumur 95-125 hari untuk  varietas lumbu hijau dan umur antara 85-100 hari untuk varietas lumbu  kuning. Setelah pemanenan, lahan dapat ditanami kembali setelah  dibiarkan selama beberapa minggu dan diolah terlebih dahulu atau dapat  pula ditanami tanaman lainnya untuk melakukan rotasi tanaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PASCAPANEN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;- Pengumpulan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah  dipanen dilakukan pengumpulan dengan cara mengikat batang semu bawang  putih menjadi ikatan-ikatan kecil dan diletakkan di atas anyaman daun  kelapa sambil dikeringkan untuk menjaga dari kerusakan dan mutunya tetap  baik.
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Penyortiran dan Penggolongan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
Sortasi dilakukan untuk mengelompokkan umbiumbi bawang putih menurut  ukuran dan mutunya. Sebelum dilakukan penyortiran, umbi-umbi yang sudah  kering dibersihkan. Akar dan daunnnya dipotong hingga hanya tersisa  pangkal batang semu sepanjang ± 2 cm. Ukuran atau kriteria sortasi umbi  bawang putih adalah :&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8RhW45loUOb0OKnR4LI0j7xTLsDrp3IdCJTHx7UzpUnMc6-Pat8wh0Ac31UwZGcYDiwscftnsl06z-jHpU5xcGbSolgtMxgWxDYLoDN7aoizFXoiuoLHNUoTpRipIja9ZdYZR_x5KbIQ/s1600/bw+5.jpg&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8RhW45loUOb0OKnR4LI0j7xTLsDrp3IdCJTHx7UzpUnMc6-Pat8wh0Ac31UwZGcYDiwscftnsl06z-jHpU5xcGbSolgtMxgWxDYLoDN7aoizFXoiuoLHNUoTpRipIja9ZdYZR_x5KbIQ/s200/bw+5.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;color: red;&quot;&gt;pengemasan&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
a) keseragaman warna menurut jenis.
&lt;br /&gt;
b) ketuaan/umur umbi.
&lt;br /&gt;
c) tingkat kekeringan.
&lt;br /&gt;
d) kekompakan susunan siung.
&lt;br /&gt;
e) bebas hama dan penyakit.f) bentuk umbi (bulat atau lonjong).
&lt;br /&gt;
g) ukuran besar-kecilnya umbi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berdasarkan ukuran umbi, bawang putih dapat dikelompokkan menjadi beberapa
&lt;br /&gt;
kelas, yaitu :
&lt;br /&gt;
a) kelas A: umbi yang diameternya lebih dari 4 cm.
&lt;br /&gt;
b) kelas B: umbi yang diameternya antara 3-4 cm.
&lt;br /&gt;
c) kelas C: umbi yang diameternya antara 2-3 cm.
&lt;br /&gt;
d) kelas D: umbi yang kecil atau yang pecah dan rusak.
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Penyimpanan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam jumlah kecil, bawang putih biasanya disimpan dengan cara digantung  ikatan-ikatannyadi atas para-para. Setiap ikatan beratnya sekitar 2 kg.  Para-paranya dibuat dari kayu atau bambu dan diletakkan diatas dapur.  Cara seperti ini sangat menguntungkan karena setiap kali dapur  dinyalakan, bawang putih terkena asap. Pengasapan merupakan cara  pengawetan yang cukup baik. Dalam jumlah besar, caranya adalah disimpan  di dalam gudang. Gudang yang akan digunakan harus mempunyai ventilasi  agar bisa terjadi peredaran udara yang baik. Suhu ruangan yang  diperlukan antara 25-30oC. Jika suhu ruangan terlalu tinggi, akan  terjadi proses pertunasan yang cepat. Kelembaban ruangan yang baik  adalah 60-70 prosen.
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;- Pengemasan dan Pengangkutan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk memudahkan pengangkutan bawang putih dimasukkan ke dalam karung  goni atau karung plastik dengan anyaman tertentu. Alat pengangkutan bisa  bermacammacam, bisa gerobak, becak, sepeda atau kendaraan bermotor.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:
&lt;br /&gt;
http://desaku-impianku.blogspot.com
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/464735385821409577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/464735385821409577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/teknis-budidya-bawang-putih-pada.html' title='Teknis Budidya Bawang Putih pada Dataran Rendah'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFl3YC0GB4EhhaohE-sBiyyJLft8CYS4sSYTvX2pbbzpke4Blh0zBG452MZlEVLS2h8DPf69-FPE42Ks1HQqnyptsyP2O2sRoIfZYxFHq5Oo68p2B0VnNNYdm23QK10l82YhcQyS9Z1FI/s72-c/bw+2.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-4055379861161855883</id><published>2011-09-10T12:20:00.000+07:00</published><updated>2012-09-04T12:03:22.938+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Sayur"/><title type='text'>PROSPEK BUDIDAYA BAWANG DAUN</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Para penjual martabak telur, sering memajang bawang daun utuh yang  sudah dibersihkan dan dipotong rapi di etalasenya. Selain memajang telur  bebek dan kaleng minyak samin. Bawang daun memang merupakan campuran  utama martabak telur. Bawang daun itu akan diikat kemudian diiris  melintang tipis-tipis, dicampur telur bebek, diberi daging yang sudah  diberi bumbu, lalu diaduk di cangkir stainless steel. Adonan tepung  terigu dikembangkan secara manual di landasan marmer, hingga melebar  menjadi lembaran tipis. Lembaran tepung terigu itu ditaruh di  penggorengan datar yang sudah diisi minyak goreng campur minyak samin,  dan sudah dipanaskan penuh. Adonan telur dengan daun bawang, dituang di  atasnya, lalu lembaran &quot;kulit martabak&quot; itu dilipat hingga berbentuk  segi empat. Jadilah martabak telur.  &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selain diserap oleh tukang  martabak, bawang daun juga masuk ke restoran chinese food, terutama  untuk campuran bakmi, bihun dan capcai. Sebenarnya bawang daun juga  diperlukan untuk berbagai masakan lain. Misalnya sup dan salad. Potensi  pasar bawang daun masih cukup bagus, termasuk untuk pasar ekspor.  Beberapa eksportir kita, mengirim bawang daun segar ke Singapura dan  Timur Tengah, bersamaan dengan sayuran lain. Bawang daun yang sudah  dipotong sekitar 5 cm. difrozen dan dikemas, dikirim ke Jepang. Pasar  bawang daun di dalam negeri pun relatif stabil. Tidak seperti komoditas  kentang, cabai dan tomat yang harganya sering bergejolak. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara  rutin para petani sayuran di dataran tinggi memang selalu membudidayakan  bawang daun. Baik secara monokultur, atau yang paling banyak, secara  tumpangsari di sela-sela tanaman kol, caisim, petsai dan sayuran  lainnya. &quot;Pasangan bawang daun di pasar adalah seledri, wortel dan  kadang-kadang juga kol serta kentang sebagai bahan sup. Meskipun tidak  disengaja oleh para petani, pola penanaman bawang daun secara  tumpangsari dengan kol dan sayuran lainnya, sebenarnya merupakan  pengendalian hama secara alami. Hama trips yang sering mengganggu  tanaman kol atau cabai, tidak akan bersedia mendekat kalau kol dan cabai  itu ditanam bersamaan dengan bawang. Baik bawang merah maupun bawang  daun.  &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beda dengan seledri dan wortel yang biasanya ditanam  secara monokultur dengan kepadatan tinggi (disemai), maka bawang daun  lebih sering ditanan secara tunggal, namun ditumpangsarikan dengan  komoditas lain. Sebab dengan ditanam secara tunggal, pertumbuhan tanaman  akan cukup pesat. Bulb akan tumbuh padat dengan daun yang besar-besar  dan kekar. Sosok bawang daun demikian inilah yang disukai oleh konsumen,  terutama para koki di restoran dan hotel bintang. Yang disebut bawang  daun, adalah tanaman spesies Allium dari keluarga Amarilis. Selain  dikenal sebagai sayuran, spesies Allium kebanyakan malahan menjadi  tanaman hias, bahkan ada pula yang dijadikan bahan obat-obatan. Spesies  bawang yang lebih dikenal masyarakat, justru bukan bawang daun melainkan  bawang putih (Allium sativum), bawang bombai (Allium cepa), dan bawang  merah (Allium cepa var. ascalonicum). &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di Indonesia, bawang daun  yang lebih banyak dibudidayakan adalah bawang bakung, bawang onclang,  (Allium fistulosum), scallion, green onion, bunching onion, ciboule.  Jenis bawang ini tidak membentuk umbi melainkan bulb (batang semu yang  menggembung). Bulb ini merupakan pelepah daun yang berwarna putih dan  saling menangkup satu sama lain. Sementara daunnya berupa buluh dengan  lubang di dalamnya. Ukuran bawang bakung sekitar 40 cm. panjang dan  penampang bulbnya 2,5 cm. Warna daun bawang bakung sama dengan warna  daun bawang pada umumnya yakni hijau keabu-abuan. Meskipun disebut  sebagai bawang daun, sebenarnya yang dikonsumsi bukan daunnya melainkan  bulbnya yang gemuk dan padat. Biasanya, sebagian besar daun itu justru  dibuang dan hanya disisakan yang didekat bulb.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selain bawang  bakung, jenis bawang daun lainnya adalah bawang perai. Kalau bawang  bakung daunnya berongga dan membentuk buluh, maka bawang perai daunnya  pipih membentuk pita dan tidak berongga. Kalau daun bawang bakung mirip  dengan daun bawang merah, hanya ukurannya yang jaug lebih besar; maka  daun bawang perai mirip dengan daun bawang putih. Bedanya, tanaman  bawang perai membentuk bulb ukuran besar, dengan ukuran daun yang juga  lebih panjang serta lebih lebar. Sama halnya dengan bawang bakung, maka  bawang perai juga tidak membentuk umbi. Kadangkala masyarakat menyebut  bawang perai dengan sebutan bawang belanda.  &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebenarnya ada dua  varietas bawang perai, yakni leek (Allium ampeloprasum var. porrum (L.)  J. Gay)  dan elephant garlic (Allium ampeloprasum var. ampeloprasum).  Leek kadang-kadang juga disebut sebagai Allium ampeloprasum atau Allium  porrum. Hingga nama ilmiah bawang perai bisa disebut secara lengkap  sebagai Allium ampeloprasum var. porrum (L.) J. Gay, bisa pula hanya  disingkat Allium ampeloprasum atau Allium porrum. Di Eropa, leek alias  bawang perai lebih banyak dibudidayakan. Sementara bunching onion alias  bawang bakung hanyalah sebagai substitusi. Di beberapa tempat di Jawa,  terutama di Jawa Timur, bawang perai juga lebih populer dibanding bawang  bakung. Namun di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung  dll. bawang bakung lebih mudah dijumpai di pasar. Biasanya hanya para  juru masak restoran dan hotel bintang sajalah yang menggunakan bawang  perai.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selain leek dan bunching onion, masyarakat ropa masih  mengenal pula chive, cive atau true chive (Allium schoenoprasum). Di  Eropa, yang disebut chive adalah bawang daun yang daunnya berupa buluh  (berlubang) seperti daun bawang merah. Namun di Indonesia, chive maupun  bawang daun yang daunnya berupa pita kecil-kecil mirip rumput (Allium  odorum), sama-sama disebut bawang kucai. Kucai selain digunakan sebagai  bumbu, juga banyak dimanfaatkan sebagai sayuran. Masih ada satu lagi  komoditas bawang daun, yang di kalangan masyarakat sering dijumpai  sebagai lalap (salad) pada lumpia. Bawang daun untuk lalap lumpia ini  disebut bawang langkio (Alium tuberosum); atau garlic chives, chinese  leeks, chinese chives. Bawang langkio juga berukuran kecil seperti  halnya kucai, tetapi ciri khasnya adalah adanya umbi kecil yang  berbentuk bulat berwarna putih. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Meskipun yang menyandang sebutan  sebagai bawang daun cukup banyak, namun di Indonesia, terutama di  kota-kota besar, bawang daun selalu diartikan sebagai bawang bakung,  onclang atau bunching onion. Ada banyak kultivar bawang bakung, termasuk  yang bulbnya berwarna kemerahan seperti Santa Clause dan Red Beard.  Selain varietas baru dari impor yang berasal dari Taiwan, kultivar lokal  pun masih banyak dibudidayakan masyarakat. Kultivar lokal umumnya  berdaun panjang sementara bulbnya pendek dan kecil. Kultivar ini tetap  disukai konsumen di pasar tradisional, karena masyarakat lapis bawah  umumnya lebih senang memanfaatkan daunnya dan bukan bulbnya. Sementara  kultivar baru kebanyakan bercirikan tanaman yang pendek dan kekar, namun  dengan bulb yang berukuran besar. Misalnya Shimonita, Yoshima dan White  Lisbon. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bawang bakung bisa diperbanyak dengan biji. Bunga yang  kemudian berubah menjadi biji ini, tumbuh pada ujung daun paling dalam.  Bunga berwarna putih, kadang agak kehijauan. Budidaya bawang bakung  dengan benih biji, memerlukan waktu panen  lebih lama dibanding dengan  benih anakan. Namun hasil budidaya dengan benih biji, terlebih benih  asal impor, kualitasnya jauh lebih baik dibanding dengan perbanyakan  melalui anakan. Para petani kita, juga banyak yang membenihkan bawang  daun dari biji hasil panen mereka sendiri. Benih biji hasil perbanyakan  sendiri ini, kualitasnya akan menurun. Sekarang juga banyak benih bawang  bakung hibrida, yang merupakan hasil silangan antara Allium fistulosum  dengan Allium cepa. Selain untuk memperoleh kualitas fisik lebih baik,  bawang daun hibrida ini juga diharapkan bisa lebih toleran terhadap suhu  dingin maupun panas.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Namun bawang bakung hibrida, umumnya tidak  menghasilkan biji (mandul). Hingga perbanyakan harus dilakukan dengan  anakan yang keluar dari samping bulb. Para petani tradisional, punya  trik untuk memproduksi anakan. Caranya, hasil panen bawang bakung mereka  sisihkan, untuk ditanam kembali di lahan yang sengaja dikeringkan.  Dalam kondisi stres, bawang daun ini akan memecah dirinya menjadi  beberapa individu, bisa empat sampai lima anakan sekaligus. Sebab kalau  menunggu keluarnya anakan dari samping bulb utama, akan memakan waktu  lama, selain jumlahnya juga tidak akan banyak. Terlebih lagi, untuk  mengejar besarnya bulb, petani akan memberi pupuk dan pengairan dosis  tinggi. dalam kondisi demikian, tanaman cenderug akan memperbesar bulb,  sementara anakannya hampir tidak ada. Dengan memberi perlakuan stres  air, maka bulb yang gemuk itu akan pecah menjadi beberapa tanaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pecahan  bulb inilah kemudian yang dibudidayakan secara individu dan monokultur  atau  ditumpangsarikan dengan tanaman lain. Tanaman yang akan dipanen  untuk produk konsumsi ini diberi pupuk dosis tinggi. Kalau satu individu  tanaman pecah menjadi lima, maka dari benih satu ton akan dihasilkan  minimal 5 ton. Namun hasil penanaman dengan benih anakan ini, lambat  laun juga akan menimbulkan degradasi. Kualitas bahkan juga kuantitas  hasil panen akan cenderung menurun. Hingga benih dari biji, terutama  benih-benih hibrida, memang harus selalu dibeli dari perusahaan  penangkaran benih. Meskipun benih ini harganya tinggi, namun akan  menghasilkan kualitas dan kuantitas hasil penen yang juga tinggi.  Perusahaan agribisnis yang memasok restoran dan hotel bintang, umumnya  tetap menggunakan benih kualitas baik, agar produk mereka tetap bisa  diterima pasar khusus tersebut.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:
&lt;br /&gt;
http://foragri.blogsome.com
