<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328</id><updated>2011-04-21T20:15:31.330-07:00</updated><title type='text'>A Story</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-7797348414803924502</id><published>2011-03-03T03:41:00.000-08:00</published><updated>2011-03-03T03:41:56.906-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Impressive Girls'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Impressive Girls -- 10 KONFLIK MENJELANG PENSI, PERSIAPAN PENSI DAN HAL-HAL NYEBELIN LAINNYA PART 3</title><content type='html'>Original Story by Ghee&lt;br /&gt;Rewrite by Natthalie Loo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Besoknya di sekolahan pada jam pertama pelajaran anggota SCELLo lengkap plus Viggo, Kyo, Andrew, Melody dan Debbie dkk, sekarang lagi menjalani sidang di ruang kepsek. Sidang apaa? Kasusnya Lola? Itu jadi agenda sidang yang kedua, agenda sidang pertama adalah perkelahian antara &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;CELLo dan Debbie dkk. Berkelahi? Kok bisa sih? Nah untuk itu mari kita flashback ke&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt; sekitar&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt; 1 jam yang lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Hari ini akhirnya Lola masuk sekolahan juga. Hari ini SCELLo lagi-lagi ke sekolah bareng dengan Erine sebagai sopir hari ini. Semuanya berjalan seperti biasa pada awalnya, semuanya dijemput satu persatu oleh Erine, ke sekolah dengan ribut dan parkir di tempat biasa. Nah masalah datang ketika si Debbie dkk yang berjumlah 4 orang menyapa Lola dkk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Udah masuk toh kirain udah KO”ejeknya diiringi tawa teman-temannya. “Nih anak cari gara-gara yah” seru Lola. “Mau kamu apaan sih?” tanya Erine. “Jangan halangin jalan kita” seru Lluna. “Emang ini jalannya makmu? Ini milik umum tauk aku mau ngapain juga terserah. Ga ada otak ya, kalo anaknya ga ada otak apa lagi ortunya” ejek Debbie sambil nunjuk-nunjuk kepala Ceries yang tepat ada di depanya dengan agak keras.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Hal ini jelas saja membuat Ceries dan lainnya marah. “Nih, anak bener-bener cari gara-gara ya?” seru Ceries kemudian mendorong Debbie dengan keras sampai terjatuh. “Kalo berkelahi kita ladenin” sambung Ceries dengan tegas dan membuang tasnya ke tanah. Gerakan Ceries diikuti teman-temannya yang lain melihat Debbie dkk berniat membalas. Lola membunyikan semua jari-jarinya, Lluna melipat tangannya dan melihat lawannya dengan mata nantang dan Erine yang ngomong. “Kenapa juga aku harus ikutan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Dan akhirnya perkelahian pun terjadilah selama kurang lebih 15 menit. Kalo bukan Andrew, Kyo, Chris dan Viggo datang dan menjauhkan kedua kelompok ini, para guru pun ga bisa ngapa-ngapain. Selain menonton dan meneriaki mereka untuk berhenti tentunya. Dan sekarang di sinilah mereka berada, ruangan kepsek. Debbie dkk terlihat terluka di beberapa bagian, sementara SCELLo masih segar bugar hanya sedikit berantakan dan kotor.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dengan demikian k&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;ta tau siapa yang jadi pemenang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Bu kepsek melihat mereka dengan tatapan bingung campur marah. “Berkelahi gara-gara masalah Lola?” kata bu kepsek namun tak dijawab. “Apa kalian sadar, kalian berkelahi di halaman depan. Dilihat sama orang-orang yang lewat di depan sekolah. Apa pikiran mereka tentang sekolah kita?” bu kepsek tampaknya mulai marah. “Kalian bilang anak ini mendorong Lola sampai jatuh dari tangga. Benar?” lanjut bu kepsek. Semua mengangguk dan di sambung kata-kata dari Lluna. “Kita punya saksi kok bu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Tapi kan bisa aja saksinya komplotan sama mereka” Debbie membela diri. Ini dia nih yang ditakutkan. “Benar juga” seru bu kepsek. “Tapi, bu Melody ga mungkin boong” kata Erine. Bu kepsek hanya menghela nafas saja dan kemudian berbicara. “Ya sudah kebetulan ada yang kaya gini, jadi kita bisa tes sisi tv baru yang dipajang di koridor.” “Sisi apa?” tanya Lluna. “Sisi tv” jawab bu kepsek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Jam istirahat di tempat duduk yang biasanya. “Cape deh, kalo tau ada sisi tv baru yang dipajang di koridor ngapain kita kaya orang &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;crazy&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt; nayain orang kiri kanan” seru Ceries. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Keputusan akhir bu kepsek menskors Debbie selama 2 minggu, dan untuk SCELLo bebas hukuman. “Kalian salah karena berkelahi di sekolah, tapi kalian lagi-lagi berhasil membuatku menghukum yang bersalah. Dan lagipula akan susah kalo anggota OSIS dengan posisi penting seperti kalian tidak mengurus pensi. Jadi pastikan pensi kita berjalan dengan baik” seru bu kepsek disertai senyum SCELLo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Tapi masa Debbie cuman di skors sih. Bu kepsek terlalu lunak ah, mustinya dikeluarin tuh&lt;br /&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ujar Lola tanda flashback selesai. “Dari pada itu &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;untuk ngerayain ini kita mau party di mana?” tanya Viggo hepi. “Terus persiapan pensinya gimana?” tanya Andrew menghilangkan senyum di wajah semua orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Nooo.. Aku belum selesai ngumpulin sponsor dan bikin proposal” Lluna setengah berteriak menyambar netbooknya dan segera pergi. “Lucu banget sih” ejek Kyo. “Konsumsi kita gimana Kyo?” tanya Andrew yang tau ga ada yang beres dengan kerjaan teman-temannya. Kyo langsung saja berdiri dari tempatnya dan berkata. “Shit... Aku lupa, Hah... kenapa aku mesti jadi seksi konsumsi sih” segera pergi. Melihat Ceries dan Viggo ketawa-ketiwi Andrew bertanya lagi. “Dekor dan sound systemnya udah ada?” “Noo....” Teriak Ceries dan Viggo barengan dan segera lari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Malang bener nasib teman-temanku. Untungnya aku cuman humas kerjaan yang paling nyantai plus cuman ngurusin berkas aktivitas kelas” seru Lola mengejek teman-temannya dengan senyum soknya. “Iklannya?” tanya Andrew yang tahu iklan adalah kerjaan humas. Lola berbalik ke arah Andrew dengan muka aneh dan berteriak. “Nyaaaaaaa........” Trus kalo Andrew kerjaannya udah kelar belon? “Untungnya aku seksi keamanan jadi ga perlu persiapan” serunya pelan melihat Lola lari kalang kabut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Akhirnya mereka semua menyibukkan diri dengan persiapan pensi yang akan di mulai 2 minggu dari sekarang. &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Cari sponsor lha, cari makan buat konsumsi panitia, cari EO untuk dekor panggung dan minjem sound system super lengkap, bikin poster iklan dll. Termasuk juga nih persiapan Lola untuk jadi kandidat miss sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Lola jalannya yang tegap” Ceries memukul punggung Lola. Lola hanya bisa pasrah saja dipukulin pake mistar plastik. Dalam rangka ikut kontes miss sekolah, Lola yang tomboi diberi les private gimana jadi seorang LADY yang bener sama Ceries. Dan hari ini , mata pelajaran pertama untuk jadi LADY di pensi adalah cara jalan dengan bener. “Coba ulang, jalan dari sana” Ceries mulai marah-marah karena dari tadi Lola ga pernah bener. “Santai aja kali Ris” seru Lola ga dipeduliin Ceries.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Lola dengan malas memulai lagi sesuai instruksi Ceries, belum juga mulai Ceries udah main pukul lagi. “Bokong dikencengin, perut diisep, dada dibusungin dan dagu sedikit diangkat” kata Ceries sambil memukul dan menarik dagu Lola sedikit. “Coba sekarang jalan, jangan sampai posisi badanmu berubah” seru Ceries. Sementara Erine hanya melihat Lola yang mondar-mandir di hadapannya dengan tersenyum geli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Latihan dijadwalkan akan selalu diadakan di apartemen Ceries, selesai persiapan pensi di sekolahan. Belum juga sepuluh langkah yang Lola jalani, Ceries teriak lagi. “Lola kamu terlalu kaku, rileks sedikit.” “Gimana sih Ris gini salah gitu salah” protes Lola. “Udah jangan banyak protes. Ini udah hari ke-3 kamu latihan tau. Sapa juga yang tensinya ga naik kalo cara jalan yang bener aja gak tau. Ulang lagi” bentak Ceries.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Galak amat sih” celoteh Lola.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Lola dengan pasrah ngulang lagi dari awal. Saking bosennya disuruh jalan mulu sama Ceries, Lola membuka mulutnya buat bicara sama Erine. “Rin, Lluna ke mana?” “Tau katanya sih ada urusan penting tuh” jawab Erine. “Eh, fokus ke depan dilarang balik kiri kanan” protes Ceries. Lola memasang tampang sebelnya dan Erine hanya ketawa aja. “Kenapa juga harus aku yang kepilih” protes Lola kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Kriiingg.... Kriiinnggg... Kriiingg.... telpon rumah Ceries berbunyi. “What the, ngeganggu banget sih” gerutunya sambil berjalan mengangkat telepon. “Hello. What Lola? Bentar deh” seru Ceries kepada si penelpon. “La, Andrew” panggil Ceries. “Andrew” seru Lola heran dan menerima telpon wireless yang diserahkan Ceries. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Kenapa Drew?” “Latihan kamu udah selesai?” tanya Andrew. “Belon, mang napa? Lagian kenapa ga telpon di hp aja?” jawab Lola. “Ga nyambung.Kalo gitu entar aku jemput deh.” “Heh, jemput?” seru Lola. “Aduh Drew kamu baik banget deh say. Mau donk dijemput sama kamu” ejek Ceries yang ngedenger omongan Lola. “Apa sih yang ga buat kamu La” sambung Erine mengejek Lola. “Berisik banget sih” tanggap Lola. Tapi sepintas Lola ngedenger Andrew tertawa kemudian berkata. “Ga usah Drew aku bawa motor kok” seru Lola. “Oh, gitu. Ya udah. Bye” kata Andrew. “Bye” balas Lola. “Bye.. bye honey” Erine dan Ceries kompakan ngejek Lola.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Ni orang berdua rese banget sih. Diam dikit kenapa sih?” protes Lola. “Ok, hari ini sampe di sini dulu deh. Capek aku ngajarin orang bolot kek kamu. But tommorrow sebelum latihan kita beli high heels dulu buat kamu. Aku ga mau high heels aku pada patah semua gara-gara kamu pake latihan” seru Ceries. “What the hell? High heels? Aku ga mau pake high heels” protes Lola. “Sapa suruh ikutan miss sekolahan” jawab Ceries&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Pertengkaran hari ini tentang high heels dimenangkan Ceries. Maka karena itulah Lola menstater motornya dengan mulut manyun. “Sialan deh si Chris awas nanti ya” celoteh Lola sendiri. “Untuk menghilangkan stres pergi aja ke pasar malam La. Ini udah jam 6 kan pasti udah buka” saran Erine. “Boleh juga, kamu ikut kan Rin?” tanya Lola. “Sori, mama udah nelpon. Aku janji pergi shoping sama mama dan sepupu aku abis makan malem di rumah. Ajak Andrew aja deh” saran Erine. “Yah Erine payah. Ya udah aku ajak Andrew aja” seru Lola. “Happy ngedate” balas Erine dan pergi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Lola menelpon Andrew, tapi ga diangkat sama sekali. “Kok ga diangkat sih?” seru Lola. Setelah sekian kali menelpon dan ga diangkat akhirnya Lola nyerah juga. “Ya udah mending aku pergi sendirian aja” serunya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Segera saja Lola udah sampai di pasar malam yang dimaksud. Tapi Lola belum juga Lola mencopot helmnya, dia ngeliat hal yang semestinya ga boleh. “Lho, itu kan Lluna sama Andrew” seru Lola sambil membuka helmnya. Lluna dan Andrew keliatnnya asik banget, ketawa-ketiwi makan es krim bahkan gaandengan tangan. Lola yang baru kali ini ngeliat Andrew ketawa seperti itu jadi merasa sedikit jealous, karena di depannya Andrew ga pernah ketawa lepas seperti itu. Andrew malah membantu Lluna mengelap es krim yang nempel di pin&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;gir bibirnya, balasannya Lluna mencium pipi Andrew.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Mendapat perlakuan kaya gitu Andrew bukannya marah ato mengelak ato apa gitu. Andrew malah merangkul pundak Lluna dengan akrab. Lola seperti ga percaya melihat itu menggosok-gosok matanya. Setelah matanya kembali terbuka Lluna dan Andrew menghilang dari pandangan. “Kok”&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;seru Lola seolah melihat halusinasi. Akhirnya Lola mengurungkan niatnya ke pasar malam dan pulang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Esok harinya sebelum pelajaran dimulai dan sebelum Lluna dan Andrew datang, soalnya hari ini Lola ga dijemput Andrew. “Em, girls aku pengen nanya pendapat kalian nih” tanya Lola. “Apaan La kok harus bisik-bisik gitu?” tanya Ceries. “Bukan bisik-bisik Ris” sanggah Lola. “Apaan yang mau kamu tanya?” “Gini kemarin aku liat-liat comment orang di fb dan aku penasaran aja so aku pengen nanya pendapat kalian” jawab Lola. “So” seru Ceries.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Gimana seandainya kalo kalian jadi cowok terus cewek kalian nyium pipi cowok lain?” tanya Lola. “No problem” jawab Ceries spontan. “Ris aku nanya dari perspektif orang Indonesia bukan perspektif Amrik” balas Lola. “No problem kok, kalo cuman di pipi ga pa-pa kok jawab Erine. “Why?” tanya Lola. “Cium di pipi artinya: kamu sahabatku” jawab Erine. “Oh,gitu yah” balas Lola.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Trus kalo misalnya cewekmu dipelok sama cowok laen?” “Ga masalah” jawab Erine dan Ceries serempak. “Yang penting peluk yang dimaksud itu pelukan sesama sahabat” lanjut Ceries disetujui anggukan kepala Erine. “Lagian tergantung dia bule ato ga” lanjut Ceries. “Bule?” Lola heran. “Ato setidak-tidaknya orang yang pernah tinggal di abroad cukup lama. Soalnya itu emang hal biasa aja buat mereka kan, udah kayak budaya untuk nyapa teman”lanjut Erine. “Oh, gitu” Lola merasa agak tenang. “Napa emangnya naya-nanya gitu?” tanya Ceries. “Ga cuman penasaran aja sama perdebatan di fb kemaren” jawab Lola.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Tp btw nih Rin, soal budaya pelok-pelokan orang Indo yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;abroad gitu. Kayaknya ga berlaku buat si Andrew ya, dia keknya selalu anti di pelok Kyo” seru Ceries. “&lt;br /&gt;Kata siapa? Tuh” jawab Erine melirik ke pintu masuk. Terlihat Kyo, Andrew dan Chris saling merangkul pundak dan mendiskusikan sesuatu. “Belakangan keknya mereka ber-3 jadi tambah akrab deh” seru Lola.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Sementara di pintu masuk kelas, Lluna yang ingin masuk terganggu dengan ke-3 cowo itu. “Hello cowo-cowo bisa ga sih jangan diskusi di depan pintu” seru Lluna sedikit keras yang membuat Andrew berbalik. “Oh, sorry” jawabnya. Belum juga kerumunan itu bubar seseorang menyapa dari belakang. “Lluna.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Yang dimaksud berbalik dan cukup kaget melihat cowo yang disukai Erine berdiri di depannya. “Ada apa?” tanyanya. “Erine udah datanga ga? Bisa panggilin dia?” jawab Mike. Lluna hanya mengangguk dan segera masuk melewati 3 cowo yang masih aja jadi hiasan dekat pintu masuk. “Emm, Rin kamu dipanggil kak Michael tuh” seru Lluna pada Erine.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Heh” jawab Erine agak kaget. “Ehm, ehm,ehm duh dipanggil ama yayangnya tuh” goda Lola. “Yakin?” tanya Erine pada Lluna yang dijawab dengan anggukan kepala. “Go ahead. Sana ngapain masi bengong di sini. Sapa tau ada ajakan buat date” goda Ceries. Akhirnya Erine dengan ragu-ragu pergi menghampiri Mike yang berdiri di depan pintu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Ga lama Erine balik ke kursinya dengan tampang kaya kaget kek abis liat penampakan. “kenapa Rin? Kok muka kamu aneh gitu sih”tanya Kyo ketika Erine melewati tempat duduknya. “Let me tell you” seru Viggo yang tiba-tiba aja nongol. “Viggo bisa ga tiba-tiba nongol like ghost ga sih?” protes Ceries kaget. “Dia diajak jadi pasangan dansa buat pensi nanti ama Mikey” seru Viggo. “Heh” seru yang lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Bener Rin?” tanya Lluna. Erine mengangguk dengan muka yang mulai jadi merah karena malu. “Wow, kemajuan nih” seru Lola. Sementara Kyo, Andrew dan Viggo ikutan membahas soal Erine, Chris hanya bisa tersenyum kecut aja mendengar itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-7797348414803924502?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/7797348414803924502/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2011/03/impressive-girls-10-konflik-menjelang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/7797348414803924502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/7797348414803924502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2011/03/impressive-girls-10-konflik-menjelang.html' title='Impressive Girls -- 10 KONFLIK MENJELANG PENSI, PERSIAPAN PENSI DAN HAL-HAL NYEBELIN LAINNYA PART 3'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-3107139111558006604</id><published>2011-02-24T20:32:00.000-08:00</published><updated>2011-02-24T20:32:01.104-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Impressive Girls'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Impressive Girls -- 9 KONFLIK MENJELANG PENSI, PERSIAPAN PENSI DAN HAL-HAL NYEBELIN LAINNYA PART 2</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Original Story by Ghee&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Rewrite by Natthalie Loo&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Ga buang-buang waktu, Kyo segera ke kelas Debbie. “Hello Deb” sapanya. “Eh, kak Kyo. Ada paan? Debbie balas naya. “Boleh bicara sebentar di tempat lain? Kamu boleh bawa temen kamu juga kok” kata Kyo sesuai instruksi Lluna biar ga ada kesan mereka mau ngeroyokin Debbie. Debbie yang sepertinya ngerti maksud Kyo mengiyakan dan menagajak 2 temannya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Ball; font-size: 18.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Kyo membawa Debbie ke halaman belakang tempat yang lainnya lagi nunggu. “Yo” sapa Ceries begitu mereka nyampe. “Apa-apaan nih, kok tiba-tiba main keroyokan” sahut teman Debbie yang namanya Mira. “Cowo-cowo hanya sebagai penonton. Jadi 3 lawan 3 kan” sahut Lluna. “Nah kita mulai aja ya. Aku pengen nanya, waktu Lola jatuh kemarin kamu ada di lokasi kejadian kan?” tanya Erine baik-baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Kamu nuduh Debbie gitu?” tanya teman Debbie yang namanya Cory. “Sori, ya non tapi kita ga na&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;ya sama kamu”&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;jawab Erine dengan tenang. “So” tanya Ceries. “Emang aku yang ngedorong dia, lantas kenapa?” jawab Debbie. “Deb kamu beneran” seru Kyo. “Emangnya kenapa? Dia nyebeli&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;banget soalnya, apalagi kemaren itu...” omongan Debbie terputus oleh seruan Kyo. “Deb.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Apapun masalah kalian kita ga tau, tapi yang jelasnya kamu harus minta maaf sama Lola” kata Lluna. “For what?” seru Debbie yang bikin kesel aja. “For what? Kamu udah nyelakain orang lain, tapi masih bilang for what?” kata Ceries setengah berteriak tanda mulai emosi. Tiga orang cowo yang dari tadi no comment aja akhirnya ada perwakilan buat ngomong. “Ga pernah diajar tata krama ya? Di mana-mana orang yang bersalah ya minta maaf. Sudah bagus cuman minta maaf, dari pada kita suruh ke polisi tau” seru Andrew.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Cowo-cowo bisa pada pergi aja ga?” seru Lluna. “Hah” seru kaget Viggo. “Oi.. oi... oi kalian ga bermaksud berkelahi kan?” tanya Kyo. “Berikutnya itu urusan perempuan. Jadi tolong tinggalin aja kami” seru Erine. “Oi...” seru Andrew namun langsung di potong sama Lluna. “Tolong.” Andrew menatap Lluna tajam demikian juga sebaliknya. “Jangan bikin masalah kalo gitu” seru Andrew dan berlalu pergi. “Oi, Drew” panggil Kyo. “Aku juga pergi aja” seru Viggo. “Oi Go, masa kamu juga sih?” tanya Kyo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Mereka lebih hebat dari yang kamu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pikirin, tanpa cari masalah juga pasti beres kok. Jadi yuk pergi” seru Viggo menarik Kyo pergi. “Ya, tapi.” “Ga ada tapi-tapian” seru Andrew menunggu 2 temannya ini. Kemudian Andrew pun membantu Viggo menarik Kyo pergi. Setelah mereka pergi Debbie mulai ngomong dengan sikap nyebelin lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Mau pake kekuasan nih, mang kalian pikir kalian siapa?” serunya. “Ato mo pake kekerasan” seru Mira. “Maaf ya, tapi kita ga perlu pake cara curang seperti kamu” Ceries melotot ke Debbie. “Jadi mau kalian apaan?” tanya Debbie. “Udah jelas minta maaf sama Lola. Apa sih susahnya minta maaf” seru Erine. “Ga bakalan. Orang dia yang bikin salah ama kak Kyo” sanggah Debbie. “Urusannya dengan Kyo bukan urusan kamu. Kyonya aja ga ada masalah sama sekali sama Lola tuh” seru Ceries jengkel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Bukan urusan kamu” Debbie pelototin Ceries. “Kalo gitu urusan Kyo dan Lola juga bukan urusan kamu” balas Lluna. Lluna mendekat ke arah Debbie dan teman-temannya. “Mau apa kamu?” tanya Cory agak panik. “Denger ya kita bisa bikin kamu nyesel atas omongan kamu dan kelakuan kamu yang nyebelin itu” lanjut Lluna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Emang kalian punya kuasa apa? Gimana caranya coba? Ga ada saksi yang ngeliat kau kok” kata Debbie merasa menang. “Mau pake kekuasaan orang tua ya? Ga bisa pake tenaga sendiri toh” ejek Cory. Mendengar hal ini tentu saja membuat yang lainnya marah. “Aku kasih tau kalian ya. Kita tanpa pake kekuasaan ortu atopun kekuasaan OSIS dan kelompok, pasti akan bisa ngebuat kalian di skors &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ato bahkan dikeluarin untuk masalah Lola” seru Lluna marah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Ouw yeah, buktiin dulu donk baru ngomong” seru Debbie. “Liat aja tanggal mainnya. Kita bakal pastiin itu terjadi” kata Ceries marah. “Saksi aja ga ada, gimana caranya coba” seru Mira ngejek. “Pake ini nih” Lluna menunjuk kepala Debbie dengan telunjuknya. “Jangan jadi murid kalo ga ada otak buat belajar” ejek Lluna. meski kesal diperlakukan seperti itu Debbie dkk tetap aja dengan gaya nye&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;elinnya tertawain Lluna, Erine dan Ceries. “Yang tertawa terakhir yang akan jadi pemenang” seru Erine yang menghetikan tawa Debbie ddk. Kemudian Lluna, Erine dan Ceries segera pergi dari situ.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Rapat dadakan dibuat di rumah Lola sepulang sekolah. “Heh, kalian mau ngerjain si Debbie?” tanya Lola. “Ya iya lha, secara dia keter&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;aluan penyebab kamu dikurung di rumah selama 5 hari” jawab Viggo yang juga ikutan misi kali ini. “Sori deh La” seru Kyo merasa bersalah. “Kyo ga harus minta maaf ini bukan salah kamu” seru Erine dibenarkan anggukan kepala Lola dan Ceries.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Ok jadi kita mulai dari mana?” tanya Andrew. Semua orang langsung aja ngelirik Lluna, gudang ide ngerjain orang selama ini dan juga profokator kali ini. “Kenapa?” tanya Lluna. “Kenapa? Na jangan bilang kamu ga ada ide. Profokator untuk tidak menggunakan kekuasaan kita sebagai OSIS itu kamu kan, jadi harus ada ide” kata Ceries. “Ya kita harus cari saksi, itu aja yang kita perlukan kan” jawab Lluna. “Gimana?” tanya Kyo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“La boleh pinjam komputer?” tanya Lluna. “Pake aja” jawab Lola. Lluna beranjak dari tempatnya duduk ke depan meja komputer Lola. “Ngapain?” tanya Andrew. “Aku ingat semua yang ada di lokasi kejadian. Jadi aku mau cari data mereka” jawab Lluna. “Bukannya ga mau pake kekuasaan OSIS?” tanya Kyo. “Kata siapa aku mau pake data OSIS? Ga tuh. Biasanya juga aku ga pernah pake” jawab Lluna. “Jadi data yang biasanya kamu cari dapet dari mana?” tanya Ceries.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Lluna membalik dirinya dari hadapan komputer Lola. “Aku kan dah pernah bilang membobol database sekolah” seru Lluna ringan. “Hah, jadi yang kamu maksud membobol waktu itu bener-bener membobol?” tanya Erine dan dijawab dengan anggukan kepala Lluna yang udah menghadap komputer lagi. “Kalo pa&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;e netbook aku jadi lebih gampang soalnya udah ada beberapa program khusus sih” lanjut Lluna. “Ini sih namanya &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;cyber crime&lt;/i&gt;” seru Andrew pelan. “Ah, Na. Komputerku ada passwordnya” seru Lola. “Telat udah kebuka dari tadi” jawab Lluna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Yang lainnya mendekat berusaha melihat apa yang dilakukan Lluna, meski tak mengerti apapun. Dalam waktu kurang dari 10 menit Lluna sudah mendapatkan apa yang diinginkannya. “Ok, kita tinggal mewawancara mereka-mereka ini” sahut lluna menunjuk layar komputer. “Kamu yakin kalo mereka semua ada di tempat kejadian?” tanya Viggo. “Yakin 100%” jawab Lluna. “jadi sekarang waktunya bagi tugas” lanjut Lluna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Hari ini dari pa&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;i Lluna, Erine, Ceries, Andrew, Kyo plus Viggo introgasi para murid sesuai daftar buatan Lluna. Dan pada jam istirahat di tempat duduk biasanya mereka rapat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Ga ada perkembangan sama sekali” seru Ceries kesal begitu duduk. Semuanya duduk dengan wajah lesu tanda kalo mereka juga belum ada perkembangan. “Sampe saat ini udah 5 orang aku tanya, tau ga mereka jawab apa?” kata Kyo. “Kalo cewe pasti jawabannya ‘Dari pada ngerjain hal ga guna mending jalan ama aku aja’” seru Viggo disetujui anggukan kepala Kyo. “Sama” seru Lluna dan Erine kompakan. “Cowo juga ada yang ngomong gitu kok” seru Andrew merasa jijik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Kok lesu amat sih tampangnya” seru sombong Debbie tepat saat makanan pesanan mereka diantar. Ngeliat kedatangan nih mahluk nyebelin, otomatis tampang mereka semua jadi kesal. “Ternyata ga bisa pake kekuatan sendiri untuk maju ya” ejeknya. “Orang gila ga usah dipusingin” kata Lluna lantang. Semua kemudian langsung sibuk dengan makanan mereka masing-masing sambil ngerumpi ria tanpa memperdulikan kehadiran Debbie dkk. Setelah kesal karena dicuekin akhirnya Debbie dkk pergi juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Rese banget sih tuh orang” seru Viggo. “Dari pada kesal sama orang lain mending kita susun pertanyaan aja buat interogasi selanjutnya” kata Erine sambil ngeluarin daftarnya. “Ini sudah, terus yang berikutnya...” Erine terbelak melihat nama yang tertera pada daftarnya. “Kenapa Rin? Kek abis liat setan aja” ejek Kyo melihat ekspresi Erine.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Penasaran dengan daftar Erine, Ceries langsung merebutnya dari tangan Erine. “Eh, Ceries balikin” seru Erine kaget. “Michael William Balfe? Michael anak kelas 3 yang pernah kamu bilang?” tanya Ceries dengan senyum aneh. Erine sama sekali tidak menjawab, tapi dari mimiknya Ceries tau kalo dia benar. “Pintar Na” seru Ceries ke Lluna. Lluna membalas dengan membentuk simbol peace dengan jari telunjuk dan tengahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Lluna curang bagian kelas 3 kan kerjaan Viggo sama Andrew. Kok diopor ke aku” protes Erine sedikit manja. “Sengaja” jawab Lluna ringan. “Lluna jahat” Erine memukul lengan Lluna. “Kenapa mangnya Rin? You like him? Kalo ia entar aku sampein salam kamu deh, kita 1 kelas kok” tambah Viggo. Erine kaget mendengar kata-kata ‘you like him’ dari pernyataan Viggo. Wajahnya langsung aja berubah jadi merah kaya kepiting rebus. “Heh, beneran Rin?” tanya Kyo. “Gampang banget ditebak” tambah Andrew.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Mendengar semua itu wajah Erine jadi tambah merah aja. “Udah dong. Jangan ejek aku mulu” protesnya sedikit manja. “Pucuk dicinta ulampun tiba, orangnya nongol tuh Rin” kata Ceries tertawa ngejek. “What?” seru Erine. Erine kemudian mengikuti kode mata Lluna. Begitu melihat orang yang dimaksud, Erine jadi kaget.”Ha...” Erine berbalik. “Oh My Gosh aku musti ngapain” seru Erine mulai tegang. “Samperin dan introgasi dia” Viggo berkata dengan semangat. “Ta..tapi” Erine mulai gugup. “Udah sana” Lluna mendorong Erine pelan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Akhirnya Erine pun berdiri dari kursinya. Baru juga berjalan 3 langkah Erine berbalik melihat yang lain dengan muka memohon biar yang lain gantiin dia. Tapi justru Ceries mengibaskan tanganny isyarat untuk maju. Kyo memberi semangat dengan mengepalkan tanggannya dan berbicara pelan “Ganbatte.” Sementara Andrew memberi tanda ok dengan jarinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Setelah menghela nafas cukup panjang, akhirnya Erine menghampiri Michael yang lagi berdiri di counter makanan lagi berpikir mau makan apa. Dengan agak gugup Erine mendekat dan membuka mulutnya. “Emm, anu permisi.” Orang yang dimaksud berbalik memandangi Erine. “Kak Michael kan?” tanyanya. “Ya” jawab Michael menganggukkan kepala. “Boleh ngomong sebentar ga?” tanya Erine lagi. “Boleh, tapi ga enak juga ngobrol sambil berdiri di sini. Gimana kalo duduk di tempat kosong aja?” tanya Michael. “Ok” Erine mengangguk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Setelah mendapat kursi kosong, Michael memulai pembicaraan. “Erine jadi pa yang pengen kamu bicariin?” tanya Michael. “Ha, kakak tau nama saya?” “Siapa sih ga kenal SCELLo. Anak kelas 1 yang baru masuk 3 bulan ini juga udah pada kenal, walopun ga semuanya sih. Apalagi aku yang udah kelas 3” jawabnya. “Oh” seru Erine. “Gimana dengan Lola? Udah sembuh?” tanya Michael. “Udah sih, tapi masih perlu istirahat katanya. Makanya aku mewakili Lola pengen nanya sesuatu” kata Erine. “Apaan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Gini katanya waktu dia jatoh ada yang dorongin dari belakang” kata Erine. “Masa sih?” Michael keliatan kaget. “Sori sebelumnya ya kalo cara nanya aku ga bener ato bikin kakak marah, kalo ga salah kakak ada di sekitar TKPkan? Kakak ada liat orang yang dicurigai ga?” “Kenapa aku musti marah kalo cuman ditanya kaya gitu. Aku emang di sana, tapi ga liat pa-apa tuh” jawab Michael.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Oh, gitu ya. Makasih ya kak untuk infonya” balas Erine. “Oh, ia tunggu bentar Rin” pangggil Michael ketika Erine baru aja mau berdiri. “Kenapa kak?” “Lola kan ga masuk, sementara draft kegiatan per kelas untuk pensi kan terakhir dikumpul hari ini. Aku kasih ke kamu aja ya? Kamu anggota OSIS juga kan?” tanya Michael. “Oh, ia boleh kok” Erine menerima selembar kertas yang diserahkan Michael. “Kalo gitu aku duluan ya kak” kata Erine.“Ga usah manggil kakak lah, terlalu formal. Panggil Mike aja.” Erine hanya tersenyun dan mengangguk pelan kemudian pergi dan bergabung dengan teman-temannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Nah, untuk mempersingkat waktu. Tiga hari kemudian rapat sepulang sekolah diadakan di rumah Lola. “Ga ada harapan sama sekali” seru Ceries kesal. “Ck, kita mau sampai kapan gini sih. Ga ada yang jelas sama sekali” sambung Kyo. Mereka semua menarik nafas dengan kompak banget meratapi perkembangan kasus Lola yang ga ada kemajuan. “Ck, kalo gini nih kita bakal terus-terusan di ketawain sama Debbie” seru Ceries yang kemudian di balas dengan helaan nafas semua orang kompakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Udah sekitar sejam mereka semua duduk meratapi nasib di kamar Lola. “Ah, udah jam 3.30. aku mau balik duluan ya aku mau jemput kakak di airport nih” seru Lluna tiba-tiba kemudian beranjak dari tempatnya. “Aku antar” kata Andrew karena hari ini Lluna ga bawa mobil. “ga usah aku naik taxi aja deh” balas Lluna. “Naik motor lebih cepat dan lagian gratis” balas Andrew. “Ya udah. Bilangin ke Lola ya kalo aku pulang duluan” seru Lluna pada yang lain karena Lola lagi mandi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Tepat ketika baru saja Lluna kedengaran keluar dari pintu pagar depan, Lola masuk ke kamar. Melihat anggota timnya ga lengkap Lola bertanya. “Lho, kemana si Lluna?” “Pulang, katanya mau jemput kak F&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;red&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt; di airport” jawab Erine. “Oh, terus kalo si Andrew?” tanya Lola lagi. “Nganter Lluna” jawab Viggo ringan. “Eh” seru Lola agak heran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Kemudian pada keesokan harinya semuanya menjalani hari dengan lesu dan sibuk. Perhatian mereka terhadap kasus Lola sedikit teralihkan karena harus mengurus PENSI. Sekedar info mereka semua anggota OSIS, termasuk juga anak baru seperti Ceries, Kyo,Andrew dan Viggo. Kok kenapa bisa begitu? Mereka termasuk anak baru kan kok bisa jadi anggota OSIS? Bisa aja karena memang pemilihan anggota OSIS belum lama setelah Kyo, Andrew dan Ceries masuk. Alasan lainnya karena Lola adalah ketos.