<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845</id><updated>2026-03-30T14:39:08.972-07:00</updated><category term="Ahmadiyah"/><category term="Islam"/><category term="Khutbah Jumat"/><category term="Opini"/><category term="Berita pilihan"/><category term="Sifat Allah"/><category term="my review"/><category term="negeri ku"/><category term="Bencana"/><category term="Ajaran Islam"/><category term="Miscelinous"/><category term="akidah"/><category term="Pernyataan"/><category term="Doa"/><category term="Tips"/><category term="Kesehatan"/><category term="My Hobbies"/><category term="Hakikat"/><category term="Konspirasi"/><category term="My Mind"/><category term="Palestina"/><category term="Tutorial"/><category term="pluralisme"/><category term="rasulullah"/><category term="toleransi"/><category term="Ekonomi Islam"/><category term="Gempa Bumi"/><category term="PKS"/><category term="Pornografi"/><category term="hikmah"/><category term="info sehat"/><category term="kenabian"/><category term="ramadhan"/><category term="sabda nabi"/><category term="skb"/><category term="Azab ilahi"/><category term="Konsitusi"/><category term="Pemilu 2009"/><category term="Perbandingan Agama"/><category term="Terorisme"/><category term="alquran"/><category term="blogger"/><category term="cikeusik"/><category term="homeopathy"/><category term="nabi palsu"/><category term="Download"/><category term="Eid Mubarak"/><category term="GusNuril"/><category term="Gusdur"/><category term="Habib Al-Musawwa"/><category term="Israel"/><category term="KewafatanIsa"/><category term="Kisah Islami"/><category term="Koalisi"/><category term="Label cloud"/><category term="Management"/><category term="Manislor"/><category term="Mario Teguh"/><category term="Miyabi"/><category term="PBNU"/><category term="Pakistan"/><category term="Politik"/><category term="SBY"/><category term="Sumpah Pemuda"/><category term="Tawadlu"/><category term="Wahyu"/><category term="Yahudi"/><category term="Yogya"/><category term="akses internet"/><category term="al-quran"/><category term="asia bibi"/><category term="ciri-ciri azab"/><category term="depag"/><category term="dialog"/><category term="excel 2007"/><category term="fluralisme"/><category term="haji"/><category term="hijab"/><category term="hukuman"/><category term="internet murah"/><category term="intoleransi"/><category term="jilbab"/><category term="komputer"/><category term="korupsi"/><category term="manifesto"/><category term="pardah"/><category term="perda"/><category term="press release"/><category term="refleksi"/><category term="sesat"/><category term="ummah"/><category term="unlimited"/><title type='text'>Jalan Pemikiran Islami</title><subtitle type='html'>Place of Islamic true teaching; articles, news, ways of life. &#xa;&#xa;Kumpulan artikel keislaman yang sejati yang membawa kita pada jalan pemikiran yang lebih islami.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>203</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-633577004794483303</id><published>2017-03-26T18:28:00.001-07:00</published><updated>2019-03-20T20:28:10.333-07:00</updated><title type='text'>SUBHAANALLAH!! MATAHARI ISLAM SEGERA TERBIT DARI BARAT! </title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Kanselir Angela Merkel mengatakan bahwa Jerman telah gagal untuk memahami bagaimana imigran Muslim telah mengubah negara mereka dan harus menerima kenyataan jumlah masjid lebih banyak dari gereja di seluruh negeri, menurut harian Frankfurter Allgemeine Zeitung.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&quot;Negara kita akan terus berubah, dan integrasi (proses pembauran) juga merupakan tugas bagi masyarakat dalam menghadapi imigran,&quot; kata Ms. Merkel dalam surat kabar harian. &quot;Selama bertahun-tahun kita telah menipu diri sendiri tentang ini. Masjid, misalnya, akan menjadi bagian lebih menonjol dari kota-kota kita daripada sebelumnya. &quot;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Jerman, dengan penduduk 4-5 juta Muslim, dalam beberapa pekan terakhir telah terbagi dalam perdebatan atas pernyataan oleh Bundesbank Thilo Sarrazin, yang berpendapat bahwa imigran Turki dan Arab telah gagal untuk membaur dan telah membanjiri Jerman dengan angka kelahiran yang sangat tinggi.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Pernyataan Kanselir mewakili pengakuan resmi pertama bahwa Jerman, seperti negara-negara Eropa lainnya, ditakdirkan untuk menjadi benteng Islam. Dia telah mengakui bahwa negara akan segera menjadi benteng.&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Di Perancis, 30% dari anak usia 20 tahun ke bawah adalah Muslim. Rasio di Paris dan Marseille telah melonjak 45%. Di Perancis selatan, jumlah masjid lebih banyak dari gereja.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Situasi di Britania Raya tidak jauh berbeda. Dalam 30 tahun terakhir, populasi Muslim di sana telah naik dari 82.000 menjadi 2,5 juta. Saat ini, ada lebih dari 1000 masjid di seluruh Inggris - - banyak yang dikonversi dari gereja.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Di Belgia, 50% dari bayi yang baru lahir adalah Muslim dan dilaporkan penduduk Islamnya lebih dari sekitar 25%. Sebuah statistik yang sama berlaku untuk Belanda.&lt;br /&gt;
Cerita yang sama juga di Rusia di mana satu dari lima penduduk adalah Muslim.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Muammar Gaddafi pernah menyatakan bahwa &quot;Ada tanda-tanda bahwa Allah akan memberikan kemenangan kepada Islam di Eropa tanpa pedang, tanpa senjata, tanpa penaklukan. Kita tidak perlu teroris; kita tidak perlu pelaku bom bunuh. 50 juta Muslim lebih (di Eropa) akan mengubahnya menjadi benua Muslim dalam beberapa dekade. &quot;&lt;br /&gt;
Angka-angka [statistik] telah mendukungnya.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Sumber :&lt;br /&gt;
http://spinzon.com/muslim-immigration-has-transformed-their-countr/&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/633577004794483303/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2017/03/subhaanallah-matahari-islam-segera_26.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/633577004794483303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/633577004794483303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2017/03/subhaanallah-matahari-islam-segera_26.html' title='SUBHAANALLAH!! MATAHARI ISLAM SEGERA TERBIT DARI BARAT! '/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-1054663478883010989</id><published>2017-03-26T18:14:00.001-07:00</published><updated>2019-08-05T09:07:54.889-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="asia bibi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="intoleransi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pakistan"/><title type='text'>Mobilisasi Kebencian</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Salman Taseer adalah bekas gubenur propinsi Punjab di Pakistan. Dia diangkat menjadi gubernur tahun 2008. Dia dibunuh tahun 2011. Penyebabnya adalah karena dia menentang hukum penistaan agama yang amat keras di Pakistan. Penentangan itu dia ucapkan dalam satu talk-show di TV lokal. &lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Kasus penistaan agama ini bermula dari hal yang sangat sehari-hari. Adalah sekelompok perempuan desa sedang memanen bersama. Salah satu dari perempuan itu adalah Aasiya Noreen atau yang kemudian lebih dikenal dengan nama Asia Bibi. Kebetulan pula, perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan suaminya buruh pembuat batu bata ini, beragama Kristen (Katolik). Sebagaimana umumnya kaum Kristen di Pakistan dan Asia Selatan, mereka berasal dari kelas dan kasta terendah. &lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Kejadiannya berawal dari sesuatu yang sangat sepele. Bibi minum dari gelas yang sama dengan perempuan-perempuan lain yang Muslim. Terjadilah percekcokan karena mereka yang Muslim menganggap Bibi yang bukan Muslim itu kotor, sehingga tidak boleh minum dari gelas yang sama dengan mereka. Hingga disinilah muncul percekcokan, dan itu berubah menjadi soal agama. Dalam adu mulut Bibi dituduh mengatakan sesuatu yang menghina Nabi. Otomatis, ini adalah soal penghinaan dan penistaan&amp;nbsp; agama. Di Pakistan, hal yang demikian ini juga berarti surat kematian yang sudah ditandatangani. &lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Kasus ini memancing kemarahan yang meluas di masyarakat Pakistan. Provokasi terjadi dimana-mana. Mereka yang merasa saleh merasa terhina kesalehannya. Mereka yang taat pada Tuhan, yang sesungguhnya menganjurkan untuk tidak boleh membunuh, justru merasa perlu untuk membunuh. Demi membela Tuhan! &lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Bibi pun diadili. Seperti kehendak masyarakat luas, pengadilan pun menghukum mati dirinya karena melakukan penistaan terhadap agama. &lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Kekerasan pun meledak dimana-mana. Seorang menteri untuk urusan minoritas yang kebetulah beragama Kristen, Shahbaz Bhatti, dibunuh. Demikian juga Salman Taseer. Gubernur Punjab ini mengajukan petisi agar Asia Bibi dibebaskan. &lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Taseer dibunuh ketika dalam perjalanan keluar makan siang bersama temannya. Pembunuhnya adalah pengawalnya sendiri, Malik Mumtaz Qadri, yang menghujani dia dengan 27 kali tembakan memakai AK-47. &lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Proses pengadilan Malik Mumtaz Qadri pun berbelit. Dia lama tidak ditahan. Namun akhirnya pengadian memutuskan dia dihukum mati. Pada tanggal 29 Pebruari kemarin, Malik Mumtaz Qadri akhirnya menjalani hukuman mati. &lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Reaksi publik Pakistan sangat mengejutkan. Ratusan ribu orang turun ke jalan untuk mengiringi pemakaman Malik Mumtaz Qadri. &lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Aatish Taseer, putra salman Taseer, kemudian menulis sebuah esei di New York Times tentang pemakaman pembunuh ayahnya itu. Ini adalah salah satu prosesi kematian paling besar di Pakistan setelah Benazir Bhutto dan si Bapak Pakistan, Muhammad Ali Jinah. &lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Sekaligus ini mungkin adalah prosesi kematian terbesar untuk seorang pembunuh. Orang-orang ini, demikian keluh Aatish Taseer, &quot;terdorong bukan oleh cinta mereka kepada yang mati namun kebencian mereka kepada yang dibunuh.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Disini kita melihat sebuah kasus dimana negara berusaha tegak dengan akal sehatnya, yakni menghukum mati dia yang membunuh. Namun, sebagina masyarakat Pakistan memiliki kehendak lain. Untuk mereka, hukum haruslah mendukung kebencian mereka. Inilah yang mereka pertunjukkan dengan mobilisasi kebencian besar-besaran. &lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Haruskah kita bersyukur bahwa hal seperti ini tidak terjadi di Indonesia? Hei, siapa bilang tidak terjadi? Seperti di Pakistan, di sini pun kita melihat para politisi -- termasuk politisi yang berjubah agamawan -- sibuk memobilisasi kebencian. Kita terluka ketika kita diberitahu oleh para politisi itu bahwa agama kita dinistakan. Kita marah dan menumpahkan amarah itu menjadi kebencian yang teramat sangat. &lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Namun kita lupa bahwa ada yang berpesta pora dengan kemarahan dan kebencian kita itu!&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
http://www.nytimes.com/2016/03/13/opinion/sunday/my-fathers-killers-funeral.html?action=click&amp;amp;pgtype=Homepage&amp;amp;clickSource=story-heading&amp;amp;module=opinion-c-col-right-region&amp;amp;region=opinion-c-col-right-region&amp;amp;WT.nav=opinion-c-col-right-region &lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Tulisan ini telah diposting sebelumnya pada 12 Maret 2016. Dimuat kembali dengan editing seperlunya untuk menyesuaikan dengan konteks kekinian.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Photo: &lt;u&gt;Reuters&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/1054663478883010989/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2017/03/mobilisasi-kebencian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/1054663478883010989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/1054663478883010989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2017/03/mobilisasi-kebencian.html' title='Mobilisasi Kebencian'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-1387023291013562443</id><published>2017-02-11T17:16:00.000-08:00</published><updated>2017-02-11T17:43:56.690-08:00</updated><title type='text'>DAFTAR PONDOK PESANTREN DI MADURA</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Berikut ini daftar Ponpes di Madura. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;iframe frameborder=&quot;no&quot; height=&quot;300&quot; scrolling=&quot;yes&quot; src=&quot;https://fusiontables.google.com/embedviz?viz=GVIZ&amp;amp;t=TABLE&amp;amp;q=select+col1%2C+col2%2C+col3%2C+col4%2C+col5%2C+col6%2C+col7%2C+col8%2C+col9%2C+col10%2C+col11+from+1VxZPVy_vzCwnBwpj1Utgre_ORG0fpIDHyKKBrN6A+where+col5+in+(&#39;Bangkalan&#39;%2C+&#39;Pamekasan&#39;%2C+&#39;Sumenep&#39;%2C+&#39;Probolinggo&#39;%2C+&#39;Sampang&#39;)&amp;amp;containerId=googft-gviz-canvas&quot; width=&quot;500&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;span class=&quot;clipped IXALOF-z-b IXALOF-z-a&quot;&gt;Data Pondok Pesantren Kemenag Jawa Timur &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;clipped IXALOF-z-b IXALOF-z-a&quot;&gt;PDT 2015 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/1387023291013562443/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2017/02/daftar-pondok-pesantren-di-madura.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/1387023291013562443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/1387023291013562443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2017/02/daftar-pondok-pesantren-di-madura.html' title='DAFTAR PONDOK PESANTREN DI MADURA'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-5219623523540782242</id><published>2016-10-26T21:24:00.000-07:00</published><updated>2019-03-20T20:24:05.314-07:00</updated><title type='text'>MENGAPA SAYA PERCAYA KEPADA ISLAM?</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Oleh: Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad ra&lt;br /&gt;
Penerjemah: M. A. Suryawan&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Saya diminta untuk menyatakan mengapa saya percaya agama Islam. Ketika pertanyaan ini ditanyakan pada diri saya sendiri, jawaban yang ada adalah, untuk alasan yang sama mengapa saya percaya pada hal-hal lainnya, sebab itu semua adalah kebenaran. Jawaban yang lebih rinci menurut pendapat saya adalah doktrin utama dari semua agama adalah keberadaan Tuhan dan hubungan manusia dengan Dia, jadi agama yang sejati adalah yang dapat mewujudkan suatu hubungan hakiki antara Tuhan dengan manusia, dan adanya kebenaran atas suatu keyakinan adalah benar-benar merupakan suatu alasan yang berharga untuk mempercayai kebenaran.&lt;br /&gt;
Islam menyatakan bahwa Pencipta alam semesta ini adalah Tuhan yang hidup dan Dia menyatakan diri-Nya kepada makhluk-Nya pada zaman ini dengan cara yang sama sebagaimana Dia telah menyatakan diri-Nya di masa lalu. Pernyataan ini dapat diuji dengan dua cara. Tuhan memanifestasikan tanda-tanda-Nya secara langsung kepada orang yang mencari diri-Nya, atau orang yang mencari-Nya mungkin dapat mempercayai Tuhan dengan mempelajari kehidupan seseorang di mana Tuhan telah menyatakan diri-Nya kepadanya. Atas karunia Tuhan, saya menjadi salah satu dari orang-orang yang kepada mereka Tuhan menyatakan diri-Nya di banyak peristiwa dengan suatu cara yang menakjubkan. Saya tidak lagi memerlukan alasan untuk mempercayai kebenaran Islam dibandingkan dengan kebenaran yang telah saya alami dalam diri saya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Untuk kepentingan orang-orang yang tidak memiliki pengalaman yang sama seperti saya, bagaimanapun juga, akan saya berikan tambahan dari pengalaman saya yang menjadi sebab kepercayaan saya kepada Islam.&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;PERTAMA&lt;/b&gt;, saya percaya Islam karena Islam tidak memaksa saya untuk menerima semua hal yang disebut otoritas agama semata, tetapi Islam dilengkapi dengan argumentasi yang meyakinkan untuk mendukung doktrin-doktrinnya. Keberadaan Tuhan serta perwujudan sifat-sifat-Nya, malaikat-malaikat-Nya, shalat serta pengaruhnya, ketentuan-ketentuan Ilahi dan ruang lingkupnya, ibadah dan perlunya ibadah, Hukum Ilahi dan manfaatnya, wahyu dan pentingnya wahyu, kebangkitan dan kehidupan setelah mati, surga dan neraka &amp;amp;#8211; berkenaan dengan semua hal itu, Islam telah memberikan penjelasan rinci dan telah menampilkan kebenarannya dengan argumentasi yang kuat demi kepuasan ruhani manusia.&lt;br /&gt;
Islam tidak hanya memberikan keyakinan kepada saya, tapi juga memuaskan intelektualitas saya dengan pengetahuan yang pasti untuk mengakui perlunya agama.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;KEDUA&lt;/b&gt;, saya mempercayai Islam karena Islam tidak didasarkan pada pengalaman orang-orang yang telah wafat, melainkan Islam mengundang setiap orang kepada pengalamannya sendiri sebagaimana yang Islam ajarkan dan janjikan. Islam menyatakan bahwa setiap kebenaran dapat, dalam beberapa cara atau dengan cara lainnya, diuji di dunia ini, dan oleh sebab itu senantiasa memuaskan alasan saya.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;KETIGA&lt;/b&gt;, saya mempercayai Islam karena Islam mengajarkan bahwa tidak ada pertentangan antara firman Tuhan dan pekerjaan (sunnah) Tuhan, dan Islam selanjutnya menyelesaikan pertentangan yang diduga ada di antara ilmu pengetahuan dan agama. Islam tidak meminta saya untuk mengabaikan hukum-hukum alam serta mempercayai hal-hal yang bertentangan dengan hukum alam. Kebalikannya, Islam mendesak saya untuk mempelajari hukum-hukum alam dan mengambil manfaat darinya. Islam mengajarkan saya bahwa sebagaimana adanya wahyu yang datang dari Tuhan Sang Pencipta alam semesta, di sana tidak terdapat pertentangan antara apa yang Dia kerjakan dengan apa yang Dia firmankan. Islam mengajak saya untuk mengerti kalam-Nya untuk memahami pekerjaan-Nya, dengan menyadari arti sunnah-Nya untuk mempelajari kalam-Nya dengan demikian dapat memuaskan hasrat intelektual saya.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;KEEMPAT&lt;/b&gt;, saya mempercayai Islam karena Islam tidak mencoba untuk menghilangkan keinginan alami saya melainkan mengajak keinginan itu pada jalur yang benar. Islam tidak membuat saya menjadi sebuah batu karena meninggalkan keinginan-keinginan itu dengan bebas tanpa kendali sehingga menjadikan saya seperti seekor binatang, namun seperti halnya pakar irigasi yang memanfaatkan air yang tak terkendali menjadi mengalir pada saluran irigasi sehingga membawa kesuburan pada tanah yang gersang, demikian pula dengan Islam merubah keinginan-keinginan alami saya menjadi terkendali dengan baik dan menuntun saya kepada kualitas moral yang tinggi. &lt;br /&gt;
Islam tidak mengatakan kepada saya bahwa: Tuhan telah memberi kamu hati yang penuh cinta tetapi melarang kamu memilih teman hidup, atau Dia telah memberkati kamu dengan cita rasa dan kemampuan menghargai makanan yang baik, namun melarang kamu untuk memakan makanan itu. Sebaliknya, Islam mengajarkan saya untuk mencintai dengan cara yang layak dan alami yang dapat menjamin secara terus-menerus semua amal perbuatan saya melalui keturunan saya. Islam membolehkan saya menggunakan makanan yang baik dalam batas-batas yang wajar, agar tidak makan berlebihan dan membuat tetangga saya kelaparan. Dengan merubah keinginan alamiah saya kepada kualitas moral yang tinggi, Islam memuaskan sifat kemanusiaan saya. &lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;KELIMA&lt;/b&gt;, saya mempercayai Islam karena Islam telah memperlakukan dengan adil dan kasih sayang tidak hanya kepada saya tetapi juga kepada seluruh dunia. Islam tidak mengajarkan saya untuk melepaskan kewajiban-kewajiban saya kepada diri saya sendiri, tapi menuntut saya untuk berlaku adil kepada setiap orang dan hal-hal lainnya, dan Islam telah melengkapi saya dengan petunjuk yang tepat untuk tujuan ini.&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, Islam menarik perhatian kepada hak dan kewajiban orang tua sehingga anak berterima kasih kepada orang tuanya. Islam mengingatkan anak-anak agar berperilaku taat dan lemah lembut kepada orang tua, dan membuat seseorang menerima warisan dari pendahulunya. Dengan kata lain, Islam memerintahkan orang tua agar mencintai dan menyayangi anak-anak dan Islam membebankan tanggung jawab kepada orang tua untuk mendidik anak dengan baik, melatih mereka dengan mutu yang baik serta memelihara kesehatan mereka, dan juga membuat mereka sebagai penerus dari orang tua.&lt;br /&gt;
Dengan cara yang sama, Islam menuntut hubungan yang terbaik antara suami-istri dan meminta mereka untuk mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan masing-masing dan mereka harus berlaku penuh kasih sayang. Hal ini secara indah dikatakan oleh Nabi Suci Islam:&lt;br /&gt;
&amp;amp;#8220;Seseorang yang memperlakukan istrinya dengan buruk pada siang hari dan mencintainya di malam hari, sangat bertentangan dengan keindahan sifat manusia.&amp;amp;#8221;&lt;br /&gt;
Beliau bersabda: &lt;br /&gt;
&amp;amp;#8220;Yang terbaik dari kamu adalah yang memperlakukan istrinya dengan baik.&amp;amp;#8221;&lt;br /&gt;
Lagi, beliau bersabda:&lt;br /&gt;
&amp;amp;#8220;Perempuan itu rapuh, seperti gelas dan laki-laki seharusnya memperlakukan perempuan dengan halus dan lembut, sebagaimana mereka memperlakukani barang yang terbuat dari gelas.&amp;amp;#8221;&lt;br /&gt;
Islam telah menekankan pentingnya pendidikan bagi anak-anak perempuan. &lt;br /&gt;
Nabi s.a.w. bersabda: &amp;amp;#8220;Seseorang yang mendidik anak perempuannya dengan baik dan memberikan pelatihan dan pendidikan yang baik, dengan demikian dapat meraih surga.&amp;amp;#8221;&lt;br /&gt;
Islam telah membuat anak laki-laki dan perempuan sebagai pewaris/penerus dari orang tua mereka.&lt;br /&gt;
