<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Wong Jalur</title>
	
	<link>http://wongjalur.com</link>
	<description>Dari Jalur Membangun Impian</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Apr 2010 23:50:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/WongJalur" /><feedburner:info uri="wongjalur" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>WongJalur</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Artis dan Pemilukada</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/WongJalur/~3/1-Os8Yrdsn8/</link>
		<comments>http://wongjalur.com/politik/artis-dan-pemilukada/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 23:50:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wong Jalur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Artis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongjalur.com/?p=747</guid>
		<description><![CDATA[Artis terjun ke dunia politik, biasa saja. Artis juga warga negara biasa yang punya hak memilih dan dipilih. Di dunia perpolitikan, kita bahkan bisa melihat beberapa artis yang &#8220;bisa bicara&#8221; dan bukan sekadar &#8220;penyumbang suara&#8221; bagi partai. Bahkan di luar negeri, Amerika tercatatat memiliki beberapa Presiden dan Gubernur dengan latar belakang artis dan ternyata mempunyai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Artis terjun ke dunia politik, biasa saja. Artis juga warga negara biasa yang punya hak memilih dan dipilih. Di dunia perpolitikan, kita bahkan bisa melihat beberapa artis yang &#8220;bisa bicara&#8221; dan bukan sekadar &#8220;penyumbang suara&#8221; bagi partai. Bahkan di luar negeri, Amerika tercatatat memiliki beberapa Presiden dan Gubernur dengan latar belakang artis dan ternyata mempunyai kinerja yang bisa dibilang bagus.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiawan Djodi, Sophan Sopian, Marissa Haqua, Rieke Diah Pitaloka, Sys NS dan beberapa artis lain merupakan contoh artis Indonesia yang sukses berkarir di parpol dan punya kemampuan untuk bicara.</p>
<p style="text-align: justify;">Keberhasilan Rano Karnojadi Bupati Tangerang dan Dede Yusuf menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat juga merupakan bukti bahwa artis mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk menjadi pemimpin.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, mendengar pencalonan Saiful Jamil untuk menjadi wakil walikota Serang, Julia Perez di Pacitan, Maria Eva dan Venna Melinda di Blitar, sepertinya terkesan latah.</p>
<p style="text-align: justify;">Soal pengalaman, ada yang belum pernah berkarir di parpol. Kemudian tidak mempunyai background ilmu politik sama sekali. Bagaimana mungkin tiba-tiba memimpin daerah yang cukup besar?</p>
<p style="text-align: justify;">Persoalannya, inilah demokrasi. Tidak ada salahnya mencalonkan Julia Perez, semuanya berhak. Namun demikian, secara jujur, kita yakin jika keputusan partai mencalonkan artis hanyalah efek latah akan keberhasilan Rano Karno dan Dede Yusuf, serta ketidakberdayaan partai tersebut menjaring pemilih dan ketidakmampuan partai mencetak kader-kader mereka yang militan sehingga terpaksa mencalonkan artis.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan munculnya Julia Perez, Maria Eva dan sejumlah artis lain yang mencalonkan diri menjadi kepala daerah. Muncul kekhawatiran akankan mereka mampu membawa kemajuan daerahnya hanya dengan popularitas dan kecantikan?.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk itulah, harusnya ada persyaratan bagi mereka yang mengajukan diri ikut pemilu. Minimal perlunya adanya pengalaman organisasi dan berpolitik sebelum menjadi calon kepala daerah. Dengan demikian setiap orang boleh mengajukan diri menjadi calon kepala daerah, tetapi tidak semua orang bisa. Dengan kualifikasi ini pula diharapkan ada penempatan orang yang tepat di posisi yang tepat. Yang kita perlukan adalah <em>the right man on the right place, the right man on the right job.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Di samping itu, artis yang dipilih harus memiliki track record yang  cukup baik. Sebab pemimpin adalah panutan, ia akan di jadikan panutan bagi masyarakatnya. Jika dia memiliki track record yang buruk seperti suka dugem, pergi ke tempat maksiat atau hal-hal tabu lainnya, tentu dia tidak bisa dijadikan panutan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu aturan ini bukan untuk mendeskreditkan artis. Namun, semua profesi yang hanya mengandalkan popularitas dan nama besar perlu ada kualifikasi tambahan dalam bidang politik. Karena itu, kapabilitas artis yang direkrut partai untuk menjadi kepala daerah sebaiknya memiliki pengalaman terlebih dahulu di bidang politik, atau mereka yang dipandang betul-betul memiliki kualitas. Dengan demikian, diharapkan Indonesia bisa segera bangkit dari keterpurukan, keterpurukan akibat dipimpin oleh pemimpin yang tidak mempunyai kapabilitas dan tauladan. <em>Wallahua&#8217;lam bis showab.</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WongJalur/~4/1-Os8Yrdsn8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongjalur.com/politik/artis-dan-pemilukada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wongjalur.com/politik/artis-dan-pemilukada/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Beragama Itu Totalitas</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/WongJalur/~3/G3SOoQsbXlE/</link>
		<comments>http://wongjalur.com/islam/tafsir/beragama-itu-totalitas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 02:58:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wong Jalur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongjalur.com/?p=579</guid>
		<description><![CDATA[Dalam surat al-Baqarah ayat 208 Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. Menurut para ulama, maksud ayat di atas adalah bahwa seorang yang menyatakan dirinya adalah muslim, wajib baginya untuk menerima apa yang ada dalam Islam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam surat al-Baqarah ayat 208 Allah SWT berfirman: <em>“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut para ulama, maksud ayat di atas adalah bahwa seorang yang menyatakan dirinya adalah muslim, wajib baginya untuk menerima apa yang ada dalam Islam dengan ikhlas secara keseluruhan, bukan setengah-setengah, bukan hanya memilih yang enak atau mudah saja dan meninggalkan yang susah, atau bahkan memilih hanya sesuai dengan kepentingan.</p>
