<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631170732760990597</id><updated>2014-08-15T03:12:36.327-07:00</updated><title type='text'>yashmedia</title><subtitle type='html'>anatara warna, cahaya, dan rasa</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yashmedia-online.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631170732760990597/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yashmedia-online.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yaskuri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031828710829582030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEpHQOjaha4/SW2d2nK7DiI/AAAAAAAAAAg/VrtjQV3EOSA/S220/yaskuri.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631170732760990597.post-6606125284100643751</id><published>2014-08-15T03:07:00.001-07:00</published><updated>2014-08-15T03:07:24.822-07:00</updated><title type='text'>Tentang Si Kunang</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kunang-kunang adalah sejenis serangga yang  dapat mengeluarkan cahaya yang jelas terlihat saat malam hari. Cahaya  ini dihasilkan oleh &quot;sinar dingin&quot; yang tidak mengandung ultraviolet  maupun sinar inframerah dan memiliki panjang gelombang 510 sampai 670  nanometer, dengan warna merah pucat, kuning, atau hijau, dengan  efisiensi sinar sampai 96%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-7uIglByHic8/TvNPMqCM-JI/AAAAAAAAAII/OFti_7tFATI/s1600/kunang-kunang%2Bcopy.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-7uIglByHic8/TvNPMqCM-JI/AAAAAAAAAII/OFti_7tFATI/s320/kunang-kunang%2Bcopy.jpg&quot; height=&quot;246&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://rumahkunang-productions.blogspot.com/2011/12/sang-kunang-kunang.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;Kunang-kunang&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; termasuk dalam golongan Lampyridae yang merupakan familia dalam ordo  kumbang Coleoptera. Ada lebih dari 2000 spesies kunang-kunang, yang  dapat ditemukan di daerah empat musim dan tropis di seluruh dunia.  Banyak sepesies ini yang ditemukan di rawa atau hutan yang basah dimana  tersedia banyak persediaan makanan untuk larvanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-cbY2RgTssbg/TvNLnSmt_FI/AAAAAAAAAH8/UsECDuciWqE/s1600/2.jpg&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-cbY2RgTssbg/TvNLnSmt_FI/AAAAAAAAAH8/UsECDuciWqE/s320/2.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;221&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kunang-kunang, yang memancarkan sinar untuk saling mengenali atau untuk  memberi tanda kawin, menggunakan panjang gelombang sinar yang berbeda,  tergantung pada spesiesnya. Selain itu, pada beberapa spesies,  kunang-kunang jantan yang mula-mula menyorotkan sinar untuk menarik sang  betina, sementara pada spesies lainnya, sang betina yang “memanggil.”  Sebagian kunang-kunang menggunakan cahaya mereka untuk mempertahankan  diri. Mereka mengeluarkan sinar sebagai tanda pada musuh bahwa mereka  bukan makanan yang lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kunang-kunang kelompok Photuris, cahaya mereka berperan pula dalam  perburuan. Betina jenis ini dapat meniru kerlipan sinyal cahaya yang  dipancarkan betina jenis lain, misalnya Photuris. Dengan sinyal cahaya  palsu ini, kunang-kunang jantan jenis Photuris pun terjebak dan dimakan  oleh Photuris betina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya kunang-kunang berperan pula sebagai tanda peringatan, untuk  memperingatkan antar-sesama jenisnya tentang ancaman bahaya, maupun  peringatan bagi serangga dan burung pemangsa agar tidak memakannya.  Sebab, zat pemicu pembentukan cahaya kunang-kunang berasa pahit.  