<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330</id><updated>2024-10-06T20:07:28.318-07:00</updated><category term="Tips Pendaki"/><category term="Info Gunung"/><category term="Coretan Pendaki"/><category term="Destinasi"/><category term="Travelling"/><category term="Information"/><category term="Peralatan Mendaki"/><category term="Jawa Barat"/><category term="Artikel Pendakian"/><category term="Catatan Perjalanan"/><category term="Jadwal Event dan Berita Terbaru"/><category term="Film"/><category term="Jawa Tengah"/><category term="Pendakian Gunung Jawa Tengah"/><category term="Berita"/><category term="Jawa Timur"/><category term="Pendakian Gunung Bali dan Nusa Tenggara"/><category term="Pendakian Gunung Jawa Barat"/><category term="Pendakian Gunung Jawa Timur"/><category term="Tips dan Trik Pendakian"/><category term="Artikel"/><category term="Backpaking"/><category term="Gallery"/><category term="Gear Review"/><category term="Konservasi"/><category term="Purwakarta"/><category term="Sejarah Gunung"/><category term="Bali"/><category term="Caving"/><category term="Foto"/><category term="Instagram"/><category term="Luar Jawa"/><category term="Musik"/><category term="Pendakian Gunung Sumatera"/><category term="Sumatera"/><category term="Tokoh"/><category term="Video"/><category term="Wisata dan Rekreasi"/><category term="Accesories"/><category term="Bandung"/><category term="Bandung Barat"/><category term="Bukit"/><category term="Event"/><category term="Gunung Bromo"/><category term="Hammock"/><category term="Harga Peralatan"/><category term="Infografis"/><category term="Pantai"/><category term="Papandayan"/><category term="Petualangan"/><category term="Satwa"/><category term="Sawal"/><category term="Sejarah Pendakian Gunung"/><category term="Survival"/><category term="Youtube"/><title type='text'>Traveler Istimewa</title><subtitle type='html'>Ayo Main, Sendal Gua Udah Ketemu</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>207</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-7528672546241148964</id><published>2016-05-20T20:11:00.001-07:00</published><updated>2016-05-20T20:11:15.090-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Purwakarta"/><title type='text'>Menikmati Akhir Pekan di Timur Purwakarta</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjexhlpJoyOzjawIPwQpcTl5qLSoe6wBqv5beVBpWUplnSvvhBFhn7PzGvPcgFo5TxbMiY-RHs1yi09j6Z9miUMIyphk-Rey3NFc-7NXlJZBChvf9KHtaMkT_fa6EaEAJ3lZB60xp20rrs/s1600/wisata-timur-purwakarta.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjexhlpJoyOzjawIPwQpcTl5qLSoe6wBqv5beVBpWUplnSvvhBFhn7PzGvPcgFo5TxbMiY-RHs1yi09j6Z9miUMIyphk-Rey3NFc-7NXlJZBChvf9KHtaMkT_fa6EaEAJ3lZB60xp20rrs/s640/wisata-timur-purwakarta.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Traveler Istimewa&lt;/b&gt; - PARIWISATA di Purwakarta terus menggeliat. Setelah Taman Sri Baduga yang mampu menyedot ribuan masyarakat setiap minggunya, ada destinasi yang bisa dikunjungi para traveler ke Purwakarta, yaitu kawasan wisata dikaki Gunung Burangrang yang meliputi Kecamatan Wanayasa dan Kiara pedes yang berada disebelah timur dari pusat kota Purwakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Traveler bisa merasakan sensasi berbeda ketika berakhir pekan ke Wanayasa, disana ada beberapa destinasi wisata yang wajib dikunjungi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata air cibulakan dan mata air loji bisa dinikmati masyarakat untuk berakhir pekan, disana ada mata air yang jernih bahkan traveler bisa berenang, bahkan karena kejernihannya bisa dijadikan spot untuk foto dibawah air yang tentu akan menjadi sensasi tersendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air Mata Cibulakan berada tepat dekat alun - alun wanayasa, selain itu ada alternatif lain yaitu mata air loji yang berada di kecamatan Kiarapedes mata air ini hampir sama bahkan dasar mata air bisa dilihat dengan mata telanjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi traveler yang hobi main disungai ada aliran sungai Cidomas, bahkan uniknya aliran sungai ini terkadang suka berubah warna bahkan aliran sungai ini memiliki mata air yang terus mengalir, aliran Sungai Cidomas di Desa Garokgek Kecamatan Kiarapedes yang sama-sama di kaki Gunung Burangrang juga bisa jadi referensi wisata. Lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Purwakarta dan Subang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi yang hobi camping traveler bisa merasakan perkemahan Bumi Panyawangan di Desa Pusakamulya Kecamatan Kiarapedes. Pohon pinus menjulang tinggi dengan kesejukkan udara gunung bisa melepas penat para warga kota. Ditambah lagi, jalur tracking menuju Gua Jepang dan dua air terjun di kawasan itu yang bisa dijadikan alternatif baik menguji adrenalin dan kesejukan cuaca disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kawasan wisata tersebut dikelola oleh warga setempat dan perum perhutani &amp;nbsp;yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).&lt;br /&gt;
Selain wisata alam, ada juga hasil karya seni pelukis MK Lesmana, yang lokasinya masih berada di Desa Garokgek, bahkan kediamannya bak sebuah museum, dimana terpajang 2500 koleksi lukisan yang terpajang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain wisata alam, tidak lengkap dengan kuliner, salah satunya sentra kuliner Sate Maranggi yang memiliki citra rasa berbeda dengan sate maranggi lainnya di Kabupaten Purwakarta, bahkan sambil menikmati sate maranggi traveler juga akan disuguhi pemandangan cantik dari situ wanayasa yang sudah menjadi ciri khas kecamatan yang menjadi salah satu penghasil manggis tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href=&quot;http://www.headlinejabar.com/en/wisata/1610-menikmati-akhir-pekan-di-timur-purwakarta&quot;&gt;www.headlinejabar.com&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/7528672546241148964/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/05/menikmati-akhir-pekan-di-timur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/7528672546241148964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/7528672546241148964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/05/menikmati-akhir-pekan-di-timur.html' title='Menikmati Akhir Pekan di Timur Purwakarta'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjexhlpJoyOzjawIPwQpcTl5qLSoe6wBqv5beVBpWUplnSvvhBFhn7PzGvPcgFo5TxbMiY-RHs1yi09j6Z9miUMIyphk-Rey3NFc-7NXlJZBChvf9KHtaMkT_fa6EaEAJ3lZB60xp20rrs/s72-c/wisata-timur-purwakarta.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-3889201281048333855</id><published>2016-05-04T00:43:00.001-07:00</published><updated>2016-05-04T00:44:04.720-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Selalu Ada Pelangi</title><content type='html'>&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;b&gt;Traveler Istimewa - &lt;/b&gt;Ada yang ingat asal-usul terjadinya pelangi? Bagaimana mungkin seusai hujan yang dimuntahkan awan lantas terbentuk lengkung serupa busur terdiri atas tujuh warna? Tentu ada teori tentang terjadinya pelangi yang berhasil dirumuskan oleh mereka yang pintar. Namun yang kuingat dari cerita masa sekolah mingguku dulu, pelangi timbul pertama kali usai hujan berkepanjangan yang menimpa dunia masa Nabi Nuh. Kala Sang Penguasa memilih untuk membentuk ulang bumi ini dengan memusnahkan seluruh penghuninya, terkecuali orang-orang pilihannya; keluarga Nabi Nuh beserta satwa sepasang dari tiap jenis. Lalu, setelah hari yang ditentukan usai, Tuhan membuat tanda perjanjian bahwa peristiwa serupa itu tak akan terjadi lagi. Dan materai perjanjian itu diwujudkan lewat hal yang indah. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Pelangi.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Maka terciptalah suatu kebiasaan, bahwa sehabis hujan akan muncul sebusur pelangi. Sayangnya, aku tak selalu beruntung. Sering, usai hujan, aku akan terpaku menatapi sudut langit-langit&amp;#8212;ya, seolah-olah langit memiliki sudut saja&amp;#8212;dan berharap akan dapat melihat warna-warna indah itu. Tidak, aku tak selalu menjumpainya. Hingga aku lupa untuk mencarinya, dan terkadang tahu-tahu dia menampakkan dirinya sendiri. Kadang kutatapi dengan takjub, kadang aku memandang sambil lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Hari itu, katakanlah, aku sedang beruntung. Bagaimana tidak, aku dapat mencapai Selebes&lt;a href=&quot;file:///C:/Private2/travelogue/Kenangan%20Perjalanan.doc#_ftn1&quot;&gt;[1]&lt;/a&gt;&amp;#160;hanya dengan tiket penerbangan seharga kurang dari seratus lima puluh ribu rupiah, pulang-pergi! Berkat merespons cepat pada penawaran promo sebuah maskapai penerbangan yang baru membuka rute Jakarta-Makassar, aku mendapatkannya. Cita-citaku untuk menjejak setiap pulau besar di negeri ini terwujud selangkah lagi. Kalimantan sudah terwujud kala mengunjungi Balikpapan di tahun 2012, lalu Sumatra di awal tahun 2013 dengan mengunjungi beberapa kota di Provinsi Sumatra Barat. Dan kini, Juni 2013, Pulau Sulawesi akhirnya kujumpai. Sebuah keberuntungan yang menuju pada keberuntungan lain. Menjumpainya.:)&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Ada beberapa tempat yang kusinggahi kala berada di ibu kota Sulawesi Selatan. Dan salah satunya, adalah Fort Rotterdam. Kawasan bersejarah yang namanya memiliki nuansa negara yang pernah menjajah Indonesia selama tiga setengah abad. Menjumpai bangunan-bangunan tua sebagai salah satu warisan sejarah Kesultanan Gowa, dengan area nan sejuk karena pepohonan yang menaungi. Karena sendiri saja, maka aku memiliki waktu bebasku sendiri di sini. Asyik memotreti bangunan-bangunan yang mengelilingiku, pun mengabadikan tanaman-tanaman yang tertata asri. Saking asyiknya, hingga aku baru menyadari ada tetesan tipis menghampiri ragaku. Hujan. Aku bergegas, berteduh di bawah atap bangunan, di salah satu sudut. Aku melirik jam tangan sambil berharap hujan tak akan terlalu deras dan tidak lama, karena aku memiliki janji bersama beberapa kawan yang akan mengiringi perjalananku selama empat hari ke depan.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Dan sembari menunggu kepastian alam berpihak padaku, mataku mengedari kawasan tua nan terawat ini. Sejarah berkaitan erat dengan kenangan. Faktanya, benteng ini merupakan benteng paling megah di antara tujuh belas benteng yang dimiliki Sultan Gowa pada abad ketujuh belas. Benteng yang dibangun pada tahun 1545 ini pernah hancur karena penyerangan tentara Belanda. Mereka yang menghancurkan, mereka pulalah yang membangunnya kembali. Makanya namanya kemudian menjadi Fort Rotterdam. Pada awalnya, tentu tak begitu. Benteng Jumpandang, demikian nama asli benteng ini kala dibangun pertama kali oleh Kesultanan Gowa.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Selalu ada pengharapan usai keputusasaan. Selalu ada penghiburan usai kedukaan. Dan aku tersenyum kala Tuhan mengabulkan harapku. Hujan berhenti, karena ketika kutengadahkan tanganku untuk memastikan, rintik itu hampir tak terasa. Merasa tak mau menyiakan waktu, aku kembali melangkah, kali ini lebih masuk ke area belakang kawasan yang menjadi kebanggaan warga Makassar ini. Mungkin karena jalanan aspal yang menanjak, atau beban yang ditanggung punggungku karena menyangga ransel besar berukuran lima puluh liter; aku pun mulai terengah. Dengan napas yang tak seprima sebelumnya, aku berhenti, melepas beban itu dan membiarkannya di aspal, lalu kuletakkan tubuhku sendiri di sebuah dudukan. Menengadah dan, Puji Tuhan, sungguh aku beruntung hari ini! Di sana kulihat lengkung warna-warni itu. Meski tidak tebal benar penampakannya, tipis, tapi cukup jelas terlihat. Hei, tak hanya doaku terkabul karena telah sampai di pulau indah ini tanpa merogoh kantong terlalu dalam, juga cuaca yang bersahabat, tetapi bonus yang ada jauh di atas kepalaku ini sungguh membuatku terhibur!&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;&amp;#8220;Sungguhkah? Haa!&amp;#8221;&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Aku bergumam sendiri. Tak mengapa, karena tak ada pengunjung lain di dekatku saat itu. Mataku terus kukedipkan, sekadar memastikan. Namun busur warna-warni itu masih nyata di atas sana.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Sumber &amp;gt;&amp;gt; Net&lt;/p&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt; &lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOsJLVIVq6ZEKDK0GVwQ0yAiKwDnxagpAbES42VHZrh0JKLGwHPm9f3mzooOh34kC5BNFZnqroB9QUO8-VTAMkctealqCLoSW4Oypogv0T1O59hl2Mv6J2VjqJx87AG0imTS9JNaS3baI/s1600/Rainbow-in-Rotterdam.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt; &lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOsJLVIVq6ZEKDK0GVwQ0yAiKwDnxagpAbES42VHZrh0JKLGwHPm9f3mzooOh34kC5BNFZnqroB9QUO8-VTAMkctealqCLoSW4Oypogv0T1O59hl2Mv6J2VjqJx87AG0imTS9JNaS3baI/s640/Rainbow-in-Rotterdam.jpg&quot;&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/3889201281048333855/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/05/selalu-ada-pelangi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/3889201281048333855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/3889201281048333855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/05/selalu-ada-pelangi.html' title='Selalu Ada Pelangi'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOsJLVIVq6ZEKDK0GVwQ0yAiKwDnxagpAbES42VHZrh0JKLGwHPm9f3mzooOh34kC5BNFZnqroB9QUO8-VTAMkctealqCLoSW4Oypogv0T1O59hl2Mv6J2VjqJx87AG0imTS9JNaS3baI/s72-c/Rainbow-in-Rotterdam.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-1209593134480893393</id><published>2016-05-03T20:08:00.001-07:00</published><updated>2016-05-03T20:08:51.349-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Jalan-Jalan, Menulis Lalu di Bayar</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSvcPoccXWnZ3OZ5umxxkSaE6HAw29yEaHirzwbfzfTuaydnPIHzEjg9_gl9rReSafrSa0SHvYQY_l7sZfN3HvNXwphyphenhyphenQTLQyvUJOBg0RRZ_1UcAMKZLqRU06IWRdEEMODAArWtXF8nj0/s1600/travel-writing-520x245.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;299&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSvcPoccXWnZ3OZ5umxxkSaE6HAw29yEaHirzwbfzfTuaydnPIHzEjg9_gl9rReSafrSa0SHvYQY_l7sZfN3HvNXwphyphenhyphenQTLQyvUJOBg0RRZ_1UcAMKZLqRU06IWRdEEMODAArWtXF8nj0/s640/travel-writing-520x245.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Traveler Istimewa -&lt;/b&gt; It sounds like a great idea, right? Dan itu yang terlintas di kepala saya beberapa lama setelah saya menyadari ketertarikan saya terhadap dunia traveling. Lalu apakah saya bisa melakukannya dengan mudah? Ah, pastinya tidak. Saya sempat bertanya kepada kawan saya yang seorang travel writer, bagaimana sih caranya mengirim artikel tentang traveling ? Media cetak mana saja yang sekiranya mau memuat tulisan tentang traveling? Lalu kawan saya ini menuliskan nama beberapa majalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi lagi-lagi tidak semudah itu. Saya masih belum memiliki keberanian untuk mengirimkan hasil tulisan perjalanan saya. Pertama, jam terbang saya dalam bepergian masih tidak banyak. Kedua, foto-foto yang saya miliki juga tampaknya tidak terlalu bagus untuk dimuat di dalam majalah. Ah, saya pikir nanti-nanti sajalah. Jika kesempatan itu datang dan saya siap, saya akan menjemputnya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah Adam dan Susan, pasangan traveler yang menawarkan peluang itu melalui media sosial. Awalnya, saya heran difollow oleh akun twitter @PergiDulu. Ketika melihat hubungan pertemanannya, ternyata mereka adalah follower dari akun @DuaRansel, pasangan traveler yang lebih dulu saya ikuti lini masanya. Karena berkaitan dengan traveling, lalu sayapun memfollow @PergiDulu juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari, mereka menulis lewat akun twitter mereka, kalau mereka mencari orang yang tertarik untuk menulis di web mereka, dan dibayar. Ya benar, dibayar! Sayapun segera menyambar tawaran itu dengan menyatakan kalau saya tertarik! Bagaimana syaratnya? Kata mereka, mereka mencari tulisan tentang traveling di Indonesia, yang tertarik dipersilakan menghubungi via email.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya berpikir, Indonesia? Hm .. Jujur saja, pengalaman saya jalan-jalan di Indonesia yang sekiranya bisa dituliskan sebagai review masih sedikit. Ketika saya mulai ‘serius’ traveling, tujuan pertama saya malah Singapura, lalu Kuala Lumpur, dan Bangkok. Di Indonesia sendiri, saya pernah ke Bali, Bandung, dan beberapa tempat lain, tapi rasanya sudah terlalu lama untuk diulas lagi. Saya mulai agak melupakan tawaran mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hari kemudian, mereka menanyakan via pesan langsung di twitter, apakah saya sudah mengirimkan biodata saya via email? Saya bilang belum, karena saya belum sempat. Padahal aslinya sih saya masih bingung, mau menawarkan tulisan seperti apa kepada mereka?? Di sisi lain, saya nggak mau melewatkan kesempatan ini. Saya lalu teringat, eh, bukannya Mei ini saya berencana pergi ke Balikpapan? Kunjungan pertama saya ke Pulau Kalimantan, bahkan saya sudah memesan tiketnya pulang-pergi. Ah! Saya lantas mengirimkan email kepada mereka, dan mengatakan kalau saya berencana berlibur di Balikpapan selama empat hari. Mungkin saya bisa menuliskan beberapa artikel tentang tempat-tempat yang saya kunjungi di Balikpapan ..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adam dengan baiknya menjelaskan kepada saya, kesepakatan-kesepakatan yang akan terjalin di antara kami kalau saya setuju menulis untuk PergiDulu.com. Dia juga memberitahu saya nominal yang saya terima tiap artikel. Singkat cerita, saya menyetujuinya. Dan melalui balas berbalas email, terjadilah kesepakatan saya menulis untuk mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepulang saya dari Balikpapan, beberapa hari setelahnya saya segera menyusun outline. Dari outline yang saya buat itu, ada sepuluh cerita yang saya ajukan. Tapi dalam perkembangannya, hanya enam cerita yang tereksekusi. Saya beruntung mengenal pasangan yang melangsungkan pernikahan di Pulau Dewata ini. Selain baik, mereka juga sabar. Saat memberikan artikel pertama, mereka memberikan input untuk tulisan saya, hal-hal apa yang perlu diperbaiki, ditambah, atau dieliminir. Mereka juga sabar mengingatkan ketika saya mulai ‘menghilang’. Maklum saja, secara saya bukan murni seorang penulis dan sebagai pekerja kantoran, saya tidak dapat lancar menulis secara mingguan. Kadang-kadang malah ketika sudah dipanggil-panggil oleh Adam, inspirasi itu datang begitu saja saat jam kantor, dan saya mulai menulis, haha –tentunya saat tidak ada kerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sementara saya cukup puas dengan enam tulisan saya yang dipublikasikan di PergiDulu.com. Saya rasa review yang saya tulis tentang tempat-tempat di Balikpapan sudah cukup informatif. Tapi untuk menyebut diri saya sebagai seorang travel writer, masih jauuuh jalannya, hahaa. Masih banyak yang harus diperbaiki dan dikembangkan dalam tulisan saya. Saya juga bersyukur punya teman yang mau memberikan waktunya untuk membaca dan mengedit tulisan saya. Saya ingat, saat menerima beberapa artikel awal, Lia -teman yang juga seorang penulis, banyak memberi komentar dan editan di sana sini. Kalimat saya terlalu panjang lah, ada penggunaan kata yang tidak tepat lah, tapi masukan-masukan ini benar-benar berguna. Namun sekitar tiga artikel terakhir, dia sudah tidak banyak berkomentar karena menurutnya sudah baik. Yippieee!! Inilah hal yang saya sukai saat saya memperoleh tawaran menulis untuk pihak lain: Ada orang lain yang menilai kelayakan tulisan saya untuk dibaca publik. Buat saya hal itu lebih berharga nilainya dibandingkan nominal uang yang saya terima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, untuk kamu yang menyukai traveling dan juga menulis, mulailah mencoba untuk menulis perjalananmu. Pertama-tama, tuangkan di blog pribadi – seperti yang sudah saya lakukan. Selanjutnya, mulai awas dengan setiap kesempatan yang datang. Ketika kamu sudah terbiasa menulis dan kesempatan untuk menulis bagi pihak lain itu datang, setidaknya kamu sudah setengah siap. Tinggal menyiapkan diri untuk berkomitmen menulis lebih rutin, dan bersedia dikritik untuk setiap tulisan yang diajukan. Dan apalagi kalau dapat bonus berupa uang, lebih senang lagi bukan? Saya ingat beberapa hari lalu, Adam memberitahu saya tentang proses pembayaran, lalu Susan mentransfer sejumlah uang sesuai jumlah artikel yang saya kirim. Tanggal tua, dapat bayaran di luar pendapatan utama. Menyenangkan, bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Happy traveling and… happy writing!! ^^&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber Artikel &amp;gt;&amp;gt; &amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://travelerwannabe04.blogspot.co.id/&quot;&gt;http://travelerwannabe04.blogspot.co.id/&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/1209593134480893393/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/05/jalan-jalan-menulis-lalu-di-bayar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/1209593134480893393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/1209593134480893393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/05/jalan-jalan-menulis-lalu-di-bayar.html' title='Jalan-Jalan, Menulis Lalu di Bayar'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSvcPoccXWnZ3OZ5umxxkSaE6HAw29yEaHirzwbfzfTuaydnPIHzEjg9_gl9rReSafrSa0SHvYQY_l7sZfN3HvNXwphyphenhyphenQTLQyvUJOBg0RRZ_1UcAMKZLqRU06IWRdEEMODAArWtXF8nj0/s72-c/travel-writing-520x245.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-8150570392337175182</id><published>2016-04-28T20:49:00.001-07:00</published><updated>2016-04-28T20:49:33.695-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel Pendakian"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Pendakian Gunung"/><title type='text'>Sejarah Pendakian Gunung</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgey0NdE5xcJhbrxjATsgmOEe2mG_EQe3ZFhItLOGvzCJE44XRECeBvjqA2oq3dTqhD9Mqp1Mliu-U5y0UVBfOgsRU42N6UukS9wFFAPKjE2WCsZWECUvumsmma1A_74mch4zJUtPHm05U/s1600/gambar-naik-gunung-mendaki-gunung.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;448&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgey0NdE5xcJhbrxjATsgmOEe2mG_EQe3ZFhItLOGvzCJE44XRECeBvjqA2oq3dTqhD9Mqp1Mliu-U5y0UVBfOgsRU42N6UukS9wFFAPKjE2WCsZWECUvumsmma1A_74mch4zJUtPHm05U/s640/gambar-naik-gunung-mendaki-gunung.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Foto : Sumber&amp;nbsp;kumpulan-artikel-olahraga.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Traveler Istimewa -&lt;/b&gt; Meneliti kembali sejarah pendakian gunung akan kembali membuka berbagai catatan yang tidak cukup jelas, hal ini haruslah dimaklumi, karena kegiatan ini telah dimulai manusia dimana saat itu teknologi tidaklah seperti yang terlihat saat ini. Oleh karenanya banyak tulisan tentang para pelaku sejarah pendakian gunung hanya berupa catatan kecil dan banyak penulis hanya mereka-reka tentang apa yang sebenarnya dipikirkan oleh mereka dalam tujuannya menggapai tempat tertinggi di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Because it is there” jika boleh meminjam kutipan kata dari sang legendaris George Mallory ketika ditanya alasannya mengapa mendaki gunung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah menggapai tempat tertinggi telah mengispirasi kegiatan pembangunan manusia selanjutnya, seperti pembangunan altar untuk roh, menyaksikan pemandangan sebuah kota dari puncak bangunan atau juga membangun menara yang berhubungan dengan pengamatan cuaca dan geologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, pendakian gunung merupakan bagian dari olahraga, hobi bahkan telah menjadi sebuah profesi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegiatan pendakian gunung membutuhkan kekuatan fisik dan mental, hingga persiapan logistik yang baik untuk bisa berhasil. Selain sebagai kegiatan yang kian diminati, saat ini pendakian gunung juga memberikan kontribusi pada berbagai kegiatan ilmiah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah beberapa catatan penting dalam sejarah pendakian gunung :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;1874 - Grove, Gardiner, Walker, Sottajev dan Knubel mencapai puncak gunung tertinggi di Eropa: Elbrus.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;1913 - Karstens, Harper, Tatum dan Stuck mencapai puncak gunung tertinggi di Amerika Utara: Gunung McKinley (Gunung Denali).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;1953 - Norgay dan Hillary mencapai puncak gunung tertinggi di dunia: Mount Everest di Nepal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;1985 - Dick Bass mencapai Mount Everest dan menjadi orang pertama yang mencapai seluruh Seven Summits.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak semua orang dilahirkan untuk daerah yang keras seperti gunung. Namun hal ini bukan berarti kita tidak dapat melakukan petualangan didaerah keras seperti gunung. Untuk dapat melakukannya kita harus melatih dengan baik dan terus melakukan hingga memiliki berbagai pengalaman yang cukup. Peralatan yang paling mahal tidak akan memberikan kompensasi, jadi pastikan kita terus membangun pengalaman pendakian kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hiking, merupakan komponen yang lebih lembut dari pendakian gunung (Mountaineering), karena murni berjalan di jalur-jalur yang jelas di gunung dengan tujuan menjelajahi dan menikmati alam. Yang bisa didapatkan dari hal seperti ini adalah keakraban dengan alam dan tidak perlu dilakukan dengan tergesa-gesa bahkan banyak kegiatan bisa dilakukan di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istilah &quot;Hiking&quot; digunakan oleh semua negara-negara berbahasa Inggris, namu di berbagai Negara menggunakan istilah yang lain. Australia, misalnya, menggunakan istilah &quot; bushwalking&quot; sementara Inggris menyebutnya &quot;Walking.