<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546</id><updated>2026-03-02T13:15:50.111-08:00</updated><category term="politik"/><title type='text'>Patrick Punya Cerita</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>67</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-755736907918977043</id><published>2012-02-07T21:17:00.000-08:00</published><updated>2012-02-07T21:18:27.411-08:00</updated><title type='text'>Berbagai Organisasi IJO LUMUT</title><content type='html'>Salam Tegar Selalu!!&lt;br /&gt;Perasaan baru kemarin ngerayain ngerayain Valentine di kamar sama si guling,, ehh sekarang udah mau ngerayain valentine lagi aja... Februari oh Februari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini adalah salah satu tahun yang paling surprise buat saya. Kalo tahun kemarin status Jomblo masih masih melekat, tahun ini sang cupid mulai berbelas kasihan kepada saya. (swittt...swittt.....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak cuman saya, kalian yang ngebaca tulisan ini pasti juga ngalamin banyak perubahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tahun kemarin kalian sedang hangat-hangatnya sama pacar, tahun ini mati-matian buat ngelupain pacarnya. Tahun kemarin gencar-gencarnya bikin impian bareng pacar, tahun ini mati-matian ngubur kenangan sama pacar.. (huahahahaha.. ketawa sambil koprol)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tahun kemarin cuman bisa ngiler liat gebetan dari jauh, tahun ini udah bisa duduk bareng sama gebetan.. (Cihuyyy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah. Cukup kata pengantarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk saat ini, saya pengen cerita soal komunitas IJO LUMUT yang akhir-akhir ini jadi perbincangan di seantero Kepri. Tulisan ini sekaligus menjawab beberapa pertanyaan yang masuk lewat e-mail, inbox, sms, bbm, facebook, hingga surat kaleng ke saya tentang kebenaran komunitas ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, di Kepri ada beberapa komunitas yang sejenis dengan IJO LUMUT. Namun, minimnya kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan, membuat komunitas mereka jarang ter-eskpose.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IJO LUMUT (Ikatan Jomblo Lucu dan Imut)&lt;br /&gt;Seperti namanya, mereka anggota IJO LUMUT selalu merasa cukup lucu dan imut. Artinya, mereka nggak akan merasa perlu dikasihani karena masih single. Nggak ada memang alasan yang afdol bagi mereka untuk nggak punya pacar. Tapi bukan berarti golongan yang satu ini nggak punya target untuk dijadikan pacar. Jadi biarpun mereka jomblo, mereka merasa sebagai kelompok jomblo yang unik. Mengapa? Karena punya nilai plus lain, yakni berwajah imut dan lucu. Percayalah......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERJATI (Persatuan Jomblo Sakit Hati)&lt;br /&gt;Udah jelas kalau sakit hati adalah alasan orang-orang ini mendirikan komunitas ini.. Didalam pikiran mereka, mungkin daripada nanti sakit hati lagi, lebih baik nggak usah pacaran dulu. (bagi gue seh cetek banget tuh pikiran). Kadang orang-orang ini bisa cemburu dan galau mendadak kalau melihat orang lain sedang bahagia-bahagianya. Untuk punya pacar, menurut pendapat saya, tergantung besar sakit hati yang dirasakan. Kalau sakit hatinya dalam, kemungkinan dia juga bakalan lama menjomblo, kecuali ada yang bisa dengan segera membersihkan luka sakit hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEJORA (Kelompok Jomblo Ceria)&lt;br /&gt;Organisasi ini dulu bernama JOJOBA (jomblo-jomblo bahagia). Namun, setelah konflik internal akibat banyaknya friksi-friksi didalamnya, JOJOBA akhirnya sepakat di likuidasi.&lt;br /&gt;Well, anggota dari komunitas yang satu ini nggak terlalu mempermasalahkan status single mereka. Toh, sendiri juga bisa tetap happy kok... Mengadopsi lagu Oppie Andaresta, prinsip mereka juga hampir sama: “I’m single and very happy...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IJO PIS (Ikatan Jomblo Pede Abis)&lt;br /&gt;Anggota komunitas ini biasanya kaum jomblo yang punya tingkat rasa percaya diri yang tinggi untuk dicintai. Padahal belum tentu juga mereka punya fisik yang menawan!!! Sedih memang..  Alhasil, karena selalu merasa dicintai oleh orang-orang sekitar, mereka merasa bahwa mereka harus ‘pasang harga’ semahal-mahalnya untuk dilirik... Padahal,, belum tentu!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OMELET (Organisasi Jomblo Super Selektif)&lt;br /&gt;Biasanya penampilan kelompok yang satu ini cukup fashionable. Paras dan fisik juga mendukung. Tapi masalahnya adalah mereka terlalu selektif dalam memilih pasangan. Harus ini dan itu. Terlalu banyak syarat dan prasyarat yang diajukan sebelum orang yang didekati itu dijadiin pacar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BALSEM (Barisan Jomblo Sementara)&lt;br /&gt;Salah satu komunitas yang cukup saya benci. Keberadaannya gak tetap, dan kerap musiman. &lt;br /&gt;Kelompok ini  menjomblo karena baru putus dan itu nggak akan lama. Artinya sebisa mungkin setelah putus mereka akan kembali mencari pasangan yang cocok dengan mereka. Prinsip mereka bisa jadi, ‘Jangan Sampai Kelamaan Menjomblo’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BOM LUNAR (Barisan Jomblo Belum Pernah Pacaran)&lt;br /&gt;Pernah liat penampilan orang yang culun habis dengan kacamata botol susu yang tebal abis? Bisa jadi orang-orang yang kebanyakan belajar seperi itu