<p style="text-align: justify;">Memilih yang enak saja sesuai selera kita dan meninggalkan yang tidak kita suka hanya menunjukkan belum siapnya kita untuk memeluk agama ini. Sebab, memilih sebagian dan meninggalkan sebagian yang lain hanya akan membuat kita tidak menjadi  seperti apa yang diharapkan Allah melalui agama-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang muslim diperintahkan untuk shalat, berpuasa, zakat, menjaga silaturahim, menjaga aurat tak lain agar ia mencapai derajat manusia yang tinggi di hadapan Allah, yaitu derajat taqwa dan ihsan. Mereka yang telah sampai pada derajat ini kemudian disebut Muttaqien dan Muhsin. Seorang yang telah mencapai derajat inilah yang akan merasakan betul manfaat hidup dan manfaat penciptaan sebagai manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibarat membuat ayam bakar, kita harus menyiapkan bahan-bahan dan mengikuti proses pembuatannya untuk menghasilkan ayam bakar yang lezat. Bahan utamanya tentu adalah ayam, api, kecap, gula, garam, dll. Jika kita ingin membuat ayam bakar tetapi bahan-bahannya seperti ayam atau api tidak ada, suatu hal yang mustahil untuk mendapatkan hasil hidangan ayam bakar. Sedangkan urusan seberapa manis, atau seberapa asinnya rasa ayam bakar itu tergantung pada selera kita masing-masing, sebab itu bukan hal pokok dalam pembuatan ayam bakar.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti pembuatan ayam bakar di atas, jika kita memilih untuk menanggalkan pakaian yang menutup aurat, masih suka dugem, masih suka meninggalkan shalat, manalah mungkin kita mencapat derajat taqwa dan mendapatkan tempat di surga nanti?. Sedangkan urusan pakaian penutup aurat dengan warna hitam atau merah, shalat subuh dengan qunut atau tidak, itu bukanlah hal urgen, semuanya kembali kepada rasa keyakinan kita pada apa yang kita lakukan (dalam Islam ini  disebut hal-hal furu’ atau cabang). Selama kita tidak meninggalkan shalat, selama kita tidak berpakaian tetapi telanjang atau bergoyang dengan pakaian minim, insya Allah kita masih dalam jalan yang harapkan oleh-Nya. Selanjutnya, marilah kita bertanya pada diri kita masing-masing “apakah hingga saat ini kita masih memilah-milih dalam melaksanakan perintah agama?”.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WongJalur/~4/G3SOoQsbXlE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongjalur.com/islam/tafsir/beragama-itu-totalitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wongjalur.com/islam/tafsir/beragama-itu-totalitas/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>1 Muharram (Sebuah Catatan Kecil)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/WongJalur/~3/h4aUfm2fMkA/</link>
		<comments>http://wongjalur.com/hikmah/1-muharram-sebuah-catatan-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 00:34:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wong Jalur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongjalur.com/?p=561</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 1 Muharam merupakan tanggal di mana sebagian Umat Islam merayakannya sebagai tahun baru Islam. Tiap tahunnya umat Islam merayakannya dengan penuh semangat yang tersalurkan dalam kegiatan-kegiatan seperti tadarus serta sima’an, mendengar ceramah di tabligh akbar, do’a/dzikir bersama, dll. Walau harus diakui, sebenarnya belum ada data valid yang menunjukkan apakah hijrahnya Rasul dari Makkah ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tanggal 1 Muharam merupakan tanggal di mana sebagian Umat Islam merayakannya sebagai tahun baru Islam. Tiap tahunnya umat Islam merayakannya dengan penuh semangat yang tersalurkan dalam kegiatan-kegiatan seperti tadarus serta sima’an, mendengar ceramah di tabligh akbar, do’a/dzikir bersama, dll.</p>
<p style="text-align: justify;">Walau harus diakui, sebenarnya belum ada data valid yang menunjukkan apakah hijrahnya Rasul dari Makkah ke Madinah adalah pada waktu Muharam. Terlepas dari hal ini, laiknya bukan perbedaan dan perdebatan yang mengemuka, tetapi bagaimana kita memaknai dan mengambil hikmah dari 1 Muharam yang telah dianggap sebagai awal hari Hijrah Rasul ke Madinah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagaimana maklum, bahwa hijrahnya Rasul ke Madinah merupakan awal dari kebangkitan Islam. Setelah melakukan da’wahnya di Makkah dengan penuh kesabaran dari berbagai cobaan yang dilakukan oleh para Musyrikin Quraisy, akhirnya Allah memerintahkan Nabi dan para Sahabat untuk berhijrah ke Madinah. Karena ini adalah perintah Allah, maka tak heran hanya dalam waktu tak lama Islam berkembang begitu pesat. Hijrah Rasul bukan semata ide dari Rasul, tetapi merupakan perintah Allah yang pasti terkandung makna dibalik semuanya. Hingga Hijrah bisa dimaknai meninggalkan sesuatu demi Allah dan Rasulnya, demi Allah artinya mencari sesuatu yang ada di sisi-Nya, dan demi Rasul-Nya artinya ittiba’ dan senang terhadap tuntunan Rasul-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita kaitkan makna hijrah dengan konteks kekinian khususnya Indonesia, apa yang dilakukan Rasul yakni hijrah dari Makkah ke Madinah mungkin tidak bisa kita lakukan, tetapi jelas hijrah mengandung hikmah yang luar biasa. Beberapa Ulama menjelaskan bahwa makna hijrah adalah meninggalkan Negeri (keadaan) syirik menuju negeri Tauhid, meninggalkan keadaan bid’ah menuju keadaan Sunnah, serta hijrah (meninggalkan) keadaan yang penuh maksiat menuju kekeadaan yang sedikit maksiat. Firman Allah SWT:</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang Luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa: 100).</em></p>
