<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617</id><updated>2024-10-06T19:57:01.388-07:00</updated><category term="Bincang"/><category term="Kampus"/><category term="Sastra"/><category term="Ushuluddin"/><category term="Berita Dunia Islam"/><category term="Inspirasi"/><category term="Puisi"/><category term="Alam Islami"/><category term="Kajian"/><category term="Renungan"/><category term="Cerpen"/><category term="Fatwa Kontemporer"/><category term="Internet"/><category term="Kisah Para Nabi"/><category term="Kritis"/><category term="Psikologi"/><category term="Psikologi Keluarga"/><category term="Quranuna"/><category term="Remaja"/><category term="Syariah"/><category term="Tutorial"/><title type='text'>Blog Bebas dan Bermanfaat</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-7738916061871743136</id><published>2011-03-24T12:02:00.000-07:00</published><updated>2011-03-24T12:02:43.919-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Syariah"/><title type='text'>Tabayyun dan Urgensinya Bagi Aktifis Dakwah</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;b&gt;Pengertian Tabayun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kata tabayun berasal akar kata bahasa Arab: tabayyana – yatabayyanu - tabayyunan, yang berarti at-tastabbut fil-amr wat-ta’annî fih (meneliti kebenaran sesuatu dan tidak tergesa-gesa di dalamnya).  Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah.” (An-Nisâ: 94).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa tabayun berarti pemahaman atau penjelasan. Dengan demikian, tabayun adalah usaha untuk memastikan dan mencari kebenaran dari sebuah informasi sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Syekh Muhammad Sayyid ath-Thantawi mengartikan tabayun sebagai ketidaktergesaan dan kesabaran dalam semua hal sehingga mengetahui kebenaran yang disampaikan oleh orang fasik.&lt;br /&gt;
Menurut al-Kafawi dalam al-Kuliyyât, tabayun merupakan salah satu tingkatan dalam penalaran. Ia menyatakan bahwa sebuah ilmu dapat mencapai otak (pemahaman) melalui beberapa tingkatan: asy-syu`ûr (rasa), al-idrâk (tahu), al-hifzh (hapal), at-tadzakkur (ingat), ar-ra’y (pendapat), at-tabayyun (tahu setelah ragu) dan al-istibshar (tahu setelah berfikir).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; Tabayun dalam Nash-nash Syar`i&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kata tabayun dalam teks-teks syar`i –Alquran dan Sunnah—memiliki makna yang berdekatan dengan makna bahasa (etimologi): &lt;br /&gt;
1. Tabayun dalam Alquran. Kata tabayun dan derivasinya disebutkan sebanyak kurang lebih 17 kali yang berkisar pada makna menjadi jelas dan carilah kejelasan. Hanya saja, bentuk kata yang disebutkan adalah berupa kata kerja (fi`il) bukan kata benda atau sifat. Contoh penyebutan kata tabayun dalam Alquran adalah firman Allah, “Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata (tabayyana) bagi mereka kebenaran.” (Al-Baqarah: 109). &lt;br /&gt;
Dan firman-Nya, “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): &quot;Hendaklah kamu menerangkan (latubayyinunnahu) isi kitab itu kepada manusia.” (Âli Imrân: 187).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Tabayun dalam Sunnah. Tabayun dalam Sunnah memiliki makna yang sama seperti dalam Alquran. Misalnya sabda Rasulullah saw., “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
إِذَا زَنَتْ الْأَمَةُ فَتَبَيَّنَ زِنَاهَا فَلْيَجْلِدْهَا&lt;br /&gt;
“Jika seorang budak perempuan berzina dan terbukti (menjadi jelas) perbuatannya itu, maka cambuklah dia.” (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; Urgensi dan Keutamaan Tabayun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tabayun merupakan salah satu sikap yang sangat penting untuk selalu dipraktekkan dalam kehidupan bermasyarakat. Banyak pertikaian dan perselisihan baik dalam skala terkecil,  seperti antar dua orang individu, hingga skala terbesar, seperti peperangan global, disebabkan oleh tuduhan-tuduhan tidak benar atau pemahaman keliru dalam membaca sikap pihak lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam Alquran, perintah melakukan tabayun secara eksplisit dinyatakan oleh Allah di dua tempat dalam Alquran, yaitu dalam surah an-Nisâ’ ayat 94 dan surah al-Hujurât ayat 6.&lt;br /&gt;
1. Perintah tabayun dalam surah an-Nisâ ayat 94. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan &quot;salam&quot; kepadamu: &quot;Kamu bukan seorang mukmin&quot; (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam ath-Thabari dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini merupakan perintah kepada kaum muslimin yang melakukan jihad di jalan Allah agar tidak tergesa-gesa dalam menyerang lawannya hingga benar-benar telah jelas dan terbukti bahwa mereka adalah orang kafir dan layak untuk diperangi. Bahkan, Allah melarang membunuh seseorang yang mengaku beriman hanya karena kaum muslimin meragukan pengakuannya tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Perintah tabayun dalam surah al-Hujurât ayat 6. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” &lt;br /&gt;
Dalam ayat ini Allah memerintahkan agar seseorang tidak bersegera membenarkan berita yang dibawa oleh seorang fasik hingga ia benar-benar meneliti dan mengecek kebenarannya. &lt;br /&gt;
Bagi seorang dai atau aktifis dakwah sifat tabayun mutlak diperlukan agar semua tindakannya tidak terjebak pada penilaian buta dan serampangan yang hanya akan menjerumuskan dia dalam kemaksiatan yang sangat besar kepada Allah dan Rasul-Nya. Itu tidak lain karena seluruh ucapan dan tindakannya akan menjadi contoh oleh masyarakat, sehingga jika penilaiannya yang buruk dan salah itu tersebar maka ia akan menanggung seluruh beban dosa akibat perbuatannya tersebut. &lt;br /&gt;
Selain urgensitas di atas, tabayun juga memiliki beberapa keutamaan lain, diantaranya adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Menjaga jiwa dan harta manusia.&lt;br /&gt;
2. Petanda kematangan akal dan cara berfikir.&lt;br /&gt;
3. Menjaga kehormatan dan ketentraman masyarakat dari keputusan yang tergesa-gesa dan tanpa didasarkan pada studi dan penelitian.&lt;br /&gt;
4. Menumbuhkan rasa percaya diri.&lt;br /&gt;
5. Menjauhkan keraguan serta bisikan dan tipu daya setan.&lt;br /&gt;
6. Mengokohkan bangunan sistem amal jama`i.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; Penghalang Tabayun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Meskipun begitu penting nilai tabayun dalam diri seseorang tapi masih saja kita sering menemukan kebusukan yang tercium dari mulut yang tergesa-gesa dan tidak mencermati informasi yang datang dari sumber yang bersih dan valid. Di dalam Alquran, setelah menjelaskan pentingnya bertabayun dari berita yang diterima dari orang fasik, Allah `azza wa jalla lalu memperingatkan kaum muslimin dengan berbagai sifat buruk yang diakibatkan oleh informasi sampah itu. Sikap-sikap negatif tersebut dibagi menjadi dua: sifat tercela yang diungkapkan secara terang-terangan di hadapan orang yang dicela --yaitu as-sukhriyyah (mengolok-olok) dan at-tanâbuz bil-alqâb (memanggil dengan gelar yang buruk)—dan sifat tercela yang diungkapkan di belakang orang yang dicela –yaitu sû’uz-zhann (berprasangka buruk), at-tajassus (mencari-cari kesalahan) dan al-ghîbah (menggunjing)--. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak hal yang menyebabkan seseorang tidak melakukan tabayun dan klarifikasi, diantaranya adalah sikap egois dan merasa sudah memahami berita dengan benar, sombong dan merasa lebih tinggi dari sumber klarifikasi, malas untuk mencari kebenaran dan lain sebagainya. Namun, ada sifat lain yang kadang menghalangi seseorang yang aktif dalam dunia dakwah untuk melakukan tabayun, yaitu rasa `athifiyyah (emosionalitas) terhadap sesama aktifis dakwah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang aktifis dakwah sudah barang tentu akan memiliki rasa emosionalitas yang lebih terhadap saudaranya sesama aktifis dakwah dibandingkan dengan orang lain di luar dunia dakwahnya. Meskipun hal ini sangat penting dan perlu terus ditumbuhkan hanya saja jangan sampai hal itu membuatnya menjadi buta dan menerima begitu saja semua informasi yang diterima dari saudaranya tersebut. Sikap berlebihan inilah yang tidak jarang mengakibatkan sikap tabayun itu menjadi tersisihkan bahkan kadang hilang sama sekali, sehingga ia akan menerima apapun jenis informasi yang diterima dari sesama aktifis tanpa memfilter, mengkros-cek dan menimbang lebih dalam. Namun, ini tidak berarti kita tidak perlu membedakan antara informasi yang diterima dari sesama aktifis dan informasi yang diterima dari luar. Justru, kita tetap menilai bahwa informasi dari sesama aktifis dakwah tentu memiliki nilai kepercayaan lebih tinggi, tapi hal itu tidak boleh dijadikan sebagai harga mati dan kepercayaan buta sehingga menutup pintu untuk melakukan tabayun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, dalam perang Hunain (8 H), Rasulullah saw. memberikan para pembesar Quraisy ghanimah yang sangat banyak tapi tidak memberi sedikit pun untuk kaum Anshar. Karena cukup kecewa dengan pembagian itu, maka mereka meminta Sa`ad bin Ubadah untuk bertanya kepada beliau. Beliau lalu berkata kepadanya, “Bagaimana sikapmu, wahai Sa`ad?” Ia menjawab, “Aku bersama mereka, wahai Rasulullah.” Lalu beliau menyuruh Sa`ad untuk mengumpulkan seluruh kaumnya. Setelah itu beliau mendatangi mereka dan berkata, “Wahai Anshar, apakah kalian tidak rela membiarkan mereka pulang dengan seluruh ghanimah itu sementara kalian pulang dengan membawa Rasulullah?” Mendengar itu mereka menangis dan menjadi rela dengan semua keputusan beliau. Dalam kisah ini, terlihat bahwa Rasulullah saw. tetap mencari informasi ke sumbernya meskipun beliau telah mendapatkan sebagian informasi itu dari Sa`ad yang merupakan salah seorang sahabat terbaiknya serta merupakan pembesar kaum Anshar dan bagian dari pihak yang merasa kecewa. Di sini, Rasulullah saw. ingin memberikan pelajaran berharga agar kita tidak tergesa-gesa dalam memberikan keputusan demi menjaga keutuhan umat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tabayun dalam Kerangka Dakwah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kehidupan berdakwah merupakan sebuah wilayah  interaksi yang memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan kehidupan umum dalam masyarakat. Seorang aktifis akan diikat dengan nilai dan etika tambahan yang dituntut untuk dipatuhi berkaitan dalam kerangka hak dan kewajibannya dalam gerakan itu. Baik qaid maupun jundi memiliki jalinan kuat yang saling mengisi dan melengkapi. Di dalam surah al-Hujurât, Allah SWT secara gamblang menjelaskan hubungan-hubungan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut as-syahid Sayyid Qutub, nidâ’ (seruan) pertama dalam surah al-Hujurât adalah perintah untuk menjadikan qiyadah sebagi sumber petunjuk dan perintah. Kemudian, seruan kedua dalam surah itu merupakan perintah untuk mengikuti adab dan tata cara berinteraksi dengan qiyadah. Sedangkan dalam seruan ketiga, Allah ingin mengajarkan bagaimana cara menerima dan mengambil sebuah informasi, yaitu dengan berhati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam penerimaan info tersebut. Karena tidak semua berita datang dari sumber yang valid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tabayun adalah salah satu instrumen dakwah terbaik dalam menjaga persatuan dan terlaksananya amal jam’i secara utuh demi tercapainya kemakmuran umat dalam naungan ridha Allah. Oleh karena itu, memiliki sifat ini adalah sebuah keniscayaan dan keharusan bagi seorang aktifis dakwah. Dengan tabayun, kita akan diajarkan bagaimana bersikap hati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan atau menghukumi sebuah persoalan tertentu. Kita pun akan dididik untuk membiasakan meminta pendapat dan nasehat dari rekan atau qiyadah dalam kerangka menjaga keutuhan jamaah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, ada hal yang sangat penting yang dapat dipetik oleh aktifis dakwah jika benar-benar mempraktekkan nilai-nilai tabayun ini, yaitu ats-tsiqah bil-qiyâdah wal jamâ`ah (yakin dengan keputusan qiyadah dan jamaah) terutama dalam era keterbukaan saat ini. Informasi bisa datang dari berbagai sumber bahkan terlihat “berserakan” dimana-mana. Disinilah aktifis dakwah sejati dituntut menunjukkan kematangannya dalam tarbiyah. Seorang jundi tarbawi harus mampu mesterilisasi dan memastikan kebenaran sebuah informasi sebelum keluar dari mulut dan hatinya yang bersih yang kemudian akan dikonsumsi oleh orang lain. Jika ia mendapati sebuah berita miring tentang jamaahnya maka sikap pertama yang harus dilakukan adalah husnuzzhan, lalu diikuti dengan tabayun kepada sumber dan kanal informasi yang bersih dan terpercaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang aktifis dakwah harus berusaha untuk bersikap tabayun dalam berbagai hal apalagi jika informasi yang ia miliki tentang permasalahan tertentu masih sepotong-sepotong dan tidak lengkap. Ini untuk menjaga keutuhan jamaah dan menjaga perjalanan dakwah hingga mencapai tujuannya. Selain itu, sikap tabayun dapat menjaga keutuhan kaum muslimin secara umum dan menjauhkan mereka dari pertikaian serta perselisihan yang hanya akan membuat tubuh umat Islam semakin lemah. Sikap tabayun sangat diperlukan terutama di masa modern saat ini yang telah berkembang di dalamnya sarana telekomunikasi dan transportasi yang menyebabkan dunia berubah menjadi sebuah desa yang kecil dengan begitu cepatnya tersebarnya sebuah informasi ke seluruh elemen masyarakat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, tabayun merupakan salah satu sifat dan karakter penting bagi aktifis dakwah dan tarbiyah. Ia harus mampu memindahkan nilai-nilai tabayun dari ranah verbal ke ranah amalan nyata. Amal jama’i yang kita bangun bersama tidak dapat berjalan mulus bahkan mungkin dapat hancur berkeping-keping jika seorang aktifis dakwah tidak berhati-hati dan melakukan tabayun dalam semua urusannya. Pengelolaan informasi yang baik akan menciptakan struktur jamaah yang kuat dan menghasilkan pribadi-pribadi dakwah yang bersih dan saleh. Hadânallahu wa iyyakum ajma`în.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/7738916061871743136/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2011/03/tabayyun-dan-urgensinya-bagi-aktifis.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/7738916061871743136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/7738916061871743136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2011/03/tabayyun-dan-urgensinya-bagi-aktifis.html' title='Tabayyun dan Urgensinya Bagi Aktifis Dakwah'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-248372688846600604</id><published>2011-03-04T15:59:00.000-08:00</published><updated>2011-03-04T15:59:39.787-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bincang"/><title type='text'>Buat Apa Berkerudung Kalau Kelakuan Rusak; Benarkah???</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhC278Y4yt9fLDr829lOXa0E9hXml5RJ858LGfNFt1jK4U2c-UOddZt2kOOOqSFQWI0AoDMrYrSJyHMkuDnfCjxIct_6Ero-h_pfv8APedFfcMX8yns8xrqmovbiZIv3NjFLCxwih3D4hmE/s1600/Muslimah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;199&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhC278Y4yt9fLDr829lOXa0E9hXml5RJ858LGfNFt1jK4U2c-UOddZt2kOOOqSFQWI0AoDMrYrSJyHMkuDnfCjxIct_6Ero-h_pfv8APedFfcMX8yns8xrqmovbiZIv3NjFLCxwih3D4hmE/s200/Muslimah.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Perempuan yang baik adalah yang bagus agamanya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Perempuan yang baik adalah yang bagus agamanya, yang dimaksud ‘agamanya’ adalah agama dalam hati bukan dalam penampilan. Pertanyaan, “Berarti lebih bagus perempuan tidak berkerudung tapi baik kelakuannya (beragama) daripada perempuan berkerudung yang tidak beragama (tidak baik kelakuannya)? Jawab: “Yang lebih bagus adalah perempuan yang berkerudung dan beragama sekaligus.”&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
Realitas memerlihatkan kepada kita bahwa perempuan berkerudung lebih banyak yang beragama ketimbang perempuan yang tidak memakai kerudung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ada perempuan tak memakai kerudung tapi beragama(berakhlak), maka itu adalah pengecualian dari perempuan-perempuan tak berkerudung yang rata-rata kurang berakhlak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu pula jika ada perempuan berkerudung tapi tidak/kurang beragama, maka itu adalah pengecualian dari perempuan-perempuan berkerudung yang rata-rata beragama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerudung adalah setengah petunjuk kalau wanita yang memakai kerudung tersebut adalah wanita beragama, setengahnya lagi adalah hati atau perilaku kesehariannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila perilaku keseharian seorang wanita muslimah sudah bagus namun belum berkerudung, segera lengkapi dengan kerudung, agar setengahnya terlengkapi dan menjadi sempurna. Begitu pula jika seorang wanita muslimah sudah berkerudung, namun akhlak atau perilaku kesehariannya masih tidak baik, segera lengkapi dengan akhlak yang baik, agar setengahnya terlengkapi dan menjadi sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, jangan ada lagi orang yang berkata “Buat apa berkerudung kalau kelakuan seperti wanita tak beragama(tidak baik), lebih baik tidak berkerudung!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan itu keliru karena beberapa alasan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama: Alasan Syar’i&lt;br /&gt;
Pernyataan tersebut sama dengan menyeru perempuan untuk melanggar apa yang telah Allah perintahkan kepada wanita muslimah. Di dalam Al-Quran Allah berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً&lt;br /&gt;
Artinya:&lt;br /&gt;
33.59. “Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu&#39;min: &quot;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka&quot;. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua: Alasan Logis&lt;br /&gt;
Dikatakan sebelumnya bahwa wanita muslimah yang baik akhlaknya namun tak berkerudung baru setengahnya menunjukan kalau wanita tersebut beragama, karena setengahnya lagi adalah kerudung, berarti wanita yang tidak baik kelakuannya dan tidak berkerudung, tidak setengah pun menunjukan bahwa wanita tersebut beragama. Maka, bukankah ini lebih parah nilainya di mata agama? Oleh karena itulah pernyataan di atas tidak menjadi solusi yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Solusi yang Tepat&lt;br /&gt;
Bagi wanita muslimah yang sudah berkerudung dan merasa kalau akhlak atau perilakunya masih jauh dari akhlak seorang wanita muslimah yang sebenarnya, tidak perlu terhasut dengan pernyataan “Buat apa pakai kerudung, kalau…. dst” lantas melepas kerudungnya karena malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Solusi yang bijak adalah, biarkan kerudung itu tetap melekat bersamanya sembari berusaha untuk terus mengadakan perbaikan akhlak atau perilakunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan Lain&lt;br /&gt;
“Kerudungi hati dulu, baru kerudungi penampilan”. Jika pernyataan ini memang pernah terlontar dan pernah ada, alangkah bijak jika pernyataan ini kita rubah “Mengerudungi hati tak kalah penting dari mengerudungi penampilan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentang pernyataan pertama, dikarenakan perbaikan akhlak adalah proses berkesinambungan seumur hidup yang jelas bukan instan, dan dikarenakan tak ada yang dapat menjamin bagaimana dan seperti apa hari esok dalam kehidupan kita? Masih di atas bumi kah atau di dalam perutnya? Masih memijak kah atau dipijak? Maka menunda berkerudung dengan alasan memerbaiki akhlak dulu adalah sesuatu yang tidak semestinya dilakukan oleh wanita muslimah mana pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun pernyataan kedua, memang demikian lah adanya, bacalah Al-Quran dan tadabburi maknanya, maka kita temukan bahwa hampir setiap kali Allah berfirman tentang wanita muslimah yang baik(beragama), isinya adalah tentang “Bagaimana seharusnya wanita muslimah itu berperilaku?” selebihnya adalah tentang “Bagaimana seharusnya wanita muslimah itu berpenampilan?”. Jika berkenan bacalah QS. An-Nur ayat 31, At-Tahrim ayat 5, 10, 11 dan 12, dan seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan berikutnya adalah:&lt;br /&gt;
“Kerudung itu bukan inti dari Islam!” Ya, saya pribadi setuju, memang bukan inti dari islam, tapi bagian penting dari Islam yang jika bagian itu tidak ada, maka terlalu sulit untuk dikatakan “Ini Islam” sama sulitnya untuk dikatakan “Ini bukan Islam”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakan wanita muslimah sulit karena tidak pernah mau pakai kerudung, dikatakan bukan wanita muslimah juga sulit, karena salat, zakat dan ibadah-ibadah lainnya tetap dikerjakan, juga akhlaknya adalah akhlak wanita muslimah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saya ibaratkan, hal ini seperti bangunan rumah yang tak nampak seperti rumah, namun lebih tampak seperti gudang; berjendela tanpa kaca, tanpa lantai ubin, dan tanpa atap dan seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakan rumah sulit, karena dari luar hampir tak dapat dibedakan dengan gudang. Dikatakan bukan rumah juga sulit, karena ternyata penghuninya lengkap, pasangan suami isteri dan satu anak lelaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jendela berkaca, pintu, atap, dan lantai ubin memang bukan bagian inti dari rumah, tapi tanpa adanya semua itu, sebuah bangunan akan kehilangan identitasnya sebagai rumah, konsekuensinya, orang-orang akan menyangka kalau bangunan tersebut adalah gudang tak berpenghuni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerudung atau jilbab adalah identitas seorang muslimah (wanita beragama islam). Kerudung lah yang memberi isyarat kepada lelaki-lelaki muslim bahkan semua lelaki bahwa yang mengenakannya adalah wanita terhormat, sehingga sangat tidak pantas direndahkan dalam pandangan mereka, kata-kata mereka, maupun perbuatan mereka (para lelaki).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah Berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً&lt;br /&gt;
Artinya:&lt;br /&gt;
33.59. “Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu&#39;min: &quot;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka&quot;. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulan:&lt;br /&gt;
“Identitas seorang wanita muslimah itu adalah jilbab dan akhlaknya, akhlak tanpa jilbab kurang, sama kurangnya dengan jilbab tanpa akhlak”.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;b&gt;Cairo, 4 Maret 2011&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/248372688846600604/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2011/03/buat-apa-berkerudung-kalau-kelakuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/248372688846600604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/248372688846600604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2011/03/buat-apa-berkerudung-kalau-kelakuan.html' title='Buat Apa Berkerudung Kalau Kelakuan Rusak; Benarkah???'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhC278Y4yt9fLDr829lOXa0E9hXml5RJ858LGfNFt1jK4U2c-UOddZt2kOOOqSFQWI0AoDMrYrSJyHMkuDnfCjxIct_6Ero-h_pfv8APedFfcMX8yns8xrqmovbiZIv3NjFLCxwih3D4hmE/s72-c/Muslimah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-730846495200787031</id><published>2011-02-03T09:58:00.000-08:00</published><updated>2011-02-03T09:58:25.263-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kampus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ushuluddin"/><title type='text'>Kita Tercipta Tanpa Pencipta?!</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-5Vg1K3pLUhPSDgJhxRapvAXqi6v5aTLHuQzMVg-687H6FQDrX9foIQavfSfnyh6ZG4MtUYxBRRoXOhhyphenhyphenPqTeGv1Hq8hzzWQfHFxb8LN85NOlGmsQaXaYcKyqMYUl_us8S0mu_MzNPPmW/s1600/robot-wu-yulu-1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-5Vg1K3pLUhPSDgJhxRapvAXqi6v5aTLHuQzMVg-687H6FQDrX9foIQavfSfnyh6ZG4MtUYxBRRoXOhhyphenhyphenPqTeGv1Hq8hzzWQfHFxb8LN85NOlGmsQaXaYcKyqMYUl_us8S0mu_MzNPPmW/s1600/robot-wu-yulu-1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Pendahuluan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Judulnya membuat sebagian orang gerah atau bahkan panas “Ini orang maunya apa sih? Menyesatkan kali ya??”, sebagian yang lain biasa-biasa saja. Bagi orang-orang yang biasa-biasa saja ada beberapa kemungkinan, Kemungkinan tidak paham maksud judulnya, kemungkinan setuju dengan judulnya, atau berbaik sangka kepada penulis ketika membaca judulnya. Tulisan ini lebih diperuntukan kepada orang-orang yang setuju kepada judulnya. Orang yang setuju dengan judul dari tulisan ini boleh jadi karena tidak tahu apa-apa lantas ikut-ikutan, atau tahu dan memang “seperti judul ini” lah pemikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Nah, untuk orang yang mempunyai pemikiran semisal “Aku tercipta tanpa pencipta!” atau “Bumi ini tercipta dengan sendirinya tanpa pencipta”, aku beri tahu kepada kalian, untuk itu lah tulisan ini ada!! Untuk meluruskan kembali pemikiran yang bengkok. Jadi, tulisan ini tidak muncul dengan sendirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup sampai disini pendahuluannya, hanya orang-orang yang hebat lah yang membaca sampai disini, karena berarti dia tahu apa yang akan terjadi di paragraf berikutnya, jika belum, silahkan teruskan membaca atau sekedar melihat paragraf-paragrafnya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada manusia yang percaya kepada akal dan tidak percaya Tuhan, ini lucu; karena saat ia percaya kepada akalnya ia menuhankannya, artinya Tuhan adalah akalnya. Seharusnnya ia tak percaya kepada akalnya, jika benar-benar tak percaya Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Tuhan adalah Pencipta, maka akal adalah ciptaanNya, lantas apakah masuk akal jika kita percaya ciptaan tapi tak percaya PenciptaNya? “Masuk akal!!!” hanya ketika kita menganggap bahwa adanya mobil terjadi dengan sendirinya, kebetulan dan atau tanpa pencipta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang percaya bahwa “Kebetulan” takkan pernah membuat istana yang megah, mesin yang canggih, robot yang cerdas dan hal-hal kompleks nan rumit lainnya. Jagad raya ini begitu rumit, kompleks, megah dan penuh dengan makhluk-makhluk yang cerdas. Apakah mungkin semuanya terjadi secara kebetulan (dengan sendirinya) tanpa Pencipta???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik canggih dan cerdasnya robot, pasti ada tangan-tangan ahli yang membuat, merangkai dan menyusun komponen-komponennya. Lantas sentuhan siapakah keceradasan manusia? Jika robot saja dibuat sedemikian rupa agar mampu bergerak bahkan bersuara demi mengundang decak kagum orang-orang yang melihatnya, lantas bagaimana dengan gerak pada manusia? Suara dan panca inderanya, apakah dibuat tanpa tujuan? Lebih jauh lagi, apakah ada secara kebetulan tanpa Pencipta???&lt;br /&gt;
