<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>A. Hardiena&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://www.ahardiena.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ahardiena.id</link>
	<description>Teknoblogging with Style</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Dec 2016 04:51:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.8.1</generator>
	<item>
		<title>Ribbon UI! Tampilan baru untuk LibreOffice</title>
		<link>http://www.ahardiena.id/libreoffice-ribbon-ui/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.id/libreoffice-ribbon-ui/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2016 04:51:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[A. Hardiena]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Computer]]></category>
		<category><![CDATA[libreoffice ribbon microsoft office]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.id/?p=2832</guid>
		<description><![CDATA[<p>Wait, ada yang menarik di LibreOffice versi terbaru yang rencananya akan di rilis bulan Januari tahun 2017 ini. Ribbon UI!!!...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/libreoffice-ribbon-ui/">Ribbon UI! Tampilan baru untuk LibreOffice</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Wait, ada yang menarik di LibreOffice versi terbaru yang rencananya akan di rilis bulan Januari tahun 2017 ini. Ribbon UI!!! Salah satu kekurangan aplikasi perkantoran berbasis open source ini yang membuatnya terlihat nampak jadoel! Jadoel? Yes! Mo saya atau siapapun pencinta tampilan klasik berargumen, buat kebanyakan pengguna Microsoft Office tetap aja mereka berargumen tampilan Microsoft Office jauh lebih cantik dengan Ribbon UI nya.</p>
<h2>Apa sih Ribbon UI?</h2>
<p>Definisi ala saya, Ribbon UI adalah sebuah revolusi user interface yang dibikin tenar oleh Microsoft melalui Office 2007 nya. Microsoft yang melakukan revolusi ini? ngga juga, karena sebenarnya istilah ini sudah mulai ramai dibicarakan sejak tahun 1980an, barang jadul yah? Itulah hebatnya, I don&#8217;t like MS thing, but still saya salut dengan kemampuan marketing mereka, mereka dapat mengemas barang yang sebenarnya sudah usang menjadi sesuatu yang fenomenal.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-2833" src="http://www.ahardiena.id/wp-content/uploads/2016/12/Example_of_a_ribbon_user_interface_element.png" alt="" width="455" height="153" /><br />
Tampilan Ribbon UI (wikipedia)</p>
<p>Masih blom punya bayangan perbedaannya dengan tampilan klasik? Buat kita&#8221; yang baru dan terbiasa pake Office 2007 keatas, akan saya kasih liat bedanya tampilan ini dengan tampilan klasik seperti dibawah ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter wp-image-2834 size-full" src="http://www.ahardiena.id/wp-content/uploads/2016/12/Screenshot-at-2016-12-17-11-21-52.png" alt="Tampilan LibreOffice 5.3" width="640" height="221" /><br />
Tampilan klasik LibreOffice</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone wp-image-2835 size-full" src="http://www.ahardiena.id/wp-content/uploads/2016/12/Screenshot-at-2016-12-17-11-22-41.png" alt="Tampilan Ribbon UI LibreOffice 5.3" width="800" height="266" /><br />
Tampilan Ribbon UI LibreOffice</p>
<p>Udah liat bedanya kan? Keren? Hmmm&#8230; buat saya sih biasa saja, bikin ribet malah. Tapi bagi banyak orang ini keren banget, dan saya tidak dapat menghakimi pendapat anda atau mereka bukan?</p>
<p>Penasaran?</p>
<p>Buat yang penasaran dengan tampilan baru LibreOffice ini, kita bisa mencobanya pada LibreOffice versi 5.3 (Developer version, saat ini sudah beta2). Pertamakali yang dilakukan adalah mengaktifkan mode experimental, buka menu <strong>Options</strong> &gt; <strong>LibreOffice General &gt; Advanced</strong>. Centang bagian Enable experimental features.</p>
<p>Setelah kita aktifkan mode experimental. Restart LibreOffice, kemudian klik menu <strong>View &gt; Toolbar layout &gt; Notebookbar</strong>. Selamat kita sudah dapat bermain-main dengan tampilan Ribbon UI nya LibreOffice.</p>
<h2>So, what the news?</h2>
<p>Yes, the great news is, fitur ini akan menjadi salah satu pilihan yang ditawarkan oleh LibreOffice. Klo dari apa yang saya coba dari versi developernya LibreOffice, kemungkinan kita bisa memilih untuk tetap menggunakan tampilan klasik atau tampilan ribbon.</p>
<p>Roadmap peluncuran versi final LibreOffice 5.3 bisa dilihat di <a href="https://wiki.documentfoundation.org/ReleasePlan/5.3">https://wiki.documentfoundation.org/ReleasePlan/5.3</a></p>
<p>So, tunggu tangal mainnya yah <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/2.3/72x72/1f609.png" alt="😉" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/libreoffice-ribbon-ui/">Ribbon UI! Tampilan baru untuk LibreOffice</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.id/libreoffice-ribbon-ui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teknoblogging with Style Journey</title>
		<link>http://www.ahardiena.id/teknoblogging-with-style/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.id/teknoblogging-with-style/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2016 07:14:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[A. Hardiena]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.id/?p=2825</guid>
		<description><![CDATA[<p>Teknoblogging with Style, new theme for A. Hardiena&#8217;s Blog. Ngga kerasa udah 12 tahun saya tuangkan ide, catatan, tulisan dan...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/teknoblogging-with-style/">Teknoblogging with Style Journey</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Teknoblogging with Style, new theme for A. Hardiena&#8217;s Blog. Ngga kerasa udah 12 tahun saya tuangkan ide, catatan, tulisan dan pemikiran diatas blog ini. Perjalanan yang cukup panjang untuk sebuah coretan. Pertama kali dibuat tanggal 11 Desember 2004, dengan tulisan Hello World yang sayangnya waktu itu ngga kepikiran disimpan buat kenang&#8221;an. Tulisan yang pertamakali saya angkat di blog ini adalah tentang perlukah kita membeli komputer baru? Idenya adalah mencoba memberikan sudut pandang bahwa ada perbedaan antara kebutuhan dengan keinginan untuk membeli sebuah perangkat teknologi. Saya tulis pada 12 Desember 2004.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone wp-image-2826 size-full" src="http://www.ahardiena.id/wp-content/uploads/2016/12/Screenshot-at-2016-12-11-13-42-11.png" alt="Teknoblogging with Style - Ulasan tentang teknologi, tips &amp; trik dan pemikiran A. Hardiena" width="659" height="417" /><br />
Tulisan pertama A. Hardiena&#8217;s Blog</p>
<p>Hmmm.. Teknoblogging with Style&#8230; Technically, tulisan itu bukanlah tulisan pertama saya, karena masih ada beberapa lagi yang sayangnya tidak pernah terekam dalam bentuk blog, kapan saya mulaipun udah lupa keknya, seingat saya pertama kali saya menulis itu waktu jaman&#8221;nya masih ada yang namanya Lycos, Angelfire, Tripod.com dll.</p>
<p>Blog ini sendiripun sudah melalui perjalanan panjang, pertama kali menggunakan domain gratisan. dot uni cc. alamatnya adalah www.ahardiena.uni.cc sampai dengan tahun 2008 saya putuskan untuk menggunakan domain berbayar www.ahardiena.web.id. Huh, keputusan yang panjang yah kekeke&#8230;.</p>
<p>Now, as you can see, sebagai transformasinya, blog ini telah menggunakan domain www.ahardiena.id sempet galau selama satu tahun untuk saya memutuskan akhirnya melebur domain lama dan menjadikan domain ini sebagai domain yang akan saya gunakan kedepan.</p>
<p>Dari sisi tema penulisanpun, perjalanan blog ini cukup panjang. Pertamakali blog ini ditulis memiliki tema &#8220;Rebeling with Style&#8221; dimana hampir semua tulisan berisi pendapat saya atas apa yang terjadi, penolakan saya dan pemberontakan ide yang saya punya. 6 Agustus 2006 Rebeling with style memasuki versi 2.0. Dan pada 6 September 2008 &#8220;Working under Pleasure&#8221; menggantikan tema blog ini dimana tulisan, ide, coretan saya lebih banyak berkaitan dengan teknologi yang banyak saya gunakan, saya pelajari dan saya pahami. 4 tahun lalu, versi 2.0 dari tema ini membawa angin baru, dan hari ini adalah saat yang tepat untuk membawa blog ini menuju sesuatu yang lebih baru, sesuatu yang lebih bermanfaat. Untuk saya pribadi tentunya, dan mudah&#8221;an juga akan membawa manfaat untuk anda.</p>
<p>So, here my &#8220;Teknoblogging with Style&#8221;, present with love for you&#8230;.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/teknoblogging-with-style/">Teknoblogging with Style Journey</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.id/teknoblogging-with-style/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dropbox buatan sendiri pake OwnCloud</title>
		<link>http://www.ahardiena.id/bikin-dropbox-dengan-owncloud/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.id/bikin-dropbox-dengan-owncloud/#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2015 07:35:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[A. Hardiena]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cloud]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cloud]]></category>
		<category><![CDATA[cloud storage]]></category>
		<category><![CDATA[dropbox]]></category>
		<category><![CDATA[gdrive]]></category>
		<category><![CDATA[google drive]]></category>
		<category><![CDATA[owncloud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[<p>Membuat Dropbox sendiri? Ga susah kok. Sebenarnya ane bikin artikel ini karena banyak yang bingung dengan salah satu produk CloudKilat...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/bikin-dropbox-dengan-owncloud/">Dropbox buatan sendiri pake OwnCloud</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Membuat Dropbox sendiri? Ga susah kok. Sebenarnya ane bikin artikel ini karena banyak yang bingung dengan salah satu produk CloudKilat yang namanya KilatStorage. Mereka pikir KilatStorage itu mirip-mirip kek dropbox, padahal produk itu lebih mirip kek S3 punyanya Amazon. Tapi ga usah khawatir, kita tetap bisa punya cloud storage seperti dropbox kok dengan menggunakan salah satu layanan CloudKilat yaitu KilatVM pake cara yang akan kita bahas ini. Atau klo yang mo coba-coba atau cuman mau buat di jaringan lokalpun kita tetap dapat melakukannya.</p>
<p>Cloud storage semacam Dropbox ini menarik, karena kita dapat menyimpan file penting kita di cloud dapat menggunakannya sewaktu-waktu kapan saja kita butuh. Bisa pake komputer, pake hape, tablet atau apa aja. Masalahnya cloud storage seperti Dropbox ini disimpan di server yang kita tidak tau dimana, yang lebih perlu dipertanyakan apakah file kita tempat penyimpanannya menjadi satu dengan yang lain atau gimana? Susah dong klo misalnya kita mo pake buat kebutuhan perusahaan, atau misal kita punya koleksi foto cemceman yang ga bole orang tau #halah</p>
<p>Nah, artikel kli ini kita coba membahas cara membuat cloud storage seperti dropbox, aplikasi yang dipilih adalah owncloud. Sebenarnya banyak pilihan yang bisa digunakan, yang paling umum adalah owncloud dan seafile. Ane lebih prefer seafile, namun klo bicara kemudahan installasi owncloud jauh bisa diandalkan.</p>
<p>Ok, langsung aja deh. Pertama-tama kita siapkan bumbu-bumbunya #eh, perangkat pendukungnya. Kli ini distro yang saya gunakan adalah Centos 7. Ga akan ane ulas cara install Centosnya disini, dah pada tau kan caranya? <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/2.3/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<h2>Install repository epel</h2>
<pre>yum update
yum install epel-release</pre>
<p>Install aplikasi yang dibutuhkan, disini ane lebih memilih menggunakan mariadb sebagai database, bukan mysql</p>
<pre>yum install -y httpd mariadb-server php php-mysql sqlite php-dom php-mbstring php-gd php-pdo php-json php-xml php-zip php-gd curl php-curl php-mcrypt php-pear</pre>
<p>Aktifkan Apache dan MariaDB</p>
<pre>service httpd start
service mariadb start</pre>
<p>Pastikan apache dan mariadb otomatis aktif pada saat komputer di restart</p>
<pre>systemctl enable httpd.service
systemctl enable mariadb.service</pre>
<p>Hardening mariadb dengan menjalankan</p>
<pre>mysql_secure_installation</pre>
<p>Setup mariadb agar dapat digunakan oleh owncloud</p>
<pre>mysql -uroot -p