<p style="text-align: justify;">Tak dipungkiri bahwa momen (waktu), juga sesuatu yang spesial bisa menyadarkan kita dari “kelelapan tidur”. Begitu pula 1 Muharam yang dijadikan awal tahun baru Islam, ia dapat dijadikan momen tepat yang dapat menyadarkan kembali manusia dari kelelapan tidurnya dari mimpi-mimpi dunia yang tak terbatas, membangunkan dari keterlenaan akan kehidupan yang fana, serta mengeluarkan dari kegelimangan maksiat. Tentu, hal ini jika kita dapat memaknai apa itu Hijrah sebagaimana yang dilakukan Rasul. Dan sudah barang tentu pula, bahwa bukan hanya pada 1 Muharam kita dapat “berhijrah”, setiap saat kita diwajibkan berhijrah dengan harapan mencapai yang lebih baik dalam segala hal yang diridhoi oleh Allah sebagaimana firmanNya dalam surah an-Nisa: 100, tetapi sekali lagi, momen spesial kadang lebih bisa menyadarkan kita ketimbang waktu-waktu yang biasa. <em>Wallahua&#8217;lam.</em></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WongJalur/~4/h4aUfm2fMkA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongjalur.com/hikmah/1-muharram-sebuah-catatan-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>102</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wongjalur.com/hikmah/1-muharram-sebuah-catatan-kecil/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Hidup Harus Punya Cita-Cita</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/WongJalur/~3/Ti7ZMP_YW3Y/</link>
		<comments>http://wongjalur.com/pendidikan/hidup-harus-punya-cita-cita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 02:02:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wong Jalur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[Impian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongjalur.com/?p=548</guid>
		<description><![CDATA[Teman-temanku…hidup kita di dunia ini cuma sesaat, bisa dibilang hanya 35 tahun waktu aktif kita untuk mengisi kehidupan ini. Tugas kita di dunia tidak lebih hanya untuk berbuat kebaikan, beribadah kepada Sang Khaliq, sesuai dengan firman Allah “Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”. Teman-teman para wisudawan, jika kita kehilangan harta, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Teman-temanku…hidup kita di dunia ini cuma sesaat, bisa dibilang hanya 35 tahun waktu aktif kita untuk mengisi kehidupan ini. Tugas kita di dunia tidak lebih hanya untuk berbuat kebaikan, beribadah kepada Sang Khaliq, sesuai dengan firman Allah <em>“Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Teman-teman para wisudawan, jika kita kehilangan harta, kita masih bisa mencarinya, kita masih punya waktu untuk memiliki yang lebih banyak dari yang telah hilang. Jadi harta bukanlah segalanya, ia hanya barang kecil yang ada di sekitar kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita kehilangan ayah, kita masih memiliki ibu. Kehilangan ibu, masih ada anak, masih ada kakak, masih ada saudara yang bisa menemani kita dalam kehidupan ini. Jadi kehilangan seseorang yang kita cintai bukanlah merupakan kehilangan segalanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita kehilangan jabatan, masih ada jabatan lain yang menunggu. Dan jabatan bukanlah segalanya, baik tidaknya kita bukan dinilai dari jabatan, tetapi dari apa yang kita perbuat untuk kebaikan orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi, jika kita kehilangan cita-cita, kehilangan impian, maka hilanglang semuanya. Kehilangan harta masih bisa dicari gantinya, kehilangan jabatan masih ada jabatan lain yang menunggu, kehilangan orang yang dicintai masih ada orang lain yang siap menemani kita, kehilangan cita-cita dan impian berarti kita kehilangan masa depan.</p>
<p style="text-align: justify;">Teman-teman…,Indonesia ada hingga kini tidak lain karena adanya cita-cita dan impian para pendahulu kita, cita-cita akan adanya Indonesia yang merdeka, Indonesia yang berdaulat dan menjadi negara yang besar. Indonesia bukanlah negara kecil jika masyarakatnya mempunyai cita-cita dan impian yang besar, cita-cita dan impian yang tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Teman-teman wisudawan, hidup kita hanya sebentar, jika hidup kita yang sebentar ini tidak mempunyai cita-cita dan impian besar untuk kemajuan, apalah artinya hidup ini. Bukanlah manusia jika hidup tanpa perubahan dan kemajuan, dan perubahan serta kemajuan itu terlahir dari sebuah cita-cita dan impian. Maka, mari bersama-sama kita bangun impian dan cita-cita kita demi terciptanya kehidupan yang maju dan makmur. Apa yang terjadi hari ini pada dasarnya adalah mimpi-mimpi kita kemarin, dan apa yang akan terjadi esok adalah buah dari mimpi dan cita-cita kita hari ini,. Jadi, mari kita menciptakan cita-cita dan impian besar hari ini agar impian dan cita-cita besar kita bisa terwujud esok.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Note:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Pesan Prof. Dr. Malik Fadjar, M.Sc. dalam acara ramah tamah dengan wisudawan pascasarjana UMM Malang, 04 desember 2009.</em></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WongJalur/~4/Ti7ZMP_YW3Y" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongjalur.com/pendidikan/hidup-harus-punya-cita-cita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wongjalur.com/pendidikan/hidup-harus-punya-cita-cita/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Saatnya Ganyang Para Pengemis Rakyat.</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/WongJalur/~3/cb5FFxXPe8U/</link>
		<comments>http://wongjalur.com/indonesiana/saatnya-ganyang-para-pengemis-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 08:30:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wong Jalur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Anti Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Koruptor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongjalur.com/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, Rabu 9 desember 2009, semua masyarakat di belahan dunia merayakan dan menandai tanggal 9 desember sebagai hari anti korupsi sedunia, tidak terkecuali masyarakat Indonesia. Dengan jumlah peserta yang besar-besaran dan tidak seperti biasanya, momen ini diharapkan bisa menyadarkan para pejabat yang duduk di pemerintahan dan orang-orang penting untuk mau dan bisa menghilangkan kebiasaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini, Rabu 9 desember 2009,  semua masyarakat di belahan dunia merayakan dan menandai tanggal 9 desember sebagai hari anti korupsi sedunia, tidak terkecuali masyarakat Indonesia. Dengan jumlah peserta yang besar-besaran dan tidak seperti biasanya, momen ini diharapkan bisa menyadarkan para pejabat yang duduk di pemerintahan dan