yang akhirnya nggak mengenal cinta. Jatuh cinta aja nggak pernah, apalagi buat pacaran. Intinya mereka benar-benar belum pernah mengenal cinta. Biasanya, para anggota dari BOM LUNAR bergantung penuh kepada orang tua atau sanak saudara. Mereka memiliki prinsip, Jodoh di tangan Orang Tua. (minta dijodohin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah uraian singkat saya. Semoga Jomblo bukan menjadi kebiasaan, atau pun trend gaya hidup. Untuk kalian, dimanapun kalian berada, apapun jabatan dan pekerjaan kalian, TETAP SEMANGAT yah Mblo..... </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/755736907918977043/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/755736907918977043' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/755736907918977043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/755736907918977043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2012/02/berbagai-organisasi-ijo-lumut.html' title='Berbagai Organisasi IJO LUMUT'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-3871826100884520706</id><published>2010-08-11T09:40:00.001-07:00</published><updated>2010-08-11T09:46:05.518-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCnYsH0gqYWtKebb4VQ8Elgc0AI9Bs1TiqWYgHd7hZ5oryFle8KKShxyRtVogdCjLsn5i0E32J0Tf8EOT_WczZQ8n2EbHuZl4KSMlt2Ci1vk0AEo8P1odVm3kZhS9l_29A7_2mS4lsl15J/s1600/doa.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 270px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCnYsH0gqYWtKebb4VQ8Elgc0AI9Bs1TiqWYgHd7hZ5oryFle8KKShxyRtVogdCjLsn5i0E32J0Tf8EOT_WczZQ8n2EbHuZl4KSMlt2Ci1vk0AEo8P1odVm3kZhS9l_29A7_2mS4lsl15J/s400/doa.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5504194479661065506&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O Tuhan, Berikanlah Bapak (ayah) ku menang togel sekali-kali…&lt;br /&gt;Kasihanilah (sayangilah) ibuku, biar orang lain (secara) baik2 membayar utangnya, agar kami punya uang untuk beli daging. Biar jangan dipotong si Bleki (anjing ini) seperti ibunya bulan kemarin…&lt;br /&gt;[kira-kira seperti itu artinya]</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/3871826100884520706/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/3871826100884520706' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/3871826100884520706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/3871826100884520706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2010/08/artinya-o-tuhan-berikanlah-bapak-ayah.html' title=''/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCnYsH0gqYWtKebb4VQ8Elgc0AI9Bs1TiqWYgHd7hZ5oryFle8KKShxyRtVogdCjLsn5i0E32J0Tf8EOT_WczZQ8n2EbHuZl4KSMlt2Ci1vk0AEo8P1odVm3kZhS9l_29A7_2mS4lsl15J/s72-c/doa.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-3575466589405522457</id><published>2010-03-04T11:46:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T11:48:09.870-08:00</updated><title type='text'>Angket Century = Kemenangan Golkar</title><content type='html'>&lt;meta equiv=&quot;Content-Type&quot; content=&quot;text/html; charset=utf-8&quot;&gt;&lt;meta name=&quot;ProgId&quot; content=&quot;Word.Document&quot;&gt;&lt;meta name=&quot;Generator&quot; content=&quot;Microsoft Word 11&quot;&gt;&lt;meta name=&quot;Originator&quot; content=&quot;Microsoft Word 11&quot;&gt;&lt;link rel=&quot;File-List&quot; href=&quot;file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CCOMPAQ%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml&quot;&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate=&quot;false&quot; latentstylecount=&quot;156&quot;&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:&quot;&quot;; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;SV&quot;&gt;Judul diatas memang terkesan berlebihan. Namun secara jujur menunjukkan rasa salut dan kagum saya kepada partai berlambang pohon beringin itu. Kemampuan lobi lewat kadernya yang memiliki jam terbang tinggi di DPR membuat partai ini mampu menarik partai lain berbalik mendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit me-review. Sepanjang era reformasi ini Golkar mengambil peran besar atas lulus tidaknya hak angket. Maaf, sama sekali tidak mengecilkan kehadiran partai lain semisal PPP, PKS dan PAN. Namun, beberapa tawaran yang diberikan Golkar mampu menggagalkan hak angket atau minimal menggeser hak angket menjadi hak interpelasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemerintahan periode pertama SBY, setidaknya ada lima hak angket yang diajukan oleh DPR dengan motor penggerak utamanya PDI-P. Dari jelajah saya di situs DPR-RI, saya berhasil menemukan beberapa hak angket yang pernah diajukan DPR.  Di antaranya adalah angket kenaikan harga BBM dan angket impor beras. Hak angket ini diajukan pada tahun 2006.  