<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662</id><updated>2024-11-01T18:49:29.550+07:00</updated><category term="Bicara dan Bahasa"/><category term="Press Release"/><category term="Psikologi Anak"/><category term="Autism Spectrum Disorder"/><category term="Belajar mengajar"/><category term="Kesulitan Belajar"/><category term="Keterampilan Motorik"/><category term="Cleft (celah bibir/langit2)"/><category term="Event/Seminar"/><category term="Hearing loss"/><category term="Occupational Therapy/OT"/><category term="Sensory Integration (SI)"/><title type='text'>Anak dan tumbuh kembang</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-4587168958270970580</id><published>2008-10-15T13:03:00.006+07:00</published><updated>2008-10-19T11:06:06.638+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Press Release"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Anak"/><title type='text'>Temani Adik Bobo Dong!</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Seputar Indonesia, Lifestyle - Kids&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wawancara dengan psikolog anak Ibu Woro Kurnianingrum, MPsi (Angel&#39;s Wing) oleh Koran Sindo, Sabtu 20/01/2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar tidak berada di dekat orangtua juga menjadi latihan bagi anak, selain kemandirian, saat si kecil menempati kamarnya sendiri.Pelajaran ini memang lebih kepada ikatan emosional daripada fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada batasan usia yang pasti bagi anak untuk mulai pisah kamar dengan orangtua. Melainkan, lebih dilihat kepada kesiapan anak itu sendiri. Sebab, masing-masing anak punya kesiapan yang berbeda- beda. Kalau misalkan si anak di usia satu tahun sudah bisa melihat dan bisa ditinggal di kamarnya sendiri, itu tidak menjadi masalah. Namun, ada juga anak yang di usia satu tahun sangat tergantung dengan orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlunya memisahkan anak dari kamar tidur orangtua,juga dimaksudkan agar anak tidak melihat saat orangtuanya melakukan hubungan intim. Kalau anak sudah mulai mengetahui banyak hal dan dia sudah bisa melihat dengan jelas, ada baiknya dia sudah mulai ”dipisahkan” dengan orangtua. ”Kalau si anak masih tidur bersama orangtua dan ketika orangtua sedang melakukan hubungan intercourse, maka si anak bisa saja melihatnya secara tak sengaja,” kata psikolog anak Woro Kurnianingrum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anak melihatnya di usia dini, dia bisa menyalahartikan apa yang dilihatnya. ”Ini yang perlu dihindari,” tegasnya. Paling tidak, menurut teori perkembangan, anak sekitar usia satu tahunan sudah dapat melihat dengan jelas. Namun, biasanya orangtua mulai memisahkan anak ketika si anak mulai menginjak bangku sekolah. Proses memisahkan kamar ini perlu dilakukan secara bertahap. Misalkan,pertama-tama si anak diperkenalkan dengan kamar barunya. Selanjutnya, anak diberikan penjelasan bahwa dia nanti akan tidur di kamar barunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahakan kamar tersebut didesain dengan corak warna dan aksesori kesukaan anak. Lalu, secara bertahap orangtua perlu menemani si anak untuk tidur bersama di kamar tersebut terlebih dulu. Bisa saja di hari-hari pertama orangtua menemani anak tidur di kamar tersebut hingga pagi hari. Secara bertahap berkurang, bisa juga hanya sampai si anak tertidur, kemudian orangtua meninggalkan anak tidur sendiri di kamarnya. Nah, ketika anak terbangun, maka orangtua perlu menemani kembali agar si anak merasa nyaman bahwa orangtuanya masih berada di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, lambat laun ini pun perlu dibatasi. Hingga si anak bisa pergi ke kamarnya dan tidur sendiri tanpa perlu ditemani orangtua. Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, kini banyak orangtua yang sudah menggunakan alat sensor suara bernama baby talk, yang diletakkan di kamar si anak dan kamar orangtua. Alat tersebut digunakan sebagai alat komunikasi menghubungkan dua kamar. Jadi, ketika anaknya menangis di tengah malam, orangtuanya dapat langsung mendengarkan dan menenangkan si anak dengan mengatakan ayah-ibunya ada di dekatnya. Secara bertahap proses anak pisah kamar ini dapat dilakukan hingga si anak menginjak bangku sekolah dia sudah terbiasa tidur sendiri di kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh dikatakan Woro, anak tidur terpisah dengan orangtua bukan semata soal kesiapan mental si anak saja, juga berkaitan dengan ketersediaan ruang kamar dalam sebuah rumah. Bagi keluarga yang menempati rumah yang punya banyak kamar,mungkin tidak menjadi masalah. Sebaliknya, bagi keluarga yang rumahnya tergolong kecil dan minim kamar, maka perlu ada penyiasatan dalam mengatur tidur pisah ini. Dia menyarankan,kalau sekiranya dalam rumah tersebut hanya terdiri dari satu kamar, ada baiknya pemisahan dilakukan menggunakan sekat pemisah sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya agar si anak tak melihat orangtua, tapi dia dapat merasakan nyaman masih berada dekat ayah-ibu. Sementara itu, psikolog anak Melly Puspitasari menyarankan, dalam menyiapkan kamar anak, sebaiknya merancang kamarnya seaman dan senyaman mungkin.Artinya,pintu dan jendelanya aman terkunci untuk mencegah maling masuk. Kemudian,hal yang perlu diingat, masa kanak-kanak membutuhkan stimulus untuk menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas. ”Begitu juga dalam merancang desain kamar anak, kita bisa menyiapkan gambar-gambar yang merangsang kreativitas si anak,” sarannya. Bisa saja orangtua menempelkan huruf-huruf/abjad di dinding kamar anak. Ketika berada di kamar anak, si ibu bisa mengajak anak bermain mengenal huruf-huruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mama tahu lho huruf A.Ayo kita cari mana yang huruf A?” Dengan demikian, kamar anak bisa menjadi mediasi untuk menumbuhkan kreativitas dan sarana belajar bagi anak.Alhasil, si anak merasa nyaman dan berpikir,” Oh ternyata belajar itu menyenangkan”. ”Kita juga bisa menempatkan karpet berbahan karet sandal yang berbentuk huruf-huruf,” kata Melly. Karpet tadi bisa ditempatkan di kamar anak.Karpet tadi aman bagi kesehatan anak karena tidak menyimpan debu sehingga dapat mencegah anakanak alergi debu.Sebaiknya dihindari menempatkan karpet biasa di kamar anak karena menjadi tidak aman bagi anak yang menderita alergi atau asma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak pada umumnya menginginkan suatu dunia yang berbeda, yakni dunia yang ada di alam imajinasinya. Sekarang banyak tersedia furnitur- furnitur kamar yang bertemakan anak-anak. ”Kita bisa membelikannya sesuai kegemaran anak terhadap benda tertentu. Misalnya anak yang suka dengan mobil, bisa kita belikan tempat tidur atau bantal yang berbentuk mobil-mobilan. Bisa juga kita belikan tempat tidur berwarna-warni cerah,” urainya. Selain itu, bisa juga menempelkan sekeliling dinding kamar dengan gambar-gambar yang disukai anak. ”Contoh lain, si anak diminta menggambar sesuatu. Selanjutnya, gambar itu digunting dan ditempel di lemari pakaian anak,” ujar Melly. (nuriwan trihendrawan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center; font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. 021-54350166, 0818-08642642.&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/4587168958270970580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/4587168958270970580' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/4587168958270970580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/4587168958270970580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/10/temani-adik-bobo-dong.html' title='Temani Adik Bobo Dong!'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-5194316159570143769</id><published>2008-10-03T16:00:00.004+07:00</published><updated>2008-10-19T11:06:23.906+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Press Release"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Anak"/><title type='text'>Berikan Ruang Bermain yang Cukup</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Seputar Indonesia, Lifestyle - Kids&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wawancara dengan psikolog anak Ibu Woro Kurnianingrum, MPsi (Angel&#39;s Wing) oleh Koran Sindo, Rabu 14 Maret 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMERHATI masalah anak juga Sekjen Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif (Asah Pena) Dhanang Sasongko berpendapat, sebetulnya anak agresif harus dipandang sebagai sesuatu yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Umumnya, anak semacam ini berani melakukan sesuatu dan punya daya kreativitas yang bagus. Asalkan orangtuanya dapat mengarahkan dan menstimulusnya ke arah positif,” ujarnya. Dia menyayangkan tindakan orangtua yang kadang justru menghukum sifat agresif anak tadi dengan tindakan negatif. Misalnya, memarahi atau menghukum anak dengan memukul. Tindakan semacam ini justru akan membuat anak semakin agresif terhadap orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lebih baik ajak anak melakukan kegiatan menantang yang dapat menjadi ajang penyaluran sifat agresivitasnya. Sehingga, hasilnya pun menjadi positif,” tutur Dhanang. Sementara, psikolog anak Woro Kurnianingrum menyarankan agar langkah pertama yang perlu dilakukan adalah orangtua introspeksi diri. Salah satu caranya,kalau orangtua sedang memberi tahu atau menasihati sang anak, jangan melakukannya sambil emosi. ”Jadi, langkah awal adalah mencari penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bukan karena dari pihak orangtua, mungkin saja dia meniru dari teman terdekatnya atau meniru dari tayangan TV yang ditontonnya tanpa sengaja,” ungkapnya. Orangtua perlu membantu si anak untuk belajar mengungkapkan apa yang diinginkan anak. ”Kamu mau apa?” ”Mainan ini ya?”, misalnya. Dengan demikian, anak merasakan terbantu apa yang tengah ada dalam pikirannya, tapi dia belum mampu mengungkapkannya. Cara lain, dengan mengajarkan adanya konsekuensi logis dari sebuah tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu contoh, ketika anak sedang bermain bola bersama kawan- kawannya, kemudian dia berperilaku kasar,dengan melempar.Sebaiknya orangtua segera menarik dia dari permainan tadi dan ajak dia duduk menyaksikan teman-teman lain yang tengah bermain. ”Jelaskan bahwa dia bisa bermain tanpa menyakiti temannya, lalu tunggu sampai dia siap bermain,” ujar Woro. Hindari argumen seperti menanyakan; ”Bagaimana kalau Dedek dilempar bola sama teman Dedek?”. Sebab, toddler belum punya pikiran dewasa atau matang untuk bisa membayangkan dirinya di posisi orang lain atau berubah tingkah lakunya karena pertanyaan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi toddler dapat mengerti apa akibat atau konsekuensinya. ”Orangtua jangan panik, tapi justru harus tenang menghadapi anaknya yang berperilaku agresif,” sarannya. Membentak, memukul, atau mengatakan kalimat tidak baik, tidak akan mencegah tingkah laku si anak. Justru dapat membuat si kecil mencontoh yang tidak baik. Sebenarnya kalau Anda tenang dan bisa mengendalikan amarah justru mungkin menjadi langkah awal baginya untuk belajar mengontrol kemarahannya. ”Cobalah untuk segera merespons jika anak agresif. Jangan menunggu sampai dia memukul si adik untuk ketiga kalinya, baru orangtua menegurnya,” tegasnya. Anak harus segera tahu bahwa dia salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat dia akan menghubungkan perbuatan dan akibatnya.Akhirnya, dia mengerti bahwa jika dia memukul, menggigit, dan kenakalan lain, dia akan disingkirkan. Orangtua juga perlu mengajarkan alternatif tindakan lain yang lebih positif dalam mengelola emosi ketimbang melakukan tindakan agresif. Tunggu sampai dia sudah tenang, lalu jelaskan dengan lembut apa yang terjadi, tanyakan apa yang membuatnya marah. Katakan b a h w a marah itu wajar, tapi t i d a k boleh ditunjukkan dengan memukul, menggigit, atau menendang.(nuriwan t)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center; font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. 021-54350166, 0818-08642642.&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/5194316159570143769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/5194316159570143769' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/5194316159570143769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/5194316159570143769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/10/berikan-ruang-bermain-yang-cukup.html' title='Berikan Ruang Bermain yang Cukup'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-5072830365131364650</id><published>2008-10-03T15:53:00.004+07:00</published><updated>2008-10-19T11:06:42.281+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Press Release"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Anak"/><title type='text'>Peran Orangtua dalam Proses Belajar Anak</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Seputar Indonesia, Lifestyle - Kids&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Artikel oleh psikolog anak Ibu Woro Kurnianingrum, MPsi (Angel&#39;s Wing) untuk Koran Sindo, Kamis 19 April 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering kali mendengar kata ”belajar”. Hanya, belajar sering diartikan dengan mengerjakan pekerjaan rumah (PR) atau menuntut ilmu di sekolah. Pengertian belajar tersebut lebih terkait dengan dunia pendidikan formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal belajar itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu perubahan perilaku yang diperoleh dari pengalaman,baik secara informal maupun secara formal. Belajar secara informal dapat diperoleh seseorang melalui pengalaman sehari- hari dengan menggunakan pancaindranya. Belajar seperti ini ditunjukkan dengan perilaku mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu sendiri, mendengar, maupun mengikuti petunjuk. Belajar secara informal sebenarnya telah berlangsung sejak anak lahir ke dunia. Mulai dari belajar beradaptasi terhadap lingkungannya yang baru hingga belajar mengenali peraturan-peraturan yang berlaku umum di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tanpa disadari bayi pun telah mengalami proses belajar yaitu belajar mengenal dunianya sesuai kapasitas perkembangan usianya. Untuk belajar secara formal,seseorang dapat memperolehnya dengan mengikuti pendidikan di suatu tempat atau lembaga khusus, seperti sekolah, tempat kursus, dan sebagainya. Belajar secara formal inilah yang lebih populer dan sering digunakan untuk mengartikan kata ”belajar”. Tak dapat dimungkiri,proses belajar anak dalam kaitannya dengan dunia pendidikan merupakan bagian pokok yang sering menjadi masalah, baik oleh diri anak itu sendiri atau orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini pun akan lebih dibahas mengenai belajar dalam kaitannya dengan dunia pendidikan. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai proses belajar,sebaiknya kita melihat terlebih dahulu beberapa faktor yang dapat memengaruhi seorang anak dalam belajar. Pertama, faktor yang berasal dari dalam diri anak.Faktor ini terbagi menjadi faktor fisiologis dan faktor psikologis. Faktor fisiologis di sini mencakup nutrisi, kondisi tubuh, penyakit, pancaindra, dan lain-lain yang ada pada diri anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari faktor psikologis, faktor ini meliputi: adanya sifat ingin tahu anak dan keinginannya untuk menyelidiki dunia yang lebih luas; adanya sifat yang kreatif pada anak dan keinginan untuk selalu maju; adanya keinginan anak untuk mendapatkan simpati dari orangtua, guru, dan teman- teman; adanya keinginan anak untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baru, baik dengan kerja sama maupun dengan persaingan; adanya keinginan anak untuk mendapatkan rasa aman bila menguasai pelajaran; serta adanya ganjaran atau hukuman sebagai hasil daripada belajar. Kedua, faktor di luar diri anak. Faktor ini meliputi faktor sosial dan faktor nonsosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor sosial yaitu faktor kehadiran orang lain, seperti orangtua atau saudara kandung, baik kehadiran secara langsung maupun tidak. Adapun faktor nonsosial, antara lain keadaan udara, cuaca, ruangan atau tempat belajar, serta sarana dan prasarana untuk proses belajar itu berlangsung. Meskipun sekolah sebagai salah satu tempat untuk pendidikan formal anak, tetap orangtua adalah guru pertama bagi anak-anaknya. Keterlibatan orangtua dalam proses belajar anak dapat menjadi penunjang prestasi anak di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bentuk keterlibatan yang dapat dilakukan orangtua dalam membantu proses belajar anak, antara lain dengan menciptakan lingkungan rumah yang mendukung untuk proses belajar. Lingkungan di sini termasuk secara fisik dan psikologis. Untuk lingkungan secara fisik di sini, orangtua dapat menyediakan sarana dan prasarana yang dapat digunakan anak untuk belajar, seperti ruangan atau tempat untuk belajar,meja dan kursi,buku tulis dan buku pelajaran, serta peralatan tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun untuk lingkungan secara psikologis, orangtua diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang mendukung. Apabila anak lebih mudah berkonsentrasi dalam keadaan hening, maka orangtua dapat mengurangi atau mematikan volume suara televisi. Setiap orangtua pasti memiliki impian maupun harapan tersendiri terhadap anak-anaknya. Untuk itu, orangtua dapat menunjukkan harapan yang tinggi terhadap prestasi dan karier masa depan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebaiknya tetap realistis dengan melihat kemampuan dan minat yang dimiliki anak. Untuk anak dalam tingkat pendidikan taman kanak-kanak (TK), orangtua dapat memperhatikan dalam aktivitas apa anaknya terlihat antusias. Apakah aktivitas keterampilan tangan, aktivitas yang menuntut kemampuan berpikir seperti bermain puzzle, atau aktivitas yang membutuhkan kemampuan bersosialisasi. Untuk anak yang telah duduk di sekolah dasar (SD) atau tingkat selanjutnya, orangtua dapat melihat pada pelajaran apa anaknya tampak unggul atau memperoleh nilai yang tinggi. Selain itu, orangtua perlu mengetahui dan membantu mengoptimalkan cara belajar yang dimiliki anak. Setiap anak memiliki cara belajar yang berbedabeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya apakah anak lebih mudah menyerap informasi dengan cara membaca, mendengarkan, atau dengan melihat benda/gambar dalam wujud nyata. Orangtua juga perlu menyadari bahwa anak bukanlah robot yang dapat diprogram sesuai keinginan orangtua. Jangan heran jika anak tidak menyukai belajar karena melihat orangtua tidak pernah menyentuh buku atau sekadar membaca koran, melainkan hanya memberi perintah kepada anak untuk belajar. Untuk menumbuhkan sikap dan minat anak dalam belajar,orangtua sebaiknya juga memberi contoh yang positif pada anak mengenai sikap dan minat dalam hal belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan sekolah, orangtua dapat membantu anak dalam tugas- tugas sekolah. Misalnya dengan membantu mengulang materi di sekolah,membimbing anak dalam mengerjakan PR (pekerjaan rumah), maupun dengan menyediakan sarana dan prasarana anak dalam tugas prakarya atau kesenian (art project). Selain itu, orang tua juga dapat meluangkan waktu untuk dapat terlibat dalam membantu program sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya dengan melakukan pengawasan terhadap cara pengajaran yang diterapkan oleh pihak sekolah,membantu mengumpulkan dana untuk kegiatan kemanusiaan yang diadakan sekolah, atau membantu mengawasi anak apabila melakukan kunjungan luar (field trip). Salah satu kunci untuk meraih tujuan dalam pendidikan anak ialah adanya komunikasi antara orangtua dengan pihak sekolah. Ada beberapa topik yang dapat dibicarakan orangtua dengan pihak sekolah. Pertama, mengenai sikap dan pola pengasuhan orangtua yang berkaitan dengan pendidikan yang diterapkan di rumah. Kedua, harapan orangtua terhadap prestasi dan perilaku anak di sekolah.Dan ketiga, orangtua mengetahui harapan sekolah terhadap aktivitas anak di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya keterlibatan orangtua dalam proses belajar anak, dapat diperoleh beberapa manfaat, antara lain anak memiliki sikap yang lebih positif dalam belajar. Kedua, anak lebih bersemangat untuk ke sekolah. Ketiga, anak menunjukkan prestasi belajar yang lebih baik. Terakhir, anak cenderung dapat menyelesaikan pendidikannya hingga jenjang tertinggi dan meraih pekerjaan yang memadai.