<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' gd:etag='W/&quot;C0MARnk-eCp7ImA9Wx9XGUQ.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625</id><updated>2011-01-14T14:50:47.750+07:00</updated><title>BALI ISLAND</title><subtitle type='html'>Bali Beach,Hotel,Culture,Dance,Travel</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default?redirect=false&amp;v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>349</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry gd:etag='W/&quot;CU4ASXo6fip7ImA9Wx9XFUs.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-8955102348507174213</id><published>2011-01-08T16:04:00.000+07:00</published><updated>2011-01-09T16:05:48.416+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2011-01-09T16:05:48.416+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kab. Badung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pantai Kuta'/><title>Pantai Kuta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://dewa-visittobali.blogspot.com/"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="240" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278495802646709218" src="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/SUD790Elw-I/AAAAAAAAARE/ZulhY1fXi98/s320/kuta1.jpg" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Ini adalah pantai yang ketenarannya melebihi ketenaran artis mana pun di Indonesia! Kemahsyuran pantai Kuta bukan hanya di Indonesia, tapi meluas hingga ke seantero jagat sebagai pantai dengan pemandangan alam memesona. Hampir semua pelancong yang datang ke Bali merasa belum lengkap jika belum sempat mengunjungi pantai ini.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Sebelum muncul sebagai obyek wisata terkemuka, Kuta adalah sebuah pelabuhan dagang. Di sinilah hasil-hasil bumi masyarakat pedalaman dipasarkan kepada para pembeli dari luar Bali. Pada abad ke-19, Mads Lange, seorang pedagang asal Denmark, datang ke Bali dan mendirikan markas dagang di Kuta. Kepiawaiannya bernegosiasi, menjadikan Mads Lange sebagai makelar perdagangan antara raja-raja Bali dengan Belanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Belakangan, Hugh Mahbett menerbitkan buku berjudul Pujian untuk Kuta yang berisi ajakan kepada masyarakat setempat untuk menyiapkan fasilitas wisata untuk mengantisipasi perkembangan kunjungan wisata ke Bali. Buku itu kemudian memberi inspirasi banyak orang untuk membangun fasilitas wisata seperti penginapan, restoran, dan tempat-tempat hiburan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daya Tarik &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Pesona utama pantai Kuta adalah kawasannya yang lebar dan landai serta pasirnya yang putih bersih. Letaknya yang berada di sisi barat menjadikan pantai ini sebagai tempat yang pas untuk menikmati pemandangan indah saat matahari terbenam. Namun, popularitasnya yang melambung tinggi membuat denyut pantai Kuta tidak hanya pada waktu-waktu itu saja. Kawasan ini berdenyut hampir selama 24 jam setiap harinya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Pada pagi hari, pantai Kuta dikunjungi oleh wisatawan yang ingin menghirup udara segar atau sekadar berjalan-jalan. Siang hari, para pelancong biasa menikmati panorama alam sembari berjemur (sun bathing) di pinggir pantai. Sementara, para penggemar surfing menghabiskan waktu dengan meliuk-liuk di atas ombaknya sembari menikmati kehangatan air laut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Pada sore hari, selain pelancong, banyak penduduk lokal membawa keluarganya untuk bermain pasir atau berenang sambil menanti saat-saat matahari terbenam. Keramaian kemudian berlanjut pada malam hari oleh para pelancong yang mengunjungi tempat-tempat hiburan atau hendak menikmati makan malam di kafe atau restoran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Untuk menjaga keselamatan pelancong yang berenang, pantai Kuta dijaga ketat oleh sedikitnya 40 orang balawista. Mereka tersebar di tiga pos dan dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama berjaga sejak pukul 07.00 hingga pukul 14.00 WITA,  sedangkan kelompok berikutnya sejak pukul 12.00 hingga pukul 19.00.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Penjagaan para balawista beratribut merah ini lebih difokuskan pada kantong-kantong arus yang dianggap rawan. Para pria berbadan kekar ini selalu siaga dengan tiga buah jet ski dan enam buah perahu karet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akses&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Dari Bandara Internasional Ngurah Rai, kamu hanya membutuhkan waktu 10 menit menuju pantai Kuta. Kamu bisa masuk ke kawasan pantai ini kapan saja dengan menggunakan taksi, mobil jemputan atau kendaraan pribadi. Tak ada angkot yang melintasi pantai ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tiket Masuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Free!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akomodasi dan berbagai fasilitas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Sebagai pusat kunjungan wisata Bali, Kuta memiliki fasilitas pendukung yang lengkap. Di kawasan ini kamu akan dengan mudah menemukan penginapan dari hotel bintang lima, wisma  hingga hotel melati. Kamu juga bisa dengan mudah menemukan tempat hiburan, kafe, bar, pub, diskotek, karaoke, hingga pusat pelatihan dan penyewaan peralatan surfing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Bagi penggemar belanja, di kawasan Kuta terdapat banyak toko souvenir yang menjual barang kerajinan dan aksesori dalam berbagai bentuk serta model, toko pakaian yang menjual busana pantai dan tropis. Di kawasan ini juga terdapat banyak supermarket dan warung makan maupun restoran yang menyuguhkan berbagai masakan dengan beragam cita rasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Untuk urusan cadangan uang tunai, fasilitas ATM dapat kamu temukan dengan mudah. Hampir semua bank menyediakan layanan ATM di lokasi-lokasi strategis di kawasan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Mau sekadar relaksasi? Di pinggiran pantai ada banyak pemijat profesional yang bisa langsung melenturkan otot-otot dengan biaya jasa sekitar Rp 20 ribu untuk setengah jam dan Rp 40 ribu untuk satu jam. Ada juga penjual jasa mempercantik penampilanmu seperti membuat tatto temporer, mewarnai kuku, dan mengepang rambut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Pada musim liburan panjang, tingkat hunian hotel dapat mencapai 90 hingga 100 persen. Waktu liburan tersebut yakni pada Juli-Agustus (dipadati oleh wisatawan domestik, Australia, Eropa); akhir November - pertengahan Januari (Indonesia, Australia); Maret – April (Rusia, Jepang). Jadi, kalau kamu ingin stay di kawasan Kuta pada saat berlibur di musim liburan tersebut, kamu harus sudah memesan tempat sebulan sebelumnya!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyewaan Kendaraan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Di Kuta terdapat banyak tempat penyewaan kendaraan dari mobil, motor hingga sepeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Tarif sewa mobil bervariasi tergantung jenis kendaraannya. Yang termurah, Rp 300 ribu per 24 jam. Yang termahal, Rp 575 ribu per 24 jam,  sudah termasuk sopir dan BBM atau Rp 220 ribu per 24 jam tanpa  sopir dan BBM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Surfing di Kuta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Ombak pantai Kuta yang cukup tinggi sangat asyik buat surfing. Cobalah nikmati olahraga air yang seru ini. Kalau kamu tidak mempunyai atau membawa peralatannya, kamu bisa menyewa papan surfing di banyak tempat penyewaan yang tersebar di sepanjang pantai. Dengan membayar sewa sebesar Rp 50 ribu - Rp150 ribu per jam, selain papan kamu juga akan mendapat pelatihan singkat dari instruktur surfing dari tempat penyewaan tersebut. Di bawah arahan mereka, hanya butuh waktu 30 menit untuk kamu bisa meliuk-liuk membelah ombak di atas papan surfing itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Waterbom&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Waterbom Bali salah satu objek wisata yang banyak diminati dengan luas 3.800 meter persegi. Untuk bisa berekreasi di tempat ini, kamu harus membayar karcis masuk seharga Rp 140 ribu per orang atau Rp 90 ribu untuk anak-anak. Biaya tersebut sudah mencakup biaya tiket masuk dan menikmati semua fasilitas kecuali: sewa loker dan handuk, wall climbing, gazebo dan eurobungy. Tiket berlaku sehari penuh  dan diperbolehkan keluar area dan masuk kembali di hari yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Bila ingin mendapatkan harga yang hemat, kamu bisa mendapatkannya hanya dengan menunjukkan kartu pelajar. Dengan kartu ‘sakti’ tersebut, kamu hanya perlu membayar Rp 65 ribu per orang. Ketika kamu membeli karcis, langsung saja beli kartu belanja yang dapat diisi ulang. Kartu ini berguna ketika kamu hendak berbelanja di dalam arena, seperti membeli makanan, minuman, menyewa loker atau gazebo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Dengan tiket masuk itu bisa langsung menikmati sesuka hati berbagai macam permainan air, dari kolam arus hingga kolam luncur.  Kamu bisa memilih kolam luncur yang medium, high atau extreme. Beberapa permainan di antaranya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Smashdown yakni meluncur dari ketinggian sekitar 21,79 meter, dengan kecuraman hampir 45 derajat dan berkecepatan 70 km/jam! Boomerang permainan seluncur berketinggian 14, 4 meter dengan kemiringan 60 derajat ini akan membuatmu merasa ‘terlempar’ ke udara. Seru! Macaroni Tube yang akan membawamu ke petualangan dalam kegelapan pipa sepanjang 150 meter. Banyak tikungan tajam, cukup mendebarkan, tapi asyik gitu, loh! Dan salah satu yang paling digemari pengunjung adalah Raft River. Kamu akan meluncur di pipa sepanjang 174 meter dari ketinggian 16 meter selama 50 detik.  Dengan durasi yang cukup lama ini kamu dapat menikmati panorama sekitar yang indah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Saat pulang, jika ternyata masih ada sisa uang dalam kartu belanjamu, maka kamu dapat menguangkannya kembali di loket yang berada di pintu keluar. Berikan kartu belanja itu kepada petugas jaga. Kartu itu akan di-scan. Sisa uangmu akan dikembalikan sesuai dengan nilai yang ditunjukkan oleh scanner.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Untuk menempatkan pakaian dan barang-barang lainnya selama kamu berkecibung di dalam air, sewalah loker. Biaya sewanya sekitar Rp 20 ribu. Itu yang berukuran biasa, yang hanya pas untuk menempatkan propertimu sendiri saja. Untuk loker keluarga, biaya sewanya Rp 30 ribu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Waterbom buka mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WITA. Suasananya yang teduh oleh pepohonan rindang, tengah hari bolong sekalipun sehingga kamu nggak perlu khawatir terhadap sengatan matahari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sling Shot&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Ini adalah wahana untuk uji nyali. Adrenalinmu pasti akan terpacu kencang begitu kamu menjajalnya. Wahana ini adalah ketapel raksasa yang terbuat dari sepasang menara setinggi 35 meter. Pada kedua menara tersebut dikaitkan dua utas kawat baja yang disambung lagi tali elastis. Di ujung tali-tali elastis tersebut terdapat sebuah rangka bola berisi dua buah jok dengan sandaran punggung yang tinggi.  Pada salah satu jok itulah kamu duduk dan diikat kuat-kuat dengan tali-tali pengaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Dalam waktu kurang lebih tiga detik, jantung kamu akan serasa berhenti berdetak karena tiba-tiba saja rangka bola yang kamu duduki, melesat ke udara setinggi 52 meter dengan kecepatan yang sangat tinggi. Begitu mencapai puncak lontaran, dengan kecepatan yang sangat tinggi  pula rangka bola tersebut meluncur kembali ke bumi. Begitu seterusnya hingga mereda dengan sendirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Saat terlontar ke atas dan kembali lagi ke bumi, rangka bola juga berputar 360 derajat ke segala arah beberapa kali sebelum akhirnya kembali ke posisi stabil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Hingga saat ini hanya ada satu wahana slingshot di Bali yakni di Jalan Kartika Plaza, Kuta. Mereka buka dari pukul 09.00 hingga pukul  20.00.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-8955102348507174213?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/8955102348507174213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2008/12/pantai-kuta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/8955102348507174213?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/8955102348507174213?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2008/12/pantai-kuta.html' title='Pantai Kuta'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/SUD790Elw-I/AAAAAAAAARE/ZulhY1fXi98/s72-c/kuta1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQX0-eip7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-5072191297509298439</id><published>2010-11-16T10:41:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.352+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.352+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Lidah di Bali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Lidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Jepang'/><title>Ramai Rasa Ramen di “Rame-Rame Ramen”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TONnu2b2SXI/AAAAAAAACyo/kRZ5pnw60nw/s1600/Kaiso%2BSalad.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 95px; height: 167px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TONnu2b2SXI/AAAAAAAACyo/kRZ5pnw60nw/s320/Kaiso%2BSalad.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540386021179804018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TONnvBWQnkI/AAAAAAAACyw/rCWlrcurOLo/s1600/Harumaki.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 95px; height: 168px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TONnvBWQnkI/AAAAAAAACyw/rCWlrcurOLo/s320/Harumaki.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540386024109153858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Maria Ekaristi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memasuki resto ini saya langsung mendapat sapaan ramah dalam bahasa Jepang. Meski tidak paham benar artinya, saya langsung membalasnya dengan ucapan terimakasih sambil membungkuk seperti yang biasa dilakukan orang-orang Jepang saat membalas salam. Semua petugas restoran itu tertawa melihat polah saya. Deby,  sang manager, balik membalas dengan gaya candanya yang lucu. Suasana pun seketika cair, dan saya seperti memasuki ruangan makan rumah saya sendiri.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu santap siang saya awali dengan semangkuk Kaiso Salad yang terdiri dari rumput laut, selada, tauge,  timun dan tomat dengan saus asam. Rasa asam dari saus berpadu dengan rasa garam yang digunakan untuk merendam bahan-bahan salad, menyuguhkan kesegaran di lidah saya. Rasa lapar saya yang tadinya malas-malasan pun terusik. Segera dia menabuh genderang di perut dan membanjirkan air liur di rongga mulut. Nafsu makan saya pun seketika bergejolak. Maka ketika sepiring Harumaki, yaitu penganan semacam lumpia goreng dengan isi beragam sayuran dan jamur terhidang saya pun langsung mengganyangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TONnvCk_l5I/AAAAAAAACy4/ht3tgyXYiJo/s1600/Chicken%2BRamen.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 137px; height: 163px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TONnvCk_l5I/AAAAAAAACy4/ht3tgyXYiJo/s320/Chicken%2BRamen.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540386024439388050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah dua menu pembuka itu, menu utama berupa Ramen segera terhidang. Semuanya tak lebih dari 15 menit sejak saya memesannya. Ramen tak lain adalah mi dalam bahasa Jepang. Di resto ini ramen disajikan dengan berbagai olahan yang kemudian masing-masing diberi nama sesuai dengan cara dan bahan pengolahannya. Ada Tonkotsu Ramen, Chicken Ramen, Shoyu Ramen, Gomoku Ramen, Pork Tantanmen, Chicken Tantanmen, Hiyashi Chukka, Vegetarian Hiyashi Chuka,  Ankake Yakisoba, Chilli Beef Ramen. Siang itu  pilihan saya jatuh pada Chicken Ramen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chicken Ramen adalah sup mi khas Jepang yang disajikan dengan sayur kailan  potongan halus bawang pre,  irisan daging ayam dan potongan telur setengah matang  dan diberi kuah. Kuah Chicken Ramen terbuat dari kaldu pekat daging ayam yang diproses selama hampir sepuluh jam. Pengolahan ini menghasilkan rasa yang sangat khas: gurihnya melekat di lidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TONnukm6XuI/AAAAAAAACyg/JMPA9tzj_C4/s1600/Macha%2BIce%2BCream.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 115px; height: 148px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TONnukm6XuI/AAAAAAAACyg/JMPA9tzj_C4/s320/Macha%2BIce%2BCream.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540386016394370786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TONnuBascSI/AAAAAAAACyY/Pm22lmImYDs/s1600/Ogura%2BIce%2BCream.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 121px; height: 149px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TONnuBascSI/AAAAAAAACyY/Pm22lmImYDs/s320/Ogura%2BIce%2BCream.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540386006947885346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Porsi yang cukup besar membuat perut saya penuh dan rasa lapar saya langsung terkulai lemas. Agar kenikmatannya tak segera hilang  saya pun cepat-cepat mengakhiri santap siang itu dengan hidangan penutup berupa es krim Macha dan es krim Ogura. Es krim Macha adalah es krim teh hijau yang pekat. Rasanya sepat sedikit getir tapi menyegarkan kerongkongan. Rasa ini seperti mengunci rasa nikmat dari makanan utama yang telah saya lahap. Kemudian  aroma harum dan rasa manis es krim Ogura yang terbuat dari kacang merah seperti memberi kesegaran dan semangat baru untuk melanjutkan aktivitas siang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya,  semua makanan yang tersaji tadi merupakan racikan Evan Lesmana mantan chef di sebuah hotel ternama di Jakarta. Evan dibantu oleh tiga orang koki lokal asal Bali yang handal. Kerena itu menu-menu yang disajikan di resto ini digemari oleh para wisatawan asing maupun domestik. Juga warga Jepang yang bermukim di Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau mencoba? Datang saja ke  “Rame Rame Ramen” di Jl. Sunset Road No. 1 Blok K  Kuta. Letaknya di sebelah Utara Patung Dewa Ruci  berdampingan dengan A Spa. Kalau mau pesan terlebih dahulu  bisa melalui telepon 087860942128.  Bila datang dari arah utara, anda harus memutari Patung Dewa Ruci lalu berbalik arah menuju utara. Resto ini buka setiap hari pada pukul 11.00 -24.00 WITA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga seporsi ramen berkisar antara Rp42 ribu hingga Rp47 ribu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-5072191297509298439?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/5072191297509298439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/11/ramai-rasa-ramen-di-rame-rame-ramen.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/5072191297509298439?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/5072191297509298439?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/11/ramai-rasa-ramen-di-rame-rame-ramen.html' title='Ramai Rasa Ramen di “Rame-Rame Ramen”'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TONnu2b2SXI/AAAAAAAACyo/kRZ5pnw60nw/s72-c/Kaiso%2BSalad.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXo7fSp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-3581753727365440561</id><published>2010-10-30T12:49:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.405+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.405+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hotel di Canggu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hotel'/><title>Aroma Khas Villa Fare Ti'i Pererenan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TM46cf9fMmI/AAAAAAAACxI/Eu9JPTkNbgc/s1600/03.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 165px; height: 110px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TM46cf9fMmI/AAAAAAAACxI/Eu9JPTkNbgc/s320/03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534425253375062626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Maria Ekaristi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tak banyak villa yang memiliki kelebihan ini: aroma rerumputan dan tanaman yang merebak harum di sekeliling vila. Saya sendiri merasakan kesegarannya begitu memasuki gerbangnya. Padahal, saat itu sedang panas terik. Saya tak tahu, apa yang membuat rerumputan dan tanaman di vila ini menebarkan aroma segar yang berbeda dari yang lain. Mungkinkah karena di taman tersebut terdapat pohon buah-buahan macam Kecapi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sandoricum koetjape&lt;/span&gt;), Buni (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Antidesma bunius&lt;/span&gt;) dan Jamblang  (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Syzygium cumini&lt;/span&gt;),  yang aroma bunga dan buahnya saling berkombinasi baik? Yang pasti, kekhasan aroma di arael Villa Fare  Ti’i  itu sungguh menyenangkan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TM46dWRmDyI/AAAAAAAACxo/3qRXsvSN3uE/s1600/bora_bora_01.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 165px; height: 110px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TM46dWRmDyI/AAAAAAAACxo/3qRXsvSN3uE/s320/bora_bora_01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534425267954913058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Memasuki kawasan Villa Fare  Ti’i, saya merasakan suasana yang ditawarkannya, yakni  sebuah tempat yang nyaman dan eksotik untuk beristirahat dan menyegarkan diri setelah menghadapi rutinitas sehari-hari. Di sini anda akan merasakan kemewahan alam tropis Bali dengan hamparan sawah yang membentang di sekeliling kawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Villa Fare Ti’i merupakan kumpulan dari empat villa yang unik. Villa-villa tersebut seolah membentuk sebuah komunitas kecil yang membawa kedamaian masa lalu ke alam masa kini.  