<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858</id><updated>2024-09-06T10:04:08.303+07:00</updated><title type="text">Skripsi Ilmu Antropologi Indonesia</title><subtitle type="html">Situs yang berisi berbagai judul dan intisari penelitian di bidang ilmu antropologi Indonesia</subtitle><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/posts/default" rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default?redirect=false" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/" rel="alternate" type="text/html"/><link href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" rel="hub"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><generator uri="http://www.blogger.com" version="7.00">Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-7229892587724578022</id><published>2013-05-17T16:05:00.000+07:00</published><updated>2013-11-15T15:13:45.419+07:00</updated><title type="text">Eka Akredinanta - Pengaruh Modernisasi pada Perubahan Bentuk dan Fungsi Angklung</title><content type="html">&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tugas Akhir / Skripsi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Disusun oleh: Eka Akredinanta&lt;br /&gt;Universitas Airlangga&lt;br /&gt;Program Studi Antropologi&lt;br /&gt;Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Intisari:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Seni pertunjukan angklung Banyuwangi merupakan salah satu bentuk seni tradisional yang hidup dan berkembang dari kehidupan agraris masyarakat using. Di tengah arus modernisasi, keberlangsungan seni pertunjukan tradisional mendapatkan ujian berat untuk tetap bertahan atau berubah mengikuti perkembangan jaman. Asumsi modernisasi yang digunakan dalam penelitian ini mengarah pada perubahan dari pra-kapitalis ke arah kapitalis dengan menjadikan seni pertunjukan tradisional sebagai komoditas yang berorientasi pada profit (keuntungan). Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai perubahan bentuk dan fungsi dari kesenian angklung yang merupakan kesenian khas di daerah Banyuwangi baik dalam bentuk yang asli maupun dalam bentuk modifikasi karena pengaruh modernisasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Penelitian ini merupakan tipe penelitian deskriptif yang menggambarkan secara rinci proses kreativitas para pelaku seni dalam menciptakan angklung Banyuwangi yang modern dan sesuai dengan ciri-ciri atau pakem tersendiri angklung tradisional, baik bentuk maupun fungsi yang dimiliki. Disamping itu, peneliti ingin mengetahui secara jelas peranan masyarakat dalam perkembangan angklung dari waktu ke waktu secara keseluruhan sebagai penikmat seni. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode kualitatif dimana data yang diperoleh berdasarkan pengamatan, wawancara dan studi pustaka yang diambil dari berbagai sumber untuk kemudian dipilah dan diklasifikasikan berdasarkan kategori yang telah ditentukan dan dianalisa secara kualitatif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa seni pertunjukan angklung Banyuwangi merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang memang cenderung berakar pada unsur tradisional. Munculnya industrialisasi dalam seni pertunjukan dapat dijadikan sebagai indikasi pengaruh modernisasi yang merubah cara pandang para pelaku seni dan penikmat seni sehingga berdampak pada perubahan bentuk dan fungsi angklung itu sendiri dalam masyarakat. Industri beserta jaringanya kemudian mengemas seni pertunjukan tradisional sebagai sebuah produk yang pada satu sisi semakin mendekatkan seni kepada rakyat. Sedangkan di sisi yang lain pesatnya perkembangan seni pertunjukan juga perlu di cermati agar jangan sampai karena tuntutan pasar seni pertunjukan tradisional menjadi luntur hilang di telan jaman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/7229892587724578022/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/05/pengaruh-modernisasi-pada-angklung.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/7229892587724578022" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/7229892587724578022" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/05/pengaruh-modernisasi-pada-angklung.html" rel="alternate" title="Eka Akredinanta - Pengaruh Modernisasi pada Perubahan Bentuk dan Fungsi Angklung" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-3412647944836545445</id><published>2013-05-13T16:05:00.000+07:00</published><updated>2013-11-15T15:13:21.576+07:00</updated><title type="text">Aswin B. Muhammad - Kuasa, Spiritualitas dan Pilkades</title><content type="html">&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tugas Akhir / Skripsi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Disusun oleh: Aswin B. Muhammad&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Universitas Airlangga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Program Studi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Intisari:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Studi tentang politik desa dalam perpekstif antropologi politik 
mengantarkan penulis untuk mencermati fenomena suksesi politik pada 
masyarakat Jawa. Secara garis besar deskripsi ini mengetengahkan 
representasi suksesi politik tingkat desa pada masyarakat Jawa yang 
telah mengenal konsep-konsep demokrasi modern. Dalam suksesi politik 
desa tersebut sistem politik demokrasi dianut oleh masyarakat desa 
sebagai alternatif suksesi pemilihan kepala desa, sederhananya praktik 
pemilihan umum secara langsung sudah diadopsi oleh masyarakat desa 
tersebut sebagai pilihan dalam menentukan kepala desa mereka. Dalam 
praktik pilkades Banjarsariwetan hal menarik yang penulis cermati adalah
 bahwa gagasan demokrasi yang dimanifestasikan dalam praktik suksesi 
politik desa nampak masih sangat berbaur dengan dimensi metafisis dan 
ragam mitologis dalam pertarungan pilkades tersebut. Singkatnya, dalam 
upaya pemenangan seorang calon kerap kali mempergunakan kekuatan 
supranatural seorang dukun. Dukun kerap dilibatkan oleh seorang calon 
dalam setiap moment pemilihan kepala desa. 
Deskripsi ini hendak melihat secara menyeluruh bagaimana peran dukun 
dalam pertarungan pilkades Banjarsariwetan serta menentukan bagaimanakah
 konsepsi calon tentang kekuasaan dalam pertarungan pilkades tersebut. 
Hal tersebut akan menarik suatu generalisasi tentang konsepsi kekuasaan 
masyarakat Jawa pada masa kini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penulis berharap dari penelitian ini 
memperoleh manfaat dan tujuan yang bisa digunakan dan bisa diaplikasikan
 pada kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini juga diharapkan mampu 
menjadi bahan diskusi dan dapat menelaah fenomena kepercayaan masyarakat
 Jawa yang berhubungan dengan kehidupan politik lokal. Teori yang 
digunakan adalah teori kekuasaan religius dari Frans Magnis Suseno dan 
teori kekuasan Ben Anderson. Pada penelitian ini menggunakan paradigma 
intepretatif dengan tipe penelitian kualitatif dan pendekatan 
deskriptif. Sementara untuk menggali data dilakukan dengan wawancara, 
observasi, dan bantuan data sekunder seperti internet, dan jurnal-jurnal
 media cetak. Dalam penelitian ini yang menjadi sasaran penelitian 
adalah individu-individu yang memiliki karakteristik yang sesuai dengan 
isu dan judul penelitian. 
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran kekuatan supranatural dukun
 dianggap mampu mendatangkan kekuasaan adiduniawi atau yang ’’illahi’’ 
yang terselubung dalam mitologi-mitologi tertentu. Dukun melalui 
kesaktian yang dimilikinya berperan mengahadirkan kekuatan yang bersifat
 metaempiris. Konteks kekuasaan pada masyarakat Jawa masih ditandai 
dengan ragam kepercayaan animistik yang memiliki relasi terhadap 
legitimasi kekuasaan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/3412647944836545445/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/05/kuasa-spiritualitas-dan-pilkades.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/3412647944836545445" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/3412647944836545445" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/05/kuasa-spiritualitas-dan-pilkades.html" rel="alternate" title="Aswin B. Muhammad - Kuasa, Spiritualitas dan Pilkades" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-731756305994807510</id><published>2013-05-09T16:05:00.000+07:00</published><updated>2013-11-15T15:13:30.601+07:00</updated><title type="text">Suheriyanto - Dinamika Sosial Kelompok Adu Doro di Gubeng Klingsingan, Kel. Gubeng, Kec. Gubeng</title><content type="html">&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tugas Akhir / Skripsi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Disusun oleh: Suheriyanto&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Universitas Airlangga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Program Studi Antropolog&lt;span style="font-size: small;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Intisari:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adu doro merupakan suatu permainan rakyat yang menjadi salah satu 
fenomena unik Kota Surabaya, pada awalnya aktivitas adu doro dilakukan 
untuk mengisi waktu senggang kemudian dibumbui dengan 
pertaruhan-pertaruhan untuk meningkatkan ketegangan-ketegangan. Hukum 
perundangan-undangan positif dalam pasal 303 ayat (3) disebutkan bahwa 
setiap permainan yang memiliki pengharapan buat menang dan umumnya 
bergantung kepada untung-untungan adalah judi. Pada hukum agama juga 
disebutkan bahwa judi termasuk dalam kategori haram, karena judi memang 
dilarang. Adu doro menjadi fenomena yang dapat menimbulkan pro dan 
kontra dalam masyarakat. Masyarakat yang pro menganggap bahwa aktivitas 
adu doro sebagai aktivitas hiburan dan untuk mengisi waktu senggang, 
meski ada unsur taruhan di dalamnya hal itu untuk menambah keasyikan 
bermain. Bagi masyarakat yang kontra, menganggap aktivitas tersebut 
illegal, karena bertentangan dengan norma-norma yang ada baik itu hukum 
dan agama. Pro dan kontra inilah menjadi suatu hal menarik diteliti, 
jika 2 hal berbeda yang dapat menimbulkan konflik tetapi menjadi sinkron
 dan harmonis tentu didalamnya ada sesuatu aturan-aturan yang telah 
disepakati bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan dengan cara 
pengamatan atau observasi serta wawancara mendalam atau indepth 
interview merupakan langkah yang diambil untuk mencapai tujuan 
penelitian yang direncanakan. Melalui informan yang ditentukan yakni 
pihak dari kelurahan, tokoh masyarakat, aparat kampung serta aktor yang 
terlibat langsung dalam aktivitas adu doro yang jumlah informannya 
bervariasi antara 1 sampai dengan 5 orang. Melalui panduan pertanyaan 
yang telah dibuat, peneliti menggali informasi dan data yang diperlukan 
untuk proses penelitian. Analisis data dari informasi serta data yang 
telah terkumpul  menggunakan foklor serta teori antropologi hukum untuk 
melihat fenomena pluralisme hukum yang berkembang di lokasi penelitian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan
 pada proses analisis data yang dilakukan, maka penelitian ini 
menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa adu doro merupakan suatu permainan 
rakyat yang dapat yang digemari untuk mengisi waktu senggang meski 
didalamnya disertai dengan perjudian, selain itu terdapat budaya hukum 
yang pluralism dimana terdapat norma-norma baru yang tercipta sebagai 
control sosial bagi intern aktor pelaku sendiri, dengan aparat, serta 
masyarakat sekitar. Sedangkan dalam menyelesaikan konflik, dilokasi 
penelitian ditemukan berbagai macam cara penyelesaian konflik / 
kecurangan-kecuranga yang terjadi seperti penyelesaian secara langsung 
atau melalui mediasi-mediasi yang difasilitasi oleh seseorang yang 
dipercaya oleh semua orang.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/731756305994807510/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/05/dinamika-sosial-kelompok-adu-doro.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/731756305994807510" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/731756305994807510" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/05/dinamika-sosial-kelompok-adu-doro.html" rel="alternate" title="Suheriyanto - Dinamika Sosial Kelompok Adu Doro di Gubeng Klingsingan, Kel. Gubeng, Kec. Gubeng" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-3869338382449178476</id><published>2013-05-05T15:35:00.000+07:00</published><updated>2013-11-15T15:13:37.719+07:00</updated><title type="text">Fuad Firmansyah - Perbedaan Dental Traits pada Subras Protomalayid dan Deutromalayid</title><content type="html">&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tugas Akhir / Skripsi Antropologi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Disusun oleh: Fuad Firmansyah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Universitas Airlangga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Program Studi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Intisari:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Penelitian ini bermula dari ketertarikan peneliti pada bidang 
antropologi dental. Penelitian tentang etnisitas maupun afinitas 
populasi berdasarkan ras di Indonesia sangat sedikit yang membahas dari 
sisi dentisi. Non-metris dental traits pada mahkota gigi merupakan 
materi yang baik dalam mengetahui afinitas antar populasi maupun 
membedakan ras asal dan subras. Perbedaan dental trait berdasarkan 
derajat ekspresi digunakan untuk membedakan subras Protomalayid dan 
Deutromalayid.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimanakah 
perbedaan derajat ekspresi dental traits winging, shovel shape, 
tuberculum dentale, dan  Carabelli’s cusp  pada suku bangsa Jawa dan 
suku bangsa Manggarai? Metode yang digunakan dalam penelitan ini 
adalah metode kuantitatif dengan perspektif komparatif. Metode ini 
digunakan untuk mengetahui perbedaan 4 dental trait non-metris 
berdasarkan besarnya nilai derajat ekspresi yang ada pada sampel 
Manggarai dan sampel Jawa. Observasi dilakukan terhadap cetakan-cetakan 
gigi yang ada pada kedua sampel, yaitu 21 (Suku Bangsa Manggarai) dan 41
 (Suku Bangsa Jawa). Skoring dilakukan dengan menggunakan Dental 
Anthoropology System ASU untuk mengetahui besarnya nilai derajat dental 
trait. Untuk mengetahui distribusi frekuensi dental trait digunakan 
statistik deskriptif dan uji statistik Chi-square untuk mengetahui 
signifikansi perbedaan yang terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Penulis menganalisa derajat 
Mongoloidisasi pada sampel berdasarkan perbedaan derajat ekpresi dental 
trait yang ada pada suku bangsa Jawa dan suku bangsa Manggarai. 
Perbedaan fisiologis dan morfologis populasi di bagian timur dan bagian 
barat merupakan pengaruh migrasi Mongoloid yang masuk ke Indonesia. Suku
 bangsa Manggarai menunjukkan ciri non-Mongoloid dan suku bangsa Jawa 
menunjukkan ciri Mongoloid dari segi dentisi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan dari 
penelitian ini adalah subras Protomalayid dan Deutromalayid dapat 
dibedakan berdasarkan dental traits yang dimiliki. Berdasarkan besarnya 
nilai derajat ekspresi dental trait shovel-shaped dan tuberculum dentale
 dapat menjadi referensi untuk mengetahui apakah suku bangsa Manggarai 
menunjukkan ciri dari subras Protomalayid dengan derajat Mongoloidisasi 
rendah dan apakah suku bangsa Jawa menunjukkan ciri dari subras 
Deutromalayid yang mempunyai derajat Mongoloidisasi lebih tinggi dari 
Protomalayid. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari dental trait
 Carabelli’s cusp dan winging karena memang frekuensi kemunculan trait 
ini tergolong rendah pada kedua suku bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/3869338382449178476/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/05/perbedaan-dental-traits.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/3869338382449178476" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/3869338382449178476" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/05/perbedaan-dental-traits.html" rel="alternate" title="Fuad Firmansyah - Perbedaan Dental Traits pada Subras Protomalayid dan Deutromalayid" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-8794120013315260167</id><published>2013-04-24T15:36:00.000+07:00</published><updated>2013-11-15T15:12:50.370+07:00</updated><title type="text">Rany S. Ramadhany - Eating Out sebagai Gaya Hidup Mahasiswa di Surabaya</title><content type="html">&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tugas Akhir / Skripsi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Disusun oleh: Rany S. Ramadhany&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Universitas Airlangga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Program Studi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Intisari:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pada dasarnya amakan adalah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan biologis 
agar dapat bertahan hidup. Tetapi saat ini tujuan makan bukan hanya 
untuk menghilangkan rasa lapar, melainkan sebuah ungkapan ekspresi 
sosial. Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor apa saja yang 
membuat eating out menjadi gaya hidup mahasiswa Surabaya dan gaya hidup 
apa yang dapat diungkap dari kegiatan eating out tersebut dengan tujuan 
untuk memperoleh gambaran bagaimana eating out bisa menjadi gaya hidup 
sekaligus menambah kepustakaan mengenai kajian gaya hidup,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian 
dilakukan di surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan 
terlibat dan wawancara terhadap 25 mahasiswa yang menjadi informan. Eating out saat ini telah menjadi gaya hidup mahasiswa di surabaya. 
Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah harga makanan, rasa masakan, 
tempat makan, trend makanan, teman sebaya dan pengaruhnya terhadap 
kesehatan. Dari penelitian ini terlihat bahwa gaya hidup mahasiswa 
Surabaya bukan ditentukan dari berapa banyak materi yang mereka 
keluarkan, akan tetapi bagaiman mereka bisa menikmati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/8794120013315260167/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/04/eating-out-sbg-gaya-hidup.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/8794120013315260167" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/8794120013315260167" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/04/eating-out-sbg-gaya-hidup.html" rel="alternate" title="Rany S. Ramadhany - Eating Out sebagai Gaya Hidup Mahasiswa di Surabaya" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-7306577724371701440</id><published>2013-03-13T13:00:00.000+07:00</published><updated>2013-03-13T13:00:05.123+07:00</updated><title type="text">Taman Flora sebagai ruang terbuka hijau bagi warga kota Surabaya - Dini A. Pramitasari</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="//img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tugas Akhir/Skripsi &lt;span&gt;Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disusun oleh: &lt;span&gt;Dini
A. Pramitasari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Universitas Airlangga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Studi &lt;span&gt;Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Fakultas &lt;span&gt;Ilmu Sosial Ilmu Politik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Intisari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;