&quot; Sementara mendaki lebih dari satu malam disebut &quot;Backpacking&quot; sementara itu di Selandia Baru menyebutnya sebagai &quot;Tramping.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, kegiatan pendakian gunung telah menjadi industri penghasil uang yang cukup besar. Banyak website menawarkan berbagai aktifitas kegiatan dan menawarkan demikian banyak peralatan dan kebutuhan para penggiatnya. Kegiatan ini akan terus berkembang dan saat ini popularitasnya terus meningkat. Tentu saja ini semua akan berimbas pada terciptanya catatan-catatan sejarah baru dalam dunia pendakian gunung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber &amp;gt;&amp;gt; http://felistigris.ucoz.net/publ/sejarah_pendakian_gunung/1-1-0-3</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/8150570392337175182/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/04/sejarah-pendakian-gunung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/8150570392337175182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/8150570392337175182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/04/sejarah-pendakian-gunung.html' title='Sejarah Pendakian Gunung'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgey0NdE5xcJhbrxjATsgmOEe2mG_EQe3ZFhItLOGvzCJE44XRECeBvjqA2oq3dTqhD9Mqp1Mliu-U5y0UVBfOgsRU42N6UukS9wFFAPKjE2WCsZWECUvumsmma1A_74mch4zJUtPHm05U/s72-c/gambar-naik-gunung-mendaki-gunung.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-1766648870108578768</id><published>2016-04-28T20:18:00.000-07:00</published><updated>2016-04-28T20:18:19.626-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Gunung"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Purwakarta"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Gunung"/><title type='text'>Mitos, Legenda dan Sejarah yang Hilang Gunung Parang Purwakarta</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvvAIBSUv5pJ_2aaNioEsXYA31exHDbmge88GIszFNPdKV7GHLU5G35DqQdwvGXoL3USLRcEbIA5xWeJqz6usKmWB_SsxkWtDIcy3xzYcsYZDa411REQHQMbQEN5xcH_I6c2woJEvs4jg/s1600/parang.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvvAIBSUv5pJ_2aaNioEsXYA31exHDbmge88GIszFNPdKV7GHLU5G35DqQdwvGXoL3USLRcEbIA5xWeJqz6usKmWB_SsxkWtDIcy3xzYcsYZDa411REQHQMbQEN5xcH_I6c2woJEvs4jg/s640/parang.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Foto : Sumber&amp;nbsp;www.kitasatu.com&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Traveler Istimewa -&lt;/b&gt; Gunung Parang yang terletak di wilayah kabupaten Purwakarta, Jawa barat, adalah gugusan pegunungan batuan andesit purba yang terjadi dari sebuah intrusi, yaitu magma (bahan gunung api) yang menerobos menuju ke permukaan, namun membeku sebelum muncul ke permukaan untuk menjadi gunung api. Sejalan dengan waktu, tanah di atas intrusi ini tererosi dan akhirnya memunculkan gunung. Sejauh ini masih belum ada penelitian resmi ataupun tidak resmi yang mendalam Gunung Parang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunung Parang sendiri memiliki ketinggian total 963 meter dari permukaan laut, dengan diapit oleh dua bendungan terbesar di Indonesia yaitu Jatiluhur dan Cirata. Secara administrasi Gunung Parang terletak di Kecamatan Tegalwaru dan menjadi perbatasan antara dua desa yaitu Desa Sukamulya dan Desa Pasanggrahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mitos dan Legenda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfQSBwpY3cGdfHr1OqM-_47DGeTHt6xMZfBKKb2W082K1W9JFE8F2sdVCydiz1B1DCgReZ9AkMwTEM3zsUs0XaEHk2-Ou6zwJDhWDjIyBBMJT8SV6jlONQx4m60YksPkDKAYY00rsOyG8/s1600/212628_gunung-parang-di-purwakarta_663_382.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;368&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfQSBwpY3cGdfHr1OqM-_47DGeTHt6xMZfBKKb2W082K1W9JFE8F2sdVCydiz1B1DCgReZ9AkMwTEM3zsUs0XaEHk2-Ou6zwJDhWDjIyBBMJT8SV6jlONQx4m60YksPkDKAYY00rsOyG8/s640/212628_gunung-parang-di-purwakarta_663_382.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;Foto : Sumber&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #7d7d7d; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #f1f1f1; line-height: 16px;&quot;&gt;&lt;i&gt;log.viva.co.id&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;irc_ho&quot; dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;background-color: #f1f1f1; color: #7d7d7d; cursor: pointer; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; line-height: 16px; margin-right: -2px; overflow: hidden; padding-right: 2px; text-decoration: none; text-overflow: ellipsis;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
Gunung Parang dikenal oleh masyarakat Karawang dan sekitarnya adalah Gunung Barang, entah dari mana mereka memperoleh julukan ini. Di runut dari cerita yang melegenda, bahwa jika ingin memperoleh kekayaan dan kemakmuran, datanglah ke Gunung Parang (aka. Gunung Barang).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat inipun dibalik keindahan Gunung Parang, masih tersimpan beberapa mitos dan legenda yang beredar di Gunung Parang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa legenda yang beredar di masyarakat antara lain; Nyai Ronggeng, Ki Pat Tinggi, Ki Jonggrang dan Mbah Jambrong, dan beberapa lainnya. Masing-masing legenda tersebut saling terkait dan akhirnya berujung pada Kerajaan Padjajaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah menjadi hal yang wajar jika masyarakat sekitar masih mempercayai hal-hal di luar nalar yang terjadi seperti teluh (santet), pesugihan, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih diperlukan pendalaman sejarah dan budaya, karena biasanya di balik sebuah legenda, ada sebuah kearifan adi luhung dari nenek moyang sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sejarah yang hilang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmwqJbusyeteDjOqOS2DDD6HbPmzn73LzIHV11jPhdvFQ-djjoE5FCz9Kerd0yUBBUJ7AtwiIFbtdtv5iESe2CCW4SomebrNGnDRce_I4EbkO_MPC5F6LB0FW9GVth2InXOJTdmMIOX3Y/s1600/1312344MiftahGunungParang01780x390.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmwqJbusyeteDjOqOS2DDD6HbPmzn73LzIHV11jPhdvFQ-djjoE5FCz9Kerd0yUBBUJ7AtwiIFbtdtv5iESe2CCW4SomebrNGnDRce_I4EbkO_MPC5F6LB0FW9GVth2InXOJTdmMIOX3Y/s640/1312344MiftahGunungParang01780x390.JPG&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;Foto : Sumber&amp;nbsp;video.kompas.com&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
Dari segi budaya, masyarakat yang tinggal sekitar didominasi oleh kultur budaya Sunda. Sejalan dengan perkembangan zaman yang ditandai oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, masyarakat banyak dipengaruhi oleh budaya dari luar. Namun demikian, budaya masyarakat pada dasarnya tetap bernuansa Sunda dan nilai-nilai agama, terutama agama Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dirunut dari asal usul nenek moyang, kebanyakan berasal dari wilayah Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. Namun hal ini masih perlu penelitian lebih jauh tentang asal usul masyarakat yang pertama kali mendiami lingkar gunung ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sisi budaya, banyak masyarakat terutama generasi muda yang sudah tidak mengenal adat dan budaya sunda yang menjadi dasar kehidupan mereka saat ini. Ini bisa dimaklumi, karena kakek nenek bahkan orangtua mereka tidak menurunkan atau mengajarkan adat dan budaya secara langsung kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dari sisi bahasa pun, masing-masing kampung di lingkar Gunung Parang memiliki aksen bahasa sunda yang berbeda satu sama lain, meski hanya terpisah 2-3 km jaraknya. Begitu pula dengan karakter dan kehidupan dimasing-masing kampung yang memiliki keunikan dan menambah kekayaan budaya di lingkar Gunung Parang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber &amp;gt;&amp;gt; &lt;a href=&quot;http://badegaparang.blogspot.co.id/2015/09/gunung-parang-selintas-pandang.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Badega Gunung Parang&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/1766648870108578768/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/04/mitos-legenda-dan-sejarah-yang-hilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/1766648870108578768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/1766648870108578768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/04/mitos-legenda-dan-sejarah-yang-hilang.html' title='Mitos, Legenda dan Sejarah yang Hilang Gunung Parang Purwakarta'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvvAIBSUv5pJ_2aaNioEsXYA31exHDbmge88GIszFNPdKV7GHLU5G35DqQdwvGXoL3USLRcEbIA5xWeJqz6usKmWB_SsxkWtDIcy3xzYcsYZDa411REQHQMbQEN5xcH_I6c2woJEvs4jg/s72-c/parang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-6300432053213779513</id><published>2016-04-28T18:53:00.003-07:00</published><updated>2016-04-28T18:58:05.599-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Gunung"/><title type='text'>Sejarah Gunung Ciremai</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijcYYn4rVmu7mHMvlCiPQGeE8jmcEA_shGT3yUOpKLn8TrSfxlYjaoT5WfQ4kJ2b7ayzwIgdwADlg3e4UyRgploP1325tnwI2r_9XJBPtT3Iw1nD8KQexyV3UxE0zKKMcT5KlkmbNv9ZY/s1600/gunungcerme.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;332&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijcYYn4rVmu7mHMvlCiPQGeE8jmcEA_shGT3yUOpKLn8TrSfxlYjaoT5WfQ4kJ2b7ayzwIgdwADlg3e4UyRgploP1325tnwI2r_9XJBPtT3Iw1nD8KQexyV3UxE0zKKMcT5KlkmbNv9ZY/s640/gunungcerme.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Traveler Istimewa -&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; Legenda gunung cermai Secara singkatnya,konon Walisongo melakukan perjalanan mendaki gunung Ciremai dan di pandu oleh kakeknya Sunan Gunung Jati. Pendakian di mulai dari desa Linggarjati, dan Pos Cibunar adalah tempat pertama rombongan Walisongo berkemah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Medan pendakian lewat jalur ini memang terkenal paling sulit di banding dengan jalur-jaluir lain seperti Palutungan maupun Majalengka. Sampai-sampai kakeknya Sunan Gunung Jati kelelahan (mungkin karena pengaruh usia) pas di pertengahan gunung.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Kakeknya Sunan gunung Jati akhirnya memutuskan untuk tidak meneruskan pendakiannya,dan memilih beristirahat,dan mempersilahkan rombongan Walisongo untuk meneruskan pendakian dengan di temani oleh empat orang pengawalnya sang kakek.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Kakeknya Sunan Gunung Jati memilih istirahat sembari duduk bersila di atas batu besar. Batu inilah yang sekarang di kenal dengan sebutan Batu Lingga. Karena saking lamanya duduk untuk berkhalwat, sampai-sampai batu tempat duduk ini meninggalkan bekas dan berbentuk daun waru atau jantung.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Kakeknya Sunan Gunung Jati sampai lama di tengah gunung Ciremai karena sampai Walisongo sudah turun,Sang Kakek tidak mau ikut turun di karenakan malu. Karenanya ada yang menyebutnya sebagai Satria Kawirangan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Di atasnya sedikit dari Pos Batu Lingga ada pos Sangga Buana. Kalau di perhatikan di pos Sangga Buana ini,pohon-pohonnya ada yang unik. Yakni pucuknya meliuk ke arah bawah semua.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Konon, para pengawalnya Sang Kakek yang mestinya menemani Walisango ternyata juga tidak kuat meneruskan pendakian. Akhirnya mereka sepakat untuk mengikuti jejak Sang Kakek. Dan sebagai penghormatan kepada Sang Kakek,mereka membungkukkan badannya kebawah ke arah sang Kakek beristirahat.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Para pengawal ini atas kuasa Allah berubah menjadi pepohonan yang pucuk-pucuknya meliuk kebawah. Sampailah rombongan Walisongo di bawah puncak 1 ciremai bertepatan dengan waktu sholat ashar tiba. Walisongo pun menunaikan sholat jamaah asar di bawah puncak satu. Usai sholat asar rombongan Walisongo memutuskan untuk istirahat dan makan bersama. Namun ketika akan mulai memasak,ternyata semua persediaan laukpauk dan bumbu-bumbunya sudah habis. Cuma ada garam dapur saja yang tersisa seadanya, yang penting ada yang di makan,walaupun cuma nasi putih campur garam tetap enak dan bisa untuk menambah tenaga baru. Karena hal inilah puncak II Ciremai di namakan sebagai Puncak Pengasinan. Karenan cuma makan nasi sama garam yang asin rasanya.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Perjalanan Walisongopun di lanjutkan sampai ke puncak 1. Dan untuk menghormati Kakeknya Sunan Gunung Jati,Walisaongo berdoa minta petunjuk kepada Allah bagaimana cara penghormatan untuk orang sudah bersusah payah ikut memandu pendakian ini.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Dengan Izin dan Kuasa Allah SWT, puncak tempat Walisongo berdiri amblas kedalam sampai kedalamannya sejajar dengan tempat Kakeknya Sunan Gunung Jati beristirahat di Batu Lingga.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Karenanya kawah Ciremai memang exotis namun menyeramkan jika di banding dengan dengan kawah-kawah gunung lainnya. Hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui semua kebenaran cerita ini.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Kisah ini pernah diceritakan oleh Mbah Saman,pemilik warung makan dan penginapan di jalur pendakian Linggar Jati. Tepatnya kurang lebih 100 meter setelah Pos pendaftaran.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Satu pesan dari Mbah Saman yang selalu kami &amp;nbsp;ingat-ingat. Kalau mau mendaki gunung dengan selamat, jangan melakukan pendakian dari belakang gunung. Lakukanlah pendakian dari depan sebagai mana sopan santun kita terhadap orang tua. Bagian depan gunung ialah apabila dilihat gunung itu berbentuk kerucut atau segi tiga...&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Sosok Gunung Ciremai, atau sering juga disebut Cerme, memang bagaikan sesosok raksasa yang berdiri menjulang di tengah-tengah dataran rendah kawasan pantai utara Jawa Barat bagian timur. Tingginya yang mencapai 3.078 meter di atas permukaan laut (m dpl) atau 2.578 meter di atas Kota Kuningan membuatnya menjadi gunung tertinggi di seantero Jawa Barat dan Banten. Gunung Ciremai dikategorikan sebagai gunung api kuarter Tipe A berbentuk strato yang masih berstatus aktif. Status aktif Tipe A yang dimilikinya, membuat Ciremai adalah satu dari 80 gunung api sejenis yang tersebar di seluruh Indonesia dan satu di antara gunung api teraktif di Pulau Jawa. Ciremai juga termasuk dalam ratusan gunung api yang membentuk cincin api (ring of fire), yaitu rangkaian gunung api aktif yang berbentuk seperti rantai cincin mengelilingi Samudra Pasifik.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Namun, jika dibanding gunung-gunung api aktif lainnya di Jawa dan Indonesia, Ciremai termasuk memiliki tabiat yang paling “kalem” dan “ramah”, karena sejak letusan pertama yang tercatat dalam sejarah pada tahun 1698 lalu, gunung tersebut tidak pernah mengeluarkan kekuatan yang terlalu berlebihan sehingga menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa manusia.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Menurut Data Dasar Gunung Api di Indonesia yang dimiliki Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG), selama kurun waktu 400 tahun terakhir, Gunung Ciremai hanya meletus sebanyak tujuh kali, tanpa data pasti jumlah korban jiwa yang ditimbulkan. Bandingkan dengan Gunung Merapi di Jawa Tengah yang telah meletus 28 kali hanya dalam kurun waktu 130 tahun dan menewaskan ribuan jiwa. Letusan pertama Gunung Ciremai tercatat terjadi pada 3 Februari 1698. Pada waktu itu, digambarkan sebuah gunung besar di Cirebon telah roboh dan menyebabkan permukaan air di sungai-sungai mendadak naik sehingga menyebabkan korban jiwa, tanpa data jumlah korban yang jelas.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Letusan itu disusul letusan kecil pada 11-12 Agustus 1772, 1775, dan April 1805. Ketiganya tanpa menimbulkan jatuhnya korban jiwa atau kerusakan yang berarti. Tahun 1917 terjadi semburan uap belerang di dinding selatan gunung yang dikategorikan dalam letusan, kemudian pada September 1924 terjadi tembusan fumarola kuat di bagian barat kawah dan dinding pemisah kawah. Letusan besar terakhir tercatat pada periode 24 Juni 1937– 7 Januari 1938, berupa letusan preatik dari kawah pusat dan celah-celah radial di dalam perut gunung. Meski tidak jatuh korban jiwa maupun kerusakan berat, tetapi abu vulkanik yang dimuntahkan gunung tersebut tercatat jatuh tersebar di kawasan seluas 52.500 kilometer persegi.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Padahal, bagaimanapun juga, harus tetap disadari bahwa Gunung Ciremai adalah gunung berapi aktif. Bahkan, DVMBG hingga saat ini masih menetapkan sedikitnya tiga daerah kawasan rawan bencana (KRB) dengan tingkat-tingkat risiko masing-masing. KRB I atau Daerah Bahaya adalah daerah dengan radius 5 kilometer dari pusat kawah gunung yang kemungkinan bakal diterjang lahar panas maupun dingin, awan panas, dan jatuhan piroklastik berat, seperti batu-batuan dan bongkahan mineral dari perut gunung pada waktu meletus. Daerah ini meliputi luas wilayah sekitar 145,3 km persegi.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
KRB II atau Daerah Waspada adalah daerah dengan radius 8 km dari kawah gunung dan merupakan daerah berisiko terkena lontaran material piroklastik dari dalam kawah dan rawan diterjang lahar hujan atau lahar dingin. Daerah Waspada ini meliputi luas wilayah sebesar 187,8 km persegi.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Kawasan Gunung Ciremai merupakan kawasan Hutan Lindung/Tutupan yang ditunjuk oleh Pemerintah Hindia Belanda dan disahkan pada tanggal 28 Mei 1941 dengan fungsi utama pengaturan tata air, pencegah erosi, sedimentasi, longsor, banjir dan bencana alam akibat letusan gunung merapi, menjaga kesuburan tanah areal di bawahnya dan kelestarian flora dan fauna di dalam ekosistemnya.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Seiring dengan perkembangan periode pengelolaan hutan di Indonesia, pada tanggal 10 Maret 1978, Kawasan Hutan Gunung Ciremai telah ditunjuk menjadi hutan produksi wilayah kerja unit produksi (Unit III) Perum Perhutani dengan SK Menteri Pertanian Nomor 143/Kpts/Um/3/1978. Dengan perubahan status kawasan menjadi hutan produksi menyebabkan terganggunya fungsi utama kawasan Gunung Ciremai karena terdapat pengelolaan tanah secara intensif dan penebangan hutan alam yang diganti dengan pohon pinus sehingga mengurangi habitat tumbuhan dan satwa liar. Pada tanggal 4 Juli 2003 Kawasan Hutan Gunung Ciremai yang dikelola Perum Perhutani berubah status menjadi Hutan Lindung Berdasarkan Surat Keputusan Menteri No. 195/Kpts-II/2003.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Usulan Bupati Kabupaten Kuningan dan Majalengka yang disetujui DPRD mendapat respon yang positif sehingga berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 424/Menhut-II/2004Tanggal 19 Oktober 2004, Perubahan Fungsi Hutan Lindung Pada Kelompok Hutan Gunung Ciremai Seluas + 15.500 ha Terletak di Kabupaten Kuningan Dan Majalengka, rovinsi Jawa Barat Menjadi Taman Nasional dan kemudian di kelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Ciremai sejak akhir tahun 2006.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Sumber &amp;gt;&amp;gt;&amp;nbsp;http://kuningancommunity.blogspot.co.id/2011/11/sejarah-gunung-ciremai.html&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/6300432053213779513/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/04/sejarah-gunung-ciremai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/6300432053213779513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/6300432053213779513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/04/sejarah-gunung-ciremai.html' title='Sejarah Gunung Ciremai'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijcYYn4rVmu7mHMvlCiPQGeE8jmcEA_shGT3yUOpKLn8TrSfxlYjaoT5WfQ4kJ2b7ayzwIgdwADlg3e4UyRgploP1325tnwI2r_9XJBPtT3Iw1nD8KQexyV3UxE0zKKMcT5KlkmbNv9ZY/s72-c/gunungcerme.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-7402530613780179647</id><published>2016-04-07T09:44:00.001-07:00</published><updated>2016-04-07T09:48:02.153-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hammock"/><title type='text'>Cara Memasang Hammock</title><content type='html'>&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;b&gt;Traveler Istimewa&lt;/b&gt; - Bagi anda yang baru mengenal hammock atau baru membeli hammock dan tak tau cara memasangkannya, ini dia sedikit penjelasan cara memasang hammock...&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Ada beberapa hal yang perlu sobat perhatikan, yaitu&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Jarak Pohon&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Usahakan terdapat minimal 2 pohon sebagai pengkait webbing hammock. Kalau cuma 1 pohon biasanya dipakai untuk bunuh diri. Jarak pohon satu dengan yang lainnya sekitar 3 meter atau sesuaikan dengan panjang hammock yang akan dipasang, hal ini demi kenyamanan sobat tiduran di hammock.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Kondisi Hammock&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Sebelum memasang hammock lebih baik cek kondisi hammock sobat terlebih dahulu. Pastikan tidak ada lubang di kain hammock sobat, biasanya kain hammock berlubang karena terkena rokok. Selain itu cek webbing hammock sobat, biasanya webbing akan rusak karena terkena gesekan pohon. Apabila sudah tidak memungkinkan bisa sobat potong, kalau perlu beli yang baru lagi. Cek tali prusik, jika hammock sobat memakai suspensi ini. Cek quicklink, ring O, karabiner, dll (alat yang menghubungkan prusik dengan webbing). Jika kondisinya sudah bahaya mending ganti hammock saja yang merknya Elve Good Life Hammock.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Memasang TALI&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Ini hal yang paling penting. Jika hammock sobat sudah terpasang, lebih baik sobat cek terlebih dahulu apakah kencang atau tidak hammock yang sudah sobat pasang sebelum menaikinya. Banyak cara menali hammock agar kencang dan aman, sobat bisa cari di google.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Sumber : Net&lt;/p&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt; &lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCS2puMaBDIJaVB9kzy4LxvjVTe3ljZ0EhU20ExqOQ-6-wsDj8A_tuPqz9toy3kE6weq2hHSMulbI1qxk3KkOq-kewJcNy0Dta7upoLbufYKAr4AsVO0Q79brtVH2x0f9aR3cCK6EhgXA/s1600/images-1.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt; &lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCS2puMaBDIJaVB9kzy4LxvjVTe3ljZ0EhU20ExqOQ-6-wsDj8A_tuPqz9toy3kE6weq2hHSMulbI1qxk3KkOq-kewJcNy0Dta7upoLbufYKAr4AsVO0Q79brtVH2x0f9aR3cCK6EhgXA/s640/images-1.jpeg&quot;&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/7402530613780179647/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/04/cara-memasang-hammock.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/7402530613780179647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/7402530613780179647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/04/cara-memasang-hammock.html' title='Cara Memasang Hammock'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCS2puMaBDIJaVB9kzy4LxvjVTe3ljZ0EhU20ExqOQ-6-wsDj8A_tuPqz9toy3kE6weq2hHSMulbI1qxk3KkOq-kewJcNy0Dta7upoLbufYKAr4AsVO0Q79brtVH2x0f9aR3cCK6EhgXA/s72-c/images-1.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-6772782465764839573</id><published>2016-03-24T22:59:00.000-07:00</published><updated>2016-03-24T23:00:11.735-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Gunung"/><title type='text'>MISTERI DI BALIK KEINDAHAN GUNUNG CIREMAI</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuoRxFSt99xUC8RhF7Z3BBfF2r-PgZqSBs5g3a2jYhOpZ8RBHO7lSxB4PrbEaZ__VibO3phLH9SQJ4EpFevCp41WE4z1H6QhNBrN-0z1r2wASdmpQUI1p80PJNupd5c5wval0ph0qNLEA/s1600/Gunung_Ciremai_20140303_144012.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;184&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuoRxFSt99xUC8RhF7Z3BBfF2r-PgZqSBs5g3a2jYhOpZ8RBHO7lSxB4PrbEaZ__VibO3phLH9SQJ4EpFevCp41WE4z1H6QhNBrN-0z1r2wASdmpQUI1p80PJNupd5c5wval0ph0qNLEA/s320/Gunung_Ciremai_20140303_144012.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gunung Ciremai, Jawa Barat, Istimewa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Traveler Istimewa &lt;/b&gt;- Gunung Ciremai di Jawa Barat ini mempunyai nuansa mistik yang sangat kuat. Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat. Tingginya mencapai 3.078 m di atas permukaan laut (dpl). Ketika berada di puncak Gunung Ciremai, Anda akan disuguhkan pemandangan spektakuler Kota Majalengka, Bandung, dan Laut Jawa. Keindahan tersebut sama sekali berbanding terbalik dengan cerita misteri Gunung Ciremai yang beredar di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, bagi sebagian masyarakat Kuningan dan sekitarnya, Gunung Ciremai diyakini sebagai asal muasal nenek moyang orang Jawa Barat. Keyakinan ini semakin kuat ketika para ahli arkeolog menemukan beberapa perkakas dari Zaman Batu Besar (Megalithikum) yang ditaksir berusia sekitar 3.000 tahun SM. Gunung Ciremai menjulang membelah beberapa kabupaten karena bentuk undakkannya. Gunung Ciremai berada di antara dua kabupaten yaitu Kuningan sebelah timur dan Majalengka sebelah barat. Jika Anda tertarik mendakinya, puncak Ciremai bisa dicapai melalui tiga jalur. Yaitu jalur pendakian Palutungan dari arah selatan, Majalengka dari arah barat, dan Linggarjati dari arah timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Ciremai memiliki jalan pendakian yang berkelok. Pintar-pintar memilih jalur pada Gunung Ciremai ini menjadi hal yang harus diperhatikan. Pilihlah jalur yang aman, yaitu jalur Palutungan atau Majalengka. Jangan dari Linggarjati, karena jalur ini terkenal terjal dan curam dengan sudut kemiringan antara 70 sampai 80 derajat. Apalagi bagi Anda yang masih amatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tikungan tajam yang dimiliki jalur menuju Gunung Ciremai ini semakin menambah kental kesan misteri Gunung Ciremai itu sendiri. Jalur Linggarjati tak hanya menguras tenaga, pendakinya rentan mengalami mountsickness (penyakit gunung). Ditandai dengan gejala mual, pusing, sedikit ngilu pada persendian, disertai halusinasi dan mengigau. Jalur ini mungkin justru akan menantang adrenalin Anda. Terutama bagi Anda yang memang menantikan bagaimana sensasi menyeramkan dari Gunung Ciremai tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEji-y-MAvoKjOEpC0PmWs5z2-6OScbP0nHy53VbNfpfhq7SS8UlgUmcPYB6gEmOs1TGoc5eGMIjLGM0De8uULlRWSFnDawaoYlW5ZxW5xnFGcBXvE9XlMoSHEHlQNWnTv8n_tRFz8ZLIsY/s1600/ciremai.