<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Misteri Dunia Unik Aneh Arkeologi Sejarah Islam</title><description>Misteri Dunia,Syiah,AkhirZaman,Konspirasi,Yahudi Kiamat,Sejarah,Arkeologi,Dunia Misteri Yang Belum TerPecahkan ,Sejarah,Astronomi, Teknologi Sains Tips dan Trik Computer,Free Download game online, Tutorial Computer, Tips Promosi </description><managingEditor>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</managingEditor><pubDate>Tue, 26 Nov 2024 01:29:25 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">26197</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://www.yasirmaster.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Misteri Dunia,Syiah,AkhirZaman,Konspirasi,Yahudi Kiamat,Sejarah,Arkeologi,Dunia Misteri Yang Belum TerPecahkan ,Sejarah,Astronomi, Teknologi Sains Tips dan Trik Computer,Free Download game online, Tutorial Computer, Tips Promosi </itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Kisah Imam Syafii Pecahkan Semua Teka-Teki dari Para Ulama yang Membencinya</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/kisah-imam-syafii-pecahkan-semua-teka.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Tue, 26 Nov 2024 01:28:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-3928404752909536561</guid><description>
Imam Syafii dibenci sejumlah ulama karena dicintai banyak kalangan.

Red: Muhammad Hafil
                    &lt;img alt="Al Um, Kitab karya Imam Syafii" height="353" src="https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/al-um-kitab-karya-imam_201011085111-871.jpeg" width="640" /&gt;
      

      &lt;div class="source-img"&gt;
        Foto: google.com      &lt;/div&gt;
    
    &lt;div class="caption-img" style="text-align: justify;"&gt;
      &lt;span&gt;
        Al Um, Kitab karya Imam Syafii&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="article-content" data-sticky-container=""&gt;
      &lt;article style="text-align: justify;"&gt;
 Imam Syafii adalah ulama besar yang dicintai berbagai kalangan. Dia dicintai oleh rakyat hingga penguasa.&lt;/article&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Khalifah Harun Ar-Rasyid adalah orang yang mencintai Imam Syafi'i dan sering menyanjung beliau. Namun, kecintaan khalifah Ini membuat para ulama Irak dengki dan iri kepada Imam Syafii.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu, mereka pun bersepakat untuk mempersiapkan beberapa pertanyaan dengan gaya bahasa teka-teki untuk menguji kecerdasan Imam Syafi'i.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Setelah mereka membuat beberapa pertanyaan, mereka memberitahukan kepada Harun Ar-Rasyid, lalu ia pun mendatangi diskusi tersebut. Kemudian, para ulama itu mengajukan beberapa pertanyaan kepada Imam Syafi'i.&lt;/p&gt;
				&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   &lt;strong&gt;Para Ulama Bertanya:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   "Apa pendapat anda tentang seorang laki-laki yang menyembelih seekor domba di rumahnya, lalu ia keluar untuk suatu keperluan. Setelah kembali, ia berkata kepada keluarganya,'makanlah oleh kalian domba tersebut, karena ia telah diharamkan untukku." Lalu keluarganya berkata, 'dan ia juga diharamkan untuk kita."&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   &lt;strong&gt;Imam Syafi'i menjawab:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Sesungguhnya laki-laki itu adalah seorang musyrik, lalu ia menyembelih seekor domba atas nama berhala. Setelah itu ia keluar dari rumahnya untuk beberapa kepentingan. Lalu, Allah memberinya hidayah. Laki-laki itu kemudian masuk Islam sehingga domba sembelihannya diharamkan baginya. Ketika keluarganya mengetahui keislamannya, mereka juga masuk Islam sehingga domba sembelihan itu juga diharamkan atas mereka."&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   &lt;strong&gt;Para ulama bertanya:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Apa pendapat anda tentang seorang laki-laki yang ditinggal kabur budaknya, lalu laki-laki itu berkata, 'Budak itu merdeka jika aku memakan makanannya, atau aku menemukannya.' Lalu bagaimana ia keluar dari perkataannya tersebut?"&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   &lt;strong&gt;Imam Syafi'i menjawab:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   "Ia memberikan budak tersebut kepada anak-anaknya, kemudian ia makan. Setelah itu ia minta kembali budak yang telah diberikannya tersebut dari anak-anaknya."Rol&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Larangan Adam dan Hawa Mendekati Pohon, Terkait Hubungan Seks?</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/larangan-adam-dan-hawa-mendekati-pohon.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Tue, 26 Nov 2024 01:24:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-3922761967494128850</guid><description>       
                &lt;img alt="Larangan Adam dan Hawa..." class="lazyload" height="427" src="https://pict.sindonews.net/dyn/732/pena/news/2024/11/26/69/1494213/larangan-adam-dan-hawa-mendekati-pohon-terkait-hubungan-seks-saw.jpg" width="640" /&gt;
            
            &lt;div class="detail-caption-img" style="text-align: justify;"&gt;Pentakwilan yang parah adalah yang semata-mata mengandalkan penalaran akal seseorang dengan mengabaikan pertimbangan pertimbangan kebahasaan. Ilustrasi: Ist&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;DALAM linguistik, "metafora" (metaphor) berarti pemakaian suatu kata atau ungkapan untuk suatu obyek atau konsep, berdasarkan kias atau persamaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itu berarti suatu kosakata atau susunan kata yang pada mulanya digunakan untuk makna tertentu (secara literal atau harfiah) dialihkan kepada makna lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Muhammad Husen al-Zahaby dalam "&lt;em&gt;al-Tafsir Wa 'l-Mufassirun&lt;/em&gt;" menjelaskan dalam disiplin ilmu al-Qur'an pengalihan arti itu disebut takwil, atau oleh ulama-ulama sesudah abad ke 3 H., diartikan sebagai "mengalihkan arti suatu kata atau kalimat dari makna asalnya yang hakiki ke makna lain berdasarkan indikator-indikator atau argumentasi-argumentasi yang menyertainya."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu cabang disiplin ilmu bahasa Arab yaitu ilmu &lt;em&gt;al-bayan&lt;/em&gt; menggunakan istilah majaz untuk maksud di atas. Tak dapat disangkal, setiap bahasa mengenal kata atau ungkapan yang bersifat metaforis, termasuk bahasa yang digunakan al-Qur'an.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejumlah ulama berpendapat al-Qur'an pun mengenal metafora, kendati sebagian ulama lainnya menolaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prof Dr M Quraish Shihab dalam "&lt;em&gt;Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah&lt;/em&gt;" mengatakan pentakwilan yang parah adalah yang semata-mata mengandalkan penalaran akal seseorang dengan mengabaikan pertimbangan pertimbangan kebahasaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dr. (medis) Mustafa Mahmud memahami larangan Tuhan pada Adam dan Hawa "mendekati pohon" sebagai larangan mengadakan "hubungan seksual." Bukti yang dijadikan dasar pertimbangannya adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, Ketika mereka (Adam dan Hawa) telah memakan (buah pohon tersebut (mengadakan hubungan seks) mereka tanpa busana dan berusaha menutupi auratnya dengan daun-daun surga, ketika itu mereka merasa malu.&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perasaan malu akibat terlihatnya alat kelamin hanya dialami oleh mereka yang telah mengadakan hubungan seksual. Terbukti bahwa anak kecil tak merasakan hal tersebut, berbeda dengan orang dewasa yang merasa malu, walau sekadar menyebutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, redaksi Firman Allah sebelum mereka mendekati pohon tersebut adalah dalam bentuk dual ("Janganlah kamu berdua mendekati pohon ini," QS. al-Baqarah : 35), tetapi setelah mereka mendekatinya (memakan buah terlarang) redaksi ayat berbentuk plural atau jama' "Turunlah kamu, sebahagian kamu menjadi musuh bagi yang lain" ( Q.S. al-Baqarah : 36).&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini menunjukkan bahwa ketika itu mereka yang tadinya hanya berdua (Adam dan Hawa) kini telah menjadi lebih dari dua orang dengan adanya janin yang dikandung oleh Hawa setelah hubungan seks tersebut. (13)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Quraish Shihab mengatakan pendapat ini bertentangan dengan teks ayat-ayat al-Qur'an serta kaidah-kaidah kebahasaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, ayat al-Qur'an menggambarkan bahwa keadaan tanpa busana terjadi setelah atau akibat dari memakan buah pohon terlarang bukan sebelumnya, sebagaimana dipahami oleh Mustafa Mahmud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, Kosakata "pohon" ditakwilkan atau dipahami secara metaforis tanpa ada argumentasi pendukung, dan anehnya "daun-daun surga" dipahami secara hakiki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, di sisi lain bahasa Arab tak menganggap wujud janin sebagai wujud yang penuh, karena itu wanita hamil akan tetap diperlakukan oleh bahasa sebagai wujud tunggal, tak sebagaimana dipahami oleh dr. Mustafa Mahmud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Contoh yang dikemukakan tersebut menunjukkan betapa pemahaman ayat-ayat al-Qur'an, apalagi pentakwilan ayat-ayatnya, membutuhkan, di samping nalar, juga penguasaan bahasa Arab," ujar Quraish Shihab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
       
            &lt;div class="editor" style="text-align: justify;"&gt;(mhy)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Miftah H. Yusufpati&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kisah Turki Utsmani Menaklukkan Kesultanan Mamalik Mesir</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/kisah-turki-utsmani-menaklukkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Tue, 26 Nov 2024 01:19:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-470424140508769544</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="Kisah Turki Utsmani..." class="lazyload" height="427" src="https://pict.sindonews.net/webp/732/pena/news/2024/11/26/70/1494207/kisah-turki-utsmani-menaklukkan-kesultanan-mamalik-mesir-rua.webp" width="640" /&gt;&lt;/div&gt;                &lt;div class="detail-caption-img" style="text-align: justify;"&gt;Kesultanan Malik hancur ketika Sultan Salim I dari Daulah Turki Utsmani datang ke Mesir untuk merebut kembali Negeri Piramida itu. Ilustrasi: AI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KESULTANAN Mamalik mulai memasuki masa kemunduran setelah jabatan pemerintahan beralih dari tangan Mamalik Bahri ke tangan Mamalik Burji pada tahun 1382 M. Hal ini terjadi karena kaum Mamalik Burji hanya memiliki kemampuan di bidang militer dan minim ilmu pengetahuan .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mamalik Burji datang ke Mesir hanyalah sebagai budak-budak yang didatangkan dari Syirkas (Turki) oleh Sultan Qalawun (1279-1290).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Pada gilirannya mereka diberi amanat untuk memegang tampuk pemerintahan, tidak ada kemampuan mereka untuk itu," tulis Dr. H. Syamruddin Nasution, M.Ag dalam bukunya berjudul "&lt;em&gt;Sejarah Peradaban Islam&lt;/em&gt;" (Yayasan Pusaka Riau, 2013).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terakhir Kesultanan Malik hancur ketika Sultan Salim I dari Daulah Turki Utsmani datang ke Mesir untuk merebut kembali Negeri Piramida itu dari tangan Daulah Mamalik pada tahun 1517 M.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak itu tamatlah riwayat Daulah Mamalik di Mesir beralih ke tangan Turki Utsmani. Jabatan Khalifah Abbasiyah yang dilindungi oleh Sultan-Sultan Daulah Mamalik selama lebih kurang dua abad juga ikut serta beralih ke tangan Sultan Salim I. Sejak itu pula Sultan Salim I memakai gelar Khalifah dari Turki Utsmani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Turki Utsmani&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daulah inilah satu-satunya di antara sekian banyak Daulah yang ada dalam Islam yang berhasil menaklukkan Konstantinopel, padahal sudah banyak Daulah yang berusaha menaklukkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang setiap Daulah Islam mempunyai peranan yang berbeda-beda dalam sumbangan yang mereka berikan kepada dunia Islam. Jika Daulah Umayyah Syiria berhasil memberikan wilayah teritorial yang sangat luas kepada dunia Islam, mulai dari Persia, Indus di bangian timur sampai ke Afrika, Eropa Barat di bagian barat sehingga mereka disebut negara Adi Kuasa ketika itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka Daulah Abbaisyah di Baghdad, Daulah Umayyah II di Cordova, Daulah Fatimiyah dan Daulah Mamalik di Mesir mereka berlomba untuk memajukan ilmu pengetahuan dan peradaban sehingga mereka berhasil memberikan sumbangan kepada dunia Islam dalam bidang kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya Turki Ustmani kembali menyumbangkan wilayah yang cukup luas bagi dunia Islam, mereka berhasil melakukan ekspansi Islam ke Eropa Timur. Bahkan mereka adalah satu-satunya yang berhasil menaklukkan Konstantinopel yang menjadi ibu kota Kerajaan Romawi itu oleh Sultan Muhammad Al-Fatih (Sang Penakluk) pada tahun 1453 M.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan dikuasainya Konstantinopel itu pintu ekspansi ke Eropa semakin menjadi sukses dan terbuka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puncak kejayaan Turki Utsmani dalam memperluas wilayah ekspansi adalah di tangan Sultan Sulaiman I (1520- 1566) yang terkenal dengan sebutan Sulaiman Agung dan Sulaiman Al-Qanun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di bawah pemerintahannya wilayah kekuasaan Turki Utsmani meliputi; Afrika Utara, Mesir, HIjaz, Irak, Armenia, Asia Kecil, Balkan, Yunani, Bosnia, Bulgaria, Hongaria, Rumania sampai ke batas sungai Danube; dengan tiga lautan, yaitu Laut Merah, Laut Tengah dan Laut Hitam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah gambaran luasnya wilayah kekuasaan Turki Utsmani yang dimulai dari Asia, Afrika sampai ke Eropa Timur berbatasan dengan tiga lautan yang telah mereka sumbangkan ke dunia Islam, sehingga Turki Utsmani adalah daulah yang paling besar dan yang paling lama berdiri dibanding daulah-daulah Islam lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
              
            &lt;div class="editor" style="text-align: justify;"&gt;(mhy)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Miftah H. Yusufpati&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kisah Bijak Para Sufi:  Patung Emas Keberuntungan Abdul Malik</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/kisah-bijak-para-sufi-patung-emas.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Tue, 26 Nov 2024 01:16:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-4685456159812711805</guid><description>                &lt;img alt="Kisah Bijak Para Sufi:..." class="lazyload" height="427" src="https://pict.sindonews.net/webp/732/pena/news/2024/11/26/70/1494201/kisah-bijak-para-sufi--patung-emas-keberuntungan-abdul-malik-mxn.webp" width="640" /&gt;
            
            &lt;div class="detail-caption-img" style="text-align: justify;"&gt;Kisah ini lebih condong pada bentuk perumpamaan daripada kebanyakan kisah sejenis. Ilustrasi: AI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KONONhiduplah seorang saudagar bernama Abdul Malik. Ia dikenal sebagai orang baik dari Khorasan karena ia menggunakan kekayaannya yang berlimpah untuk berderma dan mengundang orang-orang miskin untuk makan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi pada suatu hari, ia begitu saja memberikan sebagian besar hartanya, dan merasakan kelegaan yang jauh lebih nikmat dibandingkan ketika ia memberi hanya sebagian kecil dari segala kepunyaannya. Kelegaan itu membuatnya memutuskan untuk mendedikasikan tiap sen miliknya demi kesejahteraan umat manusia. Dan ia melakukan keputusannya itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak lama setelah membebaskan hatinya dari segala kekayaan duniawi --dan berserah diri pada takdir kehidupannya-- ketika sedang bersembahyang, Abdul Malik melihat sosok gaib muncul dari lantai kamarnya. Sosok itu ternyata seorang lelaki; jubah perca di tubuhnya jelas jubah seorang darwis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Wahai Abdul Malik, manusia murah hati dari Khorasan!" sapa sosok itu. "Aku adalah dirimu sendiri, yang sekarang ini hampir nyata bagimu karena engkau telah berbuat kebajikan yang sungguh mulia; oleh karena itu, semua laku baikmu di masa lalu jadi tampak kerdil. Sebab itu, dan sebab engkau mampu melepaskan dirimu dari kekayaan tanpa merasa dirimu hebat, aku menganugerahkan kamu dari sumber anugerah yang sejati."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Setiap hari dengan cara ini aku akan muncul di depanmu. Saat itu pukullah aku, dan aku akan berubah menjadi emas. Ambillah emas itu sebanyak yang engkau mau. Tak usah khawatir engkau menyakitiku, sebab yang kau ambil akan diganti dari sumber segala anugerah."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah berkata demikian, sosok itu pun lenyap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keesokan harinya, Abdul Malik sedang duduk-duduk bersama seorang teman, Bay-Akal, ketika hantu darwis itu mulai menunjukkan diri. Hantu itu pun jatuh ke tanah sebab dipukul oleh Abdul Malik dengan tongkat, dan berubah jadi emas. Abdul Malik mengambil bagiannya dan memberikan emas itu juga untuk tamunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini Bay-Akal, tanpa mengerti kejadian sebelumnya, mulai berpikir alangkah baiknya bila ia dapat melakukan keajaiban serupa. Ia mengetahui bahwa kaum darwis punya kekuatan tertentu dan menyimpulkan bahwa ia pun hanya perlu memukul mereka untuk mendapatkan emas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, diadakanlah sebuah pesta lalu diundangnya semua darwis untuk hadir dan bersantap. Ketika mereka sudah makan kenyang, Bay-Akal pun mengeluarkan sebilah besi dan dengan tanpa ampun dihantamnya setiap darwis di dekatnya hingga mereka tersungkur di tanah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para suci yang luput segera menangkap Bay-Akal dan membawanya kepada hakim. Mereka mengadukannya bersama para darwis yang luka sebagai bukti. Bay-Akal pun bercerita tentang kejadian di rumah Abdul Malik dan ia hanya mencoba menirukan mukjizat tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka dipanggillah Abdul Malik, dan dalam perjalanan ke pengadilan sosok emas itu membisikkan kepadanya apa yang harus ia katakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Inilah pernyataan saya," katanya, "Menurut saya, orang ini sudah tidak waras, atau sedang berusaha menutup-nutupi hobinya menyiksa orang tanpa alasan. Memang saya mengenalnya, tetapi yang ia ceritakan tentang kejadian di rumah saya tidak lebih dari akal-akalannya belaka."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bay-Akal pun dimasukkan ke rumah sakit jiwa sampai ia menjadi lebih tenang. Para darwis yang luka sudah sehat kembali melalui ilmu pengobatan yang mereka miliki. Dan tak ada yang percaya bahwa peristiwa menakjubkan seperti seorang manusia berubah menjadi patung emas --setiap hari demikian-- bisa terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama berpuluh-puluh tahun kemudian, hingga ia dikumpulkan bersama para para leluhurnya, Abdul Malik terus memecahkan patung emas yang adalah dirinya, dan membagi-bagikan harta itu, yang adalah dirinya, kepada barangsiapa yang tak dapat ia tolong dengan cara lain kecuali dengan materi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Idries Shah dalam bukunya yang berjudul"&lt;em&gt;Tales of The Dervishes"&lt;/em&gt; yang diterjemahkanAhmad Bahar menjadi "&lt;em&gt;Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi&lt;/em&gt;" menjelaskan ada pendapat bahwa para pendeta menyampaikan ajaran moral dengan memakai perumpamaan, tetapi kaum darwis mampu menyamarkan pengajaran mereka secara lebih sempurna; sebab hanya melalui usaha untuk mengerti dan kecerdikan seorang gurulah yang sungguh-sungguh mampu mempengaruhi pendengar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah ini lebih condong pada bentuk perumpamaan daripada kebanyakan kisah sejenis. Namun, sang darwis yang menceritakannya di sebuah pasar di Peshawar pada awal tahun 1950-an menasihati: "Pusatkan perhatian pada bagian awal cerita, bukan pada pesan moralnya. Itu menunjukkan padamu tentang metode."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
            &lt;div class="editor" style="text-align: justify;"&gt;(mhy)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Miftah H. Yusufpati&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Panglima Perang yang Namanya Diabadikan Sebagai Nama Selat?</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/panglima-perang-yang-namanya-diabadikan.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Mon, 25 Nov 2024 04:04:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-4853379112663268583</guid><description>                &lt;img alt="Siapakah Panglima Perang..." class="lazyload" height="427" src="https://pict.sindonews.net/webp/732/pena/news/2024/11/25/786/1493765/siapakah-panglima-perang-yang-namanya-diabadikan-sebagai-nama-selat-cbc.webp" width="640" /&gt;
            