Selanjutnya, Islam telah meletakkan ketentuan-ketentuan yang wajar sebagai pedoman bagi para penguasa dan hal-hal yang dipimpinnya. Islam mengatakan kepada para penguasa bahwa kewenangan yang ada pada mereka bukanlah milik pribadi melainkan suatu amanah dan mereka wajib melaksakanan amanah itu dengan sebenar-benarnya, selayaknya orang-orang yang jujur dan tulus, dan mereka menjalankan pemerintahan melalui musyawarah dengan rakyat. Islam mengatakan kepada rakyat bahwa kemampuan untuk memilih para pemimpin kamu merupakan anugerah Tuhan yang diberikan kepada kamu, dan kamu harus berhati-hati menginvestasikannya hanya kepada orang-orang yang layak diberikan wewenang untuk memerintah dan ketika wewenang diberikan kepada mereka, kamu sayogyanya memberikan kerjasama sepenuhnya dan tidak melakukan perlawanan dengan mereka, jika kamu (tidak bekerja sama dan melakukan perlawanan) berarti kamu sedang berusaha menghancurkan apa yang telah kamu bangun dengan tangan kamu sendiri.&lt;br /&gt;
Islam juga telah mengatur hak-hak dan kewajiban-kewajiban dari pemberi kerja dan pekerja. Islam mengatakan kepada pemberi kerja: kamu harus memberikan upahnya sebelum keringatnya kering dari badan dan tidak memandang rendah orang-orang yang bekerja dengan kamu, mereka adalah saudaramu yang mana perlindungan kepada mereka dipercayakan oleh Tuhan kepada kamu dan mereka adalah penyokong kesejahteraan kamu. Oleh sebab itu janganlah kamu berbuat bodoh untuk merusak apa yang merupakan penyangga dan landasan kekuatan kamu. Islam mengatakan kepada pekerja: Ketika kamu sedang disibukkan untuk menyelesaikan pekerjaan bagi seseorang, kamu harus melaksanakan kewajibanmu dengan jujur, penuh perhatian dan ketekunan.&lt;br /&gt;
Islam mengatakan bahwa barang siapa yang dianugerahkan kekuatan dan kesehatan jasmani, mereka tidak diperkenankan menindas yang lemah, juga tidak boleh merendahkan orang-orang yang menderita cacat jasmani, kepada mereka ini seharusnya menimbulkan rasa kasihan ketimbang merendahkannya.&lt;br /&gt;
Islam mengatakan kepada orang kaya: Kamu dituntut untuk memelihara orang miskin dan kamu harus menyisihkan &amp;amp;#188; dari apa yang kamu timbun/miliki setiap tahun sehingga dapat digunakan untuk membebaskan kemiskinan dan kemelaratan dan untuk meningkatkan kemajuan ruhani bagi orang yang kehilangan arti dari (pentingnya) kemajuan ruhani. Islam mengajarkan mereka untuk tidak menarik bunga ketika meminjamkan uang kepada orang miskin, namun bantulah mereka dengan pemberian cuma-cuma dan pinjaman bebas bunga, bolehlah dikatakan bahwa kekayaan yang diberikan kepada seseorang bukanlah untuk menghabiskan hidupnya dalam kemewahan dan kehidupan yang tidak karuan, melainkan ia seyogyanya menggunakan kekayaan itu bagi kemaslahatan umat manusia sehingga ia layak mendapatkan ganjaran yang terbaik di dunia ini dan di akhirat nanti.&lt;br /&gt;
Sebaliknya, Islam mengajarkan orang miskin agar jangan iri hati dan merindukan apa yang telah didapatkan oleh orang lain, perasaan-perasaan seperti ini secara bertahap dapat menenggelamkan hati seseorang untuk meningkatkan kualitas ruhani yang baik yang telah dianugerahi kepadanya, supaya dapat menghilangkan perasaan tersebut, orang miskin dituntut untuk mencurahkan perhatian agar dapat mengembangkan bakat-bakat yang telah dianugerahkan Tuhan kepada mereka, sehingga mereka dapat terus maju seiring dengan sifat kedermawanannya. Islam mengarahkan pemerintahan untuk menyediakan fasilitas bagi kaum miskin yang ada dalam masyarakat dan Islam tidak mengijinkan semua kekayaan dan kekuasaan terkumpul dalam beberapa gelintir orang saja.&lt;br /&gt;
Islam mengingatkan adanya leluhur mereka yang telah meraih martabat serta kehormatan karena upaya-upaya mulia mereka, mengingatkan mereka bahwa tugas mereka juga untuk memelihara martabat dan kehormatan mereka dengan jerih payah yang mulia, dan Islam memperingatkan mereka agar jangan memandang rendah orang lain yang tidak mendapatkan karunia dengan cara yang sama seperti mereka karena Tuhan telah menciptakan semua manusia sama. Islam mengingatkan bahwa Tuhan telah menganugerahkan kehormatan ini kepada mereka dan juga Tuhan dapat memberikan anugerah yang lebih besar kepada orang lain, dan jika mereka menyalah-gunakan kedudukan serta menganiaya orang lain yang tidak mendapatkan karunia yang sama dengan mereka, maka mereka telah meletakkan landasan yang sama bagi masa depan mereka yakni orang yang dianiaya akan menganiaya mereka. Oleh sebab itu janganlah mereka berbangga hati dengan kebesaran yang dimiliki, namun ambillah kebanggaan dengan menolong orang lain agar menjadi lebih baik, kebesaran yang sejati hanya dimiliki oleh orang yang mengangkat derajat saudaranya dari tingkat rendah menjadi lebih tinggi.&lt;br /&gt;
Islam mengajarkan bahwa suatu negara/negara bagian tidak boleh menyerang negara/negara bagian lain, melainkan mereka harus bekerja sama satu dengan lainnya untuk tujuan dan demi kepentingan seluruh umat manusia. Islam melarang beberapa negara/negara bagian/orang saling bersekutu untuk bersekongkol melawan negara/negara bagian/orang lainnya. Sebaliknya, Islam mengajarkan mereka agar saling mengikat perjanjian antara satu dengan lainnya untuk mencegah saling agresi diantara mereka dan mereka harus saling bekerja sama untuk memajukan keterbelakangan yang ada.&lt;br /&gt;
Singkatnya, saya temukan bahwa Islam menyediakan suasana nyaman dan damai bagi saya serta semua orang yang ingin menempuh jalan yang ditentukan oleh Islam. Siapa pun &amp;amp;#8211; apa pun &amp;amp;#8211; di mana pun mereka, dalam kedudukan apa pun saya tempatkan diri saya, saya temukan bahwa Islam sama berguna dan bermanfaatnya bagi saya dan yang saya miliki: untuk para tetangga saya, untuk orang-orang yang tidak saya kenal atau yang tidak pernah saya dengar tentang mereka, bagi laki-laki dan perempuan, untuk tua dan muda, untuk pemberi kerja dan pekerja, untuk yang kaya dan miskin, untuk negara besar dan kecil, bagi masyarakat internasional maupun nasional, dan Islam membuat hubungan yang pasti dan meyakinkan antara saya dengan Sang Pencipta.&lt;br /&gt;
Saya percaya kepada semua yang ada dalam Islam dan bagaimanakah saya dapat meninggalkannya dan menerima sesuatu yang lain yang menggantikan Islam?&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;i&gt;*&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Penulis&lt;/i&gt;&lt;i&gt; adalah &lt;/i&gt;&lt;i&gt;pemimpin&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;gerakan&lt;/i&gt;&lt;i&gt; Islam &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Ahmadiyah&lt;/i&gt;&lt;i&gt; (&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Khalifah&lt;/i&gt;&lt;i&gt;) yang &lt;/i&gt;&lt;i&gt;kedua&lt;/i&gt;&lt;i&gt; yang &lt;/i&gt;&lt;i&gt;menyebarkan&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;dakwah&lt;/i&gt;&lt;i&gt; islam &lt;/i&gt;&lt;i&gt;sampai&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;ke&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;negara-negara di &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Benua&lt;/i&gt;&lt;i&gt; Amer&lt;/i&gt;&lt;i&gt;ika&lt;/i&gt;&lt;i&gt; dan &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Eropa&lt;/i&gt;&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Saat&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;ini&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;gerakan&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;jamaah&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Ahmadiyah&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;telah&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;tersebar&lt;/i&gt;&lt;i&gt; di &lt;/i&gt;&lt;i&gt;sekitar&lt;/i&gt;&lt;i&gt; 230 negara di dunia, &lt;/i&gt;&lt;i&gt;dengan&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;pengikut&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;u&gt;&lt;i&gt;tidak&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;kurang&lt;/i&gt;&lt;i&gt; dari &lt;/i&gt;&lt;i&gt;puluhan&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;juta&lt;/i&gt;&lt;i&gt; dan &lt;/i&gt;&lt;i&gt;dipimpin&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;oleh&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Khalifah&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;nya&lt;/i&gt;&lt;i&gt; yang &lt;/i&gt;&lt;i&gt;ke&lt;/i&gt;&lt;i&gt;-5.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/5219623523540782242/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2016/10/mengapa-saya-percaya-kepada-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/5219623523540782242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/5219623523540782242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2016/10/mengapa-saya-percaya-kepada-islam.html' title='MENGAPA SAYA PERCAYA KEPADA ISLAM?'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-3814686164213579437</id><published>2016-10-26T14:51:00.001-07:00</published><updated>2019-08-06T01:02:38.814-07:00</updated><title type='text'>Ini Problem Kenegaraan </title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
oleh Firmansyah&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
*Sebuah reportase hasil diskusi mengenai Penolakan Pencatatan Pernikahan oleh KUA atas warga Ahmadiyah di Tasikmalaya. &lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
==========&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Kami berangkat menghadiri undangan Focus Group Discussion (FGD). Mln Aang, Nanang, Doni, Diyana, Dedem dan saya, menunggangi Terios silver. Dede dan istri berboncengan. Yuda sendirian. Naik motor. Ia pengantin baru. Permohonan pencatatan nikahnya, ditolak KUA Cihideung. Tiba di kantor Peradi sekira pukul 13an WIB. Sebelum masuk, bertemu Dadang. Ia (sedang) memarkir Terios putih. Total 10 orang dari Ahmadiyah.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Di ruang depan kantor, ada 2 orang staff. Suara beberapa orang, terdengar dari ruang dalam. Kami langsung duduk. Nonton tv. Suguhan kue datang10an menit kemudian. Tak lama, Aminudin (Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya) tiba. Menyusul, Atang dari LKAHAM. Duduk. Persis, sebelah kanan saya. Kami berbincang. Say hello.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Moderator membuka diskusi. Sekira pukul 14an WIB. Setelah Andi tiba. Ia sekretaris DPC Peradi Kota Tasikmalaya. &quot;Solusi Hambatan Pernikahan Jema&#39;at Ahmadiyah Indonesia. Jadi tema. FGD kali ini.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Saya sempat khawatir. Pejabat-pejabat terkait tak menghadiri FGD. Ini sudah mulai. Baru ada wakil MUI.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Sekira 5an menit berjalan, Fauz Noor, dari Lakpesdam NU, juga hadir. Bergabung. Ikut berdiskusi.&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Kasi Bimas Kemenag Kota Tasikmalaya tiba, sekira 15an menit kemudian. Disusul Kasi Bimas Kemenag Kab. Tasikmalaya, sekira 30an menit. Rombongan. Bersama Kepala KUA Tenjowaringin, Cigalontang, Singaparna dan Sukaratu.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Fatwa MUI. Pada 1980. Yang ditegaskan (lagi) pada 2005. Ahmadiyah adalah sesat dan menyesatkan. Mulainya dari situ. Para pejabat Kemenag. KUA. Dilematis. Terjadi konflik batin. Gamang. Di lapangan. Ini soal rasa. Identitas bicara. Penghormatan pada ulama (sepuh). Tradisi. Mengakar. Kuat. Ahmadiyah (masih) belum diakui sebagai Islam. Syar&#39;i menyelimuti konstitusi NKRI.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Kasi Bimas Islam Kota Tasikmalaya menyatakan, &quot;Ternyata Fatwa MUI mengikat pada kami....&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Mereka pun (kadang) merasa terhakimi. Dituduh diskriminatif. Pada Ahmadiyah. Ditekan yang lain, saat menikahkan orang Ahmadiyah. Saat ini, SKB 3 Menteri soal Ahmadiyah masih ada. Fatwa MUI pun belum pernah direvisi. Mengemuka. Saya kira, ini hati yang bicara. Prihatin untuk bapak-bapak.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Mln Aang. Memaparkan. Ahmadiyah tak pernah keluar dari rukun Iman dan rukun Islam. Organisai legal. Berbadan hukum.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Di dalam UUD&#39;45 dan UU HAM, sebenarnya (sudah) diatur hak untuk menikah. Artinya tak boleh ada larangan atau paksaan menikah, hanya karena yang bersangkutan itu, Ahmadiyah atau bukan. Sementara, KUA dan PPN termasuk penyelenggara negara. Salah satu tugas KUA adalah menerbitkan dan mencatatkan pernikahan. Jika menolak, itu (sudah) melanggar tugasnya sebagai pejabat publik.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Bagaimana jika penolakan nikah terjadi?&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Ada mekanisme. Calon suami atau wali nikah dapat mengajukan keberatan. Itsbat nikah.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Namun, Andi menyatakan, itsbat itu, dari awal tidak ingin dicatatkan. Sementara JAI, berkehendak dicatat. Namun ditolak. Ia lantas mempertanyakan surat pernyataan keluar dari Ahmadiyah. Apakah itu termasuk dalam pasal 5, PMA No. 2?&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Praktiknya, terkadang permohonan keberatan tentang kehendak nikah tidak dapat diproses. Pengadilan agama. Alasannya, tak ada formnya.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Pada dasarnya, regulasi sama. Fatwa MUI pun sama. Kenapa eksekusinya berbeda?&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Seharusnya, negara melakukan eksekusi terhadap regulasi yang ada. Namun, tampak (sekali) negara tebang pilih. Pada kasus Ahmadiyah. Mereka disergap catatan. Tendensi (motif) apa yang dilakukan pencatat nikah?&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Saya kira, aspek kedewasaan masyarakat dalam keberagaman, (sangat) berpengaruh. Mau menerima perbedaan. Hidup dalam bingkai NKRI. Mengamalkan. Bhinneka Tunggal Ika.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Ini problem kenegaraan.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Nagarawangi, 261016&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/3814686164213579437/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2016/10/ini-problem-kenegaraan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/3814686164213579437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/3814686164213579437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2016/10/ini-problem-kenegaraan.html' title='Ini Problem Kenegaraan '/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-4097989136827172156</id><published>2016-10-13T01:50:00.001-07:00</published><updated>2016-10-13T01:51:08.310-07:00</updated><title type='text'>KEBESARAN HATI</title><content type='html'>&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Ada seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang menghadapi masalah.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Pak tua bijak hanya mendengar dgn seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu mengambil segelas air.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Ditaburkanlah serbuk pahit itu ke dlm gelas and diaduk perlahan, Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya?&amp;#160; Ujar pak tua&lt;br&gt;
&quot;&lt;i&gt;Pahit&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;sekali&lt;/i&gt;&lt;i&gt;.....&lt;/i&gt;&quot; Jawab pemuda itu&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Pak tua itu tersenyum, mengajak pemuda itu utk berjalan ke tepi danau di belakang rumahnya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Mereka berjalan berdampingan dan akhirnya sampailah mereka berdua ke tepi danau yg tenang itu. Sesampai disana, pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke danau itu dan dgn sepotong kayu ia mengaduknya,&amp;#160; Coba ambir air dari danau itu dan minumlah&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Saat si pemuda mereguk air itu, pak tua bertanya lag,&amp;#160; Bagaimana rasanya...? &lt;br&gt;
&quot;&lt;i&gt;Segar&lt;/i&gt;....&quot; Sahut si pemuda....&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;&quot;&lt;i&gt;Apakah kamu merasakan pahit di dlm air itu?&lt;/i&gt;&quot; Tanya pak tua itu&lt;br&gt;
&quot;&lt;i&gt;Tidak&lt;/i&gt;....&quot; Sahut pemuda itu.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Pak tua itu tertawa sambil berkata :&lt;i&gt; &quot;Anak muda...&quot;Dengarkan baik2, pahitnya kehidupan sama seperti segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnya pun &lt;/i&gt;&lt;i&gt;sama&lt;/i&gt;&lt;i&gt; dan &lt;/i&gt;&lt;i&gt;memang&lt;/i&gt;&lt;i&gt; akan &lt;/i&gt;&lt;i&gt;tetap&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;sama&lt;/i&gt;&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Tapi&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;INGAT&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;..&quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yg kita miliki.&quot;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Jadi saat kita merasakan kepahitan dan kegagalan dlm hidup, hanya ada satu yg kita dapat lakukan :&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;i&gt;_&quot;Luaskan dan perbesar kapasitas hatimu utk menampung setiap kepahitan itu..._&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;i&gt;_&quot;Hati kita adalah wadah itu. Jgn jadikan hati kita seperti gelas, tapi buatlah hati kita seperti danau yg besar dan mampu menampung setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian..._&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;_semangat pagi saudaraku_&lt;/p&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/4097989136827172156/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2016/10/kebesaran-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/4097989136827172156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/4097989136827172156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2016/10/kebesaran-hati.html' title='KEBESARAN HATI'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-8072245030421570496</id><published>2016-10-12T18:22:00.000-07:00</published><updated>2019-08-06T01:07:51.678-07:00</updated><title type='text'>Ada Apa dengan MUI?</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRGhF6vrgTIN48As7OvJrUo7tcM1i6hGbCdHUNxVo9W0CdJcZMdBOJbHldROSuNRpB3QfGfl3XzP0AowKImoEaImTaTBK53P7_GO_9DEu-Kwo3RU_Esjke-J9UDfx89Xapf9EIc0Lx5ds/s2560/%25255BUNSET%25255D.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;223&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRGhF6vrgTIN48As7OvJrUo7tcM1i6hGbCdHUNxVo9W0CdJcZMdBOJbHldROSuNRpB3QfGfl3XzP0AowKImoEaImTaTBK53P7_GO_9DEu-Kwo3RU_Esjke-J9UDfx89Xapf9EIc0Lx5ds/s400/%25255BUNSET%25255D.jpg&quot; style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Penulis: &lt;b&gt;Zuhairi&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Misrawi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu menimbulkan polemik, bahkan melahirkan kemarahan yang bersifat massif di masyarakat. Pasalnya, ungkapan tersebut ditengarai melecehkan al-Qur&#39;an, khususnya surat&amp;nbsp;&lt;b&gt;al&lt;/b&gt;&lt;b&gt;-Maidah &lt;/b&gt;&lt;b&gt;ayat&lt;/b&gt;&lt;b&gt; 51&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;
Dampak dari peristiwa itu, ada yang sudah melaporkan Ahok ke pihak Kepolisian dengan tuduhan &quot;penodaan agama&quot;. Ada yang hendak menggelar aksi demonstrasi besar-besaran mengecam Ahok. Bahkan ada juga yang mengancam secara fisik, seperti yang muncul di laman-laman media sosial. Sungguh mengerikan!&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Ahok sendiri sudah menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud melecehkan al-Qur&#39;an. Ia menegaskan agar dalam Pemilihan Gubernur DKI yang akan datang berjalan&amp;nbsp;&lt;i&gt;fair&lt;/i&gt;, tidak ada politisasi ayat al-Qur&#39;an, khususnya dengan menggunakan&amp;nbsp;&lt;b&gt;al&lt;/b&gt;&lt;b&gt;-Ma&#39;idah &lt;/b&gt;&lt;b&gt;ayat&lt;/b&gt;&lt;b&gt; 51&lt;/b&gt;. Bahkan, Ahok menegaskan jika dirinya tidak dipilih pun tidak masalah.&lt;/div&gt;
Polemik pun makin menggelinjang. Akhirnya, Ahok dengan tulus meminta maaf atas kekhilafannya. Ia meminta agar polemik dihentikan. Apakah permintaan maaf betul-betul mengakhiri polemik?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
Jawabannya pasti tidak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) justru mengeluarkan sikap yang bisa dibilang keras. Bahkan bisa memancing perdebatan yang tidak berakhir dan bisa mempunyai dampak serius. Kenapa demikian?&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Baca selengkapnya &amp;gt;&amp;gt;&lt;a href=&quot;http://geotimes.co.id/ada-apa-dengan-mui/&quot;&gt;disini&lt;/a&gt;&amp;lt;&amp;lt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/8072245030421570496/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2016/10/ada-apa-dengan-mui.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/8072245030421570496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/8072245030421570496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2016/10/ada-apa-dengan-mui.html' title='Ada Apa dengan MUI?'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRGhF6vrgTIN48As7OvJrUo7tcM1i6hGbCdHUNxVo9W0CdJcZMdBOJbHldROSuNRpB3QfGfl3XzP0AowKImoEaImTaTBK53P7_GO_9DEu-Kwo3RU_Esjke-J9UDfx89Xapf9EIc0Lx5ds/s72-c/%25255BUNSET%25255D.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-5514002935860846929</id><published>2016-10-09T15:51:00.001-07:00</published><updated>2016-10-10T07:54:17.515-07:00</updated><title type='text'>15.000 Orang Sambut Kedatangan Pemimpin Ahmadiyah di Kanada</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