CREATE DATABASE owncloud;
GRANT ALL PRIVILEGES ON owncloud.* TO 'nama'@'localhost' IDENTIFIED BY 'password';
FLUSH PRIVILEGES;</pre>
<p>Tambahkan file config baru didalam folder konfigurasi Apache:</p>
<pre>vi /etc/httpd/conf.d/owncloud.conf

&lt;IfModule mod_alias.c&gt;
Alias /owncloud /var/www/html/owncloud
&lt;/IfModule&gt;
&lt;Directory “/var/www/html/owncloud”&gt;
Options Indexes FollowSymLinks
AllowOverride All
Order allow,deny
allow from all
&lt;/Directory&gt;
</pre>
<h2>Download aplikasi owncloud</h2>
<pre>wget https://download.owncloud.org/community/owncloud-8.0.0.tar.bz2
tar -xjf owncloud-8.0.0.tar.bz2
mv owncloud /var/www/html/owncloud/</pre>
<p>Pastikan permission folder owncloud dapat dijalankan oleh apache, kemudian restart servicenya</p>
<pre>chown -R apache.apache /var/www/html/owncloud/
service httpd restart</pre>
<p>Done. Gampang kan? Tinggal mikirin hardening deh kek setup firewall dan lain-lain.<br />
Kita sudah bisa menggunakan owncloud dengan membukanya dari browser http://namadomain.com/owncloud</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/bikin-dropbox-dengan-owncloud/">Dropbox buatan sendiri pake OwnCloud</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.id/bikin-dropbox-dengan-owncloud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menimbang kontroversi buku sekolah vs tablet</title>
		<link>http://www.ahardiena.id/ebook-atau-buku-cetak/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.id/ebook-atau-buku-cetak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2015 03:51:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[A. Hardiena]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[anies baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[bos]]></category>
		<category><![CDATA[buku sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[tablet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=472</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ebook atau Buku Cetak? Yuk Kita kupas. Jujur tadinya pengen nulis pake bahasa Indonesia yang baik dan benar buat artikel...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/ebook-atau-buku-cetak/">Menimbang kontroversi buku sekolah vs tablet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ebook atau Buku Cetak? Yuk Kita kupas. Jujur tadinya pengen nulis pake bahasa Indonesia yang baik dan benar buat artikel ini, sudah panjang lebar akhirnya di hapus dan ketik ulang. Jujur lagi, keknya kok janggal, serasa membohongi diri sendiri, this is me, Ini loh gaya saya (shame on me yang ga bisa berbahasa Indonesia yang baik dan benar, sorry for that lah, mo gimana lagi kekeke). Yang penting esensinya, iya toh?</p>
<p>Brainwashing? Ngga lah, Ane cuman mencoba mendudukkan issue ini dari sudut pandang ane, dengan argumen yang ane punya tentu, klo ente ga sependapat monggo silahkan berkomentar, but no flamming please, ga usah takut, tidak ada kok dalam sejarah blog ini ada komentar yang di hapus, satu kali pun, selama anda menjaga nettique dan ga spamming ga ada alasan juga buat ane. Bisa di cek dari komentar2 di blog ini.</p>
<p>Banyak yang nyinyir dengan rencana Anies Baswedan mengganti buku pelajaran konvensional menjadi ebook dan menggunakan tablet. Whadda heck, anggarannya dari mana, proyek lagi dong ujung2nya? Bahkan sempat liat di medsos ada yang berpikiran buruk pasti ini akal2annya Jokowi CS buat balikin modal kampanye. Come on, wake up men. He is your president now. Ane juga bukan penggemar Jokowi kok. Tapi bukan berarti ane harus terus bermimpi. Walaupun ane juga bukan penggemar Prabowo atau sapa aja yang jadi kandidat presiden saat kemaren. Ane juga bukan fans berat Anies Baswedan walaupun ane salut dengan apa yang telah beliau lakukan jauh sebelum namanya bapak ini ramai di perbincangkan sejak pemilu kemaren. Seriously, ga ada tendensi apa2, ga ada yg keluar duit apa2 buat saya. Sekedar ngungkapin apa yang ada di benak saya terkait kontroversi ini. Thats it.</p>
<p>Ide soal tablet dan ebook ini ane udah kepikiran dari jauh hari, pada saat tablet speknya masih abal2 dengan OS Android Froyo, malah dari sejak ada program OLPC (One laptop per Child) yang didanai oleh LSM2 seluruh dunia waktu itu. Pernah ngobrol ke instansi terkait kasih wacana, cuman emang ga ada manfaat juga seh, kita blom secanggih itu waktu itu. Atau pejabat2 kita yg gaptek, entahlah.</p>
<h2>Ngapain pake tablet? Ntar anak2 bukannya belajar malah maen games atau buka yang ngga2.</h2>
<p>Segitu piciknya pikiran kita klo berpikir klo fungsi tablet cuman buat maen game. Atau jangan2 selama ini itu yang ente lakukan sehingga mindset yang ente punya berkonotasi klo TABLET = GAMES? Tinggal bikin tabletnya ga bisa internetan, di bikin ga bisa install selain epub atau pdf beres kan? Mo lebih ekstrim bikin cuman item putih. Beres kan? Ane sendiri sudah melihat tablet sebagai kebutuhan, baik buat pendukung pekerjaan ataupun buat baca ebook, artikel atawa browsing2 blog orang, walaupun ada game paling cuman di buka pas mentok sinyal ga ada, ebook atau artikel internet yang udah ane simpen offline sebelumnya dah bosen diliat, atawa (maaf) lagi di wc yang beneran sumpe udah kaga ada sinyal sama sekali dan alasan diatas.</p>
<h2>Loh, steve jobs atawa petinggi IT aja ogah anaknya nyenggol tablet.</h2>
<p>Balik lagi, come on. Baca/liat baik2 alasan beliau2. Klo gadget tersebut emang cuman punya fungsi buat pelajaran, yakin mereka bakal menolak? Yang mereka ogah itu kan kasih anak2nya tablet, ipad atawa gadget biar ga disalahgunakan. Lah wong tabletnya ga ada isi apa2 selain ebook kek ane bilang tadi yakin mereka akan berpikiran sama kek skr? Yakin di sekolah anaknya ga pake ebook trus pake tablet atawa apa? Jangan men-genalisir masalah dong kang. Walaupun sama2 bahas soal tablet, esensi pembicaraannya beda jauh. Yang satu teknologi buat pembelajaran, isinya ebook semua, yang satu teknologi buat di tenteng terserah buat game atau ngapain.</p>
<h2>Gimana dengan efek radiasinya?</h2>
<p>Sekali lagi kita bukan hidup di jaman batu. Tablet bukan hanya ipad atawa android tablet yg biasa anda beli di toko komputer. Bagi orang2 yang emang ebook freak, mereka pasti akan beli kindle yang punya teknologi e-ink buat baca ebook, bukan sekedar gaya2an tapi memang teknologinya didisain biar ga merusak mata. Ane seh ga sampe gitu juga, masing sayang duitnya. Makanya masih pilih tablet yang umum yang bisa multifungsi, at least mentok2nya masih bisa ngegame atawa liat youtube kekeke. Yes, ada teknologi e-ink yang emang didisain buat ga ngerusak mata. Yang skeptis bilang namanya layar tetap merusak mata, come on. Baca buku juga ngerusak mata kok. Waktu kecil ane sering dimarahin gara2 dikamar, lampu 5 watt, sambil tiduran baca buku wiro sableng atawa kho ping hoo, takut rusak matanya kata orang tua kekeke&#8230;</p>
