<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2937240861759690311</atom:id><lastBuildDate>Thu, 16 Feb 2012 22:07:32 +0000</lastBuildDate><title>Walba313</title><description /><link>http://walba313.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Walba313)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Walba313" /><feedburner:info uri="walba313" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2937240861759690311.post-4683803095195472370</guid><pubDate>Tue, 06 Oct 2009 07:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-06T00:53:22.318-07:00</atom:updated><title>Seberkas Cahaya di Tengah Gelapnya Musibah</title><description>Segala puji bagi Allah Zat yang telah menciptakan kematian dan kehidupan dalam rangka menguji manusia siapakah di antara mereka yang terbaik amalnya. Zat yang telah mengutus Rasul-Nya dengan hidayah dan agama yang benar untuk dimenangkan di atas seluruh agama yang ada. Sholawat beriring salam semoga senantiasa terlimpah kepada Nabi pembawa rahmah beserta keluarga dan sahabat juga seluruh pengikut mereka yang setia hingga tegaknya kiamat di alam semesta. Amma ba’du.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku. Semoga Allah melimpahkan taufik untuk menggapai cinta dan ridho-Nya kepadaku dan dirimu. Perjalanan kehidupan terkadang membawamu terperosok dan jatuh dalam berbagai kesulitan. Kesulitan-kesulitan itu terasa berat bagimu. Dadamu seolah-olah menjadi sesak. Bumi yang begitu luas terhampar seolah-olah menjadi sempit bagimu. Apakah keadaan ini akan membawamu berputus asa wahai saudaraku, jangan. Akan tetapi bersabarlah. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;واعلم أن النصر مع الصبر ، وأن الفرج مع الكرب ، وأن مع العسر يسرا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan itu akan datang kemudahan.” (Hadits riwayat Abdu bin Humaid di dalam Musnad-nya dengan nomor 636, Ad Durrah As Salafiyyah hal. 148)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menggambarkan kepada umatnya bahwa kesabaran itu bak sebuah cahaya yang panas. Dia memberikan keterangan di sekelilingnya akan tetapi memang terasa panas menyengat di dalam dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Bab di Dalam Kitab Tauhid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Al Imam Al Mujaddid Al Mushlih Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah ta’ala membuat sebuah bab di dalam Kitab Tauhid beliau yang berjudul, “Bab Minal iman billah, ash-shabru ‘ala aqdarillah” (Bab: Bersabar dalam menghadapi takdir Allah termasuk cabang keimanan kepada Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Shalih bin Abdul ‘Aziz Alusy Syaikh hafizhahullah ta’ala mengatakan dalam penjelasannya tentang bab yang sangat berfaedah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sabar tergolong perkara yang menempati kedudukan agung (di dalam agama). Ia termasuk salah satu bagian ibadah yang sangat mulia. Ia menempati relung-relung hati, gerak-gerik lisan dan tindakan anggota badan. Sedangkan hakikat penghambaan yang sejati tidak akan terealisasi tanpa kesabaran. Hal ini dikarenakan ibadah merupakan perintah syariat (untuk mengerjakan sesuatu), atau berupa larangan syariat (untuk tidak mengerjakan sesuatu), atau bisa juga berupa ujian dalam bentuk musibah yang ditimpakan Allah kepada seorang hamba supaya dia mau bersabar ketika menghadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka hakikat penghambaan adalah tunduk melaksanakan perintah syariat serta menjauhi larangan syariat dan bersabar menghadapi musibah-musibah. Musibah yang dijadikan sebagai batu ujian oleh Allah jalla wa ‘ala untuk menempa hamba-hambaNya. Dengan demikian ujian itu bisa melalui sarana ajaran agama dan melalui sarana keputusan takdir. Adapun ujian dengan ajaran agama sebagaimana tercermin dalam firman Allah jalla wa ‘ala kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam sebuah hadits qudsi riwayat Muslim dari ‘Iyaadh bin Hamaar. Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, ‘Allah ta’ala berfirman: Sesungguhnya Aku mengutusmu dalam rangka menguji dirimu. Dan Aku menguji (manusia) dengan dirimu.’ Maka hakikat pengutusan Nabi ‘alaihish shalaatu was salaam adalah menjadi ujian. Sedangkan adanya ujian jelas membutuhkan sikap sabar dalam menghadapinya. Ujian yang ada dengan diutusnya beliau sebagai rasul ialah dengan bentuk perintah dan larangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melaksanakan berbagai kewajiban tentu saja dibutuhkan bekal kesabaran. Untuk meninggalkan berbagai larangan dibutuhkan bekal kesabaran. Begitu pula saat menghadapi keputusan takdir kauni (yang menyakitkan) tentu juga diperlukan bekal kesabaran. Oleh sebab itulah sebagian ulama mengatakan, “Sesungguhnya sabar terbagi tiga; sabar dalam berbuat taat, sabar dalam menahan diri dari maksiat dan sabar tatkala menerima takdir Allah yang terasa menyakitkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena amat sedikitnya dijumpai orang yang sanggup bersabar tatkala tertimpa musibah maka Syaikh pun membuat sebuah bab tersendiri, semoga Allah merahmati beliau. Hal itu beliau lakukan dalam rangka menjelaskan bahwasanya sabar termasuk bagian dari kesempurnaan tauhid. Sabar termasuk kewajiban yang harus ditunaikan oleh hamba, sehingga ia pun bersabar menanggung ketentuan takdir Allah. Ungkapan rasa marah dan tak mau sabar itulah yang banyak muncul dalam diri orang-orang tatkala mereka mendapatkan ujian berupa ditimpakannya musibah. Dengan alasan itulah beliau membuat bab ini, untuk menerangkan bahwa sabar adalah hal yang wajib dilakukan tatkala tertimpa takdir yang terasa menyakitkan. Dengan hal itu beliau juga ingin memberikan penegasan bahwa bersabar dalam rangka menjalankan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan hukumnya juga wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bahasa sabar artinya tertahan. Orang Arab mengatakan, “Qutila fulan shabran” (artinya si Fulan dibunuh dalam keadaan “shabr”) yaitu tatkala dia berada dalam tahanan atau sedang diikat lalu dibunuh, tanpa ada perlawanan atau peperangan. Dan demikianlah inti makna kesabaran yang dipakai dalam pengertian syar’i. Ia disebut sebagai sabar karena di dalamnya terkandung penahanan lisan untuk tidak berkeluh kesah, menahan hati untuk tidak merasa marah dan menahan anggota badan untuk tidak mengekspresikan kemarahan dalam bentuk menampar-nampar pipi, merobek-robek kain dan semacamnya. Maka menurut istilah syariat, sabar artinya: “Menahan lisan dari mengeluh, menahan hati dari marah dan menahan anggota badan dari menampakkan kemarahan dengan cara merobek-robek sesuatu dan tindakan lain semacamnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Di dalam Al Quran kata sabar disebutkan dalam 90 tempat lebih. Sabar adalah bagian iman, sebagaimana kedudukan kepala bagi jasad. Sebab orang yang tidak punya kesabaran dalam menjalankan ketaatan, tidak punya kesabaran untuk menjauhi maksiat serta tidak sabar tatkala tertimpa takdir yang menyakitkan maka dia kehilangan banyak sekali bagian keimanan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan beliau “Bab Minal imaan, ash shabru ‘ala aqdaarillah” artinya: Salah satu ciri karakteristik iman kepada Allah adalah bersabar tatkala menghadapi takdir-takdir Allah. Keimanan itu mempunyai cabang-cabang. Sebagaimana kekufuran juga bercabang-cabang. Maka dengan perkataan “Minal imaan ash shabru” beliau ingin memberikan penegasan bahwa sabar termasuk salah satu cabang keimanan. Beliau juga memberikan penegasan melalui sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim yang menunjukkan bahwa niyaahah (meratapi mayat) itu juga termasuk salah satu cabang kekufuran. Sehingga setiap cabang kekafiran itu harus dihadapi dengan cabang keimanan. Meratapi mayat adalah sebuah cabang kekafiran maka dia harus dihadapi dengan sebuah cabang keimanan yaitu bersabar terhadap takdir Allah yang terasa menyakitkan.” (At Tamhiid, hal. 389-391).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ridha Terhadap Musibah Melahirkan Hidayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman yang artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِيَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah ada sebuah musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah (bersabar) niscaya Allah akan memberikan hidayah kepada hatinya. Allahlah yang maha mengetahui segala sesuatu.” (QS At Taghaabun: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Abdul ‘Aziz Al Qar’awi mengatakan, “Di dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menginformasikan bahwa seluruh musibah yang menimpa seorang individu di antara umat manusia, baik yang terkait dengan dirinya, hartanya atau yang lainnya hanya bisa terjadi dengan sebab takdir dari Allah. Sedangkan ketetapan takdir Allah itu pasti terlaksana tidak bisa dielakkan. Allah juga menyinggung barang siapa yang tulus mengakui bahwa musibah ini terjadi dengan ketetapan dan takdir Allah niscaya Allah akan memberikan taufik kepadanya sehingga mampu untuk merasa ridho dan bersikap tenang tatkala menghadapinya karena yakin terhadap kebijaksanaan Allah. Sebab Allah itu maha mengetahui segala hal yang dapat membuat hamba-hambaNya menjadi baik. Dia juga maha lembut lagi maha penyayang terhadap mereka.” (Al Jadiid, hal. 313).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alqamah, salah seorang pembesar tabi’in, mengatakan, “Ayat ini berbicara tentang seorang lelaki yang tertimpa musibah dan dia menyadari bahwa musibah itu berasal dari sisi Allah maka dia pun merasa ridho dan bersikap pasrah kepada-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Shalih bin Abdul ‘Aziz Alusy Syaikh hafizhahullah ta’ala mengatakan dalam penjelasannya tentang perkataan Alqamah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini merupakan tafsir dari Alqamah -salah seorang tabi’in (murid sahabat)- terhadap ayat ini. Ini merupakan penafsiran yang benar dan lurus. Hal itu disebabkan firman-Nya, ‘Barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Allah akan memberikan hidayah ke dalam hatinya,’ disebutkan dalam konteks ditimpakannya musibah sebagai ujian bagi hamba. ‘Barangsiapa yang beriman kepada Allah,’ artinya ia mengagungkan Allah jalla wa ‘ala dan melaksanakan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. ‘Niscaya Allah akan memberikan hidayah ke dalam hatinya,’ yakni supaya bersabar. ‘Allah akan memberikan hidayah ke dalam hatinya’ supaya tidak merasa marah dan tidak terima. ‘Allah akan memberikan hidayah ke dalam hatinya,’ yakni untuk menunaikan berbagai macam ibadah. Oleh sebab itulah beliau (Alqamah) berkata, ‘Ayat ini berbicara tentang seorang lelaki yang tertimpa musibah dan karena dia menyadari bahwa musibah itu berasal dari sisi Allah maka dia pun merasa ridho dan bersikap pasrah kepada-Nya.’ Inilah kandungan iman kepada Allah; ridho dan pasrah kepada Allah.” (At Tamhiid, hal. 391-392).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat di atas kita dapat memetik banyak pelajaran berharga, di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Keburukan itu juga termasuk perkara yang sudah ditakdirkan ada oleh Allah, sebagaimana halnya kebaikan.&lt;br /&gt;   2. Penjelasan agungnya nikmat iman. Iman itulah yang menjadi sebab hati dapat meraih hidayah dan merasakan ketenteraman diri.&lt;br /&gt;   3. Penjelasan tentang ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu.&lt;br /&gt;   4. Balasan suatu kebaikan adalah kebaikan lain sesudahnya.&lt;br /&gt;   5. Hidayah taufik merupakan hak prerogatif Allah ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Al Jadiid, hal. 314).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Merasa Ridho Terhadap Musibah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Shalih bin Abdul ‘Aziz Alusy Syaikh hafizhahullah ta’ala menjelaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hukum merasa ridha dengan adanya musibah adalah mustahab (sunnah), bukan wajib. Oleh karenanya banyak orang yang kesulitan membedakan antara ridho dengan sabar. Sedangkan kesimpulan yang pas untuk itu adalah sebagai berikut. Bersabar menghadapi musibah hukumnya wajib, dia adalah salah satu kewajiban yang harus ditunaikan. Hal itu dikarenakan di dalam sabar terkandung meninggalkan sikap marah dan tidak terima terhadap ketetapan dan takdir Allah. Adapun ridho memiliki dua sudut pandang yang berlainan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudut pandang pertama, terarah kepada perbuatan Allah jalla wa ‘ala. Seorang hamba merasa ridho terhadap perbuatan Allah yang menetapkan terjadinya segala sesuatu. Dia merasa ridho dan puas dengan perbuatan Allah. Dia merasa puas dengan hikmah dan kebijaksanaan Allah. Dia merasa ridho terhadap pembagian jatah yang didapatkannya dari Allah jalla wa ‘ala. Rasa ridho terhadap perbuatan Allah ini termasuk salah satu kewajiban yang harus ditunaikan. Meninggalkan perasaan itu hukumnya haram dan menafikan kesempurnaan tauhid (yang harus ada).