<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Aycuna Corp</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Wed, 18 Dec 2024 19:16:00 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://aycuna-corp.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Catatan Perjalanan Wartawan Tribunnews.com</title><link>http://aycuna-corp.blogspot.com/2013/02/catatan-perjalanan-wartawan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 15 Feb 2013 07:04:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1432791397363904849.post-2188741217191652688</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="yom-mod yom-art-content "&gt;
&lt;div class="bd"&gt;
&lt;div class="first"&gt;
&lt;strong&gt;&amp;nbsp;Dewi Agustina ke Kota Mekkah dan Madinah&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong&gt;TRIBUNNEWS.COM, MADINAH&lt;/strong&gt; - Berada di Kota Mekkah dan 
Madinah Arab Saudi selama lebih dari sepekan memberi begitu banyak 
pengalaman berharga. Tidak saja karena kedua kota ini merupakan kota 
suci bagi umat Islam di seluruh dunia, tapi juga betapa warga Arab Saudi
 sangat menghargai kaum wanita dari negara manapun mereka berasal.&lt;br /&gt;

Tak seperti di tanah air ataupun di negara-negara lainnya, di Arab 
Saudi terutama di Mekkah dan Madinah kita tidak akan menemukan kaum 
wanita yang bekerja di luar rumah, misalnya di toko ataupun 
kantor-kantor pemerintahan. Kaum wanita di kedua kota ini lebih banyak 
menghabiskan waktunya di rumah untuk mengurus rumah tangga dan anak-anak
 mereka. Para pria lah yang sepenuhnya mengambil alih tugas sebagai 
kepala keluarga dengan bekerja.&lt;br /&gt;

Namun demikian ada juga kaum wanita yang bekerja sebagai pedagang 
tapi bukan di toko-toko melainkan sebagai pedagang emperan (pedagang 
kaki lima) yang menggelar dagangannya di sekitar Masjid Nabawi Madinah 
maupun di sekitar Masjidil Haram Mekkah. Sebagian besar dari mereka 
adalah para pendatang dari luar Arab Saudi yang menggantungkan hidupnya 
dengan menjadi pedagang di kota suci.&lt;br /&gt;

Moidin, pedagang Toko Al-Rabia Shop di Kota Madinah saat berbincang 
dengan Tribunnews.com, akhir bulan Januari lalu mengatakan, kaum wanita 
di Arab Saudi terutama di Kota Madinah dan Mekkah tidak ada yang 
bekerja, kecuali sebagai perawat di rumah sakit.&lt;br /&gt;

"Mereka hanya bekerja sebagai perawat atau dokter di rumah sakit. 
Jadi tidak ada wanita yang bekerja disini," kata Moidin, warga India 
yang sudah bertahun-tahun menetap di Arab Saudi.&lt;br /&gt;

Penghargaan terhadap kaum wanita juga dialami langsung wartawan 
Tribunnews.com saat hendak membeli simcard Arab Saudi provider STC di 
counter STC di Kota Madinah. Ditemani mutawif (guide/pemandu) Ustad 
Fahmi, Tribunnews mendatangi counter STC. Saat itu antrean cukup banyak 
dipenuhi kaum pria yang sebagian besar adalah para pendatang yang 
kebetulan sedang melaksanakan ibadah umroh di tanah suci. Sama seperti 
Tribunnews, mereka pun hendak membeli simcard STC untuk digunakan 
sebagai alat komunikasi selama berada di tanah suci.&lt;br /&gt;

Ustad Fahmi kemudian menyarankan Tribunnews untuk maju kedepan 
antrean dan melewati para lelaki yang sedang mengantre. Menurut Ustad 
Fahmi, jika perempuan yang mengantre maka akan didahulukan oleh petugas 
provider.&lt;br /&gt;

Benar saja, begitu Tribunnews melewati para pengantre yang semuanya 
adalah para lelaki dan mengatakan "simcard please" kepada petugas 
counter sambil menunjukkan ID card umroh, sang petugas langsung 
memanggil dan mengambil ID card Tribunnews dan langsung melayani 
pembelian simcard dengan terlebih dahulu meregistrasi identitas 
Tribunnews.&lt;br /&gt;

Tak ada komplain ataupun protes dari para pengantre yang sudah 
terlebih dahulu mengantre di counter itu karena mereka juga menyadari 
bahwa di Arab Saudi, wanita selalu dihormati dan diprioritaskan dalam 
segala hal.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkiu1SHMpKp7BIPi1tluw7mXxHlzIRjnkYi9tBSW2ERUIuiAMFvxLfvZvHwePHIOAEEjD0urVDmnUTi00DQKWnVHZdeKPatZjf2gUSEWHt8XHqmh9x9bGKcUxFV3Fu0CElsdomoR3MbhFw/s1600/Jamaah-Umroh-PT-Nettour-Batam-ke-Jabal-Nur-Kota-Mekkah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkiu1SHMpKp7BIPi1tluw7mXxHlzIRjnkYi9tBSW2ERUIuiAMFvxLfvZvHwePHIOAEEjD0urVDmnUTi00DQKWnVHZdeKPatZjf2gUSEWHt8XHqmh9x9bGKcUxFV3Fu0CElsdomoR3MbhFw/s320/Jamaah-Umroh-PT-Nettour-Batam-ke-Jabal-Nur-Kota-Mekkah.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp;di Mekkah maupun Madinah memang tidak saya jumpai wanita yang bekerja. 
