<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>KUMPULAN ARTIKEL</title><description>Blog Artikel Agama - Artikel Pendidikan - Tutorial</description><managingEditor>noreply@blogger.com (AL Nadhirin)</managingEditor><pubDate>Thu, 26 Mar 2026 17:22:16 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">74</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://nadhirin.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><copyright>alfan_ramadhan@yahoo.com</copyright><itunes:keywords>PSIKOLOGI,SOSIOLOGI,AGAMA,SOSIAL,FILSAFAT,PENDIDIKAN,EKONOMI,POLITIK,HIBURAN,HUKUM,KESEHATAN,BAHASA,HOBY</itunes:keywords><itunes:summary>Kumpulan Artikel</itunes:summary><itunes:subtitle>Feedburner</itunes:subtitle><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Educational Technology"/></itunes:category><itunes:author>pasyabrilian@yahoo.com</itunes:author><itunes:owner><itunes:email>pasyabrilian@yahoo.com</itunes:email><itunes:name>pasyabrilian@yahoo.com</itunes:name></itunes:owner><item><title>Contoh Rancangan Aktulaisasi Latihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun 2020</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2020/12/contoh-rancangan-aktulaisasi-latihan.html</link><category>CPNS</category><category>Guru</category><category>PNS</category><pubDate>Thu, 17 Dec 2020 13:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-2334496711143239339</guid><description>Aktualisasi dan Habituasi CPNSSedikit gambaran tentang Rancangan Aktualisasi dan Habituasi Nilai-Nilai Dasar, Kedudukan dan Peran PNS Dalam NKRI&amp;nbsp;Rancangan Aktualisasi dan Habituasi Nilai-Nilai Dasar, Kedudukan dan Peran PNS Dalam NKRI pada latihan dasar (Latsar) bagi CPNS merupakan kompetensi yang wajib dikuasai oleh CPNS&amp;nbsp; setelah mengikuti serangkaian mata diklat mulai dari agenda </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRtsW7MIZLK77dFE7x04phBjv7uO63jDkkiaExpJucH-m1Xd7eyCa3UlovsS1-NOoOTfAN0yPRtAp7E3a8Xuk4gCd0LJEDTAgxWp85RsC9sDeJuV-CdlAUi2-Yx_764rSjzhfabxHwyL4/s72-w320-h168-c/Contoh+Rancangan+Aktualisasi+Latsar+CPNS.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Teknik Penilaian Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2020/12/teknik-penilaian-pembelajaran-jarak.html</link><category>Pendidikan</category><pubDate>Wed, 16 Dec 2020 11:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-6900647162554485977</guid><description>Teknik Penilaian Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)Sesuai dengan Kalender Pendidikan
(Kaldik) Pada awal bulan Desember ini, guru dan siswa disibukkan dengan
Penilaian Akhir Semester. Pembelelajaran Jarak Jauh di Semester Gasal Tahun Pelajaran
2020/2021&amp;nbsp; ini sudah berakhir dengan
dilaksanakan nya Penilaian Akhir Semester. Penilaian sendiri telah diatur pada
Peraturan Menteri Pendidikan dan </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkKs_-XiOsShiUOmAl_JK7aZp2m3V4N9JVhp46JH-bQ_fTQIxQpMDdZPMVPN3bIEDbZx4Fbw6mLvjRvhMXXFDb6vPSV4fhcORS8ggrx6zUEICq-r_T3UMZ88a-fYWOw7GQlfwNyK3FlC8/s72-w400-h266-c/Teknik+Penilaian+Pembelajaran+Jarak+Jauh+%2528PJJ%2529.