<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yusuf Ash Shadiq</title>
	<atom:link href="https://fitrilubis.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fitrilubis.wordpress.com</link>
	<description>My Family My Love</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Apr 2011 15:50:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20137844</site><cloud domain='fitrilubis.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/70d3ef926f976954234cd2601d69ebdb400acac9ff3b6d23522a6b2434cbb00c?s=96&#038;d=https%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fwebclip.png</url>
		<title>Yusuf Ash Shadiq</title>
		<link>https://fitrilubis.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://fitrilubis.wordpress.com/osd.xml" title="Yusuf Ash Shadiq" />
	<atom:link rel='hub' href='https://fitrilubis.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>SENI MENEGUR ANAK</title>
		<link>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/27/294/</link>
					<comments>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/27/294/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BundaAsh]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 13:26:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Orang Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://fitrilubis.wordpress.com/?p=294</guid>

					<description><![CDATA[“Ikhsan, berhenti naik tangga, sekarang! Mama nggak suka ikhsan nakal!” Ikhsan, bocah berusia 5 tahun itu tak menggubris teguran mamanya barang sedikitpun. Ia terus saja naik turun naik turun tangga dengan cepatnya. Mamanya nampak frustrasi. “Dasar anak nakal! Ikhsan nggak punya kuping ya?! Nggak bisa dengar mama, ya?!” Orangtua sering kali tidak sadar bahwa mereka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<a href='https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/27/294/aaadgcf-b/'><img width="150" height="111" src="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/aaadgcf-b.jpg?w=150" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="" srcset="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/aaadgcf-b.jpg?w=150 150w, https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/aaadgcf-b.jpg 187w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" data-attachment-id="297" data-permalink="https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/27/294/aaadgcf-b/" data-orig-file="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/aaadgcf-b.jpg" data-orig-size="187,139" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="aaadgcf b" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/aaadgcf-b.jpg?w=187" /></a>

<p>“Ikhsan, berhenti naik tangga, sekarang! Mama nggak suka ikhsan nakal!”</p>
<p>Ikhsan, bocah berusia 5 tahun itu tak menggubris teguran mamanya barang sedikitpun. Ia terus saja naik turun naik turun tangga dengan cepatnya. Mamanya nampak frustrasi.</p>
<p>“Dasar anak nakal! Ikhsan nggak punya kuping ya?! Nggak bisa dengar mama, ya?!”</p>
<p>Orangtua sering kali tidak sadar bahwa mereka lebih sering menggunakan ancaman, kata-kata kasar, dan julukan yang buruk bagi anak-anaknya yang berulah. Padahal, cara-cara seperti itu justru akan membuat anak semakin menunjukkan ulahnya yang buruk, bukannya semakin baik.</p>
<h2>Lantas bagaimana seni menegur anak yang sebenarnya?</h2>
<p>1.      <strong>Sampaikan dengan penuh kasih</strong>. Ini kuncinya. Memasang wajah sangar justru akan membuat anak semakin senang, karena ia merasa berhasil menarik perhatian orangtuanya. Coba pasang wajah selembut mungkin. Lalu, tegur dengan halus; “Anak sholeh, kok naik meja? Ical kan, anak mama yang paling baik, jadi, tidak naik-naik meja, ya?”. Ungkapan penuh kasih, serta nilai “anak baik” akan membuat anak merasa dihargai, sehingga ia berusaha membuktikan penghargaan itu sebagai anak yang benar-benar baik.</p>
<p>2.      <strong>Tidak menyebutkan kesalahannya di depan umum.</strong> Ada sebuah kasus terjadi: seorang anak kelas 3 SD sangat rajin mengaji dan ia paling senang adzan di masjid. Ia sering menjadi orang pertama yang datang ke masjid dan mengumandangkan adzan. Tapi, kemudian seorang sesepuh desa menegur dan melarangnya untuk adzan-di depan umum, dengan alasan ia belum disunat (padahal tidak ada dalil yang melarang). Sejak peneguran itu, si anak sama sekali tidak mau ke masjid. Alasannya malu, dan sejak itu kepercayaan dirinya menjadi sangat rendah.</p>
<p>3.      <strong>Gunakan kalimat positif.</strong> Ketika anak terbiasa mendengarkan komentar-komentar bernada positif dari orangtuanya, ia juga akan belajar untuk menghargai orang lain. Karena ia merasa dihargai, meski ia salah, orangtuanya tetap memberinya kepercayaan bahwa ia anak yang baik. Maka ia akan mengikuti prasangka tersebut.</p>
<p>4.      <strong>Jangan ungkit-ungkit kesalahannya yang telah lalu.</strong> Anak mana yang senang jika kesalahannya yang telah lalu diungkit kembali? Tentu tidak ada yang senang. Anda bisa menggunakan kata “jika” dan “maka” untuk menegurnya. Misalnya,”jika kamu naik meja, maka meja akan patah dan kamu terjatuh. Ibu akan sangat sedih melihatmu terluka”. Tidak perlu ingatkan dengan; “dulu kamu bandel, kamu naik-naik meja dan mejanya patah, lalu kamu menangis karena jatuh”. Bandingkan 2 statement tersebut. Mana yang lebih nyaman didengar?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/27/294/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">294</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1c82f559dbfed3d59d3e4e58899ec4ebbb52d3736636bf34536b835128bf245d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Ffitrilubis.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundaash</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/aaadgcf-b.jpg?w=150" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SEBAB-SEBAB ANAK MELAKUKAN PERBUATAN BURUK</title>
		<link>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/27/sebab-sebab-anak-melakukan-perbuatan-buruk/</link>
					<comments>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/27/sebab-sebab-anak-melakukan-perbuatan-buruk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BundaAsh]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 13:10:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Problem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://fitrilubis.wordpress.com/?p=290</guid>

