<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074</id><updated>2024-11-05T19:10:27.140-08:00</updated><category term="Puisi"/><category term="Chairil Anwar"/><category term="Waroeng Budaya"/><category term="HAMKA"/><category term="WS Rendra"/><category term="Cerpen"/><category term="Esai"/><category term="Pramoedya Ananta Toer"/><title type='text'>Bagussas</title><subtitle type='html'>Ilmu tanpa akal, ibarat bangunan tanpa pondasi.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-564801620369815646</id><published>2016-10-28T11:58:00.001-07:00</published><updated>2016-10-28T22:39:39.242-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pramoedya Ananta Toer"/><title type='text'>DJakarta</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Sekarang tiba gilirannya: dia juga mau pergi ke Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku takkan salahkan kau, mengapa kau ingin jadi warga kota Jakarta pula. Besok atau lusa keinginan dan cita itu akan timbul juga. Engkau di pedalaman terlampau banyak memandang ke Jakarta. Engkau bangunkan Jakarta dalam anganmu dengan segala kemegahan yang tak terdapat di tempatmu sendiri. Kau gandrung padanya. Kau kumpulkan tekat segumpil demi segumpil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, kawan, biarlah aku ceritakan kau tentang Jakarta kita.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
Tahun 1942 waktu untuk pertama kalinya aku injak tanah ibukota ini, stasiun Gambir dikepung oleh delman. Kini delman ini telah hilang dari pemandangan kota—hanya tujuh belas tahun kemudian! Becak yang menggantikannya. Kuda-kuda diungsikan ke pinggiran kota. Dan kemudian: manusia-manusia menjadi kuda dan sopirnya sekali: begini tidak ada ongkos pembeli rumput! Inilah Jakarta. Demi uang manusia bersedia jadi kuda. Tentu saja kotamu punya becak juga tetapi sudah jadi adat daerah meniru kebobrokan ibukota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan salah manusia ini, kawan. Seperti engkau juga, orang-orang ini mengumpulkan tekat segumpil demi segumpil, perawan-perawan sawah, ladang dan pegunungan, buruh-buruh tani, petani-petani sendiri yang bidang tanahnya telah didih di dalam perasaannya, warga-warga dusun yang dibuat porak poranda oleh gerombolan, pelajar-pelajar yang hendak meneruskan pelajaran, juga engkau sendiri—dan dengan penuh kepercayaan akan keindahan nasib baik di ibukota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian bila mereka sampai di Jakarta kita ini, perawan-perawan pedalaman yang datang kemari sekedar cari makan, dia dapat makan, lupa cari makan, dia kepingin kesenangan, dan tiap malam berderet di depan gedung tempat kerjanya masing-masing. Pria tidak semudah itu mendapat pekerjaan, dan akhirnya menjadi kuda. Beberapa bulan kemudian paha para pria ini menjadi begitu penuh sesak dengan otot yang terlampau banyak dipaksa kerja. Tiap minggu mereka menelan telur ayam mentah. Dan jalan raya memberinya kemerdekaan penuh. Bila datang bahaya ia lepas becak, berjalan sendirian, dan ia melompat ke kaki lima. Juga tanggung jawab delman hilang di tangan kuda-kuda ini. Beberapa tahun kemudian ia ‘ngejengkang’ di balenya karena jantungnya menjadi besar, desakan darahnya meninggi: ia invalid—puluhan! Ratusan ribu! Kembali ke kampung sebagai sampah. Bila ada kekayaan, adalah kekayaan membual tentang kepelesiran. Tetapi untuk selama-lamanya ia telah mati, sudah lama mati. Jumlah kurban ini banyak daripada kurban revolusi bakalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi engkau pun ingin jadi warga Jakarta!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi engkau pun ingin jadi sebagian kegalauan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari rumah masing-masing orang bertekad mencari uang di Jakarta. Juga orang-orang daerah yang kaya mengandung maksud: ke Jakarta—hamburkan uangnya. Dan juga bajingan-bajingan daerah: ke jakarta—menangguk duit. Demi duit ini pula Jakarta bangun. Sebenarnya sejak masuknya Kompeni ke Jakarta, Jakarta hingga kini belum juga merupakan kota, hanya kelompokan besar dusun. Hingga sekarang. Tidak ada tumbuh kebudayaan kota yang spesifik, semua dari daerah atau didatangkan dan di -import dari luar negeri: dansa, bioskop, pelesiran, minuman keras dan agama, berbagai macam agama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku lupa, bahwa kau datang hendak kemari untuk belajar. Tetapi barangkali patut pula kau jadikan kenangan, pusat belajar daerah kita adalah Jakarta. Tetapi sungguh aku sesalkan, bahwa Jakarta kita bukanlah pusat belajar yang mampu menyebabkan para mahasiswa ini menjadi perspektif kesarjanaan Indonesia di kemudian hari. Sisa-sisa intelektualisme karena gebukan balatentara Dai Nippon kini telah bangkit kembali dengan hebatnya. Titel akademi yang diperoleh tiap tahun beku di kantor-kantor, dan daerahmu tetap gersang menginginkan bimbingan. Dan bimbingan itu masih tergantung-gantung jauh di angkasa biru. Semua orang asing, dengan warna politiknya masing-masing, yang memberi kau remah-remah daripada kekayaan kita terbaik yang diisapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu, engkau orang daerah, orang pedalaman mendewakan pemimpin-pemimpinmu, tetapi aku lebih dekat pada kenyataan ini. Aku tahu engkau berteriak­teriak tentang perekonomian nasional, tetapi basis kehidupan yang didasarkan atas perdagangan ekspor, bukan saja tipikal negara agraria, juga negara kolonial. Sepandjang sejarah negara-negara petani menjadi negeri jajahan, dan tetap menjadi negeri jajahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan bukankah petani-petani daerahmu masih tetap hamba-hamba di jaman Majapahit, Sriwijaja atau Mataram? Siang kepunyaan raja, malam kepunyaan durjana! Dan raja di jaman merdeka kita ini adalah naik-turunnya harga hasil pertaniannya sendiri. Sedang durjananya tetap juga durjana Majapahit, Sriwijaja dan Mataram yang dahulu: perampok, pencuri, gerombolan, pembunuh, pembegal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi beginilah, kawan. Jakarta merupakan impian orang daerah. Semua ingin ke Jakarta. Tapi Jakarta sendiri hanya kelompokan besar dusun, bahkan bahasa perhubungan yang masak tidak punya. Anak-anak menjadi terlampau cepat masak, karena baji-baji, kanak­kanak dan orangtuanya digiring ke dalam ruangan­ruangan yang teramat sempit sehingga tiap waktu mereka bergaul begitu rapat. Masalah orangtua tak ada jang tabu lagi bagi kanak-kanak. Kewibawaan orangtua menjadi hilang, dan segi-segi yang baik daripada perhubungan antara orangtua dan anak dahulu, kini mendjadi tumpul. Agama telah menjadi gaya kehidupan, bukan perbentengan rohani yang terakhir. Aku ceritai kau, kemarin anakku yang paling besar enam tahun umurnya, bercerita: Orang-orang ini dibuat Tuhan. Tapi apakah ranjang ini dibuat oleh-Nja juga? Ia pandangi aku. Waktu kutanyakan kepadanya bagaimana warna Tuhan: hitam ataukah merah? Ia menjawab putih! Ia pilih warna yang tidak mengandung interpretasi, tidak diwarnai oleh pretensi. Sebaliknya kehidupan Jakarta ini—dan barangkali patut benar ini kau ketahui: penuh sesak dengan interpretasi dan pretensi ini. Di segala lapangan! Lebih menjengkelkan daripada itu: tiap-tiap orang mau mendesakkan kepunjaannya masing-masing kepada orang lain, kepada lingkungannya. Sungguh-sungguh tiada tertanggungkan. Barangkali kau pernah pelajari sejarah kemerdekaan berpikir. Bila demikian halnya kau akan dikutuki celaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi jangan kau kira, bahwa kegalauan ini berarti mutlak. Barangkali adanya kegalauan ini hanyalah suatu salahharap daripadaku sebagai perseorangan. Aku seorang pengarang, dan pengarang di masa kita ini, terutama di ibukota kita, adalah semacam kerbau yang salah mendarat di tanah tandus. Setidak-tidaknya kegalauan ini memberi rahmat juga bagi golongan-golongan tertentu, terutama bagi para pedagang nasional, yakni yang berjual-belikan kenasionalan tanah-airnya dan dirinya. Mungkin engkau tidak setuju. Tetapi barangkali lebih baik demikian. Sungguh lebih menyenangkan bagimu bila masih punya pegangan pada kepercayaan akan kebaikan segala yang dimiliki oleh tanah-airmu dalam segala segi dan variasinya. Kami golongan pengarang, biasanya tiada lain daripada tenaga penentang, golongan oposisi yang tidak resmi. Resmi: pengarang. Tidak resmi: oposisi periuk terbaik! Dengan sendirinya saja begitu, karena kami bicara dengan seluruh ada kami, kami hanya punja satu moral. Itu pula sebabnya, bila kami tewas, tewas secara keseluruhan. Bukannya tewas di moral yang pertama, tetapi menjadi tambun di moral yang keempat! Menjadi melengkung di moral yang ketiga!