orang-orang penting untuk mau dan bisa menghilangkan kebiasaan melakukan korupsi, sehingga Indonesia bisa memperbaiki citra sebagai salah satu negara terkorup di dunia. Sebagai sebuah negara yang terkenal dengan sikap ketimuran yang sopan, negara dengan petatah petitih mulia sejak ratusan tahun lalu dan sebagai negara religius, kita malu jika korupsi menjadi bagian dari kehidupan kita. Meskipun bisa dimaklumi bahwa korupsi sebenarnya adalah warisan dari penjajahan kolonial, tetapi sebagai negara yang telah melewati lebih setengah abad kemerdekaan seharusnya kita bisa menghilangkan penyakit terjijik ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Birokrasi yang berbelit-belit karena kurangnya uang pelicin adalah salah satu contoh bentuk praktek korupsi yang telah membudaya. Bahkan bargaining terjadi pada praktek suap dan uang pelicin ini, layaknya jual beli. Praktek bargaining ini yang saya sebut dengan MENGEMIS. Mengemis, karena mereka (para koruptor) meminta dikasihani untuk sejumlah uang layaknya para pengemis di pinggir-pinggir jalan. Sungguh kasihan ketika sebuah institusi gagal mendapatkan bantuan dari pemerintah hanya karena kalah dalam bargaining dengan institusi lain yang sebenarnya tidak layak mendapatkan bantuan. Bargaining ini tentunya bargaining antara institusi tersebut dengan pihak/ bagian yang mengurusi aliran dana bantuan tersebut. Dengan jujur saya katakan (berdasarkan pengalaman) bahwa bargaining itu bisa mencapai 25%-45 % dari uang bantuan dari pemerintah. Artinya, ketika sebuah institusi tersebut mendapatkan bantuan misalnya 100 juta, makan 25 juta harus masuk kantong mereka yang mengurusi dana bantuan pemerintah ini. Bayangkan jika suatu daerah ada 100 intstitusi dengan bantuan dari pemerintah masing-masing 100 juta, maka 2,5 milyar menjadi milik para koruptor tersebut. EDAN&#8230;.!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Yang lebih edan lagi, praktek mengemis ini bukan lagi menjadi hal tabu. Setiap kegiatan apapun yang berurusan dengan birokrasi selalu harus ada uang pelicin. Mulai dari 5 ribu hingga jutaan, dengan bahasa &#8220;uang rokok&#8221;, &#8220;uang capek&#8221;, &#8220;uang makan siang&#8221;, dan bahasa-bahasa lain. Semuanya sama, mereka semua pada hakikatnya mengemis, mengemis dari rakyat yang sebenarnya jauh lebih miskin dari mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika para pengemis yang berkeliaran di pinggir jalan saja mendapat fatwa haram MUI, bagaimana dengan para pengemis rakyat tersebut???. Semoga saja, momen hari anti korupsi dunia yang jatuh dan dirayakan pada tanggal 9 desember ini bisa dijadikan patokan dan start kuat untuk mengganyang para koruptor dan membumi hanguskan praktek korupsi dengan tanpa pilih kasih. <em>&#8220;Ya Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, jadikanlah Negara Indonesia ini menjadi baldatan toyyibah, negara makmur gemar ripah loh jinawi dan negara yang masyarakatnya selalu bisa mensukuri apa yang telah Engkau berikan&#8221;.</em></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WongJalur/~4/cb5FFxXPe8U" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongjalur.com/indonesiana/saatnya-ganyang-para-pengemis-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wongjalur.com/indonesiana/saatnya-ganyang-para-pengemis-rakyat/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kondom gratis, Mau Mau Mau?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/WongJalur/~3/aIyneIficB8/</link>
		<comments>http://wongjalur.com/indonesiana/kondom-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 05:13:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wong Jalur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[AIDS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongjalur.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Aih..aya aya wae, begitu komentar temanku Ujang tatkala mendengar penuturanku bahwa selama ini kampanye anti/ bahaya AIDS hampir selalu dibarengi dengan pembagian kondom gratis. Ah yang bener aja, apakah dengan membagikan kondom gratis akan meminimalisir penyakit AIDS? Aya aya wae pemerintah teh. Menurut si Ujang ini mah bukannya mencegah malah menyuburkan tuh penyakit. Alangkah senangnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aih..aya aya wae, begitu komentar temanku Ujang tatkala mendengar penuturanku bahwa selama ini kampanye anti/ bahaya AIDS hampir selalu dibarengi dengan pembagian kondom gratis. Ah yang bener aja, apakah dengan membagikan kondom gratis akan meminimalisir penyakit AIDS? Aya aya wae pemerintah teh. Menurut si Ujang ini mah bukannya mencegah malah menyuburkan tuh penyakit. Alangkah senangnya mereka yang tiap hari kumpul kebo, begituan dengan selingkuhannya disodori kondom gratis. Penyakit AIDS itu penyebabnya karena mereka melakukan “hubungan” dengan pasangan tak sah, klo mau memberantas ini penyakit ya sadarkan mereka yang selalu “jajan” akan bahayanya AIDS, bukan malah diberi kondom gratis. Duar!!!!! Pintu kamar kost kami hamper jebol, itu karena spontanitas Ujang meluapkan emosi kekesalannya dengan rencana pemerintah dengan meninju pintu. Huh..untung ga’ jebol pintunya. Heh…belum sempat ane berfikir lemari ditendang pula, bruak!!!…..buku-buku diatas lemari sampai jatuh.</p>
<p style="text-align: justify;">I am with Ujang, ga’ mungkin dengan pembagian kondom gratis ini (kaya’ bagi ta’jil gratis aja yah.. <img src='http://wongjalur.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ) bisa mencegah penyebaran AIDS di Indonesia. Penyebab penyakit ini adalah rusaknya moral dimana selingkuh, “jajan” menjadi budaya. Pembagian kondom gratis bukan cara jitu melenyapkan aids, ini hanya sebagai tindakan yang paling kecil dari hal yang perlu kita lakukan yaitu menyadarkan, membawa mereka kearah positive. Jangan biarkan mereka terbelenggu dengan rantai kesenangan sesaat. Pemerintah sebagai lembaga yang bertanggung jawab tentunya harus memikirkan hal ini dengan serius, Bukan hanya menjadi bahan diskusi tanpa hasil. Lihatlah bagaimana UU Anti pornografi yang jelas-jelas merupakan tindakan nyata dari pemberantasan menyebarnya penyakit sosial malah ditolak dengan jutaan alasan. Kenapa sih mau jadi baik aja kita ini susah???</p>