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Mengevaluasi Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh di Indonesia</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2020/12/mengevaluasi-pelaksanaan-pembelajaran.html</link><category>Pendidikan</category><pubDate>Sat, 12 Dec 2020 17:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-6417015702899124796</guid><description>mengevaluasi pelaksanaan PJJSelama masa penyebaran virus Corona masih mewabah di Indonesia Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi opsi utama agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan. Selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, peserta didik dan guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar di rumah tanpa tatap muka secara langsung. Kegiatan pembelajaran jarak jauh mengakibatkan dampak </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhusfYgumCD8VClmqQYr7KwVOPcNgzEcuPrzc8tLWkX5hhsNUXzSburDzHCdGOiTiafYUQ3-ElgtU_C7CbuPvBaXSl5Oaj21LXVmoZZ7x4qydgjjcWq_LUpvw260kiTMo_wpSu7-y3ts0U/s72-w320-h213-c/Pembelajaran+Jarak+Jauh.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Tips Belajar Daring/ Online pada masa pandemi Covid-19</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2020/12/tips-belajar-daring-online-pada-masa.html</link><category>Motivasi</category><category>Pendidikan</category><pubDate>Mon, 7 Dec 2020 22:19:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-2991091595268283332</guid><description>Sudah lebih dari 9 bulan sejak kasus pertama covid-19 ditemukan di Indonesian. Pandemi virus Corona yang mewabah berimbas pada segala bidang tidak terkecuali pada bidang pendidikan yang pada akhirnya kegiatan pembelajaran di sekolah dihentikan dan diganti dengan pembelajaran daring/ onlineProses pembelajaran secara daring yang dilakukan di rumah akan berjalan dengan baik jika peserta didik dapat </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBy7-5ioy0EDEeJshEJGnTenFBSsWWLY5XxVrD24C1FgFZ9HDfeTUT2k5JhnVGoa6tm7HVuGDKCMIl4sKhiNfzRtmXSU44kGbPperIKBrp2069mtPJ0uQc8nmIP54cmPXneRuzIPLRqp0/s72-c/20201207_215828.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Tips Menghadapi Siswa “Nakal” </title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2013/11/tips-menghadapi-siswa-nakal.html</link><category>Pendidikan</category><category>Psikologi Pendidikan</category><pubDate>Sun, 10 Nov 2013 00:19:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-4478494483755097199</guid><description>Oleh: Arif Luqman Nadhirin


Sebagai insan yang berada di sebuah lembaga pendidikan, apalagi Sekolah Menegah Kejuruan yang notabene siswanya adalah laki-laki menghadapi siswa “nakal” adalah hal yang biasa. Mulai dari siswa yang sering terlambat atau bolos sekolah, tidak mengerjakan tugas/ PR, ribut di kelas, jajan saat jam pelajaran, tidak sholat, dan masih banyak contoh “kenakalan” lain yang </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgT6sKKwlIakpXrUDoDIfjGQa3wLrS6Z3TuEupK9kOyu_5VmQTjEwr3w9xQWGVnkzVQ5T6XWZollaflj4xT7aeKdpb5x2Pm_swB_8FuOfSW4KWmrQZJ3dcZqfNO2oJr2bZowW4sUg_Mq0o/s72-c/Tips+mengatasi+siswa+nakal.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Guru Sejati dan Revolusioner</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2013/10/guru-sejati-dan-revolusioner.html</link><category>Pendidikan</category><pubDate>Sat, 19 Oct 2013 22:57:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-5673831802349805403</guid><description>Oleh : Arif Luqman Nadhirin


Setiap orang pasti sepakat kalu seorang guru harus menjadi teladan bagi siswa dan masyarakat. Bukahkah guru itu digugu lan ditiru. Namun, apakah guru cukup menjadi teladan? Menurut penulis tidak. Mengapa? Karena guru juga harus sejati dan revolusioner. Artinya, yang perlu disoroti di sini juga semangat guru dalam mengemban tugas mulianya.