            &lt;div class="detail-caption-img" style="text-align: justify;"&gt;Panglima Perang yang namanya diabadikan jadi nama selat adalah Thariq bin Ziyad, panglima perang Bani Umayyah yang berperan penting dalam penaklukan Andalusia, gerbang penyebaran Islam di Spanyol. Namanya disematkan di Selat Giblatar. Foto ilustrasi/ist&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapakah &lt;strong&gt; panglima perang Islam &lt;/strong&gt;yang namanya diabadikan jadi nama selat? Dalam sejarah Islam, panglima perang yang namanya diabadikan jadi nama selat adalah Thariq bin Ziyad.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Thariq bin Ziyad merupakan panglima perang Bani Umayyah yang memainkan peran kunci dalam penaklukan &lt;strong&gt; Andalusia &lt;/strong&gt;, yang menjadi gerbang penyebaran peradaban Islam di Spanyol.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atas jasanya yang besar itu membuat nama Thariq bin Ziyad diabadikan menjadi nama sebuah selat yaitu &lt;strong&gt; Selat Gibraltar &lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para sejarawan berbeda pendapat mengenai asal usul Thariq bin Ziyad. Ada yang mengatakan ia adalah keturunan dari Bani Hamdan dari Persia. Pendapat lain menjelaskan bahwa Thariq bin Ziyad berasal dari keturunan bangsa Barber dari Afrika Utara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sejarahnya, sosok Thariq bin Ziyad mulai dikenal setelah mendapat perintah dari Musa bin Nushair dalam penaklukan Tangier.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musa bin Nushair menjadikan Thariq bin Ziyad menjadi walikota di sana dan meninggalkan sejumlah pasukan yang kebanyakan berasal dari suku Barbar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pembebasan wilayah daulah Umayyah di Afrika Utara pada tahun 89 H/708 M setelah Musa bin Nushair diangkat menjadi gubernur Qairawan menggantikan Hassan bin an-Nu’man, ia mengkoordinasi untuk merekatkan kekuatan armada laut Islam di barat Laut Tengah dan kekuatan angkatan darat, serta mempermudah gerakan pembebasan daerah-daerah kepulauan terpisah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, Musa juga merencanakan pengusiran kekuatan Byzantium dari pusat pertahanan angkatan laut yang cukup dekat dengan pantai Afrika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu, Musa bin Nushair meminta kepada Thariq bin Ziyad untuk menaklukan Andalusia demi menjadi pemimpin tertinggi bagi kekuatan Islam di Afrika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum Thariq bin Ziyad berhasil menaklukan kota Toledo yang merupakan kota kerajaan Andalusia, ia meminta tambahan pasukan kepada Musa bin Nushair di Afrika Utara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musa bin Nushair kala itu hanya mengirimkan tambahan pasukan sebanyak 5.000 yang membuat jumlah pasukan Thariq bin Ziyad bertambah jadi 12.000 orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menariknya, Thariq kala itu harus berhadapan dengan lebih dari 100.000 orang lebih. Thariq bin Ziyad lantas memerintahkan pasukannya untuk membakar semua kapal yang mendarat sehingga tidak adal pilihan lain selain jihad fi sabilillah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, Thariq bin Ziyad berhasil meraih kemenangan besar dan membuka jalan untuk menguasai wilayah lainnya yang lebih luas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari situlah, Musa bin Nushair merasa perlu melibatkan diri dalam ekspedisi tersebut untuk membantu perjuangan Thariq bin Ziyad.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan satu pasukan yang besar, Musa bin Nushair berangkat menyeberangi lautan. Satu per satu kota yang dilewatinya dapat ditaklukkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah Musa bin Nushair berhasil menaklukan Sidonia, Karmona, Seville, dan Merida, serta mengalahkan penguasa Kerajaan Gothic, Theodomir di Orihuela, ia bergabung dengan Thariq bin Ziyad di Toledo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utara mulai dari Saragosa sampai Navere.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkat penaklukan Andalusia, Thariq bin Ziyad dikenal sebagai salah satu pahlawan Islam yang berjasa. Keberhasilannya kemudian diabadikan menjadi sebuah nama selat yang memisahkan antara benua Afrika dan Eropa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selat tersebut disebut sebagai Selat Gibraltar yang merupakan peruderivasi dari bahasa Spanyol yang awalnya bernama Jabal Thariq.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jabal Thariq sendiri memiliki arti bukit Thariq, yang mana nama tersebut berasal dari nama Thariq bin Ziyad, panglima perang yang berhasil menaklukkan Andalusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
              
            &lt;div class="editor" style="text-align: justify;"&gt;(wid)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rizky Darmawan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kisah Umar bin Khattab Pilih Menantu yang Kelak Menjadi Nenek Umar bin Abdul Aziz</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/kisah-umar-bin-khattab-pilih-menantu.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Mon, 25 Nov 2024 01:07:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-2756214166233843846</guid><description>
Umar bin Khattab memilihkan wanita shalihah untuk anak laki-lakinya.

Red: Muhammad Hafil
                    &lt;img alt="Nasihat Umar Bin Khattab (ilustrasi)" height="498" src="https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/nasihat-umar-bin-khattab_240118133755-380.jpg" width="640" /&gt;
      

      &lt;div class="source-img"&gt;
        Foto: Republika      &lt;/div&gt;
    
    &lt;div class="caption-img"&gt;
      &lt;span&gt;
        Nasihat Umar Bin Khattab (ilustrasi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="article-content" data-sticky-container=""&gt;

      Untuk mendapatkan keturunan yang shaleh, sangat dianjurkan untuk mempersiapkan sejak sebelum kelahiran anak tersebut. Salah satunya adalah dengan memilih ibu yang shalehah untuk anak.&lt;/div&gt;

&lt;p&gt;   Salah satu contoh itu datang dari Umar bin Khattab, sahabat Nabi. Kisah ini dikutip dari buku &lt;em&gt;Berkah Anak Shalih&lt;/em&gt; yang ditulis oleh Syekh Nada Abu Ahmad, yang mengutip kisah ini dari kitab &lt;em&gt;Shifah Ash Shafwah&lt;/em&gt; karya Ibnu Jauzi.&lt;/p&gt;
        
						 &lt;p&gt;   Dikisahkan, Umar memilihkan untuk putranya, Ashim, seorang perempuan beragama. Dan, di antara buah pernikahan tersebut adalah lahirnya Umar bin Abdul Aziz sebagai cucu mereka.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   Al Maidani mengisahkan, "Suatu kali Umar bin Khattab berjalan di pasar malam, yaitu salah satu pasar di Kota Madinah, ia melihat seorang perempuan membawa susu untuk dijual, ia bersama gadis muda, putrinya. Perempuan itu ingin mencampur susunya dengan air, lalu si gadis muda itu berkata, "Wahai ibu, jangan mencampurnya dengan air, jangan pula berbohong tentangnya."&lt;/p&gt;
      
				&lt;p&gt;   Lalu Umar bin Khattab berdiri di sampingnya, "Apa hubunganmu dengan gadis muda ini?"&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   Dia menjawab, "Dia putriku."&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Kemudian Umar menyuruh Ashim (Anaknya) untuk menikahinya. Gadis muda itu adalah nenek Umar bin Abdul Aziz dari jalur ibunya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Islam telah meletakkan dasar-dasar yang menjadi pedoman untuk memilih seorang istri. Dasar-dasar terpenting yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pertama, Perempuan beragama.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah berfirman:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكٰتِ حَتّٰى يُؤْمِنَّۗ وَلَاَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَّلَوْ اَعْجَبَتْكُمْۚ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَتّٰى يُؤْمِنُوْاۗ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكٍ وَّلَوْ اَعْجَبَكُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ يَدْعُوْنَ اِلَى النَّارِۖ وَاللّٰهُ يَدْعُوْٓا اِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِاِذْنِهٖۚ وَيُبَيِّنُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَࣖ&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;wa lâ tangkiḫul-musyrikâti ḫattâ yu'minn, wa la'amatum mu'minatun khairum mim musyrikatiw walau a‘jabatkum, wa lâ tungkiḫul-musyrikîna ḫattâ yu'minû, wa la‘abdum mu'minun khairum mim musyrikiw walau a‘jabakum, ulâ'ika yad‘ûna ilan-nâri wallâhu yad‘û ilal-jannati wal-maghfirati bi'idznih, wa yubayyinu âyâtihî lin-nâsi la‘allahum yatadzakkarûn&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Janganlah kamu menikahi perempuan musyrik hingga mereka beriman! Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik, meskipun dia menarik hatimu. Jangan pula kamu menikahkan laki-laki musyrik (dengan perempuan yang beriman) hingga mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hadits Nabi menyebutkan:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.” (HR Bukhari)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kedua, wanita yang religius itu hendaknya dari keluarga baik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang anak adakalanya mengikuti tabiat paman, baik dari garis keturunan ayah maupun ibu, atau kakeknya. Pada umumnya seorang itu identik dengan ayah atau ibunya, namun terkadang serupa dengan salah seorang pamannya. Jadi, seorang anak itu terikat dengan garis keturunan dari pihak ayah maupun ibu. Ia mengambil dan mewarisi sejumlah sifat dan karakter dari setiap lapisan nasab tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Jadi, selain berakhlak mulia dan beragama, sebaiknya seorang istri memiliki garis keturunan yang baik dan berasal dari keluarga baik-baik pula. Ini lebih utama," ujar Syekh Nada.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, selain agama dan nasab, hendaknya memilih seorang istri yang terhindar dari penyakit menjijikan yang bisa menular kepada anak-anak lewat keturunan. Tidak ada penghalang dari sisi syariat bila seorang wanita yang terpercaya untuk mencari informasi tentang pengantin perempuan, lalu memberitahukan sifat-sifatnya kepada calon suami.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini semua dilakukan untuk membantu calon suami agar bisa memastikan calon istri bebas dari berbagai penyakit dan secara fisik layak untuk menunaikan peran sebagai pendidik di kemudian hari. Penyakit ini yang dimaksud contohnya kusta atau lepra.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keempat, selain agama, nasab, dan kesehatan, dianjurkan memilih perempuan asing (bukan kerabat). Ibnu Qudamah mengatakan, "Seorang suami hendaknya memilih perempuan asing, karena anak yang dilahirkannya akan lebih kuat. Untuk itu ada sebuah ungkapan, "Carilah perempuan asing niscaya kamu tidak lemah."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebab, di dalam pernikahan tidak ada jaminan untuk tidak adanya permusuhan dan kemungkinan berakhir cerai, dan jika pernikahan terjalin antar kerabat, maka cerai akan memicu terputusnya silaturahim.Rol&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kisah Sufi: Maruf Si Tukang Sepatu di Kairo</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/kisah-sufi-maruf-si-tukang-sepatu-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Mon, 25 Nov 2024 01:02:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-8180207408970172740</guid><description>                &lt;img alt="Kisah Sufi: Maruf Si..." class="lazyload" height="427" src="https://pict.sindonews.net/webp/732/pena/news/2024/11/25/70/1493653/kisah-sufi-maruf-si-tukang-sepatu-di-kairo-sch.webp" width="640" /&gt;
            
