<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712</atom:id><lastBuildDate>Sat, 26 May 2012 08:49:07 +0000</lastBuildDate><category>Ekonomi</category><category>BIOLOGI</category><category>Resep Kue</category><category>Kesehatan</category><category>BISNIS</category><category>Bimbingan Konseling</category><category>Referensi</category><category>POLITIK</category><category>PENDIDIKAN</category><category>Kumpulan Puisi</category><category>Budidaya Pertanian</category><category>SOSIAL</category><category>Fisika</category><category>Seputar Olah Raga</category><category>SEJARAH</category><category>MODEL PEMBELAJARAN</category><category>TUTORIAL</category><category>Resep Masakan</category><category>TEKNOLOGI</category><category>HUKUM</category><category>Bahasa Indonesia</category><category>Lain-lain</category><category>Hiburan</category><category>Geografi</category><category>Ilmu Administrasi</category><category>PEMBELAJARAN</category><category>Privacy Policy</category><category>Pengembangan Diri</category><category>KIMIA</category><title>Media Pembelajaran</title><description>Seputar Pendidikan, Pembelajaran dan Hiburan</description><link>http://wawan-junaidi.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Admin)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>786</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/WawanJunaidisblog" /><feedburner:info uri="wawanjunaidisblog" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><media:copyright>wawan</media:copyright><media:keywords>metabolisme,karbohidrat,lirik,lagu,belajar,model,belajar,dan,lain,lain</media:keywords><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Education/Educational Technology</media:category><itunes:owner><itunes:email>kelumbayancity@yahoo.co.id</itunes:email><itunes:name>junaidi</itunes:name></itunes:owner><itunes:author>junaidi</itunes:author><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:keywords>metabolisme,karbohidrat,lirik,lagu,belajar,model,belajar,dan,lain,lain</itunes:keywords><itunes:subtitle>Education</itunes:subtitle><itunes:summary>blog tentang belajar pembelajaran biologi kesehatan ilmu kimia dan lain-lain</itunes:summary><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Educational Technology" /></itunes:category><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-5945122869357224824</guid><pubDate>Mon, 30 Apr 2012 10:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-30T03:19:50.702-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>Keunggulan dan Kelemahan Pendekatan Open-Ended</title><atom:summary type="text">Keunggulan dan Kelemahan Pendekatan Open-Ended
Keunggulan Pendekatan Open-EndedPendekatan Open-Ended ini menurut Suherman, dkk (2003:132) memiliki beberapa keunggulan antara lain:1).Siswa berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran dan sering mengekspresikan idenya.2).Siswa memiliki kesempatan lebih banyak dalam memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan matematik secara komprehensif. 3).Siswa </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/hblgcCcXJXE/keunggulan-dan-kelemahan-pendekatan.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/hblgcCcXJXE" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/04/keunggulan-dan-kelemahan-pendekatan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-1950860836975361814</guid><pubDate>Tue, 10 Apr 2012 18:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-10T11:31:27.860-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SEJARAH</category><title>Pengertian Sejarah</title><atom:summary type="text">Pengertian Sejarah

Kata sejarah berasal dari bahasa Arab yaitu Syajarotun yang berarti pohon kayu. Pohon dalam pengertian ini merupakan suatu simbol yaitu simbol kehidupan. Di dalam pohon terdapat bagian-bagian seperti batang, ranting, daun, akar, dan buah. Bagian-bagian dari pohon itu menunjukkan adanya aspek-aspek kehidupan yang satu sama lain saling berhubungan untuk membentuk sesuatu itu </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/JBeBgjAd4yU/pengertian-sejarah.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/JBeBgjAd4yU" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/04/pengertian-sejarah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-7962810066094041791</guid><pubDate>Sun, 08 Apr 2012 14:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-08T07:16:23.443-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>Pembelajaran Tuntas</title><atom:summary type="text">Pembelajaran Tuntas 

Pembelajaran tuntas adalah salah satu usaha dalam pendidikan yang bertujuan untuk memotivasi peserta didik mencapai penguasaan (mastery level) terhadap kompetensi tertentu. Dengan menempatkan pembelajaran tuntas (mastery learning) sebagai salah satu prinsip utama dalam mendukung pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi, berarti pembelajaran tuntas merupakan sesuatu yang </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/yFprnswlVbw/pembelajaran-tuntas.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/yFprnswlVbw" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/04/pembelajaran-tuntas.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-6954104118212758003</guid><pubDate>Tue, 03 Apr 2012 07:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-03T00:57:58.825-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SOSIAL</category><title>Jenis-jenis Kelompok</title><atom:summary type="text">Jenis-jenis Kelompok