Bangunannya merupakan penggabungan yang serasi dari arsitektur-arsitektur tradisional Indonesia dengan arsitektur Bali sebagai basisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari empat villa yang ada, hanya satu villa  yang memiliki satu kamar tidur. Tiga villa lainnya, masing-masing memiliki dua kamar tidur. Namun, semuanya mendapat sentuhan interior yang apik yang dipercantik oleh pajangan benda-benda seni dari masa lalu – benda-benda seni yang keindahan dan keunikannya telah teruji oleh waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keisitimewaan lainnya, ruang di antara villa satu dengan villa yang lainnya diberi taman asri dan eksotik yang membuat anda benar-benar  merasa seperti  tengah berada di sebuah kawasan retret yang damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TM46dG7huXI/AAAAAAAACxg/ZmBbTSuKTzY/s1600/bali_02.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 165px; height: 110px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TM46dG7huXI/AAAAAAAACxg/ZmBbTSuKTzY/s320/bali_02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534425263835822450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk kenyaman setiap tamu yang menginap di sana, pada ke-empat villa tersebut dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas: bar terbuka, ruang makan, pengering rambut, bath tub, sun bed, air panas, jaringan telepon internasional (SLI), pesawat televisi dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;satellite TV channel&lt;/span&gt;, pengatur suhu (AC), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;CD stereo system&lt;/span&gt;, mini bar, brankas, akses Internet WiFi, dan dapur.  Jika diperlukan, pada setiap villa terdapat sebuah tempat tidur tambahan (extra bed) yang selalu siap untuk anda gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah pertamanan, terdapat sebuah kolam renang yang cantik dan bersih.  Suasananya menyuguhkan kesegaran, kesenangan dan kenyamanan untuk merenanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda menginap di villa ini, layanan inklusif yang pasti anda dapatkan antara lain: minuman selamat datang dan handuk dingin pada saat kedatangan; sarapan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;American Breakfast&lt;/span&gt;)  untuk dua orang  bagi yang menginap di  “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;One Bed Room Villa&lt;/span&gt;” dan untuk empat orang bagi yang menginap di “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Two Bed Room Villa&lt;/span&gt;”;  air mineral (dua botol per hari untuk setiap kamar); hidangan teh/kopi yang disajikan di bar terbuka pad asetiap sore, penggunaan sepeda gunung, akses internet di seluruh areal villa atau dengan PC di lobi villa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang menginap lebih dari tujuh malam, anda akan mendapat layanan transfer gratis menuju &lt;span style="font-style: italic;"&gt;airport&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TM46cpfx9kI/AAAAAAAACxQ/u1Cs8_ysCmY/s1600/alamanda_01.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 165px; height: 110px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TM46cpfx9kI/AAAAAAAACxQ/u1Cs8_ysCmY/s320/alamanda_01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534425255934817858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk melengkapi kenyamanan anda beristirahat, Villa Fare Ti’i  menyediakan jasa layanan laundry, pijat dan perawatan kecantikan; makan siang atau makan malam eksklusif disiapkan di setiap villa  (bisa juga berdasarkan pilihan anda pada menu-menu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Echo Beach Restaurant&lt;/span&gt;); BBQ atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Candle Light Dinner&lt;/span&gt;; penjaga anak; &lt;span style="font-style: italic;"&gt; tour operator&lt;/span&gt;; penyewaan mobil atau motor;  dokter panggilan; pelajaran Bahasa Indonesia; kursus memasak; pelajaran menari Bali; kursus mengukir kayu; layanan pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vila Fare Ti’i terletak di tepi pantai Desa Pererenan, sebuah kawasan surfing yang sangat indah. Jarak tepat ini dari Kawasan Wisata Kuta kira-kira 8 kilometer. Dari Bandara Internasional Ngurah Rai, villa ini berjarak sekitar 10 kilometer dan dengan kecepatan normal, jarak tersebut dapat ditempuh hanya dalam waktu 45 menit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai villa ini, dari Kawasan Kuta menujulah arah Tanah Lot via Kerobokan.  Tiba di perempatan Kerobokan berbeloklah ke arah kiri. Kurang lebih tiga kilometer dari perempatan tersebut anda akan menemukan pertigaan (ke kiri ke Pererenan, ke kanan ke Mengwi, serong lurus kea rah Tanah Lot). Pilihlah yang ke arah kiri menuju Pantai Pererenan.  Satu setengah kilometer dari situ anda sudah menemui  Vila Fare Ti’i. Letaknya di sisi kiri jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana soal harga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga untuk “One Bed Room Villa”:&lt;br /&gt;Rate  USD 125.00 net / villa / malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga untuk “Two Bed Room Villa”:&lt;br /&gt;Rate  USD 150.00 net / villa / malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tarif tersebut sudah termasuk pajak pemerintah dan ongkos pelayanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sedikit catatan, tamu tidak diperkenankan triple kecuali menambah biaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;extra bed &lt;/span&gt;sebesar Rp 200.000, - net / malam (termasuk sarapan).  Waktu check in 14:00  dan waktu check out 12:00 siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk informasi lebih lanjut mengenai villa kami, silakan kontak atau datang langsung ke:&lt;br /&gt;Jl. Pantai Pererenan, Br. Pengembungan&lt;br /&gt;Desa Pererenan, Canggu, Badung - Bali&lt;br /&gt;Phone: +62.361.881.7979 - 848.2640&lt;br /&gt;Fax: +62.361.848.2640&lt;br /&gt;Email: sales@faretii.com&lt;br /&gt;Website: www.faretii.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-3581753727365440561?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/3581753727365440561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/10/aroma-khas-villa-fare-ti-pererenan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/3581753727365440561?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/3581753727365440561?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/10/aroma-khas-villa-fare-ti-pererenan.html' title='Aroma Khas Villa Fare Ti&amp;#39;i Pererenan'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TM46cf9fMmI/AAAAAAAACxI/Eu9JPTkNbgc/s72-c/03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXo_cSp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-3511749485206863503</id><published>2010-10-27T08:09:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.449+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.449+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='duka'/><title>Duka Bagi Saudara di Mentawai dan Lereng Merapi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TMd8FwGKmVI/AAAAAAAACxA/XhAyOSgzbQ8/s1600/air_mata_duka.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 165px; height: 113px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TMd8FwGKmVI/AAAAAAAACxA/XhAyOSgzbQ8/s320/air_mata_duka.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532527105499896146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Indonesia berduka. Belum usai menata kembali kehancuran akibat bencana di Wasior, telah menyusul bencana di Mentawai dan Merapi. Ratusan korban tak terselamatkan. Ribuan lainnya menanggung derita.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahanlah. Bangkitlah.&lt;br /&gt;Kami bersamamu, saudaraku.&lt;br /&gt;Dengan apa yang kami mampu…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-3511749485206863503?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/3511749485206863503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/10/duka-bagi-saudara-di-mentawai-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/3511749485206863503?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/3511749485206863503?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/10/duka-bagi-saudara-di-mentawai-dan.html' title='Duka Bagi Saudara di Mentawai dan Lereng Merapi'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TMd8FwGKmVI/AAAAAAAACxA/XhAyOSgzbQ8/s72-c/air_mata_duka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXo8fip7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-5533193101048744802</id><published>2010-10-25T13:03:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.476+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.476+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tempat Makan Halal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Lidah di Bali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Lidah'/><title>Nasi Barak, Sarapan Kegemaran Pejabat dan Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TMUq4zWeJ6I/AAAAAAAACwg/-eMubIa_w5A/s1600/nasi_barak_01.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 160px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TMUq4zWeJ6I/AAAAAAAACwg/-eMubIa_w5A/s320/nasi_barak_01.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531874872640022434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Maria Ekaristi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warungnya sederhana saja. Hanya bangunan semi permanen di atas areal seluas 3,5 x 6 meter. Hidangan yang disajikan pun sederhana: nasi campur ala Bali. Namun omset yang berputar di situ tergolong luar biasa: sekitar Rp 4,5 juta per hari. Maklum, dalam setengah hari warung milik  Ni Wayan Resmiyani ini menghabiskan sedikitnya 28 ekor ayam yang diolah dengan beberapa cita rasa sebagai lauk dari nasi hidangannya. Semua itu ludas oleh para langganananya yang sebagian besar adalah karyawan, pejabat pemeritah, politisi, pedagang, pebisnis dan mahasiswa-mahasiswa asal &lt;a href="http://jalan-jalan-bali.blogspot.com/2009/01/kabupaten-buleleng.html"&gt;Buleleng&lt;/a&gt; yang berkuliah di Denpasar.  Lalu apa keistimewaan yang menyebabkan warung itu begitu laris? Tak lain, ayam betutunya yang mmmmmuaaaah! Enak banget!&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TMUq5vHyYII/AAAAAAAACww/Pn0H0EmJZn4/s1600/nasi_barak_03.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 160px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TMUq5vHyYII/AAAAAAAACww/Pn0H0EmJZn4/s320/nasi_barak_03.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531874888684560514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Waktu saya datang ke warung itu, saya langsung memesan hidangan andalan mereka. Hanya dalam 5 menit terhidang di depan saya sepiring nasi dari beras merah dengan lauk ayam betutu, ayam suwir, ayam goreng, sayur urap dan kuah baso ayam. Itulah nasi campur ala Bali versi warung yang dikenal dengan sebutan Warung "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nasi Barak&lt;/span&gt;” (nasi beras merah) ini. Dan, itulah menu andalan mereka karena memang itu menu satu-satunya yang mereka hidangkan sejak 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lidah saya, bumbu betutu warung ini memang khas. Aroma jahe dan serehnya yang dominan membuat ayam yang terbaluri bumbu tersebut terasa sangat gurih. Nyangluh, kata orang Bali.  Rasa gurih itu seolah melekat di rongga mulut sehingga membuat hidangan tersebut terasa lezat dari suapan pertama hingga suapan terakhir.  Yang mengejutkan, untuk semua kenikmatan tersebut anda cukup menggantinya dengan uang hanya sebesar Rp10 ribu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TMUq5YnsiaI/AAAAAAAACwo/xsxGyecQ9z8/s1600/nasi_barak_02.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 160px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TMUq5YnsiaI/AAAAAAAACwo/xsxGyecQ9z8/s320/nasi_barak_02.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531874882644380066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Warung "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nasi Barak&lt;/span&gt;”  ini berlokasi di pinggir jalan di kawasan Banjar Abian Luang, Baturiti. Jalan ini merupakan jalan utama Denpasar-Bedugul-Singaraja. Sebagai ancar-acar, lokasi warung ini kurang lebih sekitat sekitar 3,5 kilometer dari pusat oleh-oleh “Kawan Jogger” atau sekitar  2 kilometer dari “&lt;a href="http://jalan-jalan-bali.blogspot.com/2009/12/cafe-untuk-orang-orang-sok-tahu.html"&gt;Café Tahu&lt;/a&gt;”. Hanya saja, jangan datang ke sana setelah lewat tengah hari. Sebab, sekitar pukul 12 warung itu sudah tutup karena  persediaan makanan sudah ludas. Ketika saya tanya Resmiyani, sang pemilik warung, soal kemungkinan menambah “jam tayang” warungnya agar pelanggan yang datang sore hari punya kesempatan menikmati hidangannya, perempuan dengan penampilan bersahaja ini mengatakan bahwa dirinya tak sanggup mengelola warung dalam ukuran besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TMUq57U5g9I/AAAAAAAACw4/wL6ZQy3oAmU/s1600/nasi_barak_04.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 162px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TMUq57U5g9I/AAAAAAAACw4/wL6ZQy3oAmU/s320/nasi_barak_04.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531874891960779730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Biarlah segini saja. Kalau terlalu banyak, saya tak sanggup menyediakan masakannya. Saya takut nanti malah tidak enak. Kasihan pelanggan,” ucapnya sembari tersenyum tulus. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-5533193101048744802?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/5533193101048744802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/10/nasi-barak-sarapan-kegemaran-pejabat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/5533193101048744802?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/5533193101048744802?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/10/nasi-barak-sarapan-kegemaran-pejabat.html' title='Nasi Barak, Sarapan Kegemaran Pejabat dan Mahasiswa'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TMUq4zWeJ6I/AAAAAAAACwg/-eMubIa_w5A/s72-c/nasi_barak_01.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXs7eSp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-581691665893879964</id><published>2010-10-23T09:36:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.501+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.501+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Meditasi'/><title>Lagi di Ubud, International Bali Meditators’ Festival2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TMJKbFNUeMI/AAAAAAAACwQ/pn63BcFNQkc/s1600/download.htm"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 117px; height: 123px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TMJKbFNUeMI/AAAAAAAACwQ/pn63BcFNQkc/s320/download.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531065121479358658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini untuk yang kedua kalinya perhelatan besar bagi para meditator digelar di Bali. Yang pertama, diselenggarakan pada 13 Nopember 2009.  Tajuk acara tersebut adalah International Bali Meditators’ Festival (IBMF) 2010  yang diprakarsai oleh Yayasan Anand Ashram. Sama seperti perhelatan pertama IBMF 2010 pun akan digelar di Lapangan Astina, Ubud, yakni pada 12-14 Nopember 2010.  Adapun tema kali ini adalah: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vasudhaiva Kutumbakam. Vasudhaiva Kutumbakam &lt;/span&gt;adalah idiom dalam bahasa Sansekerta yang secara bebas dapat diartikan sebagai sebuah upaya untuk membangun dunia sebagai sebuah keluarga yang damai, penuh limpahan cinta dan harmonis.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tokoh meditasi yang akan berbicara dan memberikan workshop meditasi maupun penyembuhan adalah : Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa, Ma Anand Baghawati, Gde Prama, LK Suryani, BR. Indra Udayana, Bhante Ciradhammo, K.K. Nuril Arifin Husein, Margot Anand, Tara Khandro, Ketut Arsana, dr. I Made Astawa, Maya safira Muchtar, Gede Kamajaya, Prabhu Darmayasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat yang diusung dalam festival ini masih semangat lama yakni, meruntuhkan dan meretas sekat pembatas yang mengotak-ngotakkan manusia berdasarkan suku, agama, ras, golongan dan ideologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Melalui meditasi kita dapat memancarkan aura baik penih cinta-kasih ke segenap penjuru semesta. Dengan cara itu, kita telah turut menciptakan dan menjaga kedamaian di bumi ini,” papar dr. I Wayan Sayoga, tokoh penting dalam Yayasan Anand Ashram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, menurut Sayoga, di tengah derasnya arus budaya konsumerisme yang serba instan dan mau mudahnya saja, semangat menebar cinta kasih kepada sesama dan alam semesta melalui meditasi, harus terus-menerus dilakukan.  Itulah sebabnya, di tengah berbagai keterbatasa Yayasan Anand Ashram tetap menghelat ajang internasional ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagi kami, keyakinan, keteguhan, kerja keras dan semangat pengabdian adalah cara terbaik untuk membalikkan segala bentuk keterbatasan menjadi kegembiraan,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info lebih detil:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oka Ratnayani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(0361) 8779752, (0361) 8477490&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;e-mail:info@balimeditates.org&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.balimeditates.org/"&gt;www.balimeditates.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-581691665893879964?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/581691665893879964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/10/lagi-di-ubud-international-bali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/581691665893879964?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/581691665893879964?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/10/lagi-di-ubud-international-bali.html' title='Lagi di Ubud, International Bali Meditators’ Festival2010'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TMJKbFNUeMI/AAAAAAAACwQ/pn63BcFNQkc/s72-c/download.htm' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXs5cCp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-7695235501246001365</id><published>2010-10-06T11:42:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.528+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.528+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UWRF'/><title>Penulis Australia Dominasi UWRF 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKwAXDE-LkI/AAAAAAAACwI/RWs4dxgf0l8/s1600/uwrf_2010.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 220px; height: 90px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKwAXDE-LkI/AAAAAAAACwI/RWs4dxgf0l8/s320/uwrf_2010.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524791238839905858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh : Agung Bawantara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ubud Writers &amp;amp; Readers Festival (UWRF) 2010 jadi ajang reuni dan temu kangen para penulis Australia.  Begitu cetus seorang pecinta buku di Bali yang rajin mengamati perhelatan tahunan yang menghadirkan penulis dari dalam dan luar negeri itu.  Tentu itu hanya seloroh setelah ia melihat daftar peserta dan pemerhati yang bakal hadir. Memang, tercatat dalam situs web resmi panitia, dari 143 peserta yang diundang, 49 peserta berasal dari Australia. Jumlah itu melampaui peserta dan partisipan tuan rumah, Indonesia, yang hanya berjumlah 37 orang. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ini tentu bukan urusan jumlah peserta dan dari negara mana mereka berasal. Sebagaimana disampaikan oleh I Wayan Juniartha, salah satu orang penting dalam penyelenggaraan ajang ini, bahwa pemilihan peserta undangan lebih didasari kriteria yang berkaitan dengan dunia kepenulisan dan perbukuan. Bukan di luar hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebangsaan penulis bukan hal terpenting. Karya dan kiprahnya yang berkaitan dengan tema festivallah yang menjadi pertimbangan utama kami,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema UWRF yang ke-tujuh ini adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bhineka Tunggal Ika : Unity in Diversity&lt;/span&gt;. Tema itulah yang terutama menjadi acuan untuk memilih undangan dan memilih nomor-nomor kesenian yang akan dipentaskan. Termasuk juga dalam memilih tokoh-tokoh yang akan diberi penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain sisi, untuk menentukan peserta asal Indonesia yang diundang, Triyanto Triwikromo salah satu kurator acara itu, mengatakan bahwa ada banyak alasan yang mendasarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Secara keseluruhan, mereka mencerminkan keberagaman daerah serta kantong-kantong kesusasteraan di Indonesia. Selain itu, juga mencerminkan keragaman genre, aliran, tema, dan kecenderungan kesusasteraan Indonesia, mempresentasikan penghormatan Ubud Writers &amp;amp; Readers Festival 2010 pada upaya pemberdayaan perempuan, dan memajukan penulis-penulis muda berkualtas” begitu papar Triyanto Triwikromo kepada media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 18 penulis Indonesia yang diundang panitia untuk mengikuti UWRF 2010 yang akan berlangsung pada 6-10 Oktober di beberapa lokasi di Kawasan Ubud itu. Mereka adalah Kurnia Effendi (Jakarta), Medy Lukito (Jakarta), Nusya Kuswatin (Yogyakarta), Arif Riski (Padang), Zelfeni Wimra (Padang), Wa Ode Wulan Ratna (Jakarta), Andha S (Padang), Imam Muhtarom (Blitar), Wendoko (Semarang), Yudhi Heribowo (Solo), W. Hariyanto (Surabaya), Benny Arnas (Sumatera Selatan), Magriza Novita Syahti (Padang), Harry B Koriun (Riau), serta Hermawan Aksan (Bandung), Sunaryono Basuki KS(Penulis buku Biyang Bulan dan Rangda yang diterbitkan JP Books) , Ni Made Purnamasari, Iwan Darmawan (Bali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sastrawan ini dipilih oleh Dewan Kurator Ubud Writers &amp;amp; Readers Festival 2010 dalam sidangnya yang berlangsung awal Mei lalu di Ubud, Bali. Dewan Kurator terdiri dari Triyanto Triwikromo, Cok Sawitri,  dan M Aan Mansyur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama berlangsungnya festival, para penulis Indonesia itu kemungkinan akan mendapat kesempatan untuk berdialog dengan sejumlah penulis terkemuka dari berbagai negara. Salah satu penulis yang menjadi “bintang” dalam UWRF kali ini adalah Louis de Bernieres, novelis Inggris yang karyanya “Captain Corelli’s Mandolin” memenangi Commonwealth Writers Prize 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini, nama-nama peserta dan partisipan UWRF 2010:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Australia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.    