<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003</id><updated>2025-12-12T17:28:36.116-08:00</updated><category term="Berita"/><category term="Legenda"/><category term="Bab VIII"/><category term="Bab IV"/><category term="Bab VII"/><category term="Bab I"/><category term="Ensiklopedia Sunda"/><category term="Bab III"/><category term="Bab VI"/><category term="Bab II"/><category term="Bab V"/><category term="Kamus Sunda"/><category term="Referensi"/><category term="Tentang Kami"/><category term="Tokoh Sunda"/><title type='text'>West Java Kingdom</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>99</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-2042026992892944002</id><published>2014-04-17T00:35:00.001-07:00</published><updated>2014-04-17T23:18:50.678-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Pembengkokan Fakta Prabu Siliwangi</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCXN2xSBBH_Je5-g6i9UyWa6UkZ9BMuUBVhEc5Wy3aWQUge21lWHjzbS2w47zcd_2sOfEuSsL_ZW5xPC7bPRoS3BdGOnKPTlyjYsXZ1hXavEJEbDDSPdQNBjlVT803G33AeA5BdssJJkk/s1600/Prabu+Siliwangi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCXN2xSBBH_Je5-g6i9UyWa6UkZ9BMuUBVhEc5Wy3aWQUge21lWHjzbS2w47zcd_2sOfEuSsL_ZW5xPC7bPRoS3BdGOnKPTlyjYsXZ1hXavEJEbDDSPdQNBjlVT803G33AeA5BdssJJkk/s1600/Prabu+Siliwangi.jpg&quot; height=&quot;320&quot; title=&quot;PRABU SILIWANGI&quot; width=&quot;296&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ada sedikit bukti otentik yang tak terbantahkan mengenai kebesaran seorang tokoh yang bergelar Sri Baduga Maharaja. Beliau membawa negerinya pada kemakmuran dan dicintai oleh rakyatnya. Sri Baduga Maharaja adalah gelar saat penobatan, sedangkan nama asli beliau yaitu Jayadewata dengan julukan Sang Pamanah Rasa.&lt;br /&gt;
Tidak kita jumpai satupun peninggalan sejarah yang benar-benar otentik yang menyebutkan bahwa tokoh tersebut menamai dirinya atau menyebut dirinya sebagai Prabu Siliwangi. Gelar yang melegenda tersebut hanya berkembang di masyarakat untuk menyebut jati diri sang raja. Hal itu bisa kita jumpai dalam karya-karya sastra dan beberapa cerita lisan yang berkembang turun temurun. Masyarakat Sunda saat itu mengenal istilah “pamali” atau tabu, mereka merasa tidak sampai hati menyebut nama langsung dari tokoh yang sangat mereka hormati. Akhirnya nama Prabu Siliwangi menjadi pilihan terbaik untuk menyebut identitas sang raja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Siapakah Prabu Siliwangi?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Siliwangi berasal dari kata “Silih” yang berarti menggantikan dan “Wangi” yang merujuk kepada tokoh Prabu Wangi.&amp;nbsp; Jadi Siliwangi adalah yang menggantikan Prabu Wangi. Prabu Wangi adalah Maharaja Niskala Wastukancana, sehingga Siliwangi merupakan penerus dari raja tersebut.&lt;br /&gt;
Dari mulai Maharaja Niskala Wastukancana sampai keruntuhan kerajaan di tahun 1579, Kerajaan Sunda (yang di situs ini kemudian diteruskan dengan nama Kerajaan Pajajaran) terdapat 7 nama raja yang pernah berkuasa. Jadi sampai disini, ada 7 nama yang bisa jadi merupakan Prabu Siliwangi yang disebut dalam kisah-kisah.&lt;br /&gt;
Pengganti langsung dari Niskala Wastukancana adalah Dewa Niskala, namun dari beberapa kisah yang kami temui mengenai Prabu Siliwangi, biografi Dewa Niskala sama sekali berbeda dengan kisah-kisah tokoh Prabu Siliwangi. Yang sangat-sangat mendekati karakter Prabu Siliwangi justru Jayadewata yang merupakan penerus dari Dewa Niskala. Sehingga beberapa peneliti sejarah mengungkapkan bahwa istilah “pengganti” ini bukan “pengganti” dalam arti penerus langsung, tapi “pengganti” dalam artian memiliki ciri yang sama dengan objek yang digantikan. Seperti yang kita tahu bahwa Niskala Wastukancana dan Jayadewata adalah 2 tokoh yang membawa kerajaan mencapai puncak kejayaan dan dicintai rakyat Sunda.&lt;br /&gt;
Namun, di beberapa kisah pantun serta cerita lisan yang ada, raja-raja lain setelah Jayadewata pun memiliki karakter dan cerita yang sama dengan Prabu Siliwangi (meskipun secara kuantitas, kisahnya jauh lebih sedikit dibandingkan kemiripan kisah Prabu Siliwangi dengan Jayadewata).&lt;br /&gt;
Dari paparan diatas kami mengidentifikasikan bahwa ada 4 kemungkinan yang berkembang di masyarakat dalam kasus ini, yaitu: &lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Tokoh Prabu Siliwangi hanyalah tokoh fiktif (asumsi ini sangat lemah, karena ada beberapa sumber historis meskipun sedikit tapi sudah cukup kuat membuktikan bahwa tokoh ini memang ditujukan kepada tokoh yang benar-benar pernah ada).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tokoh Prabu Siliwangi memang khusus ditujukan untuk tokoh Prabu Jayadewata. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tokoh Prabu Siliwangi ditujukan untuk raja-raja yang dimulai dari Prabu Jayadewata sampai yang terakhir (dalam hal ini, ada 6 orang raja yang digelari sebagai Prabu Siliwangi). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ada pencampuran kisah antara Prabu Jayadewata dan raja-raja sesudahnya menjadi satu tokoh yaitu Prabu Siliwangi.&amp;nbsp; &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Kemungkinan terakhir itulah yang sebenarnya banyak berkembang di masyarakat kita sekarang ini. Maksud dari pencampuran kisah tadi, bisa karena keperluan karya sastra (yang ini masih bisa kami tolerir) dan bisa juga dikarenakan mereka yang mencampur adukan sejarah tadi, memang tidak mengetahui sepenuhnya mengenai Sejarah Kerajaan Sunda/Pajajaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pembengkokan Fakta Prabu Siliwangi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Merupakan suatu fitrah, ketika manusia memerlukan suatu tokoh yang dijadikan panutan. Apalagi hampir beberapa dekade ini kita seolah tidak menemukan sosok yang pantas dijadikan tuntunan atau diidolakan (diluar konteks keagamaan). Maka ketika kita menemukan suatu cerita, sekalipun cerita itu tidak jelas asal usulnya,mengenai seorang tokoh besar nan hebat (apalagi tokoh tersebut berasal dari suku kita sendiri), kita langsung menelan bulat-bulat kisah tadi. Begitu pun dengan kisah-kisah mengenai Prabu Siliwangi, sebagian dari kita seolah-olah menemukan sosok idola. Bahkan menjadi pengkultusan yang mungkin terlalu berlebihan.&lt;br /&gt;
Minimnya sumber dan peninggalan sejarah mengenai tokoh tersebut kerap kali menjadi objek sasaran para pegiat klenik. Mereka mendompleng kebesaran dan kehebatan tokoh Prabu Siliwangi untuk kepentingan mereka.&lt;br /&gt;
Atau sering juga kita saksikan di layar kaca mengenai tayangan &lt;i&gt;reality show&lt;/i&gt; yang menampilkan orang-orang yang katanya kerasukan. Lucunya, orang yang “kerasukan” tadi menyebut dirinya sebagai Prabu Siliwangi. Lelucon macam apa ini? Silahkan telaah lagi paparan kami diatas, bahwa tidak ada satupun raja Sunda/Pajajaran yang menyebut dirinya sebagai Prabu Siliwangi. Dari satu kalimat itu saja sudah cukup menilai bahwa orang “kerasukan” tadi adalah orang yang sama sekali tidak mengenal&amp;nbsp; realita sejarah. Atau jika memang benar ada jin yang merasuki ke diri orang tersebut, maka kami simpulkan bahwa jin tersebut tidak cukup pintar untuk mengelabui kami. Jangan tertipu!&lt;br /&gt;
Kisah-kisah lain yang lumayan sudah mendarah daging adalah kisah mengenai menghilangnya Prabu Siliwangi, memindahkan kerajaan ke dimensi lain, pertikaian dengan sang anak (Kian Santang) yang berbuntut dengan Prabu Siliwangi dikejar-kejar oleh anaknya itu, dan masih banyak rumor lain yang berkembang, yang seharusnya kita sebagai manusia yang dianugerahi nalar perlu menelaah terlebih dahulu kisah-kisah tadi, sebelum kita menganggap bahwa kisah-kisah tersebut adalah fakta sejarah.&lt;br /&gt;
Kisah penting lainnya mengenai Prabu Siliwangi adalah cerita yang mulai tersiar luas bahwa Prabu Siliwangi sebenarnya memeluk agama Islam. Secara bukti historis (yang otentik) kami pastikan tidak ada mengenai hal itu. Maaf, ini bukan perkara sentimen agama. Kami muslim, kami mencintai dan menghormati Prabu Siliwangi, tapi untuk kisah-kisah yang dipaksakan jelas-jelas kami tolak. Tanpa kisah itu, Islam sudah cukup besar dengan segala kebesarannya, Prabu Siliwangi sudah cukup hebat dengan segala sepak terjangnya. bagi kami itu sudah cukup, tidak perlu ada penggabungan kisah yang kesannya dipaksakan.&lt;br /&gt;
Mengenai Prabu Siliwangi beragama Islam, bukan berarti kami menutup mata dan telinga, namun sejauh ini kami tidak berpegang pada pemikiran saudara kita yang memiliki keyakinan seperti itu, hanya saja memang kami belum menemukan sumber otentik. Silahkan beri kami data yang lebih valid, tidak menutup kemungkinan suatu saat kami mengamini hal tersebut. &lt;br /&gt;
Akhir kata, Prabu Siliwangi adalah sosok&amp;nbsp; yang hebat, gambaran pemimpin yang ideal, patut kita hormati apalagi beliau termasuk salah satu leluhur kita. Namun perlu kita ingat, Prabu Siliwangi adalah manusia seperti kita juga, kadang berbuat salah, yang juga memiliki keterbatasan. Yang baik perlu kita tiru, yang salah dari beliau tidak perlu kita benarkan dengan cara mengarang-ngarang cerita agar beliau menjadi sosok yang sempurna. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/2042026992892944002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/04/jangan-mengaburkan-fakta-tentang-prabu.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/2042026992892944002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/2042026992892944002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/04/jangan-mengaburkan-fakta-tentang-prabu.html' title='Pembengkokan Fakta Prabu Siliwangi'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCXN2xSBBH_Je5-g6i9UyWa6UkZ9BMuUBVhEc5Wy3aWQUge21lWHjzbS2w47zcd_2sOfEuSsL_ZW5xPC7bPRoS3BdGOnKPTlyjYsXZ1hXavEJEbDDSPdQNBjlVT803G33AeA5BdssJJkk/s72-c/Prabu+Siliwangi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-7872085624031329178</id><published>2014-04-15T23:26:00.004-07:00</published><updated>2014-04-15T23:26:46.790-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Suku Baduy, Benteng Terakhir Bahasa Sunda Asli</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUjQBsozZcHfVUw2ycLy-X1_epYqLK-4g81XNK3_xUdIGzQjNpcfnxe0eI4PYVes9KLUmjmRoMAWLh52psZIaETbK6R9rIHMxwuVbYL2bWTNWX0W-IqP7r3mVxSEy6w_oqGC4Z1-P1yVs/s1600/warga-suku-baduy-di-kabupaten-lebak-provinsi-banten-_121109211241-105.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUjQBsozZcHfVUw2ycLy-X1_epYqLK-4g81XNK3_xUdIGzQjNpcfnxe0eI4PYVes9KLUmjmRoMAWLh52psZIaETbK6R9rIHMxwuVbYL2bWTNWX0W-IqP7r3mVxSEy6w_oqGC4Z1-P1yVs/s1600/warga-suku-baduy-di-kabupaten-lebak-provinsi-banten-_121109211241-105.jpg&quot; height=&quot;188&quot; title=&quot;SUKU BADUY&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sering kita jumpai, orang-orang yang berada di Jawa Barat dalam kesehariannya menggunakan bahasa Indonesia baik di lingkungan umum maupun rumah. Alasan mereka tidak menggunakan bahasa Sunda karena takut salah, sebenarnya mereka bisa menggunakan atau hanya mengerti bahasa Sunda, hanya kebanyakan dari mereka tidak mengetahui undak usuk (tingkatan) dalam berbahasa.&lt;br /&gt;Atau apabila kita kebetulan mendengar percakapan dari suku Baduy, maka yang ada di benak kita adalah mereka menggunakan bahasa Sunda yang terdengar kasar, bahkan mungkin ada sebagian dari kita yang mengatakan bahwa suku Baduy tidak mengenal sopan santun (dari perspektif bahasa).&lt;br /&gt;Bahasa Sunda yang kita kenal sekarang memang memiliki tingkatan bahasa, berbicara kepada orang-orang yang lebih tua atau yang kita hormati berbeda dengan bahasa yang kita ucapkan pada teman sebaya. Kini bahasa Sunda mengenal tingkatan seperti bahasa halus sekali, halus, sedang, kasar, dan kasar sekali.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Asal Muasal Tingkatan Bahasa Sunda&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Yang akan kami bahas sekarang adalah asal muasal tingkatan dalam bahasa Sunda sehingga menjadi sebuah bahasa yang kita kenal sekarang. Tingkatan dalam bahasa Sunda baru, muncul sekitar abad ke-17-18 M. Sementara bahasa Sunda periode-periode sebelumnya, sama sekali tidak memiliki tingkatan bahasa. Baik itu raja, lingkungan keraton, sampai ke rakyat biasa, mereka menggunakan bahasa yang sama. Percakapan antara atasan-bawahan dan juga sebaliknya&amp;nbsp; tetap menggunakan bahasa yang sama tanpa ada istilah apakah itu sopan atau tidak sopan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Sekalipun di zaman kerajaan-kerajaan barat Jawa mengenal penggolongan kasta, namun dalam urusan berbahasa mereka lebih demokratis, ada kesejajaran harkat derajat dalam urusan berbahasa. &lt;br /&gt;Lalu apa yang melatar belakangi pergeseran bahasa atau lebih tepatnya terjadi revolusi dalam bahasa Sunda? Jawaban paling tepat dikarenakan adanya pengaruh dari budaya luar yang datang ke bumi Parahyangan. Itu terjadi ketika Pajajaran runtuh di abad ke 16 oleh serangan Kesultanan Banten.Sejak saat itu kekuasaan beralih kepada Banten dan Cirebon. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Seperti yang kita tahu, Banten dan Cirebon saat itu memiliki kedekatan dengan Mataram, bahkan pada perkembangan berikutnya (abad 17-18) justru Mataram yang lebih dominan memiliki peranan di Barat Jawa. Karena pengaruh Mataram dalam bidang politik di tanah Sunda itulah, kemudian bahasa Sunda pun menjadi terpengaruh oleh bahasa Jawa (bahasa resmi dari Mataram). Kecuali suku Baduy, mereka adalah suku “asli” Sunda yang mengasingkan diri setelah era Pajajaran tamat, mereka hingga kini setia menggunakan bahasa asli leluhur Sunda.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Di hampir sebagaian besar daerah di barat Jawa saat itu, Bahasa Jawa menjadi bahasa wajib/pengantar antara keraton Mataram (sebagai pusat) dengan pemimpin-pemimpin wilayah kekuasaanmereka di Barat Jawa. Karena itu, bahasa Jawa dianggap sebagai bahasa kaum bangsawanyang memiliki gengsi tersendiri. Tidak hanya digunakan oleh pemimpin daerah dan pusat, tapi juga harus dipelajari oleh lapisan bawah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Perlu diketahui mengenai politik saat itu, derajat penguasa dan rakyat biasa, tidak sama seperti yang terjadi sekarang (pemimpin dan rakyat), tapi lebih cenderung seperti layaknya Penjajah dan yang dijajah. Penguasa masa lalu sangat memiliki kekuasaan yang absolut. Sehingga segala kebiasaan yang dilakukan penguasa (kebudayaan dari tempat penguasa berasal) harus diterapkan juga di masyarakat terbawah sebagai “masyarakat terjajah”. Bahkan terkadang justru “masyarakat terjajah” yang dengan rela hati mengikuti budaya penjajah. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Penguasa di wilayah jajahan, hampir dipastikan selalu memiliki karakter untuk mendominasi, serta harus menunjukkan bahwa ia memiliki derajat yang lebih tinggi dihadapan rakyat jelata. Bahasa yang memiliki peranan penting dalam menyampaikan sebuah pesan atau maksud dijadikan alat untuk mengukuhkan eksistensi mereka di wilayah kekuasaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Karakteristik bahasa Jawa yang sudah terlebih dahulu menggunakan tingkatan bahasa, membuat masyarakat Sunda ikut terbiasa dengan hal tersebut. Dari situ muncul “bahasa baru” yaitu bahasa Sunda yang tersekat-sekat. Bahasa Sunda lama pun kian hari kian pudar, yang ada sekarang tinggal bahasa warisan dari Mataram, yang kemudian “dilestarikan” oleh Pemerintah kolonial Belanda. Sementara bahasa Sunda lama, yang tersisa hanya beberapa kosa kata saja, itupun kebanyakan berada di tingkatan bahasa kasar. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siya = kamu&lt;br /&gt;kawula = saya&lt;br /&gt;beja = berita&lt;br /&gt;titah= perintah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/7872085624031329178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/04/suku-baduy-benteng-terakhir-bahasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/7872085624031329178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/7872085624031329178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/04/suku-baduy-benteng-terakhir-bahasa.html' title='Suku Baduy, Benteng Terakhir Bahasa Sunda Asli'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUjQBsozZcHfVUw2ycLy-X1_epYqLK-4g81XNK3_xUdIGzQjNpcfnxe0eI4PYVes9KLUmjmRoMAWLh52psZIaETbK6R9rIHMxwuVbYL2bWTNWX0W-IqP7r3mVxSEy6w_oqGC4Z1-P1yVs/s72-c/warga-suku-baduy-di-kabupaten-lebak-provinsi-banten-_121109211241-105.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-8700724892858648945</id><published>2014-04-15T01:26:00.002-07:00</published><updated>2014-04-15T01:26:40.203-07:00</updated><title type='text'>Kampung Peninggalan Kerajaan Pajajaran, Masih Ada di Bogor</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxMoizx-JZr6EWpvLcBisngzAfhk78hqypttXa_HOhYOCCJhkEBSknU0faIdaKlu2aIN6XrLcTmjLpjXKyTGaQdyXsBKSzbdWXSlhKviSVpLBTRUJzaJ8CbCuJbIjwwSYf_LssZUCALpk/s1600/Kampung+Sindang+Barang.