<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>Misteri Dunia Unik Aneh</title><link>http://yasirmaster.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Yasirmaster" /><description>Misteri Dunia, Tips dan Trik Computer,Free Download game online, Tutorial Computer, mp3 free downloads, Tips Promosi Blog, Free Soundtrack, E-book, Free Software Update,Dunia Misteri Yang Belum TerPecahkan,Astronomi, Teknologi Sains</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</managingEditor><lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 13:19:24 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">3872</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="yasirmaster" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Science &amp; Medicine/Social Sciences</media:category><itunes:owner><itunes:email>suak_cot@yahoo.co.id</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>Misteri Dunia, Tips dan Trik Computer,Free Download game online, Tutorial Computer, mp3 free downloads, Tips Promosi Blog, Free Soundtrack, E-book, Free Software Update,Dunia Misteri Yang Belum TerPecahkan,Astronomi, Teknologi Sains</itunes:subtitle><itunes:category text="Science &amp; Medicine"><itunes:category text="Social Sciences" /></itunes:category><item><title>Prasasti Cinta Sultan Yogyakarta</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/tmqLP97Zoyk/prasasti-cinta-sultan-yogyakarta.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Wed, 01 Feb 2012 13:19:24 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-3235245027565532303</guid><description>Sri Sultan Hamengkubuwono IX almarhum adalah pribadi yang cinta pada rakyatnya. Bukti-bukti cinta beliau terpampang di seluruh sudut Djogdjakarta dan dapat kita nikmati hingga saat ini. Di antaranya adalah kesediaan beliau bergabung dengan NKRI, penyusunan Serangan Umum 1 Maret 1049, pembuatan Selokan Mataram, hibah tanah untuk UGM, dan masih banyak lagi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka menyongsong peringatan 100 tahun Sri Sultan HB IX yang akan jatuh pada bulan April tahun ini, menelusuri kembali cuplikan-cuplikan bukti cinta Sultan HB IX pada rakyat Djogdjakarta, NKRI, dan sesama umat manusia. Berikut sedikit yang bisa kami kumpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Selokan Mataram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selokan Mataram adalah salah satu prasasti cinta Sultan pada rakyat Djogdjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tahun 1943, penjajah Jepang sedang gencar mengadakan romusha untuk mengambil kekayaan alam Indonesia guna mendukung perang mereka melawan sekutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Djogdjakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yang mengetahui kekejaman tentara Jepang berpikir bagaimana menyelamatkan rakyat Djogdjakarta agar terhindar dari romusha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kepada Jepang beliau mengatakan bahwa Djogdjakarta adalah daerah tandus tadah hujan dengan hasil bumi berupa ketela. Karena itu Sultan meminta Jepang agar menyuruh rakyat Djogdjakarta membangun selokan yang menghubungkan Kali Progo dengan Kali Opak. Sehingga nantinya di musim kemaraupun lahan pertanian di Djogdjakarta dapat menghasilkan padi dan bisa membantu kebutuhan tentara Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Jepang mendengarkan sabda Sultan dan terbebaslah warga Djogdjakarta dari Romusha, diganti dengan membangun saluran air yang sebenarnya untuk kemakmuran warga juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak adanya Selokan Mataram, kehidupan rakyat Djogdjakarta lebih makmur daripada sebelumnya. Selokan sepanjang 31 KM itu telah mengairi ribuan hektar lahan pertanian hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda tertarik, Anda bisa menelusuri Selokan Mataram hingga ke hulunya di sungai Progo. Semakin ke hulu, Anda akan disuguhi pemandangan alami pedesaan dan keramahan warga Djogdjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan pengorbanan ibarat dua sisi mata uang. Begitu besar cinta Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada Republik Indonesia, maka ia relakan kedaulatan Keraton yang dipimpinnya menjadi bagian dan wilayah resmi pertama NKRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keraton Djogdjakarta Bergabung dengan NKRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1945, sore hari setelah Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan NKRI, Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paku Alam VIII menyatakan bergabung dalam wilayah NKRI. Lalu beliau mengeluarkan maklumat yang kemudian terkenal sebagai Maklumat 5 September 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi maklumat itu adalah pernyataan bahwa Keraton Djogdjakarta dan Paku Alam bergabung dengan NKRI. Padahal saat itu tidak ada satu kerajaan ataupun negara-negara bentukan Belanda yang menyatakan bergabung dengan NKRI sehingga Yogyakarta merupakan wilayah pertama di NKRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo, seperti dikutip Kompas.com, “Pernyataan bergabungnya Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman ke dalam NKRI memiliki nilai strategis yang luar biasa karena saat itu, meskipun Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya, namun kolonialis Belanda selalu menyatakan mana wilayahmu sebagai sebuah negara,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan pernyataan bergabungnya wilayah Yogyakarta ke NKRI waktu itu, menjadikan negara yang baru merdeka tersebut memiliki wilayah kedaulatan, dan langkah ini pun kemudian diikuti wilayah-wilayah lain, termasuk negara-negara atau kerajaan-kerajaan di Nusantara yang dibentuk Belanda,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan lain Raja Djogdjakarta yang tidak kalah penting adalah ketika NKRI berdiri harus mencetak Oeang/uang Republik Indonesia (ORI) sehingga harus ada jaminan uang emas di Bank Indonesia. Saat itu pula, Sri Sultan HB IX menyerahkan emas batangan milik Keraton Djogdjakarta sebagai jaminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt; Menjabat sebagai Raja di Negara Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat,  tidak membuat Sri Sultan Hamengku Buwono IX semena-mena pada kepentingan  rakyat banyak. Beliau memberikan sebagian ruangan dan tanah milik  keraton demi berjuang membangun pendidikan di negeri ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;3. Gedung Keraton untuk UGM&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Agresi Militer Belanda ke Indonesia bulan Desember 1948  berdampak buruk pada rintisan pendidikan tinggi di Republik yang baru  berdiri 3 tahun. Sejumlah perguruan tinggi di Solo, Klaten, dan  Djogdjakarta terpaksa tutup karena prioritas saat itu adalah berjuang  melawan penjajahan Belanda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Tanggal 20 Mei 1949, sejumlah guru besar dan tokoh-tokoh pendidikan  terkemuka saat itu bertemu di Pendopo Kepatihan, Keraton Djogdjakarta.  Hasil pertemuan itu adalah mereka akan mendirikan kembali perguruan  tinggi di wilayah republik Indonesia, yaitu Djogdjakarta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kesulitan utama yang dihadapi para Guru besar itu adalah tidak adanya  ruang untuk kuliah. Dalam situasi yang penuh semangat perjuangan  meningkatkan martabat manusia Indonesia dan melawan penjajahan, Sri  Sultan Hamengku Buwono IX bersedia meminjamkan kraton dan beberapa  gedung milik kraton untuk digunakan sebagai ruangan kuliah dan  perkantoran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kesulitan teratasi dan sejak November  1949, berdirilah Yayasan Balai  Perguruan Tinggi Gadjah Mada yang menyelenggarakan perkuliahannya di  lingkungan Keraton Djogdjakarta.&lt;/p&gt;  Beroperasinya balai perguruan tinggi Gadjah Mada itu kemudian mendorong  lahirnya Universitas Gadjah Mada. Maka pada tanggal 19 Desember 1949  Presiden Indonesia Ir. Soekarno, meresmikan berdirinya Universitas  Gadjah Mada sebagai perjuangan sekaligus membuka mata dunia bahwa meski  diserang habis-habisan oleh Belanda, Bangsa Indonesia tetap sanggup  berdiri dengan tegak.&lt;br /&gt;Msna&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-3235245027565532303?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/O8WZWxGOwy8OGfBE47AOOGTxAa4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/O8WZWxGOwy8OGfBE47AOOGTxAa4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/O8WZWxGOwy8OGfBE47AOOGTxAa4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/O8WZWxGOwy8OGfBE47AOOGTxAa4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/tmqLP97Zoyk" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-01T13:19:24.141-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/02/prasasti-cinta-sultan-yogyakarta.html</feedburner:origLink></item><item><title>UFO Ditemukan di Laut Baltik</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/J1R-9PiyzkA/ufo-ditemukan-di-laut-baltik.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Wed, 01 Feb 2012 13:07:19 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-566934635809498569</guid><description>&lt;img src="http://static.inilah.com/data/berita/foto/1824772.jpg" alt="Headline" /&gt;&lt;br /&gt;Tim pemburu bangkai kapal menemukan obyek bulat di dasar Laut Baltik pada 2011. Kini tim ini mengaku menemukan bukti visual keberadaan ‘cakram’ kedua alien itu.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut laporan &lt;i&gt;&lt;a href="http://edition.cnn.com/2012/01/28/world/europe/swedish-shipwreck-hunters/index.html?hpt=hp_t3" target="_blank"&gt;CNN&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, tim ini menemukan bukti visual tersebut 200 meter dari temuan pertama. Pemimpin tim, Peter Lindberg, sebelumnya menyatakan obyek pertama temuannya yang berada 300 meter di bawah permukaan laut itu diduga kuat adalah UFO.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut banyak laporan, Laut Baltik merupakan ‘kandang’ benda-benda tak terduga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya tak tahu benda apa itu, namun ini akan sangat menarik,” kata ahli sonar Ardreas Olsson.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obyek pertama temuan tim ini berdiameter 60 meter dan ditemukan pada Juni tahun lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, memang banyak orang yakin itu adalah UFO yang jatuh di dasar laut dan menyisakan jalur kehancurannya sepanjang 275 meter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaiman menurut Anda? &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-566934635809498569?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/n91hq2dZZ4Xxj3-AWnbQGWrckE8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/n91hq2dZZ4Xxj3-AWnbQGWrckE8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/n91hq2dZZ4Xxj3-AWnbQGWrckE8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/n91hq2dZZ4Xxj3-AWnbQGWrckE8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/J1R-9PiyzkA" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-01T13:07:19.240-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/02/ufo-ditemukan-di-laut-baltik.html</feedburner:origLink></item><item><title>Ilmuwan Hampir Tiba di Dasar Es Kutub Selatan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/dy7KJosk5yU/ilmuwan-hampir-tiba-di-dasar-es-kutub.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Wed, 01 Feb 2012 13:04:50 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-7471515850213420768</guid><description>&lt;img src="http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/02/01/142179_vostok--danau-di-bawah-es-kutub-selatan-_300_225.jpg" id="att_fotoimg" width="315" /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;div class="tgl_artikel" id="att_fotocaption"&gt;Vostok, danau di bawah es kutub selatan. (washingtonpost.com)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jika ada mikroba, kemungkinan ada pula mikroba di Europa, Jupiter; dan Enceladus, Saturnus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan penggalian selama sekitar dua dekade terakhir dan menembus lebih dari 3.000 meter lapisan es di Antartika, ilmuwan kini telah mendekati dasar lapisan es di Kutub Selatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama lagi, mereka akan berhasil membuka jalan ke Vostok, sebuah danau raksasa, yang sudah sejak 20 juta tahun terakhir tidak terkena cahaya Matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggalian ini sendiri dilakukan untuk menemukan bentuk kehidupan apa yang ada di sana. Meski begitu, peneliti khawatir proses penggalian akan mencemari danau itu dengan cairan pelumas dan bakteri, serta ada pula potensi terjadi ledakan gas di perairan ini, dengan konsentrasi oksigen dan nitrogen yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, agar tidak ada pelepasan gas mendadak, tim peneliti tidak akan menggali sampai jauh ke dalam danau. Cukup hingga mencapai permukaan air danau sebelum membeku karena suhu dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi ke Danau Vostok sendiri merupakan upaya pertama untuk mencapai jaringan yang terdiri dari 200-an danau subglacial di Antartika. Seperti diketahui, meski bagian atas danau tersebut merupakan lapisan es yang sangat tebal, tetapi bagian bawahnya tetap cair karena panas yang dikeluarkan oleh inti planet Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eksplorasi ini sangat penting bagi ilmu pengetahuan, apalagi danau raksasa ini belum kita ketahui keberadaannya sampai tahun 1990-an,” kata John Priscu, peneliti dari Montana State University yang juga terlibat dalam penelitian tersebut, sebagaimana dikutip Science Magazine, 1 Februari 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika penggalian berjalan lancar, kita akan mendapat pengetahuan baru untuk memahami lebih lanjut planet Bumi. “Kemungkinan, pengetahuan ini juga bermanfaat untuk mengetahui bagaimana kondisi di bulan-bulan yang ada di tata surya, dan planet lain nun jauh di sana,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, jika Vostok menampung mikroba, temuan ini akan memberikan dampak signifikan bagi astrobiologi dan upaya pencarian kehidupan di luar Bumi. Seperti diketahui, Europa, bulan milik Jupiter; dan Enceladus, bulan milik Saturnus; memiliki lapisan es tebal yang menyelimuti samudera air di bawahnya--sama seperti Danau Vostok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-7471515850213420768?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2Y5mQXw8rAOJY-pe8cxJeKZKz40/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2Y5mQXw8rAOJY-pe8cxJeKZKz40/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2Y5mQXw8rAOJY-pe8cxJeKZKz40/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2Y5mQXw8rAOJY-pe8cxJeKZKz40/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/dy7KJosk5yU" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-01T13:04:50.053-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/02/ilmuwan-hampir-tiba-di-dasar-es-kutub.html</feedburner:origLink></item><item><title>Meutia, “Perlawanan Hingga Tetesan Darah Penghabisan”</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/cZInV0E31j8/meutia-perlawanan-hingga-tetesan-darah.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Mon, 30 Jan 2012 19:22:24 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-7574345346305015803</guid><description>&lt;img style="color: rgb(0, 0, 0);" class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1169.snc4/154147_136843099703083_127876370599756_178584_4900872_n.jpg" border="0" height="320" width="295" /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Ada sebuah Pameo yang mengatakan bahwa,&lt;i&gt;&lt;b&gt;"&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Wanita sebagai insan lemah dan harus selalu dilindungi"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; tidak selamanya benar&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;. Itu dibuktikan oleh &lt;b&gt;Cut Nyak Meutia&lt;/b&gt;, Pahlawan wanita Aceh ini, terus berjuang melawan Belanda hingga tetes darah penghabisan diterjang tiga peluru bersarang di tubuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Perjuangan wanita dan kancah peperangan telah memberi warna tersendiri dalam sejarah perjuangan Aceh. Sederetan nama muncul seperti &lt;b&gt;Laksamana Malahayati&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Cut Nyak Dhien&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Cut Nyak Meutia&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Pocut Baren&lt;/b&gt; dan pejuang wanita lainya. Peran mereka sangat besar, tak pernah ada rasa takut gentar mendampingi suami ke medan perang, meskipun melintasi hutan yang penuh marabahaya di dalam hutan belantara terkadang mereka harus menahan lapar dan dahaga namun semangat mereka tidak pernah sirna dalam membela tanah air dan agama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;...Wanita Aceh gagah berani adalah penjelmaan rasa dendam terhadap Kolonial Belanda yang tak ada taranya sertatidak mengenal damai. Jika ia turut bertempur maka tugas itu dilaksanakandengan suatu energi yang tak kenal maut dan mengalahkan prianya...&lt;/span&gt; (H.C.Zentgraaff, 1983: 78).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Tulisan tentang perjuangan &lt;b&gt;Cut Meutia&lt;/b&gt; disajikan secara lengkap perjuangannya agar para generasi muda khususnya dan masyarakat umum untuk membacanya. Sikap patriotis yang dimiliki &lt;b&gt;Cut Meutia&lt;/b&gt; patut diteladani serta terus menerus ditumbuhkan dalam diri generasi muda dan masyarakat sehingga sikap bela bangsa dan negara dapat terbina dalam rangka untuk mengisi pembangunan yang sedang terlaksana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style=";font-family:inherit;font-size:large;"  &gt;&lt;b&gt;Latar Belakang Kehidupan Meutia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;b&gt;Cut Meutia&lt;/b&gt; di lahirkan pada tahun 1870, anak dari hasil perkawinan antara &lt;b&gt;Teuku Ben Daud Pirak&lt;/b&gt; dengan &lt;b&gt;Cut Ja&lt;/b&gt;h. Dalam perkawinan tersebut mereka dikaruniai 5 oranganak. &lt;b&gt;Cut Meutia&lt;/b&gt; merupakan putri satu-satunya di dalam keluarga tersebut, sedangkan keempat saudaranya adalah laki-laki. Saudara tertua bernama &lt;b&gt;Cut Beurahim&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Teuku Muhammadsyah&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Teuku Cut Hasen&lt;/b&gt; dan&lt;b&gt; Teuku Muhammad Ali&lt;/b&gt;. Ayahnya adalah seorang &lt;b&gt;Uleebalang &lt;/b&gt;di desa Pirak yang berada dalam daerah Keuleebalangan &lt;b&gt;Keureutoe&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div class="photo_img" style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Pemberian nama yang indah pada dirinya dengan &lt;b&gt;Meutia &lt;/b&gt;(berarti mutiara) bukan saja karena paras wajahnya yang cantik, tetapi bentuk tubuh yang indah menyertainya. Pengakuan keindahan rupa dan tubuhnya tidak luput dari perhatian seorang penulis Belanda yang mengungkapkan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;"...Cut Meutia bukan saja amat cantik tetapi iapun memiliki tubuh yang Semampai  dan menggairahkan. Dengan mengenakan pakaian adatnya yang indah-indah menurut kebiasaan wanita di Aceh dengan siluewue (celana) sutera berwarna hitam dan baju dikancing perhiasan-perhiasan emas di dadanya serta tertutup ketat, dengan rambutnya yang hitam pekat dihiasi ulee cemara emas (sejenis perhiasan rambut)dengan gelang di kakinya yang melingkar pergelangan lunglai, wanita itu benar benar seorang bidadari ." &lt;/span&gt;(H.C. Zentgraaff, 1983: 151).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Sebagaimana kebiasaan rakyat &lt;b&gt;Aceh&lt;/b&gt;, maka sejak kecil Meutia telah diberikan pendidikan agama &lt;b&gt;Islam&lt;/b&gt;, terutama pendidkan yang mengajarkan tentang kebesaran Islam yaitu sikap benci terhadap kemungkaran dan penindasan dan tidak merasa senang terhadap siapa saja yang mengganggu agama Islam dan bangsanya. Bagi mereka mati membela agama &lt;b&gt;syahid &lt;/b&gt;hukumnya yang pahalanya adalah mendapat syurga di akhirat kelak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Sampai dengan masa dewasanya, ia ditunangkan dan dikawinkan oleh orangtuanya dengan &lt;b&gt;Teuku Syamsarif&lt;/b&gt; yang mempunyai gelar &lt;b&gt;Teuku Chik Bintara&lt;/b&gt;, namunla mempunyai watak lemah dan sikap hidupnya yang ingin berdampingan dengan Kompeni. Pertentangan-Pertentangan pendirian yang semakin hari semakin terasa membuat &lt;b&gt;Cut Meutia&lt;/b&gt; merasa tidak layak lagi hidup berdampingan dengan &lt;b&gt;Teuku Chik Bintara&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Akhirnya perkawinan mereka tidak bertahan lama ia bercerai dan kemudian menikah dengan adik &lt;b&gt;Syamsarif &lt;/b&gt;sendiri yaitu &lt;b&gt;Teuku Chik Muhammad&lt;/b&gt; atau yang lebih dikenal dengan nama &lt;b&gt;Teuku Chik Tunong&lt;/b&gt;. Ialah sesungguhnya pria yang sangat dicintainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style=";font-family:inherit;font-size:large;"  &gt;&lt;b&gt;Perjuangan Cut Meutia bersama Teuku Chik Tunong&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Awal pergerakannya di mulai pada tahun 1901 dengan basis perjuangan dari daerah Pasai atau &lt;b&gt;Krueng Pasai &lt;/b&gt;(Aceh Utara sekarang) di bawah komando perang &lt;b&gt;Teuku Chik Muhammad&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;Teuku Chik Tunong&lt;/b&gt; (suaminya sendiri), Cut Meutia berjuang bahu-membahu dengan suami dan para pejuang lainnya. Ia bukan saja sebagai ibu rumah tangga tapi ia juga bertindak sebagai pengatur strategi pertempuran sehingga taktiknya tersebut dapat memporak-porandakan pertahanan pasukan Belanda yang sedang berpatroli dan merampas senjata serta amunisi mereka yang akan digunakan untuk memperkuat persenjataan pejuang muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Taktik &lt;b&gt;Spionase &lt;/b&gt;dilakukan oleh para spion dari pasukan pejuang yang menyama sebagai penduduk (&lt;b&gt;ureung gampong&lt;/b&gt;) disebarluaskan di pelosok-pelosok negeri, dengan keluguannya para spion selalu mendapatkan informasi berharga dan tepat sehingga daerah serta lokasi patroli yang akan dilalui pasukan Belanda dapat segera diketahui. Perang yang berlangsung sekitar tahun 1901-an itu telah banyak memakan korban baik dari pihak pejuang kemerdekaan maupun dari pihak Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Pasukan Belanda yang mempunyai persenjataan lebih lengkap memaksa pasukan pejuang kemerdekaan yang dipimpin pasangan suami istri itu melakukan taktik perang gerilya. Berkali-kali pasukan mereka berhasil mencegat patroli pasukan Belanda. Di lain waktu, mereka juga pernah menyerang langsung ke markas pasukan Belanda di &lt;b&gt;Idie&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Sudah banyak kerugian pemerintahan Belanda baik berupa pasukan yang tewas maupun materi diakibatkan perlawanan pasukan &lt;b&gt;Cut Nyak Meutia&lt;/b&gt;. Karenanya, melalui pihak keluarga Meutia sendiri, Belanda selalu berusaha membujuknya agar menyerahkan diri. Namun &lt;b&gt;Cut Nyak Meutia&lt;/b&gt; tidak pernah tunduk terhadap bujukan yang terkesan memaksa tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Pada bulan Agustus 1902 pasukan &lt;b&gt;Chik Tunong&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Cut Meutia&lt;/b&gt; mencegat pasukan Belanda yang berpatroli di daerah &lt;b&gt;Simpang Ulim&lt;/b&gt; Blang Nie. Strategi yang dipakai oleh pasukan muslimin untuk mencegat pasukan Belanda adalah dengan menempatkan pasukannya di daerah yang beralang-alang tinggi dekat jalan tidak jauh dari &lt;b&gt;Meunasah Jeuro&lt;/b&gt; sehingga memudahkan para pejuang mengintai dan sekaligus melakukan penyerangan secara tiba-tiba. Di dalam penyerangan ini pasukan Belanda lumpuh total dan para pejuang muslimin dapat merebut 42 pucuk senapan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Gerakan sabotase-sabotase dijalan yang dilalui kereta api, penghancuran hubungan telepon sehingga jalur perhubungan untuk mengangkut logistik pasukan Belanda antara bivak-bivak seperti di &lt;b&gt;Lhoksukon &lt;/b&gt;dengan pertahanan di Kota Lhokseumawe menjadi sering terputus dan terganggu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Akhir perjuangan &lt;b&gt;Teuku Chik Muhammad-Cut Meutia&lt;/b&gt; adalah sebagai akibat dariperistiwa di &lt;b&gt;Meurandeh Paya&lt;/b&gt; sebelah timur kota Lhoksukon (tepatnya tanggal 26 Januari1905). Peristiwa tersebut diawali dengan terbunuhnya pasukan Belanda yang sedang berpatroli dan berteduh di Meunasah Meurandeh Paya. Pembunuhan atas pasukan Belanda ini merupakan pukulan yang sangat besar dan berat bagi pemerintah Belanda. Didalam penyelidikannya serta berdasarkan informasi yang diterima dan mata-mata Belanda bahwa &lt;b&gt;Teuku Chik Tunong&lt;/b&gt; turut terlibat hal ini merupakan fitnah semata oleh karena itu pemerintah Belanda menangkapnya dan di dalam peradilan Militer di Lhokseumawe di putuskan &lt;b&gt;Teuku Chik Tunong&lt;/b&gt; Mendapat hukuman gantung dan akhirnya berubah menjadi &lt;b&gt;hukuman tembak mati&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Pelaksanaan hukuman tembak mati dilaksanakan pada bulan Maret 1905 di tepi pantai &lt;b&gt;Lhokseumawe &lt;/b&gt;dan dimakamkan di &lt;b&gt;Masjid Mon Geudong&lt;/b&gt;, tidak jauh dan kota Lhokseumawe. Sebelum hukuman tembak dilaksanakan ia dapat bertemu dengan salah seorang staf setia dalam perjuangan, yaitu &lt;b&gt;Pang Nanggroe&lt;/b&gt;. Seorang panglima muslimin yang  juga teman yang paling dekat dan dipercaya, kata terakhir yang diucapkan kepada Pang Nanggroe adalah &lt;i&gt;&lt;b&gt;;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;"...Sudah tiba masanya aku ini tidak terlepas lagi dari tuntutan hukuman. Pada saatnya hari perpisahan kita sudah dekat, oleh sebab itu, peliharalah anakku, aku izinkan istriku kawin dengan engkau dan teruskanlah perjuangan." &lt;/span&gt;(&lt;b&gt;lsmailYakub, 1979: 49&lt;/b&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style=";font-family:inherit;font-size:large;"  &gt;&lt;b&gt;Perjuangan Cut Meutia bersama Pang Nanggroe&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-CdF7jG8MX9M/Tde7lT6Rx5I/AAAAAAAAAoQ/CkEpn0NZCzI/s1600/33813_136843726369687_127876370599756_178587_2149144_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-CdF7jG8MX9M/Tde7lT6Rx5I/AAAAAAAAAoQ/CkEpn0NZCzI/s320/33813_136843726369687_127876370599756_178587_2149144_n.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Berselang beberapa lama setelah kematian suaminya, &lt;b&gt;Cut Nyak Meutia&lt;/b&gt; menikah dengan &lt;b&gt;Pang Nanggroe&lt;/b&gt;, pria yang ditunjuk dan diamanahkan suaminya sebelum menjalani hukuman tembak. Pang &lt;b&gt;Nanggroe &lt;/b&gt;adalah teman akrab dan kepercayaan suami pertamanya, &lt;b&gt;Teuku Cik Tunong&lt;/b&gt;. Bersama suami keduanya itu, &lt;b&gt;Cut Nyak Meutia&lt;/b&gt; terus melanjutkan perjuangan melawan pendudukan Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Penyerangan yang dilakukan oleh &lt;b&gt;Pang Nanggroe - Cut Meutia&lt;/b&gt; dimulai dan hulu &lt;b&gt;Krueng Jambo Aye &lt;/b&gt;suatu tempat pertahanan yang sangat strategis karena daerahtersebut merupakan daerah hutan liar yang banyak tempat tempat persembunyian pasukan &lt;b&gt;Pang Nanggroe - Cut Meutia&lt;/b&gt; sering melakukan penyerangan ke tangsi-tangsi danbivak pasukan Belanda dimana banyak terdapat para pejuang muslimin yang ditahan sekaligus membebaskan mereka dengan demikian penyerangan-penyerangan itumembuat pasukan Belanda marah dan gusar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Pada tanggal 6 Mei 1907 pasukan &lt;b&gt;Pang Nanggroe-Cut Meutia&lt;/b&gt; melakukan penyerbuan secara gerak cepat terhadap bivak-bivak yang mengawal para pekerja keretaapi. Dan hasil beberapa orang serdadu Belanda tewas dan luka-luka bersama itu pula dapat direbut 10 pucuk senapan dan 750 butir peluru serta amunisi (H.C. Zentgraaff,1983:160); Muhammad Said; 1983:269.