<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096</atom:id><lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 15:19:48 +0000</lastBuildDate><category>Free Download Software</category><category>HIJAB (JILBAB)</category><category>ISLAM KAFFAH</category><category>TAHARRAH</category><category>JIHAD FII SABILILLAH</category><category>Blogger Tutorial</category><category>Free Download Ebook</category><category>Free Download Nasyid Jihad</category><category>Computer And Technology Tutorial</category><category>Free Download MP3 Tausiyah</category><title>TheJihads.Com - PORTAL BERITA ISLAM &amp; JIHAD TERPERCAYA</title><description>ASSALAMU"ALAIKUM...Bismillahhirrahmanirrahim...Welcome To My Site. This Site IS PROTECTED BY ALLAH SWT. You Can Share Anything About Islam And The JIHADS...</description><link>http://www.thejihads.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>165</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/al-jihads" /><feedburner:info uri="al-jihads" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-7571595739911099232</guid><pubDate>Sun, 14 Mar 2010 10:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-14T17:45:25.364+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ISLAM KAFFAH</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JIHAD FII SABILILLAH</category><title>MENGIKUTI AJARAN NABI SHALLALLHU 'ALAIHI WA SALLAM BUKANLAH TERORIS 1</title><description>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sanggahan kepada yang mencemooh cadar, jenggot  dan celana cingkrang&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pembaca yang semoga selalu mendapatkan taufik dan rahmat Allah &lt;i&gt;ta’ala&lt;/i&gt;. Saat ini kaum muslimin terlihat begitu bersemangat dalam beragama. Berbeda dengan masa orde baru dahulu, saat ini umat Islam terlihat sudah mulai perhatian dengan ajaran agamanya. Kita banyak melihat di jalan-jalan, wanita-wanita sudah banyak yang memakai jilbab. Walaupun memang ada pula yang cuma sekedar menutup kepala, namun ini sudah menunjukkan adanya kemajuan dibanding beberapa tahun yang silam. Di samping itu sangat sering kita melihat pula beberapa di antara mereka memakai penutup wajah (cadar). Namun sayang, masyarakat sering mencemooh wanita yang berpakaian seperti ini. Sampai-sampai sebagian orang malah menyebut pakaian seperti itu sebagai pakaian ‘&lt;i&gt;ninja&lt;/i&gt;‘.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span id="more-71"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Juga masih banyak contoh lain seperti di atas. Misalnya saja orang yang berjenggot dijuluki ‘kambing’. Atau orang yang celananya &lt;i&gt;cingkrang&lt;/i&gt; (di atas mata kaki) disebut ‘celana kebanjiran’. Bahkan lebih parah lagi orang-orang yang modelnya semacam ini disebut ‘teroris’ dan wanita-wanita yang bercadar disebut istri-istri teroris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang perlu kita tanyakan adalah apakah julukan seperti ini diperbolehkan dalam agama ini atau mungkin dipermasalahkan. Semoga tulisan ini dapat menjawab pertanyaan ini dengan cara mengembalikannya dan menimbangnya melalui timbangan yang paling adil yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi  wa sallam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mungkin Sebagian Orang Belum  Tahu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sering sekali kita melihat sebagian orang malah mencemoohkan orang yang sebenarnya adalah orang-orang yang komitmen dengan ajaran Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Orang-orang yang dicemoohkan ini di antaranya adalah orang yang memakai cadar dan diberi gelar dengan ’si ninja’. Juga orang yang berjenggot dikatakan ‘kambing’. Atau pun orang yang memakai celana di atas mata kaki dikatakan ‘Mas celananya kebanjiran ya!’. Masih banyak sebutan yang lain untuk orang-orang semacam ini, bahkan menyebut mereka sebagai ‘teroris’. Sebaiknya kita bahas terlebih dahulu ketiga hal tersebut agar kaum muslimin tidak salah sangka bahwa hal ini bukan merupakan bagian dari syariat Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengenai Cadar (Penutup  Wajah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Perlu diketahui bahwasanya menutup wajah itu memiliki dasar dari Sunnah  Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; terlepas apakah menutup wajah merupakan  suatu yang wajib ataukah &lt;i&gt;mustahab&lt;/i&gt; (dianjurkan). Kita dapat melihat dalam  hadits Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berikut, beliau &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berkata kepada para wanita,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;لاَ تَنْتَقِبُ المَرْأَةُ المُحْرِمَةُ وَلاَ تَلْبِسُ الْقَفَّازِيْنَ&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Wanita yang berihrom  itu tidak boleh &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;mengenakan niqob&lt;/span&gt; maupun kaos tangan.&lt;/i&gt;” (HR.  Bukhari, An Nasa’i, Al Baihaqi, Ahmad dari Ibnu Umar secara &lt;i&gt;marfu’&lt;/i&gt; -yaitu  sampai kepada Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;-). Niqob adalah kain  penutup wajah mulai dari hidung atau dari bawah lekuk mata ke bawah.&lt;br /&gt;
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; ketika menafsirkan surat An Nur ayat 59 berkata, “Ini menunjukkan bahwa cadar dan kaos tangan biasa dipakai oleh wanita-wanita yang tidak sedang berihrom. Hal itu menunjukkan bahwa &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;mereka itu menutup wajah&lt;/span&gt; dan kedua tangan mereka.”&lt;br /&gt;
Sebagai bukti lainnya juga, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa &lt;i&gt;Ummahatul  Mukminin&lt;/i&gt; (Ibunda orang mukmin yaitu istri-istri Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi  wa sallam&lt;/i&gt;) biasa menutup wajah-wajah mereka. Di antara riwayat tersebut  adalah :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dari Asma’  binti Abu Bakr, dia berkata, “Kami biasa &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;menutupi wajah kami&lt;/span&gt; dari pandangan laki-laki pada saat berihram dan sebelum menutupi wajah, kami menyisir rambut.” (HR. Hakim. Dikatakan oleh Al Hakim: hadits ini &lt;i&gt;shohih&lt;/i&gt;.  Hal ini juga disepakati oleh Adz Dzahabi)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dari Shafiyah binti Syaibah, dia berkata, “Saya pernah melihat Aisyah melakukan thowaf mengelilingi ka’bah dengan memakai cadar.” (HR. Ibnu Sa’ad dan Abdur Rozaq. Semua periwayat hadits ini &lt;i&gt;tsiqoh&lt;/i&gt;/terpercaya kecuali Ibnu Juraij  yang sering mentadlis dan dia meriwayatkan hadits ini dengan lafazh &lt;i&gt;‘an&lt;/i&gt;/dari)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dari Abdullah  bin ‘Umar, beliau berkata, “Tatkala Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; memperlihatkan Shofiyah kepada para shahabiyah, beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi  wa sallam&lt;/i&gt; melihat Aisyah mengenakan cadar di kerumunan para wanita. Dan  beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; mengetahui kalau itu adalah Aisyah  dari cadarnya.” (HR. Ibnu Sa’ad)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Juga hal ini dipraktekkan oleh orang-orang sholeh, sebagaimana terdapat dalam  riwayat berikut.&lt;br /&gt;
Dari ‘Ashim bin Al Ahwal, katanya, “Kami pernah mengunjungi Hafshoh bin Sirin (seorang tabi’iyah yang utama) yang ketika itu dia menggunakan jilbabnya sekaligus menutup wajahnya. Lalu, kami katakan kepadanya, ‘Semoga Allah merahmati engkau…’” (Diriwayatkan oleh Al Baihaqi. Sanad hadits ini &lt;i&gt;shohih&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;
Riwayat-riwayat di atas secara jelas menunjukkan bahwa praktek menutup  wajah sudah dikenal di zaman Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan  istri-istri beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;pun mengenakannya bahkan hal ini juga dilakukan oleh wanita-wanita sholehah sepeninggal mereka. (Lihat penjelasan ini di kitab &lt;i&gt;Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah&lt;/i&gt;, Syaikh  Muhammad Nashirudin Al Albani, 104-109, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan.  Edisi terjemahan ‘&lt;i&gt;Jilbab Wanita Muslimah&lt;/i&gt;, Media Hidayah’)&lt;br /&gt;
Lalu bagaimana hukum menutup wajah itu sendiri? Apakah wajib atau &lt;i&gt;mustahab&lt;/i&gt; (dianjurkan)? Berikut kami akan sedikit menyinggung mengenai hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah &lt;i&gt;ta’ala &lt;/i&gt;berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak  perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Hendaklah mereka mendekatkan  jilbabnya  ke seluruh tubuh mereka&lt;/span&gt;“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. &lt;/i&gt;(QS. Al Ahzab 33: 59). Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.&lt;br /&gt;
Allah &lt;i&gt;ta’ala&lt;/i&gt; juga  berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Katakanlah kepada wanita yang beriman:  “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;janganlah  mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya&lt;/span&gt;.&lt;/i&gt;” (QS. An Nuur 24 : 31). Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Atho’ bin Abi Robbah, dan Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan.&lt;br /&gt;
Dari tafsiran yang shohih ini  terlihat bahwa wajah bukanlah aurat. Jadi, hukum menutup wajah adalah &lt;i&gt;mustahab&lt;/i&gt; (dianjurkan).&lt;br /&gt;
(Lihat &lt;i&gt;Jilbab Al Mar’ah Al  Muslimah, &lt;/i&gt;Amr Abdul Mun’im Salim, hal. 14 dan &lt;i&gt;Jilbab Al Mar’ah Al  Muslimah&lt;/i&gt;, Syaikh Muhammad Nashirudin Al Albani, edisi terjemahan ‘&lt;i&gt;Jilbab  Wanita Muslimah&lt;/i&gt;‘)&lt;br /&gt;
-bersambung insya Allah-&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal, S.T.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(Penuntut Ilmu di Ma’had Al ‘Ilmi Yogyakarta)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-7571595739911099232?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/80UaWn4U6vU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/80UaWn4U6vU/mengikuti-ajaran-nabi-shallallhu-alaihi_2865.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2010/03/mengikuti-ajaran-nabi-shallallhu-alaihi_2865.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-5748208182159334733</guid><pubDate>Sun, 14 Mar 2010 09:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-14T17:44:58.077+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ISLAM KAFFAH</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JIHAD FII SABILILLAH</category><title>MENGIKUTI AJARAN NABI SHALLALLHU 'ALAIHI WA SALLAM BUKANLAH TERORIS 2</title><description>&lt;b&gt;Mengenai Jenggot&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenggot (&lt;i&gt;lihyah&lt;/i&gt;) adalah nama rambut yang tumbuh pada kedua pipi dan dagu. Jadi, semua rambut yang tumbuh pada dagu, di bawah dua tulang rahang bawah, pipi, dan sisi-sisi pipi disebut &lt;i&gt;lihyah&lt;/i&gt; (jenggot) kecuali kumis.  (Lihat &lt;i&gt;Minal Hadin Nabawi I’faul Liha&lt;/i&gt;, ‘Abdullah bin Abdul Hamid dengan  edisi terjemahan ‘&lt;i&gt;Jenggot Yes, Isbal No&lt;/i&gt;‘, hal. 17)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memelihara dan membiarkan jenggot juga merupakan syariat Islam dan sunnah  Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Marilah kita lihat bagaimana bentuk  fisik Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; yang berjenggot.&lt;br /&gt;
&lt;span id="more-80"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Anas bin Malik -pembantu Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa  sallam&lt;/i&gt;- mengatakan,&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah laki-laki yang berperawakan terlalu tinggi dan tidak juga pendek. Kulitnya tidaklah putih sekali dan tidak juga coklat. Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus. Allah mengutus beliau sebagai Rasul di saat beliau berumur 40 tahun, lalu tinggal di Makkah selama 10 tahun. Kemudian tinggal di Madinah selama 10 tahun pula, lalu wafat di penghujung tahun enam puluhan. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Di kepala serta jenggotnya hanya  terdapat 20 helai rambut yang sudah putih&lt;/span&gt;.&lt;/i&gt;” (Lihat &lt;i&gt;Mukhtashor  Syama’il Al Muhammadiyyah&lt;/i&gt;, Muhammad Nashirudin Al Albani, hal. 13, Al  Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Beliau katakan hadits ini  &lt;i&gt;shohih&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;
Lihatlah saudaraku, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dalam riwayat  di atas dengan sangat jelas terlihat memiliki jenggot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun hukum memelihara jenggot adalah &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;wajib&lt;/span&gt; karena dalam  hadits-hadits yang ada digunakan kata perintah. Menurut kaedah dalam Ilmu Ushul  Fiqh,”&lt;i&gt;Al Amru lil wujub&lt;/i&gt;“yaitu perintah menunjukkan suatu kewajiban.  Perhatikanlah hadits-hadits berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hadits pertama&lt;/b&gt;, dari Ibnu Umar &lt;i&gt;radhiyallahu  ‘anhuma&lt;/i&gt;, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;« أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى »&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot&lt;/i&gt;.” (HR.  Muslim no. 623)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hadits kedua&lt;/b&gt;, dari Ibnu Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt;,  Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;« خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ  وَأَوْفُوا اللِّحَى »&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah  jenggot.&lt;/i&gt;” (HR. Muslim no. 625)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hadits ketiga&lt;/b&gt;, dari Ibnu Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt;,  beliau berkata,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;أَنَّهُ أَمَرَ بِإِحْفَاءِ الشَّوَارِبِ وَإِعْفَاءِ  اللِّحْيَةِ&lt;/div&gt;“Beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; memerintahkan untuk memotong  pendek kumis dan membiarkan (memelihara) jenggot.” (HR. Muslim no. 624)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hadits keempat&lt;/b&gt;, dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu  ‘anhu&lt;/i&gt;, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;« جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا  الْمَجُوسَ »&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;“&lt;i&gt;Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah  Majusi.&lt;/i&gt;” (HR. Muslim no. 626)&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Hadits kelima&lt;/b&gt;, dari Ibnu Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt;,  Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;« انْهَكُوا الشَّوَارِبَ ، وَأَعْفُوا اللِّحَى »&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Cukur habislah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.&lt;/i&gt;” (HR.  Bukhari no. 5893)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hadits keenam&lt;/b&gt;, dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu &lt;i&gt;‘alaihi  wa sallam &lt;/i&gt;bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;« خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ ، وَفِّرُوا اللِّحَى ،  وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ »&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Selisilah orang-orang musyrik. Biarkanlah jenggot dan pendekkanlah  kumis&lt;/i&gt;.” (HR. Bukhari no. 5892)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ulama besar Syafi’iyyah, An Nawawi &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; mengatakan,  “Kesimpulannya ada lima riwayat yang menggunakan lafazh,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;« أَعْفُوا وَأَوْفُوا وَأَرْخُوا وَأَرْجُوا  وَوَفِّرُوا »&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Semua lafazh tersebut bermakna membiarkan jenggot tersebut sebagaimana  adanya.” (Lihat &lt;i&gt;Syarh An Nawawi ‘alam Muslim&lt;/i&gt;, 1/416, Mawqi’ Al  Islam-Maktabah Syamilah 5)&lt;br /&gt;
Di samping hadits-hadits yang menggunakan kata perintah di atas, memelihara jenggot juga merupakan sunnah fithroh. Dari Ummul Mukminin, Aisyah &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/i&gt;, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;« عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ »&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Ada sepuluh macam fitroh, yaitu memendekkan kumis, &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;memelihara  jenggot&lt;/span&gt;, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung,-pen), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.”&lt;/i&gt; (HR. Muslim no. 627)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seseorang mencukur jenggot, berarti dia telah keluar dari fitrah yang  telah Allah fitrohkan bagi manusia. Allah &lt;i&gt;ta’ala &lt;/i&gt; berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada penggantian pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.&lt;/i&gt;” (QS. Ar Ruum 30 : 30)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain dalil-dalil di atas, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; juga  sangat tidak suka melihat orang yang jenggotnya dalam keadaan tercukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kisra (penguasa Persia) mengutus dua orang untuk menemui Nabi  &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Mereka menemui beliau dalam keadaan  jenggot yang tercukur dan kumis yang lebat. Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi  wa sallam&lt;/i&gt; tidak suka melihat keduanya. Beliau bertanya,”Celaka kalian! Siapa yang memerintahkan kalian seperti ini?” Keduanya berkata, “Tuan kami (yaitu Kisra) memerintahkan kami seperti ini.” Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Akan tetapi, Rabb-ku memerintahkanku untuk  memelihara jenggotku dan menggunting kumisku.”&lt;/i&gt; (HR. Thabrani,  &lt;i&gt;Hasan&lt;/i&gt;. Dinukil dari &lt;i&gt;Minal Hadin Nabawi I’faul Liha&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lihatlah saudaraku, dari dalil-dalil yang ada dapat dilihat bahwasanya memelihara jenggot dan memendekkan kumis adalah suatu yang wajib dan bukanlah &lt;i&gt;mustahab&lt;/i&gt; yaitu sekedar anjuran. Dalam hadits yang telah kami bawakan menunjukkan bahwa memelihara jenggot adalah suatu perintah dan berarti wajib. Juga hal ini dilakukan untuk menyelisihi orang-orang musyrik dan Majusi serta perbuatan ini adalah fitrah manusia yang dilarang untuk diubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasar hadits-hadits di atas, memelihara jenggot tidak selalu Nabi kaitkan dengan menyelisihi orang kafir. Hanya dalam beberapa hadits namun tidak semua, Nabi kaitkan dengan menyelisihi Musyrikin dan Majusi. Sehingga tidaklah benar anggapan bahwa perintah memelihara jenggot dikaitkan dengan menyelisihi Yahudi.&lt;br /&gt;
Namun sebaliknya, kaum muslimin saat ini (entah karena belum tahu atau sudah tahu namun mengabaikan karena masih menganggap hanya sekedar anjuran) dalam kesehariannya malah melakukan hal sebaliknya yaitu memanjangkan kumis dan memotong habis jenggot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sedikit Kerancuan&lt;/b&gt; Jika ada yang berkata, “Sekarang ini orang-orang Cina, para biksu, dan Yahudi ortodok juga memanjangkan jenggot. Kalau demikian memakai jenggot juga dapat dikatakan &lt;i&gt;tasyabbuh&lt;/i&gt; (menyerupai) orang kafir. Sehingga sekarang kita harus menyelisihi mereka dengan  mencukur jenggot.”&lt;br /&gt;
Jawaban dari pernyataan di atas telah dijawab oleh Syaikh Muhammad bin Sholih  Al Utsaimin dalam &lt;i&gt;ta’liq&lt;/i&gt; (komentar) beliau terhadap kitab &lt;i&gt;Iqtidho’  Ash Shirothil Mustaqim&lt;/i&gt;, hal. 220, karangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.  Beliau &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; mengatakan, “Ini sungguh kekeliruan yang besar. Karena larangan ini berkaitan dengan memelihara jenggot. Jika saat ini orang-orang kafir menyerupai kita, maka &lt;b&gt;tetap saja kita tidak boleh  berpaling dari apa yang telah diperintahkan walaupun mereka menyamai  kita&lt;/b&gt;. Di samping memelihara jenggot untuk menyelisihi orang kafir, memelihara jenggot adalah termasuk fitrah (yang tidak boleh diubah sebagaimana penjelasan di atas -pen). Sebagaimana disabdakan Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, ‘&lt;i&gt;Ada sepuluh fitrah, di antaranya memelihara  (membiarkan) jenggot’. &lt;/i&gt;Maka dalam masalah memelihara jenggot ada dua  perintah yaitu untuk menyelisihi orang kafir dan juga termasuk fitrah.”&lt;br /&gt;
Juga jawaban lebih memuaskan lagi dapat dilihat pada dua Fatwa &lt;i&gt;Al Lajnah  Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’&lt;/i&gt; (komisi fatwa di Saudi  Arabia, semacam komite fatwa MUI di Indonesia)&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Fatwa Pertama&lt;/b&gt; Fatwa no. 2258.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertanyaan&lt;/b&gt;: “Saya pernah mendengar bahwa memelihara (membiarkan) jenggot adalah wajib. Apakah pendapat ini benar? Jika ini benar, aku mohon agar dijelaskan mengenai sebab wajibnya hal ini. Dari yang saya ketahui ketika membaca salah satu buku bahwa sebab wajibnya memelihara jenggot adalah karena kita diharuskan melakukan yang berkebalikan dengan apa yang dilakukan orang kafir (maksudnya kita diperintahkan menyelisihi orang kafir -pen). Akan tetapi saat ini orang-orang kafir malah memelihara jenggot, sehingga saya merasa tidak puas dengan alasan ini. Aku mohon agar aku diberi penjelasan mengenai sebab kenapa kita diperintahkan memelihara jenggot?”&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Alhamdulillah wahdah wash sholatu was salamu ‘ala rosulihi wa aalihi wa  shohbihi wa sallam&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Wa ba’du&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Sesungguhnya memelihara (membiarkan) jenggot adalah wajib dan mencukurnya adalah haram. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, dan selainnya dari sahabat Ibnu ‘Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt;,  Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, “&lt;i&gt;Selisilah orang  musyrik, biarkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis&lt;/i&gt;.” Begitu juga dalam  riwayat Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, Nabi  &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, “&lt;i&gt;Pendekkanlah kumis dan  biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah Majusi&lt;/i&gt;.” (Hal ini berarti)  terus menerus dalam mencukur jenggot termasuk &lt;i&gt;al kabair&lt;/i&gt; (dosa besar).  Maka wajib bagi seseorang untuk menasihati orang yang mencukur jenggot dan  mengingkarinya. …&lt;br /&gt;
Dan bukanlah maksud menyelisihi majusi dan orang musyrik adalah menyelisihi mereka di semua hal termasuk di dalamnya adalah hal yang benar yang sesuai dengan fitrah dan akhlak yang mulia. Akan tetapi yang dimaksudkan dengan menyelisihi mereka adalah &lt;b&gt;menyelisihi apa yang ada pada mereka yang telah menyimpang dari kebenaran dan yang telah keluar dari fitrah yang selamat serta akhlak yang mulia&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sesuatu yang telah diselisihi oleh orang majusi, orang musyrik, dan orang kafir lainnya adalah dalam masalah mencukur jenggot. Dengan melakukan hal ini, mereka telah menyimpang dari kebenaran dan keluar dari fitrah yang bersih serta telah menyelisihi ciri khas para Nabi dan Rasul. Maka menyelisihi mereka dalam hal ini adalah wajib yaitu dengan memelihara (membiarkan) jenggot dan memendekkan kumis. Hal ini dilakukan dalam rangka mengikuti petunjuk para Nabi dan Rasul dan mengikuti apa yang dituntunkan oleh fitrah yang bersih (selamat). Telah terdapat dalil pula bahwa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa  sallam&lt;/i&gt; bersabda, “&lt;i&gt;Ada sepuluh macam fitrah, yaitu memendekkan kumis,  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;memelihara jenggot&lt;/span&gt;, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung,-pen), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.”&lt;/i&gt; (HR. Ahmad, Muslim dan  lainnya) …&lt;br /&gt;
Jika (pada saat ini) orang kafir malah memelihara jenggot, maka ini bukan berarti boleh bagi kaum muslimin untuk mencukur jenggot mereka. Sebagaimana dalam penjelasan di atas bahwasanya bukanlah yang dimaksudkan adalah menyelisihi mereka dalam segala hal. Namun, &lt;b&gt;yang dimaksudkan adalah menyelisihi mereka pada hal-hal yang mereka telah menyimpang dari kebenaran dan telah keluar dari fitrah yang selamat&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Wa billahit tawfiq wa shollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa aalihi wa  shohbihi wa sallam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal  Ifta’&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Fatwa Kedua&lt;/b&gt; Fatwa no. 4988 (yang sengaja kami ringkas agar  tidak terlalu panjang)&lt;br /&gt;
Memelihara jenggot termasuk tuntutan fitrah sebagaimana terdapat pada kurun pertama dan juga hal ini merupakan syariat Nabi-nabi terdahulu sebagaimana merupakan syariat Nabi kita Muhammad &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;  Syariat beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; adalah umum bagi semua makhluk dan wajib bagi mereka untuk melaksanakannya hingga hari kiamat. Allah telah berfirman mengenai Nabi Musa dan saudaranya Harun &lt;i&gt;‘alaihimas  salam&lt;/i&gt; serta kepada kaumnya Bani Israil ketika mereka menyembah anak  sapi,&lt;br /&gt;
&lt;div class="arab"&gt;وَلَقَدْ قَالَ لَهُمْ هَارُونُ مِنْ قَبْلُ يَا قَوْمِ إِنَّمَا فُتِنْتُمْ بِهِ وَإِنَّ رَبَّكُمُ الرَّحْمَنُ فَاتَّبِعُونِي وَأَطِيعُوا أَمْرِي (90) قَالُوا لَنْ نَبْرَحَ عَلَيْهِ عَاكِفِينَ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَيْنَا مُوسَى (91) قَالَ يَا هَارُونُ مَا مَنَعَكَ إِذْ رَأَيْتَهُمْ ضَلُّوا (92) أَلَّا تَتَّبِعَنِ أَفَعَصَيْتَ أَمْرِي (93) قَالَ يَا ابْنَ أُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِي وَلَا بِرَأْسِي إِنِّي خَشِيتُ أَنْ تَقُولَ فَرَّقْتَ بَيْنَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِي (94)&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu dan sesungguhnya Tuhanmu ialah (Tuhan) Yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku dan ta’atilah perintahku”. Mereka menjawab: “Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami”. Berkata Musa: “Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat, (sehingga) kamu tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?” Harun menjawab’ “Hai putera ibuku, &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;janganlah kamu pegang janggutku&lt;/span&gt; dan jangan (pula) kepalaku. sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): “Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku”.&lt;/i&gt;” (QS. Thaha: 90-94)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka lihatlah, memelihara jenggot adalah sesuatu yang disyariatkan pada  syariat Nabi Musa dan Harun &lt;i&gt;‘alaihimas salam&lt;/i&gt;. Kemudian Nabi Isa  ‘&lt;i&gt;alaihis salam &lt;/i&gt;membenarkan ajaran yang ada pada Taurat, maka  &lt;i&gt;lihyah&lt;/i&gt; (jenggot) juga merupakan syariat Nabi Isa &lt;i&gt;‘alaihis  salam&lt;/i&gt;. Mereka semua (Nabi Musa, Harun dan Isa) adalah para rasul Bani Israil yaitu Yahudi dan Nasrani. Jadi, tatkala orang Yahudi dan Nasrani meninggalkan memelihara jenggot, maka mereka telah salah (rusak) sebagaimana mereka telah rusak tatkala meninggalkan ajaran tauhid dan syariat Nabi-nabi mereka. Mereka juga telah menggugurkan perjanjian yang seharusnya mereka ambil yaitu untuk mengimani Nabi kita Muhammad &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Siapa saja dari Yahudi dan Nasrani yang kembali pada ajaran yang sesuai dengan syariat setiap Nabi di antaranya adalah memelihara jenggot, maka kita tidaklah menyelisihi mereka dalam hal ini karena mereka telah kembali kepada sebagian kebenaran. Sebagaimana pula kita tidaklah menyelisihi mereka jika mereka kembali pada tauhid dan kembali beriman kepada Nabi kita Muhammad &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Bahkan jika memang mereka beriman, kita akan menolong (menguatkan) mereka dan memujinya disebabkan keimanan ini serta kita akan saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Wa billahit tawfiq wa shollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa aalihi wa  shohbihi wa sallam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal  Ifta’&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Demikianlah Fatwa Kedua Lajnah Ad Da’imah. Semoga perkataan ulama dan fatwa-fatwa di atas bisa menjawab sedikit kerancuan yang menyebar di tengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Catatan Tambahan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kami sedikit akan menyinggung masalah kumis. Apakah kumis harus dipotong habis ataukah cukup dipotong pendek? Berikut ini adalah intisari dari perkataan Al Qodhi Iyadh yang dinukil oleh An Nawawi dalam &lt;i&gt;Syarh Muslim&lt;/i&gt;,  1/416.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian ulama salaf berpendapat bahwa kumis harus dicukur habis karena hal  ini berdasarkan makna tekstual (&lt;i&gt;zhohir&lt;/i&gt;) dari hadits yang menggunakan  lafazh &lt;i&gt;ahfuu&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;ilhakuu&lt;/i&gt;. Inilah pendapat ulama-ulama Kufah. Ulama lainnya melarang untuk mencukur habis kumis. Ulama-ulama yang berpendapat demikian menganggap bahwa lafazh &lt;i&gt;ihfa’&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;jazzu&lt;/i&gt;, dan  &lt;i&gt;qossu&lt;/i&gt; adalah bermakna sama yaitu &lt;b&gt;memotong kumis tersebut hingga  nampak ujung bibir&lt;/b&gt;. Sebagian ulama lainnya memilih antara dua cara ini,  boleh yang pertama, boleh juga yang kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendapat yang dipilih oleh An Nawawi dan &lt;i&gt;insya Allah&lt;/i&gt; inilah pendapat  yang kuat dan lebih hati-hati adalah &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;memendekkan kumis hingga nampak ujung  bibir&lt;/span&gt;. &lt;i&gt;Wallahu a’lam bish showab.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
-bersambung insya Allah-&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
Penulis: Muhammad Abduh  Tuasikal, S.T.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(Penuntut Ilmu di Ma’had Al ‘Ilmi Yogyakarta)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Muroja’ah:  Ustadz Aris Munandar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-5748208182159334733?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/aaCFenX0CpI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/aaCFenX0CpI/mengikuti-ajaran-nabi-shallallhu-alaihi_6477.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2010/03/mengikuti-ajaran-nabi-shallallhu-alaihi_6477.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-3919411371381617148</guid><pubDate>Sun, 14 Mar 2010 08:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-14T17:42:18.566+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ISLAM KAFFAH</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JIHAD FII SABILILLAH</category><title>MENGIKUTI AJARAN NABI SHALLALLHU 'ALAIHI WA SALLAM BUKANLAH TERORIS 3</title><description>&lt;b&gt;Mengenai Celana Di Atas Mata  Kaki&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Celana di atas mata kaki juga adalah merupakan sunnah dan ajaran Nabi &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Hal ini dikhususkan bagi laki-laki, sedangkan wanita diperintahkan untuk menutup telapak kakinya. Kita dapat melihat bahwa pakaian Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; selalu berada di atas mata kaki  sebagaimana dalam keseharian beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span id="more-82"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dari Al Asy’ats bin Sulaim, ia berkata:&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;سَمِعْتُ عَمَّتِي، تُحَدِّثُ عَنْ عَمِّهَا قَالَ: بَيْنَا أَنَا أَمْشِي بِالمَدِيْنَةِ، إِذَا إِنْسَانٌ خَلْفِي يَقُوْلُ: « اِرْفَعْ إِزَارَكَ، فَإِنَّهُ أَنْقَى» فَإِذَا هُوَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّمَا هِيَ بُرْدَةٌ مَلْحَاءُ) قَالَ: « أَمَّا لَكَ فِيَّ أُسْوَةٌ ؟ » فَنَظَرْتُ فَإِذَا إِزَارَهُ إِلَى نِصْفِ سَاقَيْهِ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Saya pernah mendengar bibi saya menceritakan dari pamannya yang berkata, “Ketika saya sedang berjalan di kota Al Madinah, tiba-tiba seorang laki-laki di belakangku berkata&lt;i&gt;,  ‘Angkat kainmu, karena itu akan lebih bersih.’ &lt;/i&gt;Ternyata orang yang  berbicara itu adalah Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam. &lt;/i&gt;Aku  berkata&lt;i&gt;, &lt;/i&gt;“Sesungguhnya yang kukenakan ini tak lebih hanyalah burdah  yang bergaris-garis hitam dan putih”&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;Beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi  wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Apakah engkau tidak menjadikan aku  sebagai  teladan?” &lt;/i&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Aku  melihat kain sarung beliau, ternyata ujung bawahnya di pertengahan kedua  betisnya&lt;/span&gt;&lt;i&gt;.”&lt;/i&gt; (Lihat &lt;i&gt;Mukhtashor  Syama’il Muhammadiyyah&lt;/i&gt;, hal. 69, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan.  Beliau katakan hadits ini &lt;i&gt;shohih&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Hudzaifah bin Al Yaman, ia berkata, “Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; pernah memegang salah satu atau kedua betisnya. Lalu  beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;«  هَذَا مَوْضِعُ  الإِزَارِ فَإِنْ أَبِيْتَ فَأَسْفَلَ فَإِنْ أَبِيْتَ فَلاَ حَقَّ لِلإِْزَارِ  فِي الْكَعْبَيْنِ »&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Di sinilah letak ujung kain. Kalau engkau tidak suka, bisa lebih rendah lagi. Kalau tidak suka juga, boleh lebih rendah lagi, akan tetapi tidak dibenarkan kain tersebut menutupi mata kaki.&lt;/i&gt;”  (Lihat &lt;i&gt;Mukhtashor Syama’il Al Muhammadiyyah&lt;/i&gt;, hal.70, Syaikh Al Albani  berkata bahwa hadits ini &lt;i&gt;shohih&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari dua hadits ini terlihat bahwa celana Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa  sallam&lt;/i&gt; selalu berada di atas mata kaki sampai pertengahan betis.&lt;br /&gt;
Bagaimana hukum menjulurkan celana hingga di bawah mata kaki? Lihatlah hadits-hadits yang kami bawakan berikut ini yang sengaja kami bagi menjadi dua bagian. Hal ini sebagaimana kami ikuti dari pembagian Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; dalam kitab beliau &lt;i&gt;Syarhul Mumthi’&lt;/i&gt; pada &lt;i&gt;Bab  Satrul ‘Awrot&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Menjulurkan celana di bawah mata kaki dengan sombong&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dari Ibnu Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt;, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;« لاَ  يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ »&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Allah tidak akan  melihat kepada orang yang menyeret pakaiannya dalam keadaan sombong&lt;/i&gt;.”  (HR. Muslim no. 5574).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Ibnu Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma &lt;/i&gt;juga, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;«  إِنَّ الَّذِى يَجُرُّ ثِيَابَهُ مِنَ الْخُيَلاَءِ لاَ يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَيْهِ  يَوْمَ الْقِيَامَةِ »&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Sesungguhnya orang yang menyeret pakaiannya dengan sombong, Allah  tidak akan melihatnya pada hari kiamat&lt;/i&gt;.” (HR. Muslim no. 5576)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih banyak lafazh yang serupa dengan dua hadits di atas dalam &lt;i&gt;Shahih  Muslim&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