Akal yang kita miliki pun sangat kompleks dan rumit, saking rumitnya, pemikiran seperti ini ada. Jadi apa itu teori kebetulan? Meminjam pernyataan Harun Yahya tentang Teori Evolusi, saya dapat mengatakan kalau “Teori kebetulan itu sama ilmiahnya dengan dongeng katak berubah menjadi pangeran tampan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Kebetulan itu dipercayai keberadaannya, maka Tidak kebetulan pun mesti dipercayai keberadaannya, sama halnya seperti memercayai “Duduk” dan “Tidak duduk”. Dengan demikian sebenarnya kita hanya perlu menggunakan akal kita untuk lebih teliti dan jeli dalam membedakan mana yang kebetulan dan mana yang tidak kebetulan (disengaja).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Socrates mengatakan bahwa sesuatu yang nampak fungsi atau kegunaan dari penciptaannya menunjukan kalau sesuatu itu sengaja diciptakan, bukan kebetulan atau tercipta dengan sendirinya. Coba lah lihat pisau! Apakah Nampak kegunaan dan fungsinya? Pembuatnya sadar kalau manusia butuh alat untuk mengiris atau memotong, karena itu lah akhirnya pisau dibuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang raba lah hidung anda, kedipkan mata anda, gerak kan tangan anda, mainkan semua panca indera yang anda miliki!!! Adakah salah satu dari kelimanya yang tak mempunyai kegunaan atau fungsi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya sangat jelas memiliki kegunaan dan fungsi masing-masing, lantas apakah fungsi dari anggota tubuh dan pancaindera kita tercipta dengan sendirinya? Sang Pencipta Maha Tahu kalau manusia butuh sesuatu untuk mengecap rasa, karena itu lah Dia menciptakan lidah pada manusia, Dia pun Maha Tahu kalau Manusia butuh sesuatu untuk mendengar bunyi-bunyian, karena itu lah Ia menciptakan telinga, dan seterusnya dan seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang perhatikan lah akal kita!!! Bukankah akal kita ini jelas fungsingnya? Andai manusia tidak punya akal, apakah mungkin membedakan mana yang benar dan mana yang salah? Untuk itu lah Allah menciptakan akal, agar manusia tak seperti keledai, mau saja memikul beban-beban berat, agar manusia tak seperti harimau, mencabik siapa saja yang mau ia cabik, agar manusia tak seperti ayam, masuk ke rumah tanpa permisi, agar manusia tak seperti kucing, sudah buang kotoran sembarangan, mencuri ikan pula, dan seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah berfirman “Dan (juga) pada dirimu sendiri (terdapat tanda-tanda keberadaanNya), maka apakah kamu tidak memerhatikan?”(QS…)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup lah akal kita ini sebagai salah satu dari sekian banyak tanda pada diri kita akan keberadaan Allah, sebagaimana pada buku best seller terdapat tanda adanya penulis dan kepiawaiannya merangkai kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika manusia gagal menjangkau adanya keberadaan Pencipta dengan akalnya, maka ia dapat menjangkau dengan perasaannya, jika masih gagal, abaikan keduanya dan lihat bagaimana naluri mengokohkan keberadaan Pencipta dengan sendirinya!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja jangan sampai naluri itu difungsikan saat nyawa sudah ditenggorokan, seperti yang terjadi pada Firaun. Sesaat sebelum tenggelam nalurinya berfungsi, bangunan kecongkakannya yang kokoh tiba-tiba roboh seketika, “Aamanna birobbi Musa wa Harun!!! (aku beriman kepada Tuhannya Musa dan Harun)” teriaknya menyahut seruan musa yang sebelumnya bagai angin lalu.&lt;br /&gt;
Terakhir, ingat! Bahwa Firaun bukan saja tidak percaya Tuhan, bahkan menisbahkan Ketuhanan kepada dirinya. Lantas seberapa hebat kah kita dibandingkan Firaun, dan seberapa sombong kah kita dibandingkan dengannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mudah-mudahan tubuh kita ini tidak menjadi lebih kecil dari tumor kesombongan kita yang membengkak dan mengganas”&lt;br /&gt;
*Wallahualam bis shawab*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sandy Legia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cairo, 29 Januari 2011&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/730846495200787031/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2011/02/kita-tercipta-tanpa-pencipta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/730846495200787031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/730846495200787031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2011/02/kita-tercipta-tanpa-pencipta.html' title='Kita Tercipta Tanpa Pencipta?!'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-5Vg1K3pLUhPSDgJhxRapvAXqi6v5aTLHuQzMVg-687H6FQDrX9foIQavfSfnyh6ZG4MtUYxBRRoXOhhyphenhyphenPqTeGv1Hq8hzzWQfHFxb8LN85NOlGmsQaXaYcKyqMYUl_us8S0mu_MzNPPmW/s72-c/robot-wu-yulu-1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-1499266751496205087</id><published>2011-02-03T09:42:00.000-08:00</published><updated>2011-02-03T09:43:38.973-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kampus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ushuluddin"/><title type='text'>Apakah Semua Hal Perlu Diragukan?</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizlTJq9fTJ6yQfHVp-721pPj3wL_XOnXO9cy-CeHdrvJ6xYE2FZuwvyXS2qXC98nHf8425NBPMm70NImYNFyuclJl2xZRJTeC8mEyJtpkc56cG52ubXdKOoMVzGfMQHtb3FzauNg2vshyu/s1600/ragu2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizlTJq9fTJ6yQfHVp-721pPj3wL_XOnXO9cy-CeHdrvJ6xYE2FZuwvyXS2qXC98nHf8425NBPMm70NImYNFyuclJl2xZRJTeC8mEyJtpkc56cG52ubXdKOoMVzGfMQHtb3FzauNg2vshyu/s1600/ragu2.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gue Ragu!&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Keraguan bagi filsuf merupakan salah satu faktor pendorong untuk berfilsafat. Ragu, bagi mereka merupakan stimulus(rangsangan) untuk memancing akal agar berfikir lebih dalam terhadap sebuah fenomena, baik fenomena fisik maupun metafisika(Gaib), begitu katanya.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Imam Ghazali mengatakan yang maknanya “Barang siapa yang tidak ragu, berarti tidak berpenglihatan, dan siapa yang tidak berpenglihatan, berarti tidak melihat..”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentunya tidak semua keraguan masuk ke dalam faktor pendorong berfilsafat, hanya jenis keraguan yang mengantarkan kepada keyakinan lah yang masuk ke dalam kategori ini. Lantas apa dan seperti apa ragu yang mengantarkan kepada keyakinan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ragu yang mengantar kan kepada keyakinan adalah ragu yang didasari dengan pemahaman terhadap tabiat sesuatu yang diragukan tersebut (Obyek yang diragukan), yakni apakah sesuatu itu bila diragukan rentan terhadap kesalahan berfikir atau tidak, rentan terhadap kesesatan berlogika atau tidak?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan hal diatas, Obyek yang diragukan ditinjau dari tabiatnya dibagi menjadi dua:&lt;br /&gt;
1. Obyek yang rentan&lt;br /&gt;
2. Obyek yang tidak rentan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obyek yang rentan adalah Obyek yang apabila diragukan besar kemungkinan tidak mengantar peragunya kepada keyakinan, jika peragu tersebut lemah mencari bukti-bukti logis yang sejalan dengan akalnya akan kebenaran adanya dan atau keberadaan obyek tersebut. Contohnya keraguan terhadap hal gaib. Keraguan terhadap hal gaib tidak akan mengantarkan seseorang kepada keyakinan, jika akal orang tersebut lemah mencari bukti logis akan keberadaan hal gaib tersebut. Dengan demikian ia terus berada dalam keraguan bahkan kesesatan, selama bukti-bukti yang sejalan dengan akalnya atau logikanya belum didapati. Contoh keraguan seperti ini adalah keraguan terhadap Keberadaan Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keraguan akan keberadaan tuhan adalah keraguan yang rentan menjerumuskan para peragunya kepada kesesatan, jika si peragu gagal mencari bukti-bukti logis akan keberadaanNya, maka jatuh kepada kesimpulan “Tuhan tidak ada” adalah hal yang sangat mungkin. Oleh karenanya, semestinya bagi para filsuf untuk mendekati daerah ketuhanan dengan keimanannya terhadap kitab suci, bukan dengan keraguannya, karena keraguan terhadap hal ini beresiko besar menjatuhkan peragunya terhadap penafian keberadaan Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun Obyek yang tidak rentan adalah obyek yang apabila diragukan besar kemungkinan mengantarkan peragunya kepada keyakinan akan keberadaannya dan atau kebenaran akan adanya obyek tersebut, hanya dengan melihat realitas .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contohnya adalah keraguan akan kabar hasil kelulusan ujian. Walaupun seseorang telah mengabarkan akan kelulusan kita, namun kita masih tetap ragu sampai akhirnya keyakinan pun didapat setelah melihat sendiri hasil ujiannya. Keraguan seperti ini tidak rentan, atau katakanlah tidak berbahaya; karena realitas adalah buktinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendapatkan bukti berupa realitas, kita hanya perlu merecheck kebenaran akan sesuatu itu, bukti logis hanyalah tambahan dan penguat, jika ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di zaman sekarang, ragu seperti ini perlu dibudayakan, terutama terhadap kevalidan informasi-informasi yang berseliweran setiap hari ke telinga kita. Kita perlu meragukan akan kebenaran setiap berita yang kita dengar dan kita lahap, apalagi jika berita tersebut menyangkut reputasi seseorang atau golongan tertentu. Jika seorang ustadz tengah dikabarkan berzina misalkan, maka kita perlu ragu dan mengecek ulang keakuratan berita tersebut, karena kesembronoan dan ketergesaan dalam mengabarkan boleh jadi membuat fitnah baru dan malah menyebarluaskan kebohongan, jika ternyata kabar tentang si ustadz adalah kabar palsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu pula kabar-kabar panas lainnya, seperti isu teroris terhadap segolongan ummat islam, selayaknya kita adalah orang yang pertama meragukan keakuratan dan kevalidan berita tersebut, agar tidak merusak citra Islam itu sendiri dan tidak membuat fitnah baru dalam tubuh ummat islam ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah berfirman “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka teliti lah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatan itu”.(Qs. Al-Hujurat: 6).&lt;br /&gt;
Demikianlah tulisan ini dibuat agar kita menjadi orang-orang yang yakin pada hal-hal yang menuntut keyakinan dan ragu terhadap hal-hal yang sekiranya perlu diragukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sandy Legia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cairo, 29 Januari 2011&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/1499266751496205087/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2011/02/apakah-semua-hal-perlu-diragukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/1499266751496205087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/1499266751496205087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2011/02/apakah-semua-hal-perlu-diragukan.html' title='Apakah Semua Hal Perlu Diragukan?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizlTJq9fTJ6yQfHVp-721pPj3wL_XOnXO9cy-CeHdrvJ6xYE2FZuwvyXS2qXC98nHf8425NBPMm70NImYNFyuclJl2xZRJTeC8mEyJtpkc56cG52ubXdKOoMVzGfMQHtb3FzauNg2vshyu/s72-c/ragu2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-4966516199379977236</id><published>2010-12-22T16:35:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T16:35:52.658-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kampus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ushuluddin"/><title type='text'>Kenapa Tuhan Menciptakan Orang Kafir(Ateis)?</title><content type='html'>&lt;b&gt;Kenapa Tuhan Menciptakan Orang Kafir(Ateis)?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxqacTLmreQNi7RfQ4UgWxIYC5a-qBTcLOg911ivp6TKE7Pgm-7VtoggNe7QZNPzNp8d7s7jWC8bkWNHIfmaXhLOajfPhbY79WgymuH4bpa1ghvhTJpMvmMzBmbDILSwFIVXuYO7su8msj/s1600/canvas.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxqacTLmreQNi7RfQ4UgWxIYC5a-qBTcLOg911ivp6TKE7Pgm-7VtoggNe7QZNPzNp8d7s7jWC8bkWNHIfmaXhLOajfPhbY79WgymuH4bpa1ghvhTJpMvmMzBmbDILSwFIVXuYO7su8msj/s1600/canvas.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&quot;Kalau memang seluruhmanusia (turunan Adam) diseru untuk beriman kepada Tuhan, lalu kenapa Tuhan Menciptakan Orang Kafir (Ateis) ?&quot; Pertanyaan ini juga kerap kali dimunculkan dalam obrolan ateisme. Sebagian memperjelasnya dengan pertanyaan balik, “Yang diciptakan Tuhan (sebagaimana dimaksud pertanyaan diatas) itu manusianya atau kekafirannya?” Tentu bukan pada &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;tempatnya kita berdiskusi masalah makna dan maksud kalimat, karena ini bukan kelas filsafat. Hanya saja kerap kali orang menyangka adanya satu permasalahan filosofis yang pelik, padahal yang terjadi sebenarnya hanyalah kesalahan memahami makna kalimat. Sekali kita tahu kesalahan itu, kita akan dapati bahwa sebenarnya tidak ada masalah apapun. Jadi Kenapa Tuhan Menciptakan Orang Kafir (Ateis)? Begini jawabannya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; Pertanyaan seperti itu muncul karena dua anggapan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1.      bahwa orang ateis memang telah ateis sejak diciptakan&lt;br /&gt;
2.      bahwa orang menjadi ateis karena Tuhan mentakdirkan hati dan pikirannya sebagai pikiran ateis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua anggapan ini salah besar. Namun begitu tidak sedikit orang yang mengaku beragama pun memiliki anggapan demikian. Bahkan di masa masa kekuasaan umayyah merebak pemahaman jabariyyah (fatalis) yang mengikuti anggapan semacam ini sembari merujuk beberapa hadits sebagai dasar keyakinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai Jabbariyyah (fatalisme) dan hadits rujukannya tentu lebih tepat jika dibahas tersendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menjawab pertanyaan utama artikel ini yang perlu dilakukan hanyalah meluruskan pemahaman yang lebih pas atas kedua anggapan di atas dengan penjelasan berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beriman ataupun kafir bukanlah sebuah kondisi final atau statis, melainkan keadaan yang berproses. Hari ini dia kafir, bisa jadi besok beriman. Hari ini dia beriman bisa jadi besok kafir. Hal ini pula yang membuat beberapa ulama salih menasihati agar tetap tidak sombong terhadap orang kafir karena bisa jadi esok hari orang itu berubah fikiran untuk beriman,lalu mati dalam keadaan beriman sepenuhnya kepada Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan menciptakan semua bayi di dunia lahir tidak dengan stempel kafir atau beriman. Tuhan menciptakan bayi dalam keadaan fitrah, bersih. Status beriman atau kafir muncul hanya ketika bayi itu sudah beranjak dewasa kemudian berhadapan dengan seruan untuk beriman kepada Allah. kalau dia mengikuti seruan itu maka dia disebut mukmin/mukminin(orang yang beriman), kalau dia menolak maka disebut kafir (orang yang menolak)&lt;br /&gt;
Itu artinya Tuhan tidak menciptakan orang-kafir. Tuhan menciptakan manusia beserta kehendak bebasnya kemudian manusia itu diseru/diperintahkan untuk beriman kepada Allah. Ada yang mau nurut ada yang tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keseluruhan penjelasan ini terkandung dalam ayat Quran&lt;br /&gt;
Fa alhama ha fujuro ha wa taqwa ha&lt;br /&gt;
Qod aflakha man zakka ha&lt;br /&gt;
wa qod khoba man dassaa ha&lt;br /&gt;
Maka Aku ilhamkan pada jiwa manusia itu potensi keburukan dan potensi kebaikan (ketakwaan)&lt;br /&gt;
Sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwanya dengan memupuk mengembangkan potensi takwa dan kebaikannya&lt;br /&gt;
Dan sungguh celaka orang yang mengotori jiwanya dengan mengembangkan potensi keburukannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: blue;&quot;&gt; Ctt: Tuhan yang menciptakan potensinya kemudian manusia diberi kebebasan untuk memilih mengembangkan potensi yang mana sesuai kehendaknya sendiri (bukan kehendak Tuhan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantas apa jawaban pertanyaan utama artikel ini? Kenapa Tuhan Menciptakan Orang Kafir (Ateis)?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; Jawabannya&lt;/b&gt;: anda salahpaham mas, Tidak pernah Tuhan menciptakan Orang Kafir. Tuhan memang menciptakan orang itu, tapi orang itu menjadi kafir karena pilihan hati dan pikirannya sendiri. Kalau dia mau berubah untuk tidak kafir detik ini juga tentu bisa. Lhoh gimana caranya? Ya gampang, ikuti saja apa saja yang diperintahkan Tuhan dalam Quran beres kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://www.infogue.com/   &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/4966516199379977236/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/12/kenapa-tuhan-menciptakan-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/4966516199379977236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/4966516199379977236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/12/kenapa-tuhan-menciptakan-orang.html' title='Kenapa Tuhan Menciptakan Orang Kafir(Ateis)?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxqacTLmreQNi7RfQ4UgWxIYC5a-qBTcLOg911ivp6TKE7Pgm-7VtoggNe7QZNPzNp8d7s7jWC8bkWNHIfmaXhLOajfPhbY79WgymuH4bpa1ghvhTJpMvmMzBmbDILSwFIVXuYO7su8msj/s72-c/canvas.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-8693325794526498894</id><published>2010-12-22T16:00:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T16:00:52.325-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi"/><title type='text'>Kenapa Allah Ciptakan Rindu</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgE5hUTur7p8d-da8lAHUSuwNYT9PLMDXIGTp8fm89hcgJAN9r14OcASgl99t2FxqqgIXJZqUQ7O9OPaE-Wad3YvTamzs0raD4pAWO8ltj3Mzp9k7dhuc_yijzKHh81b41aPEKZUoo9vysE/s1600/151081_178611245490765_100000256723834_577776_3254620_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgE5hUTur7p8d-da8lAHUSuwNYT9PLMDXIGTp8fm89hcgJAN9r14OcASgl99t2FxqqgIXJZqUQ7O9OPaE-Wad3YvTamzs0raD4pAWO8ltj3Mzp9k7dhuc_yijzKHh81b41aPEKZUoo9vysE/s200/151081_178611245490765_100000256723834_577776_3254620_n.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Kenapa Allah ciptakan rasa rindu?&lt;/b&gt; Karena Allah ciptakan rasa cinta, ini bukan jawaban, ini hanya pengantar menuju jawaban. Jika kita tahu seperti apa dan bagaimana hubungan rasa rindu dan cinta, kita tahu kenapa rindu mesti ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ciri-ciri orang yang jatuh cinta atau orang yang punya cinta atau apa lah namanya salah satunya adalah rindu, kerap kali merindukan pertemuan, menatap wajah dan lain sebagainya.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Rindu sendiri muncul ketika ada sebab yang membuatnya menampak. Sebab itu adalah kata &quot;jarang&quot;. Dua jiwa yang jarang bertemu membuatnya saling merindu, rindu sebuah pertemuan. Bila sudah bertemu, maka seketika rindu pun terobati. Dari sini maka kita tahu bahwa obat rindu adalah pertemuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cinta dan rindu ibarat Nasi goreng dan garam. Tanpa garam, nasi goreng akan terasa hambar. Artinya, Cinta lebih berasa jika dilengkapi rindu. Semua orang yang merindukan sesuatu hampir bisa dipastikan mencintai sesuatu, tapi tidak semua orang yang mencintai sesuatu merindukan sesuatu itu, hal ini logis jika sebab dari kemunculan rindu tidak ada, misalkan karena orang tersebut &quot;sering&quot; bertemu. Oleh karenanya saya katakan diawal bahwa rindu adalah satu tanda cinta dari beberapa tanda lainnya, jika tanda cinta itu tidak ada, bukan berarti cinta nya tidak ada, sama halnya seperti nasi goreng, jika garam tak ada, bukan berarti nasi goreng tak ada, boleh jadi nasi goreng tetap ada, tapi tentunya dengan rasa berbeda (hambar), pun begitu pula cinta, jika rindu tak ada, boleh jadi cinta tetap ada, namun tentunya dengan rasa berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal dahsyat lain sebagai contoh tentang rindu, apa kata Allah tentang kabar gembira bagi orang yang berpuasa? orang yang berpuasa akan mendapat dua kebahagiaan yang salah satunya adalah &quot;Berbuka Puasa&quot;. Bukan kah jika direnungi ada rindu disini? Hal yang manusiawi jika menahan diri dari sesuatu yang mubah/boleh (seperti makan, minum, dan hubungan bagi pasangan suami isteri) dari terbit matahari hingga tenggelamnya membuat saat buka menjadi saat-saat yang membahagiakan, kenapa? Karena saat itu lah memang yang dirindukan. Dengan demikian kita tahu bahwa puasa menjadi begitu berasa karena ada rasa rindu bertemu buka, lihat lah bagaimana jika puasa tanpa menahan diri dari yang mubah, atau tanpa buka puasa, atau dengan buka tapi setelah dua hari? Bagaimana rasanya kerinduan berbuka selama dua hari, tentunya sangat menyakitkan bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rindu pun terkadang menyiksa dan menyakitkan, terutama rindu yang muncul disebabkan karena bentangan jarak yang terlampau jauh sehingga &quot;jarang&quot; menjadi &quot;semakin jarang&quot;. Apa yang salah dari nasi goreng keasinan? Apakah karena garamnya itu sendiri? bukan, tapi karena porsi atau takarannya yang berlebih, sama halnya dengan rindu, porsi atau takaran yang berlebihan hanya lah membuat rindu menjadi semakin menyakitkan, bahkan terkadang menyiksa. Allah telah menegaskan lewat Nabi-Nya bahwa jangan lah seseorang terlalu mencintai sesuatu secara berlebihan, karena boleh jadi dikemudian hari dia membencinya, begitu pula sebaliknya, jangan lah seseorang terlalu membenci sesuatu karena boleh jadi dikemudian hari dia mencintainya. Intisari dari ungkapan ini adalah tentang &quot;Porsi&quot; atau &quot;Takaran&quot;, di semua hal ada takarannya, ada porsinya masing-masing. Lebih dan kurang ada konsekuensi atau akibatnya tersendiri. Disini lah rindu menguji sahabatnya, jika terlalu berlebihan ia akan menyiksanya, jika kurang ia akan membuatnya merasa hambar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rindu tidak dapat dikebiri, semakin ditahan ia semakin menyakiti, rindu hanya bisa diatur dengan skala prioritas, siapa atau apa yang mesti kita rindukan terlebih dahulu. Apa yang musti lebih banyak jika kita memasak nasi goreng? Garamnya lebih banyak dari nasinya atau sebaliknya? Jika ada dua orang dalam hidup kita, kekasih dan ibu kita, dan misalkan keduanya jauh dari kita. Apakah rindu kita layak melahap habis waktu kita karena memikirkan kekasih? Kekasih nomor satu atau kah ibu  nomor satu? Ini hanya lah gambaran kecil dari sekian banyak gambaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Cinta kepada dunia tidak ada, apakah rindu ada? Ini bisa dianalogikan dengan rumah, jika rumah tidak ada atau tidak dibuat, apakah batu-bata tidak ada? Jika nasi goreng tidak ada, apakah garam juga tidak ada? Keduanya tetap ada dan muncul dua kemungkinan, digunakan untuk yang lain, atau tidak digunakan sama sekali. Kemungkinan pertama, seseorang boleh saja tidak memiliki rasa cinta kepada dunia misalkan, dengan demikian ia tidak rindu mendapatkan harta melimpah, tidak rindu mendapatkan pasangan ideal, tidak rindu bersama kemewahan, dan lain-lain, ia hanya rindu kenikmatan surgawi. Bukan kah rindu tetap ada? Hanya orientasinya berubah menjadi rindu kepada kenikmatan surgawi, atau digunakan untuk meraih kenikmatan akhirat, bukan untuk menambah rasa pada cinta dunia, tapi menambah rasa kepada cinta akhirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan kedua, tidak digunakan sama sekali. Seperti apakah contoh rindu yang tidak digunakan? Ini menuntut untuk memercepat jawaban dari pertanyaan kenapa rindu diciptakan Allah? Jawabannya adalah &quot;Agar membuat sesuatu menjadi lebih berasa (baik berasa lebih indah atau sebaliknya, menyenangkan atau menyakitkan&quot;. Jika rindu tidak digunakan maka sesuatu itu tidak berasa atau hambar (biasa-biasa saja), seperti dua pasang kekasih yang sering bertemu, puasa dengan makan dan minum seperti biasa, dua sahabat yang setiap saat bahkan detik bertemu, dan lain-lain. Rindu tetap ada, beradasarkan realitas, namun tidak difungsikan, tidak difungsikan untuk apa? Untuk menambah rasa! Jika garam tidak dipakai dalam pembuatan nasi goreng, maka garam tidak difungsikan, tidak difungsikan untuk menambah rasa asin, hasilnya bagaimana? nasi goreng tidak berasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #990000;&quot;&gt; Demikian lah mengapa Allah menciptakan rasa rindu; untuk menambah rasa&lt;/span&gt;, dan ini hanya salah satu hikmah dari hikmah-hikmah lainnya yang masih tersembunyi dan belum terungkap.&lt;i&gt;Wallhohualam&lt;/i&gt;.   &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/8693325794526498894/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/12/kenapa-allah-ciptakan-rindu.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/8693325794526498894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/8693325794526498894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/12/kenapa-allah-ciptakan-rindu.html' title='Kenapa Allah Ciptakan Rindu'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgE5hUTur7p8d-da8lAHUSuwNYT9PLMDXIGTp8fm89hcgJAN9r14OcASgl99t2FxqqgIXJZqUQ7O9OPaE-Wad3YvTamzs0raD4pAWO8ltj3Mzp9k7dhuc_yijzKHh81b41aPEKZUoo9vysE/s72-c/151081_178611245490765_100000256723834_577776_3254620_n.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-7251842377072672351</id><published>2010-12-22T15:50:00.001-08:00</published><updated>2010-12-22T15:52:14.170-08:00</updated><title type='text'>Tuhan diciptakan?</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: large; line-height: 14px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;‎&quot;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: purple;&quot;&gt;Tuhan tidak diciptakan&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;&quot; karena jika ada sesuatu yang diciptakan maka dia bukanlah Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/7251842377072672351/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/12/tuhan-diciptakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/7251842377072672351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/7251842377072672351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/12/tuhan-diciptakan.html' title='Tuhan diciptakan?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-2793135090454686742</id><published>2010-12-22T15:26:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T15:27:34.878-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kampus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ushuluddin"/><title type='text'>Siapakah Yang Menciptakan Tuhan?</title><content type='html'>&lt;b&gt;Siapakah Yang Menciptakan Tuhan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kalau seluruh jagat raya ini diciptakan Tuhan,... lalu Siapakah Yang Menciptakan Tuhan?&quot; Seorang ateis mengungkapkan pertanyaan ini dengan sangat bangga seolah-olah pertanyaan tersebut orisinil dari hasil kecemerlangan otaknya, sambil sesumbar bahwa pertanyaan tersebut menjadi salah satu bukti kemenangan ateisme atas agama Tuhan. Benarkah demikian? Tentu tidak samasekali. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kesalahan pertama adalah ketika ateis menyangka bahwa pertanyaan tersebut orisinil dari otak mereka. Padahal pertanyaan tersebut sebenarnya merupakan pertanyaan alamiah yang bisa muncul pada setiap orang. Hanya saja ketika banyak orang beriman telah menemukan jawabannya ternyata ateis baru bertanya tanya. Alih alih mereka bangga memiliki pertanyaan &quot;cerdas&quot;, ternyata mereka ketinggalan jauh, karena jawabannya sangat mudah bahkan tanpa harus mengernyitkan dahi, mau tau jawabannya?&lt;br /&gt;