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudut pandang kedua, terarah kepada kejadian yang diputuskan, yaitu terhadap musibah itu sendiri. Maka hukum merasa ridho terhadapnya adalah mustahab. Bukan kewajiban atas hamba untuk merasa ridho dengan sakit yang dideritanya. Bukan kewajiban atas hamba untuk merasa ridho dengan sebab kehilangan anaknya. Bukan kewajiban atas hamba untuk merasa ridho dengan sebab kehilangan hartanya. Namun hal ini hukumnya mustahab (disunahkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu dalam konteks tersebut (ridho yang hukumnya wajib) Alqamah mengatakan, ‘Ayat ini berbicara tentang seorang lelaki yang tertimpa musibah dan dia menyadari bahwa musibah itu berasal dari sisi Allah maka dia pun merasa ridha’ yakni merasa puas terhadap ketetapan Allah ‘dan ia bersikap pasrah’ karena ia mengetahui musibah itu datangnya dari sisi (perbuatan) Allah jalla jalaaluhu. Inilah salah satu ciri keimanan.” (At Tamhiid, hal. 392-393).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah yang Tersimpan di Balik Musibah yang Disegerakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas, beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya, maka Allah segerakan hukuman atas dosanya di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan pada hamba-Nya maka Allah tahan hukuman atas dosanya itu sampai dibayarkan di saat hari kiamat.” (Hadits riwayat At Tirmidzi dengan nomor 2396 di dalam Az Zuhud. Bab tentang kesabaran menghadapi musibah. Beliau mengatakan: hadits ini hasan gharib. Ia juga diriwayatkan oleh Al Haakim dalam Al Mustadrak (1/349, 4/376 dan 377). Ia tercantum dalam Ash Shahihah karya Al Albani dengan nomor 1220).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Datangnya musibah-musibah itu adalah nikmat, Karena ia menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa. Ia juga menuntut kesabaran sehingga orang yang tertimpanya justru diberi pahala. Musibah itulah yang melahirkan sikap kembali taat dan merendahkan diri di hadapan Allah ta’ala serta memalingkan ketergantungan hatinya dari sesama makhluk, dan berbagai maslahat agung lainnya yang muncul karenanya. Musibah itu sendiri dijadikan oleh Allah sebagai sebab penghapus dosa dan kesalahan. Bahkan ini termasuk nikmat yang paling agung. Maka seluruh musibah pada hakikatnya merupakan rahmat dan nikmat bagi keseluruhan makhluk, kecuali apabila musibah itu menyebabkan orang yang tertimpa musibah menjadi terjerumus dalam kemaksiatan yang lebih besar daripada maksiat yang dilakukannya sebelum tertimpa. Apabila itu yang terjadi maka ia menjadi keburukan baginya, bila ditilik dari sudut pandang musibah yang menimpa agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ada di antara orang-orang yang apabila mendapat ujian dengan kemiskinan, sakit atau terluka justru menyebabkan munculnya sikap munafik dan protes dalam dirinya, atau bahkan penyakit hati, kekufuran yang jelas, meninggalkan sebagian kewajiban yang dibebankan padanya dan malah berkubang dengan berbagai hal yang diharamkan sehingga berakibat semakin membahayakan agamanya. Maka bagi orang semacam ini kesehatan lebih baik baginya. Hal ini bila ditilik dari sisi dampak yang timbul setelah dia mengalami musibah, bukan dari sisi musibahnya itu sendiri. Sebagaimana halnya orang yang dengan musibahnya bisa melahirkan sikap sabar dan tunduk melaksanakan ketaatan, maka musibah yang menimpa orang semacam ini sebenarnya adalah nikmat diniyah. Musibah itu sendiri terjadi sesuai dengan ketetapan Robb ‘azza wa jalla sekaligus sebagai rahmat untuk manusia, dan Allah ta’ala Maha terpuji karena perbuatan-Nya tersebut. Barang siapa yang diuji dengan suatu musibah lantas diberikan karunia kesabaran oleh Allah maka sabar itulah nikmat bagi agamanya. Setelah dosanya terhapus karenanya maka muncullah sesudahnya rahmat (kasih sayang dari Allah). Dan apabila dia memuji Robbnya atas musibah yang menimpanya niscaya dia juga akan memperoleh pujian-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka itulah orang-orang yang diberikan pujian (shalawat) dari Rabb mereka dan memperoleh curahan rahmat.” (QS. Al Baqoroh: 157)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampunan dari Allah atas dosa-dosanya juga akan didapatkan, begitu pula derajatnya pun akan terangkat. Barang siapa yang merealisasikan sabar yang hukumnya wajib ini niscaya dia akan memperoleh balasan-balasan tersebut.” Selesai perkataan Syaikhul Islam dengan ringkas (lihat Fathul Majiid, hal. 353-354).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits di atas kita dapat memetik beberapa pelajaran berharga, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Penetapan bahwa Allah memiliki sifat Iradah (berkehendak), tentunya yang sesuai dengan kemuliaan dan keagungan-Nya.&lt;br /&gt;   2. Kebaikan dan keburukan sama-sama telah ditakdirkan dari Allah ta’ala.&lt;br /&gt;   3. Musibah yang menimpa orang mukmin termasuk tanda kebaikan. Selama hal itu tidak menimbulkan dirinya meninggalkan kewajiban atau melakukan yang diharamkan.&lt;br /&gt;   4. Hendaknya kita merasa takut dan waspada terhadap nikmat dan kesehatan yang selama ini senantiasa kita rasakan.&lt;br /&gt;   5. Wajib berprasangka baik kepada Allah atas ketetapan takdir tidak mengenakkan yang telah diputuskan-Nya terjadi pada diri kita.&lt;br /&gt;   6. Pemberian Allah kepada seseorang bukanlah mesti berarti Allah meridhoi orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Al Jadiid, hal. 320 dengan sedikit penyesuaian redaksional).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balasan Bagi Orang-Orang Yang Sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ اْلأَمْوَالِ وَاْلأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ {155} الَّذِينَ إِذَآ أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا للهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ {156} أُوْلآئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتُُ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُوْلآئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, kelaparan serta kekurangan harta benda, jiwa, dan buah-buahan. Maka berikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila tertimpa musibah mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya kami ini berasal dari Allah, dan kami juga akan kembali kepada-Nya.’ Mereka itulah orang-orang yang akan mendapatkan ucapan sholawat (pujian) dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh hidayah.” (QS Al Baqoroh: 155-157)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata di dalam kitab tafsirnya, “Ayat ini menunjukkan bahwa barang siapa yang tidak bersabar maka dia berhak menerima lawan darinya, berupa celaan dari Allah, siksaan, kesesatan serta kerugian. Betapa jauhnya perbedaan antara kedua golongan ini. Betapa kecilnya keletihan yang ditanggung oleh orang-orang yang sabar bila dibandingkan dengan besarnya penderitaan yang harus ditanggung oleh orang-orang yang protes dan tidak bersabar…” (Taisir Karimir Rahman, hal. 76).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala juga berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya balasan pahala bagi orang-orang yang sabar adalah tidak terbatas.” (QS. Az Zumar: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata di dalam kitab tafsirnya, “Ayat ini berlaku umum untuk semua jenis kesabaran. Sabar dalam menghadapi takdir Allah yang terasa menyakitkan, yaitu hamba tidak merasa marah karenanya. Sabar dari kemaksiatan kepada-Nya, yaitu dengan cara tidak berkubang di dalamnya. Bersabar dalam melaksanakan ketaatan kepada-Nya, sehingga dia pun merasa lapang dalam melakukannya. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang sabar pahala untuk mereka yang tanpa hitungan, artinya tanpa batasan tertentu maupun angka tertentu ataupun ukuran tertentu. Dan hal itu tidaklah bisa diraih kecuali disebabkan karena begitu besarnya keutamaan sifat sabar dan agungnya kedudukan sabar di sisi Allah, dan menunjukkan pula bahwa Allahlah penolong segala urusan.” (Taisir Karimir Rahman, hal. 721).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memasukkan kita di kalangan hamba-hambaNya yang sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa shalallahu ‘ala nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Abu Muslih Ari Wahyudi (Staf Pengajar Ma’had Ilmi)&lt;br /&gt;Murojaah: Ustadz Abu Saad&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2937240861759690311-4683803095195472370?l=walba313.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://walba313.blogspot.com/2009/10/seberkas-cahaya-di-tengah-gelapnya.html</link><author>noreply@blogger.com (Walba313)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2937240861759690311.post-445550038097225922</guid><pubDate>Mon, 14 Sep 2009 04:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-13T21:47:47.072-07:00</atom:updated><title>Mengenal Model dan Bentuk Arsitektur Islam</title><description>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bentuk dominan arsitektur Islam terletak pada arsitekturnya yang tersembunyi. Artinya, arsitektur Islam baru bisa terlihat setelah memasukinya dan melihat bentuknya dari dalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://islamdigest.net/wp-content/uploads/2009/06/masjid-300x225.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://islamdigest.net/wp-content/uploads/2009/06/masjid-300x225.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Menyebut nama arsitektur Islam, mungkin sebagian besar umat Islam banyak yang menggelengkan kepala, tanda ketidakpahamannya. Dan sebagian lagi, mungkin akan menyebutkan bahwa simbol arsitektur Islam itu adalah Masjid, terutamanya kubah dan mihrab. Dan sebagian lagi mungkin akan menyebut bentuk kubus (persegi empat) sebagai simbol arsitektur Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini memang tidak sepenuhnya salah. Sebab, banyak orang yang tidak begitu paham apalagi peduli dengan konsep dan model bangunan yang dikembangkan. Bahkan, di zaman saat ini untuk mengenal arsitektur Islam dan kejayaannya di masa lampau, sudah sangat sulit untuk ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapakah yang harus dipersalahkan atas masalah ini? Mungkin, bukan waktu yang tepat bila harus mencari siapa pihak yang paling bertanggung-jawab. Yang pasti, semua umat Islam di seluruh dunia, harus kembali melihat sejarah perkembangan arsitektur Islam di zaman Rasulullah SAW hingga sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikatakan arsitektur kondang Garry Martin, jangankan di negara lain, perkembangan arsitektur Islam di Timur Tengah pun sangat memprihatinkan. Karena itu, ia pun memberikan peringatan kepada umat Islam akan hilangnya budaya dan tradisi Islam dalam bidang arsitektur ini. ”Kekayaan minyak yang melimpah serta perubahan sosial dan politik telah mengancam tradisi dan kebudayaan Islam. Krisis identitas itu telah tampak pada desain arsitekturalnya,” papar Martin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, lanjutnya, pembangunan besar-besaran yang terjadi di Timur Tengah tak lagi menerapkan arsitektur Islam yang agung, luhur dan mengagumkan. Kebanyakan gedung di Timur Tengah telah meniru model-model arsitektur Barat. Akibatnya, papar Martin, kini umat Islam di Timur Tengah tengah menciptakan lingkungan asing di dalam komunitas Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dunia arsitektur Islam telah melalui sejarah dengan mengadaptasi dan merespons berbagai budaya dan bangunan-bangunan tradisi yang ada tanpa adanya pelemahan esensi spiritual yang menjadi sumber inspirasi,” ungkapnya. ”Jadi bila kini terjadi krisis identitas dalam bidang arsitektur Islam kemungkinan besar terjadi karena esensi spiritual telah melemah dan tak lagi menjadi sumber inspirasi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik sejarahnya, memang banyak pihak berbeda pendapat tentang asal-muasal arsitektur Islam. Ada yang menyebutkan, sejarah arsitektur Islam pertama kali dimulai ketika Rasulullah SAW beserta para sahabatnya membangun masjid Quba, Madinah pada permulaan tahun hijriyah atau sekitar tahun 622 Masehi. Bentuknya denah persegi empat dan dinding sederhana yang menjadi pembatasnya. Di bagian depannya dibuat mihrab untuk Rasul berkhutbah. Sedang pada bagian puntu dibuat gapura. Bahan-bahan yang digunakan bermacam-macam, ada baru alam (batu gunung), pohon dan pelepah kurma serta daun-daunnya. Meski arsitekturnya sangat sederhana, bangunan masjid pertama ini menjadi prototipe dari arsitektur masjid pada masa kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://islamdigest.net/wp-content/uploads/2009/06/kabah-297x300.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 297px; height: 300px;" src="http://islamdigest.net/wp-content/uploads/2009/06/kabah-297x300.