pedagang kaki lima yang wanita semuanya berkulit hitam  demikian juga 
Polisi wanita. disamping budaya juga karena Pemerintah Arab Saudi 
memberikan fasilitas untuk mensejahterakan Rakyatnya.Listrik tanpa batas
 20 riyal/bln, BBM murah sekelas pertamax 1 riyal dapat 3 liter,toll 
gratis ,bebas pajak sehingga makanan murah dll&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Lalu bagaimana dengan di Indonesia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkiu1SHMpKp7BIPi1tluw7mXxHlzIRjnkYi9tBSW2ERUIuiAMFvxLfvZvHwePHIOAEEjD0urVDmnUTi00DQKWnVHZdeKPatZjf2gUSEWHt8XHqmh9x9bGKcUxFV3Fu0CElsdomoR3MbhFw/s72-c/Jamaah-Umroh-PT-Nettour-Batam-ke-Jabal-Nur-Kota-Mekkah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>CARA PENYEMAIAN JABON </title><link>http://aycuna-corp.blogspot.com/2013/01/cara-penyemaian-jabon.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 23 Jan 2013 01:56:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1432791397363904849.post-5063241201438594404</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;h3 class="post-title entry-title" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;div class="post-header" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7WkPPN1vj0DGmoPk41xuTf7X_3WzxEmgvBwQKEefd7uPNutczNmv18AnjLSPlMrpXz5ubawczuNi-kxh2ttYDeJJ2bYsJ-abyOh7p9_DWqXgRGjBIylhFyzbuD3InRcQF1nDo8L-5AR38/s1600/jabon+1+bulan.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7WkPPN1vj0DGmoPk41xuTf7X_3WzxEmgvBwQKEefd7uPNutczNmv18AnjLSPlMrpXz5ubawczuNi-kxh2ttYDeJJ2bYsJ-abyOh7p9_DWqXgRGjBIylhFyzbuD3InRcQF1nDo8L-5AR38/s320/jabon+1+bulan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pohon Jabon umur 1 Bulan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cara menyemaikan benih jabon :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;A. Pengecambahan benih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sediakan media tempat kecambah (bak plastik) dan sungkup dari plastic&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Media perkecambahan adalah&lt;br /&gt;
a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Campuran pasir halus dan tanah halus (1:1), disterilisasi dengan 
cara digoreng selama 2 jam. Untuk mendapatkan media pasir halus, pasir 
di ayak dengan ayakan berukuran mikro (ayakan nyamuk).&lt;br /&gt;
b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Campuran cocopeat (sabut kelapa yang sudah dicacah) dan arang 
sekaram (2:1). Keduanya dapat diperoleh/dibeli di toko-toko pertanian.&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebelum benih ditabur, media disiram sampai jenuh. Bila perlu bak tabur ditutup dengan plastik transparan (sungkup).&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penaburan benih dapat dicampur dengan pasir halus agar penyebaran 
dalam bak kecambah merata. Perbandingan benih dengan pasir 2:1.&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Biasanya benih mulai berkecambah setelah 7-15 hari setelah penaburan dan akan mulai merata setelah 30 hari.&lt;br /&gt;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam satu bak kecambah ukuran 25 cm x 20 cm banyak biji yang ditabur cukup 1 sendok teh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;B. Pemeliharaan pada periode perkecambahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Pemeliharaannya dilakukan dengan penyiraman. Setelah penyiraman 
pertama, penyiraman selanjutnya dilakukan setiap harinya (pagi dan sore)
 sampai minggu ke-10 / siap sapih ke polybag dengan ukuran bibit 5-10 cm
 dengan sprayer halus&lt;br /&gt;
2. Penyiraman menggunakan air biasa untuk setiap harinya dan menggunakan
 air biasa dicampur dengan fungisida DITHANE M-45 untuk setiap minggunya
 (1kali dalam semingggu). Untuk 1 liter air dicampur fungisida ¼ sendok 
Dithane M-45.&lt;br /&gt;
3. Media kecambah harus terkena cahaya matahari tetapi tidak secara 
langsung perlu naungan dari plastik / sungkup / rumah kaca. Kondisi&amp;nbsp; 
SYARAT?media kecambah harus lembab dan basah jangan sampai kekeringan.&amp;nbsp; 
YANG PALING PENTING.&lt;br /&gt;
4. Selanjutnya bibit dipindahkan ke polybag di persemaian.&lt;br /&gt;
5. Total waktu perkecambahan kurang lebih 1 bulan, total pemeliharaan 
setelah muncul kecambah 1,5 bulan hingga siap sapih. Jadi total waktu 
yang dibutuhkan untuk perkecambahan kurang lebih 2-3 bulan.&lt;br /&gt;
6. Bibit yang sudah dipindahkan ke polybag sangat cepat perkembangannya. 1 bulan bisa mencapai ukuran tinggi = 20-40 cm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;C. Penyapihan di persemaian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyapihan adalah pemindahan tanaman dari bak kecambah ke polybag. 
Kemudian polybag di tempatkan pada bedengan berukuran 5 m x 1 m yang 
ternaungi agar terlindung dari sinar matahari langsung dan hujan.&lt;br /&gt;
1. Penyapihan dilakukan ketika kecambah telah memiliki 2-3 pasang daun atau telah mencapai tinggi 2-3 cm (usia 1,5-2 bulan).&lt;br /&gt;
2. Media sapih yang digunakan harus mengandung banyak nutrisi untuk pertumbuhan tanaman yang kemudian ditempatkan dalam polybag&lt;br /&gt;
3. Media semai yang dipergunakan : ukuran polybag 10×15 cm.&lt;br /&gt;
4. Media bibit adalah&lt;br /&gt;
a. Media campuran pasir + tanah+ arang sekam (1:3:1) atau tanah + kompos (3:1).&lt;br /&gt;
b. Media campuran tanah (topsoil/permukaan), pasir dan pupuk kandang (7:2:1)&lt;br /&gt;
c. media campuran tanah, cocopeat, dan pasir (3:1:1), atau menggunakan campuran tanah dan arang sekam (1:1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;D. Pemeliharaan di bedeng sapih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Penyiraman secara rutin setiap hari menggunakan air biasa dan setiap 
minggu menggunakan air biasa dicampur dengan fungisida DITHANE M-45&lt;br /&gt;
2. Selain penyiraman dapat juga diberikan pemupukan yang dilakukan 
setelah bibit berumur 2 minggu dengan pupuk NPK cair (2-4gram/1liter 
air), atau dengan pupuk NPK padat 0,5 gram/bibit dengan jarak dari 
batang tanaman 3-5 cm (selebar tajuk tanaman).&lt;br /&gt;
3. Selain itu juga dapat dilakukan pemupukan dengan pupuk daun 
gandasil-D (dosis 1-2 gr untuk 1 liter air) setelah bibit berumur 3 
bulan setelah penyapihan.&lt;br /&gt;
5. Pemberian penaungan tanaman dengan paranet dilakukan hingga bibit 
berumur ±4-5 bulan setelah penyapihan (tinggi ±30 cm). Ukuran paranet 
30%, 40% ,50% atau 65%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;E. Penanaman di lapangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibit siap tanam ketika batangnya cukup berkayu dengan tinggi 25-30 cm. 
Waktu penanaman dilakukan pada musim hujan dengan jarak tanam 3 m x3 m. 
