<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Utama Mandiri Sejahtera</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 17:35:14 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">206</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Rahmat Islam Nusantara - Mahrajan Wali-wali Jawi</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2015/12/rahmat-islam-nusantara-mahrajan-wali.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 22 Dec 2015 07:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-2512707359828310100</guid><description>&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="270" src="https://www.youtube.com/embed/XTT6x-stBC4" width="480"&gt;&lt;/iframe&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://img.youtube.com/vi/XTT6x-stBC4/default.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Suka Duka itu Kehidupan Bahagia Sejati</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2015/12/suka-duka-itu-kehidupan-bahagia-sejati.html</link><category>Bahagia sejati</category><category>Bismillah</category><category>gurun pasir</category><category>roda kehidupan</category><category>sekarang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 6 Dec 2015 19:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-3075590668928220399</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bismillahi ... Utamakan dalam roda kehidupan bahagia yang selalu bersama-sama tiada terpisahkan dengan keadaan sekarang ini. Intrik-intrik kehidupan yang sudah pasti merupakan sandiwara, yang diskenariokan oleh sutradara yang tiada tandingnya, yaitu Sang Tunggal Perencana.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jayalah kebaikan-kebaikan itu, disebabkan kebahagiaan berdasarkan adanya kebaikan dalam segala unsurnya. Elemen-elemen yang menyatu dalam membentuk satu kesatuan yang saling mengisi dan menguatkan berlandaskan niatan untuk bermanfaat bagi diri sendiri serta lingkungan yang lebih luas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWHpUq7QOXI08hqVIXp-QyApMIrXaDwc37oda2_DjtoG7j7b8VD_jMvhVy8Hv7QE0Q3Q7VSwnE3pb56dBRp7VMx6t93sT2yIEEKYUKGBAadDa1yRloHMdRMk8Gf0bmB2OotdHcoKHNVG8/s1600/Aa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWHpUq7QOXI08hqVIXp-QyApMIrXaDwc37oda2_DjtoG7j7b8VD_jMvhVy8Hv7QE0Q3Q7VSwnE3pb56dBRp7VMx6t93sT2yIEEKYUKGBAadDa1yRloHMdRMk8Gf0bmB2OotdHcoKHNVG8/s320/Aa.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cinta itu pengejawantahan kasih sayang yang juga perwujudan rasa bahagia. Rasa yang abstrak bagi yang belum memahami itu sesungguhnya terukur oleh para pelaku yang telah mendapatkan rasa itu sendir dari Sang Perasa yang penuh kasih sayang tiada batas. Sayangilah itu kalimat positif penguat kebahagiaan sejati.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di gurun pasir pun kehidupan bahagia dapat diciptakan dengan penyadaran yang tinggi akan arti kasih sayang nyata itu sendiri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWHpUq7QOXI08hqVIXp-QyApMIrXaDwc37oda2_DjtoG7j7b8VD_jMvhVy8Hv7QE0Q3Q7VSwnE3pb56dBRp7VMx6t93sT2yIEEKYUKGBAadDa1yRloHMdRMk8Gf0bmB2OotdHcoKHNVG8/s72-c/Aa.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Manfaat dan Bahaya Past Life Regression</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/12/manfaat-dan-bahaya-past-life-regression.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 13 Dec 2014 05:52:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-5483407714534978927</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/manfaat-dan-bahaya-past-life-regression-04-01-2014.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/20.jpg' alt='Manfaat dan Bahaya Past Life Regression Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;If the only tool you have is a hammer,
you will treat every problem as a nail&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pembaca, dalam artikel sebelumnya saya pernah mengulas mengenai Past Life Regression (PLR) atau Regresi Kehidupan Lampau. Saya kembali menulis mengenai PLR karena baru-baru ini saya mendapat telepon dari seorang kawan yang tinggal di ujung timur Indonesia, Papua. Kawan ini, sebut saja, Rini, bercerita bahwa ia baru menjalani terapi dengan seorang hipnoterapis terkenal di Jakarta dan telah mengalami PLR.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sampai di sini saya masih tetap asyik mendengarkan kisahnya. Namun, yang membuat saya terhenyak adalah saat ia berkata, “Pak, sekarang saya tahu dulunya saya ini siapa. Waktu saya diregresi ke kehidupan lampau ternyata saya adalah Nyi Roro Kidul, penguasa pantai laut selatan.”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Wah&amp;#8230; saya kaget sekali. Ditambah lagi ia berkata bahwa ia sekarang juga tahu siap &lt;em&gt;soulmate&lt;/em&gt;-nya. Ternyata &lt;em&gt;soulmate&lt;/em&gt;-nya adalah seorang pria, profesinya sebagai guru, yang berusia jauh lebih tua darinya. Dan guru ini sudah menikah. Hati Rini hancur sekali karena tidak bisa merajut kembali &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/manfaat-dan-bahaya-past-life-regression-04-01-2014.htm'&gt;Manfaat dan Bahaya Past Life Regression Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Doa Tanpa Arti</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/12/doa-tanpa-arti.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 13 Dec 2014 05:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-7985519132637776714</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/doa-tanpa-arti.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/15.jpg' alt='Doa Tanpa Arti Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Pada suatu malam yang sangat dingin, seorang pemuda duduk di dekat perapian dirumahnya untuk menghangatkan badan. Saat pandangannya menatap jendela rumahnya, dilihatnya seorang kakek sedang berjalan ditengah salju yang putih.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sang Pemuda kemudian berpikir, ?Ah Malangnya kakek itu, dia harus berjalan ditengah badai salju seperti ini. Baiklah aku akan mendoakan dia saja agar dapat tempat berteduh.? Pemuda itu lalu berdoa kepada Tuhan : ?Tuhan bantulah agar orang tua di depan rumahku ini mendapatkan tempat untuk berteduh. Kasihan Tuhan dia kedinginan.?