Kalaupun ada serangga pemangsa yang nekad, mereka biasanya memakan tubuh  kunang-kunang dari bagian kepala, terus hingga ke bagian belakang,  kecuali bagian perut yang tidak dimakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Klasifikasi Ilmiah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan   : Animalia&lt;br /&gt;Filum      : Arthropoda&lt;br /&gt;Kelas      : Insecta&lt;br /&gt;Infrakelas : Neoptera&lt;br /&gt;Superordo  : Endopterygota&lt;br /&gt;Ordo       : Coleoptera&lt;br /&gt;Upaordo    : Polyphaga&lt;br /&gt;Infraordo  : Elateriformia&lt;br /&gt;Superfamili: Elateroidea&lt;br /&gt;Famili     : Lampyridae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subfamilies:&lt;br /&gt;Cyphonocerinae&lt;br /&gt;Lampyrinae&lt;br /&gt;Luciolinae&lt;br /&gt;Ototetrinae&lt;br /&gt;Photurinae&lt;br /&gt;Genus incertae sedis : Pterotus&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yashmedia-online.blogspot.com/feeds/6606125284100643751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yashmedia-online.blogspot.com/2014/08/tentang-si-kunang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631170732760990597/posts/default/6606125284100643751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631170732760990597/posts/default/6606125284100643751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yashmedia-online.blogspot.com/2014/08/tentang-si-kunang.html' title='Tentang Si Kunang'/><author><name>Yaskuri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031828710829582030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEpHQOjaha4/SW2d2nK7DiI/AAAAAAAAAAg/VrtjQV3EOSA/S220/yaskuri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-7uIglByHic8/TvNPMqCM-JI/AAAAAAAAAII/OFti_7tFATI/s72-c/kunang-kunang%2Bcopy.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631170732760990597.post-7222808345250477810</id><published>2014-08-14T02:50:00.003-07:00</published><updated>2014-08-14T02:55:39.586-07:00</updated><title type='text'>Makhluk Bercahaya</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Thomas Edison adalah seorang ilmuwan terbesar  di dunia. Sekitar seratus dua puluh tahun telah berlalu sejak ia  menemukan bola lampu. Dalam masa ini, bola lampu telah menjadi bagian  penting kehidupan manusia. Kini, jutaan bola lampu mungil bersama-sama  menerangi kota-kota besar di seluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-aiID5UTMNso/TvMYeQUDRHI/AAAAAAAAAHA/IGbnm1t-7-Y/s1600/Kunang-Kunang2.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-aiID5UTMNso/TvMYeQUDRHI/AAAAAAAAAHA/IGbnm1t-7-Y/s320/Kunang-Kunang2.jpg&quot; height=&quot;246&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Penerangan  menjadi suatu simbul penting bagi peradaban ini. Namun, ada sumber  penerangan lain. Kita tentunya pernah menjumpai cahaya kecil yang  menerangi kegelapan malam hari. Cahayanya begitu kuat dan terang, namun  sumber penerangan ini sangatlah berbeda dengan bola lampu. Bahkan ia  sama sekali bukanlah benda, melainkan makhluk hidup. Ia adalah seekor  kunang-kunang. Makhluk kecil ini menghasilkan cahaya dalam tubuhnya  meski ia tidak memiliki bola lampu. Meskipun tidak menggunakan listrik,  ia memiliki teknologi yang jauh lebih hebat. Teknologi ini lebih efektif  dari bola lampu yang mampu merubah sepuluh persen saja dari energinya  menjadi cahaya, sedangkan sembilan puluh persen sisanya berubah dan  hilang menjadi panas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kunang-kunang mampu menghasilkan hampir seratus persen  cahaya dari energi yang ada. Ini dikarenakan disain sempurna pada sistem  penghasil cahaya yang dimilikinya. Tubuhnya berisi zat kimia khusus  bernama lusiferin, dan enzim yang disebut lusiferase. Untuk menghasilkan  cahaya, dua zat kimia ini bercampur, dan percampuran ini menghasilkan  energi dalam bentuk cahaya. Molekul kompleks ini telah didisain secara  khusus untuk memancarkan cahaya. Penempatan setiap atom yang membentuk  molekul tersebut telah ditentukan sesuai dengan tujuan ini. Tidak ada  keraguan bahwa disain biokimia ini bukanlah sebuah kebetulan. Ia sengaja  diciptakan secara khusus. Sebagaimana Allah telah memberi semua makhluk  hidup ciri mereka masing-masing, Dia juga telah mengajarkan  kunang-kunang cara membuat cahaya.