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Tapi mereka jadi teringat lagi pada kasus Lola saat pulang sekolah. Tepatnya setelah seseorang nyamperin Lluna, Ceries dan Erine di parkiran. “Emm, a..anu” seorang cewe berseru kecil dan terbata-bata. Tapi 3 orang yang dimaksud malah noleh kiri-kanan mencari orang yang nih cewe ajak bicara. “Sori ngomong ama kita?” tanya Ceries. Cewe itu hanya mengangguk saja sebagai jawabannya. “Ada apaan ya?” tanya Erine. Cewe itu ngangkat kepalanya dan berkata “Soal kak Lola” katanya. Perkataan ini cewek makin membuat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang lainnya penasaran, emang kenapa dengan Lola?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Pertemuan mendadak diadakan di rumah Lola dengan anggota tim investigasi lengkap, plus cewek aneh yang nyamperin Lluna, Ceries dan Erine tadi siang. Cewek ini duduk dengan gelisah. Alasannya banyak aja, gugup karena dikelilingi orang-orang keren yang terkenal di sekolahan. Atau gugup karena posisinya seperti sedang dikeroyokin sama mereka semua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Jadi nama kamu Melody, anak kelas X-1?” tanya Kyo. Melody hanya mengangguk menjawab pertanyaan Kyo. “Trus kamu bilang ngeliat orang yang ngedorong Lola?” tanya Viggo. Melody lagi-lagi hanya mengangguk untuk menjawab Viggo. Ga suka cara Melody menjawab, Andrew memukul meja dengan agak keras dan berkata. “Kalo ngomong yang jelas.” Melody yang kaget jadi makin ciut saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Ok, stop sampe di sini. Cara kalian bertanya itu malah bikin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Melody tambah takut tauk. Ga bisa ngomong baik-baik apa? Kamu juga Drew ga usah pake acara pukul meja segala” protes Lola. Memang sih cara mereka ngintrogasi Melody sedikit kelewatan, palagi tampang mereka udah kaya preman aja. “Ok, tadi kamu bilang tau orang yang ngedorong Lola. Ia kan? Bisa kasi tau siapa?” tanya Lluna dengan agak lembut. “Aku ga begitu ingat mukanya, kalo aku ngeliat orangnya aku pasti tau” jawab Melody gugup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Lluna membuka netbooknya, dan dalam waktu 5 menit memnyodorkan netbook itu ke Melody. “Apa ini orangnya?” Lluna memperlihatkan foto Debbie. Melody melihat dengan teliti tapi tampak bingung. Lluna mengambil netbooknya dan mencari foto lainnya. “Salah satu dari mereka mungkin?” tanyanya lagi. Namun lagi-lagi Melody hanya melihat dengan bingung, tapi kemudian mengangkat tangannya ke layar. “Kayaknya mirip yang ini deh” menunjuk foto Debbie.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-3107139111558006604?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/3107139111558006604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2011/02/impressive-girls-9-konflik-menjelang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/3107139111558006604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/3107139111558006604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2011/02/impressive-girls-9-konflik-menjelang.html' title='Impressive Girls -- 9 KONFLIK MENJELANG PENSI, PERSIAPAN PENSI DAN HAL-HAL NYEBELIN LAINNYA PART 2'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-3101042168008759448</id><published>2011-01-01T21:54:00.000-08:00</published><updated>2011-01-01T21:54:02.285-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FanFict'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Accidentally in Love'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Accidentally in Love ??? -- Chapter 10</title><content type='html'>&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Staring : TVXQ, Kim Yoo Bin, Lee Byul Hye, Kim So Eun, Jang Riin, Park Ji Soo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Author :Natthalie Loo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Jam istirahat siang di kelas 3-1. “Siapa sih orang iseng yang pasang foto kek gitu, bikin heboh aja” seru Jun Su. “Tapi aku tidak tau kalau kau punya 4 orang oppa” seru Chang Min. “Kalian tak bertanya kan” jawab Byul Hye. “Kenapa aku harus duduk di sini?” tanya Yoo Bin yang dapat tempat duduk di sebelah Jae. Sebel dengar komentar Yoo Bin, Jae membalas. “Kok.kaya ada bau ayam yang belum mandi ya?” “Bisa berhenti berkelahi, atau kalian bisa duduk di tempat lain saja” Ji Soo menyela sebelum Yoo Bin buka mulut. Akhirnya dua orang ini diam juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Sementara itu di luar kelas Jess dan So He ngintip dari jendela. “Kenapa sih yang aku foto harus oppanya dia?” Jess terdengar kesal. “Jess sih, asal pajang aja di mading. Harusnya cari tau dulu kan” seru So He. “Kenapa kau menyalahkanku? Dan kenapa pula baru kau katakan sekarang” balas Jess. “Ah, sudahlah mending kembali ke kelas saja” So He berlalu pergi diikuti Jess.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Tak lama setelah So He dan Jess pergi, datanglah oppa-oppanya Byul Hye ke kelas. “Byul Hye” seru nyaring Min Ho. “Oppa” Byul Hye segera menghampiri oppanya. “Di mana Sung Min oppa?” tanya Byul Hye. “Oh, dia sedang ke wc” jawab Jun Ki. “Annyeonghaseo oppa” yang lain datang menyapa. “Oh, hello long time no see” seru Dong Hae. Dan kemudian jadi acara ngerumpi di depan kelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Sementara itu dalam perjalanan kembali ke kelas So He bertabrakan dengan seseorang. “Auw” So He jatuh terduduk. “Oh, mianhe yo. Gwaenchana?” tanya cowok yang nabrak So He. “Jalan pakai mata donk” seru kesal So He. “Oh, mianhe yo. Biar kubantu berdiri” cowok itu mengulurkan tangannya. So He yang pada awalnya tidak memperhatikan wajah cowok itu sekarang menengok ke atas menerima uluran tangannya. Kemudian setelah So He benar-benar memperhatikan wajah cowok yang ga lain ga bukan adalah Lee Sung Min, matanya terbelak saking cutenya Sung Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;So He tak bisa berkata apa-apa, setelah dibantu berdiri selain menatap Sung Min. “Gwaenchana?” tanya Sung Min dengan senyum kekankan khasnya. So He hanya bisa mengangguk tanpa berbicara. “Jeongmal? Tak ada yang luka? Jangan sampai gadis manis sepertimu terluka” tanyanya dengan polos. “Anniyo, aku tidak apa-apa kok” jawab So He terus menatap Sung Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Ya, So He” Jess melambaikan tangannya di depan wajah So He. Tapi baik So He maupun Sung Min tidak mengubris Jess. “Umm... Bisakah kau menunjukkan jalan ke kelas 3-1?” tanya Sung Min. “Mwo?” Seru So He. “Kelas 3-1, aku mencari dongsaengku.” “Dongsaeng?” tanya So He. “Ne, namanya Lee Byul Hye.” “Oh, Byul Hye. Aku tau dia, dia temanku” jawab boong So He. “Mwo? Chingu?” seru kaget Jess. Segera saja So He menginjak kaki Jess sebelum dia mengatakan sesuatu lebih lanjut. “Ouch...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Oh, chingu?” tanya Sung Min. “Ne. Mau kuantar ke kelasnya?” “Ne.” “Ya, So He” teriak Jess. So He berbalik ke Jess dan berkata. “Jess, aku akan mengantar oppanya Byul Hye ke kelas dongsaengnya. Silahkan balik ke kelas duluan y” seru riang So He dan bergegas pergi. “Ya So He” teriak Jess namun tak dipedulikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-3101042168008759448?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/3101042168008759448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2011/01/accidentally-in-love-chapter-10.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/3101042168008759448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/3101042168008759448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2011/01/accidentally-in-love-chapter-10.html' title='Accidentally in Love ??? -- Chapter 10'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-7000188108516196322</id><published>2011-01-01T21:52:00.000-08:00</published><updated>2011-01-01T21:52:13.556-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FanFict'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Accidentally in Love'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Accidentally in Love ??? -- Chapter 9</title><content type='html'>&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Staring : TVXQ, Kim Yoo Bin, Lee Byul Hye, Kim So Eun, Jang Riin, Park Ji Soo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Author :Natthalie Loo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Seminggu kemudian, orang-orang memenuhi mading sekolah. Byul Hye dkk yang hari ini datang sama-sama pun sepertinya tertarik dengan kerumunan orang itu. “Sepertinya ada yang menarik di mading” seru Yoo Bin dan berjalan mendekat. Namun semakin mereka mendekat pandangan mata setiap orang menatap mereka dengan tatapan aneh. Terutama tatapan tajam itu tertuju pada Byul Hye. “Ada apa dengan mereka?” tanya So Eun. Byul Hye hanya mengangkat bahu. “Ada yang aneh sepertinya” seru Riin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Jae dkk yang berada di barisan paling luar dari kerumunan itu pun memandang dengan tatapan yang sama. Terutama sangat terlihat jelas pada Chang Min. “Kalian kenapa sih?” tanya Ji Soo. Jae menganggukkan kepalanya ke arah mading sebagai tanda agar mereka melihat mading. Yoo Bin yang kesal dengan semua tatapan itu dan rasa penasarannya menorobos kerumunan diikuti yang lainnya. “Minggir semuanya” teriaknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Sesampainya di depan mading ekspresi terkejut satu per satu tampak di wajah 5 sekawan ini. “Omo...” seru Yoo Bin melihat pengumuman di mading. LEE BYUL HYE KUMPUL KEBO DENGAN 4 COWOK. Begitulah bunyi pengumumannya lengkap dengan foto sebagai buktinya. “Mwo?” seru terkejut Byul Hye melihat semua ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Seminggu yang lalu....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Jam pulang sekolah Chang Min dan Byul Hye masih tinggal di kelas untuk tugas piket mereka. Chang Min sedang berusaha mengisi buku piket dengan susah payah karena lehernya masih sakit dan tidak bisa terlalu menunduk. Byul Hye yang melihat segera saja mengambil buku piket yang dimaksud. “Bukankah sudah kukatakan aku saja yang mengerjakan?” serunya. “Aku tidak mungkin membiarkanmu mengerjakannya semua, aku kan juga dapat jatah piket hari ini” jawab Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Anniyo” Byul Hye menyimpan buku piket di meja guru dan membersihkan papan tulis. Tapi walaupun Byul Hye cukup tinggi, dia tetap perlu jinjit untuk benar-benar menghapus papan tulis. Ini karena Kang Ta saengnim sangat hobi memenuhi papan tulis di setiap sudut dan tepinya dengan tulisan. Tiba-tiba tangan Chang Min berusaha mengambil alih penghapus papan di tangan Byul Hye.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Chang Min biar aku saja” seru Byul Hye begitu tangan Chang Min menyentuh tangannya. “Aku tidak perlu terlalu banyak menggerakkan leherku untuk menghapus papan tulis, jadi tidak ada masalah kan?” serunya dan sedikit menunduk kepada Byul Hye yang sedang menegadah melihatnya. Jarak diantara keduanya cukup dekat. Dan entah mengapa mereka tidak menghindar atau melakukan gerakan lain. Malahan mereka saling bertatapan. Dan entah sadar atau tidak, entah lehernya sakit atau tidak Chang Min perlahan-lahan semakin menundukkan kepalanya. Sementara Byul Hye mematung dalam posisinya semula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Bersamaan dengan terbukanya pintu kelas dan seruan Han Kyung “Aku melupakan bukuku.” Chang Min segera membalikkan kepalanya ke arah berlawanan. Dan sedetik kemudian berteriak kesakitan. “Auuuuuuwwwww.....” serunya memegang lehernya. “Oh, Chang Min gwenchana?” Byul Hye pun sadar. “Ya, kau membuatku kaget” protes Han Kyung. “Oh, mianhe?’ seru Chang Min kesakitan. “Sebaiknya kita pulang saja deh” Byul Hye mengambil tasnya dan tas Chang Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Setelah Han Kyung pun tak terlihat lagi, tiba-tiba saja ada yang berteriak. “AAAAAAAAAAAARRRRRRRRRGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH.” “So He stay calm” teriak Jess. “&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Eotteohge? Bagaimana aku bisa tenang melihat yang tadi?” seru So He yang ternyata udah dari tadi ngintipin Min dan Hye. “Udah tenang dulu, kita musti susun rencana dulu” jelas Jess. “Ga usah rancana-rencanaan, pokoknya hari ni juga aku harus bisa nemuin kelemahan ato apapun yang bisa buat Minnieku sebal sama Byul Hye.” “Caranya?” seru Jess agak kesal. “Kita ikutin aja dia” seru So He ringan. “Assa. Tumben pinter.” “Kalo gitu ka jyo” ajak So He.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Bukannya mendapat yang diinginkan, So He makin kesal aja ketika liat Byul Hye masuk ke rumah Chang Min. “Ughhhh, ngapain sih dia di rumah Minnieku.” Tak lama kemudian Byul Hye dengan tergesa-gesa keluar dari rumah Chang Min, membawa serta semua perlengkapan menginapnya. “Mwo? Dia keluar, ayo ikuti dia” seru Jess.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Ya berapa lama lagi kita harus jalan sih?” tanya Jess mulai capek setelah jalan 15 menit. “Tanyakan saja padanya,jangan padaku” seru bego So He menunjuk Byul Hye yang jalan beberapa meter di sepan mereka. “Babo, kita sedang mengikutinya diam-diam, jelas tidak mungkin kita bertanya padanya” Jess menjitak kepala So He. So He mengelus kepalanya yang sakit. “Oh, liat” seru Jess menunjuk ke depan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Byul Hye&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt; seorang cowo berteriak.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Byul Hye dengan riang melambaikan tangan dan segera berlari menghampiri 3 orang cowok yang berdiri di depan sebuah rumah. “Mwo?” seru So He. “Kamera” seru Jess tiba-tiba dan mengeluarkan kamera yang memang kadang-kadang dibawanya. “Untuk apa?” tanya So He. “Babo liat itu” Jess mulai memfoto. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Seorang cowo lain keluar dari dalam rumah. Byul Hye dengan riang menghampiri mereka. Dan tanpa ragu-ragu memeluk mereka satu persatu. Bahkan pakai acara cupika cupiki lagi. “Omo... Dia punya 4 cowo?” tanya bego So He. “Entahlah. Tapi yang jelas&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini pasti bisa bikin dia keluar dari sekolah” jawab Jess.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Lee Byul Hye ini hal yang paling memalukan yang pernah terjadi di sekolah kita” kepsek sudah mulai berkoar-koar karena masalah mading tadi. Sekarang ini Byul Hye sedang disidang di ruang guru ditemani kawan-kawannya, termasuk juga Jae dkk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Saengnim ini hanya salah paham, aku bisa...” omongan Byul Hye terpotong seruan marah pak kepsek. “Apa yang salah paham? Lalu bagaimana dengan foto-foto ini, bagaimana kau bisa bilang salah paham kalo ada bukti.” “Oleh karena itu izinkan aku menjelaskan” balas Byul Hye. “Tak ada yang perlu dijelaskan. Buktinya sudah begitu jelas.” Akhirnya Byul Hye diam saja, melihat pak kepsek mondar mandir&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di depannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Kangta saengnim sebagai wali kelas mereka, seharusnya kau bisa mendidik muridmu dengan lebih baik. Tapi coba lihat ini” pak kepsek berkoar lagi. “Bagaimana kalo kita mendengar penjelasannya dulu, siapa tau ini benar salah paham saja” jawab Kangta saengnim. “Kau juga sama saja,bukti sudah ada masih membela dia.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Menyebalkan sekali sih orang ini” bisik Ji Soo disetujui dengan anggukan kepala yang lain. “Pokoknya aku sudah memanggil walimu untuk datang sekarang juga. Dan bersiaplah untuk dikeluarkan” seru pak kepsek pada Byul Hye. “Terserah” seru cuek Byul Hye.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Sementara itu sepertinya terjadi sedikit keributan di halaman depan. Dua mobil sport open cap masuk ke halaman sekolah, di dalamnya duduklah masing-masing 2 cowok cakep n keren. Seorang murid di lantai 2 yang duduk di dekat jendela yang kebetulan melihat,jadi awal keributan. “Mwo? Siapa itu yang datang naik mobil mewah, cakep lagi.” Perkataannya ini ternyata didengar beberapa kaum hawa yang duduk di pinggir jendela, dan tentu saja mempengaruhi mereka. Alhasil sebagian besar cewek-cewek dalam kelas ribut tak terkontrol. Kemudian hal ini menjalar ke kelas lantai 1.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Keempat cowok yang dibicarakan tadi masuk ke gedung sekolah dengan gaya super cool. Kontan cewek-cewek yang lagi belajar dalam kelas, matanya langsung nembus ke koridor lewat jendela. “Annyonghaseo, bisakah beritau pada kami di mana ruang guru” tanya salah satu dari mereka pada murid cewek yang kebetulan lewat.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dan cewek itu cuman bisa nunjuk arahnya dengan mata ga kedip. “Gomawo” kata cowok lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Tok..tok..tok... Salah satu dari mereka mengetuk pintu ruang guru. “Silahkan masuk” seru lantang pak kepsek. “Annyeonghaseo, anda memanggil kami atas masalah adik kami. Ada apa dengan Byul Hye?” “Mwo?” seru kaget pak kepsek sambil melihat bergantian foto dan empat orang tadi. “Mwo? Seru kaget Jess dan So He yang mengintip dari jendela ruang guru. “Oppa!” seru Byul Hye menyapa oppanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-7000188108516196322?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/7000188108516196322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2011/01/accidentally-in-love-chapter-9.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/7000188108516196322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/7000188108516196322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2011/01/accidentally-in-love-chapter-9.html' title='Accidentally in Love ??? -- Chapter 9'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-6705702424962199949</id><published>2010-12-25T06:04:00.000-08:00</published><updated>2010-12-25T06:04:27.459-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Impressive Girls'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Impressive Girls -- 8 KONFLIK MENJELANG PENSI, PERSIAPAN PENSI DAN HAL-HAL NYEBELIN LAINNYA PART 1</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Original Story by Ghee&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Rewrite by Natthalie Loo&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Hari ini seperti pasangan pada umumnya, Lola dan Andrew berangkat bareng ke sekolah. Kali ini mereka udah kaya orang yang lagi pacaran. Jalan sambil gandengan tangan. Tapi karena Andrew di panggil oleh guru olahraga saat lewat di depan ruang guru, Lola ke kelas sendirian aja.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Duluan aja La” seru Andrew.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Lola tanpa diperintah lagi menuju ke kelasnya. Waktu naik tangga, Lola ngeliat Kyo lagi godain anak kelas X dengan gaya preman. Tiga kancing baju teratas ga dikancing, baju ga dimasukin ke celana. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Pengen iseng aja, begitu berpapasan dengan Kyo, Lola berseru cukup lantang. “Godain aku juga dong senpai” kemudian segera berlalu pergi sambil senyum-senyum. Kyo yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;emang ngebelakangin Lola, berbalik dan tersenyum. “Bentar&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ya” serunya pada junior tadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Kyo lari mengejar Lola yang udah agak jauh di depan, begitu cukup dekat di tariknya tangan Lola dan diseret ke pojokan. “Auw, Kyo lepasin” berontak Lola. “Lho, katanya senpai mau digodain” balas Kyo. “Ih, apaan sih” Lola berniat pergi namun ditahan tangan Kyo. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Bentar dulu” seru kyo menyandarkan tangan kirinya ke tembok. “Apaan sih” Lola beranjak ke sisi kanan Kyo. Tapi lagi-lagi tangan Kyo menghalangi dan kemudian disandarkan pula ke tembok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Sekarang jarak Kyo dan Lola super dekat. “Aku belum ngehukum kamu karena ngegangguin aku tadi” seru Kyo. “Sapa suruh ngeflirt di sekolah” balas Lola. Kyo ga berbicara tapi makin lama wajah Kyo makin dekat. “Kyo, mau ngapain kamu” Lola mulai panik dan makin tergencet ke tembok. Pasrah aja Lola menutup matanya. Ga lama terdengar bisikan Kyo di telinganya. “Bentar jam 7 teng di taman. Ga pake telat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Segera setelah Kyo memindahkan tangannya mata Lola terbuka. Kyo berjalan kembali ke tempatnya semula. “Sialan kamu Kyo, awas entar aku hajar kamu” teriak Lola setelah Kyo hampir ga keliatan. “Sialan, tapi apa yang jam 7 teng?” renung Lola sambil berjalan. “Ha.. OMG aku lupa. Aku juga janjian sama Kyo hari ini. Mampus aku” seru Lola setengah berteriak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Lola berniat membatalkan janjinya dengan Kyo hari ini. Tapi ga tau kenapa setiap kali pengen ngomong selalu aja ada halangan ini itu. Akhirnya sampe pulang sekolah Lola masih juga belum bilang ke Kyo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Duh, gimana nih?” seru Lola yang saat itu udah di rumah. Jam 4 teng Andrew datang menjemput Lola. “Ya udah, ga pa-pa. Yang penting aku udah di rumah sebelum jam 7” batin Lola. Jadinya Lola pergi ngedate untuk pertama kalinya dengan Andrew.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tapi, saking asiknya nih Lola jadi lupa waktu. Tepatnya udah lupa sama sekali kalo ada janji sama Kyo. Akhirnya pada jam 7 di tempat janjian Kyo nungguin Lola tanpa tau kalo Lola lupa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Jam 8 lewat sedikit Lola baru sadar kalo lada janji dengan Kyo. Tepatnya sih kalo Andrew ga nyebutin sekarang jam berapa Lola bakal tetap lupa. “Pulang aja yuk, udah jam 8 lewat nih” seru Andrew. Pada awalnya Lola masih belum sadar, tapi ga lama kemudian akhirnya dia sadar. “What jam 8 lewat? OMG, udah lewat jam 7? Udah lewat 1 jam lebih” teriak batin Lola.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Lola sampe di rumah jam 8.30 dan waktu itu hujan udah mulai turun rintik-rintik. Segera setela Andrew pergi, Lola berlari ke dalam rumah mengambil kunci motor dan helm. “Mau ke mana lagi La?” tanya mama Lola. “Ada urusan sebentar aja kok” teriak Lola berlari keluar. Namum langkahnya terhenti di teras karena hujan makin keras aja. “Aduh gimanan nih” seru Lola panik. Dengan nekat akhirnya Lola naik motor hujan-hujanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Sementara itu di taman, Kyo yang kehujanan masih aja nungguin Lola tanpa berteduh. Kyo dengan setia duduk di bangku taman buat nungguin Lola. Tiba-tiba aja Kyo ngerasa hujan di sekitarnya berhenti. Ternyata ada seorang cewe yang mayungin Kyo berdiri di belakangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Sesampainya di taman Lola yang datang dengan ngebut hanya melihat taman yang kosong. Lola mencari-cari Kyo dalam hujan yang semakin deras saja, sampai-sampai membuat penglihatan Lola agak kabur. Lola mencari ke semua sisi taman yang agak besar itu. Namun gimanapun juga di taman itu ga ada siapa-siapa selain dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Begitu sampai di rumah Lola langsung mandi air anget biar ga sakit nantinya. Selesai mandi Lola masuk kamarnya dan terus aja kepikiran Kyo. “Aduh, gimana nih aku harus ngomong ke Kyo besok.” Lola ngeliat hpnya yang ditaruhnya begitu saja di meja belajar. Untung hp Lola ga dibawa tadi, kalo ga pasti sekarang udah ga berfungsi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Oh, ia kenapa aku ga nelpon Kyo” seru Lola pelan. Lola segera meraih hpnya mendorong naik slidenya namun tidak memencet nomor apapun. “Aduh, aku kan ga tau hpnya Kyo” serunya. Tiba-tiba aja hpnya berbunyi dan membuat Lola kaget, namun dengan segera diangkatnya berharap kalo itu Kyo. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Halo.” “Halo, La. Ini Lluna.” “Kirain sapa”seru Lola. “Emang kamu pikir siapa?” “Ga kenapa Na?” “Besok kamu ke skul dengan Andrew ga?” “Mang napa?” “Engga, kalo kamu ga ke skul bareng Andrew kita bareng aja dengan yang lain. Kan kita dah lama ga ke skul bareng, apalagi sekarang ada Ceries.” “Em, bener juga ya. Boleh deh besok kita ke skul bareng aja” jawab Lola. “Ok, deh kalo gitu see you tommorrow ya La.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Sebelum Lluna menutup telponnya, Lola segera bicara. “Eh, Na tunggu dulu.” “Kenapa La?” “Kamu tau nomor hpnya Kyo ga?” “Tauk, buat apa La?” “Ga, cuman ada yang perlu aku tanyain” jawab Lola. “Ya, udah. Entar aku smsin deh. Ok, see ya” jawab Lluna kemudian menutup telpon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Lima menit kemudian sms yang diminta Lola udah massuk. Dengan segera Lola menelpon nomor Kyo yang dikasih Lluna. Hasilnya hp Kyo ga aktif. Lola mencoba nelpon ke apartementnya yang nomernya juga dikasih ama Lluna tadi. Hasilnya, ga ada orang yang angkat telponnya. “Nih, anak ke mana sih?” seru Lola.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Esok harinya seperti yang dijanjikan Lluna, dia menjemput Lola di rumahnya setelah menjemput yang lainnya. “Wuih, udah lama ga ke skul bareng nih” kata Ceries. “Hari ini keliatannya Lluna udah kembali seperti biasa deh” kata Erine. “ Sori deh selama beberapa hari ini ngebuat kalian khawatir” timpal Lluna. “Tapi hati ini justru si Lola yang aneh” ejek Ceries. “Ha” seru spontan Lola mendengar namanya disebut. “Tuh, kan” ejek Ceries lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Kamu kenapaan La? Melamun aja dari tadi” tanya Lluna. “Bukan karena berantem sama Andrew kan?” tanya Erine kemudian. “Ga bukan kok, cuman lagi banyak pikiran aja. Apalagi mikirnya dengan perut kosong” gurau Lola. “Emm, bukannya udah makan pagi tadi?” tanya Ceries. “Masi lapar” jawab Lola nyengir. “Dasar perut karet” ejek Erine. “Na, singgah beli makanan dong” bujuk Lola. “Ya udah. Let’s go” seru Lluna ceria.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Sesampainya di sekolah, mereka parkir di tempat biasanya dan segera masuk ke kelas. SCELLO datang sekolah bersamaan merupakan hal langka yang bisa diliat para siswa lainnya. Nah, masalahnya datang ketika mereka sampai di kelas. Tempat duduk Lola dan Erine ditempati 3 orang cewe yang ga dikenal, yang lagi ngobrol sama Kyo. Tepatnya sih, hanya 1 orang yang lebih banyak ngobrol. Cewe yang duduk di kursi Lola, yang ga lain ga bukan cewe yang kemarin payungin Kyo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Bagi Lola dan Ceries keberadaan mereka menganggu sekali. Pertama karena ga bisa duduk, kedua mengganggu pemandangan. Akhirnya SCELLo ini maju dan menyapa cewe-cewe yang kayanya junior mereka. Andrew hanya melihat mereka dengan tanpa ekspresi seperti biasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Halooo... kayanya kalian menduduki tempat orang deh” kata Lola. “Cewek yang duduk di tempat Lola berdiri dan bicara dengan sombongnya. “Emang ini tempat kamu ya?” “Ya jelas lha” seru Lola mulai agak esmosi. “Debbie, keknya udah mau waktu masuk. Mending kamu balik ke kelasmu aja” kata Kyo. “Ya udah, hari ini kamu selamat” kata cewe itu dengan pede dan berlalu pergi dengan teman-temannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Ih, siapaan sih tuh. Lagaknya kaya yang punya sekolah aja” kata Lluna kesal. “Nyebelin banget” sambung Erine. “Kenalan kamu Kyo?” tanya Ceries. Kyo hanya mengangguk sambil berehm-ehm saja. Mendengar nama Kyo disebut, perhatian dan amarah Lola teralihkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Em, Kyo sori ya kemarin” kata Lola penuh penyesalan. “Ga masalah kok. Kalo Debbie ga ada kemarin mungkin aku udah jadi mayat kali di taman” ejek Kyo. “Aduh Kyo, jangan marah donk. Ini bener-bener ketidak sengajaan, sori ya. Kemarin aku ketiduran sampe jam 8, waktu mau berangkat malah hujan jadinya susah ngebut” kata Lola memelas. Kyo merasa kasian juga melihat tampang Lola dan akhirnya mengagukkan kepala aja. “Ya udah” katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Bener nih?” seru Lola ga yakin. “Kalo aku bilang udah ya udah, berisik banget sih!” seru Kyo. Mendengar itu Lola jadi tersenyum. “Ok sebagai gantinya lain kali aku pasti nemenin kamu. Gimana?” Kyo mengangguk dan ngomong “Tapi ga boleh ga datang lho.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Kemarin aku datang kok, cuman Kyonya aja yang udah ngilang” kata Lola sambil duduk di tempatnya.”Ha” seru kaget Kyo. “Aku tadi bilang kan waktu mau berangkat hujan turun, jadinya susah ngebut karena jalannya ga keliatan jelas” jawab Lola. “Kamu kemaren naek motor hujan-hujannan?” tanya Kyo. Lola hanya ngangguk saja menjawab pertanyaan Kyo. Percakapan mereka terhenti ketika guru jam pelajaran pertama masuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Jam istirahat trio junior nyebelin nyambangin tempat duduk SCELLo plus Kyo n Andrew. “Kak Kyo” sapa cewe yang namanya Debbie tadi. “Oh, hi Deb” balas Kyo. “Ngapain kakak di sini mending duduk di tempat lain aja, yang ga banyak lalat penganggu berisiknya” ejek Debbie. Merasa bahwa dia dan teman-temannya dihina Lola langsung angkat bicara. “Yang lalat pengganggu sebenernya siapa sih? Di sini tuh meja khusus buat kita, jadi yang lalat itu kalian.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Tapi si Debbie malah ketawa aja. “Sori tapi bisa tinggalin kita aja? Secara kita ga ada masalah kan?” kata Erine. “Udah deh jangan belagak kek ni sekolah punya kalian” jawab Debbbie. “Kalian mau cari masalah atau apa sih” Ceries mulai kesal. “Denger kita emang ga ada masalah kan, jadi tolong jangan cari masalah” tambah Lluna denagan nada agak halus dan dengan tersenyum tipis. Sementara Kyo dan Andrew hanya bisa ngeliat pertengkaran ini aja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Tolong deh, cewe yang udah dicampakkan sama kak Andrew diam aja” balas Debbie. Senyum di wajah Lluna langsung meghilang. “Debbie cukup” Kyo angkat bicara. “Lho, aku kan cuman ngomong kebenarannya” jawab Debbie keras kepala. “Denger ya cewe yang namanya Debbie, kalo ga tau masalahnya apa tolong jangan asal cuap-cuap kaya burung beo” ejek Lluna mulai kesal tapi masih dengan t&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;mapang tenang. Tapi lain halnya dengan Andrew yang kayanya udah mulai marah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Jangan ngelak deh” balas Debbie. “Aku kasih tau ya....” belum selesai Lluna ngomong Andrew mukul meja. Hal ini tentu saja membuat yang lainnya kaget, tepatnya setengah isi kantin kaget. Andrew berdiri dari kursinya dan menarik kerah baju Debbie. “Junior kalo dikasih tauk tuh denger aja. Kalo ga tau apa-apa ga usah terlalu banyak ngomong. Orang yang denger jadi eneg tau” kata Andrew dengan marah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Drew lepasin tangan kamu” pinta Kyo. Melihat Andrew masih tetap pada posisinya Kyo menarik tangan Andrew. “Drew dia cewek.” “Sayangnya...” kata Andrew melepas tangannya dan melanjutkan omongannya. “Kamu cewek, kalo ga pasti udah aku pukul.”&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kemudian Andrew berbalik ke Kyo dan bilang “Kasi tau teman kamu supaya lebih hormat sama seniornya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Setelah itu Andrew langsung ninggalin kantin diikuti dengan Lola dan kemudian yang lainnya. Tentu saja dengan tatapan marah semuanya yang ditujukan ke Debbie. Setelah semua pergi Kyo menasehati Debbie. “Denger Debbie kamu keterlaluan.” “Tapi kak, si cewe yang namanya Lola kan kemarin...” omongan Debbie dipotonga Kyo. “Buat yang kemarin, thanks udah nolongin aku. Tapi selebihnya bukan urusan kamu.” Kyo kemudian berlalu pergi mengikuti teman-temannya yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Sementara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu Lola dan yang lainnya akhirnya malah nongkrong di lantai paling atas sekolah. “Nyebelin banget sih tuh cewek” seru Ceries. “Banget” tambah Lola. “Lagian apa-apaan itu pake ngehina Lluna segala” tambah Erine membuat yang lainnya terdiam. Lluna sangat-sangat kesal dengan hinaan itu, tapi berhubung dia sudah banyak menyusahkan teman-temannya dia berusaha tenang. “Btw, sapa sih dia dan emang dia ada masalah apa sama kita?” tanya Lluna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;”Dari cari ngomongnya, kayanya fansnya Kyo” kata Andrew tepat saat Kyo sampai. “Tauk deh, yang jelas sori ya” seru Kyo. “Kok Kyo yang minta maaf, seharusnya dia yang minta maaf” kata Erine kesal. “Udah, ah balik aja yuk. Dari pada ngebahas hal nyebelin.Udah mau masuk juga” ajak Lola.