<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492</id><updated>2026-10-15T14:23:06.591+07:00</updated><category term="Pengetahuan Umum"/><category term="Pembelajaran"/><category term="Bahan Kesetaraan"/><category term="Pengembangan Diri"/><category term="Pendidikan Non Formal"/><category term="Bahan Belajar"/><category term="Pendidikan"/><category term="TIK Komputer"/><category term="Info Pendidikan"/><category term="Segala Cara"/><category term="Teknologi"/><category term="Kesenian"/><category term="Aplikasi Pendidikan"/><category term="Sejarah"/><category term="Pengertian"/><category term="Guru Pendidik"/><category term="Ilmu Pengetahuan Alam"/><category term="Agama"/><category term="Coretan Ringan"/><category term="Seri Keterampilan"/><category term="Pendidikan Formal"/><category term="Peraturan dan UU"/><category term="PAUD-Dikmas"/><category term="Lembaga"/><category term="Hobi Kegemaran"/><category term="Kurikulum"/><category term="Bahasa"/><category term="Data Satuan Pendidikan"/><category term="Makalah Karya Tulis"/><category term="Featured"/><category term="Ilmu Pengetahuan Sosial"/><category term="Pendidikan Kewarganegaraan"/><category term="Teori Pendidikan"/><category term="Sastra"/><category term="Manajemen Pendidikan"/><category term="Penjaskes"/><category term="Materi Pelajaran"/><category term="Pendidikan Tinggi"/><category term="Astronomi"/><category term="Biologi"/><category term="Download"/><category term="Life Skill"/><category term="Sosial Budaya"/><category term="Presentasi"/><category term="Bank Soal"/><category term="Matematika"/><category term="Buku Referensi"/><category term="Home"/><category term="Kejuruan"/><title type='text'>VISIUNIVERSAL</title><subtitle type='html'>Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>941</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-547663308028152035</id><published>2026-07-30T17:47:00.000+07:00</published><updated>2026-08-18T17:51:20.152+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="TIK Komputer"/><title type='text'>APLIKASI DAPODIK TERBARU TAHUN  2026-2027</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot;&gt;Visiuniversal-blog&lt;/a&gt;---info terbaru baik melalui AI maupun media sosial,&amp;nbsp; Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal merilis pembaruan Aplikasi Data Pokok Pendidik (Dapodik) versi 2027.a.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgExh7lJf3jyoybx2Tl5Zs4giTq-lV9SyS42_fWtt2xOhkyjXngHYn2heZwgty4YCSZj85UyQM2EBQhyriCwbXYvJzS0m99Rca3jSsxByXROlZvULGI5w3_-oefDnG15QzikGUqZ72lqBq4VqnyX6zKlhIXRbgampTO7mq_-BdzYLbrxMk1MNkAQ0bIWJA/s307/Dapodik%202027.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dapodik terbaru  https://visiuniversal.blogspot.com/&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;163&quot; data-original-width=&quot;307&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgExh7lJf3jyoybx2Tl5Zs4giTq-lV9SyS42_fWtt2xOhkyjXngHYn2heZwgty4YCSZj85UyQM2EBQhyriCwbXYvJzS0m99Rca3jSsxByXROlZvULGI5w3_-oefDnG15QzikGUqZ72lqBq4VqnyX6zKlhIXRbgampTO7mq_-BdzYLbrxMk1MNkAQ0bIWJA/w400-h213/Dapodik%202027.jpg&quot; title=&quot;Dapodik terbaru https://visiuniversal.blogspot.com/&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pebaruan ini dilakukan untuk mengakomodasi perkembangan kebutuhan pendataan pendidikan serta memperbaiki sejumlah kendala yang ditemukan pada Aplikasi Dapodik versi 2027. Melalui pembaruan tersebut, pengelolaan data satuan pendidikan dan rombongan belajar diharapkan dapat berjalan lebih optimal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada Aplikasi Dapodik versi 2027.a terdapat penambahan dukungan terhadap bentuk pendidikan baru, yaitu Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dan Sekolah Rakyat (SR). Penyesuaian ini memungkinkan satuan pendidikan dengan bentuk pendidikan tersebut melakukan pengelolaan dan pemutakhiran data melalui sistem Dapodik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Unduh dan download Aplikasi dapodik terbaru &lt;b&gt;di sini&lt;/b&gt; &lt;a href=&quot;https://dapo.kemendikdasmen.go.id/unduh-aplikasi&quot;&gt;&lt;b&gt;Link Dapodik&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain itu, beberapa perbaikan telah dilakukan pada fitur pengelolaan rombongan belajar, khususnya terkait pemilihan Kelas Terbuka dan Kelas Jauh. Perbaikan juga dilakukan terhadap validasi rombongan belajar pada Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) agar proses pemeriksaan data dapat berjalan sesuai dengan ketentuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut daftar pembaruan dan perbaikan yang tersedia:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Mengakomodasi bentuk pendidikan baru Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dan Sekolah Rakyat (SR).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Perbaikan bugs pada pemilihan Kelas Terbuka dan Kelas Jauh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Perbaikan bugs pada validasi rombongan belajar untuk Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kementrian Pendidikan Dasar dan menengah telah mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk segera melakukan pembaruan Aplikasi Dapodik ke versi 2027.a sesuai dengan petunjuk yang tersedia pada laman resmi Dapodik. Setelah proses pembaruan selesai, satuan pendidikan agar memastikan versi aplikasi telah diperbarui menjadi versi 2027.a serta memeriksa kembali kelengkapan dan validitas data sebelum melakukan sinkronisasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pemutakhiran Dapodik dilakukan untuk menjamin ketersediaan data 
pendidikan yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan sebagai dasar 
perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta pengambilan kebijakan di 
bidang pendidikan. Dalam prosesnya, Direktorat Jenderal telah melakukan 
integrasi data pendidikan serta pembaruan pada Aplikasi Dapodik untuk 
meningkatkan kualitas data, menyederhanakan proses pendataan, dan 
mendukung interoperabilitas dengan sistem informasi pendidikan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pembaruan Aplikasi Dapodik Versi 2027&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Seiring dengan pemutakhiran data Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027,
 Aplikasi Dapodik versi 2027 menghadirkan sejumlah pembaruan dan 
penyempurnaan. Pembaruan tersebut meliputi:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;penambahan sub menu Rombongan Belajar Keaksaraan untuk satuan pendidikan jenjang PKBM/SKB;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;penambahan sub menu Rombongan Belajar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk satuan pendidikan jenjang SMA;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;penambahan sub menu Rombongan Belajar Keberkerjaan Luar Negeri untuk satuan pendidikan jenjang SMK;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;penambahan sub menu Rombongan Belajar Kelas Rangkap untuk satuan pendidikan jenjang SD;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;penambahan isian Status Hidup Ayah dan Status Hidup Ibu pada formulir Peserta Didik;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;penyesuaian referensi jenjang, tingkat, dan kurikulum pada layanan Kursus dan Keaksaraan; serta&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;penyesuaian tampilan formulir penginputan Jenis Alat pada menu Alat.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Selain pembaruan fitur, Aplikasi Dapodik versi 2027 juga mengalami 
beberapa penyempurnaan untuk mendukung kualitas dan konsistensi data. 
Penyempurnaan tersebut mencakup penonaktifan seluruh fitur untuk 
memasukkan data terkait Program Indonesia Pintar (PIP), pembaruan 
informasi Implementasi Kurikulum pada halaman Beranda, serta penyesuaian
 mekanisme validasi lokal untuk meningkatkan kualitas dan konsistensi 
data.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pemutakhiran Data Dilakukan Sesuai Kondisi Riil&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui Surat Edaran tersebut, pemerintah daerah dan satuan 
pendidikan diminta melakukan pemutakhiran data sesuai dengan kondisi 
riil di lapangan. Data yang diperbarui mencakup data satuan pendidikan, 
peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, rombongan belajar, 
kurikulum, sarana dan prasarana, serta data layanan lainnya sesuai 
ketentuan. Proses pemutakhiran juga meliputi verifikasi, validasi, 
sinkronisasi, dan pengiriman data ke basis data Dapodik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Data yang digunakan sebagai dasar penghitungan dan penetapan kebijakan &lt;strong&gt;Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP)&lt;/strong&gt; juga harus telah diperbarui dan disinkronkan &lt;strong&gt;paling lambat 31 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mendukung proses tersebut, Dinas Pendidikan diharapkan 
melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada satuan pendidikan, 
melakukan verifikasi dan validasi data sesuai kewenangan, memantau 
progres pemutakhiran dan sinkronisasi, serta membantu penyelesaian 
kendala pemutakhiran data. Sementara itu, satuan pendidikan bertanggung 
jawab melakukan pemutakhiran data sesuai kondisi riil dan melakukan 
sinkronisasi Aplikasi Dapodik secara berkala sesuai jadwal dan batas 
waktu yang telah ditetapkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, satuan pendidikan juga perlu memastikan kesesuaian data peserta didik melalui &lt;strong&gt;VervalPD&lt;/strong&gt; dan data yayasan melalui &lt;strong&gt;Verval Yayasan&lt;/strong&gt;,
 serta melakukan pemutakhiran data sarana dan prasarana, rombongan 
belajar, kurikulum, anggota rombongan belajar, dan pembelajaran sesuai 
kondisi sebenarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kolaborasi untuk Menjaga Kualitas Data Pendidikan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pemutakhiran Dapodik memerlukan keterlibatan seluruh pihak sesuai 
dengan kewenangannya. Dinas pendidikan, satuan pendidikan, serta Balai 
Besar/Balai Penjaminan Mutu Pendidikan diharapkan menjalankan peran 
masing-masing dalam memastikan data yang tersedia akurat, mutakhir, 
berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;










&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan diterbitkannya Surat Edaran ini, diharapkan pemutakhiran 
Dapodik Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 dapat terlaksana secara 
tertib, tepat waktu, lengkap, valid, dan akurat. Data yang berkualitas 
menjadi bagian penting dalam mendukung perencanaan, pemantauan, 
evaluasi, dan pengambilan kebijakan pendidikan serta meningkatkan 
kualitas tata kelola data pendidikan secara berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian tentang&amp;nbsp;Pembaruan Aplikasi Dapodik Versi terbaru 2027,a. yang dapat admint &lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot;&gt;Visiuniversal-blog&lt;/a&gt; bagikan semoga bermanfaat&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/547663308028152035/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/07/aplikasi-dapodik-terbaru-tahun-2026-2027.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/547663308028152035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/547663308028152035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/07/aplikasi-dapodik-terbaru-tahun-2026-2027.html' title='APLIKASI DAPODIK TERBARU TAHUN  2026-2027'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgExh7lJf3jyoybx2Tl5Zs4giTq-lV9SyS42_fWtt2xOhkyjXngHYn2heZwgty4YCSZj85UyQM2EBQhyriCwbXYvJzS0m99Rca3jSsxByXROlZvULGI5w3_-oefDnG15QzikGUqZ72lqBq4VqnyX6zKlhIXRbgampTO7mq_-BdzYLbrxMk1MNkAQ0bIWJA/s72-w400-h213-c/Dapodik%202027.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-5126453309814585042</id><published>2026-07-16T12:31:37.041+07:00</published><updated>2026-07-16T12:41:47.472+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Data Satuan Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknologi"/><title type='text'>PEMBATASAN PENGGUNAAN GAWAI DI SATUAN PENDIDIKAN</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;Visiuniversal-blog--- Tentang pembatasan penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan. Berdasarkan Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjoEPv0_A_ZSDcXo8hjOp5GYOrqThZ3hEOD4g-tMicoj92izhd_u-NlyBMzrOWrRPDVjr5W0Ynn28Vx6gWpzkUVyy5zRH_31fcvA5r3cdlsZVlPR_yHJEdAD8DfkLlh7rk834Z97ghqLK03TlbeNCiP27Ei6bXwGGfGcdNY4I7vWKeKHGboHOfEn8JH_w/s1280/1000616528.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1280&quot; data-original-width=&quot;853&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjoEPv0_A_ZSDcXo8hjOp5GYOrqThZ3hEOD4g-tMicoj92izhd_u-NlyBMzrOWrRPDVjr5W0Ynn28Vx6gWpzkUVyy5zRH_31fcvA5r3cdlsZVlPR_yHJEdAD8DfkLlh7rk834Z97ghqLK03TlbeNCiP27Ei6bXwGGfGcdNY4I7vWKeKHGboHOfEn8JH_w/s320/1000616528.jpg&quot; width=&quot;213&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;SE Mendikdasmen tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan, Dalam rangka mewujudkan satuan pendidikan sebagai ruang yang aman dan nyaman, dan mendukung tumbuh kembang murid secara optimal, diperlukan upaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, berkarakter, serta meminimalkan berbagai distraksi yang mengganggu proses pembelajaran. Sehubungan dengan hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan pedoman pembatasan penggunaan gawai di satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan budaya belajar yang aman dan nyaman, serta mendukung tumbuh kembang murid secara optimal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivIl1o4wuMaiSVVF_Fh-dai6b8cbEGURwHfRNgHNZ4_avcEdyBUDpnxv6EPyRtd0VRCtHHSJVlNQ-fRgoRwWryZsdPVBApndA7PJ1YLUly1HYMHUcZyxeZt4fsXEbzJW-ZVcf5BBAjcFeSiD8rpVDbdW-l6U8Sorh0uFtYbu9anLxYVZfHxv2Zburo0vs/s1875/1000617020.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1875&quot; data-original-width=&quot;1080&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivIl1o4wuMaiSVVF_Fh-dai6b8cbEGURwHfRNgHNZ4_avcEdyBUDpnxv6EPyRtd0VRCtHHSJVlNQ-fRgoRwWryZsdPVBApndA7PJ1YLUly1HYMHUcZyxeZt4fsXEbzJW-ZVcf5BBAjcFeSiD8rpVDbdW-l6U8Sorh0uFtYbu9anLxYVZfHxv2Zburo0vs/s320/1000617020.jpg&quot; width=&quot;184&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/5126453309814585042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/07/pembatasan-penggunaan-gawai-di-satuan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/5126453309814585042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/5126453309814585042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/07/pembatasan-penggunaan-gawai-di-satuan.html' title='PEMBATASAN PENGGUNAAN GAWAI DI SATUAN PENDIDIKAN'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjoEPv0_A_ZSDcXo8hjOp5GYOrqThZ3hEOD4g-tMicoj92izhd_u-NlyBMzrOWrRPDVjr5W0Ynn28Vx6gWpzkUVyy5zRH_31fcvA5r3cdlsZVlPR_yHJEdAD8DfkLlh7rk834Z97ghqLK03TlbeNCiP27Ei6bXwGGfGcdNY4I7vWKeKHGboHOfEn8JH_w/s72-c/1000616528.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-7343937801662179450</id><published>2026-04-20T08:25:00.001+07:00</published><updated>2026-08-18T17:57:22.323+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hobi Kegemaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesenian"/><title type='text'>JUKNIS PEDOMAN LOMBA MENDONGENG BERCERITA FLS3N SEKOLAH DASAR SD 2026</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6_AnScAt1e45LrpdcXuia49a9U8xlViG2tjoJX3f0kTtxq3peKkvPOyPoLEuQFfXLvGovPsZv6K0uxPUTzb4Ioar4U0M1o_IT8tZ-sKkwVqQXB0k9BEOCM_y3XWig6HNSWTiMiegJ0d-0eBKGmjE_nBrvhjorFtOSRdzmo7F3tsQCFlCUJq-qRJWe3A4/s148/Logo%20FLS3N%202025.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;148&quot; data-original-width=&quot;148&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6_AnScAt1e45LrpdcXuia49a9U8xlViG2tjoJX3f0kTtxq3peKkvPOyPoLEuQFfXLvGovPsZv6K0uxPUTzb4Ioar4U0M1o_IT8tZ-sKkwVqQXB0k9BEOCM_y3XWig6HNSWTiMiegJ0d-0eBKGmjE_nBrvhjorFtOSRdzmo7F3tsQCFlCUJq-qRJWe3A4/w320-h320/Logo%20FLS3N%202025.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 18.0pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 18pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo1; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;D.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;MEN&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;D&lt;/span&gt;ONGENG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-right: -1pt; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo2; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Penjelasan C&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;bang&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;L&lt;/span&gt;omba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.45pt; margin-right: -2.25pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -2.25pt 0cm 35.45pt; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Kegiatan
mendongeng merupakan bagian dari tradisi sastra lisan, dan pementasannya adalah
bagian dari seni pertunjukan dengan konsep pertunjukan tunggal (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;one man show&lt;/i&gt;) tanpa membaca teks atau
naskah cerita. Cerita dalam lomba mendongeng adalah fiksi, bersumber dari buku
cerita anak atau karya peserta/guru/pelatih, atau &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;folklore&lt;/i&gt; (foklor)yang berkembang di wilayah peserta atau nusantara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-right: 43.1pt; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo2; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Pe&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;r&lt;/span&gt;s&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;y&lt;/span&gt;aratan dan Mate&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;r&lt;/span&gt;i L&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;o&lt;/span&gt;mba&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 57.3pt; margin-right: 26.25pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 26.25pt 0cm 57.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l17 level1 lfo3; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Persy&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;ratan&lt;span style=&quot;letter-spacing: 5.75pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;d&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;l&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;m&lt;span style=&quot;letter-spacing: 5.7pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;p&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;nc&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;pta&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;n&lt;span style=&quot;letter-spacing: 5.8pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;karya&lt;span style=&quot;letter-spacing: 5.7pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;(p&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;r&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;l&lt;/span&gt;e&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;g&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;k&lt;/span&gt;apan/pera&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;l&lt;/span&gt;atan&lt;span style=&quot;letter-spacing: 5.75pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;d&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;lam menc&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;ptakan
karya &lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;y&lt;/span&gt;ang h&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;rus d&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;persiapkan
peserta).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 57.3pt; margin-right: 26.25pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 26.25pt 0cm 57.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l17 level1 lfo3; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; letter-spacing: -0.85pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;ema&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 75.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 75.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l15 level1 lfo4; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;U&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;m&lt;/span&gt;um&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 75.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 75.3pt; mso-add-space: auto; mso-pagination: none;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Menumbuhkan
karakter bangsa melalui kreativitas dan apresiasi seni budaya&lt;/span&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 75.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 75.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l15 level1 lfo4; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Khusus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 75.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 75.3pt; mso-add-space: auto; mso-pagination: none;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Pi&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;l&lt;/span&gt;ihan tema khusus dalam lomba Mendongeng
FLS3N 2026 adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 93.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 93.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l19 level1 lfo5; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;a)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Kejujuran sebagai Warisan Leluhur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 93.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 93.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l19 level1 lfo5; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;b)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Tanggung Jawab Anak Bangsa dalam
Cerita Rakyat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 93.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 93.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l19 level1 lfo5; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;c)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Keberanian yang Bijaksana, Bukan
Nekat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 93.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 93.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l19 level1 lfo5; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;d)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Kesetiaan dan Keteguhan Hati dalam
Dongeng Nusantara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 93.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 93.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l19 level1 lfo5; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;e)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Kerja Keras dan Kesabaran dalam
Kisah Tradisi Lokal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 93.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 93.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l19 level1 lfo5; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;f)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Menjaga Alam, Menjaga Kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 93.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 93.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l19 level1 lfo5; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;g)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Kearifan Lokal sebagai Penuntun
Hidup Generasi Muda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 93.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 93.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l19 level1 lfo5; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;h)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Dongeng dari Kampungku untuk
Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-right: -1pt; mso-add-space: auto; mso-list: l9 level1 lfo6; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;K&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;tentuan
&amp;amp; Mat&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;ri Pelaks&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;naan Lomba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-list: l14 level1 lfo7; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;N&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;skah&lt;span style=&quot;letter-spacing: 6.4pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;d&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;o&lt;/span&gt;ngeng&lt;span style=&quot;letter-spacing: 6.3pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;d&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;p&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;t&lt;span style=&quot;letter-spacing: 6.35pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;me&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;yadur&lt;span style=&quot;letter-spacing: 6.3pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;d&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;ri&lt;span style=&quot;letter-spacing: 6.4pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;b&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;u&lt;/span&gt;k&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.25pt;&quot;&gt;u&lt;/span&gt;-b&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;u&lt;/span&gt;ku&lt;span style=&quot;letter-spacing: 6.3pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;cer&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.1pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;ta&lt;span style=&quot;letter-spacing: 6.35pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;d&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;o&lt;/span&gt;n&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;g&lt;/span&gt;e&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;g,
bersu&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;m&lt;/span&gt;b&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;r&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.65pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;d&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;ri&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.8pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;c&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;rita&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.75pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;raky&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;t,&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.65pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;l&lt;/span&gt;e&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;g&lt;/span&gt;e&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;d&lt;/span&gt;a,&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.75pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;fab&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;l&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.8pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;dari&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.8pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Ind&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.1pt;&quot;&gt;o&lt;/span&gt;nes&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;a&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.8pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;atau&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.8pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;k&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;rya or&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;sinal/
asli&lt;span style=&quot;letter-spacing: 3.3pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;p&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;se&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;r&lt;/span&gt;ta (ide atau&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;cerita ya&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;g
d&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;tulis send&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;r&lt;/span&gt;i).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-list: l14 level1 lfo7; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Me&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;d&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;o&lt;/span&gt;ngeng&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.1pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;menggu&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;a&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;k&lt;/span&gt;an&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.1pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Ba&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;h&lt;/span&gt;asa&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.1pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Ind&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;o&lt;/span&gt;n&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;s&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;a&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;ya&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;g&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.1pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;b&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;ik, se&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;d&lt;/span&gt;er&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;h&lt;/span&gt;a&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;a,&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;d&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;n
mudah&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.6pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;dipah&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;mi.&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.65pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Peng&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;u&lt;/span&gt;naan&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.6pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;B&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.1pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;hasa&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.7pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Daer&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;h&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.65pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.1pt;&quot;&gt;b&lt;/span&gt;erbentuk&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.7pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;kata;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.75pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;istila&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;h&lt;/span&gt;;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.75pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;atau
kal&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;mat&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.75pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;cerita,&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;d&lt;/span&gt;ipe&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;r&lt;/span&gt;kena&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;kan&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.8pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;asa&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;l&lt;/span&gt;ka&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.35pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;disertakan&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.7pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.1pt;&quot;&gt;B&lt;/span&gt;ahas&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.45pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;Ind&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;o&lt;/span&gt;n&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;sianya.&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.6pt;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;Arti da&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;l&lt;/span&gt;am&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.3pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;bahasa&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.3pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;In&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;d&lt;/span&gt;ones&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;a&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.3pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;ditu&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;t&lt;/span&gt;urk&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;n (d&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;lam&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.3pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;bentuk&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.25pt;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;mendon&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;g&lt;/span&gt;eng)&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.25pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;sete&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;l&lt;/span&gt;ah
Bahasa&lt;span style=&quot;letter-spacing: 6.05pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;D&lt;/span&gt;aerah&lt;span style=&quot;letter-spacing: 5.95pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;terse&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;b&lt;/span&gt;ut.&lt;span style=&quot;letter-spacing: 5.95pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Penggunaan&lt;span style=&quot;letter-spacing: 5.95pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Bahasa&lt;span style=&quot;letter-spacing: 5.95pt;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;Da&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;rah&lt;span style=&quot;letter-spacing: 5.95pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;tid&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;k&lt;span style=&quot;letter-spacing: 5.85pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;u&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;tuk
kese&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;l&lt;/span&gt;uruhan cerita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-list: l14 level1 lfo7; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Karya&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.4pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;d&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;o&lt;/span&gt;n&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;ng&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.4pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;m&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;ncerm&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;nkan&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.35pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;kar&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;k&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.1pt;&quot;&gt;t&lt;/span&gt;er&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;stik&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.35pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;us&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;a&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.4pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;siswa&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.35pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;SD/se&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;d&lt;/span&gt;er&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;jat&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;,&lt;/span&gt;serta
meng&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;ngkat bud&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;y&lt;/span&gt;a loka&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;l&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-list: l14 level1 lfo7; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Setiap&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.7pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;p&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;serta&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.7pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;dapat&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.65pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;mem&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;l&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;h&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.65pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;s&lt;/span&gt;i&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.65pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;cer&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;ta&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.65pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;d&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;al&lt;/span&gt;am&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.7pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;d&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;geng&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.65pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;sesuai&lt;span style=&quot;letter-spacing: 2.75pt;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;d&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;g&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;n pi&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;l&lt;/span&gt;ihan tema kh&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;u&lt;/span&gt;s&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;u&lt;/span&gt;s di atas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-list: l14 level1 lfo7; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;e.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;C&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;r&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;ta
tidak boleh&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;meng&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;dung&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;u&lt;/span&gt;ns&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;u&lt;/span&gt;r SARA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-list: l14 level1 lfo7; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;f.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; letter-spacing: -0.4pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;idak&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;perlu&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;ada&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;K&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;simp&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;u&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;l&lt;/span&gt;an&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;atau&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;peny&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;mpa&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;an&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.1pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;pesan&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;moral&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;di&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;atau diak&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;h&lt;/span&gt;ir mendongeng.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-list: l14 level1 lfo7; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;g.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Pes&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;rta&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.25pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;d&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;sarankan&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.25pt;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;me&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;ye&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;b&lt;/span&gt;utkan&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.2pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;judul&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.3pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;buku/sumber&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.3pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;c&lt;/span&gt;erita&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.25pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.2pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;p&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;n&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;ul&lt;/span&gt;is&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.25pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;dan
il&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;l&lt;/span&gt;ustrator&lt;span style=&quot;letter-spacing: 7.5pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;(&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;j&lt;/span&gt;i&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;k&lt;/span&gt;a&lt;span style=&quot;letter-spacing: 7.45pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;a&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;d&lt;/span&gt;a)&lt;span style=&quot;letter-spacing: 7.5pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;d&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;ri&lt;span style=&quot;letter-spacing: 7.5pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;b&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;u&lt;/span&gt;ku/s&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;u&lt;/span&gt;mber&lt;span style=&quot;letter-spacing: 7.45pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;cer&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.1pt;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;ta&lt;span style=&quot;letter-spacing: 7.45pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;di&lt;span style=&quot;letter-spacing: 7.5pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;a&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;w&lt;/span&gt;al&lt;span style=&quot;letter-spacing: 7.5pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;atau&lt;span style=&quot;letter-spacing: 7.5pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;ak&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;h&lt;/span&gt;ir
mend&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;o&lt;/span&gt;ngen&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;g&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-list: l14 level1 lfo7; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;h.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Pes&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;rta&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.45pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;men&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;g&lt;/span&gt;enakan&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.5pt;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;seragam&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.5pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;sek&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;o&lt;/span&gt;l&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;h&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.5pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;atau&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.5pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;kostum&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.45pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;s&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.1pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;l&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;ras&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.5pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.45pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;ce&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.1pt;&quot;&gt;r&lt;/span&gt;ita.