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Ada pula yang menyatakan, cikal bakal arsitektur Islam itu adalah kiblat umat Islam di seluruh dunia, yaitu Ka’bah. Rasulullah SAW bersama sahabatnya pernah mekonstruksi bangunan Ka’bah pada tahun 630 M, atau dua tahun setelah ‘Fathu Makkah’ (Penaklukan Kota Makkah) dari kafir quraisy. Walau masih sederhana, namun hal itu dianggap sebagai cikal bakal dimulainya arsitektur Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini arsitektur Islam berkembang begitu luas, baik di bangunan sekular (gedung, rumah, perkantoran) maupun bangunan keagamaan. Seiring perkembangan zaman, arsitektur Islam yang turut mewarnai hampir seluruh pendirian bangunan, kini makin kaya khazanah dengan dipadukannya arsitektur Islam dengan lainnya, seperti Roma, Persia, China dan lainnya. Sehingga, konsep arsitektur Islam -terkadang– malah tak tampak dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ernst J Grube dalam tulisannya berjudul What Is Islamic Architecture, mengungkapkan, bentuk dominan dari arsitektur Islam sebenarnya terletak pada arsitekturnya yang tersembunyi. Artinya, arsitektur Islam baru bisa terlihat setelah memasukinya dan melihat bentuknya dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martin menambahkan, arsitektur Islam sangat kuat dalam memahami harmonisasi antara manusia dengan lingkungan serta Sang Pencipta. Sayangnya, kata dia, pada abad ke-20, konsep Islami itu dilupakan dalam pembangunan industri yang begitu cepat. Untuk menyelamatkan keberlanjutan arsitektur Islam, Martin menyarankan agar, umat Islam harus benar-benar mengabaikan arsitektur Barat yang tak menggunakan semangat Islam dan merusak kebudayaan tradisional. Selain itu, umat Islam perlu memahami esensi arsitektur Islam dan memasukan teknologi bangunan modern sebagai alat dalam mengekpresikan esensi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, arsitektur Islam pernah mengalami masa keemasannya di era Utsmaniyah, masa Abbasiyah dan Seljuk (Masjid Jami di Isfahan, Spanyol dengan Masjid Cordova dan Istana Granada, India (Taj Mahal) dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof Jonathan Bloom dan Sheila Blair dari Boston College dalam bukunya The Art and Architecture Islam, ide seni dan arsitektur tradisional Islam yang berkembang pada abad ke-7 yang mencakup arsitektur dan seni di daratan Atlantik hingga ke lautan Hindia telah memberi pengaruh kepada Barat untuk mengembangkan seni dan arsitektur Islam. Dan hingga abad ke-19 dan 20, jelas Blair dan Bloom, seni dan arsitektur Islam masih tetap berpengaruh bagi negara-negara di Eropa dan Amerika. (hri/sya/republika)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Ciri dan Model Arsitektur Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah SAW wafat, arsitektur Islam berkembang seiring dengan penyebaran agama Islam ke Asia barat, seluruh pantai utara Afrika sampai Spanyol, seluruh Asia tengah, ke sebagian India dan termasuk ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur Islam, menurut banyak pihak, sangat identik dengan arsitektur masjid. Sitilah, jika ingin menyaksikan dan melihat arsitektur Islam, perhatikanlah bentuk masjid. Pernyataan ini cukup beralasan, jika melihat asal-muasal arsitektur Islam yang dilakukan Rasulullah SAW saat membangun Masjid di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, sebenarnya, seiring dengan penyebaran dan perkembangan Islam ke berbagai belahan dunia, arsitektur Islam mulai berasimilasi dengan arsitektur dan kebudayaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, seni dan arsitektur Islam masih bisa dijumpai di berbagai tempat, bangunan dan negara. Dari sekian banyak model arsitektur Islam yang berkembang dari Timur Tengah (Arab Saudi), hingga Eropa, Asia dan Amerika, terdapat beberapa ciri khusus yang memiliki kemiripan atau kesamaan bentuk. Diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mihrab Masjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://islamdigest.net/wp-content/uploads/2009/06/mihrab-syah-225x300.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 300px;" src="http://islamdigest.net/wp-content/uploads/2009/06/mihrab-syah-225x300.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Mihrab adalah bagian penting yang selalu hadir dalam arsitektur sebuah masjid. Sebab, mihrab merupakan tempat tempat imam memimpin shalat. Merriam Webster mendefinisikan mihrab sebagai sebuah tempat yang menjorok ke dalam atau ruangan di dalam masjid yang menjadi penanda arab kiblat. Tak hanya sebagai penanda arah kiblat, mihrab juga berfungsi sebagai tempat imam memimpin shalat. Secara harfiah, menurut Ensiklopedi Islam terbitan Ichtiar Baru Van Hoeve (IBVH), kata mihrab berarti gedung yang tinggi. Sebagian ulama berpendapat mihrab sebagai tempat memerangi setan dan hawa nafsu. Menurut mereka, mihrab berakar dari kata al-hurba yang berarti peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mihrab pertama kali mewarnai khazanah arsitektur masjid mulai tahun 88 Hijriyah atau 708 Masehi. Kali pertama, mihrab dibuat di dalam Masjid Nabawi oleh Umar bin Abdul Aziz, saat menjabat Gubernur Madinah Munawarrah, pada masa kekhalifahan Walid bin Abdul Malik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://islamdigest.net/wp-content/uploads/2009/06/kubah3-sya-300x225.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://islamdigest.net/wp-content/uploads/2009/06/kubah3-sya-300x225.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;terpenting lainnya dari sebuah arsitektur Islam adalah kubah. Umumnya, kubah menjadi ciri khas sebuah tempat ibadah seperti masjid dan mushola. Kubah umumnya berbentuk bundar dengan sedikit menjorok keatas. Dan pada bagian atasnya dibuat sedikit meruncing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, bentuk kubah tidak lagi hanya dipakai sebagai tempat memperindah tempat ibadah. Di beberapa negara, banyak bangunan yang mengadopsi bentuk kubah untuk sebuah bangunan. Di Malaysia, kantor lembaga peradilannya (palace of justice) juga memanfaatkan bentuk kubah untuk ornamen bangunannya. Begitu juga dengan kantor Mahkamah Konstitusi (MK) RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://islamdigest.net/wp-content/uploads/2009/06/mimbar2-syah-225x300.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 300px;" src="http://islamdigest.net/wp-content/uploads/2009/06/mimbar2-syah-225x300.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Selain mihrab, hal pokok lain yang tak kalah pentingnya dari sebuah arsitektur Islam adalah mimbar. Mimbar adalah tempat seorang khatib untuk menyampaikan khutbah. Mimbar ini sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW ketika pertama kali beliau membangun masjid di Madinah. Bentuknya, ketika itu sangat sederhana. Hanya terbuat dari tumpukan batu bata dan kayu dari pelepah kurma. Posisinya dibuat lebih tinggi dari jamaah. Dengan posisi ini, maka Rasulullah bisa memandang seluruh jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, kini mimbar dibuat beraneka ragam bentuk sesuai dengan seni dan arsitektur daerah. Ada yang dibuat bertingkat tiga, empat dan lima. Namun ada pula yang hanya bertingkat satu, dan pada bagian depannya dibuat tertutup. Sekarang ini, model ini dikenal dengan istilah podium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gapura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://islamdigest.net/wp-content/uploads/2009/06/gapura-syah-225x300.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 300px;" src="http://islamdigest.net/wp-content/uploads/2009/06/gapura-syah-225x300.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Gapura juga menjadi bagi penting dalam perjalanan arsitektur Islam. Ketika Rasulullah membangun Masjid, beliau membuat sebuah pintu masuk. Model ini kemudian dikenal dengan gapura. Belakang, gapura banyak dikembangkan dan digunakan dihampir semua bangunan. Sesuai fungsinya, gapura dipergunakan untuk pintu masuk. Kini, gapura dibuat dengan ornamen yang makin menarik dan cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinding&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://islamdigest.net/wp-content/uploads/2009/06/domecathedralberlin-csubcca-300x225.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://islamdigest.net/wp-content/uploads/2009/06/domecathedralberlin-csubcca-300x225.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti sudah memperhitungkan akan kenyamanan orang yang berada didalam sebuah bangunan, saat membangun Masjid Quba, Rasulullah SAW sudah membangun dinding dengan menyediakan sedikit ruang bagi sirkulasi udara dan cahaya. Dinding-dinding masjid, dibangun dengan memakai batu bata. Namun beliau masih menyisakan sebagiannya untuk cahaya dan udara. Di antara dinding tersebut, dibuat ruang sirkulasi udara, dan cahaya, seperti kaca dan jendela. (sya/republika)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://islamdigest.net/khazanah/mengenal-model-dan-bentuk-arsitektur-islam/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2937240861759690311-445550038097225922?l=walba313.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://walba313.blogspot.com/2009/09/mengenal-model-dan-bentuk-arsitektur.html</link><author>noreply@blogger.com (Walba313)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2937240861759690311.post-1752219326336945609</guid><pubDate>Mon, 14 Sep 2009 04:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-13T21:37:15.215-07:00</atom:updated><title>Arsitektur Islam</title><description>1. Sejarah&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://pic.srv104.wapedia.mobi/thumb/9e8914501/id/fixed/230/153/Selimiye_Mosque%252C_Dome.jpg?format=jpg,png,gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 153px;" src="http://pic.srv104.wapedia.mobi/thumb/9e8914501/id/fixed/230/153/Selimiye_Mosque%252C_Dome.jpg?format=jpg,png,gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Interior salah satu Mesjid di Edirne&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 630 M, Nabi Muhammad beserta tentaranya berhasil menaklukkan Makkah dari suku Quraish. Pada masa ini bangunan suci Ka'bah mulai didedikasikan untuk kepentingan agama Islam, rekonstruksi Ka'bah dilaksanakan sebelum Muhammad menjadi Rasul. Bangunan suci Ka'bah inilah yang menjadi cikal bakal dari arsitektur Islam. Dahulu sebelum Islam, dinding Ka'bah dihiasi oleh beragam gambar seperti gambar nabi Isa, Maryam, Ibrahim, berhala, dan beberapa pepohonan. Ajaran yang muncul belakangan, terutama berasal dari Al Qur'an, akhirnya melarang penggunaan simbol-simbol yang menggambarkan makhluk hidup terutama manusia dan binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-7, muslim terus berekspansi dan akhirnya mendapatkan wilayah yang sangat luas. Tiap kali muslim mendapatkan tanah wilayah baru, yang pertama kali mereka pikirkan adalah tempat untuk beribadah, yaitu mesjid. Perkembangan mesjid di saat-saat awal ini sangat sederhana sekali, bangunan mesjid tidak lain berupa tiruan dari rumah nabi Muhammad,[rujukan?] atau terkadang beberapa bangunan diadaptasikan dari bangunan yang telah ada sebelumnya, misalnya gereja.[rujukan?]&lt;br /&gt;2. Pengaruh dan Gaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya arsitektur Islam yang mencolok baru berkembang setelah kebudayaan muslim memadukannya dengan gaya arsitektur dari Roma, Mesir, Persia dan Byzantium. Contoh awal yang paling populer misalnya Dome of The Rock yang diselesaikan pada tahun 691 di Jerusalem. Gaya arsitek yang mencolok dari bangunan ini misalnya ruang tengah yang luas dan terbuka, bangunan yang melingkar, dan penggunaan pola kaligrafi yang berulang. Mesjid Raya Samarra di Irak, selesai pada tahun 847, bangunan berciri khas dengan adanya minaret. Juga mesjid Hagia Sophia di Istanbul, Turki turut mempengaruhi corak arsitektur Islam. Ketika Ustman merebut Istanbul dari kekaisaran Byzantium, mereka mengubah sebuah basilika menjadi mesjid (sekarang museum), yang akhirnya muslim pun mengambil sebagian dari kebudayaan Byzantium kedalam kekayaan peradaban islam, misalnya penggunaan kubah. Hagia Sophia juga menjadi model untuk pembangunan mesjid-mesjid Islam sselanjutnya selama kekaisaran Ustman, misalnya mesjid Sulaiman, dan mesjid Rustem Pasha. Motif yang mencolok dalam arsitektur Islam hampir selalui mengenai pola yang terus berulang dan berirama, serta struktur yang melingkar. Dalam hal pola ini, geometri fraktal memegang peranan penting sebagai materi pola dalam, terutama, mesjid dan istana. Pemakaian kubah juga sama pentingnya dalam arsitektur islam, pertama kali muncul dalam Dome of The Rock pada tahun 691 dan muncul kembali sekitar abad ke-17.