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Pada saat mereka mau turun ke lantai 2, tanpa ada yang cukup memperhatikan sepasang tangan mendorong Lola dari belakang. “Eh” seru Lola ga sadar dirinya di dorong. “Lola” teriak Lluna yang paling pertama sadar. Andrew yang berada di samping Lola berusaha menangkap Lola tapi tidak berhasil. Lola terjatuh sampai ke pertengahan tangga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Lola” teriak yang lainnya menuruni tangga dengan panik dan menghampiri Lola. Lola yang masih sadar memperhatikan orang-orang yang mulai mengerumuninya. Melihat teman-temannya panik dan sepertinya berteriak-teriak, namun tak mendengar. Kemudian mata Lola tertuju pada anak tangga teratas. Lluna yang memperhatikan Lola berdiri dari tempatnya tadi jongkok dan berusaha keluar dari kerumunan orang. Dan dilihatnya Debbie berdiri di ujung tangga dan segera berlalu pergi. Perhatian Lluna yang sebelumnya kaget melihat Debbie teralihkan suara teman-temannya yang menyatakan Lola pingsan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Lola membuka matanya perlahan-lahan, kepalanya masih terasa sakit. Mata Lola terpicing berusaha mengenali tempat dia tertidur, yang jelas itu bukan kamarnya. “Lola” tiba-tiba Kyo nongol tepat di hadapan Lola. “Nih di mana Kyo?” “Di rumah sakit.” “Hah” seru Lola heran. “Pokoknya sekarang diam dulu ga usah gerak, biar aku panggil dokter dan mama kamu.” Lola mengikuti perintah Kyo tidak bergerak sampai dokter dan mamanya datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Kok Lola bisa di rumah sakit sih ma?” tanya Lola begitu dokternya pergi “Katanya kamu jatuh dari tangga sekolah” jawab mama. “Trus Kyo mana?” tanya Lola karena ga liat Kyo. “Baru aja berangkat ke sekolah. Bakal telat sih, tapi mending dari pada ga.” Lola melirik jam dalam kamar itu yang menunjukkan waktu pukul 6.45. “Seharian dia lho yang nungguin kamu kalo si Andrew udah pulang” sambung mama yang tidak ditanggapi Lola.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Totalnya Lola pingsan hampir 2 hari lamanya, tepatnya 1 hari 20 jam. Sepulang sekolah setelah mendapat berita kalo Lola udah sadar, Erine, Llunas, Ceries dan Andrew menjenguk ke rumah sakit. “Lola” Ceries segera memeluk Lola di tempat tidurnya. “Untungnya kamu baik-baik aja” seru Erine. “Tapi, aneh juga ngeliat Lola terbaring di tempat tidurr. Kejadian langka” ejek Lluna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Lola bisa keluar rumah sakit besok harinya, tapi belum boleh ke sekolah. Lola masih harus istirahat paling kurang 5 hari. Lola ngomel terus mendengar harus dikurung di rumah selama 5 hari, bersikeras untuk masuk sekolah besok. Tapi Lola ga bisa melawan mamanya, jadi mau diapa juga Lola harus istirahat 5 hari di rumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Di hari yang sama di sekolah pada jam istirahat di tempat biasa di kantin. “Kamu yakin ngeliat Debbie waktu itu Na?” tanya Erine. “Yakin seyakin-yakinnya Rin.” “Tapi masa sih, Na? Debbie kayanya ga mungkin deh” bela Kyo. “Kyo jangan bela-belain dia mulu deh. Emang dia ciri-ciri pelakunya juga” sergah Ceries. “Kasian juga si Lola, gara-gara fansnya Kyo harus masuk rumah sakit” seru Viggo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Sejak kapan kamu di sini?” kata Ceries kaget. “Sejak tadi” jawab Viggo santai. “Menurut aku sih, Debbie patut dicurigai” seru Andrew. “Why?” tanya Kyo. “Pertama jelas dia ga suka sama kita, kecuali Kyo. Kedua dia suka sama Kyo, ketiga Lola dipasangin di pensi dengan Kyo. Keempat menurut dia Kyo terkesan ngebelain Lola waktu insiden lalat tempo hari. Kelima belakangan dia ga keliatan di sekitar Kyo, padahal tempo hari ngekor ke mana-mana. Seolah-olah sekarang dia ngehindar.” jelas Andrew. “Tapi...” omongan Andrew terpotong. “Kita ga punya saksi yang ngeliat Debbie ngedorong Lola” Lluna menyambung omongan Andrew dan disetujui Andrew dengan anggukan kepala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Gimana kalo kita langsung tanya aja sama orangnya” ajur Viggo dengan polosnya. “Bego kali, mana ada pencuri yang mau ngaku” ejek Ceries. “Kalo ga dicoba ga ada yang tau kan” lanjut Viggo. “Kalo ga di coba ga ada yang tau. Kata-kata yang bagus” seru Erine seolah menyetujui ide sinting ini. “Jadi kita mau nyoba gitu?” tanya Kyo. Andrew hanya bisa mengangkat bahu saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Nah, gimana wakil ketua?” tanya CERIES ke Lluna. Sekedar info dalam OSIS Lola adalah KetOs (Ketua OSIS), dalam SCELLo Lola dianggap sebagi ketua dan Lluna dianggap sebagai wakil. Ga ada juga yang tau kenapa bisa begitu. Lluna menarik nafas kemudian berkata. “Ga ada salahnya dicoba. Sapa tau berhasil.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-6705702424962199949?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/6705702424962199949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/impressive-girls-8-konflik-menjelang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/6705702424962199949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/6705702424962199949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/impressive-girls-8-konflik-menjelang.html' title='Impressive Girls -- 8 KONFLIK MENJELANG PENSI, PERSIAPAN PENSI DAN HAL-HAL NYEBELIN LAINNYA PART 1'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-5429710226258250872</id><published>2010-12-25T05:58:00.000-08:00</published><updated>2010-12-25T05:58:14.013-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Impressive Girls'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Impressive Girls -- 7 KERAGU-RAGUAN</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Original Story by Ghee&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Rewrite by Natthalie Loo&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Viggo dateng ke Indonesia buat ngejar kamu?” seru Lola. “Aku ga bilang dia datang buat ngejar aku” sanggah Ceries. “Kalo bukan buat kejar kamu, buat apaan dong?” tanya Erine. “Meneketehe” jawab Ceries. Jam istirahat siang di kantin tempat yang biasa buat SCELLo ditambah 2 personel tambahan yaitu Kyo dan Andrew. Sejak investigasi tempo hari, memang nih anak-anak jadi lebih akrab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Sapa tuh Viggo?” tanya Kyo sambil makan bakso dengan lahap. “Kenapa sih nih mahluk jadi-jadian ikut-ikutan duduk bareng kita” Lola masih aja tetep kesal ama Kyo. “Trus kenapa juga aku harus duduk di sini” seru Andrew pelan. “Viggo tuh cowo yang dijodohin ma Ceries” jawab Erine. “Dijodohin? Di Amrik ada yang gituan juga. Emang ini jaman Hikaru Genji?” seru Kyo geli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Tuh kan Kyo aja bilang begitu” seru Ceries kesal. “Kenapa La? Tanya Ceries melihat muka aneh Lola. “Panjang umur” seru Erine. “Ha” seru Ceries heran. Andrew memberi isyarat dengan kepalanya kepada Ceries agar berbalik. Belum juga Ceries berbalik, seseorang meniup telinga Ceries.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Kya” Ceries setengah berteriak sambil memebangi telinganya. “Good day honey” seru Viggo tersenyum. “What are you doin here?” teri&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;ak&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt; Ceries. “Lho, ini kan sekolah aku” jawab Viggo. “What?? Kamu pindah ke sini juga. Oh, God ngapain sih kamu ngekorin aku terus?” seru Ceries. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Sekedar info saja Viggo sebenarnya seumuran dengan SCELLo dkk. Bedanya nih sekarang Viggo udah kelas 3 SMA. Why? Dulu waktu sekolah di Amrik dia pernah lompat kelas sekali. Dengan kata lain Viggo ini murid jenius sampe bisa pake acara lompat kelas segala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Hello Viggo, lama ga ketemu ternyata ga berubah juga” sapa Lola. “Masih aja dengan semangat ngejar Ceries” seru Erine. “Bisa diam ga sih kalian” sergah Ceries. “Hello ladies, lama ga jumpa. Btw nih, 2 orang ini sapa yah? Kita nelom kenalan kan?” balas Viggo ngelirik Kyo dan Andrew. “Aku Viggo tunangannya Ceries.” “Sapa yang tunangan kamu” seru Ceries menjitak kepala Viggo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Oh, hi aku Kyo. Trus ini Andrew pacarnya Lola” seru Kyo. Andrew hanya melambaikan tangannya saja. “What pacarnya Lola? Ada yang mau sama Lola?” seru Viggo. “Eh, Go jangan cari gara-gara ya” bentak Lola. “Btw again, kok hari ini Lluna aja yang lesu sih? Lagi dapet ya?” tanya Viggo disertai dengan jitakan dari Ceries.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Ga kok. Cuman ga enak badan aja” jawab Lluna memaksa dirinya tersenyum. “Kamu sakit Na?” tanya Lola “Ga mungkin karena kurang tidur kali. Semalam ga bisa tidur nyenyak” jawab Lluna. “Tapi badan kamu agak anget lho Na” seru Erine memegang kening Lluna. “Ga pa-pa kok Rin” Lluna mati-matian meyakinkan. “Bener nih? Sakit kamu ga kambuh kan?” tanya Ceries. “Ga. Aku ga pa-pa beneren kok.” “Perlu makan kali” seru Kyo melihat dari tadi Lluna ga mesen makan minum apapun. “Iya tuh Na, kata Ceries biasa kamu kambuh kalo ga makan kan” tambah Viggo. Sementara Andrew duduk aja memperhatikan Lluna dan no comment.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Semuanya thanks banget atas perhatian kalian. Tapi sumpah aku ga apa-apa. Ok” sanggah Lluna lagi. “Ya udah” seru Lola. “Ok. Aku baru ingat kalo aku pengen cari buku, so aku ke perpus dulu ya” kata Lluna sambil berdiri. “Mau ditemenin Na?” tanya Lola. “La, aku baik-baik aja. Ok. Jadi ga usah ditemenin” Lluna berbicara dengan nada kesal. “Ok” seru Lola pelan heran melihat tingkah temannya. “Sori” seru Lluna dan berlalu pergi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Belakangan Lluna kaya jadi aneh banget deh” seru Erine. “Setuju tuh. Saking anehnya laptop aja ga pernah dipegang” lanjut Kyo. “Ia tuh, belakangan Lluna jadi lebih diam dan sering uring-uringan” sambung Lola. “Biarin aja lha dulu. Barangkali ada yang lagi dia pikirin” kata Ceries. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Tiba-tiba saja Andrew bangkit berdiri dari kursinya. “Lho, mau ke mana Drew?” tanya Lola. “Emm, toilet. Kalo mau balik ke kelas duluan balik aja” jawab Andrew dan segera berlalu. “Ia nih balik ke kelas aja yuk” ajak Erine. Mereka beranjak berdiri dan kembali ke kelas. Tapi begitu udah mau sampe ke kelas, Lola berhenti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Em, kalian duluan aja ya. Aku liat Lluna dulu deh. Lagian udah mau masuk entar dia telat lagi kalo ga diingatin” seru Lola kemudian segera pergi. “La” teriak Ceries bermaksud mencegah tapi Lola ga denger. “Udah biarin aja Ris” kata Erine. “Mudah-mudahan aja ga ada masalah” batin Ceries.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Sementara itu Lluna mencari tempat yang paling sepi buat mojok, bersandar pada rak buku terdekat dan menghela nafas. Belum lama Lluna meratapi nasib di sana tiba-tiba saja Andrew nongol. “Lagi ngapain?” tanyanya. “Andrew” Lluna tersentak kaget. “Kamu ga sakit?” tanya Andrew. “Ga cuman lagi bete aja” jawab Lluna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Hening beberapa saat sampai akhirnya Lluna bicara. “Oh, ia sori ya buat yang tempo hari ya.” “Hah?” “Tempo hari kan kita sempat berantem, ya aku ngerasa tempo hari aku agak keras aja sama kamu. Sori ya waktu itu aku lagi emosi soalnya” kata Lluna. “Oh, ga pa-pa kok” jawab Andrew. Lagi-lagi keheningan melanda mereka berdua. Kali ini lagi-lagi Lluna yang memecah keheningan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Belakangan keknya aku bikin semua khawatir deh, apalagi Lola. Rasanya aneh juga kalian pacaran ya” seru Lluna. “Btw aku belum ucapin selamat ke kamu kan? Jaga Lola baik-baik lho” lanjut Lluna. Hening sejenak kali ini Andrew yang duluan bicara. “Na, kamu nangis?” Kaget mendengar pertanyaan Andrew Lluna segera menyeka air matanya. “Lho, kok bisa ya?” serunya. Bukannya berhenti, air mata Lluna jatuh makin banyak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Tak ingin dilihat seperti itu, Lluna segera membalikkan badannya. “Na” panggil Andrew. “Ga, jangan liat aku” jawab Lluna. Selama ini Lluna memang tidak pernah menunjukkan kesedihannya di depan orang lain, baru kali ini hal seperti ini terjadi. Dengan perlahan namun pasti, Andrew mendekat dan memeluk Lluna dari belakang. Mencium rambut Lluna dalam rangka menenangkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Sementara itu Lola masih aja mencari Lluna di perpus. “Lluna ke mana sih?” seru Lola terus mencari. Lola terhenti di rak buku paling terakhir, menoleh ke kiri dan segera mundur ke belakang bersembunyi. “Itu kaya Andrew deh” batin Lola. Penasaran Lola menelusuri rak buku di depannya, dan mengintip di celah-celah buku. Dan ternyata memang yang dilihatnya adalah Andrew yang lagi meluk Lluna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Bingung, Lola akhirnya memutuskan untuk pergi dari perpus. Pergi mencari tempat sepi di lantai teratas gedung sekolahnya. Di sana Lola memandangi langit biru, sambil memikirkan tentang dirinya, Andrew dan Lluna. Lola suka sama Andrew, tapi dia juga ga ngerti batas sukanya itu sampai mana. Hanya sebatas teman,saudara atau lebih dari itu membuat perasaan Lola menjadi tak menentu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Kemudian lamunan Lola dibuyarkan sebuah suara. “Ngapain di situ” seru Kyo. “Kyo, kamu sendriri ngapain di sini. Bolos?” Lola bertanya balik. “Kira-kira seperti itulah” jawab Kyo. Mereka berdua duduk berdampingan sambil memandangi langit. “Muka senpai kusut deh. Lagi mikirin apaan?” tanya Kyo. “Ga mikir apa-apa kok. Cuman lagi bertanya-tanya aja, apa aku dan Andrew ga kaya orang lagi pacaran ya?” “Ga kentara banget deh, ga ada mesra-mesranya soalnya” seru Kyo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Untuk menghilangkan kemurungan kamu, gimana kalo lusa kita pergi ngedate?” tanya Kyo. “Ngedate? Emang aku pacar kamu?” tanya Lola. “Anggap aja gitu deh, kan cuman buat sebentaran doang” jawab Kyo. Lola hanya tertawa mendengar omongan Kyo, tapi mengiyakan ajakannya. “Ok.” &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Mereka akhirnya menghabiskan sisa jam pelajaran di sana. Tapi kalo dipikir-pikir Lola dan Andrew emang kaya bukan orang pacarankan, ga ada mesra-mesranya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Jam pulang sekolah kelas ga langsung bubar, karena pensi udah dekat seisi kelas mau membicarakannya. “Ok, jadi pensi kali ini udah diputuskan kita akan bikin cafe mini” seru Christophe selaku ketua kelas. “Trus buat Miss and Mr sekolahan taun ini, udah diputusin pasangan yang bakal maju itu Kyo dan Lola” seru Chris lagi disambut tepuk tangan seisi kelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“What, kok aku sama Kyo. Aku ga mau” protes Lola. “Yah, kalian kan pacaran. Pasangan paling heboh pula. Jadi paling cocok itu kalian” jawab Chris. “What sejak kapan aku pacaran sama nih mahluk. Pacar aku tuh Andrew “ protes Lola lagi. “Hah” seru kaget seluruh kelas, kecuali yang udah tau tentunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Bukannya Andrew pacaran ama Lluna kan?” tanya Chris lagi disetujui dengan anggukan kepala sebagian orang. Hal ini jelas membuat Lluna jadi ga enak hati, tapi Andrew sih sante aja tuh tanpa ekspresi seperti biasa. “Sori membuat kalian salah sangka, tapi pacar Lola emang Andrew” jawab Kyo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Seisi kelas jadi berisik dengan bisik-bisik ga enak. “Eh, masa sih. Mereka kaya ga pacaran aja tuh.” “Padahal menurutku Lluna lebih cocock buat Andrew.” “Lola mah cocoknya ya sama Kyo aja.” Jelas hal ini membuat SCELLo, Kyo dan bahkan Andrew jadi ga enak dengernya. Apalagi Lola nih, yang kayanya udah agak manyun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Seisi kelas terdiam begitu mendengar bunyi bangku yang kedengaran waktu Andrew berdiri dari kursi. “Yuk La pulang” seru Andrew pada Lola. Lola yang awalnya agak kaget, segera mengambil tasnya. Yang bikin Lola kaget nih, Andrew menggenggam tangan Lola. “Sudah diputuskan kan Kyo sama Lola. Jadi rapat selesai” seru Andrew pada Chris. “Oh, ok” jawab Chris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Sampai di parkiran Andrew masih menggenggam tangan Lola. Dan baru dilepasnya ketika mau menstater motornya. Lola masih aja kaget dengan hal ini, soalnya ini pertama kalinya Andrew mengang tangan Lola. “Kenapa?” tanya Andrew yang melihat Lola masih kaget. “Ga” jawab Lola. Sebelum Lola naik motor Andrew ngomong. “Lusa ada waktu?” tanyanya. “Ha” Lola Cuma bisa berseru kaget dan kemudian mengangguk. “Aku jemput jam 4 abis pulang sekolah” kata Andrew masih tanpa ekspresi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Mendengar ajakan ngedate, Lola jadi girang minta ampun. Senyum pun tersungging di bibirnya. Sedikit-sedikit sepertinya keraguan dalam hati Lola mulai sirna. Sepertinya.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-5429710226258250872?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/5429710226258250872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/impressive-girls-7-keragu-raguan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/5429710226258250872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/5429710226258250872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/impressive-girls-7-keragu-raguan.html' title='Impressive Girls -- 7 KERAGU-RAGUAN'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-4510022846395986015</id><published>2010-12-25T05:54:00.001-08:00</published><updated>2010-12-25T05:54:30.939-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FanFict'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Accidentally in Love'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Accidentally in Love ??? -- Chapter 8</title><content type='html'>&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Staring : TVXQ, Kim Yoo Bin, Lee Byul Hye, Kim So Eun, Jang Riin, Park Ji Soo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Author :Natthalie Loo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Aaaaaaa.....” seru Byul Hye kepada Chang Min agar membuka mulutnya. “Aamm” Chang Min menyantap makanan yang disodorkan Byul Hye. Sekedar info ini adalah hari ketiga leher Chang Min dibebat, dan sekarang jam istirahat siang. Byul Hye, Chang Min, Yoo Chun, Riin, Yun Ho, dan Ji Soo merapatkan meja dan makan bersama di kelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Eotteohge?” tanya Byul Hye. “Massiseo, seperti biasa” jawabnya. Byul Hye hanya tertawa mendengarnya. “Umm Byul Hye a” panggil Chang Min. “Umm.” “Apakah tidak apa-apa seperti ini? Kau terlalu banyak membantuku, kau juga menuliskan catatanku dan lagipula pandangan mata chigudeul yang lain rasanya jadi aneh” bisik Chang Min. Byul Hye melihat sekeliling dan berbicara. “Jangan pedulikan mereka. Lagi pula ini kesalahanku sudah wajib aku membantumu. Lagipula kau tidak bisa terlalu banyak menggerakkan kepalamu karena lehermu akan terasa sakit. Jadi akan susah untukmu jika harus menunduk saat mencatat atau makan.” Chang Min hanya mengangguk saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Nah, Riin mau coba masakanku” tanya Yoo Chun yang duduk di sebelah Chang Min. Riin mengangguk sebagai jawaban. Yoo Chun dengan segera menyuapi Riin. “Coba buka mulutnya” seru Yoo Chun genit. “Yoo Chun tidak perlu seperti itu kan malu” seru Riin. “Kenapa harus malu, Riin kan pacarku. Kalau kau tidak mau aku marah lho.” Akhirnya Riin mau juga disuapi sama Yoo Chun. “Massiseo.” Riin hanya mengangkat jempol tanda setuju dengan Yoo Chun, sebagai balasan Yoo Chun menyentul lembut hidung Riin dengan kedipan mata genit. “Yoo Chun gitu lho” serunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Coba Yun Ho bagi bimbapnya donk” seru manja Ji Soo. “Mana aku suapin. Aaaa...” balas Yun Ho. “Aku juga minta disuapin donk jagya” pinta Yun Ho sama manjanya dengan Ji Soo. “Umm, dasar..” protes Ji Soo tapi tetap nyuapin Yun Ho. “Jangan buka mulutnya besar-besar. Entar jagya jadi jelek” seru manja Ji Soo menepuk pelan mulut Yun Ho setelah menyuapinya. “Kalau untuk Ji Soo aku akan tetap cakep selamanya.” “Ah, Yun Ho gombal deh.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di meja lainnya, tepatnya di meja paling belakang deret ke-3 Yoo Bin dan So Eun menatap 3 pasang tolol (menurut mereka) yang duduk dekat mereka. “Norak banget sih” seru Yoo Bin. “Bilang aja jealous” balas So Eun. “Warna auranya bikin sakit mata” lanjut Yoo Bin. “Pink banget” sambung So Eun. Mereka memandang 3 pasang itu dengan campuran rasa dikit jijik, jealous dan kesal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di meja paling sudut belakang hal yang serupa tapi tak sama terjadi pada Jae dan Jun Su.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Sejak kapan sih Yun Ho jadian sama Ji Soo?” tanya Jun Su kesal merasa dirinya ketinggalan. “Tanya saja sendiri” jawab Jae merasa ketinggalan juga. “Hah, tapi Min ama Byul Hye serasi juga y” seru Jun Su. Mendengar itu Jae hanya melihat mereka dengan perasaan Jealous dan segera membalikkan kepalanya. Dan kemudian pandangannya bertemu dengan Yoo Bin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Segera Yoo Bin membuang muka. Kesal diperlakukan seperti itu Jae berbicara. “Ya ,Jun Su ada anak ayam yang nyebelin. Tidak diapa-apain malah marah-marah.” &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Yoo Bin yang merasa dirinya diomongin membalas. “Ya, So Eun a apa kau dengar suara. Kok ada suara ga ada gambar ya?” “&lt;br /&gt;Kau bicara padaku atau Jae?” tanya So Eun. “Tentu saja padamu” jawab Yoo Bin. “Wah, Jun Su rupanya disini ada orang buta ya, masa aku yang besar gini ga diliat. Eh, salah anak ayam buta” balas Jae. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kalau kau ingin bicara pada Yoo Bin, bagaimana kalau langsung saja” seru Jun Su kesal. “Aku berbicara padamu” jawab Jae. “Ya, Jun Su beritahu temanmu agar menjaga mulut buayanya itu supaya lebih sopan sedikit” balas Yoo Bin. “Hah, kau dengar itu So Eun. Beritau temanmu siapa duluan yang mulai.” Sebelum Yoo Bin sempat membalas Jae, Jun Su yang udah kesal angkat bicara. “So Eun bagaimana kalo kita pergi makan di kantin?” “Mau donk” So Eun yang juga udah kesal langsung berdiri. “Aku ikut” seru Jae dan Yoo Bin bersamaan. “No” jawab serempak Jun Su So Eun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kesal tidak diijinkan ikut ke kantin dan kesal karena bicara kompakan, Jae dan Yoo Bin saling melotot dan kemudian buang muka. “Chang Min” teriak So He memasuki kelas. “Annyeonghaseo, sudah lebih baik?” tanyanya. “Ne,kamsahamnida.”&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Oh, ia apa kau sudah makan siang?” tanya So He. “Ini juga sedang makan siang”jawab Chang Min.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Mwo?” seru So He. Melihat tangan So He yang berusaha menyembunyikan barang yang mirip kotak bekal, Byul Hye segera menarik kotak bekal yang dibuatnya untuk Chang Min ke arahnya. Dan memberi isyarat pada Chang Min. “Memangnya kenapa kau bertanya?” lanjut Chang Min. “Ini aku membuat bekal makan siang untukmu” So He menyerahkan bekalnya. Dengan enggan chang Min menerimanya. “Oh, kamsahamnida.” “Dimakan ya” seru lantang So He seraya berlari keluar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Diluar kelas Jess yang udah nunggu So He bertanya. “Eotteohge?” “Dia menerimanya, oh Jess kau memang pintar. Idemun selalu saja bagus.” “Jess gitu lho.” Dan mereka kembali ke kelas mereka dengan tawa kemenangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah untuk mempersingkat waktu, pada keesokan harinya sebelum kelas pertama di mulai. Dengan sangat tak terduga Chang Min mengunjungi So He di kelasnya. “So He ada yang mencarimu” teriak seorang teman kelasnya. “Siapa sih pagi-pagi udah ganggu” So He meniggalkan alat make upnya di meja. Begitu melihat Chang Min sontak aja So he berlari masuk benerin make upnya dan keluar lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Chang Min ah, ada apa?” “Oh, aku ingin mengembalikan kotak bekalmu.” “Anniyo seharusnya tidak perlu repot-repot. Bagaimana lehermu?” seru manja So He. “Seharusnya aku yang bilang begitu. Dan leherku baik-baik saja. Ah, So He ssi lain kali kau tidak usah membuatkan bekal untukku.” “Wae?” “Aku tidak mau merepotkanmu.” “Anniyo sama sekali tidak merepotkan, btw bagaimana rasanya?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Chang Min diam sebentar kemudian menjawab. “Kau aku ingin jujur atau tidak?” “Tentu saja aku ingin kau jujur” seru So He dengan agak cemas mendengar pernyataan Chang Min. Chang Min diam sebentar dan kemudian men jawab. “Tidak buruk.” Mendengar itu So He tersenyum. “Hajiman...” lanjut Min. Dan senyum So He mulai hilang, “Hajiman?” tanya So He. “Na johaheyo masakan Byul Hye.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebuah anak panah menusuk dada So He saking sakit hatinya dia. “Menurutku masakan Byul Hye jauh lebih enak.” Dua anak panah lainnya menembus So He.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Masakannya 50 kali lipat lebih enak.” Jleb..jleb...jleb... tiga anak panah lain tertancap. “Jadi lain kali tidak perlu membuatkanku bekal ya” seru Chang Min dengan senyumnya dan segera berlalu pergi meninggalkan So He yang segera menjadi debu (kek di mvnya 8eight ^^).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kyaa....” Jess berteriak ketika hendak masuk ke kelas. “So He, kau kah itu?” tanya Jess pada So He yang memancarkan aura seram. So He melirik Jess dengan tatapan seram membuat Jess agak mundur. Tak lama kemudian So He perlahan tapi pasti mulai terisak kemudian berteriak. “Huaaa. Jesss....” kemudian memeluk Jess.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Mwo dia bilang begitu?” tanya Jess beberapa saat kemudian di atap sekolah. So He hanya mengangguk dengan mulut manyun. Sekedar info mereka ini bolos jam pelajaran pertama. “Keterlaluan sekali,apa sih bagusnya si ganjen no.2 itu (maksudnya Byul Hye. Si ganjen no. 1 adalah Ji Soo, karena Ji Soo paling populer). Jelas kau lebih baik daripada dia, jangan-jangan dia pake pelet lagi” seru Jess kesal. Namun apa pun yang dikatakan Jess tampaknya tidak membuat So He senang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ok, bagaimana kalau kita melakukan sesuatu pada Byul Hye supaya dia tidak dekat-dekat sama Chang Min lagi? Kurasa dia perlu sedikit diancam” jelas Jess. “Apa yang akan kita lakukan?” tanya o He akhirnya merasa berminat. “Entahlah, tapi kita bisa mulai dengan bisa dikatakan mengancamnya” Jess tersenyum licik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-4510022846395986015?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/4510022846395986015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/accidentally-in-love-chapter-8.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/4510022846395986015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/4510022846395986015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/accidentally-in-love-chapter-8.html' title='Accidentally in Love ??? -- Chapter 8'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-5229693290352296970</id><published>2010-12-25T05:53:00.000-08:00</published><updated>2010-12-25T05:53:06.458-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FanFict'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Accidentally in Love'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Accidentally in Love ??? -- Chapter 7</title><content type='html'>&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Staring : TVXQ, Kim Yoo Bin, Lee Byul Hye, Kim So Eun, Jang Riin, Park Ji Soo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Author :Natthalie Loo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Mwo? Kau berusaha menahan Byul Hye yang jatuh dari tangga dan ikut terjatuh, sampai lehermu bermasalah?” tanya Yun Ho. Chang Min tidak menjawab tapi hanya terus merintih sambil memegang lehernya. Sekedar info sekarang mereka ada di UKS. Nah, menurut Chang Min demikian kejadian yang membuat lehernya bermasalah. Tapi sebenarnya kisah lengkapnya masih agak panjang. Untuk mengetahuinya mari kita flash back ke sekitar 30 menit sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Pergantian jam pelajaran ke-3 menuju pelajaran ke-4. Kelas 3-1 harus menuju ke lab biologi untuk pelajaran berikutnya. Ditengah jalan bertemulah mereka dengan duo Jessica dan So He. “Jess, liat itu Chang Min cakep banget.” “Dan ada Jae juga” sambung Jess. Chang Min secara tiba-tiba melambai ke arah mereka. “OMG, Chang Min melambai ke sini. Apa yang harus kulakukan” seru So He. “Balas lambaiannya donk” usul Jess. Tak lama Chang Min mempercepat langkahnya ke arah mereka. “Jess dia ke sini.” Duo ini udah mulai histeris, yang satu senang liat cowok yang dia suka mendekat, yang satu senang liat temannya senang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Byul Hye a” panggil Chang Min melewati duo histeris tadi. “Omo?” seru So He kemudian berbalik. “Ini, aku membawakan bukumu” Chang Min menyerahkan buku ke Byul Hye. “Oo, gomawo kau baik sekali” seru Byul Hye yang baru kembali dari wc. Tertinggallah So He yang bengong melihat mereka pergi sambil ngerumpi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Mwo? Dia mengabaikanku dan berbicara dengan si ganjen no.2 itu” protesnya. “Keterlaluan sekali masa gadis semanis kau diabaikan” sambung Jess. “Umm..” angguk So He. “Perlu diberi pelajaran nih” usul Jess. “Eh, Chang Min?” “Anniyo hajiman Lee Byul Hye.” Segera duo ini mengikuti anak-anak kelas 3-1.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Di tangga menuju lantai satu, Byul Hye yang merasa sepatunya kanannya kemasukan batu berhenti dan memeriksanya. Sementara So He dan Jess melihat tali sepatu kets yang jarang sekali dipakai byul Hye terlepas. Muncullah ide untuk menginjak tali sepatu itu agar Byul Hye terjatuh. So He mengambil posisi tepat di belakang Byul Hye yang masih sibuk mengurus sepatunya, kemudian menginjak tali sepatu kiri Byul Hye yang terlepas yang berada 1 anak tangga diatas pemiliknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Dan alhasil setelah Byul Hye hendak berjalan dia benar-benar terjatuh. “Kyaaa...” Chang Min yang berada beberapa anak tangga di bawahnya membalikkan kepalanya. Melihat Byul Hye yang terjatuh refleks tangan Chang Min meraihnya dan menahan badan Byul Hye, tapi mereka berdua jatuh terguling-guling sampai ke lantai 1. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Mereka mendarat dalam keadaan berpelukan dengan posisi Chang Min di bawah dan Byul Hye dia atas, plus bibir yang saling bersentuhan. Mereka berdua membatu dalam keadaan seperti itu, sampai Byul Hye sadar setelah dipanggil. “Byul Hye, Chang Min...” yang lain mulai tergesa-gesa menuruni tangga melihat kondisi mereka, termasuk juga So He dan Jess. Segera Byul Hye menjauh dari Chang Min. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gwaenchanayo? Byul Hye” tanya Riin. “Y... y.. ye.” “Chang Min eotoghe? gwaenchanayo?” tanya Jun Su. “Auww...” Chang Min berusaha bangun sambil memegang lehernya. Mendengar Chang Min kesakitan Byul Hye dan So He segera mendekat. “Chang Min gwaenchanayo?” tanya mereka kompak. Merasa aneh dengan ini mereka saling berpandangan dan kemudian Byul Hye mulai bicara. “Apa yang sakit?” “Sepertinya leherku keseleo atau apa.” “Aigooo, sangat sakitkah?” tanya So He. “Tentu saja sakit babo, kau tidak liat dia merintih kesakitan. Jangan bertanya hal yang babo” Byul hye agak kesal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Sebaiknya kita ke UKS saja, aku antar” sambung Byul Hye. “Aku ikut” seru So He merasa bersalah. “Chingudeul bisa kalian absenkan kami untuk pelajaran berikutnya, katakan saja kami di UKS. Sekalian kalau bisa bawakan buku kami” pinta Byul Hye. “OK,” jawab Jae. “Beritau kami kalau ada apa-apa” lanjut Yoo Chun. Byul Hye hanya mengangguk dan segera pergi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan di sini lah mereka (plus Ji Soo dan Yun Ho) UKS. “Jadi ada apa dengan leher Chang Min” tanya Byul Hye pada Boa saengnim dokter sekolah. “Sepertinya memang sedikit keseleo, menurutku tidak parah. Tapi ada baiknya diperiksakan di RS, mungkin perlu di bebat.” “Mwo?” seru Chang Min. “Jeongmal mianheyo Chang Min a ini salahku” Byul Hye sudah seperti mau menagis. “Anniyo, kau bukannya sengaja mencelakaiku kan? Jadi jangan terus-terusan bilang mianhe.