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-list: l14 level1 lfo7; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;i.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Al&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;t pera&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;g&lt;/span&gt;a
diper&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;b&lt;/span&gt;ole&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;h&lt;/span&gt;kan &lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;t&lt;/span&gt;api&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;diwajibkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-list: l14 level1 lfo7; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;j.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Al&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;t pera&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;g&lt;/span&gt;a
yang &lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.1pt;&quot;&gt;d&lt;/span&gt;ig&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;u&lt;/span&gt;n&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;k&lt;/span&gt;an ha&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;y&lt;/span&gt;a terbatas pada&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.1pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;a&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;l&lt;/span&gt;at d&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;u&lt;/span&gt;kung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-list: l14 level1 lfo7; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;k.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Dura&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;s&lt;/span&gt;i&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;:&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.45pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;5&lt;/span&gt;–10&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.45pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;menit&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.4pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;(termas&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;u&lt;/span&gt;k&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.5pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;p&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;r&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;k&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.1pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;na&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;l&lt;/span&gt;a&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;).&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.4pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;2&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.4pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;menit&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.45pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;perkena&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;n,&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.45pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;8&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1.45pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;menit pen&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;mpil&lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.05pt;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;n mendonge&lt;span style=&quot;letter-spacing: 0.05pt;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;g.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-right: -1pt; mso-add-space: auto; mso-list: l9 level1 lfo6; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Penilaian (Indikator Penilaian)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-right: -1pt; mso-add-space: auto; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Aspek yang
dinilai dalam Lomba Mendongeng SD/MI/Sederajat meliputi: Tafsir Cerita Menjadi
Peristiwa (30%), Tafsir Karakter (20%), Tafsir Vokal (20%), Penghayatan dan
Proporsi (20%), serta Tafsir Ruang (10%).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo8; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Tafsir Cerita Menjadi Peristiwa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;, artinya
mendongeng tidak berhenti sebagai rangkaian kata atau narasi, tetapi dialami
penonton sebagai kejadian yang seolah berlangsung saat itu juga. Pendongeng
tidak sekadar &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;menceritakan bahwa sesuatu
terjadi&lt;/i&gt;, melainkan menghadirkan kejadian itu secara imajinatif, membuat
penonton merasa &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;menyaksikan, mengalami, &lt;/i&gt;dan
&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;terlibat secara emosional&lt;/i&gt;. Peristiwa
dalam mendongeng bersifat imajiner, psikologis, dramatik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Indikator
penilaian aspek cerita menjadi peristiwa meliputi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 75.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 75.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo9; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Kejelasan
peristiwa cerita,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 75.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 75.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo9; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Kekuatan
dramaturgi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 75.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 75.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo9; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Penghayatan
dan kehadiran,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 75.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 75.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo9; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Penggunaan
waktu dan ritme,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 75.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 75.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo9; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;5)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Integrasi
gerak, vokal, dan ruang,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 75.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 75.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo9; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;6)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Respons
spontan penonton,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 75.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 75.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo9; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;7)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Serta
keutuhan cerita dan pesan yang sesuai dengan tema lomba.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 75.3pt; margin-right: -1.0pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm -1pt 0cm 75.3pt; mso-add-space: auto; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo8; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Tafsir Karakter&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt; dalam seni pertunjukan mendongeng
adalah kemampuan pendongeng memahami, memaknai, dan menghadirkan watak, peran,
serta relasi tokoh-tokoh cerita melalui tubuh, suara, dan sikap penceritaan,
tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai penyampai cerita. Tafsir karakter
bersifat representative dan sugestif. Pendongeng menyiratkan karakter, bukan
menampilkan secara utuh seperti aktor teater. Dengan kata lain, tafsir karakter
adalah proses interpretatif, bukan imitasi total.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Indikator penilaian dalam aspek
tafsir karakter adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l18 level1 lfo10; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Ketepatan
peran pendongeng sebagai narator. Sebagai &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;narator&lt;/b&gt;
pendongeng berfungsi sebagai pemandu cerita, penjelas alur, penghubung antar
adegan, penjaga ritme dan fokus penonton. Narator adalah &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;poros cerita&lt;/b&gt;, bukan tokoh di dalam konflik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l18 level1 lfo10; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Ketepatan
peran pendongeng sebagai penyampai tokoh/karakter dalam cerita. Sebagai tokoh,
pendongeng menghadirkan karakter cerita melalui perubahan suara, postur tubuh,
gesture khas, ritme bicara tertentu. Pendongeng tidak berpindah identitas
sepenuhnya, melainkan memberi penanda karakter yang jelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l18 level1 lfo10; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Transisi
Karakter, momen ketika pendongeng berpindah dari peran narator ke tokoh atau
sebaliknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-right: 4.8pt; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo8; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Tafsir vokal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt; adalah cara pendongeng memahami,
mengolah, dan memaknai suara sebagai alat utama penceritaan, sehingga suara
tidak hanya berfungsi menyampaikan kata, tetapi juga membangun suasana,
membedakan karakter, mengatur alur, menyalurkan emosi dan mengarahkan imajinasi
pendengar. Dalam mendongeng, vokal adalah panglima utama, sementara gerak dan
properti berfungsi mendukung. Indikator penilaian dalam aspek tafsir vokal
meliputi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo11; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Tempo,
adalah kecepatan berbicara dalam mendongeng (cepat, sedang, lambat), berkaitan
langsung dengan suasana cerita, tingkat ketegangan, dan kondisi emosional
tokoh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo11; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Irama,
adalah pola naik-turun dan panjang-pendek suara dalam kalimat dan paragraf
cerita. Irama membuat dongeng terasa hdup dan musikal, meskipun tanpa musik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo11; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Artikulasi,
adalah kejelasan pengucapan bunyi, kata dan kalimat, sehingga cerita dapat
dipahami dengan baik oleh pendengar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo11; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Dinamika
permainan vokal, adalah variasi kekuatan, volume, warna suara, dan emosi
sepanjang pertunjukan. Dinamika membuat dongeng menjadi tidak monoton, penuh
kejutan, dan kaya emosi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-right: 4.8pt; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo8; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Penghayatan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt; adalah proses batin pendongeng
dalam memahami, merasakan dan memaknai cerita beserta nilai, suasana, dan
konflik didalamnya, sehingga cerita yang disampaikan terasa hidup, jujur, dan
meyakinkan, tanpa harus dimainkan seccar teatrikal berlebihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Indikator penilaian aspek penghayan
dalam mendongeng meliputi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l10 level1 lfo12; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Penghayan
terhadap cerita,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l10 level1 lfo12; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Penghayatan
terhadap tokoh,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l10 level1 lfo12; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Penghayatan
terhadap suasana,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l10 level1 lfo12; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Penghayatan
terhadap nilai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Proporsi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt; adalah kemampuan pendongeng
mengatur keseimbangan antara berbagai unsur pertunjukan , sehingga tdak ada
aspek yang: berlebihan, mendominasi, atau justru hilang. Proporsi adalah seni
mengukur “seberapa jauh” sesuatu ditampilkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Indikator penilaian
aspek proporsi meliputi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l16 level1 lfo13; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Proporsi
emosi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l16 level1 lfo13; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Proporsi
narasi dan dialog,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l16 level1 lfo13; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Proporsi
vokal dan gerak,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l16 level1 lfo13; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Proporsi
imajinasi dan visual,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l16 level1 lfo13; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;5)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Proporsi
tempo dan ritme.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-right: 4.8pt; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo8; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;e.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Tafsir Ruang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt; dalam seni pertunjukan mendongeng
adalah cara pendongeng memahami, mengolah, dan memaknai ruang pertunjukan-baik
ruang fisik maupun ruang imajiner-sebagai bagian dari bahasa bercerita. Dalam
mendongeng, tafsir ruang menentukan: kejelasan alur cerita, kekuatan imajinasi
penonton, efektivitas pesan nilai dan emosi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 54pt; mso-add-space: auto; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Indikator penilaian pada aspek
tafsir ruang dalam seni pertunjukan mendongeng adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo14; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Artistik,
dalam mendongeng artistik adalah segala unsur visual yang membantu membangun
dunia cerita, bersifat sugestif, bukan realistik. Artinya, satu benda bias
bermakna banyak hal tergantung tafsir dan cara pendongeng memainkannya,
meliputi: property, alat peraga, dan kostum sederhana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo14; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Blocking, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;dalam mendongeng &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;blocking &lt;/i&gt;adalah penataan posisi
pendongeng di dalam ruang pertunjukan termasuk titik berdiri, arah hadap,
perpindahan posisi, jarak dan dengan penonton. &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Blocking&lt;/i&gt; dalam tata bahasa ruang dapat membantu penonton memahami
siapa yang berbicara, dimana kejadian berlangsung, perubahan situasi, dan
emosi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 72pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo14; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Gerak
tubuh (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Movement&lt;/i&gt;), adalah gerak tubuh
pendongeng yang sadar dan bemakna, meliputi: langkah, gestur tangan, perubahan
postur, level tubuh (berdiri, membungkuk, duduk). Gerak dalam mendongeng bukan
tari, tetapi bahasa tubuh yang mendukung cerita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-right: 4.8pt; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-right: 4.8pt; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Penilaian
peserta Lomba Mendongeng SD/MI/Sederajat Tahun 2026 dengan kriteria dan
instrument sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border-color: currentcolor; border-image: none; border-style: none; border-width: medium; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-table-layout-alt: fixed; mso-yfti-tbllook: 1184;&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;&lt;tr style=&quot;height: 2.9pt; mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border: 1pt solid windowtext; height: 2.9pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 33.75pt;&quot; width=&quot;45&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;No.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: 1pt solid windowtext; height: 2.9pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 78pt;&quot; width=&quot;104&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Komponen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: 1pt solid windowtext; height: 2.9pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 155.9pt;&quot; width=&quot;208&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Indikator&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: 1pt solid windowtext; height: 2.9pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.55pt;&quot; width=&quot;57&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Bobot&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: 1pt solid windowtext; height: 2.9pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; width=&quot;94&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Keterangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: 1pt solid windowtext; height: 2.9pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.55pt;&quot; width=&quot;57&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Skala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;(Max)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: 1pt solid windowtext; height: 2.9pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 38.55pt;&quot; width=&quot;51&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Nilai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 1;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 33.75pt;&quot; width=&quot;45&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;1.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 78pt;&quot; width=&quot;104&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Cerita
  Menjadi Peristiwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 155.9pt;&quot; width=&quot;208&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 8.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level1 lfo15; mso-pagination: none; text-indent: -10.9pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Kejelasan peristiwa cerita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 8.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level1 lfo15; mso-pagination: none; text-indent: -10.9pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Kekuatan dramaturgi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 8.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level1 lfo15; mso-pagination: none; text-indent: -10.9pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Penghayatan dari kehadiran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 8.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level1 lfo15; mso-pagination: none; text-indent: -10.9pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Penggunaan waktu dan ritme&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 8.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level1 lfo15; mso-pagination: none; text-indent: -10.9pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Integrasi vokal, gerak dan ruang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 8.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level1 lfo15; mso-pagination: none; text-indent: -10.9pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;6.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Respons spontan penonton&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 8.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level1 lfo15; mso-pagination: none; text-indent: -10.9pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;7.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Keutuhan cerita dan pesan yang
  sesuai dengan tema lomba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.55pt;&quot; width=&quot;57&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;30%&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; width=&quot;94&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;7
  indikator terpenuhi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.55pt;&quot; width=&quot;57&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;95&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 38.55pt;&quot; width=&quot;51&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 2;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 33.75pt;&quot; width=&quot;45&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;2.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 78pt;&quot; width=&quot;104&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Tafsir
  Karakter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 155.9pt;&quot; width=&quot;208&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 18pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo16; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Peran Pendongeng Sebagai Narator&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 18pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo16; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Peran Pendongeng Sebagai Tokoh
  dalam Cerita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 18pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo16; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Transisi Karakter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.55pt;&quot; width=&quot;57&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;20%&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; width=&quot;94&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;3
  indikator terpenuhi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.55pt;&quot; width=&quot;57&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;90&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 38.55pt;&quot; width=&quot;51&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 3;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 33.75pt;&quot; width=&quot;45&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;3.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 78pt;&quot; width=&quot;104&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Tafsir
  Vokal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 155.9pt;&quot; width=&quot;208&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 15.85pt; mso-add-space: auto; mso-list: l11 level1 lfo17; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Tempo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 15.85pt; mso-add-space: auto; mso-list: l11 level1 lfo17; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Irama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 15.85pt; mso-add-space: auto; mso-list: l11 level1 lfo17; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Artikulasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 15.85pt; mso-add-space: auto; mso-list: l11 level1 lfo17; mso-pagination: none; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Dinamika permainan vokal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.55pt;&quot; width=&quot;57&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;20%&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; width=&quot;94&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;4
  indikator terpenuhi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.55pt;&quot; width=&quot;57&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;90&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 38.55pt;&quot; width=&quot;51&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 4;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 33.75pt;&quot; width=&quot;45&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;4.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 78pt;&quot; width=&quot;104&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Penghayatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 155.9pt;&quot; width=&quot;208&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 15.85pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo18; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Penghayatan terhadap Cerita, Tokoh, Suasana, dan Nilai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 15.85pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo18; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Proporsi Emosi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 15.85pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo18; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Proporsi Narasi dan Dialog&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 15.85pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo18; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Proporsi Vokal dan Gerak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 15.85pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo18; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Proporsi Imajinasi dan Visual&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 15.85pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo18; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;6.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Proporsi Tempo dan ritme&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.55pt;&quot; width=&quot;57&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;20%&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; width=&quot;94&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;6
  indikator terpenuhi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.55pt;&quot; width=&quot;57&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;90&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 38.55pt;&quot; width=&quot;51&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 5; mso-yfti-lastrow: yes;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 33.75pt;&quot; width=&quot;45&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;5.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 78pt;&quot; width=&quot;104&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Tafsir
  Ruang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 155.9pt;&quot; width=&quot;208&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 15.85pt; mso-add-space: auto; mso-list: l13 level1 lfo19; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Artistik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 15.85pt; mso-add-space: auto; mso-list: l13 level1 lfo19; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Blocking&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 15.85pt; mso-add-space: auto; mso-list: l13 level1 lfo19; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Pergerakan (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Movement&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.55pt;&quot; width=&quot;57&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;10%&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; width=&quot;94&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;3
  indikator terpenuhi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.55pt;&quot; width=&quot;57&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;80&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-color: currentcolor windowtext windowtext currentcolor; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-style: none solid solid none; border-top: none; border-width: medium 1pt 1pt medium; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 38.55pt;&quot; width=&quot;51&quot;&gt;
  &lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; mso-pagination: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-right: 4.8pt; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 18.0pt; margin-right: 4.8pt; margin-top: 0cm; margin: 0cm 4.8pt 0cm 18pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo20; mso-pagination: none; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Coret
yang tidak perlu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-right: 4.8pt; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;Interval
penilaian pada setiap indikator:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-right: 4.8pt; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;60 –
65&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Kurang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-right: 4.8pt; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;70 –
75&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Cukup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-right: 4.8pt; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;80 –
85&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-right: 4.8pt; mso-pagination: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Arial&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;90 –
100&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Sangat Baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/7343937801662179450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/04/juknis-pedoman-lomba-mendongeng.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/7343937801662179450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/7343937801662179450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/04/juknis-pedoman-lomba-mendongeng.html' title='JUKNIS PEDOMAN LOMBA MENDONGENG BERCERITA FLS3N SEKOLAH DASAR SD 2026'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6_AnScAt1e45LrpdcXuia49a9U8xlViG2tjoJX3f0kTtxq3peKkvPOyPoLEuQFfXLvGovPsZv6K0uxPUTzb4Ioar4U0M1o_IT8tZ-sKkwVqQXB0k9BEOCM_y3XWig6HNSWTiMiegJ0d-0eBKGmjE_nBrvhjorFtOSRdzmo7F3tsQCFlCUJq-qRJWe3A4/s72-w320-h320-c/Logo%20FLS3N%202025.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-2567332222351080237</id><published>2026-04-20T08:02:00.001+07:00</published><updated>2026-04-20T08:06:06.398+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bahan Kesetaraan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Non Formal"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknologi"/><title type='text'>TKA Tes Kemampuan Akademik Kesetaraan PNF</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Apa Itu Tes Kemampuan Akademik&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tes Kemampuan Akademik (TKA) dilatarbelakangi oleh kebutuhan adanya pelaporan capaian akademik individu murid dari penilaian yang terstandar. Tidak tersedianya laporan capaian akademik individu dari penilaian terstandar pada beberapa tahun terakhir menimbulkan beberapa permasalahan. Permasalahan muncul terutama pada situasi ketika perbandingan capaian akademik murid yang berasal satuan pendidikan dilakukan, seperti pada proses seleksi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPO6nWZKupsmVy5Qxk-0ORoz-8I-Gxo2gGER9wXFHcgt_AJ93DbaWF32_i3-qXaCBrGa6bGzg9bywHuH3vmnOQ3MCmj508YDjGVaqVINJa9do3RRyXrNHyQJXNkRspVJ1_D0ajPEo6EdXebx216I-eDHtJDMy817SBii3KoGYy0cdT73TCgDx6G6uRnbw/s4080/1000541389.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;TKA Tes Kemampuan Akademik kesetaraan di PKBM&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1836&quot; data-original-width=&quot;4080&quot; height=&quot;144&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPO6nWZKupsmVy5Qxk-0ORoz-8I-Gxo2gGER9wXFHcgt_AJ93DbaWF32_i3-qXaCBrGa6bGzg9bywHuH3vmnOQ3MCmj508YDjGVaqVINJa9do3RRyXrNHyQJXNkRspVJ1_D0ajPEo6EdXebx216I-eDHtJDMy817SBii3KoGYy0cdT73TCgDx6G6uRnbw/w320-h144/1000541389.jpg&quot; title=&quot;TKA Kesetaraan di PKBM&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tes Kemampuan Akademik (TKA) dilatarbelakangi oleh kebutuhan adanya pelaporan capaian akademik individu murid dari penilaian yang terstandar. Tidak tersedianya laporan capaian akademik individu dari penilaian terstandar pada beberapa tahun terakhir menimbulkan beberapa permasalahan. Permasalahan muncul terutama pada situasi ketika perbandingan capaian akademik murid yang berasal satuan pendidikan dilakukan, seperti pada proses seleksi. Pada situasi seleksi yang didasarkan pada data dari hasil penilaian masing-masing satuan pendidikan misalnya data rapor, menimbulkan masalah dalam hal objektivitas dan keadilan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tujuan Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memperoleh informasi capaian akademik Murid yang terstandar untuk keperluan seleksi akademik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjamin pemenuhan akses Murid Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal terhadap penyetaraan hasil belajar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendorong peningkatan kapasitas pendidik dalam mengembangkan penilaian yang berkualitas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan informasi kepada Murid tentang kekuatan dan kelemahan dalam bidang akademik.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;&lt;b&gt;Yang diharapkan tercapai dengan TKA ini adalah:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan adanya TKA diharapkan murid secara individu mempunyai laporan capaian akademik berdasarkan penilaian terstandar sehingga dapat digunakan untuk berbagai kepentingan yang memerlukan informasi capaian akademik individu murid.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain itu TKA juga diharapkan menjadi salah satu sumber informasi untuk pemetaan mutu pendidikan dan masukan penyusunan kebijakan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Secara khusus, TKA diharapkan dapat mendorong satuan pendidikan memperbaiki proses pembelajaran dan penilaian.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXp58y8ASY0ElPLj5IHqigGghZyoX_nh6DJlBK1GGzA9zc7KnJDwjhFL6xiPnUMvy2MS3x58LUnHC_n8daZynQIcRV_KOJdHoUaeCqC9X2ffoK2alNKl4iaMH_mNBg_bxF55KSANGx4muBuDkSPCuSm-i-DC_eK_LJrfOgx2VCiCvxbVBX3iiwvzCiN4o/s1748/Aplikasi%20TKA.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;981&quot; data-original-width=&quot;1748&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXp58y8ASY0ElPLj5IHqigGghZyoX_nh6DJlBK1GGzA9zc7KnJDwjhFL6xiPnUMvy2MS3x58LUnHC_n8daZynQIcRV_KOJdHoUaeCqC9X2ffoK2alNKl4iaMH_mNBg_bxF55KSANGx4muBuDkSPCuSm-i-DC_eK_LJrfOgx2VCiCvxbVBX3iiwvzCiN4o/s320/Aplikasi%20TKA.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Situs Aplikasi TKA&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;kemendikdasmen.go.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://pusmendik.kemendikdasmen.go.id/tka/simulasi_tka&quot;&gt;Login di sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;&lt;b&gt;TKA Tes Kemampuan Akademik Kesetaraan PNF&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tes Kemampuan Akademik (TKA) PNF Di Tahun 2026 adalah asesmen sukarela yang diselenggarakan Kemendikdasmen pada April 2026 untuk mengukur capaian pembelajaran siswa kesetaraan (Paket A, B, C) secara objektif. Hasil TKA (Istimewa-Kurang) digunakan sebagai validator rapor dan sertifikat pendukung untuk masuk ke jenjang pendidikan formal lebih tinggi (SMP/SMA/SNBP).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pusat Asesmen Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pusat Salesmen Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;Poin Penting TKA Kesetaraan (PNF)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tujuan: Memberikan informasi objektif capaian akademik dan sebagai penjaminan mutu di Pendidikan Nonformal (PKBM).