<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642</atom:id><lastBuildDate>Fri, 25 Oct 2024 07:03:36 +0000</lastBuildDate><title>BATAVIANA</title><description>Mata - Mata Jakarta&#xa;www.jakartahariini.com</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>76</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-8157868837674929788</guid><pubDate>Sun, 22 Jun 2008 12:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-22T15:49:37.592+07:00</atom:updated><title>BANGSA PENONTON</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:180%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Sedih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; juga menjuluki bangsa sendiri sebagai &quot;bangsa penonton&quot;. Tapi toh itu kenyataannya. Ditengah hiruk pikuknya perhelatan apapun yang &quot;akbar&quot;di dunia ini kita bangsa Indonesia tetap  setia berpartisipasi menjadi penonton .Tidak usahlah mengkhayal yang tinggi-tinggi dengan aktifnya bangsa kita  ditengah percaturan politik dan ekonomi internasional, di even-even olahraga saja kita tak mampu berdiri tegak sejajar dengan para negara tetangga. Aneh ya...apa yang salah dengan bangsa ini. Padahal dalam salah satu orasi yang disampaikan Prof Jimly (Ketua Mahkamah Konstitusi)  menyampaikan bahwa menurut buku yang Ia baca (karya antropolog dari Brazil) bahwa &quot;benua yang hilang&quot;, itu kemungkinan adalah bumi Indonesia. Kalau buku yang dibaca Prof Jimly itu benar, wah ternyata bangsa kita ini adalah keturunan bangsa yang besar. Tapi tetap saja saya heran kok tanda-tanda kebesaran itu tak pernah tampak ya?. Apalagi jika melihat kenyataan nya sampai hari ini bangsa ini tetap menjadi bangsa penonton.&lt;/div&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2008/06/bangsaku-penonton.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>7</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-190434475236673022</guid><pubDate>Wed, 21 Nov 2007 17:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-22T00:43:14.355+07:00</atom:updated><title>STOCK LAMA LAGI...</title><description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Genderang “perang” nampaknya sudah mulai ditaburkan para pelaku politik di negeri ini. Meskipun Pemilu Pilpres baru baru akan terjadi 2009 nanti. Belakangan berita di berbagai media selalu menyentil aktifitas politik para tokoh yang nantinya diperkirakan akan mentas di ajang Pemilu 2009.Mencermati berita yang beradar di media &lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;massa&lt;/st1:city&gt; nampaknya telah terseleksi nama para tokoh yang nantinya akan bertarung menuju &lt;st1:country-region st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; 1. Mereka adalah Yusuf Kalla, Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono, Wiranto, Sultan Hamengku Buwono X, Sutiyoso.&lt;br /&gt;Nama-nama diatas tenntunya muncul bukan dengan sendirinnya, tetapi dihembuskan oleh mesin politik yang menggawangi aktifitas politik mereka. Tampaknnya keberadaan calon – calon independent untuk ikut berlaga dalam pemilu nanti akan semakin tipis. Hal ini dikarenakan mesin politik yang dianggap paling efektiv di negeri ini adalah partai politik.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span clas=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dari ke enam nama yang beredar itu,masing masing tentunya telah menyiapkan “peluru” merayu rakyat untuk memilih nya. &lt;span clas=&quot;fullpost&quot;&gt;Peluru-peluru itu akan dilontarkan nya saat masa kampannye tiba. Pastinya peluru yang mereka ramu akan terus di &lt;i style=&quot;&quot;&gt;update&lt;/i&gt; &lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;mengikuti angin politik tanah air. Yang pasti &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;“janji surga” takan dihilangkan dalam resep untuk pembuatan program peluru para kandidat. Skeptis kedengarannya .Bukan tanpa alasan jika kita punya pandangan picik ini karena keenam nama tersebut adalah “stock lama” yang telah terekam &lt;i style=&quot;&quot;&gt;track record&lt;/i&gt; nya.&lt;br /&gt;Nampaknnya orang-orang muda masih &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;harus bersabar untuk memimpin bangsa ini &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/11/stock-lama-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-1363400449716369139</guid><pubDate>Tue, 20 Nov 2007 07:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-20T16:08:17.070+07:00</atom:updated><title>SIAPA MENYESATKAN SIAPA?...</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;ALIRAN SESAT&lt;/span&gt;, sungguh &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;labelling&lt;/span&gt; yang meyesatkan. Hakekatnya, manusia itu terlahir penuh dengan &quot;kesesatan&quot;. Bagaimana tidak sesat, semenjak lahir kedunia dari rahim sang bunda, kita manusia tidak dibekali apa-apa untuk hidup di dunia.Lantas manusia mulai belajar, mencari panduan hidupnya agar tak sesat arah dan langkah. Diyakinilah agama dan kepercayaan, dijalaninnya ritual dan aturan. Apapun namannya, agama, undang-undah, budaya, tata krama atau lainnya  yang  akhirnya diamani manusia untuk penunjuk jalan dalam menjalani hidup didunia. Lastas dimanakan logikanya untuk membuat suatu &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;labelling&lt;/span&gt;   kepercayaan dan keyakinan itu sesat dan menyesatkan.&lt;br /&gt;Keyakinan untuk mempercayai ajaran, kepercayaan, agama, aturan adalah hak mutlak yang dimiliki setiap manusia. Karena kemutlakan itulah pelarangan atas kepercayaan dan keyakinan tidak boleh dan tidak dapat dicampuri oleh siapapun. Karena kebenaran yang hakiki ada nya terdapat dalam diri masing-masing. Kebenaran adalah subjek yang sangat luas parameternya. Kebenaran disatu sisi belum tentu dibenarkan oleh sisi lainnya.Karenanya keyakinan untuk meyakini kepercayaan adalah kebenaran yang harus dihormati oleh setiap individu.&lt;/div&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/11/siapa-menyesatkan-siapa.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-1678245172058526386</guid><pubDate>Thu, 19 Jul 2007 04:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-20T15:19:17.020+07:00</atom:updated><title>NASIONALISME ALA SEPAKBOLA</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;IT&quot;&gt;Berakhir sudah laga Tim Nasional Sepakbola Indonesia di perhelatan Piala Asia (AFC). &lt;/span&gt;Dipertandingan terakhir yang sangat menentukan Tim Nas gagal memetik kemenangan dari Korsel. Sebelumnya Timnas dapat mengguli Bahrain 1-0, dan dikalahkan Arab Saudi 1-2. Jikalau dalam pertandingan terakhir melawan Korsel, Tim Nas mampu membuahkan kemenangan atau minimal bermain seri, maka sejarah akan terukir dimana Tim Nas akan melaju kebabak perempat final Piala Asia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Pertandingan telah berakhir, keringat para pemain pun telah mengering, hikmah&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;yang membanggakan dari usainya aksi Tim Nas dilapangan adalah rasa cinta yang dalam bangsa Indonesia kepada Tim Nas Sepakbola Indonesia. Sesungguhnya inilah prestasi besar yang telah diukir Tim Sepakbola kita. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span class=&quot;&quot;&gt;Meraih kemenangan adalah perkara penting, tetapi meraih jutaan hati orang di negeri ini untuk mendukung, mencintai,sungguh ini&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;adalah keberhasilan dan prestasi yang jauh lebih penting dari sekedar meraih kemengan.Ya Tim Nas telah menang merebut hati bangsa ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;PSSI sebagai induk yang membidangi sepakbola, tentunya jangan berpuas diri akan ini, terus pelihara kecintaan bangsa ini akan Tim Nas nya dengan sekuat kemampuan memberikan prestasi yang terbaik disetiap laga yang di ikuti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Kecintaan terhadap Tim Nas Sepakbola Indonesia sesungguhnya adalah cermin akan kecintaan rakyat akan Indonesia. Semangat&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;nasionalisme ini terbakar lewat sepakbola. Sepakbola dapat dijadikan simbol untuk menumbuhkan semangat nasionalisme. Dalam sepakbola terdapat banyak filosofi yang dapat dipelajari oleh segenap elemen bangsa ini.Kebersamaan ditengah perbedaan, meraih tujuan&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;tanpa harus meninggalkan jiwa sportifitas, adalah pelajaran yang dapat diterapkan dalam keseharian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Ayo..bangkitlah sepakbola nasional!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Tunjukan pada dunia bahwa kita mampu dan bisa&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;berprestasi !!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/07/nasionalisme-ala-sepakbola.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-5156495107742383738</guid><pubDate>Mon, 16 Jul 2007 04:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-20T15:18:39.303+07:00</atom:updated><title>&quot;TEROR&quot; KENAIKAN HARGA</title><description>Pertamina berencana menaikan harga elpiji untuk rumah tangga sebesar 60% dari Rp 4.740 menjadi Rp 7.000 per kilogram. Jika ini terlaksana maka harga elpiji yang biasa dikonsumsi kalangan rumah tangga (12 kg/tabung) menjadi Rp 84.000 dari Rp57.000. Pertamina beralasan dengan harga baru inilah Pertamina baru mendapatkan keuntungan. Karena harga Rp 57.000, Pertamina masih nombok untuk subsidi.