<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;DkEDQH46fCp7ImA9WxNXEUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227</id><updated>2009-09-28T12:11:11.014+07:00</updated><title>Yang Melintas</title><subtitle type="html">Apa saja yang melintas di kepalamu atau hatimu dan ingin kau tulis, tuliskanlah.. Meskipun hanya "urek-urek" sekadarnya.. Karena tulisan akan tinggal, sedangkan pikiran atau perasaan mungkin akan lenyap..</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://urek2.blogspot.com/" /><link rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><link rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/YangMelintas" type="application/atom+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><entry gd:etag="W/&quot;DkEDQH45fip7ImA9WxNXEUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-1955582045579830871</id><published>2008-07-25T20:56:00.007+07:00</published><updated>2009-09-28T12:11:11.026+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-28T12:11:11.026+07:00</app:edited><title>Jadwal KRL Dari dan Ke Stasiun Pondok Ranji (Bintaro)</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SsBE_W3BQyI/AAAAAAAAANM/q63oyE-9uYE/s1600-h/KePdRanji.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 262px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SsBE_W3BQyI/AAAAAAAAANM/q63oyE-9uYE/s320/KePdRanji.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386381009593910050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SsBE--F8tOI/AAAAAAAAANE/NRifxkIcKw4/s1600-h/DrPdRanji.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 258px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SsBE--F8tOI/AAAAAAAAANE/NRifxkIcKw4/s320/DrPdRanji.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386381002945639650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style:italic;"&gt;updated: 28 September 2009&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terbangunnya jalur ganda rel kereta api Serpong-Jakarta, frekuensi perjalanan KA yang melintasi jalur ini semakin bertambah, termasuk perjalanan dengan gerbong yang nyaman (ber-AC). Alternatif transportasi dari dan ke Bintaro yang cepat, nyaman, dan terjangkau menjadi bertambah. Mereka yang beraktifitas di sekitar Sudirman-Kuningan dan bertempat tinggal di Bintaro tentu terbantu dengan ketersediaan kereta api ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lintas Serpong-Jakarta serta lintasan lainnya di wilayah Jabodetabek berada di bawah tanggung jawab PT. Kereta Api (persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek. PT. Kereta Api Divisi Jabotabek juga meningkatkan pelayanannya, antara lain dengan memberikan informasi yang lebih luas dan jelas kepada pengguna kereta api, yaitu melalui situs web &lt;a href="http://www.krl.co.id/" target="_blank"&gt;http://www.krl.co.id&lt;/a&gt;. Petugas di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;call center&lt;/span&gt; pun (021 - 380 7777) cukup baik menjawab pertanyaan penelepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, pengalaman berkereta-api saya terbatas pada stasiun-stasiun Pondok Ranji (stasiun terdekat dari rumah), Tanah Abang, Sudirman, Manggarai, dan Universitas Indonesia. Berdasarkan informasi jadwal perjalanan kereta api yang ada di situs web KRL Jabotabek, saya membuat tabel jadwal perjalanan KRL dari dan ke stasiun Pondok Ranji untuk stasiun-stasiun Tanah Abang, Sudirman, Manggarai, dan UI. Dari tabel tersebut, dapat dilihat berbagai alternatif KRL yang dapat digunakan dari Bintaro (baca Pondok Ranji) jika hendak ke Jakarta (baca Tanah Abang, Sudirman, Manggarai). Sebaliknya, jika pulang dari UI/Depok atau Manggarai dapat dilihat jadwal KRL ke Tanah Abang dan KRL lanjutan ke Serpong dari Tanah Abang. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Catatan: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;font&lt;/span&gt; warna &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;merah&lt;/span&gt; menunjukkan KRL tidak beroperasi pada hari Sabtu/Minggu/libur&lt;/span&gt;.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-1955582045579830871?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/1955582045579830871/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=1955582045579830871" title="6 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/1955582045579830871?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/1955582045579830871?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/DNE1WadQoIY/jadwal-krl-dari-dan-ke-stasiun-pondok.html" title="Jadwal KRL Dari dan Ke Stasiun Pondok Ranji (Bintaro)" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_MOwQI1mHYBQ/SsBE_W3BQyI/AAAAAAAAANM/q63oyE-9uYE/s72-c/KePdRanji.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2008/07/jadwal-krl-dari-dan-ke-stasiun-pondok.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0MBQXc5fSp7ImA9WB9bE08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-8278478952543490053</id><published>2007-12-22T18:01:00.000+07:00</published><updated>2007-12-22T18:04:10.925+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-12-22T18:04:10.925+07:00</app:edited><title>Ibu - Pekerja Penuh Waktu 24-365</title><content type="html">Pekerjaan rumah tangga saja adalah pekerjaan yang tidak henti-hentinya sepanjang hari, sepanjang tahun. Pekerjaan yang sama berulang dari waktu ke waktu setiap hari. Menyita waktu, menyita tenaga, menyita pikiran. Itu kalau pekerjaan rumah tangga dikerjakan sendiri. Dan biasanya pekerjaan rumah tangga dibebankan kepada Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada anak-anak di rumah, pekerjaan rumah tangga bertambah dengan pekerjaan menjadi orang tua: mengurus anak, memantau kegiatan mereka, dan memberi teladan yang baik. Kalau sang anak gampang diurus, kalau tidak.. Lagi-lagi, biasanya porsi Ibu lebih besar dalam mengurus anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Ibu bekerja, beban Ibu bertambah dengan tugas-tugas di pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali ditulis Ibu bekerja menghadapi dilema antara kantor dan rumah. Sesungguhnya Ibu bekerja harus menyediakan waktu tidak saja untuk rumah dan kantor tetapi juga waktu untuk diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ada PRT yang membantu pelaksanaan pekerjaan rumah tangga dan pengurusan anak, Ibu tetap harus merencanakan, memantau, dan mengendalikan pekerjaan tersebut. Pekerjaan Ibu menjadikan Ayah "lebih tenang" melaksanakan tugas kantornya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata, meskipun pekerjaan rumah tangga dialihkan ke PRT dan anak-anak sudah dewasa, "pekerjaan" Ibu masih berlanjut. Setidaknya itu yang saya alami dengan Ibu saya. Ibu adalah tempat bermanja, dengan meneguk teh atau kopi racikannya ketika saya mengunjungi beliau. Betapa beruntungnya saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hari Ibu untuk semua Ibu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-8278478952543490053?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/8278478952543490053/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=8278478952543490053" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/8278478952543490053?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/8278478952543490053?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/FMGedewS97M/ibu-pekerja-penuh-waktu-24-365.html" title="Ibu - Pekerja Penuh Waktu 24-365" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2007/12/ibu-pekerja-penuh-waktu-24-365.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0MDSH07eCp7ImA9WBFVEks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-511820187773168132</id><published>2007-04-11T10:17:00.001+07:00</published><updated>2007-04-11T10:17:59.300+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-04-11T10:17:59.300+07:00</app:edited><title>USM ITB Terpusat 2 dan 3 Juni 2007</title><content type="html">Ujian Saringan Masuk Institut Teknologi Bandung (USM ITB) Terpusat akan diadakan pada tanggal 2 dan 3 Juni 2007. Formulir sudah dapat dibeli sejak 9 April 2007. Karena tempat terbatas, formulir dibatasi hanya sebanyak 4500. Info lengkap silakan klik &lt;a href="http://www.itb.ac.id/" target="_blank"&gt;http://www.itb.ac.id&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-511820187773168132?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/511820187773168132/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=511820187773168132" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/511820187773168132?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/511820187773168132?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/GYCef2DwMjY/usm-itb-terpusat-2-dan-3-juni-2007.html" title="USM ITB Terpusat 2 dan 3 Juni 2007" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2007/04/usm-itb-terpusat-2-dan-3-juni-2007.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkECRH88fyp7ImA9WBFWFkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-8613743945418462865</id><published>2007-04-03T21:30:00.000+07:00</published><updated>2007-04-03T21:31:05.177+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-04-03T21:31:05.177+07:00</app:edited><title>5 April 2007 18:00 Pengumuman Hasil USM ITB 2007 Di Daerah</title><content type="html">Pengumuman hasil USM ITB di Daerah akan ditayangkan di website ITB (&lt;a href="http://www.itb.ac.id/" target="_blank"&gt;http://www.itb.ac.id&lt;/a&gt;) tanggal 5 April 2007 mulai jam 18.00.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-8613743945418462865?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/8613743945418462865/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=8613743945418462865" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/8613743945418462865?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/8613743945418462865?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/Zu6mmYNLryI/5-april-2007-1800-pengumuman-hasil-usm.html" title="5 April 2007 18:00 Pengumuman Hasil USM ITB 2007 Di Daerah" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2007/04/5-april-2007-1800-pengumuman-hasil-usm.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkQFQXsyfCp7ImA9WBFWFkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-5539451672069731514</id><published>2007-03-25T23:19:00.001+07:00</published><updated>2007-04-03T21:25:10.594+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-04-03T21:25:10.594+07:00</app:edited><title>One Laptop Per Representative (OLPR) dan One Laptop Per Child (OLPC)</title><content type="html">Pada tahun anggaran 2007 ini DPR-RI mendapat anggaran Rp 12,1 milyar untuk pengadaan 550 unit laptop @ Rp 21 juta. Spesifikasi laptop tersebut adalah layar 12 inch, 2 prosesor, dan berat kurang dari 2 kg. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadaan laptop tersebut disinyalir untuk dibagikan kepada anggota Dewan. Namun kemudian, muncul penjelasan bahwa laptop tersebut adalah barang inventarisasi dan harus dikembalikan jika masa kerja anggota Dewan berakhir. Selanjutnya, muncul penjelasan bahwa laptop tersebut adalah untuk para staf ahli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain laptop DPR, pada saat ini sedang dikonsultasikan kepada Departemen Keuangan mengenai &lt;a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/22/time/134521/idnews/757267/idkanal/10" target="_blank"&gt;laptop untuk DPD&lt;/a&gt; dengan harga per unit yang lebih rendah, yaitu Rp 19,5 juta. Dijelaskan bahwa pengadaan laptop DPD ini adalah melanjutkan pengadaan tahun yang lalu. Jika tahun anggaran yang lalu sudah dilaksanakan pengadaan 32 unit laptop, yaitu masing-masing provinsi 1 laptop, maka tahun ini dilaksanakan pengadaan laptop agar setiap anggota DPD mendapat 1 laptop (jadi 96 unit lagi?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadaan satu laptop untuk setiap anggota Dewan (&lt;i&gt;One Laptop Per Representative&lt;/i&gt; atau OLPR) ini sangat kontras dengan pengadaan satu laptop untuk setiap anak (&lt;i&gt;One Laptop Per Child&lt;/i&gt; atau OLPC). Di saat konsep OLPC diragukan dapat diterapkan di Indonesia (lihat &lt;a href="http://direktif.web.id/arc/2007/01/satu-laptop-ramairamai" target="_blank"&gt;Satu Laptop Ramai-Ramai&lt;/a&gt; di blog &lt;a href="http://direktif.web.id/" target="_blank"&gt;#direktif&lt;/a&gt; oleh Ikhlasul Amal), OLPR dapat terlaksana dengan mudah, walaupun dengan harga per unit yang mahal. Bandingkan OLPR yang Rp 21 juta dengan OLPC yang US$ 100, berapa kali lipat?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, seberapa pentingkah penggunaan laptop bagi penunjang kegiatan anggota Dewan atau DPD? Jika memang dirasakan penting, apakah pengadaannya harus 1 orang 1 laptop? Tidak bisakah para anggota Dewan saling berbagi, misalnya penggunaan laptop per komisi, atau per faksi, atau per apalah yang pengelolaannya dirasakan paling tepat dan mudah. Kemudian bagi anggota DPD, tidak cukupkah 1 laptop per propinsi? Apakah laptop ini digunakan setiap saat? Jika tidak, bagaimana kalau menyewa saja pada waktu diperlukan? Dengan demikian, pengadaan laptop dapat dikurangi, anggaran dapat dihemat, dan jika memungkinkan dialihkan untuk pengadaan laptop anak-anak di pelosok Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula, tanpa program OLPR, setiap anggota Dewan dapat dipastikan mampu membeli laptop pribadi. Sedangkan tanpa program OLPC, tidak setiap anak Indonesia dapat mencicipi laptop. Akan lebih penting bagi bangsa Indonesia untuk melakukan investasi laptop pada anak-anak yang tidak mampu dibandingkan pada anggota DPR dan DPD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Updated 3 April 2007:&lt;br /&gt;Pengadaan laptop DPR ini kemudian dibatalkan dengan alasan penghematan. &lt;i&gt;Pikir-pikir, mengapa ya saya koq ikutan usil dengan masalah laptop ini? Apa karena iri terpaksa beli laptop sendiri?