					<description><![CDATA[Ketika anak melakukan perbuatan buruk (tidak mesti perbuatan ini berhubungan dengan orang lain, bisa pula hanya berkaitan dengan dirinya sendiri, seperti menghisap jempol, menggigit kuku, dsb) orang tua biasanya main “hantam kromo” tanpa melakukan pendekatan kepada anak apa sebenarnya yang menyebabkannya melakukan hal tersebut. Maka sebagai media pendewasaan kepada kita semua (saya pun baru belajar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika anak melakukan perbuatan buruk (tidak mesti perbuatan ini berhubungan dengan orang lain, bisa pula hanya berkaitan dengan dirinya sendiri, seperti menghisap jempol, menggigit kuku, dsb) orang tua biasanya main “hantam kromo” tanpa melakukan pendekatan kepada anak apa sebenarnya yang menyebabkannya melakukan hal tersebut.</p>
<p>Maka sebagai media pendewasaan kepada kita semua (saya pun baru belajar menjadi orang tua) maka perlu kita simak tulisan berikut ini yang mengetengahkan tentang sebab-sebab perbuatan buruk pada anak. Harapannya adalah ketika telah mengetahui penyebabnya, kita berusaha menghilangkan sebab-sebab itu kemudian berusaha memperbaiki anak-anak kita. Semoga…</p>
<p>Perbuatan buruk pada anak-anak dengan berbagai ragamnya memiliki sebab-sebab yang berbeda-beda. Dan tentu saja penyembuhannyapun tergantung sebabnya.</p>
<p>Di antara sebab-sebabnya sebagai misal saja (bukan sebagai pembatasan) adalah :</p>
<p>Ø  <em> Anak terpengaruh sesuatu yang buruk dari keluarganya. </em>Sebagai contoh, jika di dalam rumah digunakan kata-kata yang kasar atau tidak ada rasa penghormatan antara yang muda kepada yang lebih tua, maka anak akan mengikuti kebiasaan buruk ini ketika bergaul dengan teman-temannya. Maka jika kita menginginkan anak menjadi baik, tentu kita harus melenyapkan dahulu sebab-sebabnya.</p>
<p>Ø  <em>Tidak adanya perhatian khusus kepada anak-anak, kecuali ketika sudah terjadi hal-hal yang membuat penyesalan. </em>Hal ini banyak terjadi pada sebagian besar guru, bapak dan ibu. Mereka tidak memiliki perhatian kepada anak-anaknya kecuali sedikit saja, yang menyebabkan ketika anak telah melakukan perbuatan buruk mereka baru tersadar.</p>
<p>Ø  Di antara sebabnya pula adalah kurangnya pemenuhan terhadap hak-hak asasi anak, sehingga menjadikan anak tidak senang dengan keadaannya dan pada akhirnya melakukan sesuatu yang dia anggap bisa menyenangkan hatinya meskipun sebenarnya buruk.</p>
<p>Ø  Sebab yang lain adalah pendidikan yang buruk sehingga anak tidak mampu membedakan antara perbuatan baik dan perbuatan buruk, antara salah dan benar.</p>
<p>Ø   Tidak adanya rasa aman pada anak juga ikut mendorong anak melakukan perbuatan buruk, karena perasaan takutnya pada setiap sesuatu.</p>
<p>Ø  Beberapa kondisi kejiwaan anak juga mempengaruhi pula, sehingga penangannyapun tentu harus memperhatikan kondisi anak.</p>
<p>Ø  Masih banyak pula sebab-sebab lainnya seperti pilih kasih antar saudara, adanya rasa cemburu, dan sebab-sebab lain.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/27/sebab-sebab-anak-melakukan-perbuatan-buruk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">290</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1c82f559dbfed3d59d3e4e58899ec4ebbb52d3736636bf34536b835128bf245d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Ffitrilubis.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundaash</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAKSO ISI</title>
		<link>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/180/</link>
					<comments>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/180/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BundaAsh]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 00:47:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://fitrilubis.wordpress.com/?p=180</guid>

					<description><![CDATA[BAHAN: 250 g fillet dada ayam, haluskan 5 sdm tepung sagu 50 ml air es ½ sdt garam ¼ sdt merica bubuk 50 g fillet kakap, cincang kasar Kuah: 1 sdm margarin 2 siung bawang putih, memarkan 1500 ml kaldu ayam 1½ sdt garam ¼ sdt merica bubuk 1 sdt minyak wijen Pelengkap: 1 batang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.resep2masakan.co.cc/2010/05/bakso-isi.html"><strong>
<a href='https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/180/attachment/182/'><img width="150" height="150" src="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/2-bakso_isi.jpg?w=150" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="" srcset="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/2-bakso_isi.jpg?w=150 150w, https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/2-bakso_isi.jpg 200w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" data-attachment-id="182" data-permalink="https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/180/attachment/182/" data-orig-file="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/2-bakso_isi.jpg" data-orig-size="200,200" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/2-bakso_isi.jpg?w=200" /></a>
<br />
</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_UWnrkf-lAhc/S9jW1cx6qiI/AAAAAAAAAxc/NJniat9Prsg/s1600/2-bakso_isi.jpg">BAHAN:<br />
250 g fillet dada ayam, haluskan<br />
5 sdm tepung sagu<br />
50 ml air es<br />
½ sdt garam<br />
¼ sdt merica bubuk<br />
50 g fillet kakap, cincang kasar</a></p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_UWnrkf-lAhc/S9jW1cx6qiI/AAAAAAAAAxc/NJniat9Prsg/s1600/2-bakso_isi.jpg"><strong>Kuah:<br />
</strong>1 sdm margarin<br />
2 siung bawang putih, memarkan<br />
1500 ml kaldu ayam<br />
1½ sdt garam<br />
¼ sdt merica bubuk<br />
1 sdt minyak wijen</a></p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_UWnrkf-lAhc/S9jW1cx6qiI/AAAAAAAAAxc/NJniat9Prsg/s1600/2-bakso_isi.jpg"><strong>Pelengkap:<br />
</strong>1 batang bawang daun, iris halus<br />
2 batang seledri, iris halus<br />
25 g tongcai, siap pakai<br />
Sambal rawit merah, siap santap</a></p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_UWnrkf-lAhc/S9jW1cx6qiI/AAAAAAAAAxc/NJniat9Prsg/s1600/2-bakso_isi.jpg">CARA MEMBUAT:<br />
</a></p>
<ul>
<li>Campur fillet ayam, tepung sagu, air es, garam, dan      merica. Uleni hingga adonan tercampur rata.</li>
<li>Ambil 1 sdt adonan, bentuk seperti bakso, pipihkan, isi      bagian tengahnya dengan 1/4 sdt ikan. Bulatkan kembali hingga ikan      tertutup rapat. Lakukan hingga adonan habis.<strong> </strong></li>
<li><strong>Kuah:</strong> Panaskan margarin, tumis bawang putih hingga harum. Masukkan kaldu, aduk      rata. Didihkan.</li>
<li>Masukkan bakso, aduk rata. Masak hingga bakso matang      dan terapung. Bubuhi kuah dengan garam, merica, dan minyak wijen. Aduk      rata. Angkat.</li>
<li>Sajikan hangat dengan pelengkap.</li>
</ul>
<p>Untuk 6 porsi<br />
Kalori per porsi: 154 kkal</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/180/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">180</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1c82f559dbfed3d59d3e4e58899ec4ebbb52d3736636bf34536b835128bf245d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Ffitrilubis.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundaash</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/2-bakso_isi.jpg?w=150" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SAAT SI KECIL SUSAH MAKAN</title>
		<link>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/saat-si-kecil-susah-makan/</link>
					<comments>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/saat-si-kecil-susah-makan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BundaAsh]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 00:33:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Problem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://fitrilubis.wordpress.com/?p=171</guid>

