<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>WADAH SILATURAHMI SSG</title><description>Assalamu'alaikum wr.wb
Apa kabar Sahabat-sahabat Santri Siapa Guna, semangat adalah kekuatan kita untuk tetap mengabdikan yang terbaik kepada ummat. semoga fasilitas ini menjadikan ajang kebaikan untuk kita semua.
selamat bergabung</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Mini Profile)</managingEditor><pubDate>Thu, 23 Jul 2026 04:18:48 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">78</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://ssgforum.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:keywords>santri,siap,guna,ssg,alumni,silaturahmi</itunes:keywords><itunes:summary>Assalamu'alaikum wr.wb Apa kabar Sahabat-sahabat Santri Siapa Guna, semangat adalah kekuatan kita untuk tetap mengabdikan yang terbaik kepada ummat. semoga fasilitas ini menjadikan ajang kebaikan untuk kita semua. selamat bergabung</itunes:summary><itunes:subtitle>tempat silaturahmi ssg</itunes:subtitle><itunes:category text="Government &amp; Organizations"><itunes:category text="National"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>suratssg@gmail.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Profil Kami</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/05/profil-kami.html</link><category>DIKLAT SSG XVIII</category><pubDate>Tue, 19 May 2009 02:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-1163194006739192933</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;Santri Siap Guna (SSG) Daarut Tauhiid, pada awal pendiriannya dicetuskan oleh K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) pada tanggal 25 April 1999 yang pendekatan visinya lebih dititikberatkan sebagai pelayan masyarakat baik di bidang dakwah, ekonoml, maupun soslal kemasyarakatan.&lt;br /&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selaln itu, Santri Siap Guna juga disiapkan sebagai sarana pengkaderan dan pembinaan generasi muda mandiri yang mampu untuk menjadi motivator, stabilisator dan integrator bagi masyarakat. Santri Siap Guna Menuju Generasi Ahli Dzikir, Ahli Pikir, dan Ahli Ikhtiar &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Latar Belakang Santri Siap Guna (SSG) Daarut Tauhiid, pada awal pendiriannya dicetuskan oleh K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) pada tanggal 25 April 1999 yang pendekatan visinya lebih dititikberatkan sebagai pelayan masyarakat baik di bidang dakwah, ekonomi, maupun sosial kemasyarakatan. Selain itu, Santri Siap Guna juga disiapkan sebagai sarana pengkaderan dan pembinaan generasi muda mandiri yang mampu untuk menjadi motivator, stabilisator dan integrator bagi masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Konsep ini telah berjalan selama 2 tahun dengan dukungan kerja sarna yang sinergis dan keberpihakan antara Santri Siap Guna, Aparat Pemerintahan, Ormas-Ormas dan Masyarakat yang senantlasa berjalan secara berjamaah. Disamping itu, adanya salah satu target program yaitu untuk menjadikan Kota Bandung sebagai Pilot Project untuk mewujudkan Kota Santri yang Bermartabat. Santri Siap Guna yang sudah tersebar di tiga provinsi besar, yaitu Jawa Barat (meliputi Bandung, Garut, Cianjur, Sumedang, Subang dan Depok), Banten (meliputi Tangerang dan Banten), dan DKI Jakarta. Sampai saat ini telah memiliki anggota sebanyak : 6.700 orang. Santri Siap Guna dalam proses pengkaderan dan pembinaannya sampai saat ini telah mencapai 10 angkatan. Tempat Diklat Untuk mempermudah pola Diklat maka waktu pelaksanaan Diklat disesuaikan dengan waktu luang para peserta Diklat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Hari Sabtu, pukul 15.00-21.00 WIB &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Hari Ahad, pukul 07.30-16.30 WIB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagi anda yang pernah mengikuti diklat SSG dari angkatan 1 - 17. Insya Allah situs ini bermakna bagi silahturahmi para alumni SSG yang sudah menyebar ke seluruh nusantara. Silahkan isi testi tentang pengalaman anda selama mengikuti SSG. Semoga dengan adanya friendster maupun multiply dapat menguatkan ukhuwah islamiyah kita. " TIADA PRESTASI TANPA DISIPLIN " ALLOOHU-AKBAR...!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Santri Siap Guna&lt;br /&gt;Jl. Gegerkalong Girang No.38&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>Futur</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/05/futur.html</link><pubDate>Mon, 18 May 2009 22:38:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-7248500928537587817</guid><description>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;" Sesungguhnya pandangan adalah panah dari panah-panahnya Syaithan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat inilah yang sering terngiang berulang -ulang dalam benakku, sebuah kalimat yang diucapkan seorang ustadz dulu dikampus ketika  aku kuliah. sebuah kalimat yang berusaha mengingatkan beapa rentannya iman sesorang yang tidak bisa menahan pandangan nya.&lt;br /&gt;Kalimat yang mendampingi kalimat tadi diucapkan sang ustadz adalah "lakal awwal wa'alaikats-tsaani" ; yang terjemah bebasnya mungkin berbunyi : "bagimu yang pertama dan yang kedua mencelakakanmu". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman manusia, naik ketika ia taat, dan turun ketika ia melakukan maksiat, gambaran sederhana yang bisa kita hadirkan dalam kehidupan kita tentang bagaimana cara menghisab diri, mengetaahui tingkat keimanan kita saat ini. Naikakah iman kita turun kah atau justru ebih dari itu, iman kita mungkin sedang terjun bebas .... karena makin terbiasa dengan dosa yang terus menerus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak heran ketika para sahabat mendawamkan tegur sapa mereka ketika mereka bertemu dengan pertanyaan : "kaefa imaanukal yauma" ("apa kabar imanmu hari ini") sebuah peranyaan yang mungkin kadang membuat orang tertentu seperti saya tersipu malu, karena wallahu a'lam, Maha Tahu Alloh alangkah  rapuhnya iman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya Futur, adalah sebuah kata yang menggambarkan bagaimana iman seseorang sedang dipertanyakan dan dipertaruhkan, oleh dirinya sendiri, karena ... diambang waktu yang terus berjalan, dimasa yang terus bergulir yang tanpa kepastian tentang kapan waktu itu, kesempatan itu akan terus bergulir bagi seorang hamba menuju ajalnya, sementara dilain sisi sang pemikul amanah waktu dari Rabbnya itu, tenggelam dalam malasnya berdzikir, malasnya beribadah atau bahkan jauh dari Alloh dan dekat dengan maksiat ... na'uudzu billah, bayangkan jika dalam keadaan seperti ini ia dipanggil oleh Yang Memiliki Usia, tiba ajalnya ... maka inilah yang disebut dengan su-ul khatimah, penghujung yang jelek, dan sejelek jeleknya penghujung adalah penghujung hidup dalam maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Su-ul Khatimah, Banyak kisah tentang hal ini yang sering kita dengar, contohnya, kisah bagaimana penghujung dua bersaudara yang ahli ibadah dan ahli maksiat yang justru dalam penghujung hidupnya mereka mendapatkan hal yang bertolak belakang dari apa yang didawamkan dalam hidupnya, sang ahli ibadah yang tiba2 tergiur godaan maksiat, dan sang ahli ibadah yang jusru dipenghujung hidupnya tertarik oleh keistiqomahan saudaranya dalam ibadah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, apa yang bisa kita lakukan?&lt;br /&gt;Firman Alloh dalam Al-Qur'an yang artinya  : Barangsiapa yang bertawaqal kepada Allah, niscaya Allah yang mencukupinya.[Ath-Thalaq : 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi setiap amalan ada masa-masa rajin dan tiap-tiap masa rajin ada futur. Namun, barangsiapa yang futurnya menjurus kepada sunnahku,maka sesungguhnya ia telah memperoleh petunjuk. Barangsiapa pula yang futurnya menjurus kepada selain sunnahku, maka ia telah tersesat.” [HR.Al-Bazzar] Dalam pengejawantahannya, futur dapat memiliki rentang gejala dari yang ringan hingga berat. Gejala futur yang berat biasanya dapat dideteksi secara cepat misalnya saja dari penurunan kuantitas ibadah fardhu atau melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan oleh Allah SWT. Namun, biasanya yang kerap tidak disadari adalah gejala futur yang ringan seperti bersikap ragu-ragu atau melakukan perbuatan mubah secara berlebihan.&lt;br /&gt;Etiologi atau penyebab futur sendiri ada beberapa hal di antaranya; berlebihan dalam beragama, berlebihan dalam perkara yang mubah, cinta dunia, dan lengah terhadap hal yang syubhat dan dosa. Seseorang yang membebani diri melebihi kemampuannya dalam segala hal kelak dapat mengalami frustasi kejiwaan dan keimanan. Untuk itu, Rasulullah SAW telah bersabda : “Lakukanlah amal sesuai dengan kemampuanmu karena sesungguhnya Allah tidak merasa bosan sehingga kamu sendiri merasa bosan. Sesungguhnya amalan yang paling disukai oleh Allah ialah yang dilakukan secara rutin walau pun sedikit.” [HR. Bukhari-Muslim] Penyebab lain dari futur adalah berlebihan dalam perkara yang mubah. Salah satu contoh berlebihan adalah dalam hal makan. Meskipun makan merupakan satu keharusan, tetapi jika berlebihan dapat menyebabkan bobot tubuh bertambah hingga akhirnya sulit untuk beraktivitas termasuk beribadah. Selain itu, cinta kepada dunia juga dapat menyebabkan seseorang terjangkit penyakit futur. Sikap cinta dunia akan berpengaruh sangat besar dan mendalam hingga pada kulminasinya dapat membuat jiwa menjadi lemah. Ini menjadi pintu bagi syaithan untuk memasuki jiwa orang-orang yang beriman. Hal lain yang juga kerap tidak disadari sebagai penyebab dari futur adalah lengah terhadap perkara syubhat dan dosa. Manusia dalam tiap episode kehidupannya pasti akan dapat melakukan khilaf dan dosa, tapi sekali-kali jangan melakukan sikap toleransi terhadapnya. Jika hal ini terjadi maka implikasinya adalah penurunan semangat hingga akhirnya terjadi futur.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCxr5QXoYa1Lx9_8Q5BDrJJJjcQyuPfHt4agGFO_2aT91DSpHytUYa274-theOjio6DVQqNo_SOHvUv3wta2AHfvISx2v0Gs9w6_C2GkaxT5_5O1rgLouiR-WyOxTjtQVMAtHNqifpvz8/s1600-h/korakuen35-gdn23.