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4055379861161855883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/4055379861161855883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/prospek-budidaya-bawang-daun.html' title='PROSPEK BUDIDAYA BAWANG DAUN'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-1081480766839688089</id><published>2011-09-09T12:13:00.000+07:00</published><updated>2012-09-04T12:03:48.652+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Sayur"/><title type='text'>BUDIDAYA BAWANG BOMBAY</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bawang bombay diperkirakan berasal dari daerah Asia Tengah (Palestina)  yang beriklim subtropis dan mulai menyebar ke daratan Eropa dan India.  Sekitar abad ke-16 menyebar ke Benua Amerika, kira-kira bersamaan dengan  awal perburuan rempah-rempah oleh bangsa Eropa ke Timur Jauh, yang  akhirnya berbuntut dengan pendudukan dan penjajahan negara-negara di  Asia termasuk Indonesia oleh bangsa Eropa.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;1.2. Sentra Penanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;di  Indonesia, bawang bombay banyak ditemukan di daerah Tanah Karo  (Sumatera Utara), percobaan penanaman di dataran tinggi Karo dengan  ketinggian sekitar 2000 m dpl, memperoleh hasil sangat memuaskan. Umbi  cukup besar dan pertumbuhannya baik. Bibit yang digunakan untuk  penanaman didatangkan dari Belanda. &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;1.3. Jenis Tanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Bawang  bombay yang disebut juga bawang timur berada dalam satu garis keturunan  dengan bawang merah dengan nama ilmiah Allium cepa L. Perbedaan antara  bawang merah dan bawang bombay tidak terlalu menyolok, kecuali bentuknya  dan bau/aromanya.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Varietas bawang bombay yang dikenal antara lain:&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;a) Hari pendek&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;1. Yellow Granex, ciri-ciri: umbi bulat pipih kekuning-kuningan, beraroma sedang.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;2. Texas Yellow, Grano, ciri-ciri: bulat gasing kekuning-kuningan, aroma sedang.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3. Grano, ciri-ciri: kekuning-kuningan agak kecoklatan, aroma sedang.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;4. Red Creole, ciri-ciri: bulat pipih merah, aroma/bau tajam.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;b) Hari panjang&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;1. Zittauer, ciri-ciri: bulat pipih kecoklatan, slit berbunga, banyak anakan.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;2. Rijosbuiger &quot;Oporto&quot;, ciri-ciri: bulat merah kekuning-kuningan, produksi sangat tinggi.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3. Ebenezer Yellow, ciri-ciri: bulat pipihkuning tua, banyak anakan.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Varietas  jenis hari pendek yang sudah pernah dicoba di Indonesia dan hasilnya  cukup baik antara lain: Red Creole, Burmuda Yellow, Burmuda White, Farly  Grano dan Patna Early. Jenis hari panjang yang lain yang cukup terkenal  di antaranya Globe Danvers, Yellow Globe, Silver King dan sebagainya.  Masih banyak lagi varietas-varietas bawang bombay yang ada diantaranya  adalah Exel dan White Creole yang termasuk kelompok hari pendek,  kemudian Crystal Grano, San Yoaquin dan California Early Red, yang  ter-masuk kelompok hari sedang.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;1.4. Manfaat Tanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Di  Indonesia tanaman bawang bombay ini kurang/tidak populer, maka  penggunaannya belum banyak terungkapkan. Penggunaan utama bawang ini  adalah untuk bumbu penyedap masakan dan umumnya terbatas pada  jenis-jenis masakan tertentu, yaitu masakan Eropa dan Cina. Namun  demikian, akhir-akhir ini penggunaan bawang bombay di Indonesia makin  menyebar dan makin memasyarakat.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;keatas&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;II. SYARAT PERTUMBUHAN&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;2.1. Iklim&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  1. Tanaman bawang bombay menyukai curah hujan yang merata sepanjang tahun.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   2. Bawang bombay termasuk tanaman yang memerlukan penyinaran matahari  cukup panjang, kira-kira lebih dari 4 jam/hari. Apabila terlalu pendek  atau berada di tempat yang teduh/terlindung sehingga tidak cukup  mendapat penyinaran matahari maka hasil produksinya rendah, rasanya agak  tawar dan tidak tahan disimpan lama.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  3. Bawang bombay sangat cocok  di tempat yang udaranya sejuk. Suhu udara yang baik untuk pertumbuhan  tanaman ini antara 18-20 derajat C. Pada suhu udara yang lebih rendah  antara 1-1,5 derajat C, bawang bombay masih mampu membentuk bunga.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  4. Kondisi udara dengan kelembaban relatif berkisar 80-90% (cukup lembab) sangat baik untuk pertumbuhannya.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;2.2. Media Tanam&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   1. Tanah untuk tanaman bawang bombay adalah tanah yang subur, banyak  humus dan gembur. Tanah hendaknya bersifat mudah meneruskan air sehingga  tidak mudah becek dan memadat.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  2. Jenis tanah yang paling baik  adalah tanah lempung berpasir atau lempung berdebu, yaitu tanah yang  memiliki perbandingan seimbang antara fraksi liat, pasir dan debu. Tanah  yang banyak mengandung pasir atau tanah alluvial dapat digunakan untuk  bawang bombay. Tetapi karena tanah seperti ini sangat cepat meneruskan  air, sehingga perlu diberi pupuk kandang atau bahan organik lainnya  untuk meningkatkan daya simpan air dan meningkatkan kesuburannya.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   3. Keasaman tanah yang paling baik adalah sedikit agak asam sampai  netral, yaitu pH antara 6-6,8. Pada pH tanah kurang dari 5, garam  Aluminium yang terlarut dalam tanah dapat bersifat racun yang dapat  menyebabkan tanaman menjadi kerdil. Sedangkan pada pH yang terlalu  tinggi, garam Mangan tidak dapat diserap tanaman bawang sehingga umbi  menjadi kecil dan produksinya rendah. Apabila tanahnya terlalu masam,  perlu dilakukan pengapuran terlebih dulu untuk mengurangi keasamannya.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;2.3. Ketinggian Tempat&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Ketinggian optimum yang cocok untuk budidaya bawang bombay adalah berada pada ± 1500&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;keatas&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.1. Pembibitan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.1.1. Persiapan Pembibitan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Bibit  bawang bombay sangat sulit untuk didapat. Hal ini disebabkan karena  pembudidayaannya masih belum populer seperti bawang merah dan putih.  Pengadaan bibit dari jenis bibit impor merupakan salah satu alternatif  yang dapat dipilih. Tentu saja perlu dicari jenis-jenis yang sesuai  dengan kondisi alam dan iklim Indonesia. Alternatif lain dapat pula  mengadakan bibit sendiri, baik berupa biji maupun umbinya yang disebut  sets.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.1.2. Bibit dari Biji&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Penanaman bawang bombay dapat  dilakukan dengan menggunakan biji yang dipersemaikan lebih dulu. Dengan  biji ini, biasanya dapat dihasilkan umbi tunggal dan merupakan cara  murah karena harga bibitnya relatif murah. Akan tetapi, di iklim tropis  seperti Indonesia ini bawang bombay sangat sulit berbunga dan membentuk  biji. Untuk dapat berbunga dan membentuk biji, diperlukan suhu udara  rata-rata ± 0,1-0 derajat C. Di dataran tinggi seperti Cipanas Jawa  Barat dengan ketinggian 1.100 m dpl, pada musim tertentu yang di malam  hari beberapa jenis bawang bombay dapat berbunga.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Untuk mengatasi  kesulitan tersebut, ditempuh cara berikut ini. Umbi bawang bombay yang  akan ditanam untuk menghasilkan biji disimpan dulu pada suhu rendah  yaitu 5-10 derajat C selama kira-kira 3-4 minggu. Setelah itu, umbi  tersebut ditanam di daerah yang sejuk, kemudian agar penyerbukan  berjalan dengan baik maka perlu dibantu. Pembantu penyerbukan yang baik  adalah serangga, misalnya lebah madu. Oleh karena itu, pemeliharaan  lebah madu di daerah pembibitan bawang sangat menguntungkan.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Cara  lain untuk mendapatkan biji bawang bombay adalah dengan mendatangkan  dari luar negeri. Apabila membeli bibit impor di pasaran, biji yang  dipilih merupakan varietas yang bersifat hari pendek alias genjah.  Kemudian biji tersebut belum kadaluwarsa karena jika kadaluwarsa daya  tumbuhnya sangat rendah dan bahkan dapat gagal sama sekali.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.1.3. Bibit dari Umbi&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pertama  siapkan lahan untuk membuat persemaian. Tanahnya yang benar-benar subur  dan gembur. kemudian di tempat persemaian tersebut dibuat alur-alur  tebar 7,5-10 cm. Jarak antar alur sekitar 30-35 cm. Kemudian bawang  bombay disebarkan pada alur tersebut dengan tebaran yang sedikit agak  padat. Untuk tanah yang subur dibutuhkan biji +100 kg/ha tetapi kalau  kesuburan tanahnya sedang cukup dengan 75 kg/ha. Sedangkan bila tanahnya  kurang subur, sebaiknya jangan menyebarkan terlalu banyak biji, cukup  dengan 50 kg/ha saja. Semaian ini dibiarkan tumbuh sesuai dengan  ketentuan persemaian biasa namun tidak dilakukan penjarangan semai. Hal  ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan bagi berlangsungnya seleksi  secara alami. Biji yang bagus dan kuat akan tumbuh dengan baik dan biji  yang lemah pertumbuhannya tidak baik akan mati.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Setelah semai  bawang bombay membentuk umbi muda dengan ukuran tertentu, semai dipanen  untuk dipakai sebagai bibit. Ukuran umbi muda (umbi sets) ini dapat  dikelompokkan dalam tiga ukuran. Yang pertama adalah kelompok umbi sets  besar yang diameter umbinya sekitar 2-2,5 cm atau beratnya 6,3 gram.  Kelompok kedua adalah umbi sets sedang yang diameternya 1,5-2 cm dengan  berat rata-rata 1,4 gram. Yang terakhir, umbi sets berukuran kecil  dengan diameter 0,5-1,5 cm dengan beratnya 0,5 gram.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sebaiknya,  umbi sets yang berukuran di atas 2,5 cm tidak digunakan untuk bibit.  Umbi set yang kecil, di bawah ukuran 1,75 cm, sebaiknya juga tidak  dipakai untuk bibit karena dapat menghasilkan tanaman yang produksinya  rendah. Ukuran 1,75-2,5 cm adalah pilihan untuk bibit yang baik.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.1.4. Bibit dengan Umbi Tua&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pilihan  lain untuk pengadaan bibit bawang bombay adalah umbinya sendiri. Dengan  menggunakan umbi ini dapat dihasilkan tanaman yang berumpun. Dapat juga  menggunakan umbi samping untuk bibit. Untuk bibit, dipilih umbi dengan  ukurannya sedang dan seragam dengan beratnya antara 10-25 gram. Umbi ini  dapat diperoleh dengan membeli di pasaran atau dengan memproduksi  sendiri. Umbi untuk bibit harus dipilih yang bermutu bagus, tidak  terserang penyakit atau ada tanda-tanda terserang penyakit maupun hama.  Jangan menggunakan umbi yang cacat, luka, rusak ataupun yang pecah.  Pilihlah umbi yang sudah tua, tidak mengkerut, padat, menthes dan  mengkilap. Di samping itu, umbi-umbi untuk bibit tersebut harus berasal  dari tanaman yang dipanen sudah tua dan telah disimpan cukup lama, yaitu  umbi kawak.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.1.5. Pembuatan Media Semai&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Lahan persemaian  digemburkan dengan dicangkul dalam sekitar 30 cm, lalu diberi pupuk  kandang atau kompos yang telah tua sehingga tanah mengandung banyak  bahan organis. Kemudian dibentuk bedengan-bedengan yang lebarnya sekitar  1 meter dan tingginya 10-15 cm. Permukaan bedengan dihaluskan  bongkahan-bongkahan tanahnya sampai halus benar dan diratakan. Kalau  pinggiran bedengan mudah merosot atau longsor, dapat diperkuat dengan  papan atau bilah-bilah bambu.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sebaiknya bedengan persemaian  dibentuk dengan arah utara-selatan untuk mendapatkan cukup banyak cahaya  matahari. Sedangkan untuk melindungi semai dari air hujan, perlu dibuat  peneduhnya. Peneduh dapat dibuat dari lembaran plastik untuk atapnya.  Atap ini dipasang di atas kerangka peneduh, dengan tingginya dibuat 1,25  m di sebelah Timur dan 1 m di sebelah Barat. Dengan cara ini, cahaya  matahari di pagi hari yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan bawang  dapat masuk lebih banyak ke persemaian.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Untuk tiap bedengan  dibuat tiga alur dengan jarak antar alur sekitar 25 cm dan dalamnya alur  kira-kira 5 cm. Setelah siap, bedengan dibasahi dulu sampai lembab.  Kemudian biji ditabur dalam alur dengan taburan agak jarang, lalu  ditutup tanah halus. Untuk tiap hektar penanaman dibutuhkan kira-kira  dibutuhkan 2-2,5 kg biji. dimana tiap hektarnya perlu sekitar 300 m2  bedengan persemaian.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.1.6. Pemeliharaan Persemaian&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Persemaian  disiram 3 kali dalam sehari, yaitu pagi, siang dan sore hari dengan  emrat atau sprayer yang halus lubangnya. Hal terpenting adalah  persemaian jangan sampai kekeringan, tetapi tidak sampai becek. Agar  persemaian tidak cepat kering, dapat ditutup jerami untuk mengurangi  laju penguapan air dari permukaan bedengan persemaian.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Satu  minggu kemudian, semai sudah mulai tumbuh. Pada saat itu persemaian  dapat disiangi untuk menghilangkan rumput-rumput dan gulma lainnya.  Sekitar umur 4 minggu, dapat dilakukan penjarangan semai.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.1.7. Pemindahan Bibit&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Setelah  berumur 10 minggu, semai dapat dicabut dan ditanam di lahan. sebelum  dicabut, bedengan disiram dulu untuk memudahkan pencabutan semai.  Semai/bibit dicabut dengan hati-hati dan sebaiknya digunakan pencukil,  untuk mencukil tanah berikut semainya. Pada saat tersebut, semai  kira-kira berukuran sebesar pensil.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;keatas&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.2. Pengolahan Media Tanam&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.2.1. Persiapan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Bagi  bawang bombay, kondisi tanah yang hendak dicapai dalam pengolahan  adalah tanah yang gembur, subur, tidak becek, tidak asam, bebas gulma  dan sebagainya. Untuk mencapai kondisi tersebut beberapa perlakuan perlu  dikemukakan, di antaranya pengapuran tanah asam kalau diperlukan.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.2.2. Pembukaan Lahan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pembukaan  untuk budidaya bawang bombay sebaiknya sudah dilakukan sejak 2-4 minggu  sebelum penanaman dan dikerjakan saat tidak ada hujan sehingga tanahnya  cukup keras dan kering, agar tidak mempersulit pengerjaan dan tidak  merusak struktur tanah. Lahan untuk tanaman bawang bombay ini  digemburkan dulu dengan penggemburan ringan dengan cangkul, bajak atau  traktor. Kemudian sekeliling lahan dibuat saluran irigasi keliling yang  mengelilingi lahan. Saluran ini dalamnya sekitar 50 cm dan lebarnya 50  cm.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kemudian, lahan digemburkan lagi agak dalam sedikit. Sambil  digemburkan dalam lahan dibuat saluran melintang dan memotong lahan yang  dalam dan lebarnya sekitar 40 cm. Saluran ini disebut saluran drainase.  Lalu tanah bongkahan hasil cangkulan dari hasil galian saluran dibentuk  bedengan, dengan parit-parit kecil di antara bedengan tersebut. Saluran  drainase boleh ditiadakan, sebagai gantinya dibentuk parit-parit antar  bedengan.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.2.3. Pembentukan Bedengan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Lebar bedengan dibuat  sekitar 80-100 cm dan panjangnya dapat disesuaikan dengan  panjang-pendeknya lahan. Panjang bedengan antara 3-5 m. Kalau lahan agak  sulit mendapatkan air, bedeng tidak perlu terlalu tinggi, cukup 15-25  cm saja. Kalau cukup banyak air atau sedikit berlebihan, bedengan perlu  sedikit agak tinggi, yaitu 25-35 cm. Lalu parit-parit antar bedengan  dibuat dengan lebar 35-40 cm.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;keatas&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.3. Teknik Penanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.3.1 Penentuan Jarak Tanam&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Karena  umbi bawang bombay cukup besar, jarak tanamnya sedikit lebih renggang.  Batasan jarak tanam bawang bombay adalah 25-40 cm, untuk antar baris  tanaman dan 10-40 cm antar tanaman dalam baris. Ada yang menggunakan  jarak tanam 10 x 25 cm, 30 x 30 cm, 40 x 40 cm. Kalau bibitnya berupa  semai, biasanya dipakai jarak tanam 10 x 25 cm. Tetapi jika bibitnya  berupa umbi sets atau umbi tua, jarak tanamnya kira-kira 30 x 30 cm atau  40 x 40 cm. Jarak tanam terlalu rapat kurang baik, dan terlalu renggang  pun tidak ekonomis.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.3.2 Pembuatan Lubang Tanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kalau  dipakai bibit semai, mula-mula dibuat lubang dengan penugal yang  dalamnya kira-kira 5-7,5 cm, kalau tanahnya berpasir. Tetapi jika  tanahnya berupa lempung atau yang lain, kedalaman lubang sekitar 5 cm  sudah cukup. Selanjutnya, bibit semai ditanamkan ke dalam lubang dengan  akar tegak ke bawah dan tanah ditimbunkan ke pangkal batang sambil  sedikit ditekan.