					<description><![CDATA[Satu hal yang sering kali membuat seorang ibu kewalahan adalah manakala si kecil tidak mau makan. Ada saja alasan yang ia buat untuk menghindar jika disuruh makan. Katanya lauknya tidak enak, diberi lauk enak, eh bilang sudah kenyang. Repot juga kalau setiap hari begini. Gimana, dong? Perhatikan apa yang masuk ke perutnya. Pada bayi, mereka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Satu hal yang sering kali membuat seorang ibu kewalahan adalah manakala si kecil tidak mau makan. Ada saja alasan yang ia buat untuk menghindar jika disuruh makan. Katanya lauknya tidak enak, diberi lauk enak, eh bilang sudah kenyang. Repot juga kalau setiap hari begini. Gimana, dong?</p>
<p><strong>Perhatikan apa yang masuk ke perutnya.</strong> Pada bayi, mereka biasa menolak makan makanan tambahan selain ASI karena mereka sudah senang dengan ASI. Karena kebanyakan minum ASI, makanya mereka merasa enggan makan makanan lain. Atau, biasanya terjadi kasus anak-anak tidak mau minum ASI lagi karena mereka sudah keenakan dengan susu botol. Umumnya menimpa ibu yang bekerja di luar rumah. Sedangkan pada anak yang sudah lebih besar, biasanya mereka menolak makan karena kebanyakan minum dan jajan yang ringan-ringan. Ini patut diwaspadai dan segera ditangani.</p>
<p><strong>Kurangi camilan-camilan dan jajanan.</strong> Kalau saja jajanannya bergizi seperti bubur kacang hijau, kolak pisang, tentu ibu tak perlu kuatir. Tapi, jika jajanan yang masuk ke perut anak Anda adalah jajanan yang banyak pengawet dan MSG-nya? Anda harus waspadai ini. Bisa jadi, inilah penyebab anak Anda tidak mau makan. Jika si kecil sudah bersekolah, siapkan snack-nya sendiri. Jika perlu, jangan beri uang jajan. Anda harus cerdas untuk menentukan menu apa yang paling disukainya.</p>
<p><strong>Buat suasana makan menyenangkan.</strong> Kadang anak mengalami trauma kecil, saat ia ingin makan. Misalnya, Anda terlalu memaksanya, padahal saat itu ia sedang tidak enak badan dan tidak enak makan. Sedikit-sedikit makan tidak mengapa, asalkan ia mau makan dan  kontinyu.</p>
<p><strong>Ajak ke tempat yang ia suka.</strong> Sedikit repot, tidak mengapa. Anda bisa mengajak si kecil makan sambil duduk di atas sepeda atau ayunan, atau bisa sambil berjalan-jalan mengelilingi komplek rumah Anda. Jika ada taman yang bagus, itu lebih baik. Anak-anak biasanya mau makan jika melihat anak lain makan.</p>
<p><strong>Beri pengertian dengan sabar. </strong>Sering kali kita lupa, bahwa ada type anak yang tidak bi sa makan sesuatu. Nah, selama anak Anda masih dalam batas normal, dalam artian keinginannya masih bisa kita penuhi, dan ia makan banyak,tidak mengapa. Turuti dulu saja,sambil perlahan-lahan Anda berikan pengertian. Bahwa tidak semua orang bisa makan enak, jadi ia harus bersyukur dan mau menghabiskan makannya agar tidak mubadzir.</p>
<p><strong>Madu, suplemen tambahan yang baik.</strong> Madu memiliki rasa yang manis. Dan kandungan vitamin dan mineral di dalamnya sangat tinggi. Bagus untuk pertumbuhan anak. Madu juga bisa dijadikan obat penambah nafsu makan. Awalnya,anak-anak mungkin tidak suka. Tapi, jangan berhenti. Anda bisa meletakkan madu di sebuah piring kecil di samping makanan tambahannya. Lelet-leletkan di mulutnya dengan jari Anda. Agar dapat masuk ke mulut. Setelah minum ASI juga tidak mengapa. Atau jika dia sudah bisa makan roti atau biscuit,madu bisa menjadi pengganti selai.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/saat-si-kecil-susah-makan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">171</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1c82f559dbfed3d59d3e4e58899ec4ebbb52d3736636bf34536b835128bf245d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Ffitrilubis.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundaash</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RANGSANG MOTORIK HALUS SI KECIL : MASUKKAN KE DALAM CELAH</title>
		<link>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/rangsang-motorik-halus-si-kecil-masukkan-ke-dalam-celah/</link>
					<comments>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/rangsang-motorik-halus-si-kecil-masukkan-ke-dalam-celah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BundaAsh]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 00:33:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lain Lain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://fitrilubis.wordpress.com/?p=169</guid>

					<description><![CDATA[Permainan Berikut adalah salah satu permainan yang sederhana untuk batita kita dirumah, tapi sangat membantu mengasah kemampuan motorik halus si kecil, dan yang tak kalah penting mereka menyukainya. Caranya : Ambil lima kunci yang besarnya hampir sama. Buatlah sebuah celah pada tutup kaleng yang terbuat dari plastik. Celah ini harus cukup besar sehingga kunci akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Permainan Berikut adalah salah satu permainan yang sederhana untuk batita kita dirumah, tapi sangat membantu mengasah kemampuan motorik halus si kecil, dan yang tak kalah penting mereka menyukainya.</p>
<h2><strong>Caranya :</strong></h2>
<p>Ambil lima kunci yang besarnya hampir sama. Buatlah sebuah celah pada tutup kaleng yang terbuat dari plastik. Celah ini harus cukup besar sehingga kunci akan lebih mudah masuk ke wadah dengan sedikit dorongan. Kemudian minta sikecil untuk memaskkan kunci-kunci ini ke dalam wadah melalui celah tutup. Kunci yang dimasukkan ini akan mengeluarkan bunyi bila terjatuh ke dalam dasar keleng. Tirukan secara verbal bunyi kunci yang jatuh ini. inta sikecil menjatuhkan semua kunci ini sampai semuanya berada dalam kaleng. Selanjutnya buka tutup kaleng, keluarkan semua kunci dan ulangi masukkan lewat celah seperti langkah awal di atas. Sebagai variasi benda-benda lain dapat digunakan. Misalnya kancing, uang logam dan benda-benda lain yang dapat masuk lewat celah. Benda-benda ini tidak hanya memberikan pengalaman baru untuk si kecil. Aktivitas ini mengembangkan :</p>
<ul></ul>
<ol>
<li style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kemampuan kontrol motorik</span></li>
<li style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kemampuan memecahkan persoalan (memasukkan dengan      car sedikit menekan)</span></li>
<li style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kemampuan mengikuti petunjuk ?arahan</span></li>
<li style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">koordinasi mata dan tangan</span></li>
<li style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kemandirian dan kepercayaan diri</span></li>
<li style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Sensitivitas indra peraba</span></li>
</ol>
<ul></ul>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/rangsang-motorik-halus-si-kecil-masukkan-ke-dalam-celah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">169</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1c82f559dbfed3d59d3e4e58899ec4ebbb52d3736636bf34536b835128bf245d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Ffitrilubis.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundaash</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RAHASIA ANAK GEMAR SAYUR</title>
		<link>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/rahasia-anak-gemar-sayur/</link>
					<comments>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/rahasia-anak-gemar-sayur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BundaAsh]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 00:32:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Orang Tua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://fitrilubis.wordpress.com/?p=166</guid>

					<description><![CDATA[Ingin supaya si kecil gemar makan sayur dan buah ? Keduanya memang sangat besar andilnya bagi kesehatan. Lantas bagaimana caranya membangun kecintaan makan sehat pada anak ? Semua orang tua pasti mendambakan pola makan  yang sehat bagi buah hatinya. Tapi pada kenyataannya, menumbuhkan pada kegemaran pada saur dan buah bukanlah perkarah mudah, padahal kandungan vitamin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ingin supaya si kecil gemar makan sayur dan buah ? Keduanya memang sangat besar andilnya bagi kesehatan. Lantas bagaimana caranya membangun kecintaan makan sehat pada anak ?<br />
Semua orang tua pasti mendambakan pola makan  yang sehat bagi buah hatinya. Tapi pada kenyataannya, menumbuhkan pada kegemaran pada saur dan buah bukanlah perkarah mudah, padahal kandungan vitamin dan serat pada sayur dan buah sangat penting bagi penting bagi kesehatan si kecil</p>

<a href='https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/rahasia-anak-gemar-sayur/afvug/'><img width="120" height="150" src="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/afvug.jpg?w=120" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="" srcset="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/afvug.jpg?w=120 120w, https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/afvug.jpg 125w" sizes="(max-width: 120px) 100vw, 120px" data-attachment-id="228" data-permalink="https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/rahasia-anak-gemar-sayur/afvug/" data-orig-file="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/afvug.jpg" data-orig-size="125,156" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="afvug" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/afvug.jpg?w=125" /></a>