Selanjutnya hak angket penyelenggaraan ibadah haji (2008) dan hak angket daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu (2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kelima hak angket tersebut, Golkar mengambil peran besar menggembosi angket tersebut sehingga layu sebelum berkembang. Masih segar dalam ingatan kita bagaimana, Jusuf Kalla yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden dan Aburizal Bakrie sering terlihat hadir dalam setiap rapat pematangan strategi partai dan lobi-lobi antar fraksi (Peran yang saat ini coba diemban oleh Hatta Radjasa). Kebijakan dua dedengkot Golkar tersebut mampu diterjemahkan dengan baik oleh ketua Fraksi Golkar saat itu Priyo Budi Santoso yang aktif melobi partai lain dengan memberikan usulan ”jalan tengah” kepada fraksi-fraksi oposisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terbukti, seluruh hak angket tersebut hanya mengeluarkan rekomendasi yang bersifat normatif. DPR memang masih terus berusaha menuntaskan beberapa hak angket yang mandek seperti angket penyelenggaraan haji, hak angket DPT serta kenaikan harga BBM. Tapi hampir bisa dipastikan, hak angket tersebut terlanjur basi untuk dibahas kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi bukti kehebatan partai Golkar adalah ketika DPR berencana mengusut dugaan aliran dana BLBI. Saat itu, Golkar lewat fraksinya mati-matian menentang wacana meng-angketkan masalah tersebut dan mengalihkannya menjadi hak interpelasi yang notabene setingkat di bawah hak angket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk hak interpelasi tentang busung lapar (2006), Golkar bahkan memasang badan membela SBY. Saat itu, Aburizal Bakrie diutus oleh SBY berbicara di DPR menjawab tuntas pertanyaan dari anggota parlemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kenyataan ini tidak disadari oleh Presiden SBY. Entah karena terlalu percaya diri dengan kemenangan Demokrat di pemilu lalu, lobi yang dilancarkan SBY kepada Golkar terlalu lemah sejak awal angket Century dihembuskan. Saya menduga SBY merasa nyaman dengan dukungan Demokrat yang menguasai mayoritas parlemen. Selain itu, keberhasilan SBY mendudukkan ”kader-kadernya” sebagai ketua di partai koalisi membuat kepercayaan diri SBY semakin berlipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, pantaslah SBY terkesan tidak terlalu meladeni keinginan Golkar dan hanya memberikan gerakan yang sempit kepada Golkar berbicara. Akibatnya, posisi ketua Pansus yang diberikan oleh SBY kepada Golkar dijadikan pintu masuk menyerang balik SBY. Sebagai pemenang kedua, idealnya, SBY memberikan porsi lebih besar kepada Golkar untuk bicara. Selain itu. Demokrat harus meningkatkan lobi terhadap fraksi  oposisi seperti Hanura dan Gerindra sedini mungkin jika berat menjinakkan PDI-P.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, anggota DPR dari partai Demokrat yang kebanyakan datang dari kalangan artis dan olahragawan terkesan hanya bergerak jika mendapat perintah SBY. Kondisi ini diperparah oleh manuver kader Demokrat yang terlihat”ngambekan” dan kerap melontarkan ancaman ”Reshuflle” kepada Golkar. Hal inilah membuat hubungan antara kedua partai tersebut semakin merenggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, isu ”Reshuflle”merupakan hal yang sangat sepele bagi Golkar. Saya yakin Golkar memiliki hitung-hitungan yang matang  jika akhirnya terpaksa bermain diluar lingkaran pemerintahan Mengapa? Golkar akan dengan mudah bergabung dengan PDI-P and the gank menggerogoti pemerintahan SBY. Selain itu, jika bermain diluar lingkaran pemerintahan, Golkar akan lebih leluasa melontarkan kritikan keras dengan tujuan kemenangan di 2014 nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari kenyataan itulah, maka saya berani bertaruh,  SBY tidak akan berani mendepak Golkar dan  merubah komposisi kabinetnya meskipun Demokrat terus berteriak agar SBY mengusir Golkar dari koalisi. Minimal untuk setahun kedepan Golkar aman di Kabinet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, SBY masih membutuhkan Golkar dan seluruh anggota koalisi sebagai benteng  terakhir agar proses hukum Century tidak kebablasan. Jika kebablasan, kursi RI-1 hampir dipastikan bablas juga dari tangan SBY. Well,, kita lihat saja perkembangan kedepan.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/3575466589405522457/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/3575466589405522457' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/3575466589405522457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/3575466589405522457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2010/03/angket-century-kemenangan-golkar.html' title='Angket Century = Kemenangan Golkar'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-6624513012728098267</id><published>2009-12-01T11:34:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T11:36:43.235-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8Xeix-7BSHEXOvhjnORQsU4ZSBxMgYbYV7Ci9VodItw284UM3Fky6I5kyW8sRnR2Cb0uf8SuEkLV_uoGTJapIl-e7JjHuNcpNcyBYXAU_tDPKoAj7Qib9Mru3o4AZ370nFz7KsFXJzAp-/s1600/foto+gw.jpg&quot;&gt;Just Look at...&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8Xeix-7BSHEXOvhjnORQsU4ZSBxMgYbYV7Ci9VodItw284UM3Fky6I5kyW8sRnR2Cb0uf8SuEkLV_uoGTJapIl-e7JjHuNcpNcyBYXAU_tDPKoAj7Qib9Mru3o4AZ370nFz7KsFXJzAp-/s400/foto+gw.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5410353827198727266&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9sJ47BbR6cWKQLmFBKpD-FSPVq3vZesw4SncrNtZIwJHMc_vsKMAJPWcdsxMaMjOntSTLfsgf3fgtT8a_cTrh7maBEixejAt41xWaw7ZWX6gSoYxVTT45eLrBQlPP5tAWwU_3w5ch-mAu/s1600/1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 400px; height: 137px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9sJ47BbR6cWKQLmFBKpD-FSPVq3vZesw4SncrNtZIwJHMc_vsKMAJPWcdsxMaMjOntSTLfsgf3fgtT8a_cTrh7maBEixejAt41xWaw7ZWX6gSoYxVTT45eLrBQlPP5tAWwU_3w5ch-mAu/s400/1.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5410353670400066946&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Again??