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Pada tanggal 15 Juni 1907 pasukan Pang Nanggroe-Cut Meutia menggempurkembali sebuah bivak di &lt;b&gt;Keude Bawang&lt;/b&gt; (Idi), pasukan Belanda mengalami kekalahan dengan tewasnya seorang anggota pasukan 8 orang luka-luka dan kehilangan 1 pucuk senjata (H.C. Zentgraaff, 1983: 160).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Pertengahan 1910 di rawa-rawa &lt;b&gt;Jambo Aye&lt;/b&gt;, terjadi lagi bentrokan danpertempuran senjata yang sengit, pasukan muslimin melakukan taktik serang dan mundur. Pasukan terus bepindah-pindah sampai ke daerah &lt;b&gt;Peutoe&lt;/b&gt;, menyebabkan pasukan Belanda sulit untuk melacak posisi pasukan muslimin. Penyerangan pasukan yang sedang penasaran terus dilakukan dan pada tanggal 30 Juli 1910 terjadi bentrokan senjata di daerah &lt;b&gt;Bukit Hague&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Paya Surien&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Selanjutnya pada bulan Agustus 1910 terjadi lagi penyerbuan pasukan Belanda di &lt;b&gt;Matang Raya&lt;/b&gt;, dalam bentrokan senjata ini, banyak pejuang muslim teman setia &lt;b&gt;Pang Nanggroe-Cut Meutia&lt;/b&gt; dan seorang ulama syahid, sedangkan &lt;b&gt;Pang Nanggroe-Cut Meutia&lt;/b&gt;, anaknya &lt;b&gt;Teuku Raja Sabi&lt;/b&gt;, dan beberapa pejuang muslimin selamat dan dapat menghindari diri dari kepungan Pasukan Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Hari kelabu akhirnya datang juga bagi &lt;b&gt;Pang Nanggroe&lt;/b&gt;, yaitu pada tanggal 25 September 1910 di daerah Rawa dekat &lt;b&gt;Paya Cicem&lt;/b&gt;, tepatnya di &lt;b&gt;Buket Hague&lt;/b&gt; terjadi penyergapan dan pertempuran dahsyat, pasukan &lt;b&gt;Pang Nanggroe-Cut Meutia&lt;/b&gt; mengalami pukulan hebat atas penyerangan yang dilakukan dengan gencar oleh pihak Belanda. Pada pertempuran inilah Pang Nanggroe syahid karena terkena tembakan peluru Belanda sedangkan &lt;b&gt;Cut Meutia&lt;/b&gt; dan beberapa pejuang muslimin dapat melepaskan diri dari kepungan serta anaknya &lt;b&gt;Teuku Raja Sabi&lt;/b&gt; juga dapat diselamatkan. Jenazah &lt;b&gt;Pang Nanggroe&lt;/b&gt; dimakamkan di samping &lt;b&gt;Masjid Lhoksukon&lt;/b&gt;. Sebelum meninggal dalam keadaan berlumuran darah &lt;b&gt;Pang Nanggroe&lt;/b&gt; memanggil &lt;b&gt;Teuku Raja Sabi&lt;/b&gt; yang berada disampingnya seraya berkata ;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(111, 168, 220);"&gt;"Ambillah rencong yang berada di pinggangku serta pengikat kepalaku larilah cepat-cepat mencari ibumu (Cut Meutia), sampaikanlah salam perjuanganku dan teruskanlah perang Sabil, semoga kita akan bertemu nanti di akhirat.&lt;/span&gt; (Ismail Yakub; 1979:62).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style=";font-family:inherit;font-size:large;"  &gt;&lt;b&gt;Cut Meutia Memimpin Pergerakan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Kematian &lt;b&gt;Pang Nanggroe&lt;/b&gt; membuat beberapa orang teman &lt;b&gt;Pang Nanggroe&lt;/b&gt; akhirnya menyerahkan diri. Sedangkan &lt;b&gt;Meutia &lt;/b&gt;walaupun dibujuk untuk menyerah namun tetap tidak bersedia. Di pedalaman rimba Pasai, dia hidup berpindah-pindah bersama anaknya, &lt;b&gt;Raja Sabi&lt;/b&gt;, yang masih berumur sebelas tahun untuk menghindari pengejaran pasukan Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Walaupun &lt;b&gt;Pang Nanggroe &lt;/b&gt;suaminya sekaligus pemimpin perlawanan telah syahid menghadap Ilahi &lt;b&gt;Cut Meutia&lt;/b&gt; tetap melanjutkan perjuangan dan perlawanan bersenjata. Untuk melaksanakan perjuangan yang berlanjut tersebut diperlukan seorang pemimpin yang tangguh dipercayai, serta disegani oleh lawan maupun kawan oleh karena itu, atas kesepakatan dan saran pejuang muslim pimpinan pergerakan diserahkan kepada &lt;b&gt;Cut Meutia&lt;/b&gt;. Jiwa semangat pejuang dan kearifannya muncul tatkala ia diminta untuk memimpin pergerakan dengan rasa haru dan senyum, &lt;b&gt;Cut Meutia&lt;/b&gt; memberikan tanggapannya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;"...Kalau demikian maka sekarang aku terangkan pada saudara sekalian dan Teungku-Teungku yang hadir pada hari ini dan kepada anakku Raja Sabi, bahwa, penyerahan pimpinan itu aku terima dengan penuh tanggung jawab pada   agama dan negara kita, akan tetapi bila pimpinanku kurang sempurna supaya cepat ditegur, sehingga segala urusan dapat berjalan lancar dan baik dan supaya kita semua seiya sekata, bersatu hati dan tidak terpecah belah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Janganlah dipandang kepadaku dan anakku yang masih kecil ini akan tetapi pandanglah kepada ayahnya Teuku Chik Tunong dan kepada pang Nanggroe yang baru saja gugur meninggalkan kita sekalian. Sekali lagi aku jelaskan bahwa aku seorang wanita yang kurang daya dan tenaga. Bila anakku ini telah dewasa dan sudah dapat memimpin perang, maka akan kuserahkan pipimpinan perang Sabil kepadanya dari itu peliharalah, didiklah, dan jagalah dia dengan baik-baik, semoga lekas besarlah dia untuk memimpin perang melawan kaphe Belanda pada masa mendatang."&lt;/span&gt; (Ismail Yakub, 1979: 68/69).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Pada tanggal 22 Oktober 1910 pasukan Belanda mengejar pasukan &lt;b&gt;Cut Meutia&lt;/b&gt; yang diperkirakan berada di daerah &lt;b&gt;Lhokreuhat&lt;/b&gt;. Besoknya (tanggal 23 Oktober 1910) pengejaran diteruskan kembali, mereka mengejar cepat pasukan &lt;b&gt;Cut Meutia&lt;/b&gt; yang berada dipengkolan &lt;b&gt;Krueng Peutoe&lt;/b&gt; menuju arah &lt;b&gt;Bukit Paya&lt;/b&gt;. Perjuangan &lt;b&gt;Cut Meutia&lt;/b&gt; besertamuslim lainnya semakin sulit, basis perjuangan terus berpindah-pindah dari daerah kedaerah yang bergunung dan hutan belantara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Tapi pengejaran pasukan Belanda yang sangat intensif membuatnya tidak bisa menghindar lagi. Rahasia tempat persembunyiannya terbongkar. Dalam suatu pengepungan yang rapi dan ketat pada tanggal 24 Oktober 1910, dia berhasil ditemukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Tepatnya pada tanggal 25 Oktober 1910 pasukan Belanda bergerak ke arah &lt;b&gt;Krueng Peutoe &lt;/b&gt;yang airnya dangkal terjadilah bentrokan dahsyat. Pasukan &lt;b&gt;Cut Meutia&lt;/b&gt; tidak mungkin mundur lagi dengan semangat&lt;b&gt; jihad Fisabilillah&lt;/b&gt; mereka maju menentang pasukan Belanda dengan keyakinan yang satu lebih baik mati syahid dari pada menyerah kaphe Belanda penjajah. Oleh karena itu posisi Cut Muetia yang tidak menguntungkan dengan sikap gagah berani dia tampil ke depan dengan rencong terhunus maju bertempur di sertai dengan semangat dan jiwa kesatria. Sebagai srikandi Aceh ia maju seperti banteng terluka dengan pekikan &lt;i&gt;&lt;b&gt;Allahu Akbar&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;  beliau iringi penyerangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Walaupun pasukan Belanda bersenjata api lengkap tapi itu tidak membuat hatinya kecut. Hanya dengan sebilah rencong di tangan, dia tetap melakukan perlawanan. Namun tiga orang tentara Belanda yang dekat dengannya melepaskan tembakan. &lt;b&gt;Cut Meutia Syahid&lt;/b&gt; setelah sebuah peluru mengenai kepala dan dua buah lainnya mengenai dadanya, bersama-sama dengan beberapa pejuang muslimin lainnya serta para ulama seperti&lt;b&gt; Teuku Chik Paya Bakong&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Teungku Seupot Mata&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Teuku Mat Saleh&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Menjelang ajalnya &lt;b&gt;Cut Meutia&lt;/b&gt; sempat membisikan kepada sahabat dekatnya yang bernama &lt;b&gt;Teungku Syech Buwah&lt;/b&gt; ;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;"...Jangan bertempur lagi, strategi kalian saat ini adalah mundur dan mengatur siasat perjuangan selanjutnya karena posisi kita terlalu sulit jangan korbankan perjuangan ini, tetapi hari esok masih panjang dan berguna untuk perjuangan. "...selamatkan anakku Raja Sabi. Carilah anakku dimana sekarang, tolong pelihara dia baik-baik, mungkin ajalku akan datang di tempat ini, ....Aku titipkan anakku dalam tanganmu semoga Tuhan menyelamatkannya."&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt; &lt;/span&gt;(lsmail Yakub,1979: 70).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Demikian sejarah kehidupan srikandi Aceh &lt;b&gt;Cut Meutia&lt;/b&gt; catatan sejarah kehidupannya ini hanya sebahagian kecil diungkapkan karena sebenarnya riwayat hidupnya sangatlah panjang. Sebagai pelopor pergerakan untuk menghancurkan penjajahan Belanda di tanah rencong, ia diakui oleh kawan dan lawan dia bukan saja sebagai pengatur siasat dan strategi yang paling jitu ia juga mampu tampil sendiri sebagai pimpinan perang. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Sebagai&lt;b&gt; ibu rumah tangga&lt;/b&gt; iapun merupakan seorang wanita jujur bertanggungjawab besar kepada pendidikan dan kemajuan walaupun dia bergerilya di hutan belantara ia tetap menanamkan ajaran ketauhidan di dalam perjuangan menghancurkan &lt;b&gt;kaphe Belanda&lt;/b&gt; sehingga kelak anaknya akan mampu juga mewarisi nilaiperjuangan orang tuanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-7574345346305015803?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nRJ01rlgEdjv-Xs97X7o1LSs3WQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nRJ01rlgEdjv-Xs97X7o1LSs3WQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nRJ01rlgEdjv-Xs97X7o1LSs3WQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nRJ01rlgEdjv-Xs97X7o1LSs3WQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/cZInV0E31j8" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-30T19:22:24.754-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-CdF7jG8MX9M/Tde7lT6Rx5I/AAAAAAAAAoQ/CkEpn0NZCzI/s72-c/33813_136843726369687_127876370599756_178587_2149144_n.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/meutia-perlawanan-hingga-tetesan-darah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Sejarah Lampung yang Terserak</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/UkRGhEIGNXo/sejarah-lampung-yang-terserak.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Mon, 30 Jan 2012 19:18:06 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-6893769093430795128</guid><description>Biasanya setiap ke perpustakaan, saya memang sudah menentukan buku apa yang hendak dicari, tapi kali kemarin, saya benar-benar hanya ingin berwisata pikiran. Ketika sabtu kemarin (28/1) membuang kesuntukan dengan mengacak-acak buku di perpustakaan pusat UGM, saya menemukan buku sejarah mengenai Lampung. Dari sekian kali saya membaca mengenai hal ini, baru kali ini saya takjub, karena ternyata Kotaagung, kota kelahiran saya ini merupakan tempat pertama kali sang merah putih dikibarkan di bumi Lampung oleh penjajahan Jepang pada tanggal 24 Agustus 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Lampung memang masih penuh misteri karena keterbatasan data dan sumber sejarah yang akurat serta minimnya penggalian sejarah yang dilakukan para ahli sejarah. Ahli sejarah yang minat dan concern dengan Lampung kebanyakan dari luar, karena studi atau jurusan sejarah murni atau arkeologi di Lampung tidak ada, yang ada hanya FKIP sejarah yang outputnya menjadi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah kuno daerah Lampung terbatas dalam sumber tradisional setempat dan sumber luar berupa babad. Dalam sumber tradisional diceritakan bahwa Lampung pada sekitar 200 tahun sebelum masehi sampai abad ke-4 masehi telah terdapat sebuah kerajaan bernama kerajaan Tumi. Rakyat kerajaan Tumi memeluk agama Budha. Selain kerajaan Tumi, di daerah ini berdiri pula kerajaan Tulangbawang, sebuah kerajaan besar yang daerah kekuasaannya meliputi daera Lampung dan Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad selanjutnya, kerajaan yang ada di Lampung mengalami kehancuran karena diserang oleh kerajaan Chandra Gupta dari India. Rakyat dan para bangsawan kerajaan banyak yang melarikan diri dengan berlayar melalui sungai Komering dan mendirikan kerajaan baru di Siguntang Mahameru, yaitu Kerajaan Sriwijaya (Raja yang Jaya).  Inilah cikal bakal dari kerajaan Sriwijaya yang mendunia, dimana letak kerajaan tersebut tercatat di Sumatera Selatan, namun mereka adalah orang Lampung yang melarikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, rakyat yang tetap di Lampung dan rakyat yang mengungsi ke Selatan kemudian bersatu mendirikan kerajaan baru. Pada saat itu dikenal adanya 3 orang raja yang taat memeluk agama Budha, yakni Prabu Kekuk Suik yang berkuasa di Lampung bagian Barat, Prabu Sida Sakti yang berkuasa di Lampung bagian Tengah dengan pusatnya di Gunung Rajabasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita mengenai keberadaan daerah Lampung telah disebutkan dalam babad pakuan atau babad pajajaran, yaitu yang terdapat pada syair ke-1978, 1620-1621 dan 1704. Dalam syair tersebut, diceritakan mengenai pemimpin Nusa Lampung Kidul yang gagah perkasa dan berbadan kebal senjata, yaitu Gajah Manglawu Maspanji Walungan Sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu, daerah Lampung merupakan daerah pengaruh agama Budha yang kuat, terbukti dengan diketemukannya 4 buah prasasti yaitu Prasasti Hara Kuning, Prasasti Palas Pasemah, Prasasti Batu Bedil dan prasasti Ulu Belu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa penyebaran agama Islam di Indonesia, daerah Lampung masuk dalam pengaruh agama Islam yang disebarkan oleh Syarif Hidayatullah. Masuknya agama islam ke Lampung tidak banyak membawa ketegangan dan permusuhan karena dilakukan dengan cara damai, yaitu melalui persahabatan dan hubungan darah. Syarif Hidayatullah, seorang penyebar agama islam di Cirebon mempunyai 2 orang saudara yang menjadi penguasa di Lampung yaitu Ratu Saksi atau Ratu Daerah Putih dan Ratu Simaringgai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan baik antara Lampung dengan Cirebon terus berlanjut pada saat penaklukan daerah Banten. Pada saat itu, Maulana Hasanuddin, putera Syarif Hidayatullah meminta bantuan Ratu Daerah Putih dalam mengislamkan daerah Banten bagian barat dan menaklukkan Raja Banten, Pucuk Umum. Setelah berhasil menaklukkan Banten, sebagian pasukan Lampung ada yang menetap di Lampung. Mereka diberi tanah di daerah Anyer Selatan (Anyer Kidul) yang sekarang dikenal sebagai sebuah enclave suku bangsa Lampung di Banten, yaitu Lampung Cikoneng atau desa Cikoneng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peninggalan dari masa Islam di daerah Lampung relative cukup banyak diantaranya beberapa kitab Alquran tulisan tangan dan juz amma yang ditulis pada kulit kayu serta naskah kuno aksara arab dan berbahasa melayu kuno yang masih disimpan oleh beberapa kepala adat di Krui. Di Sukan Lampung Utara dan Bojong Lampung tengah diketemukan naskah Undang-undang pangeran Banten yang berisi tentang hijratun Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampung, Tempat Pertama Kali Belanda Mendarat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kejayaan kesultanan Banten, daerah Lampung menjadi kekuasaan Banten yang potensial sebagai penghasil lada dan rempah-rempah lainnya yang diincar Belanda. Pada tanggal 29 Agustus 1602 armada VOC mendarat di Tanjung Tirom (Lampung) tetapi mendapat perlawanan sengit dari rakyat Lampung, sehingga terjadi pertempuran di Brunai, Keteguhan dan Teluk Betung Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan rakyat Lampung melawan VOC Belanda terus berlanjut. Pada tahun 1825, pasukan Belanda dipimpin Lavevre menyerang Lampung untuk menangkap Raden Intan. Usaha ini mengalami kegagalan bahkan Levevre sendiri terbunuh. Perlawanan ini berlangsung dalam tiga periode, yaitu Raden Intan, Raden Imba Kesuma, dan Raden Intan II. Raden Imba Kesuma akhirnya harus menyingkir ke Linggai tapi tertangkap dan diasingkan ke Pulau Timor. Raden Intan II yang menggantikan Raden Imba Kesuma melanjutkan perlawanan hingga akhir hayatnya. Beliau meninggal karena penghianatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu yang sama, di bagian Barat Lampung terjadi pula perlawanan terhadap Belanda yang dipimpin oleh Batin Mangunan dari Teluk Semangka Kotaagung (1825-1826). Perlawanan terjadi pula di Lampung Utara yang dipimpin pangeran Indera Kesuma yang akhirnya menyingkir ke Bengkulu yang dikuasai Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan-perlawanan yang dilakukan rakyat Lampung tidak membuahkan hasil. Akan tetapi, sedikit banyak keberadan Belanda di Lampung tidak pernah bisa tenang karena rakyat Lampung terus melakukan perlawanan secara sporadis. Oleh karena itu, kedudukan residen Belanda berpindah-pindah antara lain di Menggala, Gunung Sugih, dan akhirnya di Teluk Betung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Belanda di Teluk Betung dipimpin oleh Residen J. Walland, seorang Asisten Residen Bengkulu. J. Walland dipilih sebagai Residen Lampung karena telah berhasil mempelajari hukum adat Sumatera Selatan dan melakukan kodifikasi hukum adat Bengkulu, yaitu Simboer Tjataya Bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Belanda di Lampung berakhir dengan datangnya tentara pendudukan Jepang pada tahun 1942. Akhirnya pada 24 Agustus 1945 tentara pendudukan Jepang harus menyerahkan kekuasaan pada Pemerintah RI yang baru merdeka dengan ditandai upacara penurunan bendera Jepang diganti oleh Sang Merah Putih di Kotaagung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sekelumit hasil bacaan saya mengenai sejarah Lampung dari penelitian tentang kebudayaan masyarakat Lampung yang diteliti oleh Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung, Proyek pemanfaatan Kebudayaan Daerah Jawa Barat tahun 2003 yang ternyata buku ini memang tidak diperjualbelikan dan terbatas pada kalangan tertentu. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 30-1-2012.&lt;br /&gt;Selvi Diana Meilinda&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-6893769093430795128?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JD2MiaqQtuzUfJ9aP57CWW98uu8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JD2MiaqQtuzUfJ9aP57CWW98uu8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JD2MiaqQtuzUfJ9aP57CWW98uu8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JD2MiaqQtuzUfJ9aP57CWW98uu8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/UkRGhEIGNXo" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-30T19:18:06.467-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/sejarah-lampung-yang-terserak.html</feedburner:origLink></item><item><title>Minangkabau : Masyarakat Komunis Pertama di Dunia</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/7PNf8FYEEyM/minangkabau-masyarakat-komunis-pertama.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Mon, 30 Jan 2012 19:15:52 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-6667129744250839112</guid><description>The Father of Our Founding Fathers, Tan Malaka, pernah mengatakan bahwa Minangkabau adalah masyarakat komunis yang tidak mengenal penjara. Pendapat ini bukan sekedar sindiran Tan Malaka terhadap kaum Bolsevhik Soviet yang pasca revolusi gandrung sekali memenjarakan orang. Suatu hal yang menjadi paradoks dari tujuan komunisme untuk membebaskan masyarakat dari penindasan dan keterasingan. Ucapan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka itu berangkat dari sebuah pemahaman mendalam tentang sistem sosial di tengah-tengah masyarakat Minangkabau yang peradabannya telah berlangsung dan berkembang selama beberapa abad. Ini bukanlah tesis baru tentang masyarakat Minangkabau karena sejarah telah membuktikan bagaimana surau pernah menjadi tempat pembibitan komunis sebelum kita menakar komunisme dalam tafsir tunggal anti Tuhan. Surau Jembatan Besi yang menjadi episentrum pendidikan Sumatra Thawalib di Padang Panjang adalah salah satu tempat yang paling aktif sebelum penindasan komunis oleh pemerintah kolonial 1926. Tetapi apakah sejarah komunis di Minangkabau hanya sebatas gelora masa-masa bergerak sebelum exorbinte rechten memberi kebebasan pada pemerintah kolonial untuk membuang setiap kata “tidak” ke neraka Boven Digoel? Ternyata tidak, komunisme di Minangkabau telah tumbuh dan berkembang bahkan sebelum teori itu dicetuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat metodogi materialisme sejarah, Karl Marx menyatakan bahwa yang menentukan perkembangan masyarakat bukanlah kesadaran masyarakat, atau apa yang dipikirkan masyarakat tentang dirinya. Tetapi keadaan riil masyarakat itu sendiri yang mencerminkan kondisi dan situasi hidup masyarakat. Sejarah terbentuk dari fakta-fakta yang nyata bukan gagasan abstrak yang pada akhirnya menggiring pada kesadaran palsu dimana kelas tertentu dalam masyarakat menggunakannya sebagai dalih untuk menguasai kelas lainnya. Cikal bakal monarki absolut seringkali muncul dari keyakinan palsu bahwa seorang raja adalah perwujudan Sang Pencipta dalam raga manusia. Masyarakat menerima takdirnya sebagai hamba dari penguasa yang ditentukan oleh garis keturunan. Dengan kesadaran yang demikian maka keluarga raja memiliki hak ekslusif untuk menguasai alat-alat produksi yang memberikan keleluasaan kepada mereka untuk terus mengendalikan masyarakat. Ketika kekuasaan semakin bertumbuh muncullah golongan bangsawan dimana para raja mendelegasikan kekuasaan atas alat-alat produksi dan wilayah kepada mereka. Elitisme ini memunculkan budaya feodal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kebanyakan kesadaran awal manusia tentang kekuasaan, masyarakat Minangkabau pada awalnya tumbuh dan berkembang dalam budaya monarki yang berakar pada interaksi sosial yang bersifat paternalistik. Dalam tambo adat alam minangkabau dijelaskan, kekuasaan di Minangkabau bersumber dari raja-raja yang diturunkan oleh Sri Maharajo Dirajo. Pada masa itu, raja menjadi sumber kebenaran. Hukum yang tertuang dalam ketentuan simumbang jauah, sigamak-gamak dan silamo-lamo memberikan gambaran kepatuhan kolektif masyarakat kepada penguasa. Pada saat kekuasaan diwariskan kepada Suri Dirajo, Hukum Tarik Baleh berlaku dimana keadilan ditegakkan dengan cara memberikan balasan setimpal untuk setiap tindakan yang dilakukan. Ini juga memberikan gambaran betapa begitu berkuasanya raja yang menyebabkan rakyat menjadi terasing dan tertekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rezim monarki ini kemudian diteruskan oleh putra Suri Dirajo, Datuak Sri Maharajo. Raja ini kemudian menikah dengan putri Indahjaliah dan dikarunia dua orang anak, Sutan Maharajo Basa dan Putri Jamilan. Sayangnya, Datuak Maharajo Basa tidak berumur panjang sehingga sepeninggalnya Putri Indahjaliah menikah lagi dengan Cati Bilang Pandai dan dikarunia seorang anak yang diberi nama Sutan Balun. Lebih dari enam abad sebelum Marx dan Friedrich Engels mencetuskan manifesto komunis Sutan Balun meretas takdirnya sebagai tokoh yang akan melakukan revolusi komunisme di alam Minangkabau. Tentu kita bisa berdebat, apakah dalam tempo sebelum kelahiran manifesto komunis itu semuanya hanya bisa dilabeli dengan sebutan komunisme primitif dan utopis atau jangan-jangan justru inilah komunisme ilmiah yang lahir jauh sebelum komunisme itu menjadi teori reaksi terhadap kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engels menegaskan bahwa sejarah peradaban manusia adalah sejarah pertentangan kelas di antara kelas-kelas yang berkuasa dalam berbagai tahap perkembangan sosial. Pertentangan kelas hanya mungkin terjadi, menurut Marx, jika didahului oleh kesadaran kelas yang didorong oleh identifikasi diri yang sama dan solidaritas. Marx juga menjelaskan bahwa sumber pertentangan kelas adalah masalah ekonomi. Tetapi Max Weber, walaupun setuju dengan Marx, memberi sedikit koreksi bahwa pertentangan kelas juga bisa bersumber pada prestise dan kekuasaan. Dalam kasus Sutan Balun, ketika dia beranjak dewasa, muncul kesadaran dalam dirinya bahwa sebagai saudara satu ibu sang raja yang sama sekali tidak berkuasa terhadap mahkota raja, posisinya tidak jauh berbeda dengan rakyat kebanyakan. Dia mulai merasakan betapa keputusan-keputusan yang menjadikan raja sebagai daulat kebenaran tidak semuanya memberikan maslahat kepada rakyat. Walaupun terlahir dari rahim yang sama, di atas dunia Sutan Balun menyadari bahwa dia berada dalam kelas yang berbeda dengan sang raja. Untuk beberapa tahun dia membuang diri jauh dari Minangkabau, menjadi eksil untuk menghindari pertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon ketika Sutan Balun kembali, terjadi sebuah peristiwa unik. Anjing miliknya menggigit seorang dubalang raja. Sutan Balun didakwa di depan raja. Tetapi dalam hukum tarik baleh tercantum ketentuan, untuk setiap tindakan kejahatan harus dibalas dengan cara yang sama. Artinya dubalang raja harus balik menggigit anjing tersebut. Sutan Balun punya kesempatan menggugat kebenaran ala Sutan Maharajo Basa dan seolah-olah mengatakan bahwa raja yang senantiasa memutuskan seorang diri tidak bisa selamanya menjadi sumber kebajikan. Sutan Balun mendesakkan sebuah perubahan, ini menimbulkan kesadaran kelas di kalangan rakyat banyak dengan sebuah keyakinan bahwa karena hukum dipakai oleh rakyat banyak maka ketentuan hukum haruslah juga sesuai dengan aspirasi masyarakat banyak. Bibit-bibit demokrasi mulai tumbuh, mereka yang berhimpun dengan Sutan Balun membentuk Partai Bodi Caniago dan oleh pengikutnya diberi gelar, Datuak Parpatiah Nan Sabatang. Konon dari asal katanya Bodi Caniago berarti, Budi yang curiga suatu sikap skeptis yang senantiasa mencurigai kekuasaan. Sedangkan para pengikut Sutan Maharajo Basa membentuk partai Koto Piliang yang menurut asal katanya berarti Kata Pilihan, suatu frasa yang menggambarkan sikap aristokrat yang penuh kehati-hatian. Oleh kelompok partisannya, Sutan Maharajo Basa diberi gelar Datuak Katumanggungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teori-teori komunisme klasik, -sebelum apa yang disebut komunisme itu muncul lewat sosok monster negara yang menakutkan-, demokrasi menjadi prasyarat penting menuju tahapan masyarakat komunisme yang bebas dari keterasingan, tekanan dan kelangkaan. Demokrasi memberi ruang kepada setiap anggota masyarakat untuk menentukan keputusan ekonomi dan politik. Datuak Parpatiah Nan Sabatang menyadari untuk membebaskan setiap individu dari ketakutan dan ketaatan buta terhadap raja dia harus mampu mendorong identifikasi diri masyarakat dan sikap solidaritas yang bermuara pada kesadaran kelas Bodi Caniago. Dalam pertarungan dialektika antara dua kelompok ini kemudian terbukti Datuak Parpatiah dan Bodi Caniago mampu menyeret Datuak Katumanggungan dan Koto Piliang dalam gelombang perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Balai Sari Nan Tujuah Baleh Ruang, demokrasi lahir di alam Minangkabau yang mungkin tempo waktunya tidak berjarak jauh dengan kelahiran Magna Charta di Inggris. Tujuh belas ruang di balai itu dibagi tiga, Balai Nan Saruang atau satu ruang digunakan sebagai tempat merumuskan undang-undang. Delapan ruang sebelah kanan digunakan sebagai tempat perundingan. Sedangkan delapan ruang sebelah kiri digunakan sebagai tempat rakyat menyampaikan suara mereka. Datuak Parpatiah ditunjuk sebagai ketua formatur perumus undang-undang untuk menggantikan hukum raja yang sebelumnya menjadi daulat kebenaran. Dari permufakatan itu muncullah undang-undang yang didasari oleh semangat partisipasi, emansipasi dan aspirasi bernama Tuah Sakato. Pada hakekatnya Tuah Sakato adalah sebuah revolusi konstitusional yang