&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kembali masyarakat yang akan mengalami kesulitan untuk menggapai harga.  Bak bola salju, kenaikan pasti akan menggelinding bersama kenaikan-kanaikan disektor lainnya. Belum hilang keterkejutan masyarakat akan kenaikan BBM, minyak sayur, susu, beras, kini harus lagu elpiji naik. Mungkin hitung-hitungan yang dibuat Pertamina memang benar adannya, kenaikan untuk menyehatkan Pertamina dibisnis elpiji ini. Tetapi kenyataan dilapangan justru bertolak belakang karena Pemerintah sedang menggalakkan program konvensi penggunaan  minyak tanah menjadi penggunaan elpiji untuk rumah tangga.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Sebaiknya Pertamina menunda kenaikan hargasambil menunggu selesainya program konvensi ini. Jika harga gas naik, pasti masyarakat kecil akan kembali memilih penggunaan minyak tanah karena harga gas yang tidak terjangkau. Belum lagi akan menghilangnya pasokan elpiji dipasaran menjelang kenaikan harga akibat ulah spekulan. Ini akan menambah beban psiqologis masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Hidup  di bumi Indonesia sepertinya tak pernah lepas dari ancaman teror. Bukan melulu teror dari para &quot;teroris&quot;, melainkan teror dari kenaikan harga yang semakin membebani. Sementara penghasilan masih belum beranjak naik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Hari-hari kedepan hidup semakin sulit, mampukah masyarakat bertahan dengan keadaan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/07/teror-kenaikan-harga.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-3116198235842543293</guid><pubDate>Thu, 12 Jul 2007 05:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-07-12T13:47:47.484+07:00</atom:updated><title>SEPARATIS OH SEPARATIS</title><description>Separatis di Indonesia bukanlah isue baru, tetapi tetap saja menjadi masalah yang sangat sensitif. Akhir-akhir ini kian berhembus kencang tentang makin nyatannya gerakan separatis. Memang &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;maping&lt;/span&gt; daerah gerakan separatis , masih belum berubah, masi tetap sama. Papua, Maluku, Aceh masih menjadi wilayah Republik Indonesia yang masih bergeliat akan gerakan separatisme. Sebelum nya gerakan separatisme sempat memuncak di  Timor-Timur yang berujung lepasnya wilayah itu dari pangkuan bumi pertiwi.&lt;br /&gt;Munculnya insiden Cakalele dimaluku, pengibaran bendera Bintang Kejora di Papua, rencana pendirian partai lokal GAM di Aceh, adalah letupan-letupan yang muncul belakangan ini. Pertanda apakah ini?&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Gerakan separatisme umumnya dilatar belakangi dengan semangat melepaskan diri dari NKRI. Gerakan separatisme di Indonesia umumnya dikendalikan dari luar negeri. Para tokoh itu mengandalkan loby internasional untuk menghidupkan sepak terjangnya. Ternyata efektifitas loby mereka cukup berhasil. Ini terbukti dengan campur tangannya negara atau lembaga di luar Indonesia yang &quot;mendukung&quot; walaupun masih samar-samar bentuk dukungannnya.&lt;br /&gt;Memang ini merupakan PR berat bagi bangsa Indonesia. Membumi hanguskan gerakan separatisme rasannya sangat sulit dilakukan dengan waktu yang singkat. Sepertinya pendekatan operasi militer tidaklah terlalu efektif. Karena pastinya kelompok ini akan menggunakan isu pelangaran HAM untuk memperkuat posisi mereka di mata internasional.&lt;br /&gt;Tampaknya  benang merah dari munculnya gerakan separatis di Indonesia adalah ketidak adilan. Sistem pembangunan yang salah diterapkan pada masa lalu nampaknya masih melekat di banyak tokoh gerakan ini dan juga pengikutnya. Pembenaran akan &quot;ketidak adilan&quot; ini adalah bahwa secara ekonomi, daerah yang kini di soroti terdapat gerakan separatisme adalah daerah yang jauh dari kata makmur.&lt;br /&gt;Suka atau tidak nyatannya gerakan separatisme di bumi Indonesia ada. Gerakan ini bisa menjadi bom waktu yang siap meledak jika pemerintah dan bangsa ini tidak cermat dan tanggap menepis wacana separatisme. Separatis oh separatis....&lt;/span&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/07/separatis-oh-separatism.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-6239534933807706306</guid><pubDate>Tue, 03 Jul 2007 08:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-07-04T11:24:55.641+07:00</atom:updated><title>INSIDEN CAKALELE</title><description>&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pada 29 Juni 2007 lalu, dalam peringatan Hari Keluarga Nasional ke-14 di lapangan Merdeka Ambon, Jalan Pattimura, Ambon, terjadi sebuah peristiwa langka pertunjukkan tarian perang Cakalele dan pengibaran bendera Republik Maluku Selatan (RMS) oleh sekitar puluhan orang di depan para pejabat negara yang didalamnya hadir Presiden SBY diibaratkan suatu bentuk perlawanan yang terang-terangan dari pendukung RMS kepada Republik Indonesia. Pertunjukan tarian Cakalele dan pengibaran bendera RMS sangat membuat SBY marah yang sekaligus merupakan tamparan bagi aparat keamanan yang terkait saat itu. Para pelaku akhirnya dibekuk polisi dan sampai sekarang masih diperiksa intensiv di Polda Ambon.Tarian telah usai diperagakan namun kelanjutan dari tarian Cakalele masih berbuntut panjang. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Saling tuding atas siapa fihak yang patut dipersalahkan dan paling bertanggung jawab dengan lolosnya tarian Cakalele dan pengibaran bendera RMS di hadapan Presiden SBY makin menggelinding.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Yang paling ramai berpolemik adalah instasi keamanan yakni antara Polisi, Paspampres, KodamPatimura bahkan BIN juga diseret-seret sebagai salah satu fihak yang bertanggung jawab dan dipersalahkan akan kejadian ini.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Para polistisi di Senayan banyak menyuarakan untuk pencopotan aparat terkait sebagai bentuk tanggung jawab atas terjadinya inseden Cakalele seperti Komandan Paspampres, Pangdam Patimura, Kapolda Maluku karena merekalah orang-orang yang dinilai paling bertanggung jawab dilapangan. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Beberapa hari terakhir ini &quot;perang&quot; urat saraf nampaknya semakin nyata antara Panglima TNI dengan Kepala BIN buntut dari saling lempar tanggung jawab atas insiden Cakalele.Lupakan tentang polemik karena itu akan memakan energi, benang merahnya adalah lemah nya kordinasi aparat terkait dilapangan. Kembali kepada RMS. Sepak terjang nya kali ini dalam pertunjukan tarian Cakalele memang cukup berhasil untuk mengangkat eksistensi RMS dalam skala nasional bahkan internasional. Reaksi kemarahan Presiden SBY memang adalah target utama sebagai bentuk perlawanan RMS kepada Republik Indonesia. Masyarakat Indonesia sebaiknya jangan terjebak dan larut akan kemarahan. Para pendukung RMS adalah saudara-saudara kita sebangsa setanah air yang mungkin hanya ingin menunjukan sikap protes akan ketidak adilan yang mereka dapatkan dari Republik Indonesia selama ini. Pemerintah sebaiknya juga jangan terjebak untuk bertindak represif lalu sekonyong-konyong menggelar operasi militer, itu hanya akan menambah persoalan yang makin meruncing. Dialog adalah kata yang harus dikedepankan antara pemerintah dasn para pendukung RMS. Ketidak adilan pastinya isue yang diangkat RMS selama ini. Wujudkan keadilan, kesejahteraan, pasti akan membuat para pengikut RMS berpaling dan kembali ke NKRI. Semoga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/07/insiden-cakalele.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-62765730852542056</guid><pubDate>Wed, 27 Jun 2007 10:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-20T16:32:45.322+07:00</atom:updated><title>BEREBUT KUASA DI JALAN RAYA</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perebutan wewenang siapa yang paling berhak menilang kendaraan antara Polisi dan Dishub (Dinas Perhubungan) kembali mengemuka.Hal ini dipicu dengan adannya  kasus penilangan yang dilakukan aparat Dishub terhadap kendaraan pribadi yang melintasi jalur Bus Way di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat , Senin 25 Juni lalu.&lt;br /&gt;Bahkan penilangan yang dilakukan aparat Dishub itu malah menimbulkan insiden perusakan dan pembakaran mobil dinas Dishub oleh masyarakat yang emosi karena merasa kesal atas ulah aparat Dishub atas penilangan yang dilakukan. Massa yang tersulut emosi hingga menyebabkan tindakan anarkis berdalih masuk jalur Bus Way atas izin polisi dan penilangan kendaraan pribadi bukannlah kewenangan aparat Dishub. Sementara aparat Dishub merasa dibekali dengan peraturan derah yang membolehkan mereka melakukan penilangan di jalur Bus Way.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Polisi bertindak cekatan dengan menahan 3 aparat Dishub yang terlibat kasus penilangan di jalur Bus way karena mereka dianggap melanggar UU karena melakukan penilangan yang bukan kewenangannnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Akhirnya kasus ini kembali membuka perseteruan antara aparat negara akan siapa yang paling berhak atas penilangan di jalan raya. Polisi dan Dishub merasa mempunyai kewenangan atas tindakan penilangan. Sepertinya UU lalu lintas mempunyai multi tafsir hingga menyebabkan tumpang tindihnya kewenangan tersebut. