<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Asbabun Nuzul</title>
	<atom:link href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net</link>
	<description>Latar Belakang Sejarah dan Sebab-Sebab Turunnya Ayat Al Quran</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Mar 2019 15:54:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/wp-content/uploads/2018/10/cropped-Quran..-32x32.jpg</url>
	<title>Asbabun Nuzul</title>
	<link>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Al Baqarah Ayat 219, 220, 221, dan 222</title>
		<link>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-219-220-221-dan-222/</link>
					<comments>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-219-220-221-dan-222/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[meeftha]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Mar 2019 15:51:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al Baqarah]]></category>
		<category><![CDATA[al baqarah ayat 219 220 221 222]]></category>
		<category><![CDATA[asbabun nuzul]]></category>
		<category><![CDATA[asbabun nuzul baqarah ayat 214 215 217 218]]></category>
		<category><![CDATA[ayat quran]]></category>
		<category><![CDATA[juz 1]]></category>
		<category><![CDATA[sebab turunnya ayat]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah turunnya ayat]]></category>
		<category><![CDATA[surah al baqarah]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir quran]]></category>
		<category><![CDATA[terjemah al baqarah ayat 219 220 221 222]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/?p=114</guid>

					<description><![CDATA[<p>Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah Ayat 219, 220, 221, dan 222. Kali ini akan menerangkan tentang sebab-sebab turunnya ayat Al Qur&#8217;an surah Al Baqarah ayat ke-219, 220, 221, dan 222. &#160;يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ەۗ قُلِ الْعَفْوَۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ… <span class="read-more"><a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-219-220-221-dan-222/">Read More &#187;</a></span></p>
<p>The post <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-219-220-221-dan-222/">Al Baqarah Ayat 219, 220, 221, dan 222</a> first appeared on <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net">Asbabun Nuzul</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-219-220-221-dan-222"><strong>Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah Ayat 219, 220, 221, dan 222.</strong></a><br />
Kali ini akan menerangkan tentang sebab-sebab turunnya ayat Al Qur&#8217;an surah Al Baqarah ayat ke-219, 220, 221, dan 222.</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">&nbsp;يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ەۗ قُلِ الْعَفْوَۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَۙ</span></p>
<p>Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.” Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, “Kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan. (S. 2 : 219)</p>
<p>Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa segolongan sahabat ketika diperintah untuk membelanjakan hartanya dijalan Allah, datang menghadap kepada Rasulullah saw.dan berkata: “Kami tidak mengetahui perintah infaq yang bagaimana dan harta yang mana yang harus kami keluarkan itu”. Maka Allah menurunkan ayat “<strong>wayas alunaka madza yunfiqun, qulil `afwa</strong>” yang menegaskan bahwa yang harus dikeluarkan nafkahnya itu ialah selebihnya dari kelebihan hidup sehari-hari.<br />
<span style="text-decoration: underline;">*Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa`id atau `Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas.</span></p>
<p>Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Mu`adz bin Jabal dan Tsa`labah menghadap kepada Rasulullah saw. dan bertanya: “Ya Rasulullah, kami mempunyai banyak hamba sahaya (`abid) dan banyak pula anggota keluarga. Harta yang mana yang harus kami keluarkan untuk infaq?”. Maka turunlah ayat tersebut diatas (S. 2 : 219) yaitu “<strong>wayas alunaka madza yunfiqun, qulil `afwa</strong>”.<br />
<span style="text-decoration: underline;">*Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Yahya.</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْيَتٰمٰىۗ قُلْ اِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ ۗ وَاِنْ تُخَالِطُوْهُمْ فَاِخْوَانُكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ ۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَاَعْنَتَكُمْ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ</span></p>
<p>Tentang dunia dan akhirat. Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!” Dan jika kamu mempergauli mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia datangkan kesulitan kepadamu. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. (S.2 : 220)</p>
<p>Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika turun ayat “<strong>wala taqrabu malal yatimi illa billati hiya ahsanu</strong>” (S. 6 : 152) dan ayat “<strong>innalladzina ya` kuluna amwalal yatama dhulman</strong>”, sampai akhir ayat” (S. 4 : 10), orang yang memelihara anak yatim memisahkan makanan dan minumannya dari makanan dan minuman anak-anak yatim itu. Begitu juga sisanya dibiarkan membusuk kalau tidak dihabiskan oleh anak-anak yatim itu. Hal tersebut memberatkan mereka. Lalu mereka menghadap Rasulullah saw. untuk menceritakan hal ini. Maka turunlah ayat tersebut diatas (S. 2 : 220) yang membenarkan menggunakan cara lain yang lebih baik.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh Abu Dawud, an-Nasai, al-Hakim dan lain- lainnya yang bersumber dari Ibnu Abbas.</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">&gt;وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكٰتِ حَتّٰى يُؤْمِنَّ ۗ وَلَاَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَّلَوْ اَعْجَبَتْكُمْ ۚ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَتّٰى يُؤْمِنُوْا ۗ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكٍ وَّلَوْ اَعْجَبَكُمْ ۗ اُولٰۤىِٕكَ يَدْعُوْنَ اِلَى النَّارِ ۖ وَاللّٰهُ يَدْعُوْٓا اِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِاِذْنِهٖۚ وَيُبَيِّنُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ</span></p>