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Oleh : Woro Kurnianingrum&lt;/span&gt;, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;MPsi&lt;/span&gt; Magister Psikologi Universitas Tarumanagara&lt;br /&gt;Psikolog Anak - Angel&#39;s Wing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center; font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. 021-54350166, 0818-08642642.&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/5072830365131364650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/5072830365131364650' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/5072830365131364650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/5072830365131364650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/10/peran-orangtua-dalam-proses-belajar.html' title='Peran Orangtua dalam Proses Belajar Anak'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-2903899467965925218</id><published>2008-10-03T15:42:00.007+07:00</published><updated>2008-10-19T11:06:59.254+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Press Release"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Anak"/><title type='text'>Agresivitas di Masa Toddler</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Seputar Indonesia, Lifestyle - Kids&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wawancara dengan psikolog anak Ibu Woro Kurnianingrum, MPsi (Angel&#39;s Wing) oleh Koran Sindo, Rabu 14 Maret 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bulan belakangan ini Cikal, 1 tahun 4 bulan, sering melempar atau memukul orang lain bila sedang bermain.Apakah dia tergolong agresif? Apakah perilaku tersebut merupakan bagian dari proses pertumbuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang tengah menginjak usia 1–2 tahun dikenal dengan istilah toddler. Itu merupakan masa lucu-lucunya anak sekaligus yang melelahkan bagi orangtua. Banyak hal perlu diketahui orangtua selama masa perkembangan ini. Tingkah laku toddler amat beragam, seperti berperilaku agresif,menarik rambut,banyak kemauan, berbohong, dan tindakan lain. Apabila orangtua salah menyikapinya, akan berdampak tidak baik bagi si anak dalam perkembangan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, orangtua perlu membuka wawasan tentang bagaimana menyikapi toddler. Psikolog Anak Woro Kurnianingrum mengatakan,munculnya perilaku agresif pada anak usia 1–2 tahun merupakan suatu hal yang wajar. Perilaku itu terjadi karena saat itu anak sedang berada pada masa transisi. ”Dia mulai ingin berkomunikasi dengan pihak di luar dirinya. Namun, karena belum mengungkapkan keinginannya secara jelas dan verbal, maka dia melakukannya dengan perilaku agresif berupa tindakan memukul atau melempar,” papar lulusan Magister Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta itu. Pengertian sifat agresif (suka menyerang) ialah melakukan suatu tindakan kekerasan untuk melukai orang dalam kemarahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasa dilakukan dengan menendang atau memukul orang, mengatai atau memaki orang dengan kata-kata kasar, memfitnah dan menggertak, serta mengganggu orang lain. ”Lantas, apakah perilaku semacam ini dapat berkembang hingga si anak menjadi seorang yang punya sifat agresif ketika dewasa. Hal itu sangat bergantung dari penyikapan yang dilakukan orangtua,” ujarnya. Sebetulnya tidak semua anak di usia tersebut suka memukul. Bila anak kita menunjukkan perilaku semacam ini, orangtua perlu mencari tahu ada apa dengan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sifat agresif itu didapat dari meniru orang di lingkungan terdekatnya, seperti ayah, ibu, atau kakaknya. Bisa juga akibat pengaruh media televisi atau video. ”Pada umumnya, seorang anak tidak mungkin dengan sengaja ingin melukai orang lain, kalau bukan karena emosinya. Anak yang melakukan kekerasan seperti ini adalah anak yang mau menang sendiri. Karena,demi mencapai keinginannya tidak lagi memperhatikan hak orang lain,”urainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kemampuan berbahasa yang sedikit dan terbatas. Ditambah adanya keinginan kuat untuk melakukan sesuatu sendiri.Namun,kontrol kemauan di otak anak belum mampu dikelola dengan baik,maka hal itu membuat toddler bertingkah laku agresif.Meski demikian, bukan berarti itu harus dibiarkan. Toddler harus diberi tahu bahwa kelakuan mereka tidak baik dan tunjukkan cara lain untuk mengekspresikan perasaannya. Contohnya, si anak sedang bermain bersama kakak atau temannya.Tapi karena si kecil belum bisa berbicara dengan baik, maka yang terjadi adalah dia memukul dan mengambil atau merebut mainan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu penyelidikan membuktikan bahwa anak laki-laki lebih banyak melakukan tindakan agresif ketimbang anak perempuan sejak masa kecilnya. Tindakan agresif tidak sama dengan perasaan agresif. Tindakan agresif lebih bersifat mencari permusuhan, sedangkan perasaan agresif lebih menonjolkan pada sifat marah yang tidak dapat dikendalikan. Mungkin benar bahwa amarah tidak dapat dikendalikan, tetapi tetap harus diupayakan untuk dikendalikan. ”Terbentuknya perilaku agresif ini bisa disebabkan meniru model sikap yang diterapkan orangtua dalam kesehariannya. Anak di usia 1–2 tahun sudah mulai dapat melakukan proses berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila orang-orang terdekatnya melakukan hal seperti itu, si anak akan menirukannya dengan baik,” ungkap psikolog yang praktik di Pusat Terapi dan Remedial Angels. Sementara itu,penulis buku Menerobos Dunia Anak, Dr Mary Go Setiawani dalam artikel berjudul ”Masalah Emosi” menambahkan, orangtua yang membiarkan anak melakukan tindakan agresif, kasar terhadap orang lain juga dapat menjadi penyebab anak agresif. Cara hidup yang tidak beraturan atau terlalu dimanja orangtua dapat membuat anak suka menyerang.Misalnya,orangtua tidak menegur anak ketika memukul orang dan hanya berkata; ”Jangan, Sayang!”, maka anak akan merasakan bahwa di mata orangtuanya tidak apaapa dan memberi kesempatan bagi dia mengulangi perbuatannya bahkan lebih menjadijadi. Bagi anak, bila orangtua tidak menghukum, itu berarti mengizinkan dia bertindak lagi.(nuriwan trihendrawan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center; font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. 021-54350166, 0818-08642642.&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/2903899467965925218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/2903899467965925218' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/2903899467965925218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/2903899467965925218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/10/agresivitas-di-masa-toddler.html' title='Agresivitas di Masa Toddler'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-6894336965992518776</id><published>2008-09-23T09:57:00.008+07:00</published><updated>2008-10-19T11:07:17.514+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bicara dan Bahasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Press Release"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Anak"/><title type='text'>Speech Delay, Usia Dua Tahun Belum Juga Bicara</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Seputar Indonesia, Lifestyle Kids&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wawancara dengan psikolog anak Ibu Woro Kurnianingrum, MPsi (Angel&#39;s Wing) oleh Koran Sindo, Kamis 1 Maret 2007&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sisca, 2, belum juga bisa mengeluarkan sepatah kata. Padahal anak seusianya sudah mulai terampil berbicara. Apakah dia mengalami keterlambatan bicara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEORANG anak mulai memperlihatkan keterampilan bicara pada usia 1,6 tahun–2 tahun. ”Walaupun artikulasi atau pengucapan kata-katanya belum jelas,”kata psikolog anak Woro Kurnianingrum dari Angel&#39;s Wing. ”Namun ada juga anak yang baru bisa bicara ketika berusia di atas 2 tahun,” katanya. Ketika ada anak belum bisa bicara saat menginjak usia dua tahun, orangtua boleh khawatir, tapi jangan panik. Orangtua dapat mulai mencari-cari tahu apa penyebabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, jangan cepat mengambil kesimpulan bahwa anaknya mengalami keterlambatan bicara atau speech delay. Setiap anak berbeda-beda tahapan perkembangannya. Jadi, mungkin saja ada anak yang di usia dua tahun lancar bicara, tapi ada anak yang bicaranya masih belum jelas di usia yang sama. Woro mengungkapkan, dalam berbahasa ada yang dinamakan reseptif dan ekspresif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reseptif adalah kemampuan si anak untuk memahami apa yang diucapkan orang lain. Sementara ekspresif adalah kemampuan si anak mengekspresikan pikirannya dengan berbicara. Bagaimana mengetahui kemampuan reseptif anak? Sebagai contoh, ketika orangtua memberikan perintah kepada anaknya agar mengambilkan gelas, mampukah si anak memahami perintah tersebut? (Baca artikel &lt;a href=&quot;http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/09/perkembangan-bicara-dan-bahasa-pada.html&quot;&gt;Perkembangan bicara dan bahasa pada anak usia 0-36 bulan)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;Bila ternyata anak mampu memahami, berarti kemampuan reseptif anak tidak bermasalah. Pengecekan selanjutnya adalah pada kemampuan ekspresif. Kalaupun belum baik, bisa saja memang tahapannya baru sebatas kemampuan reseptif yang baik. Sering kali orang menganggap anak terlambat bicara tanpa mengetahui faktor reseptif dan ekspresif tadi. Anak yang mengalami keterlambatan bicara biasanya memiliki kendala pada faktor reseptif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kita bisa memberikan latihan- latihan dengan menstimulasi anak agar dapat memahami dan melafalkan ucapan. Misalkan, mama atau papa. Apakah dia bisa mengulanginya,” kata Woro. Kalau ternyata si anak tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali, padahal dia sudah menginjak usia dua tahun. Orangtua boleh khawatir dan mencari-cari tahu.Dengan cara mengecek kondisi fisik berkaitan dengan aspek reseptif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada masalah dengan pendengaran atau pita suaranya. Bila ternyata si anak bisa menirukan lafal /a/, /i/, /u/, /e/, dan /o/, itu artinya tidak ada masalah dengan kemampuan berbicara anak. Bila berjalan hingga usia tiga tahun belum juga bisa bicara, tapi dia memahami pembicaraan orang lain, orangtua dapat berkonsultasi kepada ahlinya. Seperti ke dokter anak untuk mengetahui kondisi fisik anak atau ke psikolog untuk mengetahui apakah ada gangguan dalam perkembangan psikologisnya. Bisa juga mendatangi ke pusat terapi wicara untuk melakukan stimulasi dan terapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar perkembangan anak Dr Miriam Stoppard mengatakan, tahapan perkembangan kemampuan bicara dan berbahasa dapat dibagi dalam dua fase, yakni usia perkembangan kemampuan berbicara dan bahasa, sejak bayi usia 0–8 minggu. ”Pada masa perkembangan kemampuan berbicara dan bahasa, seorang bayi akan mendengarkan dan mencoba mengikuti suara yang didengarnya,” katanya. Tidak hanya itu, sejak lahir dia sudah belajar mengamati dan mengikuti gerak tubuh serta ekspresi wajah orang yang dilihatnya dari jarak tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski masih bayi,seorang anak mampu memahami dan merasakan adanya komunikasi dua arah dengan memberikan respons lewat gerak tubuh dan suara. Sejak usia dua minggu pertama, dia mulai terlibat dengan percakapan, dan pada minggu ke-6 ia akan mengenali suara sang ibu, dan pada usia 8 minggu, ia mulai mampu memberikan respons terhadap suara yang dikenalinya. Kemudian, tahapan selanjutnya adalah perkembangan kemampuan berbicara dan bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama setelah seorang bayi tersenyum, ia mulai belajar mengekspresikan dirinya melalui suara-suara yang sangat lucu dan sederhana, seperti /eh/, /ah/, /uh/, /oh/ dan tidak lama kemudian ia akan mulai mengucapkan konsonan seperti /m/, /p/, /b/, /j/ dan /k/. Pada usia 12 minggu, seorang bayi sudah mulai terlibat pada percakapan ”tunggal”dengan menyuarakan /gaga/, /ah goo/, dan pada usia 16 minggu, ia makin mampu mengeluarkan suara seperti tertawa atau teriakan riang, dan babbling. Pada usia 24 minggu, seorang bayi akan mulai bisa menyuarakan /ma/, /ka/, /da/ dan sejenisnya.Sebenarnya banyak tanda-tanda yang menunjukkan bahwa seorang anak sudah mulai memahami apa yang orangtuanya atau orang lain katakan. (nuriwan trihendrawan).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;font-size:85%;&quot; &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center; font-style: italic;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. 021-54350166, 0818-08642642.&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center; font-style: italic;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:&#39;Arial&#39;,&#39;sans-serif&#39;;font-size:10;&quot;  &gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/6894336965992518776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/6894336965992518776' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/6894336965992518776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/6894336965992518776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/09/speech-delay-usia-dua-tahun-belum-juga.html' title='Speech Delay, Usia Dua Tahun Belum Juga Bicara'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-7554441071206572098</id><published>2008-09-23T09:13:00.008+07:00</published><updated>2008-10-19T11:07:33.148+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Press Release"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Anak"/><title type='text'>Berikan Kamar yang Terpisah</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Seputar Indonesia, Lifestyle Kids&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Wawancara dengan psikolog anak Ibu Woro Kurnianingrum, MPsi (Angel&#39;s Wing) oleh Koran Sindo,  Selasa 22 Mei 2007 &lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/artikelsindo/Koran%20SINDO,%20Satu%20Koran%20Segala%20Berita%20-%20Berikan%20Kamar%20yang%20Terpisah.mht&quot;&gt;(Klik di sini untuk melihat artikel, buka dengan browser IE)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;ANAK yang sejak dini terbiasa tidur di kamar sendiri, dalam pergaulan dia  cenderung lebih berani dan mandiri. Sebaliknya, bila anak terlambat pisah kamar  dengan orangtua, dia akan menjadi anak yang tergantung kepada orangtuanya. &lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;”Dia bisa tumbuh menjadi anak yang manja,” kata psikolog anak Woro  Kurnianingrum. Dalam mempersiapkan anak mulai pisah kamar, orangtua perlu  terlebih dulu memberikan penjelasan yang mudah dimengerti anak. Bisa dengan  mengatakan; ”Kamu kan sudah besar sekarang, belajar tidur sendiri ya! Lagi pula  teman- teman mu kan sudah pada tidur sendiri.” ”Tak lupa memberikan rasa nyaman  bagi si kecil dengan mengatakan, meskipun mulai belajar tidur terpisah, bukan  berarti ayah-ibu tidak akan hadir menemani ketika dia ingin berada di dekatnya,”  papar Woro. &lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemudian, ketika anak berusia 5 tahun,sebaiknya dipisahkan tidurnya dengan  kakak atau adik yang berbeda jenis kelamin. Hal ini sering kali terlupakan.  ”Penyadaran seksual terhadap jenis kelamin anak-anak banyak yang masih lambat.  Padahal, jika kita terlambat menumbuhkan kesadaran seksual dalam psikologis  anak,maka ke depannya perkembangan anak lainnya juga bisa terlambat,” ucap Melly  Puspitasari. &lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seandainya punya keterbatasan kamar, bisa saja satu kamar dimanfaatkan berdua  oleh kakak dan adik. Di sana ada meja belajar yang masingmasing punya kakak dan  adiknya. Tapi ketika akan tidur, kakak dan adik yang berlawan jenis tetap harus  terpisah. Dapat juga si ibu tidur bersama kakak yang perempuan.Sementara, si  adik yang laki-laki tidur bersama ayah. ”Di samping itu, kita harus menanamkan  norma ke kakaknya bahwa ini adikmu sehingga sebagai kakak harus melindungi.  Begitu juga sebaliknya, si adik ditanamkan sikap untuk menghormati kakaknya,”  ujarnya. (nuriwan t)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. 021-54350166, 0818-08642642.