<h2>Listriknya aja susah gimana mo baca ebook pake tablet?</h2>
<p>Loh, kenapa kita yg pusing seh. Itu urusan pemerintah buat pusing. Kita gaji DPR buat berpikir, kita setor pajak biar ada yg ngurus ni negara, klo ga ada hasilnya buat apa, ga usah ada mereka aja klo gitu. Ane pernah ke perbatasan papua di daerah yang terpencil, disana ada LSM yang kasih 1 tower yang listriknya tenaga surya di share biarpun cuman dapet listrik 5 watt tiap rumah, setidaknya klo malem ga gelap gulita mereka punya kampung. Atau ke salah satu pulau di Sulawesi yang mereka swadaya beli panel surya yang klo siang ga ada listrik tapi malam setidaknya anak2nya bisa mengaji atau bercanda ria dengan rekan2nya. Ujungnya aceh yang bahkan babi hutan aja ga takut berkekiaran deket manusia? Bahkan di salah satu pelosok di pulau ibukota negara kita di pulau jawa yang masyarakatnya gotong royong bikin listrik pake tenaga air terjun dibelakang kampung, dan banyak contoh lain. Bisa aja kan pemerintah kasih 1 panel surya di tiap sekolah trus tu tablet di charge rame2. Atau gmn lah, pinter2an kita doang kok itu. Penekanan disini adalah dimana ada kemauan InshaAllah ada jalan. Klo dari awal kita udah ga mau berubah, sampe kapan bakal berubah. Agama yang ane anut ngajarin gitu, dan ane yakin agama ente juga sama bukan?</p>
<h2>Buang2 duit rakyat, mahal!!!</h2>
<p>Soal mahalnya, catat, Anda diboongin tukang toko!!! Tau ga harga tablet yang biasa anda beli harga satu jutaan keatas itu harga produksinya ga sampe 100-200rebu? Yang anda beli adalah merk atawa spek bukan fungsi!!!! Kasih ane duit, kasih ane regulasi biar ga harus bayar pajak tu barang (kepentingan bersama loh ya), jangan bikin susah di bea cukai, di pengiriman blabla, cukup dengan 1000 piece bahkan kurang ane bisa bawa tu barang dengan harga yg ane sebut diatas!!!! Ini bukan karena ane mo proyekan ya, lebih sekedar pembuktian omongan ane. Ga minat juga kok bisnis ginian, not my competencies. Itung aja sendiri, emang duit yg keluar buat buku sekolah selama ini ga sampe segitu? Tanya sono ma temen2 dari kemendiknas.</p>
<h2>Anggaran lagi, proyekan lagi?</h2>
<p>Come on, habis makan apa seh. Emang tanpa ada rencana masuk tablet ini Indonesia bersih dari korupsi dari proyek, mimpi bos!!! Realistis aja Indonesia ga akan bebas dari korupsi, setidaknya sampe 5-10 taon kedepan. Yang bisa kita lakukan adalah menekan tingkat korupsi, bukan memberangus habis. Indonesia gitu loh. Azas pesimistis soal korupsi. Terlalu idealis rasanya klo saat ini juga, detik ini juga Indonesia ga ada korupsi. Selalu ada oknum dimana2 #curcol wkwkwkw</p>
<p>Jadi mending habis di korupsi kitanya ga dapet apa2 atau setidaknya anak2 kita bisa punya kesempatan lebih baik. Urusan penindakan korupsi kita punya monitoring, punya KPK, punya polisi, blablabla. Buat apa mereka kita gaji pake uang pajak kita. Suruh Jokowi CS beresin aparaturnya, buat apa mayoritas kita pilih beliau jadi presiden klo ga mau benahin?</p>
<h2>Duitnya kan sayang, kenapa ga dipake bangun atau benerin sekolah yang ada? Emang dengan kondisi sekarang sekolah bener? Banyak sekolah dibangun?</h2>
<p>CMIIW, anggaran beli buku kurikulum 2013 aja 2 trilyun, itu di luar dana BOS. Blom klo dana BOS dikelola dengan bener. Bukannya sok tau, dikit2 dari pengalaman pernah ngajar SMA dan SMEA (SMU dan SMK sekarang red) ane ngeliat dana BOS ga seratus persen tepat sasaran kok. Banyak yang masih harus dirapikan. Ini linknya http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/1014, atau malah di media ini ditulis biayanya sampe 6 trilyun yang bahkan ini masih dianggap murah http://kupang.tribunnews.com/2014/09/10/biaya-kurikulum-2013-telan-rp-6-triliun</p>
<p>Untuk pembangunan sekolah itu udah ada bujetnya, pos anggarannya terpisah. Jadi jangan mimpi duit buat beli buku bakal dipake buat benerin sekolah. Bukan begitu cara kerja perputaran duit di pemerintah negara yang kita cintai ini.</p>
<p>Ga cukup bujet, ada CSR kok, perusahaan asal di ajak omong baek2 sapa seh yang ga mau?</p>
<p>Tapi bener loh, ga perlu budget baru, ga perlu dana baru. Klo perlu kita sama2 geruduk pak Anies klo dia sampe pake anggaran laen. Cukup alihkan duit anggaran beli buku yang trilyun-trilyunan itu tadi jadi beli tablet sesuai bayangan dan gambaran ane diatas. Ane rasa jauh lebih bermanfaat. Bukan buat ane, buat ente. Tapi buat generasi berikutnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/ebook-atau-buku-cetak/">Menimbang kontroversi buku sekolah vs tablet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.id/ebook-atau-buku-cetak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GlusterFS, gabungkan harddisk banyak server</title>
		<link>http://www.ahardiena.id/glusterfs-menggabungkan-banyak-harddisk/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.id/glusterfs-menggabungkan-banyak-harddisk/#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2014 23:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[A. Hardiena]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cloud]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ada orang galau nanya, om ane punya beberapa komputer nganggur, gimana caranya biar semua harddisknya bisa dipake rame2? Ada ga...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/glusterfs-menggabungkan-banyak-harddisk/">GlusterFS, gabungkan harddisk banyak server</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ada orang galau nanya, om ane punya beberapa komputer nganggur, gimana caranya biar semua harddisknya bisa dipake rame2? Ada ga sih cara gabunginnya? Oooh jelas ada dong, istilah kerennya clustering storage, gagal paham? Gampang&#8230; Dijelasin kok disini <a href="http://bit.ly/1yn9AOM" target="_blank" rel="nofollow">http://bit.ly/1yn9AOM</a></p>
<p>Dah tau kan? Kekeke&#8230; Nah sekarang gimana caranya tuh buat gabunginnya. Mo yang gampang apa yang susah? Yang gampang aja ya? Udah pagi gini, bentar lagi meleleh kena matahari pagi. Jadi jangan yang ngejelimet, banyak seh contohnya, Ada yang namanya Ceph, HDFS (Hadoop), blablabla&#8230; banyak deh, yang gampang2 aja deh&#8230; Gampang tapi lumayan powerful, GlusterFS. Kan mo gampang? kekeke&#8230;</p>
<h2>Installasi GlusterFS</h2>
<p>Kebetulan adanya iso centos 7 minimal, jadi tutorialnya pake Centos 7 aja ya.</p>
<p>Misalnya kita punya 3 komputer yang mo dijadiin server sama 1 komputer buat client, topologinya kira2 kek gini, susah bikin gambarnya, ga jago ascii art, jadi ketikan aja ya ^^</p>
<pre><strong>Client</strong>
192.168.1.10