&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Kebutuhan akan Taman Kota mendapat perhatian penting
dari pemerintah kota Surabaya Dalam tiga tahun terakhir pemerintah kota
Surabaya aktif melaksanakan penambahan Ruang Terbuka Hijau melalui revitalisasi
dan aktivasi Taman-Taman Kota, dalam rangka mewujudkan semboyan kota sparkling
Surabaya dan Surabaya green and clean. Taman Flora sebagai Ruang Terbuka Hijau
yang disediakan oleh pemerintah kota bagi
masyarakat kota Surabaya. Taman Flora ini dibutuhkan sebagai
ruang sosial yang dapat mewadahi kebutuhan masyarakat untuk berkumpul,
bersosialisasi, berinteraksi, tempat rekreasi untuk melepas lelah karena
rutinitas setiap harinya. Alasan peneliti memilih obyek penelitian ini karena
lokasi Taman Flora yang strategis berada di tengah-tengah perkantoran, area
pendidikan, dan bisnis menjadikan aktivitas di tempat ini cukup padat dan
polusi udara yang disebabkan kendaraan bermotor juga cukup banyak sehingga
keberadaan Taman Flora ini dapat memfilter udara yang ada di tempat ini selain
itu Taman ini dapat menjadi sarana rekreasi karena Taman ini menawarkan
berbagai fasilitas yang bersifat rekreatif, edukatif sehingga taman ini menjadi
sasaran bagi masyarakat yang ingin berlibur atau menghabiskan waktu luangnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
Oleh karena itu ditarik suatu rumusan masalah penelitian tentang Fungsi taman
flora sebagai Ruang Terbuka Hijau bagi masyarakat kota Surabaya.Selain itu peneliti juga
melakukan pengamatan langsung pada lokasi penelitian untuk mengamati secara
langsung perilaku pengunjung taman flora dalam memanfaatkan fasilitas yang ada
di taman flora dan mencari data pelengkap yang terkait dengan masalah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe deskriptif dengan teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi partisipasi dan wawancara yang
dilakukan secara berkala kepada informan seperti Pengelola, pengunjung,
pedagang keliling yang ada di Taman tersebut.
Gambaran peristiwa yang terjadi di Taman Flora dianalisa secara kualitatif
dengan menggunakan teori dari Bogdan dan Taylor
yang berguna untuk mengetahui fungsi Taman Flora bagi masyarakat Kota Surabaya
secara mendalam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
Hasil dari penelitian ini peneliti menemukan Taman flora mempunyai fasilitas
yang lengkap sebagai wahana rekreasi dan pendidikan di daerah Surabaya. Taman Flora merupakan sarana bagi
masyarakat untuk dapat mengekspresikan diri, yang terlihat dari gambaran
aktivitas yang terjadi di Taman Flora antara lain, rekreasi, olahraga,
pembelajaran lingkungan, berdagang. Taman Flora mempunyai fasilitas yang
lengkap dibandingkan dengan taman-taman kota yang ada di Surabaya dari berbagai
jenis sarana bermain, penataan vegetasi yang menarik, adanya penangkaran hewan,
pendopo yang digunakan sebagi tempat mengadakan acara pentas seni, ruang baca,
Broadband Learning Center yang dapat digunakan serta menjadi pilihan alternatif
bagi masyarakat kota untuk menghabiskan waktu luang mereka. Taman Flora sebagai
Ruang Terbuka Hijau yang dimanfaatkan oleh masyarakat dengan berbagai kegiatan
seperti, rekreasi, olahraga, edukasi, ekonomi. Kegiatan tersebut merupakan
bentuk proses sosialisasi yang dilakukan oleh pengelola atau pemerintah kota setempat bagi masyarakat kota
Surabaya yang
ingin melakukan berbagai aktivitas di Ruang Terbuka Hijau seperti Taman Flora.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/7306577724371701440/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/03/taman-flora-ruang-terbuka-hijau.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/7306577724371701440" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/7306577724371701440" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/03/taman-flora-ruang-terbuka-hijau.html" rel="alternate" title="Taman Flora sebagai ruang terbuka hijau bagi warga kota Surabaya - Dini A. Pramitasari" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-5650867918496062833</id><published>2013-03-06T16:00:00.000+07:00</published><updated>2013-03-06T16:00:00.210+07:00</updated><title type="text">Wisata Ziarah - Lela R. Marsal</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="//img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tugas Akhir/Skripsi &lt;span&gt;Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disusun oleh: &lt;span&gt;Lela
R. Marsal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Universitas Airlangga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Studi &lt;span&gt;Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Fakultas &lt;span&gt;Ilmu Sosial Ilmu Politik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Intisari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ziarah sebagai kegiatan wisata keagamaan yang
bertujuan untuk memenuhi aspek religi dan juga sosial bagi sebagian masyarakat
Islam. Terdapat dua rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini, yang
pertama yakni Tujuan apa saja yang ada dalam praktek wisata ziarah bagi
sebagian masyarakat Islam?, dan yang kedua, bagaimana mereka memaknai ziarah
sebagai sebuah perjalanan wisata?. Metode kualitatif dipilih dengan sasaran
penelitian terbatas, dimana keterbatasan tersebut menjadi fokus peneliti untuk
menggali sebanyak mungkin data agar mendapatkan informasi mengenai tujuan serta
makna simbolik wisata ziarah. Lokasi penelitian berada di area makam Sunan
Ampel, Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Surabaya. Lokasi tersebut dipilih dengan
alasan kawasan Ampel merupakan kawasan wisata religi yang seringkali dikunjungi
dan dikenal oleh masyarakat luas. Faktor praktis sebagai pendukung karena
lokasi penelitian yang dekat dengan tempat tinggal peneliti. Untuk mendapatkan
data, peneliti memilih beberapa orang yang dapat dijadikan informan,
diantaranya: sepuluh orang peziarah, ketua Ta’mir dan imam Masjid Agung Sunan
Ampel, serta juru kunci makam. Selain itu ada beberapa penduduk lokal yang
bertindak informan non-subyek. Peneliti melakukan beberapa kali observasi pada
hari-hari libur dimana pengunjung didominasi oleh peziarah yang datang secara
rombongan, hari-hari biasa, dan juga pada malam Jumat Legi ketika jumlah
peziarah mencapai puncak. Di sini peneliti turut terlibat dalam aktivitas
budaya, yakni melakukan rangkaian ziarah agar lebih mendalami fokus penelitian.
Teknik wawancara yang digunakan bersifat terbuka agar tidak terkesan formal
serta memberi kesan bebas bagi informan untuk menjawab pertanyaan, sehingga
peneliti mendapat peluang mendapatkan data secara rinci. Langkah terakhir yaitu
melakukan analisis data, mengungkap berbagai tujuan para peziarah dalam
kunjungan wisata ziarah ke area makam wali Sunan Ampel. Aspek religi yang
terkait dengan thanksgiving, ketenangan batin, barakah, dan pengingat kematian.
Sedangkan aspek sosial meliputi identitas sosial, kesadaran kolektif serta
motivasi sosial. Menganalisa perilaku peziarah di area makam yang notabene
sebagai tempat sakral, dimaknai sebagai suatu bentuk perjalanan wisata religi
melalui objek simbol-simbol dalam aktivitas ziarah. Ketiga objek simbol dalam
area wisata menjadi pusat kebudayaan dimana para peziarah banyak melakukan
aktivitas rangkaian ibadah, diantaranya di makam wali, Masjid Ampel, dan Banyu
Ampel. Bahwa makna perjalanan religi ada pada pengalaman batin yang dirasakan
tiap individu peziarah untuk mendapatkan barakah dari objek-objek yang
disimbolkan dalam tiga komponen tersebut. Bagian penting lainnya yakni bahwa
wisata ziarah sebagai tradisi, hasil dari inkulturasi budaya yang harus
dipertahankan serta dilestarikan keberadaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/5650867918496062833/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/03/wisata-ziarah.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/5650867918496062833" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/5650867918496062833" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/03/wisata-ziarah.html" rel="alternate" title="Wisata Ziarah - Lela R. Marsal" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-5881283296382019310</id><published>2013-02-27T17:00:00.000+07:00</published><updated>2013-02-27T17:00:05.706+07:00</updated><title type="text">Pemaknaan merokok di lingkungan mahasiswi Unair - Efi Lestyorini</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="//img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tugas Akhir/Skripsi &lt;span&gt;Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disusun oleh: &lt;span&gt;Efi
Lestyorini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Universitas Airlangga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Studi &lt;span&gt;Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Fakultas &lt;span&gt;Ilmu Sosial Ilmu Politik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Intisari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Latar belakang penulisan skripsi ini diawali dengan semakin
banyak dijumpai aktivitas merokok yang dilakukan oleh kaum perempuan. Khususnya
dalam hal ini sering terlihat pada mahasiswi melakukan aktivitas merokok di
kantin, galery, dan lorong kampus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Masa muda merupakan masa rentan konflik atau masalah hidup. Semakin
bertambahnya usia, semakin berkembang pula masalah-masalah kompleks yang harus
diatasi dan saling terkait. Aktivitas merokok dilakukan sebagai bentuk ekspresi
diri untuk pelampiasan emosi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini
adalah bagaimana aktualisasi diri terhadap mahasiswi perokok di lingkungan
Fisip Unair dari segi kesehatan, gaya
hidup dan persepsi perda pelarangan merokok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Penelitian ini menggunakan teknik penelitian kualitatif yang dilakukan dengan
pendekatan deskriptif, memahami dan mengamati informan. Untuk memperoleh data,
penelitian ini menggunakan pengamatan dan wawancara dengan menggunakan pedoman
wawancara, serta artikel di koran, website, blog, dan sumber-sumber lain yang
berkaitan dengan masalah penelitian. Informan dalam penelitian ini adalah
mahasiswi perokok aktif di lingkungan Fisip Unair dan mempunyai pengalaman dan
pemahaman terhadap gaya
hidup merokok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Mahasiswi perokok Fisip Unair, memaknai aktivitas merokoknya sebagai bentuk
ungkapan perasaan, kebebasan, dan komunikasi. Latar belakang yang mempengaruhi
mahasiswi melakukan aktivitas merokok terdiri dari faktor eksternal dan
internal. Faktor eksternal seperti teman pergaulan, dan orang tua, sedangkan
pada faktor internal seperti kepribadian dan kebiasaan. Aktivitas merokok bagi
mereka dijadikan sebagai bentuk aktualisasi diri terhadap lingkungan sosial.
Bahaya yang diakibatkan dari rokok dan peraturan tentang pelarangan merokok
yang ditetapkan ternyata tidak mempengaruhi niat diri mereka untuk tetap