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.3.3. Cara Penanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Jika digunakan bibit  berupa umbi atau sets, mula-mula dibuat lubang dengan penugal untuk  membantu menancapkan bibit ke bedengan. Umbi bibit lalu dimasukkan ke  dalam lubang, sampai kira-kira bagian bekas potongan pada umbi rata  dengan permukaan tanah bedengan. Posisi umbi diusahakan tegak ke atas  dengan bagian potongan berada di permukaan tanah bedengan. Jangan sampai  meletakkan umbi bibit dalam posisi terbalik. Setelah itu, ditutup tanah  tipis-tipis. Setelah penanaman selesai, bedengan dibasahi secukupnya  sampai lembab.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pelaksanaan penanaman bawang bombay usahakan dapat  dikerjakan saat tidak ada hujan. Sebaiknya dipilih waktu pagi hari,  saat matahari belum terlalu tinggi dan selagi cuaca cerah. Kalau lagi  hujan atau cuaca kurang bersahabat, sebaiknya penanaman ditangguhkan  dulu sampai cuaca memungkinkan untuk penanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;keatas&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.4. Pemeliharaan Tanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.4.1. Penyiangan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Penyiangan  rumput hendaknya dikerjakan dengan hati-hati agar tidak sampai merusak  perakaran bawang bombay. Sambil menyiangi sekaligus dapat dilakukan  penggemburan tanah agar permukaan bedengan tidak memadat. Bedengan yang  longsor atau rusak dibenahi kembali. Juga saluran dan parit-paritnya.  Kalau umbi yang mulai tumbuh nampak terangkat oleh akarnya sampai muncul  di permukaan, hendaknya segera dibenahi kedudukannya sehingga umbi  tertutup tanah.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Biasanya, penyiangan rumput dilakukan 2 kali,  yaitu saat berumur 3 minggu dan setelah berumur 6 minggu. Sering pula  saat penyiangan atau penggemburan tanah dilakukan bersamaan dengan  pemupukan susulan, sekaligus untuk membenamkan pupuk susulan ke dalam  tanah. Jangan menggemburkan tanah selagi bedengan masih basah karena  dapat memadatkan tanah. Sebaiknya dikerjakan sebelum pengairan diberikan  sehingga tanah bedengan masih kering.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.4.2. Pemupukan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Bongkahan  tanah di atas bedengan dihancurkan sambil diratakan sampai halus dan  merata. Kira-kira seminggu sebelum tanam, diberikan pupuk kandang/kompos  yang telah tua sebanyak 10-15 ton/ha. Pupuk ini dicampurkan pada tanah  bedengan sambil menggemburkan dan meratakan bedengan lagi. Dengan  pemberian pupuk ini akan dapat membantu memperbaiki struktur tanah,  memperbaiki daya tampung air, kesuburan dan kegemburan tanah.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Setelah  itu lahan perlu dibasahi secukupnya dengan memakai emrat atau sprayer.  Lalu kira-kira 2-3 hari sebelum penanaman diberi pupuk lagi yaitu pupuk  buatan yang berfungsi sebagai pupuk dasar. Tanah bedengan diratakan lagi  sekaligus sambil membenamkan pupuk ke dalam tanah. Selanjutnya bedengan  dibasahi lagi secukupnya.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.4.3. Pengairan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Bawang bombay  banyak memerlukan air, terutama saat pembentukan umbi. Menjelang  pertumbuhan tua, kebutuhan akan air makin menurun dan menjelang panen  lebih baik apabila tidak diberi air. Dengan kondisi sistem perakarannya  berupa akar serabut yang tidak terlalu panjang, pengairan yang diberikan  harus dapat mencapai dan dapat diserap oleh perakarannya. Sementara  itu, penanaman bawang bombay umumnya dilakukan pada musim kemarau yang  justru tidak banyak tersedia air. Karena itu, peranan pengairan dalam  budidaya bawang bombay menjadi sangat penting.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pengairan dapat  dilakukan pula dengan sistem leb, yaitu dengan menggenangi parit-parit  dan saluran-saluran. Sistim ini membutuhkan banyak air yang pada saat  penanaman, air akan sulit diperoleh (musim kering). Di samping itu,  sistim leb dapat menyebabkan memadatnya tanah. Beberapa hal perlu  diperhatikan dalam pelaksanaan pengairan sistim leb adalah usahakan agar  pengairan dapat mencapai sistem perakaran dan dapat diserapnya. Setelah  pengairan dirasa cukup air dalam parit dan saluran perlu segera  dituras/dibuang sehingga tidak menyebabkan lahan menjadi becek.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Cara  lain yang lebih baik adalah dengan menyiramkan air melalui  emrat/sprayer/sprinkler. Penggunaan emrat lebih cocok untuk mengairi  lahan yang tidak begitu luas. Untuk lahan luas, penggunaan sprinkler  lebih sesuai. Meski begitu penggunaan alat ini membutuhkan perlengkapan  khusus, yaitu pompa air dan sprinkler.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pengairan pertama  dilakukan segera setelah bibit ditanam. Bedengan dibasahi secukupnya.  Setelah itu, pengairan dapat dilakukan setiap dua hari sekali yang  dikerjakan pagi dan sore hari. Yang perlu diperhatikan adalah  tanah-tanah bedengan jangan sampai kekeringan dan juga tidak menjadi  becek. Pengairan ini diberikan sampai pembentukan umbi mencapai ukuran  maksimum atau sudah menjelang tua.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;keatas&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.5. Hama dan Penyakit&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.5.1. Hama&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Hama yang menyerang bawang bombay adalah hama bodas, penggerek daun dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.5.2. Penyakit&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Penyakit  yang menyerang bawang bombay adalah penyakit embun upas, penyakit  busuk, bercak ungu dan sebagainya. Sebagai tindakan pengendalian ada  yang melakukan penyemprotan tiap 7-10 hari sekali. Apabila terjadi hujan  siang hari (musim kemarau), tanaman harus segera disemprot. Demikian  pula jika malam harinya cuaca berembun atau hujan, maka pagi harinya  segera disemprot fungisida untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit.  Selain itu, dijaga agar tanah bedengan tidak becek.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;keatas&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.6. Panen&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.6.1. Ciri dan Umur panen&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Umur  panen bawang bombay berkisar 4-5 bulan. Jenis yang berumur panjang  dapat mencapai 5 bulan, sedang yang berumur pendek biasanya  kurang/sampai dari 4 bulan. Kalau tanaman digunakan untuk menghasilkan  umbi untuk bibit, pemanenan dilakukan pada umur yang lebih tua daripada  panen untuk umbi konsumsi.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Ciri yang dapat digunakan untuk  mengamati saat panen yang baik adalah perubahan warna daun dan batang  leher umbinya. Kalau ujung-ujung daun mulai menguning dan batang leher  umbi sudah mengempis, berarti saat panen sudah dekat.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.6.2. Cara Panen&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Apabila  30% dari seluruh tanaman sudah mengulai daunnya, maka tanaman dapat  dirobohkan untuk mempercepat menuanya umbi dan beberapa hari kemudian  bawang bombay sudah dapat dipanen. Jangan dibiarkan terlalu lama karena  umbi-umbi dalam tanah pada keadaan demikian dapat menurunkan mutu umbi.  Jangan memanen umbi yang terlalu muda karena umbi kurang padat dan jika  disimpan akan banyak susut, mudah membusuk dan berkeriput.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Cara  pemanen adalah dengan cara mencabut. Apabila sulit dicabut atau daunnya  mudah patah, dapat dibantu dengan membongkar bedengan. Panenlah sebelum  batang benar-benar kering dan cukup liat untuk dicabut. Pemanenan  sebaiknya dikerjakan saat cuaca cerah, tidak mendung apalagi hujan.  Sebaiknya waktu pagi hari selagi matahari belum terik dan embun telah  hilang.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Setelah dicabut, untuk sementara biarkan umbi-umbi serta  batangnya tersebut disimpan di atas bedengan agar sedikit lebih kering.  Onggokkan sejajar sedemikian rupa sehingga umbi-umbinya tertimbun  daun-daunnya. Dengan demikian, umbi akan terhindar dan terpaan panas  matahari langsung. Selanjutnya umbi dapat diangkut ke tempat pengeringan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;keatas&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.7. Pascapanen&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.7.1. Penyortiran dan Penggolongan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sebelum  dijual ada baiknya jika umbi-umbi disortasi dulu. Umbi-umbi yang rusak,  luka atau terkena serangan hama-penyakit dipisahkan dalam kelompok  tersendiri. Tanah yang masih menempel di akar dibersihkan. Bagian  batangnya dipotong kira-kira 2 cm di atas batang leher umbi. Jangan  memotong terlalu pendek agar tidak mengenai umbi yang dapat menyebabkan  luka dan memudahkan terkena hama atau penyakit. Kulit terluar yang sudah  nampak terkelupas dibuang sehelai sehingga umbi nampak mengkilap,  bersih dan cerah.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Setelah itu, umbi dikelompokan menurut  besarnya, yaitu dalam kelompok berukuran besar, sedang dan kecil. Untuk  pengepakan dapat digunakan karung atau wadah yang memberikan sirkulasi  udara bersih dalam wadah.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.7.2. Penyimpanan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Di para-para di  atas perapian dapur atau dalam gudang dapat digunakan untuk menyimpan  bawang bombay. Namun demikian, karena belum banyak petani yang menanam  bawang bombay, maka untuk sementara ini mungkin hasil produksi dapat  cepat terjual habis.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.7.3. Pengeringan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pengeringan bawang  bombay dilakukan dengan cara menjemur atau dengan menggunakan pengering  buatan. Usahakan agar pengeringan dapat berjalan cepat sehingga  kemungkinan kerusakan karena belum kering dapat terhindarkan.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;keatas&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;IV. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;4.1. Analisis Usaha Budidaya&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Perkiraan analisis budidaya bawang bombay per musim tanam (5 bulan) di Jawa Timur dengan luas lahan 1 hektar pada tahun 1999.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;a) Biaya produksi&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   1. Sewa lahan 1 ha per musim tanam&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   2. Bibit: 300 kg @ Rp. 7.000,-&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   3. Pupuk&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - Pupuk kandang: 20 ton&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - Urea: 267 kg @ Rp. 1.500,-&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - TSP: 312,5 kg @ Rp. 1.800,-&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - KCl: 200 kg @ Rp. 1.700,-&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   4. Obat dan pestisida&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - Furadan: 20 kotak @ Rp. 31.000,-&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - Insektisida lain&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - Fungisida&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - Herbisida&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - Perekat: 2 liter @ Rp. 24.000,-&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   5. Tenaga kerja&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - Membuat bedengan (borongan)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - Memipil bibit: 20 OH @ Rp. 10.000,-&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - Tanam: 30 OH&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - Penyulaman: 10 OH&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - Penyiraman: 260 OH&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - Pemupukan dasar: 25 OH&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - Pemupukan susulan: 30 OH&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - Penyemprotan: 30 OH&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   6. Panen dan pascapanen&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - Panen: 25 OH&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - Pengeringan: 20 OH&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;       - Sortasi: 20&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:
&lt;br /&gt;
http://dimasadityaperdana.blogspot.com
&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/1081480766839688089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/1081480766839688089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/budidaya-bawang-bombay.html' title='BUDIDAYA BAWANG BOMBAY'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-2011236686841189046</id><published>2011-09-08T12:05:00.001+07:00</published><updated>2012-09-04T12:04:18.159+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Sayur"/><title type='text'>Kol atau Kubis ( Brassica oleracea )</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kol atau kubis merupakan tanaman sayur famili Brassicaceae berupa  tumbuhan berbatang lunak yang dikenal sejak jaman purbakala (2500-2000  SM) dan merupakan tanaman yang dipuja dan dimuliakan masyarakat Yunani  Kuno.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Mulanya kol merupakan tanaman  pengganggu (gulma) yang tumbuh liar disepanjang pantai laut Tengah, di  karang-karang pantai Inggris, Denmark dan pantai Barat Prancis sebelah  Utara. Kol mulai ditanam di kebun-kebun Eropa kira-kira abad ke 9 dan  dibawa ke Amerika oleh emigran Eropa serta ke Indonesia abad ke 16 atau  17. Pada awalnya kol ditanam untuk diambil bijinya.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;1.2. Sentra Penanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kol  banyak ditanam di dataran tinggi dengan sentra terdapat di Dieng,  Wonosobo, Tawangmangu, Kopeng, Salatiga, Bobot Sari, Purbalingga,  Malang, Brastagi, Argalingga, Tosari, Cipanas, Lembang, Garut,  Pengalengan dan beberapa daerah lain di Bali, Timor Timur, Nusa Tenggara  Timur dan Irian Jaya, tetapi beberapa varietas dapat ditanam di dataran  rendah. &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;1.3. Jenis Tanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Berdasarkan klasifikasinya, kol/kubis termasuk dalam:&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;a) Divisi : Spermatophyta&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;b) Sub Divisi : Angiospermae&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;c) Klas : Dicotyledonae&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;d) Famili : Cruciferae&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;e) Genus : Brassica&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;f) Spesies : Brassica oleracea&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Dari klasifikasi ini turunlah varietas-varietas tanaman kol yang dibudidayakan, berikut ini merupakan kol varietas unggul:&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  1. Kubis putih (B.o. var. capitata L. f.alba DC.)