<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rdf:RDF
	xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
	xmlns="http://purl.org/rss/1.0/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:prism="http://prismstandard.org/namespaces/1.2/basic/"
	xmlns:cc="http://web.resource.org/cc/">

	<channel rdf:about="https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs">
				<title>Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand)</title>
		<link>https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs</link>

							
		<description>&lt;p&gt;&#039;Jurnal Rekayasa Sipil&#039;, translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical published by the &lt;a href=&quot;https://sipil.ft.unand.ac.id/&quot;&gt;Civil Engineering Department&lt;/a&gt;, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as &lt;strong&gt;JRS-Unand&lt;/strong&gt;, accredited &lt;strong&gt;SINTA-4&lt;/strong&gt;, covers recent topics in civil engineering as stated in its &lt;a href=&quot;https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/pages/view/focus&quot;&gt;focus and scope&lt;/a&gt;. JRS-Unand aims to provide a platform for academics, professionals, and researchers to share their findings and contribute to advancing construction science and engineering. All articles are freely available under the Creative Commons Attribution-NonCommercial (CC BY-NC) license.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;JRS-Unand is indexed by &lt;a href=&quot;https://scholar.google.co.id/citations?user=738b0rcAAAAJ&amp;amp;hl=en&quot;&gt;Google Scholar&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/538&quot;&gt;Sinta&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://index.pkp.sfu.ca/index.php/browse/index/2563&quot;&gt;PKP Index&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_text=%22jurnal%20rekayasa%20sipil%22&amp;amp;search_type=kws&amp;amp;search_field=full_search&amp;amp;and_facet_source_title=jour.1337810&quot;&gt;Dimensions&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://garuda.ristekdikti.go.id/journal/view/13198&quot;&gt;Portal Garuda&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://search.crossref.org/?q=2477-3484&quot;&gt;Crossref&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://onesearch.id/Search/Results?lookfor=jurnal+rekayasa+sipil&amp;amp;type=AllFields&amp;amp;filter%5B%5D=format%3A%22Journal%22&amp;amp;filter%5B%5D=collection%3A%22Jurnal+Rekayasa+Sipil%22&amp;amp;filter%5B%5D=institution%3A%22Universitas+Andalas%22&quot;&gt;Indonesia OneSearch&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;</description>

									<dc:publisher>Civil Engineering Departement, Andalas University</dc:publisher>
		
					<dc:language>en-US</dc:language>
		
		<prism:publicationName>Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand)</prism:publicationName>

							
					<prism:issn>2477-3484</prism:issn>
		
					<prism:copyright>&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/index&quot; target=&quot;_blank&quot; rel=&quot;noopener&quot;&gt;Jurnal Rekayasa Sipil&lt;/a&gt; (JRS) is licensed under &lt;a href=&quot;https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/?ref=chooser-v1&quot;&gt;CC BY-NC 4.0 &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</prism:copyright>
		
		<items>
			<rdf:Seq>
												<rdf:li rdf:resource="https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/article/view/1428"/>
									<rdf:li rdf:resource="https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/article/view/1373"/>
									<rdf:li rdf:resource="https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/article/view/1376"/>
									<rdf:li rdf:resource="https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/article/view/1440"/>
									<rdf:li rdf:resource="https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/article/view/1421"/>
										</rdf:Seq>
		</items>
	</channel>

					<item rdf:about="https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/article/view/1428">

						<title>ANALISIS PENGARUH KONDISI PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PERILAKU PERJALANAN MASYARAKAT HINTERLAND DI KOTA BATAM</title>
			<link>https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/article/view/1428</link>