&lt;br /&gt;2. Arsitektur Persia&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://pic.srv104.wapedia.mobi/thumb/9e8914501/id/fixed/230/172/Naghsh-e-jahan_masjed-e-shah_esfahan.jpg?format=jpg,png,gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 172px;" src="http://pic.srv104.wapedia.mobi/thumb/9e8914501/id/fixed/230/172/Naghsh-e-jahan_masjed-e-shah_esfahan.jpg?format=jpg,png,gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Arsitektur Persia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesjid Shah di Isfahan, Iran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persia merupakan kebudayaan yang diketahui melakukan kontak dengan Islam untuk pertama kalinya. Sisi timur dari sungai eufrat dan tigris adalah tempat berdirinya kekaisaran Persia pada sekitar abad ke-7. Karena kedekatannya dengan kekaisaran persia, Islam cenderung bukan saja meminjam budaya dari persia namun juga mengadopsinya. Arsitektur Islam mengadopsi banyak sekali kebudayaan dari Persia, bahkan bisa dikatakan arsitektur islam merupakan evolusi dari arsitektur persia, yang memang sejak kehadiran Islam, kejayaan Persia mulai pudar yang menunggu digantikan oleh kebudayaan lain. Banyak kota, misalnya Baghdad, dibangun dengan contoh kota lama persia misalnya Firouzabad. Bahkan, sekarang bisa diketahui bahwa dua arsitek yang dipekerjakan oleh Al-Mansur untuk merancang kota pada masa awal adalah warisan dari kekaisaran Persia, yaitu Naubakht, seorang zoroaster persia, dan seorang Yahudi dari Khorasan, Iran yaitu Mashallah. Mesjid gaya persia bisa dilihat dari ciri khasnya yaitu pilar batu bata, taman yang luas dan lengkungan yang disokong beberapa pilar. Di Asia Timur, gaya arsitektur Hindu juga turut mempengaruhi namun akhirnya tertekan oleh kebudayaan persia yang ketika itu dalam masa jayanya.&lt;br /&gt;2. Arsitektur Moor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan mesjid raya di Cordoba pada tahun 785 menandakan bergeliatnya arsitektur islam di peninsula Iberia dan Afrika Utara. Mesjid dengan gaya Moor sangat mencolok dengan interior lengkungannya yang penuh dekorasi. Arsitektur moor meraih masa puncaknya dengan dibangunnya Alhambra, istana sekaligus benteng di Granada, dengan interior yang memiliki ruangan terbuka yang luas dan memungkinkan udara mengalir secara lancar, dan didominasi dengan pemakaian warna merah, biru dan emas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2937240861759690311-1752219326336945609?l=walba313.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://walba313.blogspot.com/2009/09/arsitektur-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Walba313)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2937240861759690311.post-2449412530914579258</guid><pubDate>Mon, 14 Sep 2009 04:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-13T21:31:14.882-07:00</atom:updated><title>Eropa Telah Menyatakan Perang terhadap Islam dan Al Qur’an</title><description>Menyusul keputusan Dewan Eropa baru-baru ini tentang larangan pengajaran fakta Penciptaan di sekolah-sekolah, pokok persoalan kedua yang bergulir dalam rencana adalah putusan Pengadilan Eropa untuk Hak Asasi Manusia (ECHR) pada tanggal 9 Oktober bahwa pelajaran agama di sekolah-sekolah Turki adalah pelanggaran terhadap hak pendidikan. Dengan putusan ini, beragam pengubahan perlu dilakukan terhadap cara pengajaran agama di sekolah-sekolah Turki dan, menurut ECHR, bahkan pelajaran agama dengan cara bagaimanapun perlu dicegah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, pengubahan yang dimaksudkan di sini tidak memiliki tujuan selain menghapuskan sama sekali pendidikan agama, untuk memalingkan generasi muda dari keimanan kepada Allah (Tuhan) dan menanamkan pola pikir materialis dalam diri mereka. Keputusan melarang pengajaran Paham Penciptaan di sekolah-sekolah berdasarkan keputusan Dewan Eropa yang diambil di awal Oktober memiliki tujuan yang sama. Kenyataan bahwa laporan yang dimaksud tersebut menetapkan bahwa hanya teori evolusi yang seharusnya diizinkan di kurikulum dengan jelas menyingkap kekhawatiran bahwa para siswa yang belajar tentang fakta Penciptaan tidak akan tumbuh menjadi materialis. Inilah mengapa Paham Penciptaan telah digambarkan sebagai ancaman bagi Eropa dan keputusan di atas telah diambil. Keadaan yang sama berlaku pada pelajaran agama yang saat ini diberikan di Turki. Khawatir terhadap para siswa yang belajar tentang Islam dan meninggalkan pemikiran materialisme, Eropa saat ini telah menganjurkan dihentikannya pelajaran agama di sekolah-sekolah dengan beragam alasan. Upaya Eropa adalah jelas: menyatakan perang terhadap iman kepada Allah dan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada keraguan bahwa alasan bagi semua ini adalah pembongkaran rahasia ke seluruh dunia bahwa Darwinisme, dan materialisme pendukungnya, keduanya adalah penipuan. Kalangan Darwinis dan materialis telah dilanda ketakutan di hadapan karya Harun Yahya Atlas Penciptaan, yang menunjukkan bahwa makhluk-makhluk hidup masa kini sama persis dengan nenek moyang mereka yang hidup di masa lalu. Mereka sadar bahwa mereka takkan mampu lagi menyebarluaskan penipuan itu sebagaimana telah mereka lakukan selama 150 tahun terakhir. Dunia kini telah menyaksikan bahwa teori evolusi Darwin adalah kebohongan yang sangat buruk. Filsafat materialis, yang mendorong ketiadaan agama, kini sedang berada keadaan sekarat dan di abad ke-21 umat manusia akan terbebaskan dari penipuan semacam itu, insya Allah, dan kembali pada tujuan hakiki penciptaannya. Takut dan terkejut oleh kenyataan ini, kalangan Darwinis-materialis kini tengah berupaya mengambil tindak pencegahan melawan perkembangan luar biasa ini. Tapi apa yang tamat, adalah tamat dan seluruh dunia kini tahu tentang penipuan Darwinis. Siswa sekolah kini sedang melancarkan serangan mereka sendiri melawan Darwinisme dan menolak mempelajari penipuan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang diinginkan kalangan Darwinis-materialis adalah membangun masyarakat tanpa agama, tanpa sedikit pun keimanan kepada Allah. Namun kenyataannya, masyarakat tanpa agama akan semakin mendorong kemerosotan akhlak, meningkatkan peperangan, pembantaian dan pemberontakan yang mengiringi ketiadaan agama, dan menimpakan bencana bagi seluruh umat manusia. Apa yang perlu dilakukan adalah mendorong orang, khususnya kaum muda, untuk mengikuti nilai-nilai ajaran agama daripada memalingkan mereka dari agama dan menganjurkan filsafat materialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan ketakutan yang dialami kalangan Darwinis Eropa sangatlah jelas: Mereka telah menyadari bahwa Penciptaan adalah kenyataan satu-satunya, yang kini telah diketahui seluruh dunia. Mereka membayangkan bahwa mereka mampu menghentikan perkembangan ini dengan melarang pelajaran agama dan menghilangkan Paham Penciptaan dari kurikulum. Mereka yakin mereka akan menang dalam peperangan yang mereka lancarkan melawan iman kepada Allah. (Sudah pasti Allah tak terkalahkan.) Mereka ingin yakin bahwa Darwinisme akan dianut dan diterima, meskipun mereka sangat tahu bahwa ini tidak akan pernah terjadi. Agama keliru atau kebohongan yang dibuat melawan iman kepada Allah tidak memiliki jalan bertahan hidup. Allah Yang Mahakuasa mengungkapkan hal senada dalam ayat-ayat-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya). (QS. Al Anbiyaa’, 21:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang batil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. (QS. Ar Ra’d, 13:17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keruntuhan pasti Darwinisme, pengaruh Darwinis banyak melemah dibandingkan sebelumnya. Berkembangnya nilai-nilai ajaran Islam adalah janji Allah dan akan, dengan izin-Nya, menjadi kenyataan. Isyarat-isyarat ini dapat disaksikan di seluruh dunia. Agama hak-Nya, dengan kehendak-Nya, telah menang. Kaum Darwinis tidak lagi mampu menyesatkan manusia. Permusuhan Eropa terhadap Islam tidak akan mengubah apa pun. Dengan izin Allah, sebagaimana halnya dengan setiap pemikiran menyimpang yang pernah melawan nilai-nilai ajaran Islam, serangan balik yang terkini ini, juga, hanya akan semakin menguatkan agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.harunyahya.com/indo/berita/eropa_telah_menyatakan_perang.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2937240861759690311-2449412530914579258?l=walba313.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://walba313.blogspot.com/2009/09/eropa-telah-menyatakan-perang-terhadap.html</link><author>noreply@blogger.com (Walba313)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2937240861759690311.post-2460625857328748709</guid><pubDate>Mon, 14 Sep 2009 04:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-13T21:38:41.318-07:00</atom:updated><title>Arsitek - arsitek Mungil Alam</title><description>HARUN YAHYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang-binatang di alam sungguh menarik perhatian kita, terutama struktur tubuh mereka. Misalnya, citah memiliki sistem rangka dan sistem otot yang sempurna untuk berlari; elang memiliki desain aerodinamis paling unggul di dunia; dan lumba-lumba memiliki kulit serta tubuh yang diciptakan secara khusus, sehingga dapat berenang dan menyelam di air dengan sempurna. Gambaran tubuh binatang yang sempurna tanpa cacat ini adalah bukti untuk mengingatkan kita, bahwa tiap jenis makhluk hidup diciptakan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, memiliki tubuh yang sempurna belumlah cukup. Sebab pada saat yang sama, binatang harus mengetahui bagaimana meng-gunakan bagian-bagian tubuhnya tersebut. Misalnya, sayap seekor burung hanya bermanfaat jika burung berhasil terbang, meluncur dan mendarat dengan sayapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai satwa memperlihatkan keahlian mereka sejak saat mereka dilahirkan. Sebagai contoh, hanya perlu waktu setengah jam saja bagi bayi rusa yang baru lahir untuk berdiri dan berlari; bayi kura-kura yang sebelum menetas ditimbun dalam pasir oleh induk betinanya tahu, bahwa mereka harus memecah cangkang telur mereka dan bergerak ke permukaan pasir. Bahkan, mereka telah diajari bahwa segera setelah muncul di permukaan pasir, mereka harus mencapai lautan. Seolah-olah, semua binatang muncul di dunia ini dalam keadaan telah terlatih dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh paling menakjubkan dari ketrampilan mengagumkan yang dimiliki binatang adalah rumah yang mereka bangun sendiri dengan sangat ahli. Ketika kita memperhatikan arsitek-arsitek lain di alam, kita dapat dengan jelas melihat bahwa tiap-tiap mereka adalah keajaiban penciptaan. Marilah kita pelajari sebagian kecil saja dari ribuan contoh yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Buta Pembuat 'Gedung Pencakar Langit'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/menara_rayap.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 95px; height: 200px;" src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/menara_rayap.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Rayap adalah serangga kecil yang menyerupai semut. Mereka hidup berkoloni dan membangun sarang raksasa untuk diri mereka sendiri. Satuan terkecil pembangun sarang tersebut adalah bata-bata mungil yang terbuat dari tanah, yang dibuat rayap-rayap pekerja dengan mencampurkan air liur mereka sebagai bahan perekat. Ukuran sarang rayap kadang dapat mencapai tiga sampai empat meter. Arsitektur sarang yang menyerupai bangunan pencakar langit raksasa bila dibandingkan dengan ukuran tubuh rayap itu sendiri, sungguh sangat menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian dalam sarang rayap dipenuhi dengan lorong-lorong sempit. Di bagian dalam lorong-lorong tersebut, terdapat sekitar satu setengah juta rayap yang bekerja bersama dengan keharmonisan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mengamati penampang melintang sebuah sarang rayap, kita akan menemukan sebuah bilik khusus untuk ratu, sejumlah areal pertanian, gudang-gudang penyimpan dan lorong-lorong pengatur kondisi udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rayap melakukan pekerjaan pembangunan dan perbaikan sarang. Selain itu, mereka juga senantiasa siap menghadapi musuh yang mungkin datang, serta bercocok tanam dalam sarang mereka dengan menanam jamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelangsungan hidup populasi besar seperti ini tergantung pada kondisi terpenting, yaitu kestabilan suhu dalam sarang dan keseim-bangan kadar air. Pemecahan masalah ini benar-benar sempurna. Papan-papan paralel dibuat di areal atap sarang rayap ini. Papan-papan yang terbuat dari lumpur tersebut mampu menyerap kandungan air yang dikeluarkan oleh tubuh rayap. Air ini menguap akibat panas di bagian dalam dan keluar menuju bagian atas melalui celah-celah pengatur kondisi udara pada sarang tersebut. Penguapan ini menurun-kan suhu dalam sarang dan juga menjamin kesinambungan sirkulasi udara. Panel-panel dalam sarang rayap melakukan fungsinya sebagai pengatur kondisi udara secara sempurna tanpa cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat contoh memukau lainnya tentang pengetahuan konstruksi rayap. Spesies rayap lain, yang hidup di dataran Australia Utara, membuat sarang dengan bentuk menyerupai pisau belati, yakni sangat lebar dengan bagian tepi yang sangat tipis. Rahasia sarang ini terletak pada posisi sudutnya terhadap matahari. Rayap membangun sarangnya dengan sudut tertentu sehingga pada siang