berhasil diinisiasi oleh Partai Bodi Caniago yang mereduksi kekuasaan aristokrat Koto Piliang. Tuah Sakato menandaskan satu hal penting bahwa hukum tidak lagi bisa ditetapkan oleh raja tetapi oleh orang banyak sebab orang banyak pula lah yang akan memakai hukum itu. Maka Tarik Baleh berganti dengan Alur dan Patut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuah Sakato mengubah Minangkabau dari monarki absolut menjadi monarki konstitusional. Partai Bodi Caniago dan Koto Piliang disebut dengan istilah Lareh Nan Duo yang hidup di Luhak Nan Tigo. Dalam Tuah Sakato juga dirumuskan apa yang disebut dengan Adat Nan Dibuhua Mati dan Adat Nan Dibuhua Sintak. Adat nan Dibuhua Mati adalah ketentuan adat yang tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan, sedangkan Adat Nan Dibuhua Sintak adalah ketentuan yang menyesuaikan dengan tempat dan waktu. Ini memberi ruang kepada Datuak Parpatiah bergerak lebih jauh memaksa Datuak Katumanggungan untuk memberikan otonomi seluas-seluasnya kepada setiap Nagari yang ada di Minangkabau. Dalam tambo adat alam minangkabau kita bisa mempelajari, semenjak otonomi yang diberikan itu maka nagari tidak lagi be-raja kepada daulat tetapi be-raja kepada mufakat. Negeri-negeri pada akhirnya tidak lebih dari federasi-federasi yang sekedar mengikatkan diri secara simbolik kepada raja. Revolusi secara singkat menurut Mikhail Bakunin memiliki tujuan; kebebasan bagi semua, untuk individu maupun badan-badan kolektif, asosiasi, komune, propinsi, wilayah dan negara, dan adanya jaminan bersama terhadap kebebasan ini oleh federasi Sehingga Negara, lanjut Bakunin, haruslah tidak lebih dari sebuah federasi propinsi-propinsi yang otonom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara singkat memang Datuak Parpatiah telah berhasil sejauh itu tetapi angan-angannya tentang sebuah masyarakat tanpa kelas dimana negara pada akhirnya tidak lagi diperlukan belumlah tercapai. Syarat mutlak penghapusan kelas, -dan juga negara- adalah penghapusan hak milik pribadi yang sepanjang sejarah peradaban manusia senantiasa membelah masyarakat dalam kelas-kelas dimana satu kelas menguasai kelas lainnya. Kepemilikan individu, sebagaimana kepemilikan manusia primitif terhadap beberapa benda untuk berburu dan meramu, tetap diakui tetapi kepemilikan terhadap sumber-sumber ekonomi penting seperti tanah haruslah dikuasai secara bersama-sama. Marx menegaskan, untuk mencapai penghapusan kepemilikan pribadi itu maka diperlukan sebuah revolusi proletariat. Dimana Marx yakin, revolusi itu akan dimenangkan oleh golongan proletariat. Dalam fase antara kemenangan revolusi dan terbentuknya masyarakat komunis maka diperlukan diktator proletariat yang bersifat sementara untuk secepatnya melakukan perubahan kepemilikan individu terhadap faktor-faktor ekonomi (dan juga politik) menjadi kepemilikan bersama. Sehingga pada akhirnya terbentuklah masyarakat komunis idaman Marx, tanpa kelas dan tanpa negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datuak Parpatiah tentu saja menyadari bahwa penguasaan aristokrat Koto Piliang terhadap tanah dan sumber-sumber ekonomi tetap saja menciptakan kelas dalam masyarakat. Bodi Caniago yang kekuatannya telah berhasil mereduksi kekuasaan Datuak Katumanggungan dan aristokrat Koto Piliang seharusnya bisa menggalang sebuah revolusi proletariat (dan hampir pasti mereka menangkan). Tetapi Datuak Parpatiah tidak hidup di dunia Eropa dimana kejahatan tampak begitu nyata disertai wajah bengis manusia Eropa yang menakutkan. Dia hidup dalam alam Minangkabau dimana pertentangan seringkali tersimpan dalam bentuk sindiran. Lagipula semua yang dia cita-citakan telah melewati fase-fasenya secara damai dan demokratis. Datuak Parpatiah tidak mungkin mengobarkan revolusi yang berujung pada pertikaian fisik apalagi pertumpahan darah. Konon di dalam tambo, selama masa eksilnya Datuak Parpatiah merantau hingga negeri Cina. Mungkin disana dia belajar fillosofi politik ala Confusius yang mengatakan bahwa negara tidak lebih dari pengejawantahan kehidupan keluarga, struktur kekuasaan negara hanyalah perluasan bentuk struktur keluarga. Confusius mengatakan bahwa anak adalah subordinat dari orang tua, begitu juga adik kepada kakak, istri kepada suami hingga kedaulatan berada di tangan seorang ayah. Dalam konteks negara istilah ini muncul dengan sebutan bapak bangsa. Budaya aristokrat dalam banyak peradaban dunia berakar dari langgam paternalisme yang mengagungkan kekuasaan laki-laki. Laki-laki lah yang menjadi sumber konflik kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datuak Parpatiah percaya bahwa keluarga adalah model dasar dari sebuah negara dengan laki-laki sebagai subjek utamanya. Dia berpikir sebaliknya, bagaimana jika perempuan yang menjadi subjek utamanya. Bagaimana jika dalam sebuah keluarga, perempuan menempati posisi tertinggi, mungkinkah konflik kelas bisa diatasi dan kepemilikan individu bisa dihapuskan. Engels mengatakan bahwa rumah tangga komunis (primitif) dicirikan oleh supremasi perempuan di dalam rumah. Hak eksklusif perempuan ini muncul karena sangat sulit bagi anak untuk mengenali orang tua laki-lakinya. Kegagalan semua revolusi komunis di dunia ini bersumber pada pemahaman bahwa yang diubah adalah kekuasaan bukan struktur masyarakat yang berasal dari keluarga. Revolusi komunis tampak seperti komedi berdarah-darah dari badut-badut Eropa yang tidak mengerti bahwa kepemilikan laki-laki terhadap kekuasaanlah yang menjadi sumber konflik sepanjang zaman. Datuak Parpatiah percaya aristokrasi bisa dihancurkan dengan mengembalikan supremasi rumah tangga kepada perempuan. Tetapi untuk melakukan semua rencana itu, dia tetap saja butuh seorang diktator proletariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum itu muncul menjelang pertengahan abad ke-14. Adityawarman salah seorang petinggi kerajaan Majapahit yang sempat menjadi perdana menteri, dua kali menjadi utusan ke Cina serta memimpin penyerbuan ke Bali datang dengan balatentaranya. Adityawarman sebenarnya bukan orang yang asing, dia adalah sepupu jauh aristokrat Minangkabau dimana ibunya Dara Jingga berasal dari Darmasraya. Kegaduhan terjadi, tetapi Datuak Parpatiah melihatnya sebagai sebuah peluang untuk revolusi. Sebagai negara tanpa polisi (apalagi tentara) Minangkabau tidak mungkin bisa menggalang milisi untuk menghadapi Majapahit. Maka Datuak Parpatiah mencari jalan tengah yang menguntungkan Adityawarman, juga tidak merugikan Datuak Katumanggungan tetapi yang lebih penting lagi memberi jalan untuk sebuah revolusi. Dia menawarkan Adityawarman mahkota kekuasaan dengan syarat Adityawarman menikahi Putri Jamilan, adik kandung Datuak Katumanggungan sekaligus adik satu ibunya. Bagi Adityawarman yang dibesarkan oleh budaya Jawa, kekuasaan tampak seperti wangsit yang nyata, dia menerimanya. Untuk tidak juga menimbulkan kekecawaan pada Datuak Katumanggungan yang kehilangan mahkota, Datuak Parpatiah menginisiasi revolusi terbesar dalam adat Minangkabau yang disebut dengan Adat Batali Bacambua, “Nan dikatokan adat nan batali cambua, iyolah hubungan mamak dengan bapak, dalam susunan rumah tanggo, sarato dalam korong kampuang. Dek Datuak Parpatiah nan sabatang, didirikan duo kakuasaan, balaku diateh rumah tanggo, iyolah tungganai jo rajonyo, nan korong kampuang barajo mamak, rumah tanggo barajo kali, dirumah gadang batungganai.. Dicambua tali malakek”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adat Batali Bacambua menegaskan terdapatnya dua kekuasaan di rumah tangga yaitu bapak dan mamak (saudara laki-laki ibu). Dimana bapak tidak lagi mewariskan kekuasaan kepada anak tetapi kepada kemenakan (anak saudara perempuan). Sedangkan suku tidak lagi diwariskan oleh bapak kepada anak tetapi dari ibu kepada anak. Secara politik ini memberikan implikasi Adityawarman tidak lebih dari diktator ploretariat sementara sebelum nantinya digantikan anaknya dengan putri Jamilan (yang notabene kemenakan dari Datuak Katumanggungan). Sehingga seolah-olah si anak nantinya menerima warisan ini bukan dari bapaknya tetapi dari mamaknya Datuak Katumanggungan. Dalam hal kekuasaan, Adat Batali Bacambua, menegaskan Adityawarman tidak pernah menjadi raja Minangkabau. Dia ibarat “abu di atas tunggul” setiap saat bisa ditiup karena sumber kekuasaan sekarang berada di tangan putri Jamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implikasi lebih luas dari adat batali bacambua adalah supremasi perempuan di atas kekuasaan bapak dan mamak. Perubahan dari patrilineal yang senantiasa menjadi sumber pertentangan kelas sepanjang zaman ke matrilineal. Kepemilikan harta keluarga berada di tangan perempuan dan kemudian dikelola secara bersama-sama. Karena fitrahnya perempuan tidak mampu mengelola harta terutama dalam bentuk tanah sendirian maka kepemilikan individu terhapuskan menjadi kepemilikan kaum, suku atau paruik. Keputusan-keputusan terkait dengan harta bersama yang disebut harato pusako itu ditentukan oleh musyawarah para mamak. Kepemilikan atas nama perempuan dengan keputusan dan pengelolaan secara kolektif ini akan menjamin tidak seorang pun dari anggota masyarakat akan mengalami keterasingan, tekanan dan kelangkaan. Harta pusaka diwariskan kepada anak perempuan untuk kemudian kembali dikelola secara bersama-sama oleh para laki-laki di dalam rumah gadang. Perlahan-lahan kelas sosial terhapuskan dalam masyarakat Minangkabau sehingga feodalisme nyaris tidak dikenal dalam kebudayaan Minangkabau. Peran negara pun semakin surut bahkan nyaris tinggal sebagai mitos yang tidak menimbulkan ketakutan. Sebab pada saat kolektifisme telah menghapuskan kepemilikan individu maka kesetaraan antar manusia terciptakan. Mereka hidup di dalam Nagari-Nagari yang juga otonom dan tidak be-raja kepada daulat manapun kecuali kepada mufakat atau demokrasi. Sebelum pengaruh Aceh dan Belanda kemudian masuk, komunisme di Minangkabau bukanlah sebuah utopia. Dalam pemahaman sempit saya tentang teori-teori komunisme, revolusi komunisme Datuak Parpatiah Nan Sabatang mungkin satu-satunya revolusi komunis di dunia ini yang berhasil menghapuskan kelas dan negara. Kuncinya bukan pada gegap gempita revolusi berdarah ala badut-badut Eropa tetapi mengembalikan supremasi rumah tangga kepada kaum perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak sedang mengagung-agungkan sebuah kebudayaan yang memang sudah terlanjur agung. Tulisan ini hanya refleksi saya terhadap sebuah suku bangsa yang tengah kehilangan identitas, Minangkabau. Yang terjadi di Minangkabau adalah kebalikan dari tesis Marx yang menyatakan komunisme akan mengalahkan kapitalisme. Di Minangkabau saat ini, komunisme (dalam batas-batas pemahaman ilmiah dan primitif yang mungkin sering juga diartikan sebagai komunalisme) terkapar oleh kekuatan kapitalisme. Masyarakat Minangkabau ciut oleh zaman yang tidak siap mereka hadapi. Supremasi perempuan di rumah tangga tergerus oleh peran bapak yang dominan karena semuanya sekarang diukur dengan materi. Para mamak seringkali menjadi pecundang di antara kemenakannya. Tunganai seringkali “bertinju” dengan Rang Sumando untuk harato pusako. Rang Rantau pulang jadi “Pamanggak” dan bukan jadi suri tauladan. Dalam banyak keluarga yang berantakan itu, masa depan Minangkabau tampaknya semakin suram saja. Bila Tan Malaka sekarang masih hidup, tentu suaranya tidak akan lagi nyaring menyatakan bahwa Minangkabau adalah masyarakat komunis tanpa penjara. Minangkabau tengah sekarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rico Hermawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini berasal dari  novelis E.S Ito.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-6667129744250839112?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gU5XZ8AhSkQo2IoOpvl25kOdmz4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gU5XZ8AhSkQo2IoOpvl25kOdmz4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gU5XZ8AhSkQo2IoOpvl25kOdmz4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gU5XZ8AhSkQo2IoOpvl25kOdmz4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/7PNf8FYEEyM" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-30T19:15:52.693-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/minangkabau-masyarakat-komunis-pertama.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tempat Terdingin dan Misterius di Antariksa</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/GQ7kAYoddr4/tempat-terdingin-dan-misterius-di.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Mon, 30 Jan 2012 19:13:13 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-738246031207159273</guid><description>Ilmuwan menduga, di awan molekul inilah bintang-bintang baru lahir&lt;br /&gt;&lt;img src="http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/01/31/141995_awan-molekul-gelap--barnard-68_300_225.jpg" id="att_fotoimg" width="315" /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;div class="tgl_artikel" id="att_fotocaption"&gt;Awan molekul gelap, Barnard 68 (Dailymail)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di langit yang ditaburi bintang-bintang, terlihat sebuah penampakan hitam yang mirip diduga lubang hitam atau black hole. Ternyata, penampakan ini merupakan awan materi atau para ahli astronomi menyebutnya sebagai awan molekul gelap.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Awan ini mampu memblok semua cahaya yang melewatinya. Dikutip dari laman &lt;em&gt;Dailymail,&lt;/em&gt; interior awan molekul ini merupakan tempat paling dingin dan terisolasi di alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan aneh ini terbentuk karena konsentrasi tinggi dari debu dan gas molekul menyerap semua cahaya yang dipancarkan bintang di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli berhasil mengabadikan salah satu awan molekul gelap bernama Barnard 68, salah satu awan penting. Menurut para astronom, Barnard 68 relatif dekat bumi karena tak ada bintang yang tampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kemungkinan jaraknya bisa mencapai 500 tahun cahaya. Belum diketahui bagaimana awan molekul seperti Barnard terbentuk. Tapi, ilmuwan menduga awan ini tempat lahirnya bintang-bintang baru. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-738246031207159273?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nm78R7ejSPp4SkHTGHF-C3IBaOk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nm78R7ejSPp4SkHTGHF-C3IBaOk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nm78R7ejSPp4SkHTGHF-C3IBaOk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nm78R7ejSPp4SkHTGHF-C3IBaOk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/GQ7kAYoddr4" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-30T19:13:13.743-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/tempat-terdingin-dan-misterius-di.html</feedburner:origLink></item><item><title>Perang Terbesar Bangsa Belanda</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/Ro9_bBSsNlc/perang-terbesar-bangsa-belanda.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Sun, 29 Jan 2012 20:34:08 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-5604358165176508848</guid><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-A6N63qzs6A0/TkaH8rCp80I/AAAAAAAABBk/1gFGEBGUdXY/s1600/atjehaanval.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-A6N63qzs6A0/TkaH8rCp80I/AAAAAAAABBk/1gFGEBGUdXY/s1600/atjehaanval.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perang Aceh&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PAUL van 't Veer (1922-1979)  adalah seorang wartawan yang berminat besar pada sejarah dan sastra. Dia termasuk segelintir wartawan Belanda yang dianggap paling mengenal dan ahli tentang Indonesia. Hal itu terlihat dari sejumlah buku dan karangan lain hasil karyanya. Buku "&lt;b&gt;Perang Aceh, Kisah Kegagalan Snouck Hurgronje&lt;/b&gt;" merupakan salah satu bukti tentang kecintaannya terhadap sejarah, ketekunannya dalam meneliti, dan kecemerlangan intelektualnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semuanya itu terintegrasi secara mulus dalam gaya bahasa jurnalistiknya yang lancar sehingga menjadikan buku tersebut sebuah karya tulis yang bukan saja enak dibaca, tetapi juga perseptif dan analitis. Tanpa mengurangi makna sumbangan yang berharga dari buku ini setelah membacanya dengan teliti dan kritis sebagian pembaca barangkali akan memperoleh kesan bahwa buku ini rupanya terutama diperuntukkan bagi orang Belanda. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal itu antara lain jelas terlihat dari pendekatannya yang menempatkan Perang Aceh dalam perspektif perpolitikan dan kemiliteran Belanda, baik di dalam negeri maupun di Hindia Belanda serta dalam perkaitan internasionalnya dengan beberapa negara Eropa. Sejalan dengan itu dapatlah dimengerti kalau lukisan dan analisa tentang peranan pihak Belanda jauh lebih teliti, kritis, detail, luas, dan mendalam daripada gambaran perlawanan pihak Aceh. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku ini melukiskan dengan cermat dan hidup percaturan politik dan militer Belanda menjelang dan selama Perang Aceh, tetapi uraiannya tentang perpolitikan dan kemiliteran Aceh di zaman itu kurang memadai sehingga menimbulkan kesenjangan. Dari situ sekaligus tercermin kekuatan dan kelemahan karya ini. Kesenjangan yang kita kemukakan berpautan erat dengan dua pertanyaan pokok yang ingin dijawab oleh pengarang buku. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan pertama (dalam buku ini tercantum sebagai pertanyaan kedua) bersifat moral atau etis dan politik, yaitu: "Apakah perang ini dapat dibenarkan?" Oleh karena yang menjadi agresor atau pencetus perang ini adalah pihak Belanda, maka pertanyaan tersebut tertuju kepada mereka. Pertanyaan kedua (pertama dalam buku ini) bersifat militer, yaitu: "Apakah perang ini dilakukan dengan cara yang tepat?" Oleh karena yang melakukan perang atau yang memerangi adalah Belanda, maka pertanyaan itu juga tertuju kepada pihaknya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan perkataan lain, dua pertanyaan pokok ini mempersoalkan pihak Belanda dalam mencetuskan, melakukan, dan menyelesaikan Perang Aceh dari segi moral, politik, dan militer. Ditinjau dari pihak Belanda, menurut penulis buku ini, Perang Aceh adalah perang yang terbesar dan terberat yang pernah dilakukan bangsa itu. Dilihat dari segi waktu perang ini, yang menurut dia berlangsung dari tahun 1873 sampai 1942 lamanya dapat dibandingkan dengan Perang 80 Tahun yang pernah dialami Belanda di Eropa dahulu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-fP49toFazgQ/TkaIxN3bbUI/AAAAAAAABBo/WQCkV2KL7yo/s1600/22563.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-fP49toFazgQ/TkaIxN3bbUI/AAAAAAAABBo/WQCkV2KL7yo/s320/22563.jpg" border="0" height="320" width="217" /&gt;&lt;/a&gt;Dari segi jumlah korban yang tewas (lebih dari 100.000 jiwa, sebagian besar rakyat Aceh) perang ini merupakan peristiwa militer yang belum ada bandingnya bagi Belanda. Oleh karena itu, dapatlah dipahami mengapa perang ini berpengaruh besar dalam kehidupan politik dan militer Belanda selama berpuluh tahun. Uraian yang kritis serta analisa yang tajam tentang itu merupakan sumbangan yang berharga dari buku ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam Traktat London tahun 1824 yang ditandatangani Inggris dan Belanda, di samping menyetujui pertukaran Bengkulu (dari Inggris kepada Belanda) dengan Malaka (dari Belanda kepada Inggris), terdapat ketentuan bahwa Belanda berjanji tidak akan mengusik kemerdekaan Aceh dalam usaha perluasan kekuasaannya di Sumatera. Aceh yang merdeka kemudian dirasakan sebagai gangguan oleh Belanda baik dari segi kelancaran perdagangannya maupun dari segi keamanan kekuasaan kolonialnya di Nusantara. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal itu mendorongnya untuk menaklukkan Aceh sebagai daerah kekuasaannya. Dengan cerdik Belanda berhasil mengajak Inggris menyetujui Traktat Sumatera pada tahun 1871 yang antara lain menghapus ketentuan yang menjamin kemerdekaan Aceh dalam Traktat London tahun 1824. Sebagai imbalan Inggris memperoleh koloni-koloni Belanda di pantai Guinea dengan membayar nilai-nilai barang yang ada di sana. Traktat Sumatera membuka pintu bagi Belanda untuk mencaplok Aceh. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Multatuli, seorang tokoh moralis Belanda yang terkenal dengan buku karangannya Max Havelaar, melihat bahwa motif utama Belanda dengan Traktat Sumatera itu adalah untuk meluaskan kekuasaannya ke Aceh. Hal itu antara lain diamatinya dari kelakuan Gubernur Jenderal James Loudon yang berkedudukan di Buitenzorg. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bulan Oktober 1872 Multatuli menerbitkan surat terbukanya yang berjudul Surat kepada Raja, yang mengandung ramalan, sebagaimana dikutip oleh penulis buku ini, yang berbunyi: "Gubernur Jenderal Anda, Tuanku, dengan bermacam dalih yang dicari-cari, paling-paling berdasarkan alasan provokasi yang dibuat-buat, bersikap memaklumkan perang kepada Sultan Aceh dengan tujuan merampas kedaulatan kesultanan itu. Tuanku, perbuatan ini tidak berbudi, tidak luhur, tidak jujur, tidak bijaksana" (halaman 24). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 26 Maret 1873 melalui seorang komisaris yang dikirim ke Aceh surat pernyataan perang yang ditandatangani Gubernur Jenderal James Loudon diserahkan kepada Sultan Aceh. Maka, meletuslah perang Belanda di Aceh. Ramalan Multatuli bukan saja ternyata benar, tetapi juga kritik tajamnya yang mempertanyakan kebenaran moral atau etis dan politik dari perang itu rupanya terus hidup mewarnai perpolitikkan Belanda selama peristiwa berdarah itu berlangsung berpuluh tahun. Sebagian besar buku ini bercerita tentang perang itu sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada dua macam perang yang dilukiskan dan dianalisanya. Di Aceh, pembaca diajaknya mengikuti perang yang "benar-benar" melalui jalannya satu pertempuran ke pertempuran lain. Di luar medan laga itu, terutama di Negeri Belanda, kita disuguhinya gambaran yang mengasyikkan tentang "perang kertas" atau polemik yang tajam mengenai kebijaksanaan militer yang perlu diambil dalam melakukan dan menyelesaikan perang yang sesungguhnya. "Hampir tidak ada orang Belanda yang memainkan peranan utama dalam Perang Aceh yang tidak merasa terpaksa mempertahankan kebijaksanaannya di depan umum" (halaman 97). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kxSiMmGQ_ug/TkaHoQTeDzI/AAAAAAAABBg/zmDZMCfdhoc/s1600/tentara-belanda1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-kxSiMmGQ_ug/TkaHoQTeDzI/AAAAAAAABBg/zmDZMCfdhoc/s1600/tentara-belanda1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hal itu telah berperan besar dalam memperbanyak karya tulis tentang perang ini. Menurut Van 't Veer sampai 1945 tidak ada peristiwa dari sejarah kolonial Belanda yang menggugah begitu banyak tulisan seperti Perang Aceh. Ada sekitar 150 buku atau brosur yang seluruhnya membahas perang tersebut, dan itu belum termasuk karya-karya tulis seperti buku-buku pedoman dan artikel-artikel majalah yang tak terhitung banyaknya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang disebut "perang kertas" itu adalah polemik tajam antara penganut garis lemah dan pentolan Garis keras dalam kebijaksanaan militer dalam perang. Di kubu garis lemah terdapat Jenderal Van Swieten sebagai salah seorang tokoh utamanya, sedangkan di kubu garis keras terdapat Jenderal Verspijck, Snouck Hurgronje, dan Jenderal Van Heusz. Penganut garis lemah tidak dapat membenarkan cara-cara kekejaman yang luar biasa dan bumi hangus dalam perang, sedangkan pihak garis keras berkeyakinan bahwa Aceh tidak bisa ditaklukkan dengan bujukan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Garis keras mendapat angin ketika Teuku Umar, yang pernah bekerja sama dengan Belanda kembali melakukan perlawanan. Jenderal Van Heutsz dan Snouck Hurgronje memanfaatkan pembelotan Teuku Umar itu untuk melaksanakan garis keras mereka. Maka, perang Belanda di Aceh menjadi semakin berdarah. Kekejaman Belanda dengan pasukan marsose-nya semakin menjadi-jadi. Bukan saja lawan bersenjata yang dibunuh, melainkan terkadang juga kaum wanita dan anak-anak yang tak berdaya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Antara tahun 1899 dan 1909, yang terkenal sebagai "sepuluh tahun berdarah", tercatat 21.865 orang Aceh yang tewas atau sekitar empat persen dari penduduk, sedangkan di pihak Belanda hanya 508 orang. Satu per satu kubu perlawanan orang Aceh dihancurkan. Rumah-rumah dibumihanguskan. Daerah-daerah tertentu menjadi sunyi sepi ditinggalkan bertahun-tahun oleh mereka yang berhasil lolos. Bahkan ribuan yang menyingkir jauh sampai ke Pulau Penang. Di samping ada yang menyerah, banyak pula yang melawan sampai titik darah terakhir. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu kisah keberanian perlawanan Aceh yang luar biasa diperlihatkan oleh keluarga Teungku Cik Di Tiro, Syekh Saman. Ulama besar ini tewas pada tahun 1891, tetapi perjuangan diteruskan oleh anak-anak dan cucu-cucunya. Dalam tahun 1896 tewas pula anak tertua dari lima putranya. Empat lainnya dan dua cucunya gugur dalam perlawanan antara tahun 1904 dan 1909. Dalam menghadapi kubu perlawanan keluarga ulama besar ini Belanda betul-betul menemukan salah satu contoh terbaik dari keberanian orang Aceh yang luar biasa. "Tidak satu pun dari pemimpin-pemimpin pemberontakan itu yang menyerah hidup-hidup" (halaman 220). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-VnTZ7OkfeWg/TkaJaWyCEkI/AAAAAAAABBs/SsglmfMyybk/s1600/p12602n02.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-VnTZ7OkfeWg/TkaJaWyCEkI/AAAAAAAABBs/SsglmfMyybk/s320/p12602n02.jpg" border="0" height="219" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Sebenarnya dengan patahnya kubu perlawanan besar terakhir yang dipimpin oleh ulama-ulama di Tiro tersebut pada permulaan dekade kedua abad ini Belanda telah berhasil memenangkan perangnya di Aceh. Tetapi apakah rakyat Aceh merasa telah ditaklukkan? Rupanya, tidak. Paling kurang masih banyak yang tidak merasa begltu. Mereka memang kalah perang, tetapi tidak merasa takluk. Hal itu antara lain terbukti dari masih bermunculannya perlawanan berdarah, meskipun dalam skala kecil-kecil, sesudah kubu perlawanan besar terakhir dilumpuhkan Belanda. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan dalam bulan Februari dan Maret 1942, menjelang mendaratnya Jepang, terjadi lagi gerakan pemberontakan dengan metode gerilya lama. Belanda segera mengirimkan pasukan marsose yang selama perang mereka di Aceh telah membuktikan keampuhannya sebagai pasukan "kontragerilya" yang efektif. Itulah sebabnya mengapa penulis buku yang diresensi ini sampai menyimpulkan bahwa "Perang Acek"' berlangsung selama 69 tahun dan baru berakhir pada tahun 1942. Tentang kapan berakhirnya perang tersebut memang ada beberapa pendapat yang berbeda dengan apa yang dikemukakan oleh Van 't Veer. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu pendapat yang cukup kuat ialah yang mengemukakan bahwa perang itu sebenarnya sudah berakhir setelah Belanda berhasil melumpuhkan kubu perlawanan besar orang Aceh terakhir yang dipimpin oleh ulama-ulama di Tiro pada permulaan dekade kedua abad ini, tahun 1910-1913. Dengan itu Belanda praktis telah memenangkan perangnya dan menjadikan Aceh salah satu bagian dari daerah jajahannya di Nusantara ini. Bahwa masih terjadi perlawanan kecil-kecilan sesudah itu, sebagian ahli sejarah Aceh barangkali menganggapnya sebagai masalah keamanan di dalam salah satu wilayah kekuasaan kolonial, bukan bersiht kelanjutan perang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendapat seperti ini tentu didasarkan pada definisi "perang" yang rupanya berbeda dengan definisi yang dianut oleh penulis buku ini. Meskipun buku ini mengandung beberapa kelemahan yang sebagian telah dikemukakan, pada dasarnya ia merupakan karya yang berharga dalam menambah pengetahuan kita. Uraiannya kritis, analisanya tajam, gaya bahasanya enak sehingga asyik membacanya. Betapapun juga buku ini melihat permasalahan yang dikajinya dari perspektif perpolitikan dan kemiliteran Belanda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-5604358165176508848?