										<description>&lt;p class=&quot;Abstract&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Perubahan iklim semakin meningkatkan risiko gangguan terhadap infrastruktur transportasi dan mobilitas masyarakat pesisir, terutama di wilayah kepulauan yang bergantung pada moda laut. Penelitian ini menganalisis pengaruh kondisi cuaca ekstrem terhadap perilaku perjalanan masyarakat hinterland di Kota Batam, khususnya di Kecamatan Bulang, Galang, dan Belakang Padang. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi pola perjalanan, persepsi risiko iklim, serta strategi adaptasi yang diperlukan untuk meningkatkan ketahanan transportasi pesisir. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui survei terhadap 100 responden, diperkuat dengan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cuaca ekstrem seperti hujan lebat, gelombang tinggi, dan pasang surut secara signifikan memengaruhi keputusan perjalanan masyarakat. Sebagian besar responden tetap melakukan perjalanan karena kebutuhan ekonomi dan pendidikan, sementara lainnya memilih menunda atau membatalkan perjalanan ketika risiko meningkat. Boat pancung dan speedboat menjadi moda dominan, yang menunjukkan ketergantungan tinggi pada transportasi laut, sekaligus meningkatkan kerentanan terhadap dinamika cuaca. Selain itu, masyarakat memiliki persepsi tinggi terhadap risiko perubahan iklim, khususnya yang terkait keselamatan dan kerusakan infrastruktur pesisir seperti dermaga dan jalan akses. Upaya pemerintah, seperti penambahan ponton dan perbaikan dermaga, dinilai bermanfaat namun belum merata. Temuan ini menegaskan perlunya strategi adaptasi yang lebih komprehensif, termasuk peningkatan sistem informasi cuaca, perencanaan tata ruang berbasis risiko, serta penguatan infrastruktur transportasi yang tahan terhadap perubahan iklim. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman mengenai perilaku perjalanan di wilayah kepulauan dan memberikan dasar bagi perencanaan transportasi pesisir yang lebih adaptif dan berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description>
			
							<dc:creator>Yusra Aulia Sari</dc:creator>
							<dc:creator>Andri Irfan Rifai</dc:creator>
							<dc:creator>Ade Jaya Saputra</dc:creator>
			
			<dc:rights>
				Copyright (c) 2026 Yusra Aulia Sari, Andri Irfan Rifai, Ade Jaya Saputra
				https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
			</dc:rights>
							<cc:license rdf:resource="https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0" />
			
							<dc:date>2026-03-31</dc:date>
				<prism:publicationDate>2026-03-31</prism:publicationDate>
						<prism:volume>22</prism:volume>			<prism:number>1</prism:number>
												<prism:startingPage>1</prism:startingPage>
													<prism:endingPage>17</prism:endingPage>
							
							<prism:doi>10.25077/jrs.22.1.1-17.2026</prism:doi>
					</item>
					<item rdf:about="https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/article/view/1373">

						<title>PERBANDINGAN PERILAKU SEISMIK GEDUNG BAJA SMF, EBF DAN CBF MENGGUNAKAN ANALISIS PUSHOVER</title>
			<link>https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/article/view/1373</link>

										<description>&lt;p&gt;Perencanaan struktur baja di daerah rawan gempa memerlukan pemilihan sistem rangka yang mampu memberikan keseimbangan antara kekakuan, daktilitas, dan kapasitas disipasi energi. Penelitian ini membahas perbandingan perilaku seismik gedung baja dua lantai dengan tiga sistem struktur: Special Moment Frame (SMF), Concentrically Braced Frame (CBF), dan Eccentrically Braced Frame (EBF). Analisis dilakukan menggunakan metode pushover pada perangkat lunak SAP2000 untuk mengevaluasi kapasitas beban lateral, distribusi sendi plastis, serta kurva kapasitas base shear–displacement. Parameter yang dianalisis meliputi PMM ratio, simpangan antar lantai, gaya geser dasar, berat struktur, dan daktilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem CBF memiliki base shear terbesar namun perilaku yang sangat kaku, sedangkan EBF memberikan kombinasi paling seimbang antara kekakuan dan daktilitas. Sistem EBF menunjukkan berat struktur paling ringan, area disipasi energi terbesar pada kurva pushover, serta daktilitas tertinggi, sehingga paling direkomendasikan untuk digunakan pada gedung baja di wilayah gempa tinggi.&lt;/p&gt;</description>
			
							<dc:creator>Altie Santika Arifin</dc:creator>
							<dc:creator>Maulidah Nur Rizka</dc:creator>
							<dc:creator>Ekky Setia Fani</dc:creator>
			
			<dc:rights>
				Copyright (c) 2026 Altie Santika Arifin, Maulidah Nur Rizka, Ekky Setia Fani
				https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
			</dc:rights>
							<cc:license rdf:resource="https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0" />
			
							<dc:date>2026-03-31</dc:date>
				<prism:publicationDate>2026-03-31</prism:publicationDate>
						<prism:volume>22</prism:volume>			<prism:number>1</prism:number>
												<prism:startingPage>18</prism:startingPage>
													<prism:endingPage>31</prism:endingPage>
							
							<prism:doi>10.25077/jrs.22.1.18-31.2026</prism:doi>
					</item>
					<item rdf:about="https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/article/view/1376">