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;         1. Kubis kepala bulat: krop bulat dan kompak, ukuran daun kecil  sampai sedang, mempunyai daun luar berwarna hijau muda, memiliki teras  atau hati kecil dan mempunyai batang pendek. Beberapa varietas unggul  kubis putih kepala bulat:&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;           - Globe Master: umur panen 75 hari, produksi 2-2,5 kg/tanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;           - Emerald Cross Hybrid: umur panen 45 hari, produksi 1,2 kg/tanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;           - Copenhagen Market: umur panen 72 hari, produksi 1,8-2 kg/tanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;           - K-K Cros: umur panen 58 hari, produksi 1,6 kg/tanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;           - Green Cup: umur panen 73 hari, produksi 1,5 kg/tanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;           - Ecarliana: umur panen 60 hari, produksi 1 kg/tanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;         2. Kubis kepala bulat runcing: Krop kubis berbentuk bulat dengan  ujung bagian atas meruncing sehingga nampak berbentuk elips. Contoh  varietas komersial:&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;           - Early Jersey Wakefield: umur panen 63 hari, produksi 1 kg/tanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;           - Green point: umur panen 50 hari, produksi 1 kg/tanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;         3. Kubis kepala bulat datar: Krop kubis berbentuk bulat, bagian  atasnya mendatar dan nampak gepeng (baca &quot;kol gepeng&quot;, krop kurang  kompak dan berongga, ukuran sedang sampai besar dan memiliki daun luar  yang melengkung ke arah dalam menutupi kepala. Beberapa jenis komersial  adalah:&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;           - Premium Flat Dutch: umur panen 100 hari, produksi 4,5 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;           - Early Flat Dutch: umur panen 83 hari, produksi 2,4-2,7 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;           - O-S Cross: umur panen 80 hari, produksi 2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;           - Surehead: umur panen 93 hari, produksi 3-4,5 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;           - Kubis 632 Spring Light: umur panen 65 hari, produksi 1,8 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;           - Kubis 633 Summer Autumn: umur panen 60 hari, produksi 2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;           - Kubis 634 Good Season: umur panen 45 hari, produksi 1,8 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;           - Kubis 635 Summer Summit: umur panen 50 hari, produksi 2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;           - Kubis 636 Tropical Delight: umur panen 50-55 hari, produksi 2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;           - Kubis 637 Summit: umur panen 50 hari, produksi 1,5 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  2. Kubis merah (B.o. var. capitata L. f. rubra.)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;      Krop berbentuk bulat kompak berwarna merah keunguan dan permukaan  luar daun tertutup lapisan. Beberapa varietas yang mempunyai nilai  ekonomi:&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     - Ruby perfection: warna krop merah cerah, umur panen 80 hari, produksi 1,6 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     - Mammoth Red Rock: warna krop merah tua keunguan dan keras, umur panen 100 hari, produksi 3,4 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     - Rubby ball: warna krop merah tua, umur panen 65 hari, produksi 1,5 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     - Res Acre: warna krop merah tua, umur panen 76 hari, produksi 1,8 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  3. Kubis Savoy (B.o. var. sabauda L.)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;      Ciri-ciri memiliki daun keriting berbentuk babad/perut daging sapi,  berwarna hijau, krop berbentuk bermacam-macam, bulat dan kerucut. Kubis  ini biasa disebut kubis keriting/kubis babat. Contoh beberapa varietas  komersial:&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     - Perfection Drumhead: umur panen 90 hari, produksi 2,7-3,2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     - Vorbote: produksi 1-2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     - Savoy King Hybrid: umur panen 80 hari, produksi 1,8 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     - Savoy Ace: umur panen 80 hari, produksi 1,6 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     - Langedijk Early Yellow: produksi 1,5-2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     - Langedijk Storage Yellow: produksi 2-3 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Selain jenis kubis diatas masih terdapat jenis lain yang cukup komersial yaitu kubis brussel (B.o. var. gemmivera DC.).&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;1.4. Manfaat Tanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sebagai  bahan pangan untuk keperluan masakan seperti sup, sayur lodeh, pecel,  lotek dan lain-lain atau dimakan langsung (lalapan) bersama menu lain.  Manfaat lain dapat dibuat produk makanan instan seperti mie, makanan  ringan dan makanan cepat saji lainnya.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Di bidang kesehatan, dapat  digunakan sebagai pencegah dan obat sariawan, penyakit beri-beri,  penyakit Xerophthalmia, radang syaraf, lemahnya otot-otot, luka-luka  pada tepi mulut, dermatitis bibir menjadi merah dan radang lidah,  kandungan niacin dapat mencegah penyakit palagra dan pembentuk tulang  dan gigi.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;II. SYARAT PERTUMBUHAN&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;2.1. Iklim&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   1. Pengaruh angin dirasakan pada evaporasi lahan dan evapotranspirasi  tanaman. Laju angin yang tinggi dalam waktu lama (kontinyu)  mengakibatkan keseimbangan kandungan air antara tanah dan udara  terganggu, tanah kering dan keras, penguraian bahan-bahan organik  terhambat, unsur hara berkurang dan menimbulkan racun akibat tidak ada  oksidasi gas-gas beracun di dalam tanah.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  2. Disebutkan jumlah curah hujan 80% dari jumlah normal (30 cm) memberikan hasil rata-rata 12% dibawah rata-rata normal.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   3. Stadia pembibitan memerlukan intensitas cahaya lemah sehingga  memerlukan naungan untuk mencegah cahaya matahari langsung yang  membahayakan pertumbuhan bibit. Sedangkan pada stadia pertumbuhan  diperlukan intensitas cahaya yang kuat, sehingga tidak membutuhkan  naungan.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  4. Tanaman kubis dapat hidup pada suhu udara 10-24 derajat  C dengan suhu optimum 17 derajat C. Untuk waktu singkat, kebanyakan  varietas kubis tahan dingin (minus 6-10 derajatC), tetapi untuk waktu  lama, kubis akan rusak kecuali kubis berdaun kecil (&amp;lt;3&amp;gt; 9),  merupakan racun bagi akar-akar tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  4. Kandungan air tanah yang  baik adalah pada kandungan air tersedia, yaitu pF antara 2,5-4. Dengan  demikian lahan tanaman kol memerlukan pengairan yang cukup baik (irigasi  maupun drainase).&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;2.3. Ketinggian Tempat&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Tanaman kubis dapat  tumbuh optimal pada ketinggian 200-2000 m dpl. Untuk varietas dataran  tinggi, dapat tumbuh baik pada ketinggian 1000-2000 m dpl.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.1. Pembibitan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.1.1. Persyaratan Benih&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Benih yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut:&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;a) Benih utuh, artinya tidak luka atau tidak cacat.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;b) Benih harus bebas hama dan penyakit.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;c) Benih harus murni, artinya tidak tercampur dengan biji-biji atau benih lain serta bersih dari kotoran.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;d) Benih diambil dari jenis yang unggul atau stek yang sehat.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;e) Mempunyai daya kecambah 80%.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;f) Benih yang baik akan tenggelam bila direndam dalam air.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.1.2. Penyiapan Benih&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Penyiapan  benih dimaksudkan untuk mempercepat perkecambahan benih dan  meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit. Cara-cara  penyiapan adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  1. Sterilisasi benih, dengan  merendam benih dalam larutan fungisida dengan dosis yang dianjurkan atau  dengan merendam benih dalam air panas 55 derajat C selama 15-30 menit.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  2. Penyeleksian benih, dengan merendam biji dalam air, dimana benih yang baik akan tenggelam.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  3. Rendam benih selama ± 12 jam atau sampai benih terlihat pecah agar benih cepat berkecambah.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kebutuhan benih per hektar tergantung varietas dan jarak tanam, umumnya dibutuhkan 300 gram/ha.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Benih  harus disemai dan dibumbun sebelum dipindahtanam ke lapangan.  Penyemaian dapat dilakukan di bedengan atau langsung di bumbung (koker).  Bumbung dapat dibuat dari daun pisang, kertas makanan berplastik atau  polybag kecil.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.1.3. Teknik Penyemaian Benih&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Hal yang  perlu diperhatikan dalam penentuan lokasi persemaian antara lain: (1)  tanah tidak mengandung hama dan penyakit atau faktor-faktor lain yang  merugikan; (2) lokasi mendapat penyinaran cahaya matahari cukup; dan (3)  dekat dengan sumber air bersih.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Penyemaian dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  1. Penyemaian di bedengan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;      Sebelum bedengan dibuat, lahan diolah sedalam 30 cm lalu dibuat  bedengan selebar 110-120 cm memanjang dari arah utara ke selatan.  Tambahkan ayakan pupuk kandang halus dan campurkan dengan tanah dengan  perbandingan 1:2 atau 1:1. Bedengan dinaungi dengan naungan plastik,  jerami atau daun-daunan setinggi 1,25-1,50 m di sisi timur dan 0,8-1,0 m  di sisi Barat. Penyemaian dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu  disebar merata di atas bedengan atau disebar di dalam barisan sedalam  0,2-1,0 cm. Cara pertama memerlukan benih yang lebih sedikit daripada  cara kedua. Sekitar 2 minggu setelah semai, bibit dipindahkan ke dalam  bumbung. Bumbung dapat dibuat dari daun pisang atau kertas berplastik  dengan ukuran diameter 4-5 cm dan tinggi 5 cm atau berupa polibag 7x10  cm yang memiliki dua lubang kecil di kedua sisi bagian bawahnya. Bumbung  diisi media campuran ayakan pupuk kandang matang dan tanah halus dengan  perbandingan 1:2 atau 1:1. Keuntungannya adalah hemat waktu, permukaan  petak semaian sempit dan jumlah benih persatuan luas banyak. Sedangkan  kelemahannya adalah penggunaan benih banyak, penyiangan gulma sukar,  memerlukan tenaga kerja terampil terutama saat pemindahan bibit ke  lahan.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  2. Penyemaian di bumbung (koker atau polybag)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     Dengan  cara ini, satu per satu benih dimasukkan ke dalam bumbung yang dibuat  dengan cara seperti di atas. Bumbung dapat terbuat dari daun pisang atau  daun kelapa dengan ukuran diameter dan tinggi 5 cm atau dengan polybag  kecil yang berukuran 7-8 cm x 10 cm. Media penyemaian adalah campuran  tanah halus dengan pupuk kandang (2:1) sebanyak 90%. Sebaiknya media  semai disterilkan dahulu dengan mengkukus media semai pada suhu udara  55-100 derajat C selama 30-60 menit atau dengan menyiramkan larutan  formalin 4%, ditutup lembar plastik (24 jam), lalu diangin-anginkan.  Cara lain dengan mencampurkan media semai dengan zat fumigan Basamid-G  (40-60 gram/m2) sedalam 10-15 cm, disiram air sampai basah dan ditutup  dengan lembaran plastik (5 hari), lalu plastik dibuka, dan lahan  diangin-anginkan (10-15 hari).&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  3. Kombinasi cara a) dan b).&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     Pertama benih disebar di petak persemain, setelah berumur 4-5 hari (berdaun 3-4 helai), dipindahkan ke dalam bumbung.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  4. Penanaman langsung.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;      Yaitu dengan menanam benih langsung ke lahan. Kelebihannya adalah  waktu, biaya dan tenaga lebih hemat, tetapi kelemahannya adalah  perawatan yang lebih intensif.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Lahan persemaian dapat diganti dengan kotak persemaian dan dilakukan dengan cara sebagai berikut;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;1. Buat medium terdiri dari tanah, pasir dan pupuk kandang (1:1:1).&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;2. Buat kotak persemaian kayu (50-60 cm x 30-40 cm x 15-20 cm) dan lubangi dasar kotak untuk drainase.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3. Masukkan medium kedalam kotak dengan tebalan 10-15 cm.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.1.4. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  1. Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari tergantung cuaca.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   2. Pengatur naungan persemaian dibuka setiap pagi hingga pukul 10.00  dan sore mulai pukul 15.00. Diluar waktu diatas, cahaya matahari terlalu  panas dan kurang menguntungkan bagi bibit.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  3. Penyiangan dilakukan  terhadap tanaman lain yang dianggap mengganggu pertumbuhan bibit,  dilakukan dengan mencabuti rumput-rumput/gulma lainnya yang tumbuh  disela-sela tanaman pokok.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  4. Dilakukan pemupukan larutan urea dengan konsentrasi 0,5 gram/liter dan penyemprotan pestisida ½ dosis jika diperlukan.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   5. Hama yang menyerang biji yang belum tumbuh dan tanaman muda adalah  semut, siput, bekicot, ulat tritip, ulat pucuk, molusca dan cendawan.  Sedangkan, penyakit adalah penyakit layu. Pencegahan dan pemberantasan  digunakan Insektisida dan fungisida seperti Furadan 3 G, Antrocol,  Dithane, Hostathion dan lain-lain.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.1.5. Pemindahan Bibit&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pemindahan  dilakukan bila bibit telah mempunyai perakaran yang kuat. Bibit dari  benih/biji siap ditanam setelah berumur 6 minggu atau telah berdaun 5-6  helai, sedangkan bibit dari stek dapat dipindahkan setelah berumur 28  hari.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pemindahan bibit dilakukan dengan cara sebagai berikut:&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   1. Sistem cabut, bibit dicabut dengan hati-hati agar tidak merusak  akar. Bila disemai pada polybag, pengambilan bibit dilakukan dengan cara  membalikkan polybag dengan batang bibit dijepit antara telunjuk dan  jari tengah, kemudian polybag ditepuk-tepuk perlahan hingga bibit  keluar. Bila bibit disemai pada bumbung daun pisang atau daun kelapa,  bibit dapat ditanam bersama bumbungnya.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  2. Sistem putaran, caranya tanah disiram dan bibit dengan diambil beserta tanahnya 2,5-3 cm dari batang dengan kedalaman 5 cm.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.2. Pengolahan Media Tanam&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.2.1. Persiapan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Lahan  sebaiknya bukan lahan bekas ditanami tanaman famili Cruciferae lainnya.  Dilakukan pengukuran pH dan analisa tanah tentang kandungan bahan  organiknya untuk mengetahui kecocokan lahan ditanami kol/kubis.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Tanah  digemburkan dan dibalik dengan dicangkul atau dibajak sedalam 40-50 cm,  dibersihkan dari sisa-sisa tanaman dan diberi pupuk dasar. Setelah itu,  dibiarkan terkena sinar matahari selama 1-2 minggu untuk memberi  kesempatan oksidasi gas-gas beracun dan membunuh sumber-sumber patogen.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.2.2. Pembuatan Bedengan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Bedengan  dibuat dengan arah Timur-Barat, lebar 80-100 cm, tinggi 35 cm dan  panjang tergantung keadaan lahan. Lebar parit antar bedengan ± 40 cm  (parit pembuangan air PPA 60 cm) dengan kedalaman 30 cm (PPA 60 cm).