Kalau ateis menyangka pertanyaan tersebut tidak ada jawabannya, dia salah besar. Yang terjadi sebenarnya ada dua kemungkinan:&lt;br /&gt;
1. Dia tidak mau menerima jawaban tersebut (dikarenakan kesombongannya)&lt;br /&gt;
2. Kapasitas otaknya tidak cukup memadai untuk menalar permasalahan yang sepele ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita sejenak pelajari pertanyaan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah &quot;Tuhan Pencipta (creator)&quot; dan &quot;Makhluk yang Diciptakan (creature)&quot; sebenarnya bersandar pada sebuah premis umum:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;&lt;b&gt;Pencipta (creator)&quot; bukanlah &quot;yang dicipta (creature&lt;/b&gt;)&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg335DJr27t-DjWUOv_Zoj0cO_9TQGZWmb6XWCy1_dzUjeRn3Iyig16gzbzS2E1nyK3Y_7HbFwBP9LZ0-F5RrKWkjm__zxAnwUSlMvPnjvPoFJBBrsmBhWWfSo39Y0O-i0xQDsN5_hrT_us/s1600/c1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;125&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg335DJr27t-DjWUOv_Zoj0cO_9TQGZWmb6XWCy1_dzUjeRn3Iyig16gzbzS2E1nyK3Y_7HbFwBP9LZ0-F5RrKWkjm__zxAnwUSlMvPnjvPoFJBBrsmBhWWfSo39Y0O-i0xQDsN5_hrT_us/s200/c1.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
premis umum semacam ini bukan sesuatu yang harus dibuktikan karena merupakan alur logika alamiah  akal manusia. Sama halnya dengan pernyataan &quot;awal&quot; bukanlah &quot;kemudian&quot;  atau peryataan &quot;tinggi&quot; bukanlah &quot;tidak tinggi&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian ada saja ateis yang agak lamban berfikir bertanya lagi, &quot;Apa buktinya bahwa creator bukanlah creature?&quot; Tentu tidak ada gunanya meladeni pertanyaan kurang akal semacam ini. karena yang dia butuhkan bukan jawaban melainkan latihan menghafal bahwa kiri bukan kanan, bahwa jauh bukan dekat, dst&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan bagi ateis yang menerima premis tersebut ternyata semuanya gagal menghubungkannya dengan masalah yang dia tanyakan sendiri. Padahal tinggal mengganti kata creator dengan kata Tuhan, jawaban pertanyaan &quot;cerdas&quot; mereka langsung terjawab tuntas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
creator bukanlah creature  diganti menjadi&lt;br /&gt;
Tuhan bukanlah creature  atau dengan kata lain &quot;Tuhan pencipta&quot; bukanlah &quot;Makhluk yang diciptakan&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sehingga jawaban yang benar dari pertanyaan &quot;Siapakah Yang Menciptakan Tuhan&quot; adalah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tuhan tidak diciptakan&quot; karena jika ada sesuatu yang diciptakan maka dia bukanlah Tuhan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
pernyataan terakhir ini sama persis dengan pernyataan berikut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Awal tidak didahului oleh sesuatu&quot; karena jika ada sesuatu yang didahului oleh yang lain maka dia bukanlah awal atau tidak bisa disebut awal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah jelaskan bahwa pertanyaan yang diagul agulkan oleh ateis yang katanya tak ada jawabannya ternyata mudah banget ngejawabnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: http://www.infogue.com/   &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/2793135090454686742/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/12/siapakah-yang-menciptakan-tuhan-kalau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/2793135090454686742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/2793135090454686742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/12/siapakah-yang-menciptakan-tuhan-kalau.html' title='Siapakah Yang Menciptakan Tuhan?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg335DJr27t-DjWUOv_Zoj0cO_9TQGZWmb6XWCy1_dzUjeRn3Iyig16gzbzS2E1nyK3Y_7HbFwBP9LZ0-F5RrKWkjm__zxAnwUSlMvPnjvPoFJBBrsmBhWWfSo39Y0O-i0xQDsN5_hrT_us/s72-c/c1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-6881560548139801993</id><published>2010-12-02T11:23:00.000-08:00</published><updated>2010-12-02T11:23:01.164-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bincang"/><title type='text'>Al-Quran dan Makna Perubahan</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdYUvKKbRq3hRszg24IDw716pcWbyw3jev9XBM4NRVg8eJJ_PPQQi4OQ0R1iEdAxKNG1PKEEQUNEE8P1BMMV-zDnjiY5eh6PtF7n3r1alpWAhPDE5r094l0l9GlAwtQtks7Z1LWXU7f6Zk/s1600/quran.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdYUvKKbRq3hRszg24IDw716pcWbyw3jev9XBM4NRVg8eJJ_PPQQi4OQ0R1iEdAxKNG1PKEEQUNEE8P1BMMV-zDnjiY5eh6PtF7n3r1alpWAhPDE5r094l0l9GlAwtQtks7Z1LWXU7f6Zk/s1600/quran.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Seiring berubahnya zaman, maka inovasi baru adalah sebuah tuntutan. Mereka yang jumud dengan cara lama, akan terpinggirkan atau bahkan hilang dari peredaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Islam itu bukan din yang kaku bak kayu yang hanya bisa lurus, tapi tidak juga seperti karet yang terlalu lentur sehingga hilang keasliannya sama sekali. Qurannya tetap itu, dan sunnahnya tetap itu, tak perlu ada nash atau dalil yang dihapus dengan alasan&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; tidak relevan dengan zaman, pun tak perlu penambahan ini itu. Itu karena Quran sudah sempurna, bagaimana tidak? Ia adalah kalam Allah!! Penambahan tidak akan sedikit pun menambah fungsi dari Al-Quran, maka apalagi dengan pengurangan. Ini ibarat jari tambahan pada manusia, keberadaannya sama sekali tidak akan menambah fungsi apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jaminan relevansi Quran dengan semua zaman dan tempat sudah Allah tegaskan kepada kita. Allah yang menurunkan, dan Allah pula yang akan menjaganya. Menjaganya dari perubahan dan menjaganya agar tetap relevan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang kita belajar menyikapi kemajuan dan tantangan zaman dengan naungan Al-Quran. Bagaimana caranya? Tidak mudah memang, walaupun tidak juga dikatakan sulit, ini tergantung usaha setiap individu muslim. Caranya berkisar pada satu pertanyaan klasik; &quot;Mau atau tidak?&quot;&lt;br /&gt;
Mau atau tidak kita benar-benar berusaha untuk memahami Al-Quran? Tidak hanya sekedar menghafal lafazh-lafazhnya. Salah seorang ulama berkata yang maknanya &quot;Demi Allah, jika kita ingin melihat perubahan (baik pada diri kita, masyarakat,dll.), maka berpegang pada Al-Quran adalah kemestian, tanam lah dalam hati anda niat ketika membaca Al-quran, niat yang lebih dari sekedar membaca lafazh-lafazhnya, yakni niat &#39;Perubahan&#39;. Al-Quran adalah firman Allah, dan firman Allah itu benar&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Niat seperti itu menuntut kita untuk mencari tahu apa yang kita baca, bukan sekedar lantunan tanpa tadabbur. Bagaimana mauqif (sikap) kita ketika menemukan ayat tentang balasan surga beserta kenikmatan tanpa batas bagi orang-orang yang bertaqwa? Bagaimana juga sikap kita ketika menemukan ayat yang berbicara tentang sifat orang munafik yang seolah ingin berbuat kebaikan, padahal tanpa sadar sudah merusak.  Tidakkah Kita pernah bertanya &quot;Apa saya orang bertaqwa?&quot; &quot;Jangan-jangan apa yang saya anggap perbaikan malah kerusakan!&quot;&lt;br /&gt;
Jelas lah sudah kalau ketidak tahuan kita tentang hal luar biasa dalam Al-Quran tidak bisa menafikan keberadaan hal luar biasa tersebut, lantas kemudian membiarkannya seperti buku-buku biasa, padahal di belahan bumi lain, kita dengar kalau Al-Quran dibakar, dibuang ke dalam kloset oleh orang-orang berotak tapi tak berakal, jikalau ini menunjukan kita pada sesuatu, maka sesungguhnya hal ini menunjukan pada kebenaran Al-Quran. Jika bukan itu, alasan masuk akal apalagi yang membuat mereka melakukan hal demikian?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka proyek perubahan besar mesti dimulai dari sekarang, salah satunya dengan tidak membiarkan tilawah kita kosong dari tadabbur. Al-Quran adalah manual book, panduan kita, sahabat kita, teman perjalanan kita semenjak mengenalnya hingga berpisah dengannya. Tujuan diturunkannya Al-Quran lebih dari sekedar untuk dibaca lafazh-lafazhnya, tapi bagaimana isinya meresap ke otak kita, ke hati kita, hingga berwujud dalam diri kita. Rasulullah saw adalah sebaik-baik tauladan tentang bagaimana seharusnya seorang muslim berinteraksi dengan Al-Quran. Ketika seorang sahabat bertanya perihal Akhlak Rasulullah saw, maka Aisyah R.A. menjawab &quot;Akhlaknya adalah Quran&quot;.Subhanallah&lt;br /&gt;
Hanya dengan ini lah, seorang muslim dapat menjawab tantangan zaman, dengan pemahaman yang benar mengenai isi Al-Quran dan interaksi yang baik dengannya. Kejanggalan dalam memahami Al-Quran dan kurang interaksi dengannya hanya akan membuat jiwa jemu kemudian beralih ke buku-buku dan pemikiran lain yang dianggap sebagai ide segar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi lah penghafal Quran yang mengamalkan, sulit memang, tapi selagi kata sulit masih terdengar, maka insya Allah ada kata mudah. Sebelum beramal, sudah barang tentu kita mesti paham, sebelumnya lagi kita mesti mengerti arti kata atau kalimat dari Ayat-ayat Al-Quran, sebelumnya lagi kita mesti memancangan pondasi niat dalam-dalam agar tak rubuh di terpa angin bisikan syaithan bahwa menghafal dan berinteraksi dengannya tiada guna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sedikit pengingat untuk saya dan anda, kita sudah sama-sama tahu, dan saya yakin anda lebih tahu. Hal yang terpenting bukan sudah tahu atau tidaknya, tapi, mau atau tidak diingatkan, karena Rasulullah saw bersabda, orang sombong adalah orang yang &quot;bathorul haq wa ghamtun naas&quot;, menolak kebenaran, melecehkan dan mengkerdilkan orang lain. Semoga kita tidak termasuk ke dalamnya. Wallahualam bis shawab.&lt;br /&gt;
Cairo, 2 Desember 2010&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/6881560548139801993/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/12/al-quran-dan-makna-perubahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/6881560548139801993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/6881560548139801993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/12/al-quran-dan-makna-perubahan.html' title='Al-Quran dan Makna Perubahan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdYUvKKbRq3hRszg24IDw716pcWbyw3jev9XBM4NRVg8eJJ_PPQQi4OQ0R1iEdAxKNG1PKEEQUNEE8P1BMMV-zDnjiY5eh6PtF7n3r1alpWAhPDE5r094l0l9GlAwtQtks7Z1LWXU7f6Zk/s72-c/quran.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-8431026326164585323</id><published>2010-11-25T04:13:00.000-08:00</published><updated>2010-11-25T04:13:50.194-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internet"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tutorial"/><title type='text'>Cara NgeHack Status Orang Yang Seneng Kamu Perhatiin</title><content type='html'>Maksud judul di atas, adalah jika kamu mau tahu update status terbaru dari temen kamu, misalkan kamu pengen tahu update status dari si udin, maka kamu klik nama si udin, lali ambil urlnya! jangan2 kamu gak tahu yang namanya URL!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sorry gak ada toleransi! Url ya Url, karena saya bukan ahli hack, saya gk bisa jelasin panjang!&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, kalau URL nya sudah di COPY, pastekan di http://rssforward.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tekan subscribe via email dan isikan email kamu... tadaaaa.... setiap kali su udin update status, updatenya akan secara otomatis masuk ke email kamu... asyik enggak???   &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/8431026326164585323/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/cara-ngehack-status-orang-yang-seneng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/8431026326164585323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/8431026326164585323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/cara-ngehack-status-orang-yang-seneng.html' title='Cara NgeHack Status Orang Yang Seneng Kamu Perhatiin'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-5990526876197969542</id><published>2010-11-22T15:36:00.000-08:00</published><updated>2010-11-22T15:38:08.320-08:00</updated><title type='text'>Cinta</title><content type='html'>Benarkah cinta tak dapat didefinisikan lewat kata?? Temukan jawabannya di bawah ini:&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin: 5px 20px 20px;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;smallfont&quot; style=&quot;margin-bottom: 2px;&quot;&gt;&lt;b&gt;Cinta &lt;em&gt;[Tak terdefinisikan]&lt;/em&gt;&lt;/b&gt; : &lt;input value=&quot;Show&quot; style=&quot;margin: 0px; padding: 0px; width: 60px; font-size: 10px;&quot; onclick=&quot;if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&amp;#39;div&amp;#39;)[1].getElementsByTagName(&amp;#39;div&amp;#39;)[0].style.display != &amp;#39;&amp;#39;) { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&amp;#39;div&amp;#39;)[1].getElementsByTagName(&amp;#39;div&amp;#39;)[0].style.display = &amp;#39;&amp;#39;; this.innerText = &amp;#39;&amp;#39;; this.value = &amp;#39;Hide&amp;#39;; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&amp;#39;div&amp;#39;)[1].getElementsByTagName(&amp;#39;div&amp;#39;)[0].style.display = &amp;#39;none&amp;#39;; this.innerText = &amp;#39;&amp;#39;; this.value = &amp;#39;Show&amp;#39;; }&quot; type=&quot;button&quot; /&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;margin: 0px; padding: 6px; border: 1px inset;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;display:none;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs483.ash2/75677_173435712674985_100000256723834_540634_674935_n.jpg&quot; alt=&quot;[kenapa.jpg]&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/5990526876197969542/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/cinta_6717.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/5990526876197969542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/5990526876197969542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/cinta_6717.html' title='Cinta'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-6819237095793378659</id><published>2010-11-19T12:20:00.000-08:00</published><updated>2010-11-19T12:20:43.500-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sastra"/><title type='text'>Putri Sudah Dewasa</title><content type='html'>Aku punya adik perempuan, Putri namanya. Bulan ini tanggal 3 Maret 2009, umurnya genap 16 tahun, sebentar lagi putri masuk SMA. Gayanya sekarang sudah mulai berubah, bagiku itu membuat resah, tapi bagi ayah dan ibu itu sesuatu yang lumrah. Orang tuaku memang permisif, tapi masih punya prinsip. Aku dan putri tak boleh berhenti mengaji. Saat aku duduk di kelas empat SD, orang tuaku mulai gusar melihat anaknya buta agama, tak tahu mana alif mana yaa, tak tahu siapa Nabi Muhammad saw siapa Nabi Isa. Atas usulan ibu kepada ayah, aku di masukan ke sebuah TKA – TPA (sekarang TPQ; Taman Pendidikan Quran) yang jaraknya sepuluh menit jalan kaki dari rumah. Hal ini diberlakukan pula terhadap Putri ketika dia menginjak kelas yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Waktu sangat singkat, banyak hal yang berubah di madrasah TKA – TPA itu, ada yang datang, ada yang pergi, pergantian waktu mengganti wajah-wajah santri dan guru. Sekarang, aku dan putri berada pada posisi yang sama, sama-sama menjadi pengajar. Mengajar anak-anak bagiku adalah hal yang menyenangkan sekaligus membosankan, mungkin seperti itu pula perasaan putri, bahkan nampaknya ia lebih parah dariku, ia ingin meninggalkan mengajar ngaji di madrasah tersebut, ia ingin hidup seperti kebanyakan remaja pada umumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu, Putri pengen berhenti mengajar ngaji!”&lt;br /&gt;
“Mengaji dan mengajar ngaji itu sampai mati!!!”&lt;br /&gt;
“Mati, perang kaleeee…” ledek Putri dengan suara pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keinginan Putri ditolak. Untuk hal yang ini menurutku ibu benar-benar tegas dan bijak. Putri adalah remaja, dan ada semacam opini publik di kota kami, khususnya di daerahku, pinggiran kota Bandung, bahwa belajar mengaji cukup sampai SMP. Sudah SMA tak perlu lagi belajar, apalagi kalau belajarnya di madrasah, campur baur dengan anak-anak ingusan yang masih bau kencur. Apa kata dunia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Putri sudah terbius opini publik ini, sekarang ia mulai berani bolos mengajar ngaji, mulai melawan, bahkan aku pun pernah di makinya. Satu hal yang kusadari, Putri yang sekarang sudah bukan Putri yang dulu. Aku paham itu, tapi apa yang harus ku lakukan agar Putri mau tetap bertahan mengajar? Karena kalau tidak, siapa lagi yang mendidik anak-anak titipan itu? Orang tua mereka pun seakan membuang anak-anaknya, tidak ada kerjasama yang baik antara pengajar dan orang tua santri, sebagian orang tua hanya tau mengajikan anak-anaknya di madrasah, selepas mengaji, atmosfer pendidikan hilang sama sekali. Satu sisi, orang tua benar-benar memercayakan pendidikan agama sepenuhnya kepada madrasah, sisi lain mereka tak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi di madrasah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit Nampak merah keunguan, indahnya ditambah dengan seruan adzan maghrib yang merdu dari kejauhan. Diriku seakan tertarik ke sana, sebuah masjid, terselip di sela-sela gang, kecil, namun ramai. Puluhan bahkan ratusan bocah-bocah menggemaskan belajar a bat a tsa di situ, gurunya banyak, tapi kini berkurang, kemana? Sebagian mengakhiri masa lajang/bujang, sebagian pindah profesi, nongkrong. Maklum, mayoritas pengajar masih SMA dan kuliah, yang sudah bekerja dan bekeluarga hanya satu, kepala madrasahnya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sudah tak sabar, hari ini aku menjanjikan hadiah untuk santri-santri kecil yang bisa menjawab pertanyaanku. Hadiahnya ku beli dari warung tadi pagi, sederhana, tapi mengenyangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu, Putri mana?” tanyaku.&lt;br /&gt;
“masih di sekolah, Nak”&lt;br /&gt;
“Petang hari kayak gini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah sebulan santri-santri kecil tak melihat wajah Putri, aku tak bisa melarangnya, sekarang Putri lebih pandai dariku, pandai bersilat lidah. Setiap hari pasti alasannya itu-itu melulu, ekskul dan belajar kelompok. Aku pernah menasehatinya agar pandai memanage waktu, karena hidup bukan hanya di sekolah, rumah dan lingkungan tempat kita berada punya hak juga. Sayang, nasehatku masuk telinga kanan pun sepertinya tidak, tiap kali aku bicara, Putri memasukkan headset MP4 ke telinganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Solat maghrib berjalan dengan penuh kekhusyuan, tidak seperti biasanya, ribut dan gaduh, bahkan tak jarang sampai berujung pertengkaran, masalahnya sepele, hanya karena cubit mencubit pantat ketika sujud. Begitulah bocah, belajarnya adalah mainnya atau sebaliknya.&lt;br /&gt;
Usai salam, aku dan para santri masih harus menunggu bapa-bapak berjenggot nan beruban wiridan , maklum masjidnya adalah madrasah juga, 2 in one. Untuk membuat bangunan sendiri memerlukan dana yang banyak, jadi, untuk sementara dan untuk waktu yang lama madrasah adalah masjid dan masjid adalah madrasah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menunggu bapak-bapak selesai wiridan, seperti biasa, aku membuka mushaf dan membaca beberapa ayat Al-Quran, sedangkan santri, biasanya berlari-larian di halaman, main kucing-kucingan sambil teriak-teriak, namun hari ini sunyi senyap, Dennas, santri badung yang biasa cekikikan pun bahkan tak Nampak gusi-gusinya, hanya diam sambil menopang dagu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tumben, Nas, gak lari-larian?” tanyaku.&lt;br /&gt;
“Enggak a”&lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
“Takut dimarahin”&lt;br /&gt;
“Sama siapa?”&lt;br /&gt;
“itu tuh, sama bapak-bapak yang pake kopiah biru!”&lt;br /&gt;
“Kamu nya sih ribut”&lt;br /&gt;
“Tapi kan yang ribut bukan Dennas aja, kenapa cuman Dennas yang di marahin? Kenapa enggak yang lain juga?”&lt;br /&gt;
“Mungkin maksudnya ke yang lain juga”&lt;br /&gt;
“Tapi Dennas tetep gak suka sama bapak-bapak itu, galak, bicaranya nyakitin….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak berkomentar lagi, kudengarkan terus keluhannya tentang bapak tua berjenggot itu. Semua keluhannya adalah komentar negatif tentang sikapnya. Hal ini adalah salah satu permasalahan yang sampai kini belum kutemukan solusinya, bagaimana caranya? Bicara dengan orang tua memang sulit, sedikit mengemukakan argumen disangka menasehati, “Didinya nyaho naon?, dimana-mana oge tu-ur mah moal ngaleuwihan tak-tak” begitulah bunyi sebuah pernyataan seorang bapak tua ketika aku berusaha untuk mengingatkannya agar tak bersikap keras terhadap anak. Perlu pendekatan dan silaturahim intens dengan mereka, tapi aku tak punya banyak waktu untuk itu, jadwalku padat, usai kuliah langsung kumpul organisasi mahasiswa, sorenya ada kegiatan lain, begitu setiap hari, mengajar adalah sisa tenaga dan sisa waktuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masjid sudah kosong, wiridan telah usai, santri-santri kecil dikumpulkan, anak perempuan duduk berjajar di belakang anak laki-laki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini???” tanyaku sambil mengacungkan sebuah benda mencoba untuk mengalihkan perhatian,&lt;br /&gt;
“Pulpeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen!!!!” jawab para santri kecil kompak&lt;br /&gt;
“Baguuuuuuuus, sekarang aa minta kalian diam, kunci mulutnya rapat-rapat dan dengarkan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana gaduh tiba-tiba menjadi hening. Jurus untuk mengalihkan perhatian yang baru ku pelajari dari buku kumpulan simulasi dan ice breaking ternyata benar-benar ampuh. Anak-anak memang sulit dikendalikan, apa lagi anak zaman sekarang, kekerasan dalam mendidik tidak mempan disini, malah membuat mereka lari. Sudah tak dapat lagi kuhitung jari berapa anak-anak yang berhenti mengaji akibat kekerasan dalam mendidik. Sekarang, setelah diadakan training-training dan seminar-seminar cara mendidik anak, para guru tak pernah lagi menerapkan sistem “Sapu lidi” ketika mengajar, karena mereka sadar kalau kekerasan hanya akan membuat anak-anak berhenti mengaji kemudian beralih ke lain permainan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam, para pengajar belum ada yang datang, baru aku seorang. Santri-santri nampaknya sudah tak sabar untuk segera dibubarkan, berkelompok membentuk sebuah lingkaran-lingkaran kecil dengan satu pengajar di setiap kelompok. Aku sendiri sudah bosan memberi wejangan, dan teka-teki berhadiah sebungkus roti seharga lima ratus rupiah. Biasanya Putri selalu datang paling awal, jauh lebih awal dariku, namun sekarang ia mungkin sudah menemukan keasyikan baru dan melupakan mengajar sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adzan isya berkumandang. Tanpa intruksi dariku, anak-anak membubarkan diri mereka sendiri. Anak-anak perempuan berkumpul di belakang untuk mengenakan mukena mereka, yang laki-laki, sebagian buang air kecil dan berwudhu, yang lainnya lari-larian di dalam masjid. Suasana menjadi gaduh, Dennas si bocah badung kembali beraksi, kalau tidak ngisengin anak perempuan, pasti brantem-branteman. Aku sendiri tak bisa berbuat apa-apa, tanganku dua, mulutku satu, ditambah mikropon masjid rusak, maka, untuk mengatur seratus lebih bocah-bocah adalah hal yang tidak mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang bapak-bapak tua tiba-tiba melangkah masuk ke dalam masjid, sorot matanya tajam nan bermuka masam, ia melangkah perlahan menuju mimbar,&lt;br /&gt;
