<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659</atom:id><lastBuildDate>Fri, 03 Apr 2026 14:29:47 +0000</lastBuildDate><category>Materi Kuliah</category><category>Topologi dan Perangkat Jaringan</category><category>Keamanan dan Analisa Jaringan</category><category>TCP/IP</category><category>Routing</category><category>Mikrotik</category><category>WLAN (Wireless Local Area Network)</category><category>Cisco Router</category><category>Aplikasi Protokol TCP/IP</category><category>Data Link Control</category><category>IP Address</category><category>OSI Layer</category><category>Internet</category><category>MPLS</category><category>Subnetting</category><category>Antenna</category><category>Encoding</category><category>Firewall</category><category>Load Balancing</category><category>Network Address Translation (NAT)</category><category>Transmisi</category><category>UDP</category><category>ARP</category><category>ATM (Asynchronous Transfer Mode)</category><category>DHCP</category><category>DNS</category><category>Error Control</category><category>ISDN</category><category>Komunikasi Multipoint pada Jaringan Komputer</category><category>VPN (Virtual Private Network)</category><category>VoIP</category><category>ADSL</category><category>DMZ</category><category>ICMP</category><category>IGMP</category><category>Ping</category><category>uPNP</category><title>Jaringan Komputer</title><description></description><link>http://ecgalery.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Tutorial EC.Galery)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>151</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-3965370829181509261</guid><pubDate>Fri, 28 Jun 2013 20:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-29T03:53:41.077+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Internet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keamanan dan Analisa Jaringan</category><title>Apa itu Secure Socket Layer (SSL)</title><description>SSL adalah kependekan dari Secure Socket Layer yang merupakan suatu protocol layer transport yang digunakan dalam koneksi internet secara aman. Jika anda menginginkan suatu koneksi komunikasi lewat internet dengan cara yang secure, maka gunakan koneksi SSL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SSL menawarkan tiga tingkat keamanan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Authentication&lt;/b&gt;: Memastikan bahwa message yang diterima berasal dari seseorang yang tersurat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Confidentiality&lt;/b&gt;: Melindungi pesan dari suatu usaha pembacaan oleh penerima yang tidak berhak disepanjang perjalanannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Integrity&lt;/b&gt;: Memastikan bahwa pesan asli, tidak mengalami perubahan dalam perjalanannya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;SSL dikembangkan oleh Netscape Communications agar bisa mengirim data secara aman lewat internet. Jika anda pernah memperhatikan di browser internet dengan menggunakan HTTPS, maka koneksi internet ini adalah menggunakan SSL yang umum digunakan pada suatu transaksi online. Jadi HTTPS adalah suatu protocol untuk melakukan transfer data yang terinkripsi melalui web.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bedanya &lt;b&gt;HTTPS&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;HTTP&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;HTTPS melakukan koneksi melalui port 443, sementara HTTP menggunakan port 80&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;HTTPS mengirim / menerima data dengan inkripsi lewat protocol SSL, sementara HTTP mengirim data dengan plain text&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;Jadi dalam transaksi online, maka pastikan anda melihat online store anda menggunakan HTTPS dalam bertransaksi keuangan lewat internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda mempunyai website, apa yang diperlukan agar bisa di host disuatu host yang bisa SSL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Web server haruslah support inkripsi SSL&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; IP address public yang unik agar penyedia certificate SSL bisa melakukan validasi website anda&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suatu certificate SSL dari penyedia layanan SSL&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;Dua yang pertama bisa anda dapatkan dari ISP anda, hubungi ISP anda untuk memastikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SSL beroperasi pada antara layer Application dan Transport pada model OSI. SSL tidak bekerja secara transparent automatis, karena hanya bisa kalau memang protocol-protocol applikasi secara explicit memang diimplementasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SSL menggunakan inkripsi public-key untuk maksud authentication dan inkripsi&amp;nbsp; symmetric key untuk inkripsi informasi yang dikirim. Untuk public key inkripsi SSL menggunakan algoritma inkripsi Rivest-Shamir-Adleman (RSA), makanya bergantung pada implementasi dari infrastructure public key (PKI) yang didukung. Integritas pesan dijamin dengan cara mekanisme checking integritas yang disebut sebagai&amp;nbsp; message authentication code (MAC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sesi SSL bermula saat suatu client dengan SSL-enabled meminta suatu koneksi dengan server dengan SSL-enabled melalui TCP port 443, yaitu port SSL. Hal ini akan menginisiasi suatu koneksi SSL antara client dan server. Semua website yang menggunakan SSL mempunyai suatu URL dengan awalan HTTPS. Server kemudian mengirimkan certificate digital dan public key kepada client tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Client server kemudian melakukan negosiasi tingkat inkripsi mana yang bisa diterima yang biasanya 40-bit, 56-bit, ataupun 128 bit keatas. Client kemudian menghasilkan suatu secret session key yang kemudian di inkripsi menggunakan public key dari server untuk kemudian mengirimkan nya kepada server. Server kemudian melakukan dekripsi secret session key tersebut menggunakan private key-nya. Dari poin ini seterusnya, secret key cryptography dikenakan dan kemudian session key digunakan untuk meng-inkripsi semua pertukaran data antara client dan server, memberikan suatu komunikasi private yang aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SSL ini tentunya tidak bebas dari masalah begitu saja. Semua transaksi web dengan SSL akan menambah overhead pemrosesan pada server. Terkadang menjadi dua kali lipat tingkat overhead prosessingnya dibanding tanpa menggunakan koneksi secure SSL. Dengan hardware mesin yang sama, maka tingkat beban prosessing dengan menggunakan SSL akan menjadi sangat berat dibanding tanpa SSL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, SSL jadi sulit diimplementasikan dalam e-commerse yang menggunakan web server farms dan server load balancers. Hal ini mengingat SSL didesign agar client menggunakan IP address yang sama selama sessi berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi masalah ini, biasanya digunakan hardware khusus yang disebut SSL Accelerators untuk mengambil alih beban processing dan sesi cache kepada server-server lain untuk meningkatkan performa.</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2013/06/apa-itu-secure-socket-layer-ssl.html</link><author>noreply@blogger.com (Tutorial EC.Galery)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-8787696813044141289</guid><pubDate>Sat, 20 Aug 2011 10:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-20T17:37:59.915+07:00</atom:updated><title>Spanning Tree Protocol</title><description>&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Memahami Bridging Loops dan Algoritma Spanning Tree Protocol&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam membangun suatu infrastructure jaringan, kita membangun pondasi infrastructure logis (seperti layanan directory dari system windows server 2003, domain name system) dan juga infrastructure fisik (seperti domain controller, piranti jaringan seperti router dan switch). Switch adalah piranti jaringan yang paling banyak dipakai dalam suatu infrastructure jaringan fisik. Anda tahu bahwa switch dibuat berdasarkan konsep bridge.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bridge merupakan piranti murni yang bekerja pada layer Data Link pada model OSI, dimana merupakan cikal bakal daripada Switch LAN.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Ada tiga jenis bridge:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Transparant bridge (untuk jaringan Ethernet dan Token Ring)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Source-routing bridge (untuk jaringan Token Ring saja)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Source-routing transparent bridge (untuk jaringan Token Ring saja)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena kita hanya membahas jaringan Ethernet saja, maka hanya jenis transparent bridge saja yang kita akan concern. Suatu bridge disebut transparent jika kedua piranti pengirim dan penerima dalam suatu komunikasi dua piranti tidak menyadari adanya suatu bridge. Yang mereka tahu hanya lah bahwa keduanya berada pada segmen yang sama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bagaimana transparent bridge bekerja?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Transparent bridges membangun database mengenai data dari piranti dan disegmen mana piranti tersebut berada dengan cara memeriksa sumber address dari paket yang datang. Untuk bridge yang baru dipasang database masih kosong. Begitu juga piranti jaringan yang baru dikonek ke bridge tidak ada dalam database.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Transparent bridge meneruskan paket berdasarkan aturan berikut:&lt;br /&gt;
o Jika address tujuan tidak diketahui (tidak ada didatabase ), maka bridge meneruskan paket kesemua segmen.&lt;br /&gt;
o Jika address tujuan diketahui dan ada di segmen yang sama, maka bridge membuang paket tersebut, jadi tidak dilewatkan ke segmen lainnya.&lt;br /&gt;
o Jika address tujuan diketahui dan berada di segmen lain, maka bridge meneruskan paket kepada segmen yang tepat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Transparent bridge meneruskan paket hanya jika kondisi berikut dipenuhi:&lt;br /&gt;
o Frame berisi data pada layer bagian atas (data dari sub-layer LLC keatas)&lt;br /&gt;
o Integritas frame telah diverifikasi (suatu CRC yang valid)&lt;br /&gt;
o Frame tersebut tidak dialamatkan kepada bridge&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bridging loops dan STA – Algoritma Spanning Tree&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bridge menghubungkan dua segmen LAN, membentuk satu jaringan. Bridge, dengan namanya saja sudah mensiratkan arti sebuah jembatan, merupakan titik pertemuan antara dua segmen jaringan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika bridge ini tidak berfungsi, maka sudah pasti traffic antara kedua segmen jaringan tersebut menjadi tidak mungkin. Agar dua jaringan tadi bisa fault tolerance (artinya jika ada kerusakan maka harus ada backup yang menggantikan fungsi tersebut), maka setidaknya harus ada dua bridge untuk menghubungkan kedua jaringan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyH7ecNbNImaws8md74dYap8Ob_eedXnabsYxLqovrojchzaQHaIFRqxgcXJAQyQMGdM9w3LMik81RDrs8FiH4nsJmVAWOsjk8dXWPEoMNQI-gdbxvLvWSlmm2G3W4fmtWG16kleArLy0/s1600/spanning-1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;227&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyH7ecNbNImaws8md74dYap8Ob_eedXnabsYxLqovrojchzaQHaIFRqxgcXJAQyQMGdM9w3LMik81RDrs8FiH4nsJmVAWOsjk8dXWPEoMNQI-gdbxvLvWSlmm2G3W4fmtWG16kleArLy0/s320/spanning-1.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada gambar ini, kedua jaringan dihubungkan dua buah bridge yang bersifat fault tolerance, jika fungsi bridge yang beroperasi tidak berfungsi, atau gagal berfungsi, maka bridge satunya akan menggantikan fungsi bridge yang gagal fungsi tadi. Walaupun kedua bridge ini hidup, akan tetapi secara teori hanya satu saja yang berfungsi (misalnya bridge #1). Jika bridge # 1 ini tidak berfungsi, maka bridge # 2 akan menggantikan fungsinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Spanning Tree Protocol - Broadcast Storm&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFYNR_hOFcX6TsRHUvIDlBg2DTkOxyAfHlNjnYdAxe_CWT1XFBbewnjhWb5e0Yf0BL8jkg4GaHBGgqTOLRJqxLack8G5TjoGGXvSlmrdIbO7YtlQa6q3_wWGY6uxfHu9wl7Ij_nH3P79Y/s1600/spanning-2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFYNR_hOFcX6TsRHUvIDlBg2DTkOxyAfHlNjnYdAxe_CWT1XFBbewnjhWb5e0Yf0BL8jkg4GaHBGgqTOLRJqxLack8G5TjoGGXvSlmrdIbO7YtlQa6q3_wWGY6uxfHu9wl7Ij_nH3P79Y/s1600/spanning-2.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kenapa hanya satu? Jika keduanya berfungsi, maka terjadi redundansi link (jalur) antara dua segmen jaringan tersebut. akibatnya sudah dipastikan bahwa paket antar dua jaringan tersebut berputar-putar melewati kedua bridge tadi tanpa henti sampai akhirnya mati sendiri …wong kecapekan. Kondisi ini disebut sebagai bridging loops atau bisa juga disebut dengan broadcast storm.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk mencegah terjadinya bridging loop, komisi standard 802.1d mendifinisikan standard yang disebut Spanning Tree Algoritm (STA), atau Spanning Tree Protocol (STP). Dengan protocol ini, satu bridge untuk setiap jalur (rute) di beri tugas sebagai designated bridge. Hanya designated bridge yang bisa meneruskan paket. Sementara redundansi bridge bertindak sebagai backup.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keuntungan dari spanning tree algoritma&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Spanning tree algoritma sangat penting dalam implementasi bridge pada jaringan anda. Keuntungan nya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mengeliminir bridging loops&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan jalur redundansi antara dua piranti&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Recovery secara automatis dari suatu perubahan topology atau kegagalan bridge&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengidentifikasikan jalur optimal antara dua piranti jaringan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bagaimana spanning tree bekerja?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Spanning tree algoritma secara automatis menemukan topology jaringan, dan membentuk suatu jalur tunggal yang yang optimal melalui suatu bridge jaringan dengan menugasi fungsi-2 berikut pada setiap bridge. Fungsi bridge menentukan bagaimana bridge berfungsi dalam hubungannya dengan bridge lainnya, dan apakah bridge meneruskan traffic ke jaringan-2 lainnya atau tidak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimnQMDbhuOzYZSGOSzOzP_bf0PWlbfdpa7XbQXB0o8tAxxw2z958OSyTu7O_AhoHEk2dpqPvgTGCEz-hvwVceIdb1aBjJLjbmZU4ChM__mOpOyx2lBQ1RSKkbnKq8b3KC8Vl3vX5GEUgU/s1600/spanning-3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;160&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimnQMDbhuOzYZSGOSzOzP_bf0PWlbfdpa7XbQXB0o8tAxxw2z958OSyTu7O_AhoHEk2dpqPvgTGCEz-hvwVceIdb1aBjJLjbmZU4ChM__mOpOyx2lBQ1RSKkbnKq8b3KC8Vl3vX5GEUgU/s320/spanning-3.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Spanning Tree Protocol - Root Bridge&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Root bridge&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Root bridge merupakan master bridge atau controlling bridge. Root bridge secara periodik mem-broadcast message konfigurasi. Message ini digunakan untuk memilih rute dan re-konfigure fungsi-2 dari bridge-2 lainnya bila perlu. Hanya da satu root bridge per jaringan. Root bridge dipilih oleh administrator. Saat menentukan root bridge, pilih root bridge yang paling dekat dengan pusat jaringan secara fisik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Designated bridge&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Suatu designated bridge adalah bridge-2 lain yang berpartisipasi dalam meneruskan paket melalui jaringan. Mereka dipilih secara automatis dengan cara saling tukar paket konfigurasi bridge. Untuk mencegah terjadinya bridging loop, hanya ada satu designated bridge per segment jaringan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Backup bridge&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semua bridge redundansi dianggap sebagai backup bridge. Backup bridge mendengar traffic jaringan dan membangun database bridge. Akan tetapi mereka tidak meneruska paket. Backup bridge ini akan mengambil alih fungsi jika suatu root bridge atau designated bridge tidak berfungsi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bridge mengirimkan paket khusus yang disebut Bridge Protocol Data Units (BPDU) keluar dari setiap port. BPDU ini dikirim dan diterima dari bridge lainnya digunakan untuk menentukan fungsi-2 bridge, melakukan verifikasi kalau bridge disekitarnya masih berfungsi, dan recovery jika terjadi perubahan topology jaringan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perencanaan jaringan dengan bridge mengguanakan spanning tree protocol memerlukan perencanaan yang hati-2. Suatu konfigurasi yang optimal menuntut pada aturan-2 berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Setiap bridge sharusnya mempunyai backup (yaitu jalur redundansi antara setiap segmen)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Packet-2 harus tidak boleh melewati lebih dari dua bridge antara segmen-2 jaringan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Packet-2 seharusnya tidak melewati lebih dari tiga bridge setelah terjadi perubahan topology.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Spanning tree protocol (STP) adalah layanan yang memungkinkan LAN switches dikoneksikan secara redundansi dengan memberikan suatu mekanisme untuk mencegah terjadinya suatu bridging loops.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebutuhan minimum yang berhubungan dengan STP adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Versi standard STP adalah 802.1d dan harus di “enable” pada semua switch (walaupun by default switch adalah “enable” STP nya). STP tidak boleh di “disabled” disemua switches.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dokumentasi jaringan anda harus ada dan menunjukkan dengan jelas topology jaringan anda termasuk redundansi link yang mungkin ada.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Yang ini sangat direkomendasikan: bahwa port Switch yang dihubungkan ke pada komputer, printer, server, dan router (tetapi tidak ke switch, bridge atau hub) haruslah “STP port-fast enabled”. Port-fast juga sering disbut sebagai fast-start atau start-forwarding. Port-fast dapat digunakan untuk mempercepat transisi port host untuk antisipasi transisi lambat dari berbagai kondisi STP. Tanpa adanya port-fast “enable” kebanyakan koneksi akan mengalami time-out saat melakukan koneksi pertama kali. Telah diketemukan bahwa banyak koneksi Novell IPX dan DHCP mengalami time-out bahkan gagal jika tanpa port-fast “enable”.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jangan melakukan “enable” STP port-fast pada port koneksi antar switch karena akan menimbulkan bridging loop kepada jaringan. STP port-fast adalah fitur dari kebanyakan Switch yang versi baru (modern) dan biasanya tidak di “enable” by default.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tanpa perencanaan Switch LAN dan STP tuning yang benar, masalah stabilitas LAN dan convergensi bisa saja terjadi didalam suatu jaringan multi-redundansi yang kompleks. Disable STP bisa menyebabkan bridging loop dan broadcast storm yang pada gilirannya menyebabkan jaringan anda menjadi pelan-pelan.&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2011/08/spanning-tree-protocol.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyH7ecNbNImaws8md74dYap8Ob_eedXnabsYxLqovrojchzaQHaIFRqxgcXJAQyQMGdM9w3LMik81RDrs8FiH4nsJmVAWOsjk8dXWPEoMNQI-gdbxvLvWSlmm2G3W4fmtWG16kleArLy0/s72-c/spanning-1.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-249213642996421486</guid><pubDate>Mon, 30 May 2011 04:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-30T11:53:09.392+07:00</atom:updated><title>Protokol H.323</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;H.323 merupakan protokol standar yang direkomendasikan oleh ITU-T yang mendefinisikan komunikasi multimedia real-time dan konferensi melalui jaringan packet-based yang tidak menyediakan guaranteed QoS seperti LAN dan Internet. Jaringan berbasis paket tersebut antara lain internet Protocol (IP), internet Packet Exchange (IPX), Local Area Network (LAN), Enterprise Network (EN), Metropolitan Area Network (MAN), dan Wide Area Network (WAN). Standar ini bukan standar yang berdiri sendiri tetapi merupakan kumpulan dari beberapa komponen, protokol dan prosedur dalam membangun layanan komunikasi multimedia yang menerangkan set voice, video dan standar konferensi data.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFQflqOAaH2jjuN1TmzPRNVHXMygJRy3XQFjperBbvG3Keh4tRDPzmw5jkXAsp90wuSL2va_L-4JBDBcr7FJQ2bpUdF5KYfV9mQXp7Xgz1CuSCdGoPhYFy9R2gmQ_qXojXr_Vzl3mquDk/s1600/h323-1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;228&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFQflqOAaH2jjuN1TmzPRNVHXMygJRy3XQFjperBbvG3Keh4tRDPzmw5jkXAsp90wuSL2va_L-4JBDBcr7FJQ2bpUdF5KYfV9mQXp7Xgz1CuSCdGoPhYFy9R2gmQ_qXojXr_Vzl3mquDk/s400/h323-1.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Komponen H.323&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Standar H.323 terdiri atas empat komponen yang jika disatukan dalam suatu jaringan akan memberikan layanan komunikasi multimedia point to point dan multipoint&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;a. Terminal (Endpoints)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam sebuah Local Area Network, terminal dikatakan sebagai klien endpoint yang menyediakan komunikasi dua arah secara realtime. Semua terminal H.323 harus memiliki System Control Unit, layer H.225, Network Interface dan sebuh unit audio codec. Unit video&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;codec dan Aplikasi User Data adalah opsional&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGZEFDKw-o2WeQ6N4hGCba8zi4MeL0PBeev9HTpw4hpO8j6H-ZU4mRFeKUU5P6MR-EfmSbULQRdWHhFUV-AiH6oLy9leIfWZEKX-mVKR0F0r5o1wrYKP9np3o982U0zbUIXyWPq1yRlIA/s1600/h323-2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGZEFDKw-o2WeQ6N4hGCba8zi4MeL0PBeev9HTpw4hpO8j6H-ZU4mRFeKUU5P6MR-EfmSbULQRdWHhFUV-AiH6oLy9leIfWZEKX-mVKR0F0r5o1wrYKP9np3o982U0zbUIXyWPq1yRlIA/s400/h323-2.jpg&quot; width=&quot;378&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;b. RTCP (RTP Control Protocol)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;RTCP mirip dengan RTP. Protokol ini mendefinisikan mekanisme pengawasan terhadap kualitas penerimaan media yang ditransmisikan menggunakan RTP dalam suatu sesi realtime.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;c. T.120&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Protokol untuk mengatur pertukaran data pada saat terjadi panggilan multimedia. Misalnya whiteboarding, chat, dan lainlain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRwKsTh_AaFjiAhqMjUqB_n5qLuEqr3-RfWFY6xWm5gFmfX0RU_63ml0sD0E8XxQBgeAXvSSvW44jNjNibiawo90f248nwzCQLbUmIgAms7Ze4JUWIpo0hpnh_GJRPpHnJ_KkH_TJB6_E/s1600/h323-3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;256&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRwKsTh_AaFjiAhqMjUqB_n5qLuEqr3-RfWFY6xWm5gFmfX0RU_63ml0sD0E8XxQBgeAXvSSvW44jNjNibiawo90f248nwzCQLbUmIgAms7Ze4JUWIpo0hpnh_GJRPpHnJ_KkH_TJB6_E/s400/h323-3.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terminal digunakan untuk komunikasi multimedia yang realtime bidirectional (dua arah). Terminal H.323 dapat berupa personal supercomputer atau sebuah peralatan yang menjalankan aplikasi multimedia H.323. Peralatan tersebut harus mendukung komunikasi suara dan dan komunikasi data atau video. Terminal H.323 dibuat untuk mendukung fungsi-fungsi :&lt;/div&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Pertukaran kemampuan terminal dan pembuatan kanal media H.245&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Call Signaling dan call setup H.225 Registrasi admision control dengan gatekeeper (RAS)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;RTP/RTCP untuk pengurutan audio dan Video&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;d. Gateway&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebuah gateway menghubungkan dua buah jaringan yang berbeda. Gateway H.323 menghubungkan jaringan H.323 dengan jaringan non-H.323. Sebagai contoh, suatu gateway dapat menghubungkan dan menyediakan komunikasi antara terminal H.323 dengan Switched Circuit Network. Pada jaringan yang sama-sama menggunakan H.323 tidak membutuhkan gateway.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;e. GateKeeper&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gatekeeper merupakan titik fokus dari semua call yang terjadi pada network H.323. Gatekeeper menyediakan layanan-layanan yang penting seperti pengalamatan, otorisasi dan otenfikasi dari terminal dan gateway. Sebagai kunci mekanisme standar industri yang terintegrasi dalam jaringan H.323, gatekeeper menyediakan fungsi sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Authentication : Gatekeeper memiliki kemampuan untuk melakukan fungsi call-authentication dengan mengidentifikasi user.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Authorization : Gatekeeper mengautorisasi suatu panggilan berdasar pada hak-hak akses user. Gatekeeper dapat menolak panggilan-panggilan dari terminal yang gagal melakukan autorisasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Accounting : Sewaktu panggilan diakhiri, gatekeeper memberitahukan laporan catatan mengenai detail panggilan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Address translation : Gatekeeper menyediakan translasi antara alamat alias dan alamat transport atas permintaan pelayanan tersebut oleh endpoint. Sebuah user biasanya tidak mengetahui alamat IP terminal (entitas) lain yang akan mereka hubungi. Gatekeeper mentranslasikan sebuah alamat alias (identitas H.323, URL, nomor telepon, atau alamat email) ke alamat transport. Mekanisme yang dilakukan dalam mengupdate tabel translasi menggunakan kanal Registrasion, Admission, dan Status (RAS).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Call control dan call routing&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengontrol penggunaan bandwidth H.323 dalam menyediakan Quality of Service dan melindungi aplikasi jaringan lainnya dari trafik H.323.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;f. Multipoint Control Unit (MCU)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;MCU memberikan dukungan untuk konferensi tiga atau lebih terminal H.323. Semua terminal akan berpatisipasi dalam konferensi melakukan koneksi terlebih dahulu dengan Multipoint Control Unit. MCU Mengatur konferensi resource, negoisasi antar terminal untuk&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;tujuan penentuan audio atau video coder/decoder (CODEC) yang digunakan untuk menangani media stream. Gatekeeper, Gateway dan MCU secara logika terpisah tapi secara fisikal dapat dijadikan satu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Prosedur Koneksi Jaringan H.323&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggwE48L8ZqoeduTrpAgksfQoevSXf8nkqz5CumI3C0ptpjlwvhwVSyYfWCbxy5JVvK3Hb4fjz_QfXZYr644aJrOfaKsGXok3pzZYAWfIb1MtCsCRR7b6HeAuBQCodgXLqJhbatW_sSq8o/s1600/h323-4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;353&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggwE48L8ZqoeduTrpAgksfQoevSXf8nkqz5CumI3C0ptpjlwvhwVSyYfWCbxy5JVvK3Hb4fjz_QfXZYr644aJrOfaKsGXok3pzZYAWfIb1MtCsCRR7b6HeAuBQCodgXLqJhbatW_sSq8o/s400/h323-4.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2011/05/protokol-h323.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFQflqOAaH2jjuN1TmzPRNVHXMygJRy3XQFjperBbvG3Keh4tRDPzmw5jkXAsp90wuSL2va_L-4JBDBcr7FJQ2bpUdF5KYfV9mQXp7Xgz1CuSCdGoPhYFy9R2gmQ_qXojXr_Vzl3mquDk/s72-c/h323-1.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-4583370651519739831</guid><pubDate>Tue, 24 May 2011 05:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-24T12:07:15.357+07:00</atom:updated><title>Packet Scheduling</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;Bandwidth dalam jaringan merupakan komoditas yang mahal. Untuk mendapatkan Bandwidth yang lebih besar, pengguna harus membayar lebih kepada penyedia layanan internet. Packet scheduling memungkinkan penggunaan Bandwidth secara lebih efisien. Dengan packet scheduling paket – paket dalam jaringan dapat diperlakukan secara berbeda, paket yang memiliki toleransi delay yang rendah seperti paket VoIP akan diproses secepat mungkin, sementara paket yang memiliki toleransi delay yang tinggi, seperti paket FTP (File Transfer Protocol), akan diproses belakangan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Priority Queueing (PRIQ)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Priority Queueing (PRIQ) adalah algoritma paling mendasar yang dapat diterapkan dalam penjadwalan paket berdasarkan kelas. Pada PRIQ, paket – paket data pada jaringan akan dikelompokan ke dalam kelas – kelas antrian tertentu sesuai dengan prioritas yang dimilikinya. Kemudian paket – paket ini akan diproses menurut kelas antriannya, dimulai dari kelas yang memiliki prioritas paling tinggi. Sementara pemrosesan paket dalam kelas yang sama akan dilakukan menurut algoritma FIFO (First In First Out), yaitu diproses berdasarkan waktu kedatangan paket.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5-T5FZvn42vnpP5Ihs7_9Zeo8y-QUXioZshKUL8A1h4ubk7rCMelZ9CUliO8JFMaOZ651i4MQsfZd54sb_xW5hzfsA-FBqpCVQeZCELQTn_JgHkVcNmL7CytvNkaViCQblOcKYflGJ3A/s1600/packetschedulling.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;171&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5-T5FZvn42vnpP5Ihs7_9Zeo8y-QUXioZshKUL8A1h4ubk7rCMelZ9CUliO8JFMaOZ651i4MQsfZd54sb_xW5hzfsA-FBqpCVQeZCELQTn_JgHkVcNmL7CytvNkaViCQblOcKYflGJ3A/s400/packetschedulling.