Dari Abu Dzar, Nabi &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;« ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ »&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Ada tiga orang yang tidak diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat nanti, tidak dipandang, dan tidak disucikan serta bagi mereka siksaan yang pedih.&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; menyebut tiga kali  perkataan ini. Lalu Abu Dzar berkata,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;«  خَابُوا وَخَسِرُوا مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ »&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Mereka sangat celaka  dan merugi. Siapa mereka, Ya Rasulullah?&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; menjawab,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;«  الْمُسْبِلُ وَالْمَنَّانُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ »&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Mereka adalah orang yang isbal, orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian dan orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah palsu&lt;/i&gt;.” (HR. Muslim no. 306).  Orang yang isbal (&lt;i&gt;musbil&lt;/i&gt;) adalah orang yang menjulurkan pakaian atau  celananya di bawah mata kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Menjulurkan celana di bawah mata kaki tanpa sombong &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;«  مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزَارِ فَفِى النَّارِ »&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Kain&lt;/i&gt; &lt;i&gt;yang  berada di bawah mata kaki itu berada di neraka.&lt;/i&gt;” (HR. Bukhari no.  5787)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari hadits-hadits di atas terdapat dua bentuk menjulurkan celana dan masing-masing memiliki konsekuensi yang berbeda. Kasus yang pertama -sebagaimana terdapat dalam hadits Ibnu Umar di atas- yaitu menjulurkan celana di bawah mata kaki (&lt;i&gt;isbal&lt;/i&gt;) dengan sombong. Hukuman untuk kasus pertama ini sangat berat yaitu Allah tidak akan berbicara dengannya, juga tidak akan melihatnya dan tidak akan disucikan serta baginya azab (siksaan) yang pedih. Bentuk pertama ini termasuk dosa besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kasus yang kedua adalah apabila seseorang menjulurkan celananya tanpa sombong. Maka ini juga dikhawatirkan termasuk dosa besar karena Nabi &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; mengancam perbuatan semacam ini dengan neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatikan bahwasanya hukum di antara dua kasus ini berbeda. Tidak bisa  kita membawa &lt;i&gt;hadits muthlaq&lt;/i&gt; dari Abu Hurairah pada kasus kedua ke &lt;i&gt;hadits  muqoyyad &lt;/i&gt;dari Ibnu Umar pada kasus pertama karena hukum masing-masing berbeda. Bahkan ada sebuah hadits dari Abu Sa’id Al Khudri yang menjelaskan dua kasus ini sekaligus dan membedakan hukum masing-masing. Lihatlah hadits yang dimaksud sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;« إِزْرَةُ الْمُسْلِمِ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ وَلاَ حَرَجَ – أَوْ لاَ جُنَاحَ – فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَعْبَيْنِ مَا كَانَ أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ فَهُوَ فِى النَّارِ مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ »&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Pakaian seorang muslim adalah hingga setengah betis. Tidaklah mengapa jika diturunkan antara setengah betis dan dua mata kaki. Jika pakaian tersebut berada di bawah mata kaki maka tempatnya di neraka. Dan apabila pakaian itu diseret dalam keadaan sombong, Allah tidak akan melihat kepadanya (pada hari kiamat nanti)&lt;/i&gt;.” (HR. Abu  Daud no. 4095. Dikatakan &lt;i&gt;shohih&lt;/i&gt; oleh Syaikh Al Albani dalam &lt;i&gt;Shohih Al  Jami’ Ash Shogir&lt;/i&gt;, 921)&lt;br /&gt;
Jika kita perhatikan dalam hadits ini, terlihat bahwa hukum untuk kasus  pertama dan kedua berbeda.&lt;br /&gt;
Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa jika menjulurkan celana tanpa  sombong maka hukumnya &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;makruh&lt;/span&gt; karena menganggap bahwa hadits Abu Hurairah pada kasus kedua dapat dibawa ke hadits Ibnu Umar pada kasus pertama. Maka berarti yang dimaksudkan dengan menjulurkan celana di bawah mata kaki sehingga mendapat ancaman (siksaan) adalah yang menjulurkan celananya dengan &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;sombong&lt;/span&gt;.  Jika tidak dilakukan dengan sombong, hukumnya &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;makruh&lt;/span&gt;. Hal inilah yang  dipilih oleh An Nawawi dalam &lt;i&gt;Syarh Muslim&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Riyadhus Shalihin&lt;/i&gt;,  juga merupakan pendapat Imam Syafi’i serta pendapat ini juga dipilih oleh  Syaikh Abdullah Ali Bassam di &lt;i&gt;Tawdhihul Ahkam min Bulughil Marom&lt;/i&gt; -semoga  Allah merahmati mereka-.&lt;br /&gt;
Namun, pendapat ini kurang tepat. Jika kita melihat dari hadits-hadits yang ada menunjukkan bahwa hukum masing-masing kasus berbeda. Jika hal ini dilakukan dengan sombong, hukumannya sendiri. Jika dilakukan tidak dengan sombong, maka kembali ke hadits mutlak yang menunjukkan adanya ancaman neraka. Bahkan dalam hadits Abu Sa’id Al Khudri dibedakan hukum di antara dua kasus ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sedikit Kerancuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Lalu bagaimana jika ada yang berdalil dengan perbuatan Abu Bakr di mana Abu Bakr dahulu pernah menjulurkan celana hingga di bawah mata kaki?&lt;br /&gt;
Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; pernah mendapat  pertanyaan semacam ini, lalu beliau memberikan jawaban sebagai berikut.&lt;br /&gt;
Adapun yang berdalil dengan hadits Abu Bakr &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, maka  kami katakan tidak ada baginya hujjah (pembela atau dalil) ditinjau dari dua  sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt; Abu Bakr &lt;i&gt;radhiyallahu  ‘anhu &lt;/i&gt;mengatakan, “&lt;i&gt;Sesungguhnya salah satu ujung sarungku biasa  melorot kecuali jika aku menjaga dengan seksama.&lt;/i&gt;” Maka ini &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;bukan&lt;/span&gt; berarti dia melorotkan (menjulurkan) sarungnya karena kemauan dia. Namun sarungnya tersebut melorot dan selalu dijaga. Orang-orang yang &lt;i&gt;isbal&lt;/i&gt; (menjulurkan celana hingga di bawah mata kaki -pen) biasa menganggap bahwa mereka tidaklah menjulurkan pakaian mereka karena maksud sombong. Kami katakan kepada orang semacam ini: Jika kalian maksudkan menjulurkan celana hingga berada di bawah mata kaki tanpa bermaksud sombong, maka bagian yang melorot tersebut akan disiksa di neraka. Namun jika kalian menjulurkan celana tersebut dengan sombong, maka kalian akan disiksa dengan azab (siksaan) yang lebih pedih daripada itu yaitu Allah tidak akan berbicara dengan kalian pada hari kiamat, tidak akan melihat kalian, tidak akan menyucikan kalian dan bagi kalian siksaan yang pedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, Sesungguhnya Abu Bakr sudah diberi &lt;i&gt;tazkiyah&lt;/i&gt; (rekomendasi atau penilaian baik) dari Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan sudah diakui bahwa Abu Bakr tidaklah melakukannya karena sombong. Lalu apakah di antara mereka yang berperilaku seperti di atas (dengan menjulurkan celana dan tidak bermaksud sombong -pen) sudah mendapatkan &lt;i&gt;tazkiyah&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;syahadah&lt;/i&gt; (rekomendasi)?! Akan tetapi setan membuka jalan untuk sebagian orang agar mengikuti ayat atau hadits yang samar (dalam pandangan mereka -pen) lalu ayat atau hadits tersebut digunakan untuk membenarkan apa yang mereka lakukan. &lt;i&gt;Allah-lah yang memberi petunjuk ke jalan yang lurus kepada siapa yang Allah kehendaki. Kita memohon kepada Allah agar mendapatkan petunjuk dan ampunan&lt;/i&gt;. (Lihat &lt;i&gt;Fatawal  Aqidah wa Arkanil Islam,&lt;/i&gt; Darul Aqidah, hal. 547-548).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai penutup dari pembahasan isbal ini, kami akan membawakan sebuah kisah yang menceritakan sangat perhatiannya salaf (sahabat) dengan masalah ini, sampai-sampai di ujung kematian masih memperingatkan hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam &lt;i&gt;shohih Bukhari&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;shohih Ibnu Hibban&lt;/i&gt;, dikisahkan mengenai kematian Umar bin Al Khaththab setelah dibunuh seseorang ketika shalat. Lalu orang-orang mendatanginya di saat menjelang kematiannya. Lalu datanglah pula seorang pemuda. Setelah Umar ngobrol sebentar dengannya, ketika dia beranjak pergi, terlihat pakaiannya menyeret tanah (dalam keadaan &lt;i&gt;isbal&lt;/i&gt;).  Lalu Umar berkata,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;رُدُّوا  عَلَىَّ الْغُلاَمَ&lt;/div&gt;“Panggil pemuda  tadi!” Lalu Umar berkata,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;ابْنَ  أَخِى ارْفَعْ ثَوْبَكَ ، فَإِنَّهُ أَبْقَى لِثَوْبِكَ وَأَتْقَى لِرَبِّكَ ،&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Wahai anak saudaraku. Tinggikanlah pakaianmu! Sesungguhnya itu akan lebih mengawetkan pakaianmu dan akan lebih bertakwa kepada Rabbmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, masalah isbal (celana menyeret tanah) adalah perkara yang amat penting. Jika ada yang mengatakan ‘kok masalah celana saja dipermasalahkan?’ Maka cukup kisah ini sebagai jawabannya. Kita menekankan masalah ini karena salaf (sahabat) juga menekankannya. -semoga kita dimudahkan dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah.-&lt;br /&gt;
-bersambung insya Allah-&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal, S.T.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(Penuntut Ilmu di Ma’had Al ‘Ilmi Yogyakarta)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-3919411371381617148?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/rVJ3gxJRagY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/rVJ3gxJRagY/mengikuti-ajaran-nabi-shallallhu-alaihi_463.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2010/03/mengikuti-ajaran-nabi-shallallhu-alaihi_463.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-6357975056963204340</guid><pubDate>Sun, 14 Mar 2010 08:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-14T17:40:58.491+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ISLAM KAFFAH</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JIHAD FII SABILILLAH</category><title>MENGIKUTI AJARAN NABI SHALLALLHU 'ALAIHI WA SALLAM BUKANLAH TERORIS 4</title><description>&lt;b&gt;Hati-Hatilah Dengan Lisan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari penjelasan yang dipaparkan di atas, kami rasa sudah cukup jelas bahwa memelihara jenggot, memakai cadar bagi muslimah dan memakai celana di atas mata kaki termasuk ajaran atau &lt;i&gt;sunnah&lt;/i&gt; Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.  Lalu pantaskah orang yang mengikuti ajaran Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa  sallam&lt;/i&gt; dikatakan teroris atau Amrozi? Atau pantaskah pula dikatakan kepada orang yang memakai cadar dengan panggilan ‘ninja’ atau istri teroris; atau kepada orang yang celananya &lt;i&gt;cingkrang&lt;/i&gt; (di atas mata kaki) dengan sebutan  ‘celana kebanjiran’; atau orang yang berjenggot disebut ‘kambing’?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span id="more-84"&gt;&lt;/span&gt;Perhatikanlah saudaraku, sesungguhnya karena lisan seseorang bisa terjerumus dalam jurang kebinasaan. Lihatlah hadits Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berikut ketika berbicara dengan Mu’adz bin Jabal &lt;i&gt;radhiyallahu  ‘anhu&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;« أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ ». قُلْتُ بَلَى يَا نَبِىَّ اللَّهِ قَالَ فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ قَالَ « كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا ». فَقُلْتُ يَا نَبِىَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ فَقَالَ « ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِى النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ ».&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Maukah kuberitahukan kepadamu  tentang kunci semua perkara itu?” &lt;/i&gt;Jawabku:&lt;i&gt; “Iya, wahai Rasulullah.” &lt;/i&gt;Maka beliau memegang  lidahnya dan bersabda&lt;i&gt;, “Jagalah ini”. &lt;/i&gt;Aku bertanya, &lt;i&gt;“Wahai  Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” &lt;/i&gt;Maka  beliau bersabda:&lt;i&gt; “Celaka engkau. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;selain ucapan lisan mereka?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;” (HR. Tirmidzi no. 2825.  Tirmidzi mengatakan hadits ini &lt;i&gt;hasan shohih&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hendaklah seseorang berpikir dulu sebelum berbicara. Siapa tahu karena lisannya, dia akan dilempar ke neraka. Dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu  ‘anhu&lt;/i&gt;, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ  بِالْكَلِمَةِ لاَ يَرَى بِهَا بَأْسًا يَهْوِى بِهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا فِى  النَّارِ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Sesungguhnya seseorang berbicara dengan suatu kalimat yang dia anggap itu tidaklah mengapa, padahal dia akan dilemparkan di neraka sejauh 70 tahun perjalanan karenanya&lt;/i&gt;.”  (HR. Tirmidzi no. 2484)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; juga bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;« إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لاَ يُلْقِى لَهَا بَالاً ، يَرْفَعُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لاَ يُلْقِى لَهَا بَالاً يَهْوِى بِهَا فِى جَهَنَّمَ »&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dia pikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. Dan ada juga seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang membuat Allah murka dan tidak pernah dipikirkan bahayanya lalu dia dilemparkan ke dalam jahannam.&lt;/i&gt;”  (HR. Bukhari no. 6478)&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;« إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيهَا يَهْوِى بِهَا فِى النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ »&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat.&lt;/i&gt;” (HR. Muslim  no.7673)&lt;br /&gt;
Ulama besar Syafi’iyyah, An Nawawi &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;dalam &lt;i&gt;Syarh  Muslim&lt;/i&gt; tatkala menjelaskan hadits ini beliau mengatakan, “Ini semua merupakan dalil yang mendorong setiap orang agar selalu menjaga lisannya sebagaimana Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; juga bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;« مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ  وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَصْمُتْ »&lt;/div&gt;&lt;i&gt;“Barang siapa beriman  kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka  diamlah.”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, selayaknya setiap orang yang berbicara dengan suatu perkataan atau kalimat, hendaknya merenungkan dalam dirinya sebelum berucap. Jika memang ada manfaatnya, maka dia baru berbicara. Namun jika tidak, hendaklah dia menahan lisannya.”&lt;br /&gt;
Itulah manusia, dia menganggap perkataannya seperti itu tidak apa-apa, namun di sisi Allah itu adalah suatu perkara yang bukan sepele. Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ  عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi  Allah adalah besar.&lt;/i&gt;” (QS. An Nur 24: 15)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam &lt;i&gt;Tafsir Al Jalalain&lt;/i&gt; dikatakan bahwa orang-orang biasa  menganggap perkara ini ringan. Namun, di sisi Allah perkara ini dosanya amatlah  besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengolok-olok Orang Yang  Komitmen Dengan Ajaran Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Allah &lt;i&gt;ta’ala&lt;/i&gt; berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآَيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;.&lt;/span&gt;” (QS. At-Taubah 9:  65-66)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diriwayatkan dari Ibnu Umar, Muhammad bin Ka’ab, Zaid bin Aslam dan Qotadah, hadits dengan rangkuman sebagai berikut. Disebutkan bahwa pada suatu perjalanan perang (yaitu perang Tabuk), ada orang di dalam rombongan tersebut yang berkata, “Kami tidak pernah melihat seperti para ahli baca Al-Qur’an ini (yang dimaksudkan adalah Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan para sahabatnya), kecuali  sebagai &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;orang yang paling buncit perutnya, yang paling dusta ucapannya dan  yang paling pengecut tatkala bertemu dengan musuh&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Mendengar hal ini), ‘Auf bin Malik &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; berkata  kepada orang tersebut, “Engkau dusta, kamu ini munafik. Aku akan  melaporkan ucapanmu ini kepada Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.”&lt;br /&gt;
Maka ‘Auf bin Malik &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; pun pergi menghadap  Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun sebelum ‘Auf sampai,  wahyu telah turun kepada beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; (tentang  peristiwa itu). Kemudian orang yang bersenda gurau dengan menjadikan Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;sebagai bahan candaan itu mendatangi  beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; yang saat itu sudah berada di atas untanya. Orang tadi berkata, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami tadi hanyalah bersenda gurau, kami lakukan itu hanyalah untuk menghilangkan kepenatan dalam perjalanan sebagaimana hal ini dilakukan oleh orang-orang yang berada dalam perjalanan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Umar (salah seorang sahabat Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; yang berada di dalam rombongan) bercerita, “Sepertinya aku melihat ia  berpegangan pada tali pelana unta Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;sedangkan  kakinya tersandung-sandung batu sembari mengatakan, “Kami tadi hanyalah  bersenda gurau dan bermain-main saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berkata kepadanya  (dengan membacakan firman Allah):&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآَيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;.&lt;/span&gt;” (QS. At-Taubah 9 :  65-66).&lt;br /&gt;
Beliau mengucapkan itu tanpa menoleh orang tersebut dan beliau juga tidak bersabda lebih dari itu.” (HR. Ibnu Jarir Ath Thobariy dan Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Umar dan Syaikh Muqbil dalam &lt;i&gt;Ash-Shohihul Musnad min Asbabin Nuzul&lt;/i&gt; mengatakan bahwa sanad Ibnu Abi Hatim hasan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Dinukil dari Imam Syafi’iy bahwa beliau ditanyakan mengenai orang yang bersenda gurau dengan ayat-ayat Allah &lt;i&gt;ta’ala&lt;/i&gt;. Beliau mengatakan bahwa &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;orang tersebut kafir&lt;/span&gt; dan  beliau berdalil dengan firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;أَبِاللَّهِ وَآَيَاتِهِ  وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ  بَعْدَ إِيمَانِكُمْ&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;.&lt;/span&gt;”  (QS. At-Taubah 9: 65-66)” -Demikianlah dinukil dari &lt;i&gt;Ash Shorim Al  Maslul ‘ala Syatimir Rosul&lt;/i&gt;-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat di atas menunjukkan bahwa mengolok-olok Allah, Rasulullah dan ayat-ayat Allah adalah suatu bentuk kekafiran. Dan barang siapa mengolok-olok salah satu dari ketiga hal ini, maka dia juga telah mengolok-olok yang lainnya (semuanya). (Lihat &lt;i&gt;Kitab At Tauhid&lt;/i&gt;, Dr. Sholih bin Fauzan bin Abdillah  Al Fauzan, hal. 59)&lt;br /&gt;
Perlu diketahui bahwa  mengolok-olok Allah dan agama-Nya ada dua bentuk :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, yang bentuknya jelas dan  terang-terangan sebagaimana terdapat dalam kisah turunnya surat At Taubah ayat  65-66.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, yang bentuknya sindiran dan isyarat seperti  isyarat mata atau menjulurkan lidah.&lt;br /&gt;
Dan termasuk dalam mengolok-olok adalah mengolok-olok orang yang komitmen  dengan ajaran Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;seperti  mengatakan, ‘agama itu bukanlah pada tampilan rambut’&lt;/span&gt;. Perkataan ini dimaksudkan untuk mengejek orang-orang yang berjenggot. Atau termasuk juga ucapan-ucapan yang lainnya yang hampir sama. (Lihat &lt;i&gt;Kitab At Tauhid&lt;/i&gt;, Dr.  Sholih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan, hal. 62)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini kami akan menukilkan perkataan ulama lainnya untuk mendukung  pernyataan di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Perkataan Pertama&lt;/b&gt; Syaikh Muhammad bin Sholih  Al Utsaimin &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;, seorang ulama besar dan &lt;i&gt;faqih&lt;/i&gt; di Saudi Arabia pernah ditanyakan, “Apakah termasuk dalam dua ayat yang disebutkan sebelumnya (yaitu surat At Taubah ayat 65-66 -pen) bagi orang-orang yang mengejek dan mengolok-olok orang yang memelihara jenggot dan yang komitmen dengan agama ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;menjawab, “Mereka yang mengejek orang yang komitmen dengan agama Allah dan yang menunaikan perintah-Nya, jika mereka mengejek ajaran agama yang mereka laksanakan, maka ini termasuk mengolok-olok mereka dan mengolok-olok syariat (ajaran) Islam. Dan mengolok-olok syariat ini termasuk &lt;b&gt;kekafiran&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun jika mereka mengolok-olok orangnya secara langsung (tanpa melihat pada ajaran agama yang dilakukannya baik itu pakaian atau jenggot), maka semacam ini tidaklah kafir. Karena seseorang bisa saja mengolok-olok orang tersebut atau perbuatannya. Namun setiap orang seharusnya berhati-hati, jangan sampai dia mengolok-olok para ulama atau orang-orang yang komitmen dengan Kitabullah dan Sunnah (petunjuk) Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.”  (Lihat &lt;i&gt;Fatawal Aqidah wa Arkanil Islam&lt;/i&gt;, Darul ‘Aqidah, hal. 120)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Perkataan Kedua &lt;/b&gt;Syaikh Abdul Aziz bin  Abdillah bin Baz &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;, pernah menjabat ketua &lt;i&gt;Lajnah Da’imah&lt;/i&gt; (semacam Komite Fatwa MUI) dan juga pakar hadits, pernah ditanyakan, “Saat ini banyak di tengah masyarakat muslim yang mengolok-olok syariat-syariat agama yang nampak seperti memelihara jenggot, menaikkan celana di atas mata kaki, dan selainnya. Apakah hal ini termasuk mengolok-olok agama yang membuat seseorang keluar dari Islam? Bagaimana nasihatmu terhadap orang yang terjatuh dalam perbuatan seperti ini? &lt;i&gt;Semoga Allah memberi kepahaman padamu&lt;/i&gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syaikh &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; menjawab, “Tidak diragukan lagi bahwa mengolok-olok Allah, Rasul-Nya, ayat-ayat-Nya dan syariat-Nya termasuk dalam kekafiran sebagaimana Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;قُلْ أَبِاللَّهِ وَآَيَاتِهِ  وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ  بَعْدَ إِيمَانِكُمْ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Katakanlah: “&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;.&lt;/span&gt;”  (QS. At-Taubah 9: 65-66)&lt;br /&gt;
Termasuk dalam hal ini adalah mengolok-olok masalah tauhid, shalat, zakat, puasa, haji atau berbagai macam hukum dalam agama ini yang telah disepakati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun mengolok-olok orang yang memelihara (memanjangkan) jenggot, yang  menaikkan celana di atas mata kaki (tidak &lt;i&gt;isbal&lt;/i&gt;) atau semacamnya yang hukumnya masih samar, maka ini perlu diperinci lagi. Tetapi setiap orang wajib berhati-hati melakukan perbuatan semacam ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami menasihati kepada orang-orang yang melakukan perbuatan olok-olok seperti ini untuk segera bertaubat kepada Allah dan hendaklah komitmen dengan syariat-Nya. Kami menasihati untuk berhati-hati melakukan perbuatan mengolok-olok orang yang berpegang teguh dengan syariat ini dalam rangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Hendaklah seseorang takut akan murka dan azab (siksaan) Allah serta takut akan murtad dari agama ini sedangkan dia tidak menyadarinya. Kami memohon kepada Allah agar kami dan kaum muslimin sekalian mendapatkan maaf atas segala kejelakan dan Allah-lah sebaik-baik tempat meminta.&lt;i&gt; Wallahu waliyyut taufiq. &lt;/i&gt;(Lihat &lt;i&gt;Kayfa Nuhaqqiqut Tauhid,&lt;/i&gt; Madarul Wathon Linnashr, hal.61-62)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Perkataan ketiga &lt;/b&gt;Fatwa &lt;i&gt;Al Lajnah Ad Da’imah  Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’&lt;/i&gt; (komisi fatwa di Saudi Arabia, semacam komite fatwa MUI di Indonesia)  no. 4127 tentang mengolok-olok hijab (jilbab) muslimah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertanyaan&lt;/b&gt; :&lt;br /&gt;
Apa hukum orang yang mengolok-olok wanita yang memakai hijab (jilbab)  syar’i dengan menjuluki bahwa wanita semacam itu adalah &lt;i&gt;ifrit&lt;/i&gt; (setan)  atau dijuluki ‘kemah yang bergerak’ atau ucapan olok-olok lainnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban :&lt;br /&gt;
Barang siapa mengejek muslimah atau seorang muslim yang berpegang teguh  dengan syariat Islam maka dia &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;kafir&lt;/span&gt;. Baik mengejek tersebut terhadap hijab (jilbab) muslimah yang menutupi dirinya sesuai tuntunan syariat atau boleh jadi dalam masalah lainnya. Hal ini dikarenakan terdapat riwayat dari Abdullah bin ‘Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt;. Beliau berkata, “Seorang laki-laki ketika perang Tabuk berkata di suatu majelis (kumpulan) : Aku tidak pernah melihat semisal ahli baca al-Qur’an (yang dimaksudkan adalah Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan para shahabatnya, pen) yang paling perutnya buncit, sering berdusta dengan lisannya, dan paling takut (pengecut) ketika bertemu musuh.” Lalu ada seseorang yang berkata :’Engkau dusta. Engkau adalah munafik. Sungguh, aku akan melaporkan hal ini kepada Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Kemudian berita ini sampai kepada Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan turunlah ayat mengenai mereka. Lalu Abdullah bin ‘Umar berkata, “Sepertinya aku melihat ia berpegangan pada tali pelana unta Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;lalu kakinya tersandung batu sembari berkata, ‘Wahai Rasulullah, kami tadi hanyalah bersendau gurau dan bermain-main saja.’ Lalu Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; mengatakan (dengan membawakan ayat yang turun tadi, pen), “&lt;i&gt;Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.&lt;/i&gt;” (QS. At Taubah 9:  65-66)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dalam ayat di atas) Allah menjadikan ejekan kepada orang mukmin adalah  ejekan kepada Allah, ayat-Nya dan Rasul-Nya. &lt;i&gt;Semoga Allah memberi taufik.  Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya serta shahabatnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="right"&gt;&lt;i&gt;Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal  Ifta’&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Setelah diketahui bahwa bentuk mengolok-olok atau mengejek orang yang  berkomitmen dengan ajaran Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; termasuk kekafiran, maka seseorang hendaknya menjauhinya. Dan jika telah terjatuh dalam perbuatan semacam ini hendaknya segera bertaubat. Semoga firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berikut bisa menjadi pelajaran.&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’.”&lt;/i&gt; (QS. Az Zumar 39: 53)&lt;br /&gt;
Jika seseorang bertaubat dari berbagai macam dosa termasuk berbagai hal yang dapat mengeluarkannya dari Islam dan dia melakukan hal ini dengan memenuhi syarat-syaratnya, maka taubatnya tersebut akan diterima.&lt;br /&gt;
Adapun syarat taubat adalah:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Taubat  dilakukan dengan ikhlas dan bukan &lt;i&gt;riya’&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;sum’ah&lt;/i&gt; (ingin dipuji  orang lain).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyesal  dengan dosa yang telah dilakukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak terus-menerus dalam dosa. Jika meninggalkan yang wajib, segeralah melaksanakannya dan jika melakukan sesuatu yang haram, segeralah meninggalkannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bertekad untuk  tidak mengulangi dosa tersebut di waktu akan datang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Taubat tersebut dilakukan pada saat waktu diterimanya taubat yaitu sebelum kematian datang dan sebelum matahari terbit dari sebelah barat. (Lihat pembahasan syarat Taubat di &lt;i&gt;Syarh Riyadhus Sholihin&lt;/i&gt;, Syaikh Muhammad bin Sholih Al  Utsaimin)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Semoga kita menjadi hamba Allah yang bertaubat dan hamba Allah yang  disucikan. &lt;i&gt;Amin Ya Mujibad Da’awat.&lt;/i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
-bersambung insya Allah-&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal, S.T.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(Penuntut Ilmu di Ma’had Al ‘Ilmi Yogyakarta)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-6357975056963204340?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/27Zn5IJIJlo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/27Zn5IJIJlo/mengikuti-ajaran-nabi-shallallhu-alaihi_3962.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2010/03/mengikuti-ajaran-nabi-shallallhu-alaihi_3962.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-2163819273582713931</guid><pubDate>Sun, 14 Mar 2010 08:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-14T17:37:21.694+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ISLAM KAFFAH</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JIHAD FII SABILILLAH</category><title>MENGIKUTI AJARAN NABI SHALLALLHU 'ALAIHI WA SALLAM BUKANLAH TERORIS 5</title><description>&lt;b&gt;Marilah Mengagungkan dan  Melaksanakan Ajaran Nabi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita dapat melihat dalam beberapa ayat telah dijelaskan mengenai pentingnya  menaati dan mengagungkan ajaran (petunjuk) beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa  sallam&lt;/i&gt; serta bahaya meninggalkannya. Di antaranya, Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;Ù…ÙŽÙ†Ù’ ÙŠÙ�Ø·Ù�Ø¹Ù� Ø§Ù„Ø±Ù‘ÙŽØ³Ù�ÙˆÙ„ÙŽ Ù�ÙŽÙ‚ÙŽØ¯Ù’ Ø£ÙŽØ·ÙŽØ§Ø¹ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡ÙŽ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Barang siapa yang  menaati Rasul, sesungguhnya ia telah menaati Allah&lt;/i&gt;.” (QS. An Nisa’ 4: 80)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span id="more-87"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;Ù�ÙŽÙ„Ù’ÙŠÙŽØ­Ù’Ø°ÙŽØ±Ù� Ø§Ù„Ù‘ÙŽØ°Ù�ÙŠÙ†ÙŽ ÙŠÙ�Ø®ÙŽØ§Ù„Ù�Ù�Ù�ÙˆÙ†ÙŽ Ø¹ÙŽÙ†Ù’ Ø£ÙŽÙ…Ù’Ø±Ù�Ù‡Ù� Ø£ÙŽÙ†Ù’ ØªÙ�ØµÙ�ÙŠØ¨ÙŽÙ‡Ù�Ù…Ù’ Ù�Ù�ØªÙ’Ù†ÙŽØ©ÙŒ Ø£ÙŽÙˆÙ’ ÙŠÙ�ØµÙ�ÙŠØ¨ÙŽÙ‡Ù�Ù…Ù’ Ø¹ÙŽØ°ÙŽØ§Ø¨ÙŒ Ø£ÙŽÙ„Ù�ÙŠÙ…ÙŒ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Maka hendaklah  orang-orang yang menyalahi perintahnya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa  azab yang pedih&lt;/i&gt;.” (QS. An Nur 24: 63)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;ÙˆÙŽØ¥Ù�Ù†Ù’ ØªÙ�Ø·Ù�ÙŠØ¹Ù�ÙˆÙ‡Ù� ØªÙŽÙ‡Ù’ØªÙŽØ¯Ù�ÙˆØ§ ÙˆÙŽÙ…ÙŽØ§ Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ Ø§Ù„Ø±Ù‘ÙŽØ³Ù�ÙˆÙ„Ù� Ø¥Ù�Ù„Ù‘ÙŽØ§ Ø§Ù„Ù’Ø¨ÙŽÙ„ÙŽØ§ØºÙ� Ø§Ù„Ù’Ù…Ù�Ø¨Ù�ÙŠÙ†Ù�&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Dan jika kamu ta’at kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.&lt;/i&gt;” (QS. An Nur 24: 54)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;ÙŠÙŽØ§ Ø£ÙŽÙŠÙ‘Ù�Ù‡ÙŽØ§ Ø§Ù„Ù‘ÙŽØ°Ù�ÙŠÙ†ÙŽ Ø¢ÙŽÙ…ÙŽÙ†Ù�ÙˆØ§ Ù„ÙŽØ§ ØªÙ�Ù‚ÙŽØ¯Ù‘Ù�Ù…Ù�ÙˆØ§ Ø¨ÙŽÙŠÙ’Ù†ÙŽ ÙŠÙŽØ¯ÙŽÙŠÙ� Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù� ÙˆÙŽØ±ÙŽØ³Ù�ÙˆÙ„Ù�Ù‡Ù� ÙˆÙŽØ§ØªÙ‘ÙŽÙ‚Ù�ÙˆØ§ Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡ÙŽ Ø¥Ù�Ù†Ù‘ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡ÙŽ Ø³ÙŽÙ…Ù�ÙŠØ¹ÙŒ Ø¹ÙŽÙ„Ù�ÙŠÙ…ÙŒ (1) ÙŠÙŽØ§ Ø£ÙŽÙŠÙ‘Ù�Ù‡ÙŽØ§ Ø§Ù„Ù‘ÙŽØ°Ù�ÙŠÙ†ÙŽ Ø¢ÙŽÙ…ÙŽÙ†Ù�ÙˆØ§ Ù„ÙŽØ§ ØªÙŽØ±Ù’Ù�ÙŽØ¹Ù�ÙˆØ§ Ø£ÙŽØµÙ’ÙˆÙŽØ§ØªÙŽÙƒÙ�Ù…Ù’ Ù�ÙŽÙˆÙ’Ù‚ÙŽ ØµÙŽÙˆÙ’ØªÙ� Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙŽØ¨Ù�ÙŠÙ‘Ù� ÙˆÙŽÙ„ÙŽØ§ ØªÙŽØ¬Ù’Ù‡ÙŽØ±Ù�ÙˆØ§ Ù„ÙŽÙ‡Ù� Ø¨Ù�Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙŽÙˆÙ’Ù„Ù� ÙƒÙŽØ¬ÙŽÙ‡Ù’Ø±Ù� Ø¨ÙŽØ¹Ù’Ø¶Ù�ÙƒÙ�Ù…Ù’ Ù„Ù�Ø¨ÙŽØ¹Ù’Ø¶Ù� Ø£ÙŽÙ†Ù’ ØªÙŽØ­Ù’Ø¨ÙŽØ·ÙŽ Ø£ÙŽØ¹Ù’Ù…ÙŽØ§Ù„Ù�ÙƒÙ�Ù…Ù’ ÙˆÙŽØ£ÙŽÙ†Ù’ØªÙ�Ù…Ù’ Ù„ÙŽØ§ ØªÙŽØ´Ù’Ø¹Ù�Ø±Ù�ÙˆÙ†ÙŽ (2)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu , sedangkan kamu tidak menyadari.&lt;/i&gt;” (QS. Al Hujuraat 49: 2).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Katsir &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; mengatakan, “Ini adalah adab yang Allah perintahkan kepada hamba-Nya yang  beriman ketika berinteraksi dengan Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; yaitu hendaklah mereka menghormati dan mengagungkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini juga dapat dilihat dalam hadits Al ‘Irbadh bin Sariyah &lt;i&gt;radhiyallahu  ‘anhu&lt;/i&gt; seolah-olah inilah nasehat terakhir Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa  sallam&lt;/i&gt;. Beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; menasehati para sahabat &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhum&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;Â« Ù�ÙŽØ¹ÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ’ÙƒÙ�Ù…Ù’ Ø¨Ù�Ø³Ù�Ù†Ù‘ÙŽØªÙ�Ù‰ ÙˆÙŽØ³Ù�Ù†Ù‘ÙŽØ©Ù� Ø§Ù„Ù’Ø®Ù�Ù„ÙŽÙ�ÙŽØ§Ø¡Ù� Ø§Ù„Ø±Ù‘ÙŽØ§Ø´Ù�Ø¯Ù�ÙŠÙ†ÙŽ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙŽÙ‡Ù’Ø¯Ù�ÙŠÙ‘Ù�ÙŠÙ†ÙŽ Ø¹ÙŽØ¶Ù‘Ù�ÙˆØ§ Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡ÙŽØ§ Ø¨Ù�Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙŽÙˆÙŽØ§Ø¬Ù�Ø°Ù� Â»&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Berpegang teguhlah dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ur rosyidin yang mendapatkan petunjuk (dalam ilmu dan amal). Pegang teguhlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian.&lt;/i&gt;”  (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban. At Tirmidizi mengatakan  hadits ini &lt;i&gt;hasan shohih&lt;/i&gt;. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih.  Lihat &lt;i&gt;Shohih At Targhib wa At Tarhib&lt;/i&gt; no. 37)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah seorang &lt;i&gt;khulafa’ur rosyidin&lt;/i&gt; dan manusia terbaik setelah Nabi &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam, &lt;/i&gt;Abu Bakar Ash Shiddiq &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu &lt;/i&gt;mengatakan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;Ù„ÙŽØ³Ù’ØªÙ� ØªÙŽØ§Ø±Ù�ÙƒÙ‹Ø§ Ø´ÙŽÙŠÙ’Ø¦Ù‹Ø§ ÙƒÙŽØ§Ù†ÙŽ Ø±ÙŽØ³Ù�ÙˆÙ’Ù„Ù� Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù� ØµÙŽÙ„Ù‘ÙŽÙ‰ Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù� Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡Ù� ÙˆÙŽ Ø³ÙŽÙ„Ù‘ÙŽÙ…ÙŽ ÙŠÙŽØ¹Ù’Ù…ÙŽÙ„Ù� Ø¨Ù�Ù‡Ù� Ø¥Ù�Ù„Ù‘ÙŽØ§ Ø¹ÙŽÙ…Ù�Ù„Ù’ØªÙ� Ø¨Ù�Ù‡Ù� Ø¥Ù�Ù†Ù‘Ù�ÙŠ Ø£ÙŽØ®Ù’Ø´ÙŽÙ‰ Ø¥Ù�Ù†Ù’ ØªÙŽØ±ÙŽÙƒÙ’ØªÙ� Ø´ÙŽÙŠÙ’Ø¦Ù‹Ø§ Ù…Ù�Ù†Ù’ Ø£ÙŽÙ…Ù’Ø±Ù�Ù‡Ù� Ø£ÙŽÙ†Ù’ Ø£ÙŽØ²Ù�ÙŠÙ’ØºÙŽ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Aku tidaklah biarkan satupun yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam amalkan kecuali aku mengamalkannya karena aku takut jika meninggalkannya sedikit saja, aku akan menyimpang&lt;/i&gt;.” (Lihat &lt;i&gt;Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud, &lt;/i&gt;Syaikh Al  Albani mengatakan bahwa &lt;i&gt;atsar&lt;/i&gt; ini &lt;i&gt;shohih&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Baththoh dalam &lt;i&gt;Al Ibanah&lt;/i&gt;, 1/246, mengomentari perkataan Abu  Bakar di atas, beliau &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; mengatakan, “Inilah, wahai  saudaraku! Orang yang paling &lt;i&gt;shiddiq&lt;/i&gt; (paling jujur) seperti ini saja masih merasa takut dirinya akan menyimpang jika dia menyelisihi sedikit saja dari perintah Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Bagaimana lagi dengan orang yang mengejek Nabi dan perintahnya (ajarannya), membanggakan diri dengan menyelisihinya, mencemooh petunjuknya (ajarannya). -Kita memohon kepada Allah agar terjaga dari kesalahan dan agar terselamatkan dari amal yang jelek-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Syafi’iy &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; mengatakan, “Kaum muslimin telah  sepakat bahwa siapa saja yang telah jelas baginya sunnah Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, tidak halal baginya untuk meninggalkannya karena  perkataan yang lainnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Ahmad &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; mengatakan, “Barang siapa menolak  hadits Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, maka dia telah berada dalam  jurang kebinasaan.”&lt;br /&gt;