Pemeliharaan di lapangan berupa pendangiran (penggemburan tanah), 
penyulaman (pada jabon yang mati), penyiangan (pembebasan dari rumput 
liar) dan pemupukan. &lt;br /&gt;
Ini merupakan hasil penelitian mahasiswa silvikultur IPB, Idham Fahmi, 
dan memiliki validitas yang tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sumber : http://rimba-mas.blogspot.com/2011/01/cara-penyemaian-jabon.html &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7WkPPN1vj0DGmoPk41xuTf7X_3WzxEmgvBwQKEefd7uPNutczNmv18AnjLSPlMrpXz5ubawczuNi-kxh2ttYDeJJ2bYsJ-abyOh7p9_DWqXgRGjBIylhFyzbuD3InRcQF1nDo8L-5AR38/s72-c/jabon+1+bulan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Menanam Jabon </title><link>http://aycuna-corp.blogspot.com/2013/01/cara-menanam-jabon.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 23 Jan 2013 01:54:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1432791397363904849.post-1438822682464643219</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;h3 class="post-title entry-title" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;div class="post-header" style="text-align: justify;"&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSdeUCSeLblzgpKXH2HFMIcLQwqgzOUaUr0qFqR8FlsqayVbR25zthjaRwVQtZcUNAlHJsCR67rl-Co66h-9r0fBOzcO5zU5F42LyPXAvj9pN-LHklFUxkdsYhQ_S5jxs4PkaIQxCe9rER/s1600/jabon2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSdeUCSeLblzgpKXH2HFMIcLQwqgzOUaUr0qFqR8FlsqayVbR25zthjaRwVQtZcUNAlHJsCR67rl-Co66h-9r0fBOzcO5zU5F42LyPXAvj9pN-LHklFUxkdsYhQ_S5jxs4PkaIQxCe9rER/s1600/jabon2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;CARA BUDIDAYA POHON JABON &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebelumnya saya jelaskan masalah metode ukuran jarak tanam pohon jabon pada umumnya :&lt;br /&gt;
Pola Hutan Rakyat Umumnya menggunakan jarak tanam 2 x 2,5 m. namun hasil
 pertumbuhan dan perkembangan diameternya tidak begitu cepat dan 
maksimal, cara ini biasanya digunakan masyarakat dengan membiarkan 
tumbuh liar dengan sendirinya ibarat hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Perkebunan pada umumnya menggunakan jarak tanam yang direkomendasikan 
yaitu 4 x 5 m. jarak tersebut dapat memaksimalkan pertumbuhan dan 
perkembangan diameter batangnya,sebab radius lingkaran bayangan kebawah 
batang atas pohon adalah wilayah penyerapan unsur-unsur hara ditanah 
oleh akar pohon. jadi jarak 4 x 5 m adalah yang paling baik bagi 
pertumbuhan pohon jabon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara Tanam :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Buka Lobang Lebar.40 x Panjang.40 x dalam 50 cm. (untuk bibit 40-50 cm)&lt;br /&gt;
Lalu masukan Kompos+NPK 2,5 gr (campur) sebagai pupuk dasar diendapkan 
dilubang setinggi 30 cm (dapat langsung tanam/3-7 hr kemudian baru 
tanam),kemudian masukkan bibit yang polibagnya sudah dibuka/disobek 
kedalam,dudukan yang benar/rata,lalu isi tanah kompos sebagai penutup 
akar dengan tanah setinggi 20 cm (jangan diterlalu dipadatkan),hingga 
tersisa lubang 10 cm sebagai kantong air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perawatan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Semprot Pungisida secara aktip per 2 minggu sekali selama 3-5 bulan 
tergantung keadaan gangguan, agar daun tidak dimakan ulat.setelah daun 
cukup banyak pengusida sudah tidak perlu disemprotkan lagi,sebab daun 
tidak akan habis dimakan ulat sebab daun sudah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemupukan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
untuk pertumbuhan maksimal dapat dilakukan sampai usia 3 tahun, cukup kompos + NPK, Periode pemupukan 1-2 kali/setahun.&lt;br /&gt;
awal tanam – 1 Tahun : NPK 1 sendok makan (tabur jgn kena/menumpuk pada batang pangkal)&lt;br /&gt;
1 Tahun – 2 Tahun : Kompos 10 kilo + NPK 2,5 On&lt;br /&gt;
2 Tahun – 3 Tahun : Kompos 20 kilo + NPK 7,5 On&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapat juga hanya dengan kompos :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1 Tahun – 2 Tahun : Kompos 30 Kilo&lt;br /&gt;
2 Tahun – 3 Tahun : Kompos 30 kilo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kompos sangat penting peranannya,kompos berperan sebagai absorbent yg 
dapat menyimpan mineral &amp;amp; unsur hara dan memperlancar pertukaran 
kation didalam tanah. tanpa kompos tanah semakin lama semakin jenuh,jika
 tanah jenuh pemberian pupuk menjadi sia-sia dikarenakan tanah jenuh 
tidak dapat lagi mengikat mineral sehingga pupuk yang diberikan tidak 
dapat mengurai kedalam tanah dan akan menguap atau tercuci, kompos 
memperbarui kondisi tanah dan menjadikan tanah disekitar pangkal 
pohon/akar menjadi lembab dan subur, dengan kompos pupuk yang diberikan 
dapat mengurai dengan baik sehingga akar menjadi mudah menyerap unsur 
hara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Perawatan Kebersihan disekitar pohon,agar sumber makanan akar tidak 
terganggu dan dapat maksimal diserap akar pohon.minimal perawatan sampai
 usia 1 tahunan,untuk selebihnya dapat juga dibiarkan,sebab daya serap 
akar sudah kuat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sumber : http://rimba-mas.blogspot.com/2011/01/cara-menanam-jabon.html&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSdeUCSeLblzgpKXH2HFMIcLQwqgzOUaUr0qFqR8FlsqayVbR25zthjaRwVQtZcUNAlHJsCR67rl-Co66h-9r0fBOzcO5zU5F42LyPXAvj9pN-LHklFUxkdsYhQ_S5jxs4PkaIQxCe9rER/s72-c/jabon2.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Investasi Usaha Tanaman Jabon </title><link>http://aycuna-corp.blogspot.com/2013/01/investasi-usaha-tanaman-jabon.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 23 Jan 2013 01:50:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1432791397363904849.post-4856428622841931323</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;h3 class="post-title entry-title" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;div class="post-header" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXXPpsq1vt4UWlQYa4m-Zmgy1dorxS3ruJNiEiVhKy3T6fnRoX_AohmGmva-K-irTm5umOzFLjnDipb8N6Y0Qls_hx5juqcQ4ozUstEwvujfrayYN8i50WXNqfCx7Spie7zOldDUaTh6m4/s1600/jabon+1+tahun.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="209" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXXPpsq1vt4UWlQYa4m-Zmgy1dorxS3ruJNiEiVhKy3T6fnRoX_AohmGmva-K-irTm5umOzFLjnDipb8N6Y0Qls_hx5juqcQ4ozUstEwvujfrayYN8i50WXNqfCx7Spie7zOldDUaTh6m4/s320/jabon+1+tahun.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tanaman Jabon Umur 1 Tahun&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Investasi Usaha Hutan Tanaman 
Jabon sebagai pelaku penyedia bahan baku tanamanan industri pada 
kebutuhan industri-industri pengolahan kayu, kertas maupun industri 
pengolahan yang bersumber dari bahan baku kayu merupakan langkah bijak, 
dapat memberikan harapan kesejahteraan yang cerah dengan sumber 
pendapatan/ profit yang tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jabon merupakan satu diantara kayu unggulan dimana pada saat ini dan 