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxMoizx-JZr6EWpvLcBisngzAfhk78hqypttXa_HOhYOCCJhkEBSknU0faIdaKlu2aIN6XrLcTmjLpjXKyTGaQdyXsBKSzbdWXSlhKviSVpLBTRUJzaJ8CbCuJbIjwwSYf_LssZUCALpk/s1600/Kampung+Sindang+Barang.jpg&quot; height=&quot;144&quot; title=&quot;KAMPUNG SINDANG BARANG&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagi para pecinta sejarah Sunda yang sedang mengunjungi Bogor,&amp;nbsp; tidak ada salahnya untuk mengunjungi sebuah daerah di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari. Dari pusat kota Bogor lokasi ini bisa kita tempuh sekitar&amp;nbsp; 10 menit dengan menggunakan kendaraan. Daerah yang kini dijadikan kampung budaya tersebut bernama Sindang Barang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Riwayat Kerajaan Sindang Barang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Sindang Barang diperkirakan sudah ada sejak jaman Kerajaan Sunda. Ketika pusat kerajaan Sunda berada di Pakuan (pada periode abad ke 12) sampai jaman Kerajaan Pajajaran yang selalu menetap di Pakuan,Sindang Barang menjadi kerajaan kecil yang memiliki garis kekerabatan dengan kerajaan pusat. Ditambah lagi jarak yang sangat dekat (secara geografis) dengan ibukota Pakuan, membuat Sindang Barang memiliki peranan penting bagi Kerajaan Pajajaran.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Raja dari kerajaan Sindang Barang yang paling terkenal adalah Surabima Panjiwirajaya atau juga dikenal dengan nama Amuk Murugul, seorang&amp;nbsp; raja yang masa mudanya dikenal sebagai ksatria pemberani dan memiliki ilmu bela diri yang mumpuni. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Sebagai kerajaan bawahan yang loyal, Sindang Barang yang beribukota Kuta Barang ini dijadikan “kawah candradimuka” atau pusat pelatihan dari para ksatria Pajajaran.&amp;nbsp; Selain itu, di kerajaan kecil ini, Pajajaran memiliki aset berupa sebuah keraton. Keraton ini kerap ditempati oleh Permaisuri Prabu Jayadewata (Prabu Siliwangi) yang bernama Kentring Manik Mayang Sunda. Tidak heran apabila Prabu Surawisesa (raja Pajajaran berikutnya yang merupakan putra Prabu Jayadewata dari permaisuri Kentring Manik Mayang Sunda) lahir dan besar di kerajaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisa Peninggalan Kerajaan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Wisata Sejarah Kampung Sindang Barang memberikan angin segar diantara minimnya peninggalan kerajaan di barat Jawa. Kampung ini meskipun mungkin sudah tidak sesuai 100% dari aslinya, namun Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemkab Bogor dibantu oleh para ahli sejarah, mencoba untuk menjaga peninggalan-peninggalan asli seperti&amp;nbsp; Taman Sri Bagenda, puluhan Punden Berundak, serta ditunjang oleh bangunan baru yang dibuat berdasarkan riset sehingga kampung ini tetap memiliki nilai historis yang tinggi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Suasana alam yang dipelihara kealamiannya ini, mempertahankan hamparan sawah dan sungai serta ditambah rumah tradisional Sunda lengkap dengan hawu dan suasana klasik penduduk desa yang menumbuk padi. Begitu pula dengan kesenian yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kampung budaya ini, termasuk upacara adat seperti Seren Taun setiap musim panen tiba.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Tak perlu khawatir jika anda berkunjung tidak menemukan informasi yang cukup mengenai sejarah, karena disana anda dengan mudah menemui beberapa tetua kampung (kokolot) yang dengan ramah bercerita mengenai sejarah Sindang Barang bahkan Pajajaran. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/8700724892858648945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/04/kampung-peninggalan-kerajaan-pajajaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/8700724892858648945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/8700724892858648945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/04/kampung-peninggalan-kerajaan-pajajaran.html' title='Kampung Peninggalan Kerajaan Pajajaran, Masih Ada di Bogor'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxMoizx-JZr6EWpvLcBisngzAfhk78hqypttXa_HOhYOCCJhkEBSknU0faIdaKlu2aIN6XrLcTmjLpjXKyTGaQdyXsBKSzbdWXSlhKviSVpLBTRUJzaJ8CbCuJbIjwwSYf_LssZUCALpk/s72-c/Kampung+Sindang+Barang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-9134591613436206981</id><published>2014-04-08T00:36:00.000-07:00</published><updated>2014-04-15T21:07:48.676-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kamus Sunda"/><title type='text'>Kamus Sunda Kuno</title><content type='html'>&amp;nbsp;Update: 8 April 2014 - West Java Kingdom)&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4aTzbSLITI6faTXZAx27zlsw53W7NMQP4pKlcpEHIjgz0F6-k8yJBvBENrH6j3KZq3SQxvKH9MgvcuCs6GcXZntxdFvcjje67wqL5KKUg-V9-qKZDuiH4DwWFsY1HmC6o8Lq0_eHaez5J/s1600/West+Java+Kingdom.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;West Java Kingdom&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4aTzbSLITI6faTXZAx27zlsw53W7NMQP4pKlcpEHIjgz0F6-k8yJBvBENrH6j3KZq3SQxvKH9MgvcuCs6GcXZntxdFvcjje67wqL5KKUg-V9-qKZDuiH4DwWFsY1HmC6o8Lq0_eHaez5J/s1600/West+Java+Kingdom.jpg&quot; height=&quot;320&quot; title=&quot;Kamus Sunda Kuno&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Adeg = berdiri&lt;br /&gt;
Aja = jangan&lt;br /&gt;
Alah = kalah&lt;br /&gt;
Alit = halus&lt;br /&gt;
Asampe = menghina&lt;br /&gt;
Asing = hendaknya, sebaiknya&lt;br /&gt;
Atuha = tua&lt;br /&gt;
Ayama = semoga&lt;br /&gt;
Badak = badak&lt;br /&gt;
Bakti = berbakti&lt;br /&gt;
Bale = rumah&lt;br /&gt;
Bancana = bencana&lt;br /&gt;
Bangkong = kodok, katak&lt;br /&gt;
Bar = me-&lt;br /&gt;
Barang = sembarang, sembarangan&lt;br /&gt;
Barat = barat&lt;br /&gt;
Basa = ketika&lt;br /&gt;
Beuteung =&amp;nbsp; perut &lt;br /&gt;
Bijil = datang&lt;br /&gt;
Buana = dunia&lt;br /&gt;
Cara = dalam&lt;br /&gt;
Cereng = bersenang-senang&lt;br /&gt;
Ciung = burung ciung&lt;br /&gt;
Cokot = ambil&lt;br /&gt;
Combong = lubang pada gagang senjata kujang &lt;br /&gt;
Congo = bagian ujung senjata kujang untuk mengorek atau mencungkil&lt;br /&gt;
Darat = darat&lt;br /&gt;
Dasa = sepuluh&lt;br /&gt;
Dayeuh = ibukota&lt;br /&gt;
De = oleh&lt;br /&gt;
Dek = mau, ingin &lt;br /&gt;
Desa = negeri&lt;br /&gt;
Desa = wilayah, negara&lt;br /&gt;
Dina = di&lt;br /&gt;
Disri = ahli obat-obatan&lt;br /&gt;
Dora = mendatangkan&lt;br /&gt;
Dosa = kesalahan, dosa&lt;br /&gt;
Eluk = lekukan-lekukan pada bagian senjata kujang gunanya untuk mencabik-cabik perut musuh&lt;br /&gt;
Estri = wanita&lt;br /&gt;
Ganal = kasar&lt;br /&gt;
Ganja = nama khas gagang senjata kujang&lt;br /&gt;
Gawe = bekerja, berbuat&lt;br /&gt;
Hengan = tapi, namun&lt;br /&gt;
Heubeul = lama&lt;br /&gt;
Huma = ladang &lt;br /&gt;
Hyang = Dewa / penguasa alam &lt;br /&gt;
Indria = bagian tubuh&lt;br /&gt;
Ing = di&lt;br /&gt;
Inya = sungguh&lt;br /&gt;
Iseus-iseuskeun = camkan, harus diingat&lt;br /&gt;
Jaga = bila&lt;br /&gt;
Jati = menjalankan, melaksanakan&lt;br /&gt;
Jaya = menang, berjaya&lt;br /&gt;
Juritan = berperang&lt;br /&gt;
Kadatuan = keraton&lt;br /&gt;
Kalesa = bencana&lt;br /&gt;
Kambang = terapung&lt;br /&gt;
-kan = kan&lt;br /&gt;
Kapahayu = terjaga, terpelihara&lt;br /&gt;
Kawula = saya &lt;br /&gt;
Kawuri = generasi muda, generasi selanjutnya&lt;br /&gt;
Kenana = karena&lt;br /&gt;
Keputren = tempat istri raja&lt;br /&gt;
Kesatrian = asrama prajurit&lt;br /&gt;
Keudeu = harus, Pakeudeu-keudeu = saling bersikeras&lt;br /&gt;
Keudeu di tineung di maneh = egois&lt;br /&gt;
Kita = kita&lt;br /&gt;
Kowak = nama khas sarung senjata&amp;nbsp; kujang&lt;br /&gt;
Kreta = kebaikan, kejayaan&lt;br /&gt;
Kretayuga = zaman keemasan&lt;br /&gt;
Ku = oleh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kudi = sakti, jimat&lt;br /&gt;
Kuliling = keliling&lt;br /&gt;
Lamaniya = menuruti, mengikuti&lt;br /&gt;
Lamun = bila, kalau&lt;br /&gt;
Lamunna = bila, kalau&lt;br /&gt;
Larangan = terlarang&lt;br /&gt;
Laut = laut&lt;br /&gt;
Leungeun = tangan&lt;br /&gt;
Loba = serakah&lt;br /&gt;
Lumekas = terlalu&lt;br /&gt;
Lunas = dasar&lt;br /&gt;
Ma = sebuah akhiran yang menegaskan kata sebelumnya&lt;br /&gt;
Madumdum = suka, gemar, senang&lt;br /&gt;
Mahayuna = memperindah&lt;br /&gt;
Maneh = kamu, dirinya&lt;br /&gt;
Mangadeg = bertahta, berdiri&lt;br /&gt;
Manggirang = hawa nafsu&lt;br /&gt;
Marga = jalan, menjalani, menempuh&lt;br /&gt;
Marigi = membentengi&lt;br /&gt;
Mata = mata &lt;br /&gt;
Mati = mati, meninggal&lt;br /&gt;
Mati-mati = dibunuh&lt;br /&gt;
Mulah = jangan&lt;br /&gt;
Mulia = mulia&lt;br /&gt;
Musuh = musuh&lt;br /&gt;
Na = dalam&lt;br /&gt;
-na = -nya&lt;br /&gt;
Naga= naga&lt;br /&gt;
Najur = menyejahterakan&lt;br /&gt;
Naraka = neraka&lt;br /&gt;
Nata = raja&lt;br /&gt;
Nga- = me-, menjadi, menjadikan, menjalankan&lt;br /&gt;
Ngambang = mengambang &lt;br /&gt;
Ngawakan = mengajarkan, melaksanakan&lt;br /&gt;
Nihan = inilah&lt;br /&gt;
Ning = dari&lt;br /&gt;
Nu = yang&lt;br /&gt;
Nya = ya&lt;br /&gt;
Nyacar = membuka lahan dengan cara menebang pohon atau semak-semak &lt;br /&gt;
Nyieun = membuat&lt;br /&gt;
Pabwang = menghalangi, saling menghalangi&lt;br /&gt;
Pagelaran = pertunjukan&lt;br /&gt;
Pakena = pekerjaannya, kebiasaannya&lt;br /&gt;
Pakeun = agar, biar&lt;br /&gt;
Paksa = maksud&lt;br /&gt;
Paksi = bagian ekor senjata kujang yang lancip&lt;br /&gt;
Pamor / sulangkar / tutul = garis-garis atau bintik-bintik pada badan senjata kujang&lt;br /&gt;
Panca = lima&lt;br /&gt;
Pandeuri = datang&lt;br /&gt;
Pandita = pemimpin agama, kaum agama&lt;br /&gt;
Panggerek = pemburu&lt;br /&gt;
Paompo = ucapan&lt;br /&gt;
Papa = nista, kenistaan&lt;br /&gt;
Papatuk = bagian ujung senjata kujang untuk mengorek atau mencungkil&lt;br /&gt;
Parisuda = penawar, solusi&lt;br /&gt;
Pasalahan = berselisih&lt;br /&gt;
Persada = keraton&lt;br /&gt;
Polah = kelakuan, tingkah&lt;br /&gt;
Pon = tindakan&lt;br /&gt;
Prang = perang&lt;br /&gt;
Precinta = susah, kesulitan, kesusahan&lt;br /&gt;
Prege = perasaan&lt;br /&gt;
Pulih = pulih&lt;br /&gt;
Pura = kota&lt;br /&gt;
Purbajati = menjalankan, melaksanakan&lt;br /&gt;
Purbatiti = menjalani&lt;br /&gt;
Purih = tingkah laku&lt;br /&gt;
Rahayu = kebajikan&lt;br /&gt;
Raja = pemimpin negara&lt;br /&gt;
Rama = pemimpin masyarakat&lt;br /&gt;
Rampas = rampas &lt;br /&gt;
Rampes = rukun, sempurna, bagus&lt;br /&gt;
Resi = pemimpin agama, petugas hukum&lt;br /&gt;
Reya = banyak&lt;br /&gt;
Ri = di&lt;br /&gt;
Ring = kepada&lt;br /&gt;
Sakakala = tanda peringatan&lt;br /&gt;
Sakala = seluruh&lt;br /&gt;
Sakuliling = sekeliling, sekitar&lt;br /&gt;
Salumah = meninggal&lt;br /&gt;
Sang = seorang-/ gelar yang melekat pada seseorang&lt;br /&gt;
Sangke = selalu, terus-menerus&lt;br /&gt;
Sasana = mengajarkan, melaksanakan&lt;br /&gt;
Selut = ring pada&amp;nbsp; pada ujung atas gagang senjata kujang &lt;br /&gt;
Siih = lekukan-lekukan pada bagian senjata kujang gunanya untuk mencabik-cabik perut musuh &lt;br /&gt;
Silih = saling, menggantikan&lt;br /&gt;
Sinengguh = pastinya, pastilah&lt;br /&gt;
Siya = kamu &lt;br /&gt;
Sunda = suci, murni&lt;br /&gt;
Suniya = pertapa&lt;br /&gt;
Tadah = lengkungan&lt;br /&gt;
Tan = tidak, tidak akan&lt;br /&gt;
Tandang = bijaksana&lt;br /&gt;
Tanjeur = tangguh, selalu unggul&lt;br /&gt;
Tanpa = tanpa&lt;br /&gt;
Tapak = jejak, peninggalan&lt;br /&gt;
Tarahan = pedagang / pelayar / kaum ekonom&lt;br /&gt;
Ti = dari&lt;br /&gt;
Timur = timur&lt;br /&gt;
Tinut = ikut, dituruti&lt;br /&gt;
Titah = perintah &lt;br /&gt;
Titi = menjalani&lt;br /&gt;
Tonggong = punggung&lt;br /&gt;
Turutan&amp;nbsp; = Ikuti&lt;br /&gt;
Utama = utama, keutamaan&lt;br /&gt;
Wangi = harum&lt;br /&gt;
Waruga = badan senjata kujang&lt;br /&gt;
Wiku = ulama, cendekiawan&lt;br /&gt;
Wong = orang, rakyat umum&lt;br /&gt;
Wong atuha = orang tua&lt;br /&gt;
Wyaghra = harimau&lt;br /&gt;
Yuga = zaman&lt;br /&gt;
Ywa = dan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;





&lt;!-- Blogger automated replacement: &quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4aTzbSLITI6faTXZAx27zlsw53W7NMQP4pKlcpEHIjgz0F6-k8yJBvBENrH6j3KZq3SQxvKH9MgvcuCs6GcXZntxdFvcjje67wqL5KKUg-V9-qKZDuiH4DwWFsY1HmC6o8Lq0_eHaez5J/s1600/West+Java+Kingdom.jpg&quot; with &quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4aTzbSLITI6faTXZAx27zlsw53W7NMQP4pKlcpEHIjgz0F6-k8yJBvBENrH6j3KZq3SQxvKH9MgvcuCs6GcXZntxdFvcjje67wqL5KKUg-V9-qKZDuiH4DwWFsY1HmC6o8Lq0_eHaez5J/s1600/West+Java+Kingdom.jpg&quot; --&gt;&lt;!-- Blogger automated replacement: &quot;https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F4.bp.blogspot.com%2F-6iW2rDBoOSg%2FU0OlIA2bJjI%2FAAAAAAAADag%2FnxKg_eoX6rA%2Fs1600%2FWest%2BJava%2BKingdom.jpg&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*&quot; with &quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4aTzbSLITI6faTXZAx27zlsw53W7NMQP4pKlcpEHIjgz0F6-k8yJBvBENrH6j3KZq3SQxvKH9MgvcuCs6GcXZntxdFvcjje67wqL5KKUg-V9-qKZDuiH4DwWFsY1HmC6o8Lq0_eHaez5J/s1600/West+Java+Kingdom.jpg&quot; --&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/9134591613436206981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/04/kamus-sunda-kuno.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/9134591613436206981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/9134591613436206981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/04/kamus-sunda-kuno.html' title='Kamus Sunda Kuno'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4aTzbSLITI6faTXZAx27zlsw53W7NMQP4pKlcpEHIjgz0F6-k8yJBvBENrH6j3KZq3SQxvKH9MgvcuCs6GcXZntxdFvcjje67wqL5KKUg-V9-qKZDuiH4DwWFsY1HmC6o8Lq0_eHaez5J/s72-c/West+Java+Kingdom.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-8148036631399077787</id><published>2014-04-07T01:37:00.001-07:00</published><updated>2014-04-07T01:37:15.535-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Sejarah Wayang Golek</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;West Java Kingdom&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-pyttA3IcjLdrzPuSt_wzSEPTK9TBlhHcpCnEq9yhwBE6O3f3bWOuuWvAUgcn05BR3Ja7kXK2sVhVnAz3v_VggA4gFRvNVTb7XmNALzQ7w0DGvtU6OJPqVbshuXlsapOx8xO7R10LbNui/s1600/Wayang+Golek.jpg&quot; height=&quot;320&quot; title=&quot;Wayang Golek&quot; width=&quot;227&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mengenang kepergian dalang kondang Asep Sunandar Sunarya, kali ini kami akan membahas mengenai asal muasal wayang golek yang kini menjadi salah satu warisan budaya Sunda terbesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kemungkinan Awal Lahirnya Wayang Golek&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kata wayang berasal dari bahasa Jawa krama ngoko yang berarti perwajahan. Apabila kita menelusuri untuk mencapai titik dimana dan kapan wayang golek lahir, hampir tidak akan kita temui suatu paparan yang utuh. Namun dari beberapa sumber referensi yang kami dapatkan, wayang golek lahir dari perkembangan wayang kulit yang sudah lebih dahulu hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tahun 1583, Sunan Kudus yang merupakan salah satu penyebar agama Islam di pulau Jawa diceritakan pernah membuat kurang lebih 70 buah wayang dari kayu. Jika itu merupakan awal dari sejarah kelahiran wayang, maka dapat dipastikan bentuk wayang saat itu berbeda dengan wayang golek yang kita jumpai sekarang, dimana saat itu wayang belum diberi warna-warni (hanya warna kayu saja). Wayang tersebut dipertontonkan biasanya pada siang hari dengan sumber cerita lokal atau imajinasi sendiri yang tentunya sarat dengan pesan agama Islam. Jadi, wayang golek pertama kali adalah sebagai media untuk penyebaran agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, wayang golek lahir sebenarnya bukan di Jawa Barat. Dikarenakan masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur telah terlebih dahulu mengenal wayang kulit, kehadiran wayang baru ini kurang begitu berkembang, karena masyarakat disana terlanjur menggemari wayang kulit. Namun wayang golek Sunan Kudus itu menarik hati dari ulama atau sekurang-kurangnya santri Cirebon yang sedang berkunjung (atau mungkin berguru) ke wilayah Sunan Kudus. Akhirnya ide wayang golek itu dibawa ke Cirebon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pementasan wayang golek di tanah Priangan dimulai sejak Kesultanan Cirebon berada di tangan Panembahan Ratu (1540-1650). Yang dipertunjukan saat itu adalah wayang golek papak atau wayang cepak, disebut demikian karena memiliki bentuk kepala yang datar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ketika kekuasaan Kesultanan Cirebon diteruskan oleh Pangeran Girilaya (1650-1662), wayang cepak semakin populer dimana kisah babad dan sejarah tanah Jawa menjadi inti cerita, yang tentunya masih sarat dengan muatan agama Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kapan wayang golek dengan cerita dari epos Hindustan seperti Ramayana dan Mahabarata seperti yang sekarang kita kenal itu mulai hadir? Jawabannya masih samar, meskipun kami menemukan data di tahun 1840, namun hal itu perlu ditelusuri lebih dalam lagi. Yang pasti kisah-kisah Ramayana dan Mahabharata tersebut kemungkinan besar pertama kali lahir dan berkembang dalam pertunjukan wayang kulit. Semula kisah tersebut menggunakan bahasa Jawa. Namun, setelah banyak dalang-dalang dari kalangan orang Sunda, maka bahasa Sunda pun mulai menggantikan penggunaan bahasa Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan selanjutnya adalah wayang golek purwa yang tidak bisa dilepaskan dari peran Wiranata Koesoemah III, seorang Dalem dari wilayah Karang Anyar. Wiranata Koesoemah III sangat menggemari wayang, namun ia menginginkan suatu pertunjukan yang lebih menarik dan memiliki nilai-nilai keSunda-an. Akhirnya ia meminta salah seorang pengrajin wayang kulit bernama Ki Darman di daerah Ujung Berung Bandung untuk membuat bentuk wayang golek yang lebih menarik dengan bentuk kepala / rupa yang benar-benar menyerupai manusia. Maka lahirlah bentuk wayang golek seperti yang kita lihat sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wayang golek semakin populer, tidak lagi sebatas konsumsi kaum menak, tapi masyarakat biasa pun mulai menggemari wayang golek ini. Wayang golek pun semakin menyebar ke segala penjuru Jawa Barat setelah dibukanya jalan raya Daendels yang menghubungkan daerah-daerah di Jawa Barat. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Dari paparan diatas maka di tanah Priangan bermula muncul wayang-wayang klasik seperti wayang golek papak, wayang golek purwa dan wayang golek Pakuan.&amp;nbsp; Wayang Golek Papak masih dipertontonkan di daerah Cirebon, dengan kisah babad yang menggunakan bahasa Cirebon. Wayang Golek Purwa, memainkan kisah Mahabharata dan Ramayana yang diadopsi dari pementasan wayang kulit namun menggunakan campuran bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Wayang golek pakuan, kisah yang ditampilkan adalah kisah-kisah legenda Priangan seperti Sangkuriang, Mundinglaya di Kusumah, Lutung Kasarung dan lain-lain. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lahirnya Wayang Golek Modern&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sejak 1920-an, pertunjukan wayang golek Purwa mulai diiringi dengan Sinden, nayaga dan beberapa instrumen musik Sunda. Namun perkembangan wayang golek Purwa ini kian hari kian terpinggirkan oleh kesenian lain yang lebih modern.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Maka untuk menyelamatkan kesenian wayang golek, beberapa dalang mulai melakukan pembaharuan agar wayang semakin menarik minat masyarakat. Salah satu tokoh pembaharu adalah Sulaeman Partadireja. Namun dari para pembaharu yang paling fenomenal adalah Abah Sunarya, yang memiliki padepokan wayang golek Giriharja dari Jelekong, Kabupaten Bandung. Beliau mulai berani menerapkan hal-hal baru baik dari bentuk wayang maupun cerita yang dikemas tidak kaku mengikuti pakem-pakem sebelumnya. Rintisan Abah Sunarya ini dilanjutkan oleh putra-putranya seperti Ade Kosasih Sunarya dan Asep Sunandar Sunarya. Gaya baru dari dinasti Giriharja ini semakin membuat wayang golek terlihat lebih hidup. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Ade Kosasih dan Asep Sunandar berani menciptakan tokoh-tokoh baru dengan tambahan ornamen dan efek modern, suatu hal yang mungkin dianggap tabu oleh dalang-dalang sebelumnya. Si Cepot yang bisa digerakan kepalanya secara vertikal atau Cepot yang ngibing dengan memperlihatkan kaki, Buta yang bisa meledak kepalanya, menjulurkan lidah, memuntahkan mie goreng, mengeluarkan darah, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;Mulai tahun 1980 an, ertunjukan wayang golek kembali menjadi primadona pertunjukan panggung kesenian Jawa Barat. Tidak hanya di atas pentas, wayang golek pun mulai merambah ke media elektronik seperti televisi, kaset, vcd, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tokoh Sentral Wayang Golek &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tokoh sentral adalah tokoh yang dijadikan kokojo para dalang dalam pementasannya. Pada masa penjajahan Belanda, tokoh favorit adalah Arjuna. Kemudian tokoh sentral beralih pada Gatot Kaca di masa-masa perjuangan kemerdekaan, mungkin hal ini disebabkan Gatot Kaca memiliki watak pemberani dan semangat yang diharapkan mampu menularkan sikap perlawanan terhadap kolonialisme. Pada masa sekarang, zaman dimana nilai hiburan lebih diutamakan dibandingkan dengan nilai-nilai falsafah, maka para dalang yang mencium fenomena ini mulai mengandalkan dagelan-dagelan yang tercipta dari dialog para buta, punakawan. Dari tokoh punakawan ini tentu seperti yang kita kenal melejitkan si Cepot sebagai bintang pertunjukan. &lt;b&gt;(WJK news)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/8148036631399077787/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/04/sejarah-wayang-golek.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/8148036631399077787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/8148036631399077787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/04/sejarah-wayang-golek.html' title='Sejarah Wayang Golek'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-pyttA3IcjLdrzPuSt_wzSEPTK9TBlhHcpCnEq9yhwBE6O3f3bWOuuWvAUgcn05BR3Ja7kXK2sVhVnAz3v_VggA4gFRvNVTb7XmNALzQ7w0DGvtU6OJPqVbshuXlsapOx8xO7R10LbNui/s72-c/Wayang+Golek.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-1373947068651925875</id><published>2014-03-31T23:17:00.002-07:00</published><updated>2014-03-31T23:19:29.463-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Sunda"/><title type='text'>Pangeran Kornel (Kusumadinata IX)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apabila kita bepergian menggunakan jalur jalan raya Sumedang-Bandung, pasti akan melewati daerah yang disebut Cadas Pangeran. Disana bisa kita lihat sebuah patung yang sedang bersalaman, dan salah satunya menggunakan tangan kiri. Patung tersebut merupakan Patung Kusumadinata IX, Bupati Sumedang periode 1791-1828 dengan Jendral Deandels. Yang berkuasa disaat tanah air ini dijajah oleh Belanda dan Inggris. Kusumadinata IX yang lebih populer dengan sebutan Pangeran Kornel.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata Kornel berasal dari kata Kolonel pangkat militer dari pemerintah Belanda. Oleh pemerintah kolonial, Pangeran Kornel dianggap sangat loyal, karena itu tak segan apabila Belanda menjadikan Kusumadinata IX dijadikan pemimpin militer para Bupati di tatar Sunda dengan gelar kolonel yang membawahi Mayor sampai Letnan Kolonel. Entah karena salah mendengar atau tidak terbiasa melafalkan kata Kolonel, masyarakat Sunda saat itu menyebut Kolonel dengan kata Kornel, akhirnya sampai sekarang Pangeran Kusumadinata IX dikenal dengan Pangeran Kornel.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pangeran Kornel juga pernah diembani tugas untuk meredam pemberontakan Bagus Rangin. Pada masa kepemimpinan Pangeran Kornel, wilayah kekuasaan Sumedang hampir meliputi setengah wilayah Jawa Barat. Banyak kabupaten yang dibubarkan oleh pemerintah kolonial Belanda kemudian digabungkan dengan Sumedang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada tahun 1816, daerah Sumedang meliputi 15 distrik, sehingga Pangeran Kornel membawa Sumedang mencapai puncak keemasannya. Beliau begitu dicintai rakyat, karena kearifannya juga menguasai ilmu agama Islam dan ilmu-ilmu lainnya, tak heran apabila para pemimpin daerah di Jawa Barat yang lain menjadikan sosok ini sebagai panutan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kami (penulis artikel) berharap agar kisah dari Pangeran Konel ini tidak dibaca dari kacamata nasionalisme Indonesia. Pada masa itu gagasan tentang 
nasionalisme belum lahir. Pangeran Kusumafinata&lt;b&gt; &lt;/b&gt;IX lahir, besar dan berkuasa di alam kolonial Belanda, sehingga ia menjadi perpanjangan tangan Belanda. Ada hikmah yang bisa dijadikan pelajaran melalui tokoh ini, yaitu sikap berani, tegas, loyal, patuh, bertanggung jawab, jujur saat berkuasa, dekat dan mau membela masyarakat meskipun harus mempertaruhkan jabatannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita akan melihat sebuah persamaan sikap setia antara Pangeran Kusumadinata IX dengan Prabu Surawisesa yang merupakan pendahulunya (raja Pajajaran) dan para prajurit pemberani Pajajaran. Prabu Surawisesa yang bekerjasama dengan Portugis, ikut bahu membahu dengan orang-orang kulit putih untuk bertempur melawan pasukan Fatahillah dalam rangka mempertahankan Sunda Kalapa. Sekali lagi, ini bukanlah sikap anti nasionalisme, tapi ini adalah sikap ksatria seorang pemimpin yang memegang amanah demi memenuhi perjanjian dari jabatannya. &lt;i&gt;(lebih lengkapnya, silahkan lihat Bab Kerajaan Pajajaran)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Masa Sebelum Diangkat Sebagai Bupati Sumedang &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebelum menjabat sebagai bupati Sumedang, Pangeran Kusumadinata IX dikenal dengan 
nama Aom Jamu atau Suranagara. Beliau memiliki garis keturunan 
Sumedanglarang dari Ibu dan keturunan darah biru Limbangan dari garis 
ayah. Ayahnya (Adipati Surianagara) adalah seorang bupati Sumedang yang wafat ketika Aom Jamu masih kecil, sehingga pemerintah kolonial Belanda mengangkat pamannya (Adpati Surialaga) jadi Bupati Sumedang (1765-1773). Pamannya juga menginggal sebelum Aom Jamu dewasa, pemerintah Belanda kemudian mengangkat Bupati sementara yang bukan keturunan bangsawan Sumedanglarang. Di zaman dahulu, jabatan bupati tak ubahnya seperti seorang raja, dimana keturunannya yang berhak meneruskan tampuk kekuasaan. Pemilihan Bupati pun berdasarkan apakah orang tersebut mau menjadi &quot;perpanjangan tangan&quot; Belanda atau tidak, jika tidak maka jangan harap diangkat menjadi Bupati.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mengisi kekosongan kekuasaan dari keturunan Sumedang, akhirnya Belanda mengangkat Adipati Tanubaya, seorang bupati dari Parakanmuncang (1773-1775). Adipati Tanubaya juga menjadikan Aom Jamu sebagai menantunya. Walaupun Tanubaya berperan sebagai seorang mertua Aom Jamu, ia merasa tidak setuju kalau menantunya ini diangkat sebagai penerus Bupati Sumedang. Adipati Tanubaya malah menjadikan menantunya yang lain (Adipati Patrakusumah) sebagai Bupati Sumedang dari tahun 1775-1789. Sesepuh Sumedang saat itu sebenarnya menolak diangkatnya bupati ini sebagai penguasa Sumedang dan lebih memilih Aom Jamu yang jelas-jelas memiliki garis keturunan murni penguasa Sumedang. Namun pemerintah kolonial Belanda tetap bersikukuh menjadikan Patrakusumah sebagai Bupati.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Konon, Patrakusumah mulai saat itu akan menjadikan bupati-bupati penguasa Sumedang seterusnya berasal dari Parakanmuncang. Oleh sebab itu Adipati Patrakusumah bermaksud membunuh Aom Jamu agar tidak ada keturunan murni bangsawan Sumedang yang mempunyai hak sebagai bupati disana selanjutnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Aom Jamu mencium gelagat dari Patrakusumah, menyadari nyawanya terancam ia lalu menyelamatkan diri menuju Cianjur Selatan melalui jalur Malangbong. Aom Jamu tiba di perkampungan Kalapa Nunggal yang jauh dari keramaian. Selama disana ia menyamar menjadi rakyat biasa agar tidak diketahui oleh mata-mata Patrakusumah. Namun kecakapannya menunggangi kuda dan melafalkan ayat suci Al-Qur&#39;an, membuat seorang mandor perkebunan kopi Kalapa Nunggal merasa curiga, bahwa Aom Jamu sebenarnya bukan orang sembarangan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Aom Jamu kemudian ditanya dan akhirnya mengungkapkan jati diri yang sesungguhnya. Sang mandor pun menemui Bupati Wiratanudatar VI (Dalem Enoh) sebagai Bupati Cianjur, ia melaporkan bahwa di kampungnya terdapat seorang bangsawan Sumedang yang sedang bersembunyi dari pengejaran musuh yang mencoba membunuhnya. Mendengar berita tersebut, Bupati Cianjur tersebut segera mengutus orang kepercayaannya ke Kalapa Nunggal untuk menyelamatkan Aom Jamu. Selanjutnnya Aom Jamu dijodohkan kepada Nyimas Lenggang Kusumah, putri dari Rangga Gede (Wedana Cikalong Wetan -- wilayah adminstrarif Cianjur). Aom Jamu kemudian meneruskan jabatan Rangga Gede sebagai wedana Cikalong Wetan setelah mertuanya itu diangkat menjadi Bupati Bogor.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selama di Cianjur, Aom Jamu belajar ilmu agama di pesantren dan juga berlatih beladiri Maenpo, sehingga baik ilmu agama maupun beladiri Aom Jamu semakin tinggi. Popularitas beliau selama memerintah di Cikalong Wetan sampai juga ke Sumedang dan diketahui oleh Bupati Patrakusumah di Sumedang, tetapi musuh Aom Jamu itu agak gentar menghadapi Bupati Cianjur yang melindungi Aom Jamu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika Sumedang sudah dirasakan lebih kondusif, Akhirnya Aom Jamu pulang dan menduduki kedudukan sebagai Patih Sumedang dengan pangkat Demang. Setelah dianggap cakap selama menjalankan jabatan Patih, maka pada tahun 1791, Aom Jamu pun resmi diangkat 
sebagai Bupati Sumedang dengan gelar Tumenggung Surianagara.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebagai bupati dia membuat 
kehidupan rakyat Sumedang menjadi sejahtera, beberapa daerah yang asalnya hutan belantara &quot;disulap&quot; 
menjadi surga. Tumenggung Surianagara tidak pernah memanfaatkan jabatannya untuk mengumpulkan kekayaan pribadi, dia tetap sederhana dan tak jarang ia turun langsung ke masyarakat untuk melihat kondisi yang sesungguhnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penggunaan nama Tumenggung Surianagara pun berganti ketika ia digelari gelar Pangeran, mulai saat itu semua orang menyebut dirinya dengan nama Pangeran Kusumadinata IX.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada tahun 1806, keberanian dan totalitas selama menjadi Bupati sangat tampak ketika ia 
diberikan tugas untuk memadamkan pemberontakan Bagus Rangin. Bersama dengan bupati Karawang, Subang dan Cirebon, Pangeran Kusumadinata IX memimpin 
pasukan menuju Jatitujuh. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pemberontakan Bagus Rangin meletus karena rakyat daerah Cirebon tidak 
tahan lagi diperas oleh orang-orang Cina yang memiliki hak istimewa dari pemerintah kolonial untuk menyewa desa-desa sebagai tanah 
partikelir. Selain itu konflik di Kesultanan Cirebon yang berujung Belanda melakukan penggantian Sultan Kanoman oleh Pangeran Surantaka. Sementara sang Putra Mahkota yaitu Pangeran
 Surianagara&amp;nbsp;
tersingkir dari istana. Simpati rakyat Cirebon mengalir kepada putra mahkota yang tersingkir itu, akhirnya untuk meredam gejolak yang terjadi di masyarakat, di tahun 1805, Belanda mengundang Pangeran Surianagara&amp;nbsp; untuk berunding di Batavia. Tetapi ketika tiba di 
sana, dia ditangkap dan diasingkan ke Ambon. Bagus 
Rangin pun muncul sebagai bentuk perlawanan atas ketidak adilan pemerintah kolonial terkait masalah tadi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pasukan Bagus Rangin dikepung dari segala arah, akhirnya dapat 
dikalahkan. Tetapi Belanda melunak untuk&amp;nbsp; mengembalikan Pangeran Surianagara dari 
pengasingannya di Ambon dan mengangkatnya sebagai sultan, sedangkan orang-orang Cina
 tidak diperkenankan lagi tinggal di daerah pedalaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pangeran Kusumadinata IX yang terkenal dekat dengan masyarkat menyadari bahwa peran sertanya menumpas pemberontakan Bagus Rangin sebenarnya bukan karena ia tidak mendengarkan suara hati rakyat. Tapi beliau melihat kekacauan sudah terlalu besar hingga merembet ke wilayahnya. Setelah pemberontakan dipadamkan, ia pun kemudian mengkritik pemerintah Belanda yang notabene atasan beliau. Ia memang menemukan bentuk ketidak adilan disana.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sikap yang berani menentang Pemerintah Belanda, semakin terlihat ketika pembuatan jalan raya Anyer-Banyuwangi. Proyek yang terkenal kekejamannya dengan sistem kerja rodi itu dibuat atas perintah Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Pada saat proyek sampai ke wilayah Sumedang, Daendels marah besar karena pengerjaannya berjalan lambat. Bagaimana tidak, medan yang digunakan untuk pembangunan jalan di Sumedang itu merupakan bukit cadas yang sangat keras. Masyarakat yang dipaksa bekerja hanya dibekali peralatan yang sangat sederhana, 
seperti linggis dan cangkul. Berbulan‑bulan sudah dikerjakan, namun 
hasilnya hampir tidak ada.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jenderal Deandels pun terpaksa datang langsung ke Sumedang, Pangeran Kusumadinata IX yang merasa berhak melindungi warganya sudah bersiap menyambut Deandels di lokasi proyek. Gubernur Jenderal Daendels yang 
terkenal galak dan pemarah, ditambah dengan jabatannya yang mentereng 
sebagai Gubernur Jenderal tidak serta merta membuat Pangeran 
Kusumadinata IX ciut nyalinya.&lt;i&gt;&lt;/i&gt; Sampai akhirnya Daendels tiba, terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini selalu dikenang oleh masyarakat Sumedang, Pangeran Kusumadinata IX menyambut Deandels tidak layaknya seperti seremonial yang biasa ketika terjadi pertemuan antara bawahan dengan atasan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pangeran Kusumadinata IX dengan tatapan mata tajam menyambut &quot;tamu agungnya&quot; itu dengan tangan kanan yang memegang hulu keris yang sudah 
dipindahkannya ke depan (biasanya keris diselipkan di belakang). Deandels merasa terperanjat dengan sikap bawahannya itu, akhirnya ia mendahului menyodorkan tangan untuk 