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sasaran: Murid setingkat kelas 6 SD/MI, 9 SMP/MTs, dan 12 SMA/MA/SMK di jalur kesetaraan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Waktu Pelaksanaan: April 2026 (serentak).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Manfaat: Nilai TKA diakui untuk seleksi masuk sekolah/perguruan tinggi (jalur prestasi) dan memvalidasi nilai rapor.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sifat: Sukarela, namun direkomendasikan bagi yang ingin melanjutkan ke jalur formal.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tes ini mengukur penguasaan konsep inti dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Higher Order Thinking Skills&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(HOTS). Warga belajar disarankan mengikuti simulasi soal untuk persiapan.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikian ulasan singkat dan rangkuman tentang&amp;nbsp;TKA Tes Kemampuan Akademik Kesetaraan Pendidikan Non Formal PNF yang dapat Admint Visiuniversal-blog bagikan. Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sumber dan referensi :&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;https://pusmendik.kemendikdasmen.go.id/tka/&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/2567332222351080237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/04/tka-tes-kemampuan-akademik-kesetaraan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/2567332222351080237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/2567332222351080237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/04/tka-tes-kemampuan-akademik-kesetaraan.html' title='TKA Tes Kemampuan Akademik Kesetaraan PNF'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPO6nWZKupsmVy5Qxk-0ORoz-8I-Gxo2gGER9wXFHcgt_AJ93DbaWF32_i3-qXaCBrGa6bGzg9bywHuH3vmnOQ3MCmj508YDjGVaqVINJa9do3RRyXrNHyQJXNkRspVJ1_D0ajPEo6EdXebx216I-eDHtJDMy817SBii3KoGYy0cdT73TCgDx6G6uRnbw/s72-w320-h144-c/1000541389.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-3549718102352915005</id><published>2026-04-14T17:07:00.000+07:00</published><updated>2026-04-14T17:07:34.329+07:00</updated><title type='text'>Peraturan Terbaru 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) 2026</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot;&gt;Visiuniversal-Blog&lt;/a&gt;--Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal mengenai berbagai aspek sistem pendidikan di Indonesia yang ditetapkan pemerintah melalui Kementrian Pendidikan Dasar dan menengah dan harus dipenuhi oleh seluruh Satuan Pendidikan. SNP juga berfungsi sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan, SNP bertujuan menjamin mutu Pendidikan nasional, mencerdaskan kehidupan bangsa serta membentuk watak bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Dasar Hukum: Diatur dalam PP No. 57 Tahun 2021 yang diubah dengan PP No. 4 Tahun 2022.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Tujuan: Mewujudkan pendidikan bermutu yang merata di seluruh wilayah NKRI.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;8 Komponen/Standar Pendidikan: Menurut Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, artikel dari Guru Inovatif, dan penjelasan Hukum Positif Indonesia, SNP mencakup standar:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Isi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Proses&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kompetensi Lulusan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Pendidik dan Tenaga Kependidikan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Sarana dan Prasarana&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Pengelolaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Pembiayaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Penilaian Pendidikan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Guru Inovatif&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Guru Inovatif&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;+2&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;SNP digunakan sebagai panduan bagi sekolah dalam mengembangkan kurikulum dan metode pengajaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Dasar hukum dan Peraturan Utama dan Terbaru 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Berdasarkan regulasi terkini, Standar Nasional Pendidikan (SNP) diatur melalui delapan standar utama sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Standar Kompetensi Lulusan (SKL) - Diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2025,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Standar Isi (SI) - Diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2025,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Standar Proses (SP) - Diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Standar Penilaian Pendidikan - Diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) - Diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2025,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Standar Sarana dan Prasarana - Diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2023,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Standar Pengelolaan Pendidikan - Diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2025,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Standar Pembiayaan Pendidikan - Diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2023,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Delapan SNP tersebut merupakan satu kesatuan sistemik yang saling terkait, sehingga implementasinya harus dilakukan secara terpadu untuk menjamin mutu pendidikan nasional secara berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Demikian ulasan singkat tentang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Peraturan Terbaru 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) 2026 yang dapat Admint &lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot;&gt;Blog-Visiuniversal&lt;/a&gt; Bagikan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/3549718102352915005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/04/peraturan-terbaru-8-standar-nasional.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/3549718102352915005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/3549718102352915005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/04/peraturan-terbaru-8-standar-nasional.html' title='Peraturan Terbaru 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) 2026'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-325886319675729609</id><published>2026-03-30T10:12:00.003+07:00</published><updated>2026-08-18T18:00:22.775+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengembangan Diri"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengetahuan Umum"/><title type='text'>Sejarah Kepanduan Pramuka Indonesia</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: #f3f3f3; box-sizing: inherit; color: #30393a; font-family: calibri, sans-serif; font-size: 14px; margin: 0px 0px 10px; outline: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;lazy&quot; data-src=&quot;https://s3.schoolmedia.id/01-cms-website/sman2kandisriau.sch.id/editor/TJfFpqn3gelgSuSTTb4xkPESIfKvT6fNQSifLGPU.jpg&quot; src=&quot;https://s3.schoolmedia.id/01-cms-website/sman2kandisriau.sch.id/editor/TJfFpqn3gelgSuSTTb4xkPESIfKvT6fNQSifLGPU.jpg&quot; style=&quot;border: 0px; box-sizing: inherit; display: block; height: 365px; max-width: 100%; opacity: 1; outline: none; vertical-align: middle; width: 823px;&quot; /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: #f3f3f3; box-sizing: inherit; color: #30393a; margin: 0px 0px 10px; outline: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot;&gt;Visiuniversal-blog&lt;/a&gt;--Awal Organisasi Pramuka di Indonesia ditandai dengan munculnya cabang milik Belanda dengan nama&amp;nbsp;&lt;em style=&quot;box-sizing: inherit; outline: none;&quot;&gt;Nederlandesche Padvinders Organisatie&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(NPO) pada 1912 yang kemudian berubah nama menjadi&amp;nbsp;&lt;em style=&quot;box-sizing: inherit; outline: none;&quot;&gt;Nederlands Indische Padvinders Vereniging&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(NIVP) pada 1916, di tahun yang sma Mangkunegara VII membentuk Organisasi Kepanduan pertama Indonesia dengan nama&amp;nbsp;&lt;em style=&quot;box-sizing: inherit; outline: none;&quot;&gt;Javaansche Padvinder Organisatie&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(JPO). Lahirnya JPO memicu gerakan nasional lainnya untuk membuat organisasi sejenis pada saat itu diantaranya Hizbul Wahton (HM) pada 1918, JJP (Jong Java Padvinderij) pada 1923, Nationale Padvinders (NP), Nationaal Indonesische Padvinderij (NATIPIJ), Pandoe Pemoeda Sumatra (PPS) dan dan penyatuan organisasi pandu diawali dengan lahirnya INPO (Indonesische Padvinderij Organisatie) pada 1926 sebagai peleburan dua organisasi kepanduan, Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: #f3f3f3; box-sizing: inherit; color: #30393a; margin: 0px 0px 10px; outline: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Melihat semakin banyaknya organisasi pramuka milik Indonesia, Belanda melarang organisasi kepramukaan di luar milik Belanda mengguakan istilah Padvinder. Oleh karena itu K.H Agus Salim memperkenalkan istilah “Pandu” atau “Kepanduan” untuk organisasi Kepramukaan milik Indonesia. Pada 23 Mei 1928 muncul PAPI (Persaudaraan Antar Pandu Indonesia) yang anggotanya terdiri dari INPO, SIAP, NATIPIJ, PPS. Setelah kemerdekaan lahirlah kepanduan yang bersifat nasional yaitu Pandu Rakyat Indonesia pada 28 Desember 1945. Dalam perjalanan sejarahnya organisasi kepanduan yang jumlahnya ratusan dibagi menjadi beberapa federasi, menyadari adanya kelemahan dari beberapa federasi tersebut maka dibentuklah PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia), namun juga terkendala karena kurangnya kekompakan antara anggota yang tergabung didalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: #f3f3f3; box-sizing: inherit; color: #30393a; margin: 0px 0px 10px; outline: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Pada 1960 pemerintah dan MPRS berupaya untuk membenahi organisasi kepramukaan di Indonesia, sebagai tindak lanjut upaya tersebut pada 9 Maret 1961 Preseiden Soekarno mngumpulkan tokoh-tokoh dari gerakan kepramukaan indonesia, presiden mengatakan bahwa organisasi kepanduan yang ada harus diperbaharui, aktivitas pendidikan haruslah diganti dan seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu dengah nama Pramuka. Dalam kesempatan ini juga Presiden membentuk panitia pembentukan gerakan Pramuka yang tediri dari Sultan Hamengkubuwono XI, Prof. Prijono. Dr. A. Aziz Saleh serta Achmadi. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Hari Tunas Gerakan Pramuka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: #f3f3f3; box-sizing: inherit; color: #30393a; margin: 0px 0px 10px; outline: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;lazy&quot; data-src=&quot;https://s3.schoolmedia.id/01-cms-website/sman2kandisriau.sch.id/editor/Wxm0iQnUFSGXRlzfGeFXAWipZycN9s7SrJMItNUo.png&quot; src=&quot;https://s3.schoolmedia.id/01-cms-website/sman2kandisriau.sch.id/editor/Wxm0iQnUFSGXRlzfGeFXAWipZycN9s7SrJMItNUo.png&quot; style=&quot;border: 0px; box-sizing: inherit; display: block; height: 1024px; max-width: 100%; opacity: 1; outline: none; vertical-align: middle; width: 683px;&quot; /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: #f3f3f3; box-sizing: inherit; color: #30393a; margin: 0px 0px 10px; outline: none; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Sri Sultan Hamengkubuwono IX menerima panji Gerakan Pramuka dari Presiden Soekarno pada 14 Agustus 1961&lt;br style=&quot;box-sizing: inherit; outline: none;&quot; /&gt;(Foto: Koleksi Museum Sumpah Pemuda)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: #f3f3f3; box-sizing: inherit; color: #30393a; margin: 0px 0px 10px; outline: none;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: #f3f3f3; box-sizing: inherit; color: #30393a; margin: 0px 0px 10px; outline: none; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Buah hasil kerja panitia tersebut yaitu dikeluarkannya lampiran keputusan Presiden nomor 238 tahun 1961 pada 20 Mei 1961 tentang gerakan Pramuka, maka peristiwa ini disebut sebagai Hari permulaan Tahun kerja. Pada 30 Juli 1961 bertempat di Istora Senayan, seluruh tokoh–tokoh kepanduan indonesia menyatakan menggabungkan diri dengan orgnaisasi gerakan Pramuka, dan hari bersejarah ini disebut sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka. Pada 14 Agustus 1961 dilakukan MAPINAS (Majelis Pimpinan Nasional) yang diketuai oleh Preiden Soekarno, wakil ketua I Sultan Hamengkubuwono XI dan wakil ketua II Brigjen TNI Dr. A. Azis Saleh. Ditandai dengan penyerahan panji-panji pramuka oleh Presiden Soekarno kepada tokoh-tokoh pramuka dihadiri oleh ribuan anggota pramuka unuk memperkenalkan gerakan Pramuka kepada Masyarakat, maka peristiwa ini dikenal sebagai hari lahir Pramuka yang sampai saat ini masih diperingati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: #f3f3f3; box-sizing: inherit; color: #30393a; font-family: calibri, sans-serif; font-size: 14px; margin: 0px 0px 10px; outline: none;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: #f3f3f3; box-sizing: inherit; color: #30393a; font-family: calibri, sans-serif; font-size: 14px; margin: 0px 0px 10px; outline: none;&quot;&gt;&lt;em style=&quot;box-sizing: inherit; outline: none;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;box-sizing: inherit; font-weight: 700; outline: none;&quot;&gt;Sumber Informasi:&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;box-sizing: inherit; color: #1abc9c; outline: none;&quot;&gt;https://museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id/sejarah-pramuka-di-indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/325886319675729609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/03/sejarah-kepanduan-pramuka-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/325886319675729609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/325886319675729609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/03/sejarah-kepanduan-pramuka-indonesia.html' title='Sejarah Kepanduan Pramuka Indonesia'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-2294647896297119460</id><published>2026-03-30T10:10:00.000+07:00</published><updated>2026-03-30T10:10:46.269+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengembangan Diri"/><title type='text'> AKUN MEDSOS DILARANG, PRAMUKA SIAGA PENGGALANG TETAP RIANG </title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Visiuniversal---Mulai 28 Maret 2026, pemerintah melalui Komdigi memberlakukan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun (Penggalang &amp;amp; Siaga) sebagai bagian dari upaya perlindungan anak di ruang digital, kebijakan ini mengatur bahwa anak tidak lagi dapat membuat akun baru di berbagai platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan lainnya, bahkan akun yang sudah ada berpotensi dibatasi, platform juga diwajibkan melakukan verifikasi usia pengguna, langkah ini diambil untuk mengurangi risiko paparan konten berbahaya, perundungan siber, eksploitasi, serta dampak kecanduan digital yang semakin nyata pada anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;TUGAS PEMBINA&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Para Pembina Pramuka diharapkan dapat menyampaikan kebijakan ini kepada adik-adik binaannya dengan pendekatan yang bijak dan membangun, penting untuk ditekankan bahwa ini bukan bentuk pelarangan terhadap akses internet secara keseluruhan, melainkan upaya melindungi mereka dari ruang digital yang belum sepenuhnya aman, adik-adik tetap bisa belajar, berkomunikasi, dan berkembang melalui berbagai sarana lain yang lebih sesuai dengan usia mereka, dengan pendampingan yang tepat dari orang dewasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Momentum ini justru dapat kita gunakan untuk menguatkan kembali nilai-nilai kepramukaan, mendorong adik-adik untuk lebih aktif dalam kegiatan nyata, berinteraksi langsung dengan teman sebaya, mengasah keterampilan hidup, serta membangun karakter yang tangguh dan mandiri, dunia digital bukan satu-satunya ruang untuk tumbuh, dan Pramuka telah lama menyediakan ruang belajar yang kaya, menyenangkan, dan penuh makna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Pusdiklatnas mengajak seluruh Pembina Pramuka Indonesia untuk bersama-sama mendukung kebijakan ini dengan memberikan pemahaman yang utuh dan menenangkan, menjaga semangat adik-adik agar tetap positif dan tidak merasa kehilangan, serta mengarahkan mereka untuk melihat sisi baik dari pembatasan ini sebagai kesempatan untuk tumbuh lebih sehat, lebih kuat, dan lebih siap ketika saatnya tiba untuk memasuki dunia digital dengan bijak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&quot;Pramuka tidak pernah dibuat terkejut. Ia tahu apa yang harus dilakukan ketika hal yang tidak terduga terjadi&quot; (Baden Powell)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Sumber;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;https://inet.detik.com/law-and-policy/d-8417156/mulai-besok-komdigi-batasi-akses-medsos-anak-di-bawah-16-tahun?utm_campaign=detikcomsocmed&amp;amp;utm_medium=oa&amp;amp;utm_source=wachannel&amp;amp;utm_content=detikinet&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/2294647896297119460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/03/akun-medsos-dilarang-pramuka-siaga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/2294647896297119460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/2294647896297119460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/03/akun-medsos-dilarang-pramuka-siaga.html' title=' AKUN MEDSOS DILARANG, PRAMUKA SIAGA PENGGALANG TETAP RIANG '/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-4253836283258589222</id><published>2026-02-25T10:00:00.001+07:00</published><updated>2026-02-25T15:02:34.652+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengetahuan Umum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peraturan dan UU"/><title type='text'>Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG)</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot;&gt;Visiuniversal-blog-&lt;/a&gt;--Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program unggulan pemerintah Prabowo-Gibran yang resmi berjalan mulai Januari 2025 untuk meningkatkan kesehatan, menekan stunting, dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Program ini menyasar anak sekolah (PAUD-Menengah), ibu hamil, dan menyusui, serta melibatkan UMKM/petani lokal untuk menggerakkan ekonomi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4J7DrWeKDDkdBvCBVXedk4rpDME0teupwxAWON_1-J8nfJNtU7txLh3x2oJqGk0nQan_CnT7dWvhiPp-3epA7gTWhsmzIz4GuZ-vauuRCivkcoSg0wEnzSYs5lYOQtMcO-XvzqaXD1OhHj9lGNZBZduaAC13ewC7wsoknVRjQnSg59It6OcAQ6yK4chny/s275/MBG%20Makan%20bergizi%20gratis%20disekolah.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;MBG Makan bergizi gratis&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;183&quot; data-original-width=&quot;275&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4J7DrWeKDDkdBvCBVXedk4rpDME0teupwxAWON_1-J8nfJNtU7txLh3x2oJqGk0nQan_CnT7dWvhiPp-3epA7gTWhsmzIz4GuZ-vauuRCivkcoSg0wEnzSYs5lYOQtMcO-XvzqaXD1OhHj9lGNZBZduaAC13ewC7wsoknVRjQnSg59It6OcAQ6yK4chny/w400-h266/MBG%20Makan%20bergizi%20gratis%20disekolah.jpg&quot; title=&quot;MBG Makan bergizi gratis di sekolah&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melalui Badan Gizi Nasional Makan bergizi gratis resmi di louncing tahun 2025 Tepatnya tanggal 6 Januari 2025.&amp;nbsp;Badan Gizi Nasional (BGN) pun menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemitraan strategis dalam percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi melalui kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhK4EJbqW9oT5DuAGen4r4y7P1VdynQiOOZSY6Q_3LCiJyLKSEtD7BSZ3WWAs55CUDBipSdZkZQWwy6v74SKJKMSDtJVEHEqwxdQF9Qcgzwa774_-T9vo2ZhPlGGTqtb1aDY0GjUiXXA69Xi2NroAU3NuS0LHpBGPatgATf_1Fib3csWKuvd3s757l8OD4/s6365/Desain-Program%20makan%20bergizi%20gratis%20MBG.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Desain-MBG Makan Bergizi gratis&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3520&quot; data-original-width=&quot;6365&quot; height=&quot;221&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhK4EJbqW9oT5DuAGen4r4y7P1VdynQiOOZSY6Q_3LCiJyLKSEtD7BSZ3WWAs55CUDBipSdZkZQWwy6v74SKJKMSDtJVEHEqwxdQF9Qcgzwa774_-T9vo2ZhPlGGTqtb1aDY0GjUiXXA69Xi2NroAU3NuS0LHpBGPatgATf_1Fib3csWKuvd3s757l8OD4/w400-h221/Desain-Program%20makan%20bergizi%20gratis%20MBG.png&quot; title=&quot;Desain-MBG Makan Bergizi gratis&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Poin-Poin Penting Kebijakan MBG:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Tujuan utama: Meningkatkan kualitas gizi anak-anak untuk fokus belajar, menurunkan stunting, dan memperkuat SDM, sebagai bagian dari Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Target Sasaran: Peserta didik (PAUD hingga menengah), balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Pelaksana: Badan Gizi Nasional (BGN) bertanggung jawab penuh, dibantu dengan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di berbagai daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Anggaran: Pemerintah mengalokasikan Rp71 triliun pada APBN 2025 untuk tahap awal (hingga Juni 2025), dengan kebutuhan total yang diproyeksikan hingga Rp420 triliun untuk cakupan penuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Dampak Ekonomi: Program ini mendorong pemberdayaan UMKM, petani, dan nelayan lokal sebagai penyedia bahan pangan, serta menciptakan lapangan kerja melalui dapur-dapur umum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Keamanan Pangan: Kementerian Kesehatan memperketat pengawasan dan percepatan sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada setiap dapur umum untuk menjamin keamanan makanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Cakupan: Hingga Januari 2026, program telah mencapai 55 juta penerima manfaat dan menargetkan jangkauan yang lebih luas secara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Edukasi gizi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Edukasi gizi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah upaya terintegrasi untuk meningkatkan status gizi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui melalui penyediaan makanan bergizi seimbang (karbohidrat, protein, sayur, buah) dan edukasi perilaku sehat untuk mengatasi stunting dan malnutrisi. Program ini diterapkan mulai tahun 2025 resminya tepat pada tanggal 6 Januari 2025 dengan fokus pada pemenuhan gizi, peningkatan kebiasaan makan sehat, perilaku hidup bersih (cuci tangan), dan pemantauan tumbuh kembang.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNwZGStVDDAB7IUnbOH_mIGTDjfbWbpnq3LdFO0QaZEOLTGh8kLsctflrCWW8yMRIw0K4rVpCstD-jkQJA5kwhhaT3nDmYGPVjS_IaUS3k9DjGqnbpxmSFRRnLJpeWVYCfD8K5qsKkQRPjhbNOwXlYCJCeTqA5tZsGmi681cxqsGBhiUzuaKp8eIDlJOMq/s267/Edukasi%20Gizi%20dalam%20MBG.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Edukasi MBG Makan Bergizi Gratis di sekolah&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;267&quot; data-original-width=&quot;189&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNwZGStVDDAB7IUnbOH_mIGTDjfbWbpnq3LdFO0QaZEOLTGh8kLsctflrCWW8yMRIw0K4rVpCstD-jkQJA5kwhhaT3nDmYGPVjS_IaUS3k9DjGqnbpxmSFRRnLJpeWVYCfD8K5qsKkQRPjhbNOwXlYCJCeTqA5tZsGmi681cxqsGBhiUzuaKp8eIDlJOMq/w227-h320/Edukasi%20Gizi%20dalam%20MBG.jpg&quot; title=&quot;Edukasi MBG Makan Bergizi Gratis&quot; width=&quot;227&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Komponen Edukasi:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Pendidikan Gizi: Mengenalkan konsep &quot;Tumpeng Gizi Seimbang&quot; dan pentingnya keberagaman makanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Pembiasaan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Interaksi Langsung: Momen makan digunakan untuk edukasi mengenai nutrisi, pengenalan sayur/buah, dan porsi seimbang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Metode Edukasi:&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui pendekatan kurikuler di sekolah, cerita (storytelling), permainan, pantun gizi, kampanye digital, dan pendampingan oleh kader.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Integrasi: Program MBG berjalan beriringan dengan Gerakan Sekolah Sehat (GSS) yang fokus pada sehat bergizi, fisik, imunisasi, jiwa, dan lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keterlibatan: Melibatkan satuan pendidikan, puskesmas, orang tua, dan masyarakat untuk memastikan edukasi berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Permasalahan MBG&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;penerapan MBG menuai banyak kritik dan penolakan di berbagai daerah, terutama karena menyebabkan keracunan massal. Lebih dari 10.000 kasus keracunan MBG terjadi di seluruh Indonesia (per September 2025), dengan kasus serentak terbanyak terjadi pada 1.333 pelajar di Bandung Barat, Jawa Barat,[2][3] dan sampai saat ini belum ada tersangka yang bertanggung jawab atas kasus keracunan massal tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Program MBG bertujuan untuk mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak. Namun, Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mengkritik bahwa program ini belum sepenuhnya tepat sasaran. Salah satu masalah utama adalah distribusi yang tidak merata, karena kasus gizi buruk dan stunting lebih tinggi di beberapa daerah dibandingkan dengan daerah lainnya. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa pemangkasan biaya per porsi makan dari Rp15.000–20.000 menjadi Rp10.000 akan menurunkan kualitas makanan yang diberikan. Hal ini bisa membuat program MBG kurang efektif dalam mengatasi stunting. Pembagian MBG pada saat libur sekolah dan hari raya juga menjadi masalah yang masih dipertanyakan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sejumlah lembaga koalisi masyarakat sipil diinisiasi Celios, Unitrend, Lapor Sehat, LBH Jakarta, Transparency International Indonesia, dan Bareng Warga merespons maraknya kasus keracunan, pencairan dana ke SPPG dan sejumlah polemik lain dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan cara meluncurkan&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikian tentang&amp;nbsp;Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2025 / 2026 semoga Artikel singkat ini bermanfaat.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/4253836283258589222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/02/kebijakan-makan-bergizi-gratis-mbg.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/4253836283258589222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/4253836283258589222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/02/kebijakan-makan-bergizi-gratis-mbg.html' title='Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4J7DrWeKDDkdBvCBVXedk4rpDME0teupwxAWON_1-J8nfJNtU7txLh3x2oJqGk0nQan_CnT7dWvhiPp-3epA7gTWhsmzIz4GuZ-vauuRCivkcoSg0wEnzSYs5lYOQtMcO-XvzqaXD1OhHj9lGNZBZduaAC13ewC7wsoknVRjQnSg59It6OcAQ6yK4chny/s72-w400-h266-c/MBG%20Makan%20bergizi%20gratis%20disekolah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-7181279758523577458</id><published>2026-01-12T08:37:00.003+07:00</published><updated>2026-02-25T07:13:32.951+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Coretan Ringan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Guru Pendidik"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pembelajaran"/><title type='text'>CARA MENCONTEK YANG HARUS DIWASPADAI</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGRO-0uMWudnwfaN4VUrFNhgYwRfMYfWTCzROQHsATLobkQhSwDwAQr3Ti4NO5cgizwH3WBfC9H8rjvfVwKJdU2o5nxvZQontdl0251atfMygZjsxDsxYD3qthRfWNSfD-wu8oVcYPLw3sfc0SO1IX87r8z0pGplytjW3r8XMaeExa0sTkycSwhiSk1YQ/s780/Siswa%20mencontek%20dikelas.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Siswa mencontek dikelas&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;780&quot; height=&quot;154&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGRO-0uMWudnwfaN4VUrFNhgYwRfMYfWTCzROQHsATLobkQhSwDwAQr3Ti4NO5cgizwH3WBfC9H8rjvfVwKJdU2o5nxvZQontdl0251atfMygZjsxDsxYD3qthRfWNSfD-wu8oVcYPLw3sfc0SO1IX87r8z0pGplytjW3r8XMaeExa0sTkycSwhiSk1YQ/w400-h154/Siswa%20mencontek%20dikelas.jpg&quot; title=&quot;Cara mencontek ujian ulangan dikelas&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;https://visiuniversal.blogspot.com/&lt;/a&gt;-- Dalam kegiatan belajar disekolah sampai akhir tujuan pembelajaran melalui evaluasi dan assesmen terhadap capaian siswa. Diharapkan hasil nilai yang didapat siswa benar-benar sesuai melihat kemampuan siswa dalam menyerap pelajaran. Pada kenyataannya sering terjadi hasil evaluasi dan assesment tidak dapat mengukur kemampuan siswa dengan valid karena tidak murninya pelaksanaan ujuan atau ulangan yang dilakukan berbagai faktor bisa terjadi salah satunya kecurangan ujian yang dilakukan siswa dengan mencontek.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara mencontek yang harus diwaspadai para guru dan pengawas saat ujian atau ulangan berlangsung.&amp;nbsp; Jika kita bertanya pada AI Apa yang dimaksud dengan siswa pelajar mencontek jawabannya adalah &quot;Siswa menyontek saat ujian adalah perilaku curang yang disebabkan faktor internal (kurang percaya diri, cemas, tidak siap) dan eksternal (metode mengajar membosankan), berdampak merusak intelektual dan karakter, serta berpotensi mendapat sanksi seperti nilai nol, namun bisa diatasi dengan membangun kepercayaan diri siswa melalui apresiasi dan membangun karakter jujur.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam praktik ujian di kelas sering ditemukan siswa yang mcontek,vdari sekian banyak siswa yang dihadapi ada yang tertangkap tangan tetapi sering banyak yang lolos dari pengamatan dan pengawasan guru atau pengawas ujian karena canggihnya cara mencontek yang mereka lakukan diantaranya seperti cara-cara mencontek berikut ini.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Cara Mencontek 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEimM8K-oV3ZY4Y7gGO_fxtd0wttHJ-T92sUV33LuJE0cy9YGRCYo-1jMpU0hpKwYNixSDzApQ9ww6U3X7cvg7CwQ-oBusYF1yVYDHmMIYC4Ym3GV-IKOT6YZgw2Mz8C9oxJ_b3qkQ44fGJkdu_HFl4L8U-1MF4Ba4gqwVy8NjX8RR0JoKVsyyELY1f6zWQ&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; data-original-height=&quot;255&quot; data-original-width=&quot;301&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEimM8K-oV3ZY4Y7gGO_fxtd0wttHJ-T92sUV33LuJE0cy9YGRCYo-1jMpU0hpKwYNixSDzApQ9ww6U3X7cvg7CwQ-oBusYF1yVYDHmMIYC4Ym3GV-IKOT6YZgw2Mz8C9oxJ_b3qkQ44fGJkdu_HFl4L8U-1MF4Ba4gqwVy8NjX8RR0JoKVsyyELY1f6zWQ&quot; width=&quot;283&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;Cara Mencontek 2&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiLUqdurv94clb2LvFqpEWk6GhV3i-Bz1x3J2hPSWcI3Qu29NMqS9vzUtepKf0_EgxnecOb1dLMPqFqovZTzuK2w770L3JGZCCf51qNNn3t9iwGmv1Sy71dmslkYugPrYn-iI55OQ2tNeP0Nw_KPr4U2MzZBZ3UqGWZlWD58Y0x_mS0OLTE8q2c2X7kmy4&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; data-original-height=&quot;266&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiLUqdurv94clb2LvFqpEWk6GhV3i-Bz1x3J2hPSWcI3Qu29NMqS9vzUtepKf0_EgxnecOb1dLMPqFqovZTzuK2w770L3JGZCCf51qNNn3t9iwGmv1Sy71dmslkYugPrYn-iI55OQ2tNeP0Nw_KPr4U2MzZBZ3UqGWZlWD58Y0x_mS0OLTE8q2c2X7kmy4&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Cara Mencontek 3&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi_owcaoaVrG8VXBvM3vQz3y_svVBWuO6V9TmEIaAA1VjlKbxpdE0y9Vhk7O7R4p0W2UCTFj6g7_JPUZSoccuhfOTESc6ufVrXPXW0GGMDShYkW419sipYC-nK241YBwFlQivprD-BZ-udtsmH-KwpVjblOg3IM2bO7Nw9nLQiL2bMA7L5dMXAjfaIipV0&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi_owcaoaVrG8VXBvM3vQz3y_svVBWuO6V9TmEIaAA1VjlKbxpdE0y9Vhk7O7R4p0W2UCTFj6g7_JPUZSoccuhfOTESc6ufVrXPXW0GGMDShYkW419sipYC-nK241YBwFlQivprD-BZ-udtsmH-KwpVjblOg3IM2bO7Nw9nLQiL2bMA7L5dMXAjfaIipV0&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Cara Mencontek 4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgRrkPwbxz8Y0Ea6ASuIbi7jiDTVvD8BpMUVB6XWvJbYwvkLc1wt55B-pm--pWUtc5QNYotuZvonyOX9v5TeT7c1ZzUSnAp2aW78DmSLg1gqCA0cMqlxJS63ATcNugbimPK6mEYJG8mRyQKfFS1YsVFU5opjq2HCg_NzrEemnWqFfkOONOejVHDBbXkIS8&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; data-original-height=&quot;205&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;164&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgRrkPwbxz8Y0Ea6ASuIbi7jiDTVvD8BpMUVB6XWvJbYwvkLc1wt55B-pm--pWUtc5QNYotuZvonyOX9v5TeT7c1ZzUSnAp2aW78DmSLg1gqCA0cMqlxJS63ATcNugbimPK6mEYJG8mRyQKfFS1YsVFU5opjq2HCg_NzrEemnWqFfkOONOejVHDBbXkIS8&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Cara Mencontek 5&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi-TjKGStNja_3l2mMRPHqq1cgBwZYvEXsXyP2y2aKsLsqAUqNc5o11D3n1IXCjvp5nbPPM3bt7oc9haX1BgEXY8RKOOrPI6j5ajRxALEI4bkQjEv3WjTrWkOpi2ybf1PZ8SJgxkTkMNvNFv2k-nPZAcYKIVSSW83_1TKTeBo1LibbYtUpcRz79StveJBQ&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; data-original-height=&quot;282&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;226&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi-TjKGStNja_3l2mMRPHqq1cgBwZYvEXsXyP2y2aKsLsqAUqNc5o11D3n1IXCjvp5nbPPM3bt7oc9haX1BgEXY8RKOOrPI6j5ajRxALEI4bkQjEv3WjTrWkOpi2ybf1PZ8SJgxkTkMNvNFv2k-nPZAcYKIVSSW83_1TKTeBo1LibbYtUpcRz79StveJBQ&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;Cara Mencontek 6&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzJ6jH1tR-yLIQoK7rihpOrZ4iPR1g6yP7qwShYdaB7xZ1_bDMDojSBnyF5_ZN1H67-x4_pE3oAZy-zgbFYxxE6iGH_zXxMZOj2SOwueBU-o63mWOuTeJOaEpMlacvK38sdkMVFHa5to4FaIznq-XDRWFkx6ZHaiYHEVTnf8ExMezpDEGeB_jSVQ6YCaI/s276/Teknik%20Menyontek%2006.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Mencontek jawaban ujian&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;182&quot; data-original-width=&quot;276&quot; height=&quot;211&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzJ6jH1tR-yLIQoK7rihpOrZ4iPR1g6yP7qwShYdaB7xZ1_bDMDojSBnyF5_ZN1H67-x4_pE3oAZy-zgbFYxxE6iGH_zXxMZOj2SOwueBU-o63mWOuTeJOaEpMlacvK38sdkMVFHa5to4FaIznq-XDRWFkx6ZHaiYHEVTnf8ExMezpDEGeB_jSVQ6YCaI/w320-h211/Teknik%20Menyontek%2006.jpg&quot; title=&quot;Cara Mencontek&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Demikian cara mencontek yang harus diwaspadai baik oleh guru maupun pengawas ujian dikelas. Agar bisa dijadikan referensi untuk mendidik karakter kejujuran anak didik atau siswa yang bimbing untuk menjadi lebih baik tidak hanya intelektualnya tetapi juga karakter dan kpribadian positifnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/7181279758523577458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/01/cara-mencontek-yang-harus-diwaspadai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/7181279758523577458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/7181279758523577458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/01/cara-mencontek-yang-harus-diwaspadai.html' title='CARA MENCONTEK YANG HARUS DIWASPADAI'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGRO-0uMWudnwfaN4VUrFNhgYwRfMYfWTCzROQHsATLobkQhSwDwAQr3Ti4NO5cgizwH3WBfC9H8rjvfVwKJdU2o5nxvZQontdl0251atfMygZjsxDsxYD3qthRfWNSfD-wu8oVcYPLw3sfc0SO1IX87r8z0pGplytjW3r8XMaeExa0sTkycSwhiSk1YQ/s72-w400-h154-c/Siswa%20mencontek%20dikelas.