&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/7554441071206572098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/7554441071206572098' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/7554441071206572098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/7554441071206572098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/09/berikan-kamar-yang-terpisah.html' title='Berikan Kamar yang Terpisah'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-6700024131607155207</id><published>2008-09-15T21:20:00.011+07:00</published><updated>2008-10-19T11:08:31.749+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keterampilan Motorik"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Occupational Therapy/OT"/><title type='text'>Siapa itu terapis okupasi?</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Terapis okupasi atau biasa disebut terapis OT, adalah ahli profesional yang terlatih khusus untuk mengevaluasi dan melatih anak-anak dan orang dewasa, yang mengalami kesulitan dalam aktivitas-aktivitas penting yang diperlukan sehari-hari. Misalnya perawatan diri, aktivitas bermain dan bersenang-senang, dan bekerja. Untuk anak-anak, ‘bekerja’ meliputi bermain, belajar, dan pergi ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak adalah kelompok terbesar dibanding usia lain yang membutuhkan terapi okupasi. Terapi untuk anak terpusat untuk memperbaiki perkembangan anak dalam area keterampilan motorik halus (misalnya menyambungkan meronce dengan tali, menggunting kertas, mengancing baju), keterampilan bermain, kemampuan bersosialisasi, dan merawat diri (memakai baju, mandi, makan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya terapis okupasi memberi terapi kepada klien yang sudah didiagnosa kondisi tertentu oleh dokter atau psikolog. Terapi okupasi diperlukan oleh anak/orang dewasa yang mengalami kesulitan belajar, hambatan motorik (karena berbagai sebab : cedera, stroke), &lt;a href=&quot;http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/06/karakteristik-autism-spectrum-disorder.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;utism spectrum disorders&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, sensory processing disorders, cerebral palsy, Down syndrome, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), genetic disorders, dan keterlambatan tumbuh kembang lainnya. Berdasarkan hasil evaluasi dari dokter atau psikolog, terapis okupasi merancang suatu program terapi yang sesuai untuk masing-masing klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilatih oleh terapis okupasi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi okupasi terpusat pada pendekatan sensori atau motorik atau kombinasinya untuk memperbaiki kemampuan anak untuk merasakan sentuhan, rasa, bunyi, dan gerakan. Terapi juga meliputi permainan dan keterampilan sosial, melatih kekuatan tangan, genggaman, kognitif dan mengikuti arah. Terapis okupasi di sekolah membantu anak memperbaiki tulisan tangan (motorik halus), kemampuan visual (penglihatan) dan interaksi sosial, dan juga kemampuan akademi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; font-weight: bold;&quot;&gt;Berikut beberapa hambatan yang membutuhkan terapi okupasi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Gerakan yang terhambat – keterbatasan menggerakkan kepala, leher, dan tubuh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kekuatan yang menurun – kesulitan melakukan gerakan sumbu gerak yang sesuai dengan usia (misalnya jalan menirukan binatang  atau mendorong gerobak kecil) dan menahan posisi badan melawan gravitasi bumi (misalnya mengacungkan tangan dengan posisi terbang seperti superman)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keterlambatan dalam keterampilan motorik halus – kesulitan dalam menulis dan keterampilan menggunting, menjepit benda kecil dengan pinset, dan mengancingkan kancing baju (baca artikel &lt;a style=&quot;font-weight: bold;&quot; href=&quot;http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/08/membantu-anak-usia-prasekolah.html&quot;&gt;Keterampilan Motorik Halus&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keterlambatan dalam perawatan diri-sendiri – kesulitan memakai baju, menyikat gigi, memakai peralatan makan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keterlambatan koordinasi bilateral – kesulitan menggunakan kedua tangan bersama-sama untuk melakukan suatu tugas (misalnya mengikat tali sepatu, melempar dan menangkap bola)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelainan persepsi visual – kesulitan mengorganisasikan/mengatur informasi visual (yang ditangkap oleh mata) dari lingkungan sekitar untuk melakukan suatu tugas (misalnya memasang puzzle)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sensory processing disorders – kesulitan menanggapi dengan benar masukan informasi yang diterima panca indera (perasa, peraba, bunyi, gerakan) untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari (baca artikel &lt;a style=&quot;font-weight: bold;&quot; href=&quot;http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/06/apa-itu-sensory-integration-si-contoh.html&quot;&gt;Sensory Integration/SI&lt;/a&gt;).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Di mana terapis okupasi bekerja?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapis okupasi bisa bekerja di rumah sakit, klinik terapi, sekolah, rumah-rumah perawatan/rehabilitasi, dan di rumah-rumah klien secara pribadi. Terapis okupasi harus memiliki ijin terapi okupasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mencari terapis okupasi untuk anak, ingatlah untuk memilih terapis yang memiliki spesialisasi terapi anak. Ini penting karena pengujian dan teknik perawatan berbeda untuk anak-anak dan orang dewasa. Carilah rujukan dari teman, dokter, sekolah untuk mencari tempat terapi yang menyediakan layanan terapi okupasi untuk anak-anak. Di sekolah, konsultasikan dengan guru untuk membuat jadwal dengan terapis okupasi jika Anda kuatir dengan keterampilan menulis anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya dalam pertemuan pertama, terapis okupasi melakukan evaluasi / screening yang meliputi serangkaian test kurang lebih 1-2 jam. Terapis bisa melakukan observasi, tes-tes standard, dan mewawancarai orang tua untuk menentukan apa yang dibutuhkan anak. Dalam tanya jawab ini, terapis akan menanyakan pertanyaan tentang sejarah medis dan pertumbuhan anak. Selanjutnya terapis akan membahas hasil evaluasi dengan Anda dan membuatkan goal/tujuan yang hendak dicapai dalam terapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga bisa menanyakan beberapa pertanyaan kepada terapis okupasi dalam pertemuan ini, misalnya :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Berapa sering anak saya butuh terapi ? Apa yang membuat Anda memutuskan itu hal itu?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bisakah saya memperhatikan setiap sesi terapi ?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aktivitas apa saja yang akan Anda lakukan dalam terapi?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di mana saya bisa mendapat informasi tambahan mengenai kesulitan yang dialami anak?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu anak ?&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Saat anak mulai mengikuti terapi okupasi (OT), berkomunikasilah dengan terapis sesering mungkin melalui catatan atau komunikasi langsung. Yang lebih penting, orang tua/pengasuh perlu membantu anak terus-menerus untuk memperbaiki keterampilannya di rumah dan di sekolah. Terapis mengarahkan dan mengajar keterampilan yang benar kepada anak, tetapi untuk berlanjut hingga berhasil diperlukan latihan yang konsisten di rumah dan di sekolah. Hal ini akan membantu keberhasilan terapi okupasi yang diterima anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Artikel Ann Stensaas, M.S., OTR/L, What is an Occupational Therapist&lt;br /&gt;Artikel Amber Swearingen, MOT, OTR/L, Understanding Occupational Therapy: Learning Through Play&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center; font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. 021-54350166, 0818-08642642.&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/6700024131607155207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/6700024131607155207' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/6700024131607155207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/6700024131607155207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/09/siapa-itu-terapis-okupasi.html' title='Siapa itu terapis okupasi?'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-9142883869509473530</id><published>2008-09-10T23:03:00.005+07:00</published><updated>2008-10-19T11:08:58.476+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bicara dan Bahasa"/><title type='text'>Perkembangan bicara dan bahasa pada anak usia 0-36 bulan</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;font-size:85%;&quot; &gt;Dari artikel Keri Spielvogle, M.C.D., CCC-SLP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi mulai belajar bahasa sejak hari pertama dilahirkan. Walaupun bayi belum menggunakan bahasa yang berarti sampai kira-kira berusia 10-12 bulan, mereka bisa mengkomunikasikan apa yang mereka mau/perlukan dengan berbagai macam cara. Jadi sebenarnya, apa yang anak-anak sudah tahu pada usia dini? Gunakanlah informasi berikut untuk membantu Anda mengerti tahap perkembangan bicara dan bahasa anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Apakah semua anak-anak sama?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama sekali tidak! Anak-anak berkembang dengan laju pertumbuhan yang berbeda-beda dan banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya. Karena itu, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;janganlah&lt;/span&gt; berpegang sepenuhnya dari informasi berikut untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Pakailah informasi ini &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;hanya untuk panduan umum&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Umur dan Perkembangan Bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);&quot;&gt;Anak usia 1-6 bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini, bayi berkomunikasi terutama dengan menangis dan bahasa tubuh. Mendekati usia 6 bulan, Anda bisa melihat perkembangan di permainan suara atau ocehan bayi (&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;babbling&lt;/span&gt;). Bahasa penerimaan (&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;receptive language&lt;/span&gt;) atau apa yang bisa dimengerti bayi, mulai berkembang pada usia ini. Perkembangan awal tentang bunyi (&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;phoneme development&lt;/span&gt;) juga dimulai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Menangis&lt;/span&gt; – digunakan oleh bayi untuk mengungkapkan kebutuhannya pada saat itu. Anak-anak menggunakan level ketinggian suara dan kekerasan suara yang berbeda untuk memberitahu pesan yang yang berbeda, misalnya lapar, tidak nyaman, sakit, ingin digendong, atau mengantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Bahasa tubuh&lt;/span&gt; – merupakan bentuk komunikasi non-verbal, atau pengungkapan keinginan/kebutuhan tanpa menggunakan kata-kata. Pada saat ini, bahasa tubuh meliputi mengangkat lengan dan kaki, menolehkan kepala, tersenyum, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Receptive language&lt;/span&gt; – dimulai dengan kemampuan mengenali suara orang, yang umumnya membuat bayi merasa nyaman. Mereka juga mulai menolehkan kepala ke arah suara-suara dan tersenyum. Seiring mereka tumbuh, mereka bisa merasakan perasaan si pembicara dari nada suara, terutama jika si pembicara sedang marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Phoneme development&lt;/span&gt; (perkembangan bunyi) – bunyi-bunyi vokal (a,i,u,e,o) adalah yang umumnya pertama digunakan anak-anak. Anda akan mulai mendengar perkembangan awal bunyi konsonan, misalnya konsonan yang dibuat di bagian belakang mulut (/k/ atau /g/). Mendekati tahap akhir periode ini, Anda bisa mengenali kombinasi konsonan dan vokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);&quot;&gt;Anak usia 7-12 bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sedikit perkembangan pada jangka waktu ini dan Anda bisa mulai mengenali anak meniru pola bicara Anda. Bahasa tubuh berkembang menjadi berarti dan sosial. Ocehan bayi meningkat walaupun anak masih menangis seiring dengan bahasa tubuh sebagai cara utama untuk berkomunikasi. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Phoneme development&lt;/span&gt; berlanjut dengan penambahan lebih banyak kombinasi konsonan dan vokal, lalu awal dari bicara yang mengandung arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Ocehan bayi (babbling) &lt;/span&gt;– Ketika mendekati 12 bulan, &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;babbling &lt;/span&gt;berubah menjadi kata-kata yang lebih mempunyai arti. Anak mulai menggunakan ungkapan yang mirip kata-kata untuk menamai benda. Jika kata-kata ini digunakan secara konsisten, bisa dianggap sebagai kata-kata yang mempunyai arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Receptive language&lt;/span&gt; – Anak mulai mengerti bahwa benda mempunyai nama dan akan melihat atau mengarah ke benda yang disebutkan. Walaupun r&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;eceptive languange&lt;/span&gt;-nya meningkat, anak tetap bergantung penuh pada isyarat-isyarat non-verbal dari pembicara untuk mengerti. Mendekati 12 bulan, anak mampu mengikuti perintah-perintah sederhana dan mengenali namanya sendiri serta beberapa bagian tubuh seperti mata, hidung, mulut, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Phoneme development&lt;/span&gt; – seiring dengan bunyi /k/ dan /g/, Anda mulai mendengar lebih banyak bunyi yang dibuat di bagian depan mulut (b, p, m, n) dikombinasi dengan bunyi vokal. Anak-anak juga bermain dengan suara, atau mengkombinasi konsonan dan vokal dengan pola mengulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);&quot;&gt;Anak usia 13-36 bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa ini, perkembangan bahasa anak meningkat dengan pesat. Ocehan bayi berubah menjadi kata-kata berarti dan perkembangan bunyi berlanjut. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Receptive language&lt;/span&gt; mereka berkembang dengan pesat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Babbling/kata-kata berarti&lt;/span&gt; – Di awal fase ini, anak-anak mencampur-adukkan kata-kata dengan ocehan. Mendekati akhir fase ini, kosa kata anak berkembang hingga meliputi 200 kata. Anak-anak juga mampu menamai benda-benda umum dan menggabungkan 2-3 kata menjadi suatu kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Receptive language&lt;/span&gt; – di awal tahap ini, anak bisa mengerti dan menunjuk benda-benda umum jika disuruh. Kemampuan ini meningkat meliputi benda-benda yang sedang tidak dilihat oleh anak. Menuju bulan ke-36, anak bisa mengikuti perintah 2 tahap. Kemampuan ini meningkat cepat, diiringi perkembangan bahasa ekspresif (mengungkapkan) yang lebih lambat sampai kira-kira usia 3-4 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Phoneme development&lt;/span&gt; – seperti receptive language, phoneme development meningkat cepat di fase ini. Anda mulai mendengar bunyi “n,t,d,h,k, dan g”. Pola bicara bisa meliputi penggunaan konsonan /r/ digantikan dengan /w/. Ini adalah normal dan terjadi karena anak belum mengembangkan konsonan /r/.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikatakan di atas, gunakanlah informasi ini &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;hanya untuk panduan umum&lt;/span&gt;. Konsultasikan dengan terapis wicara, guru, atau dokter jika Anda melihat perkembangan bicara dan bahasa anak terlambat. Tetap harus diingat setiap anak tumbuh dengan laju perkembangan yang berbeda. Tetaplah menikmati waktu yang menyenangkan bersama anak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;font-size:85%;&quot; &gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. 021-54350166, 0818-08642642.&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;font-size:85%;&quot; &gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;font-size:85%;&quot; &gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;font-size:85%;&quot; &gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/9142883869509473530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/9142883869509473530' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/9142883869509473530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/9142883869509473530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/09/perkembangan-bicara-dan-bahasa-pada.html' title='Perkembangan bicara dan bahasa pada anak usia 0-36 bulan'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-1407140194493304487</id><published>2008-09-04T16:11:00.013+07:00</published><updated>2008-10-19T11:09:23.293+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bicara dan Bahasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hearing loss"/><title type='text'>Kehilangan pendengaran pada anak-anak</title><content type='html'>Hilangnya pendengaran bukan hanya masalah pada orang berusia tua. Banyak anak-anak menderita kehilangan pendengaran. Penyebabnya bervariasi mulai dari genetik, infeksi, penyakit, faktor obat-obatan/lingkungan atau cedera. Anak-anak juga mungkin terlahir dengan kehilangan pendengaran (congenital) atau mengalaminya pada saat bayi atau anak-anak. Seorang audiologis (spesialis pendengaran) atau seorang dokter THT bisa membantu menentukan tingkat keparahan dari kehilangan pendengaran pada seorang anak dan perawatan yang sesuai dan bermanfaat bagi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan pendengaran berakibat langsung pada kemampuan anak untuk berkomunikasi. Anak-anak mengembangkan kemampuan bicara dan bahasa dengan mendengar dan meniru suara dari lingkungan mereka. Karena itu, anak yang tidak bisa mendengar semua bunyi di lingkungan mereka mengalami kesulitan untuk mengerti, berkomunikasi, dan belajar tentang dunia di sekitar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Bagaimana kita mendengar?