<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Ujang Uul</title><description>&lt;i&gt;Satu kalimat bermakna yang kita ucapkan adalah kepedulian kita akan masa depan yang lebih baik.&lt;/i&gt;</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Ujang Uul)</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 17:46:06 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">201</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://uyung6666.blogspot.com/</link><language>en-us</language><item><title>Motivasi Serius untuk Pencari Jodoh:</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2015/01/motivasi-serius-untuk-pencari-jodoh.html</link><category>Motivasi</category><pubDate>Sat, 10 Jan 2015 10:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-2763669511987726877</guid><description>&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dipasangkan antara pria dan wanita, dua makhluk yg sangat BERBEDA jenis dan bentuknya, tapi justru inilah pasangan yg NORMAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka,&lt;br /&gt;Maklumilah bila watak pasangan Anda sangat BERBEDA dengan Anda, cobalah untuk tetap setia dan belajar memahaminya, bila Anda dapat melakukannya maka Anda akan mendapatkan hasil yg sangat Luar Biasa memuaskan, percayalah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena,&lt;br /&gt;Bila Anda mencoba mencari pasangan yg wataknya sama dengan Anda, cobalah untuk khawatir bahwa selanjutnya mungkin Anda juga akan mencari yg JENIS dan BENTUKnya sama dengan Anda, Waspadalah!</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Perbandingan Serius Dunia dan Akhirat :</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2014/11/perbandingan-serius-dunia-dan-akhirat.html</link><category>Islami</category><pubDate>Fri, 28 Nov 2014 10:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-9132948658093163733</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;i&gt;1. Makan (Dunia)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; untuk memakan semisal sarapan pagi sbelumnya harus minimal memasak dulu kemudian baru dihidangkan dan dimakan.&lt;br /&gt; memasak = 15 menit&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;br /&gt; memakan = 10 menit&lt;br /&gt; total &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;          = 25 menit&lt;br /&gt; FAKTA ==&amp;gt;&amp;gt; Semua orang Islam rutin dan bersemangat melakukan aktifitas ini demi keinginan PERUTnya terpenuhi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="text_exposed_show"&gt;
 &lt;i&gt;2. Shalat (Akhirat)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Hanya membutuhkan minimal wudhu dan shalat.&lt;br /&gt; wudhu = 2 menit&lt;br /&gt; shalat &amp;nbsp;  = 4 menit&lt;br /&gt; Total &amp;nbsp;&amp;nbsp;   = 6 menit&lt;br /&gt; FAKTA ==&amp;gt;&amp;gt; Hanya sebagian orang (yg mengaku) Islam yg melakukan aktifitas ini padahal RUHnya sangat membutuhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 *Malas itu penyakit&lt;br /&gt; *Surga dan Neraka itu nyata&lt;br /&gt; *Mati itu pasti ,,&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Tanda Kemunculan Dajjal: Menyusutnya Danau Tiberias.</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2014/11/tanda-kemunculan-dajjal-menyusutnya.html</link><category>Islami</category><pubDate>Fri, 7 Nov 2014 09:26:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-3354829352915294337</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Danau Tiberias adalah danau air tawar yang terletak di antara bagian 
bawah Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Suriah dan Dataran timur kota 
Galilea Palestina. Garis pantainya membentang sepanjang 53 km dengan 
luas 166 km2. Bagian terdalam dari danau ini mencapai kedalaman 46 M. 
Danau ini secara geografis terletak di wilayah Palestina dan Suriah, 
tetapi secara politis saat ini dikuasai oleh penjajah zionis Israel. 
Danau yang terletak pada posisi 213 di bawah permukaan laut ini 
terhitung sebagai danau air tawar terendah di dunia, dan danau kedua 
terendah secaa umum setelah danau Laut Mati yang berasa asin. Danau 
Tiberias merupakan sumber pasokan utama kebutuhan air bersih Penduduk 
Palestina dan penjajah Israel. Selain itu Danau ini merupakan lokasi 
penting bagi pemeluk Semua agama samawi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang Yahudi mernbangun permukiman mereka di tepi Danau Tiberias, 
juga resort dan penginapan bagi petinggi militer Israel, mengingat 
posisinya yang berdekatan dengan perbatasan Palestina dan Suriah, 
sebagai antisipasi penyusupan pihak-pihak yang tidak mereka kehendaki, 
Wilayah ini pun menjadi kawasan wisata elit bagi militer dan pemerintah 
Israel. Mereka melengkapi kawasan ini dengan berbagai properti layaknya 
daerah tujuan wisata ala Eropa yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas
 maksiat dan bersenang-senang, sehingga terkenal sebagai tempat 
berselingkuh para prajurit dan pejabat militer Israel, demikian juga 
dengan sebagian politisi dan tokoh-tokoh mereka. Demikian sepintas 
tentang danau Tiberias saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun keterkaitannya dengan kemunculan Dajjal, sebagaimana yang telah 
diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa turunnya&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;permukaan air danau ini menjadi salah satu tanda-tanda kedatangan 
Dajjal. Saat ini permukaan air Danau Tiberias telah mengalami 
penyusutan. Ini tentu menjadi musibah bagi kita semua, karena masa 
kemunculan Dajjal semakin dekat, sedangkan kedatangannya itu akan 
membawa fitnah yang besar bagi umat Islam di mana saja mereka berada; 
sebagian besar manusia terkena fitnah tersebut. Sang Dajjal, saat 
kemunculannya, mengaku sebagai Tuhan, mengaku sebagai yang memiliki 
surga dan neraka. Dalam keterangan tentang Dajjal dinyatakan bahwa kaum 
wanita adalah yang terbanyak mendatanginya sehingga para laki-laki 
pulang menemui ibu, putri, saudari, dan bibi mereka, mengikat mereka 
dengan kuat, karena takut wanita-wanita itu keluar menemui Dajjal. Oleh 
karena itu Rasulullah shallallahun ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hal yang
 paling saya takutkan akan menimpa kalian adalah al-Masih ad-Dajjal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agar lebih jelas apa dan mengapa dengan sosok Dajjal ini, berikut hadits
 yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari riwayat Fatimah bind Qais 
radhiyallahu ‘anha. Dalam riwayat tersebut dinyatakan bahwa dia berkata,
 “Saya mendengar juru panggil Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam 
menyeru: Shalat Jama’ah! Shalat jama’ah” (panggilan seperti ini biasanya
 hanya pada waktu shalat atau apabila ada sesuatu yang sangat penting). 
Fatimah binti Qais melanjutkan, “Maka saya pun pergi ke masjid dan 
shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan saya berada
 pada shaf pertama para wanita. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
 sallam telah selesai beliau duduk di atas mimbar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau tertawa kemudian berkata,’Hendaklah masing-masing tetap di tempat! Tahukah Anda semua mengapa saya kumpulkan?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Shahabat menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bukan karena suatu kabar
 gembira, bukan pula karena suatu ancaman, tetapi karena Tamim ad-Dari 
tadinya seorang pemeluk Nasrani lalu dia datang menyatakan keIslamannya 
dan menceritakan kepada saya kejadian yang sesuai dengan yang pernah 
saya sampaikan kepada kalian semua tentang al-Masih ad-Dajjal. Dia 
menceritakan kepada saya bahwa dia berlayar dengan tiga puluh orang dari
 Lakhm dan Juzam, lalu ombak besar membuat mereka terombang ambing di 
lautan sebulan lamanya hingga akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau 
di arah timur matahari. Mereka pun turun dan duduk beristirahat dekat 
kapal mereka lalu memasuki pulau tersebut. Mereka kemudian bertemu 
dengan makhluk melata yang dipenuhi bulu. Saking banyaknya bulunya 
mereka tidak tahu mana bagian depan dan bagian belakangnya. Mereka 
berkata, Makhluk apakah Engkau ini?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makhluk itu berkata, Aku adalah Jassasah (Pengintai).’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bertanya, Apa itu Jassasah?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makhluk tu menjawab, ‘Pergilah kalian menemui laki-laki yang ada 
digedung besar sana, dia sangat ingin mendengar berita dari kalian.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamim berkata, ‘Ketika dia menyebut nama seorang laki-laki, kami takut 
bahwa makhluk itu adalah setan. Maka kami pun bergegas pergi sampai kami
 menemukan bangunan besar itu lalu masuk ke dalamnya. Disana ada seorang
 manusia yang paling besar dan paling kuat yang pernah kami lihat. Kedua
 tangannya terbelenggu ke lehernya diantara kedua lutut dan sikunya. 
Kami berkata, ‘Celakalah engkau, makhluk apakah engkau ini?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjawab, kalian mampu menemukanku, beritahu saya siapa kalian ini!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka (Tamim dan rombongan) menjawab, ‘Kami adalah orang-orang Arab, 
kami naik kapal laut, tiba-tiba ombak pasang dan kami pun 
terombang-ambing selama satu bulan sampai akhirnya terdampar di pulau 
Anda ini. Kami pun merapat dan memasukinya. Tiba-tiba kami bertemu  
dengan makhluk melata yang berbulu sangat lebat sehingga sulit 
mengetahui mana depan dan mana bagian belakangnya. Kami berkata 
kepadanya, ‘Celakalah engkau, makhluk apakah kau ini?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjawab, Aku adalah jassasah (Pengintai).’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami pun berkata, Apakah jassasah itu?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata, ‘Pergilah temui laki-laki yang ada di bangunan besar itu karena dia sangat ingin mendengarkan berita dari kalian!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka kami pun bergegas menemuimu, dan merasa takut dengan makhluk itu dan menyangka dia adalah setan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki besar itu berkata, ‘Beritahukan kepada saya tentang kebun 
kurma Baisan!’ Kami berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’
 Dia berkata, ‘Tentang pohon-pohon kurmanya, apakah masih berbuah?’ Kami
 berkata, ‘Ya.’ Dia berkata, ‘Ketahuilah karma-karma itu hampir tidak 
lagi berbuah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beritakan kepadaku tentang danau Tiberias!’ Kami pun berkata, ‘Tentang 
apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, Apakah di sana ada 
airnya?’ Kami menjawab, ‘Danau itu banyak airnya, ‘Dia berkata, 
‘Ketahuilah airnya tak lama lagi akan habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beritahu saya tentang sumber air Zagar!’ Kami berkata, ‘Tentang apanya 
yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, Apakah masih banyak airnya? 
Apakah penduduk sekitarnya memanfaatkan airnya untuk bercocok tanam?’ 
Kami menjawab, ‘Ya, airnya banyak, penduduk sekitar memanfaatkannya 
untuk bercocok tanam.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata, ‘Beritakan kepada saya tentang Nabi kaum yang ummi, apa 
yang telah dilakukannya?’ Mereka menjawab, ‘Dia telah muncul di Mekkah 
dan tinggal di Yasrib,’ Dia berkata, Apakah orang-orang Arab memerangi 
mereka?’ Kami menjawab, ‘Ya.’ Dia berkata, Apa yang dilakukannya kepada 
mereka?’ Maka kami pun memberitahurnya bahwa telah tampak para 
pengikutnya dari kalangan orang-orang Arab, mereka mematuhinya. Dia 
berkata, ‘Itu sudah terjadi?’ Kami menjawab, ‘Ya,’ Dia berkata, jika 
demikian maka yang terbaik bagi kalian ialah mematuhinya. Aku 
beritahukan kepada kalian siapa sesungguhnya aku ini. Aku adalah 
al-Masih, hampir datang waktunya aku diizinkan keluar, lalu akan 
berjalan mengelilingi bumi, tidak satu kampung pun yang tidak kusinggahi
 dalam waktu empat puluh malam kecuali Mekkah dan Taibah karena keduanya
 diharamkan atasku. Setiap kali aku berusaha untuk memasuki salah satu 
dari keduanya aku akan dihadang oleh Malaikat yang memegang pedang 
mengusir saya menjauhi kedua kota itu. Setiap celah kota itu dijaga oleh
 para malaikat.”‘&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fatimah binti Qais (perawi hadits) berkata, “Rasulullah shallallahu 
‘alaihi wa sallam menghentakkan tongkat beliau ke mimbar dan berkata, 
‘Inilah Taibah, inilah Taibah (maksud beliau Madinah). Bukankah saya 
pernah menyampaikannya hal seperti ini kepada kalian?’ Para hadirin 
menjawab, ‘Benar,’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, 
‘Sesungguhnya apa yang disampaikan oleh Tamim membuatku kagum karena 
sesuai dengan yang pernah saya sampaikan kepada kalian tentang Dajjal, 
Madinah dan Mekkah. Dia berada di laut Syam atau laut Yaman; bukan, 
tetapi dia ada di timur, dia ada di timur, dia ada di timur!’ Beliau pun
 memberi isyarat dengan tangannya ke arah timur. Fatimah melanjutkan, 
“Maka saya pun menghafalnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa 
sallam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian tidak asing lagi bagi kita semua bahwa turunnya 
permukaan air Danau Tiberias merupakan salah satu pertanda semakin 
dekatnya kemunculan Dajjal. Zionis Israel saat ini dilanda kecemasan 
yang tinggi karena debit air Danau berkurang secara signifikan, karena 
hal ini berpengaruh besar terhadap sektor pertanian bahkan masa depan 
mereka di bumi penjajahan. Semenjak tahun 2004 pemerintahan zionis 
membuat garis merah dan garis hitam untuk mengontrol debit air Danau. 
Sungguh mengejutkan, semenjak tahun 2004 permukaan Danau mengalami 
penyusutan setinggi 16 M. Terakhir Menteri Pertanian Zionis menyatakan 
secara terbuka melalui kantor berita mereka bahwa debit air danau 
Tiberias mengalami penyusutan yang mengkhawatirkan. Berita ini tentunya 
tidak saja menjadi ancaman bagi rezim Zionis tetapi juga bagi kita umat 
Islam, karena penurunan permukaan air danau Tiberias adalah salah satu 
tanda dekatnya waktu kemunculan Dajjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
###&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Pernah teringat bahwa Syekh Bin Baz rahimahullah sebelum beliau wafat, 
ketika mendengar berita turunnya permukaan air danau Tiberias, beliau 
menangis dan berkata, “Inilah zaman kemunculan Dajjal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melengkapi tulisan ini, bersama ini &amp;nbsp;dilampirkan foto-foto yang 
menguatkan informasi tentang sudah dekatnya masa kemunculan Dajjal. 
Kesimpulan ini berdasarkan hadist yang memberitakan akan menyusutnya 
debit air danau Tiberias empat belas abad yang lalu dan sekaligus juga 
memberitakan perihal kemunculan al-Masih ad-Dajjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silahkan bandingkan antara pasangan-pasangan gambar yang kami tampilkan,
 yang mana salah satunya menunjukkan kondisi Danau dengan debit air 
masih tinggi dan berikutnya kondisi air Danau saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://i1.wp.com/kisahislam.net/wp-content/uploads/2013/05/Tiberias-01.jpg"&gt;&lt;img src="http://i1.wp.com/kisahislam.net/wp-content/uploads/2013/05/Tiberias-01.jpg?resize=433%2C578" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;a href="http://menikamkelam.blogspot.com/2013/05/tanda-kemunculan-dajjal-di-danau.html?m=1" target="_blank"&gt;Menikam Kelam&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Fakta Setting Advance Boot dan Virtual Memory (Page File) di Windows 8.1 64bit pada Laptop</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2014/10/fakta-setting-advance-boot-dan-virtual.html</link><category>Teknologi</category><pubDate>Thu, 23 Oct 2014 10:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-898766554587546399</guid><description>Saya hanya mencoba membagikan pengetahuan berdasarkan yang telah saya lakukan.Spek Lepi saya Lenovo G400s &amp;gt;&amp;gt; Core i3 3110m dengan VGA shared Intel HD 4000, RAM dual channel 4Gb (sudah ditambah 1 keping, awalnya cuma 2Gb).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Setting Advance Boot&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Banyak beredar setting Advance Boot yg menyarankan agar mengisi kolom Maximum dengan jumlah RAM yg terpasang, tapi faktanya hal ini malah membuat Hardware reserved membesar, berikut SS nya:&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFdJOneLGkYrY1VtzPXKxqUZMitCYE72I3q4Lg_lJiJX6fC1dqFf_TtLSRw-pTAaFcFXcXEjAUWzjaXTfo4o8AdRAlybSyfbXlpLaQdhe1HQruW5iRsdUvp8seyM2n0W18QiW7iQ-kRC4/s1600/A+boot2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFdJOneLGkYrY1VtzPXKxqUZMitCYE72I3q4Lg_lJiJX6fC1dqFf_TtLSRw-pTAaFcFXcXEjAUWzjaXTfo4o8AdRAlybSyfbXlpLaQdhe1HQruW5iRsdUvp8seyM2n0W18QiW7iQ-kRC4/s1600/A+boot2.JPG" height="315" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5bTD7oGVDNMSKIfOdtKYBPsqJStjX-t3ToJ1cHmVS9UQMbDJjYOH8SbcvMyRLStJRpC4_tioNdpujDf3XAeTIrvtDH0o693AIFZjKP4QSm0g4ETPNOzvyIDOD2tyFF5y_WNITh8SNmb8/s1600/Task2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5bTD7oGVDNMSKIfOdtKYBPsqJStjX-t3ToJ1cHmVS9UQMbDJjYOH8SbcvMyRLStJRpC4_tioNdpujDf3XAeTIrvtDH0o693AIFZjKP4QSm0g4ETPNOzvyIDOD2tyFF5y_WNITh8SNmb8/s1600/Task2.JPG" height="203" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&amp;nbsp;Hal ini juga berpengaruh pada&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; jumlah shared memory VGA yg menjadi lebih kecil, tentunya performanya juga malah akan menurun, berikut ini SS nya:&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhk2OZyW7Py_XzKVbeGAgmK6ymBXGvTik2I9tddSQOlY130tRrJU-4YTXbuQhoP0Fp4-aUD7zthVhB4wOTdqmRZDq6HXfCSYH2wyMAgcoFFQ6Qo-USqHl9PY3p7InREckmeTHz0HWrkza0/s1600/VGA2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhk2OZyW7Py_XzKVbeGAgmK6ymBXGvTik2I9tddSQOlY130tRrJU-4YTXbuQhoP0Fp4-aUD7zthVhB4wOTdqmRZDq6HXfCSYH2wyMAgcoFFQ6Qo-USqHl9PY3p7InREckmeTHz0HWrkza0/s1600/VGA2.JPG" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Maka dari itu, saya tidak lagi mengisi kolom Maximum memory tersebut, dan hasilnya justru lebih baik dari sebelumnya, berikut ini SS nya:&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin5tg4JVkCvYD6U4BqlCG7WzHabIWgCLArJvEV70VYqOrBIm-OFzsbJChdDXaERSH7uzzvyn02R_W0Y_ghcZA6Gw05i8ws4m45AnIREAfPAsIdSqG-Tb90rggxrqZpzjGs7PiWtQ0xBvU/s1600/A+boot.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin5tg4JVkCvYD6U4BqlCG7WzHabIWgCLArJvEV70VYqOrBIm-OFzsbJChdDXaERSH7uzzvyn02R_W0Y_ghcZA6Gw05i8ws4m45AnIREAfPAsIdSqG-Tb90rggxrqZpzjGs7PiWtQ0xBvU/s1600/A+boot.JPG" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAfixAwBRw0QSoC-xoWu1J08J7tt5f6iCh1zFYO-MF-C0rRU-yQDrRQwZY0-og7p4v93f_AYrejIXE_ghX6UujNunzndB9ZOWKgbZjxkWfnQqMcieuTrc1pSOGp5lmkm7SsYVhKHf-XPs/s1600/Task.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAfixAwBRw0QSoC-xoWu1J08J7tt5f6iCh1zFYO-MF-C0rRU-yQDrRQwZY0-og7p4v93f_AYrejIXE_ghX6UujNunzndB9ZOWKgbZjxkWfnQqMcieuTrc1pSOGp5lmkm7SsYVhKHf-XPs/s1600/Task.JPG" height="216" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPy-9OwWNNFRkqvJjGafGL0GFWCTzaEtIUBnJYnwRdz-cKbbcVnO1ai-JgoLER_JHxJFaLYYk29jBZfnLFJE6m7i6BxvGgFM345h4j_nFEC2yWcLwAVi1faNw8MeTpFABStjVOPHVHo6Q/s1600/VGA.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPy-9OwWNNFRkqvJjGafGL0GFWCTzaEtIUBnJYnwRdz-cKbbcVnO1ai-JgoLER_JHxJFaLYYk29jBZfnLFJE6m7i6BxvGgFM345h4j_nFEC2yWcLwAVi1faNw8MeTpFABStjVOPHVHo6Q/s1600/VGA.JPG" height="220" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&amp;nbsp;Saya yakin untuk windows 8 dan 7 juga pengaruhnya sama, baik pada system 32bit (yg umum dipakai) maupun 64bit, jadi silakan rekan-rekan ujicoba sendiri.&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;2. Setting Virtual Memory (Page File)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Banyak yang menyarankan agar manual Page file diletakan pada drive yang berbeda dengan drive system, misalnya: normalnya drive system ada di C, sehingga Page file disarankan diletakkan di D. Tapi Faktanya, ketika saya bermain game 3D, hal ini membuat game sesekali tersendat (bukan lag) dan terjadi secara berulang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Maka dari itu sekarang saya meletakan kembali Page file menyatu dengan drive system (di C dan tetap manual), komposisinya sesuai dengan anjuran dari Microsoft (disesuaikan dengan jenis Dump file yang dipilih), misalnya saya sendiri yang menggunakan Complete Dump file maka pada initial size diisi 1x RAM + 157mb + 1mb (ini jumlah minimal). Jika Anda bingung silakan isikan dengan 1,5x RAM, dan pada Maximum size isikan maksimal 3x RAM. Referensi Microsoftnya silakan search sendiri.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Demikian yang dapat saya bagikan, mudah-mudahan bermanfaat, CMIIW. &lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;/ol&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFdJOneLGkYrY1VtzPXKxqUZMitCYE72I3q4Lg_lJiJX6fC1dqFf_TtLSRw-pTAaFcFXcXEjAUWzjaXTfo4o8AdRAlybSyfbXlpLaQdhe1HQruW5iRsdUvp8seyM2n0W18QiW7iQ-kRC4/s72-c/A+boot2.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Banci / Bencong dalam Tinjauan Syariat</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2013/05/banci-bencong-dalam-tinjauan-syariat.html</link><category>Islami</category><pubDate>Sat, 11 May 2013 06:08:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-7100135916143407702</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: yellow;"&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: yellow;"&gt;Ustadz Sufyan bin Fuad Baswedan, MA &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu kebanggaan kita sebagai kaum Muslimin ialah syariat Islam itu
 sendiri. Kita bangga karena memiliki syariat paling lengkap di dunia. 
Syariat yang mengatur segalanya, dari perkara yang paling besar hingga 
yang paling sepele. Semua yang menyangkut kemaslahatan manusia di dunia 
dan akhirat tak lepas dari tinjauan syariat. Laki-laki, perempuan, tua, 
muda, besar, kecil, penguasa, rakyat jelata; semuanya diatur secara adil
 dan bĳ aksana. Bahkan kaum banci pun tak lepas dari pembahasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, kaum banci yang sering menjadi ledekan dan bahan tertawaan, 
ternyata tidak diabaikan oleh syariat begitu saja, sebab ia juga manusia
 mukallaf sebagaimana lelaki dan wanita normal. Karenanya, dalam fiqih 
Islam, kita mengenal istilah mukhannats (banci/bencong), mutarajjilah 
(wanita yang kelelakian), dan khuntsa (interseks/berkelamin ganda).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masing-masing dari istilah ini memiliki definisi dan konsekuensi 
berbeda. Akan tetapi, dua istilah yang pertama biasanya berkonotasi 
negatif, baik di mata masyarakat maupun syariat. Sedangkan yang ketiga 
belum tentu demikian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk lebih jelasnya, perlu diperhatikan definisi para ulama tentang 
banci dan waria, berangkat dari hadits shahîh yang diriwayatkan oleh 
Imam Bukhâri berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ 
وَسَلَّمَ المُخَنَّثِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ 
النِّسَاءِ، وَقَالَ: «أَخْرِجُوهُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ قَالَ: فَأَخْرَجَ 
النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فُلاَنًا، وَأَخْرَجَ عُمَرُ 
فُلاَنًا&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
َDari Ibnu Abbas, katanya, "Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam melaknat 
para lelaki mukhannats dan para wanita mutarajjilah. Kata beliau, 
‘Keluarkan mereka dari rumah kalian’, maka Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa 
sallam mengusir Si Fulan, sedangkan Umar mengusir Si Fulan”[1]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam riwayat lain disebutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
،لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ المُتَشَبِّهِينَ 
مِنَ الرِّجَالِ بالنِّسَاءِ والمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ 
بالرِّجَالِ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasûlullâh Shallallâhu ‘alaihi wa sallam melaknat para lelaki yang 
menyerupai wanita, dan para wanita yang menyerupai laki-laki [2] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Riwayat yang kedua ini menafsirkan tentang yang dimaksud dengan 
mukhannats dan mutarajjilah dalam hadits yang pertama. Sehingga menjadi 
jelas bahwa yang dimaksud mukhannats adalah laki-laki yang menyerupai 
perempuan, baik dari cara berjalan, cara berpakaian, gaya bicara, maupun
 sifat-sifat feminin lainnya. Sedangkan mutarajjilah adalah wanita yang 
menyerupai laki-laki dalam hal-hal tersebut.[3] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara bahasa, kata mukhannats berasal dari kata dasar 
khanitsa-yakhnatsu. Artinya, berlaku lembut. Dari istilah umum tersebut,
 maka istilah banci, bencong, waria cocok untuk mengartikan mukhannats. 
Sedangkan untuk istilah, mutarajjilah, mungkin terjemahan yang paling 
mendekati adalah “wanita tomboy”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Syarahnya, al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullâh mengatakan, bahwa 
laknat dan celaan Rasûlullâh Shallallâhu ‘alaihi wa sallam tadi khusus 
ditujukan kepada orang yang sengaja meniru lawan jenisnya. Adapun bila 
hal tersebut bersifat pembawaan (karakter asli), maka ia cukup 
diperintah agar berusaha meninggalkannya semaksimal mungkin secara 
bertahap. Bila ia tidak mau berusaha meninggalkannya, dan membiarkan 
dirinya seperti itu, barulah ia berdosa, lebih-lebih bila ia menunjukkan
 sikap ridha dengan perangainya tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa mukhannats alami tidak 
dianggap tercela ataupun berdosa. Maksudnya ialah seseorang yang tidak 
bisa meninggalkan cara berbicara yang lembut dan gerakan gemulai setelah
 ia berusaha meninggalkannya. Sedangkan bila ia masih dapat 
meninggalkannya walaupun secara bertahap, maka ia dianggap berdosa bila 
melakukannya tanpa udzur.[4] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Dari keterangan tadi, dapat disimpulkan bahwa banci terbagi menjadi dua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: yellow;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;: Banci alami. Yaitu seseorang yang ucapannya lembut dan tubuhnya
 gemulai secara alami, dan ia tidak dikenal sebagai orang yang suka 
berbuat keji. Maka orang seperti ini tidak dianggap fasik. Dia bukan 
orang yang dimaksud oleh hadits-hadits di atas sebagai objek celaan dan 
laknat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: yellow;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;: Banci karena sengaja meniru-niru kaum wanita, dengan melembutkan 
suara ketika berbicara, atau menggerakan anggota badan dengan lemah 
gemulai. Perbuatan ini adalah kebiasaan tercela dan maksiat yang 
menjadikan pelakunya tergolong fasik.[5]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembagian ini juga berlaku bagi wanita yang menyerupai laki-laki 
(waria). Sebab pada dasarnya kaum wanita juga terkena perintah dan 
larangan dalam agama sebagaimana laki-laki, selama tidak ada dalil yang 
mengecualikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, tindakan menyerupai lawan jenis yang disengaja bukanlah hal 
sepele. Tindakan itu tergolong dosa besar dan merupakan perbuatan 
tercela. Nantinya tidak hanya berpengaruh secara lahiriyah, namun juga 
merusak kejiwaan. Seorang banci memiliki fisik seperti laki-laki, namun 
jiwanya menyerupai wanita. Demikian pula waria yang fisiknya wanita, 
namun jiwanya laki-laki. Mereka sengaja mengubah fisik dan kejiwaan 
aslinya, sehingga hati mereka pun turut berubah dan rusak karenanya. 