&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-5539451672069731514?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/5539451672069731514/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=5539451672069731514" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/5539451672069731514?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/5539451672069731514?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/MlWog-I8hXc/one-laptop-per-representative-olpr-dan.html" title="&lt;i&gt;One Laptop Per Representative&lt;/i&gt; (OLPR) dan &lt;i&gt;One Laptop Per Child&lt;/i&gt; (OLPC)" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2007/03/one-laptop-per-representative-olpr-dan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkUBRH07fCp7ImA9WBFXEU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-707050444324693539</id><published>2007-03-17T12:10:00.001+07:00</published><updated>2007-03-17T12:10:55.304+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-03-17T12:10:55.304+07:00</app:edited><title>Sumbang Korban Gempa Sumbar Dengan SMS</title><content type="html">Ketik SUMBAR kirim ke &lt;b&gt;7505&lt;/b&gt;, berarti anda telah menyumbang Rp 6000 untuk korban bencana gempa Sumbar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-707050444324693539?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/707050444324693539/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=707050444324693539" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/707050444324693539?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/707050444324693539?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/iXLULFnxcio/sumbang-korban-gempa-sumbar-dengan-sms.html" title="Sumbang Korban Gempa Sumbar Dengan SMS" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2007/03/sumbang-korban-gempa-sumbar-dengan-sms.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkYNSH47fSp7ImA9WBFSE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-4237597155435902793</id><published>2007-02-13T09:36:00.000+07:00</published><updated>2007-02-13T09:36:39.005+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-02-13T09:36:39.005+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tips" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jakarta" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jabodetabek" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="banjir" /><title>Kiat Akrab Dengan Banjir</title><content type="html">Banjir sudah surut. Jabodetabek mulai bersih-bersih dan beres-beres rumah kembali dari genangan air dan lumpur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika banjir datang atau ketika sudah reda, banyak korban banjir berpikiran untuk pindah rumah ke lokasi yang bebas banjir. Tetapi banyak juga yang tidak ingin pindah karena sudah terlanjur betah di rumah yang dihuni sekarang. Nah, termasuk yang tidak ingin pindah tadi adalah teman saya &lt;a href="http://www.google.com/search?client=safari&amp;rls=en&amp;q=Gatut+Widianoko&amp;ie=UTF-8&amp;oe=UTF-8" target="_blank"&gt;Gatut Widianoko&lt;/a&gt; dan keluarganya. Gatut--berdasarkan pengalaman pribadi-- mempunyai tips bagaimana hidup akrab dengan banjir, sebagai berikut: (&lt;i&gt;sumber: posting Gatut di milist ITB'80&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rumah yang &lt;i&gt;floods friendly&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;1. Semua colokan listrik terletak minimal 1,5 m dari lantai.&lt;br /&gt;2. Perabot di lantai dasar rumah semua terbuat dari kayu (dipilih kayu jati yang murah, bukan kayu lapis). Setelah banjir, perabot-perabot kayu ini amat mudah dibersihkan dan tidak bau.&lt;br /&gt;3. Ketinggian lantai dasar rumah dibuat setidaknya 50 cm di atas jalan; ada juga yang 80-100 cm dari jalan. Ini untuk memudahkan pembersihan ketika banjir sudah surut. Tinggal disemprot dengan air PAM.&lt;br /&gt;4. Lantai dasar di bagian belakang dibuat lebih tinggi dari bagian depan sehingga saat banjir surut tinggal disemprot dengan air PAM dan rumah segera bersih kembali. Jangan ada "tanggul" di bagian depan rumah karena akan menyebabkan air menggenangi rumah dan amat susah pembersihannya.&lt;br /&gt;5. Pilih cat tembok yang sedikit mengkilat dan menempel kuat di tembok. (Ada banyak merk kok, tinggal pilih saja). Dengan cat tipe begini, saat terjadi banjir, kotoran tidak bisa menempel di tembok. Jadi membersihkannya amat mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketika banjir datang&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;1. Cabut seluruh alat listrik ketika banjir mulai melanda, jangan ada alat listrik di lantai dan masih berhubungan dengan sumber listrik.&lt;br /&gt;2. Kenali "perilaku air" saat terjadi hujan. Khusus di daerah rumah Gatut, jika arah air ke kiri, meski di jalan depan rumah air sudah naik setinggi lutut, air akan surut segera setelah hujan reda. Tetapi jika arah air ke kanan, maka ini pertanda akan terjadi banjir besar, dan segera "evakuasi" barang-barang penting, alat-alat dapur, baju-baju, diangkat ke lantai-2, sedangkan mobil segera diungsikan ke tempat tinggi.&lt;br /&gt;3. Jangan lupa, siapkan "dapur sementara" saat mengungsi di lantai 2 (kalau ada).&lt;br /&gt;4. Siapkan lampu teplok (dari minyak tanah), sebab di saat banjir listrik pasti dipadamkan. Atau sediakan lilin secukupnya (bisa seminggu lho).&lt;br /&gt;5. Pindahkan alat-alat dapur ke atas (&lt;i&gt;lantai 2?&lt;/i&gt;), ke "dapur temporer".&lt;br /&gt;6. Siapkan batu battery untuk mendengarkan radio agar bisa memonitor keadaan di Bogor, Jakarta, dan sekitarnya.&lt;br /&gt;7. Agar tidak stress, menyanyi-nyanyi bersama keluarga dengan iringan gitar akustik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bersih-bersih rumah&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;1. Siapkan selang yang cukup panjang agar menjangkau tiap kamar saat dibutuhkan untuk menyemprot kotoran sesudah banjir.&lt;br /&gt;2. Siapkan minimal 2 serok besar yang terbuat dari karet (banyak yang jual kok). Dengan serok karet ini, amat mudah membersihkan lantai dari lumpur banjir.&lt;br /&gt;3. Siapkan beberapa Kanebo dan alat-alat pembersih perabot.&lt;br /&gt;4. Begitu surut, segera semprot semua bagian rumah yang terkena banjir, baik di lantai, perabot, atau di tembok. Jangan tunda, keburu kotoran mengering dan menempel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan bermanfaat bagi yang memerlukannya. Dan mudah-mudahan bencana banjir di mana pun di seluruh wilayah Indonesia dapat segera diatasi dan kerugian yang ditimbulkan dapat semakin dikurangi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-4237597155435902793?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/4237597155435902793/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=4237597155435902793" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/4237597155435902793?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/4237597155435902793?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/E9yqFZ4Fnb8/kiat-akrab-dengan-banjir.html" title="Kiat Akrab Dengan Banjir" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2007/02/kiat-akrab-dengan-banjir.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkcGSX4_cCp7ImA9WBFSEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-6736817883408520828</id><published>2007-02-10T15:42:00.000+07:00</published><updated>2007-02-11T02:00:28.048+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-02-11T02:00:28.048+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jakarta" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jabodetabek" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="banjir" /><title>Banjir Di Jakarta Dan Sekitarnya</title><content type="html">Banjir besar kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Kabarnya 70% wilayah Jakarta terendam banjir. Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana (Bakornas PB) seperti dikutip &lt;a href="http://www.antara.co.id/seenws/?id=52883" target="_blank"&gt;Antara&lt;/a&gt; merilis data korban banjir di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sampai dengan hari Jumat 9 Februari 2007 sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Jakarta: 48 orang tewas dan 210.404 orang mengungsi (hari sebelumnya 219.404 orang mengungsi);&lt;br /&gt;- Jawa Barat: 19 orang tewas dan 240.813 orang mengungsi (hari sebelumnya 410.630 orang mengungsi);&lt;br /&gt;- Banten: 13 orang tewas dan 135.555 orang mengungsi.&lt;br /&gt;Mengenaskan! Dan seharusnya tidak perlu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjir kali ini, yang disinyalir sebagai banjir 5 tahunan, tampak lebih parah dari banjir tahun 2002 yang lalu, baik dari luas area yang tergenang maupun dari ketinggian genangan. Beberapa lokasi yang tidak pernah tergenang sama sekali, kali ini merasakan hantaman banjir. Tinggi genangan pun dikabarkan lebih tinggi dibandingkan dengan tinggi pada 5 tahun yang lalu. Jika dulu sepinggang atau sedada, kini seleher. Jika dulu tidak sampai atap, kini atap rumah pun terendam. Jika tidak ada tindakan yang diambil untuk mengatasi banjir, maka dengan trend seperti ini tampaknya banjir 5 tahun yang akan datang bisa jauh lebih parah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya banjir di Jakarta bukanlah barang baru. Ingatan pertama saya tentang banjir di Jakarta adalah pada tahun 1970-an, yaitu ketika Jl. Danau Toba di dekat RSAL dilanda banjir. Mungkin juga Jl. Bendungan Hilir termasuk RSAL waktu itu juga dilanda banjir, tapi saya kurang memperhatikan ini. Yang saya ingat, peristiwa ini diliput TVRI. Di layar kaca yang masih hitam-putih terlihat teman-teman yang tinggal di Jl. Danau Toba sedang bermain banjir! Tetapi kemudian sepertinya banjir di Jl. Danau Toba ini tidak terdengar lagi. Mungkin akibat normalisasi kali Krukut yang terletak di sebelah timur Jl. Bendungan Hilir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa banjir berikutnya adalah banjir setiap tahun di SMP Negeri 16 Jl. Palmerah Barat. Selama saya bersekolah di sana tahun 1974-1976 selalu saja ada hari-hari libur sekolah akibat banjir. Kebetulan sekolah ini tidak jauh dari kali Grogol. Setelah itu, rasanya saya tidak memperhatikan bencana banjir di Jakarta. (&lt;i&gt;Maafkan atas ketidak-acuhan ini. Di SMA rasanya koq tidak ada teman yang mengalami bencana banjir. Kemudian, saya kuliah di Bandung; rasanya koq tidak terlalu perduli dengan Jakarta.&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada banjir 2002. Waktu itu sempat terjebak macet; dari kantor di Jl. Prof. Dr. Satrio ke rumah di Bintaro memakan waktu 4 jam! Ternyata kali-kali dan saluran-saluran di Jabodetabek meluap menggenangi rumah-rumah di sekitarnya. Baru kali inilah terdengar bahwa banjir tahun 2002 ini adalah banjir 5 tahunan. Lha, bagaimana tahun 1997 dulu, koq rasanya tidak ada banjir seluas ini? Di tahun 1997 itu, yang terjadi adalah hujan deras berhari-hari dan tidak berhenti-henti. Pasti terjadi banjir, tetapi tidak seluas area banjir tahun 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa terjadi banjir? Menurut logika, banjir terjadi karena:&lt;br /&gt;1. Kondisi topografi yang relatif datar yang memperlambat aliran air terbuang ke laut.&lt;br /&gt;2. Volume air hujan yang melimpas sangat tinggi, yang tidak bisa ditampung oleh sungai-sungai dan saluran.&lt;br /&gt;3. Kemampuan sungai-sungai dan saluran yang rendah dalam menampung air hujan dan buangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah Jakarta dan sekitarnya yang dialiri banyak sungai dan relatif datar sangat berpotensi untuk terjadinya banjir. Kawasan terbangun yang meluas di wilayah Jabodetabek mengurangi volume air yang terserap ke tanah dan meningkatkan air limpasan ke badan air (sungai dan saluran). Di sisi lain, kemampuan sungai dan saluran dalam menampung air semakin berkurang akibat sedimentasi, pendangkalan, dan timbunan sampah. Sutopo Purwo Nugroho, pengurus Masyarakat Hidrologi Indonesia, seperti dikutip &lt;a href="http://www.kompas.com/ver1/egovernment/0702/06/135924.htm" target="_blank"&gt;Kompas&lt;/a&gt; menyebutkan bahwa debit tampung 13 sungai dan kanal yang mengaliri Jakarta hanya 17,5-80 persen dari debit rencana sungai-sungai dan kanal tersebut. Padahal, debit banjir yang masuk justru naik 50% dari debit perhitungan Pola Induk 1973 periode 25 tahunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kawasan terbangun di Jabodetabek meluas? Meluasnya kawasan terbangun adalah untuk menampung penduduk yang terus bertambah di wilayah ini. Wilayah Jabodetabek dengan luas 5.789,11 km2 atau 0,30% wilayah Indonesia pada saat ini menampung 22 juta jiwa atau 10% dari penduduk Indonesia! Jadi, betapa padatnya! Dan betapa beratnya beban yang harus ditampung alam Jabodetabek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membatasi perkembangan penduduk Jakarta, Kota Jakarta pernah (atau sekarang masih?) dinyatakan sebagai kota tertutup. Berhasilkah? Mungkin berhasil dengan rendahnya laju pertumbuhan penduduk Jakarta yang sebesar 0,17% per tahun dalam kurun waktu 1990-2000. Dengan sangat mahalnya harga lahan di Kota Jakarta, pendatang dan pembeli rumah baru akan memilih hunian di wilayah Bodetabek yang harganya lebih terjangkau (itupun juga semakin mahal). Pendatang baru akan menyerbu wilayah Bodetabek dan mengakibatkan meluasnya kawasan terbangun Bodetabek. Tidak heran jika wilayah Bodetabek juga tidak luput dari serangan banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serbuan penduduk ke wilayah Jabodetabek adalah akibat investasi pembangunan yang sangat besar di wilayah ini yang sepertinya membuka kesempatan kerja yang lebih luas dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia. Telah lama didengang-dengungkan tentang kepincangan pembangunan antara wilayah barat dan timur Indonesia, antara Jawa dan luar Jawa, dan sesungguhnya juga antara Jabodetabek dan wilayah lain di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban wilayah Jabodetabek diharapkan dapat berkurang, jika daerah lain dapat menawarkan kesempatan kerja yang lebih menarik. Dibutuhkan kerja keras dan koordinasi dari berbagai instansi serta peran aktif Pemerintah Daerah untuk membuka kesempatan kerja di propinsi-propinsi lain di Indonesia sekaligus mempromosikannya. Sesuatu yang sangat mudah untuk ditulis tetapi sangat sulit untuk dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya berarti banjir di wilayah Jabodetabek akan dapat segera diatasi. Tetapi paling tidak, dengan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, diharapkan disparitas pembangunan dapat berkurang dan beban wilayah Jabodetabek tidak terus bertambah. Untuk mengatasi banjir di wilayah Jabodetabek, tentu harus dilakukan upaya-upaya penanganan yang sangat serius, seperti pengerukan sungai, pengangkutan sampah dari sungai, dan sebagainya. (&lt;i&gt;eh, kesempatan kerja lagi...