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jX6sVD3eBZ0LMjt8nlxhuh-4WY0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jX6sVD3eBZ0LMjt8nlxhuh-4WY0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jX6sVD3eBZ0LMjt8nlxhuh-4WY0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jX6sVD3eBZ0LMjt8nlxhuh-4WY0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/Ro9_bBSsNlc" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-29T20:34:08.123-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-A6N63qzs6A0/TkaH8rCp80I/AAAAAAAABBk/1gFGEBGUdXY/s72-c/atjehaanval.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/perang-terbesar-bangsa-belanda.html</feedburner:origLink></item><item><title>Menemukan Kembali Jejak Istana Daruddunia</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/H3o4gV3EORs/menemukan-kembali-jejak-istana.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Sun, 29 Jan 2012 20:32:24 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-325435638710057176</guid><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-g6n4UmMAUNM/Tk8W0SDN5mI/AAAAAAAABCk/Qyc8yho4Hwc/s1600/istanadaruddunya.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-g6n4UmMAUNM/Tk8W0SDN5mI/AAAAAAAABCk/Qyc8yho4Hwc/s1600/istanadaruddunya.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Istana Daruddunia Kerajaan Aceh Darussalam, Dalam Imajinasi Lukisan&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Sebuah kota mencerminkan value dan tingkat peradaban masyarakat di wilayah tersebut. Tingkat peradaban dalam pembangunan kota antara lain ditentukan oleh penggunaan teknologi dalam perencanaan pembangunan kota tersebut. Membaca dan mendengar kebesaran sejarah Aceh, rasanya sulit menemukan bukti-bukti kebesaran peradaban Aceh masa lalu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Diskusi tentang peradaban manusia dari primitive, modern, postmodern dan seterusnya menimbulkan pertanyaan besar tentang apa dan siapa sebenarnya Aceh. &lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(230, 145, 56);"&gt;Apakah kebesaran peradaban Aceh adalah benar adanya ?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; Atau pendahulu negeri itu hanya membesar-besarkan cerita kepahlawanan dan kepemimpinannya tanpa ada bukti? Apa alasan untuk membantah bahwa Aceh baru mengenal modernisasi dan sedang dalam proses meninggalkan budaya primitif? Apa tidak mungkin sebaliknya? &lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(106, 168, 79);"&gt;Apa pun jawabannya, istana adalah salah satu simbol peradaban yang akan memberi input terhadap value, ethic dan prinsip yang dipakai dalam pembangunan Aceh pada masa lalu dan sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Pertanyaan umum yang muncul adalah: &lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(230, 145, 56);"&gt;Jika Aceh pernah besar, dimana bukti-bukti kebesaran peradaban Aceh pada masa lalu?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; Berbicara tentang kebesaran peradaban pada masa kerajaan, pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah: "Istana dan lingkungan sekitarnya seharusnya merupakan tolok ukur bagaimana perencanaan fisik kota pada masa lalu pernah diterapkan di Aceh. &lt;span class="Apple-style-span"  style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan itu terjawab oleh sebuah foto istana Aceh yang dibuat Belanda dengan detil, sesaat setelah istana direbut oleh pasukan Belanda saat agressi militer ke-2.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3kF40F7BLtk/TyKyON86-UI/AAAAAAAACwI/Z6GglMOKfIM/s1600/petaac.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-3kF40F7BLtk/TyKyON86-UI/AAAAAAAACwI/Z6GglMOKfIM/s1600/petaac.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Peta Area Istana Daruddunia&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Dari foto istana Aceh, istana Aceh tersebut secara fisik dapat dijelaskan sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:orange;"&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, karakteristik umumnya adalah :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Memiliki batas yang jelas antara kawasan dalam dan luar istana, &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Terbagi atas kawasan inti dan pendukungnya, &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Memiliki fungsi sebagai benteng, pusat administrasi pemerintahan dan simbol kemajuandalam bidang arsitektur, seni dan perencanaan kota, dan&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Bangunan fisik bukan hanya kombinasi bangunan permanen dan tidak permanen, tetapi juga dengan attribut landscape seperti pemandangan sungai, gunung, pepohonan yang dipilih dengan sengaja (misalnya karena warna daun, aroma, fungsi peneduh , dsb). &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:orange;"&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, batas komplek istana istana. Berdasarkan peta, kawasan diperkirakan memiliki batas sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(106, 168, 79);"&gt;Depan kanan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;: pertemuan Krueng Daroy dan Krueng Aceh. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(106, 168, 79);"&gt;Kiri depan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;: Pintu Masuk Mesjid Baiturrahman, atau sudut kiri ex halaman Hotel Aceh &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(106, 168, 79);"&gt;Samping Kanan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: dibatasi oleh dinding di sekitar samping Kandang Meuh (Sekarang Komplek BAPERIS) &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(106, 168, 79);"&gt;Samping Kiri&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; memiliki dinding pembatas yang diperkirakan memisahkan halaman taman Gunongan dan Pinto Khop dengan kawasan luar. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(106, 168, 79);"&gt;Batas belakang kanan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah sudut kanan lapangan Neusu, dulunya lapangan itu disebutkan difungsikan sebagai tempat menambat gajah. Menurut Peter Mundy, jumlah Gajah kerajaan sekitar 800 ekor, sehingga wajar jika panjang kawasannya lebih kurang sama dengan lebar kawasan istana. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(106, 168, 79);"&gt;Batas belakang kiri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; adalah sudut kiri lapangan Neusu. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(230, 145, 56);"&gt;&lt;b&gt;Seluruh kawasan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; ini dipagari oleh dinding. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:orange;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, kawasan makam. Sebelah kanan sungai Kr. Daroy adalah wilayah makam raja-raja dan pos pengawas. Sebelah kiri Kr. Daroy dapat diklasifikasikan atas kawasan inti (dalam), taman, bangunan pendukung pusat pemerintahan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:orange;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, kawasan inti. Kawasan ini merupakan tempat tinggal Sultan, sekarang adalah kawasan pendopo (lihat no. 1 di peta) sebelum dipisah oleh jalan di samping anjong Mon Mata. Hampir berbentuk segi empat dengan ketinggian yang tidak sama dengan daerah bawahan. Peta menunjukkan adanya batas antara kawasan inti dengan kawasan pendukung. Bukti sejarah hanya menyatakan kawasan inti memilki dinding pemisah dengan kawasan pendukung.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lqDCRlYanGE/TyK288AveDI/AAAAAAAACwY/LvWaiDtwlk8/s1600/Istana+Daruddunia-atjehcyber.tk.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-lqDCRlYanGE/TyK288AveDI/AAAAAAAACwY/LvWaiDtwlk8/s1600/Istana+Daruddunia-atjehcyber.tk.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Istana Tampak dari jarak dekat (Lihat foto paling atas) - Dalam Lukisan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Foto-foto saat kawasan istana baru ditaklukkan menunjukkan adanya kawasan dengan tanah yang lebih tinggi dan lebih rendah. Dengan mengasumsikan bangunan istana Aceh mengambil inspirasi dari bangunan istana negara sahabatnya yang meninggikan kawasan inti, diperkirakan kawasan ini lebih tinggi agar bangunan istana pun menjadi bangunan tertinggi sesudah Mesjid Raya Baiturrahman. Halaman depan istana disebutkan oleh Bustanussalatin sebagai hamparan padang rumput untuk pacuan kuda keluarga raja. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Bukti pendukung bahwa kawasan ini sengaja ditinggikan dapat dilihat dari perbedaan tinggi kawasan Taman Putroe Phang dengan rumah militer yang sejajar dengan Kawasan Pendopo. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(106, 168, 79);"&gt;Batas Kanan Depan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; : sebelum jembatan pertama dari dua jembatan penghubung antara sebelah kanan dan kiri sungai. Bersebelahan dengan pintu masuk kawasan Dalam &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(106, 168, 79);"&gt;Batas Kiri Depan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; : wilayah kiri depan adalah wilayah kemiliteran dengan bangunan yang tidak terlalu berbeda dengan istana. Hal ini disebabkan karena jika raja memiliki lebih dari satu putra mahkota, mereka akan menjadi pemimpin di kawasan kemiliteran. Bentuk arsitektur istana seperti ini juga yang menyebabkan pasukan Kohler bingung menentukan lokasi bangunan istana. Menurut Aceh Sepanjang Abad, pasukan Belanda terjebak dalam pertempuran karena gagal membedakan antara lokasi istana, Makam Poteujemaloy (sekarang jadi lokasi dapur dan tempat jemuran Bakso Hendra Hendri), dan Komplek taman dan makam 12 Sultan pendiri Kerajaan Aceh (Kandang XII &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(106, 168, 79);"&gt;Batas kanan belakang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; adalah pertemuan Krueng Aceh dan Kr. Daroy. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(106, 168, 79);"&gt;Batas Kiri Belakang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; berhadapan dengan pintu masuk kawasan taman (Pinto Khop) &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="margin: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:orange;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, rumah keluarga Sultan. Kawasan Neusu adalah rumah keluarga Sultan Aceh yang diambil seluruhnya oleh Serdadu Belanda sebagai komplek tentara mereka. Selanjutnya, Belanda menggunakannya untuk perumahan pegawai Kereta Api. Mengherankan, mengapa denah istana di kawasan inti ada pada arsitek Itali yang melukiskan dengan detail ruang raja, rumah pangeran, lokasi tiang bendera, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:orange;"&gt;Keenam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, Kawasan Taman. Bustanussalatin karangan Syiah Kuala melukiskan Taman Darul Isky memiliki banyak bangunan pendukung (pagoda cina, air mancur, , tiga buah tempat cui rambut putri, patung bejana yang menumpahkan air ke sungai krueng daroydll). Makam di sebelah gunongan adalah makam raja turunan Melayu dengan peti emas. Emas tersebut sebagian masih di Museum Aceh dan sisanya di bawa ke Jakarta awal 1990-an.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Taman ini pernah difungsikan sebagai tempat rekreasi bagi para tamu terhormat kerajaan yang mengunjungi Aceh dan para pedagang besar yang ingin membeli lada di Aceh. Misalnya Admiral De Bealieau dari Perancis, yang memberi deskripsi detil tentang bangunan dan taman istana. Sangat disayangkan, dokumen Bustanussalatin tidak memiliki lagi lembaran yang menunjukkan kawasan penyimpanan harta kerajaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Bangunan atap pinto khop secara sengaja atau tak sengaja hampir sama dengan bangunan istana Cina, Korea, Jepang yang memiliki dasar arsitektur yang sama. Lihat:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-FEHkrzazT_Q/TyKzXw8ATwI/AAAAAAAACwQ/rZu_b0-yGxo/s1600/ac.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-FEHkrzazT_Q/TyKzXw8ATwI/AAAAAAAACwQ/rZu_b0-yGxo/s400/ac.jpg" border="0" height="220" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Atap bangunan Pinto Khop&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="margin: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:orange;"&gt;Ketujuh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, dinding istana. Belum ada bukti kuat tentang tinggi dinding istana. Namun, peta yang dibuat pedagang spanyol di bawah mengindikasikan dinding lebih tinggi dari gajah, atau sekitar 3-4 meter, sedangkan untuk gerbang lebih tinggi. Arsitektur gerbang dan penggunaan gajah di Aceh tidak lepas dari pengaruh kebudayaan Mughal. Sehingga, bukan tidak mungkin jika gerbang istana Aceh mengikuti gaya gerbang Mughal. Asumsi itu didukung oleh foto dibawah.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://jagadfakta.files.wordpress.com/2011/08/ac3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://jagadfakta.files.wordpress.com/2011/08/ac3.jpg" border="0" height="216" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Lukisan Pedagang Spanyol abad 16.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Foto yang dibuat Peter Mundy juga menunjukkan bahwa bangunan dalam istana sudah mengenal penggabungan bangunan permanen dan tidak permanen. Misalnya, bangunan untuk menonton adu gajah, ada bangunan berbentuk benteng yang di atasnya memiliki tiang-tiang tanpa dinding untuk tempat duduk raja dan dayang-dayangnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://jagadfakta.files.wordpress.com/2011/08/ac2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://jagadfakta.files.wordpress.com/2011/08/ac2.jpg" border="0" height="192" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Source: the Early of Indonesian Modern History&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="margin: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Untuk dinding Mesjid raya, foto ini mengisyaratkan bahwa dinding kompleks mesjid raya lebih tinggi dari gajah, sehingga pelukisnya Peter Mundy hanya bisa membuat sketch atap Mesjid Raya saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://jagadfakta.files.wordpress.com/2011/08/ac4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://jagadfakta.files.wordpress.com/2011/08/ac4.jpg" border="0" height="223" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Source: the Early of Indonesian Modern History&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:orange;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:orange;"&gt;&lt;i&gt;Kedelapan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, sungai sebagai bagian dari istana dan benteng. Banyak ahli sejarah sudah memberikan bukti adanya kaitan antara kebudayaaa Aceh dengan Mughal di India. Keberadaan sungai sebagai bagian dari benteng dan istana juga ditemukan dalam pembangunan Taj Mahal dan Benteng Agra di India (Lihat gambar paling atas).&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Mungkin mengaitkan bangunan Taj Mahal dengan istana Aceh terdengar berlebihan. Namun, pembangunan Makam Emas untuk Sultan Iskandar Tsani sangat bernuansa kisah dibalik Taj Mahal. Bedanya, Tajmahal adalah bangunan persembahan raja untuk permaisuri, sedangkan bangunan makam dan taman disamping gunongan adalah persembahan sang permaisuri, Tajul Alam Safiatuddin, kepada suaminya. Makam itu diyakini telah dijarah habis-habisan namun lokasinya tepat di pinggir Krueng Daroy. Tidak jauh beda dengan ide pembangunan Taj Mahal tepat di pinggir Sungai Agra. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(246, 178, 107);"&gt;Diskusi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Istana Aceh mengenal zona inti dan pendukung, yang dipisahkan dengan bangunan permanen, non permanen, sungai dan tumbuh-tumbuhan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Kawasan istana ikut memberi kontribusi terhadap kesehatan lingkungan kawasan pendukungnya, dan luar kawasan istana. Penderita pertama dari pencemaran sungai Krueng Daroy yang bermuara Mata Ie adalah keluarga kerajaan. Sehingga, kebersihan sungai menjadi concern kesultanan. ini menarik mengingat lingkungan sehat sudah menjadi concern di Aceh sejak abad XVI.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:inherit;"&gt;Fasilitas kerajaan banyak yang didirikan di sepanjang sungai yang mengalir ke komplek istana. Mempertimbangkan pentingnya pengamanan sungai, misalnya untuk antisipasi banjir dan racun yang ditebarkan musuh, tidak mungkin jika sungai ini tidak diawasi oleh aparatur kerajaan. Situasi ini mengindikasikan bahwa konsep one river one management tidak mungkin belum dipraktikkan dalam management kota di Aceh tempo dulu. [FJ, Aceh Initiative]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;address&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address&gt;&lt;/address&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;1. A. Hasymi (1994) Kebudayaan Aceh dalam Sejarah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;2. Reid, Anthony (1996) Indonesian Heritage; Early of Modern History&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;3. Aceh Sepanjang Abad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;4. artscraftindonesia.com&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-325435638710057176?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BVKg7Yyi-VtzEzWsET4Otp8Cc7g/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BVKg7Yyi-VtzEzWsET4Otp8Cc7g/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BVKg7Yyi-VtzEzWsET4Otp8Cc7g/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BVKg7Yyi-VtzEzWsET4Otp8Cc7g/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/H3o4gV3EORs" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-29T20:32:24.395-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-g6n4UmMAUNM/Tk8W0SDN5mI/AAAAAAAABCk/Qyc8yho4Hwc/s72-c/istanadaruddunya.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/menemukan-kembali-jejak-istana.html</feedburner:origLink></item><item><title>Wali Songo Periode 1</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/MXmxYGmuKy8/wali-songo-periode-1.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Sun, 29 Jan 2012 20:29:42 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-4757636353699562192</guid><description>Pada waktu Sultan  Muhammad I  memerintah Usmani Turki dia seorang Khalifah yang tangguh dan bijak . Masa Pemerintahan Muhammad I adalah (1403 -1421 M). Beliau menanyakan perkembagan agama Islam kepada pedagang Gujarat (India), dari mereka Sultan mengetahui bahwa di PulauJawa ada dua kerajaan besar (Hindu) yaitu Majapahit dan Pajajaran. Diantara rakyatnya (sebagian kecil) ada yang beragam Islam namun cuma sebatas dari pedagang Gujarat yang nikah dengan penduduk pribumi di kota 2 pelabuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sang Sultan kemudian mengirimi surat kepada pembesar Islam di Afrika Utara dan Timur Tengah, isinya meminta para Ulama yang mempunyai karomah untuk dikirim ke Pulau jawa, maka terkumpulah sembilan ulama berilmu tinggi serta mempunyai karomah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sembilan orang itu akan dibagi menjadi tiga bagian, Jawa Timur tiga orang ulama, Jawa Tengah tiga orang ulama, Jawa Barat tigga ulama dengan masa bhakti satu abad, apabila terjadi ada yang wafat atau pindah dari Pulau Jawa harus mengadakan rapat untuk mencari penggantinya. Kesembilan ulama tersebut selanjutnya dilembagakan dan ditetapkan dengan sebutan WALI SONGO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pada tahun 808 Hijriah = 1404 M para ulama itu berangkat ke P Jawa, Mereka adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Maulana Malik Ibrahim/Sunan Gresik) (berasal dari Turki) , ahli mengatur negara,yang dianggap yang pertama kali menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Syeh Maulana Malik Ibrahim dalam cerita rakyat kadang-kadang juga disebut dengan nama Kakek Bantal. Ia mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Ia merangkul masyarakat bawah, dan berhasil dalam misinya mencari tempat di hati masyarakat sekitar yang ketika itu tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara.Selain itu, ia juga sering mengobati masyarakat sekitar tanpa biaya. Sebagai tabib, diceritakan bahwa ia pernah diundang untuk mengobati istri raja yang berasal dari Champa (Thailand)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Maulana ishaq (SAMARKAN/dekat BUHAIRA RUSIA SELATAN),  ahli pengobatan, datang ke tanah Jawa pada tahun 1404 Masehi bersama dengan ayahnya (Syeh Maulana Ahmad Jumadil Qubro) dan saudaranya (Syeh Maulana Malik Ibrahim). Syeh Maulana Ishaq pada awal datang di tanah Jawa menetap di Gresik. Kemudian ke Blambangan dan selanjutnya ke Pasai (Singapura) dan beliau wafat di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Maulana Ahmad jumadil Kubro (MESIR dan ada yang mengatakan dari UDZBEKISTAN), beliau berdakwah keliling, makamnya di Troloyo, Trowulan Mojokerto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4.Maulana Muhammad Al Maghrobi (MAGHRIB MAROKO)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. Maulana Malik isroil (TURKI), ahli mengatur negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6. Maulana Muhammad Ali AKbar. (PERSIA), ahli Pengobatan dan pertanian berdakwah di Jawa Tengah, Wafat di daerah Gunung Santri Cilegon Jawa Barat tahun 1435 M.;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   7. Maulana Hasanudin (PALESTINA) dakwah keliling, dimakamkan tahun 1462 di samping masjid Banten Lama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   8. Maulana Aliyudin (PALESTINA), dimakamkan tahun 1462 di samping masjid Banten Lama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   9. Syeh Subakir, asal PERSIA, ahli menumbali tanah angker yang dihuni jin jahat, beberapa waktu di Jawa lalu kembalidan wafat di persia tahun 1462.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Jadi Pada saat itu KHALIFAH Islam mau memikirkan nasib kita Umat yang ada di pulau Jawa  dan Nusantara (Indonesia) umumnya, sebaiknya kita Balas budi jasa mereka dengan mengisi hidup dan anak cucu kita dengan ajaran ISLAM yang baik….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-4757636353699562192?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ctBhWeFPDxuVLQXjzHR5B9oRPZQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ctBhWeFPDxuVLQXjzHR5B9oRPZQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ctBhWeFPDxuVLQXjzHR5B9oRPZQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ctBhWeFPDxuVLQXjzHR5B9oRPZQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/MXmxYGmuKy8" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-29T20:29:42.114-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/wali-songo-periode-1.html</feedburner:origLink></item><item><title>Adam dan Hawa: Mankind Is One</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/QeuOtiO33y8/adam-dan-hawa-mankind-is-one.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Sun, 29 Jan 2012 20:29:15 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-7229600366063007338</guid><description>Adam dan Hawa Alien? Bukankah Adam tidak diciptakan di bumi, melainkan disuatu tempat di langit ruang angkasa yang bernama surga? Bila disebutkan dibuat dari tanah tentunya itu tanah di surga dan bukan dari planet bumi. Lalu diturunkan ke muka bumi karena dosa makan buah larangan di taman surga itu. Mirip seperti Superman yang dilahirkan di planet Crypton yang dikirim ke bumi dengan kapsul oleh ayahandanya, karena planet itu terancam bencana besar alias kiamat. Tetapi ini menurut lamunan saya, lho. Jangan diambil hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AL-FANN AL-QASHASHI FI AL-QURAN AL-KARIM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Al-Quran bukan Kitab Sejarah. Unsur sejarah didalamnya tidak penting. Yang penting adalah hikmah pelajarannya. Demikian M.A. Khalafulah seorang muslim sarjana sastra Arab, dalam disertasinya dihadapan civitas academica Univ. Al Azhar Kairo, 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah itu, demikian beliau lebih lanjut, bahwa manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin di muka bumi. Untuk itu dia harus senantiasa siap menghadapi godaan iblis kapan pun dan dimana pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Quran [2 : 30-38]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah 36 kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini 37 . yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu 38 dan dikeluarkan dari keadaan semula 39 dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Adam menerima beberapa kalimat 40 dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.&lt;br /&gt;Demikian Tuhan berkehendak menjadikan khalifah di muka bumi. Diciptakannya manusia, makhluq baru bernama Adam, yang berpotensi membuat kerusakan dan menumpahkan darah. Dan Dia Maha Bijaksana, diberi Adam naluri-naluri intelegensia, kehendak, inisiatif, dismpurnakan jiwanya itu dengan naluri kefasikan dan ketakwaan. Kelak di dunia Adam dan keturunannya harus berhadapan dengan iblis yang sakti dan tak terlihat tetapi dapat menggejala dalam wujud siapa saja dan apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Menurut Perjanjian Lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah menciptakan alam semesta beserta segala tumbuhan dan hewan di muka bumi, Tuhan berkenan menciptakan seorang manusia dari debu tanah dan meniupkan ke dalam hidungnya nafas kehidupan (breath of life) dan manusia itu menjadi jiwa yang hidup (a living soul). Tuhan juga menyiapkan suatu taman di Eden dengan tetumbuhan dan pepohonan yang indah dan bagus untuk dimakan buahnya; serta ditengah-tengah taman itu pohon kehidupan dan pohon pengetahuan baik dan buruk (good and evil). Di sana mengalir empat sungai Pishon, Gihon, Tigris, dan Euphrates.