Oleh sebab itu, kaum banci dan waria jarang sekali mendapat hidayah dan 
bertaubat dari dosa besar tersebut. Ini merupakan peringatan dari Allâh 
Ta'âla agar kita mengambil pelajaran darinya, dan bersyukur kepada-Nya 
yang telah menjadikan kita memiliki jiwa dan raga yang sehat wal afiat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;PROFESI BANCI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Mungkin yang terlintas dalam benak kita ketika membayangkan profesi 
banci, bencong, waria, ialah seperti penata rias (salon), pengamen, 
pelawak, penjaja cinta (PSK) atau desainer busana. Akan tetapi, bila 
kita merujuk ke penjelasan para Salaf, ternyata ada juga yang mereka 
anggap sebagai profesi banci, dan kini banyak dilakoni oleh lelaki 
normal, bahkan terkesan sebagai profesi keren, seperti menjadi penyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Marwazi rahimahullâh meriwayatkan dari Imam Ahmad rahimahullâh, 
bahwasanya beliau mengatakan: “Penghasilan orang banci adalah kotor, 
sebab ia mendapatkan uang lewat menyanyi, dan orang banci tidaklah 
menyanyikan sya’ir-sya’ir yang mengajak untuk zuhud; namun ia bernyanyi 
seputar cinta, asmara, atau meratapi kematian”. Dari sini, jelaslah 
bahwa Imam Ahmad rahimahullâh menganggap penghasilan seorang banci 
sebagai sesuatu yang makruh.[6]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila dicermati, yang dimaksud ‘makruh’ oleh Imam Ahmad ialah karâhah 
tahrîm, alias makruh yang berarti haram. Sebab beliau mengaitkannya 
dengan hal-hal yang sifatnya haram, seperti bernyanyi seputar cinta, 
asmara, dan meratapi orang mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, seorang penyanyi yang nampak gagah di mata banyak orang hari ini, 
menurut para Salaf adalah orang banci, dan penghasilan mereka sifatnya 
haram, karena diperoleh melalui cara yang haram. Apalagi jika ia sengaja
 bertingkah laku seperti wanita (pura-pura banci), maka lebih haram 
lagi, sebagaimana yang sering dilakukan para pelawak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian pula banci yang bekerja di salon dan melayani wanita yang bukan
 mahramnya, ini juga makruh hukumnya bila ia seorang banci alami, sebab 
profesi ini justru melestarikan sifat bancinya, padahal ia diperintahkan
 untuk meninggalkan sifat tersebut. Namun bila ia sekedar pura-pura 
banci, maka pekerjaan ini jelas haram hukumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi yang berprofesi sebagai bencong penjaja cinta dan akrab dengan 
tindak-tindak asusila, maka jauh lebih diharamkan lagi, karena mereka 
melakukan perbuatan kaum Luth yang sangat tercela dan berat sanksinya 
dalam agama. Bahkan saking bejatnya perbuatan ini, pelakunya tidak 
pantas dibiarkan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;BEBERAPA KEBIASAAN BANCI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pertama : Memacari (Mewarnai) Tangan dan Kaki.&lt;br /&gt;
Imam Nawawi rahimahullâh mengatakan, “Mewarnai kedua tangan dan kaki 
dengan pacar (hena) dianjurkan bagi wanita yang bersuami. Hal ini 
berdasarkan sejumlah hadits yang masyhur dalam bab ini. Akan tetapi ia 
haram bagi kaum lelaki, kecuali bila digunakan sebagai obat dan 
semisalnya. Salah satu dalil yang menunjukkan keharamannya ialah sabda 
Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam dalam hadits shahîh, bahwa Allâh 
melaknat kaum lelaki yang menyerupai perempuan dan kaum perempuan yang 
menyerupai lelaki. Demikian pula dalam hadits shahîh dari Anas, bahwa 
Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam melarang orang laki-laki menggunakan 
za’faran. (HR. al-Bukhari dan Muslim). Larangan ini berkenaan dengan 
warnanya, bukan dengan aromanya; sebab menggunakan sesuatu yang harum 
hukumnya sunnah bagi lelaki. Hena (pacar), dalam hal ini juga sama 
dengan za’faran (saffron).[7]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam asy-Syaukani rahimahullâh mengatakan, “Telah dijelaskan bahwa 
mewarnai tangan dan kaki dengan pacar adalah perbuatan kaum wanita. Dan 
sebagaimana diketahui, hal ini dilakukan oleh lelaki yang ingin 
menyerupai wanita”.[8][ &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua : Menabuh Gendang.&lt;br /&gt;
Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullâh mengatakan, “Karena menyanyi,
 menabuh rebana, dan bertepuk tangan adalah perbuatan wanita; maka para 
salaf menamakan kaum lelaki yang melakukannya sebagai ‘banci’ 
(mukhannats). Mereka menamakan para penyanyi sebagai kaum banci, dan ini
 sangat populer dalam ucapan mereka.”[9]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga ; Menyanyi.&lt;br /&gt;
Syaikhul-Islam rahimahullâh juga mengatakan, “Salah satu perbuatan 
muhdats (baru; bid'ah) yang diadakan oleh mereka (kaum sufi) ialah 
mendengarkan nyanyian para banci yang terkenal sebagai biduan 
orang-orang fasik dan pezina. Atau terkadang mereka mendengarkan 
nyanyian bocah-bocah kecil berwajah tampan, atau kaum wanita jelita; 
sebagaimana kebiasaan pengunjung tempat-tempat hiburan…”.[10]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat : Berjoget.&lt;br /&gt;
Menurut madzhab Hanafi, orang yang menghalalkan berjoget adalah kafir. 
Yang dimaksud joget di sini, artinya melakukan gerakan miring kesana 
kemari yang disertai membungkukkan dan mengangkat badan dengan cara 
tertentu, sebagaimana tarian tarekat sufi.[11]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun menurut ulama Syafi’iyyah, berjoget tidak diharamkan kecuali bila gerakannya lemah gemulai seperti orang banci. [12]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan menurut ulama Malikiyah dan Hanabilah, berjoget hukumnya makruh.[13]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ash-Shan’ani rahimahullâh mengatakan: “Berjoget dan bertepuk tangan 
adalah kebiasaan orang fasik dan bejat; bukan kebiasaan orang yang 
mencintai Allâh dan takut kepada-Nya…”.[14]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima : Memangkas Jenggot Dan Mencukurnya.&lt;br /&gt;
Maksudnya, ialah jenggot yang panjangnya kurang dari satu genggam. Ibnu 
Abidin mengatakan, “Adapun memangkas jenggot yang panjangnya kurang dari
 satu genggam, sebagaimana yang dilakukan sebagian orang Maghrib dan 
lelaki banci, maka tidak ada seorang alim pun yang membolehkannya.”[15] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;BEBERAPA ATURAN TERKAIT ORANG BANCI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Menjadi Imam Shalat&lt;br /&gt;
Jika yang bersangkutan banci alami, maka ia sah menjadi imam shalat. Dan
 ia tetap diperintahkan untuk berusaha meninggalkan sikap bancinya 
secara kontinyu dan bertahap. Bila ternyata belum bisa juga, maka tidak 
ada celaan baginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun jika ia pura-pura banci, maka ia dianggap fasik. Dan orang fasik 
hukumnya makruh menjadi imam, demikian menurut ulama Hanafiyah, 
Syafi’iyah, Zhahiriyah, dan salah satu riwayat dalam madzhab Maliki.[16]&lt;br /&gt;
Adapun menurut ulama Hanabilah dan Malikiyah dalam riwayat lainnya, 
orang fasik tidak sah menjadi imam shalat.[17]] Hal ini didasarkan 
kepada pendapat Imam az-Zuhri rahimahullâh yang mengatakan, “Menurut 
kami, tidak boleh shalat bermakmum di belakang laki-laki banci, kecuali 
dalam kondisi darurat yang tidak bisa dihindari lagi,” sebagaimana yang 
dinukil oleh Imam al-Bukhâri[18]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bolehkah Seorang Banci Memandang Wanita ?&lt;br /&gt;
Masalah ini tidak lepas dari dua kondisi:&lt;br /&gt;
Pertama : Jika orang banci tersebut memiliki kecenderungan terhadap 
wanita, maka tidak ada khilaf dalam hal ini bahwa ia diharamkan dan 
termasuk perbuatan fasik.[19] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua : Ia seorang banci alami yang tidak memiliki kecenderungan terhadap wanita, maka dalam hal ini terdapat dua pendapat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Ulama Malikiyah, Hanabilah dan sebagian Hanafiyah memberi rukhsah 
(keringanan) baginya untuk berada di tengah kaum wanita dan memandang 
mereka. Dalilnya ialah firman Allâh ketika menjelaskan siapa saja yang 
boleh melihat wanita, dan siapa saja yang kaum wanita boleh berhias di 
hadapannya, yaitu: أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الِإرْبَةِ مِنَ 
الرِّجَالِ yang terjemahannya: "atau pelayan-pelayan laki-laki yang 
tidak bersyahwat (terhadap wanita)..".[20]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Ulama Syafi’iyah dan mayoritas Hanafiyah, berpendapat bahwa lelaki 
banci meskipun tidak bersyahwat terhadap wanita, tetap tidak boleh 
memandang kepada wanita. Dalam hal ini ia tetap dihukumi sebagai lelaki 
normal.[21]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalilnya ialah hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ كَانَ عِنْدَهَا وَفِي 
الْبَيْتِ مُخَنَّثٌ، فَقَالَ لِعَبْدِ اللَّهِ أَخِي أُمِّ سَلَمَةَ: يَا 
عَبْدَ اللَّهِ، إِنْ فَتَحَ اللَّهُ لَكُمْ غَدًا الطَّائِفَ، فَإِنِّي 
أَدُلُّكَ عَلَى بِنْتِ غَيْلَانَ؛ فَإِنَّهَا تُقْبِلُ بِأَرْبَعٍ 
وَتُدْبِرُ بِثَمَانٍ! فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ 
سَلَّمَ : لَا يَدْخُلَنَّ هَؤُلَاءِ عَلَيْكُنَّ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam pernah bersamanya dan 
saat itu di rumahnya terdapat seorang banci, maka Si banci tadi berkata 
kepada Abdullâh saudara Ummu Salamah, "Hai Abdullâh, jika besok Allâh 
menaklukkan kota Thaif bagi kalian; maka akan kutunjukkan kepadamu 
puteri Ghailan yang dari depan menampakkan empat lipatan sedangkan dari 
belakang terlihat delapan," maka Rasûlullâh bersabda, "Jangan 
sekali-kali mereka (orang-orang banci itu) masuk ke tempat kalian (kaum 
wanita)”.[22]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadits ini menunjukkan bahwa banci yang dilarang untuk masuk ke tempat 
wanita ialah banci yang memiliki kecenderungan (bersyahwat) terhadap 
wanita, sebab ia bisa menceritakan keindahan tubuh wanita yang pernah 
dilihatnya kepada lelaki. Sehingga dikhawatirkan ia akan membongkar 
aurat wanita muslimah bila dibiarkan keluar masuk ke tempat mereka. 
Adapun banci alami yang sama sekali tidak bersyahwat terhadap wanita, 
tidak akan melakukan hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulannya : Pendapat yang râjih adalah pendapat pertama yang sesuai dengan zhahir al-Qur’ân.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesaksian Orang Banci&lt;br /&gt;
Menurut ulama Hanafiyyah, orang banci yang tertolak kesaksiannya ialah 
yang sengaja berbicara lemah-lembut dan kemayu (manja) seperti wanita. 
Adapun bila ia memiliki nada suara yang lembut dan fisiknya lembek 
secara alami, dan tidak dikenal sebagai orang bejat; maka kesaksiannya 
masih diterima.[23]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun ulama Syafi’iyah dan Hanabilah menganggap bahwa menyerupai wanita
 adalah perbuatan haram yang menjadikan kesaksian seseorang tertolak. 
Tentunya, yang dimaksud bila sengaja menyerupai wanita, bukan karena 
pembawaannya.[24]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan menurut ulama Malikiyah, diantara yang tertolak kesaksiannya 
ialah seseorang yang tidak mempunyai rasa malu, dan termasuk sikap ini 
ialah bertingkah banci.[25] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulannya : Madzhab yang empat sepakat bahwa status kesaksian orang 
banci perinciannya seperti yang dijelaskan oleh ulama Hanafiyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sanksi Bagi Orang Banci&lt;br /&gt;
Lelaki yang sengaja bertingkah seperti wanita (pura-pura banci) tidak lepas dari dua keadaan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama : Laki-laki yang sengaja bertingkah sebagai banci tanpa 
terjerumus dalam perbuatan keji, ini tergolong maksiat yang tidak ada 
had maupun kaffaratnya. Sanksi yang pantas diterimanya bersifat ta’zir 
(ditentukan berdasarkan pertimbangan hakim), sesuai dengan keadaan si 
pelaku dan kelakuannya. Dalam hadits disebutkan, Nabi Shallallâhu 
‘alaihi wa sallam menjatuhkan sanksi kepada orang banci dengan 
mengasingkannya atau mengusirnya dari rumah. Demikian pula yang 
dilakukan oleh para Sahabat sepeninggal beliau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun ta’zir yang diberlakukan meliputi:&lt;br /&gt;
1. Ta’zir berupa penjara. Menurut madzhab Hanafi, lelaki yang kerjaannya
 menyanyi, banci, dan meratapi kematian pantas dihukum dengan penjara 
sampai mereka bertaubat[26]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Ta’zir berupa pengasingan. Menurut madzhab Syafi’i dan Hambali, 
seorang banci hendaklah diasingkan walaupun perbuatannya tidak tergolong
 maksiat (alias ia memang banci asli). Akan tetapi pengasingan tadi 
dilakukan untuk mencari kemaslahatan.[27]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnul-Qayyim rahimahullâh mengatakan, “Termasuk siasat syar’i yang 
dinyatakan oleh Imam Ahmad, ialah hendaklah seorang banci itu 
diasingkan; sebab orang banci hanya menimbulkan kerusakan dan pelecehan 
atas dirinya. Penguasa berhak mengasingkannya ke negeri lain yang di 
sana ia terbebas dari gangguan orang-orang. Bahkan jika dikhawatirkan 
keselamatannya, orang banci tadi boleh dipenjara”.[28] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua : Orang banci yang membiarkan dirinya dicabuli dan disodomi.&lt;br /&gt;
Orang banci seperti ini sanksinya diperselisihkan oleh para ulama. 
Banyak fuqaha’ yang berpendapat, ia pantas mendapat hukuman seperti 
pezina. Sedangkan Imam Abu Hanifah rahimahullâh berpendapat, hukumannya 
adalah ta’zir yang bisa sampai ke tingkat eksekusi, (seperti:) dibakar, 
atau dijungkalkan dari tempat yang tinggi. Sebab para sahabat juga 
berbeda pendapat tentang cara menghukumnya.[[29] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;NASIHAT BAGI LELAKI BANCI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Sebagai penutup, kami nasihatkan kepada siapa saja yang tergolong banci,
 agar segera bertaubat kepada Allâh Ta'âla. Tekunlah belajar ilmu syar’i
 yang dapat mendorong untuk taat kepada Allâh Ta'âla dan menghindari 
maksiat. Bertemanlah dengan orang-orang yang baik agar mereka mendorong 
dan menolong dalam kebaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hendaklah disadari, bahwa orang yang paling merugi ialah mereka yang 
merugi di dunia dan akhirat. Ia harus banyak berdoa, sebab dengan doa, 
Allâh Ta'âla akan mewujudkan harapan dan menerima taubatnya.&lt;br /&gt;
Wallâhu Ta’ala a’lam.[30]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XVI/1434H/2013. 
Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi 
Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]&lt;br /&gt;
_______&lt;br /&gt;
Footnote&lt;br /&gt;
[1]. HR al-Bukhâri dalam Shahîhnya, no. 5886. Menurut al-Hâfizh Ibnu 
Hajar, dalam riwayat versi Abu Dzar al-Harawi –salah seorang perawi 
kitab Shahîh al-Bukhâri yang menjadi acuan Ibnu Hajar dalam menyusun 
Fathul-Bâri-, akhir hadits ini menyebutkan bahwa Umar mengusir Si 
Fulanah (wanita). Adapun dalam riwayat-riwayat lainnya disebutkan Si 
Fulan (pria).&lt;br /&gt;
[2]. HR al-Bukhâri dalam Shahîhnya, no. 5885, dari jalur ‘Ikrimah pula.&lt;br /&gt;
[3]. Lihat Mu’jam Lughatil-Fuqaha’, 1/417.&lt;br /&gt;
[4]. Fathul-Bâri, 10/332.&lt;br /&gt;
[5]. Pembagian ini juga difahami dari penjelasan sejumlah ulama dalam 
kitab-kitab mereka, seperti Ibnu Abdil-Barr dalam at-Tamhîd, 22/273; 
Ibnu Qudamah dalam al-Mughni, 7/462; dan asy-Syirbini dalam 
Mughnil-Muhtâj, 4/430.&lt;br /&gt;
[6]. Talbis Iblis, 1/281; Majalah al-Fiqh al-Islamy, 4/1923.&lt;br /&gt;
[7]. Lihat al-Majmu’, 1/294.&lt;br /&gt;
[8]. Lihat as-Sailul-Jarrar, 4/126.&lt;br /&gt;
[9]. Majmu’ Fatawa, 11/565-566. Lihat pula I’anatut Thalibin, 6/121; Mughnil-Muhtaaj, 4/430; al-Mughni, 12/40.&lt;br /&gt;
[10]. Al-Istiqamah, 1/306; Majmu’ Fatawa, 11/565-566.&lt;br /&gt;
[11]. Lihat Hâsyiyah Ibnu Abidin, 4/259.&lt;br /&gt;
[12]. Lihat al-Minhâj, 1/497, oleh an-Nawawi.&lt;br /&gt;
[13]. Lihat Hâsyiyah ash-Shawi, 5/217; al-Inshaf, 6/89.&lt;br /&gt;
[14]. Subulus-Salâm, 5/1.&lt;br /&gt;
[15]. Hâsyiyah Ibnu Abidin, 2/418.&lt;br /&gt;
[16]. Lihat al-Mabsuth, 1/111; al-Umm, 1/166; al-Majmu’, 4/287; asy- Syarh al-Kabîr, 1/326 dan al-Muhalla, 4/212.&lt;br /&gt;
[17]. Lihat al-Inshaf, 2/252; Syarah Muntahal Iradat, 1/272; at-Tâj wal-Iklîl, 2/93.&lt;br /&gt;
[18]. Shahîh al-Bukhâri, 1/141, secara mu’allaq.&lt;br /&gt;
[19]. Lihat Fathul-Qadîr, 2/222; at-Tamhîd, 22/273; Mughnil-Muhtâj, 3/128 dan al-Mughni, 7/462.&lt;br /&gt;
[20]. Penggalan dari ayat 31 Surat an-Nûr. Lihat at-Tamhîd, 22/273 dan al-Mughni, 7/462.&lt;br /&gt;
[21]. Lihat Mughnil-Muhtâj, 3/128 dan al-Mabsuth, 12/382.&lt;br /&gt;
[22]. HR al-Bukhâri dalam Shahîhnya, no. 5887. Yang dimaksud lipatan di 
sini adalah lipatan perut yang berjumlah empat bila dilihat dari depan, 
sedangkan dari belakang ujung-ujungnya di kedua sisi berjumlah delapan.&lt;br /&gt;
[23]. Fathul-Qadîr, 17/130.&lt;br /&gt;
[24]. Al-Muhadzdzab, 2/325 dan al-Mughni, 12/40.&lt;br /&gt;
[25]. Hâsyiyah ad-Dasuqi, 4/166.&lt;br /&gt;
[26]. Al-Mabsuth, 27/205.&lt;br /&gt;
[27]. Mughnil Muhtâj, 4/192; al-Fatawa al-Kubra, 5/529.&lt;br /&gt;
[28]. Bada’i al Fawa-id, 3/694.&lt;br /&gt;
[29]. Lihat al-Mabsuth, 11/78; al-Fawakih ad-Dawani, 2/209; Raudhatut-Thalibin, 10/90, dan , 10/155.&lt;br /&gt;
[30]. Sebagian besar pembahasan dalam tulisan ini diangkat dari artikel 
berjudul ( الأحكام الشرعية في المخنث ) oleh Ra'fat al- Hamid al- 'Adani,
 dari situs: www.ahlalhdeeth.com&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;a href="http://almanhaj.or.id/content/3606/slash/0/banci-dalam-tinjauan-syariat/" target="_blank"&gt;Al-Manhaj &lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Faq Smartfren yang Penting: Sistem Konversi Data</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2013/04/faq-smartfren-yang-penting-sistem.html</link><category>Teknologi</category><pubDate>Sat, 13 Apr 2013 21:43:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-303097694979053379</guid><description>Silakan dicermati sejenak, mungkin ini merupakan hal yang terlihat sepele, namun sebenarnya perlu untuk diketahui:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;12. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bisakah dijelaskan berapa banyak kuota yang akan saya dapat saat saya melakukan pembelian paket data Volume Based Smartfren Connex &amp;amp; Connex EVO? Dan bagaimana cara penghitungan sisa kuota setelah saya melakukan pengunduhan atau pengiriman file?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smartfren menggunakan&lt;span style="color: yellow;"&gt; sistem konversi metrik&lt;/span&gt; dalam &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;penetapan kuota data (konversi menggunakan standar pembulatan 1000) yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan paket yang&amp;nbsp; dibeli. Misalnya, pelanggan membeli paket 2GB, maka yang pelanggan dapatkan adalah sejumlah&amp;nbsp; 2,000,000KB dengan konversi dasar 1MB = 1000KB dan 1GB = 1000MB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat bahwa &lt;span style="color: yellow;"&gt;sistem konversi&lt;/span&gt; yang digunakan saat pelanggan mengunduh atau mengirim file dari/ ke internet, &lt;span style="color: yellow;"&gt;adalah sistem biner&lt;/span&gt; dimana pembulatan yang digunakan ialah 1024. Jadi bila pelanggan mengunduh file sebesar 2MB, itu berarti kuota data yang digunakan adalah sebesar 2 x 1024KB = 2048KB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika pelanggan memiliki kuota Smartfren Connex sebesar 1GB (1.000.000KB) dan mengunduh file seperti dalam contoh di atas, maka kuota yang tersisa adalah sebagai berikut : 1,000,000 KB - 2048 KB = 997,952KB.&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selalu kunjungi situs web &lt;a href="http://smartfren.com/" target="_blank"&gt;Smartfren&lt;/a&gt; minimal sebulan sekali untuk mengecek barangkali ada perubahan-perubahan kebijakan agar teman-teman tidak merasa dirugikan karena ketidaktahuan informasi yang dikeluarkan oleh provider.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber: &lt;a href="http://www.smartfren.com/ina/faq-connex/" target="_blank"&gt;Smartfren&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Pelajaran dari Kehancuran Kaum Saba'</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2013/04/pelajaran-dari-kehancuran-kaum-saba_4388.html</link><category>Islami</category><pubDate>Sun, 7 Apr 2013 14:24:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-2008280558971845724</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: yellow;"&gt;Ustadz Abu Ahmad Said Yai, Lc&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ ﴿١٥﴾ فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ ﴿١٦﴾ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا ۖ وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu: dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan), 'Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya!' (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar. Dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon atsl dan sedikit dari pohon sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan adzab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir." [Saba'/34:15-17]&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah Allâh Azza wa Jalla menyebutkan nikmat yang diberikan kepada keluarga (Nabi) Dawud 'alaihimussalâm, bentuk syukur mereka kepada Allâh Azza wa Jalla dan pengabaran bahwa hanya sedikit di antara hambanya yang bersyukur kepada-Nya atas nikmat yang telah diberikan (pada ayat-ayat yang sebelumnya-pen), Allâh Azza wa Jalla menyebutkan kisah anak-keturunan Saba'.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ini adalah salah satu bentuk nikmat dan kasih sayang yang diberikan oleh Allâh kepada manusia. Dia Azza wa Jalla menceritakan kabar-kabar kaum yang dibinasakan dan diadzab kepada orang-orang yang tinggal berdekatan dengan bangsa Arab. Mereka menyaksikan langsung peninggalan-peninggalan serta saling menceritakan kabar kehancuran kaum tersebut. Dengan tujuan, mereka akan lebih membenarkan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan lebih dapat menerima peringatan dari beliau.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saba' adalah suatu kabilah yang terkenal di negeri Yaman. Nama lengkap Saba' adalah Saba' bin Yasyjub bin Ya'rub bin Qahthân. Tempat tinggal mereka berada di suatu daerah yang disebut Ma'rib. Allâh telah memberikan kepada mereka nikmat yang sangat besar, tetapi mereka tidak mensyukuri nikmat tersebut, sehingga Allâh menurunkan adzab dan mencabut nikmat-Nya. Itu adalah balasan yang setimpal untuk orang yang sangat kafir.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;SIAPAKAH SABA’ ITU?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam hadits Farwah bin Musaik, Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;pernah ditanya oleh seorang laki-laki, "Ya Rasûlullâh! Kabarkanlah kepadaku tentang Saba'! Apakah Saba' itu? Apakah dia itu (nama) suatu tempat ataukah (nama) wanita?" Beliau pun menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
لَيْسَ بِأَرْضٍ وَلاَ امْرَأَةٍ وَلَكِنَّهُ رَجُلٌ وَلَدَ عَشَرَةً مِنَ الْعَرَبِ, فَتَيَامَنَ سِتَّةٌ وَتَشَاءَمَ أَرْبَعَةٌ&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dia bukanlah (nama) suatu tempat dan bukan pula (nama) wanita, tetapi dia adalah seorang laki-laki yang memiliki sepuluh anak dari bangsa Arab. Enam orang dari anak-anaknya menempati wilayah Yaman dan empat orang menempati wilayah Syam [1]&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam riwayat Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma terdapat tambahan, "Adapun yang menempati Yaman, mereka adalah: Madzhij, Kindah, Al-Azd, Al-Asy'ariyûn, Anmâr dan Himyar. Adapun yang menempati Syam, mereka adalah: Lakhm, Judzâm, 'Âmilah dan Ghassân."[2]&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berdasarkan literatur-literatur sejarah [3] , Saba' juga dikenal dengan nama 'Abdusy-Syams (Hamba Matahari). Kesepuluh orang anak Saba' tersebut sekarang dikenal sebagai nama-nama kabilah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;KERAJAAN SABA’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kerajaan Saba' adalah kerajaan yang berdiri sejak abad ke-10 SM atau sebelumnya. Kerajaan ini mencapai masa kejayaan di abad ke-8 SM. Pada abad itulah Ratu Bilqis, istri Nabi Sulaiman 'alaihissalâm, hidup. Perlu diketahui bahwa Bilqis termasuk keturunan Saba' dan pernah memimpin kerajaan Saba'. Pada abad itu pulalah dibangun bendungan raksasa yang menghebohkan dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kerajaan ini memiliki wilayah kekuasan yang sangat luas sekali, meliputi: seluruh Jazirah Arab bagian selatan, Laut Merah, Iritria dan Etiopia Timur di benua Afrika.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kerajaan ini berpusat di Ma'rib, suatu daerah di Yaman yang berjarak 170 km dari Shan'â', Ibu kota Yaman saat ini. Mengalami kehancuran pada tahun 550 M.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;KEHEBATAN KAUM SABA'&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kerajaan Saba' juga terkenal dengan kekuatan bala-tentaranya, sehingga dapat mengalahkan banyak kerajaan lain di sekitarnya. Allâh Azza wa Jalla mengabadikan kisah Ratu Bilqis ketika dia menanyakan bagaimana pendapat pejabat-pejabat di sekitarnya tentang ancaman yang datang dari Nabi Sulaiman Alaihissallam :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
قَالُوا نَحْنُ أُولُو قُوَّةٍ وَأُولُو بَأْسٍ شَدِيدٍ وَالْأَمْرُ إِلَيْكِ فَانْظُرِي مَاذَا تَأْمُرِينَ&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mereka menjawab, "Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu, maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan." [an-Naml/27:33].&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada tahun 24 SM tentara kerajaan Saba' berhasil menaklukkan tentara Markus Ilyus Galus dari kerajaan Romawi, yang pada saat itu dunia mengenalnya dengan kekuatan bala-tentara yang tidak ada tandingannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;KEMAKMURAN KAUM SABA'&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kerajaan ini terkenal dengan hasil alamnya sehingga banyak orang yang berhijrah dan berdagang ke sana. Dengan demikian, kerajaan ini bisa menjadi kerajaan yang sangat kaya dan makmur pada saat itu. Allâh Azza wa Jalla mengabadikan keadaan mereka di dalam al-Qur'ân:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Allâh) di tempat kediaman mereka, yaitu: dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri [Saba'/34:15]&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;SEPERTI APA DUA KEBUN ITU?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dua kebun itu sangat luas dan terletak di hamparan lembah antara dua gunung di Ma'rib. Tanahnya sangat subur dan menghasilkan berbagai macam tanaman dan buah-buahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Qatâdah rahimahullah dan 'Abdurrahmân bin Zaid rahimahullah, dua orang tâbi'i, menceritakan bahwa apabila ada seseorang masuk ke dalam kebun itu dengan membawa keranjang di atas kepalanya, ketika keluar maka keranjang tersebut akan dipenuhi dengan buah-buahan tanpa harus memetik buah tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Abdurrahmân bin Zaid rahimahullah menambahkan bahwa di sana tidak ditemukan nyamuk, lalat, serangga, kelajengking dan ular.[4]&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penyebutan dua kebun di ayat ini tidak berarti bahwa kebun itu jumlahnya hanya dua, tetapi yang dimaksud dengan dua kebun adalah kebun-kebun yang berada di sebelah kiri dan kanan lembah tersebut. Kebun-kebunnya sangat banyak dan beragam, sebagaimana dikatakan oleh al-Qusyairi rahimahullah [5] .&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;MENGAPA LEMBAH ITU BISA MENJADI SANGAT SUBUR?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;Lembah itu menjadi sangat subur karena adanya bendungan yang bisa menampung air yang sangat banyak. Bendungan itu terkenal dengan nama bendungan Ma'rib atau bendungan 'Arim. Bendungan itu berukuran panjang 620 m, lebar 60 m dan tinggi 16 m.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bendungan yang sangat menakjubkan ini didirikan pada abad ke-7 atau ke-8 SM. Disebutkan di beberapa catatan sejarah bahwa yang membangunnya adalah Raja Saba' bin Yasyjub. Adapun di beberapa buku tafsir [6] disebutkan bahwa yang membangunnya adalah Ratu Bilqis. Karena terjadi pertikaian di kaumnya dalam pemanfaatan air wâdi [7] , sehingga mereka saling membunuh untuk merebutnya, maka Ratu Bilqis berinisiatif untuk mendirikan bendungan itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan adanya bendungan itu, kaum Saba' tidak perlu merasa takut akan persediaan air dan mereka dapat memanfaatkannya untuk pengairan (irigasi) kebun-kebun mereka. Ini adalah nikmat yang sangat besar yang diberikan oleh Allâh kepada mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;KEWAJIBAN MEREKA TERHADAP KARUNIA YANG MEREKA TERIMA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allâh Azza wa Jalla berfirman:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(Kepada mereka dikatakan), 'Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya!' (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun [Saba'/34:15]&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allâh Azza wa Jalla memerintahkan mereka untuk menikmati nikmat yang Allâh Azza wa Jalla berikan itu dan bersyukur kepada-Nya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Firman Allah Ta'ala:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun [Saba'/34:15]&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maksud dari negeri yang baik adalah negeri yang baik hawa dan suhunya, sebagaimana disebutkan olehaAl-Baghawi [8] Adapun pengertian Rabb yang Maha Pengampun adalah Yang Maha mengampuni dosa-dosa kalian, jika kalian senantiasa berada di atas tauhid, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Katsîr [9] .&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Qatâdah berkata, "Rabb kalian Maha mengampuni dosa-dosa kalian atau kaum yang telah diberi kenikmatan. Dan Allâh Azza wa Jalla memerintahkan kepada mereka untuk menaati-Nya dan melarang mereka untuk melakukan perbuatan maksiat kepada-Nya."