&lt;/i&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-6736817883408520828?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/6736817883408520828/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=6736817883408520828" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/6736817883408520828?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/6736817883408520828?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/j8d5V3aXOLA/banjir-di-jakarta-dan-sekitarnya.html" title="Banjir Di Jakarta Dan Sekitarnya" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2007/02/banjir-di-jakarta-dan-sekitarnya.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A04ASXg_eyp7ImA9WBBQEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-116304994477325559</id><published>2006-11-09T12:25:00.000+07:00</published><updated>2006-11-09T12:25:48.643+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-11-09T12:25:48.643+07:00</app:edited><title>Pengumuman USM ITB 2007 Di Daerah</title><content type="html">&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6045/82/1600/Snapshot%202006-11-08%2012-55-27.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6045/82/400/Snapshot%202006-11-08%2012-55-27.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-116304994477325559?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/116304994477325559/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=116304994477325559" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/116304994477325559?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/116304994477325559?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/I-0Z7SEwH6Y/pengumuman-usm-itb-2007-di_116304994477325559.html" title="Pengumuman USM ITB 2007 Di Daerah" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2006/11/pengumuman-usm-itb-2007-di_116304994477325559.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUCSXkzeCp7ImA9WBNWGEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-111448598766859662</id><published>2006-08-18T13:35:00.000+07:00</published><updated>2006-08-18T13:41:08.780+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-08-18T13:41:08.780+07:00</app:edited><title>Pengelolaan Keuangan</title><content type="html">Beberapa cerita yang saya dengar akhir-akhir ini semakin memperkuat keinginan untuk menulis tentang pentingnya pengelolaan keuangan. Cerita-cerita tersebut menyangkut orang-orang yang saya kenal maupun yang tidak, yaitu mengenai kesulitan keuangan yang tengah mereka hadapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya berarti saya tidak terkena atau sudah terbebas dari masalah keuangan. Saya (dan suami) kan termasuk ke dalam golongan menengah-bawah, yang hidup mengandalkan gaji suami, yang hanya pas untuk hidup sebulan ("..makanya pindah kuadran..",  kata Kiyosaki). Bukannya saya ahli perencanaan keuangan handal yang bisa memberi advis bagaimana sebaiknya mengelola keuangan keluarga. Bukan, sama sekali bukan. Saya hanya tergelitik untuk menulis perlunya memiliki kemampuan pengelolaan keuangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan kemampuan yang lain, kemampuan pengelolaan keuangan sebaiknya juga ditanamkan dan diasah sejak kecil. Jadi ketika dewasa, kemampuan ini sudah menjadi &lt;i&gt;inherent&lt;/i&gt; di dalam diri, langsung dapat dimanfaatkan dalam mengelola keuangan pribadi dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apakah pengelolaan keuangan itu sehingga menjadi penting bagi kesejahteraan pribadi dan keluarga? Menurut pengetian saya (maaf kalau salah, namanya juga awam), pengelolaan keuangan adalah tindakan mengatur &lt;span style="font-style:italic;"&gt;income&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;asset&lt;/span&gt; untuk dimanfaatkan dengan sebijaksana mungkin bagi kesejahteraan pribadi dan keluarga (dan ahli warisnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya begini: Dari &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;income&lt;/i&gt;, kita  harus menyiapkan bekal kita kelak, yaitu dengan mengeluarkan penghasilan di jalan-Nya dan beramal. Inilah sesungguhnya harta yang benar-benar kita miliki. Kita juga akan  mempertanggungjawabkan perolehan seluruh &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;income&lt;/i&gt; tersebut. Mudah-mudahan diperoleh secara halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, kita juga harus mengatur keuangan dengan sebaik-baiknya untuk menutupi kebutuhan saat ini dan masa yang akan datang dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Atau dengan kata lain, memenuhi kebutuhan sekarang dan menciptakan &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt;. Jika berumur panjang, kita bisa menikmati jerih payah (&lt;i&gt;asset&lt;/i&gt;) ini. Kalau tidak, maka ahli warislah yang akan memanfaatkannya. Agar sejahtera (atau paling tidak tercukupi kebutuhan) di masa tua, kita harus mempersiapkannya sejak masih muda. Sedia payung sebelum hujan lah. Oleh karena itu, pengeluaran uang sebaiknya dikelola dalam kerangka waktu tersebut (saat ini dan masa yang akan datang), yaitu pengeluaran saat ini dan cicilan untuk pengeluaran  masa depan (dalam bentuk tabungan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerangka waktu inilah yang menurut saya sering dilupakan orang (termasuk saya.., heheh..). Kita sering berdalih, "boro-boro untuk masa depan, untuk kebutuhan sehari-hari saja tidak cukup kok". Ini benar untuk kelompok yang sangat miskin (sebagian besar penduduk Indonesia, ...%), yang memang penghasilannya tidak teratur dan tidak memenuhi kebutuhan dasar minimum (istilah "&lt;i&gt;basic needs&lt;/i&gt;" masih laku tidak ya? ini kan istilah di tahun 1980-an dulu). Tetapi untuk kelompok menengah-bawah, yang masih bisa mencicipi sedikit kelezatan gaya hidup mewah, mestinya (dengar tuh: mestinya..) bisa menyisihkan untuk keperluannya nanti. Dan semakin awal (baca: semakin muda) kita menyisihkan (menabung), maka semakin baik hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasihat keuangan di "Oprah Winfrey Show" mengistilahkan mencicipi kenikmatan gaya hidup berlebih ini dengan "&lt;i&gt;latte factor&lt;/i&gt;". Contohnya ya ngopi di warung kopi, beli barang yang hanya dipakai sekali (atau malah tidak pernah dipakai sama sekali alias mubazir), penggunaan mobile-phone yang pulsanya lebih mahal, penggunaan TV-kabel (maaf pengusaha TV-kabel, ini  yang saya dengar di OWS lho), dan lain-lain yang bisa diisi sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang acara itu menyentil saya juga karena banyak sekali &lt;i&gt;latte-factor&lt;/i&gt; ini di komponen pengeluaran keluarga. Misalnya: buku dan majalah yang hanya ditumpuk dan tidak dibaca, peralatan rumah-tangga (baca: dapur) yang tidak pernah dipakai, makan di resto padahal pembantu di rumah sudah memasak, penggunaan mobile-phone padahal sekarang saya sering di rumah, dan sebagainya. Kalau saja &lt;i&gt;latte factor&lt;/i&gt; tersebut dikurangi maka (teorinya) bisa disisihkan untuk tabungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian untuk pengeluaran tahunan yang biasanya jumlahnya lebih besar, maka harus dipaksakan untuk disisihkan setiap bulan, yaitu dalam bentuk tabungan untuk pengeluaran tahunan. Sebelumnya, perlu didaftar dulu apa saja kebutuhan tahunan ini (misalnya untuk asuransi, hari raya, pajak kendaraan (kalau ada), ulang tahun, kontrak rumah, dan lain-lain) baru dibagi 12. Ketika pembayaran-pembayaran tersebut jatuh tempo, maka di tabungan sudah ada dana untuk menutupnya. Keuangan keluarga juga tidak terlalu terganggu ketika ada pengeluaran yang cukup besar yang memang harus dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu selanjutnya, untuk kebutuhan jangka pendek, menengah dan jangka panjang seperti untuk uang muka rumah/kendaraan, pendidikan lanjutan, pensiun, perlu disisihkan dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha, sekarang bagaimana kalau tidak ada yang bisa disisihkan? Berdasarkan apa yang pernah saya baca juga, maka kita memang perlu mencari penghasilan tambahan. Entah lewat pekerjaan sampingan, atau istri juga bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru sebagian dari masalah pengelolaan keuangan. Masih banyak hal lain sesungguhnya, seperti penciptaan &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt;, pengelolaan &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt;, pengelolaan kewajiban, dan lainnya. Terus terang, referensi saya tentang pengelolaan keuangan yang baik sangat terbatas. Barangkali, suatu ketika nanti, cakrawala saya sudah lebih luas lagi. Barangkali, nanti saya bisa melihat pengelolaan keuangan ini dari sudut pandang yang lebih lengkap, dengan trik menyiasati masalah yang lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua berangkat dari keprihatinan saya terhadap masalah keuangan yang banyak saya dengar. Tingginya angka kriminalitas juga sangat terkait dengan kondisi keuangan penduduk. Mudah-mudahan peningkatan kemampuan mengelola keuangan dapat membantu memperbaiki kondisi keuangan penduduk, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tulisan ini dibuat pada 26 April 2005; baru di-edit dan di-publish sekarang&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-111448598766859662?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/111448598766859662/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=111448598766859662" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/111448598766859662?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/111448598766859662?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/z1RH4mUgZYw/pengelolaan-keuangan.html" title="Pengelolaan Keuangan" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2006/08/pengelolaan-keuangan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEMHR38-fip7ImA9WBNWGE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-115583243566311426</id><published>2006-08-17T23:33:00.000+07:00</published><updated>2006-08-17T23:33:56.156+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-08-17T23:33:56.156+07:00</app:edited><title>Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-61</title><content type="html">&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6045/82/1600/250px-Proklamasi.png"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6045/82/200/250px-Proklamasi.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan yang singkat tapi padat. Dirgahayu RI Ke-61! Semoga generasi penerus dapat berbuat sebaik-baiknya dalam mengisi kemerdekaan ini, membawa Indonesia ke arah yang jauh lebih baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-115583243566311426?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/115583243566311426/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=115583243566311426" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/115583243566311426?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/115583243566311426?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/w7S742lkHHI/ulang-tahun-proklamasi-kemerdekaan-ri.html" title="Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-61" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2006/08/ulang-tahun-proklamasi-kemerdekaan-ri.