Imam Malik bin Anas &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;mengatakan, “Sunnah (petunjuk  Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;) adalah perahu/kapal Nabi Nuh. Siapa saja yang menaikinya (melaksanakan petunjuk Nabi) pasti akan selamat, sedangkan yang menyelisihinya pasti akan tenggelam.” (Dinukil dari &lt;i&gt;Ta’zhimus  Sunnah&lt;/i&gt;, hal. 13-17, Abdul Qoyyum As Sahyabaniy)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari ayat, hadits, dan perkataan para ulama di atas, nampak jelas bahwa seorang muslim hendaknya selalu mengagungkan ajaran Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi  wa sallam&lt;/i&gt;, menaatinya dan mengikutinya. Itulah sikap seorang muslim yang benar, bukan malah mengejek dan mengolok-olok orang yang berpegang teguh dengan agama ini. Seharusnya seorang muslim mencela orang yang tidak shalat, mencela wanita-wanita yang tidak memakai jilbab atau yang memakai jilbab tetapi cuma sekedar aksesoris dan bukan menutupi aurat yang wajib ditutupi. Kenapa kaum muslimin malah sebaliknya? Kenapa malah mencela orang yang seharusnya tidak dicela? Ini adalah suatu pencelaan yang tidak adil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kisah-Kisah Orang yang Meremehkan Ajaran Nabi &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berikut kami akan membawakan kisah-kisah orang yang meremehkan atau tidak  mau mengindahkan ajaran Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan akibat  yang mereka peroleh di dunia. Sebagian kisah ini diperoleh dari Sunan Ad Darimi  pada Bab &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;‘Disegerakannya hukuman di dunia bagi orang yang meremehkan  perkataan Nabi dan tidak mengagungkannya’&lt;/span&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kisah Pertama: Kerabat dekat tidak mau diajak bicara lagi karena  meremehkan hadits Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; tentang &lt;i&gt;khodzaf&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Khodzaf&lt;/i&gt; adalah melempar batu atau kerikil antara dua jari telunjuk atau antara ibu jari dan jari telunjuk atau antara bagian luar jari tengah dan bagian dalam ibu jari. Inilah sebagian pengertian &lt;i&gt;khodzaf&lt;/i&gt; sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam &lt;i&gt;Fathul  Bari&lt;/i&gt; 15/412.&lt;br /&gt;
Dari Sa’id bin Jubair dari Abdullah bin Mughoffal, beliau mengatakan bahwa  Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; melarang &lt;i&gt;khodzaf&lt;/i&gt; Beliau &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; mengatakan,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;&lt;br /&gt;
Â« Ø¥Ù�Ù†Ù‘ÙŽÙ‡ÙŽØ§ Ù„Ø§ÙŽ ØªÙŽØµÙ’Ø·ÙŽØ§Ø¯Ù� ØµÙŽÙŠÙ’Ø¯Ø§Ù‹ ÙˆÙŽÙ„Ø§ÙŽ ØªÙŽÙ†Ù’ÙƒÙ�Ù‰ Ø¹ÙŽØ¯Ù�ÙˆÙ‘Ù‹Ø§ØŒ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙƒÙ�Ù†Ù‘ÙŽÙ‡ÙŽØ§ ØªÙŽÙƒÙ’Ø³Ù�Ø±Ù� Ø§Ù„Ø³Ù‘Ù�Ù†Ù‘ÙŽ ÙˆÙŽØªÙŽÙ�Ù’Ù‚ÙŽØ£Ù� Ø§Ù„Ù’Ø¹ÙŽÙŠÙ’Ù†ÙŽ Â»&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Binatang buruan itu tidak bisa ditangkap dengan khodzaf dan tidak bisa digunakan untuk memerangi musuh. Khodzaf itu hanya mematahkan gigi dan mencungkil mata.” &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Kemudian seseorang -yang masih ada hubungan keluarga dengan Sa’id- mengambil sesuatu di tanah. Lalu dia berkata, “Lihatlah ini. Tahukah yang akan diperbuat?” Kemudian Sa’id mengatakan, “Bukankah aku telah memberitahukan kepadamu hadits Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;,  lalu engkau menganggap remeh? &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sungguh, aku tidak akan berbicara kepadamu  selamanya&lt;/b&gt;.”&lt;br /&gt;
Husain Salim Asad mengatakan bahwa hadits ini juga terdapat dalam shohih  Bukhari-Muslim dan sanadnya &lt;i&gt;shohih&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kisah Kedua: Tidak mau diajak bicara lagi karena meremehkan hadits Nabi &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dari Qotadah, beliau berkata bahwa Ibnu Sirin mengatakan kepada seseorang  sebuah hadits Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Kemudian dia mengatakan, “Akan tetapi si A mengatakan demikian dan demikian.” Lalu Ibnu Sirin mengatakan, “Saya mengatakan kepadamu hadits Nabi &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, lalu kamu malah berkata si A mengatakan demikian dan  demikian? &lt;b&gt;Aku tidak akan berbicara&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;kepadamu selamanya&lt;/b&gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Husain Salim Asad mengatakan bahwa jalur dari Sa’id bin Basyir, itu  sanadnya berderajat hasan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kisah Ketiga: Tertimpa kecelakaan karena tidak mau menghiraukan hadits  Nabi yang melarang keluar masjid setelah adzan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Abdurrahman bin Harmalah mengatakan, “Seorang laki-laki datang menemui Sa’id bin Al Musayyib untuk menitipkan sesuatu karena mau berangkat haji dan umroh. Lalu Sa’id mengatakan kepadanya, “Janganlah pergi, hendaklah kamu shalat terlebih dahulu karena Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;&lt;br /&gt;
Â« Ù„Ø§ÙŽ ÙŠÙŽØ®Ù’Ø±Ù�Ø¬Ù� Ø¨ÙŽØ¹Ù’Ø¯ÙŽ Ø§Ù„Ù†Ù‘Ù�Ø¯ÙŽØ§Ø¡Ù� Ù…Ù�Ù†ÙŽ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙŽØ³Ù’Ø¬Ù�Ø¯Ù� Ø¥Ù�Ù„Ø§Ù‘ÙŽ Ù…Ù�Ù†ÙŽØ§Ù�Ù�Ù‚ÙŒ Ø¥Ù�Ù„Ø§Ù‘ÙŽ Ø±ÙŽØ¬Ù�Ù„ÙŒ Ø£ÙŽØ®Ù’Ø±ÙŽØ¬ÙŽØªÙ’Ù‡Ù� Ø­ÙŽØ§Ø¬ÙŽØªÙ�Ù‡Ù� ÙˆÙŽÙ‡Ù�ÙˆÙŽ ÙŠÙ�Ø±Ù�ÙŠØ¯Ù� Ø§Ù„Ø±Ù‘ÙŽØ¬Ù’Ø¹ÙŽØ©ÙŽ Ø¥Ù�Ù„ÙŽÙ‰ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙŽØ³Ù’Ø¬Ù�Ø¯Ù� Â»&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Tidaklah keluar dari masjid setelah adzan kecuali orang munafik atau orang yang ada keperluan dan ingin kembali lagi ke masjid.&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu orang ini mengatakan, “(Tetapi) teman-temanku sedang menunggu di Al Harroh.” Lalu dia keluar (dari masjid). Belum lagi Sa’id menyayangkan kepergiannya, tiba-tiba dikabarkan orang ini telah jatuh dari kendaraannya sehingga pahanya patah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Husain Salim Asad mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.&lt;br /&gt;
Tambahan kisah berikut, kami  peroleh dari sumber rujukan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kisah Keempat: Diperintahkan makan dengan tangan kanan namun enggan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Terdapat sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Muslim.&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;Ø¹ÙŽÙ†Ù’ Ø¹Ù�ÙƒÙ’Ø±Ù�Ù…ÙŽØ©ÙŽ Ø¨Ù’Ù†Ù� Ø¹ÙŽÙ…Ù‘ÙŽØ§Ø±Ù� Ø­ÙŽØ¯Ù‘ÙŽØ«ÙŽÙ†Ù�Ù‰ Ø¥Ù�ÙŠÙŽØ§Ø³Ù� Ø¨Ù’Ù†Ù� Ø³ÙŽÙ„ÙŽÙ…ÙŽØ©ÙŽ Ø¨Ù’Ù†Ù� Ø§Ù„Ø£ÙŽÙƒÙ’ÙˆÙŽØ¹Ù� Ø£ÙŽÙ†Ù‘ÙŽ Ø£ÙŽØ¨ÙŽØ§Ù‡Ù� Ø­ÙŽØ¯Ù‘ÙŽØ«ÙŽÙ‡Ù� Ø£ÙŽÙ†Ù‘ÙŽ Ø±ÙŽØ¬Ù�Ù„Ø§Ù‹ Ø£ÙŽÙƒÙŽÙ„ÙŽ Ø¹Ù�Ù†Ù’Ø¯ÙŽ Ø±ÙŽØ³Ù�ÙˆÙ„Ù� Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù� -ØµÙ„Ù‰ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù„ÙŠÙ‡ ÙˆØ³Ù„Ù…- Ø¨Ù�Ø´Ù�Ù…ÙŽØ§Ù„Ù�Ù‡Ù� Ù�ÙŽÙ‚ÙŽØ§Ù„ÙŽ Â« ÙƒÙ�Ù„Ù’ Ø¨Ù�ÙŠÙŽÙ…Ù�ÙŠÙ†Ù�ÙƒÙŽ Â». Ù‚ÙŽØ§Ù„ÙŽ Ù„Ø§ÙŽ Ø£ÙŽØ³Ù’ØªÙŽØ·Ù�ÙŠØ¹Ù� Ù‚ÙŽØ§Ù„ÙŽ Â« Ù„Ø§ÙŽ Ø§Ø³Ù’ØªÙŽØ·ÙŽØ¹Ù’ØªÙŽ Â». Ù…ÙŽØ§ Ù…ÙŽÙ†ÙŽØ¹ÙŽÙ‡Ù� Ø¥Ù�Ù„Ø§Ù‘ÙŽ Ø§Ù„Ù’ÙƒÙ�Ø¨Ù’Ø±Ù�. Ù‚ÙŽØ§Ù„ÙŽ Ù�ÙŽÙ…ÙŽØ§ Ø±ÙŽÙ�ÙŽØ¹ÙŽÙ‡ÙŽØ§ Ø¥Ù�Ù„ÙŽÙ‰ Ù�Ù�ÙŠÙ‡Ù�&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Dari Ikrimah bin ‘Ammar, (beliau berkata) Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ telah berkata bahwa ayahnya mengatakan kepadanya (yaitu) ada seorang laki-laki makan dengan &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;tangan kirinya&lt;/span&gt; di dekat Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi  wa sallam&lt;/i&gt;. Lalu beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; mengatakan,  “&lt;i&gt;Makanlah dengan tangan kananmu&lt;/i&gt;.” Lalu dia mengatakan, “&lt;i&gt;Aku  tidak mampu&lt;/i&gt;.” Maka beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berkata, “Engkau memang tidak akan mampu”. Tidak ada yang menghalanginya untuk menaati Nabi kecuali rasa sombong. Akhirnya, dia tidak bisa lagi mengangkat tangan kanannya ke mulut. (HR. Muslim no. 5387)&lt;br /&gt;
An Nawawi dalam &lt;i&gt;Syarh Shohih Muslim&lt;/i&gt; mengatakan, “Perkataan ‘&lt;i&gt;Tidaklah  ada yang menghalanginya kecuali rasa sombong’&lt;/i&gt;, ini bukan berarti dia adalah  munafik. Karena semata-mata ada rasa sombong dan menyelisihi Nabi &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, tidaklah mengharuskan adanya nifak dan kekufuran dalam diri seseorang. Akan tetapi perbuatan ini adalah maksiat, mengingat perintah itu adalah perintah yang harus diperhatikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kisah Kelima: Menganggap remeh sunnah Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa  sallam &lt;/i&gt;ketika bangun tidur di malam hari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il At Taimiy -dalam penjelasan beliau terhadap shohih Muslim- berkata, “Aku telah membaca di sebagian kisah (hikayat) mengenai sebagian ahli bid’ah ketika mendengar hadits Nabi &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;Ø¥Ù�Ø°ÙŽØ§ Ø§Ø³Ù’ØªÙŽÙŠÙ’Ù‚ÙŽØ¸ÙŽ Ø£ÙŽØ­ÙŽØ¯Ù�ÙƒÙ�Ù…Ù’ Ù…Ù�Ù†Ù’ Ù†ÙŽÙˆÙ’Ù…Ù�Ù‡Ù� Ù�ÙŽÙ„Ø§ÙŽ ÙŠÙŽØºÙ’Ù…Ù�Ø³Ù’ ÙŠÙŽØ¯ÙŽÙ‡Ù� Ù�Ù�Ù‰ Ø§Ù„Ø¥Ù�Ù†ÙŽØ§Ø¡Ù� Ø­ÙŽØªÙ‘ÙŽÙ‰ ÙŠÙŽØºÙ’Ø³Ù�Ù„ÙŽÙ‡ÙŽØ§ Ø«ÙŽÙ„Ø§ÙŽØ«Ù‹Ø§ Ù�ÙŽØ¥Ù�Ù†Ù‘ÙŽÙ‡Ù� Ù„Ø§ÙŽ ÙŠÙŽØ¯Ù’Ø±Ù�Ù‰ Ø£ÙŽÙŠÙ’Ù†ÙŽ Ø¨ÙŽØ§ØªÙŽØªÙ’ ÙŠÙŽØ¯Ù�Ù‡Ù�&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Jika salah seorang di antara kalian bangun tidur, maka janganlah dia mencelupkan tangannya di dalam bejana sampai dia mencucinya tiga kali terlebih dahulu, karena dia tidak tahu di manakah tangannya bermalam.”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam rangka mengejek, ahli bid’ah ini berkata, “Ya, saya tahu ke mana tangan saya bermalam di ranjang!!” Lalu tiba-tiba pada saat pagi, dia dapati tangannya berada dalam dubur sampai pergelangan tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
At Taimiy berkata, “Oleh karena itu hendaklah seseorang berhati-hati  untuk meremehkan sunnah (petunjuk) Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan kondisi-kondisi yang menuntut diam. Lihatlah apa yang terjadi  pada orang ini karena akibat dari  perbuatannya.” (&lt;i&gt;Bustanul ‘Arifin li An Nawawi&lt;/i&gt;. Dinukil dari &lt;i&gt;Ta’zimus  Sunnah&lt;/i&gt;, hal. 19-20, Darul Qosim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-bersambung insya Allah-&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal, S.T.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(Penuntut Ilmu di Ma’had Al ‘Ilmi Yogyakarta)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-2163819273582713931?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/i-jJz4wPOz4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/i-jJz4wPOz4/mengikuti-ajaran-nabi-shallallhu-alaihi_14.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2010/03/mengikuti-ajaran-nabi-shallallhu-alaihi_14.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-3468110553076614735</guid><pubDate>Sun, 14 Mar 2010 08:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-14T17:35:26.165+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ISLAM KAFFAH</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JIHAD FII SABILILLAH</category><title>MENGIKUTI AJARAN NABI SHALLALLHU 'ALAIHI WA SALLAM BUKANLAH TERORIS 6</title><description>&lt;b&gt;Walaupun Badai Menghadang, Tetaplah Berpegang Teguh Dengan Agama Ini&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketahuilah saudaraku… zaman yang kita hidup saat ini sungguh sangat  memberatkan. Setiap orang yang menjalankan ajaran Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi  wa sallam&lt;/i&gt; pasti akan mendapatkan cemoohan. Malah orang yang bergelimang dengan kemaksiatan dan bid’ah itulah yang sering mendapatkan pujian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span id="more-91"&gt;&lt;/span&gt;Jika kita lihat, kaum muslimin malah sering mencemooh orang yang berpegang teguh dengan ajaran Islam. Orang yang bercadar dibilang ‘ninja’. Orang yang berjenggot dibilang ‘kambing’. Orang yang celananya &lt;i&gt;cingkrang&lt;/i&gt; (di atas mata kaki) dibilang ‘kebanjiran’. Bahkan orang-orang seperti ini dimasukkan ke dalam aliran sesat seperti orang yang celananya &lt;i&gt;cingkrang&lt;/i&gt; malah  dikatakan LDII (yang dulu bernama LEMKARI dan telah dinyatakan sebagai aliran  sesat oleh MUI).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kami sangat mengherankan. Tidak ada orang yang mencela artis yang goyang ‘ngebor’, yang berpose telanjang di majalah-majalah. Malah yang dicela dan diejek adalah orang-orang yang memakai jilbab atau memakai cadar yang melaksanakan ajaran Nabi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu juga yang sering dicemooh adalah orang yang berjenggot dengan gelaran ‘kambing’. Malah orang yang sering mencukur jenggot dan tentu saja dengan mengeluarkan biaya yang termasuk pemborosan tidak dicela.&lt;br /&gt;
Orang yang memakai celana di atas mata kaki juga demikian, sering sekali dicemooh. Padahal celana di atas mata kaki akan membuat celana semakin bersih dan terhindar dari najis sebagaimana disebutkan dalam hadits yang sudah kami bawakan sebelumnya. Orang-orang yang celananya biasa menyeret tanah biasanya tidak dicela, padahal model celana semacam itu lebih mudah terkena najis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah keadaan dunia saat ini. Semua serba terbalik. Pemikiran manusia saat ini sudah tak karuan. Yang baik dibilang jelek dan yang jelek dibilang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, banyak di antara saudara-saudara kami yang sebelumnya memang istiqomah dengan agama ini perlahan-lahan pun melepaskan agamanya. Di antara sebabnya adalah adanya berbagai cemoohan dari masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara saudara-saudara kami sebelumnya sangat bersemangat sekali memakai  celana di atas mata kaki dan memelihara &lt;i&gt;lihyah&lt;/i&gt; (jenggot) sehingga terlihat begitu gagah dengan salah satu tanda kepriaannya. Namun dikarenakan adanya teguran dari orang tua yang belum memahami agama; atau karena tidak mendapatkan suasana lingkungan yang mendukung dengan seringnya bergaul bersama orang-orang yang fasik; atau dikarenakan pula tuntutan dunia kerja yang mengharuskan mencukur jenggot dan celana tidak boleh &lt;i&gt;cingkrang&lt;/i&gt;, maka di antara saudara kami -yang kami sangat merindukan mereka kembali kepada kebenaran yang mereka pegang dahulu- secara berangsur-angsur menghilangkan ajaran Nabi pada dirinya. -&lt;i&gt;Na’udzu billahi mindzalik&lt;/i&gt;-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan terakhir ini adalah lembaran yang kami sengaja sajikan kepada saudara-saudara kami, agar mereka hendaknya kembali ke jalan yang dulu mereka tempuh.&lt;br /&gt;
Saudaraku … sebagian ayat dan hadits agar seorang muslim harus berpegang teguh dengan ajaran Nabi telah kami jelaskan. Selanjutnya perhatikanlah hadits berikut, semoga kalian mendapatkan petunjuk dan hidayah dari Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
Aisyah &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/i&gt; pernah menuliskan surat kepada Mu’awiyah.  Isinya sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;Ø³ÙŽÙ„Ø§ÙŽÙ…ÙŒ Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ’ÙƒÙŽ Ø£ÙŽÙ…Ù‘ÙŽØ§ Ø¨ÙŽØ¹Ù’Ø¯Ù� Ù�ÙŽØ¥Ù�Ù†Ù‘Ù�Ù‰ Ø³ÙŽÙ…Ù�Ø¹Ù’ØªÙ� Ø±ÙŽØ³Ù�ÙˆÙ„ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù� -ØµÙ„Ù‰ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù„ÙŠÙ‡ ÙˆØ³Ù„Ù…- ÙŠÙŽÙ‚Ù�ÙˆÙ„Ù� Â« Ù…ÙŽÙ†Ù� Ø§Ù„Ù’ØªÙŽÙ…ÙŽØ³ÙŽ Ø±Ù�Ø¶ÙŽØ§Ø¡ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù� Ø¨Ù�Ø³ÙŽØ®ÙŽØ·Ù� Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙŽØ§Ø³Ù� ÙƒÙŽÙ�ÙŽØ§Ù‡Ù� Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù� Ù…Ù�Ø¤Ù’Ù†ÙŽØ©ÙŽ Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙŽØ§Ø³Ù� ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ†Ù� Ø§Ù„Ù’ØªÙŽÙ…ÙŽØ³ÙŽ Ø±Ù�Ø¶ÙŽØ§Ø¡ÙŽ Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙŽØ§Ø³Ù� Ø¨Ù�Ø³ÙŽØ®ÙŽØ·Ù� Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù� ÙˆÙŽÙƒÙŽÙ„ÙŽÙ‡Ù� Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù� Ø¥Ù�Ù„ÙŽÙ‰ Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙŽØ§Ø³Ù� Â». ÙˆÙŽØ§Ù„Ø³Ù‘ÙŽÙ„Ø§ÙŽÙ…Ù� Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ’ÙƒÙŽ.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Salam untukmu. Amma Ba’du.  Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;‘Barang siapa mencari ridho Allah dengan membuat manusia murka, maka Allah akan bereskan urusannya dengan sesama manusia. Tetapi barang siapa mencari ridho manusia dengan membuat Allah murka maka Allah akan serahkan orang tersebut kepada manusia’&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Wassalamu ‘alaika.” &lt;/i&gt;(HR. Tirmidzi. Dalam &lt;i&gt;As  Silsilah Ash Shohihah&lt;/i&gt;, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini &lt;i&gt;shohih&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin dalam &lt;i&gt;Al Qoulul Mufid &lt;/i&gt;mengatakan, “Apabila seseorang mencari ridho Rabbnya dengan niat yang tulus, maka Allah akan ridho kepadanya karena dialah yang paling mulia dari hamba-Nya… karena hati seseorang di antara dua jari dari jari-jemari Allah &lt;i&gt;ta’ala&lt;/i&gt;. Allah-lah yang membolak-balikkan hati siapa saja yang dikehendaki-Nya. …Dan barang siapa yang mencari ridha manusia namun membuat Allah murka, maka hasilnya adalah dia akan mendapatkan lawan dari maksudnya tersebut.”&lt;br /&gt;
Oleh karena, itu sabarlah saudaraku dengan cemoohan yang ada. Janganlah engkau menanggalkan ajaran Nabimu sehingga membuat Allah murka. Cobalah menjelaskan kepada orang tuamu bahwa ajaran yang kamu pegang adalah ajaran Nabi dan ajaran yang benar, bukan aliran sesat. Jelaskanlah hal ini dengan lemah lembut sebagaimana pada firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;ÙˆÙŽÙ‚Ù�Ù„Ù’ Ù„ÙŽÙ‡Ù�Ù…ÙŽØ§ Ù‚ÙŽÙˆÙ’Ù„Ù‹Ø§ ÙƒÙŽØ±Ù�ÙŠÙ…Ù‹Ø§&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Dan ucapkanlah  kepada mereka (kedua orang tua0 perkataan yang mulia.&lt;/i&gt;” (QS. Al Isro’  17: 23)&lt;br /&gt;
Dalam &lt;i&gt;tafsir Al Jalalain&lt;/i&gt; ditafsirkan dengan ‘ucapkanlah  perkataan yang indah dan lemah-lembut’.&lt;br /&gt;
Carilah pula teman-teman yang dapat mendukungmu bisa istiqomah. Lihatlah para shahabat Nabi bisa istiqomah karena mereka sering bergaul dengan Nabi &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Allah &lt;i&gt;Ta’ala &lt;/i&gt;berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;ÙˆÙŽÙƒÙŽÙŠÙ’Ù�ÙŽ ØªÙŽÙƒÙ’Ù�Ù�Ø±Ù�ÙˆÙ†ÙŽ ÙˆÙŽØ£ÙŽÙ†Ù’ØªÙ�Ù…Ù’ ØªÙ�ØªÙ’Ù„ÙŽÙ‰ Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ’ÙƒÙ�Ù…Ù’ Ø¢ÙŽÙŠÙŽØ§ØªÙ� Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù� ÙˆÙŽÙ�Ù�ÙŠÙƒÙ�Ù…Ù’ Ø±ÙŽØ³Ù�ÙˆÙ„Ù�Ù‡Ù� ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ†Ù’ ÙŠÙŽØ¹Ù’ØªÙŽØµÙ�Ù…Ù’ Ø¨Ù�Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù� Ù�ÙŽÙ‚ÙŽØ¯Ù’ Ù‡Ù�Ø¯Ù�ÙŠÙŽ Ø¥Ù�Ù„ÙŽÙ‰ ØµÙ�Ø±ÙŽØ§Ø·Ù� Ù…Ù�Ø³Ù’ØªÙŽÙ‚Ù�ÙŠÙ…Ù�&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Bagaimana mungkin (tidak mungkin) kalian menjadi kafir, sedangkan ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rasul-Nyapun berada ditengah-tengah kalian? Dan barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus&lt;/i&gt;” (QS. Ali ‘Imran 3: 101)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam ayat lain Allah berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;ÙŠÙŽØ§ Ø£ÙŽÙŠÙ‘Ù�Ù‡ÙŽØ§ Ø§Ù„Ù‘ÙŽØ°Ù�ÙŠÙ†ÙŽ Ø¢ÙŽÙ…ÙŽÙ†Ù�ÙˆØ§ Ø§ØªÙ‘ÙŽÙ‚Ù�ÙˆØ§ Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡ÙŽ ÙˆÙŽÙƒÙ�ÙˆÙ†Ù�ÙˆØ§ Ù…ÙŽØ¹ÙŽ Ø§Ù„ØµÙ‘ÙŽØ§Ø¯Ù�Ù‚Ù�ÙŠÙ†ÙŽ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada  Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar(jujur)&lt;/i&gt;” (QS.  At Taubah 9: 119)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sebuah hadits yang hasan, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;Â« Ø¥Ù�Ù†Ù‘ÙŽ Ù…Ù�Ù†ÙŽ Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙŽØ§Ø³Ù� Ù†ÙŽØ§Ø³Ù‹Ø§ Ù…ÙŽÙ�ÙŽØ§ØªÙ�ÙŠÙ’Ø­ÙŽ Ù„Ù�Ù„Ù’Ø®ÙŽÙŠÙ’Ø±Ù� ÙˆÙŽÙ…ÙŽØºÙŽØ§Ù„Ù�ÙŠÙ’Ù‚ÙŽ Ù„Ù�Ù„Ø´Ù‘ÙŽØ±Ù‘Ù� Â»&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Sesungguhnya di antara manusia ada orang-orang  yang keberadaan mereka sebagai pembuka (pintu) kebaikan dan penutup (pintu) &lt;/i&gt;kejelekan.” (HR. Ibnu Majah, Al Baihaqi. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani). Oleh karena itu, bergaullah dengan orang-orang sholih yang selalu membuka pintu-pintu kebaikan dan mengajarkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kami nasihatkan pula, jika memang tempat kerja yang dicari menawarkan agar jenggot dicukur atau celana diturunkan, maka janganlah terima pekerjaan semacam itu. Ingatlah rezeki Allah itu luas. Masih banyak pekerjaan lain yang bisa dicari. Mengapa kita harus mengorbankan akhirat untuk mendapatkan dunia yang hina? Allah &lt;i&gt;Ta’ala &lt;/i&gt;berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙ„Ø¢Ø®Ù�Ø±ÙŽØ©Ù�  Ø®ÙŽÙŠÙ’Ø±ÙŒ Ù„ÙŽÙƒÙŽ Ù…Ù�Ù†ÙŽ Ø§Ù„Ø£ÙˆÙ„ÙŽÙ‰&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik  bagimu daripada yang sekarang (permulaan)&lt;/i&gt;.” (QS. Adh Dhuha 93: 4)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Katsir mengatakan, “Dan negeri akhirat  itu lebih baik bagimu dari negeri dunia ini. Oleh karena itu, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; adalah orang yang paling zuhud di dunia (meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat demi kehidupan akhirat, pen). Sebagaimana telah diketahui dalam sejarahnya bahwa tatkala beliau disuruh memilih di akhir hidupnya antara hidup kekal di dunia sampai akhirnya kemudian masuk surga ataukah memilih karunia di sisi Allah. Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; akhirnya memilih apa yang ada di sisi Allah karena dunia adalah hina (&lt;i&gt;daniyah&lt;/i&gt;).”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agar tetap diteguhkan hati ingatlah sebuah do’a  yang selalu dibaca oleh Nabi. Ummu Salamah &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/i&gt; mengatakan  bahwa doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa  sallam&lt;/i&gt; adalah doa,&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;Â« ÙŠÙŽØ§  Ù…Ù�Ù‚ÙŽÙ„Ù‘Ù�Ø¨ÙŽ Ø§Ù„Ù’Ù‚Ù�Ù„Ù�ÙˆØ¨Ù� Ø«ÙŽØ¨Ù‘Ù�ØªÙ’ Ù‚ÙŽÙ„Ù’Ø¨Ù�Ù‰ Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ Ø¯Ù�ÙŠÙ†Ù�ÙƒÙŽ Â»&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik&lt;/i&gt;” artinya ‘Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu’ (HR. Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dishahihkan oleh Adz Dzahabi, lihat pula &lt;i&gt;Shohihul Jami’&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ya Hayyu, Ya Qoyyum&lt;/i&gt;. Wahai Zat yang Maha Hidup lagi Maha Kekal. Dengan rahmat-Mu, kami memohon kepada-Mu. Perbaikilah segala urusan kami dan janganlah Engkau sandarkan urusan tersebut pada diri kami, walaupun hanya sekejap mata. &lt;i&gt;Amin Yaa Mujibbas Sa’ilin&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Semoga Allah selalu memberikan ilmu yang bermanfaat, rezeki yang thoyib, dan menjadikan amalan kita diterima di sisi-Nya. &lt;i&gt;Innahu sami’un qoriibum mujibud da’awaat&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai disusun di Yogyakarta, pada siang hari, hari ke-29 bulan Shofar tahun 1429 H bertepatan dengan hari ‘ied umat Islam setiap pekannya, Jum’at, 07-03-08&lt;br /&gt;
Semoga Allah menerima dan membalas amalan ini.&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal, S.T.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(Penuntut Ilmu di Ma’had Al ‘Ilmi Yogyakarta)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-3468110553076614735?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/7-4oXYpXKpk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/7-4oXYpXKpk/mengikuti-ajaran-nabi-shallallhu-alaihi.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2010/03/mengikuti-ajaran-nabi-shallallhu-alaihi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-368484140886238470</guid><pubDate>Mon, 08 Mar 2010 09:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-08T17:14:27.530+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ISLAM KAFFAH</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">HIJAB (JILBAB)</category><title>Mampukah Perempuan Zaman Sekarang Hidup Dengan Sunnah Rasulullah Saw?</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/muslimah(2).jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="281" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/muslimah(2).jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Rasulullah Muhammad Saw adalah nabi terakhir yang ditunjuk oleh Allah Swt untuk menegakkan agama Islam di dunia sebagai petunjuk bagi umat manusia sebelum menghadapi hari akhir. Nabi Muhammad Saw adalah pemimpin, pemberi petunjuk dan panutan bagi kaum Muslimin. Tindakan-tindakannya, secara pribadi maupun di depan publik, selalu mendapat bimbingan dari Allah Swt sehingga ia menjadi lambang bagi orang yang berbudi luhur, berperilaku dan berkarakter mulia.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Rasulullah Saw dicintai dan dihormati oleh generasi pertama kaum Muslimin yang meniru, mengagumi dan mencontoh perbuatan serta sikap Rasulullah Saw dalam kehidupan mereka sehai-hari. Dalam Al-Quran Surat Ali Imran ayat 31 disebutkan;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Katakanlah: Jika memang kamu cinta kepada Allah, maka turutkanlah aku, niscaya cinta pula Allah kepada kamu dan akan diampuniNya dosa-dosa kamu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi penyayang."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecintaan dan kasih sayang Allah Swt pada seorang mukmin, baik laki-laki maupun perempuan, tergantung pada tingkat kecintaan dan kepatuhan seorang mukmin pada Rasulullah Muhammad Saw. Kecintaan dan kepatuhan itu harus tercermin dalam cara hidup mereka dengan mencontoh kebiasaan, kualitas dan kepribadian Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaum Muslimin menghadapi tantangan dan tekanan yang berat untuk memegang teguh keyakinan mereka atau keyakinan itu akan luntur oleh gaya hidup sekular. Berbeda dengan zaman Rasulullah Saw, para sahabat secara otomatis dan dengan sepenuh hati menjalankan Sunnah Rasulullah Saw. Sekarang, zamannya sudah berubah, menerapkan Sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri bagi banyak kaum Muslimin. Beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;  1. Modernisasi Perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan, penerbangan, teknologi dan industrialisasi membuat kehidupan menjadi serba cepat dan riuh. Seseorang akan dipandang kuno atau primitif jika memiliih menerapkan metode-metode yang usang, yang ditemukan berabad-abad yang lalu dan bukan metode hasil penemuan riset yang modern, berdasarkan data dan penemuan ilmiah. Di jaman modern ini, para lelaki Muslim lebih senang mencukur jenggotnya daripada menumbuhkan jenggot.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;  2. Tekanan Lingkungan dan Budaya Korporat Di jaman sekarang hampir setiap orang bekerja untuk mencari nafkah-mulai dari orang-orang tua, kaum perempuan, remaja bahkan kadang anak-anak. Kehidupan mereka hanya berkutat di seputar bagaimana mengejar karir dan menapaki jenjang karir di perusahaan. Orang enggan berkompromi terhadap karir mereka ketika praktek-praktek sunnah menjadi kendala dalam karir mereka. Contohnya, seorang muslimah mungkin tidak diijinkan mengenakan jilbab di tempatnya bekerja atau harus protes dulu agar ia boleh mengenakan rok panjang sesuai ajaran Islam.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;  3. Tradisi dan Budaya Banyak kaum Muslimin yang ingin mempraktekkan ajaran Islam harus menghadapi tekanan dari generasi Muslim yang lebih tua dalam lingkungan etnis maupun geografis mereka. Generasi tua itu kadang memberikan preferensi tentang Sunnah Rasulullah yang sudah dicampuradukkan dengan budaya mereka.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;  4. Invasi Teknologi Peralatan teknologi dan informasi yang berkembang sekarang ini memungkinkan gambar-gambar, rekaman video dan material lainnya ditonton dan dinikmati bersama orang lain di manapun, kapanpun. Tak terkecuali material-material yang eksplisit dan tidak layak disaksikan. Kaum Muslimin zaman sekarang ditantang untuk menjalankan Sunnah Rasulullah di tengah maraknya fitnah terhadap Islam dan kaum Muslimin itu sendiri. Misalnya, bagaimana seorang lelaki Muslim tertantang untuk menundukkan pandangannya ketika melihat gambar-gambar perempuan yang provokatif yang bertebaran di sekeliling mereka bahwa di telepon genggam saat mereka sedang membaca informasi-informasi.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;  5. Kelompok-Kelompok Islam yang Menyimpang Kaum Muslimin harus berhati-hati karena banyak kelompok-kelompok Muslim yang tergelincir melakukan penyimpangan ajaran Islam dan melakukan bid'ah. Seseorang yang melakukan tindakan yang tidak ada dasar ajarannya dalam Islam dan tidak pernah dicontohkan Rasulullah maka ia sudah jauh dari sunnah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatasi tantangan-tantangan itu agar kita tetap berpegang pada Sunnah Rasulullah Saw bukan pekerjaan yang gampang bagi umat Islam di zaman sekarang ini. Mereka bukan hanya harus menjaga keyakinan agama mereka dari gerusan modernisme dan dari godaan duniawi tapi juga harus berjuang melalui perbuatan dan perilaku mereka untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama yang praktis dan mudah diimplementasikan dalam situasi zaman apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tantangan Kehidupan Modern Bagi Muslimah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini, banyak Muslimah yang taat menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan keseharian mereka, terjun ke dunia dakwah. Para Muslimah ini juga begitu bersemangat untuk tetap memelihara dan mengikuti Sunnah Rasulullah, terutama yang berkaitan dengan kehidupan mereka sebagai perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Islam memberi garis batas tegas soal gender. Misalnya, menunaikan salat di masjid lebih disarankan bagi kaum lelaki Muslim dan bukan bagi kaum perempuan. Para Muslimah oleh sebab itu, harus mencontoh kehidupan para perempuan dalam lingkungan Rasulullah Saw, yang mematuhi dan mempraktekkan agama Islam berdasarkan bimbingannya, untuk mendapatkan tuntunan dalam menerapkan Sunnah Rasulullah Saw dalam konteks kehidupan di masa kini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para perempuan mulia di lingkungan Rasulullah Saw yang paling utama dijadikan panutan adalah para isteri dan anak-anak perempuan Rasulullah Saw. Beberapa diantara mereka memiliki keahlian yang mumpuni dalam masalah hukum Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di jaman sekarang, tantangan terbesar bagi kaum perempuan dalam level global ketika mereka memilih untuk menerapkan Sunnah Rasulullah sebagai cara hidup mereka adalah, asumsi yang menyebutkan bahwa kaum lelaki dan Islam telah menindas kaum perempuan dan memaksa para perempuan untuk berpakaian serba sederhana serta asumsi bahwa perempuan seharusnya lebih fokus pada pekerjaan rumah tangga dan keluarga mereka, bukan pada karir atau pekerjaan di luar rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak Muslimah yang mematuhi Sunnah Rasulullah dan berkeinginan untuk menerapkan cara-cara hidup yang Islami. Tetapi, kesalahpahaman tentang kaum perempuan dalam Islam, yang dilakukan oleh media dan kelompok-kelompok yang berbasis gender membuat kesalahpahaman dan stereotipe yang tidak benar terpelihara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiat Sukses Hidup Bersama Sunnah Rasulullah Saw&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada metodologi yang instan dan serba cepat agar kita bisa menjaga dan menerapkan Sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, di masa kini dan seterusnya. Tapi butuh strategi yang luas dalam jangka panjang yang akan membuahkah hasil. Untuk umat Islam, baik lelaki dan perempuan disarankan;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;  1. Membekali Diri dengan Pengetahuan tentang Islam Misalnya, belajar membaca Al-Quran, belajar bahasa Arab, belajar tafsir Al-Quran, sering mendengarkan ceramah-ceramah agama oleh ulama berkualitas, bisa menambah ketaqwaan dan mendorong kita untuk berpegang teguh pada Sunnah Rasululullah Saw.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;  2. Mempelajari Sirah, tentang kehidupan Rasulullah Saw dan Hadist. Ini bisa dilakukan dengan banyak membaca atau mendengarkan ceramah keagamaan tentang kehidupan Rasulullah Saw. Dengan demikian, semakin kita mengenal Rasulullah, makin mudah bagi kita untuk mencintai dan mencontoh tindakan dan perilakunya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;  3. Melaksanakan Kewajiban-Kewajiban Agama Tak peduli betatapun beratnya, laksanakan kewajiban-kewajiban utama seorang Muslim, seperti salat lima waktu dan puasa di bulan Ramadan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;  4. Cari Teman yang Seiman Bergaulah dengan sesama Muslim yang taat menjalankan ajaran Islam, termasuk mengenali keluarga mereka. Melibatkan diri dalam berbagai kegiatan berbasis sosial kemasyarakatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tantangan yang sebenarnya, bukan apakah umat Islam bisa mempraktekkan ajaran Islam dan Sunnah Rasulullah Saw dengan efektif atau tidak. Tantangan itu adalah, bagaimana mengatasi berbagai kendala-kendala yang berdasarkan prasangka buruk semata terhadap umat Islam. Jika tantangan itu bisa diatasi, umat Islam membuktikan bahwa mereka bisa hidup dengan jalan yang mereka pilih. Jalan Islam dan Sunnah Rasulullah Saw. (Sadaf Faruqi/iol/ln)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catatan Penulis:&lt;br /&gt;