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut maka masyarakatlah yang akan menjadi korban, karena ketidak pastian akan kewenangan di jalan raya. Jika Aparat saja masih belum satu kata dalam pelaksanaan UU Lalu Lintas, bagaimana dengan masyarakat nya?.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kenapa penilangan menjadi menarik untuk diperebutkan?. Penilangan adalah tindakan atas pelanggaran yang dilakukan pengendara di jalan raya. Sangsi nya berupa pembayaran denda berupa uang. Nantinnya uang hasil tilang itu masuk ke kas negara, namun praktiknya dilapangan banyak terjadi penyelewengan pada praktik penilangan. Yang paling akrab dengan kita adalah istilah &#39;uang damai&quot;. Nah tampaknya memang faktor uang lah yang menjadi isue utama akan perebutan kewenangan ini. Siapa yang mempunyai kewenangan menilang berarti akan mendapatkan kesempatan mendapatkan uang. Kesempatan berbuat curang, kesempatan melakukan pungutan liar, kesempatan mendapatkan keuntungan pribadi atas nama undang-undang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Prittttttttttttt....!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Ternyata pluit banyak punya arti. Pluit tanda pengaturan, pluit tanda pelanggaran. Tidak hanya itu, membunyikan pluit ada aturannya, membunyikan pluit di jalan juga ada kewenangannyaPrittt..prittt.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/06/berebut-kuasa-di-jalan-raya.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-183702280623342124</guid><pubDate>Tue, 26 Jun 2007 04:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-06-26T12:04:45.227+07:00</atom:updated><title>SBY TURUN KE LUMPUR</title><description>Kehadiran SBY di Sidoarjo, Senin kemarin untuk memantau perkembangan lumpur Sidoarjo cukup manarik untuk diikuti dan dikritisi. Bahkan Presiden SBY pun &quot;ngantor&quot; di Sidoarjo malah sempat melakukan Sidang Kabinet Terbatas dengan beberapa menteri dan pemerintah setempat. Kunjungan SBY ini bagian dari tindak lanjut pertemuan antara para perwakilan korban lumpur Lapindo di kediaman SBY di Puri Cikeas pada Minggu 24 Juni lalu. Kabarnya Presiden SBY sempat meneteskan air matannya saat mendengar pemaparan para perwakilan korban Lumpur Lapindo. Simpati yang manusiawi telah ditunjukan Presiden SBY dihadapan rakyatnya. Sampai hari ini Presiden masih berada di Sidoarjo untuk memantau langsung situasi terakhir &quot;lautan&quot; Lumpur Lapindo&lt;br /&gt;Namun kehadiran Presiden SBY di Sidoarjo juga layak untuk dikritisi, karena belakanngan ini santer tentang wacana interplasi dari anggota dewan tentang Lumpur Lapindo. Apakah kunjungan ini untuk menetlasir wacana interplasi?. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Selain itu kunjungan SBY kali ini juga dinilai beberapa kalangan tidak efektif dan tidak mempunyai agenda kerja yang jelas. Toh semua kebijakan presiden tentang penaganan Lumpur Sidoarjo sudah tertuang dalam Instruksi Presiden yang telah diterbitkan. Justru para pembantu presidenlah yang harus &quot;gesit&quot; menangani masalah ini. Sepertinya para menteri terkait justru berlindung di ketiak presiden dalam masalah Lumpur Sidoarjo.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Tidak bisa dipungkiri Lumpur Lapindo membawa persoalan yang berimplikasi sangat luas, baik sosial ekonomi juga politik. Perlu digaris bawahi nampaknya masalah lumpur ini telah diseret kelembah politik. Apalagi dengan semakin dekatnya Pemilu 2009. Para menteri yang notabene adalah representasi dari Parpol tentu akan sangat hati-hati untuk  melangkah dalam penyelesaian lumpur di Sidoarjo, karena jika mereka sampai &quot;tercemplung&quot; masalah lumpur panas ini, akan berakibat pencitraan yang tidak baik pada Pemilu nanti.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kunjungan Presiden SBY di Sidoarjo dapat segera mengkongkritkan tindakan pemerintah untuk menanggulangi segala aspek yang diakibatkan dari luapan lumpur panas Lapindo. Lagi-lagi masyarakat para korban lumpurlah yang paling menderita akan musibah ini. Mereka hanya berharap pemerintah segera membantu penyelesaian ganti-rugi atas lahan dan harta yang hilang atas musibah ini. Karena janji telah terucap baik dari mulut pengusaha pengelola Lapindo dan diamini pemerintah. Hari-hari panjang penuh penderitaan telah dilalui warga korban Lumpur Lapindo. Segeralah akhiri penderitaan rakyat. Penderitaan dan kesengsaraan yang makin berkepanjangan  bisa menjadi bibit kerawanan sosial yang makin menambah persoalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/06/sby-turun-ke-lumpur.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-5436849320845518570</guid><pubDate>Mon, 25 Jun 2007 08:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-20T16:30:14.575+07:00</atom:updated><title>REFLEKSI HUT KOTA JAKARTA KE 480</title><description>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;22 Juni, adalah ulang tahun kelahiran Kota Jakarta. Tahun ini usia Kota Jakarta genap 480 tahun. Pesta meriah pun telah dilaksankan di lapangan Monas sebagai simbolis perayaan ulang tahun Kota Jakarta oleh Pemda DKI. Gubernur baru mungkin menjadi kado spesial yang akan diterima warga Jakarta.Mudah-mudahan kado ini berguna dan membawa kebaikan dan perubahan yang berarti pada para penghuni kota Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; Sedikit kembali ke sejarah tentang  terbentuknya Kota Jakarta. Menurut Ridwan Saidi, budayawan Betawi, pada tanggal 22 juni pada abad ke 16 ada peristiwa yang mengerikan yakni 3000 rumah orang betawi yang berada dipingir laut di bakar pasukan Fatahillah, akibatnya ribuan orang betawi mengungsi. Hati saya perih, bagaimana mau senang? Apa yang mau kita rayain, ujar Ridwan Saidi (&lt;i style=&quot;&quot;&gt;dikutip dari Kompas Sabtu 23 Juni 2007&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Menarik apa yang dikatakan Ridwan Saidi, ternyata tanggal 22 Juni yang dipakai sebagai hari jadi Kota Jakarta adalah hari penuh duka. Bukan bermaksud untuk mempercayai hal-hal diluar logika hingga timbul prasangka ”jangan-jangan kondisi Jakarta yang carut marut karena salah memilih tanggal kelahiran kota” Ah itu hanya prasangaka yang tak mendasar.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke kondisi sekarang, Jakarta sebagai Kota Megapolitan dimana terdapat jutaan&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;orang hidup di dalam nya tentu syarat akan kompleksitas masalah. Apalagi Jakarta juga menjadi Ibu Kota negara yang menjadikan Jakarta sebagai cermin Indonesia di dalam maupun luar negeri. Melulu kesehariannya Jakarta masih berputar pada persoalan klasik yang sampai sekarang masih jauh dari penyelesaian. Macet, banjir, polusi, adalah keseharian yang menjadi pemandangan Jakarta. Belum lagi masalah-masalah sosial, ekonomi, bahkan pergeseran moral dan etika pun telah menyatu dengan irama kehidupan di Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya persoalan pastilah dijumpai dikota manapun di dunia, tetapi tentunya ada harapan untuk penyelesaian persoalan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Nampaknya di Jakarta solusi dan pemecahan persolan masih belum menunjukan tanda-tanda berakhir. Kita warga Jakarta tidak akan pernah tau kapan Jakarta terbebas dari macet, terbebas dari banjir, terbebas dari polusi, terbebas dari masalah sosial dan ekonomi. Tidak nyaman rasannya hidup tanpa kepastian seperti sekarang ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ya..memang melihat Indonesia cukup dengan melihat Jakarta. Jika Jakarta terbebas dari kemiskinan, pasti Indonesia akan menghapus kata” miskin” dalam kamus &lt;i style=&quot;&quot;&gt;track record&lt;/i&gt; nya. Karena nyatannya di ”jantung” Negara Indonesia masih banyak rakyatnnya yang masih bertanya ”masih bisa makan kah kita esok hari?”...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/06/refleksi-hut-kota-jakarta-ke-480.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-4169843725749618643</guid><pubDate>Wed, 20 Jun 2007 07:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-06-20T14:52:19.128+07:00</atom:updated><title>LINDUNGI BURUH MIGRAN</title><description>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tindakan kekerasan memang sangat akrab dengan para tenaga kerja &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:country-region st=&quot;on&quot;&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; di luar negeri. Migran Care menyebutkan sepanjang 2007 saja sudah terjadi 28 TKI yang mengalami tindakan kekerasan.Yang menyedihkan sepanjang 2007 ini sudah tercatat 61 TKI meninggal dunia(&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;metrotvnews.com&lt;/span&gt;). Selain karena sakit normal, kekerasan fisik juga diindikasikan menyebabkan sakit yang berakibat kematian.&lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kekerasan yang dialami TKI di luar negeri kebanyakan terjadi pada TKI wanita. Karena posisi mereka yang umumnya sebagai pembantu rumah tangga hingga kemungkinan benturan kepentingan dan konflik rumah tangga sangat dekat dengan para TKI wanita ini.&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt; Selain kekerasan, pelecehan seksual juga sering dialami TKI wanita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Migran Care mencatat,&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;kasus kekerasan terhadap TKI yang bekerja Arab Saudi dan Malaysia.