<p>Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran. (S. 2 : 221)</p>
<p>Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa turunnya ayat <strong>“wala tankihul musyrikati hatta yu`minna</strong>” (S. 2 : 221) sebagai petunjuk atas permohonan Ibnu Abi Murtsid al-Ghanawiyang meminta idzin kepada Nabi saw. untuk menikah dengan seorang wanita musyrik yang cantik dan terpandang.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir, Ibnu Abi Hatim dan al-Wahidi yang bersumber dari Muqatil.</span></p>
<p>Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kelanjutan ayat tersebut diatas, dari mulai “<strong>wala amatun mu`minatun khairun</strong> sampai akhir ayat” (S. 2 : 221), berkenaan dengan Abdullah bin Rawahah yang mempunyai seorang hamba sahaya wanita (amat) yang hitam. Pada suatu waktu itu marah kepadanya, sampai menemparnya. Ia sesali kejadian itu, lalu menghadap kepada Nabi saw. untuk menceritakan hal itu: “Saya akan merdekakan dia dan mengawininya”. Lalu ia laksanakan. Orang-orang pada waktu itu mencela dan mengejeknya atas perbuatannya itu.</p>
<p>Ayat tersebut diatas menegaskan bahwa kawin dengan seorang hamba sahaya Muslimah, lebih baik daripada kawin dengan wanita musyrik.<br />
Diriwayatkan oleh al-Wahidi dari as-Suddi dari Abi Malik yang bersumber dari Ibnu Abbas. Dalam riwayat lain yang dikeluarkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari as-Suddi, Hadistnya munqathi.</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ ۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ</span></p>
<p>Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah sesuatu yang kotor.” Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri. (S. 2 : 222)</p>
<p>Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa orang-orang yahudi tiada mau makan bersama-sama ataupun mencampuri istrinya yang sedang haidl, bahkan mengasingkan dari rumahnya. Para sahabat bertanya kepada Nabi saw. tentang hal itu. Maka turunlah ayat tersebut diatas (S.2 : 222. Bersabdalah Nabi saw. : “Berbuatlah apa yang pantas dilakukan dalam pergaulan suami istri, kecuali jima`”.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi yang bersumber dari Anas. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh al-Barudi yang bersumber dari Ibnu Ishaq, dari Muhammad bin Abi Muhammad, dari `Ikrimah atau Sa`id yang bersumber dari Ibnu Abbas, dikatakan bahwa yang bertanya itu ialah Tsabit bin ad-Dahdah. Dan menurut riwayat Ibnu Jarir yang bersumber dari as-Suddi, dikemukakan seperti itu juga.</span></p><p>The post <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-219-220-221-dan-222/">Al Baqarah Ayat 219, 220, 221, dan 222</a> first appeared on <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net">Asbabun Nuzul</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-219-220-221-dan-222/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Al Baqarah Ayat 214, 215, 217, dan 218</title>
		<link>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-214-215-217-dan-218/</link>
					<comments>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-214-215-217-dan-218/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[meeftha]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2018 06:30:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al Baqarah]]></category>
		<category><![CDATA[al baqarah ayat 214 215 217 218]]></category>
		<category><![CDATA[asbabun nuzul]]></category>
		<category><![CDATA[asbabun nuzul baqarah ayat 214 215 217 218]]></category>
		<category><![CDATA[ayat quran]]></category>
		<category><![CDATA[juz 1]]></category>
		<category><![CDATA[sebab turunnya ayat]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah turunnya ayat]]></category>
		<category><![CDATA[surah al baqarah]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir quran]]></category>
		<category><![CDATA[terjemah al baqarah ayat 214 215 217 218]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://asbabunnuzul.ayatalquran.net/?p=107</guid>

					<description><![CDATA[<p>Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah Ayat 214, 215, 217, dan 218. Membahas tentang sebab-sebab atau sejarah  yang melatarbelakangi turunnya ayat Al Qur&#8217;an: surah Al Baqarah ayat ke-214, 215, 217, dan 218. اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاۤءُ وَالضَّرَّاۤءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى… <span class="read-more"><a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-214-215-217-dan-218/">Read More &#187;</a></span></p>
<p>The post <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-214-215-217-dan-218/">Al Baqarah Ayat 214, 215, 217, dan 218</a> first appeared on <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net">Asbabun Nuzul</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-214-215-217-dan-218"><strong>Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah Ayat 214, 215, 217, dan 218.</strong></a><br />
Membahas tentang sebab-sebab atau sejarah  yang melatarbelakangi turunnya ayat Al Qur&#8217;an: surah Al Baqarah ayat ke-214, 215, 217, dan 218.</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاۤءُ وَالضَّرَّاۤءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَلَآ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ﴿۲۱۴</span></p>
<p>Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. (S. 2 : 214)</p>
<p>Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa turunnya ayat tersebut diatas (S. 2 : 214) bersangkutan dengan peristiwa perang al-Ahzab. Ketika itu Nabi saw. mendapat berbagai kesulitan yang sangat hebat dan kepungan musuh yang sangat ketat. Ayat ini menunjukkan bahwa perjuangan itu meminta pengurbanan.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh Abdurrazaq dari Ma`mar yang bersumber dari Qatadah.</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ۗ قُلْ مَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ﴿۲۱۵</span></p>