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan lalu menempatkan manusia Adam di dalam taman itu untuk memelihara taman itu beserta isinya. Tuhan memerintahkannya: “Kamu bebas memakan dari setiap pohon di dalam taman ini; tetapi jangan kamu memakan buah dari pohon pengetahuan baik dan buruk; karena ketika kamu memakannya kamu akan mengenal mati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kemudian Tuhan membuat Adam tidur nyenyak, mengambil sepotong tulang rusuk Adam, dan menciptakannya menjadi seorang perempuan. Adam memberi nya nama Eve (Hawa), yang lalu menjadi isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara semua binatang maka ular yang paling licik dan mempunyai maksud jahat dan ia menggoda Hawa (Eve): “Tidak, engkau sama sekali tidak akan mati dengan memakan buah larangan itu. Tetapi Tuhan (Lord God) tahu bahwa apabila kamu memakannya mata kamu akan terbuka dan kamu akan, seperti halnya tuhan-tuhan (like gods), menjadi maha-mengetahui baik dan buruk (maha-bijaksana). Hawa pun tergoda dan demikianlah ia memakan buah larangan itu dan memberi Adam sebuah lagi untuk dimakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Quran meluruskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, bukan begitu. Adam tidak diciptakan di kawasan bumi mana pun, melainkan di surga. Adam dan isterinya diturunkan ke bumi di suatu tempat yang juga tak terlokalisir. Artinya, Adam itu bukan hanya leluhur umat Yahudi, melainkan leluhur umat manusia semua. (Itu adalah tafsir dan menjadi hikmah berikutnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir Di Persimpangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat di sekitar Mekah dan Medinah sudah sejak lama mengenal kisah tersebut dari penuturan kaum Yahudi dan Nasrani. Al Quran juga memberikan kisah itu tetapi dalam format yang sangat pendek dan sederhana. Bahkan nama isteri Adam yakni Hawa atau Eva tidak disebutkan; juga asal-usulnya. Tampaknya hal itu kemudian menjadi bahan hujatan dari kaum kafir sebagai kisah yang “miskin sejarah” dan umat Islam pun merasa tidak terpuaskan. Para ahli tafsir klassik kemudian mengambil prakarsa untuk merekayasa suatu gabungan kisah Taurat dan al-Quran. Banyak versi beredar, di antaranya petikan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Wahab ibn Munabbih al-Yamani. Ketika Iblis hendak masuk surga ia dihadang oleh malaikat penjaga surga. Kemudian datanglah seekor ular besar berkaki empat yang akan masuk surga juga. Kesempatan itu digunakan oleh iblis dengan masuk ke dalam mulutnya dan ditelan oleh ular itu dalam perutnya. Setelah sampai di dalam surga, iblis keluar dari mulut ular itu dan mulai menggoda Adam. Karena ular tersebut bersalah, ia dilaknat oleh Allah. Kakinya hilang sehingga ia hanya bisa berjalan dengan perutnya. Dan ular tersebut akhirnya menjadi musuh bebuyutan anak cucu Adam seperti Iblis. (M.A Khalafullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu tafsir lain menyebutkan bahwa Adam diturunkan di suatu tempat di India dan Hawa diturunkan di Afrika dekat Madagaskar, mereka kemudian mengembara saling mencari selama 40 tahun, dan akhirnya bertemu di suatu tempat di dekat kota Mekah. Tempat itu bahkan diabadikan dengan nama Jabal Rahmat. Dan masih banyak tafsir lain yang umumnya mengkisahkan hal-hal yang fantastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad A. Khalafullah dalam disertasi yang berjudul “Al Quran Bukan Kitab Sejarah” menyanggah tafsir-tafsir yang menggunakan pendekatan sejarah sebagai tidak bernalar dan salah besar. Sebuah cukilan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perbedaan penafsiran dalam kisah ini berangkat dari adanya perbedaan deskripsi tentang keluarnya Nabi Adam dari surga yang disebutkan al-Quran dan Taurat. Al Quran menyebutkan bahwa keluarnya Adam dari surga adalah karena Iblis. Sementara Taurat mengatakan bahwa yang mengeluarkannya dari tamana Eden adalah seekor ular.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena pemahaman Islam telah disibukkan dengan unsur-unsur sejarah seperti di atas, maka jarang sekali para penafsir memberikan porsi yang layak untuk membahas hikmah, nilai dan pesan-pesan yang tersirat dalam kisah tersebut. Kesimpulannya dapat dikatakan bahwa para penafsir yang menggunakan metode pendekatan sejarah ini telah terjebak ke dalam penafsiran yang tidak substantif.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Abduh dalam “Tafsir al-Manar” menulis antara lain seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…. masih ada dua persoalan kontroversial yang sering diperdebatkan manusia. Pertama, masalah penciptaan Hawa dari salah satu tulang rusuk Nabi Adam, dan kedua, persoalan sakralitas Adam. Untuk masalah pertama tidak satu ayat pun yang menyinggung hal ini. Cerita yang berkaitan dengan hal ini tidak diketemukan dalam al-Quran seperti yang diceriterakan secara historis oleh Taurat yang dipegang oleh para ahli kitab.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Al Quran hanya menyebutkan kisah penciptaan Adam dan proses penciptaan alam yang akan disempurnakan dengan kehadliran Adam di dalamnya, maka dari itu Allah menganugerahkan ilmu kepada Adam supaya dia mengetahui dan menegakkan hukum-hukum dan sunatullah di bumi. Dalam cerita itu juga disebutkan bahwa sebagai seorang khalifah di bumi Adam tidak akan lepas dari godaan setan. Dalam cerita itu, waktu dan tempat kejadian tidak disebutkan. Hal itu karena sejarah tidak menjadi tujuan al-Quran, karena perosalan-persoalan sejarah bukan merupakan pokok perhatian agama. Agama melihat sejarah hanya sebagai kaca perbandingan saja. Demikianlah waktu dan tempat kejadian tidak disebutkan seperti yang diceritakan dalam Perjanjian Lama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan yang terdapat dalam Perjanjian Lama tersebut akhirnya menjadi sebab munculnya kritik atas proses kejadian alam dan sejarah penciptaan Adam yang diyakini umat Nasrani. Berdasarkan logika sejarah yang disebutkan dalam Taurat, kedua unsur tadi tidak masuk akal, para ahli kitab banyak menggunakan takwil untuk membenarkan kisah tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut ditulis M. Khalafullah dalam disertasinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setelah melihat dan mengkaji berbagai fenomena kisah-kisah tadi, saya yakin tidak seorang pun meragukan eksistensi kisah permisalan dalam al-Quran dan mengakuinya sebagai hasil imajinasi. Akan tetapi, yang perlu digaris bawahi, eksistensi khayalan dalam kisah-kisah al-Quran ini adalah tidak lebih dari kesengajaan Allah untuk memenuhi kebutuhan manusia akan unsur khayalan tersebut dan untuk menyelaraskan kisah-kisah-Nya dengan gaya bahasa manusia. Artinya, Allah swt dalam permisalan ini seakan-akan berkomunikasi dengan manusia dalam bahasa dan kebiasaan mereka dalam berbicara”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pun, orang-orang jaman dulu, bahkan sampai jaman modern ini, sangat banyak tidak memahami hikmah yang mulia itu. Mereka lebih tertarik kepada mitologi atau dongeng yang menina-bobokkan, yang aneh-aneh yang dianggap nyata, yang kemudian menjadi dogma.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;Soetarno Wreda&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-7229600366063007338?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7El9TOveCWm3nZ6IVyI2SHyF7LI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7El9TOveCWm3nZ6IVyI2SHyF7LI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7El9TOveCWm3nZ6IVyI2SHyF7LI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7El9TOveCWm3nZ6IVyI2SHyF7LI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/QeuOtiO33y8" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-29T20:29:15.841-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/adam-dan-hawa-mankind-is-one.html</feedburner:origLink></item><item><title>Prasasti Telapak Kaki Padang Guci Hulu Kaur Bengkulu</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/fE2zD2J334s/prasasti-telapak-kaki-padang-guci-hulu.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Sun, 29 Jan 2012 20:28:33 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-2336928132361857828</guid><description>Menurut  warga yang  pernah berkebun wilayah ini, dulunya diatas batu besar ini terdapat lubang telapak kaki  yang kedalamannya hingga batas lutut, terdapat  tulisan-tulisan dan lubang besar yang menyerupai tempat orang duduk. Namun akibat dari terkikisnya air hujan saat ini hanya tampak sebatas telapak kaki saja dan tulisan-tulisan tersebut sudah tak tampak lagi.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana,sans-serif;"&gt; Prasasti telapak kaki ini terletak di dekat persawahan Suro Mekah Kecamatan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur Propinsi Bengkulu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" href="http://2.bp.blogspot.com/-2t639FC8Qog/Tthbv6qic_I/AAAAAAAAALc/7IjezDb46rc/s1600/DSC_0626.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-2t639FC8Qog/Tthbv6qic_I/AAAAAAAAALc/7IjezDb46rc/s1600/DSC_0626.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" href="http://4.bp.blogspot.com/-qqWoEG40WNE/TthcO_DlRwI/AAAAAAAAALk/yvJnQx2Wrvw/s1600/DSC_0627.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-qqWoEG40WNE/TthcO_DlRwI/AAAAAAAAALk/yvJnQx2Wrvw/s1600/DSC_0627.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Sejauh ini belum ada kepastian Prasasti Telapak Kaki ini merupakan peninggalan dari kerajaan mana.&lt;/p&gt;&lt;pre id="line326"&gt;Nopri Anto&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-2336928132361857828?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zD-YKPxNsJ1xsWxaUDqNkf17cVQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zD-YKPxNsJ1xsWxaUDqNkf17cVQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zD-YKPxNsJ1xsWxaUDqNkf17cVQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zD-YKPxNsJ1xsWxaUDqNkf17cVQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/fE2zD2J334s" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-29T20:28:33.201-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-2t639FC8Qog/Tthbv6qic_I/AAAAAAAAALc/7IjezDb46rc/s72-c/DSC_0626.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/prasasti-telapak-kaki-padang-guci-hulu.html</feedburner:origLink></item><item><title>Mengapa di Indonesia Freemason Didiskriditkan dan Dihujat?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/uH2OR95BKh8/mengapa-di-indonesia-freemason.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Sun, 29 Jan 2012 20:27:37 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-200257351521106941</guid><description>Bila kita berselancar di dunia maya tentang Freemason dalam bahasa Indonesia, kita dapat menemui beribuan artikel yang menghujat Freemason. Isi hujatan bermacam-macam mulai dari agen rahasia Yahudi berbahaya, hingga kelompok dajjal jahiliah yang harus ditumpas. Tetapi kita  sangat jarang bahkan tidak akan menemui yang menjelaskan apa sesungguhnya Freemason, bahkan membelanya. Bahkan buku sejarah Freemason di Indonesia yang ditulis Th. Steven justru digunakan sebagai bukti hitamnya Indonesia yang pada dasarnya banyak dipengaruhi oleh Freemason. Kelompok anti masonik memang marak di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Beberapa buku yang bernuansa anti masonik di tanah air antara lain yaitu: &lt;em&gt;Sorotan Terhadap&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Freemason&lt;/em&gt; ( LPPA Muhamadyah, 1978); &lt;em&gt;Ancaman Global Freemasonry&lt;/em&gt; (Harun Yahya); &lt;em&gt;Jejak Freemason dan Zionis di Indonesia&lt;/em&gt; (Herry Nurdi dengan kata pengantar Uztads Abu Bakar Ba’asyir, Cakrawala Pub, 2005); &lt;em&gt;Kebangkitan Freemason dan Zionis Di Indonesia&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;(Herry Nurdi, pengantar Uztads Abu Bakar Baaásyir, Cakrawala Pub); &lt;em&gt;Freemasonry melanda dunia Islam&lt;/em&gt; (AD El Marzdedeq, Penerbit Gema Syahdida); &lt;em&gt;Tipu Daya Freemason di Asean &lt;/em&gt;(Abdullah Pattani, Digital Online Edition Soelfan-Agung 2008,&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.scribd.com/doc/15746117/Abdullah-Pattani-Freemasonry-di-Asia-Tenggara"&gt;&lt;span lang="ES"&gt;http://www.scribd.com/doc/15746117/Abdullah-Pattani-Freemasonry-di-Asia-Tenggara&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="ES"&gt;); &lt;em&gt;Rahasia Gerakan Freemason dan Rotary Club&lt;/em&gt; (Muhammad Famin Amin, Pustaka Al Kautsar, 1993 &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.scribd.com/doc/13725775/Rahasia-Gerakan-Freemasonry-Dan-Rotary-Club"&gt;&lt;span lang="ES"&gt;http://www.scribd.com/doc/13725775/Rahasia-Gerakan-Freemasonry-Dan-Rotary-Club&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="ES"&gt;); &lt;em&gt;Pater Beek, Freemason dan CIA&lt;/em&gt; (M.Sembodo, Penerbit Galan, 2008); &lt;em&gt;Dajjal dan Simbol Setan &lt;/em&gt;(Toto Asmara, Gema Insani Pres, 1998); &lt;em&gt;Doktrin Zionisme dan Idiologi Pancasila: menguak tabir poltik founding fathers Republik Indonesia&lt;/em&gt; (M Thalib, Awwas, Irfan S, Wihdah Press, 1999); &lt;em&gt;Zionisme: gerakan menaklukkan dunia&lt;/em&gt; (ZA Maulani, Daseta, 2002); &lt;em&gt;33 Kunci Menguak Symbol&lt;/em&gt; (terjemahan dari 33 Keys Unlocking The Lost Symbol: Thomas Beyer,Jr, Penerbit Bentang, 2010); &lt;em&gt;Kartini Mati Dibunuh: membongkar hubungan Kartini dengan Freemason&lt;/em&gt; (Efatino Febriana, Penerbit Navila Idea Yogyakarta, 2011); &lt;em&gt;Kabut Kabut Freemasonry&lt;/em&gt; (Yayasan Al-Huda, 2002).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Selain buku-buku yang dijual bebas di pasaran, kita masih bisa melihat pembicaraan seputar Freemason di negeri kita Indonesia melalui berbagai forum diskusi maupun blog. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kebanyakan memang mempunyai gambaran sebagaimana yang tertera dalam buku-buku anti masonik di atas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Beberapa contoh cara penyampaian anti masonik bisa kita lihat sebagaimana di bawah ini.&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka itu, Gerakan Freemasonry,adalah musuh-musuh Islam yang berusaha menghancurkan Islam dengan segala daya dan dana, serta dengan 1001 macam tipudaya.Ketika mereka mendapatkan kekuatan, misalnya ada salah seorang anggotanya yang menjadi pemimpin sebuah negara, maka mereka memaksa umat Islam untuk menanggalkan keIslamannya (Pattani, 2008).&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gerakan ini adalah organisasi Yahudi Internasional yang tidak ada hubungannya dengan tukang batu yang dahulu memang ada pada abad-abad pertengahan. Ia juga tidak ada hubungannya dengan kegiatan pembangunan kapal atau katedral besar seperti dugaan banyak orang. Yang sebenarnya, kiprah gerakan ini adalah bekerja untuk menghancurkan kesejahteraan manusia, merusak tatanan politik, ekonomi, dan sosial di negeri-negeri yang mereka tempati.Mereka memang hobi merusak bangsa dan pemerintahan “Goyim”(Non-Yahudi). Tujuan akhir gerakan ini adalah membangun kembali Haikal Sulaiman yang terletak di Masjid Al-Aqsha (Al-Quds) yang sekarang diduduki Israel, mengibarkan bendera Israel, serta mendirikan pemerintahan Zionisme Internasional, seperti yang ingin diterapkan dalam protokolat, sebuah rencana busuk pemuka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="a"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Yahu&lt;/span&gt;di&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; (Pattani, 2008)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bahkan penerimaan akan adanya negara Israel dan mengajak orang untuk bersatu dengan musuh, yaitu kaum Zionis.Langkah yang sekarang dilakukan ialah menghancurkan Mesir demi untuk mewujudkan rencana Freemasonry dan tujuan Zionisme Internasional.Para pendukung Rotary, di dalam buku “Hakikat Rotary” Kerusakan politik yang sedang kita alami, kehancuran ekonomi yang kita saksikan dan kemerosotan sosial yang kita alami serta rusaknya kebudayaan serta pemikiran yang sedang kita rasakan, seluruhnya ini tumbuh dan merajalela pada saat suburnya perkumpulan-perkumpulan Rotary. Aktivitas mereka yang paling mencolok ialah upaya untuk mewujudkan perdamaian mengatakan, “Sebagian anggota perkumpulan ini ada yang telah menjadi anggota selama empat puluh tahun lebih. &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Tetapi ternyata mereka sampai kini tidak menemukan sedikit pun hubungan antara Rotary dan Freemasonry.Pernyataan seperti ini tidaklah berarti meniadakan adanya tujuan tujuan-tujuan Rotary yang tidak sah dan langkah-langkah rahasia yang berbahaya. Dan seandainya apa yang mereka nyatakan itu benar, bahwa mereka sampai kini tidak menemukan adanya hubungan tersebut, namun tidak berarti bahwa Rotary tidak mempunyai tujuan-tujuan rahasia dan langkah-langkah yang berbahaya (Famin Amin, 1993).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Tetapi organisasi Freemason ini selalu bekerja untuk menghancurkan kesejahteraan manusia, merusak kehidupan politik, ekonomi dan sosial di negara-negara yang ditempatinya. Juga berusaha merusak bangsa dan pemerintahan non-Yahudi (Goyim, pent.)Tujuan akhir dari gerakan Freemason adalah mengembalikan bangunan haikal Sulaiman yang terletak di masjidil Aqsha, daerahAl-Quds yang diduduki Israel, mengibarkan bendera Israel serta mendirikan pemerintahan Zionis Internasional, seperti yang diterapkan dalam Protokol paracendekiawan Zionis (Famin Amin, 1993). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Di dunia Arab, Freemason bahkan difatwa haram. &lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;The College of Islamic Jurisprudence considers Freemasonry one of the most dangerously destructive organisations to Islam and to Muslims.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;The full text of the Fatwa is as follows:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;College of Islamic Jurisprudence, Makkah, 15th July 1978 - concerning: Freemasonry&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“The College of Islamic Jurisprudence, in its session convened at Makkah on 15th July 1978, examined the issue of Freemasonry, of those affiliated with it and the legal Islamic judgment on it, after adequate study of this dangerous organisation, and the boy of literature on it, inclusive of the College’s own published documents, books, and newspaper and journal articles.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;From the totality of writings and texts which the College examined, the following was evinced:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol type="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Freemasonry is a clandestine organisation, which      hides as well as reveals it operations as it sees fit. Its true principles      are guarded from all but its most venerated masters, who have, by virtue      of their consecration at Freemasonry’s highest order degrees, proven worth      of this honour.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;It establishes the relation of its members one to      another, in all places of the earth, as is the alleged human brotherhood      among all entrants in its organisation, without discrimination as to race,      religion, and creed. Such overt misrepresentation of      “fraternity” is simple-minded, at best.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;It attracts persons whose affiliation is      practicable for the organisation; its allure is largely of a personally      lucrative nature for the individuals sought. The high-minded principles of      this recruitment entail; pledged assistance to any Freemasonic brother the      world over; firm support of any Freemasonic candidacy to public office;      and unconditional loyalty in all Freemasonic endeavors, even in those      where the individual must compromise his sense of honour, justice, truth      and right. &lt;/span&gt;Such      lofty appeals often amass considerable financial contributions.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Admission to Freemasonry is based on the      celebration of the new member’s affiliation through symbolic and      awe-inspiring ceremonies which serve to frighten the initiate if he is at      variance with the instructions; the more threatening orders are issued      successively with rank.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gullible members are left free in the exercise of      their religious beliefs; if they do not choose to benefit from the      directives of guidance and the assignment of task appropriate to their      status ( they remain in lower degrees.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As to the heretics, rank is calibrated in relation to individual      experience and mastery, as well as demonstrated readiness to serve      Freemasonry’s purposes, principles, and plans.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;It has political aims, and in most political and      military upheavals, it has a visible, as well as an invisible, role.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Its original organisational roots are Jewish; its      secret global high administration, Jewish; and its activity, Zionist.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;In its secret real aims, it is against all      religions: in general it seeks to destroy Islam for its Muslim adherents.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;It strives to select its membership from among      positions of influence - financial, political, social or scientific status      ( and to draw to its ranks kings, presidents and ministers, as tools to be      manipulated in the forging of its dogma.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;It has branches which adopt other names to thus      misrepresent and divert attention away from activities which encounter      resistance to the name of Freemasonry. Among the most conspicuous branches      operating under pseudonym are the Lions and Rotary Clubs; many, under      multiple guise, similarly contradict the fundamentals of Islam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;It has become evident to the College of Islamic Jurisprudence the strong relation of Freemasonry to world Zionist Jewry. Thus it has been able to dominate many officials in the Arab countries concerning the question of Palestine, and to interfere in the Palestine question on behalf of the Jews and world Zionism.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Therefore, and for the detailed data on Freemasonry’s activity, its considerable danger, its wicked dressing and its cunning aims, the College of Islamic Jurisprudence considers Freemasonry one of the most dangerously destructive organisations to Islam and to Muslims&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Whoever would associate himself with it while in knowledge of its true nature and aims, would be a non-believer in Islam and uncounted among its adherents.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Source: Fatwa reproduced in “Freemasonry”, by Muhammad Safwat al-Saqqa Amini and Sa’di Abu Habib. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://www.themasonictrowel.com/Articles/Freemasonry/religion_files/muslim_view_of_freemasonry.htm"&gt;http://www.themasonictrowel.com/Articles/Freemasonry/religion_files/muslim_view_of_freemasonry.htm&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sejarah Freemasonry di Nusantara&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Freemasonry atau Vrijmetselarij secara aktif di Nederlands-Indië dan Indonesia tahun 1762 -1962.  Lodge Freemason pertama dengan nama &lt;span&gt;“La Choisie” &lt;/span&gt;dibangun tahun 1762 di Batavia oleh &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;a title="Jacobus Cornelis Mattheus Radermacher" href="http://nl.wikipedia.org/wiki/Jacobus_Cornelis_Mattheus_Radermacher"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Jacobus Cornelis Mattheus Radermacher&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;(1741-1783) seorang pedagang VOC. Anggota Lodge Freemason ini hanyalah kelompok pedagang VOC.  Ayah Jacobus Cornelis, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Joan Cornelis Radermacher, adalah seorang Grand Master dari Grand Lodge Nederland di Den Haag. Tahun 1778, Radermacher membangun Lodge “La Vertueuse” juga di Batavia. Lodge baru ini menghususkan diri pada seni dan ilmu pengetahuan, yang anggotanya juga hanya dari kelompok VOC. Di akhir abad ke 18 keanggotaan Lodge terbuka bagi para ambtenaar dimana asisten gubernur jenderal dan juga gubernur jenderal Nederlands Indië menjadi anggota Freemason.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada tahun 1810 gubernur jenderal Deandels menganggap bahwa para anggota Lodge Freemason lebih berpihak pada Eropa, sehingga Lodge Freemason oleh Deandels dibekukan, arsip-arsipnya disita, dan orang-orangnya dimasukkan ke dalam tahanan. Baru pada saat gubernur jenderal berikutnya, para tahanan itu dikeluarkan dan Lodge Freemason boleh berdiri kembali. Dari sini kemudian Lodge Freemason terbuka juga bagi kelompok pribumi dan pedagang China. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Semua raja-raja, pangeran, dan bangsawan di nusantara juga menjadi Freemason. Raden Saleh merupakan orang Jawa pertama yang menjadi anggota Freemason.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Perubahan dimulai dengan pembangunan pendidikan &lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Dengan masuknya filosofi Freemason yaitu sekulerisme, kesetaraan, dan kemanusiaan,  anggota Freemason mendorong pemerintah kolonial Belanda untuk membangun sekolah-sekolah di nusantara. Sekolah berbasis sekulerisme yaitu yang memisahkan antara pemahaman saintifik rasional dan agama. Pendidikan berbasis saintifik menjadi dasar pendidikan yang utama, dan agama merupakan tanggung jawab keluarga. Sekolah-sekolah yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda ini lebih banyak diisi oleh anak-anak dari para ambtenaren, bangsawan, pamong desa, pedagang, dan petinggi lainnya. Di tingkat pedesaan didirikan sekolah rakyat ongko loro (dua tahun) dan ongko telu (tiga tahun). Sedang yang ingin melanjutkan harus ke kota.   Sekolah-sekolah yang didirikan oleh pemerintah kolonial ini berbeda dengan sekolah-sekolah yang sudah dibangun oleh kelompok agama Islam, yaitu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: normal;"&gt;pesantren-pesantren yang lebih berbasis agama. &lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang="ES"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Di area politik,  Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Wahidin Surohadihusodo, merupakan organisasi nasional pertama yang berkembang dengan cepat ke segala kota. Mula-mula didukung oleh mahasiswa-mahasiswa Jawa di Jakarta, lalu berkembang didukung oleh para priyayi dan para elit bangsawan lainnya.  Pendiri-pendiri Budi Utomo yang merupakan anggota Freemason, mengadopsi sistem sekuler politik Barat dan menekankan pada humanisme sekuler. Guna meningkatkan ekonomi dan budaya, Budi Utomo mempunyai perhatian dalam dunia pembangunan pendidikan. Berdirinya budi Utomo tanggal 20 Mei hingga sekarang diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Pemikiran Budi Utomo ini kemudian mewarnai garis politik yang berpaham pada sekulerisme – yang kemudian sering disebut sebagai para nasionalis. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang="ES"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Namun peran Budi Utomo tidak dapat mulus begitu saja, organisasi yang cepat berkembang dalam beberapa tahun sudah beranggotakan lebih dari 10.000 anggota itu, mendapat tentangan da dipapras oleh Sarekat Islam yang didirikan oleh HOS Tjokroaminoto, hingga perannya merosot.  Sekalipun demikian, semangat sekulernya masih terus menyala di kalangan para nasionalis. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang="ES"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Pertentangan kedua kelompok antara agama dan nasionalis ini kemudian yang mewarnai kesepakatan bahwa Indonesia adalah negara Pancasila , bukan negara sekuler dan bukan negara agama. Namun bagaimanapun kedua kelompok itu antara sekuler dan agama masih terus tarik menarik hingga saat ini, yang makin hari makin panas dengan munculnya pemikiran-pemikiran yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara agama serta menuding politik Barat (sekuler) sebagai penyesatan bahkan diharamkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Tetapi mengapa hingga kini kita tidak pernah menemukan pembelaan pihak Freemason akan dirinya yang selalu mendapatkan hujatan di Indonesia? Hal itu karena organisasi Freemason sudah ditutup tahun 1962 oleh Sukarno karena Freemason adalah organisasi anti tirani, anti dogma, rasional dan berkebabasan berpikir, jelas bisa mengoyahkan kediktatoran Sukarno itu sendiri. Hal lain adalah, Freemason adalah organisasi yang menjunjung status quo, yaitu bersikap tidak radikal terhadap berbagai masalah.