Sadaf Faruqi adalah seorang muslimah yang tinggal di Karachi, Pakistan. Ia menyandang gelar master untuk bidang ilmu komputer dan diploma di bidang pendidikan Islam. Selain sebagai penulis lepas, Faruqi bertahun-tahun menjadi guru agama Islam untuk kaum perempuan dan remaja puteri. Tulisan-tulisannya dimuat di Majalah Hiba, Majalah SISTERS dan Saudi Gazette. Ia juga aktif sebagai blogger di MuslimMatters.org.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-368484140886238470?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/0DVdbBfKzeI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/0DVdbBfKzeI/mampukah-perempuan-zaman-sekarang-hidup.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2010/03/mampukah-perempuan-zaman-sekarang-hidup.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-5842633867981182921</guid><pubDate>Wed, 09 Dec 2009 16:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-09T23:49:19.248+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ISLAM KAFFAH</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">HIJAB (JILBAB)</category><title>NASEHAT UNTUK PUTRI MUSLIMAH</title><description>Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;br /&gt;
Bismillah hirohman nirohim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahai Puteriku ......&lt;br /&gt;
Putriku tercinta! Aku adalah seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun.&lt;br /&gt;
Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan banyak orang.Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu dengarkanlah nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, yang belum pernah engkau dengar dari orang lain sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul, dan mulut letih, tetapi kami tidak menghasilkan apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkaran tidak dapat kami berantas, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis dan lehernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku!!! Kuncinya berada di tanganmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemulaimu, laki-laki tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada si pencuri itu : silakan masuk … ketika ia telah&lt;br /&gt;
mencuri, engkau berteriak : maling …! Tolong … tolong… saya kemalingan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi Allah … dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi Allah … begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi Allah … ia telah bohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan ! setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engakulah yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, keningmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap berkubang dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila pengganggumu berbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu.Wahai Putriku.....&lt;br /&gt;
lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak laki-laki itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Wanita, bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas, dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi isteri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada seorangpun yang mau menikahi pelacur, sekalipun ia lelaki hidung belang, apabila ia akan menikah tidak akan memilih wanita jalang (nakal), akan tetapi ia akan memilih wanita yang baik karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putera-puterinya adalah seorang wanita amoral.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya krisis perkawinan terjadi disebabkan kalian kaum wanita! Krisis perkawinan terjadi disebabkan perbuatan wanita-wanita asusila, sehingga para pemuda tidak membutuhkan isteri,akibatnya banyak para gadis berusia cukup untuk nikah tidak mendapatkan suami. Mengapa wanita-wanita yang baik belum juga sadar? Mengapa kalian tidak berusaha memberantas malapetaka ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum laki-laki untuk melakukan usaha itu karena kalian telah mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, dan oleh karena yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita mulia dan beragama.Maka hendaklah kalian mengajak mereka agar bertakwa kepada Allah, bila mereka tidak mau bertakwa, peringatkanlah mereka akan akibat yang buruk dari perzinaan seperti terjangkitnya suatu penyakit. Bila mereka masih membangkang maka beritahukan akan kenyataan yang ada, katakan kepada mereka : kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik, oleh karena itu banyak pemuda mendatangi kalian dan berebut di sekitar kalian, akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Semua makhluk di dunia ini tidak ada yang kekal. Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah menjadi nenek dengan punggung bungkuk dan wajah keriput?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, siapakah yang akan memperhatikan? Siapa yang akan menaruh simpati?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahukah kalian, siapakah yang memperhatikan, menghormati dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan para cucunya, saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu ditengah rakyatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota, tetapi bagaimana dengan nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu? Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berilah nasehat-nasehat yang serupa, saya yakin kalian tidak perlu petunjuk orang lain serta tidak kehabisan cara untuk menasehati saudari-saudari yang sesat dan patut dikasihani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila kalian tidak dapat mengatasi mereka, berusahalah untuk menjaga wanita-wanita baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh, agar mereka tidak menempuh jalan yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis mengembalikan wanita kini menjadi wanita berkepribadian muslimah yang benar, akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak sebagaimana kalian menerima kerusakan sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbaikan tersebut tidak dapat diatasi hanya dalam waktu sehari atau dalam waktu singkat, malainkan dengan kembali ke jalan yang benar dari jalan yang semula kita lewati menuju keburukan walaupun jalan itu sekarang telah jauh, tidak menjadi soal, orang yang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini, tidak akan pernah sampai. Kita mulai dengan memberantas pergaulan bebas, (kalaupun) seorang wanita membuka wajahnya tidak berarti ia boleh bergaul dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Istri tanpa tutup wajah bukan berarti ia boleh menyambut kawan suami dirumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu di jalan, atau seorang gadis menjabat tangan kawan pria di sekolah, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian, dia lupa bahwa Allah menjadikannya sebagai wanita dan kawannya sebagai pria, satu dengan lain dapat saling terangsang. Baik wanita, pria, atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahai Putriku....&lt;br /&gt;
kepada kalian, putri-putriku, wahai putriku yang beriman dan beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara ketahuilah bahwa yang menjadi korban semua ini bukan orang lain kecuali engkau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis, jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan yang alasannya, hak asasi, modernisasi, emansipasi dan kehidupan kampus. , mereka sama sekali tidak peduli dengan kalian selain untuk pemuas kelezatan sementara. Sedangkan saya&lt;br /&gt;
adalah seorang ayah dari empat orang gadis. Bila saya membela kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Saya ingin kalian bahagia seperti yang saya inginkan untuk putri-putriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya tidak ada yang mereka inginkan selain memperkosa kehormatan wanita, kemuliaan yang tercela tidak akan bisa kembali, begitu juga martabat yang hilang tidak akan dapat&lt;br /&gt;
ditemukan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila anak putri jatuh, tak seorangpun di antara mereka mau menyingsingkan lengan untuk membangunkannya dari lembah kehinaan, yang engkau dapati mereka hanya memperebutkan kecantikan si gadis, apabila telah berubah dan hilang, mereka pun lalu pergi menelantarkannya, persis seperti anjing meninggalkan bangkai yang tidak tersisa daging sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah nasehatku padamu, putriku. Inilah kebenaran. Selain ini janganlah engkau percayai. Sadarlah bahwa di tanganmulah, bukan di tangan kaum laki-laki, kunci pintu perbaikan. Bila mau perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun kan menjadi baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(wallahul musta’an).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh:Ali Ath-Thanthawi&lt;br /&gt;
Sumber:ISLAM HOUSE&lt;br /&gt;
Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-5842633867981182921?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/4W6vfGGQK7I" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/4W6vfGGQK7I/nasehat-untuk-putri-muslimah.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2009/12/nasehat-untuk-putri-muslimah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-188034239094958031</guid><pubDate>Wed, 09 Dec 2009 16:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-09T23:20:17.915+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ISLAM KAFFAH</category><title>DOSA MENINGGALKAN SHOLAT 5 WAKTU LEBIH BESAR DARI DOSA BERZINA</title><description>&lt;span id="startOfPage"&gt;&lt;/span&gt;   &lt;img alt="masjid_al_aqso" height="150" src="http://rumaysho.com/images/stories/masjid_al_aqso.jpg" style="float: left; margin: 7px;" width="200" /&gt; &lt;br /&gt;
Para pembaca yang semoga selalu dirahmati oleh Allah Ta’ala. Kita semua pasti tahu bahwa shalat adalah perkara yang amat penting. Bahkan shalat termasuk salah satu rukun Islam yang utama yang bisa membuat bangunan Islam tegak. Namun, realita yang ada di tengah umat ini sungguh sangat berbeda. Kalau kita melirik sekeliling kita, ada saja orang yang dalam KTP-nya mengaku Islam, namun biasa meninggalkan rukun Islam yang satu ini. Mungkin di antara mereka, ada yang hanya melaksanakan shalat sekali sehari, itu pun kalau ingat. Mungkin ada pula yang hanya melaksanakan shalat sekali dalam seminggu yaitu shalat Jum’at. Yang lebih parah lagi, tidak sedikit yang hanya ingat dan melaksanakan shalat dalam setahun dua kali yaitu ketika Idul Fithri dan Idul Adha saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang sungguh prihatin dengan kondisi umat saat ini. Banyak yang mengaku Islam di KTP, namun kelakuannya semacam ini. Oleh karena itu, pada tulisan yang singkat ini kami akan mengangkat pembahasan mengenai hukum meninggalkan shalat. Semoga Allah memudahkannya dan memberi taufik kepada setiap orang yang membaca tulisan ini.&lt;br /&gt;
&lt;h1&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Para Ulama Sepakat Bahwa Meninggalkan Shalat Termasuk Dosa Besar yang Lebih Besar dari Dosa Besar Lainnya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”&lt;i&gt;Kaum muslimin &lt;/i&gt;&lt;i&gt;bersepakat&lt;/i&gt;&lt;i&gt; bahwa meninggalkan shalat lima waktu&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;dengan sengaja adalah &lt;b&gt;dosa besar yang paling besar&lt;/b&gt; dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, &lt;/i&gt;&lt;i&gt;ber&lt;/i&gt;&lt;i&gt;zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.&lt;/i&gt;” (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ash Sholah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, hal. 7)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinukil oleh Adz Dzahabi dalam &lt;i&gt;Al Kaba’ir&lt;/i&gt;, Ibnu Hazm –rahimahullah- berkata, &amp;nbsp;“Tidak ada dosa setelah kejelekan yang paling besar daripada dosa meninggalkan shalat hingga keluar waktunya dan membunuh seorang mukmin tanpa alasan yang bisa dibenarkan.” (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Al Kaba’ir&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, hal. 25)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adz Dzahabi –rahimahullah- juga mengatakan, “Orang yang mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya termasuk pelaku dosa besar. Dan yang meninggalkan shalat secara keseluruhan&amp;nbsp; -yaitu satu shalat saja- dianggap seperti orang yang berzina dan mencuri. Karena meninggalkan shalat atau luput darinya termasuk dosa besar. Oleh karena itu, orang yang meninggalkannya sampai berkali-kali termasuk pelaku dosa besar sampai dia bertaubat. Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat termasuk orang yang merugi, celaka dan termasuk orang &lt;i&gt;mujrim&lt;/i&gt; (yang berbuat dosa).” (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Al Kaba’ir&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;,&lt;/i&gt; hal. 26-27)&lt;br /&gt;
&lt;h1&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Apakah Orang yang Meninggalkan Shalat Bisa Kafir alias Bukan Muslim?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;Dalam point sebelumnya telah dijelaskan, para ulama bersepakat bahwa meninggalkan shalat termasuk dosa besar bahkan lebih besar dari dosa berzina dan mencuri. Mereka tidak berselisih pendapat dalam masalah ini. Namun, yang menjadi masalah selanjutnya, apakah orang yang meninggalkan shalat masih muslim ataukah telah kafir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asy Syaukani -rahimahullah- mengatakan bahwa tidak ada beda pendapat di antara kaum muslimin tentang kafirnya orang yang meninggalkan shalat karena &lt;b&gt;mengingkari kewajibannya&lt;/b&gt;. Namun apabila meninggalkan shalat karena malas dan tetap meyakini shalat lima waktu itu wajib -sebagaimana kondisi sebagian besar kaum muslimin saat ini-, maka dalam hal ini ada perbedaan pendapat (&lt;b&gt;Lihat &lt;i&gt;Nailul Author&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, 1/369).&lt;br /&gt;
Mengenai meninggalkan shalat karena malas-malasan dan tetap meyakini shalat itu wajib, ada tiga pendapat di antara para ulama mengenai hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pendapat pertama&lt;/b&gt; mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat harus dibunuh karena dianggap telah murtad (keluar dari Islam). Pendapat ini adalah pendapat Imam Ahmad, Sa’id bin Jubair, ‘Amir Asy Sya’bi, Ibrohim An Nakho’i, Abu ‘Amr, Al Auza’i, Ayyub As Sakhtiyani, ‘Abdullah bin Al Mubarrok, Ishaq bin Rohuwyah, ‘Abdul Malik bin Habib (ulama Malikiyyah), pendapat sebagian ulama Syafi’iyah, pendapat Imam Syafi’i (sebagaimana dikatakan oleh Ath Thohawiy), pendapat Umar bin Al Khothob (sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hazm), Mu’adz bin Jabal, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Abu Hurairah, dan sahabat lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pendapat kedua&lt;/b&gt; mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat dibunuh dengan hukuman had, namun tidak dihukumi kafir. Inilah pendapat Malik, Syafi’i, dan salah salah satu pendapat Imam Ahmad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pendapat ketiga&lt;/b&gt; mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat karena malas-malasan adalah fasiq (telah berbuat dosa besar) dan dia harus dipenjara sampai dia mau menunaikan shalat. Inilah pendapat Hanafiyyah. (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, 22/186-187)&lt;br /&gt;
Jadi, intinya ada perbedaan pendapat dalam masalah ini di antara para ulama termasuk pula &amp;nbsp;ulama madzhab. Bagaimana hukum meninggalkan shalat menurut Al Qur’an dan As Sunnah? Silakan simak pembahasan selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;h1&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pembicaraan Orang yang Meninggalkan Shalat dalam Al Qur’an&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;Banyak ayat yang membicarakan hal ini dalam Al Qur’an, namun yang kami bawakan adalah dua ayat saja.&lt;br /&gt;
Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;yang menyia-nyiakan shalat&lt;/span&gt; dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; kelak akan menemui &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;al ghoyya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;, kecuali &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;orang yang bertaubat&lt;/span&gt;, beriman dan beramal saleh.&lt;/i&gt;” (QS. Maryam : 59-60)&lt;br /&gt;
Ibnu Mas’ud &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt; mengatakan bahwa ‘&lt;i&gt;ghoyya’&lt;/i&gt; dalam ayat tersebut adalah sungai di Jahannam yang makanannya sangat menjijikkan, yang tempatnya sangat dalam. (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ash Sholah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, hal. 31)&lt;br /&gt;
Dalam ayat ini, Allah menjadikan tempat ini –yaitu sungai di Jahannam- sebagai tempat bagi orang yang menyiakan shalat dan mengikuti syahwat (hawa nafsu). Seandainya orang yang meninggalkan shalat adalah orang yang hanya bermaksiat biasa, tentu dia akan berada di neraka paling atas, sebagaimana tempat orang muslim yang berdosa. Tempat ini (&lt;i&gt;ghoyya&lt;/i&gt;) yang merupakan bagian neraka paling bawah, bukanlah tempat orang muslim, namun tempat orang-orang kafir.&lt;br /&gt;
Pada ayat selanjutnya juga, Allah telah mengatakan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;”&lt;i&gt;kecuali &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;orang yang bertaubat&lt;/span&gt;, beriman dan beramal saleh&lt;/i&gt;”. Maka seandainya orang yang menyiakan shalat adalah mu’min, tentu dia tidak dimintai taubat untuk beriman.&lt;br /&gt;
Dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama&lt;/i&gt;.” (QS. At Taubah [9] : 11). Dalam ayat ini, Allah &lt;i&gt;Ta’ala &lt;/i&gt;mengaitkan persaudaraan seiman dengan mengerjakan shalat. Berarti jika shalat tidak dikerjakan, bukanlah saudara seiman. Konsekuensinya orang yang meninggalkan shalat bukanlah mukmin karena orang mukmin itu bersaudara sebagaimana Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara&lt;/i&gt;.” (QS. Al Hujurat [49] : 10)&lt;br /&gt;
&lt;h1&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Pembicaraan Orang yang Meninggalkan Shalat dalam Hadits&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;Terdapat beberapa hadits yang membicarakan masalah ini.&lt;br /&gt;
Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;(Pembatas)&lt;/i&gt; &lt;i&gt;antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat&lt;/i&gt;.” (HR. Muslim no. 257).&lt;br /&gt;
Dari Tsauban &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; -bekas budak Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;-, beliau mendengar Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;بَيْنَ العَبْدِ وَبَيْنَ الكُفْرِ وَالإِيْمَانِ الصَّلَاةُ فَإِذَا تَرَكَهَا فَقَدْ أَشْرَكَ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;“Pemisah &lt;i&gt;Antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia melakukan kesyirikan.&lt;/i&gt;” (HR. Ath Thobariy dengan sanad &lt;i&gt;shohih&lt;/i&gt;. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini &lt;i&gt;shohih&lt;/i&gt;. Lihat &lt;i&gt;Shohih At Targib wa At Tarhib &lt;/i&gt;no. 566).&lt;br /&gt;
Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;”&lt;i&gt;Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.&lt;/i&gt;” (HR. Tirmidzi no. 2825. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam &lt;i&gt;Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi&lt;/i&gt;). Dalam hadits ini, dikatakan bahwa shalat dalam agama Islam ini adalah seperti penopang (tiang) yang menegakkan kemah. Kemah tersebut bisa roboh (ambruk) dengan patahnya tiangnya. Begitu juga dengan islam, bisa ambruk dengan hilangnya shalat.&lt;br /&gt;
&lt;h1&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Para Sahabat Berijma’ (Bersepakat), Meninggalkan Shalat adalah Kafir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;Umar mengatakan,&lt;br /&gt;
&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;لاَ إِسْلاَمَ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;i&gt;”Tidaklah disebut &lt;/i&gt;&lt;i&gt;muslim&lt;/i&gt;&lt;i&gt; bagi orang yang meninggalkan shalat.”&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Dari jalan yang lain, Umar berkata,&lt;br /&gt;
&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;ولاَحَظَّ فِي الاِسْلاَمِ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat.&lt;/i&gt;” (Dikeluarkan oleh Malik. Begitu juga diriwayatkan oleh Sa’ad di Ath Thobaqot, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Iman. Diriwayatkan pula oleh Ad Daruquthniy dalam sunannya, juga Ibnu ’Asakir. Hadits ini &lt;i&gt;shohih&lt;/i&gt;, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam &lt;i&gt;Irwa’ul Gholil &lt;/i&gt;no. 209). Saat Umar mengatakan perkataan di atas tatkala menjelang sakratul maut, tidak ada satu orang sahabat pun yang mengingkarinya. Oleh karena itu, hukum bahwa meninggalkan shalat adalah kafir termasuk ijma’ (kesepakatan) sahabat sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim dalam kitab &lt;i&gt;Ash Sholah&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mayoritas sahabat Nabi menganggap bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja adalah kafir sebagaimana dikatakan oleh seorang tabi’in, Abdullah bin Syaqiq. Beliau mengatakan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَرَوْنَ شَيْئًا مِنَ الأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&amp;nbsp;“&lt;i&gt;Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir kecuali shalat.&lt;/i&gt;” Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Abdullah bin Syaqiq Al ‘Aqliy seorang tabi’in dan Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah &lt;i&gt;shohih&lt;/i&gt;. (Lihat &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, hal. 52)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pembahasan terakhir ini terlihat bahwasanya Al Qur’an, hadits dan perkataan sahabat bahkan ini adalah &lt;i&gt;ijma’&lt;/i&gt;’ (kesepakatan) mereka menyatakan bahwa &lt;b&gt;orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja adalah kafir&lt;/b&gt; (keluar dari Islam). Itulah pendapat yang terkuat dari pendapat para ulama yang ada.&lt;br /&gt;
Ibnul Qayyim mengatakan, &lt;i&gt;”Tidakkah seseorang itu malu dengan mengingkari pendapat bahwa orang yang meninggalkan shalat adalah kafir, padahal hal ini telah dipersaksikan oleh Al Kitab (Al Qur’an), As Sunnah dan kesepakatan sahabat. Wallahul Muwaffiq (Hanya Allah-lah yang dapat member&lt;/i&gt;&lt;i&gt;i&lt;/i&gt;&lt;i&gt; taufik)&lt;/i&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;i&gt;”&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;(&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ash Sholah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, hal. 56)&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h1&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Berbagai Kasus Orang Yang Meninggalkan Shalat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Kasus Pertama&lt;/b&gt;] Kasus ini adalah meninggalkan shalat dengan mengingkari kewajibannya sebagaimana mungkin perkataan sebagian orang, ‘&lt;i&gt;Sholat oleh, ora sholat oleh.&lt;/i&gt;’ [Kalau mau shalat boleh-boleh saja, tidak shalat juga tidak apa-apa]. Jika hal ini dilakukan dalam rangka mengingkari hukum wajibnya shalat, orang semacam ini dihukumi kafir tanpa ada perselisihan di antara para ulama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[&lt;b&gt;Kasus Kedua&lt;/b&gt;] Kasus kali ini adalah meninggalkan shalat dengan menganggap gampang dan tidak pernah melaksanakannya.&amp;nbsp; Bahkan ketika diajak untuk melaksanakannya, malah enggan. Maka orang semacam ini berlaku hadits-hadits Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; yang menunjukkan kafirnya orang yang meninggalkan shalat. Inilah pendapat Imam Ahmad, Ishaq, mayoritas ulama salaf dari shahabat dan tabi’in.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[&lt;b&gt;Kasus Ketiga&lt;/b&gt;] Kasus ini yang sering dilakukan kaum muslimin yaitu tidak rutin dalam melaksanakan shalat yaitu kadang shalat dan kadang tidak. Maka dia masih dihukumi muslim secara &lt;i&gt;zhohir&lt;/i&gt; (yang nampak pada dirinya) dan tidak kafir. Inilah pendapat Ishaq bin Rohuwyah yaitu hendaklah bersikap lemah lembut terhadap orang semacam ini hingga dia kembali ke jalan yang benar. &lt;i&gt;Wal ‘ibroh bilkhotimah&lt;/i&gt; [Hukuman baginya dilihat dari keadaan akhir hidupnya].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “&lt;i&gt;Jika seorang hamba melakukan sebagian perintah dan meninggalkan sebagian, maka baginya keimanan sesuai dengan perintah yang dilakukannya. Iman itu bertambah dan berkurang. Dan bisa jadi pada seorang hamba ada iman dan nifak sekaligus. … Sesungguhnya sebagian besar manusia bahkan mayoritasnya di banyak negeri, tidaklah selalu menjaga shalat lima waktu. Dan mereka tidak meninggalkan secara total. Mereka terkadang shalat dan terkadang meninggalkannya. &lt;b&gt;Orang-orang semacam ini ada pada diri mereka iman dan nifak sekaligus&lt;/b&gt;. Berlaku bagi mereka hukum Islam secara zhohir seperti pada masalah warisan dan semacamnya. Hukum ini (warisan) bisa berlaku bagi orang munafik tulen. Maka lebih pantas lagi berlaku bagi orang yang kadang shalat dan kadang tidak.&lt;/i&gt;” (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Majmu’ Al Fatawa, &lt;/i&gt;7/617&lt;/b&gt;&lt;i&gt;)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[&lt;b&gt;Kasus Keempat&lt;/b&gt;] Kasus ini adalah bagi orang yang meninggalkan shalat dan tidak mengetahui bahwa meninggalkan shalat membuat orang kafir. Maka hukum bagi orang semacam ini adalah sebagaimana orang jahil (bodoh). Orang ini tidaklah dikafirkan disebabkan adanya kejahilan pada dirinya yang dinilai sebagai faktor penghalang untuk mendapatkan hukuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[&lt;b&gt;Kasus Kelima&lt;/b&gt;] Kasus ini adalah untuk orang yang mengerjakan shalat hingga keluar waktunya. Dia selalu rutin dalam melaksanakannya, namun sering mengerjakan di luar waktunya. Maka orang semacam ini tidaklah kafir, namun dia berdosa dan perbuatan ini sangat tercela sebagaimana Allah berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;وَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;orang-orang yang lalai dari shalatnya&lt;/span&gt;.&lt;/i&gt;” (QS. Al Maa’un [107] : 4-5) (&lt;b&gt;Lihat&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Manhajus Salafi ‘inda Syaikh Nashiruddin Al Albani&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, 189-190)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sudah sepatutnya kita menjaga shalat lima waktu. Barangsiapa yang selalu menjaganya, berarti telah menjaga agamanya. Barangsiapa yang sering menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amirul Mukminin, Umar bin Al Khoththob –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Sesungguhnya di antara perkara terpenting bagi kalian adalah shalat. Barangsiapa menjaga shalat, berarti dia telah menjaga agama. Barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi. Tidak ada bagian dalam Islam, bagi orang yang meninggalkan shalat.“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Ahmad –rahimahullah- juga mengatakan perkataan yang serupa, “Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat lima waktu. Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah! Janganlah engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu.“ (&lt;b&gt;Lihat&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ash Sholah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;, &lt;/i&gt;hal. 12)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, seseorang bukanlah hanya meyakini (membenarkan) bahwa shalat lima waktu itu wajib. Namun haruslah disertai dengan melaksanakannya (inqiyad). Karena iman bukanlah hanya dengan tashdiq (membenarkan), namun harus pula disertai dengan inqiyad (melaksanakannya dengan anggota badan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnul Qoyyim mengatakan, “Iman adalah dengan membenarkan (tashdiq). Namun bukan hanya sekedar membenarkan (meyakini) saja, tanpa melaksanakannya (inqiyad). Kalau iman hanyalah membenarkan (tashdiq) saja, tentu iblis, Fir’aun dan kaumnya, kaum sholeh, dan orang Yahudi yang membenarkan bahwa Muhammad adalah utusan Allah (mereka meyakini &amp;nbsp;hal ini sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka), tentu mereka semua akan disebut orang yang beriman (&lt;i&gt;mu’min-mushoddiq&lt;/i&gt;).“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al Hasan mengatakan, “Iman bukanlah hanya dengan angan-angan (tanpa ada amalan). Namun iman adalah sesuatu yang menancap dalam hati dan dibenarkan dengan amal perbuatan.“ (&lt;b&gt;Lihat &lt;i&gt;Ash Sholah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, 35-36)&lt;br /&gt;
Semoga tulisan yang singkat ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Semoga kita dapat mengingatkan kerabat, saudara dan sahabat kita mengenai bahaya meninggalkan shalat lima waktu. &lt;i&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-188034239094958031?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/FGCGOOTmzV8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/FGCGOOTmzV8/dosa-meninggalkan-sholat-5-waktu-lebih.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2009/12/dosa-meninggalkan-sholat-5-waktu-lebih.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-5764366328556116539</guid><pubDate>Wed, 09 Dec 2009 16:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-09T23:20:17.916+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ISLAM KAFFAH</category><title>ISLAM MELARANG DEMOSNTRASI</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih ingatkah Anda ketika negara kita kedatangan “tamu” presiden AS George Bush pada akhir November 2006 lalu? Ketika itu banyak muncul reaksi dari kaum muslimin Indonesia yang intinya menginginkan supaya Bush pulang kampung. Usirlah Bush dari bumi Indonesia!! Kita lihat organisasi atau gerakan da’wah menggelar aksi demonstrasi untuk mengusir Bush dari bumi Indonesia. Kita sepakat bahwa Bush adalah musuh Islam dan kaum muslimin.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-11"&gt;&lt;/span&gt;Tetapi permasalahan yang perlu untuk dijelaskan kepada kaum muslimin adalah apakah benar harus menggunakan demonstrasi untuk mengusir Bush? Apakah dibolehkan melakukan unjuk rasa untuk menentang keputusan pemerintah yang itu memberatkan rakyat? Apakah boleh mengerahkan wanita-wanita ke jalan-jalan, berteriak-teriak menentang pemerintah? Yang hal ini sering kita dapati dilakukan oleh gerakan da’wah islam, bahkan mereka menyatakan hal ini adalah salah satu bentuk jihad melawan ketidakadilan atau jihad melawan orang kafir. Oleh karena itu, perlu kiranya ada penjelasan tentang demonstrasi dan hukumnya walaupun dalam tulisan yang cukup ringkas berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Demonstrasi Adalah Produk Orang Kafir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhya demonstrasi itu merupakan produk asli orang kafir, yang sudah selayaknya bagi kaum muslimin tidak mencontoh hal tersebut. Karena tidak boleh bagi kaum muslimin mencontoh kebiasaan orang-orang kafir. Sebagaimana sabda Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; yang artinya, &lt;em&gt;“Barang siapa yang meniru suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka”&lt;/em&gt;. (HR Abu Dawud, dishahihkan Ibnu Hibban). Dari hadits di atas dapat diketahui bahwa meniru kebiasaan orang kafir minimal hukumnya haram.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Islam Berlepas Diri Dari Demonstrasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya demonstrasi adalah perkara baru yang belum pernah dikenal di zaman Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, tidak pula pada zaman &lt;em&gt;Khulafaur Rosyidin&lt;/em&gt; dan para sahabat &lt;em&gt;radhiyallahu’anhum&lt;/em&gt;. Islam tidak pernah mengenal tindakan demonstrasi ini, tidak pula mengakuinya, bahkan demonstrasi merupakan produk murni orang kafir yang telah diadopsi oleh sebagian kaum muslimin. Apakah setiap kali orang-orang kafir itu melakukan suatu perbuatan, kita langsung menyetujui dan menirunya? Tentunya sikap seorang muslim yang menerti &lt;em&gt;wala’&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;baro’ &lt;/em&gt;tidak melakukan hal yang demikian.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ketika Bush Datang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh masih teringat di ingatan kita, ketika Bush datang ke negara kita, banyak reaksi kaum muslimin Indonesia yang menentang hal tersebut. Aksi demonstrasi terlihat di jalan-jalan, yang semuanya menyerukan untuk mengusir Bush, teroris yang sesungguhnya. Dan yang masih teringat ketika itu adalah ada seorang ustadz yang mengisi khutbah jum’at. Salah satu dari isi khutbahnya menyatakan bahwa hukum demonstrasi menentang kedatangan Bush ke Indonesia adalah &lt;em&gt;fardhu ‘ain&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Subhaanallah&lt;/em&gt;, siapakah ulama’ kaum muslimin dari zaman dulu sampai sekarang yang menyatakan bahwa demonstrasi hukumnya &lt;em&gt;fardhu ‘ain&lt;/em&gt;? Apakah ustadz tersebut tidak mengetahui konsekuensi dari ucapannya tersebut? Salah satu konsekuensi dari ucapan ini adalah banyak kaum muslimin yang berdosa gara-gara tidak ikut demo menentang Bush. Tentunya hal ini, jika apa yang dikatakan ustadz tersebut benar. Apakah kita akan mengusir orang kafir dengan cara-cara orang kafir? Semoga saja yang diucapkan ustadz tersebut karena kekhilafan beliau.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kejelekan Yang Nampak Dari Demonstrasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mayoritas demo yang ada tidak lepas dari keluarnya wanita-wanita ke jalan-jalan. Bagaimana sebenarnya hukum wanita yang keluar untuk demo seperti ini? Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman yang artinya, &lt;em&gt;“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah dahulu.”&lt;/em&gt;(QS Al Ahzab: 33). Konteks ayat ini pada waktu itu ditujukan untuk istri-istri Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; agar tetap di rumah dan boleh keluar rumah jika ada keperluan yang dibenarkan syari’at. Kita tidak meragukan lagi akan keilmuan dan ketaqwaan para istri Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Akan tetapi mereka diperintahkan untuk tetap tinggal di rumah mereka. Bagaimana dengan para wanita saat ini? Tentunya mereka harusnya lebih diperintahkan untuk tetap tinggal di rumah karena kurangnya ilmu dan ketaqwaan mereka jika di bandingkan istri-istri Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Inilah hukum asal untuk wanita, yaitu tetap tinggal di rumah jika tidak ada keperluan yang dibenarkan oleh syari’at. Kemudian bagaimana dengan keluarnya wanita dari rumah mereka untuk demo?!!&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak diragukan lagi fitnah dan kerusakan yang ditimbulkan sangatlah besar. Apakah merupakan ajaran islam membiarkan para wanita berteriak-teriak di jalan-jalan? Ini hanya salah satu kejelekan yang nampak dari demonstrasi. Di sana masih ada banyak kejelekan yang lain yaitu berbagai kerusuhan dan pengrusakan. Atau minimal mendzolimi para pengguna jalan, ketika demo dilakukan di jalan-jalan. Meskipun mereka menamakan demo mereka dengan aksi damai.