 
Secara implist, bisa </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP4WvP-T52HqyXGuW1gS1gg7Y8PbABINB2hArFWGQGs-Ivhu5Nzg14BenZxnGRP8C1iFxojCIGJMgS54SQKuygk6VCzvb06tURNtGp1i2Sj2mpZHdQO9unkoWONruIZlJILsEQ9iQPl1U/s72-c/guru.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Guru Profesional</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2013/05/guru-profesional_7.html</link><category>Pendidikan</category><pubDate>Tue, 7 May 2013 23:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-6765075838076165498</guid><description>Sebagian orang berpendapat, bahwa mengajar adalah proses penyampaian atau mentransfer ilmu dari seorang pendidik kepada peserta didik. Tetapi tampaknya pendapat ini harus jauh-jauh ditinggalkan, karena sudah tidak sesuai dengan perkembangan jaman. Kini mengajar harus kita maknai sebagai sebuah kegiatan yang komplek, yaitu penggunaan secara integratif sejumlah keterampilan untuk menyampaikan ilmu.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBDCn703QsHinFwaAoNtm6NNhsOSORC0MpWw6vRZ2mszH1fbWd1mG10c7JxARvdE2gwgGtuJGVmb95GTqnsCH-oQmMkKWmixQzgmFo3Ah_L6g_tL27zmQgppPRBvi8saonardVMU1-6Oo/s72-c/guru+profesional.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Hakikat Hidup</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2013/05/hakikat-hidup.html</link><category>Agama</category><category>Hikmah &amp; Renungan</category><pubDate>Wed, 1 May 2013 08:01:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-3896383221053989297</guid><description>

Berbicara masalah hakekat hidup sebenarnya membutuhkan rincian yang sangat panjang dan terinci. Namun secara ringkas, hakikat hidup bisa terungkap dari pernyataan Ali bin Abi Thalib. Menurutnya, awal kehidupan adalah tangisan, pertengahannya adalah ujian dan ujungnya adalah kefanaan. Ketika anda lahir anda menangis, dan tangisan itu akan menjadi warna kehidupan. Saat anda sedih dan juga bahagia</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgie5C5g88jIgdwzNstpcwr5Kn5oFjNdTujGle-1nMyAG15CXDRAhMqrVTc39jxD3v9FFVGWtYK8LtSd_UlzrPADX0KxTP7QPZEzYVwVaHxXoOs741MPNuznMN5nNUwI9QM9mlRU67tbx4/s72-c/hidup.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Untuk Kreatif Butuh Pengorbanan</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2010/04/untuk-kreatif-butuh-pengorbanan.html</link><category>Pendidikan</category><pubDate>Fri, 23 Apr 2010 23:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-408180271662962098</guid><description>Banyak orang mengira, jiwa kreatif itu terlahir dari alam. Artinya, seseorang itu menjadi kreatif atau tidak sudah ditetapkan sejak dalam kandungan. Benarkah begitu? Sebagaimana orang punya bakat menyanyi lalu jadi penyanyi atau orang yang sudah berbakat melukis lalu ia jadi pelukis?

Kenyataannya, kreativitas, profesi, dan juga bakat tidaklah bisa dipandang secara absolut. Semua orang sejak ia </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Pembelajaran Agama Dengan Metode Contextual Teaching and Learning</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2010/04/pembelajaran-agama-dengan-metode.html</link><category>Pendidikan</category><pubDate>Fri, 23 Apr 2010 23:14:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-4370366107692477505</guid><description>Sering kali para guru agama mengeluhkan kurangnya jam agama dalam menyelesaikan materi kurikulum yang ditentukan. Yang terjadi kemudian adalah pembelajaran agama berusaha untuk menyuguhkan materi pembelajaran agar tuntas materinya sehingga tampak suguhan kognitif jauh lebih banyak mewarnai KBM agama. Mereka kemudian menginginkan penambahan jam pembelajaran agar lebih leluasa menyampaikan materi. </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCiSt4lRht6R1iGTUIFj-tCs2-Rmkgxpz0qq3MIjj0oIMg3pe68m2dHo1d-2TeFxDXm6yexcOdbOCmrmGLtncYO0wyY5gkZ56ub1gns8RSir86vkPIF5Sh9oxop6y5CkXSTOtOYT6D6k0/s72-c/Pendidikan+Agama+Islam.bmp" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Self-Disclosure (Pengungkapan Diri)</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2010/04/self-disclosure-pengungkapan-diri.html</link><category>Psikologi</category><pubDate>Mon, 19 Apr 2010 01:23:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-8872644530464571274</guid><description>Dalam suatu interaksi antara individu dengan orang lain, apakah orang lain akan menerima atau menolak, bagaimana mereka ingin orang lain mengetahui tentang mereka akan ditentukan oleh bagaimana individu dalam mengungkapkan dirinya. Pengungkapan diri (self-disclosure) adalah proses menghadirkan diri yang diwujudkan dalam kegiatan membagi perasaan dan informasi dengan orang lain (Wrightsman, 1987).