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;248&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEji-y-MAvoKjOEpC0PmWs5z2-6OScbP0nHy53VbNfpfhq7SS8UlgUmcPYB6gEmOs1TGoc5eGMIjLGM0De8uULlRWSFnDawaoYlW5ZxW5xnFGcBXvE9XlMoSHEHlQNWnTv8n_tRFz8ZLIsY/s320/ciremai.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jalur Menuju Puncak Gunung Ciremai, Istimewa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ditilik dari kriteria ketinggiannya, Gunung Ciremai memang tidak terlalu tinggi. Bandingkan dengan Gunung Semeru (3.676 m), Gunung Slamet (3.432 m), atau Gunung Arjuna (3.339 m). Ketinggian Gunung Ciremai di antara tiga gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, memang tidak ada apa-apanya. Tetapi misteri Gunung Ciremai layak untuk diperhitungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketinggian Gunung Ciremai yang sebenarnya tidak terlalu tinggi itu tidak mengurangi minat para pendaki untuk menaklukkannya. Gunung Ciremai dinilai sebagai salah satu gunung paling sukar di tanah Jawa. Gunung maut. Karena untuk mencapai puncaknya, butuh waktu dan tenaga ekstra. Belum lagi dengan kondisi alam yang tergolong berbahaya. Kehati-hatian menjadi syarat utama. Jika ceroboh, nyawa taruhannya. Hal itu seperti menjadi warna tersendiri dalam cerita misteri Gunung Ciremai Jika kita memulai pendakian dari Linggarjati, perjalanan akan dimulai dari ketinggian sekitar 750 mdpl. Akibatnya, waktu tempuh untuk mencapai puncak menjadi cukup lama. Rata-rata 12 sampai 16 jam perjalanan. Dan di antara semua gunung yang ada di Jawa, hanya Gunung Ciremai yang memulai pendakian dari ketinggian seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk akal jika tantangan alam seperti ini yang menyebabkan banyak pendaki meninggal dunia. Karena kelelahan, minim atau habisnya persediaan makanan, hingga tersesat dari jalur pendakian. Cerita hilangnya nyawa pendaki di Gunung Ciremai itu semakin menambah cerita tentang misteri Gunung tertinggi di Jawa Barat yang terkesan mencekam itu. Gunung Ciremai dengan jalur mautnya dan seringnya jatuh korban dari para pendaki, ternyata menimbulkan berbagai cerita rakyat. Salah satunya, beberapa kawasan di Gunung Ciremai diceritakan memiliki aura mistik yang kental. Lahirnya cerita misteri Gunung Ciremai pun tidak bisa dihindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kawasan di Gunung Ciremai bahkan dianggap memiliki aura mistik yang kental. Sehingga ungkapan misteri yang menjadi kisah rakyat di bacakan dalam bisik ke bisik, pun marak terlahir dari daerah-daerah itu. Misalnya, beberapa situs (tempat) yang dianggap angker dan keramat. Penuh misteri. Seperti situs Kuburan Kuda. Konon, di area ini terdapat kuburan kuda milik tentara Jepang di masa penjajahan. Kuda tersebut digunakan para tentara Jepang untuk mengawasi para pekerja rodi. Jika melewati daerah ini, sering terdengar ringkikan kuda tanpa pernah terlihat jelas wujudnya. Cerita misteri Gunung Ciremai ini juga disuguhkan oleh sebuah situs bernama situs Papa Tere. Situs ini dianggap angker karena pernah terjadi pembunuhan terhadap seorang anak oleh ayah tirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs Sangga Buana dan Pengasungan atau Pengasinan, juga dikabarkan tak kalah angker. Di situs Pengasungan terdapat ladang yang tanamannya tak pernah layu, yaitu edelweiss. Keindahan alam di kedua situs tersebut, kalah pamor dengan nuansa keangkerannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgLq3R9SRNqhgFdUlvKXdK6n9OdtkXAkkvjiw_R8bi5uuYCHa2xjYkpgn_d5JqnQUyv5xefQ5-Eya4efwWMs1l9n6GRQNyPxnILYfIaKkixTe3JTbBPHPxeZVcRmZBRyy4YKJaJJoQcjo/s320/Hutan-Mengerikan-di-Dunia-520x245.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;irc_su&quot; dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Situs Sangga Buana dan Pengasungan. Hutan Mengerikan di Dunia&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Cerita misteri Gunung Ciremai yang datang dari daerah Pengasungan cukup menyeramkan. Pada malam-malam tertentu, sering terdengar jeritan atau derap langkah kaki para serdadu Jepang. Menurut catatan sejarah, pada masa penjajahan Jepang, Pengasungan adalah tempat pembuangan tawanan perang dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita misteri Gunung Ciremai tersebut lahir dari banyak cerita menyeramkan. Kejadian-kejadian mengerikan yang menumpuk selama berpuluh- puluh tahun menjadi penyebab angkernya Gunung Ciremai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri jika berbagai cerita menyeramkan yang menjadi misteri Gunung Ciremai tersebut hadir akibat perilaku manusia itu sendiri. Kejahatan dan perilaku yang tidak menyenangkan pada masa lampau meninggalkan keangkeran yang tidak bisa dijelaskan oleh nalar manusia. Di antara situs-situs yang sudah disebutkan tadi, situs Batu Lingga lah yang menjadi tempat paling sakral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misteri Gunung Ciremai pun dipercaya terpusat di kawasan ini. Tempat ini dipercaya bahwa pada masa lalu Sunan Gunung Jati (salah satu dari wali songo) pernah menyendiri dan berkhotbah kepada para pengikutnya. Sehingga, hingga sekarang Batu Lingga sering jadi tempat ngalap berkah dan dipercaya membantu mereka yang sedang dalam kesulitan.Menurut kepercayaan masyarakat setempat, di situs Batu Lingga ini dijaga oleh dua makluk halus bernama aki dan nini serentet buntet. Penampakannya berbentuk sepasang macan tutul jadi-jadian. Kisah menyeramkan mengenai Gunung Ciremai yang terjadi di kawasan ini benar-benar membuat siapapun merasa ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persebaran kisah mengenai hal hal misterius pada Gunung Ciremai ternyata tak hanya kawasan-kawasan tertentu yang dianggap memiliki aura supranatural. Beberapa hewan juga diyakini mempunyai kekuatan mistik. Ada Ayam Alas dengan bulunya yang bersih mengkilat. Ada pula Jalak Hitam dan Tawon Hitam. Dua binatang yang sering terlihat mengikuti para pendaki Gunung Ciremai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;goog_218138807&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_218138808&quot;&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYOyrI3A67E_dWhrMmRcNxd4q4VuBddcIjb1-oQmmGbxVeHPa-8jlhSIJgaKn4omqkEkrlhmzHY6M9jqTBoLCSGtu9Wvm_CFPKyoIDMhfosDDD2zWVm_FPQBzZxHrf5hDONZZG_hXtJeQ/s1600/21-gallus-varius-whole.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;223&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYOyrI3A67E_dWhrMmRcNxd4q4VuBddcIjb1-oQmmGbxVeHPa-8jlhSIJgaKn4omqkEkrlhmzHY6M9jqTBoLCSGtu9Wvm_CFPKyoIDMhfosDDD2zWVm_FPQBzZxHrf5hDONZZG_hXtJeQ/s320/21-gallus-varius-whole.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ayam alas, Istimewa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Siapa saja yang ingin mencapai puncaknya dengan cepat dan selamat sampai rumah diharuskan membawa ikan asin. Entah apa maksudnya. Tidak ada yang tahu. Cerita dari mulut ke mulut ini, memang sukar diuji kebenarannya. Misteri Gunung Ciremai mungkin selamanya akan tetap tak terungkap. Tapi, tidak ada salahnya kita mengetahui cerita- cerita tersebut. Bukan untuk diyakini, apalagi ditakuti, tetapi dapat dianggap sebagai kekayaan tradisi suatu masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan masyarakat setempat menjadi warna tersendiri ketika berkaitan dengan beredarnya cerita misteri Gunung Ciremai. Mereka, selaku masyarakat setempat, memiliki peranan yang cukup besar dalam tersebarnya cerita-cerita tersebut di masyarakat secara luas. Bagaimanapun keadaannya, percaya atau tidak semua itu kembali kepada pemikiran dan penilaian masing-masing. Satu hal yang harus dihargai dari cerita misteri Gunung Ciremai ini adalah posisinya sebagai salah satu kekayaan cerita rakyat di Jawa Barat. Sebuah kekayaan cerita atau budaya lisan yang tetap harus dihargai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sumber Artikel : http://didiandrytea.heck.in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/6772782465764839573/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/03/misteri-di-balik-keindahan-gunung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/6772782465764839573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/6772782465764839573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/03/misteri-di-balik-keindahan-gunung.html' title='MISTERI DI BALIK KEINDAHAN GUNUNG CIREMAI'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuoRxFSt99xUC8RhF7Z3BBfF2r-PgZqSBs5g3a2jYhOpZ8RBHO7lSxB4PrbEaZ__VibO3phLH9SQJ4EpFevCp41WE4z1H6QhNBrN-0z1r2wASdmpQUI1p80PJNupd5c5wval0ph0qNLEA/s72-c/Gunung_Ciremai_20140303_144012.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-9026619109282187347</id><published>2016-03-24T22:35:00.000-07:00</published><updated>2016-04-28T03:05:06.616-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Purwakarta"/><title type='text'>Gunung Parang Purwakarta, Destinasi Wisata Sejuta Impian</title><content type='html'>&lt;b&gt;Traveler Istimewa&lt;/b&gt; - Suasana di area wisata alam Badega Gunung Parang, Kampung Cihuni Desa
 Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, 
terlihat begitu asri dan menentramkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badega Gunung Parang merupakan 
obyek wisata alam yang menawarkan pengalaman berpetualang memanjat 
tebing hingga mendaki gunung yang boleh dicoba para pengunjung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti apa destinasi yang ditawarkan di balik rahasia keindahan Gunung Parang? Berikut ulasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Nginap di Rumah Adat Suku Baduy&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5j__erecbd7RDU_gTWUySKYZHvMWuhB7OxhbNnkahlmN92Iq2QJJnQucfglNCmFNEzFJnzr3h8LRf-v_qiHV_tCPFHTXkimfKUR9zNhq3am7okkzD8AyjzUA4QaJH1G2pVi4kDAQuziM/s1600/rumah-adat-gunung-parang-ist.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;160&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5j__erecbd7RDU_gTWUySKYZHvMWuhB7OxhbNnkahlmN92Iq2QJJnQucfglNCmFNEzFJnzr3h8LRf-v_qiHV_tCPFHTXkimfKUR9zNhq3am7okkzD8AyjzUA4QaJH1G2pVi4kDAQuziM/s320/rumah-adat-gunung-parang-ist.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Suasana di area wisata alam Badega Gunung Parang&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Badega Gunung Parang merupakan obyek 
wisata alam yang menawarkan pengalaman berpetualang memanjat tebing 
hingga mendaki gunung kepada pengunjung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bupati Purwakarta Dedi 
Mulyadi menyatakan akan membangun 40 rumah dengan gaya arsitektur rumah 
adat suku Baduy di kaki Gunung Parang. Rumah-rumah tersebut nantinya 
bisa menjadi destinasi wisata untuk keluarga saat berkunjung ke 
Purwakarta.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Seiring dengan penataan infrastruktur 
di sana (Gunung Parang), saya mau siapkan kampung wisatanya,&quot; kata Dedi 
di sela kesibukannya di Rumah Dinas Bupati Purwakarta, Rabu (2/3/2016).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ia mengatakan rumah-rumah bergaya 
kampung adat suku Baduy tersebut bisa digunakan untuk tempat menginap 
wisatawan. Konsep penginapannya di kaki Gunung Parang, lanjut Dedi, akan
 berbasis lingkungan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ia mengatakan rencana pembangunan 40 
rumah berkonsep rumah adat suku Baduy akan dimulai tahun ini. Dedi 
berharap, wisatawan dapat memiliki pilihan lain untuk berwisata di 
Purwakarta.
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Di sana kan banyak sawah, jadi saat menginap bisa menikmati pemandangan area persawahan,&quot; jelas Dedi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Destinasi Wisata Akhir Pekan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmx-0SCFw9gh0sqHpwFs2n4rJq7waEBE9-YTEIy_j89aqNIAAgXIpnDCMQfMTMrms17P0ewimA980ItMgjL_G__3mCFuExpmGil49jcYELB2b1UfmfPiFayP10jbuQ_iE0Phm08pTq45s/s1600/manjat-gunung-parang.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmx-0SCFw9gh0sqHpwFs2n4rJq7waEBE9-YTEIy_j89aqNIAAgXIpnDCMQfMTMrms17P0ewimA980ItMgjL_G__3mCFuExpmGil49jcYELB2b1UfmfPiFayP10jbuQ_iE0Phm08pTq45s/s400/manjat-gunung-parang.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Anak-anak memanjat via ferrata di Tebing Parang, Purwakarta, Jawa Barat.&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Gunung Parang di Purwakarta rupanya juga
 dapat menjadi salah satu destinasi wisata akhir pekan untuk para 
wisatawan. Badega Gunung Parang merupakan obyek wisata alam yang 
menawarkan pengalaman berpetualang memanjat tebing hingga mendaki gunung
 kepada pengunjung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk dapat mencapai Gunung Parang, berbagai pilihan transportasi dapat digunakan oleh para wisatawan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di sekitar Gunung Parang, wisatawan 
dapat mencoba atraksi wisata seperti menelusuri area persawahan, 
memanjat tebing, mendaki gunung batu, hingga sekedar menikmati kuliner 
khas Sunda.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;3. Cara Menuju Gunung Parang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfJb2SgasEs13tW4-zRr8ZDXx4xAUgSCsChwc5xidi2Vwkg2PPlnuRkpPNllzbMNHS61yIK80NCAXTmhv7m9crgE8LaaMt5xt1bSz-cLjY_gSoXQHre4iHDjwweI8vTE8AnnW8e1LJEjM/s1600/parang.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfJb2SgasEs13tW4-zRr8ZDXx4xAUgSCsChwc5xidi2Vwkg2PPlnuRkpPNllzbMNHS61yIK80NCAXTmhv7m9crgE8LaaMt5xt1bSz-cLjY_gSoXQHre4iHDjwweI8vTE8AnnW8e1LJEjM/s400/parang.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gunung Parang, Kampung Cihuni, Desa Sukamulya,Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika membawa kendaraan pribadi dari Jakarta, arahkan masuk ke jalan 
Tol Cipularang. Setelah menyusuri jalan tol, jangan sampai terlewat 
untuk keluar di pintu tol Ciganea Jati Luhur.
&lt;/div&gt;
Setelah keluar, Anda 
akan bertemu pertigaan jalan, belokan kemudi mobil ke arah Plered, 
Purwakarta. Setelah berada di jalan menuju Plered, terdapat dua pilihan 
jalan untuk dapat tiba di Gunung Parang. Yang pertama adalah melewati 
Cilalawi, Pasar Warung Panjang dan yang kedua adalah Pasar Plered.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pilihan jalur pertama 
terdapat di persimpangan pasar Warung Panjang melewati medan yang 
berkelok-kelok sejauh hampir 15-16 kilometer dengan medan yang menanjak 
dan berkelok-kelok di perbukitan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sementara jalur kedua adalah melewati Pasar Plered dan kemudian melewati penambangan batu hingga tiba di Gunung Parang.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jalur kedua ini dapat ditemui sekitar lima kilometer setelah jalur persimpangan Pasar Warung Panjang.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk keadaan jalur 
yang ditempuh jika melewati jalur Cilalawi, para wisatawan akan melewati
 perkampungan dengan jalan yang kecil dan banyak persimpangan.
Setelah melewati Pasar
 Plered sekitar 4-5 kilometer, para wisatawan harus berbelok ke kanan 
dan mulai memasuki medan yang menanjak.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumber Artikel : http://www.headlinejabar.com &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/9026619109282187347/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/03/gunung-parang-purwakarta-destinasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/9026619109282187347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/9026619109282187347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/03/gunung-parang-purwakarta-destinasi.html' title='Gunung Parang Purwakarta, Destinasi Wisata Sejuta Impian'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5j__erecbd7RDU_gTWUySKYZHvMWuhB7OxhbNnkahlmN92Iq2QJJnQucfglNCmFNEzFJnzr3h8LRf-v_qiHV_tCPFHTXkimfKUR9zNhq3am7okkzD8AyjzUA4QaJH1G2pVi4kDAQuziM/s72-c/rumah-adat-gunung-parang-ist.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-4790959206339335698</id><published>2016-03-24T22:10:00.002-07:00</published><updated>2016-03-24T22:36:15.649-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gunung Bromo"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Gunung"/><title type='text'>Sejarah Gunung Bromo dan Legenda Tengger</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3mo-Xoc3VrM6LirDE1oVl9ha_MRutjR9eyXFCbkB7bv5z3RJdsiqOBXOb4Uf3Py6Vy6OrREOS88CKEttAEE4PGHeySBltkDn0EAfwGYOb6RBGBOFyuqXWfBl5CHRmXd-i6TJghWdGkxA/s1600/gunung-bromo.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3mo-Xoc3VrM6LirDE1oVl9ha_MRutjR9eyXFCbkB7bv5z3RJdsiqOBXOb4Uf3Py6Vy6OrREOS88CKEttAEE4PGHeySBltkDn0EAfwGYOb6RBGBOFyuqXWfBl5CHRmXd-i6TJghWdGkxA/s320/gunung-bromo.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gunung Bromo, Istimewa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;Traveler Istimewa&lt;/b&gt; - Kali ini Traveler Istimewa&lt;b&gt; &lt;/b&gt;akan menceritakan sejarah gunung bromo dan legenda tengger. Konon pada jaman dahulu kala, ketika 
kerajaan majapahit mengalami serangan dari berbagai daerah, penduduk 
pribumi kebingungan untuk mencari tempat tinggal, hingga pada akhirnya 
mereka terpisah menjadi 2 bagian, yang pertama menuju ke gunung Bromo dan 
kedua menuju Bali. Ke 2 tempat ini sampai sekarang mempunyai 2 kesamaan 
yaitu sama – sama menganut kepercayaan beragama Hindu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebut suku 
Tengger di &lt;b&gt;kawasan Gunung Bromo&lt;/b&gt;, Nama Tengger berasal 
dari Legenda Roro Anteng juga Joko Seger yang diyakini sebagai asal usul
 nama Tengger itu. “Teng” akhiran nama Roro An-”teng” dan “ger” akhiran 
nama dari Joko Se-”ger” dan Gunung Bromo sendiri dipercaya sebagai 
gunung suci. Mereka menyebutnya sebagai Gunung Brahma. orang Jawa 
kemudian menyebutnya &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Gunung Bromo&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebuah kisah tentang&amp;nbsp;Sejarah Gunung Bromo | Legenda Bromo Tengger beginilah asal – usul legenda Gunung Bromo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebuah pertapaan, istri seorang Brahmana / Pandhita baru saja 
melahirkan seorang putra dengan fisiknya sangat bugar dengan tangisan 
yang sangat keras ketika lahir, karenanya bayi tersebut diberi nama ” 
JOKO SEGER “.&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkahPJ_VGoWeQ6wSXSLpqdzEbF1d38awEHpLpcrE8gw4uUlwUbaAaEHcUfK7K-Qh2E9F7R1-WKZQPS4wAG9gEuUNeXji8JfQYRisPw5l18FOXCgedQeaAW2CWVY786X2WssGsMRJsyE7g/s1600/upacara-adat-suku-Tengger-kompas.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;263&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkahPJ_VGoWeQ6wSXSLpqdzEbF1d38awEHpLpcrE8gw4uUlwUbaAaEHcUfK7K-Qh2E9F7R1-WKZQPS4wAG9gEuUNeXji8JfQYRisPw5l18FOXCgedQeaAW2CWVY786X2WssGsMRJsyE7g/s400/upacara-adat-suku-Tengger-kompas.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;irc_su&quot; dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Upacara adat suku Tengger.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;irc_su&quot; dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Masyarakat suku Tengger menganut agama dan aturan Hindhu. Istimewa&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Di tempat sekitar Gunung Pananjakan, pada waktu itu ada seorang anak 
perempuan yang lahir dari titisan dewa. Wajahnya cantik juga elok. Dia 
satu-satunya anak yang paling cantik di tempat itu. Ketika dilahirkan, 
anak itu tidak layaknya bayi lahir. Ia diam, tidak menangis sewaktu 
pertama kali menghirup udara. Bayi itu begitu tenang, lahir tanpa 
menangis dari rahim ibunya. Maka oleh orang tuanya, bayi itu dinamai 
Rara Anteng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari hari ke hari tubuh Rara Anteng tumbuh menjadi besar. Garis-garis
 kecantikan nampak jelas diwajahnya. Termasyurlah Rara Anteng sampai ke 
berbagai tempat. Banyak putera raja melamarnya. Namun pinangan itu 
ditolaknya, karena Rara Anteng sudah terpikat hatinya kepada Joko Seger.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari Rara Anteng dipinang oleh seorang bajak yang terkenal 
sakti dan kuat. Bajak tersebut terkenal sangat jahat. Rara Anteng 
terkenal halus perasaannya tidak berani menolak begitu saja kepada 
pelamar yang sakti. Maka ia minta supaya dibuatkan lautan di 
tengah-tengah gunung. Dengan permintaan yang aneh, dianggapnya pelamar 
sakti itu tidak akan memenuhi permintaannya. Lautan yang diminta itu 
harus dibuat dalam waktu satu malam, yaitu diawali saat matahari 
terbenam hingga selesai ketika matahari terbit. Disanggupinya permintaan
 Rara Anteng tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelamar sakti tadi memulai mengerjakan lautan dengan alat sebuah 
tempurung (batok kelapa) sehingga pekerjaan itu hampir selesai. Melihat 
kenyataan demikian, hati Rara Anteng mulai gelisah. Bagaimana cara 
menggagalkan lautan yang sedang dikerjakan oleh Bajak itu? Rara Anteng 
merenungi nasibnya, ia tidak bisa hidup bersuamikan orang yang tidak ia 
cintai. Kemudian ia berusaha menenangkan dirinya. Tiba-tiba timbul niat 
untuk menggagalkan pekerjaan Bajak itu.
&lt;br /&gt;
Rara Anteng mulai menumbuk padi di tengah malam. Pelan-pelan suara 
tumbukan dan gesekan alu membangunkan ayam-ayam yang sedang tidur. Kokok
 ayam pun mulai bersahutan, seolah-olah fajar telah tiba, tetapi 
penduduk belum mulai dengan kegiatan pagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bajak mendengar ayam-ayam berkokok, tetapi benang putih disebelah 
timur belum juga nampak. Berarti fajar datang sebelum waktunya. Sesudah 
itu dia merenungi nasib sialnya. Rasa kesal dan marah dicampur emosi, 
pada akhirnya Tempurung (Batok kelapa) yang dipakai sebagai alat 
mengeruk pasir itu dilemparkannya dan jatuh tertelungkup di samping 
Gunung Bromo dan berubah menjadi sebuah gunung yang sampai sekarang 
dinamakan &lt;b&gt;Gunung Batok&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kegagalan Bajak itu membuat lautan di tengah-tengah Gunung 
Bromo, suka citalah hati Rara Anteng. Ia melanjutkan hubungan dengan 
kekasihnya, Joko Seger. Kemudian hari, Rara Anteng dan Joko Seger 
menikah sehingga menjadi pasangan suami istri yang bahagia, karena 
keduanya saling mengasihi dan mencintai.&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqI1V0SuVELH-_H4B2CrWwtCiA85eANW1ewv_2knMnqdVPCY58Bcl7x9H18Kr6nzsZCrxThfjFN4CoF1S95l4MYadqBhXBHYf54TXMCfNesELFEVMIWHiQlQQul2EuP223Os4ZR0Y1Sic/s1600/jaka+tengger+roro+anteng.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;273&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqI1V0SuVELH-_H4B2CrWwtCiA85eANW1ewv_2knMnqdVPCY58Bcl7x9H18Kr6nzsZCrxThfjFN4CoF1S95l4MYadqBhXBHYf54TXMCfNesELFEVMIWHiQlQQul2EuP223Os4ZR0Y1Sic/s320/jaka+tengger+roro+anteng.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ilustrasi, Jaka Seger dan Rara Anteng, Istimewa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger membangun pemukiman dan kemudian 
memerintah di kawasan Tengger dengan sebutan Purbowasesa Mangkurat Ing 
Tengger, maksudnya “Penguasa Tengger Yang Budiman”. Nama Tengger diambil
 dari akhir suku kata nama Rara Anteng dan Jaka Seger. Kata Tengger 
berarti juga Tenggering Budi Luhur atau pengenalan moral tinggi, simbol 
perdamaian abadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari waktu ke waktu masyarakat Tengger hidup makmur dan damai, namun 
sang penguasa tidaklah merasa bahagia, karena setelah beberapa lama 
pasangan Rara Anteng dan Jaka Tengger berumahtangga belum juga 
dikaruniai keturunan. Kemudian diputuskanlah untuk naik ke puncak gunung
 Bromo untuk bersemedi dengan penuh kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa 
agar di karuniai keturunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba ada suara gaib yang mengatakan bahwa semedi mereka akan 
terkabul namun dengan syarat bila telah mendapatkan keturunan, anak yang
 bungsu harus dikorbankan ke kawah Gunung Bromo, Pasangan Roro Anteng 
dan Jaka Seger menyanggupinya, kemudian didapatkannya 25 orang 
putra-putri, namun naluri orang tua tetaplah tidak tega bila kehilangan 
putra-putrinya. Pendek kata tentang Sejarah Gunung Bromo | Legenda Bromo
 Tengger,&amp;nbsp;pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger ingkar janji, Dewa menjadi
 marah dengan mengancam akan menimpakan malapetaka, kemudian terjadilah 
prahara keadaan menjadi gelap gulita sehingga kawah Gunung Bromo 
menyemburkan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kusuma anak bungsunya lenyap dari pandangan terjilat api kemudian 
masuk ke kawah Bromo, bersamaan hilangnya Kesuma terdengarlah suara 
gaib: ”Saudara-saudaraku yang kucintai, aku telah dikorbankan oleh orang
 tua kita dan Hyang Widi menyelamatkan kalian semua. Hiduplah damai dan 
tenteram, sembahlah Syah Hyang Widi. Aku ingatkan agar kalian setiap 
bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji yang berupa hasil bumi 
kemudian di persambahkan kepada Hyang Widi asa di kawah Gunung Bromo. 