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Gambar 1. Priority queueing&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Simpelnya algoritma yang diterapkan dalam PRIQ menyebabkan algoritma ini memiliki biaya komputasi yang jauh lebih kecil daripada algoritma penjadwalan paket lainnya. Namun, PRIQ juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah besarnya delay paket yang memiliki prioritas rendah. Bahkan pada kasus terburuk dapat menyebabkan starvation, yaitu kondisi saat sebuah paket tidak mendapatkan kesempatan untuk diproses karena selalu didahului oleh paket lain yang memiliki prioritas lebih tinggi. Pada PRIQ kelas queue yang dapat dibuat hanya satu level, sehingga sebuah kelas queue tidak dapat memiliki anak kelas lagi dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kelas dapat diberi besar bandwidth yang berbeda – beda, bergantung pada kebutuhannya. Paket yang tergolong ke dalam kelas queue dengan prioritas tinggi akan memiliki delay yang lebih kecil, tanpa mengurangi nilai throughput dari kelas queue berprioritas rendah. &lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2011/05/packet-scheduling.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5-T5FZvn42vnpP5Ihs7_9Zeo8y-QUXioZshKUL8A1h4ubk7rCMelZ9CUliO8JFMaOZ651i4MQsfZd54sb_xW5hzfsA-FBqpCVQeZCELQTn_JgHkVcNmL7CytvNkaViCQblOcKYflGJ3A/s72-c/packetschedulling.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-5991788984259988663</guid><pubDate>Thu, 05 May 2011 00:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-05T07:44:07.251+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Antenna</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">WLAN (Wireless Local Area Network)</category><title>Teknologi Antenna MIMO</title><description>&lt;i&gt;Teknologi Antenna Multiple-Input-Multiple-Output Yang Bisa Meningkatkan Kecepatan Dan Jangkauan Jaringan Wireless&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IEEE 802.11n dibuat berdasarkan standard sebelumnya 802.11 dengan menambahkan Multiple-Input-Multiple-Output (MIMO) dan operasi Channel-bonding / 40 Mhz pada layer Physical, dan aggregasi frame pada layer MAC.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MIMO menggunakan beberapa antenna transmitter dan receiver untuk memperbaiki kinerja systemnya. MIMO adalah technology yang menggunakan beberapa antenna untuk secara koheren mengurai lebih banyak informasi dibanding menggunakan satu antenna tunggal. Dua keuntungan penting yang diberikan kepada 802.11n adalah keragaman antenna dan multiplexing spatial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknology MIMO mengandalkan sinyal-2 dari berbagai arah. Sinyal-2 dari berbagai arah ini adalah pantulan sinyal-2 yang sampai pada antenna penerima beberapa saat setelah transmisi sinyal utama yang satu garis (Line of sight) sampai. Pada jaringan 802.11a/b/g yang bukan MIMO, sinyal-2 dari berbagai arah ini diterima sebagai interferensi yang hanya mengurangi kemampuan penerima untuk mengumpulkan informasi yang ada dalam sinyal. Technology MIMO menggunakan sinyal dari berbagai arah ini untuk menaikkan kemampuan receiver untuk mengurai informasi yang dibawah oleh sinyal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgS0S7RG-rhAWv3n36IWTT_MpHadtCyJJDUBjFU8BTajIA_-C0wwfBpEBCqgP9qaO0c3CkRhUONuB9aQ6qjOK6rHvun2gXRBBkXUisSCxf7k0t7LrxQ68Q_zdKxXl4AWe211LxoH3Dttk/s1600/mimo.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgS0S7RG-rhAWv3n36IWTT_MpHadtCyJJDUBjFU8BTajIA_-C0wwfBpEBCqgP9qaO0c3CkRhUONuB9aQ6qjOK6rHvun2gXRBBkXUisSCxf7k0t7LrxQ68Q_zdKxXl4AWe211LxoH3Dttk/s320/mimo.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Satu lagi kemampuan teknologi MIMO ini adalah Spatial Division Multiplexing (SDM). SDM melakukan multiplexing secara spatial beberapa stream data independent, secara simultan di transfer didalam satu spectral channel bandwidth. MIMO SDM dapat secara significant menaikkan aliran data seiring naiknya jumlah stream data yang berserakan bisa diurai. Setiap stream data berserakan ini memerlukan suatu antenna yang berlainan pada kedua transmitter dan receiver. Sebagai tambahan, technology MIMO memerlukan suatu rantai frequency yang terpisah dan juga converter analog-to-digital untuk masing-2 antenna MIMO yang dalam proses conversi ini memerlukan biaya implementasi yang lebih tinggi dibanding dengan system teknologi non-MIMO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Channel Bonding, yang juga dikenal dengan channel 40 MHz, adalah teknologi ke dua yang dipasang pada standard 802.11n yang dapat secara simultan menggunakan dua channel terpisah yang tidak saling tumpang tindih untuk mentransfer data. Channel bonding menaikkan jumlah data yang dapat ditransmisikan. Operasi Modus 40 MHz menggunakan dua band 20 MHz yang berdekatan. Hal ini membuat pendobelan langsung dari rate data PHY dari suatu channel band tunggal 20 MHz. (Perlu dicatat bahwa MAC dan level aliran user tidak akan dobel).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknologi arsitektur coupling MIMO dengan channel bandwidth yang lebih lebar menawarkan peluang menciptakan pendekatan yang sangat powerful dan cost-efektif untuk meningkatkan rate transfer physical.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Technology MIMO ini banyak diadopsikan kepada banyak piranti wireless dari kartu jaringan wireless sampai wireless router seperti WRT160N Linksys RangePlus wireless broadband router, DIR-615 D-Link wireless router dll. Dengan menggunakan piranti wireless yang berteknologi MIMO ini akan meningkatkan kinerja jaringan wireless di rumah anda dari kecepatan dan jangkauannya juga. Hal ini akan menjadi optimum jika kedua ujung piranti menggunakan teknologi yang sama, yaitu teknologi MIMO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anda membangun suatu infrastructure jaringan komputer di kantor atau di rumah, ada baiknya mempergunakan piranti wireless yang berteknologi MIMO ini demi kehandalan jaringan wireless anda.</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2011/05/teknologi-antenna-mimo.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgS0S7RG-rhAWv3n36IWTT_MpHadtCyJJDUBjFU8BTajIA_-C0wwfBpEBCqgP9qaO0c3CkRhUONuB9aQ6qjOK6rHvun2gXRBBkXUisSCxf7k0t7LrxQ68Q_zdKxXl4AWe211LxoH3Dttk/s72-c/mimo.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-330305188746786901</guid><pubDate>Tue, 22 Mar 2011 16:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-05T07:44:28.676+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Load Balancing</category><title>Gateway Load Balancing Protocol  ( GLBP )</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Load balancing adalah sebuah konsep yang gunanya untuk menyeimbangkan beban atau muatan. Seperti itulah prinsip kerja dari Gateway Load Balancing Protocol (GLBP). Intinya adalah membagi kerja Router yang besarnya sama atau seimbang/balance. Gateway Load Balancing Protocol (GLBP) melindungi trafik data dari kerusakan router atau jalur data. GLBP melindungi trafik dengan cara routerrouternya diberi sebuah default gateway yang sama sedangkan yang membedakan pada virtual MACnya dari masing-masing router. Pada Gambar dibawah ini Router 5 sebagai router active, sedangkan router 6 berperan sebagai router standby apabila terjadi congesti. Sebuah router dipilih sebagai active router yang nantinya akan membawa paket melalui virtual IP address dalam group tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gambar Topologi Jaringan WAN&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbvMt79X2RjILpiKWp_AzL7V2XMRNSSGNL-u0Lq6ZRpKyL61guI0BFSYvJSTEcRIPj9bfKqw8wdZMmiE3pxx0JMda4PI6DFGSYSuXIpuGEreD0969g0Svr7x4D6kqRkagMGDL33hmlAWM/s1600/glbp1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;285&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbvMt79X2RjILpiKWp_AzL7V2XMRNSSGNL-u0Lq6ZRpKyL61guI0BFSYvJSTEcRIPj9bfKqw8wdZMmiE3pxx0JMda4PI6DFGSYSuXIpuGEreD0969g0Svr7x4D6kqRkagMGDL33hmlAWM/s400/glbp1.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;MEKANISME KERJA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;GLBP Active Virtual Gateway&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Anggota dari GLBP Group memilih satu gateway yang akan menjadi active virtual gateway (AVG) untuk group tersebut. Anggota group lain membackup AVG tersebut untuk menghindari jika AVG tersebut sewaktu-waktu tidak terpakai lagi. Gateway lainnya menganggap hubungan perjalanan paket mengirim ke virtual MAC address ditentukan oleh AVG. Gateway yang mengetahui active virtual MAC address selanjutnya. AVG bertanggung jawab untuk menjawab request dari Address Resulution&amp;nbsp; protocol (ARP) untuk meminta Virtual IP address. Load sharing terjadi ketika AVG membalas ARP request dengan virtual MAC address yang berbeda. GLBP digambarkan seperti dibawah ini :&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-mJQ14hdOS1OrdUCQ2uPA663Wjth4ZiuHb296_VZqrXEERuCWNjqWYJ8OZcrZSpIf1_0kTZ635jsO5yE7pHSHhytdRP02-ttc7DnX1VMUktHI1YUnv7f6UWH4w0waoC_3cGGSxfsg_NY/s1600/glbp2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-mJQ14hdOS1OrdUCQ2uPA663Wjth4ZiuHb296_VZqrXEERuCWNjqWYJ8OZcrZSpIf1_0kTZ635jsO5yE7pHSHhytdRP02-ttc7DnX1VMUktHI1YUnv7f6UWH4w0waoC_3cGGSxfsg_NY/s400/glbp2.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari gambar diatas router A adalah AVG untuk GLBP group tersebut dan bertanggung jawab untuk virtual IP address 10.0.0.10. Router A juga merupakan AVF (Active Virtual Forwarder) untuk virtual MAC address 0007.b400.0101. Router B adalah anggota dari group yang sama dengan Router A dan ditunjuk sebagai AVF untuk virtual MAC address 0007.b400.0102, begitu pula pada router C ditunjuk sebagai AVF untuk virtual MAC address 0007.b400.0103. Client 1 memiliki default gateway 10.0.0.10 dan sebuah gateway MAC address 0007.b400.0101 sedangkan client 2 dan 3 memiliki default gateway yang sama tapi memiliki gateway MAC address yang berbeda yaitu 007.b400.0102 untuk client 2 dan 0007.b400.0103 untuk client 3. Hal ini dikarenakan Router B dan C berbagi trafik load dengan Router A.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1eNv584l6gfPbJJMTcoEiaLaZCA1r6KisSlJhp3ikDIZpoeSLU-6bWsLLRziHIMAWVgArtoU07a66JKDDov4944cpkGYu7Zbui5lLBquQPfGJZBIFRqybmPURzDZz1tIMHHx3ESjw3NA/s1600/glbp3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;290&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1eNv584l6gfPbJJMTcoEiaLaZCA1r6KisSlJhp3ikDIZpoeSLU-6bWsLLRziHIMAWVgArtoU07a66JKDDov4944cpkGYu7Zbui5lLBquQPfGJZBIFRqybmPURzDZz1tIMHHx3ESjw3NA/s400/glbp3.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika router A terjadi kerusakan maka client 1 tidak akan kehilangan akses ke WAN karena Router B akan mengasumsikan alur pengiriman paket ke MAC address Router A. Router B akan menerima peranan sebagai AVG untuk GLBP group tersebut. Komunikasi anggota GLBP berlanjut walaupun terjadi kegagalan pada salah satu anggota LBP group tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;GLBP Virtual Gateway Redundancy&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menjalankan Virtual Gateway Redundancy pada GLBP sama dengan HSRP. ateway yang berwenang untuk memutuskan adalah AVG sedangkan Gateway lainnnya ebagai standby virtual gateway dan gateway yang tersisa ditempatkan di tempat yang udah diperhatikan. Jika terjadi kerusakan pada AVG, maka standby virtual gateway kan menerima tanggung jawab sebagai Virtual IP address. Standby Virtual Gateway ang baru akan ditempatkan di tempat yang mudah diperhatikan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;GLBP Virtual Forwarder Redundancy&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Virtual Forwarder Redundancy sama seperti Virtual Gateway Redundancy dengan suatu AVF. Apabila AVF mengalami gangguan, maka Secondary Virtual Forwarder (SVF) akan menerima status dan bertanggungjawab pada Virtual MAC Address. AVF yang baru akan menjadi primary virtual forwarder untuk sebuah nomor forwarder yang berbeda.&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2011/03/gateway-load-balancing-protocol-glbp.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbvMt79X2RjILpiKWp_AzL7V2XMRNSSGNL-u0Lq6ZRpKyL61guI0BFSYvJSTEcRIPj9bfKqw8wdZMmiE3pxx0JMda4PI6DFGSYSuXIpuGEreD0969g0Svr7x4D6kqRkagMGDL33hmlAWM/s72-c/glbp1.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-262194590156078527</guid><pubDate>Mon, 07 Mar 2011 05:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-08T11:03:12.458+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">IP Address</category><title>Strategi Implementasi Transisi IPv4 ke IPv6</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pendahuluan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Dalam sistem pengalamatan jaringan internet di dunia, telah umum digunakan IP address versi 4 atau IPv4. Secara umum, format penulisan alamat IPv4 adalah x.x.x.x di mana ‘x’ merupakan representasi dari 8 bit/digit bilangan biner yang ditulis dalam bentuk bilangan desimal, dengan rentang nilai 0 hingga 255. Melihat kepada alokasi rentang nilai tersebut, maka secara efektif jumlah alamat IP publik yang tersedia pada IPv4 adalah 232 = 4,294,967,296 buah alamat dengan beberapa pengecualian, seperti alamat IP privat dan beberapa alamat IP untuk tujuan-tujuan khusus.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Secara umum, saat seseorang maupun sebuah perusahaan ingin mendapatkan alamat IP publik bagi server atau terminal miliknya, maka pihak tersebut perlu mendaftar dahulu kepada organisasi yang memiliki hak untuk memberikan alokasi alamat, yang salah satunya adalah APNIC (Asia-Pasific Network Information Centre). APNIC melayani pengalamatan IP dan AS (Autonomous System) di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Hal yang menjadi permasalahan yang dihadapi dunia global saat ini adalah keterbatasan sisa alamat IPv4. Posisi triwulan III 2010 di Indonesia, jumlah statistik alokasi alamat IPv4 hanya tinggal tersisa sebanyak 5% (Gambar 1). Di sisi lain, pada tahun 2011, APNIC telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan memberikan lagi alamat IPv4 bagi para pemohon alamat IPv4.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai salah satu bentuk antisipasi atas jumlah alamat IPv4 publik yang semakin menipis, maka sistem pengalamatan dengan versi yang lebih baru telah dibuat, yaitu IP address versi 6 ataupun IPv6. Teknik penulisan alamat IPv6 adalah y:y:y:y:y:y:y:y dengan masing-masing ‘y’ merupakan 4 bit hexadesimal ataupun 16 bit biner. Dari format tersebut terlihat bahwa jumlah alamat yang mampu diakomodasi oleh IPv6 jauh lebih besar daripada IPv4, yakni sebanyak 2128 atau sekitar 3.4 x 1038 buah alamat. Selain jumlah alamat yang mampu diakomodasi lebih banyak, terdapat banyak kelebihan lain yang dimiliki oleh IPv6, di antaranya:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;IPv6 menyediakan konektivitas end-to-end yang lebih baik dibandingkan IPv4 IPv6 dengan jumlah alamat yang jauh lebih besar tidak memerlukan NAT dan lebih dapat menjamin konektivitas end-to-end secara baik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Struktur header IPv6 yang lebih sederhana sehingga memberikan proses routing yang lebih cepat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sistem keamanan/sekuriti IPv6 yang lebih baik karena telah terintegrasinya protokol IPSec di dalamnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemampuan multicast dan anycast yang lebih baik dibandingkan IPv4.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;IPv6 mengikuti desain prinsipal IPv4 sehingga memungkinkan transisi/migrasi secara mulus dari IPv4.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagi sebuah perusahaan penyedia layanan jaringan ataupun provider, perlu dilakukan proses transisi pada jaringan dari IPv4 kepada IPv6 seiring dengan semakin bertambahnya permintaan konektivitas pelanggan dan juga semakin berkembangnya jumlah konten berbasis IPv6. Proses transisi dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya adalah dengan melakukan upgrade pada perangkat maupun jaringan yang terkait.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di Indonesia yang jaringan IPv4-nya telah tersebar secara luas, dapat dilakukan 3 buah langkah urutan metoda transisi yang akan dipaparkan pada bagian selanjutnya. Ketiga langkah urutan metoda transisi ini dapat dinilai sebagai langkah paling efektif untuk bermigrasi secara bertahap karena berangkat dari perombakan paling minimum hingga mencapai tahap mature. Berikut pemaparan ketiga langkah transisi yang dimaksud.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. IPv6-to-IPv4 tunneling&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Metoda ini memungkinkan transmisi paket IPv6 di atas jaringan IPv4. Paket IPv4 dapat ditransfer tanpa ada gangguan seperti kondisi eksisting, sedangkan untuk paket IPv6, akan ditambahkan header paket IPv4 sehingga jaringan akan melihat paket ini sebagai paket IPv6. Alamat IP tujuan bagi paket yang headernya ditambahkan tersebut adalah alamat tujuan IPv4 yang ditambahkan dengan 32 bit alamat IP di depannya, yaitu biasanya berupa prefiks 2002::16/16, sedangkan alamat IP sumber paket tetaplah berupa alamat IP host maupun router yang mengirimkan paket. Secara umum, segmentasi jaringan dapat terbagi menjadi 4 level seperti pada Gambar 1, yaitu terdiri atas jaringan customer, akses, transport, dan internet. Untuk mengimplementasikan metoda IPv6-to-IPv4 tunneling, maka perangkat yang digunakan oleh pelanggan perlu dikondisikan agar mampu mendukung fitur IPv6, sementara jaringan akses serta transport dibiarkan tetap IPv4. Elemen pada jaringan yang menjadi konsiderasi pada metoda ini dititikberatkan pada CE (Customer Edge, bisa berupa router ataupun perangkat lain) serta IGW (Internet Gateway) karena perangkat tersebut perlu memiliki kapabilitas penambahan maupun pembongkaran header IPv4.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5oi4kxlejhHH1iABsiyQrFw4u9gMGIDhKo3WL3k0dB4Jbtv10CpjiXcuvT_E6ecDW0mk9xVjS26jFpKIfvm-FDsCFfS8p1PhzE-VMx-sk-43e-FMfHkm3BhrTRdjvLYdSvVeixlrggB4/s1600/1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;125&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5oi4kxlejhHH1iABsiyQrFw4u9gMGIDhKo3WL3k0dB4Jbtv10CpjiXcuvT_E6ecDW0mk9xVjS26jFpKIfvm-FDsCFfS8p1PhzE-VMx-sk-43e-FMfHkm3BhrTRdjvLYdSvVeixlrggB4/s400/1.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Gambar 1. Metoda IPv6-to-IPv4 Tunneling&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Pro-kontra metoda IPv4-to-IPv6 tunneling:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj70WABcmo1jPSrWEIGaMwn6Vacw7l0Yz-plt8K2hF2WY2yvgjzodgi23QJCYJbC4396aY4xNZsTm5P9boDnucyoAykUa6DJkPrr2ztrLkkufc6DvUxFpKH0FE77h-vF7bV96Vq1DnbuJg/s1600/2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;145&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj70WABcmo1jPSrWEIGaMwn6Vacw7l0Yz-plt8K2hF2WY2yvgjzodgi23QJCYJbC4396aY4xNZsTm5P9boDnucyoAykUa6DJkPrr2ztrLkkufc6DvUxFpKH0FE77h-vF7bV96Vq1DnbuJg/s400/2.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. 6VPE&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menggunakan 6VPE, provider tidak perlu melakukan perubahan signifikan pada backbone IP MPLS (Multi Protocol Label Switching) IPv4. 6VPE sendiri merupakan MPLS bagi IPv6 yang ditransportasikan melalui jaringan transport berbasis IPv4. 6VPE memberikan keuntungan bagi provider yaitu tidak diperlukannya perombakan pada jaringan transport. Di sisi lain, jaringan yang berkaitan dengan pelanggan dan akses harus telah berbasis IPv6. Perangkat-perangkat yang dimaksud dapat berupa CE (Customer Edge), perangkat-perangkat level akses seperti misalnya BRAS (Broadband Remote Access Server), dan juga pada IGW (Internet Gateway). Tampilan jaringan adalah seperti pada Gambar 2. Secara umum jaringan pelanggan dan akses telah terkonvergensi sehingga mendukung IPv6, sedangkan jaringan transport dibiarkan berbasis IPv4, namun ditambahkan fitur 6VPE untuk mengakomodasi trafik IPv6 yang melaluinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgD9oWy8km5qVj0-F1tFVJlzXPzzEnhruZicmISuN5Fo4OF-ZXE9jzoV-MuMucioIk638xUNEJ4Oc1pGF7_G5NDKyVciPllSB5eNQYLq-yBiUoLqNWkhuPX7_ot5zsQOjmkEC0wrPCAh_M/s1600/3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;105&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgD9oWy8km5qVj0-F1tFVJlzXPzzEnhruZicmISuN5Fo4OF-ZXE9jzoV-MuMucioIk638xUNEJ4Oc1pGF7_G5NDKyVciPllSB5eNQYLq-yBiUoLqNWkhuPX7_ot5zsQOjmkEC0wrPCAh_M/s400/3.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Gambar 2. Metoda 6VPE&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Pro-kontra metoda 6VPE:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjclpOmomotLcvxt80dFo_6P-lmTN8RZhP0SFMR4MQtm090AEHI9RHtD_uViVXZ5EVnQvA4g5hyncizAKSfyMncHcVUshErl02o-qLornkL5LHnW-RodH84N33WqAA5ndtSrWM7b83m2O8/s1600/4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;122&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjclpOmomotLcvxt80dFo_6P-lmTN8RZhP0SFMR4MQtm090AEHI9RHtD_uViVXZ5EVnQvA4g5hyncizAKSfyMncHcVUshErl02o-qLornkL5LHnW-RodH84N33WqAA5ndtSrWM7b83m2O8/s400/4.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. IPv4-to-IPv6 tunneling&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IPv4-to-IPv6 tunneling merupakan metoda kebalikan dari IPv6-to-IPv4 tunneling. Metoda ini biasanya diimplementasikan saat konvergensi IPv6 hampir mencapai tahap mature, yaitu di mana hampir seluruh konten internet maupun paket telah berbasis IPv6. Pada dasarnya, IPv4-to-IPv6 tunneling ditujukan untuk mengakomodasi paket dengan konten IPv4 yang bisa jadi masih eksis di masa IPv6 maturity. Pada metoda ini, masing-masing jaringan di level pelanggan, akses, dan transport telah berbasis IPv6. Tunnel dibuat di level CE (Customer Edge) hingga IGW (Internet Gateway). Hal inilah yang menjadi konsiderasi bagi provider di saat proses sebelum penggelaran karena perangkat tersebut harus mampu memiliki kemampuan penambahan maupun pembongkaran header IPv6 agar paket IPv4 dipandang sebagai paket IPv6, dan sebagai hasilnya dapat ditransfer melalui jaringan IPv6. Tampilan jaringan adalah seperti pada Gambar 3.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7MoNBUU3-ZowMQz6rlN7oJ0bHGcFOsJQEJ-UNdG-mAV8FSxGAfR40eQh9RPu1VKZHkykgpHz-iZDo7zR_R9c9FrcvPDfPFs69GS4wvy8N_1PqZTvvgocbm2L5KELbMxCBxnQxwIQWwnw/s1600/5.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;125&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7MoNBUU3-ZowMQz6rlN7oJ0bHGcFOsJQEJ-UNdG-mAV8FSxGAfR40eQh9RPu1VKZHkykgpHz-iZDo7zR_R9c9FrcvPDfPFs69GS4wvy8N_1PqZTvvgocbm2L5KELbMxCBxnQxwIQWwnw/s400/5.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Gambar 3. Metoda IPv4-to-IPv6 Tunneling&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Pro-kontra metoda 6-to-4 tunneling:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaHSMIvy9OrvCADl360bEDRKrsbqWhvCPdiR4x-pej-sLzo-EIJEtw3-sMurM1gZo8idOLjZQ95CCAsDHmLL7Z2AQFBYtEZMKwbrWNXsykO_1neJEgp38IudUinsSCB3iwl1d1cYVUk58/s1600/6.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;112&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaHSMIvy9OrvCADl360bEDRKrsbqWhvCPdiR4x-pej-sLzo-EIJEtw3-sMurM1gZo8idOLjZQ95CCAsDHmLL7Z2AQFBYtEZMKwbrWNXsykO_1neJEgp38IudUinsSCB3iwl1d1cYVUk58/s400/6.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping ketiga buah metoda di atas, masih terdapat pula beberapa metoda yang dapat digunakan, seperti misalnya NAT (Network Address Translation), NAT444, NAT64, maupun IPv4 – IPv6 Dual Stack. Metoda-metoda memang dapat digunakan sebagai solusi jangka pendek, namun dipandang kurang dapat mengkomodasi permasalahan dasar, yaitu terbatasnya alokasi IPv4, karena keseluruhan metoda tersebut mau tak mau tetap memerlukan alamat IPv4 secara signifikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Rekomendasi:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Provider dengan kondisi jaringan skalabilitas yang besar berbasis IPv4 dapat mengikuti metoda transisi IPv6-to-IPv4 tunneling, 6VPE, dan IPv4-to-IPv6 tunneling secara bertahap. Penyesuaian yang perlu dilakukan dimulai dari level pelanggan, lalu beranjak kepada jaringan akses dan kemudian berakhir di jaringan transport. Metoda translasi maupun dual stack bisa juga digunakan sebagai solusi jangka pendek.&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2011/03/strategi-implementasi-transisi-ipv4-ke.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5oi4kxlejhHH1iABsiyQrFw4u9gMGIDhKo3WL3k0dB4Jbtv10CpjiXcuvT_E6ecDW0mk9xVjS26jFpKIfvm-FDsCFfS8p1PhzE-VMx-sk-43e-FMfHkm3BhrTRdjvLYdSvVeixlrggB4/s72-c/1.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-4867196210552844658</guid><pubDate>Thu, 03 Mar 2011 22:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-04T05:02:49.542+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Network Address Translation (NAT)</category><title>Lebih Lanjut Tentang NAT (Network Address Translator)</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam artikel sebelumnya telah dibahas tentang Network Address Translation atau yang lebih biasa disebut dengan NAT adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan. Saat ini, protokol IP yang banyak digunakan adalah IP versi 4 (IPv4).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan panjang alamat 4 byte berarti terdapat &lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7OvxzywROWE7f27OJ2MwgZ3ruVgTSTd9AdZKv59u8VYUefkxSktpXwp8xYlcM2xzvDRPhYkqi5V3T4nRe_D8zMekgrSwux27i5qJk8h72i6rq_dUvEqi7LvQNP7yeGlWN3lsONxGTEtY/s1600/nat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7OvxzywROWE7f27OJ2MwgZ3ruVgTSTd9AdZKv59u8VYUefkxSktpXwp8xYlcM2xzvDRPhYkqi5V3T4nRe_D8zMekgrSwux27i5qJk8h72i6rq_dUvEqi7LvQNP7yeGlWN3lsONxGTEtY/s1600/nat.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt; alamat IP yang tersedia. Jumlah ini secara teoretis adalah jumlah komputer yang dapat langsung koneksi ke internet.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena keterbatasan inilah sebagian besar ISP (Internet Service Provider) hanya akan mengalokasikan satu alamat untuk satu pengguna dan alamat ini bersifat dinamik, dalam arti alamat IP yang diberikan akan berbeda setiap kali user melakukan koneksi ke internet. Dengan NAT gateway yang dijalankan di salah satu komputer, satu alamat IP tersebut dapat dibagi ke beberapa komputer yang lain dan mereka bisa melakukan koneksi ke internet secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika suatu komputer terkoneksi ke internet, komputer tersebut tidak saja dapat mengakses, misalnya ke server suatu situs tertentu, tetapi komputer tersebut juga sangat mungkin untuk diakses oleh komputer lain yang juga terkoneksi ke internet. Jika disalahgunakan, hal tersebut bisa sangat berbahaya. Data-data penting bisa saja dilihat atau bahkan dicuri oleh orang yang tak bertanggung jawab. NAT secara otomatis akan memberikan proteksi seperti halnya firewall dengan hanya mengizinkan koneksi yang berasal dari dalam jaringan. Hal ini berarti tingkat keamanan suatu jaringan akan meningkat, karena kemungkinan koneksi dari luar ke dalam jaringan menjadi relatif sangat kecil. Dengan NAT, suatu jaringan yang besar dapat dipecah-pecah menjadi jaringan yang lebih kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian-bagian kecil tersebut masing-masing memiliki satu alamat IP, sehingga dapat menambahkan atau mengurangi jumlah komputer tanpa mempengaruhi jaringan secara keseluruhan. Selain itu, pada gateway NAT modern terdapat server DHCP yang dapat mengkonfigurasi komputer client secara otomatis. Hal ini sangat menguntungkan bagi admin jaringan karena untuk mengubah konfigurasi jaringan, admin hanya perlu mengubah pada komputer server dan perubahan ini akan terjadi pada semua komputer client. Selain itu gateway NAT mampu membatasi akses ke internet, juga mampu mencatat semua traffic, dari dan ke internet. Secara keseluruhan, dengan segala kelebihan gateway NAT tersebut, admin jaringan akan sangat terbantu dalam melakukan tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses dari Network Address Translator (NAT) atau dikenal dengan nama network masquerading atau IP-masquerading mengakibatkan penulisan alamat ulang sumber dan atau tujuan dari paket IP ketika melewati router atau firewall.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Network address translator terdiri dari berbagai jenis, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Static NAT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Network Address Translation (NAT) menterjemahkan sejumlah IP address tidak terdaftar menjadi sejumlah IP address yang terdaftar sehingga setiap client dipetakkan kepada IP address terdaftar yang dengan jumlah yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDVHoC5XuWfOU6x8Rw2uMVmppwVCR79ELtjCfdSkJTfxDlizAmoA3knxi5nkT9vb0AkjpJAYsZmb3-cQaZbG1l4CrFVYgswSbIXdvbDGG17pghYRYyhM0-8f809axA6QilOUamzy02X6c/s1600/nat+%25281%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;192&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDVHoC5XuWfOU6x8Rw2uMVmppwVCR79ELtjCfdSkJTfxDlizAmoA3knxi5nkT9vb0AkjpJAYsZmb3-cQaZbG1l4CrFVYgswSbIXdvbDGG17pghYRYyhM0-8f809axA6QilOUamzy02X6c/s400/nat+%25281%2529.