<h2><strong>Kuncinya terletak pada Anda</strong></h2>
<p>Untungnya baru-baru ini terungkap satu fakta penting yang berpengaruh besar terhadap kegemaran anak pada makanan sehat. Kuncinya terletak pada pola makan dan kegigihan ibunda tercinta. Seorang ibu bisa membantu bayinya mengembangkan kesukaan pada sayur dan buah, dengan secara rutin mengonsumsinya di masa menyusui. Setelah si bayi di kenalkan pada makanan padat, jadikan buah dan sayur sebagai bagian tak terpisahkan dari menu hariannya. Tetaplah gigih menyodorkan sayur dan buah pada bayi, meski sambutan si kecil tak terlalu antusias, begitu menurut Dr.Julie A,Mennella dan Catherine A. Forestell dari Monell chemical senses center, Philadelphia, dalam jurnal Pediatries, Desember 2007</p>
<h2><strong>Awal yang menentukan</strong></h2>
<p>Konsumsi sayur dan buah dihubungkan dengan penurunan resiko obesitas dan kanker. Namun sayangnya, masih banyak anak-anak maupun orang dewasa yang tidak rutin mengonsumsinya, begitu menurut para perisel. Jika kita bisa membuat bayi menyukai rasa sayur dan buah, berarti kita memberi awal yang baik bagi mereka untuk memulai pola makan yang sehat.”<br />
Dalam riset di laporkan, menyusui tampaknya berhubungan dengan penerimaan bayi terhadap kacang polong dan buah peach. Tapi hanya jika sang ibu secara teratur mengonsumsi makanan-makanan tersebut. Meningkatnya kegemaran bayi terhadap buah peach disebabkan karena si bayi secara teratur terpapar oleh rasa buah ini melalui air susu ibu. Rasa makanan yang di dapat dari pola makan ibu diteruskan melalui Caircin Amnion (Air ketuban ) dan air susu ibu. Jadi, bayi belajar menyukai rasa suatu makanan jika sang ibu mengonsumsinya pula secara teratur.<br />
<strong><br />
<strong></strong></strong></p>
<h2><strong><strong>Beri kesempatan mencicipi</strong></strong></h2>
<p>Para ibu sebaiknya tidak menyerah dalam menawarkan suatu makanan hanya karena si anak meringis saat memakannya. Berdasarkan pengamatan para peneliti, bahwa ekspresi wajah bayi tidak selalu mencerminkan keengganan mereka terhadap makanan tertentu. Jika para ibu ingin bayi mereka belajar menyukai makanan sayur khususnya sayuran hijau, sang bayi perlu di kasih kesempatan untuk mencicipi makanan-makanan ini.</p>
<h2><strong>Lanjutkan hingga besar</strong></h2>
<p>Keberhasilan ibu membiasakan pola makan sehat bagi si kecil memang sangat baik bagi pertumbuhannya. Akan lebih baik lagi jika pola makan sehat ini terus berlanjut hingga ia beranjak besar. Salah satu manfaat yang bisa di nikmati anak dengan pola makan sehat adalah tulang yang lebih kuat.</p>
<h2><strong>Makanan penangkal asam </strong></h2>
<p>Sejumlah studi pada orang dewasa memang telah mengaitkan konsumsi sayur dan buah dengan densitas tulang yang lebih kuat, kemungkinan berkat berbagai nutrisi yang ada di dalamnya seperti potasium, betakaroten, vitamin c dan magnesium. Terdapat bukti juga bahwa sayur dan buah menurunkan kalsium yang dikeluarkan di urin.<br />
Ini karena buah dan sayur berperan senagai makanan ‘dasar’. Makanan ‘dasar’ ini membantu menangkal asam uang di produksi makanan lain seperti protein dan lemak memasuki proses metabolisme. Jika pada pola makan seseorang tidak terdapat cukup penangkal asam, dasar-dasar yang ada di tulang termasuk kalsium terpaksa harus berkorban. Sebuah studi bahkan menunjukan, sebagaian besar kalsium yang di keluarkan di urin justru bersumber dari simpanan tulang, bukan dari asupan makanan.</p>
<p>Mengingat besarnya manfaat sayur dan buah, tentu anda setuju bahwa pola makan sehat perlu di tanamkan sejak dini. <strong>Ingat sekali lagi, kuncinya ada pada ibu, mulai dari proses hamil, menyusui hingga memberi makan bayi.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/rahasia-anak-gemar-sayur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1c82f559dbfed3d59d3e4e58899ec4ebbb52d3736636bf34536b835128bf245d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Ffitrilubis.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundaash</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/afvug.jpg?w=120" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PERAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA ISLAMI</title>
		<link>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/peran-perempuan-dalam-keluarga-islami/</link>
					<comments>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/peran-perempuan-dalam-keluarga-islami/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BundaAsh]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 00:28:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Orang Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://fitrilubis.wordpress.com/?p=161</guid>