<p>Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan.” Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. (S. 2 : 215)</p>
<p>Menurut suatu riwayat, Kaum Muslimin bertanya kepada Rasulullah saw. : “Di mana kami tabungkan (infakkan) harta benda kami. Ya Rasulullah?”. Sebagai jawabannya turunlah ayat tersebut diatas (S. 2 : 215).<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Juraij.</span></p>
<p>Menurut riwayat lain, Umar bin al-Jamuh bertanya kepada Nabi saw. : “Apa yang mesti kami infakkan, dan kepada siapa diberikannya?”. Sebagai jawabannya turunlah ayat tersebut diatas (S. 2 : 215).<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir, yang bersumber dari Abi Hayyan.</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيْهِۗ قُلْ قِتَالٌ فِيْهِ كَبِيْرٌ ۗ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَكُفْرٌۢ بِهٖ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاِخْرَاجُ اَهْلِهٖ مِنْهُ اَكْبَرُ عِنْدَ اللّٰهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ اَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُوْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ حَتّٰى يَرُدُّوْكُمْ عَنْ دِيْنِكُمْ اِنِ اسْتَطَاعُوْا ۗ وَمَنْ يَّرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَاُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۚ وَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ﴿۲۱۷</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ اُولٰۤىِٕكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ﴿۲۱۸</span></p>
<p>“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang pada bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) disisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari Agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari Agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka amal mereka menjadi sia-sia didunia dan diakhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (S. 2 : 217)</p>
<p>Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (S. 2 : 218)</p>
<p>Menurut suatu riwayat, Rasulullah saw. mengirimkan pasukan pimpinan Abdullah bin Jahsy. Mereka berpapasan dan bertempur dengan pasukan musuh yang dipimpin oleh Ibnul Hadlrami, dan terbunuhlah kepala pasukan musuh. Sebenarnya pada waktu itu tidak jelas bagi pasukan Abdullah bin Jahsy, apakah termasuk bulan Rajab, Jumaidil-awwal, atau Jumaidil-Akhir. Kaum musyrikin menghembus-hembuskan berita bahwa Kaum Muslimin berperang pada bulan Haram. Maka Allah turunkan ayat tersebut diatas (S. 2 : 217).</p>
<p>Kaum Muslimin yang ada diMadinah berkata : “Perbuatan mereka berperang dengan pasukan Ibnul Hadlrami ini mungkin tidak berdosa, tetapi juga tidak mendapat pahala”. Maka Allah menurunkan ayat selanjutnya (S. 2 : 218).<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, at-Thabarani dalam kitab al-Kabir, al-Baihaqi, dan sunannya yang bersumber dari Jundub bin Abdillah.</span></p><p>The post <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-214-215-217-dan-218/">Al Baqarah Ayat 214, 215, 217, dan 218</a> first appeared on <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net">Asbabun Nuzul</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-214-215-217-dan-218/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Al Baqarah Ayat 204, 207, dan 208</title>
		<link>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-204-207-dan-208/</link>
					<comments>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-204-207-dan-208/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[meeftha]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2018 02:11:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al Baqarah]]></category>
		<category><![CDATA[al baqarah ayat 204 207 208]]></category>
		<category><![CDATA[asbabun nuzul]]></category>
		<category><![CDATA[asbabun nuzul baqarah ayat 204 207 208]]></category>
		<category><![CDATA[ayat quran]]></category>
		<category><![CDATA[juz 1]]></category>
		<category><![CDATA[sebab turunnya ayat]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah turunnya ayat]]></category>
		<category><![CDATA[surah al baqarah]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir quran]]></category>
		<category><![CDATA[terjemah al baqarah ayat 204 207 208]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://asbabunnuzul.ayatalquran.net/?p=104</guid>

					<description><![CDATA[<p>Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah Ayat 204, 207, dan 208. Menerangkan tentang sebab-sebab atau sejarah  yang melatarbelakangi turunnya ayat Al Qur&#8217;an: surah Al Baqarah ayat ke-204, 207, dan 208. وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّعْجِبُكَ قَوْلُهٗ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللّٰهَ عَلٰى مَا فِيْ قَلْبِهٖ ۙ وَهُوَ اَلَدُّ الْخِصَامِ﴿۲۰۴ Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang… <span class="read-more"><a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-204-207-dan-208/">Read More &#187;</a></span></p>
<p>The post <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-204-207-dan-208/">Al Baqarah Ayat 204, 207, dan 208</a> first appeared on <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net">Asbabun Nuzul</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-204-207-dan-208"><strong>Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah Ayat 204, 207, dan 208.</strong></a><br />
Menerangkan tentang sebab-sebab atau sejarah  yang melatarbelakangi turunnya ayat Al Qur&#8217;an: surah Al Baqarah ayat ke-204, 207, dan 208.</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّعْجِبُكَ قَوْلُهٗ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللّٰهَ عَلٰى مَا فِيْ قَلْبِهٖ ۙ وَهُوَ اَلَدُّ الْخِصَامِ﴿۲۰۴</span></p>