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kira terlampau jauh lantaranku ini. Padamu aku mau bicara tentang Jakarta kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali waktu di suatu peristiwa, Umar pernah bicara dengan sombongnya: Bakar semua khasanah, karena segalanya telah termaktub di dalam Qur’an! Permunculan yang grandiues tapi tak punya kontour-kontour kenyataan ini adalah gambaran kejiwaan Jakarta: rencana-rencana besar, galangan-galangan terbesar di Asia Tenggara, tugu terbesar di Asia, kemerosotan moral terbesar! segala terbesar. Tapi tak ada sekrup, tak ada mur, tak ada drat, tak ada nipple, tak ada naaf, tak ada inden dan ring pada permesinan semua ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali waktu di suatu peritiwa, Pascal mencatat di dalam bukunya: Manusia hanya sebatang rumput, tetapi rumput yang berakal budi. Dan rumput ini adalah golongan yang mempunyai kesadaran tanpa kekuasaan, terinjak dan termakan. Yang lahir, kering dan mati dengan diam-diam. Namun menjadi permulaan dari pada kehidupan, seperti yang disaksikan oleh Schweitzer, serta risalah Kan Ying Pien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai macam angkatan campur-baur menjadi satu, seperti sambal yang menerbitkan satu rasa, tetapi dengan teropong masih jelas nampak perpisahan antara bagian satu dengan yang lain. Namun penggolongan semacam yang ditegakkan oleh Remarque tidak memperlihatkan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barangkali engkau keberatan dengan kata-kataku itu. Tetapi memang demikian. Cobalah ikuti tulisan-tulisan angkatan demi angkatan. Angkatan yang muda mencaci yang tua, yang muda dicaci oleh yang lebih muda. Tetapi, kata Ramadhan KH yang pernah aku dengar, angkatan muda ini bila diberi kesempatan, dia kehilangan segala proporsi dan lebih menjadi badut lagi. Artinya badut di lingkungan badut. Tokoh-tokoh pemikiran mengetengahkan Wulan Purnomosidhi dan ada tidaknya Tuhan, di dalam kekacauan sosiologis, ekonomis dan politis, kultural dan intelektual! Apakah kita mesti ikut pukul kaleng untuk membuat segala ini menjadi bertambah ramai? Sedang anak-anak murid ini telah demikian giat dengan membanggakan pengetahuannya tentang para cabul dan ‘rakyat kecil’ plus saduran Toto Sudarto Bahtiar Cabul Terhormat karangan Sartre? Plus Margaretta Gouthier saduran Hamka dari Alexander Dumas Jr. Hamka? Ya, Hamka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, seperti kata A.S. Dharta, orang-orang datang dan berkumpul ke Jakarta, menjadi warga Jakarta, untuk mempercepatkan keruntuhan kelompokan besar dusun ini. Tambah banyak yang datang tambah cepat lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selagi aku belum jadi penduduk Jakarta, dambaanku mungkin seperti kau punya. Impian yang indah, bayangan pada pembangunan hari depan. Diri masih penuh diperlengkapi kekuatan, kemampuan dan kepercayaan diri. Barangkali bagimu segala itu lebih keras lagi. Karena di daerah bertiup angin: orang takkan jadi warga negara yang 100% sebelum melihat Jakarta dengan mata kepala sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barangkali engkau akan bertanya kepadaku, mengapa tak juga menyingkirkan diri dari Jakarta! Ah, kau. Golongan kami adalah semacam kerbau yang mendarat di tanah tandus. Golongan kami reaksioner di lapangan penghidupan. Sekalipun tandusnya penghidupan golongan kami, justru Jakartalah yang bisa memberi, sekalipun hanya remah-remah para pedagang nasional, atau petani pasar minggu. Tambah lama nasi yang sepiring harus dibagi dengan empat-lima anak-anaknya. Dan anak-anak ini akan mengalami masa kehilangan masa kanak-kanak, masa kanak-kanaknya sendiri. Kanak-kanak Jakarta yang tak punya lapangan bergerak, tak punya lapangan bermain, tak punya daerah perkembangan kejiwaan, menjurus dari gang dan got, membunuh tiap marga-satwa yang tertangkap oleh matanya. Katak dan ketam dan belut dan burung mengalami likuidasi, di Jakarta! Tetapi nyamuk merajalela, dan cicak dan sampah. Juga mereka ini hidup di alam ketaksenangan. Taman-taman hanya di daerah Menteng dan perkampungan baru. Engkau tahu, Jadi orang apa kanak-kanak semacam ini jadinya di kemudian hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Engku tahu, ada pernah dibisikkan kepadaku: daerah yang punya taman adalah lahir dan berkembang karena telah menghisap darah daerah yang tak punya taman. Tentu saja bisikan ini konsekwensi daripada prinsip perjuangan kelas. Barangkali engkau tak setuju, karena ini membawa-bawa politik atau pergeseran kemasyarakatan yang berwarna politik atau politik ekonomi. Mungkin juga hanya suatu kedengkian yang tak sehat. Tapi apakah yang dapat kauharapkan dari suatu masyarakat dimana sebahagian besar warganya hidup dalam suasana tak senang, tak ada pegangan, tak ada kepercayaan pada hari depan! Sedang para pedagang nasional juga tak punya hari depan, karena kemanisan yang diperolehnya hari kini diisapnya habis hari kini pula, untuk dirinya sendiri tentu, atas nama kenaikan harga tentu, sehingga mereka menjadi para turis di daerah kehidupannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segala yang buruk berkembang-biak dengan mantiknya di Jakarta ini. Segi-segi kehidupan amatlah runcingnya dan melukai orang yang tersinggung olehnya. Tetapi warga kota yang sebelum proklamasi bersikap apatis—apatisnya seorang hamba—kini kulihat apatisnya orang merdeka dengan jiwa hambanya. Bukan penghinaan, sekalipun suatu peringatan itu kadang-kadang terasa sebagai penghinaan. Di dalam kehidupan yang tidak menyenangkan apakah yang tak terasa sebagai penghinaan! Dan tiap titik yang menyenangkan dianggap pujian, atau setidak-tidaknya secara subjektif: pengakuan dari pihak luaran akan kesamaan martabat dengan orang atau bangsa yang memang telah merdeka dan tahu mempergunakan kemerdekaannya. Barangkali engkau menghendaki ketegasan ucapan ini. Baiklah aku tegaskan kepadamu: memang warga kota belum lagi 25% bertindak sebagai bangsa merdeka. Anarki kecil­-kecilan, sebagaimana mereka dahulu dilahirkan dalam lingkungan yang serba kecil-kecil pula: buang sampah digot! Banjir tiap hujan akibatnya; pendudukan tanah orang lain yang disadari benar bukan tanahnya sendiri menurut segala hukum yang ada, sekalipun sah menurut hukum yang dikarang-karangnya sendiri: ketimpangan hak tanah adalah ketimpangan penghidupan, kehidupan dan kesejahteraan sosial. Mengapa? Karena besok atau lusa tiap orang dapat didorong keluar dari rumah dan pekarangannya sendiri-sendiri. Kejorokan dan kelalaian yang dengan langsung menuju ke pelanggaran ketertiban bersama. Dan jalan-jalan raja serta segala macam jalanan umum menjadi medan permainan Jibril mencari mangsa. Juga ini akibat hati orang tidak senang. Bawah sadarnya bilang: dia tak dilindungi hukum—dia, baik yang melanggar maupun yang dilanggar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah demikianlah Jakarta kita, sekian tahun setelah merdeka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barangkali engkau mengagumi kaum cerdik-pandai yang sering diagungkan namanya disurat-surat kabar. Hanya sedikit di antara mereka itu yang benar-benar bekerja produktif-kreatif. Yang lain-lain terpaksa mempopulerkan diri agar tak tumbang di medan penghidupan! Apakah yang telah ditemukan oleh Universitas Indonesia selama ini yang punya prestasi internasional! Di lapangan kepolitikan, apakah pancasila telah melahirkan suatu kenyataan di mana engkau sadar di hati kecilmu bahwa kau sudah harus merasa berterimakasih. Aku pernah menghitung, dan dalam sehari pada suatu hari yang tak terpilih, diucapkan lima belas kali kata pancasila itu baik melalui pers, radio, atau mulut orang. Sejalan dengan tradisi penjajahan yang selalu dideritakan oleh rakyat kita, maka nampak pula garis-garis yang tegas dalam masa penjajahan priyayi­pedagang ini: orang membangun dari atas. Tanpa fundamen. Ah, kawan, kita mengulangi sejarah kegagalan Revolusi Perancis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barangkali kau menyesalkan pandanganku yang pesimistis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun mengerti keberatanmu. Asal saja kau tidak lupa: sekian tahun merdeka ini belum lagi bicara apa-apa bagi mereka yang tewas dalam babak pertama revolusi kita. Kalau Anatole France bicara tentang iblis-iblis yang haus akan darah di masa pemerintahan pergulingan itu, aku bisa juga bicara tentang iblis-iblis yang haus akan kurban, akan kaum invalid penghidupan dan kehidupan. Dan bila kurban-kurban dan kaum invalid penghidupan dan kehidupan ini merasa tak pernah dirugikan, itulah tanda yang tepat, bahwa iblis itu telah lakukan apa yang dinamai ’zakelijkheid’ dengan pintarnya. Dan bila iblis-iblis ini tetap apa yang biasa dinamai bajingan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukanlah yang kita kehendaki dengan zakelijkheid!