</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/6624513012728098267/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/6624513012728098267' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/6624513012728098267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/6624513012728098267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2009/12/just-look-at.html' title=''/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8Xeix-7BSHEXOvhjnORQsU4ZSBxMgYbYV7Ci9VodItw284UM3Fky6I5kyW8sRnR2Cb0uf8SuEkLV_uoGTJapIl-e7JjHuNcpNcyBYXAU_tDPKoAj7Qib9Mru3o4AZ370nFz7KsFXJzAp-/s72-c/foto+gw.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-864559178360184036</id><published>2009-11-05T12:00:00.001-08:00</published><updated>2009-11-05T12:01:30.958-08:00</updated><title type='text'>Masa Depan Indonesia dalam Handphone Anggodo</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJR7rJuXuw2dni2xHH-jz8ey_htdjUFOGvQdnCvrVjrjUylW2ZQSgh6E701smvPFyWPGxiK2qjjDLEbxQbuGvFUP3da2i16tEedR7gojt0wdd204qbNdzxUP7AAGUvvhtO_X3JB0MI7Wt6/s1600-h/anggodo.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 213px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJR7rJuXuw2dni2xHH-jz8ey_htdjUFOGvQdnCvrVjrjUylW2ZQSgh6E701smvPFyWPGxiK2qjjDLEbxQbuGvFUP3da2i16tEedR7gojt0wdd204qbNdzxUP7AAGUvvhtO_X3JB0MI7Wt6/s400/anggodo.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5400712040239975058&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore kemarin, sepulang mengitari Tanjungpinang seharian, saya terusik dengan tayangan siaran langsung sidang Mahkamah Konstitusi dengan agenda mendengarkan rekaman Anggodo dengan ”teman-temannya”. Baru lima menit saya menyimak siaran langsung tersebut, perut saya mendadak mual. Bayangkan saja, masa depan peradilan negara ini dengan santainya dikontrol melalui telepon selular seorang bajingan bernama Anggodo!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Indonesia sekalipun, saya rasa tidak bisa mengontrol jalannya pemerintahan lewat telepon selular.&lt;br /&gt;Ada rapat terbatas, rapat harian, rapat internal, dan rapat-rapat lain-lain.  Luar Biasa memang Anggodo itu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat dengan germo kelas kakap yang memajang nomor handphonenya diiklan baris koran-koran merah. Dengan modal kring krang, nyerocos kesana kemari, terima panggilan dari sana sini, Anggodo berhasil bikin pejabat yang dihormati dan disegani dimata publik menjadi ”Jongos” nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi KPK nanti ditutup, ngerti nggak?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANTAP!!!!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setau saya, untuk membubarkan lembaga yang ditakuti koruptor itu butuh beberapa kali pembahasan di DPR, beberapa kali uji materi di MK, dan beberapa perpu dari Pak Presiden. Namun  hal itu tampaknya keliatan sangat simpel dan gampang di mulut Anggodo. Hati kecil saya sempat nyeletuk, udah kayak satpol PP aja nutupin warung kaki lima.. (Maz Pram.. kalau ngebaca ini, maaf yah...Hehehehe... )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tersangka sudah ditahan, menang kita,” teriak Anggodo ketawa terkekeh. Makin mual saja saya.... Huekkksssss..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya lagi, Anggodo bahkan terang-terangan ngebanggain kalau dia memang benar-benar germo nomor satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ternyata Truno tiga  komitmennya tinggi sama saya. Sesok Chandra dilebokne ya.. Tak pateni neng jero,”&lt;br /&gt;Saya jadi teringat sosok Al-Pacino mafia dari Italia sana. Mungkin, Al-Pacino bakalan minder kalau ketemu dengan Anggodo. Luar biasa sekali bapak tua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada satu hal yang semakin membuat saya mual. Cerita ”KONON KATANYA” yang mengatakan hukum di Indonesia itu bisa ditawar, diputar-putar, ditarik keatas, kebawah, didiskon,  benar adanya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfirmasi inilah yang memicu kemarahan masyarakat Indonesia di hampir seluruh belahan dunia. Beberapa teman kuliah dan SMU yang saat ini berada di Jerman, Amerika dan Afrika Selatan sampai-sampai mengirimkan e-mail dan pesan facebook meminta penjelasan tentang cerita bau comberan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar kalau masyarakat semakin muak dengan praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang oleh aparat penegak hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan sok berlebihan,, secara pribadi, saya merasa marah, terluka dan tersakiti mendengarkan rekaman tersebut. Jadi, Wajar kalau masyarakat melawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan spontan masyarakat terlihat ketika mereka menjadikan sosok Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah sebagai simbol perlawanan penegakan hukum!!!&lt;br /&gt;Saat ini, keberadaan Bibit dan Chandra sudah menjadi simbol hati nurani rakyat, yang seharusnya bisa ditangkap dan didengarkan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya, pemerintah agar segera berubah dan memperbaiki diri. Karena jika tidak, rakyat akan melakukan perlawanan secara menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu, jangan salahkan kalau ”People Power” yang sudah dua kali mewarnai perjalanan sejarah Indonesia kembali terulang. Jangan sampai kepercayaan publik menjadi turun yang berimbas kepada gerakan menurunkan presiden yang baru saja dilantik bulan lalu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati kecil saya teriak... ”JANGANNNNNNNN...........”