hari, ketika matahari berada di puncak ketinggi-an, sangat sedikit permukaan sarang yang terkena sinar matahari. Dengan demikian, panas yang diterima menjadi minimum. Sudut yang sama dipakai pada setiap sarang rayap jenis ini tanpa kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, yang sesungguhnya paling menakjubkan adalah rayap yang mengerjakan semua bangunan megah ini ternyata buta. Jadi, bagaimana makhluk teramat kecil yang tak mampu melihat barang sesentimeter pun di depannya, mampu membangun menara raksasa berdasarkan perhitungan teknik yang rumit? Bagaimana satu setengah juta rayap dalam satu sarang mampu melakukan kerjasama sempurna seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli biologi David Attenborough, seorang naturalis terkenal berkebangsaan Inggris, berkomentar tentang pertanyaan ini pada salah satu dokumentasinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    masing-masing (rayap) pekerja meletakkan adonan lumpur pada suatu tempat tertentu sebagaimana diinginkan oleh sebuah Rancangan Induk. Bagaimana mereka mampu mengerjakan hal tersebut, kita masih belum mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rancangan luar biasa yang tidak dapat dimengerti manusia, namun dipatuhi rayap tanpa sanggahan tersebut, adalah ilham yang diberikan Allah kepada makhluk ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apartemen Bertingkat dari Kertas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makhluk hidup lain yang mengingatkan kita pada lebah madu dengan kemampuan arsitektu-ralnya adalah lebah liar pembuat kertas. Spesies lebah ini mengunyah kayu dan menggu-nakannya untuk membuat selulosa, yakni kertas, di dalam mulutnya. Lalu ia menggunakan kertas ini untuk membangun sendiri sarangnya yang melingkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membuat kantung-kantung heksagonal-persis seperti pada lebah madu-dari kertas yang ia rekatkan pada bagian dalam atap rumah. Ia menempatkan satu telur pada masing-masing heksagon pada atap rumah. Sekitar tiga minggu kemudian, larva menetas dari telur-telur tersebut. Larva ini menunjukkan kecerdasan yang mengejutkan dengan menutup lubang kantung yang sengaja dibiarkan terbuka oleh induknya. Dengan cara demikian, mereka menghindarkan diri jatuh ke lantai karena beban tubuh mereka. Setelah tumbuh beberapa minggu, mereka muncul dari dalam kantung sebagai lebah liar dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebah liar muda ini tidak menyia-nyiakan waktu dalam menjalani kehidupan. Setiap kewajiban yang harus mereka kerjakan telah diilhamkan dalam diri mereka oleh Pencipta mereka, yakni Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebah muda tersebut memperbesar bangunan yang telah dimulai oleh induk-nya. Pada akhirnya, koloni yang lebih besar muncul. Sarang lebah tersebut kini telah menjadi sebuah blok apartemen bertingkat. Setiap lebah liar yang lahir di sini akan patuh secara penuh pada ilham yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah dari Lumpur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pot kecil, yang mungkin pernah Anda jumpai dalam hidup anda, telah dibuat oleh spesies lebah liar lainnya. Lebah liar ini membuat lumpur lengket dengan mencam-purkan air liurnya dengan tanah lembab. Ia membuat pot-pot yang sangat seragam dengan menggunakan lumpur yang dibuatnya. Ia membuat bentuk pada lumpur tersebut dengan memutarnya secara terus-menerus. Ini adalah teknik yang sama sebagaimana yang digunakan manusia dalam pembuatan pot. Ketika pot selesai dibuat, ia tidak lupa untuk memberi leher dan lubang potnya. Ketika segala sesuatunya telah selesai, lebah tersebut memutar pantatnya ke arah mulut pot dan meletakkan telur di dalamnya. Setelah menambahkan sejumlah bahan makanan ke dalam pot, ia menutup rapat lubang mulut pada pot dan terbang pergi. Larva-larva yang menetas dari telur tersebut akhirnya akan memecah pot dan keluar untuk memulai hidup mereka secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebah-lebah muda yang lahir, mulai membangun pot-pot sempurna, persis seperti yang dilakukan oleh induknya, tanpa menjalani pendidikan dan pelatihan terlebih dahulu. Ketrampilan sempurna yang mereka miliki diilhamkan dalam diri mereka oleh Allah, yang telah menciptakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, yang seharusnya kita takjubi dan puji ketika menyaksikan segala bentuk keindahan, estetika dan kemegahan adalah kebesaran Allah, yang menciptakan dan mengilhami semua konsep ini sebagaimana yang Dia kehendaki pada diri makhluk hidup ciptaan-Nya.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.harunyahya.com/indo/artikel/014.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2937240861759690311-2460625857328748709?l=walba313.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://walba313.blogspot.com/2009/09/arsitek-arsitek-mungil-alam.html</link><author>noreply@blogger.com (Walba313)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2937240861759690311.post-8887235991394030793</guid><pubDate>Mon, 07 Sep 2009 14:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-07T08:04:05.767-07:00</atom:updated><title>Macam – macam I’tikaf</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:102043044;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:377377038 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1  {mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;} ol  {margin-bottom:0in;} ul  {margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;I’tikaf digolongkan menjadi beberapa bagian yaitu;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I’tikaf Wajib&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Yakni I’tikaf yang telah dinazarkan. Contohnya bila seseorang mengatakan :”Bila saya berhasil dalam hajat yang saya kehendaki, maka saya akan berI’tikaf!”. Jika nazar maka I’tikaf menjadi wajib baginya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I’tikaf Sunah Mu’akad&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Yakni I’tikaf yang cukup dilaksanakan hanya seorang saja. Pelaksanaan I’tikaf jenis ini adalah pada 10 malam terakhir dibulan Ramadhan, sebagaimana yang senantiasa dilakukan Rasulullah saw.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I’tikaf Sunnah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Yakin I’tikaf yang bias dilaksanakan kapan saja ia mau, selain pada 10 malam terakhir dibulan Ramadhan dan selai I’tikaf nadzar&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2937240861759690311-8887235991394030793?l=walba313.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://walba313.blogspot.com/2009/09/macam-macam-itikaf.html</link><author>noreply@blogger.com (Walba313)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2937240861759690311.post-7687338508963032817</guid><pubDate>Mon, 07 Sep 2009 06:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-06T23:36:38.984-07:00</atom:updated><title>NASEHAT LUQMAN AL HAKIM KEPADA PUTRANYA</title><description>&lt;p&gt;Segala puji bagi Allah SWT, sholawat serta salam semoga tetap       terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, shahabat, keluarga       serta orang-orang yang masih berittiba' (mengikuti) kepada beliau sampai       hari kiamat.&lt;br /&gt;      Al Qur'an adalah sumber hukum dan ilmu pengetahuan yang tak pernah kering       untuk ditimba, penuh dengan pelajaran, di dalamnya terdapat hikmah dan       teladan. Salah satu isi pokok dari Al Qur'an adalah kisah perjalanan       kehidupan para nabi dan rasul serta orang-orang saleh dari umat-umat       sebelum nabi Muhammad SAW. Hikmah diceritakannya sirah manusia-manusia       pilihan itu tidak lain karena besarnya manfaat dari keteladanan iman,       sifat dan akhlaq mereka. Maka disini akan saya angkat sebuah kisah Luqman       Al Hakim yang penuh dengan hikmah bagi kita semua.&lt;br /&gt;      .&lt;br /&gt;      1. &lt;b&gt;&lt;span style="color:#a36209;"&gt;Tidak menyekutukan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;      Sebesar-besar kedzaliman dan kemungkaran adalah menyekutukan Allah SWT,       sebagaimana firman Allah SWT&lt;br /&gt;      "Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia       memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu       mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah       benar-benar kezaliman yang besar".(Q.S. Luqman:13)&lt;br /&gt;      Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik, kecuali ia bertobat dan       meninggalkan perbuatannya. Sesungguhnya hanya Allah sajalah yang berhak       untuk&lt;br /&gt;      disembah (Allahu mustahiqqul 'ibaadah). Dia lah yang berhaq di mintai       pertolongan. Hanya kepada-Nyalah segala urusan diserahkan, takut (khouf),       berharap (raja') hanya layak ditujukan kepada Allah swt, bukan kepada yang       lainnya&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;2. &lt;b&gt;&lt;span style="color:#a36209;"&gt;Berbuat baik kepada kedua orang tua.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;      Firman Allah SWT.&lt;br /&gt;      "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang       ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang       bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku       dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."(       QS.Luqman: 14)&lt;br /&gt;      Di dalam riwayat Bukhari, Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat:&lt;br /&gt;      "Amalan apakah yang dicintai oleh Allah ?Beliau menjawab: Shalat pada       waktunya, ia bertanya lagi: Kemudian Apa ?, Beliau menjawab: berbuat baik       kepada orang tua, .Ia bertanya lagi: kemudian apa?, Belau menjawab: Jihad       di jalan Allah" (shahih Bukhari V/2227, hadits No.5625)&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;3. &lt;b&gt;&lt;span style="color:#a36209;"&gt;Ketaatan kepada kedua orang tua harus       dilandasi oleh ketaatan kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;; karena tidak boleh taat       kepada keduanya dalam rangka berbuat maksiat kepada Allah, lebih-lebih       menyekutukan Allah ( syirik ). Allah berfirman&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku       sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu       mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan       baik"(QS. Luqman: 14).&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;4. &lt;b&gt;&lt;span style="color:#a36209;"&gt;Mengikuti jalan orang-orang yang kembali       kepada Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;      Firman Allah SWT&lt;br /&gt;      Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya       kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu       kerjakan.(QS. Luqman: 15)&lt;br /&gt;      Disini Luqman memberikan sebuah nasehat kepada anaknya agar ia mengikuti       jejak orang-orang yang kembali kepada Allah SWT yaitu para nabi dan rasul       serta orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, yang selalu bertaubat       kepada Allah SWT, yang telah diberi Allah SWT hidayah, yaitu tetap dalam       agama yang hanif yakni Islam.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;5. &lt;b&gt;&lt;span style="color:#a36209;"&gt;Allah akan membalas semua perbuatan       manusia.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;      Firman Allah swt :&lt;br /&gt;      (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu       perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di       dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya).       Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.(Q.S: 16)&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;"Maka Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun,       niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan       kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya       pula". (QS. Al Zalzalah: 7-8).&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;6.&lt;b&gt;&lt;span style="color:#a36209;"&gt; Menegakkan sholat.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;      Shalat adalah tiang agama, sehingga ia tidak akan tegak tanpa shalat. Maka       sebagai seorang yang beriman kita diwajibkan menegakkannya. Sebagaimana       firman Allah SWT dalam Surah Luqman ayat 17 yang berbunyi :&lt;br /&gt;      "Hai anakku, dirikanlah shalat …"&lt;br /&gt;      Shalat dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana       firman Allah SWT.&lt;br /&gt;      …"Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari       (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar." (QS. Al 'Ankabuut: 45)&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;7. &lt;b&gt;&lt;span style="color:#a36209;"&gt;Amar Ma'ruf nahi Munkar.