melakukan aktivitas merokok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/5881283296382019310/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/02/merokok-di-lingkungan-mahasiswi.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/5881283296382019310" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/5881283296382019310" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/02/merokok-di-lingkungan-mahasiswi.html" rel="alternate" title="Pemaknaan merokok di lingkungan mahasiswi Unair - Efi Lestyorini" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-2463478833947396932</id><published>2013-01-30T10:00:00.000+07:00</published><updated>2013-11-15T15:07:51.310+07:00</updated><title type="text">Persalinan seksio sesarea indikasi non media di Kota Surabaya - Prasetyo Nugroho</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="//img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tugas Akhir/Skripsi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disusun oleh: Prasetyo
Nugroho&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Universitas Airlangga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Studi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Intisari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Persalinan merupakan proses paling unik dalam kehidupan
manusia, semua manusia di dunia, pasti mengalami hal ini. Tawaran cara
persalinan yang lebih mahal, cepat, dan tidak menyakitkan bernama persalinan
seksio sesarea. Persalinan seksio sesarea yang sudah menjadi gaya
hidup pada kaum muda berduit lebih di Kota Surabaya. Dalam
penelitian ini peneliti ingin mengetahui persepsi masyarakat tentang persalinan
seksio sesarea indikasi non medis di Kota Surabaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan melakukan pendekatan
kualitatif yang didalam pelaksanaannya memakai tehnik observasi dan wawancara.
Dalam menyelesaikan penelitian ini diperlukan informan untuk menjawab rumusan
masalah penelitian Studi kepustakaan juga dilakukan untuk melengkapi data.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Teori yang digunakan untuk membantu menganalisa dalam penelitian ini
menggunakan teori persepsi dan teori kebutuhan dasar manusia. Kerangka teori
ini dipakai untuk menjelaskan perubahan persepsi masyarakat mengenai persalinan
sesarea. Persalinan sesarea yang pada mulanya hanya dilakukan saat persalinan normal
benar - benar tidak bisa dilakukan, menjadikan “wajar” bahwa persalinan sesarea
bukan lagi sebagai suatu alternatif cara persalinan tapi sudah menjadi
“keharusan” sebagai cara melahirkan anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Perubahan persepsi masyarakat ini tentunya dipengaruhi oleh pengalaman dan
faktor pribadi sampai akhirnya persalinan seksio sesarea ini menjadi amat
mengkawatirkan. Persepsi masyarakat dalam memilih saesar merupakan suatu pola
kebudayaan yang sudah seharusnya berjalan dinamis, tetapi terkadang masyarakat
harus bisa menyeleksi pengaruh yang tidak sesuai atau berbahaya bagi diri
mereka sendiri. Oleh karena itu, perlu diketahui apa saja yang mempengaruhi
persepsi masyarakat dalam memilih operasi caesar sebagai pilihan cara
persalinan tanpa menghiraukan resiko bahaya yang lebih besar apabila
dibandingkan dengan persalinan normal. Sudah menjadi rahasia umum apabila di
masyarakat dewasa ini lebih memilih persalinan sesarea.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/2463478833947396932/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/01/persalinan-seksio-sesarea.html#comment-form" rel="replies" title="1 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/2463478833947396932" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/2463478833947396932" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/01/persalinan-seksio-sesarea.html" rel="alternate" title="Persalinan seksio sesarea indikasi non media di Kota Surabaya - Prasetyo Nugroho" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-2751703804644417884</id><published>2013-01-23T13:00:00.000+07:00</published><updated>2013-11-15T15:08:47.434+07:00</updated><title type="text">Posisi perempuan pasca perceraian di kalangan TKI - Fatihatun Nayyiroh</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="//img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tugas Akhir/Skripsi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disusun oleh: Fatihatun
Nayyiroh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Universitas Airlangga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Studi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Intisari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penelitian ini bermula dari ketertarikan peneliti mengenai
fenomena perceraian dikalangan TKI yang ada di desa Payaman, kecamatan
Solokuro, Kabupaten Lamongan dan segala aspek sosial budaya yang
melatarbelakanginya. Perceraian adalah putusnya hubungan suami-isteri yang
dapat menimbulkan dampak atau akibat tersendiri khususnya bagi perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini meliputi: pertama, apa saja
faktor-faktor penyebab perceraian yang terjadi di kalangan TKI? kedua,
aturan-aturan atau norma apa saja yang berlaku di masyarakat dalam penyelesaian
sengketa masalah perceraian? ketiga, bagaimana posisi perempuan pasca
perceraian di kalangan TKI?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Metode ini digunakan untuk menggambarkan fenomena
perceraian di kalangan TKI. Dalam metode pengumpulan informasinya peneliti
menggunakan metode observasi, wawancara dan studi pustaka. Observasi
dilakukan peneliti dengan cara melihat gaya
hidup sehari-hari seorang perempuan yang menyandang status janda dalam
kehidupan sosial kemasyarakatan, dalam hal ini berkaitan dengan interaksi
sosial janda dengan lingkungan sekitar. Wawancara dilakukan peneliti dengan
cara membuat pertanyaan terlebih dahulu serta mengembangkan pertanyaan yang
telah disusun sebelumnya sesuai dengan yang dibutuhkan. Studi pustaka diperoleh
peneliti dari internet, jurnal, serta artikel yang terkait dengan masalah yang
diangkat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Peneliti menganalisa mengenai faktor-faktor penyebab perceraian di kalangan TKI
yang dipicu oleh kurangnya intensitas bertemu antara suami isteri sehingga
menyebabkan perselingkuhan, tidak memberi nafkah dan perselisihan, yang pada
akhirnya berujung pada perceraian. Berlaku aturan atau norma adat, agama, dan
hukum negara di Desa Payaman yang mengatur masalah perceraian. Dalam
penyelesaian sengketa masalah perceraian seperti pembagian harta gono-gini dan
hak asuh anak berlaku hukum adat, sedangkan pada proses atau prosedur
perceraian, masyarakat setempat menganut sistem hukum negara dengan cara
melakukan perceraian di pengadilan Agama. Peran yang harus dijalani oleh
perempuan setelah perceraian adalah mencari nafkah, melakukan kegiatan rumah
tangga seperti memasak, mencuci dan lain-lain serta peran yang berhubungan
dengan interaksi perempuan janda dengan lingkungan sekitar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
Kesimpulan penelitian ini adalah posisi perempuan pasca perceraian di kalangan
TKI menempati posisi subordinat atau termarginalkan dibandingkan dengan
laki-laki dalam pembagian harta bersama dan hak asuh anak, yang menempatkan
perempuan pada urutan kedua setelah laki-laki. Selain itu, terdapat anggapan
negatif sehubungan dengan status perempuan janda, yang tidak melekat pada
laki-laki duda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/2751703804644417884/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/01/perceraian-di-kalangan-TKI..html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/2751703804644417884" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/2751703804644417884" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/01/perceraian-di-kalangan-TKI..html" rel="alternate" title="Posisi perempuan pasca perceraian di kalangan TKI - Fatihatun Nayyiroh" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-5600080180953019463</id><published>2013-01-16T16:00:00.000+07:00</published><updated>2013-11-15T15:07:57.019+07:00</updated><title type="text">Kerajinan Bordir - Maria Sudarwati</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="//img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tugas Akhir/Skripsi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disusun oleh: Maria
Sudarwati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Universitas Airlangga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Studi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Intisari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Istilah bordir identik dengan menyulam karena kata
“bordir” diambil dari istilah Inggris embroidery (em-broide) yang artinya
sulaman. Pengerjaan kerajinan hias ini sangat sederhana, berawal hanya dengan
bantuan alat berupa jarum dan benang. Melalui jemari tangan, kedua alat ini
ditusukkan pada kain, lalu muncullah berbagai jenis tusuk, yang pada akhirnya
disebut dengan istilah sulam. Seiring berkembangnya teknologi, pengerjaan
bordir ini meningkat dengan menggunakan alat bantu berupa mesin (mesin bordir),
sehingga hasil pekerjaannya menjadi lebih baik. Kini sudah banyak diproduksi
mesin jahit bordir pengembangan dari komputer (bordir komputer). Sejak saat
itu, orang Indonesia
mulai menggunakan istilah yang popular dengan istilah border (bordir). Bordir
adalah salah satu kerajinan yang dimiliki oleh masyarakat. Kerajinan bordir ini
sudah ada dan berkembang di beberapa daerah dengan motif dan hiasan khas daerah
masing-masing. Kegiatan membordir dapat dilakukan oleh laki-laki maupun
perempuan. Alasan peneliti memilih obyek penelitian tersebut karena di Kecamatan
Bangil merupakan salah satu daerah yang menghasilkan produk yang bernilai
kultural yaitu Bordir. Salah satu daerah penghasil bordir yang berkualitas
adalah di Kecamatan Bangil tepatnya di Kelurahan Kalirejo. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara pada para
pengusaha bordir di Kelurahan Kalirejo. Penelitian ini menggunakan analisis
kualitatif yang membahas tentang cara atau strategi yang bersifat ekonomi
maupun non-ekonomi untuk mengembangkan atau memperluas usaha di tengah
persaingan. Hasil dari penelitian ini digunakan untuk mengetahui upaya-upaya
dan strategi-strategi yang dilakukan oleh para pengusaha bordir untuk bertahan
dan mengembangkan usaha bordir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/5600080180953019463/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/01/kerajinan-bordir.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/5600080180953019463" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/5600080180953019463" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/01/kerajinan-bordir.html" rel="alternate" title="Kerajinan Bordir - Maria Sudarwati" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-7779666457118253020</id><published>2013-01-09T16:41:00.000+07:00</published><updated>2013-01-09T16:41:23.012+07:00</updated><title type="text">Warung internet sebagai sumber belajar gaya hidup seksual - Daining T. Wutanti</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="//img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tugas Akhir/Skripsi &lt;span&gt;Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disusun oleh: &lt;span&gt;Daining