            &lt;div class="detail-caption-img"&gt;Kisah ini kadang-kadang dimainkan di Chaikhanas (kedai teh) sebagai drama. Ilustrasi: AI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PADAzaman dahulu, di Kota Kairo, ada seorang tukang sepatu bernama Maruf dan istrinya Fatima. Fatima, wanita tua yang hatinya busuk itu, memperlakukan suaminya begitu buruk, membalas setiap perbuatan baik dengan perbuatan jahat sehingga Maruf pun mulai menganggap istrinya itu merupakan perwujudan sifat suka menentang, yang sulit dipahami di dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena tekanan rasa ketidakadilan yang nyata, dan terdesak keputusasaan yang amat sangat, Maruf pun melarikan diri ke sebuah reruntuhan biara di dekat kota itu; disana ia bersimpuh dalam doa dan permohonan, berseru tak putus-putusnya: "Tuhan, hamba mohon pada-Mu agar mengirimkan bagi hamba suatu alat pembebasan supaya hamba-Mu ini bisa mengadakan perjalanan yang jauh dari tempat ini untuk menemukan keselamatan dan harapan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini di lakukannya terus selama beberapa jam; tiba-tiba suatu peristiwa ajaib terjadi. Suatu makhluk tinggi besar dan ujudnya aneh tampak berjalan menembus keluar lewat tembok di depannya, setelah Maruf menggunakan latihan yang berasal dari kekuatan Abdal, 'Yang Berubah', yang adalah manusia tetapi telah mendapatkan kekuatan jauh melebihi orang-orang biasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku Abdi Makan, abdi tempat ini," kata ujud itu. "Apa gerangan maumu?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maruf pun menceritakan semua persoalannya. Yang Berubah pun membawa Maruf di punggungnya, dan mereka terbang melesat dalam kecepatan tak terbandingkan, melintasi angin selama beberapa jam. Keduanya sampai ketika hari siang ke sebuah kota yang jauh di perbatasan Cina, suatu tempat yang kaya dan indah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang penduduk kota itu mencegatnya di jalan, dan bertanya siapa gerangan dirinya. Ketika Maruf memberitahu, dan mencoba menjelaskan cara kedatangannya, sekumpulan orang udik pencemooh berkumpul; sambil melempar tongkat dan batu, mereka menuduhnya gila atau seorang penipu yang pantas dihajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerumunan orang tersebut masih mengeroyok tukang sepatu yang malang itu ketika seorang pedagang berkuda muncul dan membubarkan mereka, katanya, "Memalukan! Seorang asing adalah tamu, sudah kewajiban kita menunjukkan keramahtamahan dan perlindungan." Nama saudagar itu Ali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ali pun menceritakan kepada teman barunya bagaimana ia telah maju dari orang melarat menjadi orang kaya di Kota Ikhtiyar yang asing itu. Para pedagang di sana, tampaknya, jika dibandingkan dengan penduduk lainnya, cenderung lebih mudah mempercayai perkataan seseorang. Bila orang itu mengaku miskin, mereka tak akan memberinya banyak kesempatan dalam hidup, sebab mereka menganggap orang itu miskin karena memang sudah takdirnya demikian. Kalau, sebaliknya, seseorang itu dikatakan kaya, mereka akan memberinya perhatian, pujian, dan hormat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ali telah mengetahui kenyataan tersebut. Oleh karenanya, ia pun menemui beberapa saudagar kaya di kota itu dan meminta pinjaman, beralasan bahwa sebuah kafilah miliknya belum lagi tiba. Pinjaman uang diberikan, dan Ali pun melipatgandakannya dengan berdagang di pasar-pasar besar; dengan cara itu, ia mampu mengembalikan modal pinjaman tadi dan benar-benar memperkaya dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saudagar itu pun menasihati Maruf berbuat serupa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah Maruf, yang didandani pakaian mewah oleh temannya itu, datang ke sejumlah saudagar mengajukan pinjaman. Bedanya, Maruf, oleh karena wataknya yang pemurah, mendermakan semua uang pinjaman itu kepada para pengemis. Setelah berbulan-bulan menanti, kafilah Maruf tidak menunjukkan tanda-tanda akan tiba, dan Si Tukang Sepatu tak melakukan dagang apa pun, namun amalnya meningkat, sebab orang-orang berlomba-lomba memberikan uang pinjaman kepada seseorang yang serta merta mendermakannya. Lewat cara tersebut, pikir orang-orang itu, mereka bisa memperoleh pengembalian pinjaman kalau kafilah Si Peminjam sampai, sekaligus mendapatkan berkah imbalan perbuatan baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi, seiring waktu berlalu, para pedagang itu mulai cemas jangan-jangan Maruf hanyalah seorang penipu. Mereka pun menemui raja kota itu untuk mengadu. Sang Raja pun memanggil Maruf.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Raja itu mendua hati perihal Maruf dan memutuskan mengujinya. Raja mempunyai sebuah berlian berharga, yang akan dihadiahkannya kepada saudagar Maruf, untuk melihat apakah ia mengetahui nilainya atau tidak. Kalau Maruf mengetahui harga permata itu, Sang Raja yang seorang rakus akan memberi putrinya dinikahi Si Tukang Sepatu. Tetapi kalau saudagar itu tak mengetahuinya, ia akan dijebloskan ke dalam penjara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maruf pun datang ke istana, lalu berlian itu diberikan kepadanya. "Berlian ini untukmu, Maruf yang baik," kata raja itu, "tetapi beritahu aku, kenapa tak kau bayar hutangmu?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sebab, Yang Mulia, kafilah hamba, yang berisi benda tak ternilai itu, belum lagi sampai. Ada pun permata ini, hamba pikir lebih baik disimpan Yang Mulia saja, sebab tak ada nilainya dibandingkan semua permata yang sangat berharga yang terdapat di dalam kafilah hamba."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena dikuasai kerakusan, raja itu membebaskan Maruf dan mengirim pesan kepada perwakilan para saudagar tadi agar berdamai dengan Si Peminjam. Ia memutuskan menikahkan putrinya dengan saudagar itu, meskipun ditentang oleh Wazir yang Agung, penasihatnya. Pejabat itu mengatakan bahwa Maruf jelas seorang penipu. Namun, raja itu ingat bahwa Sang Penasihat telah bertahun-tahun mencoba menarik hati putri raja sehingga raja pun menganggap nasihatnya itu purbasangka belaka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika diberitahu bahwa raja akan memberikan putrinya kepadanya, Maruf pun berkata kepada Wazir, "Katakan kepada Yang Mulia bahwa hingga nanti kafilah hamba tiba, terisi penuh permata tak ternilai dan sejenisnya, hamba belum mampu mempersembahkan hadiah sepantasnya bagi seorang istri-putri, dan karena itu aku mohon agar pernikahan kami ditunda dulu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengetahui hal itu, Sang Raja pun segera membuka perbendaharaan hartanya bagi Maruf agar ia bisa memilih apa pun yang dibutuhkannya bagi suatu cara hidup yang dianggapnya patut, dan mengambil hadiah yang sesuai dengan kedudukannya sebagai menantu raja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belum pernah ada pernikahan seperti itu di Negara tersebut maupun lainnya. Tak hanya tanda mata yang dibagikan berupa segenggam penuh permata, tetapi juga kepada setiap orang yang mendengar tentang pernikahan itu diberikan sebuah hadiah mewah. Perayaan berlangsung empat puluh hari lamanya dalam kemegahan yang tak tertandingi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika akhirnya keduanya sendiri saja, Maruf berkata kepada pengantinnya, "Aku telah mengambil begitu banyak harta ayahmu sehingga hatiku susah," sebab ia merasa hatinya ciut. "Tak usah dipikirkan lagi," kata Sang Putri, "nanti kalau kafilahmu sudah datang, semua akan teratasi."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, Wazir menghasut raja agar menyelidiki keadaan Maruf yang sebenarnya. Mereka berdua pun meminta bantuan Sang Putri, yang setuju saja untuk mencari tahu, pada saat yang tepat, kebenaran dari perkara itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam harinya, ketika mereka berbaring berpelukan, putri itu meminta suaminya menjelaskan perihal kafilahnya yang hilang. Maruf baru saja hari itu juga mengatakan pada temannya, Ali, bahwa ia memang mempunyai sebuah kafilah penuh barang tak ternilai. Namun kini, ia memutuskan mengungkapkan yang sebenarnya. "Aku tak punya kafilah," katanya, "dan meskipun dugaan Wazir benar, perkataannya didorong oleh kerakusan semata. Ayahmu pun memberi kau padaku karena kerakusannya. Lalu, kenapa pula kau setuju menikahiku?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kau suamiku," jawab Sang Putri, "dan aku tak akan pernah mempermalukanmu. Ambillah lima puluh ribu keping uang emas ini, tinggalkan negeri ini, kemudian kirimlah sebuah pesan dari tempat yang aman, dan aku akan menyusulmu ke sana. Sementara itu, aku akan mengamati perkembangan keadaan istana." Di kegelapan malam itu juga, Maruf kabur mengenakan pakaian seorang budak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan, ketika Sang Raja dan penasihatnya meminta Putri Dunia menceritakan hasil penyelidikannya, ia berkata, "Ayah tersayang dan Wazir yang berjasa, aku baru saja mau mengajukan pertanyaan itu kepada suamiku, Maruf, tadi malam, ketika suatu peristiwa aneh terjadi."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Peristiwa apa gerangan?" tanya keduanya serempak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sepuluh orang Mameluke, berpakaian sangat mewah, muncul di jendela kamar kami; mereka membawa sepucuk surat dari kepala kafilah Maruf. Isi surat itu mengatakan bahwa kafilah terlambat tiba ke istana sebab sekelompok orang Badui menyerang mereka, menewaskan lima puluh dari lima ratus pengawal, lalu membawa kabur sejumlah barang dagangan beserta dua ratus muatan unta."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan apa yang dikatakan Maruf?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Katanya, tak mengapa. Dua ratus muatan dan lima puluh nyawa bukan apa-apa. Namun, ia segera pula berkuda menjemput kafilah itu untuk membawanya kemari."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah Sang Putri mengulur-ulur waktu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada pun Maruf bersicepat memacu kudanya, tanpa tahu tujuan, hingga dilihatnya seorang petani membajak sebidang sawah. Si Tukang Sepatu pun mengucapkan salam, dan petani itu berkata, keluar dari kebaikan hatinya, "Jadilah tamuku, Hamba Agung dari Raja yang Mulia. Akan hamba bawakan makanan untuk kita santap bersama."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si Petani pun bergegas, dan Maruf, yang tersentuh oleh kebaikan orang itu, melanjutkan membajak tanah, sebagai sumbangan bagi kesejahteraannya. Belum lagi ia membuat banyak galur, cangkulnya terbentur sebongkah batu. Ketika disingkirkannya batu itu, tampaklah ada anak tangga menuju bawah tanah. Di bawah sana terdapat sebuah kamar luas, penuh harta tak ternilai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam sebuah kotak hablur ada sebuah cincin, yang oleh Maruf diambil dan digosok. Tiba-tiba saja suatu bayangan aneh mewujud, yang berseru, "Ini aku, pelayanmu, Tuanku."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maruf mengetahui bahwa jin itu dikenal sebagai Bapak Kebahagian, dan bahwa ia salah satu pemimpin jin yang paling berkuasa, dan bahwa harta itu milik raja zaman dahulu, Raja Shaddad, putra Aad. Bapak Kebahagian kini menjadi pelayan Maruf.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si Tukang Sepatu menyuruh jin itu membawa harta karun tersebut ke permukiman tanah. Kemudian, dimuatnya semua itu di atas puluhan unta, bagal, dan kuda, buatan Sang Jin. Berbagai macam barang berharga pun dibuat oleh jin-jin lain yang mengabdi pada Bapak Kebahagian, dan segera saja kafilah Maruf siap berangkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu, Si Petani muncul membawa sedikit kacang dan roti gandum. Ketika dilihatnya Maruf berikut seluruh kafilah itu, ia berpikiran bahwa tamu itu pastilah seorang raja. Maruf memberinya sejumlah emas dan mengatakan padanya agar menuntut pahala yang lebih besar lagi nanti. Karena menghargai keramahtamahan Si Petani, Maruf pun hanya makan roti gandum dan kacang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maruf pun mengutus para jin itu (menyamar sebagai manusia dan binatang) berjalan duluan ke kota ayah mertuanya. Ketika kafilah itu tiba, Sang Raja pun murka kepada Wazir yang telah menghasut bahwa Maruf itu miskin. Ketika Sang Putri mendengar bahwa sebuah kafilah gilang-gemilang telah sampai, kepunyaan Maruf, ia tak mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. Ia menduga pengakuan Maruf waktu itu bahwa ia berbohong kepada raja, dimaksudkan untuk menguji kesetiaan istrinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teman Maruf, Ali, mengira kafilah besar itu pekerjaan Sang Putri, yang pasti telah merencanakan menyelamatkan nyawa dan nama baik suaminya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua saudagar yang telah meminjamkan uang kepada Maruf dan mengagumi kemurahan hatinya, kini jauh lebih terkesima lagi menyaksikan jumlah emas, permata, dan pemberian yang Si Tukang Kayu itu bagi-bagikan kepada orang-orang miskin dan yang membutuhkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, Wazir masih tetap curiga. Belum pernah ada saudagar yang berbuat demikian, katanya kepada raja; dan ia pun merencanakan suatu muslihat. Penasihat itu membujuk Maruf ke kebun istana, lalu menghiburnya dengan musik dan anggur: dalam keadaan mabuk itu, Maruf pun mengatakan yang sebenarnya. Wazir kemudian meminjam cincin ajaib dari Maruf yang sama sekali tak menolak, membuat Sang Jin muncul, dan menyuruhnya membawa Maruf pergi ke padang pasir terjauh. Sambil mencerca Maruf karena membuka rahasia agung, jin itu pun mau saja mengangkat Si Tukang Sepatu lalu melemparkannya ke hutan belantara Hadhramaut. Kemudian, Wazir memerintah jin itu membuang Tuannya, Sang Raja, ke tempat Maruf pula. Wazir pun merebut kekuasaan raja dan bahkan berusaha memperkosa Putri Raja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi, ketika Wazir mencoba melakukan niat jahatnya, Sang Putri berhasil melepas cincin ajaib dari jari Si Lalim, dan menggosoknya, lalu disuruhnya jin itu menggiring menteri tersebut dengan dibelenggu. Dalam satu jam, Sang Jin telah mengantar Raja dan Maruf kembali ke istana. Wazir pun digantung mati karena pengkhianatannya, dan Maruf diangkat sebagai perdana menteri atas jasa-jasanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu, Maruf, istrinya, dan Sang Raja pun hidup bahagia bersama dalam kerajaan itu. Raja itu pun wafat dan Maruf naik menggantikannya sebagai raja. Ia kini mempunyai seorang anak. Sang Putri tetap memiliki cincin ajaib itu. Lalu, putri itu pun jatuh sakit dan, setelah menyerahkan cincin itu dan pemeliharaan anaknya kepada Maruf pesannya agar suaminya itu mencurahkan perhatian yang sama kepada keduanya --ia meninggal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak lama kemudian, ketika sedang berbaring di tempat tidur, Raja Maruf bangun dan kaget. Di sampingnya, tampak istri pertamanya, Fatima yang kejam, muncul di sana secara gaib. Wanita itu pun menceritakan apa yang telah menimpa dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Maruf menghilang, ia menyesal dan menjadi seorang pengemis. Kehidupan sangat sulit baginya; ia pun mengalami penderitaan yang amat sangat. Pada suatu hari, tatkala mencoba memejamkan matanya untuk tidur, ia berseru sejadi-jadinya meratapi kepedihan hidupnya, dan sesosok jin muncul lalu mengatakan padanya mengenai petualangan Maruf semenjak terakhir kali mereka bertemu. Si wanita minta jin itu membawanya ke Ikhtiyar; dan ia pun dibawa ke sana dengan kecepatan cahaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini, wanita itu merasa sangat berdosa, dan Maruf bersedia menerimanya kembali sebagai istrinya, memberitahunya bahwa ia sekarang adalah seorang raja dan pemilik sebuah cincin ajaib, tuan bagi jin yang agung, Bapak Kebahagian. Dengan rendah hati, Si wanita berterima kasih, dan ia pun menjadi ratu di negeri itu. Namun, Ratu itu membenci Sang Pangeran Kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Biasanya, pada malam hari, Maruf melepas cincin ajaibnya. Fatima mengetahui hal itu, dan sudah menyusun siasat; Sang Ratu mengendap-endap masuk ke kamar Raja dan mencuri cincinnya. Namun, Pangeran Kecil membuntutinya; ketika dilihatnya perbuatan Ratu, ia pun menghunus pedang kecilnya lalu membunuh wanita yang hatinya busuk itu, khawatir kalau-kalau ia akan mempergunakan kekuatan cincin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitulah, Fatima yang bohong akhirnya menemui ajal di tempat kehormatan terbesar dalam hidupnya. Kini, Maruf pun mengangkat Si Petani Jujur, yang telah menjadi sarana penyelamatannya, menjadi perdana menteri. Dinikahinya anak gadis petani itu. Dan, mereka pun akhirnya hidup bahagia dan berhasil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Idries Shah dalam "&lt;em&gt;Tales of The Dervishes&lt;/em&gt;" yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "&lt;em&gt;Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi&lt;/em&gt;" mengatakan seperti berbagai kisah darwis lainnya, kisah ini terdapat juga dalam "&lt;em&gt;Malam-malam Arab&lt;/em&gt;" (Arabian Nights). Akan tetapi tak seperti kebanyakan alegori Sufi, kisah ini tak berbentuk sajak. Selain itu, tak seperti kebanyakan pula, kecuali cerita tentang Mulla Nasrudin, kisah ini kadang-kadang dimainkan di Chaikhanas (kedai teh) sebagai drama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Cerita ini tak mengandung pesan moral, sebagaimana orang-orang di Barat terbiasa dengannya, namun menekankan hubungan-hubungan sebab-akibat tertentu yang merupakan salah satu ciri khas sebagian kepustakaan Sufi," ujar Idries Shah.&lt;/div&gt;&lt;div class="editor" style="text-align: justify;"&gt;(mhy)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Miftah H. Yusufpati&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>15 Ayat Ruqyah Pengusir Jin dan Sihir, Ketahui dan Amalkan</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/15-ayat-ruqyah-pengusir-jin-dan-sihir.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Sun, 24 Nov 2024 01:02:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-1629288691229642112</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="15 Ayat Ruqyah Pengusir..." class="lazyload" height="427" src="https://pict.sindonews.net/webp/732/pena/news/2024/11/23/69/1493003/15-ayat-ruqyah-pengusir-jin-dan-sihir-ketahui-dan-amalkan-zzp.webp" width="640" /&gt;&lt;/div&gt;                &lt;div class="detail-caption-img"&gt;Ada sedikitnya 15 ayat ruqyah pengusir jin dan sihir yang dapat dibaca ketika sedang melakukan praktek ruqyah. Foto ilustrasi/ist&lt;/div&gt;

            &lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ayat ruqyah &lt;/strong&gt; pengusir jin dan sihir ini perlu diketahui dan diamalkan oleh setiap muslim. Pada dasarnya ruqyah ini adalah jenis pengobatan atau teknik terapi penyembuhan dengan membacakan &lt;strong&gt; ayat-ayat Al-Quran &lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengobatan dan penyembuhan menggunakan ruqyah ini di Indonesia sebenarnya lebih sering ditunjukkan untuk penyakit-penyakit rohani. Sebab ruqyah dipercaya sebagai salah satu media untuk membentengi diri dari gangguan sihir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Praktik&lt;strong&gt; ruqyah syar’iyyah &lt;/strong&gt;ini sejalan dengan ayat Al-Quran surat Al-Isra ayat 82 yang menjelaskan bahwa Al-Quran diturunkan sebagai obat bagi manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="content-arab" style="text-align: justify;"&gt;وَنُنَزِّلُ مِنَ الۡـقُرۡاٰنِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَّرَحۡمَةٌ لِّـلۡمُؤۡمِنِيۡنَ‌ۙ وَلَا يَزِيۡدُ الظّٰلِمِيۡنَ اِلَّا خَسَارًا‏&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artinya : "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam praktiknya, ruqyah telah terbagi menjadi dua yakni ruqyah syar’iyyah dan ruqyah syirkiyyah. Ruqyah syar’iyyah, merujuk kepada ruqyah yang sesuai dengan tuntunan syari’at, sementara ruqyah syirkiyyah merujuk pada praktik ruqyah yang di dalamnya tidak sesuai syariat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sehingga setiap muslim perlu menyaring dan menyeleksi setiap ruqyah yang beredar di masyarakat apakah memang sudah sesuai dengan tuntunan Islam atau bukan. Jika tidak, maka sebaiknya ditinggalkan karena termasuk dalam jenis syirik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdapat beberapa metode untuk melakukan ruqyah ini, diantaranya adalah dengan membaca ayat Al Quran secara lantang dengan bacaan yang fasih dan benar. Kedua, perlu adanya keyakinan dan niat yang kuat untuk memperoleh kesembuhan dengan izin Allah. Ketiga, praktik ruqyah syar’iyyah harus sesuai dengan contoh Nabi Muhammad Saw. Keempat, peruqyah perlu membentengi diri dari tipu daya setan, atau talbisul iblis. Dan terakhir, perlunya menghilangkan penghalang antara pasien dengan kesembuhan, yaitu maksiat dan dosa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun 15 ayat ruqyah pengusir jin dan sihir yang dapat dibaca ketika sedang melakukan praktek ruqyah. Berikut ini ayat-ayatnya.&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;15 Ayat Ruqyah Pengusir Jin dan Sihir&lt;/h2&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;1. Al Fatihah&lt;/h3&gt;&lt;div class="content-arab" style="text-align: justify;"&gt;بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ اِھْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَـقِيْمَ صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ ۙ غَيۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا الضَّآلِّيۡ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,Pemilik hari pembalasan.Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;2. Al Baqarah ayat 1-5&lt;/h3&gt;&lt;div class="content-arab"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;الۤمّۤ ۚذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗاُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alif Lam Mim.Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;3. Al Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi)&lt;/h3&gt;&lt;div class="content-arab" style="text-align: justify;"&gt;اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Mahabesar.&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;4. Al Baqarah ayat 284 – 286&lt;/h3&gt;&lt;div class="content-arab" style="text-align: justify;"&gt;لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ وَاِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُ ۗ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌاٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُلَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorangpun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepadaMu tempat (kami) kembali.”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;5. Al Imran ayat 18-19&lt;/h3&gt;&lt;div class="content-arab" style="text-align: justify;"&gt;شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ وَاُولُوا الْعِلْمِ قَاۤىِٕمًاۢ بِالْقِسْطِۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ ۗوَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa, Maha-bijaksanaSesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;6. Al A’raf ayat 54-56&lt;/h3&gt;&lt;div class="content-arab" style="text-align: justify;"&gt;اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖٓ ۙاَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artinya: Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha Suci Allah, Tuhan seluruh alam.Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;7. Al Araf ayat 117-122&lt;/h3&gt;&lt;div class="content-arab" style="text-align: justify;"&gt;وَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنْ اَلْقِ عَصَاكَۚ فَاِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُوْنَۚ فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَۚ فَغُلِبُوْا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوْا صٰغِرِيْنَۚ وَاُلْقِيَ السَّحَرَةُ سٰجِدِيْنَۙ قَالُوْٓا اٰمَنَّا بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ رَبِّ مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan Kami wahyukan kepada Musa, “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka. Maka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia.Maka mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.Dan para pesihir itu serta merta menjatuhkan diri dengan bersujud Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam, (yaitu) Tuhannya Musa dan Harun.”&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;8. Yunus ayat 81-82&lt;/h3&gt;&lt;div class="content-arab" style="text-align: justify;"&gt;فَلَمَّآ اَلْقَوْا قَالَ مُوْسٰى مَا جِئْتُمْ بِهِ ۙالسِّحْرُۗ اِنَّ اللّٰهَ سَيُبْطِلُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِيْنَ ࣖ وَيُحِقُّ اللّٰهُ الْحَقَّ بِكَلِمٰتِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُوْنَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah mereka melemparkan, Musa berkata, “Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan kepalsuan sihir itu. Sungguh, Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang yang berbuat kerusakan. ”Dan Allah akan mengukuhkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukainya.&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;9. Taha ayat 69&lt;/h3&gt;&lt;div class="content-arab" style="text-align: justify;"&gt;وَاَلْقِ مَا فِيْ يَمِيْنِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوْاۗ اِنَّمَا صَنَعُوْا كَيْدُ سٰحِرٍۗ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ اَتٰى&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan lemparkan apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat. Apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya sihir (belaka). Dan tidak akan menang pesihir itu, dari mana pun ia datang.”&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;10. Al Mukminun ayat 115-116&lt;/h3&gt;&lt;div class="content-arab" style="text-align: justify;"&gt;اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (yang memiliki) ‘Arsy yang mulia.&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;11. Al Ikhlas&lt;/h3&gt;&lt;div class="content-arab" style="text-align: justify;"&gt;بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ. اَللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ. وَلَمْ يَكٌنْ لَهُ كُفُوًا اَحَدٌ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Dialah yang maha esa. Allah adalah tuhan tempat bergantung oleh segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;12. Al Falaq&lt;/h3&gt;&lt;div class="content-arab" style="text-align: justify;"&gt;قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;13. An Naas&lt;/h3&gt;&lt;div class="content-arab" style="text-align: justify;"&gt;قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِ . إِلَهِ النَّاسِ . مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;14. An Nisa ayat 14&lt;/h3&gt;&lt;div class="content-arab" style="text-align: justify;"&gt;وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَتَعَدَّ حُدُوْدَهٗ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيْهَاۖ وَلَهٗ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa saja yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya serta melanggar batas-batas ketentuan-Nya, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam api neraka. (Dia) kekal di dalamnya. Baginya azab yang menghinakan.&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;15. Al An'am ayat 93&lt;/h3&gt;&lt;div class="content-arab" style="text-align: justify;"&gt;وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ قَالَ اُوْحِيَ اِلَيَّ وَلَمْ يُوْحَ اِلَيْهِ شَيْءٌ وَّمَنْ قَالَ سَاُنْزِلُ مِثْلَ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ ۗوَلَوْ تَرٰٓى اِذِ الظّٰلِمُوْنَ فِيْ غَمَرٰتِ الْمَوْتِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ بَاسِطُوْٓا اَيْدِيْهِمْۚ اَخْرِجُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ اَلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُوْنِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ اٰيٰتِهٖ تَسْتَكْبِرُوْنَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, “Telah diwahyukan kepadaku,” padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya dan orang yang berkata, “Aku akan mendatangkan seperti yang diturunkan Allah.” Seandainya saja engkau melihat pada waktu orang-orang zalim itu (berada) dalam kesakitan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sembari berkata), “Keluarkanlah nyawamu!” Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wallahu A'lam&lt;/div&gt;&lt;div class="editor" style="text-align: justify;"&gt;(wid)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rizky Darmawan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hizbul Wathan Membentuk Karakter Jenderal Sudirman</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/hizbul-wathan-membentuk-karakter.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Sat, 23 Nov 2024 01:20:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-5442944266248943737</guid><description>
Di masa remajanya, Sudirman menjadi anggota kepanduan Muhammadiyah, Hizbul Wathan.