TORONTO, SATUHARAPAN.COM - Pemimpin tertinggi Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, mengunjungi Kanada pada hari Senin (3/10) waktu setempat dan diperkirakan 15.000 pengikutnya akan menghadiri sebuah perhelatan yang dirancang untuk menyambutnya.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Masroor Ahmad, menurut laporan thestar.com, akan tiba di Toronto dan disambut oleh Menteri Imigrasi, Pengungsi dan Kewarganegaraan Kanada, John McCallum.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Walaupun di Indonesia Ahmadiyah dianggap kontroversial oleh sementara kalangan, di Kanada ajaran Ahmadiyah dipuji karena pesan-pesan damai yang dibawakannya. Kanada menganggap Ahmadiyah sebagai salah satu sekte dalam agama Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Menurut&amp;nbsp;thestar.com, Ahmadiyah adalah salah satu sekte Islam terbesar yang dipimpin oleh khalifah tunggal, dengan pengikut di seluruh dunia lebih dari 100 juta orang.&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Masroor Ahmad telah&amp;nbsp; memberi kuliah di Capitol Hill di Washington, di gedung DPR Inggris maupun di parlemen Eropa,&amp;nbsp; di mana ia menganjurkan untuk cita-cita kemanusiaan, hak asasi manusia dan hubungan internasional yang adil.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Di Toronto, dia akan memberikan pidato pada sebuah simposium nasional tentang perdamaian pada 11 Oktober.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Ini merupakan kunjungan keempatnya ke Kanada sejak ia menjabat pada tahun 2003. Dia akan menghabiskan enam minggu di Kanada - tur terpanjang dalam kariernya sejauh ini - dan akan melakukan perjalanan di seluruh negeri, kata juru bicaranya, Safwan Choudhry.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Namun, baru kali ini ia&amp;nbsp; mengunjungi Ottawa dan direncanakan akan bertemu dengan Perdana Menteri Justin Trudeau.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Pada acara yang akan menyambutnya pada hari Senin, 15.000 pengikutnya diharapkan akan hadir.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&quot;Ini tidak seperti apa yang pernah Anda lihat sebelumnya,&quot; kata Choudhry.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Acara ini akan menampilkan sebuah upacara penerimaan publik atas Jalan Ahmadiyah di Vaughan, di mana ribuan pengikutnya akan menyambutnya.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Ahmadiyah sejauh ini dianggap sekte Muslim yang paling cepat berkembang di dunia, dengan lebih dari 80 cabang di Kanada saja. Tiga masjid terbesar di Kanada melayani masyarakat Ahmadiyah.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/5514002935860846929/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2016/10/15000-orang-sambut-kedatangan-pemimpin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/5514002935860846929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/5514002935860846929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2016/10/15000-orang-sambut-kedatangan-pemimpin.html' title='15.000 Orang Sambut Kedatangan Pemimpin Ahmadiyah di Kanada'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-4893481677402794619</id><published>2016-10-08T17:57:00.001-07:00</published><updated>2019-08-06T05:46:49.688-07:00</updated><title type='text'>Khawarij Itu ISIS</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXwMaCbA3NNmYRueUQsjYcOTfbQscrFfLRviaJKIz5-sUp_7RkL1jQdHf9y0N08UmPIlQjlUN-qtcDfzyG3KZPV6EAKNM5LwZJ1qJBCOSZoo52D2zVQPpb9kLfi1rKrTcSU-RJuTa_lds/s2560/%25255BUNSET%25255D.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;227&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXwMaCbA3NNmYRueUQsjYcOTfbQscrFfLRviaJKIz5-sUp_7RkL1jQdHf9y0N08UmPIlQjlUN-qtcDfzyG3KZPV6EAKNM5LwZJ1qJBCOSZoo52D2zVQPpb9kLfi1rKrTcSU-RJuTa_lds/s400/%25255BUNSET%25255D.jpg&quot; style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Oleh: Subbhan A, Blogger&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Abdullah bin Khabab, sahabat Nabi itu diseret kemudian disiksa hingga tewas. Belum puas, Hubla istri Abdullah mengalami nasib lebih tragis. Perutnya dibelah dan isinya dikeluarkan.Keluarganya dari anak anak hingga orang tua juga di bantai tidak tersisa.Begitulah cerita yang saya kutip dari Dr. Mustafa Murad, guru besar ahlussunah universitas Al-Azhar. Pelaku sadis tersebut adalah Khawarij, kaum pembangkang di jaman pemerintahan Imam Ali, sepupu dan sahabat Nabi Muhammad. Peristiwa memilukan itu lalu menjadi alasan sahih bagi Imam Ali untuk memulai operasi militer menumpas Khawarij.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat sebelum perang melawan pembangkang khawarij di Nahrawan meletus, Imam Ali mengutus sahabat besar Nabi Muhammad, Abdullah bin Abbas untuk berdialog dan menyelidiki keadaan mereka.&lt;a href=&quot;https://www.blogger.com/null&quot; name=&quot;more&quot;&gt;&lt;/a&gt;Mari kita dengarkan penjelasan Abdullah bin Abbas tentang ciri-ciri Khawarij, “Mereka adalah kaum yang menakjubkan dalam hal ibadah. Tampak bekas-bekas sujud di dahi mereka. Siang hari mereka berpuasa dan malam hari diisi dengan tahajjud dan membaca al-Quran. Mereka adalah qori dan kaum penghafal al-Quran. Tubuh mereka kurus dan pucat karena banyak berpuasa. Pakaian mereka tampak kasar dan menjauhi dunia. Mungkinkah mereka tersesat?&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Ketika mendengar penjelasan ibnu Abbas, sambil memandang kejauhan, Imam Ali menjawab : “Wahai Ibnu Abbas, seandainya tidak ada aku (setelah Rasulullah), maka tidak ada seorangpun yang sanggup dan yakin melawan mereka. Tapi cukuplah sebagai bukti kebenaranku, bahwa esok setelah peperangan, tidak lebih 10 orang dari mereka yang masih hidup, dan tidak lebih dari 10 orang pasukanku yang binasa.” Ucapan Imam Ali terbukti. Setelah perang, hanya 7 orang pasukan Ali yang binasa dan hanya 9 orang pasukan Khawarijyang hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh sebelum Perang Nahwaran terjadi, Rasulullah Saw sudah meramalkan kedatangan mereka. Dahulu, di jaman Nabi di Madinah, ada seorang yang jika sholat, dia sudah datang sebelum sahabat nabi datang. Dan masih sholat, saat sahabat Nabi pulang. Kagum atas ibadah orang ini, sahabat Nabi menceritakan kepada Nabi. Ketika Nabi melihatnya, Nabi berkata,&lt;br /&gt;
“Aku seperti melihat bekas tamparan setan diwajahnya.”&lt;br /&gt;
Lalu Nabi mendatangi orang tersebut dan bertanya,&lt;br /&gt;
&quot;Apakah waktu kamu sholat, kamu merasa tidak ada yang lebih baik dari dirimu?”&lt;br /&gt;
&quot;Benar,&quot; jawab orang tersebut, sambil masuk ke mesjid.&lt;br /&gt;
Nabi Muhammad lalu berkata kepada sahabatnya,&lt;br /&gt;
&quot;Kelak akan muncul kaum dari keturunan orang tersebut. Bacaan al-Quran kamu tidak ada nilainya dibandingkan bacaan mereka, dan sholat kamu tidak ada nilainya dibandingkan sholat mereka, dan puasa kamu tidak ada artinya dibandingkan puasa mereka. Mereka membaca al-Quran sehingga kamu akan menyangka bahwasanya al-Quran itu milik mereka saja, padahal sebenarnya al-Quran itu akan melaknat mereka. Umatku akan menderita di tangan mereka. Merekalah seburuk-buruknya manusia. Jika aku hidup saat itu, aku akan bangkit melawan mereka. (Shahih Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, manusia paling buruk dimuka bumi, menurut Nabi Muhammad, ternyata bukanlah kaum pagan, atau kaum musyrik, atau kaum penyembah berhala atau ateis. Ternyata manusia yang paling buruk menurut Nabi, adalah mereka yang justru menjadi ahli ibadah, ahli sujud, ahli al-Quran dan ahli puasa tetapi merasa paling baik dan merasa paling menjalankan syariah Islam. Mereka menganggap sholat kita tidak sebanding dengan sholat mereka, puasa kita dipandang tidak ada apa-apanya dibandingkan puasa mereka tetapi saat bersamaan mereka mengkafirkan siapapun yang tidak sependapat dengan mereka. Selain itu, mereka berani menumpahkan darah siapapun yang beroposisi dengan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka jika Anda melihat orang besorban dan berjidat hitam karena banyak sujud, maka Anda jangan kagum terlebih dahulu. Perhatikan, apakah dia mudah mengkafirkan orang lain atau merasa kelompoknya yg paling baik? Jika jawabannya iya, bisa jadi orang tersebut sudah terjangkit virus Khawarij. Mereka adalah manusia yang paling buruk. Kaum yang merasa paling suci dan paling baik inilah yang diperangi Imam Ali di Nahrawan. Mereka memang ditumpas habis oleh Imam Ali, tapi embrio Khawarij abadi. 1400 tahun setelah tertumpasnya Khawarij di Nahwaran, kaum yang paling merasa suci sehingga merasa memiliki hak untuk membunuh siapapun ini, muncul tepat di jantung Timur Tengah. Mereka muncul dalam bentuknya yang paling bengis. ISIS. Daulah Islam Iraq dan Suriah, lahir dari rahim al-Qaeda, dan kini organisasi teroris ini meluluh lantakkan Suriah dan Irak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka menggunakan nama Islam hanya untuk membohongi manusia. Suriah yang awalnya damai, negeri yang indah yang dihuni berbagai agama, negeri harmonis dimana Anda dapat menyaksikan Muslim Sunni duduk bersama Muslim Syiah, seorang Muslim bahu membahu dengan Kristen, sebuah masjid berdampingan dengan gereja, kini luluh lantak diterjang kekerasan memilukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ISIS hampir melakukan semua kejahatan dan kebengisan yang hanya ada di abad-abad pertengahan. Mereka bukan hanya membunuh tawanan yang sudah menyerah bahkan mengeksekusi-nya di depan wanita dan anak-anak. Mereka juga menyembelih, menyiksa dan memutilasi mayat, menyalib pendeta dan para ulama, merusak masjid dan gereja. Para korban bukan hanya kombatan, bahkan orang tua berusia lebih dari 100 tahun, wanita dan anak-anak juga menjadi target mereka. Perbuatan bengis ini melanggar prinsip-prinsip Islam yang paling dasar. Mereka berniat mendirikan Negara Islam justru dengan melanggar syariat Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membunuh orang tua, wanita dan anak-anak, merusak masjid dan gereja — dilarang keras dalam Islam. Bahkan dalam kondisi perang sekalipun.Tidak heran jika Syaikh Ali Jumuah, ulama besar al-Azhar berkata: “Takfiri (kaum yang suka mengkafirkan) adalah musuh kemanusiaan. Perang berkepanjangan di Afghanistan seharusnya menjadi pelajaran. Takfiri Wahabi melakukan kerusakan di desa, kota dan lingkungan sekitarnya. Hal yang bahkan tidak dilakukan Uni Soviet sekalipun. Dimana Afghanistan sekarang? Berikan satu hari saja dimana tidak terjadi pembunuhan di Afghanistan karena ulah Takfiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Maret 2014, Indonesia tiba-tiba dikejutkan oleh demonstrasi pendukung ISIS di Monas. Ratusan orang berdemontrasi membaiat ISIS sambil mengutuk demokrasi. Jumlah mereka kecil tapi teriakan mereka keras. Jika mereka diberangus, mereka teriak-teriak HAM. Dengan membaiat ISIS, sama artinya mereka tidak mengakui Pancasila dan NKRI. Bahkan baru-baru ini mereka membuat onar di Solo. Sambil mengusung bendera hitam al-Qaeda, mereka mengobrak abrik pertunjukkan musik. Apakah pemerintah harus menunggu ISIS membesar untuk menyadari kebengisan mereka? Jika ya, maka akan tiba saatnya ketika kebiadaban itu hadir di depan pintu rumah kita. &lt;i&gt;Naudzu&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;billah&lt;/i&gt;&lt;i&gt; min &lt;/i&gt;&lt;i&gt;dzalik&lt;/i&gt;&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/4893481677402794619/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2016/10/khawarij-itu-isis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/4893481677402794619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/4893481677402794619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2016/10/khawarij-itu-isis.html' title='Khawarij Itu ISIS'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXwMaCbA3NNmYRueUQsjYcOTfbQscrFfLRviaJKIz5-sUp_7RkL1jQdHf9y0N08UmPIlQjlUN-qtcDfzyG3KZPV6EAKNM5LwZJ1qJBCOSZoo52D2zVQPpb9kLfi1rKrTcSU-RJuTa_lds/s72-c/%25255BUNSET%25255D.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-561130905852623523</id><published>2014-04-22T02:08:00.002-07:00</published><updated>2014-04-22T02:15:18.901-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ajaran Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hikmah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Politik"/><title type='text'>AJARAN ISLAM DALAM MASALAH POLITIK </title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjv_5zW1eJW3Ldt2iwZutEVXd8ogia7F_mwinIC59ycCmc_OPExpfWTD0tRfgBis-c9evHi11TJcEzDNj8Q-ksQWIzLthFc3nZWhai6-pAJA2kHp6sLDakx69dieaU5LMq6uHax4mcd3zs/s1600/Middle-East+Democracy.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjv_5zW1eJW3Ldt2iwZutEVXd8ogia7F_mwinIC59ycCmc_OPExpfWTD0tRfgBis-c9evHi11TJcEzDNj8Q-ksQWIzLthFc3nZWhai6-pAJA2kHp6sLDakx69dieaU5LMq6uHax4mcd3zs/s1600/Middle-East+Democracy.jpg&quot; height=&quot;144&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pertanyaan besar internasional lainnya yang kita hadapi hari ini adalah berkenaan dengan penentuan bentuk pemerintahan untuk wilayah tertentu atau negara. Di sini, juga, prinsip-prinsip Islam sangat tepat, berbobot dan elastis sedemikian rupa sehingga kebenaran dan kepraktisannya menjadi terbukti dengan sendirinya. Tidak ada yang dapat menyangkal bahwa bentuk pemerintahan tertentu dianggap cocok atau tidak cocok hanya bila diterapkan pada sekumpulan kondisi yang spesifik, dan adalah sulit untuk membayangkan bahwa suatu sistem politik tertentu akan dapat memenuhi kebutuhan semua orang untuk sepanjang waktu. Inilah sebabnya mengapa Islam tidak menentukan bentuk khusus dari pemerintah. Ia tidak menyajikan bentuk demokrasi atau sosialis, tidak pula mengusulkan kerajaan atau kediktatoran. Alih-alih melebarkan pada metode pembentukan pemerintah, Islam meluruskan prinsip melakukan urusan politik dan pemerintahan dengan cara tertentu, dan memaksakan kondisi itu, tidak peduli berbentuk apa, tanggung jawab pemerintah akan selalu dilaksanakan dengan adil dan jujur, dengan simpati; selalu memenuhi dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Jadi, bukannya menekankan bagian pertama dari definisi yang diterima secara umum dari demokrasi, yaitu; &lt;i&gt;pemerintah, oleh rakyat:&lt;/i&gt;, Islam menekankan bahwa, apa pun bentuk pemerintahan, ia wajib dalam semua keadaan adalah: &lt;i&gt;untuk rakyat&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Jadi, ketika demokrasi disebutkan di antara bentuk-bentuk pemerintahan penekanan sesungguhnya adalah pada kualitasnya. Hal ini menekankan bahwa itu seharusnya tidak menjadi demokrasi yang hampa, tetapi bahwa mereka yang memilih pemimpin mereka harus menjadi orang-orang yang kompeten, termotivasi dalam semua kejujuran untuk memilih hanya mereka yang benar-benar fit dan sesuai dengan tugas tersebut. Quran telah menetapkan pra syarat dari setiap pemilihan jabatan oleh sbb.:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Sesungguhnya, Allah swt. memerintahkan kamu supaya menyerahkan amanat-amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menghakimi di antara manusia hendaklah kamu memutuskan dengan adil. Sesungguhnya Allah swt. menasihatimu sebaik-baiknya dengan cara itu. Sesungguhnya Allah swt. Maha Mendengar, Maha Melihat. (4:59)&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
Dan kemudian, pemerintah pun dapat didirikan, ia berkewajiban untuk memerintah dengan adil, tanpa diskriminasi ras, warna kulit, atau keyakinan.&lt;br /&gt;
Sekarang saya akan menyimpulkan secara singkat aturan-aturan yang berasal dari dasar- dasar yang diberikan dalam Al-qur&#39;an mengenai sistem pemerintahan:&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Sebuah pemerintah berkewajiban untuk melindungi kehormatan, nyawa dan harta rakyatnya [ QS 4:59 ].&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seorang penguasa harus selalu bertindak dengan adil, antara individu dan antara masyarakat [ QS 4:59 ].&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masalah nasional harus diselesaikan melalui konsultasi [ QS 42:39 ].&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemerintah harus mengatur untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia: artinya, memberinya makanan, pakaian dan tempat tinggal [ QS 119:120 ].&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rakyat harus disediakan lingkungan yang damai dan aman, dan kehidupan mereka, harta benda dan kehormatan dilindungi [ QS 2:206 ].&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sistem ekonomi harus adil dan tertib [QS 2:206  ].&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perawatan kesehatan harus diatur [QS 2:206  ].&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Harus berlaku kebebasan beragama yang sepenuhnya [ QS 2:257 ] .&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rakyat yang meninggal dunia harus ditangani dengan adil [ QS 5:9 ] .&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tawanan perang harus diperlakukan dengan kasih sayang [ QS 8:68 ] .&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perjanjian dan kesepakatan harus selalu dihormati [ QS 47:5 ] .&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perjanjian yang tidak adil tidak boleh dipaksakan kepada yang lemah [ QS 47:5 ].&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Warga-warga negara muslim diperintahkan untuk taat kepada pemerintah yang berwenang. Satu-satunya pengecualian untuk aturan ini adalah apabila pemerintah terang-terangan menentang dan mencegah untuk menunaikan tugas-tugas dan kewajiban agama [ QS 4:60 ].&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika timbul perbedaan dengan penguasa, maka ini harus diselesaikan sesuai prinsip-prinsip yang tercantum dalam Al-Qur&#39;an dan dari Nabi saw. Dalam keadaan apapun seseorang tidak boleh terbawa oleh motif mementingkan diri sendiri [ QS 4:60 ].&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Orang-orang diperintahkan untuk membantu pemerintah dengan mendukung skema yang bertujuan untuk mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan umum. Adalah terlarang untuk mengadakan apa yang disebut gerakan non-kooperatif [ QS 5:3 ].&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Demikian pula, pemerintah berkewajiban untuk membantu dalam usaha kedermawanan, baik individu maupun kolektif, dan tidak menghalangi upaya tersebut.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebuah negara yang kuat dilarang dari segala bentuk agresi terhadap negara lain. Jalan lain untuk persenjataan diizinkan hanya untuk mempertahankan diri [ QS 20:132 ].&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
(Hadhrat Mirza Tahir Ahmad r.h., &lt;i&gt;Some Distinctive Features of Islam&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/561130905852623523/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2014/04/ajaran-islam-dalam-masalah-politik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/561130905852623523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/561130905852623523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2014/04/ajaran-islam-dalam-masalah-politik.html' title='AJARAN ISLAM DALAM MASALAH POLITIK '/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjv_5zW1eJW3Ldt2iwZutEVXd8ogia7F_mwinIC59ycCmc_OPExpfWTD0tRfgBis-c9evHi11TJcEzDNj8Q-ksQWIzLthFc3nZWhai6-pAJA2kHp6sLDakx69dieaU5LMq6uHax4mcd3zs/s72-c/Middle-East+Democracy.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-5491520569520953213</id><published>2014-04-18T15:36:00.000-07:00</published><updated>2014-04-22T06:20:15.703-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="homeopathy"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info sehat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesehatan"/><title type='text'>Mengenal Homeopathy</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjC41L2hx7X5_YmFRHtU56ncI5VvHXt6FjUBJKpAES-vTfx6isunO-ZPwGMPV9qdaNxOOAQcwDv5YenaWvLP0TLTnNbqignRsXcR9wcSAukDnahGuQDrH0rAZXuhUKzYLQjL2UJejWzjgY/s1600/homeopathic.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjC41L2hx7X5_YmFRHtU56ncI5VvHXt6FjUBJKpAES-vTfx6isunO-ZPwGMPV9qdaNxOOAQcwDv5YenaWvLP0TLTnNbqignRsXcR9wcSAukDnahGuQDrH0rAZXuhUKzYLQjL2UJejWzjgY/s1600/homeopathic.jpg&quot; height=&quot;200&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
HOMEOPATHY adalah ilmu penyembuhan yang didasarkan kepada hukum persamaan-persamaan alami. Homeopathy bekerja dengan PRINSIP bahwa satu penyakit dapat disembuhkan oleh RACUN yang sama yang mungkin telah menyebabkan timbulnya PENYAKIT tersebut. Namun sangatlah penting diperhatikan bahwa racun tersebut haruslah mengalami DILUSI sedemikian rupa sehingga dalam bentuknya yang telah encer dan diberi POTENSI, ia tidak dapat lagi menimbulkan efek beracun kepada tubuh. Ketika sistem pertahanan tubuh makhluk hidup dilumpuhkan serangan lemah dari luar ini, dalam waktu yang sama ia juga dengan mudah menaklukkan penyakit yang memiliki gejala serupa yang terdapat di dalam tubuh. Allah Ta&#39;ala telah membekali setiap MAKHLUK hidup dengan sistem pertahanan tubuh internal yang apabila diarahkan dan dibangkitkan dengan tepat, dapat menyembuhkan hampir setiap JENIS penyakit yang dideritanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Prinsip dasar Homeopathy ini sebagai satu sistem pengobatan, mula-mula diperkenalkan di Yunani kuno oleh seorang tabib, Hippocrates (300 s.m.) yang dikenal secara luas sebagai‘The Father of MEDICINE&#39;. Ia menulis: “Melalui ZAT yang serupa satu penyakit dapat ditimbulkan dan melalui penggunaan zat yang sama, ia disembuhkan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh77041iYTfNaz2NkwPZB1tsw2Opoop-a-t4T9yejnd6ewOyOECUskYEiJRR1peE7jpHKESzNwE2iS0Rp48NMvSyfZFZ2w3aOWuVK1zFWjloJ75nerLpZJrFGrrFxb2-nhx1Dxl0eXtyhM/s1600/Samuel_Hahnemann_1841.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh77041iYTfNaz2NkwPZB1tsw2Opoop-a-t4T9yejnd6ewOyOECUskYEiJRR1peE7jpHKESzNwE2iS0Rp48NMvSyfZFZ2w3aOWuVK1zFWjloJ75nerLpZJrFGrrFxb2-nhx1Dxl0eXtyhM/s1600/Samuel_Hahnemann_1841.