<strong>Server</strong>
stg01 - 192.168.1.1
stg02 - 192.168.1.2
stg02 - 192.168.1.3
</pre>
<p>Pastiin Centosnya udah keinstall sama udah konek keinternet, di komputer stg01,stg02 sama stg03 jalanin command kek dibawah ini:</p>
<pre>wget http://download.gluster.org/pub/gluster/glusterfs/LATEST/CentOS/glusterfs-epel.repo -P /etc/yum.repos.d
yum -y install glusterfs-server
systemctl start glusterd 
systemctl enable glusterd
</pre>
<p>Udah? Gitu doang? Hmmm&#8230; ya ga segitu amat juga kli, biar gampang bikin alias aja buat ip servernya, masukin di /ets/hosts</p>
<pre>192.168.1.1    stg01
192.168.1.2    stg02
192.168.1.3    stg03
</pre>
<p>Selanjutnya bikin mount-point, Atau direktori tempat gabungin harddisknya.</p>
<pre>mkdir /stg</pre>
<p>Dah separo jalan, sekarang tinggal kita gabungin deh harddisk2 di ketiga server tadi jadi satu, biar ga banyak tempat, kita pake aja server yang kita kasih nama stg01 tadi buat jalanin command dibawah.</p>
<pre>gluster peer probe stg02
gluster peer probe stg03
</pre>
<p>Kok ga mau? Ya iya lah, masa ya iya dong, Centos 7 defaultnya firewallnya idup (pake iso minimal seh, ga merhatiin klo yg full), karena ini cuman buat iseng ngoprek doang, jadi cukup dimatiin aja. Klo buat production jangan coba2 ^^</p>
<pre>service firewalld stop</pre>
<p>Cobain lagi, klo sukses ntar bakalan muncul keterangan: peer probe: success. Nah buat mastiin, cek statusnya dengan menjalankan</p>
<pre>gluster peer status
Number of Peers: 2

Hostname: stg02
Uuid: a9c35a9e-1d92-470b-8631-86cdcfa13a08
State: Peer in Cluster (Connected)

Hostname: stg03
Uuid: d431ae76-dd62-4f0d-ae72-cc31dbaeff32
State: Peer in Cluster (Connected)
</pre>
<p>Udah deh, klo dah nyambung gitu mah, tandanya clusternya dah jadi. Sekarang tinggal bikin volume yang bakal kita share.</p>
<pre>gluster volume create nama_storage transport tcp stg01:/stg stg02:/stg stg03:/stg
volume create: nama_storage: success: please start the volume to access data

gluster volume start nama_storage
volume start: vol_nama_storage: success

gluster volume status
Status of volume: nama_storage
Gluster process			Port	Online	Pid
----------------------------------------------------
Brick stg01:/stg		49152	Y	2432
Brick stg02:/stg		49152	Y	2358
Brick stg03:/stg		49152	Y	2379
NFS Server on localhost		2049	Y	2444
NFS Server on stg02		2049	Y	2370
NFS Server on stg03		2049	Y	2391
</pre>
<p>Nah, beres deh. Tinggal di mounting dari Client deh. Pake NFS aja deh biar gampang. Halah dari tadi nyari gampangnya mulu. Suka-suka dong, namanya juga nyari gampang =))</p>
<h3>Client</h3>
<p>Klo di komputer Client, karena kita pengennya nyari gampang ya udah pake NFS, jangan lupa firewallnya matiin dulu kek diatas tadi.</p>
<h2>Install paket NFS</h2>
<pre>yum install nfs-utils nfs-utils-lib</pre>
<p>Jalanin servicenya, klo ga butuh autostart bagian enable bisa dilewat.</p>
<pre>systemctl start rpcbind
systemctl start nfs-server
systemctl start nfs-lock
systemctl start nfs-idmap
systemctl enable rpcbind
systemctl enable nfs-server
systemctl enable nfs-lock
systemctl enable nfs-idmap
</pre>
<p>Bikin directory buat mounting cluster storage yang udah kita bikin tadi</p>
<pre>mkdir /data</pre>
<p>Mounting storage yang kita buat tadi di Client di direktori /data</p>
<pre>mount -t nfs 192.168.1.1:/stg /data</pre>
<p>Beres kan? Gampang kan? Enak Tah? Mantap Tah? Tak Gendong tah?<br />
Ga punya komputer buat praktek? Ga usah ambil pusing, tinggal sewa di <a href="http://www.cloudkilat.com">www.cloudkilat.com</a>, harga cingcay lah&#8230; Beres kan? ***kabur ***promo mode: on <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/2.3/72x72/1f61b.png" alt="😛" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/glusterfs-menggabungkan-banyak-harddisk/">GlusterFS, gabungkan harddisk banyak server</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.id/glusterfs-menggabungkan-banyak-harddisk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Install aplikasi Linux secara masal? Ga masalah. Ansible jawabannya!</title>
		<link>http://www.ahardiena.id/install-aplikasi-linux-secara-masal-ga-masalah-ansible-jawabannya/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.id/install-aplikasi-linux-secara-masal-ga-masalah-ansible-jawabannya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2014 17:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[A. Hardiena]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cloud]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ansible]]></category>
		<category><![CDATA[centos]]></category>
		<category><![CDATA[chef]]></category>
		<category><![CDATA[cloud]]></category>
		<category><![CDATA[cloudkilat]]></category>
		<category><![CDATA[puppet]]></category>
		<category><![CDATA[salt]]></category>
		<category><![CDATA[slackware]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pada saat kita dihadapkan dengan pilihan harus melakukan installasi secara berulang-ulang ataupun harus melakukan installasi aplikasi yang sama di banyak...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/install-aplikasi-linux-secara-masal-ga-masalah-ansible-jawabannya/">Install aplikasi Linux secara masal? Ga masalah. Ansible jawabannya!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Pada saat kita dihadapkan dengan pilihan harus melakukan installasi secara berulang-ulang ataupun harus melakukan installasi aplikasi yang sama di banyak server, tentu hal ini merupakan hal yang menjemukan, bikin bete, boring, mumet dan lain sebagainya, You count it lah <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/2.3/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Bayangkan seandainya ente berada dalam posisi harus menginstall 50 atau 100 server sekaligus, apa ga mabok ***curcol mode =))</p>
<p>Sebenarnya ada cara yang mudah untuk melakukannya, tidak perlu melakukan installasi secara berulang-ulang, selama server sudah bisa di remote, masalah ente bakalan tuntas&#8230;tas..tas&#8230; Sayangnya ini ga berlaku untuk installasi OS (blom nemu solusi yang enak gimana) *** curcol lagi, hiks&#8230;.</p>
<p>Mau sistem operasinya pake distro Ubuntu, distro redhat dan keluarganya, debian, atau bahkan gentoo dan slackware ga ada masalah. Cukup menjalankan satu perintah, and simsalabim&#8230;..</p>
<p>Ada banyak tools yang bisa dipake bertebaran diluaran sana. Ada puppet (my favorite one), ada chef, salt, dan ansible. Masih banyak lagi tentunya. Namun yang cukup low resource, jadi bisa di install di server dengan spesifikasi rendah dan paling mudah digunakan adalah ansible. Kita cukup bikin yang namanya playbook (istilah untuk kumpulan script ansible).</p>
<p>Mumpung kebetulan gi ada waktu luang, habis kmaren-kmaren pada gontok-gontokan ngedukung capres idola. Kali ini kita akan coba oprek-oprek, menginstall ansible. Distro yang dipake Centos 6, bukan apa-apa, soalnya RedHat termasuk distro yang umumnya digunakan oleh perusahaan soalnya ***alasan aja seh sebenernya, kebetulan aja punya mesin nganggurnya cuman centos kekeke.. Tapi apa yang ane bilang ga salah kok, berdasarkan survey kecil-kecilan dari rata-rata os yang dipake oleh pengguna InfinysCloud dan CloudKilat, mayoritas pakenya Centos.</p>
<p>Ok, langsung aja deh kita mulai oprek-opreknya.<br />
Siapkan satu mesin yang akan kita jadikan master (Ansible) yang akan memerintahkan mesin-mesin target sesuai yang kita inginkan</p>
<p>Update terlebih dulu Centosnya, biar maknyus!</p>
<pre>yum update</pre>
<p>Kemudian download dan install aplikasi ansible dengan langkah berikut:</p>
<pre>rpm -Uvh http://download.fedoraproject.org/pub/epel/6/i386/epel-release-6-8.noarch.rpm
yum install ansible</pre>
<p>Klo udah, tinggal kita edit file /etc/ansible/hosts klo ga ada tinggal dibikin. Isinya cuman list IP atau hostname (klo kita udah masukin di /etc/hosts) mesin target.</p>
<p>Jangan lupa, mesin Ansible harus bisa obrol dengen mesin target tanpa ditanyain soal password, klo belum bisa dibuatkan koneksi dengan mengizinkan Ansible ngobrol melalui autentifikasi SSH, alias SSH key. Caranya sebagai berikut (dilakukan dimesin Ansible):</p>
<pre>ssh-keygen
ssh-copy-id root@ip-mesin-target
</pre>
<p>Klo langkah diatas udah dilakukan dengan bener, cobain deh, harusnya Ansible udah bisa kirim perintah yang akan di eksekusi sama mesin target.</p>
<pre>ansible all -m ping</pre>
<p>Contoh:</p>
<pre>root@master:~# ansible all -m ping
192.168.1.1 | success &gt;&gt; {
    "changed": false, 
    "ping": "pong"
}