Red: Hasanul Rizqa
                  &lt;img alt="Jenderal Sudirman (foto tahun 1946)" height="429" src="https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/jenderal-sudirman-foto-tahun_241123060120-668.jpg" width="640" /&gt;
      

      &lt;div class="source-img"&gt;
        Foto: dok wiki      &lt;/div&gt;
    
    &lt;div class="caption-img" style="text-align: justify;"&gt;
      &lt;span&gt;
        Jenderal Sudirman (foto tahun 1946)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="article-content" data-sticky-container=""&gt;
      &lt;article style="text-align: justify;"&gt;
Dalam biografi resmi yang dirilis Pusat Sejarah TNI, ada pelbagai cerita mengenai besarnya pengaruh Hizbul Wathan (HW) dalam membentuk pribadi Jenderal Besar Sudirman. Tokoh militer Indonesia itu pada masa remajanya bergabung dengan kepanduan dalam lingkup Muhammadiyah tersebut.&lt;/article&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Melalui kegiatan Hizbul Wathan, bakat bakat kepemimpinan Sudirman terlihat. Ia menjadi pandu yang disiplin, dan bertanggung jawab, cinta terhadap alam,” demikian petikan narasi dalam buku tersebut.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Secara umum, ada tiga kegiatan yang diikuti Sudirman muda sebagai seorang pandu HW, yakni pendidikan rohani, pelatihan jasmani, dan karya bakti.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk yang terakhir itu, lelaki kelahiran Purbalingga (Jawa Tengah) itu diharuskan aktif dalam Majelis Penolong Kesengsaraan Oemat (kini PKU) Muhammadiyah. Bersama rekan-rekannya, ia ikut mengumpulkan zakat, mempersiapkan penyelenggaraan shalat id, menyembelih hewan kurban dan membagikan daging kepada warga, serta pelbagai kegiatan positif lain-lainnya.&lt;/p&gt;
				&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada pula satu kisah perkemahan pandu HW di Lereng Batur, daerah Dieng Wonosobo. Dlaam kegiatan itu, tampak karakteristik Sudirman remaja saat menghadapi situasi dan kondisi yang ekstrem.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menjelang malam, turun hujan deras. Udara menjadi sangat dingin. Rekan-rekan Sudirman yang tak kuat dingin meminta izin untuk pindah tenda atau turun ke rumah penduduk.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara, Sudirman tetap dalam tendanya. Seorang kawannya yang bertugas jaga malam sempat mendengar lantunan bacaan ayat Kursi--Alquran surah al-Baqarah ayat ke-255--dari dalam tenda Sudirman. Setelah itu, ia terlihat mengenakan baju hangat dan menunaikan shalat malam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ikut berdakwah&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hizbul Wathan menjadi jalan awal bagi Sudirman muda untuk terjun ke lapangan dakwah sebagai seorang kader Muhammadiyah. Keaktifannya pun tercatat dalam Pemuda Muhammadiyah. Pada 1937, ia menjadi wakil Pemuda Muhammadiyah wilayah Banyumas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Pemuda Muhammadiyah pula, kecakapan Sudirman dalam berdakwah kian terasah. Seorang kawan aktivis di organisasi, Hardjomartono, memberikan kesaksian, sebagaimana direkam Sardiman dalam bukunya. Menurut dia, Pak Dirman biasa berdakwah di pelbagai daerah sekitar Banyumas, termasuk Rawalo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sana, pernah Hardjomartono dan kawan-kawan berbincang dengan Sudirman. “Wahai para pemuda Muhammadiyah! Ada dua pilihan penting dalam kehidupan yang kita jalani saat ini. Pertama, iskhariman, yakni hidup yang mulia. Yang kedua, musyahidan, yakni mati syahid. Kalian memilih yang mana?” kata Hardjomartono menirukan perkataan Sudirman waktu itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kalau memilih iskhariman, bagaimana syaratnya?” kata seorang kawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kamu harus selalu beribadah dan berjuang untuk agama Islam,” jawab Sudirman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bagaimana kalau musyahidan?” timpal Hardjomartono.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kamu harus berjuang melawan setiap bentuk kebatilan dan berjuang untuk memajukan Islam.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jadi, semua harus berjuang?" sambung yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kedua pilihan itu seimbang,” jelas Sudirman, “maka kita akan mendapatkan semua kalau mau. Salah satu musuh penghalang saat ini adalah penjajahan. Agar pemuda mendapatkan kemuliaan, maka harus bersiap untuk berjuang, siap syahid untuk mendapatkan kemerdekaan. Para pemuda harus berani untuk jihad fisabillilah.”ROl&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Menjadi Ulil Albab</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/menjadi-ulil-albab.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Sat, 23 Nov 2024 01:18:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-5079213478774102409</guid><description>
Rasulullah SAW menangis terharu merenungi hikmah ayat Alquran tentang ulil albab

Red: Hasanul Rizqa
               &lt;img alt="ILUSTRASI Ilmuwan Muslim." height="429" src="https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/ilustrasi-ilmuwan_241123111136-816.jpg" width="640" /&gt;
      

      &lt;div class="source-img"&gt;
        Foto: dok wiki      &lt;/div&gt;
    
    &lt;div class="caption-img" style="text-align: justify;"&gt;
      &lt;span&gt;
        ILUSTRASI Ilmuwan Muslim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="article-content" data-sticky-container=""&gt;
      &lt;article style="text-align: justify;"&gt;
 Setiap subuh, seperti biasanya, Bilal bin Rabah mengumandangkan azan di Masjid Nabawi. Begitu mendengar azan, Rasulullah SAW akan segera masuk masjid.&lt;/article&gt;&lt;/div&gt;
 
&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun, pada suatu subuh, sekalipun adan selesai berkumandang, Nabi SAW belum juga muncul di masjid. Ini membuat Bilal bertanya-tanya. Akhirnya, dia pun pergi ke rumah Nabi SAW yang terletak di samping masjid.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah ucapan salam dan tiga kali ketukan pintu tak terjawab, Bilal lalu memberanikan diri membuka pintu rumah Nabi SAW, karena khawatir Nabi SAW sakit.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah masuk, didapatinya Nabi sedang menangis. Bilal kaget dan bertanya kalau-kalau Nabi sakit. Namun, Nabi SAW menggeleng. "Tapi kenapa Engkau menangis ya Rasulullah?" tanya Bilal.&lt;/p&gt;
				&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasul SAW pun menjawab, baru saja turun ayat yang kalau direnungkan, kata Rasul, akan mengubah dunia. Ayat yang dimaksud Nabi SAW adalah surah Ali Imran ayat 190-191 dalam Alquran.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Artinya, "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal (ulil albaab), (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri dan duduk dan dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berakata, 'Ya Tuhan kami tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.'"&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kemampuan zikirnya.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Menurut ahli sejarah, para ilmuwan muslim terdahulu giat melakukan penelitian dan pencarian ilmu berdasarkan ayat-ayat tadi. Ditemukannya sejumlah ilmu seperti matematika, biologi, fisika, kedokteran, sosiologi, sejarah, musik, dan sebagainya, adalah karena dorongan ayat-ayat itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan semangat mengamalkan perintah Allah, para ulul albab (ilmuwan muslim) generasi pertama melahirkan ilmu-ilmu baru, di samping menerjemahkan ilmu-ilmu yang ada ke dalam bahasa Arab seraya membersihkan unsur-unsur syirik dan takhayulnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dunia pun menemukan dirinya dalam peradaban Islam yang gilang gemilang. Pada masa sekarang ini, semangat ulul albab generai pertama itu perlu direaktualisasikan kembali perannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua ilmuwan Muslim hendaknya menjadi ulul albab dalam rangka mengejar ketinggalannya dalam bidang iptek dari negara-negara yang lebih dulu maju. Etos keilmuwan muslim sesungguhnya terletak pada karakter sang ulul albab ini, yang tajam daya pikirnya sekaligus kuat.Rol&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>S.U. Bajasut: Peranan Umat Islam di Awal Revolusi Indonesia</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/su-bajasut-peranan-umat-islam-di-awal.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Sat, 23 Nov 2024 01:15:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-8477305406141366877</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;img alt="" class="attachment-foxiz_crop_o2 size-foxiz_crop_o2 wp-post-image" decoding="async" height="331" loading="lazy" src="https://hidayatullah.com/wp-content/uploads/2024/11/S.U.-Bajasut.jpg" width="640" /&gt;&lt;/p&gt;
		
				&lt;div class="l-shared-header meta-text" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;S.U. Bajasut seorang dokumentator Partai Masjumi, menyaksikan secara langsung bagaimana umat Islam bahu-membahu dalam revolusi kemerdekaan&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="l-shared-header meta-text" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;SETELAH  &lt;/strong&gt;Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia tidak langsung menikmati kebebasan penuh. Berbagai ancaman dari pihak kolonial dan sekutu datang silih berganti.



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Insiden bendera di Hotel Oranye, Surabaya, pada 19 September 1945, serta kedatangan tentara Sekutu yang dipimpin oleh Jenderal Christison pada 29 September 1945 di Jakarta, menunjukkan bahwa kemerdekaan yang telah diproklamirkan masih jauh dari aman.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Belanda bahkan secara terang-terangan menyatakan tidak berniat melakukan perundingan dengan pemerintahan Presiden Sukarno.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di tengah situasi yang genting ini, umat Islam Indonesia tampil dengan peran signifikan dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara. S.U. Bajasut (1913-1982), seorang tokoh yang turut aktif dalam perjuangan tersebut, mendokumentasikan momen-momen krusial tersebut dalam tulisannya di &lt;em&gt;Panji Masyarakat edisi No. 323, XXII/1981.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="related-sec related-1"&gt;&lt;div class="inner"&gt;&lt;div class="block-inner"&gt;&lt;div class="p-wrap p-list-inline" data-pid="1211"&gt;		&lt;/div&gt;
					&lt;/div&gt;
			&lt;/div&gt;
		&lt;/div&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beliau, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Timur dan dokumentator Masjumi, menyaksikan secara langsung bagaimana umat Islam bahu-membahu dalam revolusi kemerdekaan.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ancaman Kolonial dan Persatuan Politik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebelum sistem pemerintahan negara bisa dibangun hingga ke pelosok-pelosok, Indonesia sudah harus berhadapan dengan ancaman nyata dari pasukan Belanda dan sekutu. Untuk itu, pemerintah Republik Indonesia segera mengambil langkah penting.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada 3 November 1945, Wakil Presiden Mohammad Hatta mengeluarkan Maklumat Pemerintah, yang intinya mendorong pembentukan partai-partai politik.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Melalui partai-partai ini, diharapkan segala macam aliran pemikiran dalam masyarakat dapat diarahkan untuk memperkuat perjuangan mempertahankan kemerdekaan.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maklumat tersebut berbunyi: “Pemerintah menyukai timbulnya partai-partai politik karena dengan adanya partai-partai itulah dapat dipimpin ke jalan yang teratur segala aliran paham yang ada dalam masyarakat.” (&lt;em&gt;Panji Masyarakat&lt;/em&gt;, 1981).&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Salah satu partai yang lahir dari kondisi ini adalah Partai Masyumi, yang kelak menjadi representasi politik umat Islam dalam memperjuangkan kedaulatan Republik Indonesia dan menegakkan ajaran Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Muktamar Umat Islam di Yogyakarta&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 7 November 1945, hanya beberapa bulan setelah Proklamasi, sebuah peristiwa penting terjadi bagi umat Islam Indonesia, yaitu diselenggarakannya Muktamar Umat Islam di Yogyakarta.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam muktamar ini, umat Islam menunjukkan kesadaran kolektif untuk bersatu dalam menghadapi ancaman yang datang dari Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Muktamar tersebut menghasilkan keputusan monumental, yakni mendirikan Partai Politik Islam Masyumi sebagai satu-satunya wadah politik bagi umat Islam Indonesia.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tujuan dari pendirian Masyumi sangat jelas: “Menegakkan kedaulatan Republik Indonesia dan Agama Islam, serta melaksanakan cita-cita Islam dalam kenegaraan” (&lt;em&gt;Panji Masyarakat&lt;/em&gt;, 1981).&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;KH. Taufiqurrahman, salah satu tokoh yang ikut serta dalam muktamar tersebut, mengungkapkan bahwa umat Islam sepenuhnya sadar akan pentingnya persatuan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam situasi yang penuh tekanan, tokoh-tokoh dan alim ulama dari berbagai penjuru Jawa dan Madura berkumpul di Yogyakarta untuk bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan dan menegakkan syariat Islam.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Tindakan dari pihak imperialis Belanda dan komplotannya membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan Negara Republik Indonesia,” demikian ungkap K.H. Taufiqurrahman, mengingat suasana perdebatan dalam muktamar tersebut (&lt;em&gt;Panji Masyarakat,&lt;/em&gt; 1981).&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jihad Fi Sabilillah dan Persatuan Umat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Muktamar tersebut menegaskan bahwa umat Islam wajib berjuang dengan segenap jiwa dan raga demi kemerdekaan negara dan agama. Oleh karena itu, dibentuklah Barisan Fi Sabilillah, sebuah barisan khusus yang bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) untuk mempertahankan negara dari ancaman musuh.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Muktamar juga memutuskan bahwa seluruh pemuda Islam harus bergabung dalam barisan Hizbullah, yang kemudian menjadi gerakan pemuda militer umat Islam.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam perkembangan lebih lanjut, Masyumi berhasil memperkuat strukturnya dengan membentuk organisasi-organisasi afiliasi seperti Sarekat Buruh Islam Indonesia, Sarekat Tani Islam Indonesia, Sarekat Nelayan Islam Indonesia, dan Sarekat Dagang Islam Indonesia.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Peran ini semakin menunjukkan bahwa umat Islam bukan hanya berjuang di medan tempur, tetapi juga dalam bidang ekonomi dan sosial, demi memperkuat pertahanan bangsa.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pesan untuk Dunia Internasional&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keputusan muktamar tidak hanya menyasar perjuangan di dalam negeri. Muktamar juga mengeluarkan beberapa resolusi yang dikirimkan kepada komunitas internasional, terutama kepada umat Islam di seluruh dunia.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Salah satu risalah ditujukan kepada Jama’ah Haji yang saat itu sedang berada di Padang Arafah, memohon doa untuk kemenangan umat Muslimin Indonesia dalam menghadapi penjajah.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Risalah lainnya ditujukan kepada Partai Kongres India, meminta agar mereka mencegah pengiriman tentara India ke Indonesia, yang dapat memperburuk situasi perang antara dua bangsa yang sama-sama dijajah.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;S.U. Bajasut, dalam tulisannya, juga mencatat bahwa Muktamar mengirimkan pesan kepada Dr. Mohamad Ali Jinnah, pemimpin &lt;em&gt;Muslim Leaque India&lt;/em&gt;, dan Abdurrahman Azzam Bey, Sekretaris PAN Arabia di London, untuk menentang segala bentuk penjajahan di muka bumi dan mendukung perjuangan Indonesia.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pesan ini menegaskan posisi umat Islam Indonesia yang tidak hanya berjuang demi kemerdekaan tanah air, tetapi juga menolak segala bentuk kolonialisme di dunia.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Peranan umat Islam di awal revolusi kemerdekaan Indonesia sangatlah besar. Umat Islam tidak hanya berjuang mempertahankan kemerdekaan secara fisik, tetapi juga memainkan peran penting dalam pembentukan struktur politik dan sosial yang mendukung keberlangsungan negara.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keputusan-keputusan yang diambil dalam Muktamar Umat Islam di Yogyakarta pada 1945 menunjukkan kesatuan umat dalam menghadapi penjajahan, sekaligus menunjukkan komitmen mereka terhadap syariat Islam dalam bingkai negara Republik Indonesia.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;S.U. Bajasut dalam tulisannya di &lt;em&gt;Panji Masyarakat&lt;/em&gt; menegaskan bahwa umat Islam Indonesia bukanlah pengikut pasif dalam sejarah kemerdekaan, tetapi aktor utama yang dengan penuh semangat turut serta dalam membela tanah air dan agamanya.&lt;/p&gt;



&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perjuangan mereka, baik melalui Partai Masyumi, &lt;em&gt;Barisan Fi Sabilillah&lt;/em&gt;, maupun Hizbullah, menjadi bukti konkret kontribusi umat Islam dalam menjaga kedaulatan negara yang baru lahir ini.*/&lt;strong&gt;Mahmud Budi Setiawan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Asbabun Nuzul Surat Al Buruj Lengkap dengan Kisah Ashabul Ukhdud</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/asbabun-nuzul-surat-al-buruj-lengkap.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Sat, 23 Nov 2024 01:13:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-3688831482143926825</guid><description>                &lt;img alt="Asbabun Nuzul Surat..." class="lazyload" height="427" src="https://pict.sindonews.net/webp/732/pena/news/2024/11/22/70/1492315/asbabun-nuzul-surat-al-buruj-lengkap-dengan-kisah-ashabul-ukhdud-jvc.webp" width="640" /&gt;
            
            &lt;div class="detail-caption-img"&gt;Kisah Ashabul Ukhdud yang tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al-Buruj ayat 4-9, mengisahkan ujian keimanan seorang pemuda yang memilih mempertahankan keyakinannya kepada Allah meski harus kehilangan nyawa. Foto ilustrasi/ist&lt;/div&gt;
  