<p style="text-align: justify;">Masyarakat tentunya juga harus saling membantu untuk menyadarkan mereka yang telah terjerat dengan penyakit sosial ini. Dan hal paling penting tentunya adalah dimulai dari keluarga. Pendidikan keluarga yang baik akan menciptakan generasi yang paham akan mana yang shalih dan yang buruk, tidak mudah terbawa dan terpancing. Sebab kita tahu, sekarang ini sudah bukan berita luar biasa ketika anak SMP telah berani melakukan hal yang seharusnya dilakukan suami istri. Malah hal ini dijadikan sebagai kebanggaan, sensasional, dsb.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali ke persoalan Kondom Gratis, seharusnya pemerintah jeli. Menurut penulis ini adalah usaha para Liberalism atau mereka yang menganut paham Free sex agar mereka mendapatkan tempat di negeri ini. Atau bahkan lebih dari itu yakni membuat Negara ini berfaham Free Sex seperti di Barat. Coba kita kembali kebelakang ketika mereka mencoba dengan berbagai cara dan alasan untuk melegalkan aborsi, bagaimana pula usaha mereka untuk menggagalkan UU anti Pornografi. Yang membuat miris adalah kenapa mereka yang menolak UU anti pornografi ini ternyata orang-orang Muslim juga. Subhanallah…ternyata sudah begitu kuatnya hegemoni para liberalism ini membuat opini tentang kebebasan yang sebebas bebasnya hingga beberapa Muslim sendiri sudah termakan isu-isu murahan yang mengatasnamakan HAM tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayolah Bangsaku tercinta, bangkit dan tendang jauh-jauh paham, isu, ajaran yang murahan ini dari negeri kita sehingga tercipta sebuah Negara yang makmur, bersih, adil, sejahtera, <em>Baldatun Toyyibatun wa rabbun ghafur.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>NOTE:</strong><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;">Tulisan ini sebenarnya adalah tulisan lama yang<em> </em>diedit ulang (dikiit) mengingat momennya pas tanggal 1 Desember ttg hari AIDS sedunia, dan mengingat tulisan ini masih miskin komentar karena ketika tulisan ini di publish saya tidak pernah blogwalking sehingga orang tak kenal siapa WongJalur.cOm.</span></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WongJalur/~4/aIyneIficB8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongjalur.com/indonesiana/kondom-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wongjalur.com/indonesiana/kondom-gratis/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Siapakah Ismail Anda?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/WongJalur/~3/O4YLepb4_34/</link>
		<comments>http://wongjalur.com/hikmah/siapakah-ismail-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 05:25:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wong Jalur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongjalur.com/?p=538</guid>
		<description><![CDATA[Keihklasan dan kesadaran bahwa apa yang kita miliki adalah milik Allah sebagai sebuah amanah yang diberikan kepada kita adalah hal mutlak yang harus ada dalam hati kita. Maka ketika milik Allah tersebut diminta dn diambil oleh yang punya atau untuk diberikan kepada yang lain, kita tidak boleh menolak, marah apalagi membenci Sang Pemberi. Nabi Ibrahim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Keihklasan dan kesadaran bahwa apa yang kita miliki adalah milik Allah sebagai sebuah amanah yang diberikan kepada kita adalah hal mutlak yang harus ada dalam hati kita. Maka ketika milik Allah tersebut diminta dn diambil oleh yang punya atau untuk diberikan kepada yang lain, kita tidak boleh menolak, marah apalagi membenci Sang Pemberi.</p>
<p style="text-align: justify;">Nabi Ibrahim memahami betul makna dari amanah itu. Ketika pengharapan yang begitu lama akan lahirnya buah keturunan itu datang dengan lahirnya Ismail, tiba-tiba saja Allah memerintahkan Ibrahim untuk mengorbankan Ismail. Tetapi dengan penuh keikhlasan Ibrahim memenuhi perintah Allah tersebut. Suatu hal yang sangat berat jika bukan karena iman yang kokoh, iman yang menyeluruh, penuh dengan kesadaran bahwa segala sesuatu adalah milik Allah semata, kesadaran bahwa hidup di dunia ini dan segala hal yang kita lakukan adalah untuk beribadah kepada-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah SWT Tuhan sekalian alam&#8221;. (QS. Al-An&#8217;aam: 162).</em></p>
<p style="text-align: justify;">Yang harus kita lakukan selanjutnya untuk meneladani sikap Ibrahim adalah mempertanyakan pada diri kita, <strong>siapakah Ismail kita?</strong>. Jika Ismail kita adalah <span style="text-decoration: underline;">si bungsu</span>, siapkah jika hari ini bahkan detik ini dia diambil oleh Sang Pemberi?, siapkah kita jika tiba-tiba dia mendapat kecelakaan?. Jika kita benar-benar siap dengan hal ini, tanpa terus menerus didera kesedihan mendalam karena kehilangan si bungsu, alangkah bahagianya si bungsu karena mempunyai orang tua yang memiliki ketakwaan dan keimanan menyeluruh, senyumannya pasti tak akan pernah putus karena menyaksikan orang tuanya masuk syurga hanya karena kesadaran bahwa semua adalah milik-Nya dan akan kembali pada-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Ismail kita adalah <span style="text-decoration: underline;">harta</span>, siapkah jika detik ini tiba-tiba harta tersebut hilang karena diambil pencuri, kebakaran atau bahkan mengalami kebangkrutan dalam usaha?. Jika kita siap dengan ini, tentu harta tersebut akan sangat bahagia karena mendapatkan majikan yang begitu memiliki keyakinan akan kuasa Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Ismail kita adalah <span style="text-decoration: underline;">tahta</span>, siapkah kita jika suatu saat kita harus diberhentikan atau bahkan diturunkan paksa dari jabatan kita tersebut?. Jika kita siap dengan itu, tentu si tahta akan selalu berdo&#8217;a agar dia diberikan kemuliaan di dunia dan akhirat.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Ismail kita adalah <span style="text-decoration: underline;">istri/ suami</span>, siapkah kita jika suatu saat dia harus meninggalkan kita?. Siapkah kita kehilangan orang-orang yang paling kita cintai?, siapkah kita kehilangan harta yang kita cari dengan derasnya cucuran keringat?, siapkah kita kehilangan jabatan fana yang sedang kita sandang saat ini?. Sekali lagi, <strong><span style="color: #0000ff;">sesungguhnya semua itu milik Allah dan pasti akan kembali kepada Allah.</span></strong></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WongJalur/~4/O4YLepb4_34" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongjalur.com/hikmah/siapakah-ismail-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wongjalur.com/hikmah/siapakah-ismail-anda/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Memaknai, Bukan Sekedar Merayakan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/WongJalur/~3/5a8VuYc02iU/</link>