Ali Cobby Eckermann&lt;br /&gt;2.    Antony Loewenstein&lt;br /&gt;3.    Bob Gosford&lt;br /&gt;4.    Caroline Baum&lt;br /&gt;5.    Cate Kennedy&lt;br /&gt;6.    Chris Hanley&lt;br /&gt;7.    Chris Parkinson&lt;br /&gt;8.    Christos Tsiolkas&lt;br /&gt;9.    Daniel Ducrou&lt;br /&gt;10.    Emilie Zoey Baker&lt;br /&gt;11.    Ezra Bix&lt;br /&gt;12.    Frank Moorhouse&lt;br /&gt;13.    Gerard Ryle&lt;br /&gt;14.    Greg Barton&lt;br /&gt;15.    Irene Ritchie&lt;br /&gt;16.    Janet De Neefe&lt;br /&gt;17.    Jeff Lowenstein&lt;br /&gt;18.    Jeni Caffin&lt;br /&gt;19.    Jennifer Byrne&lt;br /&gt;20.    Jo Case&lt;br /&gt;21.    Joan London&lt;br /&gt;22.    Jon Bauer&lt;br /&gt;23.    Julie Janson&lt;br /&gt;24.    Kirsty Murray&lt;br /&gt;25.    Lionel Fogarty&lt;br /&gt;26.    Marie Munkara&lt;br /&gt;27.    Mark Jensen&lt;br /&gt;28.    Mark Tredinnick&lt;br /&gt;29.    Maurice O'Riordan&lt;br /&gt;30.    Nam Le&lt;br /&gt;31.    Omar Musa&lt;br /&gt;32.    Pam Allen&lt;br /&gt;33.    Patrick Allington&lt;br /&gt;34.    Paul Ham&lt;br /&gt;35.    Pauline Nguyen&lt;br /&gt;36.    Rosemary Sayer&lt;br /&gt;37.    Ruby Murray&lt;br /&gt;38.    Sara Niner&lt;br /&gt;39.    Sarah Taylor&lt;br /&gt;40.    Selena Hanet-Hutchins&lt;br /&gt;41.    Shane Maloney&lt;br /&gt;42.    Shelley Kenigsberg&lt;br /&gt;43.    Sian Prior&lt;br /&gt;44.    Sophie Cunningham&lt;br /&gt;45.    Stephen Carleton&lt;br /&gt;46.    The Brothahood&lt;br /&gt;47.    The Last Kinection&lt;br /&gt;48.    Thomas Keneally&lt;br /&gt;49.    Tony Maniaty&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.    Anak Agung Gde Putra Agung&lt;br /&gt;2.    Andha S&lt;br /&gt;3.    Arif Rizki&lt;br /&gt;4.    Basuki KS Sunaryono&lt;br /&gt;5.    Benny Arnas&lt;br /&gt;6.    Clara Ng&lt;br /&gt;7.    Cok Sawitri&lt;br /&gt;8.    Debra Yatim&lt;br /&gt;9.    Dede Oetomo&lt;br /&gt;10.    Dewi Lestari&lt;br /&gt;11.    Enin Supriyanto&lt;br /&gt;12.    Hary B Kori'un&lt;br /&gt;13.    Hermawan Aksan&lt;br /&gt;14.    Iman Muhtarom&lt;br /&gt;15.    Iwan Darmawan&lt;br /&gt;16.    Kurnia Effendi&lt;br /&gt;17.    M Aan Mansyur&lt;br /&gt;18.    Made Wijaya&lt;br /&gt;19.    Maghriza Novita Syahti&lt;br /&gt;20.    Medy Loekito&lt;br /&gt;21.    Ni Made Purnamasari&lt;br /&gt;22.    Noor Huda Ismail&lt;br /&gt;23.    Nusya Kuswantin&lt;br /&gt;24.    Nyoman Nuarta&lt;br /&gt;25.    Petty Elliot&lt;br /&gt;26.    Poonam Sagar&lt;br /&gt;27.    Reda Gaudiamo&lt;br /&gt;28.    Sarojini&lt;br /&gt;29.    Sitor Situmorang&lt;br /&gt;30.    Sosiawan Leak&lt;br /&gt;31.    Sutardji Calzoum Bachri&lt;br /&gt;32.    Toenggoel Siagian&lt;br /&gt;33.    W Hariyanto&lt;br /&gt;34.    Wa Ode Wulan Ratna&lt;br /&gt;35.    Wendoko&lt;br /&gt;36.    Yudhi Herwibowo&lt;br /&gt;37.    Zelfeni Wimra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;USA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.    Anne Martin Bowler&lt;br /&gt;2.    Diana Darling&lt;br /&gt;3.    Ioannis Gatsiounis&lt;br /&gt;4.    Jamie James&lt;br /&gt;5.    Janet Steele&lt;br /&gt;6.    Joe Kim&lt;br /&gt;7.    Kamau Abayomi&lt;br /&gt;8.    Kris Saknussemm&lt;br /&gt;9.    Lisa Teasley&lt;br /&gt;10.    Michael Vatikiotis&lt;br /&gt;11.    Mike Otterman&lt;br /&gt;12.    Rachel Kushner&lt;br /&gt;13.    Renée Melchert Thorpe&lt;br /&gt;14.    Robin Hemley&lt;br /&gt;15.    Steve Mettee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Filipina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.    Apolonio Chua&lt;br /&gt;2.    Marjorie Evasco&lt;br /&gt;3.    Paul A. Dumol&lt;br /&gt;4.    Ricardo M. de Ungria&lt;br /&gt;5.    Tony Perez&lt;br /&gt;6.    Yason Banal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Inggris&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;1.    Kate Adie&lt;br /&gt;2.    Louis de Bernieres&lt;br /&gt;3.    Richard Gombrich&lt;br /&gt;4.    Sarah Murray&lt;br /&gt;5.    William Dalrymple&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Malaysia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.    Brian Gomez&lt;br /&gt;2.    Mohd Jayzuan&lt;br /&gt;3.    Tash Aw&lt;br /&gt;4.    Zhang Su Li&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Vietnam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.    Andrew Lam&lt;br /&gt;2.    Anna Moi&lt;br /&gt;3.    Nguyen Qui Duc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Singapura&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.    Deepika Shetty&lt;br /&gt;2.    Madhav Mathur&lt;br /&gt;3.    Shamini Flint&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Irlandia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.    Anne Enright&lt;br /&gt;2.    John O'Sullivan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lebanon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.    Joumana Haddad&lt;br /&gt;2.    Rabih Alameddine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Negara Lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.    Adrian Grima (Malta)&lt;br /&gt;2.    Ali Eteraz (Pakistan)&lt;br /&gt;3.    Anne-Ruth Wertheim (Netherlands)&lt;br /&gt;4.    Berislav Loncarevic (Croatia)&lt;br /&gt;5.    Etgar Keret (Israel)&lt;br /&gt;6.    Galina Lazareva (Russia)&lt;br /&gt;7.    Hande Altayli (Turkey)&lt;br /&gt;8.    Ma Jian (China)&lt;br /&gt;9.    Ma Thida (Burma)&lt;br /&gt;10.    Najat El Hachmi (Spain)&lt;br /&gt;11.    Oleg Borushko (Ukraine)&lt;br /&gt;12.    Senadin Musabegovic (Bosnia and Herzegovina)&lt;br /&gt;13.    Shehani Gomes (Sri Lanka)&lt;br /&gt;14.    Stephen McCarty (Hong Kong)&lt;br /&gt;15.    Suad Amiry (Palestinian Territories)&lt;br /&gt;16.    Tabish Khair (India)&lt;br /&gt;17.    Teodozio Ximenes (Timor-Leste)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ubudwritersfestival.com/programs"&gt;Jadwal UERF 2010&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-7695235501246001365?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/7695235501246001365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/10/penulis-australia-dominasi-uwrf-2010.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/7695235501246001365?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/7695235501246001365?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/10/penulis-australia-dominasi-uwrf-2010.html' title='Penulis Australia Dominasi UWRF 2010'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKwAXDE-LkI/AAAAAAAACwI/RWs4dxgf0l8/s72-c/uwrf_2010.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXs9eSp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-6539843546038499334</id><published>2010-10-05T11:24:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.561+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.561+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tari Bali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Joged'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Joged Bumbung'/><title>Joged, Tango Khas Bali dengan Banyak Ragam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKqul2AImAI/AAAAAAAACwA/K55bU7t9QL4/s1600/joged_02.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 160px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKqul2AImAI/AAAAAAAACwA/K55bU7t9QL4/s320/joged_02.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524419858097805314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Agung Bawantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dibandingkan dengan Tari Legong dan Kecak, Joged kalah pamor dalam brosur-brosur pariwisata Bali. Tapi di Bali, tari ini termasuk tari yang populer.  Tari ini merupakan tari pergaulan yang memiliki pola gerak lincah, dinamis dan bebas. Yang dimaksud bebas di sini adalah bahwa gerak-gerak dalam tarian tersebut tidak terikat oleh pakem dan komposisi yang ketat.&lt;span class="fullpost"&gt; Penari dapat melakukan banyak improvisasi, terutama saat meladeni partisipasi penonton (laki-laki) yang turut menari dengannya. Tari ini biasanya dipentaskan untuk suasana sukacita pada musim panen dan hari-hari besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar gerak tari ini adalah gerakan tari Legong dan Kekebyaran. Ada banyak macam tari Joged di Bali, yaitu Joged Bumbung, Joged Pingitan, Joged Gebyog, Joged Gadrung, Joged Leko, dan Joged Dadua.  Kecuali Joged Pingitan, semua pertunjukan Joged selalu ditarikan secara berpasangan. Biasanya setelah menarikan tarian pembuka, penari  akan nyawat (memilih) penonton laki-laki untuk turut menari (ngibing) bersamanya. Bagian tersebut dinamakan paibing-ibingan. Ditilik dari penampilannya yang berpasangan, sepintas tari Joged dapat disejajarkan dengan Dansa di Eropa atau Tango dan Salsa di Amerika Latin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Joged Bumbung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKqulzmjNNI/AAAAAAAACv4/PgpTtmiNe6o/s1600/joged_01.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 161px; height: 121px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKqulzmjNNI/AAAAAAAACv4/PgpTtmiNe6o/s320/joged_01.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524419857453626578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jenis ini adalah yang paling populer di Bali. Musik pengiringnya adalah gamelan tingklik bambu berlaras &lt;span style="font-style: italic;"&gt;slendro &lt;/span&gt;yang disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gamelan Gegrantangan&lt;/span&gt;. Tarian ini muncul pada tahun 1946 di Bali Utara lalu menyebar hampir ke semua desa di Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika acara televisi semakin marak dengan program hiburan, kepopuleran tari Joged pun merosot. Apalagi saat hiburan musik pop Bali semakin menyuat, banyak kelompok Joged Bumbung berguguran karena tak memiliki kesempatan berpentas. Dalam kondisi seperti itu ada kelompok Joged yang mengambil jalan mudah untuk merebut kembali pamornya yakni dengan menampilkan goyangan erotik saat menari. Namun, cara kontroversial itu tak bertahan lama. Masyarakat menghujatnya sebagai joged porno. Sementara, di panggung-panggung musik pop, grup-grup &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sexy dancer &lt;/span&gt;tampil hampir setiap pekan terutama di kawasan Denpasar dan Kuta dengan penampilan yang lebih vulgar dan lebih erotis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Joged Bumbung kembali ke gaya pementasannya semula yang tak terlalu vulgar. Untuk bertahan hidup, mereka pentas secara berkala di hotel-hotel di Kawasan Sanur, Kuta, Nusa Dua dan Ubud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Joged Pingitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Joged ini diduga muncul di Bali sekitar tahun 1884. Semula merupakan tarian hiburan bagi raja, dan konon penari-penarinya adalah para selir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamakan Joged Pingitan karena di dalam pementasan tarian ini ada hal-hal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pingit&lt;/span&gt; (tabu) yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pengibing &lt;/span&gt;(penari laki-laki) hanya diperbolehkan menari mengimbangi gerakan penari Joged. Dia sama sekali tidak diperbolehkan menyentuh bagian tubuh mana pun dari si penari Joged. Jika dilanggar, diyakini akan menyebabkan hal-hal yang mencelakkan penari atau pengibing itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Joged Bumbung, dalam pementasannya Joged Pingitan membawakan suatu lakon dengan iringan gamelan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tingklik &lt;/span&gt;bambu berlaras &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pelog &lt;/span&gt;(lima nada).  Gamelan tersebut terdiri dari sepasan rindik besar (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pangugal&lt;/span&gt;), sepasang rindik barangan berbilah 14 atau 15, sepasang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jegogan&lt;/span&gt;, sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kemplung, &lt;/span&gt;sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kajar, &lt;/span&gt;sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kemodong, &lt;/span&gt;satu atau dua buah seruling serta sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kendang kekrumpungan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali pada kendang dan seruling, untuk memainkan instrument di atas, penabuh mempergunakan dua buah panggul (alat pukul) dengan teknik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kakilitan &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kotekan. &lt;/span&gt;Tabuh-tabuh yang biasa dimainkan meliputi: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bapang Gede, Condong, Legong, Pacalonarangan &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gandrangan&lt;/span&gt;. Di antara semua tabuh itu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gandrangan&lt;/span&gt;lah yang paling meriah karena bisa ditarikan secara bebas dan improvisasi. Tabuh-tabuh lain cenderung formal seperti yang terdapat dalam Legong Kraton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakon yang biasa dibawakan dalam pementasan Joged Pingitan adalah kisah Prabu Lasem dan Calonarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini penari Joged Pingitan sulit di temukan. Beberapa yang masih aktif  dapat dijumpai di Gianyar, Badung dan Denpasar.  Maestro Joged Pingitan adalah Ni Ketut Cenik. Sayang,  Sang Maestro keburu meninggal dunia sebelum ada generasi baru yang benar-benar bisa mengambil alih kepiawaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Joged Gebyog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jenis tari joged yang diiringi dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bumbung gebyog &lt;/span&gt;yang ritmis berlaras &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Slendro&lt;/span&gt;, jenis joged ini hanya terdapat didaerah Bali bagian barat yaitu di kabupaten Jembrana. Tari Joged Gebyog ini menggambarkan ibu-ibu rumah tangga yang menumbuk padi dengan riang-gembira. Masing-masing penari membawa sebatang bambu yang menggambarkan sebagai alu untuk menumbuk padi. Bambu-bambu tersebut diketukkn pada lesung kayu sehingga menghasilkan irama ritmis dan indah untuk mengiringi tarian Joged yang kemudian melibatkan penonton (laki-laki) untuk menari berpasangan dengannya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngibing&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini sangat terbatas grup tari yang bisa mementaskan Joged Gebyog ini.  Satu dari yang sedikit tersebut adalah Sanggar Tari Werdhi Sentana, Jembrana, asuhan Gusti Ketut Sudana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Joged Gandrung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau joged jenis lain ditarikan oleh perempuan, Joged Gandrung ditarikan oleh laki-laki yang berhias dan berpakaian perempuan. Joged Gandrung diiringi seperangkat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gamelan Tingklik&lt;/span&gt; berlaras &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pelog &lt;/span&gt;yang terbuat dari bambu. Saat ini grup Joged Gandrung sangat jarang ditemui. Hanya di beberapa desa di Gianyar, Badung dan Denpasar masih tersisa beberapa sekaa (grup) Joged Gandrung. Itu pun semua penarinya perempuan, bukan laki-laki seperti pakem aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Joged Leko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jenis joged ini nyaris sama langkanya dengan Joged Pingitan.  Joged yang diduga muncul pada tahun 1930-an itu kini hanya terdapat di tiga desa yakni Desa Sibang Gede (Badung), Desa Tunjuk (Tabanan) dan Desa Pedem (Jembrana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joged jenis ini menampilkan gerak tarian menyerupai gerak tari Legong Keraton sebagai pembuka, lalu dilanjutkan dengan gerak bebas saat bagian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pengibing-ibingan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah pementasan, penampilan Joged Leko diawali dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Condong &lt;/span&gt; yang  dibawakan oleh seorang penari dengan gerak-gerak abstrak, lalu dilanjutkan dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kupu-kupu Tarum &lt;/span&gt;yang dibawakan oleh sepasang penari untuk menggambarkan kemesraan sepasang kupu-kupu yang bercengkerama di sebuah taman bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kupu-kupu Tarum&lt;/span&gt;, penampilan dilanjutkan dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Onte  &lt;/span&gt;yang juga dibawakan secara berpasangan. Bagian ini mengisahkan sepasang muda-mudi sedang asyik memadu kasih. Disusul kemudian dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Goak Manjus  &lt;/span&gt;yang menggambarkan sepasang burung gagak sedang mandi dengan riang di sebuah telaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, tampillah Joged yang dibawakan beberapa penari yang tampil secara bergiliran. Setiap penari, menunjuk (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nyawat&lt;/span&gt;) seorang laki-laki dari kerumunan penonton yang diajaknya sebagai pasangan menari dalam beberapa putaran. Setiap penari Joged biasanya melakukan tiga sampai lima putaran paibig-ibingan, sebelum digantikan oleh penari Joged yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, pada saat tertentu Penari Joged  tiba-tiba &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trance &lt;/span&gt;dan mengamuk.  Biasanya hal tersebut terjadi jika Joged Leko menampilkan kisah Calonarang sebagai inti pertunjukannya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Trance &lt;/span&gt;umumnya terjadi saat adegan perkelahian ditampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Joged Dadua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Joged ini hanya terdapat di Banjar Suda Kanginan (Tabanan). Sering juga disebut Joged &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Duwe &lt;/span&gt;(‘e’ di belakang diucapkan seperti dalam kata ‘fase’).  Tarian ini merupakan tarian ritual keagamaan di Pura-Pura yang terdapat di wilayah Banjar Suda Kanginan. Diperkirakan Joged ini lahir sebelum tahun 1920-an di Puri Kediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya, joged ini merupakan tarian hiburan biasa. Lama kelamaan, entah kapan mulainya, para Penari Joged ini seperti mendapat kekuatan supratural untuk menari dalam keadaan trance. Sejak saat itu, joged ini pun dinamakan dengan joged pingitan yang tidak boleh ditarikan di tempat-tempat yang dianggap tidak suci (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;leteh/cuntaka&lt;/span&gt;) dan hanya boleh ditarikan pada upacara-upacara tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, Joged Dadua ini diiringi dengan seperangkat gamelan gong kebyar yang tak lengkap yang diistilahkan dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gong Sibak&lt;/span&gt;. Sekitar tahun 1940-an gong pengiring joged tersebut dilengkapi menjadi satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;barung &lt;/span&gt;(set) gong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti namanya, penari Joged Dadua (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dadua &lt;/span&gt;= dua) terdiri dari dua penari perempuan berusia kanak-kanak (belum menstruasi). Dua penari tersebut dipilih oleh warga dengan syarat mau belajar menari serta berparas elok. Begitu penari tersebut menstruasi, maka warga segera mencari penggantinya untuk dilatih dan diinisiasi secara spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penari Joged Dadua mengenakan kostum Legong Keraton lengkap dengan kipasnya. Urutan penampilannya ada tiga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;palet &lt;/span&gt;(babak). Diawali dengan Palet &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Papeson-Lalegongan &lt;/span&gt;yang serupa dengan tarian awal Legong Keraton. Selanjutnya disusul dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Palet Palayon &lt;/span&gt;yang juga mirip dengan gerakan Legong Keraton. Terakhir, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Palet Ibing-ibingan &lt;/span&gt;menghadirkan satu atau dua pengibing yang telah ditentukan orangnya dan biasanya dari kalangan sutri. Tarian akan berakhir bila penabuh telah mendapat isyarat berhenti dari para sutri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Joged Dadua yang masih eksis saat ini antara lain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sekaa &lt;/span&gt;(grup) Joged Banjar Suda Kanginan, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Joged Bisama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Joged ini juga tergolong tarian hiburan yang mulai disakralkan. Tak banyak informasi mengenai tarian yang hanya terdapat di Desa Bongan Gede (Karangasem) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Joged&lt;/span&gt;, &lt;a href="http://www.babadbali.com/seni/drama/dt-joged.htm"&gt;babadbali.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selayang Pandang Seni Pertunjukan Bali&lt;/span&gt;, Prof. Dr. I Wayan Dibia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-Dari Parade Seni di Ksirarnawa --Kekhasan Daerah Perkaya Keragaman Budaya&lt;/span&gt;, Bali Post &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Senin Pon, 27 Desember 2004&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-'Kerauhan' dalam Kesenian Bali, Masuknya 'Memedi' hingga Dewa&lt;/span&gt;, Kadek Suartaya Bali Post Minggu Wage, 17 April 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tulisan terkait:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jalan-jalan-bali.blogspot.com/2009/06/grantangan.html"&gt;Grantangan, bumbung-bumbung Pengiring Ngibing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jalan-jalan-bali.blogspot.com/2009/06/joged-joged-bali.html"&gt;Joged-joged Bali&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-6539843546038499334?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/6539843546038499334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/10/joged-tango-khas-bali-dengan-banyak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/6539843546038499334?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/6539843546038499334?