<p>Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Muhammad), dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras. (S. 2 : 204)</p>
<p>Dalam suatu riwayat dikemukakan, bahwa ketika pasukan Kaum Muslimin (diantaranya terdapat &#8216;Ashim dan Murtsid) terdesak, berkatalah dua orang kaum munafiq: “Celakalah mereka yang terpedaya oleh ajakan Muhammad sehingga terbunuh yang akibatnya tidak merasakan hidup tenteram lagi bersama keluarganya, ataupun melanjutkan tuntutan ajaran agamanya”. Maka Allah menurunkan ayat tersebut diatas (S. 2: 204) sebagai peringatan kepada Kaum Muslimin agar tidak tertarik oleh bujukan manis, dan kehidupan keduniaan.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa&#8217;id atau Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas.</span></p>
<p>Menurut riwayat lain, dikemukakan bahwa al-Akhnas bin Syariq (seorang anggota komplotan Zukhra yang memusuhi Rasulullah), datang kepada Nabi saw. mengutarakan maksudnya untuk masuk Islam dengan bahasa yang sangat menarik sehingga Nabi sendiri mengaguminya. Di kala pulang dari Rasulullah, ia lewati kebun dan ternak Kaum Muslimin. Ia bakar tanamannya dan bunuh ternak-ternaknya. Maka turunlah ayat tersebut diatas (S. 2 : 204), mengingatkan Kaum Muslimin akan bahaya tipu daya mulut manis.<br />
<span style="text-decoration: underline;">*Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari as-Suddi.</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّشْرِيْ نَفْسَهُ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ رَءُوْفٌۢ بِالْعِبَادِ﴿۲۰۷</span></p>
<p>Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (S.2: 207)</p>
<p>Menurut suatu riwayat, ketika Shuhaib hijrah ke Madinah mengikuti Nabi saw. dikejar oleh sepasukan kaum Quraisy. Ia turun dari kendaraannya dengan siap panah ditangannya, dan berkata: “Wahai kaum Quraisy, kalian semua tahu, akulah pemanah ulung. Demi Allah, kalian tidak akan sampai kepadaku selagi sampai selagi panah dan pedang ada di tanganku. Sekarang pilihlah satu diantara dua : Kalian mati terbunuh atau memiliki harta bendaku yang ada di Mekah, dengan membiarkan aku pergi hijrah ke Madinah”. Mereka memilih harta dan membiarkan Shuhaib pergi.</p>
<p>Sesampainya dihadapan Nabi saw. ia ceritakan apa yang telah terjadi. Maka turunlah ayat tersebut diatas (S. 2 : 207), dan Nabi pun bersabda: “Untung perdaganganmu itu, hai Aba Yahya. Engkau telah beruntung ya Aba Yahya”.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh al-Harts bin Abi Usamah dalam musnadnya, dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Said bin al-Musayyab.<br />
Diriwayatkan pula oleh al-Hakim dalam Mustadraknya dari Ibnul Musayyab yang bersumber dari Shuhaib. Hadist ini maushul. Diriwayatkan pula oleh al-Hakim yang bersumber dari &#8216;Ikrimah. Hadist ini mursal. Diriwayatkan pula oleh al-Hakim dari Hamad bin Salamah, dari Tsabit yang bersumber dari Anas. Dalam hadist ini lebih dijelaskan lagi turunnya ayat, dan dinyatakan bahwa Hadist ini shahih menurut syarat Muslim.<br />
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir, yang bersumber dari Ikrimah, dan dinyatakan bahwa turunnya ayat ini tentang Shuhaib. Abi Dzar dan Jundub Ibnussakan, seorang keluarga Abi Dzar.</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ﴿۲۰۸</span></p>
<p>Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu. (S.2 : 208)</p>
<p>Menurut suatu riwayat, ada sekelompok kaum yahudi menghadap kepada Rasulullah saw. hendak beriman, dan meminta agar dibiarkan merayakan hari sabtu, dan mengamalkan Kitab Taurat pada malam hari. Mereka menganggap bahwa hari Sabtu merupakan hari yang dimuliakan, dan Kitab Taurat adalah kitab yang diturunkan oleh Allah juga. Maka turunlah ayat tersebut diatas(S. 2 : 208), untuk tidak mencampur baurkan agama.</p>
<p>Adapun yang menghadap itu ialah: Abdullah bin Salam, Tsa&#8217;labah, Ibnu Yamin, Asad bin Usaid bin Ka&#8217;b, Sa&#8217;id bin &#8216;Amr, dan Qais bin Zaid.<br />
<span style="text-decoration: underline;">*Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari &#8216;Ikrimah.</span></p><p>The post <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-204-207-dan-208/">Al Baqarah Ayat 204, 207, dan 208</a> first appeared on <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net">Asbabun Nuzul</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-204-207-dan-208/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Al Baqarah Ayat 200, 201, dan 202</title>
		<link>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-200-201-dan-202/</link>
					<comments>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-200-201-dan-202/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[meeftha]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2018 01:54:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al Baqarah]]></category>
		<category><![CDATA[al baqarah ayat 200 201 202]]></category>
		<category><![CDATA[asbabun nuzul]]></category>
		<category><![CDATA[asbabun nuzul baqarah ayat 200 201 202]]></category>
		<category><![CDATA[ayat quran]]></category>
		<category><![CDATA[juz 1]]></category>
		<category><![CDATA[sebab turunnya ayat]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah turunnya ayat]]></category>
		<category><![CDATA[surah al baqarah]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir quran]]></category>
		<category><![CDATA[terjemah al baqarah ayat 200 201 202]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://asbabunnuzul.ayatalquran.net/?p=101</guid>

					<description><![CDATA[<p>Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah Ayat 200, 201, dan 202. Berisi tentang sebab-sebab atau sejarah  yang melatarbelakangi turunnya ayat Al Qur&#8217;an: surah Al Baqarah ayat ke-200, 201, dan 202. فَاِذَا قَضَيْتُمْ مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَذِكْرِكُمْ اٰبَاۤءَكُمْ اَوْ اَشَدَّ ذِكْرًا ۗ فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا وَمَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ﴿۲۰۰ وَمِنْهُمْ… <span class="read-more"><a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-200-201-dan-202/">Read More &#187;</a></span></p>