		<comments>http://wongjalur.com/hikmah/memaknai-bukan-sekedar-merayakan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 23:48:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wong Jalur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Iedul Adha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongjalur.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, Laa ilaaha illa Allahu wa Allahu akbar, Allahu Akbar wa lillaahilhamd. Gema takbir membahana di seantero jagad sebagai tanda datangnya hari Iedul Adha, hari dimulainya rukun haji bagi mereka yang berada di Makkah untuk menyempurnakan rukun Islam, dan hari berkurban bagi mereka yang belum berkesempatan mengunjungi bayt Allah (rumah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, Laa ilaaha illa Allahu wa Allahu akbar, Allahu Akbar wa lillaahilhamd.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Gema takbir membahana di seantero jagad sebagai tanda datangnya hari Iedul Adha, hari dimulainya rukun haji bagi mereka yang berada di Makkah untuk menyempurnakan rukun Islam, dan hari berkurban bagi mereka yang belum berkesempatan mengunjungi <em>bayt Allah</em> (rumah Allah). Berkurban, artinya keikhlasan berderma dengan sesama, keikhlasan dalam berbagi nikmat yang telah Allah berikan. Sebuah ajaran mulia yang menunjukan Islam sebagai agama <em>rahmat lil &#8216;alamiin</em>, agama universal. Terkait perintah berkurban, Allah SWT berfirman:</p>
<p class="arabic" style="text-align: right;">?????? ????????????? ??????????? (?)??????? ????????? ????????? (?)????? ????????? ???? ????????? (?)</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya: <em>Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus (dari rahmat Allah)</em>. (QS. Al Kautsar: 1-3).</p>
<p style="text-align: justify;">Dari firman Allah di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa berkurban mengandung dua makna, yaitu: <em>pertama,</em> keimanan vertikal <em>(hablun min Allah)</em>, sebagai bukti rasa syukur muslim kepada khaliq-Nya atas nikmat yang telah diberikan. <em>Kedua,</em> keimanan horizontal <em>(hamblun min an-naas)</em>, sebagi bentuk keimanan sosial dengan keikhlasan dalam berbagi nikmat yang telah Allahberikan pada seorang muslim.</p>
<p style="text-align: justify;">Implementasi dua keimanan itulah yang membawa seorang muslim menaiki tangga tertinggi yaitu <span style="text-decoration: underline;">ihsan</span>. Seorang muhsin adalah mereka yang bukan saja mampu beriman secara vertikal <em>(hablun min Allah) </em>tetapi juga mampu melaksanakan keimanan secara horizontal <em>(</em><em>hamblun min an-naas)</em>. Banyak hadist yang menganjurkan muslim bukan saja beriman dengan cara beribadah formal tetapi juga mampu bermu&#8217;amalah dengan baik kepada sesamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: <em>&#8220;Orang-orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik budi pekertinya. Dan sebaik-baik orang di antara kamu adalah yang paling baik akhlaknya terhadap sanak keluarga.&#8221; </em>(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, dan termasuk hadis hasan shahih).</p>
<div style="text-align: justify;">Maka, melihat urgensi dari perintah berkurban bagi mereka yang mempunyai rizki lebih, berkurban sejatinya harus kita laksanakan setiap waktu,  dan bukan saja kita laksanakan pada bulan haji. Bulan haji, adalah bulan puncak bentuk pengorbanan kita kepada sang khaliq dan sesama, bulan yang harus betul-betul dimaknai dan bukan sekadar dirayakan.</div>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WongJalur/~4/5a8VuYc02iU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongjalur.com/hikmah/memaknai-bukan-sekedar-merayakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wongjalur.com/hikmah/memaknai-bukan-sekedar-merayakan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kiamat Akan Datang Pada Tahun 2012, Siapa Takut?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/WongJalur/~3/nNVuVtIsZko/</link>
		<comments>http://wongjalur.com/hikmah/kiamat-pada-2012-siapa-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 15:48:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wong Jalur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongjalur.com/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini media massa seolah mendapat makanan baru setelah kasus cicak dan buaya mulai meredup, apalagi jika bukan film yang menceritakan tentang kiamat yang diperkirakan akan datang pada tahun 2012, artinya tinggal 3 tahun lagi (dihitung dari tahun 2009) usia bumi sebagai planet yang hijau dan memiliki kehidupan ini. Dan tentu yang paling disarankan dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Akhir-akhir ini media massa seolah mendapat makanan baru setelah kasus cicak dan buaya mulai meredup, apalagi jika bukan film yang menceritakan tentang kiamat yang diperkirakan akan datang pada tahun 2012, artinya tinggal 3 tahun lagi (dihitung dari tahun 2009) usia bumi sebagai planet yang hijau dan memiliki kehidupan ini. Dan tentu yang paling disarankan dengan kedatangan kiamat pada tahun 2012 ini adalah bagi mereka yang belum menikah untuk segera menikah sebelum tahun 2012 <img src='http://wongjalur.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Sebab menurut para pakar cinta, &#8220;kehidupan ini tak berarti sebelum merasakan arti sebuah pernikahan&#8221; <img src='http://wongjalur.