bersalaman, tetapi tangan kanan Pangeran Kusumadinata IX tetap memegang erat keris dan ia &quot;hanya&quot; menyodorkan tangan kiri untuk menyambut jabatan tangan Deandels.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Melihat sikap tak lazim dari Pangeran Kusumadinata IX itu membuat Daendels gentar dan tidak menegur soal keterlambatan 
pekerjaan membuat jalan.Yang terjadi saat itu hanyalah percakapan biasa dimana akhirnya sang bupati pemberani itu mengungkapkan alasan keterlambatan pengerjaan proyek itu. Jenderal 
Daendels pun maklum dan tidak ada nada marah seperti yang biasanya ia perlihatkan ketika menemukan ketidak seusaian dengan rencananya. Deandels pun mengirimkan pasukan zeni, untuk menolong menghancurkan batu cadas dengan dinamit karena 
tidak mungkin dikerjakan oleh rakyat hanya dengan pacul dan linggis.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;West Java Kingdom&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3yOcV_BO2AQNXPiDz5Crxa6ysKjXwEFcj7j93uaMMB4NKOyNQWoAOXl0xYvOhFbFWL1n4_XJjbFNUAC7Wb95u-eDF_2MuTnRz_Et0k8gpgY8XJkNaNRwszk_CUM1pq4WYx-FMQcsda0sy/s1600/Pangeran+Kornel.jpg&quot; height=&quot;320&quot; title=&quot;Pangeran Kornel dan Deandels&quot; width=&quot;284&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kini, titik pertemuan antara Pangeran Kusumahdinata
IX dengan Gubernur Jenderal Daendels itu diabadikan dengan sebuah patung. Wilayah pengerjaan proyek tersebut kemudian dikenal dengan 
nama “Cadas Pangeran” sebagai bentuk penghormatan akan keberanian seorang Pangeran dalam membela rakyatnya. &lt;b&gt;(WJK Profil Tokoh Sunda)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/1373947068651925875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/pangeran-kornel-kusumadinata-ix.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/1373947068651925875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/1373947068651925875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/pangeran-kornel-kusumadinata-ix.html' title='Pangeran Kornel (Kusumadinata IX)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3yOcV_BO2AQNXPiDz5Crxa6ysKjXwEFcj7j93uaMMB4NKOyNQWoAOXl0xYvOhFbFWL1n4_XJjbFNUAC7Wb95u-eDF_2MuTnRz_Et0k8gpgY8XJkNaNRwszk_CUM1pq4WYx-FMQcsda0sy/s72-c/Pangeran+Kornel.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-4523431907976395440</id><published>2014-03-29T00:15:00.002-07:00</published><updated>2014-03-31T23:21:53.479-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Babakti dan Purnamasari, Mengenal Warisan Leluhur Sunda </title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ritual Babakti, dalam budaya Sunda lama berarti mendo&#39;akan para leluhur agar tenang di alam sana. Do&#39;a ini dipanjatkan kepada Hyang Tunggal, sehingga diharapkan selain untuk para leluhur, ritual ini bermanfaat juga bagi orang yang berdo&#39;a.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada masa silam, ritual ini menggunakan media sesajen yang harus tersedia seperti buah-buahan hasil perkebunan, kopi pahit, kopi manis, dupa, kemenyan, serumpun padi, ubi, dan kacang tanah yang masih bercangkang. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;West Java Kingdom&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWiVotgwOabeq9pheCDAGn1iZW_R8omK5vehiQ2tDHu8KKM3G77-r1KaVCdJ-OHgXZKi-GJIS5xdPCmuSSNMJACwpaawUiOhOy_PDLefVQ1MEJPEyVUPgRszwqCEDvEvNb5mJE3GT7Mup8/s1600/Purnamasari.jpg&quot; title=&quot;Ritual Purnamasari&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ritual lain adalah apa yang disebut dengan Purnamasari. Upacara ini&amp;nbsp; dilaksanakan pada saat terang bulan, maksudnya agar energi positif Bulan bisa menjalar kepada kita yang berada di Bumi. Upacara ini bermanfaat untuk kesehatan (meskipun tidak mudah untuk menangkap energi positif bulan) sehingga kekhidmatan dalam ritual ini sangat diperlukan. Konon Raja-Raja Sunda zaman dahulu rutin melaksanakan ritual ini setiap bulannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kini ritual-ritual tersebut sudah tidak populer lagi, namun beberapa paguyuban Sunda masih ada yang melaksanakan ritual tadi. Ada yang benar-benar melaksanakan seluruh rangkaian ritual apa adanya seperti masa silam, ada juga yang sudah dibungkus atau disesuaikan dengan kepercayaan yang mereka anut saat ini. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/4523431907976395440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/babakti-dan-purnamasari-mengenal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/4523431907976395440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/4523431907976395440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/babakti-dan-purnamasari-mengenal.html' title='Babakti dan Purnamasari, Mengenal Warisan Leluhur Sunda '/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWiVotgwOabeq9pheCDAGn1iZW_R8omK5vehiQ2tDHu8KKM3G77-r1KaVCdJ-OHgXZKi-GJIS5xdPCmuSSNMJACwpaawUiOhOy_PDLefVQ1MEJPEyVUPgRszwqCEDvEvNb5mJE3GT7Mup8/s72-c/Purnamasari.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-5789157638963821515</id><published>2014-03-27T21:41:00.002-07:00</published><updated>2014-03-31T23:22:04.562-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Alat Musik Kendang Jadi Warisan Budaya Sunda</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4DYjY75FKM-AW0A4OoMiKLddQJRP0ntPVQL6hBh4UisJ7TCSaQXI81DuQOn9ZCgtYoD6Sb8jf1QnRo3n2zjKncZH_o3kxZpaxcP3NZ1RAC_VTSoTZhlZLq6hpigwj9-pL08FXEzbFKsc/s1600/maxresdefault.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4DYjY75FKM-AW0A4OoMiKLddQJRP0ntPVQL6hBh4UisJ7TCSaQXI81DuQOn9ZCgtYoD6Sb8jf1QnRo3n2zjKncZH_o3kxZpaxcP3NZ1RAC_VTSoTZhlZLq6hpigwj9-pL08FXEzbFKsc/s1600/maxresdefault.jpg&quot; height=&quot;112&quot; title=&quot;KENDANG&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Setelah angklung yang memiliki suara merdu dan fenomenal, kini saatnya kendang yang diusulkan untuk menjadi warisan budaya Jawa Barat (Sunda). Alat musik ini sekarang sedang diteliti Dirjen HAKI untuk mendapatkan pengakuan dari Nasional. &lt;br /&gt;
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan atau Disparbud Jawa Barat, Nunung Sobari menuturkan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang mendaftarkan dan mengusulkan kendang ke Dirjen HAKI agar diakui sebagai salah satu warisan dari kebudayaan nasional.&lt;br /&gt;
Proses peresmian kendang sebagai warisan budaya nasional ini pun diharapkan tidak serumit pengakuan hak intelektual pada kujang pada tahun 2013 lalu. Apalagi saat ini mudah sekali menemui kendang di mana saja.&lt;br /&gt;
Saat ditemui dan dikonfirmasi mengenai hal ini, Nunung Sobari mengungkapkan harapannya, dia menuturkan bahwa proses pemberian HAKI pada kendang agar tidak susah dan bisa selesai dengan cepat. Dia mencontohkan acara-acara di televisi swasta nasional yang menggunakan kendang sebagai alat musiknya dan disukai oleh banyak orang.&lt;br /&gt;
Fenomena pemakaian kendang sebagai alat musik memang sudah menjamur di Indonesia. Banyak sekali acara-acara musik yang memperlihatkannya di layar kaca dan ditonton oleh semua warga di tanah air. Bahkan, acara dengan pengiring alat musik kendang ini pun menempati rating teratas dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan kendang sebagai alat musik sudah diakui oleh warga Indonesia.&lt;br /&gt;
Nunung Sobari menjabarkan bahwa pada tahun 2013 lalu, tepatnya bulan Oktober, pihak Dinas Pariwisata dan kebudayaan telah mendapatkan sertifikat perlindungan terhadap warisan budaya Jawa Barat. Lebih rinci, ada delapan warisan budaya Jawa Barat yang diakui oleh Kementerian Pendidikan dan kebudayaan atau yang biasa disebut Kemendikbud. Delapan warisan budaya tersebut antara lain ronggeng gunung, gotong singa, aksara kanganga, topeng Cirebon, jaipongan, silat, calung, dan kujang. Dan seiring dengan pengakuan ini, kebudayaan tersebut semakin dicintai dan disukai oleh masyarakat Indonesia, khususnya warga Bandung sendiri.&lt;br /&gt;
Faktor lain yang seharusnya dipertimbangkan adalah peran Jabar dalam memberikan kontribusi terhadap pengakuan UNESCO. Seperti diketahui, angklung sebagai salah satu alat musik khas Jawa Barat sudah diakui oleh UNESCO (menjadi warisan budaya tingkat dunia). &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/5789157638963821515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/alat-musik-kendang-jadi-warisan-budaya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/5789157638963821515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/5789157638963821515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/alat-musik-kendang-jadi-warisan-budaya.html' title='Alat Musik Kendang Jadi Warisan Budaya Sunda'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4DYjY75FKM-AW0A4OoMiKLddQJRP0ntPVQL6hBh4UisJ7TCSaQXI81DuQOn9ZCgtYoD6Sb8jf1QnRo3n2zjKncZH_o3kxZpaxcP3NZ1RAC_VTSoTZhlZLq6hpigwj9-pL08FXEzbFKsc/s72-c/maxresdefault.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-5449774541876950188</id><published>2014-03-27T00:36:00.002-07:00</published><updated>2014-03-31T23:22:24.671-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Iket Kepala Sunda, Mahkota Urang Sunda</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYfIytzwU5O74TDD1qWmX-jPjfpk-xFysJLXDkHp33tN3wO552haMaSI8ZJJbs7hRcpNWRKjJW-EpKpXDccQoeglgrGJPrn9Fe-59u19ghbv8RkDHSeeZN7TOZKQ89HO6O37wVV82v2iU/s1600/rupa-rupa+iket+sunda.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYfIytzwU5O74TDD1qWmX-jPjfpk-xFysJLXDkHp33tN3wO552haMaSI8ZJJbs7hRcpNWRKjJW-EpKpXDccQoeglgrGJPrn9Fe-59u19ghbv8RkDHSeeZN7TOZKQ89HO6O37wVV82v2iU/s1600/rupa-rupa+iket+sunda.jpg&quot; height=&quot;223&quot; title=&quot;IKET KEPALA SUNDA&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Salah satu bagian dari pakaian adat Sunda yang tidak bisa ditinggalkan adalah iket kepala Sunda. Bagian ini menjadi ciri khas pakaian adat Sunda sehingga harus dikenakan. Yang mengenakan iket kepala adalah kaum lelaki. Saat mengenakan iket ini, pria Sunda semakin tampak gagah, tak elak iket sunda tampak sebagai mahkota bagi pria Sunda.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Iket Kepala&lt;br /&gt;
Iket kepala ini biasanya berbahan kain polos atau kain batik. Lebar kain sekitar 1 meter persegi. Namun ada iket yang hanya berbentuk sebagian iket dan diagonal, iket yang seperti ini diberi nama satengah iket. Batik yang digunakan iket juga tidak sembarangan, motif yang sering dipakai yakni batik kumeli, batik kangkung, batik porod eurih, batik katuncar mawur, batik kalangkang ayakan, batik kawung ece, batik giringsing, dan lain-lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk Iket&lt;br /&gt;
Bentuk iket kepala Sunda ada beberapa macam, seperti yang diulas berikut ini;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, parengkos nangka. Merupakan bentuk iket Sunda yang mudah dikenakan. Biasanya dipakai oleh kaum lelaki yang sudah lanjut karena hanya tinggal dibelitkan di kepala.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, julang ngapak. bentuk ini didesain khusus untuk orang tua.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, talingkup. Bentuk ikat kepala ini juga mudah digunakan karena memang didesain khusus untuk orang tua.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, udeng. Inilah bentuk iket yang dikenakan untuk acara-acara resmi yang diadakan di kampung atau acara resmi lainnya. Biasanya dikenakan oleh orang tua.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima, kuda ngencar. Merupakan bentuk iket kepala yang digunakan oleh para jawara muda.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Keenam, borongbong keong. Bentuk iket kepala Sunda satu ini biasanya digunakan oleh kaum muda. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Ketujuh, bungkus peuyeum. Bentuk iket ini biasanya dikenakan oleh para petani, tukang kebun, ternak, dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Kedelapan, babalian. Sama seperti borongbong keong, bentuk iket kepala ini juga digunakan oleh anak muda.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Kesembilan, mamakasaran. Inilah bentuk iket kepala yang dipakai oleh remaja Sunda.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Kesepuluh, kuda nyicir. Dikhususkan untuk anak muda. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Kesebelas, iket raja atau satria. Iket ini biasanya dibuat dan dipakai untuk acara sandiwara, drama, dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua belas, totopong. Iket ini lebih kasar dari pada udeng, tetapi yang memakai adalah sama, yakni orang tua.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga belas, barangbang semplak. Pada zaman dahulu, barangbang semplak hanya boleh dikenakan oleh jawara saja. Tapi kini, bisa dikenakan oleh siapa pun. Kecuali orang Sunda yang masih memegang teguh tradisi Sunda.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk iket ini bisa Anda pilih untuk inspirasi iket saat Rebo Nyunda. Mari lestarikan budaya Sunda. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/5449774541876950188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/iket-kepala-sunda-mahkota-urang-sunda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/5449774541876950188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/5449774541876950188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/iket-kepala-sunda-mahkota-urang-sunda.html' title='Iket Kepala Sunda, Mahkota Urang Sunda'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYfIytzwU5O74TDD1qWmX-jPjfpk-xFysJLXDkHp33tN3wO552haMaSI8ZJJbs7hRcpNWRKjJW-EpKpXDccQoeglgrGJPrn9Fe-59u19ghbv8RkDHSeeZN7TOZKQ89HO6O37wVV82v2iU/s72-c/rupa-rupa+iket+sunda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-3158157330131779642</id><published>2014-03-25T21:47:00.001-07:00</published><updated>2014-03-31T23:22:34.426-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Kampung Seni Malangyang, Cara Mudah Ajarkan Budaya Sunda pada Anak</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5fHU0v6MbPoZvlVNbDxiP7yKNuqKrRlC-KuAsEZmakxSjwORY1OzPHOBScs-oitz1_hxQDDuEch9RKx5DwbXAKTXi2VcLiKGV7rXcdYGpFJ5g76brVgxCLCN6g6e0YIYV1m1YwBcWypI/s1600/kampung-seni.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5fHU0v6MbPoZvlVNbDxiP7yKNuqKrRlC-KuAsEZmakxSjwORY1OzPHOBScs-oitz1_hxQDDuEch9RKx5DwbXAKTXi2VcLiKGV7rXcdYGpFJ5g76brVgxCLCN6g6e0YIYV1m1YwBcWypI/s1600/kampung-seni.jpg&quot; height=&quot;320&quot; title=&quot;KAMPUNG SENI MANGLAYANG&quot; width=&quot;272&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Salah satu kampung yang masih asri dan mau menyuguhkan seni khas budaya sunda adalah kampung seni Malangyang yang ada di kampung Cibolerang, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Di sini, Anda tidak hanya akan melihat pemandangan alam yang hijau dan asri, tetapi juga akan dimanjakan dengan seni budaya yang dipertontonkan melalui pergelaran. Kampung ini memiliki saung-saung tradisional yang akan bisa Anda nikmati keteduhannya dan budayanya secara langsung.&lt;br /&gt;