Jenis atau tipe kelompok itu sendiri sangat beragam. Begitu beragamnya sehingga sulit dibuat satu penggolongan yang baku. Penggolongan kelompok sangat bergantung pada tujuan penggolongan itu sendiri, antara lain sebagai berikut:

1).Kelompok formal: organisasi militer, perusahaan, kantor kecamatan.
Kelompok non-formal: arisan, geng, kelompok belajar, teman-teman bermain </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/DNFgSfn9N14/jenis-jenis-kelompok.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/DNFgSfn9N14" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/04/jenis-jenis-kelompok.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-3407278290047378671</guid><pubDate>Mon, 19 Mar 2012 08:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-19T01:11:40.166-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>Pengertian Kelompok</title><atom:summary type="text">Pengertian Kelompok

Bales (1950), menjelaskan bahwa Kelompok adalah Satuan (unit) sosial yang terdiri atas dua orang atau lebih yang melihat diri mereka sendiri sebagai bagian dari kelompok itu.

Cattel (1951), menjabarkan bahwa Kelompok merupakan kumpulan individu yang mencoba untuk memenuhi beberapa kebutuhan melalui penggabungan diri mereka (joint association).

Kelompok, menurut Homans (1950</atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/L9cFxTvaKt8/pengertian-kelompok.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/L9cFxTvaKt8" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/03/pengertian-kelompok.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-5087143923145102106</guid><pubDate>Fri, 16 Mar 2012 07:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-16T00:15:39.331-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>Pengertian Sosiologi</title><atom:summary type="text">Pengertian Sosiologi
 Pitirim A. Sorokin menjelaskan bahwa Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hal-hal seperti: Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial. Misalnya antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, dan gerak masyarakat dengan politik. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala-gejala </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/ZbkqI6sH6W0/pengertian-sosiologi.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/ZbkqI6sH6W0" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/03/pengertian-sosiologi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-2498225716279984038</guid><pubDate>Mon, 12 Mar 2012 08:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-12T01:57:17.067-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SOSIAL</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>Pengertian Masyarakat</title><atom:summary type="text">Pengertian Masyarakat
 
Dalam bahasa Inggris masyarakat adalah society yang pengertiannya mencakup interaksi sosial, perubahan sosial, dan rasa kebersamaan. Istilah masyarakat disebut pula sistem sosial. Untuk pemahaman lebih luas tentang pengertian masyarakat sebaiknya kita kemukakan beberapa definisi masyarakat sebagai berikut:

Selo Soemardjan, Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/JytF_qfiqNo/pengertian-masyarakat.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/JytF_qfiqNo" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/03/pengertian-masyarakat.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-4249678230991576448</guid><pubDate>Thu, 08 Mar 2012 09:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-08T01:17:26.413-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SOSIAL</category><title>Dinamika Sosial Pada Masyarakat</title><atom:summary type="text">Dinamika Sosial Pada Masyarakat

Dinamika sosial adalah penelaahan tentang perubahan-perubahan yang terjadi di dalam fakta-fakta sosial yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Dinamika sosial meliputi pembahasan tentang:

a.Pengendalian Sosial/Pengawasan Sosial
Pengendalian sosial, yaitu segenap cara dan proses yang ditempuh oleh sekelompok orang atau masyarakat sehingga para anggotanya </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/oMSv_WplLhg/dinamika-sosial-pada-masyarakat.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/oMSv_WplLhg" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/03/dinamika-sosial-pada-masyarakat.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-3953089271197159433</guid><pubDate>Sun, 04 Mar 2012 07:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-03T23:57:45.152-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BIOLOGI</category><title>Jaringan Pembuluh</title><atom:summary type="text">Jaringan Pembuluh
 Jaringan pembuluh pada tumbuhan ada dua macam, yaitu pembuluh kulit kayu atau disebut juga pembuluh tapis (floem) dan pembuluh kayu (xilem). Fungsi jaringan pembuluh adalah Transport air dan materi organik ke seluruh bagian tumbuhan dan Melakukan transport jarak jauh antara akar dan taruk.