&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Namun yang menjadi masalah sekarang dengan tidak adanya pelurusan dari pihak Freemasonnya itu sendiri, menyebabkan masyarakat kita bisa menelan begitu saja teori konspirasi dari para anti masonik tanpa ada yang mengkoreksinya. Kecuali jika memang kita sadar, bahwa ada hal-hal yang tidak logis pada informasi itu, yang sebetulnya hanyalah perseteruan antara sekulerisme yang diusung Freemason VS agama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h4&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://nl.wikipedia.org/wiki/Vrijmetselarij_in_Nederlands-Indi%C3%AB"&gt;&lt;span lang="ES"&gt;http://nl.wikipedia.org/wi&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;ki/Vrijmetselarij_in_Nederlands-Indi%C3%AB&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://www.kitlv-journals.nl/index.php/btlv/article/viewFile/2197/2958"&gt;http://www.kitlv-journals.nl/index.php/btlv/article/viewFile/2197/2958&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://www.britannica.com/EBchecked/topic/83471/Budi-Utomo"&gt;http://www.britannica.com/EBchecked/topic/83471/Budi-Utomo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Julia Maria Van Tiel&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-200257351521106941?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3UHRVzhTOwTbF9lv1pKbWd2tdVI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3UHRVzhTOwTbF9lv1pKbWd2tdVI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3UHRVzhTOwTbF9lv1pKbWd2tdVI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3UHRVzhTOwTbF9lv1pKbWd2tdVI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/uH2OR95BKh8" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-29T20:27:37.195-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure url="http://www.kitlv-journals.nl/index.php/btlv/article/viewFile/2197/2958" length="360779" type="application/pdf" /><media:content url="http://www.kitlv-journals.nl/index.php/btlv/article/viewFile/2197/2958" fileSize="360779" type="application/pdf" /><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>Bila kita berselancar di dunia maya tentang Freemason dalam bahasa Indonesia, kita dapat menemui beribuan artikel yang menghujat Freemason. Isi hujatan bermacam-macam mulai dari agen rahasia Yahudi berbahaya, hingga kelompok dajjal jahiliah yang harus dit</itunes:subtitle><itunes:author>suak_cot@yahoo.co.id</itunes:author><itunes:summary>Bila kita berselancar di dunia maya tentang Freemason dalam bahasa Indonesia, kita dapat menemui beribuan artikel yang menghujat Freemason. Isi hujatan bermacam-macam mulai dari agen rahasia Yahudi berbahaya, hingga kelompok dajjal jahiliah yang harus ditumpas. Tetapi kita sangat jarang bahkan tidak akan menemui yang menjelaskan apa sesungguhnya Freemason, bahkan membelanya. Bahkan buku sejarah Freemason di Indonesia yang ditulis Th. Steven justru digunakan sebagai bukti hitamnya Indonesia yang pada dasarnya banyak dipengaruhi oleh Freemason. Kelompok anti masonik memang marak di Indonesia. Beberapa buku yang bernuansa anti masonik di tanah air antara lain yaitu: Sorotan Terhadap Freemason ( LPPA Muhamadyah, 1978); Ancaman Global Freemasonry (Harun Yahya); Jejak Freemason dan Zionis di Indonesia (Herry Nurdi dengan kata pengantar Uztads Abu Bakar Ba’asyir, Cakrawala Pub, 2005); Kebangkitan Freemason dan Zionis Di Indonesia (Herry Nurdi, pengantar Uztads Abu Bakar Baaásyir, Cakrawala Pub); Freemasonry melanda dunia Islam (AD El Marzdedeq, Penerbit Gema Syahdida); Tipu Daya Freemason di Asean (Abdullah Pattani, Digital Online Edition Soelfan-Agung 2008, http://www.scribd.com/doc/15746117/Abdullah-Pattani-Freemasonry-di-Asia-Tenggara); Rahasia Gerakan Freemason dan Rotary Club (Muhammad Famin Amin, Pustaka Al Kautsar, 1993 http://www.scribd.com/doc/13725775/Rahasia-Gerakan-Freemasonry-Dan-Rotary-Club); Pater Beek, Freemason dan CIA (M.Sembodo, Penerbit Galan, 2008); Dajjal dan Simbol Setan (Toto Asmara, Gema Insani Pres, 1998); Doktrin Zionisme dan Idiologi Pancasila: menguak tabir poltik founding fathers Republik Indonesia (M Thalib, Awwas, Irfan S, Wihdah Press, 1999); Zionisme: gerakan menaklukkan dunia (ZA Maulani, Daseta, 2002); 33 Kunci Menguak Symbol (terjemahan dari 33 Keys Unlocking The Lost Symbol: Thomas Beyer,Jr, Penerbit Bentang, 2010); Kartini Mati Dibunuh: membongkar hubungan Kartini dengan Freemason (Efatino Febriana, Penerbit Navila Idea Yogyakarta, 2011); Kabut Kabut Freemasonry (Yayasan Al-Huda, 2002). Selain buku-buku yang dijual bebas di pasaran, kita masih bisa melihat pembicaraan seputar Freemason di negeri kita Indonesia melalui berbagai forum diskusi maupun blog. Kebanyakan memang mempunyai gambaran sebagaimana yang tertera dalam buku-buku anti masonik di atas. Beberapa contoh cara penyampaian anti masonik bisa kita lihat sebagaimana di bawah ini. Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka itu, Gerakan Freemasonry,adalah musuh-musuh Islam yang berusaha menghancurkan Islam dengan segala daya dan dana, serta dengan 1001 macam tipudaya.Ketika mereka mendapatkan kekuatan, misalnya ada salah seorang anggotanya yang menjadi pemimpin sebuah negara, maka mereka memaksa umat Islam untuk menanggalkan keIslamannya (Pattani, 2008). Gerakan ini adalah organisasi Yahudi Internasional yang tidak ada hubungannya dengan tukang batu yang dahulu memang ada pada abad-abad pertengahan. Ia juga tidak ada hubungannya dengan kegiatan pembangunan kapal atau katedral besar seperti dugaan banyak orang. Yang sebenarnya, kiprah gerakan ini adalah bekerja untuk menghancurkan kesejahteraan manusia, merusak tatanan politik, ekonomi, dan sosial di negeri-negeri yang mereka tempati.Mereka memang hobi merusak bangsa dan pemerintahan “Goyim”(Non-Yahudi). Tujuan akhir gerakan ini adalah membangun kembali Haikal Sulaiman yang terletak di Masjid Al-Aqsha (Al-Quds) yang sekarang diduduki Israel, mengibarkan bendera Israel, serta mendirikan pemerintahan Zionisme Internasional, seperti yang ingin diterapkan dalam protokolat, sebuah rencana busuk pemuka Yahudi (Pattani, 2008) Bahkan penerimaan akan adanya negara Israel dan mengajak orang untuk bersatu dengan musuh, yaitu kaum Zionis.Langkah yang sekarang dilakukan ialah menghancurkan Mesir demi untuk mewujudkan rencana Freemasonry dan tujuan Zionisme Internasional.Para pendukung Rotary, di dalam buku “Hakikat Rotary” Kerusakan politik yang sedang kita alami, kehancuran ekonomi yang kita saksikan dan kem</itunes:summary><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/mengapa-di-indonesia-freemason.html</feedburner:origLink></item><item><title>Muhammad al Fatih (Penakluk Konstantinopel/Istanbul)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/lwkRnZp3Q6E/muhammad-al-fatih-penakluk.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Sun, 29 Jan 2012 20:26:07 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-5604698719872403105</guid><description>&lt;p&gt;Konstantinopel merupakan salah satu negara terkuat saat itu, 1100 tahun kaum muslimin berusaha menaklukkannya sejak keluar dari bibir rasululllah :&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-157965" title="13277958621361544688" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/13277958621361544688.jpg" alt="13277958621361544688" height="566" width="604" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Beliau bersabda “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah?Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah/Roma?Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel.(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim. Adz-Dzahabi sepakat dengan al-Hakim. Sementara Abdul Ghani al-Maqdisi berkata: Hadits ini hasan sanadnya. Al-Albani sependapat dengan al-Hakim dan adz-Dzahabi bahwa hadits ini shahih. (Lihat al-Silsilah al-Shahihah 1/3, MS)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Ada dua kota yang disebut dalam nubuwwat nabi di hadits tersebut;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;1. Konstantinopel&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Kota yang hari ini dikenal dengan nama Istambul, Turki. Dulunya berada di bawah kekuasaan Byzantium yang beragama Kristen Ortodoks. Tahun 857 H / 1453 M, kota dengan Benteng legendaris tak tertembus akhirnya runtuh di tangan Sultan Muhammad al-Fatih.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;2. Rumiyah&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Mu’jam al-Buldan dijelaskan bahwa Rumiyah yang dimaksud adalah ibukota Italia hari ini, yaitu Roma. Para ulama termasuk Syekh al-Albani pun menukil pendapat ini dalam kitabnya al-Silsilah al-Ahadits al-Shahihah.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Benteng Konstaninopel sudah berusaha di taklukaan sejak 1100 tahun sebelumnya mulai dari zaid bin muawiyah- sultan murad 2.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya konstantinopel di taklukkan setelah pengepungan 50 hari lebih pada 1453 M.  pelajaran apa yang bisa kita petik  dari muhammad al fatih?&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;1) Muhammad Al Fatih merupakan pemuda berusia kurang dari 21 tahun saat penaklukkan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;2) Pemuda yang sangat percaya dengan bisyaroh rasulullah bahwa sebaik-baik pemimpin ialah yang memimpin  penaklukan konstantinopel dan roma&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;3) Pemuda yang melayakkan dirinya setiap harinya di siang hari meningkatkan kapasitasnya dan di malam hari bertaqarub terus dengan ilahi.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;4) Dia mengumpulkan pasukan-pasukan  terbaik di masa itu ,yaitu pasukan inkisariyah&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;5) Dia menguasai geopolitik dengan mendirikan 2 benteng di sekitar konstantinopel sehingga memutus logistik konstantinopel dari eropa.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;6)Al Fatih  mempersiapannya dengan membangun benteng sepanjang 30 ribu km2 dalam waktu kurang dari 4 bulan. ini yang membedakan orang serius dengan yang tidak serius.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;7)menyiapkan meriam raksasa yang terbesar di masa itu. dia kerahkan hal-hal yang baru di masa itu dengan membariskan 250 ribu pasukan ( 2x lipat jumlah pasukan alexander agung)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;8)al fatih mengerahkan segala cara, sisi darat dan laut&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;9) memindahkan 70  kapal melewati bukit  dalam waktu SEMALAM. HAL FENOMENAL dan menjadi horor bagi penduduk konstantinopel.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;10)mendirikan  menara-menara bergerak&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;11) membangun terowongan-terowong yang menggetarkan penduduk  konstantinopel&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;al fatih di bimbang langsung dengan gurunya , Ustad Syamsudin , sehingga saaat penaklukan konstantinopel , al fatih satu-satunya orang yang tidak pernah meninggalkan sholat tahajud, tidak pernah masbuq sholat berjamaah, tidak pernah meninggalkan sholat dhuha. iya satu-satunya..&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;pelajaran berharga buat kita semua adalah modal keimanan/ketakwaan  tidak cukup untuk menaklukkan dunia ini, namun juga menguasai hal- hal yang teknis secara expert, sangat serius untuk mempersiapkan hal itu semua.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;muhammad al fatih menguasai 7 bahasa, hafal peta semua kerajaan-kerajaan di eropa beserta sejarah mereka semua,  belajar  siroh nabawiyah dan sejarah-sejarah generasi shahabat dan generasi selanjutnya,  mengumpulkan pasukan terbaik ( pasukan elit inkisariyah ), melatih keimanan pasukannya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;jadi, tingkatkan iman anda sekuatnya dan tingkatkan juga kompetensi anda secara teknis apapun itu profesi anda.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;www.maf1453.com , presentasi @felixsiauw di muslim entrepreneur forum by hizbut tahrir ,Gedung Semsco Pancoran Jakarta, 26 januari 2012, tweet @ felixsiauw di twitter .&lt;br /&gt;Ady Saputro&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-5604698719872403105?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/S0QL8hbns-NGF2J8vTp0VkT3oHs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/S0QL8hbns-NGF2J8vTp0VkT3oHs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/S0QL8hbns-NGF2J8vTp0VkT3oHs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/S0QL8hbns-NGF2J8vTp0VkT3oHs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/lwkRnZp3Q6E" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-29T20:26:07.559-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/muhammad-al-fatih-penakluk.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tangis di Pojok Pasar Madinah</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/QALh9iaqH4c/tangis-di-pojok-pasar-madinah.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Sun, 29 Jan 2012 20:25:05 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-331614968405133438</guid><description>&lt;img class="aligncenter size-medium wp-image-159002" title="1327843632724812528" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/1327843632724812528_300x186.31578947368.jpg" alt="1327843632724812528" height="186.31578947368" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayangmu sungguh tak bertepi.  Duhai pemilik syafaatul udzma. Ketika si buta di pojok pasar Madinah. Tiada henti memaki dan menghinamu. Engkau selalu meluangkan waktumu. Hanya untuk mendatanginya. Bukan untuk membuat perhitugan dengan Yahudi buta itu melainkan engkau mendatanginya dan Engkau cukupi kebutuhan orang yang selalu mencelamu itu. Engkau bahkan menyuapinya makan. Setelah engkau menghaluskan makanan-makanan itu. Dengan mulut sucimu.  Ketika suatu hari sahabat dekatmu, Abu Bakar. Meneruskan perjuanganmu setelah wafatmu. Ia bertanya kepada istri tercintamu.  Isteri yang sering engkau panggil khumaira,&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;“Wahai puteriku adakah Sunnah kekasihku yang masih ada, dan belum aku tunaikan?” Isterimu yang jelita itu menjawab pertanyaan Ayahandanya dengan lembut,&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;”Duhai Ayah, sudah semua sunnah kekasih ayahanda telah ayahanda tunaikan, tapi ada satu yang belum ayahanda tunaikan” dengan mata berbinar dan pearsaan senang sahabat yang menemanimu di dalam gua itu berkata,&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;“Apa itu wahai puteriku?”&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Isteri tercintamu itu menjawab, “Setiap pagi setelah shalat dhuha Beliau selalu keluar membawa makanan kepada orang Yahudi di pojok pasar Madinah.”&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menunggu lama sahabatmu itu bergegas mengambil beberapa potong roti yang disiapkan isterinya untuk sarapan paginya untuk diberikan kepada orang yang disebutkan oleh isterimu itu, duhai jiwanya makhluk. Sementara itu di pojok Madinah si Yahudi yang selalu menghina dan mencelamu itu kini tiada lagi terdengar kicauan hinaannya. Mungkin kabar berpulangnya dirimu kehadirat-Nya juga telah sampai kepada si Yahudi itu.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sahabutmu itu mendekati Yahudi buta itu, ia kaget karena tiba-tiba keluar dari mulut Yahudi itu adalah hinaan kepadamu wahai yang memiliki derajat kemuliaan tertinggi di antara para Makhluk, “Jangan dekati Muhammad, dia itu pembohong.” Tapi tah sahabat yang juga mertuamu itu tetap dengan lembut dan kasih sayang menyuapkan roti yang ia bawa itu kepada si buta Yahudi itu, belum sampai ke mulut Yahudi buta itu, tangan lembut sahabatmu itu harus terhenti, oleh tangan Yahudi buta itu yang menahannya, “Siapa kamu? Kamu bukan orang yang biasa kemari, jika orang itu kemari aku tidak perlu bersusah payah untuk menguyah makanan ini, tapi bebarapa minggu ini orang itu tidak datang kemari lagi.”&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Mendengaar kata-kata Si Buta Yahudi itu, sahabatmu yang terkenal kelembutan sikapnya itu tak lagi bisa membendung matanya yang telah menelaga, perlahan air mata cinta itu menetas juga. Sambil terisak sahabatmu itu menjawab, “Aku memang bukan orang yang biasa datang kepadamu, orang yang biasa datang kepadamu itu adalah Muhammad Rasulullah yang sekarang telah berpulang ke sisi Tuhannya.”&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu seolah berjuta-juta watt listrik menyengat Si Yahudi buta, “Benarkah orang yang datang kepadaku setiap hari itu adalah Muhamaad yang selalu aku maki dan aku hina?” Dengan tangis yang tak terbendung lagi sebab kerinduan kepadamu wahai pelita kehidupan, sahabatmu itu menjawab, “Benar, dia adalah Muhammad Nabi dan Rasulullah, dan aku adalah salah seorang sahabatnya.”&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Si Yahudi buta itu akhirnya menjerit, menangis dan menyesal atas apa yang dia lakukan selama ini. Betapa orang yang dia hina itu, setiap hari selalu memperhatikannya dengan penuh cinta kasih. Pagi itu pojok pasar Madinah ikut menangis larut dalam tangis dua manusia yang rindu akan manusia suci, manusia yang selalu dirindukan oleh milyaraan umatnya, namanya selalu disebut dalam setiap naik turunnya nafas manusia, engkaulah itu Wahai kekasih Allah.&lt;/p&gt;Zaenal Abidin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-331614968405133438?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nZL_DNbwYpvhucDP-r1tR1pTjD8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nZL_DNbwYpvhucDP-r1tR1pTjD8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nZL_DNbwYpvhucDP-r1tR1pTjD8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nZL_DNbwYpvhucDP-r1tR1pTjD8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/QALh9iaqH4c" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-29T20:25:05.144-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/tangis-di-pojok-pasar-madinah.html</feedburner:origLink></item><item><title>{Sekedar Review Sejarah} Kehidupan Beragama Nabi Muhammad SAW</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/_uhICI2p3k8/sekedar-review-sejarah-kehidupan.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Sun, 29 Jan 2012 20:24:07 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-7274966775464292441</guid><description>Muhammad Bin Abdullah lahir pada tahun 571 M, dia hidup di tengah masyarakat arab yang jahiliyah. Jahiliyah disini bukan berarti mereka bodoh atau tidak berpengetahuan, namun jahiliyah disini di maksudkan bahwa mereka tak bermoral. Suka mabuk mabukan, judi, dan menyembah berhala. Menginjak dewasa beliau menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, seorang janda yang juga merupakan saudagar kaya raya pada masa itu. Pada usia 40 tahun, beliau menyendiri di Gua Hira untuk merenungkan keadaan kaumnya. Beliau merasa gelisah dengan kelakuan kaumnya yang amoral pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 611 M, saat beliau sedang menyendiri di Gua Hira. Datanglah Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama kepadanya, dan sejak saat itu ia resmi diangkat sebagai rasul. Nabi akhir zaman, yang akan memperbaiki kondisi moral masyarakat yang bobrok serta mengajarkan tauhid kepada kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya Nabi Muhammad berdakwah secara sembunyi-sembunyi, karena takut dengan ancaman kaumnya yang sangat teguh memegang kepercayaan nenek moyang, yaitu  menyembah berhala. Namun setelah turunnya perintah untuk berdakwah terang-terangan, Nabi mulai berdakwah secara terang-terangan pada kaumnya. Beliau di tertawakan, diejek, dianggap orang gila dan mengalami perlakuan buruk dari kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski mendapat tentangan keras dari kaum Quraisy, namun ajaran islam yang dibawa Nabi Muhammad terus berkembang luas. Pengikutnya semakin banyak, namun sering mendapat siksaan dari kaum Quraisy yang tidak suka dengan Nabi. Banyak budak yang mati syahid saat mempertahankan keyakinannya terhadap Allah, mereka disiksa sampai meninggal. Berbagai kecaman, dan siksaan terhadap pengikut Nabi SAW tidak menggoyahkan iman mereka. Malah semakin teguh. Nabi sendiri pun tak luput dari kekerasan mereka, Nabi pernah dilempari abtu saat berdakwahd i daerah Thaif. Nabi juga pernah dilumuri kotoran saat beliau shalat di Ka’bah. Beliau juga pernah ditawari wanita cantik dan harta kekayaan yang banyak agar beliau menghentikan dakwahnya. Namun Nabi tetap bergeming, ia akan tetap berdakwah sampai islam berkembang luas atau ia mati karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi keselamatan para pengikutnya, maka Nabi meyuruh mereka Hijrah ke Madinah. Sedangkan beliau sendiri pergi berhijrah setelah semua pengikutnya sampai di Madinah. Disinilah kaum muslimin di sambut oleh penghuni Madinah, mereka bersama-sama bergotong royong membangun Masjdi Nabawi di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski mereka bahagia hidup di Madinah, namun kaum muslimin masih merindukan kampung halaman mereka di kota Mekkah.  Akhirnya Nabi menaklukkan kota Mekkah pada tahun ke-8 kenabian, maka islam pun semakin berkembang pesat. Berbagai peperangan melawan orang kafir di lalui Nabi demi tetap mempertahankan islam. Nabi tidak saja menjadi pemimpin agama, namun juga menjadi pemimpin negara yang adil dan bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Nabi meninggal pada tahun 11 H, di usia 63 tahun. Dan dimakamkan di Madinah, sepeninggal beliau islam terus berkembang pesat dan maju, sehingga melampaui peradaban bangsa-bangsa lain di masanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;El Fietry Jamilatul Insan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-7274966775464292441?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TkkAnVk8oX3mmRXAYzgktXrducY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TkkAnVk8oX3mmRXAYzgktXrducY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TkkAnVk8oX3mmRXAYzgktXrducY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TkkAnVk8oX3mmRXAYzgktXrducY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/_uhICI2p3k8" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-29T20:24:07.317-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/sekedar-review-sejarah-kehidupan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kisah Tragis Sang Penggagas Republik</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/qQEyBSgHIRM/kisah-tragis-sang-penggagas-republik.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Sun, 29 Jan 2012 20:21:56 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-3689124721151597376</guid><description>Tan Malaka mungkin hanyalah salah satu dari sekian banyak pahlawan di negeri ini yang terlupakan. Namanya tidak pernah muncul di buku pelajaran sejarah di sekolah-sekolah, meskipun gelar pahlawannya tidak pernah dicabut. Selama lebih dari tiga dasawarsa rezim Orde Baru seolah-olah melabur hitamkan nama Tan Malaka dari panggung pergerakan kemerdekaan hanya karena ia menganut paham Marxisme dan pernah menjadi ketua Partai Komunis Indonesia (PKI), partai yang paling dibenci, dan kemudian ‘dihabisi’ oleh penguasa Orde Baru..&lt;br /&gt;Tan Malaka lahir di Suliki, Sumatera Barati pada tahun 1897 dengan nama asli Ibrahim. Ipie, sapaan akrab Ibrahim, kemudian menerima anugerah gelar  Datuk Tan Malaka pada tahun 1912  sebagai raja di Nagari Pandan Gadang. Tan Malaka kecil merupakan anak yang sangat cerdas, dan karena kecerdasannyalah Tan  mendapat kesempatan untuk belajar di sekolah guru Harleem di Belanda. Adalah G.H. Horensma, seorang warga Belanda yang telah menganggap Tan sebagai anaknya sendiri, yang berjasa dalam mencatatkan nama Tan Malaka sebagai orang pribumi pertama yang sekolah di negeri penjajahnya, Belanda.&lt;br /&gt;Kehidupannya di Belanda inilah yang kemudian mempengaruhi perkembangan pemikiran Tan Malaka ke arah pola pikir Marxis. Selain karena rajin membaca Koran-koran yang berhaluan “kiri”, kondisi Harleem, kota tempat Tan belajar, yang menyuguhkan kemiskinan dan depresi ekonomi serta pengalaman hidup di rumah satu keluarga proletar malang di kota itu telah ‘menjerumuskan’ pemikiran Tan Malaka semakin ke arah “kiri”. Tan sadar akan adanya jurang yang luas dan dalam antara golongan borjuis dan proletar.&lt;br /&gt;“Tiba-tiba saya berada dalam semangat dan paham yang lazim dinamai revolusioner.” Tutur Tan Malaka seperti yang dituliskannya dalam buku Dari penjara ke Penjara.&lt;br /&gt;Ideologi Marxisme yang diyakini Tan Malaka tersebut telah merubah secara drastis jalan hidupnya. Ia tidak lagi bisa menjalani kehidupan secara normal seperti orang kebanyakan. Hal ini terbukti setelah ia mampu menyelesaikan pendidikannya sebagai guru selama enam tahun dan kembali ke tanah air. Baru satu tahun kembali ke Indonesia, Tan Malaka harus kembali lagi Belanda. Namun kali ini dengan status sebagai orang buangan. Tan dibuang ke Belanda pada tahun 1922 karena aktivitas politiknya sebagai pemimpin PKI. Namun hal tersebut tidak lantas membuat Tan putus asa,  melainkan justru menambah kemantapan hatinya untuk berjuang melawan kapitalisme dan imperialisme yang semakin menyengsarakan dan menindas masyarakat proletar.&lt;br /&gt;Selama pengasingannya di luar negeri, Tan Malaka aktif dalam organisasi Komintern (Komunis Internasional) yang dipimpin oleh Vledimir Lenin, seorang ‘dewa’ komunis yang berkedudukan di Moscow. Secara memukau Tan menyampaikan pidatonya selama lebih dari lima menit di depan kongres Komintern keempat di Moscow, dalam hal ini Tan Malaka bertindak sebagai perwakilan Indonesia. Kala itu Tan menekankan pentingnya kerja sama dengan kaum Muslim dunia (Pan-Islamisme) untuk melawan kapitalisme. Meskipun gagasannya ini tak didukung, tetapi pidatonya mendapat tepukan gemuruh peserta kongres. Tak hanya sampai disitu, Tan bahkan diangkat sebagai wakil Komintern untuk wilayah Asia Timur. Untuk itu, pada tahun 1923 Tan Malaka pindah ke Kanton, sekarang Guangzhou, kota di selatan Cina yang padat.&lt;br /&gt;Di sela-sela tugasnya sebagai agen Komintern itulah Tan Malaka menulis sebuah brosur panjang yang berjudul : Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia). Dalam kata pengantar, dia menulis :”Jiwa saya dari sini dapat menghubungi golongan terpelajar (intelektuil) dari penduduk Indonesia dengan buku ini sebagai alat.”  Melalui buku ini Tan Malaka tercatat sebagai tokoh pertama yang menggagas secara tertulis konsep Republik Indonesia, jauh lebih dulu disbanding Muhammad Hatta,  yang menulis Indonesia Vrije (Indonesia Merdeka) sebagai pledoi di depan pengadilan Belanda di Den Haag pada 1928, dan Bung Karno, yang menulis Menuju Indonesia Merdeka pada 1933. Buku Tan Malaka ini terbit di Kanton pada tahun 1925, namun sayang hanya beberapa eksemplar saja yang sampai di Indonesia. Tan malaka kembali mencetak tulisan panjang itu ketika dia berada di Filipina pada Desember 1925. Cetakan kedua inilah yang kemudian menyebar di Indonesia dan menjadi referensi bagi pejuang-pejuang lain seperti Muhammad Yamin dan Bung Karno.&lt;br /&gt;Bung Karno sangat mengagumi Tan Malaka dengan menyebutnya sebagai ‘seorang yang mahir dalam revolusi’. Bahkan Bung Karno sempat membuat testamen lisan yang isinya akan menyerahkan kekuasaan kepada Tan jika ia ditangkap oleh sekutu, meskipun selanjutnya dilemahkan oleh Hatta dengan menambahkan tiga nama lagi, yaitu Sjahrir, Iwa Koesoema Sumantri, dan Wongsonegoro.&lt;br /&gt;Setelah sekitar 20 tahun berada dalam pengasingan di luar negeri, Tan Malaka akhirnya berhasil pulang ke Indonesia dengan menyelinap melalui Medan pada 10 Juni 1942. Saat itu Tan menggunakan nama samaran Legas Husein. Di Indonesia, perjuangan Tan semakin keras dan berapi-api untuk mewujudkan kemerdekaan yang seratus persen dan tanpa kompromi. Ia sangat tidak setuju jika kemerdekaan Indonesia nanti diperoleh sebagai hadiah dari Jepang.