&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.2.3. Pengapuran&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Fungsi  untuk menaikkan pH tanah dan mencegah kekurangan unsur hara makro  maupun mikro. Dosis pengapuran bergantung kisaran angka pH-nya, umumnya  antara 1-2 ton kapur per hektar. Jenis kapur yag digunakan antara lain:  Captan (calcit) dan Dolomit.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.2.4. Pemupukan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Bedengan siap  tanam diberi pupuk dasar yang banyak mengandung unsur Nitrogen dan  Kalium, yaitu Za, Urea, TSP dan KCl masing-masing 250 kg, serta Borax  atau Borate 10-20 kg/ha. Pemberian pupuk kandang dilakukan sebanyak 0,5  kg per tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.3. Teknik Penanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.3.1. Penentuan Pola Tanam&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Penentuan  pola tanam tanaman sangat bergantung kesuburan tanah dan varietas  tanaman dengan jarak tanam 50 x 50 cm. Pola penanaman ada dua yaitu  larikan dan teratur seperti pola bujur sangkar; pola segi tiga sama  sisi; pola segi empat dan pola barisan (barisan tunggal dan barisan  ganda). Pola segi tiga sama sisi dan bujur sangkar tergolong baik karena  didapatkan jumlah tanaman lebih banyak.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.3.2. Pembuatan Lubang Tanam&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Lubang tanam dibuat sesuai dengan jarak tanam sedalam cangkul atau dengan ukuran garis tengan 20-25 cm sedalam 10-15 cm.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.3.3. Cara Penanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   1. Waktu tanam yang baik yaitu pada pagi hari antara pukul 06.00-10.00  atau sore hari antara pukul 15.00-17.00, karena pengaruh sinar matahari  dan temperatur tidak terlalu tinggi.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  2. Pilih bibit yang segar dan sehat (tidak terserang penyakit ataupun hama).&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   3. Bila bibit disemai pada bumbung daun pisang atau, ditanam bersama  dengan bumbungnya, bila disemai pada polybag plastik maka dikeluarkan  terlebih dahulu dengan cara membalikkan polybag dengan batang bibit  dijepit antara telunjuk dan jari tengah, kemudian polybag ditepuk-tepuk  secara perlahan hingga bibit keluar dari polybag.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  4. Bila disemai  dalam bedengan diambil dengan solet (sistem putaran), caranya menggambil  bibit beserta tanahnya sekitar 2,5-3 cm dari batang sedalam 5 cm.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   5. Bibit segera ditanam pada lubang dengan memberi tanah halus  sedikit-demi sedikit dan tekan tanah perlahan agar benih berdiri tegak.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  6. Siram bibit dengan air sampai basah benar.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.4. Pemeliharaan Tanaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.4.1. Penjarangan dan Penyulaman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Penjarangan  dilakukan saat pemindahan bibit ke lahan, yaitu saat bibit berumur 6  minggu atau telah berdaun 5-6 helai (semaian biji) atau berumur 28 hari  (semaian stek). Bila bibit disemai pada bumbung maka penjarangan tidak  dilakukan. Sedangkan penyulaman hampir tidak dilakukan karena umur  tanaman yang pendek (2-3 bulan).&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.4.2. Penyiangan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Penyiangan  dilakukan bersama dengan penggemburan tanah sebelum pemupukan atau bila  terdapat tumbuhan lain yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Penyiangan  dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam karena dapat merusak  sistem perakaran tanaman, bahkan pada akhir penanaman sebaiknya tidak  dilakukan.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.4.3. Pembubunan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pembumbunan dilakukan bersama  penyiangan dengan mengangkat tanah yang ada pada saluran antar bedengan  ke arah bedengan berfungsi untuk menjaga kedalaman parit dan ketinggian  bedeng dan meningkatkan kegemburan tanah.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.4.4. Perempelan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Perempelan  cabang/tunas-tunas samping dilakukan seawal mungkin untuk menjaga  tanaman induk agar pertumbuhan sesuai harapan, sehingga zat makanan  terkonsentrasi pada pembentukan bunga seoptimal mungkin.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.4.5. Pemupukan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pemupukan  susulan I dilakukan dengan urea 1gram per tanaman melingkari tanaman  dengan jarak 3 cm disaat tanaman kelihatan hidup untuk mendorong  pertumbuhan. Pemupukan kedua dilakukan pada umur 10-14 hari dengan dosis  3-5 gram, dengan jarak 7-8 cm. Pemupukan ketiga dilakukan pada umur 3-4  minggu dengan dosis 5 gram pada jarak 7-8 cm. Bila pertumbuhan belum  optimal dapat dilakukan pemupukan lagi pada umur 8 minggu.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.4.6. Pengairan dan Penyiraman&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Waktu  pemberian air sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari. Pada musim  kemarau, pengairan perlu dilakukan 1-2 hari sekali, terutama pada fase  awal pertumbuhan dan pembentukan bunga.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.4.7. Waktu Penyemprotan Pestisida&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Untuk  pencegahan, penyemprotan dilakukan sebelum hama menyerang tanaman atau  secara rutin 1-2 minggu sekali dengan dosis ringan. Untuk  penanggulangan, penyemprotan dilakukan sedini mungkin dengan dosis  tepat, agar hama dapat segera ditanggulangi.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Jenis dan dosis  pestisida yang digunakan dalam menanggulangi hama sangat beragam  tergantung dengan hama yang dikendalikan dan tingkat populasi hama  tersebut.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.4.8. Pemeliharaan Lain&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Hal-hal yang penting dalam merawat tanaman adalah:&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   1. Menghindari pelukaan pada tanaman karena luka pada tanaman  merupakan salah satu jalan yang efektif dalam penularan penyakit dan  sangat disukai oleh hama.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  2. Dalam pemupukan, pupuk tidak boleh mengenai tanaman dan harus selalu diikuti dengan penyiraman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.5. Hama dan Penyakit&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.5.1. Hama&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  1. Ulat Plutella (Plutella xylostella L.)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;      Dikenal dengan nama ulat tritip, Diamond-black moth, hileud  keremeng, ama bodas, ama karancang (Sunda), omo kapes, kupu klawu  (Jawa). Ciri: (1) siklus hidup 2-3 minggu tergantung temperatur udara;  (2) ngengat betina panjang 1,25 cm berwarna kelabu, mempunyai tiga buah  titik kuning pada sayap depan, meletakkan telur dibagian bawah permukaan  daun sebanyak 50 butir dalam waktu 24 jam; (3) telurnya berbentuk oval,  ukuran 0,6-0,3 mm, berwarna hijau kekuningan, berkilau, lembek dan  menetas ± 3 hari; (4) larva Plutella berwarna hijau, panjang 8 mm, lebar  1 mm, mengalami 4 instar yang berlangsung selama 12 hari, ngengat kecil  berwarna coklat keabu-abuan; (5) ngengat aktif dimalam hari, sedangkan  siang hari bersembunyi dibawah dibawah sisa-sisa tanaman, atau hinggap  dibawah permukaan daun bawah. Gejala: (1) biasanya menyerang pada musim  kemarau; (2) daun berlubang-lubang terdapat bercak-bercak putih seperti  jendela yang menerawang dan tinggal urat-urat daunnya saja; (3) umumnya  menyerang tanaman muda, tetapi kadang-kadang merusak tanaman yang sedang  membentuk bunga. Pengendalian: (1) mekanis: mengumpulkan ulat-ulat dan  telurnya, kemudian dihancurkan. (2) Kultur teknik: pergiliran tanaman  (rotasi) dengan tanaman yang bukan famili Cruciferae; pola tumpang sari  brocolli dengan tomat, bawang daun, dan jagung; dengan tanaman perangkap  (trap crop) seperti Rape/Brassica campestris ssp. Oleifera Metg. (3)  Hayati/biologi: menggunakan musuh alami, yaitu parasitoid (Cotesia  plutella Kurdj, Diadegma semiclausum, Diadegma eucerophaga) ataupun  predatornya. (4) Sex pheromone : adalah &quot;Ugratas Ungu&quot; dari Taiwan.  Bentuk sex pheromone ini seperti benang nilon berwarna ungu sepanjang ± 8  cm. Cara penggunaan : Ugratas ungu dimasukkan botol bekas agua,  kemudian dipasang dilahan perkebunan pada posisi lebih tinggi dari  tanaman. Daya tahan ugratas terpasang ±3 minggu, dan tiap hektar kebun  memerlukan 5-10 buah perangkap.(5) Kimiawi: menyemprotkan insektisida  selektif berbahan aktif Baccilus thuringiensis seperti Dipel WP,  Bactospeine WP, Florbac FC atau Thuricide HP pada konsentrasi 0,1-0,2%,  Agrimec 18 FC, pada konsentrasi 1-2 cc/liter.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  2. Ulat croci (Crocidolomia binotalis Zeller)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;      Ulat croci disebut hileud bocok (sunda). Ciri: (1) siklus hidup  22-32 hari, tergantung suhu udara; (2) ulat berwarna hijau, pada  punggung terdapat garis hijau muda dan perut kuning, panjang ulat 18 mm,  berkepompong di dalam tanah dan telur diletakkan dibawah daun secara  berkelompok berbentuk pipih menyerupai genteng rumah; (3) menyerang  tanaman yang sedang membentuk bunga. Pengendalian: sama dengan ulat  Prutella, parasitoid yang paling cocok adalah Inareolata sp.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  3. Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     Ulat tanah disebut ulat taneuh, hileud orok (Sunda) atau uler lettung (Jawa).&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;      Ciri: (1) siklus hidup 6-8 minggu; (2) kupu-kupu ataupun ulatnya  aktif pada senja dan malam hari, pada siang hari bersembunyi di bawah  daun (kupu-kupu) dan permukaan tanah (ulat). Gejala: memotong titik  tumbuh atau pangkal batang tanaman, sehingga tanaman muda rebah dan pada  siang hari tampak layu. Pengendalian: (1) mekanis: mencabut ulat-ulat  tanah dan membunuhnya; (2) kultur teknis: pembersihan kebun dari  rerumputan atau sisa-sisa tanaman yang dijadikan tempat bertelur hama  tanah; (3) kimiawi: dengan umpan beracun dan semprotan  insektisida.Campuran dari 125-250 gram Dipertex 95 SL, 10 kg dedak,  0,5-1,0 kg gula merah dan 10 liter air untuk tanaman seluas 0,25-0,5  hektar. Umpan tersebut disebarkan disekeliling tanaman pada senja dan  malam hari. dapat juga disemprotkan insektisida Dursban 20 EC 1 cc/liter  air. Waktu penyemprotan sehabis tanam dan dapat diulang 1-2 kali  seminggu.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  4. Kutu daun (Aphis brassicae)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     Hidup berkelompok  dibawah daun atau massa bunga (curd), berwarna hijau diliputi semacam  tepung berlilin. Gejala: menyerang tanaman dengan menghisap cairan  selnya, sehingga menyebabkan daun menguning dan massa bunga  berbintik-bintik tampak kotor. Menyerang hebat dimusim kemarau.  Pengendalian: menyemprotkan insektisida ORTHENE 75 SP atau Hostathion 40  EC 1-2 cc/liter air.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  5. Ulat daun&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     Misalnya ulat jengkal  (Trichoplusiana sp., Chrysodeixis chalcites Esp., Chrysodeixis  orichalcea L.) dan ulat grayuk (Spodoptera sp. S. litura), Ciri: (1)  Ulat-ulat jengkal (Trichoplusiana sp.): Cara berjalannya aneh dan  melipat dua bila merangkak. Panjang 4 cm, berwarna hijau pucat dan  berpita warna muda pada tiap sisi badan. Kupu-kupu ulat jengkal berwarna  coklat keabu-abuan dan berbintik-bintik berwarna perak pada setiap  sayap depannya, telur berwarna putih kehijau-hijauan diletakkan di bawah  daun dan menetas dalam 3-20 hari. (2) Chrysodzeixis chalcites Esp. dan  Chrysodeixis orichalcea L.: Berwarna gelap dan terdapat bintik-bintik  keemasan berbentuk &quot;Y&quot; pada sayap depan. Telur berukuran kecil berwarna  keputih-putihan, diletakkan secara tunggal ataupun berkelompok. Larva  berwarna hijau bergaris-garis putih di sisinya dan jalannya menjengkal.  (3) Ulat-ulat grayak (S. litura): Ciri khas memiliki bintik-bintik  segitiga berwarna hitam dan bergaris kekuning-kuningan pada sisinya  dengan siklus hidup 30-61 hari. Kupu-kupunya berwarna agak gelap dengan  garis agak putih pada sayap depan. Telurnya berjumlah 25-500 butir  diletakkan secara berkelompok di atas tanaman dan ditutup dengan  bulu-bulu. Gejala: daun rusak, berlubang-lubang atau kadang kala tinggal  urat-urat daunnya saja. Pengendalian: (1) mengatur pola tanam; (2)  menjaga kebersihan kebun; (3) penyemprotan insektisida seperti Orthene  75 SP 1 cc/liter air, Hostathion 1-2 cc/liter air, Curacron 500 EC atau  Decis 2,5 EC; (4) khusus untuk ulat grayak dapat digunakan sex pheromena  (Ugratas Merah); (5) bila terjadi serangan Spodoptera exiqua dapat  digunakan Ugratas Biru.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  6. Bangsa siput&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;     Bangsa siput yang  biasa menyerang antara lain: (1) Achtina fulica Fer., yaitu siput yang  mempunyai cangkang atau rumah, dikenal dengan bekicot; (2) Vaginula  bleekeri Keferst, yaitu siput yang tidak bercangkang, warna keabu-abuan;  (3) Parmarion pupilaris Humb, yaitu siput yang tidak bercangkang  berwarna coklat kekuningan. Gejala: menyerang daun terutama saat baru  ditanam dikebun. Pengendalian: dengan menyemprotkan racun Helisida atau  dengan dikumpulkan lalu dihancurkan dengan garam atau untuk makanan  ternak.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  7. Cengkerik dan gangsir (Gryllus mitratus dan Brachytrypes portentosus).&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;      Gejala: menyerang daun muda (memotong) pada malam hari; terdapat  banyak lubang di dalam tanah. Pengendalian: dengan insektisida atau  menangkap dengan menyirami lubang dengan air agar hama keluar.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  8. Orong-orong.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;      Hidup dalam tanah terutama yang lembab dan basah. Bagian yang  diserang adalah sistem perakaran tanaman. Gejala: pertumbuhan terhambat  dan daun menguning. Pengendalian: pemberian insektisida ke liang.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.5.2. Penyakit&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  1. Busuk hitam (Xanthomonas campestris Dows.)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;      Penyebab: bakteri, dan merupakan patogen tular benih (seed borne),  dan dapat dengan mudah menular ketanah atau ke tanaman sehat lainnya.  Gejala: (1) tanaman semai rebah (damping off), karena infeksi awal  terjadi pada kotiledon, kemudian menjalar keseluruh tanaman secara  sistematik; (2) bercak coklat kehitam-hitaman pada daun, batang,  tangkai, bunga maupun massa bunga yang diserang; (3) gejala khas daun  kuning kecoklat-coklatan berbentuk huruf &quot;V&quot;, lalu mengering. Batang  atau massa bunga yang terserang menjadi busuk berwarna hitam atau  coklat, sehingga kurang layak dipanen. Pengendalian: (1) memberikan  perlakuan pada benih seperti telah dijelaskan pada poin pembibitan sub  poin penyiapan benih; (2) pembersihan kebun dari tanaman inang  alternatif; (3) rotasi tanaman selama ± 3 tahun dengan tanaman tidak  sefamili.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  2. Busuk lunak (Erwinia carotovora Holland.)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;      Penyebab: bakteri yang mengakibatkan busuk lunak pada tanaman sewaktu  masih di kebun hingga pasca panen dan dalam penyimpanan. Gejala: (1)  luka pada pangkal bunga yang hampir siap panen; (2) luka akar tanaman  scara mekanis, serangga atau organisme lain; (3) luka saat panen; (4)  penanganan atau pengepakan yang kurang baik. Pengendalian: (1) Pra  panen: membersihkan sisa-sisa tanaman pada lahan yang akan ditanami;  menghindari kerusakan tanaman oleh serangga pengerek atau sewaktu  pemeliharaan tanaman; menghindari bertanam kubis-kubisan pada musim  hujan di daerah basis penyakit busuk lunak. (2) Pasca panen: menghindari  luka mekanis atau gigitan serangga menjelang panen; menyimpan hasil  panen dalam keadaan kering, atau kalau dicuci dengan air bersih, harus  dikeringkan terlebih dahulu sebelum disimpan; berhati-hati dalam membawa  atau mengangkut hasil panen ketempat penyimpanan untuk mencegah luka  atau memar; menyimpan hasil ditempat sejuk dan mempunyai sirkulasi udara  baik.