sampai sekarang kebiasaan ini diikuti secara turun temurun oleh 
masyarakat Tengger dan setiap tahun diadakan upacara Kasada di Poten 
lautan pasir dan kawah Gunung Bromo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah Sejarah Gunung Bromo | Legenda Bromo Tengger&amp;nbsp;semoga cerita 
ini menjadi budaya yang tak terlupakan, hingga sampai sekarang &lt;b&gt;Gunung Bromo&lt;/b&gt; menjadi tempat begitu indah juga menjadi lokasi Wisata Bromo meski di selimuti banyak misteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artikel By : http://wisatabromo.com &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/4790959206339335698/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/03/sejarah-gunung-bromo-dan-legenda-tengger.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/4790959206339335698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/4790959206339335698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/03/sejarah-gunung-bromo-dan-legenda-tengger.html' title='Sejarah Gunung Bromo dan Legenda Tengger'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3mo-Xoc3VrM6LirDE1oVl9ha_MRutjR9eyXFCbkB7bv5z3RJdsiqOBXOb4Uf3Py6Vy6OrREOS88CKEttAEE4PGHeySBltkDn0EAfwGYOb6RBGBOFyuqXWfBl5CHRmXd-i6TJghWdGkxA/s72-c/gunung-bromo.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-4248351261217699168</id><published>2016-02-19T08:15:00.001-08:00</published><updated>2016-02-23T20:12:25.202-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bandung Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Cantik... 14 Destinasi Wisata Kabupaten Bandung Barat Wajib Anda Kunjungi</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;background-color: white; font-family: arial, helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtuYvnUStpbP5eXYIHUoiuXYkGuyyk_aQg2ObkQx28iuIwhVeNFv5rr__s_eIpLgS9Ww9sQrVQBV0M0Y1OKwqIMGtxqMtQDO2YIezTcn1Tk0b2dyKnyQL_rcNj-3OjQ3l6nxxaSp2mx_A/s1600/Wallpaper+Pemandangan+Nordic.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;250&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtuYvnUStpbP5eXYIHUoiuXYkGuyyk_aQg2ObkQx28iuIwhVeNFv5rr__s_eIpLgS9Ww9sQrVQBV0M0Y1OKwqIMGtxqMtQDO2YIezTcn1Tk0b2dyKnyQL_rcNj-3OjQ3l6nxxaSp2mx_A/s400/Wallpaper+Pemandangan+Nordic.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 20.4px;&quot;&gt;Apa yang pertama kali Anda dapat, atau kesan seperti apa saat mendengar nama Kabupaten Bandung Barat? Kabupaten primadona ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang di sebelah barat dan utara, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi di sebelah timur, Kota Bandung di sebelah selatan, serta Kabupaten Cianjur di sebelah barat dan timur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Salah satu kabupaten di Jawa Barat hasil pemekaran Kabupaten Bandung ini, rupanya kaya akan tempat destinasi yang wajib Anda kunjungi. Penasaran apa saja objek wisata tersebut? Yuk kita simak ulasan berikut ini.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;1. Situ Ciburuy&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/1-curugciburuy.jpg&quot; height=&quot;409&quot; style=&quot;border: 0px; display: block; height: auto; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;614&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Situ Ciburuy merupakan sebuah danau alami, yang lumayan cukup terkenal di kalangan para wisatawan nusantara. Saking terkenalnya, situ ini bahkan sudah diangkat sebagai tema lagu tradisional Sunda berjudul ‘Situ Ciburu’, wow. Letaknya tak jauh dari Kota Padalarang Bandung Barat, membuat situ ini bak magnet banyak digemari oleh para pecandu wisata air.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Situ Ciburuy memiliki luas sampai 25 hektare dengan pulau yang begitu rindang di tengah-tengahnya. Pemandangan alamnya begitu menakjubkan. Untuk mencapai ke tengah danau tersebut maka pengunjung bisa menyewa perahu yang beraneka warna dengan biaya Rp15.000 perorang.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Situ Ciburuy kini sudah ditata lebih rapi, antara lain dengan memperbaiki jalan masuk ke tepi danau, dan melengkapi dengan kedai-kedai makanan dan minuman, buah-buahan, cenderamata, pentas kesenian, rumah makan dan fasilitas untuk berperahu.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;PETA LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18.4px;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/petaciburuy.jpg&quot; height=&quot;435&quot; style=&quot;border: 0px; display: block; height: auto; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;615&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;2. Curug Malela&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/2-curugmalela.jpg&quot; height=&quot;409&quot; style=&quot;border: 0px; height: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;613&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Curug Malela memiliki ketinggian sekitar 60-70 m dan lebar 50 m dengan hulu sungai berasal dari lereng utara Gunung Kendeng yang nantinya mengalir membentuk jaringan sungai Cidadap dan bermuara ke Cisokan. Airnya sangat deras dan bila sedang beruntung kita dapat menyaksikan ratusan ekor monyet ekor panjang (macaca pasciscularis) sedang minum air di bawah Curug Malela.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Curug Malela merupakan air terjun paling atas dari rangkaian tujuh air terjun sepanjang 1 Km. Urutannya adalah Curug Malela, Curug Katumiri, Curug Manglid, Curug Ngebul, Curug Sumpel, Curug Palisir dan ditutup dengan Curug Pameungpeuk. Semua terletak di desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;PETA LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18.4px;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/Curug-Malela.jpg&quot; height=&quot;439&quot; style=&quot;border: 0px; height: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;620&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;3. Curug Cimahi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/3-curugcimahi.jpg&quot; height=&quot;367&quot; style=&quot;border: 0px; height: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;622&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Curug atau juga Air Terjun Cimahi ini, memiliki ketinggian sekitar 87 m, merupakan salah satu curug yang tertinggi di wilayah Bandung dan sekitarnya. Nama Cimahi berasal dari nama sungai yang mengalir di atasnya yaitu Sungai Cimahi yang berhulu di Situ (danau) Lembang dan mengalir ke Kota Cimahi. Curug ini berada di ketinggian 1050 m dpl dengan suhu di kawasan ini berkisar 18-22 derajat Celsius.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Jika dilihat dari atas, curug ini memiliki dua tingkat dan termasuk yang unik. Sesuai namanya cimahi alias air cukup (bahasa Sunda), debit air terjun ini selalu sama, baik saat musim hujan atau pun kemarau. “Namun, dibandingkan puluhan tahun lalu, debitnya jauh berkurang.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Tak jauh dari Curug Cimahi dapat ditemui juga Curug Bugbrug dan Curug Panganten yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Curug Cimahi ini.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;PETA LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/curugcimahi.jpg&quot; height=&quot;441&quot; style=&quot;border: 0px; height: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;624&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;4. Taman Bunga Cihideung&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/4-tamanbungahideung.jpg&quot; height=&quot;414&quot; style=&quot;border: 0px; height: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;622&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Cihidueng, desa yang terletak di kecamatan Parongpong ini, yang dulunya hanya merupakan tempat bercocok tanam ala kadarnya saja, kini telah berkembang menjadi &quot;Kawasan Wisata Bunga&quot;. Kawasan ini memang tepat disebut sebagai kawasan wisata bunga, karena di sepanjang desa ini terlihat berbagai tanaman bunga yang dikembangbiakkan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Berbagai jenis tanaman bunga bisa kita temui di desa Cihideung ini, dari tanaman hias hingga tanaman potong. Tanaman (bunga) hias biasanya adalah tanaman yang digunakan untuk memperindah taman, dan tanaman (bunga) potong biasanya adalah tanaman/ bunga yang diperlukan untuk keperluan dekorasi. Di desa Cihideung ini lebih dari 80 persen warga desa Cihideung menjadi petani bunga, dimana terdiri dari 30% petani bunga potong, dan 50% petani bunga hias.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Desa wisata bunga Cihideung yang merupakan tempat wisata persinggahan ini terletak sekitar 20 km dari kota Bandung, bisa ditempuh dengan menggunakan angkutan umum ataupun dengan kendaraan pribadi. Bila kita menempuh jalan melalui jalan Cihanjuang, kita juga bisa menikmati indahnya perkebunan disepanjang jalan menuju desa Cihideung. Kesegaran dan kesejukan tersaji di sepanjang perjalanan menuju lokasi.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;PETA LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18.4px;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/Taman-Bunga-Cihideung.jpg&quot; height=&quot;454&quot; style=&quot;border: 0px; display: block; height: auto; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;643&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;5. Puspa Iptek Kota Baru Parahyangan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/5-puspaiptek.jpg&quot; height=&quot;410&quot; style=&quot;border: 0px; display: block; height: auto; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;639&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Di Bandung, kini Anda bisa menikmati wahana pendidikan yang interaktif. Ya, Puspa Iptek Sundial tempatnya. Wahana pendidikan ini berlokasi di kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung. Di sana terdapat lebih dari 150 buah alat peraga yang masing-masing dapat dicoba langsung oleh pengunjung.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Nama Puspa Iptek sendiri merupakan sebuah singkatan dari Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, sedangkan Sundial berarti jam matahari. Nama Sundial kemudian diambil karena pada bangunan Puspa Iptek terdapat jam matahari. Jam matahari tersebut berada tepat di bagian depan dan atas gedung. Pada bagian depan, jam matahari tersebut berbentuk vertikal, sedangkan pada bagian atas jam tersebut berbentuk horisontal.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Untuk masuk ke Puspa Iptek Sundial, Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp15ribu. Setelah itu, Anda bisa puas menikmati alat-alat peraga yang telah disediakan. Anak-anak menyukai alat peraga yang dapat memperlihatkan hasil sesuai apa yang terjadi di permukaan bumi. Salah satu contohnya bola pasir ini yang jika diputar akan memperlihatkan badai yang terjadi di bumi jika terjadi goncangan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;PETA LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/puspaiptekotabaru.jpg&quot; height=&quot;464&quot; style=&quot;border: 0px; height: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;656&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;6. Goa Pawon&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/6-gowapawon.jpg&quot; height=&quot;438&quot; style=&quot;border: 0px; height: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;654&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Selama ini keberadaan Gua Pawon bagi warga Kampung Gua Pawon dan Panyusuan Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung barangkali tidaklah terlalu istimewa. Letak gua yang berada di lokasi penambangan berbagai jenis batu itu hanya dianggap sebagai satu lokasi tempat bernaung disela penambangan batu atau tempat bermain anak-anak.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Namun, siapa sangka jika di dalam gua ini ternyata menyimpan misteri kehidupan masa lalu. Ya, di dalam gua itu ditemukan 20.250 tulang belulang dan 4.050 serpihan batu yang diperkirakan berusia sekira 10 ribu tahun.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Temuan ‘besar’ yang cukup menggemparkan masyarakat Jawa Barat ini diharapkan akan menguak sejarah peradaban manusia Sunda. Apalagi selama ini, daerah Bandung dan sekitarnya amat miskin dari temuan-temuan arkeologi khususnya yang menyangkut peradaban manusia sehingga kemudian dijuluki ahistoris.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Temuan tulang belulang dan serpihan batu itu diyakini mengindikasikan adanya kehidupan manusia purba dikawasan Gua Pawon. Bahkan dikawasan tersebut dipastikan pernah tumbuh kebudayaan manusia pada jaman dulu.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;PETA LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/goapawon_fullsize.jpg&quot; height=&quot;474&quot; style=&quot;border: 0px; height: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;669&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;7. Kampung Gajah&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/7-kampunggajah.jpg&quot; height=&quot;391&quot; style=&quot;border: 0px; height: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;667&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Kampung Gajah Wonderland yang berlokasi di sebelah utara kota Bandung adalah sebuah kawasan wisata terpadu yang sangat cocok untuk anak-anak dan orang dewasa. Sesuai dengan temanya yaitu “Wisata, Belanja, dan Kuliner“, di Kampung Gajah Bandung tersedia berbagai jenis wahana permainan yang menyenangkan, beberapa tempat belanja berupa factory outlet, hingga 4 jenis restoran yang menggoda para pecinta wisata kuliner. Walaupun bernama Kampung Gajah, kawasan ini tidak mempunyai gajah sama sekali.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;PETA LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/kampunggajah_fullsize.jpg&quot; height=&quot;478&quot; style=&quot;border: 0px; height: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;676&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;8. Observatorium Bosscha&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/8-boscha.jpg&quot; height=&quot;502&quot; style=&quot;border: 0px; height: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;669&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Observatorium Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacht) dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atauPerhimpunan Bintang Hindia Belanda.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Observatorium Bosscha berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung dengan koordinat geografis 107° 36&#39; Bujur Timur dan 6° 49&#39; Lintang Selatan. Tempat ini berdiri di atas tanah seluas 6 hektare, dan berada pada ketinggian 1310 meter di atas permukaan laut atau pada ketinggian 630 m dari dataran tinggi Bandung.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Kode observatorium Persatuan Astronomi Internasional untuk observatorium Bosscha adalah 299. Tahun 2004, Observatorium Bosscha dinyatakan sebagai Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah. Karena itu keberadaan Observatorium Bosscha dilindungi oleh UU Nomor 2/1992 tentang Benda Cagar Budaya. Selanjutnya, tahun 2008, Pemerintah menetapkan Observatorium Bosscha sebagai salah satu Objek Vital nasional yang harus diamankan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;PETA LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/bosscha_fullsize.jpg&quot; height=&quot;476&quot; style=&quot;border: 0px; height: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;674&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;9. Ciwangun Indah Camp (CIC)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/9-cic.jpg&quot; height=&quot;445&quot; style=&quot;border: 0px; display: block; height: auto; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;667&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Ciwangun Indah Camp(CIC) merupakan sebuah area wisata alam yang lengkap. CIC menjanjikan sebuah wisata alam yang cukup menarik. Disini tersedia berbagai macam arena permainan outbound yang cukup menarik bagi anak-anak, orang dewasa, maupun bagi keluarga yang ingin berlibur sambil menikmati suasana alam dan kesejukan udara pegunungan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Di CIC terdapat dua jalur flying fox berjarak 70 meter dan 250 meter. Juga tersedia two line bridge, elvis bridge, V-bridge, spider web, rock dan wall climbing, soft dan hardtrekking / hikking, serta fasilitator untuk fun games maupun teambuilding games.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
CIC juga menyediakan area camping berkapasitas 400 orang, arena bermain anak-anak, wisata berkuda, mini ATV serta area paintball yang berada di area hutan pinus yang menyejukkan. Fasilitas yang lain adalah Saung Pertemuan, Saung Istirahat(Penginapan), Gazebo, Aula, Camping Ground, Café Strawberry, CIC Entertainment, lapangan parkir yang luas, Villa, dan masih banyak lagi.Untuk akomodasi, CIC juga menyediakan saung khas Sunda sebagai tempat penginapan dengan kapasitas 4-6 orang, saung pertemuan, serta saung makan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Untuk menu makan tersedia makanan khas Jawa Barat serta menu lain sesuai keinginan tamu. Dan bagi tamu yang menyukai segarnya buah strawberry, dapat melakukan wisata petik buah di kebun strawberry.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;PETA LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/cic_fullsize.jpg&quot; height=&quot;471&quot; style=&quot;border: 0px; height: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;666&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;10. Grafika Cikole&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/9-cikole.jpg&quot; height=&quot;410&quot; style=&quot;border: 0px; display: block; height: auto; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;671&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: left;&quot;&gt;
Pondok Wisata ini adalah salah satu penginapan di Lembang Bandung yang ada di Terminal Wisata Grafika Cikole . Penginapan Pondok Wisata ini berada di atas bukit, di hamparan rumput yang terletak disela pepohonan pinus dengan udara sejuk dan terdapat di kaki gunung Tangkuban Perahu. Pondok Wisata di Lembang ini menawarkan atmosfer rumah pedesaan dengan interior dan eksterior yang terbuat dari kayu. Pondok Wisata dibangun dengan konsep selaras dengan alam sekitarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: left;&quot;&gt;
Dengan harga Rp.800.000,-/malam (Belum Termasuk Pajak 15% dan Service Charge) sudah termasuk sarapan pagi. Kapasitas 6 orang untuk tiap pondok.&amp;nbsp;Kamar mandi cukup bersih dengan kloset duduk dan pancuran air panas sehingga tamu akan merasa nyaman untuk menginap di dalam pondok wisata.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;PETA LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/Grafika-Cikole.jpg&quot; height=&quot;479&quot; style=&quot;border: 0px; height: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;677&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;11. De&#39;ranch&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/11-dranch.jpg&quot; height=&quot;366&quot; style=&quot;border: 0px; display: block; height: auto; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;677&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
De’Ranch ini merupakan sebuah objek wisata baru, terutama salah satu arenanya yaitu menunggang kuda. Wisata menunggang kuda ala koboi (cowboy) merupakan hiburan yang utama dari obyek wisata ini. Kuda yang ada merupakan kuda impor dan kuda lokal. Kuda lokal ditujukan bagi pemula atau anak-anak.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Selain berwisata menunggang kuda, ditempat itu juga ada sapi-sapi yang ditempatkan pada kandang yang luas. Sapi juga merupakan hiburan tontonan yang menarik khususnya anak-anak. Demikian juga dengan tipe olahraga ekstrem yakni flying fox, rock climbing yang sedang digemari oleh banyak orang juga dapat Anda nikmati ditempat ini.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Selain itu, objek wisata De’Ranch juga menawarkan nilai lebih dari sekadar tempat wisata dengan pemandangan alam indahnya. Menurut salah seorang pengelola, Uke Ridwan, pengunjung diajak menikmati suasana peternakan sebenarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;PETA LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/deranch_fullsize.jpg&quot; height=&quot;480&quot; style=&quot;border: 0px; height: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;679&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;12. Rumah Bunga Rizal&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/12-rumahbungarizal.jpg&quot; height=&quot;450&quot; style=&quot;border: 0px; display: block; height: auto; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;673&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: left;&quot;&gt;
Rumah Bunga Rizal adalah sebuah kebun produksi yang berlokasi di daerah Lembang, Jawa Barat. Rumah Bunga Rizal berdiri sejak 33 Tahun lalu, bermula dari hobi yang akhirnya mengantarkan Rumah Bunga Rizal untuk membudidayakan berbagai macam jenis anggrek, kaktus, serta tanaman hias lain.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: left;&quot;&gt;
Seiring dengan berlalunya waktu Rumah Bunga Rizal mulai memproduksi pula sejumlah produk kreatif penunjang hobi dan berkebun. Misalnya saja, cover pot, kawat penyangga tanaman, kawat gantung, dan lain-lain. Semuanya itu buatan tangan, dengan mutu yang Rumah Bunga Rizal jaga betul demi kepuasan konsumen.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: left;&quot;&gt;
Pada tahun 2002, Rumah Bunga Rizal memutuskan untuk mengubah konsep kebun produksi menjadi kebun wisata. Rumah Bunga Rizal berbenah. Berusaha memberi pelayanan lebih baik dengan menawarkan suasana kebun yang nyaman dan bersih, ditambah juga dengan menyediakan aneka makanan, minuman, dan es krim yang dapat dipesan oleh pengunjung.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: left;&quot;&gt;
Sensasi yang Rumah Bunga Rizal tawarkan adalah suasana rumah yang enak untuk dinikmati bersama keluarga atau teman dekat. Tempat Rumah Bunga Rizal terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung, Rumah Bunga Rizal mulai buka dari jam 7 pagi hingga jam 4 sore setiap harinya, termasuk juga pada saat hari libur.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;PETA LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/Ruma-Bunga-Rizal.jpg&quot; height=&quot;477&quot; style=&quot;border: 0px; height: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;675&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;13. Natural Hill&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/13-naturalhill.JPG&quot; height=&quot;496&quot; style=&quot;border: 0px; display: block; height: auto; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;681&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Apakah Anda sedang berencana untuk melakukan rekreasi keluarga, tetapi belum memiliki tujuan yang pasti? Tenang, ada satu tempat yang tidak terlalu jauh dan bisa ditempuh dari pusat kota, yaitu berada di Lembang, Bandung. Tempat rekreasi ini bernama Natural Hill.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Bagi Anda yang sudah pernah berkunjung ke Natural Hill, pasti merasa kangen ingin berkunjung kembali. Begitu pula bagi Anda yang belum pernah mengunjunginya. Seperti apa konsep rekreasi yang bisa Anda eksplor bersama keluarga di Natural Hill Lembang Bandung?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Natural Hill adalah sebuah kawasan yang memiliki beberapa spot rekreasi keluarga. Anda bisa menikmati air terjun dengan pemandangan cantik yang memiliki tinggi hingga 50 meter. Air terjun Natural Hill Bandung memiliki air yang sangat jernih, sehingga membuat Anda betah berlama-lama bermain air.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Serunya lagi, Anda bisa sekaligus trekking alam. Karena untuk mencapai air terjun Natural Hill Bandung, Anda harus melakukan perjalanan selama 45 menit hingga 1,5 jam dengan berbagai jenis lintasan. Natural Hill Bandung juga cocok menjadi tempat berkumpul rekreasi kantor yang murah meriah.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Berada di Bandung, Natural Hill tentu menawarkan udara yang sejuk dengan panorama mempesona. Selain penginapan dengan tipe barak atau khusus yang bisa Anda pilih, anak-anak juga disediakan surga bermain sepuasnya di kawasan Natural Hill.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;PETA LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/NaturalHill.jpg&quot; height=&quot;483&quot; style=&quot;border: 0px; height: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;683&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;14. Cikole Jayagiri &amp;amp; Tree Top&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/14-cikolejayagiri.jpg&quot; height=&quot;509&quot; style=&quot;border: 0px; display: block; height: auto; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;679&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Lokasi yang berada pada ketinggian 1500 mdpl di kawasan gunung Tangkuban Perahu. Cikole Resort, merupakan tempat yang nyaman dengan suasana pegunungan yang dikelilingi dengan dinginnya hutan pinus yang dapat menjadikan nilai positif dalam suasana kebersamaan yang erat.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Lokasi yang sangat strategis yang berada pada kawasan Cikole Lembang – Bandung ini menjadi kawasan daya tarik sendiri karena berada pada kawasan wisata dan berada pada jalur antar kota Bandung – Subang sehingga dapat dijangkau dengan mudah.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Lokasi yang berada di bawah naungan Perhutani ini memang diperuntukan sebagai salah satu alternative tempat wisata untuk tujuan rekreasi, kebersamaan, dan masih banyak lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Fasilitas yang ada pada Cikole Resort ini terdapat beberapa akomodasi berupa bungalow (jungle hut) yaitu rumah-rumah kayu yang di design dengan sedemikian rupa dengan menyusung konsep “Menyatu dengan Alam” tapi tanpa mengindahkan beberapa fasilitas pendukung yang dibutuhkan setiap orang. Akomodasi yang tersedia antara lain : Rumah kayu, Rumah Lombok, Rumah Joglo, Barak, dll.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px;&quot;&gt;
Selain itu terdapat pula tempat untuk camping bagi orang – orang yang lebih suka menginap dengan alam bebas dan udara terbuka. Bagi yang ingin merasakan menginap dengan suasana alam atau ber-camping dapat kami sediakan tenda – tenda sesuai dengan kebutuhan atau dapat membawa sendiri peralatan camping nya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;PETA LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.headlinejabar.com/images/berita/Wisata/cikolejayagiri_fullsize.jpg&quot; height=&quot;486&quot; style=&quot;border: 0px; height: auto; max-width: 100%; vertical-align: middle;&quot; width=&quot;686&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://www.hedalinejabar.com/&quot;&gt;(headlinejabar.com)&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/4248351261217699168/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/02/apa-yang-pertama-kali-anda-dapat-atau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/4248351261217699168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/4248351261217699168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/02/apa-yang-pertama-kali-anda-dapat-atau.html' title='Cantik... 14 Destinasi Wisata Kabupaten Bandung Barat Wajib Anda Kunjungi'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtuYvnUStpbP5eXYIHUoiuXYkGuyyk_aQg2ObkQx28iuIwhVeNFv5rr__s_eIpLgS9Ww9sQrVQBV0M0Y1OKwqIMGtxqMtQDO2YIezTcn1Tk0b2dyKnyQL_rcNj-3OjQ3l6nxxaSp2mx_A/s72-c/Wallpaper+Pemandangan+Nordic.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-543375002196229679</id><published>2016-02-19T08:07:00.002-08:00</published><updated>2016-02-19T08:35:24.092-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bandung"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bukit"/><title type='text'>Menikmati Keindahan Kota Bandung di Atas Bukit Moko</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhf0ZC3dLgtCY9AencxMVvjZKH3l3qYGgHvHcTMgLcPUv8knjsi2lrRQawZUpKu4ZiEGV_5Fb8gee65rbyhQ_waMuSXjpTUtoheZapFSivljjXJz7Ym9p5m5HKff9OqRgehXVRAg9Thyi0/s1600/Bukit-Moko-malam-hari.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;422&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhf0ZC3dLgtCY9AencxMVvjZKH3l3qYGgHvHcTMgLcPUv8knjsi2lrRQawZUpKu4ZiEGV_5Fb8gee65rbyhQ_waMuSXjpTUtoheZapFSivljjXJz7Ym9p5m5HKff9OqRgehXVRAg9Thyi0/s640/Bukit-Moko-malam-hari.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20.4px; text-align: justify;&quot;&gt;Bukit Moko merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di wilayah Bandung, yaitu tepat nya di Desa Cimenyan, Bandung Jawa Barat. Dengan ketinggian 1500 meter diatas permukaan laut, bukit moko dinobatkan sebagai puncak tertinggi di kota Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: justify;&quot;&gt;