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/10/joged-tango-khas-bali-dengan-banyak.html' title='Joged, Tango Khas Bali dengan Banyak Ragam'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKqul2AImAI/AAAAAAAACwA/K55bU7t9QL4/s72-c/joged_02.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXsyeCp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-7704094097252563035</id><published>2010-10-02T09:27:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.590+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.590+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Hujan'/><title>Wisata Hujan di Bali Juga Mengasyikkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKaY7scD1hI/AAAAAAAACvw/blk6aEp3HSQ/s1600/62455_439136564793_705234793_5423750_1813938_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 145px; height: 81px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKaY7scD1hI/AAAAAAAACvw/blk6aEp3HSQ/s320/62455_439136564793_705234793_5423750_1813938_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523270144325047826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Agung Bawantara &amp;amp; Maria Ekaristi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan di Bali mengalami anomali. Begitu pernyataan Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa Badan Meteorologi, Klimatologidan Geofisika Wilayah III Denpasar, Nyoman Suarsa, beberapa waktu lalu. Ia mengatakan bahwa fenomena alam secara global menyebabkan kecenderungan musim hujan di Bali datang lebih awal sehingga jangka waktunya akan terjadi lebih lama. Hal ini menyebabkan beberapa aktivitas wisata di Bali menjadi terganggu. Tapi bagi wisatawan yang ‘siap’, musim tak akan membuat rencana berlibur berantakan. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, persepsi para wisatawan –terutama wisatawan domestik— mengenai liburan di Bali memang bersenang-senang menikmati suasana Bali dalam cuaca terang. Kemungkinan hal ini disebabkan karena negeri ini memiliki dua musim saja sehingga tanpa sadar membuat dikotomi yang tegas pada pikiran orang-orang. Langit terang mereka anggap sebagai gambaran keriangan, sedangkan hujan mereka anggap sebagai bentuk kemuraman. Tanpa sadar, banyak orang menjadi kurang suka pada hujan, terlebih pada saat berwisata. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apalagi s&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;emua brosur wisata memperlihatkan Bali dalam suasana terang benderang. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Maka begitu hujan, orang langsung merasa liburannya mendapat gangguan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu tidak terjadi pada Rio Helmi, fotografer kondang yang berdomisili di Ubud sejak tahun 1971. Rio yang karena profesinya telah puluhan kali mengelilingi dunia  itu menyintai suasana hujan di Bali sama seperti dia menyintai suasana terangnya. Baginya, keduanya memiliki daya pesona tersendiri, sebagaimana pesona musim salju menjelang dan musim-musim lainnya di negeri-negeri yang memiliki empat musim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;It's a perfectly fine day in sunny paradise!&lt;/span&gt;” begitu ungkapnya saat ia menikmati guyuran hujan di halaman rumahnya di Ubud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mungkin bisa menjadi inspirasi menarik buat anda yang tengah berlibur di Bali saat ini. Di tengah musim hujan yang mengalamianomali, bisa jadi satu dua perjalanan liburan anda tersela hujan yang datang tanpa diduga. Tetaplah riang. Nikmati suasana itu sebagai suasana indah yang hanya ada di Bali. Cepat ubah rencana awal anda, misalnya menggantinya dengan berjalan di dalam hujan. Jangan khawatir anda akan jatuh sakit karenanya. Keasaman air hujan di Bali masih bagus.  Asal, begitu usai melakukan wisata hujan, keringkan kepala dan badan anda dengan handuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, hujan tiba-tiba mengguyur anda di perjalanan dan anda tak membawa baju ganti, santai saja. Di Bali banyak kios-kios kecil yang menjual baju dan celana  dengan harga murah. Anda tinggal membeli lalu mengganti pakaian anda yang basah di toilet-toilet umum di tempat-tempat wisata atau di pompa bensin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, terang atau hujan sama saja. Tetaplah riang menikmati liburan anda di Bali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-7704094097252563035?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/7704094097252563035/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/10/wisata-hujan-di-bali-juga-mengasyikkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/7704094097252563035?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/7704094097252563035?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/10/wisata-hujan-di-bali-juga-mengasyikkan.html' title='Wisata Hujan di Bali Juga Mengasyikkan'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKaY7scD1hI/AAAAAAAACvw/blk6aEp3HSQ/s72-c/62455_439136564793_705234793_5423750_1813938_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXg6fyp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-3506462471369044388</id><published>2010-10-01T09:28:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.617+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.617+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Subak'/><title>Lebih Detil Tentang Subak: Berbagi Air, Berbagi Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKWGfEpJquI/AAAAAAAACvA/M6Lze4VhDk4/s1600/luwus_01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 257px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKWGfEpJquI/AAAAAAAACvA/M6Lze4VhDk4/s320/luwus_01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522968386420189922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh : Prof. I Gde Pitana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subak merupakan or- ganisasi petani di Bali yang mengelola air irigasi untuk anggota-anggotanya. Sebagai suatu organisasi, subak mempunyai pengurus dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;awig-awig  &lt;/span&gt;(aturan-aturan keorganisasian), baik tertulis maupun tak tertulis.  Subak memiliki  sumber air bersama. Sumber air bersama ini dapat berupa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;empelan &lt;/span&gt;(bendungan) di sungai, mata air, air tanah, ataupun saluran utama suatu sistem irigasi yang melingkupi beberapa subak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Subak mempunyai satu areal persawahan. Di hulunya terdapat sebuah atau beberapa Pura Bedugul  atau pura yang berhubungan dengan persubakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di seluruh Bali, terdapat tak kurang dari 1274 Subak. Semuanya didasari oleh ajaran Tri Hita Karana yang mengajarkan agar setiap orang selalu mengupayakan keseimbangan antara pengabdian manusia kepada Tuhan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Parahyangan&lt;/span&gt;) dengan pelayanan mereka terhadap sesame manusia (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pawongan&lt;/span&gt;), serta kecintaan merawat alam lingkungan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Palemahan&lt;/span&gt;) agar tetap lestari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKWGfFFf8KI/AAAAAAAACu4/9rLMPP888cA/s1600/subak_widnyana.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKWGfFFf8KI/AAAAAAAACu4/9rLMPP888cA/s320/subak_widnyana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522968386539090082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sistem irigasi Subak mempunyai fasilitas fisik yang mirip dengan fasiitas irigasi yang dimiliki oleh system irigasi lain. Protitipe sistem fisik subak antara lain terdiri atas:&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;empelan&lt;/span&gt; (bendungan) yang berfungsi sebagai bangunan pengambilan air dari sumbernya&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;aungan&lt;/span&gt; (terowongan)&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;telabah&lt;/span&gt; (saluran primer)&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tembuku aya&lt;/span&gt; (bangunan bagi primer)&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;telabah gede&lt;/span&gt; (saluran sekunder)&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tembuku gede&lt;/span&gt; (saluran bagi sekunder)&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;telabah pemaron&lt;/span&gt; (saluran tersier)&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tembuku pemaron&lt;/span&gt; (bangunan bagi tersier)&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;telabah penyahcah&lt;/span&gt; (saluran kuarter)&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tembuku penyahcah&lt;/span&gt; (bangunan bagi kuarter) terdiri dari penasan untuk sepuluh anggota (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kanca&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tembuku pengalapan &lt;/span&gt;(bangunan pemasukan air individual)&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;talikunda&lt;/span&gt; (saluran individual)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subak juga mempunyai beberapa bangunan pelengkap seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;penguras&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;flushing&lt;/span&gt;), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pekiuh &lt;/span&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;over flow&lt;/span&gt;) dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;petaku&lt;/span&gt; (bangunan air terjun). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Abangan &lt;/span&gt;(talang) juga umum ditemui pada subak. Demikian juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jengkawung &lt;/span&gt;(gorong-gorong).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKWGfcV2loI/AAAAAAAACvI/MH2BW_RXQSg/s1600/subak_02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKWGfcV2loI/AAAAAAAACvI/MH2BW_RXQSg/s320/subak_02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522968392781698690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Umumnya Subak mempunyai saluran pembuangan khusus. Air buangan dari satu petak sawah akan disalurkan kembali ke saluran irigasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping fasilitas yang secara langsung digunakan untuk kepentingan irigasi, Subak juga mempunyai fasilitas upacara keagamaan berupa pura subak dengan berbagai tingkatan. Pura Subak yang paling umum adalah Pura Bedugul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah-daerah Bangli dan Gianyar dikenal pura-pura Masceti yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;disungsung&lt;/span&gt; (disokong dan dihidupi) oleh sejumlah subak dalam satu wilayah tertentu. Pura Subak biasanya dilengkapi pula dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Balai Timbang&lt;/span&gt;. Di samping pura subak, umumnya setiap petani anggota Subak juga mempunyai sanggah-sanggah pengalapan yakni bangunan kecil untuk sarana sembahyang yang ditempatkan di dekat bangunan pemasukan air ke sawah masing-masing (tembuku pengalapan).  Tempat persembahyangan ini dikenal juga dengan sebutan sanggah catu pengalapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelembagaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKWGfhxkrWI/AAAAAAAACvQ/IRFn5J32L00/s1600/subak_03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKWGfhxkrWI/AAAAAAAACvQ/IRFn5J32L00/s320/subak_03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522968394240142690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Subak adalah organisasi petani yang bergerak dalam pengaturan air irigasi lahan basah (sawah). Karena faktor pengikat utamnya  adalah air irigasi, maka anggota suatu subak adalah petani pemilik atau penggarap sawah yang dilayani oleh suatu jaringan atau sub jaringan irigasi tertentu, tidak memandang dari desa mana anggota tersebut berasal. Dengan kata lain, subak adalah organisasi petani yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;canal based &lt;/span&gt;bukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;village based&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota suatu subak bisa berasal dari berbagai desa dan seorang petani dapat menjadi anggota beberapa subak. Walau ditemui adanya beberapa variasi tentang status keanggotaan dalam subak, secara umum anggota subak yang diistilahkan dengan karma subak dibedakan dalam tiga kelompok.&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Krama pengayah &lt;/span&gt;(anggota aktif) yaitu anggota subak yang secara aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan subak seperti gotong royong pemeliharaan dan perbaikan fasilitas subak, upacara-upacara keagamaan yang dilakukan oleh subak, dan rapat-rapat subak. Di beberapa subak, anggota ini disebut juga karma pekaseh atau sekaa yeh.&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Krama Pengempe&lt;/span&gt;l atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Krama Pengoot &lt;/span&gt;(anggota pasif) yaitu anggota subak yang karena alas an-alasan tertentu tidak terlibat secara aktif dalamkegiatan-kegiatan (ayahan subak). Sebagai gantinya anggota ini membayar dengan sejumlah beras (atau uang) yang disebut pengoot atau pengampel. Besarnya pengoot ini biasanya disepakati dalam rapat subak menjelang musim tanam. Persyaratan untuk dapat menjadi anggota pasif bervariasi antar subak.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKWGf4kMoQI/AAAAAAAACvY/KJG8d4RYCno/s1600/subak_04.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKWGf4kMoQI/AAAAAAAACvY/KJG8d4RYCno/s320/subak_04.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522968400358056194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;3. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Krama Leluputan &lt;/span&gt;(anggota khusus), yaitu anggota subak yang dibebaskan dari berbagai kewajiban subak, karena yang bersangkutan memegang jabatan tertentu di dalam masyarakat seperti pemangku (pinandita di sebuah pura), bendesa adat (pimpinan desa adat),  perbekel (kepala desa), ataupun sulinggih (pendeta, peranda, Sri Mpu, dan lain-lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai suatu organisasi, subak mempunyai unsur pimpinan yang disebut prajuru. Pada subak yang kecil struktur organsisi subak umumnya sangat sederhana yaitu terdiri dari anggota yang diketuai oleh satu orang ketua subak yang disebut kelihan subak atau pekaseh. Sedangkan pada subak-subak yang lebih besar, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;prajuru &lt;/span&gt;(pengurus)  terdiri dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pekaseh &lt;/span&gt;(ketua Subak), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Petajuh &lt;/span&gt;(wakil pekaseh), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penyarikan &lt;/span&gt;(sekretaris), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Patengan &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Juru Raksa &lt;/span&gt;(bendahara), dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya (&lt;/span&gt;pembantu khusus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Prajuru subak&lt;/span&gt;, Kecuali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Juru Arah &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya&lt;/span&gt;, dipilih oleh anggota subak dalam suatu rapat yang diadakan khusus untuk itu, untuk masa jabatan tertentu. Biasanya lima tahun.  Sedangkan juru arah dan saya biasanya dijabat secara bergantian oleh anggota subak dengan masa tugas 35 hari atau 210 hari. Kedua perioda tersebut masing-masing satu bulan dan enam bulan menurut perhitungan penanggalan tradisional Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subak-subak yang besar biasanya terbagi menjadi sub subak yang disebut dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tempek&lt;/span&gt;. Di wilayah Badung, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tempek &lt;/span&gt;disebut dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Munduk&lt;/span&gt;, sedangkan di Buleleng disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Banjaran&lt;/span&gt;.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tempek &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Munduk &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Banjaran &lt;/span&gt;dipimpin oleh seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kelihan &lt;/span&gt;yang didampingi oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;penyarikan &lt;/span&gt;(sekretaris) dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;juru raksa &lt;/span&gt;(bendahara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKWIWEeWCuI/AAAAAAAACvg/ZTu5LBevZxw/s1600/subak_05.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 162px; height: 121px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKWIWEeWCuI/AAAAAAAACvg/ZTu5LBevZxw/s320/subak_05.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522970430779296482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk tujuan-tujuan tertentu, seperti koordinasi dalam distribusi air dan upacara pada suatu pura, beberapa subak dalam suatu wilayah bergabung dalam suatu wadah koordinasi yang disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subak Gede&lt;/span&gt;. Subak-subak yang menjadi anggota &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subak Gede &lt;/span&gt;umumnya berada dalam satu kawasan irigasi. Namun, ada pula &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subak Gede &lt;/span&gt;yang anggotanya adalah subak-subak yang memiliki sistem irigasinya masing-masing. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subak Gede &lt;/span&gt;dipimpin oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pekaseh Gede&lt;/span&gt;. Lebih jauh lagi, untuk tujuan koordinasi dalam kegiatan-kegiatan subak di sepanjang suatu aliran sungai, beberapa subak membentuk  organisasi federasi subak yang disebut  Subak Agung yang dipimpin oleh seorang Sedahan Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh sistem organisasi subak tersebut dirancang dan diwarisi secara turun-temurun oleh masayarakat petani di Bali untuk kelancaran pembagian air di lahan persawahan yang merupakan penyangga utama kehidupan masyarakat dan adat istiadat di selama berabad-abad. Ya, sistem pembagian air itu merupakan cara bersama untuk berbagi kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: “Subak Sitem Irigasi Tradisional di Bali”, Upada sastra , 1993.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan Terkait:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jalan-jalan-bali.blogspot.com/2009/01/subak-adalah-suatu-masyarakat-hukum_06.html"&gt;Subak, Sistem Irigasi Tradisional Bali&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-3506462471369044388?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/3506462471369044388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/10/lebih-detil-tentang-subak-berbagi-air.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/3506462471369044388?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/3506462471369044388?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/10/lebih-detil-tentang-subak-berbagi-air.html' title='Lebih Detil Tentang Subak: Berbagi Air, Berbagi Kebahagiaan'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKWGfEpJquI/AAAAAAAACvA/M6Lze4VhDk4/s72-c/luwus_01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXg_cCp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-6398782811613779237</id><published>2010-09-30T11:02:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.648+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.648+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hotel di Kuta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hotel'/><title>Umalas Residence, Hotel-Hunian Elegan di Kuta Utara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKQZV9JpWpI/AAAAAAAACtg/VfD7-mqp54Q/s1600/pool1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 161px; height: 94px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKQZV9JpWpI/AAAAAAAACtg/VfD7-mqp54Q/s320/pool1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522566908046039698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh : Maria Ekaristi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat mudah menemukan lokasi condotel ini di Kawasan Umalas. Gedungnya menjulang empat lantai menyamai pohon kepala tertinggi di wilayah itu. Jadi, dari Kuta, meluncur saja ke arah utara mengikuti jalan utama menuju Tanah Lot. Hanya perlu waktu 15 menit berkendara anda pasti langsung menemukan condominium-hotel yang nyaman dan asri ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya berkunjung ke hotel ini, suasana kekeluargaan langsung menyambut saya begitu menginjakkan kaki di lantai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lobby&lt;/span&gt;. Senyum ramah dari beberapa karyawan condotel yang kebetulan berada di situ terasa begitu bersahabat. Sapaan selamat datangnya memang standar, namun cara dan gaya penyampaiannya terasa begitu tulus. Situasi ini semakin terasa ketika  berjuma dengan Agus Putra Wiranata. Laki-laki berpenampilan santai ini tampak begitu akrab dengan semua tamu yang menginap di situ. Belakangan saya tahu, ternnyata dialah pemilik condotel yang memang dirancang sebagai ‘rumah’ bagi  para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;expatriate&lt;/span&gt;, penulis, jurnalis, dan periset dari berbagai penjuru dunia yang berdiam dalam waktu yang cukup lama di Bali. Pantaslah aura persaudaraan mengembang dari wajah semua karyawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdiri di areal tanah seluas 33,5 ribu meter persegi, bangunan empat lantai ini terdiri dari 53 unit dengan desain elegan. Ke-53 unit tersebut dibagi menjadi beberapa tipe. Ada studio dengan satu kamar tidur(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;One Bedroom Studio&lt;/span&gt;), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;superior &lt;/span&gt;dengan dua kamar tidur (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Two Bedroom Superior&lt;/span&gt;), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deluxe &lt;/span&gt;dengan dua kamar tidur (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Two Bedroom Deluxe&lt;/span&gt;), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;penthouse&lt;/span&gt; dengan dua kamar tidur (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Two Bedroom Penthouse&lt;/span&gt;) dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;penthouse &lt;/span&gt;tiga kamar tidur (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Three Bedroom Penthouse&lt;/span&gt;). Semua tipe itu dilengkapi dengan dapur dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;living room&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKQZWy7JH_I/AAAAAAAACuA/7M2WN82_0b4/s1600/kitchen.