“Brug.. brag.. brug.. brag.. !!!!!!!” tangannya menghempas mimbar kayu itu berkali-kali.&lt;br /&gt;
Dalam hitungan detik suasana menjadi hening sehening kuburan, hanya senandung jangkrik yang terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“maneh teh edeuk ngaraji edeuk ulin? Mun edeuk ulin, geus weh balik!!! Tah budak eta, saha ngaran maneh??”&lt;br /&gt;
“Dennas!!! Dennas!!!” kawan-kawannya menyahut, Dennas sendiri terdiam, wajahnya tertunduk ketakutan.&lt;br /&gt;
“jig balik, ameh teu ngagandengan!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dennas berdiri sembari mengambil tas gendongnya dan berlalu melangkah keluar masjid. Hatiku miris melihat peristiwa itu, perasaanku kacau, tersinggung, marah dan merasa tidak berharga bercampur menjadi satu. Kakek-kakek tua berkopiah itu seakan telah memosisikan diriku sebagai pengajar yang tidak becus. Padahal menghadapi anak-anak berusia di bawah 10 tahun berbeda dengan menghadapi remaja, pemuda dan orang dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf ya, bapak saya emang kayak gitu”&lt;br /&gt;
“Kamu kan anaknya, saya minta bantuan kamu agar menasehati beliau pelan-pelan”&lt;br /&gt;
“Gimana ya.. saya enggak biasa menasehati orang tua, saya suka susah ngomongnya, tapi.. insya Alloh saya usahakan.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percakapan singkat antaraku dan salah seorang kawan yang juga staf pengajar berakhir. Dia adalah putra dari sang kakek berkopiah biru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengajian telah usai tepat pukul 20.00 malam, anak-anak berhamburan keluar masjid, berlomba-lomba mengambil sandal di rak. Hari ini jumlah lingkaran-lingkarang kecil yang tersisi oleh pengajar hanya tiga dari sebelas lingkaran yang ada. Kemana para pengajar? Kemana Putri? Aku merasa menjadi lone ranger kalau seperti ini terus, sudah berhari-hari bahkan berminggu-minggu anak-anak mengaji tanpa guru. Datang ke masjid hanya formalitas, setelah itu kembali kerumah tanpa ilmu. Bisa saja aku yang menghandle semuanya, tak usah ada lingkaran-lingkaran kecil, namun tentunya efektifitas dan hasilnya akan berbeda, pebicaraan dari hati ke hati akan terasa lebih sulit karena jumlah yang banyak menuntutku untuk membagi rata pandangan mata ke semua santri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kembali ke rumah dengan hati yang sakit lantaran peristiwa tadi. Di rumah kudapati seorang pemuda tanggung masih memakah baju putih abu, tambah geram aku dibuatnya, namun kegeraman ku sembunyikan di balik senyumanku yang asimetris kepada pemuda tanggung itu. Tebakanku benar, Putri sudah punya keasyikan baru, sekarang ia sudah mulai berani menunjukan “Si dia” yang selama ini ia sembunyikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tok.. tok.. “ kuketuk kamar Pintu kamar Putri perlahan.&lt;br /&gt;
“Itu Pacar Putri?” tanyaku langsung begitu Putri membukakan pintu.&lt;br /&gt;
“Iya, emang kenapa? Enggak boleh?” jawab putri sinis.&lt;br /&gt;
“Putri kan udah janji sama aa enggak bakal pacaran!”&lt;br /&gt;
“Itu bukan urusan aa, Putri gak mau terikat dengan janji!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabannya pedas diluar kebiasaan. Putri sudah benar-benar berubah. Geram ditimpah geram, bukan main marahnya diriku, dadaku sesak, hampir saja tangan ini melayang ke pipinya, namun aku paling anti kekerasan. Dengan memasang wajah masam, aku berlalu dari hadapannya. Malam ini adalah malam yang membuat panas ubun-ubunku. Mulai dari pengajar yang banyak membolos, peristiwa Dennas, sampai sikap Putri yang mengesalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin membalas sikap Putri, aku tidak terima, bagiku sikap putri adalah pelecehan terhadap statusku sebagai kakak, dimana-mana kakak lebih berkuasa ketimbang adik.&lt;br /&gt;
Pagi datang, udaranya begitu segar, semua kemarahanku terhadap putri sudah agak sedikit hilang, namun rasa ingin membalas kekesalan kemarin masih ada. Putri terlihat sudah rapi pagi-pagi sekali, padahal biasanya malas-malasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aa cepetan, udah siang, aa kan udah janji mau antar Putri hari ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendengar seruannya, sebetulnya saat yang pas untuk membalas kejengkelannya kemarin malam, namun sudahlah. Lagi pula, aku baru sadar kalau balas membalas merupakan sikap orang dewasa yang kekanak-kanakan.&lt;br /&gt;
Sesuai dengan janjiku, hari ini ku antar Putri ke sekolahnya dengan motor matic yang baru ayah beli beberapa hari lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Put, santri-santri udah banyak yang nanyain,” kataku membuka percakapan sambil mengemudikan motor.&lt;br /&gt;
“Aa ingin Putri mengajar lagi, kasihan anak-anak di masjid, kalau enggak ada Putri, pengajar perempuan yang lain jadi terbawa malas. Aa ingin Putri jadi Putri yang dulu, semangat, rajin mengajar, enggak kayak sekarang. Aa tahu, Putri butuh kebebasan sebagai remaja dan aa pun yakin Putri bisa bebas tanpa harus meninggalkan ngaji kemudian beralih ke pacaran. Put, aa Cuma mengingatkan, jaga pergaulan, pandai-pandai pilih teman, apalagi kalau udah menyangkut lawan jenis, cowok itu sensitif kalau udah dekat cewek. Bukannya aa gak percaya sama teman Putri yang kemarin, tapi setidaknya gaya itu mencerminkan tingkah lakunya, maaf ya Put, kalau gaya nya amburadul kayak gitu, kurang lebih karakternya juga kayak gitu. Aa khawatir sama Putri, aa gak mau kalau Putri sampai salah bergaul. Aa minta sama Putri agar selektif memilih teman. Lihat dengan siapa dia bergaul; setidaknya itu bisa menjadi patokan lain buat Putri dalam memilih teman!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari tadi aku berbicara sendiri, entahlah apakah Putri mendengar kata-kataku atau memasukan headset mp4 nya ke telinga? Aku tak tahu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini, tak jauh berbeda dengan hari kemarin, pengajar yang datang itu-itu lagi, kakek berkopiah biru marah-marah lagi, Dennas diusir lagi, malah kali ini lebih kasar. Sepulang mengaji aku menemukannya di sebuah rental game online. Saat ini kekerasan sudah tidak mempunyai tempatnya lagi dalam dunia anak. Anak-anak sekarang, seperti Dennas, diusir sepertinya malah menjadi kesempatan, lain dengan anak-anak zaman dulu, orang tua atau guru mungkin memberlakukan kekerasan, karena zaman belum terlalu menyediakan aneka permainan, paling-paling main layangan atau kucing-kucingan, oleh karenanya mereka cenderung patuh tanpa perlawanan, walaupun tetap, tidak dulu tidak sekarang, yang namanya kekerasan tidak diperbolehkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari sudah kelam. Putri belum juga kembali. Raut wajah ibu menunjukan kekhawatiran. Ibu menyuruhku untuk menjemput Putri ke sekolah. Motor yang sudah ku cuci tadi sore terpaksa harus ku kotori lagi dengan air-air tergenang sisa hujan. Dengan rasa malas, kugiring motor ke luar rumah, dinyalakan dan dipanaskan sebentar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Putri, Putri, kamu emang suka ngeselin” gumamku dalam hati sembari menatap langit kelam yang tak berbintang.&lt;br /&gt;
“Putri, kamu dari mana aja? Tadinya aa mau jemput kamu!” sapaku ketika tiba-tiba putri muncul di hadapanku.&lt;br /&gt;
“BRUG!!!” tanpa kalam dan salam ia berlalu membanting pintu rumah, wajahnya masam tanpa senyuman.&lt;br /&gt;
“Kenapa Put, kamu kok marah-marah gitu? Tanyaku.&lt;br /&gt;
“Putri kemana aja? Mama khawatir tau enggak!” timpal ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada jawaban, Putri langsung masuk kamar, membanting pintu dan menguncinya rapat-rapat.&lt;br /&gt;
Keesokan harinya, saat aku selonjoran di ruang tamu, Putri mendekatiku,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar apa kata aa waktu anter Putri,”&lt;br /&gt;
“Cowok yang Putri bawa kesini gak baik!”&lt;br /&gt;
“Punya pacar lain?” tanyaku.&lt;br /&gt;
“Bukan!”&lt;br /&gt;
“Terus apa dong?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Putri seperti ragu untuk mengatakannya, namun akhirnya dia menceritakan semuanya. Hatiku lega tatkala putri memiliki sikap atas ajakan yang tak pantas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua laki-laki itu sama, selalu kayak gitu” kata Putri sambil bermuka cemberut.&lt;br /&gt;
“Kayak gitu gimana?” tanyaku memancing.&lt;br /&gt;
“Emang, cinta itu satu kemasan 3 in one sama yang kayak begitu ya, a?” Putri balik bertanya.&lt;br /&gt;
“Menurut Putri?”&lt;br /&gt;
“gak tau” jawabnya singkat.&lt;br /&gt;
“gak semua cowok kayak gitu, tapi semua cowok punya potensi untuk berbuat seperti itu tatkala ada kesempatan dan ada niatan dari cowok itu sendiri. Aa yakin Putri udah tau cerita nabi Yusuf. Cewek sama cowok apalagi bukan mahrom kalau berdekatan seperti kutub utara dan selatan pada magnet, ada medannya, tarik menarik satu sama lain, bisa lepas kalau sudah berjauhan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Putri hanya mengangguk mendengarkan wejanganku. Terkadang seribu nasehat belum berarti bagi seseorang sebelum ada yang peristiwa yang menyadarkan orang tersebut dan mengembalikan ingatannya akan nasehat-nasehat yang sebelumnya bagai angin lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satu lagu Put, cinta tidak identik dengan yang seperti itu, cinta adalah sesuatu dan ‘yang seperti itu’ adalah sesuatu yang lain, gak bisa dapat dua-duanya kecuali dengan satu cara yang halal”&lt;br /&gt;
“Caranya?” Tanya putri penasaran.&lt;br /&gt;
“Menikah, menikah adalah celebration of love, setelahnya adalah puncak keindahan dan puncak kenikmatan. Pada masa inilah (baca:pasca nikah) cinta benar-benar diuji. Masihkah bertahan lagu-lagu cinta yang dulu sering disenandungkan? Masihkah bertahan puisi-puisi cinta yang dulu dideklamasikan? Atau jangan-jangan satu kata ‘sayang’ pun tak pernah lagi diungkapkan. Kalau begitu, kemanakah perginya ‘Cinta sejati yang dulu sering dihikayatkan?’”.&lt;br /&gt;
“Kamu harus bisa mendobrak adat Put! Jangan mengekor terus seperti bebek, latah mengikuti zaman. Hari-hari kedepan harus dirancang, bukannya malah terlena dengan hari ini sehingga melupakan yang akan datang. Jangan lupa juga ‘Waktu adalah kehidupan’, kalau Putri menyia-nyiakan waktu, berarti Putri menyia-nyiakan kehidupan, ingat-ingat syair ini karena waktu yang telah berlalu takkan kembali terluang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Andai masa muda&lt;br /&gt;
Kembali walau sehari saja&lt;br /&gt;
Maka kan kukabarkan padanya&lt;br /&gt;
Apa yang ia lakukan di masa tua’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Horeeeeeeeeeeeiiii…!!!” santri-santri kecil bersorak-sorai, sebagiannya bertepuk tangan. Kembalinya Putri mengajar disambut gembira, pengajar perempuan lain pun bermunculan. Keberadaan Putri ibarat pepatah “Ada gula ada semut”, ada Putri, yang lain pun ikut ada.&lt;br /&gt;
Tentang kakek-kakek berkopiah biru, anaknya sudah berhasil menasehati. Sekarang beliau lebih memaklumi keadaan santri yang terkadang tak terkendali. Beliau sudah paham, pengajarnya pun tak mendapat imbalan yang begitu besar, selain itu juga terkadang sibuk dengan aktivitas sekolah, jadi wajar kalau terkadang sebagian ogah-ogahan dalam mengajar.[]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cerpen ini didedikasikan untuk pengajar Al-Muawanah yang telah mengantarkanku ke negeri ini, yang pertama mengajariku “Apa itu Islam” disaat aku sama sekali tak mengenalnya.   &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/6819237095793378659/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/putri-sudah-dewasa_19.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/6819237095793378659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/6819237095793378659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/putri-sudah-dewasa_19.html' title='Putri Sudah Dewasa'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-8564914304882314784</id><published>2010-11-19T11:43:00.000-08:00</published><updated>2010-11-19T11:43:53.517-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Quranuna"/><title type='text'>Tadabbur Surat Al-Insan</title><content type='html'>1. Eksistensi Alloh sebagai pencipta&lt;br /&gt;
Pertanyaan di ayat satu mengajak supaya manusia bertanya kepada dirinya sendiri bahwasannya dia telah melalui satu zaman/fase saat dia belum menjadi sesuatu apapun, lebih jauh lagi pertanyaan ini seharusnya melahirkan sebuah kesadaran bahwa ada intervensi qudrat ilahi dibalik eksistensi manusia di dunia. Alloh lah yang mengadakan manusia ketika sebelumnya tiada. Alloh lah yang menempatkannya di pentas kehidupan ini&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; dan menjadi satu makhluk yang dapat disebut setelah sebelumnya tak dapat disebut apapun. Di dalam tafsir ibnu katsir, beliau Rohimahulloh menyatakan bahwa ayat ini sekaligus, secara tidak langsung, mengisyaratkan akan kelemahan manusia dengan kenyatan bahwa manusia sebelumnya tak ada, hingga kemudian Alloh menciptakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Keajaiban penciptaan manusia&lt;br /&gt;
Penciptaan manusia merupakan sebuah kejadian luar biasa yang sangat komplek dan tak mungkin meringkasnya dengan kata &quot;Kebetulan&quot; sebagaimana para atheis dan pembela teori darwin. Manusia, menurut para pembela teori sesat ini, tidak mempunyai tempat dalam penciptaan sedikitpun, ia hanya beruntung karena dapat berevolusi dari bentuknya yang rendah dan hina menjadi sangat kompleks. Kita, ummat islam, dan orang-orang yang menggunakan akal, menepis pernyataan ini. berikut ini saya kutipkan langsung penjelasan Harun yahya mengenai proses penciptaan manusia di alam rahim:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah Pelir Dan Sel Perma&lt;br /&gt;
Sperma, yang merupakan tahap pertama dalam penciptaan manusia, diproduksi &quot;di luar&quot; tubuh manusia. Ini karena produksi sperma hanya mungkin terjadi di lingkungan bersuhu 2 C di bawah suhu tubuh normal. Untuk menstabilkan suhu pada tingkat ini, buah pelir dilapisi kulit khusus. Kulit ini mengerut pada cuaca dingin dan mengembang pada cuaca panas, untuk menjaga suhu tetap konstan. Apakah lelaki &quot;mengendalikan&quot; dan mengatur sendiri keseimbangan rumit ini? Tentu tidak. Ia bahkan tidak menyadari hal ini. Para pengingkar penciptaan hanya dapat mengatakan, ini adalah &quot;fungsi tubuh manusia yang belum diketahui&quot;. Definisi &quot;fungsi yang belum diketahui&quot; hanyalah &quot;sekadar nama&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sperma diproduksi dalam buah pelir dengan laju produksi 1000 per menit. Sel ini memiliki desain khusus untuk perjalanannya menuju indung telur perempuan, perjalanan yang berlangsung seolah ia &quot;mengenal&quot; tempat itu. Sperma terdiri atas kepala, leher, dan ekor. Ekornya membantunya bergerak bagai ikan menuju rahim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian kepalanya, yang mengandung sebagian kode genetis bayi, ditutupi perisai pelindung khusus. Fungsi perisai ini terungkap di pintu masuk rahim ibu: di sini lingkungannya sangat asam. Jelas, sperma ditutupi dengan perisai pelindung oleh &quot;seseorang&quot; yang tahu tentang keasaman ini. (Kondisi lingkungan asam ini bertujuan melindungi sang ibu dari mikroba).Yang diejakulasikan ke dalam rahim tidak hanya jutaan sperma. Air mani adalah campuran berbagai macam cairan. Al Quran menegaskan fakta ini dalam ayat berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan yang dapat disebut? Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.&quot; (QS.Al Insan: 1-2)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cairan dalam air mani ini berisi gula, untuk memberi energi yang dibutuhkan sperma. Di samping itu, komposisi utamanya memiliki beragam tugas, seperti menetralkan asam pada pintu masuk ke rahim dan menjaga kelicinan medium untuk pergerakan sperma. (Di sini sekali lagi terlihat bahwa dua wujud yang berbeda dan saling independen, diciptakan saling cocok). Spermatozoa menempuh perjalanan sulit di dalam rahim ibu hingga mencapai sel telur. Betapapun mereka bertahan, kurang-lebih hanya seribu dari sekitar 200-300 juta spermatozoa yang mencapai sel telur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sel Telur&lt;br /&gt;
Jika sperma didesain sesuai dengan sel telur, sel telur juga disiapkan sebagai benih kehidupan pada medium yang sama sekali berbeda…. Tanpa sepengetahuan perempuan, sel telur yang telah matang di indung telur ditinggalkan di rongga perut, kemudian tertangkap oleh lengan-lengan pada ujung organ tubuh bernama tuba falopii rahim. Setelah itu, sel telur mulai bergerak dengan bantuan gerakan rambut pada tuba falopii. Sel telur ini besarnya hanya setengah partikel garam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sel telur dan sperma bertemu di dalam tuba falopii. Di sini sel telur mulai mengeluarkan cairan khusus. Dengan bantuan cairan ini, spermatozoa menemukan lokasi sel telur. Kita harus menyadari bahwa tatkala kita mengatakan sel telur &quot;mulai mengeluarkan&quot;, kita tidak sedang membicarkan manusia atau suatu makhluk sadar. Hal ini tidak dapat dijelaskan melalui konsep kebetulan, bahwa massa protein mikroskopis &quot;memutuskan&quot; tindakan itu &quot;dengan sendirinya&quot;, kemudian &quot;mempersiapkan&quot; dan mengeluarkan senyawa kimia untuk menarik spermatozoa kepadanya. Ini merupakan bukti bahwa ada sebuah perancangan dalam proses ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, sistem reproduksi tubuh didesain untuk mempersatukan sel telur dan sperma. Ini berarti bahwa sistem reproduksi perempuan diciptakan sesuai dengan kebutuhan spermatozoa dan spermatozoa diciptakan sesuai dengan kebutuhan lingkungan di dalam tubuh wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertemuan Sperma Dan Sel Telur&lt;br /&gt;
Ketika sperma yang akan membuahi sel telur-semakin mendekati sel telur, sel telur kembali &quot;memutuskan&quot; untuk mengeluarkan suatu cairan, yang disiapkan khusus bagi sperma, untuk melarutkan perisai perlindungan sperma. Akibatnya, terbukalah kantung enzim pelarut pada ujung sperma, yang dibuat secara khusus untuk sel telur. Ketika sperma mencapai sel telur, enzim-enzim ini melubangi membran sel telur dan memungkinkan sperma masuk. Spermatozoa di sekeliling telur mulai berebut masuk, tetapi biasanya hanya satu sperma yang berhasil membuahi sel telur.&lt;br /&gt;
Ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan tahapan ini sangatlah menarik. Dalam Al Quran, dinyatakan bahwa manusia dibuat dari saripati cairan hina, yaitu air mani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.&quot; (QS. As-Sajadah: 8).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana diungkapkan ayat tersebut, bukan cairan yang membawa spermatozoa itu yang membuahi telur, melainkan &quot;saripatinya&quot; saja. Saripati tersebut adalah sperma di dalamnya, yang menjadi agen pembuahan, atau lebih tepat lagi, kromosom di dalam sperma tersebut, yang merupakan &quot;saripati&quot; sperma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika sel telur membiarkan satu sperma masuk, sperma lain tidak mungkin masuk. Penyebabnya adalah medan listrik yang terbentuk di sekeliling sel telur. Wilayah di sekeliling telur bermuatan negatif (-) dan begitu sperma pertama menembus sel telur, muatan ini berubah menjadi positif (+). Oleh karena itu, sel telur tersebut, yang kini bermuatan sama dengan spermatozoa lain di luar, mulai menolak mereka.&lt;br /&gt;
Ini berarti muatan listrik kedua zat tersebut, yang terbentuk secara independen dan terpisah, juga bersesuaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, bergabunglah DNA laki-laki di dalam sperma dan DNA perempuan di dalam sel telur. Sekarang terdapat benih pertama, sel pertama dari manusia baru, di dalam kandungan ibu: zigot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sperma dari laki-laki bersatu dengan sel telur dari perempuan, inti dari bayi yang akan dilahirkan mulai terbentuk. Sel tunggal ini, yang dalam biologi dikenal dengan istilah &quot;zigot&quot;, akan segera mulai berkembang dengan melakukan pembelahan sel, dan akhirnya menjadi &quot;segumpal daging&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, zigot tersebut tidak menghabiskan masa pertumbuhannya dalam kehampaan. Zigot melekat pada rahim, bagaikan akar yang menancap kuat ke bumi melalui sulurnya. Melalui ikatan ini, zigot memperoleh zat gizi yang penting bagi pertumbuhannya dari tubuh sang ibu...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, embrio yang awalnya mirip gel, mulai berubah seiring waktu. Dalam struktur yang mulanya lunak ini, mulai terbentuk tulang keras untuk membantu tubuh berdiri tegak. Kemudian sel, yang mulanya semua sama, mulai terspesialisasi: ada yang membentuk sel mata yang peka terhadap cahaya, sel saraf yang peka terhadap panas, dingin, dan sakit, dan sel yang peka terhadap getaran suara. Apakah sel-sel itu sendiri yang menentukan perbedaan-perbedaan ini? Apakah mereka sendiri yang pertama kali memutuskan untuk membentuk hati atau mata manusia, kemudian menuntaskan tugas yang luar biasa ini? Ataukah di lain pihak, mereka telah diciptakan dengan tepat untuk tujuan-tujuan ini? Kearifan, kecerdasan, dan jiwa pasti akan membenarkan alternatif kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhir proses, setelah sang bayi tumbuh sempurna di dalam rahim ibunya, ia lalu lahir ke dunia. Kini bayi itu 100 juta kali lebih besar dan 6 miliar kali lebih berat daripada wujud awalnya.&lt;br /&gt;
Inilah kisah awal mula kehidupan manusia, bukan makhluk lain. Jadi, apa yang lebih penting bagi manusia selain mengetahui tujuan penciptaan yang menakjubkan ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat tidak logis bila kita berpikir bahwa semua fungsi kompleks ini terjadi &quot;atas kemauan sendiri&quot;. Tidak ada seorang pun yang memiliki kekuatan untuk menciptakan dirinya sendiri, menciptakan orang lain, atau menciptakan benda lain. Allah-lah yang menciptakan semua kejadian yang telah dijelaskan tadi, pada setiap saat terjadinya, setiap detiknya, dan setiap tahapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Modal yang Alloh berikan kepada Manusia&lt;br /&gt;
Demikianlah, manusia tercipta atas kehendak Alloh swt. Alloh tidak menciptakan manusia secara sia-sia, melainkan untuk mengujinya. Oleh karenanya Alloh memberikan modal kepada manusia berupa pendengaran dan penglihatan. Alloh tidak mengatakan alatnya seperti &quot;Udzun&quot; (telinga) atau &quot;&#39;ain&quot;(mata), tapi Alloh menyebutkan fungsinya. Pendengaran dan penglihatan. Fungsi telinga adalah &quot;Mendengar&quot; dan mata adalah &quot;melihat&quot;, karena tidak setiap manusia yang memiliki mata dan telinga mau &quot;melihat&quot; dan &quot;mendengar&quot;. Mata dan telinga merupakan alat terpenting yang dimiliki manusia untuk mengakses informasi yang ada disekelilingnya, sebelum akhirnya ia diproses oleh akal, dipilah dan dipilih olehnya, mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang sesuai dengan fitrah manusia dan mana yang tidak, barulah hati yang memutuskan. penciptaan fungsi-fungsi seperti pendengaran dan penglihatan ini menurut sayyid quthb dimaksudkan agar manusia memiliki kesanggupan untuk menerima dan menyambut dakwah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Dua jalan yang Alloh berikan&lt;br /&gt;
Di ayat berikutnya Alloh menyatakan bahwasannya Dia swt telah menunjukan manusia kepada jalan. Di dalam tafsir ibnu katsir, beliau Rohimahulloh mengutif sebuah riwayat dari Ikrimah, &#39;athiyyah, mujahid lain-lain, bahwa maksud &quot;Inna hadainahus sabiila..&quot; adalah sama dengan ayat &quot;Wa hadainaahun najdain&quot; yakni; menjelaskan kepada manusia jalan yang baik/benar dan buruk. Selanjutnya, menurut sayyid quthb setelah manusia sadar bahwasannya Alloh telah memberikannya kehidupan, menganugerahkan pendengaran dan penglihatan, kemudian ditunjukan jalan, maka bagi orang-orang yang mendapat hidayah, syukur merupakan perasaan pertama yang merasuk ke dalam hati seorang mu&#39;min, oleh karenanya - masih menurut sayyid quthb - Alloh ungkapkan hidayah dengan kata-kata syukur, karena kesyukuran itulah perasaan yang paling dekat di dalam hati orang yang mendapt hidayah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Ganjaran bagi orang-orang yang syukur dan kufur&lt;br /&gt;
Pilihan menjadi hambanya yang syukur atau kufur dan hasil dari ujian manusia tatkala berada diunia, selanjutnya akan mengantarkan mereka kepada azab yang pedih atau syurga yang bergelimangan kemewahan dan kenikmatan. Gambaran Azab di surat ini hanya di sebutkan ringkas saja, menurut sayyid quthb, itu karena suasana surat ini adalah suasana kemewahan dan kesenangan, juga suasana seruan ke arah mencapai nikmat-nikmat yang Alloh janjikan. berikutnya Alloh menyusulkan gambaran pemandangan surga yang Alloh kan berikan kepada hamba-hambaNya yang dikehendaki. Di dalam ayat pertama, orang-orang yang akan Alloh karuniai dengan nikmat surga itu adalah Abror atau orang-orang yang taat, dan di ayat kedua dinamakan &#39;Ibadulloh (Hamba-hamba Alloh). Menurut sayyid Quthb ini ialah untuk memuliakan mereka dan mengumumkan kelebihan dan derajat mereka di sisi Alloh swt, dimana pemandangan-pemandangan surga dan nikmat-nikmat diperlihatkan terhadap mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Penjelasan sifat-sifat orang taat yang menjadi hamba-hamba kesayanganNya.&lt;br /&gt;
Sebagaimana isi ayat 7 dan 8, ayat tersebut menjelaskan tentang sifat-sifat orang-orang taat yang menjadi hamba kesayangan Alloh swt. Sifat yang pertama ialah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* mereka yang memenuhi nazarnya.&lt;br /&gt;