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Meskipun futur merupakan perkara yang lumrah terjadi pada seorang manusia, tetapi tetap saja futur harus mendapat penatalaksanaan secara tepat. Hal yang utama untuk dilakukan adalah dengan cara menjauhi tiap delik perbuatan maksiat yang kecil apalagi yang besar. Berusaha menjaga ibadah rutin di waktu siang dan malam serta menjauhi sikap berlebihan dalam hal yang mubah dapat pula menjadi cara untuk mengatasi futur. Biar bagaimanapun, agar futur dapat ditangani secara benar, seseorang harus segera menyadari apabila dirinya telah terserang penyakit futur. Apabila ia tidak menyadari bahwa dirinya sedang terjangkit futur, maka ia juga tidak akan segera bertindak untuk mengatasi futur tersebut. Semoga Allah SWT selalu menjaga tiap hidayah yang telah diberikanNya pada kita dan menjauhi kita dari penyakit futur. Amin Ya Rabb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>Do'a Seorang Ibu</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/05/doa-seorang-ibu.html</link><pubDate>Mon, 18 May 2009 00:45:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-1723158957558756689</guid><description>&lt;span class="fullpost"&gt;Telah kurasakan terkabulnya do'a seorang ibu ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mamah .... malam itu kami berkumpul disekitar kasur tidurmu... kau nampak lemah, lunglai, cape, sesekali engkau merintih karena rasa sakit yang kau derita di kakimu .... sakit yang terus menerus membuatmu terjaga dimalam malam sebelum ini ....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ibuku, malam itu aku tidak pernah menyangka, itu adalah malam terakhir kami bisa bercengkrama denganmu, berbicara dan membelai rambutmu, mencium tanganmu, memelukmu, meminta do'amu.... seandainya aku tahu mah.... aku ... takan meminta ijin untuk meninggalkanmu malam itu ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yaa Alooh ....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;andai aku tahu ... berkali kalipun ibuku meminta aku untuk mengangkat, memindahkanmu, aku takan mengucapkan mah maaf saya capek... ga akan mah..., engak... ga akan insya Alloh, cuman aku ga tau mah, ga tahu itu saat terakhirmu...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mah .... sungguh ... kasihmu aku rasakan bahkan di ambang rasa sakitmu menjelang ajalmu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;engkau masih sempat mendoakan ku....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mah ... tak kuat rasanya mengingatmu hari itu... hari dimana aku berpisah denganmu ... selamanya ... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tapi ... kasihmu wahai kekasih hatiku wahai ibuku .... sampai saat ini kurasakan ... do'amu yang kau panjatkan... terkabul wahai ibuku... andai engaku lihat mah..., mungkin engkau akan tersenyum, saat ini ... setidaknya mungkin ini akan menghiburmu, diatas semua tangisan yang sering tumpah dihadapanku ... karena sedih melihat anak2mu dengan segala masalah yang kami, atau ayah kami dengan segala masalah dalam yang ada kehidupan yang kita hadapi bersama .... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mah ... seperti doa mu saat itu... aku sudah punya anak mah ..., aku sudah punya rumah .. mah, aku sudah punya tempat tinggal mah, ... aku sudah punya kendaraan mah, .. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;andai kau lihat mah .. terkabulnya apa yang kau dawamkan dalam sujud dalam mu di sepertiga malam terakhir atau dalam shalat dhuhamu .... aku tahu mah, karena aku sempat meminta do'a iu padamu dan mendengarmu berdo'a wahai ibuku... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mah... andai kau masih ada disini ... aku rindu mah, caramu memmembangunkanku untuk sepertiga malam terakhir seperti yang kita biasa lakukan... atau ketika kita saling membangunkan .. atau untuk sahur menjelang shaum sunnah yang sering kita lakukan bersamaa .... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mah aku rindu belai tangan mu ... di kening ini ... rabaan jarimu di kulit kepalaku, membelaiku, sambil meijit2kulit kepalaku ketika aku ada disamping mu ... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;aku rindu tegur sapamu menanyakan ... "tos shalat tahajud teu acan...?" ("sudah shalat tahajud belum..?") ... mamah aku rindu mah.. saat kita bersama .... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;mamah ....... moga Alloh melapangkan kuburmu...&lt;br /&gt;Allohummagfir lahaa, warhamhaa, wa'aafihaa, wa'fu 'anhaa...&lt;br /&gt;mamah ............. air mata ini ... adalah tanda rasa rinduku untukmu mah ... dari anakmu ...&lt;br /&gt;ya Rabb .............. karuniakan kepadaku kekuatan untuk membahagiakannya diakhirat ...&lt;br /&gt;sesuatu yang mungkin belum ku sempat, belum ku bisa lakukan di dunia ini ....&lt;br /&gt;ya Rabb jadikan aku yang merangkulnya jika ia akan tergelincir di yaumil jazaa ... bukan yang menjerumuskannya ..... ya Rabbb na'uudzu bilaaah jangan Yaa Rabb ....&lt;br /&gt;jadikan aku yang mengangkat derajatnya dijannahmu... bukan yang menenggelamkannya dalam kehinaan dihadapan Mu .................................. Ya Allloh .......................................&lt;br /&gt;aku rindu ingin mencium tangannya ya Rabbb.................................... tangan ibuku yang ku cinta ........... &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>SELAMAT MENGIKUTI PENDIDIKAN &amp; LATIHAN SSG 18</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/05/selamat-mengikuti-pendidikan-latihan.html</link><pubDate>Tue, 12 May 2009 02:37:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-2117439652972383072</guid><description>Selamat Datang dan Bergabung Calon Santri Siap Guna dalam Pendidikan dan Latihan Santri Siap Guna Angkatan 18 [DIKLAT SSG 18].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapkanlah Dirimu dengan sepenuhnya ...&lt;br /&gt;Jangan Bimbang dan Ragu ...&lt;br /&gt;Ayo terus maju ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Sahabat-sahabat yang membutuhkan informasi Perlengkapan yang harus dibawa oleh Calon Santri Siap Guna, kami tuliskan informasinya di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;IKHWAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;HARI SABTU: Baju koko warna putih.&lt;br /&gt;HARI AHAD : Kaos lengan panjang warna biru dongker/gelap (diusahakan polos/tanpa gambar); &lt;br /&gt;            Celana panjang hitam/gelap (diutamakan PDL);&lt;br /&gt;            Sepatu hitam/gelap (diutamakan PDL);&lt;br /&gt;            Syal putih berbentuk segitiga (ukuran 90x90);&lt;br /&gt;            Qur'an kecil dan alat tulis;&lt;br /&gt;            Makanan Berat dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;snack&lt;/span&gt; secukupnya (3 kali makan);&lt;br /&gt;            Berambut pendek (maks. 3-2-1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AKHWAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;HARI SABTU: Baju Gamis biru/gelap dan jilbab putih menutupi dada.&lt;br /&gt;HARI AHAD : Jilbab hitam menutupi dada;&lt;br /&gt;            Kaos lengan panjang warna biru dongker/hitam/gelap (diusahakan polos/tanpa gambar) ;&lt;br /&gt;            Rok hitam/gelap yang lebar (bebas untuk lari) dan pakai celana (double);&lt;br /&gt;            Sepatu olahraga hitam/gelap (diutamakan PDL yang lentur);&lt;br /&gt;            Syal putih berbentuk segitiga (ukuran 90x90);&lt;br /&gt;            Qur'an kecil dan alat tulis;&lt;br /&gt;            Makanan Berat dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;snack&lt;/span&gt; secukupnya (3 kali makan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi Kantor SSG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMOGA ALLOOH SWT. MEMUDAHKAN SEGALA URUSAN KITA SEMUA...[aamiin].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>Sebuah Titik</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/04/sebuah-titik.html</link><pubDate>Wed, 29 Apr 2009 18:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-1065103738071836682</guid><description>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       Sahabat, dalam sebuah kesempatan, kami berkumpul menghadiri forum kebersamaan santri, yang dilaksanakan 1 bulan satu kali, disana berbagai paparan tentang kebersamaan di utarakan, saling memberi masukan dan saran juga lainnya ada disitu.&lt;br /&gt;       Sahabat, satu hal yang mungkin bisa diambil pelajaran disana, bahwa diakhir pertemuan, ustadz komar berdiri dan memberikan tausiyah, diawali dengan salawat dan salam kemudian beliau mengangkat sebuah kertas putih bersih, seraya berkata, kurang lebih beliau berkata seperti ini " sahabat-sahabat apa ini?" semua menjawab "kertas putih", berurang kali beliau menanyakan hal itu kepada ikhwan dan akhwat yang hadir, kemudian beliau mengambil sebuah spidol, yang beliau lakukan hanya memberi titik di tengah-tengah kertas putih bersih itu, dan kemudian kembali menanyakan hal yang sama seperti yang beliau tanyakan diawal " sahabat-sahabat, apakah ini?", semua menjawab "titik ustadz", ada juga yang menjawab "bercak ustadz" ..... dan seterusnya, beliau menanyakan hal yang sama berkali-kali.&lt;br /&gt;       Sahabat, diakhir ustadz komarudin kemudian bertanya kurang lebih seperti ini ; "sahabat, tidakkah semua melihat ini adalah kertas putih yang ada titik kecil ditengahnya, kertas yang ketika di bulak balik banyak daerah putihnya, dan satu titik kecil ada ditengahnya, lalu kenapa semua lebih fokus kepada titik yang kecil ini bukan kepada putihnya yang justrus lebih besar dari titik itu sendiri?".&lt;br /&gt;       Sahabat, itulah nyatanya kebanyakan dari kita, atau setidaknya kebanyakan dari yang hadir pada pertemuan tadi, lebih cenderung terbawa, lebih cenderung melihat satu titik kecil tadi, noda kecil tadi, daripada melihat putihnya yang justru jauh lebih besar dari satu titik tadi.&lt;br /&gt;       lebih lanjut, dikaitkan dengan kehidupan kita, istilah "nila setitik rusak susu sebelanga" sebuah istilah yang nampaknya begitu akrab dengan kehidupan sekelompok orang di Indonesia, atau naudzu bilah apakah kita termasuk didalamnya?.&lt;br /&gt;       Ustadz Komar hari itu berusaha untuk menyampaikan satu hal, tentang khidmat kepada seorang guru, guru yang memberi kita banyak ilmu, atau siapapun yang menjadi jalan ilmu dalam kehidupan kita, jangan sampai karena sebuah titik itu, bercak dalam kehidupan beliau-beliau yang menjadi jalan datangnya ilmu, kemudian menghijab kita dari mendengarkan apa yang beliau sampaikan, padahal kalau kita simak dengan benar, bukanlah kejelekkan, keburukan, kesesatan yang beliau ajarkan, tapi justru ajakan kepada kita untuk mendekat kepada Alloh, ajakan untuk taubat, ajakan untuk memperbanyak shalat sunnah, ajakan untuk shaum, ajakan untuk ibadah, ajakan untuk bergeser, melangkah, bahkan berlari menuju Alloh. &lt;br /&gt;        Ustadz Komar kemudian menjelaskan bahwa  terkadang sikap - sikap seperti inilah sahabat yang menghijab datangnya karunia yang Alloh tampakkan didepan mata kita.