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukanlah yang kita kehendaki dengan kehidupan kesarjanaan! kepriyayian dan perdagangan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sarjana adalah kompas kita, ke mana kita harus pergi mencari pegangan dalam lalulintas kebendaan di kekinian dan di masa-masa mendatang. Sarjanamu, sarjanaku, wartawanmu, wartawanku, politisimu, politisiku, melihat adanya kesumbangan, dan: titik, stop. Juga seperti turis di dalam gelanggang kehidupannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barangkali, engkau pun akan menuduh mengapa aku tak berbuat lain daripada mereka. Tetapi aku pun tahu, bahwa engkau tidak melupakan syarat ini: kekuasaan. Kekuasaan ini akan ditelan lahap-lahap oleh tiap orang, tetapi tidak tiap orang tahu caranya mendapatkan dan menelannya. Semacam kucingmu sendiri. Sekali pun sejak lahir kauberi nasi tok, sekali waktu bila ditemukannya daging akan dilahapnya juga. Jadi kau sekarang tahu segi-segi gelap dari ibukota kita ini. Segi-segi yang terang aku tak tahu samasekali, karena memang hal itu belum lagi diwahyukan kepadaku, baik melalui inderaku yang lima-limanya atau pun yang keenam. Tetapi aku nasihatkan kepadamu, dalam masa kita ini, janganlah tiap hal kau anggap mengandung kebenaran 100%, dengan menaksir dua puluh prosen pun kau kadang-kadang dihembalang kekecewaan. Juga demikian halnya dengan uraianku ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu, engkau seorang patriot dalam maksud dan jiwamu, karena engkau orang daerah yang jauh dari kegalauan kota besar, kumpulan besar dusun ini. Engkau akan berjasa bila bisa membendung tiap orang yang hendak melahirkan diri dari daerahnya hendak memadatkan Jakarta. Tinggallah di daerahmu. Buatlah usaha agar tempatmu mempunyai sekolah menengah atas sebanyak mungkin. Dan buatlah tiap sekolah menengah atas itu menjadi bunga bangsamu di kemudian hari: jadi sumber kegiatan sosial, sumber kesadaran politik secara ilmu, sumber kegiatan penciptaan dan latihan kerja. Pernah aku beri ceramah di kota kelahiranku dua tahun yang lalu: mobilisasilkan tiap murid ini untuk berbakti pada masyarakatnya, untuk belajar berbakti, untuk membelokkannya daripada intelektualisme yang hanya mengetahui tanpa kecakapan mempergunakan pengetahuannya. Apa ilmu pasti yang mereka terima itu bagi kehidupannya di kemudian hari bila tidak berguna?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan kau sangka, aku hendak mendiktekan kemauanku sendiri. Aku kira aku telah cukup tua untuk menyatakan semua ini kepadamu—engkau yang kuharapkan jadi pahlawan pembangun daerahmu. Juga engkau ada merendahkan petani, karena engkau lahir dari golongan priyayi—penjajah petani sepanjang sejarah penjajahan: Jepang, Belanda, Inggris, Mataram, Majapahit, Sriwijaya, Mataram dan kerajaan-kerajaan perompak kecil yang tidak mempunyai tempat khusus di dalam sejarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kawan, sebenarnya revolusi kita harus melahirkan satu bangsa baru, bangsa yang homogen, bangsa yang bisa menyalurkan kekuasaan itu sehingga menjadi tenaga pencipta raksasa, dan bukan menyerbit-nyerbitnya dan melahapnya sehingga habis sampai pada kita, pada rakyat yang kecil ini. Dari dulu aku telah bilang kekuasaan dan kewibawaan kandas di tangan para petugas. Petugas yang benar-benar pada tempatnya hanya sedikit, dan suaranya biasa habis punah ditelan agitasi politik-sekalipun tiap orang tahu ini bukan masa agitasi lagi, kalau menyadari gentingnya situasi tanah­airnya dalam lalulintas sejarah dunia!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita mesti kerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi apa yang mesti kita kerjakan, bila mereka yang kerja tak mendapat penghargaan dan hasil sebagaimana mesti ia terima?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kira takkan habis-habisnya ngomong tentang Jakarta kita, pusat pemerintahan nasional kita ini. Setidak-tidaknya aku amat berharap pada kau, orang daerah, orang pedalaman, bakar habis keinginan ke Jakarta untuk menambah jumlah tugu kegagalan revolusi kita. Bangunkan daerahmu sendiri. Apakah karena itu engkau jadi federalis, aku tak hiraukan lagi. Dulu sungguh mengagetkan hatiku mendengar bisikan orang pada telingaku: mana yang lebih penting, kemerdekaan ataukah persatuan? Dan kuanggap bisikan ini sebagai benih-benih federalisme. Aku tak hiraukan lagi apakah federalisme secara sadar dianggap juga sebagai kejahatan atau tidak! Setidak-tidaknya aku tetap berharap kepadamu, bangunkan daerahmu sendiri. Tak ada gunanya kau melancong ke ibukota untuk mencontoh kefatalan di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kawan, sekianlah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh : Pramoedya Ananta Toer&lt;br /&gt;
Almanak Seni 1957&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/564801620369815646/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/djakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/564801620369815646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/564801620369815646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/djakarta.html' title='DJakarta'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-1397048258923784567</id><published>2016-10-28T11:51:00.001-07:00</published><updated>2016-10-28T22:38:54.875-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Chairil Anwar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Sajak Putih</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
Bersandar pada tari warna pelangi&lt;br /&gt;
Kau depanku bertudung sutra senja&lt;br /&gt;
Di hitam matamu kembang mawar dan melati&lt;br /&gt;
Harum rambutmu mengalun bergelut senda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba&lt;br /&gt;
Meriak muka air kolam jiwa&lt;br /&gt;
Dan dalam dadaku memerdu lagu&lt;br /&gt;
Menarik menari seluruh aku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup dari hidupku, pintu terbuka&lt;br /&gt;
Selama matamu bagiku menengadah&lt;br /&gt;
Selama kau darah mengalir dari luka&lt;br /&gt;
Antara kita Mati datang tidak membelah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
1944&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Chairil Anwar&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/1397048258923784567/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/sajak-putih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/1397048258923784567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/1397048258923784567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/sajak-putih.html' title='Sajak Putih'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-995192384227516580</id><published>2016-10-28T11:49:00.000-07:00</published><updated>2016-10-28T20:10:30.400-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Chairil Anwar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Persetujuan Dengan Bung karno</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Ayo! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji&lt;br /&gt;
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu&lt;br /&gt;
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu&lt;br /&gt;
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945&lt;br /&gt;
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu&lt;br /&gt;
Aku sekarang api aku sekarang laut&lt;br /&gt;
Bung Karno! Kau dan aku satu zat satu urat&lt;br /&gt;
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar&lt;br /&gt;