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali ke masalah film 2012, MUI ternyata juga menanggapi serius akan kehadiran film ini. Banyak yang menyayangkan dan melarang menyaksikan film ini karena dianggap melemahkan aqidah dan tauhid. Banyak juga yang merasa ketakutan dengan film yang katanya berdasarkan fakta ilmiah ini, sehingga kegusaran langsung menyelimuti, seolah hidup tinggal menunggu waktu. Namun tak banyak yang santai-santai saja menyikapi film ini, dan dengan tegas mereka menyatakan bahwa &#8220;Kiamat itu urusan Tuhan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sendiri menyikapi film ini sebagai ilmu pengetahuan, bukan disikapi dari sisi keimanan. Maksudnya adalah <span style="color: #000080;">penyikapan dari sisi pengetahuan sebagai penguat keimanan</span>. Sebab banyak sekali ayat-ayat di dalam Al-Quran yang memerintahkan kita untuk membaca alam (pengetahuan) agar keimanan kita akan adanya Allah, Rasul, Kitab, Malaikat, hari kiamat dan takdir baik buruk semakin kokoh untuk kemudian mencapai derajat taqwa.  Bahkan ayat pertama yang turun sendiri adalah <em>&#8220;Iqra&#8217; (bacalah)&#8221;</em>, maksudnya membaca, menggali apa yang ada di alam semesta ini  untuk menguatkan keimanan akan adanya Allah. Keimanan pada adanya hari kiamat adalah mutlak, tetapi percaya akan datangnya hari kiamat pada waktu tertentu jelas hanya melunturkan aqidah dan keimanan kita. Dalam Al-Quran Allah SWT berfirman:</p>
<div class="arabic">
<p style="text-align: justify;">????????????? ???? ?????????? ???????? ?????????? ???? ???????? ????????? ?????? ?????? ?? ??????????? ??????????? ???? ???? ???????? ??? ????????????? ????????? ?? ??????????? ???? ???????? ????????????? ????????? ??????? ??????? ???? ???????? ????????? ?????? ??????? ????????? ???????? ???????? ??? ???????????(???????: ???)</p>
</div>
<p style="text-align: justify;"><em>Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: &#8220;Bilakah terjadinya?&#8221; Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu Amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba&#8221;. mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui&#8221; (QS Al-A&#8217;raf: 187).<br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasalam bersabda: <em>&#8220;Sesungguhnya menjelang  kiamat kelak pasti ada hari-hari yang di sana kebodohan berada, sedang  saat itu ilmu (agama) hilang terangkat, dan pembunuhan merajalela.&#8221;</em> (HR Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad -dalam Kitab Shahih Al-Jami&#8217;  As-Shaghir no. 2047). Dan dari Abi Hurairah radhiallahu &#8216;anhu bahwa  seorang dusun bertanya: Wahai Rasulullah, kapan kiamat itu? Rasulullah  Shallallahu &#8216;alaihi wasalam menjawab: &#8220;Jika amanah telah disia-siakan  maka nantikanlah (datangnya) kiamat.&#8221; Orang dusun itu berkata: Bagaimana  menyia-nyiakannya? Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasalam bersabda: &#8220;Apabila  perkara sudah diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka nantikanlah  kiamat itu.&#8221; (HR Al-Bukhari dalam Kitab Shahihnya dan Ahmad dalam Kitab  Musnadnya, Al-Misykat no. 5439).</p>
<p style="text-align: justify;">Dari ayat di atas jelas bahwa kiamat tidak diketahui kapan waktu datangnya, hanya saja kita diberikan tanda-tanda akan datangnya kiamat tersebut seperti yang di sampaikan oleh Rasul dalam hadistnya di atas. Poin penting yang harus kita petik dan maknai adalah bahwa kiamat adalah rahasia Allah, yang patut kita lakukan adalah mengisi waktu hidup kita ini dengan amal kebaikan dan dengan selalu menjalankan perintah-Nya. Bukan kiamat besar yang harusnya kita takuti sekarang, justru kiamat kecil seperti mati yang waktunya juga tidak kita ketahui yang harusnya kita pikirkan. Senada dengan Sabda Rasul: <em>&#8220;Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan bekerjalah (beribadah) untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok&#8221;</em>. Jika kita sudah mampu melaksanakan perintah Rasul tersebut, maka seandainya kiamat datang pada tahun 2012 pun kita pasti akan berkata &#8220;<span style="color: #0000ff;">KIAMAT DATANG PADA 2012&#8230;,</span> <span style="color: #ff0000;">SIAPA TAKUT?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Dengarkan ceramah tentang</span> <span style="color: #ff0000;">KIAMAT.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.archive.org/download/Tanda-tandaKiamat/Tanda-tandaKiamat.mp3"></a><a href="http://www.archive.org/download/TandaKiamat/TandaKiamat.mp3">Tanda kiamat</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 342px; width: 1px; height: 1px;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w :WordDocument> </w><w :View>Normal</w> <w :Zoom>0</w> <w :TrackMoves /> <w :TrackFormatting /> <w :PunctuationKerning /> <w :ValidateAgainstSchemas /> <w :SaveIfXMLInvalid>false</w> <w :IgnoreMixedContent>false</w> <w :AlwaysShowPlaceholderText>false</w> <w :DoNotPromoteQF /> <w :LidThemeOther>EN-US</w> <w :LidThemeAsian>X-NONE</w> <w :LidThemeComplexScript>X-NONE</w> <w :Compatibility> <w :BreakWrappedTables /> <w :SnapToGridInCell /> <w :WrapTextWithPunct /> <w :UseAsianBreakRules /> <w :DontGrowAutofit /> <w :SplitPgBreakAndParaMark /> <w :DontVertAlignCellWithSp /> <w :DontBreakConstrainedForcedTables /> <w :DontVertAlignInTxbx /> <w :Word11KerningPairs /> <w :CachedColBalance /> </w> <w :BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w> <m :mathPr> <m :mathFont m:val="Cambria Math" /> <m :brkBin m:val="before" /> <m :brkBinSub m:val="&#45;-" /> <m :smallFrac m:val="off" /> <m :dispDef /> <m :lMargin m:val="0" /> <m :rMargin m:val="0" /> <m :defJc m:val="centerGroup" /> <m :wrapIndent m:val="1440" /> <m :intLim m:val="subSup" /> <m :naryLim m:val="undOvr" /> </m> </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w :LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w :LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w :LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="fal</p>
<p>se"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    U</p>