					<description><![CDATA[Wanita itu ibarat sekolah, jika kalian mendidiknya dengan baik berarti kalian sedang mempersiapkan sebuah bangsa dengan baik (Al hadist) Wanita itu dengan tangan kirinya menggoyang buaian, tangan kanannya menggoyang dunia Wanita adalah tiang negara. Apabila kaum wanita yang ada itu baik, maka baiklah negara itu. Dan apabila kaum wanita yang ada rusak maka rusaklah negara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Wanita itu ibarat sekolah, jika kalian mendidiknya dengan baik berarti kalian sedang mempersiapkan sebuah bangsa dengan baik (Al hadist)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Wanita itu dengan tangan kirinya menggoyang buaian, tangan kanannya menggoyang dunia</strong><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Wanita adalah tiang negara. Apabila kaum wanita yang ada itu baik, maka baiklah negara itu. Dan apabila kaum wanita yang ada rusak maka rusaklah negara</p>
<p>(ahlul Hikmah)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Surga itu ada dibawah telapak kaki kaum ibu (Al hadist)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengantar</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keluarga merupakan lembaga sosial yang paling awal dikenal dan dekat dengan anak, maka peranannya dalam pendidikan dan proses pembentukan pribadi tampak dominan. Tumbuh dan berkembangnya aspek manusia baik fisik, psikis atau mental, sosial dan spiritual, yang akan menentukan bagi keberhasilan bagi kehidupannya, sangat ditentukan oleh lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga yang kondusif sangat menentukan optimalisasi perkembangan pribadi, moral, kemampuan bersosialisasi, penyesuaian diri, kecerdasan, kreativitas juga peningkatan kapasitas diri menuju batas-batas kebaikan dan kesempurnaan dalam ukuran kemanusiaan. Pada dasarnya manusia itu mempunyai potensi yang positif untuk berkembang tetapi apakah potensi itu akan teraktualisasikan atau tidak sangat ditentukan oleh pendidikan dalam  keluarga, seperti yang dituntunkan Rasulullah saw. bahwa:</p>
<p>” <strong><em>Setiap bayi lahir dalam keadaan fitrah (bertauhid). Ibu bapaknyalah yang menjadikan Yahudi, Nasrani atau Majusi.</em></strong>”</p>
<p>Dalam menghadapi dampak negatif dari perkembangan teknologi yang semakin canggih, para pendidik khususnya orang tua dihadapkan tantangan yang amat berat, hal ini perlu disadari. Sebagai orang tua juga pendidik, kita telah diingatkan oleh Allah SWT akan adanya anak turun yang akan menjadi musuh-musuh bagi orangtuanya sendiri. Seperti yang difirmankan Allah SWT</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>===== <strong>Disampaikan pada Seminar Setengah Hari “ Peran Perempuan Dalam membangun Keluarga Dengan Nilai-nilai yang Islami” diselenggarakan oleh Wanita Islam bekerjasama dengan Forum Pengajian Ibu-ibu Al Kautsar Daerah Istimewa Yogyakarta, tg 1 Juni 2002</strong></p>
<p>dalam At-Thagaabun: 14</p>
<p><strong><em>“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereke; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.</em></strong></p>
<p>Mendidik anak merupakan tugas yang mulia  yang diamatkan Allah SWT pada orangtua agar anak-anaknya tidak terjerumus dalam lembah kesesatan, seperti yang difirmankan Allah SWT dalam QS At-Tahrim: 6:</p>
<p><strong><em>“Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan ahlimu dari siksa api neraka</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<h4><strong>PERAN DAN TUGAS PEREMPUAN DALAM KELUARGA</strong></h4>
<p><strong>Wanita (seorang ibu) itu adalah mengurus di dalam rumah suaminya dan mendidik putra-putrinya (Al Hadist Syarif)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peran dan tugas perempuan  dalam keluarga secara garis besar dibagi menjadi peran wanita sebagai ibu, ibu sebagai istri, dan anggota masyarakat. Dalam kesempatan kali ini pembicaraan lebih ditekankan pada tugas perempuan dalam membina kesehatan mental bagi dirinya, keluarganya maupun masyarakatnya. Agar dapat melakukan peran atau tugasnya dengan baik, maka perlu dihayati benar mengenai sasaran dan tujuan dari peran itu.</p>
<p>Di samping itu, perempuan harus menguasai cara atau teknik memainkan peran atau melaksanakan tugasnya, disesuaikan dengan setiap situasi yang dihadapinya. Sebagai ibu, pendidik anak-anak perempuan harus mengetahui porsi yang tepat dalam memberikan kebutuhan-kebutuhan anaknya, yang disesuaikan dengan tahap perkembangannya. Sikap maupun perilakunya harus dapat dijadikan contoh bagi anak-anaknya. Sebagai seorang istri, wanita harus menumbuhkan suasana yang harmonis, tampil bersih, memikat dan mampu mendorong suami untuk hal-hal yang positif. Sebagai anggota masyarakat, wanita diharapkan peran sertanya dalam masyarakat.</p>
<p>Keberhasilan melakukan peran di atas, tentunya bukan merupakan hal yang mudah, yang penting adalah kemauan dan usaha untuk selalu belajar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h1>PERAN PEREMPUAN SEBAGAI IBU</h1>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keluarga merupakan suatu lembaga sosial yang paling besar perannya bagi kesejahteraan sosial dan kelestarian anggota-anggotanya terutama anak-anaknya. Keluarga merupakan lingkungan sosial yang terpenting bagi perkembangan dan pembentukan pribadi anak. Keluarga merupakan wadah tempat bimbingan dan latihan anak sejak kehidupan mereka yang sangat musa. Dan diharapkan dari keluargalah seseorang dapat menempuh kehidupannya dengan masak dan dewasa.</p>
<p>Berbicara mengenai pendidikan anak, maka yang paling besar pengaruhnya adalah ibu. Ditangan ibu keberhasilan pendidikan anak-anaknya walaupun tentunya keikut-sertaan bapak tidak dapat diabaikan begitu saja. Ibu memainkan peran yang penting di dalam mendidik anak-anaknya, terutama pada masa balita. Pendidikan di sini tidak hanya dalam pengertian yang sempit. Pendidikan dalam keluarga dapat berarti luas, yaitu pendidikan iman, moral, fisik/jasmani, intelektual, psikologis, sosial, dan pendidikan seksual.</p>
<p>Peranan ibu di dalam mendidik anaknya dibedakan menjadi tiga tugas penting, yaitu ibu sebagai pemuas kebutuhan anak; ibu sebagai teladan ataau “model”  peniruan anak dan ibu sebagai pemberi stimulasi bagi perkembangan anak.</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Ibu sebagai sumber pemenuhan  kebutuhan anak</strong></p>
<p>Fungsi ibu sebagai pemuas kebutuhan ini sangat besar artinya bagi anak, terutama pada saat anak di dalam ketergantungan total terhadap ibunya, yang akan tetap berlangsung sampai periode anak sekolah, bahkan sampai menjelang dewasa. Ibu perlu menyediakan waktu bukan saja untuk selalu bersama tetapi untuk selalu berinteraksi maupun berkomunikasi secara terbuka dengan anaknya.</p>
<p>Pada dasarnya kebutuhan seseorang meliputi kebutuhan fisik, psikis, sosial dan spiritual. <span style="text-decoration:underline;">Kebutuhan</span> <span style="text-decoration:underline;">fisik</span> merupakan kebutuhan makan, minum, pakaian, tempat tinggal, dan lain sebagainya. <span style="text-decoration:underline;">Kebutuhan</span> <span style="text-decoration:underline;">psikis</span> meliputi kebutuhan akan kasih sayang, rasa aman, diterima dan dihargai. Sedang <span style="text-decoration:underline;">kebutuhan</span> <span style="text-decoration:underline;">sosial</span> akan diperoleh anak dari kelompok di luar lingkungan keluarganya. Dalam pemenuhan kebutuhan ini, ibu hendaknya memberi kesempatan bagi anak untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya. <span style="text-decoration:underline;">Kebutuhan spiritual</span>, adalah pendidikan yang menjadikan anak mengerti kewajiban kepada Allah, kepada Rasul-Nya, orang tuanya dan sesama saudaranya. Dalam pendidikan spiritual, juga mencakup mendidik anak berakhlak mulia, mengerti agama, bergaul dengan teman-temannya dan menyayangi sesama saudaranya, menjadi tanggung jawab ayah dan ibu. Karena memberikan pelajaran agama sejak dini merupakan kewajiban orang tua kepada anaknya dan merupakan hak untuk anak atas orang tuanya, maka jika orang tuanya tidak menjalankan kewajiban ini berarti menyia-nyiakan hak anak.</p>
<p>Hadits riwayat Bukhari dan Muslim:</p>
<p>Rasulullah saw Bersabda: “<strong><em>Setiap bayi lahir dalam keadaan fitrah (bertauhid). Ibu bapaknyalah yang menjadikan Yahudi, Nasrani atau Majusi.</em></strong>”</p>
<p>Seorang ibu harus memberikan atau memuaskan kebutuhan anak secara wajar, tidak berlebihan maupun tidak kurang. Pemenuhan kebutuhan anak secara berlebihan atau kurang akan menimbulkan pribadi yang kurang sehat di kemudian hari.</p>
<p>Dalam memenuhi kebutuhan psikis anak, seorang ibu harus mampu menciptakan situasi yang aman bagi putra-putrinya. Ibu diharapkan dapat membantu anak apabila mereka menemui kesulitan-kesulitan. Perasaan aman anak yang diperoleh dari rumah akan dibawa keluar rumah, artinya anak akan tidak mudah cemas dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul.</p>
<p>Seorang ibu harus mampu menciptakan hubungan atau ikatan emosional dengan anaknya. Kasih sayang yang diberikan ibu terhadap anaknya akan menimbulkan berbagai perasaan yang dapat menunjang kehidupannya dengan orang lain. Cinta kasih yang diberikan ibu pada anak akan mendasari bagaimana sikap anak terhadap orang lain. Seorang ibu yang tidak mampu memberikan cinta kasih pada anak-anaknya akan menimbulkan perasaan ditolak, perasaan ditolak ini akan berkembang menjadi perasaan dimusuhi. Anak dalam perkembangannya akan menganggap bahwa orang lainpun seperti ibu atau orang tuanya. Sehingga tanggapan anak terhadap orang lain juga akan bersifat memusuhi, menentang atau agresi.</p>
<p>Seorang ibu yang mau mendengarkan apa yang dikemukakan anaknya, menerima pendapatnya dan mampu menciptakan komunikasi secara terbuka dengan anak, dapat mengembangkan perasaan dihargai, diterima dan diakui keberadaanya. Untuk selanjutnya anak akan mengenal apa arti hubungan di antara mereka dan akan mewarnai hubungan anak dengan lingkungannya. Anak akan tahu bagaimanacara menghargai orang lain, tenggang rasa dan komunikasi, sehingga dalam kehidupan dewasanya dia tidak akan mengalami kesulitan dalam bergaul dengan orang lain.</p>
<p>2.      <strong>Ibu sebagai teladan atau model bagi anaknya.</strong></p>
<p>Dalam mendidik anak seorang ibu harus mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya. Mengingat bahwa perilaku orangtua khususnya ibu akan ditiru yang kemudian akan dijadikan panduan dalam perlaku anak, maka ibu harus mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya. Seperti yang difirmankan Allah dalam:</p>
<p>Surat Al-Furqaan ayat 74:</p>
<p>“<strong><em>Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi golongan orang-orang yang bertaqwa</em></strong>.”</p>
<p>Kalau kita perhatikan naluri orang tua seperti yang Allah firmankan dalam Al Qur’an ini, maka kita harus sadar bahwa orang tua senantiasa dituntut untuk menjadi teladan yang baik di hadapan anaknya.</p>
<p>Sejak anak lahir dari rahim seorang ibu, maka ibulah yang banyak mewarnai dan mempengaruhi perkembangan pribadi, perilaku dan akhlaq anak. Untuk membentuk perilakua anak yang baik tidak hanya melalui <em>bil lisan </em>tetapi juga dengan<em> bil hal </em>yaitu mendidik anak lewat tingkah laku<em>.</em> Sejak anak lahir ia akan selalu melihat dan  mengamati gerak gerik atau tingkah laku ibunya. Dari tingkah laku ibunya itulah anak akan senantiasa melihat dan meniru yang kemudian diambil, dimiliki dan diterapkan dalam kehiduapnnya<em>. </em>Dalam perkembangan anak proses identifikasi sudah mulai timbul berusia 3 – 5 tahun. Pada saat ini anak cenderung menjadikan ibu yang merupakan orang yang dapat memenuhi segala kebutuhannya maupun orang yang paling dekat dengan dirinya, sebagai “model”  atau teladan bagi sikap maupun perilakunya. Anak akan mengambil, kemudian memiliki nilai-nilai, sikap maupun perilaku ibu. Dari sini jelas bahwa perkembangan kepribadian anak bermula dari keluarga, dengan cara anak mengambil nilai-nilai yang ditanamkan orang tua baik secara sadar maupun tidak sadar. Dalam hal ini hendaknya orang tua harus dapat menjadi contoh yang positif bagi anak-anaknya. Anak akan mengambil nilai-nilai, sikap maupun perilaku orang tua, tidak hanya apa yang secara sadar diberika pada anaknya misal melalui nasehat-nasehat, tetapi juga dari perilaku orang tua yang tidak disadari. Sering kita lihat banyak orang tua yang menasehati anaknya tetapi mereka sendiri tidak melakukannya. Hal ini akan mengakibatkan anak tidak sepenuhnya mengambil nilai, norma yang ditanamkan. Jadi, untuk melakukan peran sebagai model, maka ibu sendiri harus sudah memiliki nilai-nilai itu sebagai milik pribadinya yang tercermin dalam sikap dan perilakunya. Hal ini penting artinya bagi proses belajar anak-anak dalam usaha untuk menyerap apa yang ditanamkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Ibu sebagi pemberi stimuli bagi perkembangan anaknya</strong></p>
<p>Perlu diketahui bahwa pada waktu kelahirannya, pertumbuhan berbagai organ belum sepenuhnya lengkap. Perkembangan dari organ-organ ini sangat ditentukan oleh rangsang yang diterima anak dari ibunya. Rangsangan yang diberikan oleh ibu, akan memperkaya pengalaman dan mempunyai pengaruh yang besar bagi perkembangan kognitif anak. Bila pada bulan-bulan pertama anak kurang mendapatkan stimulasi visual maka perhatian terhadap lingkungan sekitar kurang. Stimulasi verbal dari ibu akan sangat memperkaya kemampuan bahasa anak. Kesediaan ibu untuk berbicara dengan anaknya akan mengembangkan proses bicara anak. Jadi perkembangan mental anak akan sangat ditentukan oleh seberapa rangsang yang diberikan ibu terhadap anaknya. Rangsangan dapat berupa cerita-cerita, macam-macam alat permainan yang edukatif maupun kesempatan untuk rekreasi yang dapat memperkaya pengalamannya.</p>
<p>Dari apa yang dikemukakan di atas jelaslah bahwa kunci keberhasilan seorang anak di kehidupannya sangat bergantung pada ibu. Sikap ibu yang penuh kasih sayang, memberi kesempatan pada anak untuk memperkaya pengalaman, menerima, menghargai dan dapat menjadi teladan yang positif bagi anaknya, akan besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak. Jadi dapat dikatakan bahwa bagaimana gambaran anak akan dirinya ditentukan oleh interaksi yang dilakukan ibu dengan anak. Konsep diri anak akan dirinya positif, apabila ibu dapat menerima anak sebagaimana adanya, sehingga anak akan mengerti kekurangan maupun kelebihannya. Kemampuan seorang anak untuk mengerti kekurangan maupun kelebihannya akan merupakan dasar bagi keseimbangan mentalnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>PERAN WANITA SEBAGAI ISTRI PENDAMPING SUAMI</h2>
<p>Berbicara masalah peran ibu sebagai istri pendamping suami tentunya tidak lepas dari peran ibu sebagai ibu rumah tangga. Tetapi ada baiknya dilihat beberapa peran yang pokok seorang wanita sebagai pendamping suami.</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Istri sebagai teman/partner hidup</strong></p>
<p>Pengertian teman di sini mempunyai arti adanya kedudukan yang sama. Istri dapat menjadi teman yang dapat diajak berdiskusi tentang masalah yang dihadapi suami. Sehingga apabila suami mempunyai masalah yang cukup berat, tapi istri mampu memberikan suatu sumbangan pemecahannya maka beban yang dirasakan suami berkurang. Disamping itu sebagai teman menandung pengertian jadi pendengar yang baik. Selama di kantor suami kadang mengalami ketidak-puasan atau perlakuan yang kurang mengenakkan, kejengkelan-kejengkelan ini dibawanya pulang. Di sini istri dapat mengurangi beban suami dengan cara mendengarkan apa yang dirasakan suami, sikap seperti ini dapat memberi ketenangan pada suami.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Istri sebagai penasehat yang bijaksana</strong></p>
<p>Sebagai manusia biasa suami tidak dapat luput dari kesalahan yang kadang tidak disadarinya. Nah, di sini istri sebaiknya memberikan bimbingan agar suami dapat berjalan di jalan yang benar. Selain itu suami kadang menghadapi masalah yang pelik, nasehat istri sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalahnya.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Istri sebagai pendorong suami</strong></p>
<p>Sebagai manusia, suami juga masih selalu membutuhkan kemajuan di bidang pekerjaannya. Di sini peran istri dapat memberikan dorongan atau motivasi pada suami. Suami diberi semangat agar dapat mencapai jenjang karier yang diinginkan, tentunya harus diingat keterbatasan-keterbatasannya. Artinya istri tidak boleh yang terlalu ambisi terhadap karir atau kedudukan suami, kalau suami tidak mampu jangan dipaksakan, hal ini akan menimbulkan hal-hal yang negatif.</p>
<p>Pada prinsipnya dari apa yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa peran istri sebagai pendamping suami dapat sebagai teman, pendorong dan penasehat yang bijaksana. Dan yang paling penting bahwa semua peran itu dapat dilakukan dengan baik apabila ada keterbukaan satu sama lain, kerjasama yang baik dan saling pengertian.</p>
<p>Demikianlah sekelumit pokok-pokok yang dapat dijadikan pengetahuan bagi ibu-ibu dalam melakukan perannya di dalam keluarga. Insya Allah, keluarga kita semua menjadi keluarga Sakinah.</p>
<p>Semoga bermanfaat. Wassalam Wr.Wb.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/peran-perempuan-dalam-keluarga-islami/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">161</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1c82f559dbfed3d59d3e4e58899ec4ebbb52d3736636bf34536b835128bf245d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Ffitrilubis.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundaash</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEMBINAAN PERKEMBANGAN ANAK KELOMPOK UMUR 18 – 24 BULAN</title>
		<link>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/pembinaan-perkembangan-anak-kelompok-umur-18-%e2%80%93-24-bulan/</link>
					<comments>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/pembinaan-perkembangan-anak-kelompok-umur-18-%e2%80%93-24-bulan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BundaAsh]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 00:27:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lain Lain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://fitrilubis.wordpress.com/?p=159</guid>