Berkata Imam malik, dari Tholhah bin abdul malik dari qosim bin malik dari Aisyah Rhodhiyallohu &#39;anha, bahwasannya Rosululoh saw bersabda: &quot;Barangsiapa yang bernadzar untuk menaati Alloh swt, hendaklah ia menaatiNya, dan barang siapa yang bernadzar untuk bermaksiat kepadaNya, maka jangan lah bermaksiat kepadaNya&quot;1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Takut pada hari kiamat yang malapetakanya meluas dan merata&lt;br /&gt;
Di dalam kitab tafsir Ibnu katsir, beliau Rohimahulloh mengatakan bahwa rasa takut kepada hari ketika malapetaka meluas dan merata ini bisa dimanifestasikan ke dalam kehidupan dengan cara meninggalkan sesuatu yang haram dan dilarang oleh Alloh swt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Memberikan makanan yang disayangi kepada orang miskin, anak yatim dan tawanan&lt;br /&gt;
Dalam tafsir Ibnu katsir dikatakan, bahwa makanan yang diberikan bukan sembarang pemberian makanan, melainkan pemberian yang dilakukan saat kondisi seseorang sangat cinta dan penuh syahwat terhadap makanan tersebut. Ayat yang serupa dengan ayat ini adalah awal juz 4, yakni surat Al-Baqoroh: 92. Masih di dalam kitab Tafsir Ibnu katsir, memberi makan kepada orang miskin dan yatim sudah dapat difahami maknanya dan tergambar dalam benak, adapun memberi makanan terhadap tawanan perang, maka dalam hal ini seperti yang dituturkan Ibnu &#39;Abbas mengenai situasi tawanan perang badar. Ibnu &#39;Abbas menuturkan: &quot;Pada saat itu, tawanan perangnya adalah kaum musyrik, mereka(kaum musyrik) menyaksikan bahwasannya Rosululloh saw memerintahkan kepada para sahabatnya pada hari terjadinya perang badar, agar menghormati/memuliakannya dengan mendahulukan memberi makan siang terhadap mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sifat orang-orang mukmin tentunya berkebalikan dengan sifat kaum musyrik mekkah pada saat itu. Pada saat kaum musyrik makkah mampu bermegah-megahan dalam kemewahan, di sekelilingnya masih banyak kaum-kaum dhuafa yang memerlukan bantuan. Adapun orang mukmin, mereka memberikan makanan dengan murah hati dan belas kasihan dengan diiringi keikhlasan terhadap Alloh swt, sebagaimana ayat-ayat berikutnya mengungkap suasana hati mereka tatkala memberikan makanan tersebut. Mereka (orang-orang mukmin) berkata: &quot;Sesungguhnya kami memberi makanan kepada kamu semata-mata karena Alloh swt, kami tak mengharap balasan dan terima kasih darimu. Sesungguhnya kami takut kepada azab tuhan kami, yaitu azab hari kiamat yang membuat muka manusia masam dan suram.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zaman sekarang kita mengenal istilah &quot;Bantuan Sosial(BAKSOS)&quot; yang boleh dikatakan bahwa islam lah pencetus pertama, sebelum akhirnya orang-orang nonislam meniru dengan menyembunyikan udang dibalik batu misi mereka. mereka mendirikan lembaga-lembaga bantuan sosial, menggaet mereka yang kelaparan. Ummat islam tak mau kalah, mulai terbentuk sebuah kesadaran untuk bersatu, bersama membantu dhuafa dan yatim. Di indonesia kita mengenal Rumah Zakat Indonesia, yang telah membina dan memberikan beasiswa pendidikan kepada lebih dari 10.000 anak asuh pada tahun 2006, entah lah berapa sekarang? Kemudian lembaga serupa bernama Percikan Iman dengan program BSPI (Beasiswa Sekolah Percikan Iman). Sistemnya hampir sama dengan beasiswa rumah zakat, karena ada banyak orang rumah zakat yang juga aktif menjadi pengurus beasiswa percikan iman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬-________________________________________________________________________________________&lt;br /&gt;
1) Shohih Bukhori (6696)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Keselamatan Hamba-hamba Alloh swt pada hari kiamat dan nikmat-nikmat yang Alloh berikan kepada mereka&lt;br /&gt;
Ayat 11 menggambarkan bahwasannya pada saat terjadi hari yang pelik itu, saat manusia yang durhaka bermuka masam, Alloh justru memberikan kepada orang-orang yang beriman wajah ceria yang berseri-seri. Bermuka masam adalah kebalikan dari berseri-seri, kalau masam berarti mengkerutkan dahi dan daerah sekitar dua mata, maka berseri-seri adalah saat otot-otot wajah terihat tenang, bersinar tanpa mengkerut. Suasana hati adalah faktor utama yang membuat kesan kerutan atau berseri-seri pada wajah. Dapat dipastikan bahwa orang-orang kafir/durhaka pada saat itu mengalami goncangan jiwa, kesempitan hati dan seribu satu kepelikan yang membombardir diri mereka. Selanjutnya, di ayat 12 Alloh menyebut balasan bagi mereka yang sudah mampu bersabar, karena bersabar menahan hawa nafsu bukan sesuatu yang mudah. Berapa banyak orang yang tertawan dan terbunuh lantaran syahwat? Syahwat manusia mewariskan kehinaan dan membuatnya bertemu dengan petaka berkepanjangan, begitulah Abu sulaiman bersyair tatkala seseorang membacakan quran kepadanya sampai pada ayat &quot;Wa jazaa hum bima shobaruu..&quot;. Syahwat adalah satu hal yang tak boleh kita bersifat lunak kepadanya, karena ia akan semakin mendorong keras kita, sebaliknya, jika kita keras, maka ia yang lunak. Ayat-ayat berikutnya adalah gambaran kenikmatan surga, sebagai balasan penat mereka tatkala di dunia. Pakaian dari sutera, tahta-tahta yang terhias, pohon-pohon yang mudah dipetik buahnya, minuman-minuman dalam bejana perak dan gelas-gelas bening seperti kaca, pelayan-pelayan remaja kekal muda yang bertaburan bak mutiara dan kerajaan yang luas, serta kenikmatan-kenikmatan lainnya yang akal kita belum mampu menjamah bentuk hakikinya seperti apa?.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
Dalam tafsir fi zhilal karangan sayyid Quthb ayat-ayat terakhir (23-26) menjelaskan tentang arahan Alloh swt kepada Rosululloh saw dalam menghadapi kaum musyrik mekkah yang semakin gencar melakukan penindasan-penindasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkara keengganan kaum musyrik mekkah memeluk islam sebenarnya bukan semata perkara Aqidah, karena jika hanya soal akidah tentunya perjuangan Rosulullah saw jauh lebih mudah, karena aqidah kaum musyrik itu sesungguhnya sangat lemah lagi cacat dan tak mampu menyamai Aqidah islam yang benar. Permasalahan yang sebenarnya adalah sesuatu yang berada dibalik aqidah sesat kaum musyrik mekkah . sesuatu itu adalah kesenangan, poya-poya, hedonisme, matrealisme dan lain sebebagainya. Mereka enggan untuk melepas kesenangan-kesenangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjuangan yang berat memerlukan mentalitas yang tahan uji dan tahan di tengah kemalangan. Solat Tahhajjud merupakan latihan unggul untuk membentuk mentalitas seseorang menjadi lebih tahan uji, itu karena bangun malam merupakan sesuatu yang berat dan pelik. Saat mata masih terkantuk, saat kepala sulit diangkat dari bantal, seruan tuk tahajjud tiba-tiba terdengar. Masih mending ada yang menyeru, yang sulit adalah bangun sendiri tanpa ada yang membangunkan, kita masih bisa memilih, teruskan tidur kah? Atau bangun dan salat tahajjud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia, selain memiliki otot yang Nampak secara dzhahir, juga memiliki otot yang tak nampak, dan itu adalah mental. Tahajjud merupakan salah satu cara dari sekian banyak cara yang sangat efektif untuk membentuk mentalitas yang tahan ditengah kemalangan, karena ia sarat dengan kondisi ketika manusia berada di zona nyaman dan tiba-tiba harus pindah ke zona tidak nyaman. Wallohu ‘alam bis showab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sandy Legia&lt;br /&gt;
Cairo, 9 Oktober 2009&lt;br /&gt;
Referensi:&lt;br /&gt;
1. Tafsir Ibnu katsir Jilid 7-8&lt;br /&gt;
2. Tafsir Surat Al-Insan Fii Zhilalil Quran&lt;br /&gt;
3. Harun Yahya; Menyingkap Rahasia Alam Semesta  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/8564914304882314784/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/tadabbur-surat-al-insan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/8564914304882314784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/8564914304882314784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/tadabbur-surat-al-insan.html' title='Tadabbur Surat Al-Insan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-5911088649808386072</id><published>2010-11-19T11:25:00.000-08:00</published><updated>2010-11-19T11:27:19.211-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fatwa Kontemporer"/><title type='text'>Membuat Mushalla Khusus Wanita untuk Shalat Ied</title><content type='html'>== sebenarnya tulisan ini saya tujukan untuk al-akh al-habib (sampe sekarang belum tau namanya) di palembang yang kebetulan melakukan diskusi dengan saya mengenai masalah ini. semoga tulisan ini juga bisa bermanfaat bagi teman2 yang lain. AMIN == &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuat Mushalla Khusus Wanita untuk Shalat Ied&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Prolog&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melakukan shalat Ied adalah sunnah muakkadah menurut ulama Syafi&#39;iyah dan Malikiyah. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah saw. kepada seorang badui Arab yang bertanya tentang shalat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
( خَمْسُ صَلَوَاتٍ كَتَبَهُنَّ اللَّهُ تَعَالَى عَلَى عِبَادِهِ ) .فَقَالَ لَهُ هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهَا ؟ قَالَ : ( لاَ إلاَّ أَنْ تَطَوَّعَ ) &lt;br /&gt;
&quot;Lima shalat yang diwajibkan Allah kepada para hamba-Nya.&quot; Orang badui itu lalu bertanya, &quot;Adakah shalat lain yang wajib saya lakukan?&quot; Beliau menjawab, &quot;Tidak, kecuali jika kamu ingin melakukan shalat sunnah.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, Nabi saw. pun tidak pernah meninggalkan shalat ini sejak disyariatkan pada tahun dua hijriyah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shalat Ied dilakukan secara berjamaah dan disunnahkan dilakukan di satu tempat serta dimakruhkan untuk dilakukan di beberapa tempat jika tidak ada kebutuhan. Namun demikian, dibolehkan dilakukan secara seorang diri. Shalat Ied disunahkan bagi kaum lelaki, perempuan, anak kecil, al-khuntsâ (yang tidak diketahui jenis kelaminnya), budak dan musafir. Bagi kaum perempuan, menghadiri shalat Ied adalah makruh jika ia termasuk wanita dzawât al-haiât (perempuan yang memiliki kecantikan yang menggoda). Adapun bagi para wanita ghair dzawât al-haiât maka dibolehkan menghadirinya jika mendapatkan izin dari wali atau suaminya. Meskipun demikian, Nabi saw. menganjurkan agar seluruh wanita menghadirinya meskipun ia sedang haid atau nifas. Hal ini berdasarkan hadits Ummu &#39;Athiyyah r.a.:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
يَخْرُجُ الْعَوَاتِقُ وَذَوَاتُ الْخُدُورِ، أَوِ الْعَوَاتِقُ ذَوَاتُ الْخُدُورِ وَالْحُيَّضُ، وَلْيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ، وَيَعْتَزِلُ الْحُيَّضُ الْمُصَلَّى&lt;br /&gt;
&quot;Para perempuan &#39;awâtiq, dzawât al-khudûr dan para wanita haidh keluar (untuk menghadiri shalat ied). Hendaklah mereka menghadiri kebaikan dan doa kaum muslimin. Wanita-wanita menjauhi tempat shalat.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disunnahkan pula melakukan dua khutbah seperti khutbah dalam Jum&#39;at. Dan disunahkan bagi kaum perempuan untuk mendengarkannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuat mushalla khusus perempuan untuk shalat Ied&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah ini termasuk permasalahan baru (al-mustajiddât) sehingga tidak terdapat naql dari para ulama mengenai hukumnya. Setelah melakukan pengkajian terhadap beberapa penjelasan ulama dalam beberapa kitab dan bertanya kepada beberapa ulama anggota Dewan Fatwa (amânat al-fatwâ) di Darul Ifta al-Mishriyah (Lembaga Fatwa Mesir), maka al-faqir berkesimpulan –wallahu a’lam—bahwa membuat mushalla khusus perempuan untuk shalat Ied adalah perbuatan yang melanggar Sunnah, tapi jika tetap dilakukan maka shalat mereka tetap sah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal ini, al-faqir melandaskan pada beberapa dalil, yaitu: &lt;br /&gt;
1. Anjuran Nabi saw. bagi kaum wanita untuk menghadiri shalat Ied.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
حدثنا محمد بنِ سلام : ثنا عبد الوهاب ، عَن أيوب ، عَن حَفْصَةَ، قَالَتْ: كُنَّا نَمْنَعُ عَوَاتِقَنَا أَنْ يَخْرُجْنَ فِى الْعِيدَيْنِ، فَقَدِمَتِ امْرَأَةٌ، فَنَزَلَتْ قَصْرَ بَنِى خَلَفٍ، فَحَدَّثَتْ عَنْ أُخْتِهَا، وَكَانَ زَوْجُ أُخْتِهَا غَزَا مَعَ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - ثِنْتَىْ عَشَرَةَ غَزْوَةً، وَكَانَتْ أُخْتِى مَعَهُ فِى سِتٍّ، قَالَتْ: كُنَّا نُدَاوِى الْكَلْمَى، وَنَقُومُ عَلَى الْمَرْضَى، فَسَأَلَتْ أُخْتِى النَّبِىَّ، - صلى الله عليه وسلم -: أَعَلَى إِحْدَانَا بَأْسٌ إِذَا لَمْ يَكُنْ لَهَا جِلْبَابٌ، أَنْ لا تَخْرُجَ؟ قَالَ: لِتُلْبِسْهَا صَاحِبَتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا، وَلْتَشْهَد الْخَيْرَ، وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ - ، فَلَمَّا قَدِمَتْ أُمُّ عَطِيَّةَ سَأَلْتُهَا: أَسَمِعْتِ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم -؟ قَالَتْ: بِأَبِى نَعَمْ، وَكَانَتْ لا تَذْكُرُهُ إِلا قَالَتْ: بِأَبِى، سَمِعْتُهُ يَقُولُ: يَخْرُجُ الْعَوَاتِقُ وَذَوَاتُ الْخُدُورِ، أَوِ الْعَوَاتِقُ ذَوَاتُ الْخُدُورِ وَالْحُيَّضُ، وَلْيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ، وَيَعْتَزِلُ الْحُيَّضُ الْمُصَلَّى - . قَالَتْ حَفْصَةُ: قُلْتُ: الْحُيَّضُ؟ فَقَالَتْ: أَلَيْسَ تَشْهَدُ عَرَفَةَ وَكَذَا وَكَذَا؟ (رواه البخاري)&lt;br /&gt;
Dari Muhammad bin Salam, dari Abdul Wahab, dari Ayyub, dari Hafshah, ia berkata, “Kami dahulu melarang perempuan ‘awâtiq kami untuk keluar menghadiri shalat Ied. Lalu, pada suatu hari, datang seorang perempuan dan beristirahat di istana Bani Khalaf. Ia bercerita tentang saudara perempuannya (yaitu Ummu ‘Athiyyah, Penj.). Suami saudara perempuannya pernah berperang bersama Nabi saw. dalam dua belas peperangan. Perempuan itu berkata, “Saudara perempuan saya ikut bersama suaminya dalam enam peperangan. Saudara perempuan saya itu menceritakan bahwa ia mengobati para korban yang luka-luka dan mengurus orang sakit. Pada suatu ketika, saudara perempuan saya bertanya kepada Nabi saw., “Apakah tidak apa-apa jika salah seorang diantara kami (kaum wanita) tidak memiliki kerudung (pakaian yang menutup aurat) untuk tidak ikut menghadiri shalat Ied?” Beliau menjawab, “Hendaknya sahabatnya (wanita lainnya) meminjamkan kerudungnya. Hendaknya ia menghadiri kebaikan dan doa kaum muslimin.”&lt;br /&gt;
Ketika Ummu ‘Athiyyah datang, saya (Hafshah) bertanya kepadanya, “Apakah engkau pernah mendengar hadits Rasulullah saw. itu?” Ia menjawab, “Demi ayahku, ya.” --Ummu ‘Athiyyah selalu berkata, “Demi ayahku,” jika menyebut hadits Rasulullah saw..—Ummu ‘Athiyyah berkata, “Demi ayahku, saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, &quot;Para perempuan &#39;awâtiq, dzawât al-khudûr dan para wanita haidh keluar (untuk menghadiri shalat ied). Hendaklah mereka menghadiri kebaikan dan doa kaum muslimin. Wanita-wanita menjauhi tempat shalat.&quot; Hafshah berkata, “Beliau mengatakan “para wanita haid”? Ummu ‘Athiyyah menjawab, “Bukankah mereka juga menghadiri hari Arafah, dan ini… itu…?” (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#39;Awâtiq adalah perempuan yang sudah atau hampir balig. Dzawât al-khudûr adalah perawan yang biasa duduk di balik tirai rumah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zahir hadits ini menunjukkan anjuran Rasulullah saw. bagi setiap perempuan, bahkan wanita yang telah balig dan yang tidak biasa keluar rumah, untuk menghadiri shalat Ied bersama anggota masyarakat lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konteks asbabul wurud hadits menyebutkan bahwa ada sebagian masyarakat yang melarang para wanitanya untuk menghadiri shalat Ied secara bersama karena dikhawatirkan terjadi fitnah akibat pesona kecantikan dan kemolekan mereka. Tapi, juga berdasarkan riwayat di atas, para sahabat berpandangan bahwa kekhawatiran tersebut bukanlah alasan yang tepat untuk melarang mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika memberi syarah terhadap riwayat hadits ini, Ibnu Hajar dalam Fath al-Bârî berkata, “Sepertinya mereka (sebagian masyarakat) melarang para wanita yang telah balig (‘awâtiq) untuk keluar karena khawatir terjadi kerusakan (al-fasâd) setelah masa pertama (masa Rasulullah saw.). Namun, hal itu tidak diperhitungkan oleh para sahabat. Mereka berpandangan bahwa hukum yang ditetapkan pada zaman Nabi saw. (anjuran menghadiri shalat ied bagi para wanita) tetap harus dilaksanakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, riwayat ini merupakan nash fil mas`alah, dimana kekhawatiran terjadinya fitnah akibat perempuan yang dijadikan alasan pendirian mushalla khusus wanita untuk shalat ied adalah tidak diperhitungkan dan tidak dapat men-takhshish atau membuat istitsna` atas hukum yang telah ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Membuat mushalla khusus ini dapat menimbulkan efek-efek negatif bagi jamaah yang hadir. Efek-efek negatif itu antara lain:&lt;br /&gt;
a. Para hadirin tidak dapat mendengarkan khutbah yang berisi pengajaran kepada umat mengenai hukum-hukum yang berkaitan dengan shalat ied, zakat fitrah, ibadah kurban dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Para hadirin tidak dapat menghadiri kebaikan (al-khair) dan doa seluruh kaum muslimin yang memiliki tingkat keistijabahan yang tinggi. Padahal, Rasulullah saw. sangat menganjurkan setiap kaum muslimin untuk menghadiri kedua hal itu. Hal ini terbukti ketika ada seorang wanita bertanya kepada beliau, “Apakah tidak apa-apa jika salah seorang diantara kami (kaum wanita) tidak memiliki kerudung (pakaian yang menutup aurat) untuk tidak ikut menghadiri shalat Ied?” Beliau menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
لِتُلْبِسْهَا صَاحِبَتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا، وَلْتَشْهَد الْخَيْرَ، وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ&lt;br /&gt;
“Hendaknya sahabatnya (wanita lainnya) meminjamkan kerudungnya. Hendaknya ia menghadiri kebaikan dan doa kaum muslimin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Di dalam mazhab Syafi’I dinyatakan bahwa tidak boleh membuat jamaah lain untuk shalat Ied –sebagaimana juga dalam shalat Jum’at-- di satu wilayah kecuali jika dibutuhkan. Yang dimaksud dengan kebutuhan di sini adalah sulitnya mengumpulkan seluruh anggota masyarakat dalam satu tempat, bukan alasan lain seperti kekhawatiran fitnah pesona kaum wanita muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Mushalla khusus ini didirikan atas dasar qiyâm al-mâni’ fi ba’dh afrâd al-ummah (adanya halangan pada sebagian orang), yaitu fitnah kecantikan yang dimiliki para wanita muda (dzawât al-haiat). Oleh karena itu, seharusnya ‘illat ini hanya terbatas pada sebagian anggota masyarakat itu saja, yaitu para gadis. Akan tetapi, pada kenyataannya, hukum yang ditimbulkan meluas pada hampir seluruh anggota masyarakat, yaitu seluruh kaum perempuan, baik kecil atau besar, tua atau muda. Dengan kata lain, orang yang menghadiri mushalla tersebut bukan hanya gadis yang dikhawatirkan kecantikannya saja, tapi juga anak-anak dan wanita tua (ghair dzawât al-haiat) yang sama sekali sudah kehilangan pesona kecantikan itu. Kalau mau konsisten dengan ‘illat yang ada, seharusnya yang menghadiri mushalla itu adalah para gadis saja, sedangkan para wanita yang lain bergabung bersama masyarakat umum (kaum lelaki).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat beberapa dalil yang mungkin digunakan untuk memperkuat pendapat yang membolehkan, yaitu:&lt;br /&gt;
1. Tidak ada dalil yang melarang membuat mushalla tersendiri atau mewajibkan menghadiri shalat Ied bersama seluruh anggota masyarakat.&lt;br /&gt;
Jawab:&lt;br /&gt;
Telah al-faqir sebutkan di atas sebuah hadits shahih yang menjelaskan anjuran kaum wanita untuk menghadiri shalat Ied bersama seluruh anggota masyarakat yang lain. Selain itu, terdapat beberapa hadits yang justru menunjukkan kewajiban menghadirinya. Diantara hadits itu adalah:&lt;br /&gt;
a. Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Thalhah bin Musharrif dari seorang wanita dari Bani Abdul Qais, dari saudari perempuan Abdullah bin Rawahah al-Anshari, dari Nabi saw., beliau bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَجَبَ الْخُرُوْجُ عَلَى كُلّ ذَاتِ نِطَاقٍ&lt;br /&gt;
“Wajib keluar (menghadiri shalat Ied) bagi setiap pemilik rok (kaum perempuan).”&lt;br /&gt;
b. Dalam kitab al-‘Idain, Ibnu Syahin meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw. bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
اَلْعِيْدَانِ وَاجِبَانِ عَلَى كُلِّ حَالِمٍ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى&lt;br /&gt;
“Dua hari raya adalah wajib bagi setiap orang yang berakal baik laki-laki maupun perempuan.”&lt;br /&gt;
c. Al-Harits meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwa ia berkata, “Wajib bagi setiap pemilik rok (kaum wanita) untuk menghadiri dua hari raya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ketiga hadits ini adalah dhaif, tapi makna yang dikandungnya memperkuat makna hadits Ummu ‘Athiyyah yang diriwayatkan oleh Bukhari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Dikhawatirkan fitnah akibat pesona kecantikan perempuan muda. Oleh karena itu, dalam beberapa haditsnya, Rasulullah saw. pernah melarang kaum wanita untuk pergi ke masjid guna melaksanakan shalat wajib. Jika Rasulullah saw. saja melarang kaum wanita untuk menghadiri ibadah yang wajib karena pesonanya maka lebih utama akan melarang mereka menghadiri ibadah yang sunah.&lt;br /&gt;
Jawab:&lt;br /&gt;
Pesona kecantikan perempuan merupakan salah satu perkara yang sering digunakan oleh syariat Islam sebagai pertimbangan hukum. Diantara hukum yang dipengaruhi oleh faktor ini adalah larangan pergi ke masjid, larangan bepergian sendiri, larangan berduaan dengan lelaki asing, salah satu unsur utama dalam memilih pasangan, perintah memakai cadar atau pakaian islami, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dalam kenyataannya, tidak semua hukum yang berkaitan dengan perempuan terpaku (jumud) pada pesona kecantikan ini. Hal itu dibuktikan dengan dijumpainya banyak hukum yang bertentangan dengan konsep ini, seperti terdapat larangan Rasulullah saw. bagi orang yang melarang para wanita pergi ke masjid, Rasulullah saw. membiarkan para sahabiyat (para sahabat perempuan) untuk melakukan berbagai aktifitas bersama kaum lelaki --seperti bekerja, mengobati korban perang, dll--, kebolehan wanita untuk membantu suaminya melayani tamu pria, kebolehan perempuan untuk ikut berperang meskipun terdapat kaum lelaki, Rasulullah saw. pernah menyatakan bahwa suatu hari nanti ada seorang perempuan yang berpergian sendiri dari Hira (Irak) menuju Yaman tanpa ditemani seorangpun, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, faktor pesona kecantikan wanita dalam menetapkan hukum bukan faktor yang dapat berdiri sendiri –baik untuk melarang atau mewajibkan--, tapi harus mendapatkan dukungan dari berbagai dalil lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditambah lagi, di masa kita saat ini, hampir dapat dikatakan bahwa faktor pesona kecantikan dalam menetapkan hukum sudah banyak terkikis. Hal itu ditunjukkan dengan ditetapkannya berbagai hukum yang tidak lagi terlalu terpaku dengan faktor tersebut. Sebagai contoh kecil, hampir seluruh ulama membolehkan kaum wanita muda untuk bepergian sendiri, seperti ke kampus, ke pasar, ke luar kota bahkan ke luar negeri. Jika kita terlalu berpegang pada faktor kecantikan ini, maka hampir seluruh wanita muslimah dan para wali mereka telah berdosa karena telah keluar tanpa ditemani mahramnya. Dalam masalah kita (hukum membuat mushalla khusus wanita untuk shalat Ied), jika kita terlalu jumud dengan faktor kecantikan ini, maka seharusnya didirikan pula mushalla khusus wanita untuk shalat wajib, shalat tarawih dan shalat-shalat lain yang para wanita dianjurkan untuk hadir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hadits Ummu ‘Athiyyah di atas, Nabi saw. juga menganjurkan agar para wanita haid –baik yang masih muda ataupun yang sudah menjelang tua-- untuk menghadiri shalat Ied bersama masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah saw. tidak memandang kekhawatiran terjadinya fitnah akibat kecantikan perempuan sebagai faktor yang diperhitungkan dalam masalah ini. Karena, jika Rasulullah saw. memperhitungkannya, niscaya beliau akan melarang mereka menghadiri shalat Ied karena keberadaan mereka hanya akan menimbulkan fitnah bagi kaum lelaki. Hal itu karena mereka sama sekali tidak mungkin untuk ikut shalat bersama akibat haid. Namun demikian, Rasulullah saw. tetap menyuruh mereka datang meskipun mereka dimungkinkan dapat menimbulkan fitnah karena kecantikan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah, dapat disimpulkan berdasarkan dalil-dalil di atas bahwa pembuatan mushalla khusus wanita untuk melaksanakan shalat Ied adalah tindakan yang tidak diperlukan karena dapat menjauhi Sunnah Rasulullah saw.. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
قال الشافعي في الام أحب شهود النساء العجائز وغير ذوات الهيئات الصلاة والاعياد وأنا لشهودهن الاعياد أشد استحبابا مني لشهودهن غيرها من الصلوات المكتوبات&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan terakhir, tulisan ini hanyalah sebuah pendapat dari seorang thuwailibul ‘ilm yang masih terus berkewajiban menimba ilmu dan meminta bimbingan dari para ulama. Saya mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan di hati al-Ustadz al-Habib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Faqir,&lt;br /&gt;
Ahmad Ghazali bin Abdullah Assegaf&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daftar Pustaka&lt;br /&gt;
1. Al-Majmû’ karya Imam Nawawi.&lt;br /&gt;
2. Al-Minhâj karya Imam Nawawi.&lt;br /&gt;
3. Mughni al-Muhtâj karya al-Khatib asy-Syarbini.&lt;br /&gt;
4. Fath al-Bârî karya Ibnu Hajar al-‘Asqalani.&lt;br /&gt;