<p>n hideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w> </xml>< ![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]> <mce :style>< !   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --> <!--[endif]--><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;amp;amp;">(</span><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;amp;amp;">???</span><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;amp;amp;">)</span></div>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WongJalur/~4/nNVuVtIsZko" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongjalur.com/hikmah/kiamat-pada-2012-siapa-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>75</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wongjalur.com/hikmah/kiamat-pada-2012-siapa-takut/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Jahiliyah Modern</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/WongJalur/~3/ILAsZ3ivmCI/</link>
		<comments>http://wongjalur.com/hikmah/jahiliyah-bukan-bodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 22:15:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wong Jalur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibn Khaldun]]></category>
		<category><![CDATA[Jahiliyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongjalur.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Secara bahasa, jahiliyah berasal dari kata kerja jahala yang berarti bodoh, maka secara harfiyah bisa disimpulkan bahwa bodoh bisa diartikan sebagai tidak bisa membaca, menulis, menjawab soal, atau melakukan hal-hal yang mayoritas orang bisa melakukannya, atau bodoh juga berarti tidak mempunyai pengetahuan ilmiah, primitif, tidak berperadaban dan sebagainya. Dalam kajian Islam, kata jahiliyah sering disematkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Secara bahasa, <em>jahiliyah</em> berasal dari kata kerja <em>jahala</em> yang berarti bodoh, maka secara harfiyah bisa disimpulkan bahwa bodoh bisa diartikan sebagai tidak bisa membaca, menulis, menjawab soal, atau melakukan hal-hal yang mayoritas orang bisa melakukannya, atau bodoh juga berarti tidak mempunyai pengetahuan ilmiah, primitif, tidak berperadaban dan sebagainya. Dalam kajian Islam, kata <em>jahiliyah</em> sering disematkan kepada Arab pra-Islam. Hanya saja, pengertian jahiliyah yang disematkan kepada Arab pra Islam berbeda dengan arti jahiliyyah secara bahasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari kita berfikir sejenak, bukankah bangsa Arab sebelum Nabi Muhammad SAW terkenal dengan kemahiran dibidang Sya’ir? Tidakkah kita tahu bahwa bangsa Arab adalah mereka yang selalu menjaga tradisi dengan menghafal runtutan nasab mereka hingga runtutan yang sejauhnya?. Dengan demikian kata jahiliyyah yang disematkan kepada Arab pra-Islam bukan bermakna bodoh dan primitif. M. Quraish Shihab dalam <em>Mukjizat Al Qur’an Ditinjau dari Aspek Kebahasaan, Isyarat Ilmiah, dan Pemberitaaan Ghaib</em> (Mizan, 1999) menyebut beberapa pengetahuan yang dimiliki masyarakat Arab, diantaranya dalam bidang: <em>Astronomi,</em> tetapi terbatas pada penggunaan bintang untuk petunjuk jalan, atau mengetahui jenis musim. <em>Meteorologi</em>, mereka gunakan untuk mengetahui cuaca dan turunnya hujan. <em>Pengobatan</em> berdasarkan pengalaman. <em>Perdukunan</em> dan semacamnya. <em>Bahasa dan Sastra</em> (sering diadakan musabaqah [perlombaan] dalam menyusun syair atau petuah dan nasehat. Syair-syair yang dinilai indah, digantung di Ka’bah, sebagai penghormatan kepada penggubahnya sekaligus untuk dapat dinikmati oleh yang melihat atau membacanya. Penyair mendapat kedudukan yang istimewa. Mereka dinilai sebagai pembela kaumnya. Dengan syair mereka mengangkat reputasi satu kaum atau seseorang dan juga sebaliknya dapat menjatuhkannya).</p>
<p style="text-align: justify;">Maka,  <em>jahiliyah</em> yang disematkan kepada masyarakat Arab pra Islam sebenarnya bermakna <strong>&#8220;ketidaktahuan akan petunjuk ilahi&#8221;</strong> atau <strong>&#8220;kondisi ketidaktahuan akan petunjuk dari Allah&#8221;</strong>. <em>Jahiliyah</em> dalam hal ini bermakna tidak menggunakan hati dan pikiran mereka. Keadaan tersebut merujuk pada situasi bangsa Arab sendiri, yaitu pada masa masyarakat Arab pra-Islam sebelum diturunkannya al-Qur&#8217;an. Pengertian khusus kata jahiliyah ialah keadaan seseorang yang tidak memperoleh bimbingan dari Islam dan al-Qur&#8217;an. Masih ingat lagu Bimbo “bermata tapi tak melihat, bertelinga tapi tak mendengar”. Seperti itulah gambaran Jahiliyah, mereka tahu itu salah, tetapi kekerasan, kesombongan, prestige, jabatan, dan tujuan mengalahkan segalanya. Ajaran Nabi Ibrahim AS kepada mereka tidak diindahkan sedikitpun. Perempuan hanya dijadikan budak pemuas, anak-anak ditelantarkan, yang ada hanya peperangan mencapai tujuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Meminjam perkatannya Ibnu Khaldun bahwa “kejadian masa sekarang adalah pengulangan masa lalu dengan frame yang berbeda”. Maka boleh jadi Jahiliyah pada zaman Arab pra Islam akan dan bahkan terjadi pada zaman modern ini. Kita banyak menyaksikan bagaimana orang-orang yang terkenal dengan kecerdasan, keintelektualan mereka tapi dengan semena-mena berbuat seenaknya saja demi mencapai suatu tujuan. Mereka bukan bodoh, tetapi membodohi diri sendiri. Mereka bukan tidak tahu, tapi pura-pura tidak tahu. Dengan kecerdasannya mereka membodohi masyarakat, dengan kekuasaanya mereka memperbudak rakyat. Lebih parah lagi, kadang Agama menjadi alat legitimasi dari kebrutalan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Betapa banyak orang-orang yang dianugerahi kecerdasan intelektual dan harta melimpah tetapi masih menjadi budak nafsu, budah harta, budak tahta dan masih menjadi budak para peramal. Mereka takut jika kehilangan harta sehingga apapun dilakukan bahkan pergi ke paranormal, memberikan sesaji dan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh orang-orang primitif pada zaman dahulu.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Nastaghfirullah</em>, semoga kita termasuk orang yang selalu diberi cahaya dan petunjuk yang lurus. Sehingga kita tidak menjadi manusia Jahiliyah Modern.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Ceramah tentang</span> <span style="color: #ff0000;">&#8220;Jahiliyah Modern&#8221;.</span></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WongJalur/~4/ILAsZ3ivmCI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongjalur.com/hikmah/jahiliyah-bukan-bodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>79</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wongjalur.com/hikmah/jahiliyah-bukan-bodoh/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