					<description><![CDATA[A Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sesaat sebelum berumur 24 bulan. Gerak Kasar : Berjalan mundur sedikitnya 5 langkah Gerak halus : Mencoret-coret dengan alat tulis Bicara, bahas dan kecerdasan : Menyebutkan nama dan menunjuk satu bagian tubuh dengan benar. Bergaul dan mandiri : Meniru melakukan pekerjaan rumah tangga B. Stimulasi yang dberikan Melatih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong>A Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sesaat sebelum berumur 24 bulan.</strong></p>
<ul></ul>
<ol>
<li><em>Gerak Kasar :</em> Berjalan mundur sedikitnya 5      langkah</li>
<li><em>Gerak halus :</em> Mencoret-coret dengan alat      tulis</li>
<li><em>Bicara, bahas dan kecerdasan</em> : Menyebutkan nama dan      menunjuk satu bagian tubuh dengan benar.</li>
<li><em>Bergaul dan mandiri :</em> Meniru melakukan pekerjaan      rumah tangga</li>
</ol>
<ul></ul>
<p><strong>B. Stimulasi yang dberikan</strong></p>
<p><strong>
<a href='https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/pembinaan-perkembangan-anak-kelompok-umur-18-%e2%80%93-24-bulan/ahm/'><img width="150" height="93" src="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/ahm.jpg?w=150" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="" srcset="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/ahm.jpg?w=150 150w, https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/ahm.jpg 285w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" data-attachment-id="214" data-permalink="https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/pembinaan-perkembangan-anak-kelompok-umur-18-%e2%80%93-24-bulan/ahm/" data-orig-file="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/ahm.jpg" data-orig-size="285,177" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="ahm" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/ahm.jpg?w=285" /></a>
</p>
<p></strong></p>
<ol>
<li><strong><em>Melatih anak berjalan jinjit</em></strong>. Ajarilah anak bejalan jinjit.      buatlah agar ia menirunya.</li>
<li><strong><em>Membantu anak belajar melompat</em></strong>. Tunjukkanlah cara melompat dengan      kedua kaki diangkat bersamaan. pegangi tangannya ketika ia mencoba      melompat untuk pertama kalinya</li>
<li><strong><em>Melatih anak berdiri dengan      satu kaki</em></strong>.      Tunjukkan cara beridiri dengan satu kaki secara bergantian. buatlah agar      ia mau menirukannya. mula-mula peganglah tangannya, kemudian lepaskan.      latihlah agar ia bisa melakukannya tanpa kehilangan keseimbangan.</li>
<li><strong><em>Mengajari anak menggambar betuk      sederhana</em></strong>.      Ajari anak menggabar garis lurus, bulatan, segitiga, dan sebagainya.</li>
<li><strong><em>Mengajak anak bermain membuat      bentuk sederhana dari lilin/tanah liat/adonan kue</em></strong>. Ajari anak membuat bulatan,      segiriga dan lain-laij</li>
<li><strong><em>Mengajari anak memasukkan benda      ke lubang yang sesuai</em></strong>.      Sediakan kardus yang dibuat lubang-lubang berbentuk segi tiga, segi empat      segi lima, bulatan dan sebagainya. Tunjukkan kepada anak cara memasukkan      benda berbentuk segi tiga, segi empat, segi lima, bulatan dan sebagainya      kedalam lubang yang sesuai besar dan bentuknya</li>
<li><strong><em>Bermain dengan anak menyusun      potongan gambar</em></strong>.      Sediakan karton yang sudah ditempel gambari dari majalah bekas. gunting      karton menjadi 3 – 4 potongan. Ajari anak untuk menyusun potongan gambar      tersebut menjadi gambar yang utuh seperti semula</li>
<li><strong><em>Melatih anak mengikuti perintah      sederhana</em></strong>.      Berilah anak suatu perintah sederhana. Buatlah agar ia mau melakukannya.      bila perlu tunjukkan cara mengerjakan perintah tersebut.</li>
<li><strong><em>Melatih anak Menceritakan apa      yang dikerjakannya/dilihatnya</em></strong>.      Ajaklah anak menceritakan apa yang dialaminya dan dilihatnya. perbaikilah      bila ia membuat kesalahan dalam bercerita.</li>
<li><strong><em>Melatih anak mengenakan pakaiannya      sendiri</em></strong>.      Biasakan anak mengenakan pakaiannya sendiri. Mula-mula bantulah ia bila      mengalami kesulitan, kemudian kurangilah bantuan.</li>
<li><strong><em>Melatih anak mengikuti      peraturan permainan</em></strong>.      Usahakanlah agar anak bermain dengan anak lainya. Misalnya bermain petak      umpet, hom-pim-pah, dan sebagainya. perhatikan apakah iamengikuti aturan      permainan dan mengikuti giliran bermain</li>
<li><strong><em>Melatih      anak agar mau ditnggalkan ibunya untuk sementara</em></strong>. Ajaklah anak bermain kerumah      tetangga, kemudian titipkanlah untuk sementara. buatlah agar ia terbiasa      berpisah untuk sementara tanpa menangis atau menjadi rewel.</li>
</ol>
<ul></ul>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/pembinaan-perkembangan-anak-kelompok-umur-18-%e2%80%93-24-bulan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1c82f559dbfed3d59d3e4e58899ec4ebbb52d3736636bf34536b835128bf245d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Ffitrilubis.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundaash</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/ahm.jpg?w=150" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PEMBINAAN DAN PERKEMBANGAN ANAK KELOMPOK UMUR 12-18 BULAN</title>
		<link>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/pembinaan-dan-perkembangan-anak-kelompok-umur-12-18-bulan/</link>
					<comments>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/pembinaan-dan-perkembangan-anak-kelompok-umur-12-18-bulan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BundaAsh]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 00:26:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lain Lain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://fitrilubis.wordpress.com/?p=157</guid>