5. Syarh al-Bukhari karya Ibnu Rajab al-Hanbali.   &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/5911088649808386072/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/sebenarnya-tulisan-ini-saya-tujukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/5911088649808386072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/5911088649808386072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/sebenarnya-tulisan-ini-saya-tujukan.html' title='Membuat Mushalla Khusus Wanita untuk Shalat Ied'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-3527461301928850073</id><published>2010-11-18T13:30:00.001-08:00</published><updated>2010-11-18T13:35:44.323-08:00</updated><title type='text'>Tentang Kecantikan</title><content type='html'>Kamu boleh berbangga dengan kecantikanmu, dan kamu harus tahu, kecantikanmu itu, jika&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; tidak dari ibumu, pasti dari bapakmu, atau nenek moyangmu, kemudian diambil lagi oleh yang datang setelahmu (anakmu). So.. mana kecantikanmu yang sebenarnya????&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;(Kata Orang Arab)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/3527461301928850073/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/tentang-kecantikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/3527461301928850073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/3527461301928850073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/tentang-kecantikan.html' title='Tentang Kecantikan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-6043778961278047586</id><published>2010-11-18T06:36:00.000-08:00</published><updated>2010-11-18T06:36:51.771-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sastra"/><title type='text'>&#39;Tuk Bidadariku</title><content type='html'>Sepenggal episode kisah hidupmu telah berlalu&lt;br /&gt;
Ada linangan air mata yang mengharu biru&lt;br /&gt;
Membuat wajahmu sembab merangkul ibumu&lt;br /&gt;
Ada masa-masa sulit yang menghimpit dan mengganggu&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Yang terkadang buatmu mengeluh dan mengaduh pada Rabbmu&lt;br /&gt;
Ada saat-saat lapang yang menyapamu&lt;br /&gt;
Saat-saat menghela nafas panjang dari kesibukan dan kepenatanmu&lt;br /&gt;
Hari ini telah berlalu, esok datang hari yang baru&lt;br /&gt;
Semanis madu atau sepahit jamu? &lt;br /&gt;
Hanya Dia yang tahu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa mengubah si mungil menjadi dewasa&lt;br /&gt;
Remaja bahagia yang mulai mengenal cinta&lt;br /&gt;
Masa membuat rupa berbeda&lt;br /&gt;
Hingga sang cermin tua pun bertanya-tanya&lt;br /&gt;
Siapakah permata yang berdiri dihadapannya?&lt;br /&gt;
Tak ada polesan yang dulu menghias wajahnya&lt;br /&gt;
Bahkan sehelai rambutpun tak menampakkan dirinya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aduhai malang jiwa yang terseret dan terhempas&lt;br /&gt;
Hilang jati diri tanpa bekas&lt;br /&gt;
Hidup di bawah bayang-bayang asing yang tak jelas&lt;br /&gt;
Bayang-bayang manusia yang meneguk arak bergelas-gelas&lt;br /&gt;
Hidup bebas seakan tiada batas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup ini bagai perahu yang berlayar&lt;br /&gt;
Ada badai dan ombak yang mengejar&lt;br /&gt;
Dilahap, diseret, dan ditampar-tampar&lt;br /&gt;
Tapi terkadang manusia hilang sadar&lt;br /&gt;
Walau jiwanya penuh luka dan memar&lt;br /&gt;
Hingga tubuh terhampar diruang sempit tanpa lebar&lt;br /&gt;
Dan satu persatu yang mengantar pun bubar&lt;br /&gt;
Barulah tersadar kenapa dulu tak belajar sabar&lt;br /&gt;
Kini sakit dirasa dan tubuh harus bergetar menggelepar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hiasi hati dan benahi diri&lt;br /&gt;
Selagi mentari masih menyapa pagi&lt;br /&gt;
Tetaplah rendah hati walau segala telah kau miliki&lt;br /&gt;
Jadikan hari-hari indah berseri&lt;br /&gt;
Dan biarkan hari membawamu pergi menjauhi si gundah hati&lt;br /&gt;
Akhirnya … hanya sampai disini pena ini menari&lt;br /&gt;
Tak ada kata lagi yang bias kucari, selain ….&lt;br /&gt;
Tetap semangat dan jadilah bidadari&lt;br /&gt;
   &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/6043778961278047586/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/tuk-bidadariku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/6043778961278047586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/6043778961278047586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/tuk-bidadariku.html' title='&#39;Tuk Bidadariku'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-3356332070280263234</id><published>2010-11-18T06:28:00.000-08:00</published><updated>2010-11-18T06:30:34.119-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan"/><title type='text'>Misi Itu Datang</title><content type='html'>Dari kejauhan nampak seperti punuk unta, semakin mendekat tumpukan bebatuan semakin menampak. Menjulang seperti Tursina hanya tak lebih tinggi darinya. Di tempat seperti ini wahyu bermula, di tempat seperti ini risalah dakwah siap dipikul lelaki yang jujur lagi dapat di percaya.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;17 Ramadhan tahun ke 13 Hijriah bertepatan dengan Juli 610 Masehi umurnya sudah mencapai usia 40 tahun, usia dewasa dan matang untuk memikul amanah kenabian dan kerasulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aisyah Radiallahu anha menuturkan “Wahyu kepada Rasulullah saw bermula dengan Ru’ya Shalihah, mimpi yang benar, beliau melihat dalam mimpinya seolah-olah cahaya fajar menyingsing, setelah itu beliau suka bersepi menyendiri, dan tempat menyendirinya adalah Gua Hira. Beliau bertahannuts (beribadah) beberapa malam lamanya sebelum kembali kepada keluarganya untuk berbekal lagi. Kemudian beliau saw menemui Khadijah untuk memersiapkan bekal kembali, begitulah seterusnya hingga kebenaran itu datang ketika beliau ada di Gua Hira...”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermula dari mimpi yang benar. Para ulama mengatakan bahwa mimpi tersebut terjadi selama 6 bulan, namun walaupun demikian, menurut Al Baihaqi, tidak ada satu ayat pun dari Al-Quran yang turun kepada beliau saw pada saat tertidur, semuanya turun saat beliau dalam keadaan bangun dan sadar, baik dengan perantaraan Jibril maupun langsung. Hal ini membantah akan adanya dugaan bahwa wahyu itu adalah percakapan batin beliau saw dengan dirinya sendiri, khayalan atau dugaan-dugaan tertolak lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
As Shalabi dalam buku sirah nya mengatakan bahwa boleh jadi hikmah dari dimulakannya wahyu dengan mimpi adalah, bahwasannya jika tidak dimulakan dengan mimpi, lantas kemudian malaikat datang secara tiba-tiba , padahal beliau belum pernah melihat malaikat sebelumnya, maka kaget dan rasa takut mungkin akan membuat sulit atau bahkan tidak dapat menerima apa yang akan disampaikan Jibril sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6 bulan lamanya seolah-olah beliau dipersiapkan untuk menerima wahyu, hingga kemudian beliau mengasingkan diri dari keramaian. Tempat sunyi dari kebisingan tersebut adalah Gua Hira, jauh di ketinggian Jabal Hira yang kemudian dinamakan Jabal Nur, karena disana lah bermulanya cahaya Islam bagi alam semesta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tempat tersebut lah beliau saw bertahannuts, berkhalwat dengan Tuhan-Nya. Sejenak rehat dari penatnya kesibukan dunia dengan berbagai hiruk pikuk materinya yang dapat mengotori hati.&lt;br /&gt;
Ketinggian Jabal Nur memang sangat pas, mendorongnya untuk merenung dan bertafakur. Tak ada yang dapat dilihatnya sejauh mata memandang selain gunung-gunung yang terhampar seakan bersujud dengan tenang, atau langit bersih nan luas yang melapangkan sempitnya dada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uzlah (mengasingkan diri) atau bertahannuts merupakan sarana untuk memfokuskan diri dalam berdzikir, berkhalwat dengan Allah dan ibadah-ibadah lainnya yang menurut pengamat etika dan kepribadian, hal ini merupakan salah satu fase dari beberapa fase pembentukan kepribadian dan karakter. Cara ini ‘kan menerangi hati seseorang, menyingkirkan kegelapan, syahwat dan kelalaian yang membalutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu sunnah Rasullullah saw adalah ber’itikaf sepuluh hari di bulan Ramadhan. Momen ini adalah sarana penting bagi seorang muslim untuk merefresh kembali hati dari noda-noda yang mengotorinya, juga sarana muhasabah diri tahunan sebelum kelak kita dihisab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam penuturan Aisyah R.A. dikatakan bahwa beliau saw bertahannuts beberapa malam lamanya, dalam bahasa arab dikatakan “Dzawatal ‘adad”, Syaikh Muhammad Abdullah mengatakan bahwa kalimat ini menunjukan bahwa malam yang beliau lalui di Gua bukan hitungan malam yang sedikit, pun bukan hitungan malam yang banyak, artinya pertengahan antara keduanya, hal ini menunjukan kepada at tawassuth dan al iqtishad (moderat) dalam beramal, tidak terlalu berlebihan dalam lebih dan berlebihan dalam kurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah selama beberapa malam Allah swt memersiapkan beliau saw secara khusus, hingga datanglah peristiwa itu. Peristiwa besar yang merubah kegelapan menjadi terang benderang, peristiwa yang disadari atau tidak pengaruhnya terasa sampai detik ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada malam ke 21 di bulan Ramadhan, ketika beliau saw berada di dalam Gua Hira, malaikat Jibril pun datang seraya berkata kepadanya “Iqra!!!”, beliau menjawab “Maa ana bi qari”, Jibril mengulangi perintahnya sampai tiga kali, dan pada kali ketiga Jibril berkata kepadanya “Iqra bismirabbikal ladzi khalaq.....” hingga ayat ke lima dari surat Al-Alaq. Setelah itu Jibril pun meninggalkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa takut itu sudah tak tertahankan, beliau kembali kerumahnya menemui Khadijah dengan wajah berbeda dari sebelumnya sembari berkata “Zammiluni.. zammiluni” (selimuti aku.. selimuti aku!!), maka Khadijah pun menyelimutinya, sehingga hilanglah rasa takutnya. Kemudian beliau menceritakan kepada khadijah apa yang telah dialaminya, beliau berkata “Aku khawatir terhadap diriku”, Khadijah menanggapi “Sekali-kali tidak, Demi Allah, dia tidak akan merendahkan dirimu untuk selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambungkan tali persaudaraan, menanggung beban kesusahan orang lain, memberi orang yang tak berpunya, menjamu tamu dan menolong orang yang menegakkan kebenaran!”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hari kemudian beliau kembali ke Gua Hira untuk melanjutkan ibadahnya di bulan Ramadhan yang masih tersisa beberapa hari. Setelah Ramadhan berakhir, beliau turun dari Jabal Hira untuk kembali ke rumahnya. Saat beliau berjalan, tiba-tiba terdengar suara, dan ketika beliau menengadahkan wajahnya ke langit, malaikat yang beberapa hari lalu menemuinya di Hira tengah duduk di antara langit dan bumi. Rasa takut itu kemudian muncul kembali karena teringat apa yang terjadi pada kali pertama berjumpa dengan Jibril.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kedua kalinya beliau kembali kepada Khadijah seraya berkata “Datsirunii.. datsirunii..!!” (selimuti aku), maka kemudian Alloh menurunkan kepadanya “Yaa ayyuhal muddatsir....”. “Wahai orang-orang yang berkemul (berselimut)! Bangunlah dan beri peringatan”, ini adalah perintah kepada beliau saw untuk berdakwah, memberi peringatan kepada manusia yang tengah dilanda krisis keyakinan berupa penyembahan berhala dan  dekadensi moral. “Dan Agungkan lah Tuhanmu!” Takbir atau pengagungan Alloh menunjukan bahwa Dia lah satu-satunya yang pantas disembah, Dia yang Maha Besar, selainnya tidak sedikit pun memiliki kebesaran. “Dan bersihkanlah pakaianmu!”, performance atau penampilan seorang Da’i akan menjadi bahan perhatian mad’unya (obyek dakwahnya), penampilan yang tidak layak akan membuat mad’u pergi dan menjauh sebelum ia menyampaikan dakwahnya. Maka kebersihan, kerapihan dan berhias mesti jadi perhatiannya, selain itu juga, karena dakwah merupakan salah satu dari sekian banyak macam ibadah, maka sudah seharusnya bagi orang yang hendak beribadah menghadap Tuhan-Nya untuk menyucikan dirinya dari kotoran dan najis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah amanah besar telah terpikul dipundaknya, menyeru manusia, namun beliau saw dalam kebingungan, “Siapa yang harus aku seru? Dan adakah yang mau memenuhi seruanku?” Khadijah menjawab “Aku lah orang pertama yang mesti Engkau seru sebelum yang lain, dan aku lah yang akan memenuhi seruanmu”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai lah misi beliau mengajak manusia ‘tuk meninggalkan kelamnya cahaya kejahiliahan menuju terang benderangnya cahaya islam, dari dakwah sembunyi-sembunyi, hingga terang-terangan, dari jumlah pengikut yang hanya beberapa gelintir orang, menjadi jumlah besar yang tak dapat dihitung jari. Semoga salawat serta salam senantiasa terlimpahkan kepadanya, keluarganya dan para sahabatnya hingga akhir zaman nanti. &lt;i&gt;Wallohu’alam bis shawab.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/3356332070280263234/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/misi-itu-datang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/3356332070280263234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/3356332070280263234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/misi-itu-datang.html' title='Misi Itu Datang'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-6316883032328764750</id><published>2010-11-18T06:20:00.000-08:00</published><updated>2010-11-18T06:20:50.800-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sastra"/><title type='text'>Pemuda Sejati</title><content type='html'>Pemuda sejati, janganlah hanya duduk malas&lt;br /&gt;
Menjalani hari-hari yang tak jelas&lt;br /&gt;
Memohon penghidupan sambil memelas&lt;br /&gt;
Dunia ini begitu indah nan luas&lt;br /&gt;
Keluar … dan lihatlah kemegahan alam tanpa batas&lt;br /&gt;
Bangunlah dan teriakan dengan keras&lt;br /&gt;
“Takkan kubiarkan hidupku terampas!!!”&lt;br /&gt;
“Oleh jiwa pengecut dan rasa malas!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemuda sejati, kau adalah harta yang berharga&lt;br /&gt;
Untuk bangsa dan agama&lt;br /&gt;
Jangan biarkan mereka kecewa&lt;br /&gt;
Dengan tindak tandukmu yang tercela&lt;br /&gt;
Bahagiakanlah mereka&lt;br /&gt;
Buatlah setiap jiwa menghela nafas lega&lt;br /&gt;
Melihat masa kembali tersenyum ceria&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pemuda sejati, hidup adalah perjuangan&lt;br /&gt;
Perjuangan panjang yang terkadang melelahkan&lt;br /&gt;
Membuat punggung jiwamu berat menahan beban&lt;br /&gt;
Oh.. alangkah banyak rintangan dan cobaan&lt;br /&gt;
Tapi ketahuilah, ia yang akan mengantarmu menuju kesuksesan&lt;br /&gt;
Mengajarkanmu arti kedewasaan&lt;br /&gt;
Melatihmu bertahan ditengah kemalangan&lt;br /&gt;
Sampai tak ada lagi ruang tuk keputus asaan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemuda sejati, teladanilah kehidupan Muhammad (SAW)&lt;br /&gt;
Yang namanya penuhi jagad&lt;br /&gt;
Pribadi mulia yang dikenal berabad abad&lt;br /&gt;
Sebagai perubah bangsa bermoral bejad&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemuda sejati, kau adalah harapan yang dinanti&lt;br /&gt;
Kau bagai rahib dimalam hari&lt;br /&gt;
Dan penunggang kuda disiang hari&lt;br /&gt;
Jadikanlah setiap jenak kehidupan lebih berarti&lt;br /&gt;
Tanpa harus memalsukan identitas diri&lt;br /&gt;
Pemuda sejati bangun dan bergegaslah benahi diri&lt;br /&gt;
Galilah potensi dan temukan amunisi&lt;br /&gt;
Agar esok negeri tak lagi mati&lt;br /&gt;
   &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/6316883032328764750/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/pemuda-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/6316883032328764750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/6316883032328764750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/pemuda-sejati.html' title='Pemuda Sejati'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-1372717481524709617</id><published>2010-11-18T06:09:00.001-08:00</published><updated>2010-11-18T06:09:56.967-08:00</updated><title type='text'>Tentang Syetan</title><content type='html'>Siapa pun yang berniat&lt;br /&gt;
melakukan kebaikan,&lt;br /&gt;
pasti diganggu dengan perasaan&lt;br /&gt;
yang menjadikan kebaikan itu&lt;br /&gt;
rendah nilainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa pun yang menghindari kebaikan,&lt;br /&gt;
akan diperkuat untuk mengutamakan&lt;br /&gt;
yang tidak berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu,&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Lalu,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapakah itu,&lt;br /&gt;
yang memberatkan hati kita&lt;br /&gt;
dengan rasa malas dan perburuan&lt;br /&gt;
untuk kesenangan sementara&lt;br /&gt;
yang tidak berguna?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang pasti,&lt;br /&gt;
bukan Tuhan&lt;br /&gt;
dan bukan hati Anda&lt;br /&gt;
yang aslinya baik itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mario Teguh   &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/1372717481524709617/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/tentang-syetan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/1372717481524709617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/1372717481524709617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/tentang-syetan.html' title='Tentang Syetan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-4407604836812318946</id><published>2010-11-17T17:12:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T17:12:11.631-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kritis"/><title type='text'>Benar dan Salah dalam Perspektif Al-Quran dan As-Sunnah, Serta Mantiq</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Benar dan Salah dalam Perspektif Al-Quran dan As-Sunnah, Serta Mantiq&lt;/b&gt; (akal/logika) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Benarkah kebenaran itu relatif? Sebelum diteruskan, untuk sementara, saya ingin membatasi pemicaraan hanya dalam konteks yang berkaitan dengan Prilaku manusia, seperti budaya seks bebas anak muda, pencurian, penipuan, pembunuhan, perampokan, memberi sedekah dan lain sebagainya. Sehingga apa yang saya maksud dengan kebenaran menjadi tergambar dan jelas di benak.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Lawan kata dari kebenaran adalah kebatilan atau kejahatan. Bagaimana halnya dengan kebatilan, apakah dia juga relatif? Kita cukup mencari tahu tentang relatif atau tidaknya kebenaran, karena keduanya terikat oleh ikatan antonim, saling berlawanan satu sama lain, sama halnya seperti kata bergerak dan diam, ada dan tiada, dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatikan contoh berikut!&lt;br /&gt;
&quot;Sepatu itu boleh jadi benda mati, atau boleh jadi benda hidup&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat di atas, dalam kaidah ilmu mantiq (logika), tidak dibenarkan dua-duanya, tapi juga &quot;Memustahilkan&quot;. Tidak dibenarkan dua-duanya maksudnya, kita tidak membenarkan kalau sepatu itu benda mati, karena boleh jadi benda hidup, pun kita tidak membenarkan kalau sepatu itu benda hidup, tapi juga memustahilkan sepatu itu benda lain di luar benda hidup atau mati (benda yang hidup sekaligus mati dalam satu waktu misalkan). Dengan demikian yang benar mustilah salah satu diantara keduanya, atau dengan kata lain sepatu itu mustilah hidup atau mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Syahrastani mengatakan dalam bukunya al milal wan nihal tentang kaidah mantiq ini, &quot;Tidak diperbolehkan adanya dua qhodiyyah (kalimat) yang saling bertentangan satu sama lain di dalam kaidah/hukum pertentangan (qhodiyyah hamliyyah), kecuali jika masing-masing dari dua kalimat tersebut (qhodiyyah tersebut) dipisahkan/dibagi dengan benar dan salah, maka sudah barang tentu yang benar akan jatuh kepada salah satunya tanpa yang lainnya. Adalah hal yang mustahil, dan tidak masuk akal, jika ada dua hal yang bertentangan dan berlawanan satu sama lain dikatakan dua-duanya benar dan atau dua-duanya dibenarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, bagaimana caranya agar kita tahu kalau sepatu itu hidup atau mati? Hal ini mudah, yang perlu kita lakukan hanya mencari tahu apa standar atau kriteria sebuah benda dikatakan hidup? Tumbuh dan berkembang misalkan. Bagaimana halnya dengan sepatu? Apakah tumbuh dan berkembang? Dari sini kita sepakat kalau sepatu bukan benda hidup. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sama halnya dengan kebenaran dan kebatilan, kedua-duanya tak dapat terkumpul dalam waktu bersamaan di obyek yang sama, karena akal menolak dan merancukan hal yang demikian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang benar adalah kebenaran itu sendiri, yang batil adalah kebatilan itu sendiri, sesuatu itu tidak bisa benar dan batil dalam satu waktu, pun begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, kebenaran tidak dapat dikatakan relatif, sama halnya dengan kebatilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muncul pertanyaan lain, “Kalau memang kebenaran itu tidak relatif, lantas standar sebuah kebenaran itu sendiri seperti apa?” Bagaimana sebuah kebenaran pantas disebut benar dan kebatilan pantas disebut batil?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya yakin anda tahu, bahwa pandangan publik tentang kebenaran, sampai saat ini belum berubah. Yang benar adalah benar menurut mereka, yang batil/salah adalah batil. Bila kita berbicara publik, sudah barang tentu yang dimaksud adalah orang banyak, bukan satu atau dua gelintir orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh: kita lihat bagaimana sikap dan reaksi masyarakat terhadap pencuri, resah dan ingin segera menangkap kemudian menghukumnya, ini menunjukan kalau mencuri dinilai sebagai kebatilan/kejahatan. Contoh lain: kita lihat bagaimana sikap dan reaksi umumnya para orang tua ketika mendapati anak gadisnya tengah hamil diluar nikah, gusar, takut aib keluarga tersebar dan berusaha untuk segera menikahkan anak gadisnya, lagi-lagi ini menunjukan kalau seks bebas yang kebanyakan berujung pada kehamilan, dinilai sebagai prilaku yang menyalahi kebenaran (baca: perbuatan salah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian juga, kita lihat dari sudut pandang pelaku kebatilan/kejahatan itu sendiri. Mengapa hampir semua tindakan pencurian dilakukan secara  diam-diam, jauh dari pandangan mata banyak orang, atau berusaha untuk tidak terlihat walaupun dilakukan di keramaian? Itu karena para pencuri sadar bahwa tindakan yang mereka lakukan adalah tindakan kejahatan/kebatilan yang bertolak belakang dengan kebenaran, sedangkan kita tahu kalau konsekuensi dari berbuat jahat/batil adalah dikenakan sanksi atau hukuman, dan seseorang dijatuhi hukuman hanya ketika orang tersebut melakukan kejahatan/kebatilan. Begitu pula perilaku seks bebas, kebanyakan dilakukan jauh dari pandangan mata banyak orang, karena si pelaku sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah aib dan kebatilan yang tak suka kalau aibnya itu diketahui orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari apa yang telah dikemukakan di atas, dapat ditarik dua fakta yang tak terbantahkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama: fakta bahwa pandangan publik tentang kebenaran dan kebatilan sangat jelas, tidak abu-abu, tapi hitam dan putih. Yang benar adalah benar, yang batil adalah batil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua: fakta bahwa si pelaku kebatilan sendiri secara tidak langsung mengakui bahwa kebatilan adalah kebatilan dan kebenaran adalah kebenaran, dengan kenyataan rasa malu si pelaku kalau-kalau apa yang dilakukannya diketahui banyak orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-quran mengisyaratkan fakta pertama dalam ayat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَلواتبع الحق أهـواء هم لفسدت السموات والأرض ومن فيهنّ, بل أتينهم بذكرهم فهم عن ذكرهم معرضون. (سورة المؤمنون: 71)&lt;br /&gt;
Artinya: &quot;Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan/hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya. Bahkan kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tafsir Ibnu Katsir dikatakan: Mujahid berkata: &quot;kalau Alloh memenuhi keinginan mereka (kaum musyrik makkah) atas apa yang ada dalam diri mereka berupa hawa nafsu, dan menjadikan syariat (hukum) setiap perkara sesuai dengannya (hawa nafsu mereka), maka pasti rusak dan binasalah langit dan bumi, beserta semua yang ada di dalamnya.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita perhatikan ayat di atas lekat-lekat, terlihat jelas adanya hubungan kausalitas (sebab akibat) antara pemenuhan hawa nafsu dan kerusakan alam semesta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk lebih jelas perhatikan contoh berikut:&lt;br /&gt;
PU  : Jika Hamid rajin, maka dia sukses&lt;br /&gt;
PK   : Hamid tidak sukses&lt;br /&gt;
K     : Hamid tidak rajin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Logis bukan? Sekarang kita perhatikan lagi ayat tersebut dengan sudut pandang logika:&lt;br /&gt;
PU  : Jika kebenaran menuruti hawa nafsu, maka binasalah langit dan bumi, dan beserta isinya.&lt;br /&gt;
PK     :  langit dan bumi dan beserta isinya tidak binasa/hancur.&lt;br /&gt;