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Aku bawa mobil hari ini, biar kuantar ke RS. Lebih cepat ditangani lebih baik” seru Boa saengnim. “Oh, saengnim aku ikut. Aku bertanggung jawab dalam hal ini, jadi aku harus ikut” pinta Byul Hye. “Ne...Ne... tak perlu pasang tampang seperti itu.” “Saengnim aku juga ikut” seru So He. “Wae? Kau tidak perlu ikut, sebaiknya kau kembali ke kelasmu saja.” “Hajiman Byul Hye bisa ikut kenapa aku tidak?” tanya So He. “Kau tau alasan dia ikut kan. Kalau gitu aku mau dengar alasanmu?” “Ummm....” “Ok, kau tidak ikut” seru saengnim. “Ya, saengnim” protes So He. “Araseo” seru saengnim. Akhirnya So He mengalah. “Chang Min a cepat sembuh ya” So He berkata dengan nada penuh penyesalan. “Oh, gomawo.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Singkat cerita, leher Chang Min perlu dibebat selama 2 mingguan. kemudian setelah pulang dari rumah sakit Byul Hye mengantar Chang Min pulang. Di rumah Chang Min. “Gomawo yo udah nganter pulang” kata Chang Min. “Anniyo sudah seharusnya” jawab Byul Hye. “Oppa, wae yo?” adik Chang Min muncul. “Wae? Ada apa dengan lehermu?” tanyanya melihat leher oppanya dibebat. “Anniyo hanya kecelakaan kecil” jawabnya. “Mianhe yo itu gara-gara dia menolongku” sambung Byul Hye. “Mwo?” “Sudah tak usah diributkan aku mw ke kamar dulu” jawab Chang Min. “Biar kubantu” seru Byul Hye. “Anniyo aku bisa sendiri.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah dipersilahkan duduk di ruang tamu, mata Byul hye mulai berkeliling. “Di mana orang tua kalian?” “Oh, omma,appa pergi ke jeju untuk seminar selama 3 minggu” jawab Min Ji. “Mwo? Jadi yang masak dan kerja pekerjaan rumah?” “Oppa dan kadang-kadang aku bantu” jawab Min Ji lagi. Kemudian muncullah ide sinting di kepala Byul Hye.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pukul 5.30 sore Chang Min terbangun dari tidurnya. Merasa haus dia segera turun ke dapur mengambil minuman. Namun baru juga sampai di lt 1 dia sudah mencium bau masakan. “Min Ji kau lagi masak ya?” seru Chang Min lantang pada adiknya. “Ah, oppa sudah bangun?” Min Ji muncul dari ruang tamu. “Min Ji kau di sini jadi yang di dapur?” Chang Min berjalan pelan ke dapur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Mwo?” seru kaget Chang Min melihat orang yang di dapur. “Ah, annyeonghaseo Chang Min” seru Byul Hye. “Wae?” “Mwo?”&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Apa yang kau lakukan?” tanya Chang Min. “Oh, aku memasak untukmu dan Min Ji juga yang lain. Aku pikir kau past repot dengan leher seperti itu, makanya aku pikir aku nginap saja untuk bantu kau” jawabnya. “Mwo? Nginap?” “Ye, aku dengar omma appamu pergi jadi lebih baik kan” Byul Hye berbalik menangani masakannya lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Hajiman...” “Aku tidak mau dengar hajiman ato yang sejenisnya” balas Byul Hye. “Tunggu dulu rasanya tadi kau bilang masak untuk yang lain juga?” “Ye.” “Yang lain itu si....” kata-kata Chang Min terpotong oleh bunyi bel rumahnya. “Ne tunggu sebentar” Min Ji berteriak dan berlari membuka pintu. Dan muncullah ‘yang lain’ yang dimaksud Byul Hye.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Annyeonghaseo Chang Min” teriak Yoo Bin dan Jae hampir bersamaan. Dan hal ini membuat keduanya sangat kesal. “Oh, Byul Hye kau tau ada orang yang meniruku” seru Yoo Bin. “Ya, Byul Hye beritau pada temanmu, agar menutup mulutnya” balas Jae. “Ya, sebaiknya kalian berdua yang meutup mulut kalian” seru Chang Min.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kau memasak sesuatu?” tanya Jae mencium aroma masakan. “Aiiiiggooooo...” seru Byul Hye berlari ke dapur. “Biar kubantu” seru Jae melempar ranselnya ke pojokan. “Aish, jangan menaruh tasmu sembarangan” protes Chang Min mengikuti Jae disusul Yoo Bin. “Nanti kubereskan” jawabnya. Jae sudah mulai sibuk membantu Byul Hye. Sekali-sekali mereka bercanda dan tertawa-tawa. Chang Min yang melihat sedikit merasa jealous juga melihat kekompakan dan keserasian mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Aduh yang lain mana sih lama banget” seru Yoo Bin. “Mwo? Yang lain juga datang” Chang Min kaget. “Ye, mungkin sebentar lagi mereka datang” jawab Jae. Dan ternya ta memang tak sampai 5 menit kemudian semuanya sudah lengkap. “Wuah, sepertinya makanan kita hari ini enak. Besok-besok makan enak terus donk” Seru So Eun kegirangan. “Nih, anak kepalanya isinya makan aja melulu” ejek Ji Soo. “Lagian kau tidak perlu berbicara seolah-olah kau akan tinggal di sini dalam waktu lama” sambung Chang Min.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Eh, belum ada yang bilang padamu kalau kita semua akan menginap?” tanya Yun Ho. “Mwo?” “Ah, aku memang belum beritau kalo kita semua nginap. Aku Cuma bilang aku yang nginap” jawab Byul Hye. “Mwo? Sepertinya aku mendengar kata menginap?” tanya Chang Min. “Ye, kita semua akan menginap” jawab Jun Su. “Dua minggu” sambung Yoo Chun dipertegas dengan isyarat tangan Riin. “Wah, bakal ramai donk” seru Min Ji senang. “Deul?” tanya Chang Min “Ye” seru semua kompak. “Mwo???” teriak kaget Chang Min.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-5229693290352296970?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/5229693290352296970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/accidentally-in-love-chapter-7.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/5229693290352296970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/5229693290352296970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/accidentally-in-love-chapter-7.html' title='Accidentally in Love ??? -- Chapter 7'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-8804480810956861187</id><published>2010-12-25T05:52:00.000-08:00</published><updated>2010-12-25T05:52:03.011-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FanFict'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Accidentally in Love'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Accidentally in Love ??? -- Chapter 6</title><content type='html'>&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Staring : TVXQ, Kim Yoo Bin, Lee Byul Hye, Kim So Eun, Jang Riin, Park Ji Soo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Author :Natthalie Loo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Arrggghhhhhh....” teriak Yoo Bin yang udah kembali ke masa kini. “Bisa ga sih ga teriak-teriak di rumah orang” protes Ji Soo. “Kok bisa aku lupa nih kejadian ya. Sialan tuh buaya darat, awas dia nanti biar kuhajar habis-habisan.” &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Bisa ga seh, jangan teriak-teriak di rumah orang. Berisik tauk sangat mengganggu. Arraseo?” protes Ji Soo. “Abisnya. Coba kalo kamu jadi aku, pasti sama kesalnya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Yoo Bin bagaimana kalau kau pulang saja? Kau sudah di sini dari ojeon 9 si, dan kau lihat jigeum myeot si yeyo? Ohu 9 si. Kau sudah 12 jam di sini, yeol-dul. Dan selama itu kau terus menggangguku” Ji Soo mulai kesal. “Jinja... aku masih belum selesai bicara” bujuk Yoo Bin. “Bagaimana kalau kau bicara sama oppamu tercinta saja. Ok. Sekarang pulang dan kerja pr bahasa inggrismu” Ji Soo mendorong Yoo Bin keluar dan memberikannya buku pr bahasa inggrisnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Ya.. Ji Soo a.” Yoo Bin berusaha bertahan. Namun pada akhirnya pintu rumah Ji Soo tertutup sudah. Tapi baru saja Yoo Bin berbalik pintu rumah Ji Soo terbuka lagi. “Jangan lupa bawa bukuku besok” seru Ji Soo dan menutup pintunya lagi. Akhirnya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Yoo Bin terpaksa pulang juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Sesampainya di rumah. “Ya, dongsaeng baru pulang semalam ini dari mana kau” seru Hee Chul memarahi adiknya. “Oppa...” rengek Yoo Bin kemudian memeluk oppanya. Dan berakhir dengan Hee Chul harus mendengar dongsaengnya itu marah-marah semalaman sampai ketiduran. Dan Yoo Bin sama sekali tidak mengerjakan pr bahasa inggrisnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Besoknya di sekolah. “Ya, Kim Yoo Bin bisakah kau berhenti marah-marah ga jelas geto” seru So Eun. “Aku tidak sedang marah-marah. Aku cuman curhat.” Perhatian Yoo Bin teralih ke pintu kelas yang terbuka. Dan muncullah Jae dkk. Deg...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Tak sengaja mata Yoo Bin dan Jae bertemu. Deg..deg..deg...&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;spontan Yoo Bin membalikkan wajahnya, yang jujur membuat Jae agak kesal dan berakhir dengan membanting mejanya. “Ya, ada apa denganmu?” tanya Chang Min. “Perasaanku kok gak enak ya” seru Yoo Bin mengelus-ngelus dadanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Tiba-tiba Ji Soo masuk dengan setengah berlari dan bersembunyi di belakang Jae dan Yun Ho yang memang duduk sudut kanan belakang. “Omo” seru Byul Hye. Pandangan mata semua tertuju pada Ji Soo. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Wae?” tanya Yun Ho. “Sembunyikan aku sebentar” jawabnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Sekali lagi pintu kelas terbuka dan muncullah TOP julukan buat si berandalan dari kelas 3-5. “Apa Ji Soo sudah datang?” tanyanya. Namun karena tak ada yang menjawab,maka matanya yang dari tadi sudah menyapu seluruh kelas berhenti di kursi Yoo Bin dkk. Segera saja dia menghampiri mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Byul Hye sedikit bersembunyi di belakang Yoo Bin, sementara Yoo Bin dan So Eun menampakkan ekspresi agak takut dan Riin menyembunyikan mukanya di balik buku. “A.. annyeonghaseo oppa” seru Yoo Bin. “Ji Soo” balas TOP. “Eeee?” jawab Yoo Bin. “Di mana Ji Soo? Apa dia belum datang?” tanya TOP agak kesal. “Oh, Ji Soo. Ji Soo a, ne. An.. anniyo dia belum datang” jawab Yoo Bin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Kalo tidak salah jam kedua nanti kalian pelajaran olahraga kan?” tanya TOP. “E, ne.” “beritau dia kutunggu dilapangan,kebetulan kelasku juga olahraga pada jam kedua.” “Omo?” seru kecil Ji Soo dari belakang Yun Ho. “Ne..” Segera setelah mendapat jawaban TOP pergi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Aaaaaarrrrrrrgggggghhhh...... wae?” teriak Ji Soo setelah TOP pergi. “Wae? Setelah hampir setengah taon gak liat tuh manusia. Wae dia harus muncul lagi? Harusnya kan dia udah lulus” Ji Soo mulai histeris. “Denger-denger nih, dia sengaja tinggal 1 taon buat ngejar kamu” seru Yun Ho. “Mwo?” seru Jae, Chun, Su , Min. “First fan” seru So Eun. “Anniyo, hajiman Ji Soo number 1 fanatic fan” sambung Riin. “Pokoknya jam olahraga nanti aku mau bolos”seru Ji Soo. “So all chingudeul buatkan alasan untukku.Ok. Sekalian juaga aku bolos jam pertama” Ji Soo berjalan keluar kelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Ya, Park Ji Soo” teriak Yoo Bin. “Aish, bilang aja kalo lagi males” lanjut Yoo Bin. Tak lama kemudian kepala Ji Soo kembali nongol dari pintu kelas. “Yoo Bin kau bawa pr bahasa inggrisku kan? Jangan lupa dikumpulkan ya.” “Ne” seru Yoo Bin. “Omoo?” seru Yoo Bin sedetik kemudian. “Aku belum kerja prku” teriaknya. “Makanya tuh mulut jangan ciap-ciap aja mulu” ejek Jae. Kali ini meski marah Yoo Bin tidak membalas karena buru-buru mengerjakan prnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Akhir jam pelajaran ke-3, Ji Soo masih aja tinggal di atap sekolah. Masih bolos sambil internetan dengan hpnya, kemudian melirik jamnya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Eh, udah mw jam pelajaran ke-4” seru Ji Soo. Kemudian mengambil alat make upnya dan mulai bersolek, bersiap-siap masuk kelas. Bersamaan dengan itu pintu menuju atap sekolah terbuka dan nongollah Yun Ho. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;“Oh, Ji Soo a kau bolosnya di sini toh.” serunya. “Oh, Yun Ho. Apa yang kau lakukan di sini? Bolos juga?” Yun Ho ngangguk dan kemudian duduk di samping Ji Soo. “Males liat mukanya saengninm” lanjutnya. “Sama donk” jawab Ji Soo. “Males liat muka saengnim ato ngehindar dari TOP?” “Dua-duanya. Capek nanget deh liat tuh anak.” “Ya kenapa ga terima aja?” “Anniyo, aku ga mw. Tampang sih ok, penampilan sih keren, tapi sifatnya ga tahan” jawab Ji Soo. “Wae?” “Belum jadi &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;chingugadoeeonya aja udah cerewetnya minta ampun. Kemana-mana harus lapor, ga bisa gini, ga bisa gitu, pokoke capek banget dah.”&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kalo begitu kenapa gak jadian sama orang laen saja biar dia ga ngejar-ngejar kamu terus?” tanya Yun Ho. “Sama siapa?” “Banyakkan yang mau sama kamu.”&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Anniyo, ga lulus berkas.” “Omo? Emang mau lamar kerja apa, pake lulus berkas segala. Emang berkas yang kek gimana?” “Yang penting sayang sama aku, pengertian, dan bersikap baik. Kalo bisa sih yang cakep dan tajir, tapi kalo ga ya udahlah.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Mwo? Pikirku kriteriamu itu harus keren, tajir, tinggi dan perfect pastinya. Kalo cuma begitu sih aku juga udah lulus berkas donk” seru Yun Ho. “Mwo? Ini penembakan yah?” “Kalo ditembak mati donk.” “Ya, Yun Ho. Maksudku kau serius?” “Menurutmu?” “Anniyo” jawab Ji Soo.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Kalo gitu anniyo” jawab Yun Ho kemudian berbaring di lantai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ji Soo memperhatikan wajah Yun yang tertimpa sedikit sinar matahari. “Kalo diliat-liat kau sebenarnya cakep juga.” “Omo? Kau baru sadar sekarang?” seru Yun Ho. “Jangan narsis.” Kemudian Yun Ho menutup matanya menikmati udara siang hari. “Ah, Yun Ho a.” “Emm” jawabnya masih menutup mata. “Gomawo” seru Ji Soo. “Wae?” masih menutup mata. “Tempo hari kan kau menolongku saat diganggu. Aku belum bilang gomawo kan?” melihat Yun Ho “Anniyo, tidak perlu gomawo. Itu kewajiban seorang lelaki untuk menolong cewek cantik” masih menutup mata. Ji Soo hanya tertawa kecil mendengarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Ji Soo menatap Yun Ho lama-lama dan berbicara. “Yun Ho a.” “Emm” jawab Yun Ho. Tiba-tiba saja Ji Soo mengecup pipi Yun Ho sangat dekat dengan bibir Yun Ho. Seketika mata Yun Ho langsung terbelak dan berbalik ke arah Ji Soo yang beranjak berdiri. Ji Soo berjalan ke arah pintu dan Yun Ho bangun dan duduk bengong melihat Ji Soo. Ji Soo membuka pintu, namun sebelum turun berbalik dan berbicara. “Kurasa kalo Yun Ho yang nembak akan kuterima. Soalnya sepertinya lulus berkas” Ji Soo tersenyum dan segera turun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Mendengar itu Yun Ho tertawa dan segera menyusul Ji Soo. “Ya, Ji Soo a jadi aku diterima nih?” “Kau bahkan belum nembak.” “Tadi kan sudah.” “Bukannya tadi main-main saja?” “Ok, kalo gitu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;nae yeoja chingugadoeeo jullae?” “Anniyo” jawab Ji Soo. “Wae? Tadi katanya mau.” “Masa cara nembaknya gitu? Ga ada romantis-romantisnya tauk.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Belum sempat Yun Ho menjawab Ji Soo, muncullah Chang Min, Byul Hye dan So Hee. “Omo... Mianheyo Chang Min a” seru Byul Hye super panik. “Anniyo. Kau kan tidak sengaja” jawabnya sambil memegang lehernya. “Ya, Chang Min a gwaenchanayo?” tanya So He. “Ne.” “Omo? What happen?” tanya Ji Soo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-8804480810956861187?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/8804480810956861187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/accidentally-in-love-chapter-6.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/8804480810956861187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/8804480810956861187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/accidentally-in-love-chapter-6.html' title='Accidentally in Love ??? -- Chapter 6'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-6733408046789332552</id><published>2010-12-25T02:51:00.000-08:00</published><updated>2010-12-25T02:51:09.589-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FanFict'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Accidentally in Love'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Accidentally in Love ??? -- Chapter 5</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Staring : TVXQ, Kim Yoo Bin, Lee Byul Hye, Kim So Eun, Jang Riin, Park Ji Soo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Author :Natthalie Loo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari pertama masuk sekolah Yoo Bin yang tetanggaan dengan Byul Hye hari ini berangkat bareng ke sekolah baru mereka. Hari ini mereka berdua dan ke tiga sahabat baik mereka sejak SD resmi menjadi murid SMP Myun Dong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Annyeonghaseo” teriak Yoo Bin melihat Ji Soo, So Eun dan Riin menunggu mereka di depan gerbang sekolah. “Annyeonghaseo” seru ketiganya membalas Yoo Bin. “Sudah melihat kelas kita?” tanya Byul Hye. “Anniyo” kami menunggu kalian” jawab Riin. Kemudian dengan segera lima sekawan itu menuju papan pengumuman melihat kelas mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di sisi lain dari papan pengumuman itu. “Assa, bagus sekali Jae Joong, kita sekelas” seru Yun Ho. “Jeongmal?” Jae menelusuri daftar nama yang ditunjuk Yun Ho. “Kelas 1-1” seru Jae Sementara di sebelah tak jauh dari tempat Jae berdiri. “Ya, Jun Su kita sekelas lagi” seru Chang Min. “Aish, bosan sekali Jun Su melihat mukamu dari kelas 1 SD. Naega eotteoghe?” tanya Yoo Chun. “Kau juga sama satu kelas juga” seru Jun Su. “Oh, jinja. Aku sudah bosan liat muka kalian berdua sejak kelas 3 SD” ejek Yoo Chun. “Kalua begitu bagaimana kalau kau minta tukar kelas saja?” balas Jun Su tertawa. “Ayo ke kelas baru kita di kelas 1-4” ajak Chang Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sesampainya di kelas Jae dan Yun Ho memilih bangku paling belakang. Obrolan mereka terhenti melihat 3 cewek masuk kelas dengan tawa yang agak keras. Tiga cewek ini ga lain ga bukan adalah Yoo Bin, Byul Hye dan So Eun. Perhatian sebagian kelas juga tertuju pada mereka. Sebagian karena tawa mereka, sebagian lagi karena terpesona. Yah, secara mereka bertiga memang cantik. Dan Jae tidak mengalihkan perhatiannya karena alasan kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Matanya tertuju pada Byul Hye yang kemudian mengambil tempat tepat 2 baris di depan Yun Ho yang mengambil tempat di samping jendela. Dan yang duduk tepat di depannya adalah Yoo Bin. Ketika Byul Hye berbalik untuk berbicara dengan Yoo Bin, tanpa sengaja mata mereka bertemu. Dengan refleks Byul Hye tersenyum manis pada Jae sebagai tanda perkenalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Delapan bulan kemudian, saat jam istirahat siang di atap sekolahan. “Mwo? Pindah?” Yun Ho bertanya dengan mulut penuh makanan. “Ne. Selesai ujian nanti aku akan pindah” jawab Byul Hye. “Wae? Haruskah?” tanya Riin. “Ne. Appa ditugaskan ke Amerika, jadi aku harus ikut.” “Eee, Amerika? Jauh sekali” seru yoo Bin. “Sepi sekali nantinya kalo Byul Hye tidak ada” seru Ji Soo. “Sangat sepi kurasa” sambung Jae. “Mian” seru Byul Hye.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Sungguh tidak seru sekali” Yoo Bin mulai ngambek dan bersandar pada Jae yang duduk di sebelahnya. Bukannya keberatan Jae malah mengelus kepalanya sekali. “Memangnya kau mau mengurusnya kalau dia tetap di sini?” tanya Jae. “Tentu saja” Yoo Bin sekarang duduk tegak. “Gomawo, hajiman aku tidak ingin meninggalkan appa dan omma” jawab Byul Hye.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dua minggu kemudian di halaman belakang sekolah. “Jae Joong a. Wae? Apa yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya Byul Hye. “Umm...” seru Jae. “Ne?” Di sisi lain halaman sekolah. “Aish, Byul Hye dan Jae ke mana sih” seru Yoo Bin mencari mereka. Pada belokan menuju halaman belakang sekolah, begitu melihat Byul Hye dan Jae, Yoo Bin langsung bersembunyi. “Omo.. apa yang mereka lakukan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Umm, Byul Hye a aku merasa perlu mengatakan ini sebelim kau pergi” kata Jae gugup. “Ne?” seru Byul Hye. Jae terdiam sesaat dan kelihatan cukup gugup. “Ummm, sa.. sa.. saranghae” seru Jae terbata.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Eee, mwo?” tanya Byul Hye. “&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;nae yeoja chingugadoeeo jullae?” (buat yang ga tau ini judul lagunya DBSK ‘Will you be my girlfriend?’) tanya Jae. “Oh, kamsahamnida atas perasaanmu.” Jae hanya tersenyum mendengar kata-kata Byul Hye. “Hajiman, mianhe Jae Joong” lanjut Byul Hye. Senyum Jae hilang dari wajahnya. “Aku tidak bisa. Karena kau tidak benar-benar suka padaku”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Mwo?” jawab Jae keheranan. “Aku tidak bisa memberi alasan yang lebih detail. Kau harus bertanya pada hatimu mengapa aku berkata seperti itu. Mianhe” jawab Byul hye yang kemudian segera pergi meninggalkan Jae yang masih bingung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seminggu kemudian ujian sudah di mulai. Dan insiden buaya dan anak ayam itu itu terjadi pada hari pertama ujian. Pada jam istirahat setelah ujian pertama selesai. “Akhirnya satu masalah terselesaikan” seru Yoo Bin. “Dan masalah lain akan segera datang” timpal Yun Ho nyengir. “ Btw, belakangan Jae keknya murng banget” tanya Yoo Bin membalikkan badannya. Sementara Jae yang tiduran di meja hanya meliriknya sekilas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Wae?” tanya Yun Ho. “Anniyo” jawab Jae lemas. “Aku tau kau habis patah hati ya” goda Yoo Bin mendekatkan wajahnya ke Jae. Jae yang kesal karena Yoo Bin memang bener bangun dari posisi tidurnya. “Kau itu bisa tidak sih tidak menggang.....” omongan Jae terpotong. Wae? Tentu saja gara-gara accident kisu dengan Yoo Bin. “Ooops” seru Byul Hye dan Yun Ho bersamaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Segera saja tangan Yoo Bin melayang ke pipi kiri Jae. “Auww.... Kau ini kenapa sih sakit tau” protes Jae. “Kau masih tanya kenapa?” Yoo Bin mulai emosi dan teriak-teriak. Jelas ini mengundang perhatian seisi kelas. “Dasar ya buaya darat, baru kemarin nembak Byul Hye sekarang malah nyiu.....” omongan Yoo bin terpotong. Jae membekap (tepatnya sih nyubit mulut Yoo Bin sampe jadi monyong) mulut Yoo Bin sebelum dia mengucapkan hal memalukan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Mwo? Nembak Byul Hye?” tanya Yun Ho yang melirik Jae kemudian Byul Hye. Sementara Byul Hye sendiri berlagak pura-pura tidak tau. Sadar dia mengucapkan sesuatu yaang seharusnya tidak diucapkan, Yoo Bin jadi sedikit salting. “Dasar ya ni mulut ga bisa direm. Bener-bener kaya anak ayam aja” Jae mulai kesal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tak terima dihina Yoo Bin melepas tangan Jae yang masih membuat bibirnya jadi monyong. “Enak aja anak ayam, dasar buaya darat.” “Emang anak ayam kerjanya. Cuma ciap ciap aja sepanjang hari ga da lain. Mirip kan sama kamu yang juga Cuma tau cuap cuap aja.” “Ulang coba” bentak Yoo Bin. “Anak ayam.” “Dasar buaya darat sialan” Yoo Bin mulai memukul Jae. Sementara Jae sibuk menahan tangan Yoo Bin. “Anak ayam.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-6733408046789332552?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/6733408046789332552/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/accidentally-in-love-chapter-5.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/6733408046789332552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/6733408046789332552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/accidentally-in-love-chapter-5.html' title='Accidentally in Love ??? -- Chapter 5'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-9207522568624309865</id><published>2010-12-25T02:48:00.000-08:00</published><updated>2010-12-25T02:48:44.177-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FanFict'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Accidentally in Love'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Accidentally in Love ??? -- Chapter 4</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;div style="line-height: 36px; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Staring : TVXQ, Kim Yoo Bin, Lee Byul Hye, Kim So Eun, Jang Riin, Park Ji Soo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 36px; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Author :Natthalie Loo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 36px; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 36px; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 36px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;annyeong! Semua” Yoo Bin kembali ceria ketika sudah waktunya mereka pulang. Tinggalah Jae, Yun Ho, Su dan Min serta Ji Soo. “Kau tidak pulang?” tanya Chang Min pada Ji Soo. “Anniyo, aku harus ke tempat lain dulu.” “Oh, kalau begitu hati-hati ya” Yun Ho mengingatkan. “Ye, gomawo. Ka anneyeong” seru Ji Soo dan berlalu pergi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 36px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Belum juga &amp;nbsp;5 meter Ji Soo berjalan dia sudah digodain sama 2 cowo tak dikenal. “Annyeonghaseo nona cantik, bagaimana kalau jalan dengan kita.” “Maaf tuan-tuan aku sibuk.” Yun Ho dkk yang belum beranjak dari tempat yang tadi melihat itu. Dan tentu saja pergi menolong Ji Soo.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 36px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Ya, bisa berhenti mengganggunya. Dia bersama denganku.” Seru Yun Ho kemudian dengan segera menarik tangan Ji Soo. “Hey, jangan sok jadi jagoan ya” seru cowo A. “Salah jika aku melindungi pacarku dari orang macam kalian?” jawab Yun Ho. Mendengar kata pacar Ji Soo jadi kaget. “Bisa apa kau kalo cuma sendiri?” tanya cowo B. “Penarkah aku bilang aku sendiri saja?” jawab Yun Ho. “Yo, Yun Ho perlu bantuan?” tanya Jae. “Bantuan menghajar orang-orang ini maksudnya” sambung Jun Su. Melihat kalah jumlah 2 cowok tadi langsung kabur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 36px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Aish, dasar pecundang” seru Jun Su. “Ji Soo mungkin sebaiknya kau kua antar saja” Saran Yun Ho. “Mwo? Anniyo, aku bisa sendiri.” “Lalu berakhir digoda seperti tadi?” tanya Chang Min. “ Soal itu....” “Sudahlah aku mengantarmu pulang ok” kata Yun Ho. Akhirnya kali ini Ji Soo mengalah dan membiarkan Yun Ho mengantarnya pulang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 36px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Senin pagi Ji Soo berangkat ke sekolah dengan riang. “Annyeonghaseo Ji Soo sepertinya kau sedang senang” sapa Hee Chul. “Annyeonghaseo oppa” balasnya. “Saranghae” Hee Chul membuat simbol saranghae dengan kedua tangannya. “Yo, sweety” sapa Kim Bum. “What’s up?” tanya Ji Soo. “Bagaimana dengan ajakan kencanku yang kemarin?” tanya Kim Bum. “Anniyo.” “Wae yo?” “Hanya sedang tidak ingin. Lain kali saja. Ok.” Dan Kim Bum pun berlalu pergi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 36px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Ckckckck... Miss Ji Soo pagi-pagi sudah merayu orang. Dasar kegatelan” ejek sebuah suara. “Oh, annyeonghaseo ummmm..... giraffe sunbae” Ji Soo balas mengejek. “Ya, jangan kurang ajar. Kau pikir siapa kami?” “Mollayo. Ga penting” balas Ji Soo. “Dengar ya namaku itu Jessica dan hafal itu babo.” “Wae? Untuk apa di hafal?” “Kau minta dihajar ya?” gertak So He.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 36px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Ada masalah Ji Soo?” Yoo Bin dan Byul Hye datang. “Huh, satu lagi orang sok muncul. Kuperingatkan kau jauh-jauh dari Jae Joong” hardik Jessica. “Tanpa kau bilang pun aku pasti akan jauh-jauh dari dia” jawab Yoo Bin. “Heran sekali kenapa Jae dkk mau deket-deket kalian sih” ejek So He. “Umm, mungkin karena terlalu cantik” jawab Byul Hye dengan polosnya. “Jangan aku muntah.” “Annyeonghaseo” So Eun tiba-tiba muncul. Namun begitu melihat Jess dan So He cerianya jadi hilang. “Mending kita pergi aja Jess sebelum ketularan begonya mereka” saran So He. “Ok. Ka jyo.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 36px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Kenapa dengan mereka?” tanya So Eun ketika Jess dan So He sudah pergi.&amp;nbsp; “Mollayo. Kurang kerjaan kali” jawab Yoo Bin. “Ka jyo, kita ke kelas saja” ajak Byul Hye.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 36px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sesampainya di kelas Yoo Bin langsung membuka pintu kelas. Namun ga disangka dari dalam kelas Jae juga ingin membuka pintu. “Waaa...” Jae dan Yoo Bin berteriak bersamaan karena kaget tiba-tiba di depannya ada orang, sampai membuat yang lain juga kaget. Reaksi pertama datang dari Jae. “Anak ayam sialan, jangan muncul tiba-tiba kaya setan donk” seru Jae.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 36px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Deg...&amp;nbsp; lagi-lagi suara jantung Yoo Bin jadi makin kencang. “Gwaenchanayo, gwaenchanayo. Calm down Yoo Bin. Kau baik-baik saja” batin Yoo Bin. “Ya, anak ayam kau dengar aku tidak sih?” “Seharusnya kau yang jangan muncul tiba-tiba dasar buaya” balas Yoo Bin. Tidak mau kalah Jae membalas dan sebaliknya. Sampai Hyo Ri saengnim yang mengajar bahasa inggris datang. “Ok, kalian berdua hari ini berkelahinya cukup sampai di sini. Sekarang masuk ke kelas dan aku akan memberikan ujian. “Mwo?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 36px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Jam istirahat siang. “Aaaaaaaa...... ujiannya susah “ teriak Yoo Bin. “Makanya sering-seringlah baca buku inggris” saran Byul Hye. “Yah, menurutku gampang kok” lanjut Chang Min disetujui oleh Yoo Chun dan Riin. “Yah, hanya orang bodoh saja kan yang menganggap ujian tadi susah” ejek jae. “Buaya lebih baik diam saja.” “Kau tidak menyangkal artinya kau memamg bodoh” ejek Jun Su. “babo” tambah Yun Ho. “Jeongmal babo” Jae menambahkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 36px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Kenapa kalian juga harus ikut-ikutan si buaya ini sih.” “Sudah-sudah dari pada ribut mending kita ke kantin aja. Abis peras otak waktu ujian aku jadi manhi baegopayo” seru So Eun “Aish, wae di otakmu hanya makan saja? Tidak ada yang lain kah?” ejek Ji Soo.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 36px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sementara menuruni tangga Chang Min buka suara. “Aku jadi ingin tau kenapa Yoo Bin memanggil Jae dengan sebutan buaya?” “Umm, ne. Yoo Bin dijuluki anak ayam karena dia cerewet kan. Tapi kenapa bisa Jae jadi buaya ya. Aku tidak ingat. Ada yang ingat?” seru ji Soo.&amp;nbsp; Dan semua geleng kepala. “Aku sendiri tidak ingat. Buaya kalau kau” seru Yoo Bin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 36px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Untuk apa mengingat hal yang tidak pentig” Jae berjalan melewati Yoo Bin. “Itu penting babo” ejek Yoo Bin. “Bagimu tapi bagiku anni...” ketika Jae berbalik kata-katanya terhenti. Lagi-lagi Yoo Bin tidak memperhatikan jalannya ketika menuruni tangga dan tersandung kakinya sendiri., dan jatuhlah dia.&amp;nbsp; “Kyaaa...”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 36px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Untungnya Jae yang berada tidak jauh di depannya cukup sigap dan menangkapnya. Dan untungnya mereka tidak sampai jatuh terguling-guling atau gimana. But tidak tau kenapa bisa terjadilah sesuatu diluar dugaan. Cup..... Tanpa disengaja bibir mereka berdua bersentuhan dengan posisi masih berdiri mematung dan ga sadar. Barulah ketika ada suara yang memanggilnya baru dia sadar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 36px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Yoo Bin kau tidak gwen....” seru yang lain.&amp;nbsp; Yoo Bin sadar dan dengan segera mendorong Jae kuat-kuat sambil berteriak “Dasar buaya.” Ah.... ” seru Yun Ho. Yoo Bin segera berlari pergi. “Ya. Yoo Bin a” Byul Hye dll mengejarnya. Jun Su dan Chang Min membantu Jae&amp;nbsp; berdiri. “Sialan keras sekali dia mendorongku” seru Jae. “Aku ingat. Panggilan buaya itu karena kisu” seru Yun Ho. “Mwo?” seru lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 36px; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span style="color: black; line-height: 36px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 24px; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span style="color: black; line-height: 24px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 24px; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-9207522568624309865?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/9207522568624309865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/accidentally-in-love-chapter-4.