Kita dapat melihat keindahan kota Bandung dengan sangat jelas, selain itu pengunjung juga akan disuguhkan dengan pemandangan indah dari hutan pinus sebelum sampai ke puncak Bintang, yaitu Puncak Bukit Moko.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Pemandangan nya indah, bisa melihat kota bandung sangat jelas. Trus kita dapat menikmati pemandangan hutan pinus sambil berjalan ke puncak Bintang,&quot; ungkap Fitri, salah satu pengunjung, beberapa hari yang lalu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: justify;&quot;&gt;
Akses menuju Bukit Moko tidak di lewati oleh kendaraan umum, jadi satu-satunya cara adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda, motor, ataupun mobil, jika ingin sambil berolahraga bisa dengan berjalan kaki.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Yang kesana banyak yang pake sepeda, motor sama mobil, kan keatasnya engga ada kendaraan umum. Yah kita engga bawa kendaraan pribadi, jadi kita mau ke bukit mokonya jalan kaki, katanya sih 3-4 jam bisa sampe sana, ya ga papalah itung itung olah raga, hehe,&quot; lanjutnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: justify;&quot;&gt;
Perjalanan ke Bukit Moko kita akan menemui tempat bernama Caringin Tilu. Sebenarnya tempat ini hanya berupa jalan yang di sebelah kanan dan kiri tedapat warung-warung makan yang biasa dijadikan tempat pengunjung untuk kumpul. Karena di Caringin Tilu pengunjung bisa sambil ngobrol-ngobrol asik dengan udara yang dingin dan suasana kota Bandung yang indah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Sebelum sampai ke bukit moko, kita ke caringin tilu dulu, nah disana kita ngobrol-ngobrol sambil ngopi, ilangin cape dulu lah, kalo udah ilang cape nya baru kita lanjut lagi,&quot; papar fitri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;YOUTUBE-iframe-video&quot; data-thumbnail-src=&quot;https://i.ytimg.com/vi/Z6lRssYurF8/0.jpg&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/Z6lRssYurF8?feature=player_embedded&quot; width=&quot;500&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: justify;&quot;&gt;
Jika kita naik keatas lagi, jalan yang akan dilalui yaitu jalan bebatuan.&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;line-height: 20.4px;&quot;&gt;Setelah melewati jalur bebatuan kita akan sampai di puncak tertinggi Bandung, yaitu Bukit Moko. Ditempat ini kita akan menemui sebuah warung yang bernama Warung Daweung. Warung Daweung adalah satu-satunya warung yang berdiri diatas puncak Bukit Moko dan sangat cocok untuk menikmati Keindahan Kota Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Udah sampe ke bukit moko, kita langsung ke warung daweung, satu satunya warung yang ada disana. Ya disitu kita bisa menikmati keindahan kota Bandung,&quot; jelasnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: justify;&quot;&gt;
Datanglah sebelum matahari terbenam, karna kita akan melihat keindahan warna sunset, dan malamnya kita akan melihat banyak cahaya gemerlap dari kota Bandung, seperti bintang yang bertaburan dimana-mana. Tetapi jangan lupa untuk membawa jaket, karena suhu dapat mencapai 15 derajat celcius.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20.4px; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Kalo bisa datangnya sebelum malam, soalnya kita bisa menikmati keindahan sunsetnya juga, trus kalo malam kita bisa melihat gemerlap nya bandung, tapi jangan lupa bawa jaket, disana dingin,&quot; tutupnya. ( www.hedlinejabar.com )&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/543375002196229679/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/02/menikmati-keindahan-kota-bandung-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/543375002196229679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/543375002196229679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/02/menikmati-keindahan-kota-bandung-di.html' title='Menikmati Keindahan Kota Bandung di Atas Bukit Moko'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhf0ZC3dLgtCY9AencxMVvjZKH3l3qYGgHvHcTMgLcPUv8knjsi2lrRQawZUpKu4ZiEGV_5Fb8gee65rbyhQ_waMuSXjpTUtoheZapFSivljjXJz7Ym9p5m5HKff9OqRgehXVRAg9Thyi0/s72-c/Bukit-Moko-malam-hari.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-3073555416398047147</id><published>2016-02-11T00:55:00.000-08:00</published><updated>2016-02-19T05:54:58.733-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Information"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Youtube"/><title type='text'>Outside Television, Saluran Hiburan untuk Para Pecinta Olahraga Alam Bebas</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFfryYbZi8L8qVeLHIa-f5_ma9eMtFNByvSRU91FZSY4Y5aEyduA8-lqhW-5h7pZhPU1Be4onfHd35Emardm-1WFSo2JwTBeamt0TDUBCApIznFXfQNroKnksRnRiFOHl9FJ65jeS8aQU/s1600/outside-television.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;204&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFfryYbZi8L8qVeLHIa-f5_ma9eMtFNByvSRU91FZSY4Y5aEyduA8-lqhW-5h7pZhPU1Be4onfHd35Emardm-1WFSo2JwTBeamt0TDUBCApIznFXfQNroKnksRnRiFOHl9FJ65jeS8aQU/s400/outside-television.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Jaman dulu, saat teknologi internet belum semaju saat ini, akses informasi berkaitan dengan dunia petualangan cukup sulit di dapat. Misal, untuk mencari informasi tentang jalur pendakian gunung-gunung di Indonesia, kita harus bertanya kesana kemari kepada mereka yang sudah berpengalaman mendaki gunung yang akan kita tuju. Informasi mendetail hanya bisa didapat jika kita bersedia membeli buku panduan yang jarang tersedia di toko-toko buku, apalagi di kota kecil seperti yang saya tinggali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hiburan berupa tayangan film atau program televisi berkaitan dengan dunia petualangan, sangat jarang tayang di stasiun televisi nasional. Program Jejak Petualang yang sejak beberapa tahun lalu tayang di salah satu stasiun TV swasta, sukses menjadi pelepas dahaga yang sejak lama ditunggu-tunggu. Jika punya uang berlebih, berlangganan siaran dari luar negeri seperti program Natgeo Adventure jadi tontonan mewah yang bisa didapat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beruntung, teknologi informasi berkembang dengan sangat cepat. Internet kini telah dapat dinikmati dengan cukup mudah oleh berbagai kalangan. Informasi tentang pendakian gunung dan olahraga alam bebas lainnya kian mudah di dapat. Hiburan-hiburan seperti &lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/01/7-film-petualangan-terbaik.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;film petualangan&lt;/a&gt; dan video pendek aksi-aksi para petualangan pun semakin mudah dinikmati, terutama lewat youtube yang punya jutaan video keren yang bisa diakses secara gratis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkaitan dengan hiburan berupa tayangan video ber-genre petualangan, kali ini saya akan memberikan rekomendasi saluran yang menurut saya sangat keren dan cocok untuk diikuti oleh para pecinta olahraga alam bebas, yakni &lt;a href=&quot;http://www.outsidetelevision.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Outside Television&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/_v0bMk_icBM&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Outside Television merupakan saluran TV berbayar milik Outside Magazine, majalah outdoor terkemuka di Amerika Serikat. Dengan semangat dan dedikasi yang mendukung gaya hidup di alam bebas, Outside Television memberikan tayangang-tayangan menarik dari berbagai jenis olahraga alam bebas, seperti ski, surfing, hiking, bersepeda, panjat tebing, berlayar, kayaking, dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Bagi kamu yang berkocek tebal, Outside Television bisa dinikmati lewat saluran TV kabel. Dengan berlangganan saluran ini, kamu akan dimanjakan berbagai tayangan menarik dengan kualitas &lt;i&gt;high definition&lt;/i&gt; (HD). Sedangkan, bagi yang ingin menikmati tayangan-tayangannya secara gratis, cukup subscribe channel-nya di youtube. Karena gratis, tentu kita tak boleh berharap banyak, namun meski tak semewah berlangganan di TV kabel, chanel Outside Television di youtube masih sangat saya rekomendasikan untuk kamu semua.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/yuR-EYJNqLU&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Tak banyak yang bisa saya bahas di sini, jika penasaran, silahkan langsung coba &lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/user/Outsidetelevision&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;akses channel-nya disini&lt;/a&gt;, dan tonton tayangan-tayangannya, jika kamu termasuk fans berat olahraga alam bebas, kamu pasti bakal betah berlama-lama disana. Semoga bermanfaat, salam lestari!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/3073555416398047147/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/02/outside-television-saluran-hiburan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/3073555416398047147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/3073555416398047147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/02/outside-television-saluran-hiburan.html' title='Outside Television, Saluran Hiburan untuk Para Pecinta Olahraga Alam Bebas'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFfryYbZi8L8qVeLHIa-f5_ma9eMtFNByvSRU91FZSY4Y5aEyduA8-lqhW-5h7pZhPU1Be4onfHd35Emardm-1WFSo2JwTBeamt0TDUBCApIznFXfQNroKnksRnRiFOHl9FJ65jeS8aQU/s72-c/outside-television.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-908587976690718989</id><published>2016-02-09T02:25:00.000-08:00</published><updated>2016-02-19T05:47:47.050-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Pendaki"/><title type='text'>Tips Mengatasi Insomnia saat Berkemah</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;424&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXggkzASYDqRbUetgeZLD-cJMvxXX5ut2iT1kBcMt8KYiVtg6I6yA6VMVXNixJ_XQn58sq6NarIEvp1glhFelrNfxvovbZpcT24kiw5jRJsXdmkLWsjzrHao4bm6laCWZM19p5AoJjelI/s640/tent-548022_1920.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kata orang, salah satu cara terbaik untuk menyembuhkan insomnia adalah pergi berkemah dan tidur dekat dengan alam bebas. Bagi sebagian orang, cara ini mungkin sangat efektif dan sukses menyembuhkan insomnia yang mereka derita, namun ternyata tidak bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat kawan-kawan saya dengan mudahnya langsung terlelap karena lelah setelah melakukan perjalanan berat, saya malah kesulitan untuk segera memasuki alam mimpi, padahal saya sama lelahnya dengan yang lain, tubuh saya sudah minta untuk segera diistirahatkan, namun tetap saja saya selalu terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang menjadi penyebab insomnia yang saya derita, bisa jadi karena kebiasaan minum kopi dan merokok, atau mungkin karena otak saya tak pernah lelah memikirkan hal-hal yang tak penting, entahlah. Yang pasti, masalah insomnia ini makin lama makin terasa mengganggu dan kadangkala sangat merugikan diri saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam cara telah coba saya lakukan, mulai dari mengurangi asupan cafein dan nikotin dari kopi dan rokok, mendengarkan musik relaksasi, mebuat tempat tidur senyaman mungkin, hingga memaksa teman untuk bercerita sepanjang malam, namun hasilnya tetap nihil, saya selalu jadi orang terakhir yang tetap terjaga untuk mendengar dengkuran-dengkuran manja dari teman yang tidur setenda. Esoknya, saya iri melihat kawan-kawan yang bangun dengan muka lebih segar dan cerah karena cukup tidur, sementara muka saya malah terlihat kusut dan amburadul karena kurang tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena merasa masalah insomnia ini sudah terlalu parah, saya kemudian mencoba untuk melakukan riset dan mencari tips-tips jitu untuk mengatasi masalah ini. Dan kebetulan, dari situs &lt;a href=&quot;http://backpacker.com/&quot;&gt;backpacker.com&lt;/a&gt; saya menemukan satu artikel yang berisi tips mengatasi insomnia saat sedang bertualang di alam bebas. Berikut 6 tips yang saya dapat dari artikel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Perpanjang waktu perjalanan&lt;/h2&gt;Atur ulang &lt;i&gt;itinerary&lt;/i&gt; yang telah kita susun, dan cobalah untuk memperpanjang waktu perjalanan. Semakin lama kita berjalan (apalagi jika medan yang dilalui cukup berat), akan semakin lelah pula tubuh kita. Paksakanlah untuk melakukan perjalanan selama 7-8 jam sehari. Dengan tubuh yang telah mencapai batas kelelahan maksimal, rasa kantuk tentu akan lebih mudah datang, dan tidur akan jadi lebih berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jangan terlalu memaksakan, jika merasa tak terlalu kuat, sering-seringlah melakukan break untuk mengistirahatkan otot sejenak di tengah perjalanan. Dan setelah sampai di camp area, jangan langsung tidur begitu saja, rehatlah selama 1-2 jam sebelum tidur untuk makan dan minum secukupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Pilihlah makanan yang kaya karbohidrat sebagai menu makan malam&lt;/h2&gt;Jika kamu sedang melakukan program diet, lupakan dulu program tersebut. Makanan kaya karbohidrat akan memenuhi kebutuhan glikogen dan mempercepat proses&amp;nbsp;&lt;i&gt;recovery&lt;/i&gt; otot-otot tubuh yang lelah setelah melakukan pekerjaan berat. Hal ini juga hampir pasti akan membuat tubuh kita merasa sangat lelah hingga rasa kantuk akhirnya datang, karena karbohidrat juga membantu produksi &lt;i&gt;tryptophan&lt;/i&gt; (protein pemicu kantuk) pada otak. Namun, jangan hanya memakan makanan berkarbohidrat saja, tambahkan pula makanan lain yang mengandung protein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Berinvestasilah dengan membeli alas tidur yang memberikan kenyamanan maksimal&lt;/h2&gt;Suka mendaki dengan teknik &lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/05/style-mendaki-gunung-ultralight-hiking.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ultraligh hiking&lt;/a&gt;? Jangan terlalu memaksakan hingga mengurangi beban dengan tidak membawa alas tidur yang nyaman dan berkualitas. Alas tidur merupakan alat terbaik untuk mendapat kualitas tidur yang maksimal, maka dari itu, jangan ragu untuk membeli alas tidur yang berkualitas dan memberi kenyamanan maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Ganti pakaian yang kamu gunakan di perjalanan dengan pakaian khusus tidur&lt;/h2&gt;Terus terang, karena terlalu lelah, saat telah memasang tenda, saya seringkali malas mengganti baju dan tidur dengan pakaian kotor yang basah bercampur keringat. Dan hal ini ternyata menjadi salah satu penyebab sulit tidur. Jika memungkinkan, lebih baik mandi dulu sebelum mengganti pakaian. Tubuh yang bersih dan kering dengan pakaian baru yang bersih akan memberikan kenyamanan yang membantu kita untuk lebih cepat tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Bawalah penyumbat telinga (&lt;i&gt;earplugs&lt;/i&gt;)&lt;/h2&gt;Meski terdengar damai dan menentramkan, suara alam kadangkala juga bisa sangat mengganggu. Apalagi jika kebetulan kita berkemah di area yang penuh dengan tenda pendaki lain. Kombinasi suara alam seperti lolongan binatang malam dan keriuhan yang dibuat pendaki lain bisa sangat mengganggu istirahat malam kita. Bawalah &lt;i&gt;earplugs&lt;/i&gt;&amp;nbsp;atau penyumbat telinga agar kita terhindar dari suara-suara yang mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Jangan ngopi dan merokok&lt;/h2&gt;Kita semua tahu kalau nikotin dan caffein yang terkandung dalam rokok dan kopi termasuk kedalam zat stimulan yang akan membuat tubuh sulit merasakan kantuk dan enggan tidur. Maka dari itu, demi segera mendapatkan rasa kantuk dan mendapat kualitas tidur yang baik, cobalah untuk tidak mengkonsumsi kopi dan rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sialnya, meski tahu efek samping yang ditimbulkan, para perokok dan pecinta kopi seperti saya sangat sulit untuk tidak ngopi dan merokok, apalagi saat berkemah di gunung yang punya udara super dingin. Karena hal ini cukup sulit dijalankan, solusi yang bisa dilakukan mungkin dengan mencoba mengurangi dan membatasi asupan kopi yang kita minum dan jumlah rokok yang kita sulut. Cobalah untuk tidak ngopi dan merokok beberapa jam sebelum waktu tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah 6 tips mengatasi insomnia saat berkemah yang saya dapatkan dari sebuah artikel di &lt;a href=&quot;http://backpacker.com/&quot;&gt;backpacker.com&lt;/a&gt;. Efektif atau tidaknya, saya juga belum tahu pasti, karena beberapa diantaranya belum pernah saya coba. Jika kawan-kawan punya problem yang sama dengan apa yang saya alami, mari sama-sama mencoba melakukan tips-tips yang ada di atas, siapa tahu tips ini berhasil mengatasi masalah insomnia yang kita derita. Semoga bermanfaat, salam lestari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Picture credit : www.pixabay.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/908587976690718989/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/02/tips-mengatasi-insomnia-saat-berkemah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/908587976690718989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/908587976690718989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/02/tips-mengatasi-insomnia-saat-berkemah.html' title='Tips Mengatasi Insomnia saat Berkemah'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXggkzASYDqRbUetgeZLD-cJMvxXX5ut2iT1kBcMt8KYiVtg6I6yA6VMVXNixJ_XQn58sq6NarIEvp1glhFelrNfxvovbZpcT24kiw5jRJsXdmkLWsjzrHao4bm6laCWZM19p5AoJjelI/s72-c/tent-548022_1920.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-2718629001447947893</id><published>2016-02-07T19:10:00.000-08:00</published><updated>2016-02-19T08:10:33.467-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Film"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Information"/><title type='text'>7 Film Outdoor yang Mungkin Kamu Lewatkan di Tahun 2015</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGj4JCWZcEEnql46uNzUq8-JIlVJGCUSLQ_ZHkENts3MKimphG7M7iRyTAWpkXJ1uCq2TUm68Ph8dtsxjr4B1sOm1sRhX6qD_eW_UB93rCtBRPwxAV8UD5OWJgM0pZ-A7hdFFDZGT6YHs/s1600/film-petualangan-2015.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;424&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGj4JCWZcEEnql46uNzUq8-JIlVJGCUSLQ_ZHkENts3MKimphG7M7iRyTAWpkXJ1uCq2TUm68Ph8dtsxjr4B1sOm1sRhX6qD_eW_UB93rCtBRPwxAV8UD5OWJgM0pZ-A7hdFFDZGT6YHs/s640/film-petualangan-2015.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;film petualangan terbaik 2015&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Setiap tahunnya, para pelaku dan pecinta olahraga luar ruangan (outdoor) sering dimanjakan dengan berbagai film petualangan berkualitas yang dihasilkan para sineas profesional, yang seringnya juga merupakan para pelaku olahraga itu sendiri. Di tahun 2015 lalu, ada banyak sekali film bertema olahraga outdoor yang beredar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disini, saya akan mencoba mengumpulkan 7 film terbaik yang mungkin belum sempat kamu tonton di tahun 2015 lalu. Tidak melulu soal film bertema naik gunung, kali ini saya juga memasukkan film dengan tema olahraga-olahraga alam bebas lainnya, seperti skateboard, rock climbing, ski, dan surfing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
1. &lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2016/01/rekomendasi-film-meru-2015.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Meru&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/1pZ1GzXPEO8&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Film dokumenter pendakian terbaik yang pernah saya tonton. Film ini bukan hanya menampilkan teknik pengambilan gambar dan kualitas video yang mumpuni, namun juga menyimpan pesan-pesan moral yang bisa dijadikan pelajaran berharga, terutama untuk mereka yang senang mendaki gunung. Pokoknya, film Meru ini sangat wajib kamu tonton!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
2. Reel Rock 10&lt;/h2&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/mXNOTJFEBsQ&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;br /&gt;
Para pecinta panjat tebing pasti sudah akrab dengan film Reel Rock. Dan seperti biasa, Reel Rock 10 juga menampilkan aksi luar biasa dari para pemanjat, dengan teknologi pengambilan gambar yang lebih canggih dan tentunya lebih keren dari seri-seri sebelumnya. Film ini sangat wajib ditonton para pecinta olahraga ekstrem, khususnya para pecinta rock climbing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
3. Everest&lt;/h2&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/5ZQVpPiOji0&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari fakta bahwa film ini dibuat berdasarkan pada salah satu peristiwa yang paling terkenal dalam sejarah mountaineering, dan juga berlatar gunung yang paling terkenal di dunia, film ini masih 100% bergaya Hollywood. Namun bukan berarti film ini berkualitas buruk, jika kamu suka dengan film action berbalut sedikit drama yang mendebarkan, dengan artis-artis top dan sutradara berkualitas, jangan lewatkan film &quot;Everest&quot; ini. Namun jika kamu termasuk tipe orang yang ingin mencari fakta sebenarnya dari kejadian yang diangkat di film ini, jangan tonton &quot;Everest&quot;, kamu hanya perlu mencari dan membaca &quot;Into Thin Air&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
4. After The Sky Falls&lt;/h2&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/W3Umj3WoZqk&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buat kamu yang bermimpi suatu hari nanti ingin mencoba olahraga ski di gunung bersalju, film ini sangat layak untuk ditonton. After the Sky Falls menampilkan aksi-aksi brilian dari para altet ski profesional. Dengan kualitas di atas rata-rata, film ini akan membuat kamu terpesona dengan keindahan pemandangan dan kehebatan aksi para atlet yang terekam dengan sangat apik dalam film ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
5. Absinthe Eversince&lt;/h2&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/cNfUnkH8iWE&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Absinthe dikenal sebagai salah satu pembuat film snowboarding terbaik, dan kali ini, lewat Eversince mereka kembali membuktikan kualitas dan kelasnya. Film ini akan membuat kita melihat sisi-sisi lain yang sangat menarik dari dunia snowboarding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
6. We Are Blood&lt;/h2&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/SVus4Ua1EFQ&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di mulai dari sudut kota di Los Angeles, kini skateboard telah menyebar dan digemari kalangan anak muda di hampir seluruh dunia. Film ini merupakan hasil kerjasama Brain Farm Digital Cinema dan Paul Rodriguez yang merupakan seorang skater profesional. Tak melulu menampilkan aksi hebat, film ini juga menampilkan sisi-sisi lain dari dunia skateboarding dari berbagai belahan dunia. Dengan kualitas pengambilan gambar dan teknologi kamera yang modern, film ini sangat layak untuk ditonton, terutama oleh kamu yang suka olahraga ekstrem.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
7. View from Blue Moon&lt;/h2&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/bTqVqk7FSmY&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Film pertama dari seorang surfer profesional bernama John Florence. Berkisah tentang perjalanan John menjajal beragam tipe ombak mulai dari Hawaii, Afrika Selatan, Australia dan pantai lain di berbagai belahan dunia. Kualitas dan cara pengambilan gambar di film ini sangat baik, sehingga mampu menangkap keindahan dan kehebatan aksi para surfer. Film ini akan sangat cocok ditonton oleh kamu yang punya hobi surfing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu saja yang bisa saya bagikan kepada kawan-kawan semua, semoga bermanfaat. Jika punya saran film lain yang harus ditonton, silahkan tuliskan di kolom komentar. Salam lestari!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lihat juga :&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/01/7-film-petualangan-terbaik.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;11 Film Petualangan Terbaik yang harus Kamu Tonton&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/04/film-indonesia-bertema-pendakian-gunung.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;4 Film Indonesia bertema Pendakian Gunung&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/2718629001447947893/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/02/7-film-outdoor-yang-mungkin-kamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/2718629001447947893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/2718629001447947893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/02/7-film-outdoor-yang-mungkin-kamu.html' title='7 Film Outdoor yang Mungkin Kamu Lewatkan di Tahun 2015'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGj4JCWZcEEnql46uNzUq8-JIlVJGCUSLQ_ZHkENts3MKimphG7M7iRyTAWpkXJ1uCq2TUm68Ph8dtsxjr4B1sOm1sRhX6qD_eW_UB93rCtBRPwxAV8UD5OWJgM0pZ-A7hdFFDZGT6YHs/s72-c/film-petualangan-2015.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-8437267262434649197</id><published>2016-02-04T23:42:00.000-08:00</published><updated>2016-02-19T05:47:47.083-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Foto"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gallery"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Instagram"/><title type='text'>11 Toilet dengan Pemandangan Terindah dari Akun Instagram &amp;quot;Places I&amp;#39;ve Peed&amp;quot;</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAGTgVpNARbPS9qHKa833hTqQ4Os_RBW6RydR3rFqYkEZPrRtWDFZq4f2-jqH7d-SbKlPOhSo2anEP6zLgIihxsslfZeaQJWuA-e9EndYiU_bJ1ibMd3O1HLvDb_invbpwntrytBquIVE/s1600/pipis-berjamaah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAGTgVpNARbPS9qHKa833hTqQ4Os_RBW6RydR3rFqYkEZPrRtWDFZq4f2-jqH7d-SbKlPOhSo2anEP6zLgIihxsslfZeaQJWuA-e9EndYiU_bJ1ibMd3O1HLvDb_invbpwntrytBquIVE/s640/pipis-berjamaah.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;pipis berjamaah di gunung via&amp;nbsp;@places.ive.peed&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Saat ini Instagram benar-benar sedang berada dalam puncak popularitasnya, data terakhir menunjukkan, saat tulisan ini dibuat, Instagram telah menjadi salah satu media sosial terbesar dengan pengguna sebanyak kurang lebih 400 juta akun yang tersebar di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 400 juta akun tersebut, ada bermacam-macam jenis foto telah dibagikan, mulai dari foto-foto indah, unik, hingga yang rada-rada aneh seperti yang saya temukan di akun&amp;nbsp;&lt;b&gt;@places.ive.peed&lt;/b&gt;. Akun ini mengambil genre foto yang agak kurang lazim, yakni foto indah orang-orang yang sedang buang air di tempat-tempat keren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir kali sebelum postingan ini saya buat, akun ini sudah diikuti oleh kurang lebih 3.000 followers, dan telah membagikan 118 foto keren. Dari semua foto di akun ini, saya coba mengambil 11 foto terbaik yang menampilkan toilet dengan pemandangan terindah yang bisa kawan-kawan nikmati.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;1. Kalau sambil liat pemandangan kayak gini, pipisnya pasti lancar deh..&lt;/h3&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-version=&quot;6&quot; style=&quot;background: #fff; border-radius: 3px; border: 0; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.5) , 0 1px 10px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.15); margin: 1px; max-width: 658px; padding: 0; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: #F8F8F8; line-height: 0; margin-top: 40px; padding: 33.3333333333% 0; text-align: center; width: 100%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: url(data:image/png; display: block; height: 44px; margin: 0 auto -44px; position: relative; top: -22px; width: 44px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0 0 0; padding: 0 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/BBEAaesF8dz/&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;A fall time Loveland Pass piss! We know it&#39;s Winter and Loveland Piss is perfect skiing right now, but you gotta love how the colors of the Aspen bring out @natejameswood stream... #placesivepeed #lovelandpiss #coloRADo #fallstreamin #lloydchristmas&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A photo posted by Places I&#39;ve Peed (@places.ive.peed) on &lt;time datetime=&quot;2016-01-28T00:28:13+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Jan 27, 2016 at 4:28pm PST&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;2. Asik nih, tapi pantat pasti kedinginan banget..