<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Aprisa Chrysantina's Desk Reference</title>
	
	<link>http://aprisa.web.ugm.ac.id</link>
	<description />
	<lastBuildDate>Sat, 26 Feb 2011 04:03:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/aprisa" /><feedburner:info uri="aprisa" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
		<title>Menyodorkan Teknologi “Baru”, eLearning</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/aprisa/~3/E_h96LUkZko/</link>
		<comments>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2011/02/menyodorkan-teknologi-baru-elearning/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 04:03:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Learning Path]]></category>
		<category><![CDATA[champion]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[implementasi]]></category>
		<category><![CDATA[user]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprisa.web.ugm.ac.id/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Harus diakui, menyodorkan teknologi baru kepada para senior bukanlah hal yang mudah, apalagi kalau seniornya para klinisi. Oke, beberapa klinisi cukup kooperatif dan antusias melihat hal baru, tapi most of time, we need time either to socialize the new technology, or to agree on how we use the technology or how it will help us [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harus diakui, menyodorkan teknologi baru kepada para senior bukanlah hal yang mudah, apalagi kalau seniornya para klinisi. Oke, beberapa klinisi cukup kooperatif dan antusias melihat hal baru, tapi<em> most of time, we need time either to socialize the new technology, or to agree on how we use the technology or how it will help us all</em>. Dan itu artinya&#8230; <em>meeting</em>.</p>
<p>Dalam rangka mengembangkan e-learning di Fakultas Kedokteran UGM, <em>it&#8217;s of course obligatory to hold several meetings</em>. Dan beberapa kali, aku cuma bisa krik-krik melihat <strong>jumlah</strong> para calon <em>user</em> yang hadir. Meskipun sehabis itu, respon komitmen mereka untuk menggunakan e-learning yang akan dikembangkan cukup positif (<em>regardless everything else</em>).</p>
<p><img class="alignright" title="e-Learning" src="http://www.softwaremag.com/archive/2002-02/images/E-Learning.jpeg" alt="" width="240" height="240" />Aku belum ngecek dari mana istilah ini muncul : dosen <em>champion</em>. Salah seorang senior yang mengampu salah satu blok, dan juga mengampu salah satu minat yang cukup besar di Program S2, rasanya mengambil hatiku sebagai dosen <em>champion</em>. Dosen yang menyambut teknologi ini dengan antusias dan penuh komitmen.</p>
<p>Aku sangat terpesona dengan kemauannya meluangkan waktu untuk e-learning meskipun sibuk. Beliau menyisihkan waktu untuk memberi <em>feedback</em> pada tugas-tugas mahasiswa, memasukkan sendiri materi-materi pembelajarannya, bahkan mengecek kuesioner evaluasi yang aku buat, dan satu per satu dengan teliti. <em>Not to mention this professor is very busy</em>.</p>
<p>Kuliah pertama beliau di e-learning pertama yang kugawangi, kuikuti dengan rasa 100% deg-degan. Bagaimana kalau e-learningnya nggak jalan, bagaimana kalau beliau nggak sreg dan yang paling menakutkan, bagaimana kalau beliau nggak mau menggunakan lagi? Aaaaaaa&#8230; *<em>jerit-jerit sendiri dalam hati</em>*</p>
<p>Kenapa paling menakutkan? Karena menurut saya <em>senior person</em> seperti beliau dapat mendorong dosen-dosen yang <em>less senior</em>, yang punya waktu lebih banyak, untuk mau dan untuk malu. Kesuksesan e-course beliaupun dapat menjadi contoh bagi yang lain. Menurutku, user (dosen atau apapun) yang champion seperti ini merupakan salah satu kunci keberhasilan dari implementasi inovasi atau teknologi apapun yang sedang kita kerjakan. Jika Anda sedang menyodorkan teknologi atau inovasi baru, carilah (atau bentuklah, kalau tidak ada) <em>user champion</em>, lebih baik lagi jika user itu memiliki pengaruh yang besar terhadap <em>user</em> lainnya <img src='http://aprisa.web.ugm.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2011/02/menyodorkan-teknologi-baru-elearning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2011/02/menyodorkan-teknologi-baru-elearning/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Menggunakan Arsip Twitter untuk Penelitian Anda?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/aprisa/~3/c7VUNLPT8xQ/</link>
		<comments>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2011/02/menggunakan-arsip-twitter-untuk-penelitian-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 13:41:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Learning Path]]></category>
		<category><![CDATA[arsip twitter]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprisa.web.ugm.ac.id/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Menurut survey yang dilakukan oleh Sysomos Inc. dari 13 juta pengguna unik Twitter yang aktif di antara tanggal 16 Oktober &#8211; 16 Desember 2009, lebih dari 2%-nya berasal dari Indonesia (lihat gambar). Ini berarti lebih dari 2,6 juta pengguna. Jumlah ini sudah termasuk akun bayangan ataupun akun institusi. Selain itu, tingkat keaktifan relatif para pengguna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut <a href="http://sysomos.com/insidetwitter/geography" target="_blank">survey yang dilakukan oleh Sysomos Inc.</a> dari 13 juta pengguna unik Twitter yang aktif di antara tanggal 16 Oktober &#8211; 16 Desember 2009, lebih dari 2%-nya berasal dari Indonesia (lihat gambar). Ini berarti lebih dari 2,6 juta pengguna. Jumlah ini sudah termasuk akun bayangan ataupun akun institusi. Selain itu, tingkat keaktifan relatif para pengguna di Indonesia hampir serupa dengan jumlah relatifnya di seluruh dunia. Tentu fakta tersebut menyimpan banyak potensi baik menguntungkan maupun merugikan sampai dengan membahayakan.</p>