</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/864559178360184036/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/864559178360184036' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/864559178360184036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/864559178360184036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2009/11/masa-depan-indonesia-dalam-handphone.html' title='Masa Depan Indonesia dalam Handphone Anggodo'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJR7rJuXuw2dni2xHH-jz8ey_htdjUFOGvQdnCvrVjrjUylW2ZQSgh6E701smvPFyWPGxiK2qjjDLEbxQbuGvFUP3da2i16tEedR7gojt0wdd204qbNdzxUP7AAGUvvhtO_X3JB0MI7Wt6/s72-c/anggodo.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-5112429730369669005</id><published>2009-03-16T12:19:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T01:10:06.077-07:00</updated><title type='text'>Sindrom Narsis Lima Tahunan</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVrss1qBeZ04bMUdLkaUe9a_zzqgxzJAE-TVlgNaukxXDWurQn6pifBGkgERfFRFXSRD4TEU5bkSqlrl08LcS1d70PzK6Op-Q0XvngcLBCeWq5ocAyuXfJQL2M68Bf89nZbNFaopq4xMfG/s1600-h/narsis1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 328px; height: 400px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVrss1qBeZ04bMUdLkaUe9a_zzqgxzJAE-TVlgNaukxXDWurQn6pifBGkgERfFRFXSRD4TEU5bkSqlrl08LcS1d70PzK6Op-Q0XvngcLBCeWq5ocAyuXfJQL2M68Bf89nZbNFaopq4xMfG/s400/narsis1.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5314065798649343282&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menjelang Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April 2009 dan Pemilu Presiden (Pilpres) 8 Juli 2009, ribuan atribut kampanye seperti baliho, spanduk, bendera, kalender, stiker, banner, dan selebaran berserakan di banyak tempat strategis. Jika mau jujur, fenomena ini merupakan mahakarya dari para calon legislative (caleg) akan eksistensi mereka agar diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat perbuatan mereka, mengubah kota menjadi galeri terbuka, dengan isi pameran foto-foto wajah polesan photoshop terbaik mereka. Tak hanya itu, angkutan umum dan mobil pribadi disulap menjadi media kampanye, baik oleh caleg di semua tingkatan maupun bakal capres-cawapres. Di tengah iklim politik yang kompetitif, pemasangan pelbagai atribut kampanye yang menghiasi atau malah mengotori wajah Indonesia itu sebetulnya termasuk hal yang harus dilakukan setiap caleg dan atau bakal capres-cawapres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, hal itu berfungsi sebagai sosialisasi untuk memperkenalkan profil diri, visi-misi, program kerja, blue print kepemimpinan caleg dan atau bakal capres-cawapres jika terpilih. Meski demikian, mencermati content dari pelbagai atribut kampanye yang ada ternyata dominan atau bahkan cenderung berlebihan alias NARSIS!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasa..... anomali perasaan manusia seringkali membuat manusia sulit untuk bersikap menyombongkan diri. Narsis akan begitu dibenci bila kata itu melekat dengan kata ”orang lain”, namun pada saat itu pula, narsis itu telah menjadi kenyataan yang dekat dengan kita. Percaya atau tidak, diam-diam kita memiliki sifat alamiah dasar yaitu narsis. Saya pun sekuat tenaga untuk tidak membeci narsis yang bersenyawa dengan kata ”orang lain”. Namun kenyataannya sulit sekali….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena narsis ini di sisi lain bukan hal yang perlu diseriusi, sebab dalam kenyataannya narsis ini bisa datang dengan berbagai fungsi, misalnya dengan sedikit narsis, kita akan sedikit optimistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kembali ke urusan caleg, kali ini saya benar-benar dibuat heran, sebab narsis saat ini sudah keterlaluan. Coba saja lihat di tiang listrik, pepohonan di jalan, gambar caleg bertebaran di mana-mana. Ada beberapa pesan yang sengaja ingin ditampilkan dan tanpa sengaja, caleg tersebut benar-benar sedang terendam dalam lumpur narsis. Coba aja lihat ungkapan caleg dalam spanduk yang saya temukan di beberapa sudut kota Batam dan Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Muda Kuat dan Bergairah&lt;br /&gt;2. Bersama Anda, Saya Bisa&lt;br /&gt;3. Bapak Wong Cilik&lt;br /&gt;4. Pilihlah Saya Jadi Wakil mu&lt;br /&gt;5. Kenapa harus Golput kalau ada “Anu”&lt;br /&gt;6. Pilihan Rakyat Sejati&lt;br /&gt;7. Terbukti Amanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih parah lagi ada yang memberi pesan yang jauh sekali sambungannya dengan tema calegnya... “. “Aku bangga jadi bangsa Indonesia”. Nah, yang bilang saya ga bangga jadi bangsa Indonesia siapa??!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang kelewat narsis bahkan cenderung keterlaluan.  “Selamat datang di kawasan pengaspalan jalan anu.... berkat pengawalan bapak anu, dana APBD terealisasikan untuk pengaspalan.” Gak lupa pula, nama plus dengan logo gambar Pohon Kuningnya nongol di pengkolan jalan. Nah loh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pemilu ini adalah pemilu narsis. Siklus lima tahunan menyulap orang yang bukan siapa-siapa menjadi siapa-siapa lewat jalur pintas yang dinamakan pemilu. Beruntungnya, saya belum se narsis mereka untuk mengatakan bahwa saya adalah siapa-siapa dari siapa-siapa……</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/5112429730369669005/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/5112429730369669005' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/5112429730369669005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/5112429730369669005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2009/03/sindrom-narsis-lima-tahunan.html' title='Sindrom Narsis Lima Tahunan'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVrss1qBeZ04bMUdLkaUe9a_zzqgxzJAE-TVlgNaukxXDWurQn6pifBGkgERfFRFXSRD4TEU5bkSqlrl08LcS1d70PzK6Op-Q0XvngcLBCeWq5ocAyuXfJQL2M68Bf89nZbNFaopq4xMfG/s72-c/narsis1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-2375440047458985025</id><published>2008-11-20T00:18:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T00:22:35.215-08:00</updated><title type='text'>PETER &amp; TINA</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tina: &quot;Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;berbagi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;waktu denganku.&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter: &quot;kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang.&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tina: &quot;Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter: &quot;Eh? permainan apaan?&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tina: &quot;Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter: &quot;baiklah... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;bulan ke depan.&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tina: &quot;Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter: &quot;Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;maen deh. katanya film itu bagus&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tina: &quot;OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;karaoke ya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru.&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter : &quot;Boleh juga...&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;malam harinya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-weight: bold;&quot;&gt;Hari ke 2:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;hati &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;kalung perak berliontin bintang untuk Tina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-weight: bold;&quot;&gt;Hari ke 3:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;sahabat Peter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;berpegangan tangan untuk pertama kalinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-weight: bold;&quot;&gt;Hari ke 7:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Bermain bowling dengan teman-teman Peter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tangan tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-weight: bold;&quot;&gt;Hari ke 25:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;bintang dalam pelukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;berpadu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;langit, dan melihat bintang jatuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-weight: bold;&quot;&gt;Hari ke 41:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;lilin ulang tahunnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-weight: bold;&quot;&gt;Hari ke 67:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;bear&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-weight: bold;&quot;&gt;Hari ke 72:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Sang peramal hanya mengatakan &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&quot;Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;kemudian peramal itu meneteskan air mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-weight: bold;&quot;&gt;Hari ke 84:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;berpegangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;tangan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-weight: bold;&quot;&gt;Hari ke 99:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;sederhana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-weight: bold;&quot;&gt;15:20 pm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tina: &quot;Aku haus. Istirahat dulu yuk sebentar. &quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter: &quot;Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Kamu mau minum apa?&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tina: &quot;Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;hari ini. Sebentar ya&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;selalu macet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-weight: bold;&quot;&gt;15:30 pm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;panik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter : &quot;Ada apa pak?&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Orang asing: &quot;Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;itu adalah temanmu&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;siang,tergeletak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-weight: bold;&quot;&gt;23:53 pm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Dokter: &quot;Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya.&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;tetapi terlihat damai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;erat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;sangat dalam di hatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Dear Peter...