&lt;br /&gt;        Sungguh sahabat, jujur kepada diri, nikmatnya Ilmu, nikmatnya tawadlu, nikmatnya lantunan muhasabah yang menyentuh hati, atau muhasabah ditengah malam kala sendiri, kadang tersa hambar saya rasakan memang ketika rasa itu hadir, ketika seolah hanya titik hitam yang kita lihat dari diri seseorang yang berdiri didepan kita memaparkan ilmunya.&lt;br /&gt;        Dua hal kata Ustadz komar agar mendapat keutamaan ilmu dari seorang guru,    1.husnudzan pada guru kita, atau 2.percaya sepenuhnya dan mengikuti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaahu A'lam bisshawabb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>Terkabulnya Do'a Orang Yang Terdzolimi ?</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/04/terkabulnya-doa-orang-yang-terdzolimi.html</link><pubDate>Sun, 12 Apr 2009 19:33:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-7909285170215394194</guid><description>Sore itu di sebuah rumah dipinggiran kota Cimahi kurang lebih beberapa kilo dari perbatasan kabupaten bandung barat, seorang hamba Alloh yang sudah renta mengalami sebuah kejadian yang mungkin bisa menjadi Ibroh untuk kita semua.&lt;br /&gt;    Adalah Imad (nama samaran) seorang lelaki tua yang jauh dari keluarga, bahkan ada indikasi ia terbuang dari keluarganya, hidup sendirian dalam sebuah kontrakan yang amat sederhana, sebagian besar dindingnya terbuat dari bilik, dengan ukuran kamar yang bisa dibilang sempit untuk ukuran sebuah kost-kostan, ia telah tinggal dirumahkontrakan itu berbulan bulan lamanya. &lt;br /&gt;    Imad dikenal oleh tetangganya sebagai buruh kasar ini, yang gajinya juga kecil serta tak tentu, dan hanya mendapatkan upah untuk sekadar bertahan hidup, apalagi dengan tubuhnya yang sudah renta, ia hanya bisa menjemput rizkinya sekemampuan tenaga yang amat terbatas, yang nota bene kerjaannya juga tak tentu, apa saja ia kerjakan, dari mulai menggali kubur, mengurus taman, potong rumput, angkut barang, apapun yang disuruhkan orang padanya.&lt;br /&gt;     Suatu hari, iamd mendapatkan serangan stroke, sebelah tubuhnya lumpuh, ... Allohu Akbar, dengan segala keterbatasanya Ia mendapatkan penyakit ini, lalu papa takdir kehidupannya setelah ini?.&lt;br /&gt;     Mungkin inilah cara Alloh memanggil hambanya, karena beberapa minggu setelah itu, ia meninggalkan dunia yang fana ini.&lt;br /&gt;     Tapi, sebelum meninggal inilah, Alloh memberikan pelajaran bagi kita melalui hidup yang dijalani orang ini. Adalah Imad, beberapa hari menjelang kematiannya keluar dari rumah kontrakannya itu dengan terhuyung huyung menyeret sebelah tubuhnya keluar menuju salah satu warung yang tak jauh dari tempatnya, sederhana, ia lapar, ia ingin makan, sementara kerja yang biasa dilakukannyatidak bisa ia lakukan dengan keadaan yang menimpanya itu.&lt;br /&gt;     Dengan susah payah Imad menuju warung itu, dan sesampainya ia didepan warung yang dimaksud, kemudia ia berkata " Pak, maaf, boleh ga saya minta gorengannya, nanti kalo saya sudah sembuh, atau ada yang datang ngasih uang biar saya bayar nanti", kurang lebih itulah yang diucapkan lelaki renta itu didepan si tukang gorengan didepan warung yang ditujunya.&lt;br /&gt;     Tentunya Imad berharap belaskasihan tetangganya yang tukang gorengan itu, karena kita tahu pasti sang tetangga tahu keadaan Imad dan keterbatasan dalam kesehariaannya, tapi sahabat, nammpaknya, disinilah letak pelajaran yang kita ambil, ketika sang tukang gorengan menolak memberikan gorengan itu kepada Imad.&lt;br /&gt;     Imad ber menit-menit lamanya berdiri8 didepan sang penjual gorengan, menunggu belas kasihan, namun tidak ada tanda belas kasihan itu muncul pada orang bersangkutan, satu menit, dua menit, tiga menit, empat menit, lima menit, berdiri ia, dan air matanya mulai membasahi kedua pipinya, akhirnya ia kembali menggusur langkahnya menuju kontrakannya, dengan kesedihan dihatinya.&lt;br /&gt;     Sahabat, langkah Imad menuju kontrakannya, disertai dengan hatinya yang tergores, dan entah do'a apa yang terujar dalam hatinya ..., namun sahabat, saat Imad menutup pintu kontrakannya, diceritakan detik itu pula, " GEBRUG !" sang pembuat gorengan tersungkur didepan penggorengannya, ia tersungkur terkena stroke ..., inikah bukti keagunganMU yaa Alloh, terbuktinya do'a orang Yang terdzolimi?, Wallaahu a'lam.&lt;br /&gt;     Sahabat, percaya atau tidak ini adalah kisahnyata. Imad sekarang terbujur kaku, dikuburkan tanpa sanak saudara yang menghadiri, bahkan biaya pemakamannya ditanggung oleh RT RW setempat, dan orang yang terkena stroke itu saat berita ini sampai kepada saya satu minggu kemudian, masih menderita dengan penyakitnya, Wallohu a'lam ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>Yuk Praktek Entrepreuneur</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/03/yuk-praktek-entrepreuneur.html</link><pubDate>Sun, 29 Mar 2009 18:18:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-3120793211616261227</guid><description>Bismillah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat sahabat SSG, &lt;br /&gt;selama ini kita mendapatkan materi tentang Entrepreuneur dan praktek selama diklat SSG, Sahabat, kami telah berkumpul, bersepakat, dan mencoba sharing, berbagi...., dan kini saatnya bagi kita bergerak bersama, menyatukan yang terserak, memintal benang-benang ukhuwah untuk kebaikan bersama, yang semoga bisa terjalin menjadi kebaikan yang bukan hanya bisa dirasakan didunia saja tapi juga di yaumil akhir, dimana tiada manfaat harta, saudara, tahta, dan segala perkara dunia,...&lt;br /&gt;Kami tunggu sahabat ... untuk hadir di pertemuan hari ahad tanggal 5 April 2009 jam 13.00 WIB di SSG DT ..., (hubungi Hendra Sudrajat) kita akan coba menyatukan kembali kekuatan, tidak terkecuali, silahkan semua angkatan untuk hadir bersama, mari kita berusaha membangun usaha mendapatkan bekal untuk bergerak lebih kuat, dengan kebersamaan, (semoga Alloh menolong) &lt;br /&gt;Ayooooooooooooooo Gabung bersama kami .... menjadi penyusun langkah awal kegiatan ini... datang dan kuatkan .... ukhuwah dan kebersamaan yang insya Aloh datang dari kita, untuk kita, dan semoga bermanfaat untuk sebanyak mungkin umat-Nya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;undangan untuk koordinator  wilayah, insya Aloh segera kami sebar, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semangat ..... Allohu Akbar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>Persatuan Islam Suatu Kemestian</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/03/persatuan-islam-suatu-kemestian.html</link><category>Fiqh Da'wah</category><category>Ibroh</category><category>keorganisasian</category><category>Komunikasi</category><category>motivasi</category><category>renungan</category><category>taushiyah</category><pubDate>Fri, 27 Mar 2009 01:15:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-3715266311806298891</guid><description>Fiqh Da'wah&lt;br /&gt;3/5/2008 | 27 Rabbi al-Thanni 1429 H &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mochamad Bugi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dakwatuna.com - Ada ciri khas yang menonjol dari umat Islam. Mereka adalah umat tauhid dan satu kesatuan. Sejarah telah memperlihatkan dengan jelas bahwa umat Islam tidak akan dapat bersatu kecuali saat mereka berpegang teguh pada akidah tauhid yang benar. Sebesar penyimpangan mereka terhadap ajaran tauhid yang benar, sebesar itu pula yang membuat umat ini berpecah-belah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an telah menggambarkan ikatan tauhid dengan kesatuan pada beberapa ayat: “Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.” (Al-Anbiya’: 92). “Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.” (Al-Mu’minun: 52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an selalu mengingatkan umat Islam tentang hakikat mereka sebagai umat yang satu. “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Ali ‘Imran: 103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an melarang dengan keras perpecahan dan perbedaan. “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.” (Ali ‘Imran: 105)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengingatkan orang-orang yang beriman tentang orang-orang kafir yang berpecah belah, dan anjuran agar tidak mengikuti mereka. “Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikit pun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” (Al-An’aam: 159) “Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (Ar-Ruum: 31-32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengingatkan dan menegaskan tentang jalan orang-orang yang keluar dari agama Allah. “Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (Al-Maaidah: 91)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit orang-orang — dari luar maupun dari dalam– yang menghalangi umat Islam untuk bersatu baik. Dari dalam, orang-orang munafik berusaha sekuat tenaga untuk memecah belah orang beriman dengan memunculkan permusuhan dan perpecahan. “Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang. orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudaratan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah, ‘Kami tidak menghendaki selain kebaikan.’ Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).” (At-Taubah: 107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Firaun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Firaun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Al-Qashash: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah syiar orang-orang kafir sejak dulu. Mereka dengan cara dan media yang dimiliki berusaha mengacaukan dan memecah belah umat Islam sebelum mencapai tujuan akhir mereka: menguasai orang-orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwah Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui syariat, akhlaq, dan muamalah, Islam mengokohkan ikatan ukhuwah pemeluknya. Sehingga lima rukun Islam semuanya memiliki nuansa persatuan Islam dan ukhuwah imaniyah. Kaum muslimin di manapun ia berada pasti akan tunduk sepenuhnya kepada syariat dan ajaran Tuhan Yang Satu. “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An-Nisaa’: 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam juga tunduk kepada ajaran kesatuan politik dan ketaatan kepada Tuhan Yang Satu, Rasul teladan yang satu, dan pemimpin mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (An-Nisaa’: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengajarkan semua umatnya untuk bangkit melawan musuh-musuhnya, sehingga jihad menjadi fardu ‘ain bila negeri Islam diserang musuh. “Dan perangilah musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (At-Taubah: 36). “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.” (Al-Baqarah: 193)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menolong orang-orang yang tertindas adalah kewajiban umat Islam yang mampu bertindak dan menolong mereka. “Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau.” (An-Nisaa’: 75). “Mereka berkata, ‘Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah daripadanya.’ Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.” (Al-Munaafiquun: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Islam meletakkan kaidah-kaidah akhlak dan iman untuk menjaga kemurnian dan keutuhan ukhuwah Islam. Islam mengajarkan umatnya untuk tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa, serta meninggalkan kerjasama dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang-orang beriman dalam kasih sayang mereka dan kelembutan mereka seperti tubuh yang satu. Apabila bagian tubuh yang satu mengeluh kesakitan, maka seluruh tubuhnya merasakan demam dan tidak bisa tidur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memerintahkan orang beriman untuk mendamaikan dua orang saudaranya yang sedang sengketa. “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (Al-Hujurat: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam juga menetapkan beberapa kewajiban seorang muslim atas muslim lainnya. Rasulullah saw. bersabda, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Janganlah seorang muslim menzhalimi saudaranya dan janganlah seorang muslim membiarkan, tidak menolong saudaranya. Barangsiapa yang membantu menuntaskan keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya. Barang siapa yang melapangkan kesempitan saudaranya, maka Allah akan melapangkan satu kesulitannya nanti hari kiamat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di hari kiamat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga bersabda, “Hak seorang muslim kepada muslim lainnya ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan orang bersin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tujuan ukhuwah Islam, Islam melarang segala yang dapat merusak ukhuwah. Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kalian saling hasad dan jangan pula saling mencari-cari kesalahan serta janganlah kalian saling membenci dan saling menjauhi. Janganlah seorang muslim membeli barang yang telah ditawar saudaranya. Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara. Cukuplah seorang muslim dikatakan buruk hanya lantaran ia mengejek saudaranya sesama muslim. Seorang muslim atas muslim lainnya itu terpelihara nyawanya, hartanya, dan kehormatannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terlihat di antara dua orang muslim saling berbuat zhalim, maka umat Islam dituntut untuk mengembalikan haknya dan mencegahnya sesuai dengan syariat Islam yang mengajarkan amar ma’ruf nahi munkar. “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” (Ali ‘Imran: 104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalankan kewajiban amar ma’ruf nahi munkar merupakan rahasia keutamaan umat ini. “Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik..” (Ali ‘Imran: 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwah Syarat Mendapat Kekuasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya merealisasikan ukhuwah merupakan syarat tercapainya kemenangan Islam. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaaff: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ukhuwah sudah tidak ada dan iman sudah lemah, maka akan datang kekalahan. “Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan seizin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu; dan sesungguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang-orang yang beriman.” (Ali ‘Imran: 152)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar Dari Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dahulu umat Islam adalah umat yang satu, Islam memimpin dunia dengan keadilan selama sekian abad. Jika kita teliti masa-masa kemenangan Islam, maka akan kita temukan bahwa semuanya itu tergantung kepada terealisirnya kesatuan umat. Kemenangan dalam peperangan di masa Rasulullah saw, maupun masa-masa penaklukan pasukan Islam ke hampir penjuru dunia, adalah buah dari kuatnya persatuan umat. Namun ketika ukhuwah melemah, kita dapat lihat reaksi pasukan Islam menghadapi serangan musuh-musuh Islam. Misalnya ketika Palestina dan Mesjid Al-Aqsha jatuh ke tangan pasukan Salib atau saat Baghdad dikuasai pasukan Tartar. Ketika kesatuan dan persatuan Islam lemah, lemah pula kekuatan umat Islam di hadapan musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh-musuh Islam telah cermat mengamati sumber kekuatan umat Islam Karena itu fokus sasaran serangan mereka kepada umat Islam adalah melemahkan ikatan ukhuwah pada diri umat Islam dengan berbagai sarana yang mereka miliki. Dan kesatuan politik umat Islam telah tercerabut bersamaan dengan jatuhnya Kekhalifahan Utsmani di Turki. Sejak itu negara-negara Barat menjajah dan menjarah negeri-negeri Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, persatuan Islam bukanlah teori. Ini adalah dasar wawasan pemahaman Islam. Pandangan kita tentang Islam tidaklah benar jika tidak memahami konsep ukhuwah dalam Islam. Jika kita ingin kondisi umat Islam berubah menjadi baik, merealisasikan ukhuwah adalah tuntutan yang tidak bisa tidak mesti diaplikasikan oleh seluruh elemen umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada senjata yang ampuh untuk menghadapi kepungan kekuatan musuh, kecuali kesolidan umat Islam. Persatuan umat adalah sebuah jawaban.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>Santri Siap Guna Angkatan XVIII</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/03/santri-siap-guna-angkatan-xviii.html</link><pubDate>Wed, 25 Mar 2009 01:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-7210140737539240806</guid><description>Kabar gembira bagi sahabat-sahabat yang tertarik mengikuti diklat SSG, sekarang sedang dibuka pendaftaran SSG ... &lt;br /&gt;Info lebih lanjut hubungi : Sekre SSG Jl. Gerlong Girang No. 57 F Bandung telp : 022 - 2005272 / 70000556&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>Penjara Syaikh Puji</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/03/penjara-syaikh-puji.html</link><category>Sekitar kita</category><pubDate>Thu, 5 Mar 2009 21:23:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-3609001254622464917</guid><description>Lagi-lagi Syaikh Pujiono bikin geger berita di TV. Syaikh Puji membangun penjara untuk orang-orang yang melakukan nikah sirri. Dengan sombongnya dia menantang pemerintah untuk mengirimkan para calon tahanan yang melakukan nikah sirri ke penjara yang dibangunnya dalam berbagai jenis type (penjara dengan type VIP, standar?? kok mirip hotel ^=^).. untuk diurus, termasuk makannya&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dia menyebutkan siap untuk membangun penjara untuk para penikah sirri seluas 14 ha !! Hebat ! Tapi kurang tepat, saya fikir kalo memang dia mempunyai uang sebanyak itu, ya sudah, bangun saja pemukiman untuk kaum miskin dan dhuafa yang di Indonesia, kan lebih menjadi solusi untuk membantu Pemerintah dalam menangani kemiskinan, dan yang pasti lebih berpahala bukan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ibunafarras, Ang IV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>(Lagi-lagi ) Masalah Ahmadiyyah</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/03/lagi-lagi-masalah-ahmadiyyah.html</link><category>Tauhid</category><pubDate>Thu, 5 Mar 2009 20:20:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-1318173538555876526</guid><description>Dalam salah satu tayangan telewicara di TV ONE antara FUI dan Aliansi Umat Beragama hari kemarin,benar-benar seru. Pembicaraan yang saling memotong terjadi, sampai-sampai  kita dipusingkan dengan suara yang sama-sama bernada tinggi.. Ya percakapan itu adalah tentang Ahmadiyyah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;FUI bersikeras memaksa Presiden untuk mengeluarkan Keppres tentang Pembubaran Ahmadiyyah, karena SKB 3 menteri yang sudah dikeluarkan sebelumnya dianggap melegalkan keberadaan Ahmadiyyah. Dan Aliansi Ummat Beragama yang mati-matian membela Ahmadiyyah yang katanya tidak 'menyakiti' agama lain (??)&lt;br /&gt;Bagaimana dengan sikap pemerintah?? Padahal kan permintaan FUI tidak sulit, hanya minta untuk membubarkan Ahmadiyyah, dan kalaupun mereka ingin tetap ada, FUI pun telah menyarankan Ahmadiyyah untuk menjadi satu aliran, ya mungkin dengan nama yang sama pula, asal tidak membawa Islam, karena toh Ahmadiyyah jelas-jelas tidak berpedoman kepada Al-Quran dan Rasulullah SAW. Toh selama ini pun Islam tidak menyebutkan agama lain sebagai aliran sesat, karena memang tidak membawa nama Islam, dan berpedoman kepada kitab mereka dan nabi mereka bahkan Tuhan mereka masing. Jadi apa susahnya? bagaimana komentar anda??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ibunafarras, Ang IV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>TIPS DAN CARA BERKOMUNIKASI TELEPON VIA INTERNET</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/02/tips-dan-cara-berkomunikasi-telepon-via.html</link><category>tips dan trik</category><pubDate>Wed, 25 Feb 2009 22:43:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-1880991496625581850</guid><description>Voip adalah Voice Over Internet Protocol yaitu suatu teknologi komunikasi suara yang menggunakan jaringan internet sebagai mediumnya. Standar voip sangat banyak sekali seperti SIP, H.323, MGCP, RTP, OSP, dan lain sebagainya. Saat ini standar yang paling banyak digunakan di dunia adalah standar voip SIP. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menelpon teman, sodara, kerabat, rekan, dan sebagainya umumnya anda harus sama-sama menggunakan voip dengan provider voip yang sama. Namun tergantung providernya juga apakah sudah tergabung dengan server voip lainnya atau belum baik dalam dan luar negeri. Untuk telpon ke telepon rumah / pstn, ponsel hp, SLI dan sebagainya biasanya akan dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan pada provider voip masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gratis di sini maksudnya adalah anda tidak perlu mengeluarkan biaya atau uang sepeser pun pada penyedia jaringan voip. Yang anda perlu bayar hanya koneksi internet yang anda gunakan saja. Kalau anda gratis nebeng internet pada orang tua, kampus, kantor, teman, warnet, dll berarti anda 100% gratis dalam bervoip ria :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Syarat yang dibutuhkan untuk berkomunikasi telepon via voip :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Koneksi Internet&lt;br /&gt;Saya rasa koneksi internet biasa seperti telkomnet instan sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Komputer PC / Laptop&lt;br /&gt;Pastikan pada komputer anda ada sound driver untuk menerima dan mengirim suara. Biasanya sound driver standar yang terpasang di komputer anda sudah bisa. Anda tinggal memastikan ada mic dan speaker atau headphone yang ada miknya. Anda pun bisa menggunakan telepon khusus voip dengan colokan USB yang bisa anda dapatkan di toko-toko komputer kesayangan anda.