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Pemerintah seharusnya berperan aktif dalam pengikatan hukum internasional dalam kebijakan penempatan buruh migran di negara yang banyak terdapat kasus kekerasan terhadap TKI.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Depnakertrans RI yang menjadi tumpuan harapan bagi para TKI pun kadang hanya berkutat pada peraturan-peraturan dan kebijakan yang malah memberatkan TKI. Seharusnya lembaga inilah yang berada di garda depan memperjuangkan nasib TKI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;. Selain Depnakerstrans, Indonesia juga &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;telah mempunyai lembaga BNPPTKI ( Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI) yang seharusnya aktif mengawasi para TKI di perantauan. Dinegara tetangga Philipina, lembaga sejenis BNPPTKI yakni POEA (Philipines Overseas Employment Agency) mencaji contoh yang baik untuk&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;dijadikan refrensi &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;dalam menangani warga negarannya yang menjadi pekerja di luar negeri.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Sungguh perkara yang tidak mudah untuk menekan angka ini. Jangankan di negara lain, kejadian kekerasan terhadap pembantu rumah tangga malah sering juga terjadi di tanah air. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Perlunya perlindungan hukum akan profesi pembantu rumah tangga, dan aturan ketenaga kerjaan yang juga harus menyentuh pada profesi pembantu rumah tangga diharapkan mampu menekan perlakuan tidak manusiawi terhadap mereka.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/06/lindungi-buruh-migran.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-6979218654759836633</guid><pubDate>Tue, 19 Jun 2007 09:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-06-19T17:13:59.462+07:00</atom:updated><title>SUTIYOSO TEBAR PESONA?</title><description>Diakhir masa jabatannya, Gubernur Sutiyoso nampaknya sangat pro kepada warganya.Banyak tindak tanduk dan kebijakannnya yang layak diacungi jempol. Yang terakhir adalah dengan tegas Sutiyoso menolak menandatangani kenaikan tarif PAM jika pelayanan nya masih buruk. Wow sungguh mulia tindakan tersebut. Saat merebaknya sengketa tanah di Meruya,  Sutiyoso berada dibarisan depan untuk &quot;pasang badan&quot; jika sampai lahan di Meruya digusur. Juga Sutiyoso menunjukan sikap &quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Good Guys&quot; &lt;/span&gt;terhadap warga korban lumpur Sidoarjo yang berunjuk rasa di Jakarta beberapa waktu lalu. Itu adalah sekelumit aksi Sutiyoso menjelang lengsernya dari &quot;kursi empuk&quot; Jakarta 1.&lt;br /&gt;Malah Sutiyoso mendapat ekspose media yang positif saat &quot;Insiden Sidney&quot; yang melibatkan dirinya menambah citra baik akan dirinya diakhir masa jabatan.&lt;br /&gt;Sesungguhnya sikap baik harus juga direspon positif, namun yang menjadi aneh kenapa perubahan yang signifikan dengan keberfihakannnya kepada warga justru mengental di akhir masa jabatan. Apakah ini hanya sekedar &quot;tebar pesona&quot; untuk kepentingan yang lebih besar?. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Memang telah banyak hal yang dilakukan Sutiyoso untuk Jakarta  tetapi banyak juga program dan kebijakanj nya  yang dilakukan melukai warga Jakarta. Yang jelas Sutiyoso telah menikmati tahta memimpin Jakarta untuk 2 periode. Bahkan Sutiyoso memegang record menggawangi Ibu Kota dengan 5 presiden yang berbeda.&lt;br /&gt;Dimasa menjelang Pilkada DKI dimana Wakil Gubernur Fauzi Bowo menjadi kontestan pada pesta demokrasi warga Jakarta, tentunya sikap &quot;baik&quot; Sutiyoso kali ini bisa dijadikan dapat di garis bawahi. Apakah ada korelasinya dengan kampanye sang wakil nya. Mudah-mudahan tidak. Mungkin Gubernur Sutiyoso sudah makin dewasa untuk menjadi pemimpin. Sejatinya Pemimpin haruslah berpihak kepada rakyatnya.&lt;br /&gt;Terimakasih Bang Yos dengan apa yang telah Bang Yos berikan kepada Jakarta. Yang Pasti warga Jakarta sudah punya penilaian sendiri atas prestasi Bang Yos selama memimpin Jakarta.&lt;/span&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/06/sutiyoso-tebar-pesona.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-4480434650668527110</guid><pubDate>Mon, 18 Jun 2007 07:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-07T11:47:25.927+07:00</atom:updated><title>AKSI &quot;SPIDERMAN&quot; CERIYATI</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtkFS6sf2jLE4dTy7dq_7sDWuVpcLhDyC83asb1XOaEOqWDyhLXumG5QMuGH4gnwUKfisTEppdHLx4HJrebyslVl5Qg3STKEuEef3gYdBnCNtwKiAuLan8z36JbuwkQSon63rdtj6DGkU/s1600-h/ceriyati2.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtkFS6sf2jLE4dTy7dq_7sDWuVpcLhDyC83asb1XOaEOqWDyhLXumG5QMuGH4gnwUKfisTEppdHLx4HJrebyslVl5Qg3STKEuEef3gYdBnCNtwKiAuLan8z36JbuwkQSon63rdtj6DGkU/s320/ceriyati2.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5077323481302605778&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Foto by Reuters via Yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Diselamatkan:&lt;/span&gt;Ceriyati berhasil diselamatkan petugas pemadam kebakaran setelah nekat kabur dari Kondominium Tamarind Lantai 15, Malaysia, Sabtu 17 Juni 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar memilukan nasib pahlawan devisa TKI yang mengadu ringgit di Malaysia kembali terdengar. Ceriyati (34), TKI asal Bresbes nyaris merenggang nyawa karena nekat kabur dari Kondominium Tamarind lantai 15 tempatnya bekerja sebagai pembantu , Sabtu 17 Juni lalu. Dengan menyambungkan dan melilitkan pakaian, Selimut, gorden yang digunakannya sebagai tali Ceriyati keluar dari lantai 15 lewat jendela. Ketika Ia bergantungan diluar lantai 12 kenekatan ceriayati berakhir karena mendapatkan pertolongan petugas pemadam kebakaran Malaysia setelah penghuni kondominium melaporkan kenekatan Ceriyati itu. Untung saja Ceriyati dapat diselamatkan. Jika tidak kematian sia-sia yang akan ia dapatkan. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Ceriyati tentu bukan tanpa alasan. Siksaan, pengekangan, sampai hilangnya hak azazi untuk beribadah  yang melatarbelakangi  aksi &quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Spiderman&quot; &lt;/span&gt;Ceriyati ini. Pengakuan Ceriyati ini  dilansir News Strait Times Malaysia edisi Minggu 18 Juni 2007 yang dikutip &lt;a href=&quot;http://www.detik.com/indexberita/index.php?fuseaction=indeks.berita&amp;idkanal=10%22&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;detik.com.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kejadian Ceriyati harusnya mendapat perhatian exstra dari pemerintah untuk memberikan kontribusi nyata berupa perlindungan dan pengawasan akan keberadaan para TKI di Malaysia ataupun di negara lainnya. Terlepas dari kenekatan yang &quot;salah&quot; dilakukan Ceriyati, tetap saja kejadian yang menimpa nya adalah tragedi kemanusiaan yang memilukan. Seorang anak manusia yang mencoba bertahan hidup dengan menjadi pembantu rumah tangga di negeri orang mendapatkan perlakuan yang tidak berprikemanusiaan. Bukan hal ini yang di impikan Ceriyati. Dimimpinya pastilah membawa genggaman ringgit untuk dibawannya ke Indonesia yang akan digunakann menafkahi keluarganya dan memperbaiki taraf hidupnya. Sungguh perjuangan yang layak diberi apresiasi.&lt;br /&gt;Tentu kisah Ceriyati bukan yang pertama, mungkin sudah ratusan bahkan ribuan cerita seperti ini tersiar. Malah yang lebih memilukan dari kisah-kisah itu, nyawa para TKI pun kadang jadi taruhannnya. Namun anehnya selalu dan selalu terulang kisah tragedi seperti ini. Semakin aneh juga ternyta masih banyak masyarakat Indonesia yang berminat mengadu nasib di negeri orang dengan menjadi TKI?...&lt;br /&gt;Jika lapangan pekerjaan di negeri sendiri bisa mumpuni, bisa menjadi andalan untuk bertahan hidup ditengah badai krisis seperti sekarang ini, pasti takan ada cerita duka dari TKI di negeri orang, karena telah hilang minat untuk merantau mencari rezeki di luar negeri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/06/aksi-spidermen-ceriyati.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtkFS6sf2jLE4dTy7dq_7sDWuVpcLhDyC83asb1XOaEOqWDyhLXumG5QMuGH4gnwUKfisTEppdHLx4HJrebyslVl5Qg3STKEuEef3gYdBnCNtwKiAuLan8z36JbuwkQSon63rdtj6DGkU/s72-c/ceriyati2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-1425895892995015579</guid><pubDate>Fri, 15 Jun 2007 10:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-06-15T18:57:41.540+07:00</atom:updated><title>&quot;UANG SETORAN &quot; DI AJANG PILKADA</title><description>Setelah munculnya 2 kandidat calon gubernur pada Pilkada DKI, berarti makin dekat pula pesta demokrasi di wilayah DKI akan terlaksana. Wacana calon independent dari luar Parpol masih terus didengungkan sambil menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi. Kemungkinan calon independent pada Pilkada yang akan berlangsung 8 Agustus 2007 nanti bakal tak kesampaian, dikarenakan keterlambatan mengankat wacana ini.&lt;br /&gt;Setelah dinyatakan lulus seleksi, kedua pasangan Cawagub yakni Adang - Dhani yang digawangi PKS dan Fauzi-Prijanto yang dimotori Koalisi Jakarta yang merupakan koalisi beberapa Parpol sudah mulai lebih agresif melakukan pendekatan kepada warga DKI dengan metode kampanye &quot;terselubung&quot;. dikarenakan belum tiba masa kampanye. Namun dalam kampanye curi mencuri start tampaknya pemandangan lumrah yang dilakukan oleh para kontestan.