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;pada bintang jatuh malam itu di pantai,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-weight: bold;&quot;&gt;23:58&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Peter: &quot;Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;saat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;meniup lilin ulang tahunku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;99 hari!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;kesepian!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tina, Aku sayang kamu...!&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Hari itu adalah hari ke 100...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-family: arial;&quot;&gt;PS:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-family: arial;&quot;&gt;Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-family: arial;&quot;&gt;Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-family: arial;&quot;&gt;Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-family: arial;&quot;&gt;pernah kembali lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-family: arial;&quot;&gt;True love doesn&#39;t have a happy ending, because true love never ends...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/2375440047458985025/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/2375440047458985025' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/2375440047458985025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/2375440047458985025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/11/peter-tina.html' title='PETER &amp; TINA'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-5355586560373948736</id><published>2008-11-06T10:24:00.000-08:00</published><updated>2008-11-06T21:08:31.427-08:00</updated><title type='text'>Pipis Bareng Menteri dan Gubernur</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Beberapa waktu lalu saya diundang humas Pemprov untuk mengikuti pembukaan World Ocean Conference 2009 di Lagoi. Cukup jauh memang. Kalau dihitung-dihitung jaraknya bisa mencapai 80 kilometer dari Tanjungpinang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Untungnya, seorang pejabat menawari saya untuk menumpang mobilnya. “Lumayan juga lah. Hitung-hitung hemat bensin,”gumam saya dalam hati. “Tapi kita berangkat jam setengah tujuh loh,”sambung si pejabat tadi. Nah, itu dia masalahnya. Sampai sekarang saya masih kesulitan untuk bangun pagi. Maklum kebiasaan sewaktu saya kuliah masih terbawa hingga sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;“Ya sudah lah,” ucapku sambil setengah bertekad. Maklum saja,seumur-umur saya belum pernah menginjakkan kaki di sana. Dilokasi wisata itu dahulu, konon katanya &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;sih&lt;/span&gt;, mata uang rupiah gak laku. Untuk melakukan transaksi, semuanya menggunakan dolar. Secara lokasi itu memang dikhususkan 100 persen untuk wisata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Esoknya, tepat pukul 06.30 saya sudah nangkring di pinggir jalan menunggu tumpangan si pejabat tadi. Seperti biasanya, Indonesia terkenal dengan jam karetnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Alhasil, saya menunggu 15 menit dipinggir jalan sepi ditemani udara dingin pagi. “Sialan, tau gini gue ga harus buru-buru bangun,” kata saya dalam hati menumpahkan seluruh sumpah serapah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Singkat cerita, tiba juga saya dilokasi pertemuan itu. “Sempurna,” ucapku dalam hati. Alam yang indah, berpadu dengan ke eksotisan pantai nyaris membuat lokasi itu seperti Karibia. Meskipun belum pernah kesana, tapi setidaknya saya sering melihat di televisi betapa indahnya Karibia. Wajar saja jika Menteri Kebudayaan Jero Wacik beberapa waktu lalu kaget melihat Kepri mempunyai potensi wisata seindah ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Beberapa menit saya memuaskan mata ini menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang maha dahsyat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Namun, kenikmatan saya terganggu oleh suara raungan sirene mobil Patwal yang mengantar Gubernur Kepri Ismeth Abdullah bersama Menteri Kelautan Freddy Numberi. Tak berapa lama, Gubernur dan Menteri pun memasuki lokasi pertemuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Sesaat kemudian, saya menyadari kalau ingin (maaf) buang air kecil alias pipis. “Mumpung mereka masih baru datang, gue ke belakang dulu yah,” pinta saya kepada pejabat yang berdiri persis disamping saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Akhirnya dengan langkah pasti saya menuju WC Resort tersebut. “Gila… Besar banget neh WC,” tukasku dalam hati. Bagaimana tidak, WC tersebut berukuran 6x6 meter lengkap dengan perabotan di dalamnya. Akhirnya, niat untuk buang air kecilku pun ditunda beberapa saat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Tapi, karena sudah kebelet, akhirnya saya pun memutuskan untuk melanjutkan pipis saya yang tertunda di salah satu urinal yang terletak di pojok. Untuk WC sebesar itu, tersedia enam urinal yang berjarak setengah meter. Cukup leluasa memang.Diantara ke enam urinal itu, saya memilih posisi ditengah-tengah. Tidak ada alasan khusus mengapa saya memilih posisi di tengah-tengah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Sesaat ketika saya membuka reseleting celana, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka. Dengan sikap cuek saya