untuk kedepannya Jabon diandalkan sebagai bahan baku dalam perindustrian
 kayu, karena Jabon memiliki keunggulan dibangdingkan kayu unggulan 
lainnya, baik dari pertumbuhan, struktur, maupun mutu kayunya, dan dari 
sisi ekonomisnya, pohon jabon juga dapat dipanen dengan cepat, mudah 
dirawat, dan harganya juga bernilai tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebutuhan kayu Jabon akan terus meningkat akibat efek dari kebijakan 
pemerintah, tentang pelarangan penebangan kayu dari hutan alam, namun 
disamping itu sisi baiknya, Pemerintah Menerbitkan PP No.6 Tahun 2007 
tentang HTR Hutan Tanaman Rakyat, terutama salah satunya adalah HTR Pola
 mandiri , untuk jenis tanaman masyarakat diberi kebebasan dalam 
memilih, namun disarankan tanaman yang mempunyai daur (umur) pendek 8 
tahun, memiliki nilai ekonomi tinggi serta mudah dalam pemasarannya, 
pemerintah juga dapat membantu mengatur mekanisme pemasaran dengan 
pengusaha perkayuan, tentu dalam hal ini adalah sebuah Nuasa baru dalam 
tata kelola hutan di indonesia , dimana pemerintah pasti melandasinya 
dengan niat baik bagi kesejahteraan Rakyat, Perubahan yang patut 
disambut dengan gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Budidaya Jabon merupakan pilihan yang tepat dilihat dari segala sisi 
kelebihannya, maka bisa dikatakan kita telah menjadi pelaku sebagai 
penyedia kebutuhan bahan baku bagi industri kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;INVESTASI KEBUN JABON&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih Tersedia Lahan untuk berinvestasi kayu jabon bagi anda yang tidak 
memiliki waktu dan lahan, Tanaman jabon sudah tertanam di lahan,lokasi 
di Pasuruan Jawa Timur.&lt;br /&gt;
Biaya investasi Rp. 15 juta per Investor, Pemasaran kayunya juga sudah ditampung oleh perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benih Jabon dan cara Penanamannya&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Biji jabon standar,dengan tingkat perkecambahan per ons antara 2000 sd 20.000 kecambah.&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; biji jabon yang disemai disiram dengan memakai sprayer dan 
dicampur fungisida antrakol dosis rendah (untuk menghindari jamur).&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah kecambah setinggi 2 sampai 3 cm dan berdaun 4, dicabut 
untuk dipindahkan ke media polybag sedang diameter minimal 8 sd 12 cm.&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebelum ditanam di polybag, maka cukup di cuplik bagian bawah akarnya memakai bilah bambu.&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jabon pindahan dari cabutan belum kuat panas, pemindahan efektif di sore hari. penyiraman sehari 2 kali.&lt;br /&gt;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gunakan pupuk dan antrakol serta pestisida guna mencegah penyakit jamur dan ulat.&lt;br /&gt;
7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bersihkan kalau ada gulma.&lt;br /&gt;
8.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam waktu sekitar 3 bulan jabon siap tanam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Beberapa hal yang perlu diperhatikan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kunci penanaman, bila dirasa tidak hujan setelah ditanam, siram 
dengan segayung air. maka jabon akan bertahan sampai 10 hari bila 
menunggu hujan.&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; hama yang muncul setelah tanam sampai saat ini adalah, uret, busuk
 jamur(hujan tinggi), belalang dan ulat, hama ini mudah diatasi dengan 
indektisida, fungisida, campurkan dengan perekat.&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bila terpaksa dipangkas cabangnya, paling tidak 30 cm dari pangkal batang, untuk menghindari air masuk ke batang utama.&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pilihlah bibit yang berdaun hijau tua, batang hijau tua, jangan terkecoh jabon tinggi kayak lidi dan daunnya kuning.&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; uret biasanya muncul bila intensitas hujan tinggi, gunakan disinon 10g bila furadan kurang mengatasi.&lt;br /&gt;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; hama yang muncul adalah ulat keket berduri, bisa disemprot atau diambil manual.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sumber : http://rimba-mas.blogspot.com/2011/02/investasi-usaha-hutan-tanaman-jabon.html&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXXPpsq1vt4UWlQYa4m-Zmgy1dorxS3ruJNiEiVhKy3T6fnRoX_AohmGmva-K-irTm5umOzFLjnDipb8N6Y0Qls_hx5juqcQ4ozUstEwvujfrayYN8i50WXNqfCx7Spie7zOldDUaTh6m4/s72-c/jabon+1+tahun.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Masalah Bagi Hasil Ladang/Sawah </title><link>http://aycuna-corp.blogspot.com/2013/01/masalah-bagi-hasil-ladangsawah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 23 Jan 2013 01:48:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1432791397363904849.post-703896258194612287</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;
&lt;img border="0" height="330" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiUQ0_A4i1-c6IWeswF4f9NQa4Uhp9x-fsqeD97fyHhuL3a_8UzPwlWRcTqFqNw1qpbbtw6AlXPgtYGNxlsreZ9KpGuGJf-04Ijjg2OnBa5QYAS4F0TSmj8y0z8tO8f_TlbkrXe87ynXYn/s400/sawah.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 class="post-title entry-title" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;div class="post-header" style="text-align: justify;"&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Masalah Bagi Hasil Sawah ” ketegori Muslim.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya punya sebidang sawah di kampung, karena tidak ada yang mengurus 
saya gadaikan pada orang lain. Siapa yang berhak menerima hasil sawah 
yang digadaikan? Terima kasih atas jawabannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ipit Melayanti&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barangkali istilah yang lebih tepat di dalam kajian fiqih bukan gadai 
melainkan muzara’ah. Sebab di dalam istilah fiqih, gadai itu punya 
pengertian lain lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila seorang muslim memiliki tanah pertanian, sebaiknya dia 
memanfaatkan tanah tersebut dengan hal-hal yang memberikan manfaat. 
Salah satunya misalnya dengan bercocok tanam. Islam tidak menyukai 
dikosongkannya tanah pertanian itu, sebab hal tersebut berarti 
menghilangkan nikmat dan membuang-buang harta, sedang Rasulullah SAW 
melarang keras disia-siakannya harta. Pemilik tanah ini dapat 
memanfaatkannya dengan berbagai cara. Baik dengan ditanami sendiri atau 
pun dengan bekerjasama dengan pihak lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan pertama adalah dengan diurus sendiri. Pemilik lahan dengan 
tenaganya sendiri atau membayar upah karyawan menanami lahannya 
tumbuh-tumbuhan atau ditaburi benih kemudian disiram dan dipelihara. 