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;248&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Samuel Hahnemann (1755-1843)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Penemuan Hippocrates yang REVOLUSIONER ini kemudian ditemukan kembali secara independen tahun 1781 oleh Dr. Samuel Hahnemann, seorang dokter yang berotak brilian berkebangsaan Jerman, yang sekarang dinyatakan sebagai bapak penemu Homeopathy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekecewaan Hahnemann kepada pengobatan Allopathy telah timbul sejak semula, jauh sebelum ia menemukan Homeopathy sebagai satu sistem pengobatan alternatif. Hal ini terjadi ketika ia memulai praktek Allopathy pada sebuah pertambangan batubara dimana ia secara menyedihkan gagal menyembuhkan para pasien yang menderita penyakit yang umumnya diderita para penambang. Pengalaman pribadi ini mulai mengusik hati nuraninya seolah-olah ia sedang membohongi para pekerja yang sederhana dan tak mengenal pendidikan. Hal ini membuatnya sangat resah, sehingga ia memutuskan untuk meninggalkan sama sekali pengobatan Allopathy, yang pada waktu itu menjadi satu-satunya sumber nafkahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan-lahan, keputusasaan itu tumbuh menjadi pemberontakan, dan pemberontakan berubah menjadi kecaman keras terhadap sistem pengobatan Allopathy dan para praktisinya. Satu kehidupan yang menuntut kerja keras, pengorbanan, memikul rasa malu telah mengintainya di depan. Selama krisis ekonomi yang pahit ini, kepiawaiannya dalam berbagai bahasa dan kemampuannya dalam dunia jurnalistik datang menjadi penyelamat. Setiap malam ia mulai menulis artikel-artikel untuk dimuat di berbagai majalah dan jurnal. Inilah yang menjadi satu-satunya sumber penghasilan yang tak seberapa selama beberapa tahun selanjutnya. Dengan tujuh orang anggota keluarga yang harus ditanggung, ketentraman berubah menjadi suatu kelelahan yang menjemukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai masa-masa ini ia menulis: “Saya menyadari betul bahwa rotiku sehari-hari ditanggung oleh tulisan-tulisanku. Tetapi aku tidak memiliki pilihan lain… Aku sama sekali telah meninggalkan praktekku sejak tahun lalu, karena ia lebih banyak memberikan beban daripada penghasilan… Aku membutuhkan satu tempat dimana aku dapat hidup dengan tenang dan terpisah dari yang lain namun dapat memperkaya pengetahuanku sebagai seorang sarjana…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tulisannya yang lain ia menyatakan: “Empat orang putriku dan seorang putra bersama istriku menjadi bumbu kehidupanku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malanglah kehidupannya, dan kepada rempah-rempah yang telah membumbui kehidupannya yang ia hanya patut berterima kasih kepada hati nuraninya yang begitu peka. Untuk menemukan kembali prinsip-prinsip Homeopathy pada waktu itu masih seperti berteriak dari kejauhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tidak akan menguraikan secara mendetil kehidupannya yang sangat bergejolak, yang dijalaninya sejak saat itu. Saya hanya akan mengemukakan penjelasan singkat bagaimana ia dibimbing ke satu arah untuk menemukan kembali Homeopathy. Hal ini terjadi ketika ia secara tak sengaja membaca sebuah ARTIKEL tulisan seorang DOKTER yang terkenal mengenai KHASIAT-KHASIAT kulit POHON KINA. Dari kulit pohon kina inilah dibuat obat MALARIA yang terkenal ke seluruh DUNIA – Quinine – DISULING. Ia menjadi terkagum-kagum mengetahui dari artikel ini bahwa penggunaan kulit KINA dalam dosis yang berlebihan dapat menimbulkan gejala sakit malaria, namun dalam dosis yang lebih rendah ia menyembuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hahnemann melakukan eksperimen terhadap kina berulang-kali pada dirinya sendiri dan setiap kali pula tubuhnya menampakkan gejala malaria. Tetapi gejala itu hanya sejenak. Dari pengalamannya ini ia menyimpulkan dua prinsip dasar Homeopathy:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, bahwa ‘like cure like&#39;, jika dipergunakan dalam dosis kecil. Kedua, apabila dilusi kecil Homeopathy dipergunakan berulangkali oleh seseorang yang sehat, gejala sakit yang sama akan muncul dalam tubuhnya yang dilusi itu sendiri dimaksudkan untuk mengembalikan kesehatannya. Namun demikian gejala-gejala ini hanya bersifat sementara dan segera menghilang secara otomatis setelah beberapa jam. Metode yang aman dalam mempelajari khasiat-khasiat racun kimia ataupun biologi ia namakan ‘proving&#39;. Sejak saat itu, ia menjadikan dirinya sendiri sebagai laboratorium riset yang luas dimana ratusan bahan-bahan kimia beracun telah di-proving hingga akhir hayatnya. Ia menyusun tabel semua pengaruh-pengaruhnya terhadap tubuh dengan susunan yang sangat teratur rapi. Gejala yang timbul dalam pikiran, ditempatkannya pada posisi yang amat penting. Kemudian ia menyusun gejala-gejala yang lain dengan urutan preferensi dan membahas semuanya dengan sangat terperinci, organ demi organ. Demikianlah sejak jamannya hingga sekarang, ribuan obat-obat Homeopathy telah disusun secara klasifikasi dan TABELnya dalam bentuk BUKU yang disebut Materia Medica, dalam urutan menurut pentingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dr. Samuel Hahnemann wafat setelah menderita sakit yang singkat pada tanggal 2 Juli 1843. Mula-mula ia dimakamkan di suatu tempat pemakaman umum, namun tahun 1898 peti jenazahnya diangkat kembali untuk dimakamkan ulang dengan penuh penghormatan di pemakaman penting lainnya. Pemakamannya dihadiri banyak delegasi dan para pemuka dari seluruh dunia. Pada masa kemudian, seorang dokter dari Amerika membangun sebuah monumen terbuat dari batu granit setinggi 14 kaki, di atasnya dipahatkan tulisan dalam bahasa latin yang artinya: ‘Aku tidak melewatkan hidupku dengan sia-sia&#39;. Tanpa diragukan ia telah mendermakan kehidupannya kepada orang lain dan meninggal demi untuk memberikan kehidupan kepada orang lain. Semoga Tuhan memberkati ruhnya. Pribadi besar seperti ini jarang lahir ke dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah suatu pekerjaan yang panjang untuk menguraikan sejarah kesuksesan yang besar dan penyebaran Homeopathy di banyak negara baik di Barat maupun di Timur. Singkatnya, telah banyak para ahli Homeopathy mengabdi untuk kemanusiaan sejak Hahnemann melakukan pengorbanan yang besar bagi kemajuan Homeopathy sejak masa hidupnya. Semoga Tuhan memberkati mereka semua! Mereka sesungguhnya merupakan para pengabdi kemanusiaan secara luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang saya akan menceritakan beberapa aspek Homeopathy lainnya yang saya anggap sangat penting untuk diketahui para Homeopath dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu sistem memori yang tidak dapat hilang atau dihapus yang diciptakan Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala. Kebanyakan Homeopath tidak mengetahui bahwa di atas potensi 15 atau sekitar itu, tidak sebuah ATOM pun dari bahan obat asli yang tertinggal di dalam dilusi tersebut, meskipun diupayakan untuk dideteksi dengan bantuan alat elektronik yang sangat SENSITIF sekalipun. Hanya sebentuk memori dari khasiat-khasiat obat asli saja yang entah bagaimana, tinggal dalam dilusi yang telah dijadikannya berpotensi itu. Di dalam dilusi yang lebih tinggi dari potensi 30 (satu potensi kecil pertengahan) pasti ada memori non-material dari obat asli yang tersimpan di dalamnya. Potensi 30 dan 200 secara umum dipergunakan para Homeopath tapi ada juga potensi-potensi setinggi 100.000 dan lebih. Hanya para ahli MATEMATIKA yang mampu menggambarkan besarnya jumlah HITUNGAN ini. Jika Anda meningkatkan potensi 100 menjadi potensi 100.000, jumlah yang dihasilkan akan lebih besar dari jumlah atom yang ada di seluruh alam semesta. Dalam terminologi Homeopathy, kami menyebut jumlah ini dengan C.M. Saya menekankan masalah ini karena hal ini akhirnya pasti membimbing manusia untuk meyakini keberadaan Tuhan. Bagaimana mungkin sistem pertahanan tubuh makhluk hidup dapat dirangsang oleh pesan yang sangat halus ini kecuali bila Allah menghendaki dan mentakdirkannya seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyampaikan hal ini, sekarang saya memberikan penguatan dari pengalaman pribadi, bahwa Homeopathy bekerja dalam semua potensi, baik tinggi maupun rendah. Bahkan seringkali para pasien yang telah dinyatakan tidak dapat disembuhkan lagi oleh ilmu medis yang ada memperoleh kesehatan kembali seperti semula. Sebagai contoh, ambil pasien yang telah menderita AIDS aktif (HIV POSITIF). Dengan karunia Allah, saya telah berhasil menyembuhkan pasien dalam jumlah besar dengan mengguna kan obat Homeopathy yaitu Silicea C.M. Banyak pasien seperti itu masih hidup untuk menjadi saksi kebenaran dari pernyataanku ini. Laki-laki, perempuan dan anak-anak telah sembuh dengan sempurna atau penyakitnya telah menjadi ringan. Mereka menyimpan ‘sejarah&#39; Allopathy untuk mengusir keragu-raguan orang-orang yang bersikap skeptis yang tidak dapat percaya hanya kepada kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada seorang AHLI BEDAH JANTUNG terkenal di AMERIKA, di PORTLAND OREGON, OHIO, saya memiliki kehormatan untuk mengenalnya secara pribadi. Suatu ketika ia menceritakan kepada saya satu KASUS seorang pemuda INDIA yang secara menyedihkan menjadi korban penyakit FATAL ini. Ketika beberapa dokter spesialis gagal dalam setiap upaya mereka untuk menyembuhkannya melalui pengobatan konvensional, mereka memberikan REKOMENDASI kepada kedua orang tuanya untuk membawanya pulang ke India sehingga paling tidak ia dapat meninggal dengan tenang di tengah-tengah keluarga dekatnya. Mendengar hal ini, saya segera sarankan untuk memberikan Silicea C.M. kepada anak tersebut, agar diminum setiap tiga bulan. Setelah beberapa bulan ketika saya menanyakan keadaannya, saya diberitahu dengan senang hati bahwa ia telah kembali ke Amerika dalam keadaan sehat sama sekali. Saya selanjutnya diberitahu bahwa selama di India ia tidak meminum obat lain selain Silicea C.M.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada juga obat-obat Homeopathy lainnya yang memiliki potensi tinggi yang telah saya pergunakan dengan sukses kepada pasien-pasien berbagai macam kanker yang tinggal menunggu waktu. Tidak semuanya, tetapi sejumlah besar mereka telah disembuhkan dan mereka masih hidup untuk memberikan kesaksian atas karunia Allah ini. Namun saya harus memberikan peringatan kepada para dokter Homeopathy bahwa ada beberapa jenis KANKER yang tidak dapat disembuhkan oleh obat apapun, baik KONVENSIONAL maupun lainnya. Khususnya saya memperingatkan mengenai KANKER KANDUNG EMPEDU. Saya tidak pernah berhasil menyembuhkannya dan tidak pula saya pernah melihat pasien yang telah disembuhkan melalui sarana pengobatan apapun. Demikian juga, kanker kandung KEMIH dan kanker PROSTAT hampir semuanya berakibat fatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpAxhGaF_CzpipvdqiYsRcuPV3zw6uNLqmaSFIFzpUJngSYZREK9SIdJ7QlNORklaorBxmL13QT-kmeMaKSH1s8L_KJewp1wn319Y1a8FtKlHoShQiOIVgyMBfKjZVbN8rfcJaiiX5MFU/s1600/James_Tyler_Kent.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpAxhGaF_CzpipvdqiYsRcuPV3zw6uNLqmaSFIFzpUJngSYZREK9SIdJ7QlNORklaorBxmL13QT-kmeMaKSH1s8L_KJewp1wn319Y1a8FtKlHoShQiOIVgyMBfKjZVbN8rfcJaiiX5MFU/s1600/James_Tyler_Kent.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;215&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;James Tyler Kent (1849-1916)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Saya beralih kepada beberapa KATEGORI CANCER FATAL yang menyerang hewan. Saya sebut saja kanker mematikan yang menyerang tanduk hewan. Para dokter dari PETERNAKAN hewan mengetahui bahwa kanker ini selalu berakibat fatal. Terima kasih kepada seorang dokter Homeopathy ternama dari Amerika, Dr. Kent, saya membaca bahwa satu dosis tunggal Psorinum 1000 dapat menyembuhkannya. Hal ini telah saya terapkan sendiri dengan sangat sukses pada sapi-sapi yang menderita kanker tersebut. Lagi-lagi terima kasih kepada Dr. Kent, saya telah menemukan bahwa Colchicum 200 sangat efektif pada sapi-sapi, DOMBA dan KAMBING yang menderita SAKIT TYMPHANITES. Tymphanites adalah penyakit dimana sejumlah besar GAS (angin) terkurung dalam perut dan usus, dan tekanan yang kuat membuat binatang tersebut tercekik karena tidak ada ruang yang tertinggal bagi PARU-PARU untuk bernapas. Satu-satunya obat yang diketahui para peternak adalah pisau jagal, yang menusuk perutnya sehingga angin meletus keluar. Sayangnya sang BINATANG pun segera menghembuskan nafasnya yang terakhir. Namun jika saja seseorang kebetulan menyimpan sedikit pil Colchicum 20 disuapkan ke dalam mulut binatang tersebut, dalam tempo satu menit atau dua, BLOKADE itu akan disembuhkan dengan sempurna dan sang binatang akan selamat dari rasa FRUSTASI tukang jagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Homeopathy memiliki banyak obat penyelamat untuk digunakan pada saat serangan JANTUNG yang tiba-tiba atau TRAUMA yang disebabkan KECELAKAAN, dan lain-lain. Tentu saja, dalam keadaan normal hendaknya menggunakan obat tunggal namun pada saat-saat DARURAT ketika Homeopath hanya memiliki sedikit waktu untuk mendiagnosa, pencampuran yang disiapkan dengan baik dapat dijadikan bekal. Untuk serangan pendarahan yang tiba-tiba, diare atau kolik yang berat umpamanya, sejumput pil dari campuran yang tepat seringkali memberikan kesembuhan dengan segera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai prinsip dasarnya, pasienlah dan bukan penyakit yang harus disembuhkan. Satu diagnosa yang teliti dan memakan waktu diperlukan untuk menentukan penyembuhan konstitusional. Jika obat konstitusional seseorang dapat didiagnosa dengan tepat, maka ia dapat menyembuhkan nya dari penyakit-penyakit yang mungkin sering dideritanya. Hukum lain yang penting dalam Homeopathy mengharuskan para pasien hendaknya diklasifikasikan sesuai dengan penyakit-penyakit yang terpendam yang disebut DIYSCRASIA. Diyscrasia tertentu dapat tetap tersembunyi di dalam tubuh se panjang berabad-abad lamanya. Setelah nenek moyang seseorang diserang oleh penyakit kulit atau penyakit kelamin yang serius yang ditekan dengan paksa oleh obat-obat yang keras, penyakit tersebut dapat muncul kembali. Penyakit-penyakit yang ditekan seperti itu dikategorikan masing-masing sebagai psoric, psychotic atau syphilitic dyscrasia. Kadang-kadang obat-obat yang dipilih dengan penuh kehati-hatian pun tidak dapat bekerja pada pasien tertentu. Pasien yang seperti itu memerlukan dosis anti-psychotic atau anti-syphilitic yang sangat tinggi sesuai dengan kasusnya masing-masing. Hal ini akan menyingkirkan halangan tersebut, dan obat yang tidak dapat bekerja sebelumnya akan mulai bekerja secara normal. Saya memiliki pengalaman yang tak terhitung mengenai keadaan ini. Mengutip satu di antaranya, ada seorang anak laki-laki yang memiliki postur yang sangat pendek yang telah berhenti tumbuh meninggi. Obat-obat yang telah dipersiapkan dengan baik untuk merangsang pertumbuhan tidak bekerja pada dirinya. Setelah pemeriksaan yang menyeluruh, saya menemukan bahwa ia adalah penderita psychotic. Satu dosis tinggi Medhorrinum, salah satu dari obat utama anti-psychotic, diberikan dengan interval tiga bulan, merevitalisasi kerja obat pertumbuhan yang telah dipilih dengan baik. Sekarang ia telah memperoleh tinggi yang normal sesuai dengan usianya. Pada banyak keluarga dimana kedua orang tua memiliki latar belakang sejarah keluarga yang berpostur pendek, anak-anak mereka apabila diobati secara Homeopathy semuanya telah tumbuh melebihi tinggi orang tua mereka dalam MARGIN yang besar, dengan karunia Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian juga, banyak obat yang dikenal telah menyembuhkan dengan sempurna banyak penyakit ASMA dan EPILEPSY seumur hidup. Kadang-kadang mereka memerlukan obat-obat yang disiapkan untuk dimakan secara berurutan yang satu sesudah yang lain, namun pada waktu yang lain mereka harus diberi obat campuran dari obat-obat yang diSELEKSI dengan penuh kehati-hatian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan secara campuran obat-obat Homeopathy oleh para EKSTRIMIS Homeopath dianggap sebagai hal yang tabu, namun dari pengalaman sepanjang hidup saya, jatuh bangun, saya telah menemukan bahwa ekstrimisme, baik dalam ALLOPATHY maupun HOMEOPATHY, adalah sama dengan FANATISME AGAMA. Saya selalu memberitahukan kepada para pasien saya yang saya tidak dapat menyembuhkannya secara Homeopathy, untuk beralih kepada Allopathy atau pengobatan konvensional lainnya sebelum terlambat. Menolak menyiapkan obat-obat kombinasi ketika diperlukan tidak kurang dari fanatisme. Dengan karunia Allah, saya telah berhasil mempersiapkan banyak obat-obat kombinasi yang secara unik sangat efektif. Contohnya, banyak pasien yang telah menderita putus urat syaraf tulang belakang ketika menderita kecelakaan diberitahu oleh para dokter yang berkompeten dan para AHLI BEDAH bahwa mereka terpaksa tinggal di tempat tidur seumur hidup; atau paling banter terpaksa menggunakan kursi roda. Namun dengan karunia Allah Swt. banyak pasien-pasien seperti itu yang secara tetap menggunakan kombinasi yang relevan, selama setahun atau dua, sekarang dapat berdiri dan berjalan secara normal dengan kedua kaki mereka. Saya menganggap hal ini sebagai suatu tindakan kriminal untuk menyembunyikan penemuan yang bermanfaat dari pengetahuan umum yang mungkin terbukti bermanfaat untuk UMAT MANUSIA secara luas. Banyak bentuk paralysis dan efek-efek pasca suatu penyakit berbahaya seperti polio, secara luas telah menjadi ringan, jika tidak sembuh TOTAL, baik oleh obat tunggal maupun KOMBINASI yang diramu dengan baik. Namun TYPHUS adalah PENYAKIT yang sangat berbahaya, yang efek sesudahnya tidak dapat disembuhkan atau hanya dapat disembuhkan namun tidak sembuh total.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Prophylactic Homeopathy&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Ada banyak tersedia obat-obat prophylactic yang efektif dalam Homeopathy yang dapat menjadikan seseorang menjadi immune untuk waktu yang lebih lama daripada injeksi prophylactic Allopathy. Satu dosis kecil diptherinum, misalnya, menciptakan kekebalan terhadap serangan DIPTHERIA yang akan berakhir sepanjang 8 hingga 10 tahun. Pasien dapat diimunisasi seumur hidup dari TUBERCULOCIS dengan meramu baccilinum atau tubercollinum dengan potensi yang meningkat secara bertahap untuk digunakan secara terus-menerus selama dua tahun dengan interval yang panjang. Satu dari manfaat besar Homeopathy pada zaman kesembronoan dan penggunaan ANTIBIOTIK yang membabi-buta yaitu menyebabkan hampir semua obat ini tidak diperlukan lagi, karena telah tersedia obat keluarga yang lebih baik dan lebih cepat untuk melawan berbagai jenis infeksi. Namun, jika diri pasien tidak memberikan respon yang baik kepada pengobatan Homeopathy , adalah tanggung jawab moral para dokter Homeopathy untuk me nyarankannya agar mencari pengobatan alternatif lainnya. Ada sabda Rasulullah s.a.w . yang sangat masyhur, yakni semua penyakit ada obatnya kecuali kematian. Adalah suatu kesombongan untuk menyatakan bahwa Homeopathy telah menemukan penyembuhan yang efektif untuk semua penyakit. Banyak obat-obat yang manjur ditemukan di dalam seluruh sistem pengobatan. Untuk mendustakan sama sekali manfaat nya adalah sama dengan tindakan bunuh diri. Tentu saja, Homeopathy adalah lebih baik daripada kebanyakan sistem pengobatan yang ada saat ini, tetapi Homeopathy bukanlah Allah Ta&#39;ala , dan tidak menyembuhkan bila Dia tidak menghendakinya. Para dokter Homeopathy Muslim hendaklah selalu berdoa untuk para pasien mereka dengan cara yang penuh kerendahan hati sebagaimana diajarkan Rasulullah s.a.w.:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Wahai Allah, Tuhannya manusia, singkirkanlah penderitaan ini dan karuniakanlah kesembuhan, Engkau-lah Dzat Yang Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali dari Engkau, penyembuhan yang tidak meninggalkan sedikitpun penyakit lagi” (Bukhari – Muslim).&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Homeopathy sekarang telah menyebar ke seluruh penjuru dunia berkat usaha-usaha yang tidak mengenal lelah dari para pribadi-pribadi besar dan institusi-institusi. Namun dengan karunia Allah Ta&#39;ala, Jamaah Muslim Ahmadiyah internasional menikmati suatu perbedaan di atas mereka semua. Jumlah rumah obat yang telah didirikan oleh jemaah kecil ini di seluruh dunia, jauh lebih besar daripada seluruh rumah sakit dan rumah obat yang didirikan oleh instansi lainnya. Terakhir, seluruh rumah obat yang dimiliki Jamaah Ahmadiyah melayani dengan adil si kaya dan si miskin, gratis. Alhamdulillah , di Indonesia, sendiri kami telah memiliki 280 rumah obat seperti itu yang memberikan manfaat kepada ribuan orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh masyarakat Indonesia sekarang saya undang, untuk memanfaatkan sepenuhnya layanan kesehatan gratis ini. Saya memiliki keyakinan kepada Allah bahwa Dia akan terus menganugerahkan kepada kita para pekerja sukarela dan dana untuk menjalankan rumah-rumah obat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Allah memberkati kalian semua, dan dirgahayu Indonesia .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh: Hazrat Mirza Tahir Ahmad r.a.&lt;br /&gt;
Penterjemah: Abdul Mukhlis Boga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Glossary&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Allopathy &lt;/i&gt;: Sistem pengobatan yang mengandalkan penggunaan obat untuk melawan gejala penyakit dan berusaha memberantas bibit penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dilusi &lt;/i&gt;: Pengenceran substansi obat dengan cara menambah jumlah medium (alkohol, aquades) untuk mengurangi/ menghapus efek racun yang disimpan-nya. Dilusi dalam Homeopathy meng-gunakan ukuran desimal ( 1:10 ) dan centisimal (1:100). 1:10 artinya satu bagian substansi obat diencerkan dengan sembilan bagian medium obat (alkohol, aquades) sehingga obat tersebut menjadi semakin encer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Potensi &lt;/i&gt;: Jumlah ukuran pengenceran. Potensi 30 berarti telah mengalami 30 kali pengenceran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Proving &lt;/i&gt;: Pembuktian efek suatu bahan obat ke dalam tubuh manusia yang sehat. Gejala-gejala yang dinampakkan oleh pengaruh obat tersebut pada orang yang sehat sama dengan khasiat obat itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Materia Medica &lt;/i&gt;: Panduan Homeopathy yang berisi tabel dan klasifikasi sifat-sifat obat yang diperoleh melalui proving . Disusun secara terperinci, menurut urutan preferensi, organ demi organ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tymphanites &lt;/i&gt;: Penyakit dimana sejumlah besar angin (gas) terkurung di dalam perut dan usus. Tekanan angin menekan paru-paru sehingga penderita tercekik dan mati karena tidak dapat bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Psophylastic &lt;/i&gt;: Obat-obat yang dapat menyebabkan seseorang kebal (immune) terhadap serangan penyakit tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Homeopath : &lt;/i&gt;Para dokter ahli Homeopathy ; para praktisi Homeopathy .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Penyembuhan konstitusional &lt;/i&gt;: Terapi yang dilakukan setelah meneliti kondisi dan struktur fisik pasien&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/5491520569520953213/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2014/04/mengenal-homeopathy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/5491520569520953213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/5491520569520953213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2014/04/mengenal-homeopathy.html' title='Mengenal Homeopathy'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjC41L2hx7X5_YmFRHtU56ncI5VvHXt6FjUBJKpAES-vTfx6isunO-ZPwGMPV9qdaNxOOAQcwDv5YenaWvLP0TLTnNbqignRsXcR9wcSAukDnahGuQDrH0rAZXuhUKzYLQjL2UJejWzjgY/s72-c/homeopathic.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-6379556900422105457</id><published>2014-04-16T15:22:00.000-07:00</published><updated>2014-04-16T15:26:57.320-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Konsitusi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="negeri ku"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pluralisme"/><title type='text'>MENCARI SOSOK PEMIMPIN YANG WARAS</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Daoed Joesoef dalam Koran Kompas terbitan 19 Maret 2014 dengan judul “Bapak Bangsa” menulis; Suatu negara besar tidak mungkin diurus secara amatiran. Gambaran tersebut sangat sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini, dengan berbagai perbuatan korupsi, tindakan kekerasan, ketidakadilan, kerusakan lingkungan dan lain-lain yang menggambarkan terjadinya salah urus dalam pengelolaan negara. Kejadian salah urus negara ini jelas-jelas tidak dapat dipisahkan dari kerja para pemimpin yang ada di tingkat mana pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantas, sosok pemimpin seperti apa yang dapat diharapkan untuk tidak lagi mengulangi salah urus mengelola negara sebesar Indonesia ini? Mahfud MD dalam Sarasehan Kebangsaan NU Menjelang Pemilu di PW NU Jawa Tengah, Minggu 23 Maret 2014 menyampaikan; Pemilu Jangan Lahirkan Pemimpin Tidak Sehat. Suatu pemikiran yang sederhana tetapi sungguh memiliki perspektif yang sangat jelas, yaitu hanya melalui pemimpin-pemimpin yang sehat, Indonesia baru akan mampu untuk tampil sebagai negara dan bangsa yang besar, sejajar dengan bangsa-bangsa maju yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Masalahnya, sehat seperti apa yang cocok diterapkan bagi para pemimpin Indonesia masa depan nanti? Kira-kira jawabnya adalah “sehat sempurna”, ya sehat jasmani,ya sehat rohani, ya sehat pikiran, yang didukung dengan wawasan luas serta kemampuan intelektual dan tanggung jawab yang tinggi. Memang syarat-syarat tersebut dirasa cukup berat, tetapi demikianlah, perlu modal sehat sempurna yang harus dimiliki seorang pemimpin di Indonesia agar tidak terjadi lagi salah urus mengelola negara seperti yang pernah berlangsung sebelumnya. Korupsi masif, kekerasan masa, ketidakadilan, kerusakan lingkungan yang parah, penegakan hukum yang mengecewakan diharapkan tidak akan terjadi lagi. Pemimpin baru harus mampu membawa bangsa besar ini menyongsong hari esok yang penuh harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak salah kiranya, meminjam istilah Jawa, pemimpin “sehat sempurna” dimaksud adalah pemimpin yang benar-benar waras, waras jasmani dan waras rohani. Waras di sini tidak memiliki konotasi sama sekali dengan tidak gila. Orang yang waras seperti ini pasti seorang pemimpin yang amanah, yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab. Orang waras seperti ini akan memiliki daya kreatifitas yang tinggi. Orang waras seperti ini biasanya juga memiliki tenggang rasa yang terpuji. Orang waras seperti ini juga memiliki sifat-sifat trengginas dalam berfikir dan bekerja. Orang waras seperti ini akan selalu bersemangat serta mampu untuk menyatukan berbagai pendapat dan pikiran dalam tim kerja yang luas. Semoga kita akan menemukan Pemimpin yang Waras yang akan menghantarkan bangsa Indonesia menuju masa depan yang penuh kedamaian dan kebahagiaan. Insya Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HARYANA , Email: hynir@yahoo.com&lt;br /&gt;