&lt;br /&gt;Coba test dengan software sound recorder yang ada pada komputer windows apakah sudah bisa merekam suara. Bila gagal berart ada masalah pada sound driver atau hardware / piranti keras yang anda gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Software / Piranti Lunak Khusus VOIP&lt;br /&gt;Anda bisa mendownload program untuk berkomunikasi melalui voip. Ada banyak pilihan namun yang paling mudah penggunaan karena tidak membutuhkan banyak setting adalah VoMa apabila anda menggunakan provider VoiP Marsinah. X-Lite dan SJ Phone adalah software lain yang bisa anda gunakan dengan melakukan berbagai seting terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Registrasi Nomor Telepon pada Penyedia Layanan VOIP Gratis&lt;br /&gt;Anda harus mendapatkan nomor telepon khusus untuk menghubungi dan dihubungi orang lain. Untuk Indonesia saya sarankan berkomunikasi pada penyedia voip gratis :&lt;br /&gt;- Voip Marsinah / VoMa : http://voip.marsinah.com&lt;br /&gt;- Voip Rakyat : http://www.voiprakyat.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pengetahuan Dasar Untuk Mengkonfigurasi 4 Hal di Atas&lt;br /&gt;Bacalah petunjuk atau user guides pada penyedia layanan voip gratis yang anda gunakan. Setiap provider membutuhkan setingan konfigurasi masing-masing yang berbeda. Jika anda gagal berarti ada sesuatu yang salah pada setingan anda. Jika gagal berlanjut hubungi provider anda masing-masing untuk info lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>CINTAILAH CINTA</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/02/cintailah-cinta.html</link><category>motivasi</category><pubDate>Mon, 23 Feb 2009 01:13:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-2874504770206075390</guid><description>Adalah sesuatu yang menyakitkan ketika kita mencintai seseorang, namun ia tak pernah membalasnya, tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika kita mencintai seseorang sedangkan kita tidak pernah dapat menemukan keberanian untuk mengungkapkan perasaan kita padanya. &lt;br /&gt;Sebuah hal yang menyedihkan dalam hidup ketika kita bertemu dengan seseorang, yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk mengetahui pada akhirnya seseorang tersebut tidak ditakdirkan untuk bersama kita, sehingga kita harus dengan berat hati membiarkannya pergi dan berlalu. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Teman terbaik adalah teman dimana ketika kita duduk bersama disebuah ayunan, tanpa ada ucapan sekatapun, dan ketika harus berpisah dengannnya, terasa seolah hal tersebut merupakan percakapan paling menyenangkan yang pernah dilakukan bersama. &lt;br /&gt;Adalah benar bahwa kita takkan pernah tahu apa yang telah kita dapatkan hingga kita kehilangannya. Tetapi adalah benar juga, ketika kita tidak tahu apa yang telah hilang hingga hal tersebut menghampiri kita. &lt;br /&gt;Impikan saja apa yang ingin kita impikan, pergi saja kemanapun kita ingin pergi, jadilah sebagai sosok yang kita inginkan, karena kita hanya memiliki satu buah kehidupan dan satu buah kesempatan untuk dapat melakukan semua hal yang kita inginkan. &lt;br /&gt;Letakkan diri kita sebagai layaknya orang lain, jika kita merasa hal yang kita lakukan akan menyakiti diri kita, hal tersebut mungkin akan menyakiti yang lain pula. &lt;br /&gt;Kata-kata yang terucap tanpa perhitungan mungkin akan menyulut perselisihan, perkataan yang kejam dapat menghancur-kan kehidupan, sebuah kata yang tak tepat mungkin juga mampu menambah beban batin seseorang, dan... sebuah kata yang penuh cinta kasih mungkin dapat menyembuhkan dan memberikan berkah. &lt;br /&gt;Orang yang paling bahagia adalah orang yang tidak merasa selalu membutuhkan semua hal terbaik, mereka hanya berfikir bagaimana menciptakan semua hal menjadi terbaik bagi mereka, yang berlalu dalam hidupnya. &lt;br /&gt;Cinta dimulai dengan sebuah senyum dan berakhir dengan air mata. Ketika kita dilahirkan, kita adalah orang yang menangis, sementara orang-orang disekeliling kita tersenyum bahagia.Ketika kita menanggalkan hidup, maka kita adalah pihak yang tersenyum begitu bahagia... sementara orang disekeliling kita menangis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>HARI INI ADALAH ABADI</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/02/hari-ini-adalah-abadi.html</link><category>motivasi</category><pubDate>Mon, 23 Feb 2009 01:03:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-5762165570121483000</guid><description>Seorang bijak pernah berkata, bahwa ada dua hari dalam hidup ini yang sama sekali tak perlu anda khawatirkan.&lt;br /&gt;Yang pertama: hari kemarin. Anda tak bisa  mengubah apa pun yang telah terjadi. Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan; dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua: hari esok. Hingga mentari esok hari terbit, anda tak tahu apa yang akan terjadi. Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari. Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari. Esok hari belum tiba; biarkan saja. Yang tersisa kini hanyalah hari ini. Pintu masa lalu telah tertutup; pintu masa depan pun belum tiba. Pusatkan saja diri anda untuk hari ini. Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari. Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah&lt;br /&gt;apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>Rp 655,- dan Rp 695,-</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/02/rp-655-dan-rp-695.html</link><category>Ibroh</category><pubDate>Sun, 15 Feb 2009 05:34:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-5425152184471450333</guid><description>“Bu, pilih jeruknya yang  berwarna jingga, jangan yang kuning, nanti asam rasanya!”, seru seorang pembeli kepada pembeli lainnya ketika sedang memilih-milih jeruk Ponkam. Di atas tumpukkan jeruk tertera harga jeruk Ponkam seharga Rp 655,00/100 gr. Dan tak jauh dari tumpukkan jeruk Ponkam, ada jenis jeruk lain yang harganya lebih tinggi sedikit Rp 695,00/100 gr. Memang sepertinya tidak ada yang aneh di sana.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sementara tangan saya sedang asyik memilih-milih jeruk Ponkam, si ibu yang tadi menyarankan untuk memilih jeruk yang warnanya agak tua tadi berpindah ke tempat tumpukan jeruk yang berharga lebih tinggi tadi. Tak mengapa memang, mungkin dia akan membeli jeruk itu juga. Tapi tanpa sengaja saya perhatikan si ibu tadi memasukkan jeruk-jeruk yang berbeda harga tadi ke dalam plastik yang sama dengan jeruk Ponkam. Ooh, mungkin nanti mau dipisahkan. Saya pikir begitu. Tapi, seorang laki-laki yang berada di sampingnya berbisik-bisik kepada si ibu tadi (mungkin suaminya). Dan tangan mereka berdua terus dengan asyiknya mencampur 2 jenis jeruk yang berbeda ke dalam belanjaannya. Tanpa mereka sadari, kalau saya memperhatikan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang saya bikin tercengang lagi, suaminya dengan tenang membuka jeruk dan menghabiskannya dengan sekejap. Padahal tertera dengan jelas disana sebuah tulisan “TIDAK UNTUK DICOBA”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin rasanya untuk menegur, tapi keberanian saya sepertinya masih sembunyi?! Masya Alloh, memang tidak ada pelayan yang tahuMungkin mereka berfikir kalau hal tersebut menguntungkan mereka, dan petugas penimbang tidak akan tahu hal ini. . Tapi apakah sempat terpikir oleh mereka bahwa Alloh melihat mereka?? Yaa, memang benar yang Alloh firmankan bahwa apa yang kita anggap baik, belum tentu baik menurut Alloh..&lt;br /&gt;Mudah-mudahkan kita senantiasa dituntun Alloh agar senantiasa berada di jalan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunafarras, SSG IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>Medis vs Dukun Ponari</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/02/medis-vs-dukun-ponari.html</link><category>Ibroh</category><pubDate>Sun, 15 Feb 2009 05:06:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-1149499056170248369</guid><description>Jika kita lihat berita di televisi yang hampir dalam setiap tayangan tidak lepas dari berita sang dukun cilik Ponari. Ponari, bocah kelas III SD asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, yang dikenal sebagai seorang dukun yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit, benar-benar menyita perhatian masyarakat, dan ketenarannya mengalahkan dokter terkenal sekalipun. Ironis memang. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kasus kematian pasien di antrian pengobatan Dukun Ponari ini bukan sesuatu yang mampu menghilangkan semangat pasein-pasien Ponari dari antrian pengobatan.  Berita kemarin dan hari ini di televisi adalah mengabarkan kejanggalan kelakuan para Ponari, diantaranya ada yang rela menghilangkan rasa jijik demi sebuah keajaiban. Yaa, keajaiban ! Beberapa orang diantara mereka ada yang mengusap-usap air comberan yang ada di sekitar rumah Ponari ketubuh mereka, katanya biar sehat ?! Ada lagi yang mengeruk-ngeruk tanah yang ada tepatdisamping bilik rumah Ponari, katanya untuk dicampur dengan pupuk yang akan disebarkan disawahnya.. Luar biasa!! Yaa, luar biasanya Ponari sampai banyak orang yang tersugesti dengan kehebatan dan keajaiban Ponari. Sampai-sampai akal sehat serta moral mereka sepertinya hilang entah kemana.. yaa, namanya juga demi keajaiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, dan dari beberapa orang pasien yang diwawancara reporten televisi mengatakan bahwa, bukan hanya hebat dukun Ponari ini, namun juga karena ongkos berobat yang murah, cukup Rp 10.000,- atau seikhlasnya dan untuk semua penyakit. sementara para dokter menaripkan Rp 50.000,- dan itu pun belum obat yang harus ditebus di rumah sakit.. dan bagi masyarakat dengan ekonomi lemah tentu saja memandang hal ini bagaikan suatu kesempatan yang tidak boleh dilewatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagaimanapun juga, hal ini harus dihentikan. Masyarakat harus disadarkan, karena mau tidak mau hal ini sangat berkaitan dengan syirik. Dan tentunya kita tidak mau jika saudara-saudara kita yang seiman ikut terbius dengan 'kehebatan' Ponari bukan? Naudzubillah min dzaalik !