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana Cara Menasehati Pemerintah ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; telah mengajarkan bagaimana cara menasehati pemerintah. Sebagaimana dalam hadits yang artinya, &lt;em&gt;“Siapa yang ingin menasehati penguasa, maka janganlah dia menampakkan dengan terang-terangan. Akan tetapi hendaklah dia mengambil tangannya lalu mereka berdua bersendirian denganny. Kalau dia menerimanya maka itulah yang diinginkan, dan kalau tidak menerimanya, maka dia telah menunaikan apa yang merupakan kewajibannya”&lt;/em&gt; (HR Imam Ahmad, dishahihkan Syaikh Al Albani). Beginilah Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; mengajarkan kepada kita.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Demikianlah pembahasan yang cukup ringkas ini. Semoga Allah menunjuki kita jalan kebenaran dari berbagai macam perselisihan yang ada dengan izin-Nya. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-5764366328556116539?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/9TKFoVlV21Y" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/9TKFoVlV21Y/islam-melarang-demosntrasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2009/12/islam-melarang-demosntrasi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-2407405197594585570</guid><pubDate>Wed, 09 Dec 2009 14:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-09T23:20:17.916+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ISLAM KAFFAH</category><title>Film Nabi, Virus Berkedok Agama</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img height="150" src="http://abiubaidah.com/wp-content/uploads/2009/12/television.jpg" title="television" width="200" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Tak henti-hentinya dan tak lelah-lelahnya, musuh-musuh Islam terus berjuang untuk memerangi kaum muslimin, baik berupa perang fisik seperti serangan mereka kepada saudara-saudara kita di &lt;b&gt;Maluku&lt;/b&gt; beberapa tahun lalu, &lt;b&gt;Palesthina&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Afghanistan&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Iraq&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Libanon&lt;/b&gt; dan lain sebagainya dengan penuh kebiadaban dan kebrutalan –semoga Allah menghancurkan mereka semua-.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Dan peperangan jenis lainnya yang mereka selalu eksis melancarkannya adalah &lt;i&gt;&lt;b&gt;ghozwul fikr&lt;/b&gt; &lt;/i&gt;(perang pemikiran) berupa virus &lt;b&gt;&lt;i&gt;syubhat &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;syahwat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;Contoh virus syubhat dan syahwat dapat kita temukan secara mudah dalam tubuh &lt;span style="color: maroon;"&gt;&lt;b&gt;Jaringan Iblis Liberal&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; yang tanpa malu menyebarkan kekufuran seperti &lt;b&gt;menolak hukum Allah&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;menghujat sunnah Nabi&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;membela Nabi palsu&lt;/b&gt; dan sebagainya. Adapun contoh syahwat  seperti pemikiran mereka tentang &lt;b&gt;kebebasan wanita&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;anti jilbab&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;membela pornografi/pornoaksi&lt;/b&gt; dan lain sebagainya. Maka sadarlah dan waspadalah wahai kaum muslimin dari makar mereka!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span id="more-607"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Di antara virus syubhat yang berbahaya adalah &lt;b&gt;film-film berkedok agama&lt;/b&gt; yang sekarang laris manis di dunia Televisi, salah satunya adalah film para Nabi dan sahabat yang biasanya muncul pada bulan-bulan Mulia. Bagaimana pandangan Islam tentangnya? Marilah kita ikuti kajian berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sejarah Film Nabi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hampir tak bisa dipungkiri lagi bahwa &lt;b&gt;peletak dasar pertama&lt;/b&gt; dunia film adalah kaum &lt;b&gt;Yahudi dan Nashrani&lt;/b&gt;. Nah, tatkala mereka melihat celah keuntungan yang besar dalam dunia film berbau agama, maka mereka mengerahkan segala upaya untuk membuat berbagai acara yang &lt;b&gt;berbau agama, terutama kisah-kisah para Nabi yang tercatat dalam Taurat dan Inji&lt;/b&gt;l. Oleh karenanya, kisah Nabi Musa dan Isa biasanya mendapatkan porsi yang lebih banyak dari lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun film tentang Nabi Muhammad, sampai detik ini belum diketahui adanya. Hanya saja, pada tahun&lt;b&gt; 1926 M&lt;/b&gt; seorang sutradara bernama &lt;b&gt;Yusuf Wahbi&lt;/b&gt; pernah berencana menfilmkan Nabi Muhammad yang akan dilakoni oleh salah seorang berbangsa Turki bernama &lt;b&gt;Widad Arfi&lt;/b&gt;, tetapi ide ini ditentang secara keras oleh &lt;b&gt;Azhar&lt;/b&gt;, bahkan sang pemain diancam akan dicabut identitas kenegaraannya bila dia tetap nekat melanjutkan programnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, belum ada yang mengetahui kalau ternyata &lt;b&gt;Widad Arfi adalah seorang yang beragama Yahudi&lt;/b&gt; sebagaimana terbukti setelah itu. Namun al-hamdulillah, ide tersebut tidak berjalan dan tidak diketahui kelanjutannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, sebuah produsen film Arab mengeluarkan sebuah film berjudul &lt;b&gt;“Muhammad Rasulullah” &lt;/b&gt;yang dilakoni oleh beberapa aktor dari berbagai bangsa; &lt;b&gt;Libia&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Kuwait&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Maghrib&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Bahrain&lt;/b&gt;. Film inipun direncanakan akan keluar dengan dua puluh bahasa Negara dunia, termasuk bahasa Arab. Namun, film inipun diingkari secara keras oleh para ulama dunia sehingga keluarlah ketetapan Para ulama dalam rapat &lt;b&gt;Robithoh Alam Islami di Mekkah&lt;/b&gt; tentang haramnya film tersebut dan melarang peredarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sorotan Sekilas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ada beberapa point penting yang perlu diperhatikan sebagai pengantar pembahasan ini:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bila kita perhatikan secara umum, dunia film adalah dunia hiburan. Jadi, biasanya tujuan pemirsa menyaksikan film adalah untuk &lt;b&gt;sekedar hiburan, mengisi waktu luang dan senda gurau bukan untuk mengambil pelajaran.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila kita perhatikan para pemain film, kebanyakan mereka &lt;b&gt;bukanlah orang-orang yang shalih&lt;/b&gt;, bertaqwa dan berakhlak baik. Jika seorang diantara mereka berperan sebagai orang shalih, itu hanyalah karena pekerjaan dan untuk mendapatkan uang, setelah itu dia akan kembali kepada wajah aslinya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hampir tidak ada perselisihan pendapat bahwa tujuan utama dunia film adalah untuk &lt;b&gt;meraup uang dengan memenuhi kepuasaan para pemirsa&lt;/b&gt;. Kalau demikian, maka mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyenangkan pemirsa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biasanya, mayoritas sejarawan &lt;b&gt;kurang perhatian tentang keotentikan sejarah&lt;/b&gt;, apalagi sebagian pengekor hawa nasfu yang ingin menyebarkan virus dalam sejarah dengan menyebarkan kisah-kisah dusta dan merendahkan sejarah yang shohih&lt;a href="http://abiubaidah.com/film-nabi.html/#_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Dampak Negatif Film Nabi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tidak diragukan lagi bahwa film Nabi siapapun hukumnya adalah &lt;b&gt;haram&lt;/b&gt;. Apapun alasan masalahatnya, harus diakui bahwa kerusakannya jauh lebih besar dan banyak, di antaranya:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Film Nabi akan menjurus kepada &lt;b&gt;kedustaan terhadap mereka, sebab bagaimanapun jelinya maka pasti akan ada tambahan dan pengurangan&lt;/b&gt;. Hal ini berarti menjurus kepada kedustaan kepada mereka yang merupakan kedustaan kepada Allah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggaplah bahwa film akan menampilkan kisah-kisah yang shohih saja dan bersih dari kedustaan, lantas bagaimana cara menfilmkan Nabi Adam dan Hawa yang memakan dari pohon? Pohon apakah itu? Bagaimana menfilmkan Nabi Musa yang sedang bermunajat kepada Allah? Bagaimana menfilmkan Nabi Yusuf ketika sedang dirayu oleh istri Raja Mesir? Bagaimana menfilmkan para Nabi yang dijuluki para kaumnya dengan gila dan penyihir?!&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Film Nabi akan menjurus kepada &lt;b&gt;pengkultusan kepada mereka&lt;/b&gt; dengan berlalunya waktu sehingga kejadian kaum Nabi Nuh dengan orang-orang shalih akan kembali berulang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Film Nabi akan &lt;b&gt;merendahkan kemulian dan kehormatan mereka&lt;/b&gt;, sehingga lunturlah keimanan dan penghormatan kepada mereka.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila kita amati para pemain yang akan berperan sebagai Nabi, kebanyakan mereka bukanlah orang yang shalih. Maka ini akan sangat merendahkan kedudukan Nabi dan ajang untuk permainan dan olok-olok.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Film Nabi akan &lt;b&gt;membuka celah perdebatan dan permusuhan di kalangan kaum muslimin&lt;/b&gt;, bahkan di kalangan sesama ahli kitab, padahal kita sangat membutuhkan keamanan dan tertutupnya pintu fitnah.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Kesimpulannya, para Nabi dan rasul adalah manusia yang terjaga dari aib dan kejelekan, sedangkan menfilmkan mereka merupakan pelecehan kepada mereka, maka marilah kita biarkan mereka tetap berwibawa dan terhormnat seperti semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ketetapan dan Fatwa Ulama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Para ulama masa kini telah bersepakat tentang haramnya film para Nabi, khususnya Nabi kita Muhammad. Adapun pendapat yang membolehkan dengan alasan sebagai pelajaran kepada para pemirsa maka ini adalah pendapat yang tidak dianggap. Di antaranya adalah fatwa ulama Lajnah Daimah Saudi Arabia no. 4723 Tanggal 11/7/1402 H, keputusan Majma’ Fiqih di Mekkah no. 6, keputusan Hai’ah Kibar Ulama di Thoif no. 107 Tanggal 2/11/1403, fatwa Lajnah Fatwa Mesir dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengganti Yang Shohih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukuplah bagi kita kisah-kisah Nabi yang shohih dalam Al-Qur’an dan hadits sebagai pelajaran yang bermanfaat. Allah berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُوْلِي الأَلْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثاً يُفْتَرَى وَلَـكِن تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu &lt;b&gt;bukanlah cerita yang dibuat-buat&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman&lt;/b&gt;. (QS. Yusuf: 111)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kesimpulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dengan keterangan di atas, maka dengan penuh kemantapan kita menyimpulkan haramnya film Nabi, baik dalam adegan panggung maupun film layar. Maka wajib bagi kita, khusunya kepada pemerintah untuk melarangnya secara keras. Kita memohon kepada agar menjadikan dalam hati kita pengaguangan terhadap para Nabi dan kecintaan kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Daftar Referensi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. &lt;i&gt;Ahkamu Fanni Tamtsil fil Fiqih Islami,&lt;/i&gt; karya Muhammad bin Musa ad-Daali, cet Maktabah Ar-Rusyd, KSA, cet pertama tahun 1429 H.&lt;br /&gt;
2. &lt;i&gt;Abhas Hai’ah Kibar Ulama,&lt;/i&gt; kumpulan Amanah Aa’mah Li Hai’ah Kibar Ulama, cet Ri’asah A’mah lil Buhuts wal Ifta’, cet ketiga 1428 H.&lt;br /&gt;
&lt;hr size="1" /&gt;&lt;a href="http://abiubaidah.com/film-nabi.html/#_ftnref1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Shurothul Adyan fi Sinema&lt;/i&gt; hlm. 32. &lt;br /&gt;
&lt;a href="http://abiubaidah.com/film-nabi.html/#_ftnref2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Tarikh Sinema fi Mesir&lt;/i&gt; hlm. 199.&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://abiubaidah.com/film-nabi.html/#_ftnref3"&gt;&lt;/a&gt; &lt;i&gt;Fatawa Ibnu Baz&lt;/i&gt; 1/413.&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://abiubaidah.com/film-nabi.html/#_ftnref4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Abhats Haiah Kibar Ulama&lt;/i&gt; 3/294-295.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ahkam Fanni Tamtsil&lt;/i&gt; hlm. 181-185.&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://abiubaidah.com/film-nabi.html/#_ftnref6"&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Majalah Al-Azhar&lt;/i&gt; edisi Rojab 1374 H.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-2407405197594585570?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/XdKTQ6iCBA4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/XdKTQ6iCBA4/film-nabi-virus-berkedok-agama.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2009/12/film-nabi-virus-berkedok-agama.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-4700801106569213786</guid><pubDate>Fri, 09 Oct 2009 12:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-09T23:20:17.917+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ISLAM KAFFAH</category><title>Menyoal Gaji PNS</title><description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini, ada sebuah pertanyaan yang pernah diajukan ke &lt;a href="http://alfurqon.co.id/"&gt;&lt;strong&gt;Majalah Al-Furqon&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, yang kemudian dijawab oleh &lt;a href="http://abiubaidah.wordpress.com/"&gt;&lt;strong&gt;Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Teks Pertanyaan:&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-115" title="fitnah harta" src="http://abiubaidah.files.wordpress.com/2009/10/fitnah-harta1.jpg?w=134&amp;amp;h=100" alt="fitnah harta" width="134" height="100" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;As-Salamu ‘alaikum&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Saya ingin bertanya kepada redaksi Al Furqon sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;1. Bagaimana &lt;strong&gt;hukum bekerja sebagai pegawai negeri&lt;/strong&gt;, karena sumber dana pemerintah selain dari dana halal juga dari dana yang tidak jelas seperti pariwisata, pajak? Apakah ada perincian lagi, kalau instasi pajak atau pariwisata tidak boleh tapi instasi lain boleh? Apakah kita termasuk wala’ (loyalitas –red) kepada taghut jika kita bekerja di sana?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;2. Apakah &lt;strong&gt;ikhtilat &lt;/strong&gt;(campur baur lawan jenis –red) di tempat kerja dapat dikatakan darurat karena hampir di semua tempat kita sulit menghindarinya?&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu xxxxx waru baru@xxxx.com.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Wa’alaikumus Salam wa Rahmatullahi wa Barakatuhu.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt; Dalam soal pertama ini ada tiga permasalahan penting yang membutuhkan keterangan yang jelas, apalagi pada zaman sekarang, dimana &lt;strong&gt;mayoritas manusia begitu ambisi mengejar dunia&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;acuh&lt;/strong&gt; terhadap &lt;strong&gt;hukum-hukum agama&lt;/strong&gt; sehingga tidak memperdulikan lagi apakah pekerjaan yang dia geluti selama ini diridhai oleh Allah ataukah tidak. Kita memohon kepada Allah bimbingan dan petunjuk untuk menjawab masalah penting ini dengan jawaban yang diridhaiNya dan memberikan rizki yang halal kepada kita serta menjauhkan kita semua dari rizki yang haram. Amiin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;A. Hukum Bekerja Sebagai Pegawai Negeri&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebelum kita memasuki inti permasalahan, ada baiknya kita memahami beberapa point penting berikut:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Syari’at Islam menganjurkan kepada kita untuk bekerja dan memberikan kebebasan kepada kita dalam memilih pekerjaan apa saja selagi pekerjaan tersebut halal.&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikian ditegaskan oleh Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 5/425, Al-Muru’ah wa Khowarimuha 205, Syaikh Masyhur bin Hasan Salman).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ أَنَّ النَّبِيَّ سُئِلَ : أَيُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ؟ قَالَ : عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُوْرٍ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Dari Rifa’ah bin Rafi’ bahwasanya Nabi pernah ditanya: Pekerjaan apakah yang paling baik? Beliau menjawab: “Pekerjaan seorang dengan tangannya sendiri dan setiap perdagangan yang baik”. (Shahih li ghairihi. Riwayat Al-Bazzar sebagaimana dalam Kasyful Astar 2/83/1257)&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;عَنِ الْمِقْدَامِ عَنِ النَّبِيِّ  قَالَ : مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ, وَإِنَّ نَبِيَّ اللهِ دَاوُدَ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Dari Miqdam dari Nabi bahwa beliau bersabda: Tidaklah seorang memakan makanan yang lebih baik daripada makanan dari hasil tangannya sendiri, dan adalah Nabiyullah Dawud makan dari hasil pekerjaannya sendiri”. (HR. Bukhari 2076)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dan juga berdasarkan kaidah berharga “&lt;strong&gt;Asal dalam muamalat adalah boleh dan halal&lt;/strong&gt;”.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh karenanya, apabila kita membaca sirah para salaf, niscaya akan kita dapati bahwa mereka berbeda-beda pekerjaannya, ada yang menjadi pedagang, petani, tukang kayu, tukang besi, tukang sepatu, penjahit baju, pembuat roti, pengembala, buruh dan seabrek pekerjaan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ketahuilah bahwa Syari’at membagi pekerjaan menjadi dua macam:&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pekerjaan haram&lt;/strong&gt;, seperti bekerja sebagai penyanyi, dukun, penjual khamr, pekerja di bank riba, pelacur, pencuri dan sejenisnya dari pekerjaan-pekerjaan yang dilarang oleh syari’at Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pekerjaan mubah&lt;/strong&gt;, contohnya banyak sekali, hanya saja sebagian ulama meneyebutkan bahwa “Pokok pekerjaan itu ada tiga: Tani, dagang, industri”. (Al-Hawi Al-Kabir 19/180, Al-Mardawi).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Masyhur bin Hasan&lt;/strong&gt; menambahkan: “Dan diantara pokok pekerjaan pada zaman kita sekarang -selain tiga di atas- adalah bekerja sebagai &lt;strong&gt;“pegawai”&lt;/strong&gt; dengan aneka macamnya. &lt;strong&gt;Hanya saja&lt;/strong&gt; terkadang sebagiannya bercampur dengan hal-hal yang haram atau makruh tergantung keadaan jenis pekerjaan itu sendiri. Para pekerjanya secara umum banyak mengeluh dari &lt;strong&gt;kurangnya barakah&lt;/strong&gt;. Di samping itu, pekerjaan ini juga menimbulkan &lt;strong&gt;dampak negatif&lt;/strong&gt; bagi mayoritas pegawai, diantaranya:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kurangnya tawakkal kepada Allah dalam rezeki&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banyaknya korupsi dan suap&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malas dalam bekerja dan kurang perhatian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sangat ambisi dengan gajian akhir bulan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banyaknya sifat nifaq di depan atasan”. (Lihat Al-Muru’ah wa Khowarimuha hal. 193-206).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Bekerja sebagai pegawai negeri -sebagaimana pekerjaan secara umum- diperinci menjadi dua:&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Apabila pekerjaan tersebut tidak ada kaitannya dengan perkara-perkara haram, maka hukumnya boleh, bahkan bisa jadi dianjurkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila pekerjaan tersebut berhubungan dengan perkara-perkara haram seperti pajak, pariwisata haram, bank ribawi dan sejenisnya, maka hukum kerjanya juga haram, karena itu termasuk tolong-menolong dalam kejelekan yang jelas diharamkan dalam Islam.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوْا عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan tolong menolonglah dalam kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran. Dan bertaqawalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya . (QS. Al-Maidah: 2)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;عَنْ جَابِرٍ قَالَ : لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ آكِلَ الرِّبَا وَمُوْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ : هُمْ سَوَاءٌ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari Jabir berkata: Rasulullah melaknat pemakan riba, pemberinya, sekretarisnya dan dua saksinya. Dan beliau bersabda: Semuanya sama. (HR. Muslim: 1598)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;B. Hukum Gaji Dari Pemerintah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gaji pegawai negeri tergantung kepada pekerjaan itu sendiri:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;1. Apabila dari pekerjaan yang haram, maka gajinya juga haram.&lt;/strong&gt; Nabi bersabda:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;إِنَّ اللهَ إِذَا حَرَّمَ شَيْئًا حَرَّمَ ثَمَنَهُ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya Allah apabila mengharamkan sesuatu, maka Dia mengharamkan pula hasil (upahnya)”. (HR. Ahmad 1/247, 293 dan Abu Dawud 3488 dan dishahihkan Ibnu Qayyim dalam Zadul Ma’ad 5/661)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;عَنْ أَبِيْ مَسْعُوْدِ الأَنْصَارِيِّ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ نَهَى عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَمَهْرِ الْبَغِيِّ وَحُلْوَانِ الْكَاهِنِ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Mas’ud Al-Anshari bahwasanya Rasulullah melarang dari uang hasil jual anjing, mahar (upah) pelacur dan upah dukun. (HR. Bukhari 2237 dan Muslim 3985)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2. Apabila gajinya dari pekerjaan yang halal, maka gajinya juga halal, sekalipun sumber dana pemerintah yang digunakan sebagai gaji tersebut bercampur antara halal dengan haram, selagi dia tidak mengetahui bahwa uang gaji yang dia terima jelas-jelas haram.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lebih jelasnya, masalah ini dibangun di atas beberapa kaidah:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Asal segala sesuatu adalah halal&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kaidah agung ini berdasarkan dalil-dalil yang banyak sekali dari Al-Qur’an dan sunnah. Sumber dana pemerintah yang bercampur antara halal, haram dan syubhat, selagi tidak diketahui secara pasti bahwa uang yang dia terima adalah uang haram maka termasuk dalam kaidah ini. Patokan masalah ini tergantung pada keyakinan hati, bukan pada kenyataan perkara, artinya jika dia mengambil uang gaji tersebut yang kenyataannya adalah tidak halal tetapi dia tidak mengetahuinya maka hukumnya boleh.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Para ulama ahli fiqih menyebutkan bahwa harta yang di tangan para pencuri, atau titipan dan pergadaian yang tidak diketahui pemiliknya apabila tidak mungkin untuk dikembalikan kepada pemiliknya maka wajib dishodaqohkan atau diberikan ke baitul mal, dan harta tersebut bagi orang yang diberi shodaqoh adalah halal, padahal telah dimaklumi bersama bahwa harta tersebut adalah jelas-jelas milik orang lain yang tidak bisa dikembalikan kepada pemiliknya. Jika harta tersebut saja halal, maka harta yang tidak diketahui keadaannya dan tidak dipastikan kejelasannya tentu saja lebih jelas kehalalannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Agama Islam dibangun di atas kemaslahatan dan membendung kerusakan&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dana pemerintah tersebut pasti diberikan, mungkin diberikan kepada orang yang tidak berhak menerimanya, atau kepada orang yang berhak menerimanya, dan tentu saja yang kedua ini lebih berhak menerimanya. Seandainya ahli agama yang berhak menerimanya tidak mau menerima uang dari dana pemerintah tersebut lalu diambil oleh orang yang tidak berhak menerimanya, maka akan terjadi kerusakan yang banyak sekali dan akan terhambat kemaslahatan yang banyak, padahal syari’at Islam dibangun di atas kemaslahatan dan menghilangkan kerusakan.(Lihat Al-Ajwibah As-Sa’diyyah ‘anil Masaail Al-Kuwaitiyyah hal. 163-164 oleh Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di, tahqiq Dr. Walid bin Abdillah).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Rasulullah menerima hadiah dan memenuhi undangan makanan dari Yahudi, padahal kita tahu semua bahwa Yahudi memakan uang dengan bathil dari riba dan lain sebagainya.&lt;/strong&gt; Lantas bagaimana kiranya hukum menerimanya dari seorang muslim?! Jelas lebih halal.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;C. Apakah Bekerja Di Pemerintahan Termasuk Wala’ (loyalitas) Kepada Taghut?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa point penting yang harus kita fahami dalam masalah ini:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Masalah berhukum dengan selain Allah termasuk masalah basar yang menimpa para pemerintah pada zaman kita sekarang, maka hendaknya kita tidak tergesa-gesa dalam menghukumi mereka dengan hukum yang tidak berhak bagi mereka sehingga masalahnya benar-benar jelas bagi kita, karena ini sangat berbahaya sekali. Kita memohon kepada Allah agar memperbaiki para penguasa kaum muslimin. (Syarh Tsalatsah Utsul hal. 159 oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Menvonis para pemerintah yang tidak berhukum dengan selain Allah dengan taghut berarti itu mengkafirkan mereka, ini jelas keliru karena madzhab salaf memerinci masalah ini; apabila dia berhukum dengan selain hukum Allah dari undang-undang manusia dan hukum-hukum jahiliyyah, dengan mengingkari wajibnya berhukum dengan hukum Allah, atau berpendapat bahwa hukum Allah tidak relevan pada zaman sekarang, atau berpendapat sama saja berhukum dengan hukum Allah  atau selainnya maka dia kafir, tetapi apabila dia berhukum dengan mengakui wajibnya berhukum dengan hukum Allah dan tidak mengingkarinya, tetapi karena ambisi terhadap dunia, maka dia adalah fasiq. (Lihat kembali makalah “Hukum Islam Vs Hukum Jahiliyyah” dalam Al Furqon edisi 11/Th.III, “Fitnah Takfir” edisi 10/Th. III, “Berhukum Dengan Hukum Allah” edisi 8/Th. IV).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Anggaplah kalau mereka memang melakukan kekufuran nyata, bukankah menvonisnya dengan kekafiran memiliki kaidah-kaidah yang tidak ringan?! Harus terpenuhi syarat dan hilang segala penghalangnya?! Sudahkah kita menegakkan hujjah kepada mereka?! Bukankah mayoritas mereka melakukannya karena kebodohan dan taklid buta?!&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Anggaplah  juga bahwa pemerintah adalah taghut dan kafir, tetap tidak bisa kita pukul rata bahwa  setiap para pegawai pemerintahnya adalah kafir. Sungguh ini adalah pemikiran menyimpang Khawarij yang sesat, karena haramnya wala’ (loyalitas) kepada orang-orang kafir bukan berarti haramnya muamalah dengan mereka dalam hal-hal yang mubah (boleh). Itu kalau kita anggap bahwa pemerintah kafir, lantas bagaimana kiranya kalau pemerintah masih mendirikan shalat?! (Lihat tulisan “Pembaikotan Produk Orang Kafir” edisi 12/Th. IV)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, kami mengatakan seperti apa yang dikatakan oleh &lt;strong&gt;Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan&lt;/strong&gt; -semoga Allah menjaganya-:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;“Saya tidak percaya kalau ada seorang muslim yang wala’ (loyal) terhadap orang-orang kafir, tetapi kalian mengartikan wala’ (loyal) bukan pada tempatnya. Kalaulah memang ada yang loyal kepada orang kafir, maka dia adalah orang yang jahil atau non muslim. Adapun orang muslim maka dia tidak mungkin loyal kepada orang kafir, tetapi ada beberapa perkara yang kalian menganggapnya loyal padahal tidak, seperti jual beli dengan orang kafir atau memberi hadiah orang kafir…”. (Al-Fatawa Syar’iyyah fil Qodhoya ‘Ashriyyah hal. 95, kumpulan Muhammad Fahd Al-Hushayyin).&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2. Bekerja di tempat yang ikhtilath (campur baur antara lawan jenis) tidak keluar dari dua keadaan:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pertama: &lt;/strong&gt;Apabila di sana ada tempat, ruangan atau kantor khusus bagi kaum laki-laki sendiri, dan bagi kaum wanita sendiri, maka hukumnya boleh.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Kedua:&lt;/strong&gt; Apabila dalam satu tempat, ruangan atau kantor bercampur antara laki-laki dan perempuan, maka tidak boleh, sebab hal itu adalah pintu fitnah dan kerusakan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nabi telah memperingatkan kepada umatnya dari fitnah kaum wanita dalam sabdanya&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;مَا تَرَكْتُ بَعْدِيْ فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;“Tidaklah saya tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum pria daripada fitnah wanita”. (HR. Bukhari 5096 Muslim 6880)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sampai-sampai dalam &lt;strong&gt;tempat ibadah sekalipun&lt;/strong&gt;, Nabi menganjurkan adanya &lt;strong&gt;jarak jauh&lt;/strong&gt; antara laki-laki dan perempuan, sebagaimana sabdanya:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;خَيْرُ صُفُوْفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوْفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;“Sebaik-baik shaf (barisan shalat) kaum wanita adalah yang paling akhir dan sejelek-jeleknya adalah yang yang paling depan”. (HR. Muslim 440)&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nabi mengatakan sejelak-jelaknya adalah barisan yang terdepan disebabkan lebih dekat dengan barisan kaum lelaki. Demikian pula sebaik-baiknya adalah yang belakang dikarenakan lebih jauh dari kaum lelaki.Hadits ini sangat jelas sekali menunjukkan bahwa syari’at Islam sangat menekankan adanya jarak antara kaum laki-laki dengan wanita. Dan barangsiapa memperhatikan kejadian-kejadian yang terjadi pada umat, niscaya akan jelas baginya bahwa dalam ikhtilath antara lawan jenis merupakan penitu kerusakan dan fitnah hingga sekarang”. (Lihat Fatawa Nur Ala Darb hal. 82-83 oleh Syaikh Ibnu Utsaimin).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Baz&lt;/strong&gt; juga berkata:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;“Adapun ikhtilath antara kaum lelaki dan wanita di tempat kerja atau perkantoran padahal mereka adalah kaum muslimin, maka hukumnya adalah haram dan wajib bagi orang yang memiliki wewenang di tempat tersebut untuk memisahkan tempa/ruangan antara kaum lelaki dan wanita, sebab dalam ikhtilat terdapat kerusakan yang tidak samar bagi seorangpun”. (Fatawa Haiah Kibar Ulama 2/613, Fatawa Ulama Baladi Haram hal. 532).&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, kita berdoa kepada Allah agar menambahkan bagi kita ilmu yang bermanfaat dan meneguhkan kita di atas agamaNya. Amiin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-4700801106569213786?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/usGEs4XrEqg" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/usGEs4XrEqg/berikut-ini-ada-sebuah-pertanyaan-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2009/10/berikut-ini-ada-sebuah-pertanyaan-yang.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-4049911935776811219</guid><pubDate>Sat, 05 Sep 2009 15:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-05T22:26:16.590+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JIHAD FII SABILILLAH</category><title>Kontoversi Dalam Kasus Penangkapan Pimpinan Arrahmah.com</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.arrahmah.com/images/thumbnails/09/poj_dpo_r190x.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 122px;" src="http://www.arrahmah.com/images/thumbnails/09/poj_dpo_r190x.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perkembangan pengungkapan kasus terorisme semakin nglambyar (melebar-JAWA) kemana-mana. Salah satunya dengan penengkapan M Jibriel Abdulrahman, pimpinan Ar Rahmah Media dan pengelola situs Arrahmah.com. Atasnama kasus terorisme, Jibril (berdasarkan keterangan Arrahmah.com) diculik oleh orang tidak dikenal, setelah sehari sebelumnya menjadi daftar pencarian orang (DPO) polisi. Apa yang bisa dilihat dari peristiwa ini?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;Penting rasanya melihat kasus ini dari sudut pandang "apa itu Arrahmah.com"? Bagi yang belum pernah mengunjungi Arrahmah.com, secara sederhana situs ini bisa didefinisikan sebagai media online, seperti detik.com, vivanews.com dll. Sebagai sebuah situs internet, Arrahmah.com pun secara fair menjelaskan dengan detail mengenai "jenis kelamin" media itu. Dalam rubrik Tentang Kami, Arrahmah mendefinisikan diri sebagai "jaringan media Islam yang bertujuan memberikan informasi berimbang tentang Islam dan dunia Islam di tengah-tengah arus informasi modern dan globalisasi."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agar lebih lengkap, bisa diklik link ini: &lt;a href="http://www.arrahmah.com/index.php/info/about"&gt;http://www.arrahmah.com/index.php/info/about&lt;/a&gt;/ Arrahmah.com juga secara terbuka menjelaskan susunan redaksi (klik &lt;a href="http://www.arrahmah.com/index.php/info/redaksi/"&gt;http://www.arrahmah.com/index.php/info/redaksi/&lt;/a&gt;) dan bagaimana cari mengontak mereka dengan menghubungi email (klik:&lt;a href="http://www.arrahmah.com/index.php/contact/"&gt; &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.arrahmah.com/index.php/contact/"&gt;http://www.arrahmah.com/index.php/contact/&lt;/a&gt;). Lantas, apakah Arrahmah.com bisa disebut sebagai pers Indonesia? Jawabannya: IYA.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti yang diatur dalam UU No. 40 tahun 1999 tentang pers termuat, definisi pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia. Karena itulah, penting sekiranya polisi menghormati Arrahmah.com seperti menghormati pers Indonesia lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Arrahmah.com terkait dengan terorisme atau jaringan Noordin M. Top? Jawaban dari pertanyaan ini tentu saja sepenuhnya menjadi domain polisi. Hanya saja, perlu digarisbawahi, polisi tidak bisa mengaitkan Arrahmah.com dengan jaringan terorisme hanya berdasarkan pada content atau isi situs Arrahmah.com. Dengan bahasa yang lebih sederhana, apapun yang dimuat Arrohman.com tidak lantas bisa "dihakimi" sebagai keterlibatan dengan kelompok tertentu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti aturan main pers yang sudah disepakati, pers Indonesia tunduk pada dua regulasi; UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Nah, polisi sebagai penegak undang-undang, harusnye melihat, apakah Arrahmah.com melanggar UU Pers atau tidak. Bila memang dianggap melanggar, maka hendaknya polisi menyebutkan bukti-bukti mengenai hal itu. Ingat, polisi tidak bisa sendirian, harus disertai dengan lembaga negara yang ahli di bidang pers, yakni Dewan Pers. Apalagi bila situs yang berjejaring dengan media Islam dari seluruh dunia ini dianggap melanggar Kode Etik Jurnalistik.Posisi Dewan Pers tidak bisa lagi diabaikan. Sebagaimana tertulis dalam Kode Etik Jurnalistik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Penilaian akhir atas pelanggaran kode etik jurnalistik dilakukan Dewan Pers. Sanksi atas pelanggaran kode etik jurnalistik dilakukan oleh organisasi wartawan dan atau perusahaan pers."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh: Iman D. Nugroho&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-4049911935776811219?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/6XRJnkq3jIA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/6XRJnkq3jIA/kontoversi-dalam-kasus-penangkapan.