Jl. Srinindito 10 , Yogyakarta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diteruskan oleh @arhlibrary&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tulisan ini telah dimuat pada majalah GATRA pada kolom Tulisan Pembaca.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/6379556900422105457/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2014/04/mencari-sosok-pemimpin-yang-waras.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/6379556900422105457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/6379556900422105457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2014/04/mencari-sosok-pemimpin-yang-waras.html' title='MENCARI SOSOK PEMIMPIN YANG WARAS'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-8696153192511254346</id><published>2011-12-07T21:02:00.000-08:00</published><updated>2011-12-07T21:02:03.163-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ahmadiyah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="al-quran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="depag"/><title type='text'>Depag Dulu dan Sekarang</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEir_fqcciT8NHd-19WTZbHCSOFBI1fTHCAwN0Dme6oqGcTIt-YtSpQ_MCWONvjY7T01ucr1PSoZrCMJBz1fNDr7s-Rfvxg0bomoCTCBspMag7M1ogiVBhu2FGcl7qACjMCj8yF3qAzgR8A/s1600/logo-depag1.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;199&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEir_fqcciT8NHd-19WTZbHCSOFBI1fTHCAwN0Dme6oqGcTIt-YtSpQ_MCWONvjY7T01ucr1PSoZrCMJBz1fNDr7s-Rfvxg0bomoCTCBspMag7M1ogiVBhu2FGcl7qACjMCj8yF3qAzgR8A/s200/logo-depag1.gif&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Bila sekarang ini Kementrian Agama sangat identik dengan tingkat korupsi yang sangat parah, ternyata tidak demikian halnya dengan Depag pada zaman dulu. Yang menarik adalah ternyata depag zaman dahulu selain menghormati keberagaman pemahaman dalam masyarakat umat islam, juga sangat menghargai kelompok-kelompok yang berbeda dari mainstream, seperti Ahmadiyah. Salah satu bukti yang paling otentik adalah dari Al-Quran terbitan Depag pada masa-masa awal (tahun 1965 dan 1976).&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Pada masa itu Depag  RI bukan saja mengcopy teks Arab Alquran terbitan Jemaat Ahmadiyah (yang mereka terbitkan tahun 1976, pada era Menteri Agama Mukti Ali dan Sekjen Menag Bachrum Rangkuti)  dan yang terbitan sebelumnya tahun 1965; bahkan Kata Pengantarnya juga mengambil Rujukan dari buku “Pengantar Untuk Mempelajari Alquran”  karya  Hazrat Mirza Bashirud-din Mahmud Ahmad, Khalifah Jemaat Ahmadiyah ke-II r.a. “The Introduction to the Study of the Holy Qur’an”, yang diterbitkan tahun 1947 oleh Pusat Jemaat Ahmadiyah;  yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Bapak-bapak Sukri Barmawi dan Syafi R.Batuah, cetakan I tahun 1966 dan cetakan  II tahun 1989; yang diperiksa oleh Dewan Naskah Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang diketuai oleh Bapak Gunawan Jayaprawira.  Bahkan pada terbitan Depag tahun 1965 itu nama “Mirza Bashirud-din” pun masih dicantumkan dalam Daftar Kepustakaannya, yang pada terbitan Depag belakangan sudah tidak ada lagi nama beliau dalam daftar ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu MPP dari Pertamina sejak 5/6 Mei 1991, Alhamdulillah saya beserta istri berkesempatan naik Haji ke Mekkah, berada di Arafah tanggal 9 Dzul-Hijjah 1411 H bertepatan hari Sabtu 22 Juni 1991.  Kepada kami semua peserta naik haji dibagikan Al Qur’an dan Terjemahnya, hadiah dari Khadim al Haramain asy Syarifain (Pelayan kedua Tanah Suci) Raja Fahd ibn ‘Abd al ‘Aziz Al Sa’ud, Raja Kerajaan Saudi Arabia, mendapat kehormatan sebagai penganjur untuk dicetaknya Al Qur’an dan Terjemah ini (demikian yang dikutip tulisan dari Kitab ini, dengan Kata Sambutan dari Menteri Agama R.I.  H. Munawir Sadzali, tanpa tanggal  – Yayasan Penyelenggara Penterjemah/ Pentafsir al-Qur’an, 1 Maret 1971; Lajnah Pentash-hiih , Jakarta  28 Sya’ban 1410 H, 26 Maret 1990 ).&lt;br /&gt;
Walaupun nama Ahmadiyah sudah tidak disinggung lagi dalam Al-Quran terbitan Depag RI yang belakangan ini, namun nuansa isinya banyak mengikuti apa yang pernah ditulis di dalam “The Introduction”  terbitan Jemaat Ahmadiyah, inilah beberapa kutipan contohnya:&lt;br /&gt;
A: Ahmadiyah (Pengantar, terbitan tahun 1989; cetak ulang dari terbitan 1966).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D: Depag RI (terbitan 1990):&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A – hal. 7 : Keperluan akan Alquran&lt;br /&gt;
D – hal. 37 : Perlunya Al Qur’an diturunkan&lt;br /&gt;
A – hal. 7 : Pada ujung Arabia lainnya tinggal orang-orang Iran, dan mereka juga percaya kepada seorang Nabi dan sebuah kitab.  Walaupun Zend Avesta telah mengalami perubahan-perubahan karena ulah manusia, namun ia dijunjung tinggi oleh beberapa ratus ribu orang yang mempercayainya, dan suatu Negara besar ada dibelakangnya.&lt;br /&gt;
D – hal 37: Di sebelah ujung lain negeri Arab, hiduplah orang-orang Persia yang juga mempercayai seorang nabi dan sebuah kitab suci. Sekalipun kitab Zend Avesta telah mengalami perubahan-perubahan oleh tangan manusia, tetapi kitab itu masih dianggap suci oleh beratus ribu pengikutnya dan suatu negeri yang kuat menjadi pendukungnya.&lt;br /&gt;
A – hal. 7 :  Di India, Kitab Weda dipuja orang selama beribu-ribu tahun. Ada juga kitab Gita dari Sri Kresna dan ajaran Budha. Agama Kong Hu Cu berkuasa di Cina tetapi pengaruh Budha kian besar.&lt;br /&gt;
D – hal. 37 : Adapun di India maka kitab Weda dipandang suci beribu-ribu tahun lamanya. Di situ ada juga kitab Gita dari Shri Krisna dan ajaran Buddha. Agama Khong Hu Cu menguasai negeri Tiongkok, tetapi pengaruh Buddha makin hari makin meluas di negeri itu.&lt;br /&gt;
A – hal 8 : Tuhan dalam Bible adalah Tuhan Kebangsaan.&lt;br /&gt;
D  - hal 38 : Nabi Isa a.s. diutus untuk sesuatu kaum tertentu.&lt;br /&gt;
A -  hal 9 : Maka Isa-pun keluar dari sana, serta berangkat ke daerah pantai Tsur dan Sidon …&lt;br /&gt;
D – hal 38 : Maka Jesus keluarlah dari sana, serta berangkat ke jajahan Tsur dan Sidon ….&lt;br /&gt;
A – hal. 10 : Weda juga Kitab Kebangsaan.&lt;br /&gt;
D – hal. 38 : Kitab Weda adalah Kitab untuk sesuatu golongan.&lt;br /&gt;
A – hal. 12 : Agama bukan hasil karya cipta manusia.&lt;br /&gt;
D – hal. 39 : Agama adalah bukan hasil pemikiran umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dst. dst.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi? Kesimpulannya silahkan anda tarik sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: Diambil dari milis tetangga.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/8696153192511254346/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/12/depag-dulu-dan-sekarang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/8696153192511254346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/8696153192511254346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/12/depag-dulu-dan-sekarang.html' title='Depag Dulu dan Sekarang'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEir_fqcciT8NHd-19WTZbHCSOFBI1fTHCAwN0Dme6oqGcTIt-YtSpQ_MCWONvjY7T01ucr1PSoZrCMJBz1fNDr7s-Rfvxg0bomoCTCBspMag7M1ogiVBhu2FGcl7qACjMCj8yF3qAzgR8A/s72-c/logo-depag1.gif" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-4517514015244786817</id><published>2011-04-12T00:32:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T00:32:28.989-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PKS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pornografi"/><title type='text'>Arifinto Merasa Sedang Sial Saja</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/04/10/108600_arifinto--anggota-dpr-dari-fraksi-pks_300_225.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/04/10/108600_arifinto--anggota-dpr-dari-fraksi-pks_300_225.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Anggota Komisi V DPR,  Arifinto, menggelar keterangan pers di Gedung DPR pada Jumat sore  setelah tepergok melihat gambar-gambar tak senonoh melalui perangkat  tablet Samsung Galaxy Tab miliknya pada rapat paripurna, Jumat  (8/4/2011). Arifinto sekali lagi memberikan klarifikasi bahwa dirinya  tidak sengaja membuka &lt;em&gt;link&lt;/em&gt; berisi gambar-gambar tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&quot;Ceritanya begini. Saya kan &lt;em&gt;lagi&lt;/em&gt; di paripurna tadi. Kita tahu sama tahu kondisi di paripurna tadi. Saat mendengarkan pidato ketua DPR, saya menerima &lt;em&gt;e-mail&lt;/em&gt;. Biasa itu menerima &lt;em&gt;e-mail&lt;/em&gt;  dari tenaga ahli atau staf ahli dan buka lewat Galaxy saya. Kalau ada  notifikasi pesan, kami kan enggak tahu ini dari siapa saja. Ternyata  memang gambar tak senonoh jadi saya tak ingin melihatnya lebih lanjut.  Lalu saya tutup dan langsung saya hapus,&quot; katanya kepada wartawan.&lt;br /&gt;
Dia menilai saat itu sedang sial saja. Ketika jenuh mengikuti paripurna, menjelang shalat Jumat, tiba-tiba dia mendapat &lt;em&gt;e-mail&lt;/em&gt; yang kemudian berisi&lt;em&gt; link-link&lt;/em&gt; menuju alamat web berisi konten porno.&lt;br /&gt;
&quot;Saya cuma buka beberapa detik, tetapi seolah-olah saya melihatnya sampai kiamat,&quot; ujarnya diikuti gelak para jurnalis.&lt;br /&gt;
Politisi PKS ini mengaku sering kali masuk gambar-gambar maupun data yang sifatnya &quot;sampah&quot; ke&lt;em&gt; e-mail&lt;/em&gt; maupun ke &lt;em&gt;gadget&lt;/em&gt; Blackberry. Namun, menurut dia, jika ada sesuatu yang tak pantas dilihat, ia segera menghapusnya secara permanen.&lt;br /&gt;
Arifinto juga mengaku tak ingat dengan pengirim &lt;em&gt;e-mail&lt;/em&gt; itu. Dia mengaku memang sedang dalam kondisi tak berkonsentrasi pada saat mengulik-ngulik isi &lt;em&gt;e-mail&lt;/em&gt;-nya.&lt;br /&gt;
&quot;Saya itu tidak dalam kondisi serius melihat &lt;em&gt;e-mail&lt;/em&gt;, tidak dalam kondisi konsentrasi melihat itu. Jadi karena ada &lt;em&gt;link&lt;/em&gt;-nya, maka saya klik saja. Lalu ketika itu tak sesuai dan tak cocok menurut saya, lalu saya hapus,&quot; ujarnya.          &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/4517514015244786817/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/04/arifinto-merasa-sedang-sial-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/4517514015244786817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/4517514015244786817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/04/arifinto-merasa-sedang-sial-saja.html' title='Arifinto Merasa Sedang Sial Saja'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-4131748996641583938</id><published>2011-04-12T00:23:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T00:23:50.446-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PKS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pornografi"/><title type='text'>Ba&#39;asyir Sebut Arifinto PKS Islam Sesat</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://indonesiaunderground.files.wordpress.com/2010/08/abu-bakar-baasyir.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://indonesiaunderground.files.wordpress.com/2010/08/abu-bakar-baasyir.jpg&quot; width=&quot;150&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;INILAH.COM, Jakarta - Pemimpin Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Abu Bakar  Ba&#39;asyir sangat menyayangkan kelakuan politisi Partai Keadilan Sejahtera  (PKS) Arifinto, yang ketahuan melihat gambar porno saat sidang  paripurna, Jumat (8/4/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Masak ngaku Islam nonton video seks, Islam sesat itu,&quot; ucap Ba&#39;asyir di  ruang sel tahanan khusus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin  (11/4/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ba&#39;asyir meminta agar Arifinto dipecat sebagai anggota Dewan Perwakilan  Rakyat (DPR) karena telah terbuki melakukan kesalahan. &quot;Ini jelas-jelas  mungkar, apalagi dari partai PKS,&quot; ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti diberitakan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Arifinto  tertangkap kamera sedang melihat gambar porno saat sidang paripurna  penutupan masa sidang III tahun 2010-2011, Jumat (8/4/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arifinto mengaku mendapatkan link email. Setelah diklik ternyata isinya  gambar porno. Anggota Komisi V tersebut mengaku menghapus gambar  tersebut setelah melihatnya. [bar]&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/4131748996641583938/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/04/baasyir-sebut-arifinto-pks-islam-sesat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/4131748996641583938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/4131748996641583938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/04/baasyir-sebut-arifinto-pks-islam-sesat.html' title='Ba&#39;asyir Sebut Arifinto PKS Islam Sesat'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-5991868493681153661</id><published>2011-03-31T23:46:00.000-07:00</published><updated>2011-03-31T23:54:34.283-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ahmadiyah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="fluralisme"/><title type='text'>Kepada Saudaraku Yang di Tangannya Ada Kekuasaan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Oleh: M. Qasim Mathar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://ilhamendra.files.wordpress.com/2010/07/negra-hukum.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://ilhamendra.files.wordpress.com/2010/07/negra-hukum.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya mulai tulisan ini dengan harapan manusia bisa meresapkan ideal moral (ruh) yang terkandung di dalam ayat-ayat suci Alquran yang artinya sebagai berikut. &quot;Ajaklah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, wejangan yang baik, dan debatlah mereka dengan cara tercanggih. Sesungguhnya Tuhanmulah yang paling tahu siapa yang sesat  dari jalan-Nya dan Dia yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk&quot;. &quot;Dan Kami telah turunkan kepadamu Alkitab (Alquran) dengan kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya), dan menjadi tolok ukur bagi kitab-kitab itu, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Bagi tiap umat di antara kalian, kami jadikan masing-masing jalan dan metode. Sekiranya Allah mau niscaya Dia jadikan kalian satu umat saja. Akan tetapi, Dia mau menguji kalian tentang pemberian-Nya kepada kalian.&lt;br /&gt;
Maka berpaculah berbuat kebaikan, kepada Allah tempat kembali kalian semua, lalu Dia memberitahu kalian perihal yang kalian perselisihkan.&quot; Janganlah sekali-kali kebencian kepada satu kaum mendorong kalian untuk tidak fair; fair-lah karena itulah (jalan) terdekat kepada ketakwaan.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Amat sering Nabi Muhammad mengimbau warga Madinah agar menyebarkan kedamaian (&quot;afsy al-salam&quot;) dan mengingatkan bahwa orang muslim ialah yang mengayomi yang lain dari bahaya lidah dan tangannya.&lt;br /&gt;
Saudaraku, saya membaca dan sangat sering mendengar orang berkata bahwa konstitusi (UUD) negara kita menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan. Sama dengan itu saya diajar sudah lama bahwa kebebasan memilih dan menganut agama dan keyakinan adalah hak asasi setiap orang (HAM). Pada sisi yang sejalan, Alquran juga mendidikku sudah lama bahwa tidak ada paksaan dalam agama. &lt;br /&gt;
Saudaraku, muslim Ahmadiyah adalah produk sejarah kaum muslimin seperti muslim Sunni dan Syiah, post-qur&#39;anic, sesudah masa kenabian. Ahmadiyah, Sunni, Syiah bersama mazhab/sekte/pecahannya masing-masing adalah milik dan kekayaan kaum muslimin.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembubaran terhadap suatu organisasi yang berdasarkan keyakinan keagamaan, bukanlah solusi. Karena selain melanggar konstitusi, HAM, dan ideal moral atau ruh dari Alquran, keyakinan tersebut akan menjadi potensi laten di dalam negara, yang menunggu munculnya seorang penguasa yang mengangkatnya kembali menjadi legal. Orang Ahmadiyah adalah muslim, dengan beberapa perbedaan tafsir tentang Islam dengan yang lainnya. Perbedaan tafsir dan pemahaman dalam soal agama yang sama (Islam) tidak perlu menimbulkan reaksi yang berlebihan. Perbedaan tafsir dan pemahaman keagamaan akan menjadi positif dan produktif jika didekatkan dan dicairkan melalui dialog tanpa henti (sabar) dan pendidikan yang baik. &lt;br /&gt;
Pembubaran tidak akan memuaskan pihak yang menuntutnya, selama pihak yang menuntut menginginkan agar Islam yang berlaku di negeri ini sesuai dengan tafsir Islam yang dianutnya. Karena itu, akan tiba saatnya, pihak mana lagi berikutnya yang dituntut/didemo untuk dilarang dan dibubarkan.&lt;br /&gt;
Mari kita ingat ajaran Kongfutsu yang kini legal kembali setelah di&quot;laten&quot;kan dalam masa panjang dari sang penguasa. Ada baiknya juga kita belajar pada Pakistan yang mengusir Ahmadiyah dari tanah air mereka dan kini, negara Islam itu terganggu terus oleh kelompok muslim radikal yang menghendaki Islam di negara itu menurut tafsirnya sendiri.&lt;br /&gt;
Saudaraku yang di tangannya ada kekuasaan. Ingin saya sampaikan juga bahwa masalah Ahmadiyah adalah perkara beda tafsir yang melahirkan masalah teologis yang rumit, sehingga tidaklah bijak bila diatasi dengan pembubaran. Dari segi budaya lokal, memang ada budaya &quot;sipakatau&quot;, &quot;sipatengngareng&quot;, &quot;sipakalebbi&quot; di samping &quot;sianre bale&quot;, &quot;ejatompi nadoang&quot;. Terserah kita memilih sikap budaya yang mana. Karena yang positif dan negatif ada dalam tradisi kita. Bagi saya, saya akan memilih budaya yang disebut kearifan lokal, bukan yang berbau anarkis dan memendam rasa sakit. Jika demokrasi mau dipakai, saya memahami demokrasi adalah &quot;bukan kekuasaan/dominasi mayoritas (yang banyak dan kuat) atas minoritas (yang sedikit dan lemah).&quot; Tetapi demokrasi adalah &quot;kekuasaan/dominasi yang mayoritas dengan mengayomi yang minoritas.&quot; &lt;br /&gt;
Saudaraku yang di tangannya ada kekuasaan. Kekuasaan yang ada di tanganku hanya mengklik tombol komputer, laptop, atau HP seperti saat ini. Atau, menggerakkan setangkai pena di atas kertas menjadi tulisan. Adapun akan dibaca atau didengar orang, itu kuasa penerbit dan media. Saudaraku, birokrasi, organisasi, dan kelompok, juga klaim sebagai mayoritas, membuat kekuasaan di tangan semakin kuat dan kita merasa semakin berkuasa. Semoga kekuasaan itu kita letakkan di atas meja konstitusi, HAM, dan ruh agama. Sekiranya Allah itu seorang presiden, gubernur, walikota/bupati, camat, atau ketua umum parpol/ormas, dan melihat mudarat dan munkarat yang dilakukan manusia, tentu Dia dengan kekuasaannya tak akan membubarkan siapa dan kelompok apapun. Namun yang Allah lakukan seperti yang sudah Dia lakukan sejak dulu sampai sekarang. Yaitu, mengirim nabi dan rasul serta pembaharu agama-Nya pada setiap kurun waktu sepanjang sejarah manusia guna mengingatkankan manusia pada rel fitrahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href=&quot;http://www.fajar.co.id/read-20110303212602-kepada-saudaraku-yang-di-tangannya-ada-kekuasaan&quot;&gt;Fajar Online &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/5991868493681153661/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/kepada-saudaraku-yang-di-tangannya-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/5991868493681153661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/5991868493681153661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/kepada-saudaraku-yang-di-tangannya-ada.html' title='Kepada Saudaraku Yang di Tangannya Ada Kekuasaan'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-7354242693123660225</id><published>2011-03-24T00:34:00.000-07:00</published><updated>2011-03-24T00:34:30.457-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ahmadiyah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini"/><title type='text'>Pakistanisasi Indonesia</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Oleh: Moh Yasir Alimi, Canberra | TheJakartaPost.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://i.okezone.com/content/2011/03/21/338/436904/oaOq1CmuQH.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;110&quot; src=&quot;http://i.okezone.com/content/2011/03/21/338/436904/oaOq1CmuQH.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Image dari okezone.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Dekrit anti-Ahmadiyah di Jawa Barat dan di Jawa Timur telah memicu kekhawatiran di antara hati banyak orang bahwa negara ini menuju &quot;Pakistanization&quot;. &lt;br /&gt;