192.168.1.2 | success &gt;&gt; {
    "changed": false, 
    "ping": "pong"
}</pre>
<h3>Whats next?</h3>
<p>Selanjutnya tinggal bikin yang namanya playbook deh. Playbook, adalah file bahasa yang digunakan untuk menjalankan mesin target. Berbentuk file YML.</p>
<p>Hmmm&#8230; ane nyontohinnya apa ya biar asik&#8230;. Gotcha, gimana klo berandai-andai klo kita mesti install 100 webserver yang udah terinstall wordpress? Ngapain juga punya 100 wordpress server ya? wkwkkwk namanya juga berandai-andai&#8230;.</p>
<p>Kita masukkan IP atau hostname dari mesin yang mau kita install, kemudian bikin file YML dengan nama yang kita mau, contoh: coba.yml</p>
<pre>vi coba.yml</pre>
<p>Kurang lebih kira-kira kek gini isinya:</p>
<pre>- hosts: all
  tasks:
  - name: Install Apache
    yum: name=httpd state=latest
  - name: Selanjutnya Install PHP
    yum: pkg={{ item }} state=latest
    with_items:
    - php
    - php-common
    - php-mysql
  - name: Ini MySQL dan kawan-kawan
    yum: pkg={{ item }} state=latest
    with_items:
    - mysql
    - mysql-server
  - name: Klo ini download wordpress
    get_url: dest=/root/latest.tar.gz url=http://wordpress.org/latest.tar.gz
  - name: Sekarang kita extract wordpressnya
    action: command tar xzf /root/latest.tar.gz -C /var/www/html/
</pre>
<p>Nah, tinggal jalankan dengan perintah dibawah, tunggu proses selesai dan 100 webserver dengan wordpress siap disajikan.</p>
<pre>ansible-playbook coba.yml</pre>
<p>Menarik bukan? Modul2 perintah yang bisa digunakan bisa di lihat di http://docs.ansible.com/list_of_all_modules.html</p>
<p>Gampang kan? Masih alesan ga punya server buat di oprek? tinggal langganan di <a href="http://www.cloudkilat.com">CloudKilat.com</a> murah kok **Promo mode:on kekeke&#8230;.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/install-aplikasi-linux-secara-masal-ga-masalah-ansible-jawabannya/">Install aplikasi Linux secara masal? Ga masalah. Ansible jawabannya!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.id/install-aplikasi-linux-secara-masal-ga-masalah-ansible-jawabannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi bash imgur.com upload ala snipping tools</title>
		<link>http://www.ahardiena.id/aplikasi-bash-imgur-com-upload-ala-snipping-tools/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.id/aplikasi-bash-imgur-com-upload-ala-snipping-tools/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 28 May 2013 04:31:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[A. Hardiena]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Computer]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ga kerasa udah jam 11, udah siang banget, mata mulai redup, sambil ngecek installasi Parallels sebelum ketiduran browsing-browsing liat aplikasi...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/aplikasi-bash-imgur-com-upload-ala-snipping-tools/">Aplikasi bash imgur.com upload ala snipping tools</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ga kerasa udah jam 11, udah siang banget, mata mulai redup, sambil ngecek installasi Parallels sebelum ketiduran browsing-browsing liat aplikasi Droplr untuk Linux, hmmm&#8230; lucu juga keknya&#8230; Install, nyoba bentar&#8230;. hiks agak kecewa. Karena liat punya temen (yang pake windos) pas selectionnya normal, giliran di Linux pas selectionnya gelap&#8230;.</p>
<p>Karena ane juga bukan pengguna Droplr, tapi termasuk orang yang butuh upload-upload skrinsut untuk di share. Kepikiran why not create something like this? Kebetulan punya akun di imgur.com, Tinggal grep sana sini dikit, harusnya sih htmlnya imgur bisa diakalin&#8230;. Selain itu aplikasi ini memiliki fitur cropping untuk mempermudah mengambil sebagian dari layar komputer dan menjadikannya sebagai screenshot, seperti layaknya aplikasi snipping tools klo di windos, bukan teknik baru, klo biasa pake Linux teknik screenshot cropping ini mah udah ada dari kapan tau kekeke&#8230;</p>
<p>Aplikasi ini sangat sederhana, menggunakan bash script, dependensinya juga dikit, cuman butuh curl, zenity, xclip, scrot, notify-send. Secara umum aplikasi ini dapat berjalan di semua X-mode (GUI) paling ada sedikit penyesuaian (zenity bisa diganti dengan Xdialog atau Kdialog). Kebetulan desktop yang digunakan menggunakan mate, forkingannya gnome.</p>
<p>Ya udah, to the point aja, berikut aplikasi bash scriptnya, jangan terlalu berharap macem-macem soalnya cuman kerjaan iseng ngisi waktu, namanya juga skrip 15 menitan jadi kekeke&#8230;</p>
<p>Sebelumnya jangan lupa buat file .cred-imgur di folder home. Isinya kurang lebih seperti ini:</p>
<pre>USERNAME=nama_login_imgur
PASSWORD=password_login_imgur
</pre>
<p>Kemudian buat file <code>skrinsut</code> bisa di letakkan di /usr/bin atau mana aja, yang penting jangan lupa dibikin bisa execute, <code>chmod a+x skrinsut</code>.</p>
<pre>#!/bin/bash
#
# Skrinsut v0.1
# The screenshot and imgur upload tools by zrth
# ahardiena[at]gmail.com
#
# Note:
# Create .cred-imgur first, add this two line there:
# USERNAME=namauser
# PASSWORD=passworduser
# Dependencies: curl, zenity, xclip, notify-send
# Don't forget to chmod a+x skrinsut ^^