T. Wutanti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Universitas Airlangga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Studi &lt;span&gt;Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Fakultas &lt;span&gt;Ilmu Sosial Ilmu Politik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Intisari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kebutuhan internet sebagai sumber informasi saat ini hampir
dibutuhkan di semua elemen masyarakat. Namun adapula kendala yang terjadi
umumnya adalah masih mahalnya perangkat untuk mengoperasikannya, mulai
pembelian unit komputer hingga biaya pemasangan jaringan dan biaya berlanggan.
Hadirnya warung-warung internet (warnet) setidaknya menjadi angin segar
menjawab kebutuhan tersebut. Dukungan masyarakat terhadap kehadiran warnet
dikarenakan tawaran akses informasi yang tidak terbatas hanya dengan harga yang
cukup terjangkau. Cukup dengan harga mulai kisaran Rp. 2000,- seseorang bisa
mendapatkan informasi apapun dan juga kemudahan dalam berkomunikasi, seperti chatting
(mengobrol), berkirim email atau electronic mail ( surat elektrik), mencari dan
bertukar data serta program kepada siapapun dalam satu waktu sekaligus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Sebagai media informasipun warnet tak terlepas dari fungsinya sebagai media
belajar gaya
hidup seksual. Melalui situs-situs yang memuat materi pornografi, informasi
yang berkaitan dengan hal-hal seksual kadang tidak digunakan secara positif
dalam memenuhi kebutuhan manusia, namun hanya sekedar pelampiasan kebutuhan
tentang keingintahuan akan seks sehingga mengakibatkan kecanduan yang sering
kali ingin dilampiaskan secara nyata. Hal ini pula diperparah dengan perwujudan
aktivitas seksual yang dilakukan di dalam warnet sekalipun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Penelitian ini menggunakan analisa deskriptif, dengan berusaha menggambarkan
bahwa warnet tidak semata-mata sebagai sarana informasi melalui media internet,
namun juga sebagai tempat melakukan aktivitas seksual. Teknik pengumpulan data
yang diperoleh dalam proses penelitian ini dengan cara pengamatan, wawancara,
serta foto sebagai dokumentasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
Dari hasil analisa data, menunjukkan bahwa faktor sosial budaya, psikologis dan
perkembangan teknologi berperan sebagai faktor penunjang bahwa warnet berfungsi
sebagai sarana media sumber belajar gaya
hidup seksual. Melalui media internet pada dasarnya masyarakat dapat belajar
mengenai hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas, sekalipun hal tersebut
diperoleh melalui situs-situs yang memuat materi pornografi atau sering disebut
sebagai situs porno. Situs-situs tersebut dapat digunakan sebagai media
ekspresi seksual secara sehat, tidak semata-mata sebagai media pembangkit
gairah seksual. Maraknya internet dan situs yang bermuatan materi pornografi
dapat membawa perubahan perilaku seksual secara tidak sadar, dimana hal ini
merupakan salah satu wujud ekspresi kebudayaan yang dicuatkan dalam teknologi
media internet. Dengan demikian, warnet saat ini berfungsi sebagai pendukung
kebudayaan masyarakat yang berperan sebagai sarana belajar gaya hidup seksual meskipun hal ini tentunya
tidak terlepas dari sisi positif dan negatif yang ditimbulkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/7779666457118253020/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/01/warnet-dan-gaya-hidup-seksual.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/7779666457118253020" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/7779666457118253020" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2013/01/warnet-dan-gaya-hidup-seksual.html" rel="alternate" title="Warung internet sebagai sumber belajar gaya hidup seksual - Daining T. Wutanti" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-4646878369490571744</id><published>2012-12-18T18:00:00.000+07:00</published><updated>2013-11-15T15:08:06.175+07:00</updated><title type="text">Kismarsilah - Legalitas Perkawinan pada Suku Bangsa Kaili Inde di Balumpewa Sulawesi Tengah</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="//img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tesis Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disusun oleh: Kismarsilah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Studi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Abstraksi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tahapan pelaksanaan
legalitas perkawinan baik melalui adat, agama, hukum maupun penggenapan adat (pobau). Selain itu, hak dan kewajiban
suami isteri sebelum dan sesudah pobau
serta arti “legal” dari suatu perkawinan pada suku bangsa Kaili Inde di Balumpewa
Sulawesi Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam mencari data peneliti menggunakan metode kualitatif
dengan observasi partisipasi dan wawancara mendalam. Dalam menentukan informan peneliti
memakai teknik snowballing&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;Untuk
itu, informan selanjutnya ditentukan oleh informasi dari informan sebelumnya
atau informan awal. Bahasa yang dipakai adalah bahasa Indonesia dan bahasa
Kaili. Untuk kelancaran pencarian data maka peneliti menggunakan penterjemah
dari bahasa Kaili ke bahasa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa
perkawinan dikatakan sah menurut masyarakat, tidaklah cukup melalui ketiga
lembaga pengesah perkawinan. Arti “legal” dari masing-masing pengesah
perkawinan ini dapat memperlihatkan perbedaan antara pengesah yang satu dengan
lainnya. Perbedaan itu dilihat dari saksi, pengesah, bukti dan syaratnya,
apabila seseorang sudah melangsungkan perkawinan, sehingga laki-laki dan
perempuan sebagai pasangan suami istri yang sah. Pobau&lt;i&gt; &lt;/i&gt;mengesahkan suatu perkawinan karena pihak laki-laki
membayar lunas mas kawin dan pihak perempuan membalas pemberian laki-laki sebagai
penghargaan dan penghormatan. Waktu upacara pobau&lt;i&gt; &lt;/i&gt;ini dibarengi dengan penggenapan anak. Tetapi pihak
gereja justru adat pertama (sesudah legalitas gereja dan hukum) yang dianggap
mengesahkan perkawinan tersebut. Oleh karena itu posisi gereja dan perannya
dalam perubahan adat perkawinan menentukan lembaga mana seseorang minta
disahkan perkawinannya. Perlu disadari bahwa sebelum agama masuk ke Sulawesi
Tengah pengesahan perkawinan hanya dilakukan oleh ketua adat dengan diperciki
air di kepala kedua penganten laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu,
perubahan tata cara pengesahan perkawinan perlu diadaptasikan kepada masyarakat
supaya tidak menyebabkan konflik. Dengan demikian dapat dikatakan perubahan
adat yang disesuaikan dengan ajaran agama dapat tetap hidup walaupun didesak
oleh adanya arus modernisasi dan globalisasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/4646878369490571744/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/12/legalitas-perkawinan--suku-kaili-inde.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/4646878369490571744" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/4646878369490571744" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/12/legalitas-perkawinan--suku-kaili-inde.html" rel="alternate" title="Kismarsilah - Legalitas Perkawinan pada Suku Bangsa Kaili Inde di Balumpewa Sulawesi Tengah" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-4145089404911122835</id><published>2012-12-16T16:00:00.000+07:00</published><updated>2013-11-15T15:08:18.797+07:00</updated><title type="text">Almira Rianty - Merantau Sebagai Refleksi Ideologi Gender pada Masyarakat Motean, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="//img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tesis Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disusun oleh: Almira Rianty&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Studi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Abstraksi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Migrasi di Indonesia, yang dikenal juga sebagai merantau,
tidak lagi didominasi oleh kelompok masyarakat tertentu, seperti Minangkabau,
Aceh, dan Bugis. Merantau juga dilakukan oleh masyarakat Jawa, Sasak, dan Flores. Di samping itu, merantau juga tidak didominasi
oleh laki-laki, tetapi juga perempuan. Daerah tujuan merantau tidak lagi
melintasi batas regional, melainkan juga internasional. Dengan adanya berbagai
karakteristik tersebut, maka studi tentang migrasi, atau dalam hal ini
merantau, tidak cukup jika hanya dikaji dengan pendekatan klasik yaitu
pendekatan push-pull factor. Oleh karena itu, studi ini mencoba memberikan
alternatif pendekatan untuk mengkaji persoalan ini, yaitu dengan pendekatan
budaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tujuan studi ini adalah mengungkap makna merantau (migrasi)
pada masyarakat Motean yang tinggal di sekitar Segara Anakan, Cilacap. Dengan menelusuri
jejak para perantau yaitu melalui kisah pengalaman merantau. Studi ini sampai
pada kesimpulan bahwa merantau pada masyarakat Motean adalah refleksi ideologi
gender. Ada
beberapa pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan tema
merantau. Pertimbangan tersebut dibentuk dari pemahaman individu tentang nilai
sosial dan budaya di Motean, khususnya nilai-nilai gender. Singkatnya, simbol
feminin dan maskulin menyelimuti seluruh aspek kehidupan masyarakat Motean,
termasuk juga merantau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Studi ini dilakukan di Pulau Motean yang termasuk dalam
wilayah Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Propinsi
Jawa Tengah. Cukup banyak remaja laki-laki dan perempuan meninggalkan rumah untuk
merantau baik dalam waktu yang sebentar maupun lama. Jakarta,
Bandung, Batam,
 Malaysia, dan
laut lepas adalah rantau yang dipilih oleh mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
