<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3160756046264859585</id><updated>2024-11-01T17:42:06.640+07:00</updated><title type='text'>All journal</title><subtitle type='html'>bisa mengcopy tapi tolong jangan dihapus file nya...&#xa;Thanks....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-link.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3160756046264859585/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-link.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3160756046264859585.post-5404846263528087351</id><published>2008-03-16T02:08:00.001+07:00</published><updated>2008-03-16T02:08:38.987+07:00</updated><title type='text'>Produksi minyak turun karena UU Migas?</title><content type='html'>Penurunan produksi minyak nasional terus menjadi sorotan. Pasalnya &#39;tragedi&#39; ini terjadi di tengah harga minyak mentah yang tengah meroket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai negara produsen, kenaikan harga minyak mentah yang telah menembus di atas US$100 per barel seharusnya membuat Indonesia kembali menikmati era &#39;bonanza minyak.&#39;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sayang seribu kali sayang, hanya sebagian rezeki nomplok (windfall profit) dari lonjakan harga minyak yang bisa dinikmati Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kambing hitam tidak maksimalnya pendapatan negara dari minyak sudah bisa ditebak yakni terus menurunnya produksi bahan bakar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalan seminar Hulu-Hilir Migas yang diselenggarakan bersamaan dengan peluncuran majalah Energi &amp; Mining di Jakarta, pekan ini, Direktur Center for Petroleum and Energy Economics Studies Kurtubi melihat penyebab turunnya produksi minyak nasional karena produksinya hanya mengandalkan lapangan yang sudah tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, produksi dari lapangan baru masih sangat kecil karena langkanya penemuan cadangan baru, terutama dalam 8 tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alokasi minyak mentah RI 2004-2005 (barel per hari)&lt;br /&gt;Alokasi  2004  2005&lt;br /&gt;Ekspor  491.413  436.858&lt;br /&gt;Impor  406.821  324.118&lt;br /&gt;Sumber: Ditjen Migas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkanya penemuan cadangan baru terjadi karena rendahnya investasi dalam kegiatan eksplorasi. Padahal harga minyak sejak 1998 mengalami kenaikan yang sangat signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendahnya investasi dalam kegiatan pemboran minyak di blok-blok baru terutama disebabkan karena sistem manajemen perminyakan nasional yang diatur dalam UU No. 22/2001 tentang Migas tidak efisien dan tak bersahabat dengan investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, sebelum RUU Migas dibahas pemerintah dan DPR yakni pada 1978-1998 sumur eksplorasi minyak selalu di atas 110 sumur. Begitu RUU tadi dibahas (1999) menurun menjadi 90 sumur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya pada saat pemberlakuan UU Migas (2001) sumur eksplorasi merosot drastis menjadi hanya 62 sumur. Bahkan pada 2003 mencapai titik terendah yakni 36 sumur, sebelum kemudian kembali menjadi 62 sumur pada 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurtubi menyebutkan salah satu ketentuan dalam UU Migas yang memberatkan investor adalah Pasal 31. Pasal tersebut mengharuskan investor migas membayar pajak dan pungutan, meskipun kegiatan investasi mereka baru pada tahap eksplorasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Pasal 31 tadi, azas lex specialis yang dianut dalam pengelolaan sektor migas nasional selama lebih dari 30 tahun menjadi tidak berlaku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pemberlakuan UU Migas, membuat proses investasi migas di Indonesia menjadi lebih panjang. Dari semua satu atap menjadi banyak atap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana solusinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Amendemen Undang-undang Migas atau pemerintah segera mengeluarkan perpu [peraturan pemerintah pengganti undang-undang],&quot; tegas pemerhati masalah perminyakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi dengan menerbitkan Permenkeu dinilai bukan jalan keluar yang bersifat permanen sebab status Permenkeu lebih rendah dari UU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, berpotensi menimbulkan gugatan pada kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain amendemen UU, pakar perminyakan dari Institut Teknologi Bandung Widjajono Prastowidagdo berpendapat untuk menarik investor migas birokrasi di BP Migas agar mengutamakan pendekatan kemitraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kalau kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tidak melakukan kegiatan secara optimal, BP Migas seharusnya membantu mereka untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Misalnya, terkait dengan tumpang tindih lahan,&quot; tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sektor hilir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Badan Pengatur Hilir Migas Tubagus Haryono dalam makalahnya bertajuk Pengawasan Distribusi BBM dan Gas Dalam Pipa, menyebutkan permasalahan migas di sektor hilir masih terfokus pada masalah klasik yakni adanya disparitas harga pada jenis bahan bakar minyak (BBM) dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengeduk keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Akibatnya, terjadi kelangkaan BBM karena konsumsi untuk masyarakat diselewengkan ke kalangan industri.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam seminar itu juga terungkap persoalan yang belum tuntas di bidang distribusi migas adalah masih berlangsungnya upaya dari pihak tertentu yang ingin menyelundupkan BBM bersubsidi ke luar Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai kondisi tadi, maka menjadi masuk akal bila pengaturan dan pengawasan penyaluran BBM disempurnakan dengan pemberian sanksi tegas. (ismail.fahmi@bisnis.co.id)</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-link.blogspot.com/feeds/5404846263528087351/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3160756046264859585/5404846263528087351?