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Jenis NAT ini merupakan pemborosan IP address terdaftar, karena setiap IP address yang tidak terdaftar (un-registered IP) dipetakan kepada satu IP address terdaftar. Statik NAT ini juga tidak seaman jenis NAT lainnya, karena setiap komputer secara permanen diasosiasikan kepada address terdaftar tertentu, sehingga memberikan kesempatan kepada para penyusup dari Internet untuk menuju langsung kepada komputer tertentu pada jaringan private anda menggunakan address terdaftar tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Dynamic NAT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dynamic Network Address Translation dimaksudkan untuk suatu keadaan dimana anda mempunyai IP address terdaftar yang lebih sedikit dari jumlah IP address un-registered. Dynamic NAT menterjemahkan setiap komputer dengan IP tak terdaftar kepada salah satu IP address terdaftar untuk konek ke internet. Hal ini agak menyulitkan para penyusup untuk menembus komputer didalam jaringan anda karena IP address terdaftar yang diasosiasikan ke komputer selalu berubah secara dinamis, tidak seperti pada NAT statis yang dipetakan sama. Kekurangan utama dari dynamis NAT ini adalah bahwa jika jumlah IP address terdaftar sudah terpakai semuanya, maka untuk komputer yang berusaha konek ke Internet tidak lagi bisa karena IP address terdaftar sudah terpakai semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0rqu8lc-bmJqtIJGUvMHLGtwc2zwYWrhhvJB272z-5ICEgqO1O2x4Udmu36KB-sCSzHWfuGPMHrg9YLGr5mNFFZw4KMRl1gJujf0KxbgoJ8bkwMUDOy4SH5UYeApAq3OhP_fddNgJk1Q/s1600/nat+%25282%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;186&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0rqu8lc-bmJqtIJGUvMHLGtwc2zwYWrhhvJB272z-5ICEgqO1O2x4Udmu36KB-sCSzHWfuGPMHrg9YLGr5mNFFZw4KMRl1gJujf0KxbgoJ8bkwMUDOy4SH5UYeApAq3OhP_fddNgJk1Q/s400/nat+%25282%2529.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Masquradeing NAT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Masquerading NAT ini menterjemahkan semua IP address tak terdaftar pada jaringan anda dipetakan kepada satu IP address terdaftar. Agar banyak client bisa mengakses Internet secara bersamaan, router NAT menggunakan nomor port untuk bisa membedakan antara paket-paket yang dihasilkan oleh atau ditujukan komputer-komputer yang berbeda. Solusi Masquerading ini memberikan keamanan paling bagus dari jenis-jenis NAT sebelumnya, kenapa? Karena asosiasi antara client dengan IP tak terdaftar dengan kombinasi IP address terdaftar dan nomor port didalam router NAT hanya berlangsung sesaat terjadi satu kesempatan koneksi saja, setelah itu dilepas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaim6DA-Cw_EecCuta7w-BJ7HqKA7QboaYN-O4Gk9zS33AeAr6MJWP4HLnQEuCVtxiuXBLwDPuwcTi-Ak0_EUFt19IblAK08zVv4VqINwxgQOxSvx1IK5KpsJu0ETtEjOnvvQribbOek4/s1600/nat+%25283%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;175&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaim6DA-Cw_EecCuta7w-BJ7HqKA7QboaYN-O4Gk9zS33AeAr6MJWP4HLnQEuCVtxiuXBLwDPuwcTi-Ak0_EUFt19IblAK08zVv4VqINwxgQOxSvx1IK5KpsJu0ETtEjOnvvQribbOek4/s400/nat+%25283%2529.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Dalam pelaksanaannya, untuk membuat NAT digunakan mikrotik OS. &lt;b&gt;MikroTik RouterOS™&lt;/b&gt; adalah sistem operasi dan yang dapat digunakan untuk menjadikan computer manjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur lengkap untuk network dan wireless. MikroTik RouterOS™, merupakan system operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bias dilakukan melalui Windows application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard komputer PC. PC yang akan dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standar, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai. Fasilitas pada mikrotik antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Protokoll routing RIP, OSPF, BGP.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Statefull firewall&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;HotSpot for Plug-and-Play access&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;remote winbox GUI admin&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan. Free trial hanya untuk 24 jam saja. Kita bisa membeli software mikrotik dalam bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM). Jika kita membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan DOM pada slot IDE PC kita. Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan sederhana sebagai gateway server.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mikrotik dapat digunakan dalam 2 tipe, yaitu dalam bentuk perangkat keras dan perangkat lunak. Dalam bentuk perangkat keras, Mikrotik biasanya sudah diinstalasi pada suatu board tertentu, sedangkan dalam bentuk perangkat lunak, Mikrotik merupakan satu distro Linux yang memang dikhususkan untuk fungsi router.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada mikrotik disediakan beberapa fitur yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam aplikasi pada jaringan. Fitur-fitur tersebut diantaranya : Firewall &amp;amp; Nat, Routing, Hotspot, Point to Point Tunneling Protocol, DNS server, DHCP server, Hotspot, dan masih banyak lagi fitur lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mikrotik sekarang ini banyak digunakan oleh ISP, provider hotspot, ataupun oleh pemilik warnet. Mikrotik OS menjadikan komputer menjadi router network yang handal yang dilengkapi dengan berbagai fitur dan tool, baik untuk jaringan kabel maupun wireless. Dalam tutorial kali ini penulis menyajikan pembahasan dan petunjuk sederhana dan simple dalam mengkonfigurasi mikrotik untuk keperluan-keperluan tertentu dan umum yang biasa dibutuhkan untuk server/router warnet maupun jaringan lainya, konfirugasi tersebut misalnya, untuk NAT server, Bridging, BW manajemen, dan MRTG.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akses mikrotik:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;via console&lt;/b&gt;, Mikrotik router board ataupun PC dapat diakses langsung via console/ shell maupun remote akses menggunakan putty (www.putty.nl)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;via winbox&lt;/b&gt;, Mikrotik bisa juga diakses/remote menggunakan software tool winbox&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBvUXc8cLKahZjmGdHXbNkKSjwt1mShEtg2lab3g-MG7__k0af8v0zuDX9BtmWmIXkywsihmEPJ_zy9mLdwRvrITOL7KOP7TaGAYVS78CqDO1nUIWAe1oUvsSmNqezYT-920t67XS1aZc/s1600/nat+%25284%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;250&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBvUXc8cLKahZjmGdHXbNkKSjwt1mShEtg2lab3g-MG7__k0af8v0zuDX9BtmWmIXkywsihmEPJ_zy9mLdwRvrITOL7KOP7TaGAYVS78CqDO1nUIWAe1oUvsSmNqezYT-920t67XS1aZc/s400/nat+%25284%2529.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gambar 1. Remote Mikrotik dengan WinBox&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. &lt;b&gt;via web&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mikrotik juga dapat diakses via web/port 80 dengan menggunakan browser&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglOucyo7OGOXbB27sq8gm76H_RTVoWZOWqNVFV6zWBBAL2LFZsLXGBAp5rEm3WL1KoOaMjPMjq8U-jcmEcbeNcrm3qHRVA9lIMSZRsYM4CcXJxslBT_7pm5tEC9zb5VqByocdzjLtOW7E/s1600/nat+%25285%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;252&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglOucyo7OGOXbB27sq8gm76H_RTVoWZOWqNVFV6zWBBAL2LFZsLXGBAp5rEm3WL1KoOaMjPMjq8U-jcmEcbeNcrm3qHRVA9lIMSZRsYM4CcXJxslBT_7pm5tEC9zb5VqByocdzjLtOW7E/s400/nat+%25285%2529.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gambar 2. Remote Mikrotik dengan Browser&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;TURN ( Traversal Using relay NAT)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Traversal Using Relay NAT (TURN) adalah protokol yang memungkinkan untuk elemen di belakang NAT untuk menerima data yang masuk melalui sambungan TCP atau UDP. TURN dapat digunakan untuk unsur atau jaringan dibelakang NAT yang ingin menjadi penerima sambungan ke satu rekan (single peer). TURN tidak memungkinkan pengguna untuk menjalankan server pada port-port yang terkenal atau biasa digunakan jika mereka berada di belakang NAT. Dalam hal ini, TURN berperan dalam menyediakan fungsi keamanan yang sama yang diberikan oleh NAT dan firewall.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Solusi lengkap memerlukan sarana dimana klien dapat memperoleh transport address yang dapat mengirimkan paket ke Internet umum. Ini hanya dapat dicapai oleh relaying data melalui server yang berada di Internet umum. Spesifikasi ini menjelaskan Traversal Using Relay NAT (TURN), sebuah protokol yang memungkinkan klien untuk mendapatkan alamat IP dan port dari suatu estafet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika klien tersembunyi di belakang NAT, transportasi alamat yang diperoleh dari sistem operasi lokal tidak akan publically routable, dan karena itu, tidak berguna dalam protokol ini. TURN memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan alamat transportasi, dari server publik di Internet, yang dapat digunakan dalam protokol memenuhi kriteria di atas. Namun, yang diperoleh dari alamat transportasi TURNserver umumnya tidak berguna untuk menerima data dari mana saja. Mereka hanya berguna untuk berkomunikasi dengan satu rekan (single peer). Setelah host mengirimkan paket ke alamat yang transportasi, itu adalah &quot;locked down&quot;, yang berarti bahwa paket-paket dari host lain tidak akan diteruskan ke klien. Hal ini dilakukan sengaja,untuk mencegah TURN digunakan untuk menjalankan server (seperti web server) pada klien di belakang NAT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TURN adalah protocol klien-server sederhana. TURN mendefinisikan permintaan pesan, disebut Alokasi, yang meminta publik untuk alamat IP dan port. TURN dapat berjalan pada sambungan UDP dan TCP, karena memungkinkan untuk klien meminta alamat / port untuk menerima kedua pasangan UDP dan TCP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TURN klien discover alamat dari TURNserver. Ini dapat dikonfigurasi, atau memungkinkan untuk TURNserver yang berbeda UDP dan TCP. TURN server yang bertanggung jawab untuk menjamin bahwa paket dikirim untuk rute TURN server. TURN server kemudian menunggu. Bila data yang diterima (baik permintaan sebuah paket dari sambungan UDP atau TCP), TURN server menerima sambungan (dalam kasus TCP), TURN server yang kemudian bertindak sebagai relay.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk TCP, yang TURN server tidak perlu untuk memeriksa data yang diterima, tetapi hanya ke depan semua data antara soket pasangan itu terkait telah bersama-sama. Dalam hal UDP, TURN server mencari cookie di 128 byte pertama dari masing-masing paket UDP. Jika ada, menunjukkan bahwa ia adalah paket control TURN, digunakan untuk keep alives dan teardown pada binding. Dalam kasus TCP, jika salah satu sisi menutup sambungan, TURN server menutup koneksi yang lain. Untuk kedua TCP dan UDP, TURN server juga dapat time out sambungan saat sambungan data tersebut tidak diterima setelah beberapa saat periode dikonfigurasi. Periode ini akan dikirim ke klien pada TURN respon ke permintaan Alokasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini merupakan gambar konfigurasi TURNserver pada suatu jaringan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_E5K3eS7e0QRiSwqTy4CujuFNqrwjWpxWP9se0hrgf5Xk6x9U-EyHQ98oVZUH8CkIQ1QdFw_x8qXp5bLYTF_kxGpisRV34_6DrdLVF7gCuw-V2YSbAiA2wVYLeB8viena6fFPuFusFHc/s1600/nat+%25286%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;303&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_E5K3eS7e0QRiSwqTy4CujuFNqrwjWpxWP9se0hrgf5Xk6x9U-EyHQ98oVZUH8CkIQ1QdFw_x8qXp5bLYTF_kxGpisRV34_6DrdLVF7gCuw-V2YSbAiA2wVYLeB8viena6fFPuFusFHc/s400/nat+%25286%2529.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gambar 3. konfigurasi TURNserver&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2011/03/lebih-lanjut-tentang-nat-network.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7OvxzywROWE7f27OJ2MwgZ3ruVgTSTd9AdZKv59u8VYUefkxSktpXwp8xYlcM2xzvDRPhYkqi5V3T4nRe_D8zMekgrSwux27i5qJk8h72i6rq_dUvEqi7LvQNP7yeGlWN3lsONxGTEtY/s72-c/nat.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-5887491539595569318</guid><pubDate>Wed, 02 Mar 2011 04:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-02T11:35:32.418+07:00</atom:updated><title>Quality of Service (QoS) pada Jaringan IP</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Parameter Quality of Service (QoS) di Jaringan IP&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Quality of Service (QoS) didefinisikan sebagai suatu pengukuran tentang seberapa baik jaringan dan merupakan suatu usaha untuk mendefinisikan karakteristik dan sifat dari suatu layanan. Pada jaringan berbasis IP, IP QoS mengacu pada performansi dari paket -paket IP yang lewat melalui satu atau lebih jaringan. QoS didesain untuk membantu end user menjadi lebih produktif dengan memastikan bahwa end user mendapatkan performansi yang handal dari aplikasiaplikasi berbasis jaringan. QoS mengacu pada kemampuan jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik pada trafik jaringan tertentu melalui teknologi yang berbeda-beda. Parameter-parameter performansi dari jaringan IP adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. &lt;b&gt;Delay&lt;/b&gt;, didefinisikan sebagai total waktu tunda suatu paket yang diakibatkan oleh proses transmisi dari satu titik ke titik lain yang menjadi tujuannya. Delay di dalam jaringan dapat digolongkan sebagai berikut delay processing, delay packetization, delay serialization, delay jitter buffer dan delay network&lt;br /&gt;
2.&lt;b&gt; Jitter&lt;/b&gt;, didefinisikan sebagai variasi dari delay atau variasi waktu kedatangan paket. Banyak hal yang dapat menyebabkan jitter, diantaranya adalah peningkatan trafik secara tiba-tiba sehingga menyebabkan penyempitan bandwith dan menimbulkan antrian. Selain itu, kecepatan terima dan kirim paket dari setiap node juga dapat menyebabkan jitter.&lt;br /&gt;
3. &lt;b&gt;Packet loss&lt;/b&gt;, adalah perbandingan seluruh paket IP yang hilang dengan seluruh paket IP yang dikirimkan antara pada source dan destination. Salah satu penyebab paket loss adalah antrian yang melebihi kapasitas buffer pada setiap node. Beberapa penyebab terjadinya paket loss yaitu:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Congestion, disebabkan terjadinya antrian yang berlebihan dalam jaringan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Node yang bekerja melebihi kapasitas buffer&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memory yang terbatas pada node&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Policing atau kontrol terhadap jaringan untuk memastikan bahwa jumlah trafik yang mengalir sesuai dengan besarnya bandwidth. Jika besarnya trafik yang mengalir didalam jaringan melebihi dari kapasitas bandwidth yang ada maka policing control akan membuang kelebihan trafik yang ada.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. &lt;b&gt;Throughput&lt;/b&gt;, adalah jumlah total kedatangan paket IP sukses yang diamati di tempat pengukuran pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut (sama dengan, jumlah pengiriman paket IP sukses per service-second). Berikut adalah perhitungan rumus dalam mencari nilai throughput:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAeM6K0ZVCfGUo0tJGFm0v6pS0VRQAGeFzXwANO-R0MGnJRdaub5T2qjNplr2LN20kjTcR8Xc_PgwAZTWi7wgfCntT7cDiAtfniV7XA_ia7JBUl_78B5-5DBWhnDJ2MimhIu9Kmad9BnM/s1600/qos.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;36&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAeM6K0ZVCfGUo0tJGFm0v6pS0VRQAGeFzXwANO-R0MGnJRdaub5T2qjNplr2LN20kjTcR8Xc_PgwAZTWi7wgfCntT7cDiAtfniV7XA_ia7JBUl_78B5-5DBWhnDJ2MimhIu9Kmad9BnM/s320/qos.gif&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Metode Pengukuran Kualitas Layanan (QoS) dalam Jaringan dengan Mean Opinion Score (MOS)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Estimasi MOS standart &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Metode ini merupakan metode yang digunakan untuk menentukan kualitas audio dan video dalam jaringan IP berdasar pada standart ITU-T P.800. Metode ini bersifat subjektif, karena berdasarkan pendapat orang-perorangan. Untuk menentukan nilai MOS terdapat dua cara pengetesan yaitu, conversation opinion test dan listening test. Rekomendasi nilai ITU-T P.800 untuk nilai MOS adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Nilai MOS 5, artinya opini sangat baik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nilai MOS 4, artinya opini baik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nilai MOS 3, artinya opini cukup baik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nilai MOS 2, artinya opini tidak baik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nilai MOS 1, artinya opini buruk&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
Metode MOS dirasakan kurang efektif untuk mengestimasi kualitas layanan suara untuk VoIP, hal ini dikarenakan :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tidak tedapatnya nilai yang pasti terhadap parameter yang mempengaruhi kualitas layanan suara dalam VoIP .&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setiap orang memiliki standar yang berbeda-beda terhadap suara yang mereka dengar dengan hanya melalui percakapan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dibutuhkan pendapat banyak orang untuk mengestimasi nilai MOS tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Estimasi MOS dengan Metode E-Model (ITU-T G.107)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
E-Model adalah pendekatan matematis yang digunakan untuk mementukan kualitas suara berdasarkan penyebab menurunnya kualitas suara diantaranya delay dan packet loss, dalam jaringan VoIP. Nilai akhir estimasi E-Model ini disebut dengan R faktor. R faktor didefinisikan sebagai faktor kualitas transmisi yang dipengaruhi oleh beberapa parameter seperti signal to noise ratio, codec dan decodec, packet loss, dan delay. R faktor didefinisikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZiyg24t6WD-I29-RPPfGm-wGLgOBBaw5C3tkOl9hTjcJ-oK3nP_UqV4VdHjoc8mXdwz-0sTDzUEHxXEBVBCtHSK3HIMM3manBUIyLHm0jrI1jbWWLt6yAKax06FwWToK1lECn8wAE7c/s1600/qos+%25281%2529.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZiyg24t6WD-I29-RPPfGm-wGLgOBBaw5C3tkOl9hTjcJ-oK3nP_UqV4VdHjoc8mXdwz-0sTDzUEHxXEBVBCtHSK3HIMM3manBUIyLHm0jrI1jbWWLt6yAKax06FwWToK1lECn8wAE7c/s1600/qos+%25281%2529.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Keterangan:&lt;br /&gt;
Id : Faktor penurunan kualitas yang disebabkan oleh &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pengaruh delay &lt;br /&gt;
If : Faktor penurunan kualitas yang disebabkan oleh &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; teknik kompresi dan packet loss yang terjadi &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mencari nilai Id ditentukan oleh persamaan berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAPIkFsphp7MfdmD2H4-6tkKLD5DD6ioH45FG9BKhoXwhP9aAn9SLGbrZAH0VuL8qYgkpuJg0bUAFVsxlGeA0cc2i-tE1LAVReYyzsqMmI446em8KwoQEwz32Lv24J_ijDRzlr5XDn4lY/s1600/qos+%25282%2529.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;19&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAPIkFsphp7MfdmD2H4-6tkKLD5DD6ioH45FG9BKhoXwhP9aAn9SLGbrZAH0VuL8qYgkpuJg0bUAFVsxlGeA0cc2i-tE1LAVReYyzsqMmI446em8KwoQEwz32Lv24J_ijDRzlr5XDn4lY/s320/qos+%25282%2529.gif&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sedangkan untuk mencari nilai If ditentukan oleh persamaan dibawah ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFA6VWhJMvoTmKbGfhrBxLbmmGokKKhQM0E6dzgM2EtmKaTVerRKRt1N47uwAtGykeQ0zP1MsvQc6KOQatKpxQwJKwLkn97GyzLzmZ1g1rGwaa1qjDgw67Yzs5cHzyKyu8v4sWAUTLyb0/s1600/qos+%25283%2529.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFA6VWhJMvoTmKbGfhrBxLbmmGokKKhQM0E6dzgM2EtmKaTVerRKRt1N47uwAtGykeQ0zP1MsvQc6KOQatKpxQwJKwLkn97GyzLzmZ1g1rGwaa1qjDgw67Yzs5cHzyKyu8v4sWAUTLyb0/s1600/qos+%25283%2529.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Maka secara umum persamaan nilai estimasi R faktor menjadi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuFVtu-wKTDdYHltHdyJYvzKnMUcHngJjc3XRjARV5_9TSg9musD3pd6cObvJ0H_i0N7GfEsaK81sV9GFbee9oMwO39aq12-dnvH4ZcNMvA5PqzlWvyfX6D935H4j4mGU_INprPEp4Uy4/s1600/qos+%25284%2529.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;12&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuFVtu-wKTDdYHltHdyJYvzKnMUcHngJjc3XRjARV5_9TSg9musD3pd6cObvJ0H_i0N7GfEsaK81sV9GFbee9oMwO39aq12-dnvH4ZcNMvA5PqzlWvyfX6D935H4j4mGU_INprPEp4Uy4/s400/qos+%25284%2529.gif&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keterangan: &lt;br /&gt;
R = faktor kualitas transmisi &lt;br /&gt;
d = delay (milli second) &lt;br /&gt;
H = fungsi tangga; dengan ketentuan &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; H(x) = 0 , jika x &amp;lt; 0 H(x) = 1 , jika x = 0 &lt;br /&gt;
e = presentasi besarnya paket loss yang terjadi &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (dalam bentuk desimal)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengubah estimasi dari nilai R faktor kedalam MOS (ITU-T P.800) terdapat ketentuan sebagai berikut: :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Untuk R &amp;lt; 0 maka MOS = 1&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kondisi ini menerangkan apabila delay total yang dihasilakan sangat besar dan hal tersebut membuat buruk pada kualitas VoIP dan tidak diperkenankan untuk diaplikasikan bahkan mulai R &amp;lt; 50 Untuk R &amp;gt; 100 maka MOS = 4.5&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Persamaan ini untuk menerangkan kualitas yang paling bagus dari VoIP itu sendiri karena prinsipnya nilai R maksimum hanya 94.2. Untuk realitasnya yang dipakai adalah untuk persamaan seperti di bawah ini. Untuk 0 &amp;lt; R &amp;lt; 100 maka MOS = 1 + 0.035R + 7x10-6 R(R-60)(100-R)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Estimasi Pengukuran MOS Berdasar Pengujian Jaringan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Estimasi Pengukuran Packet loss terhadap Kualitas Video (Gambar)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Untuk menentukan nilai kualitas menggunakan MPQM (Moving PictureQuality Metric) ini erdasarkan riset yang dilakukan di Universitas California LosAngeles (UCLA). Dimana dengan perhitungan antara 5 (sangat bagus) sampai 1 (jelek) untuk mengekspresikan kualitas dari gambra video yang dibroadcast. Metode ini sama dengan R-model yang biasa digunakan untuk mengukur estimasi kualitas VOIP. Rumusan dari MPQM sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxn3BOLhIQLZxkMCMVqf9bOU4UXXv6sNSaNyyFdP62-Insfd10ITFaGV7ou1b-0WrhA1qu7-jaxJQ-G0_HD8pm_S0mEhupZWAcI3jLYiY1HsTRhJPr8z5vrnQQO59GOuWZdG6dTiuYmsg/s1600/qos+%25285%2529.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxn3BOLhIQLZxkMCMVqf9bOU4UXXv6sNSaNyyFdP62-Insfd10ITFaGV7ou1b-0WrhA1qu7-jaxJQ-G0_HD8pm_S0mEhupZWAcI3jLYiY1HsTRhJPr8z5vrnQQO59GOuWZdG6dTiuYmsg/s1600/qos+%25285%2529.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dimana:&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
Qr&amp;nbsp; : Nilai kualitas image video , &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; range 0(unusable) s/d 5(best) &lt;br /&gt;
Qe&amp;nbsp; : Kualitas dari codec yang digunakan, &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; harga berkisar antara 3-5 &lt;br /&gt;
R&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Parameter kalibrasi yang digunakan &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sebagai expresi kompleksitas dari codec untuk video &amp;amp; bitrate, &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; berkisar R(high)=3 R(low)=2 &lt;br /&gt;
PLR : Packet loss Rate &lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2011/03/quality-of-service-qos-pada-jaringan-ip.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAeM6K0ZVCfGUo0tJGFm0v6pS0VRQAGeFzXwANO-R0MGnJRdaub5T2qjNplr2LN20kjTcR8Xc_PgwAZTWi7wgfCntT7cDiAtfniV7XA_ia7JBUl_78B5-5DBWhnDJ2MimhIu9Kmad9BnM/s72-c/qos.gif" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-4798723858663972579</guid><pubDate>Sun, 27 Feb 2011 21:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-04T05:03:20.204+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Encoding</category><title>Enkapsulasi dan Enkripsi Paket Jaringan</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Enkapsulasi disebut juga sebagai tunneling, karena proses enkapsulasi mentransmisikan data secara transparan antar jaringan melalui infrastruktur jaringan bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEii27PrzyQacVGynT2V0Svexxh5uFkLVVELFHwe_NUKRkPFuYUqk7NFZETNGwTGIO29IDmsCIsGPpx53ZcHO8WEc38Dq5SKAdB0gCXpTVlkQTBw-2czJ1ehspc6H0W66EZM-xMetGER4oI/s1600/proses+enkapsulasi+pada+virtual+private+network.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;210&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEii27PrzyQacVGynT2V0Svexxh5uFkLVVELFHwe_NUKRkPFuYUqk7NFZETNGwTGIO29IDmsCIsGPpx53ZcHO8WEc38Dq5SKAdB0gCXpTVlkQTBw-2czJ1ehspc6H0W66EZM-xMetGER4oI/s400/proses+enkapsulasi+pada+virtual+private+network.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunneling berarti keseluruhan paket IP yang dikirimkan dari asal ke tujuan melalui proses enkapsulasi menggunakan paket lain. Protokol yang biasanya digunakan dalam tunneling, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Carrier protocol : protokol di mana informasi dikirimkan, misalnya Frame Relay, ATM, MPLS.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Encapsulating protocol : protokol yang membungkus data orisinil, misalnya GRE, IPSec, L2F, PPTP, L2TP.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Passenger protocol : protokol di mana terdapat data orisinil (IPX, Apple Talk, IPv4, IPv6).&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
Enkripsi berarti mengkodekan data ke format tertentu menggunakan kunci rahasia. Sebaliknya, dekripsi mendekodekan data yang terenkripsi ke format asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKL0pD7wz9qwBDZDBAfOdW172Y5XOMYPkln-EeBWJNZX2eMtCkqJHkJmry-tv_t6-wODZQ-iHwgVyPJGjen53YZyip9v7ekBH5qhxK5bYxvOCLh5lZEbnF2XrF5ORitu1YKuFiQn6YY18/s1600/fungsi+enkripsi+dalam+menjamin+kerahasiaan+data.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;210&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKL0pD7wz9qwBDZDBAfOdW172Y5XOMYPkln-EeBWJNZX2eMtCkqJHkJmry-tv_t6-wODZQ-iHwgVyPJGjen53YZyip9v7ekBH5qhxK5bYxvOCLh5lZEbnF2XrF5ORitu1YKuFiQn6YY18/s400/fungsi+enkripsi+dalam+menjamin+kerahasiaan+data.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat beberapa tempat berbeda di mana enkripsi dapat diterapkan pada infrastruktur jaringan, menurut layer protocol yang berbeda :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pada level jaringan (network level) : packet yang lalu lalang antar host pada jaringan dienkripsi. Mesin enkripsi diletakkan di dekat driver yang mengirim dan menerima paket. Contoh implementasinya adalah CIPE.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada level socket : koneksi logik antar program berjalan pada host yang berbeda (koneksi TCP, layer transport atau session pada OSI) dienkripsi. Mesin enkripsi menyusup atau menjadi proxy koneksi. Implementasinya pada SSH dan SSL.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada level aplikasi (application level) : aplikasi memiliki mesin enkripsinya sendiri dan mengenkripsi data pada level aplikasi. Contoh implementasi pada PGP untuk enkripsi e-mail.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