            &lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Asbabun Nuzul Surat Al Buruj &lt;/strong&gt; menjadi pembahasan yang menarik untuk diketahui sebab ada satu kisah yang dapat diambil hikmahnya.&lt;/div&gt; &lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan memahami Asbabun Nuzul &lt;strong&gt; Surat Al Buruj &lt;/strong&gt;, umat Muslim bisa mengetahui asal-usul atau penyebab turunnya ayat tersebut.&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;Surat Al Buruj Ayat 4 - 9&lt;/h2&gt;&lt;div class="content-arab" style="text-align: justify;"&gt;قُتِلَ اَصۡحٰبُ الۡاُخۡدُوۡدِۙ النَّارِ ذَاتِ الۡوَقُوۡدِۙ اِذۡ هُمۡ عَلَيۡهَا قُعُوۡدٌ وَّهُمۡ عَلٰى مَا يَفۡعَلُوۡنَ بِالۡمُؤۡمِنِيۡنَ شُهُوۡدٌ وَمَا نَقَمُوۡا مِنۡهُمۡ اِلَّاۤ اَنۡ يُّؤۡمِنُوۡا بِاللّٰهِ الۡعَزِيۡزِ الۡحَمِيۡدِۙ الَّذِىۡ لَهٗ مُلۡكُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ؕ وَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ شَهِيۡدٌ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artinya : Binasalah orang-orang yang membuat parit (yaitu para pembesar Najran di Yaman), yang berapi (yang mempunyai) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin. Dan mereka menyiksa orang-orang mukmin itu hanya karena (orang-orang mukmin itu) beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa, Maha Terpuji, yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;Asbabun Nuzul Surat Al Buruj Ayat 4 - 9&lt;/h2&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kisah Ashabul Ukhdud &lt;/strong&gt; yang tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al-Buruj ayat 4-9, mengisahkan ujian keimanan seorang pemuda yang memilih mempertahankan keyakinannya kepada Allah meski harus kehilangan nyawa.&lt;/div&gt; &lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita bermula di sebuah kerajaan di Najran, dekat perbatasan Yaman. Seorang raja yang berkuasa memiliki seorang tukang sihir tua yang meminta dicarikan penerus. Sebuah sayembara diadakan, dan seorang pemuda bernama Gulam terpilih untuk mempelajari ilmu sihir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perjalanan menuju rumah tukang sihir, Gulam melewati sebuah gua dan mendengar suara lantunan doa. Dengan rasa penasaran, ia masuk ke dalam gua dan mendapati seorang pendeta sedang beribadah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Wahai pendeta, aku mendengar kalimat subhanallah berulang kali. Apakah itu mantra sihir?” tanya Gulam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendeta menjawab, “Bukan, itu adalah kalimat tasbih untuk mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta'ala.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Siapakah Allah Subhanahu wa Ta'ala itu?” tanya Gulam lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dia adalah Tuhan pemilik langit dan bumi, tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya,” jelas sang pendeta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendeta itu kemudian menawarkan Gulam untuk kembali kapan pun ingin belajar, dengan syarat pertemuan mereka harus dirahasiakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gulam pun melanjutkan perjalanannya ke rumah tukang sihir, tetapi ia dihukum karena datang terlambat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari berlalu, Gulam terus belajar ilmu sihir, tetapi hatinya semakin terikat pada ajaran pendeta. Suatu hari, ia menghadapi seekor binatang besar yang menghalangi jalan. Gulam berpikir ini adalah kesempatan untuk menguji ilmu yang dipelajarinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia berdoa, “Ya Allah, jika ilmu pendeta lebih Engkau cintai daripada ilmu tukang sihir, maka bunuhlah binatang ini.” Dengan satu lemparan batu, binatang itu mati seketika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berita keberhasilan Gulam menaklukkan binatang itu pun menyebar luas. Orang-orang datang kepada gulam meminta disembuhkan dari penyakit cacat dan buta. Gulam menegaskan bahwa semua terjadi hanya dengan izin Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika kabar ini sampai ke raja, Gulam dipanggil ke istana. “Siapa yang mengajarkanmu ilmu ini?” tanya raja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Semua yang kulakukan terjadi atas izin Allah, Tuhan semesta alam,” jawab Gulam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Raja murka dan memaksa Gulam meninggalkan keimanannya. Ketika Gulam menolak, ia diperintahkan untuk dibawa ke gunung dan dilemparkan ke jurang. Namun, sebelum rencana itu terlaksana, gunung berguncang, dan pasukan raja tewas, sementara Gulam selamat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Raja kembali mencoba membunuhnya dengan melemparkannya ke laut, tetapi Gulam tetap dilindungi oleh Allah. Akhirnya, Gulam menawarkan cara terakhir kepada raja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Wahai raja, kau hanya bisa membunuhku dengan satu cara. Kumpulkan rakyatmu, salib aku, lalu panahlah sambil mengatakan, ‘Bismillahi Rabbi Gulam’ (dengan menyebut nama Tuhannya Gulam),” ujar Gulam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Raja mengikuti petunjuk tersebut. Ketika panah dilepaskan, Gulam wafat. Namun, rakyat yang menyaksikan peristiwa itu justru berseru, “Kami beriman kepada Tuhannya Gulam!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Raja murka melihat rakyatnya beralih kepada Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia memerintahkan agar parit besar digali dan dinyalakan api untuk membakar siapa pun yang enggan meninggalkan keimanan. Namun, para mukmin tetap teguh meski harus menyerahkan nyawa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti yang disebutkan dalam Alquran surat al-buruj ayat 8 "Dan mereka menyiksa orang-orang mukmin itu hanya karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa, Maha Terpuji."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara mereka, seorang ibu hampir goyah saat harus melompat ke dalam api bersama anaknya. Namun, sang anak berkata, “Wahai Ibu, bersabarlah, sesungguhnya kita berada di jalan yang benar.”&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;Pelajaran dari Kisah Ashabul Ukhdud: Rendah Hati dan Keteguhan Iman&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah Ashabul Ukhdud mengajarkan bahwa segala sesuatu yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah. Sebagai seorang hamba kita tidak boleh sombong atas apa yang kita punya karena semuanya terjadi atas kehendak Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah juga memberikan ujian kepada manusia untuk menguji keteguhan iman. Dalam ujian tersebut, setiap orang dihadapkan pada pilihan mengejar kesenangan dunia yang sementara atau tetap berpegang pada keyakinan untuk meraih surga yang abadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi mereka yang memilih untuk tetap beriman kepada Allah, janji Allah adalah balasan berupa surga yang kekal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah ini mengingatkan kita akan pentingnya kerendahan hati dan keteguhan hati dalam menjalani kehidupan di dunia ini.&lt;strong&gt;MG/Marine Lugina&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="editor" style="text-align: justify;"&gt;(wid)&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kisah Bijak Para Sufi Yunus Putra Adam: Makanan dari Surga</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/kisah-bijak-para-sufi-yunus-putra-adam.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Sat, 23 Nov 2024 01:12:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-6815761116958968606</guid><description>                &lt;img alt="Kisah Bijak Para Sufi..." class="lazyload" height="427" src="https://pict.sindonews.net/webp/732/pena/news/2024/11/22/70/1492331/kisah-bijak-para-sufi-yunus-putra-adam-makanan-dari-surga-fmr.webp" width="640" /&gt;
            
            &lt;div class="detail-caption-img"&gt;Sebagai manusia aku memperoleh bagian dari kebutuhan dunia, setiap hari. Ilustrasi: AI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;YUNUS, putra Adam, suatu hari memutuskan untuk tidak melulu berpasrah pada takdir , namun ia akan mencari tahu cara dan alasan penyediaan kebutuhan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku adalah," ia membatin, "seorang manusia. Sebagai manusia aku memperoleh bagian dari kebutuhan dunia, setiap hari. Bagian ini datang, padaku dengan usahaku sendiri, digabung dengan usaha orang lain juga. Dengan menyederhanakan proses ini, aku tentu akan menemukan cara makanan mencapai manusia, dan belajar sesuatu tentang bagaimana dan mengapa."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Untuk itu, aku akan menelusuri jalan religius, yang mendesak manusia bergantung pada Allah Yang Mahakuasa untuk kelangsungan hidupnya. Daripada hidup dalam dunia kacau-balau ini, di mana makanan dan kebutuhan lainnya tersedia melalui masyarakat, aku lebih baik menyerahkan diriku pada pemenuhan langsung dari Sang Kuasa yang mengatur segala sesuatu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Pengemis bergantung kepada perantara; pria dan wanita dermawan yang hatinya digerakkan oleh sesuatu di luar dirinya. Mereka memberi makanan atau uang karena dididik berbuat demikian. Aku tidak menginginkan pemberian tak langsung semacam itu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesudah berkata begitu, ia berjalan memasuki wilayah pedalaman, berserah diri sepenuhnya kepada kekuatan tak kasat mata dengan keyakinan serupa seperti ketika ia menerima bantuan dari yang kasat mata, saat ia masih menjadi guru di sebuah sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia tertidur, yakin bahwa Allah akan memenuhi semua kebutuhannya, sama seperti burung-burung dan binatang buas dipelihara di alam mereka sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika subuh, kicau burung membangunkannya, dan putra Adam itu terbangun, menunggu makanannya datang. Sekalipun ia telah memasrahkan diri kepada kuasa tak tampak dan percaya bahwa ia akan bisa memahami cara kerjanya ketika kuasa itu mulai bekerja di tempat itu, ia segera sadar bahwa berpikir untung-untungan untuk mendapatkan sesuatu tidak akan banyak membantunya di tempat yang asing itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia berbaring di tepi sungai, menghabiskan waktunya untuk memperhatikan alam, mengamati ikan di air, dan bersembahyang. Dari waktu ke waktu, orang kaya dan berkuasa lewat, diiringi pengawal yang duduk di atas kuda-kuda terbaik dengan hiasan pelananya yang berbunyi gemerincing, dentingan yang penuh wibawa seolah-olah menandakan jalan itu adalah milik mereka sepenuhnya, dan menyerukan salam ketika melihat ikat kepala Yunus. Kelompok-kelompok peziarah beristirahat dan mengunyah roti kering dan keju, yang membuat air liurnya menetes membayangkan makanan yang paling sederhana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ini hanya sebuah ujian, pasti akan segera berlalu," pikir Yunus, seusai menunaikan sholat Isya hari itu dan merenung menurut cara yang pernah diajarkan padanya oleh seorang darwis yang berbudi luhur dan mulia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam pun berlalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Yunus sedang duduk menikmati cahaya matahari terpendar di atas Sungai Tigris yang anggun, lima jam setelah fajar hari kedua, terlihatlah olehnya sesuatu tersangkut di alang-alang. Ternyata itu adalah sesuatu yang dibungkus dengan daun dan diikat dengan serat palem. Yunus, putra Adam, turun ke sungai dan mengambil bungkusan asing itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beratnya sekitar tiga perempat pon. Segera saja aroma sedap menyerbu hidung Yunus saat bungkusan itu dibukanya. Ternyata isinya halwa Baghdad. Halwa ini terbuat dari buah almon, air mawar, madu, kacang, dan bahan eksotis lainnya, berharga karena rasanya yang enak dan khasiatnya untuk kesehatan. Putri-putri Harem menggigitnya pelan-pelan karena cita rasanya; para prajurit membawanya ke medan perang karena bisa meningkatkan ketahanan tubuh, itu digunakan untuk mengobati berbagai penyakit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Keyakinanku terbukti," seru Yunus. "Dan kini saatnya menguji. Bila halwa dengan jumlah sama, atau hampir sama, tiba padaku melalui air setiap hari atau secara teratur pada selang waktu berbeda, aku akan tahu cara yang digunakan oleh Sang Pemenuh untuk memenuhi kebutuhanku, dan selanjutnya memakai akalku untuk menemukan sumbernya."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama tiga hari berikutnya, tepat pada jam yang sama, sebungkus halwa terapung lagi sampai ke tangan Yunus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini, pikirnya, adalah penemuan pertama yang sangat penting. Sederhanakan keadaanmu dan alam akan terus bekerja dengan cara yang bisa dikatakan sama. Kejadian itu merupakan pengalaman yang ingin sekali disebarkannya pada dunia. Sebab bukankah pernah dikatakan: 'Ketika kamu tahu, ajarkanlah'? Tetapi kemudian, ia sadar bahwa ia tidak tahu; ia hanya mengalami. Langkah berikutnya adalah menyelusuri arus pembawa halwa itu ke hulu hingga ia tiba di sumbernya. Dengan begitu, ia tidak hanya bisa mengetahui asal-usulnya, tetapi juga bagaimana makanan itu disiapkan untuk digunakan olehnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berhari-hari lamanya Yunus menelusuri arus sungai. Setiap hari dengan keberaturan yang sama, tetapi pada saat yang lebih awal, halwa serupa muncul, dan ia memakannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, Yunus melihat bahwa sungai itu tidak menyempit di hulu, malahan semakin melebar. Di tengah-tengah sungai yang membentang luas itu terdapat sebidang pulau yang sangat subur. Di atas pulau itu berdiri sebuah istana yang kokoh nan indah. Dari sanalah, pikir Yunus, makanan surga itu berasal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat sedang menimbang langkah berikutnya, Yunus melihat seorang darwis yang tinggi dan lusuh, dengan rambut acak-acakan bak pertapa dan pakaian penuh tambalan warna-warni, berdiri di hadapannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Salam, Baba, Bapak!" sapa Yunus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ishq, Hoo!" balas pertapa itu nyaring. "Dan apa pula urusanmu di sini?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku sedang melakukan suatu pencarian suci," putra Adam itu menjelaskan, "untuk menyelesaikannya aku harus mencapai benteng di seberang sana. Adakah Bapak punya nasihat agar saya bisa ke sana?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Karena tampaknya engkau tak tahu apa-apa mengenai benteng itu, sekalipun sangat menaruh minat padanya," jawab pertapa itu, "akan kuceritakan padamu apa yang kutahu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Pertama, putri seorang raja tinggal di sana, terasing dan terpenjara, dilayani oleh para pelayan jelita, namun dibatasi geraknya. Ia tak mampu lari sebab lelaki yang menangkapnya dan menawannya di situ --sebab ia menolak menikahinya-- telah memasang rintangan-rintangan sakti dan sangat sulit ditembus, tak tampak oleh mata telanjang. Engkau harus terlebih dahulu melewati halangan itu untuk bisa masuk benteng dan mencapai maksudmu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kalau begitu halnya, bisakah Bapak menolong aku?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku sedang hendak memulai perjalanan khusus demi pengabdian. Tetapi kusampaikan padamu suatu mantra, Wadzifah, yang bila engkau layak, akan memanggil bagimu kekuatan gaib para jin kebajikan, makhluk api, satu-satunya yang ampuh menangkal kekuatan sihir di sekeliling benteng itu. Semoga engkau berhasil." Kemudian pertapa itu pergi, setelah merapal suara-suara aneh berulang-ulang dan bergerak dengan gesitnya, sungguh mengagumkan bagi sosoknya yang pantas dimuliakan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yunus duduk bersila berhari-hari melatih Wadzifah dan mengamati munculnya halwa. Kemudian, suatu sore saat matanya sedang menikmati mentari senja menari-nari di atas menara benteng itu, dilihatnya sesuatu yang aneh. Di sana, berdirilah seorang gadis dengan cahaya kecantikan yang tiada tara, yang tentu saja adalah putri yang diceritakan oleh darwis itu. Gadis itu terpaku sejenak menatap mentari, lalu menjatuhkan sebungkus halwa ke bawah, ke ombak riuh yang berulang-ulang menghantam dinding benteng. Inilah rupanya sumber karunia itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sumber makanan surga!" seru Yunus. Kini, ia merasa berada di ambang kebenaran. Cepat atau lambat pemimpin jin, yang dipanggilnya terus dengan mantera Wadzifah darwis, pasti datang, dan membantunya mencapai benteng, putri itu, dan kebenaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak lama setelah berpikir demikian, ia mendapati dirinya dibawa menembus langit menuju alam roh, yang penuh dengan rumah-rumah indah nan mengagumkan. Ia masuk ke salah satunya, dan di dalamnya berdiri suatu makhluk menyerupai seorang manusia, tetapi bukan manusia: penampilannya masih muda, namun bijaksana dan jelas sudah sangat tua. "Hamba," kata makhluk itu, "adalah pemimpin bangsa jin, dan hamba telah membawa Tuan kemari sebagai jawaban atas panggilan Tuan dan karena Tuan menggunakan Nama Agung yang diberikan pada Tuan oleh Darwis Yang Agung. Apa yang Tuan ingin hamba lakukan?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Wahai Pemimpin kaum Jin yang perkasa," sahut Yunus, "Aku adalah seorang Pencari Kebenaran, dan jawaban yang kucari hanya bisa kutemukan di dalam benteng mengharumkan di dekat tempatku berada ketika engkau membawaku kemari, Berilah padaku, aku mohon, kekuatan untuk menerobos benteng dan berbicara dengan putri yang terpenjara di sana."'&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Jadilah menurut permohonanmu!" kata pemimpin Jin. "Namun ingatlah, di atas segalanya, bahwa seorang manusia memperoleh jawab atas pertanyaannya sesuai dengan kemampuannya untuk mengerti dan mengolahnya sendiri."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kebenaran adalah kebenaran," balas Yunus, "dan aku akan mendapatkannya, tak masalah apa itu bentuknya. Berikan padaku karunia itu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segera saja Yunus dikirim kembali dalam wujud tak terlihat (dengan kekuatan sihir Jin) disertai sekelompok jin kecil-kecil, yang ditugaskan oleh pemimpin mereka untuk menggunakan kemampuan khusus mereka membantu manusia itu dalam pencariannya. Di tangannya, Yunus memegang sebuah cermin-batu yang kata pemimpin in harus diarahkannya ke benteng agar ia dapat melihat rintangan-rintangan tak kasat mata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari batu itu, Yunus melihat bahwa benteng dijaga oleh segerombol raksasa, tak tampak namun mengerikan, yang menghantam siapa saja yang mendekat. Jin-jin pengawal yang unggul atas tugas ini berhasil menyingkirkan raksasa-raksasa itu. Kemudian, ia menemukan bahwa ada semacam jaring tak kelihatan yang membungkus seluruh benteng itu. Ini pun dihancurkan oleh para jin yang terbang dan mempunyai kecerdikan khusus untuk merobek jaring itu. Rintangan terakhir berupa batu besar tak tampak, yang memenuhi ruang antara benteng dan tepi sungai. Para jin menyingkirkannya, lalu sesudah itu menghabarkan salam dan terbang pergi laksana kilat, kembali ke asal mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yunus menoleh dan menyaksikan sebuah jembatan, dengan sendirinya, muncul dari dasar sungai, dan ia berjalan memasuki benteng tanpa perlu berbasah kaki. Seorang pengawal gerbang segera membawanya kepada putri, yang sungguh jauh lebih mempesona dibandingkan kali pertama terlihat oleh Yunus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kami sangat berterima kasih pada Tuan karena Tuan telah menghancurkan rintangan-rintangan yang melingkupi benteng ini," kata putri itu, "dan aku kini bisa kembali kepada ayahandaku dan ingin sekali memberikan hadiah atas kepahlawanan Tuan. Mintalah apa saja yang Tuan mau, niscaya akan dikabulkan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Mutiara tanpa banding," sahut Yunus, "hanya satu hal yang kuidamkan, kebenaran. Dan sudah sepantasnya bagi mereka yang memiliki kebenaran untuk mengaruniakannya kepada siapa pun yang bisa memetik manfaat darinya. Hamba mohon pada Paduka Putri, sudilah kiranya Paduka mengaruniakan kebenaran itu kepada hamba."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Katakanlah Tuan, kebenaran yang sekiranya bisa kusampaikan, niscaya akan kusampaikan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Baiklah, Yang Mulia, bagaimana dan dengan aturan apa Makanan Surga, yaitu halwa menakjubkan, yang Paduka kirimkan pada hamba setiap hari, ditakdirkan dikirimkan dengan cara demikian?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Yunus, putra Adam," jawab putri itu, "halwa; itu, begitulah engkau menyebutnya, kulempar ke sungai setiap hari sebenarnya sisa-sisa bahan riasan yang kupakai setelah mandi susu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Akhirnya aku paham," kata Yunus, "bahwa pengertian manusia terkondisi sesuai dengan kemampuannya untuk mengerti. Bagi Paduka, halwa adalah sisa-sisa bahan perawatan tubuh setiap hari. Tetapi bagi hamba, itu adalah Makanan Surga."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Idries Shah dalam bukunya berjudul "&lt;em&gt;Tales of The Dervishes&lt;/em&gt;" yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "&lt;em&gt;Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi&lt;/em&gt;" mengutip Halqavi (pengarang kisah ini) mengatakan hanya ada sedikit kisah Sufi, yang bisa dibaca oleh siapa pun saat kapan pun dan tetap mempengaruhi 'kesadaran batin' secara konstruktif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Hampir semua yang lain," katanya, "tergantung pada di mana, kapan, dan bagaimana kisah-kisah itu dipelajari. Dengan begitu, kebanyakan orang hanya akan menemukan di dalamnya apa yang mereka harapkan: hiburan, teka-teki, dan alegori."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yunus, putra Adam, adalah orang Suriah, meninggal tahun 1670. Ia adalah seorang penemu dan mempunyai ketrampilan penyembuhan yang luar biasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
  &lt;div class="editor" style="text-align: justify;"&gt;(mhy)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Miftah H. Yusufpati&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kisah Bijak Para Sufi: Sebuah Nubuat, Ketika Air Berubah</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/kisah-bijak-para-sufi-sebuah-nubuat.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Sat, 23 Nov 2024 01:09:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-6412214485407821584</guid><description>                &lt;img alt="Kisah Bijak Para Sufi:..." class="lazyload" height="427" src="https://pict.sindonews.net/dyn/732/pena/news/2024/11/22/70/1492347/kisah-bijak-para-sufi-sebuah-nubuat-ketika-air-berubah-kco.jpg" width="640" /&gt;
            