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketika si pemuda mengakhiri doanya dilihatnya sang kakek berjalan mendekati rumahnya dan diapun sempat mendengar suara rintihan sang kakek yang kedinginan ketika sang kakek bersandar di dekat jendela rumahnya. Mendengar itu sang pemuda berdoa lagi kepada Tuhan. ? Tuhan lihatlah sang kakek di luar rumah itu. Kasihan sekali dia Tuhan, biarlah engkau membantunya agar dia tidak kedinginan lagi.bantulah agar dia mendapatkan tempat berteduh yang hangat.? Setelah itu si pemuda pun tidur lelap.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keesokan harinya si pemuda terbangun karena suara gaduh masyarakat sekitarnya. Dia pun keluar rumah dan menemukan sang kakek telah meninggal bersandar di dekat jendela rumahnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Si pemuda kemudian berdoa lagi kepada Tuhan. ?Tuhan mengapa engkau membi &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/doa-tanpa-arti.htm'&gt;Doa Tanpa Arti Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Demi Hari yang Menanti di Ujung Harapan</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/12/demi-hari-yang-menanti-di-ujung-harapan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 11 Dec 2014 22:22:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-97040857884796336</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/demi-hari-yang-menanti-di-ujung-harapan.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/9.jpg' alt='Demi Hari yang Menanti di Ujung Harapan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Pagi itu, ketika udara terasa basah oleh embun pagi, aku memulai rutinitas mingguanku menjelajahi kota. Dengan berbekal sepatu sport, aku pun melesat menyusuri jalan setapak sekitar rumahku. Belum 100 meter aku berlari, lagi-lagi hal yang sama seperti minggu lalu kembali terulang. Aku melihat seorang gadis muda sedang menyusuri gang sempit yang ada di pertigaan jalan besar. Hal itu menjadi hal yang aneh mengingat gang sempit yang ia masuki adalah gang buntu yang tidak ada apa-apa di dalamnya. Sangat aneh pikirku, tetapi aku berusaha tidak peduli dan melanjutkan langkah kakiku.&lt;br /&gt;
Sudah 3 minggu sejak hari itu, dan sudah 3 kali pula aku mendapatinya masuk ke dalam gang buntu yang sama. Rasa penasaran sudah tak mampu lagi ku tahan. Dengan sedikit keberanian, aku mengikutinya. Ketika memasuki mulut gang, aku sempat terganggu dengan jalannya yang basah dan bau sampah.&lt;br /&gt;
“Hei, tunggu….”. kataku.&lt;br /&gt;
Gadis itu mengacuhkanku dan terus menyusuri gang. Setelah aku mengikutinya sampai ujung gang, aku kembali menegurnya. Tampak dia sedikit terkejut ketika melihat wajah asingku. Aku pun mencoba mencairkan suasana.&lt;br /&gt;
‘Hey, kamu lagi ngapain ?” ucapku basa-basi.&lt;br /&gt;
Dengan wajah tanpa ekspresi, dia pun mengabaikanku dan meletakk &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/demi-hari-yang-menanti-di-ujung-harapan.htm'&gt;Demi Hari yang Menanti di Ujung Harapan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Nasib Seekor Burung</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/12/nasib-seekor-burung.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 11 Dec 2014 15:47:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-4972440729551465658</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/nasib-seekor-burung.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/20.jpg' alt='Nasib Seekor Burung Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Sambil menggenggam seekor burung kecil dalam kepakan tangannya, seorang anak datang menghadap seorang kakek. Kakek ini amat terkenal tidak hanya di daerahnya, tetapi bahkan pula di seluruh pelosok negri. Ia tidak hanya dikenal sebagai seorang yang baik dan cerdas, namun lebih dari itu ia dipandang sebagai seorang yang amat bijaksana. Setiap kali berhadapan dengan persoalan yang paling rumit sekalipun, ia pasti akan mampu keluar dengan ide-ide yang cemerlang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Anak kecil itu berdiri di hadapan kakek tua dan secara saksama memperhatikannya. Dalam hatinya ia berpikir bahwa saat ini akan berakhirlah reputasi bapak tua itu sebagai seorang bijak, karena ia amat yakin bahwa si kakek itu tak akan mampu memberikan jawaban yang memuaskan. Setelah cukup lama memperhatikan kakek itu, dan sambil mengangkat tangannya yang tergenggam, anak itu mengajukan sebuah pertanyaan;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;?Kakek yang bijaksana; katakanlah kepadaku, apakah burung kecil yang ada dalam genggaman tanganku ini masih hidup atau telah mati?? Anak itu berpikir, kalau dijawab sudah mati, maka ia akan melepaskan burung yang masih hidup dalam genggaman tangannya itu terbang. Sebaliknya, bila dijawab masih hidup maka ia akan meremuk keras burung tersebut hingga mati. Dengan itu pak tua tersebut akan kehilangan nama baiknya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Anak itu semakin tidak s &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/nasib-seekor-burung.htm'&gt;Nasib Seekor Burung Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>LOGIKA DAN KEBAHAGIAAN</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/12/logika-dan-kebahagiaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 10 Dec 2014 12:07:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-7542378756348862297</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/logika-dan-kebahagiaan.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/23.jpg' alt='LOGIKA DAN KEBAHAGIAAN Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Sambil bercengkerama di atas rumput di lapangan di depan mesjid, beberapa orang jamaah memperhatikan layang-layang yang berwarna-warni terbang ke angkasa berlatar belakang langit biru lazuardi. Dari jauh terlihat Mat Kacong mendekati mereka. Mereka menyambut Mat Kacong dengan gembira.