</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Gaya Presentasi diri Self-Monitoring (Pemantauan Diri)</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2010/04/gaya-presentasi-diri-self-monitoring.html</link><category>Psikologi</category><pubDate>Mon, 19 Apr 2010 00:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-6979984039377190643</guid><description>Setiap orang akan berbeda dalam cara mempresentasikan diri mereka. Beberapa orang lebih menyadari tentang kesan publik mereka, beberapa orang mungkin lebih menggunakan persentasi diri yang straregik, sementara yang lain lebih menyukai pembenaran diri (verifikasi diri). Menurut Mark Snyder (1987), perbedaan ini berkaitan dengan suatu ciri sifat kepribadian yang disebut dengan self-monitoring yaitu</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Memahami &amp; Menolong Siswa Yang Kurang PD</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2010/04/memahami-dan-menolong-siswa-yang-kurang.html</link><category>Pendidikan</category><pubDate>Sun, 4 Apr 2010 03:13:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-4676755504396146927</guid><description>DESKRIPSI KASUS 
Lia (bukan nama sebenarnya) adalah siswa kelas I SMU Favorit Salatiga yang barusan naik kelas II. Ia berasal dari keluarga petani yang terbilang cukup secara sosial ekonomi di desa pedalaman + 17 km di luar kota Salatiga, sebagai anak pertama semula orang tuanya berkeberatan setamat SLTP anaknya melanjutkan ke SMU di Salatiga; orang tua sebetulnya berharap agar anaknya tidak </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2010/03/model-pembelajaran-contextual-teaching.html</link><category>Metode Pembelajaran</category><category>Pendidikan</category><pubDate>Wed, 31 Mar 2010 20:48:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-7229453062833793254</guid><description>Permasalah terbesar yang dihadapi para peserta didik sekarang (siswa) adalah mereka belum bisa menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dan bagaimana pengetahuan itu akan digunakan. Hal ini dikarenakan cara mereka memperolah informasi dan motivasi diri belum tersentuh oleh metode yang betul-betul bisa membantu mereka. Para siswa kesulitan untuk memahami konsep-konsep akademis (seperti </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLowEeOyDdZXiq_aBGKLuJYLaT5AEVw6JXdiEoodnLnNvqSfQCMNVVBu3fDR2eel59lNxHzBTWnYE0QeuXpakRHNYIIWSUmH6iefjURozDX7wupQDSkplmB1TUAi4q8bABsdb_QnTdZuw/s72-c/contextual-teachingandlearningctl-3-638.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Guru Idaman</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2010/03/guru-idaman.html</link><category>Pendidikan</category><pubDate>Wed, 31 Mar 2010 20:11:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-7710791218609349199</guid><description>Ki Hajar Dewantoro yang lahir pada 2 Mei 1899dan tiap tanggal 2 Mei kita memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), telah mengambarkan tentang sosok guru idaman nan ideal. Saya yakin kata-kata beliau tidak asing lagi di telingga kita. Menurut beliau seorang guru harus:

1. Ing Ngarso Sung Tulodho
Kunci sukses pendidikan yang pertama dan utama adalah Akhlaq. Guru benar–benar harus bisa </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Tips Menghadapi Ujian Nasional (UN)</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2010/03/tips-menghadapi-ujian-nasional-un.html</link><category>Pendidikan</category><category>Tips Hidup</category><pubDate>Tue, 23 Mar 2010 19:01:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-4062512797735819792</guid><description>Ujian Nasional (UN), sejak dari pertama diberlakukan sampai sekarang belum lepas dari kontroversi. Ada pihak yang mendukung terhadap pelaksanaan UN, tapi juga tidak sedikit pihak yang menyayangkan atas diberlakukannya UN dan meghendaki UN sebaiknya ditiadakan. Tetapi walau demikian adanya pemerintah tetap pada keputusan untuk melaksanakan UN sebagai salah satu standar kelulusan.Walapun demikian </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIF_94B0y-B8lhVnWqwxnMEIyLKyY8S9CWmsLpyWddRxS73omJUGPl6IibSZhXJid2pmv47eE0bgxAkKEqJVN6wKeRtH97CstmDyx1cHOxNvpzu5PHe_fwSxQ0bevt-UsFm3Fg6oaZwcA/s72-c/ujian+nasional.