[10]&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;KEHANCURAN KAUM SABA'&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebelum Ratu Bilqis masuk Islam, kaum Saba' menyembah matahari dan bintang-bintang. Setelah beliau memeluk Islam, maka kaumnya pun mengikutinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sampai kurun waktu tertentu, kaum Saba' dalam keadaan bertauhid kepada Allâh Azza wa Jalla , hingga akhirnya kembalilah mereka ke agama nenek moyang mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allâh Azza wa Jalla telah mengutus tiga belas rasul kepada mereka[11] . Akan tetapi, mereka tetap saja tidak mau kembali ke dalam Islam. Allâh Azza wa Jalla pun murka dan menghancurkan bendungan yang telah mereka buat. Allâh Azza wa Jalla berfirman:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir Al-'Arim [Saba'/34:16].&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Para ulama berbeda pendapat tentang makna a-'aim di ayat tersebut. Makna a-'aim yang mereka sebutkan adalah sebagai berikut: bendungan, air yang ditampung bendungan, air yang sangat besar, nama wâdi (lembah), tikus yang menghancurkan bendungan dan nama banjir.[12]&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;PENYEBAB HANCURNYA BENDUNGAN MA’RIB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allâh-lah yang menghancurkan bendungan itu. Di hampir seluruh buku-buku tafsir disebutkan bahwa sebab kehancuran bendungan adalah adanya seekor tikus besar (lebih besar daripada kucing) yang diutus oleh Allâh Azza wa Jalla untuk melubangi bendungan itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada sebab lain yang disebutkan oleh Ibnu 'Âsyûr rahimahullah yaitu; pertama dikarenakan terjadinya perang saudara di antara mereka sehingga tidak sempat memperbaiki kerusakan yang terjadi di bendungan itu, dan yang kedua dikarenakan ulah musuh-musuh kaum Saba' pada saat itu yang dengan sengaja menghancurkan bendungan itu [13] . Allâhu a'lam (Allâh-lah yang Maha Mengetahui) mana yang benar dari sebab-sebab yang disebutkan. Tetapi yang jelas, Allâh-lah yang menghancurkannya sebagaimana disebutkan di dalam ayat ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kehancuran bendungan Ma'rib terjadi sekitar tahun 542 M. Kehancuran bendungan itu mengakibatkan banyak kerusakan pada kaum Saba' dan kehancuran kerajaan mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;KEADAAN KAUM SABA' SETELAH HANCURNYA BENDUNGAN MA’RIB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allâh Azza wa Jalla menceritakan keadaan mereka setelah hancurnya bendungan Ma'rib dengan firman-Nya:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon atsl dan sedikit dari pohon sidr [Saba'/34:16].&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kedua kebun mereka yang menjadi sumber penghidupan, kekayaan dan kekuatan mereka digantikan oleh Allâh Azza wa Jalla dengan kebun yang jelek, yang tidak bermanfaat untuk kehidupan mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Firman Allâh ta'âla: "(pohon-pohon) yang berbuah pahit" yaitu pohon siwak (أرَاك/Toothbrush tree /Salvadora persica) dan buahnya yang pahit (dalam bahasa arab disebut barîr). Ini adalah pendapat jumhur mufassirîn, seperti Ibnu 'Abbâs, Mujâhid, 'Ikrimah, Athâ', Qatâdah, Al-Hasan, As-Suddi dll.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sedangkan pohon atsl adalah pohon tamarisk (طَرْفَاء/Tamarix aphylla). Ia sejenis pohon cemara.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sedangkan pohon sidr adalah pohon bidara (Indian pulm/Ziziphus mauritiana) [14] .&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan keadaan seperti itu, kaum Saba' tidak bisa bertahan, sehingga hancurlah kerajaan mereka. Kehancuran ini diperkirakan terjadi pada tahun 550 M.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mereka terpaksa harus mencari tempat tinggal yang baru. Mereka pun berhijrah ke berbagai tempat. Enam kabilah dari kaum Saba' berpencar di Yaman dan empat kabilah lainnya berpencar di Syam sebagaimana telah disebutkan di awal pembahasan. Ini semua adalah akibat ulah mereka sendiri. Mereka tidak bersyukur kepada Allâh Azza wa Jalla dan menyembah selain-Nya. Allâh Azza wa Jalla berfirman :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا ۖ وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir [Saba'/34:17].&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ini juga sesuai dengan firman Allah Ta'ala:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ ﴿١١٢﴾وَلَقَدْ جَاءَهُمْ رَسُولٌ مِنْهُمْ فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ وَهُمْ ظَالِمُونَ&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan Allâh telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allâh. Karena itu, Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. Dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya. Karena itu, mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zhalim." [an-Nahl/16:112-113].&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sungguh mengerikan bukan kisah kehancuran kaum Saba'! Mereka kufur terhadap nikmat Allâh Azza wa Jalla . Allâh Azza wa Jalla mengabadikan kisah mereka di dalam al-Qur'ân dan memberi nama surat yang memuat kisah mereka dengan nama surat Saba'. Ini agar orang-orang terus mengingat, membicarakan dan mengenang kisah ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di akhir kisah kaum Saba', Allâh mengakhiri firman-Nya dengan :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur [Saba'/34:19].&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mudah-mudahan kita semua termasuk hamba Allâh yang bisa bersabar menghadapi segala ujian di dunia ini dan bisa selalu bersyukur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allâhummaj'alnâ minashshâbirîn asy-syâkirîn. Mudah-mudahan bermanfaat. Amin.&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Saba' adalah nama seorang laki-laki yang kaum Saba' menisbatkan dirinya kepadanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Karena memiliki bendungan yang sangat besar dan kebun-kebun yang sangat luas, kerajaan Saba' menjadi sangat makmur dan memiliki bala tentara yang sangat kuat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3. Kaum Saba' selama beberapa lama sempat bertauhid kepada Allâh Azza wa Jalla .&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
4. Mereka tidak bersyukur kepada Allâh Azza wa Jalla dan kembali menyembah matahari dan bintang-bintang, sehingga Allâh Azza wa Jalla menurunkan azabnya dengan menghancurkan bendungan Ma'rib yang mereka buat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
5. Dengan adzab yang Allâh Azza wa Jalla turunkan itu, hancurlah semua kebun yang mereka banggakan selama beratus-ratus tahun dan Allâh Azza wa Jalla gantikan dengan kebun-kebun yang tidak berarti.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
6. Kaum Saba' tidak bisa bertahan dengan keadaan seperti itu, sehingga mengakibatkan hancurnya kerajaan mereka dan berpencarnya sepuluh kabilah kaum Saba' di daerah Yaman dan Syam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
7. Ini semua adalah balasan bagi orang yang sangat kafir kepada Allâh Azza wa Jalla dan tidak mensyukuri nikmat-Nya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Al-Qur'an dan Terjemahannya. Madinah: Kompleks Percetakan Mushhaf Raja Fahd.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Al-Jâmi' li ahkâmil-Qur'ân. Muhammad bin Ahmad Al-Qurthubi. 1423 H/2003 M. Riyadh: Dar 'Âlam Al-Kutub.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3. Al-Mausû'ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah. Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Kuwait. Mesir: Mathâbi' Dar Ash-Shafwah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
4. At-Tahrîr wa At-Tanwîr. Muhammad Ath-Thâhir bin 'Âsyûr. 1997. Tinusia: Dar Sahnûn.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
5. Fathul-Qadîr. Muhammad bin 'Ali Asy-Syaukâni. 1429 H/2008 M. Mesir: Dârul-Wafâ'.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
6. Jâmi'ul-bayân fî ta'wîlil-Qur'ân. Muuammad bin Jarîr Ath-Thabari. Beirut: Muassasah Ar-Risâlah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
7. Ma'âlimut-tanzîl. Abu Muhammad Al-Husain bin Mas'ûd Al-Baghawi. Riyadh:Dâr Ath-Thaibah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
8. Musnad Ahmad. Ahmad bin Hanbal. Tahqiq: Syu'aib Al-Arnaûth. Beirut: Muassasah Ar-Risâlah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
9. Shahîh Sunan Abi Dâwud. Muhammad bin Nâshiruddin Al-Albâni. 1421 H/2000 M. Riyadh: Maktabah Al-Ma'arif.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
10. Shahîh At-Targhîb wa At-Tarhîb. Muhammad bin Nâshiruddin Al-Albâni. Riyadh: Maktabah Al-Ma'arif.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
11. Sunan Abî Dâwud. Abu Dâwud Sulaimân bin Al-Asy'ats As-Sajistâni. Riyadh: Maktabah Al-Ma'ârif.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
12. Sunan At-Tirmidzi. Abu 'Îsa At-Tirmidzi. Riyadh: Maktabah Al-Ma'ârif.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
13. Tafsîr Al-Qur'ân Al-'Adzhîm. Ismâ'îl bin 'Umar bin Katsir. 1999. Riyadh: Dâr Ath-Thaibah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
14. Taisîr Al-Karîm Ar-Rahmân. Abdurrahmân bin Nâshir As-Sa'di. Beirut: Muassasah Ar-Risâlah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 02/Tahun XIV/1431H/2010. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196].&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;a href="http://almanhaj.or.id/content/3571/slash/0/pelajaran-dari-kehancuran-kaum-saba/"&gt;Al-Manhaj &lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Marahnya Shahabat Rasulullah ketika ada yang Berangan-angan Hadir di Zaman Rasulullah</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2013/03/marahnya-shahabat-rasulullah-ketika-ada.html</link><category>Islami</category><pubDate>Thu, 14 Mar 2013 05:35:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-6215014702576011382</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tak diragukan lagibenak kita, akan keindahan hidup bila kita diperkenankan tuk bisa melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mata kepala sendiri, tentulah kan sirna segala kerinduan karena beliaulah penyejuk pandangan kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun, bagaimakah sikap para Sahabat beliau seandainya kita bisa mengutarakan pada mereka tentang segala angan kita tuk hadir dan menyertai zaman ketika sang Rasul diutus??&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;----&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/span&gt; Abdur Rahman bin Nufair meriwayatkan dari ayahnya, bahwa Suatu hari kami Duduk bersama Al Miqdad bin Al Aswad (salah satu Sahabat Nabi) radhiallahu ‘anhu kemudian seorang lelaki melewatinya dan berkata : “Betapa bahagia kedua matamu ini yang telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam! Sungguh kami pun mengharap bisa melihat apa yang engkau lihat, dan menyertai -kejadian- apa yang telah kau saksikan.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka, &lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;marahlah Al Miqdad -setelah mendengar perkataan lelaki itu- dan aku (periwayat kisah ini) pun terheran-heran kenapa beliau marah –pada lelaki itu-, padahal yang dikatakan lelaki itu adalah baik?!&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemudian, Al Miqdad pun menghadap kepada lelaki itu dan berkata : “Apakah gerangan yang membawa seseorang untuk berharap menghadiri apa yang telah Allah luputkan darinya?! Sedangkan dia tidak tahu apakah yang akan terjadi pada dirinya seandainya dia menyertai kejadian pada masa itu!? Demi Allah, sungguh telah hadir di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beberapa kaum yang justru Allah seret mereka di atas hidung-hidung wajah mereka di dalam Neraka Jahannam karena mereka tidak menerima dakwah beliau dan tidak pula membenarkan beliau. Tidakkah kalian memuji Allah karena Dia telah menciptakan kalian dalam keadaan kalian hanya mengenal Rabb kalian dan dalam keadaan kalian membenarkan Nabi kalian! Sungguh kalian telah dihindarkan dari bencana yang telah menimpa kaum-kaum selain kalian! Sungguh Allah telah mengutus Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pada masa yang terburuk di masa jahiliyah, yang mana lebih buruk daripada masa-masa lain ketika Nabi-Nabi diutus, ketika itu menurut mereka (kaum jahiliyah) tidaklah ada suatu agama yang lebih baik daripada penyembahan berhala, maka Nabi pun datang dengan membawa ‘pemisah’ antara kebenaran dan kebatilan, beliau memisahkan antara seorang ayah dan anaknya (karena sebagiannya kafir dan lainnya mukmin). Sehingga sungguh ketika itu seseorang melihat ayah dan anaknya serta saudaranya adalah kafir sedangkan saat itu Allah telah membuka kunci hatinya untuk beriman, dia tahu bahwa bila keluarganya itu mati –dalam keadaan kafir- maka akan masuk Neraka, maka tidak mungkin dia ‘kan tenang pandangannya (senang) sedangkan keluarganya tercinta ada di Neraka! Sesungguhnya kejadian tersebut sebagaimana yang telah Allah firmankan : {“Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”(QS. Alfurqan : 74) }.” [Tafsir Ibnu Katsir, Surat Al Furqan Ayat 72-74.]&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
-------&amp;gt; Begitulah sikap para Sahabat bila mendengar angan-angan orang yang mengharap pertemuan dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan tetapi tidak memperhitungkan konsekwensi hidup di masa beliau yang penuh dengan ujian keras dalam&amp;nbsp; berjuangan di jalan Allah yang hanya mampu dipikul oleh manusia pilihan, orang-orang terkuat dan terikhlas dalam mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka, merekalah, para Sahabat Rosul yang telah Allah pilih untuk menyertai perjuangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam membumikan Islam di pelosok bumi Allah ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tentang para Sahabat Rasul, betapa besar jasa meraka pada Islam sehingga walaupun terkadang memiliki kesalahan, Namun, Allah Yang Maha Mengetahui semua itu tetap berfirman :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
{“ Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”} QS. At Taubah :100.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tentang keikhlasan mereka pun Allah berfirman :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
{“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).”} QS. Al Fath :18.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka Allah mengajarkan kita untuk mendoakan mereka :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
{“ Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang".} QS. Al Hasyr :10.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Wallahul Muwaafiq.&lt;br /&gt;
---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/MocHaMmAd.HILMAN.aLfiQhY" target="_blank"&gt;Mochammad NujuNyuprihelmu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DKI Jakarta. Selasa, 30 Rabi’uts Stani 1434.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Keutamaan Shalat Sunnah</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2013/01/keutamaan-shalat-sunnah.html</link><category>Islami</category><pubDate>Sun, 27 Jan 2013 06:34:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-1261364867367796398</guid><description>&lt;center&gt;
&lt;span style="color: yellow;"&gt;Oleh&lt;br /&gt;
Muhammad bin Suud Al-Uraifi&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Disyari’atkannya Shalat Sunnah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mensyari’atkan shalat sunnah untuk 
meningkatkan amal manusia dan menutupi segala kekurangan dan kelalaian 
yang ada, sebagaimana hal itu diperintahkan oleh Allah dalam Kitab-Nya 
yang agung, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ
 الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan 
pada sebagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang 
baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah 
peringatan bagi orang-orang yang ingat." [Huud/11: 114]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Apabila kamu telah &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan 
sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Rabb-mulah 
hendaknya kamu berharap." [Al-Insyirah/94: 7-8]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Mas‘ud Radhiyallahu anhu berkata: "Apabila engkau telah selesai 
melaksanakan shalat-shalat wajib maka laksanakanlah shalat malam."[1] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Mujahid mengatakan, “Jika engkau telah menyelesaikan urusan duniamu, maka menghadaplah kepada Rabb-mu dengan shalat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga di antara dalil yang menunjukkan tentang disyari’atkannya shalat malam, adalah hadits yang menyebutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ 
اْلإِسْـلاَمِ، فَقَالَ: (خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ). 
فَقَالَ الرَّجُلُ: هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهُنَّ؟ قَالَ: (لاَ، إِلاَّ أَنْ 
تَطَوَّعَ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Bahwa seseorang bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
tentang (kewajiban-kewajiban) dalam Islam, lalu beliau menjawab, 
'(Melaksanakan) shalat lima waktu dalam sehari semalam.' Orang itu 
bertanya lagi, 'Adakah kewajiban lain atas diriku?' Beliau menjawab, 
'Tidak ada, kecuali engkau mengerjakan shalat sunnah.'"[2] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Keutamaan Shalat Sunnah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak hadits-hadits yang menjelaskan tentang besarnya keutamaan dan 
pahala yang diperoleh dari shalat sunnah. Di antaranya adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِـهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ 
أَعْمَالِهِمْ اَلصَّلاَةُ، قَالَ: يَقُوْلُ رَبُّنَا -جَلَّ وَعَزَّ- 
لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ: اُنْظُرُوْا فِيْ صَلاَةِ عَبْدِيْ، 
أَتَمَّهَا أَوْ نَقَصَهَا، فَإِنْ كَانَتْ تَامَّـةً كُتِبَتْ لَهُ 
تَامَّةً، وَإِنْ كاَنَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا، قَالَ: اُنْظُرُوْا 
هَلْ لِعَـبْدِيْ مِنْ تَطَوُّعٍ؟ فَإِنْ كاَنَ لَهُ تَطَوُّعٌ، قَالَ: 
أَتِمُّوْا لِعَبْدِيْ فَرِيْضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ، ثُمَّ تُؤْخَذُ 
اْلأَعْمَالُ عَلَى ذَلِكَ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali akan dihisab kelak pada 
hari Kiamat adalah shalatnya." Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
bersabda lagi, "Allah جَلَّ وَعَزَّ berfirman kepada para Malaikat-Nya, 
sedangkan Ia lebih mengetahui, 'Lihatlah shalat hamba-Ku, sudahkah ia 
melaksanakannya dengan sempurna ataukah terdapat kekurangan?' Bila 
ibadahnya telah sempurna maka ditulis untuknya pahala yang sempurna 
pula. Namun bila ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman, 'Lihatlah
 apakah hambaku memiliki shalat sunnah?' Bila ia memiliki shalat sunnah,
 maka Allah berfirman, 'Sempurnakanlah untuk hamba-Ku dari kekurangannya
 itu dengan shalat sunnahnya.' Demikianlah semua ibadah akan menjalani 
proses yang serupa."[3] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komentar saya (penulis): Hadits ini menjelaskan salah satu hikmah tentang disyari’atkan-nya shalat sunnah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
مَنْ صَلَّى فِيْ يَوْمٍ، اِثْنَتَيْ عَشْـرَةَ رَكْعَةً، تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيْضَةٍ، بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Barangsiapa yang melakukan shalat sunnah selain shalat fardhu dalam 
sehari dua belas raka'at, maka Allah pasti akan membangunkan untuknya 
sebuah rumah di Surga."[4] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Rubai'ah bin Ka'ab al-Aslami Radhiyallahu anhu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
كُنْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، 
فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوْئِهِ وَحَاجَتِهِ، فَقَالَ لِي: (سَلْ)! فَقُلْتُ: 
أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ، قَالَ: (أَوَ غَيْرَ ذَلِكَ)؟ 
قُلْتُ هُوَ ذَاكَ، قَالَ: (فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ 
السُّجُوْدِ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Suatu hari aku bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu 
aku membawakan kepadanya bejana air untuk beliau berwudhu’ dan segala 
keperluannya. Beliau berkata kepadaku, 'Mintalah!' Aku berkata, 'Aku 
meminta kepadamu untuk dapat menemanimu di Surga kelak.' Beliau 
bertanya, 'Adakah selain itu?' Aku menjawab, 'Hanya itu saja.' Beliau 
bersabda, 'Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu itu dengan 
memperbanyak sujud.'"[5] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Mi'dan bin Abi Thalhah al-Ya'muri berkata, "Aku bertemu Tsauban, 
bekas budak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu aku berkata 
kepadanya, 'Beritahukanlah kepadaku tentang amal ibadah yang jika aku 
lakukan, maka Allah akan memasukkanku karenanya ke dalam Surga!' Ia 
terdiam, lalu aku bertanya lagi. Ia masih terdiam, lalu aku bertanya 
lagi ketiga kalinya. Akhirnya ia berkata, 'Aku telah menanyakan masalah 
ini kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُـوْدِ للهِ، فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ ِللهِ 
سَجْدَةً، إِلاَّ رَفَعَكَ اللهُ بِهَا دَرَجَةً، وَحَطَّ بِهَا عَنْكَ 
خَطِيْئَةً.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Perbanyaklah sujud kepada Allah, karena tidaklah engkau bersujud kepada
 Allah dengan satu kali sujud, melainkan Allah akan mengangkat bagimu 
satu derajat karenanya dan menghapuskan bagimu satu dosa karenanya."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mi'dan berkata: "Lalu aku bertemu Abud Darda' dan aku tanyakan masalah 
ini kepadanya juga. Ia menjawab seperti jawaban yang diberikan 
Tsauban."[6] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan sujud dalam hadits ini adalah melakukan shalat 
sunnah. Karena bersujud secara terpisah tanpa dilakukan dalam shalat 
atau tanpa sebab merupakan sesuatu yang tidak dianjurkan. Bersujud, 
walaupun termasuk dalam shalat fardhu, namun melaksanakan shalat fardhu 
adalah kewajiban atas setiap muslim. Maka yang ditunjukkan oleh 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di sini adalah, sesuatu yang 
khusus yang dengannya Mi'dan dapat meraih apa yang ia cari.[7] Oleh 
karena itulah Ibnu Hajar meriwayatkan hadits Rabi'ah ini dalam bab 
shalat sunnah.[8] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Dari Abu Umamah Radhiyallahu anhu, ia berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
مَا أَذِنَ اللهُ لِعَـبْدٍ فِيْ شَيْءٍ أَفْضَلَ مِنْ رَكْعَتَيْنِ 
يُصَلِّيْهِمَا، وَإِنَّ الْبِرَّ لَيُذَرُّ فَوْقَ رَأْسِ الْعَبْدِ مَا 
دَامَ فِيْ صَلاَتِهِ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Tidak ada sesuatu yang lebih baik yang Allah izinkan kepada seorang 
hamba selain melaksanakan shalat dua raka'at dan sesungguhnya kebajikan 
akan bertaburan di atas kepala seorang hamba selama ia melakukan 
shalat."[9] &lt;br /&gt;
Hadits tersebut menunjukkan keutamaan shalat sunnah dan kebaikan yang didapat darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Disukai Melaksanakan Shalat Sunnah Di Rumah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muslim meriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمُ الصَّلاَةَ فِي مَسْجِدِهِ، فَلْيَجْعَلْ 
لِبَيْتِهِ نَصِيْبًا مِنْ صَـلاَتِهِ، فَإِنَّ اللهَ -عَزَّ وَجَلَّ- 
جَاعِلٌ فِي بَيْتِهِ مِنْ صَلاَتِهِ خَيْرًا.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Apabila salah seorang di antara kalian shalat di masjid, maka hendaknya
 ia pun menjadikan sebagian dari shalatnya di rumah, karena Allah Azza 
wa Jalla akan memberikan kebaikan dalam rumahnya dari shalatnya 
itu."[10] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu 
anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
فَعَلَيْكُمْ بِالصَّلاَةِ فِي بُيُوْتِكُمْ، فَإِنَّ خَيْرَ صَلاَةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ، إِلاَّ الصَّلاَةَ الْمَكْتُوْبَةَ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Shalatlah di rumah-rumah kalian karena sebaik-baik shalat seseorang 
adalah yang dilaksanakan di rumahnya kecuali shalat wajib."[11] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anjuran dalam hadits-hadits ini bersifat umum yang meliputi semua jenis 
shalat sunnah rawatib dan shalat sunnah secara mutlak kecuali shalat 
sunnah yang menjadi bagian dari syi'ar Islam, seperti shalat ‘Id, shalat
 gerhana dan shalat Istisqa'. Demikian apa yang dikemukakan oleh Imam 
an-Nawawi.[12] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
اِجْعَلُوْا مِنْ صَلاَتِكُمْ فِي بُيُوْتِكُمْ، وَلاَ تَتَّخِـذُوْا قُبُوْرًا.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Jadikanlah tempat pelaksanaan sebagian shalatmu di rumah-rumah kalian, 
dan janganlah jadikan rumah-rumah kalian itu seperti kuburan."[13] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya (penulis) katakan, "Hadits-hadits ini menunjukkan tentang 
disunnahkannya shalat sunnah di rumah dan itu lebih baik daripada 
melakukannya di masjid sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
An-Nawawi rahimahullah berkata, "Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
mendorong melakukan shalat sunnah di rumah, karena hal itu lebih 
tersembunyi, jauh dari perbuatan riya', terjaga dari segala hal yang 
bisa merusak amal, rumah menjadi penuh berkah, rahmat serta Malaikat pun
 turun dan syaitan pun menjauh darinya."[14] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Disalin dari kitab "Kaanuu Qaliilan minal Laili maa Yahja’uun" karya 
Muhammad bin Su'ud al-‘Uraifi diberi pengantar oleh Syaikh 'Abdullah 
al-Jibrin, Edisi Indonesia Panduan Lengkap Shalat Tahajjud, Penerbit 
Pustaka Ibnu Katsir]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber dan footnote ada di: Dapatkan artikel bermanfaat lainya di &lt;a href="http://almanhaj.or.id/content/3500/slash/0/disyariatkannya-shalat-sunnah-dan-keutamaannya/" target="_blank"&gt;Al-Manhaj &lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Manfaat Shalat Tahajjud</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2013/01/manfaat-shalat-tahajjud.html</link><category>Islami</category><pubDate>Sat, 26 Jan 2013 06:09:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-1811207471710893157</guid><description>&lt;center&gt;
&lt;span style="color: yellow;"&gt;Oleh&lt;br /&gt;
Muhammad bin Suud Al-Uraifi&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara manfaat shalat Tahajjud adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertama:&lt;/b&gt; Seorang manusia bila ia berdiri melakukan shalat Tahajjud 
karena Allah, maka ia akan mudah berdiri pada hari di mana semua manusia
 akan berdiri menghadap kepada Rabb alam semesta. Namun bila seseorang 
bersenang-senang dan menghabiskan hari-harinya dengan kesia-siaan maka 
ia akan mendapatkan kesulitan di akhirat sana. Maka seseorang yang lelah
 di dunia ini, akan senang, bahagia dan menikmati suasana di akhirat 
sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kedua:&lt;/b&gt; Laki-laki yang senantiasa melakukan shalat Tahajjud akan 
diberikan oleh Allah pada hari Kiamat kelak istri-istri yang banyak dari
 kalangan bidadari. Balasan adalah sesuai dengan amal perbuatan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ketiga:&lt;/b&gt; Mendapatkan kesehatan badan. Seseorang yang bangun di waktu 
malam untuk melakukan shalat Tahajjud wajahnya akan dijadikan oleh Allah
 berwibawa, bersinar dan bercahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keempat:&lt;/b&gt; Hidayah, taufik dan bimbingan manusia kepada kebaikan segala 
urusannya ada-lah bila ia menunaikan hak-hak Allah. Maka Allah akan 
menunjukinya kepada jalan-jalan kebaikan tanpa ia sadari dan berbagai 
faidah, pe-mahaman dan karunia datang di tengah gelapnya malam. Bila 
manusia tidak mampu memahami sesuatu lalu ia bangun untuk melakukan 
shalat malam maka Allah akan membukakan pemaha-man kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kelima:&lt;/b&gt; Ini adalah manfaat yang paling besar dan agung, yaitu &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;melihat 
Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bila para ahli ibadah mengetahui bahwa mereka
 tidak akan melihat Rabb-nya pada hari Kiamat kelak, maka mereka akan 
binasa sebagaimana dikemukakan oleh al-Hasan al-Bashri.[2]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;MENINGGALKAN SHALAT TAHAJJUD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keadaan orang yang meninggalkan shalat Tahajjud dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertama:&lt;/b&gt; Orang yang meninggalkan rutinitas shalat Tahajjudnya&lt;br /&gt;
Yaitu orang yang tidak bisa melakukan shalat Tahajjud karena ada suatu 
halangan, seperti sakit, atau ketiduran, atau lainnya. Orang seperti ini
 dengan izin Allah, tetap dituliskan pahala untuknya sebagaimana hadits 
yang telah dikemukakan sebelumnya. Namun demikian mereka disunnahkan 
mengqadha’ shalat Tahajjudnya yang tertinggal itu di siang hari dengan 
tanpa melakukan witir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari 'Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu, ia menuturkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
مَنْ نَامَ عَنْ حِزْبِهِ أَوْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ، فَقَرَأَهُ مَا بَيْنَ 
صَلاَةِ الْفَجْرِ وَصَلاَةِ الظُّهْرِ، كُتِبَ لَهُ كَأَنَّمَا قَرَأَهُ 
مِنَ اللَّيْلِ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Barangsiapa yang tertidur dari wiridnya atau dari kebiasaannya yang 
lain, lalu ia membaca bacaannya tersebut pada waktu antara shalat Fajar 
dan shalat Zhuhur, maka dituliskan untuknya pahala seperti ia membacanya
 di malam hari."[3] &lt;br /&gt;
Dari 'Aisyah Radhiyallahu anhuma, ia menuturkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
أَنَّ رَسُـوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، كَانَ إِذَا 
نَامَ مِنَ اللَّيْلِ مِنْ وَجَعٍ أَوْ غَيْرِهِ، فَلَمْ يُصَلِّ 
بِاللَّيْلِ، صَلَّى مِنَ النَّهَارِ اِثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila di malam hari tidur
 karena sakit atau lainnya sehingga beliau tidak melakukan shalat 
Tahajjud, maka di siang harinya beliau shalat sebanyak dua belas 
raka'at."[4] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kedua:&lt;/b&gt; Orang yang meninggalkan shalat Tahajjud setelah sebelumnya rutin melakukannya&lt;br /&gt;
Ketahuilah semoga Allah merahmati kita dan Anda, bahwa tidak seyogyanya 
Anda meninggal-kan shalat Tahajjud, bila anda termasuk orang yang suka 
melakukannya. Sebab itu mengindikasikan Anda berpaling dari ibadah. 
'Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash mengatakan, "Rasulullah Shallallahu 
‘alaihi wa sallam berkata kepadaku:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ياَ عَبْـدَ اللهِ لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ، كَانَ يَقُوْمُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'Wahai ‘Abdullah, janganlah kamu seperti si Fulan, dahulunya ia suka 
melakukan shalat Tahajjud, lalu tidak melakukannya lagi."[5] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, "Hadits ini menunjukkan 
disunnahkannya melakukan kebaikan yang biasa dilakukan secara 
terus-menerus tanpa mengabaikannya. Dari hadits ini juga dapat dipetik 
kesimpulan tentang dimakruhkannya menghentikan ibadah, walaupun ibadah 
tersebut bukan ibadah yang wajib."[6] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ketiga:&lt;/b&gt; Orang yang tidak pernah melakukan shalat malam sama sekali&lt;br /&gt;
Tanpa diragukan lagi, bahwa orang yang tidak melakukan shalat Tahajjud 
telah mengabaikan menjalin komunikasi dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. 
Bagaimana seorang mengaku mencintai Allah, lalu ketika terbuka 
kesempatan baginya untuk ber-khalwah (menyendiri menunajat kepada 
Allah), ia justru meremehkannya, bermalas-malasan dan tidur. Ia tidak 
mau untuk menerima shalat Tahajjud ini, yang mana ia merupakan tempatnya
 berlindung. Ia justru menyia-nyiakan keutamaan dan pahala yang besar 
serta dorongan Allah untuk melakukan shalat Tahajjud. Hanya Allah-lah 
tempat memohon pertolongan atas minimnya bagian yang diperoleh dan 
hilangnya taufik-Nya.&lt;br /&gt;
Perhatikanlah sangsi yang diterima oleh orang yang meninggalkan shalat malam!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu anhu, ia berkata, "Nabi Shallallahu 
‘alaihi wa sallam diceritakan tentang seseorang yang tidur, tidak 
bangun-bangun hingga pagi hari, lalu beliau bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِي أُذُنِهِ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'Itu adalah seseorang yang telinganya di-kencingi syaitan!'"[7] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Bukhari rahimahullah berkata, “'Aqdusy Syaithaani 'ala Qaafiyatir 
Ra’-si idza lam Yushalli bil Lail, "Bab: Ikatan syaitan mengikat ikatan 
di pangkal kepala seseorang, apabila ia tidak melakukan shalat 
Tahajjud." Kemudian ia meriwayatkan hadits melalui sanadnya yang sampai 
kepada Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 
‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ
 ثَلاَثَ عُقَدٍ، يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ: عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيْلٌ 
فَارْقُدْ، فَإِذَا اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللهَ اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، 
فَإِنْ تَوَضَّأَ اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ صَلَّى اِنْحَلَّتْ 
عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ نَشِيْطًا طَيِّبَ النَّفْسِ، وَإِلاَّ أَصْبَحَ 
خَبِيْثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Syaitan mengikat sebanyak tiga ikatan di pangkal kepala seseorang dari 
kalian ketika ia tidur, yang pada masing-masing ikatan itu tertulis, 
'Malammu panjang, maka tidurlah!' Bila ia bangun lalu berdzikir kepada 
Allah, maka satu ikatan lepas, lalu bila ia berwudhu’ satu ikatan lagi 
lepas, lalu bila ia shalat satu ikatan lagi lepas. Maka di pagi harinya 
ia memiliki semangat dan dengan jiwa yang baik. Namun jika ia tidak 
melakukan hal itu, maka jiwanya dalam keadaan buruk dan ia pemalas."[8] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian kaum Salaf mengatakan, "Bagaimana mungkin seseorang bisa 
selamat dari buruknya hisab, sedangkan di malam hari ia tidur dan di 
siang hari ia bermain-main?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berusahalah wahai saudaraku -semoga Allah melindungi Anda- untuk 
melakukan shalat Tahajjud, walaupun hanya dua raka'at yang ringan 
(pendek) sebelum Fajar, karena di dalamnya terdapat keberkahan. Raka'at 
yang sedikit dari shalat di malam hari adalah terhitung banyak. 
Bersabarlah atas hal itu dan lakukanlah secara kontinyu, karena dengan 
bersabar, khusyu', meminta dan merendah kepada Allah engkau akan 
mendapat keteguhan, pertolongan dan hilangnya kelelahan serta beban yang
 berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Disalin dari kitab "Kaanuu Qaliilan minal Laili maa Yahja’uun" karya 
Muhammad bin Su'ud al-‘Uraifi diberi pengantar oleh Syaikh 'Abdullah 
al-Jibrin, Edisi Indonesia Panduan Lengkap Shalat Tahajjud, Penerbit 
Pustaka Ibnu Katsir]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber dan footnote ada di: Dapatkan pelajaran bermanfaat lainya di &lt;a href="http://almanhaj.or.id/content/3496/slash/0/manfaat-shalat-malam-meninggalkan-shalat-tahajjud/" target="_blank"&gt;Al-Manhaj &lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Fatwa MUI untuk Salafiyyin</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2012/12/fatwa-mui-untuk-salafiyyin.html</link><category>Islami</category><pubDate>Tue, 25 Dec 2012 15:10:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-8531681261928854599</guid><description>Alhamdulillah, Shalawat serta salam kepada Rasulillah,,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir-akhir ini bermunculan suara-suara sumbang tentang Salaf/Salafi. Bagaimana pandangan &lt;b&gt;MUI Jakarta Utara&lt;/b&gt; tentang istilah ini, silahkan baca di bawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoBodyTextFirstIndent" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="FR" style="font-size: 16pt;"&gt;Pandangan MUI Jakarta Utara&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyTextFirstIndent" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="FR" style="font-size: 16pt;"&gt;Tentang Salaf / Salafi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="FR"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextFirstIndent" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="FR"&gt;
 Dewan  Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Administrasi Jakarta
 Utara  mengeluarkan keputusan tentang Salaf/ Salafi. Keputusan itu 
dikeluarkan  secara resmi dan ditandatangani oleh Ketua Umum &lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;QOIMUDDIEN THAMSY dan Sekretaris Umum Drs. ARIF MUZAKKIR MANNAN, HI. Keputusan dengan judul &lt;em&gt;Pandangan Majelis Ulama Indonesia Kota Administrasi Jakarta Utara Tentang SALAF/SALAFI&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;itu dikeluarkan di Jakarta&lt;strong&gt;, &lt;/strong&gt;12 Rabi’ul Akhir 1430 Hl 08 April 2009. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextFirstIndent" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Salinan teks selengkapnya sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="FR"&gt;Salinan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: center;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt;MAJELIS ULAMA INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: center;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Kotamadya Jakarta Utara&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Jl. Yos Sudarso No. 27-29 Telp. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FR"&gt;(021) 4357422, 4301124 Ext. 5375,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span lang="FR"&gt;Fax. 4357422 Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span lang="FR"&gt; —————————————————————————————————– &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextFirstIndent"&gt;
&lt;span lang="FR"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoBodyTextFirstIndent" style="text-align: center;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Pandangan Majelis Ulama Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoBodyTextFirstIndent" style="text-align: center;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Kota Administrasi Jakarta Utara&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoBodyTextFirstIndent" style="text-align: center;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Tentang &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoBodyTextFirstIndent" style="text-align: center;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt;SALAF/SALAFI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextFirstIndent"&gt;
&lt;span lang="FR"&gt;Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Administrasi Jakarta Utara, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextFirstIndent" style="margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -108pt;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt;MENIMBANG : &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt;
 a. bahwa  pada akhir-akhir ini berkembang kajian-kajian salaf di 
beberapa daerah  yang banyak masyarakat belum memahami makna salaf itu; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoList2" style="text-align: justify; text-indent: 61.7pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt; b. bahwa terjadi kesalah pahaman dalam memahami salaf; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoList2" style="margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;c. bahwa muncul vonis sesat kepada keberadaan kajian-kajian  salaf; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoList2" style="margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;d.
 bahwa  oleh karena itu, MUI Kota Administrasi Jakarta Utara perlu 
memberikan  penjelasan tentang salaf/salafi, agar masyarakat tidak mudah
  terprovokasi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span id="more-417"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 108pt; text-indent: -9pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextFirstIndent"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;MENGINGAT : &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 81pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Firman Allah subhanahu wa ta’ala : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 81pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;“Hai
  orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa  
suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan  
suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang  
menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (QS. Al-Hujuraat : 6) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 81pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;
 “Dan  tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi  
perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan  
suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan
  mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka 
sungguhlah  dia telah sesat, sesat yang nyata”. (QS. Al-Ahzaab [33] : 
36) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 81pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;
 “Hai  orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul 
(Nya), dan  ulil amri di antara kamu. Kemudian &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;jika kamu berlainan 
pendapat tentang  sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran)
 dan Rasul  (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan 
hari  kemudian, yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik  
akibatnya”. (QS. An-Nisaa [4] : 59) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 81pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;
 “Dan  jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, 
 niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain  
hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah  
berdusta (terhadap Allah)”. (QS. Al-An’am [6] : 116) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 81pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;
 “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa  nafsu mereka, pasti binasalah 
langit dan bumi ini, dan semua yang ada  di dalamnya. Sebenarnya Kami 
telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan  (Al Quran) mereka tetapi 
mereka berpaling dari kebanggaan itu”. (QS.  Al-Mu’minuun [23] : 71) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 81pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;
 “Orang-orang  yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari 
golongan  muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka 
dengan baik,  Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada 
Allah, dan Allah  menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir 
sungai-sungai di  dalamnya selama-lamanya, mereka kekal di dalamnya. 
Itulah kemenangan yang besar”. (QS. At-Taubah [9] : 100) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 81pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="MsoBodyTextIndent" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 150%; margin: 0cm 1.3pt 6pt 81pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span dir="ltr" lang="EN-US" style="font-size: 18pt; line-height: 150%;"&gt;عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « كُلُّ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="EN-US" style="font-size: 18pt; line-height: 150%;"&gt;أُمَّتِى يَدْخُلُونَ&lt;span style="color: black;"&gt;
  الْجَنَّةَ ، إِلاَّ مَنْ أَبَى » . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ 
 يَأْبَى قَالَ « مَنْ أَطَاعَنِى دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ عَصَانِى  
فَقَدْ أَبَى »&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 81pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Dari
  Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi 
 wa sallam bersabda: “Seluruh ummatku masuk surga kecuali yang enggan.” 
 Para sahabat bertanya: wahai Rasulullah siapakah yang enggan?. Beliau  
menjawab: “Siapa yang ta’at kepadaku masuk surga dan yang ma’shiyat  
kepadaku maka ia enggan (masuk surga).” (H.R. Al-Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 150%; margin: 0cm 1.3pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span dir="ltr" lang="EN-US" style="font-size: 18pt; line-height: 150%;"&gt;عن
  أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( تركت
  فيكم شيئين لن تضلوا بعدهم ( ما تمسكتم بهما ) كتاب الله وسنتي ولن 
يتفرقا  حتى يردا على الحوض ) . أخرجه مالك مرسلا والحاكم مسندا وصححه&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 81pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Dari
  Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, berkata: Rasulullah shallallahu  
‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku tinggalkan pada kalian dua hal kalian  
tidak akan tersesat selama kalian berpegang dengan keduanya, (yaitu)  
Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnahku. Keduanya tidak akan berpisah  
sehingga masuk ke telaga (Al-Kautsar). (H.R. Malik secara mursal dan  
Al-Hakim dengan sanad yang bersambung dan ia mensahihkannya)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextIndent" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 150%; margin: 0cm 1.3pt 6pt 81pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span dir="ltr" lang="EN-US" style="font-size: 18pt; line-height: 150%;"&gt;حَدَّثَنَا
  سَعِيدُ بْنُ مِينَاءَ حَدَّثَنَا أَوْ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ  
اللَّهِ يَقُولُ جَاءَتْ مَلاَئِكَةٌ إِلَى النَّبِىِّ - صلى الله عليه  
وسلم - وَهْوَ نَائِمٌ فَقَالَ بَعْضُهُمْ إِنَّهُ نَائِمٌ . وَقَالَ  
بَعْضُهُمْ إِنَّ &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span dir="ltr" lang="EN-US" style="font-size: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;الْعَيْنَ نَائِمَةٌ&lt;span style="color: black;"&gt;
  وَالْقَلْبَ يَقْظَانُ . فَقَالُوا إِنَّ لِصَاحِبِكُمْ هَذَا مَثَلاً  
فَاضْرِبُوا لَهُ مَثَلاً . فَقَالَ بَعْضُهُمْ إِنَّهُ نَائِمٌ . وَقَالَ 
 بَعْضُهُمْ إِنَّ &lt;/span&gt;الْعَيْنَ نَائِمَةٌ&lt;span style="color: black;"&gt; 
 وَالْقَلْبَ يَقْظَانُ . فَقَالُوا مَثَلُهُ كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى دَارًا
 ،  وَجَعَلَ فِيهَا مَأْدُبَةً وَبَعَثَ دَاعِيًا ، فَمَنْ أَجَابَ  
الدَّاعِىَ دَخَلَ الدَّارَ وَأَكَلَ مِنَ الْمَأْدُبَةِ ، وَمَنْ لَمْ  
يُجِبِ الدَّاعِىَ لَمْ يَدْخُلِ الدَّارَ وَلَمْ يَأْكُلْ مِنَ  
الْمَأْدُبَةِ . فَقَالُوا أَوِّلُوهَا لَهُ يَفْقَهْهَا فَقَالَ  
بَعْضُهُمْ إِنَّهُ نَائِمٌ . وَقَالَ بَعْضُهُمْ إِنَّ &lt;/span&gt;الْعَيْنَ نَائِمَةٌ&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;strong&gt;
  وَالْقَلْبَ يَقْظَانُ . فَقَالُوا فَالدَّارُ الْجَنَّةُ ، وَالدَّاعِى 
 مُحَمَّدٌ - صلى الله عليه وسلم - فَمَنْ أَطَاعَ مُحَمَّدًا - صلى الله  
عليه وسلم - فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ، وَمَنْ عَصَى مُحَمَّدًا - صلى الله 
 عليه وسلم - فَقَدْ عَصَى اللَّهَ ، وَمُحَمَّدٌ - صلى الله عليه وسلم -  
فَرْقٌ بَيْنَ النَّاسِ&lt;/strong&gt; .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span dir="ltr" lang="EN-US" style="font-size: 18pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 81pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Sahabat
  Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, berkata: (suatu ketika) datang 
 para malaikat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala beliau 
 tidur. Sebagian mereka berkata ia sedang tidur, sebagian lain menjawab,
  matanya tertidur tetapi hatinya terjaga. Mereka berkata: sesungguhnya 
 teman kalian ini (Nabi Muhammad-penj) memiliki perumpamaan, maka  
jadikanlah untuknya perumpamaan. Sebagian mereka berkata ia sedang  
tidur, sebagian lain menjawab, matanya tertidur tetapi hatinya terjaga. 
Mereka  berkata, perumpamaannya seperti orang yang membangun rumah, 
menyediakan  hidangan dan mengundang orang untuk datang. Siapa orang 
yang menjawab  undangan, maka ia akan masuk rumah dan menyantap 
hidangan. Yang tidak  menjawab undangan maka tidak masuk ke dalam rumah 
dan tidak menyantap  hidangan. Mereka berkata, jelaskan ma’na 
perumpamaan itu kepadanya agar  ia memahaminya. Sebagian mereka berkata 
ia sedang tidur, sebagian lain  menjawab, matanya tertidur tetapi 
hatinya terjaga. Mereka berkata rumah  adalah (perumpamaan) surga, orang
 yang mengundang adalah Muhammad  shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka 
siapa orang yang ta’at kepada  Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, 
maka ia ta’at kepada Allah.  Siapa orang yang menentang Muhammad 
shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka  ia telah menentang Allah. Muhammad 
adalah pembela diantara manusia  (antara yang ta’at dan yang menentang).
 (H.R. Al-Bukhari) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;MEMPERHATIKAN : &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 81pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Keterangan dan penjelasan dari beberapa da’i salafi yang telah dikonfirmasi oleh pihak MUI Kota Administrasi Jakarta Utara. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 81pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Dengan bertawakkal kepada Allah subhanahu wa ta’ala,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 81pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt;MEMUTUSKAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextFirstIndent" style="margin-left: 81pt; text-indent: -81pt;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt;MENETAPKAN : PANDANGAN MUI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA TENTANG  SALAFI &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextFirstIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Pertama &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt; : Penjelasan tentang apa itu SALAF/SALAFI &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoList2" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span lang="FR"&gt;1.
 Salaf/salafi  tidak termasuk ke dalam 10 kriteria sesat yang telah 
ditetapkan oleh  Majelis Ulama Indonesia (MUI), sehingga Salaf/salafi 
bukanlah merupakan  sekte atau aliran sesat sebagaimana yang berkembang 
belakangan ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoList2" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span lang="FR"&gt;2.
 Salaf/salafi  adalah nama yang diambilkan dari kata salaf yang secara 
bahasa berarti  orang-orang terdahulu, dalam istilah adalah orang-orang 
terdahulu yang  mendahului kaum muslimin dalam Iman, Islam dst. mereka 
adalah para  sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoList2" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span lang="FR"&gt;3. Penamaan salafi ini bukanlah penamaan yang baru saja muncul, namun telah sejak dahulu ada. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoList2" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span lang="FR"&gt;4.
 Dakwah  salaf adalah ajakan untuk memurnikan agama Islam dengan kembali
 kepada  Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan menggunakan pemahaman para 
sahabat  radhiyallahu ‘anhum. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="FR"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextFirstIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;  : Nasehat dan Tausiyah kepada masyarakat &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoList2" style="margin-left: 63pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;1. Hendaknya masyarakat tidak mudah melontarkan kata sesat kepada suatu dakwah tanpa diklarifikasi terlebih dahulu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoList2" style="margin-left: 63pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;2. Hendaknya masyarakat tidak terprovokasi dengan pernyataan-pernyataan yang tidak bertanggung jawab. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoList2" style="margin-left: 63pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;3.
 Kepada  para da’i, ustadz, tokoh agama serta tokoh masyarakat hendaknya
 dapat  menenangkan serta memberikan penjelasan yang obyektif tentang 
masalah  ini kepada masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoList2" style="margin-left: 63pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;4. Hendaknya masyarakat tidak bertindak anarkis dan main hakim sendiri, sebagaimana terjadi di beberapa daerah di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextFirstIndent" style="margin-left: 126pt;"&gt;
&lt;span lang="FR"&gt;Ditetapkan di : Jakarta &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextFirstIndent" style="margin-left: 135pt; text-indent: 0cm;"&gt;
&lt;span lang="FR"&gt;Pada tanggal : &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;12 Rabi’ul Akhir 1430 H.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoBodyTextFirstIndent" style="margin-left: 207pt; text-indent: 0cm;"&gt;
&lt;span lang="FR"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;08 April 2009 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoBodyTextFirstIndent" style="text-align: center;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;DEWAN PIMPINAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoBodyTextFirstIndent" style="text-align: center;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;MAJELIS ULAMA INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoBodyTextFirstIndent" style="text-align: center;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;KOTA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; ADMINISTRASI JAKARTA UTARA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; height: 58px; text-align: center; width: 583px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td style="border: 0pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 235px;" valign="top"&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Ketua   Umum,&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 48px;" valign="top"&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 300px;" valign="top"&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Sekretaris   Umum,&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 235px;" valign="top"&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;Ttd&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;QOIMUDDIEN THAMSY&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;


&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
Lihat Teks Aslinya Di Link Ini:&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://www.scribd.com/doc/14433174/Fatwa-MUI-JakUt-Ttg-Salafi" rel="external" target="_blank" title="http://www.scribd.com/doc/14433174/Fatwa-MUI-JakUt-Ttg-Salafi"&gt;http://www.scribd.com/doc/14433174/Fatwa-MUI-JakUt-Ttg-Salafi&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 48px;" valign="top"&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;cap&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 300px;" valign="top"&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;ttd&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Drs. ARIF MUZAKKIR MANNAN, HI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Publikasi : &lt;a href="http://rynoedin.blogspot.com/" target="Silahkan"&gt;www.rynoedin.blogspot.com&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pada: &lt;a href="http://rynoedin.blogspot.com/2012/01/fatwa-dan-pandangan-mui-jakarta-utara.html"&gt;http://rynoedin.blogspot.com/2012/01/fatwa-dan-pandangan-mui-jakarta-utara.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Sudahkah Anda merasakan manfaat Shalat?</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2012/12/sudahkah-anda-meraskan-manfaat-shalat.html</link><category>Islami</category><pubDate>Tue, 11 Dec 2012 07:53:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-7301310275233572370</guid><description>&lt;center&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Ustadz Mochammad Taufiq Badri&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shalat merupakan salah satu kewajiban bagi setiap muslim. Sebuah ibadah 
mulia yang mempunyai peran penting bagi keislaman seseorang. Sehingga 
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengibaratkan shalat seperti pondasi 
dalam sebuah bangunan. Beliau n bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ 
اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Islam dibangun di atas lima hal: bersaksi bahwa tidak ada sesembahan 
yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Nabi Muhammad 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah, menegakkan shalat…. 
[HR Bukhâri dan Muslim]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, ketika muadzin mengumandangkan adzan, kaum muslimin 
berbondong-bondong mendatangi rumah-rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala, 
mengambil air wudhu, kemudian berbaris rapi di belakang imam shalat 
mereka. Mulailah kaum muslimin tenggelam dalam dialog dengan Allah 
Subhanahu wa Ta’ala dan begitu khusyu’ menikmati shalat sampai imam 
mengucapkan salam. Dan setelah usai, masing-masing kembali pada 
aktifitasnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Timbul pertanyaan, apakah masing-masing kaum muslimin sama dalam menikmati shalat ini? Apakah juga mendapatkan hasil yang sama? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlu kita ketahui bahwa setiap amal shalih membawa pengaruh baik kepada
 pelaku-pelakunya. Pengaruh ini akan semakin besar sesuai dengan 
keikhlasan dan kebenaran amalan tersebut. Dan pernahkah kita bertanya, 
“apakah manfaat dari shalatku?” atau “sudahkah aku merasakan manfaat 
shalat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Hasan al-Bashri pernah mengatakan: “Wahai, anak manusia. Shalat 
adalah yang dapat menghalangimu dari maksiat dan kemungkaran. Jika 
shalat tidak menghalangimu dari kemaksiatan dan kemungkaran, maka 
hakikatnya engkau belum shalat”.[1] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari nasihat beliau ini, kita bisa memahami bahwa shalat yang dilakukan 
secara benar akan membawa pengaruh positif kepada pelakunya. Dan pada 
kesempatan ini, marilah kita mempelajari manfaat-manfaat shalat. 
Kemudian kita tanyakan kepada diri sendiri, sudahkah aku merasakan 
manfaat shalat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;1. Shalat Adalah Simbol Ketenangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Shalat menunjukkan ketenangan jiwa dan kesucian hati para pelakunya. 
Ketika menegakkan shalat dengan sebenarnya, maka diraihlah puncak 
kebahagiaan hati dan sumber segala ketenangan jiwa. Dahulu, orang-orang 
shalih mendapatkan ketenangan dan pelepas segala permasalahan ketika 
mereka tenggelam dalam kekhusyu'kan shalat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud rahimahullah dalam Sunan-nya: &lt;br /&gt;
Suatu hari ‘Abdullah bin Muhammad al-Hanafiyah pergi bersama bapaknya 
menjenguk saudara mereka dari kalangan Anshar. Kemudian datanglah waktu 
shalat. Dia pun memanggil pelayannya,”Wahai pelayan, ambillah air wudhu!
 Semoga dengan shalat aku bisa beristirahat,” kami pun mengingkari 
perkataannya. Dia berkata: “Aku mendengar Nabi Muhammad 
bersabda,’Berdirilah ya Bilal, istirahatkanlah kami dengan shalat!’."[2]
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Marilah kita mengintrospeksi diri, sudahkah ketenangan seperti ini kita 
dapatkan dalam shalat-shalat kita? Sudah sangat banyak shalat yang kita 
tunaikan, tetapi pernahkah kita berfikir manfaat shalat ini? Atau 
rutinitas shalat yang kita tegakkan sehari-hari?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu ketika seorang tabi’in yang bernama Sa'id bin Musayib mengeluhkan 
sakit di matanya. Para sahabatnya berkata kepadanya: "Seandainya engkau 
mau berjalan-jalan melihat hijaunya Wadi 'Aqiq, pastilah akan 
meringankan sakitmu," tetapi ia menjawab: "Lalu apa gunanya aku shalat 
'Isya` dan Subuh?"[3] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah, generasi terdahulu dari umat ini memposisikan shalat dalam 
kehidupan mereka. Bagi mereka, shalat adalah obat bagi segala 
problematika. Dengan hati mereka menunaikan shalat, sehingga jiwa menuai
 ketenangan dan mendapatkan kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;2. Shalat Adalah Cahaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Ambillah cahaya dari shalat-shalat kita. Ingatlah, &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;cahaya shalat 
bukanlah cahaya biasa. Dia cahaya yang diberikan oleh Penguasa alam 
semesta ini. Diberikan untuk menunjuki manusia ke jalan yang lurus, 
yaitu jalan ketaatan kepada Allah Rabul 'alamin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari sahabat Abu
 Mâlik al-'Asy'ari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 
والصلاة نور (dan shalat itu adalah cahaya). Oleh karena itu, marilah 
menengok diri kita, sudahkah cahaya ini menerangi kehidupan kita? Dan 
sungguh sangat mudah jika kita ingin mengetahui apakah shalat telah 
mendatangkan cahaya bagi kita? Yakni dapat lihat, apakah shalat membawa 
ketaatan kepada Allah dan menjauhkan kita dari bermaksiat kepada-Nya? 
Jika sudah, berarti shalat itu telah menjadi sumber cahaya bagi 
kehidupan kita. Inilah cahaya awal yang dirasakan manusia di dunia. Dan 
kelak di akhirat, ia akan menjadi cahaya yang sangat dibutuhkan, yang 
menyelamatkannya dari berbagai kegelapan sampai mengatarkannya kepada 
surga Allah Subhanahu wa Ta’ala .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;3. Shalat Sebagai Obat Dari Kelalaian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Lalai adalah penyakit berbahaya yang menimpa banyak manusia. Lalai 
mengantarkan manusia kepada berbagai kesesatan, bahkan menjadikan 
manusia tenggelam di dalamnya. Mereka akan menanggung akibat dari 
kelalaian yang mereka ambil di dunia maupun di akhirat kelak. Sehingga 
lalai menjadi penutup yang menutupi hati manusia. Hati yang tertutup 
kelalaian, menyebabkan kebaikan akan sulit sampai padanya. Tetapi 
menegakkan shalat sesuai dengan syarat dan rukunnya, dengan menjaga 
sunnah dan khusyu di dalamnya, insya Allah akan menjadi obat paling 
mujarab dari kelalaian ini, membersihkan hati dari kotoran-kotorannya. 
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ 
مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sebutlah (nama) Rabbmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa
 takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, 
dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. [al-A'ra/7:205].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata Imam Mujahid: "Waktu pagi adalah shalat Subuh dan waktu petang adalah shalat ‘Ashar".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
مَنْ حَافَظَ عَلَى هَؤُلاَءِ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوْبَاتِ لَمْ يُكْتَبْ مِنَ الْغَافِلِيْنَ رواه ابن خزيمة وابن حبان &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barang siapa yang menjaga shalat-shalat wajib, maka ia tidak akan ditulis sebagai orang-orang yang lalai.[4] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;4. Shalat Sebagai Solusi Problematika Hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Sudah menjadi sifat dasar manusia ketika dia tertimpa musibah dan 
cobaan, dia akan mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahannya. 
Maka tidak ada cara yang lebih manjur dan lebih hebat dari shalat. 
Shalat adalah sebaik-baik solusi dalam menghadapi berbagai macam cobaan 
dan kesulitan hidup. Karena tidak ada cara yang lebih baik dalam 
mendekatkan diri seseorang dengan Rabbnya kecuali dengan shalat. 