Lokasi ini dipercaya sebagai lokasi terbaik untuk acara liburan keluarga. Sekalian liburan, Anda juga bisa mengenalkan budaya Sunda kepada anak-anak. Selain dia mengerti, Anda juga bisa menanamkan dalam dirinya betapa pentingnya melestarikan sebuah budaya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah kampung ini dibuat sebuah panggung terbuka. Tidak hanya itu, panggung ini juga sudah dilengkapi dengan barisan untuk tempat duduku penonton saat menyaksikan pergelaran seni ala kampung seni Malangyang. Lokasi ini juga dilengkapi dengan panggung rumbia tanpa tembok. Sedangkan untuk menikmati keseluruhan saung yang ada di kampung tersebut, Anda perlu melewati jalan setapak yang di pinggirnya sudah diberi barisan batu templek dengan susunan yang sangat rapi. Jika hujan, Anda dan keluarga tidak perlu khawatir lagi. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Selain berwisata budaya, Anda juga bisa berwisata kuliner khas Bandung di lokasi ini. Berbagai jajanan tradisional siap Anda santap seperti rangginang, lotek, keripik singkong, dan lain-lain. Jika Anda ingin berlibur sekaligus menikmati pergelaran kebudayaan Sunda, Anda perlu meluangkan waktu berlibur hingga malam hari. hal ini karena pergelaran akan dimulai pada jam 8 malam. Dan hanya digelar di weekend saja.&amp;nbsp; jangan heran jika setiap minggunya pergelaran ini akan berubah-ubah, dari wayang golek, seni bajang, hingga kesenian Sunda modern seperti pop sunda juga ditampilkan. Hal ini merupakan cara agar pengunjung tidak bosan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Di sini, Anda juga bisa mengenalkan permainan tradisional yang biasanya dimainkan oleh orang pada zaman dahulu, seperti egrang, karet gelang, gasing, bebedilan, dan lain-lain. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk diketahui, di kampung ini terdapat banyak sekali saung yang dibangun oleh pemiliknya sendiri. Tentu dengan dana pribadi, sang pemilik mengakui bahwa pembangunan saung ini bukanlah untuk menarik wisatawan atau mendapatkan uang. Sehingga sang pemilik menutup kampung ini karena sang abah, harus menempuh studi untuk meraih gelar doktor di Yogyakarta. Kabar ini sudah didengar sejak akhir tahun lalu. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/3158157330131779642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/kampung-seni-malangyang-cara-mudah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/3158157330131779642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/3158157330131779642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/kampung-seni-malangyang-cara-mudah.html' title='Kampung Seni Malangyang, Cara Mudah Ajarkan Budaya Sunda pada Anak'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5fHU0v6MbPoZvlVNbDxiP7yKNuqKrRlC-KuAsEZmakxSjwORY1OzPHOBScs-oitz1_hxQDDuEch9RKx5DwbXAKTXi2VcLiKGV7rXcdYGpFJ5g76brVgxCLCN6g6e0YIYV1m1YwBcWypI/s72-c/kampung-seni.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-4587952312810383140</id><published>2014-03-24T23:50:00.000-07:00</published><updated>2014-03-31T23:22:49.546-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Sindang Barang, Kampung Pelestarian Budaya Sunda</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4d9QtNCqJYfkJ69DXSPCZ_D4zAKaWdLTOdnDmwuhkXOboD7LAJB77VKdfSUqpfcKUQoULLKp5KMUWQees6omBxc1ZAwrmFO4xVPwP1-3_UwnGC9Hj5zk5GFHR-BIieiqYA6nEoDzqMRg/s1600/442418_13032015290010923420_STD.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4d9QtNCqJYfkJ69DXSPCZ_D4zAKaWdLTOdnDmwuhkXOboD7LAJB77VKdfSUqpfcKUQoULLKp5KMUWQees6omBxc1ZAwrmFO4xVPwP1-3_UwnGC9Hj5zk5GFHR-BIieiqYA6nEoDzqMRg/s1600/442418_13032015290010923420_STD.jpg&quot; height=&quot;149&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Salah satu daerah yang masih melestarikan budaya Sunda adalah kampung Sindang Barang yang terletak di daerah Bogor. Kampung ini selain terlihat asri karena lokasinya yang hijau, juga kental dengan budaya karena masih mempertahankan rumah adat yang masih sangat tradisional. Kampung ini juga masih mengembangkan tradisinya secara turun temurun kepada generasi penerusnya. Hal ini baik, agar pelestarian budaya tidak putus di tengah jalan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kampung ini merupakan kampung tertua yang ada di Bogor. Selain 8 jenis kesenian Sunda yang dilestarikan, kampung ini memiliki peninggalan purbakala bekas kerajaan Pajajaran yang tergambar dalam bukit-bukit berundak.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Arti Sindang Barang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Sindang Barang sendiri memiliki arti yang sangat dalam dan sakral. Sindang berarti berhenti, sedangkan barang lebih mengacu pada arti tentang keduniawian atau hal-hal yang bersifat materi. Setelah digabung, arti Sindang Barang tentu menjadi sangat dalam yakni meninggalkan hal-hal yang bersifat materi atau duniawi. Maka tak heran jika Kampung Sindang barang ini menjadi lokasi yang sangat tradisional dan mengedepankan hubungan antar manusia dengan manusia dan manusia dengan alamnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Sindang Barang sebuah Lokasi Wisata&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melestarikan kesenian Sunda, lokasi ini menjadi lokasi wisata kesenian Sunda yang pas. Sejumlah kesenian Sunda yang dimiliki oleh kampung ini disuguhkan kepada para pelancong baik yang datang dari dalam maupun luar negeri. Tak hanya kesenian yang menjadi daya tarik kampung ini. Hijaunya sawah yang terhampar luas serta pemandangan alam lainnya juga menjadi daya tarik khas dari perkampungan ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah perkampungan yang masih menjaga alam, mempertahankan tradisi. Lebih tepatnya, lokasi yang menggambarkan kehidupan di masa lampau, tetapi lebih modern. Di lokasi ini, terdapat 27 bangunan rumah tradisional Sunda yang bisa digunakan untuk para wisatawan berteduh dan menghabiskan waktu untuk berwisata. Pasalnya, setiap rumah di Sindang Barang memiliki fungsi yang unik, berbeda antara satu dengan yang lain. Seperti berfungsi untuk lumbung padi dan yang lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Kampung Sindang Barang ini juga menjadi lokasi yang tepat untuk melepas penat dengan keasrian dan rimbunan daun yang hijau plus menikmati keramahan serta kehidupan masyarakat Sunda masa lampau. Lebih tenang, asri dan menyegarkan. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/4587952312810383140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/sindang-barang-kampung-pelestarian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/4587952312810383140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/4587952312810383140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/sindang-barang-kampung-pelestarian.html' title='Sindang Barang, Kampung Pelestarian Budaya Sunda'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4d9QtNCqJYfkJ69DXSPCZ_D4zAKaWdLTOdnDmwuhkXOboD7LAJB77VKdfSUqpfcKUQoULLKp5KMUWQees6omBxc1ZAwrmFO4xVPwP1-3_UwnGC9Hj5zk5GFHR-BIieiqYA6nEoDzqMRg/s72-c/442418_13032015290010923420_STD.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-3765604531280796636</id><published>2014-03-23T21:09:00.001-07:00</published><updated>2014-03-31T23:23:02.209-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>3 Bagian Penting dalam Rumah Adat Sunda</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPR5yEVKeVrWNeDLjtJq7eq9rQD9ccsFVbJwHcWs4xttwPW3hVRBUwBqntkkfd_-hZrTKfvw4oK0i_uf3bBALL-JIXVTJCOjaUDhGCJymH8L5FiNZMD4gtG7y8l4njKb7knyHPsuXdM9Y/s1600/WL_var+254.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPR5yEVKeVrWNeDLjtJq7eq9rQD9ccsFVbJwHcWs4xttwPW3hVRBUwBqntkkfd_-hZrTKfvw4oK0i_uf3bBALL-JIXVTJCOjaUDhGCJymH8L5FiNZMD4gtG7y8l4njKb7knyHPsuXdM9Y/s1600/WL_var+254.JPG&quot; height=&quot;212&quot; title=&quot;RUMAH ADAT SUNDA&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tidak etis rasanya jika sebagai orang Sunda kita tidak mengenal budaya Sunda juga rumah adat Sunda pada zaman dulu. Memang, keberadaan rumah minimalis, apartemen, hotel, dan bangunan modern lainnya kini telah mengikis keberadaan rumah adat yang sebenarnya lebih ramah terhadap lingkungan dan tahan terhadap bencana. Untuk menambah pengetahuan Anda mengenai rumah adat Sunda, kali ini akan dibahas mengenai rumah adat Sunda kuno yang secara umum memiliki 3 bagian dengan fungsinya yang berbeda-beda&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah 3 bagian rumah adat Sunda beserta fungsinya masing-masing;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, Hareup atau Depan&lt;br /&gt;
Bagian depan dari rumah adat sunda disebut emper. Pada zaman dulu, emper digunakan untuk menerima tamu laki-laki. Oleh suku baduy, emper atau tepas ini dikenal dengan sebutan sosoro dan sebagian menyebutnya sosompang. Khusus sosompang ini menjadi sebutan untuk rumah Jaro. Dekat dengan tepas dan posisinya sejajar, terdapat sebuah ruang yang digunakan sebagai kamar tamu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, Bagian Tengah&lt;br /&gt;
Bagian tengah dari rumah ini disebut tengah imah. Di bagian ini terdapat bilik yang biasanya digunakan untuk tidur. Bilik yang digunakan untuk tidur ini disebut pangkeng atau enggon. Bilik ini terkadang disekat menggunakan dinding bilik, terkadang dibiarkan tanpa dinding. Pada rumah adat Sunda yang berukuran besar, ruang tengah juga menjadi tempat berkumpulnya seluruh anggota keluarga. Ruangannya tentu lumayan besar juga.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, Bagian Belakang atau Tukang&lt;br /&gt;
Di sinilah lokasi kegiatan masak memasak diadakan. Ya, bagian belakang dari rumah adat Sunda berisi dapur. Uniknya, dapur hanya diperuntukkan untuk wanita saja. Lelaki tidak diperkenankan untuk memasuki area dapur, karena pamali. Selain dapur, di bagian belakang ini juga terdapat goah. Selain berfungsi untuk tempat memasak, bagian ini juga merupakan ruangan di mana pemilik rumah menerima tamu perempuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Dari ketiga bagian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa rumah adat Sunda memiliki filosofi yang sangat indah. Bagian depan adalah tempat untuk laki-laki, sedangkan bagian belakang menjadi tempat untuk perempuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal pembuatan rumah, harus dibuat rangkanya terlebih dahulu. Rangka yang dalam hal ini disebut rangkay juga terbagi menjadi tiga bagian, yakni hateup atau atap, salasar atau lantai, dan suhunan atau bubungan. Biasanya, atap rumah adat Sunda terbuat dari ijuk atau daun enau namun pada perkembangannya kini, atap tersebut telah berubah wajah menjadi genting. Meski di beberapa daerah rumah adat Sunda masih menggunakan atap daun enau dan ijuk. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/3765604531280796636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/3-bagian-penting-dalam-rumah-adat-sunda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/3765604531280796636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/3765604531280796636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/3-bagian-penting-dalam-rumah-adat-sunda.html' title='3 Bagian Penting dalam Rumah Adat Sunda'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPR5yEVKeVrWNeDLjtJq7eq9rQD9ccsFVbJwHcWs4xttwPW3hVRBUwBqntkkfd_-hZrTKfvw4oK0i_uf3bBALL-JIXVTJCOjaUDhGCJymH8L5FiNZMD4gtG7y8l4njKb7knyHPsuXdM9Y/s72-c/WL_var+254.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-2233881073798722867</id><published>2014-03-21T02:28:00.002-07:00</published><updated>2014-03-31T23:23:14.641-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Inilah Beberapa Jenis Rumah Adat Sunda</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbdBF51JBu4kzFiRGZgwNAx_QQy_tF0Rg_nZnQb3IBLOYMkOIuchALBygKilDWPyrSED5mIB0UTVklRKGYSfG1ad0Nvm0dQOQ-ZeOuTAzHnpORQfJPREeuzaEF_l5vRbqJhMiLUggwiTU/s1600/jenis-dan-bentuk-rumah-tradisional-sunda3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbdBF51JBu4kzFiRGZgwNAx_QQy_tF0Rg_nZnQb3IBLOYMkOIuchALBygKilDWPyrSED5mIB0UTVklRKGYSfG1ad0Nvm0dQOQ-ZeOuTAzHnpORQfJPREeuzaEF_l5vRbqJhMiLUggwiTU/s1600/jenis-dan-bentuk-rumah-tradisional-sunda3.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;291&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rumah Adat Sunda memiliki bentuk yang mirip dengan rumah tradisional di Indonesia lainnya, yaitu berbentuk rumah panggung. Bentuk rumah ini memiliki manfaat sangat banyak dalam kaitannya dalam penanggulangan bencana seperti banjir dan gempa bumi. Kali ini akan dibahas secara khusus mengenai jenis rumah adat Sunda jika ditinjau dari bentuk atap rumahnya. &lt;br /&gt;
Berdasarkan atap rumahnya, rumah adat Sunda dapat dibagi menjadi 6, yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rumah Adat Jolopong&lt;br /&gt;
Rumah jenis ini memiliki atap dengan bentuk seperti pelana dan memanjang. Bisa dibilang, atap rumah Jolopong ini sangat sederhana tanpa pernak-pernik atau lekukan yang rumit.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rumah Adat Perahu Kumureb&lt;br /&gt;
Sekilas bentuknya tampak seperti gunung tangkuban perahu. Ya, rumah adat perahu kumureb memang memiliki atap yang bentuknya mirip perahu terbalik seperti legenda tangkuban perahu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rumah Adat Julang Ngapak&lt;br /&gt;
Rumah adat yang satu ini memiliki atap dengan bentuk seperti sayap burung yang sedang digunakan untuk terbang. Jadi, ada lekukan yang membentuk sayap dan puncak atap rumah membentuk badan burungnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rumah Adat Badak Heuay&lt;br /&gt;
Atap rumah jenis ini berbentuk seperti badak yang sedang membuka mulut. Tersiri dari 2 bagian atap, bagian kecil dan besar. Bagian besarnya terletak pada bagian belakang, sedang bagian kecil menudungi bagian depan rumah (tempat menerima tamu lelaki).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rumah Adat Tagog Anjing&lt;br /&gt;
Bentuknya sekilas seperti badak heuay, bedanya adalah antara atap besar dan kecil di satukan dalam satu titik di tengah, tidak memotong dan terbuka seperti rumah adat badak heuay. Bentuknya sederhana seperti anjing yang sedang duduk.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rumah Adat Capit Gunung&lt;br /&gt;
Bentuk atap terakhir mirip sekali dengan gunting. Bagian ujung atap saling silang (menyisakan hasil persilangan kayu di bagian atas). Sebenarnya rumah jenis ini memiliki bentuk yang sederhana, namun karena persilangan tersebut, nilai estetika dari rumah ini bertambah. Indah.&lt;br /&gt;
Itulah enam jenis rumah adat Sunda zaman lampau yang seharusnya dilestarikan. Beberapa rumah jenis ini masih bisa ditemukan di daerah Jawa Barat, seperti Kanekes, Garut, dan lain sebagainya. Namun, mungkin pemakaian beberapa bahannya sudah berbeda dengan rumah adat masa lalu. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/2233881073798722867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/inilah-beberapa-jenis-rumah-adat-sunda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/2233881073798722867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/2233881073798722867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/inilah-beberapa-jenis-rumah-adat-sunda.html' title='Inilah Beberapa Jenis Rumah Adat Sunda'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbdBF51JBu4kzFiRGZgwNAx_QQy_tF0Rg_nZnQb3IBLOYMkOIuchALBygKilDWPyrSED5mIB0UTVklRKGYSfG1ad0Nvm0dQOQ-ZeOuTAzHnpORQfJPREeuzaEF_l5vRbqJhMiLUggwiTU/s72-c/jenis-dan-bentuk-rumah-tradisional-sunda3.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-8711322985183144945</id><published>2014-03-19T23:44:00.002-07:00</published><updated>2014-03-31T23:23:41.718-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Mengenal Calung, Saudara Kembar Angklung</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYKLluDaJaU_I-D9wxTpLfvt5XDhPMi73lapIrOAxpZKs6_bdxMGITFAOZtjMHEkMTxmgPu6M_BKbYox-ElwB9Am44yLcESFC4iaxsCbPAeA_qEcBQz_EuFN2Cv9k53BlCVPFL37Viw1Y/s1600/khuluk_calung.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYKLluDaJaU_I-D9wxTpLfvt5XDhPMi73lapIrOAxpZKs6_bdxMGITFAOZtjMHEkMTxmgPu6M_BKbYox-ElwB9Am44yLcESFC4iaxsCbPAeA_qEcBQz_EuFN2Cv9k53BlCVPFL37Viw1Y/s1600/khuluk_calung.jpg&quot; height=&quot;150&quot; title=&quot;CALUNG&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sekilas alat musik Sunda ini sama dengan angklung. Ya, calung memang bisa dibilang merupakan saudara kembar dari angklung. Sama-sama terbuat dari bambu dan membunyikan suara-suara yang merdu. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Apa Itu Calung?&lt;br /&gt;
Calung dapat diartikan sebagai sebuah alat musik yang terbuat dari bambu yang dimainkan dengan cara dipukul sambil dijinjing. Pengertian lain dari calung adalah sebuah seni pertunjukan. Meski merupakan saudara kembar dari angklung, keduanya terbilang unik dalam hal cara memainkannya. Seperti diketahui, angklung dibunyikan dengan cara digoyang sedangkan calung dibunyikan dengan cara dipukul. Tangga nada yang ada pada calung ini adalah da-mi-na-ti-la.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis-Jenis Calung&lt;br /&gt;
Calung Sunda ini terdiri atas dua jenis, yaitu;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Calung Jinjing&lt;br /&gt;
Calung jinjing terdiri dari 4 hingga 5 buah bambu. Dimainkan dengan cara dijinjing lalu dipukul. Caranya adalah menjinjingnya dengan tangan kanan dan memukulnya dengan tangan kiri. Cara memukulnya pun tidak bisa sembarangan, ada beberapa teknik yang digunakan seperti dikemprang, dikempyung, dirangkep, dirincik, solorok, salancar, dan lain sebagainya. Pemakaian teknik ini tergantung pada pemain calungnya. Calung Jinjing ini memiliki 2 nada yakni salendro dan madenda. Nada salendro biasanya bernada pelog sedangkan madenda bernada nyorog. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Calung Rantay&lt;br /&gt;
Berbeda dengan calung jinjing, calung rantai dimainkan dengan bersila. Calung rantai ini bisa berbentuk satu deret ada yang dua deret. Yang terbentuk dari dua deretan diberi nama induk dan anak. Calung ini dimainkan dengan dipukul menggunakan dua tangan. Biasanya diikat di bilik rumah atau di pohon-pohon.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Fungsi Calung&lt;br /&gt;