<div id="attachment_268" class="wp-caption alignleft" style="width: 262px"><a href="http://www.sysomos.com/insidetwitter/geography"><img class="size-medium wp-image-268" title="Survey Sysomos" src="http://aprisa.web.ugm.ac.id/wp-content/uploads/Screen-shot-2011-02-10-at-2.47.38-PM-252x300.png" alt="" width="252" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Survey Sysomos (Januari 2010)</p></div>
<p>Seperti juga penyampaian informasi melalui media internet lainnya, penyampaian informasi via Twitter berpotensi mencapai audiens yang luas, impact-nya juga sangat beragam, tergantung dari bagaimana audiens menilai dan mempersepsikan informasi yang diterima. Reaksi penerima informasi berkisar dari memberi komentar (dengan berbagai sentimen, negatif, positif maupun netral), menyebarluaskannya, sampai dengan menindaklanjutinya (mulai dari perubahan sikap dan pandangan sampai dengan menggerakkan massa).</p>
<p>Aktivitas Twitter yang cukup tinggi di Indonesia tersebut sangat beragam, mulai dari penggunaan kasual seperti berkomunikasi dan berbagi dengan teman sampai dengan berbagi secara ilmiah. Hal ini termasuk juga dalam hal kesehatan. Tweets (atau apa yang Anda post-kan dalam Twitter) atau lebih tepatnya Twitter Archive merupakan sumber yang potensial bagi penelitian, termasuk juga penelitian di bidang yang terkait dengan promosi kesehatan, perilaku dan persepsi pengguna teknologi informasi (dalam hal ini media sosial) untuk kesehatan, ataupun manajemen informasi kesehatan dan masih banyak lagi.</p>
<p>Sebagai social media enthusiast (ngaku-ngaku), ketertarikan saya terhadap Twitter dan disemangati oleh mentor saya, <a href="http://anisfuad.blog.ugm.ac.id">Anis Fuad</a> (nengok ke belakang dan ngeliat beliau lagi pegang pompom), akhirnya saya bisa memulai mewujudkan cita-cita saya yang tadinya hanya sekelebat ide. Idenya apa? Rahasia, muahahaha&#8230; (halah). Langkah pertama yang saya lakukan adalah memasang muka datar karena memetakan tweets dalam Twitter itu bukan pekerjaan mudah. Tweets sangat banyak dan pergerakannya sangat cepat. Artinya saya harus mencari siapa yang mengarsipkannya.</p>
<p>Kisah pencarian arsip Twitter ini akan saya teruskan dalam post saya berjudul &#8220;Berburu Arsip Twitter: Library of Congress, Topsy, Tweet Backup dan Google Replay&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2011/02/menggunakan-arsip-twitter-untuk-penelitian-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2011/02/menggunakan-arsip-twitter-untuk-penelitian-anda/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Menikmati Backpacking Sendirian</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/aprisa/~3/PhhrRVSy3d0/</link>
		<comments>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/12/backpacking-sendirian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2010 03:46:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Blurbs]]></category>
		<category><![CDATA[backpacking]]></category>
		<category><![CDATA[eropa]]></category>
		<category><![CDATA[traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprisa.web.ugm.ac.id/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Tidak seperti Marina yang menabung dan menulis buku seribu dolarnya, saya memanfaatkan travel duty untuk berjalan-jalan ke Eropa, meski tidak sampai keliling betul. Terus terang saja, perjalanan saya September-Oktober 2010 kemarin adalah perjalanan terjauh yang pernah saya tempuh setelah sebelumnya saya jadi anak rumahan, paling pol main ke Singapore, itupun ramai-ramai. Dalam perjalanan sendiri itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak seperti Marina yang menabung dan menulis buku seribu dolarnya, saya memanfaatkan <em>travel duty</em> untuk berjalan-jalan ke Eropa, meski tidak sampai keliling betul. Terus terang saja, perjalanan saya September-Oktober 2010 kemarin adalah perjalanan terjauh yang pernah saya tempuh setelah sebelumnya saya jadi anak rumahan, paling <em>pol</em> main ke Singapore, itupun ramai-ramai. Dalam perjalanan sendiri itu saya menemukan beberapa hal yang rasanya sayang kalau tidak dibagi.</p>
<p>Pertama kali saya bercampur antara deg-degan, bersemangat dan takut. Satu-satunya bekal saya adalah Bahasa Inggris yang lancar. Saya tidak punya kenalan di Eropa s.a.m.a.s.e.k.a.l.i&#8230; Termasuk juga saya bukan anggota <em>hospitality club</em> yang sangat bermanfaat itu. Tidak ada yang bisa menjemput saya di Bandara Schiphol Amsterdam dan mengantarkan saya ke Antwerp kota kecil di Belgie yang jadi tujuan pertama saya.</p>
<p>Tapi pada akhirnya, saya pulang ke Jogja dengan selamat, bawa cerita, bawa pengalaman, dan bawa tips yang mungkin lebih sesuai kalau Anda mau jalan-jalan ke Eropa:</p>
<h2>1. Optimalkan Bawaan Anda</h2>
<p>Bawa barang yang penting saja. Tidak perlu bawa rendang, sarden, abon, dendeng, apalagi beras dan ricecooker, khawatir tentang makanan? Lihat keterangannya di poin berikut. Tidak perlu bawa setrika. Bawa baju secukupnya yang tidak mudah kusut atau modelnya memang kusut. Kalau Anda hobi belanja, bayangkan saja Anda akan memakai hasil buruan Anda di <em>shopping center</em> hehe.. Di kota-kota yang saya datangi, bajunya keren-keren dan murah-murah. Selimut? Tempat penginapan menyediakan selimut dan heater kok.</p>
<h3>Coba:</h3>
<p>Jalan-jalan di sekitar kota Anda dan cari secondhand shop. Tawar sampai titik darah penghabisan! Kalau canggih, Anda bisa dapat boots selutut dan coat bulu kurang dari 40 EUR.</p>