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  3. Akar bengkak atau akar pekuk (Plasmodiophora brassicae Wor.)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;      Penyebab: cendawan Plasmodiophora brassicae. Gejala: (1) pada siang  hari atau cuaca panas, tanaman tampak, tetapi pada malam atau pagi hari  daun tampak segar kembali; (2) pertumbuhan terlambat, tanaman kerdil  dan tidak mampu membentuk bunga bahkan dapat mati; (3) akar bengkak dan  terjadi bercak-bercak hitam. Pengendalian: (1) memberi perlakuan pada  benih seperti poin penyiapan benih; (2) menyemai benih di tempat yang  bebas wabah penyakit; (3) melakukan sterilisasi media semai ataupun  tanah kebun dengan Besamid-G 40-60 gram/m2 untuk arel pembibitan atau 60  gram/m2untuk kebun; (4) melakukan pengapuran untuk menaikkan pH; (5)  mencabut tanaman yang terserang penyakit; (6) pergiliran atau rotasi  tanaman dengan jenis yang tidak sefamili&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  4. Bercak hitam (Alternaria sp.)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;      Penyebab: cendawan Alternaria brassica dan Alternaria brassicicola.  Gejala: (1) bercak-bercak berwarna coklat muda atau tua bergaris  konsentris pada daun; (2) menyerang akar, pangkal batang, batang maupun  bagian lain. Pengendalian: (1) menanam benih yang sehat; (2) perlakuan  benih seperti pada poin penyiapan benih.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  5. Busuk lunak berair&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;      Penyebab: cendawan Sclerotinia scelerotiorumI, menyerang batang dan  daun terutama pada luka-luka tanaman akibat kerusakan mekanis dan dapat  menyebar melalui biji dan spora. Gejala: (1) pertumbuhan terhambat,  membusuk lalu mati; (2) bila menyerang batang, maka daun akan menguning,  layu dan rontok; (3) bila menyerang daun, maka daun akan membusuk dan  berlendir; (4) gejala lain terdapat rumbai-rumbai cendawan yang berwarna  putih dan lama-kelamaan menjadi hitam. Pengendalian: (1) gunakan biji  sehat dan rotasi tanaman dengan tanaman yang tidak sejenis. (2)  pemberantasan dengan insektisida.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  6. Semai roboh (dumping off)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;      Penyebab: cendawan Rhizitonia sp. dan Phytium sp. Gejala: (1)  bercak-bercak kebasahan pada pangkal batang atau hipokotil; (2) pangkal  batang busuk sehingga menyebabkan batang rebah dan mudah putus; (3)  menyerang tanaman di semaian, tetapi dapat pula menyerang tanaman di  lahan. Pengendalian: perlakuan benih sebelum ditanam, sterilisasi media  semaian dan rotasi tanaman dengan jenis selain kubis-kubisan.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  7. Penyakit Fisiologis&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;      Penyebab: Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) disebut penyakit  fisiologis. Kekurangan Nitrogen: bunga kecil-kecil seperti kancing atau  disebut &quot;Botoning&quot;. Kelebihan Nitrogen warna bunga kelabu dan berukuran  kecil. Kekurangan Kalium massa bunga tidak kompak (kurang padat) dan  ukurannya mengecil. Kelebihan Kalium tumbuh kerdil dan bunganya kecil.  Pengendalian: dengan pemupukan yang berimbang.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.6. Panen&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.6.1. Ciri dan Umur Panen&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Umur masak petik atau panen tanaman kubis tergantung pada varietasnya, berumur pendek (genjah) dan berumur panjang (dalam).&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;a) Premium Flat Dutch: umur panen 100 hari, produksi 4,5 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;b) Early Flat Dutch: umur panen 83 hari, produksi 2,4-2,7 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;c) O-S Cross: umur panen 80 hari, produksi 2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;d) Surehead: umur panen 93 hari, produksi 3-4,5 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;e) Globe Master: umur panen 75 hari, produksi 2-2,5 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;f) Emerald Cross Hybrid: umur panen 45 hari, produksi 1.2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;g) Copenhagen Market: umur panen 72 hari, produksi 1.8-2 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;h) K-K Cros: umur panen 58 hari, produksi 1,6 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;i) Green Cup: umur panen 73 hari, produksi 1,5 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;j) Ecarliana: umur panen 60 hari, produksi 1 kg/tanaman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Ciri-ciri kemasakan kubis adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;a) Krop kubis mengeras dengan cara menekan krop kubis.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;b) Daun berwarna hijau mengkilap.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;c) Daun paling luar sudah layu.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;d) Besar krop kubis telah terlihat maksimal.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.6.2. Cara Panen&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pemetikan  yang kurang baik akan menimbulkan kerusakan mekanis yang menyebabkan  krop kubis terinfeksi patogen sehingga mudah pembusukan. Langkah-langkah  dalam memetik kubis:&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;a) Pilih kubis yang telah tua dan siap dipetik.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;b) Petik kubis dengan menggunakan pisau yang tajam dan bersih. Pemotongan dilakukan pada bagianpangkal batang kubis.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;c)  Urutan pemetikan adalah dimulai dengan kubis yang sehat baru kemudian  dilakukan pemetika pada kubis yang telah terkena infeksi patogen.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.6.3. Periode Panen&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Broccoli merupakan tanaman sekali panen, sehingga periode panen sama dengan periode tanam.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.6.4. Prakiraan Produksi&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Produksi  kubis bergantung dengan varietas. Secara umum per tanaman menghasilkan  0,75-4 Kg, daerah tadah hujan dengan pemeliharaan semi intensif 25-35  ton per hektar dan dengan pemeliharan intensif 85 ton per hektar.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.7. Pascapanen&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.7.1. Pengumpulan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Setelah  dipetik, kubis dikumpulkan pada tempat yang teduh dan tidak terkena  sinar matahari langsung agar laju respirasi berkurang sehingga  didapatkan kubis yang tinggi kwalitas dan kwantitasnya. Pengumpulan  dilakukan dengan hati-hati dan jangan ditumpuk dan dilempar-lempar.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.7.2. Penyortiran dan Penggolongan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Penyortiran  untuk memisahkan krop kubis baik dan bermutu dari yang kurang baik atau  rusak, seperti retak, lecet dan kerusakan lainnya.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Penggolongan  bertujuan untuk mengolongkan krop ke dalam mutu kelas I, kelas II dan  seterusnya berdasarkan jumlah daun pembungkus krop, keseragaman bentuk,  keseragaman ukuran, kepadatan krop, kadar kotoran maksimum, kecacatan  kubis maksimum dan panjang batang kubis maksimum.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;a) Jumlah daun pembungkus: mutu I=4 helai; mutu II=4 helai.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;b) Homoginetas bentuk: mutu I=seragam; mutu II=seragam.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;c) Homogenitas ukuran: mutu I=seragam; mutu II=seragam.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;d) Kepadatan krop: mutu I=padat; mutu II=kurang padat.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;e) Kadar kotoran maksimum: mutu I=2,5%; mutu II=2,5%.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;f) Kubis cacat maksimum: mutu I=5%; mutu II=10%.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;g) Panjang batang kubis maksimum: mutu I=2,5 cm; mutu II=2,5 cm.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.7.3. Penyimpanan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Penyimpanan  kubis harus memperhatikan varietas kubis, suhu, kelembaban dan kadar  air. Pada suhu 32-35 derajat F dan kelembaban udara 92-95%, kubis dapat  disimpan 4-6 bulan (kubis kadar air tinggi) dan 12 bulan (kubis kadar  air rendah) dengan kehilangan berat sebesar 10%.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;3.7.4. Pengemasan dan Pengangkutan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pengemasan  dilakukan dengan plastik polyethylene dan dalam pengangkutan kemasan  perlu dimasukkan ke dalam kotak atau peti kayu (field boxes) dengan  kapasitas 25-30 kg/peti.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;IV. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;4.1. Gambaran Peluang Agribisnis&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Melihat  banyaknya manfaat kubis dalam kesehatan bagi masyarakat, dan ditunjang  harga yang murah, maka potensi pasar untuk kubis sangat terbuka. Peluang  pasar komoditi ini tidak hanya terbatas didalam negeri, namun juga  telah menjangkau ke beberapa negara lain seperti taiwan, Malaysia,  Hongkong, Singapura, Jepang, Jerman dan lain-lain. Hal ini ditunjukkan  dengan peningkatan volume ekspor kubis dari 16.107 ton dengan nilai US$  218.000 pada tahun 1987 hingga mencapai 28.625 ton (US$3.867.028) pada  tahun 1991(Biro Pusat Statistik, 1991).&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Melihat kenyataan diatas,  dapat diperkirakan bahwa akan terjadi peningkatan permintaan terhadap  komoditi ini dari tahun ke tahun, apalagi jika melihat kenyataan  peningkatan jumlah penduduk dunia, sehingga peluang pasar komoditi ini  masih sangat besar.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Tetapi kondisi perekonomian seperti sekarang  ini membuat pengembangan komoditi ini terganggu bahkan menurun. Hal ini  terjadi karena meningkatnya biaya produksi akibat meningkatnya harga  pupuk dan pestisida dan terjadinya over produksi yang tidak diikuti  dengan upaya untuk mempertahankan kondisi komoditi untuk sasaran ekspor.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Dari  analisis budidaya tampak jelas keuntungan yang diraih sangat besar  (1994), pada kondisi sekarang terjadi penurunan keuntungan yang cukup  besar (bandingkan data tahun 1994 dengan perkiraan 1999). Kondisi ini  membuat banyak petani meninggalkan komoditi ini. Tetapi pada kondisi  normal komoditi ini sangan komersial.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;V. STANDAR PRODUKSI&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;5.1. Ruang Lingkup&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Standar ini meliputi syarat mutu, cara pengujian mutu, cara pengambilan contoh dan cara pengemasan kol/kubis.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;5.2. Diskripsi&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Standar mutu kubis/kol tercantum pada Standar Nasional Indonesia SNI 01-317-19921.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;5.3. Klasifikasi dan Standar Mutu&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;a) Jumlah daun pembungkus: mutu I=4 helai; mutu II=4 helai.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;b) Keseragaman bentuk: mutu I=seragam; mutu II=seragam.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;c) Keseragaman ukuran: mutu I=seragam; mutu II=seragam.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;d) Kepadatan: mutu I=padat; mutu II=kurang padat .&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;e) Warna: mutu I=hijau ; mutu II=agak kuning.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;f) Kadar kotoran maksimum: mutu I=2,5 %; mutu II=2,5 %.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;g) Kadar cacat maksimum: mutu I=5,0 %; mutu II=10,0 %.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;h) Panjang batang kubis maksimum: mutu I=2,5 %; mutu II=2,5 %.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;5.4. Pengambilan Contoh&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pengambilan  contoh satu partai/lot maksimumn 1000 kemasan. Contoh diambil secara  acak dari jumlah kemasan dalam 1 (satu) partai/lot seperti berikut ini.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;a) Untuk jumlah kemasan dalam partai 1 sampai 100, jumlah contoh 5.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;b) Untuk jumlah kemasan dalam partai 101 sampai 300, jumlah contoh 7.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;c) Untuk jumlah kemasan dalam partai 301 sampai 500, jumlah contoh 9.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;d) Untuk jumlah kemasan dalam partai 501 sampai 1000, jumlah contoh 10.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;5.5. Pengemasan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kubis  disajikan dalam bentuk untuh dan segar dikemas dalam keranjang bambu  yang berpengyangga dengan berat netto 10 kg, 5 kg atau 20 kg, atau kotak  karton dengan berat netto 10-20 kg.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pengemasan produk biasanya  dilakukan dengan polyetiline yang diberi lubang-lubang kecil. Kemasan  krop ini kemudian dimasukkan ke dalam doos karton atau keranjang  plastik.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;VI. REFERENSI&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;6.1. Daftar Pustaka&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;a) Anonymous. 1993. Sayur Komersial. Penebar Swadaya. Jakarta.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;b) Arief, Arifin. 1990. Hortikultura. Andy Offset. Yogyakarta.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;c) Cahyono, Bambang. 1995. Cara Meningkatkan Budidaya Kubis. D), Pustaka Nusatama. Yogyakarta.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;d) Pracaya. 1981. Kol Alis Kubis. Penebar Swadaya. Jakarta.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sumber:
&lt;br /&gt;http://dimasadityaperdana.blogspot.com
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2011236686841189046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2011236686841189046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/kol-atau-kubis-brassica-oleracea.html' title='Kol atau Kubis ( Brassica oleracea )'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-2065049642482281122</id><published>2011-09-07T10:33:00.000+07:00</published><updated>2012-09-04T12:08:29.467+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Sayur"/><title type='text'>Panduan Tanam Cabai Menggunakan Pot</title><content type='html'>&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;
 &lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;post-body entry-content&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaArQqnEb5wLyvadBIVqPDPqE-SBXPCUw_3w4KTsvNBqJW2uXg4HLHRS6pyuknAfMAynn_IlgCuTaHU9fBY_zJE9h1phYm8dwK-AOfkFZ-Rl7ZULSXA-oPRPW3491Z32behdXXeU67ALZP/s1600-h/tanam+cabai+dalam+pot.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5343732830396488098&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaArQqnEb5wLyvadBIVqPDPqE-SBXPCUw_3w4KTsvNBqJW2uXg4HLHRS6pyuknAfMAynn_IlgCuTaHU9fBY_zJE9h1phYm8dwK-AOfkFZ-Rl7ZULSXA-oPRPW3491Z32behdXXeU67ALZP/s200/tanam+cabai+dalam+pot.jpg&quot; style=&quot;cursor: hand; float: left; height: 129px; margin: 0px 10px 10px 0px; width: 195px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Bertanam cabai&lt;/b&gt; bisa dilakukan dalam pot sehingga masyarakat kota bisa menikmati buah cabe dan keindahan pohonnya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi sangat banyak &lt;b&gt;varietas cabai&lt;/b&gt; yang sekaligus dapat sebagai bahan konsumsi dan cabe hias di pekarangan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persiapan yang perlu untuk &lt;b&gt;bertanam cabe&lt;/b&gt; dalam pot meliputi pemilihan jenis dan ukuran pot, media tanah, &lt;b&gt;bibit cabai&lt;/b&gt; dan persemaian.