&lt;/h3&gt;&lt;script async=&quot;&quot; defer=&quot;&quot; src=&quot;//platform.instagram.com/en_US/embeds.js&quot;&gt;&lt;/script&gt; &lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-version=&quot;6&quot; style=&quot;background: #fff; border-radius: 3px; border: 0; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.5) , 0 1px 10px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.15); margin: 1px; max-width: 658px; padding: 0; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: #F8F8F8; line-height: 0; margin-top: 40px; padding: 37.5% 0; text-align: center; width: 100%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: url(data:image/png; display: block; height: 44px; margin: 0 auto -44px; position: relative; top: -22px; width: 44px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0 0 0; padding: 0 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/BA5owVUl8Qv/&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Lettin&#39; loose on top of the world! Salhale Mountain, Washington @RobHerrm making it happen at the most scenic john PIP has seen to date... Cheers! #placesivepeed #PNW #washington #roomwithaview #thatmountainisaninchtaller #cascades&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A photo posted by Places I&#39;ve Peed (@places.ive.peed) on &lt;time datetime=&quot;2016-01-23T23:49:05+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Jan 23, 2016 at 3:49pm PST&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;3. Yang ini gaya&#39;nya agak ekstrem..&lt;/h3&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-version=&quot;6&quot; style=&quot;background: #fff; border-radius: 3px; border: 0; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.5) , 0 1px 10px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.15); margin: 1px; max-width: 658px; padding: 0; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: #F8F8F8; line-height: 0; margin-top: 40px; padding: 62.5% 0; text-align: center; width: 100%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: url(data:image/png; display: block; height: 44px; margin: 0 auto -44px; position: relative; top: -22px; width: 44px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0 0 0; padding: 0 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/_FwM1dl8X5/&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Little stream in Little Wild Horse Canyon - Goblin Valley, Utah Just doing my duty to deepen the slot! Little Wild Horse is a super quick loop near Goblin Valley State Park. It&#39;s on BLM land, so tons of free camping. Goblin Valley also has some new MTB trails so make sure to bring you bike along! #PlacesIvePeed #utah #slotcanyon #hardtopeehorizontal #8footstream #eeeerrrroooossssiiiioooonnnn&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A photo posted by Places I&#39;ve Peed (@places.ive.peed) on &lt;time datetime=&quot;2015-12-09T23:42:14+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Dec 9, 2015 at 3:42pm PST&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;4. Akhirnya bisa pipis di atas awan..&lt;/h3&gt;&lt;script async=&quot;&quot; defer=&quot;&quot; src=&quot;//platform.instagram.com/en_US/embeds.js&quot;&gt;&lt;/script&gt; &lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-version=&quot;6&quot; style=&quot;background: #fff; border-radius: 3px; border: 0; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.5) , 0 1px 10px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.15); margin: 1px; max-width: 658px; padding: 0; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: #F8F8F8; line-height: 0; margin-top: 40px; padding: 50.0% 0; text-align: center; width: 100%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: url(data:image/png; display: block; height: 44px; margin: 0 auto -44px; position: relative; top: -22px; width: 44px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0 0 0; padding: 0 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/8zBezCl8Wi/&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;You couldn&#39;t pee any higher in Colorado! - Mt. Elbert, Colorado Thanks to follower @scottlond08 we have another 14er in the books, and the tallest in Colorado! While taking a break on his way to the tippity top, he captured PIP&#39;s first above the clouds piss! Thanks again @scottlond08! #placesivepeed #elbert #coloRADo #14er #abovetheclouds #hikedat #tallest #youcanttouchthis #hiking #summit #hitthemeat&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A photo posted by Places I&#39;ve Peed (@places.ive.peed) on &lt;time datetime=&quot;2015-10-14T00:04:53+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Oct 13, 2015 at 5:04pm PDT&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;5. Dari siang udah ditahan-tahan biar bisa pipis pas sunset..&lt;/h3&gt;&lt;script async=&quot;&quot; defer=&quot;&quot; src=&quot;//platform.instagram.com/en_US/embeds.js&quot;&gt;&lt;/script&gt; &lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-version=&quot;6&quot; style=&quot;background: #fff; border-radius: 3px; border: 0; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.5) , 0 1px 10px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.15); margin: 1px; max-width: 658px; padding: 0; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: #F8F8F8; line-height: 0; margin-top: 40px; padding: 50.0% 0; text-align: center; width: 100%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: url(data:image/png; display: block; height: 44px; margin: 0 auto -44px; position: relative; top: -22px; width: 44px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0 0 0; padding: 0 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/6lLegYl8cJ/&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Saving it for the sunset at Peevine Peak, Nevada. Thanks @blkedy! ... &quot;Peavine is like the backyard trail. It&#39;s not too technical but easy to get a lap in on a weekday after work. Lots of intertwining trails to easily get in 30+ mile laps. It&#39;s across 80 heading north so the other side of Tahoe/Mt. Rose, which has some incredible riding.&quot; #placesivepeed #reno #911 #mtb #tahoe #sunset #streaming #nevada #clouds&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A photo posted by Places I&#39;ve Peed (@places.ive.peed) on &lt;time datetime=&quot;2015-08-19T22:00:04+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Aug 19, 2015 at 3:00pm PDT&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;6. Aduh kaka cantik ini emang keren, padahal dinginnya pasti nusuk banget..&lt;/h3&gt;&lt;script async=&quot;&quot; defer=&quot;&quot; src=&quot;//platform.instagram.com/en_US/embeds.js&quot;&gt;&lt;/script&gt; &lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-version=&quot;6&quot; style=&quot;background: #fff; border-radius: 3px; border: 0; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.5) , 0 1px 10px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.15); margin: 1px; max-width: 658px; padding: 0; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: #F8F8F8; line-height: 0; margin-top: 40px; padding: 50.0% 0; text-align: center; width: 100%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: url(data:image/png; display: block; height: 44px; margin: 0 auto -44px; position: relative; top: -22px; width: 44px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0 0 0; padding: 0 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/5-k_X4F8So/&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;That butt has gotta be cold on top of Greys 14er #placesivepeed #coloRADo #14er #longwaydown&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A photo posted by Places I&#39;ve Peed (@places.ive.peed) on &lt;time datetime=&quot;2015-08-04T22:12:37+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Aug 4, 2015 at 3:12pm PDT&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;7. Kaka ini kayaknya menikmati banget..&lt;/h3&gt;&lt;script async=&quot;&quot; defer=&quot;&quot; src=&quot;//platform.instagram.com/en_US/embeds.js&quot;&gt;&lt;/script&gt; &lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-version=&quot;6&quot; style=&quot;background: #fff; border-radius: 3px; border: 0; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.5) , 0 1px 10px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.15); margin: 1px; max-width: 658px; padding: 0; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: #F8F8F8; line-height: 0; margin-top: 40px; padding: 50.0% 0; text-align: center; width: 100%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: url(data:image/png; display: block; height: 44px; margin: 0 auto -44px; position: relative; top: -22px; width: 44px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0 0 0; padding: 0 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/5Xf-bfF8bl/&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Spritzin the Flats #placesivepeed #bonnevillesaltflats&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A photo posted by Places I&#39;ve Peed (@places.ive.peed) on &lt;time datetime=&quot;2015-07-20T17:58:25+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Jul 20, 2015 at 10:58am PDT&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;8. Yang ini jangan ditiru, mencemari air..&lt;/h3&gt;&lt;script async=&quot;&quot; defer=&quot;&quot; src=&quot;//platform.instagram.com/en_US/embeds.js&quot;&gt;&lt;/script&gt; &lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-version=&quot;6&quot; style=&quot;background: #fff; border-radius: 3px; border: 0; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.5) , 0 1px 10px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.15); margin: 1px; max-width: 658px; padding: 0; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: #F8F8F8; line-height: 0; margin-top: 40px; padding: 50.0% 0; text-align: center; width: 100%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: url(data:image/png; display: block; height: 44px; margin: 0 auto -44px; position: relative; top: -22px; width: 44px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0 0 0; padding: 0 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/528y0SF8UH/&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Helping the moss grow - Skogafoss, Iceland #placesivepeed #iceland #dontgochasingwaterfalls&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A photo posted by Places I&#39;ve Peed (@places.ive.peed) on &lt;time datetime=&quot;2015-08-01T23:06:42+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Aug 1, 2015 at 4:06pm PDT&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;9. Panas-panas gini enaknya buka risleting celana biar adem..&lt;/h3&gt;&lt;script async=&quot;&quot; defer=&quot;&quot; src=&quot;//platform.instagram.com/en_US/embeds.js&quot;&gt;&lt;/script&gt; &lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-version=&quot;6&quot; style=&quot;background: #fff; border-radius: 3px; border: 0; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.5) , 0 1px 10px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.15); margin: 1px; max-width: 658px; padding: 0; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: #F8F8F8; line-height: 0; margin-top: 40px; padding: 50.0% 0; text-align: center; width: 100%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: url(data:image/png; display: block; height: 44px; margin: 0 auto -44px; position: relative; top: -22px; width: 44px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0 0 0; padding: 0 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/6VUpJrl8Sl/&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Can never quench this desert. Abu Dhabi, UAE #placesivepeed #desertpees #desert #toohot #thirstythursday&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A photo posted by Places I&#39;ve Peed (@places.ive.peed) on &lt;time datetime=&quot;2015-08-13T18:12:19+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Aug 13, 2015 at 11:12am PDT&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;10. Ini toilet dengan pemandangan paling indah di dunia..&lt;/h3&gt;&lt;script async=&quot;&quot; defer=&quot;&quot; src=&quot;//platform.instagram.com/en_US/embeds.js&quot;&gt;&lt;/script&gt; &lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-version=&quot;6&quot; style=&quot;background: #fff; border-radius: 3px; border: 0; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.5) , 0 1px 10px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.15); margin: 1px; max-width: 658px; padding: 0; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: #F8F8F8; line-height: 0; margin-top: 40px; padding: 33.3333333333% 0; text-align: center; width: 100%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: url(data:image/png; display: block; height: 44px; margin: 0 auto -44px; position: relative; top: -22px; width: 44px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0 0 0; padding: 0 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/8BxMqZl8cw/&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Peeing in a galaxy not so far far away - Rawah Wilderness, Colorado After setting up camp nothing quite beats waking up and peeing under the stars. Remember that the lunar eclipse is happening this Sunday! Happy star gazing! Thanks @thee_jmalo #placesivepeed #milkyway #notthecandy #coloRADo #stars #werenotinkansasanymore #backpacking #hiking #trailblazer #supermoon #eclipse #coffeegivesmetheshakes&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A photo posted by Places I&#39;ve Peed (@places.ive.peed) on &lt;time datetime=&quot;2015-09-24T20:59:48+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Sep 24, 2015 at 1:59pm PDT&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;11. Mimpi jadi nyata bisa pipis di depan gunung keren macam K2 ini..&lt;/h3&gt;&lt;script async=&quot;&quot; defer=&quot;&quot; src=&quot;//platform.instagram.com/en_US/embeds.js&quot;&gt;&lt;/script&gt; &lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-version=&quot;6&quot; style=&quot;background: #fff; border-radius: 3px; border: 0; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.5) , 0 1px 10px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.15); margin: 1px; max-width: 658px; padding: 0; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: #F8F8F8; line-height: 0; margin-top: 40px; padding: 50.0% 0; text-align: center; width: 100%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: url(data:image/png; display: block; height: 44px; margin: 0 auto -44px; position: relative; top: -22px; width: 44px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0 0 0; padding: 0 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/7tLAdOl8QW/&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Peeing in the general direction of K2 - Concordia, Pakistan Thanks @jja141 for one of the most epic places I&#39;ve peed shots yet! &quot;Called Concordia,&amp;nbsp;it&#39;s the confluence of the Baltoro and Godwin-Austen glaciers in the Karakoram.&amp;nbsp; No trail names, just glaciers.&amp;nbsp; The scale of place is indescribable.&amp;nbsp; The distance from me to the base of K2 is about 12 kilometers.&amp;nbsp; Check out this clip about it from Planet Earth:&quot; https://youtu.be/Af0GVm0lB8A #placesivepeed #k2 #pakistan #glacier #mountain #worktoplay #ultalight #whoneedsanalgene #concordia #planetearth&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;A photo posted by Places I&#39;ve Peed (@places.ive.peed) on &lt;time datetime=&quot;2015-09-16T21:01:17+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Sep 16, 2015 at 2:01pm PDT&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua foto di akun tersebut merupakan hasil karya para &lt;i&gt;instagramers&lt;/i&gt; luar negeri. Di Indonesia sendiri gaya berfoto seperti ini nampaknya belum cukup populer, mungkin karena bagi masyarakat kita yang - katanya - menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan, foto-foto seperti ini masih dianggap tabu. Namun saya rasa tak ada salahnya jika kita melihat foto-foto ini sebagai bahan hiburan belaka. Semoga bermanfaat dan menginspirasi kawan-kawan semua, salam lestari..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script async=&quot;&quot; defer=&quot;&quot; src=&quot;//platform.instagram.com/en_US/embeds.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;script async=&quot;&quot; defer=&quot;&quot; src=&quot;//platform.instagram.com/en_US/embeds.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/8437267262434649197/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/02/11-toilet-dengan-pemandangan-terindah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/8437267262434649197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/8437267262434649197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/02/11-toilet-dengan-pemandangan-terindah.html' title='11 Toilet dengan Pemandangan Terindah dari Akun Instagram &amp;quot;Places I&amp;#39;ve Peed&amp;quot;'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAGTgVpNARbPS9qHKa833hTqQ4Os_RBW6RydR3rFqYkEZPrRtWDFZq4f2-jqH7d-SbKlPOhSo2anEP6zLgIihxsslfZeaQJWuA-e9EndYiU_bJ1ibMd3O1HLvDb_invbpwntrytBquIVE/s72-c/pipis-berjamaah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-6712317160721885558</id><published>2016-02-04T04:32:00.000-08:00</published><updated>2016-02-19T05:47:47.103-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Coretan Pendaki"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Information"/><title type='text'>Menurut Penelitian, Hiking dapat Membuat Orang jadi Lebih Bahagia</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgilNzaV60lsI96tEs-4m4vtFVp-yy4n8vXz1fYzdMutYvIl2bEHv7Xf9jXQua7ZEB4Wl_WkokubAdvEdxpGtUISblDDgG7_VQUzKggT0oW9fL7olbLyxPV_YKUsTrQNvO1xSF2YQo12as/s1600/Mendaki-membuat-orang-lebih-bahagia.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgilNzaV60lsI96tEs-4m4vtFVp-yy4n8vXz1fYzdMutYvIl2bEHv7Xf9jXQua7ZEB4Wl_WkokubAdvEdxpGtUISblDDgG7_VQUzKggT0oW9fL7olbLyxPV_YKUsTrQNvO1xSF2YQo12as/s640/Mendaki-membuat-orang-lebih-bahagia.JPG&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;mendaki gunung membuat orang lebih bahagia&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Ilmuwan Inggris dan Amerika telah menerbitkan hasil penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa berjalan di alam terbuka (&lt;i&gt;hiking&lt;/i&gt;) - di Indonesia lebih populer dengan istilah mendaki gunung -&amp;nbsp;dapat membantu memerangi stress dan membangun sikap mental yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti dari University of Michigan dan Edge Hill University mengevaluasi 1.991 partisipan dari 70.000 peserta reguler yang mengikuti program &lt;i&gt;England&#39;s Walking for Health&lt;/i&gt;, yang mengharuskan para peserta berjalan sejauh 3000 langkah setiap minggunya. Mereka menemukan bahwa berjalan kaki di alam terbuka dapat mengurangi tingkat stress secara signifikan akibat berbagai kejadian buruk yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Ekopsikologi edisi September 2015 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sara Warber, profesor kedokteran di sekolah kesehatan University of Michigan dan penulis senior pada studi tersebut, mengatakan bahwa sampel yang besar merupakan faktor yang sangat menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;i&gt;Kami mengamati perilaku kelompok dengan jumlah anggota yang besar, di mana beberapa memilih untuk berjalan dan beberapa memilih untuk tidak, kami tidak memaksa mereka untuk melakukan apa yang kami inginkan,&lt;/i&gt;&quot; katanya. &quot;&lt;i&gt;Setelah 13 minggu, mereka yang berjalan kaki setidaknya sekali dalam seminggu mengalami perubahan emosi ke arah positif dan penurunan tingkat stres.&lt;/i&gt;&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warber dan asisten penulis Kate Irvine, yang merupakan anggota senior dari grup peneliti aspek sosial, ekonomi, dan ilmu geografi James Hutton Institute, di Aberdeen Inggris Raya, merekomendasikan untuk berjalan kaki atau &lt;i&gt;hiking&lt;/i&gt; di alam terbuka minimal sebanyak tiga kali seminggu, demi mendapatkan manfaat yang positif. Singkatnya, &lt;i&gt;hiking&lt;/i&gt; jarak pendek yang dilakukan bekali-kali dalam satu jangka waktu - misal satu bulan - akan lebih bermanfaat daripada hiking jarak jauh yang hanya dilakukan sekali saja selama sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;i&gt;Stres tidak akan pernah pergi dari kehidupan, sehingga sangat penting bagi kita mencari cara terbaik untuk mengatasinya,&lt;/i&gt;&quot; kata Warber. &quot;&lt;i&gt;Berjalan kaki di alam terbuka (hiking atau mendaki gunung) adalah cara bagus yang tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik namun juga kesehatan mental.&lt;/i&gt;&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;i&gt;http://www.outsideonline.com/1805496/study-hiking-makes-you-happier&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/6712317160721885558/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/02/menurut-penelitian-hiking-dapat-membuat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/6712317160721885558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/6712317160721885558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/02/menurut-penelitian-hiking-dapat-membuat.html' title='Menurut Penelitian, Hiking dapat Membuat Orang jadi Lebih Bahagia'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgilNzaV60lsI96tEs-4m4vtFVp-yy4n8vXz1fYzdMutYvIl2bEHv7Xf9jXQua7ZEB4Wl_WkokubAdvEdxpGtUISblDDgG7_VQUzKggT0oW9fL7olbLyxPV_YKUsTrQNvO1xSF2YQo12as/s72-c/Mendaki-membuat-orang-lebih-bahagia.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-7581257352908630146</id><published>2016-01-17T19:03:00.000-08:00</published><updated>2016-02-19T05:47:47.119-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Film"/><title type='text'>Rekomendasi Film : Meru (2015)</title><content type='html'>Meru adalah sebuah film dokumenter karya Jimmy Chin yang menceritakan perjalanan ekspedisi menaklukan salah satu jalur pendakian tersulit yang ada di dunia, yakni jalur Shark&#39;s Fin menuju salah satu dari tiga puncak Meru di pegunungan Himalaya. Sebagai sebuah film dokumenter, menurut saya, Meru dibuat dengan cara yang sangat berkualitas, baik dari sisi pengambilan gambar, maupun narasi pengiring sepanjang cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pecinta petualangan, film ini sangat recommended untuk jadi bahan tontonan di sela-sela waktu luang. Selain bercerita tentang peristiwa bersejarah penaklukan jalur Shark&#39;s Fin, film ini juga menceritakan tentang proses perjuangan panjang yang dilakukan Conrad Anker. Jimmy Chin, dan Renan Ozturk saat gagal di pendakian pertama, hingga akhirnya 3 tahun kemudian mereka kembali dan berhasil menjadi orang-orang pertama yang menaklukan jalur Sharks&#39; Fin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMLWYLTSedV5580_D1DDNwjzMZ5VRVaxV5xEC2SX2wMDIjWkK-3N_f5_cMfIbYWheEfhmY_8Znfxvaqki1bMquyXW01O6GRJQ4bz8Scz8UXV3m_rvzjKXwejhmvNqgcPw8HWPxONmBYJ0/s1600/film-meru.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMLWYLTSedV5580_D1DDNwjzMZ5VRVaxV5xEC2SX2wMDIjWkK-3N_f5_cMfIbYWheEfhmY_8Znfxvaqki1bMquyXW01O6GRJQ4bz8Scz8UXV3m_rvzjKXwejhmvNqgcPw8HWPxONmBYJ0/s640/film-meru.jpg&quot; width=&quot;438&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Situs review film terkemuka Rotten Tomattoes memberi nilai 7,5 untuk film ini, sedangkan IMDb memberi nilai 7,8. Selain itu, Meru juga merupakan memenangkan penghargaan &lt;i&gt;Prestigious Audience Award&lt;/i&gt; di Sundance International Film Festival. Dengan penghargaan-penghargaan tersebut, tak heran Meru dianggap sebagai salah satu film dokumenter perjalanan terbaik yang pernah dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak nilai-nilai positif yang bisa diambil dari film ini, salah satunya tentang profesionalisme, pertemanan, kerja tim, dan semangat untuk meraih mimpi. Jika kawan-kawan merasa sebagai pecinta petualangan, Meru harus masuk kedalam daftar film yang wajib kawan-kawan tonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/1pZ1GzXPEO8&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat, salam lestari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca juga : &lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/01/7-film-petualangan-terbaik.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;11 Film Petualangan Terbaik yang Harus Kamu Tonton&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/7581257352908630146/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/01/rekomendasi-film-meru-2015.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/7581257352908630146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/7581257352908630146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/01/rekomendasi-film-meru-2015.html' title='Rekomendasi Film : Meru (2015)'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMLWYLTSedV5580_D1DDNwjzMZ5VRVaxV5xEC2SX2wMDIjWkK-3N_f5_cMfIbYWheEfhmY_8Znfxvaqki1bMquyXW01O6GRJQ4bz8Scz8UXV3m_rvzjKXwejhmvNqgcPw8HWPxONmBYJ0/s72-c/film-meru.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-7778667662252623713</id><published>2016-01-14T22:14:00.000-08:00</published><updated>2016-02-19T05:47:47.135-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gear Review"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peralatan Mendaki"/><title type='text'>Gear Review : Deuter ACT Lite 40+10</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2QrGYI-HhmdTtQPj40O7Cqc4KDd7Y4BhdKFeXsy0wqHSgzduokr5Fivl0A75weEPNaSil6Eg1HG7Ftn4ZqF3zcINpvpWY6l8nsN1DDTmR0Y0Ztyby_17arm-_sxmC9MLxM9BcElW_yYs/s1600/keril-carrier-deuter-act-lite-40%252B10+%25281%2529.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2QrGYI-HhmdTtQPj40O7Cqc4KDd7Y4BhdKFeXsy0wqHSgzduokr5Fivl0A75weEPNaSil6Eg1HG7Ftn4ZqF3zcINpvpWY6l8nsN1DDTmR0Y0Ztyby_17arm-_sxmC9MLxM9BcElW_yYs/s640/keril-carrier-deuter-act-lite-40%252B10+%25281%2529.JPG&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang keril berkualitas, nama Deuter mungkin sudah tak asing lagi bagi kawan-kawan yang sudah malang melintang di dunia pendakian. Selain brand lain seperti REI, Osprey, dan Berghauss, keril Deuter merupakan salah satu pilihan yang kualitasnya sudah diakui oleh para petualang dunia, termasuk para petualang di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan teknologi &lt;i&gt;back system&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan &lt;i&gt;air contact&lt;/i&gt; yang mumpuni, keril deuter sangat nyaman digunakan sekalipun digunakan untuk memikul beban yang cukup berat. Selain itu, kualitas bahan yang kuat dan tahan lama, desain yang simple nan elegan, serta fitur-fitur tambahan lainnya, membuat Deuter menjadi salah satu brand terbaik yang sangat disukai para pendaki gunung di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, saya akan coba memberikan review tentang salah satu jenis keril dari deuter, yakni ACT Lite 40+10. Keril ini sudah sering saya gunakan untuk melakukan berbagai pendakian, baik pendakian santai sehari perjalanan, ataupun pendakian menengah dengan waktu 2-3 hari perjalanan. Apa saja keunggulan dan kekurangan dari keril ini? Berikut, saya akan mencoba memberikan sedikit ulasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiF_CfaY65PNFQ4Q7B9brRJU8WaoF460mpTjLqx49E3Aql2Ah_nISlGT-McpxRyRkCCLUhibcaafrmCUDM1VvbEnf2PgXCrN8YmM6PElFdZo-iSUaOuTK-xmgA0sljrsTRAXlMIi64Qymk/s1600/360x500-5815-hiking-backpack-act-lite-40l-plus-10-red-grey.