<h2>2. Adaptasi Makanan</h2>
<p>Anda orang Indonesia sejati yang harus makan nasi? Kalau mau enjoy dan ngirit, lupakan dulu nasi, kecuali Anda mendapat tempat penginapan dengan dapur, misalnya hostel saya di Heidelberg, Steffi&#8217;s Hostel, Anda bisa beli beras di supermarket dengan murah.</p>
<p>Kadang roti-rotian sangat besar, bertekstur sangat padat dan bisa mengenyangkan seharian. Roti di Eropa juga sangat beragam, jangan khawatir bosan. Setelah merasa kenyang, jangan turuti lidah Anda yang minta ketemu sama nasi. Kenyang ya kenyang. Titik.</p>
<h3>Coba:</h3>
<p>Daripada ke resto yang menu nasinya beredar dari 7 sampai 25 EUR per porsi, mendingan Anda beli roti yang sekitar 3 EUR dan susu yang harganya cuma 1 EUR.Wurst di Jerman sekitar 3 EUR roti dengan sosis yang panjangnya kira2 30 cm. Atau cari penginapan dengan fasilitas microwave atau kitchen dan cari bahan di supermarket atau convenience store untuk dipanaskan atau dimasak.</p>
<h2>3. Berkawan Dengan Dingin</h2>
<p>Memasuki musim gugur, angin cukup banyak dan suhu bisa menggigit. Untuk orang Jogja yang biasa mengalami suhu 26-31&#8242;C, suhu 12-17&#8242;C bisa jadi kendala, tapi diantisipasi berlebihan dengan jaket berlapis-lapis dan atribut-atribut yang justru membuat Anda makin lama beradaptasi.</p>
<h3>Coba:</h3>
<p>Sebelum keluar rumah, tengok jendela, lihat baju yang dipakai orang-orang di jalan, dan tirukan. Tarik napas dalam-dalam dan katakan, &#8220;<em>I&#8217;m all good</em>&#8221; lalu pilihlah jalan kaki dan bersepeda dengan tempo yang sama cepatnya. Makanlah makanan yang sama dengan warga lokal.</p>
<p>Mengapa? Makanan yang mereka makan dan aktivitas fisik membantu mereka bertahan dari dingin. Jangan praktekkan tip ini secara ekstrim bila Anda punya asma. Tambahkan selilit syal atau pakai kaus yang lebih tebal, karena wajar kalau kita tetap lebih kedinginan dari mereka. Tapi saya punya asma dan alergi dan baik-baik saja, lho.</p>
<h3>Coba:</h3>
<p>Hangatkan tubuh dengan mandi air hangat. Letakkan handuk sedekat mungkin dan keringkan badan dalam waktu secepat mungkin. Tubuh yang basah pasca mandi memudahkan kalor menguap dari tubuh Anda dan <em>it means</em> dingiinn..hihi..</p>
<h2>4. Anti Jet Lag</h2>
<p>Jet lag adalah hal menyebalkan yang terjadi karena <em>setting</em> jam biologis Anda masih sesuai dengan waktu tempat Anda berangkat. Jet lag berkisar dari tidak bisa melek karena di daerah asal Anda sudah waktunya tidur, sampai dengan tidak bisa tidur karena di daerah asal Anda belum waktunya tidur. Terapkan prinsip berikut dengan penuh disiplin : &#8220;Hari terang maka saya bangun, hari gelap maka saya tidur&#8221;. Lihat tips berikut yang membuat saya terhindar dari jet lag sama sekali.</p>
<h3>Coba:</h3>
<p>Jika Anda sudah sangat ngantuk padahal masih siang, bertahanlah sampai sore, Anda boleh tidur, dengan syarat, harus bangun pagi. Tidak boleh memulai aktivitas sebelum jam bangun normal. Sebaliknya, jika Anda tidak bisa tidur padahal sudah dini hari, tidak usah tidur sekalian, bertahanlah sampai sorenya lagi dan terapkan tips di atas.<br />
Segitu dulu tips saya kali ini. Kita lanjutkan next time ya <img src='http://aprisa.web.ugm.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/12/backpacking-sendirian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/12/backpacking-sendirian/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Lovely Things on Angry Birds Peace Treaty</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/aprisa/~3/sQNNXeQWhcw/</link>
		<comments>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/11/lovely-things-on-angry-birds-peace-treaty/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 02:42:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Blurbs]]></category>
		<category><![CDATA[angry birds]]></category>
		<category><![CDATA[games]]></category>
		<category><![CDATA[iphone]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprisa.web.ugm.ac.id/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Angry Birds Peace Treaty
I know this is lame, but I play Angry Birds and I love it. I saw the peace treaty video and I love ♥ love ♥ love ♥ it soo much, I watched the videos time and time again and I still laugh and I can&#8217;t help sharing the what I love [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.google.com/url?sa=t&amp;source=video&amp;cd=1&amp;ved=0CDAQtwIwAA&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DbMltvlqEM54&amp;ei=ABPzTM6vFsrQceul7KQK&amp;usg=AFQjCNHArwZhr7s5iGejywiUOY-9S0ac3g&amp;sig2=diCySkk8jEa9go0dbb2YVA">Angry Birds Peace Treaty</a><img class="alignright" style="margin: 5px;" title="Angry Birds Peace Treaty" src="http://mynokiablog.files.wordpress.com/2010/11/angry-birds-2.jpg?w=600&amp;h=362" alt="" width="288" height="174" /></p>
<p><a href="http://www.google.com/url?sa=t&amp;source=video&amp;cd=1&amp;ved=0CDAQtwIwAA&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DbMltvlqEM54&amp;ei=ABPzTM6vFsrQceul7KQK&amp;usg=AFQjCNHArwZhr7s5iGejywiUOY-9S0ac3g&amp;sig2=diCySkk8jEa9go0dbb2YVA"></a>I know this is lame, but I play Angry Birds and I love it. I saw the peace treaty video and I love ♥ love ♥ love ♥ it soo much, I watched the videos time and time again and I still laugh and I can&#8217;t help sharing the what I love :</p>
<ol>
<li>I love how real and globular the birds are</li>
<li>I love how they say &#8220;Say what? Say what? Fuck off!!&#8221;</li>
<li>I love how stupid the pigs look</li>
<li>I love the dialect of the moderator or whatever you call the only human in the video</li>