Floem
Floem tersusun oleh kelompok sel yang memiliki bentuk, seperti piramid. Floem </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/w4flw0yoyRs/jaringan-pembuluh.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-VbRKYfStMY8/T1MfyxMHuVI/AAAAAAAAALs/kxAWz_vFxn0/s72-c/jaringan+floem.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/w4flw0yoyRs" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/03/jaringan-pembuluh.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-6400879911066194275</guid><pubDate>Sat, 03 Mar 2012 16:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-03T08:10:20.164-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>Pengertian Desentralisasi</title><atom:summary type="text">Pengertian Desentralisasi

Desentralisasi menurut PASAL 1 ayat (7) UU Nomor 32 Tahun 2004, diartikan sebagai penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Encyclopedia of the Social Siences (1980) menjelaskan bahwa desentralisasi merupakan penyerahan wewenang dari tingkat </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/RYLqoWZUXI4/pengertian-desentralisasi.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/RYLqoWZUXI4" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/03/pengertian-desentralisasi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-2286558828652858721</guid><pubDate>Tue, 28 Feb 2012 11:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-28T03:54:44.642-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BIOLOGI</category><title>Jaringan Sklerenkim</title><atom:summary type="text">Jaringan Sklerenkim
Jaringan sklerenkim adalah jaringan yang tersusun atas sel-sel yang mengalami penebalan dinding sekunder berupa lignin. Sel sklerenkim dapat berbeda bentuk, asal, dan perkembangannya. Jaringan ini merupakan jaringan penunjang yang terdapat pada organ tumbuhan yang telah dewasa. 
Berdasarkan bentuk sel penyusunnya, sklerenkim dibedakan menjadi dua macam, yaitu sklereid dan </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/41fUdHjdPqs/jaringan-sklerenkim.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/41fUdHjdPqs" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/02/jaringan-sklerenkim.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-9117350507408341148</guid><pubDate>Tue, 28 Feb 2012 05:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-27T21:09:04.490-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>Pengertian Otonomi</title><atom:summary type="text">Pengertian Otonomi
Secara etimologi, Otonomi berasal dari bahasa Yunani autos yang artinya sendiri, dan nomos yang berarti hukuman atau aturan, jadi pengertian otonomi adalah pengundangan sendiri (Danuredjo, 1979).
Menurut Koesoemahatmadja (1979: 9), Otonomi adalah Perundangan Sendiri, lebih lanjut mengemukakan bahwa menurut perkembangan sejarahnya di Indonesia, otonomi selain memiliki pengertian</atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/54BALNF2Ztw/pengertian-otonomi.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/54BALNF2Ztw" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/02/pengertian-otonomi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-3113474360708802048</guid><pubDate>Fri, 24 Feb 2012 15:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-24T07:24:54.430-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BIOLOGI</category><title>Jaringan Epidermis Tumbuhan</title><atom:summary type="text">Jaringan epidermis tumbuhan merupakan jaringan yang terdiri atas sel-sel berbentuk empat persegipanjang dan terdiri atas satu lapis sel. Jaringan epidermis terletak paling luar, menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Epidermis menutupi permukaan organ daun, batang, dan akar muda. Pada akar dan daun, permukaan epidermis biasanya ditutupi zat kimia (kutikula) yang berfungsi untuk mengurangi penguapan </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/mpNEtRpbDSc/jaringan-epidermis-tumbuhan.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-610UXEoSTS4/T0eq7Vj-QkI/AAAAAAAAALk/WHo2cTv1Hpo/s72-c/Gambar+Epidermis+Daun.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/mpNEtRpbDSc" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/02/jaringan-epidermis-tumbuhan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-7713665724124185961</guid><pubDate>Thu, 23 Feb 2012 12:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-23T04:14:20.252-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>Proses Pemecahan Masalah</title><atom:summary type="text">Proses Pemecahan Masalah
 John Dewey mengemukakan 5 langkah pemecahan masalah, yaitu:
1).Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah
2).Mengemukakan Hipotesis
3).Mengumpulkan Data
4).Menguji Hipotesis
5).Mengambil Kesimpulan