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2009/09/kontoversi-dalam-kasus-penangkapan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-6270671969218901113</guid><pubDate>Sat, 05 Sep 2009 14:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-05T22:26:16.590+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JIHAD FII SABILILLAH</category><title>Dari Yang Terdzalimi</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.arrahmah.com/images/thumbnails/09/waronislam_r190x.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 137px;" src="http://www.arrahmah.com/images/thumbnails/09/waronislam_r190x.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;Serangan yang dilancarkan secara terus menerus melawan dunia Barat dan kepentingan-kepentingannya&lt;/span&gt; semakin meluas dan meningkat frekuensinya. Kasus berkaitan dengan aksi-aksi tersebut harusnya diteliti secara seksama, apa yang menstimulus aksi-aksi tersebut. Aksi-aksi tersebut wajar kalau meningkat karena aksi tersebut merupakan respon terhadap perang yang dilancarkan oleh AS dan sekutu-sekutunya, dan tentunya aksi tersebut akan terus berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan yang mesti ditanyakan adalah apa-apa yang menjadi motivasi seseorang sehingga melakukan aksi seperti 11 september 2001 (WTC) dan lain-lain, yang menyebabkan kerusakan dan kematian banyak orang ? apa yang dapat memotivasi seseorang untuk melakukan mutilasi terhadap tubuh-tubuh tentara AS dan meletakkanya di jalan sebagaimana mereka telah melakukan di Fallujah? Apa yang memotivasi seseorang untuk mengikatkan diri mereka dengan bom dan meledakkannya di tengah-tengah musuh yang mana mereka sendiri dapat mengetahui bahwa dengan aksi mereka itu dapat mengorbankan hidup mereka?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ketika seseorang melakukan kejahatan yang mengerikan seperti mutilasi, menahan orang, membunuh, perbuatan perkosaaan atau menyiksa anak kecil yang dirawatnya sendiri, muncul pertanyaan, apa sebab di balik perbuatan itu ? Apa yang menghantarkan orang melakukan perbuatan tersebut pertama kali ? Analisis dilakukan berdasar latar belakang dari orang ini, masa kecilnya dan didikan/asuhan yang diterimanya, untuk menguraikan kemungkinan alasan untuk menjelaskan sebab perbuatan kejahatan yang buruk itu ?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang psikolog akan memulai analisisnya dari mentalitas seseorang yang membawa semua kemungkinan faktor yang perlu untuk dipertimbangkan dalam rangka mencoba dan memahami alasan dari orang ini dan diakhir analisis mereka akan ditemukan dalam beberapa eksperimen pasti bahwa kekejaman/ kebiadaban yang terjadi pada masa kanak-kanak mereka mengakibatkan mereka melakukan cara/ sikap ini pula dikemudian hari kelak dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua proses di atas merupakan investigasi analisis yang dilakukan untuk mencoba dan memahami kenapa seseorang melakukan sebuah kejahatan sehingga dari sini dapat diambil cara untuk mencegahnya, akan tetapi ketika ada orang melakukan perbuatan terorisme tidak ada satu risetpun dilakukan, terlebih orang yang melakukan perbuatan tersebut dipercayai dengan propaganda bahwa semua Muslim adalah ekstrimis dan memiliki sifat alamiah membunuh orang lain. Propaganda ini akan berpengaruh mengalihkan umat dari kebenaran sebab perbuatan tersebut dan kebenaran alasan kenapa mereka melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita teliti mentalitas rata-rata Muslim yang ada di negara seperti Iraq, Afghanistan atau Palestina, semua orang Muslim yang hidup di sana menghadapi tekanan dan pertumpahan darah selama bertahun-tahun. Hidup di negeri tersebut, seseorang akan berhadapan dengan kematian dan kehancuran setiap hari, dengan realita ancaman atas kehidupannya sendiri sewaktu-waktu. Bom-bom terus menerus meledak di negerimu tanpa pandang bulu, merusak rumah-rumahmu dan menghancurkan mesjid-mesjid di lokasimu menjadi puing-puing sehingga jumlahnya menjadi sedikit, membunuh keluargamu dan teman-temanmu, memperkosa wanita-wanita kaummu, semua kejadian itu terjadi dengan menggunakan kekerasan secara paksa dan kamu sendiri yang menyaksikan semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Palestina umat muslim disana dihinakan setiap hari dengan menjalani cek keamanan sewaktu-waktu yang membuat perasaan seperti aneh hidup di negeri sendiri, tugas yang sederhana menjadi tugas yang komplek dan beban yang berat. Di Iraq umat muslim menghadapi ancaman yang serupa, mereka menjalani pemeriksaan keamanan sewaktu-waktu oleh kekuatan penjajah. Orang-orang tersebut memiliki kehidupan yang hancur karena akibat dari kekuatan agresi, mereka hidup dalam kegelisahan, hidup dalam ketakutan dengan ancaman serangan yang mungkin terjadi secara tiba-tiba. Umat muslim yang hidup disana melihat komunitasnya dimusnahkan, kaumnya dipenjara dan disiksa, mereka kehilangan semua yang mereka miliki dan barang-barang harta benda yang mereka punyai akibat bom dan perampasan. Kehormatan mereka dihinakan, keimanan/keyakinan mereka diolok-olok dan intelegensi mereka juga dicela/dihina. Coba tanyakan pada dirimu sendiri, mentalitas apa yang dimungkinkan ada pada orang-orang yang mengalami peristiwa seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Setelah mengetahui semua pengalaman hidup yang mereka (umat muslim) alami pihak musuh sama sekali tidak menyesal terhadap apa yang telah mereka lakukan dan tidak peduli terhadap semuanya itu, pihak musuh hanya peduli pada diri mereka sendiri dan kepentingan-kepentingannya&lt;/span&gt;. Musuh berniat untuk mencuri harta umat dengan mengklaim bahwa mereka datang untuk menolong umat muslim dengan tangan yang terbasuh oleh darah yang disembunyikan dipunggung mereka. Umat muslim hanya bisa melihat bahwa mereka memiliki satu musuh yaitu orang-orang salib yang bersekutu dengan AS, umat muslim melawan mereka dengan kemarahan dan kebencian yang amat besar terhadap mereka karena merekalah yang menjadi sebab atas semua masalahnya. Orang-orang muslim tersebut secara realita tidak memiliki senjata untuk berperang kecuali dengan apa yang mereka miliki yaitu digerakkan oleh iman mereka (keyakinan dalam Islam) seperti seseorang yang mengorbankan hidupnya untuk menciptakan bahaya atas musuh adalah sesuatu yang bisa dia lakukan, dalam beberapa kasus hanya itulah sesuatu yang bisa dia perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan seseorang yang melakukan aksi 11 September dan bom di Madrid karena tidak ada sesuatupun perbandingan penderitaan apapun yang melebihi dari apa yang telah dia dan teman-temannya alami. Mentalitasnya telah membawanya pada kebencian yang sangat terhadap musuh (AS) dan perbuatannya merupakan respon/tanggapan terhadap apa yang telah mereka alami. Dalam faktanya, seluruh generasi dari umat akan terlahir dengan membawa mentalitas ini dan akan menghantarkan pada kemusnahan rezim Barat dimasa yang akan datang dan itu merupakan cita-cita mereka dalam dien. Apakah mengherankan jika nanti mendengar bahwa umat muslim melakukan aksi teror melawan rezim Barat sebagai salah satu aksi yang berarti mempertahankan diri mereka? Apakah heran mengetahui bahwa umat muslim membawa kebencian terhadap rezim Barat? Dan menyimpan kebencian pula terhadap orang-orang yang mendukung dan mengizinkan pemerintahannya meneruskan tekanan/kedhaliman ini? Apakah mengherankan jika umat muslim menginginkan rezim Barat pergi dari tanah-tanah mereka dan mengambil hak “kebebasan” dan kemerdekaan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang terekspos aksi-aksi seperti itu, coba tebak tipe mentalitas apa yang akan dimiliki atas anak yang dibesarkan dengan lingkungan demikian? Dapat dipastikan anak ini akan mengetahui bahwa AS adalah negara yang harus bertanggung jawab atas pembunuhan keluarganya, pengrusakan komunitasnya, pemerkosaan saudara-saudaranya, pencurian atas kekayaannya dan sebab atas semua bahaya dan penderitaan yang telah dialaminya. Seorang anak yang tumbuh dalam lingkungan ini akan memiliki gambaran yang jelas siapa orang yang patut disalahkan atas situasi ini dan siapa realita musuhnya. Anak ini akan tumbuh menjadi seorang mujahid, orang yang tidak menginginkan apapun melainkan pembalasan dendam atas musuh untuk apa yang telah mereka lakukan, misi dalam hidupnya adalah menciptakan kerusakan yang maksimal kepada musuhnya atas penderitaan dan kesedihan yang mendalam yang terpaksa dia tahan selama ini. Dia akan melakukan apapun yang bisa dilakukan untuk mengalahkan kedholiman rezim tersebut dan membebaskan orang-orang dari pembunuhan yang kejam serta membebaskan orang-orang dari politik hegemoni yang diterapkan di negeri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentalitas ini bagaimanapun tidak hanya terbatas pada orang-orang yang tinggal dan hidup di negara tersebut, lebih dari itu mentalitas tersebut teraplikasi atas seluruh umat muslim yang ada di dunia karena kita diikat secara bersama-sama oleh iman. Karena itulah kita disatukan dalam satu persaudaraan. Rasulullah Muhammad SAW. Mengatakan ; umat muslim adalah satu bangsa, tanah kita adalah satu dan perang kita adalah satu. Dalam riwayat lain Beliau bersabda : Bahwa umat muslim adalah satu tubuh, ketika satu bagian tubuh menderita maka bagian tubuh yang lain akan merasakan sakit. Karenanya rasa lapar, rasa takut, rasa sakit dan derita yang dirasakan oleh umat muslim di negara-negara tersebut secara langsung juga dirasakan oleh kita dalam hati kita, tangisan mereka dan jeritan mereka didengar oleh kita karena itulah kita harus meresponnya, airmata mereka adalah air mata dari ibu dan bapak kita, penderitaan mereka adalah penderitaan dari keluarga kita, pembunuhan dan tertumpahnya darah mereka adalah pembunuhan dan tertumpahnya darah dari komunitas kita, penghinaan terhadap mereka adalah penghinaan buat kami juga, perang mereka adalah perang kami pula dan respon mereka adalah respon kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia menyaksikan gambaran dari tahanan-tahanan muslim di Iraq, gambaran yang dimunculkan ke dunia bahwa tahanan-tahanan muslim di Iraq penuh dengan kebiadaban dan siksaan yang kejam, tidaklah itu dilakukan kecuali oleh orang-orang yang berusaha menimpakan kesalahan pada orang lain. Kenyataannya kebohongan semacam ini memang diciptakan di Iraq dan ini suatu hal yang amat menggelikan, ini adalah bukti tanpa keraguan bahwa kekuatan AS dan Inggris telah terlibat di dalamnya selama beberapa tahun yang lalu dimana pemerintah setempat telah mengetahui akan hal itu dan mereka dengan sengaja tampak tidak tahu menahu supaya praktek ini tampak sebagai suatu yang wajar terjadi. Mereka berusaha untuk tutup mulut agar kebenaran yang sesungguhnya tidak terketahui oleh dunia. Pemerintah Barat tidak peduli akan kehidupan dan kehormatan umat muslim, mereka tidak peduli tentang penderitaan dan kehinaan yang kita alami, mereka hanya memperdulikan posisi mereka dan mengambil manfaat dari posisinya itu. Mentalitas apa yang dapat kamu prediksi pada orang yang mengalami penderitaan di bawah kedzoliman para tentara AS dan sekutunya? Mentalitas apa yang akan dibawa oleh seseorang yang menyaksikan siksaan demi siksaan atau mendengar aksi-aksi seperti itu selain melakukan perlawanan terhadap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siksaan yang kita terima di Iraq bukan suatu berita yang baru bagi umat muslim, kita telah mengalami perlakuan seperti ini dari rezim-rezim terdahulu sebelumnya beberapa kali akan tetapi satu hal yang nyata dalam benak kami berkaitan dengan airmata buayamu dan permintaan maafmu, kami berjanji bahwa kami tidak akan pernah melupakan perbuatan kebiadaban ini dalam menindas umat kami dan kami tidak akan pernah mampu menghapus tangisan dari umat kami dari ingatan kami. Kami berjanji bahwa kami tidak akan pernah beristirahat hingga setiap tetesan darah yang keluar dari umat muslim dapat terbalaskan dan setiap airmata yang tertumpahkan atas apa yang mereka lakukan dapat tergantikan. Kami berada di antara umat yang di dalamnya terdapat orang-orang yang akan mencurahkan kehidupan mereka agar dapat menjamin bahwa ini akan menjadi sebuah realita, orang yang menginginkan kematian di jalan Allah dimana kamu justru menginginkan kehidupan, orang yang tidak takut kepada siapapun melainkan hanya kepada Allah SWT yang maha kuasa. Tentara Allah di muka bumi ini akan mencari kamu dimanapun kamu berada dan mereka akan membawamu kepada kematian dan kerusakan dimana kamu telah melakukannya kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Allah! Ampunilah kami jika kami lalai dalam melaksanakan kewajiban kami terhadap-Mu, Ampunilah kami jika kami membiarkan umat kami terlarut dalam kemalasan atau mengejar kepuasan terhadap diri sendiri. Ya Allah! Ampunilah kami jika kami tidak merespon tangisan dari saudara-saudara kami, ampunilah kami karena membiarkan umat turun tingkatan keimanannya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Allah! Hadirkanlah dari umat ini orang yang berdiri tegap untuk mempertahankan kehormatan umat muslim, hadirkanlah orang yang berjuang mengembalikan kemuliaan umat kami, hadirkanlah orang yang akan selalu meninggikan kalimat-Mu.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Allah! Kuatkanlah umat muslim, kembalikanlah kehormatan dan martabat umat muslim.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Allah! Hancurkanlah musuh-musuh Islam dan kaum muslimin, hancurkanlah orang-orang kafir dan kekuasaan mereka yang menguasai kami, jatuhkanlah dan hinakanlah orang-orang kafir sebagaimana mereka telah melakukannya pada kami.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Allah! Jadikanlah kami berada diantara orang-orang yang berperang dan berjuang untuk mencapai rahmat-Mu di akherat kelak.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-6270671969218901113?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/0-mDAYQGgOs" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/0-mDAYQGgOs/dari-yang-terdzalimi.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2009/09/dari-yang-terdzalimi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-5134456236072923</guid><pubDate>Sat, 05 Sep 2009 14:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-05T22:26:16.590+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JIHAD FII SABILILLAH</category><title>Menanggapi Tulisan Brigjen Anton Tabah: Memberantas Terorisme Tanpa Distorsi Agama</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.arrahmah.com/images/thumbnails/09/densus_88_r190x.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 129px;" src="http://www.arrahmah.com/images/thumbnails/09/densus_88_r190x.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mencermati pengumuman resmi Polri, 12 Agustus 2009, yang menyatakan, ‘teroris yang tewas dalam penggerebegan di Jati Asih Bekasi adalah Air (Ari?) Setyawan dan Eko. Sedangkan korban yang tewas di rumah Muzahri di desa Beji Temanggung, Jawa Tengah, bukan Noordin M. Top, melainkan si peñata bunga Ibrohim. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu, siapa pelaku bom di Hotel JW Marriott dan Ristz Carlton, 17 Juli 2009, yang menewaskan 9 orang, dan 41 orang luka-luka itu? Sampai sekarang, tidak seorang pun tahu, tidak ada pula yang dapat memberi klarifikasi. Ibrahim yang dicurigai sebagai arsitek bomber dalam ledakan di JW Marriot, justru menjadi korban salah bunuh pada 8/8/09, persis nomor Densus 88 antiteror. Sedangkan Noordin M. Top belum tertangkap.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejak perburuan teroris dilakukan polisi, sudah banyak anggota masyarakat yang menjadi korban salah tangkap, salah tembak, dan salah bunuh, hanya karena dicurigai menjadi bagian dari jaringan teroris. Bagi polisi, ‘Teroris itu orang jahat, maka tidak salah membunuh mereka kapan saja dan dimana saja’. Hal ini, tentu saja mengundang keprihatinan dan menimbulkan ketakutan di tengah-tengah masyarakat. Padahal, mereka yang dibunuh itu, hampir pasti belum terbukti berbuat teror. Baru ‘diduga’ sebagai jaringan teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa terorisme harus dibasmi, iya. Tetapi tindakan pembunuhan tanpa melalui proses pengadilan, jelas melanggar hukum. Ada pihak yang mengatakan, ‘bila tidak didahului maka teroris akan mendahului membunuh polisi.’ Jika logika ini digunakan, lalu apa bedanya polisi dengan teroris?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Distorsi Agama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi panik dan kebingungan, muncullah berbagai spekulasi intelijen, termasuk menggunakan tafsir safsathah (semau gue) untuk mendiskreditkan ayat-ayat Al Qur’an sebagai postulat terorisme. Akibatnya, arah pemberantasan terorisme mengalami disorientasi. Pada awalnya adalah perang global Amerika melawan mujahidin Al Qaidah, kini berubah menjadi isu lokal yang diklaim mengancam keselamatan kepala Negara. Semula hendak memberantas teroris, malah kini menyerang pemikiran dan faham keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brigjen Anton Tabah, staf Ahli Kapolri, adalah salah seorang yang melakukan generalisasi menggunakan tafsir safsathah itu. Dalam tulisan berjudul ‘Terorisme Sembunyi di Bungker-bungker’ yang dimuat Harian Kedaulatan Rakyat, 15 Agustus 2009, Anton Tabah mengopinikan bahwa pengetahuan dan pemahaman agama yang dangkal menjadi aspek religius pemicu terorisme. Sebab, kata Anton, orang akan mudah menokohkan seseorang yang dipandang pandai di bidang agama dan menerima ajaran-ajaran dari kitab suci secara hitam putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anton Tabah: “Biasanya yang membuat orang ekstrem dan radikal adalah firman Allah (Quran) Surat V ayat 44, 45 dan 47, yang artinya, “Barangsiapa tidak memakai hukum Allah maka ia Kafir, Dhalim, dan Fasik.” Dimana Kafir, Dhalim, dan Fasek adalah golongan ahli neraka. Jika seseorang terkunci pemahamannya pada ayat-ayat ini secara hitam putih maka ia akan menjadi ekstrem radikal. Dari sinilah biasanya “ustadz perekrut” calon-calon anggota teroris memanfaatkan kedangkalan masyarakat terhadap agamanya. Inilah antara lain jawaban kenapa jaringan teroris di Indonesia mampu merekrut anggota-anggota baru.” (KR 14/8, hal 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut di atas merupakan koreksi terhadap sikap orang-orang yang enggan menaati tuntunan Allah dan Rasul-Nya, yang mengutamakan pendapat dan dorongan nafsunya daripada syariat Allah Swt. Para mufassir memahami ayat ini sebagai kewajiban penguasa menjalankan syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang mengingkari dan menolaknya dinyatakan kafir, bila penolakan tersebut dilandasi keyakinan bahwa Syariat Islam tidak layak untuk mengatur umat manusia. Label dzalim dikenakan, misalnya pada seorang hakim yang menangani suatu perkara, dia lebih memilih hukum lain padahal syariat Allah mengatur perkara yang ditangani. Demikian pula, seseorang disebut fasek karena durhaka pada Allah. Menyakini kebenaran dan keadilan hukum Allah, tapi menolak mengamalkannya, malah memilih hukum sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ketiga ayat tersebut di atas tidak ada kaitannya dengan tujuan maupun motivasi terorisme. Tidak ada seorang mufassir pun, sejak zaman para shahabat hingga mufassir muta’akhirin yang menafsirkan ayat tersebut seperti difahami Anton Tabah. Terorisme, siapapun pelaku dan apapun motivasinya, ayat tersebut tidak bisa dijadikan justifikasi. Apakah tindakan Densus yang menganiaya dan membunuh tersangka teroris tanpa alasan yang dapat dibenarkan secara hukum, merupakan justifikasi Pancasila dan UUD 1945?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, mengaitkan ayat di atas dengan terorisme jelas fitnah, sekaligus penistaan terhadap agama Islam. Begitupun, menganggap para mujahid yang berjuang menegakkan syariat Islam sebagai teroris atau sebaliknya memosisikan teroris sebagai mujahid, jelas provokasi negative. Kita khawatir, anggapan demikian dapat mengundang konflik baru yang konsekuensi politisnya sulit diprediksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudoyono dalam pidato kenegaraan menyambut delapan windu (64 tahun) kemerdekaan RI, 16 Agustus 2009, menyatakan bahwa sumber terorisme adalah keterbelakangan, ketidakadilan, dan kemiskinan. Presiden SBY sama sekali tidak menyinggung keterlibatan kelompok atau ajaran agama tertentu sebagai pemicu terorisme di Indonesia. Sekalipun terkesan menghindar dan berhati-hati, untuk tidak mengaitkan agama dengan terorisme, tapi kita dapat memahami arah pidato SBY. Yaitu, adanya keinginan pemerintahan SBY lima tahun ke depan, untuk menjalankan politik yang lebih bersahabat dengan seluruh komunitas agama di Indonesia, sekalipun terhadap komunitas agama yang dinilai fundamentalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, berbeda dengan SBY, adalah komentar aparat intelijen, termasuk komentar tokoh-tokoh Islam ambivalen. Munculnya para jawara intelijen akhir-akhir ini, seperti Amsyad Mbai, Hendropriyono, Suryadarma, termasuk Anton Tabah, yang menuding pemahaman keagamaan sebagai ideologi terorisme, bukannya membantu menyelesaikan masalah terorisme. Sebaliknya, patut dicurigai mereka sedang menjalankan agenda global sebagai kaki tangan imprialisme asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan mustahil, dengan menggunakan momentum pemberantasan terorisme, mereka berupaya menutupi ‘aib masa lalunya’ yang kejam terhadap gerakan Islam dengan cara menyisipkan fitnah. Akibatnya, apa yang selama ini dianggap bahaya jalan sesat para teroris, karena menggunakan ajaran agama sebagai justifikasi tindakannya, justru aparat keamanan melakukan kesesatan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Staf Ahli Kapolri, tentu tidaklah bijaksana bila Brigjen Anton Tabah berbicara tentang pemberantasan terorisme menggunakan pendekatan SARA. Akan lebih baik, bila penyelesaian masalah terorisme tanpa distorsi agama, melainkan dengan cara meningkatkan kesejahteraan rakyat, memajukan pendidikan, dan menegakkan keadilan hukum seperti dijanjikan presiden SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogjakarta, 17 Agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penulis :&lt;/strong&gt; Irfan S Awwas,&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Karanglo No. 94 Kotagede, Jogjakarta&lt;br /&gt;Telp./Hp 0274 – 451665/ 08122761569.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-5134456236072923?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/UZYEKN_hJCk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/UZYEKN_hJCk/menanggapi-tulisan-brigjen-anton-tabah.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2009/09/menanggapi-tulisan-brigjen-anton-tabah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-1633526103651225199</guid><pubDate>Sat, 05 Sep 2009 14:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-05T22:26:16.590+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JIHAD FII SABILILLAH</category><title>Awas!! Skenario “BABAT RUMPUT” Terhadap Fundamentalis Islam</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.arrahmah.com/images/thumbnails/09/img23072009245041_r190x.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 132px;" src="http://www.arrahmah.com/images/thumbnails/09/img23072009245041_r190x.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TheJihads.com&lt;/span&gt; - Perkembangan kondisi pasca pernyataan Pangdam IV Diponegoro "jika ada orang asing memakai sorban, jubah atau berjenggot, laporkan saja ke pihak keamanan", yang dikritisi banyak pihak sampai dengan hari ini, membuat saya tergelitik untuk membuat tulisan tentang keadaan yang semakin tidak nyaman atau istilahnya menekan Ummat Islam dalam banyak hal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nampaknya aparat semakin arogan dengan aksi-aksi seolah membela keselamatan rakyat, dengan alasan keamanan mereka menekan dakwah dan kegiatan para Ulama', Da'i, Kyai dan ustad, karena menurut mereka ini adalah metode pencegahan aksi teror. Ya, dengan kata lain semakin mempertegas tuduhan bahwa Islam itu sumber teror bagi masyarakat. Yang benar saja, bagaimana mungkin seorang yang sedang berdakwah diawasi terus menerus dengan alasan pencegahan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini namanya melempar tuduhan secara serampangan dengan alasan yang sembrono pula. Kalau keadaannya tetap seperti ini, saya rasa hubungan antara aparat dan Ummat Islam nantinya akan semakin meruncing. Analisa saya, ini sengaja dilakukan aparat sebagai bagian dari skenario &lt;strong&gt;"babat rumput"&lt;/strong&gt; terhadap Islam yang dinilai aparat masuk kategori garis keras atau radikal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;Kita ini kan katanya negara demokrasi, berarti kalau aparat saja bisa lempar tuduhan semudah itu demikian pula saya sebagai rakyat yang punya hak untuk menganalisa satu keadaan. Lanjutan dari analisa saya adalah, bila keadaan yang "sengaja" dibikin runcing ini berhasil, pasti akan ada bentrokan antara aparat (misalnya sengaja dibentuk satu pasukan khusus yang namanya apa saja) dengan para pendakwah Islam tadi. Alasannya kan sudah jelas, dakwahnya dinilai provokatif dan membahayakan negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nanti bisa saja penjara penuh dengan para tokoh agama Islam, atau yang lebih sadis bisa saja nyawa para pendakwah ini terancam karena dinilai dakwahnya keras. Terjadi lagi deh pembantaian Tanjung Priok kedua, dan pembantaian lain yang alasannya melindungi negara. Terus sebenarnya demokrasinya itu bagian mana? Ya namanya masih otoriter dong.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih gawat lagi, Ummat Islam tidak akan tinggal diam, karena yang diincar ini kelihatannya Islam yang fundamentalis, yang masih berpegang dengan Islam klasik bukan yang liberal. Mana mungkin tokoh Islam liberal bakal bentrok dengan aparat, karena yang ingin dikembangkan ke depan Islam model liberalisme, sekularisme dan sejenisnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau Islam yang menjalankan sunnah seperti berjanggut, memakai sorban dan sunnah lainnya yang tampak lewat penampilan fisik dituduh teroris, lantas yang Islam "baik-baik" ya sudah pasti yang pakai dasi, yang berpakaian tidak seperti sunnah Nabi SAW. Kan aneh, Ummat Islam digiring untuk semakin menjauhi sunnah Nabi karena berpenampilan fisik seperti anjuran Nabi SAW adalah gayanya teroris, kok tambah ngawur saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, ummat Islam juga waspada terhadap pengawasan model begini, targetnya aparat sepertinya memang sekalian saja agar terjadi bentrok dengan mereka, biar sekali babat langsung beres, tokoh Islam radikal diberangus dengan alasan membela kepentingan bangsa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mudah-mudahan perkiraan / analisa saya ini salah, namun Ummat Islam saya harap tetap waspada terhadap aparat yang mulai mengusik ketentraman dan martabat Ummat Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wassalam. Salim Syarief MD&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-1633526103651225199?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/AUUbgTSJEfA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/AUUbgTSJEfA/awas-skenario-babat-rumput-terhadap.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2009/09/awas-skenario-babat-rumput-terhadap.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-2342708545785957178</guid><pubDate>Fri, 04 Sep 2009 11:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-09T23:24:53.018+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ISLAM KAFFAH</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">HIJAB (JILBAB)</category><title>Soraya Abdullah Balvas, Dulu Terbuka, Sekarang Berhijab</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BWeqn9sG8F0/STtvsDabg8I/AAAAAAAAAEc/hpZGF9orBA0/s320/007.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 185px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BWeqn9sG8F0/STtvsDabg8I/AAAAAAAAAEc/hpZGF9orBA0/s320/007.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JAKARTA (TheJihads.com)&lt;/span&gt; -  Sebagai manusia, hal yang sangat wajar mendambahkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Bagi artis Soraya Abdullah Balvas (29 th), konsep ini pun berlaku untuknya. Meski hidupnya penuh dengan glamor, tetapi ketika dirinya sadar telah berumah tangga, ia pun berusaha untuk menjadi istri yang salehah. Tetapi, takdir Tuhan ternyata berkata lain. Di tengah jalan, rumah tangga yang berusaha dipertahankannya tiba-tiba diterjang badai dan tidak bisa diselamatkan lagi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soraya pun berduka. Ternyata “hal terpahit dalam hidupnya” itu bukan saja fenomena lumrah yang dilihatnya dalam adegan-adegan sinetron di televisi, tapi drama kehidupan yang nyata dijalaninya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari demi hari ia merasakan “bumi” ini seperti hendak menghimpitnya. Sangat sesak sekali. Apalagi, ada “anak semata wayang” yang harus dihidupinya. Bagaimana ia bisa keluar dari ujian Tuhan yang sangat berat ini? Siapa saja sosok yang paling berperan di belakangnya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ditemui habis mengikuti pengajian di rumah Rina Umar, anak dari Umar Wirahadikusumah (almarhum), mantan Wakil Presiden RI, pada Selasa, 26 Juni 2007, jam 12.00 WIB, Soraya pun bertutur terus terang kepada Hidayah mengenai kisah hidupnya yang sempat terpuruk akibat perceraian, kemudian bisa bangkit setelah “hidayah” Tuhan datang melalui sebuah pesantren, tempat dirinya berlabuh dari segala duka yang menghimpitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masuk Pesantren&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai seorang artis, sosok Soraya Abdullah terbilang cukup sukses. Berbagai peran sinetron dibintanginya dan menuai sukses di pasaran seperti Teman Ajaib, Bajaj, Kehormatan, Hidayah, dan Misteri Ilahi. Sebagai presenter pun pernah ia lakoni di Hello Selebriti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Layaknya seorang artis, Soraya pun menjalani hari-hari hidupnya penuh dengan glamor. Bersenang-senang dan gaya hidup metropolis dilakoninya, meski tidak sampai terjerembab ke dalam pesta narkoba atau minuman keras. “Popularitas di sebelah kanan dan duit di sebelah kiri,” ujar Soraya menggambarkan kejayaannya sebagai seorang artis kala itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imbas gaya hidup dan ketenaran yang ia raih, agama pun mulai ditinggalkan. Shalat lima waktu mulai bolong-bolong dikerjakan. Ia menyadari konsekuensi dirinya sebagai seorang artis, yang sangat padat dengan jadwal shoting dan kegiatan. Jika sedang shoting dan datang waktu shalat, ia sering lalai menunaikannya. Begitu juga ketika ia sedang berada di mal untuk melampiaskan ambisi “anak mudanya”, sampai melupakan shalat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Saya shalat di rumah saja. Jika saya pergi ke mal habis Dzuhur misalnya, lalu pulang habis Isya. Otomatis saya tidak shalat Ashar dan Maghrib di luar. Di rumah saya hanya mengerjakan shalat Isya,” aku Soraya. Baginya, ibadah shalat belum menjadi keharusan saat itu. Jika ada waktu saja, shalat itu mau dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Padahal, jika saja saat itu ia mau mendengarkan saran sang pacar, mungkin kisahnya akan lain. “Saat itu saya punya pacar dengan pria yang sangat mengerti agama. Ia tidak mau pacaran, maunya langsung kawin saja. Sebab, di matanya pacaran tidak baik imbasnya,” ujar Soraya.&lt;br /&gt;Tetapi, ajakan sang pacar ditolaknya. Bahkan, Soraya kemudian memutuskan hubungan tanpa sebab yang jelas. Laki-laki itu digantungnya. Sms-smsnya tidak dijawab oleh Soraya. Saat itu “gengsi selebritisnya” masih sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Saat itu usia saya masih 20-an, masih senang-senangnya hura-hura. Apalagi, popularistas saya semakin meningkat. Berbagai sinetron terus-menerus saya bintangi dan duit pun seperti dalam genggaman,” tutur Soraya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Putus dari pacar, Soraya pun semakin larut dalam dunianya. Ia pun merasakan dunia seolah dalam genggamannya. Segala cita-cita yang diimpikan sejak kecil seperti telah ia raih. Apalagi, beberapa saat kemudian ia menemukan tambatan hatinya yang tidak akan mengusik-usik karirnya sebagai seorang artis, tidak sepeti pacar sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika tambatan hati itu melamar Soraya, ia pun tak kuasa menolaknya. Mereka pun menikah. Setahun setelah pernikahan, mereka dikaruniai anak. lengkap sudah kebahagian Soraya. Karir cemerlang, duit banyak dan keluarga bahagia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi, kebahagiaan Soraya merajut rumah tangga ternyata hanya berlangsung 2,5 tahun. Kelahiran sang baby, ternyata tak membuat hubungan Soraya dengan sang suami semanis gula. Setelah usia sang baby memasuki dua bulan, justru pernikahan Soraya yang didambakan itu menuai kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Tanpa sebab yang jelas tiba-tiba suami menceraikanku,” jujur Soraya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berbagai upaya dilakukan Soraya agar pernikahannya tidak pupus di tengah jalan. Apalagi, bila ia melihat sang baby masih berusia dua bulan. Tapi, keputusan mutlak sang suami untuk berpisah tidak bisa dielakkan lagi. Laki-laki itu dengan tegas mengatakan akan berpisah dengan Soraya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hati Soraya hancur berkeping-keping, bagai daging diiris-iris pisau. Dadanya bergolak keras seperti air mendidih. Ia tidak percaya dengan apa yang dialaminya. Sang arjuna telah mengkhianati perkawinan suci yang sejak awal menjadi komitmen mereka untuk dipertahankan. “Saya tidak tahu apa yang menyebabkan ia menceraikanku,” ujar Soraya masih tidak percaya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejak bercerai setiap hari Soraya lakoni hidupnya seperti suasana di malam hari, sangat gelap dan sunyi. Ia merasakan seolah bumi telah menelannya dan langit seperti mau jatuh lalu menghimpitnya. Dadanya sesak sekali. “Aku hanya bisa menangis dan menangis,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Padahal, sebagai seorang istri, Soraya merasa dirinya telah menjalani kewajibannya. Hak-hak suami telah dipenuhinya dengan baik. Lalu apa yang didapatkan dari semuanya ini? Inikah balasannya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Soraya terus memikirkan gagalnya pernikahan yang telah dirajutnya dengan baik. Ia masih tidak percaya atas apa yang terjadi di depannya. Kenapa suami begitu tega menceraikannya?