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak &amp;amp; berlabuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Chairil Anwar&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/995192384227516580/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/persetujuan-dengan-bung-karno.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/995192384227516580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/995192384227516580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/persetujuan-dengan-bung-karno.html' title='Persetujuan Dengan Bung karno'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-8591135315813577452</id><published>2016-10-28T11:47:00.001-07:00</published><updated>2016-10-28T20:11:00.694-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Chairil Anwar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Yang Terampas dan Yang Putus</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,&lt;br /&gt;
Menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu&lt;br /&gt;
Di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berbenah dalam kamar,&lt;br /&gt;
dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang&lt;br /&gt;
Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Chairil Anwar&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/8591135315813577452/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/yang-terampas-dan-yang-putus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/8591135315813577452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/8591135315813577452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/yang-terampas-dan-yang-putus.html' title='Yang Terampas dan Yang Putus'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-1169155919120974376</id><published>2016-10-28T11:45:00.004-07:00</published><updated>2016-10-28T20:12:45.907-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Chairil Anwar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Prajurit Jaga malam</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Waktu jalan...&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu apa nasib waktu?&lt;br /&gt;
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya&lt;br /&gt;
kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku suka pada mereka yang berani hidup&lt;br /&gt;
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu&lt;br /&gt;
Waktu jalan... &lt;br /&gt;
Aku tidak tahu apa nasib waktu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Chairil Anwar&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/1169155919120974376/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/prajurit-jaga-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/1169155919120974376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/1169155919120974376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/prajurit-jaga-malam.html' title='Prajurit Jaga malam'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-6963225230298711587</id><published>2016-10-28T11:44:00.003-07:00</published><updated>2016-10-28T20:14:23.331-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Chairil Anwar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Hampa</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Kepada Sri&lt;br /&gt;
Sepi di luar.&lt;br /&gt;
Sepi menekan-mendesak&lt;br /&gt;
Lurus kaku pohonan.&lt;br /&gt;
Tak bergerak&lt;br /&gt;
Sampai di puncak.&lt;br /&gt;
Sepi memagut,&lt;br /&gt;
Tak satu kuasa melepas-renggut&lt;br /&gt;
Segala menanti.&lt;br /&gt;
Menanti.&lt;br /&gt;
Menanti&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepi...&lt;br /&gt;
Tambah ini menanti jadi mencekik&lt;br /&gt;
Memberat-mencengkung punda&lt;br /&gt;
Sampai binasa segala.&lt;br /&gt;
Belum apa-apa&lt;br /&gt;
Udara bertuba. S&lt;br /&gt;
etan bertempik&lt;br /&gt;
Ini sepi terus ada.&lt;br /&gt;
Dan menanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Chairil Anwar&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/6963225230298711587/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/hampa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/6963225230298711587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/6963225230298711587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/hampa.html' title='Hampa'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-5267095751598391910</id><published>2016-10-28T11:43:00.002-07:00</published><updated>2016-10-28T20:15:24.947-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Chairil Anwar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Sebuah Kamar</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Sebuah jendela menyerahkan kamar ini pada dunia.&lt;br /&gt;
Bulan yang menyinar ke dalam mau lebih banyak tahu.&lt;br /&gt;
“Sudah lima anak bernyawa di sini,&lt;br /&gt;
Aku salah satu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibuku tertidur dalam tersedu,&lt;br /&gt;
Keramaian penjara sepi selalu,&lt;br /&gt;
Bapakku sendiri terbaring jemu&lt;br /&gt;
Matanya menatap orang tersalib di batu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekeliling dunia bunuh diri!&lt;br /&gt;
Aku minta adik lagi pada&lt;br /&gt;
Ibu dan bapakku, karena mereka berada&lt;br /&gt;
d luar hitungan: Kamar begini&lt;br /&gt;
3 x 4, terlalu sempit buat meniup nyawa!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Chairil Anwar&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/5267095751598391910/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/sebuah-kamar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/5267095751598391910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/5267095751598391910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/sebuah-kamar.html' title='Sebuah Kamar'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-4224880152079084275</id><published>2016-10-28T11:41:00.000-07:00</published><updated>2016-10-28T20:16:49.315-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Chairil Anwar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Cerita Buat Dien Tamaela</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Beta Pattirajawane&lt;br /&gt;
Yang dijaga datu-datu&lt;br /&gt;
Cuma satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beta Pattirajawane&lt;br /&gt;
Kikisan laut&lt;br /&gt;
Berdarah laut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beta Pattirajawane&lt;br /&gt;
Ketika lahir dibawakan&lt;br /&gt;
Datu dayung sampan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beta Pattirajawane, menjaga hutan pala&lt;br /&gt;
Beta api di pantai.&lt;br /&gt;
Siapa mendekat&lt;br /&gt;
Tiga kali menyebut beta punya nama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sunyi malam ganggang menari&lt;br /&gt;
Menurut beta punya tifa,&lt;br /&gt;
Pohon pala, badan perawan jadi&lt;br /&gt;
Hidup sampai pagi tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari menari!&lt;br /&gt;
mari beria!&lt;br /&gt;
mari berlupa!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awas jangan bikin beta marah&lt;br /&gt;
Beta bikin pala mati, gadis kaku&lt;br /&gt;
Beta kirim datu-datu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beta ada di malam, ada di siang&lt;br /&gt;
Irama ganggang dan api membakar pulau…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beta Pattirajawane&lt;br /&gt;
Yang dijaga datu-datu&lt;br /&gt;
Cuma satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Chairil Anwar&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/4224880152079084275/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/cerita-buat-dien-tamaela.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/4224880152079084275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/4224880152079084275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/cerita-buat-dien-tamaela.html' title='Cerita Buat Dien Tamaela'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-403338289297416174</id><published>2016-10-28T11:39:00.004-07:00</published><updated>2016-10-28T20:17:18.705-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Chairil Anwar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Kepada Peminta-minta</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Baik, baik, aku akan menghadap Dia&lt;br /&gt;
Menyerahkan diri dan segala dosa&lt;br /&gt;
Tapi jangan tentang lagi aku&lt;br /&gt;
Nanti darahku jadi beku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan lagi kau bercerita&lt;br /&gt;
Sudah tercacar semua di muka&lt;br /&gt;
Nanah meleleh dari muka&lt;br /&gt;
Sambil berjalan kau usap juga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersuara tiap kau melangkah&lt;br /&gt;
Mengerang tiap kau memandang&lt;br /&gt;
Menetes dari suasana kau datang&lt;br /&gt;
Sembarang kau merebah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengganggu dalam mimpiku&lt;br /&gt;
Menghempas aku di bumi keras&lt;br /&gt;
Di bibirku terasa pedas&lt;br /&gt;