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3160756046264859585/posts/default/5404846263528087351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3160756046264859585/posts/default/5404846263528087351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-link.blogspot.com/2008/03/produksi-minyak-turun-karena-uu-migas.html' title='Produksi minyak turun karena UU Migas?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3160756046264859585.post-2945691498549274173</id><published>2008-03-13T05:02:00.000+07:00</published><updated>2008-03-13T05:03:08.152+07:00</updated><title type='text'>Pemberantasan TBC Difokuskan ke Penjara</title><content type='html'>Salah satunya, kata Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama, memberantas penyakit ini di penjara. &quot;Penjara menjadi tempat yang mudah untuk menyebarkan tuberculosis karena para penghuninya hidup berdesakan,&quot; katanya kepada Tempo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, tuberculosis sangat mudah menyerang dalam interaksi antar manusia yang saling berdekatan. Apalagi jika tempat itu lembab. Pemberantasan tuberculosis di penjara, kata dia, akan dilakukan dengan mengintensifkan pengecekan atas kesehatan para narapidana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghuni lembaga pemasyarakatan yang mengalami batuk tak sembuh hingga dua minggu harus diperiksa oleh dokter penjara. &quot;Lalu, riaknya kami periksa,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Kesehatan, lanjut Tjandra, menyediakan obat bagi para narapidana. Obat itu akan diberikan secara gratis selama masa pengobatan, biasanya enam bulan. Pengawasan juga dilakukan supaya para narapidana tak putus minum obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, diperkirakan tiap tahun ada 600 ribu penderita tuberculosis baru. Indonesia berada di posisi ketiga dunia setelah India dan Cina soal jumlah penderita baru per tahun. Dari jumlah itu, 500 ribu orang berobat tiap tahun. Diperkirakan, satu penderita bisa menulari 10 hingga 15 orang dalam satu tahun.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-link.blogspot.com/feeds/2945691498549274173/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3160756046264859585/2945691498549274173?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3160756046264859585/posts/default/2945691498549274173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3160756046264859585/posts/default/2945691498549274173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-link.blogspot.com/2008/03/pemberantasan-tbc-difokuskan-ke-penjara.html' title='Pemberantasan TBC Difokuskan ke Penjara'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3160756046264859585.post-4871196541400056190</id><published>2008-03-13T04:57:00.002+07:00</published><updated>2008-03-13T04:58:39.790+07:00</updated><title type='text'>Fire, disease, layoffs threaten transient poor</title><content type='html'>It was a hot afternoon last Wednesday in North Jakarta&#39;s Kapuk Sawah, a day that would surely test those who were fasting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just when it seemed things could not get any worse, they did.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workers, students and street vendors living in the crowded kampong witnessed a terrible scene: their homes, burning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Several families were able to rescue their belongings. They sat surrounded by their mattresses, TVs, DVDs and clothes. 35-year-old factory worker Darmiyono, however, had nothing left.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;I had no time to rescue anything. I was too late,&quot; the man said. In less than 20 minutes, his family of five suddenly had nothing: no shelter, and not a single possession but the clothes they were wearing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suddenly, they were poor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not far from the area, in a kampong in Kapuk Muara, an 80-year-old widow talked about how her three children were forced to drop out of elementary school when her husband died of tuberculosis 20 years ago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;We were hoping that our children could use their education to find a better life than the one we had. When they had to leave school because I had no money, I immediately thought they could not (escape poverty),&quot; Lindahwati said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Conventional wisdom would blame fate for Darmiyono and Lindahwati&#39;s poverty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studies and reports, on the other hand, cite more complex causes of transient poverty. Surging inflation tops the list, since it leaves those who were slightly above the poverty line suddenly unable to purchase basic necessities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A March report from the Central Statistics Agency found that some 30.29 percent of the &quot;almost poor&quot; population, along with 11.82 percent of the &quot;poverty-prone&quot; and 2.29 percent of the &quot;non-poverty prone&quot; had joined the ranks of the poor this year.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The rising prices of staple foods, transportation and housing were listed as the cause.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But in a city like Jakarta, where the poor live in crowded slums where houses are attached to each other and sanitation seems to be non-existent, fire and infectious diseases are more threatening than inflation. With the addition of layoffs, Jakarta&#39;s poor face a wide variety of hazards.