					<description><![CDATA[A. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sampai sebelum berumur 18 bulan : Gerak Kasar : Berjalan sendiri tanpa jatuh Gerak halus : Mengambil benda kecil ke atas sebesar biji jagung dengan ibu jari dan telunjuknya (menjumput) Bicara, bahasa, dan kecerdasan : Mengungkapkan keinginan secara sederhana Bergaul dan Kemandirian : Minum sendiri dari gelas tanpa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>A. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sampai sebelum berumur 18 bulan :</strong></h3>
<ol>
<li> Gerak Kasar : Berjalan sendiri tanpa jatuh</li>
<li>Gerak halus : Mengambil benda kecil ke atas      sebesar biji jagung dengan ibu jari dan telunjuknya (menjumput)</li>
<li>Bicara, bahasa, dan kecerdasan : Mengungkapkan      keinginan secara sederhana</li>
<li>Bergaul dan Kemandirian : Minum sendiri dari gelas      tanpa tumpah</li>
</ol>
<h3><strong>B. Stimulasi Perkembangan yang perlu diberikan :</strong></h3>
<ol>
<li><em><span style="color:#0000ff;"><strong>Melatih anak berjalan mundur</strong> </span>: </em>Bila anak dapat berjalan       sendiri, latihlah ia berjalan mundur. misalnya dengan memberi mainan  uang      dapat ditarik, kemudian ia diminta menarik mainanya ssambil  berjalan      mundur.</li>
<li><em><span style="color:#0000ff;"><strong>Bermain dengan anak melempar dan menangkap bola</strong></span>: </em>Ajarilah  anak menangkap dan      melempar bola. Pakailah bola besar, dan bila  anak sudah dapat      melakukannya, pakailah bola yang lebih kecil.</li>
<li><em><span style="color:#0000ff;"><strong>Bermain dengan anak</strong></span>, menendang bola kesasaran:</em> Ajarilah  anak menendang bola.      Bila ia sudah dapat melakukannya, mintalah  agar ia menendangnya ke arah      sasaran (misalnya botol plastik). Bola  dapat dibuat sendiri dari buntalan      kertas/kain..</li>
<li><span style="color:#0000ff;"><strong><em>Melatih anak berjalan naik turun tangga</em></strong></span>:  Bila anak sudah  dapat      berjalan sendiri ajaklah ia naik/turun tanga dengan  berpegangan. jagalah      agar ia tidak terjatuh.</li>
<li><em><span style="color:#0000ff;"><strong>Melatih anak memasukkan benda yang lebih kecil ke      dalam benda yang lebih besar</strong></span>. </em>Sediakanlah       kardus/mangkuk plastik dari berbagai ukuran. ajarilah anak untuk       memasukkan benda yang kecil ke dalam benda yang lebih besar.        latihlah agar ia dapat melakukannya sendiri.</li>
<li><em><span style="color:#0000ff;"><strong>Memberi kesempatan kepada anak untuk melepas      pakaiannya sendiri</strong></span>.</em> Ajarilah anak untuk melepaskan pakaianya. Biarkan ia melakukannya  sendiri,      bantulah bila ia belum bisa membuka kancing baju.</li>
</ol>