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang suara merambat dari sumber bunyi menuju bagian luar telinga. Udara ini terus menerobos melalui kanal telinga menuju gendang telinga dan menyebabkannya bergetar. Getaran dari gendang telinga menyebabkan tulang-tulang di bagian tengah telinga bergerak naik turun. Gerakan ini menyebabkan terjadi gelombang pada cairan di dalam telinga (cochlea). Sel-sel rambut halus melengkung di dalam cochlea ini dan menstimulasi saraf pendengaran yang mentransmisikan informasi ini ke otak. Terputusnya jalur pada sistem ini akan menyebabkan kehilangan pendengaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Tipe Kehilangan Pendengaran (Hearing Loss)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang anak menerima diagnosa kehilangan pendengaran, audiologist akan menentukan tipe dan tingkat keparahannya. Kehilangan pendengaran bisa jadi konduktif, sensorineural, atau campuran. Tingkat keparahan mulai dari ringan ke berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Conductive hearing loss&lt;/span&gt; terjadi ketika sinyal bunyi terputus di bagian luar atau tengah telinga. Ini bisa jadi karena kondisi sementara seperti cairan memenuhi bagian tengah telinga,  infeksi telinga, atau kotoran telinga menumpuk di kanal telinga, sehingga suara dari luar tidak sampai ke dalam. Sebagian anak mempunyai formasi yang tidak biasa pada telinga atau kanal yang menyebabkan sinyal suara terputus. Umumnya obat-obatan atau pembedahan digunakan untuk membantu dan merawat conductive hearing loss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Sensorineural hearing loss&lt;/span&gt; terjadi karena kerusakan atau formasi yang tidak wajar pada telinga bagian dalam atau cochlea. Tipe ini biasanya permanen dan tidak bisa dibantu dengan obat atau operasi. Anak-anak yang mengalami tipe ini bisa memanfaatkan sistem untuk memperkuat bunyi seperti alat bantu dengar atau penanaman cochlear buatan yang bisa memperkuat sinyal bunyi atau menjembatani telinga dalam yang rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Mixed hearing loss&lt;/span&gt; merupakan kombinasi dari tipe konduktif dan sensorineural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Tingkat keparahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menentukan keparahan dari hilangnya pendengaran, audiologis mengukur pendeteksian anak terhadap suara pada berbagai tingkat frekuensi (500Hz, 1000Hz, dst..) dan kekerasan/intensitas bunyi (diukur dalam decibel, misal 25dB). Audiologis akan membuat grafik (audiogram) yang menunjukkan keparahan dan bentuk dari kehilangan pendengaran anak, tingkat kekerasan suara pada tiap frekuensi yang perlu didengar oleh anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Ringan (mild)&lt;/span&gt; – anak mengalami kesulitan mendengar suara lembut atau bunyi percakapan dalam suasana bising, misalnya di restorant, di mall.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Sedang (moderate)&lt;/span&gt; – anak mengalami kesulitan mendengar percakapan normal&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Parah (severe)&lt;/span&gt; – anak sulit mendengar suara yang keras dan bunyi lingkungan, misalnya vacuum cleaner&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Sangat parah (profound)&lt;/span&gt; – anak tidak bisa mendengar suara keras dan bunyi lingkungan yang lebih keras, misalnya anjing menggonggong, pemotong rumput, tanpa dibantu alat penguat bunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Membaca audiogram&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menguji pendengaran anak, audiologis membuat grafik frekuensi dan intensitas suara yang dapat didengar anak, disebut juga audiogram. Garis-garis pada grafik tersebut menghasilkan suatu ‘bentuk’ dari kehilangan pendengaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Bentuk rata&lt;/span&gt; : menunjukkan anak mendengar dengan intensitas yang kira-kira sama pada semua frekuensi&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Bentuk melengkung&lt;/span&gt; : menunjukkan anak membutuhkan intensitas lebih (kekerasan bunyi) ketika bunyi berpindah ke frekuensi yang berbeda. Contoh, anak bisa saja menunjukkan kehilangan pendengaran ringan pada frekuensi rendah, lalu ke tingkat parah pada frekuensi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Bentuk “cookie bite”&lt;/span&gt; (gigitan kue) : menunjukkan kehilangan pendengaran yang lebih ringan pada frekuensi rendah dan tinggi, dengan tingkat ketulian yang lebih nyata di frekuensi menengah (di antara rendah &amp;amp; tinggi tersebut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Perawatan/penanganan kehilangan pendengaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun tipe dan keparahannya, ahli profesional seperti audiologis atau dokter THT bisa membantu merawat anak yang menderita kehilangan pendengaran. Sistem penguat sinyal bunyi seperti alat bantu dengar atau pemasangan cochlear implants, serta pengobatan dan operasi bisa membantu meningkatkan kemampuan mendengar anak. Mendengar berhubungan langsung dengan bahasa, bicara, membaca, dan menulis, jadi intervensi sedini mungkin sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Terapi wicara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan bantuan yang merupakan rehabilitasi setelah pemakaian alat bantu dengar dan treatment lainnya adalah terapi wicara. Karena pendengaran merupakan integrasi kesatuan dengan proses pembelajaran bicara dan bahasa, hambatan bicara sering dihubungkan dengan cacat pendengaran ini. Kesulitan artikulasi, terutama yang menyangkut suara-suara dengan frekuensi tinggi (“s”, “z”, “j”, “sh”, dah “ch”) sangat umum. Kesalahan menggunakan bunyi yang tepat juga sangat umum. Bisa terjadi perbedaan yang mencolok pada kualitas suara, yang terjadi karena anak mengalami kesulitan mengamati kualitas suaranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa pada anak dengan cacat pendengaran mungkin akan terlambat pada usia dini. Dengan identifikasi dan intervensi dini, bahasa bisa berkembang dengan cukup pada saat anak masuk sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang terapis wicara mampu membantu bicara dan bahasa pada anak dengan cacat pendengaran. Banyak terapis wicara terlatih untuk membaca gerak bibir, bahasa tangan, dan menguji pendengaran. Terapi wicara bagi anak-anak dengan alat bantu dengar disebut Aural Habilitation dan/atau Auditory Verbal Training. Kunci keberhasilan di sini adalah kombinasi pemakaian alat bantu dengar dengan pelatihan intensif dalam komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Artikel Susie Loraine, M.A., CCC-SLP&lt;br /&gt;Artikel Robyn Merkel-Piccini, M.A., CCC-SLP&lt;br /&gt;National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, NIDCD, from the National&lt;br /&gt;Institute of Health, http://www.nidcd.nih.gov/health/statistics/hearing.asp retrieved February 22, 2007.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:&quot;Cambria Math&quot;;  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:&quot;&quot;;  margin-top:0in;  margin-right:0in;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault  {mso-style-type:export-only;  margin-bottom:10.0pt;  line-height:115%;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;   &lt;span style=&quot;font-style: italic;font-size:85%;&quot; &gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. 021-54350166, 0818-08642642.&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;font-size:85%;&quot; &gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;font-size:85%;&quot; &gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;font-size:85%;&quot; &gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/1407140194493304487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/1407140194493304487' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/1407140194493304487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/1407140194493304487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/09/kehilangan-pendengaran-pada-anak-anak.html' title='Kehilangan pendengaran pada anak-anak'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-4681970444721947712</id><published>2008-08-11T21:37:00.012+07:00</published><updated>2008-10-19T11:09:53.971+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keterampilan Motorik"/><title type='text'>Keterampilan motorik halus (fine motor skills)</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Membantu anak usia prasekolah mengembangkan keterampilan motorik halus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan motorik halus (fine motor skills) adalah aktivitas-aktivitas yang memerlukan pemakaian otot-otot kecil pada tangan. Aktivitas ini termasuk memegang benda kecil seperti manik-manik, butiran kalung, memegang pencil dengan benar, menggunting, mengikat tali sepatu, mengancing, dan menarik ritsleting. Sangat gampang melihat betapa pentingnya keterampilan motorik halus pada setiap area kehidupan si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sepanjang hari di sekolah, anak menggunakan keterampilan motorik halusnya. Misalnya di kelas taman kanak-kanak. Anak banyak mengerjakan hal seperti menggunting gambar dari majalah lalu menempelkannya di kertas. Mewarnai dan menulis nama mereka. Dalam kelas kesenian, anak sering membuat kalung dari tali dan butiran manik. Saat istirahat makan, mereka membuka bekalnya dan makan dengan menggunakan sendok. Saat bermain di lapangan, kadang mereka harus mengikat tali sepatu yang lepas, mengancing baju, dll. Keterampilan motorik halus sangatlah penting dalam kehidupan mereka dan dapat secara langsung mempengaruhi rasa percaya diri anak dan kesuksesan di sekolah.&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Mengapa sebagian anak mengalami kesulitan dalam keterampilan motorik halus?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pesatnya kemajuan teknologi jaman sekarang seperti video games dan komputer, anak-anak kurang menggunakan waktu mereka untuk permainan yang memakai motorik halus. Ini bisa menyebabkan kurang berkembangnya otot-otot halus pada tangan. Keterlambatan perkembangan otot-otot ini menyebabkan kesulitan menulis ketika anak masuk sekolah. Beberapa anak menunjukkan keterlambatan dalam kemampuan motorik halus karena keterlambatan tumbuh kembang atau diagnosa medik seperti Down syndrome atau cerebral palsy (cacat mental).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-weight: bold;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana meningkatkan keterampilan motorik halus anak?&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Beberapa keterampilan tangan yang penting bagi anak untuk dikembangkan, di antaranya :&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Mampu melengkungkan telapak tangan membentuk cekungan (palmar arching)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menggunakan jari telunjuk dan jempol untuk memegang suatu benda, sembari menggunakan jari tengah dan jari manis untuk kestabilan tangan (hand side separation)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Membuat bentuk lengkung dengan jempol dan telunjuk (open web space)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas-aktivitas untuk mengembangkan keterampilan motorik halus :&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Vertical Surfaces (permukaan vertikal)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Latihan pada permukaan vertikal membantu mengembangkan otot-otot kecil pada tangan dan pergelangan, sekaligus otot-otot yang lebih besar (motorik kasar) pada lengan dan punggung. Otot-otot yang besar diperlukan untuk membantu kestabilan sementara melakukan tugas motorik halus. Menggambar dan mewarnai pada papan tulis atau sepotong kertas yang ditempel di dinding adalah cara yang paling mudah untuk menggunakan permukaan vertikal. Aktivitas lain misalnya menggambar dan bermain dengan odol/krim cukur pada ubin di kamar mandi pada saat mandi, ‘menggambar’ pagar rumah dengan air dan kuas, atau mencopot dan memasang magnet pada kulkas. Gunakanlah imaginasi kreatif Anda untuk latihan-latihan permukaan vertikal lain.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Merobek dan meremas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Merobek dan meremas kertas membantu mengembangkan otot halus pada tangan, yang juga digunakan untuk menulis. Buatlah anak merobek kertas koran dengan jari-jarinya dan meremasnya menjadi bola-bola untuk membuat prakarya (misalnya orang-orangan, boneka beruang), atau sekedar melemparnya masuk ke dalam kaleng sampah. Begitu anak menguasai tugas ini, buatlah dia meremas kertas hanya dengan satu tangan. Terakhir, buatlah anak meremas kertas tisu menjadi bola kecil hanya dengan menggunakan ujung jari. Tempelkan bola-bola tisu ini pada papan untuk membuat suatu gambar. &lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;Aktivitas sejenis lainnya yaitu membuat anak merobek kertas berwarna atau kertas tisu, lalu mengelemnya pada berbagai material untuk membuat gambar mosaik (gambar yang terbentuk dari potongan-potongan berbagai warna).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;In-Hand Manipulation (manipulasi tangan)&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Manipulasi tangan memerlukan penggunaan semua kemampuan motorik halus yang dituliskan di atas. Kita semua bergantung pada manipulasi tangan sepanjang hari. Contohnya ketika kita memasukkan uang logam ke dalam mesin minuman/celengan. Kita memegang semua uang logam di dalam satu telapak tangan (palmar arching). Sementara kita memasukkan uang logam ke dalam mesin, kita memindahkan satu koin ke ujung jempol dan telunjuk satu persatu (web space), sementara pada saat yang sama menjaga koin sisanya tetap aman di dalam genggaman telapak tangan dengan menggunakan jari-jari lain (hand side separation). Anak dapat berlatih keterampilan ini dengan memasukkan koin ke dalam celengan. Buatlah suatu permainan untuk melihat berapa banyak benda kecil, misalnya koin, bola kapas, atau potongan puzzle yang anak dapat manipulasi di dalam telapak tangannya. Memindahkan benda ke arah dalam telapak tangan lebih mudah dari pada memindahkan benda ke luar dari telapak tangan. Mulailah dengan satu benda dan tingkatkan jumlahnya sejalan semakin terampilnya anak.&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggambar dan mewarnai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sering kali anak-anak menggunakan pensil, krayon, dan marker sebelum tangan-tangan mereka siap untuk alat-alat tulis tersebut. Hal ini bisa menyebabkan pembelajaran memegang pensil dengan cara yang tidak efisien, yang pada akhirnya menjadi masalah. Untuk menyemangati anak mengembangkan pola memegang yang benar, berilah anak alat-alat tulis yang bisa membantu perkembangan keterampilan motorik halus. Misalnya, crayon yang pendek (tidak lebih dari 5 cm panjangnya), akan membuat anak menggunakan keterampilan tangannya dari pada seluruh tangan. Kapur tulis berbentuk bulat telur akan membuat anak menggunakan teknik open web space (lihat di atas). Terakhir, menggambar dan mewarnai pada permukaan vertikal akan menempatkan pergelangan tangan pada sudut yang tepat untuk membentuk palmar arching.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Ke mana meminta bantuan?&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Jika anak Anda mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan motorik halus, terapis &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;okupasi&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;(OT) &lt;/span&gt;bisa membantu (baca &lt;a style=&quot;font-weight: bold;&quot; href=&quot;http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/09/siapa-itu-terapis-okupasi.html&quot;&gt;Siapa Itu Terapis Okupasi?&lt;/a&gt;). Carilah klinik terapi yang menyediakan layanan okupasi terapi supaya anak bisa berlatih keterampilan motorik halus secara rutin dan termonitor.&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;font-size:85%;&quot; &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-style: italic;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;021-54350166, 0818-08642642.