Pakistan adalah &quot;sebuah laboratorium penyalahgunaan atas nama agama&quot; dan jalan Pakistan dalam kekerasan keagamaan yang intens dimulai dengan peraturan anti-Ahmadiyah. &lt;br /&gt;
Pada tahun 1984, Presiden Zia ul Haq mengadopsi Ordonansi XX untuk meng-kriminalisasi terhadap kegiatan pengikut Ahmadiyah. Pakistan senantiasa beralasan bahwa pelarangan Ahmadiyah atau menyatakan Ahmadiyah sebagai non-Muslim akan menghapus kekerasan terhadap Ahmadiyah dan akan menstabilkan negara itu. &lt;br /&gt;
Bagaimanapun juga argumen yang kini biasa digunakan oleh kelompok Islam garis keras dan beberapa pejabat negara di Indonesia ini, adalah omong kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Kenyataan yang terjadi di Pakistan menunjukkan ini. Sebuah negara yang dibangun di atas nilai-nilai egaliter, Pakistan sekarang menjadi tempat yang hancur oleh kelompok agama, tempat yang mencekik oleh bau anyir darah, tempat di mana Ahmadiyah, sekte Islam dan minoritas keagamaan dianiaya, tempat pemboman berlangsung setiap hari, mengakibatkan melemahnya kekuatan bangsa untuk membangun. &lt;br /&gt;
Dalam kondisinya saat ini, Pakistan adalah negara yang gagal. Human Rights Watch mencatat bahwa setelah Ordonansi XX yang mendeklarasikan pengikut Ahmadiyah sebagai non-Muslim pada tahun 1984, penganiayaan terhadap Ahmadiyah telah meningkat secara signifikan. &lt;br /&gt;
Seperti di Pakistan, dekrit di Jawa Barat dan Jawa Timur akan mengkriminalisasi kegiatan keagamaan Ahmadiyah dan akan menambah keberanian kelompok ekstremis keagamaan untuk lebih jauh lagi menganiaya pengikut Ahmadiyah. SK tersebut terlihat seperti lisensi untuk membunuh. Dan karena keyakinan tidak akan pernah mati, maka kekerasan pun akan terus berlanjut. &lt;br /&gt;
Pengalaman di Pakistan menunjukkan bahwa peraturan kejam semacam itu mendukung aksi main hakim sendiri kelompok agama dan melemahkan komitmen negara atas konstitusi, suatu nilai-nilai fundamental yang di atasnya bangsa dibangun. &lt;br /&gt;
Hasilnya adalah menakutkan. Sebuah negara yang dibangun di atas nilai-nilai egaliter, seperti Pakistan, dapat beralih menjadi tempat kekerasan agama. Ali Jinnah, bapak pendiri, adalah seorang demokrat yang sangat bersemangat, dan ia mendirikan Pakistan atas dasar konsensus dan pluralistik dan keyakinan bahwa supremasi umum akan menang dan bukan hanya Islam di dalamnya. Apa yang tersisa dari cita-cita itu? &lt;br /&gt;
Pengalaman Pakistan menunjukkan bahwa setelah penerbitan regulasi, kekerasan terhadap Ahmadiyah akan timbul dalam berbagai bentuk: pembunuhan di depan polisi, serangan tehadap masjid, pengusiran Ahmadiyah dari banyak perguruan tinggi negeri, lebih banyak kekerasan secara luas, pengecualian Ahmadiyah dari pemungutan suara, perusakkan dan pembakaran terhadap mereka rumah, tempat usaha dan masjid, penodaan dari kuburan mereka dan banyak lagi. &lt;br /&gt;
Ordonansi XX sebenarnya tidak hanya mengkriminalisasi &quot;kegiatan keagamaan&quot; dari Ahmadiyah, tapi juga &quot;kehidupan sehari-hari&quot; dari pengikut Ahmadiyah. &lt;br /&gt;
Kemudian, efeknya akan keluar dari sekedar pengikut Ahmadiyah; kelompok radikal akan menjangkau kelompok-kelompok Islam yang lain dan pejabat pemerintah yang menurut mereka berbeda atau tidak sejalan dengan agenda mereka. &lt;br /&gt;
Misalnya, seorang gubernur dengan suara moderat, Salman Taseer, dibunuh awal tahun ini karena ia mengkritik hukum penghujatan yang dianggap sebagai &quot;aturan hitam&quot; tidak konsisten dengan konstitusi nasional Pakistan. &lt;br /&gt;
Kami khawatir bahwa Indonesia dapat jatuh dalam situasi yang sama. Indonesia adalah negara dengan keberagaman, yang juga tercermin dalam keragaman praktek Islam yang religius. &lt;br /&gt;
Ada banyak praktik keagamaan yang dianggap sebagai bid&#39;ah, banyak dilakukan oleh umat Islam Indonesia. Setelah Ahmadiyah, hanya masalah waktu sebelum para pelaku praktik keagamaan seperti itu di tanah air ini akan dianiaya. &lt;br /&gt;
Apakah konsekuensi lainnya yang mungkin terjadi? Ketika negara gagal melindungi warga negaranya, banyak kelompok dalam masyarakat akan membuat tentara paramiliter sendiri untuk melindungi diri. Kita bisa memprediksi konsekuensi dari situasi seperti itu. &lt;br /&gt;
Oleh karena itu, bukan saja Surat Keputusan di Jawa Barat dan Jawa Timur itu terang-terangan melanggar hukum hak asasi manusia internasional, Konstitusi serta mimpi para pendiri negara kita, tetapi mereka juga akan mengancam keamanan nasional kita dan eksistensi bangsa. &lt;br /&gt;
Dalam jangka panjang, keputusan tersebut pasti akan memperkuat ormas-ormas agama dan melemahkan kekuasaan negara. Akan terjadi ketidakamanan agama dan politik yang lebih parah. &lt;br /&gt;
Keputusan ini juga bertentangan dengan prinsip-prinsip fundamental Islam (Adz dhoruriyyatul khomsah): hifdhu ad-din (melindungi kebebasan beragama/berkeyakinan), hifd an-nafs (melindungi jiwa), nasl al-aql (melindungi kebebasan ekspresi), hifd an-nasb (melindungi keberlanjutan manusia) dan hifd al-mal (melindungi hak-hak properti). &lt;br /&gt;
Untuk alasan agama dan keamanan, pemerintah pusat, khususnya Menteri Dalam Negeri, harus mengevaluasi peraturan-peraturan daerah untuk menghentikan laju dari &quot;Pakistanisasi&quot;. &lt;br /&gt;
Keanekaragaman tetap yang paling berharga milik para pemimpin negara di tingkat manapun juga. Pemerintah pusat harus menjamin bahwa semua aparat negara di berbagai tingkatan tidak melanggar Konstitusi Nasional, dan harus mewujudkan kesadaran keanekaragaman. Ini adalah urat nadi Indonesia modern dan alasan keberadaan kita. &lt;br /&gt;
Indonesia memiliki karakteristik budaya sendiri dan tidak boleh mengikuti jalan yang berbahaya seperti Pakistan. Sejarah mengatakan bahwa negara yang dibangun di atas visi egaliter dapat menjadi sarang kekerasan agama ketika kesadaran keragaman tidak dipupuk, dan ketika para pejabat kehilangan cita-cita para pendiri bangsa. &lt;br /&gt;
Sub-Komisi Pencegahan Diskriminasi dan Perlindungan Kaum Minoritas PBB telah meminta Komisi Hak Asasi Manusia untuk menekan Pemerintah Pakistan agar mencabut Ordonansi XX. Sungguh ironis bahwa Indonesia malah mengadopsi peraturan tersebut. &lt;br /&gt;
Seperti kasus di Pakistan, ulama juga terlibat dalam mobilisasi peraturan anti-Ahmadiyah. Kepada para ulama tersebut, saya mengundang mereka untuk menyegarkan keimanan kita pada Tuhan, Yang Maha Pengasih (rahman) dan Penyayang (rahim). Para ulama perlu mewujudkan dua sifat Allah ini,jika tidak mereka akan miskin rohani. &lt;br /&gt;
Krisis moral terdalam terjadi ketika para pemimpin agama tidak mewujudkan rahman rahim dalam diri mereka atau ketika mereka mulai melihat orang lain hanya dari pakaian luar mereka, bukan dari dalam batin kemanusiaan mereka. Ketika kedua karakteristik ini tidak hadir, berkat-berkat Tuhan akan meninggalkan kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Penulis adalah dosen di Universitas Negeri Semarang (UNNES), mantan koordinator Majelis Kataman Quran Canberra Australia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/7354242693123660225/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/pakistanisasi-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/7354242693123660225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/7354242693123660225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/pakistanisasi-indonesia.html' title='Pakistanisasi Indonesia'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-8172723772639959314</id><published>2011-03-20T21:57:00.000-07:00</published><updated>2011-05-30T19:49:22.758-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ahmadiyah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="skb"/><title type='text'>Cukup Sudah untuk Ahmadiyah</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPUQfO2amTRLybtp0sJm2WJv9KSY-B310PaMV4ZBjwE5iGI5qul7C8ijV-QpDbvRM6oAn_nVdCtrGGtF44v5AYe7hKamDTCqvKXusSXmMnUnyDrU44_1bdLX_kexN2-llqNw8725t-Bsg/s1600/138.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPUQfO2amTRLybtp0sJm2WJv9KSY-B310PaMV4ZBjwE5iGI5qul7C8ijV-QpDbvRM6oAn_nVdCtrGGtF44v5AYe7hKamDTCqvKXusSXmMnUnyDrU44_1bdLX_kexN2-llqNw8725t-Bsg/s200/138.jpg&quot; width=&quot;145&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Ketika Joni Jailani yang berusia 55 tahun menjadi kepala desa Ciaruteun Udik di Bogor dua tahun lalu, tidak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa dia akan masuk dalam surat kabar, apalagi dalam artikel yang sama dengan ketua Majelis Ulama Indonesia serta kepala kantor Departemen Agama setempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun persis itulah apa yang terjadi tak lama setelah 33 orang dari sesama warga desanya, termasuk anak-anak, menyatakan mereka ingin kembali ke kelompok Islam mainstream - setelah sekian lama telah memilih menjadi pengikut dari sekte Ahmadiyah yang kontroversial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Artikel ini mengatakan kebenaran, tetapi berita di televisi sudah berlebihan,&quot; kata Joni kepada The Jakarta Globe, menunjuk ke sebuah artikel baru-baru ini diterbitkan oleh sebuah koran lokal, yang katanya akan dibingkai dan diletakkan di dinding sebagai pengingat akan &quot;prestasi&quot;-nya dalam mengkonversi mereka yang mengikuti sekte yang &quot;menodai&quot; keyakinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tidak pernah ada intimidasi, pemaksaan atau bahkan persuasi, sebagaimana laporan televisi. Para Ahmadi sini hanya ingin hidup damai dengan tetangga mereka. Ya, beberapa dari mereka memutuskan untuk tinggal dengan Ahmadiyah dan pergi, tetapi apa untungnya melakukan itu? Di tempat baru pun mereka tidak akan diterima, karena keyakinan mereka. &quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Isu Ahmadiyah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam beberapa tahun terakhir, penganiayaan dan serangan kekerasan telah menandai kehidupan Ahmadiyah yang hidup di seluruh Indonesia. Pada 6 Februari, tiga Ahmadiyah di Kecamatan Cikeusik, Banten tewas dalam serangan brutal oleh lebih dari 1.500 penyerang. Dan lebih banyak serangan yang mengikuti sejak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alih-alih melindungi sekte minoritas ini, pemerintah malah menuduh Ahmadiyah telah “menyesatkan” lebih banyak lagi Muslim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pokok utama perdebatan adalah pandangan Ahmadiyah mengenai Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah prinsip penting dalam Islam adalah bahwa Muhammad adalah nabi terakhir dan Alquran adalah kitab suci nya. Tapi organisasi-organisasi Muslim arus utama menuduh Ahmadiyah menganggap pendirinya, Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908), menjadi nabi juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menteri Agama Suryadharma Ali juga telah berulang kali mengatakan bahwa pejabat-pejabatnya telah menemukan bahwa Ahmadiyah juga memiliki kitab suci yang berbeda: Tazkirah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sini para Ahmadi bagaimanapun juga telah membantah keras kedua klaim tersebut, menekankan bahwa Mirza tidak lebih dari pembaharu Islam, dan Tazkirah hanyalah kompilasi dari tulisan-tulisan Mirza yang digunakan hanya sebagai sebuah buku pembelajaran falsafah keagamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemerintah Indonesia di berbagai level tidak mau mengambil risiko apapun. Beberapa daerah telah mengeluarkan peraturan dengan dasar SKB menteri 2008, yang melarang anggota Ahmadiyah untuk berdakwah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru-baru ini, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menerbitkan keputusan yang lebih lanjut membatasi pergerakan dan aktivitas sekte ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawa Barat mengambil hal langkah lebih lanjut, koordinasi dengan perintah militer setempat dan mendesak umat Islam mainstream untuk menempati masjid Ahmadiyah, dengan non-Ahmadi terkemuka khotbah shalat Jumat dengan harapan untuk membuat orang Ahmadiyah untuk &quot;masuk Islam.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya seminggu setelah dekrit Jawa Barat dikeluarkan, puluhan orang tak dikenal datang ke Ciaruteun Udik, rumah bagi 18 keluarga Ahmadiyah, menyerang rumah para Ahmadi , melempari mereka dengan batu. Tetapi kepala desa Joni mengklaim serangan itu tidak ditujukan untuk merubah [keyakinan] mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saya bahkan tidak tahu siapa para penyerang itu. Ya, beberapa warga di sini telah terprovokasi dan ikut menyerang,&quot; katanya. &quot;Setelah kejadian itu, empat warga Ahmadiyah meninggalkan keyakinan mereka dan bergabung dengan Islam. Inisiatif tersebut adalah dari mereka sendiri. Saya bahkan tidak mencoba untuk membujuk mereka.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Desa menambahkan bahwa empat Ahmadiyah lainnya segera mengikutinya. &quot;Saya katakan pada mereka, jika mereka benar-benar serius dalam menyangkal iman mereka, mereka harus membuat pernyataan tertulis. Dan mereka lakukan.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Taubat Dibawah Tekanan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Joni setuju untuk menunjukkan pernyataan yang ditulis tangan ditandatangani oleh yang baru bertobat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Anda lihat, mereka membuat pernyataan sendiri. Ini tidak dirumuskan oleh pemerintah. Anda dapat melihat tulisan tangan mereka sendiri dalam laporan,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Lihat, surat ini ditulis oleh seorang pria yang tidak menyelesaikan sekolah dasar. Anda tidak akan dapat memalsukan tulisan tangan yang sangat buruk seperti ini.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi para peserta taubat  di Ciaruteun Udik, sebagaimana juga komunitas Ahmadiyah di desa-desa tetangga Cimanggu dan Cisalada, menceritakan cerita yang berbeda. &quot;Anda harus bertanya pada diri sendiri, jika tidak ada serangan di Ciaruteun Udik, apakah akan terjadi pertaubatan? Tentu saja tidak,&quot; kata seorang wanita Ahmadi yang berbicara kepada Globe dengan syarat tidak ingin diketahui identitasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita itu menambahkan bahwa setelah empat warga Ahmadiyah di Ciaruteun Udik meninggalkan iman mereka, pejabat lokal membujuk seluruh komunitas Ahmadiyah, mendesak mereka untuk mengikutinya. &quot;Mereka mendatangi rumah kita, memojokkan kami. Bahkan memanggil kami sepanjang waktu. Kami benar-benar diintimidasi,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saya tidak tahu apakah ini kebetulan atau tidak. Tapi [pada tanggal 13] sekitar pukul 18:00, puluhan orang menyerang rumah anggota Ahmadiyah di Cibuntu [Jawa Barat]. Setelah itu, mereka berbaris ke Cimanggu dan mengobrak-abrik rumah Ahmadiyah &#39;di sekitar 8:30 malam &quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan ini membawa korban terhadap Ahmadiyah yang tersisa di Ciaruteun Udik. Sebanyak 29 pria, wanita dan anak-anak dengan cepat mengumumkan mereka akan meninggalkan iman mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pada saat itu saya merasa sudah cukup,&quot;kata Nur Hasan, 47 tahun kepada Globe. &quot;Saya hanya ingin hidup dalam damai. Saya tidak ingin melarikan diri. Kemana saya pergi? Ke mana anak-anak saya pergi?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia baru saja meninggalkan keyakinannya, Ahmadiyah, dan berhasil membujuk istri dan empat anak-anak untuk melakukan hal yang sama. Ayah dan saudara kandung Hasan merasakan tekanan serupa dan melakukannya juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisa dari mereka yang menolak untuk merubah keyakinan, diperkirakan sekitar 60 orang, kini telah meninggalkan desa dengan harta benda mereka, mencari perlindungan di tempat lain. Rumah mereka, yang sebagian rusak parah akibat serangan, tetap ditinggalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara mereka yang melarikan diri dari Ciaruteun Udik, ketakutan untuk keselamatan mereka adalah Dayat 70 tahun, seorang tokoh Ahmadiyah yang keberadaannya tidak diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Faktanya adalah, orang-orang yang bertobat tidak pernah merasa terintimidasi oleh serangan itu. Mereka memberitahu saya bahwa mereka selalu ingin masuk Islam, namun setiap kali Dayat mengatakan kepada mereka untuk tidak,&quot; ujar Joni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Seruan untuk Kekerasan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Ciaruteun Udik, ada keheningan menakutkan yang terbayang  di setiap sudut desa kecil yang berpenduduk kurang dari 500 jiwa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar hampir setiap rumah orang telah memasang tanda-tanda baca &quot;Ahlusunnah Wal Jamaah&quot; - menandakan rumah tersebut milik anggota komunitas Muslim mainstream. Tanda-tanda ini disiapkan dengan harapan bahwa mereka tidak akan menjadi korban serangan lebih lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pengecualian dari Hasan, yang setuju untuk berbicara di rumah Joni, para mantan anggota Ahmadiyah lainnya menolak untuk berbicara tentang alasan mereka menyangkal kepercayaan mereka. Ketika didekati oleh Globe, seseorang yang baru ‘keluar’ secara khusus meminta untuk dihubungi melalui telepon menyatakan bahwa tidak aman untuk membicarakan masalah ini secara terbuka di Ciaruteun Udik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tetangga memonitor saya, mengamati setiap langkah saya untuk memastikan saya tidak mengamalkan keyakinan Ahmadiyah secara rahasia. Saya juga tidak bisa membiarkan Anda ke rumah saya, mereka mungkin akan curiga dan saya bisa berada dalam kesulitan jika saya lakukan,&quot; kata pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian upaya oleh Globe untuk menghubungi dia melalui telepon lebih lanjut tidak lagi berhasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muhammad Isnur, dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH), mengatakan Ahmadiyah di Ciaruteun Udik dan Leuwisadeng, juga di kabupaten Bogor, termasuk Dayat, diamankan sehari setelah serangan pertama pada tanggal 11 Maret, tak lama setelah shalat Jumat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mereka mendapat pengarahan oleh Polisi Bogor, petugas dari komando militer regional dan ulama desa [pemimpin agama], antara lain, tentang isi keputusan gubernur baru,&quot; katanya. Meskipun keputusan itu sendiri adalah inkonstitusional, Muhammad mengatakan, Ahmadiyah itu sangat disarankan untuk patuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Khotbah di masjid-masjid telah semakin parah - ada seruan untuk membunuh, menyerang dan menggantung Ahmadiyah,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelompok hak asasi manusia lokal dan internasional juga telah mendokumentasikan kasus-kasus di mana pejabat militer telah mengunjungi rumah Ahmadiyah di beberapa kabupaten di Jawa Barat, mengumpulkan data dan meminta orang untuk menandatangani pernyataan sumpah menyangkal keyakinan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mereka diintimidasi untuk menandatangani pernyataan,&quot; kata Firdaus Mubarik, juru bicara Kongregasi Ahmadiyah Indonesia (JAI).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pemimpin pemerintahan desa juga memberitahu mereka bahwa jika mereka bersikeras tetap sebagai Ahmadiyah, akan sulit bagi mereka untuk mendapatkan KTP, dan untuk memasukkan anak-anak mereka ke sekolah.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Para Ahmadi juga ditawari hingga Rp 150.000 [$ 14] untuk meninggalkan keyakinan mereka.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruhdiyat Ayyubi Ahmad, seorang pemimpin JAI, mengatakan ia tidak tahu di mana Ciaruteun Udik Ahmadiyah yang menolak untuk meninggalkan keyakinan mereka bersembunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ahmadiyah datang ke Indonesia tidak melalui kekerasan atau paksaan, tetapi dalam damai, jadi saya sedih melihat bahwa diperlukan kekerasan dan intimidasi untuk membuat mereka melepaskan iman mereka,&quot; kata Ruhdiyat Globe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saya bisa mengerti mengapa beberapa saudara dan saudari kami merasa mereka harus meninggalkan Ahmadiyah. Kami tidak melihat mereka sebagai musuh atau pengkhianat. Saya yakin bahwa beberapa diantara mereka, masih merasa bahwa Ahmadiyah adalah jalan yang benar untuk mereka.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---------&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Note: Artikel ini merupakan terjemahan bebas dari artikel bahasa Inggris dalam Thejakartaglobe.com oleh &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;caption&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Nivell Rayda.&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;Silahkan baca artikel &lt;a href=&quot;http://www.thejakartaglobe.com/home/enough-is-enough-for-ahmadis/430491&quot;&gt;aslinya disini&lt;/a&gt;.&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/8172723772639959314/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/cukup-sudah-untuk-ahmadiyah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/8172723772639959314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/8172723772639959314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/cukup-sudah-untuk-ahmadiyah.html' title='Cukup Sudah untuk Ahmadiyah'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPUQfO2amTRLybtp0sJm2WJv9KSY-B310PaMV4ZBjwE5iGI5qul7C8ijV-QpDbvRM6oAn_nVdCtrGGtF44v5AYe7hKamDTCqvKXusSXmMnUnyDrU44_1bdLX_kexN2-llqNw8725t-Bsg/s72-c/138.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-5128066599485932911</id><published>2011-03-13T19:08:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T01:01:51.843-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ahmadiyah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="press release"/><title type='text'>Dua Versi Ahmadiyah</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt;Sejak tahun 2005, Ahmadiyah di      Indonesia ada dua versi. Ada Ahmadiyah versi Ahmadiyah, dan ada Ahmadiyah versi MUI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt; Ahmadiyah versi Ahmadiyah, meyakini Rasululah      SAW., sebagai &lt;b&gt;&lt;i&gt;Khaataman-Nabiyyin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (nabi terakhir, penutup segala nabi),      dan sepenuhnya berpedoman kepada Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW,. &lt;br /&gt;