<a href='https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/pembinaan-dan-perkembangan-anak-kelompok-umur-12-18-bulan/afjvgu/'><img width="122" height="150" src="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/afjvgu.jpg?w=122" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="" srcset="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/afjvgu.jpg?w=122 122w, https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/afjvgu.jpg 126w" sizes="(max-width: 122px) 100vw, 122px" data-attachment-id="219" data-permalink="https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/pembinaan-dan-perkembangan-anak-kelompok-umur-12-18-bulan/afjvgu/" data-orig-file="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/afjvgu.jpg" data-orig-size="126,155" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="afjvgu" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/afjvgu.jpg?w=126" /></a>

<ol>
<li><em><span style="color:#0000ff;"><strong>Melatih anak menunjuk dan menyebutkan nama bagian      tubuh</strong></span>. </em>Ajarilah      anak menunjuk dan menyebutkan bagian-bagian tubuhnya. Latihlah ia utuk      mempelajarinya.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/pembinaan-dan-perkembangan-anak-kelompok-umur-12-18-bulan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">157</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1c82f559dbfed3d59d3e4e58899ec4ebbb52d3736636bf34536b835128bf245d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Ffitrilubis.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundaash</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://fitrilubis.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/afjvgu.jpg?w=122" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MENINGKATKAN RASA TANGGUNG JAWAB ANAK</title>
		<link>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/meningkatkan-rasa-tanggung-jawab-anak/</link>
					<comments>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/meningkatkan-rasa-tanggung-jawab-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BundaAsh]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 00:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://fitrilubis.wordpress.com/?p=155</guid>

					<description><![CDATA[Setiap orang berharap untuk bisa meningkatkan rasa tanggung jawab anak. Marilah kita melakukan hal yang sama. Hal ini adalah suatu yang penting untuk kebaikan di masa depan. Maka marilah kita bantu anak-anak untuk menjadi bertanggung jawab dengan melakukan beberapa langkah berikut: 1.  Berilah tugas kepada anak anda apa yang mereka mampu. Dan tanyakanlah kepada mereka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang berharap untuk bisa meningkatkan rasa tanggung jawab anak. Marilah kita melakukan hal yang sama. Hal ini adalah suatu yang penting untuk kebaikan di masa depan.</p>
<p><strong>Maka marilah kita bantu anak-anak untuk menjadi bertanggung jawab dengan melakukan beberapa langkah berikut:</strong></p>
<p>1.  Berilah tugas kepada anak anda apa yang mereka mampu. Dan tanyakanlah kepada mereka hasil apa yang ingin mereka raih dalam tugas itu. Hal ini akan mendorong mereka mencapai apa yang memang mereka inginkan sendiri tanpa paksaan.2.    berilah anak kebebasan dalam melakukan tugas itu. Hal ini akan memberikan kepada anak kesempatan mempelajari dunia nyata. Jika anak anda belajar tentang kehidupan sekarang ketika masih berumur 6 tahun, maka hal itu merupakan langkah tepat dari pada mengajari mereka tatkala sudah berusia 16 tahun.</p>
<p>3.    didiklah mereka dengan empati dan konsekuen. Pergunakanlah empati terlebih dahulu sebelum mengajari mereka konsekuensi-konsekuensi. Mereka tidak akan bisa mempelajari bagaimana kesalahan mereka buruk bagi mereka jika orang tua marah. Menunjukkan rasa  empati atau rasa duka cita akan membantu anak berpikir lebih tentang pilihan hidup mereka dan keputusan-keputusan.</p>
<p>4.    berilah tugas yang sama kepada anak anda lagi. Hal ini akan membantunya melihat bagaimana orang belajar dari kesalahan mereka.</p>
<p>5.    dalam melakukan hal tersebut semua, pastikan anda tetap dalam kondisi mengayomi mereka dan jangan sekali-kali menggunakan kekerasan dalam berinteraksi dengan mereka.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fitrilubis.wordpress.com/2011/02/25/meningkatkan-rasa-tanggung-jawab-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1c82f559dbfed3d59d3e4e58899ec4ebbb52d3736636bf34536b835128bf245d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Ffitrilubis.wordpress.com%2Fwp-content%2Fthemes%2Fpub%2Finuit-types%2Fimages%2Fgravatar.png&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundaash</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