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;          &lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/4681970444721947712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/4681970444721947712' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/4681970444721947712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/4681970444721947712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/08/membantu-anak-usia-prasekolah.html' title='Keterampilan motorik halus (fine motor skills)'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-7900124905716735782</id><published>2008-08-07T09:28:00.008+07:00</published><updated>2008-10-19T11:10:12.931+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesulitan Belajar"/><title type='text'>Dyslexia  (Disleksia)</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Kesulitan Belajar umum pada anak-anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda bahwa dyslexia (disleksia dalam bahasa Indonesia) adalah penyebab yang paling umum dari masalah kesulitan mengeja, membaca dan menulis? Bagaimana kita membantu anak-anak mengatasi kesulitan-kesulitan ini agar berhasil di sekolah? Informasi-informasi berikut ini bertujuan membantu orang tua, guru, dan terapis mengerti dyslexia dan membantu anak/murid mengembangkan kecintaan membaca dan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Apa itu dyslexia dan penyebabnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dyslexia adalah suatu masalah kesulitan belajar khusus. Dyslexia  mempengaruhi kemampuan seseorang untuk belajar, mengolah, dan mengerti suatu informasi dengan baik. Secara khusus, hal ini menyebabkan masalah dalam membaca dan menulis karena seseorang dengan problem dyslexia mempunyai kesulitan mengenali dan mengartikan suatu kata, mengerti isi suatu bacaan, dan mengenali bunyi. Tentunya ini menghambat kemampuan seorang anak untuk belajar membaca, bahkan jika anak mempunyai intelegensia normal dan instruksi yang jelas. Dyslexia mempengaruhi 15-20% dari populasi, dan terjadi pada laki-laki dua kali lebih banyak dari pada perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab dari dyslexia secara umum bisa jadi dari genetika, namun penyebab lain yang tidak umum adalah cedera pada kepala atau trauma. Beberapa anak dyslexia ternyata memproses informasi menggunakan area yang berbeda pada otak dibanding anak-anak tanpa kesulitan belajar. Walaupun begitu, ini bukan merupakan karakteristik pada semua anak dyslexia. Beberapa type dyslexia bisa menunjukkan perbaikan sejalan bertambahnya usia anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Bagaimana mengidentifikasi dyslexia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Identifikasi dyslexia mungkin sangat sulit dilakukan sebagai orang tua atau guru di kelas. Namun orang tua dan guru bisa melihat beberapa tanda dan gejala dyslexia, dan bisa mencari pendapat dan evaluasi dari ahli profesional/terapis yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan beberapa tanda berikut :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kesulitan mengasosiasikan (menghubungkan arti) suatu huruf dengan bunyinya  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terbalik dengan huruf (dia jadi bia) atau kata (tik jadi kit)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesulitan membaca kata tunggal  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesulitan mengeja kata tunggal  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesulitan mencatat huruf/kata dari papan tulis atau buku  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesulitan mengerti apa yang mereka dengar (auditory)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesulitan mengatur tugas, material, dan waktu  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesulitan mengingat isi materi baru dan materi sejenisnya  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesulitan dengan tugas menulis  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesulitan pada kemampuan motorik halus (misalnya memegang alat tulis, mengancing baju)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak terkoordinasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masalah perilaku dan/atau tidak suka membaca&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Jika seorang anak menunjukkan sejumlah tanda-tanda dyslexia, rujuklah anak kepada lembaga pendidikan khusus atau ahli profesional yang terlatih dalam masalah dyslexia, untuk melakukan evaluasi menyeluruh. (Catatan : daftar tanda-tanda di atas &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;tidak&lt;/span&gt; merupakan daftar mutlak tanda dan gejala dyslexia. Gunakanlah hanya sebagai panduan umum, bukan sebagai dasar diagnosis. Tanyakanlah dulu kepada ahli untuk rujukan selanjutnya)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu anak dyslexia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah anak dievaluasi, hasilnya akan menunjukkan dengan cara bagaimana anak bisa belajar paling baik. Ada anak yang belajar lebih baik dengan cara visual (melihat), auditori (mendengarkan), dan taktil (menyentuh/meraba). Menggunakan gaya belajar yang sesuai untuk tiap anak sangat penting supaya mereka bisa belajar lebih baik. Berikut adalah contoh cara belajar untuk masing-masing type anak (saran-saran ini bersifat umum dan tidak harus digunakan secara mutlak pada tiap anak)&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Visual (penglihatan)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak belajar paling baik dengan cara melihat informasi. Karena itu, cara mulai yang baik adalah dengan menggunakan kartu bergambar dengan kata-kata tertulis di bawahnya (flash card). Pilihlah kata-kata yang sesuai dengan level belajar anak. Selain itu, jika anak kesulitan dengan bunyi, tunjukkan di mana bunyi itu dibuat di dalam mulut secara umum.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Contoh : tunjukkan huruf /t/ pada kartu, lalu arahkan ke dalam mulut Anda. Buatlah bunyi /t/ dengan gerakan yang berlebihan. Biarkan anak meniru tindakan Anda sambil melihat ke dalam cermin. Tingkatkan dengan kombinasi suku kata 2 huruf (ta, ti) dan 3 huruf (tas, top), dengan cara menyuarakan dan menulis. Bantulah juga dalam hal kemampuan mengelompokkan dengan menggunakan gambar-gambar dan kata pada kalender harian. Ulanglah kalender ini setiap hari, lalu tandai tugas-tugas yang sudah selesai.&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Auditori (pendengaran)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak auditori belajar paling baik dengan cara mendengarkan apa yang diajarkan. Untuk anak yang kesulitan pada masalah bunyi, ajarkan sepasang kata singkat dan mintalah anak untuk mengatakan kata mana yang betul (tas/das). Juga, mintalah mereka menulis huruf, kata, atau kalimat sementara Anda mengucapkannya, untuk melatih kemampuan menulis. Bantulah juga dalam hal kemampuan mengelompokkan dengan memasang kalender “verbal” (diucapkan). Baca dengan keras kepada anak jadwal hariannya dan bantulah dia mengatur tugas, jadwal, dll.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Taktil (perabaan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak ini belajar paling baik dengan proses ‘menyentuh’. Ini adalah anak-anak yang biasa terlihat memisahkan bagian suatu benda dan kemudian menyatukannya kembali. Mereka belajar paling baik dengan melalui sentuhan, sehingga sangatlah penting untuk memasukkan gaya belajar ini ke dalam perintah-perintah Anda.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Contoh : Biarkan anak membuat bentuk huruf dari tanah liat, untuk membentuk kata singkat. Ulanglah bunyi dari tiap huruf sementara anak membuatnya. Selain itu, alat pengeja taktil juga penting untuk pembelajar type ini. Alat ini meliputi huruf-huruf bertekstur/guratan sehingga anak mendapat rabaan taktil sementara mengeja. Bantulah mengelompokkan dengan mengkombinasikan proses belajar visual dan taktil. Buat kalender dan tandai tiap tanggal penting dengan sticker timbul/bertekstur. Setiap hari, ulanglah kalender ini bersama anak dan buatlah ia menyentuh dan merasakan stiker tersebut. Kombinasi pembelajaran visual dan taktil akan membantu daya ingat.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh di atas adalah saran untuk mengajar anak dyslexia dengan memfokus pada gaya belajar individual mereka. Ingatlah bahwa &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;banyaknya waktu mengajar&lt;/span&gt; mereka secara individu dan &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;identifikasi dini&lt;/span&gt; terhadap kesulitan belajar ini, akan membuat proses belajar lebih berhasil.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-style: italic;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;021-54350166, 0818-08642642.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-style: italic;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/7900124905716735782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/7900124905716735782' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/7900124905716735782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/7900124905716735782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/08/dyslexia-disleksia.html' title='Dyslexia  (Disleksia)'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-8092961193933050535</id><published>2008-08-01T16:59:00.016+07:00</published><updated>2008-10-19T11:10:36.163+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Event/Seminar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesulitan Belajar"/><title type='text'>KONSULTASI KESULITAN BELAJAR DAN BAHASA</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;Dalam rangka menyambut tahun ke-3 Angel&#39;s Wing melayani putra-putri Anda, bulan ini kami mengadakan banyak promo bermanfaat dan event. Event bulan ini adalah :&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;font-size:180%;&quot; &gt;KONSULTASI MENGENAI KESULITAN BELAJAR DAN BAHASA&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;font-size:130%;&quot; &gt;Oleh Ibu Harwinta, M.Sc&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Dosen Universitas Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Spesialis masalah kesulitan belajar dan bahasa pada anak usia sekolah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div align=&quot;center&quot;&gt;  &lt;table class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border: medium none ; margin-left: 0.25in; border-collapse: collapse;&quot; border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=&quot;height: 25.6pt;&quot;&gt;   &lt;td style=&quot;border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; width: 171.9pt; height: 25.6pt;&quot; width=&quot;229&quot;&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center; line-height: 150%;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 153, 0);font-size:180%;&quot; &gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;FREE&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;Tanggal                 :  25-27 Agustus 2008&lt;br /&gt;Waktu                   :  11.00 – 15.00 WIB&lt;br /&gt;Tempat                 :  Angel’s Wing, Pusat Remedial dan Terapi                    &lt;br /&gt;                             Mutiara Taman Palem Blok B8 No.30. Cengkareng, Jakbar 11730&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;Cepat daftar, karena Anda berkesempatan untuk :&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memperoleh      satu sesi &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;private&lt;/span&gt; bersama Ib&lt;span&gt;&lt;span&gt;u      Harwinta, M.Sc untuk mendiskusikan masalah yang kesulitan belajar yang      dialami anak/murid Anda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Bebas bertanya&lt;/span&gt; apa pun kepada Ibu Harwinta, M.Sc      sejauh berhubungan dengan masalah kesulitan belajar dan bahasa yang      dialami anak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Acara      ini tidak &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;dikenakan biaya apa pun&lt;/span&gt;      dan Anda &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;tidak berkewajiban apa pun&lt;/span&gt;      terhadap program dari Angel’s Wing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div align=&quot;center&quot;&gt;  &lt;table class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border: medium none ; border-collapse: collapse;&quot; border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=&quot;height: 0.2in;&quot;&gt;   &lt;td style=&quot;border: 1pt dotted windowtext; padding: 0in 5.4pt; width: 266.7pt; height: 0.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;356&quot;&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;Tempat   dan waktu terbatas&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Pendaftaran ditutup jika kapasitas sudah   penuh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;&quot;&gt;*** Souvenir lucu untuk putra/putri Anda bagi 30 pendaftar pertama ***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Pilih metode pendaftaran yang paling gampang buat Anda : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;  &lt;table class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border: medium none ; border-collapse: collapse; width: 430px; height: 288px;&quot; border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=&quot;height: 0.2in;&quot;&gt;   &lt;td style=&quot;border: 1pt dotted windowtext; padding: 0in 5.4pt; width: 266.7pt; height: 0.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;356&quot;&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center; font-weight: bold;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center; font-weight: bold;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;Telp &lt;span&gt;&lt;span&gt;sekarang juga ke&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;5435-0166&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;   0818-08642642 (Devi)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Email ke&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;register@angelswing.or.id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;font-size:180%;&quot; &gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/form-register/form-register.html&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;font-size:180%;&quot; &gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/form-register/form-register.html&quot;&gt;Daftar sekarang. KLIK DI SINI&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-style: italic;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;021-54350166, 0818-08642642.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-style: italic;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/8092961193933050535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/8092961193933050535' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/8092961193933050535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/8092961193933050535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/08/konsultasi-kesulitan-belajar-dan-bahasa.html' title='KONSULTASI KESULITAN BELAJAR DAN BAHASA'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-4224074163308195734</id><published>2008-07-25T00:08:00.006+07:00</published><updated>2008-10-19T11:10:54.479+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bicara dan Bahasa"/><title type='text'>Penyebab dan penyembuhan gagap pada anak-anak</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Bagaimana saya tahu jika anak saya gagap?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;Pada anak-anak adalah hal yang biasa jika bicara tidak lancar (ada jeda, mengulang-ulang, penambahan kata, atau perpanjangan suatu kata/bunyi/frase). Sebenarnya, sekitar 5% anak mengalami kegagapan pada saat tertentu masa perkembangannya, biasanya saat usia pra sekolah (sebelum sekolah). Adalah normal juga bagi anak jika ia maju mundur di antara waktu bicara lancar dan tidak lancar. Kadang-kadang, hal ini bisa terjadi oleh sebab yang tidak pasti, namun sering ini terjadi ketika anak terlalu gembira, capek, atau terburu-buru bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah ketidaklancaran yang terjadi saat anak bicara adalah bukanlah merupakan faktor penting dalam memutuskan apakah anak gagap. Secara umum, tergagap pada 10 buah kata dari 100 kata mungkin mengindikasikan anak mengalami kesulitan. Namun banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan, sehingga hanya terapis wicara terlatih yang dapat mendiagnosa dan membantu masalah gagap ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Apa penyebab bicara gagap?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;Masih banyak yang belum diketahui dari masalah ini, tapi para ahli setuju penyebabnya bisa merupakan kombinasi berbagai faktor.    &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Pertama, genetika dipercaya mempunyai peranan karena gagap cenderung menurun dalam keluarga. Kebanyakan anak yang gagap mempunyai anggota keluarga yang juga gagap atau gagap sewaktu kecil.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kedua, faktor perkembangan juga memberi kontribusi. Selama masa pra sekolah, fisik, kognitif, sosial/emosional, dan kemampuan bicara-bahasa anak berkembangan dengan sangat pesat. Perkembangan yang pesat ini bisa menimbulkan kegagapan pada anak yang terpengaruh oleh hal ini. Karena itulah biasanya gagap terjadi pada usia pra sekolah.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ketiga, faktor lingkungan bisa mempengaruhi. Contohnya perilaku dan harapan orang tua, lingkungan bicara dan bahasa anak, dan kejadian-kejadian yang menegangkan.  Ini tidak berarti orang tua melakukan sesuatu yang salah. Sering kali faktor-faktor ini tidak mempengaruhi anak yang memang tidak gagap, tapi bisa menimbulkan kegagapan pada anak yang memang mempunyai kecenderungan untuk itu.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Terakhir, rasa takut anak dan kekuatiran akan gagap bisa menyebabkan hal ini berlanjut dan bahkan memburuk.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Bagaimana memperlakukan dan membantu masalah gagap pada anak?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sistem yang banyak dipakai terapis wicara untuk anak kecil yang gagap adalah program pelancaran bicara (fluency-shaping program). Dalam program ini, fokusnya adalah meningkatkan produksi kata-kata lancar pada anak. Ini dilakukan dengan membuat anak bicara satu suku kata atau kata dengan lambat dan rileks. Jumlah kata-kata ini kemudian pelan-pelan ditingkatkan sampai anak bisa bicara satu kalimat. Proses ini bisa berlangsung mulai dari beberapa minggu hingga 6 bulan atau lebih. Adalah lebih baik jika orang tua bisa mengikuti sesi terapi sehingga mereka bisa belajar menggunakan pendekatan yang sama di rumah.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa dilakukan di rumah?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ada banyak hal yang bisa dilakukan (dan tidak dilakukan) untuk membantu anak Anda, di antaranya :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Yang paling penting adalah Anda juga memperlambat kata-kata Anda ketika sedang berbicara dengan anak. Bicaralah dengan sederhana, kalimat yang pendek, sedikit jeda sebelum merespon anak.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Gunakanlah waktu beberapa menit setiap hari untuk berbicara dengan anak dalam keadaan santai dan suasana rileks. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Sementara Anda bicara, pastikan Anda mendengar apa yang dikatakan oleh anak tanpa menginterupsi atau menyelesaikan kalimat untuknya. Adalah sangat penting anak tahu bahwa Anda mengerti apa yang dikatakannya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Cobalah untuk memperlambat pola hidup dalam rumah, untuk meminimalkan tingkat keterburu-buruan. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Ketika anak menemui kesulitan bicara, Anda boleh berkata padanya “Kamu kesulitan mengeja kata itu ya..”. Tapi jangan dikoreksi terlalu sering karena anak malahan akan mempunyai kesadaran (conscious) akan hal ini (gagap) dan bisa memperburuk.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Anak bisa merasa lebih nyaman mengenai pembicaraannya jika Anda kadang-kadang menyisipkan sedikit ketidaklancaran pada kata-kata Anda sendiri. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Hindari menanyakan anak Anda dan jangan pernah memaksa anak bicara di depan orang lain jika anak tidak mau.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penting juga untuk memberi tahu semua orang yang mempunyai kontak dengan anak mengenai berbicara lambat dan santai ketika berbicara dengannya. Orang-orang ini bisa jadi semua anggota keluarga, guru, dll.