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-2787315500112007106</id><published>2026-01-12T08:06:00.003+07:00</published><updated>2026-02-25T10:02:08.294+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pembelajaran"/><title type='text'>CARA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BERBASIS DATA</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvwahYnQbKWWYxG5q7ztVmAYkPB87nS7eEALeGculwSBEtOdJQU21d9cYxbBSKy4mhYaUIDoJqu_JlWdO5w-el2AP8LHOwcMT6-SUlOFkK9-ugC9Flx3kWyZNRE-8h3YxOOnLUJpmWKbjFbrV32cBb8ISsJwYB1qASb1_hcEksDcfcx2mwc1U5yJ3cwKQ/s601/Pembelajaran%20Berbasis%20Data%20Jpg.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;338&quot; data-original-width=&quot;601&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvwahYnQbKWWYxG5q7ztVmAYkPB87nS7eEALeGculwSBEtOdJQU21d9cYxbBSKy4mhYaUIDoJqu_JlWdO5w-el2AP8LHOwcMT6-SUlOFkK9-ugC9Flx3kWyZNRE-8h3YxOOnLUJpmWKbjFbrV32cBb8ISsJwYB1qASb1_hcEksDcfcx2mwc1U5yJ3cwKQ/w400-h225/Pembelajaran%20Berbasis%20Data%20Jpg.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Cara Meningkatkan Kualitas Pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot;&gt;Visiuniversal-blog&lt;/a&gt;---Kualitas pembelajaran adalah gambaran komitmen kita terhadap peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh. Cara siswa memahami materi, mengembangkan keterampilan, dan membentuk pemikiran kritis sangat bergantung pada cara kita menyusun kurikulum yang tepat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berkaca dari kurikulum di Finlandia, upaya peningkatan kualitas pembelajaran seyogianya tidak hanya terbatas pada metode pengajaran, tetapi juga mencakup pengembangan kurikulum yang relevan dan inklusif. Tidak kalah penting, peran guru&amp;nbsp; dalam mengakomodasi keberagaman potensi siswa juga perlu diperhatikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara meningkatkan kualitas pembelajaran berkaitan erat dengan bagaimana peran guru dalam menyajikan materi secara inovatif, merangsang kreativitas siswa, dan memfasilitasi lingkungan belajar yang inklusif. Oleh karenanya, cara meningkatkan kualitas guru menjadi salah satu kunci utama.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagaimana Cara Meningkatkan Kualitas Pembelajaran?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kualitas pembelajaran adalah indikator utama efektivitas suatu sistem pendidikan. Kualitas ini mencakup berbagai aspek, seperti relevansi kurikulum, metode pengajaran yang inovatif, serta kemampuan guru dalam mengelola dan memotivasi siswa.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain itu, peningkatan kualitas pembelajaran juga mencerminkan sejauh mana siswa dapat mengembangkan pemahaman yang mendalam, keterampilan praktis, dan kemampuan berpikir kritis. Pemahaman konsep ini membantu merancang strategi pendidikan yang lebih efektif dan mendukung perkembangan komprehensif siswa di era yang terus berubah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim, telah menyiapkan strategi yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Beberapa cara meningkatkan kualitas pembelajaran antara lain:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Mengubah Standar Penilaian&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Langkah pertama dalam strategi ini adalah mengubah standar penilaian, seperti yang diterapkan pada assessment kompetensi minimum yang terinspirasi oleh PISA. Dengan mengikuti standar internasional, pendekatan penilaian menjadi lebih menyeluruh. Tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga penilaianan karakter dan lingkungan belajar.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Soal-soal PISA yang diadopsi dalam assessment kompetensi minimum dapat memberikan gambaran lebih mendalam tentang pemahaman siswa. Misalnya, melibatkan siswa dalam pertanyaan atau situasi yang menguji tidak hanya pengetahuan akademis, tetapi juga kemampuan mereka dalam menerapkan pengetahuan tersebut dalam konteks dunia nyata.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Transformasi Kepemimpinan Sekolah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Transformasi kepemimpinan sekolah meliputi penempatan guru-guru terbaik sebagai pemimpin sekolah. Mereka diberikan fleksibilitas dan otonomi dalam pengelolaan anggaran serta dilengkapi dengan fasilitas teknologi. Dengan demikian, mereka dapat fokus pada mentoring guru-guru di sekolah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contoh nyata bisa terlihat di sekolah-sekolah di berbagai daerah yang mengimplementasikan program di mana guru-guru terbaik berperan sebagai kepala sekolah. Mereka memainkan peran kunci dalam peningkatan kualitas pembelajaran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Transformasi Pengajaran&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Transformasi pengajaran bertujuan untuk menyederhanakan kurikulum, membuatnya lebih fleksibel, dan berorientasi pada kompetensi siswa. Fleksibilitas dalam kurikulum memungkinkan respons yang lebih baik terhadap kebutuhan dan minat individu siswa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebagai contoh, revisi kurikulum dapat mencakup pengurangan materi yang terlalu rumit atau kurang relevan, sementara penambahan toolkit online dapat membantu guru mempersonalisasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Dengan pendekatan ini, pengajaran menjadi lebih sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Kemitraan dengan Daerah dan Organisasi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perubahan dalam pendidikan bukan hanya dari pemerintah pusat, namun memerlukan kemitraan dengan daerah dan berbagai organisasi yang didukung oleh langkah konkret. Ini merupakan cara meningkatkan kualitas pembelajaran yang efektif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contohnya, kemitraan dengan pemerintah daerah, perusahaan-perusahaan yang berkomitmen pada pendidikan, organisasi nirlaba, serta startup teknologi pendidikan. Hal ini dapat membawa keberagaman perspektif dan sumber daya ke dalam pengembangan strategi pendidikan yang lebih efektif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;5. Pendidikan Profesi Guru (PPG)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pembukaan program PPG di berbagai institusi lokal dan internasional merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas guru. Melalui kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi, pemerintah dapat meningkatkan kualitas lulusan PPG dengan menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia pendidikan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain itu, dibutuhkan juga pendekatan yang berbeda dalam memberikan keterampilan kepada guru. Pelatihan tidak hanya bersifat teoritis, melainkan dilakukan melalui interaksi langsung, observasi, dan feedback. Sebagai contoh, program pelatihan di dalam sekolah-sekolah yang memiliki kualitas lebih baik dapat diadopsi untuk memberikan pengalaman langsung kepada guru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Cara Meningkatkan Kualitas Guru&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara meningkatkan kualitas guru merupakan bagian yang tak terpisahkan dari cara meningkatkan kualitas pembelajaran. Keduanya membentuk fondasi utama untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif bagi siswa. Perhatian pada peningkatan kualitas guru menjadi krusial dalam menyongsong masa depan pendidikan yang lebih berkualitas.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara meningkatkan kualitas guru antara lain:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Peningkatan Kualifikasi Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Guru yang terus meningkatkan kualitasnya melalui pendidikan lanjutan dapat membawa dampak positif dalam kelas. Sebagai contoh kurikulum di Finlandia yang menetapkan kualifikasi pendidikan guru minimal bergelar Master atau lulus pendidikan jenjang S2.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebijakan seperti ini tidak hanya menekankan pada keahlian akademis, tetapi juga menunjukkan komitmen pada pengembangan profesional. Dengan mendorong guru untuk mengejar gelar lanjutan, maka akan terbentuk guru yang terdidik dengan baik, memiliki perspektif yang luas, dan siap menghadapi dinamika perubahan dalam dunia pendidikan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Mentoring dan Kolaborasi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Membangun budaya mentoring dan kolaborasi antar guru merupakan langkah tepat dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan mendorong pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik antar sesama guru, lingkungan belajar profesional menjadi lebih dinamis.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contohnya, melalui sesi mentoring guru yang berpengalaman dapat memberikan wawasan tambahan kepada rekan-rekan guru yang baru memulai karier. Kolaborasi antar guru juga dapat melibatkan pengembangan proyek bersama atau diskusi reguler untuk mengidentifikasi solusi terbaik dalam menghadapi tantangan di kelas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Evaluasi Kinerja yang Konstruktif&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sistem evaluasi kinerja yang konstruktif berfungsi sebagai alat untuk memberikan umpan balik kepada guru. Dengan mengidentifikasi kekuatan dan area pengembangan bagi setiap guru, pendekatan ini membantu membentuk rencana pengembangan pribadi yang sesuai.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebagai contoh, evaluasi kinerja yang berfokus pada peningkatan akan melibatkan dialog terbuka antara guru dan evaluator, bukan hanya sebatas memberikan penilaian numerik. Ini memberikan kesempatan bagi guru untuk merefleksikan praktik pengajaran mereka dan bekerja sama dengan para evaluator dalam merencanakan langkah-langkah perbaikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. Pemanfaatan Teknologi Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara meningkatkan kualitas guru juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pendidikan. Guru yang mahir dalam menggunakan alat dan platform digital dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan relevan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pemanfaatan platform pembelajaran daring atau aplikasi pendidikan dapat memberikan akses kepada siswa untuk belajar secara mandiri, sementara guru dapat memantau kemajuan mereka secara real-time. Dengan menggunakan teknologi ini secara efektif, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;5. Pengembangan Soft Skills&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pentingnya pengembangan soft skills bagi guru&amp;nbsp; tidak bisa diabaikan dalam konteks pendidikan. Guru yang dapat membina hubungan yang baik dengan siswa, berkolaborasi dengan rekan sejawat, dan memiliki keterampilan kepemimpinan akan lebih efektif dalam mengelola kelas dan memfasilitasi pembelajaran.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contoh mengembangkan soft skills bisa melalui pelatihan keterampilan komunikasi. Guru dapat memperoleh keahlian untuk berinteraksi dengan beragam siswa dan merespons secara efektif terhadap kebutuhan masing-masing siswa.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memahami esensi kualitas pembelajaran adalah upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Ini langkah awal menuju pencapaian tujuan pendidikan yang lebih baik. Peningkatan kualitas pembelajaran perlu terus dilakukan demi masa depan generasi yang terampil, kreatif, dan mampu berkontribusi secara positif pada masyarakat global.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Cara Melakukan perencanaan Pembelajaran Berbasis Data&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;pada dasarnya terdapat 2 (dua) cara untuk melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP, SMA, SMK dan SLB), yaitu sebagai berikut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melakukan PBD melalui analisa unduhan Rapor Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melakukan PBD melalui eksplorasi dasbor platform Rapor Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;CARA 1:&amp;nbsp; PBD Dengan Analisa Unduhan Rapor Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk menggunakan cara 1 ini, Anda harus mengunduh laporan Rapor Pendidikan satuan pendidikan Anda.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiO0yZk2XbT1bZ3DwRCt3NhveVIs_eVwMcTITr0ASFAlOs6Dx-CTWOrKMi9uYw9OUoEXnhjTDdGc44SOYQGy7suRc72XDn2_gzolRAUV-FBp9Layg2Di_4QYwZAGUkE6B-iurLb7mdxr9HnnLFYseIlrq_LILXYxnCmp8fuaH3a-cAB1BGKy5mfSyANWU8/s840/Pembelajaran%20Berbasis%20Data.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;450&quot; data-original-width=&quot;840&quot; height=&quot;214&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiO0yZk2XbT1bZ3DwRCt3NhveVIs_eVwMcTITr0ASFAlOs6Dx-CTWOrKMi9uYw9OUoEXnhjTDdGc44SOYQGy7suRc72XDn2_gzolRAUV-FBp9Layg2Di_4QYwZAGUkE6B-iurLb7mdxr9HnnLFYseIlrq_LILXYxnCmp8fuaH3a-cAB1BGKy5mfSyANWU8/w400-h214/Pembelajaran%20Berbasis%20Data.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berikut adalah tahapannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Buka platform Rapor Pendidikan Anda&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Klik ‘Unduh’ pada bagian atas platform Rapor Pendidikan, Lalu kemudian Anda akan mendapatkan 1 berkas Excel lembar Laporan Pendidikan dan Rekomendasi PBD&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahap 1 : Identifikasi untuk memilih dan menetapkan masalah&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah berhasil mengunduh data hasil Rapor Pendidikan satuan pendidikan Anda, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut untuk melakukan proses identifikasi dan menetapkan masalah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Buka file/dokumen yang sudah berhasil diunduh dari platform Rapor Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pilih tab Rekom. Keseluruhan&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lihat kolom identifikasi, lalu pilih masalah yang akan menjadi fokus untuk diperbaiki&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. Anda juga dapat melakukan Identifikasi pada tab Rekomendasi Prioritas dengan melihat kolom Identifikasi. Pada tab ini, Indikator prioritas sudah diurutkan berdasarkan yang paling perlu pembenahan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Catatan:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;– Anda dapat menghapus kolom masalah beserta dengan refleksi dan benahi yang tidak Anda pilih&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahap 2 : Memilih Akar Masalah&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Dari masalah yang sudah dipilih di tahap 1, pada tahap 2 ini Anda dapat memilih seluruh atau sebagian akar masalah level 1 dan 2 yang ingin diperbaiki yang terdapat di kolom Akar Masalah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Catatan:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Anda dapat menghapus Akar masalah yang tidak dipilih bersamaan dengan bagian ‘benahi’-nya&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Anda dapat memilih dari kolom Akar Masalah baik dari tab Rekomendasi Keseluruhan atau Rekomendasi Prioritas&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahap 3 : Memilih Benahi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Dari akar masalah yang sudah dipilih di tahap 2, Anda dapat memilih sebagian atau seluruh inspirasi kegiatan benahi yang ingin dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Untuk memilih inspirasi kegiatan benahi, Anda dapat mempelajari dari kolom Tautan Referensi Benahi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Catatan:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;• Inspirasi kegiatan benahi yang tidak dipilih bisa dihapus bersama dengan contoh kegiatan ARKAS&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;• Dari inspirasi kegiatan benahi yang dipilih, Anda dapat memilih sebagian atau seluruh contoh kegiatan ARKAS&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contoh: Pengisian Lembar Kerja ARKAS dengan Menggunakan Cara 2&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahap 4 : Memasukkan detail IRB ke dalam lembar kerja ARKAS&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kegiatan yang dimasukkan ke dalam Lembar Kerja ARKAS merupakan kegiatan yang membutuhkan anggaran untuk pelaksanaannya. Berikut merupakan tata cara memasukkan dokumen rencana kerja ke dalam lembar ARKAS&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Pindahkan kolom inspirasi kegiatan benahi yang terpilih dari RKT ke dalam kolom Benahi di lembar kerja ARKAS&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2.Pindahkan contoh kegiatan ARKAS yang terpilih dari RKT ke dalam kolom Kegiatan di lembar kerja ARKAS. Anda juga perlu mengisi Kolom Penjelasan Kegiatan dengan rincian kegiatan apa saja yang ingin dilakukan sesuai dengan yang terdapat pada kolom Kegiatan. Selain itu Anda dapat mengisi kolom Uraian Kegiatan diisi dengan rincian barang dan jasa yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Anda dapat mengisi kolom Jumlah dengan jumlah barang dan jasa yang dibelanjakan dalam 1 tahun. Untuk kolom Satuan berisi satuan barang dan jasa yang dibelanjakan dalam 1 tahun. Kolom Harga Satuan berisi harga per satu satuan (rujukan dapat melihat ke aplikasi SIPlah atau sumber lainnya yang relevan) dan kolom Total berisi perkalian antara jumlah dan harga satuan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Catatan:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika jumlah total anggaran melebihi estimasi total anggaran yang dimiliki, maka Anda dapat mengurangi: Jumlah barang dan jasa, Barang dan jasa, dan Kegiatan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika jumlah total anggaran kurang dari estimasi total anggaran yang dimiliki, maka anda dapat menambahkan: Jumlah barang dan jasa, Barang dan jasa, dan Kegiatan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika total anggaran sudah sesuai, di reviu dan disetujui; Anda dapat memasukkan lembar kerja ARKAS ke dalam aplikasi ARKAS&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah tahap 4 selesai, Anda sudah memiliki dokumen ARKAS untuk satuan pendidikan Anda.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contoh: Pengisian Lembar Kerja ARKAS dengan Menggunakan Cara 2&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;CARA 2: Eksplorasi Dasbor Platform Rapor Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahap 1 : Identifikasi untuk memilih dan menetapkan masalah&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Anda akan menemukan 6 indikator prioritas untuk Dasmen dan 8 indikator prioritas untuk SMK saat membuka halaman ringkasan Rapor Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Proses identifikasi dapat dilakukan dengan 4 (empat) cara yaitu:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Anda dapat memilih indikator-indikator dengan label capain yang paling rendah dengan urutan sebagai berikut: berwarna merah, kuning dan hijau&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Jika terdapat 2 label capaian dengan warna yang sama Anda dapat memilih indikator mana yang lebih membutuhkan intervensi dengan melihat detail Peringkat/Kuintil yang lebih rendah: Misalnya, Anda dapat memilih Peringkat menengah bawah (61-80%) atau Peringkat menengah (41-60%)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Jika pada peringkat/Kuintil masih memiliki nilai yang sama. Anda dapat memilih Indikator mana yang lebih membutuhkan intervensi/perbaikan dengan melihat delta atau kenaikan/penurunan capaian dengan prioritas sebagai berikut, yakni Penurunan yang paling tinggi, atau Kenaikan yang paling rendah&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. Pada tahap terakhir jika pada delta masih memiliki nilai yang sama, Anda dapat membandingkan skor capaian dengan klik ‘Apa arti capaian saya?’, dan dilanjutkan dengan memilih indikator yang memiliki skor lebih rendah&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahap 2 : Memilih Akar Masalah&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Dari masalah yang dipilih, klik ‘Pelajari akar masalah’. Anda akan melihat 4 kartu akar masalah dari indikator level 1 dan level 2 yang menyertainya.&amp;nbsp; Perlu diketahui basis/dasar untuk melakukan perbaikan pada indikator prioritas atau akar masalah adalah:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;– Sumber daya satuan pendidikan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;– Anggaran yang dimiliki oleh satuan pendidikan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;– Kondisi dari masing-masing satuan pendidikan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Kemudian, pilih indikator level 2 dari indikator level 1 yang sudah Anda pilih menjadi masalah, karena Indikator level 2 tersebut juga merupakan akar masalah&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Lalu, Anda dapat melihat 3 kartu akar masalah yang terdapat di bagian bawah. Kartu-kartu tersebut sudah diurutkan berdasarkan indikator-indikator yang paling membutuhkan intervensi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahap 3 : Merumuskan Benahi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketika akan memulai untuk merumuskan Benahi, Anda dapat memperhatikan hal-hal sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Dari akar masalah yang sudah dipilih, baik dari level 1 maupun level 2 Anda dapat merumuskan benahi dengan melihat Inspirasi Benahi yang ada di bagian bawah halaman Ringkasan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Anda dapat memilih sebagian atau seluruh inspirasi kegiatan benahi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selanjutnya, Anda dapat mempelajari inspirasi kegiatan benahi dengan klik tombol “Lihat di Merdeka Mengajar”&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahap 4 : Memasukkan detail IRB ke dalam dokumen RKT&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah selesai merumuskan Benahi, Anda dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya, yakni memasukkan ke dalam dokumen RKT. Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Memindahkan hasil dari tahap 1, 2, dan 3 ke dalam dokumen RKT Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Satuan pendidikan melakukan reviu dokumen RKT yang sudah lengkap, hasil reviu dapat berupa penambahan atau pengurangan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahap 5 : Memasukkan detail IRB ke dalam lembar kerja ARKAS&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kegiatan yang dimasukkan ke dalam Lembar Kerja ARKAS merupakan kegiatan yang membutuhkan anggaran untuk pelaksanaannya&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Pindahkan kolom inspirasi kegiatan benahi yang terpilih dari RKT ke dalam kolom Benahi di lembar kerja ARKAS&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Pindahkan contoh kegiatan ARKAS yang terpilih dari RKT ke dalam kolom Kegiatan di lembar kerja ARKAS. Anda juga perlu mengisi Kolom Penjelasan Kegiatan dengan rincian kegiatan apa saja yang ingin dilakukan sesuai dengan yang terdapat pada kolom Kegiatan. Selain itu, Anda dapat mengisi kolom Uraian Kegiatan diisi dengan rincian barang dan jasa yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Anda dapat mengisi kolom Jumlah dengan jumlah barang dan jasa yang dibelanjakan dalam 1 tahun. Untuk kolom Satuan berisi satuan barang dan jasa yang dibelanjakan dalam 1 tahun. Kolom Harga Satuan berisi harga per satu satuan (rujukan dapat melihat ke aplikasi SIPlah atau sumber lainnya yang relevan) dan kolom Total berisi perkalian antara jumlah dan harga satuan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Catatan:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Jika jumlah total anggaran melebihi estimasi total anggaran yang dimiliki, maka Anda dapat mengurangi: Jumlah barang dan jasa, Barang dan jasa, dan Kegiatan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Jika jumlah total anggaran kurang dari estimasi total anggaran yang dimiliki, maka anda dapat menambahkan: Jumlah barang dan jasa, Barang dan jasa, dan Kegiatan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Jika total anggaran sudah sesuai, di reviu dan disetujui; Anda dapat memasukkan lembar kerja ARKAS ke dalam aplikasi ARKAS&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah tahap 5 selesai, Anda sudah memiliki dokumen ARKAS untuk satuan pendidikan Anda.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikian informasi “Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen”.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikian Terima kasih sudah berkunjung, apabila artikel “Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen” Viaiuniversal blog ini bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain. Wassalam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/2787315500112007106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/01/cara-meningkatkan-kualitas-pembelajaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/2787315500112007106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/2787315500112007106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2026/01/cara-meningkatkan-kualitas-pembelajaran.html' title='CARA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BERBASIS DATA'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvwahYnQbKWWYxG5q7ztVmAYkPB87nS7eEALeGculwSBEtOdJQU21d9cYxbBSKy4mhYaUIDoJqu_JlWdO5w-el2AP8LHOwcMT6-SUlOFkK9-ugC9Flx3kWyZNRE-8h3YxOOnLUJpmWKbjFbrV32cBb8ISsJwYB1qASb1_hcEksDcfcx2mwc1U5yJ3cwKQ/s72-w400-h225-c/Pembelajaran%20Berbasis%20Data%20Jpg.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-7234103039419583199</id><published>2025-12-16T14:21:00.006+07:00</published><updated>2025-12-16T14:21:56.822+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengetahuan Umum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Sejarah Perkembangan Kereta Api dari masa ke masa.</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot;&gt;Visiuniversal-blog&lt;/a&gt;--Sejarah perkembangan kereta Api di dunia sebagai salah satu alat transportasi darat yang banyak digunakan sejak jaman dahulu.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHg58Q0iCaWAUhDt4KkcdsNL5lnyT-FmGfSiqdWHgoOA8ZBi6ULc5bAgikXtJ5Fj_P2lun9jZVwd9mLfdmv-11bR8ZzbcFwrH0HnoY2izus6i8zegTaS6AJljdl0NIo2RYq09K4I9pgigByxFX5Mr4xTBRxTh-qzGbvIB72aPoTpCuJcgGaPzanzpfZOs/s800/Kereta%20Uap%20Inggris%20Pertama.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;519&quot; data-original-width=&quot;800&quot; height=&quot;208&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHg58Q0iCaWAUhDt4KkcdsNL5lnyT-FmGfSiqdWHgoOA8ZBi6ULc5bAgikXtJ5Fj_P2lun9jZVwd9mLfdmv-11bR8ZzbcFwrH0HnoY2izus6i8zegTaS6AJljdl0NIo2RYq09K4I9pgigByxFX5Mr4xTBRxTh-qzGbvIB72aPoTpCuJcgGaPzanzpfZOs/s320/Kereta%20Uap%20Inggris%20Pertama.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sejarah kereta api dunia dimulai pada tahun 1804 di Inggris pertamakali dengan pembangunan kereta uap pertama oleh Richard Trevithick, yang kemudian berkembang menjadi transfortasi penting di seluruh dunia.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-JqS6hQfFv8zLGa781z_yGB6BTXO_xvBHRWieKhNw0skYFS6sw_1LKOSIg0n12AfY71ThlL4SVaJh1vUhj4Q7nuwJMNqr6Y65dOZEwB76yT8iO4O_5WMrjbTONeLAkY2PZjPxtcQgp05luxjXNVvMoxT1sGWgNEPiD2ypL4gEpX5cUhV0kIFtWKsEcdw/s750/Kereta%20uap%20Pertama%20Richard%20Trevithick.webp&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;500&quot; data-original-width=&quot;750&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-JqS6hQfFv8zLGa781z_yGB6BTXO_xvBHRWieKhNw0skYFS6sw_1LKOSIg0n12AfY71ThlL4SVaJh1vUhj4Q7nuwJMNqr6Y65dOZEwB76yT8iO4O_5WMrjbTONeLAkY2PZjPxtcQgp05luxjXNVvMoxT1sGWgNEPiD2ypL4gEpX5cUhV0kIFtWKsEcdw/s320/Kereta%20uap%20Pertama%20Richard%20Trevithick.webp&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perkembangan selanjutnya mencakup pembangunan lokomotif uap komersial pertama seperti &quot;The Rocket&quot; karya Stephenson, serta transisi ke lokomotif diesel dan listrik di abad ke-20.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik-VmoUNerl50twbqwj7JfbuTGvgDTUUaxwjNqPd5cZ2wFMc-evARaSu-uQeGL6ycflCuIaYBETVxg3k1ICrtJq6NM_uUSukbg1bG8_3jAZxHRxMXJG5QtTmOltH6XSxb3Zvk10378Xgbk2l0spfIHGGxQIBjT01K3DcLssatxgLdi4csV8ufrfNLMmrk/s500/Mesin%20kereta%20lokomotif%20pertama.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;392&quot; data-original-width=&quot;500&quot; height=&quot;251&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik-VmoUNerl50twbqwj7JfbuTGvgDTUUaxwjNqPd5cZ2wFMc-evARaSu-uQeGL6ycflCuIaYBETVxg3k1ICrtJq6NM_uUSukbg1bG8_3jAZxHRxMXJG5QtTmOltH6XSxb3Zvk10378Xgbk2l0spfIHGGxQIBjT01K3DcLssatxgLdi4csV8ufrfNLMmrk/s320/Mesin%20kereta%20lokomotif%20pertama.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seiring dengan berjalannya waktu, teknologi kereta api terus berkembang, hingga memasuki era penggunaan mesin diesel dan listrik sebagai pengganti metode lokomotif uap, serta inovasi lainnya seperti kereta berkecepatan tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3v_kzST_-2uolODztv44ZV55uDHf3SC_stViNbzYxQvsPGqfXIwU5dMiTOizlQb-8Pmp7RYDXfp7vYxUfAOIA9ZpKuy6SAZ5BMqDn1wL263JR5j2783oA18vw_9Vpu7HzSV72jVEQPjdd1Qwo1BHMKTYhFayzc2kK-uIj-zOTzmC_nAz9tcgoiW_ti1E/s800/Kereta%20lokomotif%20pertama.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;450&quot; data-original-width=&quot;800&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3v_kzST_-2uolODztv44ZV55uDHf3SC_stViNbzYxQvsPGqfXIwU5dMiTOizlQb-8Pmp7RYDXfp7vYxUfAOIA9ZpKuy6SAZ5BMqDn1wL263JR5j2783oA18vw_9Vpu7HzSV72jVEQPjdd1Qwo1BHMKTYhFayzc2kK-uIj-zOTzmC_nAz9tcgoiW_ti1E/s320/Kereta%20lokomotif%20pertama.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Meskipun banyak negara telah mengalami kemunduran dalam penggunaan kereta api sebagai metode transportasi utama, namun kereta api masih tetap menjadi bagian penting dari infrastruktur transfortasi di banyak negara di seluruh dunia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kereta Cepat di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di Indonesia kereta cepat sudah mulai di kembangkan Metode kereta api cepat terbaru berpusat pada teknologi Electric Multiple Unit (EMU) generasi baru seperti CR400AF (untuk Whoosh Indonesia) dengan kecepatan operasional hingga 350 km/jam, menggunakan daya listrik dan sistem sinyal canggih (CTCS) untuk kontrol otomatis, rel kualitas tinggi (R60) hasil las khusus (flash-butt welding), serta integrasi teknologi digital untuk komunikasi (seperti Huawei) dan keamanan berlapis (dua rem darurat).&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLHOy40dU0uFFDrr9xkri6YgwPUMSjU5c0GFsOo5lpSTh4kJMSnv0Rok1LI3R-LR03H3bLxx1316VMZ1BiGHu6RK4L93wgyRkpAikNBd9KqOPzEa657pxRQIZ5viLL9NZhTdO_B5nPnwLoDIcsyuylHbn2pq536sTjwo9NOEtQ6n8VbyaifTe4-Y4CV6w/s1200/Kereta%20cepat%20Indonesia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;800&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLHOy40dU0uFFDrr9xkri6YgwPUMSjU5c0GFsOo5lpSTh4kJMSnv0Rok1LI3R-LR03H3bLxx1316VMZ1BiGHu6RK4L93wgyRkpAikNBd9KqOPzEa657pxRQIZ5viLL9NZhTdO_B5nPnwLoDIcsyuylHbn2pq536sTjwo9NOEtQ6n8VbyaifTe4-Y4CV6w/s320/Kereta%20cepat%20Indonesia.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;Yang paling baru adalah CR450 dari Cina, yang sedang uji coba dengan rekor kecepatan gabungan 896&amp;nbsp;km/jam, berpotensi menjadi tercepat komersial di dunia dengan kecepatan operasional 400 km/jam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikian tentang&amp;nbsp;Sejarah Perkembangan Kereta Api dari masa ke masa. yang dapat Admint &lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot;&gt;blog visiuniversal &lt;/a&gt;sharing. semoga bermanfaat.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/7234103039419583199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2025/12/sejarah-perkembangan-kereta-api-dari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/7234103039419583199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/7234103039419583199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2025/12/sejarah-perkembangan-kereta-api-dari.html' title='Sejarah Perkembangan Kereta Api dari masa ke masa.'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHg58Q0iCaWAUhDt4KkcdsNL5lnyT-FmGfSiqdWHgoOA8ZBi6ULc5bAgikXtJ5Fj_P2lun9jZVwd9mLfdmv-11bR8ZzbcFwrH0HnoY2izus6i8zegTaS6AJljdl0NIo2RYq09K4I9pgigByxFX5Mr4xTBRxTh-qzGbvIB72aPoTpCuJcgGaPzanzpfZOs/s72-c/Kereta%20Uap%20Inggris%20Pertama.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-8887286339168614244</id><published>2025-08-04T08:25:00.004+07:00</published><updated>2026-01-05T10:39:21.657+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kurikulum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pembelajaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peraturan dan UU"/><title type='text'>Pendekatan Pembelajaran Mendalam Depp Learning</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Visiuniversal--- Dalam Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025.&amp;nbsp;Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 memperkenalkan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (PPM) sebagai penguatan kurikulum (K13 dan Merdeka), fokusnya pada pemahaman konsep holistik (bukan hafalan), pengembangan berpikir kritis, refleksi, dan penerapan bermakna, dengan pilar Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan, serta didukung praktik pedagogis, lingkungan kondusif, teknologi, dan kemitraan untuk menciptakan lulusan yang kompeten dan berkarakter.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3mp935qKeNjfWmar17QhLOruJ-TRKMiOzJ2Dw6yAS5YpvFv26ij7O5s3sxZk5_wXVHJ5yIp4vgJX33CfHgRrJO5CsazAcN1PITv4QoavuDA_qOUjBgW4c9PuH7wHhkK6xO5_QA9cbsieh_S9PZ6dBbE8imSXnZRwSDIXwDQ_I7dra9TnGWWRUN6FRLHY/s1280/webinar%20Sosialisasi%20Peraturan%20Menteri%20Pendidikan%20Dasar%20dan%20Menengah%20(Permendikdasmen)%20Nomor%2013%20Tahun%202025.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3mp935qKeNjfWmar17QhLOruJ-TRKMiOzJ2Dw6yAS5YpvFv26ij7O5s3sxZk5_wXVHJ5yIp4vgJX33CfHgRrJO5CsazAcN1PITv4QoavuDA_qOUjBgW4c9PuH7wHhkK6xO5_QA9cbsieh_S9PZ6dBbE8imSXnZRwSDIXwDQ_I7dra9TnGWWRUN6FRLHY/w400-h225/webinar%20Sosialisasi%20Peraturan%20Menteri%20Pendidikan%20Dasar%20dan%20Menengah%20(Permendikdasmen)%20Nomor%2013%20Tahun%202025.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Prinsip Utama Pembelajaran Mendalam:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Berkesadaran&lt;/b&gt;: Menciptakan suasana belajar yang memuliakan, melibatkan olah pikir, hati, rasa, dan raga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Bermakna&lt;/b&gt;: Peserta didik memahami konsep secara menyeluruh dan dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Menggembirakan&lt;/b&gt;: Pengalaman belajar yang menyenangkan dan aktif.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Fokus Pengembangan:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan kemandirian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengembangan karakter, kesehatan, kewargaan, keimanan, dan ketakwaan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Komponen Pendukung:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Praktik Pedagogis: Model pembelajaran inovatif (seperti PjBL, PBL, Discovery Learning) yang berpusat pada siswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lingkungan Pembelajaran: Suasana yang suportif, kolaboratif, dan memanfaatkan teknologi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemanfaatan Teknologi Digital: Mengintegrasikan teknologi untuk memperkaya pengalaman belajar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemitraan: Kerjasama antara sekolah, orang tua, dan komunitas.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Implikasi bagi Satuan Pendidikan:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fleksibilitas: Berlaku untuk sekolah yang masih menggunakan Kurikulum 2013 (K13) maupun Kurikulum Merdeka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Transformasi Peran Guru: Dari mengajar menjadi memfasilitasi pemahaman konsep.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penguatan Karakter &amp;amp; Keterampilan Abad 21: Menjawab tantangan zaman, termasuk pengenalan mata pelajaran pilihan seperti Koding &amp;amp; Kecerdasan Artifisial.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Baca juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/2025/03/antara-deep-learning-machine-learning.html#google_vignette&quot;&gt;Antara Deep Learning, Machine Learning dan AI&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Pengertian Pembelajaran Mendalam Depplearning&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pembelajaran Mendalam