K       :  kebenaran tidak menuruti hawa nafsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, fakta pertama semakin kokoh dengan adanya argumen ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alam semesta ini tidak akan rusak/binasa selagi penghuninya mengakui bahwa yang benar adalah benar, yang salah adalah salah, tanpa berusaha untuk mencampuri keduanya dengan hawa nafsu atau keinginan pribadi. Bila kebatilan sudah diklaim sebagai kebenaran, atau sebaliknya, maka kehancuran dan kesemerawutan pasti terjadi. Contoh sederhana, bila prilaku pernikahan lawan jenis dan seks bebas misalkan, dilegalkan di seluruh dunia  dan dianggap wajar, bukankah hal ini memutus keturunan dan merusak nasab keluarga???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya sejarah telah mencatat, bagaimana nasib sebuah peradaban yang menafikan kebenaran dan meneguhkan kebatilan sebagai kebenaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 487 M di Iran, muncul sebuah ajaran yang bernama Mazdak. Ajaran ini mempropagandakan bahwa semua manusia dilahirkan sama tanpa perbedaan apapun juga. Oleh karena itu, manusia harus hidup secara sama dan tidak boleh ada perbedaan. Mengingat bahwa kekayaan dan wanita membuat manusia mengutamakan diri sendiri dan menjadi sumber perbedaan sosial, menurut Mazdak dua hal itu merupakan persoalan terpenting yang harus dipersamakan dan dikolektifkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seruan tersebut mendapat sambutan dan persetujuan dari kalangan pemuda, kaum hartawan dan golongan-golongan yang hidup berfoya-foya, karena sesuai dengan selera dan hawa nafsu mereka. Ajaran Mazdak ini beruntung juga karena mendapat perlindungan dari istana (pemerintah). Raja Persia ketika itu ikut andil dalam mendukung aktif, dan menyebarluaskannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai hal ini At-Thabari mengatakan:&lt;br /&gt;
&quot;Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh rakyat lapisan bawah untuk berhimpun disekitar Mazdak dan kawan-kawannya. Mereka menjadi bertambah kuat dan membahayakan orang banyak, karena mereka berani masuk menyerbu ke dalam rumah orang lain dan bertindak sewenang-wenang, merampas apa yang ada di dalam rumah dan menggagahi wanita-wanita yang dijumpainya, dalam keadaan penghuni rumah tidak berdaya menghadapi mereka. Mereka terus mendorong Qubads (raja Persia) supaya mendorong dan membagus-baguskan tindakan mereka, dan mengancam akan menurunkannya dari tahta kerajaan bila ia tak mau memenuhi tuntutan mereka. Dalam waktu singkat di Iran banyak orang yang tak mengenal anaknya dan anak tidak mengenal siapa ayahnya, dan banyak pula orang-orang yang tidak bisa memiliki sesuatu untuk dapat hidup berkecukupan.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih jauh Thabari mengatakan: &quot;sebelum itu, Qubads sebenarnya termasuk raja Persia yang terbaik, tapi setelah melibatkan diri dalam kerjasama dengan Mazdak, kekacauan merajalela dan ketentraman menjadi rusak.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maha benar Alloh dengan segala Firman-Nya:&lt;br /&gt;
&quot;Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan/hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya. Bahkan kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu&quot; (Qs. Al-Muminun:71)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun Fakta Kedua, maka Rosululloh saw menjelaskan dalam sabdanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nawwas bin Sam&#39;an r.a. berkata; Nabi saw bersabda:&lt;br /&gt;
&quot;Kebajikan adalah akhlak terpuji, sedangkan dosa adalah apa yang meresahkan jiwamu serta engkau tidak suka apabila masalah itu diketahui orang lain.&quot; (HR Bukhori)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hadits lain yang disampaikan oleh Wabishoh bin Ma&#39;bad r.a., ia berkata, Aku mendatangi Rosululloh saw, beliau bertanya; &quot;Engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan? Aku menjawab &#39;Ya benar&#39;. Beliau bersabda:&lt;br /&gt;
&quot;Tanyakan pada hatimu sendiri! Kebajikan adalah sesuatu yang membuat jiwamu tenang dan hatimu tenteram, sedangkan dosa adalah sesuatu yang menimbulkan keraguan dalam jiwa dan rasa gundah dalam dada, meski telah berulang kali manusia memberi fatwa kepadamu&quot; (Hadits hasan diriwayatkan dari dua imam; Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Ad-Darimi dengan sanad hasan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulan dan tambahan-tambahan:&lt;br /&gt;
A. Kebenaran tidak relatif, yang benar adalah benar, yang salah adalah salah, keduanya jelas sejelas mentari saat hendak terbenam dan rembulan pada malam hari.&lt;br /&gt;
جَاءَ الحَقُّ وَزَهَقَ البَاطِلُ, إنَّ البَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا (القرآن)&lt;br /&gt;
&quot;Telah datang kebenaran dan binasalah kebatilan, sesungguhnya kebatilan itu pasti binasa&quot;.(Al-Quran)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Sesuatu itu dikatakan kebenaran – dalam konteks yang sudah disebutkan di awal – ketika memenuhi seluruh syarat ini:&lt;br /&gt;
1. Tidak didasarkan pada hawa nafsu yang tidak diridhai Alloh .&lt;br /&gt;
2. Tidak merugikan orang lain atau diri sendiri dan tidak menyebabkan kerusakan.&lt;br /&gt;
3. Tidak bertentangan dengan suara hati (hati nurani).&lt;br /&gt;
4. Tidak malu jika sesuatu itu diketahui orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh: Mencuri. Boleh jadi seseorang mencuri bukan karena hawa nafsu, tapi karena kebutuhan mendesak, untuk berobat orang tua misalkan, ya, dia memenuhi satu syarat, tapi bagaimana dengan syarat lainnya? Merugikan orang? Jelas merugikan!! Bertentangan tidak dengan suara hati? Coba tanyakan! Pasti bertentangan , malu atau tidak jika ketahuan orang sekampung?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C. Kebenaran dan kebatilan tentunya bukan hanya dalam konteks perbuatan manusia saja, dalam konteks aliran/paham pemikiran pun kita bisa memilih dan memilah mana yang benar dan mana yang salah. Apakah Atheisme dikatakan benar? Kalau benar kenapa? Kalau salah kenapa? Apa standar sebuah aliran pemikiran dikatakan benar dan salah? Berfikirlah! Karena hanya orang yang mau berfikir sungguh-sungguh yang sukses dunia akherat. Jangan lupa sertakan Al-Quran dan Sunnah sebagai referensi utama yang orsinalitasnya terjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D. Apa yang dipropagandakan pemikir barat (baca: orientalis) mengenai relativitas kebenaran sesungguhnya hanya akal-akalan mereka, dengan kenyataan bahwa mereka pun sebenarnya berpegang kepada satu ideologi tertentu yang mereka &#39;Anggap&#39; benar, dan bahkan ideologi tersebut dengan segala daya upaya berusaha didoktrinkan kepada siapapun terutama kepada Umat Islam. Kalaulah mereka meyakini akan adanya relatifitas kebenaran, lantas kenapa dibanyak kesempatan, usaha-usaha &#39;tuk menyelipkan ideologi mereka selalu dilakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E. Konsekuensi dari mengakui adanya relativitas kebenaran adalah harus mengakui apa yang orang lain anggap benar – walaupun misalkan ternyata salah – tanpa berusaha &#39;tuk mengusik dan mengganggu apa yang dianggapnya benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
F. Bila setiap individu, masyarakat, atau sebuah bangsa hidup berdasar atas kebenaran yang mereka klaim masing masing, kesemerawutan (chaos) dan kekacauan pasti terjadi. Mungkinkah kedamaian akan tersemai? Sejarah aliran Mazdak di Iran cukup untuk menjadi bukti nyata akan hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
G. Jika standar kebenaran adalah akal, maka sesungguhnya setiap akal manusia berbeda, akal si A beda dengan si B. hal ini seperti apa yang diisyaratkan Jalaluddin Rumi dalam sajaknya, intinya sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada orang bekerja keras untuk mencari harta sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;
Ada orang berfoya - foya untuk menikmati kehidupan duniawi&lt;br /&gt;
Ada orang beribadah dengan tekunnya setiap hari.&lt;br /&gt;
Ketika ketiga orang itu bertemu mereka semua berpandangan satu sama lain dan berkata dalam hati mereka masing masing “Sia -sia yang mereka lakukan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
H. Standar kebenaran adalah Al-Quran dan Sunnah. Apa yang  sesuai dengan keduanya, itulah kebenaran, adapun yang bertolak belakang dengan keduanya, berarti kebatilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I. Diantara bahaya mengakui adanya relativitas kebenaran adalah, permisif dalam hal-hal yang sebenarnya menyalahi kebenaran (baca: menyalahi ajaran Islam).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
J. Naluri (fitrah) manusia sebenarnya selalu condong kepada kebenaran, intervensi hawa nafsu, kerakusan dan keserakahan lah yang membuatnya berbalik condong kepada kebatilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(( إِنَّ النَّفْسَ لَآمَرَةٌ بِالسُّوْءِ ))&lt;br /&gt;
 &quot;sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh manusia pada kejelekan&quot;.(QS. Yusuf: 53).&lt;br /&gt;
  (( فَأَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوَاهَا ))&lt;br /&gt;
 &quot;Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketaqwaan&quot;.(QS. As-Syams: 8)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
K. PU  :  Jika kebenaran itu relatif, maka kita mengakui semua yang orang lain &#39;anggap&#39; benar tanpa berusaha &#39;tuk mengintervensi, mengusik dan merubah anggapannya.&lt;br /&gt;
PK   :  Kita tidak mengakui semua yang orang lain &#39;anggap&#39; benar dengan berusaha &#39;tuk mengintervensi, mengusik dan merubah anggapannya.&lt;br /&gt;
K     :  Kebenaran itu tidak relatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Epilog&lt;br /&gt;
Bagi mereka yang memandang&lt;br /&gt;
Kebenaran dan kebatilan itu sama&lt;br /&gt;
Ketahuilah keduanya berbeda&lt;br /&gt;
Seperti perbedaan dekat dan jauh&lt;br /&gt;
Seperti perbedaan pendek dan panjang&lt;br /&gt;
Kalau hari ini kebenaran sama dengan kebatilan&lt;br /&gt;
Maka hari ini pula pendek sama dengan panjang&lt;br /&gt;
Jauh tiada beda dengan dekat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirkan lah kawan!!&lt;br /&gt;
Untuk apa ada Al-Quran?&lt;br /&gt;
Yang sering kita sebut-sebut sebagai Al-Furqan (pembeda antara yang benar dan batil)&lt;br /&gt;
Kalau ternyata kebatilan harus sama dengan kebenaran?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Jika Kebenaran itu relatif, kenapa musti ada kata tersebut? Jika memang kebatilan bisa dipandang sebagai kebenaran dan bisa mewakilinya&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 Sandy Legia&lt;br /&gt;
Cairo, 10 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wallohu&#39;alam Bis Showab&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi Tafsir dan Hadits:&lt;br /&gt;
1. Tafsir Ibnu katsir&lt;br /&gt;
2. Hadits Arba&#39;in Imam Nawawi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi Buku:&lt;br /&gt;
1. Dhawabithul Fikri (Perangkat berfikir)&lt;br /&gt;
2. Madza khasirul &#39;Alam bin hithathil muslimin? (Apa kerugian manusia dengan kemerosotan Ummat Islam?&quot;&lt;br /&gt;
3. At-Tatslîts bainal watsaniyyah wal masîhiyyah (Konsep Trinitas, antara keberhalaan dan Agama Nasrani)&lt;br /&gt;
   &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/4407604836812318946/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/benar-dan-salah-dalam-perspektif-al.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/4407604836812318946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/4407604836812318946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/benar-dan-salah-dalam-perspektif-al.html' title='Benar dan Salah dalam Perspektif Al-Quran dan As-Sunnah, Serta Mantiq'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-6032687676263591418</id><published>2010-11-17T14:55:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T14:55:19.850-08:00</updated><title type='text'>Karakter Dasar</title><content type='html'>Karakter dasar ada 2 macam : berdasarkan genetikal dan berdasarkan lingkungan. bedanya bahwa secara genetikal seseorang sudah membawa karakter sejak lahir, dan barang tentu karakter tsb berdasarkan garis keturunan, sedangkan lingkungan adal...ah keadaan sekitar kita yg mampu memberikan kontribusi pada karakter seseorang. pada perkembangannya keduanya saling mendukung satu dengan yg lain.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;pertanyaan 1: Apakah karakter dasar seseorang bisa dirubah..?&lt;br /&gt;
Jawab : bisa dan memungkinkan. lingkungan sangat berperan dalam merubah karakter dasar seseorang. seseorang yg pemarah akan berubah menjadi sabar tatkala dia berada dilingkungan yg agamis. contoh lain bs dilihat dilingkungan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
pertanyaan 2:Apakah lingkungan benar2 mmpengaruhi pembentukan karakter?&lt;br /&gt;
jawab: lingkungan hanyalah salah satu dari sekian banyak faktor yg dpt mmpengaruhi karakter seseorang. faktor lain msih banyak spt: alam, keluarga, pendidikan, dll.   &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/6032687676263591418/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/karakter-dasar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/6032687676263591418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/6032687676263591418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/karakter-dasar.html' title='Karakter Dasar'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-5660972043392952904</id><published>2010-11-17T12:17:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T12:28:32.374-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sastra"/><title type='text'>Beda Setan &amp; Manusia</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8JWsP6R36ouPAErgjBNvvlZXmIyCjGWBT4aRP7ZamDisy9uWsVKy0p9LWDm-pmIiOvWpH8rs-7W-4GcWdApAFJNBnWamrvjdVcg1EnxOVIXlDhM1eqD4r68u8WlANiiz_5sHG44I4YsKE/s1600/compres+1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8JWsP6R36ouPAErgjBNvvlZXmIyCjGWBT4aRP7ZamDisy9uWsVKy0p9LWDm-pmIiOvWpH8rs-7W-4GcWdApAFJNBnWamrvjdVcg1EnxOVIXlDhM1eqD4r68u8WlANiiz_5sHG44I4YsKE/s1600/compres+1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Kemanusiaan itu&lt;br /&gt;
Hanya untuk manusia&lt;br /&gt;
Kalau setan tak punya rasa kemanusiaan&lt;br /&gt;
Manusia mana yang menanggapnya sebagai manusia?&lt;br /&gt;
dan setan mana yang tak menganggapnya sebagai setan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permasalahan siapa yang setan dan siapa yang manusia&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;/div&gt;Manusia itu selalu memanusiakan manusia walau berbeda (agama,ras,suku,budaya,dll)&lt;br /&gt;
Jika setan tak pernah memanusiakan manusia, itu wajar&lt;br /&gt;
Karena setan bukan manusia dan jelas beda dengan manusia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bukan setan yang selalu salah&lt;br /&gt;
pun bukan malaikat yang selalu benar&lt;br /&gt;
Aku manusia yang terkadang benar, terkadang salah&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Walaupun demikian aku ingin komitmen dengan kebenaran&lt;br /&gt;
Berusaha untuk senantiasa berbuat benar dan jauhi kesalahan&lt;br /&gt;
Komitmen untuk terus mensucikan diri, karena aku sadar,&lt;br /&gt;
tak ada yang namanya orang suci&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jika kebenaranku lebih banyak dari kesalahanku&lt;br /&gt;
Maka itu lah kebanggaanku!&lt;br /&gt;
Tapi sampai detik ini aku masih bingung&lt;br /&gt;
Kenapa ada orang yang berbangga dengan kesalahan&lt;br /&gt;
Apakah kesalahan itu relatif sehingga pantas disebut kebenaran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah kebenaran juga relatif sehingga pantas disebut kesalahan&lt;br /&gt;
Kalau begitu mengapa ada kata kesalahan dan kebenaran&lt;br /&gt;
Jika salah satu dari kedua kata itu bisa mewakili dua makna sekaligus???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau begitu kebenaran dan kesalahan itu seperti tanah liat?&lt;br /&gt;
Bisa dibentuk dalam berbagai rupa sesuai selera&lt;br /&gt;
Kalau begitu kebenaran itu adalah kacamata&lt;br /&gt;
Kacamata gelap dan kacamata terang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya... ini lah jawabannya kenapa orang berbangga&lt;br /&gt;
dengan kesalahan, pun sebaliknya kenapa kebenaran&lt;br /&gt;
dilecehkan, dihina dan bahkan dianggap kesalahan&lt;br /&gt;
Lagi-lagi karena manusia terkadang salah dan terkadang benar&lt;br /&gt;
Benar meyimpulkan, atau salah menyimpulkan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita maafkan orang yang keliru menyimpulkan&lt;br /&gt;
Mungkin daya pikirnya tak sejeli orang yang menyimpulkan dengan benar&lt;br /&gt;
Kesalahan dan kebenaran itu relatif bagi yang masih mencari kesimpulan&lt;br /&gt;
Hanya orang yang cerdas lah yang mengatakan keduanya tidak relatif&lt;br /&gt;
Ini toleransi, bukan???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan malu melakukan kebenaran&lt;br /&gt;
Karena kebenaran adalah kebanggaan dan kemuliaan, bukan tuduhan&lt;br /&gt;
Sebagaimana mereka juga tak malu menjadikan kesalahan sebagai kebanggaan dan kemuliaan, mengklaimnya sebagai kebenaran bahkan sampai mendeklarasikannya menjadi Negara!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini lah perbedaan aku, Manusia&lt;br /&gt;
Dan mereka, Setan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia bangga dengan kebenaran&lt;br /&gt;
Setan bangga dengan kesalahan&lt;br /&gt;
Sayangnya manusia malu-malu&lt;br /&gt;
Saat setan sudah lebih dulu melegitimasi kesalahan menjadi kebenaran, kemudian menghiasnya dengan cantik&lt;br /&gt;
Manusia masih bertanya-tanya bimbang dan meragukan&lt;br /&gt;
Apakah kebenaran yang ia anggap benar adalah benar-benar kebenaran, atau??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya manusia termakan tuduhan macam-macam&lt;br /&gt;
Berada dalam hangatnya kebenaran, tapi gigi gemerutuk kedinginan berbalut selimut kebimbangan dan keraguan&lt;br /&gt;
Kalau bicara kebenaran selalu bisik-bisik&lt;br /&gt;
Tak pernah bersuara lantang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika bodoh punya nama, pastilah namanya MAA.. NUU.. SIII... AAA..., dengan demikian anda tahu siapa nama yang cocok untuk cerdas ha.. ha.. ha..!!!!” Kata setan tertawa terbahak-bahak sambil berlalu dengan membusungkan dada&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan manusia&lt;br /&gt;
Masih bimbang dan teruuuuus bimbang&lt;br /&gt;
Hingga rasa bosan pun bosan untuk terus menemani kebimbangan&lt;br /&gt;
Hingga rasa lelah pun lelah untuk terus menemani kebimbangan&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya, mati pun mati saking bosan dan lelahnya menemani kebimbangan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; Sandy&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; TAMAT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; Kenapa Kita Belum Menang Hingga Saat Ini??&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
--) Orang yahudi menang karena mereka turun ke medan perang sebagai yahudi, dan kita tidak turun sebagai muslim, mereka turun dengan taurat dan kita tidak turun dengan Al-Quran, mereka berkata “Hidup Talmud!!!” dan kita tak berkata “Hidup Sunnah!!”, mereka berkata “Bangkit Haikal!!!” dan kita tak berkata “Bangkit Al-Quds!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berkata “Kami berperang atas nama keyakinan!!” dan kita berkata “Kami berperang atas nama golongan!!”. Agama bagi mereka adalah kemuliaan, sedangkan bagi kita adalah tuduhan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; (Yusuf Qardhawi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/5660972043392952904/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/beda-setan-manusia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/5660972043392952904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/5660972043392952904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/beda-setan-manusia.html' title='Beda Setan &amp; Manusia'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8JWsP6R36ouPAErgjBNvvlZXmIyCjGWBT4aRP7ZamDisy9uWsVKy0p9LWDm-pmIiOvWpH8rs-7W-4GcWdApAFJNBnWamrvjdVcg1EnxOVIXlDhM1eqD4r68u8WlANiiz_5sHG44I4YsKE/s72-c/compres+1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-6971255291368353211</id><published>2010-11-14T22:20:00.000-08:00</published><updated>2010-11-14T22:22:56.992-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Alam Islami"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kajian"/><title type='text'>Pembentukan Masyarakat Palestina</title><content type='html'>Sisa-sisa peninggalan manusia purba di lembah Nutuf menunjukan bahwa masyarakat Palestina di zaman pra sejarah berasal dari ras yang dinamakan dengan “Ras Laut Tengah”, dan sejak tahun 3000 SM bangsa semit dari Jazirah Arab mulai berimigrasi, berdatangan ke palestina, hingga mereka mendominasi elemen masyarakat yang ada. Seperti orang-orang Kan’an yang datang ke Palestina sekitar tahun 2500 SM. Pada tahun 1500 SM bangsa Semit dari suku atau kabilah Maabiyah, Edomiah dan ‘Umuniyyah berdatangan, dan mereka tinggal di Sebelah selatan Suria, di wilayah yang membentang antara laut mati dan teluk ‘Aqabah, kemudian datang imigran ketiga dari bangsa semit yang merupakan suku Anbath yang telah menetap di Negeri Syam sekitar tahun 500 SM.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Di sisi lain, Para Pelaut dari Asia Minor (Asia Kecil)  dan Kepulauan Laut Ejah berdatangan ke Palestina sekitar tahun 1200 SM, kemudian menetap di tepi pantai Palestina, dan mereka dikenal dengan sebutan “PLST”(Palest). Dengan sangat cepat mereka berbaur bersama orang-orang Kan’an yang ada. Ada pun Bani Israel, mereka telah mencoba untuk memasuki Palestina dibawah kepemimpinan Nabi Musa as. Pada akhir abad ke 12 (sekitar tahun 1230 SM), setelah usaha itu akhirnya mereka menetap di bagian Timur Laut Palestina. Di sisi lain runtuhnya Negara Israel tahun 721 SM menyebabkan berimigrasinya 10 dari 12 Kabilah Yahudi yang ada ke palestina, sebagaimana Tawanan perang Babilonia (tahun 586 SM dan 597 SM) yang berisi sejumlah besar orang yahudi telah dibawa ke irak, hingga kemudian kedudukan dan jumlah orang yahudi yang berada di Palestina menjadi menyusut. Setelahnya mereka berhasil mencapai beberapa kegemilangan dan kemakmuran, ketika pemerintahan otonom di terapkan oleh kepemimpinan dinasti Makabiah (Kerajaan Yahudi), dan itu terjadi di bawah hegemoni Yunani dan Romawi, tetapi posisi atau kedudukan mereka (yahudi) yang berarti tak pernah kembali lagi semenjak abad ke dua Masehi (setelah tahun 135 M).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang Yaman, orang-orang Saba dan orang-orang Mu’in mempunyai banyak koloni (perkampungan-perkampungan kecil) di sekitar Oase yang dilewati jalur perdagangan di Negeri Syam sejak 1000 tahun pertama sebelum masehi. Dan salah satu kabilah Arab terkenal yang pertama kali menetap di Syam dan diantaranya menetap di Palestina adalah Kabilah Qodho’ah yang dikemudian hari mereka memeluk agama Nasrani, kemudian datanglah setelahnya Raja Romawi ke Syam, selanjutnya datanglah kabilah Salîh yang mengganti posisi raja Romawi tersebut. Kemudian Bani Ghasân “Al Ghasâsanah” berimigrasi dari yaman pada penghujung abad ke tiga masehi, dan menetap di sebelah utara Hijaz, kemudian pindah ke Syam. Inggris telah mengakui adanya kekuasan dan dominasi bani ghasân ini, mereka telah mendirikan Negara yang menjadi penyekat antara Romawi dan Persia, kekuasaan mereka meluas dan mendominasi kabilah-kabilah Arab yang ada di palestina. Kekuasaan mereka terus berlanjut hingga sekitar tahun 584 M, dimana keruntuhan mereka bermula, yakni ketika mereka bermusuhan dengan Romawi dan ketika Persia memerangi Syam tahun 613 M. Kekuasan Bani Ghasân akhirnya berhasil ditumbangkan Persia, dan ini terjadi tidak lama setelah wahyu diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw dan permulaan menyebarnya agama Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negeri Syam telah menyaksikan tiga entitas Bangsa Arab sebelum kedatangan islam, Di sebelah selatan ada suku Anbath, di sebelah Utara ada Suku Tadmor (palymira), dan Suku Ghasân ada diantara keduanya. Kekuasaan suku Palymira tidak mencapai Palestina, adapun anbath kekuasaannya terpusat di Petra, sebelah timur Yordania. Dengan cepat kekuasaan mereka meluas, mereka membangun sebuah kerajaan yang dikepalai Harits pertama sejak tahun 169 SM. Pada puncak kejayaannya, negeri mereka mencakup bagian-bagian timur dan selatan Palestina, Huron, Edom, Madyan dan Pantai-pantai Laut Merah. Negeri mereka masih melingkupi daerah kekuasaan dinasti Makabiah dari tiga arah pada masa Harits kedua dan ketiga, hingga akhirnya tidak lama kemudian kekuasaan mereka runtuh oleh Romawi dipenghujung abad pertama masehi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Fathul islamy menyebarlah kabilah-kabilah Arab di Palestina, mereka berbaur dan bercampur dengan penduduk yang lebih dulu menempati Palestina, seperti orang-orang Kan’an dan yang lainnya. Terjadilah gerakan Pengislaman (Islamisasi) dan pengAraban yang bertahap dan natural dibawah pemerintahan Islam, hingga Agama penduduk Palestina berubah menjadi Islam, dan lisan mereka menjadi lisan orang-orang arab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara Umum, mayoritas Bangsa Arab yang bertempat tinggal di Palestina merupakan Arab Qohtoniiyah atau arab ‘Aribah, yaitu salah satu dari kabilah arab yang asal-usulnya kembali ke yamaniyyah (orang-orang yaman). Kebanyakan Tentara-tentara Fathul Islamiy  berasal dari kabilah-kabilah ini.  Seperti, datangnya salah satu suku atau kaum dari orang-orang Asy’ariy  ke Tobariyyah dan mendominasi kebanyakan mereka, kemudian beberapa dari  anak kabilah judzaam/jadzaam tinggal di Beit Jibrin (salah satu nama daerah di Palestina), berikutnya adalah Tobariyyah yang menempati beberapa tempat di palestina. Tinggal juga kaum dari keturunan Bakar Bin Wail di daerah Janin, yang lainnya keturunan dari Mudhor Bin Nazzar yang menetapi daerah Nablus.