Terdapat beberapa algoritma kriptografi yang umum digunakan dalam enkripsi, yaitu DES (Digital Encryption Standard), 3DES (Triple Digital Encryption Standard), RC4 (Rivest Cipher 4), RC5, RC6, Blowfish, dan AES (Advanced Encryption Standard). Selain itu, terdapat teknik enkripsi dan dekripsi yang terdiri dari Symmetric Cryptography dan Asymmetric Cryptography.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enkripsi dan enkapsulasi saling mendukung dalam menjamin data confidentiality. Data yang akan dikirimkan akan dienkripsi terlebih dahulu, diubah menjadi format rahasia kemudian dienkapsulasi menggunakan protokol enkapsulasi yang dapat membungkus data yang akan dikirimkan dan melakukan tunneling ke tujuan. Setibanya di tujuan, data akan didekapsulasi kemudian didekripsi sehingga format data kembali seperti aslinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Symmetric Cryptography&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Algoritma enkripsi seperti DES dan 3DES membutuhkan kunci rahasia shared untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Masing-masing komputer yang menggunakan algoritma ini harus mengetahui kunci untuk melakukan decode terhadap informasi. Dengan enkripsi kunci simetris, yang disebut juga enkripsi kunci rahasia, tiap komputer mengenkripsi informasi sebelum mengirimkannya ke jaringan ke komputer lain. Enkripsi kunci simetris membutuhkan pengetahuan tentang komputer mana yang akan berkomunikasi sehingga kunci yang sama dapat dikonfigurasi pada tiap komputer. Teknik enkripsi ini biasa digunakan untuk mengenkripsi isi pesan yang dikirimkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZHqPtpfTwqFKxicBeS2vPGVxbl-imcvBk-shuAYMqcDDqyFBDYEFQ7jWynQxLaREesw1fHyeFrTVpGqHtXmbjzxhPlHN5PX_EAI1BBe_S6uPN2TW7GqfJyTD7kU-aqV3VnMpjPe-K-XY/s1600/teknik+enkripsi+symmetric+cryptography.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;130&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZHqPtpfTwqFKxicBeS2vPGVxbl-imcvBk-shuAYMqcDDqyFBDYEFQ7jWynQxLaREesw1fHyeFrTVpGqHtXmbjzxhPlHN5PX_EAI1BBe_S6uPN2TW7GqfJyTD7kU-aqV3VnMpjPe-K-XY/s400/teknik+enkripsi+symmetric+cryptography.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Asymmetric Cryptography&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enkripsi asimetris menggunakan kunci yang berbeda dalam proses enkripsi dan dekripsinya. Satu kunci untuk mengenkripsi pesan dan kunci yang lain digunakan untuk mendeskripsi pesan. Tidak dapat melakukan enkripsi dan dekripsi dengan kunci yang sama. Enkripsi dengan kunci publik adalah sebuah varian dari enkripsi asimetris yang menggunakan kombinasi dari kunci privat dan kunci publik. Penerima memberikan kunci publik ke pengirim yang akan melakukan komunikasi. Pengirim menggunakan kunci privat yang dikombinasikan dengan kunci publik penerima untuk mengenkripsi informasi. Selanjutnya pengirim berbagi kunci publiknya dengan penerima. Untuk melakukan dekripsi informasi, penerima akan menggunakan kunci publik dikombinasikan dengan kunci privatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOeuhrF32kDz7b0D7rSPsQLmWgvvq1T25QotgdpGe1qogYa1O04_J5VoEoggjUZ_80-TM8om6vjnmIel2z3sZFjMspfUPXn5w-nNNwSPY8GbPgI7NNewKQCHPSpWkTw7FFybfRQ4Kyneg/s1600/teknik+enkripsi+asymmetric+cryptography.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;135&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOeuhrF32kDz7b0D7rSPsQLmWgvvq1T25QotgdpGe1qogYa1O04_J5VoEoggjUZ_80-TM8om6vjnmIel2z3sZFjMspfUPXn5w-nNNwSPY8GbPgI7NNewKQCHPSpWkTw7FFybfRQ4Kyneg/s400/teknik+enkripsi+asymmetric+cryptography.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Crypto IP Encapsulation&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Crypto IP Encapsulation (CIPE) adalah suatu software yang diciptakan oleh Olaf Titz yang bertujuan untuk menyediakan fasilitas interkoneksi subnetwork yang aman, menghadapi penyadapan (eavesdropping), analisa trafik, dan injeksi paket palsu, melewati jaringan paket yang tidak aman, misalnya Internet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CIPE menggunakan algoritma kriptografi Blowfish atau IDEA dengan panjang 128 bit (seperti kebanyakan aplikasi kriptografi umum lainnya, misal SSL). CIPE disisipkan pada layer jaringan, di atas layer network, dengan menambahkan interface network baru. Paket IP yang melaluinya akan dienkripsi dan dimasukkan pada sebuah tunnel pada peer gateway, di mana paket tersebut akan didekripsi dan dikirimkan ke layer selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Protocol ini didesain sederhana dan efisien, dan dapat bekerja pada fasilitas komunikasi yang sudah ada, khususnya dengan mengenkapsulasi paket UDP. Protokol CIPE terdiri dari dua bagian : enkripsi dan checksum terhadap paket data dan pertukaran key secara dinamis. Paket CIPE menyediakan peralatan tunneling IP terenkripsi untuk menciptakan router yang dapat melakukan enkripsi untuk aplikasi Virtual Private Network. CIPE menyediakan protokol point-to-point (protokol = 3) atau sebuah interface Ethernet (protokol = 4). Paket IP dikirimkan ke interface CIPE lalu dienkripsi dan dienkapsulasi dalam datagram UDP kemudian dikirimkan ke peer, ujung dari tunnel. Sesampainya di sana, paket didekapsulasi dan didekripsi lalu diterima oleh interface CIPE.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paket CIPE terdiri dari suatu modul kernel dan program driver. Modul kernel menangani paket-paket IP : mengirimkan dan menerima paket, enkapsulasi termasuk enkripsi. Modul ini mengimplementasikan “peralatan jaringan” yang pada umumnya ditangani seperti peralatan jaringan lainnya. Konfigurasi dan pertukaran key dilakukan oleh program user level yang disebut ciped yang mirip seperti pppd. Untuk mengaktifkan dan menonaktifkan alat CIPE dengan cara memulai dan mengakhiri proses ciped-cb, spesifikasi options terhadap daemon mirip dengan setting pppd dan ciped menjalankan script pada saat mengaktifkan dan menonaktifkan alat CIPE.&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2011/02/enkapsulasi-dan-enkripsi-paket-jaringan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEii27PrzyQacVGynT2V0Svexxh5uFkLVVELFHwe_NUKRkPFuYUqk7NFZETNGwTGIO29IDmsCIsGPpx53ZcHO8WEc38Dq5SKAdB0gCXpTVlkQTBw-2czJ1ehspc6H0W66EZM-xMetGER4oI/s72-c/proses+enkapsulasi+pada+virtual+private+network.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-1575615051047699407</guid><pubDate>Sun, 27 Feb 2011 20:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-04T05:03:49.285+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Load Balancing</category><title>Gateway Load Balancing Protocol (GLBP)</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Load balancing adalah sebuah konsep yang gunanya untuk menyeimbangkan beban atau muatan. Seperti itulah prinsip kerja dari Gateway Load Balancing Protocol (GLBP). Intinya adalah membagi kerja Router yang besarnya sama atau seimbang/balance. Gateway Load Balancing Protocol (GLBP) melindungi trafik data dari kerusakan router atau jalur data. GLBP melindungi trafik dengan cara routerrouternya diberi sebuah default gateway yang sama sedangkan yang membedakan pada virtual MACnya dari masing-masing router. Pada Gambar dibawah ini Router 5 sebagai router active, sedangkan router 6 berperan sebagai router standby apabila terjadi congesti. Sebuah router dipilih sebagai active router yang nantinya akan membawa paket melalui virtual IP address dalam group tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambar Topologi Jaringan WAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWdZMAH_k5cuIkGovZozH-CKGSjx_6mGCk-utTbFLHQmrnxmKOx9sVyvjcVPfGdvOyByQu_g4Yo7UUh8Ed_VSKkg_TwvULBbG9aLj1x4u0bA0ajHMBe1ZJyDchl9lAgLc9e7zIOWk-xlo/s1600/topologi+jaringan+wan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;286&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWdZMAH_k5cuIkGovZozH-CKGSjx_6mGCk-utTbFLHQmrnxmKOx9sVyvjcVPfGdvOyByQu_g4Yo7UUh8Ed_VSKkg_TwvULBbG9aLj1x4u0bA0ajHMBe1ZJyDchl9lAgLc9e7zIOWk-xlo/s400/topologi+jaringan+wan.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;MEKANISME KERJA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;GLBP Active Virtual Gateway&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anggota dari GLBP Group memilih satu gateway yang akan menjadi active virtual gateway (AVG) untuk group tersebut. Anggota group lain membackup AVG tersebut untuk menghindari jika AVG tersebut sewaktu-waktu tidak terpakai lagi. Gateway lainnya menganggap hubungan perjalanan paket mengirim ke virtual MAC address ditentukan oleh AVG. Gateway yang mengetahui active virtual MAC address selanjutnya. AVG bertanggung jawab untuk menjawab request dari Address Resulution&amp;nbsp; protocol (ARP) untuk meminta Virtual IP address. Load sharing terjadi ketika AVG membalas ARP request dengan virtual MAC address yang berbeda. GLBP digambarkan seperti dibawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipcsv3LOthTu07gsx5D_03ODblCXOOUGmbfL0yoDbeTkL9KR48bTN6rvtC9HGTvNw26pCqTGrh3qg_WCnquUW_Mj41QfmeHu0N6cPLtCMhDVyCJtP8-jpEMKsYDcKG_JE-lNp9ejIXzr8/s1600/gateway+load+balancing+protocol+glbp.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipcsv3LOthTu07gsx5D_03ODblCXOOUGmbfL0yoDbeTkL9KR48bTN6rvtC9HGTvNw26pCqTGrh3qg_WCnquUW_Mj41QfmeHu0N6cPLtCMhDVyCJtP8-jpEMKsYDcKG_JE-lNp9ejIXzr8/s400/gateway+load+balancing+protocol+glbp.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari gambar diatas router A adalah AVG untuk GLBP group tersebut dan bertanggung jawab untuk virtual IP address 10.0.0.10. Router A juga merupakan AVF (Active Virtual Forwarder) untuk virtual MAC address 0007.b400.0101. Router B adalah anggota dari group yang sama dengan Router A dan ditunjuk sebagai AVF untuk virtual MAC address 0007.b400.0102, begitu pula pada router C ditunjuk sebagai AVF untuk virtual MAC address 0007.b400.0103. Client 1 memiliki default gateway 10.0.0.10 dan sebuah gateway MAC address 0007.b400.0101 sedangkan client 2 dan 3 memiliki default gateway yang sama tapi memiliki gateway MAC address yang berbeda yaitu 007.b400.0102 untuk client 2 dan 0007.b400.0103 untuk client 3. Hal ini dikarenakan Router B dan C berbagi trafik load dengan Router A.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgKLfLJFP0UK5-Q4t8aHBhKcBJyWAPYzYLySZEUoRa3THxFqEjnzk4rz46KkW5n_u7fLQnkgZuXYZabRX7VelSM5qOU_Uuswp-XzAAw7W93Q-eJkxL9QdK4XZI0Is3braCP0Zw3cex_sk/s1600/cara+kerja+gateway+load+balancing+protocol+glbp.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;290&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgKLfLJFP0UK5-Q4t8aHBhKcBJyWAPYzYLySZEUoRa3THxFqEjnzk4rz46KkW5n_u7fLQnkgZuXYZabRX7VelSM5qOU_Uuswp-XzAAw7W93Q-eJkxL9QdK4XZI0Is3braCP0Zw3cex_sk/s400/cara+kerja+gateway+load+balancing+protocol+glbp.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika router A terjadi kerusakan maka client 1 tidak akan kehilangan akses ke WAN karena Router B akan mengasumsikan alur pengiriman paket ke MAC address Router A. Router B akan menerima peranan sebagai AVG untuk GLBP group tersebut. Komunikasi anggota GLBP berlanjut walaupun terjadi kegagalan pada salah satu anggota LBP group tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;GLBP Virtual Gateway Redundancy&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjalankan Virtual Gateway Redundancy pada GLBP sama dengan HSRP. ateway yang berwenang untuk memutuskan adalah AVG sedangkan Gateway lainnnya ebagai standby virtual gateway dan gateway yang tersisa ditempatkan di tempat yang udah diperhatikan. Jika terjadi kerusakan pada AVG, maka standby virtual gateway kan menerima tanggung jawab sebagai Virtual IP address. Standby Virtual Gateway ang baru akan ditempatkan di tempat yang mudah diperhatikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;GLBP Virtual Forwarder Redundancy&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Virtual Forwarder Redundancy sama seperti Virtual Gateway Redundancy dengan suatu AVF. Apabila AVF mengalami gangguan, maka Secondary Virtual Forwarder (SVF) akan menerima status dan bertanggungjawab pada Virtual MAC Address. AVF yang baru akan menjadi primary virtual forwarder untuk sebuah nomor forwarder yang berbeda.&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2011/02/gateway-load-balancing-protocol-glbp.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWdZMAH_k5cuIkGovZozH-CKGSjx_6mGCk-utTbFLHQmrnxmKOx9sVyvjcVPfGdvOyByQu_g4Yo7UUh8Ed_VSKkg_TwvULBbG9aLj1x4u0bA0ajHMBe1ZJyDchl9lAgLc9e7zIOWk-xlo/s72-c/topologi+jaringan+wan.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-390313567288385626</guid><pubDate>Wed, 23 Feb 2011 04:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-23T11:12:19.496+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ISDN</category><title>BROADBAND  ISDN</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada tahun 1988, sebagai bagian dari I-series dari ISDN, CCITT menerbitkan dua rekomendasi yang berhubungan dengan Broadband ISDN ( B-ISDN ) yaitu :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Section I.113 Vocabulary if term of Broadband Aspect of ISDN.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Section I.121 Broadband Aspects of ISDN.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Documents ini merpresentasikan konsensus yang telah dicapai diantara partisipan yang mengerjakan basic dari B-ISDN dimasa datang. Mereka menyediakan diskripsi awal dan dasar bagi standarisasi dimasa mendatang dan pengbangan terhadap B-ISDN itu sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Arsitektur Broadband ISDN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B-ISDN berbeda dari narrowband ISDN dalam beberapa hal. Untuk memenuhi kebutuhan untuk video resolusi tinggi , channel rate yang lebih tinggi di butuhkan dalam orde 150Mbps. Agar supaya dapat secara simulatan mendukung satu atau lebih servis interaktif dan servis terdistribusi., total dari subscriber line rate yang dibutuhkan sekitar 600Mbps. Dalam term, sistem telpon yang terpasang sekarang ini adalah data rate yang sangat besar untuk dipenuhi. Maka teknologi yang tepat untuk penyebaran yang luas data rate seperti itu adalah fiber optik. Sehingga, pengenalan B-ISDN tergantung pada langkah pengenalan dari teknolgi fiber optik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Internal ke jaringan, ada satu masalah dari teknik switching yang digunakan. Fasilitas switching yang mampu menangani range yang lebar dari bit rate yang berbeda dan parameter trafic. Meskipun peningkatan kemampuan dari hardware switching dan peningkatan dari penggunaan fiber optik, adalah sangat sulit untuk menangani permintaan yang besar dan berbeda – beda dari B-ISDN dengan teknologi switching. Maka untuk alasan ini ada peningkatan kebutuhan dalam beberapa tipe dari fast packet switching yang menjadi dasar teknik switching bagi B-ISDN. Bentuk switching semacam ini telah mendukung pengguna baru interface protokol jaringan yang dikenal dengan ATM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Arsitektur Fungsional&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti halnya narrow band ISDN, maka B-ISDN juga menggunakan kontrol yang didasarkan pada signaling kanal. Dalam jaringan, SS7 telah diperbaiki untuk mendukung kemapuan yang telah di perbesar dari network kecepatan tinggi, akan digunakan. Hampir sama pula, signaling kontrol dari pengguna jaringan akan mempergunakan versi yang diperbaiki dari I.451/Q.931.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B-ISDN tentu saja harus mendukung servis transmisi 64kbps yang menggunakan paket switching maupun circuit switching, yang di support oleh narrow band ISDN. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Interface User-Network&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam konfigurasi yang telah didefinisikan I.411 merupakan pertimbangan umum untuk menggunakan B-ISDN. Untuk memperjelas ilustrasi mengenai aspek broadband dapat dilihat dalam gambar berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgy_hhu9HNZaAo9K0SVV6-LNt2V1BEV3VKdiMFXve9HVCeXO7oejk1OB1yWO-W3vhrazFkvxqpkVyxgxLI9S69LHCJdcTiVOEBH9dHWl8SNUtM1S6Xca2qHg8h1yh1M8IDO9YtPnms9Jb8/s1600/isdn-1.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;146&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgy_hhu9HNZaAo9K0SVV6-LNt2V1BEV3VKdiMFXve9HVCeXO7oejk1OB1yWO-W3vhrazFkvxqpkVyxgxLI9S69LHCJdcTiVOEBH9dHWl8SNUtM1S6Xca2qHg8h1yh1M8IDO9YtPnms9Jb8/s400/isdn-1.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Struktur Transmisi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kontek rate data yang tersedia untuk pelanggan B-ISDN, servis transmisi didefinisikan. Yang pertama terdiri dari full duplex 155.52 Mbps service. Yang kedua servis yang didefinikan adalah asimetrik, menyediakan transmisi ke pelanggan ke network pada rate 155.52 Mbps dan dalam arah lain 622.08 Mbps. Dan kapasitas tertinggi dari layanan didefiniskan pada 622.08 Mbps full duplex.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Data rate 155.52 Mbps tentu saja dapat didukung oleh servis Narrowband ISDN. Yaitu telah siap untuk mendukung satu atau lebih basic atau primer rate interface. Sebagai tambahan, ini juga dapat mendukung sebagian besar dari B-ISDN. Pada rate itu satu atau beberapa kanal video dapat didukung, tergantung pada resolusi video dan teknik coding yang digunakan. Sehingga servis full duplex 155.52 Mbps ini mungkin akan menjadi servis B-ISDN yang paling umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Data rate yang lebih tinggi, 622.08 diperlukan untuka menangani distribusi dari banyak video, seperti yang diperlukan ketika mengadakan video conference yang simultan. Data rate ini masuk akal dalam arah network ke pelanggan. Pelanggan biasa tidak akan memulai servis distribusi ini sehingga masih dapat menggunakan kanal dengan bit rate yang lebih rendah. Servis full duplex 622.08 Mbps akan cocok untuk provider dari distribusi video.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada dokumen tahun 1988 telah didiskusikan mengenai kebutuhan akan servis data rate 150 dan 600 Mbps. Rate yang lebih spesifik dipilih pada dokumen tahun 1990 dirancang untuk kompatibel dengan servis transmisi digital yang telah didefinisikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Protokol Broadband ISDN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arsitektur protokol dari B-ISDN memperkenalkan beberapa elemen baru yang tidak ditemukan dalam protokol ISDN seperti gambar berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdIimkd59cd697NxMnVXdPTAxth8BTL25GJJuFJ5qsHqib6pI3QtQpPSTnNhWEuQJzCs5GGNKMhywf7t-lZlaSxXdPPdFuxgI2lxLdtgBhaXZ7dr_Jny-GdTrQIPYW1LwatXSl_rG2ieA/s1600/isdn-2.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;262&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdIimkd59cd697NxMnVXdPTAxth8BTL25GJJuFJ5qsHqib6pI3QtQpPSTnNhWEuQJzCs5GGNKMhywf7t-lZlaSxXdPPdFuxgI2lxLdtgBhaXZ7dr_Jny-GdTrQIPYW1LwatXSl_rG2ieA/s400/isdn-2.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Untuk B-ISDN diasumsikan bahwa transfer informasi melalui user-network interface akan menggunakan apa yang dikenal dengan ATM. ATM adalah, dalam esensi, sebuah bentuk dari transmisi paket melalui user-network interface dalam cara yang sama dengan X.25. Yang menjadi perbedaan adalah X.25 dan ATM adalah X.25 menyertakan signaling kontrol pada kanal yang sama dengan transfer data, di mana ATM menggunakan kanal signaling bersama. Perbedaan yang lain adalah paket X.25 mungkin untuk berbeda – beda panjangnya, sedangkan paket ATM adalah tetap ukurannya, yang direferensikan sebagai cell.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusan untuk menggunakan ATM untuk broadband ISDN dalah sangat tepat. Ini mengimplikasikan bahwa B-ISDN adalah network dengan packet base, dalam kontek interface dan internal switching. Meskipun rekomendasi juga menyatakan bahwa B-ISDN akan mendukung aplikasi circuit mode, ini akan dilakukan melalui mekanisme transport paket base. Sehingga ISDN merupakan awal dari revolusi dari circuit switching menjadi paket switching network.&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2011/02/broadband-isdn.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgy_hhu9HNZaAo9K0SVV6-LNt2V1BEV3VKdiMFXve9HVCeXO7oejk1OB1yWO-W3vhrazFkvxqpkVyxgxLI9S69LHCJdcTiVOEBH9dHWl8SNUtM1S6Xca2qHg8h1yh1M8IDO9YtPnms9Jb8/s72-c/isdn-1.JPG" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-6505552967469549250</guid><pubDate>Thu, 20 Jan 2011 04:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-20T11:48:55.991+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">DMZ</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keamanan dan Analisa Jaringan</category><title>DMZ (DE-MILITARISED ZONE)</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam keamanan komputer, sebuah zona demiliterisasi, yang diberi nama setelah penggunaan militer dari istilah dan biasanya disingkat &lt;b&gt;DMZ&lt;/b&gt;; juga dikenal sebagai &lt;b&gt;Data Management Zone &lt;/b&gt;atau &lt;b&gt;Zona Demarkasi &lt;/b&gt;atau &lt;b&gt;Perimeter Network&lt;/b&gt;, adalah &lt;i&gt;fisik atau logis Sub-jaringan yang mengandung dan mengekspos sebuah organisasi layanan eksternal yang lebih besar, jaringan tidak dipercaya, biasanya Internet&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;The purpose of a DMZ is to add an additional layer of security to an organization&#39;s Local Area Network (LAN); an external attacker only has access to equipment in the DMZ, rather than the whole of the network. &lt;/i&gt;Tujuan dari DMZ adalah menambahkan lapisan tambahan keamanan untuk sebuah organisasi Local Area Network (LAN); eksternal hanya penyerang yang memiliki akses ke peralatan di DMZ, daripada seluruh jaringan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Dasar Pemikiran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam sebuah jaringan, maka host paling rentan terhadap serangan adalah mereka yang memberikan layanan kepada pengguna di luar LAN, seperti e-mail, web dan DNS server. Karena peningkatan potensi host ini terganggu, mereka ditempatkan dalam Sub-jaringan mereka sendiri untuk melindungi sisa jaringan jika seorang penyusup adalah untuk berhasil. Host di DMZ memiliki konektivitas terbatas host tertentu dalam jaringan internal, walaupun komunikasi dengan host lain di DMZ dan ke jaringan eksternal diperbolehkan. Hal ini memungkinkan host dalam DMZ untuk menyediakan layanan untuk baik jaringan internal dan eksternal, sedangkan firewall campur tangan mengendalikan lalu lintas antara DMZ server dan klien jaringan internal.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Layanan yang termasuk dalam DMZ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Umumnya, setiap layanan yang sedang diberikan kepada pengguna di jaringan eksternal dapat ditempatkan dalam DMZ. Yang paling umum dari layanan ini adalah web server, mail server, ftp server, VoIP server dan DNS server. Dalam beberapa situasi, langkah- langkah tambahan perlu diambil untuk dapat memberikan layanan aman.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Web server&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Web server mungkin perlu untuk berkomunikasi dengan database internal untuk menyediakan beberapa layanan khusus. Karena server database tidak dapat diakses publik dan mungkin berisi informasi sensitif, itu tidak boleh di DMZ. Umumnya, ini bukan ide yang baik untuk memungkinkan web server untuk berkomunikasi langsung dengan server database internal. Sebaliknya, sebuah server aplikasi dapat digunakan untuk bertindak sebagai media komunikasi antara web server dan database server. Ini mungkin lebih rumit, tetapi menyediakan layer keamanan lain.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;E-mail server&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena sifat rahasia e-mail, bukan ide yang bagus untuk menyimpannya dalam DMZ, juga bukan ide yang baik untuk menjaga pengguna database terbuka di zona yang sama. Sebaliknya, e-mail harus disimpan di internal server e-mail diletakkan dalam lemari besi atau daerah tersembunyi di dalam DMZ (itu berarti sebuah zona terjangkau untuk eksternal tapi dengan akses dari / ke server e-mail). Beberapa orang menempatkan internal server e-mail di wilayah LAN, yang beberapa kali bukanlah praktek terbaik, karena tidak memungkinkan untuk mendapatkan performa terbaik dalam hal lalu lintas jaringan. Juga menyiratkan masalah keamanan, karena menganggap keamanan bagi serangan eksternal, tetapi tidak untuk internal (yaitu komunikasi ini dapat mengendus atau palsu).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mail server di DMZ harus masuk melalui mail ke diamankan / internal server mail dan server surat ini harus lewat surat keluar ke server mail eksternal. User database harus berada di tempat lain (yaitu database, LDAP, Server), dalam rangka untuk memeriksa keaslian pengguna on-the-fly.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Proxy server&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk keamanan, penegakan hukum dan juga alasan pemantauan, dalam lingkungan bisnis, juga dianjurkan untuk menginstal sebuah proxy server dalam DMZ. Ini memiliki keuntungan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Mewajibkan pengguna internal (biasanya karyawan) untuk menggunakan proxy khusus ini untuk mendapatkan akses internet. Para pengguna seharusnya tidak diperbolehkan untuk browsing internet secara langsung dan melewati DMZ pertahanan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memungkinkan perusahaan untuk menghemat bandwidth internet karena beberapa konten web dapat di-cache oleh server proxy.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memungkinkan administrator sistem untuk merekam dan memantau aktivitas pengguna dan pastikan tidak ada konten ilegal di-download atau di-upload oleh para karyawan. Di banyak negara Uni Eropa misalnya, seorang direktur perusahaan yang bertanggung jawab atas aktivitas internet karyawan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Reverse proxy server&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebuah reverse proxy server yang menyediakan layanan yang sama sebagai server proxy, tetapi sebaliknya. Alih-alih memberikan layanan kepada pengguna internal, tidak langsung memberikan akses ke sumber daya internal dari jaringan eksternal (biasanya Internet). Sebuah aplikasi kantor belakang akses, seperti sistem email, dapat diberikan kepada pengguna eksternal (untuk membaca email sementara di luar perusahaan), tetapi user remote tidak memiliki akses langsung ke server email. Hanya server proxy&amp;nbsp; sebaliknya secara fisik dapat mengakses server email internal. Ini adalah lapisan tambahan keamanan, yang direkomendasikan terutama ketika sumber daya internal yang perlu diakses dari luar. Biasanya mekanisme proxy reverse seperti ini disediakan dengan menggunakan aplikasi firewall lapisan ketika mereka memusatkan perhatian pada bentuk tertentu lalu lintas, bukan spesifik mengontrol akses ke TCP dan UDP port sebagai filter paket firewall tidak.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Arsitektur&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada berbagai cara untuk merancang sebuah jaringan dengan DMZ. Dua metode yang paling dasar adalah dengan satu firewall, juga dikenal sebagai model berkaki tiga, dan dengan firewall ganda. Arsitektur-arsitektur ini dapat diperluas untuk menciptakan arsitektur yang sangat kompleks, tergantung pada persyaratan jaringan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Single firewall&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebuah firewall dengan minimal 3 antarmuka jaringan dapat digunakan untuk menciptakan sebuah arsitektur jaringan yang berisi DMZ. Jaringan eksternal terbentuk dari ISP ke firewall pada antarmuka jaringan pertama, jaringan internal yang terbentuk dari kedua antarmuka jaringan, dan DMZ terbentuk dari antarmuka jaringan ketiga. Firewall menjadi titik kegagalan tunggal untuk jaringan dan harus dapat menangani semua lalu lintas akan DMZ serta jaringan internal. Zona biasanya ditandai dengan warna. Hijau untuk LAN, jeruk untuk DMZ, ungu atau biru untuk zona nirkabel dan merah untuk Internet. Perhatikan bahwa gambar di bawah tidak mencerminkan warna yang tepat. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0Gry2XRpwAhyphenhyphenO1-CN4ZgCYwdjO4zqpIZvfaUfEIwud6PitD5-SrYiEcydHz-ktOSU7IbDygMYIkmSCXb5Lvsa5bPB54eOMUK2DfobA0ngkXRdmWmELFUQ-pmwU39_B3mLnVawp2g7vi8/s1600/DMZ_network_diagram_1.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;256&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0Gry2XRpwAhyphenhyphenO1-CN4ZgCYwdjO4zqpIZvfaUfEIwud6PitD5-SrYiEcydHz-ktOSU7IbDygMYIkmSCXb5Lvsa5bPB54eOMUK2DfobA0ngkXRdmWmELFUQ-pmwU39_B3mLnVawp2g7vi8/s400/DMZ_network_diagram_1.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Dual Firewall&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pendekatan yang lebih aman adalah dengan menggunakan dua firewall untuk menciptakan DMZ. Firewall pertama (juga disebut sebagai &quot;front-end&quot; firewall) harus dikonfigurasi untuk mengizinkan lalu lintas baik ditakdirkan baik kepada DMZ serta jaringan internal. Firewall kedua (juga disebut &quot;back-end&quot; firewall) memungkinkan hanya lalu lintas dari DMZ ke jaringan internal. Menangani firewall pertama yang jauh lebih besar daripada jumlah lalu lintas firewall kedua.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beberapa merekomendasikan bahwa dua firewall disediakan oleh dua vendor yang berbeda. Jika penyerang berhasil menerobos firewall pertama, akan diperlukan lebih banyak waktu untuk menerobos yang kedua jika dibuat oleh vendor yang berbeda. (Arsitektur ini, tentu saja, lebih mahal.) Praktek menggunakan firewall yang berbeda dari vendor yang berbeda kadang-kadang digambarkan sebagai &quot;pertahanan mendalam&quot; atau (dari sudut pandang yang berlawanan) &quot;keamanan melalui ketidakjelasan&quot;.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEga_GZ5LfOO0-vkVYqhn6L-zB56mLfQQ8T6pZe3ewOFLp7jre5QSujG5LCAAUZ6u4STIrOi-olzfNWIHB01ayHhiz6jyvUyMnelrsx2dGR4GZ22FaEEAe3qA1KTEzk_U9_8rgbUSUH9yII/s1600/DMZ_network_diagram_2.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;256&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEga_GZ5LfOO0-vkVYqhn6L-zB56mLfQQ8T6pZe3ewOFLp7jre5QSujG5LCAAUZ6u4STIrOi-olzfNWIHB01ayHhiz6jyvUyMnelrsx2dGR4GZ22FaEEAe3qA1KTEzk_U9_8rgbUSUH9yII/s400/DMZ_network_diagram_2.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;DMZ host&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beberapa rumah router merujuk pada DMZ host. Sebuah rumah router DMZ host adalah host di jaringan internal yang memiliki semua port terbuka, kecuali yang port diteruskan sebaliknya. Dengan definisi ini bukan benar DMZ (zona demiliterisasi), karena ia sendiri tidak terpisah host dari jaringan internal Artinya, DMZ host dapat terhubung ke host pada jaringan internal, sedangkan host dalam DMZ nyata dihalangi dari berhubungan dengan jaringan internal oleh firewall yang memisahkan mereka, kecuali firewall memungkinkan sambungan. Firewall dapat mengizinkan ini jika sebuah host pada jaringan internal permintaan pertama sambungan ke host dalam DMZ.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2011/01/dmz-de-militarised-zone.