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah semua duduk beralaskan rumput hijau, mereka berbicara tentang perbaikan taman di depan mesjid Agung yang besar itu. Mat Kacong hanya mendengarkan percakapan mereka, maklumlah, ia hanya jamaah tamu yang beberapa minggu sekali datang berjamaah di mesjid itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah bahan pembicaraan mereka habis, tiba-tiba seorang anak muda mengalihkan perhatian kepada rumput yang ada di lapangan itu, katanya, “Rumput-rumput di lapangan ini sejak dulu hanya begini-begini saja.”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Maksudmu?” tanya seseorang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Tampaknya selalu biasa-biasa saja, tidak memperlihatkan sesuatu yang baru.”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Huh, kamu ini sering membicarakan hal-hal yang kurang ada artinya,” sergah yang lain lagi. “Masak soal rumput masih sempat menarik perhatian d &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/logika-dan-kebahagiaan.htm'&gt;LOGIKA DAN KEBAHAGIAAN Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Emak, Gue Jadi Artis!</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/12/emak-gue-jadi-artis.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 3 Dec 2014 13:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-7436801123577602671</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/emak-gue-jadi-artis.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/20.jpg' alt='Emak, Gue Jadi Artis! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;“Mak, liat deh tuh!” kataku seraya menunjukkan jari ke arah televisi.&lt;br /&gt;
“Apaan sih?” timpal Emak yang penasaran.&lt;br /&gt;
“Itu loh mak acara di tipi. Noh, emak liat kan? Duh mak, hati gue serasa diiris-iris liat begituan. Untungnya kita nggak separah dan bersyukurnya lebih beruntung di banding mereka-mereka ye mak.” Cerocos gue dengan hati miris sembari mantengin layar televisi yang lagi nayangin acara orang pinggiran.&lt;br /&gt;
“Oh, emak sih udah biasa liat kek gituan. Namanya juga Indonesia Yan, ada semacam kejengkingan ekonomi gitu, yang kismin yah kelewat kismin, lah yang kaya, hartanye udah kaya tai ayam dah, berceceran dimana-mana. Ckck.” Tanggap emak sok udah kaya pejabat gedongan yang gede omong.&lt;br /&gt;
“Mak, sebenernye kita ini kegolong apaan si? Kismin apa Kaya?”&lt;br /&gt;
“Pikir aja sendiri deh lu! Udah mau jadi sarjana masa tanya begonoan. sia-sia deh uang emak buat nyekolahin elu selama ini.” Cibir emak dengan gaya tengil yang bikin gue empet plus pengen ngerampok uang di dompet nya yang selalu dikempit diketiaknya kemanapun emak pergi.&lt;br /&gt;
“Mak, emak cari duit susah kaga?” tanya gue lagi. Ya seperti sebelum-sebelumnya, pertanyaan yang gue lontarin pasti konyol semua. Udah gitu, nggak berbobot lagi.&lt;br /&gt;
“What? Elu kalo tanya e &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/emak-gue-jadi-artis.htm'&gt;Emak, Gue Jadi Artis! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Gandum dan Ilalang</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/11/gandum-dan-ilalang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 30 Nov 2014 00:07:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-5552516819847934153</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/gandum-dan-ilalang.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/19.jpg' alt='Gandum dan Ilalang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Gandum dan Ilalang adalah dua tanaman yang sangat mirip, tetapi sebenar-nya sangat berbeda. Gandum adalah makanan pokok yang sangat berguna bagi manusia, sedangkan lalang sama sekali tidak berguna. Bahkan lalang lebih banyak menyerap sari makanan dari tanah, sehingga mengganggu pertumbuhan gandum. Sayangnya lalang dan gandum baru dapat dibedakan ketika bulir-bulir-nya ke-luar. Dan, lalang yang dicabut sebelum waktunya bisa membuat gandum turut tercabut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Satu-satunya cara memisahkan Ilalang dan Gandum adalah dengan menunggunya sampai saat menuai tiba. Seumpama lalang dan gandum, begitulah orang jahat tetap dibiarkan hidup di dunia ini bersama orang baik, meski mereka membawa penderitaan bagi orang-orang baik. Alam ini akan memperlakukan sama pada seluruh ciptaan-Nya, baik yang berbuat jahat atau yang berbuat baik. Dia masih memberi kesempatan kepada yang jahat supaya bertobat dan bisa memperoleh Kesadaran, juga memberi kesempatan kepada yang baik untuk terus bertumbuh dan Berguna .&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Justru dengan adanya ?Ilalang?, maka ?Gandum? ditantang untuk bisa tumbuh makin kuat, &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/gandum-dan-ilalang.htm'&gt;Gandum dan Ilalang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mbah Min</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/11/mbah-min.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 29 Nov 2014 19:22:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-2851503337070172610</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/mbah-min.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/9.jpg' alt='Mbah Min Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Kami biasa memanggilnya Mbah Min, dia tinggal di sebelah rumahku yang berbatasan dengan sungai kecil. Dia tinggal sendirian di rumah yang berdindingkan bilik dan beratapkan rumbia. Sampai sekarang saya sendiri tidak tahu asal usul keluarganya dan tidak berani menanyakannya karena khawatir akan menyinggung hatinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi bagi keluarga saya, Mbah Min sudah dianggap seperti keluarga sendiri karena mau membantu menjaga pemakaman keluarga besarku tanpa mengharapkan bayaran sedikit pun. Pekerjaan rutinnya membersihkan rumput di areal pemakaman pada pagi hari, dan rumput-rumput itu dikumpulkan untuk dijual ke peternak sapi di kampungku.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi saya sendiri ada keasyikan tersendiri bila bermain ke rumahnya dan tidak peduli dengan omongan tetangga yang menganggap Mbak Min itu, orang tidak waras karena terkadang berbicara sendiri dengan pohon.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saat dirinya berbicara dengan pohon itu seolah-olah sedang berhadapan dengan kekasih tercintanya dan terkadang mengelus-ngelusnya. Terkadang dia juga menangis tersedu-sedu saat ada pohon yang ditebang oleh warga, seperti dia tidak mau kehilangan kekasih tercintanya itu.&lt;br /&gt;