Fungsi calung dulunya adalah sebagai sarana dalam upacara adat atau ritual-ritual tertentu. Selain itu juga digunakan sebagai alat musik saat digelar pertunjukan. Namun, pada perkembangannya, fungsi alat musik ini berubah, yakni hanya untuk pertunjukan saja. Bahkan, kini alat musik Calung sudah digabungkan dalam pertunjukan dangdut di Jawa Barat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Pemakaian calung dalam industri musik tanah air seperti dangdut ini menjadi salah satu bukti bahwa alat musik ini sedang dilestarikan oleh masyarakat Sunda. Beruntung Calung masih bisa dipakai sebagai alat musik dangdut, sehingga generasi muda Indonesia saat ini tahu bahwa ada alat musik lain di Sunda yang tak kalah menarik, yakni calung. Ke depannya, pelestarian alat musik ini akan semakin berkembang pesat. Semoga. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/8711322985183144945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/mengenal-calung-saudara-kembar-angklung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/8711322985183144945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/8711322985183144945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/mengenal-calung-saudara-kembar-angklung.html' title='Mengenal Calung, Saudara Kembar Angklung'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYKLluDaJaU_I-D9wxTpLfvt5XDhPMi73lapIrOAxpZKs6_bdxMGITFAOZtjMHEkMTxmgPu6M_BKbYox-ElwB9Am44yLcESFC4iaxsCbPAeA_qEcBQz_EuFN2Cv9k53BlCVPFL37Viw1Y/s72-c/khuluk_calung.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-3797942508928358389</id><published>2014-03-17T23:26:00.002-07:00</published><updated>2014-03-31T23:24:05.487-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Bumi Langit: Wayang Golek Melejit, Dalang Terpinggirkan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8KpjOrnnWxF97TwrJi1w_m8OosUOEcCgScVpLhRGyFpH0IO24lzrmEVHZgYI-uHayNjsqMijzYlVu6xifFxcMMJaWfbvqKys7PqkUsIX7ydWLmqHSHqDX7NPIaVhSwxQs1xz7_lU7Elg/s1600/403976_283957131720913_1135132552_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8KpjOrnnWxF97TwrJi1w_m8OosUOEcCgScVpLhRGyFpH0IO24lzrmEVHZgYI-uHayNjsqMijzYlVu6xifFxcMMJaWfbvqKys7PqkUsIX7ydWLmqHSHqDX7NPIaVhSwxQs1xz7_lU7Elg/s1600/403976_283957131720913_1135132552_n.jpg&quot; height=&quot;150&quot; title=&quot;DALANG&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mempelajari budaya Sunda ternyata tak hanya cukup belajar tentang objek budayanya saja. Akan tetapi perkembangan budayanya juga patut diikuti agar bisa lestari dan tidak stagnan begitu saja. Salah satu budaya Indonesia yang telah mengantongi pengakuan dari UNESCO adalah wayang. Khusus untuk budaya Sunda, ada wayang golek yang menjadi ciri khas tanah Pasundan.&lt;br /&gt;
Wayang golek memang semakin terkenal di tanah air. Namun, apa jadinya jika seorang dalang wayang golek mengeluh tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam hal pengembangan seni budaya?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini dialami oleh dalang muda di Jawa Barat, Apep AS Hudaya. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak peduli terhadap perkembangan budaya. Buktinya, tidak mendukung kegiatan yang dilaksanakan Pepadi atau persatuan perdalangan Indonesia Jawa Barat. Apep menambahkan bahwa selama lima tahun terakhir, tidak ada dana untuk pelaksanaan pelatihan maupun pendidikan tentang kebudayaan khususnya wayang golek. Kebetulan Apep memang ada di bagian Diklat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Apep juga sempat membandingkan dengan provinsi tetangga, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur yang mendapatkan perhatian dari pemerintah provinsinya. Hal ini membuat roda organisasi perdalangan menjadi berjalan baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Pendidikan dan pelatihan juga dilaksanakan dari senior ke junior. Hal ini semakin membuat wawasan perdalangan semakin meningkat. Berbeda dengan cara yang dilakukan di Jawa barat yang terkesan sendiri-sendiri. Perbandingan lain terlihat pada perkembangan pendidikan perdalangan yang semakin langka. Hal ini dibuktikan dengan dihilangkannya jurusan perdalangan di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia atau SMKI. Hilangnya jurusan perdalangan ini akibat jurusan yang sepi peminat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Memang diakuinya, menjadi dalang tidaklah mudah. Dalang harus memiliki wawasan yang luas dalam bidang politik, seni, budaya, hukum, dan lain sebagainya. Selain itu, seorang dalang juga harus memiliki keunikan dan dana besar agar bisa berkembang. Sejauh ini, banyak dalang yang besar lahir dari dalang senior yang besar juga. Artinya, banyak orang yang berminat menjadi dalang dan bisa terkenal sebab memiliki orang tua yang juga seorang dalang. Miris. Jika ini dibiarkan, bukan wayang golek yang akan langka, melainkan dalanglah yang akan menjadi langka.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, berlainan dengan apa yang diungkapkan Apep mengenai perhatian Pemprov Jabar pada wayang golek, ketua Pepadi Jabar, Tjatja Kuswara justru mengungkapkan bahwa Pemprov Jabar sangat perhatian dalam hal penggelontoran dana. Buktinya, saat ia menjabat pada tahun 2008 hingga 2013, sebanyak 100 juta rupiah telah dipercayakan pada Pepadi untuk dikelola sebaik-baiknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari perbedaan persepsi ini, semoga tujuan pelestarian kebudayaan ini dapat tercapai tanpa harus memecah belah pihak mana pun. Pelestarian budaya sejatinya bisa dicapai bersama-sama. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/3797942508928358389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/bumi-langit-wayang-golek-melejit-dalang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/3797942508928358389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/3797942508928358389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/bumi-langit-wayang-golek-melejit-dalang.html' title='Bumi Langit: Wayang Golek Melejit, Dalang Terpinggirkan'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8KpjOrnnWxF97TwrJi1w_m8OosUOEcCgScVpLhRGyFpH0IO24lzrmEVHZgYI-uHayNjsqMijzYlVu6xifFxcMMJaWfbvqKys7PqkUsIX7ydWLmqHSHqDX7NPIaVhSwxQs1xz7_lU7Elg/s72-c/403976_283957131720913_1135132552_n.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-8776616792093178399</id><published>2014-03-16T22:23:00.002-07:00</published><updated>2014-03-31T23:24:16.072-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Asal-Usul Suku Sunda dan Bahasa Daerahnya</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguZGExwipziRU9Uuwy2DUiyUwROT_zoDcTTqWglI1axdjG3lOXZjbDa67-XyN0ZPpEfe8vpfw6-ZfZ9ia858T3I_fmdvSnjuP3YasuJqZu0GoL3cR-0sH2RiMB9qr4ZjwL7suk69qkVHk/s1600/images.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguZGExwipziRU9Uuwy2DUiyUwROT_zoDcTTqWglI1axdjG3lOXZjbDa67-XyN0ZPpEfe8vpfw6-ZfZ9ia858T3I_fmdvSnjuP3YasuJqZu0GoL3cR-0sH2RiMB9qr4ZjwL7suk69qkVHk/s1600/images.jpg&quot; height=&quot;200&quot; title=&quot;SUKU SUNDA&quot; width=&quot;166&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Suku Sunda dikenal sebagai suku yang berada di Jawa Barat, meskipun suku Sunda kini telah tersebar di seluruh negeri. Ada yang merantau, bekerja di daerah, atau memang menetap di daerah lain. Suku Sunda sudah menjadi bagian dari Negara Indonesia yang tidak bisa hilang. Apalagi, menilik sejarah Indonesia yang panjang, suku Sunda mempunyai andil yang besar di sana.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Asal-Usul Suku Sunda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Konon, kata Sunda berasal dari bahasa Sansekerta, yakni Sund atau Suddha, dua kata ini memiliki arti bersinar, terang, atau putih. Istilah Bali, Sunda yang berarti murni, bersih, dan suci juga menjadi penguat arti dari kata Sunda.&amp;nbsp; Pemakaian kata ini untuk suku, dalam hal ini suku Sunda, dimulai pada masa Purnawarman yakni pada tahun 397. Kala itu, sebutan Sunda ia sematkan pada kerajaan Tarumanegara. Pemakaian kata ini berlanjut hingga tahun 670, Kerajaan Tarumanegara berubah menjadi Kerajaan Sunda, yang kemudian seiring perkembangannya terpecah menjadi kerajaan Galuh dan kerajaan Sunda.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Istilah suku Sunda memiliki arti orang yang tinggal dan berasal dari kawasan Jawa Barat atau tanah Pasundan atau yang biasa disebut parahiangan. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Secara kultur, tanah Pasundan ini berbatasan dengan Sungai Cindaduy dan Sungai Cilosari. Yang keduanya merupakan perbatasan bahasa bagi Bahasa Sunda (bahasa yang dipergunakan oleh Suku Sunda). Namun demikian, banyak sekali suku Sunda yang telah menyebar baik di daerah terdekat dengan jawa barat, maupun yang terjauh sekali pun.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bahasa Daerah Suku Sunda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa suku Sunda menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa daerah. Mereka menggunakan bahasa ini untuk berkomunikasi dengan kerabat, tetangga, saudara, teman, dan lainnya. Intinya, bahasa Sundalah yang menjadi bahasa keseharian. Jika ditelaah lebih jauh, penggunaan bahasa daerah Sunda ini berbeda antara suku Sunda yang tinggal di Jawa Barat dan di luar Jawa Barat. Hal ini karena percampuran budaya dan penyerapan budaya baru oleh Suku Sunda yang tinggal di lingkungan baru pun dengan budaya baru. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang tinggal di Cirebon misalnya, lokasi ini merupakan perbatasan daerah Jawa Tengah dengan Jawa Barat, di mana banyak Suku Sunda yang tinggal di sana, sehingga menimbulkan bentuk bahasa Sunda dengan dialek baru.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Pemakaian bahasa Sunda kini biasanya lebih ditekankan pada saat berbicara dengan orang terdekat agar tidak kaku dan lebih cair. Selain itu, bahasa juga bisa dikatakan sebagai sebuah penghormatan. Namun demikian, kehadiran Rebo Nyunda bisa menjadi salah satu cara masyarakat Sunda untuk kembali berdialek asli Suku Sunda. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/8776616792093178399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/asal-usul-suku-sunda-dan-bahasa.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/8776616792093178399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/8776616792093178399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/asal-usul-suku-sunda-dan-bahasa.html' title='Asal-Usul Suku Sunda dan Bahasa Daerahnya'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguZGExwipziRU9Uuwy2DUiyUwROT_zoDcTTqWglI1axdjG3lOXZjbDa67-XyN0ZPpEfe8vpfw6-ZfZ9ia858T3I_fmdvSnjuP3YasuJqZu0GoL3cR-0sH2RiMB9qr4ZjwL7suk69qkVHk/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-6316612879591793452</id><published>2014-03-15T00:34:00.001-07:00</published><updated>2014-03-31T23:24:31.367-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Belajar Budaya Sunda: Kampung Adat Cikondang dan Arjasari</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGBZNrRkSqIt7poyCy5XnQW6MndG62SY-IYY-Et2Zo-L-JoNIfb35R0ya_5SedofevSOOwe0f8aGHOoN8zYF6fG-mSR9h789lwfkvPYes9hN2fdnRaA-zqJBn5tLJCGnW0_QVmyz_aCxI/s1600/Kebudayaan-Kampung-Adat-Masyarakat-Bandung.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WESTJAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGBZNrRkSqIt7poyCy5XnQW6MndG62SY-IYY-Et2Zo-L-JoNIfb35R0ya_5SedofevSOOwe0f8aGHOoN8zYF6fG-mSR9h789lwfkvPYes9hN2fdnRaA-zqJBn5tLJCGnW0_QVmyz_aCxI/s1600/Kebudayaan-Kampung-Adat-Masyarakat-Bandung.jpg&quot; height=&quot;112&quot; title=&quot;CIKONDANG ARJASARI&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Salah satu hal yang bisa membuktikan keunikan sebuah Negara adalah kebudayaannya, dan Budaya Sunda adalah salah satu akar dari Budaya Indonesia yang menyumbang keunikan untuk Negara Indonesia ini. Budaya Jawa Barat yang unik ini bisa dilihat dari kampung adat yang hingga kini masih dilestarikan oleh beberapa tetua adat. Berikut ulasan 2 kampung adat di Jawa Barat yang dikeramatkan;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kampung Adat Cikondang&lt;br /&gt;
Terletak di desa Lamajang, kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung, kampung ini hanya berjarak 38 km dari pusat kota Bandung. Dari cerita leluhur dan yang telah beredar, Kampung Cikondang adalah mata air yang ditumbuhi pohon besar atau Kondang. Maka dari itu, kampung adat ini dinamakan Cikondang, yang merupakan gabungan dari mata air dan pohon besar.&lt;br /&gt;
Hingga kini, ada 5 kuncen yang merawat dan menjaga kampung Cikondang. Kelima kuncen ini tinggal dan ditugasi untuk menjaga bumi adat, yakni sebuah rumah dengan arsitektur yang masih tradisional. Masyarakat di kampung ini masih percaya dengan roh-roh nenek moyang meskipun sebagian besar sudah beragama islam. Tak heran, masyarakat di sini erat kaitannya dengan ritual-ritual keagamaan. Nah, hal unik lainnya adalah dijaganya pohon di Cikondang. Menjaga berarti tidak menebangnya hingga ada wangsit untuk ditebang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kampung Adat Arjasari&lt;br /&gt;
Termasuk dalam kawasan Kabupaten Bandung, kampung adat ini terletak di desa Batu Karut. Di salah satu kampung yang ada di kecamatan Arjosari ini ada sebuah rumah kecil Sunda yang disebut Bumi Alit. Di dalam bumi alit ini, tersimpan berbagai peninggalan sejarah berupa keris, kujang, dan benda pusaka lainnya. Pusaka-pusaka ini merupakan peninggalan dari Embah Manggungdikusumah. Benda-benda pusaka ini sangat dikeramatkan dan disucikan oleh masyarakat Kampung Arjasari. Ada juga sebuah gamelan yang dikeluarkan/digunakan pada saat Maulid Nabi saja, yaitu Gamelan Renteng milik Embah Bandong. Dulunya, bumi alit adalah tempat untuk berkumpul dan bermusyawarah para leluhur. Bumi alit ini terletak di bawah pohon yang sangat rindang. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut kepercayaan, orang-orang yang memiliki mata batin bisa melihat sejarah bumi alit dengan berdiam diri di sana, namun tak jarang yang datang ke sana hanya untuk mendapatkan bisikan gaib dan ilafah saja. Suasana akan sangat ramai ketika Maulid Nabi, karena pada saat ini semua warga berkumpul untuk menyucikan pusaka-pusaka di dalam Bumi Alit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belajar dari 2 Kampung Adat di atas, kerukunan dan kekompakan warga serta prinsip andhap ashor serta tunduk patuh pada leluhur yang kini sudah mulai luruh. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/6316612879591793452/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/belajar-budaya-sunda-kampung-adat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/6316612879591793452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/6316612879591793452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/belajar-budaya-sunda-kampung-adat.html' title='Belajar Budaya Sunda: Kampung Adat Cikondang dan Arjasari'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGBZNrRkSqIt7poyCy5XnQW6MndG62SY-IYY-Et2Zo-L-JoNIfb35R0ya_5SedofevSOOwe0f8aGHOoN8zYF6fG-mSR9h789lwfkvPYes9hN2fdnRaA-zqJBn5tLJCGnW0_QVmyz_aCxI/s72-c/Kebudayaan-Kampung-Adat-Masyarakat-Bandung.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-906151273038012989</id><published>2014-03-13T21:54:00.004-07:00</published><updated>2014-03-31T23:25:04.943-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Inilah Mata Pencaharian Orang Sunda Kuno</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAFg4tfP-PfFUgupq2EckWR33nJSe9myUTRN1MVI0e9gMDp3cfdLM3VImZghVqjeFcYFwmt-wsyZksj9y04d_WpgGgYrFP6OOXEMzFsVbfLshcBb663dUkVXQCdMgi2FNXhA_cBFtyyIE/s1600/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Tjangkollen_door_vrouwen_Karo-Hoogvlakte_TMnr_10010951.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAFg4tfP-PfFUgupq2EckWR33nJSe9myUTRN1MVI0e9gMDp3cfdLM3VImZghVqjeFcYFwmt-wsyZksj9y04d_WpgGgYrFP6OOXEMzFsVbfLshcBb663dUkVXQCdMgi2FNXhA_cBFtyyIE/s1600/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Tjangkollen_door_vrouwen_Karo-Hoogvlakte_TMnr_10010951.jpg&quot; height=&quot;151&quot; title=&quot;MATA PENCAHARIAN&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tanah yang subur dan luas dimanfaatkan oleh masyarakat Sunda Kuno untuk bertani. Ya, mata pencaharian mereka sejak dulu adalah bertani. Namun, cara bertani mereka tidak sama dengan cara bertani yang dilakukan oleh para petani masa kini. Pasalnya, masih banyak tanah baru yang belum pernah dan harus dibuka lahannya dulu baru bisa ditanami berbagai macam tanaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara Menggarap Tanah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ngahuma atau berladang, dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Sunda kuno. Penggarapan tanah selalu berpindah dari satu tanah ke tanah lainnya. Pada awal masa tanam, mereka harus membuka lahan baru terlebih dahulu. Saat sudah berhasil menanam tanaman di lahan tersebut hingga akhirnya panen, tanah tersebut ditinggalkan begitu saja dan berpindah untuk membuka lahan baru di tanah lain. Sementara tanah yang lama akan ditanami lagi jika sudah kembali berhumus.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Prinsip Kejujuran tentang Aturan Pemilik Tanah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebuah peraturan mutlak yang harus dipatuhi oleh seluruh penggarap tanah adalah bahwa kepemilikan tanah dipegang oleh orang yang pertama kali membuka lahan dan menanam tanaman di tanah tersebut. Peraturan ini juga mengharuskan pengguna tanah selanjutnya untuk meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik tanah atau penggarap tanah pertama kali. Uniknya, meskipun belum dibekali dengan tetek bengek dan syarat-syarat administratif, Orang Sunda kuno menaati peraturan ini dan melakukannya dengan jujur. Inilah yang harus dicontoh oleh masyarakat jaman modern.