Begitulah sampai keluar hasilnya. Cara semacam ini adalah cara yang 
terpuji, di mana pemiliknya akan mendapat pahala dari Allah karena 
tanamannya itu bisa dimanfaatkan oleh manusia, burung dan binatang 
ternak. Kebanyakan sahabat Anshar adalah hidup bercocok-tanam. Mereka 
urus sendiri tanah-tanah mereka itu. Dalam hal ini dia bekerja sendiri 
atau hanya satu pihak. Sedangkan pembantunya adalah karyawan atau buruh 
yang dibayar tenaganya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan cara lainnya agar sebuah lahan itu tidak dibiarkan saja 
menganggur adalah meminjamkan tanahnya itu kepada orang lain yang mampu 
mengurusnya dengan bantuan alat, bibit ataupun binatang untuk mengolah 
tanah, sedang dia samasekali tidak mengambil hasilnya. Kecuali berharap 
pahala dari Allah SWT. Dengan cara demikian, dia telah memberikan jalan 
kepada orang lain untuk mendapat rizki. Dan cara seperti ini adalah 
salah satu bentuk shadaqah jariah. Cara semacam ini sangat dianurkan 
oleh Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda sebagai 
berikut, Barangsiapa memiliki tanah, maka tanamilah atau berikan kepada 
kawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Jabir ia. berkata, Kami biasa menyewa tanah dengan mendapatkan 
sebagai dari hasil , kemudian kami mendapat hasil tanah itu begini dan 
begini. Maka sabda Nabi:, Barangsiapa memiliki tanah, maka tanamilah 
sendiri atau suruhlah saudaranya untuk menanaminya, kalau tidak, 
tinggalkanlah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh salah seorang di antara kamu akan memberikan tanahnya kepada 
kawannya, lebih baik daripada dia mengambil atas tanahnya itu hasil yang
 ditentukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara ketiga ialah dengan cara muzara’ah, yaitu pemilik tanah menyerahkan
 alat, benih dan hewan kepada yang hendak menanaminya dengan suatu 
ketentuan dia akan mendapat hasil yang telah ditentukan, misalnya: 1/2, 
1/3 atau kurang atau lebih menurut persetujuan bersama. Boleh juga si 
pemilik tanah itu membantu kepada yang hendak menaminya berupa bibit, 
alat atau hewan. Cara seperti ini disebut: muzara’ah, musagaat atau 
mukhabarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim diterangkan, 
bahwa Rasulullah s.a.w. menyewakan tanah kepada penduduk Khaibar dengan 
perjanjian separuh hasilnya untuk pemilik tanah. Hadis ini diriwayatkan 
oleh beberapa orang sahabat, di antaranya: Ibnu Umar, Ibnu Abbas dan 
Jabir bin Abdullah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadis ini dijadikan alasan oleh orang yang membolehkan muzara’ah; dan 
mereka berkata: Muzara’ah adalah perkara yang baik dan sudah biasa 
berlaku, yang juga dikerjakan oleh Rasulullah s,a.w. sampai beliau 
meninggal dunia, kemudian dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin sampai 
mereka meninggal dunia. Dan kemudian diikuti oleh orang-orang 
sesudahnya. Sehingga tidak seorang pun ahli bait Nabi di Madinah yang 
tidak mengerjakan hal ini. Dan begitu juga isteri-isteri Nabi s.a.w. 
sepeninggal beliau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;A. Pengertian muzara’ah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara bahasa, muzaraah berarti muamalah atas tanah dengan sebagian yang
 keluar sebagian darinya. Dan secara istilah muzara’ah berarti 
memberikan tanah kepada petani agar dia mendapatkan bagian dari hasil 
tanamannya. Misalnya sepertiga, seperdua atau lebih banyak atau lebiih 
sedikit dari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;B. Dasar Pensyari’atan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muzara’ah adalah salah satu bentuk ta’awun antar petani dan pemilik 
sawah. Serigkali kali ada orang yang ahli dalam masalah pertanian tetapi
 dia tidak punya lahan, dan sebaliknya banyak orang yang punya lahan 
tetapi tidak mampu menanaminya. Maka Islam mensyari’atkan muzara’ah 
sebagai jalan tengah bagi keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah dan mentradisi di tengah 
para sahabat dan kaum muslimin setelahnya. Ibnu ‘abbas mencerikana bahwa
 Rasululah saw bekerja sama dengan penduduk Khaibar untuk berbagi hasil 
atas panenan, makanan dan buah-buahan. Bahkan Muhammad Albakir bin Ali 
bin Al-Husain mengatakan bahwa tidak ada seorang muhajirin yang 
berpindah ke Madinah kecuali mereka bersepakat untuk membagi hasil 
pertanian sepertiga atau seperempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para sahabat yang tercatat melakukan muzara’ah antara lain adalah Ali 
bin Abi Thalib, Sa’ad bin Malik, Abdullah bin Mas’ud dan yang lainnya. 
Bahkan Umar bin Abdul Aziz pun yang hidup di masa berikutnya memiliki 
pemasukan dari bagi hasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;C. Pendapat yang Melarang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan telah datang satu masalah dalam hal ini, yaitu munculnya hadis 
tentang muzara’ah dari Rafi’ bin Khudaij yang mengatakan bahwa 
Rasulullah SAW telah melarang dilakukannya muzara’ah setelah sebelumnya 
ia memperbolehkannya, dengan dalil hadis yang menceritakan bahwa telah 
datang kepada Rasulullah dua orang yang berselisih tentang muzara’ah 
yang mereka lakukan hingga menjadikan mereka berusaha untuk saling 
membunuh, maka untuk permasalahan mereka ini Rasulullah berkata bahwa 
kalau demikaian halnya yang terjadi maka sebaiknya mereka tidak 
melakukannya .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zaid bin Tsabit meriwayatkan, bahwa ada dua orang yang sedang bertengkar
 tentang masalah tanah, kemudian mengadukannya kepada Nabi, maka jawab 
Nabi, Kalau ini persoalanmu, maka janganlah kamu menyewakan tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi masing-masing dari pemilik tanah dan penyewa, harus ada sikap 
toleransi yang tinggi. Misalnya si pemilik tanah jangan minta terlalu 
tinggi dari hasil tanahnya itu. Begitu juga sebaliknya si penyewa jangan
 merugikan pihak pemilik tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pendapat yang mengatakan bahwa hukum muzara’ah ini termasuk akad 
yang terlarang telah dibantah oleh Zaid bin Tsabit dengan mengatakan 
bahwa ia lebih mengetahui tentang hadits Rasulullah dari pada Rafi’ bin 
Khudaij. Lebih lanjutnya dia menjelaskan bahwa banyak sahabat Nabi yang 
melakukan muzara’ah. Dengan adanya bantahan dari Zaid ini, maka telah 
jelas bahwa tidak ter jadi nasakh dalam hukum diperbolehkannya 
muzara’ah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Abbas ra. meriwayatkan bahwa larangan Rasulullah SAW tentang 
muzara’ah dalam hal ini bersifat kasuistik, di mana beliau memandang 
bahwa orang tersebut kurang tepat dalam melakukan akad muzara’ah, 
sehingga larangan itu bukan berarti melarang hukum muzara’ah secara 
hukum, melainkan arahan beliau kepada orang seseorang tertentu untuk 
menggunakan sistem lain yang lebih tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang punya lahan, hendaklah ditanaminya atau diberikannya kepada 