observasi dan wawancara mendalam sebagai metode pengumpulan data.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/4145089404911122835/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/12/merantau-pada-masyarakat-motean.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/4145089404911122835" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/4145089404911122835" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/12/merantau-pada-masyarakat-motean.html" rel="alternate" title="Almira Rianty - Merantau Sebagai Refleksi Ideologi Gender pada Masyarakat Motean, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-8605971610220312700</id><published>2012-12-15T15:00:00.000+07:00</published><updated>2013-11-15T15:08:33.786+07:00</updated><title type="text">Fransiska V. Ayuningtyas - Pria Metroseksual</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Skripsi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disusun oleh: Fransiska V. Ayuningtyas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Universitas Airlangga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Studi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Intisari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keberadaan pria metroseksual merupakan bentuk fenomena yang menarik dengan gaya hidup yang khas. Fenomena adanya pria metroseksual yang kini juga melanda kota-kota besar di Indonesia, khususnya di ibukota. Para pengusaha atau orang-orang yang telah mapan dalam karirnya banyak menghabiskan waktu dan biaya untuk melakukan perawatan diri. Penelitian ini mencoba meneliti fenomena gaya hidup pria metroseksual, mulai dari melakukan perawatan bagi dirinya, hingga tempat nongkrongnya yang berada di Surabaya. Mereka semakin peduli dengan kesehatan dan penampilan tubuh dengan rajin berolahraga. Karena itu semakin banyak dari mereka yang rutin ke fitness center agar badan mereka kencang dan fit selalu. Selain rutin mendatangi fitness center, mereka juga rutin mengunjungi salon, untuk melakukan perawatan seperti creambath, potong rambut, mewarnai rambut, hingga manicure-pedicure. Dari temuan kecil pergeseran perilaku pria-pria mapan kota Surabaya di atas, kita bisa mendapatkan gambaran kasar betapa mereka memiliki sesuatu yang unik untuk diteliti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penelitian ini merupakan salah satu kajian Antropologi tentang budaya yang terbentuk melalui ide-ide dan perilaku kebudayaan tersebut, sehingga setiap langkah dari penelitian ini tidak terlepas dari beberapa metode penelitian Antropologi. Dalam penelitian ini peneliti bermaksud menggunakan beberapa petunjuk dari metode penelitian seperti yang dikemukakan oleh James P. Spradley dalam bukunya Metode Etnografi. Etnografi merupakan pekerjaan mendeskripsikan suatu kebudayaan. Tujuan utamanya adalah memahami suatu pandangan hidup dari sudut pandang penduduk asli. Sedangkan metode yang sejak awal dipergunakan para etnograf pada masa berkembangnya ilmu antropologi hingga kini adalah metode wawancara dan pengamatan (observasi) (Danandjaja, 1994:101).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small; font-weight: normal;"&gt;Hasil temuan dari penelitian ini membawa perolehan kesimpulan bahwa gaya hidup pria metroseksual terjadi karena adanya faktor dari lingkungan pekerjaan, dari keluarga, dan juga kemauan yang datang dari dirinya sendiri. Pria metroseksual yang identik dengan penampilannya yang rapi, necis, bersih, fashionable merupakan suatu identitas bagi dirinya, mereka mempunyai gaya tersendiri. Pria di kota Surabaya ini pada umumnya eksekutif muda yang berinteraksi dengan banyak orang, dan mempunyai penghasilan yang besar, antara 2 hingga 4 juta. Pakaian dan aksesoris yang dipilih juga merupakan pakaian dan aksesoris yang bermerek terkenal dan sudah diakui dalam hal kualitasnya. Gaya hidup yang mereka lakukan dapat memberikan rasa percaya diri yang tinggi, dapat menerima pujian dengan senang hati, dan mempunyai jiwa sosial yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/8605971610220312700/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/12/pria-metroseksual.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/8605971610220312700" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/8605971610220312700" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/12/pria-metroseksual.html" rel="alternate" title="Fransiska V. Ayuningtyas - Pria Metroseksual" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-8801401544122753507</id><published>2012-12-09T09:00:00.000+07:00</published><updated>2013-11-15T15:07:40.261+07:00</updated><title type="text">Dwi Iswanto - Jancuk: Studi Etnolinguistik Interpretasi Makna Kata dalam Bahasa Suroboyoan</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Skripsi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disusun oleh: Dwi Iswanto&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Universitas Airlangga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Studi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Intisari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penelitian ini dilakukan berfokus mengenai bahasa lokal yakni bahasa Suroboyoan dan bentuk makna kata yakni kata jancuk. Penelitian ini dilakukan di wilayah kota Surabaya. Lokasi ini dipilih peneliti berdasarkan tema yang akan diteliti yakni mengenai bahasa lokal Surabaya. Dalam penelitian ini peneliti berusaha meneliti sebuah bentuk pemaknaan dari kata jancuk. Peneliti berusaha menggambarkan bagaimana masyarakat Surabaya menginterpretasi makna kata jancuk tersebut. Adapun alasan peneliti memilih penelitian mengenai bahasa dan bentuk makna kata adalah sangat kurangnya penelitian yang memfokuskan pada kedua hal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berbagai bentuk pemaknaan kata yang juga akan menjadi dasar teori yang digunakan oleh peneliti. Hal ini dilakukan guna lebih melihat beberapa faktor yang menyebabkan terbentuknya sebuah makna kata. Di antara teori yang digunakan untuk melihat pemaknaan kata tersebut ialah teori tanda, teori pemaknaan denotatif dan konotatif. Peneliti juga menggunakan konsep perubahan makna kata. Hal ini dilakukan guna lebih melihat perubahan makna yang terjadi pada kata jancuk tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Metode yang digunakan peneliti dalam melakukan penelitian ini ialah metode kualitatif. Metode ini dipilih peneliti guna lebih memaksimalkan pengumpulan data. Metode kualitatif ini lebih menekankan pada wawancara dan observasi dalam mengumpulkan data. Dalam penelitian mengenai bahasa dan makna ini sangatlah diperlukan bentuk metode tersebut. Bagaimana peneliti dapat secara penuh melakukan observasi pada masyarakat Surabaya dengan bahasa lokal Suroboyoan serta para pengguna kata jancuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;Dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, diperoleh beberapa bentuk pemaknaan dari kata jancuk tersebut. Pemaknaan kata tersebut dapat digolongkan dalam bentuk pemaknaan secara konotatif dan denotatif. Kata jancuk dalam bahasa Suroboyoan oleh penuturnya dimaknai sebagai bentuk makian. Tidak semata bentuk pemaknaan tersebut yang diberikan masyarakat Surabaya. Masyarakat Surabaya dengan bahasa Suroboyoannya selaku penutur kata jancuk juga memaknai kata ini sebagai bentuk kata sapaan akrab terhadap lawan bicara. Bentuk perubahan lain yang terjadi pada kata jancuk adalah dijadikannya penggalan kata jancuk sebagai bentuk slogan hingga merk dagang. Terdapat perubahan bentuk pemaknaan yang terhadap kata jancuk tersebut. Dari perubahan tersebut peneliti juga menjelaskan faktor apa yang melatarbelakangi bentuk perubahan makna tersebut.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/8801401544122753507/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/12/kata-jancuk-bahasa-suroboyoan.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/8801401544122753507" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/8801401544122753507" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/12/kata-jancuk-bahasa-suroboyoan.html" rel="alternate" title="Dwi Iswanto - Jancuk: Studi Etnolinguistik Interpretasi Makna Kata dalam Bahasa Suroboyoan" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-108554716410754939</id><published>2012-12-08T20:00:00.000+07:00</published><updated>2013-11-15T14:57:09.359+07:00</updated><title type="text">Anonymity in Computer-Mediated Communication: A Case Study of Groupware Communication among Indonesian NGO Activists</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="//img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Artikel Jurnal Antropologi Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penulis: Yanuar Nugroho (University of Sahid
  Surakarta)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;This article is based on the paper presented at the panel
on: Questions of Identity on the Internet: Research "Software"
Towards a New Indonesia at
the 3rd International Symposium of the Journal ANTROPOLOGI INDONESIA: 'Rebuilding Indonesia, a Nation of
"Unity in Diversity": Towards a Multicultural Society', Udayana University,
Denpasar, Bali, 16-19 July 2002.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Intisari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Komunikasi interpersonal, seperti percakapan, mempunyai
banyak pengandaian. Misalnya, partisipan perlu mengatur proses pertukaran
informasi sesuai kemampuan mereka dan memahami kemampuan pihak lain
berkomunikasi. Proses semacam ini dapat dipengaruhi oleh teknologi komputer
yang didesain untuk mendukung komunikasi interpersonal. Satu aspek yang dapat
dipengaruhi misalnya identitas partisipan yang bisa dibuat anonim dengan
membuang indikator sosialnya. Hasilnya, individu menjadi ter-individuasi selama
proses komunikasi. Lebih lanjut, deindividuasi macam ini justru meningkatkan efektivitas
komunikasi ketika melibatkan ketidaksepakatan antar orang atau kelompok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tulisan ini membahas hasil penelitian eksperimental
pengujian efek deindividuasi dari komunikasi anonim. Tujuan utama penelitian
ini adalah untuk menciptakan dan menguji sebuah desain sistem komunikasi
termediasi-komputer (CMC, computer-mediated communication). Eksperimen ini
rnenggunakan dua konfigurasi GNU Mailman 2.0.6 sebagai milis manager untuk mengelola
pertukaran pesan. Konteks eksperimen ini adalah komunikasi antar aktivis LSM di
Indonesia yang sudah terbiasa rnenggunakan email. Dua kelompok partisipan yang
berbeda menggunakan dua konfigurasi CMC selama dua minggu untuk mendiskusikan
beberapa isu. Konfigurasi eksperimental menyembunyikan identitas seluruh
partisipan (versi anonim), sementara konfigurasi kontrol menampilkan alamat
email secara normal (versi teridentifikasi). Perilaku politik dan kesadaran
akan identitas diri dari kedua kelompok ini diamati sebelum dan sesudah periode
diskusi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seusai eksperimen didapati bahwa perubahan perilaku
politik terjadi lebih besar pada kelompok anonim, sedangkan kesadaran akan
identitas diri, meski dalam konteks berbeda, tetap kuat pada kedua kelompok.
Analisis pembicaraan (conversation analysis) digunakan untuk menguji formalitas
dan struktur pesan, termasuk aturan dalam pembicaraan, koherensi, dan argumen.
Teori-teori komunikasi dimanfaatkan untuk mengambil kesimpulan tentang desain