<li>I love how the yellow bird flies and the dots are just like in Angry Birds game (of course, geez)</li>
<li>I love how they stop their activity when the music starts</li>
</ol>
<p>Besides, I love these statements :</p>
<blockquote><p>&#8220;I wish my father was here to see this moment. He was killed in level 9 of the free version&#8221;</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8220;It&#8217;s all good, it&#8217;s all good, it&#8217;s all good&#8221;</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8220;The victims of the Haloween special, did not die in vain!&#8221;</p></blockquote>
<p>Now you see how not important my post is? I still ♥ ♥ ♥ it anyways&#8230; <img src='http://aprisa.web.ugm.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/11/lovely-things-on-angry-birds-peace-treaty/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/11/lovely-things-on-angry-birds-peace-treaty/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Cerita Webinar Public HIS PAHO/WHO: mHealth</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/aprisa/~3/Dgd81e9pXhk/</link>
		<comments>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/11/cerita-webinar-public-his-pahowho-mhealth/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 10:41:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Learning Path]]></category>
		<category><![CDATA[iphone]]></category>
		<category><![CDATA[mhealth]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[webinar]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprisa.web.ugm.ac.id/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 18 November 2010 jam 10.00 malam WIB kemarin, saya bersama Ari Handoko dan Anne Chasny menyempatkan diri untuk mengikuti webinar (seminar online) yang diadakan oleh PAHO/WHO (Panamerican WHO atau WHO untuk Benua Amerika). Seminar tersebut di-streaming langsung dari Washington DC pada jam 10 pagi waktu setempat. Seperti ikut seminar betulan, kita boleh bertanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://aprisa.web.ugm.ac.id/wp-content/uploads/Screen-shot-2010-11-21-at-5.23.11-PM.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-251" style="margin: 5px;" title="Screen shot 2010-11-21 at 5.23.11 PM" src="http://aprisa.web.ugm.ac.id/wp-content/uploads/Screen-shot-2010-11-21-at-5.23.11-PM-300x259.png" alt="" width="210" height="181" /></a>Pada tanggal 18 November 2010 jam 10.00 malam WIB kemarin, saya bersama Ari Handoko dan Anne Chasny menyempatkan diri untuk mengikuti webinar (seminar online) yang diadakan oleh PAHO/WHO (Panamerican WHO atau WHO untuk Benua Amerika). Seminar tersebut di-<em>streaming</em> langsung dari Washington DC pada jam 10 pagi waktu setempat. Seperti ikut seminar betulan, kita boleh bertanya atau berdiskusi kok. Acara numpang nonton seminar ini semata-mata inisiatif pribadi, <em>just because of this reason</em> : “<em>We want to know</em>, mereka ngomongin apa sih?”. Hehehe&#8230;</p>
<p>Beberapa pembicaraan memang sifatnya sangat regional, namun tetap ada sisi positif yang bisa kami dapatkan. Sayang Ari berhenti di tengah jalan karena kendala teknis, sedangkan saya dan Anne yang numpang <em>wi-fi</em> di Peacock Cafe malah terlibat percakapan menarik tentang <em>maternal and child health</em> (alias KIA) dan kebijakan di Indonesia, mungkin karena efek segelas minuman hangat di tangan masing-masing. Mengikuti webinar memang membutuhkan <em>self-control</em> yang baik, hehehe&#8230;</p>
<h2>Mobile Health Begitu Dekat</h2>
<p><em>Among others</em>, David Hale dari NIH adalah pembicara pertama yang sangat menarik perhatian saya. Dari situ saya jadi tahu bahwa ternyata mHealth atau <em>mobile health</em> sudah jauh jauh jauh lebih berkembang dari yang saya tahu, dari yang biasa kita lihat dan pakai di Indonesia. Bahkan benda yang setiap hari saya pegang-pegang  alias iPhone memiliki banyak aplikasi kesehatan tidak main-main yang dikembangkan oleh para ahlinya. Misalnya Pillbox yang berhubungan dengan farmasi dan Reunite untuk mempertemukan orang yang hilang seperti pada terpisahnya keluarga ketika terjadi bencana seperti di Merapi ataupun Mentawai. Terus terang selama ini saya menikmati aplikasi-aplikasi kesehatan di iPhone (baik sebagai pengguna maupun pengamat), tapi <em>not really taking them seriously</em>.</p>
<p><a href="http://aprisa.web.ugm.ac.id/wp-content/uploads/Screen-shot-2010-11-21-at-5.21.07-PM.png"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-250" title="mHealth" src="http://aprisa.web.ugm.ac.id/wp-content/uploads/Screen-shot-2010-11-21-at-5.21.07-PM-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a>Belum lagi Facebook yang kita kenal itu, sudah ada aplikasi game bernama Pharmville. Saya <em>ngakak</em> waktu David menyampaikan ini, tidak sekedar karena dia menyampaikannya dengan lucu, tapi saya juga ingat teman-teman saya para penggemar berat Farmville, tidak terkecuali salah seorang kolega dari Instituut voor Tropische Geneeskunde, Belgie yang memperoleh penghargaan di bidang m-Learning di San Fransisco Oktober kemarin, #nomention ya hihihi&#8230; Kalau Farmville mengenai kegiatan beternak dan bertani, Pharmville lebih mengenai farmakologi. Ari sempat bilang, &#8220;Jadi pengen beli iPhone&#8221; dan saya cuma nyengir-nyengir (eh, kami mengikuti webinar dari tempat yang berbeda lho).</p>