&lt;br /&gt;Imbasnya, Soraya menjadi wanita pemurung. Ia menjadi tidak bergairah dan bersemangat lagi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Satu bulan kondisi saya dalam keadaan tidak stabil. Diajak bicara tidak nyambung. Pikiran saya seperti blank (kosong). Tidak bisa konsentrasi,” ujar anak ke 3 dari 4 bersaudara dari pasangan Abdullah Saleh Balvas dan Sallymah ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Melihat keadaan Soraya yang demikian memprihatinkan, keluarga bertindak cepat. “Hal ini tidak boleh dibiarkan. Ia tidak boleh dibawa ke psikiater. Ia harus dipesantrenkan,” tiru Soraya atas ucapan keluarganya kala itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Soraya lalu dibawa ke Pesantren Al-Ihya di Ciomas, Bogor pimpinan KH. M. Husni Thamrin. Saat itu menjelang bulan Ramadhan 2004. “Hari-hari pertama di pesantren, saya masih belum bergairah. Pikiran saya masih suka blank. Berat badan pun turun 20 kg,” ujar Soraya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi, di tengah ketidakstabilan emosi dan pikiran Soraya saat itu, ia masih memiliki “setitik” kesadaran untuk bisa melihat dan berpikir. “Meski masih stress, setiap hari saya selalu mendengar bacaan al-Qur’an di sini,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seminggu di pesantren, hati Soraya semakin tenang. Kondisinya mulai stabil. “Sebab setiap saat para ustadz dan ustadzah di sini selalu membimbing saya. Saya tidak bisa dibiarkan sendirian. Setiap satu jam selalu saja ada ustadz dan ustadzah yang menemani saya,” ujar Soraya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada saat itulah, para ustadz dan ustadzah tersebut selalu memberikan motivasi pada Soraya. Ia juga diberikan pendidikan agama seperti tentang al-Qur’an, hadits, fikih, tauhid dan sebagainya. “Saking stressnya saya hampir lupa bacaan al-Fatihah,” aku Soraya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah seminggu berlalu, kondisi emosi dan kejiwaan Soraya pun benar-benar mulai tenang. Ia mulai belajar al-Qur’an lagi dari titik nol. “Saya mulai belajar ta’awudz dan basmalah lagi,” ujarnya. Ia juga mulai rajin menunaikan shalat malam setiap hari. “Saya juga mulai berjilbab. Sebab, di sini seluruh santri putri pakai jilbab. Saya melihat mereka kok anggun sekali. Saya lalu tertarik untuk mencobanya, ternyata sangat nyaman sekali,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Niat sebentar di pesantren, akhirnya tidak jadi. Soraya justru semakin betah di pesantren. Ramadhan pun dihabiskan di pesantren. “Selama 40 hari saya di pesantren. Sebelum saya memastikan tinggal lama di pesantren saya telpon keluarga saya di rumah agar membatalkan semua kontrak saya dengan para Production House (PH). Rupanya mereka mengerti. Setiap sinetron yang melibatkan adegan saya pun akhirnya ditiadakan,” ujar Soraya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah 40 hari di pesantren Soraya pamitan pada pak kiayi, para ustadz dan ustadzah di sana, dalam kondisi yang sudah benar-benar stabil. Kini, ia pun mulai menatap masa depannya lebih cerah lagi. Dengan penampilan baru yakni berjilbab, ia pun mulai merengkuh kembali dunia selebritis yang sempat ditinggalkannya selama di pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ujian Berjilbab&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keluar dari pesantren, Soraya mendatangi kembali PH yang pernah mengontraknya. Ia pun ditawari kembali. “Tetapi, saya diharuskan membuka jilbab. Saya akhirnya terpaksa melakukannya,” ujar Soraya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demi mendapatkan penghasilan, Soraya terpaksa membuka jilbab saat shoting. Tetapi, selesai shoting ia kembali mengenakan jilbabnya. “Tapi, saya merasa kok orang-orang sedang menelanjangi saya,” ucap Soraya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di tengah hiruk pikuk para kru sinetron saat shoting, Soraya merasa mereka telah menelanjangi dirinya karena tidak berjilbab. Ia malu pada seluruh orang di Indonesia. Hati kecilnya tidak terima atas keharusan dirinya untuk membuka jilbab. Karena itu ketika kontrak selesai dan mau diperpanjang lagi, Soraya pun berkata pada para produser, termasuk kepada Ilham Bintang, Manoj Punjabi dan Shanker,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak yang telah memperpanjang kontrak saya lagi. Tapi, sekarang saya sudah berjilbab. Mohon maaf lahir dan batin, mungkinkah adegan nanti saya memakai jilbab. Kalau Bapak bisa mempertimbangkannya, saya ucapkan terima kasih sekali. Tapi, kalau tidak bisa, saya akan mundur.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternyata tawaran Soraya ditolak oleh para produser. Ia pun meminta mundur dari kontrak itu. Soraya lalu mencari PH-PH lain yang mau mengontraknya dalam beberapa adegan sinetron yang digarap mereka. Tetapi syarat yang diajukan Soraya untuk berjilbab ternyata dirasa berat. Soraya pun tidak pernah mendapatkan kontrak sinetron lagi selama beberapa bulan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Selama 3-4 bulan saya menganggur. Saya ke sana kemari mencari pekerjaan. Tetapi, satu pun tidak ada yang menerima saya dalam keadaan berjilbab,” ujar Soraya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tabungan Soraya pun makin lama semakin ludes. Puncaknya, ia hanya punya uang sepuluh ribu rupiah. “Saya sampai bilang pada empat pembantu saya. Kebetulan sejak saya bercerai, keempat pembantu saya ikut saya semua. Saya katakan pada mereka saat itu, jika kalian ikut sama saya, saya tidak ada uang untuk menggaji kalian. Tetapi, mereka bilang tidak apa-apa,” ujar Soraya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagi Soraya keadaan seperti ini merupakan ujian terberat baginya ketika pertama kali mengenakan jilbab. “Saya merasa Tuhan sedang menguji saya, apakah saya bisa tahan dengan kondisi seperti ini atau tidak?” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selama itu Soraya hanya makan pakai lauk seadanya dan mie rebus. Bagi seorang artis seperti dirinya, keadaan seperti ini cukup memprihatinkan sekali. “Saya sampai bilang pada pembantu saya, bagaimana jika kita puasa Nabi Daud? Ternyata mereka bilang tidak apa-apa,” ujar Soraya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selama itu Soraya pun terpaksa puasa Nabi Daud, hari ini puasa dan besok tidak. Begitu seterusnya. Soraya sengaja tidak memberitahukan keadaan ini pada keluarganya. Ia tidak ingin keluarganya sedih ketika mendengar keadaannya yang memprihatinkan. “Mereka hanya tahu saya dapat uang gono-gini dari suami, padahal saya tidak mendapatkan apa-apa,” terang Soraya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selama empat bulan Soraya hidup dalam kondisi memprihatinkan. Setelah ia sabar menjalaninya, balasan Tuhan pun akhirnya datang kepadanya. “Kebetulan saat itu sinetron-sinetron religius mulai merambah televisi. Saya pun ditawari main di Hidayah, Misteri Ilahi dan sinetron-sinetron agama lainnya,” ujar Soraya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keadaan Soraya yang berjilbab berbuah berkah sendiri. Sinetron-sinetron yang bertema religius yang mulai merambah televisi, bahkan kemudian booming, akhirnya menggunakan peran Soraya. Ia pun mulai kebanjiran tawaran main sinetron lagi. “Saking banyaknya, saya sampai kewalahan menerimanya. Inilah mungkin balasan Tuhan atas kesabaran saya,” ujar Soraya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Habis Gelap Terbitlah Terang,” seperti judul buku karya RA. Kartini itu pun benar-benar terjadi pada Soraya. Kini, hidupnya mulai terang kembali setelah dirinya banyak dipakai dalam sinetron-sinetron religius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cgjWjKIgwfY/SqEAo0uTz-I/AAAAAAAAAGE/W6mPLZFW4d0/s1600-h/SrtSoraya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 295px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cgjWjKIgwfY/SqEAo0uTz-I/AAAAAAAAAGE/W6mPLZFW4d0/s400/SrtSoraya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377580131404730338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kini, Konsisten Berjilbab&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Satu tahun setelah Soraya bercerai dengan suaminya, mantan pacarnya tujuh tahun yang lalu tiba-tiba menelponnya kembali. Dalam telpon itu, ia mengajak Soraya untuk bertemu. Mereka pun bertemu. Betapa kagetnya laki-laki itu setelah melihat Soraya sudah berjilbab. “Saya dikira habis pergi umroh karena saya berjilbab,” ujar Soraya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Laki-laki itu begitu tersentuh melihat perubahan Soraya yang semakin religius. Panah asmara yang telah menancapnya tujuh tahun lalu, kini bertambah besar lagi setelah melihat Soraya benar-benar telah berubah. “Setelah beberapa minggu saya bertemu dengan dia, dia mengajak saya menikah. Saya tidak langsung jawab, tapi shalat istikharah dulu,” ujar Soraya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah tiga kali shalat istikharah, Soraya pun merasa yakin kalau laki-laki yang diputusnya tujuh tahun yang lalu itu adalah laki-laki yang paling pantas untuk menjadi suaminya. “Saya sudah kenal dia sebelumnya. Ia juga mau menerima saya apa adanya, yang pernah menikah dan punya anak,” ujar Soraya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Soraya pun kemudian menikah dengan laki-laki yang benar-benar mengerti agama. Kini, Soraya dikaruniai anak lagi buah perkawinannya dengan suami yang kedua. Usia perkawinannya telah menginjak dua tahun. Rumah tangga baru dibangunnya kembali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lantas, apa kesibukan Mbak Aya –penggilan akrab Soraya- setelah menjadi ibu rumah tangga untuk kedua kalinya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Setiap hari saya hampir selalu mengikuti pengajian yang diadakan baik oleh teman-teman ataupun pejabat. Sekarang saya juga lagi kuliah di STID Al-Hikmah mengambil jurusan Komunikasi dan Penyiaran. Sebab, kata suami, saya punya bakat menjadi seorang ustadzah karena pintar ngomong,” ujar Mbak Aya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mbak Aya juga tidak akan merubah penampilannya untuk selalu mengenakan jilbab. “Insya Allah, saya akan selalu berjilbab sampai kiamat. Menurut agama, menutup aurat itu hukumnya wajib seperti halnya shalat,” teguhnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hidup bersama suami yang mengerti agama, bukan suatu hal yang sangat sulit bagi Mbak Aya untuk tetap konsisten mengenakan jilbab. Bahkan, ia tidak saja menerapkan berjilbab untuk dirinya, kepada teman-temannya sesama artis ia juga berusaha untuk menganjurkan hal yang sama. “Saya sering berpesan kepada teman-teman untuk mengenakan jilbab. Dan saya tidak bosan-bosan untuk terus menganjurkannya,” ujar Mbak Aya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikian kisah hidup Soraya yang sempat terpuruk akibat perceraian, tetapi mendapat hidayah setelah masuk pesantren. “Bagi saya, ini adalah titik balik hidup saya. Sedikit sekali orang yang diberikan kesempatan oleh Allah untuk memperbaiki dirinya. Banyak perempuan-perempuan yang didepak oleh suami, tapi tidak membuat mereka sadar malah bertambah stress. Saya bersyukur, karena akibat perceraian saya kemudian diberikan hidayah oleh-Nya,” ujar Soraya penuh syukur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa mengikuti jejaknya! Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_BWeqn9sG8F0/STtzQsOAszI/AAAAAAAAAE0/XzVdoq0x2_g/s320/011.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.banjarmasinpost.co.id/photo/2009/09/8121a97a98c6082d6bc7423f60336044.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_BWeqn9sG8F0/STt0t7n6lcI/AAAAAAAAAE8/LoUvsBvdKHY/s320/009.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_BWeqn9sG8F0/STtvr7TFNpI/AAAAAAAAAEU/Yh_jz1DEUys/s320/003.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i37.tinypic.com/2lmrt5f.jpg" alt="" width="452" border="0" height="720" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i35.tinypic.com/xefkj.jpg" alt="" width="405" border="0" height="720" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i33.tinypic.com/vex8id.jpg" alt="" width="405" border="0" height="720" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-2342708545785957178?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/KWDSB1DdYFs" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/KWDSB1DdYFs/soraya-abdullah-balvas-dulu-terbuka.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_BWeqn9sG8F0/STtvsDabg8I/AAAAAAAAAEc/hpZGF9orBA0/s72-c/007.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2009/09/soraya-abdullah-balvas-dulu-terbuka.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-8567665674847665257</guid><pubDate>Thu, 03 Sep 2009 15:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-05T22:58:09.403+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Free Download Ebook</category><title>20 Cara Membahagiakan Suami Anda</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cgjWjKIgwfY/SqKH6_4h6QI/AAAAAAAAAGQ/x7CRYtMZxjo/s1600-h/suami-soleh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cgjWjKIgwfY/SqKH6_4h6QI/AAAAAAAAAGQ/x7CRYtMZxjo/s200/suami-soleh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378010352684493058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;Tidak lengkap rasanya jika ada 20 cara membahagiakan istri Anda, tidak ada 20 cara membahagiakan suami Anda. Berikut masih dalam buku yang sama, "Nasihat Indah Untuk Suami Istri", karya Syekh Umar Bakri Muhammad, bagaimana para istri memikat suami mereka. Semoga bermanfaat!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;1.Anda adalah sekuntum mawar yang sedang bersinar di rumah Anda. Buatlah disaat suami Anda  masuk ke rumah, dia merasa bahwa kecantikan dan keharuman mawar tersebut, tidak bukan dan tidak lain hanyalah untuknya seorang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.Bagaimana caranya agar suami Anda itu bisa merasa damai dan nyaman, baik dengan perbuatan ataupun dengan kata-kata ? Hal itulah yang secara terus menerus Anda selalu usahakan untuk suami Anda. Untuk kesempurnaannya, lakukan itu dengan sepenuh jiwa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3.Sopan dan penuh perhatianlah Anda ketika berbincang-bincang  dan berdiskusi, jauhkanlah perdebatan dan sikap keras kepala untuk mengemukakan pendapat Anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4.Pahami  kebenaran dan keindahan prinsip-prinsip Islam di balik kelebihan sang suami terhadap Anda selaku istri, yang memang terkait dengan kodrat seorang wanita, dan janganlah hal ini dianggap sebagai sesuatu yang dzolim (penindasan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5.Lembutkanlah suara Anda ketika berbicara dengan sang suami dan pastikan suara Anda tidak meninggi pada saat dia bersama Anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6.Pastikan Anda bangun pada malam hari untuk melakukan sholat malam secara rutin, hal ini akan membawa kecerahan dan kebahagiaan pada perkawinan Anda, sungguh mengingat Allah SWT akan membawa ketenangan pada hati Anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7.Bersikaplah diam ketika suami Anda sedang marah dan jangan tidur kecuali dia mengijinkannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8.Berdirilah dekat suami Anda ketika dia sedang memakai baju dan sepatunya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;9.Buatlah suami Anda merasa bahwa Anda menginginkan sang suami untuk mengenakan baju yang Anda pilih buat dia, pilihlah pakaian itu oleh Anda sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;10.Anda harus sensitif dan memahami kebutuhan suami Anda, untuk menjadikan pernikahan Anda menjadi yang terbaik tanpa menghabiskan waktu Anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;11.Ketika ada perselisihan pendapat, hendaknya Anda tidak menunggu agar sang suami meminta ma’af kepada Anda (jangan jadikan hal ini sebagai prioritas utama harapan Anda) kecuali kalau suami Anda secara sadar mengakuinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;12.Rawatlah penampilan dan pakaian suami Anda, biarpun kelihatannya suami Anda malas untuk merawat dan memakainya, tapi yakinlah bahwa dia akan menyukainya sebagaimana teman-temannya juga akan menyukainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;13.Hendaknya Anda tidak selalu mengandalkan suami Anda untuk berkeinginan melakukan hubungan badan,  sekali-kali Anda mulailah lebih dulu, tentu pada saat  yang tepat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;14.Di malam hari, jadilah seperti pengantin baru buat suami Anda, janganlah Anda beranjak tidur lebih dulu dari sang suami, kecuali kalau dirasa sangat perlu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;15.Janganlah menunggu atau mengharapkan balasan dari semua perbuatan dan kebiasaan baik Anda,  banyak suami karena kesibukan kerjanya, gampang melupakan untuk melakukan hal tersebut,  atau secara tidak sengaja lupa untuk menyampaikan penghargaan yang semestinya kepada Anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;16.Hendaknya berbuat sesuai dengan keadaan dan kemampuan keuangan yang ada, dan jangan meminta sesuatu yang berlebihan dan mahal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;17.Ketika suami Anda baru pulang dari perjalanan yang lama ataupun bepergian dari tempat yang jauh, sambutlah dia dengan wajah yang ceria dan tunjukkanlah bahwa Anda sangat merindukan kedatangannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;18.Ingatlah selalu bahwa keberadaan sang suami adalah salah satu sarana mendekatkan diri Anda kepada Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;19.Pastikan Anda untuk selalu memperbaharui dan merubah bentuk penampilan Anda, sebagai tanda dan ungkapan  kasih Anda menyambut suami tercinta.&lt;/p&gt; 20.Ketika sang suami meminta sesuatu untuk melakukan hal-hal tertentu, maka pastikan Anda melakukannya dengan sigap dan sepenuh hati,  jangan sampai Anda merasa enggan dan lamban.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-8567665674847665257?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/RgUYowzdU5g" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/RgUYowzdU5g/tidak-lengkap-rasanya-jika-ada-20-cara.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_cgjWjKIgwfY/SqKH6_4h6QI/AAAAAAAAAGQ/x7CRYtMZxjo/s72-c/suami-soleh.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2009/09/tidak-lengkap-rasanya-jika-ada-20-cara.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-27740022868909639</guid><pubDate>Thu, 03 Sep 2009 15:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-05T22:58:23.826+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Free Download Ebook</category><title>20 Cara Membahagiakan Istri</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.arrahmah.com/images/thumbnails/09/hsbwife_r190x.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 118px;" src="http://www.arrahmah.com/images/thumbnails/09/hsbwife_r190x.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;Rumahku Surgaku. Itulah harapan sebuah pernikahan. Memang, tidak mudah untuk mewujudkan harapan tersebut, bisa-bisa rumahku menjadi nerakaku. Dibutuhkan kerjasama yang harmonis diantara suami dan istri ketika mengarungi bahtera pernikahan. Selain itu, dibutuhkan pemahaman mengenai cara memelihara pernikahan agar tetap harmonis dan tahan terhadap badai ujian.  Berikut penjelasan praktis dan padat karya Syekh Umar Bakri Muhammad "Nasihat Indah Untuk Suami Istri" yang diterbitkan oleh Cakrawala Publishing.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;/p&gt; &lt;p&gt; “ Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik (perlakuannya) terhadap istri-istrinya dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap istri-istriku.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasullullah SAW juga bersabda :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“ Tidak ada yang memuliakan wanita dengan sejati kecuali laki-laki yang pemurah (dermawan) dan tak seorangpun yang menghina mereka (wanita) kecuali laki-laki yang kasar.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tugas-tugas seorang suami kepada istrinya :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.Hendaklah Anda selalu memperlihatkanlah wajah yang menyenangkan ketika masuk ke rumah, ucapkan salam Islam “assalaamu’alaikum” dengan senyuman yang manis, raih tangannya dan peluklah istri Anda dengan mesra.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.Ketika berbicara, untaikan kalimat yang manis serta memikat istri Anda. Usahakan istri Anda merasa benar-benar diperhatikan dan menjadikannya wanita paling khusus untuk Anda. Untaian kalimat  yang disampaikan kepadanya hendaknya jelas (ulangi jika perlu) dan panggillah istri Anda dengan sebutan yang dia sukai seperti ; manisku, sayangku, cintaku dan lain sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3.Meskipun Anda mempunyai beban kerja yang banyak, luangkanlah waktu untuk beramah tamah dan bercengkerama dengan istri Anda. Hal ini juga  dilakukan oleh Rasulullah SAW dimana beliau juga beramah tamah dan menghabiskan waktu bersama para istri beliau, meskipun pada saat itu beliau juga penuh dengan pekerjaan serta beban tanggung jawab yang sangat besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4.Mainkanlah suatu permainan ataupun selingan yang menggembirakan bersama istri Anda. Hal ini dinyatakan dalam suatu hadist bahwa Rasullah SAW bersabda :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“ Semua hal yang  di dalamnya tidak menyebut nama Allah SWT, adalah suatu kesia-siaan, kecuali dalam empat hal : seorang laki-laki yang sedang bermain dengan istrinya, melatih kuda, membidik di antara dua sasaran, serta mengajarkan berenang.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5.Membantu pekerjaan sehari-hari rumah tangga.  Usahakan Anda membantu dan menolong istri Anda dengan tugas-tugas keseharian rumah tangga Anda, seperti membeli makanan, mempersiapkan makanan,  membersihkan serta mengatur rumah, dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini akan membawa kebahagiaan tersendiri pada diri istri Anda dan tentu saja akan semakin memperkuat cinta Anda dan hubungan Anda bersama sang Istri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6.Usahakan musyawarah selalu menghiasi rumah tangga Anda. Bermusyawarahlah dengan istri Anda, dalam setiap permasalahan. Pendapat yang di sampaikan Ummu Salamah kepada Rasulullah SAW pada saat perjanjian Hudaibiyyah adalah suatu kejadian yang sangat terkenal. Hal ini merupakan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk bermusyawarah dengan para istri dan para sahabat beliau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7.Ketika Istri Anda sedang berkunjung ke tempat saudaranya, teman-temannya, serta orang-orang saleh, maka temanilah istri Anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8.Tata cara melakukan perjalanan dan meninggalkan istri di rumah. Jika Anda tidak bisa membawa serta istri Anda dalam perjalanan, maka ucapkanlah selamat tinggal dengan penuh rasa sayang, bekalilah istri Anda dengan persediaan kebutuhan sehari-hari dan uang secukupnya, mintalah istri Anda untuk mendo’akan Anda, sering-seringlah untuk menghubungi istri Anda. Jangan lupa untuk meminta pertolongan kepada orang yang Anda percayai untuk menjaga keluarga Anda selama Anda bepergian. Persingkat perjalanan Anda jika dirasa sudah tidak penting lagi dan pulanglah dengan membawa oleh-oleh. Hindari untuk pulang pada malam hari atau pada saat-saat yang tidak diharapkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;9.Dukungan keuangan. Tumbuhkanlah sikap dermawan pada diri Anda (tidak pelit) dalam urusan pengeluaran rumah tangga Anda, tentunya harus sesuai dengan kemampuan keuangan Anda. Dukungan keuangan yang baik  (tidak boros tentunya) akan sangat berguna untuk memelihara kestabilan perkawinan Anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;10.Buatlah diri Anda agar selalu berbau harum dan perindah penampilan Anda . Allah SWT itu indah dan Dia menyukai keindahan. Maka selalu bersihlah Anda, rapi, dan pakailah parfum. Ibnu Abbas r.a. berkata :&lt;/p&gt; &lt;p&gt; “ saya menyukai keindahan diri saya sendiri untuk istri saya, seperti halnya saya menyukai keindahan istri saya untuk saya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;11.Tentang hubungan seksual. Merupakan tugas dari suami untuk mencukupi kebutuhan serta hasrat seksual sang istri. Bisa jadi sekali waktu istri Anda sedang berada dalam masa yang sangat prima berkenaan dengan kesehatan fisik dan psikologisnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;12.Penuh perhatian. Seorang suami muslim harus sangat perhatian dan penuh perasaan terhadap istrinya. Istri Anda pasti mengalami dan melewati bermacam-macam perubahan baik secara fisik dan psikologis. Pada saat-saat seperti itu, istri Anda sangat memerlukan suatu perlakuan yang mesra dan penuh perhatian, agar istri Anda bisa menghapus kesusahan dan kesedihan yang sedang dialaminya, serta menenangkan perasaannya yang mudah tersentuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;13.Jagalah kerahasiaan perkawinan Anda. Diriwayatkan dalam sebuah hadist oleh Abu Sa’id Al-Khudry bahwa Rasulullah SAW bersabda :&lt;/p&gt; &lt;p&gt; “ Sungguh di antara orang yang paling buruk di hadapan Allah SWT pada saat hari kebangkitan adalah laki-laki yang mendatangi istrinya untuk melakukan hubungan badan, dan dia membeberkan rahasia itu (tentang hubungan badan) kepada yang lain.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;14.Bekerja sama dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT, sholat berjama’ah dan selalu tingkatkan aktifitas Anda dalam beribadah kepada Allah SWT, seperti bersedekah, dzikir (mengingat Allah SWT), dan sholat pada malam hari (qiyamul lail). Rasulullah SAW bersabda :&lt;/p&gt; &lt;p&gt; “ Semoga rahmat Allah SWT dilimpahkan kepada laki-laki yang bangun pada malam hari dan membangunkan istrinya untuk sholat bersamanya, dan jika dia menolak maka percikkan air ke wajahnya”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;15.Selalu menunjukkan rasa hormat kepada keluarga dan teman istri Anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;16.Usahakan untuk mendidik istri Anda tentang islam dan berilah istri Anda nasehat-nasehat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;17.Cemburu yang sewajarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;18.Bersabar dan berlaku lembutlah kepada istri Anda. Kendalikan amarah Anda dan buatlah sang istri untuk menghilangkan keragu-raguannya terhadap Anda, dan nasehatilah dia ketika melakukan suatu kesalahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;19.Jadilah pema’af  dan tegurlah istri Anda dengan cara yang baik dan sampaikan pada saat yang benar-benar tepat.&lt;/p&gt; 20.Jadilah seorang suami muslim yang sejati, dan terapkan semua yang pernah dibaca dan dipahami tentang Islam,  dengan arif dan bijaksana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-27740022868909639?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/4uDOT-32Hcc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/4uDOT-32Hcc/20-cara-membahagiakan-istri.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2009/09/20-cara-membahagiakan-istri.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-6664655364396458246</guid><pubDate>Thu, 03 Sep 2009 15:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-09T23:24:53.019+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Free Download Ebook</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">HIJAB (JILBAB)</category><title>Wanita Yang Mendapat Pujian Dan Wanita Yang Dilakanat Allah</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.arrahmah.com/images/thumbnails/09/muslimahpakistan_r190x.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 125px;" src="http://www.arrahmah.com/images/thumbnails/09/muslimahpakistan_r190x.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sejarah telah mencatat beberapa nama wanita terpandang yang di antara mereka ada yang dimuliakan Allah dengan surga, dan di antara mereka ada pula yang dihinakan Allah dengan neraka. Karena keterbatasan tempat, tidak semua figur bisa dihadirkan saat ini, namun mudah-mudahan apa yang sedikit ini bisa menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Wanita Yang Beriman &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;p&gt;Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :&lt;/p&gt;“Seutama-utama wanita ahli surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim.” (HR. Ahmad) &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Khadijah binti Khuwailid &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang terhormat sehingga mendapat tempaan akhlak yang mulia, sifat yang tegas, penalaran yang tinggi, dan mampu menghindari hal-hal yang tidak terpuji sehingga kaumnya pada masa jahiliyah menyebutnya dengan ath thahirah (wanita yang suci).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia merupakan orang pertama yang menyambut seruan iman yang dibawa Muhammad tanpa banyak membantah dan berdebat, bahkan ia tetap membenarkan, menghibur, dan membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di saat semua orang mendustakan dan mengucilkan beliau. Khadijah telah mengorbankan seluruh hidupnya, jiwa dan hartanya untuk kepentingan dakwah di jalan Allah. Ia rela melepaskan kedudukannya yang terhormat di kalangan bangsanya dan ikut merasakan embargo yang dikenakan pada keluarganya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pribadinya yang tenang membuatnya tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan mengikuti kebanyakan pendapat penduduk negerinya yang menganggap Muhammad sebagai orang yang telah merusak tatanan dan tradisi luhur bangsanya. Karena keteguhan hati dan keistiqomahannya dalam beriman inilah Allah berkenan menitip salamNya lewat Jibril untuk Khadijah dan menyiapkan sebuah rumah baginya di surga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tersebut dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Jibril datang kepada Nabi kemudian berkata: Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang membawa bejana berisi lauk pauk, makanan dan minuman. Maka jika ia telah tiba, sampaikan salam untuknya dari Rabbnya dan dari aku, dan sampaikan kabar gembira untuknya dengan sebuah rumah dari mutiara di surga, tidak ada keributan di dalamnya dan tidak pula ada kepayahan.” (HR. Al-Bukhari).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Besarnya keimanan Khadijah pada risalah nubuwah, dan kemuliaan akhlaknya sangat membekas di hati Rasulullah sehingga beliau selalu menyebut-nyebut kebaikannya walaupun Khadijah telah wafat. Diriwayatkan dari Aisyah, beliau berkata: “Rasulullah hampir tidak pernah keluar dari rumah sehingga beliau menyebut-nyebut kebaikan tentang Khadijah dan memuji-mujinya setiap hari sehingga aku menjadi cemburu maka aku berkata: Bukankah ia seorang wanita tua yang Allah telah meng-gantikannya dengan yang lebih baik untuk engkau? Maka beliau marah sampai berkerut dahinya kemudian bersabda: Tidak! Demi Allah, Allah tidak memberiku ganti yang lebih baik darinya. Sungguh ia telah beriman di saat manusia mendustakanku, dan menolongku dengan harta di saat manusia menjauhiku, dan dengannya Allah mengaruniakan anak padaku dan tidak dengan wanita (istri) yang lain. Aisyah berkata: Maka aku berjanji untuk tidak menjelek-jelekkannya selama-lamanya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Fatimah &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia adalah belahan jiwa Rasulullah, putri wanita terpandang dan mantap agamanya, istri dari laki-laki ahli surga yaitu Ali bin Abi Thalib.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Dalam shahih Muslim menurut syarah An Nawawi Nabi bersabda: “Fathimah merupakan belahan diriku. Siapa yang menyakitinya, berarti menyakitiku.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia rela hidup dalam kefakiran untuk mengecap manisnya iman bersama ayah dan suami tercinta. Dia korbankan segala apa yang dia miliki demi membantu menegakkan agama suami.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fathimah adalah wanita yang penyabar, taat beragama, baik perangainya, cepat puas dan suka bersyukur.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Maryam binti Imran &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau merupakan figur wanita yang menjaga kehormatan dirinya dan taat beribadah kepada Rabbnya. Beliau rela mengorbankan masa remajanya untuk bermunajat mendekatkan diri pada Allah, sehingga Dia memberinya hadiah istimewa berupa kelahiran seorang Nabi dari rahimnya tanpa bapak.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Asiyah binti Muzahim &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau adalah istri dari seorang penguasa yang lalim yaitu Fir’aun laknatullah ‘alaih. Akibat dari keimanan Asiyah kepada kerasulan Musa, ia harus rela menerima siksaan pedih dari suaminya. Betapapun besar kecintaan dan kepatuhannya pada suami ternyata di hatinya masih tersedia tempat tertinggi yang ia isi dengan cinta pada Allah dan RasulNya. Surga menjadi tujuan akhirnya sehingga kesulitan dan kepedihan yang ia rasakan di dunia sebagai akibat meninggalkan kemewahan hidup, budaya dan tradisi leluhur yang menyelisihi syariat Allah ia telan begitu saja bak pil kina demi kesenangan abadi. Akhirnya Asiyah meninggal dalam keadaan tersenyum dalam siksaan pengikut Fir’aun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu alaihi wasalam berkata:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Fir’aun memukulkan kedua tangan dan kakinya (Asiyah) dalam keadaan terikat. Maka ketika mereka (Fir’aun dan pengikutnya) meninggalkan Asiyah, malaikat menaunginya lalu ia berkata: Ya Rabb bangunkan sebuah rumah bagiku di sisimu dalam surga. Maka Allah perlihatkan rumah yang telah disediakan untuknya di surga sebelum meninggal.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Wanita yang durhaka &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Istri Nabi Nuh&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;2. Istri Nabi Luth&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka merupakan figur dua orang istri dari para kekasih Allah yang tidak sempat merasakan manisnya iman. Hatinya lebih condong kepada apa yang diikuti oleh orang banyak daripada kebenaran yang dibawa oleh suaminya. Mereka justru membela kepentingan kaumnya karena tidak ingin dimusuhi dan dibenci oleh orang-orang yang selama ini mencintai dan menghormati dirinya. Maka kesenangan sesaat ini Allah gantikan dengan kebinasaan yang didapat bersama kaumnya. Istri Nabi Nuh ikut tenggelam oleh banjir besar bersama kaumnya yang menyekutukan Allah dengan menyembah patung-patung orang shalih, sedangkan istri Nabi Luth ditelan bumi karena adzab Allah atas kaumnya yang melakukan liwath (homoseksual).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua cerita ini telah Allah rangkum dalam sebuah firmanNya yang indah dalam surat At-Tahrim ayat 10-12, yang artinya: “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah: dan dikatakan (kepada keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka). Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisimu dalam Surga. Dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dhalim. Dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehor-matannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitabnya dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga kisah para wanita ini bisa menjadi pelajaran bagi para wanita zaman ini untuk berkaca diri, kira-kira saya termasuk golongan yang mana? Apakah golongan yang dicintai Allah atau yang dimurkaiNya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi wanita yang belum berumah tangga, saat ini merupakan kesempatan besar baginya untuk memperbanyak amalan shalih dan mendekatkan diri pada Allah, bukannya justru menghabiskan masa mudanya dengan hura-hura dan kegiatan lain yang tidak bermanfaat. Dan bagi mereka yang sudah berumah tangga, selain menjaga keistiqomahannya dalam berIslam dia juga diberi beban tambahan oleh Allah untuk membantu suami menjalankan agamanya. Istri yang demikian meru-pakan harta yang paling berharga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari kisah mereka, kita juga bisa mengambil pelajaran bahwa dalam keadaan bagaimanapun, hendaknya ketundukan kepada syariat Allah dan RasulNya harus tetap di atas segala-galanya. Asalkan berada di atas kebenaran, kita tidak perlu takut dibenci oleh masyrakat, sahabat, maupun orang yang paling istimewa di hati kita. Justru kewajiban kita adalah menunjukkan yang benar kepada mereka. Dengan begitu kita akan mendapatkan cinta sejati .. cinta Allah Rabbul ‘alamin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mudah-mudahan kita selalu diberi keistiqomahan untuk menapaki dan mengamalkan syariat yang haq (benar) walaupun kita seorang diri. Amin.