						<title>ANALISIS KINERJA STRUKTUR ATAP LENGKUNG DENGAN PRATT DAN BOWSTRING TRUSS</title>
			<link>https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/article/view/1376</link>

										<description>&lt;p&gt;Struktur atap lengkung banyak digunakan pada bangunan bentang besar karena efisiensi struktural dan nilai arsitekturalnya. Namun, pemilihan konfigurasi rangka batang yang tepat sangat memengaruhi kinerja struktur, khususnya pada kondisi bentang yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja struktur atap lengkungdengan dua konfigurasi rangka batang baja, yaitu &lt;em&gt;Pratt Truss&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Bowstring Truss&lt;/em&gt;, pada bentang sedang (20 m) dan bentang panjang (40 m). Sebanyak empat model struktur dianalisis menggunakan pemodelan tiga dimensi pada perangkat lunak ETABS, dengan material baja struktural dan pembebanan yang mengacu pada SNI 1726:2019 dan SNI 1727:2020. Evaluasi kinerja struktur dilakukan berdasarkan empat indikator kuantitatif, yaitu berat struktur, lendutan maksimum (batas layan), rasio kapasitas penampang, dan time period hasil analisis modal. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada bentang sedang, konfigurasi &lt;em&gt;Pratt Truss&lt;/em&gt; menghasilkan kinerja yang lebih optimal dengan rasio kapasitas yang lebih rendah dan time period yang lebih pendek, menandakan kekakuan struktur yang lebih tinggi. Sebaliknya, pada bentang panjang, &lt;em&gt;Bowstring Truss&lt;/em&gt; menunjukkan kinerja yang lebih baik dengan lendutan maksimum yang lebih kecil dan distribusi gaya yang lebih efisien pada batang bawah. Temuan ini mengindikasikan bahwa konfigurasi rangka yang optimal sangat bergantung pada panjang bentang, sehingga pemilihan sistem truss harus mempertimbangkan respons struktural yang dominan terhadap beban layan dan beban lateral.&lt;/p&gt;</description>
			
							<dc:creator>Rio Saputra</dc:creator>
							<dc:creator>Relly Andayani</dc:creator>
			
			<dc:rights>
				Copyright (c) 2026 Rio Saputra, Relly Andayani
				https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
			</dc:rights>
							<cc:license rdf:resource="https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0" />
			
							<dc:date>2026-03-31</dc:date>
				<prism:publicationDate>2026-03-31</prism:publicationDate>
						<prism:volume>22</prism:volume>			<prism:number>1</prism:number>
												<prism:startingPage>32</prism:startingPage>
													<prism:endingPage>50</prism:endingPage>
							
							<prism:doi>10.25077/jrs.22.1.32-50.2026</prism:doi>
					</item>
					<item rdf:about="https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/article/view/1440">

						<title>STRATEGI NORMALISASI SUNGAI BERBASIS AHP-MCDA : INTEGRASI HIDRO-KLIMATOLOGI DAN BIOENGINEERING</title>
			<link>https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/article/view/1440</link>

										<description>&lt;p&gt;Banjir yang berulang di Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan perlunya pendekatan pengelolaan sungai yang lebih efektif dan berkelanjutan dibandingkan metode normalisasi konvensional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi strategi normalisasi sungai berbasis integrasi hidro-klimatologi dan bioengineering guna meningkatkan efektivitas pengendalian banjir serta efisiensi anggaran daerah. Pendekatan penelitian menggabungkan systematic literature review dan analisis pengambilan keputusan multi-kriteria berbasis AHP–MCDA untuk menentukan prioritas strategi. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingginya risiko banjir dipengaruhi oleh faktor hidro-klimatologi, seperti curah hujan ekstrem, sedimentasi, degradasi lingkungan, dan perubahan tata guna lahan, dengan nilai USG sebesar 3,6. Pembobotan AHP menunjukkan bahwa kriteria efektivitas menjadi faktor dominan dengan bobot 0,35. Hasil evaluasi AHP–MCDA menunjukkan bahwa alternatif integrasi bioengineering dan smart monitoring merupakan strategi paling optimal dengan skor 3,85, dibandingkan bioengineering (3,15) dan normalisasi konvensional (2,15). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan integratif mampu meningkatkan kapasitas ekologis sungai sekaligus efisiensi pengelolaan berbasis teknologi, sehingga lebih adaptif terhadap dinamika hidro-klimatologi. Oleh karena itu, strategi normalisasi sungai berbasis bioengineering yang didukung smart monitoring direkomendasikan sebagai pendekatan pengendalian banjir yang efektif, efisien, dan berkelanjutan di Kabupaten Lampung Selatan.&lt;/p&gt;</description>
			