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/9207522568624309865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/9207522568624309865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/accidentally-in-love-chapter-4.html' title='Accidentally in Love ??? -- Chapter 4'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-2574794393007340481</id><published>2010-12-25T02:43:00.000-08:00</published><updated>2010-12-25T02:43:18.494-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FanFict'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Accidentally in Love'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Accidentally in Love ??? -- Chapter 3</title><content type='html'>&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Staring : TVXQ, Kim Yoo Bin, Lee Byul Hye, Kim So Eun, Jang Riin, Park Ji Soo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Author :Natthalie Loo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Hari demi hari berlalu, minggu demi minggu pun juga udah berlalu (tepatnya baru 3 minggu sih). Dua genk terpopuler di SMA Myun Dong yang ketuanya selalu berkelahi di setiap saat, jadi sedikit lebih akur. Akur disini tuh maksudnya dua genk ini udah bisa jalan bareng tapi masih aja diikuti dengan teriakan-teriakan dan aksi dorong-dorong ato apa gitu antara Jae dan Yoo Bin. Mukjizat ini datang bersamaan dengan hadirnya Byul Hye. Wae? Kok bisa y? Pokoknya sekarang mari kita saksikan perjalanan mereka berikutnya ^^&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Hari ini entah ada angin apa, dua genk yang dibicarakan tadi janjian jalan bareng ke mal. Dan entah kesambet setan apa Yoo Bin yang selalu datang pas-pasan bahkan kadang-kadang jam karet, hari ini datang 1 jam lebih cepat. Dan 15 menit kemudian harus berakhir menunggu yang lain di tempat janjian, dengan (bisa dikatakan) musuh abadinya Kim Jae Joong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Wae aku harus nunggu disini dengan buaya?” “Dengar ya anak ayam, aku pun tidak suka menunggu di sini denganmu.” “Lalu kalau begitu kenapa kau tidak pergi saja?” “Dengar ya anak ayam kenapa pula bukan kau saja yang pergi? Lagipula tempat janjiannya kan di sini.” “Aku duluan kan yang ada di sini, jadi seharusnya kau yang pergi buaya.” “Kalau begitu bagaimana kalu kau mengatakannya juga pada orang yang berdiri di sana. Dia kan datang belakangan. Kalo sudah baru aku akan pergi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;eotteohge?” Jelas Yoo Bin tidak mungkin melakuakan hal itu, dan jelas ketidakberdayaannya membuat dia jadi kesal setengah mati. Jadi mau tidak mau harus dia yang menjauh dari tempat itu. “Awas kau, lain kali akan kuhajar” seru Yoo Bin. Tau dirinya menang Jae tersenyum sambil memiringkan kepalanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saking kesalnya melihat tampang Jae, Yoo Bin jadi tidak memperhatikan langkahnya. Juga tidak memperhatikan motor yang akan segera menyambarnya. Untungnya Jae melihat dan cukup sigap, langsung menarik tubuh Yoo Bin. “Kyaa...” Yoo Bin berteriak kaget. “Ya,kalo naik motor liat-liat donk” teriak Jae belum melepaskan tangannya dari pinggang Yoo Bin (posisi Yoo Bin dipeluk Jae dari belakang dengan 1 tangan ^^).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Gwaenchanayo?”tanya Jae. Yoo Bin yang masih kaget hanya bisa mengangguk lemah. “Makanya jalan pakai mata bukan mata kaki. Arasseo?” ejek Jae. Mendengar dirinya diejek kesadarn Yoo Bin kembali, membalikkan kepalanya ke arah Jae hendak menghardiknya (posisi belum berubah ^^). “Ya... Kim Jae....” omongan Yoo Bin terpotong menyadari seberapa dekatnya wajah mereka. Jarak wajah mereka hanya sekitar 3 cm saja, membuat mereka jadi batu dalam posisi itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Deg... Terdengar bunyi aneh yang membuat Yoo Bin segera mendorong Jae sampai hampir jatuh. “Apa yang kau lakukan babo, aku hampir jatuh” sergah Jae. “Dasar buaya darat, jangan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan ya.” “Siapa yang kau maksud hah anak ayam. Jangan mengucapkan hal-hal menjijikkan. Seharusnya yang kau ucapkan itu kamsahamnida karena aku sudah menolongmu.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Belum sempat Yoo Bin melontarkan balasan Byul Hye dan So Eun sudah datang, disusul dengan para cowok dan Riin terakhir Ji Soo. “Wae? Apa yang terjadi denganmu Yoo Bin?” tanya Ji Soo. “Eh, anniyo. Wae?” “Kau sedikit aneh” jawab So Eun. “Sakit?” tanya Byul Hye. Yoo Bin hanya menggeleng. “Lalu kenapa pula dengan Jae? Kenapa kalian agak diam hari ini?” tanya Riin. “Aku hanya sedang kesal dan tidak ada mood untuk berkelahi dengannya” jawab Jae kesal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Deg... “Lho,kok”seru Yoo Bin dalam hati. Deg... deg... deg...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Suara itu semakin kencang dan cepat, datangnya dari dalam diri Yoo Bin. “Omo? Aku kenapa sih. Kok jantungku berdegup kencang” batin Yoo Bin sambil memegang pipinya dengan kedua tangannya. Setiap mendengar suara Jae rasanya jantung Yoo Bin makin ingin melompat keluar. Sepanjang hari seperti itu sampai ketika mereka memesan VIP table di sebuah resto Jae mengajaknya bicara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Ya, Kim Yoo Bin kau benar tidak apa?” “Mwo?” suara Jae membuat Yoo Bin terkejut sampai jantung benar-benar akan lompat keluar. “Kau terlihat sangat aneh hari ini” seru Yoo Chun. “Terlalu aneh” sambung Jun Su disertai anggukan Chang Min. “Gwaenchanayo?”tanya Yun Ho. “Oh, ye” jawab Yoo Bin. “Jangan katakan motor tadi menyambar kepalamu, sampai kau seperti ini” seru Jae. Yoo Bin hanya menggeleng saja, padahal biasanya dia bakal ngemuk kalo Jae bicara seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Mwo? Motor?” tanya Byul Hye. “Ye, dia hampir disambar motor tadi” jawab Jae. “Omo, gwaenchanayo?” tanya So Eun. “Ne,I’m ok.” “Jeongmal?” tanya Ji Soo dan dijawab dengan anggukan kepala Yoo Bin. “Ok semuanya aku lapar mari kita pesan makanan saja. Ok” seru Yoo Bin ceria seperti biasanya membuat yang lain yakin dia baik-baik saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Yang benar saja masa gara-gar wajah berdekatan saja aku harus deg degan” batin Yoo Bin. “Itu kan bukan ciuman, so it’s ok.” “Omo?” Yoo Bin sepertinya teringat sesuatu. “Rasanya yang seperti tadi pernah aku alami ya?” batin Yoo Bin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-2574794393007340481?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/2574794393007340481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/accidentally-in-love-chapter-3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/2574794393007340481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/2574794393007340481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/accidentally-in-love-chapter-3.html' title='Accidentally in Love ??? -- Chapter 3'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-320017907538571973</id><published>2010-12-25T02:40:00.000-08:00</published><updated>2010-12-25T02:40:23.545-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FanFict'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Accidentally in Love'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Accidentally in Love ??? -- Chapter 2</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'trebuchet ms', verdana, arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: x-small; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'trebuchet ms', verdana, arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Staring : TVXQ, Kim Yoo Bin, Lee Byul Hye, Kim So Eun, Jang Riin, Park Ji Soo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Author :Natthalie Loo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Singkatnya, pada jam istirahat siang anak-anak sekelas mengerumuni Byul Hye karena penasaran dengannya. “Annyeonghaseo Byul Hye ssi. Jeo neun Lee teuk imnida ketua kelas ini. Kalau ada masalah silakan bertanya.” “Kamsahamnida” jawab Byul Hye. “Ya, Byul Hye ssi kenapa kamu pindah sekolah?” “Boleh minta nomor handphonemu?” “Atau alamat e-mail mungkin?” “Ada fb ato twitter?” tidak cowok tidak cewek semua berceloteh dan bertanya tanpa henti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ckckckck.... mereka itu seperti kesetanan saja, kasihan Byul Hyenya kan” seru Jun Su. “Kalau aku pasti sudah pergi, kalau Jae Joong pasti sudah ngamuk” kelakar Yoo Chun. Jae tidak ada tanggapan hanya melihat kerumunan itu saja, begitu pula dengan Chang Min. “Taruhan sebentar lagi Yoo Bin akan mengamuk, karena dia masih duduk di sana” seru Yun Ho.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan tak sampai 2 detik kemudian Yoo Bin benar-benar mengamuk. “Ya... kalian semua tidak bisakah berhenti mengganggu orang” teriaknya. “Aku tidak bisa bergerak sama sekali, sekarang semua bubar” lanjutnya. “Ah, Yoo Bin payah.” “Mwo?” semuanya berseru kesal, tapi akhirnya bubar juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ya, chingu jangan suka marah-marah donk entar cepat tua lho” Byul Hye menasehati. “Ya Lee Byul Hye apa kau tau kau sangat menyebalkan” seru Yoo Bin. Ji Soo, So Eun dan bahkan Riin berdiri dari kursi mereka dan mengelilingi Byul Hye. “Jeongmal?” jawabnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ya, liat mereka sepertinya bakal ada perkelahian seru”Jun Su bersemangat. “Sebaiknya dihentikan” Chang Min ingin berdiri. “Ya, biarkan saja mereka” seru YooChun. “Ne, biarkan saja mereka” sambung Yun Ho. “Hajiman...” “Taruhan 10000 mereka pada akhirnya pasti akan berpelukan” sambung Jae. “Ne.” Sambung Yun Ho. “Wae?” seru yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Jeongmal” jawab Ji Soo. “Ah, araseo kurasa karena aku manis maka aku terlihat menyebalkan benarkan?” “Manis, kata-katamu itu menyebalkan” So Eun. “Jeongmal? Tapi pasti karena itu kalian jadi kangen sama aku kan?” “Hmmm...”Riin mencoba menyembunyikan tawanya. “Ya Lee byul Hye kau memang menyebalkan, dan sesuai katamu karena itu kita selalu kangen” jawab Yoo Bin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sedetik kemudian sesuai kata Jae, mereka berakhir dengan pelukan. “Byul Hye....” Yoo Bin memeluknya dengan super&amp;nbsp; erat. “Ya, Yoo Bin aku tidak bisa nafas.” Belum lepas dari Byul Hye Ji Soo, So Eun dan Riin ikut-ikutan meluk. “Byul Hye kita kangen banget sama kamu.” “Ne, aku juga.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Mwo?” seru kaget Jun Su dan Yoo Chun. “Apa yang terjadi?” tanya Chang Min. “Mereka saling kenal?” tanya Jun Su. “Nan molla” jawab Yoo Chun. “Byul Hye, oraenman-ieyo” seru Riin riang. “Jal isseossoyo? Kapan balik dari Amrik” tanya Ji Soo. “Wae? Kenapa tidak beri kabar?” sambung So Eun. “Aku ingin membuat surprise” jawab Byul Hye.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ehm.. ehm... Riin tidakkah kau ingin mengenalkan temanmu pada pacarmu tercinta ini?” tanya Yoo Chun. “Ya, Yoo Chu ah” Riin merasa sedikit malu dengan kata-kata Yoo Chun. “Eee, Yoo Chun? Neo Park Yoo Chun?” tanya Byul Hye. “Oh, kau tahu aku?” “Ne, Riin sering bercerita tentangmu.” “Chingu?&amp;nbsp; Kalian teman?” tanya Jun Su. “Kalau ia memang ken. apa?” tanya Yoo Bin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Byul Hye a, kau masi ingat aku?” tanya Yun Ho. “Oh, Yun Ho. Jal isseossoyo?” “Ne, lalu kau ingat Jae Joong?” Jae yang duduk di belakang Yun Ho menendang kakinya. “Kim Jae Joong?” “Ne” Yun Ho berusaha menarik Jae yang agak bersembunyi di belakang. “Ya, Yun Ho...” protesnya. “Annyeonghaseo Jae Joong a.” “Oh, annyeonghaseo Jal isseossoyo?” “Umm, kau terlihat lebih tampan sekarang.” Puji Byul Hye membuat Jae sedikit malu. “Ya Byul Hye jinja, dari segi mananya yang cakep?” Yoo Bin protes. “Anak ayam yang sirik diam saja”balas Jae.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ya....” seru Yoo Bin namun dipotong oleh Jun Su. “Ya, sebelum kalian berkelahi biarkan aku ikut kenalan juga donk. Annyeonghaseo Kim Jun Su imnida dan ini Shim Chang Min.” “Oh, annyeonghaseo.” Seru Chang Min. “Annyeonghaseo bangapseumnida” jawab Byul Hye sopan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ya, chingu tidakkah kalian merasa lapar?” tanya So Eun. “Ckckck.. kim So Eun apakah tak ada hal lain yang bisa kau pikirkan selain makan?” ledek Yoo Bin. “Aku kan lapar?” “Perut karet” ejek Riin. Acara perkenalan selesai dan acara makan di mulai, demikian pula dengan 5 cowok yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sambil makan pizzanya Jun Su mengajukan protes. “Jung Yun Ho dan Kim Jae Joong, kalau kalian punya kenalan cewek cantik harusnya bilang-bilang dan kenalkan pada kita.” “Tidak penting kurasa” jawab Jae. “Ya buat kau mungkin tidak penting, tapi buatku penting” protes Jun Su. “Kau merasa itu penting karena belum punya pacar kan? Aku sih tidak masalah kan udah ada Riin” ejek Yoo Chun. “Park Yoo Chun apa kau cari gara-gara denganku” seru Jun Su.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Hajiman,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;eotteohge?” tanya Chang Min sambil menatap Byul Hye dari jauh. “eotteohge?” balas Jae. “eotteohge kalian berdua bisa mengenalnya?” sambung Chang Min masih belum mengalihkan pandangan matanya. Yun Ho berbalik mengikuti arah mata Chang Min dan menjawab. “Ah, dia teman SMP kami. Waktu naik kelas 2 SMP dia pindah ke Amerika. Dan mereka ber 5 katanya teman sejak SD. Jae mulai berkelahi dengan Yoo Bin pun sejak kelas 1 SMP.” “Jangan membicarakan hal yang tak perlu” balas Jae.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Wae?” tanya Yoo Chun. “Anniyo, hanya ingin tau saja” jawab Chang Min belum mengalihkan pandangannya. Namun ketika Byul Hye secara tidak sengaja melihat Chang Min dan tersenyum padanya, di segera berbalik. “Wae?” tanya Yoo Chun lagi dan berbalik ke arah Yoo Bin dkk. “Anniyo” jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kalau tak ada apa-apa kenapa dari tadi kau melihatnya terus?” tanya Jun Su. “Assa, aku tau kau suka dia?” goda Yoo Chun. “ha, a..a.. anniyo” Chang Min terbata. “Chang Min first love?” goda Jun Su. “A..aniiyo” Chang Min tetap mengelak namun&amp;nbsp; Chun dan Su tetap mengejeknya. Jae hanya melihat mereka dengan pandangan aneh. Dan Yun Ho yang melihat ekspresi Jae, juga memasang mimik aneh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-320017907538571973?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/320017907538571973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/accidentally-in-love-chapter-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/320017907538571973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/320017907538571973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/accidentally-in-love-chapter-2.html' title='Accidentally in Love ??? -- Chapter 2'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-7872492590774995109</id><published>2010-12-25T02:38:00.003-08:00</published><updated>2010-12-25T05:50:41.530-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FanFict'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Accidentally in Love'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Accidentally in Love ??? -- Chapter 1</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Staring : TVXQ, Kim Yoo Bin, Lee Byul Hye, Kim So Eun, Jang Riin, Park Ji Soo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Author :Natthalie Loo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #e5b8b7; font-family: Toontime;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; text-align: left;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ea9999;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ea9999;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 24px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ea9999;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;“Ayo, Yoo Bin lari yang kencang” teriak So Eun. “Go Yoo Bin, go Yoo Bin, go...” Ji Soo menyemangati Yoo Bin. “Yaaaa... tunggu aku jangan tutup gerbangnya dulu” Yoo Bin berteriak sambil mempercepat larinya. Tepat sedetik sebelum pintu gerbang SMA Myun Dong tertutup Yoo Bin berhasil masuk. “Assaaaa.... berhasil” Yoo Bin memberi tanda peace dengan jarinya pada seonsaengnimnya. “Ok, kamu pasti belum bikin PR kimia, jadi gimana kalo kita balik ke kelas” seru Riin. “Anniyo kali ini aku sudah bikin dengan sukses” jawabnya. “Setelah nyontek punyaku” balas So Eun. “Ya Kim So Eun jangan buka kartu donk.” Dan kemudian mereka dengan ribut jalan menuju kelas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Tepat saat Yoo Bin menjangkau pegangan pintu kelas 3-1, tangan lain juga ikut-ikutan memegang pegangan pintu. Tentu dengan segera Yoo Bin menarik tangannya. “Aish, tanganku menyentuh tangan si buaya” serunya. “Ya, anak ayam tidak bisakah kau menutup mulutmu barang sedetik saja.” “Ya, siapa yang anak ayam. Kim Jae Joong kuperingatkan kau agar tidak kurang ajar pada perempuan”balas Yoo Bin. “Perempuan, memangnya kau terlihat seperti perempuan?” “Yaaa... “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&amp;nbsp;“Ya, Jae Joong ah sudahlha kalian jangan selalu berkelahi” lerai Chang Min. “Kalo dia tidak rese aku tidak akan naik darah” jawab Jae. “Sudahlah, kita ini mau masuk kelas atau apa sih?” tanya Jun Su.&lt;br /&gt;“Anak ayam minggir sana kami mau lewat” “Yang seharusnya minggir itu kamu.” Jadi deh aksi saling dorong antara Yoo Bin dan Jae. “Aku duluan yang masuk.” “Anak ayam belakangan saja ngekornya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;“Aish, akhirnya selalu jadi begini”keluh Yoo Chun. “Yaa.. kim Jae Joong, Kim Yoo Bin” seseorang lain berteriak. “Kapan kalian bisa berhenti berkelahi?” “Ya Hyung dia yang mulai duluan,bu... Auww” protes Jae terpotong karena dipukul pelan dengan buku. “Panggil aku Kang Ta seonsaengnim Kim Jae Joong hagsaegie. Masuk.”&amp;nbsp; Sambil memegang kepalanya dan dorong-dorongan dengan Yoo Bin, Jae masuk ke kelas diikuti yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;“Ok, hagsaengie hari ini akan ada seorang saelo on hagsaeng, tapi sepertinya dia agak terlambat ” Kang Ta saengnim memulai ketika akhirnya semua orang duduk. Seisi kelas jadi agak ribut mendengar ini. “Yaa, kalian jangan ribut.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Pelan tapi pasti pintu kelas terbuka dan seorang gadis melangkah masuk. Chang Min yang duduk di sebelah Jun Su bangku ke-2 dari belakang dan dekat jendela yang sedang bertopang dagu sambil memainkan pensil dengan tangan kirinya dan menatap ke arah luar berbalik melihat ke pintu ketika mendengar pintu kelas terbuka. Pensil di tangan kirinya jatuh ke meja dan tangannya tidak lagi menopang dagunya. Ekspresinya sekarang melongo plus terpana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&amp;nbsp;“Omo??” seru kaget So Eun. “Ya, Yoo Bin ah” panggil Ji Soo. “Mwo?” seru Yoo Bin. Sementara yang lain saling bisik-bisik mengomentari saelo on hagsaeng itu. “Manis.” “bagus jugaada&amp;nbsp; yang enak dipandang .”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;“Mianhe seonsaengnim aku sedikit terlambat” serunya lembut. “Oh,a..anniyo” jawab saengnim sedikit terbata. “Jeongmal mianhe” serunya lagi dengan sedikit menunduk. “Eum, bagaimana kalau kau sedikit mendekat agar bisa memperkenalkan diri pada yang lain.” “Oh, ne saengnim” jawabnya lembut. “Ok, dengarkan teman baru kalian memperkenalkan diri.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;“Annyeonghaseo jeo neun Lee Byul Hye imnida, cheoeum&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;bangapseumnida” dengan suara lembut Byul Hye memperkenalkan diri. “Ah..” seru Jae. “Ok, Byul Hye ssi mungkin kamu lebih bagus duduk di...” saengnim mempertimbangkan 2 kursi kosong di sebelah Yoo Bin atau di depan Yoo Chun. “Saengnim bolehkah aku memilih sendiri?” “Oh, ne.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19px; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Byul Hye berjalan ke arah paling belakang, diikuti tatapan mata dari Jae dan Chang Min. Akhirnya &amp;nbsp;dia memilih bangku di sebelah Yoo Bin. “Annyeonghaseo chingu” sapa Byul Hye pada Yoo Bin dengan senyum manis. Namun hanya ditanggapi dengan senyum mengejek khas Yoo Bin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-7872492590774995109?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/7872492590774995109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/accidentally-in-love-chapter-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/7872492590774995109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/7872492590774995109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/accidentally-in-love-chapter-1.html' title='Accidentally in Love ??? -- Chapter 1'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-2932821636059895440</id><published>2010-12-22T02:05:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T02:05:45.837-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Impressive Girls'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Impressive Girls -- 6 HAL-HAL GA TERDUGA PART 2</title><content type='html'>Original Story by Ghee&lt;br /&gt;Rewrite by Natthalie Loo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari ini hari jumat, hari Lola kembali ke sekolah. Saking sengangnya hari ini Lola ga telat bangunnya dan berangkat ke sekolah dengan riang. Sesampainya di sekolah sepanjang jalan dia disapa oleh semua siswa yang berpapasan dengannya. “Pagi La.” “Morning Lola.” “Eh, Lola udah masuk lagi.” Gitu deh kira-kira, suasana udah embali kek semula sebelum insiden foto terjadi. Itu artinya teman-teman Lola berhasil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebelum ke kelas Lola memutuskan untuk singgah ke mading. “Besok pagi liat mading ya La” seru Lluna ceria ketika nelpon Lola malam sebelumnya. “Kita ada surprise buat kamu” seru Ceries. Lola penasaran banget apa yang udah dilakuin sama sohibnya itu. Begitu sampai di mading yang udah dikerumunin orang, Lola langsung nyerobot ke bagian depan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di mading tertulis dengan jelas surat pengakuan bersalah yang ditulis Gina. Intinya Gina mengaku kalo foto Kyo Lola yang tempo hari cuman rekayasa. Dan karena Kyo Lola sampe harus diskors dia jadi ga enak hati dan menulis pengumuman itu. Ditambah lagi nih, foto Gina yang lagi nyium monyet yang tentu aja di rekayasa juga.Lola ketawa geli ngelaitnya. Puas ngeliat mading, Lola segera ke kelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Morning” teriak Lola begitu sampe ke kelas. “Morning” jawab semuanya kompakan. Dengan riang Lola segera duduk di tempatnya. “Gimana madingnya keren g?” tanya Erine. “Keren banget, saking kerennya perutku sakit karena ngakak nih” Lola tertawa. “Btw gimana dengan pak William?” tanya Lola kemudian. Segera aja Lluna nyodorin netbooknya ke Lola. Terpampang lah di sana foto badan monyet tapi kepalanya pak William.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Hmph.... hahahahahaaha” Lola ngakak sampe sakit perut. “Bagus kan” seru Ceries. “Mantap banget” jawab Lola cengengesan. “Tapi btw nih ya Gina ama pak William bakal diapain sama kepsek ya?” tanya Lola. “Bentar juga tau” seru Andrew dari tempat duduknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Gina, kamu terpaksa diskors selama 10 hari karena perbuatan kamu” kata bu kepsek. Dalam sidang kali ini SCELLo plus Andrew bu Dora dan pak William selaku wali kelas Gina ikut diundang juga. Gina hanya bisa menunduk pasrah dengan keputusan itu. “Ok sekarang kamu udah bisa keluar”kata bu kepsek lagi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah Gina keluar bu kepsek berbicara pada SCELLo plus Andrew. “Seperti biasa kalian selalu saja heboh. Tapi, kalian harus diberi ucapan terima kasih dalam hal ini.” Semuanya hanya bisa senyum-senyum senang saja. “Beritau Kyo, dia sudah boleh masuk senin ini. Hukumannya dicabut.” Semuanya cuma mengangguk ringan saja. “Sebagai permintaan maaf dan terima kasih ajak juga Kyo minum teh di ruanganku senin nanti ya” lanjut bu kepsek sambil berlalu menuju pintu. Dan yang lainnya masih senyum-senyum saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ah ia satu lagi” bu kepsek berbalik lagi. “Untuk pak William, karena kelalaian anda dalam menyimpan password yang dengan susah payah dibuat Lluna sehingga, membuat 2 anak terpaksa menerima hukuman tidak sepantasnya dan jadi tidak bisa mengikuti pelajaran selama beberapa waktu. Anda diskors selama 2 minggu.” “Ta...ta... tapi bu” pak William terbata-bata. “Tidak ada tapi-tapian dan hukumannya dimulai hari ini” seru bu kepsek dan akhirnya keluar dari ruangan disusul bu Dora. Terakhir pak William keluar dengan muka masam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Yeii” teriak semua. Sekarang jam 8 malam semua ada di rumah Kyo untuk ngerayaiin kemenangan ini. “Kenapa sih rumah aku yang selalu jadi markas kumpul kalian” gerutu Kyo. “Ini kan buat ngerayain keberhasilan kita, yang juga nguntungi kamu. Get fun aja Kyo” seru Ceries. “Pokoknya hari ini kita habis-habisan” teriak Lola. “Apanya yang habis-habisan? Tanya Kyo. “Lluna keluarin” perintah Lola. “Tada” seru Lluna mengeluarkan isi bungkusan yang di bawanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Gila. Kita mau minum wine?” protes Kyo. “Oi, sadar ga sih kalo kita masi dibawah umur” Andrew berseru. “Peraturan kan dibuat untuk dilanggar. Ga pa-pa kok” kata Lluna. “Ia lagian kan wine kadar alkoholnya agak rendah jadi ga masalah. Lagian cuma 3 botol” lanjut Erine. “Kata siapa cuma 3 botol, aku juga bawa kok” Ceries mengeluarkan winenya. “Udah deh, Kyo ga usah jaim” Lola setengah berteriak. “Ya, kalo mabok siapa yang mau bawa pulang” hardik Kyo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Aku ga ikutan. Mau pulang aja” kata Andrew bangkit berdiri. Dengan segera Lluna, Lola dan Ceries nahan tangan Andrew. “Mau ke mana Drew” seru Ceries genit. Sementara itu Erine yang dari tadi ternyata udang bongkar dapur Kyo untuk cari gelas, udah mulai nuangin wine buat semuanya. “Ayo Drew kamu harus ikut. Ini kan berkat kamu juga” seru Lluna yang jadi senjata telak buat Andrew.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akhirnya mereka pesta sampe tengah malam. Bahkan sampe mabok seperti dugaan Kyo, soalnya ternyata Ceries bawa banyak pasokan wine di mobilnya. Alhasil mereka semua ketiduran di rumah Kyo (termasuk Andrew juga) dan baru pulang ke rumah masing-masing esok harinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari senin Lola berangkat lebih awal daripada biasanya. Sesampainya di sekolah yang memang pada saat itu belum banyak orang, Lola melihat pemadangan aneh. Dari tempat parkiran Lola melihat Lluna dan Andrew yang tampaknya juga baru datang seperti sedang bertengkar di dekat pintu gedung utama. “Mereka ngapain ya?” batin Lola. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Drew aku udah bilang baik-baik ke kamu berhenti nguntit aku” seru Lluna marah. “Ya, tapi akukan cuman... “ “Ga ada tapi-tapian. Kamu tuh kaya stalker tau ga sih, malah bikin aku jadi taku tauk. Aku bener-bener udah muak tauk. Kalo mu mending kuntit si Lola aja, barangkali dia malah seneng.” Lluna tampaknya cukup marah samapi-sampai dia sempat mendorong Andrew sebelum masuk ke gedung dengan marah. “Lluna...” panggil Andrew, dan tidak lama kemudian juga masuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lola yang emang ga denger percakapan mereka merasa heran, segera mengikuti dari belakang. Sesampainya di kelas Andrew dan lluna tampaknya baik-baik saja tuh. Lluna lagi gosip dengan Erine dan Andrew lagi bolak balik buku kimia. “Oi, jangan ngelamun di tengah jalan La. Entar kesambet ghost lho” seru Ceries yang baru masuk. Segera aja Lola duduk di tempatnya. Baru juga mau bertanya soal apa yang dilihatnnya pada Lluna, penganggu lainnya datang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“O-ha-you” teriak Kyo, segera menghampiri Lola “Ohayou senpai, aku kangen banget deh sama kamu.” “Ih, apa-apaan sih. Jangan dekat-dekat, hush..hush” usir Lola. “Wuih, keren amat abis nyalon Kyo?” tanya Ceries. Kyo emang keliatan beda hari ini, terutama nih model rambutnya yang jadi makin keren. “Gimana keren ga? Keren ga senpai” tanya Kyo. “Lumayan buat ukuran kamu” jawab Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akhirnya seharian ini Lola urung nanya ke Lluna soal tadi pagi. Tapi, waktu pulang sekolah Lola dapet kesempatan buat nanya ke Andrew. Soalnya nih, kebetulan hari ini mereka piket bareng. Tapi nih, belon juga Lola sempat nanya Andrew mulai bicara duluan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Em La. Kamu udah punya cowo?” tanya Andrew. Kebetulan aja nih si Kyo yang mau ambil barangnya kelupaan denger, dan akhirnya nguping dari pintu.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Ha, belon. Kenapa?” jawab Lola. “Kalo gitu, gimana kalo kita jadian aja?” “Ha” Lola bener-bener kaget dengernya. “What, ni maksudnya Andrew nembak aku?” batin Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ya, kalo ga mau ga pa-pa sih” kata Andrew. “Bukan gitu, tapi tiba-tiba banget.” “Gitu ya, jadi gimana?” Setelah mempertimbangkan sejenak, Lola akhirnya mutusin “Ok deh kalo gitu.” Mendengar jawaban Lola, Andrew hanya tersenyum aja. Tapi si Kyo yang nguping dari luar muakanya jadi aneh dan akhirnya langsung pulang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Aku harus minta maaf sama Andrew kalo dia datang nanti. Harus minta maaf, harus minta maaf..” gumam Lluna pelan pada keesokan harinya. Ga lama orang yang ditunggu Lluna datang. Baru juga mau manggil Andrew, Lola nongol di pintu dan berteriak. “Morning.” Berjalan cepat dan ceria ke tempat duduknya, memeluk dan mencium pipi Lluna. “Aduh, La apa-apaan sih. Berhenti” seru Lluna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Hepi banget sih La, ada apaan?” tanya Erine. “Aku punya berita bagus.” “Apaan?” tanya Ceries. “Aku udah jadian sama Andrew.” Mendengar itu senyum di wajah Lluna dan Ceries hilang. “Ha, jadian dengan Andrew? Bener Drew?” tanya Ceries. Andrew hanya mengangguk lemah untuk menjawab pertanyaan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mata Andrew ga sengaja bertemu dengan mata Lluna. Mereka bertatapan sebentar dan kemudian Andrew mengalihkan perhatiannya. “Yang bener aja Lola Andrew jadian? Bukannya Andrew suka Lluna kan, dari gerak-geriknya aja kentara banget. Padahal kemarin aku sengaja masangin mereka, tapi kok jadi gini?” batin Ceries menatap Lluna, Andrew dan Lola. “Bisa berabe nih nantinya, kalo Lluna gara-gara yang tempo hari suka ama Andrew” batin Ceries lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kamu kenapaan Ris?” tanya Lola. “Ga kok. Cuman kaget aja Andrew mau sama macan kek kamu” dalih Ceries. “Kurang ajar banget. Kamu kali yang macan” jawab Lola. “Kalo gitu mesti dirayain donk” kata Lluna tersenyum tipis. “Bener banget tuh” Kyo asal nimbrung aja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Argh, bisa ga sih ga muncul tiba-tiba kaya hantu” pinta Lola. “Dan lagi jangan ngasal nyambung deh” seru Erine. “Ga pa-pa kali. Btw apa nih yang mau dirayain?” tanya Kyo. “Lola ama Andrew udah jadian jadi kita mau rayain” jawab Lluna. “Bener nih?” seru Kyo segera menuju ke tempat duduk Andrew. “Artinya kamu bukan hombreng dong” ejek Kyo. “Mau dihajar ya kamu Kyo?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“So kita mau pesta di mana?” tanya Kyo lagi. “Eh, aku ga pernah bilang mau ajak kamu ya” seru Lola. “Gimana kalo kita clubbing aja?” tanya Lluna. “Clubbing? Ide bagus Na udah lama ga clubbing nih” jawab Ceries. “Ok, kita clubbing sabtu ini” seru Lola riang. Namun sekaranga senyuman dari wajah Lluna hilang digantikan mimik sedih dan hal ini ga luput dari penglihatan Ceries.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari sabtu mereka bener-bener clubbing di salah satu club yang cukup populer. Mereka bener-bener gila-gilaan, dance plus minum-minum ampe mabok. Terutama Lluna dan Kyo, mereka yang paling parah. “Udah cukup” Andrew nahan tangan Lluna yang baru aja mau menuang minuman untuk yang kesekian kalinya. “Ah, kenapa sih” rengek Lluna. “Nih, aku tuangin” seru Kyo. “Kyo kamu juga berhenti aja” seru Andrew.