username=$(cat $HOME/.cred-imgur | grep -E -o "USERNAME=(.)*" | cut -f2 -d'=')
password=$(cat $HOME/.cred-imgur | grep -E -o "PASSWORD=(.)*" | cut -f2 -d'=')
lokasi=~/Desktop/
nama="skrinsut-`date "+%d%m%y%H%M%S"`.png"

function Kirim {
curl -d username=$username -d password=$password -c /tmp/cookie.txt -b /tmp/cookie.txt http://api.imgur.com/2/signin
output=`curl -s --write-out "RESULT:%{http_code}:\n" -F "image=@$lokasi$nama" -H "Expect: " -b /tmp/cookie.txt -c /tmp/cookie.txt http://api.imgur.com/2/account/images`
gambar=$(echo $output | grep -E -o "(.)*" | grep -E -o "http://i.imgur.com/[^&lt;]*")
hapus=$(echo $output | grep -E -o "(.)*" | grep -E -o "http://imgur.com/delete/[^&lt;]*")
rm /tmp/cookie.txt
}

scrot -s $lokasi$nama
if zenity --window-icon=$lokasi$nama --title="Capture Success!" --question --text="Upload to imgur.com?\n$nama"; then
	Kirim $lokasi$nama
	notify-send "Saved" "Location: $lokasi$nama"
	notify-send "Saved" "Link: $gambar\nDelete: $hapus\n"
	echo $gambar | xclip -selection c
else
	notify-send "Saved" "Location: $lokasi$nama"
	echo $lokasi$nama | xclip -selection c
fi
</pre>
<p>Simple kan? Selamat ber-snipping tools ria&#8230;. Tidur dulu ah&#8230;.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/aplikasi-bash-imgur-com-upload-ala-snipping-tools/">Aplikasi bash imgur.com upload ala snipping tools</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.id/aplikasi-bash-imgur-com-upload-ala-snipping-tools/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NAS dan SAN? menggunakan network storage di Linux</title>
		<link>http://www.ahardiena.id/nas-dan-san-menggunakan-network-storage-di-linux/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.id/nas-dan-san-menggunakan-network-storage-di-linux/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2012 03:28:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[A. Hardiena]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Computer]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[iscsi]]></category>
		<category><![CDATA[lun]]></category>
		<category><![CDATA[lvm]]></category>
		<category><![CDATA[multipath]]></category>
		<category><![CDATA[nas]]></category>
		<category><![CDATA[network storage]]></category>
		<category><![CDATA[san]]></category>
		<category><![CDATA[scsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=338</guid>
		<description><![CDATA[<p>Linux, men-treat tiap storage dengan berbeda-beda cara dan kadang pada saat storage di colok belum tentu nongol, ga ke detect?...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/nas-dan-san-menggunakan-network-storage-di-linux/">NAS dan SAN? menggunakan network storage di Linux</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Linux, men-treat tiap storage dengan berbeda-beda cara dan kadang pada saat storage di colok belum tentu nongol, ga ke detect? Ngga juga sebenarnya. Bukan ga kedetect, Alamiahnya hardware apapun klo di colok di Linux pasti kedetect, kecuali emang hardwarenya rusak ya, lain cerita. Problemnya adalah apakah kernelnya udah support atau belum, apakah modulnya sudah terinstall atau belum. Apakah kita sudah melakukan treatment dengan benar ataukah belum.</p>
<h3>Network Storage (NAS)</h3>
<p>Apa sih NAS? Klo mau dibilang versi simplenya NAS bisa dikatakan sebagai sebuah komputer yang didedikasikan sebagai tempat penyimpanan tok. Simple kan? Terus klo SMB atau NFS? SMB atau NFS adalah protokol yang digunakan untuk menggunakan storage tersebut. SMB dan NFS? Ga perlu dijelaskan, rata-rata udah ngertilah klo pake ginian, masih bingung juga? Tinggal mounting aja. Klo ga ngerti juga? Tanya sama mbah Google.</p>
<p>Contoh:</p>
<pre>mount -t nfs 192.168.1.1/data /data/
mount -t cifs 192.168.1.1/data /data/
</pre>
<p>Yang agak bikin pusing adalah bagaimana menggunakan NAS yang menggunakan model ISCSI. Sebelum dapat menggunakan NAS dengan cara ini, pastikan kita sudah menginstall <code>open-iscsi</code></p>
<pre>yum install open-iscsi (RPM Base)
apt-get install open-iscsi (Deb Base)
</pre>
<p>Kemudian jalankan service open-iscsi tersebut.</p>
<pre>service open-iscsi restart</pre>
<p>Yang pake Slackware monggo compile &amp; install, ga usah dikasih tau caranya dah ngerti pasti <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/2.3/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Scan storage NAS ke IP server:</p>
<pre>iscsiadm -m discovery -t st -p 192.168.1.1</pre>
<p>Dilanjutkan dengan melihat apakah storage di NAS server tersebut sudah terdeteksi atau belum:</p>
<pre>iscsiadm -m node</pre>
<p>Apabila IP server sudah benar maka, identitas storage yang ada di NAS akan muncul, contoh:</p>
<pre>#iscsiadm -m node
192.168.1.1:3260,1 iqn.2004-08.jp.buffalo:TS-RIGL36E-001D7326336E:IPSSTG01
</pre>
<p>Mounting storage NAS dengan</p>
<pre>iscsiadm -m node --targetname "iqn.2004-08.jp.buffalo:TS-RIGL36E-001D7326336E:IPSSTG01" --portal "192.168.1.1:3260" --login
</pre>
<p>Apabila cara tersebut sudah dilakukan dengan benar, storage akan termounting didalam komputer kita, dilihat dengan <code>fdisk -l</code></p>
<p>Format storage tersebut (contoh: /dev/sda)</p>
<pre>fdisk /dev/sda
mkfs.ext3 /dev/sda1
</pre>
<p>Untuk mencabut mounting storage NAS tersebut bisa dilakukan dengan:</p>
<pre>iscsiadm -m node --targetname "iqn.2004-08.jp.buffalo:TS-RIGL36E-001D7326336E:IPSSTG01" --portal "192.168.1.1:3260" --logout</pre>
<p>Simple kan?</p>
<h3>Storage Area Network (SAN)</h3>
<div style="float: right; padding: 10px; padding-right: 0px;">[wp_ad_camp_1]</div>
<p>Storage Area Network? Makhluk apa lagi tuh? Walaupun penyebutannya yang mirip2 dan kadang kebolak balik dengan NAS, SAM memiliki cara kerja yang jauh berbeda, SAN bermain di block level seolah-olah SAN tersebut adalah storage komputer itu sendiri. SAN bisa berbentuk disk array, tape disc, optical disc, dll. Ga mudeng? Anggap aja SAN mirip2 kek Flashdisk yang di colok ke komputer, bedanya media dan penggunaannya jauh lebih besar. Gampang kan? kekekeke&#8230;.</p>
<p>Karena Umumnya SAN menggunakan Multipath-I/O (MPIO), jadi ane rasa langsung aja pembahasannya di fokuskan tentang penggunaan SAN menggunakan multipath. What? apalagi tuh MPIO? Makin aneh makhluknya? Ga juga kok, karena biasanya SAN menggunakan 2 atau lebih fiber-channel, bisa di analogikan seperti kita punya 1 harddisk external tapi kabel yang nyolok ke komputernya menggunakan 2 port dan 2 kabel USB, kedua2nya aktif. Bisa yah? Blom coba seh klo harddisk external, yang jelas penjelasan sederhananya kurang lebih kek gitu =))</p>
<pre>yum install device-mapper-multipath
apt-get install firmware-qlogic multipath-tools multipath-tools-initramfs sysfsutils</pre>
<p>Yang pake Slackware monggo compile &amp; install, ga usah dikasih tau caranya dah pada jago ngompile pasti kekeke</p>
<p>Edit file <code>/etc/multipath.conf</code> dan pastikan <code>wwid</code> hardware anda tidak termasuk yang di blacklist oleh multipath, karena seringkali kita tidak menyadari bahwa SAN kita tidak terdeteksi karena masuk didalam blacklist ini. Klo mo gampang? blacklistnya aja di disable dengan cara memberikan &#8216;#&#8217; didepan blacklistnya ^^</p>
<p>Aktifkan multipath dengan: <code>service multipathd restart</code>, ane lebih seneng pake <code>service multipathd reload</code>, so choose what you want <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/2.3/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Pastikan SAN anda sudah terdeteksi dengan, disini juga kita juga bisa melihat LUN dari SAN yang di assign untuk komputer/server kita.</p>
<pre>cat /proc/scsi/scsi</pre>
<p>Lanjutkan dengan melakukan rescan sejumlah host yang ada didalam scsi host anda:</p>
<pre>ls /sys/class/scsi_host/
echo "- - -" &gt; /sys/class/scsi_host/host0/scan
echo "- - -" &gt; /sys/class/scsi_host/host1/scan
echo "- - -" &gt; /sys/class/scsi_host/host2/scan
</pre>
<p>Lihat hasil rescan dengan:</p>
<pre>multipath -ll
fdisk -l
</pre>
<p>Apabila setelah rescan belum terdeteksi, restart multipathd dengan <code>service multipathd restart</code> atau <code>service multipathd reload</code></p>
<p>Format SAN anda sesuai mpath yang terdeteksi pada saat di rescan, contoh: mpath0</p>
<pre>fdisk /dev/mpath0</pre>
<p>Gampang kan? Bagaimana klo kita baru saja melakukan resize disisi SAN kita? Bagaimana cara mendeteksi perubahan size storage tersebut tanpa harus me-reboot server kita. Sebelumnya pastikan dulu &#8220;mpath&#8221; dan LUN yang di resize tersebut dengan <code>multipath -ll</code></p>
<p>Contoh:<br />
LUN dari SAN merk IBM 2810XIV di resize dari 2TB menjadi 2,5TB, LUN terdata di mpath0 dan dm-62.</p>
<pre>#multipath -ll
mpath0 (3600c0ff0001242e99c85dd5001000000) dm-62 IBM,2810XIV
[size=1.0T][features=1 queue_if_no_path][hwhandler=0][rw]
\_ round-robin 0 [prio=100][active]
\_ 1:0:2:18 sda 8:128 [active][ready]
\_ 2:0:2:18 sdb 8:192 [active][ready]
\_ round-robin 0 [prio=20][enabled]
\_ 1:0:3:18 sdc 8:160 [active][ready]
\_ 2:0:3:18 sdd 8:224 [active][ready]