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di daerah  Kholil dan sekitarnya telah dihuni oleh Lakhm (nama kabilah), dan cabang dari kabilah Bani Abdud Dar, mereka adalah kerabat Tamim ad Dari R.A. Salah satu kabilah Arab Arubah yang terpenting adalah kabilah Himyar yang kebanyakan dari mereka dinasabkan ke kabilah qodho’ah. Cabang-cabang dari kabilah ini tersebar di Desa Al-Bathaniy (Gaza), Al Jama’in (Nablus), lembah Hanin (Yafa) dan desa-desa lainnya. Salah satu cabang dari kabilah qodho’ah yang tersebar di Palestina adalah kabilah Kalb, Jaram, Qudamah, Bani Bahra, Bani ‘Udzrah, Qain dan Maskah. Salah satu bangsa arab ‘Aribah adalah kabilah-kabilah Bani Kahlan, beberapa kabilahnya yang terpenting adalah Thoi, yang saat ini dikenal dengan nama “Syamr”, kemudian Lakhm, Zubaid, Aus dan Khazraj, semuanya menyebar di berbagai belahan bumi Palestina. Disana juga ada sejumlah besar orang utara Jazirah Arab yang dikenal dengan “Bani Adnan” atau “Bani Ismail” atau “Arab Al Musta’robah” (Orang Asing yang menjadi orang arab), kepadanya Quraisy dinasabkan, dan banyak diantara mereka berdatangan ke Palestina, diantaranya dari keturunan Abu bakar, Umar, Utsman, Ali, Abbas, dan sahabat-sahabat lainnya. Pun begitu pula di sana terdapat kabilah Anzah , harb dan yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masyarakat Palestina masih merupakan masyarakat yang mayoritas beragama islam dengan lisan orang arab semenjak Fathul Islamiy hingga hari ini. Masa-masa Perang salib tidak sedikit pun berpengaruh terhadap susunan masyarakat kecuali sedikit saja, yaitu ketika  tentara salib dari eropa memerangi palestina, namun Kaum Muslimin dapat beradaptasi terhadap serangan ini dengan sangat cepat, sehingga identitas keislaman Palestina akhirnya kembali lagi.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Palestina masih menjadi daerah yang mempunyai daya tarik tersendiri, selain karena karena kedudukannya yang disucikan, juga karena letak geografisnya, iklimnya yang sedang, fasilitas bertani dan berdagang yang memadai, dan lain sebagainya. Beberapa diantara Orang Islam yang menetap di Palestina berasal dari Suku Kurdi, kaum Barbar, cechnya, Bosnia dan Turki, mereka berbaur dengan masyarakat yang ada dan menjadi orang arab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di palestina Juga tinggal segelintir atau minoritas dari Kaum nasrani, hidup dengan damai dan tenang di bawah naungan pemerintahan Islam. Diantara Kaum Nasrani Palestina adalah penduduk asli yang tetap pada agamanya, sebagiannya lagi merupakan Kaum Nasrani dari Armenia dan Yunani yang dikemudian hari mereka punya keinginan untuk menetap di tanah suci Palestina. Toleransi Agama Islam pun meluas hingga menyentuh kaum yahudi penduduk Palestina dan pendatang, karena mereka termasuk ahludz dzimmah. Minoritas kecil dari kaum Yahudi hidup biasa tanpa ada obsesi Politik atau menguasai, dan jumlah mereka di awal abad ke 19 M tidak melampaui 5000 orang, kemudian jumlah mereka menjadi sekitar 23.000 sesaat sebelum mulai diadakannya Program Kerja Aktif Pengimigrasian Zionisme sekitar tahun 1880.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Inggris menjajah Palestina tahun 1918, masyarakat Palestina pada saat itu berkisar 660.000 jiwa, 550.000 diantaranya beragama Islam, 60.000 beragama Nasrani, dan 55.000 beragama Yahudi, atau sekitar 91,73 % Arab, sedangkan 27,8 % Yahudi, dan kebanyakan orang-orang yahudi tersebut merupakan imigran dari Rusia dan Eropa Timur sekitar 40 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bawah penjajahan inggris yang berjanji akan mendirikan tanah air Yahudi di Palestina, terbukalah lebar-lebar pintu imigrasi dan lokalisasi (penempatan) bagi yahudi, dimana dalam dalam kurun waktu 1919-1948 sekitar 483 .000 orang yahudi berimigrasi ke Palestina, tetapi sampai keluarnya kebijakan dari PBB tentang pembagian wilayah Palestina tahun 1948, bangsa Arab masih merupakan Mayoritas Penduduk Palestina. Lembaga Statistik PBB – yang memberi saran pembagian wilayah –  menyebutkan bahwa jumlah penduduk Arab mencapai 1.237.373 orang (67,5%) dan jumlah penduduk yahudi mencapai 608.225 orang (32,95%). Angka-angka ini didasarkan kepada hasil data sensus Inggris tahun 1946.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebijakan PPB yang Zalim dengan membagi wilayah Palestina adalah usaha untuk melegalisasi berdirinya entitas atau eksistensi orang-orang Zionis di Palestina, salah satu bentuk kezaliman yang dibangun dari kebijakan ini adalah pemecah belahan masyarakat Palestina dan pengusiran mereka. Di satu daerah yang diputuskan ‘tuk dibagi, diberikannya kepada yahudi 54% dari keseluruhan tanah palestina, dengan penghuni 498.000 Yahudi dan 497.000 orang arab, adapun daerah yang diputuskan ‘tuk diberikan kepada orang arab hanya 45% dari keseluruhan tanah Palestina, dengan penghuni 725.000 orang arab dan 10.000 yahudi, sedangkan daerah Al-Quds (1% dari tanah palestina) diputuskan berada dalam pengawasan dunia internasional, dengan penghuni 105.000 orang arab dan 100.000 orang yahudi. Berdasarkan hasil perhitungan statistik mendetail yang dilakukan Janet menunjukan bahwa Orang-orang arab Palestina  di penghujung tahun 1948 berjumlah 1.398.000, adapun hasil perkiraan Salman pada tahun yang sama menunjukan bahwa jumlahnya 1.441.000.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena yahudi sudah siap sepenuhnya untuk perang dengan dukungan Negara-negara besar untuk memaksakan resolusi partisi, dan ekspansi entitas mereka, dan karena mereka mengusir penduduk palestina dari tanah yang ditempatinya, maka hal ini semua menyebabkan terjadinya perang Palestina tahun 1948 yang merupakan tragedi besar bagi masyarakat Palestina. Menurut data statistik PBB tercatat 726.000 orang palestina terusir dan terlantar dari tanah mereka, setelah itu jumlahnya bertambah lagi menjadi sekitar 900.000 pengungsi, artinya ada sekitar 2/3 masyarakat palestina telah dibuang dari tanahnya, dimana yahudi zionis telah melakukan salah satu cara terparah pembersihan etnis dalam sejarah kontemporer. Kemudian zionis melakukan penempatan orang yahudi dari berbagai macam jenis dan warna di tempat para penduduk palestina asli. Pada tahun 1964, yahudi menjajah tanah palestina yang tersisa (Tepi Barat dan Jalur Gaza), dan mengusir 330.000 Orang Palestina yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angkatan Senjata Zionis telah dan akan senantiasa melarang orang-orang Palestina untuk kembali ke tanah mereka, oleh karenanya sebagian besar orang palestina – lebih dari setengah total keseluruhan masyarakat palestina – masih mengungsi di luar Palestina.&lt;br /&gt;
Demikianlah akhirnya masyarakat Palestina tercecer (tahun 2002 jumlahnya mencapai 554.000) di tiga bagian geografis, yaitu:&lt;br /&gt;
1.      Tanah terjajah palestina tahun 1948; ada sekitar 1.239.000 pada tahun 2002, atau sekitar 12,97%  dari keseluruhan masyarakat Palestina.&lt;br /&gt;
2.      Tanah terjaja Palestina tahun 1967 termasuk di dalamnya wilayah Al-Quds; ada sekitar 3.485.000 jiwa di tahun 2002 atau sekitar 36% dari keseluruhan masyarakat Palestina.&lt;br /&gt;
3.      Orang-orang Palestina yang berada di luar palestina; ada sekitar 4.830.000 di tahun 2002, atau sekitar 50,55% dari keseluruhan masyarakat palestina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permasalahan para pengungsi palestina merupakan permasalahan kemanusiaan terpelik dalam sejarah kontemporer, Jumlah orang-orangnya sangat banyak dan penderitaannya begitu panjang jika dibandingkan dengan para pengungsi lain yang pernah ada sejak tahun 1948, namun kolusi (kerjasama rahasia) internasional antar negara-negara besar masih saja terjadi, khususnya persekongkolan antara Amerika serikat dan zionisme Israel perihal pelarang kembalinya masyarakat palestina ke tanah mereka, walaupun puluhan keputusan PBB dikeluarkan yang menegaskan tentang hak mereka untuk dapat kembali ke tanahnya.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/6971255291368353211/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/pembentukan-masyarakat-palestina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/6971255291368353211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/6971255291368353211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/pembentukan-masyarakat-palestina.html' title='Pembentukan Masyarakat Palestina'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-1435967249925682594</id><published>2010-11-14T20:59:00.000-08:00</published><updated>2010-11-14T21:08:30.149-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bincang"/><title type='text'>Islamfobia</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzOxHbFC2MqHJ7E0lBPrnzPcN5P8e1vks0RZSud0x_pSndb_2vBLwGQ3TA48Z-74NoiSOpBUSECT1TggaKfDt029V-ZHzl4nuB9kfdLLzsB6a7T04bdlUMz3rRfRkSxr2tkygPaKPnqigc/s1600/islamophobia1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzOxHbFC2MqHJ7E0lBPrnzPcN5P8e1vks0RZSud0x_pSndb_2vBLwGQ3TA48Z-74NoiSOpBUSECT1TggaKfDt029V-ZHzl4nuB9kfdLLzsB6a7T04bdlUMz3rRfRkSxr2tkygPaKPnqigc/s1600/islamophobia1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;longtext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;Oleh: Prof. Dr.Ja&#39;far Syeikh Idris&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Di Barat, banyak orang berbicara tentang suatu penyakit mental yang mereka sebut Islamfobia. Mereka menganggap penyakit ini adalah suatu hal yang baru, padahal ia telah berumur lama, seumur agama-agama samawi. Penyakit ini berupa kebancian atau perasaan takut terhadap Islam tanpa alasan yang jelas. Penyakit ini mendorong para penderitanya untuk mengambil sikap memusuhi Islam dan pemeluknya dengan beragam cara. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sikap memusuhi tersebut antara lain: memfitnah Nabi Saw dan menyifatinya dengan hal-hal yang tak layak untuk diucapkan, mengutip beberapa ayat Al-Quran dan teks hadits dengan memenggalnya dari konteks aslinya, menganggap aksi-aksi terorisme yang dituduhankan kepada sebagian kaum muslim bukan tindakan individual, melainkan kewajiban yang diperintahkan oleh Islam, mengklaim bahwa Islam adalah sebab kemunduran kaum muslimin karena ia menolak sains dan teknologi serta segala hal yang menjadi kebutuhan hidup modern, menuduh Islam sebagai sebab menyebarnya pemerintahan diktator terutama di negara-negara Arab, mengatakan bahwa Islam tidak menghormati perempuan dan menyeru untuk memperlakukannya seperti budak, dan tuduhan-tuduhan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Propaganda-propaganda ini menyebabkan banyak umat muslim diperlakukan secara tidak adil sebagaimana warga negara lainnya di negara-negara Barat. Bahkan hal ini juga terjadi pada warga negera Barat sendiri yang beragama Islam. Sampai-sampai kalangan pelajar pun tidak mendapatkan sapaan sewajarnya seperti layaknya terjadi antar sesama pemuda.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; Apa Penyebab Semua Ini?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Di antara penyebab kebencian dan permusuhan ini adalah ketidaktahuan sebagian orang tentang Islam, sehingga mereka terpengaruh oleh propaganda-propaganda tersebut. Padahal Islam yang mereka benci atau yang mereka takuti itu bukanlah Islam yang diturunkan kepada nabi Muhammad Saw. Agama yang mereka takutkan itu tidak lain hanyalah agama yang digambarkan oleh media-media mereka dan yang dibicarakan oleh para pemimpin mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu penyebab yang lain adalah kesalahan atau kejahatan yang dilakukan oleh sebagian umat muslim, yang kemudian dinisbatkan kepada agama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sebab terbesar pada hakikatnya adalah kebencian sebagian orang terhadap Islam, karena mereka membenci kebenaran. Inilah sebenarnya penyakit kronis yang telah ada pada manusia semejak datangnya agama-agama samawi yang menyeru kepada kebenaran yang nyata. Allah swt berfirman yang artinya: &quot;Demikianlah, tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: &quot;Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila. Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu? Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.&quot; (QS. Adz-Dzariyat: 52-53)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua tuduhan yang mereka lontarkan tidak lain merupakan buah dari penyakit thugyân (tirani/melampaui batas) dalam diri mereka. Mereka tidak pernah saling memesankan hal ini dan tidak butuh untuk saling berpesan seperti ini. Akan tetapi setiap mereka sangat menggandrungi keburukan seperti halnya orang-orang sebelum mereka. Hal ini sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Swt: &quot;…Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa.&quot; (QS. Al-Baqarah: 118). Inilah sebuah hukum yang umum tentang mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Al-Quran memeritahukan kepada kita hukum umum tersebut, ia juga memberikan permisalan berupa individu atau umat-umat yang pada mereka hukum ini berlaku. Nabi Nuh As berkata kepada kaumnya: &quot;Apa akan kami paksakan kaian menerimanya, padahal kalian tiada menyukainya?&quot; (QS. Hud: 28). Kaum Tsamud telah didatangkan hidayah kepada mereka, namun mereka &quot;lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk.&quot; (QS. Fushshilat: 17). Juga musuh-musuh Nabi Muhammad Saw yang berasal dari bangsa Arab, yang Allah berfirman mengenai mereka &quot;Ataukah mereka tidak mengenal Rasul mereka, karena itu mereka memungkirinya? Atau (apakah patut) mereka berkata: &quot;Padanya (Muhammad) ada penyakit gila.&quot; Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran itu.&quot; (QS. Al-Mukminun: 69-70).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bagaimana Berinteraksi Dengan Mereka?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kita berusaha mengobati setiap kelompok sesuai penyakit yang mereka derita. Adapun bagi orang yang tidak tahu Islam—dan mungkin merekalah yang mayoritas—hak mereka atas kita (kewajiban kita terhadap mereka) adalah berusaha memberikan pemahaman yang benar tentang Islam, sabar menghadapi mereka, mendengar argumen-argumen dan penolakan mereka serta berdialog kepada mereka dengan cara yang paling baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun bagi orang yang kebenciannya terhadap Islam disebabkan oleh kesalahan atau kejahatan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, maka kewajiban kita terhadap mereka dan terhadap Islam adalah mengakui kesalahan-kesalahan tersebut dan menyatakan bahwa hal itu memang sebuah kesalahan, dan kita berupaya untuk mengklarifikasi bahwa Agama kita ada kaitannya dengan semua kesalahan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah metode yang Islam ajarkan kepada kita. Ketika sekelompok kaum muslimin memerangi sebuah kafilah kaum musyrikin pada bulan Haram, kemudian kaum musyrikin menggunakan peristiwa tersebut untuk merusak nama baik Islam, Allah berfirman &quot;Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah! &quot;Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar.&quot; (QS. Al-Baqarah: 217). Demikian Allah Swt—pada permulaan ayat ini—menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh beberapa orang kaum muslimin yang ikhlas itu, adalah suatu kesalahan besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika sebagian orang yang mengaku beragama Islam menuduh seorang Yahudi mencuri, Allah swt menurunkan dua belas ayat dari surat An-Nisa guna membersihkan namanya, yang dimulai dengan firman-Nya, &quot;Sesungguhnya kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi pembela bagi orang-orang yang berkhianat itu (dengan menyalahkan orang yang tidak bersalah).&quot; (QS. An-Nisa: 105). Salah satu dari 12 ayat tersebut adalah firman-Nya yang artinya: &quot;Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.&quot; (QS. An-Nisa: 112).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah seharusnya, karena memang misi kita adalah membela kebenaran, bukan membela makhluk. Dan karena berlaku adil bagi kita adalah kewajiban setiap orang,  kepada siapapun dan dalam kondisi apapun. Allah Swt berfirman yang artinya: &quot;Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.&quot; (QS. Al-Ma&#39;idah: 8). &quot;Maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun terhadap kerabat(mu).&quot; (QS. Al-An&#39;am: 152).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun orang mengidap penyakit benci terhadap kebanaran, mereka tidak akan pernah rela sampai kita ikut mengingkari kebenaran tersebut, setelah kita mengetahui dan mengimaninya, serta merestui kebathilan mereka, berupa agama Yahudi atau Nashrani yang telah didistorsi, agama sekulerisme yang mengingkari agama-agama samawi, ataupun ajaran-ajaran para penyembah hawa nafsu lainnya. Meraka telah berupaya sekuat tenaga, mengorbankan harta, waktu dan ilmu mereka, bahakan terkadang mengorbankan nyawa mereka demi memerangi kebenaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka bagaimana berinteraksi dengan mereka? Haruskah kita menanggapi seruan mereka dan ikut menjadi kafir seperti mereka? Tidak, demi Allah. Bahkan penentangan dan kebecian mereka akan semakin menambah keyakinan kita untuk berpegang teguh kepada kebenaran dan mendakwahkannya, sambil berkata kepada mereka: &quot;Matilah bersama kemarahan kalian!&quot; (QS. Ali Imrân: 119), serta keyakinan bahwa semua usaha mereka pasti akan berakhir dengan kegagalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, Kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan.&quot; (QS. Al-Anfal: 36). &quot;Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya.&quot; (QS. Ash-Shaff: 8)&lt;br /&gt;
Walau kita merasa benci terhdap apa yang mereka katakan tentang Islam, dan mengalami berbagai kesulitan dari mereka, namun kita tetap bergembira dengan banyaknya serangan kezaliman terhadap Islam ini. Karena di sanalah kita melihat bukti bahwa kita adalah umat yang hidup dan bahwa dakwah kita telah mulai membuahkan hasil. Sesungguhnya umat yang telah mati, yang tidak memiliki risalah dan aktivitas yang diemban, tidak akan diperhatikan manusia, dan mereka tidak akan sudi meyibukkan diri dengannya karena tidak memiliki pengaruh apapun bagi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gencarnya gerakan memerangi Islam, rasa takut kepadanya dan anggapan bahwa ia adalah musuh utama setelah runtuhnya komunisme, merupakan bukti nyata bahwa umat ini adalah umat yang hidup. Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan sebagian dari kita sebagai penyebab hidupnya umat ini, menyebarnya risalah Islam dan menjadi sebab masuknya rasa takut ke dalam diri musuh-musuhnya. Kita juga bergembira dengan hal ini, karena kita tahu bahwa hal tersebut merupakan salah satu cara Allah untuk memenangkan dan menjayakan agama-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada musim haji pertama semenjak nabi Muhammad Saw mengumumkan dakwahnya, musuh-musuh Islam di Mekah merasa ketakutan jika Muhammad Saw dapat mempengaruhi mereka yang menunaikan haji. Merekapun kemudain berpencar di setiap rute-rute haji untuk memperingatkan mereka agar menjauhi Muhammad Saw. Akan tetapi, hal itu justru menjadi penyebab tersebarnya nama beliau. Sehingga tak seorang dari mereka yang kembali dari haji melainkan membawa kabar tentang seorang Pemuda Qurays yang berkata bahwa Allah telah mengutusnya sebagai Rasul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah yang terjadi pada masa ini. Betapa banyak orang yang tidak tahu apapun tentang Islam, bahakan tak pernah berfikir untuk mengetahuinya, hingga muncullah serangan-serangan terhadap Islam yang akhirnya menarik mereka untuk mengetahuinya. Mereka pun mulai bertanya tentang Islam dan membaca buku-buku seputar Islam, sehingga hal ini menjadi salah satu sebab datangnya hidayah kepada mereka.&lt;br /&gt;
Kita sungguh berbahagia karenanya. Sebab, klaim-klaim dusta yang dituduhkan terhadap Agama kita, memberi peluang bagi kita untuk membelanya dan menyuarakan pesan kepada kaum yang sebelumnya tidak sudi mendengar dan peduli kepada kita. Sementara, di antara mereka ada orang-orang yang masih memiliki akal, yang mampu membedakan antara kebenaran yang terang dan kebatilan yang gelap.&lt;br /&gt;
Kita juga berbahagia, karena terjun membela Agama ini adalah dalam rangka mengorbankan nilai-nilai yang paling diagungkan oleh Barat. Karena perang terhadap Islam dilakukan atas nama kebebasan, toleransi beragama dan undang-undang internasional. Dan telah terbukti bagi banyak orang—bahkan bagi orang Barat sendiri—bahwa nilai-nilai yang mereka tuhankan itu ternyata dibangun di atas tepian rapuh, sehingga langsung runtuh saat pertama kali berhadapan dengan agama yang benar, yaitu Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita juga berbahagia karenanya, karena ia adalah salah satu cara Allah untuk memurnikan barisan kaum muslimin dan membuang kotoran yang ada di dalamnya. Karena sungguh, sebagian orang yang hanya mengaku-aku Islam akan mengalami keraguan, bersahabat dengan musuh dan menyeleweng. Bahkan sebagian dari mereka akan murtad dan menjadi kafir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantas, apakah yang akan kita perbuat terhadap mereka? Akankah kita menangis, meratap dan menyerah dalam kesedihan? Tidak! Bahkan kita akan berkata, &quot;Wahai hamba Allah, teguhkan pendirianmu! Sungguh Allah akan mengganti mereka dengan orang yang lebih baik untuk kalian.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah Lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah, rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.&quot; (Al-Maidah: 54-56). [Wallâhu a`lam]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Diterjemahkan Oleh Hafidz Al Ma&#39;ari&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/1435967249925682594/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/islamfobia_14.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/1435967249925682594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/1435967249925682594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/islamfobia_14.html' title='Islamfobia'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzOxHbFC2MqHJ7E0lBPrnzPcN5P8e1vks0RZSud0x_pSndb_2vBLwGQ3TA48Z-74NoiSOpBUSECT1TggaKfDt029V-ZHzl4nuB9kfdLLzsB6a7T04bdlUMz3rRfRkSxr2tkygPaKPnqigc/s72-c/islamophobia1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187562224016996617.post-3086637448405501687</id><published>2010-11-14T18:14:00.000-08:00</published><updated>2010-11-14T21:06:11.135-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Alam Islami"/><title type='text'>Palestina Sebelum Masa Fath Umar</title><content type='html'>Palestina merupakan sebuah wilayah di wilayah Syam Barat Daya. Para ahli sejarah berpendapat bahwa kehidupan manusia disana sudah bermula sejak zaman batu klasik (500 ribu – 14 ribu SM). Nama Palestina sendiri berasal dari nama bangsa pesisir di Asia Kecil yang pada abad-12 SM, mereka datang dan menetap di sepanjang pesisir Palestina. Sebelumnya, tanah tersebut dikenal dengan sebutan negeri Kanaan, bangsa yang paling dahulu menghuni wilayah ini sejak abad ke-25 SM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 1800 SM Nabi Ibrahim datang ke Palestina untuk menyebarkan agama Tauhid. Ia pun menetap disana hingga sang &quot;Kholilullah&quot; ini wafat di Hebron. Sepeniggalan Nabi Ibrahim, penyebaran agama Tauhid dilanjutkan oleh anak cucunya, yaitu Nabi Ismail –yang kemudian hijrah ke Mekkah dan menetap disana-, Nabi Ishaq dan putranya Ya’qub yang dikaruniai dua belas orag putra. Kedua belas putra Nabi Ya&#39;qub inilah yang kemudian menjadi cikal bakal Bani Israel. Kata Israel sendiri merupakan julukan untuk Nabi Ya&#39;qub.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Bani Israel kemudian memilih untuk bereksodus ke Mesir. Namun, disana mereka justru mengalami tekanan dan siksaan yang begitu pedih oleh para Fir’aun. Mereka baru kembali memasuki Palestina, ketika Nabi Musa membawa mereka kembali kesana. Bersama Joshua bin Nun yang menggantikan Nabi Musa pasca wafatnya, mereka memasuki Palestina. Mereka kemudian menetap disana selama 150 tahun dengan penuh tekanan dan cobaan hingga akhirnya  Thalut memimpin mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bani Israel baru menikmati masa kejayaan ketika Nabi Daud dan putranya, Nabi Sulaiman memimpin mereka dibawah agama Tauhid selama kurun waktu delapan puluh tahun (1004 SM – 923 SM).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepeninggalan mereka, masa keemasan Bani Israel mulai pudar. Kerajaan mereka terpecah menjadi dua kerajaan yang selalu berselisih; kerajaan Israel dan Judas. Dalam perjalanannya, kedua kerajaan ini lambat laun melemah, tunduk pada kerajaan lain. Pada akhirnya kerajaan Israel hancur oleh penguasaan Asyuria di tahun 721, dan kerajaan Judas jatuh ke tangan Babilonia yang berhasil menakhlukkan wilayah tersebut, memporak-porandakan Al-Quds,  meruntuhkan Haikal dan menahan lebih dari 40 ribu Yahudi pada tahun 586 SM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, hingga abad ke-5 masehi, wilayah Palestina dikuasai oleh Imperium-Imperium besar yang Berjaya pada zaman tersebut. Mulai dari Imperium Persia selama kurun 539 SM – 332 SM. Kemudian Yunani dalam rentang waktu 332 SM – 63 SM. Hingga Iperium Romawi yang pada dalam kurun  63 SM – 636 M berkuasa atas Palestina. Mereka lalu menghapus pemerintahan Yahudi di wilayah Al-Quds. Dan meskipun Yahudi berulangkali mengadakan perlawanan, namun Romawi selalu berhasil mematahkannya. Bahkan, sebagai akibatnya, Kaisar Romawi Hadrian melarang Yahudi memasuki wilayah Al-Quds. Keputusan ini tetap berlaku hingga 200 tahun berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, kekuasaan Bani Israel di atas tanah Palestina tidak lebih dari empat abad. Mereka juga hanya menguasai sebagian wilayah Palestina saja, dengan pemerintahan yang lemah dan kerap tunduk pada negara tetangga yang lebih kuat. Sementara dalam waktu yang bersamaan, Penduduk asli -keturunan Kanaan dan Palest- yang lebih dahulu tinggal di Palestina, masih tetap berada di tanah mereka, Palestina.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;img border=&#39;0&#39; src=&#39;http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/21.gif&#39;/&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bebas-blog.blogspot.com/feeds/3086637448405501687/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/palestina-sebelum-masa-fath-umar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/3086637448405501687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187562224016996617/posts/default/3086637448405501687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bebas-blog.blogspot.com/2010/11/palestina-sebelum-masa-fath-umar.html' title='Palestina Sebelum Masa Fath Umar'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>