							<dc:creator>Lita Istiyanti</dc:creator>
							<dc:creator>Rina Febrina</dc:creator>
			
			<dc:rights>
				Copyright (c) 2026 Lita Istiyanti, Rina Febrina
				https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
			</dc:rights>
							<cc:license rdf:resource="https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0" />
			
							<dc:date>2026-03-31</dc:date>
				<prism:publicationDate>2026-03-31</prism:publicationDate>
						<prism:volume>22</prism:volume>			<prism:number>1</prism:number>
												<prism:startingPage>51</prism:startingPage>
													<prism:endingPage>61</prism:endingPage>
							
							<prism:doi>10.25077/jrs.22.1.51-61.2026</prism:doi>
					</item>
					<item rdf:about="https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/article/view/1421">

						<title>EVALUASI STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH PADA PROYEK PEMBANGUNAN STIAKIN KEPULAUAN BANGKA BELITUNG</title>
			<link>https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/article/view/1421</link>

										<description>&lt;p&gt;Dinding penahan tanah berfungsi menahan tekanan lateral tanah agar kestabilan lereng tetap terjaga. Pada proyek Pembangunan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Konghucu Indonesia Negeri Kepulauan Bangka Belitung, kondisi lapangan menunjukkan perbedaan karakteristik antara tanah asli dan tanah timbunan serta adanya pengaruh kejenuhan akibat air hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sifat fisik dan mekanik tanah, mengevaluasi stabilitas dinding penahan tanah terhadap guling, geser, dan daya dukung, serta menganalisis pengaruh kondisi kering dan jenuh air. Metode yang digunakan meliputi pengujian laboratorium terhadap sampel tanah, analisis stabilitas manual berdasarkan parameter tiap segmen, serta pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak Phase2. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tanah timbunan memiliki berat isi, sudut geser dalam, dan kohesi lebih tinggi dibandingkan tanah asli. Evaluasi stabilitas mengindikasikan bahwa seluruh segmen berada dalam kondisi aman, namun faktor keamanan menurun pada kondisi jenuh. Perbandingan antara perhitungan manual dan Phase2 menunjukkan adanya perbedaan signifikan. Pada kondisi kering, selisih faktor keamanan pada segmen 1 adalah 2,42% (guling), 7,81% (geser), dan 1,68% (daya dukung); pada segmen 2 sebesar 4,11% (guling), 6,82% (geser), dan 3,24% (daya dukung); sedangkan pada segmen 3 mencapai 3,89% (guling), 5,47% (geser), dan 2,96% (daya dukung). Pada kondisi jenuh, segmen 1 menunjukkan selisih 19,32% (guling), 92,53% (geser), dan 37,03% (daya dukung); segmen 2 sebesar 267,53% (guling), 91,39% (geser), dan 306,49% (daya dukung); sedangkan segmen 3 mencapai 388,28% (guling), 9,17% (geser), dan 272,46% (daya dukung). Pemodelan numerik Phase2 menghasilkan variasi faktor keamanan yang lebih kecil dibandingkan perhitungan manual serta menunjukkan kondisi tanah–struktur yang lebih kritis dan lebih mendekati keadaan lapangan.&lt;/p&gt;</description>
			
							<dc:creator>Riski Aditiawan</dc:creator>
							<dc:creator>Ilpandari</dc:creator>
							<dc:creator>Andesta Granitio Irwan</dc:creator>
			
			<dc:rights>
				Copyright (c) 2026 Riski Aditiawan, Ilpandari, Andesta Granitio Irwan
				https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
			</dc:rights>
							<cc:license rdf:resource="https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0" />
			
							<dc:date>2026-03-31</dc:date>
				<prism:publicationDate>2026-03-31</prism:publicationDate>
						<prism:volume>22</prism:volume>			<prism:number>1</prism:number>
												<prism:startingPage>62</prism:startingPage>
													<prism:endingPage>76</prism:endingPage>
							
							<prism:doi>10.25077/jrs.22.1.62-76.2026</prism:doi>
					</item>
	</rdf:RDF>