<p><em>This mobile thing really brings medicine closer to everybody</em>, menjadikan kesehatan dan kedokteran bukan lagi dunia yang asing untuk kita yang buta mengenai ilmu ini. Bicara tentang Facebook, tidak hanya mobile yang berperan, tapi juga ada<em> social media</em>. Benar-benar bidang baru yang menarik untuk dipelajari. Saya jadi terpikir berbagai macam ide penelitian dan tulisan blog lagi (inginnya sih sempat menulisnya). Kalau Anda bagaimana? Jadi kepikiran ide baru? <img src='http://aprisa.web.ugm.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>-images courtesy: zunia.org dan glutenfreeville.com-</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/11/cerita-webinar-public-his-pahowho-mhealth/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/11/cerita-webinar-public-his-pahowho-mhealth/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Post Conference Rush :)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/aprisa/~3/UdG_lfupap8/</link>
		<comments>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/10/post-conference-rush/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2010 07:57:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Blurbs]]></category>
		<category><![CDATA[English Version]]></category>
		<category><![CDATA[daily]]></category>
		<category><![CDATA[rush]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprisa.web.ugm.ac.id/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Finally the conference is over  
It was a great experience to meet new people from all over Indonesia and other countries. Well, because the rush is not over yet, I will stop here and work with all those publications in SIMKES&#8217; Facebook, Twitter and web (the previous link was SIMKES in general, but here [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Finally <a title="FIKI 2010" href="http://fiki2010.org">the conference</a> is over <img src='http://aprisa.web.ugm.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>It was a great experience to meet new people from all over Indonesia and other countries. Well, because the rush is not over yet, I will stop here and work with all those publications in SIMKES&#8217; <a title="Facebook SIMKES" href="http://facebook.com/simkesugm">Facebook</a>, <a title="Twitter SIMKES" href="http://twitter.com/simkesugm">Twitter</a> and <a title="SIMKES Web" href="http://simkes.fk.ugm.ac.id">web</a> (the previous link was SIMKES in general, but <a title="Post by Aprisa" href="http://simkes.fk.ugm.ac.id/author/aprisa/">here is the link of the post by me</a>). You can just look at what I am doing there (and actually some other places that are not publicly available).</p>
<p>Remembering my to-dos besides these conference things, best for me to go now.. I will see you in no time to tell you about (almost) everything <img src='http://aprisa.web.ugm.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/10/post-conference-rush/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/10/post-conference-rush/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Technology Enhanced Learning (TEL) in Low-Resources Setting</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/aprisa/~3/nXvhGAkdtDA/</link>
		<comments>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/10/technology-enhanced-learning-tel-in-low-resources-setting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 04:25:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[English Version]]></category>
		<category><![CDATA[Learning Path]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[linqed]]></category>
		<category><![CDATA[report]]></category>
		<category><![CDATA[technology enhanced learning]]></category>
		<category><![CDATA[workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprisa.web.ugm.ac.id/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[In 13-17 September 2010, LINQED Educational Network held a workshop on Technology Enhanced Learning (TEL) in Institute of Tropical Medicine (ITM), Antwerpen, Belgium. This workshop was aimed to explore the possibilities for developing a TEL in low resource setting areas. Along with other 9 participants from various LINQED member institutions from around the world, I started [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In 13-17 September 2010, <a href="http://linqed.org/">LINQED Educational Network</a> held a workshop on Technology Enhanced Learning (TEL) in <a href="http://www.itg.be/itg/generalsite/Default.aspx?WPID=513&amp;L=E">Institute of Tropical Medicine</a> (ITM), Antwerpen, Belgium. This workshop was aimed to explore the possibilities for developing a TEL in low resource setting areas. Along with other 9 participants from various LINQED member institutions from around the world, I started to learn about e-learning, hopefully from zero to hero <img src='http://aprisa.web.ugm.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>The workshop was a participatory workshop, so we were encouraged to share our experience of e-learning development in our institutions, discuss and be actively involved in a project that we had to present in front of all participants and facilitators at the end of the workshop. I found it most interesting not when it came to the tools that could be used to deliver the study materials, but the HOW.</p>
<p><a href="http://aprisa.web.ugm.ac.id/wp-content/uploads/telgroup.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-239" style="margin: 5px;" title="telgroup" src="http://aprisa.web.ugm.ac.id/wp-content/uploads/telgroup-300x205.jpg" alt="" width="210" height="144" /></a>Among all of the presentation, I was very touched by El-Marie Mostert and Linda Venter&#8217;s presentations from <a href="http://web.up.ac.za/">University of Pretoria</a>. They really showed practical things, even small things that you wouldn&#8217;t care about before, nor notice the presence, nor the impact to the e-learning program that you are trying to develop. They also made me realize that e-learning is not as simple as <em>&#8216;e-learning&#8217;</em>. There are a lot of things to take into consideration. I took it as a planning, a thorough planning, from &#8220;<em>how you will start the e-learning and what you expect your e-learning to accomplish</em>&#8221; to &#8220;<em>how you will consider it is a success or a mess and what will you do next</em>&#8220;.</p>