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Teori Nativisme</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2010/03/teori-nativisme.html</link><category>Psikologi</category><category>Psikologi Pendidikan</category><pubDate>Fri, 12 Mar 2010 01:45:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-8025910417231077086</guid><description>Nativisme berasal dari kata Nativus yang berarti kelahiran.  Teori ini muncul dari filsafat nativisma (terlahir) sebagai suatu bentuk dari filsafat idealisme dan menghasilkan suatu pandangan bahwa perkembangan anak ditentukan oleh hereditas, pembawaan sejak lahir, dan faktor alam yang kodrati. Pelopor aliran Nativisme adalah Arthur Schopenhauer seorang filosof Jerman yang hidup tahun 1788-1880. </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDG2GdsXZWrL6ZIeMuK3wEwY4x7SP4tUocW8eGimPtEHJV2QqONLTWBHmfvaKSfahTj0s8PINSvCf2EXiyXW_gWq0EX0xW-jy22JkcmTIg5bw4AVYIP-QH8NluMlCFqETjeliPhMtGNnk/s72-c/nativisme.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Mengatasi Kecemasan: Apa Aku Khawatir? (1)</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2010/03/mengatasi-kecemasan-apa-aku-khawatir.html</link><category>kepribadian</category><category>Kesehatan</category><category>Psikologi</category><pubDate>Fri, 12 Mar 2010 01:36:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-4152794501942683830</guid><description>Aduh! Saringan udaranya sepertinya kotor….. Apa harus dibawa ke bengkel ya?.... Aku sedang tidak punya uang untuk membayar ongkosnya…. Tampaknya aku harus mengambil uang dari dana sekolaah Jamie.. Bgaimana kalau aku tidak bisa membayar SPP-nya?... Rapornya jelek minggu lalu… Bagaimana kalau nilai-nilainya merosot dan dia tidak dapat masuk perguruan tinggi?.... Sarinag udaranya sepertinay kotor…….</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZpThHX3yIF1xmS6wXqhbAxerKoIpYDhXhZgYs3TXwTKAiHXxmUb5EX-T5OQOOYrAPtRlBFE3U1q8e1O4Z03RqonCOXJqnRviqw3qNtDNWOzW2qDbeE1TRshp6kHlMVFDRx9hreUKsqR0/s72-c/gelisah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Teori Perkembangan Manusia</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2010/02/teori-perkembangan-manusia.html</link><category>Pendidikan</category><category>Psikologi</category><category>Psikologi Pendidikan</category><pubDate>Thu, 25 Feb 2010 23:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-6132893611354408030</guid><description>Pada pembahasan  jiwa (anima) diketahui bahwa manusia memiliki kesempurnaan dibanding makluk yang lain. Manusia dalam hidup mengalami perubahan-perubahan baik fisik maupun kejiwaan (fisiologis dan psikologis). Banyak faktor yang menetukan perkembangan manusia, yang mengakibatkan munculnya berbagai teori tentang perkembangan manusia. Teori-teori tersebut adalah sebagai berikut:


1.Teori Nativisme</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEig3KRE5TQqBI54zoCOeDhxztGMDzcOS1v7JRkRH6L2rZq3D1sE1zQWo2cc756_iS8FW2w2nRFfRUGahXZPuyA9xDhGVqMMthjUEYJUJtmNwqdaj3Cj6uigsBOo7tq5mc0VmUpBdg0YMUA/s72-c/Athur+Schopenhauer.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Berubah Menjadi Pribadi Yang Luar Biasa</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2010/02/berubah-menjadi-pribadi-yang-luar-biasa.html</link><category>Motivasi</category><category>Rehat</category><category>Renungan</category><pubDate>Wed, 24 Feb 2010 23:26:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-6449635425234219838</guid><description>Berubah…..! Saudara yang gemar atau pernah mengemari film kartun Ultraman pasti kenal dengan selogan tersebut. Yap…! Berubah merupakan suatu trasformasi dari sebuah kondisi menuju kondisi yang lainnya.Seperhi halnya Ultraman yang berubah dari sosok manusia biasa menjadi ‘Super Hero’ yang luar biasa, hendaknya kita juga bisa berubah dari pribadi yang biasa menjadi pribadi yang luar biasa. Kemudian</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Wisuda Hanyalah Sebuah Permulaan</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2010/02/wisuda-hanyalah-sebuah-permulaan.html</link><category>Motivasi</category><category>Rehat</category><pubDate>Wed, 24 Feb 2010 22:58:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-2494946454180337727</guid><description>AHAMDULILLAH hari Sabtu tanggal 20 Februari 2009 kemarin akhirnya saya diwisuda. Setelah 4 tahun 2 bulan 4 hari berjuang menimba ilmu di Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Rasa senang dan bangga saya rasakan ketika Bapak. Ir. H. M. Dasron, M.Sc.  (Rektor UMY) menyerahkan ijazah, diteruskan Bapak. Ir. H. Nafi Ananda Utama, M.S. (Wakil Rektor I) mengalungkan kalung </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg25iZi-jniKdPuvTUCDjbj8NW5HUgQrzIEL_4SufzGNvqEiq6vMv9E4W4RIauYn8nOsIDhP-PSOZmQuoCDEN_OJ__cJRThuGX96GsZC1x-nuah0NSRpXvaYwyNvLliFOktKIhZj5UykfA/s72-c/DSCN6873.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>METAMORFOSA “From Nothing, To Be Something”</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2010/02/metamorfosa-from-nothing-to-be.html</link><category>Motivasi</category><category>Rehat</category><category>Renungan</category><pubDate>Thu, 18 Feb 2010 12:13:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-157943004603113610</guid><description>Seekor  kupu-kupu cantik baru bisa terbang dengan cantik setelah melalui sebuah perjuangan yang cukup berat dan dilakukan dengan sungguh-sungguh dalam sebuah metamorfosis yang luar biasa. Bermula dari ulat, kepompong kemudian pelan-pelan ulat berusaha sekuat tenaga keluar dari lubang kecil. Melaluai lubang kecil, sayap kupu-kupu mulai terbang sempurna. Ia dapat terbang dan memperolah kebebasannya</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgm5UWh1d3izvGsJXNVY-TXRqJ9H6sQiIVIgbVuARbuQ0-c8n9oxxZ9tQ_FuUWP0JyBTe1kZ9l4K8ZYDAg5MgTGeM2e2Vy1B1oSP6ahqqHG5aToMeOuEx8AujVHKhNneNQRwZRHqUKZL9Y/s72-c/kepompong-1jpg.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Membuat Fan Page Di Facebook</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2010/02/membuat-fan-page-di-facebook.html</link><category>Blog</category><category>Tips &amp; Trik</category><pubDate>Tue, 16 Feb 2010 13:40:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-4390698630862754185</guid><description>Berawal dari tanggal 15 kemarin ketika saya membuat halaman fans blog ini di Facebook. Maka saya tertarik untuk memposting tulisan tentang hal ini. Ya walau sudah banyak teman-teman kita yang menulis tentang ini. Tapi tak apalah. Bukanya orang yang sudah tahu itu wajib memberi tahu kepada orang yang belum tahu. (Bener Sobat?? hehehe..).  Dan hasilnya juga lumayan, dalam kurun waktu 12 jam sudah </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOE7Z3qhNdlpVzusVirZmuMLBj9nihpllrzXih5wwZQis9EzVpXtZoxFynPG8SS7Xg0vp5dPQlMzv5VhMM5XqEgvsMF6tog8DOnqf-uZsMy9YjMFds_2dUq4l_bnnD-wiu54qoLJrXBGM/s72-c/on+FB.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Contoh Skala Kecerdasan Emosional</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2010/01/contoh-skala-kecerdasan-emosional.html</link><category>Penelitian</category><category>Statistik</category><pubDate>Sun, 17 Jan 2010 07:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-7717036186649201641</guid><description>Para pembaca yang budiman, selamat datang kembali di Kumpulan Artikel.  Pada tulisan sebelumnya, saya telah membahas tentang cara pembuatan skala pengukuran dan Instrumen penelitian. Walau saya hanya sekedar membahas tentang teknik skala model Likert, namun harapan saya dapat memberikan manfaat bagi Anda sekalian. Seperti janji saya yang akan memberikan contoh skala serta metode analisis datanya</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEih2ZpeDtHW_TPmH2_Oa4UYBeMp1K3_BPaaY5vHJjqSuFnd8dFRgFggCB45y6XIT5_drSBQs35qcKqHsbY31s_PR97tBrMjgBJDqgImXJNNuKuBbhXxnMUxfS9ym9oeJbQy7KuJBuMqUnw/s72-c/Blo+Print.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item><item><title>Pengertian RSS FEED dan cara berlangganan</title><link>http://nadhirin.blogspot.com/2010/01/pengertian-rss-feed-dan-cara.html</link><category>Blog</category><category>Tips &amp; Trik</category><pubDate>Sun, 17 Jan 2010 07:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6364759897465088559.post-2054729592774012523</guid><description>RSS adalah sebuah file berformat XML untuk sindikasi yang telah digunakan (diantaranya dan kebanyakan) situs web berita dan weblog. Teknologi yang dibangun dengan RSS mengijinkan kita untuk berlangganan kepada situs web yang menyediakan umpan (feed) RSS, biasanya situs web yang isinya selalu diganti secara reguler. Untuk memanfaatkan teknologi ini kita membutuhkan layanan pengumpul. Pengumpul </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>pasyabrilian@yahoo.com (pasyabrilian@yahoo.com)</author></item></channel></rss>