saudaranya. Namun bila dia menolak, hendaklah dia mengambil tanahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami tidak memandang bahwa di dalam muzara’ah itu ada larangan, hingga 
aku mendengar Rafi’ bin Khudaij berkata bahwa Rasulullah SAW 
melarangnya. Maka aku bertanya kepada Thawus dan beliau berkata, Orang 
yang paling mengerti dalam masalah ini telah memberitahukan ku , 
Sesunguhnya Rasulullah SAW tidak melarang muzara’ah, beliau hanya 
berkata, Memberikan tanah kepada seseorang lebih baik dari pada meminta 
pajak tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;D. Bentuk Muzara’ah yang Terlarang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muzara’ah dibenarkan apabila disepakati pembagian hasil antara pemilik 
lahan dengan tenaga petani. Misalnya, petani mendapat 60% dari nilai 
total hasil panen, sedangkan pemilik lahan mendapat 40% sisanya. Bentuk 
seperti ini dihalalkan dan telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan 
para shahabat hingga generasi berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun bentuk muzara’ah yang diharamkan adalah bila bentuk 
kesepakatannya tidak adil. Misalnya, dari luas 1.000 m persegi yang 
disepakati, pemilik lahan menetapkan bahwa dia berhak atas tanaman yang 
tumbuh di area 400 m tertentu. Sedangkan tenaga buruh tani berhak atas 
hasil yang akan didapat pada 600 m tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaannya dengan bentuk muzara’ah yang halal di atas adalah pada cara
 pembagian hasil. Bentuk yang boleh adalah semua hasil panen dikumpulkan
 terlebih dahulu, baru dibagi hasil sesuai prosentase. Sedangkan bentuk 
yang kedua dan terlarang itu, sejak awal lahan sudah dibagi dua bagian 
menjadi 400 m dan 600 m. Buruh tani berkewajiban untuk menanami kedua 
lahan, tetapi haknya terbatas pada hasil di 600 m itu saja. Sedangkan 
apapun yang akan dihasilkan di lahan satunya lagi yang 400 m, menjadi 
hak pemilik lahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara seperti ini adalah cara muzaraah yang diharamkan. Inti larangannya 
ada pada masalah gharar. Sebab boleh jadi salah satu pihak akan 
dirugikan. Misalnya, bila panen dari lahan yang 400 m itu gagal, maka 
pemilik lahan akan dirugikan. Sebaliknya, bila panen di lahan yang 600 m
 itu gagal, maka buruh tani akan dirugikan. Maka yang benar adalah bahwa
 hasil panen keduanya harus disatukan terlebih dahulu, setelah itu baru 
dibagi hasil sesuai dengan perjanjian prosentase.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk muzara’ah yang terlarang ini adalah seseorang memberikan 
persyaratan kepada orang yang mengerjakan tanahnya; yaitu dengan 
ditentukan tanah dan sewanya dari hasil tanah baik berupa takaran 
ataupun timbangan. Sedang sisa daripada hasil itu untuk yang 
mengerjakannya atau masih dibagi dua lagi misalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah SAW menetapkan keadilan dalam masalah ini, yaitu kedua belah 
pihak bersekutu dalam hasil tanah itu, sedikit ataupun banyak. Tidak 
layak kalau di satu pihak mendapat bagian tertentu yang kadang-kadang 
suatu tanah tidak menghasilkan lebih dari yang ditentukan itu. Dalam 
keadaan demikian, maka pemilik tanah berarti akan mengambil semua hasil,
 sedang di lain pihak menderita kerugian besar. Dan kadang-kadang pula, 
suatu tanah yang ditentukan itu tidak menghasilkan apa-apa, sehingga 
dengan demikian dia samasekali tidak mendapat apa-apa, sedang di lain 
pihak memonopoli hasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu seharusnya masing-masing pihak mengambil bagiannya itu 
dari hasil tanah dengan suatu perbandingan yang disetujui bersama. Jika 
hasilnya itu banyak, maka kedua belah pihak akan ikut merasakannya, dan 
jika hasilnya sedikit, kedua-duanya pun akan mendapat sedikit pula. Dan 
kalau samasekali tidak menghasilkan apa-apa, maka kedua-duanya akan 
menderita kerugian. Cara ini lebih menyenangkan jiwa kedua belah pihak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diriwayatkan dari jalan Rafi’ bin Khadij, ia berkata: Kami kebanyakan 
pemilik tanah di Madinah melakukan muzara’ah, kami menyewakan tanah, 
satu bagian daripadanya ditentukan untuk pemilik tanah… maka 
kadang-kadang si pemilik tanah itu ditimpa suatu musibah sedang tanah 
yang lain selamat, dan kadang-kadang tanah yang lain itu ditimpa suatu 
musibah, sedang dia selamat, oleh karenanya kami dilarang. .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di zaman Nabi orang-orang biasa menyewakan tanah yang dekat sumber dan 
yang berhadapan dengan parit-parit dan beberapa macam tanaman, maka yang
 ini rusak dan yang itu selamat; yang ini selamat dan yang itu rusak, 
sedang orang-orang tidak melakukan penyewaan tanah kecuali demikian, 
oleh karena itu kemudian dilarangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah s.a.w. bertanya kepada para sahabat, Apa yang kamu perbuat 
terhadap tanam-tanamanmu itu? Mereka menjawab:, Kami sewakan dia dengan 
1/4 dan beberapa wasag dari korma dan gandum. Maka jawab Nabi, Jangan 
kamu berbuat demikian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksud hadis ini, yaitu mereka menetapkan ukuran tertentu yang mereka 
ambilnya dari hasil tanah itu, kemudian membagi sisanya bersama 
orang-orang yang menanaminya, untuk ini 1/4 dan untuk itu 3/4 misalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sini pula kita dapat mengetahui, bahwa Nabi sangat berkeinginan 
untuk mewujudkan keadilan secara merata dalam masyarakatnya, serta 
menjauhkan semua hal yang menyebabkan pertentangan dan perkelahian di 
kalangan masyarakat Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;E. Penyewaan Lahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua yang kita bicarakan di atas adalah akad kerja sama atau bagi hasil
 atas suatu lahan pertanian. Hukumnya boleh asalkan tidak ada gharar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun bentuk lain dari pemanfaatan lahan adalah penyewaan lahan untuk 
jangka waktu tertentu. Akadnya bukan bagi hasil melainkan sewa tanah 
untuk digarap selama jangka waktu tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misalnya seorang pemilik sawah yang punya lahan banyak bersepakat dengan
 pengusaha agrobisnis untuk mengadakan perjanjian sewa lahan. Cara ini 
bisa jadi lebih memudahkan, karena seberapapun hasil panen, tidak perlu 
dibagi dua. Yang penting, pengusaha agro bisnis itu sudah mengontrak 
lahan untuk jangka waktu tertentu. Misalnya untuk masa 10 tahun. Maka 
semua hasil pertanian di lahan tersebut selama masa 10 tahun menjadi hak
 penguasa tersebut. Namun sejak awal, penguasaha itu harus sudah 
menyepakati harga sewa menyewa lahan sesuai dengan permintaan 
pemiliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara seperti ini di satu sisi bisa menguntungkan kedua belah pihak. Si 
pengusaha yang ahli sejak awal bisa memperhitungkan keuntungan besar dan
 tidak harus dibagi dengan pihak lain. Selain itu cara seperti ini juga 
memudahkan penghitungan. Di sisi lain, pemilik lahan pun akan 
diuntungkan, karena sejak awal sudah ada pemasukan uang yang pasti dan 