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 105px; height: 60px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKQZWy7JH_I/AAAAAAAACuA/7M2WN82_0b4/s320/kitchen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522566922480721906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKQZWk6gMiI/AAAAAAAACt4/NdcAcPBsJJI/s1600/s68448730863_2222936_7138259.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 77px; height: 61px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKQZWk6gMiI/AAAAAAAACt4/NdcAcPBsJJI/s320/s68448730863_2222936_7138259.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522566918719943202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKQZWQYdoaI/AAAAAAAACtw/zw2MmHx0SPE/s1600/s68448730863_2222935_2410702.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 80px; height: 61px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKQZWQYdoaI/AAAAAAAACtw/zw2MmHx0SPE/s320/s68448730863_2222935_2410702.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522566913208459682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKQZWKYbv-I/AAAAAAAACto/E2ZbH9AKgg0/s1600/s68448730863_2222934_8200278.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 73px; height: 61px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKQZWKYbv-I/AAAAAAAACto/E2ZbH9AKgg0/s320/s68448730863_2222934_8200278.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522566911597723618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di luar fasilitas privat itu terdapat juga fasilitas bersama seperti fitness center, laundry, 24 hour security, ruangan multi fungsi, groceries, restauran, bar, kolam renang, sauna, dan ruangan khusus massage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk wisatawan domestik, harga per malam unit-unit tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;One Bedroom Studio            Rp1.300.000++&lt;br /&gt;Two Bedroom Superior          Rp2.250.000++&lt;br /&gt;Two Bedroom Deluxe            Rp2.474.000++&lt;br /&gt;Three Bedroom                 Rp2.700.000++&lt;br /&gt;Three Bedroom Penthouse       Rp3.600.000++&lt;br /&gt;Two Bedroom Penthouse         Rp2.700.000++&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana layaknya condotel, selain disewakan per malam, semua unit dalam condotel tersebut dapat anda miliki dengan status &lt;span style="font-style: italic;"&gt;free hold &lt;/span&gt;(hak milik). Dan jika unit yang anda beli tersebut sedang tidak anda gunakan, unit tersebut dapat anda serahkan kepada pengelola untuk disewakan kepada wisatawan atau siapa pun yang menginginkannya. Dengan begitu, aset tersebut akan mendatangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;income &lt;/span&gt;tambahan bagi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertarik untuk menginap atau membeli unit condotel tersebut? Silakan kontak langsung ke  pengelolanya yakni  PT Puri Amartha Phala, di Kompleks Pertokoan Semer Kencana Indah No.6, Jalan  Banjar  Semer, Kerobokan -Kuta,  80361 Telp.  (0361)  732248, fax.  (0361)733589. Bisa juga melalui email: info@propertybali.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Panduan Menuju Umalas Residence:  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari Kuta meluncurlah menuju arah Tanah Lot. Kurang-lebih 50 meter dari lampu lalu-lintas Petitenget, berbeloklah ke kiri masuk ke jalan utama Banjar Umalas. Ikuti saja jalan utama, lurus sampai kira-kira 500 meter, anda akan menemukan sebuah belokan ke kanan. Nah, di sisi kiri belikan itulah Umalas Residence berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk info lebih lengkap klik &lt;a href="http://umalasresidence.com/index.php?p=home"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-6398782811613779237?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/6398782811613779237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/umalas-residence-hotel-hunian-elegan-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/6398782811613779237?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/6398782811613779237?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/umalas-residence-hotel-hunian-elegan-di.html' title='Umalas Residence, Hotel-Hunian Elegan di Kuta Utara'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TKQZV9JpWpI/AAAAAAAACtg/VfD7-mqp54Q/s72-c/pool1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXg8fCp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-7177230697555493085</id><published>2010-09-29T13:41:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.674+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.674+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hipnotis'/><title>Pelaku Kejahatan Hipnotis di Kuta, Diduga Sindikat</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Agung Bawantara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini info penting bagi wisatawan, khususnya yang berkebangsaan asing, yang hendak berlibur di Kuta. Info ini berkaitan dengan terjadinya kejahatan hipnotis yang menyebabkan para korban mengalami kerugian hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Menurut sumber kepolisian yang dapat dipercaya, modus kejahatan hipnotis yang menyasar turis asing di Kuta (Bali) ini pernah terjadi di era sebelum tragedi Bom Bali I terjadi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil investigasi saat itu terungkap ada beberapa kelompok pelaku kejahatan dengan modus hipnotis seperti ini. Saat itu pihak kepolisian menyebut mereka dengan  “sindikat Philippina”. Beberapa anggota dari kelompok tersebut ada yang sudah puluhan tahun menetap di Bali. Di antara mereka ada yang beristrikan warga negara Indonesia dan mempunyai usaha legal sebagai penyedia jasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;laundry &lt;/span&gt;di kawasan Kuta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindikat itulah yang mengoordinasikan kejahatan hipnotis tersebut. Biasanya, sebagai pembuka jalan, mereka menggunakan perempuan Filipina berparas cantik dan berpenampilan seksi. Dengan kemolekan wajahnya itulah, si perempuan menggaet calon korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula si perempuan berkenalan dengan calon korban dan mengajaknya berjalan-jalan ke kafe atau diskotek. Selanjutnya, oleh si perempuan, perkenalan tersebut terus dirawat  hingga dalam beberapa hari calon korban merasa benar-benar akrab dengannya. Bahkan ada yang sempat jatuh cinta pada si pelaku. Begitu akrab, si perempuan mengajak calon korban ke hotel atau kompleks perumahan yang diaku sebagai tempat tinggalnya. Hotel dan kompleks perumahan itu memiliki model bangunan yang serupa satu dengan lainnya, sehingga korban sulit mengenalinya. Semuanya memiliki garasi dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rolling door&lt;/span&gt; yang akan segera menutup begitu mobil si perempuan dan calon korban masuk. Hal itu membuat korban tak punya kesempatan untuk mengenali lingkungan di sekitar rumah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  dalam rumah, sekelompok orang yang tengah asyik berjudi akan menyambut calon korban dengan sapaan ramah. Langkah selanjutnya, dengan keakraban yang sudah terjalin baik,  si perempuan membujuk calon korban untuk turut berjudi sekadar untuk bersenang-senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan klasik, begitu bersedia terlibat dalam permainan, calon korban pasti diberi kesempatan untuk menang pada lima atau tujuh putaran awal. Setelah menang, oleh si Perempuan, korban diajak bersenang-senang  di kafe atau diskotek di seputaran Kuta. Saat itulah si Perempuan merajuk untuk dibelikan hadiah berupa perhiasan atau barang-barang berharga lainnya, lalu membujuk korban untuk berjudi lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modus lain, setelah menang dalam perjudian di putaran awal dan korban terlena karenanya, sindikat tersebut segera mengalahkannya hingga seluruh uang korban habis terkuras. Tak ada korban yang berhasil berhenti di tengah permainan, karena kelompok tersebut sangat lihai mempermainkan psikologis korbannya sehingga mereka sungkan untuk berhenti sebelum uang mereka benar-benar habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah korban kalah dalam perjudian, si perempuan langsung beraksi. Dia menghibur korban dan mengajaknya berkeliling ke tempat hiburan atau ke kafe untuk bersenang-senang. Karena uang  sudah ludas, biasanya korban akan mampir ke ATM  menyairkan uang untuk bekal aktivitas selanjutnya.  Pada saat itu, si perempuan melancarkan aksi kejahatan berikutnya. Ada dugaan pada saat itulah si perempuan menggunakan ilmu hipnotis untuk menggiring korban membeli barang-barang berharga, lalu membawanya kabur sebelum si korban sadar.  Dugaan lain, aksi ini adalah semata-mata kejahatan penipuan yang tertata sangat rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah sumber yang dapat dipercaya mengatakan bahwa sesungguhnya pihak Kepolisian Kuta pernah mengungkap semua pelakunya, tetapi mereka kesulitan melakukan konfirmasi dengan korban, sebab yang bersangkutan sudah kembali ke negaranya. Kesulitan lain, polisi tidak menemukan pasal untuk menjerat pelaku. Jika menggunakan pasal penipuan, saksinya hanya satu, yakni saksi korban. Secara hukum itu tidak kuat.  Di samping itu, korban juga terlibat dalam permainan (dan sempat menang) sehingga hal tersebut tergolong perjudian. Jika dibawa ke ranah hukum, maka korban pun harus ditangkap dan dipenjarakan pula karena telah melanggar hukum Indonesia yang melarang perjudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk membongkar sindikat ini, polisi memang harus benar-benar cepat dan jeli,” ucap sumber tersebut. Namun masalahnya, imbuh sumber tadi, korban biasanya telat melapor dan tak mengenali lokasi-lokasi di mana dia diperdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tambahan, modus ini biasanya dilancarkan pada saat-saat kunjungan ramai (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;high seasons&lt;/span&gt;) di Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan Terkait:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://jalan-jalan-bali.blogspot.com/2010/09/pelaku-kejahatan-hipnotis-turis-di-kuta.html"&gt;Pelaku Kejahatan Hipnotis Turis di Kuta, Asal Filipina&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://jalan-jalan-bali.blogspot.com/2010/09/dua-turis-dihipnotis-di-kuta.html"&gt;Dua Turis Dihipnotis di Kuta&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://jalan-jalan-bali.blogspot.com/2010/09/menghindarkan-diri-dari-kejahatan.html"&gt;Menghindari Kejahatan Hipnotis di Tempat Wisata&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-7177230697555493085?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/7177230697555493085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/pelaku-kejahatan-hipnotis-di-kuta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/7177230697555493085?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/7177230697555493085?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/pelaku-kejahatan-hipnotis-di-kuta.html' title='Pelaku Kejahatan Hipnotis di Kuta, Diduga Sindikat'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXk7eip7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-1021359335227250807</id><published>2010-09-28T10:52:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.702+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.702+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hipnotis'/><title>Pelaku Kejahatan Hipnotis Turis di Kuta, Asal Filipina</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Agung Bawantara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaku hipnotis yang merugikan warga Swiss, Foehr Elmar (69),  terendus jajaran Kepolisian Sektor Kuta. Penyelidikan di bawah komando langsung Kepala Kepolisian Sektor Kuta, AKP I Gede Ganefo, SH, MH, berhasil mengidentifikasi pelaku hipnotis tersebut. Dugaan sementara pelaku berjumlah dua orang dan berkewarganegaraan asing. Identitas satu pelaku sudah terungkap, yakni Maria (35) asal Filipina. Sementara pelaku lainnya masih belum diketahui. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah rekaman kamera (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Close Circuit Television&lt;/span&gt;) CCTV yang terdapat di tempat kejadian yang menjadi petunjuk penting pengungkapan identitas pelaku. Dari hasil rekaman kamera CCTV, terlihat jumlah pelaku, mobil yang digunakan, serta aktivitas kejahatan yang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan laporan, secara kronologis aksi kejahatan hipnotis yang terjadi pada Selasa (14/9) lalu itu bermula dari ketika Elmar tengah berdiri di depan Hotel Kartika Plaza, Jalan Kartika Plaza, Kuta. Pada saat itu seorang perempuan menghampirinya dan memperkenalkan diri. Dalam waktu singkat keduanya langsung akrab. Kemudian, perempuan yang belakangan diketahui bernama Maria dan berkebangsaan Filipina itu, mengajak Elmar keliling-keliling mengendarai mobil Daihatsu Terios yang dibawa Maria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diduga, pada saat itu Elmar sudah terhipnotis oleh Maria. Semua perintah Maria dituruti Elmar. Mula-mula Elmar menuruti ajakan Maria untuk berjudi di sebuah lokasi di Kuta. Ketika Elmar kalah, Maria meminta Elmar untuk mengambil uang di ATM nya. Elmar menurut. Di sebuah ATM di Pepito Kuta, dia mencairkan uang sebesar Rp42,9 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah uang di tangan, Elmar dan Maria bukan kembali ke tempat judi, melainkan ke sebuah toko ponsel, juga di Kawasan Kuta.  Di toko tersebut Maria meminta Elmar membelikannya empat buah Blackberry tipe Onyx dan dua  buah Blackberry tipe Gemini. Setelah transaksi jual beli usai, keduanya berpisah. Elmar kembali ke hotel tempatnya menginap, sedangkan Maria pergi entah ke mana. Setiba di hotel, barulah Elmar sadar bahwa dirinya telah diperdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Maria yang oleh pihak kepolisan dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) itu telah menghilang dari Bali. Kuat dugaan ia meninggalkan Bali melalui jalur pelabuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan terkait:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jalan-jalan-bali.blogspot.com/2010/09/dua-turis-dihipnotis-di-kuta.html"&gt;Dua Turis Dihipnotis di Kuta&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://jalan-jalan-bali.blogspot.com/2010/09/menghindarkan-diri-dari-kejahatan.html"&gt;Menghindari Kejahatan Hipnotis di Tempat Wisata&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-1021359335227250807?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/1021359335227250807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/pelaku-kejahatan-hipnotis-turis-di-kuta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/1021359335227250807?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/1021359335227250807?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/pelaku-kejahatan-hipnotis-turis-di-kuta.html' title='Pelaku Kejahatan Hipnotis Turis di Kuta, Asal Filipina'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXk5fCp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-8400092213111414655</id><published>2010-09-24T09:05:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.724+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.724+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puting Beliung'/><title>Puting Beliung Landa Bali, Waspadai Perairan Selatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJwJ8-s9VHI/AAAAAAAACtY/cCVM5RGQ0KI/s1600/puting_beliung_ubud.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 163px; height: 123px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJwJ8-s9VHI/AAAAAAAACtY/cCVM5RGQ0KI/s320/puting_beliung_ubud.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520298186477753458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Agung Bawantara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Foto: &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&amp;amp;nid=156436"&gt;Repro Jawa Pos&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa (21/9)  lalu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Bali memperingatkan bahwa angin puting beliung kemungkinan besar akan melanda wilayah Bali. Perkiraan tersebut ternyata benar-benar terjadi. Hari Rabu dan Kamis  dua serangan puting beliung berturut-turut memorak-morandakan beberapa kawasan di kabupaten Gianyar, Klungkung dan Tabanan.  Pada hari pertama, serangan terparah terjadi di di kawasan Ubud. &lt;span class="fullpost"&gt;  Di Banjar Kutuh Kaja, Desa Petulu, Ubud, empat bangunan rusak berat akibat terjangan angin yang dalam istilah setempat disebut angin linus. Sebuah vila &amp;amp; restoran remuk tertimpa dua pohon besar, tiga rumah lainnya kehilangan atap dan rangka. Menurut laporan, angin kencang datang sekitar pukul 15.30 dan berlangsung selama 15 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya, terjangan linus terjadi di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abian semmal, Kabupaten Badung. Sebuah Sekolah Dasar (SD) di desa itu luluh-lantak setelah tertimpa Pohon Wani (mangga putih). Tak ada korban dalam musibah yang menghancurkan sejumlah perlengkapan sekolah tersebut. sejumlah buku, dokumen, kursi dan seperangkat komputer rusak berat akibat kejadian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Wilayah III Denpasar Nyoman Suarsa, terjadinya bencana angin putting disebabkan oleh fenomena alam dan cuaca yang tidak menentu. Hujan yang terus-menerus antara lain akibat terjadinya pertemuan masa udara yang agak lemah dan suhu muka laut yang menyimpang satu derajat di atas normal. Kumpulan awan-awan konvektif dan Cumulonimbus pun terbentuk dan menyebabkan terjadinya pergerakan angin dari timur dan tenggara dengan kecepatan berkisar 0,5 - 35 kilometer per jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kecepatan angin yang tinggi itulah yang menyebabkan terjadinya hujan yang disertai angin puting beliung," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyoman Suarsa memperkirakan sampai ke Oktober, kecenderungan kondisi mengarah ke Lamina, yakni hujan datang lebih awal dari musimnya sehingga musim hujan akan terjadi lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hujan akan merata di seluruh Bali, tapi waktunya tidak menentu,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bmgbali.com/info-cuaca/cuaca-wisata" target="_blank"&gt;Perkiraan cuaca di daerah-daerah wisata Bali &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-8400092213111414655?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/8400092213111414655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/puting-beliung-landa-bali-waspadai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/8400092213111414655?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/8400092213111414655?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/puting-beliung-landa-bali-waspadai.html' title='Puting Beliung Landa Bali, Waspadai Perairan Selatan'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJwJ8-s9VHI/AAAAAAAACtY/cCVM5RGQ0KI/s72-c/puting_beliung_ubud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXk-eip7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-2038280102103365531</id><published>2010-09-22T14:27:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.752+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.752+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hipnotis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pantai Kuta'/><title>Dua Turis Dihipnotis di Kuta</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJnRxusRklI/AAAAAAAACtM/jAzqP_ttVFY/s1600/hipnotis.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="87" src="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJnRxusRklI/AAAAAAAACtM/jAzqP_ttVFY/s200/hipnotis.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Oleh: Agung Bawantara&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejahatan dengan metode hipnotis kini tengah merajalela. Dalam sebulan terakhir, ada puluhan laporan mengenai kejahatan ini di seluruh Nusantara. Yang menarik, pelakunya bukan hanya orang lokal, melainkan juga warga negara asing. Seperti yang terjadi di Kuta Bali, misalnya. Dua turis,  Foehr Elmar (69) asal Swiss dan De Vito Jean Roger (42)  asal Perancis, kehilangan uang setelah dirinya dihipnotis oleh orang yang tak dikenalnya.  Keduanya menjadi korban hipnotis masing-masing pada Jumat (17/9) dan Minggu (19/9) lalu. Elmar kehilangan Rp50 juta dan Jean kehilangan Rp11,5 juta. Menurut laporan Jean, pelakunya berjumlah lima orang, terdiri dari tiga laki laki dan dua perempuan. Kelimanya memiliki ciri &lt;b&gt;bukan &lt;/b&gt;Warga Negara Indonesia. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita terhipnotisnya Jean bermula ketika Jean tengah &lt;i&gt;shooping &lt;/i&gt;seorang diri di Pertokoan Kuta Square.  