Mengaum di telingaku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik, baik, aku akan menghadap Dia&lt;br /&gt;
Menyerahkan diri dan segala dosa&lt;br /&gt;
Tapi jangan tentang lagi aku&lt;br /&gt;
Nanti darahku jadi beku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Chairil Anwar&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/403338289297416174/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/kepada-peminta-minta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/403338289297416174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/403338289297416174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/kepada-peminta-minta.html' title='Kepada Peminta-minta'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-1931238137315229709</id><published>2016-10-28T11:38:00.001-07:00</published><updated>2016-10-28T20:19:40.177-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Chairil Anwar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Doa (Kepada Pemeluk Teguh)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Tuhanku&lt;br /&gt;
Dalam termangu&lt;br /&gt;
Aku masih menyebut nama-Mu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biar susah sungguh&lt;br /&gt;
mengingat Kau penuh seluruh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
caya-Mu panas suci&lt;br /&gt;
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhanku&lt;br /&gt;
aku hilang bentuk&lt;br /&gt;
remuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhanku&lt;br /&gt;
aku mengembara di negeri asing&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhanku&lt;br /&gt;
di pintu-Mu aku mengetuk&lt;br /&gt;
aku tidak bisa berpaling&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Chairil Anwar&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/1931238137315229709/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/doa-kepada-pemeluk-teguh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/1931238137315229709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/1931238137315229709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/doa-kepada-pemeluk-teguh.html' title='Doa (Kepada Pemeluk Teguh)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-2484184121983860586</id><published>2016-10-28T11:35:00.004-07:00</published><updated>2016-10-28T20:20:01.276-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Chairil Anwar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Kepada Kawan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Sebelum ajal mendekat dan mengkhianat,&lt;br /&gt;
mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat,&lt;br /&gt;
selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
belum bertugas kecewa dan gentar belum ada,&lt;br /&gt;
tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam,&lt;br /&gt;
layar merah berkibar hilang dalam kelam,&lt;br /&gt;
kawan, mari kita putuskan kini di sini:&lt;br /&gt;
Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi&lt;br /&gt;
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan,&lt;br /&gt;
Tembus jelajah dunia ini dan balikkan&lt;br /&gt;
Peluk kucup perempuan, tinggalkan kalau merayu,&lt;br /&gt;
Pilih kuda yang paling liar, pacu laju,&lt;br /&gt;
Jangan tambatkan pada siang dan malam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan&lt;br /&gt;
Hancurkan lagi apa yang kau perbuat,&lt;br /&gt;
Hilang sonder pusaka, sonder kerabat.&lt;br /&gt;
Tidak minta ampun atas segala dosa,&lt;br /&gt;
Tidak memberi pamit pada siapa saja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi&lt;br /&gt;
mari kita putuskan sekali lagi:&lt;br /&gt;
Ajal yang menarik kita, ‘kan merasa angkasa sepi,&lt;br /&gt;
Sekali lagi kawan, sebaris lagi:&lt;br /&gt;
Tikamkan pedangmu hingga ke hulu&lt;br /&gt;
Pada siapa yang mengairi kemurnian madu!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Chairil Anwar&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/2484184121983860586/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/kepada-kawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/2484184121983860586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/2484184121983860586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/kepada-kawan.html' title='Kepada Kawan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-2596789289694168942</id><published>2016-10-28T11:34:00.002-07:00</published><updated>2016-10-28T20:21:26.119-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Chairil Anwar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Cintaku Jauh di Pulau</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Cintaku jauh di pulau&lt;br /&gt;
Gadis manis, sekarang iseng sendiri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perahu melancar, bulan memancar&lt;br /&gt;
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar&lt;br /&gt;
angin membantu, laut terang, tapi terasa&lt;br /&gt;
aku tidak ‘kan sampai padanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di air yang tenang, di angin mendayu&lt;br /&gt;
di perasaan penghabisan segala melaju&lt;br /&gt;
Ajal bertakhta, sambil berkata:&lt;br /&gt;
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!&lt;br /&gt;
Perahu yang bersama ‘kan merapuh&lt;br /&gt;
Mengapa Ajal memanggil dulu&lt;br /&gt;
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manisku jauh di pulau,&lt;br /&gt;
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kawanku dan Aku&lt;br /&gt;
Kami sama pejalan larut&lt;br /&gt;
Menembus kabut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan mengucur badan&lt;br /&gt;
Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan&lt;br /&gt;
Darahku mengental pekat.&lt;br /&gt;
Aku tumpat pedat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa berkata-kata?&lt;br /&gt;
Kawanku hanya rangka saja&lt;br /&gt;
Karena dera mengelucak tenaga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bertanya jam berapa?&lt;br /&gt;
Sudah larut sekali&lt;br /&gt;
Hilang tenggelam segala makna&lt;br /&gt;
Dan gerak tak punya arti&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Chairil Anwar&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/2596789289694168942/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/cintaku-jauh-di-pulau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/2596789289694168942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/2596789289694168942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/cintaku-jauh-di-pulau.html' title='Cintaku Jauh di Pulau'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-8804511643313552442</id><published>2016-10-28T11:33:00.000-07:00</published><updated>2016-10-28T20:23:29.914-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Chairil Anwar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Senja di Pelabuhan Kecil</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Buat Sri Ayati&lt;br /&gt;
Ini kali tidak ada yang mencari cinta&lt;br /&gt;
di antara gudang, rumah tua, pada cerita tiang serta temali.&lt;br /&gt;
Kapal, perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gerimis mempercepat kelam.&lt;br /&gt;
Ada juga kelepak elang&lt;br /&gt;
menyinggung muram, desir hari lari berenang&lt;br /&gt;
menemu bujuk pangkal akanan.&lt;br /&gt;
Tidak bergerak&lt;br /&gt;
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiada lagi.&lt;br /&gt;
Aku sendiri.&lt;br /&gt;
Berjalan menyisir semenanjung, masih pengap harap&lt;br /&gt;
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan&lt;br /&gt;
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Chairil Anwar&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/8804511643313552442/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/senja-di-pelabuhan-kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/8804511643313552442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/8804511643313552442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/senja-di-pelabuhan-kecil.html' title='Senja di Pelabuhan Kecil'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-5165084161603214753</id><published>2016-10-28T11:30:00.001-07:00</published><updated>2016-10-28T20:23:48.973-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Chairil Anwar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Tak Sepadan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Aku kira:&lt;br /&gt;
Beginilah nanti jadinya&lt;br /&gt;
Kau kawin, beranak dan berbahagia&lt;br /&gt;
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikutuk-sumpahi Eros&lt;br /&gt;