Bahkan ada juga omongan tetangga y &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/mbah-min.htm'&gt;Mbah Min Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Daddy O Daddy</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/11/daddy-o-daddy.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 28 Nov 2014 11:31:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-6229893280359175646</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/daddy-o-daddy.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/14.jpg' alt='Daddy O Daddy Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Inilah rumahku, rumah yang penuh &amp;#8220;kejutan&amp;#8221;. Kejutan? yah, &amp;#8220;Kejutan&amp;#8221;. Di rumah ini aku tinggal bersama Daddy dan Mom-ku¬, ada juga beberapa penjahat kecil yang mengaku dirinya sudah dewasa yang semakin memperbanyak &amp;#8220;kejutan&amp;#8221; di rumah ini. Itu kakak-ku Marshela dan Argha, mereka itu &amp;#8220;kompak&amp;#8221; dalam segala hal. Mom dan Dad itu couple yang sangat perfect di mataku. Mom adalah seorang dosen sastra Inggris di salah satu Universitas di kota-ku, sedangkan Dad adalah seorang diplomat kepercayaan seorang duta besar. Marshela dan Argha itu “kompak” mereka adalah mahasiswa jurusan ekonomi yang mempunyai umur tidak jauh beda, hanya satu tahun. Dan aku? aku adalah anak SMA yang baru mengenyam dunia keremajaan yang benar-benar baru untukku, jauh dari yang namanya mainan dan teman-teman bermain. Jauh dari taman bermain dan alat masak-masakan, berlebihan memang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di garda terdepan rumahku tiada lain tiada bukan adalah kamar Mom dan Dad. Jadi setiap manusia yang masuk ataupun keluar dari ruma &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/daddy-o-daddy.htm'&gt;Daddy O Daddy Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Festival Musik dan idola</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/11/festival-musik-dan-idola.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 27 Nov 2014 07:11:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-5349815838430107179</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/festival-musik-dan-idola.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/25.jpg' alt='Festival Musik dan idola Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Sebentar lagi festival sekolah tahunan kami akan diadakan, Anggota OSIS sudah sibuk sendiri untuk menyiapkan segalanya, termasuk aku sendiri, Aku sibuk berlatih bermain gitar karena udah dua tahun ini aku kalah terus di lomba gitar festival kami, Sementara juara tahun lalu Beno adalah saingan beratku. Beno adalah seorang pemain gitar yang handal walaupun skill nya gak begitu lihai, tetapi di sekolah kami skill standar pun udah ada nilai nya. Aku sendiri adalah seorang pemain gitar juga walaupun kemampuan ku gak sebaik Beno tapi tahun ini aku sendiri harus juara&amp;#8221; &amp;#8220;TEEEETTTT&amp;#8221; bel tanda masuk istirahat sudah dibunyikan aku pun langsung masuk ke kelas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kelas ku ini adalah salah satu kelas yang paling ribut di sekolah kami, Udah terbukti wali kelas kami berganti-ganti tiap bulan, Kebetulan guru matematika gak masuk jadi kelas pun gaduh lagi, Tiba-tiba seseorang menepuk bahuku dari belakang ketika aku menoleh &amp;#8220;Ehh, elo ben ada apa.?&amp;#8221; Aku berusaha seramah mungkin dengan musuh beratku ini. &amp;#8220;Nggak jim, Gua cuma mau nyapa lo aja, Gimana udah latihan gitar lo.? Beno menayakan latihan gitar padaku, &amp;#8220;Udah nih, Ben gua udah latihan semaksimal mungkin,&amp;#8221; Aku jawab seadanya aja karena males juga panjang-pan &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/festival-musik-dan-idola.htm'&gt;Festival Musik dan idola Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>4 Ekor Binatang</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/11/4-ekor-binatang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 24 Nov 2014 09:18:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-2129278793606761571</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/4-ekor-binatang.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/16.jpg' alt='4 Ekor Binatang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Dalam sebuah kapal ada 4 ekor hewan yang menemani seorang nahkoda. Hewan itu ialah ayam, gajah, harimau dan tikus. Suatu hari keempat hewan itu berkumpul dan menceritakan kehebatan masing-masing.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kata Ayam : "Aku selalu memberi telur kepada nahkoda kita. Berkat aku, dia dapat makan enak dan bergizi."&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Gajahpun tak mau kalah "Aku kuat, aku selalu membantu nahkoda kita untuk mengangkat barang-barang berat."&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Harimau menimbrung "Kalau aku terkenal sakti dan selalu dapat memenangkan setiap pertempuran, aku selalu melindungi nahkoda kita dari serangan bajak laut dan orang-orang jahat".&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hanya tikus yang terdiam. Ketiga hewan lainnya memandang dia katanya : "Tikus apa fungsimu di sini, hanya engkau yang tak mempunyai fungsi di sini.hahahaha". Mereka mengejek tikus itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Suatu hari kapal itu terantuk pada tonjolan karang dan bocor. Keempat hewan itu dan nahkodanya panik. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka lakukan karena lokasi kebocoran berada di tempat tersembunyi sehingga tidk bisa ditemukan. Tikus berpikir sejenak kemudian berkata : "Teman-teman mungkin inilah saatnya aku dapat berguna bagi kalian." Lalu tikus i &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/4-ekor-binatang.htm'&gt;4 Ekor Binatang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kho Ping Hoo - BKS#09 - Kisah Sepasang Rajawali