Selain itu, Karl Albrecht juga mengemukakan enam langkah dalam proses pemecahan masalah yang digolongkan dalam dua fase utama, yaitu pertama fase perluasan atau ekspansi yang </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/tMfviKv_RgQ/proses-pemecahan-masalah.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/tMfviKv_RgQ" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/02/proses-pemecahan-masalah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-9222459310749913544</guid><pubDate>Wed, 22 Feb 2012 12:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-22T04:27:47.521-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>Metode Mengajar Matematika</title><atom:summary type="text">Metode Mengajar Matematika
 Apabila kita ingin mengajar sesuatu kepada anak didik, dengan baik dan berhasil, pertama-tama yang harus diperhatikan adalah metode atau cara pendekatan yang akan dilakukan sehingga sasaran yang diharapkan dapat tercapai atau terlaksana dengan baik, karena metode atau cara pendekatan yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. Dengan demikian jika </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/08GJe6lxEG0/metode-mengajar-matematika.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/08GJe6lxEG0" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/02/metode-mengajar-matematika.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-3398326651027326215</guid><pubDate>Tue, 21 Feb 2012 10:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-21T02:20:42.701-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>Proses Pengembangan Kurikulum</title><atom:summary type="text">Proses Pengembangan Kurikulum
 Dalam pengembangan kurikulum terdapat dua proses utama yakni pengembangan pedoman kurikulum dan pengembangan pedoman instruksional.
 1).Pedoman Kurikulum
Pedoman kurikulum disusun untuk menentukan dalam garis besarnya yaitu: apa yang akan diajarkan, kepada siapa diajarkan, apa sebab diajarkan dengan tujuan apa, dan dalam urutan yang bagaimana.
Pedoman Kurikulum </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/2FrELPhlltM/proses-pengembangan-kurikulum.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/2FrELPhlltM" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/02/proses-pengembangan-kurikulum.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-8772029370557401554</guid><pubDate>Mon, 20 Feb 2012 12:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-20T04:15:14.214-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BIOLOGI</category><title>Sistem Peredaran Darah Reptilia</title><atom:summary type="text">Sistem Peredaran Darah Reptilia
 Sistem sirkulasi reptilia, misalnya kadal lebih maju dibandingkan dengan katak. Jantung kadal mempunyai empat ruangan yaitu bilik kanan dan bilik kiri, serambi kanan, serambi kiri, serta sebuah sinus venosus. Antara bilik kanan dan kiri terdapat sekat yang belum sempurna sehinga terjadi pencampuran darah yang kaya oksigen dalam bilik kiri dengan darah yang kaya </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/XS33ZeV6T-8/sistem-peredaran-darah-reptilia.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-QHjVPUZgA1s/T0I5BMInMmI/AAAAAAAAALc/jV2VnsdZH3M/s72-c/Peredaran+Darah+Reptilia.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/XS33ZeV6T-8" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/02/sistem-peredaran-darah-reptilia.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-2456590898996224587</guid><pubDate>Sun, 19 Feb 2012 17:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-19T09:07:12.504-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>Prinsip-prinsip Demokrasi dalam Pendidikan</title><atom:summary type="text">Prinsip-prinsip Demokrasi dalam Pendidikan

Dalam setiap pelaksanaan pendidikan selalu terkait dengan masalah-masalah, antara lain:
1).Hak asasi setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan
2).Kesempatan yang sama bagi warga negara untuk memperoleh pendidikan
3).Hak dan kesempatan atas dasar kemampuan mereka.

Dari prinsip-prinsip tadi dapat dipahami bahwa ide dan nilai demokrasi pendidikan </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/LmSzdIBLbAs/prinsip-prinsip-demokrasi-dalam.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/LmSzdIBLbAs" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/02/prinsip-prinsip-demokrasi-dalam.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-7151677175147308187</guid><pubDate>Thu, 09 Feb 2012 12:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-09T04:50:04.464-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SOSIAL</category><title>Teori Merton</title><atom:summary type="text">Teori Merton
 Robert K. Merton telah mengemukakan Teori Merton yang menjelaskan bahwa perilaku penyimpangan itu merupakan bentuk adaptasi terhadap situasi tertentu. Merton mengidentifikasi lima tipe cara adaptasi, empat diantaranya merupakan perilaku menyimpang, yaitu:
 1).Komformitas
Ini merupakan perilaku yang mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut (</atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/XY6Y3NNplBk/teori-merton.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/XY6Y3NNplBk" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/02/teori-merton.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-8174744359932034442</guid><pubDate>Tue, 31 Jan 2012 15:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-31T07:28:41.072-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>Pendidikan Vokasional</title><atom:summary type="text">Pendidikan Vokasional 

Pendidikan vokasional atau Pendidikan keterampilan merupakan pendidikan dengan gabungan teori dan praktek secara persentasi 40 : 60 persen dengan tujuan mempersiapkan lulusan yang dapat berkompetensi di dunia usaha dan di dunia industri. Kurikulum dalam pendidikan vokasional terkonsentrasi pada sistem pembelajaran keahlian. 