&lt;br /&gt;Jadi, tentunya tidak hanya pemerintah yang harus menghentikan praktek Ponari, namun juga semua pihak, dan juga kita!! Ya, minimal melalui do'a, agar saudara-saudara kita diberi petunjuk kembali ke jalan yang benar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Ibunafarras SSG IV&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>Peluang Kerjasama</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/02/peluang-kerjasama.html</link><category>Peluang Kerjasama</category><pubDate>Fri, 13 Feb 2009 05:16:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-3939484403715224061</guid><description>Program &lt;br /&gt;Outlet Pendaftaran &amp; Marketing Force&lt;br /&gt;Santri Siap Guna Daarut Tauhiid&lt;br /&gt;[ SSG DT ] Angkatan XVIII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAMBARAN UMUM&lt;br /&gt;Outlet Pendaftaran &amp; Marketing Forces merupakan program layanan pendaftaran Diklat santri siap guna khususnya angkatan XVIII yang berada di daerah, dengan tujuan menpublikasikan program kepada jemaah dengan lokasi yang ditentukan dengan demografinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Umum&lt;br /&gt;• Mengadakan tempat pendaftaran lebih dari satu dari seperti biasanya&lt;br /&gt;• Memberikan layanan informasi dengan meminimalisir jarak.&lt;br /&gt;• Menjaring peserta dengan jumlah yang sudah ditentukan atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Khusus&lt;br /&gt;• Peserta yang mendaftar akan mengenal lebih awal dengan demografinya termasuk dengan alumni Diklat yang aktif di organisasi, dengan dampak calon peserta mempunyai pola hubungan emosional baik secara individu atau organisasi.&lt;br /&gt;• Membuka kesempatan sebagai ladang mengembangkan wirausaha baik bagi alumni atau pihak tertentu (sebuah ikatan) dengan prinsip menguntungkan.&lt;br /&gt;• Mempunyai alokasi dana untuk pembinaan wilayah dari sistem bagi hasil pendaftaran. Dari SSG DT/Pusat (sebagai perwakilan lembaga) kepada SSG wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Kerjasama&lt;br /&gt;Bentuk kerjasama yang digulirkan adalah Penyelenggara Diklat mengadakan kerjasama dengan SSG wilayah / alumni / perorngan / lembaga umum dengan sistem persentase dari pendaftar.&lt;br /&gt;Contoh Ilustrasi;&lt;br /&gt;Investasi Diklat = Rp. 200.000 (dalam Cost Accounting) &lt;br /&gt;*)Pembayaran investasi Diklat dapat dilakukan via rekening BNI Syariah (9255394-5) atau langsung ke pusat/sekretariat SSG DT. Dengan catatan selain yang di pusat pendaftran mereka tidak berhak menerima uang investasi Diklat.&lt;br /&gt;Investasi Pendaftaran = Rp. 25.000 (tidak dalam Cost Accounting)&lt;br /&gt;*)Pembayaran investasi pendaftran dilakukan langsung ditempat pendaftran atau via rekening BNI Syariah (9255394-5). Uang yang diterima dari pendaftar maka uang tersbut akan dipersentasekan dengan besaran 40% bagi yang menyediakan layanan pendaftaran  dan 60% bagi SSG Pusat(yang dialokasikan untuk pembinaan alumni SSG melalui SSG wilayah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Sasaran &amp; Lokasi &lt;br /&gt;Daerah dan lokasi yang siap untuk mengadakan kerjasama adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;NO DAERAH PIC KETERANGAN&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;2 Tubagus Ismail Outlet Pendaftaran&lt;br /&gt;Jakarta Marketing Forces PASKAPALA RENT CAMP&lt;br /&gt;SSG JAKARTA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak &amp; Kewajiban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak&lt;br /&gt;Bagi yang mendapakan kesempatan kerjasama ini mendapatkan hak, diantaranya:&lt;br /&gt;• Perlengkapan publikasi; Spanduk, brosur, leaflet/pamplet&lt;br /&gt;• Perlengkapan Pendaftaran; Formulir, ballpoint, kuitansi&lt;br /&gt;• Pengarahan petunjuk pelaksanaan dan teknis pendaftaran&lt;br /&gt;• Mendapatkan 50% dari uang yang disetorkan oleh pendaftar yang direkap dalam 2 pekan sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban&lt;br /&gt;Bagi yang mendapakan kesempatan kerjasama ini mendapatkan kewajiban, diantaranya:&lt;br /&gt;• Mengadakan ikatan kerjasama dengan tertulis yang disiapkan oleh penyelenggara Diklat&lt;br /&gt;• Memberikan pengarahan yang jelas dan terarah bila ada yang menayakan program Diklat SSG&lt;br /&gt;• Mengadakan Publikasi dan atau layanan pendaftaran min. Sepekan 5 hari (25 jam)&lt;br /&gt;• Melaporkan keuangan dengan waktu yang telah ditentukan bersama dengan prinsip (adil transparan dan menguntungkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup &lt;br /&gt;Demikian Konsep program outlet pendaftran dan Marketing Forces yang telah disusun, semoga dapat menjadi bahan rujukan pelaksanaan kegiatan pendaftran Diklat Santri Siap Guna Angkatan XVIII. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang banyak dan optimal bagi kemajuan alumni dan SSG wilayah khususnya bagi sahabat yang ingin menambah penghasilan. Dan semoga siapapun yang menjadi jalan kemudahan dan kelancaran program ini senantiasa diberi kemudahan dalam usahanya dan kegiatan apapun serta mendapat balasan yang berlipat ganda. Aamiin.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 10 Februari 2009&lt;br /&gt;Pj. Program SSG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duden Aminudin&lt;br /&gt;DT. 020317&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>DIKLAT SSG XVIII</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/02/diklat-ssg-xviii.html</link><category>DIKLAT SSG XVIII</category><pubDate>Fri, 13 Feb 2009 05:09:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-3329582528981269659</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4YE2kVD3_VpkjHOideaKrCE0jvdb2qQknNZTqMAnUeNLgonICtlmo32uq_sUTwU0iEDvg_o2sTRUJD_CLmt73kYxZT7Qj2b51XF7S_ea78Fh40zBg7ABNvwP4przMkhNkB0jafheUwmqq/s1600-h/ProfileSSG+JG.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 241px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4YE2kVD3_VpkjHOideaKrCE0jvdb2qQknNZTqMAnUeNLgonICtlmo32uq_sUTwU0iEDvg_o2sTRUJD_CLmt73kYxZT7Qj2b51XF7S_ea78Fh40zBg7ABNvwP4przMkhNkB0jafheUwmqq/s400/ProfileSSG+JG.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302269610552256818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4YE2kVD3_VpkjHOideaKrCE0jvdb2qQknNZTqMAnUeNLgonICtlmo32uq_sUTwU0iEDvg_o2sTRUJD_CLmt73kYxZT7Qj2b51XF7S_ea78Fh40zBg7ABNvwP4przMkhNkB0jafheUwmqq/s72-c/ProfileSSG+JG.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title/><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/02/pt.html</link><pubDate>Fri, 13 Feb 2009 05:00:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-4004028681547441598</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj470Z18l-ialaARQXQT3BnFgzeoEG9LvqRm4YF1lRRVQtOkidtfgiSA__LPjY_Ry7x5Azd3UqJTdnSU5dAD3LeYgCX4HpvE1qVWf-7-wvsItw1ng9-eVzIHQ8Kt-2ta9MWtEZw9eJvkJD2/s1600-h/ProfileSSG+JG.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 334px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj470Z18l-ialaARQXQT3BnFgzeoEG9LvqRm4YF1lRRVQtOkidtfgiSA__LPjY_Ry7x5Azd3UqJTdnSU5dAD3LeYgCX4HpvE1qVWf-7-wvsItw1ng9-eVzIHQ8Kt-2ta9MWtEZw9eJvkJD2/s400/ProfileSSG+JG.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302267034944617266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PT. Alami Media Kreasi &lt;br /&gt;Membutuhkan segera tenaga kerja ikhwan:&lt;br /&gt; lulusan teknik sipil/arsitektur&lt;br /&gt; tidak merokok &lt;br /&gt; mempunyai simA/C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamaran dituju&lt;br /&gt;kan ke Cipaku indah XI/16 Ledeng 022 2001168&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj470Z18l-ialaARQXQT3BnFgzeoEG9LvqRm4YF1lRRVQtOkidtfgiSA__LPjY_Ry7x5Azd3UqJTdnSU5dAD3LeYgCX4HpvE1qVWf-7-wvsItw1ng9-eVzIHQ8Kt-2ta9MWtEZw9eJvkJD2/s72-c/ProfileSSG+JG.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>4 SKENARIO</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/02/4-skenario.html</link><category>Sekitar kita</category><pubDate>Tue, 10 Feb 2009 19:01:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-2987483047375869040</guid><description>Skenario 1&lt;br /&gt;Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi.&lt;br /&gt;Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut.&lt;br /&gt;Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangka n kaki.&lt;br /&gt;Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.&lt;br /&gt;Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita.&lt;br /&gt;"Pak, handphone bapak barusan jatuh nih," kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?&lt;br /&gt;Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skenario 2&lt;br /&gt;Sekarang kita beralih kepada skenario kedua.&lt;br /&gt;Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya.&lt;br /&gt;Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita.&lt;br /&gt;Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari handphone kita hilang.&lt;br /&gt;Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone kita sambil berkata,&lt;br /&gt;"Pak, handphone bapak barusan jatuh nih."&lt;br /&gt;Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?&lt;br /&gt;Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut.&lt;br /&gt;Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita). Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skenario 3&lt;br /&gt;Marilah kita beralih kepada skenario ketiga.&lt;br /&gt;Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun dari kereta.&lt;br /&gt;Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita.&lt;br /&gt;Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita) menjawab telepon kita.&lt;br /&gt;"Halo, selamat siang, Pak.&lt;br /&gt;Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang," kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada kita.&lt;br /&gt;Orang yang menemukan handphone kita berkata, "Oh, ini handphone bapak ya.&lt;br /&gt;Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil di sana nanti ya."&lt;br /&gt;Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui "orang baik" tersebut.&lt;br /&gt;Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang.&lt;br /&gt;Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?&lt;br /&gt;Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan sepertinya akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua bukan?&lt;br /&gt;Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skenario 4&lt;br /&gt;Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat.&lt;br /&gt;Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kita mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat. Sampai akhirnya kita tiba di rumah.