            &lt;div class="detail-caption-img" style="text-align: justify;"&gt;Hanya ada satu orang yang memperhatikan nubuat tersebut.Ilustrasi: AI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu ketika Khidhir , Guru Musa , memberi peringatan kepada manusia. Pada hari tertentu nanti, katanya, semua air di bumi yang tidak disimpan secara khusus, akan lenyap. Sebagai gantinya, akan ada air baru yang membuat manusia yang meminumnya menjadi gila.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya ada satu orang yang memperhatikan nubuat tersebut. Ia menimba air dan menyimpannya di tempat aman, dan menunggu air berubah sesuai ucapan Guru Musa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada hari yang ditentukan itu, sungai-sungai berhenti mengalir, sumur-sumur mengering. Orang yang mengindahkan peringatan itu, melihat penggenapannya, pergi ke tempat di mana ia menyimpan air dan minum dari sana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika dilihatnya dari tempatnya berada bahwa air terjun kembali mencurahkan air, orang ini pun kembali bergabung dengan orang-orang lain. Ia mendapati semua orang kini berpikir dan berbicara dengan cara yang sama sekali lain dari sebelumnya; dan mereka tidak ingat sesuatu hal pun, termasuk bahwa mereka telah diperingatkan sebelumnya. Ketika orang itu mencoba berbincang dengan mereka, ia sadar bahwa mereka pikir ia gila, dan mereka menunjukkan rasa benci dan kasihan, bukannya pengertian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semula orang itu tidak mau minum air yang baru. Setiap kali merasa haus, ia, kembali ke tempat penyimpanannya dan minum airnya. Namun akhirnya, ia memutuskan untuk minum air yang baru karena tidak tahan menanggung kesepian hidup, berperilaku dan berpikir secara berbeda dari semua orang. Ia minum air yang baru itu, dan ia pun jadi sama dengan yang lain. Kemudian, ia lupa pernah mempunyai simpanan air khusus, dan sesamanya mulai menganggapnya secara ajaib telah waras dari sakit gila.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Idries Shah dalam bukunya berjudul "&lt;em&gt;Tales of The Dervishes&lt;/em&gt;" yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "&lt;em&gt;Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi&lt;/em&gt;" mengatakan Dzun Nun, seorang Mesir (wafat tahun 860), yang dianggap sebagai pengarang kisah ini, sering dikaitkan dengan semacam Perserikatan Rahasia (Freemasonry). Ia adalah tokoh paling awal dalam sejarahThoriqoh Darwis Malamati, yang oleh para peneliti Barat sering dianggap mempunyai persamaan yang dekat dengan keahlian anggota Persekutuan Rahasia. Dzun Nun, konon, berhasil menemukan kembali makna tulisan Mesir kuno milik Firaun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Versi ini berasal dari Sayed Sabir Ali-Shah, tokoh Thoriqoh Chishti, yang wafat tahun 1818.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
              
            &lt;div class="editor" style="text-align: justify;"&gt;(mhy)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Miftah H. Yusufpati&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Terungkap, Ratu Elizabeth I Pernah Kerja Sama dengan Kesultanan Banten</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/terungkap-ratu-elizabeth-i-pernah-kerja.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Thu, 21 Nov 2024 23:13:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-2615378175488358708</guid><description>
Ratu Elizabeth I dan Kesultanan Banten pernah melakukan hubungan dagang.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Erdy Nasrul
                 &lt;img alt="Suasana Masjid Agung warisan Kesultanan Banten." height="429" src="https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/075729100-1647777696-830-556.jpg" width="640" /&gt;
      

      &lt;div class="source-img"&gt;
        Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman      &lt;/div&gt;
    
    &lt;div class="caption-img"&gt;
      &lt;span&gt;
        Suasana Masjid Agung warisan Kesultanan Banten.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="article-content" data-sticky-container=""&gt;
      &lt;article style="text-align: justify;"&gt;
 Sejak mahkota ratu Inggris resmi disandang Ratu Elizabeth pada 1558, Ratu Elizabeth menjalankan kebijakan luar negeri dan ekonomi dengan menjalin kerjasama negara-negara Islam. Ratu Elizabeth juga pernah menjalin hubungan diplomatik dengan Kesultanan Banten.&lt;/article&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hubungan dengan Islam di Nusantara pun pernah terjalin baik antara Kerajaan Inggris dengan Kesultanan Banten. Ketika Ratu Elizabeth dinobatkan sebagai ratu Inggris, sekitar 14 orang Inggris di Banten merayakannya.&lt;/p&gt;
        
						&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bernard HM Vlekke dalam Nusantara: Sejarah Indonesia mencatat bahwa 14 orang Inggris di Banten memakai pakaian terbaik dan mengadakan parade, berbaris maju mundur, menembakkan senapan dan berteriak “hore” sampai semua penduduk kota lari keluar rumah. Begitu masyarakat Banten berkumpul, orang Inggris itu memberi tahu orang Banten tentang Ratu Elizabeth mereka yang mulia.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;James Lancaster yang memimpin pelayaran pertama dengan empat kapal dagang EIC mendarat di Banten pada 1602. Dia menyampaikan surat Ratu Elizabeth untuk Sultan Banten yang bernada penuh persahabatan.&lt;/p&gt;
				&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sultan Banten memberikan izin kepada Inggris untuk membuka kantor dagang. Bahkan, Banten menjadi pusat kegiatan dagang Inggris sampai tahun 1682.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hubungan baik Inggris dan Banten terlihat juga dengan surat yang dikirimkan oleh Sultan Banten kepada Raja James I, pengganti Ratu Elizabeth. Surat tersebut berisi ucapan selamat atas pengangkatan James I sebagai raja Inggris.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Raja Banten juga mengucapkan terima kasih atas hadiah yang dikirim oleh Raja James I melalui Jenderal Milton. Sebagai balasannya, Raja Banten mengirimkan dua buah Faizer kepada Raja Inggris,” tulis Titik Pudjiastuti dalam Perang, Dagang, Persahabatan: Surat-surat Sultan Banten.&lt;/p&gt;

&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Faizer diperkirakan sebagai benda yang berat karena satu Faizer disepadankan dengan seekor ternak berkaki empat.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hubungan baik Inggris dan Banten terus berlanjut. Pada tahun 1681, Sultan Abu Nashar Abdul Qahar atau Sultan Haji mengirim surat kepada Raja Charles II.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hubungan dagang&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam suratnya, dia berminat membeli senapan sebanyak 4.000 pucuk dan peluru sebanyak 5.000 butir dari Inggris. Sebagai tanda persahabatan, Sultan Haji menghadiahkan permata sebanyak 1757 butir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Surat ini juga merupakan pengantar untuk dua utusan Banten bernama Kiai Ngabehi Naya Wipraya dan Kiai Ngabehi Jaya Sedana, dikutip dari buku Perkembangan Islam Global.Rol&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kisah Bani Israil dalam Al Quran, Bisa jadi Pembelajaran Bagi Umat Muslim</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/kisah-bani-israil-dalam-al-quran-bisa.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Thu, 21 Nov 2024 23:10:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-4464052285270715273</guid><description>                &lt;img alt="Kisah Bani Israil dalam..." class="lazyload" height="427" src="https://pict.sindonews.net/webp/732/pena/news/2024/11/22/70/1492313/kisah-bani-israil-dalam-al-quran-bisa-jadi-pembelajaran-bagi-umat-muslim-bws.webp" width="640" /&gt;
            
            &lt;div class="detail-caption-img" style="text-align: justify;"&gt;Kisah Bani Israil dalam Al Quran dijelaskan secara detail, salah satunya di awal Surah Al Isra dan banyak merujuk kepada Nabi Yakub alaihissalam. Foto ilustrasi/ist&lt;/div&gt;
    
            &lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Bani Israil &lt;/strong&gt; dalam Al Qur'an seringkali disebutkan, namun masih banyak umat muslim yang belum mengetahui identitas dari kaum Bani Israil ini dan bagaimana kisahnya.&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya Bani Israil yang disebut dalam Al Quran ini merujuk pada &lt;strong&gt; Nabi Yaqub AS &lt;/strong&gt;. Sehingga setiap keturunan Nabi Yaqub AS atau Nabi Ya'qub disebut dengan Bani Israil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika &lt;strong&gt; membaca Al Qur'an &lt;/strong&gt;pastinya akan sering menemukan pembahasan Bani Israil di bagian awal. Beberapa ahli tafsir menganggap jika ini merupakan cara Al-Qur`an ‘menyaingi’ dengan cara tertentu, atau setidaknya menghadirkan Alkitab dengan cara baru.&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;Kisah Bani Israil dalam Al Quran&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah Bani Israil dalam Al Quran dijelaskan secara detail di awal Surah Al Isra. Sebetulnya ada dua nama untuk surah ke-17 ini, yakni surah Al-Isra` karena surah ini diawali pada ayat pertama dengan menyebutkan perjalanan malam yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari peristiwa Isra` Mi’raj.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nama keduanya adalah Bani Israil, sebab di ayat keduanya langsung membicarakan tentang tahap penting dari tahap-tahap sejarah Bani Israil serta menceritkan tentang kerusakan yang mereka lakukan yang tidak disebutkan dalam surah-surah lainnya dalam Al-Qur`an.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="content-arab" style="text-align: justify;"&gt;وَاٰتَيۡنَا مُوۡسَى الۡـكِتٰبَ وَ جَعَلۡنٰهُ هُدًى لِّبَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ اَلَّا تَتَّخِذُوۡا مِنۡ دُوۡنِىۡ وَكِيۡلًا&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artinya : "Dan Kami berikan kepada Musa, Kitab (Taurat) dan Kami jadikannya petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), "Janganlah kamu mengambil (pelindung) selain Aku." (QS Al Isra : 2)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari sejumlah ayat di Al Isra ini mulai banyak umat Muslim yang mempertanyakan mengapa kaum Bani Israil dibicarakan begitu mendalam dalam Al-Qur an? Dan apakah penggambaran tentang mereka positif atau negatif? Sebenarnya Al-Qur`an menyinggung keduanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di satu sisi, Al-Qur`an menunjukkan kepada kita bahwa sejarah orang-orang sebelum kita. Mereka diberi nikmat dari Allah sebagaimana dijelaskan dalam surah Al Jatsiya ayat 16.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="content-arab" style="text-align: justify;"&gt;وَلَقَدۡ اٰتَيۡنَا بَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ الۡكِتٰبَ وَالۡحُكۡمَ وَالنُّبُوَّةَ وَرَزَقۡنٰهُمۡ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلۡنٰهُمۡ عَلَى الۡعٰلَمِيۡنَ‌ۚ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artinya : "Dan sungguh, kepada Bani Israil telah Kami berikan Kitab (Taurat), kekuasaan dan kenabian, Kami anugerahkan kepada mereka rezeki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masa itu)." (QS Al Jatsiya : 16)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah meridhoi Bani Israil dan menghadirkan mereka sebagai contoh bagi umat manusia. Allah mengutus nabi-nabi dan rasul-rasul kepada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah juga telah menganugerahkan Taurat kepada Nabi Musa. Para nabi lainnya juga membawa pesan dari Tuhan seiring berjalannya waktu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang, kita sebagai umat Muslim adalah umat yang dianugerahkan oleh Tuhan kitab suci juga. Kita mempunyai tanggung jawab seperti yang dimiliki Bani Israil sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal ini, kegagalan umat Bani Israil sebelumnya dalam melaksanakan perintah Allah dan hidup sesuai dengan ketentuan dalam kitab suci disorot.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdapat pula peringatan supaya umat Islam jangan sampai terjerumus ke dalam kesalahan hal yang sama seperti umat-umat sebelumnya, yang dalam hal ini Bani Israil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bani Israil seringkali melakukan trik untuk menghindari perintah Tuhan. Mereka menggagalkan pesan literal kitab suci untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Umat Islam diperingatkan untuk tidak berbuat demikian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bani Israil juga dikenal sebagai masyarakat yang melakukan perlawanan terhadap para nabi dan rasul. Mereka menginginkan para nabi dan rasul mengabarkan mereka pesan-pesan Tuhan yang menarik bagi mereka, tapi kalau itu pil pahit, mereka menolaknya. Mereka bahkan terkenal kaum yang sering membunuh para nabi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
               
            &lt;div class="editor" style="text-align: justify;"&gt;(wid)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rizky Darmawan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Raja-Raja Muslim di Nusantara Gigih Hadapi Penjajah</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/raja-raja-muslim-di-nusantara-gigih.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Thu, 21 Nov 2024 06:07:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-2157938544496612834</guid><description>
Penjajah dinilai merugikan dan memeras rakyat.

Red: Hasanul Rizqa
    &lt;img alt="Masjid Agung Demak diyakini pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa yang disebut dengan Walisongo." height="429" src="https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/020693200-1648733971-830-556.jpg" width="640" /&gt;
      

      &lt;div class="source-img"&gt;
        Foto: Wihdan Hidayat / Republika      &lt;/div&gt;
    
    &lt;div class="caption-img" style="text-align: justify;"&gt;
      &lt;span&gt;
        Masjid Agung Demak diyakini pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa yang disebut dengan Walisongo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="article-content" data-sticky-container=""&gt;
      &lt;article style="text-align: justify;"&gt;
 Pendirian Kesultanan Banten bermula dari sosok Syarif Hidayatullah. Mubaligh ini juga dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. Menurut Mahrus el-Mawa dalam artikelnya pada jurnal &lt;em&gt;Jumantara&lt;/em&gt; (2012), salah seorang Wali Songo itu menjalani tugas berdakwah di Cirebon (Jawa Barat), Banten, dan Sunda Kelapa (Jakarta).&lt;/article&gt;&lt;/div&gt;
 
&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Teks &lt;em&gt;Carita Purwaka Caruban Nagari&lt;/em&gt; menyebutkan, Sunan Gunung Jati memiliki 98 orang murid. Dengan pendekatan yang simpatik, mereka berhasil mengajak tokoh-tokoh penting di Banten untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Termasuk di antaranya adalah bupati setempat.&lt;/p&gt;
        
						&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masalah mulai muncul pada 1522. Seperti dipaparkan Prof Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) dalam bukunya, &lt;em&gt;Sejarah Umat Islam&lt;/em&gt;, Kerajaan Pajajaran menguasai sebagian besar wilayah Banten, termasuk bandar-bandar penting semisal Sunda Kelapa, Pontang, Cikandi, Tangerang, dan Cimanuk.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Eksistensi negara Hindu tersebut bukanlah ancaman sampai ketika rajanya bersekutu dengan Portugis melalui Perjanjian Padrong. Salah satu butir kesepakatan itu mengizinkan Portugis untuk mendirikan benteng di Sunda Kelapa.&lt;/p&gt;
				&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kontan saja langkah Pajajaran itu menuai kecaman. Pendirian Benteng Portugis itu sesungguhnya dapat menjadi celah penguasaan bangsa Eropa atas seluruh Jawa. Oleh karena itu, raja-raja Muslim bertekad mengusir penjajah dengan kekuatan militer.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebelumnya, pada tahun 1511 armada Alfonso de Albuquerque telah menaklukkan Bandar Malaka dan Pasai.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan penaklukan itu, jalan Portugis untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah di Nusantara kian mulus.Rol&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Peran Sunan Gunung Jati dan Jayanya Kesultanan Banten</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/peran-sunan-gunung-jati-dan-jayanya.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Thu, 21 Nov 2024 06:06:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-5286771058980522793</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;Sang Wali Songo memimpin aliansi Demak-Cirebon untuk usir Portugis.

Red: Hasanul Rizqa
             &lt;img alt="Alquran berusia ratusan tahun yang dipajang di Masjid Al Mustofa, Bantarjati, Kota Bogor, Jawa Barat. Ini ditulis tangan oleh Tubagus Mustofa Bakriketurunan dari Sunan Gunung Jati." height="429" src="https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/019172600-1644486969-830-556.jpg" width="640" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="source-img" style="text-align: justify;"&gt;
        Foto: Republika/Putra M. Akbar      &lt;/div&gt;
    
    &lt;div class="caption-img" style="text-align: justify;"&gt;
      &lt;span&gt;
        Alquran berusia ratusan tahun yang dipajang di Masjid Al Mustofa, Bantarjati, Kota Bogor, Jawa Barat. Ini ditulis tangan oleh Tubagus Mustofa Bakriketurunan dari Sunan Gunung Jati. 
      &lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;    &lt;div class="article-content" data-sticky-container=""&gt;
      &lt;div style="padding-bottom: 20px; padding-top: 20px; text-align: justify;"&gt;Sunan Gunung Jati tampil di barisan terdepan. Berbeda dengan kebanyakan Wali Songo, dia bukan sekadar alim, melainkan juga pemimpin politik (amir). Kekuasaannya di Cirebon bermula setelah berhasil menyebarkan Islam di wilayah-wilayah Banten.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;div style="text-align: center; width: 100%;"&gt; 
&lt;/div&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dia kemudian memenuhi panggilan adipati Cirebon saat itu yang juga kerabatnya sendiri. Adapun perkembangan dakwah di Banten untuk sementara diamanatkan kepada putranya, Hasanuddin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sunan Gunung Jati naik menggantikan adipati sebelumnya sebagai penguasa Cirebon. Selama menduduki jabatan di Keraton Pakungwati, dia meningkatkan kekuatan maritim armada Cirebon. Di samping itu, sentra-sentra Islam juga dibangunnya, antara lain berupa Masjid Merah Panjunan (1480) dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa (1500).&lt;/div&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Prof Hamka dalam &lt;em&gt;Sejarah Umat Islam&lt;/em&gt;, ada kemungkinan motif lain dari keputusan adipati Cirebon itu untuk mengusir Portugis. Sejak 1521, bangsa Eropa itu menjajah Pasai, yang tidak lain merupakan kota kelahiran Sunan Gunung Jati.&lt;/p&gt;
				&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu, semangatnya kian berkobar untuk mengalahkan Portugis. Pertama-tama, dia meningkatkan kerja sama dengan pusat kedaulatan Islam di Pulau Jawa saat itu, Kesultanan Demak, yang dipimpin Sultan Trenggono.Rol&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ketika Raja-Raja Eropa Bersuka Cita Pasca-Runtuhnya Islam di Andalusia</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/ketika-raja-raja-eropa-bersuka-cita.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Thu, 21 Nov 2024 06:04:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-5991465535120736174</guid><description>
Pada 1492, negeri Islam terakhir di Andalusia dapat ditaklukkan aliansi Kristen.