Sekitar pukul 08 malam ketika itu. Saat asyik melihat-lihat, Jean bertemu dengan turis lain dan mengajaknya berkenalan. Saat itu, kenalan baru Jean itu pun memperkenalkan empat orang kawan lainnya. Obrolan akrab terjadi setelah itu. Dan, percakapan hangat itu berlanjut kepada penawaran kerjasama bisnis. Korban yang diduga telah terkena hipnotis menyerahkan uang sebesar 1000 euro sebagai modal awal dari bisnis yang disepakati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak saja uang, pada saat itu Jean bahkan menyerahkan kunci mobil yang dibawanya kepada pelaku. Beruntung pelaku tak langsung menemukan mobil itu dan Jean segera sadar dari linglungnya. Begitu mengetahui dirinya baru saja menjadi korban kejahatan, Jean langsung melapor ke Kepolisan Sektor Kuta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Hipnotis, perlu anda ketahui bahwa itu bermula dari hipnosis. Hipnosis (&lt;i&gt;hypnosis&lt;/i&gt;) adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari pengaruh sugesti terhadap pikiran manusia. &lt;i&gt;Hypnosis&lt;/i&gt; berasal kata "&lt;i&gt;hypnos&lt;/i&gt;", nama dewa  tidur dalam mitologi Yunani Kuno. Orang yang mengalami sugesti melalui metode ini dinamakan hipnotis. Meski namanya diambil dari nama Dewa Tidur, &lt;i&gt;hypnosis &lt;/i&gt;tidak sama dengan tidur, melainkan &lt;i&gt;trance &lt;/i&gt;di mana pikiran mengalami relaksasi. Kondisi ini biasanya disertai dengan relaksasi tubuh seperti keadaan saat menjelang tidur di malam hari. Ketika seseorang terhipnotiss, dia akan merasakan seluruh tubuhnya rileks, pikirannya menjadi fokus, perasaannya damai, dan tetap bisa mendengar suara-suara di sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa sederhana dapat dikatakan bahwa hipnosis adalah suatu keahlian untuk menyampaikan pesan (yang sugestif) kepada seseorang, sehingga yang bersangkutan tergerak untuk melaksanakan pesan tersebut. Yang dimaksud pesan dalam hal ini adalah rangkaian kalimat lisan yang masuk ke telinga penerima dan kemudian terekam oleh bawah sadar (&lt;i&gt;sub conscious&lt;/i&gt;) yang bersangkutan,  dan selanjutnya bawah sadar itulah memerintahkan orang tersebut melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diucapkan penghipnotisnya. Mulanya praktek ini dilakukan untuk menelusuri alam bawah sadar pasien guna penyembuhan berbagai bentuk gangguan kesehatan. Belakangan, metode ini disalahgunakan oleh penjahat hipnotis untuk memengaruhi korban agar mau menyerahkan uang atau barang berharga lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kejahatan hipnotis, hal pokok yang dilakukan pelaku adalah pembingungan calon korban. Dengan gayanya yang sangat persuasif, para penjahat menjejalkan ucapan-ucapan ramah yang membingungkan calon korban sehinggga pikirannya lengah. Pada saat lengah itulah penjahat hipnotis menyampaikan pesan-pesan sugestif ke alam bawah korban, dan korban pun menuruti perintah-perintahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hal itu, satu hal penting yang dapat kita tangkap adalah bahwa kejahatan hipnotis dapat kita hindari jika pikiran kita selalu waspada dan selalu di bawah kontrol akal sehat.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tulisan terkait:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jalan-jalan-bali.blogspot.com/2010/09/menghindarkan-diri-dari-kejahatan.html"&gt;Menghindari Kejahatan Hipnotis di Tempat Wisata&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;catatan:&gt;&lt;/catatan:&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin mengenal lebih jauh tentang hipnosis, serial e-book mengenai &lt;i&gt;Hypnosis&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Emotional Freedon Technique &lt;/i&gt;(EFT) dan &lt;i&gt;Neuro Linguistic Programming &lt;/i&gt;(NLP) yang ditulis oleh AS Laksana adalah salah satu sumber bacaan yang kami rekomendasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa mendapatkan seri pertama dari buku-buku tersebut secara gratis dengan mengisi form di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;form action="http://freeautobot.com/cgi-bin/autores/autores.cgi"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nama:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;input name="Name" type="text" value="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;e-mail:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;input name="Email" type="text" value="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input type="submit" value="Kirim" /&gt;&lt;/form&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-2038280102103365531?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/2038280102103365531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/dua-turis-dihipnotis-di-kuta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/2038280102103365531?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/2038280102103365531?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/dua-turis-dihipnotis-di-kuta.html' title='Dua Turis Dihipnotis di Kuta'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJnRxusRklI/AAAAAAAACtM/jAzqP_ttVFY/s72-c/hipnotis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXk8fyp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-241254161312241359</id><published>2010-09-20T05:08:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.777+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.777+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tari Bali'/><title>Legong Keraton, Bermula dari Meditasi Raja Sukawati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJaMkMgE-aI/AAAAAAAACs8/gIyzkneycBY/s1600/22536_1216278403550_1126534355_30568316_4709535_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 161px; height: 115px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJaMkMgE-aI/AAAAAAAACs8/gIyzkneycBY/s320/22536_1216278403550_1126534355_30568316_4709535_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518752946848070050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh : Agung Bawantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ini sebuah catatan menarik mengenai asal-muasal tari Legong.  Saya temukan pada sebuah katalog festival pelegongan yang diselenggarakan di Denpasar, Mengwi, dan Peliatan pada 1995. Catatan itu dibuat oleh Prof. Dr. I Made Bandem, Sekretaris Yayasan Walter Spies yang menyelenggarakan acara tersebut. Dalam catatan tersebut  Prof. Bandem mengutarakan bahwa lahirnya Legong bermula dari hasil pertapaan  Raja Sukawati, I Dewa Agung Made Karna. Kisah tersebut tercatat dalam  Babad Dalem Sukawati yang disurat sekitar awal abad ke-19. Saat itu wilayah Sukawati, Gianyar,  memang sudah masyur sebagai daerah yang memiliki penari-penari yang sangat handal.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut babad tersebut, suatu hari I Dewa Agung Made Karna yang dikenal memiliki kemampuan spiritual yang tinggi, melakukan pertapaan di Pura Yogan Agung di desa Ketewel, dekat Sukawati. Pada saat itu hadirlah dalam ciptanya beberapa sosok bidadari-bidadari melayang di angkasa. Para bidadari yang cantik jelita itu memperagakan tarian yang sangat menakjubkan. Mereka berbusana penuh warna. Kepala mereka bergelung tatahan emas penuh manikam yang cerlang-cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, saat bangkit dari tapanya, sang raja memerintahkan penguasa desa Ketewel untuk mengumpulkan para seniman di sana dan meminta mereka membuat beberapa topeng sekaligus menciptakan tarian berdasarkan penglihatan (cipta) sang raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian, lahirlah sembilan topeng sebagai wujud sembilan bidadari dalam mitologi Hindu. Dua penari Sanghyang kemudian diperintahkan untuk menarikan topeng tersebut. Penari Sanghyang adalah penari-penari muda pilihan yang tidak hanya berbakat melenggokkan tubuh, melainkan juga memiliki kepekaan untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trance&lt;/span&gt;, dan belum menstruasi.  Tari topeng yang dipertunjukkan oleh kedua penari Sanghyang itu dinamakan dengan Sang Hyang Legong. Tarian ini –dengan topeng aslinya— hingga kini masih digelar di Pura Yogan Agung setiap upacara Piodalan yang diselenggarakan setiap 210 hari sekali di pura tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi oleh Sanghyang Legong, tak berapa lama kemudian sebuah kelompok tari dari Blahbatuh yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Jelantik melahirkan sebuah tarian baru dalam gaya yang serupa. Bedanya, semua penarinya adalah laki-laki dan tidak mengenakan topeng. Tarian ini dinamakan dengan Nandir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah acara, Raja Sukawati menyaksikan pertunjukan  Nandir, dan amat terkesan. Beliau kemudian memerintahkan punggawanya untuk mengumpulkan para seniman di Sukawati  untuk membuta tarian serupa untuk para gadis muda di istananya. Hasilnya adalah tarian Legong yang kita kenal sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, pesona para penari Legong jauh lebih memukau daripada penari Nandir. Maka lambat laun Nandir pun menghilang dan punah. Penari Nandir terakhir adalah I Wayan Rindi dari Denpasar telah meninggal pada tahun 1976.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan 1930-an hingga 1960-an beberapa tarian tunggal baru muncul. Tarian-tarian  tersebut antara lain Panji Semirang dan Margapati. Karena kekurangan terminologi, tarian-tarian tersebut pun disebut Legong. Untuk membedakannya, legong yang asli diberi nama Legong Kraton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beberapa Komposisi Legong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pelayon – tidak memiliki cerita khusus, abstrak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lasem – mengisahkan kegemulaian Putri Rangesari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kuntir – mengisahkan pertarungan dua kakak-beradik memperebutkan seorang perempuan jelita&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jobog – menisahkan Subali dan Sugriwa yang memperebutkan Cupu manic Astagina&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kuntul – menisahkan tarian dua ekor burung Kuntul&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Prabangsa – merupakan fragmentasi kisah Calon Arang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Legod Bawa – mengisahkan Dewa Wisnu dan Dewa Indra beradu kekuartan dengan Dewa Siwa. Tarian ini menggunakan topeng beruang dan garuda. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kupu-kupu Tarum – mengisahkan sepasang kupu-kupu bercengkerama di taman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Candra Kanta – mengisahkan keharmonisan antara rembulan dan matahari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semaradhana – mengisahkan Dewa Siwa yang tengah melakukan yoga Samadhi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Goak Macok – mengisahkan dua ekor gagak yang tengah berburu telur ayam kampung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bapang – abstrak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Durga  abstrak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sudarsana – termasuk cerita Calonarang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Raja Cina* – mengisahkan percintaan sepasang kekasih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bramara* – mengisahkan percintaan sepasang kumbang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Calonarang* – Cuplikan kisah Calonarang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gadung Melati* – menggambarkan kemolekan bunga-bunga di taman &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Komposisi tari yang bertanda * adalah komposisi yang hingga tahun 1995 belum direkonstruksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-241254161312241359?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/241254161312241359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/legong-keraton-bermula-dari-meditasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/241254161312241359?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/241254161312241359?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/legong-keraton-bermula-dari-meditasi.html' title='Legong Keraton, Bermula dari Meditasi Raja Sukawati'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJaMkMgE-aI/AAAAAAAACs8/gIyzkneycBY/s72-c/22536_1216278403550_1126534355_30568316_4709535_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXkycSp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-3073530839003233559</id><published>2010-09-18T08:21:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.799+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.799+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembuatan Garam'/><title>Pembuatan Garam Secara Tradisional di Bali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJQY46zj5PI/AAAAAAAACrM/rQqSsrJouW0/s1600/40660_1384159080462_1126534355_30925228_3319578_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 126px; height: 168px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJQY46zj5PI/AAAAAAAACrM/rQqSsrJouW0/s320/40660_1384159080462_1126534355_30925228_3319578_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518062809572959474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Maria Ekaristi &amp;amp; Agung Bawantara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garam adalah bumbu pelengkap untuk membuat berbagai jenis masakan menjadi lezat. Hampir seluruh jenis makanan khas Bali tak lepas dari garam. Di Bali, garam diproduksi secara tradisional di ladang-ladang garam yang terhampar di bibir-bibir pantai. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tradisional, proses pembuatan garam di Bali sangat sederhana. Mula-mula petani garam menyiramkan air laut ke lading garam. Ladang garam adalah petak-petak yang dibuat di hamparan pasir di tepi pantai. Penyiraman air laut itu dilakukan pada pagi hari. Setelah terpanggang cahaya matahari sejak pagi hingga sore, pasir yang bercampur air laut itu akan membentuk gumpalan-gumpalan. Oleh petani garam, gumpalan pasir tersebut dikumpulkan lalu diletakkan pada bak yang tinggi, kemudian disiram lagi dengan air laut. Rembesan airnya ditampung dalam sebuah wadah, lalu disiramkan kembali ke dalam bak tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampungan air rembesan yang kedua ditempatkan pada talang-talang yang terbuat dari pohon kelapa, aren atau pohon besar lainnya. Setelah beberapa lama, air itu akan mengristal menjadi garam. Garam tersebut lalu diambil dan ditiriskan dan siap untuk dijual. Pada cuaca baik, seluruh proses tersebut berlangsung selama lima hingga tujuh hari. Harga satu kilogram garam adalah Rp2 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dari jutaan penduduk Bali, hanya beberapa orang saja yang masih menjalani profesi petani garam. Ketimpangan antara kebutuhan hidup dan penghasilan membuat para petani garam beralih profesi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ladang-ladang  garam di Bali pun menyusut jumlahnya. Kini, yang tersisa antara lain di pantai Amed, Tianyar (Karangasem), Pesinggahan (Klungkung), dan Suwung (Denpasar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto-foto dalam tulisan ini adalah hasil jepreten I Made Widnyana Sudibia di ladang garam Tianyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJQa8F4QfkI/AAAAAAAACr0/hyXmKSKNwQc/s1600/44837_1385081343518_1126534355_30927419_3188914_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 168px; height: 126px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJQa8F4QfkI/AAAAAAAACr0/hyXmKSKNwQc/s320/44837_1385081343518_1126534355_30927419_3188914_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518065063108312642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJQY6p8c9VI/AAAAAAAACrs/6XJPAmIB_a0/s1600/44837_1385081303517_1126534355_30927418_2429971_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 168px; height: 126px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJQY6p8c9VI/AAAAAAAACrs/6XJPAmIB_a0/s320/44837_1385081303517_1126534355_30927418_2429971_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518062839406589266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJQY6Led0xI/AAAAAAAACrk/PNTM4aWq7mY/s1600/44837_1385081263516_1126534355_30927417_6951966_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 168px; height: 126px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJQY6Led0xI/AAAAAAAACrk/PNTM4aWq7mY/s320/44837_1385081263516_1126534355_30927417_6951966_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518062831227753234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJQY579BsXI/AAAAAAAACrc/t3gGiuZQkPs/s1600/44444_1384240242491_1126534355_30925546_532355_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 126px; height: 168px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJQY579BsXI/AAAAAAAACrc/t3gGiuZQkPs/s320/44444_1384240242491_1126534355_30925546_532355_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518062827060965746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJQY5WpYuQI/AAAAAAAACrU/NKGUKA0tmVM/s1600/44444_1384240202490_1126534355_30925545_6144047_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 126px; height: 168px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJQY5WpYuQI/AAAAAAAACrU/NKGUKA0tmVM/s320/44444_1384240202490_1126534355_30925545_6144047_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518062817046477058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJQa9DUmlVI/AAAAAAAACsE/8SQx2CQw6DA/s1600/45156_1384248602700_1126534355_30925562_745648_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 126px; height: 168px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJQa9DUmlVI/AAAAAAAACsE/8SQx2CQw6DA/s320/45156_1384248602700_1126534355_30925562_745648_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518065079601763666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJQa8pcijnI/AAAAAAAACr8/FaiO6lXQoOA/s1600/45156_1384248642701_1126534355_30925563_4510799_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 126px; height: 168px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJQa8pcijnI/AAAAAAAACr8/FaiO6lXQoOA/s320/45156_1384248642701_1126534355_30925563_4510799_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518065072655732338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-3073530839003233559?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/3073530839003233559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/pembuatan-garam-secara-tradisional-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/3073530839003233559?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/3073530839003233559?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/pembuatan-garam-secara-tradisional-di.html' title='Pembuatan Garam Secara Tradisional di Bali'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJQY46zj5PI/AAAAAAAACrM/rQqSsrJouW0/s72-c/40660_1384159080462_1126534355_30925228_3319578_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXY5fip7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-7906657616301159904</id><published>2010-09-16T17:59:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.826+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.826+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik di Bali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kota Denpasar'/><title>6 Ribu Koleksi Album Lagu Lawas Milik Gus Campur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJH7AEaMbpI/AAAAAAAACq0/GhhhmEbaXpY/s1600/Koleksi_musik_02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJH7AEaMbpI/AAAAAAAACq0/GhhhmEbaXpY/s320/Koleksi_musik_02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517466997107748498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maria Ekaristi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang bukan obyek wisata.  Tapi rumah di  Jalan Imam Bonjol nomor 16A Denpasar ini menarik untuk  anda singgahi. Terutama jika anda pengamat, kolektor atau penggemar berat musik. Soalnya, di salah satu ruangan rumah asri ini tersimpan 6 ribu koleksi kaset, LD, CD, VCD dan DVD dari musisi-musisi lawas kelas dunia seperti Pink Floyd, Deep Purple, Queen, Beatles, Jimmy Barnes, KISS, Joe Satriani, Joe Cockers, Johnny Winter, Van Hallen, Steve Vai, Dakota, Jeff Beck, Rainbow, Led Zeppelin, dan lainnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koleksi lagu-lagu lawas milik Ida Bagus Udayana ini tergolong sangat lengkap. Maklum, semua koleksi tersebut ia kumpulkan satu demi satu sejak tahun 1976! Hingga kini Gus Campur, begitu Udayana akrab disapa, masih terus berburu CD, DVD grup-grup kawakan. Ia tak memilih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;genre &lt;/span&gt;musiknya. Entah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rock, Rock N Roll, Art Rock, Hard Rock, Blues, Country&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Golden Memories&lt;/span&gt;, semua ia buru dan kumpulkan. Untuk melengkapi pengetahuan dan kenangan mengenai grup atau penyanyi tersebut, Gus Campur juga mengoleksi poster-poster mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, sembari berolahraga setiap hari, lelaki kelahiran 18 Desember 1961  tersebut selalu memutar satu-persatu koleksinya. Bila anda kolektor, pengamat music atau penggemar musik lawas dan ingin berkenalan dengan Gus Campur, silahkan kontak ke telepon nomor (0361) 488995. Saya yakin, salah satu lagu favorit anda pasti terselip di antara koleksi Gus Campur itu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-7906657616301159904?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/7906657616301159904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/6-ribu-koleksi-album-lagu-lawas-milik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/7906657616301159904?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/7906657616301159904?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/6-ribu-koleksi-album-lagu-lawas-milik.html' title='6 Ribu Koleksi Album Lagu Lawas Milik Gus Campur'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJH7AEaMbpI/AAAAAAAACq0/GhhhmEbaXpY/s72-c/Koleksi_musik_02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXY_cCp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-3843587867531417889</id><published>2010-09-14T04:55:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.848+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.848+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hipnotis'/><title>Menghindari Kejahatan Hipnotis di Tempat Wisata</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJnRxusRklI/AAAAAAAACtM/jAzqP_ttVFY/s1600/hipnotis.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="87" src="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJnRxusRklI/AAAAAAAACtM/jAzqP_ttVFY/s200/hipnotis.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh : Agung Bawantara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini banyak terjadi kejahatan dengan metode hipnotis. Di seluruh tanah air, telah ratusan korban kehilangan uang atau benda berharga lainnya setelah dihipnotis oleh seseorang. Karena kejahatan tak pernah menghiraukan tempat, apakah itu emperan jalan, warung, pusat bisnis, atau tempat wisata,  ada baiknya anda mengetahui cara menghindari kejahatan hipnotis di bawah ini sebelum anda melancong. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang mula-mula harus anda yakini adalah bahwa kejahatan hipnotis ini  menggunakan metode pengenadalian kesadaran yang dapat dihindari dengan menjaga kesadaran anda tetap di bawah kontrol anda sendiri.  