<p>The post <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-200-201-dan-202/">Al Baqarah Ayat 200, 201, dan 202</a> first appeared on <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net">Asbabun Nuzul</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-200-201-dan-202/"><strong>Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah Ayat 200, 201, dan 202.</strong></a><br />
Berisi tentang sebab-sebab atau sejarah  yang melatarbelakangi turunnya ayat Al Qur&#8217;an: surah Al Baqarah ayat ke-200, 201, dan 202.</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">فَاِذَا قَضَيْتُمْ مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَذِكْرِكُمْ اٰبَاۤءَكُمْ اَوْ اَشَدَّ ذِكْرًا ۗ فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا وَمَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ﴿۲۰۰</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ﴿۲۰۲</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ نَصِيْبٌ مِّمَّا كَسَبُوْا ۗ وَاللّٰهُ سَرِيْعُ الْحِسَابِ﴿۲۰۳</span></p>
<p>Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka berzikirlah kepada Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Maka di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun. (S. 2 : 200)</p>
<p>Dan di antara mereka ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (S. 2 : 201)</p>
<p>Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan, dan Allah Mahacepat perhitungan-Nya. (S. 2 : 202)</p>
<p>Dalam suatu riwayat dikemukakan, bahwa orang-orang Jahiliyyah wukuf dimusim pasar. Sebagian dari mereka selalu membangga-banggakan nenek moyangnya yang telah membagi-bagi makanan, meringankan beban, serta membayarkan diat (denda orang lain). Dengan kata lain, disaat wukuf itu, mereka menyebut-nyebut apa yang pernah dilakukan oleh nenek moyangnya. Maka turunlah ayat tersebut diatas (S. 2: 200) sampai <strong>asyadda dzikira</strong>, sebagai petunjuk apa yang harus dilakukan disaat wukuf.<br />
<span style="text-decoration: underline;">*Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas.</span></p>
<p>Menurut riwayat lain, orang-orang dimasa itu apabila telah melakukan manasik, berdiri disisi jumrah menyebut-nyebut jasa nenek moyang di zaman jahiliyyah. Maka turunlah ayat tersebut diatas (S. 2 : 200)sebagai petunjuk apa yang harus dilakukan disisi jumrah.<br />
<span style="text-decoration: underline;">*Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid.</span></p>
<p>Menurut riwayat lain, salah satu suku bangsa Arab sesampainya ketempat wukuf berdu`a: “Ya Allah, semoga Allah menjadikan tahun ini tahun yang banyak hujannya, tahun makmur yang membawa kemajuan dan kebaikan. Mereka tidak menyebut-nyebut urusan akhirat sama sekali. Maka Allah menurunkan ayat tersebut diatas sampai akhir ayat (S. 2 : 200), sebagai petunjuk bagaimana seharusnya berdu`a. Setelah itu Kaum Muslimin berdu`a sesuai dengan petunjuk dalam al-Quran (S. 2 : 201), yang kemudian ditegaskan oleh Allah swt. dengan firman-Nya ayat berikutnya (S. 2 : 202).<br />
<span style="text-decoration: underline;">*K. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas.</span></p><p>The post <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-200-201-dan-202/">Al Baqarah Ayat 200, 201, dan 202</a> first appeared on <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net">Asbabun Nuzul</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-200-201-dan-202/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Al Baqarah Ayat 197, 198, dan 199</title>
		<link>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-197-198-dan-199/</link>
					<comments>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-197-198-dan-199/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[meeftha]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2018 01:51:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al Baqarah]]></category>
		<category><![CDATA[al baqarah ayat 197 198 199]]></category>
		<category><![CDATA[asbabun nuzul]]></category>
		<category><![CDATA[asbabun nuzul baqarah ayat 197 198 199]]></category>
		<category><![CDATA[ayat quran]]></category>
		<category><![CDATA[juz 1]]></category>
		<category><![CDATA[sebab turunnya ayat]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah turunnya ayat]]></category>
		<category><![CDATA[surah al baqarah]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir quran]]></category>
		<category><![CDATA[terjemah al baqarah ayat 197 198 199]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://asbabunnuzul.ayatalquran.net/?p=95</guid>

					<description><![CDATA[<p>Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah Ayat 197, 198, dan 199. Menerangkan tentang sejarah  atau sebab-sebab yang melatarbelakangi turunnya ayat Al Qur&#8217;an: surah Al Baqarah ayat ke-197, 198, dan 199. اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ… <span class="read-more"><a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-197-198-dan-199/">Read More &#187;</a></span></p>
<p>The post <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-197-198-dan-199/">Al Baqarah Ayat 197, 198, dan 199</a> first appeared on <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net">Asbabun Nuzul</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-197-198-dan-199/"><strong>Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah Ayat 197, 198, dan 199.</strong></a><br />
Menerangkan tentang sejarah  atau sebab-sebab yang melatarbelakangi turunnya ayat Al Qur&#8217;an: surah Al Baqarah ayat ke-197, 198, dan 199.</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ﴿۱۹۷</span></p>
<p>(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barangsiapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafats), berbuat maksiat dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat! (S. 2 : 197)</p>