biasanya sewa menyewa itu dibayarkan di awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk penyewaan lahan ini kalau dikembangkan, bisa saja tidak terbatas 
pada lahan pertanian, tetapi lahan usaha, perkantoran, rumah tinggal dan
 seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wallahu a’lam bishshawab wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahmad Sarwat, Lc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber Masalah Bagi Hasil Sawah : http://assunnah.or.id&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiUQ0_A4i1-c6IWeswF4f9NQa4Uhp9x-fsqeD97fyHhuL3a_8UzPwlWRcTqFqNw1qpbbtw6AlXPgtYGNxlsreZ9KpGuGJf-04Ijjg2OnBa5QYAS4F0TSmj8y0z8tO8f_TlbkrXe87ynXYn/s72-c/sawah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>PROSPEK BISNIS TANAMAN JABON</title><link>http://aycuna-corp.blogspot.com/2013/01/prospek-bisnis-tanaman-jabon.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 22 Jan 2013 17:06:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1432791397363904849.post-8703695556864588100</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFba5sBqSLVzuVZk_HbXocckqroH4SyzsDAtmxUxFVCxPVjUbhRpGcPwJlZ5ltCE4TZVYqWcl58JnF_sSyN_71oqLhBUXrq9rlzmHUmGCTN10L5_9BpltQyrDDAprzRrZ0Lxl8WaAWlRU/s1600/jabon.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513082196047158530" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFba5sBqSLVzuVZk_HbXocckqroH4SyzsDAtmxUxFVCxPVjUbhRpGcPwJlZ5ltCE4TZVYqWcl58JnF_sSyN_71oqLhBUXrq9rlzmHUmGCTN10L5_9BpltQyrDDAprzRrZ0Lxl8WaAWlRU/s400/jabon.jpg" style="float: left; height: 183px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 275px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: justify;"&gt;

&lt;/h3&gt;
&lt;div class="post-header" style="text-align: justify;"&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Salam pertanian! Sejak adanya serangan penyakit karat tumor (cendawan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Uromycladium tepperianum&lt;/span&gt;)
 pada tanaman sengon petani berbondong-bondong berpindah ke bisnis 
tanaman Jabon. Sebagian orang menyebut jabon sebagai singkatan dari jati
 kebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon anggota famili kopi-kopian itu memiliki fungsi 
multiguna antara  lain sebagai bahan baku kayulapis, papan blok, korek 
api, dan mainan. Tekstur kayu jabon yang halus, arah serat lurus,  dan 
berwarna merah sehingga terkesan mahal memiliki nilai lebih pada 
industri-industri kayu tersebut.  Dulu jabon tak dilirik  karena 
jenis-jenis kayu seperti meranti masih tersedia banyak. Sekarang  
(meranti) sudah habis. Agar bisa bertahan, industri menyesuaikan  
teknologi dengan menggunakan mesin yang bisa mengolah jenis kayu apa  
pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memulai bisnis inipun tidak memerlukan investasi yang 
mahal yang penting kita sudah ada lahan untuk ditanami jabon ini. 
Kebutuhan bibit untuk per hektar lahan sekitar 1000 bibit. Bibit tanaman
 ini bisa dibeli dengan harga murah sekitar Rp.1700/ batang umur 3 
bulan. Tanaman ini siap dipanen dalam waktu yang relatif singkat yaitu 
mulai 3 tahun sudah siap jual dengan harga sekitar Rp 100.000. Tanaman 
jabon juga relatif mudah dalam perawatannya dan relatif tahan terhadap 
serangan hama penyakit (untuk saat ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hitungan kasar analisa usaha tani tanaman jabon menurut &lt;a href="http://asrofi.web.id/"&gt;Asrofi  &lt;/a&gt;adalah:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;Asumsi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;Area tanah 1 Ha milik sendiri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;umur investasi 4-5 tahun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;harga kayu&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt; jabon sekarang Rp.1.100.000/kubik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biaya tebang ditanggung pembeli.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Hasil panen Jabon&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;h2 style="font-weight: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;1 Ha dengan jarak tanam 2�3 maka akan jadi 1.100 pohon.&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;h2 style="font-weight: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;1
 Pohon akan menjadi rata-rata 1 sd. 1,5 kubik kayu potong, karena  saya 
tidak tahu ilmu statistik maka saya coba ambil tengah-tengahnya  saja 
misalnya per pohon jadi 1,25 kubik kayu potong&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;h2 style="font-weight: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;1.100 pohon x 1,25  kubik = 1.350 kubik&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;h2 style="font-weight: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;1.350 kubik x Rp.1.100.000 = Rp.1.512.500.000&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;Pengeluaran:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;Bibit Rp.1.750 x 1100 phon = Rp.1.925.000&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biaya perawatan pohon dari tanam sampai panen Rp.200.000 x 1100 pohon = Rp.220.000.000&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rp.1.925.000 + Rp.220.000.000 = Rp.221.925.000&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;Keuntungan Investasi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rp.1.512.500.000 � Rp.221.925.000 = Rp.1.290.575.000&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saya
 rasa keuntungan investasi Rp.1.290.575.000 dalam 5 tahun atau  
Rp.258.115.000 per tahun atau Rp.8.603.833 per bulan merupakan investasi
  yang layak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Prospek bisnis tanaman jabon memang terlihat 
menggiurkan, namun itu adalah bisnis jangka panjang dan lebih tepat 
disebut dengan investasi. Jika rekan-rekan petani memiliki lahan yang 
kurang layak  jika ditanami tanaman semusim tidak ada salahnya mencoba 
bisnis jabon ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang perlu diingat bahwa dalam dunia bisnis 
tidak selamanya manis, kondisi harga selalu berubah mengikuti hukum 
pasar. Prospek bisnis tanaman jabon juga demikian tentunya, kita tidak 
bisa menduga-duga lima tahun kedepan apa yang akan terjadi. Tapi tidak 
ada salahnya kita mencoba bisnis tanaman jabon ini, siapa tahu kita bisa
 ikut menikmati manisnya tanaman jabon.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
-by maspary-&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFba5sBqSLVzuVZk_HbXocckqroH4SyzsDAtmxUxFVCxPVjUbhRpGcPwJlZ5ltCE4TZVYqWcl58JnF_sSyN_71oqLhBUXrq9rlzmHUmGCTN10L5_9BpltQyrDDAprzRrZ0Lxl8WaAWlRU/s72-c/jabon.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tips Menanam Jabon</title><link>http://aycuna-corp.blogspot.com/2013/01/tips-menanam-jabon.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 22 Jan 2013 17:01:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1432791397363904849.post-7377776792496892220</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="info" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="date"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="comments"&gt;&lt;a href="http://misterjabon.wordpress.com/2012/12/02/tips-menanam-jabon/#comments"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;
      
