<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Uzumaki Pengkuh Blog</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Uzumaki Pengkuh)</managingEditor><pubDate>Tue, 5 Nov 2024 18:54:54 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://uzumaki-penxkuh-blog.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Pantun </title><link>http://uzumaki-penxkuh-blog.blogspot.com/2012/12/pantun.html</link><author>noreply@blogger.com (Uzumaki Pengkuh)</author><pubDate>Sat, 1 Dec 2012 23:25:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8537425518741644189.post-3671090005352693749</guid><description>&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;Kakek dan nenek berdansa&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pergi kepasar beli salak&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Salak pondoh manis rasannya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Aku tertawa terbahak-bahak&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Melihat kakek dan nenek berdansa&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;Tahi kucing&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Makan roti rasa coklat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pakai baju tak lupa pakai kancing&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Hitam-hitam kukira coklat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tau-tau tahi kucing&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;(nggak maksud).......? &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/Uzumaki-Blog&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Asyiknya matematika</title><link>http://uzumaki-penxkuh-blog.blogspot.com/2012/12/asyiknya-matematika.html</link><author>noreply@blogger.com (Uzumaki Pengkuh)</author><pubDate>Sat, 1 Dec 2012 23:24:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8537425518741644189.post-8794231939974435099</guid><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mengapa banyak anak "takut" pada 
matematika? Padahal, jika mereka menguasainya dengan baik, mata 
pelajaran ini dapat dipelajari dengan sangat menyenangkan. Sebenarnya 
ada cara memperkenalkan matematika pada balita secara menyenangkan. Saat
 ini, mulai banyak orang tua memperkenakan matematika sejak dini kepada 
putera-puterinya. Mereka berharap, dengan mengenal matematika lebih baik
 dan menyenangkan, kelak anaknya tidak "alergi" pada belajar berhitung 
ini. Bahkan, dapat bersahabat alias jago matematika.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
 Menurut konsultan Psikologi di Essa Consulting, Yunita P.Sakui Psi., 
idealnya, pengenalan matematika dimulai sejak usia Sekolah Dasar. Namun,
 saat ini banyak Taman Kanak-kanak mengharapkan anak didiknya menguasai 
berhitung.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak ada 
salahnya memperkenalkan matematika pada usia prasekolah dan TK. Hanya 
saja, sebaiknya konsep pengenalan pada usia tersebut belum kongkrit. 
Misal, bagi balita cukup dengan belajar membandingkan ukuran seperti 
"besar", "kecil","lebih besar", "dan lebih kecil"(&lt;i&gt;pre operasional&lt;/i&gt;). Sedangkan pada usia TK sudah boleh masuk ke pengenalan angka, seperti 1,2,3 sampai 10&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/Uzumaki-Blog&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PERLUNYA BENTENG IMAN BAGI ANAK MENGINJAK DEWASA </title><link>http://uzumaki-penxkuh-blog.blogspot.com/2012/09/perlunya-benteng-iman-bagi-anak.html</link><author>noreply@blogger.com (Uzumaki Pengkuh)</author><pubDate>Sat, 29 Sep 2012 04:58:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8537425518741644189.post-2045270416891279721</guid><description>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Dengan berkembangnya alat komunikasi dan teknologi berpengaruh besar 
terhadap perilaku para pelajar. Jika tidak bisa memilih dan membedakan 
yang bermanfaat dan tidak bermanfaat bisa berakibat fatal terhadap para 
pelajar tesebut. Sebab dengan informasi yang mudah tersebar saat ini, 
para pelajar yang memang masa-masanya serba ingin tahu tidak mustahil 
dan mungkin bisa terseret pada hal-hal yang sebenarnya belum saatnya 
mereka lakukan.&lt;br /&gt;
Bahkan ada yang lebih mengerikan lagi, karena dia ingin memiliki sesuatu
 hal yang mungkin dimiliki oleh teman-teman mereka, karena dia dengan 
keadaan keluarga yang tidak mendukung dikarenakan memang orang tua tidak
 mampu atau mungkin ada yang lebih diutamakan. Maka dengan kondisi yang 
seperti jika anak tersebut tak mampu mengendalikan serta orang tua 
karena kesibukannya, sehingga tidak bisa mengawasi putra--putrinya, tak 
mengherankan jika anak-anak tersebut melakukan hal-hal yang kurang 
terpuji.&lt;br /&gt;
Kelakuan tidak terpuji tersebut bisa menipu, mencuri, serta melakukan 
hal-hal yang dianggap mereka penting bisa tercapai atau terpenuhui. Maka
 dengan adanya perkembangan seperti ini kami&amp;nbsp; mohon orang tua 
membekali putra-putrinya dengan pendidikan budi pekerti dan keimanan. 
Sebab 
hanya itulah yang mampu membentengi diri pribadi anak-anak&amp;nbsp; khususnya 
para pelajar.
&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/Uzumaki-Blog&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Diam itu emas</title><link>http://uzumaki-penxkuh-blog.blogspot.com/2012/09/diam-itu-emas.html</link><author>noreply@blogger.com (Uzumaki Pengkuh)</author><pubDate>Sat, 29 Sep 2012 03:07:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8537425518741644189.post-4928690392191457821</guid><description>Diam itu emas bukan berarti diam-diam mencuri emas.&lt;br /&gt;
Tetapi ada orang mengatakan diam itu emas berarti "Diam diam mencuri emas"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/Uzumaki-Blog&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item></channel></rss>