<p>Menurut suatu riwayat, orang-oang Yaman apabila naik haji tidak membawa bekal apa-apa, dengan alasan tawakkal kepada Allah. Maka turunlah “<strong>watazawwadu, fainna khairaz zadit taqwa</strong> sebagian dari S. 2 : 197.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diririwayatkan oleh al-Bukhari dan lain-lainnya yang bersumber dari Ibnu Abbas.</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَنْ تَبْتَغُوْا فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكُمْ ۗ فَاِذَآ اَفَضْتُمْ مِّنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوْهُ كَمَا هَدٰىكُمْ ۚ وَاِنْ كُنْتُمْ مِّنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الضَّاۤلِّيْنَ﴿۱۹۸</span></p>
<p>Bukanlah suatu dosa bagimu mencari karunia dari Tuhanmu. Maka apabila kamu bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam. Dan berzikirlah kepada-Nya sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepadamu, sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak tahu. (S. 2: 198)</p>
<p>Menurut suatu riwayat, pada jaman Jahiliyyah terkenal pasar-pasar yang bernama Ukadh, Mijnah dan Dzul-Majaz. Kaum Muslimin merasa berdosa apabila berdagang dimusim haji dipasar itu. Mereka bertanya kepada Rasulullah saw.tentang hal itu. Maka turunlah “<strong>Laisa &#8216;alaikum junahun an tabtaghu fadl-lan minrabbikum</strong>”(awal ayat S. 2 :198) yang membenarkan mereka berdagang pada musim haji.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Ibnu Abbas.</span></p>
<p>Menurut riwayat lain Abi Umamah at-Taini bertanya kepada Ibnu Umar tentang menyewakan kendaraan sambil naik haji. Ibnu Umar menjawab: “Pernah seorang laki-lakibertanya seperti itu kepada Rasulullah saw. yang seketika itu juga turun “<strong>laisa &#8216;alaikum junahun an tabtaghu fadl-lan minrabbikum</strong>”. Rasulullah saw. mememanggil orang itu dan bersabda: “Kamu termasuk orang yang menunaikan haji”.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Jarir, al-Hakim Dan lainnya, yang bersumber dari Abi Umamah at-Taimi.</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">ثُمَّ اَفِيْضُوْا مِنْ حَيْثُ اَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ﴿۱۹۹</span></p>
<p>Kemudian bertolaklah kamu dari tempat orang banyak bertolak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (S. 2 : 199)</p>
<p>Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa orang-orang Arab wukuf di&#8217;Arafah, sedang orang-orang Quraisy wukuf dilembahnya (Muzdalifah), maka turunlah ayat tersebut diatas (S. 2 : 199) yang mengharuskan wukuf di &#8216;Arafah.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Abbas.</span></p>
<p>Menurut riwayat lain, orang-orang Quraisy wukuf didataran rendah Muzdalifah, dan selain orang Quraisy, wukuf didataran tinggi &#8216;Arafah kecuali Syaibah bin Rabi&#8217;ah. Maka Alla menurunkan ayat tersebut diatas (S. 2 : 199) yang mewajibkan wukuf di &#8216;Arafah.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Asma binti Abi Bakar.</span></p><p>The post <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-197-198-dan-199/">Al Baqarah Ayat 197, 198, dan 199</a> first appeared on <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net">Asbabun Nuzul</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-197-198-dan-199/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Al Baqarah Ayat 194, 195, dan 196</title>
		<link>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-194-195-dan-196/</link>
					<comments>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-194-195-dan-196/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[meeftha]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2018 13:40:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al Baqarah]]></category>
		<category><![CDATA[al baqarah ayat 194 195 196]]></category>
		<category><![CDATA[asbabun nuzul]]></category>
		<category><![CDATA[asbabun nuzul baqarah ayat 194 195 196]]></category>
		<category><![CDATA[ayat quran]]></category>
		<category><![CDATA[juz 1]]></category>
		<category><![CDATA[sebab turunnya ayat]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah turunnya ayat]]></category>
		<category><![CDATA[surah al baqarah]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir quran]]></category>
		<category><![CDATA[terjemah al baqarah ayat 194 195 196]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://asbabunnuzul.ayatalquran.net/?p=93</guid>

					<description><![CDATA[<p>Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah Ayat 194, 195, dan 196. Berisi tentang sejarah  atau sebab-sebab yang melatarbelakangi turunnya ayat Al Qur&#8217;an: surah Al Baqarah ayat ke-194, 195, dan 196. اَلشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمٰتُ قِصَاصٌۗ فَمَنِ اعْتَدٰى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوْا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدٰى عَلَيْكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ﴿۱۹۴ Bulan haram dengan… <span class="read-more"><a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-194-195-dan-196/">Read More &#187;</a></span></p>
<p>The post <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-194-195-dan-196/">Al Baqarah Ayat 194, 195, dan 196</a> first appeared on <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net">Asbabun Nuzul</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-194-195-dan-196/"><strong>Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah Ayat 194, 195, dan 196.</strong></a><br />
Berisi tentang sejarah  atau sebab-sebab yang melatarbelakangi turunnya ayat Al Qur&#8217;an: surah Al Baqarah ayat ke-194, 195, dan 196.</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">اَلشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمٰتُ قِصَاصٌۗ فَمَنِ اعْتَدٰى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوْا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدٰى عَلَيْكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ﴿۱۹۴</span></p>