CMC yang mendukung pencapaian konsensus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/108554716410754939/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/12/efek-deindividuasi-komunikasi-anonim.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/108554716410754939" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/108554716410754939" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/12/efek-deindividuasi-komunikasi-anonim.html" rel="alternate" title="Anonymity in Computer-Mediated Communication: A Case Study of Groupware Communication among Indonesian NGO Activists" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-883322047349792104</id><published>2012-12-06T18:00:00.000+07:00</published><updated>2013-11-15T15:01:39.798+07:00</updated><title type="text">Kurniawan - Perkawinan Adat Suku Lampung Pepadun di Kampung Komering Putih</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Skripsi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disusun oleh: Kurniawan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Universitas Airlangga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Studi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Intisari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masyarakat Lampung
dibedakan menjadi dua sub-suku bangsa, yakni orang Lampung yang menganut adat Pepadun,
dan orang Lampung yang menganut adat Saibatin atau Peminggir. Proses perkawinan
dalam masyarakat Lampung Pepadun dapat didahului dengan dua cara yaitu dengan
didahului lamaran dan tanpa didahului lamaran. Perkawinan yang didahului dengan
lamaran yaitu hibal serba dan bumbang aji, sedangkan perkawinan yang tanpa
didahului lamaran yaitu sebambangan. Pada masyarakat Komering Putih masa
sekarang, perkawinan yang didahului dengan tradisi melamar terlebih dahulu
sudah mulai tidak ada, mereka lebih memilih perkawinan yang tanpa melamar.
Mulai terjadi pergeseran budaya dan ekonomisasi pada masyarakat ini, terlihat
dalam tradisi perkawinannya yang berbeda pada lalu dan masa sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penelitian ini
mengenai gambaran perkawinan adat masyarakat Lampung Pepadun di Kampung Komering
Putih pada masa lalu dan masa sekarang. Manusia tidak akan dapat berkembang
tanpa adanya perkawinan, karena perkawinan menyebabkan adanya keturunan dan
keturunan menimbulkan keluarga yang berkembang menjadi kerabat masyarakat. Jadi
perkawinan merupakan unsur tali temali yang meneruskan kehidupan manusia dan
masyarakat.Dalam laporan ini menjelaskan pula faktor-faktor apa sajakah yang
menyebabkan masyarakat Komering Putih sekarang lebih memilih perkawinan secara
lari atau sebambangan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang
bersifat kualitatif dengan menggambarkan keadaan dari subyek penelitian di
lapangan. Penelitian ini menitikberatkan pada perkawinan sebambangan yang
terjadi pada masyarakat Kampung Komering Putih. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah observasi langsung dan wawancara secara mendalam untuk
mendapatkan informasi bagaimana fenomena perkawinan yang terjadi dalam
masyarakat lampung di Komering Putih, Data sekunder juga dilampirkan guna
menunjang analisa data sehingga diharapkan data yang terkumpul dapat memberikan
gambaran yang jelas tentang perkawinan sebambangan yang terjadi pada masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari hasil analisa maka
diperoleh data bahwa telah terjadi perubahan pada masyarakat dulu dan
masyarakat sekarang dalam melaksanakan perkawinan dan salah satu faktor utama
yang menyebabkan hal tersebut terjadi yaitu karena faktor ekonomi, dalam
perkawinan yang didahului dengan lamaran membutuhkan biaya yang sangat banyak
dan waktu yang cukup panjang hingga akhirnya dapat dilaksanakan perkawinan yang
diinginkan oleh kedua belah pihak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/883322047349792104/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/12/perkawinan-adat-suku-lampung-pepadun.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/883322047349792104" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/883322047349792104" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/12/perkawinan-adat-suku-lampung-pepadun.html" rel="alternate" title="Kurniawan - Perkawinan Adat Suku Lampung Pepadun di Kampung Komering Putih" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-1115428926293675458</id><published>2012-12-04T16:00:00.000+07:00</published><updated>2013-11-15T14:58:15.371+07:00</updated><title type="text">Dwi W. Pujiriyani - Merdeka dalam Pasungan</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="//img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;(Studi Mengenai
Eksistensi Anak dalam Kultur ‘Sekolah Pengungsi’ di SDN Keun, Kecamatan Insana,
Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara
Timur)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tesis Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disusun oleh: Dwi W. Pujiriyani&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Studi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Abstraksi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan eksistensi anak
di tengah berbagai bentuk intervensi dan perlakuan yang secara spesifik
diberikan sekolah. Dalam situasi pengungsian, sekolah diyakini sebagai zona
yang aman bagi ‘anak-anak pengungsi’ yang dikategorikan sebagai anak-anak rawan
(CNSP). Situasi pengungsian yang jamak dengan berbagai bentuk kekerasan
dianggap dapat mengancam keberadaan anak-anak. Dalam konteks kerentanan inilah,
pendidikan atau persekolahan, dipercaya dapat menjadi solusi untuk memberikan
perlindungan fisik, sosial, dan kognitif bagi anak untuk memulihkan dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode
etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui riset lapangan selama tiga bulan.
Observasi partisipasi dan wawancara
mendalam&lt;i&gt; &lt;/i&gt;merupakan dua teknik utama yang dipakai. Informan utama
yang diambil dalam penelitian ini adalah para pengajar dan murid-murid dari
kelompok pengungsi. Karena penelitian ini juga melibatkan anak-anak, maka untuk
meminimalisir kesenjangan antara peneliti (orang dewasa) dengan anak-anak,
observasi partisipasi dengan anak-anak, dilakukan dengan terlibat pada kegiatan
keseharian mereka. Teknik &lt;i&gt;in-depth &lt;/i&gt;untuk mendatangkan informasi dari
anak–anak, dilakukan dengan memberi kesempatan pada mereka untuk menggambar,
menulis cerita, membuat puisi, membuat dokumentasi (foto-foto), serta merekam
lagu-lagu yang mereka nyanyikan sendiri untuk kemudian didiskusikan bersama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya pengungsian
yang lekat dengan persoalan kemiskinan, kekerasan, dan keterabaian membuat
anak-anak menjadi semakin rentan. Pahitnya hidup di pengungsian, menjadi bagian
dari WNI keturunan Tim Tim dengan berbagai macam citra buruknya, serta peran-peran
dan tanggung jawab sebagai penopang keluarga merupakan beban yang harus dipikul
seorang anak sejak dini. Kerasnya hidup di pengungsian menuntut mereka untuk
selalu selalu berpikir tentang “Makan
apa kita besok pagi?” atau “bagaimana
kita bisa bertahan sampai esok?” Tekanan-tekanan yang dihadapi anak
dalam statusnya sebagai pengungsi, memaksa anak untuk mengambil alih pola
tersebut dan mempraktekkannya dalam bentuk-bentuk kekerasan pada teman
sebayanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berkaitan dengan upaya menjawab persoalan-persoalan yang
muncul di sekolah, ada beragam &lt;i&gt;treatment &lt;/i&gt;yang diberikan sekolah kepada
anak. Sekolah mengenalkan dua varian &lt;i&gt;treatment &lt;/i&gt;melalui guru-guru Timor dan LSM sebagai dua agen sosialisasi yang utama.
Kedua agen ini memiliki perspektif yang berbeda dalam mendefinisikan ‘kepentingan
terbaik untuk anak’. Kepatuhan’ adalah nilai yang dijunjung tinggi oleh
guru-guru Timor dan dipercaya dapat membawa
anak-anak menuju masa depan yang lebih baik. Sementara itu LSM mendefinisikan
bahwa kepentingan yang terbaik untuk anak-anak harus dibangun dengan memberikan
jaminan kehidupan yang baik untuk mereka, yang dihadirkan dengan kampanye hak
anak, pengenalan Kurikulum MIRBEC, serta pembelajaran yang berpusat pada anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;Sekolah pada kenyataannya memang mampu memberikan warna
berbeda pada keseharian anak-anak. Melalui sekolah inilah muncul
generasi-generasi pelopor, generasi-generasi anak-anak pengungsi yang sudah
mulai menginklusikan kebudayaan lokal, generasi yang fasih berbahasa Indonesia
dan generasi yang memecah kekakuan hubungan antara kelompok pengungsi dengan
kelompok ‘tuan tanah’ (warga lokal). Eksistensi anak
terlihat dari daya hidup dan kegembiraan yang mereka munculkan. Meskipun
demikian, eksistensi ini seolah hanya menjadi sesuatu yang ‘semu’. Eksistensi
dalam bentuk kemerdekaan yang diperoleh anak-anak, ternyata kembali mendapat
gugatan dari orang-orang dewasa yang merasa bahwa otoritas mereka terhadap
anak-anak mereka mulai terancam. Anak-anak seolah mengalami ‘pemasungan’
sistematik dari berbagai pihak yang mendefinisikan kepentingan terbaik untuk mereka.&lt;/span&gt;</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/1115428926293675458/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/12/anak-anak-di-pengungsian.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/1115428926293675458" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/1115428926293675458" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/12/anak-anak-di-pengungsian.html" rel="alternate" title="Dwi W. Pujiriyani - Merdeka dalam Pasungan" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-4903161168377732629</id><published>2012-11-30T20:00:00.000+07:00</published><updated>2013-11-15T15:01:23.449+07:00</updated><title type="text">Meirani Fadianingrum - Coming Out Seorang Gay</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="//img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Skripsi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disusun oleh: Meirani
Fadianingrum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Universitas Airlangga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Studi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Intisari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penelitian ini
membahas tentang kehidupan seorang gay dalam komunitasnya di kota
Surabaya.
Penelitian ini menggambarkan bagaimana seorang gay dalam coming outnya ketika
berada dalam sosial-budaya kota Surabaya. Istilah coming
out mengacu bagaimana seorang gay membuka diri atas orientasi seksualnya. Maka
dari itu dapat ditarik rumusan masalah penelitian ini adalah hal-hal apakah
yang mendorong dan menghambat coming out seorang gay, dan bagaimana proses
coming out itu terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penelitian ini menggunakan
metode etnografi dengan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan komunitas
gay di Surabaya. Dalam mengumpulkan data di lapangan peneliti menggunakan teknik
pengamatan berpatisipasi dan tak berencana serta wawancara. Data yang
dikumpulkan adalah dari riwayat dan pengalaman hidup seseorang yang telah
mengidentifikasikan diri menjadi gay, dengan teknik wawancara secara mendalam. Pada
tahap awalnya, peneliti mencari informan yang mempunyai latar belakang
berbeda-beda (profil dan keluarga) agar ditemukan beragam faktor dari coming