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUQCQnY7eCp7ImA9WBNQFEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-115348736270212591</id><published>2006-07-21T20:09:00.000+07:00</published><updated>2006-07-21T20:09:23.800+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-07-21T20:09:23.800+07:00</app:edited><title>Hari Tanpa TV</title><content type="html">&lt;a href="http://www.kidia.org/" target="_blank"&gt;Kidia - Kritis!Media untuk Anak&lt;/a&gt; mengajak untuk melakukan aksi &lt;b&gt;Hari Tanpa TV&lt;/b&gt; Matikan TV Selama Sehari, Minggu, 23 Juli 2006 sebagai ungkapan keprihatinan terhadap isi tayangan TV yang sangat komersil dan mengabaikan kepentingan umum. Acara-acara TV nasional memang ada (banyak?) yang memprihatinkan, bahkan menurut Kidia pada tahun 2004 yang aman hanya sekitar 15% saja. Dan malangnya tayangan yang "hati-hati" dan "tidak aman" tersebut diperkirakan ditonton juga oleh anak-anak mengingat jam menonton TV anak Indonesia yang tinggi yaitu sekitar 30-35 jam (data tahun 2002), lebih tinggi daripada jam belajar di SD. (&lt;i&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kidia.org/news/tahun/2006/bulan/07/tanggal/10/id/14/?PHPSESSID=463cac5816a0ed6540f73d27d486696f)" target="_blank"&gt;Berita di http://www.kidia.org&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan efektifkah aksi Hari Tanpa TV ini? Akankah stasiun penyelenggara siaran TV mengubah tayangan-tayangannya menjadi lebih aman dengan adanya aksi ini? Akankah Hari Tanpa TV ini diikuti oleh keluarga-keluarga yang "kurang beruntung" yang justru sangat bergantung kepada pesawat TV untuk mengisi waktu luang anak-anaknya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga yang kurang beruntung, dengan rumah tanpa halaman untuk bermain, kedua orang-tua yang bekerja keras siang dan malam, keuangan keluarga yang terbatas untuk mendanai anak mengikuti kegiatan yang sesuai minatnya atau membelikan anak buku dan majalah yang sesuai usianya, membuat TV menjadi saana hiburan yang utama. Sedangkan keluarga yang lebih beruntung, yang bisa menyediakan anaknya beragam aktivitas, yang memperoleh lebih banyak informasi, tersentuh oleh internet, bisa memberikan alternatif pengganti TV. Mungkin keluarga yang beruntung ini malah kadang-kadang sudah mempraktekkan Hari Tanpa TV? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lebih mendukung &lt;a href="http://www.kidia.org/statik/banner/kampanye_tv/" target="_blank"&gt;Kampanye TV Sehat&lt;/a&gt;, yang perlu juga dikampanyekan ke anak-anak itu sendiri sehingga mereka memiliki kesadaran untuk tidak menonton TV di luar jadwal yang ditentukan. Jika kampanye ini ingin berhasil, di lingkungan perumahan perlu disediakan lahan bermain yang aman untuk anak-anak (Hmmm.. adakah ini di permukiman padat?) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan saya memang bukan pecandu TV, bahkan waktu masih SD dulu pun. &lt;i&gt;Jangan-jangan karena tayangan TV jaman tahun 1970-an dulu yang masih hitam-putih sehingga membuat tayangan TV kurang menarik?&lt;/i&gt; Hanya ingat samar-samar tuh acara TV jaman SD, SMP, dan SMA dulu. Sudah 26 - 38 tahun yang lalu sih. Sedangkan ketika kuliah, samar-samar ingat menonton film seri "Taxi", "Mork and Mindy", "Oshin", "Fraggle Rock", hmm.. apalagi ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, saya masih jarang menonton TV. Dan biasanya hari Minggu itu, kami (saya dan suami) akan menonton seri "Detektif Conan" dan "The Oprah Winfrey Show". Rasanya koq tidak rela untuk melewatkan acara ini ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-115348736270212591?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/115348736270212591/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=115348736270212591" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/115348736270212591?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/115348736270212591?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/oX1sc-WK3Bs/hari-tanpa-tv.html" title="Hari Tanpa TV" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2006/07/hari-tanpa-tv.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEIERXY4eyp7ImA9WBNRFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-115254650445190056</id><published>2006-07-10T22:46:00.000+07:00</published><updated>2006-07-10T22:48:24.833+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-07-10T22:48:24.833+07:00</app:edited><title>Anggaran Pendapatan dan Belanja Rumah Tangga</title><content type="html">Sebagai &lt;i&gt;Chief Operational Officer&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;COO&lt;/i&gt;, seorang Ibu Rumah Tangga pasti mengetahui bahwa kegiatan operasional rumah tangga memerlukan biaya. Berapakah biaya minimum per bulan untuk 1 unit rumah tangga? Perhitungan ini menggunakan asumsi 1 unit rumah tangga terdiri dari 2 orang (suami-istri) yang tinggal di wilayah perkotaan Botabek. (&lt;i&gt;Lho, itu kan kami?&lt;/i&gt;) Coba kita hitung:&lt;br /&gt;- makan Rp 400.000,00&lt;br /&gt;- transport Rp 600.000,00&lt;br /&gt;- utilitas (listrik, telepon, gas) Rp 350.000,00&lt;br /&gt;Total Rp 1.350.000,00 per bulan. Kalau ditambah sewa rumah (asumsi Rp 150.000,00 per bulan) jadi membengkak Rp 1.500.000,00 per bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini biaya kebutuhan hidup minimum versi saya; belum termasuk tabungan hari depan dan tabungan uang muka (rumah, kendaraan). Kebutuhan ini bertambah kalau jumlah anggota keluarga lebih besar, serta kebutuhan dasar lebih luas lagi (seperti internet, koran/majalah, buku, hiburan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika penghasilan tidak sampai Rp 1.500.000,00? Tentu saja: pusiiiiiiiiiinggggggg!!!!! Bagaimana mengatasinya? Pertama, semakin mengencangkan ikat pinggang untuk mengurangi pengeluaran, yang rasanya juga sudah sulit. Dan yang kedua adalah menambah penghasilan, yang sering kali lebih mudah diucapkan daripada dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai &lt;i&gt;Chief Financial Officer&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;CFO&lt;/i&gt;, seorang Ibu Rumah Tangga diharapkan bisa mengelola keuangan keluarganya dengan baik. Artinya, jangan sampai defisit, malah perlu diusahakan supaya surplus. Biasanya kalau defisit, jalan keluar tercepat adalah dengan berhutang atau mengorek tabungan (itu pun kalau ada yang masih bisa dikorek). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mengelola keuangan secara baik? Terus terang, saya bukan jagonya. Tapi kalau melihat kenyataan di sekeliling saya, menurut pengamatan saya, kesulitan keuangan itu terjadi lebih karena tidak adanya perencanaan dan lemahnya pemanfaatan keuangan keluarga. Ini menurut saya lho.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar mempunyai perencanaan keuangan dan memperbaiki pemanfaatannya, setiap rumah tangga sebaiknya menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Rumah Tangga (APBRT). APBRT memberi gambaran besar pendapatan dan pengeluaran dalam sebulan. Anggaran belanja tidak boleh melebihi besar pendapatan. Kalau tidak, jadinya besar pasak daripada tiang. Rumah akan miring dan tidak kokoh, dan rumah tangga akan merugi. Jika pengeluaran untuk suatu &lt;i&gt;item&lt;/i&gt; sudah mendekati besar anggarannya, maka harus hati-hati dan semakin menahan pengeluaran. Dengan menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Rumah Tangga bersama-sama, suami-istri dapat realistis dan transparan menilai kemampuan keuangan, dan bersama-sama berusaha mengatasi masalah (keuangan) jika ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sepasang calon pengantin hendak menikah, biasanya ada semacam 'kursus pranikah' di KUA (untuk yang beragama Islam). Alangkah baiknya, jika 'kursus pranikah' ini selain diisi dengan nasihat perkawinan juga diisi dengan pengetahuan praktis mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga sebagai bekal bagi calon pasangan suami-istri dalam membina rumah tangga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-115254650445190056?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/115254650445190056/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=115254650445190056" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/115254650445190056?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/115254650445190056?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/fXojAc54rL8/anggaran-pendapatan-dan-belanja-rumah.html" title="Anggaran Pendapatan dan Belanja Rumah Tangga" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2006/07/anggaran-pendapatan-dan-belanja-rumah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEUMSHo9eCp7ImA9WBJUGEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-114787228861405206</id><published>2006-05-17T19:33:00.000+07:00</published><updated>2006-05-17T20:24:49.460+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-05-17T20:24:49.460+07:00</app:edited><title>Oleh-Oleh Buku Untuk Perpustakaan</title><content type="html">Satu berita menggembirakan dimuat di situs &lt;a href="http://www.antara.co.id/" target="_blank"&gt; Antara News Agency&lt;/a&gt; sore ini, yaitu bahwa &lt;a href="http://www.antara.co.id/seenws/?id=33909" target="_blank"&gt;Presiden Minta Menteri Oleh-Olehi Buku&lt;/a&gt;pada saat beliau mencanangkan Gerakan Pemberdayaan Perpustakaan di Masyarakat di Jakarta, hari Rabu ini. Jika Menteri, Gubernur, Bupati atau Walikota bepergian supaya membawa oleh-oleh buku bagi perpustakaan di daerahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya permintaan ini bisa dituruti kalau pejabat yang bersangkutan pergi ke kota besar atau ke luar negeri yang menyediakan toko-toko buku yang lengkap dan memadai. Buku yang disumbangkan ke perpustakaan juga sebaiknya yang dibutuhkan oleh daerah setempat. Dengan contoh dari para pejabat tersebut, siapa tahu pejabat-pejabat lainnya juga terinspirasi untuk menyumbangkan buku juga ya. Selanjutnya, menular ke masyarakat luas yang juga ingin menyumbang buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sekarang jadi pertanyaan adalah: di manakah lokasi perpustakaan daerah? Dan pertanyaan yang lebih mendasar lagi: ada tidak perpustakaan daerah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seumur hidup saya, kok belum pernah tahu ada perpustakaan daerah, baik di Jakarta, Bandung, Yogya, ataupun kota atau daerah lain yang pernah saya kunjungi. Atau saya saja yang tidak memperhatikan dan tidak tahu? Yang saya tahu adalah perpustakaan Balai Pustaka dan perpustakaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (mungkin sekarang sudah dilebur menjadi perpustakaan ..?..), yang saya kunjungi waktu SD dan SMP dulu sekitar tahun 1970-an, Perpustakaan Nasional yang belum pernah saya kunjungi, perpustakaan ..?.. (milik Kedutaan Besar Amerika Serikat?) dulu terletak di Wisma Metropolitan - Jakarta, perpustakaan &lt;i&gt;British Council&lt;/i&gt; di Bandung dan Jakarta, dan tentu saja perpustakaan sekolah ketika di SMA dan Perguruan Tinggi. &lt;i&gt;(SMP tempat saya bersekolah tidak memiliki perpustakaan [kondisi tahun 1974-1976]. Menyedihkan ya? Padahal ini SMP Negeri di Jakarta lho)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi memang pengetahuan saya mengenai perpustakaan sudah sangat usang. Terakhir saya mengunjungi perpustakaan adalah hampir 20 tahun yang lalu, &lt;i&gt;jadul banget..&lt;/i&gt;, yaitu perpustakaan di Wisma Metropolitan itu. Entah sekarang masih ada atau tidak? Sekarang? Buku-buku koleksi sendiri saja belum terbaca semua kok..., mau pinjam lagi dari perpustakaan...  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke ajakan Presiden SBY agar pejabat membawa oleh-oleh buku, semoga membawa angin segar bagi perpustakaan daerah masing-masing, menjadikan perpustakaan daerah sebagai salah satu tempat pembelajaran yang terjangkau bagi masyarakat luas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-114787228861405206?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/114787228861405206/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=114787228861405206" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/114787228861405206?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/114787228861405206?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/ss_VrrIS6js/oleh-oleh-buku-untuk-perpustakaan.html" title="Oleh-Oleh Buku Untuk Perpustakaan" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2006/05/oleh-oleh-buku-untuk-perpustakaan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk4ERHozeyp7ImA9WBJWFEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-114544325845348905</id><published>2006-04-19T14:50:00.000+07:00</published><updated>2006-04-19T18:08:25.483+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-04-19T18:08:25.483+07:00</app:edited><title>♫ .. Don't know much about geography.. ♪</title><content type="html">Pada hari Senin, 17 April 2006, di &lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt; halaman 6 dimuat tulisan Prof. Sri-Edi Swasono berjudul '&lt;b&gt;Kesadaran Geografi Kita&lt;/b&gt;'. Isinya menyatakan keprihatinan atas "malapetaka" bahwa mahasiswa semester ke-8 sebuah universitas terkemuka di Jakarta ternyata "buta" ilmu bumi Indonesia. Tidak ada yang tahu di mana Laut Sawu, Bima, Waingapu, Maumere, Ende, Larantuka, dan Rote. &lt;i&gt;(Sejujurnya, saya hanya tahu Bima, Maumere, dan Ende karena kebetulan pernah dinas beberapa hari ke Maumere dan singgah di bandara Bima. Sedangkan Ende sama dengan Maumere, sama-sama terletak di Pulau Flores. Selebihnya, nama-nama itu pernah dengar, diperkirakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, tapi tidak tahu di mana tepatnya. *nyesel koq waktu ke Maumere gak sekalian ke Ende*)&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Sri-Edi Swasono bercerita membeli 8 peta (atlas). Dari peta sebanyak itu hanya satu yang memuat Pulau Miangas &lt;i&gt;(di mana pula ini?)&lt;/i&gt; dan itupun salah tulis menjadi Pulau Miangsa. Yang memalukan adalah bahwa Pulau Miangas justru tertera di peta dinding di ruang kerja Duta Besar Amerika Serikat di Jakarta. Rupanya Pulau Miangas (pulau paling utara di Indonesia?) terletak di sebelah utara Kepulauan Talaud. &lt;i&gt;(Menyedihkan, rupanya saya pun termasuk kelompok yang buta ilmu bumi Indonesia dan dunia)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini di tengah Sri-Edi Swasono membaca buku &lt;i&gt;Resource Wars&lt;/i&gt; (MT Klare, 2002), perang kekayaan alam. Jadi ingin tahu juga bagaimana isi buku ini. Bagaimana bisa mengenal sumberdaya alam Indonesia kalau tidak mengenal pulau-pulau dan perairannya?