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0Gry2XRpwAhyphenhyphenO1-CN4ZgCYwdjO4zqpIZvfaUfEIwud6PitD5-SrYiEcydHz-ktOSU7IbDygMYIkmSCXb5Lvsa5bPB54eOMUK2DfobA0ngkXRdmWmELFUQ-pmwU39_B3mLnVawp2g7vi8/s72-c/DMZ_network_diagram_1.png" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-302135398035416657</guid><pubDate>Thu, 20 Jan 2011 04:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-20T11:48:19.596+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keamanan dan Analisa Jaringan</category><title>Port Knocking: Metode Pengamanan ala Brankas</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Metode pengamanan ala brankas ternyata juga dapat dilakukan di dalam sistem pengamanan jaringan komputer. Sistem ini diberi nama cukup unik, yaitu &lt;b&gt;Port knocking&lt;/b&gt;. Jika berbicara soal keamanan jaringan komputer, mungkin komponen yang akan sering dibicarakan adalah seputar firewall beserta celah-celah keamanan jaringan itu sendiri. Celah-celah keamanan dapat terbuka biasanya dikarenakan perangkat komputer milik Anda tersebut diinstali dengan “&lt;i&gt;sesuatu&lt;/i&gt;”. Anda mungkin menginstalinya dengan aplikasi pengolah dokumen, aplikasi e-mail client, aplikasi antivirus, aplikasi server client, dan banyak aplikasi yang mungkin Anda butuhkan bahkan mungkin juga tidak. Bisa saja Anda menginstalnya dengan sengaja maupun tanpa disengaja. Aplikasi-aplikasi yang Anda instal, terutama yang dapat terhubung dengan jaringan dan Internet, biasanya akan membuka port-port komunikasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Port-port komunikasi ini biasanya merupakan port- port yang ada dalam &lt;b&gt;protokol TCP&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;UDP&lt;/b&gt; yang merupakan anggota dari &lt;b&gt;Transportation layer&lt;/b&gt; pada standar OSI. Melalui port komunikasi ini, dunia luar dapat menjangkau perangkat Anda. Begitu pula sebaliknya, Anda juga bisa menjangkau mereka yang membuka port komunikasi tertentu. Komunikasi dapat berjalan dengan lancar, pertukaran informasi menjadi mudah dan kenyamanan Anda berkomputer bertambah dengan terbukanya port-port komunikasi ini. Namun, kadang kala kenyamanan ini sering disalahgunakan oleh sebagian orang. Port-port komunikasi ini sering dijadikan sebagai celah untuk dimasuki secara ilegal. Port-port yang terbuka digunakan sebagai jalan menuju ke dalam jaringan internal atau ke server-server di dalamnya, kemudian mengacaukannya. Keterbukaannya yang bebas ini juga bisa menjadi salah satu ancaman bagi keamanan data Anda. Sangat mungkin penyusup masuk ke dalam komputer Anda, komputer di sebelah Anda, bahkan ke seluruh komputer dijaringan Anda jika dibiarkan terbuka sebebas-bebasnya. Jika jumlah komputer yang terkoneksi ke jaringan sedikit, mungkin tidak akan sulit untuk mengetahui apa saja yang terinstal di masing-masing komputer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bagaimana jika jumlahnya sudah mencapai puluhan bahkan ratusan? Administrator jaringan mungkin tidak akan punya waktu untuk terus-menerus memantau apa yang telah terinstal di komputer-komputer tersebut. Untuk itulah, sebuah &lt;b&gt;firewall&lt;/b&gt; sangat dibutuhkan untuk hadir di dalam jaringan Anda. Firewall biasanya memiliki tugas utama melakukan pemblokiran terhadap port-port komunikasi yang terbuka di dalam sebuah jaringan. Di dalam firewall semua komunikasi keluar dan masuk dikontrol. Port-port yang tidak penting dapat diblokir di sini. Port-port yang penting dan berbahaya juga dapat diblokir di sini, sehingga hanya pihak yang Anda izinkan saja yang boleh masuk. Metode ini merupakan sistem pengamanan yang paling efektif dan banyak digunakan. Namun terkadang, pemblokiran yang Anda lakukan sering menjadi senjata makan tuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Anda butuh untuk menjalin komunikasi dengan apa yang ada di dalam jaringan Anda, firewall tidak mengizinkannya karena mungkin memang Anda berada pada area yang tidak diizinkan. Padahal komunikasi yang ingin Anda lakukan sangatlah penting untuk kelancaran kerja Anda. Misalnya, Anda terkoneksi dengan Internet dan butuh masuk ke dalam web server Anda melalui &lt;b&gt;SSH&lt;/b&gt; untuk memperbaiki konfigurasinya, sementara &lt;b&gt;port SSH&lt;/b&gt; pada server tersebut dilarang untuk diakses dari Internet oleh firewall Anda. Tentu ini akan cukup merepotkan. Untuk mengakali kejadian-kejadian seperti ini, ada sebuah metode yang cukup unik yang dapat dengan efektif menghilangkan masalah senjata makan tuan seperti ini. Metode tersebut diberi nama &lt;b&gt;Port Knocking&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Apa Itu Port Knocking?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara harafiah, arti dari Port Knocking adalah &lt;i&gt;melakukan pengetukan terhadap port-port komunikasi yang ada dalam sistem komunikasi data&lt;/i&gt;. Fungsi dan cara kerja dari sistem ini tidak jauh berbeda dengan arti harafiahnya. Port knocking merupakan s&lt;i&gt;ebuah metode untuk membangun komunikasi dari mana saja&lt;/i&gt;, dengan perangkat komputer yang tidak membuka port komunikasi apapun secara bebas. Dengan kata lain, perangkat computer ini tidak memiliki port komunikasi yang terbuka bebas untuk dimasuki, tetapi perangkat ini masih tetap dapat diakses dari luar. Ini dapat terjadi jika Anda menggunakan metode Port Knocking. Koneksi dapat terjadi dengan menggunakan metode pengetukan port-port komunikasi yang ada. Pengetukan port-port ini dilakukan dengan kombinasi tertentu secara berurutan dalam satu rentan waktu tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kombinasi dari pengetukan tersebut sesuai dengan yang telah ditentukan, maka sebuah port komunikasi yang diinginkan akan terbuka untuk Anda. Setelah terbuka, Anda bebas mengakses apa yang ada dalam jaringan tersebut melalui port komunikasi yang baru terbuka tadi. Setelah selesai melakukan pekerjaan dan kepentingan Anda, port komunikasi yang tadi terbuka dapat ditutup kembali dengan melakukan pengetukan sekuensialnya sekali lagi. Maka, perangkat komputer dan jaringan Anda akan kembali aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Apa Gunanya Port knocking?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dilihat sesaat, Port Knocking memang tidak terlalu banyak gunanya dan tidak terlalu istimewa. Hanya melakukan buka tutup port komunikasi saja tentu tidaklah terlalu banyak gunanya bagi pengguna jaringan lokal. Namun bagi para pekerja telekomuter, para pengguna komputer yang sering bekerja di luar kantor atau para administrator jaringan dan server yang harus mengurusi server-server mereka 24 jam dari mana saja, Port Knocking merupakan metode yang luar biasa sebagai sebuah jalan penghubung ke perangkat-perangkat komputer mereka. Port knocking cocok untuk mereka yang masih ingin memperkuat sistem keamanan komputer dan perangkat jaringannya, sementara tetap pula ingin memiliki koneksi pribadi ke dalamnya secara kontinyu dan dapat dilakukan dari mana saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komunikasi pribadi maksudnya koneksi yang tidak terbuka untuk umum seperti SMTP atau HTTP. Biasanya komunikasi pribadi ini lebih bersifat administratif dan menggunakan servis-servis seperti telnet, SSH, FTP, TFTP, dan banyak lagi. Komunikasi pribadi ini akan sangat berbahaya jika dapat juga dilakukan oleh orang lain yang tidak berhak. Dengan menggunakan Port knocking, servis-servis tersebut akan tetap tertutup untuk diakses oleh publik, namun masih dapat secara fleksibel di buka oleh siapa saja yang memiliki kombinasi ketukan port-nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bagaimana Cara Kerja Port Knocking?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Port knocking bekerja seperti halnya brankas dengan kunci kombinasi angka putar. Pada brankas tersebut, Anda diharuskan memutar kunci kombinasi beberapa kali hingga tepat seperti yang ditentukan. Sebenarnya Anda memutar lapisan-lapisan kunci di dalam brangkas. Dalam lapisan-lapisan kunci tersebut terdapat sebuah lubang kunci. Jika sebuah putaran tepat, maka sebuah lubang terbuka. Jika seluruh putaran dilakukan dengan kombinasi yang benar, maka seluruh lubang terbuka dan menciptakan sebuah jalur khusus yang bebas tidak ada hambatan sama sekali. Jalur lubang kunci tadi tidak lagi menjadi penghalang pintu brankas untuk dibuka, sehingga pintu dapat terbuka dengan mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Port knocking juga menggunakan sistem yang hampir sama, yaitu menggunakan kombinasi lapisan-lapisan kunci untuk dapat mengamankan sebuah port komunikasi. Perbedaannya ada pada lapisan kunci yang digunakannya. Kunci dari sistem port knocking adalah port- port komunikasi itu sendiri. Cara membuka kuncinya adalah dengan mengakses dengan sengaja beberapa port komunikasi yang memang tertutup. Ketika beberapa port komunikasi tadi diakses dengan kombinasi tertentu, maka akan terbuka sebuah port komunikasi baru yang bebas Anda masuki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, untuk membuka port 22 yang merupakan port komunikasi untuk aplikasi remote login SSH, Anda diharuskan “mengetuk” port 450, 360, 270, 180. Ketika kombinasinya benar dalam suatu waktu tertentu, maka akan terbuka port 22 yang Anda inginkan. Sistem seperti ini dapat tercipta dengan bantuan sebuah program firewall. Program firewall biasanya memiliki fasilitas untuk melakukan logging terhadap setiap proses komunikasi yangkeluar-masuk melaluinya. Dari membaca log inilah, sistem Port knocking dapat mengetahui kombinasi ketukan. Ketika sistem Port knocking membaca sebuah kombinasi yang tepat pada log, maka sebuah proses otomatis menjalankan aplikasi yang akan membuka port komunikasi yang ditentukan. Setelah terbuka, maka jadilah sebuah pintu masuk kedalam perangkat Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Apa Bedanya dengan VPN?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hanya ingin membangun koneksi secara pribadi dari mana saja, mengapa tidak menggunakan VPN saja? Mungkin ada juga pertanyaan seperti itu diajukan terhadap teknologi Port Knocking. VPN memang teknologi yang selama ini digunakan untuk membangun koneksi yang bersifat private dari mana saja di seluruh dunia. Salah satu media yang digunakannya adalah Internet. Melalui VPN, Anda dapat terkoneksi dengan server-server Anda di kantor pusat meskipun Anda tengah berada di luar kota maupun luar negeri, asalkan ada koneksi Internet. VPN bekerja dengan membangun sebuah terowongan atau sering disebut dengan istilah tunnel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tunnel atau terowongan memiliki fungsi untuk membuat sebuah jalur khusus bagi objek yang ingin dilewatkannya. Jalur khusus tersebut tidak akan terganggu oleh apapun di luarnya. Bahkan Anda tidak dapat melihat apa yang sedang lalu-lalang di dalam terowongan tersebut. Seakan-akan apa yang mengalir di dalamnya memiliki jalur langsung atau point-to-point dari lokasi pengiriman ke tujuannya. Begitu pula VPN, seakan-akan Anda memiliki sebuah koneksi point-to-point ke lokasi yang ingin Anda tuju, padahal untuk terhubung ke sana data tersebut akan melalui jalur Internet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membuat VPN, biasanya dibutuhkan sebuah server atau hardware spesifik yang memiliki kemampuan itu. Jika server yang digunakan, mungkin server tersebut harus diinstali dengan berbagai macam aplikasi, dengan berbagai pengaturan khusus dan spesifikasi tertentu, dan memakan waktu cukup lama untuk menyiapkannya. Jika menggunakan hardware khusus tentu akan lebih mudah, tetapi Anda harus mengeluarkan biaya tambahan untuk itu. Membuat sistem Port Knocking jauh lebih mudah daripada membuat VPN. Fungsi dan keunggulannya banyak memiliki persamaan, meskipun cara kerja dan metode yang digunakannya sangat jauh berbeda. Untuk menghubungkan Anda ke jaringan lokal, Port knocking dapat digunakan untuk membuka servis-servis tertentu yang dapat digunakan untuk melakukan remote login Misalnya dengan menggunakan servis SSH untuk dapat masuk ke dalam sebuah server yang juga terkoneksi ke dalam jaringan lokal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tetap Aman dan Juga “Sedikit” Nyaman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mau jaringan komputer Anda aman dan juga nyaman? Mungkin sangat sulit untuk membuat jaringan yang benar-benar aman namun juga sangat nyaman. Baik sang administrator maupun pengguna pasti akan merasakan betapa tidak nyamannya untuk berada dalam sebuah jaringan yang keamanannya hebat. Sang admin harus selalu bekerja rajin untuk mengawasi dan menutupi celah-celah yang hampir tidak ada putus-putusnya. Para pengguna pun akan merasa tidak bebas bergerak jika koneksi ke sana-ke mari selalu dibatasi dan diawasi. Namun dengan adanya Port knocking, rasanya mereka akan mendapatkan sedikit angin segar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di mana keamanan dibuat menjadi lebih fleksibel daripada yang sudah-sudah. Sang administrator tidak akan kerepotan mengawasi port- port komunikasi yang terbuka bebas. Para pengguna pun dapat membuka sendiri port komunikasi yang diinginkannya dengan berbagai macam kombinasi ketukan. Tetapi, Anda juga tidak boleh lengah begitu saja. Mungkin saja berapa bulan lagi, berapa minggu atau bahkan berapa hari lagi, metode Port knocking tidak lagi begitu aman karena kerja iseng para hacker yang dapat menjebolnya. Kemungkinan itu bisa saja terjadi kapan saja, namun paling tidak Port knocking sudah membuat mereka lebih susah dan kenyamanan Anda juga akan sedikit bertambah&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2011/01/port-knocking-metode-pengamanan-ala.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-5621918409611934511</guid><pubDate>Tue, 14 Dec 2010 07:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-14T14:37:09.712+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARP</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">DHCP</category><title>ARP dan DHCP pada IPv4</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Address Resolution Protocol&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Address Resolution Protocol (ARP) didefinisikan di dalam RFC 826. Protokol ini bertugas memetakan IP address yang merupakan alamat pada lapisan Network ke MAC address pada lapisan Data Link. ARP bekerja dalam proses komunikasi node-node di dalam suatu Local Area Network (LAN). Gambar 1 memperlihatkan adanya 3 LAN yang saling terhubung melalui Router R1 dan R2. Protokol ARP pada komputer A hanya bertugas memetakan IP address ke MAC address atau sebaliknya dari node-node yang terdapat di dalam LAN 1, yaitu node A, B dan interface pertama router R1. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjf7yX7c_r5bEj04qnfbp-0IXnTou-iF20aCmudaSfGV_l1OVGe0ywLDQIVj-W7UQ2-ultU_qb55nn90yHQyJU2nCG-7axPwSeEmzjT7VzFhyphenhyphenwakqvlK5PiFC1hjJcrAsc1UASlisVk2rQ/s1600/arp1.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;249&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjf7yX7c_r5bEj04qnfbp-0IXnTou-iF20aCmudaSfGV_l1OVGe0ywLDQIVj-W7UQ2-ultU_qb55nn90yHQyJU2nCG-7axPwSeEmzjT7VzFhyphenhyphenwakqvlK5PiFC1hjJcrAsc1UASlisVk2rQ/s640/arp1.JPG&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Gambar 1. Contoh jaringan yang terdiri dari 3 LAN, dimana LAN 1 dan LAN 3 terdiri dari masing-masing 3 node dan LAN 2 merupakan penghubung antara LAN 1 dan LAN 2. Setiap node di dalam LAN mempunyai pasangan IP dan MAC address &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua komputer yang terdapat pada LAN 1, yaitu A dan B, mempunyai pasangan IP address dan MAC address, masing-masing [IP_A, MAC_A] dan [IP_B, MAC_B]. Sedangkan pada LAN 3 terdapat komputer C dan D dengan informasi [IP_C, MAC_C] dan [IP_D, MAC_D]. Router R1 dan R2, masing-masing mempunyai 2 IP address meskipun setiap router hanya mempunyai satu MAC address. Router R1 menghubungkan LAN 1 dengan LAN 2, sedangkan router R2 menghubungkan LAN 2 dengan LAN 3. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika pengguna A akan mengirimkan paket ke pengguna B maka terjadi proses berikut. A melakukan query ke DNS (pada konfigurasi lokal atau server DNS), dan diperoleh IP address IP_B. Host A kemudian membuat frame data dengan IP_B sebagai nilai dari field tujuan dan melewatkannya ke lapisan IP untuk ditransmisikan. Lapisan IP mengetahui bahwa alamat tujuan berada dalam jaringan yang sama. Tetapi A harus menemukan MAC address B. Untuk mendapatkan itu, A membroadcast suatu packet menanyakan ”Siapa yang memiliki IP address IP_B?”. Broadcast ini akan sampai pada semua komputer dalam LAN 1. Hanya komputer B yang akan merespon dengan MAC addressnya, MAC_B. Jadi ARP bekerja dengan pendekatan request dan reply ini [4]. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam komunikasinya, ARP memanfaatkan 4 pesan (message), yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;ARP Request&lt;/b&gt;. Pesan ini digunakan untuk meminta MAC address dari suatu IP address. Pesan ini biasanya dibroadcast ke semua host pada jaringan melalui alamat broadcast ethernet. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;ARP Reply&lt;/b&gt;. Jawaban dari ARP Request. Setiap host yang menerima ARP Request akan memeriksa request tersebut untuk mengetahui apakah dirinya adalah pemilik IP address yang ada di dalamnya, jika ‘iya’ maka harus memberikan jawaban berupa pesan ARP Reply yang salah satu fieldnya mengandung MAC address dari IP address yang diminta tadi. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;RARP (Reverse ARP)&lt;/b&gt; Request. Pesan ini meminta IP address dari suatu MAC address. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;RARP Reply&lt;/b&gt;. Pesan ini merupakan jawaban dari RARP Request, memberikan IP address dari MAC address yang berasosiasi. &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
Host memelihara suatu cache ARP Reply untuk meminimalkan jumlah ARP Request yang dibroadcast. Saat menerima suatu ARP Reply maka host melakukan update terhadap cache ini dengan asosiasi IP address ke MAC address baru. Sehingga jika dalam periode singkat A ingin berkomunikasi dengan B, ia cukup merujuk ke cache ARP lokal, tidak perlu melakukan broadcast lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena protokol ini bersifat stateless, maka pada beberapa implementasi (di dalam sistem operasi) dimungkinkan terjadinya update terhadap entri di dalam cache ARP selama penggunaan. Node-node di dalam LAN dengan bebas dapat mengirimkan pesan ARP Reply ke node lain tanpa melihat apakah node tujuan telah mengirimkan pesan ARP Request sebelumnya. Ini merupakan titik kunci dari serangan ARP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Dynamic Host Configuration Protocol&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dynamic Host Configuration Protcol (DHCP) adalah protokol Internet yang bertugas memberikan informasi TCP/IP secara otomatis kepada komputer dan perangkat jaringan lain yang menggunakan protokol TCP/IP. Protokol ini merupakan pengembangan dari protokol manajemen IP jaringan BOOTP (Bootstrap Protocol) dengan menambahkan kemampuan alokasi otomatis alamat alamat jaringan yang reusable dan pilihan konfigurasi tambahan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DHCP menyediakan dua fungsi utama. Pertama adalah sebagai persistent storage (media penyimpanan menetap) dari parameter-parameter jaringan bagi client. Model persistent storage dari DHCP menyatakan bahwa layanan DHCP menyimpan suatu entri key-value setiap client, dimana key merupakan pengenal unik dan value mengandung parameter konfigurasi bagi client. Pengenal unik client dapat berupa suatu nomor subnet IP dan pengenal unik di dalam subnet &lt;br /&gt;
tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua adalah mengalokasikan alamat jaringan client secara temporer atau permanen. Mekanisme alokasi menjamin tidak terjadi realokasi terhadap alamat yang telah diberikan ke suatu client dan mencoba untuk memberikan alamat jaringan sama setiap kali client meminta suatu alamat. Ini berarti bahwa DHCP tidak akan memberikan alamat IP address yang sama untuk lebih dari satu node pada waktu yang sama. Bahkan setelah node direboot, DHCP tetap memelihara konfigurasi dari node. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DHCP mendukung tiga mekanisme alokasi IP address, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Metode alokasi otomatis yang memberikan IP address permanen kepada setiap client. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Metode alokasi dinamis yang memberikan IP address kepada client untuk periode waktu terbatas atau sampai client secara eksplisit melepas alamat tersebut. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Metode alokasi manual yang memungkinkan pengelola jaringan memberikan suatu IP address kepada client. &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
Suatu jaringan dapat menggunakan satu atau lebih mekanisme ini, tergantung pada kebijakan dari pengelola jaringan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses alokasi IP memanfaatkan DHCP dimulai oleh client dengan mengirimkan suatu permintaan broadcast bernama pesan DHCPDISCOVER yang berisi MAC address client tersebut ke jaringan dan mencari DHCP server. Setelah menerima pesan DHCPDISCOVER, server menentukan suatu alamat yang tepat (jika ada) untuk diberikan kepada client sesuai dengan ketersediaan dan kumpulan kebijakan pemanfaatan yang diatur pada server.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian server secara temporer mencadangkan alamat tersebut untuk client dan mengirim balik (mengembalikan) pesan DHCPOFFER kepada client. DHCPOFFER mengandung informasi IP address dan seting TCP/IP lain yang dapat digunakan oleh client untuk berkomunikasi pada jaringan. Client kemudian mengirimkan pesan DHCPREQUEST, sehingga server mengetahui bahwa client memang bermaksud untuk menggunakan IP address tersebut. Server mengirimkan pesan DHCPACK, mengkonfirmasikan bahwa client telah diberikan pinjaman pada terhadap alamat tersebut selama periode waktu yang ditentukan oleh server.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambar 5 memperlihatkan diagram timeline dari pertukaran pesan antara client dan server DHCP pada saat alokasi alamat jaringan baru. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRpiW6e_ldvsg6t97_E6TLDbgEW0s4Za6bCtD0sYWg2iUv0YQvSj2u2koaPkGnTE3ixK4mGiMzwGB6O_GMo0NPQAd70iyjhmEqmOYLcxAx5f6qFFYi4_3LpbETn6rQm2qI9jQx1uwR9i0/s1600/dhcp1.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;556&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRpiW6e_ldvsg6t97_E6TLDbgEW0s4Za6bCtD0sYWg2iUv0YQvSj2u2koaPkGnTE3ixK4mGiMzwGB6O_GMo0NPQAd70iyjhmEqmOYLcxAx5f6qFFYi4_3LpbETn6rQm2qI9jQx1uwR9i0/s640/dhcp1.JPG&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Gambar 5. Diagram timeline pertukaran pesan antara client dan server DHCP. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2010/12/arp-dan-dhcp-pada-ipv4.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjf7yX7c_r5bEj04qnfbp-0IXnTou-iF20aCmudaSfGV_l1OVGe0ywLDQIVj-W7UQ2-ultU_qb55nn90yHQyJU2nCG-7axPwSeEmzjT7VzFhyphenhyphenwakqvlK5PiFC1hjJcrAsc1UASlisVk2rQ/s72-c/arp1.JPG" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-3035858694915280563</guid><pubDate>Mon, 06 Dec 2010 13:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-20T11:48:00.684+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Topologi dan Perangkat Jaringan</category><title>Infrastruktur Jaringan</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Memahami Infrastruktur Jaringan Komputer Dalam Organisasi Anda&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu infrastruktur jaringan terdiri dari perpaduan banyak technology dan system. Sebagai administrator jaringan anda harus mumpuni dalam menguasai technology-2 terkait agar nantinya infrastruktur jaringan anda bisa dipelihara dengan mudah, di support dengan baik, dan memudahkan dalam troubleshooting jika terjadi suatu masalah baik itu berupa masalah kecil sampai ambruknya system jaringan anda secara global.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu infrastruktur jaringan adalah sekumpulan komponen-2 fisikal dan logical yang memberikan pondasi konektifitas, keamanan, routing, manajemen, access, dan berbagai macam fitur integral jaringan. Misalkan jika jaringan kita terhubung Internet, maka kita akan lebih banyak memakai protocol TCP/IP suite yang merupakan protocol paling banyak dipakai pada jaringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Infrastruktur Fisik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu infrastruktur fisik, sesuai dengan namanya – fisik, maka akan banyak berhubungan dengan komponen fisik suatu jaringan (tentunya sesuai dengan design jaringan yang anda buat) seperti:&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Yang berhubungan dengan masalah perkabelan jaringan, yaitu kabel jaringan yang sesuai dengan topology jaringan yang anda pakai. Misal jika dalam jaringan anda memakai backbone Gigabit Ethernet maka sudah seharusnya anda memakai kabel CAT5e yang bisa mendukung speed Gigabit.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Semua piranti jaringan seperti :&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;router yang memungkinkan komunikasi antar jaringan local yang berbeda segmen,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;switches, bridges, yang memungkinkan hosts terhubung ke jaringan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Servers yang meliputi seperti server data file, Exchange server, DHCP server untuk layanan IP address, DNS server dan lain-2, dan juga hosts .&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Infrastruktur fisik bisa termasuk didalamnya technology Ethernet dan standard wireless 802.11a/b/g/n, jaringan telpon umum (PSTN), Asynchronous Transfer Mode (ATM), dan semua metoda komunikasi dan jaringan fisik nya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Infrastruktur Logical&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Infrastrucktur logical dari suatu jaringan komputer bisa merupakan komposisi dari banyak elemen-2 software yang menghubungkan, memanage, dan mengamankan hosts pada jaringan. Infrastruktur logical ini memungkinkan terjadinya komunikasi antar komputer melewati jaringan fisik yang sesuai dengan topology jaringan. Sebagai contoh dari infrastruktur logical ini adalah komponen-2 seperti :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Domain Name System (DNS), yang merupakan system untuk memberikan resolusi name dari permintaan resolusi name dari clients.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Directory services, yang merupakan layanan directory untuk meng-authentikasi dan authorisasi user untuk masuk dan menggunakan resources jaringan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;protocol-2 jaringan seperti protocol TCP/IP, protocol jaringan yang sangat popular dan paling banyak dipakai sebagai protocol jaringan dari berbagai platform jaringan baik berplatform windows, Linux, Unix dan lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;System keamanan jaringan seperti:&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;jika anda memakai jaringan Windows server, anda mestinya sudah melengkapi dengan system update patch yang dideploy secara automatis kepada semua host dalam jaringan anda seperti WSUS (Windows System Update Services)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;System keamanan terhadap virus, kalau untuk kepentingan jaringan yang besar anda sudah seharusnya membangun suatu system antivirus corporate edition dimana semua clients akan terhubung ke server ini untuk download signature datanya secara automatis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;System keamanan terhadap segala macam ancaman terhadap jaringan anda yang juga terkait dengan infrastruktur fisik anda seperti firewall, pemakaian IPSec pada koneksi remote VPN dan lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;Segala macam policy dan guidelines dari corporate tentang pemakaian resource jaringan juga tidak kalah pentingnya. Misal policy tentang pemakaian email dalam company yang tidak (mengurangi) untuk pemakaian pribadi seperti mailing list yang bisa memungkinkan banyak email spam dalam system exchange anda.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;software client penghubung ke server, dan lain-2.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Setelah terbentuknya jaringan infrastruktur logical ini anda sebagai administrator perlu mempunyai pengetahuan untuk bisa memahami segala aspek technology yang terlibat didalamnya. Seperti anda harus bisa membuat design IP address untuk bisa dimplementasikan berdasarkan jaringan fisik yang ada, bagaimana anda akan memberikan IP address sebagai identitas masing-2 host pada jaringan, dan juga harus bisa melakukan troubleshooting kalau terjadi permasalahan jaringan yang berhubungan dengan konektivitas, addressing, access, security maupun masalah name resolution.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang lebih penting juga adalah masalah planning anda dalam menghadapi suatu disaster – suatu bencana dalam jaringan anda. Bagaimana anda menyiapkan terjadinya suatu disaster, dan bagaimana anda akan melakukan restorasi kalau disaster itu benar-2 terjadi dan menyebabkan system anda ambruk. Untuk itu anda harus bisa mengantisipasi sejak dini dengan suatu perencanaan terhadap disaster.&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2010/12/infrastruktur-jaringan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-270532662077137504</guid><pubDate>Mon, 06 Dec 2010 13:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-20T11:47:42.571+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keamanan dan Analisa Jaringan</category><title>Ancaman Keamanan Jaringan</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Memahami Berbagai Jenis Ancaman Keamanan Jaringan Pada Organisasi Anda&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu pusat perhatian dalam keamanan jaringan adalah mengendalikan access terhadap resources jaringan. Bukan saja sekedar mengontrol siapa saja yang boleh mengakses resources jaringan yang mana, pengontrolan akses ini juga harus memanage bagaimana si subject (user, program, file, computer dan lainnya) berinteraksi dengan object-2 (bisa berupa sebuah file, database, computer, dll atau lebih tepatnya infrastruktur jaringan kita).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Prinsip keamanan jaringan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum memahami berbagai macam ancaman keamanan jaringan, anda perlu memahami prinsip keamanan itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kerahasiaan (confidentiality), dimana object tidak di umbar atau dibocorkan kepada subject yang tidak seharusnya berhak terhadap object tersebut, atau lazim disebut tidak authorize.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Integritas (Integrity), bahwa object tetap orisinil, tidak diragukan keasliannya, tidak dimodifikasi dalam perjalanan nya dari sumber menuju penerimanya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketersediaan (Availability), dimana user yang mempunyai hak akses atau authorized users diberi akses tepat waktu dan tidak terkendala apapun.