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Akankah anak saya bisa sembuh gagap?&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sekitar 80% anak yang gagap akhirnya berhenti, bahkan tanpa perawatan khusus. Dengan terapi, 97% dari seluruh anak yang gagap sembuh, jadi perawatan ini sangat efektif pada anak-anak. Tanyalah kepada terapis wicara yang berpengalaman dalam masalah gagap untuk mengevaluasi anak dan memberi opini apakah sang anak membutuhkan terapi atau tidak.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-style: italic;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;021-54350166, 0818-08642642.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-style: italic;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/4224074163308195734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/4224074163308195734' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/4224074163308195734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/4224074163308195734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/07/penyebab-dan-penyembuhan-gagap-pada.html' title='Penyebab dan penyembuhan gagap pada anak-anak'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-5777383931548314352</id><published>2008-07-22T15:53:00.007+07:00</published><updated>2008-10-19T11:11:14.970+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bicara dan Bahasa"/><title type='text'>Apraxia: Apa, Siapa, dan Mengapa?</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Apa itu Apraxia?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Apraxia atau dyspraxia adalah suatu kelainan bicara yang disebabkan kelainan motorik (otot gerak), yang menghambat kemampuan seseorang untuk menggerakkan lidah dan bibir secara benar untuk bicara. Apraxia juga bisa mempengaruhi proses mengunyah dan menelan. “Apraxic Speech” atau kata-kata apraxia mempunyai banyak kesalahan bunyi, dan bisa terdengar menarik panjang dan/atau tidak rata, melonjak-lonjak. Apraxia juga berpengaruh terhadap kosa kata atau susunan kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Siapa yang mengalami Apraxia?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Siapa pun bisa mengalami apraxia, laki-laki atau perempuan pada usia mana pun. Anak-anak yang terlahir dengan kelainan ini juga sering disebut mengalami dyspraxia, di mana masalah-masalah lain yang kemudian hari timbul dikenal dengan apraxia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Mengapa orang mengalami Apraxia?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Penyebab pasti dyspraxia atau apraxia pada anak-anak masih belum diketahui, dan banyak dilakukan penyelidikan untuk itu. Belakangan ini, ada banyak kasus yang didokumentasikan mengenai apraxia pada anak-anak, terutama pada kalangan cacat saraf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab paling umum dari Apraxia pada orang dewasa adalah stroke (Cerebral Vascular Accident). Suatu area pada otak yang disebut “Area Broca” mengendalikan beberapa pengaturan pada proses bicara. Area ini juga berhubungan dengan kelainan bicara motorik lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Apa yang bisa dilakukan terhadap Apraxia?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Terapi wicara bisa menolong orang-orang yang mengalami apraxia, pada usia berapa pun. Terapi ini unuk memperbaiki daerah pergerakan pada bibir dan lidah, memperbaiki peletakan bibir dan lidah untuk bicara, memperbaiki kekuatan bibir dan lidah, serta memperbaiki koordinasi yang dibutuhkan untuk bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak video dan program tersedia di pasaran, tapi ada beberapa teknik terapi yang populer diterapkan, di antaranya : penggunaan cermin, meniup gelembung udara, menghisap, latihan-latihan lidah dan bibir, terapi menelan, dan latihan penempatan lidah dan bibir untuk berbagai jenis bunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang anak atau orang dewasa mengalami kelainan artikulasi (pengucapan bunyi), seorang terapis wicara harus selalu melakukan uji alat pada mulut (Oral Peripheral examination). Pengujian ini adalah untuk mengukur kekuatan, pergerakan, dan struktur dari seluruh sistem bicara. Tes meliputi pengeceken kerataan gigi, menganalisa langit-langit keras untuk melihat simetris atau tidak, mengecek berbagai pergerakan bibir dan lidah, menguji uvula (benda bulat kecil yang menggantung di belakang tenggorokan), dan mengecek koordinasi lidah dan bibir pada waktu digerakkan dengan  cepat dan berubah-ubah.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-style: italic;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;021-54350166, 0818-08642642.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-style: italic;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/5777383931548314352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/5777383931548314352' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/5777383931548314352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/5777383931548314352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/07/apraxia-apa-siapa-dan-mengapa.html' title='Apraxia: Apa, Siapa, dan Mengapa?'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-7974473937285798662</id><published>2008-07-20T09:09:00.008+07:00</published><updated>2008-10-19T11:11:43.515+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bicara dan Bahasa"/><title type='text'>Artikulasi/pengucapan kata</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;font-size:130%;&quot; &gt;Kapan saya tahu anak saya mungkin mengalami keterlambatan bicara?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Diterjemahkan dari artikel Katharine F.Bedsole, M.S., CCC-SLP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengembangkan kemampuan bicara dan bahasa adalah hal yang sulit. Adalah biasa bagi anak-anak ketika mereka membuat kesalahan dalam proses belajar bicara. Kebanyakan anak pada akhirnya menghilangkan kesalahan-kesalahan bicara tersebut dan mengembangkan pola bicara yang normal. Beberapa anak tetap melanjutkan membuat kesalahan bicara melampaui usia di mana anak lain sudah menguasai bunyi-bunyi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Sudah saatnya untuk diperhatikan jika Anda melihat satu atau lebih situasi berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Anggota keluarga lain atau teman-teman Anda menemui kesulitan memahami bicara anak&lt;br /&gt;2. Anak merasa frustasi karena Anda tidak mengerti apa yang dikatakannya&lt;br /&gt;3. Anak tidak menunjukkan tanda-tanda frustasi ketika mencoba berkomunikasi, tetapi Anda tidak mengerti apa yang dikatakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini sebaiknya Anda menemui ahli profesional (psikolog anak atau terapis wicara). Tanyakan langsung tentang perkembangan bicara anak kepada terapis wicara. Terapis wicara bisa melakukan tes standard untuk membandingkan kemampuan anak dibanding anak lain seusianya. Hasil dari tes ini, selain sebagai tambahan informasi, bisa menentukan apakah anak Anda membutuhkan terapi wicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel di bawah ini bisa memberi panduan umum mengenai penguasaan bunyi. Panduan ini menunjukkan tahap-tahap yang berbeda pada perkembangan bicara anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;90% anak-anak sudah menguasai bunyi-bunyi berikut... pada usia :  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;p, d, m, w, h, n   ------    2 tahun&lt;br /&gt;t, b, k, g                                           ------   3 tahun&lt;br /&gt;f, v, y                                               ------  4-5 tahun&lt;br /&gt;s, z, j, l, r, sh, ch, th, campuran     ------   5–7 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Referensi  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Mawhinney, Linda and McTeague, Mary Scott. (2004) Early Language  Development. Greenville: Super Duper Publications.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-style: italic;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;021-54350166, 0818-08642642.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-style: italic;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/7974473937285798662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/7974473937285798662' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/7974473937285798662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/7974473937285798662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/07/artikulasipengucapan-kata.html' title='Artikulasi/pengucapan kata'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-6666969606428594772</id><published>2008-07-05T19:50:00.006+07:00</published><updated>2008-10-19T11:12:04.602+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belajar mengajar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bicara dan Bahasa"/><title type='text'>Anak dengan dua bahasa (bilingual)</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;font-size:14;&quot; &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di Indonesia, jumlah anak-anak yang berkomunikasi dengan dua bahasa sekarang meningkat banyak, terutama di Jakarta di mana sekolah-sekolah internasional lebih mengutamakan bahasa asing (bahasa Inggris atau Mandarin) untuk digunakan di lingkungan sekolah.  Beberapa tips berikut bisa membantu dalam mengajar anak bilingual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Yang perlu diketahui :&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Anak-anak yang mempelajari dua atau lebih bahasa kemungkinan memerlukan waktu lebih lama untuk mulai bisa bicara dan mengembangkan kemampuan bahasa yang menyeluruh. Tapi hasil akhirnya adalah mereka mengerti kebudayaannya sendiri, meningkatkan rasa percaya diri, rasa komunikasi yang lebih besar, dan bisa jadi mempunyai kemampuan berpikir yang lebih kompleks (Rosenberg, 2002)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Lebih awal anak belajar kedua bahasa, lebih mudah baginya untuk mempelajari masing-masing bahasa dan mendapatkan aksen yang alami. Semakin besar usia anak, semakin sulit baginya untuk menguasai bahasa tersebut dengan lancar.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Dari pada tiba-tiba mengajarkan dan berusaha membuat anak berbicara bahasa lain, lebih baik pelan-pelan memperkenalkan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari dengan mencampurkannya dalam aktivitas harian.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Tips :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak cara untuk membuat anak mengenal dua atau lebih bahasa. Pilihlah metode yang sesuai dengan gaya hidup anak dan lihat bagaimana dia merespon. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Lingkungan : Gunaka bahasa Indonesia di rumah dan bahasa Inggris/Mandarin di sekolah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembicara : Ibu bisa berbicara bahasa Indonesia sedangkan Ayah berbicara bahasa Inggris/Mandarin kepada anak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hari: Gunakan bahasa Inggris pada hari senin, bahasa Indonesia pada hari Selasa, dan seterusnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jam: Anak mendengar dan berbicara bahasa Indonesia pada pagi hari dan berbicara bahasa Inggris di malam hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aktivitas bersama : Gunakan bahasa Inggris di rumah dan sekolah, sedangkan bahasa Indonesia untuk kegiatan sosial yang lain misalnya ke lingkungan/kelompok agama atau saat mengunjungi saudara lain.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Hal lain yang perlu diingat :  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Konsisten&lt;/span&gt; : gunakan satu bahasa pada satu waktu daripada menggunakan dua atau lebih bahasa pada satu kalimat/percakapan yang sama. Pada usia anak-anak mungkin tidak masalah untuk mencampur-adukkan bahasa selama proses belajar. Tetapi orang dewasa harus memberi contoh tiap bahasa secara terpisah untuk membantu anak membedakan antara masing-masing bahasa&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Beri banyak kesempatan&lt;/span&gt; pada anak untuk menggunakan bahasa tersebut. Semakin sering digunakan, semakin lancar dia menggunakan dan mengerti bahasa tersebut. Misalnya, jika anak lebih banyak menggunakan bahasa Inggris dibanding bahasa Mandarin, bisa dipastikan anak akan lebih lancar berbicara bahasa Inggris. Jadi buatlah keseimbangan antar kedua bahasa.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Pelan/lambat&lt;/span&gt;. Cobalah untuk tidak berbicara terlalu cepat. Ini tidak hanya berlaku untuk orang tua. Anak akan lebih mudah mendapat kosa kata dari apa yang mereka dengar jika Anda berbicara lebih lambat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Buatlah sesederhana mungkin&lt;/span&gt;. Gunakan bahasa yang anak dapat mengerti. Jika anak menggunakan 1-2 suku kata pada saat yang bersamaan (misalnya “kue!”), cobalah memberi contoh dengan 2-3 kalimat (misalnya “Mau kue?” atau “Ambil kuenya”). Selain itu, contoh kalimat akan berguna untuk aktivitas sehari-harinya.  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Waktu bercerita&lt;/span&gt;. Bacakan buku dengan masing-masing bahasa untuk membantu anak mengembangkan kemampuan membaca sambil menambah kosa kata, membangun kalimat, mengerti pengucapan kata, dan belajar tentang kebudayaan yang berhubungan dengan cerita.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Evaluasi dua bahasa/bilingual :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ada beberapa panduan untuk terapis wicara, tentunya disesuaikan dengan masing-masing anak. Terapis wicara bisa menyesuaikan program terapi yang spesifik untuk memenuhi kebutuhan anak setelah melalui proses evaluasi/screening awal. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;eterlambatan bicara hanya pada satu bahasa&lt;/span&gt;. Pada kasus ini, anak lebih banyak berada pada lingkungan bahasa tertentu dibanding bahasa satunya, sehingga lebih lancar. Anak seperti ini tidak membutuhkan pelayanan terapi wicara khusus, tetapi membutuhkan lingkungan di mana anak bisa mendengar dan mempraktekkan bahasa kedua lebih banyak/sering.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Sedikit keterlambatan bicara pada kedua bahasa&lt;/span&gt;. Jika keterlambatan ini berpusat pada kosa kata, anak juga mungkin tidak memerlukan terapi wicara khusus. Dengan kata lain, terapis bisa mengasumsikan bahwa keterlambatan ini adalah yang biasa terjadi pada orang yang baru mempelajari bahasa asing.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;eterlambatan yang sangat jelas pada kedua bahasa&lt;/span&gt;. Kasus seperti ini membutuhkan intervensi. Anak kemungkinan mengalami Disfungsi bahasa (language disorder) jika dia mengalami kesulitan mempelajari masing-masing bahasa (bukan hanya bahasa kedua)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Masih penasaran?&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(35, 31, 32);font-family:Arial-Black;font-size:12;&quot;  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;Jika orang tua merasa kuatir akan perkembangan bicara dan bahasa anak, jangan ragu untuk menghubungi seorang Terapis Wicara. Layanan terapi wicara bisa ditemukan di klinik-klinik terapi dan tumbuh kembang. Seorang terapis wicara bisa menentukan apakah benar/tidak terjadi keterlambatan bahasa. Jika mau, walaupun tidak terlalu perlu, carilah terapis wicara bilingual (dua bahasa). Selama terapis wicara monolingual (satu bahasa) bekerja bersama seorang penerjemah (jika anak berbicara dalam bahasa yang tidak dikuasai terapis), terapis tetap bisa menangkap gambaran yang akurat tentang kemampuan anak tersebut dalam kedua bahasa. Penerjemah sendiri harus familiar dengan bahasa/dialek yang biasa dipakai dalam &lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;keluarga, kalau tidak hasil test mungkin bisa menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga harus membuat keputusan yang berdasarkan informasi yang benar tentang apakah perlu mengajarkan anak-anak mereka dalam dua bahasa. Mengerti kelebihan dan manfaat mempelajari banyak bahasa mungkin bisa membantu membentuk masa depan anak-anak kita.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Referensi :   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Roseberry-McKibbin, C., (1994). Assessment and Intervention for Children With Limited English Proficiency and Language Disorders: American Journal of Speech-Language Pathology, v. 8, p. 77-88.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;De Houwer, A., (May 2002). Two or More Languages in Early Childhood: Some General Points and  Practical Recommendations&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.cal.org/ericcll/digest/earlychild.html&quot;&gt;http://www.cal.org/ericcll/digest/earlychild.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Rosenberg, M., (May 2002). Raising Bilingual Children,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.aitech.ac.jp/%7Eiteslj/Articles/Rosenberg-Bilingual.html&quot;&gt;http://www.aitech.ac.jp/~iteslj/Articles/Rosenberg-Bilingual.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.cal.org/ericcll/digest/earlychild.html&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;  &lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-style: italic;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;021-54350166, 0818-08642642.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.cal.org/ericcll/digest/earlychild.html&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(35, 31, 32);font-family:ArialMT;font-size:10;&quot;  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(35, 31, 32);font-family:Arial-Black;font-size:12;&quot;  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(35, 31, 32);font-family:Arial-Black;font-size:12;&quot;  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;font-size:14;&quot; &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/6666969606428594772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/6666969606428594772' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/6666969606428594772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/6666969606428594772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/07/anak-dengan-dua-bahasa-bilingual.html' title='Anak dengan dua bahasa (bilingual)'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-6426924566877803371</id><published>2008-07-02T01:06:00.007+07:00</published><updated>2008-10-19T11:12:22.214+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belajar mengajar"/><title type='text'>Tips mengajar anak-anak/remaja</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Memanfaatkan cara otak belajar untuk dipakai di dalam kelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan dari artikel Audrey Prince, M. Ed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengetahui bagaimana otak bekerja memberi kesempatan kepada pendidik untuk membuat lingkungan belajar yang bisa memberi tingkat keberhasilan belajar yang tinggi bagi murid.   