Kejahatan hipnotis tidak akan mempan pada orang yang menolaknya. Di bawah ini, beberapa tips lain menghindarkan diri dari kejahatan hipnotis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Waspadai orang yang baru anda kenal dan berusaha akrab dengan Anda. Hipnotis bekerja melalui proses persuasi dengan kata-kata yang melengahkan pikiran Anda. Jangan larut pada kalimat-kalimat yang diucapkannya. Katakan atau tanyakan kembali jika ada hal yang anda tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Waspadai orang yang tak anda kenal dan menepuk anda, lalu bersikap sangat ramah bahkan sok kenal. Tepukan itu merupakan shock induction untuk seketika menyibukkan pikiran anda. Rasa kaget dan rasa sungkan anda dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan hipnotis untuk menjejali anda dengan omongan-omongan yang membingungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, dia bilang "Eh, Liburan di Bali Juga, ya? Si Susi gimana kabarnya sekarang, masih sering kontak-kontakan sama teman-teman, kan ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susi itu nama umum. Anda mungkin punya teman bernama Susi. Maka pikiran anda akan langsung sibuk mengingat wajah teman anda itu dan berusaha mengingat hubungannya dengan orang yang menepuk dan menyapa anda itu.  Jika tidak punya teman bernama Susi, pikiran anda akan lebih sibuk lagi karena mberusaha mengingat wajah teman yang bernama Susi dan berusaha mengingat orang ramah yang ada di depan anda, takut dikatakan sombong telah melupakan teman sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat demikian si penjahat akan menambahkan informasi lain yang membingungkan, misalnya dengan mengatakan: “Itu lho, yang ganjen banget itu?" Ketika kita tampak bingung, dia akan menambahkan lagi: “Eh, apa Susi, ya? Sebentar, aku malah sering pangling. Pokoknya, orangnya centil. Apa Lia, ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sibuk mengingat, pikiran anda menjadi lelah dan tak waspada. Pada saat itulah si penjahat mengucapkan kalimat-kalimat sugestif yang membuat anda patuh pada perintahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan sungkan untuk mengatakan tidak kenal kepada siapa pun. Toh, jika orang itu benar-benar teman lama yang anda lupakan, anda bisa minta maaf karena memang benar-benar lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Waspadai orang yang tiba-tiba membentak anda menuduh anda telah melakukan sesuatu yang membuatnya marah, seperti menabrak adik atau kerabatnya. Cara mengatasi hal ini adalah dengan apa yang Milton Erickson istilahkan dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Art of Misunderstanding&lt;/span&gt;. Begitu dia membentak: “Kamu menabrak adhiku?!”, jawab saja dengan menyebutkan apa yang anda lihat pertama kali. Misalnya melihat giginya tak teratur, anda katakan: “Dokter giginya tutup!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda dikata-katai: "Dasar picek, nggak punya mata. Anjing!!!" Jawab saja, "Yang kau bilang itu kurang lengkap, kurang dua kata. Agar lengkap mestinya kaubilang, 'Dasar picek, nggak punya mata. Dasar anjing kurap!!!'" Maka semua sugesti yang akan dilancarkan akan langsung gugur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Hati-hati terhadap beberapa orang yang tiba-tiba mengerumuni anda tanpa suatu hal yang jelas, segera beranjak ke tempat yang ramai atau laporkan kepada petugas keamanan untuk menghindari kejahatan hipnotis yang dilakukan secara berkelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Waspadai orang yang tak anda kenal menawarkan barang berharga pada anda dengan harga miring dengan dalih perlu uang mendesak karena kena musibah atau kerabat sakit. Apalagi kemudian ada orang lain yang (seolah-olah) tak sengaja mendengar percakapan itu lalu membeli barang tersebut dengan penuh antusiasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Waspadai orang yang tak anda kenal yang tiba-tiba menyapa anda dan mengatakan bahwa anda memiliki aura spiritual yang hebat. Jangan terlena. Tetap kontrol kesadaran bahwa anda adalah mahluk Tuhan yang mulia yang hanya takjub pada kebesaranNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, jika anda camkan dan resapi, tips praktis di atas pasti berguna untuk menjauhkan anda dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;penyalahgunaan&lt;/span&gt; hipnotis oleh orang-orang jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link tentang hipnotis yang perlu anda kunjungi:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://hipnobook.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Hati-hati pada Hipnosis, EFT, NLP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, isi form di bawah ini untuk mendapatkan e-book gratis tentang hipnosis:&lt;form action="http://freeautobot.com/cgi-bin/autores/autores.cgi"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nama:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;input name="Name" value="" type="text"&gt;&lt;/br&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;e-mail:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;input name="Email" value="" type="text"&gt;&lt;/br&gt;&lt;br /&gt;&lt;input value="Kirim" type="submit"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/form&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-3843587867531417889?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/3843587867531417889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/menghindari-kejahatan-hipnotis-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/3843587867531417889?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/3843587867531417889?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/menghindari-kejahatan-hipnotis-di.html' title='Menghindari Kejahatan Hipnotis di Tempat Wisata'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TJnRxusRklI/AAAAAAAACtM/jAzqP_ttVFY/s72-c/hipnotis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXY9cSp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-3648566416618215720</id><published>2010-09-13T13:33:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.869+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.869+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lebaran di Bali'/><title>Hari Ke-3 Libur Lebaran, Kawasan Wisata Masih Padat</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh: Maria Ekaristi &amp; Agung Bawantara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi wisatawan domestik, Bali rupanya merupakan salah satu tujuan yang  pas untuk mengisi liburan Lebaran. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kunjungan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia cukup padat. Kunjungan tersebut terkonsentrasi di obyek-obyek wisata yang sudah terkenal seperti Kawasan Kuta-Legian-Seminyak, Pantai Lovina (Bali Utara), Bedugul, dan pusat-pusat perbelanjaan murah untuk oleh-oleh. Tumpleknya wisatawan tersebut membuat kemacetan yang cukup hebat di sejumlah ruas jalan  di kawasan-kawasan tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan yang mengalami kemacetan paling parah hingga hari ke-tiga libur Lebaran ini adalah kawasan Pantai Kuta. Hampir seluruh jalan kawasan yang dikenal sebagai ikon penting pariwisata Bali ini dipadati kendaraan roda dua dan roda empat. Sebagian di antaranya adalah kendaraan pribadi berplat nomor luar Bali. Sebagian lagi kendaraan sewaan plus taksi dan angkutan umum. Hal ini diperparah oleh deretan kendaraan yang diparkir di sisi jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemacetan juga terjadi di jalan raya Tohpati hingga Celuk. Kemacetan ini merupakan luberen dari menumpuknya jumlah kendaraan yang menuju Pasar seni Sukawati dan Pasar Seni Guang. Di ruas-ruas jalan tersebut ratusan kendaraan merambat pelan dengan kecepatan maksimal 15 kilometer/jam. Mendapat luberan dari Sukawati, ruas jalan Batuan-Celuk juga macat.  Di jalur ini kemacatan diperparah oleh rusaknya aspal jalan oleh gerusan air hujan yang tak segera diatasi oleh pihak yang berkompeten. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obyek wisata Bali Safari &amp; Marine Park, Gianyar yang memiliki lahan parkir yang cukup luas pun tak mampu menampung jejalan kendaraan pengunjung. Ratusan kendaraan yang datang ke lokasi tersebut memeluber hingga  ke jalan by pass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa wisatawan yang dimintai tanggapannya tentang kondisi ini mengatakan tetap happy menikmati liburannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini merupakan romantisme tersendiri dalam berlibur di musim padat kunjungan,” ujar Rudi, pelancong asal  Malang, Jawa Timur, yang datang bersama keluarganya mengendarai mobil pribadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada juga yang merasa penat menghadapi kondisi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waktu liburan kami habis di jalanan. Untung anak-anak nggak sampai rewel,” cetus Endang, pelancong asal  Bandung, Jawa Barat, yang berlibur bersama keluarganya dengan mengendarai mobil sewaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski berbeda cara menanggapinya, tapi ada satu hal yang sama-sama diharapkan oleh para pelancong tersebut, yakni perbaikan sistem transportasi di Bali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika ada sarana transportasi alternatif yang lebih lancar dan nyaman, kami akan memilih menggunakan itu untuk menikmati Bali,” tandas Rudi sambil menyunggingkan senyumnya.   &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-3648566416618215720?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/3648566416618215720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/hari-ke-3-libur-lebaran-kawasan-wisata.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/3648566416618215720?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/3648566416618215720?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/hari-ke-3-libur-lebaran-kawasan-wisata.html' title='Hari Ke-3 Libur Lebaran, Kawasan Wisata Masih Padat'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXYyeSp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-8202488577877493075</id><published>2010-09-13T11:37:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.891+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.891+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Lidah di Bali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Lidah'/><title>Mengenal Pusaka Kuliner Bali (2):  Bumbu Khas Bali</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Agung Bawantara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pusaka kuliner Bali, ada tiga jenis bumbu khas  yakni &lt;span style="font-style: italic;"&gt;basa&lt;/span&gt; (‘a’ di akhir dibaca dengan ‘e’ seperti pada ‘fase’), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sambel&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jejaton&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Basa &lt;/span&gt;biasanya terdiri dari bahan-bahan berupa bumbu pokok dan bumbu pelengkap. Bumbu pokok terdiri dari bawang merah dan putih, lengkuas, kunir, jahe, dan kencur. Sedangkan bumbu pelengkap adalah lombok, terasi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gamongan, bangle, janggar ulam &lt;/span&gt;(daun salam), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jebugarum &lt;/span&gt;(pala), kemiri, dan gula.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sambel&lt;/span&gt; (sambal) terdiri dari sambal pokok dan sambal pelengkap. Sambal pokok terdiri dari bawang merah dan putih, lada. Sedangkan sambal pelengkap adalah terasi, garam, kencur, dan (terkadang) gula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bumbu yang disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jejaton &lt;/span&gt;biasanya digunakan untuk memperkuat rasa agar lebih gurih. Bahan-bahan yang digunakan adalah asem, air limau (kadang daun limau yang dirajang), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jangu, tabia bun &lt;/span&gt;(cabai rambat), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sari sampar watu, sintok, maswi, &lt;/span&gt;batang cengkeh, dan beberapa jenis rempah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bumbu berikut adalah yang jenis-jenis yang kerap di temukan di masyarakat:&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Basa Gede &lt;/span&gt;(bumbu lengkap) : lengkuas, jahe, kencur, kunir, bawang merah dan putih, lombok, kemiri, kelapa yang dagingnya dipanggang, merica, ketumbar, garam, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jangu, pangi&lt;/span&gt; (keluek), terasi, sereh, (kadang juga) gula. Biasanya untuk bumbu sate;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Basa Kela&lt;/span&gt;: Sama seperti Basa Gede yang dimasukkan ke dalam santan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kane &lt;/span&gt;yang direbus. Gunanya untuk bumbu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;serapah &lt;/span&gt;dan  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;urab&lt;/span&gt;, ditambah sedikit bawang merah, jahe, dan terasi;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Basa Wangen&lt;/span&gt;: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;babakan&lt;/span&gt; (kulit pohon) kelor, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;maswi, jebugarum, &lt;/span&gt;batang cengkeh, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lenga, &lt;/span&gt;jeruk purut, menyan, kemiri, merica, ketumbar, bawang putih, bawang merah, dan terasi. Gunanya untuk memberi rasa gurih;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Basa Enteban&lt;/span&gt;: kemiri, kencur, bawang putih, dan daging kelapa yang telah dipanggang. Bahan-bahan ini dirajang, diisi minyak kelapa, lalu dibungkus dengan daun pisang dan di&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-tambus&lt;/span&gt; (dimasukkan ke dalam abu panas). Gunanya untuk bumbu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;anyang &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kekomoh&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Basa Rajang&lt;/span&gt;: sama dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Basa Gede&lt;/span&gt;, namun cara membuatnya berbeda. Bahan-bahan basa rajang dibuat dengan cara merajangnya. Gunanya untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bumbu ares &lt;/span&gt;dan babi guling dengan ditambah secangkir arak bagi yang suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://jalan-jalan-bali.blogspot.com/2010/09/mengenal-pusaka-kuliner-bali.html"&gt;Mengenal Pusaka Kuliner (1) : Jenis Makanan Bali&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;I Made Suandra, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dharma Caruban &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Tuntunan Ngebat)&lt;/span&gt;, Kayu Mas, 1988&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I Wayan Kardji, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Makanan Khas Bali dalam Konteks Pesta Adat, Kiwa Tengen Dalam Budaya Bali&lt;/span&gt; halaman 124-160, Kayumas, 1992 &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-8202488577877493075?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/8202488577877493075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/mengenal-pusaka-kuliner-bali-2-bumbu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/8202488577877493075?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/8202488577877493075?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/mengenal-pusaka-kuliner-bali-2-bumbu.html' title='Mengenal Pusaka Kuliner Bali (2):  Bumbu Khas Bali'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXc6eyp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-1578490729693878095</id><published>2010-09-12T04:03:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.913+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.913+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Lidah di Bali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Lidah'/><title>Mengenal Pusaka Kuliner Bali (1): Jenis Makanan Bali</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Agung Bawantara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusaka kuliner Bali, menurut pemerhati kuliner tradisional Bali I Wayan Kardji, sering juga disebut dengan istilah "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ebat&lt;/span&gt;". Nama ini diberikan untuk makanan yang dibuat untuk berbagai upacara. Berdasarkan jenis pengolahannya, ebat dapat digolongkan menjadi tiga, yakni olahan kering, olahan lembab dan olahan cair. Selain itu, ada juga olahan dengan cara mengolah daging hewan secara utuh seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tutu&lt;/span&gt;, panggang dan guling.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Olahan Kering&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam olahan ini adalah berbagai jenis sate. Di bali ada banyak jenis sate. Masing-masing jenis menggunakan tusuk (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;katik&lt;/span&gt;) yang berbeda. Ada yang berbentuk pipih, runcing, bulat panjang berujung runcing, berbentuk balok kecil, dan runcing pipih. Di antara sate itu, yang popular di Bali antara lain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sate lembat, sate empol, sate lelet, sate kablet, sate asem, sate serapah, sate pusut, &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sate orob.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gegorengan &lt;/span&gt;juga termasuk dalam olahan kering. Jenis makanan ini biasanya menggunakan bahan daging, tulang, limpa, dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut dipotong-potong, diisi garam dan bumbu secukupnya, lalu digoreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sama dengan cara masak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gegorengan&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brengkes &lt;/span&gt;juga digoreng. Bedanya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brengkes &lt;/span&gt;menggunakan bumbu lebih banyak dan bahan bakunya lebih beragam. Ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brengkes sapi&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brengkes babi&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brengkes lele&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brengkes lindung &lt;/span&gt;(belut). Bumbu yang digunakan biasanya basa genep yaitu aneka bumbu seperti bawang putih, bawang merah, kencur, kemiri, ketumbar, cabai, merica, jinten, jahe, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bangle&lt;/span&gt;, terasi, jeruk limau, dan garam. Semua bumbu diaduk dengan bahan utama, lalu digoreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis olahan kering lainnya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;urutan&lt;/span&gt;, yakni sosis tradisional Bali. Bahan pokoknya adalah daging dan lemak (biasanya babi). Bahan-bahan ini dipotong-potong lalu dibumbui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;basa gede &lt;/span&gt;(bumbu lengkap) berupa bawang merah, jahe, lengkuas, kencur, ketumbar, terasi, cabai, kunir,  dan beberapa jenis rempah lainnya. Bahan-bahan dimasukkan ke dalam usus (babi) yang masih muda ujungnya telah diikat dengan tali serabut kelapa. Ke setelah semua bahan masuk, ujung yang satunya diikat pula, lalu digoreng. Ada yang tak langsung menggorengnya, melainkan menjemurnya terlebih dahulu hingga kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada lempet dengan bahan otak dicampur daging, sering juga diimbuhi tulang muda. Setelah dibubuhi basa gede, lalu ditumbuk. Seusai hals, bahan itu dibungkus daun pisang menyerupai bantal, kemudian dipepes. Ada pula yang menggoreng bersama pembungkusnya sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gubah&lt;/span&gt;. Makanan ini dibuat dari kulit yang berisi lemak, dipotong sebesar kepalan tangan. Bahan tersebut diurap dengan menggunakan kelapa parut dan kunir yang sudah ditumbuk halus, diisi garam secukupnya, lalu digoreng setengah matang. Jika menggunakan daging, terlebih dahulu diiris tipis, dibumbui, lalu dijemur sampai kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Olahan Lembab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jenis olahan lembab yang paling terkenal adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lawar&lt;/span&gt;. Bahan pokok &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lawar &lt;/span&gt;adalah daging ayam, bebek, babi atau sapi mentah berkualitas baik, kelapa parut, sayuran, dan beberapa jenis daun. Daging dan bumbu dicincang sampai halus.  