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Prinsip keamanan ini lazim disebut segitiga CIA (Confidentiality, Integrity, Availability). Dan salah satu goal utama dari pengendalian akses adalah untuk menjaga jangan sampai ada yang tidak authorize mengakses objek-2 seperti jaringan; layanan-2; link komunikasi; komputer atau system infrastruktur jaringan lainnya oleh apa yang kita sebut sebagai ancaman keamanan jaringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perjalanan anda untuk membangun suatu system kemanan jaringan, salah satu prosesnya adalah menilai resiko keamanan dalam organisasi anda. Akan tetapi terlebih dahulu anda perlu juga memahami berbagai jenis ancaman keamanan jaringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ancaman keamanan jaringan dan metoda yang umum Dipakai&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah berbagai macam kelas serangan atau metoda serangan terhadap keamanan infrastruktur jaringan anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Memaksa masuk dan kamus password&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis ancaman keamanan jaringan ini lebih umum disebut sebagai Brute Force and Dictionary, serangan ini adalah upaya masuk ke dalam jaringan dengan menyerang database password atau menyerang login prompt yang sedang active. Serangan masuk paksa ini adalah suatu upaya untuk menemukan password dari account user dengan cara yang sistematis mencoba berbagai kombinasi angka, huruf, atau symbol. Sementara serangan dengan menggunakan metoda kamus password adalah upaya menemukan password dengan mencoba berbagai kemungkinan password yang biasa dipakai user secara umum dengan menggunakan daftar atau kamus password yang sudah di-definisikan sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengatasi serangan keamanan jaringan dari jenis ini anda seharusnya mempunyai suatu policy tentang pemakaian password yang kuat diantaranya untuk tidak memakai password yang dekat dengan kita missal nama, nama anak, tanggal lahir dan sebagainya. Semakin panjang suatu password dan kombinasinya semakin sulit untuk diketemukan. Akan tetapi dengan waktu yang cukup, semua password dapat diketemukan dengan metoda brute force ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Denial of Services (DoS)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Deniel of Services (DoS) ini adalah salah satu ancaman keamanan jaringan yang membuat suatu layanan jaringan jadi mampet, serangan yang membuat jaringan anda tidak bisa diakses atau serangan yang membuat system anda tidak bisa memproses atau merespon terhadap traffic yang legitimasi atau permintaan layanan terhadap object dan resource jaringan. Bentuk umum dari serangan Denial of Services ini adalah dengan cara mengirim paket data dalam jumlah yang sangat bersar terhadap suatu server dimana server tersebut tidak bisa memproses semuanya. Bentuk lain dari serangan keamanan jaringan Denial of Services ini adalah memanfaatkan telah diketahuinya celah yang rentan dari suatu operating system, layanan-2, atau applikasi-2. Exploitasi terhadap celah atau titik lemah system ini bisa sering menyebabkan system crash atau pemakaian 100% CPU.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak semua Denial of Services ini adalah merupakan akibat dari serangan keamanan jaringan. Error dalam coding suatu program bisa saja mengakibatkan kondisi yang disebut DoS ini. Disamping itu ada beberapa jenis DoS seperti:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. &lt;b&gt;Distributed Denial of Services (DDoS)&lt;/b&gt;, terjadi saat penyerang berhasil meng-kompromi beberapa layanan system dan menggunakannya atau memanfaatkannya sebagai pusat untuk menyebarkan serangan terhadap korban lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Ancaman keamanan jaringan &lt;b&gt;Distributed refelective deniel of service (DRDoS)&lt;/b&gt; memanfaatkan operasi normal dari layanan Internet, seperti protocol-2 update DNS dan router. DRDoS ini menyerang fungsi dengan mengirim update, sesi, dalam jumlah yang sangat besar kepada berbagai macam layanan server atau router dengan menggunakan address spoofing kepada target korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Serangan keamanan jaringan dengan membanjiri sinyal SYN kepada system yang menggunakan protocol TCP/IP dengan melakukan inisiasi sesi komunikasi. Seperti kita ketahui, sebuah client mengirim paket SYN kepada server, server akan merespon dengan paket SYN/ACK kepada client tadi, kemudian client tadi merespon balik juga dengan paket ACK kepada server. Ini proses terbentuknya sesi komunikasi yang disebut &lt;b&gt;Three-Way handshake&lt;/b&gt; (bahasa teknis kita apa yach …masak jabat tangan tiga jalan????he..he..) yang dipakai untuk transfer data sampai sesi tersebut berakhir. Kebanjiran SYN terjadi ketika melimpahnya paket SYN dikirim ke server, tetapi si pengirim tidak pernah membalas dengan paket akhir ACK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Serangan keamanan jaringan dalam bentuk &lt;b&gt;Smurf Attack&lt;/b&gt; terjadi ketika sebuah server digunakan untuk membanjiri korban dengan data sampah yang tidak berguna. Server atau jaringan yang dipakai menghasilkan response paket yang banyak seperti &lt;b&gt;ICMP ECHO&lt;/b&gt; paket atau UDP paket dari satu paket yang dikirim. Serangan yang umum adalah dengan jalan mengirimkan broadcast kepada segmen jaringan sehingga semua node dalam jaringan akan menerima paket broadcast ini, sehingga setiap node akan merespon balik dengan satu atau lebih paket respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Serangan keamanan jaringan &lt;b&gt;Ping of Death&lt;/b&gt;, adalah serangan ping yang oversize. Dengan menggunakan tool khusus, si penyerang dapat mengirimkan paket ping oversized yang banyak sekali kepada korbannya. Dalam banyak kasus system yang diserang mencoba memproses data tersebut, error terjadi yang menyebabkan system crash, freeze atau reboot. Ping of Death ini tak lebih dari semacam serangan Buffer overflow akan tetapi karena system yang diserang sering jadi down, maka disebut DoS attack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. &lt;b&gt;Stream Attack&lt;/b&gt; terjadi saat banyak jumlah paket yang besar dikirim menuju ke port pada system korban menggunakan sumber nomor yang random.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Spoofing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Spoofing adalah seni untuk menjelma menjadi sesuatu yang lain. Spoofing attack terdiri dari IP address dan node source atau tujuan yang asli atau yang valid diganti dengan IP address atau node source atau tujuan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Serangan Man-in-the-middle&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan keamanan jaringan Man-in-the-middle (serangan pembajakan) terjadi saat user perusak dapat memposisikan diantara dua titik link komunikasi.&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dengan jalan mengkopy atau menyusup traffic antara dua party, hal ini pada dasarnya merupakan serangan penyusup.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Para penyerang memposisikan dirinya dalam garis komunikasi dimana dia bertindak sebagai proxy atau mekanisme store-and-forwad (simpan dan lepaskan).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Para penyerang ini tidak tampak pada kedua sisi link komunikasi ini dan bisa mengubah isi dan arah traffic. Dengan cara ini para penyerang bisa menangkap logon credensial atau data sensitive ataupun mampu mengubah isi pesan dari kedua titik komunikasi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Spamming&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Spam yang umum dijabarkan sebagai email yang tak diundang ini, newsgroup, atau pesan diskusi forum. Spam bisa merupakan iklan dari vendor atau bisa berisi kuda Trojan. Spam pada umumnya bukan merupakan serangan keamanan jaringan akan tetapi hampir mirip DoS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sniffer&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu serangan keamanan jaringan dalam bentuk Sniffer (atau dikenal sebagai snooping attack) merupakan kegiatan user perusak yang ingin mendapatkan informasi tentang jaringan atau traffic lewat jaringan tersebut. suatu Sniffer sering merupakan program penangkap paket yang bisa menduplikasikan isi paket yang lewat media jaringan kedalam file. Serangan Sniffer sering difokuskan pada koneksi awal antara client dan server untuk mendapatkan logon credensial, kunci rahasia, password dan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Crackers&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ancaman keamanan jaringan Crackers adalah user perusak yang bermaksud menyerang suatu system atau seseorang. Cracker bisasanya termotivasi oleh ego, power, atau ingin mendapatkan pengakuan. Akibat dari kegiatan hacker bisa berupa pencurian (data, ide, dll), disable system, kompromi keamanan, opini negative public, kehilangan pasar saham, mengurangi keuntungan, dan kehilangan produktifitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan memahami ancaman keamanan jaringan ini, anda bisa lebih waspada dan mulai memanage jaringan anda dengan membuat nilai resiko keamanan jaringan dalam organisasi anda atau lazim disebut &lt;b&gt;Risk Security Assessment&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2010/12/ancaman-keamanan-jaringan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-3639271363033070285</guid><pubDate>Tue, 30 Nov 2010 03:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-20T11:47:03.879+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">DHCP</category><title>Instalasi DHCP Server</title><description>Pada artikel ini dibahas tentang cara melakukan setup dan konfigurasi DHCP Server, Konfigurasi Scope IP Address, dan Authorisasi DHCP Server pada suatu infrastruktur jaringan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatikan notasi /23 pada penulisan IP address dibawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Server Name: GUISML-HR-DHCP1&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IP Address: 192.168.101.240/23&lt;br /&gt;
DNS servers: 192.168.101.253 dan 192.168.101.252&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Scope IP Address: 192.168.100.1 – 192.168.101.254&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subnet mask: 255.255.254.0&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Default Gateway: 192.168.101.254&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Exclusion: 192.168.101.200 – 192.168.101.254&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artinya pada design IP address berarti jumlah bit “1” untuk subnet mask 255.255.254.0 sebanyak = 23.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Setup DHCP server&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Windows server dimana anda akan fungsikan sebagai DHCP server harus diberikan IP address statis yang juga berada pada subnet yang sama dengan konfigurasi Scope DHCP server.&lt;br /&gt;
Sebelum sebuah server windows bisa difungsikan sebagai DHCP server, maka pertama kali yang harus dilakukan adalah instalasi ‘DHCP server role’ terlebih dahulu. Bagaimana caranya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda harus logon sebagai administrator – misal sebagai member dari domain local security group ‘DHCP Administrator’ atau member dari global group ‘Domain admin’ untuk bisa install dan me-manaje DHCP server.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DHCP server role tidak diinstall by default dalam windows, maka kita harus install terlebih dahulu role ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klik Start =&amp;gt; pilih ‘Manage Your Server’ =&amp;gt; klik ‘Add Or remove a role’ =&amp;gt; pilih ‘DHCP role’ =&amp;gt; kemudian klik ‘Next’ untuk memulai instalasi role DHCP server, biarkan instalasi sampai selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau anda juga bisa menggunakan ‘Windows component wizard’, buka ‘Control panel’ dan dobel klik ‘Add and Remove Programs’ =&amp;gt; ‘Add / Remove Windows Component’ =&amp;gt; di dalam Networking Services, component DHCP ada dalam sini bersama component DNS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesainya installation wizard anda bisa melakukan verifikasi kalau services DHCP server sudah terinstall dengan benar, dengan jalan membuka tool console administrative DHCP. Untuk mengakses console DHCP, Klik Start =&amp;gt; Administrative Tools =&amp;gt; DHCP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari console DHCP ini anda bisa melakukan konfigurasi DHCP dan memanagenya secara virtual semua fitur yang berhubungan dengan konfigurasi DHCP server anda termasuk Scope, Exclusion, Reservation, dan juga Options.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Authorisasi Server DHCP&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika DHCP server ini akan di integrasikan kedalam jaringan Active Directory, maka harus di Authorisasi. Yang bisa di Authorized hanyalah domain controller dan member server yang berpartisipasi kedalam active directory. Dan DHCP server pertama kali yang ada dalam suatu system active directory haruslah yang authorized. DHCP server yang ada pada stand-alone server atau workgroup (tidak di Join domain) yang menggunakan Windows server 2000 atau Windows server 2003, tidak bisa diauthorized dalam jaringan active directory. Akan tetapi bisa coexist dalam jaringan ini selama tidak di deploy pada suatu subnet yang ada DHCP server yang sudah authorized, DHCP server ini biasa disebut rogue server. Akan tetapi konfigurasi seperti ini tidak direkomendasikan. Dan jika rogue DHCP server mendeteksi adanya DHCP server yang authorized pada subnet yang sama, maka secara automatis DHCP server ini akan berhenti melayani pemberian IP address kepada clients.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melakukan authorisasi DHCP server cukup klik kanan pada node DHCP server ini dan pilih Authorize. Akan anda harus menjadi member global security group Enterprise Admins untuk bisa melakukan authorisasi server DHCP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Konfigurasi Scope&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Scope dalam DHCP server adalah pool IP address didalam suatu logical subnet yang bisa diberikan / dipinjamkan kepada clients, seperti 192.168.100.1 sampai 192.168.101.254. suatu IP address yang ditawarkan kepada suatu clients disebut sebagai suatu ‘lease’, dan lease ini akan menjadi active dengan periode waktu tertentu. Clients harus melakukan pembaharuan ‘lease’ jika sudah mencapai 50% periode masa pinjam IP (defaultnya adalah 8 hari). Anda juga bisa secara manual memperbaharui lease IP address ini dengan menggunakan command: ipconfig /renew pada windows prompt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membuat scope lakukan klik kanan pada node DHCP server dan pilih ‘new scope’ pada menu Action. Sekaligus anda juga bisa configure fitur-fitur lainnya yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Scope Name Page, anda bisa memberikan nama scope&lt;br /&gt;
2. IP Address range page, anda bisa memberikan mulai dan akhir dari cakupan IP address dalam scope ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTTanspukL3EsyeCQh65HEjEE4GJ4ABf7yzwYsewX6HT94E32TqcCGzXYVjH9l8md0WcClv8-Up4Qc-FiQ5MJUziFAyUrIHhAbwWCbtI1F2-5uIE_z1nQMjwsRlcVl1_RBDAvATanbWJ8/s1600/new-scope-1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;305&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTTanspukL3EsyeCQh65HEjEE4GJ4ABf7yzwYsewX6HT94E32TqcCGzXYVjH9l8md0WcClv8-Up4Qc-FiQ5MJUziFAyUrIHhAbwWCbtI1F2-5uIE_z1nQMjwsRlcVl1_RBDAvATanbWJ8/s400/new-scope-1.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Add Exclusions page, anda bisa memberikan range IP address exclusive yang tidak dipinjamkan kepada clients didalam range scope IP address. misalkan dicadangkan untuk piranti dengan MAC address tertentu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpUb2qAYeBmVw_YSpLuF1mQFWr7sc-Ct3Nifal0ZdyBElACvLhV7FWHeBNiy2o9cF7eySa1lcw1cmdrgtxc_5WvvEnyBCcTuFq18nLxooj19mp_tiS5NLC-usrrBnKF6taWLKCXCd67po/s1600/new-scope-2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;305&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpUb2qAYeBmVw_YSpLuF1mQFWr7sc-Ct3Nifal0ZdyBElACvLhV7FWHeBNiy2o9cF7eySa1lcw1cmdrgtxc_5WvvEnyBCcTuFq18nLxooj19mp_tiS5NLC-usrrBnKF6taWLKCXCd67po/s400/new-scope-2.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. Lease duration page, anda bisa menyetel lamanya masa pinjam pakai IP address kepada clients.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain konfigurasi Scope diatas, anda juga bisa melakukan konfigurasi Option berikut ini pada page-2 berikutnya dalam wizard instalasi scope ini atau anda bisa melakukannya nanti (setelah selesai instalasi wizaed ini).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Catatan:&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Jika anda memilih untuk melakukan setting Option setelah selesai wizard, maka anda tidak diberikan kesempatan untuk mengaktifkan scope ini, jadi anda harus melakukan pengaktifan secara manual sebelum scope ini bisa berfungsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa saja scope option yang bisa diisi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Router (Default Gateway) page, ini adalah opsional untuk memberikan default Gateway Address kepada clients&lt;br /&gt;
2. Domain Name and DNS Servers page (opsional), anda bisa memberikan parent domain dan juga DNS server kepada clients.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_naLUww_x-oFIUoxFNqSHUKnrdd7tkqTcHmu46_6sBu1t02oRf78L_E76bcqYlNho9CkqsKebZE_4I4AKwSI76ayjNhXZKMnH26I_XM3Jwa9BRO3aT14Ykub9cYqHhCOP5pOyxodaf64/s1600/new-scope-6.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;305&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_naLUww_x-oFIUoxFNqSHUKnrdd7tkqTcHmu46_6sBu1t02oRf78L_E76bcqYlNho9CkqsKebZE_4I4AKwSI76ayjNhXZKMnH26I_XM3Jwa9BRO3aT14Ykub9cYqHhCOP5pOyxodaf64/s400/new-scope-6.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. WINS server page (opsional), untuk memberikan IP address WINS server. clients menggunakan WINS server untuk resolusi NetBIOS name kepada IP address.&lt;br /&gt;
4. Activate Scope page (opsional), pilihan apakah anda menghendaki scope IP ini akan diaktifkan begitu wizard ini selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua scope option ini bisa di modifikasi nantinya setelah selesai instalasi wizard melalui console DHCP.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;IP Address Range&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Anda bisa memasukkan semua IP address dalam scope pada subnet dimana anda mengaktifkan DHCP server, akan tetapi anda juga harus segera meng-exclusion kan semua IP address yang dipakai secara statis kepada semua server atau piranti jaringan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda juga bisa memilih untuk membatasi IP address scope sampai pada batas dimana IP address dipakai untuk keperluan pemberian IP address statis kepada servers. Misalkan anda akan mencadangkan semua pemakaian IP address statis dari 192.168.101.200 sampai 192.168.101.254, maka scope anda harus berakhir sampai pada 192.168.101.199 saja. Jadi anda tidak perlu repot-2 membuat IP address exclusion. &lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2010/11/instalasi-dhcp-server.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTTanspukL3EsyeCQh65HEjEE4GJ4ABf7yzwYsewX6HT94E32TqcCGzXYVjH9l8md0WcClv8-Up4Qc-FiQ5MJUziFAyUrIHhAbwWCbtI1F2-5uIE_z1nQMjwsRlcVl1_RBDAvATanbWJ8/s72-c/new-scope-1.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-2454417194200325977</guid><pubDate>Tue, 30 Nov 2010 03:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-30T10:33:39.621+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Komunikasi Multipoint pada Jaringan Komputer</category><title>Komunikasi Multipoint pada Jaringan Komputer (Bag. 2)</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Multicast&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara ketiga untuk membuat komunikasi multipoint adalah dengan menggabungkan keunggulan kedua cara di atas dalam hal pengiriman datagram, yakni:&lt;/div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Pengiriman hanya mengirimkan satu datagram untuk mencapai seluruh host yang merupakan anggota group&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Datagram hanya diterima oleh sejumlah host tertentu disebut host grup&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara ini disebut mode multicast, yakni dengan cara mencantumkan satu multicast address sebagai destination address dari datagram yang dikirim. Sebagaimana yang telah dijelaskan, multicast address tidak dipakai untuk alamat suatu host, namun ditujukan utnuk mengalamatkan sejumlah host yang bergabung dalam satu grup yang menjalankan aplikasi yang sama. Perhatikan gambar 3 sebagai ilustrasi dalam pengiriman datagram pada komunikasi multipoint.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeAImjgJjJ_t8zeTLXBKi-voRR35nFo7mUo4UJeknBMJiaGiiCN-4TtHOqCb5W4tEy1uPz18eaTGX3299H0DnsQBbD6IPgm9FoNjEzemDnHHG2w7kD511n9YQyZ7UrxjLn6PDuzHWzBJI/s1600/multicast2.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;280&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeAImjgJjJ_t8zeTLXBKi-voRR35nFo7mUo4UJeknBMJiaGiiCN-4TtHOqCb5W4tEy1uPz18eaTGX3299H0DnsQBbD6IPgm9FoNjEzemDnHHG2w7kD511n9YQyZ7UrxjLn6PDuzHWzBJI/s400/multicast2.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Gambar 3 Pengiriman datagram ke suatu multicast address&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada gambar di atas, sejumlah host melakukan komunikasi multipoint untuk menjalankan suatu aplikasi bersama. Host yang terlibat dalam komunikasi multipoint ini sebagian ada pada network 1, sebagian lagi pada network2. Antara network 1 dan network 2 dihubungkan melalui router. Salah satu host (pada gambar disebut source host) mengirimkan datagram ke suatu multicast address (misalkan 224.22.33.44). Untuk lebih memudahkan, multicast address ini kita identikan dengan grup 1, karena ada kemungkinan penggunaan multicast address lain sebagai group 2, group 3 , dst. Source host ini hanya mengirimkan 1 datagram ke jaringan. Pada network 1 yang menggunakan shared media, seluruh host sebenarnya mendengar datagram ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Khusus bagi host-host yang terlibat dan menyatakan dirinya sebagai group 1 (memiliki multicast address 224.22.33.44 ) , datagram akan diproses lebih lanjut oleh lapisan di atas IP, sementara bagi host yang tidak terlibat (host C), datagram akan diabaikan sebagaimana datagram lain yang memiliki address tujuan bukan kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Dengan bantuan router yang telah memiliki kemampuan multicast, datagram ini diteruskan ke network 2 karena ada anggota &lt;b&gt;GROUP 1 YANG BERADA PADA NETWORK2. BERAPAPUN JUMLAH HOST PADA NETWORK 2 INI&lt;/b&gt;. Keputusan untuk meneruskan atau tidak meneruskan datagram multicast ke jaringan lain diatur dalam suatu mekanisme protokol.Dengan protokol ini, router multicast dapat mengetahui pada network mana saja terdapat aggota suatu group.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Kesimpulannya, penggunaan mode multicast dalam membentuk komunikasi multipoint ini memiliki beberapa keunggulan yaitu :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Beban kerja host pengirim cukup ringan, karena tidak perlu melakukan replikasi datagram&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebutuhan bandwidth untuk transisi datagram tidak bergantung kepada jumlah host yang terlibat. Satu atau seratus host yang terlibat pada satu jaringan, bandwidth yang dibutuhkan tetap sama. Demikian juga jika pada network 2 terdapat puluhan host sebagai anggota group, router hanya perlu meneruskan satu datagram, saja untuk mencapai seluruh host tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sedangkan kelemahan (dapat dibaca sebagai konsekuensi) metoda ini adalah:&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memerlukan standar baru pada protokol IP dan protokol data link layer (misalnya Ethernet) untuk bisa mengirim dan menerima datagram multicast &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memerlukan mekanisme protokol baru untuk mengatur alokasi multicast address sebagai group tertentu, keanggotaan host pada suatu group dalam suatu jaringan, routing datagram multicast, dll.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2010/11/komunikasi-multipoint-pada-jaringan_30.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeAImjgJjJ_t8zeTLXBKi-voRR35nFo7mUo4UJeknBMJiaGiiCN-4TtHOqCb5W4tEy1uPz18eaTGX3299H0DnsQBbD6IPgm9FoNjEzemDnHHG2w7kD511n9YQyZ7UrxjLn6PDuzHWzBJI/s72-c/multicast2.JPG" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-66662330555502505</guid><pubDate>Tue, 09 Nov 2010 04:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-09T11:41:28.999+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Komunikasi Multipoint pada Jaringan Komputer</category><title>Komunikasi Multipoint pada Jaringan Komputer (Bag. 1)</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aplikasi tradisional pada jaringan TCP/IP umumnya hanya melibatkan komunikasi antara dua host. Dalam perkembangannya pengguna jaringan mulai merasakan kebutuhan untuk melakukan komunikasi yang melibatkan lebih dari dua pihak secara bersamaan. beberapa aplikasi pada jaringan komputer mulai membutuhkan komunikasi multipoint, diantaranya aplikasi chat bersama, audio dan video broadcast untuk membuat siaran radio dan TV pada jaringan komputer, serta aplikasi video conference yang bersifat multimedia, real-time dan interaktif Jika ditinjau dari cara penerimaan datagram oleh host pada jaringan TCP/IP, ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mendesain aplikasi jaringan yang bersifat multipoint&lt;br /&gt;
yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Unicast&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Komuniksai point-to-point yang sangat klasik menggunakan datagram IP dengan mode unicast. Pada mode unicast setiap datagram mempunyai alamat tujuan yang unik (milik host tertentu). Komunikasi multipoint dapat diwujudkan dengan cara membuat beberapa hubungan sekaligus pada beberapa host, yang masing-masing mengirimkan datagram unicast. Lapisan aplikasi akan mengirimkan satu kopi untuk setiap host yang menjadi anggota komunikasi multipoint ini. Teknik ini sangat sederhana untuk diimplementasikan, karena prinsipnya hanya berdasarkan kemampuan multitasking dari suatu host untuk melayani berbagai aplikasi dari beberapa host sekaligus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian cara ini memiliki keterbatasan, teruatama jika jumlah host yang terlibat dalam komuniksi multipoint ini sangat banyak. Host yang berhubungan multipoint harus membuat hubungan komunikasi sebanyak host yang terlibat. Selain meningkatkan beban kerja masing-masing host yang terlibat, trafic yang ditimbulkan oleh komunikasi ini akan berlipat ganda sebanyak host yang terlibat. Hal ini akan menimbulkan masalah pemakaian Bandwidth. Perhatikan gambar 1 untuk ilustrasi ini:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6pqcHLfTPWOGaaS1DIulHDbxZjcY6PGWVmJGqpNTHTkzRixzgNDP02GVeZbTRBQJghsQltDiDGNLUqmAgXi2qXb4hqlHloNdq2YCttGSt6oAnDWIQZal53-CZ42lJ2N7DDGTngg6SAhY/s1600/multipoint.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6pqcHLfTPWOGaaS1DIulHDbxZjcY6PGWVmJGqpNTHTkzRixzgNDP02GVeZbTRBQJghsQltDiDGNLUqmAgXi2qXb4hqlHloNdq2YCttGSt6oAnDWIQZal53-CZ42lJ2N7DDGTngg6SAhY/s400/multipoint.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Gambar 1 Replikasi datagram oleh host dalam mode unicast&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari gambar, terlihat bahwa host sumber mengadakan hubungan dengan host A, host B,host C (ketiganya terletak dalam jaringan yang sama dengan host sumber, yakni network 1) dan host D (terletak pada network 2). Dalam hal ini aplikasi yang dijalankan adalah aplikasi multimedia (video, audio, dan text conference), dimana host sumber mengirim informasi yang sama untuk seluruh host yang berhubungan dengannya. Pada host sumber, terjadi replikasi datagram sebanyak jumlah host yang mengadakan hubungan dengannya. Perlu diingat bahwa isi setiap datagram ini persis sama hanya berbeda alamat tujuan saja ( pada field destination&lt;br /&gt;