Dengan memanfaatkan prinsip pembelajaran berdasarkan cara kerja otak berikut ini, bisa meningkatkan hasil murid di kelas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Murid-murid punya gaya belajar yang berbeda&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;margin-left: 40px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;50% adalah pelajar visual (penglihatan), mereka lebih menyukai dan mengerti gambar-gambar, grafik, dan tulisan di buku dibandingkan dengan ceramah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;30% adalah pelajar kinestetik (perabaan, gerakan), mereka lebih membutuhkan aktivitas yang berdasarkan perabaan dan pergerakan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;20% adalah pelajar auditori (suara/pendengaran), mereka belajar dengan baik ketika mereka berbicara tentang apa yang mereka pelajari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Otak bekerja lebih baik saat berada pada keadaan emosi yang positif. Murid harus merasa aman secara fisik dan emosi sebelum otaknya siap untuk belajar. Guru bisa membuat situasi lingkungan belajar yang positif dengan memberi dorongan dan pujian pada usaha –usaha yang dilakukan murid.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Otak belajar informasi baru melalui modul-modul kecil. Penelitian tentang otak menyatakan bahwa anak-anak usia antara 5-13 tahun belajar paling baik saat mereka diberi informasi 2-4 modul. Anak-anak usia 14 ke atas bisa belajar sampai dengan 7 modul pada saat yang sama. Guru harus merencanakan batasan ini dan mengajarkan materi dalam bentuk modul-modul kecil.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Otak juga bekerja menurut jadwal waktu tertentu. Anak-anak usia 5-13 tahun belajar paling baik dengan penambahan waktu 5-10 menit. Anak usia 14 tahun ke atas belajar dengan peningkatan waktu sampai dengan 10-20 menit. Kadang-kadang, guru bisa menambahkan batasan waktu ini melalui bantuan yang positif.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Anak-anak belajar dengan baik jika materi baru diajari lebih dulu dan materi sebelumnya diulang saat akhir pelajaran&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Sangat baik bagi guru untuk mengajar pada unit-unit yang pendek (1-2 bagian pada satu waktu) dan kemudian memberi waktu aktivitas bagi murid. Murid memerlukan waktu untuk mempraktekkan keahlian yang mereka pelajari.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Murid memerlukan sedikit waktu untuk mengistirahatkan otaknya terhadap tugas tertentu. Memberi waktu bebas antara satu pelajaran ke pelajaran lain bisa meningkatkan fokus murid. Sebagai contoh, memberi murid waktu untuk berdiri dan meregangkan otot, mengobrol sekitar 2 menit, dan lain-lain. Otak akan lebih siap untuk tugas dan menyimpan informasi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Membiarkan murid untuk minum air putih selama waktu belajar. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan cairan menyebabkan kadar garam yang lebih tinggi di dalam darah yang  bisa meningkatkan tekanan dalam darah dan ketegangan. Kekurangan cairan juga menyebabkan berkurangnya perhatian. Idealnya murid harus minum 6-8 gelas air sehari supaya cukup cairan tubuh.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Ambil kesempatan saat energi murid sedang tinggi. Ada saat-saat level energi tinggi dan rendah selama waktu sekolah. Misalnya, kebanyakan murid energinya rendah saat pagi hari (terutama pada remaja) dan lebih tinggi setelah makan siang. Tingginya level energi berhubungan dengan naiknya level perhatian. Guru harus mengambil kesempatan saat level energi sedang tinggi untuk mengajar materi yang lebih penting di saat tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Menyediakan ruang pribadi yang cukup untuk murid. Lebih banyak ruang pribadi mengurangi ketegangan pelajar.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Sediakan waktu saat akhir pelajaran untuk berpikir dan berdiskusi tentang topik yang dipelajari. Mengerti topik tidak harus langsung saat diajarkan, tapi bisa terjadi nanti. Memanfaatkan waktu dan pengulangan sangat penting pada lingkungan belajar.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-style: italic;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;021-54350166, 0818-08642642.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;font-size:12;&quot;  lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/6426924566877803371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/6426924566877803371' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/6426924566877803371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/6426924566877803371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/07/tips-mengajar-anak-anakremaja.html' title='Tips mengajar anak-anak/remaja'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-2069851112832473488</id><published>2008-06-26T07:32:00.009+07:00</published><updated>2008-10-19T11:12:38.780+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cleft (celah bibir/langit2)"/><title type='text'>Celah bibir dan celah langit-langit</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Apa itu celah bibir (cleft lip) dan celah langit-langit (cleft palate)?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan dari artikel Dale Ducworth, M.C.D., CCC-SLP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celah bibir dan celah langit-langit terjadi bila bibir atau langit-langit mulut pada bayi tidak menyatu bersama, sehingga terjadi belahan pada langit-langit mulut (cleft palate) atau/dan terjadi belahan pada bibir atas atau sumbing (cleft lip). Kondisi ini terjadi di fase awal kehamilan pada trimester pertama dan bisa terjadi pada 1 sisi saja (unilateral) atau pada dua sisi (bilateral cleft lip/palate).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Apa yang menyebabkan celah bibir dan langit-langit?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Celah bibir dan langit-langit adalah cacat lahir keempat terbanyak di Amerika. Lebih dari 5000 bayi terlahir setiap tahunnya dengan celah bibir dan/atau celah langit-langit. Kombinasi dari genetik dan faktor lingkungan dipercaya sebagai penyebab dari cacat lahir ini, dan bisa muncul sebagai akibat dari suatu sindrome atau bisa muncul sendiri tanpa adanya kelainan-kelainan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Hambatan apa saja yang bisa timbul dari celah bibir/langit-langit?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hambatan-hambatan yang berhubungan dengan celah bibir/langit-langit tergantung pada letak dan keparahan dari belahan. Biasanya, permasalahan yang langsung terjadi adalah pada proses menyusui/memberi makan karena bayi tidak mampu menghisap. Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi, hal-hal lain mungkin juga muncul seperti misalnya infeksi telinga, perkembangan bicara yang terlambat, dan masalah gigi/tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Apa perlakuan perbaikan untuk celah bibir/langit-langit?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan perbaikan untuk celah bibir dan langit-langit biasanya dimulai pada usia yang sangat muda dan berlanjut selama anak tumbuh dan berkembang. Idealnya, suatu tim yang terdiri dari berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti dokter bedah plastik rekonstruksi, dokter gigi/tulang, dan terapis wicara akan bekerja bersama untuk memutuskan terapi yang terbaik dan dengan hati-hati memonitor perbaikan anak dari waktu ke waktu. Pembedahan dari celah bibir/sumbing bisa dilakukan kapan saja dari saat bayi berusia beberapa hari sampai beberapa bulan. Pembedahan celah langit-langit biasa dilakukan pada usia yang lebih banyak, mulai dari usia beberapa bulan ke beberapa tahun. Sering kali, anak dengan celah langit-langit membutuhkan perhatian yang detail dari dokter gigi/tulang untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan gigi, wajah, dan rahang. Sejalan pertumbuhan anak, terapis wicara sangat dibutuhkan untuk membantu anak membuat suara-suara/kata-kata dengan benar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Apa prognosis jangka panjangnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang tua dari anak dengan celah bibir/langit-langit biasanya punya banyak kekuatiran mengenai penampilan fisik si anak, sebagaimana juga dengan perkembangan bicara, sosial, emosional, dan akademik.     Kabar baiknya adalah kebanyakan hasil pembedahan untuk langit-langit dan bibir/sumbing hasilnya tidak kentara bekasnya. Selain itu, dengan perawatan dan intervensi yang benar, anak dengan celah bibir dan/atau langit-langit bisa berkembang dengan normal pada setiap aspek kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Di mana saya bisa mendapat informasi lain?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak web sites yang menyediakan informasi yang berguna dan bisa membantu orang tua untuk mencari perawatan yang terbaik bagi anak:&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Cleft Palate Foundation - &lt;a href=&quot;http://www.cleftline.org/&quot;&gt;http://www.cleftline.org&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wide Smiles: Cleft Lip and Palate Resource&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;-&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.widesmiles.org/&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;http://www.widesmiles.org&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Smiles - &lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.cleft.org/&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;http://www.cleft.org&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;American Society of Plastic Surgeons -&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.plasticsurgery.org/public_education/procedures/CleftLipPalate.cfm&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;http://www.plasticsurgery.org&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kids Health for Parents -&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://kidshealth.org/parent/system/surgical/cleft_lip_palate.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;http://www.kidshealth.org&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-style: italic;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;021-54350166, 0818-08642642.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/2069851112832473488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/2069851112832473488' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/2069851112832473488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/2069851112832473488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/06/celah-bibir-dan-celah-langit-langit.html' title='Celah bibir dan celah langit-langit'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-3532109239437673250</id><published>2008-06-26T05:27:00.004+07:00</published><updated>2008-10-19T11:13:21.102+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Autism Spectrum Disorder"/><title type='text'>Apa Itu Autisma?</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Autisma &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;adalah suatu ketidakmampuan perkembangan anak yang muncul antara usia 15 dan 20 bulan. Pada banyak kasus, anak mulanya tumbuh normal, dan kemudian mulai mengalami penurunan/kehilangan kemampuan bicara, sosial dan fisik. Walaupun ada banyak variasi tingkat keparahan, kebanyakan anak sepenuhnya tertarik hidup di dalam dunianya sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Aspek lain dari kelainan ini adalah anak tidak bisa memproses informasi yang diterima panca indera dengan benar. Mereka tidak bisa menangkap rasa takut atau situasi bahaya, atau menyaring dan mengacuhkan rangsangan. Contohnya, saat Anda membaca tulisan, Anda juga harus sekaligus memperhatikan warna dari tulisan dan ‘kertas’nya, sekaligus memperhatikan sensasi dari kalimat-kalimatnya, rasa kasar/halus dari pakaian yang Anda pakai, setiap bunyi dari jalanan, dari dalam rumah, sinar lampu, keberadaan tiap benda yang ada di sekitar Anda. Jika seorang anak autis bisa membaca surat ini, mereka harus menanggung semua rangsangan di atas sekaligus, dan pada saat yang sama mencoba berkonsentrasi dan mengerti isi tulisan yang dibacanya. Fungsi normal di bawah situasi ‘banjir’ rangsangan/stimuli seperti ini hampir tidak mungkin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Anak autis biasanya juga mempunyai masalah biomedis dan neurologis (saraf). Banyak yang menderita diare kronis karena usus halus mereka tidak normal dan tidak bisa menyerap nutrisi penting, mineral dan vitamin penting untuk fungsi otak yang optimal. Hati dan ginjal tidak berfungsi baik menyebabkan tubuh menyimpan toxin dalam jumlah tinggi yang biasanya ditemukan di lingkungan, misalnya timbal, raksa, arsenik dan metal berat lainnya. Sistem kekebalan tubuh mereka mencapai batas di mana mereka bahkan tidak bisa melawan jamur, parasit, dan bakteri infeksi yang paling sederhana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Anak-anak tidak melawan autisma dan belum ada penyembuhan untuk itu. Ini adalah keadaan ketidakmampuan seumur hidup dengan harapan menjalani hidup secara normal. Autisma mempengaruhi anak laki-laki 5 kali dibanding anak perempuan, walaupun anak perempuan biasanya lebih parah. Intervensi dengan program remedial dan terapi adalah untuk membantu anak-anak autis menjalani hidup lebih baik dengan mengeluarkan dan melatih potensi maksimal yang mereka punya untuk dipakai dalam kehidupan sehari-hari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Mengenai spektrum autisma yang lain, selengkapnya bisa dibaca di artikel &lt;a href=&quot;http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/06/karakteristik-autism-spectrum-disorder.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Karakteristik &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Autism Spectrum Disorder (ASD).&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Jika Anda menduga anak Anda mungkin menunjukkan beberapa dari gejala di atas sebelum berusia 3 tahun, hubungilah dokter Anda. Dokter bisa merujuk Anda kepada tim ahli tumbuh kembang (psikolog, terapis wicara, terapis okupasi, fisioterapis, spesial instruktor) yang bisa bekerja sama untuk mengidentifikasi (screening) jika anak Anda mempunyai tanda-tanda atau gejala autisma. Setelah diagnosa dari tim ahli tumbuh kembang, mereka bisa merencanakan program intervensi yang sesuai dengan kebutuhan anak. Untuk informasi tambahan mengenai kelainan spektrum autis (Autism Spectrum Disorders), Anda bisa mengunjungi web site berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-style: italic;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-style: italic;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;021-54350166, 0818-08642642.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/3532109239437673250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/3532109239437673250' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/3532109239437673250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/3532109239437673250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/06/apa-itu-autisma.html' title='Apa Itu Autisma?'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-4469512088337641531</id><published>2008-06-26T05:04:00.003+07:00</published><updated>2008-10-19T11:13:39.161+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Autism Spectrum Disorder"/><title type='text'>Karakteristik Autism Spectrum Disorder (ASD)</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Mengerti karakteristik dan tantangan dari kelainan spektrum autisma atau Autism Spectrum Disorder (ASD)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;-- &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Diterjemahkan dari artikel Megan-Lynette Richmond, CCC-SLP and Becky L. Spivey, M.Ed.&lt;/span&gt;-- &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Apa itu Autism Spectrum Disorder?