</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/11/kho-ping-hoo-bks09-kisah-sepasang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 22 Nov 2014 22:07:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-8026340650704894269</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/kho-ping-hoo-bks09-kisah-sepasang-rajawali.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/12.jpg' alt='Kho Ping Hoo - BKS#09 - Kisah Sepasang Rajawali
 Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;Kisah Sepasang Rajawali&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Seri : Bu Kek Siansu #09&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo&lt;br&gt;&lt;br&gt;

"Haaiiiii.... hiiyooooo.... huiiiiii....!"&lt;br&gt;&lt;br&gt;

"Eh, Bu-te (adik Bu), jangan main-main! Angin bertiup begini kencang, lekas duduk dan membantu aku. Gulung layar itu, kita bisa celaka kalau angin sebesar ini dan layar tetap berkembang!"&lt;br&gt;&lt;br&gt;

"Yahuuuuu....! Wah, dengar, Lee-ko (kakak Lee), suara terbawa angin tentu terdengar sampai jauh. Hiyooooohhhhh....!"&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Mereka adalah dua orang anak laki-laki yang menjelang dewasa, berusia empat belas tahun, berwajah tampan dan bertubuh tegap kuat. Mereka ini kakak-beradik yang mempunyai ciri wajah berbeda sungguhpun sukar dikatakan siapa di antara mereka yang lebih tampan. Yang disebut Lee-ko adalah Suma Kian Lee, sedangkan adiknya itu adalah Suma Kian Bu, dan kedua orang anak laki-laki ini bukan anak-anak nelayan biasa yang bermain-main dengan perahu mereka, melainkan putera-putera Pendekar Super Sakti Suma Han atau yang lebih terkenal dengan julukan Pendekar Super Sakti atau Pendekar Siluman, Majikan Pulau Es!&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Pendekar Super Sakti yang mengasingkan diri dari dunia ramai &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/dwisu345/kho-ping-hoo-bks09-kisah-sepasang-rajawali.htm'&gt;Kho Ping Hoo - BKS#09 - Kisah Sepasang Rajawali
 Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jembatan</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/11/jembatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 22 Nov 2014 10:58:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-2928179279634312628</guid><description>&lt;a href="http://www.nomor1.com/dwisu345/jembatan.htm"&gt;&lt;img src="http://www.nomor1.com/img/cover/9.jpg" alt="Jembatan - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1" align="left" hspace="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka jatuh ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah pertama kalinya mereka bertengkar sedemikian hebat. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan, saling meminjamkan peralatan pertanian, dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan. Namun kerjasama yang akrab itu kini retak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Suatu pagi, seseorang mengetuk rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu. "Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan," kata pria itu dengan ramah. "Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan." "Oh ya!" jawab sang kakak. "Saya punya sebuah pekerjaan untukmu. Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana. Itu adalah rumah tetanggaku, ...ah sebetulnya ia adalah adikku.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan buldozer lalu mengalirkan airnya ke tengah padang rumput itu sehingga m &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.nomor1.com/dwisu345/jembatan.htm"&gt;Jembatan - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Write and Grow Rich</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/11/write-and-grow-rich.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 22 Nov 2014 02:27:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-6800255227761420156</guid><description></description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Malaikat Berseragam</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/11/malaikat-berseragam.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 21 Nov 2014 06:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-90255908326505713</guid><description>&lt;a href="http://www.nomor1.com/dwisu345/malaikat-berseragam.htm"&gt;&lt;img src="http://www.nomor1.com/img/cover/20.jpg" alt="Malaikat Berseragam - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1" align="left" hspace="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Ini adalah kisah keluarga yang diceritakan ayahku tentang ibunya, yakni nenekku.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada tahun 1949, ayahku baru pulang dari perang. Di setiap jalan raya Amerika, terlihat tentara berseragam meminta tumpangan pulang ke keluarganya, seperti kebiasaan di Amerika saat itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sedihnya, kegembiraan reuni bersama keluarganya kemudian dinaungi kegelapan. Nenekku sakit parah dan harus masuk rumah sakit. Ginjalnya sakit, dan para dokter memberitahu ayahku bahwa nenek harus segera ditransfusi darah atau ia tak akan bertahan melewati malam itu. Masalahnya, golongan darah nenek itu AB, golongan yang langka, bahkan juga sekarang, tapi waktu itu lebih sulit lagi diperoleh karena tak ada bank darah maupun pesawat untuk mengirimkannya. Semua anggota keluarga dites, tapi tak satu pun memiliki golongan darah yang cocok. Jadi para dokter tak memberi harapan pada keluarga, nenekku akan meninggal.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sambil menangis, ayahku meninggalkan rumah sakit untuk menghimpun seluruh anggota keluarga, supaya semuanya bisa mendapat kesempatan untuk berpamitan dengan nenek. Saat ayahku mengendarai mobil di jalan raya, ia melewati seorang tentara berseragam yang minta tumpangan &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.nomor1.com/dwisu345/malaikat-berseragam.htm"&gt;Malaikat Berseragam - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Miskin &amp;#8220;Bermanfaat&amp;#8221; Kaya &amp;#8220;Bermartabat&amp;#8221;</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/11/miskin-kaya.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 20 Nov 2014 04:21:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-2709263852838136902</guid><description>&lt;a href="http://www.nomor1.com/dwisu345/miskin-8220-bermanfaat-8221-kaya-8220-bermartabat-8221.htm"&gt;&lt;img src="http://www.nomor1.com/img/cover/24.jpg" alt="Miskin &amp;#8220;Bermanfaat&amp;#8221; Kaya &amp;#8220;Bermartabat&amp;#8221; - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1" align="left" hspace="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Pagi yang cerah di kawasan real estate Surabaya. Kicauan burung yang merdu ditambah dengan hembusan angin sejuk di pagi hari membuat suasana kian indah.&lt;br /&gt;