#fdisk -l
Disk /dev/sda: 1099.5 GB, 1099511627776 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 133674 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

Disk /dev/sda doesn't contain a valid partition table

Disk /dev/sdb: 1099.5 GB, 1099511627776 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 133674 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

Disk /dev/sdb doesn't contain a valid partition table

Disk /dev/sdc: 1099.5 GB, 1099511627776 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 133674 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

Disk /dev/sdc doesn't contain a valid partition table

Disk /dev/sdd: 1099.5 GB, 1099511627776 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 133674 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

Disk /dev/sdd doesn't contain a valid partition table
</pre>
<p>**Warning, jangan sampai salah device, klo dari contoh diatas, device yang digunakan adalah sda, sdb, sdc, sdd untuk menghindari anda menghancurkan data yang ada didalam storage anda ^^</p>
<p>Rescan block device LUN</p>
<pre>echo 1 &gt; /sys/block/sda/device/rescan
echo 1 &gt; /sys/block/sdb/device/rescan
echo 1 &gt; /sys/block/sdc/device/rescan
echo 1 &gt; /sys/block/sdd/device/rescan
</pre>
<p>Cabut dan pasang kembali device tersebut</p>
<pre>multipathd -k
multipathd&gt;del path sda
multipathd&gt;add path sda
multipathd&gt;del path sdb
multipathd&gt;add path sdb
multipathd&gt;del path sdc
multipathd&gt;add path sdc
multipathd&gt;del path sdd
multipathd&gt;add path sdd
multipathd&gt;resize map dm-62
</pre>
<p>CTRL+C untuk mengakhiri.</p>
<p>Lihat kembali storage dengan:</p>
<pre>multipath -ll
fdisk -l
</pre>
<p>Done. Cuman gitu aja? ya emang cuma gitu aja, paling klo sebelumya sudah di attach sebagai LVM, ya harus dicabut dulu Logical Volumenya (LV), cabut juga Volume Groupnya (VG), dan jangan lupa juga cabut Physical Volumesnya (PV) kekeke&#8230;. Selamat berpusing ria di penghujung tahun 2012 &amp; Happy New Year 2013 ^^</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/nas-dan-san-menggunakan-network-storage-di-linux/">NAS dan SAN? menggunakan network storage di Linux</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.id/nas-dan-san-menggunakan-network-storage-di-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengaktifkan GUI di Cloud Server (Fluxbox + VNC)</title>
		<link>http://www.ahardiena.id/mengaktifkan-gui-di-cloud-server-fluxbox-vnc/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.id/mengaktifkan-gui-di-cloud-server-fluxbox-vnc/#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2012 08:23:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[A. Hardiena]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cloud]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[<p>Infinys CloudOpen secara default tidak menyertakan GUI, hal ini bertujuan agar Cloud Server yang pengguna gunakan benar-benar optimal sesuai kebutuhan....</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/mengaktifkan-gui-di-cloud-server-fluxbox-vnc/">Mengaktifkan GUI di Cloud Server (Fluxbox + VNC)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Infinys CloudOpen secara default tidak menyertakan GUI, hal ini bertujuan agar Cloud Server yang pengguna gunakan benar-benar optimal sesuai kebutuhan. Namun, bukan berarti kita tidak dapat menggunakan Graphics User Interface di Cloud Server anda. Berikut adalah cara menginstall aplikasi GUI beserta aplikasi untuk meremote servernya yaitu VNC server.</p>
<h3>PERSIAPAN AWAL</h3>
<p>Hal yang pertama kali anda butuhkan adalah menginstall repository dari RPMForge dengan cara berikut:</p>
<pre>wget http://pkgs.repoforge.org/rpmforge-release/rpmforge-release-0.5.2-2.el5.rf.i386.rpm
rpm -ivh rpmforge-release-0.5.2-2.el5.rf.i386.rpm
yum update
</pre>
<h3>INSTALLASI VNC</h3>
<p>Install VNC dengan cara menjalankan perintah:</p>
<pre>yum install vnc vnc-server</pre>
<p>Setelah terinstall, jalankan vnc untuk pertama kali</p>
<pre>service vncserver start</pre>
<p>Matikan kembali dengan menjalankan perintah</p>
<pre>service vncserver stop</pre>
<p>Hapus temporary yang dibuat oleh VNC</p>
<pre>rm -rf /tmp/.X1*</pre>
<h3>INSTALLASI FLUXBOX</h3>
<p>Fluxbox adalah X Window Manager yang terkenal ringan dan tidak membutuhkan banyak dependensi. Untuk mempermudah pekerjaan anda nantinya, install xterm sebagai terminal berbasis GUI. Untuk dapat menjalankan Fluxbox di Cloud Server anda, ada perlu menginstallnya dengan menjalankan perintah:</p>
<pre>yum install fluxbox xterm</pre>
<p>Sesuaikan menu yang ada di fluxbox sesuai kebutuhan dengan melakukan pengeditan file <code>~/.fluxbox/menu</code></p>
<h3>MENGGABUNGKAN FLUXBOX DAN VNC</h3>
<p>Langkah terakhir adalah menggabungkan Fluxbox agar dapat di eksekusi pada saat anda melakukan remote kedalam Cloud Server anda.</p>
<p>Edit vile xstartup vnc anda:</p>
<pre>vi ~/.vnc/xstartup</pre>
<p>Tambahkan kode berikut di bawah twn &amp;</p>
<pre>exec /usr/bin/fluxbox</pre>
<p>Jalankan VNC Server</p>
<pre>service vncserver start</pre>
<p>Akses melalui komputer anda dengan menggunakan VNC Client dengan alamat Cloud Server anda ditambah :1 dibelakang alamat IP tersebut, contoh: 192.168.1.1:1</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/mengaktifkan-gui-di-cloud-server-fluxbox-vnc/">Mengaktifkan GUI di Cloud Server (Fluxbox + VNC)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.id/mengaktifkan-gui-di-cloud-server-fluxbox-vnc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Web Server (NginX PHP MySQL)</title>
		<link>http://www.ahardiena.id/membangun-web-server-nginx-php-mysql/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.id/membangun-web-server-nginx-php-mysql/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2012 07:30:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[A. Hardiena]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cloud]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[fastcgi]]></category>
		<category><![CDATA[mysql]]></category>
		<category><![CDATA[nginx]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[php-fpm]]></category>
		<category><![CDATA[phpmyadmin]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>
		<category><![CDATA[web server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[<p>NginX atau biasa disebut dengan EngineX adalah aplikasi web server baru yang saat ini mulai banyak digunakan. Kelebihan NginX dibandingkan...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/membangun-web-server-nginx-php-mysql/">Membangun Web Server (NginX PHP MySQL)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>NginX atau biasa disebut dengan EngineX adalah aplikasi web server baru yang saat ini mulai banyak digunakan. Kelebihan NginX dibandingkan Apache (aplikasi web server yang paling banyak dipakai dunia saat ini) adalah optimalisasi penggunaan resource yang jauh lebih kecil bahkan sampai hanya 50% dari penggunaan resource yang digunakan oleh Apache. Note: OS yang digunakan adalah Centos 6.X 64bit.</p>
<p>*Note: untuk anda yang tidak terbiasa dengan vi, bisa menggunakan mcedit (shell text editor yg lebih mudah). Untuk menginstall mcedit, jalankan perintah <code>yum install mc</code></p>
<h3>KONFIGURASI HOSTNAME</h3>
<p>Edit <code>file /etc/hosts</code> dengan text editor, ubah mymachine.com menjadi FQDN (Full Qualified Domain Name) anda, dan mymachine dengan hostname anda.</p>
<pre>
127.0.0.1      localhost.localdomain     localhost
192.168.1.1   mymachine.com           mymachine
</pre>
<p>Berikutnya jalankan perintah berikut didalam mesin anda, ubah mymachine menjadi nama hostname anda.</p>
<pre>
echo "HOSTNAME=mymachine" >> /etc/sysconfig/network
echo "mymachine" > /etc/hostname
hostname -F /etc/hostname
</pre>
<p>Untuk mengetahui apakah sudah berubah atau belum bisa dilakukan dengan menjalankan perintah berikut:</p>
<pre>
hostname
hostname -f
</pre>
<h3>PERSIAPAN AWAL</h3>
<p>Karena PHP-FPM tidak ada di repository default Centos, kita harus menambahkan repository EPEL dan REMI dengan cara dibawah:</p>
<pre>
rpm --import https://fedoraproject.org/static/0608B895.txt
rpm -ivh http://dl.fedoraproject.org/pub/epel/6/x86_64/epel-release-6-8.noarch.rpm