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tentu para tim sukses dari kedua pasangan Cawagub ini sedang sibuk memaksimalkan strategi kampanye sementara para Cawagub yang gagal menjadi kontestan pada Pilkada DKI juga tengah sibuk untuk menagih uang yang telah dikeluarkan yang telah mereka setorkan pada Parpol sebagai &quot;uang setoran&quot; untuk memasukan nama mereka pada bursa Cawagub. Sinyalemen &quot;uang setoran&quot;  ke Parpol untuk mendaftarkan diri sebagai Cawagub kini tengah ramai diberitakan oleh media. Hal ini tentunya bukan sekedar isapan jempol belaka, karena telah meluncur pengakuan akan &quot;uang setoran&quot; ini dari beberapa orang yang sebelumnya ramai mengisi bursa nama-nama Cawagub yang dihembuskan Parpol.&lt;br /&gt;Sejumlah pensiunan jenderal  yang namannya sempat beredar dibursa Cawagub mengiyakan adannya sejumlah &quot;setoran&quot; kepada Parpol.&lt;br /&gt;Jumlah setoran kepada Parpol itu konon bisa mencapai miliaran rupiah. Tentu Parpol membantah akan sinyalemen uang &quot; setoran&quot;. Rasannya rakyat yang menonton drama Pilkada ini pasti sudah mempunyai jawaban untuk mempercayai atau tidak akan hal ini.&lt;br /&gt;Ajang Pilkada DKI tentu sangat relevan dengan pribahasa &quot; Jika ingin mendapat ikan besar,umpannyapun harus besar. Untuk mendapatkan posisi orang nomer 1 di Jakarta harus mengeluarkan uang yang besar untuk memuluskan langkah menuju &quot;kursi empuk&quot; .&lt;br /&gt;Tertawa..ya hanya tertawa yang bisa kita lakukan sebagai penonton pertarungan politik yang tidak sehat ini. Yang menjadi pertanyaan apakah jika mereka para nama yang sebelumnya masuk dalam bursa Pilkada itu akhirnya menjadi  Cawagub dan bisa mengikuti Pilkada, mereka akan teriak-teriak untuk mengungkapkan bahwa mereka telah mengeluarkan &quot;uang setoran&quot;? Rasa nya hal tersebut sangat tak mungkin dilakukan...&lt;br /&gt;&quot;Sudah jatuh tertimpa tangga&quot; inilah pribahasa yang tepat untuk mengambarkan orang-orang yang namanya sempat beredar pada bursa Cawagub DKI. Sudah tak terpilih menjadi Cawagub, Uang miliaran pun ludes des des...hehehe. &lt;/span&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/06/uang-setoran-di-ajang-pilkada.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-8323276057294320498</guid><pubDate>Thu, 14 Jun 2007 04:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-06-14T12:22:12.468+07:00</atom:updated><title>KAPITALIS YANG TAK NASIONALIS</title><description>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Aneh di negeri yang mempunyai produksi kelapa sawit nomor 2 terbesar di dunia setelah &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:country-region st=&quot;on&quot;&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, ternyata harga minyak goreng nya mahal dan malah terkadang keberadaan minyak goreng hilang dipasaran. Aneh!!!!&lt;br /&gt;&lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:country-region st=&quot;on&quot;&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; mempunyai produksi kelapa sawit &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;sebesar 13 juta ton pertahunnnya. Sedangkan untuk &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;memenuhi pasar dalam negeri hanya dibutuhkan 3 juta ton saja. Dari data ini harusnya minyak goreng menjadi murah atau paling tidak selalu tersedia dipasar.Karena kebutuhan dalam negeri hanya ¼ dari jumlah kemampuan produksi. Pastilah ada yang “tidak beres” jika harga minyak goreng bisa membumbung tinggi. Sekarang ini. Harga minyak goreng curah dengan kualitas rendah yang beredar di pasaran sejak Mai-Juni 2007 sekitar Rp 9500 – Rp 10.000/ kg . Harga normalnya berkisar Rp 6500 – Rp 7000. Yang membuat geram adalah sudah harga nya naik signifikan, ketersedian dipasaranpun cukup langka.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa pemerintah melakukan langkah-langkah standar dalam menyingkapi hal ini. Operasi pasar menjadi senjata andalan . Namun lagi-lagi metode dan mekanisme pelaksanaan operasi pasar yang melulu itu-itu saja ternyata gagal menekan harga. Malah menimbulkan tanya apakah pemerintah kehabisan cara untuk menekan harga.&lt;br /&gt;Antrian panjang masyarakat yang membutuhkan minyak goreng selalu mewarnai setiap operasi&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;pasar yang digelar. Potret suram nasib rakyat tergambar jelas dalam gurat wajah dan peluh kaum ibu yang mengantri membeli minyak. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kelangkaan ini menurut para pengamat ekonomi dipicu dengan kenaikan harga jual minyak sawit dipasar internasional. Inilah yang mendorong para pengusaha lebih memilih menjual kelapa sawit kepasar internasional. Kalau hal ini benar sungguh mental kapitalisme yang tidak nasionalis dipertontonkan dengan amat nyata para pengusaha. Padahal para pengusaha itu bisa menikmati kekayaan dan keberhasilannya selama ini tak lepas dari subsidi yang diberikan oleh pemerintah. Tentu saja uang subsidi dipungut dari pajak masyarakat. Sungguh biadab tindakan tersubut!!&lt;br /&gt;Dari paradigma hukum ekonomi tindakan pengusaha yang menjual minyak sawit ke pasar internasional tidak lah salah , karena harga yang ditawarkan lebih baik yang menyebabkan margin menjadi tinggi. Lagi-lagi apakah melulu hanya demi margin tinggi jadi kehilangan nurani. Sementara jutaan penghuni Bumi &lt;st1:country-region st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; mengantri untuk mendapatkan minyak goreng. Mungkin saja pada antrian itu ada diantara mereka yang mempunyai pertalian darah dari para pengusaha itu, malah siapa tau ada para ibu mereka yang juga kesulitan mendapatkan minyak goreng…..&lt;br /&gt;Lagi pemerintah gagal menjamin kelayakan hidup masyarakat. Jangankan untuk menciptakan kesejahteraan untuk memenuhi kebutuhan dasar saja pemerintah tidak mampu.&lt;br /&gt;Dan rakyatlah yang kembali menderita…&lt;br /&gt;Dan kesabaran senantiasa menjadi kekuatan yang sangat mahal hargannya….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/06/kapitalis-yang-tak-nasionalis.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>6</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-328163164611021091</guid><pubDate>Thu, 07 Jun 2007 11:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-06-07T19:46:20.517+07:00</atom:updated><title>&quot;KUDA HITAM&quot; DI PILKADA DKI</title><description>Hari ini Kamis 07 Jini 2007 adalah hari terakhir pendaftaran para calon gubernur yang diusung oleh Parpol untuk bertarung pada Pilkada DKI. Intrik dan manuver politik kentara sekali mewarnai aktivitas politik menjelang berakhirnya masa pendaftaran yang akan ditutup pada jam 24.00 WIB nanti malam. Pasangan Cagub dan Cawagub  telah mendaftarkan diri ke KPUD adalah Fauzi Bowo-Prijanto yang diusung beberapa  Parpol yang tergabung dalam Koalisi Jakarta, Sedangkan pasangan Adang Dorodjatun- Dani Anwar yang digawangi PKS  sampai sore ini belum mendaftar. Begitupun  dengan pasangan yang baru muncul Agum Gumelar- Didik J Rachbini yang diusung PKB juga masih belum mendaftar. Tampaknya menjelang detik-detik terakhir masa penutupan pendaptaran para Tim Sukses masing-masing calon gubernur ini masih saling intip kekuatan lawannya. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Yang tak kalah menariknya adalah makin mengerucutnya wacana calon independent diluar Parpol sebagai alternatif calon gubernur. Jika dalam putusan Mahkamah Konstitusi calon independent dalam Pilkada DKI diperbolehkan tentu peta politik akan semakin terbuka dan masyarakat akan semakin mempunyai banyak pilihan untuk menentukan siapa yang akan mengisi orang nomer  satu di Ibu Kota. Para kandidat independent pun tengah bersiap diri untuk maju diantaranya pasangan Sarwono-Jefry Geovanie yang memutuskan menjadi calon independent setelah ditelikung Parpol yang sebelumnya mencalonkan pasangan ini. Ada juga nama pasangan Faisal Basri - Rano Karno.&lt;br /&gt;Wacana calon independent inilah yang membuat kubu Cagub dari Parpol menjadi gelisah. Karena calon independent ini bisa menjadi &quot;kuda hitam&quot; saat Pilkada nanti.&lt;br /&gt;Janji tinggal janji tampaknya inilah potret politik yang terpampang di mata masyarakat Jakarta menjelang kampanye Pilkada. Banyak janji, banyak memberi mimpi, banyak memberi harapan tetapi nyatannya banyak mengingkari, banyak mengelabui, banyak menyakiti inilah faktannya.&lt;br /&gt;Masyarakat Jakarta yang kenyang akan janji manis para polistisi yang kebanyakan berasal dari Parpol pastilah dapat tergoda dengan calon independent. Atau jika tingkat kepercayaan kepada politisi makin berkurang maka Golputlah yang menjadi pilihan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/06/kuda-hitam-calon-independent-pilkada.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-8201240493801166454</guid><pubDate>Wed, 06 Jun 2007 03:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-06-06T11:03:42.843+07:00</atom:updated><title>LEGISLATIF VS EKSEKUTIF</title><description>Ketidakhadiran Presiden SBY dalam Sidang Paripurna DPR-RI, Selasa 5 Juni kemarin untuk menjawab interpelasi DPR dalam soal dukungan RI terhadap Resolusi PBB terhadap nuklir Iran tampaknya kembali membuka perang dingin antara lembaga legslatif dan eksekutif.