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;      Ada dua komponen penting dalam Islam yang memberikan sebuah dorongan yang       kuat kepada setiap muslim untuk mendakwahkan agama yang dianutnya, yaitu       Amar ma'ruf nahi mungkar (memerintahkan berbuat kebajikan dan mencegah       yang mungkar). Perintah untuk beramar ma'ruf nahi mungkar sangat banyak di       dalam Al Qur'an seperti :&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru       kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang       munkar; merekalah orang-orang yang beruntung".(QS. Ali Imran:104).&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;8. &lt;b&gt;&lt;span style="color:#a36209;"&gt;Bersabar terhadap apa yang menimpa kita.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;      Sesungguhnya segala cobaan yang menimpa seorang muslim itu adalah       merupakan sesuatu yang mesti terjadi karena itulah bentuk ujian (ikhtibar)       dari Allah SWT, apakah ia sabar atau tidak ?, firman Allah SWT.&lt;br /&gt;      "Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang       demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)."(QS.       Luqman:17)&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;9. &lt;b&gt;&lt;span style="color:#a36209;"&gt;Tidak Menyombongkan diri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;      Sifat takabur atau merasa besar dihadapan manusia adalah sifat yang       dibenci oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;      "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)       dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah       tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."&lt;/p&gt;       10. &lt;b&gt;&lt;span style="color:#a36209;"&gt;Bersikap pertengahan dalam segala hal dan       berakhlaq yang baik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;      Islam tidak menghendaki sikap Ghuluw (berlebih-lebihan) juga tidak       menginginkan untuk bersikap tahawun (meremehkan) dalam segala hal termasuk       juga dalam perkara-perkara yang menurut penilaian sebagian orang dianggap       kecil seperti sikap berjalan, berbicara dsb. Allah SWT mengatur itu semua       sebagaimana firmanNya:&lt;br /&gt;      "Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu.       Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."&lt;br /&gt;      Manusia akan mempunyai nilai jika menampakkan akhlaq yang baik, karena       tujun diutusnya Rasulullah SAW selain untuk menyeru kepada Allah (       Ad-dakwah ilallah) adalah untuk menyempurnakan Akhlaq dan budi pekerti.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Aminuddin&lt;br /&gt;      Sumber : Tafsir Ibnu Katsir&lt;br /&gt;http://www.van.9f.com/nasehat_luqman.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2937240861759690311-7687338508963032817?l=walba313.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://walba313.blogspot.com/2009/09/nasehat-luqman-al-hakim-kepada-putranya.html</link><author>noreply@blogger.com (Walba313)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2937240861759690311.post-2139982170388946289</guid><pubDate>Mon, 07 Sep 2009 06:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-06T23:35:42.344-07:00</atom:updated><title>Islam dan Syarat "Laa Ilaaha Illallaah"</title><description>Segala       puji bagi Allah&lt;span style="font-family: Islamic_; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;,       shalawat dan salam semoga tercurahkan atas Rasulullah &lt;span style="font-family: Islamic_; font-size: 11pt;"&gt;n&lt;/span&gt;,       para sahabatnya, dan orang yang selalu setia kepadanya.       &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;Ketahuilah wahai saudaraku se-Islam –semoga Allah selalu       merahmati kami dan anda– bahwa tiga prinsip pokok yang harus dipelajari       oleh setiap muslim dan muslimah adalah: Seorang hamba harus mengenal       Tuhannya, Agamanya, dan Nabinya yaitu Muhammad &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Islamic_; font-size: 11pt;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="square"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Tuhan           kita&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;: Dia&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;-&lt;/span&gt;lah Allah yang           mendidik/mengatur kita, mengatur sekalian alam dengan karunia           nikmat-Nya dan Dia-lah sembahan kita … kita tidak memiliki           sesembahan selain Dia &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Islamic_;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;.&lt;/span&gt;         &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Agama           kita&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;: Adalah Islam, yaitu berserah diri kepada Allah dengan           mengesakan&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;-&lt;/span&gt;Nya, dan tunduk serta           patuh kepada&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;-&lt;/span&gt;Nya, serta berlepas           diri dari &lt;span style="color: black;"&gt;kesyirikan&lt;/span&gt; dan ahlinya.         &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Nabi           kita&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;                         &lt;/span&gt;: Ialah Muhammad ibnu Abdillah ibnu Abdil Muththolib bin           Hasyim, dan Hasyim adalah dari suku Quraisy, dan Quraisy adalah bangsa           Arab, &lt;span dir="rtl" style=""&gt; &lt;/span&gt;dan &lt;span dir="rtl" style=""&gt; &lt;/span&gt;Arab&lt;span dir="rtl"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;adalah &lt;span dir="rtl" style=""&gt; &lt;/span&gt;dari           &lt;span dir="rtl" style=""&gt; &lt;/span&gt;anak &lt;span dir="rtl" style=""&gt; &lt;/span&gt;keturunan           &lt;span dir="rtl" style=""&gt; &lt;/span&gt;Ismail &lt;span dir="rtl" style=""&gt; &lt;/span&gt;bin           Ibrahim &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Islamic_; font-size: 9pt;"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-indent: 18pt;"&gt;Prinsip       pokok agama ini dan sendinya ada dua perkara :&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;Pertama       &lt;/b&gt;: Memerintahkan beribadah hanya kepada Allah semata dengan tiada       sekutu bagi&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;-&lt;/span&gt;Nya dan komitmen serta       loyal kepada&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;-&lt;/span&gt;Nya, dan mengkafirkan       orang yang meninggalkan&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;-&lt;/span&gt;Nya.&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;: Waspada terhadap bentuk kesyirikan dalam beribadah kepada       Allah, bersikeras dalam hal itu dan memusuhinya.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;SYARAT-SYARAT       &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;لا إله       إلا الله &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: -18pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;b&gt;AL ILMU (MENGETAHUI)&lt;/b&gt; &lt;b&gt;:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;Dalam arti       kata menafikan dan menetapkan (maksudnya: menafikan atau meniadakan segala       bentuk ketuhanan selain Allah, kemudian menetapkan hanya Allah-lah yang       berhak menjadi Tuhan dan sesembahan, pent). Dimana hati ini mengetahui apa       yang diucapkan oleh lidah. Allah &lt;span style="font-family: Islamic_; font-size: 12pt;"&gt;l&lt;/span&gt;       berfirman:&lt;/p&gt;       &lt;h3 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 12pt;" lang="AR-SA"&gt;فَاعْلَمْ       أنَّهُ       لآإلَهَ       إلاَّاللهُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="AR-SA"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="" align="center"&gt;“Maka       ketahuilah, bahwa sesungguhnya tiada sesembahan (yang haq) selain       Allah”.&lt;span style=""&gt;                            &lt;/span&gt;(QS.47:19).&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/p&gt;       &lt;h3 style="margin-left: 0cm; text-indent: 36pt;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;                                 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;       &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;إلاَّ       مَن شَهِدَ       بِالْحَقِّ       وَهُمْ       يَعْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="AR-SA"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="" align="center"&gt;“Akan       tetapi (orang yang dapat memberi syafa`at ialah) orang yang mengakui yang       haq (tauhid) dan mereka meyakini(nya)”. (QS. 43 : 86).&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;Rasulullah       &lt;span style="font-family: Islamic_; font-size: 11pt;"&gt;n&lt;/span&gt; bersabda :&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;"&lt;/span&gt;Barangsiapa       meninggal dunia dan dia mengetahui bahwa tidak ada sembahan (yang haq)       selain Allah maka dia masuk surga." &lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;(&lt;/span&gt;HR.       Muslim)&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;Maknanya       adalah : tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan ibadah itu       ialah semua apa yang disukai Allah dan diridhai&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;-&lt;/span&gt;Nya,       dari ucapan dan perbuatan yang nampak dan yang tersembunyi. &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: -18pt;"&gt;2.&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;&lt;b&gt;AL YAQIN (KEYAKINAN) :&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;Yaitu       mengetahui-Nya dengan sempurna yang menafikan keraguan dan       kesyakwasangkaan. Allah &lt;span style="font-family: Islamic_;"&gt;l&lt;/span&gt;       berfirman:&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;“Sesungguhnya orang-orang mukmin&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah, dan Rasul-Nya       kemudian mereka tidak ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan diri       mereka di jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar”. (QS. Al       Hujarat : 15).&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;Dan Rasulullah &lt;span style="font-family: Islamic_; font-size: 11pt;"&gt;n&lt;/span&gt;       bersabda:&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;((Aku       bersaksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa tiada       sesembahan selain Allah, dan Aku adalah utusan Allah, tiada seorang       hambapun menemui Allah (meninggal) dengan membawa dua kalimat syahadat       tanpa syak (keraguan) melainkan ia masuk surga)).&lt;span dir="rtl" style=""&gt;       (&lt;/span&gt;HR. Muslim)&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: -18pt;"&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;b&gt;AL IKHLASH (KEIKHLASAN) :&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;Yang       menafikan kesyirikan. Allah &lt;span style="font-family: Islamic_;"&gt;l&lt;/span&gt;       berfirman :&lt;/p&gt;       &lt;h3 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: 'Arabic Transparent'; font-size: 12pt;" lang="AR-SA"&gt;ألاَ       لِلَّهِ       الدِّينُ       الْخَالِصُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="" align="center"&gt;“Ingatlah       hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).” (QS. 39: 3)&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;h3 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: 'Arabic Transparent'; font-size: 12pt;" lang="AR-SA"&gt;وَمَآ       أمِرُوْآ       إلاَّ       لِيَعْبُدُوْااللهَ       مُخْلِصِيْنَ       لَهُ       الدِّيْنَ       حُنَفَآءَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="AR-SA"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="" align="center"&gt;“Padahal       mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan       memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.”       (QS.98: 5).&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;Rasulullah       &lt;span style="font-family: Islamic_; font-size: 11pt;"&gt;n&lt;/span&gt; bersabda:&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;((Manusia       yang paling berbahagia dengan syafa`atku di hari kiamat ialah orang yang       mengucapkan : “Laa Ilaaha Illallah” (Tiada&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Tuhan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;berhak disembah&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;melainkan       Allah) dengan penuh keikhlasan dari hatinya)). (HR. Bukhari)&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: -18pt;"&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;b&gt;AL MAHABBAH (KECINTAAN) :&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 2.25pt;"&gt;Yaitu       mencintai kalimat ini dan apa-apa yang menjadi konsekuensi logisnya, serta       gembira dengan itu semua. Allah &lt;span style="font-family: Islamic_;"&gt;l&lt;/span&gt;       berfirman :&lt;/p&gt;       &lt;h3 dir="rtl" style="direction: rtl; margin-right: 2.6pt; text-align: center; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Arabic Transparent'; font-size: 12pt;" lang="AR-SA"&gt;وَمِنَ       النَّاسِ       مَنْ       يَّتَّخِذُ       مِنْ دُوْنِ       اللهِ       أنْدَاداً       يُحِبُّوْنَهُمْ       كَحُبِّ       اللهِ       وَالَّذِيْنَ       ءَامَنُوا       أشَدُّ       حُبّاً للهِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Arabic Transparent'; font-size: 12pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: center; text-indent: 2.25pt;" align="center"&gt;“Dan       di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan       selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.       Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah”. (QS. 2: 165)&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 2.25pt;"&gt;Dan       Rasulullah &lt;span style="font-family: Islamic_; font-size: 11pt;"&gt;n&lt;/span&gt;       bersabda :&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 2.25pt;"&gt;((Ada       tiga hal yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan merasakan manisnya       iman, yaitu : hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada       selain keduanya, dan hendaknya ia mencintai seseorang karena Allah, dan       hendaknya ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah       menyelamatkannya darinya, sebagaimana ia benci dimasukkan ke dalam       neraka)). (Muttafaqun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;`alaih)&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: -18pt;"&gt;5.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;b&gt;ASH SHIDQU (KEJUJURAN) :&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;Yang       menafikan dusta, yang menghalangi nifak. Allah &lt;span style="font-family: Islamic_;"&gt;l&lt;/span&gt;       berfirman:&lt;/p&gt;       &lt;h3 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: 'Arabic Transparent'; font-size: 12pt;" lang="AR-SA"&gt;وَلَقَدْ       فَتَنَّا       الَّذِينَ       مِن       قَبْلِهِمْ       فَلَيَعْلَمَنَّ       اللهُ       الَّذِينَ       صَدَقُوا       وَلَيَعْلَمَنَّ       الْكَاذِبِينَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="AR-SA"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Dan       sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka       sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia       mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS.29:3)&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;Allah &lt;span style="font-family: Islamic_;"&gt;l&lt;/span&gt;       berfirman:&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;h3 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: 'Arabic Transparent'; font-size: 12pt;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 12pt;" lang="AR-SA"&gt;وَالَّذِي       جَآءَ       بِالصِّدْقِ       وَصَدَّقَ       بِهِ       أوْلَئِكَ       هُمُ       الْمُتَّقُونَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: 'Arabic Transparent'; font-size: 12pt;" lang="AR-SA"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="" align="center"&gt;“Dan       orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya,mereka itulah       orang-orang bertakwa”. (QS. 39 : 33)&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;Rasulullah       &lt;span style="font-family: Islamic_; font-size: 11pt;"&gt;n&lt;/span&gt; bersabda:&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;((Barangsiapa       mati dan dia bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad utusan       Allah dengan penuh kejujuran dari hatinya, maka ia masuk surga.)) (HR.       Ahmad)&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;             &lt;/span&gt;AL INQIYADU LIHUQUQIHA (TUNDUK DAN PATUH TERHADAP HAK-HAKNYA) :&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;Yaitu       berupa amalan-amalan wajib yang ikhlas karena Allah dan mencari       keridhaan-Nya. Allah &lt;span style="font-family: Islamic_;"&gt;l&lt;/span&gt;       berfirman:&lt;/p&gt;       &lt;h3 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: 'Arabic Transparent'; font-size: 12pt;" lang="AR-SA"&gt;وَأنِيْبُوا       إلَى       رَبِّكُمْ       وَأسْلِمُوا       لَهُ مِنْ       قَبْلِ أنْ       يَأتِيَكُمُ       الَعَذَابُ       ثُمَّ لاَ       تُنْصَرُوْنَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;“Dan       kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum       datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). (QS. 39 :       54)&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;Allah &lt;span style="font-family: Islamic_;"&gt;l&lt;/span&gt;       berfirman:&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: 'Arabic Transparent'; font-size: 12pt;" lang="AR-SA"&gt;وَمَنْ       يُسْلِمْ       وَجْهَهُ       إلَى اللهِ       وَهُوَ       مُحْسِنٌ       فَقَدِ       اسْتَمْسَكَ       بِالْعُرْوَةِ       الْوُثْقَى&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;“Dan       barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang       berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali       yang kokoh.” (QS. 31 : 22)&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;             &lt;/span&gt;AL QOBUL (MENERIMA) :&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;Lawan       daripada menolak … dimana kadang-kadang diucapkan oleh orang yang sudah       mengetahuinya, namun tetap menolak dan tidak menerimanya dari orang yang       menyeru kepadanya disebabkan oleh fanatisme dan kesombongan.&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;Allah       Ta`ala berfirman :&lt;/p&gt;       &lt;h3 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: AGA Arabesque;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: 'Arabic Transparent'; font-size: 12pt;" lang="AR-SA"&gt;إنَّهُمْ       كَانُوا       إذَا قِيْلَ       لَهُمْ لاَ       إلهَ إلاَّ       اللهُ       يَسْتَكْبِرُوْنَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: AGA Arabesque; font-size: 12pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style=""&gt;“Sesungguhnya       mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa Ilaaha Illallah”       (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan       diri.”  (QS. 37 : 35)&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Judul       Asli:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arabic Transparent;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;      شروط       الاسلام،       شروط لا إله       إلا الله،       ونواقض       الإسلام&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;      &lt;br /&gt;      &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;إعداد       : دار القاسم&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;      &lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Penerjemah:       Abdurrauf AR.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: left;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: http://www.van.9f.com/artikel_islam.htm&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2937240861759690311-2139982170388946289?l=walba313.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://walba313.blogspot.com/2009/09/islam-dan-syarat-laa-ilaaha-illallaah.html</link><author>noreply@blogger.com (Walba313)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2937240861759690311.post-8835302205847346297</guid><pubDate>Tue, 25 Aug 2009 07:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-26T06:15:17.534-07:00</atom:updated><title>Allah maha melihat, maha mendengar dan maha mengetahui</title><description>&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sadarlah Allah maha mendengar&lt;span class="GramE"&gt;,maha&lt;/span&gt; melihat &amp;amp; maha mengetahui. Perilaku&lt;span class="GramE"&gt;,ucapan&lt;/span&gt; bahkan isi hati manusia tidak terlepas dari pengawasan Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dimanapun&lt;span class="GramE"&gt;,kapanpun&lt;/span&gt; selalu berdzikir kepada Allah baik secara lisan mupun hati. Jangan melihat sesuatu hanya dengan mata atau secara fisik saja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena dengan hati yang suci maka &lt;span class="GramE"&gt;akan&lt;/span&gt; terlihat sesuatu yang hakiki. Ingat yang kasat mata atau fisik seringkali menutupi suatu yang sebenarnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Allah menciptakan makluknya dengan beraneka ragam. Dari yang besar sampai yang kecil, Dari yang indah hingga yang buruk &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan kelebihan dan kekurarngan masing-masing, Semua itu adalah ciptaan Allah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mereka dicipta atas kehendak Allah. Jadi kembalikan segalanya hanya kepada Allah semata&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Niatkan menjalani segala sesuatu amalan hanya mengharap ridho Allah &lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"  style="font-size:85%;"&gt;semua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; amal ibadah dilakukan dengan ihklas,sabar dan bertawakal kepada Allah &lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"  style="font-size:85%;"&gt;serta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; tidak membagakan amal baiknya&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2937240861759690311-8835302205847346297?l=walba313.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://walba313.blogspot.com/2009/08/allah-maha-melihat-maha-mendengar-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Walba313)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2937240861759690311.post-5326048403975012392</guid><pubDate>Tue, 25 Aug 2009 06:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-26T06:17:39.742-07:00</atom:updated><title>“goresan tinta hitam”</title><description>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;tersesat sungguh tersesat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;dalam kehidupan malam yang gelap&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;apakah hidup hanya sebuah cerita tanpa makna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;serasa aku tak punya daya untuk mengaturnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;mungkinkah surga dan neraka tempat yang nyata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;sedih pilu menangis hati ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;bila jasad berbuat dosa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;padahal aku tahu dan mengerti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;tapi kenapa aku tak bisa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Ya Allah ampunilah dosa-dosa hambaMu ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;dari pagi hingga petang bergelimang penuh dosa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;berbohong mencela dan berfoya-foya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;sungguh hanya sebuah sesal yang ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span class="GramE"  style="font-size:85%;"&gt;kenapa&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt; engkau ijinkan yang seprti ini terjadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span class="GramE"  style="font-size:85%;"&gt;mengapa&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt; tak engkau cegah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;sehingga perbuatan baik dan terpuji yang ku alami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;font-size:85%;color:teal;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2937240861759690311-5326048403975012392?l=walba313.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://walba313.blogspot.com/2009/08/goresan-tinta-hitam.html</link><author>noreply@blogger.com (Walba313)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2937240861759690311.post-4384983864883698357</guid><pubDate>Tue, 25 Aug 2009 06:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-26T06:18:04.355-07:00</atom:updated><title>“waktu terus berjalan”</title><description>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;heningnya malam membuat mata ingin terpejam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;mendengar suara binatang malam bersautan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sepi sendiri seperti dunia ini tanpa isi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;waktunya tidur untuk menunggu pagi datang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;suara adzan mulai terdengar dari kejauhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pagi yang ditunggu telah tiba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;tapi mata ini enggan untuk terbuka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;tubuh ini pun serasa ingin tidur lebih lama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kecuali dengan sedikit paksa dan niat didada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;aku sibuk bersiap diri meyambut hari &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;aktifitas dari pagi hingga sore&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;menunggu kapan waktu akan selesai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sinar mentari mulai redup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ingin terbenam di ufuk barat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;color:teal;"  &gt;akhirnya larut malam pun menjemput&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2937240861759690311-4384983864883698357?l=walba313.