Red: Hasanul Rizqa
            &lt;img alt="ILUSTRASI Madinat az-Zahra. Runtuhnya Daulah Umayyah di Andalusia memberikan hikmah bagi generasi kini." height="477" src="https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/ilustrasi-madinat-az-zahra-runtuhnya-daulah-umayyah-di-andalusia-memberikan_240923074944-869.jpg" width="640" /&gt;
      

      &lt;div class="source-img"&gt;
        Foto: dok wiki      &lt;/div&gt;
    
    &lt;div class="caption-img"&gt;
      &lt;span&gt;
        ILUSTRASI Madinat az-Zahra. Runtuhnya Daulah Umayyah di Andalusia memberikan hikmah bagi generasi kini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="article-content" data-sticky-container=""&gt;
      &lt;article&gt;
        &lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Andalusia merupakan sebutan bagi wilayah kedaulatan Islam di Semenanjung Iberia. Sejak abad kedelapan, sebagian besar daerah di ujung barat Eropa itu berada dalam kendali Bani Umayyah.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;div style="text-align: center; width: 100%;"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahkan, pada 929 M Abdurrahman III memproklamasikan berdirinya kekhalifahan baru di sana, guna menyaingi Abbasiyah di Asia dan Fatimiyah di Afrika Utara. Kota Kordoba kemudian ditetapkannya sebagai pusat pemerintahan.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/article&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Memasuki abad ke-11 M, Kekhalifahan Kordoba kian bersengkarut akibat berbagai prahara politik. Akhirnya, negara Umayyah di Andalusia itu pun runtuh.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam dua dekade, yakni 1010-1030 M, antarelite Muslim setempat hanyut dalam persaingan demi mempertahankan kekuasaan. Mereka berambisi melemahkan lawan-lawan politiknya yang sesungguhnya saudara seiman walaupun harus bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan Kristen di perbatasan.&lt;/p&gt;
      
				&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Prof Raghib as-Sirjani dalam &lt;em&gt;Bangkit dan Runtuhnya Andalusia&lt;/em&gt; (2013) menuturkan, sejumlah ulama dan bangsawan berkumpul di Kordoba pada 1031 M/422 H.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pertemuan yang dipimpin qadi agung Kordoba Abu al-Hazm bin Jahur itu sampai pada kesimpulan yaitu tidak ada lagi kalangan Bani Umayyah yang layak untuk mengatur urusan negeri. Hadirin kemudian setuju untuk membentuk sebuah dewan syura yang berfungsi menjalankan roda pemerintahan negara.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagaimanapun, pengaruh para elite Kordoba sesungguhnya hanya menjangkau kota tersebut. Adapun bagian-bagian lainnya dari keseluruhan Andalusia tidak memedulikan (bekas) jantung kekuasaan Umayyah itu. Setiap dari mereka menganggap diri merdeka sepenuhnya.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan perkataan lain, Andalusia benar-benar sudah terpecah. Yang dahulunya bersatu di bawah bendera yang sama, kini memaklumkan kedaulatan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;As-Sirjani mengatakan, itulah awal dari masa Duwailat ath-Thawa`if atau Muluk ath-Thawa`if. Menurut Morony dalam The Encyclopaedia of Islam (1993), secara kebahasaan muluk ath-thawa`if berarti 'raja-raja yang menguasai bagian-bagian teritorial.'&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istilah itu mulanya merujuk pada situasi di bumi Iran pada masa antara penaklukan Iskandar yang Agung (336-323 SM) dan terbentuknya Imperium Persia (224 M).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kurun waktu tersebut, kawasan itu terbagi-bagi menjadi kerajaankerajaan kecil yang saling bertempur, alih-alih bersatu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarawan Muslim dari abad ke-11, Said al-Andalusiy, kemudian mengadopsi terminologi itu untuk menjelaskan keadaan Andalusia pascajatuhnya Daulah Umayyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wilayah Muslimin di Iberia kala itu mencakup sekira 450 ribu km persegi. Region seluas itu mewujud sebagai negeri-negeri kecil (thawa'if) yang independen satu sama lain. Jumlahnya puluhan, tetapi yang terkuat di antaranya adalah 22 negara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masing-masing dipimpin dinasti yang berlainan serta menerapkan struktur pemerintahan yang lengkap: mulai dari pemimpin, kementerian, pasukan militer, hingga duta-duta besar. Mereka telah kehilangan unsur paling utama dalam kekuatan, yaitu persatuan, tulis as-Sirjani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Munculnya thawa`if (tunggal: tha`ifah) itu tentunya membuat suka cita raja-raja Kristen Eropa. Sebab, mereka sudah lama menghendaki kemunduran Islam di Iberia. Secara geografis, kerajaan-kerajaan, seperti Leon, Kastila, Navarra, dan Aragon berbatasan dengan sisi utara Andalusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak bubarnya Dinasti Umayyah, mereka kian berani mengganggu daerah-daerah perbatasan. Bahkan, taifa-taifa yang lemah secara militer atau ekonomi dipaksanya untuk menyerahkan upeti.Rol&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>  Alasan Iblis Menolak Didoakan Sahabat Nabi</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/alasan-iblis-menolak-didoakan-sahabat.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Thu, 21 Nov 2024 06:02:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-7466437014975406796</guid><description>    
Abdullah bin Ummi Maktum tak tahu sebelumnya, sosok yang menolongnya adalah Iblis.

Red: Hasanul Rizqa

&lt;img alt="Ilustrasi Sahabat Nabi." height="429" src="https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/sahabat-nabi_220127202616-132.jpg" width="640" /&gt;
      

      &lt;div class="source-img"&gt;
        Foto: Republika      &lt;/div&gt;
    
    &lt;div class="caption-img" style="text-align: justify;"&gt;
      &lt;span&gt;
        Ilustrasi Sahabat Nabi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="article-content" data-sticky-container=""&gt;
      &lt;article style="text-align: justify;"&gt;
  Di kalangan sahabat Nabi Muhammad SAW, ada seorang yang menyandang disabilitas. Dialah Abdullah bin Ummi Maktum.&lt;/article&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;div style="text-align: center; width: 100%;"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keterbatasan fisik tidak lantas melemahkan ketaatannya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, Muhammad SAW.&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Difabel netra tidak menjadi alasan baginya untuk enggan pergi ke masjid atau menghadiri majelis ilmu.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ia tetap berangkat ke Masjid Nabawi untuk menunaikan sholat jamaah serta mendengarkan dakwah Rasulullah SAW. Bahkan, kedua hal itulah yang paling menyenangkan hatinya.&lt;/p&gt;
				&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Walaupun tidak bisa melihat, Ibnu Ummi Maktum terkenal peka terhadap waktu. Ia dapat mengetahui masuknya waktu shalat dengan tepat.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena itu, Nabi Muhammad SAW membolehkannya untuk mengumandangkan azan bilamana Bilal bin Rabah berhalangan.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semangatnya dalam beribadah didasari niat ikhlas Lillahi Ta'ala. Allah SWT pun meridhai langkah-langkahnya yang menuju kebajikan.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal itu tersirat dalam perkataan Rasul SAW ketika berjumpa dengannya, “Selamat datang wahai orang yang dititipkan Tuhanku untuk diperlakukan dengan baik.” Pernah beliau bertanya kepadanya, “Sejak kapan engkau kehilangan penglihatan?” “Sejak kecil, ya Rasulullah,” jawab Ibnu Ummi Maktum.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian, Nabi Muhammad SAW bersabda, Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman, 'Jika Aku mengambil penglihatan hamba-Ku, tidak ada balasan yang lebih pantas kecuali surga.'”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menghadapi teguhnya iman sang sahabat Nabi SAW tersebut, iblis sampai-sampai kehabisan akal.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Biasanya musuh Allah SWT itu amat gemar merintangi Muslimin yang hendak berjamaah di masjid dengan pelbagai bujuk rayu. Namun, makhluk itu justru menolong Ibnu Ummi Maktum dalam perjalanan ke Masjid Nabawi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dikisahkan, Sang Sahabat dihampiri seorang pemuda saat sedang berjalan menuju masjid. Remaja tersebut dengan sangat hati-hati menuntunnya sehingga perjalanan ke Masjid Nabawi tidak terkendala satu kerikil pun.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesampainya di tujuan, Ibnu Ummi Maktum tidak hanya berterima kasih kepada penolongnya itu. Ia pun ingin mendoakannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Tolong sebutkan namamu,” kata Ibnu Ummi Maktum. “Lebih baik tidak perlu kusebutkan,” kata si pemuda. Tiga kali sahabat Rasul itu mengajukan permintaan.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;div class="artikel-content"&gt;&lt;/div&gt;       &lt;div data-id="snas9h458" data-max-pages="3" id="next-article"&gt;&lt;/div&gt;
        
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kisah Bijak Para Sufi: Cara Membuat Api</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/kisah-bijak-para-sufi-cara-membuat-api.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Thu, 21 Nov 2024 05:59:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-3852543640979415346</guid><description>                &lt;img alt="Kisah Bijak Para Sufi:..." class="lazyload" height="427" src="https://pict.sindonews.net/webp/732/pena/news/2024/11/21/70/1491949/kisah-bijak-para-sufi-cara-membuat-api-oue.webp" width="640" /&gt;
            
            &lt;div class="detail-caption-img" style="text-align: justify;"&gt;Seorang barbar adalah seorang yang daya pahamnya begitu rendah sehingga ia mengira bisa mengerti dengan sekadar memikirkan atau merasakan sesuatu yang hanya jelas dipahami lewat pengembangan dan penerapan terus-menerus dalam usaha meraih Tuhan. Ilustrasi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PADAsuatu masa, ada seorang yang merenungkan cara kerja alam, dan karena ketekunan dan percobaan terus-menerus, ia berhasil menemukan cara membuat api.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang itu bernama Nur. Ia memutuskan untuk berkelana dari satu negeri ke negeri lain, menunjukkan kepada khalayak tentang hasil penemuannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nur membuka rahasia temuannya kepada berbagai kelompok orang. Beberapa di antaranya mengambil manfaat dari pengetahuan itu. Yang lain mengusirnya, menganggapnya orang yang berbahaya, sebelum mereka sempat memikirkan betapa penemuan api itu berharga bagi mereka. Akhirnya, sekelompok orang yang menyaksikan pertunjukan Nur membuat api menjadi begitu ketakutan sehingga mereka menangkapnya dan kemudian membunuhnya, meyakini bahwa Nur itu adalah setan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abad demi abad berlalu,Suku pertamayang telah belajar tentang api mempercayakan rahasia itu kepada para pendeta, yang tetap berada dalam kemakmuran dan kekuasaan sementara rakyat kedinginan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suku kedualupa bagaimana membuat api dan malah memuja alat-alat pembuat api.Suku ketigamenyembah patung Nur karena dialah yang mengajari mereka.Suku keempatmenyimpan cerita itu dalam legenda-legenda mereka: sebagian masih percaya, sebagian tidak.Suku kelimabenar-benar mengunakan api: untuk menghangatkan badan, untuk memasak makanan, untuk membuat alat-alat pertukangan yang berguna bagi mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah berpuluh-puluh tahun lamanya, seorang bijak dari sekelompok kecil muridnya mengadakan perjalanan melalui negeri-negeri suku-suku tersebut. Para murid itu terheran-heran menyaksikan berbagai upacara yang dilakukan suku-suku itu; dan mereka berkata pada gurunya. "Tetapi, semua ritual itu sebenarnya berkaitan dengan pembuatan api, tiada yang lain. Kita harus menyadarkan orang-orang ini!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Guru itu menjawab, "Baiklah kalau begitu. Kita akan memulai kembali perjalanan kita. Di akhir perjalanan ini nanti, mereka yang selamat akan mengetahui masalah yang sesungguhnya dan bagaimana mendekati mereka."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika mereka sampai di negeri suku pertama, rombongan itu disambut dengan ramah. Para pendeta mengundang tamunya menghadiri upacara keagamaan, pembuatan api. Saat upacara selesai, dan suku itu sedang bersuka hati atas apa yang mereka saksikan, guru itu bertanya, "Apakah ada yang ingin angkat bicara?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Murid pertama berkata, "Demi kebenaran, saya merasa harus menyampaikan sesuatu kepada khalayak ini."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kalau engkau siap menanggung sendiri akibatnya, bicaralah!" kata Sang Guru pula.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Murid itu pun maju ke hadapan pemimpin suku dan segenap pendetanya, lalu berkata, "Saya pun bisa melakukan keajaiban yang kalian anggap perwujudan kuasa para dewa itu. Jika kutunjukkan sekarang juga di depan kalian semua, maukah kalian mengakui kekeliruan yang kalian lakukan bertahun-tahun lamanya?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi, para pendeta itu berseru, "Tangkap dia!" dan murid itu pun dibawa pergi, itulah terakhir kali ia dilihat orang,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para musafir itu melanjutkan perjalanan ke negeri suku yang memuja alat-alat pembuatan api. Lagi, seorang murid mengajukan diri untuk meluruskan jalan pikir suku itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seizin gurunya,ia berkata, "Saya minta izin berbicara pada pada kalian sebagai orang yang berakal. Kalian memuja alat-alat yang bisa digunakan untuk menciptakan sesuatu, bahkan bukan ciptaan itu sendiri. Dengan demikian, kalian mengabaikan kegunaannya. Saya tahu bahwa tipuan kalian gunakan untuk mendasari upacara ini."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang-orang suku ini lebih berakal sehat. Namun, mereka menjawab murid itu, "Saudara disambut baik sebagai musafir dan tamu di tengah-tengah kami. Tetapi, sebagai pendatang, yang buta terhadap sejarah dan adat kami, saudara tak paham apa yang kami lakukan. Saudara berbuat kesalahan. Barangkali, saudara bahkan bermaksud menyingkirkan atau mengganti agama kami. Karena itu, kami tidak sudi mendengarkan ocehan saudara."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para musafir itu melanjutkan perjalanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika tiba di tanah suku ketiga, mereka melihat di depan tiap rumah penduduk berdiri gagah patung yang menyerupai Nur, penemu api itu.Murid yang ketiga berkatakepada kepala suku tersebut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Patung ini melambangkan manusia, yang melambangkan kemampuan, yang bisa dipergunakan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Mungkin begitu," kata para pemuja Nur, "tetapi hanya sedikit orang yang bisa mengetahui sesuatu di balik rahasia sejati."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Hanya bagi yang yang mau mengerti, bukan bagi mereka yang menutup mata terhadap kenyataan sebenarnya," timpal murid ketiga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ini bid'ah, dan berasal dari seorang yang bahkan tak bisa berkomunikasi dalam bahasa kami dengan benar, dan bukan pendeta yang ditahbiskan menurut keimanan kami," geram para pendeta itu. Murid itu pun menemui jalan buntu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rombongan itu meneruskan perjalanan, dan sampai di negeri suku yang keempat. Kini,murid yang keempatmelangkah ke tengah orang banyak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Legenda tentang api itu benar adanya, dan saya tahu bagaimana dibuat."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kekacauan muncul di antara suku itu, yang terbelah menjadi beberapa kelompok. Ada yang berkata, "Yang Saudara katakan mungkin benar, dan jika demikian halnya, kami ingin mengetahui bagaimana cara membuat api." Ketika orang-orang ini diuji oleh Sang Guru dan muridnya, ternyata kebanyakan dari mereka tertarik membuat api hanya untuk kepentingan pribadi raja, dan tidak menyadari betapa akan bermanfaatnya api untuk kemajuan manusia. Begitu dalamnya legenda yang menyimpang itu merasuki pikiran orang-orang itu sehingga mereka yang mengira dirinya memperjuangkan kebenaran sering kali justru merupakan orang-orang tidak waras, yang tidak bisa membuat api bahkan setelah ditunjukkan caranya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada kelompok lain yang berkata, "Sudah jelas legenda itu tidak benar. Orang ini hanya berusaha membodohi kita untuk memperoleh kedudukan di negeri ini."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan kelompok lainnya lagi berkata, "Kami lebih suka legenda itu tetap seperti semula karena itulah yang menjadi perekat keutuhan negeri kami. Kalau kami melupakan legenda dan suatu ketika ternyata tafsiran baru itu tak berguna, apa jadinya kami ini?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan masih hanyak lagi pendapat lain di antara mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian, rombongan itu pun berjalan sampai mereka mencapai negerisuku yang kelima; di sana pembuatan api lazim ditemui, dan kegiatan penduduknya sangat beragam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang Guru berkata kepada murid-muridnya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kalian mesti belajar bagaimana mengajarkan sesuatu kepada orang lain, sebab manusia tidak ingin diajar. Pertama-tama, beritahu mereka cara belajar. Dan sebelum itu, kalian harus menunjukkan kepada mereka bahwa selalu ada saja hal yang perlu dipelajari. Mereka membayangkan bahwa mereka siap belajar. Tetapi, mereka ingin mempelajari apa yang mereka bayangkan harus dipelajari, bukan apa yang terdahulu harus mereka pelajari. Kalau kalian telah memahami semua niscaya kalian bisa merencanakan cara mengajar. Pengetahuan tanpa kemampuan khusus untuk tidak sama dengan pengetahuan dan kemampuan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ahmad Al-Badawi (wafat tahun 1276) ketika ditanya, "Siapakah orang barbar itu?", ia menjawab:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Seorang barbar adalah seorang yang daya pahamnya begitu rendah sehingga ia mengira bisa mengerti dengan sekadar memikirkan atau merasakan sesuatu yang hanya jelas dipahami lewat pengembangan dan penerapan terus-menerus dalam usaha meraih Tuhan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Manusia menertawakan Musa dan Yesus, entah karena mereka sama sekali tidak mengacuhkan, atau karena mereka menyembunyikan dari diri mereka sendiri tentang apa yang orang-orang ini sungguh maksudkan ketika berbicara dan bersikap."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Idries Shah dalam bukunya "&lt;em&gt;Tales of The Dervishes&lt;/em&gt;" yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "&lt;em&gt;Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi&lt;/em&gt;" menyebut, menurut riwayat darwis, Ahmad Al-Badawi dituduh menyebarkan agama Kristen oleh orang Islam; ia pun ditolak oleh orang Kristen karena tak mau menerima dogma-dogma Kristen secara harafiah. Ia pendiri tarekat Badawi Mesir.&lt;/div&gt;&lt;div class="editor" style="text-align: justify;"&gt;(mhy)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Miftah H. Yusufpati&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ilmuwan yang Lahir di Masa Daulah Mamalik: Dari Ibnu Khaldun sampai Ibnu Taimiyah</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/ilmuwan-yang-lahir-di-masa-daulah.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Thu, 21 Nov 2024 05:58:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-8124368763016606367</guid><description>

                &lt;img alt="Ilmuwan yang Lahir di..." class="lazyload" height="427" src="https://pict.sindonews.net/webp/732/pena/news/2024/11/21/70/1491933/ilmuwan-yang-lahir-di-masa-daulah-mamalik-dari-ibnu-khaldun-sampai-ibnu-taimiyah-zfp.webp" width="640" /&gt;
            
            &lt;div class="detail-caption-img" style="text-align: justify;"&gt;Pada saat Daulah Mamalik berkuasa di Mesir, Sultan Baybars menjadikan kota Mesir sebagai arena kegiatan para ilmuwan. Ilustrasi: Ist&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa Daulah Mamalik di Mesir muncul ilmuwan-ilmuwan muslim yang mendunia. Kejayaan daulah ini tertuama terjadi pada masa Sultan Al-Zahir Ruknuddin Baybars. Pada saat Daulah Abbasiyah yang berpusat di Baghdad runtuh akibat dibumihanguskan Bangsa Mongol , Sultan Baybars membangun Mesir dengan gemilang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dr. H. Syamruddin Nasution, M.Ag dalam bukunya berjudul "&lt;em&gt;Sejarah Peradaban Islam&lt;/em&gt;" (Yayasan Pusaka Riau, 2013) mencatat Daulah Mamalik sukses mengalahkan pasukan Salib dan Bangsa Mongol sehingga politik dalam negeri pun stabil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kestabilan politik Mesir ini berpengaruh kepada keadaan ekonomi. Dengan mantapnya ekonomi perhatian ke arah perkembangan ilmu pengetahuan semakin mendapat perhatian yang serius.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kota Kairo menjadi penting dan strategis sebagai jalur perdagangan Asia Barat dan Laut Tengah dengan pihak Barat dan terlebih penting lagi setelah jatuhnya kota Baghdad.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baybars dan beberapa Sultan sesudahnya memberi kebebasan kepada para petani untuk memasarkan hasil pertanian mereka secara langsung tanpa dimonopoli pemerintah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini mendorong para petani untuk meningkatkan hasil penen mereka pada gilirannya dapat bagi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Mesir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kemajuan Ilmu Pengetahuan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada saat Daulah Mamalik berkuasa di Mesir, Sultan Baybars menjadikan kota Mesir sebagai arena kegiatan para ilmuwan dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan, sehingga berkembangkanlah ilmu pengetahuan di Mesir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bidang sejarah muncul Ibnu Khaldun yang terkenal sampai sekarang, yang telah menulis sebuah kitab berjudul "&lt;em&gt;Muqaddimah&lt;/em&gt;", (buku tersebut masih ada sampai sekarang) juga Abu Al-Fida’ dan Al-Maqrisi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bidang kedokteran juga mengalami kemajuan yang gemilang dengan ditemukannya susunan darah dan peredarannya di dalam paru-paru manusia oleh Abu Mabis (Abu Al-Hasan Ali Al-Mabis w. 1288).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Juga Ibn Abi Ushaibiyah telah menulis sebuah buku yang berjudul “&lt;em&gt;Uyun Al-Arbi’ bi Thabaqat Al-Thibba&lt;/em&gt;”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
           