&lt;br /&gt;Interplasi yang dilayangkan DPR terhadap kebijakan pemerintah dalam sikap politik luar negeri kali ini memang adalah hak DPR. Justru mengemuka adalah nuansa politik yang kental dalam menggelindingkan isu interplasi ke kancah politik yang mengakibatkan &quot;ketegangan&quot; politik.&lt;br /&gt;Para politisi di Senayan ini menghendaki presiden dapat hadir langsung guna menjawab hak interplasi DPR. Namun nampaknya Presiden SBY kukuh untuk tidak hadir dan lebih megutus pembantu-pembantu nya untuk hadir dan menjawab interplasi itu di sidang DPR-RI kemarin.&lt;br /&gt;Tentu saja ketidak hadiran presiden ditanggapi miring oleh anggota DPR. Terbukti saat Sidang Paripurna berlangsung &quot;hujan&quot; interupsi yang mempertanyakan ketidak hadiran presiden tiada henti dilontarkan anggota dewan. Sementara para menteri utusan presiden yang hadir mewakili presiden tak diberi kesempatan mengemukakan jawaban presiden atas interpelasi tersebut. Suasana sidang yang memanas akhirnya menyebabkan ditunda nya Sidang Paripurna DPR.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi situasi di Senayan, seperti biasannya SBY degan sigap nya menggelar konfrensi pers di Istana pada Selasa sore. SBY sepertinya kekeh untuk tetap tidak hadir dalam  Sidang Paripurna Interpelasi nantinnya.&lt;br /&gt;Adu kuat antara legislatif dan eksekutif sepertinya masih akan seru lanjuatan ceritannya. Terkesan interpelasi kali ini berdampak politik yang sangat kuat. Padahal hak interpelasi dan hak jawab inikan sesuatu yang wajar dalam sistem demokrasi kita. DPR mengundang presiden dengan penuh hormat, sebaiknya kehormatan itu dibalas dengan datangnya presiden ke Senayan. Walaupun dalam aturan mainnnya presiden tidak diwajibkan datang, dan boleh mengutus wakil atau pembantunya untuk menjawab interpelasi.&lt;br /&gt;Yang menjadi persoalan adalah kekuatan SBY di parlemen yang sangat tidak signifikan inilah  menjadi benang merah memanasnya ketegangan antara legislatif dan yudikatif kali ini. Sebaiknya  presiden hadir untuk lebih menunjukan respek kepada dewan karena &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;real &lt;/span&gt;politiknya suara kubu SBY di parlemen minoritas. Sementara kalangan politisi Senayan  menahan diri untuk membuat manuver politik yang berlebihan menyingkapi situasi ini.&lt;br /&gt;Nampaknya pertarungan gengsi legislatif dan erksekutif belum akan mencair, karena anggota DPR siap menggulirkan interpelasi berikutnya dengan isue lokal. Seperti interpelasi tentang kasus Lapindo atau kasus perjanjian RI dengan Singapura. Kita tunggu saja kelanjutan skenario politik nya. Rakyat hanya mengikuti dan menilai prilaku elite politik. Jika penilaian berbuah positif maka ada kesempatan mereka  kita pilih kembali pada hajatan politik di 2009, namun jika penilaian itu minus maka siap- siaplah mereka  kita &quot;tendang&quot;.&lt;/span&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/06/legislatif-vs-eksekutif.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-7192519751795756136</guid><pubDate>Wed, 30 May 2007 06:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-30T14:57:13.165+07:00</atom:updated><title>INSIDEN SUTIYOSO</title><description>Berita seputar didatanginya  Sutiyoso (Gubernur DKI) oleh PAustralian  Federal Police (AFP)   menjadi isue sensitif antara pemerintah RI dengan Australia. Insiden &quot;penggerebekan&quot; itu terjadi di Hotel tempat Sutiyoso menginap saat melakukan kunjungan kerja di New South Wales  Australia, Selasa 29 Mai 2007. Sutiyoso yang saat itu (jam 16.30 waktu Australia) sedang istirahat dikamarnya tiba-tiba  di datangi AFP untuk dimintai keterangan dan diminta hadir dalam sidang pengadilan  seputar kejadian di Timor- Timor pada tahun 1975 yang menewaskan 5 jurnalis  Australia. kala itu Sutiyoso memang pernah bertugas di Timor-timor.&lt;br /&gt;Tampaknya Sutiyoso marah besar atas kejadian ini. Sutiyoso menolak untuk menandatangani dokument yang diberikan anggota AFP dan langsung meninggalkan Australia pada hari itu juga, sebagai ungkapan protes dengan pemerintah Australia atas insiden ini. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Insiden Sutiyoso ini banyak mendapat perhatian berbagai kalangan dan menjadi isue hangat yang menghiasi halaman media nasional. Banyak fihak yang memprotes tindakan anggota AFP. Departemen Luar negeri pun tengah  melakukan klarifikasi dengan Australia atas insiden itu. Tiba-tiba rasa nasionalisme bergairah di banyak dada bangsa Indonesia. Terutama para polistisi yang berada di Senayan sangat aktif protes dengan pemerintah  Australia  atas kejadian itu. Ya.. nasionalime yang ditampilkan banyak kalangan   itu sangat indah dan cukup mengharukan.&lt;br /&gt;Memang layak jika darah nasionalisme kita mendidih melihat ada anak bangsa yang dizalimi di negara lain. Dalam konteks ini kebetulan Sutiyoso yang terkena. Sutiyoso yang merupakan orang &quot;terkenal&quot; pastilah akan dengan sangat mudah diekspose media. Pertanyaannnya apakah jika kejadia seperti ini jika menimpa anak bangsa dari kalangan biasa, seperti para TKW misalnya, akan menjadi  isue hangat nasional?..&lt;br /&gt;Pasti Pemerintah Australia mempunyai payung hukum saat &quot;menggerebek&quot; Sutiyoso.  Dasar hukum itu adalah Australia telah meratifikasi Perjanjian Stauta Roma 1998 yakni memiliki kewenangan untuk mengadili pelaku dan penjahat HAM . Sementara Indonesia belum meratifikasi.&lt;br /&gt;Nasionalime memang hal baik yang harus dimiliki segenap komponen bangsa. Tetapi nasionalisme seharusnya juga ditempatkan secara proporsional kepada isue apapun baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Nada protespun layak kita alamatkan kepada pemerintah Australia lewat jalur diplomatik. Tidak dengan jalan aksi turun kejalan dan berlaku anarkis. Karena hal ini lah yang biasannya dilakukan jika gelora nasionalisme terbakar jika bersinggungan antara Indonesia dan Australia. &lt;/span&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/05/insiden-sutiyoso.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-4479758261389569503</guid><pubDate>Thu, 24 May 2007 07:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-24T16:16:44.462+07:00</atom:updated><title>PREMANISME BERKEDOK ORMAS</title><description>Premanisme berkedok Ormas (organisasi kemasyarakatan) makin marak berkembang bak jamur dimusim hujan. Jakarta yang menjadi kota multi etnis tentu manjadi lahan subur untuk melebarkan sayap para preman berkedok Ormas. Tampaknya isu yang melatarbelakangi  terbentuknya Ormas berbasis etnis  hanya untuk menjaga eksistensi kelompok tertentu dan penguasaan suatu daerah.  Selalu saja yang dikedepankan dalam setiap aktifitas Ormas berbasis kedaerahan adalah fanatisme yang berlebihan dan egoisme lokalitas. Hal inilah yang dapat memupuk dan menjadi pemicu tindakan-tindakan  anarkis .&lt;br /&gt;Potret Ormas yang berbasis etnis memang terbilang miring . Dilihat dari aktifitas Ormas tersebut nyata benar bahwa eksistensi dan penguasaan wilayah menjadi hal utama yang mengemuka. Untuk skala kecil , lahan parkir menjadi incaran penguasaan daerah dari Ormas berbasis kedaerahan. Untuk menguasai lahan parkir ini kadang cara-cara kekerasan menjadi solusi utamanya.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Contoh terakhir adalah perebutan lahan parkir di Pasar Kebayoran Lama Selasa 22 Mai lalu antara Ormas FBR (Forum Betawi Rempug) dan IKB (Ikatan Keluarga Betawi). Keributan ini menyebabkan tewasnya 2 orang dari kelompok FBR. Akibat keributan ini aktifitas pasar menjadi terganggu dan aksi pamer kekuatan kedua kelompok semakin menjadi. Untungnya polisi sigap membendung pamer kekuatan ini hingga tidak terjadi bentrokan yang lebih jauh lagi. Dari ilustrasi kejadian itu jelas kepentingan ekonomi menjadi pendorong lahirnya ormas berbasis kedaerahan. Tak dipungkiri banyak juga aktifitas sosial dilakukan ormas-ormas ini. Jika &quot;ditimbang&quot;,  tampaknya kepentingan penguasaan atas area yang mempunyai manfaat ekonomislah yang selalu menjadi prioritas eksistensi Ormas tipe ini, sedangkan aktifitas sosial hanyalah &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;gimmic &lt;/span&gt;dan kedok kamuflase aktifitas nya&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah melalui Departemen Pertahanan dan Departemen Dalam negeri harus lebih ketat lagi memproses izin-izin Ormas seperti ini. Malah jika dirasa aktifitas Ormas berbasis kedaerahan dirasa tidak bermanfaat maka langkah yang terbaik adalah membekukan izin mereka, dan melarang aktifitasnya. Polisi pun harus aktif mengawasi sepak terjang para Ormas-Ormas yang masuk dalam kategori ini. Karena lagi-lagi masyarakat yang akan menjadi korban, paling tidak masyarakat merasa hidup dijaman sebelum Sumpah Pemuda dikumandangkan. Padahal kita hidup di jaman modern dimana sekat-sekat pemisah manusia dari unsur SARA semakin hilang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/05/premanisme-berkedok-ormas.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-3602294758171436811</guid><pubDate>Wed, 23 May 2007 08:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-07T11:47:26.291+07:00</atom:updated><title>SATRIA ITU BERNAMA AMIN RAIS</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmSsdJXfk_FP0wgYxLHcLH1b0yD-rOsL7Mz0L9Nn0t8svlEfYDj8PX-6jzAPTx3h0JzN3omBIOetOMdYh482QEfQ4tFpl21-gN_8yIcmmEMpy7RfMkrO6ejq2sOu_a1Q5O_vgDHWG0Eno/s1600-h/amin+rais+bw.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmSsdJXfk_FP0wgYxLHcLH1b0yD-rOsL7Mz0L9Nn0t8svlEfYDj8PX-6jzAPTx3h0JzN3omBIOetOMdYh482QEfQ4tFpl21-gN_8yIcmmEMpy7RfMkrO6ejq2sOu_a1Q5O_vgDHWG0Eno/s320/amin+rais+bw.