out seorang gay di kota Surabaya. Dalam teknik menganalisa, peneliti
menggunakan data-data yang telah terkumpulkan, kemudian dikelompokkan menurut kesamaan
agar ditemukan tema-tema dan pokok pikiran yang relevan dengan topik penelitian
agar memudahkan peneliti dalam menganalisis. Analisis data yang dilakukan
bertujuan untuk mengetahui bagaimana coming out seorang gay, dengan merekonstruksi
pengalaman hidup informan dari hasil wawancara mendalam. Dari data pengalaman
hidup, peneliti dapat menggambarkan bagaimana proses coming out terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Hasil dari penelitian
menyebutkan bahwa coming out seorang gay dilakukan dengan beberapa tahapan
yaitu pada diri sendiri, komunitas, keluarga serta masyarakat. Hal yang mudah
bagi seorang gay untuk coming out adalah pada diri sendiri dan komunitasnya
karena masih menjadi beban yang berat ketika seorang gay untuk mengakui dirinya
sebagai gay kepada keluarga dan masyarakat. Adanya dorongan biologis menuntut
seorang gay untuk coming out demi mengaktualisasikan dirinya. Hal ini ditunjang
oleh sarana komunitas yang menjadi stimulus dalam coming out pada tahap
selanjutnya. Longgarnya ikatan-ikatan sosial pada masyarakat kota
Surabaya,
memberi sedikit celah bagi seorang gay untuk dapat menemukan komunitasnya.
Lemahnya nilai dan sosialisasi dalam keluarga menjadi salah satu peluang
seorang gay dalam eksistensi dirinya. Akan tetapi ideologi penentangan keberadaan
gay yang terserap dalam nilai di masyarakat, masih tetap kukuh menganggap gay
sebagai penyimpangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/4903161168377732629/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/11/coming-out-seorang-gay.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/4903161168377732629" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/4903161168377732629" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/11/coming-out-seorang-gay.html" rel="alternate" title="Meirani Fadianingrum - Coming Out Seorang Gay" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-8276582350182856045</id><published>2012-11-27T17:00:00.000+07:00</published><updated>2013-11-15T15:01:31.289+07:00</updated><title type="text">Primiary D. A. Paramita - Variasi Ukuran-Ukuran Kranium, Indeks Kranium Prognasi Wajah dan Shovel Shape Insisif pada Sub Ras Deutromalayid</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="//img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Skripsi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disusun oleh: Primiary D. A. Paramita&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Universitas
Airlangga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Studi
Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Fakultas Ilmu Sosial
Ilmu Politik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Intisari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Indonesia adalah negara di
Asia Tenggara, terletak di garis khatulistiwa yang beriklim tropis. Keadaan
geografis Indonesia yang
sangat subur menjadikan Indonesia
sebagai tujuan migrasi. Jacob (1967 dalam Glinka, 1987) mengemukakan
berdasarkan teori migrasi bahwa suku-suku bangsa di Indonesia berasal dari dua ras
pokok yaitu Australomelanesid dan Mongoloid. Menurut Glinka, sebagian besar
penduduk Indonesia,
khususnya bagian barat, adalah termasuk dalam sub ras Deuteromalayid.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini, yaitu: 1) Bagaimanakah
variasi ukuran-ukuran kranium, indeks kranium, prognasi wajah dan shovel shape
incisive pada sub ras Deutromalayid?; 2) Apakah terdapat perbedaan yang
bermakna antar jenis kelamin dalam prognasi wajah dan shovel shape incisive
pada sub ras Deutromalayid? Bahan penelitian adalah tengkorak yang terdapat di
koleksi laboratorium Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga. Jumlah sampel
adalah 69 tengkorak Jawa. Tengkorak yang dipergunakan terdiri dari 44 laki-laki
dan 25 perempuan. Variabel-variabel yang diukur adalah g-op, g-i, n-ba, ba-b,
ba-pr, n-gn, n-pr, n-sn, n-b, b-pr, ba-o, FOM, eu-eu, co-co, ft-ft, zy-zy, fm-fm,
zm-zm, apt-apt, b-l, l-o, po-b, ast-ast, ms-ms, ek-ek, ol-sta, enm-enm,
kdl-kdl, go-go, id-gn, Panjang Mandibula, mf-mf, mf-ek kanan, mf-ek kiri,
tinggi orbita kanan, tinggi orbita kiri, lengkung n-o, lengkung n-b, lengkung
b-l, lengkung l-o, lengkung Po-b-po, derajad shovel shape, prognasi, dan
indeks.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;Hasil
penelitian ini adalah sampel penelitian ini memiliki score shovel shape yang
rendah, hal ini berbeda dengan score shovel shape yang dimiliki oleh ras
Mongoloid. Ras Mongoloid memiliki score shovel shape yang tinggi. Jika dilihat
dari sudut prognasi wajah genap dan prognasi alveolar, sampel penelitian ini memiliki
bentuk wajah yang berbeda dengan ras Mongoloid. Namun bila berdasarkan prognasi
hidung, sampel penelitian ini memiliki ciri ras Mongoloid yaitu orthognath.
Panjang kepala, indeks kranium, indeks tinggi panjang kranium, bentuk orbita
mata, mongoloid, mempunyai ciri khas Mongoloid. Sampel ini berbeda dengan ras
Mongoloid pada beberapa variabel yaitu pada variabel eu-eu, nasal sill, sutura zygomaticomaxilaris,
dan derajad shovel shape yang rendah. Dimorfisme seksual tidak ditemukan pada prognasi
wajah dan shovel shape insisif, karena yang tidak berbeda secara signifikan
antara laki-laki dan perempuan.&lt;/span&gt;</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/8276582350182856045/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/11/sub-ras-deutromalayid.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/8276582350182856045" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/8276582350182856045" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/11/sub-ras-deutromalayid.html" rel="alternate" title="Primiary D. A. Paramita - Variasi Ukuran-Ukuran Kranium, Indeks Kranium Prognasi Wajah dan Shovel Shape Insisif pada Sub Ras Deutromalayid" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-1693259104795233344</id><published>2012-11-25T15:00:00.000+07:00</published><updated>2013-11-15T14:59:18.039+07:00</updated><title type="text">Bustami - Formalisasi Syariat Islam di Nanggroe Aceh Darussalam</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tesis Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disusun oleh: Bustami&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program Studi Antropologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Abstraksi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penerapan syariat Islam di Aceh didasarkan atas UU Nomor 44
Tahun 1999 dan UU Nomor 18 Tahun 2001. Fenomena ini menarik untuk diteliti,
dengan tujuan: pertama&lt;i&gt;, &lt;/i&gt;untuk mengetahui latar belakang dan dasar
pertimbangan pemerintah melakukan formalisasi syariat Islam. Kedua, untuk
mengetahui respon masyarakat dan pemaknaan mereka terhadap formalisasi syariat
Islam tersebut. Ketiga, untuk mengetahui akibat-akibat yang ditimbulkan oleh
formalisasi syariat Islam terhadap masyarakat. Keempat, untuk mengetahui
kendala-kendala yang dihadapi pemerintah dalam penerapan syariat Islam. Adapun
kerangka teori utama yang dipakai adalah teori perubahan sosial.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penelitian ini dilaksanakan di Kota Banda Aceh dengan
menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan
observasi dan wawancara mendalam&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;Selain
itu, dipakai juga data sekunder yang bersumber dari media cetak dan elektronik,
laporan, dan catatan-catatan yang terkait dengan materi penelitian. Informan
penelitian terdiri dari aparatus&lt;i&gt; &lt;/i&gt;pemerintah
daerah dan anggota DPRD, sedangkan ulama, cendekiawan, aktivis LSM dan
mahasiswa, serta masyarakat dilibatkan sebagai informan pokok&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;Setelah data dikumpulkan, kemudian
direduksi sedemikian rupa sesuai dengan kerangka konseptual dan pertanyaan
penelitian, selanjutnya diklasifikasi, diverifikasi, dan diinterpretasikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kalangan ulama dan
aktivis mahasiswa memang melakukan tuntutan agar syariat Islam diberlakukan di
Aceh, sedangkan aktivis LSM, cendekiawan, dan masyarakat akar rumput&lt;i&gt; &lt;/i&gt;tidak pernah melakukannya.
Terlepas dari ada atau tidaknya tuntutan, formalisasi syariat Islam di Aceh
lebih berkorelasi dengan aspek politik, yaitu sebagai upaya pemerintah menyelesaikan
konflik di daerah ini. Kendati demikian, hampir seluruh informan menyambut baik
kehadiran syariat Islam, meskipun mereka tidak yakin ia akan dapat menjadi
“resep manjur” bagi konflik Aceh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sejauh ini, formalisasi syariat Islam belum menghasilkan
perubahan ke arah yang lebih positif dalam tata kehidupan masyarakat. Ini
dikarenakan oleh ketidakseriusan pemerintah daerah dalam pelaksanaannya, di
samping juga dipicu oleh rendahnya pemahaman, baik aparatur Pemda maupun
masyarakat, terhadap syariat Islam itu sendiri. Selain itu, formalisasi syariat
Islam telah mengakibatkan munculnya beberapa hal berikut. Pertama, mengemukanya
konflik kepentingan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Kedua, memudarnya
kepercayaan masyarakat kepada elit politik dan elit pemerintahan setempat.
Ketiga, munculnya resistensi masyarakat terhadap berbagai regulasi yang
dikeluarkan pemerintah daerah, terutama regulasi yang terkait dengan penerapan
syariat Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Formalisasi syariat Islam dilakukan ketika Aceh berada
dalam pusaran konflik, sehingga kelancaran pelaksanaannya mengalami gangguan
yang cukup serius, bahkan isu syariat Islam berada di bawah bayang-bayang isu
konflik. Kendala lain adalah terbatasnya kuantitas dan kualitas sumber daya
manusia yang mampu menyusun konsep-konsep dan formula syariat Islam yang hendak
diaplikasikan. Di samping itu, rumusan formula syariat yang tepat dan ideal
untuk diaplikasikan juga belum ditemukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/1693259104795233344/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/11/formalisasi-syariat-islam.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/1693259104795233344" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/1693259104795233344" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/11/formalisasi-syariat-islam.html" rel="alternate" title="Bustami - Formalisasi Syariat Islam di Nanggroe Aceh Darussalam" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-982522806258567858.post-4532697431860717590</id><published>2012-11-01T14:25:00.001+07:00</published><updated>2021-09-01T08:47:52.800+07:00</updated><title type="text">Judul Skripsi Antropologi</title><content type="html">&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Berikut ini kumpulan contoh judul skripsi antropologi. Klik judul skripsi untuk melihat intisari skripsi. 