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PEMILIHAN POT&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Pot yang digunakan harus mampu mendukung pertumbuhan tanaman dengan baik terutama perakaran.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Pot  yang terlalu kecil akan menyebabkan tanaman tumbuh kerdil dan tidak  mampu berbuah, sedangkan pot yang terlalu besar akan berat apabila  dipindahkan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sebagai contoh, dapat dipilih pot sebesar separuh  dari kaleng bekas cat volume 20 kg atau pot yang mampu menampung sekitar  5 kg tanah.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Pot yang baik adalah yang memenuhi kriteria berikut :
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Mampu mendukung perkemabnagan perakaran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Bagian bawah pot harus berlubang untuk merembeskan air berelebih. &lt;/li&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Dasar pot dipilih yang berkaki untuk membantu aerasi dan drainase. &lt;/li&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Tidak terlalu berat agar mudah dipindahkan. &lt;/li&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Tidak mudah lapuk dan pecah. &lt;/li&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Dinding pot harus mampu merembeskan air dan udara keluar agar suhu tanah tetap stabil. &lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Jenis  pot yang dipakai dapat berupa pot tanah liat, pot plastik, pot  porselin, pot semen, pot ban bekas, pot kaleng bekas dan pot anyaman  bambu.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Beberapa jenis pot ini tidak memiliki sifat pot yang baik  sehingga pada siang hari yang panas, suhu pot cepat naik dan tanaman  menjadi layu. Karena itu, beberapa jenis pot perlu dilubangi  didindingnya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENYIRAMAN MEDIA TANAH
&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bertanam cabe&lt;/b&gt;  dalam pot pada dasarnya sama dengan bertanam cabai di lahan pekarangan.  Pilihlah tanah yang gembur, berasal dari lapisan atas tanah, dan mampu  mnegikat cukup air.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Untuk tanah gembur, perbandingan tanah dngan  pupuk organik / kompos adalah 1:1. Tanah liat dicampur dengan tanah  pasir dan pupuk kompos dengan komposisi 1:1:1.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Untuk tanah  berpasir dicampur dengn tanah liat dan pupuk organik dengan perbandingan  5:2:3. Mengisi tanah di dalam pot bisa dilakukan sebagai berikut : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Tutup lubang pot bagian bawah dengan pecahan genteng.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Isi dasar pot dengan kerikil dan pasir kasar untuk membantu aerasi dan drainase. &lt;/li&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Masukkan tanah ke dalam pot dan jangan dipadatkan.&lt;/li&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Siram dengan air secukupnya agar tanah menjadi mapan. &lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;b&gt;PERSEMAIAN
&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bibit cabe&lt;/b&gt; dapat dipersiapkan sendiri dari &lt;b&gt;buah cabai&lt;/b&gt; yang tua dengan membeli dari kios penjual bibit.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Benih disemaikan pada tanah pasir yang telah dicampur pupuk dan ditutup tanah tipis-tipis.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Bibit  diperjarang setelah berumur 10 - 12 hari (berdaun dua helai). Bibit  cabai siap ditanam dalam pot pada umur sekitar 6 minggu (tinggi 10 - 15  cm).
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENANAMAN
&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penanaman cabai&lt;/b&gt; dalam pot dapat dilaukan kapan saja dengan memperhatikan kondisi air dan penempatan pot. &lt;b&gt;Tanaman cabai&lt;/b&gt; tidak tahan terhadap hujan atau air yang berlebihan krena bunga akan gugur dan tanaman menjadi layu.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Pilih &lt;b&gt;bibit cabai &lt;/b&gt;yang tumbuh sehat dan baik. Pindahkan &lt;b&gt;bibit cabe&lt;/b&gt; secara hati-hati dengan sedikit tanah di sekitar akarnya dan tanam di bagian tengah pot.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Kemudian  tanah sekitar pangkal batang ditekan pelan-pelan agar sedikit padat.  Siram tanaman cabai dengan air secukupnya. Pada awal pertumbuhan yang  banyak hujan letakkan pot di tempat teduh.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PEMUPUKAN&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sebagai pupuk dasar, gunakan pupuk organik atau kompos sebanyak ½ kg per pot. Pupuk N dan K diberikan sebagai pupuk dsar.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Pupuk  N diberikan ½ dosis pada usia tanaman 2-3 minggu si sekeliling tanaman  berjarak 5 cm dari batang. Sisa pupuk N diberikan pada umur tanaman 5-6  minggu setelah tanam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber:
&lt;br /&gt;http://www.infoagrobisnis.com
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2065049642482281122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2065049642482281122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/panduan-tanam-cabai-menggunakan-pot.html' title='Panduan Tanam Cabai Menggunakan Pot'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaArQqnEb5wLyvadBIVqPDPqE-SBXPCUw_3w4KTsvNBqJW2uXg4HLHRS6pyuknAfMAynn_IlgCuTaHU9fBY_zJE9h1phYm8dwK-AOfkFZ-Rl7ZULSXA-oPRPW3491Z32behdXXeU67ALZP/s72-c/tanam+cabai+dalam+pot.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-6243603357379303258</id><published>2011-09-06T10:30:00.000+07:00</published><updated>2012-09-04T12:00:22.811+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Sayur"/><title type='text'>budidaya tomat</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tanaman tomat bisa dibudidayakan di dataran rendah atau tinggi.  Tergantung jenis dan varietasnya. Untuk dataran rendah cocok  dikembangkan varietas tomat jenis Mirah, Ppal dan Zamrut. Varietas ini  tahan dengan suhu panas dan penyakit layu bakteri. Varietas ini  merupakan varietas unggul. Jenis ini bisa menghasilkan 30-35 ton/ha,  berat bisa mencapai 35-60 gram perbuah serta buah tahan  disimpan 6-8  hari.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara budidaya tomat
&lt;br /&gt;
A. Persemaian
&lt;br /&gt;
Tempat persemaian sebaiknya diberi naungan plastik bening. Benih disemaikan selama 2-3 minggu sebelum dipindahkan.
&lt;br /&gt;
B. Persiapan Lahan
&lt;br /&gt;
Tanah dibersihkan dari gulma kemudian dihaluskan dan diratakan. Buat  bedengan dengan lebar 1,00-1,20 m. Dengan tinggi 20-40 cm untuk lahan  kering dan 50-60 cm untuk lahan sawah. Di lahan sawah lebih tinggi untuk  drainase. Jarak lubang antar bedengan sekitar 60-80 cm dan jarak lubang  dalam bedengan sekitar 40-50 cm.
&lt;br /&gt;
C. Penanaman
&lt;br /&gt;
Sebelum bibit ditanam Lubang tanam diberi pupuk kandang dengan dosis  10-15/ha dan pupuk Sp36 200-250 kg/ha. Kemudian lubang tanam ditutup  dengan tanah. Setelah bibit siap ditanam dilubang tanam yang telah  diberi pupuk tadi.
&lt;br /&gt;
D. Pemupukan
&lt;br /&gt;
Pupuk Urea dan KCL diberikan 2 kali yaitu dalam satu minggu dan satu  bulan setelah bibit ditanam. Dosis pupuk adalah 200 kg/ha untuk urea dan  100 kh/ha KCL. Masing-masing diberikan 1/2 dosis yaitu ketika 1 minggu  setelah tanam dan 1 bulan setelah tanam. Cara pemupukan dengan membuat  alur melingkar sedalm 3 cm dengan jarak 10 cm dari batang tanaman.  Setelah itu ditimbun dengan tanah.
&lt;br /&gt;
E. Pemeliharaan
&lt;br /&gt;
Tanaman disiram apabila tidak ada hujan. Penyiangan dilakukan bersamaan  saat pemupukan kedua setelah tanam. Untuk menghasilkan kualitas buah  yang baik lakukan pemangkasan tunas wiwilan.
&lt;br /&gt;
F. Panen
&lt;br /&gt;
Dengan pemeliharaan yang intensif dan terpadu dalam usia 3 bulan dari persemaian buah tomat sudah bisa dipanen.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: transparent; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:  &lt;a href=&quot;http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/2074999-budidaya-tomat/#ixzz1VocI8q5c&quot; style=&quot;color: #003399;&quot;&gt;http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/2074999-budidaya-tomat/#ixzz1VocI8q5c&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/6243603357379303258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/6243603357379303258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/budidaya-tomat.html' title='budidaya tomat'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-2546793082699862316</id><published>2011-09-05T10:21:00.000+07:00</published><updated>2012-09-04T12:01:09.470+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Sayur"/><title type='text'>Budidaya Jamur Merang</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;(Volvariella volvaceae)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;img align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;208&quot; src=&quot;http://www.naturindonesia.com/images/stories/agro/jamurmerang/jamur%20merang1.jpg&quot; width=&quot;280&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;JAMUR,  dalam sejarah telah dikenal sebagai makanan sejak 3000 tahun yang lalu,  dimana jamur menjadi makanan khusus buat raja Mesir yang kemudian  berkembang menjadi makanan spesial bagi masyarakat umum karena rasanya  yang enak. Di Cina, pemanfaatan jamur sebagai bahan obat-obatan sudah  dimulai sejak dua ribu tahun silam.
&lt;br /&gt;Jamur merang merupakan jenis  jamur yang pertama kali dapat dibudidayakan secara komersial. Di Cina  jamur merang mulai dibudidayakan sejak pertengahan abad 17, dan di  Indonesia tanaman ini diperkirakan mulai dibudidayakan sekitar tahun  1950-an.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;I.        Pembuatan Kumbung&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;A.   Penentuan Lokasi : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;img_caption right&quot; style=&quot;float: right; width: 247px;&quot;&gt;
&lt;img align=&quot;right&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;caption&quot; height=&quot;175&quot; src=&quot;http://www.naturindonesia.com/images/stories/agro/jamurmerang/jamur%20merang2.jpg&quot; title=&quot;Sketsa Kumbung Jamur Merang&quot; width=&quot;247&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
Sketsa Kumbung Jamur Merang&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;1.    Sumber jerami
&lt;br /&gt;2.    Sumber air
&lt;br /&gt;3.    Jalan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;B.   Persyaratan Kumbung :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dinding dalam dan atas menggunakan plastik polyetilen. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dinding luar menggunakan sterofoam. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kumbung lebih baik ditempat &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;C.    Perbedaan kumbung :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;img_caption right&quot; style=&quot;float: right; width: 271px;&quot;&gt;
&lt;img align=&quot;right&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;caption&quot; height=&quot;202&quot; src=&quot;http://www.naturindonesia.com/images/stories/agro/jamurmerang/jamur%20merang3.jpg&quot; title=&quot;Foto Kumbung Jamur Merang&quot; width=&quot;271&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
Foto Kumbung Jamur Merang&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; Kumbung  atas lancip : bila panas maka uap akan mengalir      ke samping.  Digunakan untuk kumbung yang memiliki satu rak ditengah. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kumbung atas datar    : uap air akan      jatuh ketengah-tengah kumbung. Digunakan untuk kumbung yang memiliki dua      rak &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;II.         Media&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;1.    Jerami
&lt;br /&gt;2.    Kapur CaCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;
&lt;br /&gt;3.    Dedak
&lt;br /&gt;4.    Limbah kapas &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;a)   Jerami mengandung :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Lignin &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Selulosa &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Silicca &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;b)   Alternatif jerami   : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Alang-alang &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Eceng gondok &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Batang jagung &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kelaras pisang &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;c)    Alternatif limbah kapas : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Hampas sagu &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Hampas tahu &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Hampas tempe      &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Hampas kapuk  &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;III.        Pembuatan Kompos&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;1.    Lapisan atas               : kompos kapas
&lt;br /&gt;2.    Lapisan bawah           : kompos jerami&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;IV.       Memasukkan Kompos&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;1.    ±10 hari kompos jerami masuk kumbung, simpan setinggi ±40 cm/rak.
&lt;br /&gt;2.    Lapisi ± 0,5 cm kompos kapas yang telah dikompos selama 1 bulan.
&lt;br /&gt;3.    Pasteurisasi sampai suhu 70°C, pertahankan 4-5 jam.
&lt;br /&gt;4.    Penanaman dilakukan bila suhu &amp;lt; 40°C.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;V.       Pasteurisasi / Steam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;img_caption right&quot; style=&quot;float: right; width: 273px;&quot;&gt;
&lt;img align=&quot;right&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;caption&quot; height=&quot;204&quot; src=&quot;http://www.naturindonesia.com/images/stories/agro/jamurmerang/jamur%20merang4.jpg&quot; title=&quot;Peralalatan Pasteurisasi&quot; width=&quot;273&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
Peralalatan Pasteurisasi&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;1.    Lantai kumbung dibersihkan.
&lt;br /&gt;2.    Peralatan untuk wadah penanaman bibit harus disertakan dalam pasteurisasi.
&lt;br /&gt;3.    Semua ruang tertutup.
&lt;br /&gt;4.    Drum pasteurisasi diisi penuh, salurkan pipa ke dalam kumbung.