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5067681439082545362&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;               &lt;span style=&quot;font-size:78%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;font-size:78%;&quot; &gt;Foto: Asiaweekmegazine&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;AMIEN RAIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah kebenaran walaupun itu pahit. Mungkin filosofi itu yang melekat di sanubari seorang Amien Rais. Siapa tak kenal sepak terjang beliau baik sebagai seorang akademisi maupun sebagai seorang tokoh politik. Banyak kisah Amien Rais yang telah terdokumentasikan oleh publik. kali ini Amin pun melakukan pembelajaran terhadap bangsa ini tentang kejujuran. Amien mengakui telah menerima aliran dana nonbudjeter DKP (Departemen Kelautan dan Perikanan) yang waktu itu dipimpin Rohmin Dahuri untuk kepentingan kampanye pada pemilu Pilpres 2004 lalu. Kasus DKP memang sedang hangat-hangatnya menjadi sorotan publik karena dana nonbudgeter DKP ini telah mengalir kemana-mana yang terindikasikan suatu tindakan korupsi karena mengunakan keuangan negara bukan pada tempatnya. Kasus DKP inilah yang menyeret Rohmin Dahuri  ke meja hijau sebagai tersangka korupsi dana nonbudgeter DKP ini. Dalam persidangan, Rohmin membuka tabir aliran dana DKP. Ia memaparkan kemana saja dana itu disalurkan . Bukti-bukti akan aliran dana itu tercatat lengkap oleh Rohmin . Bukti inilah yang kemudian membuat kebakaran jenggot banyak politisi di negeri ini.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fulpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik,  ternyata aliran dana itu pun hinggap ke pada para peserta kontestan dalam Pemilu Pilpres 2004. Data yang beredar di publik (&lt;a style=&quot;font-style: italic;&quot; href=&quot;http://www.liputan6.com/view/2,141711,1,0,1179574659.html&quot;&gt;liputan.6.com&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;)&lt;/span&gt; bahwa tim sukses Amien Rais menerima dana Rp 400.000.000, Mega Center menerima dana Rp 208.000.000,tim sukses SBY-Jk menerima Rp 387.000.000, Blora Center menerima Rp 40.000.000, tim sukses Wiranto Rp 20.000.000. Aliran dana inilah yang menjadi  bola panas yang menggelinding hingga menjadi komoditas isu politik nasional. Karena jika benar maka para penerima dana ini pun bisa dijebloskan kedalam penjara karena melanggar undang-undang pemilu . Bahkan Presiden yang sekarang berkuasa pun dapat digulingkan kekuasaannya karena  Undang-undang Pemilihan Presiden jelas menyebutkan bahwa jika terbukti menerima dana pemerintah, para calon presiden bisa dipenjara maksimal dua tahun penjara dan batal menjadi presiden.&lt;br /&gt;Terlepas benar atau tidaknya aliran dana non budjeter DKP yang hinggap pada para politisi itu, biarlah waktu yang menjawabnya lewat proses pengadilan. Yang pasti langkah Amien Rais yang jujur menyuarakan nuraninnya dan mengakui kalau tim suksesnya menerima aliran dana itu merupakan sikap kesatria. Kejujuran seperti ini sangat langka dan mahal sekali hargannya. Pastilah Amien telah mempunyai hitung-hitungan nya sendiri. Reputasi yang menurun atau bahkan hukuman bui bisa diterima Amien atas kejujuran tersebut. Simpati atas sikap Amien layak kita berikan kepada tokoh reformasi Amien Rais.&lt;br /&gt;Selama berjuang Sang Kancil..!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/05/satria-itu-bernama-amin-rais.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmSsdJXfk_FP0wgYxLHcLH1b0yD-rOsL7Mz0L9Nn0t8svlEfYDj8PX-6jzAPTx3h0JzN3omBIOetOMdYh482QEfQ4tFpl21-gN_8yIcmmEMpy7RfMkrO6ejq2sOu_a1Q5O_vgDHWG0Eno/s72-c/amin+rais+bw.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-223245672429075152</guid><pubDate>Wed, 23 May 2007 05:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-23T19:25:12.245+07:00</atom:updated><title>RAPOR MERAH POLISI</title><description>Polisi tembak penjahat sudah biasa. Polisi tembak polisi baru luar biasa. Inilah faktannya. Kembali Rapor merah  ditunjukan personil Polisi.  Selama tahun 2007 ini telah terjadi beberapa  kasus polisi tembak polisi . Adalah Mantan Kasat Lantas AKP Rony Pasaribu menembak mantan anak buahnya Briptu Hidayat hingga tewas. Usai menembak, AKP Rony melakukan bunuh diri dengan menyarangkan peluru kediri sendiri hingga tewas.Kejadia ini berlangsung di Hotel Asmat, Merauke, Papua, Selasa 22 Mai 2007.&lt;br /&gt;Semenjak Januari hingga Mai 2007 saja telah terjadi beberapa kali polisi melakukan kesalahan fatal mengumbar pelurunya hingga menyebabkan kematian baik kepada rekan polisinya  atau non polisi. Kejadian itu diataranya terjadi di Semarang 13 Maret 2007 , Briptu Hance menembak  atasannya Wakapolwil Semarang AKBP Lilik Purwanto hinga tewas. Selain menembak rekannya sesama polisi, ada juga kejadian akibat kelalaian penggunaan senjata oleh polisi seperti yang terjadi di Surabaya 2 Mai 2007 Briptu Deny Bagus Harioyono menembak istrinya, yang lebih heboh lagi terjadi di Bekasi, 28 Agustus 2007 Anggota Polres Bekasi Timur Aipda Sahudin Debatara Simamora menembak mati istrinya, Kapten CAJ Adiana Siringgo-Ringgo, setelah menembak, Sahudin lalu mencoba bunuh diri tapi gagal.  &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tentu ada sederet kasus serupa yang terjadi melibatkan oknum polisi akibat kelalaian pengunaan senjata api. Insiden penembakan yang dilakukan polisi ini membuktikan adannya masalah di tubuh Polri. Dengan kata lain ada sistem yang tidak berjalan. &lt;span class=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Banyak kritik diarahkan kepada Polri untuk menarik senjata yang berada di tangan personil polisi. Tentu ini bukan solusi yang tepat. Janggal juga polisi bertugas tanpa membawa senjata. Senjata adalah alat pengamanan dan pertahanan saat melakukan tugas di lapangan. Jika Indonesia sudah mampu menekan angka kriminalitas berada di titik nol, barulah polisi tidak perlu membawa senjata. Fakta dilapangan bahwa tingkat kriminalitas makin tinggi di Indonesia, apalagi salah satu faktor maraknya aksi kriminalitas adalah masalah kesenjangan ekonomi dan kemiskinan yang masih akrab dengan kebanyakan rakyat. Nah disinilah peran polisi sangat diperlukan untuk melindungi dan mengayomi masyarakat.&lt;br /&gt;Polisi sebagai aparat penegak hukum terdepan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat memang mempunyai tugas yang teramat berat. Tekanan tugaspun bisa menjadi faktor pemicu tindakan Personil polisi diluar kendalinya. Apalagi Polisi mempunyai senjata ditangannya, jika ada faktor pemicu yang mengakibatkan kontrol polisi melemah maka akan sangat mungkin senjata itu menjadi sesuatu yang digunakan untuk memecahkan masalah.&lt;br /&gt;Sepertinya Polri tidak cukup hanya sekedar melakukan tes psiqologi untuk menentukan layak tidaknya personil polisi mengenggam senjata.  Terpenting adalah Polri  melakukan pembenahan menyeluruh terutama sistem perekrutan ,  sistem pendidikan dan pembinaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/05/rapor-merah-polisi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-89920665707510231</guid><pubDate>Mon, 21 May 2007 11:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-21T18:03:42.428+07:00</atom:updated><title>EKSEKUSI LAHAN MERUYA DITUNDA</title><description>&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Lahan seluas 43 hektar yang dihuni 21.000 jiwa di kawasan Meruya Selatan yang rencananya akan di eksekusi Pengadilan Negeri Jakarta Barat Senin 21 Mai hari ini, ditunda untuk waktu yang belum ditentukan. Keputusan penundaan ini disambut suka cita ribuan warga . Sebelumnya warga Meruya malah telah siap melakukan perlawanan fisik, bahkan warga sudah mulai melakukan persiapan untuk menutup semua akses jalan yang menuju Meruya dalam upaya menghalangi petugas yang akan menjalankan eksekusi.&lt;br /&gt;2 minggu terakhir kasus sengketa lahan antara warga Meruya Selatan vs PT Porta Nigra memang menghangat dan banyak mendapat perhatian berbagai fihak. Penundaan eksekusi ini bukan berarti masalah ini selesai. Penyelesaian secara hukum masih terus diupayakan antara fihak-fihak yang bertikai. Walaupun sebenarnya secara hukum PT Porta Nigra telah memenangkan perkara ini lewat putusan Mahkamah Agung.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing fihak memang mempunyai bukti-bukti atas kepemilikan lahan di Meruya. Warga dan Pemda mempunyai sertifikat tanah yang sah, sementara kepemilikan lahan oleh PT Porta Nigra berdasarkan girik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Terlepas siapa yang nantinya akan dimenangkan oleh putasan &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;pengadilan atas kepemilikan lahan ini, tentunya penundaan eksekusi merupakan keputusan yang arif. Karena jika eksekusi jadi dilaksanakan tentunya akan ada bentrok fisik yang dikhawatirkan akan menimbulkan korban jiwa. Karena warga Meruya telah bertekat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;all out &lt;/i&gt;untuk mempertahankan wilayahnya, sementara aparat juga melaksanakan tugas atas putusan pengadilan dan ini legal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Pastilah akan membutuhkan waktu yang panjang lagi untuk melanjutkan proses hukum atas sengketa tanah ini. Dibutuhkan kesabaran dan kearifan berbagai fihak yang terlibat dalam masalah ini. Legitimasi hukum memang harus ditegakan, namun humanisme juga wajib menjadi pertimbangan untuk melaksanakan proses hukum nantinnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/05/eksekusi-lahan-meruya-ditunda.