&lt;/p&gt; &lt;strong&gt;Maraji’: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Ahkamun Nisa’, Ibnul Jauzi.&lt;br /&gt;2. Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Atsqalani.&lt;br /&gt;3. Tuhfatul Ahwadzi, Al Mubarakfuri.&lt;br /&gt;4. Wanita-wanita Shalihat Dalam Lintas Sejarah Islam, Muhyidin Abdul Hamid.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-6664655364396458246?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/YJv09whLAeU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/YJv09whLAeU/wanita-yang-mendapat-pujian-dan-wanita.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2009/09/wanita-yang-mendapat-pujian-dan-wanita.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-901395326079980249</guid><pubDate>Thu, 03 Sep 2009 03:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-03T11:10:42.746+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JIHAD FII SABILILLAH</category><title>Komik Yang Menumpulkan Islam Dan Jihad Ternyata Sudah Ada Di Indonesia</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cgjWjKIgwfY/Sp87ZwRFOtI/AAAAAAAAAF8/4y69XJVoETI/s1600-h/Cover-of-the-first-issue--001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 229px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cgjWjKIgwfY/Sp87ZwRFOtI/AAAAAAAAAF8/4y69XJVoETI/s320/Cover-of-the-first-issue--001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377081793742977746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cgjWjKIgwfY/Sp87ZfZTljI/AAAAAAAAAF0/pFinfR2-O8c/s1600-h/anakindobc99.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 228px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cgjWjKIgwfY/Sp87ZfZTljI/AAAAAAAAAF0/pFinfR2-O8c/s320/anakindobc99.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377081789214070322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ternyata komik kartun The 99 sudah ada di Indonesia, dirilis dari &lt;a href="http://www.abc.net.au/news/stories/2007/10/03/2050240.htm?section=world"&gt;abc&lt;/a&gt; bahkan pembuatnya pernah datang ke Indonesia, tidak diduga pula ternyata pembuatnya juga membuatkan tokoh dari Indonesia yakni "Fattah". Konspirasi macam apalagi ini? Silahkan baca artikel aslinya :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A new comic book featuring superheroes drawn from the 99 names of Allah has been launched in Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Although the book begins in 13th century Baghdad, its Kuwaiti-born creator Naif Mutawa says the comic is a metaphor for what is happening in the Islamic world.   &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;The 99&lt;/em&gt; features superheroes such as Jabbar 'the powerful' and Fatah 'the opener' who come to the rescue in modern disasters.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;The comic is currently available in eight Middle Eastern countries, and will soon be launched in the United States and Malaysia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yudha Kartohadiprodjo from Femina Group, the Indonesian company publishing &lt;em&gt;The 99&lt;/em&gt;,  says every single hero in the book is named after one of Allah's 99 monikers.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;The superheroes come from 99 different countries with Muslim populations, with Fatah hailing from Indonesia. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"[Fatah's] power is to be able to teleport himself from one dimension to another or from one place to another," Mr Kartohadiprodjo said.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mr Kartohadiprodjo says the colourful comic will appeal to young Indonesians, who increasingly enjoy Western-style media.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"There is a lack of modern pop Islamic icons in Indonesia or anywhere else in the world," he said.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"So I think that this comic will fill in this gap."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;Girls without hijab&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;While young Indonesians are expected to embrace the comic, Mr Kartohadiprodjo says there are fears it may be criticised by scholars and hardline Muslims.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Of course, questions have been raised, firstly about the clothing that the heroes wear," he said.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Many of the girls here are not wearing hijab."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;During the launch, Dr Mutawa and Mr Kartohadiprodjo met with Indonesian scholars to explain the benefits the comic brings to Islamic faith.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mr Kartohadiprodjo told the scholars the comic helps to promote diversity in Islam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"It's not trying to preach to kids about how to be more religious," he said.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"It's about trying to produce the universal values that Islam has. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"In the end the scholars agreed that bringing Islamic values into the society, whether it is in pop culture or in any other form, is always a good thing." (abc.net.au/TheJihads.com)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Widad:&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.the99.org/include/contn/downloads/widad/3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Wassi:&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.the99.org/include/contn/downloads/wassi/3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambda&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.the99.org/include/contn/downloads/samda/3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Ramzi&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.the99.org/include/contn/downloads/Ramzi/3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaleel&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.the99.org/include/contn/downloads/jaleel/3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadya&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.the99.org/include/contn/downloads/hadya/3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fattah, The Opener (Indonesia) !!!&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.the99.org/include/contn/downloads/fattah1/3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jami&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.the99.org/include/contn/downloads/jami1/3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noora&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.the99.org/include/contn/downloads/noora1/3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mumita&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.the99.org/include/contn/downloads/mumita1/3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rughal&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.the99.org/include/contn/downloads/villains/3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabbar&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.the99.org/include/contn/downloads/noora-jabbar/3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komik:&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.the99.org/images/news/items/iart627.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-901395326079980249?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/nFgM4kuIU3c" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/nFgM4kuIU3c/komik-yang-menumpulan-islam-dan-jihad.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_cgjWjKIgwfY/Sp87ZwRFOtI/AAAAAAAAAF8/4y69XJVoETI/s72-c/Cover-of-the-first-issue--001.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2009/09/komik-yang-menumpulan-islam-dan-jihad.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-5066276344652611411</guid><pubDate>Thu, 03 Sep 2009 03:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-03T11:10:42.746+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JIHAD FII SABILILLAH</category><title>Penumpulan Islam Dan Jihad Melalui Kartun “99″ Yang Akan Ditayangkan Di British TV</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cgjWjKIgwfY/Sp85PjuENnI/AAAAAAAAAFs/vWJRfIVgB7A/s1600-h/997328421tm0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cgjWjKIgwfY/Sp85PjuENnI/AAAAAAAAAFs/vWJRfIVgB7A/s320/997328421tm0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377079419552937586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;LONDON (TheJihads.com) &lt;/strong&gt;- Sebuah serial komik superhero dengan nama tokoh sifat Allah menurut laporan sedang dalam proses pembuatan menjadi kartun animasi di yang akan ditayangkan statsiun British TV tahun ini. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam situs The Christian Institute pada 20 Agustus lalu, kartun tersebut, yang nama-nama tokohnya diambil dari 99 sifat Allah (asma’ul husna), sebelumnya diluncurkan pada 2006 sebagai komik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekarang, versi animasi dari kartun tersebut sedang diproduksi oleh Endemol, perusahaan Belanda yang sukses karena memproduksi reality show, Big Brother.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pencipta komik dengan judul “99″ itu adalah Dr Naif al-Mutawa, seorang mantan psikolog asal Kuwait. Al-Mutawa mengklaim bahwa ia ingin menyampaikan pesan bahwa Islam sangat jauh dari penggambaran militansi Islam yang ditandai dengan penyerangan 11 September beberapa tahun lalu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam surat yang ia kirimkan pada anaknya, al-Mutawa menulis: “Khalid, kamu lahir di New York, sesaat setelah insiden 11 September. Saya telah memutuskan sepertinya perlu untuk menemukan upaya untuk mengembalikan Islam pada yang ‘tempat dan pemahaman yang semestinya’, namun saya bingung bagaimana caranya.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Jawabannya sepertinya ada di depan mata. Mudah sekali, perkalian antara 9 dengan 11, 99.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Akhirnya, saya gerakkan pena untuk membuat sesuatu yang bisa diterima, baik di Timur maupun di Barat.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Saya akan membalikkan sumber yang tadinya dipandang penuh kebencian dan kekerasan itu menjadi pesan yang sarat dengan toleransi dan kedamaian.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tokoh dalam komik tersebut salah satunya bernama Jabbar, seorang laki-laki Arab yang figurnya mirip dengan Hulk (memiliki kekuatan seperti tokoh Hulk). Selain Jabbar, tokoh lainnya antara lain Batina yang memiliki kemampuan menghilang. Ada pula tokoh bernama Noora dan Wassi. Namun, tokoh “99″ tidak genap berjumlah 99, karena menurut al-Mutawa, ia dilarang untuk menggambarkan keseluruhan sifat yang hanya dimiliki oleh Allah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Saya katakan pada penulis animasinya bahwa keberhasilannya hanya berarti ketika anak-anak Yahudi berpikir bahwa tokoh-tokoh yang mereka tonton itu adalah Yahudi, dan anak-anak Kristiani berpikir bahwa kartun itu adalah kartun Kristiani, dan anak-anak muslim berpikir bahwa yang mereka tonton itu Muslim, dan anak-anak Hindu berpikir bahwa tokoh-tokoh itu dari kalangan Hindu,” lanjut al-Mutawa dalam suratnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Komik yang meliberalkan dan menyempitkan Islam serta berisi sentimen anti-jihad melalui istilah ‘toleransi’ dan ‘perdamaian’ ini diilustrasikan oleh penulis dan artis yang juga terlibat dalam produksi serial superhero lainnya seperti X-Men, Spider-Man, Superman, dan Power Rangers.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahun 2008, Forbes menjadikan “99″ sebagai salah satu dari 20 produk hiburan terbaru yang berhasil menyita perhatian dunia. (althaf/tci/TheJihads.com)&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-5066276344652611411?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/ldoRb8YvJvA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/ldoRb8YvJvA/penumpulan-islam-dan-jihad-melalui.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_cgjWjKIgwfY/Sp85PjuENnI/AAAAAAAAAFs/vWJRfIVgB7A/s72-c/997328421tm0.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2009/09/penumpulan-islam-dan-jihad-melalui.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-4906595649806718999</guid><pubDate>Thu, 03 Sep 2009 03:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-05T21:25:08.270+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JIHAD FII SABILILLAH</category><title>Jamuan Ramadhan Obama Di Gedung Putih</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.presstv.com/photo/20090902/ghavidel20090902165311828.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 216px;" src="http://www.presstv.com/photo/20090902/ghavidel20090902165311828.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;WASHINGTON (TheJihads.com)&lt;/strong&gt; – Presiden kulit hitam pertama AS Barack Obama mengadakan jamuan makan malam di Gedung Putih untuk menghormati bulan suci Ramadhan, tidak lain adalah dalam rangka merebut simpati dari dunia muslim agar mengeratkan hubungannya dengan AS. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Para duta besar, pejabat tinggi pemerintahan, dan anggota Kongres lainnya hadir bersama Obama di Gedung Putih pada Selasa (31/8) untuk ‘menghormati’ pernyataan laki-laki yang memiliki nama tengah ‘Hussein’ ini yang menyebutkan bahwa “Islam adalah agama yang luar biasa” dan komitmennya untuk mewujudkan ‘keadilan dan kemajuan’.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Sumbangan orang Muslim pada Amerika Serikat tidak bisa diuraikan, terlalu banyak, karena orang Muslim tidak bisa dipisahkan dari berbagai komunitas dan negara kami,” kata Obama pada saat berbuka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Duta Besar Israel untuk Washington, Michael Oren, juga menghadiri jamuan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Obama menarik simpati para petinggi yang hadir saat itu dengan mengutip perkataan petinju terkenal Amerika Muslim, Muhammad Ali Clay.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Beberapa tahun lalu, dia (Ali) menerangkan cara pandang ini… Ali mengatakan: sungai, kolam, danau dan kali – semuanya mempunyai nama berbeda, tetapi semuanya berisi air. Seperti halnya semua agama, semuanya berisi kebenaran,” kata Obama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jamuan Gedung Putih saat Ramadhan ini bukan hal yang baru. Mantan presiden AS sebelumnya, George W. Bush, pun melakukan yang sama. Setiap Ramadhan selama delapan tahun masa jabatannya, Bush melakukan jamuan berbuka di Gedung Putih.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejak resmi memasuki kantornya, Januari lalu, Obama mencoba untuk melakukan pendekatan baru terhadap dunia muslim. Ia berusaha untuk ‘merangkul’ dunia muslim, mendamaikan hubungan AS dengan negara-negara Muslim, yang memburuk setelah AS menginvasi Irak tahun 2003.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jelas sekali upaya Obama untuk menumpulkan kesadaran dunia Muslim atas berbagai macam agenda AS yang sedang dijalaninya. Jamuan makan ini merupakan rangkaian selanjutnya dari kunjungan Obama ke Turki dan Mesir.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Amerika bukan, dan tidak akan pernah, memerangi Islam.” Itulah salah satu ucapan yang dilontarkan Obama yang riuh ditepuki dan membuat para penguasa muslim merasa nyaman untuk terus tunduk pada kepentingan AS.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Obama pun menerbitkan sebuah rekaman video yang berisi pesan bagi Muslim sebelum Ramadhan baru-baru ini. Ia menyatakan dalam video tersebut bahwa Ramadhan merupakan bulan yang mengingatkan agar Muslim dan Kristian saling berbagi, termasuk  bulan yang mengingatkan kita untuk terus menumbuhkan keadilan, kemajuan, toleransi, dan martabat kemanusiaan. (althaf/dbs/TheJihads.com)&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-4906595649806718999?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/jDMaY9-vqEs" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/jDMaY9-vqEs/jamuan-ramadhan-obama-di-gedung-putih.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2009/09/jamuan-ramadhan-obama-di-gedung-putih.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-6582373870840307972</guid><pubDate>Thu, 03 Sep 2009 03:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-03T11:10:42.747+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JIHAD FII SABILILLAH</category><title>Lagi, Munafikin Pakistan Klaim Kematian Pemimpin Tehrik-e-Taliban</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://newsx.com/files/images/Hakimullah-Mehsud_AP.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 230px; height: 230px;" src="http://newsx.com/files/images/Hakimullah-Mehsud_AP.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;ISLAMABAD (TheJihads.com)&lt;/strong&gt; – Militer Pakistan kembali mengklaim tewasnya pimpinan Taliban. Mereka mengklaim bahwa pemimpin baru Tehrik-e-Taliban Pakistan, Hakimullah Mehsud, meninggal tidak lama setelah kematian saudara laki-lakinya yang juga pernah memimpin kelompok yang dipimpinnya sekarang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan menyebutkan sumber intelejen, salah satu perantara tidak resmi mengatakan bahwa rekaman hasil wawancara yang diberikan pada &lt;em&gt;BBC&lt;/em&gt; adalah rekaman suara saudara laki-laki Hakimullah dan bukan suara Hakimullah sendiri, berdasarkan isu yang diangkat oleh harian &lt;em&gt;Dawn&lt;/em&gt; edisi Rabu (1/9).&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Dawn&lt;/em&gt;, dalam laporannya mengatakan bahwa motif dirahasiakannya berita kematian Hakimullah adalah untuk menyelamatkan citra faksi mujahidin tersebut, dengan membuat kesan bahwa dia masih hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Laporan yang dipublikasikan oleh Dawn ini kemudian dihubung-hubungkan dengan pemberitaan yang marak pada 8 Agustus lalu bahwa Hakimullah Mehsud tewas sesudah baku tembak terjadi antara kubu Hakimullah dengan Wali-ur-Rehman ketika bertemu dalam syura untuk menentukan pangganti Baitullah Mehsud yang tewas terbunuh dalam serangan udara pesawat tanpa awak AS di Waziristan beberapa waktu sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, dua hari kemudian, mujahidin memberikan klarifikasi seputar hal tersebut. Melalui rekaman suara Hakimullah Mehsud sendiri, mujahidin Taliban menyatakan bahwa ia (Hakimullah) dan Baitullah Mesud masih hidup. Meskipun demikian, pejabat Pakistan tetap bersikukuh, dengan dalih telah melakukan analisis terhadap suara rekaman tersebut, bahwa Hakimullah tewas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pejabat intelejen Pakistan yakni bahwa rekaman suara adik Hakimullah Mehsud. Adik dari panglima berusia 28 tahun itu sengaja kembali dari peperangan Afghanistan untuk mengaku sebagai sebagai kakaknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut intelejen Pakistan, adik Hakimullah Mehsud inilah yang menduduki tampuk kepemimpinan Tehri-e-Taliban untuk sementara waktu sampai pimpinan utama Taliban, Mullah Omar, memutuskan pengangkatan pimpinan baru TTP. (althaf/dawn/bbc/rtrs/prtv/TheJihads.com)&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-6582373870840307972?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/U3kRZ61YDlA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/U3kRZ61YDlA/lagi-munafikin-pakistan-klaim-kematian.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2009/09/lagi-munafikin-pakistan-klaim-kematian.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-488499100564721096.post-548842875063060693</guid><pubDate>Thu, 03 Sep 2009 03:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-03T11:10:42.747+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">JIHAD FII SABILILLAH</category><title>Ribut Terorisme, Sebenarnya Perang Melawan Siapa ?</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="awal"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;em&gt;stilah terorisme telah mengglobal dan dibicarakan oleh hampir seluruh kalangan. Bahkan istilah atau kata terorisme telah dipergunakan oleh Amerika sebagai instrumen kebijakan standar untuk memukul atau menindas lawan-lawannya dari kalangan Islam. Perang melawan terorisme telah menjadi teror baru bagi masyarakat, khususnya kaum Muslimin yang berdakwah dan bercita-cita menjalankan syariat secara kaaffah. Lalu apakah pengertian sebenarnya dari istilah terorisme ini ? Siapakah terorisme yang sebenarnya ?&lt;/em&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Definisi Terorisme &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masalah pertama dan utama dalam perdebatan seputar “terorisme” adalah masalah definisi. Tidak ada satu definisi pun yang disepakati oleh semua pihak. Terorisme akhirnya menjadi istilah multitafsir, setiap pihak memahaminya menurut definisi masing-masing, dan sebagai akibatnya aksi dan respon terhadap terorisme pun beragam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebenarnya, istilah terorisme bukan suatu hal yang kompleks, bahkan secara bahasa istilah ini tidak mampu memberikan arti secara menyeluruh. Lalu kenapa orang lambat sekali dalam menempatkan definisi istilah ini?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari fakta yang ada, terdapat sebuah kedengkian di balik semua ini, karenanya dibutuhkan definisi yang menyeluruh termasuk variasi komponen-komponennya dan batasan-batasan yang diperlukan dari aspek yang berlawanan dengan komponen tersebut. Dalam fikiran banyak orang sekarang ini justru membutuhkan banyak kalangan untuk mendefinisikan istilah ini supaya tidak menjatuhkan hukuman pada orang yang tidak bersalah atas sejumlah tindak kejahatan dan sejumlah kebenaran yang disimpangkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terorisme menurut Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat adalah “Tindak kekerasan apapun atau tindakan paksaan oleh seseorang untuk tujuan apapun selain apa yang diperbolehkan dalam hukum perang yang meliputi penculikan, pembunuhan, peledakan pesawat, pembajakan pesawat, pelemparan bom ke pasar, toko, dan tempat-tempat hiburan atau yang sejenisnya, tanpa menghiraukan apa pun motivasi mereka.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Oxford’s Advanced Learner’s Dictionary&lt;/em&gt;, 1995 mendefinisikan Terorisme adalah Penggunaan tindak kekerasan untuk tujuan politis atau untuk memaksa sebuah pemerintahan untuk melakukan sesuatu (yang mereka tuntut), khususnya untuk menciptakan ketakutan dalam sebuah masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Badan intelejen Amerika CIA mendefinisikan Terorisme Internasional sebagai terorisme yang dilakukan dengan dukungan suatu pemerintahan atau organisasi asing dan atau diarahkan untuk melawan nasional, institusi, atau pemerintahan asing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam &lt;strong&gt;Oxford Dictionary&lt;/strong&gt; disebutkan : &lt;em&gt;Terrorist : noun person using esp organized violence to secure political ends.&lt;/em&gt; (perorangan tertentu yang mempergunakan kekerasan yang terorganisir dalam rangka meraih tujuan politis).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam &lt;strong&gt;Encarta Dictionary&lt;/strong&gt; disebutkan : &lt;em&gt;Terrorism : Violence or the threat of violence carried out for political purposes.&lt;/em&gt; (Kekerasan atau ancaman kekerasan yang dilakukan demi tujuan politis).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Terrorist : Somebody using violence for political purposes : somebody who uses violence or the threat of violence, especially bombing, kidnapping, and assassanition, to intimidate, often for political purposes.&lt;/em&gt; (Seseorang yang menggunakan kekerasan untuk tujuan politis: seseorang yang menggunakan kekerasan, atau ancaman kekerasan, terkhusus lagi pengeboman, penculikan dan pembunuhan, biasanya untuk tujuan politis).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dr. F. Budi Hardiman dalam artikel berjudul “Terorisme: Paradigma dan Definisi” menulis: “Teror adalah fenomena yang cukup tua dalam sejarah. Menakut-nakuti, mengancam, memberi kejutan, kekerasan, atau mem­bunuh dengan maksud menyebarkan rasa takut adalah taktik-taktik yang sudah melekat dalam perjuangan kekua­saan, jauh sebelum hal-hal itu dinamai “teror” atau “terorisme”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Istilah “terorisme” sendiri pada 1970-an dikenakan pada beragam fenomena: dari bom yang meletus di tempat-tempat publik sampai dengan kemiskinan dan kelaparan. Beberapa pemerintah bahkan menstigma musuh-musuhnya sebagai “teroris” dan aksi-aksi mereka disebut “terorisme”. Istilah “terorisme” jelas berko­notasi peyoratif, seperti juga istilah “genosida” atau “tirani”. Karena itu istilah ini juga rentan dipolitisasi. Kekaburan definisi membuka peluang penyalahgunaan. Namun pendefinisian juga tak lepas dari keputusan politis.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengutip dari Juliet Lodge dalam &lt;em&gt;The Threat of Terrorism&lt;/em&gt; (Westview Press, Colorado, 1988&lt;em&gt;), &lt;/em&gt;“teror” itu sendiri sesungguhnya merupakan pengalaman subjektif, karena setiap orang memiliki “ambang ketakutannya” masing-masing. Ada orang yang bertahan, meski lama dianiaya. Ada yang cepat panik hanya karena ketidaktahuan. Di dalam dimensi subjektif inilah terdapat peluang untuk “kesewenangan” stigmatisasi atas pelaku terorisme.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Amerika Memanfaatkan Terorisme Untuk Melawan Islam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Noam Chomsky, ahli linguistik terkemuka dari Massachussetts Institute of Technology, AS, telah menyebutkan kebijakan Amerika dan Barat terhadap Dunia Islam dengan isu “terorisme” ini sudah begitu kuat terasa sejak awal 1990–an. Tahun 1991, ia menulis buku “Pirates and Emperor: International Terrorism in The Real World.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam artikelnya yang dimuat oleh harian The Jakarta Post (3 Agustus 1993), dan dimuat ulang terjemahannya oleh harian Republika dengan judul “Amerika Memanfaatkan Terorisme Sebagai Instrumen Kebijakan”, ia menulis bahwa Amerika memanfaatkan terorisme sebagai instrumen kebijakan standar untuk memukul atau menindas lawan-lawannya dari kalangan Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, kebijakan Amerika dan Barat untuk memerangi dunia Islam dengan menggunakan isu “perang melawan terorisme internasional” sudah digulirkan sejak awal 1990-an, jauh sebelum kemunculan Taliban, apalagi Al-Qaeda, tragedi WTC maupun berbagai pemboman di sejumlah kawasan di dunia Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah, perang melawan terorisme yang digalang oleh Amerika, Barat dan antek-anteknya, sejatinya adalah perang malawan Islam dan kaum Muslimin. Targetnya adalah umat Islam, sampai kepada titik mengganti kurikulum pendidikan agama agar sesuai dengan nilai-nilai dan keinginan Barat. Upaya apapun untuk mengkaburkan hakekat ini, justru kontra produktif dan menguntungkan mereka-mereka yang membenci Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana Dengan Islam ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam Islam, istilah terorisme sendiri tidak pernah dikenal. Jikapun dicari padanan kata terorisme, maka yang dikenal adalah istilah Al Irhab, yang menurut Imam Ibnu Manzhur dalam ensiklopedi bahasanya mengatakan : Rohiba-Yarhabu-Rohbatan wa Ruhban wa Rohaban : Khoofa (takut). Rohiba al-Syai-a Rohban wa Rohbatan : Khoofahu (takut kepadanya).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bisa difahami bahwa kata Al-Irhab (teror) berarti (menimbulkan) rasa takut. Irhabi (teroris) artinya orang yang membuat orang lain ketakutan, orang yang menakut-nakuti orang lain. Dus, setiap orang yang membuat orang yang ia inginkan berada dalam keadaan ketakutan adalah seorang teroris. Ia telah meneror mereka, dan sifat “teror” melekat pada dirinya, baik ia disebut sebagai seorang teroris maupun tidak; baik ia mengakui dirinya seorang teroris maupun tidak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam Islam, tidak diperbolehkan untuk melanggar kesucian kehidupan seseorang, baik secara lisan, fisik, maupun finansial, tanpa ijin atau hak dari Sang Pencipta, Allah SWT. Setiap Muslim memiliki kesucian jiwa, harta, dan kehormatan, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa membantu orang untuk membunuh kaum Muslimin bahkan dengan sebuah ucapan atau kurma, maka dia kafir.”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau demikian adanya, maka apa namanya ketika tentara Amerika datang dari jauh ke Irak untuk membunuh dan menawan kaum Muslimin, seraya mengklaim bahwa mereka memerangi teroris, yang diartikan (menurut) mereka dengan menghancurkan masjid-masjid, menawan para Muslimah, menginjak-injak Al-Qur’an sebagaimana mereka melakukannya juga di negeri-negeri kaum Muslimin lainnya ? Tindakan inilah yang merupakan akar permasalahan terorisme yang hingga saat ini terus berlanjut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Amerika, The Real Terrorist &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ungkapan di atas adalah fakta yang tidak terbantahkan. Terlalu banyak dan panjang catatan peristiwa sejarah Amerika yang dapat membuktikan bahwa Amerika adalah teroris sejati. Amerika dengan dukungan sekutunya NATO, berhasil menekan PBB untuk mengembargo Irak, pasca Perang Teluk Kedua (1991). Kaum Muslimin menjadi korban, tidak kurang 1,5 juta orang meninggal. Belum lagi mereka yang cacat dibombardir tentara Multinasional dalam Perang Teluk Kedua ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah lebih dari 12 tahun embargo, tahun 2003 Amerika dengan sekutu-sekutunya menginvasi Irak, menggulingkan pemerintahan, dan membentuk pemerintahan boneka. Dalam aksinya ini, Amerika telah membunuh ribuan kaum Muslimin, baik anak-anak, orang tua, maupun wanita. Semuanya demi kepentingan Amerika dan sekutunya. Apakah aksi-aksi brutal ini bukan sebuah bentuk teror, bahkan puncak dari teror ? Dus, Amerika dan sekutunya adalah teroris bahkan teroris sejati? Sayangnya media massa menyebut warga Irak yang mempertahankan negaranya dari agresi Amerika itulah yang teroris, fundamentalis, ataupun pemberontak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh serupa terjadi di negeri-negeri kaum Muslimin lainnya, seperti Afghanistan, dan Pakistan. Bahkan contoh kasus negeri Muslim Palestina yang dijajah sejak tahun 1948 oleh Israel atas restu Amerika dan sekutunya, lebih menunjukkan lagi bahwa Amerika benar-benar teroris sejati. Serangkaian teror yang dilakukan agresor Israel atas kaum Muslimin Palestina tidak pernah mendapatkan sanksi. Tentu saja karena Israel dibesarkan dan dibela oleh Amerika. Setiap tahun, Amerika memberikan bantuan ekonomi kepada Israel tak kurang dari 3 miliar dolar USA. Ini belum terhitung bantuan militer yang dipergunakan untuk melakukan politik terornya kepada bangsa muslim Palestina yang tak bersenjata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, semuanya sangat tergantung kepada definisi teror dan terorisme yang saat ini didominasi oleh definisi yang dibuat Amerika dan sekutu-sekutunya. Seandainya mereka membuat definisi standar “teror dan terorisme” yang dapat diterima semua pihak, mereka (Amerika) adalah pihak pertama dan teratas yang menempati daftar teror dan terorisme.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika definisi teror adalah membunuh rakyat sipil yang tak berdosa; anak-anak, wanita dan orang tua, maka mereka adalah teroris paling pertama, teratas dan terjahat yang dikenal oleh sejarah umat manusia. Mereka telah membantai jutaan rakyat sipil tak berdosa di seluruh dunia; Jepang, Vietnam, Afghanistan, Iraq, Palestina, Chechnya, Indonesia dan banyak negara lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika definisi teror adalah membom tempat-tempat dan kepentingan-kepentingan umum, mereka adalah pihak yang pertama, teratas dan terjahat yang mengajarkan, memulai dan menekuni hal itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika definisi teror adalah menebarkan ketakutan demi meraih kepentingan politik, maka merekalah yang pertama, teratas dan terjahat yang melakukan hal itu di seluruh penjuru dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika definisi teror adalah pembunuhan misterius terhadap lawan politik, maka mereka adalah pihak pertama, teratas dan terjahat yang melakukan hal itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika definisi mendukung teroris adalah membiayai, melatih dan memberi perlindungan kepada para pelaku kejahatan, maka mereka adalah pihak yang pertama, teratas dan terjahat yang melakukan hal itu. Mereka bisa berada di balik berbagai kudeta di seluruh penjuru dunia. Aliansi Utara di Afghanistan, John Garang di Sudan, Israel di bumi Islam Palestina, Serbia dan Kroasia di bekas negara Yugoslavia, dan banyak contoh lainnya merupakan bukti konkrit tak terbantahkan bahwa &lt;strong&gt;The Real Terrorist&lt;/strong&gt; adalah Amerika dan sekutu-sekutunya!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Terorisme, Perang Melawan Siapa?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kini menjadi jelas siapa sebenarnya teroris sejati. Amerika bersama sekutunya telah melakukan teror kepada Islam dan kaum Muslimin sejak lama, diketahui bahkan direstui oleh dunia internasional. Ini sungguh tidak adil. Dunia diam saja dengan jumlah korban yang mencapai ratusan ribu dari umat Islam, namun berteriak-teriak lantang dan dipublikasikan luas jika dari pihak Amerika dan sekutunya yang terbunuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekilas realita teror dan terorisme ini cukup memberi contoh bentuk teror yang hari ini wujud di pentas dunia. Perang terhadap terorisme yang dikampanyekan oleh dunia internasional hari ini, di bawah arahan Amerika, tanpa memberi definisi dan batasan yang jelas terhadap “teror dan terorisme” telah menjadi alat efektif kekuatan pembenci Islam, untuk memerangi Islam dan kaum Muslimin. Melalui kampanye media massa dan elektronik internasional, “teror dan terorisme” telah didistorsikan dan dikaburkan sedemikian rupa; definisi, batasan, substansi, tujuan dan bentuk kongkritnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun jika definisi teror dan terorisme distandarisasi, maka mereka yang akan menjadi pihak yang paling pertama, teratas dan terjahat yang terkena definisi tersebut. Oleh karenanya, mereka enggan memberikan definisi teror dan terosrime. Satu-satunya hal yang bisa dipahami seluruh umat manusia di dunia saat ini, bahwa “&lt;strong&gt;teror dan terorisme&lt;/strong&gt;” &lt;strong&gt;versi hukum internasional&lt;/strong&gt; (PBB yang mewakili kepentingan Amerika dan negara-negara adidaya lainnya) &lt;strong&gt;adalah Islam dan umat Islam&lt;/strong&gt;, terutama umat Islam yang ingin hidup di dunia ini dengan merdeka penuh, bertauhid dan membela orang bertauhid, serta  ingin menjalankan Islam secara kaafah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu’alam bis Showab!.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488499100564721096-548842875063060693?l=www.thejihads.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/al-jihads/~4/C2GW8tlbJfA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/al-jihads/~3/C2GW8tlbJfA/ribut-terorisme-sebenarnya-perang.html</link><author>noreply@blogger.com (Tim Dakwah www.TheJihads.com)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.thejihads.com/2009/09/ribut-terorisme-sebenarnya-perang.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>