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bercocok Tanam ala Sunda Kanekes&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Khusus untuk masyarakat Sunda Kanekes, bertani di sawah merupakan hal yang tabu. Mereka lebih memilih untuk bertani padi di ladang, menanam tanaman buah, berburu di hutan dan mencari ikan serta menyadap air kawung. Orang Sunda Kanekes juga memberikan pelajaran tentang ungkapan syukur atas tanah yang dianugerahkan kepada mereka. Bagi mereka, tanah adalah titipan Tuhan. Mereka hanyalah orang-orang yang diberi kepercayaan untuk mengolah, memelihara, dan memanfaatkannya dengan baik dan bijaksana. Bukan mengeksploitasi dengan serakah atau bahkan merusaknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Kecukupan adalah batasan yang mereka terapkan untuk hasil tani mereka. Bagi mereka, yang terpenting adalah kebutuhan makan tercukupi sedangkan alam yang mereka manfaatkan harus tetap lestari dan bisa diwariskan kepada generasi penerusnya. Mereka meyakini bahwa bumi telah cukup menyediakan segala kebutuhan masyarakat, selanjutnya masyarakat tidak menggunakannya secara berlebihan. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/906151273038012989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/inilah-mata-pencaharian-orang-sunda-kuno.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/906151273038012989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/906151273038012989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/inilah-mata-pencaharian-orang-sunda-kuno.html' title='Inilah Mata Pencaharian Orang Sunda Kuno'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAFg4tfP-PfFUgupq2EckWR33nJSe9myUTRN1MVI0e9gMDp3cfdLM3VImZghVqjeFcYFwmt-wsyZksj9y04d_WpgGgYrFP6OOXEMzFsVbfLshcBb663dUkVXQCdMgi2FNXhA_cBFtyyIE/s72-c/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Tjangkollen_door_vrouwen_Karo-Hoogvlakte_TMnr_10010951.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-8401889645471807109</id><published>2014-03-11T21:20:00.001-07:00</published><updated>2014-03-31T23:25:21.413-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Dongeng Basa Sunda Bisa Terkenal Seantero Negeri</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoMeMmcE7pgGllqfvD-yZgvq8F6JCBqgVVRN_60MS1cZGektaoOvj0muuv1z3V3-DquYdF0oX8tquWciTRLqUydjxB8omjJtp8Q0im31m6lsfWoqYHHeU8icfLVBZiza-zikaWxMHD9FQ/s1600/0.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoMeMmcE7pgGllqfvD-yZgvq8F6JCBqgVVRN_60MS1cZGektaoOvj0muuv1z3V3-DquYdF0oX8tquWciTRLqUydjxB8omjJtp8Q0im31m6lsfWoqYHHeU8icfLVBZiza-zikaWxMHD9FQ/s1600/0.jpg&quot; height=&quot;150&quot; title=&quot;DONGENG SUNDA&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dongeng adalah sebuah kisah yang diangkat dari kisah nyata atau pun fiktif menjadi suatu alur perjalanan hidup yang mengandung pesan moral dan cara dalam memaknai hidup. Dongeng juga mengajari manusia bagaimana berinteraksi dan bersosialisasi dengan makhluk lainnya. Dongeng bisa diartikan sebagai sebuah karya imajinatif yang fenomenal dan diturunkan secara turun temurun. Layaknya dongeng dari luar negeri atau daerah lain di Indonesia, Sunda juga memiliki dongengnya sendiri. Dongeng Sunda ini memiliki ciri khas yaitu disampaikan menggunakan bahasa Sunda sehingga dinamakan dongeng basa Sunda.&lt;br /&gt;
Salah satu dongeng basa Sunda yang fenomenal adalah si Kabayan. Dongeng tentang si Kabayan hampir sama dengan dongeng Abu Nawas. Si Kabayan dan Abu nawas sama-sama digambarkan sebagai seorang tokoh yang memiliki kecerdasan otak dan kebaikan hati namun kurang beruntung dalam penampilan fisik. Saking terkenalnya dongeng tentang si Kabayan ini, tak hanya Urang Sunda saja yang tahu, dongeng ini sudah sampai di telinga orang di seluruh Indonesia. Kemasyhuran dongeng si Kabayan tak lepas dari peran media yang mengeksposnya secara gamblang. Selain si Kabayan yang merupakan dongeng lelucon, Sunda sebenarnya juga memiliki dongeng basa Sunda lainnya. Di antaranya;&lt;br /&gt;
•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dongeng fabel atau dongeng binatang, merupakan dongeng yang diperankan oleh tokoh binatang, seperti Sakadang Kuya Jeung Sakadang Monyet.&lt;br /&gt;
•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dongeng biasa, merupakan dongeng yang diperankan oleh tokoh manusia namun tidak humoris, seperti Situ Bagendit.&lt;br /&gt;
Setiap dongeng basa Sunda memiliki tujuannya masing-masing, tujuan ini berupa pesan moral yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Nah, pesan ini pun disampaikan secara langsung dan tidak langsung. Berangkat dari pesan moral tersebut, penting kiranya untuk menyebarkan dongeng-dongeng basa Sunda. Hal ini bertujuan untuk mengajari cara hidup dan berinteraksi secara lebih rileks dan tidak kaku kepada generasi muda. Melalui sebuah dongeng, pesan moral menjadi lebih mudah untuk disampaikan. Dan berkaca dari kesuksesan dongeng si Kabayan untuk merebut hati orang Indonesia melalui media, bukan mustahil jika dongeng basa Sunda lain juga akan terkenal seperti si Kabayan. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/8401889645471807109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/dongeng-basa-sunda-bisa-terkenal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/8401889645471807109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/8401889645471807109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/dongeng-basa-sunda-bisa-terkenal.html' title='Dongeng Basa Sunda Bisa Terkenal Seantero Negeri'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoMeMmcE7pgGllqfvD-yZgvq8F6JCBqgVVRN_60MS1cZGektaoOvj0muuv1z3V3-DquYdF0oX8tquWciTRLqUydjxB8omjJtp8Q0im31m6lsfWoqYHHeU8icfLVBZiza-zikaWxMHD9FQ/s72-c/0.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-2538380982043785111</id><published>2014-03-11T01:23:00.001-07:00</published><updated>2014-03-31T23:25:38.833-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Inilah 5 Upacara Adat Religi di Jawa Barat</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Salah satu pembahasan tentang budaya Sunda yang hingga kini masih bisa dirasakan oleh masyarakat Sunda adalah upacara adat Sunda. Upacara adat Sunda ini beraneka macam, ada upacara adat religi, upacara adat untuk pertanian, dan lain-lain. Nah, pembahasan kali ini akan lebih dikhususkan pada topik tentang upacara adat untuk religi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah upacara adat religi yang ada di Jawa Barat;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEif2ktx_AnPzEoj1CZQmAOwpeYWqmG20ylbEK5JVp5_tk4bWtYnn6Bd6teclyJ1-2K0SxjtWlTUbq6NUV-_9ArGsYOSuFLeYcAoKhq1S3uUdoHJAawUptsEkIj1M0Pl3bS9hydLZ1qG6q8/s1600/NGALUNGSUR+PUSAKA.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEif2ktx_AnPzEoj1CZQmAOwpeYWqmG20ylbEK5JVp5_tk4bWtYnn6Bd6teclyJ1-2K0SxjtWlTUbq6NUV-_9ArGsYOSuFLeYcAoKhq1S3uUdoHJAawUptsEkIj1M0Pl3bS9hydLZ1qG6q8/s1600/NGALUNGSUR+PUSAKA.jpg&quot; height=&quot;124&quot; title=&quot;NGALUNGSUR PUSAKA&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Ngalungsur Pusaka&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Merupakan upacara penyucian benda-benda pusaka. Upacara ini dilakukan oleh seorang juru kunci &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
atau kuncen untuk membuktikan bahwa mereka masih melestarikan tradisi nenek moyang sekaligus memberitahukan pada masyarakat tentang keberadaan pusaka peninggalan Sunan Rochmat Suci. Upacara ini biasanya dilakukan di Garut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimy_jvLyvaTfy8J0mL9ua-o5DZ5aUhTx5mIwOFMrzwsNNWf1SIarxEoDK-YqgKafs_BKNVq9ERJchyphenhyphenxNwp8y61vA2TzRBUddKG3LO03oWc3WMElRuZmtqPAwW-AYGhbwXt_kJv4SxoM9g/s1600/NGUNJUNG.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimy_jvLyvaTfy8J0mL9ua-o5DZ5aUhTx5mIwOFMrzwsNNWf1SIarxEoDK-YqgKafs_BKNVq9ERJchyphenhyphenxNwp8y61vA2TzRBUddKG3LO03oWc3WMElRuZmtqPAwW-AYGhbwXt_kJv4SxoM9g/s1600/NGUNJUNG.jpg&quot; height=&quot;132&quot; title=&quot;NGUNJUNG&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Ngunjung atau Munjung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ngunjung dalam bahasa Indonesia berarti kunjung atau berkunjung. Upacara ini memiliki arti mengunjungi makam leluhur sebagai ungkapan rasa syukur warga. Upacara ini biasanya dilakukan di daerah Indramayu dan Cirebon. Tujuannya adalah untuk melestarikan budaya Sunda sekaligus meminta keselamatan. Biasanya dilakukan pada malam bulan Syuro dan atau Mulud atau Maulud.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisvJT43jLXpE-1CFeh5ME7C04LEvdWZfAmdZLqiUfzORZvPMtSeoVYr7kJEdYhW26RcFmcXciCY49AcQf9lhTAUQZCOGw4HOEJ_OtzdIZcFstc7igMg2ufDFYCwrZQMEq7rxoBxnA8GnI/s1600/REBO+WEKASAN.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisvJT43jLXpE-1CFeh5ME7C04LEvdWZfAmdZLqiUfzORZvPMtSeoVYr7kJEdYhW26RcFmcXciCY49AcQf9lhTAUQZCOGw4HOEJ_OtzdIZcFstc7igMg2ufDFYCwrZQMEq7rxoBxnA8GnI/s1600/REBO+WEKASAN.jpg&quot; height=&quot;150&quot; title=&quot;REBO WEKASAN&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Ngirab atau Rebo Wekasan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Orang Cirebonlah yang biasanya melakukan upacara adat satu ini. Kegiatan yang dilakukan pada saat rebo wekasan adalah dengan ziarah ke makam Sunan Kalijaga di hari Rabu pada Minggu terakhir di bulan Syafar. Hari Rabu diambil karena dipercaya sebagai waktu yang tepat untuk menghilangkan kesialan. Acara yang dilakukan setelah upacara adat ini adalah lomba mendayung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFHiRU7gGM7w0jT4kVk6w4C8iq2yP4ACAuFBBGePjz9wHamWDYSf4jGzW_B7pN9iOp5SyknAxCS8ZrCWf4UWeRa8zY-B4fBSPrvyMlp3i0UgY4_rHBXEz0GO2C2QfB5RBk0sHbPw6OW_4/s1600/NYALAWEAN.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFHiRU7gGM7w0jT4kVk6w4C8iq2yP4ACAuFBBGePjz9wHamWDYSf4jGzW_B7pN9iOp5SyknAxCS8ZrCWf4UWeRa8zY-B4fBSPrvyMlp3i0UgY4_rHBXEz0GO2C2QfB5RBk0sHbPw6OW_4/s1600/NYALAWEAN.jpg&quot; height=&quot;150&quot; title=&quot;NYALAWEAN&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Nyalawean&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Upacara ini bertujuan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Alun-alun Desa Trusmi di Cirebon adalah lokasi digelarnya upacara. Upacara ini dilaksanakan selama 5 hari berturut-turut, yaitu 12 hari setelah peringatan Maulid Nabi oleh Keraton Cirebon. Pada saat yang sama, dilakukan ziarah ke makan leluhur. Tujuannya, untuk mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjn4egH9rUctzla_5LYW3MoMMjTCK-ux0R3r0ksdgcDOzRsrWsJF1pwUoC9sMFmTutXm8Xdchc8IzUSsNAQFvzgntO0c0y2_xHrEntnxWo_w8NC1eqv2rXEasnXYJglU_rIT0geAoeyvGU/s1600/BUBUR+SYURA.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjn4egH9rUctzla_5LYW3MoMMjTCK-ux0R3r0ksdgcDOzRsrWsJF1pwUoC9sMFmTutXm8Xdchc8IzUSsNAQFvzgntO0c0y2_xHrEntnxWo_w8NC1eqv2rXEasnXYJglU_rIT0geAoeyvGU/s1600/BUBUR+SYURA.jpg&quot; height=&quot;150&quot; title=&quot;BUBUR SYURA&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Bubur Syura&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Upacara adat ini bertujuan untuk mendatangkan kesejahteraan dan ketenteraman. Digelar pada tanggal 10 Muharam di Cirebon. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, upacara ini ditujukan untuk memperingati peristiwa Nabi Nuh, tetapi ada juga yang menghubungkannya dengan Dewi Kesuburan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah keberagaman dan kepercayaan yang tertanam pada masyarakat Sunda. Keberagaman adat ini tentunya semakin memperkaya budaya Sunda. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/2538380982043785111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/inilah-5-upacara-adat-religi-di-jawa.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/2538380982043785111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/2538380982043785111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/inilah-5-upacara-adat-religi-di-jawa.html' title='Inilah 5 Upacara Adat Religi di Jawa Barat'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEif2ktx_AnPzEoj1CZQmAOwpeYWqmG20ylbEK5JVp5_tk4bWtYnn6Bd6teclyJ1-2K0SxjtWlTUbq6NUV-_9ArGsYOSuFLeYcAoKhq1S3uUdoHJAawUptsEkIj1M0Pl3bS9hydLZ1qG6q8/s72-c/NGALUNGSUR+PUSAKA.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-1772171182256870499</id><published>2014-03-10T23:05:00.001-07:00</published><updated>2014-03-31T23:25:51.086-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Begini Caranya Urang Sunda Lampau Menandai Malam dan Siang</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdeoz4fbyzLsPe3kgb7zkAmOrIBxhMidNt-IFbFjz4DSt7lwJeE824Wn9xGeHg9vai3NtaJTdwkdGYX-TfqRpAI7pR6gAAS7gOcYZA0HibFGuYgaUI_7gNlPDPoCLlF0vcZWF2R6W7eLY/s1600/malam-siang.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdeoz4fbyzLsPe3kgb7zkAmOrIBxhMidNt-IFbFjz4DSt7lwJeE824Wn9xGeHg9vai3NtaJTdwkdGYX-TfqRpAI7pR6gAAS7gOcYZA0HibFGuYgaUI_7gNlPDPoCLlF0vcZWF2R6W7eLY/s1600/malam-siang.jpg&quot; height=&quot;200&quot; title=&quot;SIANG DAN MALAM&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penandaan waktu siang dan malam ternyata sudah dilakukan oleh masyarakat Sunda pada zaman lampau. Bukan penandaan jam menggunakan jam tangan, jam weker, atau jam tangan melainkan menggunakan penandaan malam dan siang mereka sendiri. Nenek moyang Urang Sunda ternyata sudah terbiasa dengan ilmu astronomi untuk menandai waktu. Urang Sunda juga memanfaatkan dengan baik tanda dari alam untuk menamai waktu mereka. Dalam hal ini, nenek moyang menggabungkan antara ilmu astronomi dan geologi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Urang Sunda membagi waktu dengan berpatokan pada dua hal yaitu alam (dari yang didengar dan dirasakan) dan matahari (dari pergerakannya).&amp;nbsp; Berikut adalah beberapa waktu yang terbilang penting saat masa lampau.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Waktu untuk menandai waktu shalat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Balebat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Waktu ini menunjukkan waktu subuh, di mana urang Sunda kuno melihatnya dari fajar terbit dan kokok ayam yang bersahut-sahutan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Manceran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Waktu ini ditandai dari pergerakan matahari. Saat Manceran berarti matahari sudah berada di ubun-ubun, yaitu saatnya untuk menunaikan salat dhuhur.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pananpoe Satangtung&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penamaan ini juga diambil dari pergerakan matahari dengan dikombinasikan dengan bayangan manusia. Urang Sunda kuno tahu bahwa jika panjang bayangan sudah sama dengan benda aslinya, maka sudah masuk waktu salat Ashar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Erang-Erang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menandakan waktu maghrib&amp;nbsp; dan Urang Sunda melihatnya dari pergerakan matahari yang sudah tenggelam ditambah dengan mega berwarna merah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sareureuh Gaang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Adalah saat di mana hewan malam seperti katak di sawah dan jangkrik mulai berkicau. Saat ini adalah waktu untuk menunaikan salat Isya’. Jika dikonversi dengan waktu sekarang sekitar pukul 7 malam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Menandai kesehatan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Urang pada zaman dulu juga mengetahui waktu terbaik untuk menghirup udara pagi yang bersih dan menyehatkan. Adalah Meletek atau Murag Ciibun yang dilihat berdasarkan matahari yang mulai naik dibarengi dengan embun yang berjatuhan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Waktu untuk Istirahat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saat orang semua tertidur pulas (malam hari), Urang Sunda menyebutnya Tumorek. Istirahat siang mereka adalah saat Pecat Sawed, yaitu melepas garu dari kerbau, memberi waktu sang kerbau untuk beristirahat dari pekerjaannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika dilihat secara keseluruhan dan urut, penandaan waktu siang dan malam menurut orang Urang Sunda kuno adalah sebagai berikut; Wanci Tumorek, Wanci Janari Leutik, Wanci Janari Gede, Wanci Disada Rorongkeng, Wanci Haliwar, Balebat, Carangcang Tihang, Murag Ciibun, Haneut Moyan, Rumangsang, Pecat Sawed, Manceran, Lingsir Ngulon, Panonpoe Satungtung, Tunggang Gunung, Sariak Layung, Erang-Erang, Sareupna, Sareureuh Gaang, Sareureuh Budak, Sareureuh Kolot, Tengah Peuting (tengah malam). Jadi, total ada 22 waktu yang ditandai. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/1772171182256870499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/begini-caranya-urang-sunda-lampau.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/1772171182256870499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/1772171182256870499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/begini-caranya-urang-sunda-lampau.html' title='Begini Caranya Urang Sunda Lampau Menandai Malam dan Siang'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdeoz4fbyzLsPe3kgb7zkAmOrIBxhMidNt-IFbFjz4DSt7lwJeE824Wn9xGeHg9vai3NtaJTdwkdGYX-TfqRpAI7pR6gAAS7gOcYZA0HibFGuYgaUI_7gNlPDPoCLlF0vcZWF2R6W7eLY/s72-c/malam-siang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-1418998014238173622</id><published>2014-03-09T22:32:00.002-07:00</published><updated>2014-03-31T23:26:01.425-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Ramalan Hari Lahir Dalam Mitologi Sunda Masa Lampau</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDDX3yulj1QP17cysze2VIdJumzkCYYTZ7zv4Yo6LrlYtmoQnb5zk0OUSLwMrF06XrxTOjS-6fa7YSPJRlIW_Z3T498oRAEogMvUiX0PONlJYQ6SU1cFqKRT4cuWxv8sK5x3B7vAUYvow/s1600/ramalan+zodiak.