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa semester ke-8 ini mestinya rata-rata lulusan SMA tahun 2002. Mereka diperkirakan di SD, SMP, dan SMA sekitar tahun 1990-an. Kalau saya melakukan kilas-balik belajar ilmu bumi/geografi, yang benar-benar belajar tentang pulau ini dan pulau itu, hasil buminya apa saja dan sebagainya, adalah ketika kelas 4-6 SD. Kelas 3 SD belajar mengenai Jakarta (mungkin karena SD di Jakarta). Kelas 4 belajar mengenai Pulau Jawa. Kelas 5 mengenai Indonesia. Kelas 6 mengenai dunia, belajar negara-negara di benua lain. Pelajaran ilmu bumi SMP apa ya? Sudah lupa tuh. Mungkin karena banyak bolosnya &lt;i&gt;(ABG yang temannya badung-badung, jadi kejadian deh ikutan bolos..)&lt;/i&gt; Sedangkan pelajaran geografi di SMA diisi dengan ilmu bumi falak, yaitu belajar tentang arus laut, tentang azimut dan nadir, tentang apalagi? waa lupa.. Singkat kata, pelajaran ilmu bumi yang benar-benar belajar tentang berbagai lokasi di bumi rasanya hanya diperoleh di SD, itupun hanya bersifat hafalan semata tanpa penghayatan. Mungkin para mahasiswa semester ke-8 ini juga mengalami nasib serupa, belajar ilmu bumi ketika SD dan sejak itu tidak disentuh-sentuh lagi, kecuali mungkin ke Bali atau tempat-tempat wisata lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Ayah saya. Beliau bercerita ketika jaman SD dulu (masih jaman Belanda) ada peta buta. Murid diminta berdiri di depan kelas dan menyebutkan dari kota X ke kota Y melewati kota-kota apa saja. Kalau habis liburan, murid harus menceritakan pengalaman liburannya di depan kelas, pergi ke mana saja, dalam bahasa Belanda. Tidak heran kalau murid-murid hasil pendidikan Belanda dulu jago ilmu bumi dan bahasa Belanda (dan bahasa-bahasa Inggris, Jerman, dan Perancis yang juga diajarkan di jaman Belanda dulu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang mutu pendidikan di Indonesia berangsur-angsur mundur. Di tengah derasnya arus informasi, di tengah mudahnya memperoleh informasi melalui internet dan berbagai media lainnya, di tengah kemudahan untuk belajar hampir apa saja, Bangsa Indonesia (sebagian besar) memilih mendapatkan informasi yang dangkal dan sensasional dan tidak memberikan nilai tambah. Perlu ada terobosan agar Bangsa Indonesia (termasuk saya) bisa rajin belajar, tekun, dan bisa bertindak taktis dan strategis sehingga bisa mengejar ketertinggalannya dari bangsa-bangsa lain. ♪ Ayo belajar! ♫&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-114544325845348905?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/114544325845348905/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=114544325845348905" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/114544325845348905?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/114544325845348905?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/7E3P6QgRh6k/dont-know-much-about-geography.html" title="♫ .. Don't know much about geography.. ♪" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2006/04/dont-know-much-about-geography.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUQGQH4zfip7ImA9WBJTEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-114001283077699627</id><published>2006-02-15T21:09:00.000+07:00</published><updated>2006-02-15T21:22:01.086+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-02-15T21:22:01.086+07:00</app:edited><title>Situs Resmi Presiden RI - SBY</title><content type="html">Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, sejak 14 Februari 2006 kemarin memiliki situs resmi di &lt;a href="http://www.presidensby.info/" target="_blank"&gt;http://www.presidensby.info/&lt;/a&gt;. Selamat ya Pak Presiden atas situs ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs ini berisi berbagai hal mengenai Presiden SBY: berita, pidato, wawancara, profil, &lt;i&gt;audio streaming&lt;/i&gt;, bahkan &lt;i&gt;podcast feed&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;rss feed&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Button&lt;/i&gt; SMS 9949 dan PO Box 9949 ternyata berisi statistik SMS dan surat yang masuk. Sedangkan "Kotak Pesan" ternyata untuk berkomunikasi dengan Redaksi dan bukan dengan Presiden. Padahal bagusnya kalau ada sarana berkomunikasi lewat internet juga ya.. Tapi mungkin jadi menambah pekerjaan staf Presiden kali .. Wong SMS yang diterima dalam periode 14 Juni-21 Desember 2005 (6 bulan) hampir 1,8 juta pesan dan surat yang masuk hampir 15.000 surat (? bulan). Pesan dan surat yang banyak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Presiden di era sekarang memang sebaiknya mengikuti dan memanfaatkan teknologi informasi. Presiden BJ. Habibie dulu kabarnya juga punya &lt;i&gt;email address&lt;/i&gt; dan memantau internet. Sayang Presiden Habibie mungkin belum sempat bikin &lt;i&gt;web site&lt;/i&gt;. Kalau di Amrik, &lt;i&gt;web site&lt;/i&gt; Presiden George Bush bergabung dengan the White House. Kemudian, yang terkait dengan Presiden Clinton adalah &lt;i&gt;web site&lt;/i&gt; yayasannya dan &lt;i&gt;Clinton Global Initiative&lt;/i&gt; dan tentu saja &lt;i&gt;web site&lt;/i&gt; resmi Hillary Rodham Clinton untuk senat. Ini berdasarkan hasil &lt;i&gt;search&lt;/i&gt; di Google (baru halaman 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan &lt;i&gt;web site&lt;/i&gt; resmi Presiden SBY bisa efektif dan bermanfaat bagi bangsa Indonesia dan umat manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-114001283077699627?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/114001283077699627/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=114001283077699627" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/114001283077699627?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/114001283077699627?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/60-RL_ki9sU/situs-resmi-presiden-ri-sby.html" title="Situs Resmi Presiden RI - SBY" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2006/02/situs-resmi-presiden-ri-sby.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEcMQn45fip7ImA9WBVaGEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-113989458519777089</id><published>2006-02-14T10:26:00.000+07:00</published><updated>2006-02-14T12:48:03.026+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-02-14T12:48:03.026+07:00</app:edited><title>ENIAC--Komputer Pertama-- 60 Tahun</title><content type="html">14 Februari 1946, University of Pennsylvania, &lt;i&gt;Electronic Numerical Integrator and Computer&lt;/i&gt; (ENIAC) diresmikan pemakaiannya oleh Jenderal Gladeon Barnes, dan dimulailah kisah cinta dunia (barat) dengan komputer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENIAC dirancang dalam masa Perang Dunia II oleh J. Presper Eckert dan John Mauchly. Tanggal 5 Juni 1943 ditandatangani kesepakatan bahwa University of Pennsylvania akan melakukan riset pembuatan &lt;i&gt;electronic differential analyzer&lt;/i&gt; untuk &lt;i&gt;U.S. Army Ordnance Department&lt;/i&gt;. ENIAC dimaksudkan untuk mengotomatisasi proses perhitungan artileri yang cepat dan akurat. Bagaimanapun ENIAC baru diselesaikan setelah PD II berakhir. Meskipun beberapa komputer sudah diciptakan sebelumnya--Z23 di Jerman, Colossus di Inggris, Atanasoff-Berry Computer (ABC) di Iowa State, tetapi ENIAC adalah mesin elektronis pertama yang bisa diprogram untuk menjalankan berbagai tugas dan memperkenalkan konsep: pernyataan "&lt;i&gt;if/then&lt;/i&gt;" (meskipun belum sempurna) dan penyimpanan program di memori komputer (pada saat penyempurnaan selanjutnya). Dalam masa baktinya, ENIAC digunakan untuk pengembangan bom hidrogen, perkiraan cuaca, studi sinar kosmik, rancangan terowongan angin, dan proyek-proyek sains serta militer lainnya. ENIAC di-immobilisasi akibat petir di tahun 1955.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu spek ENIAC?&lt;br /&gt;- kinerja: 5.000 addition problem/detik;&lt;br /&gt;- konsumsi daya: 170 kiloWatt;&lt;br /&gt;- berat: 28 ton;&lt;br /&gt;- ukuran: lebar 24,4 m x tinggi 2,4 m (CMIIW--&lt;i&gt;Correct Me If I'm Wrong&lt;/i&gt;) &lt;br /&gt;- jeroan: 17.840 tabung hampa&lt;br /&gt;- harga: US$487,000&lt;br /&gt;Wow, kelas berat banget ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, hanya 1 unit ENIAC yang pernah dibuat. Enam teknisi bertanggung-jawab mengerjakan persamaan matematika dan pemrograman. Karena pekerjaan ini dianggap kepanjangan dari pekerjaan klerk, maka programming ini dilakukan oleh perempuan. Jadi programer-programer pertama ENIAC adalah perempuan! Cerita mengenai Marlyn Meltzer, Ruth Teitelbaum, Frances Spence, Kathleen Antonelli, Jean Bartik, dan Betty Holberton dapat dilihat di &lt;a href="http://www.witi.com/center/witimuseum/halloffame/1997/eniac.php" target="_blnak"&gt;WITI - Hall of Fame - The ENIAC Programmers&lt;/a&gt;. Tidak disangka, perempuan ternyata sudah berkiprah di dunia komputer sejak awal. Bahkan, programer-programer pertama ini pada awalnya disebut "&lt;i&gt;computers&lt;/i&gt;"!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENIAC dibuat berdasarkan sistem desimal 10 digit; bukannya dengan sistem binari seperti komputer-komputer periode berikutnya. Tidak ada lagi yang tersisa dari ENIAC. Maksudnya, sudah tidak ada lagi jejak-jejak ENIAC di mesin-mesin sekarang, kecuali barangkali penggunaan listriknya. Kini, ENIAC disimpan (kalau tidak salah) di Smithsonian Institute. Selamat Ulang Tahun Ke-60 ENIAC!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bahan tulisan di atas diambil dari &lt;a href="http://news.com.com/2009-1006-6037980.html" target="_blank"&gt; A Computer Is Born&lt;/a&gt; di CNET News.com. Coba kunjungi juga &lt;a href="http://www.seas.upenn.edu/~museum/" target="_blank"&gt;The ENIAC Museum Online&lt;/a&gt;.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-113989458519777089?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/113989458519777089/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=113989458519777089" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/113989458519777089?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/113989458519777089?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/wac5hwmmjV8/eniac-komputer-pertama-60-tahun.html" title="ENIAC--Komputer Pertama-- 60 Tahun" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2006/02/eniac-komputer-pertama-60-tahun.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEQHR3kzfip7ImA9WBVaGEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-113862469882109898</id><published>2006-02-02T14:20:00.000+07:00</published><updated>2006-02-14T12:52:16.786+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-02-14T12:52:16.786+07:00</app:edited><title>Steve Jobs &amp; Bill Gates, Di mana Aku Waktu Itu?</title><content type="html">&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6045/82/1600/simg_t_t0471720836jpg85.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6045/82/200/simg_t_t0471720836jpg85.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6045/82/1600/simg_t_t124736jpg85.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6045/82/200/simg_t_t124736jpg85.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Baru saja saya selesai membaca buku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;iCon - Steve Jobs - The Greatest Second Act in the History of Business&lt;/span&gt; (2005) yang ditulis oleh Jeffrey S. Young dan William L. Simon. Buku ini bercerita tentang Steve Jobs, dari masa kecil dan sekolahnya, perjalanan spiritualnya ke India, ketika kuliah (yang terus DO) dan bekerja malam hari di Atari, mendirikan Apple dan ditendang dari Apple, mendirikan NeXT dan Pixar, dan kembalinya ke Apple untuk kemudian berkibar antara lain dengan produk iPod. Buku ini juga menggali sifat-sifat Steve Jobs--baik dan buruk--, bagaimana Steve Jobs memperlakukan orang-orang di sekitarnya dan bagaimana dia berubah sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Steve Jobs memang sudah berbisnis sejak muda, yaitu ketika dia kira-kira berusia 16 tahun (tahun 1971). Barang yang dijualnya waktu itu adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;blue box&lt;/span&gt;, yaitu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gadget&lt;/span&gt; untuk mengelabui AT&amp;T dalam percakapan interlokal. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gadget&lt;/span&gt; ini buatan Steven Wozniak yang berusia 5 tahun lebih tua dari Steve Jobs. Steve Jobs lah yang menawar harga bahan bakunya sehingga mendapatkan harga yang murah. Alat ini kemudian dijual di lingkungan kampus &lt;span style="font-style:italic;"&gt;University of California at Berkeley&lt;/span&gt; tempat Woz kuliah, sebelum akhirnya usaha ini dihentikan karena sebenarnya ini ilegal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1974 setelah DO dari kuliah, Steve Jobs bekerja malam hari di Atari. Pada saat bekerja ini, dia membiarkan Woz ikutan main game di Atari dan memanfaatkan Woz untuk mendesain game. Pada akhirnya Steve Jobs lah yang mendapatkan nama dan honor US$1,000, tetapi kepada Woz yang sesungguhnya mendesain game, Steve Jobs mengaku hanya mendapatkan US$600 dari Atari dan membagi Woz US$300 saja! Ternyata juga, kalau makan rame-rame, Steve Jobs dikenal enggan membayar makanannya (maunya dibayari). Dia juga menuntut loyalitas orang-orang di sekitarnya. Steve Jobs bahkan awalnya mengingkari Lisa, putrinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1976, Steve Jobs dan Steven Wozniak sudah mulai berbisnis Apple Computer dengan menjual &lt;span style="font-style:italic;"&gt;circuit board&lt;/span&gt; buatan Woz, di saat Steve berumur 21 tahun! Masih muda ya? Sekarang, di saat berusia 50 tahun lebih (lahir tahun 1955), Steve Jobs digambarkan lebih bijaksana. Rupanya menjadi orang tua telah mengubah diri seorang Steve Jobs (Steve Jobs punya 3 anak lagi dari istrinya [bukan ibunya Lisa]). Setelah membawa Apple sukses kembali, buku ini menyebutkan bahwa rival Steve Jobs sekarang adalah Bill Gates yang sudah mendominasi dunia komputer dengan Microsoft-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai Bill Gates, kebetulan juga saya pernah membaca salah satu buku Bill Gates "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Road Ahead&lt;/span&gt;" (1995). Sudah cukup lama ya, 10 tahun yang lalu. Ketika buku ini ditulis, Microsoft baru beberapa tahun me-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;release Windows&lt;/span&gt;-nya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Internet Explorer&lt;/span&gt; belum di-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;bundle&lt;/span&gt; dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Windows&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Netscape Navigator&lt;/span&gt; mungkin masih lebih ngetop waktu itu), dan Apple belum berkibar lagi seperti sekarang. Buku ini ditulis Bill Gates bersama dengan Nathan Myhrvold dan Peter Rinearson. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill Gates menulis program &lt;span style="font-style:italic;"&gt;software&lt;/span&gt; pertamanya pada umur 13 tahun di tahun 196.. Majalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Popular Electronics&lt;/span&gt; edisi Januari 1975 yang memuat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;computer kit&lt;/span&gt; Altair yang dijual seharga US$397 per kit mengilhami Bill Gates untuk menulis program. Majalah yang sama juga mengilhami berdirinya Homebrew Computer Club di mana Steve Jobs dan Woz juga ikut bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti tulisan di kedua buku itu, di akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an ketika komputer mulai dikembangkan di Amerika, Indonesia baru bangkit kembali setelah peristiwa 1965, yang diiringi dengan naiknya harga minyak dunia (yang pada waktu itu menguntungkan Indonesia). Dan saya? Waktu itu saya masih SD dan SMP. Di tahun 1968 ketika Bill Gates dan Paul Allen sudah bermain-main dengan komputer di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lakeside School&lt;/span&gt; di Seattle (sekolahnya Bill Gates), saya baru saja masuk SD. Ketika Steve Jobs dan Steven Wozniak mulai berjualan komputer di tahun 1976, saya kelas 3 SMP. Dan tidak pernah terlintas sedikitpun di kepala ini mengenai komputer. Jangankan komputer, calculator yang setebal roti dengan display warna hijau (non-LCD) saja tidak pernah terbayang ketika itu. Aduuuuuhhhh, terbelakang sekali ya kita (saya) ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, membaca buku tentang Steve Jobs dan juga dulu ketika membaca bukunya Bill Gates, tak henti-hentinya saya membandingkan apa yang tengah mereka kerjakan saat itu dan apa yang tengah saya kerjakan pada waktu yang sama. Dan semua informasi yang mereka terima ketika itu, tidak pernah secuilpun mampir ke diri saya. Memang kemajuan teknologi pada tahun 1960-an dan 1970-an kan belum seperti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingat saya, saya mendengar kata komputer pertama kali adalah ketika mau ikut ujian masuk Perguruan Tinggi (tahun 1980). Pada waktu itu (barangkali sekarang masih?), pendaftaran dan tes masuk dilakukan dengan mengisi form khusus dengan pinsil 2B. Katanya, akan diperiksa dengan komputer. Eh, waktu itu di ITB juga sudah ada PAT (Pendidikan Ahli Teknik) Komputer ding, kalau tidak salah. Lebih jauh lagi kenal komputer adalah ketika ikut mata kuliah Komputer di tingkat III (tahun 1982). Waktu itu yang diajarkan adalah bahasa Fortran IV. Program kita akan dijalankan di komputer Puskom ITB, dengan sebelumnya mengisi form untuk dibuatkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;punch-card&lt;/span&gt;. Se-ITB menggunakan komputer Puskom ini. Beberapa jam kemudian kita bisa mendapatkan hasilnya dan sering-seringnya si hasilnya: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;syntax error&lt;/span&gt;! !@#$%^&amp;* ☹ hwahahahaha! (tapi ini saya lho, mahasiswa lain sech enggak.., tapi koq ya lulus juga tuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke buku Steve Jobs dan Bill Gates, ternyata Amerika, khususnya Silicon Valley, sudah bergelut dengan komputer selama hampir 40 tahun! Suatu sejarah yang panjang! Orang-orang yang bergelut di dalamnya mungkin sudah ratusan ribu kalau tidak jutaan. Banyak di antaranya yang juga sudah meninggal. Indonesia bagaimana? Persentase penduduk yang lulusan SMA ke atas saja masih sedikit. Apalagi mereka yang S2 dan S3, apalagi yang di bidang teknik, apalagi yang komputer. Ayo dong kita tambah pasukan, orang-orang yang mau terus belajar dan berusaha, mengembangkan komputer dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gadget-gadget&lt;/span&gt; lain bagi kemaslahatan umat manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-113862469882109898?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/113862469882109898/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=113862469882109898" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/113862469882109898?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/113862469882109898?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/6FfpBiAltzo/steve-jobs-bill-gates-di-mana-aku.html" title="Steve Jobs &amp; Bill Gates, Di mana Aku Waktu Itu?" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2006/02/steve-jobs-bill-gates-di-mana-aku.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUUFQX04eyp7ImA9WBVbEks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-113818464055559121</id><published>2006-01-26T16:03:00.000+07:00</published><updated>2006-01-26T16:20:10.333+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-01-26T16:20:10.333+07:00</app:edited><title>Perjuangan Ibunda Anak Autistik</title><content type="html">&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6045/82/1600/2364.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6045/82/320/2364.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; "Untaian Duka Taburan Mutiara" adalah kisah perjuangan seorang ibu yang membesarkan anaknya yang penyandang autisme. Kondisinya sebagai orang tua tunggal menjadikan pengasuhan anak autistik-nya berada di tangan Ibu Ita--penulis buku ini-- sendiri. Buku ini menceritakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;the ups and downs&lt;/span&gt; dalam kehidupan keluarga Ibu Ita dan Ikhsan--anaknya. Setiap akhir bab dilengkapi dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;box&lt;/span&gt; "andai aku tahu", yang berisi pelajaran yang diambil Ibu Ita dari setiap peristiwa, yang dapat menjadi masukan bagi pembaca.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya dimulai dari perkembangan Ikhsan sejak bayi, yang dirasakan anteng sekali. Kesehatannya pun sering terganggu dan masalah yang sangat dirasakan adalah perkembangan bahasa dan bicaranya yang sangat lambat. Kesadaran Ibu Ita akan kondisi anaknya dan kemudian perjuangannya di dalam membantu Ikhsan agar dapat terus meningkatkan kemampuan merupakan perjuangan yang tanpa henti. Belum lagi adanya masalah keretakan rumah tangga dan kesehatan Ibu Ita yang terganggu. Di tengah berbagai kesulitan dan kecemasan menangani perkembangan anak autistik, Ibu Ita harus mencari nafkah dan juga mengatasi masalah kesehatannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi perjuangan Ibu Ita tidak berhenti sampai mendidik anaknya saja, melainkan meluas sampai ke komunitas anak-anak autistik lainnya. Tidak hanya di Jakarta, tetapi sampai ke daerah-daerah lain di Indonesia. Ibu Ita adalah Penanggung Jawab Pendidikan di Sekolah Mandiga, Jakarta, dan juga pengurus aktif Yayasan Autisma Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca buku ini, tak terasa air mata menetes berkali-kali, terutama ketika merasakan kegembiraan yang dirasakan Ikhsan dan Ibu Ita pada setiap peristiwa yang menggembirakan atau setiap kemajuan yang dicapai Ikhsan. Bahwa sekarang Ikhsan bisa berkomunikasi (non-verbal), Ikhsan bisa mengetik, bisa menggambar (gambarnya bagus lho), bisa punya kegiatan favorit (berenang dan menggambar), pasti dulu tidak terbayangkan. Melihat foto Ikhsan yang tersenyum bersama Ibu Ita di cover belakang buku ini, terasa bahwa perjuangan Ibu Ita dan Ikhsan memang berharga dan tidak sia-sia.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus berjuang ya Ibu Ita dan Ikhsan, dan juga keluarga-keluarga lain dengan anak yang autistik. Terima kasih Ibu Ita atas kesediaannya untuk berbagi. Buku ini merupakan pelepas dahaga dari sangat sedikitnya pengetahuan mengenai autisme. Kami, para pembaca, belajar banyak dari buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++ (04:18 pm) penerbit buku ini adalah Penerbit Qanita - PT. Mizan Pustaka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-113818464055559121?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/113818464055559121/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=113818464055559121" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/113818464055559121?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/113818464055559121?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/psB15yqptd0/perjuangan-ibunda-anak-autistik.html" title="Perjuangan Ibunda Anak Autistik" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2006/01/perjuangan-ibunda-anak-autistik.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEQNQnc-fip7ImA9WBRXEk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-112420376781372349</id><published>2005-08-16T21:49:00.000+07:00</published><updated>2005-08-16T22:33:13.956+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2005-08-16T22:33:13.956+07:00</app:edited><title>Krawang-Bekasi</title><content type="html">&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6045/82/1600/Indonesia1.gif"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6045/82/200/Indonesia1.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Chairil Anwar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi&lt;br /&gt;tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,&lt;br /&gt;terbayang kami maju dan berdegap hati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi&lt;br /&gt;Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak&lt;br /&gt;Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.&lt;br /&gt;Kenang, kenanglah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sudah coba apa yang kami bisa&lt;br /&gt;Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sudah beri kami punya jiwa&lt;br /&gt;Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami cuma tulang-tulang berserakan&lt;br /&gt;Tapi adalah kepunyaanmu&lt;br /&gt;Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan&lt;br /&gt;atau tidak untuk apa-apa,&lt;br /&gt;Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata&lt;br /&gt;Kaulah sekarang yang berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi&lt;br /&gt;Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenang, kenanglah kami&lt;br /&gt;Teruskan, teruskan jiwa kami&lt;br /&gt;Menjaga Bung Karno&lt;br /&gt;menjaga Bung Hatta&lt;br /&gt;menjaga Bung Sjahrir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sekarang mayat&lt;br /&gt;Berilah kami arti&lt;br /&gt;Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenang, kenanglah kami&lt;br /&gt;yang tinggal tulang-tulang diliputi debu&lt;br /&gt;Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang ulang tahun kemerdekaan RI yang ke-60, saya teringat pada puisi Krawang-Bekasi dari Charil Anwar ini. Puisi ini dikutip dari "Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus" terbitan PT. Dian Rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirgahayu RI ke-60! Jayalah Indonesia kita!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-112420376781372349?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/112420376781372349/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=112420376781372349" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/112420376781372349?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/112420376781372349?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/FS6koiV6dIA/krawang-bekasi.html" title="Krawang-Bekasi" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2005/08/krawang-bekasi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkcDQH44fip7ImA9WBRQFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-112354807102819159</id><published>2005-08-09T07:29:00.000+07:00</published><updated>2005-08-09T07:41:11.036+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2005-08-09T07:41:11.036+07:00</app:edited><title>Tidak Jadi Mogok &amp; Rencana Mogok Baru</title><content type="html">Berita yang terlambat: Serikat Pekerja Kereta Api menyatakan tidak jadi mogok nasional karena Pemerintah sudah menjamin kesejahteraan mereka akan minimal sama dengan PNS. Syukurlah. Berita ini melegakan juga bagi pengguna kereta api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada ancaman mogok lain: Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia yang beranggotakan para pramugari dan pramugara mengancam mogok kerja tanggal 12, 13, 14 Agustus 2005 bila tuntutan mereka, antara lain soal diskriminasi sistem penggajian awak kabin dengan pegawai unit lain dalam perusahaan tidak diselesaikan. Mudah-mudahan masalah ini bisa segera terselesaikan juga dan awak kabin Garuda tidak jadi mogok. .. (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ada kepentingan pribadi di sini. Adik saya, Ita dan keluarganya, berencana akan pergi tanggal 13 Agustus 2005 nanti, naik Garuda pula.. Jadi kami sekeluarga tentu saja berharap mogok ini tidak terjadi.