  &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwQ9xKWJm36aJ5srk8KWXKMVwbIQwYJa1QBEZutSYMEplYeDWC8gVMP1QvLXtQ9OBQjHi8uJyZk74HIiqxUfB2NU0FWVuvq6bJsVBAWjVDM57Ph6jTodguEDaw0Lk9WNm6wlq-k-Z-4xtz/s1600/jabon.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwQ9xKWJm36aJ5srk8KWXKMVwbIQwYJa1QBEZutSYMEplYeDWC8gVMP1QvLXtQ9OBQjHi8uJyZk74HIiqxUfB2NU0FWVuvq6bJsVBAWjVDM57Ph6jTodguEDaw0Lk9WNm6wlq-k-Z-4xtz/s1600/jabon.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kali ini posting yang agak ringan tapi penting aja ya… &lt;img alt=":)" class="wp-smiley" src="http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif?m=1129645325g" /&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Oke…Dalam menanam &lt;i&gt;&lt;b&gt;kayu Jabon&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; ada beberapa faktor yang diperhatikan, yaitu tips cara penanaman &lt;i&gt;Jabon&lt;/i&gt;
 di lahan subur dan lahan yang kurang subur. Kalau di lahan subur 
tentunya penanaman lebih mudah dan tidak memerlukan perawatan khusus. &lt;img alt=":)" class="wp-smiley" src="http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif?m=1129645325g" /&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk hal itu yang perlu diperhatikan waktu penanaman&amp;nbsp; &lt;i&gt;Jabon&lt;/i&gt; pada lahan kering / kurang subur adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;1.&lt;/b&gt; Pada saat pra tanam 
diadakan pengolahan lahan bisa menggunakan herbisida roundoup dan 
sebgainya untuk membersihkan lahan dari alang-alng dan gulma pengganngu &lt;i&gt;bibit Jabon.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt; Pembuatan lubang tanam usahakan besar nya sekitar &lt;span id="more-138"&gt;&lt;/span&gt;40x40x40 cm, supaya akar yang masih lemah bisa berkembang dengan baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;3.&lt;/b&gt; Sebelum tanaman bisa menggunakan nematisida furadan supaya akar &lt;i&gt;Jabon&lt;/i&gt;
 yang masih lemah tidak habis di makan cacing halus yang menyerang akar 
serabut. Ciri-ciri&amp;nbsp; akar yang terkena serangan cacing halus adalah daun 
kuning dan gugur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;4.&lt;/b&gt; Pupuk organik matang 
sebanyak minimal 3 kg dan NPK 20 gram per lubang untuk pemicu awal 
pertumbuhan. Akan lebih baik ditambah pupuk hayati yang mengandung 
bakteri perombak tanah atau mikoriza.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;5.&lt;/b&gt; Cara lain bagi lahan 
kritis, per lubang bisa ditambah 1 ember kecil tanah subur (dari bawah 
pohon yang besar atau rumpun bambu) untuk adaptasi awal biar tanaman 
cepat berkembang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;6.&lt;/b&gt; Setelah selesai melakukan penanaman segera semprot &lt;i&gt;tanaman jabon&lt;/i&gt;
 tersebut dengan fungisida dan pestisida sistemik di antaranya 
(curacron, antrakol, rizotin, dan sebagainya) untuk menghindari Jabon 
dari santapan ulat daun, belalang dan jamur. &lt;img alt=":)" class="wp-smiley" src="http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif?m=1129645325g" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sumber : http://misterjabon.wordpress.com/2012/12/02/tips-menanam-jabon/ &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwQ9xKWJm36aJ5srk8KWXKMVwbIQwYJa1QBEZutSYMEplYeDWC8gVMP1QvLXtQ9OBQjHi8uJyZk74HIiqxUfB2NU0FWVuvq6bJsVBAWjVDM57Ph6jTodguEDaw0Lk9WNm6wlq-k-Z-4xtz/s72-c/jabon.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jual tanah di Cilincing Jakarta</title><link>http://aycuna-corp.blogspot.com/2013/01/jual-tanah-di-cilincing-jakarta.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 22 Jan 2013 07:01:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1432791397363904849.post-3703087686924018237</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8GZDPYC1yRp5zv0TMkNCmr4nKbRLyjwFA1H1mdRQexNkbsvmVmvj0t-QcT1ot6TGfVgg1TsRH6rm0FwFk0vwfhHqLhNMpYsa9iRi8yG3M-0vTo5nkGieKWIE_Vk2y7iub5zfh8KkjFEpM/s1600/cilincing.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8GZDPYC1yRp5zv0TMkNCmr4nKbRLyjwFA1H1mdRQexNkbsvmVmvj0t-QcT1ot6TGfVgg1TsRH6rm0FwFk0vwfhHqLhNMpYsa9iRi8yG3M-0vTo5nkGieKWIE_Vk2y7iub5zfh8KkjFEpM/s1600/cilincing.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Contoh Gambar&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;Informasi : Dijual Tanah 56 Hektar di samping 
Jakarta Garden City Cilincing akses jalan Tol ada, cocok untuk Gudang 
dan penempatan Kontainer. Surat Masih berbentuk Girik. harga 
900rbu/meter. Adakah yang berminat?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8GZDPYC1yRp5zv0TMkNCmr4nKbRLyjwFA1H1mdRQexNkbsvmVmvj0t-QcT1ot6TGfVgg1TsRH6rm0FwFk0vwfhHqLhNMpYsa9iRi8yG3M-0vTo5nkGieKWIE_Vk2y7iub5zfh8KkjFEpM/s72-c/cilincing.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>JUAL TANAH</title><link>http://aycuna-corp.blogspot.com/2013/01/jual-tanah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 22 Jan 2013 06:50:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1432791397363904849.post-4506056467811106463</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8FJhWvo1ZYFT3kL6CfxNjtcwfUjHRv2E1xZTN2XVVo9UnoOiZ6lQ6Z4ims2GMEEi6PTX17DoDz_saX7jKoHOnQoOrSCJoKjlNXsvN48Sexd_PQcniR3Zdbce6lxEqcS2lmqT4AMtEfnhX/s1600/tarumajaya.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8FJhWvo1ZYFT3kL6CfxNjtcwfUjHRv2E1xZTN2XVVo9UnoOiZ6lQ6Z4ims2GMEEi6PTX17DoDz_saX7jKoHOnQoOrSCJoKjlNXsvN48Sexd_PQcniR3Zdbce6lxEqcS2lmqT4AMtEfnhX/s1600/tarumajaya.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 class="post-title" style="text-align: justify;"&gt;
       &lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di Jual Tanah Seluas 8 Ha di daerah Tarumajaya Kabupaten Bekasi, 
cocok untuk Perumahan dan Pergudangan atau Pabrik. Akses jalan 2 Arah, 
gardu Listrik dekat, Rencana ada akses Tol Cilincing ke Cibitung…. waaah
 ga nyesel dehhh  Harga 500rbu/M2 bisa negooooo….. Hub. Wahyudin 
081932331235 &lt;/div&gt;
&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_1293" style="text-align: justify; width: 510px;"&gt;
&lt;a href="http://aycuna.wordpress.com/menu-dropdown/child-menu-1/child-menu-1-1/bojong-tarumajaya/" rel="attachment wp-att-1293"&gt;&lt;img alt="" class="size-full wp-image-1293" height="375" src="http://aycuna.files.wordpress.com/2012/07/bojong-tarumajaya.jpg?w=500&amp;amp;h=375" title="bojong tarumajaya" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="wp-caption-text"&gt;
Lokasi Tanah yang mau Dijual 8 Ha&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8FJhWvo1ZYFT3kL6CfxNjtcwfUjHRv2E1xZTN2XVVo9UnoOiZ6lQ6Z4ims2GMEEi6PTX17DoDz_saX7jKoHOnQoOrSCJoKjlNXsvN48Sexd_PQcniR3Zdbce6lxEqcS2lmqT4AMtEfnhX/s72-c/tarumajaya.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>