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Taman
Flora sebagai ruang terbuka hijau bagi warga kota Surabaya

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Wisata
Ziarah

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Pemaknaan
merokok di lingkungan mahasiswi Unair

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Pengaruh
somatotipe thd prestasi atlet arung jeram Indonesia

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Perbandingan
karakteristik-karakteristik epigenetis middle viscerocranium pada tengkorak
Jawa dan Irian

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Lemak
tubuh (gemuk)

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Makanan
sebagai Sumber Asupan Gizi terhadap Prestasi Belajar pada Siswa TAAM Ananda

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Eating
Out sebagai Gaya Hidup Mahasiswa di Surabaya

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Variasi
Morfologi Wajah Populasi Batak Toba

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Posisi
dan Peranan Warok pada Masyarakat Ponorogo

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Njeron
Beteng: Konstruksi Citra Kawasan Warisan Budaya

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Coming
Out Seorang Gay

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Kalah
di Kampong Sendighi

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Variasi
Ukuran-Ukuran Kranium, Indeks Kranium Prognasi Wajah dan Shovel Shape Insisif
pada Sub Ras Deutromalayid

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Formalisasi
Syariat Islam di Nanggroe Aceh Darussalam

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Derajad
Atrisi Gigi Posterior

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Persalinan
seksio sesarea indikasi non media di Kota Surabaya

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Posisi
perempuan pasca perceraian di kalangan TKI

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Kerajinan
Bordir

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Pengobatan
Alternatif Orang Gila di Pondok Pesantren Al Bajigur Sumenep Madura

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Gangguan
Jiwa (Buduh) di Bali Sebagai Fenomena Budaya

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Fungsi
Handphone di Kalangan Pembantu Rumah Tangga Wanita

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Jaringan
Ekowisata Desa: Tradisionalisasi Diri Orang Bali di Tengah Modernisasi

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Jancuk:
Studi Etnolinguistik Interpretasi Makna Kata dalam Bahasa Suroboyoan

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Kajian
Tentang Bentuk dan Makna Simbolik Seni Prasi dalam Kehidupan Sosio-Kultural Masyarakat
Bali

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Perkawinan
Adat Suku Lampung Pepadun di Kampung Komering Putih

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Merdeka
dalam Pasungan

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Perawatan
Bayi Sampai Umur Selapan di Kampung Karang Menjangan Surabaya

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Pengaruh
Modernisasi pada Perubahan Bentuk dan Fungsi Angklung

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Kuasa,
Spiritualitas dan Pilkades

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Dinamika
Sosial Kelompok Adu Doro di Gubeng Klingsingan, Kel. Gubeng, Kec. Gubeng

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Perbedaan
Dental Traits pada Subras Protomalayid dan Deutromalayid

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Pengobatan
Transfer Energi

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Legalitas
Perkawinan pada Suku Bangsa Kaili Inde di Balumpewa Sulawesi Tengah

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Identifikasi
Stress Markers Pengrajin Patung Batu

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Merantau
Sebagai Refleksi Ideologi Gender pada Masyarakat Motean, Desa Ujungalang,
Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



Pria
Metroseksual

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;


Warung
internet sebagai sumber belajar gaya hidup seksual&lt;/span&gt;</content><link href="http://antropologindo.blogspot.com/feeds/4532697431860717590/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/11/judul-skripsi-antropologi.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/4532697431860717590" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/982522806258567858/posts/default/4532697431860717590" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://antropologindo.blogspot.com/2012/11/judul-skripsi-antropologi.html" rel="alternate" title="Judul Skripsi Antropologi" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>