<p>Bulan haram dengan bulan haram, dan (terhadap) sesuatu yang dihormati berlaku (hukum) qisas. Oleh sebab itu barangsiapa menyerang kamu, maka seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (S. 2 : 194)</p>
<p>Dalam suatu riwayat dikemukakan peristiwa sebagai berikut :<br />
berangkat ke Mekkah untuk menunaikan &#8216;umrah dengan membawa qurban. Setibanya di Hudaibiah, dicegat oleh kaum musyrikin, dan dibuatlah perjanjian yang isinya antara lain agar Kamu Muslimin menunaikan &#8216;umrahnya pada tahun berikutnya. Pada bulan Dzulqa&#8217;idah tahun berikutnya, berangkatlah Nabi saw. beserta sahabatnya ke Mekah, dan tinggal disana selama tiga malam.</p>
<p>Kaum musyrikin merasa bangga dapat menggagalkan maksud Nabi saw. untuk &#8216;umrah pada tahun yang lalu. Allah swt. membalasnya dengan meluluskan maksud &#8216;umrah pada bulan yang sama pada tahun berikutnya.Turunnya ayat tersebut diatas (S. 2 : 194), berkenaan dengan peristiwa itu.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah.</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ﴿۱۹۵</span></p>
<p>Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (S. 2 :195)</p>
<p>Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (S. 2: 195) turun berkenaan dengan hukum nafaqah.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Hudzaifah.</span></p>
<p>Dalam riwayat lain dikemukakan peristiwa sebagai berikut:<br />
Ketika Islam telah jaya dan berlimpah pengikutnya, kaum Anshar berbisik kepada sesamanya : “Harta kita telah habis, dan Allah telah menjayakan Islam. Bagaimana sekiranya kita membangun dan memperbaiki ekonomi kembali?”. Maka turunlah ayat tersebut diatas (S. 2 : 195) sebagai teguran kepada mereka, jangan menjerumuskan diri pada “tahlukah”.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, al-Hakim dan yang lainnya yang bersumber dari Abi Ayub al-Anshari. Menurut Tirmidzi, hadist ini shahih.</span></p>
<p>Dalam riwayat lain dikemukakan peristiwa sebagai berikut :<br />
Kaum Anshar terkenal gemar bersadaqah dengan mengeluarkan harta kekayaan sebanyak-banyaknya. Disaat peceklik (musim kelaparan), mereka tidak lagi memberikan sadaqah. Maka turunlah ayat tersebut diatas (S. 2 : 195).<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh at-Thabarani dengan sanad yang shahih yang bersumber dari Abi Jubairah bin Dlahhak.</span></p>
<p>Menurut riwayat lain, tersebutlah seorang yang menganggap bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa yang pernah dilakukannya. Maka turunlah “<strong>Wala tulqu biaidikum ilat-tahlukah</strong>’.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh at-Thabarani dengan sanad yang shahih dan kuat, yang bersumber dari an-Nu&#8217;man bin Basyir.Hadist ini diperkuat oleh al-Hakim yang bersumber dari al-Barra.</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ ۗ فَاِنْ اُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ وَلَا تَحْلِقُوْا رُءُوْسَكُمْ حَتّٰى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهٗ ۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ بِهٖٓ اَذًى مِّنْ رَّأْسِهٖ فَفِدْيَةٌ مِّنْ صِيَامٍ اَوْ صَدَقَةٍ اَوْ نُسُكٍ ۚ فَاِذَآ اَمِنْتُمْ ۗ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ اِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ اَيَّامٍ فِى الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ اِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗذٰلِكَ لِمَنْ لَّمْ يَكُنْ اَهْلُهٗ حَاضِرِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ﴿۱۹۶</span></p>
<p>Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Tetapi jika kamu terkepung (oleh musuh), maka (sembelihlah) hadyu yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah atau berkurban. Apabila kamu dalam keadaan aman, maka barangsiapa mengerjakan umrah sebelum haji, dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkannya, maka dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (musim) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itu seluruhnya sepuluh (hari). Demikian itu, bagi orang yang keluarganya tidak ada (tinggal) di sekitar Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya. (S. 2 : 196)</p>
<p>Mengenai turunnya ayat ini, terdapat beberapa peristiwa sebagai berikut :<br />
a. Seorang laki-laki berjubah yang semerbak dengan wangi-wangian za&#8217;faran menghadap kepada Nabi saw. dan berkata : “Ya Rasulullah, apa yang harus saya lakukan dalam menunaikan &#8216;umrah?”. Maka turunlah “<strong>wa atimmulhajja wal &#8216;umrata lillah</strong>”. Rasulullah bersabda: “Mana orang yang tadi bertanya tentang &#8216;umrah itu?” Orang itu menjawab: “Saya, Ya Rasulullah”. Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda: “Tanggalkan bajumu, bersihkan hidung dan mandilah dengan sempurna, kemudian dengan kerjaan apa yang biasa kau kerjakan pada waktu haji”.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Shafwan bin Umyyah.</span></p>
<p>Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Ka&#8217;b bin &#8216;Ujrah ditanya tentang firman Allah “fafid-yatum min ahiyamin aw shadaqatin aw nusuk” (S. 2 : 196). Ia bercerita sebagai berikut:<br />
“Ketika sedang melakukan umrah, saya merasa kepayahan, karena dirambut dan muka saya bertebaran kutu. Ketika itu Rasulullah saw. melihat aku kepayahan karena penyakit pada rambutku itu. Maka turunlah “<strong>fafid-yatum min ahiyamin aw shadaqatin aw nusuk</strong>” khusus tentang aku dan berlaku bagin semua. Rasulullah saw. bersabda: “Apakah kau punya biri-biri untuk fid-yah?” Aku menjawab bahwa aku tidak memilikinya. Rasulullah bersabda: “Bershaumlah kamu tiga hari, atau beri makanlah enam orang miskin, tiap orang setengah sha'(11/2 liter) makanan, dan bercukurlah kamu”.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Ka&#8217;b bin &#8216;Ujrah.</span></p>