Pendidikan Vokasional sebagai program </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/JZFcUbM2UXQ/pendidikan-vokasional.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/JZFcUbM2UXQ" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/01/pendidikan-vokasional.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-3477375567724307255</guid><pubDate>Tue, 31 Jan 2012 06:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-30T23:06:42.509-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>Pengertian Filsafat</title><atom:summary type="text">Pengertian Filsafat
 Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani Philosophia, yaitu dari kata Philein yang berarti mencintai, sedangkan philos berarti teman. Kemudian istilah sophos yang berarti kebijaksana, sopha berarti kebijaksanaan. Bila mengacu pada asal kata philen dan sophos maka artinya mencintai hal-hal yang bersifat kebijaksanaan. Jika filsafat mengacu pada asal kata philos </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/QLhDs5F7QvM/pengertain-filsafat.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/QLhDs5F7QvM" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/01/pengertain-filsafat.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-1233034983469243780</guid><pubDate>Sun, 29 Jan 2012 12:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-29T04:09:53.285-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ekonomi</category><title>Definisi Globalisasi Ekonomi</title><atom:summary type="text">Definisi Globalisasi Ekonomi 

Globalisasi adalah paham kebijaksanaan nasional yang memperlakukan seluruh dunia sebagai lingkungan yang pantas untuk pengaruh politik. Hal ini senada dengan yang dihadapi masyarakat dunia untuk mencapai tujuan yang menggembirakan sekaligus mengkhawatirkan. 

Globalisasi ekonomi adalah suatu paham nasionalisme yang menganggap seluruh dunia sebagai suatu lingkungan </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/qpU9GdevLA0/definisi-globalisasi-ekonomi.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/qpU9GdevLA0" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/01/definisi-globalisasi-ekonomi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-4651628417510608475</guid><pubDate>Wed, 25 Jan 2012 16:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-25T08:41:38.551-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>Komponen-komponen Kurikulum</title><atom:summary type="text">Komponen-komponen Kurikulum
 Tyler (dalam taba, 1962:442) mengatakan pentingnya mengenal komponen-komponen atau elemen-elemen atau unsur-unsur kurikulum. Herrick (dalam taba, 1962:425) mengemukakan ada empat (4) komponen kurikulum yakni: tujuan (objectives), mata pelajaran (subject matter), metode dan organisasi (method and organization), dan evaluasi (evaluation).

Nana Sy. Sukmadinata (1988:425</atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/ZLRXsviMdI4/komponen-komponen-kurikulum.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/ZLRXsviMdI4" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/01/komponen-komponen-kurikulum.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-5586446105096052462</guid><pubDate>Tue, 03 Jan 2012 14:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-03T06:34:21.295-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>Kurikulum 1947</title><atom:summary type="text">Kurikulum 1947 
 Kurikulum Pendidikan di Indonesia pertama kali lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah leer plan yaitu kurikulum 1947. Leer Plan sendiri merupakan bahasa Belanda yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah rencana pelajaran. Dalam Kurikulum 1947, asas  yang digunakan adalah asas  Pancasila. Sebenarnya kurikulum ini merupakan peralihan dari pendidikan Belanda ke kepentingan </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/33XcwpbqX_A/kurikulum-1947.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/33XcwpbqX_A" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/01/kurikulum-1947.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6362792424821716712.post-8159774976989371486</guid><pubDate>Mon, 02 Jan 2012 12:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-02T04:01:00.129-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>Pengertian Media</title><atom:summary type="text">Pengertian Media

Secara Bahasa, Kata Media berasal dari bahasa Latin "Medius" yang berarti tengah, perantara atau pengantar.  Dalam bahasa Arab, media diartikan perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.

Pengertian Media menurut Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4), Media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima </atom:summary><link>http://feedproxy.google.com/~r/WawanJunaidisblog/~3/dLTUy22T-co/pengertian-media.html</link><author>kelumbayancity@yahoo.co.id (junaidi)</author><thr:total>0</thr:total><description>&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WawanJunaidisblog/~4/dLTUy22T-co" height="1" width="1"/&gt;</description><feedburner:origLink>http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/01/pengertian-media.html</feedburner:origLink></item><language>en-us</language><copyright>wawan</copyright><media:credit role="author">junaidi</media:credit><media:rating>nonadult</media:rating><media:description type="plain">Education</media:description></channel></rss>