&lt;br /&gt;5.    Setelah mencapai 70°C (biasanya setelah 7-8 jam). Suhu dipertahankan selama 4-5 jam
&lt;br /&gt;6.    Penanaman bibit dilakukan setelah istirahat 1 hari. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Catatan :   - bila penyeteaman tidak matang, maka jendela harus dibuka agar amoniak keluar.
&lt;br /&gt;                 - bila penyeteman matang, maka jendela ditutup saja. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;VI.        Penanaman Bibit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;1.    pH diusahakan mencapai 7 / netral.
&lt;br /&gt;2.    Peralatan untuk penanaman yang telah di pasteurisasi disiapkan untuk diisi bibit.
&lt;br /&gt;3.    Bibit log dihancurkan agar lembut. ( 1 log untuk 1m2)
&lt;br /&gt;4.    Bibit ditabur pada 2/3 media dari tinggi media / tengahnya tidak di tabur.
&lt;br /&gt;5.    Bibit sempilan di tanam di bawah media gulungan sebanyak 2 tempat tanam.
&lt;br /&gt;6.    Bisa juga dibuat bantalan di tiang danditanami bibit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;img_caption right&quot; style=&quot;float: right; width: 272px;&quot;&gt;
&lt;img align=&quot;right&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;caption&quot; height=&quot;203&quot; src=&quot;http://www.naturindonesia.com/images/stories/agro/jamurmerang/jamur%20merang5.jpg&quot; title=&quot;Penebaran Bibit Jamur&quot; width=&quot;272&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
Penebaran Bibit Jamur&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; 7.    Hari I      : penanaman dilakukan sore hari.
&lt;br /&gt;8.    Hari II      : pertumbuhan miselium diperhatikan.
&lt;br /&gt;9.    Hari III     : -  Bila bibit telah keluar miselium, maka langsung disiram.
&lt;br /&gt;       -  Bila bibit belum tumbuh, maka penyiraman dilakukan hari ke 4.
&lt;br /&gt;       -  Penyiraman bibit dilakukan pada tengah hari ± pkl 13.00
&lt;br /&gt;10. Hari IV     : mulai hari ke 4, pintu &amp;amp; jendela dibuka antara pkl 06.00-06.15.
&lt;br /&gt;11. Hari V     : jendela dibuka 15°. Pintu di buka pkl 00.00 selama ½ jam.
&lt;br /&gt;12. Hari VI     : jendela di buka 30 °.
&lt;br /&gt;13. Hari VII    : jendela di buka 45°.
&lt;br /&gt;14. Hari VIII   : jendela di buka 60-90° / bila jamur tumbuh besar.
&lt;br /&gt;15. Panen selanjutnya jendela dibuka terus sampai selesai.&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;VII.        Pemeliharaan Media&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;img_caption right&quot; style=&quot;float: right; width: 296px;&quot;&gt;
&lt;img align=&quot;right&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;caption&quot; height=&quot;222&quot; src=&quot;http://www.naturindonesia.com/images/stories/agro/jamurmerang/jamur%20merang6.jpg&quot; title=&quot;Jamur berumur 7 hari setelah tanam&quot; width=&quot;296&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
Jamur berumur 7 hari setelah tanam&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;1.    Penyiraman dilakukan 3 atau 4 hari setelah tanam.  &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Untuk  mengubah masa vegetatif menjadi     masa generatif.      Karena  penyiraman dilakukan pada siang hari sehingga jamur menjadi stress       dan mengubah fase tanam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;2.    Temperatur ruangan 34-36°C.
&lt;br /&gt;3.    Temperatur media 34- 38°C.
&lt;br /&gt;4.    Bila temperatur media mencapai 38°C atau lebih maka akan tumbuh cendawan Monilia,
&lt;br /&gt;       tumbuh  antara hari ke V – VIII. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;VIII.       Panen &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;1.   Ciri jamur siap tanam : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bila masih ada tonjolan    , panen      dilakukan keesokan harinya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bila bulat sudah merata    , jamur siap      panen. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;2.   Cara panen jamur : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Lebih baik tidak menggunakan kuku tangan, tetapi      menggunakan pisau yang telah disterilkan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tinggalkan / sisakan sedikit pangkal buah jamur yang di      panen. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Media tidak boleh terangkat. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;3.  Penyebab menurunnya kualitas jamur merang (bercak-bercak): &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pasteurisasi tidak matang &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dedak tidak matang &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;4.  Penyebab jamur pecah : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Suhu terlalu tinggi &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Terlambat waktu panen.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #003366;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Jika Anda berminat atau ingin tahu lebih lanjut Mohon Hubungi Teten Cahya Mulyana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #003366;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pusat Inkubator Agribisnis BBPP Lembang Telp: (022) 2786234&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: #999999; font-family: Arial;&quot;&gt;Diambil dari : bbpp-lembang.info&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2546793082699862316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/2546793082699862316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/budidaya-jamur-merang.html' title='Budidaya Jamur Merang'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-663889776565346764</id><published>2011-09-04T10:19:00.000+07:00</published><updated>2012-09-04T12:00:49.078+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Sayur"/><title type='text'>Budidaya Jamur Tiram</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Manfaat dari jamur Tiram&lt;/b&gt; selain dapat disayur, jamur tirarn juga  dapat diolah menjadi makanan lain, misalnya kerupuk,keripik, batikan di  Eropa dan Amenika Jamur tiram sering dikonsumsi Iangsung, dijadikan  semacam sayuran pada pembuatan salad. Dan paparan tersebut diketahui  bahwa pangsa pasar untuk produk budi daya jamur tiram terbuka lebar,  disamping kebutuhan konsumen setempat setiap hari. Ada teknologi yang  cukup praktis untuk &lt;b&gt;budidaya jamur tiram&lt;/b&gt;, yakni tahapan &lt;b&gt;membuat media bibit induk jamur tiram&lt;/b&gt; (spawn) dan tahanan &lt;b&gt;memproduksi jamur tiramnya&lt;/b&gt;.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;cara budidaya jamur tiram&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhjKIr2DAs9Mim3zwoYUrZ_L4DKPGI6X506_MvwX73cjYnU8JjcDzz4_BKGXYUX9l9cLTvn9HMCiDJpenn0Xk4JjIOWH3BMV9y84FlmajEFS_M0VAkc6l7FvkH3wjsQuK0sjWucGtnJGY/s200/tips+budidaya+jamur+tiram.jpg&quot; width=&quot;150&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah &lt;b&gt;Budidaya Jamur Tiram&lt;/b&gt;:
&lt;br /&gt;
A. &lt;b&gt;Tahap membuat media bibit induk jamur tiram&lt;/b&gt;:
&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Bahan medianya yang berupa biji-bijian atau campuran serbuk  gergajian albusia (SKG) ditambah biji millet 1 (42%) : 1 (42%). Bahan  baku ini adalah yang terbaik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bahan baku dicuci dan direbus selama 30 menit menggunakan pressure cooker atau panci.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bahan baku tersebut ditiriskan dengan ayakan. Tambahkan 1% kapur  (CaCl3), 1% gypsum (CaSO4), vitamin B kompleks (sangat sedikit) dan atau  15 persen bekatul. Kadar air 45-60 % dengan penambahan air sedikit dan  pH 7.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Langkah keempat, bahan baku tersebut lalu didistribusikan ke dalam  baglog polipropilen atau botol susu atau botol jam pada hari itu juga.  Perbotol diisi 50-60% media bibit, disumbat kapas/kapuk, dibalut kertas  koran/alumunium foil.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sterilisasi dalam autoclav selama 2 jam atau pasteurisasi 8 jam pada  hari itu juga. Temperatur autoclave 121 derajat C, tekanan 1 lb, selama  2 jam. Temperatur pasteurisasi 95 derajat C.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lakukan inokulasi dengan laminar flow satu hari kemudian. Setelah  suhu media bibit turun sampai suhu kamar dilakukan inokulasi bibit asal  biakan murni pada media PDA (sebanyak 2-3 koloni miselium per botol  bibit).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Inkubasi (pertumbuhan miselium 15-21 hari) pada ruang inkubasi/inkubator, suhu 22-28 derajat C.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Botol atau baglog isi bibit dikocok setiap hari, dua hingga tiga  kali. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan miselium bibit jamur merata dan  cepat serta media bibit tidak menggumpal/mengeras. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kesembilan, bibit induk dipenuhi miselium jamur dengan ciri pertumbuhan miselium jamur kompak dan merata.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jamur tersebut digunakan sebagai inokulan/bibit induk/bibit sehat  perbanyakan ke 1 dan ke 2. Bibit ini disimpan dalam lemari pendingin  selama 1 tahun, bila tidak akan segera digunakan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
B. &lt;b&gt;Memproduksi jamur tiram&lt;/b&gt; (Pleurotus spp):
&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Siapkan serbuk kayu gergajian albasia. Rendam selama 0-12 jam (bergantung pada spesies/strain serbuk kayu yang digunakan).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tiriskan sampai tidak ada air, pada hari itu juga dengan mengunakan saringan kawat atau ayakan kawat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membuat subtrat/media tumbuh, pada hari itu juga. Tambahkan 5-15 %  bekatul atau polar (bergantung pada spesies/strain yang digunakan), 2%  kapur (CaCO3), 2% gypsum (CaSO4) dan air bersih, diaduk merata, kadar  air substrat 65%, pH 7.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Distribusikan kedalam baglog polipropilen pada hari itu juga.  Padatkan dalam wadah tersebut, beri lubang bagian tengah, dipasang mulut  cincin pralon, kemudian ditutup dengan kapas/kertas minyak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sterilisasi/pasteurisasi, satu hari kemudian. Simpan dalam kamar uap  atau kukus dalam drum dengan suhu media di dalam baglog 95-120 derajat C  selama 1-3 kali 8 jam bergantung pada jumlah substrat yang akan di  pasteurisasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Inokulasi substrat dengan spawn di ruang inokulasi. Setelah suhu  baglog substrat turun sampai suhu kamar, inokulasikan bibit pada  substrat dalam laminar flow. Bibit 10-15gr/kg substrat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Inkubasi baglog substrat (pertumbuhan miselium 15-30 hari). Rumah  jamur/kubung/ruang inkubasi dijaga tetap kering dan bersih, suhu 22-28  derajat C tanpa cahaya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Baglog substrat dibuka cincin dibuka (7-15 hari kemudian). Cara  membuka berbeda-beda, tergantung jenis jamur kayu yang digunakan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Baglog disusun di rak dalam rumah jamur (pertumbuhan jamur 10-15  hari kemudian, tumbuh pin head/bakal tumbuh buah). Bakal tumbuh buah  tersebut disiram air bersih agar jamur tumbuh. Untuk jamur tiram, yang  disiram rumah jamurnya. Untuk jamur kuping penyiraman langsung pada  substrat sampai basah kuyup. Suhu rumah jamur 16-22 derajat C RH : 80-90  %.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Panen jamur tiram/kuping. Panen kurang dari 9 kali dalam waktu  kurang dari 1,5 bulan tergantung cara pemeliharaan/penyiraman jamur dan  kebersihan kubung. Atau sisa panen 2-5 kali seminggu.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:
&lt;br /&gt;
http://berita-indonesia-hari-ini.blogspot.com
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/663889776565346764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/663889776565346764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/budidaya-jamur-tiram.html' title='Budidaya Jamur Tiram'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhjKIr2DAs9Mim3zwoYUrZ_L4DKPGI6X506_MvwX73cjYnU8JjcDzz4_BKGXYUX9l9cLTvn9HMCiDJpenn0Xk4JjIOWH3BMV9y84FlmajEFS_M0VAkc6l7FvkH3wjsQuK0sjWucGtnJGY/s72-c/tips+budidaya+jamur+tiram.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-963464153022081740.post-8211953216222231185</id><published>2011-09-03T10:11:00.000+07:00</published><updated>2012-09-04T12:01:32.651+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Sayur"/><title type='text'>Wira Usaha Budidaya Sayuran Skala Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Budidaya tanaman tidak harus menggunakan lahan yang luas, tinggal  bagaimana usaha yang kita rencana­kan bisa mendapatkan hasil, meski  tanpa lahan. Hal ini bisa kita lakukan melalui tanam dengan menggunakan  Pot, polyback maupun Vertikultur. Cara budidaya ini tidak memerlukan  teknologi yang rumit, tapi dapat dilakukan dengan cara yang sederhana.   Skala usaha memang dapat beragam dari usaha besar, sedang atau kecil-kecilan (skala rumah tangga).
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini terungkap dalam acara Wedangan Patimura 2, Minggu (7/9) yang  mengambil tema ”Wira usaha Budidaya Sayuran Skala rumah Tangga”. Sebagai  narasumber Bp. Ir. A. Haryoto WA, MM bersama Tim dari Dinas Pertanian  &amp;amp; Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen. Selain itu juga menghadirkan  Bp. LA. Djumadi pembudidaya tanaman &amp;amp; buah-buahan dari lingkungan  Tenggak.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Budidaya tanaman tak harus menggunakan lahan luas,  bahkan tanaman organik itu bisa dihasilkan tanpa lahan, sebab tehnologi  sekarang semakin canggih, yakni tanaman bisa ditanam dan menghasilkan  yang melimpah, seperti model hydroponik, polibek dan tanaman dalam pot  (tabulampot). Hal ini bisa dilakukan siapa saja termasuk mereka yang  hidup di perumahan-perumahan dan tak punya lahan untuk menanam tanaman  organikl.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kesempatan tersebut disampai­kan tehnik budidaya  sayuran organik tanpa lahan melalui sistim verticultur, pot/ polyback,,  sistim hydroponik dan juga tahap-tahap pelaksanaan sistim hydrophonik  arang sekam.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa organik? Disadari atau tidak selama ini  masyarakat disuguhi makanan yang serba mengandung pestisida, yang  tentunya kurang baik bagi kehidupan manusia. Makanan dari tumbuhan  apapun kini bersentuhan dengan obat. Disamping kurang baik bagi  kesehatan, juga merusak ekosistem.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ke depan kita semua diajak  untuk membangun semangat berpikir cerdas dan bertindak pintar. Di  samping itu sekaligus menanggapi anjuran pemerintah kabupaten Sragen  dimana penggunaan pupuk organik tetap ramah lingkungan dan sebab  menyebabkan tanah menjadi gembur dan subur.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanaman organik  Sragen terkenal di mana-mana karena beritanya bisa diakses melalui  internet. Tak mengherankan  warga negara Malaysia berkunjung ke Sragen  untuk study banding di tempat percobaan pemanfaatan tanah kering dan  tandus di Dukuh Dayu untuk pengembangan tanaman jenis organik. Menurut  pak Haryoto disamping tanaman organik untuk keperluan rumah tangga, bisa  juga digunakan sebagai komoditi. Kalau sudah mengarah ke komoditas,  harus mengerti pasca panen, mau dijual kemana tanaman tersebut.(Andre  AS/dn)
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:http://wedanganpatimura2.wordpress.com</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/8211953216222231185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/963464153022081740/posts/default/8211953216222231185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mitra-petani.blogspot.com/2011/09/wira-usaha-budidaya-sayuran-skala-rumah.html' title='Wira Usaha Budidaya Sayuran Skala Rumah Tangga'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08022545536072401872</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>