Rasulullah dalam sabdanya mengucapkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ رواه مسلم &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Posisi paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya yaitu ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa. [HR Muslim]. [5]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah di antara manfaat shalat yang sangat agung, mendekatkan hamba 
dengan Dzat yang paling ia butuhkan dalam menyelesaikan problem 
hidupnya. Maka, kita jangan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Jangan 
sampai kita lalai dalam detik-detik shalat kita. Jangan pula 
terburu-buru dalam shalat kita, seakan tidak ada manfaat padanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shalat bisa menjadi sarana menakjubkan untuk mendatangkan pertolongan 
dan dukungan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam kisah Nabi Yunus 
Alaihissallam, Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak 
mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai 
hari berbangkit. [ash-Shafât/37:143-144].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahabat Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhu menafsirkan "banyak mengingat 
Allah", yaitu, beliau termasuk orang-orang yang menegakkan shalat,[6] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahabat Hudzaifah Radhiyallahu anhu pernah menceritakan tentang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى. رواه أبو داود &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dahulu, jika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tertimpa suatu urusan, maka beliau melaksanakan shalat. [HR Abu Dawud].[7] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;5. Shalat Mencegah Dari Perbuatan Keji Dan Mungkar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Sebagaimana telah kita fahami, bahwasanya shalat akan membawa cahaya 
yang menunjukkan pelakunya kepada ketaatan. Bersamaan dengan itu, maka 
shalat akan mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar. 
Sebagaimana hal ini difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ 
الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ
 أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (Al-Qur`an) 
dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari 
(perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah
 (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang 
lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. [al-'Ankabût/29:45].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika menafsirkan ayat ini, Ibnu ‘Abbas mengatakan: “Dalam shalat 
terdapat larangan dan peringatan dari bermaksiat kepada Allah".[8] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;6. Shalat Menghapuskan Dosa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Shalat selain mendatangkan pahala bagi pelakunya, juga menjadi penghapus
 dosa, membersihkan manusia dari dosa-dosa yang pernah dilakukannya. 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيهِ 
كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ قَالُوا 
لَا يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا قَالَ فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ 
الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Apa pendapat kalian, jika di depan pintu salah seorang dari kalian ada 
sungai (mengalir); dia mandi darinya lima kali dalam sehari, apakah 
tersisa kotoran darinya?” Para sahabat menjawab: “Tidak akan tertinggal 
kotoran sedikitpun”. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 
“Demikianlah shalat lima waktu, Allah menghapuskan dengannya 
kesalahan-kesalahan”. [HR Bukhâri dan Muslim]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah sebagian manfaat shalat yang tak terhingga banyaknya, dari yang 
kita ketahui maupun yang tersimpan di sisi Allah. Oleh karena itu, 
marilah menghitung diri kita masing-masing, sudahkah di antara 
manfaat-manfaat tersebut yang kita rasakan? Ataukah kita masih 
menjadikan shalat sebagai salah satu rutinitas hidup kita? Jangan sampai
 kita termasuk orang-orang yang dicela Allah dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. [al-Mâ'ûn/107:4-5].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golonagn hamba-hambanya yang 
menegakkan shalat, dan memetik buahnya dari shalat yang kita kerjakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XII/1430H/2009M. Penerbit
 Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton 
Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]&lt;br /&gt;
_______&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Footnote&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
[1]. Ad-Dur al-Mantsur, 6/466.&lt;br /&gt;
[2]. Abu Dawud, Bab Shalat 'Atamah.&lt;br /&gt;
[3]. Lihat Syu'abul-Iman, 6/443.&lt;br /&gt;
[4]. Ibnu Khuzaimah, Bab: Jima'u Abwab Shalat. Lihat juga Silsilah Shahîhah, 657.&lt;br /&gt;
[5]. Muslim, Kitabush-Shalat, Bab: Ma Yuqaalu 'inda Ruku' wa Sujud.&lt;br /&gt;
[6]. Ibnu Katsir, 7/39.&lt;br /&gt;
[7]. Abu Dawud, Bab: Waqtu Qiyamin-Nabi.&lt;br /&gt;
[8]. Ath-Thabari, 20/41.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;______&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #f1c232;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;: &lt;a href="http://almanhaj.or.id/content/3443/slash/0/sudahkah-anda-merasakan-manfaat-shalat/" target="_blank"&gt;Al-Manhaj &lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Biografi Syaikh DR. Abdul Azhim bin Badawi Al-Khalafi</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2012/11/biografi-syaikh-dr-abdul-azhim-bin.html</link><category>Islami</category><pubDate>Thu, 1 Nov 2012 13:18:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-6181375338769192873</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Nasab dan Kelahiran&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

Nama beliau adalah &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Abdul Azhim bin Badawi bin Muhammad Al Khalafi&lt;/span&gt;.
 Beliau dilahirkan di desa Syin, markaz Qatur, provinsi Gharbiyyah di 
Mesir. Beliau dilahirkan pada tahun&amp;nbsp;&amp;nbsp;1373 H atau bertepatan dengan&amp;nbsp;1954 
M.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Pendidikan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

Beliau menempuh tahapan pendidikan hingga level perguruan tinggi, dan menamatkan pendidikan S1 bidang &lt;em&gt;Da’wah Wa Tsaqafah&lt;/em&gt; di Universitas Al Azhar Mesir pada tahun 1977 M.&lt;br /&gt;

Beliau melanjutkan pendidikan beliau pada universitas yang sama di bidang &lt;em&gt;Ushulud Diin&lt;/em&gt; hingga meraih gelar Magister pada tahun&amp;nbsp;1994 M dengan tesis berjudul &lt;em&gt;Al Harbu Was Salaam Fii Dhau’i Shurati Muhammad ‘Alaihis Shalatu Was Salaam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;

Beliau lalu&amp;nbsp;melanjutkan pendidikan&amp;nbsp;pada universitas dan bidang yang 
sama hingga meraih gelar doktoral pada tahun&amp;nbsp;1998 M dengan tesis 
berjudul &lt;em&gt;Syaikhul Azhar Musthafa ‘Abdurrazzaq Wa Juhuduhu Fid Da’wah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Pekerjaan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

Beliau mulanya bertugas sebagai imam dan khatib di kementerian agama 
di Kairo. Lalu beliau pindah ke Yordania dan bertugas menjadi imam serta
 khatib di kementerian agama Yordania selama 11 tahun. Namun beliau 
kembali lagi ke Mesir dan bertugas sebagai imam dan khatib di masjid An 
Nur milik kementerian agama di desan Syin hingga sekarang.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Hubungan Dengan Syaikh Al Albani&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

Syaikh Abdul Azhim memiliki hubungan yang erat dengan Syaikh Al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albani &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;

Hal ini diceritakan dalam &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;sebuah wawancara Syaikh Abdul Azhim dengan 
editor majalah At Tauhid (edisi Safar 1422 H) . Beliau berkata: “Salah 
satu nikmat dari Allah adalah bahwa Syaikh Al Albani telah memulai 
dakwahnya di Amman Yordania sejak 1980 M. Tahun tersebut adalah tahun 
dimana Allah menakdirkan aku pindah ke Yordania. Sebuah kebanggaan 
bagiku bisa berkunjung ke rumah beliau. Setelah kunjungan pertama itu, 
aku semakin sering lagi menemui beliau di rumahnya. Bahkan terkadang 
beliau keluar dari rumahnya untuk memenuhi undanganku. Terkadang pula, 
kami bersama-sama berkunjung ke suatu tempat. Syaikh juga biasa shalat 
Jum’at di masjid tempat aku ditugasi untuk menjadi khatib. Aku pun 
secara intens berkomunikasi dengan beliau &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;. Beliau 
adalah panutan kami dalam ilmu dan fiqih, terutama dalam berlemah lembut
 serta kesabaran. Beliau juga senantiasa mewanti-wanti untuk tidak 
terburu-buru dan agar selalu berhati-hati. &amp;nbsp;Beliau melarang sikap 
tergesa-gesa sebelum datang waktunya. Beliau senantiasa mengajak kami 
untuk bersikap tenang dan berkasih sayang. Beliau melarang sikap keras, 
garang dan kejam. Kami banyak belajar dari beliau dalam masalah akhlak 
yang sejati. Selebihnya aku juga banyak belajar ilmu-ilmu yang Allah 
karuniakan kepada beliau. Dan Allah pun menakdirkan beliau menjadi orang
 yang diakui keilmuannya”.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Kontribusi Dalam Majalah At Tauhid&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

Syaik Abdul Azhim memiliki rubrik khusus dalam Majalah At Tauhid, 
yaitu rubrik tafsir. Beliau juga termasuk dewan redaksi tetap dari 
majalah ini. Syaikh Abdul Azhim juga merupakan pengurus jama’ah Ansharus
 Sunnah di Mesir.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Aktifitas Dakwah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Beliau secara rutin berkhutbah Jum’at di masjid An Nur di desa Syin&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Beliau mengisi kajian rutin ilmu tafsir, aqidah, dan fiqih di masjid An Nur setiap hari Rabu dan Sabtu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada hari Ahad, Senin, Selasa beliau mengisi muhadharah di berbagai tempat&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Syarah Kitab&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Syaikh telah mensyarah beberapa kitab, diantaranya:&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Tafsir Al Qur’an, sampai selesai&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Syarh &lt;em&gt;Fathul Baari&lt;/em&gt; sampai Bab Haji&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Syarh &lt;em&gt;Al Aqidah Ath Thahawiyyah&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Syarh &lt;em&gt;Ma’arijil Qabul&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Syarh &lt;em&gt;Matan Ar Rahbiyyah&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dll&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Karya Tulis&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Syaikh memiliki banyak karya tulis. Sebagian sudah tercetak dan sebagian
 lagi dalam proses pencetakan. Diantara karya beliau adalah:&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://toko.radiomuslim.com/software-multimedia/details/173/36/fiqih/pustaka-muslim/al-wajiz-ensiklopedi-fikih-islam.html" title="buku alwajiz"&gt;&lt;em&gt;Al Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil ‘Aziz&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Kitab ini banyak dipuji oleh para ulama dan juga para penuntut ilmu. Diantaranya:
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Syaikh Muhammad Shafwat Nuruddin&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Syaikh Shafwat Syawadifi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Syaikh ‘Amr Abdul Mun’im Salim&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Kitab ini juga di-syarah oleh sebagian ulama dan penuntut ilmu, diantaranya:&lt;br /&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Syaikh Husain bin Audah Al ‘Awaisyah (Yordania)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Syaikh Walid bin Saifun Nashr (Bahrain). Syarahnya bisa didapatkan di web&amp;nbsp;http://www.liveislam.com&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Syaikh Abu Sa’id Al Jazairi. Syarahnya bisa didapatkan di web&amp;nbsp;http://ar.islamway.com&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dll&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Ahbaabullah&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Diinul Fithrah Kama Bayyanatha Suratul Baqarah&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Ithafun Nubala Bi Shahih Sirah Khairil Anbiya&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;At Ta’liq As Sunni ‘Ala Shahih Muslim Bi Syarh An Nawawi&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Al Arba’un Al Mimbariyyah&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Al Washaya Al Mimbariyyah&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Al Washaya An Nabawiyyah&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Ahsanul Qashash&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Jawami’ul Kalim&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Khairun Naas&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Riyadus Shalihin&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Minhajut Talaqqi Bainas Salaf Wal Khalaf&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Rihaluhu Fir Rihabil Yaumil Akhir&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Ukhtahu Ayna Tadzhabiin? Hadza Huwa Ath Thariq&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Qawaidul Ishlah Wal Bina Kama Bayyanatha Suratun Nisa&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Ma’alimul Mujtama’ Al Muslim Kama Bayyanatha Suratul Hujuraat&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Shifatul Muttaqin&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Akmaluk Bayan&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Barnamij Amail Yaum Wal Lailah&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Tafsir Suratil Fatihah&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;A’malul Hajj Mundzu Khurujuhu Min Baitihi Hatta Yarji’&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Website Resmi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;a href="http://www.ibnbadawy.com/"&gt;http://www.ibnbadawy.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.saaid.net/Warathah/1/badaoi.htm"&gt;http://www.saaid.net/Warathah/1/badaoi.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
—&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Artikel &lt;a href="http://muslim.or.id/"&gt;Muslim.Or.Id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Link Sumber: &lt;a href="http://muslim.or.id/biografi/biografi-syaikh-dr-abdul-azhim-bin-badawi-al-khalafi.html" target="_blank"&gt;Muslim &lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Tarif Unlimited Smartfren yang Baru Mulai 12 Oktober 2012</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2012/10/tarif-unlimited-smartfren-yang-baru.html</link><category>Catatan Pribadi</category><pubDate>Tue, 23 Oct 2012 13:56:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-5902922359658381924</guid><description>Berawal dari keanehan ketika memasang (menginstall) Microsoft Silverlight dimana kecepatan download mencapai 384 Kbps atau 48 KBps (1KByte=8Kbit), maka langkah yang &lt;a href="http://uyung6666.blogspot.com/" target="_blank"&gt;saya&lt;/a&gt; tempuh adalah memeriksanya pada situs web smartfren. Dan ternyata benar bahwa ada perubahan disana, baik kecepatan maupun harganya (sedikit ada kenaikan harga). Untuk lebih jelas silakan klik &lt;a href="http://www.smartfren.com/data/index.html" target="_blank"&gt;Link ini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
akan tetapi karena &lt;a href="http://uyung6666.blogspot.com/" target="_blank"&gt;saya&lt;/a&gt; masih bingung dengan keterangan kecepatan setela &lt;span style="color: #cc0000;"&gt;FUP Harian&lt;/span&gt; habis, maka &lt;a href="http://uyung6666.blogspot.com/" target="_blank"&gt;saya&lt;/a&gt; menghubungi pihak Customer Service Representative Smartfren melalui e-mail dan dibalas satu hari kemudian, berikut isi dari e-mail balasan tersebut:&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Bapak &lt;a href="http://uyung6666.blogspot.com/" target="_blank"&gt;[sensor]&lt;/a&gt; Yang Terhormat, &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Terima 
kasih atas kepercayaan Bapak untuk menggunakan produk Smartfren.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Sehubungan 
dengan email yang Bapak kirimkan terkait pertanyaan&amp;nbsp;paket Smartfren connex 
Unlimited yang mempergunakan FUP. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dapat kami informasikan pertanggal 12 Oktober 
2012, terdapat perubahan tarif data internet. Informasi tersebut sudah kami 
umumkan melalui &lt;a href="https://10.0.0.98/exchweb/bin/redir.asp?URL=http://www.smartfren.com" target="_blank" title="https://10.0.0.98/exchweb/bin/redir.asp?URL=http://www.smartfren.com"&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;www.smartfren.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan media 
cetak nasional (Media Indonesia). Paket connex unlimited akan memberikan benefit 
dan tarif baru dengan kecepatan yang ditawarkan 2 kali lebih cepat dari yang 
ditawarkan sebelumnya, yaitu paket data Premium unlimited up to download 768 
Kbps dan Reguler unlimited up to download 384 Kbps. &lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Berlaku ketentuan 
batas pemakaian wajar (FUP-Fair Usage Policy) harian. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Batas 
pemakaian wajar (FUP) yang dikenakan kami informasikan sebagai berikut 
:&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;- 
Paket data premium dengan batas pemakaian wajar (FUP) yang dikenakan adalah 500 
MB. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;- 
Paket data regular dengan batas pemakaian wajar (FUP) yang dikenakan adalah 250 
MB.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Ketika 
akses data internet yang Bapak lakukan mencapai batas pemakaian wajar (FUP), 
maka akses data internet akan turun menjadi 153 Kpbs (download) dan 128 Kbps 
(upload), untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;akses internetnya 
masih tetap unlimited.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt; 
Untuk informasi lebih lengkap, kami sarankan Bapak kunjungi website kami di &lt;a href="https://10.0.0.98/exchweb/bin/redir.asp?URL=http://www.smartfren.com/data/index.html" target="_blank" title="https://10.0.0.98/exchweb/bin/redir.asp?URL=http://www.smartfren.com/data/index.html"&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;http://www.smartfren.com/data/&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;index.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="ES" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Apabila 
Bapak membutuhkan bantuan dan informasi yang lebih detail mengenai produk 
Smartfren, dapat menghubungi kami kembali melalui nomor-nomor di bawah 
ini:&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Nomor 
Smart &amp;amp; 
Fren&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
: 888 (Untuk Pelanggan Paska Bayar tidak dikenakan biaya dan Pelanggan Pra Bayar 
dikenakan biaya Rp300,00,-/telepon)&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Nomor 
lainnya untuk Smart &amp;amp; 
Fren&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 
08811223344/021-50100000&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Fax, 
Website, Social Media channels&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 
021-31900303, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="https://10.0.0.98/exchweb/bin/redir.asp?URL=http://10.0.0.98/exchweb/bin/redir.asp?URL=http://www.smartfren.com" target="_blank" title="https://10.0.0.98/exchweb/bin/redir.asp?URL=http://10.0.0.98/exchweb/bin/redir.asp?URL=http://www.smartfren.com
http://www.smartfren.com/"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;www.smartfren.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;, 
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="https://10.0.0.98/exchweb/bin/redir.asp?URL=http://10.0.0.98/exchweb/bin/redir.asp?URL=http://www.facebook.com/smartfren" target="_blank" title="https://10.0.0.98/exchweb/bin/redir.asp?URL=http://10.0.0.98/exchweb/bin/redir.asp?URL=http://www.facebook.com/smartfren
http://www.facebook.com/smartfren"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Facebook.com/Smartfren&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt; 
atau Twitter &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="https://10.0.0.98/exchweb/bin/redir.asp?URL=http://10.0.0.98/exchweb/bin/redir.asp?URL=http://www.twitter.com/smartfrenworld" target="_blank" title="https://10.0.0.98/exchweb/bin/redir.asp?URL=http://10.0.0.98/exchweb/bin/redir.asp?URL=http://www.twitter.com/smartfrenworld
http://www.twitter.com/smartfrenworld"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;@smartfrenworld&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Demikian 
kami kirimkan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima 
kasih.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Hormat 
kami,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Eko&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Customer Service 
Representative&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Smartfren | Customer 
Care&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;------------------------------&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;------------------------------&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;------------------------------&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;------------------------------&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;------------------------------&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;------------------------------&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;------------------------------&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;------------------------------&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;-----&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Pelanggan Terhormat 
Nikmati kemudahan transaksi purna jual Smartfren melalui internet, tersedia 
layanan untuk melakukan registrasi prabayar, pengisian ulang pulsa, pembelian 
paket layanan data Smartfren Connex, BlackBerry dan paket Smartfren Sosial 
melalui website layanan pelanggan kami di &lt;a href="https://10.0.0.98/exchweb/bin/redir.asp?URL=https://infolayanan.smartfren.com/" target="_blank" title="https://10.0.0.98/exchweb/bin/redir.asp?URL=https://infolayanan.smartfren.com/"&gt;https://infolayanan.smartfren.&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;com&lt;/a&gt;, pastikan Anda memiliki 
username dan password untuk dapat mengaksesnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
Yang perlu di ingat bahwa FUP ini bersifat harian, yang akan diberikan kembali setelah anda restart modem setelah&lt;span style="color: #cc0000;"&gt; Pukul 03.00 WIB&lt;/span&gt;. Untuk pengguna paket Reguler (termasuk &lt;a href="http://uyung6666.blogspot.com/" target="_blank"&gt;saya&lt;/a&gt;) sepertinya lebih diuntungkan atas kebijakan yang baru ini, karena setelah FUP habis maka kecepatannya akan menjadi sama dengan paket Premium bila FUP-nya juga telah habis. Dan Untuk semua pengguna paket Premium yang gemar memutar streaming video dan download-download &lt;i&gt;ga &lt;/i&gt;jelas rupanya sedikit dirugikan dengan kebijakan ini, dimana biasanya streaming video memerlukan minimal 384 Kbps agar tidak ada lag buffering.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
Akan tetapi pada keseluruhanya maka kebijakan ini &lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Sangat Menguntungkan&lt;/span&gt; bagi semua pengguna layanan Smartfren, dimana dengan pembatasan kecepatan setelah FUP ini tentunya koneksi akan lebih merata dan mengurangi ulah oknum-oknum yang suka berlebihan dalam melakukan download-download &lt;i&gt;ga&lt;/i&gt; jelas.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Gunung Berapi</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2012/10/gunung-berapi.html</link><category>Sekolah Dasar</category><pubDate>Fri, 5 Oct 2012 20:09:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-4167023553032251194</guid><description>Sudah tau proses keluarnya api dari gunung berapi? coba simak gambar berikut ya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAa5s3i-Nv56cAK44QaHaQOWw5AlrNxU8MwJSvI9BGr0CO5QBJwnQm9Ar2hLGjd-QYcaoSxMFkNPZsyhsJAoHF9vHjKOnF8ht5kFkg_IoySkmQTNWCkNqSOK_WTILqnSMQMa1JIAdVHJ4/s1600/1.PNG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAa5s3i-Nv56cAK44QaHaQOWw5AlrNxU8MwJSvI9BGr0CO5QBJwnQm9Ar2hLGjd-QYcaoSxMFkNPZsyhsJAoHF9vHjKOnF8ht5kFkg_IoySkmQTNWCkNqSOK_WTILqnSMQMa1JIAdVHJ4/s200/1.PNG" width="181" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-nVWSCfHTnm7w19rKF0hunOpxLlIX3Z-yleJy6weVf1mVfXbmiDvprDXDDEShFEPZuiZLDK6t08R2zMYmFQNBLY-40N24brPEvzDxWyxk21Wfkc1RJIYmbq9QieVPNlPY-Fsrn8sNDPw/s1600/2.PNG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-nVWSCfHTnm7w19rKF0hunOpxLlIX3Z-yleJy6weVf1mVfXbmiDvprDXDDEShFEPZuiZLDK6t08R2zMYmFQNBLY-40N24brPEvzDxWyxk21Wfkc1RJIYmbq9QieVPNlPY-Fsrn8sNDPw/s400/2.PNG" width="363" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Lahar itu menjadi padat setelah suhunya menurun dari &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;yang tadinya panas menjadi dingin teman... ,seperti kalau membuat adonan ketika membangun tembok rumah itu lho...&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgF1FzHs2_xcF1N0j3T9g4WNoPXEVml5Lz5cZx4DbilJk9Pa-GKgYVRnrMI1RcndDRjdxudwwNx9hDeglKuyuj42r1rUK5Yq6YuciKPIqXbM4vZMOjrS84pA-GqQMYIt1QQjRfRGWGi11E/s1600/3.PNG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgF1FzHs2_xcF1N0j3T9g4WNoPXEVml5Lz5cZx4DbilJk9Pa-GKgYVRnrMI1RcndDRjdxudwwNx9hDeglKuyuj42r1rUK5Yq6YuciKPIqXbM4vZMOjrS84pA-GqQMYIt1QQjRfRGWGi11E/s400/3.PNG" width="365" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3UrEyH_l9QucOmSCLha3KoSs3DMhPnP_KUMXxpnrHI1q-r1ar4faYXXadkP-2lfStrV-yyei-lpTa1J9crCL5p0UpXM3FlKjaZ1k8z3aMQohknc5RSY6TBUWMz46rWS3R_6H5DU1hicA/s1600/4.PNG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3UrEyH_l9QucOmSCLha3KoSs3DMhPnP_KUMXxpnrHI1q-r1ar4faYXXadkP-2lfStrV-yyei-lpTa1J9crCL5p0UpXM3FlKjaZ1k8z3aMQohknc5RSY6TBUWMz46rWS3R_6H5DU1hicA/s400/4.PNG" width="363" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tau batu apung kan? itu lho...batu yang bisa terapung (mengambang) di air...aneh ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisThLNJfEsCORjCynbm8B7Tyy-NWNoVDbs8c49WS2KLQp3hN4P2tJBGu2PNgY3HDLv0jFwL5toXxfZjgXV3ap3uEeXTYvEmqbGraZ0QNnwsgP23P2nX_NEtj01qhsB3YtomW24r-uS58c/s1600/5.PNG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisThLNJfEsCORjCynbm8B7Tyy-NWNoVDbs8c49WS2KLQp3hN4P2tJBGu2PNgY3HDLv0jFwL5toXxfZjgXV3ap3uEeXTYvEmqbGraZ0QNnwsgP23P2nX_NEtj01qhsB3YtomW24r-uS58c/s200/5.PNG" width="182" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;a href="http://sekolahdasaronline.com/" target="_blank"&gt;Sekolah Dasar&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAa5s3i-Nv56cAK44QaHaQOWw5AlrNxU8MwJSvI9BGr0CO5QBJwnQm9Ar2hLGjd-QYcaoSxMFkNPZsyhsJAoHF9vHjKOnF8ht5kFkg_IoySkmQTNWCkNqSOK_WTILqnSMQMa1JIAdVHJ4/s72-c/1.PNG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Hewan Peliharaan Membantu Tumbuh Kembang Anak</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2012/10/hewan-peliharaan-membantu-tumbuh.html</link><category>Sekolah Dasar</category><pubDate>Fri, 5 Oct 2012 19:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-873646482578355651</guid><description>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" style="width: 660px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td width="655"&gt;&lt;h3&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Sayang Anak? Beri Hewan Peliharaan &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/td&gt;
    &lt;td width="5"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 
    &lt;td&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;img align="left" alt="Kucing" height="240" src="http://sekolahdasaronline.com/gambar/Image/Kucing.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Banyak orang mengatakan bahwa memelihara binatang mampu mempengaruhi tumbuh kembang seorang anak. Mereka akan lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya dan memiliki kemandirian yang tinggi.&lt;br /&gt;Namun itu semua tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui. Mulai dari memilih binatang peliharaan, cara merawatnya sampai dengan bagaimana caranya menghindari si kecil dari penyakit yang disebabkan oleh binatang peliharaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan kebebasan kepada si kecil untuk memelihara binatang kesayangannya memang merupakan hal yang baik. Para ahli mengatakan bahwa seorang anak yang memelihara binatang akan memiliki pandangan yang lebih ramah dan menarik tentang dunia sekitarnya. Selain itu mereka juga memiliki kepercayaan, kemandirian, dan rasa ingin tahu yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memelihara binatang juga dapat dijadikan sebagai alat untuk memberikan pengetahuan kepada si kecil mengenai siklus kehidupan, seks dan kematian. Sehingga mereka bisa mengerti perasaan bahagia saat binatang peliharaan melahirkan ataupun perasaan sedih saat binatang peliharaan mati atau hilang. Sehingga dapat dikatakan bahwa binatang peliharaan memang memberikan dampak yang baik pada perkembangan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebelum Anda memberikan izin kepada si kecil untuk memelihara binatang, perhatikan dulu usia dan tingat kematangan buah hati. Karena, belum tepat rasanya jika memberikan izin untuk memelihara binatang kepada anak-anak balita. Karena pada usia ini, tingkat ego mereka masih tinggi sehingga belum mampu memvisualisasikan rasa sayang yang seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia yang tepat adalah saat mereka sudah bersekolah, yaitu sekitar umur tujuh tahun. Usia ini dianggap sebagai usia yang sesuai karena anak sudah mulai terlibat dalam sosialisasi dan mulai mengerti akan sebuah tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajari kepada mereka bagaimana cara memelihara binatang dan semua tanggung jawab yang harus mereka emban. Mulai dari merawat, memberi makan, membersihkan kandang, hingga rutin memeriksakan kesehatan binatang peliharaan. Biarkan si anak yang mengurus semua keperluan binatang peliharaannya sekalipun ada pengasuh yang siap membantu. Memberikan kebebasan kepada si kecil untuk merawat binatangnya bukan berarti lepas dari pengawasan Anda sebagai orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan si kecil memilih sendiri binatang peliharaannya. Namun sebelum itu pastikan bahwa si kecil tidak memiliki alergi terhadap binatang yang dipilihnya. Pastikan pula binatang yang dipilih si kecil tidak akan menyerang tuannya sewaktu-waktu dan tidak membawa penyakit yang bisa tertular kepadanya. Berikut beberapa penyakit yang bisa ditularkan oleh binatang peliharaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Toxoplasmosis,&amp;nbsp; adalah penyakit yang dapat menyerang hampir semua hewan, termasuk burung. Toxoplasmosis sering kali didiagnosis bersama-sama dengan penyakit lainnya, dikenal dengan TOECH (Toxoplasma-Rubella-Cytomegali-Herpes). Tiga penyakit terakhir disebabkan oleh virus, sedangkan toxoplasma penyebabnya adalah protozoa yang dikenal dengan toxoplasma gondii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rabies, yang biasa terkena penyakit ini adalah anjing, kucing, dan kera. Penyakit ini menempati urutan kedua di antara jajaran penyakit setelah malaria yang sering menimbulkan kematian pada hewan dan manusia. Rabies pada anjing, bisa bersifat ganas bisa pula tenang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rabies ganas ditandai dengan ekor melengkung masuk ke perut atau terletak di antara dua paha, tidak menurut lagi perintah majikan, air liur keluar berlebihan, menjadi ganas dengan menyerang atau menggigit apa saja yang dijumpai, kejang-kejang kemudian lumpuh, biasanya mati setelah 4 hingga 7 hari semenjak timbul gejala, dan takut terhadap suara-suara keras, air, dan sinar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rabies tenang dapat ditandai dengan bersembunyi di tempat gelap dan sejuk, tidak mampu menelan, mulut terbuka dan air liur keluar berlebihan. Tanda-tanda lainnya adalah kejang-kejang berlangsung singkat, bahkan sering tidak terlihat atau kelumpuhan dan terjadi kematian dalam waktu singkat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;a href="http://www.mediaindonesia.com/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;www.mediaindonesia.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://sekolahdasaronline.com/?page=22&amp;amp;id=479" target="_blank"&gt;Sekolah Dasar &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Rezim Assad Ternyata Relokasi Senjata Kimia dan Bekerjasama dengan Israel</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2012/10/rezim-assad-ternyata-relokasi-senjata.html</link><category>Islami</category><pubDate>Fri, 5 Oct 2012 10:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-7662016365856039447</guid><description>&lt;b&gt;&lt;img alt="File Rahasia: Rezim Assad Ternyata Relokasi Senjata Kimia dan Bekerjasama dengan Israel" border="0" class="image" src="http://www.eramuslim.com/foto_berita/34wek.jpg" width="300" /&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&lt;b&gt;Eramuslim.com | Media Islam Rujukan,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; Secara resmi, rezim Suriah 
dan sekutu-sekutunya, Rusia dan Iran, dengan sangat konsisten menolak 
tuduhan bahwa Presiden Bashar al-Assad bermaksud untuk menggunakan atau 
merelokasi senjata kimia mereka dalam perang yang sedang berlangsung 
untuk mempertahankan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun dokumen-dokumen rahasia yang diperoleh oleh Al Arabiya justru 
mengungkapkan bahwa rezim Suriah melakukan langkah dengan menimbun 
senjata kimia dengan bantuan Iran dan sepengetahuan Rusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, dokumen rahasia tambahan yang diperoleh juga mengungkapkan 
bahwa Assad juga berusaha mencari kerjasama lintas batas dengan "Negara 
Israel" yang rezim Suriah sering secara terbuka menyebut negara Zionis 
itu sebagai "entitas" bermusuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
File-file rahasia tersebut&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; diperoleh oleh Al Arabiya dengan bantuan dari
 anggota oposisi Suriah yang menolak untuk menguraikan bagaimana mereka 
sampai mendapatkan dokumen tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al Arabiya mengatakan bahwa dokumen rahasia itu telah diverifikasi dan 
dikonfirmasi dengan ratusan dokumen lainnya dan memutuskan untuk 
mengungkapkannya dengan nilai berita yang substansial dan sesuai dengan 
relevansi politik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam salah satu dokumen rahasia - namun tidak bertanggal - dokumen yang
 dikirim dari Iran oleh Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds, sebuah 
divisi dari Garda Revolusi Iran (IRGC), ditujukan kepada Presiden Assad 
secara langsung, menegaskan bahwa hulu ledak kimia siap untuk 
direlokasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini bertentangan dengan pernyataan sebelumnya oleh Iran bahwa mereka
 tidak akan mendukung negara manapun yang berencana untuk menggunakan 
senjata kimia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi sebelumnya telah mengatakan 
bahwa Iran tidak bisa mendukung negara - termasuk sekutu mereka Suriah -
 jika pada akhirnya akan menggunakan senjata kimia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkait kerjasama dengan Israel, dokumen rahasia yang diperoleh Al 
Arabiya pada tanggal 3 April 2011, kurang dari satu bulan setelah 
dimulainya pemberontakan rakyat di Suriah, Kepala Intelijen Angkatan 
Udara Suriah, Sakr Mennoun, mengirimkan perintah tertulis kepada Kolonel
 Suheil Hassan untuk berangkat ke perbatasan Suriah-Israel untuk 
menjamin keamanan perbatasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mannoun meminta Hassan untuk mengamankan perbatasan "bekerjasama dengan negara Israel," dokumen itu menyebutkan.(fq/aby)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita-file-rahasia-rezim-assad-ternyata-relokasi-senjata-kimia-dan-bekerjasama-dengan-israel.html" target="_blank"&gt;Rezim Assad Ternyata Relokasi Senjata Kimia dan Bekerjasama dengan Israel &lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Sejarah Android Sebelum Menguasai Dunia</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2012/10/sejarah-android-sebelum-menguasai-dunia.html</link><category>Teknologi</category><pubDate>Thu, 4 Oct 2012 13:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-1803104915372721557</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; - Android telah menjelma menjadi sistem operasi
 mobile terpopuler di dunia. Akan tetapi barangkali banyak yang belum 
tahu bagaimana sejarahnya sehingga Android bisa meraksasa seperti 
sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Google memang adalah pengembang Android. Namun bukan 
raksasa internet ini yang melahirkannya. Android pada mulanya didirikan 
oleh Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears dan Chris White pada tahun 2003.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana
 sejarah perkembangan Android, dari sebelum diakuisisi Google sampai 
masa jayanya? Berikut kisah singkatnya yang dikutip &lt;b&gt;detikINET &lt;/b&gt;dari &lt;i&gt;Wired&lt;/i&gt;, Kamis (4/10/2012). &lt;i&gt;Wired &lt;/i&gt;mengadakan wawancara khusus dengan pendiri Android, Andy Rubin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 class="mb10"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;1. Pendiri Android meyakinkan Google&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div class="pic_artikel"&gt;
&lt;img src="http://images.detik.com/content/2012/10/04/317/081518_2.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;
"Apakah
 ini menarik bagi Google?" itulah yang ditanyakan Andy Rubin, pendiri 
Android pada Larry Page, pendiri Google. Kala itu adalah tahun 2005 dan 
kedua pria tersebut bertemu di lobi kantor pusat Google.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertemuan
 ini bukan yang pertama. Mereka telah &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;berjumpa tiga tahun sebelumnya, 
ketika Rubin akan merilis smartphone yang dibuatnya bernama Sidekick 
yang memakai mesin cari default Google. Kala itu, Google belum begitu 
meraksasa. Hubungan baik itu terus berjalan dan Rubin &lt;i&gt;lah &lt;/i&gt;yang mengajak bertemu Larry Page. Rubin berniat untuk memamerkan Android.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rubin
 kemudian berpresentasi pada Page bahwa ponsel semakin menuai 
popularitas. Namun sayangnya, industri mobile terjebak pada sistem yang 
tertutup. Rubin merasa punya solusi dengan Android, platform mobile open
 source yang bisa diinstal semua vendor ponsel. Android dikatakannya 
punya spirit Linux tapi akan sepopuler Windows.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika itu, Rubin
 sejatinya tidak terlalu menginginkan uang dari Page, namun mengharapkan
 dukungan. Dia menilai akan menarik lebih banyak pendanaan datang jika 
ada dukungan dari nama besar Google. Tidak sekadar presentasi, Rubin pun
 mengeluarkan prototipe ponsel Android.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 class="mb10"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;2. Android Dipinang Google&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div class="pic_artikel"&gt;
&lt;img src="http://images.detik.com/content/2012/10/04/317/081638_1.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;
Page
 pun memegang prototipe itu. Ia tahu bahwa komputer PC lambat laun akan 
kehilangan popularitas digantikan perangkat mobile. Namun Page berpikir 
ponsel masih kurang &lt;i&gt;powerful &lt;/i&gt;dan softwarenya berbeda-beda. Iklan dan layanan Google bisa jadi akan tampil tidak bagus di ponsel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun
 apa yang ditakutkan Page adalah ranah mobile nantinya akan dikuasai 
pesaing beratnya, Microsoft. Kala itu, Windows Mobile sedang tumbuh 
pesat. Page pun ingin bertindak cepat untuk mencegah kemungkinan 
tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ide Rubin pun menarik perhatian Page. Malah ia akhirnya
 memutuskan tidak sekadar mendukung, namun ingin membeli Android secara 
keseluruhan. Rubin pun terkejut, namun jelas merasa sangat senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadilah
 Google meminang Android pada bulan Juli 2005, diestimasi harganya 
sekitar USD 50 juta. Jagat teknologi pun dipenuhi spekulasi apa yang 
akan dilakukan Google dengan Android.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak yang mengira Google 
akan merilis handset dengan merek sendiri. Terlebih pada tahun 2007, 
Apple merilis iPhone. Namun dugaan tersebut salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 class="mb10"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;3. Perkenalan Android&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div class="pic_artikel"&gt;
&lt;img src="http://images.detik.com/content/2012/10/04/317/081811_3.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;
November
 2007, Google mengadakan konferensi pers. Ternyata tidak ada Gphone 
diluncurkan. Namun diumumkan terbentuknya Open Handset Alliance yang 
didirikan Google bersama 34 perusahaan lain, untuk mengembangkan OS Open
 Source.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kala itu, banyak pihak masih skeptis, terutama para 
pesaing. CEO Microsoft Steve Ballmer menilai kata-kata Google kosong. 