&lt;br /&gt;Tapi, untuk apakah kunang-kunang membuat cahaya melalui teknologi yang  sedemikian maju. Untuk menemukan jawaban atas pertanyaan ini, kita harus  mengamati lebih dekat sekawanan kunang-kunang. Sekelompok kunang-kunang  dalam jumlah besar, hingga ratusan ribu, di malam hari memunculkan  pemandangan yang membuat kita seolah sedang berjalan di bawah  bintang-bintang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-nILEvrQQmYU/TvMZlGhJUeI/AAAAAAAAAHM/dubGJ-muIhI/s1600/yinghuochong.jpg&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-nILEvrQQmYU/TvMZlGhJUeI/AAAAAAAAAHM/dubGJ-muIhI/s320/yinghuochong.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;255&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Cahaya  ini sangatlah penting bagi kunang-kunang sebagai alat komunikasi.  Sepanjang sejarah, manusia telah menggunakan berbagai sarana untuk  berkomunikasi. Salah satunya adalah sandi morse, yang terdiri atas  kombinasi sinyal panjang dan pendek, dan dipakai pada telegram.  Kunang-kunang menggunakan sinyal cahaya untuk berkomunikasi, cara yang  menyerupai sandi morse. &lt;br /&gt;Kunang-kunang jantan menyalakan dan memadamkan cahayanya untuk mengirim  pesan kepada sang betina. Pesan ini berisi kode tertentu. Dan  kunang-kunang betina menggunakan kode yang sama untuk mengirim pesan  balasan kepada sang jantan. Sebagai hasil dari pesan timbal-balik ini,  sang jantan dan betina mendekat satu sama lain.&lt;br /&gt;Sejak saat ia dilahirkan, tiap kunang-kunang mengetahui bagaimana  berkirim pesan dengan cara ini, dan bagaimana memahami pesan yang  dikirim oleh yang lain. Singkatnya, masing-masing dari ribuan  kunang-kunang yang kita lihat bersama di kegelapan malam adalah sebuah  keajaiban penciptaan. Pencipta sistem yang luar biasa ini adalah Allah,  Pencipta semua makhluk hidup. &lt;br /&gt;Selama beberapa malam di Segitiga Bermuda, pertunjukan cahaya tengah  berlangsung. Beberapa saat setelah matahari tenggelam, cahaya yang  mempesona muncul di permukaan laut. Cahaya ini berasal dari cacing laut  betina yang sedang berada di permukaan. Sang betina mencampurkan dua  cairan kimia yang ia hasilkan dalam tubuhnya. Makhluk ini tahu bagaimana  menggunakan bahan-bahan kimia untuk memproduksi cahaya dengan cara yang  menakjubkan. Hasil akhirnya adalah sebuah pertunjukan cahaya yang  mengagumkan. Cacing betina melakukan ini untuk menarik perhatian sang  jantan. Makhluk yang sedang mendekat dengan cahaya kecilnya yang terang  adalah cacing laut jantan. Sepuluh menit kemudian, permukaan laut telah  tertutupi oleh ratusan betina yang memancarkan cahaya terang. Jika bulan  keluar dari balik awan dan menerangi permukaan laut, mereka kembali ke  kedalaman lautan. Dua puluh menit kemudian pertunjukan ini berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-JXV4qDjirOY/TvMZ2uwtV6I/AAAAAAAAAHY/jD5_xHW6yaQ/s1600/transparent-jellyfish-689547-sw.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-JXV4qDjirOY/TvMZ2uwtV6I/AAAAAAAAAHY/jD5_xHW6yaQ/s320/transparent-jellyfish-689547-sw.