<p>On the workshop, Francois Lequarre also presented <a href="http://www.itg.be/itg/generalsite/Default.aspx?WPID=679&amp;l=n">eSCART</a>, an online short course of antiretroviral therapy in ITM. It uses <a href="http://moodle.org/">Moodle</a>. The same platform that we are developing in our institution. And what matters was not what brings the materials, learning resources, learning opportunity nor knowledge to the learner, but how you pack the materials with the understanding of &#8216;<em>how people learn and accept new knowledge</em>&#8216; and Lai Jiang from ITM had emphasized that we have to be clear on what we want people to learn, to understand, how we want them to get the idea by using our e-learning before we develop (and of course before we deliver it to them). Because sometimes (or most of times, that&#8217;s what I see) we forget to set a clear and feasible goal for our e-learning and busy considering the details (not that it&#8217;s not important, but by doing so, we most likely will lose our way).</p>
<p>I still want to write a LOT about this workshop. But I think it will bore you to sleep. So, I will skip, if you would like to discuss about my experience being at that wonderful workshop, lesson learned or anything else that is related, please don&#8217;t hesitate to contact me. Finally, this workshop will hopefully result in an online course on e-learning as a joint effort of the facilitators and the participants of the workshop. For more detailed information on this workshop, you can refer <a href="http://web.up.ac.za/default.asp?ipkCategoryID=2980&amp;articleID=5605">here</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/10/technology-enhanced-learning-tel-in-low-resources-setting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/10/technology-enhanced-learning-tel-in-low-resources-setting/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Workshop HealthMapper di Yogyakarta, 21-22 Oktober 2010</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/aprisa/~3/XZQrQ7DOxuE/</link>
		<comments>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/10/workshop-healthmapper-di-yogyakarta-21-22-oktober-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 07:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Learning Path]]></category>
		<category><![CDATA[healthmapper]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi geografis]]></category>
		<category><![CDATA[undangan]]></category>
		<category><![CDATA[workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprisa.web.ugm.ac.id/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Para rekan semua, SIMKES akan mengadakan workshop HealthMapper di Yogyakarta pada tanggal 21-22 Oktober 2010. Workshop singkat ini nanti akan diisi oleh trainer-trainer favorit para peserta workshop HealthMapper di beberapa kota sebelumnya, yaitu Mas Ari Handoko (WHO), Mas Yopie Moch. Sofyan (Dinkes Kab. Bantul), dan saya (yahaha.. apa tadi? favorit?).
Buku panduan pelatihan apa yang akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para rekan semua, SIMKES akan mengadakan workshop HealthMapper di Yogyakarta pada tanggal 21-22 Oktober 2010. Workshop singkat ini nanti akan diisi oleh trainer-trainer favorit para peserta workshop HealthMapper di beberapa kota sebelumnya, yaitu Mas Ari Handoko (WHO), Mas Yopie Moch. Sofyan (Dinkes Kab. Bantul), dan saya (yahaha.. apa tadi? favorit?).</p>
<h2>Buku panduan pelatihan apa yang akan digunakan?</h2>
<p>Modul yang akan digunakan berasal dari modul yang disusun oleh Ditjen Binkesmas Kemenkes RI bersama WHO dan SIMKES FK UGM. Selain itu, para peserta nanti bisa menggunakan datanya sendiri, atau jika tidak ingin menggunakan datanya sendiri, nanti dapat menggunakan data dummy yang disediakan panitia.</p>
<h2>Berapa biayanya?</h2>
<p>Biaya pendaftarannya Rp. 250.000,- sudah termasuk lunch dan coffee break selama 2 hari, dan komputer selama workshop jika peserta tidak dapat menyediakan laptopnya sendiri. Peserta nanti juga akan mendapatkan CD installer HealthMapper yang versi lebih ringan (karena HealthMapper itu ukurannya besar) dan beberapa data-data catatan dan latihan yang digunakan selama workshop.</p>
<h2>Di mana workshop akan diadakan?</h2>
<p>Workshop diadakan di Ruang Senat Lantai 2 Gedung KPTU Fakultas Kedokteran UGM, Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta. Workshop ini merupakan bagian dari Forum Informatika Kesehatan Indonesia (FIKI) 2010 dan diselenggarakan paralel dengan workshop OpenMRS. Untuk leaflet, silakan unduh di link berikut <a title="Leaflet HealthMapper" href="http://bit.ly/ddyWyA">http://bit.ly/ddyWyA</a>. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Sekretariat FIKI 2010 atau no telepon (0274) 549432 dengan Mbak Asri.</p>
<h2>Siapa saja yang boleh ikut?</h2>
<p>Ah pertanyaan apa itu? Semuanya boleh saja ikut. Acara ini utamanya memang ditujukan kepada para pemegang program di dinas kesehatan, praktisi kesehatan masyarakat dan para akademisi/peneliti. Tapi jika Anda tertarik tentu saja boleh ikut</p>
<h2>Bagaimana cara mendaftarnya?</h2>