Di kawasan itulah Pak Alan dan aku tinggal. Kala itu aku melihat Pak Alan seperti biasanya, beliau hendak berangkat kerja. Namun ada hal yang aneh kali ini. Pak Alan menghentikan langkahnya sejenak, dan kemudian menuju ke sebuah rumah megah. Aku penasaran dengan tingkah laku Pak Alan yang tidak biasanya. Aku mengikuti langkah Pak Alan dari belakang. Semakin dekat, aku mendengar suara sayup-sayup tangisan, mungkin itulah yang membuat Pak Alan penasaran. Pak Alan masuk ke rumah megah itu, aku yang mengikutinya dari belakang hanya bisa melihat dari balik pintu rumah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ternyata suara tangisan itu berasal dari seorang perempuan paruh baya yang tengah duduk di samping seorang tubuh laki-laki tua yang tidak sadarkan diri. Pak Alan dengan cepat mengangkat tubuh laki-laki tersebut dan memindahkannya ke sofa. Pak Alan kaget setelah mengetahui jika denyut nadi dari kakek itu telah menghilang. Pak Alan bertanya kepada nenek itu yang ternyata adalah istri almarhum tent &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.nomor1.com/dwisu345/miskin-8220-bermanfaat-8221-kaya-8220-bermartabat-8221.htm"&gt;Miskin &amp;#8220;Bermanfaat&amp;#8221; Kaya &amp;#8220;Bermartabat&amp;#8221; - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rumah Tukang Kayu</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/11/rumah-tukang-kayu.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 20 Nov 2014 01:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-1840786078804838136</guid><description>&lt;a href="http://www.nomor1.com/dwisu345/rumah-tukang-kayu.htm"&gt;&lt;img src="http://www.nomor1.com/img/cover/18.jpg" alt="Rumah Tukang Kayu - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1" align="left" hspace="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan 
  konstruksi real estate. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, 
  karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan 
  itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari 
  tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. 
  Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk 
  terakhir kalinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. 
  Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak 
  sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma 
  menggunakan bahan-bahan sekedarnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. 
  Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu 
  mengagumkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan 
  sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. &amp;quot;Ini adalah rumahmu,&amp;quot; katanya, 
  &amp;quot;hadiah dari kami.&amp;q &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.nomor1.com/dwisu345/rumah-tukang-kayu.htm"&gt;Rumah Tukang Kayu - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Persahabatan Chintya dan Sisca</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/11/persahabatan-chintya-dan-sisca.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 19 Nov 2014 19:38:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-7082562627830663859</guid><description>&lt;a href="http://www.nomor1.com/dwisu345/persahabatan-chintya-dan-sisca.htm"&gt;&lt;img src="http://www.nomor1.com/img/cover/31.jpg" alt="Persahabatan Chintya dan Sisca - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1" align="left" hspace="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Siang yang panas, sepanjang perjalanan pulang ramai kendaraan berlalu lalang. Chintya segera merapat ke punggung mamanya yang sedang menyetir sepeda motor. Namun hawa panas masih terasa menyengat tubuh Chintya. Sepanas hati Chintya yang sedang gundah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tak terasa Chintya dan mamanya sudah sampai rumah. Setelah membuka pagar dan pintu depan rumah, bergegas Chintya dan mamanya menuju ruang tengah.&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Ayo&amp;#8230; sayang, cuci tangan dan segera makan siang&amp;#8221; ajak mama Chintya.&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Malas ma&amp;#8230; gak nafsu makan&amp;#8221; jawab Chintya sambil menghempaskan tubuhnya di kasur depan televisi. Mama Chintya agak heran dengan sikap Chintya dan segera menghampiri.&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Kenapa cantik&amp;#8230; ada masalah ya&amp;#8221;&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Tidak ada ma. Lagi malas saja&amp;#8221;&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Ya sudah&amp;#8230; ayo sana mandi dulu. Sebentar lagi papa pulang. Kita shalat duhur bersama seperti biasa. Mama mau membersihkan tempat shalat dulu yaa&amp;#8230;&amp;#8221; kata mama Chintya sambil mencium pipi Chintya. Mendapat ciuman mamanya yang lembut, hati Chintya tak lagi panas. Bergegas dia ke kamar mandi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selesai mandi dilihatnya papa dan mamanya sudah b &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.nomor1.com/dwisu345/persahabatan-chintya-dan-sisca.htm"&gt;Persahabatan Chintya dan Sisca - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jatuh 7 Kali</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/11/jatuh-7-kali.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 18 Nov 2014 01:13:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-6724719246564346080</guid><description>&lt;a href="http://www.nomor1.com/dwisu345/jatuh-7-kali.htm"&gt;&lt;img src="http://www.nomor1.com/img/cover/13.jpg" alt="Jatuh 7 Kali - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1" align="left" hspace="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;#8220;Kriing&amp;#8230; kriingg!!&amp;#8221;&lt;br /&gt;