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ah, Drew biarin aja mereka deh” seru Ceries. “Kalo mabok siapa yang bawa mereka pulang?” gerutu Andrew. “Udah di antisipasi kok Drew. Aku bawa sopir jadi semuanya juga bisa dibawa pulang” kata Erine. “Rin turun yuk” ajak Lola. Setelah Erine dan Lola turun ke lantai dance, Ceries angkat bicara. “Drew kenapa kamu milih jadian ama Lola?” “Masih sadar toh” ejek Andrew. “Jawab dong” seru Ceries. Andrew hanya ngangkat bahu aja. “Apanya yang kamu suka dari dia? Kenal juga baru kan?” Lagi-lagi Andrew hanya menjawab Ceries dengan mengangkat bahunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Denger ya Drew sapa pun jadi pacar kamu dengan alasan apapun, bukan masalah buat aku. Yang jadi masalah itu kalo kamu nyakitin temen aku. Mau itu Lola, Erine ato Lluna ga akan aku maafkan” kata Ceries dengan memberi penekanan pada nama Lluna dan Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akhirnya setelah bosan clubbing mereka pulang. Dan satu-satunya yang masih sadar cuman Andrew. “La bangun La jangan bobo” kata Erine mabok. “Kalo bobo kan ga bisa diantar pulang naek motor Andrew kan bego” seru Lluna lebih mabok lagi. “Udah masukin mobil ajah” seru Kyo. “Ah, Kyo di depan ajah” Ceries mendorong Kyo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akhirnya Lola dijejalin ke dalam mobil disusul dengan Erine dan Ceries. Andrew sebagai satu-satunya yang sadar menghela nafas panjang melihat mereka. “Na ga muat lagi nih mobilnya” seru Erine yang emang cuman bawa sedan aja. “Jadi aku pulangnya gimana?” “Naek taxi aja sis” ide Ceries. “Biar aku yang antar Lluna pulang” jawab Andrew sambil menarik Lluna. “Ga ah, entar Lola marah.” “Udah sama Andrew aja Lola ga marah kok” seru Kyo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akhirnya jadi juga Lluna diantar pulang sama Andrew. “Na udah sampe nih” seru Andrew. Lluna turun dari motor Andrew dengan oleng dan hampir jatuh, untung Andrew langsung nahan dia. Karena keknya Lluna ga bakal bisa masuk sendiri, akhirnya Andrew memencetkan bel untuknya. Ga lama pembokap Lluna muncul dari dalam rumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Aduh, non kenapa lagi toh.” “Sori Bi. Agak mabok” jawab Andrew. “Anu, den bibi bisa tolong anterin non Lluna ke kamarnya ga.” “Ha” seru Andrew kaget. “Soalnya bibi teh ga kuat.” “Ga pa-pa nih bi. Entar orang tuanya marah lagi.” “Ga pa-pa toh den, bapak sama ibu ga ada di rumah.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akhirnya Andrew membopong Lluna ke kamarnya. Setelah membaringkan Lluna, bukannya keluar Andrew malah tinggal di dalam kamar. Andrew menatap wajah Lluna dan kemudian entah sadar ato ga membelai wajahnya. Begitu bibi masuk ke kamar Andrew segera berdiri. “Saya pulang dulu bi” kata Andrew. Tapi langkah Andrew terhenti karena Lluna ternyata menggenggam ujung jaket Andrew.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Walah non dilepasin dong” seru bibi berusaha ngelepasin genggaman Lluna. Setelah terlepas bibi menyelimuti Lluna dan mengecup keningnya layaknya seorang ibu. “Tidur yang nyenyak ya non” seru bibi. Kemudian mengantar Andrew ke pintu depan. “Bi kok rumah ini kayanya sepi ya, ga ada orang lain emang?” tanya Andrew. “Iya den, bapak, ibu, juga den Felix kakaknya non Lluna kerjanya keluar negri aja. Ngurus bisnis melulu aja. Non ditinggalin sendiri aja di rumah. Dari kecil bibi yang ngerawat non” jawab bibi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bibi menghela nafas dan melenjutkan lagi. “Kasian non Lluna kesepian. Untung aja ada temen-temen non Lluna kek non Ceries, non Lola dan non Erine. Kalo ga mungkin sekarang non bergaulnya udah ga bener.” Percakapan mereka ini berakhir begitu udah sampai di pintu gerbang. Sebelum beranjak pergi Andrewmenyempatkan diri melirik kamar Lluna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sementara itu Ceries yang baru saja sampai di rumahnya. “Dadah” serunya pada yang lainnya. Dengan sedikit sempoyongan Ceries masuk lobi apartementnya, naik lift dan segera menuju kamarnya. Setengah jalan menuju kamarnya Ceries bertabrakan dengan seseorang. “Aduh jalan liat-liat donk” serunya. Ceries yang masih berada dalam pelukan orang itu, mendonggak melihat wajahnya. “Ah” serunya kemudian pingsan begitu aja. Cowo yang tadi ditabrak Ceries hanya bisa memandangnya saja dengan tatapan aneh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pukul 11.30 keesokan harinya Ceries masih aja tidur dengan pulas. Gimana ngga kemarin aja pulang dari clubbing jam 2 subuh mabok lagi. Ga lama kemudian Ceries mulai bergerak, antara mau bangun ato ngga. Mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping dan merentangkan tangannya. Ketika tangannya menyentuh sesuatu yang ga biasanya, tangan Ceries mencoba menerka apa yang disentuhnya dengan menepuk-nepuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Begitu tangan Ceries merasa menyaentuh sesuatu yang sepertinya kulit manusia hidup, Ceries membuka matanya perlahan-lahan. Dan ya Tuhan di depan Ceries, tepatnya di samping Ceries seorang cowo cakep lagi tidur dengan nyenyaknya. Ditambah lagi nih ga pake atasan, sontak ini membuat Ceries berteriak kencang. “Kyaaaaaaaaaaaaaa..........”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Teriakan Ceries tampaknya membuat cowo itu terbagun. “Ha, what happen? What happen?” seru cowo itu. Dengan marah Ceries berteriak “Viiiiggoooooooo.....” Cowo bernama Viggo itu berbalik menatap Ceries yang lagi marah besar. “Good morning honey” sapanya. Saking kesalnya Ceries mengambil bantalnya dan memukul Viggo sambil berteriak. “What are you doing on my bed. Bastard!!?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Auw, hey, hey kok aku dipukulin.” “Ngapain kamu di sini hah? Dan kenapa juga kamu ada di bed aku?” Ceries masi aja berteriak dan mukul Viggo. “Auw, berhenti dong. Gimana aku bisa ngomong kalo dipukulin terus.” Ceries berhenti memukul membiarkan Viggo ngomong. “Ya, tadi subuh kamu pulangnya dalam keadaan mabok trus pingsan. Kebetulan kita papasan, jadi aku bawa kamu masuk aja, daripada kamu dibiarin di luar terus.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“And then, ngapain pake acara buka kaos segala?” Ceries masih aja marah. “Ya, becoz I always like this if I’m sleep.” “And then where is my clothes and why you sleep here?” Ceries mulai mukul Viggo lagi pake bantal. Soalnya nih ya rupa-rupanya sekarang Ceries cuman pake tanktop plus hot pants aja, baju luaran yang kemaren dia pake udah ga tauk ke mana. Ya pantas aja lha kalo dia marah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Aku males pulangnya udah malam soalnya ga tau jalan kalo udah malem” Viggo berusaha menghindari pukulan Ceries. “And then my clothes?” “Ya itu bukan aku, kemarin kamu sendiri yang buka juga.” “Kamu pikir aku percaya omongan bullshit kamu” Ceries mukulnya makin menjadi-jadi. “I swear. Aku ga nyentuh kamu sedikit pun” jawab Viggo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sekarang Ceries udah ga mau tau lagi, dia berdiri menarik tangan Viggo dan menyeretnya sampai pintu depan dan melemparnya keluar sambil berterik. “Go out.” “Ceries, but my clothes...”&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;belum omongannya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;selesai pintu udah dibanting ama Ceries. Viggo hanya bisa menarik nafas dan memencet bel. “Ceries bajuku gimana?” Ga lama kemudian pintu terbuka dan Ceries melempar kemeja Viggo keluar. “Kunci mo...” belum selesai ngomong lagi-lagi pintu udah dibanting menutup. Tapi ga lama kemudian pintu terbuka lagi, dan Ceries melempar kunci mobil Viggo tepat mengenai jidatnya. “Auw” seru Viggo kesakitan dan kemudian segera berlalu pergi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-2932821636059895440?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/2932821636059895440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/impressive-girls-6-hal-hal-ga-terduga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/2932821636059895440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/2932821636059895440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/impressive-girls-6-hal-hal-ga-terduga.html' title='Impressive Girls -- 6 HAL-HAL GA TERDUGA PART 2'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-5534272397334948431</id><published>2010-12-22T02:02:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T02:02:12.557-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Impressive Girls'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Impressive Girls -- 5 CLUB DETECTIVE CILIK ! (OOPS! SALAH GA PAKE CILIK^^)</title><content type='html'>Original Story by Ghee&lt;br /&gt;Rewrite by Natthalie Loo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kriing...Kriiing...Kriiing...&lt;br /&gt;Jam 3 siang handphone Lola bunyi dengan nyaring. Lola yang lagi tidur siang ngangkat telponnya dengan malas. “Haloo..” “La molor ya? Jangan molor mulu, bangun sono mandi n siap-siap” seru Lluna dari telpon. “Mo ngapain Na, cape nih aku tidurnya jam 5 pagi tadi.” “Ga ada tapi-tapian, sekarang aku udah jalan ke rumah kamu. Jadi segera siap-siap sekarang juga. Kita mau adain investigasi.” “Hah, investigasi?” “Aku sampai di rumahmu dalam 20 menit.Ok, see ya.” Lluna menutup telponnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Meski bingung dengan maksud sobatnya itu, Lola akhirnya bangun dengan malas dan pergi mandi. Hari itu hari pertama Lola ngejalanin masa skorsnya, yang seharian itu dijalanin dengan makan dan tidur saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dua puluh menit kemudian Lluna dah mengklakson Lola dari luar rumah. Lola yang belum benar-benar beres lari ke jendela dan berteriak. “Bentar lagi.” Ga lama Lola turun, kunci pintu rumah dan langsung masuk ke mobil sport Lluna. “Kita mau ke mana Na?” tanyanya. “Investigasi, aku kan udah bilang dari tadi. Kita bakal ketemuan dengan yang laen di cafe biasa.” “Iya investigasi apaan?” “Pastinya kasus kamu dan Kyo lha. Masa kasusnya Ariel, Luna Maya, Cut Tari?” “Hah” Lola tetap aja heran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Handphone Lluna bunyi, dan dengan segera merogoh Samsung starnya dari dalam tas. “Yes, speaking” jawabnya. “Kyo ga mau keluar rumah katanya” kata si penelpon. “Heh, kok gitu sih Drew?” “Andrew? Sejak kapan Lluna punya no hpx?” batin Lola. “Katanya kan lagi di skors, jadi ya ga bisa ke mana-mana” jawab Andrew. “Ya udah gini aja kita kumpulnya di tempat Kyo aja. Bisa smsin alamatnya kan? Sekalian aja smsin ke Ceries, taukan nomornya?” tanya Lluna. “Ok” jawab Andrew dan matiin telponnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Sejak kapan kamu tau nomornya Andrew, Na?” tanya Lola. “Sejak kemarin, soalnya cuman dia yang bisa behubungan dengan Kyo. Jadi kita minta tolong dia” jawab Lluna santai sambil mencari nomor Erine di hpnya. “Rin, kasi tau Ceries kita kumpulnya di rumah Kyo aja. Andrew nanti smsin alamatnya. Ok, see ya” kata Lluna begitu Erine ngangkat telpon. “Ok sekarang let’s go ke rumah kyo” seru Lluna mempercepat laju mobilnya. “Na pelan-pelan aja jalannya, ga usah ngebut” pinta Lola. Sadar apa yang dimaksud Lola, Lluna sedikit memperlambat laju mobilnya. Lluna tau kalo Lola khawatir kejadian kek kak Dixon terulang lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sesampainya di rumah Kyo, Erine dan Ceries udah nunggu. “Lama amat sih” seru Ceries. “Yuk, langsung naik aja” kata Erine. Seperti Ceries, Kyo tinggal sendirian di sebuah apatement. Segera aja mereka naik dan mencari kamar yang di tuju. “Nah ini dia nomer&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;1111” kata Lola begitu menemukan yang dicari dan segera memencet belnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ohayou” seru Ceries dan Lola kompakan begitu Kyo membuka pintu. “Yang bener Konichiwa, baka. Masuk” jawab Kyo mempersilakan semua masuk. “Oh, ia udah siang” seru Lola. “Sapa tuh baka, temen Kyo” tanya Ceries yang emang ga tau artinya. “Baka jannai” seru Kyo lagi. “Baka artinya bego” jelas Lola. “Dan kalo ditambah jannai artinya bego sekali” tambah Lluna. “Sialan kamu Kyo. Awas ya” gertak Ceries.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Tapi dari mana Lluna tau artinya?” tanya Erine. “Mama kan sering pulang pergi Korea, Jepang, Indonesia buat ngurus bisnis. Kalo libur aku biasa ikut apalagi waktu kecil,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;jadinya tau deh. Ah, hello Drew” menyapa Andrew yang lagi duduk di ruang tamu. “Jadi apaan sih yang kalian mau bikin di sini. Sampe ajak-ajak Andrew segala” tanya Kyo. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kamunya tuh kenapa juga ga boleh keluar rumah kalo di skors?” tanya Lola. “Lho, emang gitu khan” jawab Kyo. “Ini Indonesia pak, bukan Jepang kalo di skors ya cuma ga masuk sekolah” balas Lola. “Ok. Langsung aja ke inti permasalahan” Lluna menengahi. “Kita di sini mau buat investigasi atas kasus Lola dan Kyo yang kemaren” jelas Erine. “Kaya ga ada kerjaan aja sih. Ngapain pake acara investigasi segala” ejek Kyo. “Jelas harus Kyo, membobol password dengan tingkat keamanan tinggi yang udah aku buat n ngepost berita ga bener adalah CYBER CRIME. Jelas ga bisa di biarin” kata Lluna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Terserah deh kalian mau ngapain. Tapi kayanya bakal jadi seru, so aku ikutan aja deh” seru Kyo. “Jadi kita mau ngapain?” tanya Andrew. “Ok, dari hasil diskusi kita tadi di sekolah, maka penjelasan pertama di mulai dari Lluna. Miss Lluna silakan di mulai” seru Ceries sok jadi moderator.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ok, seperti yang aku bilang. Aku udah ngecek sapa yang ngepost berita itu, dan hasilnya orang ini profil dan emailnya fiktif. Dari emailnya aku udah ngecek dari mana dia ngepost news ini, dan hasilnya dia ngepost dari warnet. Otomatis jejak kita hilang, karena pengguna warnet itu banyak banget sehingga sulit dilacak. Tapi yang jelas kita udah dapat seseorang yang patut dicurigai” kata Lluna. “Sapa?” tanya Kyo dan Lola barengan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Dia anak sekolah kita” Erine menjawab. “Dari wawancara yang kita lakukan di warnet terkait, kita menemukan hanya ada 1 orang dari sekolah kita yang mengakses web sekolah dari warnet itu pada hari kejadian. Kebetulan aku kenal anak itu, anak kelas XI IPA 2 yang namanya Virginia alias Gina. Beberapa kali di calonkan untuk perlombaan sains tapi gagal, dan aku selalu jadi yang lolos. Kalo dipikir seharusnya aku yang dijadiin sasaran, tapi sepertinya anak ini suka sama Kyo. Jadi dia ga senang liat Kyo dan Lola deket” lanjut Erine.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Aku sama nih mahluk jadi-jadian deket. Jijay banget deh” seru Lola. “Ok, next” kata Kyo ga sabar denger kelanjutannya. “Tapi jelas kita ga ada bukti, jadi kita ga bisa asal nuduh dia” tambah Erine lagi. “So?” tanya Lola. “Kita rencananya mau bikin skandal baru” jawab Ceries. “Nani? What???” seru Kyo. “Sekarang coba Andrew utarakan pendapat kamu” kata Lluna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Emm, menurut aku pada dasarnya dia ga suka semua anggota SCELLo. Untuk Lola dan Erine udah jelas masalahnya sih. Tapi melihat caranya yang dengan sengaja mengepost news ga hanya mading tapi juga di web, seolah-olah ingin melimpahkan keslahan pada pengelola web dalam hal ini Lluna. Dia berharap Lola menuduh Lluna karena hanya Lluna yang otorisasi buat yang mau post news di web. Dan sepertinya, cukup banyak yang ga begitu suka sama Ceries. Jadi mungkin aja kalo ada sedikit aja kesalahan SCELLo dia pasti bakal ngepost news lagi” jelas Andrew.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Wuih, ga nyangka pikiran kamu panjang juga Drew. Kamu emang sohib aku” seru Kyo ngerangkul Andrew. “Berisik” seru Andrew berusaha menghindari Kyo. “Trus skandal yang kalian maksud apaan nih? Bukan yang aneh-aneh kan?” tanya Lola. “Jelasnya berhubungan dengan percintaan” kata Ceries. “Hah” seru Kyo dan Lola kompakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ga usah kaget gitu deh, di sekolahan emang cuma soal cinta yang bisa jadi heboh. Apalagi di masa-masa SMA. Masa skandal pembunuhan ato skandal kaya Ariel, Luna Maya, Cut Tari?” kata Ceries. “Kebanyakan nonton drama dan inforteiment nih” ejek Kyo. “Ya, udah masa bodoh deh. Jadi rencananya kaya gimana?” tanya Lola&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Sederhana kita akan bikin umpan” kata Ceries. “Nah, karena menurut Andrew aku ga cocok banget jadi umpan, karena katanya tipe cewe yang emang banyak skandal dengan cowo.” Kate Ceries agak kesal. “Wah, bener tuh” ejek Lola. “Maka diputuskan yang akan jadi umpan adalah Lluna dan...” belum Ceries selesai bicara Andrew udah motong. “Kok Lluna. Menurutku Erine lebih cocok.” “Tapi sayangnya menurut aku Lluna paling cocok Drew. Dia kelihatan lebih bookworm karena kerjanya baca dan natep laptop aja, makanya kalo mo bikin gempar Lluna paling tepat” balas Ceries.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Enak aja bookworm.” “Ya, ga bisa gitu dong.” kata Lluna dan Andrew barengan yang membuat mereka sedikit salting. “Dan pasangan Lluna kali ini Andrew” lanjut Ceries. “Ha...” seru Andrew kaget. “Cocok tuh” kata Kyo setuju. “Ya.. Ga..A... aku kan... belum bilang setuju” Andrew terbata-bata. “Iya nih mending sama aku aja deh Ris” seru Lola. “Ga bisa La, kita rencananya harus selesain misi ini sebelum kamu masuk sekolah lagi. Jadi besok udah harus jalan, biar masa skors Kyo bisa diperpendek” kata Erine.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lola mendesah dan jadi manyun sedikit deh. “Ga apa-apa kok kan cuma pura-pura aja. Lagian ini kan buat teman aku jadi ga masalah” seru Lluna. Lluna emang selalu bisa memberi semangat buat semua orang. “Ya udah kalo gitu” kata Andrew. “Yeii, artinya rencana dimulai besok” teriak Lola. “Satu hal yang perlu diingat” Lluna berteriak untuk mengalahkan keributan di ruangan itu. “Pak William kemungkinan besar terlibat” lanjut Lluna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lola baru sampai ke rumah sekitar pukul 9 malam. Semalaman dia meenungkan kata-kata terakhir Lluna saat diskusi tadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Pak William kemungkinan besar terlibat.” “Hah” seru semuanya kompakan. “Aku nyimpan master file web dalam cd bersama dengan passwordnya. Dan yang nyimpan cd itu adalah Pak William yang emang adalah guru komputer dan pengawas web” lanjut Lluna. “Kayanya dari dulu Pak William emang ga suka sama kita, apalagi perlakuan khusus bu kepsek sama kita” renung Erine.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Sialan kenapa sih sama tuh guru brengsek banget deh. Sirik banget sih sama kita” seru Lola dalam hati. Tanpa disadari Lola waktu terus berlalu. Dan akhirnya dia pun tertidur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Besok paginya, sekolah lagi-lagi gempar. Andrew bonceng cewe ke sekolah, dan lagi cewe itu Lluna... OMG, jelas aja jadi bahan gosip super hot hari itu. Seharian gosip soal ini kedengaran di semua penjuru sekolah, disertai dengan seruan sirik para siswa. Ga cowo, ga cewe semuanya sama aja. “Yang bener aja Lluna?” “Padahal udah dari kelas 1 aku ngejar dia.” “Padahal udah ampir 1 tahun aku ngejar dia.” seru sirik para cowo. “Andrew udah diambil orang.” “Padahal dia cool plus keren.” “Yah, mau gimana lagi kalo lawannya Lluna.” seru para cewe.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Tahap pertama lancar” seru Ceries bangga. “Lantas kita mau ngapain biar si tersangka mulai beraksi” tanya Lluna. “Ya pastinya dipancing” jawab Ceries. “Emang ikan apa” ejek Andrew. “Pokoknya kalian kelihatan mesra n hot. Bikin sensasi gitu lho” kata Ceries menggebu-gebu. “Yang ngomong sih gampang” seru Lluna. “Em. Gimana kalo kencan di perpus aja?” tanya Erine. “Ha” seru Andrew dan Lluna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ide bagus Rin” sanjung Ceries. “Kalian sering ke perpus juga, lagian kayanya cukup strategis” lanjut Erine. “Bener tuh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;very srategic. Cari tempat buat mojok, yang lebih sepi di bagian terpencil. Pasti hasilnya ok deh” timbrung Ceries. “Iya, omongnya aja yang gampang” seru Lluna lirih. “Oke pokoknya tahap selanjutnya harus berhasil, ingat rencananya kan?” tanya Ceries.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tahap selanjutnya, pelajaran jam ke-2 komputer. Sesuai rencana Andrew duduk di meja komputer di samping Lluna. Dan sesuai rencana juga Lluna lebih duluan selesai mengerjakan tugas yang diperintahkan, kemudian mengajarkan Andrew cara kerja yang lebih cepat. Sesuai skenario yang disusun Ceries, Lluna menarik tempat duduknya lebih dekat dengan Andrew. Mengajari Andrew sambil sesekali bercanda layaknya sepasang kekasih yang lagi dimabuk asmara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hal ini nampaknya cukup berhasil, karena tak lama kemudian pak William datang menghampiri mereka. “Wah, kayanya ada pasangan baru nih. Kerjaannya gimana?” “Udah kok pak. Tuh cek aja” jawab Lluna menunjuk komputer yang tadi di pakainya. Melihat pekerjaan Lluna yang selalu perfect karena ini emang keahliannya, membuat pak William jadi kesal. “Ya sudah kalo gitu. Tapi sekedar nasehat ya buat kamu Lluna. Anak baru sumber masalah, jangan sampai terlibat masalah kaya teman kamu” ejek pak William. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Andrew merasa sedikit tersinggung juga, karena memang dia anak baru. Dia memandang pak William dengan tatapan sinis dan sedikit mengejek dengan senyumnya, membuat pak William semakin kesal. “Ah, ia pak. Ini file master web yang baru beserta passwordnya” kata Lluna memberi tekanan pada kata password. Dengan segera wajah pak William berubah jadi sedikit ceria. “Oh, ok. Akan aku simpan baik-baik biar tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ada kejadian kaya tempo hari lagi. Tapi tetap waspadalah pada anak baru ini” menunjuk Andrew yang masih pasang tampang juteknya, yang jelas membuat pak William geram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Begitu pak William kembali ke mejanya, Lluna dan Andrew saling bertatapan penuh kemenangan sambil tersenyum. Setelah itu mereka melihat ke arah Ceries dan Erine yang mengacungkan jempol mereka, tanda tahap 2 telah selesai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Istirahat siang lagi-lagi sesuai dengan skenario yang baru saja di susun Ceries, dua orang ini pergi ke perpus sehabis membeli cemilan ringan. Dan lagi-lagi sesuai permintaan Ceries, mereka ngambil posisi mojok setelah mengambil buku. Sementara Ceries dan Erine mengambil tempat tersembunyi yang cukup aman untuk mengamati mereka.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kamu selalu minum kopi susu ya Drew?” Lluna memulai percakapan. “Oh, ya gitu deh.” “Tapi dilarang bawa makanan dan minuman ke perpus lho.” “Mau gimana lagi, aku ga pernah makan pagi sih. “ “Ga makan pagi lantas cuman minum kopi. Kamu bisa sakit maag tau. Kenapa ga bilang supaya kita makan dulu aja di kantin.” “Ga pa-pa ini cukup kok.” “Apanya yang cukup, nih kamu makan roti aku aja” Lluna mengeluarkan roti dari saku tas laptopnya. “Ga usah, kopi juga cukup kok.” “Mau makan ga sih?” kali ini Lluna udah mulai kesal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akhirnya Andrew mengambil roti yang ditawarkan Lluna dan memakannya sedikit-sedikit. Hal ini membuat Lluna tersenyum lagi. “Katanya dilarang bawa makan minum ke perpus” ejek Andrew. “Biarin peraturan kan dibuat untuk dilanggar” jawab Lluna. Tiba-tiba Lluna teringat satu hal, melihat berkeliling memastikan ga ada yang bisa mendengar mereka dan mulai berbicara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Drew kamu tinggal di sekitar rumah aku y?” bisik Lluna. “Ha, ngga” Andrew menghentikan kunyahannya. Lluna berpikir sejenak kemudian melanjutkan lagi. “Belakangan ini aku selalu diikutin orang kalo pulang sekolah.” “Ha” seru Andrew kaget. “Itu kamu kan Drew?” tanya Lluna. Andrew&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;cuman bisa diam aja. “Ia kan?” kata Lluna masih berbisik. Namun Andrew masih aja diam dan ga menjawab. “Aku pengen tau alasannya?” tanya Lluna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akhirnya Andrew ngomong juga, “Aku ngerasa bahaya aja kalo biarin kamu pulang sendirian.” Lluna tersenyum mendengar jawaban Andrew dan berkata, “Seneng deh, kamu punya pikiran kaya gitu. Tapi aku ga pa-pa kok, jadi bisa mulai sekarang ga usah nemenin aku lagi kalo pulang?” “Kata Ceries kan aku juga yang harus antar kamu pulang.” “Ya, maksud aku setelah semua ini beres” Lluna tertawa. Andrew hanya mengngangguk saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kamu tuh ya jangan pasang tampang kek gitu terus donk. Smile dong” kata Lluna sambil mencubit kedua pipi Andrew berusaha membentuk senyuman di wajahnya. Setelah tangan Lluna berhasil dilepas Andrew beneran jadi tersenyum. “Nah gitu dong kan jadinya lebih manis dan cakep.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ehm, setau saya ini perpus bukan tempat kencan ataupun makan” seru suara yang ternyata adalah pak William. Lluna dan Andrew menghentikan candaan mereka dengan segera dan memelototi pak William. “Seperti dugaan anak baru ini tukang cari masalah. Ga tau ya kalo di perpus dilarang bawa makan dan minum?” ejek pak William. “Peraturan kan buat dilanggar pak. Kaya ga pernah muda aja deh bapak” Andrew balas ngejek yang jelas membuat pak William jadi super kesal. “Yuk, Na kita pergi aja” Andrew menarik tangan Lluna ga sadar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sepanjang jalan ke kelas Andrew bener-bener ga sadar kalo dia masih menggandeng tangan Lluna. Sampai Lluna biacara “Andrew.” Andrew berbalik dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menatap Lluna&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan kemudian beralih ke tangannya. Dengan segera dia melepas tangan Lluna dan bilang “So..sori.” Lluna hanya tersenyum dan ngomong “Jalannya yang pelan aja ga usah cepet-cepet kaya tadi.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rapat investigasi kasus ini diadakan sore harinya di rumah Kyo. “Gimana hasilnya?” tanya Lola penasaran. “Pak William sih udah kepancing tinggal Ginanya aja tuh” seru Ceries. “Cepet banget” seru Kyo sambil membagikan minuman. “Yang jadi masalah nih, si Andrew bego ini” seru Ceries menunjuk Andrew. “Kok aku?” “Jelas kamu lha Drew, kan ceritanya kamu berdua tuh pacaran. Tapi kok ga ada romatis-romantisnya sih” seru Ceries lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Yang namanya pasangan tuh. Kemana-mana pegangan tangan kalo perlu rangkul dia kaya gini” praktek Ceries ke Erine. “Kamu mah, ga ada romantic-romanticnya sama sekali” lanjut Ceries lagi. Andrew hanya tertawa kecil saja melihat ulah Ceries. “Drew jangan-jangan nih ya, kamu ga pernah pacaran lagi?” tanya Lola. “So?” balas Andrew. “Lo ga hombreng kan Drew” seru Kyo sedikit menjauh. “Mau kuhajar ya?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Udah-udah kita fokusin aja dulu ke kasus nih ga usah berantem” Erine menengahi. “Btw nih ya. Kenapa rumah aku yang selalu jadi tempat kumpul sih. Kalian tuh bikin susah aku tau ngebersihin sampah-sampah cemilan kalian” seru Kyo protes. Bukannya didengerin, anak-anak yang laen malah tambah ribut lagi. “Woi, dengerin orang kalo lagi ngomong” teriak Kyo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari ini sesuai skenario Lluna dan Andrew barengan ke sekolah. “Tada” Lluna mengeluarkan kotak bekal dari tasnya ketika udah di Andrew lagi markir motor. “Apaan tuh?” “Sarapan pagi kamu. Harus dihabisin. Cuman roti doank sih.” “Ga usah ah, ga lapar kok.” “Ga bisa gitu Drew” protes Lluna. kemudian Lluna mencubit sedikit roti dan menyodorkannya ke Andrew. Dan akhirnya Andrewpun terpaksa makan. “Udah ah, di kelas aja” serunya pada Lluna. Lluna menyimpan kotak bekalnya dan mengikuti Andrew.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dert.... dert.... dert.... Andrew merasakan hpnya bergetar dengan segera mengangkatnya. Belum juga sempat Andrew bilang halo, si penelpon udah duluan teriak. “Gimana sih kamu Drew, lebih mesra lagi donk” ternyata si Ceries. Andrew mencari-cari lokasi Ceries karena yakin dia pasti lagi ngeliatain. Dan Andrew menemukannya lagi berdiri di samping mobilnya di tempat parkir biasa. “Pegangan tangan dong” seru Ceries dari telpon sambil mempraktekkannya dari tempatnya berdiri. “Kalo perlu di pelok sekalian” katanya lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Males ngedengerin Ceries ngomong, Andrew mematikan hpnya. “Siapa Drew?” tanya Lluna menghampiri Andrew. “Ga.” Namun si Andrew belum juga mau jalan, malah jadi salting sekarang berbalik ke arah Ceries yang masih melototin dia, dan akhirnya ngomong ke Lluna. “Sori ya” serunya sambil nyelipin jari-jarinya diantara jari-jari Lluna. “Si Ceries dari tadi udah teriak-teriak dari belakang soalnya” lanjutnya. Lluna mengikuti arah pandangan Andrew dan menemukan Ceries mengacungkan jempolnya. “Tadi dari Ceries toh” seru Lluna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Istirahat siang kembali di habiskan di perpus. Kali ini mereka main game menggunakan netbook Lluna. Tertawa tertahan sekali-sekali ketika ada hal yang lucu. Kali ini bener-bener kaya orang pacaran deh. Duduknya dempetan, Andrew meluk Lluna dan Lluna juga nyander ke Andrew. “Ah, Drew keknya ada kotoran di rambut kamu” seru Lluna saambil berusaha membersihkan rambut Andrew. Dari samping sih keliatannya gitu, tapi kalo dari belakang mah kek orang ciuman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tiba-tiba Andrew menggeser posisinya ke samping. “Kenapa Drew?” “Keknya aku ngeliat blitz deh.” “Blitz kamera maksudnya?” Andrew hanya ngangkat bahu aja. “Ceries ke mana?” tanya Andrew. Lluna berusaha mencarinya tapi ga keliatan sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di tempat lain dalam perpus itu si Gina, jongkok-jongkok berusaha nyembunyiin diri. Namun tiba-tiba ada yang nepuk pundaknya, waktu berbalik malah pipinya terkena telunjuk Ceries yang menepuknya dari belakang. Rupanya Ceries dan Erine juga menyadari sinar blitz kamera tadi dan menyelinap ke belakang Gina.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Eh, Gina ngapain kamu di sana Gin?” sapa Erine. “Ca.. Cuma cari buku kok.” “Tapi kok bawa-bawa kamera digital sih? Buat apaan tuh?” tanya Ceries. “Kebetulan nih, boleh pinjam ga kameranya” seru Erine. “A..anu ini udah lowbat” Gina terbat-bata. “Mau pinjamin ga sih?” Erine mulai sinis dan maju lebih dekat. Gina berusaha menjauhkan kameranya dari Erine tapi dia ga ingat kalo Erine sama-sama dengan Ceries. Ceries langsung aja nyambar tuh kamera dan memeriksa isinya. Mendapatkan apa yang dia mau, Ceries melambai kepada Andrew dan Lluna yang sudah datang mendekat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-5534272397334948431?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/5534272397334948431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/impressive-girls-5-club-detective-cilik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/5534272397334948431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/5534272397334948431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/impressive-girls-5-club-detective-cilik.html' title='Impressive Girls -- 5 CLUB DETECTIVE CILIK ! (OOPS! SALAH GA PAKE CILIK^^)'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-3262250775120937179</id><published>2010-12-22T02:00:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T02:05:50.446-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Impressive Girls'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Impressive Girls -- 4 HAL-HAL YANG GA TERDUGA PART 1</title><content type='html'>Original Story by Ghee&lt;br /&gt;Rewrite by Natthalie Loo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah hari sebelumnya Lola, Erine dan Lluna menghabiskan waktu sampai malam di apartement baru Ceries buat bantu dia berbenah, hari ini lagi-lagi Lola telat bangun. “Nyaaaaaaa......” teriaknya. Segera setelah selesai, Lola segera menstater motornya. Sialnya kemarin Lola lupa isi bensin dan sekarang tangki bensinnya kosong. “Aduh yang bener aja, kalo naik angkot bisa-bisa telat” gerutunya. Tapi mau gak mau Lola harus naik angkot.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Itu baru kesialan pertama yang dialami Lola hari itu. Kesialan yang kedua, angkot yang dinaiki Lola mogok di tengah jalan yang membuat Lola harus ganti angkot. Untungnya Lola ga telat, tepat semenit sebelum pintu gerbang utama ditutup Lola berhasil masuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tapi jangan kira keberuntungan yang satu ini mengakhiri kesialan Lola hari itu. Justru kesialan terbesar baru akan datang. Baru juga masuk gedung sekolah, anak-anak yang masih di luar kelas saling bisik-bisikan sambil memandang Lola. Hal yang sama juga terjadi buat siswa di dalam kelas yang kebetulan melihat Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Nih, apa-apaan sih. Kok mereka ngeliatnya kek gitu, mana pake acara bisik-bisik lagi. Pengen banget rasanya ngehajar mereka semua” kata Lola dalam hati. Masuk ke dalam kelasnya hal yang sama juga terjadi. Bahkan ke-3 sahabatnya juga melihatnya dengan mimik cemas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ada apaan sih? Kok semua bisik-bisikin sambil ngeliat aku dengan aneh. Kalian juga tampang kalian kenapa?” tanya Lola. “Udah liat mading?” tanya Ceries “Ga, mang napa?” Lola balas nanya. “Udah cek website sekolah?” kali ini Erine yang nanya. “Belum tuh. Kalian kenapaan sih, kalo ada masalah ngomong aja langsung” Lola mulai gerah dengan semua ini. “Liat aja sendiri” kata lluna menyodorkan netbooknya ke Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dengan bingung Lola mengambil netbook Lluna dari tangan pemiliknya. Begitu melihat apa yang terpampang di depannya Lola kaget setengah mati. Di website sekolah bagian News terpampang foto accident ciumannya dengan Kyo yang tempo hari. “Ni apa-apaan sih” kata Lola kesal. “Coba baca” saran Lluna. Lola makin emosi aja melihat tag line ‘ciuman hot di kelas.’