&lt;br /&gt;Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS :&lt;br /&gt;"Bapak / Ibu yang budiman.&lt;br /&gt;Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang. Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya.&lt;br /&gt;Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. " SMS pun dikirim dan tidak ada balasan. Kita sudah putus asa.&lt;br /&gt;Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone kita.&lt;br /&gt;Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.&lt;br /&gt;Bagaimana kira-kira perasaan kita?&lt;br /&gt;Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu.&lt;br /&gt;Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita.&lt;br /&gt;Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?&lt;br /&gt;Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di scenario ketiga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral of the story&lt;br /&gt;Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?&lt;br /&gt;Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan ada orang yang menemukannya.&lt;br /&gt;Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita. Kita berikan dia ucapan terima kasih.&lt;br /&gt;Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta.&lt;br /&gt;Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.&lt;br /&gt;Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun dari kereta.&lt;br /&gt;Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.&lt;br /&gt;Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita.&lt;br /&gt;Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.&lt;br /&gt;Ada sebuah hal yang aneh di sini.&lt;br /&gt;Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling baik?&lt;br /&gt;Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan?&lt;br /&gt;Dia adalah orang pada skenario pertama.&lt;br /&gt;Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara empat orang di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakah orang yang paling tidak baik?&lt;br /&gt;Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut selama itu.&lt;br /&gt;Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sebenarnya terjadi di sini?&lt;br /&gt;Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, kita berikan lebih sedikit.&lt;br /&gt;OK, kenapa bisa begitu?&lt;br /&gt;Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap skenario.&lt;br /&gt;Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.&lt;br /&gt;Pada skenario kedua, kita juga sudah mulai merasakan kehilangan karena saat itu kita baru sadar, dan kita sudah membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta.&lt;br /&gt;Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone kita kembali.&lt;br /&gt;Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu.&lt;br /&gt;Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.&lt;br /&gt;Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?&lt;br /&gt;Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.&lt;br /&gt;Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita. Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa.&lt;br /&gt;Saat itulah, kita baru dapat  mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut.&lt;br /&gt;Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur? Sebaiknya tidak.&lt;br /&gt;Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada.&lt;br /&gt;Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita.&lt;br /&gt;Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh.&lt;br /&gt;Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh.&lt;br /&gt;Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan.&lt;br /&gt;Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.&lt;br /&gt;Mudah -mudahan kitaa bisa mengamibil hikmah dari cerita ini...&lt;br /&gt;(dari berbagai sumber.....yetty K ssg III)&lt;br /&gt;mUDA2&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>Mengatasi Gap Komunikasi</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/02/mengatasi-gap-komunikasi.html</link><category>Komunikasi</category><pubDate>Tue, 10 Feb 2009 16:16:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-787008804740885280</guid><description>Dalam kehidupan sehari-hari, baik di kantor maupun dalam lingkungan keluarga, seringkali dijumpai adanya gap dalam berkomunikasi. Gap tersebut menyebabkan perbedaan persepsi antara pihak yang satu dengan pihak yang lain dan tidak jarang hal ini menimbulkan kerugian di kedua belah pihak. Jika dilihat secara cermat maka pemicu terjadinya kesenjangan komunikasi tersebut seringkali bukan terletak pada persoalan fakta melainkan sebatas citra yang kemudian membedakan pemahaman terhadap rasa. Sebab faktanya, kedua belah pihak (atasan-bawahan, anak-orangtua, suami-istri, dst) saling membutuhkan dan ketika sudah dijelaskan/dipertemukan,  semua persoalan atau mayoritasnya bisa saling memahami.&lt;span class="fullpost"&gt; Jika anda menyaksikan pihak-pihak yang saling membenci, maka bisa jadi penyebabnya bukan karena mempunyai watak-watak yang menjadi alasan untuk dibenci tetapi karena faktor komunikasi semata. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena lebih banyak bisa dikaitkan dengan persoalan bagaimana membentuk citra agar menghasilkan pemahaman rasa yang enak, maka yang dibutuhkan dalam berkomunikasi  sebenarnya adalah usaha untuk mengubah diri ke arah yang lebih baik, terutama sikap, tindakan, dan perasaan. Artinya,  bagaimana anda memperlakukan orang lain menjadi cermin dari bagaimana anda memperlakukan diri sendiri dan selanjutnya bagaimana orang lain memperlakukan anda merupakan feedback dari perlakuan anda terhadap mereka. Bagaimana caranya mengubah diri ke arah yang lebih baik? Ada baiknya ada perhatikan tiga hal berikut ini:  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Assertive &lt;br /&gt;Secara definitif bisa dijelaskan bahwa sikap assertive merupakan manifestasi dari perbaikan yang serius dalam hal bagaimana anda "memperhitungkan" keberadaan orang lain tanpa sedikitpun mengurangi perhitungan terhadap keberadaan anda dengan cara konstruktif dan fair.  Memperhitungkan orang lain artinya mengakui bahwa semua manusia punya hak berbeda dengan kesamaan yang dimiliki, bukan menghakimi perbedaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, dengan pengakuan tersebut tidak berarti anda kehilangan "standing of points". Karena jika kehilangan, bukan lagi assertive, melainkan permissive atau aggressive.  Anda mengatakan YA atau TIDAK dengan alasannya masing-masing.  Tetapi jangan lupa bahwa pendirian anda tersebut diungkapkan dengan cara yang polite but firm. Di sinilah keahlian menggunakan ‘bahasa hidup’ menentukan. Oleh karena itu diakui bahwa bagaimana orang menggunkan bahasa menjadi cermin kualitas nalarnya.  Menyampaikan gagasan perbaikan kepada atasan tentu berbeda bahasanya dengan menyampaikannya di depan rekan kerja.  Sikap assertive  akan menempatkan anda pada posisi untuk dihormati, bukan untuk dimanfaatkan. Bedanya sangat tipis. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Empathy &lt;br /&gt;Bagaimana anda menyelami wilayah yang dirasakan oleh orang lain tetapi anda tidak melarutkan diri di dalamnya. Sebagai atasan, dibutuhkan untuk merasakan situasi seperti bagaimana bawahan anda merasakan atau sebaliknya untuk memahami apa yang benar-benar dibutuhkan.  Istilah yang lebih memudahkan adalah pengandaian dua arah.  Pengandaian ini akan menajamkan sensitivity of feeling. Analogi lain bisa digambarkan bagaimana  seorang pengacara yang menjadi pembebas rakyat tertindas. Ia akan menjadi pembebas ketika ia memahami apa yang dirasakan oleh rakyat tertindas itu tetapi segara akan menjadi tertindas jika hanya sekedar merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat yang tertindas. Bedanya sangat tipis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berkomunikasi dengan lingkungan, maka yang anda butuhkan adalah memahami apa yang dirasakan oleh mitra anda. Untuk bisa memahami menuntut lebih banyak bisa mendengarkan. Stephen Covey mengistilahkan "seek to understand first". Pada prakteknya, orang lebih memilih untuk lebih dulu dipahami; lebih dulu berbicara tentang dirinya sebelum lebih dulu mendengarkan orang lain; lebih dulu menuntut hak sebelum kewajiban disempurnakan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bekerjasama &lt;br /&gt;Kenyataan sejarah membuktikan bahwa tindakan co-operative (bekerjasama) akhirnya lebih menguntungkan dari pada tindakan konfrontatif ketika konflik menuntut untuk diselesaikan. Jika kenyatannya orang lebih tertarik menyelesaikan urusan komunikasi dengan cara konfrontatif, maka sebagian penyebabnya karena lebih gampang dan lebih singkat selain juga tidak memerlukan kecerdasan dalam kadar tinggi. Dan seringkali cara konfrontatif menjadi penjelasan dari pertarungan egoisme posisi semata bukan untuk menjelaskan jalan menuju realisasi misi, visi, dan tujuan. Padahal yang benar – benar anda butuhkan adalah realisasi dari apa yang anda inginkan bukan egoisme posisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda berhubungan dengan orang lain dalam bentuk apapun, sadarilah bahwa anda berbeda dan begitu mendapatkan persoalan yang menciptakan perbedaan dalam cara memahami dan menyelesaikan, maka pilihannya hanya dua: anda mempertentangkan perbedaan tersebut karena egoisme posisi; atau anda mengubah perbedaan menjadi kekuatan sinergis dengan menciptakan alternative ketiga: saya, kamu, dan kita yang berarti misi dan visi bersama. Sekian kali lagi, bedanya sangat tipis. Semoga berguna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>Penyakit organisasi</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/02/penyakit-organisasi.html</link><category>keorganisasian</category><pubDate>Tue, 10 Feb 2009 15:34:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-9145434595643725895</guid><description>Dalam dunia bisnis ada berbagai macam fenomena menarik. Ada pengusaha dan/atau perusahaan yang cenderung suka "bermimpi" dalam arti merumuskan tujuan perusahaan setinggi langit tanpa pernah tercapai. Sebaliknya, banyak pula yang terlalu menerima kenyataan, statis dan sangat khawatir terhadap adanya perubahan dan tidak pernah berani bermimpi! Sebenarnya fenomena ini sangat umum di Indonesia, bahkan mungkin mewakili sebagian besar wajah perusahaan Indonesia baik swasta, pemerintah atau pun BUMN. Itulah sebabnya mengapa lebih banyak kredit macet disebabkan oleh pengusaha-pengusaha besar dibandingkan pengusaha kecil.