<p>Ada beberapa mekanisme pendaftaran yang dapat Anda pilih sesuai dengan keadaan Anda :</p>
<ul>
<li>Mendaftar via telepon/email lalu mengefax bukti pembayaran</li>
<li>Mendaftar langsung ke Sekretariat FIKI 2010 sambil menyerahkan bukti pembayaran atau membayar di tempat</li>
</ul>
<h2>Lalu, di manakah Sekretariat FIKI itu?</h2>
<p><strong>Sekretariat FIKI 2010</strong><br />
Minat Utama SIMKES<br />
Gedung IKM Lantai 3 Fakultas Kedokteran UGM<br />
Jl. Farmako Sekip Utara<br />
Yogyakarta<br />
Telp/Fax (0274) 549432<br />
Email <a href="mailto:simkes@ugm.ac.id">simkes@ugm.ac.id</a><br />
Web <a href="http://www.fiki2010.org">http://www.fiki2010.org</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/10/workshop-healthmapper-di-yogyakarta-21-22-oktober-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/10/workshop-healthmapper-di-yogyakarta-21-22-oktober-2010/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Be Yourself, People Will Not Like You Anyway</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/aprisa/~3/4WjGAxLzTaU/</link>
		<comments>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/09/be-yourself-people-will-not-like-you-anyway/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2010 19:17:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Blurbs]]></category>
		<category><![CDATA[English Version]]></category>
		<category><![CDATA[image]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[people]]></category>
		<category><![CDATA[truth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprisa.web.ugm.ac.id/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[I found the quote above on icanread. I was really moved because once I read on this The Hard Truth about Soft Skills book, people will always judge you, even if they already liked you or hated you, they can always change.
I knew this unwritten rule.. to do things that make other people happy, to always [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I found the quote above on <a href="http://icanread.tumblr.com">icanread</a>. I was really moved because once I read on this <a href="http://www.bettersoftskills.com/">The Hard Truth about Soft Skills book</a>, people will always judge you, even if they already liked you or hated you, they can always change.</p>
<p><img class="alignleft" style="margin: 5px;" title="girl and images" src="http://29.media.tumblr.com/tumblr_kspjkvjHL31qzuhd2o1_400.jpg" alt="" width="292" height="400" />I knew this unwritten rule.. to do things that make other people happy, to always do good things always, to look good all the time, to look as if you are a good person all the time, to create a good image and anything that is related to goodness, good-being, and happiness&#8230; And yes, I would love to call it artificiality.</p>
<p>I was not pretending to be a good girl when I wrote something in my blog, back then 5 years ago. Yes, once after the day I published them I was feeling like laughing and stupid for feeling the things that I felt at that time. And yes, I was feeling so ashamed for what I wrote at that time. How could such stupid thought come and occupy my mind and become important enough for me to write and publish, oh la la.. <img src='http://aprisa.web.ugm.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  But we really have to differ between what&#8217;s private and what&#8217;s not. And then I learned it the hard way. Radically, I stopped writing anything about my private life and private thought (not really stopped, but limit anyone&#8217;s accessibility to it, eventhough ah dear, who would know where all you posted go on internet cloud? Anybody can just steal it).</p>
<p>I was pretending about who I am, creating a new image on myself, then I found this media, <a href="http://twitter.com">Twitter</a>. Keep up the private somewhere and have the public version of me somewhere else. If you are lucky you know these two same girls, private me and public me. And then, I read all these Indonesian girl tweeters&#8230; They are frank, they are  dare to say what they have in mind, they talk about sex, they talk about political thoughts, they talk about being single, and everything that I thought are the things that should be kept for self. (It&#8217;s either I thought or I&#8217;ve been made to think). I would love to share my thought about what they are doing, my opinion about what they do, but still the rule occupies my mind, the rule about the good-thing, images, and goodness. And then I end up saying the only thought that I think can be publicly available.. <strong>I envy them.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/09/be-yourself-people-will-not-like-you-anyway/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/09/be-yourself-people-will-not-like-you-anyway/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Teaser Forum Informatika Kesehatan Indonesia 2010</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/aprisa/~3/81FkupDoK08/</link>
		<comments>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/08/teaser-forum-informatika-kesehatan-indonesia-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 01:35:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Blurbs]]></category>
		<category><![CDATA[informatika kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[SIMKES]]></category>
		<category><![CDATA[workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprisa.web.ugm.ac.id/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Sistem Informasi dan Manajemen Kesehatan FK UGM akan mengadakan Forum Informatika Kesehatan Indonesia (FIKI 2010) pada 21-26 Oktober 2010 nanti.