Sedangkan Ahmadiyah versi MUI, tidak      meyakini Rasululah SAW., sebagai &lt;b&gt;&lt;i&gt;Khaataman-Nabiyyin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (nabi      terakhir, penutup segala nabi), dan meyakini ada lagi nabi  yang ke-26,      bernama Mirza Ghulam Ahmad, dengan Tadzkirah sebagai  kitab sucinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt;Demikian kutipan isi press release yang diterbitkan DPW &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt;JAI &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt;Jateng terkait sebuah artikel dalam Suara Merdeka &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt; Jumat, (11/03), hal. 2 &amp;nbsp;berjudul: &quot;&lt;b&gt;Habib Lutfi Ajak Ahmadiyah Kembali ke Ajaran Yang Benar&quot;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt;&lt;b&gt;_____________________________ &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Badan Hukum Keputusan Menteri Kehakiman R.I. No. JA.5/23/13 Tgl.13-3-1953&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PIMPINAN WILAYAH&amp;nbsp; JATENG-PANTURA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jl. Erlangga Raya No. 7-A, Tlp. 024-8440190, Semarang – 50241, Jateng&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Email: dpwjatengutara@gmail.com&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PRESS RELEASE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DPW JAMAAH AHMADIYAH JAWA TENGAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggapan Ata&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt;s Berita Suara Merdeka, Jumat (11/03), hal. 2 &amp;nbsp;berjudul :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt; &lt;b&gt;Habib Lutfi Ajak Ahmadiyah Kembali ke Ajaran Yang Benar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkait berita harian Suara Merdeka, Jumat (11/03), hal. 2, berjudul, &lt;b&gt;Habib Lutfi Ajak Ahmadiyah Kembali ke Ajaran Yang Benar, &lt;/b&gt;kami sampaikan tanggapan sbb :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jemaah      Ahmadiyah Jateng mengucapkan Al-hamdulillah, terimakasih  dan Jazakumullah      ahsanal Jaza, kepada Habib Lutfi &amp;nbsp;yang      telah  berkenan mengajak kami warga Ahmadiyah kembali kepada ajaran syariat       Islam yang benar. Diabnding dengan fatwa MUI yang menyatakan  Ahmadiyah      bukan Islam, sesat dan menyesatkan, kemudian mendesak  pemerintah agar      membuabrkan Ahmadiyah, ajakan Habib Lutfi, sungguh  sejuk sekali, dan perlu      di apresiasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Namun,      hemat kami, ajakan Habib Lutfi &amp;nbsp;salah alamat jika  ditujukan kepada warga      Ahmadiyah yang tergabung dalam Jamaah  Ahmadiyah Indonesia.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Warga Ahmadiyah yang tergabung dalam Jamaah      Ahmadiyah  Indonesia, sejak semula meyakini Islam sebagai agama, berpedoman       kepada &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al-Quran&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;Sunnah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  Rasulullah SAW.,      berakidah sesuai dengan akidah enam rukun iman,  dan beribadah sesuai      dengan lima rukun Islam. Syahadat       Ahmadiyah, dua kalimah, yaitu : &lt;i&gt;Asyhadu      al-laa ilaaha ilallaahu, wa asyhadu anna Muhammadar-rasulullaahu.&lt;/i&gt; Tidak      ada yang namanya Ajaran Ahmadiyah, seluruh amalan dari Jemaah Ahmadiyah      adalah &lt;b&gt;Ajaran Islam berdasarkan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW,.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sejak      Ahmadiyah berdiri (23 Maret 1889), di Indonesia sejak  1925, hingga saat      ini, setiap orang yang hendak menyatakan  bergabung kedalam Jemaah      Ahmadiyah, diwajibkan untuk menyatakan  ikrar bai’at – berjanji bersumpah      setia, sbb : &lt;b&gt;1)&lt;/b&gt; Di masa yang      akan datang hingga masuk ke dalam kubur senantiasa akan menjauhi &lt;b&gt;&lt;i&gt;syirik&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;,      &lt;b&gt;2) &lt;/b&gt;Senantiasa  akan mengindarkan      diri dari segala corak bohong, zina, pandangan  birahi terhadap bukan      muhrim, perbuatan fasiq, kejahatan, aniaya,  khianat, mengadakan huru-hara,      dan memberontak serta tidak akan  dikalahkan oleh hawa nafsunya meskipun      bagaimana juga dorongan  terhadapnya, &lt;b&gt;3) &lt;/b&gt;Senantiasa akan mendirikan &lt;b&gt;&lt;i&gt;shalat lima waktu&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  semata-mata      karena mengikuti perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya,  dan dengan sekuat      tenaga akan senantiasa menegakkan &lt;b&gt;s&lt;i&gt;halat tahajjud&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, dan mengirim &lt;b&gt;&lt;i&gt;salawat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; kepada Junjungannya &lt;b&gt;&lt;i&gt;Yang Mulia Rasulullah Muhammad S.A.W.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;,…….&lt;b&gt;4)&lt;/b&gt; Benar-benar akan menjunjung      tinggi perintah &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al-Qur’an Suci&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; di atas dirinya.      &lt;b&gt;&lt;i&gt;Firman Allah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;Sabda Rasul-Nya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; itu akan      menjadi pedoman baginya dalam tiap langkahnya.......&lt;b&gt;5)&lt;/b&gt; Akan &lt;b&gt;&lt;i&gt;menghargai  agama, kehormatan agama dan      mencinatai Islam lebih daripada  jiwanya, hartanya, anak-anaknya, dan dari      segala yang dicintainya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;………dll&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika      ukuran Islam yang benar adalah meyakini Nabi Muhammad S.A.W., sebagai &lt;b&gt;&lt;i&gt;Khaataman-Nabiyyin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  - nabi terakhir, tidak ada lagi nabi sesudahnya, Jemaah Ahmadiyah sejak       Ahmadiyah berdiri (23 Maret 1889), di Indonesia sejak 1925, hingga  saat      ini, dan seterusnya, &amp;nbsp;meyakini      dengan teguh, Rasulullah  Muhammad S.A.W., adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;Khaataman-Nabiyyin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; -       nabi terakhir, tidak ada lagi nabi sesudahnya. Pendiri Ahmadiyah  berkata :      “Sebab itu, diatas kenabian ini      habislah semua  kenabian. Memang sudah sepantasnya demikian, sebab sesuatu      yang ada  permulaannya tentu ada pula kesudahannya”.[1] &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak hanya itu, Ahmadiyah yang      tergabung dalam Jamaah  Ahmadiyah Indonesia meyakini dengan teguh,&amp;nbsp; Islam adalah agama terakhir,  dan      Al-Quran adalah Kitab Suci terakhir&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Pendiri Ahmadiyah, berkata : “Tidak ada kitab kami selain &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al - Qur’an Syarif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan      tidak ada Rasul kami kecuali &lt;b&gt;&lt;i&gt;Muhammad&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Mustafa&lt;/i&gt; &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;.&lt;/b&gt; Tidak ada agama      kami kecuali Islam dan kita mengimani, Nabi kita, &lt;b&gt;Muhammad&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;shallallaahu      ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;Khaatamul Anbiya’&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al - Qur’an Syarif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;adalah      &lt;b&gt;&lt;i&gt;Khaatamul Kutub&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.[2]&amp;nbsp; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ahmadiyah      yang tergabung dalam Jamaah Ahmadiyah Indonesia bahkan meyakini, karena      Rasulullah Muhammad S.A.W., adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;Khaataman-Nabiyyin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;,&lt;/i&gt;  maka sesudah beliau S.A.W., tidak      boleh lagi datang nabi, baik  nabi lama – seperti nabi Isa as, yang      diyakini umat Islam akan  datang di akhir zaman, maupun nabi baru – yang      bawa agama baru,  kitab suci baru, dan kalimah syahadat baru. Nabi Isa as,      yang  dijanjikan akan datang oleh Rasulullah S.A.W., dalam pemahaman dan       keyakinan Ahmadiyah, bukan nabi Isa as yang dahulu – karena nabi Isa as       yang dahulu sudah wafat dalam usia 120 tahun[3],      melainkan  orang lain dari kalangan umat Islam yang di-&lt;i&gt;misal&lt;/i&gt;-kan seperti Isa as.[4],      atau yang memiliki &lt;i&gt;sepirit&lt;/i&gt; Isa      as, sehingga ia bergelar Isa as.[5],      dan juga menjadi &lt;i&gt;zhillun-Nabi      Muhammad S.A.W.,&lt;/i&gt; - bayangan Nabi Muhammad S.A.W., sehingga      kedatangannya tidak merusak “&lt;i&gt;segel&lt;/i&gt;”      &lt;i&gt;khaataman-nabiyyin&lt;/i&gt;  Nabi Muhammad      S.A.W. ‘Alim-‘ulama juga berpendapat, Nabi Isa as.  yang dijanjikan akan      datang oleh Rasulullah S.A.W., tidak  menghalangi Nabi Nabi Muhammad SAW.,      sebagai yang terakhir, sebab  dia datang hanya akan melaksanakan syariat      Nabi Muhammad S.A.W.[6]&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalam      kepercayaan Ahmadiyah, meyakini ada lagi nabi baru, yang  membawa agama      baru, kitab suci baru, dan kalimah syahadat baru,  adalah suatu kekufuran      dan kesesatan, dan menyimpang dari ajaran  Islam. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mirza      Ghulam Ahmad, Pendiri Ahmadiyah, dalam keyakinan  Ahmadiyah yang tergabung      dalam Jamaah Ahmadiyah Indonesia, dalam  istilah umum umat Islam dikenal      sebagi : &lt;i&gt;al-‘ulama al-warasatul      anbiya&lt;/i&gt; – ‘ulama pewaris Nabi Muhammad S.A.W., dalam Jemaah Ahmadiyah dikenal      sebagai &lt;i&gt;zhillun-nabi Muhammad      S.A.W., &lt;/i&gt;&amp;nbsp;– bayangan Nabi      Muhammad S.A.W,. Dalam bahasa Hadits, ia adalah &lt;i&gt;Mujaddid&lt;/i&gt; - yang dijanjikan akan bangkit pada setiap permulaan      abad [7],      atau &lt;i&gt;Al-Masih al-Mau’d,&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Al-Mahdi al-Mauud – &lt;/i&gt;Al-Masih  dan      Al-Mahdi&amp;nbsp; yang Dijanjikan      Kedatangannya oleh Rasulullah  S.A.W.[8]      Keyakinan Ahmadiyah tentang kedatangan Nabi Isa as, di  akhir zaman sama      dengan keyakinan para ‘ulama dan umat Isam pada  umumnya.[9]&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sejak tahun 2005, Ahmadiyah di      Indonesia ada dua versi. Ada Ahmadiyah versi Ahmadiyah, dan ada Ahmadiyah versi MUI.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ahmadiyah versi Ahmadiyah, meyakini Rasululah      SAW., sebagai &lt;b&gt;&lt;i&gt;Khaataman-Nabiyyin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (nabi terakhir, penutup segala nabi),      dan sepenuhnya berpedoman kepada Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW,. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sedangkan Ahmadiyah versi MUI, tidak      meyakini Rasululah SAW., sebagai &lt;b&gt;&lt;i&gt;Khaataman-Nabiyyin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (nabi      terakhir, penutup segala nabi), dan meyakini ada lagi nabi  yang ke-26,      bernama Mirza Ghulam Ahmad, dengan Tadzkirah sebagai  kitab sucinya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ahmadiyah versi Ahmadiyah sangat      aktif berdakwah ke seluruh  penjuru dunia, mempromosikan Islam sebagai      agama yang benar,  sempurna dan lengkap, Islam sebagai agama yang toleran      dan damai,&amp;nbsp;  Islam yang menghargai      dan menghormati semua nabi, dan  mempropagandakan Al-Quran sebagai Kitab      Suci, Kitabullah dan  Kalamullah. Untuk keperluan dakwah pula, Ahmadiyah      versi Ahmadiyah  telah berhasil menterjemahkan Al-Quran ke dalam 100 bahasa      besar  dunia.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sedangkan Ahmadiyah versi MUI, aktif      berdakwah ke seluruh  pelosok tanah air, mempropagandakan ada lagi nabi      yang ke-26,  bernama Mirza Ghulam Ahmad, dan mempropagandakan Tadzkirah      sebagai  kitab suci Ahmadiyah. Ahmadiyah versi MUI dipropagandakan antara       lain oleh : KH. Ma’ruf Amin, KH. Amidhan, KH Umar Sihab, Habib Riziq,       Muhammad Al-Khaththat, Amin Jamaluddin, dll. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalam pandangan Ahmadiyah versi      Ahmadiyah (Ahmadiyah yang  tergabung dalam Jamaah Ahmadiyah Indonesia),      Ahmadiyah versi MUI  memang sesat dan menyesatkan, dan layak diajak      kemabali kepada  ajaran Islam yang benar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ajakan Habib Lutfi, agar Ahmadiyah      kembali kepada ajaran  syariat Islam yang benar, sangat tepat jika      disampaikan kepada  warga Ahmadiyah versi MUI, Ahmadiyah yang      dipropagandakan oleh :  KH. Ma’ruf Amin, KH. Amidhan, KH Umar Sihab, Habib      Riziq, Muhammad  Al-Khaththat, Amin Jamaluddin, dll. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Demikian Press Release yang kami sampaikan. Atas      perhatian  Suara Merdeka dihaturkan terimakasih dan Jazakumullah ahsanal      Jaza!&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
Semarang, 12 Maret 2011&lt;br /&gt;
DPW Ahmadiyah Jawa Tengah&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ttd&lt;br /&gt;
(H.M. Arief Syafi’ie)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ketua&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[1] Mirza Ghulam Ahmad, &lt;i&gt;Al-Wasiat&lt;/i&gt;, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 2006:24&lt;br /&gt;
[2] &lt;i&gt;Maktubaat-e-Ahmadiyyah,&lt;/i&gt; jld.5, No. 4&lt;br /&gt;
[3] Dalam Kitab &lt;i&gt;Kanzul ‘Umal, &lt;/i&gt;Alaudin Alhindi, Muassasatur  Risalah, Beirut, 1989, Jld. X, hal. 479, tercantum sebuah Hadits yang  diriwayatkan oleh Imam Thabrani, Fatimah r.a., menerangkan bahwa  Rasulullah SAW., bersabda : Sesungguhnya Isa ibnu Maryam usianya 120  tahun.&lt;br /&gt;
[4] &lt;i&gt;Az-Zuhruf&lt;/i&gt;, 43:57&lt;br /&gt;
[5] Di dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhary dan Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW, bersabda : &lt;b&gt;ﻜﻴﻒﺍﻨﺘﻢﺍﺬﺍﻨﺰﻞﺍﺒﻦﻤﺮﻴﻢﻔﻴﻜﻢﻮﺍ&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class=&quot;word_break&quot;&gt;&lt;/span&gt;ﻤﺎﻤﻜﻢﻤﻨﻜﻢ&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Hadits  ini memberi petunjuk, Nabi Isa as yang dijanjikan akan datang oleh  Rasulullah SAW., bukan nabi Isa yang dahulu, nabinya Bani Israel,  melainkan berasal dari lingkungan umat Islam, akan jadi imam umat Islam  dan dari antara umat Islam. Ia menyandang gelar Isa ibnu Maryam, karena  ia memiliki &lt;b&gt;&lt;i&gt;spirit&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Isa ibnu Maryam.&lt;br /&gt;
[6] &lt;i&gt;Ahkam al Fuqaha&lt;/i&gt;, Solusi Problematika Aktual Hukum Islam, Diantama-LTN-NU, Cet. Ketiga, Pebruari 2007: 47-49, Pengantar : KH. MA. Sahal Mahfudz.&lt;br /&gt;
[7] &lt;i&gt;H.R. Abu Dawud&lt;/i&gt;, dalam &lt;i&gt;Misykatul Mashaabih&lt;/i&gt;, hal. 36, dalam &lt;i&gt;Tiga Masalah Penting&lt;/i&gt;, H. Mahmud Ahmad Cheema H.A., hal. 47-48&lt;br /&gt;
[8] &lt;i&gt;Musnad Ahmad bin Hambal&lt;/i&gt;, Jld. II, hal 411, dalam &lt;i&gt;Tiga Masalah Penting&lt;/i&gt;, H. Mahmud Ahmad Cheema H.A., hal. 48-49&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;[9] &lt;i&gt;Ahkam al Fuqaha&lt;/i&gt;, Solusi Problematika Aktual Hukum Islam, Diantama-LTN-NU, Cet. Ketiga, Pebruari 2007: 47-49. Pengantar: KH. MA. Sahal Mahfudz.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/5128066599485932911/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/dua-versi-ahmadiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/5128066599485932911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/5128066599485932911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/dua-versi-ahmadiyah.html' title='Dua Versi Ahmadiyah'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-1671080720383186711</id><published>2011-03-11T15:00:00.001-08:00</published><updated>2015-01-21T18:22:06.902-08:00</updated><title type='text'>Kritik atas Nalar Pelarangan Ahmadiyah</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Oleh Saidiman Ahmad&lt;br /&gt;
Sebelumnya dimuat di Koran Tempo, 10 Maret 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aktivitas seperti salat, berdoa, berdakwah, bakti sosial, rapat,  mengaji, pendidikan, dan lain-lain pada dirinya tidak mengandung  masalah. Hampir semua warga di Indonesia melakukan kegiatan semacam itu.  Kenapa kegiatan-kegiatan itu menjadi terlarang hanya karena yang  melakukannya adalah orang yang memiliki keyakinan yang bukan arus utama?  Kalau boleh-tidaknya sebuah kegiatan didasarkan pada keyakinan pelaku,  mestinya mencuri, membunuh, dan tindak kejahatan lain boleh, asalkan  dilakukan oleh mereka yang memiliki keyakinan yang dianut mayoritas  warga. &lt;br /&gt;
Kalau dasarnya keyakinan, mestinya yang dilarang pada Ahmadiyah  adalah keyakinan. Tapi bagaimana melarang keyakinan yang bersemayam di  lubuk hati? Rasa-rasanya negara belum memiliki penjara spiritual untuk  menahan hati yang sesat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasca-pembunuhan terhadap tiga warga Ahmadiyah di Cikeusik, Banten,  muncul gejala yang sangat memprihatinkan. Memang Presiden Susilo Bambang  Yudhoyono merespons cepat dengan memberi perintah agar mencari jalan  legal untuk membubarkan organisasi yang sering membuat kekisruhan. Yang  menarik, beberapa daerah justru merespons perintah Presiden itu dengan  mengeluarkan peraturan pembekuan kegiatan Jemaat Ahmadiyah. Pemerintah  daerah Pandeglang mengeluarkan larangan bagi anggota Ahmadiyah melakukan  kegiatannya. Pemda Jawa Timur mengeluarkan perintah yang melarang semua  kegiatan Ahmadiyah di Jawa Timur. Di Banjarmasin, pemerintah bahkan  melarang penggunaan masjid Ahmadiyah. Adapun di Jawa Barat, gubernur  mengeluarkan perintah pembekuan kegiatan Ahmadiyah.&lt;br /&gt;
Memang perintah Presiden yang dikeluarkan dalam perayaan Hari Pers  Nasional di Kupang itu tidak langsung menyebutkan organisasi yang hendak  dicarikan jalan pembubarannya. Sehingga perintah ini dengan cepat  dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok anti-Ahmadiyah untuk mengarahkan  perintah pembubaran justru kepada Ahmadiyah, bukan kepada pelaku  kekerasan. Menteri Hukum dan Has Asasi Manusia Patrialis Akbar malah  lebih banyak membahas LSM-LSM ketimbang organisasi-organisasi  kemasyarakatan pelaku kekerasan. Demikian pula Menteri Agama Suryadharma  Ali, dia justru lebih banyak membahas bagaimana mencari solusi bagi  Ahmadiyah ketimbang mencari jalan bagi pembubaran Ormas pelaku  kekerasan.&lt;br /&gt;
Pelarangan Ahmadiyah di sejumlah daerah menjadi sangat berbahaya  justru karena baru saja Ahmadiyah mengalami penganiayaan di luar batas  kemanusiaan. Buah dari penganiayaan bukan mengkriminalkan pelaku,  melainkan malah lebih menyudutkan korban.&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
Sebenarnya model penyelesaian masalah dengan melipatgandakan beban  korban bukan baru pertama terjadi. Hal seperti ini juga terjadi pada  peristiwa berdarah 1 Juni 2008. Saat itu massa Aliansi Kebangsaan untuk  Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) diserang oleh massa Laskar  Pembela Islam (LPI) milik Front Pembela Islam (FPI). Buah dari kekerasan  yang dialami oleh AKKBB justru adalah dikeluarkannya Surat Keputusan  Bersama (SKB) Dua Menteri dan Jaksa Agung tentang pelarangan aktivitas  Ahmadiyah.&lt;br /&gt;
Viktimisasi korban adalah cara penyelesaian masalah yang sungguh  tidak beradab. Peraturan daerah dan SKB Dua Menteri yang melarang  aktivitas Ahmadiyah membawa pesan yang sangat kuat bahwa, jika Anda  menginginkan suatu kelompok dilarang, lakukanlah kekerasan terhadapnya.&lt;br /&gt;
Para pengusul kebijakan pelarangan Ahmadiyah berpegang pada pendapat  bahwa kekerasan terjadi karena suatu sebab. Mereka menganggap bahwa  penyebab kekerasan adalah korban kekerasan itu sendiri. Dengan demikian,  yang pertama-tama harus dipersalahkan adalah korban. Bagaimana mungkin  menyalahkan korban pencurian dan penjarahan? Bukankah semua pencuri dan  perampok seharusnya ditangkap dan bukan malah sibuk menyalahkan korban?&lt;br /&gt;
Dalam hal Ahmadiyah, logika bahwa kelompok ini mengundang kekerasan  hanya karena mereka memiliki keyakinan yang berbeda dengan kebanyakan  orang sungguh tidak bisa diterima. Kalau Ahmadiyah mengundang kekerasan  karena mereka berbeda, seharusnya Ahmadiyah juga memiliki legitimasi  yang sama untuk menyerang siapa saja yang berbeda dengan mereka. Kalau  Ahmadiyah boleh dilarang karena mengundang kekerasan atas keberbedaan  mereka, kenapa pemerintah tidak melarang juga kegiatan orang-orang yang  berbeda dengan Ahmadiyah? Bukankah mereka juga mengundang kekerasan dari  Ahmadiyah atas keberbedaan mereka dengan Ahmadiyah? Kalau dengan alasan  perbedaan keyakinan agama pemerintah bisa melarang aktivitas suatu  kelompok, maka bukankah sebaiknya pemerintah melarang semua kegiatan  agama, karena mereka semua saling berbeda dan saling mengancam?&lt;br /&gt;
Mengatakan bahwa keyakinan agama mayoritas terancam oleh minoritas  Ahmadiyah sangatlah tidak masuk akal. Bukankah yang seharusnya terancam  adalah minoritas? Dengan segala sumber daya, mayoritas jauh lebih punya  kekuatan untuk mengancam kelompok minoritas ketimbang sebaliknya. Kalau  pelarangan didasarkan pada logika ancaman terhadap agama, maka  seharusnya pemerintah melarang aktivitas kelompok mayoritas, karena  merekalah yang paling mungkin memberi ancaman terhadap kelompok-kelompok  yang lebih kecil.&lt;br /&gt;