Sedangkan Nokia mengira OS tersebut hanya versi Linux biasa dan bukan 
ancaman signifikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seminggu kemudian, Google meluncurkan 
software developer kit Android gratis di websitenya dan mengadakan 
perlombaan aplikasi terbaik. Niat Google akhirnya tercium, mereka akan 
merilis OS yang akan digunakan oleh banyak vendor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HTC, Motorola 
dan LG mengumumkan rencana produksi handset Android. OS ini sepenuhnya 
bebas dikustomisasi oleh pabrikan. Misi Google adalah semakin banyak 
orang akan mengakses layanan Google dari Android. Android digadang akan 
menggantikan PC.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Android adalah pembuatan ulang internet dan 
cerita tentang PC. Dan semua itu akan terjadi pada tahun depan," kata 
CEO Google kala itu, Eric Schmidt dengan nada optimistis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 class="mb10"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;4. HTC Dream/G1&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div class="pic_artikel"&gt;
&lt;img src="http://images.detik.com/content/2012/10/04/317/082034_4.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;
Ponsel
 pertama dengan sistem operasi Google Android akhirnya dirilis tahun 
2008. Ponsel besutan HTC yang dinamakan T-Mobile G1 itu diluncurkan di 
New York dan kala itu digadang-gadang bakal menggoyang dominasi 
smartphone Apple iPhone ataupun BlackBerry.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ponsel itu mulai 
dijual di Amerika Serikat pada bulan Oktober seharga USD 179 dan di 
Inggris pada awal November. Kedatangan Android tentunya meruncingkan 
persaingan antara Google dengan para rival seperti Apple, Microsoft dan 
Nokia untuk menciptakan software ponsel generasi masa depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ponsel
 G1 yang dibundling operator T-Mobile punya fitur layar sentuh dan 
keyboard sliding qwerty. Juga diberikan tiga pilihan warna bagi konsumen
 yakni hitam, putih dan cokelat. Fitur Wi Fi,GPS, kamera 3 megapiksel, 
email maupun instant messaging juga tersedia di ponsel ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
G1 
dilengkapi dengan berbagai aplikasi online Google semacam Gmail, YouTube
 dan juga ‘Google Maps Street View'. Dengan handset Android, Google 
ingin memicu makin banyak orang mengakses internet dan memakai layanan 
pencarian serta iklannya yang jadi sumber pemasukan utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HTC Dream cukup laris meski tidak sefenomenal iPhone. Namun, inilah cikal bakal ponsel Android yang kini menguasai dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 class="mb10"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;5. Ramai-ramai menjajal Android&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div class="pic_artikel"&gt;
&lt;img src="http://images.detik.com/content/2012/10/04/317/082140_5.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;
Google
 Android kemudian menarik semakin banyak peminat. Pada akhir 2008, grup 
Open Handset Alliance yang didirikan Google untuk mendukung pengembangan
 Android berhasil menggaet 14 anggota baru yang terdiri dari berbagai 
perusahaan bidang teknologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perusahaan tersebut bergerak dalam 
berbagai bidang, mulai dari pembuat ponsel, operator telekomunikasi 
hingga produsen chip. Bergabungnya perusahaan baru ini berarti semakin 
memperkuat posisi Android dalam industri ponsel, khususnya untuk 
menyaingi popularitas iPhone dari Apple.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama-nama baru yang 
bergabung termasuk perusahaan besar seperti Sony Ericsson, ARM, Asustek,
 Garmin, Huawei Technologies, Toshiba, dan Vodafone.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Para 
anggota baru ini akan mengembangkan perangkat yang kompatibel dengan 
Android, memberi kode yang diperlukan dalam Android Open Source Project,
 ataupun mendukung ekosistem yang akan mempercepat ketersediaan 
perangkat berbasis Android," demikian pernyataan dari Open Handset 
Alliance&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Produsen handset Sony Ericsson misalnya, menyatakan 
sedang mengerjakan perangkat Android yang diharapkan bisa dirilis 
pertengahan tahun 2009. Sedangkan Samsung dan LG juga tenga bersiap 
merilis Android pertamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 class="mb10"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;6. Meraksasa&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div class="text_detail"&gt;
&lt;div class="pic_artikel"&gt;
&lt;img src="http://images.detik.com/content/2012/10/04/317/082818_6.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;
Sesudah
 HTC G1, vendor lain seperti LG, Motorola dan Samsung menyusul dengan 
memperkenalkan handset Android pertamanya. Diikuti kemudian oleh Sony. 
Beberapa merek berhasil menuai popularitas besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti model 
Droid yang sukses membangkitkan Motorola dari keterpurukan. Namun tak 
disangka, Samsung yang pada akhirnya sukses besar mengadopsi Android, 
terutama mulai seri Galaxy S yang diperkenalkan tahun 2010.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Galaxy
 S kini sudah muncul versi ketiganya dan tetap mendapat sambutan meriah.
 Vendor lain pun tidak mau kalah, dan berlomba lomba merilis Android 
dengan spesifikasi tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
iPhone yang semula berkuasa pun mulai 
tertinggal. Kini, deretan ponsel Android menguasai pangsa pasar 59% di 
segmen sistem operasi ponsel global.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh: &lt;b&gt;Fino Yurio Kristo&lt;/b&gt; - &lt;a href="http://inet.detik.com/" target="_blank"&gt;detikinet&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;a href="http://inet.detik.com/read/2012/10/04/080947/2054155/317/1/sejarah-android-sebelum-menguasai-duniai991101105" target="_blank"&gt;Sejarah Android Sebelum Menguasai Dunia&lt;/a&gt; </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Beribadah karena Mengharap Surga Merusak Keikhlasan?</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2012/10/beribadah-karena-mengharap-surga.html</link><category>Islami</category><pubDate>Wed, 3 Oct 2012 16:20:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-3967746301006946824</guid><description>&lt;b&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Eramuslim.com | Media Islam Rujukan&lt;/span&gt;,&lt;/b&gt; Ada beberapa perkara yang 
disangka oleh sebagian orang merusak keikhlasan, akan tetapi ternyata 
tidak merusak keikhlasan. Salah satu perkara tersebut adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Beramal dalam rangka mencari surga.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian orang terlalu berlebihan dan salah faham tentang keikhlasan. 
Orang yang beramal sholeh karena mencari surga dinamakan oleh Robi'ah 
al-'Adawiyah dengan "Pekerja yang buruk". Ia berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
مَا عَبَدْتُهُ خَوْفًا مِنْ نَارِهِ وَلاَ حُبًّا فِي جَنَّتِهِ 
فَأَكُوْنَ كَأَجِيْرِ السُّوْءِ، بَلْ عَبَدْتُهُ حُبًّا لَهُ وَشَوْقًا 
إِلَيهِ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Aku tidaklah menyembahNya karena takut neraka, dan tidak pula 
karena berharap surgaNya sehingga aku seperti pekerja yang buruk. Akan 
tetapi aku menyembahNya karena kecintaan dan kerinduan kepadaNya" &lt;/i&gt;(Ihyaa' Uluum ad-Diin 4/310)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian juga Al-Ghozali mensifati orang yang seperti ini dengan orang yang ablah (dungu). Ia barkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
فَالْعَامِلُ ِلأَجْلِ الْجَنَّةِ عَامِلٌ لِبَطْنِهِ وَفَرْجِهِ 
كَالْأَجِيْرِ السُّوْءِ وَدَرَجَتُهُ دَرَجَةُ الْبَلَهِ وَإِنَّهُ 
لَيَنَالُهَا بِعَمَلِهِ إِذْ أَكْثَرُ أَهْلِ الْجَنَّةِ الْبَلَهُ 
وَأَمَّا عِبَادَةُ ذَوِي الْأَلْبَابِ فَإِنَّهَا لاَ تُجَاوِزُ ذِكْرَ 
اللهِ تَعَالَى وَالْفِكْرِ فِيْهِ لِجَمَالِهِ ... وَهَؤُلاَءِ أَرْفَعُ 
دَرَجَةً مِنَ الْاِلْتِفَاتِ إِلَى الْمَنْكُوْحِ وَالْمَطْعُوْمِ فِي 
الْجَنَّةِ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Seseorang yang beramal karena surga maka ia adalah seorang yang 
beramal karena perut dan kemaluannya, seperti pekerja yang buruk. Dan 
derajatnya adalah derajat al-balah (orang dungu), dan sesungguhnya ia 
meraih surga dengan amalannya, karena kebanyakan penduduk surga adalah 
orang dungu. Adapun ibadah orang-orang ulil albab (yang cerdas) maka 
tidaklah melewati dzikir kepada Allah dan memikirkan tentang 
keindahanNya….maka mereka lebih tinggi derajatnya dari pada derajatnya 
orang-orang yang mengharapkan bidadari dan makanan di surga" &lt;/i&gt;(Ihyaa Uluumid Diin 3/375)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentunya ini adalah pendapat yang keliru. Bisa ditinjau dari beberapa sisi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Pertama&lt;/span&gt; :&lt;/b&gt; Allah telah mensifati para nabi dan juga 
pemimpin kaum mukminin bahwasanya mereka beribadah kepada Allah dalam 
kondisi takut dan berharap. Allah berfirman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ 
أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ 
عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا (٥٧)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan 
kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada 
Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; Sesungguhnya
 azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.&lt;/i&gt; (QS Al-Isroo : 57)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah berfirman tentang 'Ibaadurrohman bahwasanya mereka takut dengan adzab neraka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا (٦٥)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, jauhkan azab Jahannam 
dari Kami, Sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal".&lt;/i&gt;(QS Al-Furqoon : 65)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi Ibrahim 'alaihis salaam berkata dalam doanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ (٨٥)وَاغْفِرْ لأبِي 
إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَ (٨٦)وَلا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ 
(٨٧)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dan Jadikanlah aku Termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang 
penuh kenikmatan, Dan ampunilah bapakku, karena Sesungguhnya ia adalah 
Termasuk golongan orang-orang yang sesat, dan janganlah Engkau hinakan 
aku pada hari mereka dibangkitkan.&lt;/i&gt; (QS Asy-Syu'aroo 85-87)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah memuji Nabi Zakariya dan juga Nabi Yahya 'alaihima as-salam dalam firmanNya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ (٩٠)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam 
(mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada 
Kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' 
kepada kami.&lt;/i&gt; (QS Al-Anbiyaa : 90)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian juga Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam terlalu banyak
 doa-doa beliau meminta surga dan terjauhkan dari neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Kedua&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;: Bahkan Allah &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;mensifati para ulil albab 
(orang-orang yang berakal dan cerdas) bahwasanya mereka takut dengan 
adzab neraka dan mengharapkan janji Allah. Yang ini jelas bantahan 
terhadap Al-Ghozali yang menganggap orang yang mengharapkan surga dan 
takut neraka sebagai orang yang dungu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ 
وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ رَبَّنَا مَا 
خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 
(١٩١)رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا 
لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (١٩٢)رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا 
مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا 
رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا 
وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ (١٩٣)رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا 
عَلَى رُسُلِكَ وَلا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لا تُخْلِفُ 
الْمِيعَادَ (١٩٤)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk 
atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan 
langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau 
menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami 
dari siksa neraka. Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Barangsiapa yang Engkau 
masukkan ke dalam neraka, Maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan 
tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. Ya Tuhan 
Kami, Sesungguhnya Kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, 
(yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", Maka Kamipun beriman. Ya 
Tuhan Kami, ampunilah bagi Kami dosa-dosa Kami dan hapuskanlah dari Kami
 kesalahan-kesalahan Kami, dan wafatkanlah Kami beserta orang-orang yang
 banyak berbakti. Ya Tuhan Kami, berilah Kami apa yang telah Engkau 
janjikan kepada Kami dengan perantaraan Rasul-rasul Engkau. dan 
janganlah Engkau hinakan Kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak 
menyalahi janji."&lt;/i&gt; (QS Ali 'Imroon : 191-194)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt; :&lt;/b&gt; Setelah Allah menyebutkan tentang 
kenikmatan-kenikmatan di surga lalu Allah memerintahkan para hambaNya 
untuk saling berlomba-lomba dalam memperolehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ (٢٦)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.&lt;/i&gt; (QS Al-Muthoffifin : 26)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Keempat&lt;/span&gt; :&lt;/b&gt; Terlalu banyak ayat dalam al-Qur'an yang 
menjelasan tentang nikmat-nikmat surga. Maka jika seseorang tercela 
mengharapkan kenikmatan surga maka seakan-akan Allah telah menyesatkan 
hamba-hambaNya dengan mengiming-iming mereka dengan nikmat surga. 
Demikian juga halnya Allah sering menyebutkan tentang perihnya adzab 
neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Kelima&lt;/span&gt; :&lt;/b&gt; Diantara kenikmatan surga –bahkan yang 
merupakan puncak kenikmatan- adalah melihat wajah Allah. Karenanya Nabi 
shallallahu 'alaihi wa sallam meminta kepada Allah nikmat ini, 
sebagaimana dalam doanya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَأَسْأَلَُك لَذَّةَ النَّظْرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكِ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Dan aku memohon keledzatan memandang wajahMu, dan kerinduan untuk bertemu denganMu" &lt;/i&gt;(HR An-Nasaai no 1305 dan dishahihkan oleh Al-Albani)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang mengaku tidak berharap kenikmatan surga, maka apakah ia tidak ingin melihat wajah Allah?!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Keenam&lt;/span&gt; :&lt;/b&gt; Banyak hadits yang mempersyaratkan "pengharapan ganjaran dari Allah" pada sebuah amalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contohnya sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Barang siapa yang berpuasa di bulan ramadhan karena keimanan dan berharap maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" &lt;/i&gt;(HR Al-Bukhari no 38 dan Muslim no 760)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
مَنِ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا) حَتَّى 
يُصَلَّى عَلَيْهَا فَلَهُ قِيْرَاطٌ، وَمَنْ شَهِدَهَا حَتَّى تُدْفَنَ 
فَلَهُ قِيْرَاطَانِ (مِنَ الأَجْرِ)، قِيْلَ: (يَا رَسُوْلَ اللهِ) وَمَا 
الْقِيْرَاطَانِ؟ قَالَ: مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيْمَيْنِ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Barangsiapa yang mengikuti janazah muslim karena keimanan dan 
mengharapkan (ganjaran dari Allah) hingga disholatkan jenazah tersebut 
maka bagi dia qirot pahala, dan barangsiapa yang menghadiri janazah 
hingga dikubur maka baginya dua qirot pahala". Maka dikatakan, "Wahai 
Rasulullah, apa itu dua qirot?", Nabi berkata, "Seperti dua gunung 
besar"&lt;/i&gt; (HR Al-Bukhari no 47)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Khotthoobi berkata&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
احْتِسَابًا أَيْ عَزِيْمَةً وَهُوَ أَنْ يَصُوْمَهُ عَلَى مَعْنَى الرَّغْبَةِ فِي ثَوَابِهِ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Ihtisaaban" yaitu azimah (tekad) maksudnya ia berpuasa karena berharap pahala dari Allah"&lt;/i&gt; (Fathul Baari 4/115)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
------&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 24-10-1433 H / 11 September 2012 M&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis: &lt;a href="http://www.firanda.com/" target="_blank"&gt;Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: Dapatkan artikel menarik lainya di &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita-beribadah-karena-mengharap-surga-merusak-keikhlasan.html" target="_blank"&gt;Eramuslim&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Logo My Blog</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2012/10/logo-my-blog.html</link><category>Catatan Pribadi</category><pubDate>Wed, 3 Oct 2012 14:12:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-2322206609110144084</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiffZJXKxPZjnCCNufgWGM2OEpPfzBw8vrkTrntJSDNYF_rq8h4mspXTOxXiyk86zYYOYrR3FH6My7Epm7M2IuwLlmuab33ZUgaIWiId2smkrJ1QEpSagDouhxV42yWvwv_tx2kJ3nqwMo/s1600/Animasi+Stop+merokok.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiffZJXKxPZjnCCNufgWGM2OEpPfzBw8vrkTrntJSDNYF_rq8h4mspXTOxXiyk86zYYOYrR3FH6My7Epm7M2IuwLlmuab33ZUgaIWiId2smkrJ1QEpSagDouhxV42yWvwv_tx2kJ3nqwMo/s1600/Animasi+Stop+merokok.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJQXr_8lrVh9yCZg6KvIYFiTH_UnOuTuNGCza4hY3aH6uFilkYckry_aPfzijTLRonh7BN3WIchM24_GzAILIa0YhWhkVHocQIyqBnW9mzGlNqt8gGH4wfmkTEP5vu-QbPw5stu045rZY/s1600/Aquarium.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJQXr_8lrVh9yCZg6KvIYFiTH_UnOuTuNGCza4hY3aH6uFilkYckry_aPfzijTLRonh7BN3WIchM24_GzAILIa0YhWhkVHocQIyqBnW9mzGlNqt8gGH4wfmkTEP5vu-QbPw5stu045rZY/s1600/Aquarium.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHegnF_FhribLInn4fO_MX_G8EzlyahqTipHRCtBQEInkqGJaNO6Z5TxoUXeKnng3nY5g186QxGBNsr_nadXVVPZlSq1r9wb0VO9sIoipWxIxM8HQxaSne0ex9y8HkwUorTzQKC0S7Lk8/s1600/Allah.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHegnF_FhribLInn4fO_MX_G8EzlyahqTipHRCtBQEInkqGJaNO6Z5TxoUXeKnng3nY5g186QxGBNsr_nadXVVPZlSq1r9wb0VO9sIoipWxIxM8HQxaSne0ex9y8HkwUorTzQKC0S7Lk8/s1600/Allah.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRxZ7V1zGMEHaumndnZcjIbEzYFdNlPFFlZXJP4QIl1U7dsGE7XPXBe8PEkyma-OOzt7rxD3UvpUOoDEB3S49OUaKI5wyC-yyfX11OaBlur4LefBMlFx76YqcC74XxUxekUjLWYVdKz_8/s1600/Al-manhaj.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRxZ7V1zGMEHaumndnZcjIbEzYFdNlPFFlZXJP4QIl1U7dsGE7XPXBe8PEkyma-OOzt7rxD3UvpUOoDEB3S49OUaKI5wyC-yyfX11OaBlur4LefBMlFx76YqcC74XxUxekUjLWYVdKz_8/s1600/Al-manhaj.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFY14hZwDUlKufJmuViPWsFoZzseTCBg4EVNPUneMnryJ2FKiTargqd2QMYfKc-zqbcypZI4kZwsReEXIWR_0LiyCEdaiYzYhfpZ_9Bavt7yLXi5FAzyZHbF68XYpol7ntksD8VI8jL7M/s1600/Eramuslim.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFY14hZwDUlKufJmuViPWsFoZzseTCBg4EVNPUneMnryJ2FKiTargqd2QMYfKc-zqbcypZI4kZwsReEXIWR_0LiyCEdaiYzYhfpZ_9Bavt7yLXi5FAzyZHbF68XYpol7ntksD8VI8jL7M/s1600/Eramuslim.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhE2KANg2uzgPsyqvP47viT1fCVGdG6UQjCf6-kIQX2r789weyBSz9K1219kX6O9X0gUvwwNT5jJdIT303etn7oitysa4XPsPeDrmJ4uVEa4w9vCgSHAFK-KTfE1FuHFIjjs0ZFW4n9zwY/s1600/Firanda.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhE2KANg2uzgPsyqvP47viT1fCVGdG6UQjCf6-kIQX2r789weyBSz9K1219kX6O9X0gUvwwNT5jJdIT303etn7oitysa4XPsPeDrmJ4uVEa4w9vCgSHAFK-KTfE1FuHFIjjs0ZFW4n9zwY/s1600/Firanda.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8rFeUTOV7eRVSAosGIHbsjZmS6_WP0rAIvH_eDKsOsr8_NoNdYxcGkFFZh_1OFCOw1KDPlY4A_4D73qQvnb7sEZt4U2jm_xwrtA0Vghvyh-Qd5U7w8OtTyXFg_MqBfAGpqYTDlkCU518/s1600/Kidemang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8rFeUTOV7eRVSAosGIHbsjZmS6_WP0rAIvH_eDKsOsr8_NoNdYxcGkFFZh_1OFCOw1KDPlY4A_4D73qQvnb7sEZt4U2jm_xwrtA0Vghvyh-Qd5U7w8OtTyXFg_MqBfAGpqYTDlkCU518/s1600/Kidemang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSvSBWP33I4ju8iHrxN-Olt7O3RlTW8qPkiFslu2BAUA9wxirTfeDqjiI3fCC5vV6Fqs7ukNfbSC76Y70XcvaOK2QZUhbxpKbVIiuC52rjI5shLwjkudkKAhlHk86jRTdzuKFMZGahgRE/s1600/Muslim.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSvSBWP33I4ju8iHrxN-Olt7O3RlTW8qPkiFslu2BAUA9wxirTfeDqjiI3fCC5vV6Fqs7ukNfbSC76Y70XcvaOK2QZUhbxpKbVIiuC52rjI5shLwjkudkKAhlHk86jRTdzuKFMZGahgRE/s1600/Muslim.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhE_uT0KL-t0ZRdhkiNXWWUKWdd8xSJ17BwLP5yUREQqix-cNaxq0oEfptKhhFTbhN92NUrScE99uaH8T2x5-y-rdGeyoRk7AGcNsJV5dmXb3vnIF_E2mZZbWZ5EjSK_wvOWFHcuP4OL04/s1600/Rodja.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhE_uT0KL-t0ZRdhkiNXWWUKWdd8xSJ17BwLP5yUREQqix-cNaxq0oEfptKhhFTbhN92NUrScE99uaH8T2x5-y-rdGeyoRk7AGcNsJV5dmXb3vnIF_E2mZZbWZ5EjSK_wvOWFHcuP4OL04/s1600/Rodja.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-OX_t34iTljpINe_qIJL98VH8wLejJ5VNIbStgkK7Fasa_maUVPQhdcbwX3D-X1nDLx_UbLj-LgYla_guDao3Q-YJq-5lYmTu2ThLkMP2md7Hpbtf9XdASYz7P-qOUTfa23a9riRbpgA/s1600/SD.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-OX_t34iTljpINe_qIJL98VH8wLejJ5VNIbStgkK7Fasa_maUVPQhdcbwX3D-X1nDLx_UbLj-LgYla_guDao3Q-YJq-5lYmTu2ThLkMP2md7Hpbtf9XdASYz7P-qOUTfa23a9riRbpgA/s1600/SD.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEift4CF-HpePLXY11uBzhfwntaQdWij_WoHdT4aiZ-m7Rm_wh3cCJWzMm2n_OdwtLGSlc-5bOJU7WDhVxN5K-BCjuueZ78W8J0GXBGL1UJESGV8J8DMskg6rs1kVarBjKSEX0fQ3Gq93L0/s1600/Salaka.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEift4CF-HpePLXY11uBzhfwntaQdWij_WoHdT4aiZ-m7Rm_wh3cCJWzMm2n_OdwtLGSlc-5bOJU7WDhVxN5K-BCjuueZ78W8J0GXBGL1UJESGV8J8DMskg6rs1kVarBjKSEX0fQ3Gq93L0/s1600/Salaka.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj45snHt5D3ACShAuFzVnShljxX-lyQhh3yuYMFFTTL-EHaAvIAZuHMjRDtawtBmX0ABT1NOrx9wH4imUfRD9G7u36Nr5t8LupsxaQxWJA0Xvpt-4G77sYR2PV-9SY6m4c-2wHZz5ce8-0/s1600/UPI.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj45snHt5D3ACShAuFzVnShljxX-lyQhh3yuYMFFTTL-EHaAvIAZuHMjRDtawtBmX0ABT1NOrx9wH4imUfRD9G7u36Nr5t8LupsxaQxWJA0Xvpt-4G77sYR2PV-9SY6m4c-2wHZz5ce8-0/s1600/UPI.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiffZJXKxPZjnCCNufgWGM2OEpPfzBw8vrkTrntJSDNYF_rq8h4mspXTOxXiyk86zYYOYrR3FH6My7Epm7M2IuwLlmuab33ZUgaIWiId2smkrJ1QEpSagDouhxV42yWvwv_tx2kJ3nqwMo/s72-c/Animasi+Stop+merokok.gif" width="72"/><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Kesalahan-Kesalahan Seputar Haji</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2012/10/kesalahan-kesalahan-seputar-haji.html</link><category>Islami</category><pubDate>Wed, 3 Oct 2012 13:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-1223723225141036967</guid><description>&lt;span id="sasText" style="left: -9999px; position: fixed; top: 0px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Kesalahan ketika ihram&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol start="1"&gt;
&lt;li&gt;Melewati miqot tanpa berihram seperti yang dilakukan oleh sebagian jamaah haji Indonesia dan baru berihram ketika di Jeddah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keyakinan bahwa disebut ihram jika telah mengenakan kain ihram. 