 Definisi
 Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan 
yang memuliakan dengan menekankan pada 
penciptaan suasana belajar dan proses 
pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan 
menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, 
olah rasa, dan olah raga secara holistik dan 
terpadu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Deep Learning atau pembelajaran mendalam merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep dan penguasaan kompetensi secara mendalam dalam cakupan materi yang lebih sempit. Siswa didorong untuk secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran hingga memahami topik melalui proses “penjelajahan” lebih dalam dari topik tersebut.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pembelajaran mendalam dilatarbelakangi karena perubahan masa depan yang sulit diprediksi : permasalahan mutu pendidikan yaitu literasi, numerasi, kemampuan HOTs (High Order Thinking Skills) peserta didik Indonesia yang rendah, ketimpangan mutu pendidikan, Bonus Demografi 2035 dan visi Indonesia Emas 2045.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan :&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Kami sekarang mulai melakukan pengkajian terkait dengan penerapan pendekatan Deep Learning dan sudah selesai. Tentu saja setelah nantinya kami terbitkan peraturan menterinya, kami akan melakukan pelatihan-pelatihan untuk para guru terkait penerapan Deep Learning”&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut Abdul Mu’ti, pendekatan pembelajaran Deep Learning dapat tercapai melalui 3 elemen utama, yakni Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful Learning.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Meaningful Learning&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Proses pembelajaran dimana siswa merasa apa yang mereka pelajari memiliki makna dan relevansi dalam kehidupan mereka. Siswa mampu mengaitkan konsep baru yang diajarkan dengan konsep-konsep yang mereka pahami sebelumnya sehingga lebih bermakna bagi siswa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contoh: Tidak hanya mempelajari rumus matematika, namun juga mempelajari penerapan dan penggunaannya seperti contohnya mengelola anggaran atau menghitung bunga tabungan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Mindful Learning&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam teori pendidikan dikenal sebagai metakognisi, dimana siswa diajak untuk memiliki kesadaran penuh, fokus, dan terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran yang sedang ia jalani.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Teknik mindfulness juga dapat diterapkan melalui kegiatan latihan pernapasan dan refleksi pribadi sebelum atau sesudah belajar. Guru juga dapat membiasakan siswa membuat kesimpulan pembelajaran di akhir sesi belajar sebagai proses refleksi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Joyful Learning&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan positif dengan pengalaman belajar interaktif, menantang dan penuh rasa ingin tahu. Siswa diharapkan merasa tertarik dan menikmati proses belajar sehingga mudah menyerap informasi dan mempertahankan hasil belajar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Metode yang digunakan melibatkan permainan edukatif, penggunaan media kreatif, hingga diskusi kelompok yang dinamis sehingga merangsang motivasi dan kreatifitas siswa dalam menemukan solusi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketiga pendekatan diatas dilakukan melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika) dan olahraga (kinestetik) secara holistik dan terpadu yang mana dengan kata lain, pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan materi akademik namun juga perkembangan karakter dan kemampuan fisik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pembelajaran mendalam yang lebih humanis ini diharapkaan dapat mengembangkan 8 dimensi profil lulusan yang sesuai tuntutan zaman dan kebutuhan masa depan yaitu keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Implementasi Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam ini memerlukan kerjasama dan sinergi antara berbagai elemen pendidikan diantaranya guru, siswa, wali murid, dan lingkungan sekolah. Beberapa langkah yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sosialisasi konsep Pembelajaran Mendalam kepada seluruh pihak terkait&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelatihan guru untuk penerapan dalam KBM&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyediaan infrastruktur pendukung yang memadai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas implementasi pembelajaran mendalam di sekolah&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi apakah sekolah dan satuan pendidikan anda sudah siap menerapkan Pembelajaran Mendalam ?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pastikan sekolah Anda siap dalam infrastruktur pendukung dan teknologi digital yang mendukung proses pembelajaran di kelas, sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru, bahkan tetap dapat beroperasi walau tanpa adanya internet.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Referensi:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sumber relevan Seputar Deep Learning:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;https://www.sman1montong.sch.id/artikel/detail/989153/pembelajaran-deep-learning-yang-kontekstual-mindful-meaningful-dan-joyful/ (Diakses pada 12 Januari 2025)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;https://www.youtube.com/watch?v=KnIynokRfd4 (Diakses pada 10 Januari 2025)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;https://pendidikan-sains.fmipa.unesa.ac.id/post/pembelajaran-mindful-meaningful-dan-joyful-dan-integrasinya-di-ruang-kelas-dan-sekolah (Diakses pada 13 Januari 2025)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seputar Latar Belakang Deep Learning:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;https://www.melintas.id/pendidikan/345490311/info-terkini-paparan-kemendikdasmen-tentang-deep-learningpembelajaran-mendalampm-latar-belakang-definisi-8-dimensi-profil-lulusan (Diakses pada 10 Januari 2025)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seputar Raker Menteri:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;https://www.youtube.com/watch?v=8lpIOqP7QiI (Diakses pada 13 Januari 2025)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seputar 8 dimensi profil lulusan dalam Deep Learning dan penerapan di sekolah:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;https://www.melintas.id/pendidikan/345492136/8-dimensi-profil-lulusan-dalam-pembelajaran-mendalam-deer-learning-apakah-sekolah-anda-sudah-siap (Diakses pada 13 Januari 2025)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seputar keputusan Mendikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;https://tirto.id/mendikdasmen-akan-terapkan-deep-learning-di-kurikulum-berlaku-g65C (Diakses pada 10 Januari 2025)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penyesuaian Intrakurikuler dengan Pendekatan Pembelaran Mendalam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Visiuniversal--- Pendekatan Pembelajaran Mendalam Depp Learning Dalam Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/8887286339168614244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2025/08/pendekatan-pembelaran-mendalam-depp.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/8887286339168614244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/8887286339168614244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2025/08/pendekatan-pembelaran-mendalam-depp.html' title='Pendekatan Pembelajaran Mendalam Depp Learning'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3mp935qKeNjfWmar17QhLOruJ-TRKMiOzJ2Dw6yAS5YpvFv26ij7O5s3sxZk5_wXVHJ5yIp4vgJX33CfHgRrJO5CsazAcN1PITv4QoavuDA_qOUjBgW4c9PuH7wHhkK6xO5_QA9cbsieh_S9PZ6dBbE8imSXnZRwSDIXwDQ_I7dra9TnGWWRUN6FRLHY/s72-w400-h225-c/webinar%20Sosialisasi%20Peraturan%20Menteri%20Pendidikan%20Dasar%20dan%20Menengah%20(Permendikdasmen)%20Nomor%2013%20Tahun%202025.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-8845001408214413361</id><published>2025-05-07T08:57:00.007+07:00</published><updated>2026-01-05T10:31:17.920+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengertian"/><title type='text'>LANGKAH-LANGKAH MUDAH MENGUNDUH SK PENETAPAN DI E-IJAZAH</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot;&gt;Visiuniversal-blog&lt;/a&gt;---Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengeluarkan kebijakan ijazah digital atau e-ijazah pada tahun 2025. Kebijakan ini menandai berkembangnya transformasi digital di dunia pendidikan Tanah Air. yang akan terus dibenahi dalam rangka mendukung program pendidikan yang bermutu di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lewat kebijakan ini, sekolah yang telah memenuhi syarat berwewenang untuk mencetak ijazahnya secara mandiri. Sehingga, proses pencetakan ijazah pun menjadi lebih cepat dan efisien.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Para guru turut dilibatkan dalam uji coba sistem verifikasi dan validasi (verval) e-ijazah. Namun, bagaimana cara login aplikasi e-ijazah? Simak panduan lengkapnya dalam artikel berikut ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekilas tentang E-Ijazah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2024 tentang Ijazah Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, penerbitan ijazah harus memenuhi tiga prinsip utama, yakni validitas, akurasi, dan legalitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama ini, pelaksanaan penerbitan ijazah selalu mengalami kendala akibat sistem yang terus diperbaiki. Untuk mengatasi masalah tersebut, Kemendikdasmen memperkenalkan e-ijazah sebagai solusinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dikutip dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), penerapan e-ijazah bertujuan untuk meningkatkan efisiensi administrasi. Kebijakan ini juga dinilai mampu meminimalkan kesalahan dalam proses penerbitan ijazah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Informasi penting disajikan secara kronologis&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lewat kebijakan e-ijazah, diharapkan proses penerbitan ijazah di Indonesia menjadi lebih efisien, aman, dan sesuai standar. Sehingga, sekolah dapat mempercepat distribusi ijazah kepada peserta didik.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_VqQ9djQDIMuKoSILwFthVh1QOCvFePpkVOYxtsohtz_2fPzgwXRd2VxCDlYbJwp5hQa_GHBHuJWfulXGXKsLLsby5vSMhNuQE__Hmz8div1KPLVVSr3XhMpImnfx9BAyrFLtlp6r1jMtCEuSGQWpKjUrkiC-3ukKEINk4qfmIKYGKH1eWly7-J1xisc/s1920/Aplikasi%20E-Ijasah%20Kemdikbud%20unduh.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1080&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_VqQ9djQDIMuKoSILwFthVh1QOCvFePpkVOYxtsohtz_2fPzgwXRd2VxCDlYbJwp5hQa_GHBHuJWfulXGXKsLLsby5vSMhNuQE__Hmz8div1KPLVVSr3XhMpImnfx9BAyrFLtlp6r1jMtCEuSGQWpKjUrkiC-3ukKEINk4qfmIKYGKH1eWly7-J1xisc/w320-h180/Aplikasi%20E-Ijasah%20Kemdikbud%20unduh.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;https://ijazah.data.kemdikbud.go.id/dasbor/beranda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Cara Login Aplikasi E-Ijazah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk memastikan penerbitan ijazah berjalan lancar dan tanpa kesalahan, sekolah harus mengikuti dua tahap utama, yaitu verifikasi dan validasi data. Proses ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan keabsahan data peserta didik yang akan lulus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam prosesnya, pihak sekolah perlu login terlebih dahulu. Dirangkum dari unggahan YouTube berjudul Video Panduan Login Verval Manajemen E-Ijazah Tahun 2025 oleh Pak Munz, berikut cara login aplikasi e-ijazah dengan mudah:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kunjungi link yang disediakan oleh Kemdikbud di https://referensi.data.kemdikbud.go.id/pd_akhir/. atau&amp;nbsp;https://ijazah.data.kemdikbud.go.id/dasbor/beranda&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Klik tombol &quot;Login&quot; yang ada di halaman utama aplikasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada halaman login, masukkan alamat email yang telah terdaftar sebagai akun verval. Pastikan email yang digunakan konsisten untuk kedua keperluan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi yang belum memiliki akun verval, dapat mendaftar melalui pusdatin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah login, pengguna dapat memeriksa data verifikasi, yang mencakup satuan pendidikan, peserta didik, residu NISN, residu kependudukan, dan residu kepala sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengguna juga dapat mengecek Daftar Nominasi Sementara (DNS) dan Data Nominasi Tetap (DNT). Fitur ini memungkinkan pengecekan cepat terhadap validitas data siswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mulai melakukan pengisian atau pengeditan, pengguna dapat memilih kategori jenjang pendidikan dan memfilter berdasarkan wilayah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aplikasi akan menampilkan jumlah peserta didik yang terdaftar di wilayah yang telah dipilih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pastikan data yang ditampilkan sesuai dengan data peserta didik kelas akhir di sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan menggunakan aplikasi e-ijazah, pendidik dan pihak sekolah dapat memantau keabsahan data dengan mudah. Mereka bisa memastikan apakah semua siswa sudah tercatat dengan benar atau belum.&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahap tahap dan langkah-langkah supaya bisa mengunduh SK Penetapan di E-ijasah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Buka aplikasi E-Ijasah lalu klik Data Referensi Kemendikbudristek&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Lalu buka Manajemen Ijasah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Setelah masuk di manajemen ijasah klik DNS&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Lalu klik Unggah SK Penetapan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Cari dan Lihat kelas 12 terus ada tulisan perhatian diakhir tulisan ada klik disini lalu klik disini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. Lalu klik belum ditetapkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;7. Lalu akan muncul nama2x siswa didaftar siswa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;8. Cari gambar pinsil&amp;nbsp; di sebelah kiri dekat NISN do daftar nama siswa perhatikam siswa paket C kelas 12 ya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;9. Lalu klik gambar pinsil tersebut lalu akan muncul nama siswa dan ada kolom kelulusan dibuka kolom kelulusan ada tulisan lulus dan tidak lulus lalu klik salah satunya&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;10. Setelah proses ini simpan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;11. Lakukan terus ya proses nomer 10 baik yang siswa lulus maupun tidak lulus&lt;/p&gt;&lt;p&gt;12. Setelah selesai proses ini akan muncul tukisan unduh Format dan belum unggah SK di unggah SK Penetapan klik unduh Format dan belum unggah SK di unggah SK Penetapan klik unduh Format&lt;/p&gt;&lt;p&gt;13. Setelah klik unduh Format diprint ditandatangani dan stempel&lt;/p&gt;&lt;p&gt;14. Lalu konvert ke pdf kembali untuk di unggah SK di unggah sk penetapan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;15. Selesai&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/8845001408214413361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2025/05/langkah-langkah-mengunduh-sk-penetapan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/8845001408214413361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/8845001408214413361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2025/05/langkah-langkah-mengunduh-sk-penetapan.html' title='LANGKAH-LANGKAH MUDAH MENGUNDUH SK PENETAPAN DI E-IJAZAH'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_VqQ9djQDIMuKoSILwFthVh1QOCvFePpkVOYxtsohtz_2fPzgwXRd2VxCDlYbJwp5hQa_GHBHuJWfulXGXKsLLsby5vSMhNuQE__Hmz8div1KPLVVSr3XhMpImnfx9BAyrFLtlp6r1jMtCEuSGQWpKjUrkiC-3ukKEINk4qfmIKYGKH1eWly7-J1xisc/s72-w320-h180-c/Aplikasi%20E-Ijasah%20Kemdikbud%20unduh.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-6337880257300218373</id><published>2025-03-05T14:35:00.005+07:00</published><updated>2025-03-05T14:35:51.904+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kurikulum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pembelajaran"/><title type='text'>Antara Deep Learning, Machine Learning dan AI</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;Visiuniversal-blog---Antara Deep Learning, Machine Learning dan AI dalam konteks pembelajaran di sekolah. Deep learning mungkin terdengar seperti istilah yang canggih dan kompleks, tetapi sebenarnya, konsep ini bisa dijelaskan dengan cara yang sederhana. Deep learning adalah salah satu cabang kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang meniru cara kerja otak manusia untuk belajar dari data. Jika otak kita terdiri dari jaringan saraf yang saling terhubung, deep learning menggunakan algoritma yang menyerupai itu, disebut neural network.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK0Vb21eq6ru-QYdsIoQPYPN3YQbeE4QAdE-vXZhAihVHuLsyWSXe2-lGK2eyS5U03gLCkAJOFB1Z4PQcczYDUel6gSe5YXaRMA5Ey5gw97ahDLpRqRknwY9x-Ez9eIVmUxYP866Cyhwv4nuZs527d2PDO1eqfUONsMo8Ju7bvsIZYhL4L0eOx1SmseZA/s958/Diagram%20Deep%20Learning.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Hubungan antara Deep learning Machine Learning dan AI&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;590&quot; data-original-width=&quot;958&quot; height=&quot;246&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK0Vb21eq6ru-QYdsIoQPYPN3YQbeE4QAdE-vXZhAihVHuLsyWSXe2-lGK2eyS5U03gLCkAJOFB1Z4PQcczYDUel6gSe5YXaRMA5Ey5gw97ahDLpRqRknwY9x-Ez9eIVmUxYP866Cyhwv4nuZs527d2PDO1eqfUONsMo8Ju7bvsIZYhL4L0eOx1SmseZA/w400-h246/Diagram%20Deep%20Learning.jpeg&quot; title=&quot;Deep learning Machine Learning dan AI&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut Weiss et al. (2016), teknologi deep learning menggunakan banyak lapisan untuk merepresentasikan abstraksi data dan membangun model komputasi. Meskipun membutuhkan waktu lama untuk melatih model karena banyaknya parameter yang harus diproses, deep learning memiliki keunggulan dalam kecepatan saat pengujian dibandingkan algoritma machine learning lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa Itu Deep Learning?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bayangkan seorang bayi belajar mengenali wajah orang tuanya. Pada awalnya, bayi hanya melihat warna dan bentuk. Tapi seiring waktu, otaknya mulai menyusun pola: wajah yang tersenyum, suara yang dikenal, atau bau tertentu. Deep learning bekerja dengan cara yang mirip. Sistem ini memproses data dalam beberapa &quot;lapisan&quot; untuk memahami pola-pola yang kompleks, misalnya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lapisan pertama: Mengenali bentuk dasar, seperti lingkaran atau garis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lapisan kedua: Menghubungkan bentuk dasar ini menjadi objek, misalnya sebuah mata atau hidung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lapisan berikutnya: Menggabungkan informasi untuk mengenali wajah secara utuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komputer dilatih menggunakan ribuan atau bahkan jutaan data hingga &quot;belajar&quot; membuat keputusan yang akurat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan penerapan yang bijak, teknologi ini bukan hanya membantu guru dan orang tua, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AI memiliki kemampuan untuk menyediakan materi pembelajaran yang adaptif sehingga setiap siswa dapat menerima pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuannya masing-masing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, AI memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi sistem pendidikan. Dengan otomatisasi tugas-tugas administratif dan analisis data, AI memungkinkan pendidik untuk lebih fokus pada pengajaran dan interaksi dengan siswa. Misalnya, AI dapat membantu dalam penilaian dan evaluasi sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih baik dan interaktif. Hal ini akan berdampak positif pada kualitas pendidikan secara keseluruhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AI juga berperan dalam memperbaiki aksesibilitas pendidikan. AI mampu menghilangkan berbagai hambatan yang sebelumnya membatasi akses terhadap pendidikan, seperti lokasi geografis dan keterbatasan fisik. Dengan bantuan AI, pendidikan kini dapat diakses oleh lebih banyak orang di berbagai belahan dunia, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Kehadiran AI membuka peluang bagi semua individu untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AI pun dapat mendorong inovasi dalam pendekatan pendidikan. Teknologi ini memungkinkan pengembangan metode pengajaran yang lebih kreatif dan interaktif. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan bagi mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski secara kemajuan AI membawa banyak manfaat, tetapi perlu kita ingat bahwa AI tidak dapat menggantikan hubungan personal antara Guru dan siswa peserta didik, apalagi berkaitan dengan interaksi social emosional antara guru dan murid ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini harus diperhatikan dalam pengembangan pembelajaran berbasis AI terutama untuk Pendidikan Anak Usia Dini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/6337880257300218373/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2025/03/antara-deep-learning-machine-learning.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/6337880257300218373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/6337880257300218373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2025/03/antara-deep-learning-machine-learning.html' title='Antara Deep Learning, Machine Learning dan AI'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK0Vb21eq6ru-QYdsIoQPYPN3YQbeE4QAdE-vXZhAihVHuLsyWSXe2-lGK2eyS5U03gLCkAJOFB1Z4PQcczYDUel6gSe5YXaRMA5Ey5gw97ahDLpRqRknwY9x-Ez9eIVmUxYP866Cyhwv4nuZs527d2PDO1eqfUONsMo8Ju7bvsIZYhL4L0eOx1SmseZA/s72-w400-h246-c/Diagram%20Deep%20Learning.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-8709972089573744745</id><published>2025-03-03T10:38:00.004+07:00</published><updated>2025-03-05T12:59:07.374+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bahan Belajar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Buku Referensi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pembelajaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengertian"/><title type='text'> Mungkinkah “Deep Learning” Menggantikan Kurikulum Merdeka?</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot;&gt;Visiuniversal-blog&lt;/a&gt;---Dunia pendidikan terus berkembang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Salah satu pendekatan terbaru yang mulai diperkenalkan adalah Deep Learning, sebuah metode yang menekankan pemahaman mendalam terhadap konsep dan keterampilan. Namun, benarkah pendekatan ini akan menggantikan Kurikulum Merdeka?&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWdvhcFC277NtEx3b5M_Fgo9AANLtxBl88mLeBVPH33h79lgxDVo15fwcwpp43w7crLB3JFzJDH864qPCTGJhxI-PKIv_xLH-FE0ANP_Owo6A0h-AovE998m6Nnh_lEtrnP84dJ7qmLm0II5rRoS2feXFHuQjoe4wXckgHvIYHC0j31tCMYKUaX9lW1qU/s1400/Konsep%20Deep%20Learning.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pengertian Konsep Implementasi Deep Learning&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;738&quot; data-original-width=&quot;1400&quot; height=&quot;211&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWdvhcFC277NtEx3b5M_Fgo9AANLtxBl88mLeBVPH33h79lgxDVo15fwcwpp43w7crLB3JFzJDH864qPCTGJhxI-PKIv_xLH-FE0ANP_Owo6A0h-AovE998m6Nnh_lEtrnP84dJ7qmLm0II5rRoS2feXFHuQjoe4wXckgHvIYHC0j31tCMYKUaX9lW1qU/w400-h211/Konsep%20Deep%20Learning.jpeg&quot; title=&quot;Konsep Deep Learning&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berdasarkan perkembangan terbaru&amp;nbsp; dunia pendidikan di Indonesia diera kepemimpinan pak Prabowo dengan Menteri Pendidikan yang baru. Beberapa pihak menganggap Deep Learning sebagai kurikulum baru yang akan menggantikan Kurikulum Merdeka di bawah kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Namun, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Deep Learning bukanlah kurikulum baru, melainkan pendekatan pembelajaran yang bertujuan memperdalam pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari. Dilansir dari Kompas.com, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Deep Learning adalah strategi pembelajaran yang memberikan pengalaman lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Apa Itu Deep Learning?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Deep Learning dalam konteks pendidikan bukanlah istilah yang sama dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), melainkan sebuah metode yang menekankan pemahaman konsep secara mendalam. Pendekatan ini mendorong siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, bukan sekadar menerima informasi secara pasif. Siswa diajak untuk menghubungkan teori yang dipelajari dengan dunia nyata, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dan bermakna.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tujuan utama dari Deep Learning adalah menciptakan pembelajaran yang lebih mendalam, kritis, dan bermakna, dengan memperhatikan tiga elemen utama:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Mindful Learning (Pembelajaran Sadar)&lt;/b&gt;: Menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dan latar belakang siswa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)&lt;/b&gt;: Mendorong siswa berpikir kritis dan aktif dalam pembelajaran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)&lt;/b&gt;: Membuat pengalaman belajar lebih menyenangkan agar siswa lebih termotivasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada materi akademik, tetapi juga mengembangkan olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olahraga (kinestetik) secara terpadu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Berpikir Kritis sebagai Kunci Deep Learning&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Salah satu elemen penting dalam Deep Learning adalah kemampuan berpikir kritis (&lt;i&gt;Critical Thinking&lt;/i&gt;), yang melibatkan:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Analisis: Memecah informasi menjadi bagian-bagian kecil untuk memahami hubungan dan struktur.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Evaluasi: Menilai kredibilitas sumber informasi dan argumen yang diajukan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Interpretasi: Memahami makna dari informasi yang diberikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sintesis: Menggabungkan berbagai informasi untuk membentuk pandangan baru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Refleksi: Mengevaluasi cara berpikir sendiri serta mempertimbangkan bias dan asumsi pribadi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan berpikir kritis, siswa dapat lebih mandiri, mampu menyelesaikan masalah, dan lebih siap menghadapi tantangan di dunia nyata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW_e1IiOZz23i2KH9ljIIiLyBpYyKEsunUMjD9-BhHwW0HvDjS8RJWfaFoC0oDPAzHwTU6mFkrr3P6xlWs6jNLDPPvqe8xBP4tvNNsXBV6Ui9oCu3FcQW7aTqy9UcZurgvOCes7kVTf7Idp5UqAuqvEf3pJB2pjFSmVIqs-FfcvfCfrkabTMKyLn6K1vA/s743/Buku%20Deep%20Learning%20untuk%20kurikulum%20sekolah.webp&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Buku Deep Learning belajar Buku Deep Learning&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;743&quot; data-original-width=&quot;743&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW_e1IiOZz23i2KH9ljIIiLyBpYyKEsunUMjD9-BhHwW0HvDjS8RJWfaFoC0oDPAzHwTU6mFkrr3P6xlWs6jNLDPPvqe8xBP4tvNNsXBV6Ui9oCu3FcQW7aTqy9UcZurgvOCes7kVTf7Idp5UqAuqvEf3pJB2pjFSmVIqs-FfcvfCfrkabTMKyLn6K1vA/w320-h320/Buku%20Deep%20Learning%20untuk%20kurikulum%20sekolah.webp&quot; title=&quot;Buku Deep Learning&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Langkah Implementasi Deep Learning&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Agar pendekatan Deep Learning dapat diterapkan secara efektif di sekolah, diperlukan langkah-langkah strategis, di antaranya:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sosialisasi konsep Pembelajaran Mendalam kepada guru, siswa, dan wali murid.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pelatihan guru untuk menerapkan metode ini dalam kegiatan belajar mengajar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penyediaan infrastruktur pendukung, seperti sumber belajar yang lebih interaktif dan fleksibel.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Integrasi teknologi digital dalam pembelajaran untuk memperkaya pengalaman belajar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas penerapan Deep Learning di sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mendikdasmen Abdul Mu’ti berharap bahwa pendekatan Deep Learning yang lebih humanis ini dapat membantu mengembangkan 8 dimensi profil lulusan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan, yaitu keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mengenal lebih dalam Konsep Pembelajaran Deep Learning&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Deep learning dalam konteks pendidikan merujuk pada pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui pengalaman belajar yang lebih mendalam dan bermakna. Istilah ini sebenarnya lebih dominan digunakan dalam teknologi kecerdasan artifisial, yang merujuk kepada model jaringan saraf tiruan (artificial neural networks) yang berfungsi untuk meniru cara manusia berpikir dan belajar yang memungkinkan pemrosesan data dalam jumlah besar dilakukan secara efisien dan akurat. Beberapa bukti dominasi istilah deep learning dalam dunia kecerdasan artifisial dapat dikonfirmasi melalui pencarian di basis data Scopus yang menyarankan artikel-artikel tentang artificial intelligence.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain itu, berdasarkan penelusuran pada repository buku digital, kata kunci deep learning juga masih dikenali sebagai istilah AI. Tidak satupun dari hasil yang mengarah kepada pendidikan. Gambar di atas merupakan dua buku tentang deep learning.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgowDdrd_tos_pG3pluUs8UE0WzOfzsnHWxAICNkotmKR4bNdWlk50ygxN__48YMFOMuHRNokTB1iFmfMpBDzbMpATBXtMauFBA1b52cOIcZdqIQ6yo2wArVnUD0aF6A15ThRJeiWV1hHbWPmGTfmelPLNDrA0txK_-D1n-UdExbctUbUU3Kx3CdZdKCwo/s958/Diagram%20Deep%20Learning.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;590&quot; data-original-width=&quot;958&quot; height=&quot;246&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgowDdrd_tos_pG3pluUs8UE0WzOfzsnHWxAICNkotmKR4bNdWlk50ygxN__48YMFOMuHRNokTB1iFmfMpBDzbMpATBXtMauFBA1b52cOIcZdqIQ6yo2wArVnUD0aF6A15ThRJeiWV1hHbWPmGTfmelPLNDrA0txK_-D1n-UdExbctUbUU3Kx3CdZdKCwo/w400-h246/Diagram%20Deep%20Learning.jpeg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;Konsep Pembelajaran Deep Learning dalam Pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Makna literal dari deep learning sendiri adalah pembelajaran mendalam. Jika istilah tersebut diadopsi ke dalam dunia pendidikan dan pembelajaran, maka akan berarti pendekatan atau metode pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam terhadap materi pelajaran dengan berlandaskan pada pelinatan proses berpikir kritis. Dengan kata lain, deep learning akan sangat tergantung pada variabel berpikir kritis atau &#39;critical thinking&#39;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Berpikir Kritis (Critical Thinking)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Istilah berpikir kritis atau &quot;critical thinking&quot; populer pada abad ke-20. Oleh filsuf Amerika, John Dewey, istilah tersebut disebut dengan berpikir reflektif atau &quot;reflective thinking&quot; yang menekankan pada pentingnya pemikiran aktif dan kritis dalam mempertimbangkan keyakinan dan pengetahuan yang ada. Ia berargumen bahwa berpikir kritis merupakan bagian integral dari pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan individu menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Critical thinking terdiri dari beberapa komponen kunci yang saling terkait, antara lain:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Analisis: Kemampuan untuk memecah informasi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil untuk memahami struktur dan hubungan antar bagian tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Evaluasi: Menilai kredibilitas sumber informasi dan kekuatan argumen yang diajukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Interpretasi: Memahami makna dari informasi atau argumen yang disajikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sintesis: Menggabungkan berbagai informasi untuk membentuk pandangan atau argumen baru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Refleksi: Merenungkan proses berpikir sendiri dan mempertimbangkan bias serta asumsi pribadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengadopsi Paradigma Konstruktivisme&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Deep learning dalam dunia pendidikan menekankan bahwa pengetahuan itu dibangun atau dikonstruk berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Secara epistemologis, konsep ini dikenal dengan konstruktivisme. Dalam paradigma ini, peserta didik belajar melalui integrasi pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sehingga model mental tentang realitas berubah secara perlahan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menekankan Pencarian Makna yang Mendalam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Konsep ini juga menekankan pada pencarian makna yang mendalam melalui rangkaian aktivitas belajar yang mendalam. Dalam hal ini, makna tidak dipaksakan dan tidak ditransmisikan melalui instruksi langsung, melainkan disampaikan melalui kegiatan pembelajaran mendalam melalui rangkaian aktivitas yang mengungkap makna dari konsep-konsep abstrak dalam materi pembelajaran. Peserta didik mengikuti proses belajar dengan niat untuk memahami dan mencari makna. Aktivitas belajar disusun dengan mempertimbangkan proses yang memicu dan memacu peserta didik untuk bmenggunakan konsep berpikir kritis dalam mencari hubungan antara materi dan menginterpretasikan pengetahuan yang didapatkan berdasarkan struktur pengetahuan dan pengalaman yang telah didapatkan sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;Metakognisi dan Discovery Learning&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Metakognisi merujuk kepada kemampuan individu untuk menyadari dan mengendalikan proses berpikir yang meliputi bagaimana seseorang belajar, berpikir, dan memecahkan masalah. Discovery learning sendiri menekankan pada proses pembelajaran yang berbasis pada pemecahan masalah, yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif. Istilah discovery learning sering digunakan dalam situasi yang memerlukan pemahaman konsep-konsep abstrak atau rumit, karena memungkinkan peserta didik untuk dapat menghubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman praktis.