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ini di luar otorisasi aku, aku juga udah cek siapa yang ngirim tapi profil dan alamat emailnya fiktif” kata Lluna agak merasa bersalah karena web sekolah adalah tanggung jawabnya begitu pula dengan mading. “Ini gak akan apa-apa kok La, hal yang biasa aja kan buat yang lagi pacaran” Ceries mencoba menenangkan. “Tapi Ris ini Indonesia bukan di Amrik. Yang ginian tabu di sekolahan” kata Erine.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lola bener-bener ngerasa darahnya udah naik sampe di ubun-ubun. “Orang sialan sapa yang bikin ini. Gak mungkin aku salahin Lluna sebagai penanggung jawab kan? Dia bahkan ga tau, lagian dia teman aku ga mungkin dia yang bikin” kata Lola dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Belum sempat berpikir dengan jernih, pengeras suara bergaung di seluruh sekolah. “Siswa yang bernama Lola Teomuri harap segera menghadap ke ruangan kepala sekolah.” Lola sekarang merasa keringat dingin membasahi tubuhnya. “Aku bakal di hukum, mungkin aja dikeluarin. Aku harus gimana?” batin Lola. “La,jangan tegang ok. Kalo kamu tegang malah jadi&amp;nbsp; makin tertekan. Hadapin dengan biasa aja, biar apapun yang ditanyaiin bisa kamu jawab dengan bener” Erine menasehati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lola hanya bisa ngangguk aja. “La kamu pasti baik-baik aja kok” hibur Ceries. Sekali lagi Lola hanya bisa mengangguk. “Aku pasti bakal cari tau siapa yang ngelakuin ini, aku bakal bikin dia ancur-ancuran” kata Lluna. Lola kembali mengangguk dan berkata “Ok. Aku ga pa-pa. Aku pasti bakal baik-baik aja.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Segera setelah itu Lola beranjak pergi. Tidak lama setelah Lola pergi sekarang giliran Kyo masuk ke kelas dengan tampang sedikit kesal. Andrew segera menghampiri Kyo yang baru saja duduk di kursinya. “Kyo” sapanya. “Aku udah tau kok” jawabnya tanpa ditanya. “Jadi sekarang gimana?” tanya Andrew lagi. Kyo hanya menjawab dengan menghela napas panjang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ga lama kemudian Kyo bangkit berdiri dari kursinya. “Mau ke mana?” tanya Andrew. “Ke ruang kepala sekolah lha. Bentar lagi juga aku pasti bakalan di panggil kan. Jadi mending aku pergi aja sekarang.” Segera saja Kyo berlalu pergi. Andrew dan SCELLo yang tersisa hanya bisa saling pandang dengan cemas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di ruang kepala sekolah Lola duduk di ruang tunggu dengan gelisah. “Si Kyo mana?” tanya Bu Dora. Lola hanya bisa geleng-geleng kepala saja menjawabnya. “Masa pacar sendiri ga tau keberadaannya sih” ejek pak wakil kepsek. Lola hanya bisa diam aja kali ini walaupun pengen rasanya membantah segala tuduhan yang ada. “Ya sudah, panggil dia dengan pengeras suara” perintah bu kepsek.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Belum juga perintah itu dilaksanakan, terdengar pintu diketuk dan muncullah Kyo. “Tau diri juga rupanya” ejek pak wakil kepsek. Lola berdiri dari tempat duduknya dan saling berpandangan dengan Kyo. Ini sedikit menenangkan perasaan Lola. Kemudian dimulailah sidang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Aku minta penjelasan soal ini” bu kepsek menunjukkan gambar yang ada di web sekolah. “Ini hanya salah paham bu. Ini hanya accident aja kok” jawab Lola. “Accident? Ga salah nih?” ejek pak wakil kepsek. “Beneran bu ini Cuma accident. Bener-bener ga disengaja” kata Lola lagi. “Hei, kamu coba bantu pacarmu menjelaskan” kata pak wakil kepsek ke Kyo. “Maaf pak kami ga pacaran dan saya kan udah bilang itu ga sengaja” jawab Lola. “Masa katanya ga pacaran, kamu dicampakkan tuh” ejek pak wakil kepsek. “Cukup pak William. Biarkan mereka bicara sendiri” perintah bu kepsek. Pak William hanya bisa mengangguk dan tersenyum kecut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kyo ngomong sesuatu dong” bisik Lola. Kyo menghela nafas dan mulai berbicara. “Kalo mau menghukum, hukum aku saja bu” “Kyo” sergah Lola. “Wah, mau jadi pahlawan nih ya. Jangan sok keren deh” ejek pak William lagi. Pak William mengurungkan niatnya untuk mengejek lagi, setelah dipelototi tidak hanya oleh bu kepsek tapi juga Bu Dora. “Alasannya” kali ini Bu Dora angkat bicara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kyo terdiam sebentar menghela nafas dan bicara lagi sambil menatap lantai. “Itu ulah saya. Saya yang maksa jadi saya aja yang dihukum.” “Kyo itu kan cuman accident” sergah Lola. Ga mendapat respon dari Kyo, Lola mulai mencari pembelaan ke bu kepsek. “Bu ini bener-bener cuman accident kok. Teman saya juga liat kok. Ini...”&amp;nbsp; Lola menghentikan perkataannya begitu bu kepsek mengangkat tangannya tanda berhenti bicara&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Benar seperti itu?” tanya bu kepsek. Kyo mengangguk dengan wajah tertunduk. “Kyo bicaralah dengan menatap mata orang itu” kata bu kepsek lagi. Kyo mengangkat wajahnya dan menatap bu kepsek. Setelah beberapa detik akhirnya bu kepsek bicara. “Ok. Aku rasa kalian berdua tetap harus dihukum.” “Tapi bu..” sela Kyo yang tidak diindahkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Lola kamu diskors selama 3 hari” katanya. “Hah, cuman 3 hari” seru pak William kaget. “Kyo kamu selama 1 minggu. Hukumannya berlaku besok” lanjut bu kepsek. Mendengar hukuman yang kedengaran ringan itu Kyo agak kaget juga, sementara Bu Dora merasa sedikit lega. “Bu ga terlalu ringan hukumannya?” tanya pak William. “Saya tidak terima protes. Dan buat kalian berdua kalo mau kalian boleh pulang ke rumah sekarang” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Begitu keluar dari ruangan kepsek Kyo cukup kaget juga melihat Lluna, Erine, Ceries dan Andrew berrdiri di koridor menunggui dia dan Lola. Namun Kyo langsung aja jalan seenaknya tanpa mempedulikan mereka. “Kyo tunggu” teriak Lola. Kyo berhenti tanpa berbalik memandang Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kamu kenapa sih, kenapa kamu malah ngaku. Itu kan accident Kyo, accident.” Kyo berbalik menghadap Lola dan berkata. “Kamu pikir mereka mau percaya?” “Tapi Kyo kita kan ada saksi. Erine liat kok” “Mereka tetap ga akan percaya, pasti mereka nuduh kamu sekongkolan sama Erine. Terutama pak William, kamu liat gelagatnya tadi khan?” “Ya tapi...” “Udah lha La kita toh ga dapat hukuman yang berat. So don’t worry. OK” kata Kyo sambil menepuk pelan pipi Lola. Akhirnya Lola hanya bisa mengangguk saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ya udah aku mau pulang aja” kata Kyo lagi dan segera berlalu pergi. “Kyo kenapaan La?” tanya Ceries. Lola hanya menjawab dengan gelengan kepala. “Em, aku ikut Kyo ya” tiba-tiba Andrew ngomong dan di jawab dengan anggukan kepala yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kenapa kalian ada di sini. Bukannya jam pelajaran sudah di mulai” suara Bu Dora terdengar dari belakang. “A.. anu bu” seru Erine terbata. “Ah, SCELLo udah lengkap ya. Selamat datang Ceries” kata bu kepsek yang nongol dari belakang Bu Dora. “Em, makasih bu” jawab Ceries. Kemudian bu kepsek, Bu Dora, dan Pak William segera berlalu pergi. Namun sebelum hilang dari pandangan, bu kepsek menghentikan langkahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ah ia,aku lupa”serunya kemudian berbalik ke arah SCELLo. “Yang lainnya aku izinkan pulang cepat untuk mengantar Lola pulang. Asal besok kalian tidak telat.” “Bu” seru pak William. “Terima kasih bu” seru semua kompak. “Ah, satu lagi. Lluna benahi webmu” kata bu kepsek. “Baik bu” seru Lluna. Dan segera saja ke-3 guru itu berlalu pergi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan dengan riang ke-4 sohib ini segera berlari ke kelas untuk mengambil barang-barang mereka, sekalian aja memberi alasan buat guru mereka. “Kami diperintahkan oleh bu kepsek untuk mengantar Lola pulang” itulah kata Erine dengan semangat 45. “Kalian mau ke mana” tanya Andrew, melihat mereka berbenah. “Ngantar Lola pulang sekalian aja bolos” jawab Ceries. “Kok bisa?” “Perintah dari kepsek. Jadi kita ngandelin catatan kamu hari ini Drew” seru Lluna. “I.. iya” jawab Andrew.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di mobil..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“ Eh, Kyo ngomong gitu?” tanya Ceries yang duduk di belakang pada Lola yang duduk di depan. Mobil Ceries ditinggal di sekolah, katanya nanti ada orang yang antar ke rumah. Jadi mereka ngantar Lola pake mobil Lluna, yang hari itu bawa sedan biasa yang bisa muat 4 orang. Lola hanya mengangguk karena mulutnya penuh dengan crapes. “Yang jadi masalah nih, aku musti bilang apa sama mama” kata Lola setelah menelan makanannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan akhirnya setelah sampai di rumah Lola, mereka semua bener-bener mati kutu. “Lho, kok udah pada pulang sih. Ceries juga ada, kapan datangnya Ris” tanya mama Lola. “Kemarin dulu tante. Tante ga ke kantor?” Ceries balik nanya. “Baru juga mau berangkat, kan baru mau jam 9. Kalian sendiri kok udah pulang?” tanya mama lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ini dia nih yang bikin Lola keringatan, mamanya pasti nanya terus sampe mau di jawab. Mana instingnya mama Lola cukup tajam lagi. “Mana mungkin aku bilang ke mama aku di skors karena ciuman” batin Lola. “Anu tante Lola, tadi di sekolah. Emm... anu..” seru Lluna. “Kena bola tante” tiba-tiba Erine ngomong. “Kena bola?” tanya mama Lola heran. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“I.. ia tante. Tadi waktu Kyo lagi maen bola ga sengaja kena muka Lola” jawab Ceries. “Ia tante terus si Lola jadi mimisan dan pingsan deh” sambung Lluna. Lola kaget denger omongan teman-temannya yang otaknya ngarang dengan lancar, malah Lola terpaksa harus nahan tawa saking lucunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Bener la?” tanya mama Lola. Lola hanya bisa ngangguk aja karena lagi berusaha nahan tawanya. “Udah deh, ga usah bohongin tante. Kentara banget tau” kata mama Lola. “Maaf tante” seru Erine. Akhirnya mau ga mau diceritain deh kebenarannya versi Lola dkk. Ceritanya Lola dan Kyo lagi berkelahi sambil lempar-lemparan barang dan kene deh di mukanya pak William. Untungnya alasan kali ini diterima sama mama Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah, seharian ini empat sekawan ini menghabiskan waktu di rumah Lola. Mikrin soal siapa dalang semua ini. Tapi ujung-ujungnya juga malah maen sepanjang hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-3262250775120937179?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/3262250775120937179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/impressive-girls-3-hal-hal-yang-ga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/3262250775120937179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/3262250775120937179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/impressive-girls-3-hal-hal-yang-ga.html' title='Impressive Girls -- 4 HAL-HAL YANG GA TERDUGA PART 1'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-2920872311218537715</id><published>2010-12-22T01:58:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T01:58:42.540-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Impressive Girls'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Impressive Girls -- 3 CERIES IS BACK</title><content type='html'>Original Story by Ghee&lt;br /&gt;Rewrite by Natthalie Loo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selain udah tau pemilik motor yang buntutin Lluna (masih secret buat pembaca), Lluna mencoba mencari beberapa data terkait dari database dekolah. Dan Lluna menemukan sesuatu hal menarik lainnya, yang membuat dia tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari ini hari senin, menandakan awal minggu yang baru. Hari ini Lola ga telat lagi bahkan datang lebih cepat dari biasanya. “Pagi” sapa Lluna yang datang belakangan. “Napa Na, kok kayanya riang banget” tanya Erine. “Ada deh, entar juga kalian tau kok” jawabnya. “Apaan sih, bikin penasaran aja” seru Lola. “Pokoknya sebentar lagi kalian akan tau kok” jawab Lluna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah, sekarang mari kita pindah lokasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebuah mobil sport warna kuning cerah memasuki lapangan parkir SMA DH. Kemunculan mobil dengan warna sengejreng itu pastinya menarik perhatian para siswa lainnya. Mobil merah Lluna aja udah dianggap cukup ngejreng, palagi yang ini warna kuning. Mobil itu parkir tepat di sebelah mobilnya Lluna, padahal ga ada yang mau parkir dekat-dekat situ karena menganggap itu tempat keramat. Alias tempat khusus buat SCELLO.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Emang ada tempat parkir tersendiri yang selalu ditempati anak-anak yang disegani ini. Selalu tersedia 4 tempat parkir kosong di sana ketika tempat parkir lainnya penuh. Yang paling ujung kiri, sekarang udah ditempati motor Lola, sebelahnya lagi ditempati&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ferrari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;merahnya Lluna, sebelahnya lagi Mercy sport &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;kuning tadi, dan sebelahnya lagi kosong tapi kadang-kadang di tempati Audi hitam Erine.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Para siswa yang penasaran dengan orang dalam mobil itu, mulai berkumpul dan bisik-bisik tetangga. “Siapa sih yang berani parkir di situ.” “Emang siapa dia seenak jidatnya saja parkir di situ.” &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Ga tau ya kalo itu bukan parkiran umum?” “Sekali liat juga tau itu bukan parkiran umum, eh masi nyelonong aja.” “Emang nih lahan parkir punya maknya?” Itulah kira-kira yang banyak terdengar dari bisik-bisik itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ga usah nunggu lama, yang empunya mobil yang dari tadi bikin penasaran pun turun juga. Begitu melihat cewe cantik yang turun dari mobil, bisik-bisik yang tadi berubah jadi siulan menggoda yang dilakukan para cowo. Para cewe-cewe masih aja bisik-bisik, “cantik juga siapa sih?” “Kaya model ya.” “Tampangnya sih ok, tapi kayanya nyebelin deh.” Nah itulah bisik-bisik kaum hawa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Cewe yang diceritaiin ini emang cantik, make upnya tipis aja tapi lumayan komplit. Body langsing, dada ok, bokong bahenol. Belum lagi kemeja yang di pakai press body, dengan 2 kancing teratas ga dikancing, rok super mini, sepatu high heels yang ga tinggi-tinggi amat dan cocok buat ke sekolahan. Ditambah lagi nih rambut keriting gantung yang hampir sepanjang pinggangnya, plus kacamata item dan ngunyah permen karet.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Begitu turun dari mobil cewe ini membuat balon dengan permen karetnya, kemudian melepas kacamata gayanya. Mengunci mobilnya dengan kunci otomatis dan langsung jalan ke arah gedung sekolah. Pastinya dengan diiringi siulan panjang cowo-cowo genit dan bisik-bisik tetangga para cewe. Nah, keributan ini makin diperparah waktu cewe-cewe yang lagi bisik-bisik tadi ngeliat motor Kyo masuk halaman sekolah. Mereka jadi lebih histeris lagi dibandingkan dengan cowo-cowo genit tadi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rupanya keributan di halaman depan kedengaran sampai di lantai 2. “Ribut-ribut apaan sih tuh” kata Lola. Kemudian Lola, Erine dan Lluna ikut bergabung dengan teman-teman mereka yang udah dari tadi nonton dari jendela. “Ada apaan?” tanya Lola. “Ada cewe cantik nongol La” jawab salah seorang cowo yang namanya John. “Seksi lagi” tambah Michael. “Tuh orangnya” kata Franz sambil nunjuk orang yang dimaksud.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lola dkk mengalihkan pandangan ke orang yang di maksud. “Apanya yang cantik, seksi sih ia. Tapi kelebihan gaya tuh. Bakal bikin sebel aja kayanya” seru Lola ga sependapat dengan para cowo. Lola dan Erine segera kembali ke tempat mereka, tapi tidak dengan Lluna. Lluna masih tetap nonton sampe cewe yang dimaksud ga bisa keliatan lagi dari jendela. “it’s show time” gumam Lluna seorang diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sampai di dalam gedung sekolah pun cewe yang tadi dibicarakan, masih aja disiulin dan dibisik-bisikin para siswa dan siswi. Namun sepertinya ada seseorang yang menyadari perbedaan dari diri cewe itu. “Ka.. kalungnya...” kata seorang siswi kelas XII tiba-tiba ketika cewe itu lewat di depannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sementara keributan di luar masih terjadi, Bu Dora mengawali pelajaran hari itu dengan biologi. Belum juga pelajarannya betul-betul dimulai, pintu kelas menjeblak terbuka. “Akhirnya kamu datang juga” seru Bu Dora pada orang di depan pintu. “Maaf kalo saya terlambat” terdengar suara seorang cewe dari pintu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Begitu cewe itu masuk seluruh kelas jadi ribut. Bagaimana tidak cewe yang di depan itu adalah cewe yang jadi pusat perhatian dari tadi di halaman depan. Siul panjang cowo-cowo dan bisik-bisik tetangga para cewe mulai terdengar lagi. Suasana kelas bener-bener ga terkontrol sekarang. Kek ga pernah liat cewe aja deh, kampungan banget ya nih cowo-cowo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Erine sangat kaget namun senang melihat cewe itu masuk ke kelas. “La.. Lola” panggil Erine. “Kenapa sih Rin? Kenapa pula mukamu harus kaget gitu?” Erine ga menjawab dia hanya menunjuk siswi baru yang bakal sekelas sama mereka. Lola segera mengalihkan pandangannya ke depan kelas. Dan reaksi yang sama dengan Erine terlihat dari wajah Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Lho, kalung itu” seru seseorang cukup keras untuk di dengar satu kelas. Dan tentu saja perhatian langsung teralih ke kalung yang dipakai siswi itu. “Itu kan simbol SCELLO” seru suara lain. Sementara itu Lola yang kaget berdiri dari kursinya setengah berteriak, menyebut nama cewe itu “Ceries.” “Hi, I’m back” seru Ceries. “Welcome back” gumam Lluna seorang diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Hello everybody, aku biasanya di panggil Ceries. Waktu lulus SMP ke Amrik sekarang balik lagi ke Indonesia. Umur 16 tahun dan pastinya masih single” seru Ceries genit diakhiri dengan kedipan mata. Alhasil cowo-cowo sekelas jadi histeris karena tau Ceries masi jomblo. “Boleh daftar donk” teriak seseorang. “Boleh tapi harus lulus berkas dulu” jawab Ceries.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Melihat tingkah temannya Lola merasa dirinya yang jadi malu. “Idih, norak amat sih gayanya nih,mana genit banget lagi. bikin malu aja” serunya seraya menutupi wajahnya . Sementara Lluna dan Erine hanya bisa tertawa saja. “Ga bisa biasa-biasa aja ya perkenalan dirinya. Ga perlu segitunya” seru Lola kecil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Keributan di kelas terhenti ketika pintu kelas terbuka dan Kyo masuk. “Maaf telat” serunya santai tanpa mempedulikan Ceries. Hal ini agak mengganggu Ceries. “Cih, masa cewe cantik di depan mata dicuekin” batinnya. “Ok, kalo gitu Ceries duduknya di bangku kosong di belakang aja ya” kata Bu Dora menunjuk satu-satunya bangku kosong yang tersisa. Belum juga selesai kata-kata Bu Dora, Ceries udah melangkah duluan. Tapi tujuannya bukan bangku belakang malahan bangku disebelah Erine.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kebetulan aja teman duduk Erine itu cowo, dan dasar Ceries genit langsung digoda aja. “Hello” sapa Ceries. “He..Hello juga” jawabnya. “Emm.. Sori sebelumnya yah, tapi aku gak bisa duduk di belakang. Soalnya penglihatanku kurang bagus. Jadiii...” Belum selesai Ceries bicara si Kevin udah menjawab “Boleh kok, kamu boleh duduk di sini.” “Wah, makasih y” seru Ceries manja. Segera aja si Kevin pindah ke belakang tanpa di perintah lagi. Hal ini jelas membuat ke-3 sohib Ceries cengengesan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jam istirahat, jam buat SCELLO kangen-kangenan di tempat mereka yang biasa di kantin dengan makanan yang biasa juga. Kalo bukan bakso, pasti mie goreng ato pangsit ato mie kering. Kalo ga paling-paling jenis roti-rotian dan apapun makanannya minumnya pasti teh botol sosro.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Heboh kaya biasanya ya Ris” ejek Lola. “Kapan balik dari Amrik, kok gak kasi kabar ke kita-kita sih Ris?” tanya Erine. “Lho, si Lluna kan tau kalo aku balik. Semalam dia nelponin aku dan nayain aku beneran pindah di ni sekolah ato ga.” jawab Ceries. “Sengaja dirahasiain biar jadi surprise buat yang lainnya” balas Lluna. “Rese nih, mentang-mentang jaringan informasinya paling OK di sini” protes Lola. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Trus Ris kamu masih sama Viggo?” tanya Erine. “Sejak kapan aku sama dia. No way, aku ga suka dia.” “Tapi kan udah tunangan khan?” tanya Lluna. “Tunangan.. Engage??? Of course no. Sapa juga mau ditunangin ama dia. Dijodohin sih ia, tapi kalo engage no way”jawab Ceries. “Masi berharap sama kak Pieter?” tanya Lola. “Of course” jawab Ceries. “Jangan ngebuat 2 sodara itu jadi perang dingin lho” seru Erine diikuti tawa teman-temannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kangen-kangenan ini akhirnya bubar dengan munculnya Kyo and Andrew. Tepatnya Kyo maksa dan narik Andrew ikut dengan dia. “Konichiwa senpai! Don’t you miss me?” tanya Kyo &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;riang dan berusaha mencium pipi Lola. “Ihh, ngapain sih kamu buaya darat. Jangan dekat-dekat sama aku” kata Lola berusaha menyingkirkan Kyo. “Ngapain juga aku ikutan sih” seru Andrew dengan suara kecil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Oh, hai salam kenal sesama siswa baru” seru Kyo kepada Ceries. “Siswa baru juga?” tanya Ceries. “Yup, belom seminggu aku di sini. Sama kek si Andrew ini” kata Kyo dan berusaha sok akrab dengan Andrew dengan merangkul pundaknya. Andrew sih malah sebaliknya berusaha menyingkirkan Kyo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Pacarnya Lola ya?” tanya Ceries. “Idih, amit-amit jabang bayi. Jadi pacarnya nih mahluk jadi-jadian, ogah kali jijay aku” kata Lola setengah teriak. “Ah, bilang saja senpai malu-malu tapi suka” goda Kyo. “Cepe deh, jangan narsis ya sapa juga yang suka sama kamu. Dari tampangnya aja ga meyakinkan banget tau” balas Lola kesel. “Ah, ia aku lupa ngelakuin sesuatu nih senpai” kata Kyo yang dengan segera mencium pipi Lola. “Nyaaaaa..... Cowo sialan” teriak Lola sambil mengusap pipinya dengan keras.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dengan segera Kyo berlari menjauh sebelum Lola bangkit berdiri. “Coba kejar deh senpai” seru Kyo dengan gaya mengejeknya. “Sialan lo,berhenti brengsek” teriak Lola mulai mengejar Kyo. “Gila kaya anak-anak aja sih. Aku ketinggalan yang seru-seru kayanya” seru Ceries. “Banyak yang ketinggalan Ris” jawab Erine.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Melihat Kyo sudah lari dan ga ada yang bisa dilakukan, Andrew beranjak pergi. “Mau ke mana Drew?” tanya Lluna. “Em, anu mau kembali ke kelas aja” jawab Andrew terbata ditanyai Lluna. “Gabung aja, tungguin mereka selesai kejar-kejaran” ajak Lluna. “Iya nih. Kan lebih ok kalo ada cowo cakepnya” goda Ceries. Erine menganggukkan kepala tanda setuju kalo Andrew ikut gabung. Akhirnya Andrew tinggal juga dengan mereka sampai istirahat siang selesai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-2920872311218537715?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/2920872311218537715/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/impressive-girls-3-ceries-is-back.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/2920872311218537715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/2920872311218537715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/impressive-girls-3-ceries-is-back.html' title='Impressive Girls -- 3 CERIES IS BACK'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-5162684035535136284</id><published>2010-12-22T01:57:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T01:57:16.824-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Impressive Girls'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Impressive Girls -- 2 WHAT??? ANAK BARU, AGAIN???</title><content type='html'>Original Story by Ghee&lt;br /&gt;Rewrite by Natthalie Loo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Keesokan harinya, lagi-lagi Lola telat bangun. “Nyaaaaaaaaaa.............. Telat....” Pagi hari yang ribut di rumah Lola seperti biasanya, tapi bakal jadi lebih ribut lagi. “Papa mama Lola berangkat” teriak Lola. Baru juga buka pintu rumah, Lola tiba-tiba berhenti. Dia terpaku di depan pintu rumah ga bergerak. Lho, kenapa Lola yang udah mau telat malah bengong. Apa sih yang di liatnya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ternyata di depan Lola berdiri dengan gagah moge alias motor gede, persis banget kaya punya papanya dulu. Sontak aja Lola teriak “Nyaaaaaaaaaaaa........” “Motor ada motor di sini, punya siapa nih keren banget.” “Ya punya kamu donk La” kata mama yang baru aja nongol. “Punya Lola, beneran nih ma Lola boleh pake?” “Nih, kuncinya. Mendingan kamu cepat-cepat berangkat gih, entar telat lho” kata mama. “Thanks ya ma, I love u so much” kata Lola girang sambil mengambil kunci dan nyium pipi mamanya. Ga pake lama lagi, Lola langsung aja menstater motor barunya dan segera aja ngebut ke sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Alhasil berkat motor barunya Lola cuman butuh waktu kurang dari 5 menit ngebut ke sekolah. Dengan bangga Lola markir motornya di daerah parkiran motor dan segera menuju ke kelas dengan riang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Good morning everybody” teriak Lola ke seluruh penghuni kelas XI IPA 4. “Ohayou, senpai” seru sebuah suara yang pastinya adalah Kyo dari belakang Lola. “What the, masi pagi aja udah digangguin ma mahluk jadi-jadian” seru Lola namun tidak memperdulikan Kyo dan langsung duduk di tempatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Tumben La kok lebih cepat dari biasanya” sindir Lluna. “Abisnya my lovely mom beliin aku motor baru, jadi bisa ngebut deh ke sekolah” jawab Lola riang. “Lho, emang senpai bisa naik motor? Boncengin aku donk” goda Kyo. “Eh, ada yang ijinin kamu ikut nimbrung?” seru Lola sinis. “Senpai cantik deh kalo lagi marah” goda Kyo lagi sambil mendekatkan wajahnya ke Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Denger ya kappa, ak..” omongan Lola terhenti ketika dia membalik wajahnya dan..... Cup saking dekatnya wajah Lola dan Kyo bibir mereka jadinya bersentuhan deh. “Oops” seru Erine melihat hal itu terjadi tepat di depan matanya. Sontak aja Lola melayangkan tangannya ke pipi Kyo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Auw...” teriak Kyo saking kerasnya tempelengan Lola. “Dasar cowo brengsek buaya darat. Berani ya kamu sama aku. Sini kamu biar aku kasih mampus” teriak Lola. “Lho, kan yang salah senpai main balik aja ga liat-liat” “Eh, apa kamu bilang. Ulang coba?” Lola mulai majuin Kyo. “La.. udah. Emang kamu yang balik ga liat-liat” seru Erine menahan Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Enak aja, kan yang dicium bukan kamu jadi bisa tenang-tenang aja” Lola balas teriak. “Cium...” seru semua penghuni kelas menanggapi teriakan Lola. Lansung aja Lola jadi salting deh. “Gak kok kalian cuman salah denger aja” seru Lluna. Langsung aja deh suasana kelas kembali seperti sebelumnya. “Udah La. Kalo kamu teriak-teriak lagi cuman bikin malu diri kamu tauk” kata Lluna menasehati Lola. Akhirnya Lola hanya bisa melotot ke arah Kyo dan duduk lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Merasa dirinya menang, Kyo kembali menggoda Lola “Jangan-jangan itu tadi ciuman pertama senpai. Wah, I’m so lucky kalo gitu.” Emosi Lola mulai naik lagi, tapi sebelum Lola berdiri Lluna udah nahan tangan Lola. “Lepesina gak Na, biarin aku ngebunuh ni cowo brengsek.” “Udah La udah mau masuk nih, kamu juga Kyo berhenti donk gangguin Lola” seru Erine.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kata-kata Erine langsung aja jadi kenyataan, Bu Dora wali kelas tercinta udah masuk. “Shit, sialan banget kenapa ciuman pertama aku harus ama dia sih?” seru Lola kecil. “Eh, jadi beneran ciuman pertama ya La? Jadi sama kak Dixon belum pernah?” tanya Lluna. “Berisik tauk ga sih” jawab Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mendengar nama Dixon, Lola teringat lagi sama mantan pacarnya itu. Dulu waktu kelas X Lola duduk di dekat jendela, yang bisa langsung ngeliat ke lapangan. Nah, dari situ dia kenal Dixon. Dixon anggota basket, jadi tiap selesai jam olahraga dia selalu main basket dengan teman-temannya kalo sempat. Lola langsung aja terpesona ama dia. Entah gimana ceritanya, akhirnya mereka jadian deh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Setiap kelas Dixon lagi jam olahraga, Lola selalu ngeliatin dia. Kadang-kadang malah sampai dimarahin guru kalo ketahuan. Tapi sayangnya dixon harus pergi ninggalin Lola selamanya, tepat di hari ultah Lola. Bahkan Lola masih mengingat saat-saat terakhir itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Kak Dixon, aku sudah sampe nih. Kok kakak lama banget sih” seru Lola ketika menelpon kak Dixon. “Sabar donk ini juga udah di jalan, kan belum telat. Lagian aku kan ada surpirse buat kamu” “Surprise apaan nih kak?” tanya Lola. “Kalo dikasih tau bukan surprise lagi donk. Pokoknya aku usahakan sampai secepat mungkin deh. Ok.” “OK”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Lola mematikan ponselnya demikian juga dengan kak Dixon yang kemudian semakin mempercepat laju mobilnya. Kak Dixon terus saja menyetir dengan kecepatan tinggi, sambil memandangi hadiah yang bakal di kasih buat Lola. Tapi siapa sangka kalo kado itu ga bisa dia serahkan sendiri &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ke Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Lola terus dan terus menunggu di tempat mereka janjian. Tapi sampai malam kak Dixon ga juga muncul. Sampai akhirnya Lola menerima telpon dari Lluna. “La kamu ada di mana sekarang?” “Di taman lagi nungguin kak Dixon, mang kenapa Na? Kok kamu suara kamu aneh sih.” Lluna diam aja dengar jawaban Lola, yang makin bikin perasaan Lola yang udah ga enak dari tadi makin ga enak aja. “Na kamu kenapaan sih? Ngomong dong, kamu bikin perasaanku jadi ga enak nih.” “La sekarang mending kamu ke rumah sakit aja deh” kata Lluna sedih. “Rumah sakit. Kenapa?” tanya Lola bingung. “Kak Dixon La, kak Dixon....”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mendengar berita yang menimpa kak Dixon, Lola langsung jadi lemas. Handphonenya bahkan sampai terlepas dari genggamannya dan jatuh ke lantai. Untuk kedua kalinya dalam hidup Lola, dia menangis karena kehilangan. Pertama ke=arena kehilangan papanya tercinta, dan sekarang dia kehilangan Dixon.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Suara Lluna menyadarkan Lola dari lamunannya “La tuh, ada yang enak dipandang” Lola mengalihkan perhatiannya ke arah yang dimaksud Lluna. Seperti yang dikatakan Bu Dora kemarin hari ini bakal ada 2 murid baru lagi. Sekarang sih yang di depan kelas cuman 1 orang aja, yang lagi memperkenalkan diri. “Panggil aja Andrew” katanya singkat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Cool banget sih, tapi tipe aku banget nih. Mana orangnya cakep lagi” batin Lola yang langsung melupakan kesedihannya akan kak Dixon. Itu salah satu keunggulan Lola, ga pernah berlama-lama hanyut dalam masa lalu. Baginya yang lalu biarlah berlalu, karena Tuhan akan memberikan yang lebih baik ke depannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Cewe-cewe sekelas sepertinya juga sependapat dengan Lola tentang si Andrew ini. Si cakep yang cool abis ini, membuat mereka terkelepek-kelepek. Tapi lain pikiran dan perhatian Lola beserta cewe-cewe sekelas, lainpula pikiran dan perhatian si Andrew ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Matanya tertuju di bangku paling depan baris ke-3. Tepatnya tempat duduk Lola dan Lluna, dan lebih tepatnya lagi yang menarik perhatian Andrew ada di sampingnya Lola. Yes, it’s Lluna. Andrew bak meliat malikat turun dari surga begitu ngeliat Lluna. Lluna dengan make up super tipis (cuman bedak dan lip gloss), plus soft lens bening (biasanya pake yang warna), dengan gayanya yang bertopang dagu dan dengan senyum tipis yang memperhatikan tiap ucapan Bu Dora, sepertinya benar-benar membuat Andrew&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;‘ terpesona ku pada pandangan pertama’ gitu lho.