                 &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa ini juga muncul seorang dekter hewan yang bernama Abdul Al-Ma’min Dimyati. (w.1306) dengan kitabnya yang berjudul "&lt;em&gt;Fadhl Al-Khail&lt;/em&gt;" (Keunggulan Pasukan Berkuda).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bidang farmasi dikenal seorang ahli yang bernama Al-Kuhin dan Al-Attar dengan bukunya yang berjudul "&lt;em&gt;Minhaj Al-Dukhan wa Dutswa Al-Ayan&lt;/em&gt;".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bidang matematika dikenal dengan nama Abu Al-Faraj Al-Tabari (1226-1286).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bidang agama, pada saat ulama Baghdad kehilangan semangat, akibat kehancuran Baghdad, pintu berijtihad seolah-olah tertutup. Akhirnya mereka banyak yang menggeluti ilmu tasawuf dan tarikat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu Daulah Mamalik di Mesir muncul seorang ulama besar Ibnu Taimiyah Al-Hambaly (1332) yang berusaha untuk mengubah pola pikir umat Islam yang bersifat tradisional pada masa itu kepada pola pikir yang lebih rasional yang berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits serta selalu memupuk semangat untuk melakukan ijtihad.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal yang dilakukan Ibn Taimiyah tersebut dapat dipahami karena masa itu banyak ulama yang beraliran Sunni mereka kuat berpegang pada tarikat dan tasawuf dan telah menjadi paham bagi kebanyakan dari pada mereka bahwa pintu ijtihad telah tertutup dan kita tinggal hanya mengkaji apa yang telah dibahas ulama terdahulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pola pikir seperti inilah yang hendak diperbaharui oleh Imam Ibnu Taimiyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Taimiyah tidak sendirian, dia ditemani oleh kawan-kawannya, seperti ulama Jalaluddin Al-Suyuti, dia adalah seorang ulama yang produktif menulis, baik di bidang tafsir maupun sejarah. Di bidang tafsir dia menulis buku yang berjudul “Al-Itqan fi Ulumil Qur’an”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditambah lagi seorang ulama terkenal di bidang Hadits Ibnu Hajar Al-Asqalani (1372-1449) kepala Qadhi di Cairo dengan bukunya, antara lain, "Tahzib al-Tahzib" (dua belas jilid) dan buku yang berjudul "Al-Itsabah" (empat jilid).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ulama lain yang terkenal dalam bidang sastra tercatat Safaruddin Muhammad Busiri dengan kitabnya yang berjudul “Burdah”.&lt;/div&gt;&lt;div class="editor" style="text-align: justify;"&gt;(mhy)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Miftah H. Yusufpati&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kisah Setan Menipu Abu Hurairah dan Mengambil Harta Zakat</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/kisah-setan-menipu-abu-hurairah-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Thu, 21 Nov 2024 01:13:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-3136286880392986168</guid><description>
Abu Hurairah membiarkan orang yang mengambil harta zakat itu pergi ketiga kalinya.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: A.Syalaby Ichsan
              &lt;img alt="Abu Hurairah (Ilustrasi)" height="429" src="https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/abu-hurairah-memutuskan-untuk-berkhidmat-menjadi-pelayan-nabi-dan-_140624142354-967.jpg" width="640" /&gt;
      

      &lt;div class="source-img"&gt;
        Foto: Angus Thompson      &lt;/div&gt;
    
    &lt;div class="caption-img" style="text-align: justify;"&gt;
      &lt;span&gt;
        Abu Hurairah (Ilustrasi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="article-content" data-sticky-container=""&gt;
      &lt;article style="text-align: justify;"&gt;
Pada satu kisah, diriwayatkan jika Nabi Muhammad SAW menugaskan Abu Hurairah untuk menjaga harta zakat pada bulan Ramadhan.&lt;/article&gt;&lt;/div&gt;
 
&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Dikutip dari &lt;em&gt;115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW &lt;/em&gt;karya&amp;nbsp;Fuad Abdurahman, suatu&amp;nbsp;hari seseorang datang dan mengambil makanan dari tempat penyimpanan zakat. Abu Hurairah merebutnya kembali dan berkata, “Sungguh, aku akan melaporkanmu kepada Rasulullah.”&lt;/p&gt;
						&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Orang itu menjawab, “Tapi, aku sangat membutuhkan makanan ini. Aku punya tanggungan keluarga.”&amp;nbsp;Mendengar jawaban itu, Abu Hurairah membiarkan orang itu mengambil makanan tersebut karena merasa kasihan kepadanya.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p class="p1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="s1"&gt;Keesokan harinya Nabi Muhammad SAW bertanya, “Hai Abu Hurairah, apa yang kamu lakukan kepada orang yang datang tadi malam?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
				&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, orang itu mengeluhkan kebutuhan dan tanggungan keluarganya. Aku merasa kasihan sehingga membiarkannya mengambil makanan dan pergi begitu saja.”&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Nabi Muhammad SAW menjawab, “Ketahuilah, ia berdusta dan akan kembali lagi.”&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Mendengar penjelasan Rasulullah SAW, Abu Hurairah yakin bahwa orang itu akan kembali lagi. Maka, ia pun siaga berjaga. Malam harinya orang itu datang lagi dan mengambil makanan dari tempat penyimpanan zakat.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Abu Hurairah langsung menegurnya dan berkata, “Sungguh, aku akan melaporkanmu kepada Rasulullah!” Orang itu menjawab, “Biarkan aku mengambil makanan ini. Sungguh, aku sangat membutuhkannya. Aku punya tanggungan keluarga. Setelah malam ini, aku tidak akan kembali lagi.”&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Untuk kedua kalinya, Abu Hurairah membiarkan orang itu pergi karena merasa kasihan. Pada pagi harinya, Nabi Muhammad SAW bertanya kembali, “Hai Abu Hurairah, apa yang kau lakukan kepada orang yang datang tadi malam?”&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p class="p1" style="text-align: justify;"&gt;Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, orang itu datang lagi. Ia mengeluhkan kebutuhan dan tanggungan keluarganya. Aku merasa kasihan sehingga membiarkannya mengambil makanan dan pergi begitu saja.”Rol&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Lima Kerajaan di Benua Afrika Jadi Pelopor Perkembangan Islam </title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/lima-kerajaan-di-benua-afrika-jadi.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Thu, 21 Nov 2024 01:10:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-1989707585553444608</guid><description>
Raja-raja di belahan lain Benua Afrika mulai menerima kaum Muslim dan memeluk Islam.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
                    &lt;img alt="Masjid Nasional Nigeri di Abuja, Nigeria." height="427" src="https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/masjid-nasional-nigeri-di-abuja_200617144410-256.jpg" width="640" /&gt;
      

      &lt;div class="source-img"&gt;
        Foto: Flickr.com      &lt;/div&gt;
    
    &lt;div class="caption-img" style="text-align: justify;"&gt;
      &lt;span&gt;
        Masjid Nasional Nigeri di Abuja, Nigeria.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="article-content" data-sticky-container=""&gt;
      &lt;article&gt;
        &lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Setelah Islam berkembang di kawasan sub-Sahara yakni di wilayah Afrika Utara, raja-raja di belahan lain Benua Afrika mulai menerima kaum Muslim dan memeluk Islam. Banyak raja-raja di Benua Afrika memeluk Islam dan mengubah kerajaannya menjadi kerajaan Islam.&lt;/p&gt;
 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/article&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Dengan munculnya dinasti-dinasti Islam, perkembangan Islam dan peradabannya semakin pesat di kawasan Afrika Barat. Berikut ini lima kerajaan atau dinasti pertama yang memeluk Islam di Benua Afrika khususnya Afrika Barat.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; Kekaisaran Ghana&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Salah satu kerajaan pertama yang bisa menerima Islam di Afrika Barat adalah Kekaisaran Ghana tahun 830-1235 M. Kerajaan itu berada Mauritania dan Mali bagian barat. Keberadaan Kekaisaran Ghana sempat ditulis oleh geografer Muslim bernama al-Bakri dalam kitab Fi Masalik wal Mamalik, dikutip dari buku Perkembangan Islam Global.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Menurut al-Bakri, pada 1068 M Kerajaan Ghana telah mencapai kemajuan. Secara ekonomi, negara itu begitu kaya dan makmur. Raja Kekaisaran Ghana sudah mempekerjakan Muslim sebagai penerjemah. Sebagian besar menteri dan bendahara negara adalah umat Islam.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Al-Bakri melukiskan perkembangan Islam di Kekaisaran Ghana pada abad ke-11 M dengan seuntai kata. Kota Ghana memiliki dua kota yang terletak pada sebuah dataran, salah satunya dihuni umat Islam dalam jumlah yang banyak. Komunitas ini memiliki 12 masjid yang biasa digunakan untuk sholat Jumat. Setiap masjid memiliki imam, muazin, serta para pembaca Alquran. Kota Muslim itu banyak memiliki ahli hukum, pengacara, dan orang- orang pintar.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Dinasti Za di Gao&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Dinasti Za berbasis di Kota Kukiya dan Gao di Sungai Niger River sekarang dikenal sebagai Mali modern. Dinasti itu didirikan Za Alayaman pada abad ke-11 M.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Pendiri kerajaan itu berasal dari Yaman dan menetap di Kota Kukiya. Dinasti itu berubah menjadi kerajaan Islam setelah pada 1009-1010 M, Za Kusoy penguasa ke-15 memeluk Islam. Kerajaan itu ditaklukkan Kekaisaran Mali pada awal abad ke-13 M.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Kekaisaran Mali&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Menurut sejarawan Margari Hill dari Stanford University, Kerajaan Mali didirikan oleh Raja Sunjiata Keita. Ia bukanlah seorang Muslim. Raja Mali pertama yang masuk Islam adalah Mansa Musa (1307-1332).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Mansa Musa menjadikan Islam sebagai agama resmi kerajaan. Di era kepemimpinan Mansa Musa, Kekaisaran Mali mengalami masa keemasan. Pada 1325 M, Timbuktu mulai dikuasai Kaisar Mali, Mansa Mussa (1307- 1332).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Raja Mali yang terkenal dengan sebutan Kan Kan Musa itu begitu terkesan dengan warisan Islam di Timbuktu. Sepulang menunaikan haji di Makkah, Sultan Musa membawa seorang arsitek terkemuka asal Mesir bernama Abu Es Haq Es Saheli. Sang sultan menggaji arsitek itu dengan 200 kilogram emas untuk membangun Masjid Jingaray Bermasjid untuk sholat Jumat.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Sultan Musa juga membangun istana kerajaannya atau Madugu di Timbuktu. Kesuksesan yang dicapai Timbuktu membuat seorang kerabat Sultan Musa, Abu Bakar II, menjelajah samudra dengan menggunakan kapal. Abu Bakar dan tim ekspedisi maritim yang dipimpinnya meninggalkan Senegal untuk berlayar ke Lautan Atlantik. Pangeran Kerajaan Mali itu kemungkinan yang menemukan benua Amerika. Hal itu dibuktikan dengan keberadaan bahasa, tradisi, dan adat Mandika di Brasil.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Kekaisaran Songhay&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Islam mulai menyebar ke wilayah Kekaisaran Songhay pada abad ke-11 M. Negara Songhay sangat kaya karena pengaruh perdagangan dengan Gao. Pada abad ke-13, kerajaan itu sempat dikuasai Kekaisaran Mali. Namun, pada akhir abad ke-14 bisa melepaskan diri ketika dipimpin oleh Sunni Ali.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Di bawah kepemimpinan Raja Sunni Ali, pada periode 1464-1492 wilayah barat Sudan pun sempat dikuasai Kekaisaran Songhay. Kota Timbuktu dan Jenne yang dikenal sebagai pusat peradaban Islam juga dikuasai Sunni Ali pada 1471-1476.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Sunni Ali adalah seorang Muslim. Namun, ia tetap mempraktikkan tradisi lokal dan magis. Ia kerap menghukum ulama dan cendekiawan Muslim yang mengkritisinya karena mempraktikkan kepercayaan pagan. Umat Islam dan ulama Muslim di Timbuktu bergembira setelah Sunni Ali meninggal.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Dinasti Asykiya&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Pemimpin awalnya Sunni Barou. Aski Muhammad Toure (Towri) seorang jenderal Songhay, meminta Barou untuk mengucap sumpah dengan cara Islam sebelum memimpin kerajaan, namun dia menolaknya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Muhammad Toure menggulingkannya dan mendirikan Dinasti Askiya. Pada masa kepemimpinan Muhammad Toure, Islam kembali berjaya. Ia menerapkan hukum Islam, juga melatih dan mengangkat hakim-hakim baru.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Muhammad Toure melindungi dan membiayai para ilmuwan, ulama, dan cendekiawan Muslim. Mereka yang berprestasi dalam bidang intelektual dan agama diberi hadiah yang melimpah.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Sultan Muhammad Toure pun sangat dekat dengan ulama dan cendekiawan terkemuka Muhammad al-Maghilli. Sang sultan juga mendukung pengembangan Universitas Sankore universitas Islam pertama di Afrika Barat. Sama seperti Mansa Musa Sultan Mali, Muhammad Toure juga sempat menunaikan ibadah haji ke Makkah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Muhammad Toure dikenal memiliki kedekatan dengan ulama dan penguasa di negara-negara Arab. Di Makkah, ia disambut penguasa Arab. Ia juga mendapat hadiah pedang dan gelar Khalifah Sudan Barat. Sekembalinya dari Makkah pada tahun 1497, ia menggunakan gelar al-Hajj pada namanya. Rol&lt;/p&gt;
      
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sejak Kecil Nabi Muhammad Pekerja Keras, Bukan Pengangguran Tunggu Pemberian</title><link>http://www.yasirmaster.com/2024/11/sejak-kecil-nabi-muhammad-pekerja-keras.html</link><author>noreply@blogger.com (Yasirmaster)</author><pubDate>Thu, 21 Nov 2024 01:06:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1311888579207403717.post-771021231408131101</guid><description>
Nabi Muhammad SAW kerap menggembalakan kambing.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
             &lt;img alt="Nabi Muhammad (ilustrasi)" height="359" src="https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/nabi-muhammad_240222072142-242.png" width="640" /&gt;
      

      &lt;div class="source-img"&gt;
        Foto: republika      &lt;/div&gt;
    
    &lt;div class="caption-img" style="text-align: justify;"&gt;
      &lt;span&gt;
        Nabi Muhammad (ilustrasi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="article-content" data-sticky-container=""&gt;
      &lt;article style="text-align: justify;"&gt;
 Sejak kecil hingga beranjak dewasa Nabi Muhammad SAW bekerja mencari nafkah dengan menggembalakan kambing milik orang Makkah. Beliau pergi menggembala bersama saudara sesusuannya.&amp;nbsp;&lt;/article&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;div style="text-align: center; width: 100%;"&gt;
&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Nabi Muhammad SAW juga pernah menggembalakan domba milik Bani Asad. Selanjutnya, beliau bekerja kepada penduduk Makkah dengan gaji tetap.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
						&lt;/div&gt; &lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Nabi Muhammad SAW kerap menggembalakan kambing-kambing itu hingga jauh di luar Kota Makkah.&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Tentang pekerjaannya ini Rasulullah pernah berujar, "Tak seorang pun di antara para Nabi yang tidak mengembalakan domba.”&lt;/p&gt;
				&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Seorang sahabat bertanya, “Dan engkau juga, wahai Rasulullah?”&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah SAW menjawab, “Ya, aku juga.”&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Ketika usia Nabi Muhammad SAW beranjak dewasa, beliau mencari nafkah dengan berdagang atau mengelola barang dagangan orang lain. Karena keahliannya itulah beliau dipercaya oleh salah satu saudagar Makkah, yakni Sayyidah Khadijah binti Khuwailid, untuk mengelola perdagangannya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Sayyidah Khadijah adalah saudagar kaya yang disegani, yang sering mempekerjakan para pemuda Makkah untuk mengelola usahanya. Saat mendengar keuletan, kejujuran, dan keluhuran akhlak Nabi Muhammad SAW, Khadijah memanggilnya, dan menyuruhnya untuk membawa barang dagangannya ke Negeri Syam (Suriah).&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Sayyidah Khadijah memercayakan barang dagangan dalam jumlah yang banyak kepada pemuda jujur yakni Nabi Muhammad SAW. Untuk menemani Nabi Muhammad dalam perjalanan niaga itu Sayyidah Khadijah memerintahkan salah seorang budaknya yang bernama Maisarah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;!--B1--&gt;&lt;p&gt;   
&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Keduanya berangkat menuju Syam untuk berdagang. Nabi Muhammad SAW menjalankan kepercayaan itu dengan sungguh-sungguh. Beliau kerahkan segala kecakapannya berdagang disertai perilakunya yang jujur dan ramah.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Maka tidak mengherankan jika dalam perjalanan dagangnya itu Nabi Muhammad dan Maisarah mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat lebih besar dibanding modal yang dipercayakan Sayyidah Khadijah.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Dikisahkan bahwa ketika kaum Quraisy, yang bersekutu dengan kaum Yahudi, dan beberapa kabilah Arab lain berangkat untuk menyerang Madinah, Rasulullah SAW menyuruh para sahabat untuk menggali parit, atas usul Salman Al-Farisi. Semua kaum Muslim bekerja keras menggali parit sebagai strategi pertahanan menghadapi serangan kaum Quraisy dan sekutunya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada seorang pun yang santai dan berleha-leha. Semua orang turun tangan menggali, termasuk Nabi Muhammad SAW sendiri bekerja keras. Beliau tidak hanya memerintah dan mengawasi. Beliau juga turun langsung ikut menggali bersama kaum Muslim, dikutip dari buku 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW yang ditulis Fuad Abdurahman.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Nabi Muhammad SAW mengangkut tanah juga bebatuan sambil menyembunyikan rasa laparnya. Beliau menyenandungkan syair berikut ini:&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Tiada daya jika bukan karena-Mu&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Kami takkan mendapatkan petunjuk&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Takkan bersedekah dan takkan sholat&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Berikan ketenangan dalam hati kami&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Kukuhkan kaki kami saat hadapi mereka&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Kaum musyrik telah berbuat melampaui batas&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Jika mereka meniupkan fitnah, kami menepisnya&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Nabi Muhammad SAW sejak kecil dikenal sebagai pekerja yang tekun dan jujur, sehingga orang-orang Makkah menyukai dan memercayainya. Beliau juga tidak segan membantu dan berkorban demi orang lain. Bahkan, setelah diangkat sebagai Rasulullah dan menjadi pemimpin Madinah, beliau tidak segan atau malu bekerja keras dengan tangannya sendiri untuk membantu orang lain. Misalnya, beliau pernah bekerja mengumpulkan harta untuk membantu penebusan seorang budak dari majikannya.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;Budak itu adalah Salman Al-Farisi, salah seorang sahabat besar yang dikenal dengan kecerdikan dan kegigihannya berjuang menegakkan kebenaran. Ia berasal dari tanah Persia. Didorong keinginan untuk mencari jalan yang benar dan lurus, ia tinggalkan tanah kelahiran hingga tiba di tanah Arab sebagai budak.Rol&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>