Dalam hal keyakinan agama, pemerintah sama sekali tidak punya hak  untuk menyatakan suatu kelompok lebih benar daripada yang lain. Iman  atau keyakinan adalah sesuatu yang sangat subyektif. Kebenaran iman  adalah kebenaran subyektif. Ia benar sejauh ia diyakini benar. Bagi  mereka yang meyakininya, iman akan menjadi kebenaran absolut. Tapi bagi  orang-orang lain yang tidak yakin, ia tidak bermakna apa-apa.&lt;br /&gt;
Melarang kegiatan Ahmadiyah karena Ahmadiyah memiliki keyakinan yang  berbeda juga sangat problematis. Ada lompatan pemikiran dalam larangan  tersebut. Masalah, kalaupun itu benar, pada Ahmadiyah adalah keyakinan,  bukan pada aktivitas. Aktivitas seperti salat, berdoa, berdakwah, bakti  sosial, rapat, mengaji, pendidikan, dan lain-lain pada dirinya tidak  mengandung masalah. Hampir semua warga di Indonesia melakukan kegiatan  semacam itu. Kenapa kegiatan-kegiatan itu menjadi terlarang hanya karena  yang melakukannya adalah orang yang memiliki keyakinan yang bukan arus  utama? Kalau boleh-tidaknya sebuah kegiatan didasarkan pada keyakinan  pelaku, mestinya mencuri, membunuh, dan tindak kejahatan lain boleh,  asalkan dilakukan oleh mereka yang memiliki keyakinan yang dianut  mayoritas warga.&lt;br /&gt;
Kalau dasarnya keyakinan, mestinya yang dilarang pada Ahmadiyah  adalah keyakinan. Tapi bagaimana melarang keyakinan yang bersemayam di  lubuk hati? Rasa-rasanya negara belum memiliki penjara spiritual untuk  menahan hati yang sesat.&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
Dalam konteks dakwah, melarang aktivitas Ahmadiyah adalah bentuk  ketidakadilan. Semua jenis penafsiran dan keyakinan agama semestinya  berkontestasi secara sehat untuk meraih dukungan. Membatasi ruang gerak  sebuah kelompok yang memiliki corak pemahaman keagamaan tertentu sama  dengan menghalangi seorang peserta lomba lari dalam sebuah perlombaan.  Bagaimana menentukan bahwa peserta yang mencapai garis finish lebih awal  adalah pelari tercepat, sementara ada satu peserta yang dilarang  berlari? Jika kita percaya bahwa iman yang paling benar akan bertahan,  maka apa gunanya melarang iman yang dianggap salah?&lt;br /&gt;
Negara tidak punya kepentingan untuk menjaga iman tertentu, betapapun  dominannya. Kalau sekelompok orang merasa imannya terdesak oleh iman  orang lain, jangan timpakan beban kesalahan kepada negara. Tanyakan  kepada diri sendiri. []&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/1671080720383186711/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/kritik-atas-nalar-pelarangan-ahmadiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/1671080720383186711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/1671080720383186711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/kritik-atas-nalar-pelarangan-ahmadiyah.html' title='Kritik atas Nalar Pelarangan Ahmadiyah'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-2051924213067154223</id><published>2011-03-07T18:21:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T18:21:31.288-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ahmadiyah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="perda"/><title type='text'>Demokrat Sesalkan Soekarwo Keluarkan SK Anti-Ahmadiyah</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.tribunnews.com/foto/bank/images/Ulil-Abshar-Abdhala.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;182&quot; src=&quot;http://www.tribunnews.com/foto/bank/images/Ulil-Abshar-Abdhala.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;renggang&quot;&gt;   &lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;strong&gt;TEMPO &lt;em&gt;Interaktif&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat menyesalkan Gubernur Jawa Timur  Soekarwo yang mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur soal pelarangan  aktivitas Jamaah Ahmadiyah di seluruh wilayah Jawa Timur. Apalagi,  Soekarwo adalah anggota Dewan Pembina Partai Demokrat dalam kepengurusan  2010-2015. &lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt; &lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt;  &quot;Itu saya sesalkan. Sebagai partai, Demokrat tidak pernah mendukung hal  itu. Ini murni kebijakan lokal dari para kepala daerah,&quot; kata  Ketua  Divisi Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Partai Demokrat, Ulil  Abshar Abdalla di Jakarta, Minggu 6 Maret 2011.  &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;renggang&quot;&gt;&lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt;  DPP Partai Demokrat, kata Ulil, saat ini tengah memikirkan langkah  untuk memberikan instruksi kepada seluruh Dewan Pimpinan Daerah Demokrat  untuk menyatakan sikap menolak segala kebijakan lokal yang melarang  keberadaan dan aktivitas Ahmadiyah. &lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt; &lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt;  &quot;Kami masih memikirkan hal itu. Semoga saja ada semacam usaha untuk  mencegah supaya ini tidak menyebar kemana-mana, karena agak berbahaya,&quot;  kata dia.&lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt; &lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt; MAHARDIKA SATRIA HADI&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;renggang&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;renggang&quot;&gt;Sember: &lt;a href=&quot;http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/03/06/brk,20110306-317976,id.html&quot;&gt;Tempointeratif.com&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/2051924213067154223/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/demokrat-sesalkan-soekarwo-keluarkan-sk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/2051924213067154223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/2051924213067154223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/demokrat-sesalkan-soekarwo-keluarkan-sk.html' title='Demokrat Sesalkan Soekarwo Keluarkan SK Anti-Ahmadiyah'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-8631221796111469046</id><published>2011-03-07T18:14:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T18:14:52.017-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ahmadiyah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="skb"/><title type='text'>Djoko Suyanto: Pemerintah Tidak Bisa Melarang Kepercayaan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.siaganews.com/images/berita/normal/988281@Menko-Polhukam-Djoko-Suyanto.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://www.siaganews.com/images/berita/normal/988281@Menko-Polhukam-Djoko-Suyanto.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;renggang&quot;&gt;   &lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;strong&gt;TEMPO &lt;em&gt;Interaktif&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  - Pemerintah memang belum memberi keputusan untuk menanggapi desakan  pembubaran aliran Ahmadiyah di Indonesia. Tapi, sikap pemerintah sudah  jelas, sebuah kepercayaan tidak bisa dilarang. &quot;Bagaimana pun, kita  tidak boleh membekukan atau melarang kepercayaan orang,&quot; kata Menteri  Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto kepada &lt;em&gt;Tempo&lt;/em&gt;, Minggu (6/3).&lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt; &lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt;  Sedangkan mengenai munculnya peraturan-peraturan daerah soal pelarangan  aktivitas Ahmadiyah, menurut Djoko, aturan-aturan tersebut harus  mengacu pada dua landasan, yakni, Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 dan  Pasal 29 serta Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri soal  Ahmadiyah. &quot;(Dua aturan) itu harus menjadi dasar peraturan daerah,&quot;  ujarnya.&lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt; &lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Pasal 28 UUD 1945 mengatur soal warga negara dan penduduk. Dalam pasal  28 E butir pertama dinyatakan, &quot;Setiap orang bebas memeluk agama dan  beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih  pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah  negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.&quot; Butir kedua  menyatakan, &quot;Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan,  menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.&quot; &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;renggang&quot;&gt;Adapun  pasal 29 mengatur soal agama yang berbunyi, &quot;Negara menjamin  kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan  untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu,&quot; (butir 2).&lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt; &lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt;  Karena itu, Djoko telah menginstruksikan Menteri Dalam Mendagri Gamawan  Fauzi untuk mengevaluasi peraturan-peraturan daerah yang dinilai tak  sesuai dengan dua landasan tersebut. Mendagri, kata Djoko, sudah tentu  akan memperhatikan aturan-aturan di daerah yang melarang aktivitas  Ahmadiyah. &quot;Karena daerah tidak bisa bikin aturan sendiri tanpa  memperhatikan acuan itu,&quot; kata dia. &lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt; &lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt;  Evaluasi terhadap peraturan daerah soal pelarangan Ahmadiyah akan  dilakukan, sembari pemerintah membahas bagaimana mencari solusi tuntas  tentang Ahmadiyah. &quot;Kalau keluar dari dua acuan itu, (perda) tidak bisa  diterapkan.&quot;&lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt; &lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt;  Namun di sisi lain, Djoko meminta media tak hanya mengutip soal  pelarangan terhadap Ahmadiyah-nya saja. Sebab sejumlah aturan daerah  juga mengatur soal pelarangan warga masyarakat untuk bertindak dengan  melakukan kekerasan terhadap Jamaah Ahmadiyah. Menurut Djoko, silahkan  saja jika ada pihak-pihak yang tidak senang dengan keberadaan Ahmadiyah.  &quot;Tetapi ketidaksenangan itu tidak boleh lantas digunakan untuk  menghakimi orang lain, menganiaya orang lain, atau membunuh,&quot; ujarnya.&lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt; &lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt;  Djoko meyakini sebelum daerah mengeluarkan peraturan gubernur atau  peraturan daerah, sudah melibatkan para stakeholder seperti tokoh agama,  termasuk dari pihak Ahmadiyah sendiri. &quot;Karena yang tahu eskalasi di  daerah adalah daerah itu sendiri.&quot; &lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt; &lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt;  Sebelumnya, sejumlah kalangan juga tak setuju dengan aturan daerah yang  melarang aktivitas Jamaah Ahmadiyah. Ketua Fraksi Partai Kebangkitan  Bangsa Dewan Perwakilan Rakyat, Marwan Jafar, menyebut perda  anti-Ahmadiyah itu sebagai intervensi terhadap kehidupan umat beragama,  karena aturan itu memuat larangan aktivitas keagamaan. &quot;Kepercayaan tak  boleh dibunuh,&quot; katanya.&lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt; &lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt;  Persoalan Ahmadiyah, kata Marwan, seharusnya diselesaikan dengan  dialog, yang melibatkan pemuka agama, organisasi keagamaan, dan  pemerintah. Ia mendesak pemerintah segera mengevaluasi perda maupun  surat keputusan gubernur anti-Ahmadiyah. Marwan khawatir beleid itu akan  memantik konflik baru terhadap kelangsungan hidup penerus ajaran  Ahmadiyah.&lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt; &lt;br style=&quot;display: block; margin: 4px 0pt;&quot; /&gt;  Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah,  Azyumardi Azra juga menilai pelarangan terhadap aktivitas Ahmadiyah di  daerah itu bertentangan dengan konstitusi. &quot;Perda itu inkonstitusional  karena tak sesuai dengan UUD 1945, yang menjamin kebebasan beragama dan  berkeyakinan serta berserikat dan berkumpul,&quot; katanya.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;renggang&quot;&gt; Dimas  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/8631221796111469046/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/djoko-suyanto-pemerintah-tidak-bisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/8631221796111469046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/8631221796111469046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/djoko-suyanto-pemerintah-tidak-bisa.html' title='Djoko Suyanto: Pemerintah Tidak Bisa Melarang Kepercayaan'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-2041570937540852128</id><published>2011-03-06T20:05:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T20:12:50.811-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ahmadiyah"/><title type='text'>Sunni, Syiah dan Ahmadiyah</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://a2.twimg.com/profile_images/1257368938/IMG00657-20110227-0906_reasonably_small.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://a2.twimg.com/profile_images/1257368938/IMG00657-20110227-0906_reasonably_small.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/profile/13848845053006200459&quot;&gt;Prof.DR.H.Hamka Haq&lt;/a&gt;, ketua DPP PDI-P dan&amp;nbsp; ketum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), dalam akun &lt;i&gt;twitter&lt;/i&gt;-nya &lt;a href=&quot;http://twitter.com/#%21/hamkahaq&quot;&gt;@hamkahaq&lt;/a&gt; menguraikan&amp;nbsp; mengenai perbedaan antara Islam Sunni, Syiah dan Ahmadiyah dengan cara yang sangat lugas dan berani. Berikut ini kutipan timeline twitter-nya terkait hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Mahasiswa bertanya: &quot;Yang mana lebih dekat persamaan dengan SUNNI, Ahmadiyah atau Syiah?&quot; Kepadanya saya jawab sebagai berikut: &lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Syiah menolak Khulafau Rasyidun SUNNI, Abu Bakar, Umar, Utsman, kecuali Ali RA. Ahmadiyah menerima dan hormat pada semua Khulafa Rasyidun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Syiah menolak semua hadits SUNNI, terutama riwayat Aisyah, kecuali riwayat dri Ali, sedang Ahmadiah menerima semua hdits Sunni tanpa kecuali&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Syiah hanya mengakui ketokohan turunan ahli bait (turunan Ali RA) sedang Ahmdiyah menerima ketokohan kaum SUNNI&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bedanya dengan kita kaum SUNNI, Ahmadiyah percaya bahwa Nabi Isa yang dijanjikan dalam hadits sudah datang, itulah Mirza Ghulam Ahmad&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sedang Syiah yakin bahwa Nabi Isa yang dijanjikan dalam hadits masih ditunggu2, dan jika ia datang nanti ia bergelar IMAM MAHDI keturunan Ali RA&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sedang kaum SUNNI, sebagian besar percaya bahwa Nabi Isa yang djanjikan dalam hadits adl ISA IBN Maryam yang dulu dtang ke Bani Israel, itu blum datang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagian ulama SUNNI tidak terima secara harfiyah tentang janji datangnya Nabi ISA, a.l.Syekh Moh.Abduh, Rasyid Ridha, Syaltut (eks Syekh AlAzhar)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perbedaan pokok SUNNI- Ahmadiyah hanya soal kenabian Ghulam Ahmad. Tidak banyak bedanya, karena Ahmdiah memang awalnya SUNNI, [lalu] jadi sempalan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Karena bedanya sangat mendasar pada soal Nabi, maka SUNNI lebih memusuhi Ahmadiyah ketimbang Syiah. Syiah hanya beda dengan SUNNI pada soal khalifah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tapi Syiah dan Ahmadiyah masing2 punya jasa bagi SUNNI. Syiah berjasa mendirikan Univ.Al Azhhar, ketika Mesir diperintah Khilafah Fatimiah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sedang Ahmadiyah berjasa sebagai yang pertama2 membawa Islam ke Eropa di zaman Modern, yang nanti banyak kembali ke SUNNI setelah datangnya emigran Arab&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jadi buat apa kita bermusuhan,lebih baik membangun persaudaraan keislaman, lalu bersama segenap umat agama lain membangun peradaban dunia yang damai&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk sekadar tambahan, Muslim pertama pemenang Nobel bidang Sains ialah Abdu Salam, seorang Ahmdiyah dari Pakistan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mereka (Ahmadiyah) tidak mau [menjadi] agama baru, karena nabi mereka,Ghulam Ahmad, dipandang sebagai nabi yang tidak membawa syriat baru, jadi syariatnya tetap Islam &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tesis S1 saya (1978) ttg &quot;Kekeliruan Ahmadiah Qadyan.&quot; Tapi sbg sesama bangsa Indo saya anggap mereka sbg saudara sebangsa yg harus diperlakukan baik2.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt;1&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/2041570937540852128/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/sunni-syiah-dan-ahmadiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/2041570937540852128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/2041570937540852128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/sunni-syiah-dan-ahmadiyah.html' title='Sunni, Syiah dan Ahmadiyah'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-7712880894172281299</id><published>2011-03-05T00:59:00.000-08:00</published><updated>2011-03-05T00:59:50.440-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ahmadiyah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="skb"/><title type='text'>Azyumardi Azra: Mendagri Harus Cabut SK Pelarangan Ahmadyah</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://berita.liputan6.com/images/logo.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://berita.liputan6.com/images/logo.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id=&quot;advenueINTEXT&quot; name=&quot;advenueINTEXT&quot;&gt;&lt;strong&gt;Liputan6.com, Jakarta: &lt;/strong&gt;Menteri  Dalam Negeri Gamawan Fauzi harus segera mencabut surat keputusan  pelarangan Ahmadiyah yang telah dikeluarkan beberapa pemerintah daerah.  Demikian diungkapkan pengamat politik Azyumardi Azra dalam seminar  bertajuk &quot;International Seminar on Islam, Piece, and Justice&quot; di Hotel  Grand Sahid, Jakarta, Sabtu (5/3).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&quot;Depdagri harus mencabut Perda semacam itu. SKB masih problematis. Yang  diperlukan bukan Perda yang bisa saja ditarik seperti karet,&quot; ujar  Azyumardi Azra. Menurut Azumardi, peraturan daerah atau SK pelarangan  Ahmadiyah itu inkonstitusional. &quot;Tak jauh berbeda dengan SKB kalau  mengambil langkah-langkahnya sendiri, baik provinsi maupun kabupaten,&quot;  katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Azra menilai Ahmadiyah ini status quo dengan SKB maka SKB yang harus  disosialisasikan. &quot;Tegaskan isi SKB, supaya masyarakat tidak melakukan  tindakan main hakim sendiri,&quot; tandasnya. Ahmadiyah juga harus menahan  diri, jangan lagi bersifat eksklusif. &quot;Perda bisa mendrong emosi.  Mendagri bisa mencabut perda-perda yang melanggar konstitusi,&quot;  imbuhnya.(JUM)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span id=&quot;advenueINTEXT&quot; name=&quot;advenueINTEXT&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://berita.liputan6.com/sosbud/201103/322930/Mendagri_Harus_Cabut_SK_Pelarangan_Ahmadyah&quot;&gt;liputan6.com&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/7712880894172281299/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/azyumardi-azra-mendagri-harus-cabut-sk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/7712880894172281299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/7712880894172281299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/azyumardi-azra-mendagri-harus-cabut-sk.html' title='Azyumardi Azra: Mendagri Harus Cabut SK Pelarangan Ahmadyah'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8529832707342378845.post-3730573574152538870</id><published>2011-03-05T00:23:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T19:24:02.249-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ahmadiyah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="toleransi"/><title type='text'>Azyumardi Azra: Perda Pembekuan Ahmadiyah Inkonstitusional</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Sabtu, 05 Maret 2011 , 13:13:00 WIB&lt;br /&gt;
Laporan: Kristian Ginting&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.antara-sumbar.com/id/foto/berita/antara_220211163037_azyumardi-azra1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 0.5em; margin-right: 0.5em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.antara-sumbar.com/id/foto/berita/antara_220211163037_azyumardi-azra1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;RMOL. Peraturan daerah yang melarang kegiatan Jamaah Ahmadiyah adalah inkonstutisional. Pemerintah pusat juga dianggap tidak tegas dan membiarkan polemik hingga pemimpin di daerah mengambil langkah sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Menurut saya Perda atau SK pelarangan Ahmadiyah itu inkonstitusional. Tak jauh berbeda dengan Surat Keputusan Bersama (SKB). Mendagri harus mencabut Perda semacam itu,&quot; ujar cendekiawan Muslim, Azyumardi Azra, kepada wartawan di Hotel Sahid Jakarta, Sabtu (5/3).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurutnya, munculnya Perda-Perda itu di saat SKB masih problematis dan tidak ada langkah apapun dari pemerintah untuk memperjelas isi SKB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Yang diperlukan bukan Perda yang bisa saja ditarik seperti karet. Saya kira kalau Ahmadiyah ini status quo dengan SKB, maka SKB yang harus disosialisasikan, tegaskan isi SKB, supaya masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri,&quot; ucap Azyumardi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga menyarankan Ahmadiyah untuk menahan diri dan jangan lagi bersifat eksklusif. &quot;Perda bisa mendorong emosi,&quot; tegasnya.[ald]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=20134&quot;&gt;Rakyat merdeka online&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abunaweed.blogspot.com/feeds/3730573574152538870/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/azyumardi-azra-perda-pembekuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/3730573574152538870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8529832707342378845/posts/default/3730573574152538870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abunaweed.blogspot.com/2011/03/azyumardi-azra-perda-pembekuan.html' title='Azyumardi Azra: Perda Pembekuan Ahmadiyah Inkonstitusional'/><author><name>Budi Rahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06061429073186184692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>