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lamunan Andrew dibuyarkan kata-kata Bu Dora yang mempersilahkan dia mencari tempat duduk kosong. Entah Andrew yang lagi hokki ato gimana, tempat duduk kosong itu ada di sebelah Lluna. Kok selalu bangku paling depan yang kosong ya? “Lucky banget sih si Lluna, bisa duduk di sebelah cowo cakep. Kenapa bisa aku duduk di sebelah mahluk jadi-jadian sih?” kata hati Lola yang melirik Kyo dan di balas dengan lamabaian tangan Kyo yang membuat Lola langsung mengalihkan pandangannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pelajaran dimulai dengan bahasa Inggris yang merupakan salah satu pelajaran favourite Lluna. Selama pelajaran Andrew selalu memperhatikan Lluna. Mulai dari caranya memperhatikan guru, menulis, hingga menjawab ketika ditanya. Tepat saat Andrew masih aja mengagumi Lluna, Lola berbalik ke arah Lluna. Maksudnya sih pengen nanyain Lluna sesuatu, tapi melihat Andrew melihat ke arahnya (sebenarnya lagi ngeliat Lluna) Lola melambaikan tangannya. Sadar dirinya ketahuan Andrew langsung melihat papan tulis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dasar Lolanya GEER dia pikir Andrew ngeliatin dia. Dan itu artinya Andrew naksir dia. OMG Lola please deh ah. Itu salah satu hal yang bikin Lola senyam-senyum ga jelas selama pelajaran ampe jam istirahat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“La gak capek senyam-senyum ga jelas gitu” ejek Lluna. “Ga tuh, denger deh guys. Ada yang naksir aku lho” kata Lola keGEERAN. “Dari mana kamu tau? Ada yang nembak? Berani juga tuh orang” kata Lluna. “Bukan. Gini ceritanya tadi selama jam pelajaran si anak baru itu ngeliatin aku, begitu aku pergokin langsung buang muka” jelas Lola. “Ya ellah, La gituan sih ga bisa dibilang naksir kale” kata Erine. “Masa bodo, pokoke dia tuh tipe cowo aku banget. Cool n keren” balas Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Teman-teman Lola hanya bisa ketawain dia aja. “Eh, Na cariin datanya donk” pinta Lola. “Siapa?” tanya Lluna. “Ya pastinya si anak baru itu.” “Andrew maksudnya?” Lola hanya menjawab dengan anggukan kepala. “Bayar berapa?” kata Lluna. “Jangan gitu donk Na, kita kan temen” jawab Lola. “Informasi itu mahal tauk” balas Lluna langsung membuka netbooknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Andrew Schuman, lahir tanggal 18 Februari 1994. Tinggal di Ausie selama 3 tahun terakhir ini. Alamatnya di Jl. K. H Wahid Hasyim no 33, telponnya 54xxxx” celoteh lluna ga sampe 5 menit kemudian. “Wuih Lluna emang informan nomor wahid” kata Lola sambil berusaha menghafal data yang muncul di layar netbook Lluna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Wah, pucuk di cinta ulam tiba nih. Tuh La orangnya udah nongol” seru Erine. Lola segera berbalik ke arah yang dilihat Erine. Di sana Andrew duduk sendirian saja, sambil melihat ke arah SCELLo ini. Pastinya sih yang dilihat Lluna, tapi karena duduknya agak jauh ga jelas si Andrew lagi liat apaan. “Ok, aku ke sana yah” seru Lola pada yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Helo anak baru, kok sendirian aja?” tanya Lola. “Bukan urusan kamu” jawabnya. “Judes banget sih, aku duduk sini ya.” Andrew diam saja dan ga menjawab membiarkan Lola duduk sesukanya. “Btw kita kan belom kenalan. Aku Lola.” Andrew tidak menggubris Lola sama sekali. “Hobi Andrew apaan?” “Ga ada” jawabnya singkat padat dan jelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ni cowo bener-bener deh, nyebelin banget deh” batin Lola. Lola bener-bener ga tau gimana ngadepin si Ice Prince Andrew. Tapi baru aja mau nyerah Andrew buka mulut buat bicara. “Teman sebangku kamu siapa?” “Hah” Lola mengikuti arah pandangan Andrew. “Oh itu namanya Lluna, di sebelahnya namanya Erine. Mereka itu teman baik aku dari SMP.” “Oh, hobinya apa?” “Siapa Lluna? Banyak tuh baca, internetan, denger musik, nulis juga. Dia tuh ya tipe orang yang kalo udah suka ama sesuatu bisa jadi gila. Contohnya nih dia itu penggemarnya TVXQ/Tohoshinki/Dong Bang Shin Ki ato apa gitu namanya. Sampe-sampe kamarnya penuh poster, wallpaper hp, laptop juga sama. Tapi aku sih ga segila dia. Aku hobinya.....”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Andrew udah ga bener-bener ngedengerin Lola lagi sekarang. Matanya terus tertuju pada Lluna yang duduk bareng Erine di tempat biasanya. Melihat setiap gerakannya, caranya tertawa dll. Yah, pokoknya ga enak banget deh kalo diliatin kaya gitu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah, jam pulang sekolah yang dinanti-nanti tiba juga. Tiga sekawan Lola. Lluna. Erine jalan ke parkiran. Lola langsung pulang naik motor barunya, Erine diantar pulang sama Lluna karena ga ada yang bisa jemput dia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah ngantar Erine pulang, Lluna ga langsung pulang ke rumahnya. Dia mampir dulu ke toko milik keluarganya untuk menyetor pesanan Lola buat menghiasi motor barunya. Buat motor kok dipesan di toko perhiasan dan aksesoris ya? Oh, ternyata yang dipesan itu key chain alias gantungan kunci plus semacam gelang yang katanya pengen dia taroh di motor. Setelah itu baru deh Lluna pulang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah, yang jadi masalah tuh sedari rumahnya Erine dia ngerasa ada yang ikutin. Awalnya Lluna pikir itu hanya perasaan aja, tapi baru sekarang diperhatikannya kalo ada motor yang ngikutin dia. “ngapain sih tuh motor?” Pada saat Lluna baru masuk pagar tuh motor langsung putar balik. Dengan cepat Lluna beruaha melihat dd motor itu buat dicari tau siapa pemiliknya. Dan begitu dapat Lluna jadi kaget “Lho, ini kan..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-5162684035535136284?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/5162684035535136284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/impressive-girls-2-what-anak-baru-again.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/5162684035535136284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/5162684035535136284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/impressive-girls-2-what-anak-baru-again.html' title='Impressive Girls -- 2 WHAT??? ANAK BARU, AGAIN???'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-3512410868307106484</id><published>2010-12-22T01:55:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T01:57:02.564-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Impressive Girls'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Impressive Girls -- 1 AWAL MULANYA GARA-GARA SISWA BARU</title><content type='html'>Original Story by Ghee&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Rewrite by Natthalie Loo&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kriiingg.... Kriiiingggg.... Kringgggg.....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lola dengan malas mematikan jam wekernya dan kemudian tidur lagi. Melihat anaknya belum bangun mama Lola naik ke kamar anaknya untuk membangunkan anaknya 10 menit kemudian. “Lola, bangun cepat nanti kamu telat lho” “Aaahh, entar deh ma 5 menit lagi deh” jawab Lola. “Lola sekarang udah jam 6 lewat 15 lho. Kalo 5 menit lagi kamu pasti telat” mama menjawab sambil menarik selimut Lola. “Aaahhh... mama ga bakal telat kok” jawab Lola merajuk dan menarik lagi selimutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ga sampe semenit Lola tiba-tiba saja bangun dan langsung menyambar jam wekernya yang menunjukkan pukul 6.20. “Nyaaaaaaaaaaaa...................” teriak Lola. “Mama kok ga bangunin Lola dari tadi sih !” gerutu Lola melompat dari tempat tidur yang membuat mamanya hanya bisa geleng-geleng kepala. Lola berlari kesana kemari mencari handuk dan seragam sekolahnya, dan segera menyerbu kamar mandi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam waktu 10 menit Lola udah kelar dan dengan suara berisik turun dari tangga, menuju ke ruang makan, mencium pipi mamanya, menyambar roti yang ditawarkan mamanya dan langsung segera cabut. “Lola” teriak mama sebelum Lola sempat keluar dari pintu. “Apa lagi sih ma, entar Lola&amp;nbsp; “telat nih” “Kamu ga lupa sesuatu sayang” jawab mama tenang. “Ah, ia” jawab Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lola segera berlari lagi masuk menuju ruang makan tanpa melepas sepatu, dan menghampiri foto papanya. “Papa, Lola berangkat ya” katanya pada foto itu. “Lola berangkat ya ma” Lola berteriak sambil berlari keluar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karena Lola naik angkot, maka dia butuh waktu 5 menit untuk lari ke tempat ngambil angkot. Abis itu selamat menikmati perjalanan yang penuh asap rokok, bau keringat pagi hari, dan tergencet selama paling cepat 15 menit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ditempat lain pada jam yang sama ketika Lola baru bangun tidur, Erine sedang merapikan baju dan rambutnya di depan cermin, kemudian segera turun ke ruang makan. “Pagi semua” sapa Erine pada papa mamanya. “Pagi sayang” jawab mama. “Hari ini karena papa gak begitu sibuk gimana kalo papa aja yang antar kamu ke sekolah?” tanya papa. “Boleh, Erine malah senang kalo papa yang ngantar. Kan kejadian langka” kata Erine sambil tersenyum mengejek.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah selesai sarapan Erine yang biasanya diantar sama supir ini berangkat bareng sama papanya naik mobil Mercedez Benz bo. Ketimbang Lola yang naik angkot jelas ini jauh lebih ok. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah, di jam yang sama ketika Erine masih aja dandan, Lluna malah udah ampir selesai makan. “Lluna, mama hari ini bakal ke Korea. Jadi kamu jaga rumah yang bener ya” kata mama Lluna. “Ok. Papa dan kak Felix kapan pulang?” tanya Lluna. “Ga tau juga ya, soalnya karena sibuk jadi pulangnya ditunda lagi. Mama udah selesai jadi mama duluan berangkatnya yah” kata mama Lluna sambil bangkit berdiri dari kursinya dan mengecup kening putrinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah mamanya pergi, Lluna mengambil kunci mobil dari tempatnya pergi ke garasi dan mulai menstater Ferrari. Dan wuzzz langsung melesat menuju ke sekolahan. Nah abis ini sebenarnya masih ada satu orang lagi yang mau diceritaiin tapi entar aja ya, ditahan dulu kita musti masuk sekolah dulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pukul 6.55 menit tepat (ga kurang dan ga lebih) akhirnya Lola terbebas dari angkot yang pas berhenti di seberang sekolahnya. Dengan setengah berlari Lola nyeberang dari jalan sebelah dan masuk ke sekolah dan terus ke kelasnya.&amp;nbsp; Nyaris terlambat, telat 5 menit aja Lola udah ga bisa masuk ke sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Karena kelas Lola (XI IPA 4) ada di lantai 2, jadinya Lola harus lari naik tangga. Kemudian saat sampai di pertengahan. Bruukk.. Lola bertabrakan dengan seseorang sampe jatuh terduduk di lantai. “Aduh, jalan pake mata donk” teriak Lola protes. “Sori ga sengaja, kamu ga pa-pa?” kata orang itu sopan sambil mengulurkan tangannya ke Lola untuk membantunya berdiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ternyata yang ditabrak Lola itu cowo cakep. “Wah, cakep juga nih cowo. Tinggi dan keliatannya perfect” batin Lola. “Jalan liat-liat donk, gimana coba kalo aku keguling sampe lantai 1 dan masuk rumah sakit gara-gara kamu” kata Lola sok jutek. “Lho, khan aku udah minta maaf. Lagian yang salah kan kamu lari-larian di tangga kaya kesetanan aja” balas cowok itu. “Eh, ngomong yang sopan donk. Manknya situ siapa, tampangnya aja baru aku liat hari ini. Pasti anak kelas X kan. Hormat dikit ama kakak kelas napa sih” bentak Lola. Cowo itu hanya tersenyum aja sambil bilang “Ok. Senpai.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Senpai kepalamu, di sini tuh Indonesia tauk. Bukan Jepang ga usah sok-sok pake senpai segala” kata Lola yang emang gemar baca komik sampe tauk arti kata senpai. Baru saja Lola mau melangkahkan kakinya ke anak tangga berikutnya, cowo itu manggil lagi. “Senpai.” Lola berbalik dan langsung menghardik “apaan sih senpai-senpai, jangan sok SKSD ya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bukannya mundur, tuh cowok malah berlutut di depan Lola yang jelas bikin Lola bingung. “Ni cowo sinting ato apa sih?” seru Lola. “Kalo tali sepatunya gak diikat, nanti senpai bisa jatuh lagi lho” kata cowo itu sambil mengikatkan tali sepatu Lola yang emang terbuka. “Hah?” Lola melirik ke kakinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selesai cowo itu mengikat tali sepatu Lola, bukannya say thanks Lola malah ngebentak cowo itu. “Aku bilangin ga usah sok SKSD ya.” “Lho, aku kan cuman pengen membantu. Lagian juga jangan suka marah donk entar senpai jadi cepet tua. Kalo udah tua kan jadi jelek” ejek cowo itu. Baru juga Lola mau buka mulut cowo itu nyambung bicara lagi “Lagipula kalo ga lari ke kelas, senpai bisa-bisa telat lho” sambil memperlihatkan jam tangannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lola dengan segera memlihat jam tangan digitalnya yang menunjukkan angka 7.10. “Nyaaaa, gawat bentar lagi bu Dora bakal masuk. Shit ini gara-gara kamu tauk” umpat Lola. Dengan segera Lola melesat naik tangga menuju ke kelasnya. “Cowo sialan, tampangnya aja yang ok sifatnya sih ngejek bener” kata Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sesampainya di kelas Lola segera saja di sapa teman-temannya. “Good morning, miss tepat waktu. Tumben lebih telat dari yang biasanya ” kata Lluna. “Ah, bawel mendingan tepat waktu. Dari pada telat. Ini gara-gara tuh cowo sialan” balas Lola. “Cowo yang mana lagi nih?” tanya Erine. “Tauk tuh, junior sok SKSD n cuman ngejek aja. Awas dia entar belom siapa Lola.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“BTW soal cowo, bakal ada murid cowo baru di kelas kita. Jumlahnya sih ga jelas, tapi pastinya lebih dari 1” seru Lluna. “Wah, moga-moga aja yang enak diliat” balas Lola. “BTW yang lain nih ya, udah kerja pr fisika lom La?” tanya Erine. “Hah.. Sejak kapan sih ada pr fisika? Rin pinjem donk” kata Lola yang dengan segera menyalin pr Erine begitu mendapatkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sekedar info aja nih, nih orang bertiga temenan udah dari jaman SMP. Sekarang mereka udah kelas 2 SMA, tepatnya di SMA DH. Sekolah orang-orang elit tuh. Pasti pada nanya kan kok bisa Lola yang naek angkot ke sekolah bisa-bisanya sekolah di tempat elit. Jangan salah lho, jangan mentang-mentang naek angkot lantas Lola itu orang miskin. Salah besar bro.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sekedar info aja nih ya, almarhum bapaknya&amp;nbsp; Lola binti Teomuri alias Lola Teomuri ini dulunya pembalap F1 yang terkenal banget lho. Kalo maknya sih butiknya ada di mana-mana, bahkan hampir di seluruh Indonesia. Sebenarnya bukan butik lagi, tapi industri pakaian nomor wahid di Indonesia. Tapi anaknya, ya Tuhan tomboi abis. Kalo bukan ke sekolah ga mau pake rok. Saking tomboinya tuh ya, dia pernah bawa lari motor gede bapaknya buat dipake balapan. Ujung-ujungnya tuh motor masuk bengkel, ini mah namanya ‘like father like son.’&amp;nbsp; Eh, salah yang bener daughter.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terus si Erine Angelica Landoras ortunya itu bisnis tanah dan properti. Nah si Erine paling perfect dah diantara semuanya. Pinter, cantik, tinggi, putih, kaya, body ga usah dibilang deh. Proporsional banget bo, belon lagi hobinya tuh masak. Mau masakan dari negara mana juga ampir semua dia bisa. Calon istri yang perfect kan. Kalo soal pelajaran itungan dia jagonya, mau math, fisika, kimia kasih dia aja deh. Tapi jangan karena Erine dibilang body proporsional,&amp;nbsp; ga berarti Lola ama Lluna kekurangan ato kelebihan berat badan ya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lluna Lee, cewe yang hobinya browsing, online, baca, denger musik, nonton dan maen game ini, punya akses informasi yang nomor wahid. Info apa juga pasti bisa dapet, tapi keahliannya bukan browsing informasi aja lho. Programer jenius nih,emang&amp;nbsp; masi kalah sama Bill Gates sih tapi boleh lha. Ingatannya ga usah dibilangin, tajem banget biar buku yang dibaca waktu SMP kelas 1 juga masih diingat. Tambahannya bonyoknya dia bisnis resort plus perhiasan n aksesoris. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Weks, keknya ceritanya udah ngelantur agak jauh nih. Back to school aja yah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tepat saat Lola selesai mencatat pr fisika, wali kelas mereka tercinta yang hari ini agak telat akhirnya masuk. Tapi, hari ini Bu Dora ga sendirian. Sesuai dengan perkataan informan kita, ada siswa baru di kelas ini. Nah, ini dia nih yang bikin Lola kaget setengah mati. “Lho, cowo itu kan yang tadi di tangga” kata Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ok, anak-anak hari ini ada siswa transfer dari Jepang yang akan bergabung dengan kita hari ini. Kyo silakan perkenalkan diri kamu” kata Bu Dora. “Hello semuanya, nama saya Morii Kyo alias Kyo Morii. Panggil aja Kyo, pernah tinggal di Indonesia waktu kecil hajimemashite senang berkenalan.” “Nah, La tuh ada yang enak dipandang” seru Lluna pada Lola yang sebangku dengannya di baris ke-3 bangku paling depan. “Idih, kalo yang ini mah ogah kali” balas Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tampaknya teman-teman sekelas sependapat dengan Lluna. Buktinya aja cewe-cewe udah pada mulai ribut. Sebagian malah pake acara merapikan rambut lagi. Sebagian lagi saling bisik-bisik tetangga sambil senyam-senyum ganjil gitu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kyo kamu boleh duduk di bangku kosong” kata Bu Dora lagi. Tanpa diperintah lagi Kyo memilih tempat duduk kosong yang kebetulan ada di samping Lola. “Ohayou senpai. Senang bisa sekelas denganmu” sapa Kyo ke Lola. “Dibilangin juga apa, jangan sok SKSD. Dan aku bukan senpai tauk” kata Lola sinis. “Kalo gitu namanya apa donk?” “Nama aku tuh Lola tauk” “Ok. Lolaa... Senpai senang berkenalan” goda Kyo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Iiih, ni cowo brengsek..” geram Lola. Erine yang duduk di belakang Lola langsung aja nyeletuk “Kenal La?” “Amit-amit jabang bayi. Ogah aku kenal sama mahluk nyebelin kaya gini.” “Sekedar info sebenarnya sih masih ada 2 anak baru lagi, tapi mereka baru akan masuk besok” celoteh Bu Dora. “Baik-baik dengan Kyo ya” sambungnya lagi dan keluar dari kelas agar guru jam pertama bisa mulai mengajar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jam istirahat, di kantin tempat duduk yang biasanya buat geng SCELLo yang beranggotakan Lola, Erine, Lluna dan seorang lagi. “Kayanya Lola akrab banget ya sama tuh anak baru, sampe pake acara manggil senpai lagi” goda Lluna. “Aku ga pernah n ga bakal akrab sama orang kek gitu” “Sensi banget sih, emang dia ngapain?” tanya Erine. “Iya-ya kalo dipikir-pikir dia emang ngeselin sih, tapi kok bisa aku jadi sekesal itu sih” kata Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Jangan-jangan senpai suka sama aku nih” seru sebuah suara yang ga lain ga bukan adalah Kyo. “Sialan sejak kapan kamu disitu. Amit-amit deh sapa juga yang suka ama kamu, lagian jangan suka nguping tauk ga” kata Lola sinis. Bukannya bantu ngusir Kyo Lluna dan Erine malah ngobrol sama tuh mahluk aneh (menurut Lola).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Eh, Kyo orang Jepang asli nih? Ato blasteran?” tanya Lluna. “Ngapain nanya-nanya dia, kamu kan informan nomor 1 di sini cari sendiri” sergah Lola. “Jangan sewot deh La, yang ngomong juga bukan kamu kan” nasehat Erine. “Iya nih, senpai jangan suka marah-marah donk. Emank tambah cantik sih kalo lagi marah, tapi kalo cepat tua kan ga cantik lagi” goda Kyo. “Bisa diam ga sih” bentak Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tiba-tiba saja Kyo yang keliatannya emang suka ngerjain Lola nyium pipi Lola, yang pastinya bikin Lola kaget dan naik darah. “Sialan nih, cowo cari mati ya” Lola langsung bangkit dari kursinya. “Senpai jadi tambah cantik deh kalo marah. Aku suka liatnya” goda Kyo lagi. Lola makin emosi aja dengar omongannya Kyo. Baru aja tinjunya mau dilayangkan ke perut Kyo, eh dianya malah dikerubutin cewe.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kyoooo..” teriak beberapa orang cewe berlari mendekat. “Kyo mending maen sama kita aja deh” kata seorang cewe manja sambil menarik lengan Kyo. “Bawa aja nih mahluk nyebelin dari sini” kata Lola. “Boleh ya La. Asik kalo Lola udah bilang boleh artinya boleh” kata cewe yang lain. Dengan segera aja Kyo ditarik pergi sama cewe-cewe itu tanpa mengubris Kyo yang ingin protes. “Tung.. Tunggu dulu donk” kata Kyo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Sialan banget sih tuh cowo playboy, jijay aku” kata Lola sambil menggosok-gosok pipinya yang tadi dicium Kyo. “Lola rese ah, kita kan belon selesai introgasi Kyo” protes Lluna disetujui anggukan kepala Erine. “Informan nomor 1 di sini, cari sendiri napa sih. Tuh ada laptop” kata Lola menunjuk netbook yang memang hampir selalu dibawa ke mana aja oleh Lluna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kenapa sih kamu tuh sensi aja kalo dengan Kyo? Dia ga ngapa-ngapain kan. Lagian kyaknya kalian akrab deh!” kata Erine. “Boro-boro sapa yang mau akrab sama dia. Aku kan ga kek cewe-cewe sinting di sana” melirik ke tempat Kyo yang lagi dikerubutin cewe-cewe. “Sapa sih dia, emang dia keren gimana ampe digilain gitu” sambung Lola.“Yang jelas dia emang keren tauk. Sapa dia juga aku ga tau” jawab Erine. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Morii Kyo, kelahiran Jakarta 9 Maret 1994. Bokapnya Antonio Brahms konsultan Inggris buat Indonesia pernah tugas di Indonesia selama 8 tahun, nyokap Morii Saki kerjanya buka resto di Jepang. Keknya sih bonyoknya udah divorced. Pantesan aja keren blasteran sih” celoteh Lluna tiba-tiba sambil terus menatap layar netbook toshiba 10 inchnya. “Dari mana kamu dapet datanya?” tan ya Lola. “Kan kamu sendiri yang bilang kalo mending aku cari sendiri.” “Ya, tapi data lengkap gitu dapetnya dari mana?” tanya Lola lagi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ya nyolong data sekolah lha, emang mau dapet dari mana coba” jawab Lluna. “Gila kamu Na, masa nyolong data sekolah. Itu artinya pembobolan data tauk, tindak kriminal” sergah Erine. “Gila ni anak, gimana caranya coba n kalo ketahuan gimana” sambung Lola. “Top secret, n yang jelas ga baklan ketahuan” jawab Lluna santai. “btw, nama Antonio Brahms keknya pernah dengar di mana gitu deh” lanjut Lluna namun tidak di dengar teman-temannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di meja lainnya, Kyo sedari tadi terus memperhatiakan tiga sekawan itu. “Kyo liat apaan” tanya seorang cewe yang namanya Mimi. “Ngga, mau nanya nih. Tadi waktu kalian ngomong ama Lola kok keknya dia bos di sini deh. Sampe bilang kalo Lola bilang boleh artinya beneran boleh” kata Kyo. “Kyo anak baru sih, jadinya ga tau soal mereka” jawab Jessica yang duduk di depan Kyo. “Manknya kenapa dengan mereka?” tanya Kyo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Mereka itu SCELLo” jawab Nicole yang duduk di sebelah Jessica. “SCELLO?” seru Kyo bingung. “S itu kepanjangannya Star, sementara CELLO kepanjangan nama mereka. E dari Erine, L untuk Lluna, dan Lo dari nama Lola. Tapi kalo untuk Cnya kita juga ga gitu tau.” “Katanya sih, anggota mereka itu sebenarnya 4 orang. Tapi yang satunya lagi ga tau kemana.” “Mereka itu kalo mau dibilang emang seperti bos di di sini sih, tapi mereka beda. Mereka lebih tepat disebut orang-orang yang disegani.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Bukannya itu sama aja” seru Kyo yang mendengarkan dengan seksama, tapi masih belum mengalihkan pandangannya dari meja SCELLo. “Beda lha, mereka sama sekali ga pernah memposisikan diri seperti penguasa. Yah walaupun mereka memang berkuasa di sini. Secara mereka kan anggota OSIS, dan masih berkeluarga dengan yayasan. Tapi ga pernah tuh menyalahgunakan kekuasaannya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Trus Kyo liat aksesoris yang mereka pake. Jam tangan Lola, gelang Erine dan anting Lluna. Modelnya sama kan, motif bintang dengan kunci G di tengahnya. Itu lambang mereka tuh, yang buat desainnya si Lluna soalnya dia kan punya perusahaan jewelery n accesoris.” “Trus ya ga ada seorang pun diijinkan menggunakan motif sama selain anggota mereka. Itu satu-satunya peraturan yang mereka buat.” “Banyak yang mau gabung, tapi ga ada yang diterima tuh.” “Begitu ya, menarik” seru Kyo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-3512410868307106484?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/3512410868307106484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/impressive-girls-1-awal-mulanya-gara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/3512410868307106484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/3512410868307106484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/impressive-girls-1-awal-mulanya-gara.html' title='Impressive Girls -- 1 AWAL MULANYA GARA-GARA SISWA BARU'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-5939955104025829659</id><published>2010-12-22T01:51:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T01:51:20.777-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Impressive Girls'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='School Life'/><title type='text'>Impressive Girls -- Prolog</title><content type='html'>Original Story by Ghee&lt;br /&gt;Rewrite by Natthalie Loo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Apa kau bilang? Dixon Brahms mantan pacar Lola?” tanya Kyo kepada Ceries. “Mmmm.. Yup begitulah, dulu mereka mesra sekali lho. Bikin sirik aja kalo ngeliat mereka. Sayang kak Dixon pergi duluan.” balas Lluna. Namun entah mengapa raut wajah Kyo terlihat amat kaget bercampur sedih dan marah. Tidak ada yang tahu ini adalah awal petaka buat Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Kyo kamu apa-apaan sih,kok seharian ini kamu nyuekin aku terus. Emang aku salah apa sama kamu sampe muka kamu jutek gitu” protes Lola. Namun gak bergeming juga, malahan sekarang dia memandang Lola dengan mata penuh kebencian. “Kamu kenapaan sih kesurupan setan apa?” ejek Ceries. “Udah, sekarang kita ada rapat OSIS nih entar telat lho. Masa ketua OSIS telat sih La, bisa-bisa kamu dipecat lho. Kamu juga Kyo kamu anggota juga kan” tambah Lluna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Aku ga ikutan” jawab Kyo. “Lho, kok gitu sih Kyo. Kamukan ketua panitia acara amal kali ini” balas Erine. “Soalnya aku muak ngeliat muka nih cewek brengsek” jawab Kyo sambil menatap Lola. Gak tahan dengan omongan Kyo langsung menghardiknya “Eh, Kyo aku ngapain sih ampe kamu omongannya jadi kaya gitu”. “Jangan sok suci deh La, dasar pembunuh.” “What? Kamu ngomong apaan tadi?” tanya Lola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kyo maju sangat dekat ke Lola dan langsung menatap wajah Lola dengan marah sambil berkata “pembunuh.” Emosi Lola sekarang meluap, dia mendorong Kyo menjauh dan memakinya “ Eh, ngomong yang bener donk. Enak aja nuduh orang sembarangan. Kalo kamu emang ga suka sama aku ngomong dong, ga usah pake fitnah segala.” “Lola udah” Erine berusaha menahan Lola yang udah mulai agak kalap. “Kyo minta maaf sama Lola, omongan kamu tuh fitnah tau ga” sergah Ceries.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kyo maju mendekati Lola lagi “Aku gak akan minta maaf, karena omonganku itu bener.” “Bilang apa kamu, ulang coba” teriak Lola yang masih ditahan Erine dan Lluna. “Kamu pembunuh. Orang yang membunuh Dixon” jawab Kyo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mendengar hal itu Lola yang tadinya masih berontak, tiba-tiba jadi kaku. Perasaan kaget, terpukul dan sedih bercampur aduk dalam hatinya. “Tuh kan aku juga bilang apa, orangnya sendiri gak ngelak.” kata Kyo yang kemudian berlalu pergi dengan menendang kursi terdekat. “Kyo.. Kyo.. Kyo..” panggil Lluna. Namun Kyo tidak mengindahkannya dan pergi begitu saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-5939955104025829659?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/5939955104025829659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/impressive-girls-prolog.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/5939955104025829659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/5939955104025829659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/impressive-girls-prolog.html' title='Impressive Girls -- Prolog'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-4297705492840906709</id><published>2010-12-01T07:05:00.000-08:00</published><updated>2010-12-01T07:05:34.886-08:00</updated><title type='text'>Support for MBC Star Audition</title><content type='html'>&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Help me please by vote my video for the audition&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Step 1:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Klik this link&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.youtube.com/mbcaudition" rel="nofollow" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;" target="_blank"&gt;http://www.youtube.com/mbcaudition&lt;/a&gt;&amp;nbsp;or &amp;nbsp;&lt;a href="http://www.youtube.com/mbcaudition#p/a/4815A8D9460CF823/0/cUgReo37ECw" rel="nofollow" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;" target="_blank"&gt;http://www.youtube.com/mbcaudition#p/a/4815A8D9460CF823/0/cUgReo37ECw&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Step 2:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;klik gallery (the red button one)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;fill country an genre with other&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Sort by username then klik next around 9 times&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Step 3:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;and find my video like the photo below &amp;nbsp;with username Natthalie Loo an d just klik it&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Step 4:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;for vote this video just like it with klik the like button&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Step 5:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Help me to share this note&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Please Help me with vote everyday ^^&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;the vote end on 3 December&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RzS8UaOgyiw/TPZkE9qnbEI/AAAAAAAAACk/aCtLOLzO3T4/s1600/148848_1233608857212_1738916647_438033_5700353_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_RzS8UaOgyiw/TPZkE9qnbEI/AAAAAAAAACk/aCtLOLzO3T4/s1600/148848_1233608857212_1738916647_438033_5700353_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Thanks&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-4297705492840906709?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/4297705492840906709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/support-for-mbc-star-audition.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/4297705492840906709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/4297705492840906709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/12/support-for-mbc-star-audition.html' title='Support for MBC Star Audition'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RzS8UaOgyiw/TPZkE9qnbEI/AAAAAAAAACk/aCtLOLzO3T4/s72-c/148848_1233608857212_1738916647_438033_5700353_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8351206010243707328.post-2071509382808632490</id><published>2010-11-16T03:22:00.000-08:00</published><updated>2010-11-16T03:22:23.729-08:00</updated><title type='text'>About This Blog</title><content type='html'>Just want to say I've just created this blog and righ now there is nothing here, but soon I'll post something...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8351206010243707328-2071509382808632490?l=astory-colourlife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/feeds/2071509382808632490/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/11/about-this-blog.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/2071509382808632490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8351206010243707328/posts/default/2071509382808632490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astory-colourlife.blogspot.com/2010/11/about-this-blog.html' title='About This Blog'/><author><name>Natthalie Loo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00844467778209928138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02026893536949252706'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>