Padahal sebenarnya ihram adalah berniat dalam hati untuk masuk melakukan
 manasik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wanita yang dalam keadaan haidh atau nifas meninggalkan ihram karena
 menganggap ihram itu harus suci terlebih dahulu. Padahal itu keliru. 
Yang tepat, wanita haidh atau nifas&amp;nbsp; boleh berihram dan melakukan 
manasik haji lainnya selain thawaf. Setelah ia suci barulah ia berthawaf
 tanpa harus keluar menuju &lt;i&gt;Tan’im&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;miqot&lt;/i&gt; untuk memulai ihram karena tadi sejak awal ia sudah berihram.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Kesalahan dalam thawaf&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol start="1"&gt;
&lt;li&gt;Membaca doa khusus yang berbeda pada setiap putaran thawaf dan 
membacanya secara berjamaah dengan dipimpin oleh seorang pemandu. Ini 
jelas amalan yang tidak pernah diajarkan Rasul &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan thawaf di dalam Hijr Isma’il. Padahal thawaf harus 
dilakukan di luar Ka’bah, sedangkan Hijr Isma’il itu berada dalam 
Ka’bah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan &lt;i&gt;roml&lt;/i&gt; pada semua putaran. Padahal &lt;i&gt;roml&lt;/i&gt; hanya ada pada tiga putaran pertama dan hanya ada pada &lt;i&gt;thawaf qudum&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;thawaf umrah&lt;/i&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyakiti orang lain dengan saling mendorong dan desak-desakan 
ketika mencium hajar Aswad. Padahal menyium hajar Aswad itu sunnah 
(bukan wajib) dan bukan termasuk syarat thawaf.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mencium setiap pojok atau rukun Ka’bah. Padahal yang diperintahkan 
untuk dicium atau disentuh hanyalah hajar Aswad dan rukun Yamani.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berdesak-desakkan untuk shalat di belakang makam Ibrahim setelah 
thawaf. Padahal jika berdesak-desakkan boleh saja melaksanakan shalat di
 tempat mana saja di Masjidil Haram.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagian &lt;a href="http://muslim.or.id/tag/wanita"&gt;wanita&lt;/a&gt; 
berdesak-desakkan dengan laki-laki agar bisa mencium hajar Aswad. 
Padahal ini adalah suatu kerusakan dan dapat menimbulkan fitnah.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Kesalahan ketika sa’i&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol start="1"&gt;
&lt;li&gt;Sebagian orang ada yang meyakini bahwa sa’i tidaklah sempurna sampai
 naik ke puncak bukit Shafa atau Marwah. Padahal cukup naik ke bukitnya 
saja, sudah dibolehkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ada yang melakukan sa’i sebanyak 14 kali putaran. Padahal jalan dari
 Shafa ke Marwah disebut satu putaran dan jalan dari Marwah ke Shafa 
adalah putaran kedua. Dan sa’i akan berakhir di Marwah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketika naik ke bukit Shafa dan Marwah sambil bertakbir seperti 
ketika shalat. Padahal yang disunnahkan adalah berdoa dengan memuji 
Allah dan bertakbir sambil menghadap kiblat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Shalat dua raka’at setelah sa’i. Padahal seperti ini tidak diajarkan dalam Islam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tetap melanjutkan sa’i ketika shalat ditegakkan. Padahal seharusnya 
yang dilakukan adalah melaksanakan shalat jama’ah terlebih dahulu.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Kesalahan di Arafah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol start="1"&gt;
&lt;li&gt;Sebagian jamaah haji tidak memperhatikan batasan daerah Arafah sehingga ia pun wukuf di luar Arafah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagian jamaah keluar dari Arafah sebelum matahari tenggelam. Yang 
wajib bagi yang wukuf sejak siang hari, ia diam di daerah Arafah sampai 
matahari tenggelam, ini wajib. Jika keluar sebelum matahari tenggelam, 
maka ada kewajiban menunaikan &lt;i&gt;dam &lt;/i&gt;karena tidak melakukan yang wajib.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berdesak-desakkan menaiki bukit di Arafah yang disebut &lt;i&gt;Jabal Rahmah&lt;/i&gt;
 dan menganggap wukuf di sana lebih afdhol. Padahal tidaklah demikian. 
Apalagi mengkhususkan shalat di bukit tersebut, juga tidak ada dalam 
ajaran Islam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menghadap &lt;i&gt;Jabal Rahmah&lt;/i&gt; ketika berdo’a. Padahal yang sesuai &lt;a href="http://muslim.or.id/tag/sunnah"&gt;sunnah&lt;/a&gt; adalah menghadap kiblat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berusaha mengumpulkan batu atau pasir di Arafah di tempat-tempat 
tertentu. Seperti ini adalah amalan bid’ah yang tidak pernah diajarkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berdesak-desakkan dan sambil mendorong ketika keluar dari Arafah.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Kesalahan di Muzdalifah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol start="1"&gt;
&lt;li&gt;Mengumpulkan batu untuk melempar jumroh ketika sampai di Muzdalifah sebelum melaksanakan &lt;a href="http://muslim.or.id/tag/shalat"&gt;shalat&lt;/a&gt;
 Maghrib dan Isya’. Dan diyakini hal ini adalah suatu anjuran.&amp;nbsp; Padahal 
mengumpulkan batu boleh ketika perjalanan dari Muzdalifah ke Mina, 
bahkan boleh mengumpulkan di tempat mana saja di tanah Haram.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagian jama’ah haji keluar dari Muzdalifah sebelum pertengahan malam. Seperti ini tidak disebut &lt;i&gt;mabit&lt;/i&gt;.
 Padahal yang diberi keringanan keluar dari Muzdalifah adalah 
orang-orang yang lemah dan itu hanya dibolehkan keluar setelah 
pertengahan malam. Siapa yang keluar dari Muzdalifah sebelum pertengahan
 malam tanpa adanya uzur, maka ia telah meninggalkan yang wajib.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Kesalahan ketika melempar jumroh&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol start="1"&gt;
&lt;li&gt;Saling berdesak-desakkan ketika melempar jumroh. Padahal untuk saat 
ini lempar jumroh akan semakin mudah karena kita dapat memilih melempar 
dari lantai dua atau tiga sehingga tidak perlu berdesak-desakkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melempar jumroh sekaligus dengan tujuh batu. Yang benar adalah 
melempar jumroh sebanyak tujuh kali, setiap kali lemparan membaca takbir
 “Allahu akbar”.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Di pertengahan melempar jumroh, sebagian jama’ah meyakini bahwa ia 
melempar setan. Karena meyakini demikian sampai-sampai ada yang melempar
 jumroh dengan batu besar bahkan dengan sendal. Padahal maksud melempar 
jumroh adalah untuk menegakkan &lt;a href="http://muslim.or.id/tag/dzikir"&gt;dzikir&lt;/a&gt; pada Allah, sama halnya dengan thawaf dan sa’i.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mewakilkan melempar jumroh pada yang lain karena khawatir dan merasa
 berat jika mesti berdesak-desakkan. Yang benar, tidak boleh mewakilkan 
melempar jumroh kecuali jika dalam keadaan tidak mampu seperti sakit.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagian jama’ah haji dan biasa ditemukan adalah jama’ah haji 
Indonesia, ada yang melempar jumrah di tengah malam pada hari-hari 
tasyrik bahkan dijamak untuk dua hari sekaligus (hari ke-11 dan hari 
ke-12).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada hari tasyrik, memulai melempar jumroh aqobah, lalu wustho, 
kemudian ula. Padahal seharusnya dimulai dari ula, wustho lalu aqobah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lemparan jumroh tidak mengarah ke jumroh dan tidak jatuh ke kolam. Seperti ini mesti diulang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Kesalahan di Mina&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol start="1"&gt;
&lt;li&gt;Melakukan thawaf wada’ dahulu lalu melempar jumrah, kemudian 
meninggalkan Makkah. Padahal seharusnya thawaf wada menjadi amalan 
terkahir manasik haji.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyangka bahwa yang dimaksud barangsiapa yang terburu-buru maka 
hanya dua hari yang ia ambil untuk melempar jumrah yaitu hari ke-10 dan 
ke-11. Padahal itu keliru.&amp;nbsp; Yang benar, yang dimaksud dua hari adalah 
hari ke-11 dan ke-12. Jadi yang terburu-buru untuk pulang pada hari 
ke-12 lalu ia ia melempar tiga jumrah setelah matahari tergelincir dan 
sebelum matahari tenggelam, maka tidak ada dosa untuknya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Kesalahan ketika Thawaf Wada’&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol start="1"&gt;
&lt;li&gt;Setelah melakukan thawaf wada’, ada yang masih berlama-lama di 
Makkah bahkan satu atau dua hari. Padahal thawaf wada’ adalah akhir 
amalan dan tidak terlalu lama dari meninggalkan Makkah kecuali jika ada 
uzur seperti diharuskan menunggu teman.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berjalan mundur dari Ka’bah ketika selesai melaksanakan thawaf wada’
 dan diyakini hal ini dianjurkan. Padahal amalan ini termasuk bid’ah.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Demikian beberapa penjelasan &lt;a href="http://muslim.or.id/tag/haji"&gt;haji&lt;/a&gt; yang bisa kami ulas dalam tulisan yang sederhana ini.&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;
&lt;i&gt;Wallahu Ta’ala a’lam. Walhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
-----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai disusun di Ummul Hamam, Riyadh KSA&lt;br /&gt;
5 Dzulhijjah 1432 H (1 hari sebelum safar ke Mina)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Referensi Kitab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol start="1"&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Al Hajj Al Muyassar&lt;/i&gt;, Sholeh bin Muhammad bin Ibrahim As Sulthon, terbitan Maktabah Al Malik Fahd Al Wathoniyah, cetakan keempat, 1430 H.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Al Majmu’&lt;/i&gt;, Yahya bin Syarf An Nawawi, sumber dari Mawqi’ Ya’sub (nomor halaman sesuai cetakan).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah&lt;/i&gt;, terbitan Kementrian Agama dan Urusan Islam Kuwait.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Al Minhaj li Muriidil Hajj wal ‘Umroh&lt;/i&gt;, Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin, terbitan Muassasah Al Amiyah Al ‘Anud.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj&lt;/i&gt;, Yahya bin Syarf An Nawawi, terbitan Dar Ihya’ At Turots Al ‘Arobi-Beirut, cetakan kedua, 1392 H.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Al Mughni&lt;/i&gt;, Ibnu Qudamah Al Maqdisi, terbitan Darul Fikr-Beirut, cetakan pertama, 1405 H.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;An Nawazil fil Hajj, &lt;/i&gt;‘Ali bin Nashir Asy Syal’an, terbitan Darut &lt;a href="http://muslim.or.id/tag/tauhid"&gt;Tauhid&lt;/a&gt;, cetakan pertama, 1431 H.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Ar Rofiq fii Rihlatil Hajj&lt;/i&gt;, Majalah Al Bayan, terbitan 1429 H.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Fiqhus Sunnah&lt;/i&gt;, Sayid Sabiq, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan ketiga, 1430 H.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Mursyid Al Mu’tamir wal Haaj waz Zaair fii Dhouil Kitab was Sunnah&lt;/i&gt;, Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al Qohthoni, terbitan Maktabah Al Malik Fahd Al Wathoniyah, cetakan ketiga, 1418 H.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/tafsir"&gt;Tafsir&lt;/a&gt; Al Jalalain&lt;/i&gt;, Jalaluddin Al Mahalli dan Jalaluddin As Suyuthi, terbitan Darus Salam, cetakan kedua, 1422 H.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Taisirul Fiqh&lt;/i&gt;, Prof. Dr. Sholeh bin Ghonim As Sadlan, terbitan Dar Blansia, cetakan pertama, 1424 H.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Shahih Fiqh Sunnah&lt;/i&gt;, Abu Malik Kamal bin As Sayid Saalim, terbitan Maktabah At Taufiqiyah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Shifatul Hajj wal ‘Umrah, &lt;/i&gt;terbitan bagi pengurusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, cetakan keduabelas, 1432 H.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Syarhul Mumthi’ ‘ala Zaadil Mustaqni’&lt;/i&gt;, Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, 1424 H.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Referensi Buku Indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol start="1"&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Meneladani Manasik Haji dan Umrah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;/i&gt; Mubarak bin Mahfudh Bamuallim, Lc, terbitan Pustaka Imam Asy Syafi’i, cetakan ketiga, 1429 H.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Referensi Mawqi’&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol start="1"&gt;
&lt;li&gt;Mawqi’ Islam Web:&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;a href="http://www.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&amp;amp;Option=FatwaId&amp;amp;Id=58685"&gt;http://www.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&amp;amp;Option=FatwaId&amp;amp;Id=58685&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol start="2"&gt;
&lt;li&gt;Mawqi’ resmi Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz : &lt;a href="http://www.binbaz.org.sa/mat/3737"&gt;http://www.binbaz.org.sa/mat/3737&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mawqi’ Dorar.net:&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;a href="http://www.dorar.net/art/379"&gt;http://www.dorar.net/art/379&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
—&lt;br /&gt;
Penulis:&amp;nbsp;&lt;a href="http://rumaysho.com/"&gt;Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;Artikel&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.muslim.or.id/"&gt;www.muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div id="credit"&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: Dapatkan artikel menarik lainya di &lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fikih-haji-8-kesalahan-kesalahan-seputar-haji.html" target="_blank"&gt;Muslim&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Jangan Tertipu dengan Orang yang Memperjuangkan Islam</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2012/04/jangan-tertipu-dengan-orang-yang.html</link><category>Islami</category><pubDate>Sun, 22 Apr 2012 21:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-9015938975266667104</guid><description>&lt;em&gt;Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam 
kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang 
mengikuti mereka hingga akhir zaman.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Seringkali kita mendengar seruan saudara kita untuk berjihad, untuk 
membela Islam melalui parlemen, atau membela Islam melalui penegakan 
khilafah. Mereka betul-betul semangat dalam hal ini. Namun janganlah 
tertipu. Tidaklah semua yang mengaku membela dan memperjuangkan Islam 
itu benar dan menempuh jalan yang benar. Barangkali mereka adalah 
orang-orang yang fajir dan bermaksiat pada Allah dengan perjuangan 
mereka. Barangkali jalan yang mereka tempuh itu keliru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Nabi&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&amp;nbsp;&lt;/em&gt;bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;div style="font-size: 18px; text-align: right;"&gt;
إِنَّهُ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلاَّ نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ ، وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-size: 18px; text-align: right;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
“&lt;em&gt;Sesungguhnya tidak akan masuk surga orang kecuali jiwa yang 
muslim. Namun boleh jadi Allah akan memperjuangkan agama ini melalui 
orang yang fajir (bermaksiat).&lt;/em&gt;” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Hadits di atas adalah cuplikan dari sebuah hadits dari Abu Hurairah &lt;em&gt;Radhiallahu’anhu&lt;/em&gt;, beliau mengatakan:&lt;br /&gt;
“Kami pernah bersama Rasulullah&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Lalu beliau mengatakan pada orang yang mengaku Islam, “&lt;em&gt;Dia termasuk penduduk neraka.&lt;/em&gt;”
 Ketika mengikuti peperangan, orang tersebut begitu semangat. Namun ia 
terkena luka parah. Kemudian ada yang berkata pada Rasulullah&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, “Yang engkau katakan bahwa ia termasuk penduduk neraka, ia benar-benar hari itu telah berperang lalu ia mati.” Nabi&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&amp;nbsp;tetap mengatakan, “&lt;em&gt;Ia penghuni neraka.&lt;/em&gt;”
 Sebagian orang pun terheran-heran dan tetap dalam keadaan seperti itu. 
Ternyata, ada yang menceritakan bahwa orang tersebut sebelum mati, ia 
memiliki luka yang cukup parah. Ketika di malam hari, ia tidak sabar 
menahan lukanya yang parah tersebut. Lalu ia pun membunuh dirinya 
sendiri. Kemudian Nabi&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dikabarkan tentang hal ini. Kemudian beliau pun bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;div style="font-size: 18px; text-align: right;"&gt;
اللَّهُ أَكْبَرُ ، أَشْهَدُ أَنِّى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-size: 18px; text-align: right;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
“&lt;em&gt;Allahu akbar. Sesungguhnya aku bersaksi bahwa aku adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.&lt;/em&gt;”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
Kemudian beliau pun memerintahkan Bilal dan beliau menyeru pada manusia,&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-size: 18px; text-align: right;"&gt;
إِنَّهُ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلاَّ نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ ، وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-size: 18px; text-align: right;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
“&lt;em&gt;Sesungguhnya seseorang tidak akan masuk 
surga kecuali jiwa yang muslim. Namun boleh jadi Allah akan 
memperjuangkan agama ini melalui orang yang fajir (bermaksiat).&lt;/em&gt;”&lt;sup&gt;&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #cc0000;"&gt;
&lt;strong&gt;Faedah dari hadits di atas:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;: Bukhari membawakan hadits ini dalam Bab “&lt;em&gt;Allah akan menolong agama ini, walaupun melalui orang yang fajir (bermaksiat).&lt;/em&gt;”&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;: An Nawawi membawakan hadits ini dalam Bab “&lt;em&gt;Peringatan
 keras terhadap haramnya bunuh diri. Ingatlah bahwa seseorang yang 
membunuh dirinya sendiri akan disiksa di neraka dengan cara ia melakukan
 bunuh diri. Dan tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang muslim.&lt;/em&gt;”&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;: Orang muslim pasti 
masuk surga. Namun boleh jadi dia masuk surga langsung. Dan boleh jadi 
ia masuk surga dengan terlebih dahulu mampir di neraka.&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
&lt;strong&gt;Keempat&lt;/strong&gt;: Bunuh diri termasuk 
dosa besar karena diancam neraka. Namun pelakunya tidaklah keluar dari 
Islam -selama tidak melakukan pembatal keislaman yang lain- karena ia 
masih disebut mukmin sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut,&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-size: 18px; text-align: right;"&gt;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ 
آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلا أَنْ 
تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ 
إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا , وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا 
وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ 
يَسِيرًا&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-size: 18px; text-align: right;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta
 sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang 
berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu&lt;/em&gt;&lt;em&gt;.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Dan
 barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka 
Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah 
mudah bagi Allah.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(QS. An Nisa’: 29-30)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Kelima&lt;/strong&gt;: Orang yang bunuh diri akan disiksa sebagaimana cara ia melakukan bunuh diri. Hal ini disebutkan dalam hadits lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Rasulullah&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&amp;nbsp;bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;div style="font-size: 18px; text-align: right;"&gt;
مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَىْءٍ عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-size: 18px; text-align: right;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
“&lt;em&gt;Barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri 
dengan suatu cara yang ada di dunia, niscaya kelak pada hari kiamat 
Allah akan menyiksanya dengan cara seperti itu pula.&lt;/em&gt;”&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
&lt;br /&gt;
Contohnya adalah orang yang mati bunuh diri karena mencekik lehernya 
sendiri atau mati karena menusuk dirinya dengan benda tajam.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Abu Hurairah, Nabi&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&amp;nbsp;bersabda,&lt;/div&gt;
&lt;div dir="&amp;quot;RTL&amp;quot;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-size: 18px; text-align: right;"&gt;
الَّذِى يَخْنُقُ نَفْسَهُ يَخْنُقُهَا فِى النَّارِ ، وَالَّذِى يَطْعُنُهَا يَطْعُنُهَا فِى النَّارِ&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-size: 18px; text-align: right;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
“&lt;em&gt;Barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan mencekik 
lehernya, maka ia akan mencekik lehernya pula di neraka. Barangsiapa 
yang bunuh diri dengan cara menusuk dirinya dengan benda tajam, maka di 
neraka dia akan menusuk dirinya pula dengan cara itu.&lt;/em&gt;”&lt;span style="vertical-align: super;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Keenam&lt;/strong&gt;: Jangan tertipu dengan orang-orang yang 
memperjuangkan atau membela Islam, sampai kita ketahui bahwa mereka 
benar-benar berpegang teguh pada sunnah (ajaran Nabi&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;).&lt;sup&gt;&lt;sup&gt;5&lt;/sup&gt;&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;Jadi
 semata-mata membela Islam dan membuat Islam semakin jaya belum tentu 
orang tersebut dikatakan berada di atas kebenaran sampai kita tahu bahwa
 ia memegang ajaran Nabi yang mulia&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;.
 Lihatlah orang yang bunuh diri yang disebutkan dalam hadits di atas. 
Dia memperjuangkan Islam dengan berjihad di jalan Allah, namun ia pun 
berbuat maksiat dengan bunuh diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Ketujuh&lt;/strong&gt;: Memperjuangkan Islam semata-mata bukan 
dengan modal semangat, namun haruslah menempuh jalan yang benar 
sebagaimana yang ditempuh para salaf yang sholih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Kedelapan&lt;/strong&gt;: Penghafal al Qur’an boleh jadi ada yang 
fajir (berbuat maksiat). Begitu pula orang yang berjihad bisa saja orang
 fajir. Namun kesholihan mereka bukan berarti membenarkan kemaksiatan 
yang mereka lakukan.&lt;sup&gt;&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Demikian sedikit faedah yang bisa kami ambil dari hadits di atas sesuai keterbatasan ilmu kami. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;
Artikel &lt;a href="http://muslim.or.id/"&gt;Muslim.Or.Id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: Dapatkan artikel menarik lainya di &lt;a href="http://muslim.or.id/manhaj/jangan-tertipu-dengan-orang-yang-memperjuangkan-islam.html" target="_blank"&gt;Muslim &lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Diam yang Menyelamatkan</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2012/04/diam-yang-menyelamatkan.html</link><category>Islami</category><pubDate>Sun, 22 Apr 2012 20:31:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-3821660122458844276</guid><description>Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “&lt;em&gt;Barangsiapa yang diam maka dia akan selamat&lt;/em&gt;.”
 (HR. Ahmad [6481] sanadnya disahihkan Syaikh Ahmad Syakir, lihat 
al-Musnad [6/36] dan disahihkan pula oleh Syaikh Abdullah bin Yusuf 
al-Judai’ dalam ar-Risalah al-Mughniyah fi as-Sukut wa Luzum al-Buyut, 
hal. 21-22 Bab Najatul Insan bi ash-Shamti wa Hifzhi al-Lisan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “&lt;em&gt;Seorang
 muslim yang baik adalah yang membuat kaum muslimin yang lain selamat 
dari gangguan lisan dan tangannya. Dan seorang yang benar-benar 
berhijrah adalah yang meninggalkan segala perkara yang dilarang Allah&lt;/em&gt;.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-Iman [10])&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Dari Abu Musa radhiyallahu’anhu, beliau menceritakan bahwa para 
Sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “&lt;em&gt;Wahai
 Rasulullah! Islam manakah yang lebih utama?” Beliau menjawab, “Yaitu 
orang yang membuat kaum muslimin yang lain selamat dari gangguan lisan 
dan tangannya&lt;/em&gt;.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-Iman [11] dan Muslim dalam Kitab al-Iman [42])&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “&lt;em&gt;Sabda beliau shallallahu 
‘alaihi wa sallam, “Yaitu orang yang membuat kaum muslimin yang lain 
selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” Maknanya adalah orang yang 
tidak menyakiti seorang muslim, baik dengan ucapan maupun perbuatannya. 
Disebutkannya tangan secara khusus dikarenakan sebagian besar perbuatan 
dilakukan dengannya.&lt;/em&gt;” (lihat Syarh Muslim [2/93] cet. Dar Ibnu al-Haistam)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Imam al-Khaththabi rahimahullah berkata, “&lt;em&gt;Maksud hadits ini 
adalah &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;bahwa kaum muslimin yang paling utama adalah orang yang selain 
menunaikan hak-hak Allah ta’ala dengan baik maka dia pun menunaikan 
hak-hak sesama kaum muslimin dengan baik pula&lt;/em&gt;.” (lihat Fath al-Bari [1/69] cet. Dar al-Hadits)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, “&lt;em&gt;Demi Allah yang 
tidak ada sesembahan yang benar selain Dia. Tidak ada di atas muka bumi 
ini sesuatu yang lebih butuh untuk dipenjara dalam waktu yang lama 
selain lisan&lt;/em&gt;.” (HR. ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir [9/162], 
disahihkan sanadnya oleh Syaikh Abdullah bin Yusuf al-Judai’ dalam 
ar-Risalah al-Mughniyah, hal. 26)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu, beliau berkata, “&lt;em&gt;Wahai 
Rasulullah! Apakah kami akan dihukum akibat segala yang kami ucapkan?”. 
Beliau pun menjawab, “Ibumu telah kehilangan engkau wahai Mu’adz bin 
Jabal! Bukankah yang menjerumuskan umat manusia tersungkur ke dalam 
Jahannam di atas hidungnya tidak lain adalah karena buah kejahatan lisan
 mereka?!&lt;/em&gt;” (HR. ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir [20/127-128],
 disahihkan sanadnya oleh Syaikh Abdullah bin Yusuf al-Judai’ dalam 
ar-Risalah al-Mughniyah, hal. 27)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

al-Laits bin Sa’ad rahimahullah menceritakan: Suatu ketika 
orang-orang melewati seorang rahib/ahli ibadah. Lantas mereka pun 
memanggilnya, tetapi dia tidak menjawab seruan mereka. Kemudian mereka 
pun mengulanginya dan memanggilnya kembali. Namun dia tetap tidak 
memenuhi panggilan mereka. Maka mereka pun berkata, “Mengapa kamu tidak 
mau berbicara dengan kami?”. Maka dia pun keluar menemui mereka dan 
berkata, “Aduhai orang-orang itu! Sesungguhnya lisanku adalah hewan 
buas. Aku khawatir jika aku melepaskannya dia akan memangsa diriku.” 
(lihat ar-Risalah al-Mughniyah fi as-Sukut wa Luzum al-Buyut, hal. 32)&lt;br /&gt;

al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Sekarang ini bukanlah 
masa untuk banyak berbicara. Ini adalah masa untuk lebih banyak diam dan
 menetapi rumah.” (lihat ar-Risalah al-Mughniyah fi as-Sukut wa Luzum 
al-Buyut, hal. 37)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah juga berkata, “Hendaknya kamu 
disibukkan dengan memperbaiki dirimu, janganlah kamu sibuk membicarakan 
orang lain. Barangsiapa yang senantiasa disibukkan dengan membicarakan 
orang lain maka sungguh dia telah terpedaya.” (lihat ar-Risalah 
al-Mughniyah fi as-Sukut wa Luzum al-Buyut, hal. 38)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Sebagian orang bijak mengatakan dalam syairnya:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Kita mencela masa, padahal aib itu ada dalam diri kita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Tidaklah ada aib di masa kita kecuali kita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Kita mencerca masa, padahal dia tak berdosa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Seandainya masa bicara, niscaya dia lah yang ‘kan mencerca kita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Agama kita adalah pura-pura dan riya’ belaka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Kita kelabui orang-orang yang melihat kita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

(lihat ar-Risalah al-Mughniyah fi as-Sukut wa Luzum al-Buyut, hal. 41)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi 
wa sallam bersabda, “Akan terjadi berbagai fitnah (kekacauan dan 
permusuhan). Pada saat itu, orang yang duduk lebih baik daripada yang 
berdiri. Orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan. Orang 
yang berjalan lebih baik daripada yang berlari. Barangsiapa yang 
menceburkan diri ke dalamnya niscaya dia akan ditelan olehnya. Dan 
barangsiapa yang mendapatkan tempat perlindungan hendaklah dia 
berlindung dengannya.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-Fitan [7081] dan 
Muslim dalam Kitab al-Fitan [2886])&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Hadits ini berisi 
peringatan keras supaya menjauh dari fitnah dan anjuran untuk tidak 
turut campur di dalamnya, sedangkan tingkat keburukan yang dialaminya 
tergantung pada sejauh mana keterkaitan dirinya dengan fitnah itu.” 