Aku merangkaki dinding buta&lt;br /&gt;
Tak satu juga pintu terbuka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi baik juga kita padami&lt;br /&gt;
Unggunan api ini&lt;br /&gt;
Karena kau tidak ‘kan apa-apa&lt;br /&gt;
Aku terpanggang tinggal rangka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Februari 1943&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Chairil Anwar &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/5165084161603214753/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/tak-sepadan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/5165084161603214753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/5165084161603214753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/tak-sepadan.html' title='Tak Sepadan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-3071517705455818702</id><published>2016-10-28T11:24:00.000-07:00</published><updated>2016-10-28T11:24:06.432-07:00</updated><title type='text'>Sajak Burung-Burung Kondor</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Angin gunung turun merembes ke hutan,&lt;br /&gt;
lalu bertiup di atas permukaan kali yang luas,&lt;br /&gt;
dan akhirnya berumah di daun-daun tembakau.&lt;br /&gt;
Kemudian hatinya pilu&lt;br /&gt;
melihat jejak-jejak sedih para petani-buruh&lt;br /&gt;
yang terpacak di atas tanah gembur&lt;br /&gt;
namun tidak memberi kemakmuran bagi penduduknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para tani-buruh bekerja,&lt;br /&gt;
berumah di gubug-gubug tanpa jendela,&lt;br /&gt;
menanam bibit di tanah yang subur,&lt;br /&gt;
memanen hasil yang berlimpah dan makmur&lt;br /&gt;
namun hidup mereka sendiri sengsara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka memanen untuk tuan tanah&lt;br /&gt;
yang mempunyai istana indah.&lt;br /&gt;
Keringat mereka menjadi emas&lt;br /&gt;
yang diambil oleh cukong-cukong pabrik cerutu di Eropa.&lt;br /&gt;
Dan bila mereka menuntut perataan pendapatan,&lt;br /&gt;
para ahli ekonomi membetulkan letak dasi,&lt;br /&gt;
dan menjawab dengan mengirim kondom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penderitaan mengalir&lt;br /&gt;
dari parit-parit wajah rakyatku.&lt;br /&gt;
Dari pagi sampai sore,&lt;br /&gt;
rakyat negeriku bergerak dengan lunglai,&lt;br /&gt;
menggapai-gapai,&lt;br /&gt;
menoleh ke kiri, menoleh ke kanan,&lt;br /&gt;
di dalam usaha tak menentu. &lt;br /&gt;
Di hari senja mereka menjadi onggokan sampah,&lt;br /&gt;
dan di malam hari mereka terpelanting ke lantai,&lt;br /&gt;
dan sukmanya berubah menjadi burung kondor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beribu-ribu burung kondor,&lt;br /&gt;
berjuta-juta burung kondor,&lt;br /&gt;
bergerak menuju ke gunung tinggi,&lt;br /&gt;
dan disana mendapat hiburan dari sepi.&lt;br /&gt;
Karena hanya sepi&lt;br /&gt;
mampu menghisap dendam dan sakit hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Burung-burung kondor menjerit.&lt;br /&gt;
Di dalam marah menjerit,&lt;br /&gt;
bergema di tempat-tempat yang sepi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Burung-burung kondor menjerit&lt;br /&gt;
di batu-batu gunung menjerit&lt;br /&gt;
bergema di tempat-tempat yang sepi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjuta-juta burung kondor mencakar batu-batu,&lt;br /&gt;
mematuki batu-batu, mematuki udara,&lt;br /&gt;
dan di kota orang-orang bersiap menembaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Yogya, 1973&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: WS Rendra&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/3071517705455818702/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/sajak-burung-burung-kondor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/3071517705455818702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/3071517705455818702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/sajak-burung-burung-kondor.html' title='Sajak Burung-Burung Kondor'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-7581745241013552770</id><published>2016-10-28T11:18:00.000-07:00</published><updated>2016-10-28T20:39:22.169-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="WS Rendra"/><title type='text'>Rumpun Alang-Alang</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Engkaulah perempuan terkasih, yang sejenak kulupakan, sayang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Kerna dalam sepi yang jahat tumbuh alang-alang di hatiku yang malang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Di hatiku alang-alang menancapkan akar-akarnya yang gatal&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Serumpun alang-alang gelap, lembut dan nakal&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Gelap dan bergoyang ia&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
dan ia pun berbunga dosa&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Engkau tetap yang punya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
tapi alang-alang tumbuh di dada&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: WS Rendra&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/7581745241013552770/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/rumpun-alang-alang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/7581745241013552770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/7581745241013552770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/rumpun-alang-alang.html' title='Rumpun Alang-Alang'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-1843772320856967197</id><published>2016-10-28T11:14:00.003-07:00</published><updated>2016-10-28T11:14:58.367-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="WS Rendra"/><title type='text'>Gerilya</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Tubuh biru&lt;br /&gt;
tatapan mata biru&lt;br /&gt;
lelaki berguling di jalan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angin tergantung&lt;br /&gt;
terkecap pahitnya tembakau&lt;br /&gt;
bendungan keluh dan bencana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh biru&lt;br /&gt;
tatapan mata biru&lt;br /&gt;
lelaki berguling dijalan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tujuh lubang pelor&lt;br /&gt;
diketuk gerbang langit&lt;br /&gt;
dan menyala mentari muda&lt;br /&gt;
melepas kesumatnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis berjalan di subuh merah&lt;br /&gt;
dengan sayur-mayur di punggung&lt;br /&gt;
melihatnya pertama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia beri jeritan manis&lt;br /&gt;
dan duka daun wortel&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh biru&lt;br /&gt;
tatapan mata biru&lt;br /&gt;
lelaki berguling dijalan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang kampung mengenalnya&lt;br /&gt;
anak janda berambut ombak&lt;br /&gt;
ditimba air bergantang-gantang&lt;br /&gt;
disiram atas tubuhnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh biru&lt;br /&gt;
tatapan mata biru&lt;br /&gt;
lelaki berguling dijalan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lewat gardu Belanda dengan berani&lt;br /&gt;
berlindung warna malam&lt;br /&gt;
sendiri masuk kota&lt;br /&gt;
ingin ikut ngubur ibunya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Siasat&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Th IX, No. 42&lt;br /&gt;
1955 &lt;br /&gt;
Oleh: WS Rendra&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/1843772320856967197/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/gerilya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/1843772320856967197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/1843772320856967197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/gerilya.html' title='Gerilya'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-4868898584359441066</id><published>2016-10-28T11:08:00.001-07:00</published><updated>2016-10-28T11:08:46.602-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="WS Rendra"/><title type='text'>Doa Seorang Serdadu Sebelum Berperang</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Tuhanku,&amp;nbsp;WajahMu membayang di kota terbakar&lt;br /&gt;
dan firmanMu terguris di atas ribuan&lt;br /&gt;
kuburan yang dangkal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak menangis kehilangan bapa&lt;br /&gt;
Tanah sepi kehilangan lelakinya&lt;br /&gt;
Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini&lt;br /&gt;
tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila malam turun nanti&lt;br /&gt;