<p>Dalam riwayat lain dikemukakan, ketika Rasulullah saw. beserta sahabat berada di Hudaibiah sedang berihram, kaum musyrikin melarang mereka meneruskan umrah. Salah seorang sahabat, yaitu Ka&#8217;b bin Ujrah, kepalanya penuh kutu sehingga bertebarang kemukanya. Ketika itu Rasulullah lalu didepannya, dan melihat Ka&#8217;b kepayahan. Maka turunlah : <strong>“faman kana minkum maridlan aw bihi adzan mirra&#8217;sihi fafid-yatun min shiyamin aw shadaqatin aw nusuk</strong>”, lalu Rasulullah bersabda: “Apakah kutu-kutu itu mengganggu?” Rasulullah menyuruh agar ia bercukur dan membayar fidyah.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh Ahmad yang bersumber dari Ka&#8217;b.</span></p>
<p>Dalam riwayat lainnya dikemukakan: Ketika Rasulullah dan para sahabat berhenti di Hubaidiah (daalam perjalanan umrah), datanglah Ka&#8217;b bun&#8217;Ujrah yang dikepala dan mukanya bertebaran kutu karena banyaknya. Ia berkata: “Ya Rasulullah kutu-kutu ini sangat menyakitiku”. Maka turunlah: “<strong>faman kana minkum maridlan aw bihi adzan mirra&#8217;sihi fafidyatun min shiyamin aw shadaqatin aw nusuk</strong>”(S. 2 : 196).<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh al-Wahidi dari &#8216;Atha yang bersumber dari Ibnu Abbas.</span></p><p>The post <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-194-195-dan-196/">Al Baqarah Ayat 194, 195, dan 196</a> first appeared on <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net">Asbabun Nuzul</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-194-195-dan-196/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Al Baqarah Ayat 190-193</title>
		<link>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-190-193/</link>
					<comments>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-190-193/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[meeftha]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2018 16:16:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al Baqarah]]></category>
		<category><![CDATA[al baqarah ayat 190-193]]></category>
		<category><![CDATA[asbabun nuzul]]></category>
		<category><![CDATA[asbabun nuzul baqarah ayat 190-193]]></category>
		<category><![CDATA[ayat quran]]></category>
		<category><![CDATA[juz 1]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah turunnya ayat]]></category>
		<category><![CDATA[surah al baqarah]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir quran]]></category>
		<category><![CDATA[terjemah al baqarah ayat 190-193]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://asbabunnuzul.ayatalquran.net/?p=90</guid>

					<description><![CDATA[<p>Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah Ayat 190, 191, 192, dan 193. Menerangkan latar belakang sejarah/historis turunnya ayat-ayat Al Qur&#8217;an: surah Al Baqarah ayat ke-190, 191, 192, dan 193. وَقَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ﴿۱۹۰ وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَاَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا… <span class="read-more"><a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-190-193/">Read More &#187;</a></span></p>
<p>The post <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-190-193/">Al Baqarah Ayat 190-193</a> first appeared on <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net">Asbabun Nuzul</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-190-193/"><strong>Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah Ayat 190, 191, 192, dan 193.</strong></a><br />
Menerangkan latar belakang sejarah/historis turunnya ayat-ayat Al Qur&#8217;an: surah Al Baqarah ayat ke-190, 191, 192, dan 193.</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">وَقَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ﴿۱۹۰</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَاَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوْهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتّٰى يُقٰتِلُوْكُمْ فِيْهِۚ فَاِنْ قٰتَلُوْكُمْ فَاقْتُلُوْهُمْۗ كَذٰلِكَ جَزَاۤءُ الْكٰفِرِيْنَ﴿۱۹۱</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">فَاِنِ انْتَهَوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ﴿۱۹۲</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 18pt;">وَقٰتِلُوْهُمْ حَتّٰى لَا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَّيَكُوْنَ الدِّيْنُ لِلّٰهِ ۗ فَاِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ اِلَّا عَلَى الظّٰلِمِيْنَ﴿۱۹۳</span></p>
<p>Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (S. 2: 190)</p>
<p>Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir. (S. 2: 191)</p>
<p>Tetapi jika mereka berhenti, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (S. 2: 192)</p>
<p>Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti, maka tidak ada (lagi) permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zalim. (S. 2: 193)</p>
<p>Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan “perdamaian di Hudaibiah”, yaitu ketika Rasulullah saw. dicegat oleh kaum Quraisy untuk memasuki Baitullah. Adapun isi perdamaian tersebut antara lain, agar Kaum Muslimin menunaikan umrahnya pada tahun berikutnya. Ketika Rasulullah saw. beserta sahabatnya mempersiapkan diri untuk melaksanakan umrah tersebut sesuai dengan perjanjian, para sahabat kawatir kalau orang-orang Quraisy tidak menepati janjinya, bahkan memerangi dan menghalangi mereka masuk di Masjidilharam, padahal Kaum Muslimin enggan berperang pada bulan haram. Turunnya “<strong>waqatilu fi sabilillahil ladzina</strong> (S. 2: 190) sampai (S.2 : 193)” membenarkan berperang untuk membalas serangan musuh.<br />
*<span style="text-decoration: underline;">Diriwayatkan oleh al-Wahidi dari al-Kalbi, dari Abi Shaleh, yang Bersumber dari Ibnu Abbas.</span></p><p>The post <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-190-193/">Al Baqarah Ayat 190-193</a> first appeared on <a href="https://asbabunnuzul.ayatalquran.net">Asbabun Nuzul</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://asbabunnuzul.ayatalquran.net/al-baqarah-ayat-190-193/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