&lt;/span&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-112354807102819159?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/112354807102819159/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=112354807102819159" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/112354807102819159?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/112354807102819159?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/j9Eh6yTcS_M/tidak-jadi-mogok-rencana-mogok-baru.html" title="Tidak Jadi Mogok &amp; Rencana Mogok Baru" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2005/08/tidak-jadi-mogok-rencana-mogok-baru.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak4ERn09fip7ImA9WBRQEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-112299940584403381</id><published>2005-08-02T22:24:00.000+07:00</published><updated>2005-08-03T13:01:47.366+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2005-08-03T13:01:47.366+07:00</app:edited><title>Kereta Api</title><content type="html">&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6045/82/1600/DSCN0340.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6045/82/200/DSCN0340.jpg" border="0" alt="karcisKA" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemarin di milist ada yang mem-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;forward&lt;/span&gt; pemberitahuan rencana mogok nasional Serikat Pekerja Kereta Api tanggal 8 sd. 10 Agustus 2005 yang akan datang. Langsung teringat mbak Juni, ex-tetangga (sekarang sudah pindah ke Depok), yang dulu seperjuangan menempuh rute Kuricang-Kuningan, entah pakai kendaraan sendiri, entah naik KRL AC Sudirman Ekspres. Ternyata mbak Juni sudah dengar informasi itu dan sudah siap dengan alternatif transport ke tempat kerja (mbak Juni masih ngantor di kawasan Kuningan, sedangkan saya sudah di rumah saja). Langsung juga teringat pengalaman berkereta-api minggu yang lalu ke Depok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya ingin menuliskan pengalaman berkereta-api ini di blog satunya &lt;a href="http://www.budisaraswati.blogspot.com" target="_blank"&gt;Writing From My Desk&lt;/a&gt;, tetapi karena di sini saya sudah pernah menulis tentang kereta api, jadi ya sudah nulis di sini saja. Lagipula, kalau di sini boleh nulis dalam bahasa Indonesia (ini aturan yang dibuat sendiri..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ceritanya, hari Rabu, 27 Juli 2005 yang lalu saya perlu ke Cimanggis, Depok. Pagi-pagi jam 6.30 (sebenarnya ini sudah mepet) sudah berangkat dari rumah, rencananya mau naik KRL AC Sudirman Ekspres dan turun di Tanah Abang untuk ganti kereta api yang ke Depok. Ternyata di loket tertempel pengumuman kereta Depok Ekspres AC berangkat jam 6:47 harga tiket Rp 13.000,00. Mau dong naik kereta AC ke Depok.... Langkah kanan benar. Begitu mau ke Depok, kok ya ada KRL AC ke sana. Hari itu Sudirman AC telat, jadi otomatis Depok Ekspres AC ini juga ikutan telat. Kereta baru berangkat jam 7. Rutenya sama dengan Sudirman AC, yaitu berhenti di stasiun-stasiun Tanah Abang, Sudirman (aka Dukuh Atas), Manggarai, tapi kereta api ini masih bablas ke Depok. Di Depok, kereta baru berhenti di stasiun UI dan tidak tahu selanjutnya berhenti di stasiun mana lagi. Soalnya saya turun di stasiun UI jam 8. Depok Ekspres AC menggunakan gerbong ex-Jepang. Masih nyaman dan dingin sih. (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pancen Jepang sugih tenan, barang isih apik ngono kok wis ora di-nggo&lt;/span&gt;). Singkat kata perjalanan berangkat ini lancar, nyaman, terjangkau, dan aman (kira-kira beginilah kriteria transportasi yang baik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulangnya.. nah ini dia yang seru.. (dilanjutkan besok ya.. Endra sudah selesai mandi dan kita mau makan dulu..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 3 Agustus 2005&lt;br /&gt;Pulangnya, di stasiun UI, saya mau beli karcis ke arah Serpong yang berhenti di Pondok Ranji, atau paling tidak ke Tanah Abang lah. Ternyata sudah tidak ada kereta api lagi ke sana; kereta terakhir ke sana sudah jam 12 lewat tadi. Ya sudah, kalau begitu ke Manggarai saja. Kebetulan di stasiun sudah ada keretanya dan siap berangkat. Kereta itu memang hanya sampai Manggarai sebagai pemberhentian terakhir. "Ibu nunggu pengumuman saja di Manggarai; mungkin kereta ini ke Tanah Abang", kata bapak penjaga loket karcis. Jadilah saya naik kereta Kelas Ekonomi Jurusan Jakarta dengan bekal karcis Rp 1.500,00. Sayangnya saya tidak memperhatikan apakah kereta ini KRD atau KRL (ga penting ya; yang penting sampai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta tidak terlalu penuh, meskipun ada yang berdiri (termasuk saya). Di setiap stasiun kereta berhenti, entah menaikkan atau menurunkan penumpang. Saya baru dapat duduk di stasiun Pasar Minggu kalau tidak salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu naik, suasana kereta rasanya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gloomy&lt;/span&gt; gitu lo (atau saya saja yang jadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gloomy&lt;/span&gt;? keretanya dan penumpang lain seh biasa-biasa saja...) Di dalam kereta agak gelap; penerangan hanya diperoleh dari jendela dan pintu kereta yang selalu terbuka. Karpet karet sudah mengelupas dengan sampah kulit jeruk dan lainnya di sana sini. Beda dengan KRL AC yang terang benderang dan relatif rapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang bikin "hidup" adalah lalu-lalangnya para pedagang asongan menjajakan dagangannya. Jenis barang yang ditawarkan beragam: buah-buahan (jeruk, kelengkeng, rujak), minuman, rokok, aksesoris perempuan, tissue/cotton bud/amplop, bantal, mainan anak-anak (antara lain miniatur bajaj), makanan (antara lain kerupuk kulit). Dari yang bawanya ringan sampai yang bawanya berat seperti yang jual buah atau minuman. Belum lagi pengamen dan peminta-minta. Di satu sisi rasanya ingin nangis melihat para pedagang itu yang ke sana kemari membawa-bawa barang dagangan yang berat. Atau melihat seorang ibu pengamen dengan anaknya berbekalkan karaoke-set menyanyi lagu dangdut (sambil membayangkan Ibu saya yang tidak perlu mengalami nasib yang demikian). Tetapi di pihak lain, saya kagum dengan semangat juang mereka. Dengan modal yang ada, termasuk kekuatan tubuh, mereka berikhtiar mencari nafkah. Ah, semoga saja anak-anak mereka dapat menghargai hasil kerja keras orangtuanya dan tidak menyia-nyiakan uang yang diperoleh. Semoga Allah senantiasa mencukupkan rizki mereka. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta berhenti di stasiun Manggarai. Segera terdengar pengumuman bahwa di sinilah pemberhentian terakhir kereta ini. Pupus harapan kereta ini akan terus ke Tanah Abang. Saya memutuskan turun--lha wong pengumumannya begitu, mosok tetap di kereta. Tapi pas mau turun.., alamak.. tidak ada tangga atau ancik-ancik untuk turun/naik. Untung ada bapak-bapak yang berbaik hati mengulurkan tangannya, "Loncat, Bu". 'makasih ya Pak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya saya bermaksud menunggu di stasiun Manggarai saja untuk KRL AC Sudirman Ekspres yang akan berangkat jam 4 sore. Tapi kemudian ada pengumuman bahwa di jalur 5 sudah tersedia kereta jurusan Serpong. Lho itu kan kereta yang saya tumpangi barusan? Wah, naik ini saja daripada nunggu lebih lama di stasiun. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Karcis yang tadi masih bisa dipakai gak ya?&lt;/span&gt; (tadi tidak ada pemeriksaan karcis). Setengah berlari saya ke loket untuk beli karcis Manggarai-Serpong, habis khawatir tertinggal. Harga karcis kelas ekonomi ke Serpong sama Rp 1.500,00 Kemudian, perjuangan lagi untuk naik kereta dengan minta tolong orang yang sudah berada di dalamnya. Untung bisa naik dan dapat duduk karena kereta masih kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti perjalanan ke Manggarai, perjalanan ke Pondok Ranji (stasiun tujuan saya) diwarnai pedagang asongan dan pengamen. Kereta semakin penuh karena di setiap stasiun selalu ada yang naik dan tampaknya tidak ada yang turun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta sampai di Pondok Ranji sekitar jam 4 sore. Untung peron di Pondok Ranji agak tinggi, jadi loncatan untuk turun dari kereta juga tidak terlalu tinggi. Sebelum naik ojek, saya mampir dulu beli combro stasiun Pondok Ranji yang ngetop itu (combro terenak di dunia, asli! jadi bantuin &lt;span style="font-style:italic;"&gt;marketing&lt;/span&gt; ni combro deh..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, pengalaman berkereta api di wilayah Jabodetabek. Kondisi kereta mengenaskan (yang AC pakai gerbong bekas Jepang, yang ekonomi sudah bocel-bocel). Kereta tidak bersahabat dengan penyandang cacat dan orang tua (tangga sudah rusak, tidak ada ancik-ancik untuk naik/turun)--untungnya saya masih muda.. hehe.. Dan tidak terpadunya rute perjalanan antar kereta (jika ternyata kereta itu akan menuju Serpong, coba saya bisa membeli karcisnya di stasiun UI Depok. Penumpang tidak perlu berjuang turun/naik kereta hanya untuk membeli karcis lanjutan di Manggarai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali dikaitkan dengan rencana mogok nasional pekerja KA se Jawa-Bali selama 3 hari, dikhawatirkan akan mengganggu pendapatan PT. Kereta Api. Ya iyalah, karena kereta api--dengan segala kelemahannya-- masih menjadi andalan hampir seluruh penggunanya, khususnya pengguna kereta di wilayah Jabodetabek atau mungkin juga di wilayah metropolitan lainnya (Semarang, Surabaya dan sekitarnya). Mengenai kondisi pekerja KA, tampaknya gambarannya memang suram, mungkin malah lebih suram dari kondisi kereta kelas ekonomi tadi. Padahal tanggung jawab yang dibebankan kepada mereka sangat besar dan berat. Bagaimana ya langkah untuk memperbaiki kondisi perkereta-apian di Indonesia termasuk juga kondisi pekerjanya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-112299940584403381?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/112299940584403381/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=112299940584403381" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/112299940584403381?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/112299940584403381?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/qb2xTPlg6ac/kereta-api.html" title="Kereta Api" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2005/08/kereta-api.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkcNSHc4eyp7ImA9WB9bE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-111581980809894984</id><published>2005-05-11T20:39:00.000+07:00</published><updated>2007-12-23T10:21:39.933+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-12-23T10:21:39.933+07:00</app:edited><title>panggil aku Kartini saja</title><content type="html">&lt;img src="http://photos11.flickr.com/13407798_caa456e5d0_t.jpg" width="61" height="89" alt="Kartini cover book" /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang hari Kartini, 21 April 2005 yang lalu, saya mulai membaca buku "panggil aku Kartini saja" yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer. Buku itu baru selesai dibaca kemarin, 10 Mei 2005. Wow, lamanya. Tapi untunglah selesai juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun ada peringatan hari Kartini, setelah beberapa kali berkebaya ketika hari itu tiba (waktu masih kecil), beberapa kali juga saya berusaha mengenal Kartini, tetapi selalu gagal. Ketika SMP atau SMA, saya mencoba membaca "Habis Gelap Terbitlah Terang", tapi baru beberapa halaman sudah berhenti. Kemudian ketika kuliah, saya mencoba membaca (kalau tidak salah) "Surat-Surat Kartini" yang disusun oleh Sulastin Sutrisno. Ini pun gagal juga; baru beberapa halaman sudah berhenti. Nak, sekarang, kebetulan Endra punya buku "panggil aku Kartini saja". Dan momennya tepat sekali karena waktu itu menjelang peringatan hari Kartini. Hati ini jadi tergerak untuk membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ini pun nyaris gagal juga. Awalnya, membaca buku ini bawaannya kok ngantuk ya. Tidak seperti membaca buku-buku Sidney Sheldon atau Agatha Christie atau penulis-penulis handal lainnya, yang memikat dari awal. Tidak juga seperti membaca buku-buku Pram lainnya, greget buku ini di awalnya sangat kurang. Tapi untunglah, makin lama dibaca, makin ingin tahu bagaimana sih Kartini di mata Pram (dalam analisa Pram).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Updated May 12, 2005 (5:45 PM):&lt;br /&gt;Buku "panggil aku Kartini saja" yang terbit sekarang sebenarnya masih ada kelanjutannya tetapi naskah tersebut hilang di tahun 1965. Jadi apa yang terekam atau tergambarkan di sini mengenai Kartini hanya sebagian dari apa yang akan diungkapkan oleh Pram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartini lahir di Jepara, 21 April 1879. Beliau termasuk orang Indonesia yang beruntung pada zamannya. Karena kedudukan ayahnya, Kartini dapat mengenyam pendidikan formal di sekolah, meskipun hanya sampai tingkat dasar, karena setelah itu Kartini masuk dalam pingitan. Kartini sendiri sebenarnya ingin melanjutkan sekolah, bahkan kalau perlu ke negeri Belanda, tetapi sayang ayahnya tidak mengijinkan. Pada awal berdirinya sekolah-sekolah di Hindia Belanda, hanya anak-anak dari keluarga ningrat/bergelar saja yang bisa masuk sekolah. (THS, cikal bakalnya ITB, pun tidak terkecuali; mahasiswanya adalah siswa-siswa yang memiliki gelar, termasuk Soekarno yang memiliki gelar "&lt;strike&gt;Mas&lt;/strike&gt; Raden", kalau tidak salah.