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Jika  kita ingin menyaksikan tempat sesungguhnya, di mana binatang  menggunakan cahaya untuk berkomunikasi, maka kita harus pergi ke tempat  paling gelap di bumi, yaitu dasar lautan. Kapal selam ini didisain  khusus untuk dapat menyelam hingga kedalaman enam ratus meter. Sinar  matahari tidak dapat menembus kedalaman di bawah dua ratus meter. Di  sinilah tempat paling gelap di bumi. Tekanannya dua puluh kali lebih  tinggi dibandingkan di permukaan laut. Anda mungkin berpikir bahwa tak  ada yang mampu hidup dalam kondisi ini. Namun sebuah pemandangan  menakjubkan muncul ketika terlihat suatu sinyal cahaya dari luar kapal  selam. Tiba-tiba muncul cahaya dari kegelapan dasar lautan, dengan kata  lain terdapat makhluk-makhluk hidup yang menjawab cahaya dengan cahaya,  dan berkomunikasi dengan cara memancarkan cahaya dalam kegelapan ini.  Dengan melihat makhluk ini dari dekat, anda akan melihat keagungan  ciptaan Allah. &lt;br /&gt;Di dasar lautan terdapat makhluk mengagumkan yang memancarkan cahaya  merah. Ia adalah seekor ubur-ubur. Pertunjukan cahaya dari spesies lain  yang berada di bagian lebih atas menyerupai pertunjukan karya seni.  Pertunjukan ini dapat dinikmati sepenuhnya setelah lampu kapal selam  dimatikan. Pemandangan yang muncul adalah beragam makhluk mempesona yang  bersinar dengan cahaya yang dihasilkannya sendiri. Terdapat sejenis  makhluk laut yang berenang-renang sambil memancarkan cahaya tanpa  seorang pun tahu apa fungsi cahaya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-EhJlmuKj4Fw/TvMb3t3BgtI/AAAAAAAAAHk/fEFIwOGyvGg/s1600/ubur.jpg&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-EhJlmuKj4Fw/TvMb3t3BgtI/AAAAAAAAAHk/fEFIwOGyvGg/s320/ubur.jpg&quot; height=&quot;198&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di  antara makhluk bercahaya di dasar lautan adalah ubur-ubur, yang  memiliki tubuh lunak dan lembut. Tak satu pun dari mereka memiliki akal  atau kecerdasaan. Tidak juga mereka tahu bagaimana cahaya dalam tubuh  mereka terbentuk. Sungguh tidak rasional untuk berpikir bahwa makhluk  yang demikian kompleks dengan sistemnya yang rumit muncul secara  kebetulan. Tak ada keraguan bahwa makhluk ini sengaja diciptakan dengan  disain khusus. Oleh karenanya, pertunjukan cahaya ini, yang datang dari  ratusan meter di bawah permukaan laut, sebenarnya mengungkapkan kepada  kita akan kekuasaan Allah. Dia menciptakannya secara khusus. Segala  sesuatu di darat dan di laut adalah kepunyaan-Nya. Dan Dia memiliki ilmu  dan pengetahuan yang tak terbatas. Dalam sebuah ayat dinyatakan: &lt;br /&gt;&quot;Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa,  Yang Mempunyai Nama-nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang  ada di langit dan dibumi dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha  Bijaksana.&quot; (QS. Al-Hasyr, 59:24)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;http://www.harunyahya.com/indo/artikel/031.htm&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yashmedia-online.blogspot.com/feeds/7222808345250477810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yashmedia-online.blogspot.com/2014/08/makhluk-bercahaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631170732760990597/posts/default/7222808345250477810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631170732760990597/posts/default/7222808345250477810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yashmedia-online.blogspot.com/2014/08/makhluk-bercahaya.html' title='Makhluk Bercahaya'/><author><name>Yaskuri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031828710829582030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hEpHQOjaha4/SW2d2nK7DiI/AAAAAAAAAAg/VrtjQV3EOSA/S220/yaskuri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-aiID5UTMNso/TvMYeQUDRHI/AAAAAAAAAHA/IGbnm1t-7-Y/s72-c/Kunang-Kunang2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>