Duh&amp;#8230; suara apa sih itu? Mengganggu saja! Tidak tau apa kalau aku sedang tidur?!&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Krriinngg&amp;#8230; krriinngg&amp;#8230; kkrriinnggg!!!&amp;#8221;&lt;br /&gt;
Suara itu semakin lama semakin kencang. Akhirnya aku coba membuka mata. Ternyata asal suara itu dari jam bekerku. Pantas saja berbunyi. Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Sudah saatnya aku siap-siap berangkat sekolah!&lt;br /&gt;
Dengan semangat 45, aku pun bersiap-siap turun dari tempat tidurku. Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari luar kamar dan membuatku kaget.&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Kak Nina, cepet bangun! Sudah jam 5 pagi nih!&amp;#8221; teriaknya.&lt;br /&gt;
Ternyata suara teriakan yang menganggu itu, adalah suara adikku si Mona. Anak itu sering sekali berteriak menyuruhku bangun. Sebenarnya, aku tidak suka dibangunkan dengan cara seperti itu. Lagipula tidak perlu di beri tau pun, aku juga sudah tau kalau ini sudah pagi! Menyebalkan sekali! Membuat suasana pagi yang tenang ini menjadi panas aja!&lt;br /&gt;
Dengan kesal, aku pun kembali berteriak menjawab teriakkannya tadi.&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Iya, udah tau! Enggak perlu teriak, juga bisa kalee!&amp;#8221; teriakku dari dalam kamar.&lt;br /&gt;
Tiba-tiba ketika aku bangun dari tempat tidur, mendadak tangan dan kakiku kram. Apalagi dengan pos &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.nomor1.com/dwisu345/jatuh-7-kali.htm"&gt;Jatuh 7 Kali - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Oey Tambah Sia - Sang PlayBoy Jakarta Dihukum Gantung Belanda</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/11/oey-tambah-sia-sang-playboy-jakarta.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 17 Nov 2014 15:07:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-290788292360618525</guid><description>&lt;a href="http://www.nomor1.com/dwisu345/oey-tambah-sia-sang-playboy-jakarta-dihukum-gantung-belanda.htm"&gt;&lt;img src="http://www.nomor1.com/img/cover/29.jpg" alt="Oey Tambah Sia - Sang PlayBoy Jakarta Dihukum Gantung Belanda - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1" align="left" hspace="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Mengaet pesinden&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pesta meriah di kabupaten Pekalongan semakin semarak karena kehadiran seorang pesinden tenar bernama Mas Ajeng Gundjing. M.A. Gundjing itu sebenarnya putri seorang mamtancamat. Kenapa ia menjadi pesinden? konom semasa kecil ia pernah sakit parah,sehingga hampir tidak tertolong. Dalam keadaan sulit itu, orang tua untuk bernadar. Kalau anak ini sembuh,kelak ia akan belajar menjadi pesinden.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Gundjing sembuh dan tumbuh menjadi gadis cantik yang pandai menari dan melagukan tembang denganmerdu, sampai tidak ada tandingannya di Pekalongan. OeyTambahsia si matakeranjang segera jatuh hati pada biduan jelita itu.berbagai cara ditempuhnya untuk mendekati dan memikat pesinden itu. Ternyata Tambahsia berhasil. Gundjing menerima uluran tangannya.sebelum pestadi kabupaten resmi usai dan Tambahsia pulang, pesinden itu sudah diboyong ke cirebon lalu dibawa ke Betawi oleh kaki-tangan Tambahsia. Di Betawi Gundjing ditempatkan di pasangrahan Ancol, yang membuat penghuni lama merasa kurang senang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Baru seminggu di Bintang Mas, Gundjing jatuh sakit. Entah karena Ancol yang kurang sehat atau karena tidak tahan menhadapi sikap para penghuni lama. Melihat Gundjingsakit, buru-buru Tambahsia memindahkannya ke Tangerang, ke tanah Psar Baru milknya. Tambahsia pribadi mengawasi perawatanny &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.nomor1.com/dwisu345/oey-tambah-sia-sang-playboy-jakarta-dihukum-gantung-belanda.htm"&gt;Oey Tambah Sia - Sang PlayBoy Jakarta Dihukum Gantung Belanda - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wiro Sableng #152 : Petaka Patung Kamasutra</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/11/wiro-sableng-152-petaka-patung-kamasutra.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 17 Nov 2014 01:38:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-3304673431950783059</guid><description>&lt;a href="http://www.nomor1.com/dwisu345/wiro-sableng-episode-152-petaka-patung.htm"&gt;&lt;img src="http://www.nomor1.com/img/cover/8.jpg" alt="Wiro Sableng #152 : Petaka Patung Kamasutra - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1" align="left" hspace="10"&gt;&lt;/a&gt;WIRO SABLENG&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Karya: Bastian Tito&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Episode : PETAKA PATUNG KAMASUTRA&lt;br&gt;&lt;br&gt;

GURUN Pasir Thar di barat laut India. Matahari bersinar terik membakar bumt. Tiupan angin bukan mendatangkan kesejukan malah menebar hawa panas. Lautan pasir seolah berubah menjadi bubuk bara api. Namun aneh dan sangat luar biasa dalam keadaan seperti itu seorang tua berselempang kain putih berlari di gurun pasir tanpa alas kaki sama sekali Rambut dan janggut putih panjang melambai-lambai ke belakang. Di tangan kanan dia memegang sebuah tongkat besar berbalut emas yang ujung sebelah atas berbentuk bulat dihias batu permata berbagai warna. Saking cepatnya dia berlari tubuhnya hanya kellhatan berupa bayangan putih dan tongkat di tangan kanan membentuk cahaya kuning. Di satu tempat cahaya putih dan kuning sirna, sosok si orang tua laksana lenyap ditelan bumi. Tak selang berapa lama dia sudah berada di dalam satu lorong panjang di perut gurun.