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://walba313.blogspot.com/2009/08/waktu-terus-berjalan.html</link><author>noreply@blogger.com (Walba313)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2937240861759690311.post-3508767334666120604</guid><pubDate>Tue, 25 Aug 2009 06:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-26T06:18:23.602-07:00</atom:updated><title>“ cerita anak desa”</title><description>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;senang bermain dikali bersama teman-teman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;meski bau dan kotor tapi asyik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;mencari ikan buat lauk sarapan pagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pulang kerumah dengan baju yang basah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;perut yang lapar jadikan makan tambah nikmat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;perut sudah terisi memulai aktifitas hari ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="GramE"  style="font-size:85%;"&gt;menggembala&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; kambing di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;padang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; rumput&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="GramE"  style="font-size:85%;"&gt;membentang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; luas hijau tanaman padi sedang tumbuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sambil menikmati semilir angin di pinggir sawah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;mentari diatas kepala tiba saatnya memberi minum kambingku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dibawah pohon yang rindang dipinggir sawah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;akupun makan bekal nasi yang kubawa tadi pagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bersandar akar&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pohon yang besar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;perut yang kenyang ditambah hembusan angin sawah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;membuat mata terasa berat untuk terbuka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;meski sendiri hanya kambing yang menemani &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;tapi sungguh nyaman rasa di hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;color:teal;"  &gt;karena aku mensyukuri karunia illahi &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2937240861759690311-3508767334666120604?l=walba313.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://walba313.blogspot.com/2009/08/cerita-anak-desa.html</link><author>noreply@blogger.com (Walba313)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2937240861759690311.post-2572964547225493117</guid><pubDate>Tue, 25 Aug 2009 06:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-26T06:18:55.379-07:00</atom:updated><title>AMALAN YANG AMAT MULIA UNTUK DI JALANI:</title><description>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1.niatkan segala sesuatu karena mengharap keridhoan Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2.shalat fardlu berjama’ah di awal waktu jangan sampe putus dan di tambah shalat sunnah (rawatib,tahajud,dzuha dsb)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3.puasa sunnah(senin,kamis,daud,awal bulan dll) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4.membaca alqur’an setiap habis shalat fardlu/minimal sehari satu juz sehingga setiap bulan bisa hatam alquran 30 juz(cara membacanya setiap juz yang dibaca disesuaikan dengan penanggalan islam.misal tgl 1 juz pertama sehingga setiap tanggal 30 bisa hataman)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5.badan dalam keadaan suci/terjaga dari wudlu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6.perbanyak bersedekah minimal 10%(kalau imannya bagus 50% untuk dunia dan 50% untuk akhirat)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;color:teal;"  &gt;7.berdzikir diwaktu malam menjelang tidur(istigfar,shalawat,dzikir dll)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2937240861759690311-2572964547225493117?l=walba313.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://walba313.blogspot.com/2009/08/amalan-yang-amat-mulia-untuk-di-jalani.html</link><author>noreply@blogger.com (Walba313)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2937240861759690311.post-3743351559889275341</guid><pubDate>Tue, 25 Aug 2009 06:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-26T06:19:16.568-07:00</atom:updated><title>HIDAYAH ALLAH MELALUI MIMPI</title><description>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Matahari dan bulan berjajaran sehingga keadaanya seperti waktu mendung/senja disore hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bumi terpecah belah menjadi beberapa bagian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semua orang merasa &lt;span class="GramE"&gt;ketakutan ,semua&lt;/span&gt; orang bertanya apa yang sedang terjadi…?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="GramE"  style="font-size:85%;"&gt;orang-orang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; menjawab sedang terjadi kiamat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keadaan tanah menjadi lapang terbentang luas tanpa ada satupun pepohonan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semua orang berbondong-bondong menuju kearah timur (ada cahaya terang seperti matahari yang sedang &lt;span class="GramE"&gt;terbit )&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya pun menyiapkan diri,harapan dalam hati berkata insaAllah ada kebaikan untukku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam perjalanan melewati sebuah jalan/jembatan bagai sirathalmustaqim(seperti pipa gas yang licin dan bergoyang)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya berjalan kadang diatas juga dibawah bergelantungan dengan tangan dan kaki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tetapi semua orang yang melewati jembatan tersebut berbeda-beda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="GramE"  style="font-size:85%;"&gt;ada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; yang berjalan seperti biasa,ada yang lari,ada yang merangkak,dll&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah melewati jalan tersebut semua orang naik ke sebuah kendaraan (seperti sebuah truk) semua berdiri dan tidak ada perempuan satu pun(semua laki-laki).seperti akan menuju ke suatu tempat yang aku sendiri tidak mengetahuinya akan dibawa kemana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Meskipun kondisi jalan yang naik turun,tetapi di hati yang ada adalah rasa kebahagiaan dan kepuasan karena telah menjalani hidup didunia sehingga berhasil masuk surga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah sampai di suatu perkampungan(kampung surga) bertemu dengan penduduk yang ada.Beberapa orang ada yang saya kenal(teman,tetangga dll)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saling berkenalan,bercerita selama hidup di dunia dan saling menanyakan keadaan yang lain(saudara,teman dll) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Disana kita dikumpulkan sesuai dengan amal perbuatanya saat hidup di dunia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang jadi sedih saya tidak bertemu dengan orang tua,saudara,istri,mertua dll,tetapi sempat bertemu saat dalam perjalanan(merasakan mereka sedang dibawah berada dalam neraka)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam hati bertanya kenapa saya tidak bertemu dengan para rosul,anbiya,aulia dll.(merasakan kedudukan mereka diatas disurga yang lebih tinggi )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sempat diakhir mimpi ada bisikan dalam hati.Pada suatu hari nanti &lt;span class="GramE"&gt;akan&lt;/span&gt; diajak jalan lagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Do’a saat mimpi dalam kampung surga (Ya Allah mudah-mudahan ini semua adalah mimpi sehingga aku berbuat lebih baik)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;seketika&lt;/span&gt; itu saya langsung terbangun dari mimpi dan yang terucap Alhamdulillah Ya Allah ternyata memang mimpi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" class="GramE" &gt;&lt;b style=""&gt;( Ya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;b style=""&gt; Allah terima kasih telah engkau berikan hidayahMu,Semoga engkau meridhoi hambaMu ini untuk berbuat yang lebih baik dan bermanfaat )&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2937240861759690311-3743351559889275341?l=walba313.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://walba313.blogspot.com/2009/08/hidayah-allah-melalui-mimpi.html</link><author>noreply@blogger.com (Walba313)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2937240861759690311.post-7033685037298541976</guid><pubDate>Tue, 25 Aug 2009 06:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-26T06:19:49.691-07:00</atom:updated><title>Apa kita termasuk orang yang beriman…?</title><description>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yakin kepada Allah kita beribadah dan kepadaNya kita minta pertolongan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alqur’an adalah kitabullah,kalamullah tapi kita tidak pernah membacanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yakin Muhammad rosulullah tapi kita tidak melaksanakan sunnahnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apa seperti itu kita termasuk orang ynag beriman….?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Waktu mendengar adzan segeralah ambil wudlu…!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ketika shalat khusu’lah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beramal sedekah ihlaslah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;color:teal;"  &gt;Menerima ujian bertawakalah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2937240861759690311-7033685037298541976?l=walba313.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://walba313.blogspot.com/2009/08/apa-kita-termasuk-orang-yang-beriman.html</link><author>noreply@blogger.com (Walba313)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2937240861759690311.post-3675801528036972664</guid><pubDate>Tue, 25 Aug 2009 06:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-26T06:20:15.472-07:00</atom:updated><title>Allah kelak memberikan kelapangan sesudah kesempitan</title><description>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;color:teal;"  &gt;Pada suatu masa saya mengalami kesulitan, dimana dalam waktu yang dekat membutuhkan uang dan saya tidak mempunyai uang untuk memenuhi kebutuhan tersebut,ketika itu saya lebih rajin beribadah dan bahkan lebih khusu”.dalam waktu yang singkat Allah memberikan jalan kemudahan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2937240861759690311-3675801528036972664?l=walba313.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://walba313.blogspot.com/2009/08/allah-kelak-memberikan-kelapangan.html</link><author>noreply@blogger.com (Walba313)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2937240861759690311.post-6834684215429035397</guid><pubDate>Tue, 25 Aug 2009 06:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-26T06:20:33.713-07:00</atom:updated><title>Pahala bagi orang yang bertakwa kepada Allah(Q.S AT TALAQ):</title><description>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="GramE"  style="font-size:85%;"&gt;1.Barang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menggadakan baginya jalan keluar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="GramE"  style="font-size:85%;"&gt;2.dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; meberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluanya)nya.sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendakinya).sesungguhnya Allah telah menggadakan bagi tiap-tiap sesuatu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="GramE"  style="font-size:85%;"&gt;3.Barang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;color:teal;"  &gt;4.dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan dan akan melipatgandakan pahala baginya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2937240861759690311-6834684215429035397?l=walba313.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://walba313.blogspot.com/2009/08/pahala-bagi-orang-yang-bertakwa-kepada.html</link><author>noreply@blogger.com (Walba313)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>