Lalu cincangan daging dituangi air rebusan daun salam agar lemas. Sementara bumbu dicampur dengan rames yang terbuat dari rebusan kulit yang dirajang kecil-kecil dan memanjang. Bahan-bahan di atas kemudian diberi bumbu dan diaduk, lalu diberi air asam pelemas dan air limau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga jenis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lawar &lt;/span&gt;yang ditemukan di masyarakat: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lawar bima kroda &lt;/span&gt;(menonjolkan unsur pedas karena cabe), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sangut dekah &lt;/span&gt;(pedas karena merica), dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rangda ngelur &lt;/span&gt;(asin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lawar&lt;/span&gt;, olahan lembab yang lain adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Urab&lt;/span&gt;. Olahan ini terdiri dari tiga jenis yakni &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Urab Barak, Urab Putih &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Urab Gadang&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Urab Barak  &lt;/span&gt;terbuat dari bahan parutan kelapa, daging, kulit, usus, atau lemak yang telah dirajang kecil-kecil dan diberi bumbu, dibubuhi darah segar sehingga warnanya menjadi merah. Agar lebih enak, diberi perasan limau secukupnya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Urab Putih&lt;/span&gt;, terbuat dari bahan yang sama namun tidak menggunakan darah. Sedangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Urab Gadang &lt;/span&gt;diracik dengan bahan yang sama namun parutan kelapa diganti dengan daun belimbing sehingga tampak hijau (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gadang&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahan lembab lainnya, berupa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tum, Timbungan, Bebontot, Oret, &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semuuk&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tum terbuat dari daging dicampur tulang muda dan urat-urat yang ditumbuk sampai lumat lalu dicampur kelapa parut dan bumbu. Bahan ini dibungkus daun pisang membentuk segi tiga lalu direbus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Timbungan &lt;/span&gt;terdiri dari dua jenis, yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;timbungan biasa &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;timbungan kesatryan&lt;/span&gt;. Keduanya menggunakan bahan daging dan tulang yang dipotong kecil-kecil. Hanya, pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;timbungan kesatryan &lt;/span&gt;bahan itu ditambah lagi dengan potongan daging yang agak besar yang disebut dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tektekan agal-agal&lt;/span&gt;. Bahan-bahan tersebut direbus bersama bumbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bebontot &lt;/span&gt;terbuat dari daging dan lemak yang dipotong-potong dan diberi bumbu. Bahan-bahan beserta bumbunya dibungkus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tapis&lt;/span&gt; (jaring dari pohon kelapa) dan dijemur sampai kering pada sebuah galah panjang. Setelah kering barulah digoreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oret&lt;/span&gt;, adalah olahan berbahan telur yang telah diberi bumbu secukupnya, kemudian dimasukkan ke dalam usus muda (seperti membuat urutan)  lalu dililitkan pada pelepah kelapa yang masih berisi daun dan dipanggang di atas bara api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semuuk&lt;/span&gt;, adalah olahan yang sama dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;oret&lt;/span&gt;, namun bahannya terbuat dari hati, paru-paru, jantung, dan limpa. Bahan-bahan tersebut mula-mula dicincang, direbus, lalu dicampur dengan darah dan bumbu lengkap. Proses selanjutnya, sama dengan pembuatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;oret&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Olahan Cair&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Bali hanya mengenal dua jenis olahan cair yakni &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kekomoh &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ares&lt;/span&gt;. Bahan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kekomoh &lt;/span&gt;adalah hati, limpa, paru-paru, jantung, atau kulit yang masih dilekati lemak. Bahan ini direbus kemudian dirajang (ditektek) kecil-kecil, kemudian dimasukkan ke dalam asem (sisa asem yang dipergunakan untuk melemaskan bahan lawar) yang diberi bumbu secukupnya. Bumbunya terdiri dari bawang, lombok, dan garam secukupnya. Semuanya diaduk sehingga menghasilkan rasa yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ares&lt;/span&gt;, dibuat dari batang pohon pisang yang masih muda (biasanya pisang batu) yang diiris-iris dibubuhi garam, kemudian diperas. Bahan ini dimasukkan ke dalam air bekas rebusan daging dan diisi bumbu (basa rajang) secukupnya. Tulang-tulang dengan sisa daging dapat digunakan setelah dipotong-potong kecil. Agar lebih sedap, dimasukkan secangkir arak. Konon arak bisa membuat penikmat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ares &lt;/span&gt;tidak akan terkena penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Olahan Utuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tutu&lt;/span&gt;, panggang dan guling. Pengolahan cara ini membiarkan hewan dalam keadaan utuh. Maksudnya, kecuali usus, semua bagian hewan tersebut masih lengkap. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tutu &lt;/span&gt;yang lebih akrab disebut dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Matutu &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Betutu&lt;/span&gt;, dilakukan untuk mengolah ayam, itik atau angsa. Mula-mula ayam atau itik yang telah disembelih dikeluarkan jeroannya dengan cara melubangi bagian perutnya.  Kemudian, rongga dada dan perut yang telah kosong itu diisi bumbu, setelah itu kulit perus dipertemukan dan dijahit kembali. Jika pengerjaannya sempurna, ayam atau itik akan tampak seperti sosok aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, ayam atau itik tersebut tersebut direbus (sering juga juga dikukus) hingga setengah matang. Setelah itu dipanggang. Ada pula yang membungkusnya dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;upih&lt;/span&gt; (pelepah kelapa) lalu menyangrainya di atas periuk tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk olahan panggang dan guling, caranya tak jauh beda dengan yang dilakukan di daerah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jalan-jalan-bali.blogspot.com/2010/09/mengenal-pusaka-kuliner-bali-2-bumbu.html"&gt;Mengenal Pusaka Kuliner Bali (2) :  Bumbu Khas Bali&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;I Made Suandra, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dharma Caruban &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Tuntunan Ngebat)&lt;/span&gt;, Kayu Mas, 1988&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I Wayan Kardji, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Makanan Khas Bali dalam Konteks Pesta Adat, Kiwa Tengen Dalam Budaya Bali&lt;/span&gt; halaman 124-160, Kayumas, 1992 &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-1578490729693878095?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/1578490729693878095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/mengenal-pusaka-kuliner-bali-1-jenis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/1578490729693878095?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/1578490729693878095?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/mengenal-pusaka-kuliner-bali-1-jenis.html' title='Mengenal Pusaka Kuliner Bali (1): Jenis Makanan Bali'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXc_eCp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-1914683072644149146</id><published>2010-09-11T05:30:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.940+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.940+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lebaran di Bali'/><title>Lebaran, Sebagian Bali Lengang</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Maria Ekaristi &amp;amp; Agung Bawantara &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama libur Lebaran, sebagian pulau Bali tampak lengang. Maklum, ratusan ribu penduduk Bali adalah penduduk pendatang pemeluk agama Islam. Mereka berdomisili di Bali untuk bekerja di berbagai sektor, terutama di sektor informal seperti pedagang, buruh bangunan, buruh tani, pemulung, pelayan toko, dan banyak lagi. Ribuan lainya bekerja sebagai pegawai negeri, aparat keamanan, dan profesional. Dan, pada hari idul Fitri sebagian besar dari mereka pulang kampung untuk merayakannya. Itulah yang menyebabkan Bali menjadi lengang saat lebaran tiba seperti yang terlihat pada hari Jumat (10/9) kemarin.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, toko-toko di kawasan Kuta, Legian, Seminyak, Tuban dan Denpasar sudah tak beroperasi sejak H-3 Lebaran. Di pintu, mereka menempelkan tulisan bahwa mereka akan beroperasi kembali tiga hari setelah Lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tak semua pendatang Muslim itu mudik untuk merayakan Lebaran. Ada juga sebagian yang merayakannya di Bali. Mereka berlebaran (bertakbir dan shalat Ied) bersama para pemeluk  Muslim yang sudah menetap di Bali secara turun-temurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan para pendatang yang meninggalkan Bali saat libur Lebaran, ribuan wisatawan dari berbagai kota besar di Indonesia justru menyerbu Bali pada hari-hari itu. Cuti bersama yang cukup panjang mendorong mereka untuk berlibur di Bali bersama keluarga. Banyaknya pelancong yang berbondong ke Bali itu membuat kamar-kamar hotel dan kursi-kursi pesawat seluruh maskapai yang menuju Bali, ludas terjual.  Saking banyaknya pesanan, harga tiket pesawat ke Bali melesat hingga dua kali lipat. Harga tiket ekonomiyang pada hari biasa berkisar antara Rp500-700 ribu, pada masa libur Lebaran ini melonjak menjadi Rp1,2-1,4 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hotel-hotel di kawasan Kuta, Legian, Seminyak, dan Sanur, terutama yang menyediakan paket khusus lebaran, juga terisi penuh. Paket-paket yang dirancang bersama biro perjalanan wisata itu berupa layanan liburan selama empat hari tiga malam. Acaranya seputar nonton barong, wisata ke Kintamani, Tampak Siring, Goa Gajah, Ubud, Taman Ayun, Bedugul, Alas Kedaton, Tanah Lot, dan  Shopping. Harga per paket per orang berkisar antara Rp150 ribu  hingga Rp910 ribu per pax.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ramainya kunjungan, meski toko-toko pada tutup, jalan-jalan di kawasan Pantai Kuta dan sekitarnya pun menjadi macat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-1914683072644149146?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/1914683072644149146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/lebaran-sebagian-bali-lengang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/1914683072644149146?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/1914683072644149146?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/lebaran-sebagian-bali-lengang.html' title='Lebaran, Sebagian Bali Lengang'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXc9eSp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-2461994550141396810</id><published>2010-09-08T20:39:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.961+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.961+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kota Denpasar'/><title>Denpasar Akan Bebas Rokok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TIeVAh_tT4I/AAAAAAAACqU/HMWU5FluCNo/s1600/no_smoking.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 152px; height: 139px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TIeVAh_tT4I/AAAAAAAACqU/HMWU5FluCNo/s320/no_smoking.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514540105096580994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Agung Bawantara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berita penting bagi para prokok yang melancong ke Bali. Kota Denpasar, Ibu Kota Pulau Dewata, akan memberlakukan peraturan daerah bebas rokok. Tujuannya, tentu saja untuk menjaga kesehatan penduduknya. Sebagai persiapan penerapan aturan tersebut, dalam waktu dekat tujuh kawasan dinyatakan bebas asap rokok. Kawasan tersebut dinamakan dengan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). &lt;span class="fullpost"&gt;Adapun ketujuh kawasan tersebut antara lain sekolah, tempat pelayanan kesehatan, angkutan umum, arena bermain anak-anak, tempat ibadah, dan ruangan kerja. Sementara itu, sebagai landasan penerapannya, Pemkot Denpasar kini tengah menyusun Peraturan Walikota mengenai rencana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Ni Luh Sri Armini, wacana Denpasar Bebas Rokok ini menyuat setelah ditemukan kenyataan bahwa aktivitas merokok di Denpasar, tergolong tinggi. Menurut data yang ada, diketahui 16,8 penduduk Bali sudah mulai merokok pada usia 10 tahun! Setiap hari mereka menghabiskan sedikitnya tiga batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini tergolong parah. Meskipun angka persentasenya masih di bawah angka provinsi yang mencapai 20,2 persen," papar Sri Armini kepada media(3/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Armini menambahkan, selama payung hukumnya digodok, Diskes Denpasar melakukan sosialisasi ke berbagai kalangan antara lain kepada para anggota DPRD Kota Denpasar, beberapa kepala sekolah, Bendesa Pakraman, Forum Kepala Desa dan staf Diskes Denpasar sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua ini untuk melindungi hak-hak warga bukan perokok seperti sebagian besar kaum peremupan dan anak-anak, untuk mendapat udara segar di kawasan-kawasan publik," imbuh Sri Armini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, sebagai pelancong, hindari merokok di tempat-tempat yang dinyatakan bebas rokok itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-2461994550141396810?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/2461994550141396810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/denpasar-akan-bebas-rokok.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/2461994550141396810?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/2461994550141396810?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/09/denpasar-akan-bebas-rokok.html' title='Denpasar Akan Bebas Rokok'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/TIeVAh_tT4I/AAAAAAAACqU/HMWU5FluCNo/s72-c/no_smoking.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Dk8GQXczeSp7ImA9Wx9TEks.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6523561759481975625.post-8560871073744838772</id><published>2010-08-25T07:26:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:53:40.981+07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-11-20T21:53:40.981+07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Lidah di Bali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Lidah'/><title>Warung Merthasari, Cikal Bakal Menu Pesinggahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THR1ZI99fLI/AAAAAAAAClk/I2P8X7T-uzE/s1600/pesinggahan_02.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 144px; height: 122px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THR1ZI99fLI/AAAAAAAAClk/I2P8X7T-uzE/s320/pesinggahan_02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509157318945504434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THR1Yg0ADYI/AAAAAAAAClc/adq4BfhmXSY/s1600/pesinggahan_01.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 238px; height: 122px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THR1Yg0ADYI/AAAAAAAAClc/adq4BfhmXSY/s320/pesinggahan_01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509157308166311298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Maria Ekaristi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah banyak pemberitaan mengenai Warung Makan "Mertha Sari" ini. Namun dari semua itu nyaris tak ada yang mengabarkan bahwa warung makan yang terletak di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung ini merupakan rumah makan yang menginspirasi puluhan rumah makan di Bali untuk menyediakan paket nasi dengan lauk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lempet &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sate languan&lt;/span&gt;. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lempet &lt;/span&gt;adalah pepes ikan tongkol dengan bumbu khas Bali (baca: Pesingahan). Sedangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sate Languan &lt;/span&gt;adalah sate lilit berbahan ikan tongkol dengan bumbu dan cara pengolahan yang khas pula. Pada dasarnya bumbu kedua jenis lauk tersebut adalah serupa. Keduanya dibumbui cabai, terasi, garam, bawang merah, bawang putih, gula merah, dan jeruk limau. Pengolahan ikannya pun serupa, sama-sama dilumatkan bersama bumbunya dan di panggang di atas bara. Bedanya, lempet dibungkus dengan daun pisang, sedangkan sate languan dililitkan pada batang yang terbuat dari pelepah kelapa atau bambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THSbH-LdR7I/AAAAAAAACmM/TrEFXRFifSo/s1600/pesinggahan_07.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 80px; height: 62px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THSbH-LdR7I/AAAAAAAACmM/TrEFXRFifSo/s320/pesinggahan_07.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509198805433403314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THSbHOyN0KI/AAAAAAAACmE/BAccbxOxGd0/s1600/pesinggahan_06.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 82px; height: 63px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THSbHOyN0KI/AAAAAAAACmE/BAccbxOxGd0/s320/pesinggahan_06.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509198792711065762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THSfY72eURI/AAAAAAAACmU/QhMfePc43IU/s1600/pesinggahan_08.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 84px; height: 65px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THSfY72eURI/AAAAAAAACmU/QhMfePc43IU/s320/pesinggahan_08.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509203494912807186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THSbGzTWTQI/AAAAAAAACl8/I_aYKKt-0SU/s1600/pesinggahan_05.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 80px; height: 63px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THSbGzTWTQI/AAAAAAAACl8/I_aYKKt-0SU/s320/pesinggahan_05.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509198785333841154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Warung Makan Mertha Sari, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lempet &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sate languan &lt;/span&gt;dihidangkan untuk menemani seporsi nasi putih bersama sayur kacang panjang berbumbu kalas, sup ikan berbumbu rempah, sambal matah, dan kacang tanah goreng. Semua hidangan tersebut memiliki cita rasa yang saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Karenanya, akan terasa ada sesuatu yang kurang jika satu di antara hidangan tersebut tidak tersaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THSbFjdAA5I/AAAAAAAACls/fr3BxIOcuoQ/s1600/pesinggahan_03.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THSbFjdAA5I/AAAAAAAACls/fr3BxIOcuoQ/s320/pesinggahan_03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509198763899487122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Warung Makan Mertha Sari sendiri berada di sisi timur Desa Pesinggahan, sebuah desa yang berdekatan dengan beberapa kampung nelayan seperti Kusamba, Goa Lawah dan Wates. Cukup mudah untuk menemukannya. Dari Kuta, letaknya sekitar 45 kilometer ke arah timur. Dengan mobil berkecepatan sedang, melalui jalan by pass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, anda membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Ancar-ancarnya, begitu tiba di kampung  nelayan Kusamba, teruslah ke arah timur menuju obyek wisata Goa Lawah. Sekitar tujuh menit dari situ, anda akan menjumpai pertigaaan dengan penunjuk jalan yang cukup terlihat. Ada juga di sekitar situ papan nama “Warung Mertasari Pesinggahan” terpampang cukup mencolok. Berbeloklah ke kiri dan melaju ke utara sekitar 500 meter, anda sudah menemukan warung menu ikan yang kondang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana warung itu cukup nyaman. Namun beberapa tamu merasakan sedikit gerah. Mungkin pada saat-saat tertentu cuaca di daerah pantai memang terasa menyengat. Ketika datang, saya sendiri merasakan suasana warung dengan bangunan terbuka dan berada di areal dengan puluhan pohon nyiur itu,  cukup menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THSbGBiXnTI/AAAAAAAACl0/F5TvafiAgKc/s1600/pesinggahan_04.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 84px; height: 63px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THSbGBiXnTI/AAAAAAAACl0/F5TvafiAgKc/s320/pesinggahan_04.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509198771975068978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THSfa66F_WI/AAAAAAAACms/hVBWH77YgxA/s1600/pesinggahan_10.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 83px; height: 63px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THSfa66F_WI/AAAAAAAACms/hVBWH77YgxA/s320/pesinggahan_10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509203529019293026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THSfabC3aVI/AAAAAAAACmk/qNoMPmrHNMQ/s1600/pesinggahan_11.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 81px; height: 62px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THSfabC3aVI/AAAAAAAACmk/qNoMPmrHNMQ/s320/pesinggahan_11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509203520466151762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THSfZirN7iI/AAAAAAAACmc/ETwPmc22rlU/s1600/pesinggahan_09.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 84px; height: 63px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THSfZirN7iI/AAAAAAAACmc/ETwPmc22rlU/s320/pesinggahan_09.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509203505334578722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Areal warung makan dibagi menjadi dua. Areal utama berukuran besar dan terdapat 17 balai-balai bambu yang dirancang bagi tamu yang senang makan dengan posisi duduk bersila. Sedangkan areal satunya lagi berukuran lebih kecil, terletak lebih di tengah. Di sana terdapat beberapa meja dan kursi untuk para tamu yang lebih menyukai makan bertatakan meja sebagaimana di restoran-restoran pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar menunjukkan cukup terkenalnya warung makan makan ini, Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dan beberapa selebriti ibu kota pernah singgah di ikon desa pesinggahan ini. Sayang sekali saya tak bisa menuliskan lebih banyak mengenai pemilik Warung Mertha Sari ini. Informasi yang saya miliki sekadar bahwa rumah makan ini didirikan oleh Ibu Wayan Joni pada tahun 1996. Soalnya, ketika saya bertanya mengenai riwayat rumah makannnya, dia mengatakan bahwa sudah banyak wartawan yang menulis tentang itu. Barangkali Bu Wayan sedang lelah karena sangat sibuk melayani tamu-tamu yang berjubel di warungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6523561759481975625-8560871073744838772?l=dewa-visittobali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/feeds/8560871073744838772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/08/warung-merthasari-cikal-bakal-menu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/8560871073744838772?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6523561759481975625/posts/default/8560871073744838772?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewa-visittobali.blogspot.com/2010/08/warung-merthasari-cikal-bakal-menu.html' title='Warung Merthasari, Cikal Bakal Menu Pesinggahan'/><author><name>Dewa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13591635220140942565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='08906090420829570250'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F_EwfX9Y2EU/THR1ZI99fLI/AAAAAAAAClk/I2P8X7T-uzE/s72-c/pesinggahan_02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>