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-4370069246919758803</guid><pubDate>Mon, 21 May 2007 05:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-07T11:47:26.419+07:00</atom:updated><title>9 TAHUN  REFORMASI</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLufLPnus-CW2n3g-_EZKUkOg5bIL_ZtVS7JL-ea0mJgKiqwO-gYKxeHzxMMV9saWvasHxcGfPit6rYBTuTHpqdRcu0FSSSIA5McCCFXESFUVXpHcP_DIdwQwsV6cUvqRp5gYOF9ivRNM/s1600-h/suharto+bw.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;cursor: pointer; width: 133px; height: 178px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLufLPnus-CW2n3g-_EZKUkOg5bIL_ZtVS7JL-ea0mJgKiqwO-gYKxeHzxMMV9saWvasHxcGfPit6rYBTuTHpqdRcu0FSSSIA5McCCFXESFUVXpHcP_DIdwQwsV6cUvqRp5gYOF9ivRNM/s320/suharto+bw.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5066897719220175042&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;br /&gt;H.M Soeharto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;Tepat hari ini 21 Mai, 9 tahun yang lalu, Soeharto turun tahta. Jabatan presiden yang dipegangnya selama 32 tahun berakhir yang ditandai dengan pidato pengunduran dirinya. Tanggal  lengsernya Soeharto ini diperingati sebagai peringatan reformasi karena mundurnya  Soeharto sebagai presiden adalah menjadi moment terpenting dalam sejarah reformasi di tanah air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;9 tahun berlalu, semenjak reformasi bergulir Indonesia telah berganti presiden 4 kali, Sejak dilimpahkan jabatan presiden dari Soeharto ke Habibie, Lalu lewat pertarungan dramatik di Sidang Umum MPR, Gus Dur terpilih sebagai presiden . Hanya menjabat 2 tahun kemudian Gus Dur dilengserkan parlement dan digantikan Megawati yang waktu itu menjabat wakil presiden. Melalui pemilu 2004 yang merupakam pemilu presiden secara langsung akhirnya mengukuhkan Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden RI yang ke 5 .&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Gerakan reformasi berhasil merubah ”wajah” Indonesia menjadi negara yang terbuka, yang tidak elergi terhadap kritik dan &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;demonstrasi. Indonesia menjelma menjadi negara demokrasi. Hal inilah yang menjadi kebanggaan dari bergulirnya reformasi selama ini. &lt;b style=&quot;&quot;&gt;TIDAK &lt;/b&gt;untuk hal lainnya. Kondisi ekonomi yang belum pulih semenjak krisis ekonomi, kesenjangan sosial yang masih mencolok, penegakan hukum yang jalan ditempat, korupsi yang masih menjadi budaya menjadi momok menakutkan pasca reformasi bergulir.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya bukan hal inilah yang menjadi tujuan reformasi. Hakekatnya reformasi merubah keadaan yang tidak baik menjadi baik. Nyatannya sampai hari ini masih banyak keadaan yang belum berubah terutama yang berhubungan langsung dengan kebutuhan pokok keseharian rakyat banyak. Masih banyak rakyat yang tidak bisa makan akibat miskin, masih terdengar jerit buruh yang di PHK dan tidak mendapatkan upah yang layak, masih banyak rakyat meninggal karena sakit yang tak terobati akibat tak tersentuh rumah sakit, masih banyak para pemuda yang telah menamatkan pendidikannnya namun masih menganggur, masih banyak pungli yang makin terang-terangan disekitar kita, masih banyak anak-anak &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;berkeliaran di jalan-jalan untuk mengemis, masih banyak dan masih banyak lagi hal lainnya yang belum juga berubah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tentu sudah banyak hal yang dilakukan para pemimpin negara pasca lengsernya Soeharto, namun belum juga mampu membuat rakyat tersenyum dalam menjalani harinnya. Masih terlalu berat luka yang hinggap di bumi pertiwi ini. Untungnya rakyat Indonesia di anugerahi kesabaran yang tak terhingga untuk menunggu perubahan itu. Rakyat masih tetap memaksa senyum nya keluar walaupun keadaan sudah tak mewajibkan mereka tersenyum. Akan kah kesabaran ini bertahan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/05/wajah-reformasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLufLPnus-CW2n3g-_EZKUkOg5bIL_ZtVS7JL-ea0mJgKiqwO-gYKxeHzxMMV9saWvasHxcGfPit6rYBTuTHpqdRcu0FSSSIA5McCCFXESFUVXpHcP_DIdwQwsV6cUvqRp5gYOF9ivRNM/s72-c/suharto+bw.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-5214737587142146220</guid><pubDate>Tue, 15 May 2007 04:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-15T12:15:05.018+07:00</atom:updated><title>TRAGEDI KEMANUSIAAN</title><description>Lagi peristiwa mengenaskan terjadi di negeri ini. Senin 14 Mai 2007  kemarin di Kampung Cilangkaraya, Desa Sirna Jaya, Bekasi , Sepasang suami istri Somad (30)  dan Titi (40) menempuh Jalan pintas menghabisi hidupnya  dengan jalan gantung diri. Kemiskinan, ketidakberdayaannya menghadapi himpitan  ekonomi diduga menjadi motifasi mereka menyerah melawan takdir. Tayangan gambar di televisi tentang peristiwa ini  sangat jelas bahwa alasan kuat mengakhiri hidup pasangan ini karena ketakberdayaan mereka menghadapi kerasnya hidup. Rumah petak seadannya yang jauh dari layak menjadi potret kuat kemiskinan yang melilit kehidupan mereka.&lt;br /&gt;Tragis,... mereka yang hidup tak jauh dari ibu kota negara yang menjadi pusat ekonomi nasional mengalami nasib seperti ini. Sulit rasannnya menbayangkan percakapan terakhir pasangan ini sebelum mengantungkan diri mereka hingga merenggang nyawa. Mereka mati dalam keadaan lapar, mereka mati dalam keadaan frustasi , mereka tak sanggup lagi menahan kemiskinan yang melekat di kesehariannnya. Orang boleh mencibir tindakan mereka, yang cengeng melawan hidup.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Tetapi ini adalah pilihan.Pilihan yang tentu nya salah dari paradigma apapun yang berlaku di dunia. Bagi saya ini adalah tragedi kemanusiaan. Ya tragedi kemanusiaan yang terjadi di Indonesia. Dimana kelaparan, kemiskinan ternyata masih banyak menyelimuti kebanyakan rakyatnya.&lt;br /&gt;Mungkin Somad dan Titi adalah bagian dari rakyat Indonesia yang cengeng.  Yakinlah jika kondisi seperti ini masih terus berlangsung , akan kembali bermunculan rakyat-rakyat yang cengeng, yang memilih mengakhiri hidup karena menyerah dengan keadaan.&lt;/span&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/05/tragedi-kemanusiaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3933486832652792642.post-5928242467819734124</guid><pubDate>Mon, 14 May 2007 10:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-15T11:35:50.791+07:00</atom:updated><title>LARANGAN PENGGUNAAN VOORIDJER, SIRINE,LAMPU ISYARAT BAGI KENDARAAN PRIBADI</title><description>Pengendara di Jakarta tak lagi diperbolehkan menggunakan vorrijder (pengawalan polisi), sirene,dan lampu isyarat. Mulai hari ini,Senin 14 Mai 2007 Polda Metro Jaya akan menertibkan pelanggaran penggunaan ketiga hal tersebut.&lt;br /&gt;Penggunaan voridjer, sirene,lampu isyarat yang akhir-akhir ini makin marak digunakan para pengendara yang bukan semestinya yang terkadang malah membuat gangguan kenyamanan pengguna jalan lainnnya. Kebanyakan para pengendara yang mengunakan ketiga hal itu  untuk sekedar gengsi-gengsian misalnya digunakan untuk mengawal kendaraan pengantin, konvoi kendaraan  tidak resmi , Pengawalan  para &quot;bos&quot;, dan lain nya yang sering kita jumpai hampir setiap hari di jalan ibu kota ini. Padahal ada payung hukum yang mengatur penggunaan hal itu.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Peraturan pemerintah (PP) nomor 43/1993 dan PP nomor 44/1993 mengatur bahwa kendaraan yang diperbolehkan menggunakan sirine dan lampu isyarat adalah kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melakukan tugas,termasuk kendaraan yang diperbantukan untuk keperluan pemadam kebakaran, ambulans, dan kendaraan jenazah,kendaraan petugas penegak hukum tertentuyang sedang melaksanaan tugas,kendaraan petugas pengawal kepala negara ataupemerintahan asing yang menjadi tamu negara. Kendaraan yang juga diperbolehkan menggunakan lampu isyarat warna kuning yaitu, kendaraan yang diperbolehkan untuk membangun,merawat ataumembersihkan fasilitas umum, untuk menderek kendaraan,kendaraan pengangkut bahan berbahaya dan beracun,libah bahan berbahaya, peti kemas dan alat berat.&lt;br /&gt;Selain itu yang takalah maraknya  adalah penggunaan nomor polisi kendaraan pribadi yang menggunakan kode khusus instasi seperti penggunaan kode khusus untuk polisi dan militer atau instansi pemerintahan. Biasanya kode instansi yang sering digunakan  nomor polisi kendaraan pribadi itu adalah BP (polisi), BD (TNI-AD), BL (TNI-AL), BU (TNI-Udara), BS (instansi pemerintah). Alasan para penggunana nomor polisi dengan kode khusus ini biasannya seragam yakni keamanan selama mengendara. Karena plat khusus ini dianggap &quot;sakti&quot; dari razia polisi lalu lintas dan juga ditakuti para pelaku kriminal jalan raya.&lt;br /&gt;Yang menjadi pertannyaan adalah, bagaimana dengan mudahnya kendaraan pribadi itu bisa memiliki plat nomor khusus?&lt;br /&gt;Jawabnya tentu kita sudah sama-sama tahu!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://jakartahariini.blogspot.com/2007/05/larangan-penggunaan-vooridjer.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>1</thr:total></item></channel></rss>