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDDX3yulj1QP17cysze2VIdJumzkCYYTZ7zv4Yo6LrlYtmoQnb5zk0OUSLwMrF06XrxTOjS-6fa7YSPJRlIW_Z3T498oRAEogMvUiX0PONlJYQ6SU1cFqKRT4cuWxv8sK5x3B7vAUYvow/s1600/ramalan+zodiak.jpeg&quot; height=&quot;199&quot; title=&quot;RAMALAN SUNDA&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sama seperti daerah lainnya yang mempercayai ramalan hari lahir, urang Sunda kuno juga mempercayai ramalan ini. Hingga kini pun masih ada yang mempercayai ramalan tersebut, meski ada juga yang menganggap hal tersebut hanyalah mitos. Terlepas dari dua pendapat yang berkebalikan tersebut, berikut adalah ramalan hari lahir dalam mitologi Sunda kuno yang dijabarkan sesuai dengan harinya;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Ramalan Lahir Hari Senin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hari lahir senin dilambangkan dengan bunga yang memiliki sifat dasar indah. Maka dari itu, orang yang lahir di hari ini dipercaya memiliki wajah yang ganteng (jika lelaki) atau cantik (jika perempuan). Selain memiliki wajah yang rupawan, orang yang lahir di hari ini juga memiliki sifat yang humoris dan selalu ceria. Dengan aura yang begitu kuat, pribadi ini mampu memikat orang yang ada di sekitarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ramalan Lahir Hari Selasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dilambangkan dengan api, artinya kuat, hidup dan kharismatik. Orang yang lahir di hari ini biasanya sangat mudah disegani orang. Cocok sekali jika menjadi seorang pemimpin atau berkarir di bidang politik. Jika yang lahir perempuan, maka dia akan menjadi pribadi yang anggun dan elegan. Sebaliknya, jika yang lahir adalah lelaki maka akan memiliki tubuh yang tegap, gagah, dan tinggi besar. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ramalan Lahir Hari Rabu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daun adalah lambangnya. Orang yang lahir di hari Rabu menurut mitologi Sunda kuno memiliki empati yang tinggi dan sangat mudah jatuh cinta. Rasa empati yang tinggi membuatnya cocok untuk bekerja sebagai guru atau dokter.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Ramalan Lahir Hari Kamis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kamis berlambang angin. Adalah orang-orang yang bertanggung jawab dan pekerja keras. Karier yang cocok untuk si pekerja keras ini adalah wiraswasta, nelayan, dan atau pekerjaan yang membutuhkan kerja otot.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Ramalan Lahir Hari Jumat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Lahir hari Jumat menurut mitologi Sunda kuno berarti air. Tenang dan dingin adalah dua sifat dasar yang dimiliki oleh orang yang lahir di hari Jumat. Menjadi penulis, sastrawan, seniman, dan karier yang membutuhkan ketenangan dan kebijaksanaan adalah karier yang cocok untuk si air.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ramalan Lahir Hari Sabtu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berarti bumi. Diam namun memiliki pengetahuan yang luas adalah ciri orang ini. Pemberani, ulet, dan mampu bangkit dari keterpurukan dengan cepat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ramalan Lahir Hari Minggu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Memiliki lambang langit. Memiliki sikap yang kuat, jarang bersedih dan selalu melihat hal positif dari semua hal. &lt;br /&gt;
Terlepas dari nilai kebenaran dari ramalan-ramalan tersebut. Itulah yang menjadi kepercayaan di masyarakat Sunda pada masa lampau. Semoga semakin bisa menambah pengetahuan tentang budaya Sunda. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/1418998014238173622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/ramalan-hari-lahir-dalam-mitologi-sunda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/1418998014238173622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/1418998014238173622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/ramalan-hari-lahir-dalam-mitologi-sunda.html' title='Ramalan Hari Lahir Dalam Mitologi Sunda Masa Lampau'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDDX3yulj1QP17cysze2VIdJumzkCYYTZ7zv4Yo6LrlYtmoQnb5zk0OUSLwMrF06XrxTOjS-6fa7YSPJRlIW_Z3T498oRAEogMvUiX0PONlJYQ6SU1cFqKRT4cuWxv8sK5x3B7vAUYvow/s72-c/ramalan+zodiak.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-421901631906495072</id><published>2014-03-09T22:10:00.000-07:00</published><updated>2014-03-31T23:26:13.239-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Karakteristik Budaya Sunda</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWqlSjAnAXTwEIhkaxZ6kTKGmIagIKBmCzU7q_gPrWAvqsj3I_77_e0HSsF2Sb4cIKzelY20uY6Y8Pos8cNQIL3b9-DQimXA4vUYEWQo0ZPmJrdsr465rwWLtbpg7DImJduA_o0NGFPjQ/s1600/2f3c9c1c62e4385346addd41bf15baa3_budaya-sunda-jawa-barat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWqlSjAnAXTwEIhkaxZ6kTKGmIagIKBmCzU7q_gPrWAvqsj3I_77_e0HSsF2Sb4cIKzelY20uY6Y8Pos8cNQIL3b9-DQimXA4vUYEWQo0ZPmJrdsr465rwWLtbpg7DImJduA_o0NGFPjQ/s1600/2f3c9c1c62e4385346addd41bf15baa3_budaya-sunda-jawa-barat.jpg&quot; height=&quot;134&quot; title=&quot;BUDAYA SUNDA&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Budaya Sunda&lt;/b&gt; merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki oleh Negeri Indonesia. Sebagai salah satu akar budaya nasional, budaya Sunda sebenarnya lahir karena tradisi yang dianut dan dikembangkan oleh suku Sunda yang kebanyakan tinggal di provinsi Jawa Barat. Oleh karena itu, banyak sekali yang mengidentikkan budaya Sunda dengan budaya Jawa Barat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Karakteristik kuat dari budaya Sunda terletak pada &lt;b&gt;sopan santun dan keramah tamahan suku Sunda&lt;/b&gt;. Maka tak heran, masyarakat Jawa Barat terkenal murah senyum, ramah, lemah lembut, sopan dan menghargai orang yang lebih tua. Kesopanan dan kelemahlembutan Urang Sunda bisa dilihat dari bahasa Sunda dan cara mengucapkan bahasa tersebut, selain tersusun dengan sopan, cara mengucapkannya juga terbilang lembut. Sehingga membuat orang yang mendengarnya tidak berani untuk marah. Di bahasa Sunda, juga terdapat perbedaan penggunaan bahasa Sunda untuk usia-usia tertentu. Bagaimana caranya berbicara dengan orang sebaya dan orang yang lebih tua atau muda, semuanya ada aturannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cageur, Bageur, Singer dan Pinter&lt;/b&gt; juga merupakan salah satu karakteristik budaya Sunda yang sangat terkenal. Karakter ini menunjukkan Urang Sunda yang bersatu mencapai keutamaan dan tujuan hidup. Watak kuat ini tentunya akan sangat baik jika benar-benar dimiliki oleh Urang Sunda. Sebuah tekad yang kuat untuk mencapai tujuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Kehidupan religius di Budaya Sunda juga terbilang sangat rukun. Hal ini merupakan karakteristik dari Urang Sunda yang memang memegang teguh toleransi. Budaya Sunda mengajarkan untuk saling menghargai satu sama lain karena mereka percaya bahwa semua agama pada dasarnya mengajarkan untuk rukun dan damai. Meskipun ajaran agama secara khusus memiliki perbedaan dalam hal tasawuf. Hingga ada satu karakteristik unik dari budaya Sunda yaitu silih asih silih asah silih asuh. Arti dari kalimat tersebut adalah untuk saling mengasihi satu sama lain, lalu mempertajam diri, dan saling melindungi dan tolong menolong.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih jauh, budaya Sunda mengajarkan banyak hal pada masyarakatnya. Termasuk kesopanan, rendah hati, kekompakan, gotongroyong, kerja sama, saling menyayangi, dan lain sebagainya. Hal ini bisa dilihat pada bagian budaya Sunda seperti tarian atau saat upacara adat tertentu. Upacara adat yang masih dilaksanakan bersama-sama untuk membuktikan budaya Sunda yang lestari sekaligus mengingatkan pada semua orang akan nilai-nilai budaya Sunda yang arif. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/421901631906495072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/karakteristik-budaya-sunda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/421901631906495072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/421901631906495072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/karakteristik-budaya-sunda.html' title='Karakteristik Budaya Sunda'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWqlSjAnAXTwEIhkaxZ6kTKGmIagIKBmCzU7q_gPrWAvqsj3I_77_e0HSsF2Sb4cIKzelY20uY6Y8Pos8cNQIL3b9-DQimXA4vUYEWQo0ZPmJrdsr465rwWLtbpg7DImJduA_o0NGFPjQ/s72-c/2f3c9c1c62e4385346addd41bf15baa3_budaya-sunda-jawa-barat.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-1926969602779797286</id><published>2014-03-06T22:08:00.001-08:00</published><updated>2014-03-31T23:26:42.804-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Esensi dan Legenda Tari Topeng Jawa Barat</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;West Java Kingdom&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRI4Jna6X-y8gHmaID257flH-MnPCXid9sA5-e8acdiJ0lU-jjZqLRoT4X_ciF8TlH7J5_df9xl5th4x1_unuVExMU8jC749mEqJP7ixi6RmKlnmza9Zr_FsfOy4NdHwVLzv2DTgOFIj_j/s1600/ASD_P_JWBR_TA-PJ_0032_E8.jpg&quot; height=&quot;320&quot; title=&quot;Tari Topeng&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Tari topeng adalah salah satu tarian yang bisa terkenal tak hanya di Jawa Barat akan tetapi juga seluruh nusantara. Tarian yang diwariskan oleh sunan Gunung Jati ini telah banyak menyita perhatian publik karena memiliki keunikan berupa topeng. Iringan musiknya pun beraneka macam dan disesuaikan dengan topeng yang dikenakan. Lalu bagaimana esensi dan legenda teri topeng ini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Esensi Tari Topeng Jawa Barat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penari topeng biasanya mengenakan 3 jenis topeng secara bergantian dalam satu kali pertunjukan. Yang membedakan topeng tersebut adalah warnanya, yakni putih, biru, dan merah. Pertunjukan dimulai dengan para penari yang belum menggunakan topeng menghadap ke penonton dengan maksud membuka pertunjukan dengan formasi membungkuk lalu bergerak maju mundur sambil merentangkan kedua tangan. Senyum kepada penonton juga menjadi menu wajib saat pembukaan tari topeng ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu para penari membelakangi penonton dan menggerakkan pinggul sambil mengenakan topeng pertama, berwarna putih. Begitu seterusnya berganti ke topeng warna biru dan merah. Setiap berganti topeng, musik pengiringnya juga ikut berubah mengikuti topeng tersebut. Pada dasarnya, topeng yang dikenakan 3 warna tersebut merupakan karakter manusia. Warna putih memiliki arti karakter manusia yang lembut dan alim. Warna topeng biru menjadi wakil dari karakter manusia yang lincah tapi anggun. Warna topeng merah melambangkan sebuah watak manusia yang berangasan, tidak sabaran, kemarahan, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus, watak alim seseorang bisa berubah menajdi lincah dan anggun karena tanggung jawab, kepemimpinan, dan kekuasaan yang diemban oleh manusia. Setelah mencicipi kekuasaan, watak manusia berganti berangasan atau rakus, karena silau oleh harta dan jabatan. Tari topeng sejatinya memiliki pengajaran dasar yang kuat untuk manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Legenda Tari Topeng Jawa Barat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adalah Mimi Rasinah, seorang maestro tari topeng yang sepanjang hidupnya mengabdi untuk menari dan mengajar tari. Mimi Rasinah nampak seperti orang biasa yang sederhana. Namun auranya akan keluar ketika Mimi Rasinah menarikan tari topeng saat berada di panggung maupun di lapangan. Daya mistis Mimi Rasinah juga terlihat saat dia mulai lumpuh pada tahun 2006. Meskipun harus digendong saat turun dari mobil, namun ketika mendengar musik tari topeng, dia bisa tegak berdiri dan menari topeng dengan sempurna. Sayangnya, sang maestro sudah meninggal 4 tahun lalu. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/1926969602779797286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/esensi-dan-legenda-tari-topeng-jawa.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/1926969602779797286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/1926969602779797286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/esensi-dan-legenda-tari-topeng-jawa.html' title='Esensi dan Legenda Tari Topeng Jawa Barat'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRI4Jna6X-y8gHmaID257flH-MnPCXid9sA5-e8acdiJ0lU-jjZqLRoT4X_ciF8TlH7J5_df9xl5th4x1_unuVExMU8jC749mEqJP7ixi6RmKlnmza9Zr_FsfOy4NdHwVLzv2DTgOFIj_j/s72-c/ASD_P_JWBR_TA-PJ_0032_E8.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4496743073538211003.post-4802987679963405723</id><published>2014-03-05T20:33:00.002-08:00</published><updated>2014-03-31T23:26:53.736-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>Budaya Sunda Lokal Juga Bisa Jadi Ide Usaha</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU51RMLC8FuRiW7WJ_liv1y4taFii-HQYZwAFdNQuC7KzwJxSTtu7gwfH0BldnpomN_uo4u1ocyH4SZWOmfgWpw_nGDjQPn1ZHo4FXtKTQOvUOtX3OzEtrQWRaZZSYtCIlDA_ZQExBA6U/s1600/4588322_f248.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;WEST JAVA KINGDOM&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU51RMLC8FuRiW7WJ_liv1y4taFii-HQYZwAFdNQuC7KzwJxSTtu7gwfH0BldnpomN_uo4u1ocyH4SZWOmfgWpw_nGDjQPn1ZHo4FXtKTQOvUOtX3OzEtrQWRaZZSYtCIlDA_ZQExBA6U/s1600/4588322_f248.jpg&quot; height=&quot;200&quot; title=&quot;BUDAYA SUNDA&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berbicara tentang budaya, selalu tidak bisa lepas dari pemaknaan yang dalam, termasuk budaya Sunda. Budaya Sunda adalah salah satu akar budaya nasional Indonesia. Selain Sunda, banyak sekali budaya lain yang juga harus dilestarikan dan benar-benar dijadikan sumber atau referensi budaya nasional Indonesia. Namun, terkadang keinginan ini sulit diwujudkan. Akibatnya, banyak sekali budaya Indonesia (yang berasal dari budaya daerah) diambil dan dinikmati oleh orang luar negeri yang tidak ikut memilikinya. Parahnya, mereka mendahului Indonesia untuk mendaftarkan hak kepemilikan atas budaya tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Budaya Sunda sendiri memiliki banyak jenis. Hal ini tak lepas dari daerah Bandung yang memang sudah berisi seniman-seniman yang sangat potensial jika dikembangkan. Seniman-seniman yang selalu sedia memberi warna hijau, kuning, dan merah untuk Bandung. Budaya ini bisa berupa gambar atau lukisan, artifak, adat istiadat, dan lain sebagainya. Yang harus dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Karena hal tersebut adalah pembeda Sunda dari daerah-daerah lain di Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Budaya lokal ini nyatanya bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi beberapa orang yang senang dengan entrepreneurship. Salah satu contohnya adalah wayang golek. Seperti yang diketahui, bentuk wayang golek ini semakin dikenal saat ditayangkan di salah satu televisi swasta. Kemajuan wayang golek ini juga didukung dengan promosi di daerah pariwisata dan periklanan. Berbagai acara yang diadakan dengan mengundang wayang golek sejatinya adalah cara untuk menunjukkan diri. Kini, membeli wayang golek bisa dilakukan di tempat wisata dan bahkan di Online.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Informasi di atas sudah memberikan informasi bahwa mengembangkannya sendiri saja tidak cukup. Untuk mengembangkan satu budaya lokal, dibutuhkan budaya lainnya dan cara unik untuk mengenalkan dan membuatnya semakin terkenal. Ini akan menjadi sebuah ide bisnis menjanjikan jika mendapatkan dukungan dari pemerintah dan para pengrajin. Semuanya memiliki bagian dan fungsinya masing-masing. Pemerintah ikut membantu promo dan membuat kebijakan yang menguntungkan. Pengrajin bertindak sebagai penyedia hasil karya, dan pengusaha adalah orang yang mengenalkan budaya tersebut dan atau menggunakannya sebagai usaha. Dengan ritme kesinambungan ini, diharapkan budaya lokal benar-benar bisa menjadi peluang bisnis bagi seluruh warga Bandung, khususnya pemerhati kerajinan dan atau budaya lokal. &lt;b&gt;(WJK News)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/feeds/4802987679963405723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/budaya-sunda-lokal-juga-bisa-jadi-ide.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/4802987679963405723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4496743073538211003/posts/default/4802987679963405723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://westjavakingdom.blogspot.com/2014/03/budaya-sunda-lokal-juga-bisa-jadi-ide.html' title='Budaya Sunda Lokal Juga Bisa Jadi Ide Usaha'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06690695713851186728</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU51RMLC8FuRiW7WJ_liv1y4taFii-HQYZwAFdNQuC7KzwJxSTtu7gwfH0BldnpomN_uo4u1ocyH4SZWOmfgWpw_nGDjQPn1ZHo4FXtKTQOvUOtX3OzEtrQWRaZZSYtCIlDA_ZQExBA6U/s72-c/4588322_f248.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>