address).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beberapa hal yang dapat digarisbawahi dari skenario mode multi-unicast ini adalah:&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Teknik ini adalah cara yang paling sederhana, karena tidak memerlukan perubahan-perubahan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;pada sisi jaringan atau modul IP pada setiap host.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk komunikasi point-to-multipoint, beban kerja host sumber akan meningkat sebanding dengan jumlah host yang berhubungan dengannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggunaan bandwidth oleh host sumber akan meningkat karena host sumber harus mengirimkan informasi yang sama sebanyak jumlah host yang berhubungan dengannya, walaupun host-host tersebut berada pada satu shared media seperti ethernet. Dalam contoh di atas, host sumber menggunakan bandwidth sebesar 4 kali bandwidth yang diperlukan untuk mengirimkan informasi ke suatu host.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Mari kita tinjau keadaan jika terdapat 30 host yang berhubungan dengan host sumber. Jika untuk mengirimkan gambar bergerak atau live video dengan kualitas sedang diperlukan bandwidth sebesar 100 kbps, maka aggregate bandwidth yang ditimbulkan host sumber untuk melayani 30 host menjadi sebesar 3 Mbps. bayangkan pula jika setengahnya (15) adalah host yang ada pada network 2, sedangkan network 1 dan 2 dihubungkan dengan saluran WAN yang cukup cepat seperti T1 (1,54 Mbps) . Saluran yang tergolong high speed tersebut langsung collapse akibat traffic yang sangat meningkat tersebut. Dari uraian di atas, kita dapat menyimpulkan kelemahan metoda ini yakni :&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Beban kerja host akan meningkat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Butuh bandwidth yang sangat besar untuk komunikasi multi-point yang melibatkan jumlah host yang besar&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;Sedangkan keuntungan metoda ini adalah :&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Merupakan desain yang paling sederhana untuk diimplementasikan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak memberi beban pada host yang bukan merupakan tujuan datagram&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Broadcast&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara yang lain untuk menyampaikan informasi yang sama kepada seluruh host adalah dengan metoda broadcast. Konsep Broadcast pada jaringan komputer (Khususnya pada network layer dalam keluarga protokol TCP/IP ) dan telah diterangkan pada bab sebelumnya. Untuk mengirimkan informasi kepada seluruh host yang ada pada jaringan yang sama, host cukup mengirimkan satu datagram yang ditujukan ke broadcast address jaringan yang bersangkutan. Karena seluruh host yang pada satu jaringan memiliki broadcast address yang sama, maka seluruh host akan menerima datagram tersebut sebagai informasi yang harus diterima. Perhatikan gambar 2 untuk ilustrasi broadcast ini :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR7ArIQrx3daBV2g7TyWZmz96Y-6OXtKhe8bmJfQ_Mm1SZbfGk1P1xBByHknQI9zQxTC5pjgCm_NtimoHs5W_8zjZgZDMZ_ymtaaZCKN8S5bRsbsGV-c-bZ7RuFNduAvu2vqtrNHvK6Sc/s1600/broadcast.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;227&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR7ArIQrx3daBV2g7TyWZmz96Y-6OXtKhe8bmJfQ_Mm1SZbfGk1P1xBByHknQI9zQxTC5pjgCm_NtimoHs5W_8zjZgZDMZ_ymtaaZCKN8S5bRsbsGV-c-bZ7RuFNduAvu2vqtrNHvK6Sc/s400/broadcast.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Gambar 2 Pengiriman datagram ke broadcast address&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan cara ini, bandwidth yang ditimbulkan oleh hubungan video conference dalam suatu jaringan tidak bergantung pada jumlah host yang terlibat. Demikian juga dengan beban host pengirim, karena hanya cukup mengirim satu datagram yang dapat diterima oleh semua host pada jaringan. Akan tetapi, host yang tidak ingin terlibat pada video conference ini juga menerima datagram tersebut, karena menggunakan broadcast yang sama. Hal ini akan menambah kerja dari host yang tidak terlibat karena harus memproses datagram tersebut sebelum akhirnya diabaikan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain itu, setiap jaringan memiliki broadcast address yang berbeda-beda. Jika datagram ini diteruskan oleh router ke setiap broadcast address dari jaringan yang terhubung dengannya, maka datagram tadi bisa-bisa akan tersebar ke berbagai jaringan yang tidak ingin menerima datagram tersebut.&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2010/11/komunikasi-multipoint-pada-jaringan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6pqcHLfTPWOGaaS1DIulHDbxZjcY6PGWVmJGqpNTHTkzRixzgNDP02GVeZbTRBQJghsQltDiDGNLUqmAgXi2qXb4hqlHloNdq2YCttGSt6oAnDWIQZal53-CZ42lJ2N7DDGTngg6SAhY/s72-c/multipoint.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-6950034384854664272</guid><pubDate>Wed, 27 Oct 2010 07:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-27T14:10:00.277+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Routing</category><title>Lebih dalam mengenai ROUTING.    (bagian 2)</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;D. Dynamic Routing&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yaitu ketika routing protocol digunakan untuk menemukan network dan melakukan update routing table pada router. Ini lebih mudah daripada menggunakan routing statis dan default, tapi ia akan membedakan Anda dalam proses-proses di CPU router dan penggunaan bandwidth dari link jaringan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;E. Routing dan Routing Protocol&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Protocol adalah deskripsi formal dari set atau rule-rule dan konversi yang menentukan bagaimana device-device dalam sebuah network bertukar informasi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada dua tipe dasar protocol:&lt;/div&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Routed protocol, adalah protokol-protokol yang dapat dirutekan oleh sebuah router. Routed protocol memungkinkan router untuk secara tepat mengintepretasikan logical network. Contoh dari routed protocol: IP, IPX, Apple Talk, dan DECnet.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Routing Protocol, protokol-protokol ini menggunakan untuk merawat routing table pada router-router. Contoh routing protocol: OSPF, RIP, BGP, IGRP, dan EIGRP.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;RIP (Routing Inforation Protocol). Distance Vector Protocol. Merawat daftar jarak tempuh ke network-network lain berdasarkan jumlah HOP, yakni jumlah router yang harus dilalui oleh peket-paket untuk mencapai address tujuan. RIP dibatasi hanya sampai 15 HOP. Broadcast di update dalam setiap 30 detik untuk semua RIP router guna menjaga integritas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;OSPF (Open Shortest Path First). Link State Protocol – Menggunakan kecepatan jaringan berdasarkan metric menetapkan path-path ke jaringan lainnya. Setiap router merawat map sederhana dari keseluruhan jaringan. Update-update dilakukan via multicast dan dikirim. Jika terjadi perubahan konfigurasi. OSPF cocok untuk jaringan besar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol). Distance Vector Protocol – Merawat satu set metric yang kompleks untuk jarak tempuh ke jaringan lainnya. EIGRP&amp;nbsp; menggabungkan juga konsep link state protocol. Broadcast-broadcast di update setiap 90 detik ke semua EIGRP router berdekatan. Setiap update hanya memasukkan perubahan jaringan. EIGRP sangat cocok untuk jaringan besar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;BGP – Merupakan Distance Vector Exterior Gateway Protocol yang bekerja&amp;nbsp; secara cerdas untuk merawat path-path ke jaringan lainnya. Update-update dikirim melalui koneksi TCP.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;F. Routing Protocol&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tiga kelas routing protocol:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Distance Vector&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Protocol distance Vector menemukan jalur terbaik ke sebuah network remote dengan menilai jarak. Route dengan jarak HOP paling pendek ke network yang dituju, akan menjadi route terbaik. Baik RIP dan IGRP adalah routing protocol jenis Distance Vector. RIP dan IGRP mengirim semua routing table ke router-router yang terhubung secara langsung.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Disebut juga routing Bellman-Ford atau Ford-Fulkerson&lt;/div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Routing vektor jarak beroperasi dengan membiarkan setiap router menjaga tabel (sebuah vektor) memberikan jarak yang terbaik yang bisa diketahui ke setiap tujuan dan saluran yang dipakai untuk menuju ke tujuan tersebut. Tabel-tabel ini diupdate dengan cara saling bertukar informasi dengan router tetangga.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Misal router Y menerima tabel informasi estimasi dari router X, dimana terdapat Xi yang menyatakan estimasi waktu yang dibutuhkan oleh X untuk sampai ke router i. Bila Y mengetahui delay ke X sama dengan m milidetik, Y juga mengetahui bahwa Y dapat mencapai router i dalam Xi+m milidetik.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Routing Protocol Jenis Distance Vector&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;a. RIP&lt;i&gt; (Routing Information Protocol)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;RIP mengirim routing table yang lengkap ke semua interface yang aktif setiap 30 detik. RIP hanya menggunakan jumlah HOP untuk menentukan cara terbaik ke sebuah network remote, tetapi RIP secara default memiliki sebuah nilai jumlah HOP maksimum yang diizinkan, yaitu 15, berarti nilai 16 tidak terjangkau (unreachable). RIP bekerja baik pada jaringan kecil, tetapi RIP tidak efisien pada jaringan besar dengan link WAN atau jaringan yang menggunakan banyak router.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;RIP v1 menggunakan classfull routing, yang berarti semua alat di jaringan harus menggunakan subnet mask yang sama. Ini karena RIP v1 tidak megirim update dengan informasi subnet mask di dalamnya. RIP v2 menyediakan sesuatu yang disebut prefix routing, dan bisa mengirim informasi subnet mask bersama dengan update-update dari route. Ini disebut classless routing.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; IGRP &lt;i&gt;(Interior Gateway Routing Protocol)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adalah sebuah routing protocol jenis Distance Vector milik Cisco (Cisco proprietary). Artinya semua router harus route cisco untuk menggunakan IGRP pada jaringan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;IGRP memiliki jumlah HOP maksimum sebanyak 255, dengan nilai default 100. Ini membantu kekurangan pada RIP.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;c. EIGRP &lt;i&gt;(&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Enhance Interior Gateway Routing Protocol)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adalah sebuah routing protocol distance vector milik cisco (cisco proprietary) yang sudah ditingkatkan, yang memberi suatu keunggulan dibanding IGRP. Keduanya menggunakan konsep dari sebuah autonomous system untuk menggambarkan kumpulan dari router-router yang contagious (berentetan, sebelah menyebelah) yang menjalankan routing protocol yang sama dan berbagi informasi routing. Tapi EIGRP memasukkan subnet mask ke dalam update route nya. Sehingga memungkinkan kita menggunakan VLSM dan melakukan perangkuman (summerization). EIGRP mempymuai sebuah jumlah HOP maksimum 255. Berikut fitur EIGRP yang jauh lebih baik dari IGRP:&lt;/div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Mendukung IP, IPX,&amp;nbsp; dan AppleTalk melalui modul-modul yang bersifat protocol dependent.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pencarian network tetangga yag dilakukan dengan efisien&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Komunikasi melalui Reliable Transport Protocol (RTP)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Struktur data tabel Distance Vector&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setiap node (router) memilikinya&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Baris menunjukkan tujuan yang mungkin&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kolom menunjukkan untuk&amp;nbsp; setiap node tetangga secara langsung&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contoh: pada router X, untuk tujuan Y melalui tetangga Z&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1jdInf4rX4OT4GJwg6dfxNlAessi5gF8bLGy0BEFmjVltPsy3b3Xsg8XK0m6lxLw1_m1GBh4C9JyvA9OPl0-VlJovZOEDePHDkX528ABTX4YTmGvsQv2j7V5Phz8891_Vrmgu532W3q8/s1600/untitled17.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1jdInf4rX4OT4GJwg6dfxNlAessi5gF8bLGy0BEFmjVltPsy3b3Xsg8XK0m6lxLw1_m1GBh4C9JyvA9OPl0-VlJovZOEDePHDkX528ABTX4YTmGvsQv2j7V5Phz8891_Vrmgu532W3q8/s1600/untitled17.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Algoritma routing distance vector mengirimkan isi routing tabel yang lengkap ke router-router tetangga, yang kemudian menggabungkan entri-entri di routing table yang diterima tersebut dengan routing tabel yang mereka miliki, untuk melengkapi routing tabel router tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Algoritma Distance Vector:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk semua node, contoh pada node X:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Inisialisasi:&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Untuk semua node v yang berdekatan:&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;D (*,v)=infinit // * menunjuk semua baris&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;D (v,v)=c (X,v)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Untuk semua tujuan, y&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kirim minwDX (y,w) ke setiap tetagga // w sema tetangga X&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;loop&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika (c(X,V) diubah ke d) untuk semua tujuan y: DX(y,V)+d&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Contoh 1:&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix9xYZiVcq04N26SsZK1OzmpYM1hrzHHNUzTdXRxfxmd5hLj58xi4L5W7KLU0uMyWVmXO4nMvgY_rYatbHcFTc-P0dCK9nKZd8-XgGje5ouooOx8hz3WiVbnWqSP-q5MJiHe-HhF4qXao/s1600/untitled18.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;275&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix9xYZiVcq04N26SsZK1OzmpYM1hrzHHNUzTdXRxfxmd5hLj58xi4L5W7KLU0uMyWVmXO4nMvgY_rYatbHcFTc-P0dCK9nKZd8-XgGje5ouooOx8hz3WiVbnWqSP-q5MJiHe-HhF4qXao/s400/untitled18.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG5nH63pmNkFgQVl22MYE9DNuHD29C-Yt22Ed1X71rIf1b10sgIROntWud8ucoXtB3z42zUNmUarb1MAIqEoifLSx1aBZ4tVw3cjHwDWmNVOp0EktPsGI4JDVLBy8Nu_QSNM5fh7aQ0PA/s1600/untitled19.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG5nH63pmNkFgQVl22MYE9DNuHD29C-Yt22Ed1X71rIf1b10sgIROntWud8ucoXtB3z42zUNmUarb1MAIqEoifLSx1aBZ4tVw3cjHwDWmNVOp0EktPsGI4JDVLBy8Nu_QSNM5fh7aQ0PA/s1600/untitled19.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh 2 :&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipwIcb2_3pIQBYu3GaLeUUdAERU4BqkbW5F4lOq3mqH9Fyb9F59mKO9uALo81Anv2K-_eEqMDouFjN_QtoYonif0tsS9EvHxAYwHeOkexIcxJPp8vg0wIqOPsHbGpKhhB6gZZukaxmcxE/s1600/untitled20.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;216&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipwIcb2_3pIQBYu3GaLeUUdAERU4BqkbW5F4lOq3mqH9Fyb9F59mKO9uALo81Anv2K-_eEqMDouFjN_QtoYonif0tsS9EvHxAYwHeOkexIcxJPp8vg0wIqOPsHbGpKhhB6gZZukaxmcxE/s400/untitled20.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Link State&lt;/b&gt; (Shortest Path First)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setiap router akan menciptakan tiga buah table terpisah. Satu dari table ini akan mencatat perubahan dari network-network yang terhubung secara langsung, table yang lain menentukan topolosi dari keseluruhan internetwork, dan tabel terakhir digunakan sebagai routing table. OSPF adalah sebuah routing protocol IP yang sepenuhnya link-state. Protocol link state mengirim update-update yang berisi status dari link mereka sendiri ke semua router lain di network.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Routing Protocol Jenis Link-State&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah protocol standar terbuka yang telah diimplementasikan oleh sejumlah vendor jaringan. Jika memiliki banyak router dan tidak semuanya adalah cisco, maka tidak dapat menggunakan EIGRP, jadi pilihannya tinggal RIP v1, RIP v2, atau OSPF. Jika itu adalah jaringan besar, maka pilihan satu-satunya hanya OSPF atau sesuatu yang disebut route redistribution (sebuah layanan penerjemah antar routing protocol).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;OSPF bekerja dengan sebuah algoritma Dijkstra. Pertama sebuah pohon jalur terpendek (shortest path tree) akan dibangun, dan kemudian routing table akan diisi dengan jalur-jalur terbaik yang dihasilkan dari pohon tersebut. OSPF hanya mendukung routing IP saja.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Algoritma Link State&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menerapkan algoritma Dijkstra&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Topologi jaringn dan link cost diketahui oleh semua node router&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dilkukan dengan cara broadcast informasi link state&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Semua node memiliki informasi yang sama&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menghitung biaya terkecil dari suatu node ke node lainnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan tabel rute untuk router tersebut&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelh itersi sebanyak k, diketahui link cost terkecil untuk ke tujuan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Notasi yang digunakan dalam penulisan algoritma link state adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;c(i,j) link cost dari node i ke j. Akan bernilai infinite jika tidak ada tetangganya langsung&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;D(v) nilai biaya sambungan dari sumber ke tujuan v saat ini&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;p(v) node sebelum v dari sumber&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;N kumpulan node (router) yang memiliki biay jalur terkecil yang telah didefinisikan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Algoritma Link State:&lt;br /&gt;
Langkah 1: Inisialisasi&lt;br /&gt;
Langkah 2: N={A}&lt;br /&gt;
Langkah 3: Untuk semua node v&lt;br /&gt;
Langkah 4: Jika v berdekaatan dengan A, maka&lt;br /&gt;
Langkah 5: D(v) = c(A,v)&lt;br /&gt;
Langkah 6: selain itu&lt;br /&gt;
Langkah 7: D(v) = tak hingga (Infinity)&lt;br /&gt;
Langkah 8: Loop&lt;br /&gt;
Langkah 9: Temukan w tidak dalam N dimana D(w) adalah minimum&lt;br /&gt;
Langkah 10: Tambahkan w ke N&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Langkah 11: Update D(w) untuk semua v yang berdekatan dengn w dan tidak dalam N: D(v) = min (D(v),D(w)+c(w,v))&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Langkah 12:&amp;nbsp; /* Link cost baru v adalah link cost v lama atau shortest path cost untuk w di tambah dengan cost dari w ke v */&lt;/div&gt;Langkah 13: until semu node dalam N&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzgeswnmaKh8qWgPJAsjxnIoR_CKghwdnRaV7Zul7NhZBgq2xzhACqjOHc3IV6GuvQk6LUPtSZq5vzpHfUySJ5XSdSDYtyWJxyq56Uj9VlSlBwEEHkaIUDJRBFiyDuyyMr-aSWQEalINo/s1600/untitled211.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;87&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzgeswnmaKh8qWgPJAsjxnIoR_CKghwdnRaV7Zul7NhZBgq2xzhACqjOHc3IV6GuvQk6LUPtSZq5vzpHfUySJ5XSdSDYtyWJxyq56Uj9VlSlBwEEHkaIUDJRBFiyDuyyMr-aSWQEalINo/s400/untitled211.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEdjScqU4mxkvjI5J0EdOZHd4lG6ZMUd1vS7PHmz9KCpaibiN_LdIwCG8H5n14dYObZ9eIwlEc6zBaae9WoDBqzzq4oCrADBw1n3cexcQ5vj3zZTvq837qiqNc8GSOxTfbBM1YgApWyDU/s1600/untitled221.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEdjScqU4mxkvjI5J0EdOZHd4lG6ZMUd1vS7PHmz9KCpaibiN_LdIwCG8H5n14dYObZ9eIwlEc6zBaae9WoDBqzzq4oCrADBw1n3cexcQ5vj3zZTvq837qiqNc8GSOxTfbBM1YgApWyDU/s1600/untitled221.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3.&amp;nbsp; Hybrid&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Protokol hybrid menggunakan aspek-aspek dari routing protokol jenis distance vector dan routing protocol jenis link state sebagai contoh adalah EIGRP.&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2010/10/lebih-dalam-mengenai-routiing-bagian-2.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1jdInf4rX4OT4GJwg6dfxNlAessi5gF8bLGy0BEFmjVltPsy3b3Xsg8XK0m6lxLw1_m1GBh4C9JyvA9OPl0-VlJovZOEDePHDkX528ABTX4YTmGvsQv2j7V5Phz8891_Vrmgu532W3q8/s72-c/untitled17.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-1396203136055132578</guid><pubDate>Mon, 25 Oct 2010 05:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-27T14:08:23.851+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Routing</category><title>Lebih dalam mengenai ROUTING.    (bagian 1)</title><description>&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;A. Transmisi Data di Jaringan Lokal&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Routing adalah proses membawa paket data dari suatu situs asal ke situs tujuan melalui satu atau beberapa situs lainnya. Istilah-istilah dalam routing:&lt;/div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Alamat tujuan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Router-router tetangga dari mana sebuah router bisa mempelajari tentang network remote&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Route yang mungkin ke semua network remote&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Router menyimpan &lt;b&gt;tabel routing &lt;/b&gt;yang menggambarkan bagaimana menemukan network-network remote. Route terbaik untuk setiap network remote&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhc9-C-Q7ynCvSxpdydHa-pIyb4J4hKO71abIsxv5nZeDRT5W3qMuohgnKhoQYxllbIF2i8eSWWMP-dDe0bPXDZ6yr5elrcdcA5KhM63M7gN3V73QqmKCkba4bqUmMSZGpeaGURemOX2xw/s1600/untitled1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;303&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhc9-C-Q7ynCvSxpdydHa-pIyb4J4hKO71abIsxv5nZeDRT5W3qMuohgnKhoQYxllbIF2i8eSWWMP-dDe0bPXDZ6yr5elrcdcA5KhM63M7gN3V73QqmKCkba4bqUmMSZGpeaGURemOX2xw/s400/untitled1.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Komputer A bergabung dengan jaringan 10.0.0.0 dengan nomor IP 10.0.0.1. Jika A ingin berhubungan dengan B dan R, maka A akan memeriksa &lt;b&gt;tabel routing &lt;/b&gt;yang berada di komputernya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpb3UUtTygGU_DVvrLwbloxM0s4b02eV_io0DgeDgZnKRncjZIMpOI1hL6MS5e-YgsAu8Nqb3ZDNmW2XWhLHzX1EAB3a4oxqd93KjormqJN_j2M6rBUGiLmfTnRScssEYUMUTQ6gWCh1s/s1600/untitled22.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpb3UUtTygGU_DVvrLwbloxM0s4b02eV_io0DgeDgZnKRncjZIMpOI1hL6MS5e-YgsAu8Nqb3ZDNmW2XWhLHzX1EAB3a4oxqd93KjormqJN_j2M6rBUGiLmfTnRScssEYUMUTQ6gWCh1s/s1600/untitled22.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk jaringan 10.0.0.0 seperti ke 10.0.0.2 dan 10.0.0.3, maka interface yang digunakan untuk transmisi data adalah melalui jaringan lokal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ethernet.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Agar dapat berkomunikasi dengan 10.0.0.2 (dari A ke B), maka A membutuhkan Hardware Address dari B. Untuk mendapatkan address tersebut, A melakukan ARP broadcast.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQ9BV1FElfR48A8-xUTVuOp49dlyKAdrVo_qz_xg-ELHgkF0znI9kFo7nHWIWcanYPFS2YFSzlv5LfqfFIpZd7E2HCQJXDp6rdFnPT3uV_M-eSdzeKtht4oENHr83fuGdVmFJkM0om2xA/s1600/untitled31.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;153&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQ9BV1FElfR48A8-xUTVuOp49dlyKAdrVo_qz_xg-ELHgkF0znI9kFo7nHWIWcanYPFS2YFSzlv5LfqfFIpZd7E2HCQJXDp6rdFnPT3uV_M-eSdzeKtht4oENHr83fuGdVmFJkM0om2xA/s400/untitled31.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;A mengirim &lt;b&gt;ARP &lt;/b&gt;request ke alamat broadcast 255.255.255.255, untuk menanyakan MAC address dari 10.0.0.2. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Jenis-jenis routing :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Routing statis/Static Routing dan Routing default&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Routing dinamis/dynamic routing&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;B. Transmisi Data di Jaringan Non Lokal&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
• &lt;b&gt;Static Routing dan Default Routing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhc9-C-Q7ynCvSxpdydHa-pIyb4J4hKO71abIsxv5nZeDRT5W3qMuohgnKhoQYxllbIF2i8eSWWMP-dDe0bPXDZ6yr5elrcdcA5KhM63M7gN3V73QqmKCkba4bqUmMSZGpeaGURemOX2xw/s1600/untitled1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;303&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhc9-C-Q7ynCvSxpdydHa-pIyb4J4hKO71abIsxv5nZeDRT5W3qMuohgnKhoQYxllbIF2i8eSWWMP-dDe0bPXDZ6yr5elrcdcA5KhM63M7gN3V73QqmKCkba4bqUmMSZGpeaGURemOX2xw/s400/untitled1.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bila A ingin berhubungan dengan C pada jaringan 20.0.0.0, maka A tidak dapat melakukan hal tersebut, karena tabel routing di A tidak mempunyai informasi untuk dapat mencapai jaringan 20.0.0.0 tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpb3UUtTygGU_DVvrLwbloxM0s4b02eV_io0DgeDgZnKRncjZIMpOI1hL6MS5e-YgsAu8Nqb3ZDNmW2XWhLHzX1EAB3a4oxqd93KjormqJN_j2M6rBUGiLmfTnRScssEYUMUTQ6gWCh1s/s1600/untitled22.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpb3UUtTygGU_DVvrLwbloxM0s4b02eV_io0DgeDgZnKRncjZIMpOI1hL6MS5e-YgsAu8Nqb3ZDNmW2XWhLHzX1EAB3a4oxqd93KjormqJN_j2M6rBUGiLmfTnRScssEYUMUTQ6gWCh1s/s1600/untitled22.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Agar komunikasi dapat dilakukan, maka Administrator di A harus memberikan informasi ke tabel routing, yaitu bagaimana dapat mencapai jaringan 20.0.0.0 tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada 2 cara sebagai solusi, yaitu dengan memasukkan &lt;b&gt;STATIC Routing, &lt;/b&gt;atau menggunakan &lt;b&gt;DEFAULT Routing&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rute Statik adalah rute atau jalur spesifik yang ditentukan oleh user untuk meneruskan paket dari sumber ke tujuan. Rute ini ditentukan oleh administrator untuk mengontrol perilaku routing dari IP “internetwork”.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Routing statis terjadi jika Admin secara manual menambahkan route-route di routing table dari setiap router.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Routing statis memiliki kentungan-keuntungan berikut:&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tidak ada overhead (waktu pemrosesan) pada CPU router (router lebih murah dibandingkan dengan routeng dinamis)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak ada bandwidth yang digunakan di antara router.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Routing statis menambah keamanan, karena administrator dapat memilih untuk mengisikan akses routing ke jaringan tertentu saja.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Routing statis memiliki kerugian-kerugian berikut:&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Administrasi harus benar-benar memahami internetwork dan bagaimana setiap router dihubungkan untuk dapat mengkonfigurasikan router dengan benar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika sebuah network ditambahkan ke internetwork, Administrasi harus menambahkan sebuah route kesemua router—secara manual.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Routing statis tidak sesuai untuk network-network yang besar karena menjaganya akan menjadi sebuah pekerjaan full-time sendiri.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada kasus tersebut, Static Routing akan berfungsi sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Tabel Routing A&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLugPJg4zbMp58PJPs38RdOoYz9I2F2fJVMNxpLNKAQh4ihCQNdJzKmwZOE6fargHfvOxhBR308insbqQQ7JA0RLEMpqapoKW1CMNk6BpvhF31us7QKMJOpp8vH87zaZ6TZzejqNH0DVo/s1600/untitled61.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLugPJg4zbMp58PJPs38RdOoYz9I2F2fJVMNxpLNKAQh4ihCQNdJzKmwZOE6fargHfvOxhBR308insbqQQ7JA0RLEMpqapoKW1CMNk6BpvhF31us7QKMJOpp8vH87zaZ6TZzejqNH0DVo/s1600/untitled61.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Artinya, untuk mencapai simpul pada jaringan 20.0.0.0, maka paket data harus terlebih dahulu dikirim ke 10.0.0.3.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kelemahan dari konfigurasi tersebut adalah, bila ada jaringan baru, maka harus dibuat static routing yang baru. Karena itu alternatif lain adalah menggunakan default routing.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Tabel Routing A:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzzHybHkD4BzCxv8b3VHOBJtGM6l0NttQdFjnPvUwLJzkhHzEeqj7NoWReECyCJjmU2mrGBvyBomvm3jaYfRsjjBPRh21l_O-9NBg8M25bIO6moBS_EZbRBhfbDGKhMf7OWDZ8nc_Lbow/s1600/untitled71.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzzHybHkD4BzCxv8b3VHOBJtGM6l0NttQdFjnPvUwLJzkhHzEeqj7NoWReECyCJjmU2mrGBvyBomvm3jaYfRsjjBPRh21l_O-9NBg8M25bIO6moBS_EZbRBhfbDGKhMf7OWDZ8nc_Lbow/s1600/untitled71.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Default routing &lt;/b&gt;umumnya direpresentasikan melalui jaringan 0.0.0.0. Bila A menerima jaringan tujuan yang tidak terdaftar pada tabel routing, maka A akan menggunakan default routing. Default routing tidak lain adalah static routing dengan tujuan 0.0.0.0.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bila diteliti lebih lanjut, maka &lt;b&gt;tabel routing &lt;/b&gt;yang berada di R adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Tabel Routing R:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFuAqYltRKk2jKvSCynXyTuomuVhm4jjEd26Oiq1P9M7ogp1QmaiptyX54zueHSO6JA6N178JOhGOw_t5uVWy8smuKm59ck1PdW-lHqWNn7tstPB5kuCFjJ3D8tvfAw4GxOVeR9Yxzrtk/s1600/untitled91.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFuAqYltRKk2jKvSCynXyTuomuVhm4jjEd26Oiq1P9M7ogp1QmaiptyX54zueHSO6JA6N178JOhGOw_t5uVWy8smuKm59ck1PdW-lHqWNn7tstPB5kuCFjJ3D8tvfAw4GxOVeR9Yxzrtk/s1600/untitled91.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;C. Router&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adalah peralatan jaringan yang menghubungkan satu jaringan dengan jaringan lainnya. Router minimal memiliki 2 network interface.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4AciIRvNY7GlJsT0JeQVQhlsZHfStUTFp9vIaE6etmCulBWSNrFwjINpvLRACUn0O7gTY8Reb89AP_gXiOtrMzOnbUOk2p3UgVoVHuklc6BCbJSeTSVBdkpiHHfGyvlowVTvJru6w5S0/s1600/untitled101.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;192&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4AciIRvNY7GlJsT0JeQVQhlsZHfStUTFp9vIaE6etmCulBWSNrFwjINpvLRACUn0O7gTY8Reb89AP_gXiOtrMzOnbUOk2p3UgVoVHuklc6BCbJSeTSVBdkpiHHfGyvlowVTvJru6w5S0/s400/untitled101.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika terdapat 3 buah jaringan, yaitu 10, 20 dan 30 maka routing tabel pada masing-masing router adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a. &lt;i&gt;Tabel Routing R1&lt;/i&gt;:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlOYd2OcmqZGOut8uq9ZaYun9jF6FurwvwU7VtBnRCUtLTk2R1UcEDmHxBCDBKDmRBfUY3cSrx9qfm6TlmVkx8hkcjBbTOrBkdeLSdPvMa08vzPi4yKbAHFB-UccEitHl33NM5bnN-R1Y/s1600/untitled112.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;70&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlOYd2OcmqZGOut8uq9ZaYun9jF6FurwvwU7VtBnRCUtLTk2R1UcEDmHxBCDBKDmRBfUY3cSrx9qfm6TlmVkx8hkcjBbTOrBkdeLSdPvMa08vzPi4yKbAHFB-UccEitHl33NM5bnN-R1Y/s400/untitled112.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b. &lt;i&gt;Tabel Routing R2&lt;/i&gt;:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT37GhH_WsDh6V2CDGTrr0SSuf29meG8RjPQ3eN6jvEHHmohiEXiZg0EZ5C3VYLnajjbYoFjkM2Nkq3A6SHz0ryT2_xW1y0o-v9HBQgpz6604LjttOJoOAFhiWi2AVz1Od_keueg0LBDE/s1600/untitled121.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;68&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT37GhH_WsDh6V2CDGTrr0SSuf29meG8RjPQ3eN6jvEHHmohiEXiZg0EZ5C3VYLnajjbYoFjkM2Nkq3A6SHz0ryT2_xW1y0o-v9HBQgpz6604LjttOJoOAFhiWi2AVz1Od_keueg0LBDE/s400/untitled121.