Silakan unduh posternya dengan mengeklik gambar poster di bawah ini:

Berikut tautan langsungnya http://www.fiki2010.org/. Forum tersebut terdiri dari berbagai rangkaian acara sebagai berikut :
Call for Paper
Topik Utama dalam Call For Paper FIKI 2010 adalah sebagai berikut :

Standardisasi data [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem Informasi dan Manajemen Kesehatan FK UGM akan mengadakan Forum Informatika Kesehatan Indonesia (FIKI 2010) pada 21-26 Oktober 2010 nanti.</p>
<p>Silakan unduh posternya dengan mengeklik gambar poster di bawah ini:</p>
<p><a href="http://aprisa.web.ugm.ac.id/wp-content/uploads/Poster-FIKI-cetak-A2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-221" title="Poster FIKI" src="http://aprisa.web.ugm.ac.id/wp-content/uploads/Poster-FIKI-cetak-A2-212x300.jpg" alt="" width="212" height="300" /></a></p>
<p>Berikut tautan langsungnya <a href="http://www.fiki2010.org/">http://www.fiki2010.org/</a>. Forum tersebut terdiri dari berbagai rangkaian acara sebagai berikut :</p>
<h2>Call for Paper</h2>
<p>Topik Utama dalam Call For Paper FIKI 2010 adalah sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Standardisasi data dan informasi kesehatan</li>
<li>Innovasi teknologi informasi di bidang kesehatan</li>
<li>Adopsi dan asimilasi teknologi informasi di fasilitas pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dan organisasi kesehatan.</li>
<li>Kompetensi pendidikan sistem informasi kesehatan</li>
</ul>
<p>Penerimaan paper tidak terbatas pada topik diatas, berikut topik lain yang terkait:</p>
<ul>
<li>Strategi nasional sistem informasi kesehatan</li>
<li>Rekam kesehatan elektronik</li>
<li>Diagnostic Related Group (DRG)</li>
<li>Manajemen informasi kesehatn</li>
<li>Patient safety</li>
<li>Integrasi dan Interoperabilitas sistem informasi kesehatan</li>
<li>Kerahasiaan dan keamanan data elektronik</li>
<li>Sistem informasi klinis dan Sistem pendukung keputusan klinis</li>
<li>Telemedicine</li>
<li>Sistem informasi keperawatan</li>
<li>Sistem informasi geografis di bidang kesehatan</li>
<li>Knowledge discovery dan data mining</li>
<li>Sistem informasi radiologi</li>
<li>Sistem informasi laboratorium</li>
<li>Sistem Informasi Farmasi</li>
<li>E-health untuk kesehatan masyarakat</li>
<li>Pengembangan software di bidang kesehatan</li>
</ul>
<h2>Workshop Pra Konferensi (Pre Conference Workshop)</h2>
<p>Terdapat dua topik workshop pra konferensi yang dilaksanakan secara paralel, yaitu HealthMapper Workshop dan OpenMRS Workshop. Peserta akan difasilitasi oleh beberapa fasilitator dan didampingi untuk mengikuti workshop secara efektif. Masing-masing workshop akan berlangsung selama 2 hari.</p>
<h2>Kunjungan Lapangan (Field Trip)</h2>
<p>Peserta field trip mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke beberapa instansi kesehatan dan meninjau kegiatan pencatatan dan pelaporan dengan sistem komputer. Jalur field trip ada dua, yang pertama adalah ke Puskesmas dan Dinas Kesehatan, yang kedua adalah ke Rumah Sakit dan Klinik.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Kunjungan Lapangan" src="http://farm3.static.flickr.com/2103/2291058456_cf895f2c12.jpg" alt="" width="240" height="180" /></p>
<h2>Konferensi Informatika Kesehatan</h2>
<p>Konferensi berlangsung selama dua hari dan di antaranya akan menghadirkan dr. Jane Supardi (Pusdasure), WHO dan berbagai institusi kunci ataupun institusi penting lain yang telah berpengalaman di bidang informatika kesehatan.</p>
<h2>Temu Alumni SIMKES FK UGM</h2>
<p>Temu alumni SIMKES ini diadakan untuk memfasilitasi lebih dari 60 orang alumni SIMKES dari berbagai angkatan. Pada temu alumni terdapat hiburan dan alumni dapat saling berdiskusi dan bertukar pengalaman aplikasi ilmu yang telah diperoleh dari SIMKES FK UGM. Selain itu, alumni SIMKES mendapatkan <em>priviledge</em> berupa harga istimewa untuk mengikuti semua kegiatan dalam rangkaian acara FIKI 2010.<br />
<img class="aligncenter" title="Alumni SIMKES" src="http://simkesugm07.files.wordpress.com/2008/07/dsc01754.jpg?w=300&amp;h=225" alt="" width="300" height="224" /><br />
Tertarik untuk berpartisipasi baik sebagai submiter call for paper, peserta, atau sponsor? Keterangan lebih lanjut hubungi :</p>
<h3>Sekretariat FIKI 2010</h3>
<p>Gedung IKM Lt. 3, Jl. Farmako Sekip Utara, Yogyakarta 55281<br />
Telp/Fax: (0274) 549-432 CP Asri/Asti<br />
Email: <a href="mailto:simkes@ugm.ac.id">simkes@ugm.ac.id</a><br />
Website: <a href="http://simkes.fk.ugm.ac.id">http://simkes.fk.ugm.ac.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/08/teaser-forum-informatika-kesehatan-indonesia-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://aprisa.web.ugm.ac.id/2010/08/teaser-forum-informatika-kesehatan-indonesia-2010/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>