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keuntungan utama dari discovery learning adalah meningkatkan keterlibatan peserta didik dan memperdalam pemahaman mereka karena mereka tidak hanya menerima informasi secara pasif tetapi aktif membangun pengetahuan mereka sendiri. Berdasarkan informasi tersebut, diketahui bahwa peran pendidik dalam hal ini bukan sebagai sumber pengetahuan, melainkan sebagai fasilitator yang membantu dan mengarahkan peserta didik terhadap pencarian makna berdasarkan rangkaian pembelajaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kesimpulan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berdasarkan uraian dan konsep di atas, Deep Learning bukanlah kurikulum baru yang menggantikan Kurikulum Merdeka, melainkan sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, berpikir kritis, dan pembelajaran yang lebih menyenangkan. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan sinergi antara guru, siswa, orang tua, dan lingkungan sekolah agar pendidikan yang lebih bermakna dan relevan dapat terwujud.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;So sudah siapkah Ayah Bunda, Bapak dan ibu Guru&amp;nbsp; menerapkan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di sekolah?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Baca juga&lt;/b&gt; &lt;a href=&quot;https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2025/03/pembelajaran-deep-learning-untuk.html&quot;&gt;Pembelajaran Mendalam Deep Learning di PAUD Pendidikan Anak Usia dini.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Sumber dan referensi:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;https://www.kompas.com/edu/read/2024/11/11/082738471/mendikdasmen-deep-learning-bukan-kurikulum-tapi-pendekatan-belajar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;https://www.ruangguru.com/blog/pendekatan-deep-learning&lt;/p&gt;&lt;p&gt;https://fahum.umsu.ac.id/blog/pengertian-deep-learning-diperkirakan-sebagai-pengganti-kurikulum-merdeka-belajar/&lt;/p&gt;&lt;p&gt;https://s2pendidikanbahasainggris.fbs.unesa.ac.id/post/mengenal-konsep-pembelajaran-deep-learning&lt;/p&gt;&lt;p&gt;https://www.kompas.com/skola/read/2023/12/05/160000469/pengertian-berpikir-kritis-menurut-para-ahli?lgn_method=google&amp;amp;google_btn=onetap&lt;/p&gt;&lt;p&gt;https://pendidikan.id/news/mengenal-deep-learning-pendekatan-pembelajaran-mendalam-solusi-perubahan-masa-depan-yang-sulit-diprediksi/&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/8709972089573744745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2025/03/mungkinkah-deep-learning-menggantikan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/8709972089573744745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/8709972089573744745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2025/03/mungkinkah-deep-learning-menggantikan.html' title=' Mungkinkah “Deep Learning” Menggantikan Kurikulum Merdeka?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWdvhcFC277NtEx3b5M_Fgo9AANLtxBl88mLeBVPH33h79lgxDVo15fwcwpp43w7crLB3JFzJDH864qPCTGJhxI-PKIv_xLH-FE0ANP_Owo6A0h-AovE998m6Nnh_lEtrnP84dJ7qmLm0II5rRoS2feXFHuQjoe4wXckgHvIYHC0j31tCMYKUaX9lW1qU/s72-w400-h211-c/Konsep%20Deep%20Learning.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-5767071662366853338</id><published>2025-02-27T09:13:00.007+07:00</published><updated>2025-03-06T07:52:37.151+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agama"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bahan Belajar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pembelajaran"/><title type='text'>PROGRAM BELAJAR DI SEKOLAH SELAMA BULAN RAMADHAN 2025</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adapun kegiatan pembelajaran disekolah yang dapat dilakukan selama bulan Puasa Ramadhan adalah Rangkaian Ibadah yang Khusyuk dan penuh dengan nuansa keagamaan yang lebih dalam lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUKMK8kitQwbzOktyTuD93sU-5O2TRlMfZGc32rgf3AdoDf_ougtVA0-qkxMRBPTrg07It_6U-1tqxn6PWi3SwmzBs9bxrVnwoGuyOG815mu_sleqTi0Qmh2E0Q-TNv5RNM9GEBDT47YnmtFfkpiyE6TCyl0_nPnJAGoD_6B56Z35rFRh9Cl_atM5pDoo/s1024/Belajar%20di%20Bulan%20Ramadhan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Belajar di Bulan Ramadhan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;468&quot; data-original-width=&quot;1024&quot; height=&quot;183&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUKMK8kitQwbzOktyTuD93sU-5O2TRlMfZGc32rgf3AdoDf_ougtVA0-qkxMRBPTrg07It_6U-1tqxn6PWi3SwmzBs9bxrVnwoGuyOG815mu_sleqTi0Qmh2E0Q-TNv5RNM9GEBDT47YnmtFfkpiyE6TCyl0_nPnJAGoD_6B56Z35rFRh9Cl_atM5pDoo/w400-h183/Belajar%20di%20Bulan%20Ramadhan.jpg&quot; title=&quot;Belajar disekolah Bulan Ramadhan&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot;&gt;Visiuniversal--Blog&lt;/a&gt;---Umat Islam akan memasuki Bulan yang penting dan penuh rahmat yaitu Bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang sangat penuh dengan keberkahan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, yaitu dengan meningkatkan kualitas diri, dan mempererat tali persaudaraan. Saat Ramadan, sedikit berbeda dengan hari-hari biasanya,pada bulan Ramadhan sekolah-sekolah akan melakukan berbagai keaagamaan bagi yang memeluk Agama Islam. Kegiatan ini dilakukan baik terintegrasi dalam pembelajaran dikelas maupun pada program kegiatan di luar jam belajar mengajar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kegiatan Ramadan dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang keutamaan Ramadan dan pentingnya menjalani ibadah puasa, membantu siswa memahami makna dan tujuan Ramadan, hingga membantu siswa membangun hubungan yang lebih dekat dengan Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu kegiatan apa saja yang bisa digelar di sekolah saat bulan Ramadan 2025? berikut menurut Google jika kita mengetik pencarian dengan kata kunci kegiatan pembelajaran di Sekolah Bulan Ramadhan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tadarus Al-Qur&#39;an Bersama. Aktivitas membaca dan memahami Al-Qur&#39;an tidak hanya sekadar melafalkan, tetapi juga merenungkan maknanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kultum Harian.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Salat Berjamaah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Muhasabah dan Doa Bersama.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kajian Tematik.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sholat Dhuha &amp;amp; Dzikir Bersama.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Visiuniversal--Blog---Umat Islam akan memasuki Bulan yang penting dan penuh rahmat yaitu Bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang sangat penuh dengan keberkahan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, yaitu dengan meningkatkan kualitas diri, dan mempererat tali persaudaraan. Saat Ramadan, sedikit berbeda dengan hari-hari biasanya,pada bulan Ramadhan sekolah-sekolah akan melakukan berbagai keaagamaan bagi yang memeluk Agama Islam.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kegiatan ini dilakukan baik terintegrasi dalam pembelajaran dikelas maupun pada program kegiatan di luar jam belajar mengajar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kegiatan Ramadan dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang keutamaan Ramadan dan pentingnya menjalani ibadah puasa, membantu siswa memahami makna dan tujuan Ramadan, hingga membantu siswa membangun hubungan yang lebih dekat dengan Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu kegiatan apa saja yang bisa digelar di sekolah saat bulan Ramadan 2025? berikut menurut Google jika kita mengetik pencarian dengan kata kunci kegiatan pembelajaran di Sekolah Bulan Ramadhan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tadarus Al-Qur&#39;an Bersama. Aktivitas membaca dan memahami Al-Qur&#39;an tidak hanya sekadar melafalkan, tetapi juga merenungkan maknanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;Kultum Harian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;Salat Berjamaah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;Muhasabah dan Doa Bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;Kajian Tematik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;Sholat Dhuha &amp;amp; Dzikir Bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Secara Rinci berikut Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di sekolah selama bulan Ramadhan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kegiatan Ramadhan anak TK, PAUD, dan SD akan membuat bulan puasa lebih bermakna. Anak-anak dapat menjalankan ibadah puasa dan sekaligus melakukan aktivitas positif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;30 Contoh Kegiatan Bulan Ramadhan Anak Paud, TK, dan SD 2025 – Bagi anak-anak yang masih duduk di bangku Paud, TK, maupun SD, ibadah puasa merupakan salah satu hal yang cukup memberatkan karena harus menahan lapar dan haus dalam jangka waktu tertentu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk melatih anak-anak dalam berpuasa agar tetap semangat, guru dan orang tua harus kreatif dalam mengalihkan rasa lapar, haus, dan lesu anak-anak dengan mengajak melakukan kegiatan-kegiatan seru dan produktif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Program kegiatan Ramadhan SD, TK, dan PAUD disesuaikan jenjangnya. Kegiatan Ramadhan anak TK dan PAUD lebih mudah dari SD. Simak pilihan programnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contoh Program Kegiatan Ramadhan Anak PAUD&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kegiatan pondok Ramadhan PAUd dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan. Usia PAUD mesti lebih banyak diajak untuk bersenang-senang. Meski demikian, kegiatan penuh keceriaan tersebut dapat dimasukkan nilai-nilai ajaran Islam di dalamnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contoh program kegiatan Ramadhan PAUD seperti berikut:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pawai Ramadan Ceria dengan berjalan kaki di sekitar kompleks sekoleh untuk mengingatkan datangnya bulan puasa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar membaca huruf hijaiyah seperti menggunakan metode IQRO&#39;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menggambar poster menyambut Ramadhan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mewarnai gambar bertema bulan puasa atau Idulfitri&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menanam tanaman dalam gelas plastik bekas air mineral&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menempel hiasan pada kertas gambar&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengenalkan dan berlatih menghafal surah Al-Fatihah&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengenalkan surah-surah pendek dalam juz 30 Al-Qur&#39;an dengan melantunkan bersama-sama&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mendengarkan cerita islami&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menyimak kisah-kisah sahabat Nabi yang dikemas dengan bahasa sederhana&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengenalkan Allah sebagai pencipta dan pengatur kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengenalkan nama-nama Allah dalam asmaul husna&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengenalkan nama-nama malaikat Allah yang diketahui&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengajak anak berbagi cerita menarik dari pengalaman hidupnya&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengajak anak untuk saling berbagi hadiah dengan teman-temannya dengan nominal hadiah tidak besar. Misalnya hadiah berisi makanan ringan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bermain peran dengan alur kisah mengenai membantu sesama yang membutuhkan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Membiasakan anak tidur siang sebagai bagian dari ajaran Islam&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melafalkan doa berbuka puasa Ramadhan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melafalkan doa sahur puasa Ramadhan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengajak anak belajar dan praktik berwudu&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Membersihkan kelas bersama-sama&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saat datangnya waktu makan, anak-anak diajak untuk makan bersama dalam sebuah wadah besar demi menumbuhkan kebersamaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar doa sebelum dan sesudah makan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar doa sebelum dan sesudah tidur&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Membiasakan anak saling mengucap salam ketika bertemu guru, teman, orang tua, dan orang lain yang beragama Islam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Belajar Memasak Takjil Menu Berbuka&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contoh kegiatan bulan ramadhan anak Paud, TK, dan SD yang pertama adalah dengan mengajak mereka untuk belajar memasak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain menyenangkan, belajar memasak Menu berbuka juga sangatlah bermanfaat bagi tumbuh kembang anak seperti melatih kemandirian, mengasah keterampilan dasar yang penting dalam hidup, mengenal buah dan sayuran atau bahan makanan lainnya, membantu mengenal rasa, dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain itu, belajar memasak juga dapat memberikan semangat pada anak-anak karena hasil masakan yang mereka buat dapat dijadikan sebagai reward makanan ketika berbuka.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada banyak sekali jenis makanan yang bisa dibuat saat belajar memasak di bulan ramadhan dari yang mudah hingga sulit.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun,arena yang akan diajarkan adalah anak-anak usia dini maka sebaiknya memilih menu makanan yang mudah dibuat dan disukai anak-anak seperti kue atau makanan manis lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Menghafal Surat-Surat Pendek Al-Quran&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seperti yang sudah diketahui oleh sebagian umat muslim bahwa bulan ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan. Di bulan ini, kita semua dianjurkan untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bulan ramadhan dapat kamu jadikan sebagai momen untuk mengajarkan anak-anak dalam beribadah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kamu bisa mengajak dan mengajarkan anak-anak untuk membaca sekaligus menghafal surat-surat pendek dalam kitab suci Al-Quran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menghafal surat pendek Al-Quran adalah salah satu contoh kegiatan bulan ramadhan anak Paud, TK, dan SD yang seru dan bermanfaat untuk dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain itu, menghafal Al-Quran juga dapat menjadi sarana bagi anak untuk mendapatkan pahala dan ridha dari Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Contoh Program Kegiatan Ramadhan Anak TK&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contoh kegiatan Ramadhan anak TK sebaiknya berbentuk lebih sederhana supaya mudah diterima peserta didik. Berikut ini ide untuk kegiatan Ramadhan yang dapat diberikan untuk anak TK:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Membuat kartu ucapan Ramadhan 2024&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Membaca surat-surat pendek Al-Qur’an&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menempel hiasan dinding bergambar masjid&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar mengenal asmaulhusna&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengisi buku kalender kebaikan selama bulan Ramadhan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Membersihkan kelas bersama-sama&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berbagi cerita seputar Ramadhan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Infak Ramadhan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melafalkan doa berbuka puasa Ramadhan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melafalkan doa sahur puasa Ramadhan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar tentang perkara yang membatalkan puasa&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar tata cara salat tarawih&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar dan praktik berwudu&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar cara membantu orang tua memasak&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berbuka bersama&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Membuat kartu ucapan Idulfitri&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berkunjung ke panti asuhan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar menahan tidak berbicara di dalam masjid&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Latihan menghafal doa masuk dan keluar masjid&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengajak anak latihan salat fardu&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengenalkan anak dengan ibadah sunah&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar doa masuk dan keluar kamar mandi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar doa sebelum dan sesudah makan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar doa sebelum dan sesudah tidur&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bertamu ke tokoh agama setempat untuk mendapatkan nasihat&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Contoh Program Kegiatan Ramadhan Anak SD&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Program kegiatan Ramadhan SD dapat sedikit lebih kompleks dari anak TK dan PAUD. Mereka cenderung lebih menguasai berbagai hal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contoh kegiatan bulan Ramadhan untuk SD dapat difokuskan pada hal-hal untuk persiapan menuju masa mukalaf. Anak SD biasanya sudah mampu membedakan yang baik dan buruk sehingga telah memasuki masa mumayiz. Ketika mereka balig maka akan menjadi mukalaf.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mukalaf adalah keadaan ketika seorang muslim dikenai hukum wajib menjalankan syariat karena telah memenuhi syarat balig, berakal, serta tidak beruzur syar&#39;i. Mereka sudah wajib salat fardu hingga puasa Ramadhan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berikut ini contoh program kegiatan Ramadhan SD yang dapat dilakukan:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Membuat kartu ucapan Ramadhan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Membaca surat-surat pendek Al-Qur’an&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menghafal surah Al-Fatihah dengan baik dan benar karena digunakan sebagai surah yang wajib dibaca pada salat apapun.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menghafal surat-surat pendek Al-Qur&#39;an terutama juz 30&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar membaca Al-Qur&#39;an&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bermain tebak-tebakan bertema Ramadhan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengisi buku kalender kebaikan selama bulan Ramadhan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Membuat poster bertema Ramadhan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Membersihkan kelas bersama-sama&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berbagai cerita seputar Ramadhan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Infak Ramadhan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melafalkan doa berbuka puasa Ramadhan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melafalkan doa sahur Ramadhan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar tentang perkara yang membatalkan puasa&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar dan praktik berwudu&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar dan praktik salat tarawih&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penggalangan dana atau barang&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar cara membantu orang tua memasak&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berbuka bersama&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berkunjung ke panti asuhan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belajar menahan tidak berbicara di dalam masjid&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Latihan menghafal doa masuk dan keluar masjid&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pertunjukan drama dengan tema Ramadhan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Membuat kartu ucapan Ramadhan, lampion, atau bingkai foto Ramadan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengajak anak berpuasa satu hari penuh tanpa putus dari fajar sidik sampai terbenam matahari.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDodZF8D-_VvbosmBqxAtWT3C_G3o92szB0wGhicUP3GC4Xbl5WHeNtpXMmgZ-smMHZkJaGBy93K4C92UWg5aYOODOpAkWxXo2WjcVhXwiV7kxwuCqYVbSSO4SHhI-dkc9ZJdqOqBu_jh3YgYKtUHqUGAt2uw2MT5P98aITt6LNHMJPk9KQTKgwFFhjrw/s1063/1000249804.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pembelajaran Bulan Ramadhan si SD&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1063&quot; data-original-width=&quot;707&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDodZF8D-_VvbosmBqxAtWT3C_G3o92szB0wGhicUP3GC4Xbl5WHeNtpXMmgZ-smMHZkJaGBy93K4C92UWg5aYOODOpAkWxXo2WjcVhXwiV7kxwuCqYVbSSO4SHhI-dkc9ZJdqOqBu_jh3YgYKtUHqUGAt2uw2MT5P98aITt6LNHMJPk9KQTKgwFFhjrw/w213-h320/1000249804.jpg&quot; title=&quot;Kegiatan Belajar di SD Bulan Ramadhan&quot; width=&quot;213&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Tadarus Al-Qur&#39;an Bersama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aktivitas membaca dan memahami Al-Qur&#39;an tidak hanya sekadar melafalkan, tetapi juga merenungkan maknanya. Guru dapat membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil, membimbing mereka dalam membaca dengan tartil, dan menjelaskan tafsir ayat-ayat penting yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Tadarus dapat dilakukan secara rutin setiap hari sebelum atau sesudah jam pelajaran, menciptakan suasana yang tenang dan penuh berkah di lingkungan sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;2. Kultum Harian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi ilmu dan pengalaman melalui kultum singkat sebelum salat zuhur atau ashar. Kultum ini dapat berisi motivasi, kisah-kisah inspiratif, atau penjelasan tentang nilai-nilai Islam yang praktis. Guru dapat memberikan tema yang berbeda setiap hari, mendorong siswa untuk menggali informasi, dan melatih kemampuan berbicara di depan umum.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Salat Berjamaah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengintensifkan pelaksanaan salat zuhur dan ashar berjamaah di masjid atau mushola sekolah. Selain melatih kedisiplinan, salat berjamaah juga mempererat ukhuwah Islamiyah di antara siswa dan guru. Sekolah dapat menunjuk imam dari kalangan siswa yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur&#39;an dan pengetahuan agama yang baik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Muhasabah dan Doa Bersama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menjelang waktu berbuka puasa, adakan kegiatan muhasabah (introspeksi diri) dan doa bersama. Siswa diajak untuk merenungkan perbuatan mereka selama seharian, memohon ampunan atas kesalahan, dan berdoa untuk kebaikan diri sendiri, keluarga, serta bangsa dan negara. Suasana yang khusyuk dan penuh harap dapat menyentuh hati siswa dan membangkitkan kesadaran spiritual.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;&lt;b&gt;5. Kajian Tematik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengadakan kajian atau diskusi tentang topik-topik menarik seputar Ramadhan dan Islam. Guru dapat mengundang tokoh agama atau ahli untuk memberikan materi, atau siswa dapat mempresentasikan hasil penelitian mereka tentang tema-tema tertentu. Kajian ini dapat membahas tentang hikmah puasa, keutamaan sedekah, sejarah peradaban Islam, atau isu-isu kontemporer yang relevan dengan nilai-nilai Islam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;&lt;b&gt;6. Sholat Dhuha &amp;amp; Dzikir Bersama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Membiasakan sholat Dhuha dan berdzikir bersama di sekolah akan menanamkan nilai-nilai religius dan kedisiplinan. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk memohon rezeki dan keberkahan dari Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kegiatan-kegiatan tersebut selain sebagai penanaman nilai-nilai keagaaman yaitu Nilai yang merupakan nilai yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa&amp;nbsp; juga dapat menjadi penanaman nilai sosial adalah nilai-nilai yang dianut masyarakat, baik yang bersumber dari agama maupun yang terbentuk dari kesepakatan masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikian Tentang Program pembelajaran dan belajar disekolah selama Bulan Ramadhan yang dapat dilakukan untuk mengisi kegiatan selama Bulan Ramadhan untuk sekolah. Terimakasih sudah berkunjung di &lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot;&gt;Blog-Visiuniversal&lt;/a&gt; ini. semoga sukses selalu.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/5767071662366853338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2025/02/program-belajar-di-sekolah-bulan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/5767071662366853338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/5767071662366853338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2025/02/program-belajar-di-sekolah-bulan.html' title='PROGRAM BELAJAR DI SEKOLAH SELAMA BULAN RAMADHAN 2025'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUKMK8kitQwbzOktyTuD93sU-5O2TRlMfZGc32rgf3AdoDf_ougtVA0-qkxMRBPTrg07It_6U-1tqxn6PWi3SwmzBs9bxrVnwoGuyOG815mu_sleqTi0Qmh2E0Q-TNv5RNM9GEBDT47YnmtFfkpiyE6TCyl0_nPnJAGoD_6B56Z35rFRh9Cl_atM5pDoo/s72-w400-h183-c/Belajar%20di%20Bulan%20Ramadhan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-2209806216733386117</id><published>2025-02-27T07:45:00.004+07:00</published><updated>2025-02-27T07:45:58.661+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Astronomi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengembangan Diri"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengertian"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengetahuan Umum"/><title type='text'> PENGERTIAN METAFISIKA SEBAGAI CABANG FILSAFAT</title><content type='html'>&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0px 0px 0px 40px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Visiuniversal-Blog---- sebagaimana kita ketahui Metafisika adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan proses analitis atas hakikat fundamental mengenai keberadaan dan realitas yang menyertainya. Banyak ditemukan pengkajian dan praktik-praktik metafisika yang mencengangkan dengan berbagai keunikan dan keajaiban yang mengikuti aktivitas metafisika ini, bahkan terkadang bisa sampai berada diluar nalar manusia.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXDFbodGF3n6ry7DuZCNN_nDCzl26fqzP_mKe-Nu0PWoBJy4IKJvP8mKsqf9XNlLj_FY4lF0e4DJbS884RGb0-f7w7W3upsAEJaf8-VB6ETPT5eR-CS50qtj9V9RZRr-pFZAOry1vDHdLcIfLF37cVL4fsFSF5YoKOwqFqBdlzAomJL-Hudr3seUwM9Tc/s1024/cosmos%20Metafisika.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Artikel Metafisika&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;561&quot; data-original-width=&quot;1024&quot; height=&quot;219&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXDFbodGF3n6ry7DuZCNN_nDCzl26fqzP_mKe-Nu0PWoBJy4IKJvP8mKsqf9XNlLj_FY4lF0e4DJbS884RGb0-f7w7W3upsAEJaf8-VB6ETPT5eR-CS50qtj9V9RZRr-pFZAOry1vDHdLcIfLF37cVL4fsFSF5YoKOwqFqBdlzAomJL-Hudr3seUwM9Tc/w400-h219/cosmos%20Metafisika.jpg&quot; title=&quot;Metafisika cabang Filsafat&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0px 0px 0px 40px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Di dalam filsafat, pertanyaan tentang susunan serta hakekat dari segala yang ada adalah salah satu pertanyaan terpenting. Pertanyaan ini menjadi dasar dari seluruh filsafat, ilmu pengetahuan dan teknologi modern, sebagaimana kita kenal sekarang ini. Salah satu filsuf yang mencoba menjawab pertanyaan ini secara sistematik adalah Aristoteles.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0px 0px 0px 40px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Aristoteles adalah murid Plato. Ia menulis buku dengan judul Ta meta ta physika, atau Metafisika, pada 340 sebelum Masehi. Buku ini bukanlah sebuah karya utuh, melainkan kumpulan tulisan pendek dari Aristoteles. Ia menamai kumpulan tulisan tersebut sebagai “filsafat pertama”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0px 0px 0px 40px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pengertian dan definisi Metafisika&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Metafisika adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan proses analitis atas hakikat fundamental mengenai keberadaan dan realitas yang menyertainya. Kajian mengenai metafisika umumnya berporos pada pertanyaan mendasar mengenai keberadaan dan sifat-sifat yang meliputi realitas yang dikaji. Pemaknaan mengenai metafisika bervariasi dan setiap masa dan filsuf tentu memiliki pandangan yang berbeda. Secara umum topik analisis metafisika meliputi pembahasan mengenai eksistensi, keberadaan aktual dan karakteristik yang menyertai, ruang dan waktu, relasi antarkeberadaan seperti pembahasan mengenai kausalitas, posibilitas, dan pembahasan metafisis lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengingat jangkauan kajian yang dipusatkannya, metafisika menjadi sebuah disiplin yang fundamental dalam kajian filsafat. Sepanjang sejarah kefilsafatan, metafisika menjangkau problem-problem klasik dalam filsafat teoretis. Umumnya kajian metafisika menjadi &quot;batu pijakan&quot; atas struktur gagasan kefilsafatan dan prinsip-prinsip yang lebih kompleks untuk menjelaskan problem lainnya. Sehingga, dalam pemahaman metafisika klasik, metafisika membahas pertanyaan-pertanyaan mendasar yang jawaban-jawaban atasnya dapat digunakan menjadi dasar bagi pertanyaan yang lebih kompleks.[butuh rujukan] Misalnya: adakah maksud utama dalam beradanya dunia ini? Lalu apakah keberadaannya sebatas keberadaan yang &quot;mengada&quot; atau dependen terhadap keberadaan lainnya?; Apakah tuhan/tuhan-tuhan ada? Lalu, jika ada, apa saja hal-hal yang bisa manusia tahu/tidak tahu tentangnya?; Benarkah terdapat hal semacam intellectus, terutama dalam pembahasan mengenai pembedaan antara problem pemisahan entitas jiwa badan?; Apakah jiwa sesuatu yang nyata, dan apakah ia berkehendak bebas?; Apakah segalanya tetap atau berubah? Apakah terdapat hal atau relasi yang selalu bersifat tetap yang bekerja dalam berbagai fenomena?; dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang sejenis.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Objek bahasan metafisika bukan semata-mata hal-hal empiri atau hal-hal yang dapat dijangkau oleh pengamatan individual, melainkan hal-hal atau aspek-aspek yang menjadi dasar realitas itu sendiri. Klaim-klaim atas metode dan objek kajian metafisika telah menjadi problem perenial kefilsafatan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pembahasan mengenai metafisika memiliki berbagai subbahasan. Misalnya pembahasan sentral metafisika adalah ontologi, yaitu proses analitis dan penggalian klasifikasi berdasarkan prinsip-prinsip kategori keberadaan dan relasi di antaranya. Bahasan sentral lainnya adalah kosmologi metafisik, yaitu kajian mendalam atas prinsip keberadaan dunia, realitas, asal mula, dan makna keberadaan atasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sejarah dan Konsep Metafisika&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kata &quot;metafisika&quot; dicatut dari set karya Aristoteles yang terdiri dari 14 kelompok karya tentang problem-problem filosofis. Pada mulanya tidak terdapat nama untuk merujuk kajian kefilsafatan ini, hingga Andronikus dari Rodesia menyusun karya-karya filsafat Aristotelian dengan delapan buku di luar label &quot;Fisika&quot; dinamai t?&amp;nbsp; et? t? f?s???&amp;nbsp; ? ??a (t&amp;nbsp; met&amp;nbsp; t&amp;nbsp; Physika biblia; buku/karya (yang adalah) setelah/disamping F?s??? ????as?? (Phusike akroasis)).[butuh rujukan] Sehingga timbul istilah &quot;Metafisika&quot; yang, secara turun temurun berbelok maknanya dan dimengerti sebagai &quot;sesuatu/ilmu di balik fisika/kulit terluar (yang menutupi sesuatu)&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terdapat berbagai pemahaman atas maksud kata Metafisika sebenarnya dan menjadi problem bagi para filsuf dan sejarawan hingga kini. Sehingga makna sebenarnya masih belum jelas, mengingat Arisoteles pun tidak menggunakan istilah tersebut untuk menamai teori-teori metafisikanya. Kata &quot;Metafisika&quot; tidak pernah pun jika pernah ada di masa Aristotelian dipakai oleh Aristoteles sendiri, melainkan sering kali ia rujuk sebagai &quot;filsafat awal&quot;.[butuh rujukan]&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akan tetapi, para cendekiawan dan komentator mulai mempertanyakan dan mencari arti intrinsik di balik kepantasan atas kesesuaian nama yang diberikannya. Kegiatan beberapa cendekiawan abad ke-20 turut mengarahkan arti alternatif atas metafisika itu sendiri. Pemahaman-pemahaman abad Renaisans melahirkan ide-ide baru seperti&amp;nbsp; meta-bahasa&amp;nbsp; atau&amp;nbsp; penyangga korpus kefilsafatan&amp;nbsp; dan membuat metafisika dipahami sebagai &quot;ilmu atas dunia di luar physis (f?s??, biasanya diterjemahkan sebagai &#39;alam&#39;).&quot;Kajian physis yang dimaksud umumnya berkenaan dengan hal-hal yang melampaui hal-hal keduniaan yang, secara umum, dapat dipahami sebagai ilmu atas hal-hal imaterial (seperti alam kajian Newton, Einstein, atau Heisenberg). Lain halnya dengan Thomas Aquinas yang merujuk metafisika sebagai ilmu tinggi dari urutan kronologi atau pedagogi tahap studi filsafat. Sehingga ilmu metafisika dipahami sebagai &quot;hal yang dipelajari setelah menguasai ilmu-ilmu yang berurusan dengan hal-hal fisik.&quot;[4] Akan tetapi, dari semua konsepsi yang telah disebutkan, tidak ada suatu definisi yang disepakati di lintas ilmu kefilsafatan. Dalam karya Aristoteles, bagian karya yang disebut pasca-Fisika tersebut menggambarkan hal yang &quot;tidak mengalami perubahan.