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Simpul jaringan 10.0.0.0 tidak dapat menghubungi jaringan 30.0.0.0 dan sebaliknya. Hal ini terjadi karena router R1 tidak mempunyai informasi tentang dimana jaringan 30.0.0.0, router R2 juga tidak mempunyai informasi tentang jaringan 10.0.0.0.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Informasi dapat diberikan kepada router melalui static routing, namun jika jaringan tersebut berkembang dengan menempatkan banyak router,&amp;nbsp; maka administrator akan mendapatkan kesulitan skalabilitas. Setiap kali terjadi perubahan jaringan, maka administrator harus mengubah informasi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Masalah pertukaran informasi ini diselesaikan dengan protokol yang disebut protokol routing. Protokol ini digunakan router untuk saling memberikan informasi tentang jaringan yang diketahuinya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPl5xJACyOMNb0qhS_6vYTWmNrnPxYNBX8ldkcBZZClrtDSf7u4AuqjKDN_xyIk76T1zkiUWuRuFHihXxENWOaFWORucBd17Fnf2OCO437BoIRxhIbrMoSraG_bQeUTWODcPCTMuC4gG0/s1600/untitled131.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;221&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPl5xJACyOMNb0qhS_6vYTWmNrnPxYNBX8ldkcBZZClrtDSf7u4AuqjKDN_xyIk76T1zkiUWuRuFHihXxENWOaFWORucBd17Fnf2OCO437BoIRxhIbrMoSraG_bQeUTWODcPCTMuC4gG0/s400/untitled131.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selanjutnya tabel routing pada masing-masing router akan berbentuk sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a. &lt;i&gt;Tabel Routing R1&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5IAutHWWXep2TcSCLjf-1BxpOE0N3PQjsiaLIy99pGsMmQkgssrPEpVl-PD2kCpD2MYVk-XyFDxWZAcjhwRszsnmN4AOhoYRHMIq4s2NZzaTCV8x5rKXdPzdsdBo5VbuLpCq44D9vQ1w/s1600/untitled151.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;88&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5IAutHWWXep2TcSCLjf-1BxpOE0N3PQjsiaLIy99pGsMmQkgssrPEpVl-PD2kCpD2MYVk-XyFDxWZAcjhwRszsnmN4AOhoYRHMIq4s2NZzaTCV8x5rKXdPzdsdBo5VbuLpCq44D9vQ1w/s400/untitled151.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b. &lt;i&gt;Tabel Routing R2&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcxvl18J_TamXKG3eCjMoSD2KBCX_toBdzi6f0kf5fkik3O9nKs0vPZUb_CAX75PH-DnJjxDrwb8vTg0d3-zkkEpmk_8EyL1I9XZtSw30MKENm51Nnmv_CoTMIW6aHhJVcHFP-YidL7QI/s1600/untitled16.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;90&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcxvl18J_TamXKG3eCjMoSD2KBCX_toBdzi6f0kf5fkik3O9nKs0vPZUb_CAX75PH-DnJjxDrwb8vTg0d3-zkkEpmk_8EyL1I9XZtSw30MKENm51Nnmv_CoTMIW6aHhJVcHFP-YidL7QI/s400/untitled16.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Metric: &lt;/b&gt;Ukuran biaya yang akan diperhitungkan oleh router dalam menentukan rute terbaik (the best path). Metric tersebut menggunakan teknik berdasarkan jumlah lompatan (HOP Count).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Baca materi lanjutannya : &lt;a href=&quot;http://www.ecgalerycomputer.co.cc/2010/10/lebih-dalam-mengenai-routiing-bagian-2.html&quot;&gt;&lt;b&gt;Lebih dalam mengenai ROUTIING.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (bagian 2)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2010/10/lebih-dalam-mengenai-routiing-bagian-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhc9-C-Q7ynCvSxpdydHa-pIyb4J4hKO71abIsxv5nZeDRT5W3qMuohgnKhoQYxllbIF2i8eSWWMP-dDe0bPXDZ6yr5elrcdcA5KhM63M7gN3V73QqmKCkba4bqUmMSZGpeaGURemOX2xw/s72-c/untitled1.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-259873776471866989</guid><pubDate>Wed, 13 Oct 2010 14:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-13T22:00:56.552+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Transmisi</category><title>Port dan Socket</title><description>&lt;div class=&quot;post-bodycopy clearfix&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Port adalah alamat yang membedakan koneksi TCP yang berbeda-beda pada mesin yang sama (lihat Pengalamatan TCP/IP). Port TCP adalah nomor yang mengindentifikasi koneksi dalam mesin spesifik. Semua aplikasi upper-layer yang menggunakan TCP atau UDP memiliki sebuah nomor port yang mengidentifikasikan aplikasi. Secara teori, nomor port dapat ditentukan pada sebuah mesin. nomor port dapat diubah, meskipun hal ini dapat mengakibatkan kerumitan. kebanyakan sistem mengatur sebuah file yang berisi informasi nomor port dan pasangan layanannya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Umumnya nomor port diatas 255 disediakan untuk kebutuhan pribadi (private) pada mesin lokal, dan nomor port dibawah 255 digunakan untuk proses yang sering digunakan. Daftar nomor port yang paling sering digunakan yang dipublikasikan oleh &lt;em&gt;Internet Assigned Numbers Authority. &lt;/em&gt;Pada tabel berikut dapat dilihat sejumlah nomor port yang sering digunakan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;TABEL: Nomor Port yang Digunakan TCP&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Port Number&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Process   Name&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Description&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;1&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;TCPMUX&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;TCP Port Service   Multiplexer&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;5&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;RJE&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Remote Job Entry&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;7&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;ECHO&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Echo&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;9&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;DISCARD&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Discard&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;11&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;USERS&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Active   Users&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;13&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;DAYTIME&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Daytime&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;17&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;Quote&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Quotation of the Day&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;19&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;CHARGEN&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Character generator&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;20&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;FTP-DATA&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;File Transfer Protocol•Data&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;21&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;FTP&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;File Transfer Protocol•Control&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;23&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;TELNET&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Telnet&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;25&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;SMTP&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Simple Mail Transfer Protocol&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;27&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;NSW-FE&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;NSW User System Front End&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;29&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;MSG-ICP&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;MSG-ICP&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;31&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;MSG-AUTH&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;MSG Authentication&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;33&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;DSP&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Display Support Protocol&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;35&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;PPS&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Private Print Servers&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;37&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;TIME&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Time&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;39&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;RLP&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;218&quot;&gt;Resource Location Protocol&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;41&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;GRAPHICS&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Graphics&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;42&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;NAMESERV&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Host Name Server&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;43&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;NICNAME&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Who Is&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;49&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;LOGIN&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Login Host Protocol&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;53&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;DOMAIN&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Domain Name Server&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;67&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;BOOTPS&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Bootstrap Protocol Server&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;68&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;BOOTPC&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Bootstrap Protocol Client&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;69&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;TFTP&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Trivial File Transfer Protocol&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;79&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;FINGER&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Finger&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;80&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;HTTP&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Hyper   Text Transfer Protocol&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;101&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;HOSTNAME&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;NIC Host Name Server&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;102&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;ISO-TSAP&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;ISO TSAP&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;103&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;X400&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;X.400&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;104&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;X400SND&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;X.400 SND&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;105&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;CSNET-NS&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;CSNET Mailbox Name Server&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;109&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;POP2&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Post Office Protocol v2&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;110&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;POP3&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Post Office Protocol v3&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;111&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;RPC&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Sun RPC Portmap&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;137&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;NETBIOS-NS&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;NETBIOS Name Service&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;138&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;NETBIOS-DG&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;NETBIOS Datagram Service&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;139&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;NETBIOS-SS&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;NETBIOS Session Service&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;146&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;ISO-TP0&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;ISO TP0&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;147&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;ISO-IP&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;ISO IP&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;150&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;SQL-NET&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;SQL NET&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;153&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;SGMP&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;SGMP&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;156&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;SQLSRV&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;SQL Service&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;160&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;SGMP-TRAPS&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;SGMP TRAPS&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;161&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;SNMP&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;SNMP&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;162&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;SNMPTRAP&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;SNMPTRAP&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;163&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;CMIP-MANAGE&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;CMIP/TCP Manager&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;164&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;CMIP-AGENT&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;CMIP/TCP Agent&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;165&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;XNS-Courier&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;218&quot;&gt;Xerox&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr class=&quot;alt&quot;&gt; &lt;td align=&quot;center&quot; width=&quot;95&quot;&gt;179&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;102&quot;&gt;BGP&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;218&quot;&gt;Border Gateway Protocol&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setiap sirkuit komunikasi yang masuk dan keluar lapisan TCP dikenali secara unik dengan dua kombinasi angka, yang kemudian disebut sebagai socket. Socket terdiri atas alamat IP sebuah mesin dan nomor port yang digunakan software TCP. Baik mesin pengirim dan penerima memiliki socket. Karena IP address sifatnya unik dalam internetwork, dan nomor port bersifat unik untuk setiap mesin, maka berarti nomor socket juga bersifat unik dalam internetwork. Ini memungkinkan sebuah proses berkomunikasi dengan proses lain dalam jaringan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; bgcolor=&quot;#cdd0dd&quot; border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr class=&quot;&quot;&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;506&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Catatan &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;TCP menggunakan keneksi (bukan port protokol) sebagai sebuah elemen dasar. Koneksi yang lengkap memiliki setidaknya dua titik. Ini memungkinkan port protokol digunakan untuk beberapa koneksi secara bersamaan (multiplexing)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam prosesi pengiriman, TCP pengirim meminta koneksi kepada TCP penerima dengan menggunakan nomor socket yang unik. Proses ini dapat dilihat pada gambar berikut. Misalnya jika&amp;nbsp; TCP pengirim menginginkan sebuah koneksi session telnet dari nomor port 350, maka nomor socket akan terdiri atas alamat IP mesin source dengan nomor port (350), dalam message yang dikirim terdapat informasi nomor port tujuan 23 (nomor port aplikasi Telnet). Mesin penerima TCP memiliki nomor source port 23 (Telnet) dan port destination 350 (nomor port mesin pengirim).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption alignnone&quot; id=&quot;attachment_391&quot; style=&quot;width: 446px;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pengaturan sirkuit virtual dengan nomor socket&quot; class=&quot;size-full wp-image-391&quot; height=&quot;153&quot; src=&quot;http://ecgalery.cz.cc/wp-content/uploads/2010/07/pengaturan-circuit-virtual.jpg&quot; title=&quot;pengaturan-circuit-virtual&quot; width=&quot;436&quot; /&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;&lt;i&gt;Pengaturan sirkuit virtual dengan nomor socket&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Mesin pengirim dan penerima akan membuat tabel port yang berisi informasi semua nomor port yang aktif. Kedua mesin ini akan saling bertukar entri tabel yang dimilikinya pada setiap session. Ini disebut dengan &lt;em&gt;binding&lt;/em&gt; dan diilustrasikan pada gambar berikut. Nomor mesin source dan destination akan saling ditukarkan untuk setiap koneksi sesuai tabel port.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption alignnone&quot; id=&quot;attachment_392&quot; style=&quot;width: 490px;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Binding entry pada tabel port&quot; class=&quot;size-full wp-image-392&quot; height=&quot;183&quot; src=&quot;http://ecgalery.cz.cc/wp-content/uploads/2010/07/binding-entry-tabel-port.jpg&quot; title=&quot;binding-entry-tabel-port&quot; width=&quot;480&quot; /&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;&lt;i&gt;Binding entry pada tabel port&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Jika mesin pengirim meminta lebih dari satu koneksi, maka nomor port sumber harus beda, meskipun nomor port destination mungkin sama. Misalnya, jika mesin pengirim mencoba untuk membuat tiga koneksi telnet secara simultan, maka nomor port mesin sumber misalnya akan menjadi 350, 351, dan 352, dan nomor port destination semuanya menggunakan nomor port 23.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimungkinkan juga untuk lebih dari satu mesin menggunakan nomor socket tujuan yang sama – proses ini disebut dengan multiplexing –. Pada gambar berikut terdapat tiga mesin yang menggunakan session telnet dengan satu destination. Ketiganya menggunakan nomor port destination 23 yang dimultiplex. Karena datagram datang dari port yang memiliki informasi socket yang lengkap (dengan alamat IP), maka destination tidak akan salah dalam mengenali asal datagram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption alignnone&quot; id=&quot;attachment_394&quot; style=&quot;width: 527px;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Multiplexing satu port destination&quot; class=&quot;size-full wp-image-394&quot; height=&quot;210&quot; src=&quot;http://ecgalery.cz.cc/wp-content/uploads/2010/07/multiplexing-satu-port-destination.jpg&quot; title=&quot;multiplexing-satu-port-destination&quot; width=&quot;517&quot; /&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;&lt;i&gt;Multiplexing satu port destination&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Port Aktif dan Pasif&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Ada dua metode penetapan sebuah koneksi: aktif dan pasif. Penetapan koneksi aktif terjadi ketika TCP mengeluarkan sebuah permintaan untuk sebuah koneksi berdasarkan instruksi dari sebuah ULP yang menyediakan nomor socket. Pendekatan pasif terjadi ketika ULP memerintahkan TCP untuk menunggu permintaan koneksi yang datang dari sebuah remote system (biasanya dari sebuah instruksi active open). Ketika TCP menerima permintaan, maka TCP akan menentukan sebuah nomor port.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2010/10/port-dan-socket.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-6339886157453962885</guid><pubDate>Wed, 13 Oct 2010 14:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-12T23:25:53.944+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Kuliah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TCP/IP</category><title>Transmission Control Protokol (TCP)</title><description>&lt;div class=&quot;post-bodycopy clearfix&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Secara teoritis, sebuah protokol trasport layer merupakan sebuah rutin sederhana software, meskipun tidak sesederhana itu. Alasan penggunaan lapisan transport yang kompleks ini merupakan jawaban dari rendahnya reliabilitas IP, dimana IP tidak mampu memberikan jaminan sampainya datagram ke tujuan untuk jenis koneksi &lt;i&gt;connectionless&lt;/i&gt;. IP bertugas menentukan routing sebuah datagram, tetapi jika terjadi masalah pada datagram tersebut maka IP akan menolaknya tanpa alasan (dengan membangkitkan pesan kesalahan ICMP ke pengirim).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebanyakan user beranggapan bahwa TCP dan IP merupakan protokol yang digunakan berpasangan, akan tetapi TCP dapat digunakan dengan protokol lain tanpa IP. misalnya, TCP atau bagiannya digunakan pada File Trasfer Protocol (FTP) dan Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), keduanya tidak menggunakan IP.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Transmission Control Protocol menyediakan sejumlah layanan ke lapisan IP dan upper layer. Hal terpenting TCP menyediakan layanan protokol &lt;i&gt;connection-oriented&lt;/i&gt; kepada &lt;i&gt;upper layer &lt;/i&gt;yang memberikan jaminan datagram yang dikirm sebuah aplikasi ke jaringan sampai ke tujuan. Dalam hal ini, TCP bertindak sebagai &lt;i&gt;message-validation protocol&lt;/i&gt; yang menyediakan layanan komunkasi yang handal. Jika datagram hilang atau rusak, TCP biasanya menangani retransmisi, bukan aplikasi pada upper layer.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;TCP mengatur aliran datagram dari lapisan di atasnya (lapisan aplikasi) hingga lapisan IP, sebagaimana datagram yang datang dari lapisan IP hingga ke protokol yang lebih tinggi. TCP terletak pada lapisan transport, posisinya di atas lapisan IP dan dibawah lapisan aplikasi, seperti pada gambar berikut ini TCP berada pada lapisan dimana datagram diproses sekaligus untuk memastikan apakah datagram telah dikirim dari sumber ke mesin target. TCP tidak bekerja untuk menentukan rute datagram, sehingga tidak pernah ada lapisan TCP pada gateway.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption alignnone&quot; id=&quot;attachment_388&quot; style=&quot;width: 571px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2ib0ZTa-CjaRAizu8GalOMBDufP3AAmuPjeg1vpgteVr7Uvwcz8y376vDpuAd_qBXgloPKS-cbjnA3fEgJA7yifpYwyBOTw4XBHRWjh8cut1189cb02ieAjk26YWGQklIu5OLA9lPa1E/s1600/0601-komunikasi-end-to-end-tcp.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2ib0ZTa-CjaRAizu8GalOMBDufP3AAmuPjeg1vpgteVr7Uvwcz8y376vDpuAd_qBXgloPKS-cbjnA3fEgJA7yifpYwyBOTw4XBHRWjh8cut1189cb02ieAjk26YWGQklIu5OLA9lPa1E/s1600/0601-komunikasi-end-to-end-tcp.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Komunikasi End-to-End TCP&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena TCP merupakan protokol &lt;i&gt;connection-oriented&lt;/i&gt; yang bertanggung jawab untuk memastikan transfer datagram dari sumber ke tujuan (&lt;i&gt;end-to-end communication&lt;/i&gt;), TCP harus menerima pesan komunikasi dari tujuan untuk memberitahu penerima datagram. Istilah &lt;i&gt;virtual circuit&lt;/i&gt; biasanya digunakan untuk menunjukkan komunikasi antara dua mesin, dimana acknowledgement ini berisi pesan konfirmasi penerimaan, atau kode kesalahan beserta nomor urut datagram (&lt;i&gt;sequence number&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk mengilustrasikan aturan TCP berikut diberikan contoh; sebuah software TCP menerima stream byte dan merangkainya menjadi segmen TCP atau paket. Pada proses merangkai segmen, informasi header ditambahkan pada bagian depan data. Setiap segmen memiliki sebuah checksum yang telah dihitung yang menyatu dengan header. Panjang segmen biasanya ditentukan oleh TCP atau oleh sebuah value sistem yang ditetapkan oleh administrator (panjang segmen TCP tidak ada hubungannya dengan panjang datagram IP, meski kadang terdapat hubungan diantara keduanya).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika dibutuhkan komunikasi dua arah (misalnya telnet atau FTP),&amp;nbsp; maka sebuah koneksi (&lt;i&gt;virtual connection&lt;/i&gt;) antara mesin pengirim dan penerima akan dibuat untuk melewatkan segmen TCP ke IP untuk routing. Proses ini dimulai dengan software TCP pengirim mengirimkan sebuah request (permintaan) untuk sebuah koneksi TCP kepada mesin penerima. Dalam message terdapat sebuah nomor unik (disebut nomor socket) yang akan mengidentifikasi koneksi mesin pengirim. Software TCP penerima juga akan membuat nomor socket yang unik dan mengirimnya kembali ke mesin pengirim, kedua nomor unik ini akan membentuk koneksi pada kedua mesin hingga virtual circuit diakhiri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah &lt;i&gt;virtual circuit (VC) &lt;/i&gt;ditetapkan, TCP akan mengirim segmen ke IP, yang kemudian akan mengelurkan message ke network sebagai sebuah datagram. IP dapat melakukan perubahan terhadap segmen dengan melakukan segmentasi dan reassembly di mesin tujuan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika message lebih panjang dari TCP (bukan datagram IP), mesin penerima TCP akan merangkai pesan berdasarkan nomor urut yang terdapat pada setiap header segmen. Jika sebuah segmen hilang atau rusak (dapat diperiksa melalui checksum), maka TCP akan mengirimkan sebuah pesan nomor urut segmen yang mengalami kegagalan, sehingga software TCP pengirim akan mengirim kembali segmen yang rusak.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika hanya ada satu segmen yang digunakan untuk sebuah message setelah membandingkan checksum segmen dengan sebuah nilai baru, maka software TCP penerima dapat membangkitkan sebuah &lt;i&gt;acknowledgement&lt;/i&gt; (ACK) positif atau permintaan untuk mengirim kembali dan mengembalikan permintaan ke lapisan pengirim.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2010/10/transmission-control-protokol-tcp.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2ib0ZTa-CjaRAizu8GalOMBDufP3AAmuPjeg1vpgteVr7Uvwcz8y376vDpuAd_qBXgloPKS-cbjnA3fEgJA7yifpYwyBOTw4XBHRWjh8cut1189cb02ieAjk26YWGQklIu5OLA9lPa1E/s72-c/0601-komunikasi-end-to-end-tcp.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8003912413732060659.post-9157545311726059604</guid><pubDate>Wed, 13 Oct 2010 14:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-13T21:45:47.483+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">IGMP</category><title>Internet Group Message Protocol (IGMP)</title><description>&lt;strong&gt;Multicast&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ing&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa proses kadang kala perlu mengirim pesan kepada sejumlah tujuan secara bersamaan. Ini yang disebut &lt;em&gt;multicasting&lt;/em&gt;. Aplikasi pada &lt;em&gt;multicast&lt;/em&gt;ing ini misalnya pembatalan rencana perjalanan, informasi saham yang selalu berganti, belajar jarak jauh dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Alamat &lt;em&gt;Multicast &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Seperti pada pembahasan-pembahasa terdahulu, alamat IP untuk keperluan &lt;em&gt;multicast &lt;/em&gt;berada di kelas D. Dan alamat &lt;em&gt;multicast &lt;/em&gt;dapat digunakan hanya sebagai alamat tujuan saja. Banyak kalangan yang menyebut alamat &lt;em&gt;multicast &lt;/em&gt;sebagai &lt;em&gt;groupid&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;
IGMP didisain untuk membantu router mengidentifikasi host-host yang berada dalam LAN yang merupakan anggota kelompok &lt;em&gt;multicast&lt;/em&gt;. IGMP juga merupakan protokol yang mendukung ikut bersama protokol IP serta sama-sama berada di lapisan network/&lt;em&gt;network layer&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Jenis Message/Pesan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Internet Group Message Protocol (IGMP) hanya mempunyai 2 jenis pesan yakni &lt;em&gt;report &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;query&lt;/em&gt;. Di mana pesan &lt;em&gt;report &lt;/em&gt;dikirim dari host ke router sedangkan pesan &lt;em&gt;query &lt;/em&gt;dikirim dari router ke host. Lihat Gambar berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjZtBDxnQZTJRo6E730kvcFO59P0RgOYVLK_pcJJdSV4DMiyIPS2p45yY6vOWq5EKEazbr5pv9ptkvc6IOyXMtL_-xL3MzNX__kbJUOrNIT88b95y44CMjVbPk1E3J5CZrSZ7auIrCWBw/s1600/4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;97&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjZtBDxnQZTJRo6E730kvcFO59P0RgOYVLK_pcJJdSV4DMiyIPS2p45yY6vOWq5EKEazbr5pv9ptkvc6IOyXMtL_-xL3MzNX__kbJUOrNIT88b95y44CMjVbPk1E3J5CZrSZ7auIrCWBw/s400/4.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ecgalery.blogspot.com/2010/10/internet-group-message-protocol-igmp.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjZtBDxnQZTJRo6E730kvcFO59P0RgOYVLK_pcJJdSV4DMiyIPS2p45yY6vOWq5EKEazbr5pv9ptkvc6IOyXMtL_-xL3MzNX__kbJUOrNIT88b95y44CMjVbPk1E3J5CZrSZ7auIrCWBw/s72-c/4.jpg" height="72" width="72"/></item></channel></rss>