(lihat Fath al-Bari [11/37] cet. Dar al-Hadits)&lt;br /&gt;

Imam ath-Thabari rahimahullah berkata, “Pendapat yang tepat adalah 
fitnah di sini pada asalnya bermakna ujian/cobaan. Adapun mengingkari 
kemungkaran adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh setiap orang yang 
mampu melakukannya. Barangsiapa yang membantu pihak yang benar maka dia 
telah bersikap benar, dan barangsiapa yang membela pihak yang salah maka
 dia telah keliru.” (lihat Fath al-Bari [11/37] cet. Dar al-Hadits)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Thawus menceritakan: Tatkala terjadi fitnah terhadap ‘Utsman 
radhiyallahu’anhu, ada seorang lelaki arab yang berkata kepada 
keluarganya, “Aku telah gila, maka ikatlah diriku”. Maka mereka pun 
mengikatnya. Ketika fitnah itu telah reda, dia pun berkata kepada 
mereka, “Lepaskanlah ikatanku. Segala puji bagi Allah yang telah 
menyembuhkanku dari kegilaan dan telah menyelamatkan diriku dari turut 
campur dalam fitnah/pembunuhan ‘Utsman.” (HR. Abdurrazzaq dalam 
al-Mushannaf [11/450] sanadnya dishahihkan oleh Syaikh Abdullah bin 
Yusuf al-Judai’ dalam ar-Risalah al-Mughniyah fi as-Sukut wa Luzum 
al-Buyut, hal. 46)&lt;br /&gt;

al-Hasan rahimahullah mengatakan, “Salah satu tanda bahwa Allah mulai
 berpaling dari seorang hamba adalah tatkala dijadikan dia tersibukkan 
dalam hal-hal yang tidak penting bagi dirinya.” (lihat ar-Risalah 
al-Mughniyah, hal. 62). Wallahul musta’an. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina
 Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil 
‘alamin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Penulis: &lt;a href="http://abumushlih.com/"&gt;Abu Mushlih Ari Wahyudi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artikel &lt;a href="http://muslim.or.id/"&gt;Muslim.Or.Id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: Dapatkan artikel menarik lainya di &lt;a href="http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/diam-yang-menyelamatkan.html" target="_blank"&gt;Muslim &lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Apakah Dajjal Sudah Ada Pada Zaman Nabi?</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2012/04/apakah-dajjal-sudah-ada-pada-zaman-nabi.html</link><category>Islami</category><pubDate>Sun, 22 Apr 2012 17:10:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-2005456404210841064</guid><description>&lt;div style="color: yellow; text-align: center;"&gt;
Oleh&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: yellow; text-align: center;"&gt;
Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Apakah Dajjal Masih Hidup (Sekarang Ini)? Dan Apakah Dia Sudah Ada Pada Zaman Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam?&lt;br /&gt;
Sebelum menjawab dua pertanyaan ini, hendaknya kita mengetahui keadaan Ibnu Shayyad, apakah dia Dajjal atau bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Dajjal itu bukan Ibnu Shayyad, apakah dia sudah ada sebelum ia menampakkan fitnahnya atau belum?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sebelum menjawab pertanyan-pertanyaan ini, kami akan mengenal-kan Ibnu Shayyad terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Ibnu Shayyad.&lt;br /&gt;
Namanya adalah Shafi -ada juga yang mengatakan ‘Abdullah- bin Shayyad atau Shaa-id.[1]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia dari kalangan Yahudi Madinah, ada juga yang mengatakan dari ka-langan
 Anshar. Tatkala Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam datang ke Madinah, 
ia masih kanak-kanak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan bahwa ia masuk Islam, dan anaknya 
adalah ‘Umarah yang termasuk di antara Tabi’in yang terkemuka. Imam 
Malik rahimahullah dan yang lainnya meriwayatkan darinya.[2]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam adz-Dzahabi rahimahullah memuat biografi tentangnya dalam kitab 
‘Tajriidu Asmaa-ish Shahaabah’, beliau berkata, “‘Abdullah bin Shayyad, 
Ibnu Syahin [3]  menyebutkan dalam periwayatannya, ia berkata, ‘Dia 
adalah Ibnu Sha-id, ayahnya seorang Yahudi, ‘Abdullah dilahirkan dalam 
keadaan buta dan dalam keadaan telah dikhitan, dialah yang dikatakan 
orang sebagai Dajjal. Kemudian ia masuk Islam, ia termasuk kalangan 
Tabi’in, dan pernah melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam 
(ketika masih kafir).” [4]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam kitabnya al-Ishaabah, 
menyebutkan biografinya sebagaimana yang diutarakan oleh Imam 
adz-Dzahabi, selanjutnya ia berkata, “Di antara anaknya adalah ‘Umarah 
bin ‘Abdullah bin Shayyad, ia termasuk orang terkemuka di antara kaum 
muslimin, dan termasuk rekan Sa’id bin Musayyib. Imam Malik dan yang 
lainnya telah meriwayatkan hadits darinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Ibnu Hajar menyebutkan sejumlah hadits tentang Ibnu Shay-yad, 
sebagaimana akan kita sebutkan pada kesempatan berikutnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya beliau berkata, “Secara garis besar, mengkategorikan Ibnu 
Shayyad dalam golongan Sahabat tidak memiliki arti penting, sebab 
apabila ia benar-benar Dajjal, maka secara pasti ia tidak mungkin 
tergolong Sahabat karena kematiannya pasti dalam keadaan kafir. Akan 
tetapi jika tidak seperti itu, maka keadaan bertemunya dia dengan 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah saat dirinya belum masuk
 Islam.” [5]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi jika setelahnya ia &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;masuk Islam, maka ia termasuk Tabi’in 
yang melihat wajah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam (sebelumnya), 
sebagaimana yang dikatakan oleh adz-Dzahabi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Hajar dalam kitabnya Tahdzibut Tahdziib memuat biografi ‘Umarah bin
 Shayyad dan berkata, “‘Umarah bin ‘Abdillah bin Shayyad al-Anshari, Abu
 Ayyub al-Madani, ia meriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah, Sa’id bin 
Musayyib, ‘Atha' bin Yasar. Adapun para perawi yang meriwayatkan darinya
 adalah adh-Dhahhak bin ‘Utsman al-Khuzami, Imam Malik bin Anas dan 
selainnya. Ibnu Ma’in dan an-Nasa-i berkata, “Ia tsiqah.” Abu Hatim 
berkata, “Haditsnya baik.” Dan Ibnu Sa’ad berkata, “Ia tsiqah tetapi 
periwayatannya sedikit.” Imam Malik bin Anas tidak mengunggulkan 
keutamaan yang lain darinya, dan mereka berkata: kami bani Usyaihib  bin
 an-Najjar, dan terkenal dengan sebutan bani Najjar, dan mereka sekarang
 sekutunya bani Malik bin an-Najjar, namun tidak diketahui asal-usul 
mereka [6]&lt;br /&gt;
. &lt;br /&gt;
b. Prihal Ibnu Shayyad.&lt;br /&gt;
Ibnu Shayyad adalah tukang dusta, terkadang ia menjadi dukun yang 
ucapannya bisa jadi benar atau salah. Kemudian tersebar kabar tentangnya
 di tengah-tengah manusia bahwasanya dia adalah Dajjal. Sebagaimana akan
 di-jelaskan berikutnya dalam pembahasan ujian Nabi Shallallahu 'alaihi 
wa sallam kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Ujian Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Kepadanya.&lt;br /&gt;
Ketika tersebar berita tentang Ibnu Shayyad bahwa dia adalah Dajjal, 
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ingin mengetahui keadaannya. Ketika 
itu beliau pergi dengan sem-bunyi-sembunyi sehingga Ibnu Shayyad tidak 
merasakannya dengan harapan agar beliau mendengarkan sesuatu darinya. 
Dan ketika itu beliau mengajukan beberapa pertanyaan yang dapat 
menjelaskan jati dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dijelaskan dalam sebuah hadits dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma, 
bahwasanya ‘Umar pergi bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga 
sekelompok Sahabat, sehingga mereka mendapati sedang bermain bersama 
anak-anak di sebuah bangunan tinggi seperti benteng Ibnu Maghalah [7].  
Ketika itu Ibnu Shayyad telah mendekati baligh, dia tidak merasakan 
sesuatu hingga Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menepuknya dengan 
tangan beliau, lalu berkata kepada Ibnu Shayyad, “Apakah engkau bersaksi
 bahwasanya aku adalah utusan Allah?” Kemudian Ibnu Shayyad menatapnya, 
lalu berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusannya orang-orang 
yang ummi (buta huruf),” selanjutnya Ibnu Shayyad berkata kepada Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam, “Apakah engkau bersaksi bahwasanya aku 
adalah utusan Allah?” Beliau menolaknya dan berkata, “Aku beriman kepada
 Allah dan Rasul-Rasul-Nya.” “Apa yang engkau lihat?” Lanjut Nabi. Ibnu 
Shayyad berkata, “Datang kepadaku seorang yang jujur dan seorang 
pendusta.” Kemudian Nabi berkata, “Pikiranmu kacau balau, apakah aku 
menyembunyikan sesuatu darimu?” Kemudian Ibnu Shayyad menjawab, “Ad-Dukh
 [8].”  “Duduklah, sesungguhnya engkau tidak akan pernah melampaui 
kedudukanmu,” kata Nabi. Lalu ‘Umar Radhiyallahu anhu berkata, 
“Biarkanlah aku memenggal lehernya!” Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 
berkata, “Jika dia memang (Dajjal), maka engkau tidak akan bisa 
mengalahkannya, dan jika dia bukan (Dajjal), maka tidak ada kebaikan 
bagimu membunuhnya.”[9]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam riwayat lain, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa salalm 
bertanya kepadanya, “Apa yang engkau lihat?” Dia menjawab, “Aku melihat 
singgasana di atas air, lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam 
berkata, “Engkau melihat singgasana iblis di atas lautan, apa lagi yang 
engkau lihat?” Dia menjawab, “Aku melihat dua orang yang jujur dan satu 
orang pendusta, atau dua orang pendusta dan satu orang yang jujur.” 
Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, “Pikirannya 
telah kacau, tinggalkanlah dia!”[10]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma berkata, “Setelah itu Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersama Ubay bin Ka’ab bertolak ke sebuah 
perkebunan kurma yang di dalamnya ada Ibnu Shayyad. Dengan 
sembunyi-sembunyi beliau berusaha untuk mendengarkan sesuatu dari Ibnu 
Shayyad sebelum Ibnu Shayyad melihat beliau. Lalu Nabi Shallallahu 
'alaihi wa sallam melihatnya sedang berbaring -dengan mengenakan pakaian
 kasar yang ada tandanya-. Lalu ibu Ibnu Shayyad melihat Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam yang sedang bersembunyi di balik batang 
pohon kurma, dia berkata kepada Ibnu Shayyad. “Wahai Shafi -nama Ibnu 
Shayyad- ini adalah Muhammad,” lalu dia meloncat, kemudian Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, “Seandainya ibunya membiarkannya,
 niscaya perkaranya akan jelas.” [11]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Dzarr Radhiyallahu anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam pernah mengutusku untuk menemui ibunya, beliau berkata, ‘Tanyalah
 berapa lama dia mengandungnya?’ Lalu aku mendatanginya dan bertanya 
kepadanya, kemudian dia menjawab, ‘Aku mengandungnya selama 12 bulan.’” 
(Abu Dzarr) berkata, “Kemudian beliau mengutusku (lagi) kepadanya, 
‘Tanyakanlah kepadanya tentang jeritannya ketika lahir?’” (Abu Dzarr) 
berkata, “Lalu aku kembali kepadanya, dan bertanya, dia menjawab, ‘Dia 
menjerit bagaikan anak yang berumur satu bulan.’” Selanjutnya Rasulullah
 Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadanya (anak itu), 
‘Sesungguhnya aku telah merahasiakan sesuatu kepadamu.’ Dia menjawab, 
‘Engkau telah merahasiakan bagian depan dari hidung dan mulut seekor 
domba yang berwarna hitam (seperti tanah) dan asap (ad-dukhan) dariku.’”
 (Abu Dzarr) berkata, “Dia hendak mengatakan ad-dukhan, lalu tidak dapat
 melakukannya, sehingga dia hanya mengatakan ad-dukh, ad-dukh.” [12]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka pertanyaan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam kepadanya dengan ad-dukhan (asap) ditujukan untuk mengetahui hakikat dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan ad-dukhan di sini adalah apa yang ada pada firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka tunggulah hari ketika langit membawa asap yang nyata.” [Ad-Dukhaan: 10]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara dalam hadits Ibnu ‘Umar pada riwayat al-Imam Ahmad, 
“Sesungguhnya aku telah menyembunyikan sesuatu kepadamu.” Beliau 
meyembunyikan firman Allah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata.” [Ad-Dukhaan: 10][13]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Katsir رحمه الله berkata, “Sesungguhnya Ibnu Shayyad sebagai 
penyingkap sesuatu dengan cara dukun, dengan lisan jin-jin yang 
memutus-mutuskan perkataan, karena itulah dia berkata, ‘Ia adalah 
ad-dukh,” maksudnya ad-Dukhaan. Ketika itulah Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam mengetahui sumber perkataannya bahwa itu adalah dari 
syaithan. Lalu beliau berkata, ‘Duduklah! Karena engkau tidak akan 
melebihi kedudukanmu.’” [14]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Kematiannya.&lt;br /&gt;
Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Kami kehilangan Ibnu Shayyad pada peristiwa al-Harrah.” [15]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Hajar telah menshahihkan riwayat ini dan melemahkan pendapat yang 
mengatakan bahwa dia meninggal di Madinah dan mereka (para Sahabat) 
membuka wajahnya lalu menshalatkannya.[16]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Disalin dari kitab Asyraathus Saa'ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin 
Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi 
Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit 
Pustaka Ibnu Katsir].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;a href="http://almanhaj.or.id/content/3252/slash/0" target="_blank"&gt;Al-Manhaj &lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item><item><title>Al-Masih Ad-Dajjal</title><link>http://uyung6666.blogspot.com/2012/04/al-masih-ad-dajjal.html</link><category>Islami</category><pubDate>Sun, 22 Apr 2012 17:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3336158398407838972.post-48020591095133685</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: yellow; text-align: center;"&gt;
Oleh&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: yellow; text-align: center;"&gt;
Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Makna al-Masiih&lt;br /&gt;
Abu ‘Abdillah al-Qurthubi rahimahullah menyebutkan dua puluh tiga 
pendapat tentang asal kata tersebut [1].  Sementara penulis kitab 
al-Qaamuus melanjutkan-nya menjadi lima puluh pendapat.”[2]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lafazh ini dimutlakkan untuk orang yang benar, juga dimutlakkan untuk orang yang sesat lagi pendusta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Masih ‘Isa bin Maryam Alaihissallam adalah orang yang benar, sementara al-Masih ad-Dajjal adalah yang sesat lagi pendusta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah menciptakan dua al-Masih, salah satu dari keduanya adalah lawan untuk yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi ‘Isa Alaihissallam adalah al-Masih yang membawa petunjuk, dia 
menyembuhkan orang buta sejak lahir, yang berpenyakit kusta, juga 
menghidupkan yang mati dengan seizin Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Dajjal -semoga Allah melaknatnya- adalah al-Masih yang membawa
 kesesatan. Dia menguji manusia dengan sesuatu yang diberikan kepadanya 
berupa kemampuan-kemampuan yang luar biasa, seperti menurunkan hujan, 
menghidupkan bumi dengan tumbuhan, dan hal-hal lain yang diluar 
kebiasaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dajjal dinamakan juga dengan al-Masih karena salah satu matanya buta, 
atau karena dia mengelilingi dunia hanya dalam waktu empat puluh 
hari.[3] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendapat pertamalah yang paling kuat, karena adanya hadits:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
إِنَّ الدَّجَّالَ مَمْسُوْحُ الْعَيْنِ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya Dajjal itu terhapus (buta) sebelah matanya.” [4]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Makna ad-Dajjal&lt;br /&gt;
Lafazh ad-Dajjal diambil dari perkataan orang Arab (دَجَلَ الْبَعِيْرَ), makna-&lt;br /&gt;
nya adalah dicat dengan ter dan menutupi dengannya.[5]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makna asal dari kata (الدَّجَلُ) ad-Dajalu adalah &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;mencampuradukkan, 
dikatakan “دَجَلَ إِذَا لَبِسَ وَمَوَّهَ” maknanya adalah merancukan dan
 mengaduk-aduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, Dajjal adalah orang yang merancukan, pendusta dan yang diberikan 
sesuatu yang luar biasa. Kata tersebut termasuk bentuk mubaalaghah 
(melebihkan) dengan wazan (فَعَّالٌ), jadi maknanya adalah banyaknya 
kebohongan juga kerancuan darinya [6].  Bentuk jamaknya (دَجَّالُوْنَ), 
sementara Imam Malik menjamakkannya dengan kata (دَجَاجَلَةُ), dan 
termasuk jama’ taksir.[7]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Qurthubi menuturkan bahwa Dajjal secara bahasa memiliki sepuluh makna.[8]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lafazh Dajjal menjadi sebutan nama untuk al-Masih yang buta lagi 
pendusta. Jika dikatakan “Dajjal”, orang langsung ingat hanya kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dajjal dinamakan Dajjal karena dia telah menutupi kebenaran dengan 
kebathilan, atau karena dia telah menutupi kekufurannya di hadapan 
manusia dengan kebohongan, juga perancuannya kepada mereka. Ada juga 
yang me-ngatakan bahwa dia menutupi perkara yang benar dengan jumlah 
pengikutnya yang banyak [9],  wallaahu a’lam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Sifat Dajjal dan Hadits-Hadits yang Menjelaskannya&lt;br /&gt;
Dajjal adalah seorang laki-laki dari keturunan Adam. Dia memiliki banyak
 sifat yang dijelaskan dalam berbagai hadits agar manusia mengenalnya 
dan memberikan peringatan kepada mereka atas kejelekannya, sehingga 
ketika dia keluar maka orang-orang yang beriman akan mengenali dan tidak
 terkena fitnahnya. bahkan mereka akan tetap mengetahui sifat-sifatnya 
yang dikabar-kan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. 
Sifat-sifat ini dapat membedakannya dari manusia yang lain. Maka tidak 
akan ada yang tertipu kecuali orang bodoh yang telah ditetapkan 
kesengsaraan baginya. Hanya kepada Allah-lah kita memohon keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara sifat-sifat tersebut bahwa dia seorang laki-laki, masih muda, 
berkulit merah, pendek, jarak antara kedua betisnya berjauhan (leter o),
 berambut keriting, keningnya lebar, dadanya bidang, mata yang kanannya 
buta, mata tersebut tidak muncul tidak pula tertancap dalam seakan-akan 
buah anggur yang menonjol, sementara di atas matanya yang kiri ada 
daging keras yang tumbuh, di antara kedua matanya tertulis huruf ك، ف، ر
 dengan huruf yang terputus-putus, atau (كافـر) dengan bersambung, 
setiap muslim dapat membacanya, baik dia orang yang buta huruf maupun 
tidak. Dan di antara sifatnya bahwa dia orang yang mandul, tidak 
memiliki anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini sebagian hadits shahih yang menjelaskan berbagai sifatnya di
 atas, dan hadits-hadits tersebut merupakan sebagian dalil yang 
menunjukkan kemunculan Dajjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Diriwayatkan dari ‘Umar Radhyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ أَطُوْفُ بِالْبَيْتِ... (فَذَكَرَ أَنَّهُ رَأَى 
عِيْسَى بْنَ مَرْيَمَ ، ثُمَّ رَأَى الدَّجَّالَ، فَوَصَفَهُ، فَقَالَ:) 
فَإِذَا رَجُلٌ جَسِيْـمٌ، أَحْمَرُ، جَعْدُ الرَّأْسِ، أَعْوَرُ 
الْعَيٍنِ، كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِئَةٌ؛ قَالُوْا: هَذَا 
الدَّجَّالُ أَقْرَبُ النَّاسِ بِهِ شَبَهًا اِبْنُ قَطَنٍ، رَجُلٌ مِنْ 
خُزَاعَةَ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika aku sedang tidur, aku (bermimpi) melakukan thawaf di sekeliling 
Ka’bah….” (Kemudian beliau menuturkan bahwa beliau melihat Nabi ‘Isa q, 
lalu melihat Dajjal dan mensifatinya, beliau berkata), “Tiba-tiba saja 
ada seorang laki-laki dengan badan yang besar, merah (kulitnya), 
rambutnya keriting, matanya buta sebelah, seolah-olah matanya adalah 
buah anggur yang menonjol.” Mereka (para Sahabat) berkata, “Orang yang 
paling mirip dengan Dajjal ini adalah Ibnu Quthn [10],  seorang 
laki-laki dari Khuza’ah.” [11]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Diriwayatkan dari ‘Umar Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam menceritakan Dajjal di tengah-tengah 
manusia, lalu beliau bersabda: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
إِنَّ اللهَ تَعَالَى لَيْسَ بِأَعْوَرَ، أَلاَ وَإِنَّ الْمَسِيْحَ 
الدَّجَّالَ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُمْنَى؛ كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ 
طَافِيَةٌ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak picek (buta sebelah), dan ketahuilah 
sesungguhnya al-Masih Dajjal adalah picek mata sebelah kanannya. Matanya
 bagaikan anggur yang menonjol.” [12]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Dijelaskan dalam hadits an-Nawwas bin Sam’an Radhiyallahu anhu, 
beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda ketika mensifati Dajjal:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
إِنَّهُ شَابٌّ، قَطَطٌ، عَيْنُهُ طَافِيَةٌ، كَأَنِّي أُشَبِّهُهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya dia adalah seorang pemuda, rambutnya sangat keriting, 
matanya menonjol, seolah-olah aku sedang menyerupakannya dengan ‘Abdul 
‘Uzza bin Quthn.” [13]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Dalam hadits ‘Ubadah bin ash-Shamit Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
إِنَّ مَسِيْحَ الدَّجَّالِ رَجُلٌ، قَصِيْرٌ، أَفْجَعُ، جَعْدُ، أَعْوَرٌ،
 مَطْمُوْسُ الْعَيْنِ، لَيْسَ بِنَاتِئَةٍ وَلاَ جَحْـرَاءَ، فَإِنْ 
أَلْبَسَ عَلَيْكُمْ؛ فَاعْلَمُوْا أَنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya Dajjal adalah seorang laki-laki, pendek, jarak antara 
kedua betisnya berjauhan, keriting, buta sebelah, mata yang terhapus 
tidak terlalu menonjol, tidak pula terlalu ke dalam, maka jika dia 
melakukan kerancuan (mengaku sebagai Rabb) kepadamu, maka ketahuilah 
sesungguhnya Rabb kalian tidak buta sebelah.”[14]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَأَمَّا مَسِيْحُ الضَّلاَلَةِ؛ فَإِنَّهُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ، أَجْلَى الْجَبْهَةِ، عَرِيْضُ النَّحْرِ، فِيْهِ دَفَأٌ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adapun Masihud Dhalalah (Dajjal), maka sesungguhnya dia buta sebelah 
matanya, keningnya lebar, atas dadanya bidang dan badannya agak 
bongkok.”[15]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
f. Dalam hadits Hudzaifah Radhiyallahu anhu, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
اَلدَّجَّالُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُسْرَى، جُفَالُ الشَّعَرِ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dajjal itu buta mata sebelah kirinya, dan berambut gembal.” [16]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
g. Dalam hadits Anas Radhiyallahu anhu, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَإِنَّ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوْبٌ كَافِرٌ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan sesungguhnya di antara dua matanya tertulis Kaafir.” [17]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam satu riwayat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ثُمَّ تَهَجَّاهَا (ك، ف، ر)؛ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُسْلِمٍ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemudian beliau mengejanya kaaf faa’ raa’, setiap muslim dapat membacanya.”[18]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara dalam riwayat lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٌ وَغَيْرُ كَاتِبٍ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setiap mukmin dapat membacanya, baik yang bisa menulis atau tidak.” [19]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan tersebut nampak secara hakiki [20].  Semua manusia tidak 
memiliki masalah dalam tulisan ini, yang pintar maupun yang bodoh. 
Demikian pula orang yang ummi (buta huruf), “Hal itu karena sesungguhnya
 kemampuan mata diciptakan oleh Allah untuk para hamba sesuai dengan 
kehendak-Nya dan kapan Dia menghendakinya. Seorang mukmin akan dapat 
melihatnya dengan mata penglihatannya walaupun dia tidak bisa menulis; 
sementara orang kafir tidak melihatnya walaupun dia bisa menulis, 
sebagaimana orang-orang yang beriman bisa melihat berbagai macam dalil 
dengan pandangannya sementara orang kafir tidak bisa melihatnya. Maka 
Allah menciptakan kemam-puan untuk melihat (lagi membaca) tanpa harus 
belajar terlebih dahulu, karena pada zaman tersebut banyak hal yang 
terjadi diluar kebiasaan.” [21]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Yang benar berdasarkan pendapat 
para ulama bahwa tulisan tersebut nampak secara nyata. Ia adalah tulisan
 secara hakiki, Allah menjadikannya sebagai tanda dari berbagai tanda 
yang pasti atas kekufuran, kebohongan dan kebathilannya. Allah Ta’ala 
menampakkannya kepada setiap muslim yang bisa menulis atau tidak, dan 
menyembunyikannya dari setiap orang yang Allah kehendaki kesengsaraan 
baginya dan terfitnah olehnya, hal itu sama sekali tidak mustahil.”[22]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h. Dan di antara sifatnya adalah apa yang dijelaskan dalam hadits 
Fathimah binti Qais Radhiyallahu anhuma tentang kisah al-Jassasah. Di 
dalam hadits tersebut, Tamim ad-Dari Radhiyallahu anhu berkata, 
“Akhirnya kami pergi dengan cepat hingga kami masuk ke sebuah kuil, 
ternyata di dalamnya ada seorang yang sangat besar yang tidak pernah 
kami lihat sama sekali sebelumnya, dan dia diikat dengan sangat kuat.” 
[23]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
i. Dan di dalam hadits ‘Imran bin Hushain Radhiyallahu anhu, dia 
berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam 
bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejak penciptaan Adam sampai hari Kiamat tidak ada satu makhluk yang lebih besar fitnahnya daripada Dajjal.” [24]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
j. Adapun (sifat) Dajjal bahwa dia tidak memiliki keturunan, dijelaskan 
dalam hadits Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu tentang kisahnya 
bersama Ibnu Shayyad, dia berkata kepada Abu Sa’id, “Bukankah engkau 
pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
إِنَّهُ لاَ يُوْلَدُ لَهُ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Sesungguhnya dia (Dajjal) tidak bisa memiliki keturunan?’&lt;br /&gt;
Dia (Abu Sa’id) berkata, ‘Benar,’ jawabku.” [25]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang perlu diperhatikan dari berbagai riwayat terdahulu bahwa pada 
sebagian riwayat dijelaskan mata yang kanannya buta, sementara pada 
riwayat lainnya mata kirilah yang buta, padahal semua riwayat tersebut 
adalah shahih, maka ada sesuatu yang musykil di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berpendapat bahwa hadits Ibnu ‘Umar 
yang diriwayatkan dalam ash-Shahiihain dan hadits yang menjelaskan bahwa
 mata kanannya yang buta adalah lebih kuat daripada riwayat Muslim yang 
menjelaskan bahwa mata kirinya yang buta, karena hadits yang disepakati 
atas keshahihannya lebih kuat daripada yang lain. [26]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullah berpendapat bahwa kedua mata Dajjal adalah 
cacat, karena semua riwayat adalah shahih. Mata yang dihapus adalah mata
 yang padam, maksudnya yang hilang cahayanya, yaitu mata yang sebelah 
kanan sebagaimana dijelaskan dalam riwayat Ibnu ‘Umar. Adapun mata yang 
kiri adalah mata yang di depannya ada daging tebal, maksudnya mata yang 
tertutupi tetapi masih ada cahayanya, ini pun cacat. Jadi dia adalah 
orang yang cacat kedua matanya, karena kata al-a’war untuk semua anggota
 badan arti-nya buruk/cacat, terutama jika berhubungan dengan mata. Maka
 kedua mata Dajjal adalah cacat, salah satunya hilang penglihatannya dan
 yang lain dengan kecacatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
An-Nawawi rahimahullah mengomentari penggabungan dalil ini dengan perkata-annya, “Penggabungan inilah yang paling tepat.”[27]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendapat ini dianggap yang paling kuat oleh Abu ‘Abdillah al-Qurthubi rahimahullah.[28] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Disalin dari kitab Asyraathus Saa'ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin 
Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi 
Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit 
Pustaka Ibnu Katsir]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;a href="http://almanhaj.or.id/content/3253/slash/0" target="_blank"&gt;Al-Manhaj &lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Uyung6666)</author></item></channel></rss>