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sejak abad pascaklasik dan abad pertengahan, studi metafisika telah disebut sebagai disiplin filsafat yang berdiri sendiri. Pada abad pertengahan, studi metafisika diberi nama ?p?pte?a (epopte a; melihat, mencerap, memahami). Di sisi lain, kata sifat metafisis, terutama pada abad-abad pencerahan dan abad XIX, biasanya digunakan sebagai julukan dan kata populer untuk menamai sesuatu hal sebagai hal yang &quot;berbau spekulasi&quot;, &quot;tidak ilmiah&quot;, &quot;totalitarian&quot;, atau &quot;pemahaman tidak empiris&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penolakan terhadap metafisika&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam perkembangannya, terma dan ide mengenai metafisika terus menerus berubah. Beberapa pemikir memulai diskursus dan tanda-tanda kematian-kematian metafisika dengan penolakan dan pembuktian atas kesia-siaan dan ketidakterjangkauannya. David Hume, misalnya, secara keras menyatakan bahwa pengetahuan sejati (genuine knowledge) dibentuk tak lain selain fakta dan rerangkai matematis. Sehingga, terlepas dari keduanya, pengetahuan tersebut salah dan tidak menyatakan realitas.[5] Di lain hal, Immanuel Kant dalam Critique of Pure Reason menyatakan bahwa, tidak seperti Hume yang menolak mentah-mentah pengetahuan selain hal yang empiris dan terukur, terdapat suatu lokus pengetahuan yang disebut sintetis a priori.[6] Menurut Kant, terdapat suatu pengetahuan sejati yang terdiri atas fakta-fakta pengetahuan yang independen, lepas dari pengalaman empiris seperti pengetahuan atas ruang, waktu, dan kausalitas. Klaim Hume pun ditolak dengan pemahaman Kantian bahwa terdapat sesuatu hal yang lepas dari keterjangkauan manusia yang sepenuhnya independen dan asali, sehingga klaim Hume gagal untuk memahami adanya noumenon, esensi yang &quot;ada dalam dirinya sendiri&quot; (an Sich).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemudian, penolakan selanjutnya diutarakan oleh pengusung verifikasionisme seperti A. J. Ayer dan Rudolf Carnap. Menimbang pernyataan Hume, menurut verifikasionisme, pernyataan metafisis bukan bernilai benar atau salah, melainkan tak bermakna. Karena suatu hal akan bermakna jika hal tersebut terdapat bukti empiris yang dapat dijangkau dan korespondensi ide dengan realitas.[7]&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perdebatan mengenai status kajian metafisis sebagai bidang ilmu menunjukkan ketiadaannya kesatuan internal dalam pemahaman definitif maupun kontekstual. Akan tetapi argumen mengenai hakikat keberadaan metafisika sebagai bahan kajian tak lepas dari statusnya sebagai bidang ilmu.[butuh rujukan] Mungkin saja tak ada hal semacam metafisika sebagai bidang studi. Atau mungkin, seperti kebanyakan filsuf, pernyataan metafisis tak bernilai salah ataupun benar. Atau sebaliknya, teori metafisis memiliki nilai kebenaran, akan tetapi tak dapat terjangkau oleh lemahnya manusia. Hal-hal tersebut adalah pernyataan-pernyataan umum atas keberadaan metafisika.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Eksistensi dan kesadaran&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Representasi kesadaran dari abad ke-17.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Eksistensi, sebagai salah satu sub-kajian ontologi, adalah suatu konsep yang aksiomatik dasar pertama yang tak didasari oleh premis yang lebih sederhana/tak dapat direduksi menjadi premis yang lebih sederhana. Eksistensi tak dapat dilepaskan dari semua kajian pengetahuan dan tak dapat dikenai penolakan atasnya. Pembicaraan atas ketiadaan eksistensi, misalnya, adalah pembicaraan atas eksistensi itu sendiri. Premis eksistensi adalah ada (eksis) membuktikan bahwa konsep tersebut adalah aksioma yang menyatakan bahwa terdapat sesuatu/keberadaan, ketimbang ketiadaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kesadaran, di lain hal, adalah kualitas dan kemampuan menerima dan mengidentifikasi keberadaan yang eksis baik dirinya sendiri maupun di liar dirinya.[10] Dalam sejarah kefilsafatan dan keilmuan secara umum, kesadaran telah didefinisikan, diasosiasikan, dan dipahami sebagai ke-berakal-an, kesadaran, qualia, subjektivitas, kontrol eksekutif pada budi, dan terma lainnya.[10][11] Dalam Routledge Encyclopedia of Philosophy, kesadaran diabstraksi menjadi pengetahuan, introspeksi (dan segala pengetahuan yang diproduksi dari proses introspeksi itu sendiri, intensionalitas, dan pengalaman atas fenomena.[12]&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Formulasi proposisi &lt;i&gt;cartesian cogito ergo sum&lt;/i&gt; misalnya, membuktikan bahwa kesadaran adalah hal yang aksiomatik. Hal tersebut karena tidak seorangpun dapat menolak keberadaan pikirannya sendiri, dan di saat yang sama penolakan tersebut menggunakan kesadaran untuk menolak keberadaan pikirannya sendiri. Akan tetapi, Descartes tak mampu untuk menjelaskan dengan jelas mengenai apa itu kesadaran itu sendiri. Beberapa pemikir selanjutnya mendefinisikan konsepsi kesadaran sebagai perseptor atas hal yang ada, sehingga kesadaran memerlukan hal di luar dirinya untuk berfungsi. Sehingga, kesadaran diderivasi oleh/bergantung terhadap eksistensi. Identitas&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Konsep identitas adalah relasi tiap-tiap hal yang merujuk pada dirinya sendiri.[13] Dalam artian lain, identitas adalah suatu hal yang membuat sebuah entitas dapat dikenali dan diuraikan dengan set kualitas atau karakteristik yang membedakan dirinya dengan entitas lainnya. Sehingga, menilik prinsip ketidakberbedaan ontologis Leibniz: jika x identik dengan y, maka segala kualitas yang dimiliki x juga dimiliki y.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hukum identitas pertama Aristotelian menyatakan bahwa untuk mengada, sebuah eksisten mesti memiliki identitas unik. Sebuah eksisten tidak dapat disebut sebagai sebuah keberadaan tanpa mengada sebagai sesuatu. Konsep identitas penting karena menjelaskan bahwa realitas memiliki sifat yang berbatas, sehingga dimungkinkan untuk diketahui.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Referensi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; ^ a b van Inwagen, Peter; Sullivan, Meghan (2016-01-01). Zalta, Edward N., ed. &quot;Metaphysics&quot; (2016 ed.). Metaphysics Research Lab, Stanford University, The Stanford Encyclopedia of Philosophy.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; ^ a b Schmidinger, H. M. (1954). Metaphysik : ein Grundkurs. Kohlhammer. ISBN 3-17-016308-6.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; ^ Lih. physis dalam Wiktionary.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; ^ Aquinas, Thomas; Schultz, Janice L.; Synan, Edward A.; Boethius (2001). An exposition of the On the hebdomads of Boethius : Expositio libri Boetii De ebdomadibus. Thomas Aquinas in Translation. V (original scripture). Catholic University of America Press.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; ^ Hume, David (1948). &quot;132&quot;. An Enquiry Concerning Human Understanding.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; ^ Kant, Immanuel (1985). &quot;B20&quot;. Critique of Pure Reason, trans. Norman Kemp Smith. Macmillan Press.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; ^ Carnap, Rudolf (1935). &quot;The Rejection of Metaphysics&quot;. Philosophy and Logical Syntax.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; ^ Pertanyaan ini merujuk pada Grundfrage der Metaphysik Heidegger, Martin (2000). Einf hrung in die Metaphysik, trans. Gregory Field &amp;amp; Richard Polt. Yale University Press.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; ^ Dalam hal ini, kata &quot;ada&quot; dimaknai sebagai sesuatu yang mengada secara ontologis. Terdapat berbagai pemahaman atas Ada yang dirujuk dalam filsafat Heideggerian. Untuk lebih lengkap, lihat pula berbagai problem fundamental dalam fenomenologi. Lihat pula Klostermann, Vittorio (ed.). Heidegger Gesamtausgabe. &quot; interpreted the ancient philosophy and understands the being of beings, the reality of the real, as a presence that reality constituted of reality, the ideas [are] according to Plato himself the true reality.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; ^ a b van Gulick, Robert (2004-06-24). &quot;Consciousness&quot;. The Stanford Encyclopedia of Philosophy.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; ^ William., Farthing, G. (1992). The Psychology of Consciousness. Englewood Cliffs, N.J.: Prentice Hall. ISBN 978-0-13-728668-3.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; ^ Lormand, Eric (1996). &quot;Consciousness&quot;. Di Craig, Edward. Routledge Encyclopedia of Philosophy.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; ^ Noonan, Harold; Curtis, Ben (2004-12-15). &quot;Identity&quot;. The Stanford Encyclopedia of Philosophy.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Metafisika&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/2209806216733386117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2025/02/pengertian-metafisika-sebagai-cabang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/2209806216733386117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/2209806216733386117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2025/02/pengertian-metafisika-sebagai-cabang.html' title=' PENGERTIAN METAFISIKA SEBAGAI CABANG FILSAFAT'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXDFbodGF3n6ry7DuZCNN_nDCzl26fqzP_mKe-Nu0PWoBJy4IKJvP8mKsqf9XNlLj_FY4lF0e4DJbS884RGb0-f7w7W3upsAEJaf8-VB6ETPT5eR-CS50qtj9V9RZRr-pFZAOry1vDHdLcIfLF37cVL4fsFSF5YoKOwqFqBdlzAomJL-Hudr3seUwM9Tc/s72-w400-h219-c/cosmos%20Metafisika.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-7016724707566932966</id><published>2025-01-28T17:56:00.004+07:00</published><updated>2026-07-16T13:02:56.790+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kurikulum"/><title type='text'>MACAM-MACAM PERUBAHAN ISTILAH DALAM DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA 2025</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;Visiuniversal-blog---Kebijakan dunia pendidikan di Indonesia mengalami perubahan dengan adanya kabinet dan menteri pendidikan yang baru. Ini tentu saja melahirkan beberapa perubahan terkait kebijakan baru dalam dunia pendidikan. Ada beberapa istilah baru yang dikenalkan yang wajib diketahui para guru dan pendidik di seluruh Indonesia. seperti Istilah-istilah dalam kurikulum antara lain:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Meaningful Learning = Sebelumnya = Pembelajaran bermakna&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Joyful Learning = Sebelumnya = Pembelajaran menyenangkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3.&amp;nbsp; 8 Dimensi lulusan = Sebelumnya&amp;nbsp; = 6 Dimensi Profil&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Sistem Domisili = Sebelumnya = Sistem Zonasi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. SPMB = Sebelumnya = PPDB&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. Pengelolaan Kinerja = Sebelumnya =E Kinerja&lt;/p&gt;&lt;p&gt;7. Tes Kompetensi Akademik = Sebelumnya = Tes Kompetensi Akademik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;8. Pembelajaran Ramadhan = Sebelumnya = Libur Ramadhan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;9. Kenaikan 1x gaji Pokok = Sebelumnya = Sertifikasi&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqjfgdddbAnuuoo109Bi4KX2Bvbo3A-Jwvcv0HzXpJxtbkyNF7V_4GfpdUTpyMh0EqsiU2Y3eqgMtdMWvKB82q-CmeXDced5TcPH4yOG_pPa82GWsH2MqDVTXla_8VEw3qefXS1jhEzt6CTdwUVwkJBvbv7vvfXi_2tADuc21aUzW1viXOVRj-pQE5fEo/s865/1000224180.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Istilah Baru Pendidikan Indonesia&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;865&quot; data-original-width=&quot;540&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqjfgdddbAnuuoo109Bi4KX2Bvbo3A-Jwvcv0HzXpJxtbkyNF7V_4GfpdUTpyMh0EqsiU2Y3eqgMtdMWvKB82q-CmeXDced5TcPH4yOG_pPa82GWsH2MqDVTXla_8VEw3qefXS1jhEzt6CTdwUVwkJBvbv7vvfXi_2tADuc21aUzW1viXOVRj-pQE5fEo/w200-h320/1000224180.jpg&quot; title=&quot;Dunia pendidikan Indonesia&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Istilah-istilah tersebut akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan dan program pendidikan tahun 2025-2026 hingga seterusnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/7016724707566932966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2025/01/macam-macam-perubahan-istilah-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/7016724707566932966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/7016724707566932966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2025/01/macam-macam-perubahan-istilah-dalam.html' title='MACAM-MACAM PERUBAHAN ISTILAH DALAM DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA 2025'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqjfgdddbAnuuoo109Bi4KX2Bvbo3A-Jwvcv0HzXpJxtbkyNF7V_4GfpdUTpyMh0EqsiU2Y3eqgMtdMWvKB82q-CmeXDced5TcPH4yOG_pPa82GWsH2MqDVTXla_8VEw3qefXS1jhEzt6CTdwUVwkJBvbv7vvfXi_2tADuc21aUzW1viXOVRj-pQE5fEo/s72-w200-h320-c/1000224180.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-7268649853574432325</id><published>2025-01-28T17:16:00.003+07:00</published><updated>2025-03-02T08:57:38.837+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Guru Pendidik"/><title type='text'>KEPASTIAN KENAIKAN GAJI  ASN  PNS GURU DAN DOSEN TAHUN 2025</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfjgiI-pFL4ZRNM0iy9stlBLU5YdK20vOWeD4we1NiuGteCW_spt1RIAE_GxCAflwiVumb4pmwXGzS8B5bR_0aRztG1Uu-dMYbtBvKYsYft_nL9v_JECXxN15O1W7VtN9BRWcwL_Rwr1PMREEBgaLP6SOxX7fxbiWH2OsvHOSZOOY7_ZS7W_qfA4gxpb8/s275/Daftar%20kabinet%20Merah%20Putih%20Presiden%20Prabowo.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;183&quot; data-original-width=&quot;275&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfjgiI-pFL4ZRNM0iy9stlBLU5YdK20vOWeD4we1NiuGteCW_spt1RIAE_GxCAflwiVumb4pmwXGzS8B5bR_0aRztG1Uu-dMYbtBvKYsYft_nL9v_JECXxN15O1W7VtN9BRWcwL_Rwr1PMREEBgaLP6SOxX7fxbiWH2OsvHOSZOOY7_ZS7W_qfA4gxpb8/w320-h213/Daftar%20kabinet%20Merah%20Putih%20Presiden%20Prabowo.jpeg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot;&gt;Visiuniversal-blog&lt;/a&gt;---Melihat penyampaian pemerintah melalui Kerangka Ekonomi Makro dan pokok-pokok kebijakan Fisikal tahun 2025. Salah satunya disampaikan tentang kebijakan belanja untuk ASN/PNS dan Pensiunan. Konsisten melanjutkan peninggkatan kesejahtraan ASN dan PNS. Dalam hal ini guru yang termasuk PNS akan mendapat penyesuaian dan peningkatan kenaikan gaji.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Presiden Prabowo mengumumkan gaji guru bakal naik pada 2025. Gaji guru berstatus ASN disebut bakal mengalami kenaikan sebesar satu kali lipat dari gaji pokok.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, mengatakan, kenaikan gaji yang dimaksud berupa tunjangan profesi. Tunjangan akan diberikan kepada guru ASN dan non-ASN tiap bulan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Ada beberapa perubahan kebijakan pemerintah dalam rangka peningkatan kesejahtraan guru tahun 2025. Salah satunya dengan jalan menaikan tunjangan sertifikasi yang digadang-gadang sebagai program unggulan menteri pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kenyataannya sejak tulisan ini dibuat pada akhir Januari tahun 2025 masuki bulan kedua tahun 2025 ini Gaji PNS atau ASN khususnya guru belum ada kenaikan sama sekali. Bahkan dibeberapa daerah tertentu telah terjadi keterlambatan pembayaran gaji ASN dan guru. hingga bulan Februari 2025.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Jika kita melakukan pencarian di Google dengan kata kunci kenaikan gaji guru atau PNS dan ASN maka akan kita temukan kalimat &quot;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kenaikan gaji PNS, TNI, dan Polri di tahun 2025 masih dalam tahap perkiraan dan belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah. Namun, pemerintah telah mengungkapkan rencana untuk menaikkan gaji ASN pada tahun 2025&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;# Kenaikan Gaji PNS&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;# Kenaikan Gaji ASN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;# Kenaikan Gaji Guru&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;# Kenaikan Gaji Pensiunan Guru&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Jadi apakah gaji Guru ditahun 2025 ini naik atau tidak masih belum bisa dipastikan karena masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/7268649853574432325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2025/01/kenaikan-gaji-guru-asn-pns-tahun-2025.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/7268649853574432325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/7268649853574432325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2025/01/kenaikan-gaji-guru-asn-pns-tahun-2025.html' title='KEPASTIAN KENAIKAN GAJI  ASN  PNS GURU DAN DOSEN TAHUN 2025'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfjgiI-pFL4ZRNM0iy9stlBLU5YdK20vOWeD4we1NiuGteCW_spt1RIAE_GxCAflwiVumb4pmwXGzS8B5bR_0aRztG1Uu-dMYbtBvKYsYft_nL9v_JECXxN15O1W7VtN9BRWcwL_Rwr1PMREEBgaLP6SOxX7fxbiWH2OsvHOSZOOY7_ZS7W_qfA4gxpb8/s72-w320-h213-c/Daftar%20kabinet%20Merah%20Putih%20Presiden%20Prabowo.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-9048137774313781831</id><published>2024-12-31T06:26:00.003+07:00</published><updated>2024-12-31T06:57:30.769+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kurikulum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengembangan Diri"/><title type='text'>GERAKAN TUJUH KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT TAHUN 2025</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg78LnZkcLJJMd4Hxsm8YZV899CWf0hw2PeA9_xJPO8k658n6Q7_d6T2LsVTu2X2Qj4kzPNmIVLe1YLbs6PHRsOyg_PheoQY5mKca35LZnqdPS3xxFEVODp8Fc7Y2GubhiZ2MkFgWl3iCnZYrle8eXTVnY07xuvwZgO2hfooKfP2Tmh077el2TAcH0qb1k/s1030/Peluncuran%20Gerakan%20Anak%20Indonesia%20Hebat.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Peluncuran Gerakan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;589&quot; data-original-width=&quot;1030&quot; height=&quot;229&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg78LnZkcLJJMd4Hxsm8YZV899CWf0hw2PeA9_xJPO8k658n6Q7_d6T2LsVTu2X2Qj4kzPNmIVLe1YLbs6PHRsOyg_PheoQY5mKca35LZnqdPS3xxFEVODp8Fc7Y2GubhiZ2MkFgWl3iCnZYrle8eXTVnY07xuvwZgO2hfooKfP2Tmh077el2TAcH0qb1k/w400-h229/Peluncuran%20Gerakan%20Anak%20Indonesia%20Hebat.jpg&quot; title=&quot;Gerakan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot;&gt;VISIUNIVERSAL-Blog&lt;/a&gt;---Gerakan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diluncurkan Kementrian pendidikan Dasar dan menengah Jumat 27 Desember 2024.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Acara ini diselenggarakan resmi kementrian Dikdasmen langsung dengan dilakukan juga melalui kanal Youtube Acara ini akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik, termasuk:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;🎶 Pengenalan:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;* Album Lagu Anak dan Senam Anak Indonesia Hebat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;🥳 Penampilan Hiburan:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;* Drama musikal Kemah Anak Indonesia Hebat bersama Dwiki Dharmawan Light Orchestra&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;🌟 Penampilan Spesial:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;* Mazaya &amp;amp; Sogi Indra Duaja&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yuk, saksikan acara inspiratif ini bersama seluruh keluarga!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, diperlukan sumber daya manusia (SDM) unggul yang sejalan dengan Asta Cita ke-4, yakni memperkuat pembangunan sumberdaya manusia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, diperlukan sumber daya manusia (SDM) unggul yang sejalan dengan Asta Cita ke-4, yakni memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, dan kesetaraan gender. SDM unggul ini harus memiliki delapan karakter utama: religius, bermoral, sehat, cerdas, kreatif, disiplin, mandiri, dan bermanfaat. Karakter-karakter tersebut hanya dapat terbentuk melalui pembiasaan positif yang berkelanjutan hingga akhirnya menjadi budaya. Dengan fondasi karakter yang kuat, generasi masa depan diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, unggul, dan mampu berkontribusi besar bagi bangsa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebagai langkah strategis, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meluncurkan program Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan karakter melalui pembiasaan yang sederhana namun berdampak besar. Tujuh kebiasaan tersebut meliputi: Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Gemar Belajar, Makan Sehat dan Bergizi, Bermasyarakat, serta Tidur Cepat. Setiap kebiasaan dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga untuk membentuk mental dan moral yang tangguh.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melalui gerakan ini, anak-anak Indonesia diajak membangun kebiasaan positif sejak dini. Kebiasaan ini diharapkan menjadi pondasi kokoh bagi pembentukan karakter yang unggul, bermanfaat bagi diri sendiri, serta menjadi modal penting dalam membangun masa depan bangsa. Mari bersama kita wujudkan generasi sehat, cerdas, dan berkarakter demi Indonesia yang lebih baik!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Peluncuran gerakan 7 kebiasaan Anak Hebat Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;1.Bangun Pagi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;2.Rajin Beribadah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;3.Rajin Berolahraga&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;4.Makan Makanan Sehat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;5.Giat Belajar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;6.Bermasyarakat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;7.Tidur Lebih Cepat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;---&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ikuti informasi pendidikan melalui kanal berikut:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Laman: kemdikbud.go.id&lt;/p&gt;&lt;p&gt;X: x.com/Kemdikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Instagram: instagram.com/kemendikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Facebook: facebook.com/kemendikdasmen&lt;/p&gt;&lt;p&gt;YouTube: KEMDIKDASMEN&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;BLOG_video_class&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/xiRGD-RNNBc&quot; width=&quot;320&quot; youtube-src-id=&quot;xiRGD-RNNBc&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/9048137774313781831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2024/12/gerakan-tujuh-kebiasaan-anak-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/9048137774313781831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/9048137774313781831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2024/12/gerakan-tujuh-kebiasaan-anak-indonesia.html' title='GERAKAN TUJUH KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT TAHUN 2025'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg78LnZkcLJJMd4Hxsm8YZV899CWf0hw2PeA9_xJPO8k658n6Q7_d6T2LsVTu2X2Qj4kzPNmIVLe1YLbs6PHRsOyg_PheoQY5mKca35LZnqdPS3xxFEVODp8Fc7Y2GubhiZ2MkFgWl3iCnZYrle8eXTVnY07xuvwZgO2hfooKfP2Tmh077el2TAcH0qb1k/s72-w400-h229-c/Peluncuran%20Gerakan%20Anak%20Indonesia%20Hebat.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-7129480013344996495</id><published>2024-12-30T16:49:00.001+07:00</published><updated>2024-12-30T17:04:14.999+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aplikasi Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Data Satuan Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Guru Pendidik"/><title type='text'>3 Langkah mudah Untuk mendaftar PPG Dalam Jabatan (Daljab)</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUxv2s_GqK5nQ3Sy3jK1rhGfo6M0jgFHDqe7Aabc7npDZ2qi1gKqx-mzh68o4LkYLrqMqc1bDCmCA8l5b3riS0-kIHI5oT9oZMVHNMvW3mcwDMTULcrX1K452A_QVg_LjtsTfbd16dezcybqYF0MlEou9-jkRaV5lU00K33SMNNejwC32ozlK8KK193Lk/s298/PPG%20Dalam%20Jabatan%20(Daljab).jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;169&quot; data-original-width=&quot;298&quot; height=&quot;181&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUxv2s_GqK5nQ3Sy3jK1rhGfo6M0jgFHDqe7Aabc7npDZ2qi1gKqx-mzh68o4LkYLrqMqc1bDCmCA8l5b3riS0-kIHI5oT9oZMVHNMvW3mcwDMTULcrX1K452A_QVg_LjtsTfbd16dezcybqYF0MlEou9-jkRaV5lU00K33SMNNejwC32ozlK8KK193Lk/w320-h181/PPG%20Dalam%20Jabatan%20(Daljab).jpeg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;PAUD-Anakbermainbelajar---Untuk guru dan calon guru yang ingin mengikuti PPG dalam Jabatan beriut ini adalah langkah-langkah untuk mendaftar PPG Dalam Jabatan (Daljab) ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;3 Langkah mudah Untuk mendaftar PPG Dalam Jabatan (Daljab):&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Untuk mendaftar PPG Dalam Jabatan (Daljab),guru yang memenuhi syarat dapat melakukan langkah-langkah berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;1. Login ke aplikasi SIMPKB&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;2. Klik menu &quot;Pendaftaran PPG&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;3. Pilih &quot;PPG Dalam Jabatan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbGwr7rUUWSE447DhN9zVGvtV0qNpziewoYPGRGVEWwSBHyUJXR-DZoaQ8ND-nrZ2kFabZbrTn6HWt5WPWlLTh9WQGS2uON7hkd8hD6ilI1_qDh8W5ARIrirv470F004QmoPEQcA5FfocC3cXEM3wjudcrJNf-pnmZsdZv6S4uu1lbVaQ7AKILZGct3Sw/s800/Aplikasi%20sim%20PKB%20Guru.webp&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Aplikasi sim PKB Guru dan tenaga pendidik&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;450&quot; data-original-width=&quot;800&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbGwr7rUUWSE447DhN9zVGvtV0qNpziewoYPGRGVEWwSBHyUJXR-DZoaQ8ND-nrZ2kFabZbrTn6HWt5WPWlLTh9WQGS2uON7hkd8hD6ilI1_qDh8W5ARIrirv470F004QmoPEQcA5FfocC3cXEM3wjudcrJNf-pnmZsdZv6S4uu1lbVaQ7AKILZGct3Sw/w320-h180/Aplikasi%20sim%20PKB%20Guru.webp&quot; title=&quot;Aplikasi SIM PKB&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Aplikasi SIMPKB&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berikut Rangkuman Peneggunaan Aplikasi SIMPKB untuk persiapan mengikuti PPG dalam Jabatan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Login SIM PKB Bagi Tenaga Pendidik, Mudah dan Cepat&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;SIM PKB adalah singkatan dari Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Profesional Berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara login SIM PKB sangat penting diketahui oleh tenaga pendidik yakni guru. SIM PKB adalah singkatan dari Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Profesional Berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan skill kompetensi para guru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara login SIM PKB dapat melalui Browser di HP maupun komputer atau laptop. SIM PKB berguna untuk mengikuti berbagai program dari Kemendikbud seperti pelatihan atau diklat, guru belajar, dan masih banyak lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara login SIM PKB ini terbilang mudah dipraktikkan. Namun, masih banyak tenaga pendidik yang belum mengetahui cara login SIM PKB. Perlu diketahui bahwa syarat utama cara login SIM PKB adalah sudah memiliki akun belajar.id.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dikutip dari laman GTK Kemdikbud, SIM PKB adalah singkatan dari Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Profesional Berkelanjutan. Pengertian SIM PKB adalah sistem informasi manajemen pengembangan keprofesian yang berkelanjutan. PKB pada dasarnya menjadi kendaraan utama dalam upaya membawa para guru pendidik pada perubahan yang diinginkan. Untuk dapat mengaksesnya, para tenaga pendidik seperti guru harus mendaftar terlebih dahulu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tujuan utama dari SIM PKB adalah untuk meningkatkan kompetensi dan keahlian guru yang lebih profesional dalam proses belajar mengajar. Mahasiswa calon guru yang telah memiliki paspor GTK dan terdaftar di sistem PKB dapat dipastikan memiliki keterampilan dan kompetensi mengajar yang lebih profesional dibandingkan dengan guru pada umumnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Tujuan SIM PKB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perlu diketahuibahwa SIM PKB adalah program pemerintah yang ditujukan untuk guru yang ada di seluruh Indonesia. Program ini memiliki tujuan untuk mengambangkan kualitas profesi seorang guru dalam rangka menciptakan mutu pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. Selain itu, SIM PKB juga berguna untuk mengelola data komunitas, data guru dan seluruh komponen yang terlibat dalam program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Persyaratan SIM PKB&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dikutip dari GTK Kemdikbud, adapun persyaratan pendaftaran SIM PKB yang perlu dilengkapi oleh tenaga pendidik, yakni:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a. Terletak di area yang memiliki akses internet atau mode jaringan online dan online dalam kombinasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b. Telah menyelesaikan minimal 2 kompetensi dengan nilai terendah atau 2 modul prioritas yang telah ditentukan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;c. Telah mengajukan dan berpartisipasi dalam program PPG terbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Cara Daftar SIM PKB&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebelum mengetahui cara login SIM PKB, anda perlu mengetahui cara daftar SIM PKB. Untuk mengikuti program SIM PKB ini guru terlebih dahulu harus terdata di Data Pokok Pendidikan atau Dapodik. Kemudian, untuk mendapatkan akun SIM PKB, kamu perlu melakukan registrasi dahulu dengan cara sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a. Kunjungi laman gtk.belajar.kemdikbud.go.id.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b. Klik &quot;Registrasi Akun GTK&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;c. Silakan isi data diri dengan memasukkan nomor peserta UKG dan tanggal lahir.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;d. Klik centang tanda &quot;Saya Bukan Robot&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;e. Klik register.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;f. Nantinya akan muncul notifikasi &#39;Persetujuan&#39; untuk melakukan cetak akun guru pembelajaran secara mandiri. Lalu klik &quot;Setuju dan Cetak&quot;. Kemudian simpan dan cetak saja akun tersebut dengan baik. Sebab bila kamu sudah mengaktifkan akun maka akun tidak akan bisa dicetak ulang lagi secara mandiri melalui situs.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;g. Nantinya kamu akan mendapatkan username dan password akun SIM PKB yang bisa digunakan untuk login.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;h. Bila sudah semua, klik ‘Setuju&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara Cek Nomor UKG&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagi para tenaga pendidik yang lupa nomor UKG sebelum membuka situ, sangat penting untuk mengetahui cara cek nomor UKG. Nomor UKG merupakan nomor yang dimiliki tiap guru untuk mendaftar ke SIM PKB. Berikut tutorial cara melihat nomor UKG dengan mudah dan praktis, yakni:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a. Kunjungi laman gtk.belajar.kemdikbud.go.id.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b. Klik &quot;Pencarian data GTK&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;c. Lalu isi data yang diperlukan seperti nama atau nomor peserta, provinsi, dan kota.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;d. Pilih status registrasi akun SIM PKB apakah sudah registrasi atau belum.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;e. Pilih status sinkronisasi Dapodik apakah sudah terkoneksi atau belum.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;f. Kemudian klik tombol &quot;CARI GTK&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;g. Gulir ke bagian bawah laman hingga melihat nomor UKG milikmu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Cara Login SIM PKB&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah sukses melakukan registrasi, kamu sudah bisa melakukan masuk dengan mengikuti cara login SIM PKB di bawah ini:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a. Buka Google dan ketik &#39;SIM PKB&#39; atau langsung akses website paspor-gtk.belajar.kemdikbud.go.id/casgpo/login.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b. Masukkan username surel atau ID SIM PKB (Nomor UKG).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;c. Masukkan password atau kata sandi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;d. Kemudian klik Login atau Masuk.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;e. Selesai. Kamu sudah berhasil masuk ke Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Profesional Berkelanjutan (SIM PKB).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;f. Selamat. Anda sudah bisa mengakses laman SIM PKB PPG 2025.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apabila anda lupa username dan password akun SIM PKB, kamu dapat melakukan reset password melalui admin GP Dinas Pendidikan atau Ketua Komunitas KKG/MGMP atau admin P4PTK naungan kamu.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/7129480013344996495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2024/12/3-langkah-mudah-untuk-mendaftar-ppg.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/7129480013344996495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/7129480013344996495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2024/12/3-langkah-mudah-untuk-mendaftar-ppg.html' title='3 Langkah mudah Untuk mendaftar PPG Dalam Jabatan (Daljab)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUxv2s_GqK5nQ3Sy3jK1rhGfo6M0jgFHDqe7Aabc7npDZ2qi1gKqx-mzh68o4LkYLrqMqc1bDCmCA8l5b3riS0-kIHI5oT9oZMVHNMvW3mcwDMTULcrX1K452A_QVg_LjtsTfbd16dezcybqYF0MlEou9-jkRaV5lU00K33SMNNejwC32ozlK8KK193Lk/s72-w320-h181-c/PPG%20Dalam%20Jabatan%20(Daljab).jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-2363329077830169905</id><published>2024-12-30T12:07:00.001+07:00</published><updated>2024-12-30T12:07:33.169+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Guru Pendidik"/><title type='text'>Pembaruan Kinerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Visiuniversal---Pembaruan Kinerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbL2kOGzOqqlNs27cg0ETXSzcmXkdGDDiDz8vhULD3DkSnWZuEWhTh7Lnj8nt8Uu1wmTUkqANbyqWk4oU_-m8O9_3iYTwEhgxXJJHUCah502sjfGZ9bdWMcbhpfDD9Dllvlewf6phW3iYmlQLHd2w7CRP7zPIRm2Lk7ExPoNBeUde8cIfcw4v99Js5-Bc/s1099/Pembaruan%20Kinerja%20Guru.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;757&quot; data-original-width=&quot;1099&quot; height=&quot;275&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbL2kOGzOqqlNs27cg0ETXSzcmXkdGDDiDz8vhULD3DkSnWZuEWhTh7Lnj8nt8Uu1wmTUkqANbyqWk4oU_-m8O9_3iYTwEhgxXJJHUCah502sjfGZ9bdWMcbhpfDD9Dllvlewf6phW3iYmlQLHd2w7CRP7zPIRm2Lk7ExPoNBeUde8cIfcw4v99Js5-Bc/w400-h275/Pembaruan%20Kinerja%20Guru.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), merilis Pembaruan Pengelolaan Kinerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah Tahun 2025 di Graha Utama, Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (9/12).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Perilisan Pembaruan Pengelolaan Kinerja ini secara langsung diresmikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Haryomo Dwi Putranto. Perilisan ini turut disaksikan oleh unsur Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Kepegawaian Negara; perwakilan Dinas Pendidikan Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota; perwakilan organisasi profesi; serta guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah seluruh Indonesia melalui siaran langsung di kanal YouTube KEMDIKDASMEN dan Ditjen GTK.