&lt;span class="fullpost"&gt; Itu sebabnya pula mengapa perekonomian Indonesia terpuruk dan tidak kunjung bangkit, padahal di negara Asia yang sama-sama terkena krisis ekonomi sudah berhasil melewati masa krisis tersebut bahkan tingkat pertumbuhan ekonominya sudah makin baik, contohnya Thailand dan Korea Selatan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut William A. Cohen (1993), seorang profesor dari California State University-Los Angeles, sebuah perusahaan atau organisasi dapat di padankan dengan pribadi individu. Seperti hanya kepribadian individu yang dapat mengalami gangguan, demikian juga organisasi. Jika organisasi itu terserang penyakit, maka orang-orang yang bekerja di dalamnya pasti akan terkena dampaknya secara langsung. Ada bermacam-macam gangguan mental yang dapat dialami oleh organisasi; dan tiap organisasi bisa mengalami gangguan yang berbeda. Beberapa gejala yang kelihatan di antaranya seperti ketiadaan struktur yang jelas dan pasti, tidak adanya suasana saling percaya, kebiasaan mudah memecat karyawan, kebiasaan suka menipu klien atau supplier, membohongi pelanggan dan suka ingkar janji, kelesuan yang dirasakan oleh hampir seluruh karyawan, banyaknya korupsi, membudayanya kolusi dan nepotisme, maraknya isu SARA di dalam organisasi, adanya perlakuan diskriminasi di antara karyawan, adanya kebiasaan menunda keputusan atau pekerjaan, sulitnya memperoleh komitmen atasan dan masih banyak gejala lainnya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab dan Akibat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali hal yang dapat menjadi sumber penyakit dalam kehidupan organisasi. Menurut Kernberg, seorang profesor sekaligus psikiater ternama yang sangat dipengaruhi oleh aliran psikoanalisa, suatu organisasi bisa saja mengalami kemunduran karena organisasi tersebut mempunyai "racun" di dalamnya. Racun itu bisa berbentuk gangguan kepribadian yang dialami oleh pimpinan dan kemudian menjalar ke karyawan, bisa juga kebudayaan organisasi itu yang patologis atau kesalaham sistem baik itu sistem pemerintahan ataupun sistem intra organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, menurut Cohen (1993), akibat dari penyakit atau gangguan yang dialami organisasi akan membawa pengaruh yang serius seperti:&lt;br /&gt;Menghancurkan moral karyawan &lt;br /&gt;Menurunkan produktivitas kerja &lt;br /&gt;Menurunkan kualitas dari produk yang dihasilkan oleh organisasi tersebut &lt;br /&gt;Menyakiti hati pelanggan, klien ataupun pihak-pihak yang berhubungan dengan organisasi &lt;br /&gt;Membuat frustrasi karyawan, terutama karyawan potensial &lt;br /&gt;Menyebabkan organisasi tersebut mengambil keputusan atau pun tindakan yang tidak rasional &lt;br /&gt;Menaruh perhatian pada hal yang tidak relevan dengan bisnisnya &lt;br /&gt;Berpotensi menghancurkan potensi kepemimpinan yang dimiliki oleh organisasi &lt;br /&gt;Menghancurkan hubungan baik dengan organisasi lain yang telah dibina selama bertahun-tahun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang atau perusahaan melakukan kesalahan fatal dengan hanya memperbaiki keadaan yang tampak (gejala) dari permukaan tanpa mencari dan memahami latar belakang psikologis dari penyebabnya. Akibatnya, masalah yang sama terus-menerus terjadi bahkan tambah parah. Alangkah baiknya jika penanganan yang diberikan pada organisasi atau pun individu ini disesuaikan dengan jenis gangguannya. Karena tiap gangguan mempunyai karakteristik yang berbeda dan membutuhkan penanganan yang berbeda pula. Dalam menangani masalah organisasi, pertama-tama yang harus dilakukan adalah melakukan analisa terhadap keseluruhan komponen organisasi, mulai dari orangnya, sistem, struktur, budaya, dan komponen lainnya. Jika sudah ditemukan di mana akar masalahnya, maka harus segera diberi penanganan yang didesain khusus untuk permasalahan tersebut. (jp) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>Demonstrasi anarkis mahasiswa di Sumatera Utara</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/02/demonstrasi-anarkis-mahasiswa-di.html</link><category>Sekitar kita</category><pubDate>Thu, 5 Feb 2009 07:53:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-1392298253520924414</guid><description>Demonstrasi anarkis mahasiswa di Sumatera Utara menambah panjang daftar point negatif mahasiswa di kalangan pemerintah. Mungkin tahun 1998, bisa dikatakan bahwa mahasiswa menjadi pahlawan reformasi, namun kejadian di kantor DPRD Sumut justru sebaliknya!!! &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sama sekali tidak mencerminkan jiwa mahasiswa, yang katanya terpelajar. Mungkin memang ada beberapa oknum diantara mahasiswa yang melakukan demo di DPRD Sumut tersebut, namun tentunya untuk mahasiswa lainnya, kenapa harus terpengaruh oknum?? kenapa tidak berfikir sebelum bertindak??&lt;br /&gt;Saya cukup kaget ketika membaca kronologis kejadiannya, sampai ketua DPRD Sumut wafat... sama sekali tidak berprikemanusiaan. Mungkin boleh demo, tapi kalau dengan cara anarkis seperti itu, yang ada bukan menyelesaikan masalah, tapi menambah masalah. &lt;br /&gt;Apalagi dengan merusak aset-aset negara. Apa salahnya meja, sampai dilempar-lempar? seperti juga terjadi pada demo-demo yang lain, yang melakukan pengrusakan aset-aset negara. Yang terjadi adalah negara harus mengeluarkan biaya lagi yang cukup besar untuk mengganti aset-aset yang rusak. Coba jika tidak ada pengrusakkan aset, mungkin bisa digunakan untuk kepentingan rakyat lainnya yang lebih manfaat. So.. untuk para pendemo, ayo kita berdemo, kita sampaikan aspirasi rakyat, tapi dengan cara yang baik, kalo Aa gym bilang, demo 'yang cantik'.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunafarras&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title/><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/02/lowongan-pekerjaan-dibutuhkan-karyawan.html</link><category>lowongan kerja</category><pubDate>Wed, 4 Feb 2009 23:38:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-3395511603996178618</guid><description>LOWONGAN PEKERJAAN&lt;br /&gt;DIBUTUHKAN KARYAWAN UNTUK SPG MAKANAN&lt;br /&gt;DENGAN PERSYARAYATAN SBB :&lt;br /&gt;1. SSG SEMUA ANGKATAN&lt;br /&gt;2. AKHWAT&lt;br /&gt;3. MIN. LULUSAN SMA&lt;br /&gt;4. JUJUR&lt;br /&gt;5. MAU BEKERJA KERAS.&lt;br /&gt;BAGI YANG BERMINAT MELAMPRKAN SURAT LAMARAN BESERTA FOTOKOPI KTP, KTP, FOTO, DAFTAR RIWAYAT HIDUP DAN FOTOKOPI IJAZAH TERAKHIR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INFORMASI 08122224904 (YETTY)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item><item><title>Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi</title><link>http://ssgforum.blogspot.com/2009/02/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html</link><category>motivasi</category><pubDate>Wed, 4 Feb 2009 21:31:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5964425714651291896.post-3536259825643072893</guid><description>Beberapa faktor yang dapat mempngaruhi motivasi kelompok (teamwork) dalam bekerja dapat dikategorikan sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan &lt;br /&gt;Visi, misi dan tujuan yang jelas akan membantu team dalam bekerja. Namun hal tersebut belum cukup jika visi., misi dan tujuan yang ditetapkan tidak sejalan dengan kebutuhan dan tujuan para anggota..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan &lt;br /&gt;Manusia dikarunia mekanisme pertahanan diri yang di sebut “fight atau flight syndrome”. Ketika dihadapkan pada suatu tantangan, secara naluri manusia akan melakukan suatu tindakan untuk menghadapi tantangan tersebut (fight) atau menghindar (flight). Dalam banyak kasus tantangan yang ada merupakan suatu rangsangan untuk mencapai kesuksesan. Dengan kata lain tantangan tersebut justru merupakan motivator.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian tidak semua pekerjaan selalu menghadirkan tantangan. Sebuah team tidak selamanya akan menghadapi suatu tantangan. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya memberikan suatu  tugas atau pekerjaan yang menantang dalam interval.  Salah satu criteria yang dapat dipakai sebagai acuan apakah suatu tugas memiliki tantangan adalah tingkat kesulitan dari tugas tersebut. Jika terlalu sulit, mungkin dapat dianggap sebagai hal yang mustahil dilaksanakan, maka team bisa saja menyerah sebelum mulai mengerjakannya. Sebaliknya, jika terlalu mudah maka team juga akan malas untuk mengerjakannya karena dianggap tidak akan menimbulkan kebanggaan bagi yang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keakraban &lt;br /&gt;Team yang sukses biasanya ditandai dengan sikap akraban satu sama lain, setia kawan, dan merasa senasib sepenanggungan. Para anggota team saling menyukai dan berusaha keras untuk mengembangankan dan memelihara hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal menjadi sangat penting karena hal ini akan merupakan dasar terciptanya keterbukaan dan komunikasi langsung  serta dukungan antara sesama anggota team.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggungjawab &lt;br /&gt;Secara umum, setiap orang akan terstimulasi ketika diberi suatu tanggungjawab. Tanggungjawab mengimplikasikan adanya suatu otoritas untuk membuat perubahan atau mengambil suatu keputusan. Team yang diberi tanggungjawab dan otoritas yang proporsional cenderung  akan memiliki motivasi kerja yag tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan untuk maju &lt;br /&gt;Setiap orang akan melakukan banyak cara untuk dapat mengembangkan diri, mempelajari konsep dan ketrampilan baru, serta melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. Jika dalam sebuah team setiap anggota merasa bahwa team tersebut dapat memberikan peluang bagi mereka untuk melakukan hal-hal tersebut di atas maka akan tercipta motivasi dan komitment yang tinggi. Hal ini penting mengingat bahwa perkembangan pribadi memberikan nilai tambah bagi individu dalam meningkatkan harga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan &lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa leadership merupakan faktor yang berperan penting dalam mendapatkan komitment dari anggota team. Leader berperan dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi team untuk bekerja dengan tenang dan harmonis. Seorang leader yang baik juga dapat memahami 6 faktor yang dapat menimbulkan motivasi seperti yang disebutkan diatas. (Dari berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;santri siap guna, daarut tauhiid, santri, pelatihan, generasi muda, santri&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>suratssg@gmail.com (Mini Profile)</author></item></channel></rss>