sempurnalah sudah warna dosa&lt;br /&gt;
dan mesiu kembali lagi bicara&lt;br /&gt;
Waktu itu, Tuhanku,&lt;br /&gt;
perkenankan aku membunuh&lt;br /&gt;
perkenankan aku menusukkan sangkurku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam dan wajahku&lt;br /&gt;
adalah satu warna&lt;br /&gt;
Dosa dan nafasku&lt;br /&gt;
adalah satu udara.&lt;br /&gt;
Tak ada lagi pilihan&lt;br /&gt;
kecuali menyadari&lt;br /&gt;
biarpun bersama penyesalan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang bisa diucapkan&lt;br /&gt;
oleh bibirku yang terjajah?&lt;br /&gt;
Sementara kulihat kedua lengaMu yang capai&lt;br /&gt;
mendekap bumi yang mengkhianatiMu&lt;br /&gt;
Tuhanku&lt;br /&gt;
Erat-erat kugenggam senapanku&lt;br /&gt;
Perkenankan aku membunuh&lt;br /&gt;
Perkenankan aku menusukkan sangkurku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Mimbar Indonesia Th. XIV, No. 25 18 Juni 1960&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: WS Rendra &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/4868898584359441066/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/doa-seorang-serdadu-sebelum-berperang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/4868898584359441066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/4868898584359441066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/doa-seorang-serdadu-sebelum-berperang.html' title='Doa Seorang Serdadu Sebelum Berperang'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-8577704737907927095</id><published>2016-10-28T11:00:00.002-07:00</published><updated>2016-10-28T11:08:28.126-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="WS Rendra"/><title type='text'>Aku Tulis Pamplet Ini</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Aku tulis pamplet ini&lt;br /&gt;
karena lembaga pendapat umum&lt;br /&gt;
ditutupi jaring labah-labah&lt;br /&gt;
Orang-orang bicara dalam kasak-kusuk,&lt;br /&gt;
dan ungkapan diri ditekan menjadi peng-iya-an&lt;br /&gt;
Apa yang terpegang hari ini&lt;br /&gt;
bisa luput besok pagi&lt;br /&gt;
Ketidakpastian merajalela.&lt;br /&gt;
Di luar kekuasaan kehidupan menjadi teka-teki&lt;br /&gt;
menjadi marabahaya&lt;br /&gt;
menjadi isi kebon binatang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila kritik hanya boleh lewat saluran resmi,&lt;br /&gt;
maka hidup akan menjadi sayur tanpa garam&lt;br /&gt;
Lembaga pendapat umum tidak mengandung pertanyaan.&lt;br /&gt;
Tidak mengandung perdebatan&lt;br /&gt;
Dan akhirnya menjadi monopoli kekuasaan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tulis pamplet ini&lt;br /&gt;
karena pamplet bukan tabu bagi penyair&lt;br /&gt;
Aku inginkan merpati pos.&lt;br /&gt;
Aku ingin memainkan bendera-bendera semaphore di tanganku&lt;br /&gt;
Aku ingin membuat isyarat asap kaum Indian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak melihat alasan&lt;br /&gt;
kenapa harus diam tertekan dan termangu.&lt;br /&gt;
Aku ingin secara wajar kita bertukar kabar.&lt;br /&gt;
Duduk berdebat menyatakan setuju dan tidak setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa ketakutan menjadi tabir pikiran ?&lt;br /&gt;
Kekhawatiran telah mencemarkan kehidupan.&lt;br /&gt;
Ketegangan telah mengganti pergaulan pikiran yang merdeka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari menyinari airmata yang berderai menjadi api.&lt;br /&gt;
Rembulan memberi mimpi pada dendam.&lt;br /&gt;
Gelombang angin menyingkapkan keluh kesah&lt;br /&gt;
yang teronggok bagai sampah&lt;br /&gt;
Kegamangan.&lt;br /&gt;
Kecurigaan.&lt;br /&gt;
Ketakutan.&lt;br /&gt;
Kelesuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tulis pamplet ini&lt;br /&gt;
karena kawan dan lawan adalah saudara&lt;br /&gt;
Di dalam alam masih ada cahaya.&lt;br /&gt;
Matahari yang tenggelam diganti rembulan.&lt;br /&gt;
Lalu besok pagi pasti terbit kembali.&lt;br /&gt;
Dan di dalam air lumpur kehidupan,&lt;br /&gt;
aku melihat bagai terkaca:&lt;br /&gt;
ternyata kita, toh, manusia!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Pejambon Jakarta 27 April 1978&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: WS Rendra&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/8577704737907927095/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/aku-tulis-pamplet-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/8577704737907927095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/8577704737907927095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/aku-tulis-pamplet-ini.html' title='Aku Tulis Pamplet Ini'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-6212516763662767625</id><published>2016-10-28T10:52:00.001-07:00</published><updated>2016-10-28T10:52:04.105-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="HAMKA"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Nikmat Hidup</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Setelah diri bertambah besar&lt;br /&gt;Di tempat kecil tak muat lagi&lt;br /&gt;Setelah harga bertambah tinggi&lt;br /&gt;Orangpun segan datang menawar&lt;br /&gt;Rumit beredar di tempat kecil&lt;br /&gt;Kerap bertemu kawan yang culas&lt;br /&gt;Laksana ombak di dalam gelas&lt;br /&gt;Diri merasa bagai terpencil&lt;br /&gt;Walaupun musnah harta dan benda&lt;br /&gt;Harga diri janganlah jatuh&lt;br /&gt;Binaan pertama walaupun runtuh&lt;br /&gt;Kerja yang baru mulailah pula&lt;br /&gt;Pahlawan budi tak pernah menganggur&lt;br /&gt;Khdmat hidup sambung bersambung&lt;br /&gt;Kadang turun kadang membubung&lt;br /&gt;Sampai istirahat di liang kubur&lt;br /&gt;Tahan haus, tahanlah lapar&lt;br /&gt;Bertemu sulit hendaklah tentang&lt;br /&gt;Memohon-mohon djadikan pantang&lt;br /&gt;Dari mengemis biar terkapar&lt;br /&gt;Hanya dua tempat bertanya&lt;br /&gt;Pertama Tuhan, kedua hati&lt;br /&gt;Dari mulai hidup sampaipun mati&lt;br /&gt;Timbangan insan tidaklah sama&lt;br /&gt;Hanya sekali singgah ke alam&lt;br /&gt;Sesudah mati tak balik lagi&lt;br /&gt;Baru ‘rang tahu siapa diri&lt;br /&gt;Setelah tidur di kubur kelam&lt;br /&gt;Selama nampak tubuh jasmani&lt;br /&gt;Gelanggang malaikat bersama setan&lt;br /&gt;Ada pujian ada celaan&lt;br /&gt;Lulus ujian siapa berani&lt;br /&gt;Jika hartamu sudah tak ada&lt;br /&gt;Belumlah engkau bernama rugi&lt;br /&gt;Jika berani tak ada lagi&lt;br /&gt;Separo kekayaan porak-poranda&lt;br /&gt;Musnah segala apa yang ada&lt;br /&gt;Jikalau jatuh martabat diri&lt;br /&gt;Wajahpun muram hilanglah sari&lt;br /&gt;Ratapan batin dosa namanya&lt;br /&gt;Jikalau dasar budimu culas&lt;br /&gt;Tidaklah berubah karena pangkat&lt;br /&gt;Bertambah tinggi jenjang ditingkat&lt;br /&gt;Perangai asal bertambah jelas&lt;br /&gt;Tatkala engkau menjadi palu&lt;br /&gt;Beranilah memukul habis-habisan&lt;br /&gt;Tiba giliran jadi landasan&lt;br /&gt;Tahanlah pukulan biar bertalu&lt;br /&gt;Ada nasehat saya terima&lt;br /&gt;,,Menyatakan pikiran baik berhenti&lt;br /&gt;Sebab ‘lah banyak orang yang benci&lt;br /&gt;Supaya engkau aman sentosa”&lt;br /&gt;Menahan pikiran aku tak mungkin&lt;br /&gt;Menumpul kalam aku tak kuasa&lt;br /&gt;Merdeka berpikir gagah perkasa&lt;br /&gt;Berani menyebut, yang aku jakin&lt;br /&gt;Celalah saya, makilah saya&lt;br /&gt;Akan kusambut bertabah hati&lt;br /&gt;Ada yang suka, ada jang benci&lt;br /&gt;Hiasan hidup di alam maya&lt;br /&gt;Kalaulah timbul tengkar-bertengkar&lt;br /&gt;Antara yang benci dengan yang sayang&lt;br /&gt;Itulah alamat sudah membayang&lt;br /&gt;Kewajiban hidup telah kubayar&lt;br /&gt;“Wahai diriku teruslah maju&lt;br /&gt;Di tengah jalan jangan berhenti&lt;br /&gt;Sebelum ajal, janganlah , , mati”&lt;br /&gt;Keridhaan Allah, itulah tuju”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/6212516763662767625/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/nikmat-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/6212516763662767625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/6212516763662767625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/nikmat-hidup.html' title='Nikmat Hidup'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-3080239658987777539</id><published>2016-10-28T10:50:00.005-07:00</published><updated>2016-10-28T10:50:50.942-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="HAMKA"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Di atas runtuhan Melaka</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Lama penyair termenung seorang diri&lt;br /&gt;ingat Melayu kala