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Hingga akhir November 2024, pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah telah diimplementasikan oleh sekitar 1,7 juta ASN Guru di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, Kemendikdasmen dan BKN berkomitmen melanjutkan kerja sama, termasuk mencakup pengembangan sistem pengelolaan kinerja bagi pengawas sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mendikdasmen mengungkapkan bahwa pembaruan ini merupakan respons Kemendikdasmen terhadap masukan dari para guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah, terkait sistem pengelolaan kinerja sebelumnya. “Dengan penyederhanaan sistem ini, kita ingin agar guru lebih aktif terlibat sebagai pendidik dan pembimbing, menjadi mitra penting dalam penguatan pendidikan karakter, berpartisipasi dalam kegiatan di masyarakat, dan terlibat dalam kegiatan di satuan pendidikan,” urainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kebijakan pembaruan tersebut juga didukung oleh penandatanganan Surat Edaran Bersama (SEB) antara Kemendikdasmen dan BKN. SEB ini menegaskan komitmen kolaborasi dua lembaga dalam mengintegrasikan sistem pengelolaan kinerja, sehingga guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah hanya menggunakan satu sistem integrasi saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;“Kami berharap, melalui pembaruan pengelolaan kinerja ini, para guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah, dapat memberikan laporan yang lebih bermakna dan bermutu untuk kita semua. Semoga terobosan ini dapat menjadi bagian dari upaya kami untuk menjadikan para guru lebih fokus menjalankan tugasnya dan tidak dipersulit dengan tugas-tugas administrasi,” ujar Mendikdasmen.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Sementara itu, Plt. Kepala BKN, Haryomo Dwi Putranto, mengapresiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah mengembangkan sistem informasi kinerja guna membantu guru dan kepala sekolah mengurangi beban administrasi. Sistem ini terintegrasi dengan layanan kinerja BKN yang secara otomatis mendukung seluruh sistem layanan kepegawaian seperti konversi angka kredit, kenaikan pangkat, pensiun, manajemen talenta dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;“Dengan demikian, guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah akan dimudahkan dalam menerima layanan kepegawaian sesuai ketentuan sambil dapat tetap fokus dalam mendidik murid-muridnya,” ungkap Haryomo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Lebih lanjut, Haryomo juga menegaskan bahwa keberhasilan sistem baru ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi atau kebijakan, tetapi juga oleh semangat kolaborasi dan komitmen pemerintah dan para guru dalam menjalankannya. “Bersama-sama, mari kita berkolaborasi untuk membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas, demi masa depan bangsa yang lebih baik,” pungkasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, turut mengapresiasi kerja sama yang telah dilakukan Kemendikdasmen dengan BKN semenjak tahun 2023 lalu. Kerja sama ini berupa integrasi platform Kemendikbudristek dan e-Kinerja BKN yang dikuatkan dalam bentuk Surat Edaran Bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mulai tahun 2025, pengelolaan kinerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah menjadi lebih sederhana. Dengan tiga kemudahan dalam sistem baru ini, para guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk melaksanakan pengelolaan kinerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;“Mulai Januari 2025, terdapat tiga kemudahan utama dalam pengelolaan kinerja, yaitu pengisian dilaksanakan sekali setiap tahun, guru tidak perlu mengunggah dokumen, dan pengembangan kompetensi tidak lagi berbasis poin. Kemudahan ini memungkinkan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dapat fokus pada peningkatan pembelajaran murid,” terang Dirjen Nunuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Tiga kemudahan tersebut diuraikan lebih lanjut oleh Dirjen Nunuk. Pertama, bila sebelumnya pengisian dilakukan dua kali setahun, maka tahun depan hanya satu kali. Kedua, bila sebelumnya ada kewajiban untuk mengunggah dokumen, maka tahun depan seluruh dokumen yang dibuat atau diperoleh akan diverifikasi langsung oleh atasan. Kinerja guru akan diverifikasi oleh kepala sekolah, kinerja kepala sekolah akan diverifikasi oleh kepala dinas, dan kinerja pengawas sekolah akan diverifikasi oleh kepala dinas/kepala cabang dinas/kepala suku dinas pendidikan sesuai kewenangan di wilayah masing-masing. Ketiga, bila sebelumnya pengembangan kompetensi berbasis poin, maka tahun depan akan berbasis refleksi diri yang diverifikasi langsung oleh atasan, sehingga tidak perlu lagi berlomba-lomba mengumpulkan jumlah poin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Pembaruan ini menjadi wujud keberlanjutan dan pengembangan kerja sama Kemendikdasmen dan BKN terkait sistem pengelolaan kinerja. Mulai 1 Januari 2025 nanti, Pengelolaan Kinerja Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah dapat diakses melalui laman: guru.kemdikbud.go.id/pengelolaan-kinerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Sumber:&amp;nbsp;&amp;nbsp;https://www.kemdikbud.go.id/&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/2363329077830169905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2024/12/pembaruan-kinerja-guru-kepala-sekolah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/2363329077830169905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/2363329077830169905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2024/12/pembaruan-kinerja-guru-kepala-sekolah.html' title='Pembaruan Kinerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbL2kOGzOqqlNs27cg0ETXSzcmXkdGDDiDz8vhULD3DkSnWZuEWhTh7Lnj8nt8Uu1wmTUkqANbyqWk4oU_-m8O9_3iYTwEhgxXJJHUCah502sjfGZ9bdWMcbhpfDD9Dllvlewf6phW3iYmlQLHd2w7CRP7zPIRm2Lk7ExPoNBeUde8cIfcw4v99Js5-Bc/s72-w400-h275-c/Pembaruan%20Kinerja%20Guru.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-822282986822031710</id><published>2024-12-30T09:19:00.006+07:00</published><updated>2026-01-08T07:40:28.643+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Guru Pendidik"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lembaga"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Formal"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Non Formal"/><title type='text'>JABATAN PENGAWAS  DAN PENILIK DIHAPUS DIGANTI MENJADI PENDAMPING SATUAN</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot;&gt;Visiuniversal&lt;/a&gt;---Perubahan Kebijakan terbaru pemerintah dalam bidang pendidikan telah melahirkan beberapa perubahan terkait dengan jabatan Pendidik dan tenaga kependidikan PTK. Salah satunya dengan diberlakukannya Permenpan RB Nomor 21 Tahun 2024 Tentang Jabatan Fungsional Guru. Dalam Permenpan ini diatur tentang perubahan Jabatan Fungsional Pengawas dan Penilik menjadi jabatan Guru yang diberikan tugas tertentu sebagai Pendamping Satuan Pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNi8Co6HbfaVRxCCa85Y5ZredWzTbK8wHeJnUGgyIoI1BtND5DGWM12yu6gSpvco1mjhqb1bkO3PeBCzircJy9NWJ3fyB9qxJCPltERLAyG882zwniWFnRCsOTruKNM5hZVXeDfb4f7TsBAa_9SzabbW0cagDqOf7iwaVp8r2_qAFCmGqcS5X5qJLBEFs/s1604/Permendikdibu%20no.21%20tahun%202024.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Permenpan RB Nomor 21 Tahun 2024&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1604&quot; data-original-width=&quot;1069&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNi8Co6HbfaVRxCCa85Y5ZredWzTbK8wHeJnUGgyIoI1BtND5DGWM12yu6gSpvco1mjhqb1bkO3PeBCzircJy9NWJ3fyB9qxJCPltERLAyG882zwniWFnRCsOTruKNM5hZVXeDfb4f7TsBAa_9SzabbW0cagDqOf7iwaVp8r2_qAFCmGqcS5X5qJLBEFs/w266-h400/Permendikdibu%20no.21%20tahun%202024.jpg&quot; title=&quot;Permenpan RB Nomor 21 Tahun 2024&quot; width=&quot;266&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan lahirnya permenpan ini Pemerintah dianggap telah mengambil langkah strategis dalam pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yang menjadi poin utama dalam peraturan terbaru ini adalah penghapusan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah, Penilik, dan Pamong Belajar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak hanya itu pengawas Satuan pendidikan dan penilik, juga ada Pamong belajar yang selama ini dianggap tenaga pendidik di satuan pendidikan Nonformal juga diatur dalam jabatan guru, menjadi tenaga pendamping satuan yang diatur sesuai dengan jenjang dan jabatan yang dimilikinya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain itu bahwa Permenpan RB ini juga memberikan ketentuan khusus bagi PNS yang menduduki jabatan fungsional pengawas sekolah dan penilik ahli utama.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3QOxUFU7h08n8hA8nFyJUStaaJsusIUGcYf-nEXIgHbYf7DldLGOHRqo7073QHKXaLX4071GnmunOz3_FBAN_Tjv1jKZ6q8lTTBEYqVXTQknoJLOUzwG7ZBqN8Omxq6ngWm3QkCPjD2RSOYiQ7PSkAqIQyIhME62OAdcHwHKhdQftJzjkVNdgEAkp5VA/s1080/IMG-20241227-WA0000.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Jabatan Pengawas Sekolah dan penilik dihapus&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;622&quot; data-original-width=&quot;1080&quot; height=&quot;230&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3QOxUFU7h08n8hA8nFyJUStaaJsusIUGcYf-nEXIgHbYf7DldLGOHRqo7073QHKXaLX4071GnmunOz3_FBAN_Tjv1jKZ6q8lTTBEYqVXTQknoJLOUzwG7ZBqN8Omxq6ngWm3QkCPjD2RSOYiQ7PSkAqIQyIhME62OAdcHwHKhdQftJzjkVNdgEAkp5VA/w400-h230/IMG-20241227-WA0000.jpg&quot; title=&quot;Jabatan Pengawas sekolah dihapus&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Disebutkan bahwa mereka akan tetap menduduki jabatan tersebut hingga mencapai batas usia pensiun. Adapun usia pensiun yaitu 65 tahun, atau berhenti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berikut terkait kepala satuan pendidikan juga akan diintegrasikan dalam jabatan fungsional guru. Dalam hal ini semuanya berada dalam satu nomenklatur dengan tugas tambahan sesuai penugasan yang telah ditetapkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adanya peraturan ini pemerintah memastikan bahwa tidak ada tumpang tindih fungsi dalam sistem pendidikan. Pemerintah berharap tugas tersebut dapat menciptakan efisiensi yang lebih tinggi dalam pengelolaan tenaga pendidikSelain itu bahwa Permenpan RB ini juga memberikan ketentuan khusus bagi PNS yang menduduki jabatan fungsional pengawas sekolah dan penilik ahli utama.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Disebutkan bahwa mereka akan tetap menduduki jabatan tersebut hingga mencapai batas usia pensiun. Adapun usia pensiun yaitu 65 tahun, atau berhenti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berikut terkait kepala satuan pendidikan juga akan diintegrasikan dalam jabatan fungsional guru. Dalam hal ini semuanya berada dalam satu nomenklatur dengan tugas tambahan sesuai penugasan yang telah ditetapkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adanya peraturan ini pemerintah memastikan bahwa tidak ada tumpang tindih fungsi dalam sistem pendidikan. Pemerintah berharap tugas tersebut dapat menciptakan efisiensi yang lebih tinggi dalam pengelolaan tenaga pendidik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apakah kebijakan dan mekanisme baru ini akan terus berjalan atau akan mengalami penyesuaian dan perubahan lagi. kita tunggu saja kelanjutannya.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/822282986822031710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2024/12/jabatan-pengawas-dan-penilik-dihapus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/822282986822031710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/822282986822031710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2024/12/jabatan-pengawas-dan-penilik-dihapus.html' title='JABATAN PENGAWAS  DAN PENILIK DIHAPUS DIGANTI MENJADI PENDAMPING SATUAN'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNi8Co6HbfaVRxCCa85Y5ZredWzTbK8wHeJnUGgyIoI1BtND5DGWM12yu6gSpvco1mjhqb1bkO3PeBCzircJy9NWJ3fyB9qxJCPltERLAyG882zwniWFnRCsOTruKNM5hZVXeDfb4f7TsBAa_9SzabbW0cagDqOf7iwaVp8r2_qAFCmGqcS5X5qJLBEFs/s72-w266-h400-c/Permendikdibu%20no.21%20tahun%202024.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-6541820751330233927</id><published>2024-10-22T05:16:00.006+07:00</published><updated>2024-12-30T08:52:32.779+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Guru Pendidik"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lembaga"/><title type='text'>Membentuk Kepala Sekolah Ideal</title><content type='html'>&lt;p&gt;Visiuniversal-blog---Membentuk kepala sekolah ideal.&lt;/p&gt;&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0 0 0 40px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kepala sekolah yang Ideal adalah kepala sekolah yang berkualitas. kepala sekolah yang berkualitas adalah Kepala sekolah yang baik adalah kepala sekolah yang berkualitas. Kualitas yang dimaksud adalah kepala sekolah yang mampu membawa dan memanfaatkan semua potensi yang ada untuk kemajuan sekolah, serta kepala sekolah yang benarbenar memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang cukup dan dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi di sekolah dengan baik.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Kepala sekolah yang dapat mengelola sumber daya pendidikan yang ada di lembaga pendidikan tersebut benar-benar berfungsi dengan baik dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.Kepemimpinan kepala sekolah yang baik dan efektif harus memenuhi beberapa karakteristik. Dalam hal ini Danim (2006: 65) menjelaskan tentang bagaimana kualitas kepala sekolah yang seharusnya dipenuhi yaitu antara lain:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;Bawahan menginginkan agar kepala sekolah memiliki tujuan yang jelas dan konsisten, dengan harapan tidak mudah terbawa kepada arus angin, melainkan melaksanakan tugas sesuai harapan pemerintah dan kebutuhan sekolah baik pengembangan kualitas mampu kuantitas.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bawahan menginginkan kepala sekolah membuat rencana yang baik dan dapat dijangkau oleh para guru dan anak didik.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bawahan menginginkan kepala sekolah secara terus menerus menginformasikan kemajuan sekolah kepada semua warga sekolah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bawahan menghendaki agar kepala sekolah memperlakukan mereka sebagai pendidik dan bukan robot yang sesuka hati memerintah mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bawahan berharap kepala sekolah dapat membawa kemajuan sekolah ke arah yang lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keberhasilan atau kegagalan seorang kepala sekolah tidak hanya ditentukan oleh dirinya sendiri, akan tetapi juga ditentukan oleh akumulasi semua subsistem yang terlibat, yaitu kepala sekolah dengan seperangkat kompetensinya, karakteristik bawahan, situasi dan kondisi organisasi sekolah, kerjasama semua warga sekolah serta kondisi lingkungannya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;beberapa aspek penting yang membentuk kepala sekolah ideal, yaitu:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt; Kepemimpinan Pembelajaran&amp;nbsp;&lt;/b&gt;(instructional leader)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;peran kepala sekolah sebagai seorang pemimpin pembelajaran (instructional leader),&amp;nbsp; yaitu kepala sekolah dengan fokus utama pada peningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran di sekolah.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam peran ini, kepala sekolah memberdayakan dan melibatkan berbagai elemen dalam ekosistem sekolah sehingga semuanya bekerja sama untuk memastikan siswa mendapatkan pendidikan yang optimal dan berkembang secara holistik, baik dalam aspek rasa, karsa, maupun cipta.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Refleksi, Evaluasi Kinerja, Rencana Pengembangan Diri, dan Pengembangan Profesional pendidik&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Perencanaan Berbasis Data&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Kepemimpinan Bersama&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Pendekatan Berbasis Aset.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/6541820751330233927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2024/10/membentuk-kepala-sekolah-ideal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/6541820751330233927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/6541820751330233927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2024/10/membentuk-kepala-sekolah-ideal.html' title='Membentuk Kepala Sekolah Ideal'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2208262337447099492.post-7075165785452112136</id><published>2024-10-21T22:00:00.007+07:00</published><updated>2024-10-23T09:40:22.512+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kurikulum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Apa Kabarnya kurikulum Merdeka di Era Presiden Prabowo?</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://visiuniversal.blogspot.com/&quot;&gt;Visiuniversal-blog&lt;/a&gt;---Setelah resmi dilantik Menjadi presiden bapak Prabowo subianto selanjutnya mengumumkan kabinet yang akan&amp;nbsp; membantunya bekerja. Presiden Prabowo Subianto mengumumkan 48 nama menteri dan 5 pejabat yang tidak berada di bawah koordinasi oleh Kementerian Koordinator, serta 59 wakil menteri yang akan membantu pemerintahannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk periode 2024-2029.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2TXeUPgbiGUgLOFxntTPXpnWWz3dYtQCsAe-o9VlszCOk_gPS_IkA7Oztdj8sAjhyphenhyphen5Td8o-ClXsqv2Y0wtSnBZwFKqSb53JOzcE07p42ECgQBVDwBBXYYQck5zLgB4tEPnLhszTdfnfwVNEhL8ORcN4k3OQz9SX7Ja7U-HJCgVqrt4kV-Kz6r1CWqOUA/s275/Daftar%20kabinet%20Merah%20Putih%20Presiden%20Prabowo.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;183&quot; data-original-width=&quot;275&quot; height=&quot;183&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2TXeUPgbiGUgLOFxntTPXpnWWz3dYtQCsAe-o9VlszCOk_gPS_IkA7Oztdj8sAjhyphenhyphen5Td8o-ClXsqv2Y0wtSnBZwFKqSb53JOzcE07p42ECgQBVDwBBXYYQck5zLgB4tEPnLhszTdfnfwVNEhL8ORcN4k3OQz9SX7Ja7U-HJCgVqrt4kV-Kz6r1CWqOUA/s1600/Daftar%20kabinet%20Merah%20Putih%20Presiden%20Prabowo.jpeg&quot; width=&quot;275&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Terjadi banyak perubahan terhadap kementrian dan susunan menteri yang dilantik dibandingan kabinet Era Presiden Joko Widodo. termasuk juga perubahan kementrian pendidikan. yang di Era Presiden Prabowo ini di gawangi 2 kementrian utama yaitu Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah dankementrian pendidikan Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Hal ini tentunya akan berimbas pada program-program pendidikan di Indonesia terutama berkaitan dengan kurikulum pendidikan yang akan dilaksanakan disekolah satuan pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Sebagaimana kita ketahui, jika terjadi suksesi kepemimpinan dimana ganti menteri tentunya akan berganti juga kebijakan yang akan dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kurikulum merdeka yang digadang-gadang sebagai program unggulan kementrian pendidikan diera menteri pendidikan Nadim makarim, apakah akan tetap dipertahankan atau dilakukan perubahan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti yang baru saja dilantik menyatakan hal pertama yang akan dilakukan adalah mengkaji ulang tentang Kurikulum Meerdeka Belajar, kebijakan zonasi dan ujian nasional. Yang tentunya menimbulkan pertanyaan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;apakah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Kurikulum Meerdeka&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&amp;nbsp;akan tetap dipertahankan atau dilakukan perubahan? dan ujian nasional apakah akan diadakan lagi?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;Jika dilihat lagi Secara kronologis, Kurikulum Merdeka sebenarnya masih dalam tahap uji coba dan hanya sebagai kurikulum operasional. Kurikulum ini diujicobakan di sekolah-sekolah berakreditasi A atau sekolah penggerak dengan dukungan guru-guru yang telah dilatih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;Sejauh ini Kurikulum Merdeka belum lengkap dan baru memiliki dokumen capaian pembelajaran (CP), buku teks, serta beberapa panduan seperti pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan (KOSP), panduan penguatan profil pelajar Pancasila, dan beberapa panduan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;Sejauh ini Kurikulum Merdeka selalu dipromosikan sebagai kurikulum yang berorientasi kebutuhan siswa dan menampung perbedaan atau diferensiasi karakter siswa. Dengan demikian, kritik tersebut harus mendorong penyelenggaraan evaluasi Kurikulum Merdeka secara menyeluruh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;Masa transisi selama tiga tahun bisa dimanfaatkan untuk evaluasi, pembenahan, dan penyempurnaan. Sejauh ini memang belum ada bukti ilmiah bahwa Kurikulum Merdeka itu efektif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;Klaim bahwa Kurikulum Merdeka efektif tidak cukup meyakinkan karena tidak disertai bukti-bukti ilmiah argumentatif yang diperoleh melalui metode penelitian ilmiah yang meyakinkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;Sejauh ini metode untuk menunjukkan Kurikulum Merdeka efektif masih harus dipertanyakan karena hanya dilakukan melalui survei persepsi dan studi etnografis. Ini tentu saja tidak cukup.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: times;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keampuhan Kurikulum Merdeka sebagai alternatif kurikulum belumlah teruji. Banyak dimensi akademik dan non-akademik yang menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka yang muncul dari pengembangan prototipe kurikulum di masa pandemi Covid-19 belum pantas dijadikan kurikulum nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kurikulum Merdeka perlu dievaluasi secara kritis dan komprehensif oleh lembaga independen untuk menilai sejauh mana kurikulum ini efektif. Masih banyak kelemahan mendasar, baik dari sisi akademik berupa fundamen teori kurikulum yang dipergunakan, kerangka kurikulum yang menjadi dasar visi pendidikan masa depan, dan keterkaitannya dengan struktur kurikulum yang diimplementasikan, maupun kesiapan para guru sebagai pelaksana kurikulum.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari sisi non-akademik, proses implementasi dan mitigasi terhadap kurikulum ini tidak digarap serius secara egaliter sehingga implementasi kurikulum ini menjadi berjarak terhadap para pendidik dan pengelola pendidikan. Kesan transformasi top down yang menjadi kritik dari banyak proses perubahan kurikulum justru semakin nyata.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR295s8wpj4CoiLoZSyIGI0qhGcgtjY7VRELQldSqlzDVIuYJmROgopewSQy4_V1cj_b1qEnXy_ntUNqU1sqUpfiKBLZbm4YkTek2E-UJzHRG8uAyCX8GD_5V4YHww2CE58SHiiowa5ZOamCbScOMlFxgm7-Tf8YoQP6P6Fa1sUaqmQx-2J1uMBGUu-_w/s1280/Beban%20Belajar%20Siswa%20Kurikulum%20merdeka.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR295s8wpj4CoiLoZSyIGI0qhGcgtjY7VRELQldSqlzDVIuYJmROgopewSQy4_V1cj_b1qEnXy_ntUNqU1sqUpfiKBLZbm4YkTek2E-UJzHRG8uAyCX8GD_5V4YHww2CE58SHiiowa5ZOamCbScOMlFxgm7-Tf8YoQP6P6Fa1sUaqmQx-2J1uMBGUu-_w/w320-h180/Beban%20Belajar%20Siswa%20Kurikulum%20merdeka.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;10 Catatan Kritis Kurikulum Merdeka&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada sepuluh catatan kritis yang menjadi dasar alasan mengapa memaksakan Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum nasional hanya akan membawa kegaduhan dalam transformasi pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pertama, karena sebagai sebuah kurikulum yang menentukan nasib semua anak Indonesia, kajian-kajian ilmiah di kalangan akademisi yang dilakukan secara terbuka tidak dilakukan. Dalam persiapan pembuatan draf Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) pun naskah kajian akademik hanya dibuka secara terbatas sehingga publik dan akademisi tidak bisa memperoleh argumentasi mengapa Kurikulum Merdeka akan segera dipaksakan secara nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terlebih, dalam proses diskusi terbatas pun tidak ada naskah yang menunjukkan bagaimana kerangka kurikulum didesain, apa dasar filosofisnya, serta urgensi dan relevansinya dengan transformasi pendidikan masa depan. Hal ini seharusnya dikomunikasikan ke publik, kalau perlu dibahas secara akademik di kalangan akademisi. Namun, dinamika intelektual seperti ini tidak terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kedua, dari sisi teori kurikulum, Kurikulum Merdeka menegaskan kembali apa yang sudah dimulai dalam Kurikulum 2013, yaitu filsafat pendidikan yang berpusat pada pemelajar. Konsepsi ini pun perlu dikritisi karena Kurikulum 2013 tampaknya gagal mengimplementasikan landasan filosofis ini selama 20 tahun, sementara selama ini filsafat pendidikan berkembang pesat dan Indonesia mengalami tantangan sosial, budaya, ekonomi, yang melaju cepat, sehingga filosofi pendidikan berpusat pada anak pun perlu ditinjau ulang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ironisnya, konsep ini di Kurikulum Merdeka dilepaskan dari berbagai dimensi lain dalam konstruksi sistem kurikulum, seperti sistem evaluasi dan penilaian yang koheren dan ketat. Hal ini hanya akan melahirkan anak-anak manja yang sekadar mau mempelajari apa yang disukainya semata. Kurikulum Merdeka melahirkan anak-anak yang seolah-olah mau belajar, tetapi sesungguhnya tidak belajar apa-apa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kurikulum Merdeka, menurut terminologi Andy Hargreaves (2021), terjebak dalam mitos pembelajaran menyenangkan dengan andalan utamanya Pembelajaran Proyek Profil Pelajar Pancasila. Hargreaves menyatakan bahwa pembelajaran menyenangkan hanyalah mitos karena belajar melibatkan disiplin, ketekunan, kerja keras, dan komitmen. Sesuatu yang menyenangkan tidak selalu terkait dengan pembelajaran yang mendalam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ironisnya, konsep ini di Kurikulum Merdeka dilepaskan dari berbagai dimensi lain dalam konstruksi sistem kurikulum.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pembelajaran mendalam ini tidak terjadi di Kurikulum Merdeka. Di dalam prinsip belajar Kurikulum Merdeka, sebagaimana dalam draf Permendikbudristek, sangat abai terhadap hasil belajar. Dalam prinsip pembelajaran disebutkan bahwa kurikulum ”memprioritaskan terjadinya kemajuan belajar peserta didik di atas cakupan dan ketuntasan muatan kurikulum yang disampaikan”.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Artinya, tidak ada disiplin dalam mencapai sebuah hasil belajar karena dibebaskan begitu saja. Tidak tuntas belajar tidak apa-apa. Lalu, apa makna belajar apabila demikian? Hal ini diperparah dengan penekanan disiplin positif yang dangkal, longgarnya sistem penilaian, dan evaluasi secara obyektif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketiga, dari sisi kerangka kurikulum, Kurikulum Merdeka tidak mampu menjelaskan di mana keterkaitan antara tujuan pendidikan nasional dengan konstruksi isi materi keilmuan, perilaku, sikap, dan bagaimana kaitannya tujuan pendidikan itu dihela dalam berbagai mata pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, dan kokurikuler. Dengan demikian, Kurikulum Merdeka hanya berisi rentetan materi belajar (yang ini pun struktur dan alur berpikir logisnya pun masih dipertanyakan) yang wajib dipelajari tanpa ada visi besar bagaimana keterkaitan semua itu dengan tujuan pendidikan nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apalagi ada kesalahan fundamental dalam konsep capaian pembelajaran (CP) yang ditentukan dari pusat. Capaian pembelajaran ini adalah domain kompetensi guru, bukan pemerintah. Pemerintah itu fokusnya di standar isi, bukan CP&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keempat, terlepas dari berbagai macam kondisi pandemi yang dihadapi, Kurikulum Merdeka ternyata tidak mampu menaikkan skor PISA yang menjadi tanda kualitas pendidikan yang diperbandingkan antarbangsa. Skor PISA 2022 Indonesia jeblok. Bahkan, skor literasi terjun bebas ke dalam jurang, mundur 20 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Konsepsi transisi pendidikan anak usia dini (PAUD) ke sekolah dasar (SD) yang menyenangkan pun perlu dipertanyakan karena Kurikulum Merdeka justru menghilangkan standar kemampuan baca dan numerasi awal yang seharusnya dipelajari anak-anak sejak masuk SD. Akibatnya, banyak anak sampai kelas III bahkan sampai SMP kelas VII ada yang tidak bisa membaca. Ini sebuah sistem yang mendegradasi kecerdasan anak-anak Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kelima, lemahnya literasi membaca ini dipertegas dengan konsep pembelajaran terdiferensiasi yang secara konseptual tidak mampu dipahami para instruktur, apalagi para guru. Konsep ini apabila tidak disertai asesmen awal tentang anak-anak berkebutuhan khusus, akan menjadikan anak-anak semakin tertinggal dalam proses belajar karena anak akan selalu naik kelas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kurikulum Merdeka mengutamakan promosi daripada retensi, atau tinggal kelas. Maka, ada konsep fase sehingga anak tidak ada tinggal kelas, semua naik, hanya fasenya yang beda. Perbedaan tahapan belajar ini diintervensi dengan pembelajaran terdiferensiasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Faktanya, guru tetap memakai pola ajar lama karena tidak paham bagaimana diferensiasi diterapkan. Akibatnya, anak-anak yang lambat belajar banyak masuk dalam kelompok anak berkebutuhan khusus karena tidak terdeteksi sejak awal kemampuannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keenam, kalau yang menjadi dasar pemilihan Kurikulum Merdeka adalah argumentasi bahwa selama masa pandemi kurikulum ini efektif mengatasi learning loss, maka perlu dilihat datanya. Faktanya, selama masa pandemi yang mengatasi learning loss adalah Kurikulum Darurat, yaitu Kurikulum 2013 yang disederhanakan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saat itu cikal bakal Kurikulum Merdeka adalah Kurikulum Prototipe yang diterapkan di sekolah penggerak. Sekolah penggerak ini mengandalkan seleksi pada kualitas kepala sekolah sehingga prasyarat perubahan sudah dipatok untuk kepala sekolah dengan kriteria tertentu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bukti bahwa Kurikulum Merdeka itu efektif untuk semua level kompetensi kepala sekolah tidak ada. Karena itu, dalam proses transformasi, Kurikulum Merdeka hanya bisa dilaksanakan oleh kepala sekolah yang memang dari awal sudah baik, yang tanpa ada program Sekolah Penggerak pun, sekolah itu sudah akan maju.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketujuh, proses implementasi Kurikulum Merdeka sesungguhnya tidak terjadi dalam alam kemerdekaan dan kebebasan, sebab semua sekolah diminta mendaftarkan diri dengan berbagai macam pilihan. Namun, faktanya, banyak tekanan dan desakan, baik kepada pemda maupun sekolah, untuk memilih Kurikulum Merdeka meskipun tanpa persiapan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sekolah yang tidak memperoleh pelatihan guru tentang Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pun terpaksa pontang-panting belajar sendiri yang belum tentu dapat memahaminya dengan baik. Yang mengherankan, ada sekolah yang sama sekali belum pernah memperoleh pelatihan Kurikulum Merdeka, dalam asesmennya masuk dalam kategori mandiri berbagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi, Kurikulum Merdeka ini hanya melegitimasi sekolah-sekolah yang sudah baik saja, yang telah melaksanakan indikator dalam Kurikulum Merdeka. Sementara, sekolah lain silakan pilih dan berlatihlah sendiri, pemerintah tidak ikut campur tangan. Pemaksaan dan manipulasi seperti ini merupakan kecacatan proses implementasi Kurikulum Merdeka. Hal ini kalau dipaksakan akan melahirkan berbagai macam ketimpangan kualitas pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kedelapan, kebijakan Implementasi Kurikulum Merdeka yang dibarengi dengan proses kebijakan rapor pendidikan dengan model insentif seperti BOS Kinerja, membuat sekolah yang bagus semakin bagus, yang buruk akan semakin hancur karena tidak ada dukungan pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan, terutama pada pendidikan dasar wajib belajar. Akibatnya, disparitas kualitas pendidikan antarsekolah dan antardaerah akan semakin besar. Sekolah bersaing untuk kuota BOS Kinerja dan ini menjadi kultur yang tidak sehat dalam transformasi pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sekolah yang tidak memperoleh pelatihan guru tentang Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pun terpaksa pontang-panting belajar sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kesembilan, Implementasi Kurikulum Merdeka yang dipasangkan dengan aplikasi Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang dipaksakan secara terstruktur, sistematis, dan masif secara faktual menghabiskan waktu guru, mengabaikan layanan guru kepada siswa, guru sibuk dengan pelatihan dan pengembangan diri, tetapi siswa terabaikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aplikasi PMM yang dipaksakan mendemoralisasi kinerja guru, mempermiskin kekayaan komunikasi manusiawi dalam pengembangan profesional guru, tidak memercayai setiap orang yang menjadi guru, dan memperbudak guru dengan gawai dan teknologi bukan demi kepentingannya sendiri dan para siswa, tetapi demi kepentingan pembuat kebijakan. Penjajahan teknologi menjadi dampak dari aplikasi PMM yang dipaksakan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kesepuluh, pemaksaan nomenklatur Kurikulum Merdeka, yang secara substansi kurikulum masih sangat rapuh dan masih perlu evaluasi menyeluruh menjadi kurikulum nasional sesungguhnya mencerminkan egoisme kelompok kepentingan di Kemendikbudristek. Alih-alih peduli kepada visi transformasi pendidikan di masa depan, mereka justru mengibarkan bendera sejarah bagi kelompoknya sendiri. Level kepemimpinan pendidikan saat ini sangat dangkal dan mengutamakan legasi dan pengingat diri, tanpa memikirkan kebaikan masa depan bangsa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sepuluh catatan kritis ini sudah cukup menjadi daya dorong bagi publik untuk menyimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka belum pantas menjadi kurikulum nasional. Pemaksaan hal ini hanya akan semakin menegaskan bahwa kepentingan diri dan kelompok kepentingan di Kemendikbudristeklah yang menjadi alasan perubahan kurikulum nasional yang prematur dan tanpa visi transformasi demi pencerdasan kehidupan bangsa.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://visiuniversal.blogspot.com/feeds/7075165785452112136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2024/10/apa-kabarnya-kurikulum-meredeka-di-era.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/7075165785452112136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2208262337447099492/posts/default/7075165785452112136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://visiuniversal.blogspot.com/2024/10/apa-kabarnya-kurikulum-meredeka-di-era.html' title='Apa Kabarnya kurikulum Merdeka di Era Presiden Prabowo?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2TXeUPgbiGUgLOFxntTPXpnWWz3dYtQCsAe-o9VlszCOk_gPS_IkA7Oztdj8sAjhyphenhyphen5Td8o-ClXsqv2Y0wtSnBZwFKqSb53JOzcE07p42ECgQBVDwBBXYYQck5zLgB4tEPnLhszTdfnfwVNEhL8ORcN4k3OQz9SX7Ja7U-HJCgVqrt4kV-Kz6r1CWqOUA/s72-c/Daftar%20kabinet%20Merah%20Putih%20Presiden%20Prabowo.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>