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa pingitan, Kartini melakukan hal-hal yang disukainya seperti membatik, melukis, membaca, dan juga belajar bahasa Prancis. Ayahnya yang membuka kesempatan bagi Kartini dan saudari-saudarinya untuk melihat dunia luar (ke Batavia, mengunjungi kapal ... di pelabuhan, memberi bacaan) sekaligus mempunyai hak veto atas putri-putrinya yang berhak mengatakan "tidak" atas kehendak para putri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartini pandai berbahasa Belanda, baik lisan maupun tulisan, dan sudah terkenal di kalangan orang Belanda dan Indonesia tentang bahasa Belandanya yang baik. Bahkan di masa hidupnya, surat-suratnya ingin diterbitkan oleh Mr. Abendanon(? lupa..), tetapi Kartini menolak. Beliau sadar bahwa seorang putri Jawa yang bisa berbahasa Belanda dengan baik adalah istimewa. Kartini tidak mau diistimewakan. Beliau merasa sebagai bagian dari rakyat dan memang beliau sendiri yang mengucapkan, "Panggil aku Kartini saja - itulah namaku". Pikiran Kartini berkisar pada rakyat, keseniannya, penyakitnya, pendidikannya, perempuannya, perlakuan yang diterima rakyat, dan lain-lain. Dan semua itu disampaikan dalam bahasa Belanda yang runut. Kartini juga pernah diminta untuk menulis di majalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis menjadi jalan keluar bagi Kartini untuk mengeluarkan isi hati dan pikirannya. Andaikan Kartini hidup lebih lama lagi, tentu tulisan-tulisannya akan lebih banyak lagi. (Juga, andaikan di zaman Kartini sudah ada blog, mungkin beliau juga akan aktif nge-blog!!!...... (khayalan se-tinggi2-nya, se-indah2-nya,..)) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun hanya berpendidikan SD, lingkup pemikiran Kartini meluas melampaui lingkungan kamar dan rumahnya. Sebagai salah satu orang yang terkemuka di zamannya, melalui surat-suratnya ke orang Belanda (dalam bahasa Belanda) Kartini menjadi corong kondisi rakyat Hindia Belanda. Sayang sekali, ayahnya yang bertindak sebagai pembuka gerbang kesempatan bagi Kartini untuk mengecap dunia luar adalah sekaligus penutup gerbang tersebut. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kartini" target="_blank"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt; menyebutkan Kartini dinikahkan dengan Bupati Rembang yang sudah memiliki tiga istri. Kartini wafat pada usia 25 tahun beberapa hari setelah melahirkan putra pertamanya (September 1904).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-111581980809894984?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/111581980809894984/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=111581980809894984" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/111581980809894984?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/111581980809894984?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/uJU5xJHW_ro/panggil-aku-kartini-saja.html" title="panggil aku Kartini saja" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2005/05/panggil-aku-kartini-saja.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0cGQn04eyp7ImA9WBdWE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-111504222751376360</id><published>2005-05-06T18:37:00.000+07:00</published><updated>2005-05-06T19:03:43.333+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2005-05-06T19:03:43.333+07:00</app:edited><title>Hari Buruh 1 Mei dan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei</title><content type="html">Dalam rangka Hari Buruh 1 Mei dan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Buruh 1 Mei adalah hari buruh internasional dan diperingati di berbagai negara termasuk Indonesia. Hari Buruh di Indonesia rasanya baru akhir-akhir ini saja terdengar diperingati, sejak udara kebebasan berhembus di sini. Sebelumnya, mungkin juga diperingati, tetapi tidak terdengar gaungnya. Bagaimana sejarahnya sampai tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai Hari Buruh, saya tidak tahu. Apakah terkait dengan peristiwa tertentu, hari lahirnya suatu tokoh atau organisasi, atau entah apa lainnya, tidak jelas. Mungkin jawabannya ada di &lt;a href="http://www.wikipedia.org/" target="_blank"&gt;wikipedia&lt;/a&gt; atau di ensiklopedi lainnya; mesti dicari sih. Mungkin juga bisa ditanyakan ke aktivis perburuhan, atau ke Depnaker, atau ke ILO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Hari Pendidikan Nasional hanya diperingati di Indonesia, yaitu berkaitan dengan hari lahirnya tokoh pendidikan nasional Ki Hadjar Dewantara, pendiri sekolah "Taman Siswa". Sejak kapan Indonesia mempunyai sebuah hari pendidikan, saya juga tidak tahu. (Banyak tidak tahunya ya?..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian puluh tahun memperingati Hari Buruh dan Hari Pendidikan, bagaimana kondisi buruh dan kondisi pendidikan di Indonesia?  Detail persisnya saya juga tidak tahu, karena tidak punya datanya dan saya juga tidak berkecimpung di situ (Hah, nggak tahu apa2 kok berani2-nya nulis??? ... Sok tahu sekali!!..). Saya memang tidak tahu apa2, tapi dari berita yang tertulis di suratkabar2 dan dari yang terlihat sehari-hari, rasanya memang ada yang memprihatinkan di kedua bidang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi buruh di Indonesia mungkin dianggap masih "lebih beruntung" dibandingkan dengan rekan-rekannya yang tidak bekerja. Data BPS menunjukkan tingkat pengangguran di Indonesia tahun 2003 sebesar 9,50% atau ... juta orang pencari kerja. Bisa jadi angka ini sesungguhnya lebih besar lagi. Atau mungkin ini berkat partisipasi mulia para TKI dan TKW yang mengadu nasib di berbagai negara, dari negeri jiran Malaysia, Singapura, Brunei, sampai Hongkong hingga negara-negara Timur Tengah. Ingat ada TKW yang disandera di Irak dengan identitas diri yang tidak benar? Yach, kondisi TKI/TKW di luar negeri pun sangat menyedihkan. Bahkan hal yang paling mendasar seperti identitas diri saja amburadul begitu. Daftar persoalan buruh/TKI/TKW masih panjang lagi, dan saya yakin seperti gunung es, yang muncul ke permukaan hanyalah sebagian kecil dari seluruh persoalan yang ada. Nach, meskipun kondisinya tidak menggembirakan, kondisi "bekerja" ini mungkin dianggap masih lebih baik daripada kondisi "tidak bekerja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yang memperparah keadaan buruh Indonesia adalah dari jumlah angkatan kerja yang besar, sebagian besarnya adalah berkualitas rendah. Data BPS mengenai tingkat pendidikan penduduk yang berusia 10 tahun ke atas pada tahun 2004 menunjukkan yang tidak bersekolah sebesar 8,98%; SD dan tamat SD 47,18%; tamat SMP 20,12%, dan SMU ke atas 23,72%. Dengan kata lain, sebagian besar penduduk Indonesia yang berusia di atas 10 tahun hanya menempuh jenjang pendidikan dasar. Sedangkan yang berpendidikan SMU ke atas tidak sampai 25%-nya!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratio mereka yang bersekolah tahun 2004 adalah sebagai berikut: untuk usia 7-12 tahun 96,8%; usia 13-15tahun 83,5%; dan usia 16-18 tahun 53,5%. Angka ini sudah lebih baik dibandingkan ketika krisis ekonomi mulai melanda Indonesia tahun 1998. Dari angka tersebut juga terlihat bahwa hampir separuh mereka yang seharusnya duduk di bangku SMU sudah tidak bersekolah lagi. Ketidakmampuan membayar uang sekolah sebenarnya terjadi di semua jenjang pendidikan. Bahkan baru-baru ini terjadi lagi kasus siswa SD yang mencoba bunuh diri karena menunggak bayaran sekolah.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Krisis ekonomi membuat pendidikan di Indonesia semakin terpuruk. Untuk pemeliharaan bangunan sekolah pun tampaknya Pemerintah (Pusat? Daerah?) sulit mengupayakannya. Sering diberitakan di suratkabar-suratkabar mengenai ambruknya bangunan-bangunan sekolah dasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga mulai "melepas" PT-PT Negeri dengan mengalihkan status PT menjadi BHMN (Badan Hukum Milik Negara). Dengan pengalihan status ini, maka segala hak dan kewajiban penyelenggaraan pendidikan tinggi termasuk perlengkapan dan kekayaan serta pegawainya diserahkan ke BHMN yang bersangkutan. Pemerintah hanya akan memberikan sejumlah tertentu dana. Bagi ITB di tahun 2004 misalnya, Pemerintah menyediakan dana sebesar Rp 82,347 milyar atau hanya 29,9% dari seluruh anggaran belanja ITB.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana dengan mutu sekolah-sekolah di Indonesia? Mungkin juga membanggakan karena ada yang menjuarai Olimpiade ini dan itu. Tetapi mungkin juga tidak, karena mereka yang juara Olimpiade sains memang dibina secara khusus, bukan berasal dari program sekolah.  Mutu perguruan tingginya, apakah bisa berbicara di tingkat regional? Dulu di tahun 1980-an di Bandung masih ada Asrama Mahasiswa Malaysia. Artinya Bandung/Indonesia masih menjadi tujuan mahasiswa negara lain untuk menuntut ilmu. Sekarang? Keadaan sudah terbalik. Banyak siswa dari Indonesia malah berorientasi untuk melanjutkan pendidikannya ke Malaysia. Meskipun demikian, harus diakui memang, bahwa masih ada sekolah-sekolah negeri dan terutama swasta yang menyelenggarakan pendidikan yang baik. Yang kita inginkan, tentu saja, jumlah sekolah seperti ini akan terus bertambah.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Kembali kepada hubungan antara kondisi pendidikan dan kondisi buruh/tenaga kerja di suatu negara; semakin baik tingkat pendidikan masyarakatnya, maka semakin tinggi kualitas dan nilai jual SDM-nya. Filippina pernah mengiklankan tenaga kerjanya yang trampil dan berkualitas tinggi di majalan Newsweek, dan bahwa Filippina tidak semata-mata mengandalkan tenaga kerja yang "murah". Dari sini terlihat betapa berani dan percaya diri-nya Filippina untuk menjual "kualitas" SDM-nya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya pendidikan adalah investasi suatu bangsa. Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh apa yang diinvestasikannya kemarin, hari ini, dan esok. Dan adalah tanggung jawab kita bersama sebagai bangsa untuk terus belajar, bekerja sama meningkatkan kualitas pendidikan, dan mengejar ketertinggalan. Mudah-mudahan kualitas SDM di Indonesia akan semakin tinggi. Dan dengan meningkatnya kualitas SDM Indonesia, makin baik pengelolaan ketenagakerjaan, mudah-mudahan tidak ada lagi berita-berita pilu mengenai buruh Indonesia, baik yang bekerja di sini maupun yang bekerja di luar negeri. Semoga..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-111504222751376360?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/111504222751376360/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=111504222751376360" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/111504222751376360?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/111504222751376360?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/nomXhRyUPRk/hari-buruh-1-mei-dan-hari-pendidikan.html" title="Hari Buruh 1 Mei dan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2005/05/hari-buruh-1-mei-dan-hari-pendidikan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYARnk_fip7ImA9WBdXF0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-11816227.post-111474214774659824</id><published>2005-04-29T09:16:00.000+07:00</published><updated>2005-04-29T09:35:47.746+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2005-04-29T09:35:47.746+07:00</app:edited><title>Pemisahan PT. KA Jabotabek Diundur</title><content type="html">Berita teranyar dari &lt;a href="//www.kompas.com" target="-blank"&gt;Kompas&lt;/a&gt; menyebutkan diundurnya pemisahan Divisi Jabotabek dari PT. KA dari awal Mei 2005 ke bulan Juni 2005. Anak perusahaan PT. KA yang baru itu akan bernama PT. Angkutan Perkotaan Jabotabek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikabarkan bahwa anak perusahaan itu langsung akan menggandeng swasta dari Korea Selatan, San Am, untuk mengembangkan jalur tengah KRL Jabotabek, khususnya jalur lingkar stasiun Jatinegara, Senen, Kampung Bandan, Duri, Angke, Tanah Abang, dan Manggarai. Dengan menggandeng San Am, PT. KA akan mengimpor KRL bekas dari mereka. Sebanyak 300 KRL akan diinvestasikan dari Korea Selatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Humas PT. KA Daerah Operasi I Jakarta, Akhmad Sujadi mengatakan, "Harapan kita, KRL Jabotabek bakal jadi andalan transportasi warga Ibu Kota. Kalau bisa semuanya ber-AC."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11816227-111474214774659824?l=urek2.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://urek2.blogspot.com/feeds/111474214774659824/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=11816227&amp;postID=111474214774659824" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/111474214774659824?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/11816227/posts/default/111474214774659824?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/YangMelintas/~3/qUj_-2KG-gw/pemisahan-pt-ka-jabotabek-diundur.html" title="Pemisahan PT. KA Jabotabek Diundur" /><author><name>Ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00527963620658236137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="01105340000567180050" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://urek2.blogspot.com/2005/04/pemisahan-pt-ka-jabotabek-diundur.html</feedburner:origLink></entry></feed>