rpm --import http://rpms.famillecollet.com/RPM-GPG-KEY-remi
rpm -ivh http://rpms.famillecollet.com/enterprise/remi-release-6.rpm
</pre>
<p>Tambahkan &#8220;<code>priority=10</code>&#8221; kedalam konfigurasi repositori EPEL dan REMI. Contoh isi <code>/etc/yum.repos.d/epel.repo</code>:</p>
<pre>
[epel]
name=Extra Packages for Enterprise Linux 6 - $basearch
#baseurl=http://download.fedoraproject.org/pub/epel/6/$basearch
mirrorlist=https://mirrors.fedoraproject.org/metalink?repo=epel-6&arch=$basearch
failovermethod=priority
enabled=1
priority=10
gpgcheck=1
gpgkey=file:///etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY-EPEL-6
[...]
</pre>
<h3><strong>INSTALLASI NGINX DAN PHP</h3>
<p>Untuk mempermudah pengerjaan anda, disini kita akan menginstall dan mengkonfigurasi NginX dan PHP sekaligus baru dilanjutkan dengan MySQL.</p>
<p>Install NginX dan PHP:</p>
<pre>
yum update
yum install nginx php-fpm php-cli php-mysql php-gd php-imap php-ldap php-odbc php-pear php-xml php-xmlrpc php-eaccelerator php-magickwand php-magpierss php-mbstring php-mcrypt php-mssql php-shout php-snmp php-soap php-tidy
</pre>
<p>Edit dan tambahkan konfigurasi berikut pada fie konfigurasi php anda di <code>/etc/php.ini</code></p>
<pre>cgi.fix_pathinfo = 0</pre>
<p>Edit file konfigurasi nginX</p>
<pre>vi /etc/nginx/nginx.conf</pre>
<p>Untuk menghindari error kesalahan Timezone isi kolom date.timezone:</p>
<pre>date.timezone = Asia/Jakarta</pre>
<p>Hilangkan &#8216;#&#8217; pada baris yang ada di dalam file konfigurasi tersebut di baris-baris berikut:</p>
<pre>
#location ~ \.php$ {
#    root           html;
#    fastcgi_pass   127.0.0.1:9000;
#    fastcgi_index  index.php;
#    fastcgi_param  SCRIPT_FILENAME  /scripts$fastcgi_script_name;
#    include        fastcgi_params;
#}
</pre>
<p>Ubah baris <code>fastcgi_param</code> menjadi</p>
<pre>fastcgi_param SCRIPT_FILENAME $document_root$fastcgi_script_name;</pre>
<p>Untuk yang menginginkan tunneling fastcgi/php-fpm melalui socket, optimizing ini bertujuan untuk menghindari TCP overhead pada webserver dengan concurrent yang cukup tinggi, ganti baris <code>fastcgi_pass</code> menjadi</p>
<pre>fastcgi_pass   unix:/tmp/php-fpm.sock;</pre>
<p>Jangan lupa apabila tunneling dilakukan via socket ubah <code>listen = 127.0.0.1:9000</code> pada <code>/etc/php-fpm.d/www.conf</code> menjadi <code>listen = /tmp/php-fpm.sock</code></p>
<p>Setelah selesai, tinggal jalankan service nginx.</p>
<pre>
service nginx start
service php-fpm start
</pre>
<p>Untuk menjadikan NginX &#038; PHP-FPM autorun, aktifkan dengan menjalankan perintah berikut</p>
<pre>
chkconfig --levels 235 nginx on
chkconfig --levels 235 php-fpm on
</pre>
<h3><strong>INSTALLASI</strong> MySQL</h3>
<p>Umumnya pada saat menggunakan Cloud Server sebagai Web Server, walaupun ada namun jarang sekali pengguna hanya menginstall Webserver tanpa di sertai database saja, itulah alasan biasanya disebut dalam nama paket yaitu LAMP (Linux Apache, MySQL, PHP) atau LEMP (Linux, NginX, MySQL, PHP) apabila aplikasi web server yang digunakan adalah EngineX atau NginX.</p>
<p>Install MySQL dengan perintah:</p>
<pre>yum install mysql mysql-server</pre>
<p>Jalankan MySQL untuk pertama kali:</p>
<pre>service mysqld start</pre>
<p>Untuk menjadikan MySQL otomatis dipanggil pada saat server restart</p>
<pre>chkconfig --levels 235 mysqld on</pre>
<p>Setelah MySQL aktif, lakukan konfigurasi awal dengan perintah dibawah dan jawab setiap pertanyaan, jawab sesuai default atau dengan menekan enter kecuali ada sesuatu yang ingin anda ubah. Masukkan password baru apabila diminta.</p>
<pre>mysql_secure_installation</pre>
<p>Setelah melakukan konfigurasi awal, lanjutkan dengan mengakses MySQL dengan</p>
<pre>mysql -u root -p</pre>
<p>Buat database dan user yang akan menggunakan database tersebut dengan perintah:</p>
<pre>
create database namadatabase;
grant all on namadatabase.* to 'namauser' identified by 'passworduser';
</pre>
<p>Jalankan perintah <code>quit</code> untuk mengakhiri, database sudah siap digunakan untuk kebutuhan web server dan server-side scripting.</p>
<h3>INSTALLASI phpMyAdmin</h3>
<p>Install phpMyAdmin dengan perintah:</p>
<pre>yum install phpmyadmin</pre>
<p>Tambahkan baris berikut didalam file konfigurasi NginX</p>
<pre>
location ^~ /phpMyAdmin {
root /usr/share;
fastcgi_pass   127.0.0.1:9000; # ganti apabila menggunakan socket
fastcgi_index  index.php;
fastcgi_param SCRIPT_FILENAME $document_root$fastcgi_script_name;
include        fastcgi_params;
}
</pre>
<p>Restart service nginx anda. Selamat menggunakan Web Server EngineX alias NginX anda.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id/membangun-web-server-nginx-php-mysql/">Membangun Web Server (NginX PHP MySQL)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="http://www.ahardiena.id">A. Hardiena&#039;s Blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.id/membangun-web-server-nginx-php-mysql/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