&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Orang tua itu baru berhenti berlari setelah dia sampal di hadapan satu tembok batu berwarna hitam pekat yang menutupi lorong di bawah gurun. Setelah mengusap wajah beberapa kali, orang tua ini hunjamkan tongkat besi berpalut emas ke tanah. Sinar kuning berkiblat menyapu seantero ruangan. Si orang tua tundukkan &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.nomor1.com/dwisu345/wiro-sableng-episode-152-petaka-patung.htm"&gt;Wiro Sableng #152 : Petaka Patung Kamasutra - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hinaanmu Jadikan Motivasi Untukku</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/11/hinaanmu-jadikan-motivasi-untukku.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 12 Nov 2014 06:48:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-6157234796806459286</guid><description>&lt;a href="http://dwisu345.nomor1.com/dwisu345/hinaanmu-jadikan-motivasi-untukku.htm"&gt;&lt;img src="http://dwisu345.nomor1.com/img/cover/3.jpg" alt="Hinaanmu Jadikan Motivasi Untukku - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1" align="left" hspace="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Agustus 2010 aku menerima cinta dari seorang pria bernama Hari, aku tidak tau dia bekerja sebagai apa dan yang aku tahu dia adalah seorang mahasiswa salah satu universitas di Jakarta dan aku tidak mau tau tentang dia. Mungkin aku tidak terlalu mencintai dia dan hari demi hari dia selalu membuat aku menjadi lebih dewasa dan dia selalu menasehati walaupun hanya lewat sms. Akupun jatuh cinta kepadanya, aku ingin hari menjadi suamiku kelak. Dengan tekad aku mencari informasi aku memang tipikal orang yang sangat penasaran, rasa cinta yang besar kepada hari sampai ke dunia maya aku menyakan hari itu siapa? tinggal dimana? bekerja dimana?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Suatu saat hari berpamitan kepadaku, dia pindah kerja di surabaya aku mendengar kabar darinya langsung tidak sadarkan diri. Dan dia berjanji kepadaku 1 bulan sekali dia akan menemuiku. 1 bulan sudah berlalu dalam hatiku perasaan yang tidak karuan dia tidak jauh dari aku dia ada selalu ada. Aku pun mencari pekerjaan di Jakarta dan akupun bersyukur ada perusahaan yang menerimaku orang pertama yang kukabari adalah HARI dan sepertinya dia tidak senang dengan pekerjaanku sekarang dia sering mencemooh, &amp;#8220;aku heran kamu bisa di terima di perusahaan itu padahal kamu punya ijazah SMK, paling kamu menjadi pembantu&amp;#8221; perasaanku sangat sedih mendengar hinaan dia tapi aku tidak sedikitpun membencinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada suatu hari aku mendapatkan informasi pekerjaannya dia adalah seorang anggota dengan polosnya aku menanyakan kepadanya tapi dia hanya menggelengkan kepala &amp;#8220;aku seorang karyawan sama seperti kamu&amp;#8221; dan aku mengalihkan pembicaraan tentang pekerjaan dia. Aku pun bertanya tentang hubungan aku dengan dia &amp;#8220;aku ingin sekali bertemu dengan kedua orang tuamu dan aku pun ingin tau rumahmu, kita sudah 1 tahun 6 bulan kapan kamu mengabulkan permintaanku?&amp;#8221; Tanyaku&lt;br /&gt;
Haripun  &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://dwisu345.nomor1.com/dwisu345/hinaanmu-jadikan-motivasi-untukku.htm"&gt;Hinaanmu Jadikan Motivasi Untukku - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bangkitlah Pemuda!</title><link>http://utamamandirisejahtera.blogspot.com/2014/11/bangkitlah-pemuda.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 10 Nov 2014 16:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9009571690817984894.post-8416797763424952614</guid><description>&lt;a href="http://dwisu345.nomor1.com/dwisu345/bangkitlah-pemuda.htm"&gt;&lt;img src="http://dwisu345.nomor1.com/img/cover/18.jpg" alt="Bangkitlah Pemuda! - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1" align="left" hspace="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Bulan ini, tanggal 28 Oktober 2008 kita kembali memperingati Hari Sumpah Pemuda. Tepat 80 tahun silam, beberapa pemuda dari berbagai golongan mencetuskan sumpah yang hingga kini, hampir kita semua menghapalinya. Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, itulah inti sumpah yang dianggap sebagai batu pancang persatuan bangsa yang kemudian mengantarkan Indonesia merdeka 17 tahun sesudahnya, yakni pada tahun 1945. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pemuda memang harapan bangsa. Apalagi, jika ditilik lebih jauh ke belakang, Kebangkitan Nasional pun sebenarnya juga dipelopori oleh generasi muda, yang kala itu tergabung melalui organisasi Boedi Oetomo. Kini, 100 tahun pasca Kebangkitan Nasional dan 80 tahun Sumpah Pemuda, patut dipertanyakan apa peran para pemuda kali ini?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Reformasi tahun 1998 bisa dikatakan sebagai salah satu simbolisasi gerakan pemuda demi kebangkitan bangsa. Sayangnya, tak banyak perubahan yang terjadi pascakrisis moneter yang melanda beberapa bangsa di dunia. Saat negara lain-termasuk negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand-telah kembali pulih, bangsa ini sepertinya tak kunjung menemui jalan terang. Kalaupun ada sejumlah hal yang mengalami peningkatan, seperti pemberantasan korupsi atau menurunnya angka kemiskinan, hal itu belumlah terlalu signifikan dampaknya bagi kebangkitan bangsa. Lantas, apa sebenarnya yang membuat bangsa kita seolah tak segera mampu bangkit seperti bangsa lainnya?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Barangkali, satu survei yang baru-baru ini dilakukan oleh harian Media Indonesia bisa menjawab pertanyaan tersebut. Dari sekitar 480 responden pemuda yang tersebar di enam kota besar, Jakarta, Medan, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makasar, menyebut bahwa orang Indonesia cenderung malas bekerja. Jumlah yang meyakini orang Indonesia sebagai golongan pemalas mencapai 58,3 persen. Sedangkan yang menyebut orang Indonesia rajin hanya 33,8 persen, dan sisanya mengaku tidak tahu. Jika benar hitungan ini, sungguh merupakan hal yang s &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://dwisu345.nomor1.com/dwisu345/bangkitlah-pemuda.htm"&gt;Bangkitlah Pemuda! - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>