jayanya&lt;br /&gt;pusat kebesaran nenek bahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini dahulu laksamana Hang Tuah&lt;br /&gt;satria moyang Melayu sejati&lt;br /&gt;jaya perkasa gagah dan mewah&lt;br /&gt;&quot;tidak Melayu hilang di bumi&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini dahulu payung berkembang&lt;br /&gt;megah bendahara Seri Maharaja&lt;br /&gt;bendahara cerdik tumpuan dagang&lt;br /&gt;lubuk budi laut bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun banyak pula penjual negeri&lt;br /&gt;mengharap emas perak bertimba&lt;br /&gt;untuk keuntungan diri sendiri&lt;br /&gt;biarlah bangsa menjadi hamba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebab bangsaku jatuh&lt;br /&gt;baik dahulu atau sekarang&lt;br /&gt;inilah sebabnya kakinya lumpuh&lt;br /&gt;menjadi budak jajahan orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakitnya bangsaku bukan di luar&lt;br /&gt;tapi terhunjam di dalam nyawa&lt;br /&gt;walau diubat walau ditawar&lt;br /&gt;semangat hancur apakan daya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji Tuhan sudah tajalli&lt;br /&gt;mulialah umat yang teguh iman&lt;br /&gt;Allah tak pernah mungkir janji&lt;br /&gt;tarikh riwayat jadi pedoman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malang mujur nasibnya bangsa&lt;br /&gt;turun dan naik silih berganti&lt;br /&gt;terhenyak lemah naik perkasa&lt;br /&gt;tergantung atas usaha sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat lama tutuplah sudah&lt;br /&gt;sekarang buka lembaran baru&lt;br /&gt;baik hentikan termenung gundah&lt;br /&gt;apalah guna lama terharu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunlah kekasih ku umat Melayu&lt;br /&gt;belahan asal satu turunan&lt;br /&gt;bercampur darah dari dahulu&lt;br /&gt;persamaan nasib jadi kenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat yang lemah buanglah jauh&lt;br /&gt;jiwa yang kecil segera besarkan&lt;br /&gt;yakin percaya iman pun teguh&lt;br /&gt;zaman hadapan penuh harapan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/3080239658987777539/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/di-atas-runtuhan-melaka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/3080239658987777539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/3080239658987777539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/di-atas-runtuhan-melaka.html' title='Di atas runtuhan Melaka'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-7315167287648071145</id><published>2016-10-28T10:48:00.002-07:00</published><updated>2016-10-28T10:50:59.947-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="HAMKA"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Taubat</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
di hamparan kain yang lusuh&lt;br /&gt;
jiwa tertunduk dan bersimpuh&lt;br /&gt;
memohon ampun dari yang maha pengampun&lt;br /&gt;
atas segala dosa-dosa&lt;br /&gt;
yang mencemari raga yang semakin renta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kami hanyalah setitik debu yang hina&lt;br /&gt;
yang rapuh dan tak lupa&lt;br /&gt;
dari hilaf serta dosa&lt;br /&gt;
tersadar didalam gelisah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
setelah begitu jauh melangkah&lt;br /&gt;
setelah begitu jauh melangkah&lt;br /&gt;
setelah terlalu lama terlena&lt;br /&gt;
akan kenikmatan nafsu dunia fatamorgana&lt;br /&gt;
mungkinkah kan mengelupas dari tubuh&lt;br /&gt;
kotoran-kotoran yang telah mendarah daging menjadi satu&lt;br /&gt;
kami tahu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tubuh yang telah terbalut dosa&lt;br /&gt;
takkan bisa disucikan&lt;br /&gt;
walau degan seluas samodra&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ya Alloh&lt;br /&gt;
apapun kehendakmu kami ihklas&lt;br /&gt;
biarkan air mata ini menetes&lt;br /&gt;
bukan karena air mata derita&lt;br /&gt;
biarkan air mata ini mengalir&lt;br /&gt;
karena air mata bahagia&lt;br /&gt;
disisa-sisa ahkir nafas&lt;br /&gt;
berilah yang terbaik&lt;br /&gt;
kami yakin ENGKAU MAHA segalanya&lt;br /&gt;
kan terima taubat kami&lt;br /&gt;
sebelum nyawa terlepas dari raga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/7315167287648071145/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/taubat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/7315167287648071145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/7315167287648071145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/taubat.html' title='Taubat'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-2774356225807968257</id><published>2016-10-28T10:47:00.003-07:00</published><updated>2016-10-28T10:51:06.797-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="HAMKA"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Roda Pedati</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Nasib makhluk adalah laksana roda pedati&lt;br /&gt;
Ia turun dan ia naik, silih berganti&lt;br /&gt;
Demikian kehendak Tuhan Rabbul Izzati&lt;br /&gt;
Kita menunggu kadar,&lt;br /&gt;
kita berharap dan menanti..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/2774356225807968257/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/roda-pedati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/2774356225807968257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/2774356225807968257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/roda-pedati.html' title='Roda Pedati'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-4865120437897025571</id><published>2016-10-28T10:45:00.003-07:00</published><updated>2016-10-28T10:47:49.202-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="HAMKA"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Hati Sanubari</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Biarkanlah saya menyebut apa yang terasa;&lt;br /&gt;
Kemudian tuan bebas memberi saya nama&lt;br /&gt;
dengan apa yang tuan sukai;&lt;br /&gt;
Saya adalah pemberi maaf,&lt;br /&gt;
dan perangai saya adalah mudah, tidak sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma rasa hati sanubari itu&lt;br /&gt;
tidaklah dapat saya menjualnya;&lt;br /&gt;
Katakanlah kepadaku, demi Tuhan.&lt;br /&gt;
Adakah rasa hati sanubari itu bisa dijual?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/4865120437897025571/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/hati-sanubari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/4865120437897025571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/4865120437897025571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/hati-sanubari.html' title='Hati Sanubari'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366175534943896074.post-5444957884545904166</id><published>2016-10-28T10:34:00.002-07:00</published><updated>2016-10-28T10:44:52.862-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="HAMKA"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Kepada Saudaraku M. Natsir</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Meskipun bersilang keris di leher&lt;br /&gt;
Berkilat pedang di hadapan matamu&lt;br /&gt;
Namun yang benar kau sebut juga benar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cita Muhammad biarlah lahir&lt;br /&gt;
Bongkar apinya sampai bertemu&lt;br /&gt;
Hidangkan di atas persada nusa&lt;br /&gt;
Jibril berdiri sebelah kananmu&lt;br /&gt;
Mikail berdiri sebelah kiri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lindungan Ilahi memberimu tenaga&lt;br /&gt;
Suka dan duka kita hadapi&lt;br /&gt;
Suaramu wahai Natsir, suara kaum - mu&lt;br /&gt;
Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi&lt;br /&gt;
Ini berjuta kawan sepaham&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup dan mati bersama -sama&lt;br /&gt;
Untuk menuntut Ridha Ilahi&lt;br /&gt;
Dan aku pun masukkan&lt;br /&gt;
Dalam daftarmu …….!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Oleh: Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://bagussas.blogspot.com/feeds/5444957884545904166/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/kepada-saudaraku-m-natsir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/5444957884545904166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4366175534943896074/posts/default/5444957884545904166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://bagussas.blogspot.com/2016/10/kepada-saudaraku-m-natsir.html' title='Kepada Saudaraku M. Natsir'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>