&lt;br /&gt;Di masa sebelum proklamasi, Tan Malaka menyamar sebagai Ilyas Hussein. Dengan nama ini dia bekerja sebagai kerani (juru tulis) di pertambangan batu bara di Bayah, Banten. Disini, Tan alias Ilyas Hussein menyaksikan sendiri nasib Romusha yang sangat memprihatinkan. Romusha mendapat upah 40 sen dan 250 gram beras setiap hari. Uang 40 sen saat itu hanya cukup untuk membeli satu buah pisang. Tan mencoba menggalang pemuda untuk memperbaiki nasib romusha dengan menggagas dapur umum yang menyediakan makanan bagi seribu romusha. Di tempat ini jugalah Tan, yang kala itu sedang menyamar, pernah membantah pidato Bung Karno yang meminta rakyat agar membantu Jepang dalam peperangan karena telah berjasa mengusir Belanda dari tanah air.&lt;br /&gt;Tak hanya sampai disitu saja, peran Tan Malaka juga sangat besar dalam menggerakkan pemuda untuk menggelar rapat raksasa di lapangan Ikada (sekarang kawasan Monas) pada 19 September 1945, atau sekitar sebulan setelah proklamasi kemerdekaan. Rapat ini memiliki nilai yang sangat penting karena merupakan simbol dukungan massa yang pertama kali terhadap proklamasi kemerdekaan yang waktu itu belum bergema keras dan masih terkesan ‘hanya di atas kertas’. Setelah rapat ini, perlawanan terhadap Jepang kian berani dan gencar.&lt;br /&gt;Namun, semua perjuangan dan hasil buah pikir Tan Malaka selama ini tidaklah menjadi bahan pertimbangan ketika secara sepihak bung Karno memenjarakannya selama dua setengah tahun tanpa pengadilan. Tidak hanya sampai disitu, jalur gerilya yang dipilih Tan untuk mempertahankan setiap jengkal wilayah Indonesia yang semakin terkikis oleh agresi Belanda dan politik diplomasi yang ditempuh oleh pemerintah Indonesia justru membawanya kepada kematian. Tan Malaka mati ditembak oleh seorang prajurit dari batalion Sikatan karena dituduh telah melawan Soekarno-Hatta.&lt;br /&gt;Sebuah kisah yang memilukan di tengah perjalanan suatu bangsa dalam mencari jati dirinya. Seorang bapak bangsa yang telah menghabiskan separuh dari umurnya dalam pelarian untuk kepentingan kemerdekaan, justru hidupnya harus berakhir tragis di tangan tentara Republik yang dicita-citakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munirul Ichwan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-3689124721151597376?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/itxFAUzX2wMm7bwytP4g4ZZsSTs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/itxFAUzX2wMm7bwytP4g4ZZsSTs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/itxFAUzX2wMm7bwytP4g4ZZsSTs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/itxFAUzX2wMm7bwytP4g4ZZsSTs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/qQEyBSgHIRM" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-29T20:21:56.556-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/kisah-tragis-sang-penggagas-republik.html</feedburner:origLink></item><item><title>Legenda: Anak Durhaka Dimana-mana</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/9iE3pqOJWSU/legenda-anak-durhaka-dimana-mana.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Sun, 29 Jan 2012 20:21:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-8543976788724684998</guid><description>&lt;p&gt;Sewaktu aku dan adik-adikku masih usia sekolah, Mamak dan Papa sangat suka mengajak kami untuk pergi jalan-jalan. Terkadang hanya didalam kota dan sering kali sampe menjelajah beberapa propinsi dan memakan waktu berhari-hari.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Beberapa hari yang lalu aku membuka album lama, niat membersihkan dari debu dan intip sedikit. Senyum mengambang dibibir karena wajah-wajah culunku dan adik-adikku saat berlibur. Di album itu ada 2 poto dengan tema yang sama “Anak Durhaka”. Poto yang satu bercerita tentang anak durhaka paling top se-indonesia “Si Malin Kundang” dan ada satu poto yang aku tak ada disana tapi aku tahu itu ada di lokasi anak durhaka versi Panyabungan, Tapanuli Selatan (Sumatera Utara) Sampuraga namanya . Sama-sama anak durhaka, sama-sama tak mau mengakui ibu kandungnya dan sama-sama dikutuk ibunya.&lt;br /&gt;&lt;div id="attachment_166586" class="wp-caption aligncenter" style="width: 579px;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-166586" title="13276411581300029516" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/13276411581300029516.jpg" alt="13276411581300029516" height="432" width="569" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Papa dan Mamak diatas Tubuh Malin Kundang si anak durha yang dikutuk menjadi batu (Sumatera Barat)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Legenda anak durhaka tidak hanya ada di Sumatera Barat dan Utara.  Riaupun menyajikan legenda anak durhaka lewat Si Lancang yang dikutuk menjadi danau dan Tuaka yang dikutuk menjadi burung elang. Lain lagi dari Kalimantan Selatan “Putramarga” yang dikutuk menjadi burung punai.  Sedangkan dari kota kelahiranku Tapanuli Selatan atau sekarang dikenal dengan MADINA (Mandailing Natal, red) ada kisah seorang anak durhaka bernama Sampuraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Terkisahkan bahwa Sampuraga adalah anak yang sangat menyayangi ibunya yang sudah lama hidup menjanda. Anak dan Ibu ini tinggal disebuah gubuk reok terletak dipedalaman. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka bekrja diladang milik orang-orang kaya dikampungnya. Berkat kejujurannya banyak pula orang yang senang akan ibu dan anak ini.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Disuatu siang Sampuraga berbincang-bincang dengan majikannya. Sang majikan berkata “hai Sampuraga alangkah baiknya jika kau merantau ke negeri orang, aku yakin kau akan mudah mendapatkan uang disana”. Dimanakah gerangannya tempat itu tuan? tanya Sampuraga. Majikan pun meberikan saran agar Sampuraga merantau ke Mandailing, sebuah tempat yang subur, dan banyak cara untuk mendapatkan uang salah satunya dengan mendulang emas. Tak khayal Sampuragapun langsung tertarik, terbayang dibenaknya bahwa dia akan mampu memberikan kebahagian untuk ibu tercinta. Sore itu Sampuraga pulang dengan wajah gembira, sesampainya dirumah maka diapun menyampaikan niat nya untuk segera merantau merubah nasib keluarga. Dengan sedih sang ibu menjawab “pergilah nak, meskipun aku akan sangat khawatir bahwa kita tak akan bertemu lagi, aku ini sudah sangat tua. Tapi untk kebahagiaan mu pergilah nak.. Betapa senangnya Sampuraga mendapat restu dari ibunya “Doa’kan raga ya bu, raga akan membuat ibu tak menderita lagi” ucapnya haru. Sang ibupun membantu raga menyiapkan bekal “pulanglah nak kalau kau sudah berhasil”&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Sampuraga pun merantau dengan berjalan kaki, setelah berhari-hari diapun sampe di Mandailing, melihat kesejahteraan orang disana maka Sampuragapun yakin dia akan berhasil. Maka diapun melamar pekerjaan pada seorang pedagang yang kaya raya. Bermodal kejujuran akhirnya Sampuraga sangat dipercaya majikannya. Modalpun diberikan kepada Sampuraga, dari modal yang sedikit kemudian mendapat keuntungan Sampuraga menabung, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, pepatah itulah kiranya yang terjadi kepada Sampuraga. Nama Sampuragapun tersebar sebagai pengusaha muda jujur yang kaya raya. Majikannyapun sangat bangga akan keberhasilan Sampuraga, saking bangganya sang majikan meminta Sampuraga menjadi menantunya. Tentu saja Sampuraga menyambut dengan hati yang gembira. Maka Pesta pernikahanpun disiapka. Puluhan kerbau, kambing sudah disiapkan bahkan alat musik Gondang Sambilan (Gendang berjumlah sembilan) dan Gondang boru (Gendang 2 buah) yang merupakan alat musik adat yang tampil dipesta pernikahan mewah sudah disiapkan. Berita pernikahan yang heboh ini telah sampai kepenjuru kampung, bahkan berita ini menghampiri janda tua di gubuk reot nya. Tak percaya rasanya ketika mendenga nama Sampuraga, benarkah itu anakku?tanya janda tua ini dalam hati. Ada keraguan namun untuk meyakinkannya maka janda tua ini berniat menghadiri pesta pernikahan tersebut. Bergegas janda tua itu  menuju tempat pernikahan, berharap akan tiba sebelum hari pernikahan. Akhirnya sang ibu pun sampai di kampung Sampuraga, ramai sekalai orang yang datang, ditenga keramaian sang ibu mendesak masuk…dan betapa air mata langsung membasahi pipinya..subhanallah benarlah bahwa itu adalah anakku Sampuraga..dengan bergetar janda tua itu memekik berteriak melepaskan rindu :Ragaaa…Sampuragaaaaa anakku”.. Betapa kagetnya Sampuraga, dia tahu bahwa itu adalah suara ibunya, Ibu tercintanya. Egois menghalangi langkah Sampuraga untuk memeluk sang ibu tercinta, hasutan setan ditelinga membuatnya bertahan, membuatnya merasa malu, “apa kata orang jika melihat janda tua miskin itu adalah ibu kandungnya. Maka dengan lantang Sampuraga berteriak “siapa kau ? seenaknya memanggil ku anak ?” Ibu ku sudah meninggal, pengawal tolong usir wanita tua itu, perintah Sampuraga.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="attachment_166588" class="wp-caption aligncenter" style="width: 430px;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-166588" title="1327641322241889758" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/1327641322241889758.jpg" alt="1327641322241889758" height="315" width="420" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Sampuraga&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Janda tua itu menangis, dipandanginya wajah sampuraga, dalam keadaan terseret sang ibu bermohon kepada sang kuasa, jika benar dia anakku maka beri dia pelajaran karena sudah tak menghargai ibunya. Seketika itu langit menjadi gelap, petir menyambar, hujan deras membuat pesta mewah  menjadi berantakan, orang-orang lari menyelamatkan diri, kambing dan kerbau terlempar kemana-mana, gondang sambilan pun melayang. Keesokan harinya dilokasi itu muncullah sebuah kolam panas, airnya memancar , menggelegak panas disekitar tempat itu ada batu yang menyerupai kerbau, menyerupai alat-alat masak. Sejak saat itu diyakini bahwa Sampuraga terkutuk menjadi air panas.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="attachment_166587" class="wp-caption aligncenter" style="width: 525px;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-166587" title="13276412502043993965" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/13276412502043993965.jpg" alt="13276412502043993965" height="586" width="515" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Mamak Papa dan adik2 di Kolam Air Panas Sampuraga, jika diteriaki maka akan menyemburkan air panas&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ketika aku berlibur kesana kolam itu masih panas, meskipun kata mamak dahulu jauh lebih panas. Dan ketika kita berteriak menghadap kolam panas tersebut “hei Sampuraga na maila marinang (Hei Sampuraga anak yang malu ber-ibu)” maka kolam itu pun akan menyemburkan air panasnya keatas, dikisahkan itu adalah air mata penyesalan dari Sampuraga. Aku dan adikkupun berteriak berulang-ulang menyebutkannya “Sampuraga anak na maila marinang” maka semburannya akan semakin tinggi. Dahulu tempat wisata ini banyak dikunjungi dan disana kita bisa membeli telur mentah kemudian dengan jaring ikan kita masukkan terlur tersebut kekolam, tunggu sekitar 10 menit telur tersebut sudah matang dan siap disantap sebagai telur rebus :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="attachment_166590" class="wp-caption aligncenter" style="width: 272px;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-166590" title="13276415681877869347" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/13276415681877869347.jpg" alt="13276415681877869347" height="196" width="262" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Gondang Sambilan&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kalau dipikir-pikir banyak juga kisah anak durhaka di Indonesia  ini..pengen dengar kisah bule yang jadi anak durhaka ada gak ?? ini  cerita ku ..mana cerita mu ?? Semoga kita adalah anak-anak yang  membahagiakan dan membanggakan kedua orang tua kita..aamiin&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kalau anda tertarik mengunjungi Sampuraga silahkan berkunjung ke Sumatera Utara, berkisar 10-12 Jam dari kota Medan, selain mengunjungi Sampuraga di Tapanuli Selatan sangat kaya akan wisata kulinernya seperti Toge, bukan sembarang toge, toge ini merupakan jenis makanan hampir menyerupai es Campur tapi rasanya sangat khas, kemudian keripik sambal nan aduhai enaknya, ada lagi kipang yang terbuat dari ketan atau beras menyerupai rengginang, es Tebak es menyerupai cendol tapi tanpa santan diberi sirup merah dijamin menyegarkan dan banyak lagi wisata alam yang menarik lain waktu akan kita bahas makanan khas daerah Tapanuli Selatan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;* Di Wikipidea Sampuraga adalah kisah anak durhaka dari Kalimantan Tengah, Kab. Lamandau, dikutuk menjadi bukit batu yang mirip runtuhan kapal.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ulihape&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-8543976788724684998?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/82vOf1Cki3VLwwN2qo5mh5Lj-JQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/82vOf1Cki3VLwwN2qo5mh5Lj-JQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/82vOf1Cki3VLwwN2qo5mh5Lj-JQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/82vOf1Cki3VLwwN2qo5mh5Lj-JQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/9iE3pqOJWSU" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-29T20:21:00.610-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/legenda-anak-durhaka-dimana-mana.html</feedburner:origLink></item><item><title>Menguak Rahasia Mesir Kuno Membangun Piramida Agung Giza</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/n9LqvYM8Kig/menguak-rahasia-mesir-kuno-membangun.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Sun, 29 Jan 2012 20:23:29 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-3908247456536356104</guid><description>&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-158099" title="13278651191294662876" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/13278651191294662876.jpg" alt="13278651191294662876" height="324" width="615" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Fungsi lereng (ramp) dalam proses pembangunan Piramida untuk mempermudah transportasi bahan baku. (image: waraqat.net)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;By. Masykur A. Baddal - Piramida Agung Giza adalah salah satu dari tujuh keajaiban dunia kuno, yang hingga saat ini belum ada  tandingannya. Bangunan terbesar yang berbentuk segi tiga itu, mempunyai ketinggian 146m. Diyakini dibangun pada masa kekuasaan Firáun Khufu yaitu pada tahun 2560 SM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kontraversi sekitar proses pembangunan Piramida Agung Giza terus berkelanjutan hingga akhir abad ke-19. Dimana, sebagian besar arkeolog dunia tetap berpendapat, bahwa Piramida Agung Giza dibangun dengan konstruksi blok batu granite berjumlah 2.300.000 biji batu yang di ambil dari wilayah &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Aswan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;. Setiap blok batu mempunyai bobot 2.5 ton&lt;/span&gt;. Proses pembangunannya memakan waktu selama 30 tahun, dengan melibatkan 100.000 orang pekerja.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div id="attachment_158100" class="wp-caption alignright" style="width: 404px;"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-158100 " title="1327865346323483415" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/1327865346323483415.jpg" alt="1327865346323483415" height="401" width="394" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Puncak Piramida Khafre masih menyisakan unsur lumpur/tanah liat (foto: sis.gov.eg)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;bahkan ada yang berspekulasi, bahwa bangunan piramida dibangun oleh UFO dengan mengaitkannya kepada potret piramida di Mars.  Ada juga yang mengidentikkan piramida, berhubungan langsung dengan rasi gugus bintang Orion. Jika ditinjau dari letak katiga piramida Giza, maka Piramida Maya pun diyakini memiliki letak dan posisi yang sama, berdasarkan gugus rasi bintang Orion.&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun, semua spekulasi sekitar proses dan teknis pembangunan Piramida Agung Giza, pada tahun 1981 seakan terpecahkan. Seorang peneliti berkebangsaan Perancis, Profesor Joseph Davidovits, Direktur Institut Geopolimer Prancis. Secara mengejutkan mengajukan sebuah teori bahwa Piramida Agung Giza dibangun dari unsur tanah liat yang kemudian dibakar menjadi sekeras batu alam.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;Profesor Davidovits mengatakan, bahwa tanah liat dan bahan lainnya diambil dari sepanjang Suangai Nil, lalu bahan-bahan ini disatukan dalam sebuah cetakan kayu khusus, dan dapat digunakan berulang kali. Campuran semua unsur tanah liat ini selanjutnya dipanaskan pada suhu tinggi, sehingga menyebabkan komponen-komponen kimiawi dari bahan-bahan tersebut saling berinteraksi dan membentuk sejenis batu, persis seperti batu gunung berapi, yang terbentuk jutaan tahun lalu. Dengan teknis semacam ini, menjadikan semua blok batu memiliki ukuran dan potongan yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Percobaan yang dilakukan oleh Profesor Davidovits menggunakan Nanoteknologi (cabang teknik yang berhubungan dengan hal-hal kecil dari 100 nanometer) membuktikan adanya sejumlah besar unsur air dalam bebatuan. Jumlah tersebut seharusnya tidak ada, seperti pada batu alam kebanyakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div id="attachment_158101" class="wp-caption aligncenter" style="width: 456px;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-158101" title="13278655142094166494" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/13278655142094166494.jpg" alt="13278655142094166494" height="281" width="446" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Ilustras: Proses pengumpulan lumpur/tanah liat di sepanjang sungai Nil (image: waraqat.net)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Tes mikroskop elektronik yang digunakan untuk menganalisis sampel dari batu piramida. Hasilnya, sesuai dengan pendapat Prof. Davidovits, dan kristal kuarsa jelas muncul sebagai hasil dari pemanasan lumpur. Analisis dengan skala Mini E menunjukkan adanya silikon dioksida juga. Sehingga hal ini membuktikan bahwa batu-batu tersebut tidak alami.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Selain itu, dalam bukunya “Ils ont bati les pyramides” (cara membangun piramida) yang diterbitkan tahun 2002, Profesor Davidovits telah menjelaskan semua teka-teki yang selama ini menjadi perdebatan para arkeolog, sekitar cara Piramida Agung Giza dibangun. Selain itu, ia juga mereka ulang mekanisme konstruksi sederhana geometris dari lumpur. Beberapa penelitian menegaskan bahwa tungku atau sejenis kompor telah digunakan pada zaman dahulu untuk membuat keramik dan patung-patung. Secara umum, setelah tanah liat dicampur dengan logam dan bahan alami lainnya, lalu dibakar dengan nyala api, sampai patung itu mengeras menyerupai bentuk batuan nyata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Pendapat Davidovits juga dipertegas oleh Mario Collepardi, seorang Profesor dari Italia yang mengkhususkan diri pada penelitian arsitektur piramida. Ia meyakini bahwa Firaun menggunakan tepung kapur yang tersedia dalam jumlah melimpah di daerah mereka, dicampur dengan tanah biasa. Kemudian mereka menambahkan air dari sungai Nil dan menyalakan api hingga suhu 900 derajat Celcius. Proses pemanasan ini memberi kekuatan pada batu dan menjadikannya mirip dengan batuan alami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Adapun proses penyusunan blok-blok tanah liat tersebut sebelum dipanaskan, guna membentuk bangunan piramida. Yaitu dengan membangun lereng (ramp) dari bahan kayu mengelilingi konstruksi piramida, sehingga memudahkan para pekerja melakukan proses pengangkutan bahan baku tanah liat/lumpur ke berbagai ruas bangunan piramida. Sehingga dengan cara ini, tidak diperlukan lagi puluhan ribu pekerja untuk membangun sebuah piramida.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div id="attachment_158102" class="wp-caption alignright" style="width: 310px;"&gt;&lt;img class="alignright size-medium wp-image-158102" title="13278658281530246306" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/13278658281530246306_300x211.76470588235.jpg" alt="13278658281530246306" height="211.76470588235" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Profesor Michel Barsoum dari Drexel University sedang melakukan tes materi di Piramida Giza (foto: waraqat.net)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya pada bulan Desember 2006, sejumlah arkeolog besar dunia seperti, Michel Barsoum, Adrish Ganguly, dan Gilles Hug telah mempublikasikan pendapat mereka di the&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Journal of the American Ceramic Society, &lt;/em&gt;yaitu&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;span&gt;medukung hasil temuan Profesor Davidovits berkaitan proses pembangunan Piramida Agung Giza. Walaupun ada beberapa arkeolog Mesir lainnya yang belum dapat menerima teori tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Teknis pembangunan piramida, juga menjadi rahasia Firáun Mesir. Dari jutaan tastamen yang ada, tidak satupun yang menjelaskan sekitar teknis pembangunan Piramida Agung Giza secara detail.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sehingga dengan temuan teranyar ini, akan membuka mata kita, bahwa teknologi yang digunakan sebenarnya sangat simpel. Akibat kurangnya informasi sekitar detail teknisnya, mendorong setiap arkeolog berspekulasi menurut cara berpikir masing-masing.&lt;/p&gt;Salam.(referensi: wiki, sis.gov.eg, egypt.com.eg, waraqat.net)&lt;br /&gt;&lt;pre id="line268"&gt;Masykur A. Baddal&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-3908247456536356104?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5H307RCB8i8SFBl6PLqvkg4Zkj0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5H307RCB8i8SFBl6PLqvkg4Zkj0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5H307RCB8i8SFBl6PLqvkg4Zkj0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5H307RCB8i8SFBl6PLqvkg4Zkj0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/n9LqvYM8Kig" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-29T20:23:29.156-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/menguak-rahasia-mesir-kuno-membangun.html</feedburner:origLink></item><item><title>Si Cantik Aurora dari Badai Matahari</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/LXKyh2IeGE0/si-cantik-aurora-dari-badai-matahari.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Sun, 29 Jan 2012 20:15:46 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-7369010415087794378</guid><description>&lt;img src="http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/03/11/106684_cahaya-aurora_300_225.jpg" id="att_fotoimg" width="315" /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;div class="tgl_artikel" id="att_fotocaption"&gt;Aurora Borealis (Senior Airman Joshua Strang/ wikipedia.org)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badai matahari juga membawa masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam seminggu terakhir, warga Norwegia, Islandia, bahkan Inggris  disunguhi pemandangan spektakuler, aurora borealis. Sinar cahaya ini merupakan dampak dari badai matahari terbesar dalam enam tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, aurora ini terlihat hanya di sebagian utara Skotlandia. Tapi, karena ada aktivitas matahari membuat cahaya ini bisa dinikmati warga yang ada di bagian selatan, sampai bagian timur laut Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badai geomagnetik ini memang memberikan pemandangan yang luar biasa. Tapi, di sisi lain, badai ini juga membawa masalah. Menurut National Oceanic and  Atmospheric Administration (NOAA), badai ini bisa menimbulkan berbagai gangguan saat lonjakan arus listrik, gangguan sinyal radio, televisi, dan telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radiasi akibat badai matahari, Minggu lalu, tiba di bumi sejam kemudian. Pakar dari NOAA menyatakan badai itu sangat kuat, tapi badai-badai lainnya malah lebih parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua skala radiasi tertinggi menurut NOAA, yakni 'parah' dan 'ekstrim.' Badai matahari terbaru adalah yang terkuat sejak Mei 2005. Radiasi berbentuk proton ini terbang keluar matahari dengan kecepatan 93 juta mil per jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Volume antariksa dari sini ke Jupiter hanya diisi dengan proton dan anda tidak bisa menyingkirkannya begitu saja," kata pakar cuaca antariksa Doug Biesecker, seperti dikutip dari Dailymail. Ini  menjelaskan mengapa dampak badai matahari ini 'bertahan' selama beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASA pun tengah meneliti dampak badai matahari ini. Menurut juru bicara NASA Rob Navias, NASA memutuskan enam astronot yang ada di Stasiun Antariksa Internasional tidak perlu melakukan apapun untuk melindungi diri dari badai matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radiasi diawali elektromagnetik, diikuti kemudian radiasi proto, kemudian plasma matahari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-7369010415087794378?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_2hc-oC88mIi6KzYXVdkXlOGgDE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_2hc-oC88mIi6KzYXVdkXlOGgDE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_2hc-oC88mIi6KzYXVdkXlOGgDE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_2hc-oC88mIi6KzYXVdkXlOGgDE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/LXKyh2IeGE0" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-29T20:15:46.625-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/si-cantik-aurora-dari-badai-matahari.html</feedburner:origLink></item><item><title>Hujan Radiasi Badai Matahari Tak Seburuk Bayangan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/DMzGDsZO_nk/hujan-radiasi-badai-matahari-tak.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Sun, 29 Jan 2012 20:14:13 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-7908720879210132351</guid><description>&lt;img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/03/1438579620X310.jpg" width="630" /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;span class="pb_10"&gt;NASA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Badai Matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan Matahari terbesar dalam 7 tahun terakhir yang terjadi Senin (23/1/2012) pukul 10.59 WIB menyebabkan lontaran massa korona yang akhirnya sampai ke Bumi pada Selasa (24/1/2012) pukul 21.31 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah peringatan berlebihan dikirim lewat Blackberry Messenger dan SMS. Dikatakan bahwa radiasi yang mencapai Bumi tergolong kuat dan masyarakat yang keluar rumah wajib melindungi kulit. Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa ledakan Matahari dan badai Matahari membawa konsekuensi pada radiasi, itu benar. Saat ledakan Matahari terjadi, radiasi dipancarkan ke seluruh angkasa di Tata Surya. Bumi pun dihujani radiasi. Tapi, dampaknya tak seburuk yang dibayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Todd Hoeksema, astronom Stanford University menuturkan, "Radiasi ultra violet dari Matahari memang meningkat ribuan kali saat ledakan Matahari. Namun, itu di luar atmosfer Bumi. Jumlah sinar ultraviolet yang sampai permukaan sama saja seperti biasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sinar UV sangat energetic jadi berinteraksi dengan atmosfer, memecah molekul dan mengionisasi atom. Ketika sinar UV bergerak di udara, semakin banyak yang diserap. Kebanyakan diserap pada ketinggian 80-100 mil di atas permukaan," sambung Hoeksema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan proses tersebut, kata Hoeksema seperti dikutip Life Little Mysteries Rabu (25/1/2012), peningkatan jumlah sinar ultraviolet yang mencapai Bumi sebenarnya sangat minimal alias tak perlu terlalu dikhawatirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlindungan kulit seperti yang dimaksud dalam pesan BBM dan SMS terlalu berlebihan. Manusia di Bumi tak perlu panik. Antisipasi dampak badai Matahari langsung terhadap tubuh hanya perlu diwaspadai oleh para astronot di luar angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pun perlindungan kulit harus dilakukan, langkah itu tak perlu dikaitkan dengan puncak aktivitas Matahari dan badai Matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang menjadi masalah adalah dosis kumulatif dari radiasi UV, bukan peningkatan kecil di sini sana," ungkap Hoeksema. Sinar UV diketahui bisa memicu mutasi genetik dan menyebabkan kanker kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena efeknya kumulatif, saya pikir orang harus memakai tabir surya setiap saat," pungkas Hoeksema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SPACE&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-7908720879210132351?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/D2cIrM2CJ4oe2Bw1Q97xF7AEugE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/D2cIrM2CJ4oe2Bw1Q97xF7AEugE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/D2cIrM2CJ4oe2Bw1Q97xF7AEugE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/D2cIrM2CJ4oe2Bw1Q97xF7AEugE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/DMzGDsZO_nk" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-29T20:14:13.500-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/hujan-radiasi-badai-matahari-tak.html</feedburner:origLink></item><item><title>Budayawan Bogor Sarasehan di Situs Megalitik</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/2JAUfnIK6oA/budayawan-bogor-sarasehan-di-situs.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Sun, 29 Jan 2012 20:13:05 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-8906933743481838339</guid><description>&lt;span class="pb_10"&gt;ANTONY LEE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Situs megalitik Cibalai di wilayah Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Situs yang diperkirakan berasal dari masa 4.000 tahun lalu itu berada di kaki Gunung Salak.&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Sejumlah budayawan Bogor dan aparatur Pemerintah Kabupaten Bogor  menggelar sarasehan budaya di Situs Megalitik di Cibalai, Kecamatan  Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (29/1/2012).&lt;div class="isi_berita2011 pt_5"&gt;&lt;p&gt;Sarasehan itu untuk membicarakan masa depan situs megalitik itu.        Situs yang diperkirakan berasal dari masa 4.000 tahun lalu itu berada di kaki Gunung Salak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengunjung harus berjalan  menuju kawasan itu sekitar dua kilometer dari tepi jalan beraspal. Jalan masuk masih buruk dengan pecahan batu dan tanah. Akibatnya, jika musim hujan sukar menggunakan kendaraan menuju kawasan ini, termasuk menggunakan sepeda motor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Areanya sekitar satu hektar dengan fungsi pemujaan kepada leluhur di masa lalu. Ini situs yang penting," tutur Hendra M Atsari, Koordinator Komunitas Napak Tilas yang juga mengikuti sarasehan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, juga ada budayawan Eman Sulaeman, Inotji Hajatullah, serta Wakil Bupati Bogor Karyawan Fathurahman, serta penduduk setempat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-8906933743481838339?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cUpTNhpb6Vy0EBvWquNH9ntbohU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cUpTNhpb6Vy0EBvWquNH9ntbohU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cUpTNhpb6Vy0EBvWquNH9ntbohU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cUpTNhpb6Vy0EBvWquNH9ntbohU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/2JAUfnIK6oA" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-29T20:13:05.935-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/budayawan-bogor-sarasehan-di-situs.html</feedburner:origLink></item><item><title>Salaka Domas dan Salaka Nagara</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/AGND5hKfQ6w/salaka-domas-dan-salaka-nagara.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Thu, 26 Jan 2012 12:21:25 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-8480632641972502383</guid><description>&lt;a href="http://kasepuhan-sundapura.blogspot.com/2009/01/salaka-domas-dan-salaka-nagara.html" rel="bookmark"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="entry-content"&gt;History Officer Sundapura&lt;div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;img class="aligncenter" src="http://atlantissunda.files.wordpress.com/2012/01/konsepbenderanusantara.jpg?w=320&amp;amp;h=186" alt="" width="320" height="186" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Peradaban “Sunda” telah ada antara 30.000 – 12.000 tahun sebelum Masehi, jauh lebih tua dari peradaban bangsa Mesir (6000 SM). Namun demikian perlu dipahami terlebih dahulu bahwa istilah “SUNDA” sama sekali bukan nama etnis (suku) yang tinggal di Jawa Barat, sebab Sunda merupakan nama wilayah besar yang ditimbulkan oleh adanya ajaran “SUNDAYANA” (yana=ajaran) yang disebarluaskan oleh Maharaja Resi Prabhu Sindhu-La-Hyang (bapak dari Da Hyang Su-Umbi=Dayang Sumbi). Inti ajaran Prabhu Sindhu atau Sintho (di Jepang) dan di India menjadi HINDU (Hindus) adalah ajaran ‘budhi-pekerti’ dan ketata-negaraan yang disebut sebagai La-Hyang Salaka Domasdan La-Hyang Salaka Nagara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span id="more-1334"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya negara kita memiliki beberapa nama, namun pada umumnya bangsa Indonesia hanya mengenal nama “Nusantara” saja, padahal awalnya bernama: “Dirgantara” kemudian menjadi “Swargantara” lalu menjadi “Dwipantara” setelah itu menjadi “Nusantara” dan kini disebut “Indonesia”.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lalu apa kaitannya dengan Kujang? Kenapa pula dianggap Kujang lebih tua dari Keris? dan apa sebabnya Kujang sering dikaitkan dengan Sunda? oleh sebab-sebab itulah kita harus melihat runtun kejadian di negara kita melalui catatan sejarah dan bukan mithos.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada dasarnya penggambaran Kujang itu sama dengan Garuda Pancasila di jaman sekarang. Artinya, kujang sama dengan lambang negara yang mengandung inti ajaran kenegaraan (ideologi bangsa) atau ageman (agama) bangsa. Kujang merupakan simbol “Api” (atau Ra = api kehidupan) bagi masyarakat pegunungan (dataran tinggi), dan kelak ketika negera ini mengembangkan diri menjadi Kerajaan Maritim maka lahirlah bentuk Keris sebagai simbol Air(Naga atau dunia wanita/Ibu atau Ibu Pertiwi). Singkatnya, Kujang sebagai “Ra” dan Keris sebagai “Naga”, maka terbentuklah konsep NAGA dan RA, lalu kita menyebutnya sebagai NAGARA atau NEGARA.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://atlantissunda.files.wordpress.com/2012/01/konsepbenderanusantara.jpg"&gt;&lt;img src="http://atlantissunda.files.wordpress.com/2012/01/konsepbenderanusantara.jpg?w=300" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Jaman Dirganta-Ra (Wilayah api kehidupan yang bercahaya) artinya Kujang dijadikan sebagai simbol Batara Durga (Api yang memberi kehidupan).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Jaman Swarganta-Ra (Wilayah kehidupan mandiri yang bercahaya) artinya Kujang = sebagai simbol Matahari(Sang Hyang Manon).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Jaman Dwipanta-Ra (Kehidupan Negeri Cahaya Kembar / Merah-Putih) artinya Kujang = sebagai simbol ajarancahaya (merah/api/matahari) atau Salaka Domas, dan Keris = sebagai simbol negara air (maritim) atau Salaka Nagara artinya lahirnya konsep CAHAYA KEMBAR (Dwi) Naga dan Ra dengan simbol Kujang dan Keris atauMerah dan Putih (Vertikal dan Horisontal).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Maka itu sebabnya pula Prabhu Air Langga (thn 1000 Masehi) disimbolkan mengendarai Garuda Wisnu(Menunggang seekor burung yang berdiri (bertumpu) di atas Naga/ular) yang mensiratkan era Banjaran Nagara.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Jaman Nusantara (Gerak/Kehidupan Manusa Cahaya) artinya menggambarkan lahirnya Panji Cahaya (Bende-Ra) sebagai lambang Negara (bendara Merah-Putih). Sebagai negara Maritim dalam era ini Keris lebih banyak berperan dibandingkan Kujang. Pada zaman ini dikenal sebagai era Pajajaran Nagara&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Jaman Indonesia (konsep negara Re-Publik), kerajaan diruntuhkan dan direbut atau dirampok oleh rakyat (Ra-Hayat).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kujang = simbol Batara Durga = simbol Dewa Api = simbol negara Matahari = simbol Salaka Domas = simbolMerah = Horisontal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keris = simbol Dewa Air = simbol negara Maritim = simbol Salaka Nagara = simbol Putih = Vertikal&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dengan demikian makna “Bende-Ra” sama sekali jauh berbeda dengan “flag” (bhs. Inggris) sebab Merah-Putihadalah lambang kehidupan keagamaan dan kenegaraan bangsa yang telah mampu menciptakan sistem tanda yang agung. Keunggulan dan keagungan suatu bangsa ditandai oleh kemampuan mereka dalam menciptakan sistem tanda untuk berkomunikasi, dan bangsa kita sudah melakukannya sejak ribuan tahun lalu….!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pun Sapun…Paralun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka pupunclak Agung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Rama, Sang Ratu, Sang Resi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabab geus loba anu nyambat ka Pajajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaula nyatur sabab Kujang geus aya anu neang&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Cag !&lt;br /&gt;&lt;p&gt;http://www.facebook.com/home.php?#/topic.php?uid=27290578780&amp;amp;topic=7651&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Lucky Hendrawan&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-8480632641972502383?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7Pd0eZGCwWVHEhPR3PUGJsVp-X8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7Pd0eZGCwWVHEhPR3PUGJsVp-X8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7Pd0eZGCwWVHEhPR3PUGJsVp-X8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7Pd0eZGCwWVHEhPR3PUGJsVp-X8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/AGND5hKfQ6w" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-26T12:21:25.517-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/salaka-domas-dan-salaka-nagara.html</feedburner:origLink></item><item><title>Hermeneutika dalam Studi Tasawuf</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/yoAfEay-SAA/hermeneutika-dalam-studi-tasawuf.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Thu, 26 Jan 2012 12:19:02 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-8911268080221030130</guid><description>Studi tasawuf dan filsafat sangat akrab dengan metode hermeneutika. Studi ilmu tasawuf sangat menekankan makna esoterik/batin sebuah teks suci dan filsafat sangat menekankan aspek filosofi dan tujuan kemanusiaan pada teks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sampai kepada tujuannya, kedua disiplin ilmu ini merasa tidak cukup terwadahi dengan warisan metodologi konvensional studi Islam. Akhirnya, sadar atau tidak sadar, kedua disiplin kajian kelilmuan ini berada dalam alur metodologi yang sama; hermeneutika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hermeneutika sebenarnya bukan sesuatu yang serba baru samasekali. Hermeneutika adalah nama baru untuk sebuah masalah lama, yakni penafsiran teks suci. Kalangan sufi menganggap seluruh alam termasuk diri manusia adalah sebuah teks suci yang harus dibaca dan dimaknai. Kalangan filsuf menyebut teks itu adalah pemikiran atau jenis filosofi apa saja. Dalam ilmu-ilmu sosial dan humaniora, teksnya adalah kenyataan sosial itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat kenyataan ini (kauniyat) adalah penafsiran itu sendiri. Manusia ada dan disebut manusia karena ia berpikir (bukan berakal saja). Apa saja yang dipikirkan selalu berarti memikirkan untuk mengetahui, memahami, dan mengerti teks: artinya menafsirkannya. Karena, tidak seorang pun mengklaim sampai pada hakikat kenyataan. Kita hanya bisa menemukan suatu pengetahuan yang relatif bertahan (validity) dan kuat bertahan (releability) dari kelemahan-kelemahan pemahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hermeneutika dan penafsiran mempunyai wilayah persentuhan tetapi keduanya tidak identik. Penafsiran teks adalah kegiatan berpikir, praktik penafsiran, usaha memahami. Untuk berpikir orang bisa tidak bermetode, tapi berpikir yang baik adalah berpikir dengan metode. Jika diputuskan untuk menggunakan metode dalam menafsirkan atau memikirkan teks, maka di situlah hermeneutika berperan. Jadi, hermeneutika adalah metode atau teori penafsiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hermeneutika tidak melulu berarti metode. Istilah teori di sini merujuk pada istilah Kunstlehre, menurut Schleiermacher. Menurutnya, teori (Kunstlehre) berarti metode dan filsafat. Sebab, metode adalah teknik-teknik menafsirkan secara benar. Sebagai filsafat, hermeneutika berarti segala macam usaha manusia memahami apa yang terjadi ketika manusia menafsirkan teks dan apa yang terjadi ketika metode-metode interpretasi tertentu dirumuskan atau digunakan dalam penafsiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dalam berbagai literatur hermeneutika modern, proses pengungkapan pikiran dengan kata-kata, penjelasan yang rasional, dan penerjemahan bahasa sebagaimana dijelaskan di atas, pada dasarnya lebih dekat dengan pengertian exegesis daripada hermeneutika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini karena eksegesis berkaitan dengan kegiatan memberi pemahaman tentang sesuatu ketimbang perbincangan tentang teori penafsiran yang lazim dalam hermeneutika. Jika eksegesis merupakan komentar aktual terhadap teks, maka hermeneutika lebih banyak berurusan dengan pelbagai aturan, metode, dan teori yang berfungsi membimbing penafsir dalam kegiatan ber-exegese.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hermeneutika itu ada sejak agama lahir, bahkan sejak manusia muncul sebagai makhluk berkebudayaan. Setiap agama lahir dengan teksnya masing-masing, Islam dengan risalah Muhammad berupa Alquran dan sunah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teks Alquran dan sunah itu ditafsirkan oleh Nabi dan sahabat dari bahasa Tuhan, sekalipun tidak dengan metode yang sangat rigid. Karena masa Nabi dan sahabat, kata Muhammad Ata As-Sid, adalah masa penerimaan teologis terhadap teks Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman adalah segala-galanya, dan pemahaman terhadap Alquran adalah hal yang gampang. Jika ada kerancuan pemahaman, para sahabat bertanya ke Nabi, sementara Nabi bisa bertanya ke Tuhan. Lagi pula sahabat sangat memahami situasi Makkah dan Arab masa itu, plus persahabatan dengan Nabi (shuhbah) dan kemahiran mereka dalam bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hermeneutika sebagai metode dalam Islam muncul ketika wilayah politik Islam meluas dan dibutuhkan penafsiran terutama hukum terhadap teks-teks agama. Di sinilah mereka mulai berpikir metode. Awalnya, sekedar metode sastra, kemudian meluas menjadi metode hukum melalui perumusan jenis-jenis ungkapan dalam Alquran dan pembagian-pembagian pengambilan hukum (istinbath) oleh Imam Asy-Syafi’î.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu fase awal ketakutan kehilangan cara menafsirkan teks sehingga pemikir awal merumuskan hermeneutika “sederhana” untuk mencegah berhentinya orang menafsirkan Alquran. Tapi sejarah berulang, lama setelah itu, disiplin-disiplin keislaman—terutama usul fiqh, fiqh, tafsir, dan ulûm Alquran—mandeg setelah semakin canggih, di satu sisi dan banyaknya pertentangan politik, di sisi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epistemologi tradisional pemikiran Islam di kemudian hari lebih banyak beralih kepada tradisi skolastik Abad Pertengahan hingga munculnya kembali gerakan pembaharuan pemikiran Islam yang dimulai oleh perjumpaan kaum Muslim dengan kolonialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama berabad-abad lamanya tidak pernah muncul pemikiran Islam yang sama sekali baru, kecuali sekedar pengulang-ulangan yang bersifat tautologis, di mana umat Islam—dan tradisi hermeneutika Alqurannya—tinggal mewarisi trilogi ortodoksi: paradigma Asy-Syafi’i, otoritas Al-Asy‘ari, dan ekletisisme Al-Gazhali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase kedua hermeneutika Alquran terjadi pada masa modern ini. Menurut Andrew Rippin, kesadaran tersebut berkaitan dengan kepentingan menciptakan model-model penafsiran yang memadai terhadap Alquran dengan bantuan kesadaran dan beragam metodologi ilmiah yang tersedia. Dengan instrumen metodologis tersebut, penafsiran Alquran diharapkan mampu merasionalkan doktrin yang ditemukan dalam, atau dirujukkan kepada Alquran. Dan pada saat yang sama, mendemitologisasi berbagai pemahaman mistis dan metafisik di sekitar penafsiran Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof DR Nasaruddin Umar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Wakil Menteri Agama RI)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-8911268080221030130?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/MmWfDKwFofahz94km9woRqI43ZQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/MmWfDKwFofahz94km9woRqI43ZQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/MmWfDKwFofahz94km9woRqI43ZQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/MmWfDKwFofahz94km9woRqI43ZQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/yoAfEay-SAA" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-26T12:19:02.031-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/hermeneutika-dalam-studi-tasawuf.html</feedburner:origLink></item><item><title>WORLD BAKTUN 13 CYCLE DTD 363, JAN 26, 2012 WAS MANAGING BY BADAI MATAHARI 2012, LET’S MAKE SAKTI YOURSELF</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/Yasirmaster/~3/kVPXyxvgD4o/world-baktun-13-cycle-dtd-363-jan-26.html</link><author>suak_cot@yahoo.co.id</author><pubDate>Thu, 26 Jan 2012 12:18:34 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-5392658768374185614</guid><description>WORLD BAKTUN 13 CYCLE DTD 363, JAN 26, 2012&lt;br /&gt;WAS MANAGING BY BADAI MATAHARI 2012, LET’S MAKE SAKTI YOURSELF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Siklus Baktun&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi 13 Siklus Baktun yang menggambarkan sejarah evolusi peradaban umat manusia. [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Siklus Baktun membentuk sebuah Siklus Besar berdasarkan Kalender Hitung Panjang (Long Count) yang oleh Suku Maya disebut sebagai Siklus Penyelarasan Galaksi (Galactic Synchonization Beam Cycle) yang mana didalamnya terjadi tahap-tahap evolusi kebudayaan manusia berdasarkan fakta sejarah. [2]&lt;br /&gt;[sunting] Kejadian-kejadian penting pada Siklus Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai peristiwa penting tersebut adalah: [1]&lt;br /&gt;1). Baktun 0, disebut dengan Baktun of the Star Planting, yaitu tahun 3113-2718 Sebelum Masehi (13.0.0.0.0 atau 0.0.0.0.0) ditandai dengan peristiwa antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Masuknya bumi pada Galactic Synchronization Beam tahap awal.&lt;br /&gt;* Peradaban Mesir Kuno muncul sekitar tahun 3100 Sebelum Masehi.&lt;br /&gt;* Ekspansi Bangsa Sumeria sekitar tahun 3000 Sebelum Masehi.&lt;br /&gt;* Konstruksi awal pembangunan Stonehenge di Inggris dimulai sekitar tahun 2800 Sebelum Masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Baktun 1, disebut dengan Baktun of the Pyramids, yaitu tahun 2718-2324 Sebelum Masehi (1.0.0.0.0) ditandai dengan peristiwa antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Konstruksi awal pembangunan Piramida Agung di Giza sekitar tahun 2700-2600 Sebelum Masehi.&lt;br /&gt;* Penyebaran peradaban Sumeria di Timur Tengah.&lt;br /&gt;* Pengembangan perkakas yang terbuat dari bahan perunggu.&lt;br /&gt;* Peradaban Harappa di India dimulai.&lt;br /&gt;* Masa bercocok tanam berkembang pesat di China, Mesoamerika, dan Andes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Baktun 2, disebut dengan Baktun of the Wheel, yaitu tahun 2324-1930 Sebelum Masehi (2.0.0.0.0) ditandai dengan peristiwa antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Roda ditemukan sebagai media untuk mempermudah transportasi.&lt;br /&gt;* Hukum-hukum tertulis mulai dibuat.&lt;br /&gt;* Imperium Babilonia pertama dimulai.&lt;br /&gt;* Peradaban Minoa dan Crete dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Baktun 3, disebut dengan Baktun of the Sacred Mountain, yaitu tahun 1930-1536 Sebelum Masehi (3.0.0.0.0) ditandai dengan peristiwa antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Era kerajaan baru di Mesir.&lt;br /&gt;* Kerajaan di Mesir mengabadikan mengenai kekuasaan keturunan raja dan memperkuat pola defensif teritorial sebagai norma untuk kehidupan yang beradab.&lt;br /&gt;* Hancurnya perdaban Minoa (Indus) oleh bangsa Arya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5). Baktun 4, disebut dengan Baktun of the Shang, yaitu tahun 1536-1141 Sebelum Masehi (4.0.0.0.0) ditandai dengan peristiwa antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dinasti Shang berkuasa di China, doktrin pengucapan Yin dan Yang.&lt;br /&gt;* Kemajuan pengolahan bahan-bahan yang terbuat dari perunggu.&lt;br /&gt;* Peradaban Vidic di India dimulai.&lt;br /&gt;* Kemunculan peradaban Chavin, Olmec, dan Mesoamerika.&lt;br /&gt;* Masa kenabian Ibrahim sampai Musa.&lt;br /&gt;* Dimulainya peradaban Mesopotamia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6). Baktun 5, disebut dengan Baktun of the Imperial Seal, yaitu tahun 1141-747 Sebelum Masehi (5.0.0.0.0) ditandai dengan peristiwa antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Imperium Babilonia-Assyria dimulai.&lt;br /&gt;* Berkembangnya sistem persenjataan yang terbuat dari besi.&lt;br /&gt;* Kenaikan Mycenean-Yunani di Mediterania.&lt;br /&gt;* Awal Dinasti Chou di China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7). Baktun 6, disebut dengan Baktun of the Mind Teachings, yaitu tahun 747-353 Sebelum Masehi (6.0.0.0.0) ditandai dengan peristiwa antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gelombang periode pertama Peradaban Suku Maya di Mesoamerika.&lt;br /&gt;* Imperium Persia dimulai.&lt;br /&gt;* Zaman keemasan bagi para filosofis Yunani, seperti Plato, Socrates, dan Aristoteles.&lt;br /&gt;* Masa kehidupan Mahavira, Budha, Confucius, Lao Tse, dan Chang Tzu di China.&lt;br /&gt;* Sistem Kalender Maya yang sangat kompleks diciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8). Baktun 7, disebut dengan Baktun of the Annoited One, yaitu tahun 353 Sebelum Masehi – 41 Masehi (7.0.0.0.0) ditandai dengan peristiwa antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Alexander Agung, penguasa Romawi berkuasa.&lt;br /&gt;* Permulaan Dinasti Han di China.&lt;br /&gt;* Konstruksi awal pembangunan Tembok Besar di China dimulai.&lt;br /&gt;* Penyebaran agama Budha dari India hingga Asia Tengah.&lt;br /&gt;* Masa kenabian Isa Al-Masih (Yesus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9). Baktun 8, disebut dengan Baktun of the Lord of Red and Black, yaitu tahun 41-435 Masehi (8.0.0.0.0) ditandai dengan peristiwa antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Konstruksi akhir Piramida Teotihuacan.&lt;br /&gt;* Ajaran “Lord and Black” muncul di Quetzalcoatl.&lt;br /&gt;* Berkembangnya perdaban Nazca dan Easter Island.&lt;br /&gt;* Masa kemunduran kerajaan Romawi di Eropa dan Dinasti Han di China.&lt;br /&gt;* Munculnya Kristen sebagai suatu keyakinan atau agama.&lt;br /&gt;* Agama Budha tersebar hingga ke Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10). Baktun 9, disebut dengan Baktun of the Maya, yaitu tahun 435-830 Masehi (9.0.0.0.0) ditandai dengan peristiwa antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gelombang kedua Galactic Maya Civilization.&lt;br /&gt;* Masa kenabian Muhammad dan munculnya Islam sebagai suatu keyakinan atau agama.&lt;br /&gt;* Hindu menjadi agama yang dominan di India.&lt;br /&gt;* Budha tersebar hingga wilayah Korea dan Jepang.&lt;br /&gt;* Berkuasanya Dinasti Tang di China.&lt;br /&gt;* Zaman keemasan kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.&lt;br /&gt;* Peradaban Tiahuanaco dan Andes mencapai puncaknya.&lt;br /&gt;* Munculnya peradaban Polinesia, Oceania, dan Nigeria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11). Baktun 10, disebut dengan Baktun of the Holy Wars, yaitu tahun 830-1224 Masehi (10.0.0.0.0) ditandai dengan peristiwa antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Hancurnya peradaban Maya dan Meksiko Tengah.&lt;br /&gt;* Munculnya peradaban Khmer di Asia Tenggara.&lt;br /&gt;* Munculnya peradaban Chimu di Andes.&lt;br /&gt;* Zaman keemasan peradaban Tibet.&lt;br /&gt;* Peradaban Toltecs mencapai puncaknya.&lt;br /&gt;* Terjadinya perang salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12). Baktun 11, disebut dengan Baktun of the Hidden Seed, yaitu tahun 1224-1618 Masehi (11.0.0.0.0) ditandai dengan peristiwa antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Penyebaran pengaruh Islam ke India, Asia Tenggara dan Afrika Barat.&lt;br /&gt;* Kejayaan peradaban Turki.&lt;br /&gt;* Puncak perkembangan Kristen di Eropa.&lt;br /&gt;* Peradaban Eropa berhasil menaklukkan Bangsa Inca dan Aztec.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13). Baktun 12, disebut dengan Baktun of the Transformation of Matter, yaitu tahun 1618-2012 Masehi (12.0.0.0.0) ditandai dengan peristiwa antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Zaman imperialisme dan kapitalisme.&lt;br /&gt;* Terjadinya revolusi industri di Eropa dan industrialisasi di Jepang.&lt;br /&gt;* Terjadinya revolusi besar-besaran negara di seluruh dunia terhadap penjajahan.&lt;br /&gt;* Berkembangnya paham Marxisme oleh Karl Marx.&lt;br /&gt;* Terjadinya revolusi komunis di Rusia dan China.&lt;br /&gt;* Terjadinya perang dunia I dan II.&lt;br /&gt;* Era bom nuklir dan perang dingin dimulai.&lt;br /&gt;* Akhir dari Galactic Synchronization Beam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mochammad Daniel Hari Suharto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1311888579207403717-5392658768374185614?l=yasirmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-lJET-e542TfE4pypnzhVtCdeOE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-lJET-e542TfE4pypnzhVtCdeOE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-lJET-e542TfE4pypnzhVtCdeOE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-lJET-e542TfE4pypnzhVtCdeOE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Yasirmaster/~4/kVPXyxvgD4o" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-26T12:18:34.604-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/world-baktun-13-cycle-dtd-363-jan-26.html</feedburner:origLink></item><media:rating>adult</media:rating></channel></rss>