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fire-prone areas like North Jakarta&#39;s Penjaringan and Pademangan see their residents move up and down the poverty line on a regular basis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the first nine months of 2006, there were 351 fires, mostly in crowded kampongs, causing a total loss of Rp 52 billion (US$5.6 million). Last year there were 686, with a total loss of Rp 144.7 billion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;According to a 2003 study, Jakarta&#39;s slums sprawl over a total area of 1,663.71 hectares, with a population of 555,540.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To achieve this year&#39;s theme of &quot;Working Together out of Poverty&quot;, as outlined by today&#39;s International Day for the Eradication of the Poverty, it would surely take more than just direct subsidies. There must also be steps to ensure that people do not fall into poverty by losing all their property to fire, or losing a breadwinner to an infectious disease.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-link.blogspot.com/feeds/4871196541400056190/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3160756046264859585/4871196541400056190?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3160756046264859585/posts/default/4871196541400056190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3160756046264859585/posts/default/4871196541400056190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-link.blogspot.com/2008/03/fire-disease-layoffs-threaten-transient.html' title='Fire, disease, layoffs threaten transient poor'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3160756046264859585.post-7878576424039967194</id><published>2008-03-13T04:57:00.001+07:00</published><updated>2008-03-13T04:57:28.537+07:00</updated><title type='text'>Mandi, Bikin Segar dan Sehat!</title><content type='html'>Menurut penelitian terbaru mandi ternyata tidak hanya baik untuk membersihkan tubuh dari kotoran dan menjauhkan stress, tapi mandi juga memiliki peranan penting meningkatkan sistem kekebalan, membantu kulit terhindar dari penyakit seperti eksema dan bahkan menyembuhkan masalah medis serius.&lt;br /&gt;Sebuah studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan penderita diabetes yang menghabiskan hanya setengah jam berendam dalam bak air hangat dapat menurunkan tingkat gula darah sekitar 13 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian terpisah di Jepang menunjukkan 10 menit berendam dalam air hangat dapat memperbaiki kesehatan jantung baik pria maupun wanita, membantu mereka menjalani test olahraga lebih baik dan mengurangi rasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa manfaat mandi dan berapa lama anda sebaiknya mandi? Berikut beberapa petunjuk mandi asyik dan menyehatkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengeluarkan racun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandi air hangat sekitar 32-35 derajat Celsius membuka pori-pori yang dapat membantu mengeluarkan toksin. Mandi air hangat juga dapat membantu menurunkan tingkat gula darah, menyembuhkan sakit otot dan membantu menjaga usus besar bekerja dengan baik. Waktu yang dianjurkan selama 10-20 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda benar-benar mengalami stress, mandi air dingin akan menjadi jawaban yang tepat. Temperatur yang dianjurkan sekitar 12-18 derajat Celsius. Mandi air dingin sangat baik meredakan ketegangan, sebaliknya dari air hangat karena mandi air dingin dapat mempersempit darah dan meningkatkan tingkat gula darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksema&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit kulit tertentu seperti eksema, ruam atau gatal-gatal dengan menambahkan baking soda (sodium bicarbonate) ke dalam bak mandi dapat membuat perbedaan besar. Sodium bicarbonate bertindak sebagai antiseptik. Isi air dengan air hangat kuku, tambahkan kira-kira satu pound baking soda dan aduk sampai rata. Dianjurkan berendam selama 10-20 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infeksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infeksi yeast seperti sariawan dapat dibantu dengan menambahkan tiga atau empat cuka dari sari buah apel ke dalam bak mandi. Ini juga baik untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh karena cuka dapat menyeimbangkan kembali asam. Tambahkan pada air hangat dan berendam selama 15-20 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flu dan Sakit Kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merendam kaki dalam air hangat dapat membantu menyembuhkan flu dan sakit kepala dan juga menyegarkan kembali kaki yang lelah. Masukan air hangat secukupnya dalam bak sampai menutupi kaki dan pergelangan kaki tambahkan beberapa tetes minyak seperti lavender, peppermint atau lemon. Setelah selesai basuh dengan air dingin. Lakukan selama 10-20 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insomnia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merendam kaki dalam air dingin sangat baik bagi anda yang memiliki masalah insomnia atau mereka yang memiliki masalah tidur. Masukan kaki sampai kaki merasa dingin. Pengobatan ini juga berguna bagi kaki lelah, pendarahan hidung, flu dan sembelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirkulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah merendam kaki secara bergantian antara air hangat dan air dingin jika anda mengalami masalah sirkulasi. Mulai dengan merendam kaki selama satu atau dua menit dalam air hangat, kemudian 30 menit dalam air dingin. Cobalah lakukan selama 15 menit kemudian diselesaikan dengan air dingin. (mydoc/rit)</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnal-link.blogspot.com/feeds/7878576424039967194/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3160756046264859585/7878576424039967194?isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3160756046264859585/posts/default/7878576424039967194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3160756046264859585/posts/default/7878576424039967194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnal-link.blogspot.com/2008/03/mandi-bikin-segar-dan-sehat.html' title='Mandi, Bikin Segar dan Sehat!'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>