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Para dokter dan psikolog mendefinisikan kelainan spektrum autisma atau Autism Spectrum Disorder (ASD) sebagai keadaan di mana terdapat 3 ketidakmampuan yang berbeda yaitu : ketidakmampuan dalam berinteraksi secara sosial, hambatan berkomunikasi, dan keterlambatan kemampuan bahasa dan kognitif. Perbedaan-perbedaan pada area ini biasanya bisa diketahui sebelum anak berusia 3 tahun. Autisma mempunyai banyak klasifikasi dan kata autisma merupakan suatu istilah umum untuk menjelaskan area yang sangat luas mengenai perilaku dan kemampuan, sehingga mungkin istilah ‘spektrum’ lebih pantas untuk digunakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Diagnosa dari ASD meliputi observasi pada tingkat komunikasi, perilaku, dan perkembangan anak. Setelah mendapatkan tanda keterlambatan pada perkembangan kemampuan bahasa, diagnosa resmi biasanya bisa diberikan sekitar usia 2 atau 3 tahun. Pada anak yang lebih besar usianya, bisa juga menunjukkan tanda tidak memberi tanggapan saat dipanggil namanya, ketidakmampuan bermain dengan mainan, tidak ada kontak mata dengan orang lain, pola gerakan yang aneh, tidak tersenyum, kecenderungan untuk membariskan mainan atau benda lain, atau kegagalan untuk mengikuti arah/petunjuk sama sekali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Anak-anak autis berkembang dengan laju yang berbeda untuk area yang berbeda pada tahap pertumbuhan mereka karena beberapa ketidaknormalan pada otak. Walaupun anak-anak autis mengalami keterlambatan bicara dan bahasa, kemampuan motorik mereka bisa menyamai anak-anak lain seusia mereka. Aktifitas yang kompleks seperti menyusun puzzle atau menyelesaikan soal matematika bisa jadi sangat mudah, sementara tugas lain yang sangat sederhana seperti berteman atau bicara dengan orang lain bisa jadi hal yang sulit. Mereka juga mungkin bisa membaca kalimat yang panjang dan sulit, tapi tidak mampu mengenali suara “d”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Gejala-gejala kelainan spektrum autisma&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Tidak ada dua anak yang menunjukkan gejala-gejala yang sama untuk kelainan ini. Di bawah ini adalah beberapa karakteristik yang paling umum untuk anak autis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Kemampuan tinggi (savant)&lt;/span&gt; – &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Kemampuan ini termasuk ke dalam kategori fungsi yang lebih tinggi dari spektrum autis (spektrum sangat luas). Anak yang mempunyai kemampuan tinggi bisa mempunyai bakat spesial di bidang musik dan seni, matematika, atau bahkan kemampuan untuk menghafal informasi yang sangat banyak, tapi tetap masih harus berkutat dalam hal interaksi sosial, perubahan pola yang sudah tetap/rutin, dan komunikasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Cacat pada satu atau lebih dari sistem paca indera&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;– Anak autis sulit untuk memproses informasi yang diterima indera dengan benar. Situasi yang normal seperti suara mesin mobil, tangis bayi, atau suara pengering rambut bisa jadi tidak tertahankan oleh beberapa individu autistik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Ketidakmampuan bicara atau ekolali (echolalia)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;– Sekitar 40% dari anak autis tidak berbicara sama sekali, sementara yang lain mungkin mengalami situasi ekolali (mengulang-ngulang apa yang dikatakan kepada mereka atau yang mereka dengar di TV/radio lagi dan lagi dan lagi). Suara mereka juga bisa terdengar datar, dan mereka tidak bisa mengontrol keras lembutnya suara saat berbicara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Perilaku dan kebiasaan yang diulang-ulang&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;– Individu dengan kelainan autisma menuntut “kesamaan” dalam kebiasaan mereka. Misalnya, jika seorang anak menyikat giginya sebelum berganti piyama tidur, memintanya untuk menukar urutan kebiasaan ini akan mengganggunya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Tepuk tangan, menggigit, melukai diri sendiri, kebiasaan tidur dan makan yang jelek, kurang perhatian, dan tidak peka terhadap rasa sakit juga merupakan ciri umum pada autisma.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Mengerti tentang istilah diagnostik dari ASD&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Akan sangat membantu jika kita bisa mengerti perbedaan-perbedaan di antara kelainan-kelainan spektrum autisma yang lebih umum. Mengetahui kesamaan dan perbedaan mereka akan memberi anda ide tentang kebutuhan yang unik dari tiap-tiap kelompok. Beberapa yang disebut di bawah ini merupakan kelompok-kelompok di dalam kategori ASD walaupun gejala-gejalanya unik : Pervasive Developmental Disorder-Not Otherwise Specified (PDD-NOS), Asperger’s Syndrome, dan Autistic Disorder (biasa disebut autisma).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Pervasive developmental disorder-not otherwise specified (PDD-NOS)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;biasa dikenal dengan “autis ringan” atau “beberapa karakter autis”. Istilah ini merujuk kepada anak-anak dengan kesulitan yang jelas pada area interaksi sosial, komunikasi verbal dan nonverbal, dan bermain, namun masih terlalu bersosialisasi untuk bisa disebut benar-benar autis. Beberapa ahli berharap bisa menghilangkan istilah ini, karena menurut mereka istilah ini berawal dari para psikolog yang tidak bisa menentukan harus dikategorikan ke mana anak yang mengalami kesulitan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Asperger’s Syndrome&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;- Banyak sekali anak-anak mendapat diagnosa Asperger’s pada usia antara 5 dan 9, di mana sangat jauh dibanding usia kita mengenali autisma. Asperger’s menunjukkan ketidakmampuan/cacat yang parah dan tetap dalam hal interaksi sosial, perkembangan pada pola perilaku tertentu dan berulang-ulang, minat, dan aktivitas. Berlawanan dengan autisma, secara klinis tidak ada keterlambatan yang berarti pada bahasa, kognisi, kemampuan membantu diri sendiri, atau perilaku beradaptasi, selain dari pada masalah interaksi sosial mereka. Anak dengan sindrom Asperger’s bisa jadi tidak tanggap secara benar atau bahkan mengerti pernyataan kalimat yang berhubungan dengan “perasaan” dalam percakapan. Asperger’s mungkin secara klinis tidak menyebabkan keterlambatan yang berarti dalam menerima informasi baru, tapi tetap ada perbedaan dalam pembelajaran. Misalnya, anak Asperger’s bisa menjadi hiperleksik (hyperlexic), yaitu bisa mengindentifikasi kata-kata dan membaca pada usia yang sangat muda, dengan sedikit atau sama sekali tanpa mengerti arti kalimat yang dibaca. Sebagai tambahan, anak Asperger’s menunjukkan kemampuan memori/menghafal di atas rata-rata dan mempunyai kelebihan dalam vokabulari (banyaknya jenis kata) namun tidak bisa menggunakannya dalam kalimat secara benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Autistic disorder (autisma)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;adalah suatu ketidakmampuan perkembangan anak yang sangat mempengaruhi komunikasi verbal dan nonverbal dan interaksi sosial. Ketidakmampuan ini sangat jelas pada usia sebelum 3 tahun. Autisma berpengaruh buruk pada area pendidikan/pembelajaran. Anak yang terdiagnosa autis menunjukkan aktivitas mengulang-ulang dan pergerakan meniru (stereotype), menolak perubahan pada lingkungannya atau perubahan pada kebiasaan sehari-hari, dan mempunyai tanggapan yang tidak biasa pada sensori/indera. Autisma kemungkinan mempengaruhi anak laki-laki 3-5 kali dibanding perempuan dan tidak mengenal ras, suku, kelompok sosial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Mengenai autisma juga lebih jelas di artikel &lt;a href=&quot;http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/06/apa-itu-autisma.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Apa Itu Autisma?&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Jika Anda menduga anak Anda mungkin menunjukkan beberapa dari gejala di atas atau sebelum berusia 3 tahun, Anda bisa menghubungi dokter. Dokter Anda bisa merujuk Anda kepada tim ahli tumbuh kembang (psikolog, terapis wicara, terapis okupasi, fisioterapis, spesial instruktor) yang bisa bekerja sama untuk mengenali jika anak Anda mempunyai tanda-tanda atau gejala kelainan spektrum autis (ASD). Setelah diagnosa dari tim ahli tumbuh kembang, mereka bisa merencanakan program intervensi yang sesuai dengan kebutuhan anak. Untuk informasi tambahan mengenai kelainan spektrum autis (Autism Spectrum Disorders), Anda bisa mengunjungi web site berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Sumber dan Referensi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Center for the Study of Autism – &lt;a href=&quot;http://www.autism.org/&quot;&gt;www.autism.org&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;The Mayo Clinic – &lt;a href=&quot;http://www.mayoclinic.com/&quot;&gt;www.mayoclinic.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Autism Society of America – &lt;a href=&quot;http://www.autism-society.org/&quot;&gt;www.autism-society.org&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;American Speech and Hearing Association – &lt;a href=&quot;http://www.asha.org/&quot;&gt;www.asha.org&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-style: italic;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;021-54350166, 0818-08642642.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/4469512088337641531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/4469512088337641531' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/4469512088337641531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/4469512088337641531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/06/karakteristik-autism-spectrum-disorder.html' title='Karakteristik Autism Spectrum Disorder (ASD)'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8342135676661224662.post-6860509704152104736</id><published>2008-06-17T16:42:00.006+07:00</published><updated>2008-10-19T11:13:58.002+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sensory Integration (SI)"/><title type='text'>Mengerti Disfungsi SI (Sensory Integration)</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Apa itu Sensory Integration (SI)?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Contoh berikut akan membantu untuk mengerti tentang Sensory Integration (Integrasi Sensori/Indera) pada manusia :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Ria selesai bermain di halaman rumah, kemudian dia masuk ke dalam rumah dan langsung bisa mencium aroma masakan yang lezat dari arah dapur. Hmm…! Dari aromanya, sepertinya ibu lagi memasak ayam goreng kesukaannya. Air liur Ria langsung mengalir ketika dia mendengar suara masakan diatur di piring. Dia segera berlari ke dapur dan melihat ibunya sedang meletakkan sepiring ayam goreng di atas meja makan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Sensori / panca indera kita (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecap, dan peraba) memberi tahu kita tentang lingkungan kita. Indera-indera kita menerima informasi dari dalam dan luar tubuh kita. Dalam contoh di atas, indera-indera Ria bekerja bersama-sama memberi tahu dia bahwa sesuatu sedang digoreng di dapur (dari suara dan aroma), dan dari baunya dia bisa menebak masakan tersebut adalah ayam goreng, dan indera pengecapnya bereaksi mengeluarkan air liur ketika dia mendengar masakan telah selesai dan siap dihidangkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Integrasi sensori atau SI, merujuk tentang bagaimana indera-indera kita bekerja bersama untuk mengatur dan memproses informasi yang diterima oleh indera tersebut. SI diatur oleh system saraf pusat, yaitu otak dan tulang belakang. System indera kita bekerja bersama, memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan lingkungan secara lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Apa itu Disfungsi SI?&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Disfungsi SI menunjukkan ketidakmampuan tubuh untuk menangkap dan menggunakan informasi yang diterima oleh panca indera secara benar. Anak dengan disfungsi SI mempunyai kesulitan mengolah infomasi yang diterima panca inderanya untuk melaksanakan tugas sehari-hari, misalnya memakai baju, makan, atau bermain. Mereka juga mungkin bisa mengalami kesulitan dalam beberapa aktivitas dan situasi social.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Misalnya, mereka mungkin tidak menyukai melukis dengan jari karena mereka tidak suka tangannya basah atau lengket. Atau mereka merasa tidak nyaman di tengah keramaian karena bising dan jumlah orang yang banyak. Disfungsi SI bisa muncul dengan berbagai kombinasi dari indera-indera, yaitu : penglihatan, penciuman, pendengaran, pengecapan, peraba, atau pergerakan. Pada saat tertentu dalam hidup, kebanyakan orang punya kesulitan mengolah informasi indera, tetapi jika hal ini mengganggu kemampuan kita dalam hidup sehari-hari, tentu saja bisa jadi masalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Ciri-ciri umum Disfungsi SI meliputi :&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Terlalu responsif atau terlalu tidak responsif terhadap rangsangan indera (misalnya, tidak bisa mentolerir adanya tag (lembaran tanda merk) pada baju, atau mempunyai ambang batas rasa sakit yang tidak biasa)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Tingkat aktivitas yang terlalu tinggi atau terlalu rendah (lebih dari biasa)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Bergerak terus-menerus atau terlalu cepat merasa capek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Kesulitan dengan gerakan otot yang memerlukan ketelitian (menggunting dengan gunting) dan/atau gerakan otot yang memerlukan rencana (melempar bola)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Masalah mengendalikan diri (misalnya kesulitan menenangkan diri setelah melakukan suatu aktivitas)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;6.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Kesulitan mengubah aktivitas-aktivitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;7.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Koordinasi mata-tangan kurang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Catatan : Jika anak menunjukkan beberapa ciri di atas, belum tentu berarti si anak memiliki Disfungsi SI!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;    &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; text-align: center;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Apa yang menyebabkan Disfungsi SI?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Para peneliti masih meneliti tentang hal ini, dan mereka memberi beberapa kemungkinan yang mungkin merupakan sebab dari Disfungsi SI : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;1. Faktor keturunan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;2. Saat hamil banyak mengkonsumsi obat-obatan, rocun, narkoba dan alcohol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;3. Trauma saat melahirkan seperti kekurangan oksigen atau operasi Caesar darurat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;4. Sebab-sebab yang tidak diketahui&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:trebuchet ms;font-size:100%;&quot;  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Apa yang harus saya lakukan jika saya menduga anak saya mempunyai Disfungsi SI?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Jika Anda menduga anak Anda mempunyai Disfungsi SI, konsultasikan ke dokter anak Anda. Dokter bisa merujuk Anda ke Okupasi Terapis untuk menjalani evaluasi SI &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;(baca artikel &lt;a style=&quot;font-weight: bold;&quot; href=&quot;http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/09/siapa-itu-terapis-okupasi.html&quot;&gt;Siapa itu Terapis Okupasi?&lt;/a&gt;). &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt; Evaluasi ini bisa menunjukkan jika anak memang mengalami Disfungsi SI.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Bagaimana terapi Disfungsi SI dilakukan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;Proses terapi untuk Disfungsi SI dilakukan oleh Okupasi Terapis (OT) yang mempunyai spesialisasi di bidang SI. Okupasi Terapis adalah terapis professional yang membantu individu melakukan aktivitas sehari-hari yang sesuai dengan usianya. Untuk anak-anak, aktivitas ini termasuk melompat, memasang kancing, menggunakan alat-alat makan, menggambar, dan menulis. Tujuannya untuk membantu anak terbiasa dengan aktivitas khusus masa kecil seperti berayun, bermain, dan menggambar. Terapi biasanya berbeda-beda untuk tiap anak sesuai kebutuhan masing-masing. Biasanya kegiatan terapi ini dilakukan di tempat yang mendukung dan mempunyai fasilitas peralatan khusus sehingga anak bisa berayun, melompat, dan yang paling penting, bermain!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Pada beberapa kasus, OT bisa memberikan diet sensori, suatu program rumah yang memungkinkan anak untuk berpartisipasi dalam aktivitas untuk mengulang/menguatkan kemampuan-kemampuan yang telah dipelajari dalam terapi. Orang tua diharapkan ikut serta membawa kemampuan yang telah dipelajari tadi ke dalam lingkungan rumah sehari-hari. Sangatlah penting membuat anak berpartisipasi dalam aktivitas yang menarik minat mereka dan menggunakan kelebihan mereka untuk meningkatkan rasa percaya dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;* Lembaga-lembaga terapi biasanya menyediakan pelayanan Okupasi Terapi. Hubungi lembaga terdekat di tempat Anda untuk menanyakan pelayanan Okupasi Terapi dengan spesialisasi di bidang SI dan fasilitasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Bagaimana SI berpengaruh terhadap Terapi  Wicara dan Bahasa?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;Masalah bicara dan bahasa sering muncul pada anak dengan Disfungsi SI. Terapis Wicara (TW) memegang peranan penting pada terapi. Terapis Wicara sering memadukan aktivitas sensori ke dalam terapi untuk merangsang produksi bahasa pada anak. Aktivitas seperti meniup peluit, berayun, dan meloncat-loncat dengan bola therapeutic memacu produksi bahasa secara spontan. Terapis Wicara dan Okupasi Terapis bekerja bersama untuk memutuskan pendekatan terapi yang paling sesuai bagi anak dengan Disfungsi SI.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal; font-style: italic;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.angelswing.or.id/&quot;&gt;Website : www.angelswing.or.id&lt;/a&gt;   Telp. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;021-54350166, 0818-08642642.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angel&#39;s Wing melayani &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Terapi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Okupasi, Sensory Integration SI, Behavior, Physiotherapy, Orthopedagog (Kesulitan belajar khusus), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Layanan Psikologi Umum (Test IQ, Minat Bakat, dll), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;dan Terapi Wicara (speech delay, post operasi celah bibir dan langit-langit/cleft, cadel, gagap).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/feeds/6860509704152104736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8342135676661224662/6860509704152104736' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/6860509704152104736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8342135676661224662/posts/default/6860509704152104736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/06/apa-itu-sensory-integration-si-contoh.html' title='Mengerti Disfungsi SI (Sensory Integration)'/><author><name>Angel&#39;s Wing</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08276807280808826356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>