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiF_CfaY65PNFQ4Q7B9brRJU8WaoF460mpTjLqx49E3Aql2Ah_nISlGT-McpxRyRkCCLUhibcaafrmCUDM1VvbEnf2PgXCrN8YmM6PElFdZo-iSUaOuTK-xmgA0sljrsTRAXlMIi64Qymk/s320/360x500-5815-hiking-backpack-act-lite-40l-plus-10-red-grey.jpg&quot; width=&quot;235&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Spesifikasi&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Weight&lt;/b&gt;: 1670 g&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Volume&lt;/b&gt;: 40 + 10 litre&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Size&lt;/b&gt;: 73 / 30 / 23 (H x W x D) cm&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Material&lt;/b&gt;:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Deuter-Super-Polytex&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Deuter-Ripstop 210&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Macro Lite 210&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;(&lt;i&gt;sumber : deuter.com&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Keunggulan&lt;/h2&gt;&lt;h3&gt;Nyaman dipakai&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;Seperti yang sekilas telah saya bahas di awal, keril Deuter punya teknologi &lt;i&gt;back system&lt;/i&gt; yang mumpuni. Ditambah dengan sistem ventilasi udara (&lt;i&gt;air contact&lt;/i&gt;) yang baik di bagian yang bersentuhan langsung dengan punggung, keril ini akan sangat nyaman dipakai saat harus membawa beban berat sepanjang perjalanan mendaki. Hal ini sudah saya buktikan sendiri dengan membandingkan pengalaman saat dulu memakai keril jenis lain hingga kemudian saya membeli keril ini, perbedaan kenyamanan di punggung sangat jelas terasa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Berat sendiri keril cukup ringan&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;Saat pergi mendaki, perbekalan dan peralatan yang akan kita bawa tentunya akan sangat banyak dan berat, apalagi jika rencana waktu pendakian sampai berhari-hari lamanya. Keril dengan berat yang cukup ringan seperti Deuter ACT Lite tentu akan sangat membantu mengurangi beban yang harus kita bawa sepanjang perjalanan. Untuk kawan-kawan yang suka menerapkan teknik &lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/05/style-mendaki-gunung-ultralight-hiking.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ultralight hiking&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, keril ini akan sangat cocok untuk digunakan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Desain simple dan elegan&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;Dengan paduan dua warna yang cukup kalem (kecuali yang berwarna merah), serta desain yang simple dan tak terlalu ramai, keril ini terlihat cukup keren dan elegan saat dipakai. Tak ada gambar-gambar sablon, dengan hanya tulisan dan logo yang dibordir di bagian kepala, membuat keril ini juga nampak cukup berkelas. Overall, bagi kawan-kawan yang sangat memperhartikan gaya fashion saat mendaki, keril ini sangat layak untuk dipakai dan dibanggakan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Banyak fitur tambahan yang berguna&lt;/h3&gt;Kantong-kantong tambahan di bagian samping, depan, sabuk dan kepala keril benar-benar sangat berguna untuk menyimpan barang-barang kecil seperti botol air, jas hujan, p3k, dll yang sering kita butuhkan di tengah perjalanan. Selain itu, jika ingin memisahkan beberapa barang seperti pakaian dan sleeping bag dari barang-barang lainnya, ada bagian bawah dengan risleting luar yang bisa digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKTeES0445D9wjmn55tQcNaFFvyWT1Zo6mF76aumMQonUYcqajC5SCJxn4jopmGrcmdUO5zpbLGIYO_I54a2TMw6nVLEqGnHfYxFaWhIL012YvPnvin1eHlRIXeWNGIsMLvqoZgWB2PLw/s1600/keril-carrier-deuter-act-lite-40%252B10+%25282%2529.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKTeES0445D9wjmn55tQcNaFFvyWT1Zo6mF76aumMQonUYcqajC5SCJxn4jopmGrcmdUO5zpbLGIYO_I54a2TMw6nVLEqGnHfYxFaWhIL012YvPnvin1eHlRIXeWNGIsMLvqoZgWB2PLw/s640/keril-carrier-deuter-act-lite-40%252B10+%25282%2529.JPG&quot; width=&quot;426&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Kekurangan&lt;/h2&gt;&lt;h3&gt;Bahan layer yang cukup tipis sangat rentan sobek&lt;/h3&gt;Mungkin dikarenakan keril ini termasuk Deuter Lite series, maka dari itu, si pembuat lebih mengutamakan agar keril ini punya berat seringan mungkin, sehingga lapisan-lapisan layer di seluruh bagian keril dibuat dengan bahan yang meski cukup kuat, namun agak tipis. Karena lapisannya yang tipis, keril ini sangat rentan mengalami kesobekan, terutama saat tersangkut ke cabang pohon atau duri-duri tajam yang sering kita temukan di sepanjang jalur pendakian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Tidak memiliki &lt;i&gt;coverbag&lt;/i&gt;&lt;/h3&gt;Entah apa sebabnya, berbeda dengan jenis yang lain, pihak produsen tidak menyertakan coverbag dalam keril jenis ini. Padahal, dengan cuaca tropis di negara kita, coverbag jelas-jelas sangat dibutuhkan sebagai pelindung keril saat &lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2014/11/tips-mendaki-saat-musim-hujan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;mendaki ditengah hujan&lt;/a&gt;. Jika kamu berniat membeli keril ini, siap-siap saja untuk menambah pengeluaran dengan membeli coverbag secara terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sedikit ulasan tentang keril Deuter ACT Lite 40+10 yang bisa saya bagikan kepada kawan-kawan semua. Baca juga &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/10/tips-memilih-carrier-untuk-mendaki.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;tips memilih keril&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;untuk menambah wawasan sebelum menentukan keril seperti apa yang akan kawan-kawan beli. Semoga bermanfaat, salam lestari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ulasan lain tentang alat gunung :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/12/gear-review-kompor-trangia.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kompor Trangia&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2016/01/gear-review-tenda-lafuma-campo-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tenda Lafuma Campo 2&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/7778667662252623713/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/01/gear-review-deuter-act-lite-4010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/7778667662252623713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/7778667662252623713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/01/gear-review-deuter-act-lite-4010.html' title='Gear Review : Deuter ACT Lite 40+10'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2QrGYI-HhmdTtQPj40O7Cqc4KDd7Y4BhdKFeXsy0wqHSgzduokr5Fivl0A75weEPNaSil6Eg1HG7Ftn4ZqF3zcINpvpWY6l8nsN1DDTmR0Y0Ztyby_17arm-_sxmC9MLxM9BcElW_yYs/s72-c/keril-carrier-deuter-act-lite-40%252B10+%25281%2529.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-4695976336403633051</id><published>2016-01-12T20:02:00.000-08:00</published><updated>2016-02-19T05:47:47.152-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bali"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Gunung"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Luar Jawa"/><title type='text'>4 Gunung di Bali untuk Pendakian</title><content type='html'>Bali merupakan pulau yang identik dengan keindahan alamnya yang mendunia. Bali merupakan aset wisata paling berharga bagi Indonesia. Tiap tahunnya, berjuta-juta wisatawan datang untuk menikmati keindahan pantai-pantai, bentang alam, dan budaya pulau dewata ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memiliki pantai-pantai nan indah, ternyata bali juga punya banyak gunung yang layak untuk dijajal sebagai arena pendakian. Bagi para petualang yang kebetulan sedang berlibur di Bali, 4 gunung ini sangat layak untuk dikunjungi, demi melihat sisi lain keindahan pulau Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;1. &lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/12/gunung-agung-3031-mdpl-tertinggi-di-bali.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Gunung Agung&lt;/a&gt; (3.031 Mdpl)&lt;/h2&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5_rDuqfkW-XrTjk6X9QPBtNEpqTwbHH6UVg8PqHgMMAP8UZaHauQ-bEA6BJO1xXGoC5CFAT8hEU-JYy7lHMqu_sEPCRMXvAnql6tDikV15OTviuY8mCtKOfyu8quBylP6SbapcGH-Q7M/s1600/agung3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5_rDuqfkW-XrTjk6X9QPBtNEpqTwbHH6UVg8PqHgMMAP8UZaHauQ-bEA6BJO1xXGoC5CFAT8hEU-JYy7lHMqu_sEPCRMXvAnql6tDikV15OTviuY8mCtKOfyu8quBylP6SbapcGH-Q7M/s640/agung3.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;foto via &lt;a href=&quot;http://gunungbagging.com/&quot;&gt;gunungbagging.com&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Dilihat dari statusnya sebagai gunung tertinggi di pulau Bali, dan merupakan satu-satunya gunung berketinggian di atas 3ribu mdpl, &lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/12/gunung-agung-3031-mdpl-tertinggi-di-bali.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Gunung Agung&lt;/a&gt; jelas merupakan destinasi pendakian yang paling menarik untuk dijelajahi. Selain itu, seperti banyak tempat lainnya di Bali, gunung ini sangat disakralkan oleh masyarakat sekitar, sehingga ada banyak aturan adat istiadat setempat yang harus dipelajari sebelum mendaki gunung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendaki gunung Agung, bisa melalui jalur Pasar Agung yang merupakan jalur pendakian utama yang biasa digunakan para pendaki. Ada juga jalur lain seperti jalur Desa Junggul, Desa Pucang, dan jalur Kedumpal, namun ketiga jalur ini kurang direkomendasikan karena beberapa alasan, seperti jarang dilalui atau jalurnya tidak sampai puncak tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;2. Gunung Batur (1.717 Mdpl)&lt;/h2&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRxOwOSAypfuaCeoyEztxaQI_zipLq3Yr8OKX-NZRrPyy0U8Bi4EOuasFXHbT4QjtrZX1EmJBcSsD_P5AD7cD0BopM2fYsA3hTgta_Y1T5XUg2WY6nn9Y-WZvq0hQNDtBI5V7l4FQ3cfk/s1600/gunung-batur-bali.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRxOwOSAypfuaCeoyEztxaQI_zipLq3Yr8OKX-NZRrPyy0U8Bi4EOuasFXHbT4QjtrZX1EmJBcSsD_P5AD7cD0BopM2fYsA3hTgta_Y1T5XUg2WY6nn9Y-WZvq0hQNDtBI5V7l4FQ3cfk/s640/gunung-batur-bali.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;foto via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://samanthasiahaan.com/&quot;&gt;samanthasiahaan.com&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Gunung Batur merupakan destinasi paling populer untuk wisata hiking di pulau Bali. Alasannya jelas karena punya pemandangan sunrise yang sangat indah. Selain itu, karena ketinggiannya yang hanya 1.717 mdpl, gunung ini sangat bersahabat untuk di daki. Karena mungkin dikhususkan untuk objek pariwisata, berbagai fasilitas pendukung banyak dibangun di gunung ini. Beberapa warung juga bisa ditemui di atas gunung Batur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 jalur pendakian paling terkenal dan sering digunakan adalah jalur Pura Jati dan Toya Bungkah. Gunung ini sangat cocok untuk dijadikan destinasi hiking santai ala-ala wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;3. Gunung Batukaru (2.276 Mdpl)&lt;/h2&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmri7sIB3H8V-CLYzfzvwdWWRXfpzwcVDTUWbALQpm-jN0OlzKCnGCWtdSF5YQ162A8SMsF9s-ghomNePMsMwIRVj8KQfF36Cm47VPZRTLPhUHoDo6uYpPCiv9jXThg2fabwfomo2Cr4U/s1600/gunung-batukaru-bali.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmri7sIB3H8V-CLYzfzvwdWWRXfpzwcVDTUWbALQpm-jN0OlzKCnGCWtdSF5YQ162A8SMsF9s-ghomNePMsMwIRVj8KQfF36Cm47VPZRTLPhUHoDo6uYpPCiv9jXThg2fabwfomo2Cr4U/s640/gunung-batukaru-bali.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;foto via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://travelplusindonesia.blogspot.co.id/&quot;&gt;travelplusindonesia.blogspot.co.id&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Gunung Batukaru merupakan salah satu gunung dengan vegetasi pepohonan yang masih cukup terawat di Pulau Bali. Wajar saja, karena Gunung Batukaru merupakan kawasan Cagar Alam yang dilindungi. Di puncak gunung ini terdapat bangunan Pura tertinggi di pulau Bali, yakni Pura Puncak Kedaton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 jalur pendakian yang bisa dilalui antara lain via Desa Jatiluwuh, Pura Batukaru, dan Desa Pujungan. Seperti halnya gunung-gunung lain, Gunung Batukaru juga merupakan salah satu gunung yang disakralkan penduduk sekitar, terbukti dengan adanya Pura Batukaru di bawah, dan Pura Puncak Kedaton di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;4. Gunung Abang (2.151 Mdpl)&lt;/h2&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWxPSgNc7MxYIB32-MCIs9ZZQ3sk3kFHspzvWQL-4shnhCQF1jpfAkvFMgjk0sgUr1ghQ5tchG9UOelmsqOi0S4ElkaPl2zviqi5-N571O4xhg3DejYpX5eIrlYtX5YrwNDRXT3KeFI3U/s1600/gunung-abang-bali.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWxPSgNc7MxYIB32-MCIs9ZZQ3sk3kFHspzvWQL-4shnhCQF1jpfAkvFMgjk0sgUr1ghQ5tchG9UOelmsqOi0S4ElkaPl2zviqi5-N571O4xhg3DejYpX5eIrlYtX5YrwNDRXT3KeFI3U/s640/gunung-abang-bali.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;foto via &lt;a href=&quot;http://keranjang2.wordpress.com/&quot;&gt;keranjang2.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Gunung ini merupakan salah satu dari sedikit gunung berketinggian di atas 2ribu mdpl yang ada di Bali. Dengan ketinggian 2.151 mdpl, Abang menempati urutan ketiga tertinggi setelah Agung dan Batukaru. Gunung Abang merupakan tempat asal dan rumah bagi warga Bali Aga, penduduk asal pulau Bali. Tak heran di gunung ini akan banyak ditemukan bangunan pura dengan arsitektur khas Bali kuna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur yang bisa dilalui untuk mendaki gunung Abang antara lain via Desa Suter dan jalur Songan yang merupakan jalur pendakian terpanjang di Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar gunung-gunung yang ada di pulau Bali merupakan tempat suci yang disakralkan oleh masyarakat sekitar, maka dari itu, sebagai tamu yang berkunjung, sudah sewajarnya jika kita harus menghormati dan menghargai adat istiadat yang dipercaya masyarakat sekitar. Selalu utamakan keselamatan dalam setiap pendakian dan jangan tinggalkan apapun selain jejak kaki, semoga bermanfaat, salam lestari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca juga :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/05/gunung-di-jawa-barat-yang-cocok-untuk.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Gunung di Jawa Barat untuk Pendakian&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/05/gunung-di-jawa-tengah-yang-cocok-untuk.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Gunung di Jawa Tengah untuk Pendakian&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/06/gunung-di-jawa-timur-yang-cocok-untuk.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Gunung di Jawa Timur untuk Pendakian&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/4695976336403633051/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/01/4-gunung-di-bali-untuk-pendakian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/4695976336403633051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/4695976336403633051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/01/4-gunung-di-bali-untuk-pendakian.html' title='4 Gunung di Bali untuk Pendakian'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5_rDuqfkW-XrTjk6X9QPBtNEpqTwbHH6UVg8PqHgMMAP8UZaHauQ-bEA6BJO1xXGoC5CFAT8hEU-JYy7lHMqu_sEPCRMXvAnql6tDikV15OTviuY8mCtKOfyu8quBylP6SbapcGH-Q7M/s72-c/agung3.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-7511742362349298271</id><published>2016-01-11T02:08:00.000-08:00</published><updated>2016-02-19T05:47:47.168-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gear Review"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peralatan Mendaki"/><title type='text'>Gear Review : Tenda Lafuma Campo 2</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBR2R6jy1Xz_U-5FEqtugjnS2tWajG31tTiwNV8-8_1qTLmKFkhaRm1J6fYGcoMuwLlML8vkO5nC6Hf8RysJtEDgTjy0uYgFrBg6-tqCeCuHRr_js0Yd4w99tO2X-ek0if6HUpOsQ4xwU/s1600/tenda-lafuma-campo-2+%25281%2529.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBR2R6jy1Xz_U-5FEqtugjnS2tWajG31tTiwNV8-8_1qTLmKFkhaRm1J6fYGcoMuwLlML8vkO5nC6Hf8RysJtEDgTjy0uYgFrBg6-tqCeCuHRr_js0Yd4w99tO2X-ek0if6HUpOsQ4xwU/s640/tenda-lafuma-campo-2+%25281%2529.JPG&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Lafuma campo 2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Tenda bukan sekedar peralatan penting, namun merupakan rumah kedua bagi para petualang, terutama yang hobi mendaki gunung. Tenda adalah tempat berlindung dari buruknya cuaca, dinginnya udara malam, dan ancaman-ancaman lain yang seringkali harus dihadapi kala bertualang selama berhari-hari di tengah hutan belantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perannya yang teramat penting, memiliki tenda dengan kualitas terbaik tentu menjadi salah satu kebutuhan yang wajib dipenuhi para petualang. Dan menurut saya, salah satu tenda berkualitas dengan harga cukup terjangkau yang bisa dijadikan salah satu pilihan terbaik adalah &lt;b&gt;Lafuma Campo 2&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini, saya akan coba memberikan sedikit review tentang keunggulan dan kekurangan tenda &lt;b&gt;Lafuma Campo 2,&lt;/b&gt; berdasarkan pengalaman selama beberapa tahun menggunakan tenda ini untuk bertualang di alam bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Spesifikasi Tenda Lafuma Campo 2&lt;/h2&gt;Capacity: 2-3 Persons&lt;br /&gt;Length: 210 cm + 40 cm.&lt;br /&gt;Width: 150 cm.&lt;br /&gt;Hight: 120 cm.&lt;br /&gt;Weight: 3,4 Kg.&lt;br /&gt;Ineer Polykatoen.&lt;br /&gt;Fire retardant .&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Exterior :&lt;/h3&gt;Self-supporting dome&lt;br /&gt;Polyester 185 T double roof (Schmerber 1500 polyurethane coating)&lt;br /&gt;Poles fiberglass 79 mm X 2.&lt;br /&gt;Watertight seams&lt;br /&gt;Galvanised steel pegs&lt;br /&gt;2 ventilation flaps&lt;br /&gt;1 central entrance.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Interior :&lt;/h3&gt;Breathable polyester tent lining with 1 entrance&lt;br /&gt;Polyethylene ground sheet&lt;br /&gt;1 ceiling light hook&lt;br /&gt;2 storage pockets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwjehIFEX9icMauFMtCohB7ggejDmR8dW3fUF4_YLKjQZkkU6yeXxKofNmFdH11ZXowX75CPE4p7ZmNTHW5vB4Hq1kcWnuJ6XbhqYVzIfsAjAAIrLV0dH_-YlakIzbkrOznRjNw-rUQws/s1600/tenda-lafuma-campo-2+%25282%2529.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwjehIFEX9icMauFMtCohB7ggejDmR8dW3fUF4_YLKjQZkkU6yeXxKofNmFdH11ZXowX75CPE4p7ZmNTHW5vB4Hq1kcWnuJ6XbhqYVzIfsAjAAIrLV0dH_-YlakIzbkrOznRjNw-rUQws/s640/tenda-lafuma-campo-2+%25282%2529.JPG&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tenda Lafuma Campo 2 sangat mudah dipasang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;h2&gt;Keunggulan&lt;/h2&gt;&lt;h3&gt;Tak butuh ruang yang besar untuk didirikan&lt;/h3&gt;Dengan kapasitas untuk 2 orang, ukuran tenda ini cukup kecil dan simpel, sehingga dalam ruang yang sempit pun, tenda ini masih dapat didirikan. Hal ini akan sangat berguna saat kita menghadapi situasi dimana tempat berkemah yang kita tuju ternyata sudah dipenuhi oleh tenda pendaki lain. Kita hanya perlu mencari sedikit ruang diantara tenda-tenda pendaki lain untuk bisa mendirikan tenda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Aman dari kebocoran&lt;/h3&gt;Berikutnya, sistem 2 layer yang ada pada tenda ini akan menjamin keamanan kita saat menghadapi situasi cuaca yang sangat buruk sekalipun. Karena kualitas bahan layer bagian luarnya yang bagus, tenda ini sangat aman dari kebocoran. Sistem ventilasi berupa ruang udara di bagian atas tenda juga sangat berguna untuk menghindari kondensasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Mudah dipasang&lt;/h3&gt;Dikala beberapa jenis tenda lain sangat ribet dan butuh waktu lama untuk dipasang, Lafuma Campo 2 sangat mudah dan cepat untuk dipasang. Keunggulan ini akan sangat berguna saat kita berada dalam situasi terdesak dimana tenda harus cepat berdiri untuk memberi perlindungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Desain simpel, menarik untuk dilihat, dan punya warna mencolok&lt;/h3&gt;Bentuk tenda ini sangat simpel dan efisien, dengan sistem pemasangan yang tak terlalu rumit. Karena saya cukup suka bentuk yang simpel, dari segi estetika, menurut pendapat saya, tenda ini cukup menarik dan enak untuk dilihat. Karena warnanya yang cukup mencolok, tenda ini tentu akan mudah terlihat meski tersembunyi di balik pepohonan atau semak-semak sekalipun, sehingga tak akan menyulitkan orang yang mencari posisi tenda kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Tahan lama dan tidak mudah rusak&lt;/h3&gt;Menurut pengalaman saya, masalah yang sering terjadi pada tenda biasanya hanya berkisar pada kasus tulangan frame yang mudah patah, dan lapisan layer yang mudah bocor setelah beberapa kali pemakaian saja. Namun selama beberapa tahun menggunakan tenda Lafuma Campo 2, saya tidak mengalami masalah tersebut. Dengan perawatan yang tepat dan penggunaan yang baik, saya rasa tenda ini akan bertahan dalam kondisi terbaiknya dalam waktu yang cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVAN9i8WX00vZ0gU1jAEF4aflMMaQolsSPDv4sD1Mcq5PwfoQmIb1QKp_rGb4g8ZXKlLvf9eYHE3DXCjjuG3kqDhT_dVEeKo8ow5v339tG2lcehvPUFz0pBIy7UPKSGgaXX3jlWho-skI/s1600/tenda-lafuma-campo-2+%25283%2529.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVAN9i8WX00vZ0gU1jAEF4aflMMaQolsSPDv4sD1Mcq5PwfoQmIb1QKp_rGb4g8ZXKlLvf9eYHE3DXCjjuG3kqDhT_dVEeKo8ow5v339tG2lcehvPUFz0pBIy7UPKSGgaXX3jlWho-skI/s640/tenda-lafuma-campo-2+%25283%2529.JPG&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;Kekurangan&lt;/h2&gt;&lt;h3&gt;Tidak memiliki &lt;i&gt;vestibule&lt;/i&gt;&lt;/h3&gt;&lt;i&gt;Vestibule&lt;/i&gt; atau ruang tambahan pada tenda merupakan bagian yang sangat dibutuhkan, baik untuk memasak ataupun menyimpan sebagian barang yang tidak boleh masuk ke bagian dalam tenda, terutama saat kondisi cuaca sedang kurang bersahabat. Dan &lt;b&gt;Lafuma Campo 2&lt;/b&gt; tidak memiliki hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada ruang penyimpanan kecil yang cukup untuk menyimpan sepatu di bagian depan tenda. Hal ini tentu kurang menguntungkan saat kita perlu memasak makanan di saat hujan deras. Memasak di bagian dalam tenda bisa saja dilakukan jika terpaksa, namun dengan resiko yang cukup besar. Solusi lain yang bisa dilakukan adalah dengan memasang &lt;i&gt;flysheet&lt;/i&gt; untuk tempat memasak di bagian depan tenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Ukuran packing cukup besar dan bobotnya lumayan berat&lt;/h3&gt;Dengan kapasitas yang hanya bisa menampung 2-3 orang, menurut saya, ukuran packing tenda &lt;b&gt;Lafuma Campo 2&lt;/b&gt; masih terlalu besar, sehingga butuh cukup banyak ruang di dalam keril. Selain itu, bobotnya yang seberat 3,4 kilogram rasanya masih terlalu berat untuk dibawa, terutama bagi kawan-kawan yang suka mendaki dengan teknik ultralight.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Kesimpulan&lt;/h2&gt;&lt;i&gt;Overall&lt;/i&gt;, meski memiliki beberapa kekurangan, namun dengan banyaknya keunggulan yang dimiliki, Lafuma Campo 2 adalah salah satu pilihan terbaik untuk dibeli, terutama bagi kawan-kawan yang sedang mencari tenda berkualitas bagus dengan harga yang cukup terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu saja informasi review tentang tenda &lt;b&gt;Lafuma Campo 2&lt;/b&gt; yang bisa saya bagikan kepada kawan-kawan semua. Semoga bermanfaat untuk menambah referensi sebelum kawan-kawan membeli tenda yang tepat untuk digunakan bertualang. Salam lestari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca juga :&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/03/tips-memilih-tenda-untuk-camping.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tips Memilih Tenda&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/04/mencegah-kondensasi-pada-tenda.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Mencegah Kondensasi pada Tenda&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/07/tips-merawat-peralatan-mendaki-gunung.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tips merawat Peralatan Mendaki&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/7511742362349298271/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/01/gear-review-tenda-lafuma-campo-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/7511742362349298271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/7511742362349298271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/01/gear-review-tenda-lafuma-campo-2.html' title='Gear Review : Tenda Lafuma Campo 2'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBR2R6jy1Xz_U-5FEqtugjnS2tWajG31tTiwNV8-8_1qTLmKFkhaRm1J6fYGcoMuwLlML8vkO5nC6Hf8RysJtEDgTjy0uYgFrBg6-tqCeCuHRr_js0Yd4w99tO2X-ek0if6HUpOsQ4xwU/s72-c/tenda-lafuma-campo-2+%25281%2529.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-6967023217328430178</id><published>2016-01-05T19:07:00.000-08:00</published><updated>2016-02-19T05:47:47.184-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peralatan Mendaki"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Pendaki"/><title type='text'>Panduan Merawat Sepatu Gunung</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOIs1msMxZ5fsSTgE78hqhvILm7hbXic5usfDTz2mFz_uhV2ByaaUAgViLh40Tm40coWEQh5WgPYlJ99Vb3s1N61YWzQ2ZY7petSxvslukAMJvuxwnEj3PDPTFeLy1PXcnkjUSdVtbTnw/s1600/merawat-sepatu-gunung.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;424&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOIs1msMxZ5fsSTgE78hqhvILm7hbXic5usfDTz2mFz_uhV2ByaaUAgViLh40Tm40coWEQh5WgPYlJ99Vb3s1N61YWzQ2ZY7petSxvslukAMJvuxwnEj3PDPTFeLy1PXcnkjUSdVtbTnw/s640/merawat-sepatu-gunung.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2014/11/tips-memilih-sepatu-gunung.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sepatu gunung atau sepatu trekking&lt;/a&gt; adalah peralatan yang harus selalu dipakai para pendaki demi melindungi kedua kaki, saat berjalan melintasi medan terjal bebatuan yang sering dijumpai di jalur pendakian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perannya yang sangat vital sebagai pelindung kaki untuk digunakan di medan yang sulit, para produsen sepatu gunung ternama (baik dari dalam maupun luar negeri) berlomba-lomba meningkatkan kualitas produk mereka, demi menawarkan produk terbaik kepada para konsumen. Semakin bagus kualitas yang ditawarkan (baik dari segi ketahanan ataupun kenyamanan), semakin mahal pula harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab perannya yang sangat penting dan harganya yang cukup mahal, &lt;b&gt;merawat sepatu gunung&lt;/b&gt; menjadi hal yang wajib dilakukan dengan baik, agar sepatu gunung yang sudah kita beli menjadi tahan lama dan selalu siap untuk dipakai kapanpun kita akan pergi mendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya &lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/07/tips-merawat-peralatan-mendaki-gunung.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;perawatan peralatan mendaki gunung&lt;/a&gt; lainnya, merawat sepatu gunung juga tak bisa dilakukan dengan asal-asalan. Perlu cara-cara khusus, demi menjaga kualitas sepatu agar tak cepat rusak. Untuk itu, kali ini saya akan coba membagikan beberapa panduan untuk merawat sepatu gunung kesayangan kawan-kawan semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;5 &lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2014/12/7-kebiasaan-mendaki-gunung-yang-bagus.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kebiasaan&lt;/a&gt; yang sangat bagus untuk diterapkan untuk merawat sepatu gunung&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;1. Jangan langsung disimpan dalam kondisi kotor, selalu bersihkan sepatu setiap selesai digunakan mendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gunakan sikat dan sedikit air bersih untuk membersihkan sepatu gunung. Jangan gunakan sabun atau deterjen, karena dapat merusak bahan sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keluarkan bagian &lt;i&gt;insole&lt;/i&gt; (lapisan di bagian dalam sepatu yang memisahkan kaki dan bagian bawah sepatu) agar seluruh bagian sepatu bisa mengering sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jangan jemur sepatu dibawah terik sinar matahari secara langsung. Bila perlu gunakan kipas angin untuk mengeringkan sepatu yang basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jika lapisan waterproof pada sepatu mulai hilang dan menimbulkan kebocoran, gunakan &lt;i&gt;waterproof spray&lt;/i&gt; untuk mengembalikan sifat &lt;i&gt;water resistance&lt;/i&gt; sepatu. Berbagai produk &lt;i&gt;waterproof spray&lt;/i&gt; kini banyak dijual di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Jika sepatu dalam kondisi masih baru&lt;/h2&gt;1. Jika tersedia, simpan panduan perawatan yang diberikan oleh produsen, jika tidak ada, cobalah bertanya tentang petunjuk perawatan kepada penjual sebelum anda membeli sepatu tersebut. Selalu ikuti petunjuk perawatan yang diberikan oleh produsen sepatu yang kamu beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Setiap sepatu gunung pasti dibuat dengan kualitas yang sangat baik, baik dari segi ketahanan ataupun kenyamanan penggunaan, maka dari itu, sepatu gunung yang baru dibeli biasanya tidak akan butuh banyak perawatan ekstra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan langsung menggunakan sepatu baru untuk sebuah perjalanan panjang. Kenali dengan baik keunggulan dan kekurangan sepatu kamu dengan terlebih dahulu mencoba menggunakannya di rumah, atau sekedar berjalan-jalan di sekitar. Sepatu baru biasanya masih agak kaku di beberapa bagian.&amp;nbsp;Seperti otot-otot dalam tubuh, sepatu pun butuh pemanasan sebelum digunakan untuk perjalanan panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Tips membersihkan sepatu gunung&lt;/h2&gt;1. Rajin-rajinlah membersihkan sepatu gunung setelah selesai digunakan mendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu terlalu lelah untuk membersihkannya sesaat setelah pulang mendaki, lakukan esok harinya, jangan biarkan sepatu gunungmu dalam kondisi kotor untuk waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa harus cepat dibersihkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotoran yang menempel di sepatu gunung sangat berpotensi merusak jika dibiarkan terlalu lama menempel. Lumpur atau tanah yang menempel di kulit sepatu bisa merusak sistem kelembaban bahan saat dibiarkan terlalu lama hingga mengering. Kulit luar sepatu kemudian bisa lebih cepat rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Selalu ikuti petunjuk perawatan kebersihan yang diberikan produsen sepatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gunakan sikat yang tak terlalu keras untuk membersihkan kotoran yang menempel pada seluruh bagian sepatu, (misal : dengan sikat gigi). Bersihkan dengan perlahan, jangan menggosok terlalu keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Gunakan air dan sabun khusus pembersih sepatu, jika tak ada, sabun cair untuk cuci piring bisa jadi pilihan. Ingat, jangan pernah menggunakan sabun batangan atau deterjen untuk membersihkan sepatu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jika lumpur yang menempel di bagian &lt;i&gt;outsole&lt;/i&gt; (kulit bagian bawah, bukan cangkang bagian atas sepatu) sangat tebal dan mulai mengering, rendam bagian tersebut dalam air yang dangkal pada ember atau wajan. Cukup merendam bagian bawahnya saja, jangan rendam seluruh bagian sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Untuk sepatu yang mulai berjamur, gunakan campuran air (80%) dan cuka (20%) untuk membersihkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Tips mengeringkan sepatu gunung&lt;/h2&gt;1. Biarkan sepatu mengering dengan sendirinya pada suhu normal. Jangan pernah menjemur dibawah terik sinar matahari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keluarkan bagian insole (lapisan alas di dalam sepatu), agar aliran udara masuk ke bagian dalam sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan simpan sepatu dekat dengan sumber panas (kompor, api unggun, radiator, dll). Suhu panas yang tinggi akan merusak sistem perekat yang ada pada sepatu gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gunakan kertas koran untuk menyerap kelembaban pada bagian dalam sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Buka tali, julurkan bagian lidah sepatu, dan posisikan sepatu secara terbalik agar cepat mengering dalam suhu ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Simpan sepatu di tempat manapun yang memiliki suhu ruangan yang normal dan stabil. Jangan simpan sepatu di loteng, garasi, atau di dalam mobil, dimana suhu ruangan seringkali cepat meningkat. Selalu ingat, suhu yang sangat panas akan cepat merusak sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa panduan dasar merawat sepatu gunung yang bisa saya bagikan kepada kawan-kawan semua, semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/6967023217328430178/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/01/panduan-merawat-sepatu-gunung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/6967023217328430178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/6967023217328430178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2016/01/panduan-merawat-sepatu-gunung.html' title='Panduan Merawat Sepatu Gunung'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOIs1msMxZ5fsSTgE78hqhvILm7hbXic5usfDTz2mFz_uhV2ByaaUAgViLh40Tm40coWEQh5WgPYlJ99Vb3s1N61YWzQ2ZY7petSxvslukAMJvuxwnEj3PDPTFeLy1PXcnkjUSdVtbTnw/s72-c/merawat-sepatu-gunung.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-8559991634982456557</id><published>2015-12-30T01:00:00.000-08:00</published><updated>2016-02-19T05:47:47.201-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bali"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Gunung"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Luar Jawa"/><title type='text'>Gunung Agung (3.031 MDPL) &amp;quot;Tertinggi di Bali&amp;quot;</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZQtsvw6BdTah_LiXTLBm106LBoVtgmlsKM9BCmqhoy7A1d0x8_45wC2LYkQQnAUMfHFuTnere-Oq-suYKWBJ3t-sAyZKMvaV3O2KLLTY7IS8aHofAvI2Gwo3ZZMaaGaQAgwLPEMTO_6o/s1600/agung3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZQtsvw6BdTah_LiXTLBm106LBoVtgmlsKM9BCmqhoy7A1d0x8_45wC2LYkQQnAUMfHFuTnere-Oq-suYKWBJ3t-sAyZKMvaV3O2KLLTY7IS8aHofAvI2Gwo3ZZMaaGaQAgwLPEMTO_6o/s640/agung3.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;sumber : gunungbagging.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Gunung Agung merupakan gunung tertinggi di pulau dewata Bali. Gunung ini juga merupakan salah satu gunung suci bagi masyarakat Bali, karena dipercaya sebagai tempat bersemayam para Dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Jalur pendakian&lt;/h2&gt;Untuk mendaki Gunung Agung, jalur yang sangat dianjurkan oleh banyak pendaki adalah lewat jalur Pura Besakih. Start awal pendakian dimulai di Pura Pengubengan. Jalur yang akan dilalui didominasi tanjakan terjal dan curam. Setelah kurang lebih 5 jam perjalanan, para pendaki akan sampai di pos Kori Agung, tempat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak pertama. Perjalanan menuju ke puncak akan memakan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Jadi lama total waktu perjalanan kurang lebih 7 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain jalur Pura Besakih, ada jalur lain yang bisa digunakan, yakni jalur Pura Pasar Agung. Pendakian lewat jalur ini butuh waktu 4-5 jam perjalanan, namun jika mendaki lewat jalur ini, tidak akan bisa mencapai puncak tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Bagaimana cara menuju kesana?&lt;/h2&gt;Dari kota Denpasar gunakan transportasi menuju Karangasem dengan waktu perjalanan yang diperlukan kurang lebih selama 2 jam. Sedangkan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pura Besakih butuh waktu 10 jam perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Persiapan dan persyaratan apa saja yang harus dilakukan?&lt;/h2&gt;&lt;h3&gt;Harus menggunakan pemandu&lt;/h3&gt;Karena statusnya sebagai gunung kramat yang sangat disucikan oleh masyarakat Bali, mendaki gunung Agung tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Untuk bisa mendaki gunung ini, setiap kelompok pendaki harus ditemani pemandu yang merupakan warga setempat. Maka, siap-siap saja untuk membawa uang berlebih, karena biaya registrasi pasti akan cukup mahal karena akan termasuk biaya untuk membayar pemandu.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Jangan sembarang memilih waktu pendakian&lt;/h3&gt;Selain itu, untuk mendaki gunung ini, kita harus memilih waktu yang benar-benar tepat. Jangan sampai berbarengan dengan acara keagamaan yang sering diadakan di Pura Besakih. Saat bertepatan dengan waktu upacara keagamaan, para pendaki akan dilarang untuk mendaki gunung ini. Cari info dengan baik, kalau perlu, datang ke TKP minimal 2-3 hari sebelum waktu keberangkatan, demi memastikan apakah pada hari yang sudah dipilih, Gunung Agung dibuka untuk pendakian.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Hormati adat istiadat dan kepercayaan masyarakat setempat&lt;/h3&gt;Satu lagi, pendaki Gunung Agunung juga tidak boleh membawa bahan logistik yang terbuat dari daging sapi (sapi merupakan hewan suci bagi umat Hindu), dan tidak boleh mengambil air secara sembarangan dari sumber mata air yang bisa ditemukan di jalur menuju puncak Gunung Agung. Karena mata air tersebut dianggap suci, orang yang mau mengambil air dari sana harus sembahyang terlebih dahulu di mata air tersebut. Di situlah gunanya para pemandu yang menemani pendakian, mereka bisa membantu para pendaki untuk mengambil air dari sumber air tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Gunung Agung merupakan gunung keramat yang disucikan oleh masyarakat Bali, persiapkanlah dengan baik segala hal yang perlu disiapkan. Jaga kelakuan, selalu utamakan sopan santun dan jangan merusak. Hargai dan hormatilah adat istiadat dan kepercayaan masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat, salam lestari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://argopura.blogspot.co.id/2013/08/mendaki-gunung-agung_30.html&quot;&gt;http://argopura.blogspot.co.id/2013/08/mendaki-gunung-agung_30.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Agung&quot;&gt;https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Agung&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/8559991634982456557/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2015/12/gunung-agung-3031-mdpl-di-bali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/8559991634982456557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/8559991634982456557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2015/12/gunung-agung-3031-mdpl-di-bali.html' title='Gunung Agung (3.031 MDPL) &amp;quot;Tertinggi di Bali&amp;quot;'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZQtsvw6BdTah_LiXTLBm106LBoVtgmlsKM9BCmqhoy7A1d0x8_45wC2LYkQQnAUMfHFuTnere-Oq-suYKWBJ3t-sAyZKMvaV3O2KLLTY7IS8aHofAvI2Gwo3ZZMaaGaQAgwLPEMTO_6o/s72-c/agung3.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-7135697594811401058</id><published>2015-12-28T19:47:00.000-08:00</published><updated>2016-02-19T05:47:47.216-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Coretan Pendaki"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peralatan Mendaki"/><title type='text'>10 Hadiah Terbaik untuk Para Pendaki Gunung</title><content type='html'>Kamu punya pacar, pasangan hidup, teman, atau sahabat yang hobi bertualang di alam liar? Lalu di satu waktu kamu bingung mau memberikan barang apa yang cocok sebagai hadiah untuk si dia di hari ulang tahun atau hari spesial bagi kalian berdua. Jangan panik, berikut ini saya akan coba memberi rekomendasi beberapa barang yang bisa dijadikan hadiah yang sangat berharga sekaligus memberi kesan mendalam untuk mereka yang hobi bertualang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;1. Aksesoris Petualang&lt;/h2&gt;Aksesoris adalah pilihan terbaik untuk diberikan kepada pasangan atau sahabat yang hobi bertualang. Selain harganya relatif murah, aksesoris seperti kalung atau &lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/08/cara-membuat-gelang-survival-dari.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;gelang&lt;/a&gt; seringkali menjadi barang yang akan selalu dipakai oleh mereka saat sedang bertualang di alam bebas. Selain kalung dan gelang, masih banyak pilihan aksesoris lain yang bisa kamu pilih, seperti topi, &lt;i&gt;beanie&lt;/i&gt; (kupluk), sarung tangan, kacamata, gantungan kunci, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;2. T-Shirt bertema Pendakian&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNSzGSaoVnrTYramC9VFA3oi1G9kebdOcFwukRLVG8mpCTK2KQO4q4oZzmPllWYzR6hYgO2G6XkVAat_8ZVtyOVWWfJAOEEiPT4BEXZaFF9Jx5UVB2dwoeL6liEWBmZrQA9pvcWAiqeOA/s640/kaos-bluetripper.JPG&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang, apa yang mereka kenakan merupakan simbol yang mewakili identitas dirinya. Memakai t-shirt bertema pendakian gunung tentu akan menunjukkan identitas diri sebagai seorang pendaki gunung. Maka dari itu, t-shirt sangat cocok untuk diberikan sebagai hadiah kepada mereka yang suka mendaki gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali produsen-produsen yang menyediakan kaos dengan gambar ataupun tulisan yang berbau petualangan. Brand outdoor terkenal sepeti Eiger atau Consina juga banyak memproduksi T-Shirt bagus dengan desain yang kece yang akan sangat cocok untuk dipakai bertualang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;3. Kompas Bidik&lt;/h2&gt;Tak semua pendaki suka membawa kompas, karena mungkin mereka merasa barang ini tak terlalu dibutuhkan saat pergi mendaki, apalagi jika yang menjadi tujuan adalah gunung yang sudah sangat dikenal. Namun, peran kompas tak bisa dikesampingkan begitu saja, saat tersesat, kompas bisa jadi alat vital yang bisa menyelamatkan hidup. Dan jika satu waktu kompas yang kamu berikan kepada teman atau pasanganmu bisa jadi penolong hidupnya, kamu tentu bakal jadi salah satu pahlawan yang akan selalu dia ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;4. &lt;i&gt;Multi-tool&lt;/i&gt;&amp;nbsp;atau Pisau Saku&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhD0xOu8_c4yw5n3YekeBw4voiHuFiZ9_bwUVsdCCcQWt5CEhtn04SjFFB334Go95vSMJ85znVTEJmoUqIokYrXKWoh4AJdpiPkI9djFEljMcRhbARlyI9LkdrhKSW5Lbw0ZaJMn13F3zQ/s1600/multi-tool-mendaki-gunung.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhD0xOu8_c4yw5n3YekeBw4voiHuFiZ9_bwUVsdCCcQWt5CEhtn04SjFFB334Go95vSMJ85znVTEJmoUqIokYrXKWoh4AJdpiPkI9djFEljMcRhbARlyI9LkdrhKSW5Lbw0ZaJMn13F3zQ/s640/multi-tool-mendaki-gunung.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;sumber : amazon.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Multi-tool merupakan peralatan serba guna yang sering jadi barang bawaan wajib bagi para petualang. Fungsinya yang sangat beragam, serta desainnya yang simple dan mudah dibawa, membuat multi-tool salah satu peralatan penting dalam petualangan di alam bebas. Dengan memberi multi-tool sebagai hadiah, sahabatmu pasti bakal senang bukan main. Jika enggan membeli multi-tool karena harganya cukup mahal, pisau saku bisa jadi opsi alternatif yang bisa dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;5. &lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2014/11/tips-memilih-sepatu-gunung.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sepatu atau Sandal Gunung&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;Seorang pendaki tentu paham betul bahwa kaki adalah peralatan utama yang sangat diandalkan saat mendaki gunung. Maka dari itu, demi kelancaran perjalanan, kedua kaki harus selalu dilindungi dengan peralatan yang berkualitas dan nyaman dipakai. Dengan memberi hadiah sepatu atau sendal gunung berkualitas, kamu akan memberikan perlindungan terhadap bagian tubuh yang paling penting bagi mereka yang hobi mendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;6. &lt;i&gt;Travel Pouch&lt;/i&gt; / Tas Kecil&lt;/h2&gt;Ukurannya yang kecil dan mudah dibawa, serta fungsinya yang sangat berguna untuk membawa barang-barang kecil seperti handphone, obat-obatan, atau makanan ringan, membuat travel pouch menjadi salah satu peralatan yang sangat disukai para petualang. Harganya yang relatif murah juga bisa jadi pertimbangan untuk memilih travel pouch sebagai hadiah untuk para petualang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;7. Botol Air&lt;/h2&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0FWhbcXT1wHiT7pIkVa6gU0OBl3yXU1x0TpHHUM6_iOJaZW69IdrWc-c045p7E_NBOwOkP3Z8LyKxBVS7C-a0s3Zhx59dv2i4RkDlwOuWjEKmNjeVP08-ms0wZ_JwPRGpbfftpJidIa8/s1600/botol-air-nalgene.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0FWhbcXT1wHiT7pIkVa6gU0OBl3yXU1x0TpHHUM6_iOJaZW69IdrWc-c045p7E_NBOwOkP3Z8LyKxBVS7C-a0s3Zhx59dv2i4RkDlwOuWjEKmNjeVP08-ms0wZ_JwPRGpbfftpJidIa8/s640/botol-air-nalgene.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;sumber :&amp;nbsp;louise.house.gov&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Air adalah sumber kehidupan, apalagi saat melakukan aktivitas berat seperti mendaki gunung, air adalah barang paling berharga bagi para pendaki. Botol air memang berharga cukup murah dan terlihat biasa saja untuk sebuah hadiah, namun dengan perannya yang sangat penting sebagai pembawa sumber kehidupan, botol air bisa jadi hadiah yang sangat berharga bagi mereka yang hobi bertualang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;8. Sleeping Bag&lt;/h2&gt;Memberikan sleeping bag sebagai hadiah bisa jadi pilihan yang sangat bagus untuk dilakukan. Perannya yang sangat vital sebagai pemberi kehangatan dan kenyamanan saat tidur di tengah alam bebas, akan membuat si dia ingat terus sama kamu di sepanjang tidurnya, wkwkwk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;9. Jam Tangan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Outdoor&lt;/i&gt;&lt;/h2&gt;Jam tangan outdoor yang dilengkapi dengan berbagai aplikasi seperti kompas, altimeter, dan lain-lain adalah pilihan yang bagus untuk dijadikan hadiah. Fungsinya jelas sangat penting, selain itu, jam tangan juga bisa jadi aksesoris yang sangat indah untuk dikenakan. Jika punya uang berlebih, jam tangan sangat cocok untuk kamu berikan kepada teman atau pacar yang hobi bertualang menembus hutan pegunungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;10. &lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/10/tips-memilih-carrier-untuk-mendaki.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Backpack atau Keril&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWnzz1Ih9MCImu0rbbS49ERQDFBNFKEodYHGve2dETgZIzCzf0-fWKaKmrMEFRSGaBahVZiwanfqLk9u2mWN_PbUg9ufoND5ihi1z_s9V4tjHSv6y0-twIQGDLFKy7peiadDp8AAlOxtY/s640/Tips-Survival-Pendaki+%25283%2529.JPG&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya backpack atau keril adalah salah satu peralatan paling penting bagi setiap pendaki. Perannya sebagai pembawa segala macam perbekalan menjadikan keril sebagai teman perjalanan yang wajib selalu dibawa. Lalu, jika perannya sangat vital, kenapa saya taruh barang ini di pilihan paling akhir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya simple saja, karena keril berkualitas biasanya berharga cukup mahal, hehe. Bagi kamu yang berkantong tebal, memberi keril untuk hadiah mungkin bukan sebuah masalah besar. Namun bagi mereka yang kantonya pas-pasan seperti saya ini, membeli keril untuk hadiah tentu jadi opsi yang cukup berat untuk dilakukan, sehingga saya taruh barang ini dipilihan paling akhir, hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagus dan semahal apapun barang yang dibeli untuk diberikan sebagai hadiah, tak akan pernah mampu mengalahkan rasa cinta dan kasih sayang yang diberikan dengan ikhlas kepada orang-orang yang kita kasihi. Barang hanya sebuah simbol, hati yang tulus dan rasa cinta lah hadiah terbaik yang bisa kita berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;“Hiduplah Untuk Memberi yang Sebanyak-banyaknya, Bukan untuk Menerima yang Sebanyak-banyaknya. (Pak Harfan)&quot; ― Andrea Hirata, Laskar Pelangi&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/7135697594811401058/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2015/12/10-hadiah-terbaik-untuk-para-pendaki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/7135697594811401058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/7135697594811401058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2015/12/10-hadiah-terbaik-untuk-para-pendaki.html' title='10 Hadiah Terbaik untuk Para Pendaki Gunung'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNSzGSaoVnrTYramC9VFA3oi1G9kebdOcFwukRLVG8mpCTK2KQO4q4oZzmPllWYzR6hYgO2G6XkVAat_8ZVtyOVWWfJAOEEiPT4BEXZaFF9Jx5UVB2dwoeL6liEWBmZrQA9pvcWAiqeOA/s72-c/kaos-bluetripper.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7457305932925596330.post-1041143040144894211</id><published>2015-12-27T06:08:00.000-08:00</published><updated>2016-02-19T05:47:47.231-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gear Review"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peralatan Mendaki"/><title type='text'>Gear Review : Kompor Trangia</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTsQU9e6SChfGRhI1ibX_O5T8K2DqKPXzlnQCw40uLPEJ55qXRpZYdo-_9wBb_xNqhepoNkQs3Px175hSCMP8wCCvxhVaKAdNWUby7SCuotsCNamygbz9HuzrJchVZIrrEdIpcnovNaJM/s640/IMG_1722.JPG&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak &lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/09/peralatan-dan-perlengkapan-mendaki.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;peralatan dan perlengkapan mendaki&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2014/10/peralatan-memasak-kompor-lapangan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kompor lapangan&lt;/a&gt; merupakan salah satu peralatan utama yang harus selalu dibawa seorang petualang saat hendak berkegiatan di alam bebas dalam waktu yang cukup lama. Saat berkemah di tengah alam liar, kompor akan membantu kita untuk memasak bahan makanan yang kita bawa. Jika tak ada kompor, hampir bisa dipastikan, kita akan cukup kesulitan saat hendak memasak makanan, apalagi jika cuaca sedang hujan, akan sulit menemukan kayu kering sebagai bahan bakar untuk &lt;a href=&quot;http://www.bluetripper.com/2015/10/tips-membuat-api-unggun-saat-pendakian.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;membuat api&lt;/a&gt;. Oleh karena itu, kompor lapangan dengan kualitas terbaik sangat dibutuhkan oleh setiap petualang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai jenis kompor lapangan yang tersedia di pasaran, ada 2 jenis kompor yang sering saya gunakan saat mendaki gunung, yakni kompor berbahan bakar gas dan bahan bakar spirtus atau alkohol. 2 jenis kompor ini masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, dan setelah membanding-bandingkan berdasarkan pengalaman saya, kompor berbahan spirtus ber-merk &lt;b&gt;trangia&lt;/b&gt; lah yang paling saya sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, saya akan mencoba memberikan sedikit review tentang kompor lapangan yang saya rekomendasikan untuk kawan-kawan semua, yakni kompor spirtus trangia. Berikut sedikit ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan dari kompor trangia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Kelebihan&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0NO99Id6uThOyn8d3h2vkD7UO8h3l3m6p7vi2AG75RcxP5etu6BrupcXQOwwr7Y-cryxgRpt5Vroyvzk0Qni3LoO5Fjezd5PKASLzLjpkobCsUQHMfMju5yjnHAdMTIoTsGASfjA7foI/s1600/kompor-trangia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0NO99Id6uThOyn8d3h2vkD7UO8h3l3m6p7vi2AG75RcxP5etu6BrupcXQOwwr7Y-cryxgRpt5Vroyvzk0Qni3LoO5Fjezd5PKASLzLjpkobCsUQHMfMju5yjnHAdMTIoTsGASfjA7foI/s1600/kompor-trangia.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;sumber : amazon.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Trangia yang merupakan peralatan outdoor buatan Swedia ini, bukan hanya berisi kompor saja, namun lengkap satu paket dengan peralatan memasak seperti wajan, teko kecil, dan wadah semacam panci. Beratnya yang ringan serta bentuknya yang simpel dan efisien, sangat mudah untuk dipacking dan tidak akan memakan terlalu banyak ruang dalam keril. Dengan keunggulan tersebut, kompor ini akan sangat cocok digunakan oleh para pecinta gaya mendaki &lt;i&gt;ultralight&lt;/i&gt;. Dan yang paling penting, kompor ini sangat aman dan nyaman untuk digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa tahun menggunakan kompor ini, saya tidak pernah mengalami kecelakaan ataupun masalah saat menggunakannya. Karena bentuk dan sistem perapian yang simpel dengan pelindung dari hembusan angin, kompor ini bisa diandalkan dalam cuaca buruk sekalipun. Dengan sedikit kehati-hatian, trangia juga masih cukup aman digunakan di dalam tenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan kompor gas yang sering mengalami masalah dan rentan menimbulkan kecelakaan, dari segi keamanan dan kenyamanan, jelas-jelas kompor trangia lebih unggul. Sebagai catatan, saat dulu masih menggunakan kompor gas, saya cukup sering mengalami masalah, beberapa diantaranya bahkan berujung kecelakaan yang lumayan fatal. Dari mulai kompor gas jenis portable, kompor gas berbentuk kotak kecil, hingga kompor gas dengan selang, semuanya sama saja, sering mengalami banyak masalah, cepat rusak, dan rentan celaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompor trangia juga punya pilihan ukuran yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari mini trangia yang cukup ekonomis, lalu ada tipe 27-4UL yang cocok untuk solo atau hiking berdua, atau ada tipe 25-4UL yang cocok untuk mendaki bersama rombongan, dan masih banyak lagi tipe-tipe lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Kekurangan&lt;/h2&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi35JIYM0P1kIXG3b3AONJdJ25PI_jpC4iyfX6cbIkb5-Tj8QV9TdQbPFl7p1f7qgzlLmvWGOv2fhD__XzH6KN5Bg92nRy652BH0vr_YCuKRvj1Y7CKtyk05VeJRPTh_fOqr2TCYHqRyq0/s1600/kompor-trangia1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi35JIYM0P1kIXG3b3AONJdJ25PI_jpC4iyfX6cbIkb5-Tj8QV9TdQbPFl7p1f7qgzlLmvWGOv2fhD__XzH6KN5Bg92nRy652BH0vr_YCuKRvj1Y7CKtyk05VeJRPTh_fOqr2TCYHqRyq0/s1600/kompor-trangia1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;sumber :&amp;nbsp;aimhighjumpoften.wordpress.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Meski punya banyak keunggulan dalam beberapa aspek seperti yang sudah dibahas di atas, bukan berarti kompor trangia tidak punya kekurangan. Salah satu kekurangan yang paling sering saya keluhkan adalah nyala api yang tak terlalu besar, sehingga tidak bisa diandalkan untuk memasak dengan cepat. Bandingkan dengan kompor gas yang punya nyala api yang kuat dan stabil, untuk memasak cepat dalam keadaan mendesak, kompor gas tentu lebih unggul dari kompor trangia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya adalah bahan bakar yang masih cukup sulit untuk didapat. Hal ini tak lepas dari pengalaman saya saat dulu kesulitan mencari bahan bakar cair yang hanya bisa didapatkan di toko kimia atau toko bangunan. Saat itu kebetulan sedang hari libur nasional, sehingga tak ada toko yang buka. Alhasil, saya pun harus mengganti kompor yang akan saya bawa dengan kompor gas, karena gas banyak dijual di supermarket atau minimarket, sehingga lebih mudah didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagi anda yang tinggal di kota besar, kesulitan seperti yang pernah saya alami mungkin tidak akan menimpa anda, karena di kota besar tentu banyak tersebar toko-toko kimia atau toko bangunan, sehingga akan lebih mudah mendapatkan bahan bakar cair untuk kompor ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terakhir, menurut saya yang berkantong pas-pasan, harga pasaran kompor trangia masih terbilang cukup mahal. Namun, jika kebetulan kawan-kawan punya uang berlebih, jangan ragu untuk membeli kompor ini, karena kualitas yang dimiliki memang sesuai dengan harganya. Lebih baik membeli cukup mahal namun barang yang kita beli punya kualitas bagus dan tahan lama, daripada membeli barang murah namun cepat rusak atau bahkan malah menyusahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu saja sedikit informasi tentang kompor trangia yang bisa saya bagikan kepada kawan-kawan semua, semoga bermanfaat, salam lestari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini ada video cara penggunaan kompor trangia, silahkan ditonton..&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/jIitXB68LXg&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/feeds/1041143040144894211/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2015/12/gear-review-kompor-trangia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/1041143040144894211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7457305932925596330/posts/default/1041143040144894211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://traveleristimewa.blogspot.com/2015/12/gear-review-kompor-trangia.html' title='Gear Review : Kompor Trangia'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10878906778603459561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTsQU9e6SChfGRhI1ibX_O5T8K2DqKPXzlnQCw40uLPEJ55qXRpZYdo-_9wBb_xNqhepoNkQs3Px175hSCMP8wCCvxhVaKAdNWUby7SCuotsCNamygbz9HuzrJchVZIrrEdIpcnovNaJM/s72-c/IMG_1722.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>