tetap berkonsentrasi melepaskan seluruh hajat yang sudah tertahan sedari tadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Namun, alangkah kagetnya saya. Ternyata yang masuk kedalam WC tersebut adalah Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah dan Menteri Kelautan Freddy Numberi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Jadilah saya bertiga dalam WC tersebut. Kikuk juga memang. Sang Gubernur yang asik berbicara dengan Pak Menteri juga sempat kaget melihat keberadaan saya di dalam WC itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;“Sudah ga tahan nih,” kata Gubernur kepada saya yang masih kaget. “Sama pak,” kata saya sambil berusaha tenang. “Sudah lanjutkan saja,” kata Gubernur berbasa-basi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;“Ya iyalah.. ga mungkin dong saya batalkan ritual pipis yang sudah setengah jalan ini,” kataku membatin.  Jadilah kami “pipis bareng” di WC itu. Posisi “pipis bareng” kami adalah, Gubernur sebelah kanan saya, Menteri disebelah kiri saya dan ditengah-tengahnya, Saya!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;“Eh kamu jangan liat saya yah,” kata Menteri yang berasal dari wilayah Timur itu ke saya. Saya yang masih merasa kikuk langsung tersenyum. “Kenapa pak,” respon saya spontan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Belum sempat Pak Menteri menjawab, Gubernur langsung nyeletuk. “Minder yah Pak. Saingannya anak muda sih,” kata Ismeth tertawa. “Lah, Pak Gubernur sendiri apa masih muda,” tangkis Sang Menteri tak kalah lihainya. Hasilnya, mereka berdua terpingkal-pingkal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Mendengar candaan berbau miring itu aku pun hanya bisa tersenyum manis sambil buru-buru menyelesaikan ritualku. Namun, Gubernur dan Menteri, disaat bersamaan menyelesaikan pipisnya masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Sambil menuju cermin di WC,, Gubernur yang masih tertawa langsung berkata kepada saya. “Dulu saya sewaktu muda sama seperti kamu Trick. Gagah,” kata Gubernur sambil menepuk pundak saya. “Jangan ngaku-ngakulah Pak,” serobot sang Menteri tertawa lepas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;“Pak Freddy gak percaya. Dulu badan saya kayak atlet binaraga loh,” kata Gubernur sambil bergaya laksana binaragawan. Tak mau kalah dengan Gubernur, Sang menteri yang pernah berkarier di Angkatan Laut langsung menyingsingkan lengan batiknya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;“Lihat pak otot saya. Masih terjaga sempurna,” kata Menteri Kelautan itu menyombongkan ototnya. Saya yang sedari tadi menyaksikan kedua pejabat teras itu hanya bisa menahan tawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Tak lama kemudian, protokoler pemprov membuka pintu WC memotong pembicaraan mereka berdua. “Pak, acaranya sudah telat lima menit,” kata protokoler itu mengingatkan kami bertiga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Sambil masih tertawa, Menteri dan Gubernur pun langsung menuju pintu keluar WC. “Nanti kita sambung lagi yah Trick,” kata Ismeth sambil tertawa. Mendengar itu, Menteri Kelautan langsung menepuk punggung Gubernur. “Masih penasaran juga neh Pak Gubernur,” katanya sambil mencoba menahan tawanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Akhirnya, tinggallah saya sendiri di WC tersebut. Ada-ada saja…………&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/5355586560373948736/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/5355586560373948736' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/5355586560373948736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/5355586560373948736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/11/pipis-bareng-menteri-dan-gubernur.html' title='Pipis Bareng Menteri dan Gubernur'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-2864996652224969349</id><published>2008-10-14T10:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T10:33:06.034-07:00</updated><title type='text'>Menghalalkan segala cara Vs Mengharamkan segala cara</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;;font-family:arial;font-size:100%;&quot;  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu lalu saya mengikuti kelas manajemen strategik. Topik pembahasannya cukup menarik bagi saya. Intinya adalah bagaimana melakukan perencanaan pada suatu sistem menggunakan pendekatan managemen yang dijalankan di dunia usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat menarik, sang dosen menjabarkan teori tersebut dalam beberapa pendekatan yang lebih membumi. Teori ekonomi paling kuno Y= F(X) disulap menjadi menjadi contoh nyata. Simpel sekali. Nah, sampai disitu saya cukup terkesima dengan pemikiran sang dosen yang katanya sudah 25 tahun mengajar di UGM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan disitu inti tulisan saya kali ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini... Ditengah-tengah kuliah, sang dosen tersebut, mengeluarkan teori yang bagi saya cukup menarik untuk di perdebatkan. “Saat ini, banyak pelaku usaha yang menghalalkan segala cara,” kata sang dosen serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi,” kata sang dosen sambil berpikir beberapa saat. “Banyak juga pelaku usaha yang mengharamkan segala cara,” sambungnya lagi tetap dengan mimik serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Teori macam apapula itu,” gumam saya dalam hati. Sayangnya sang dosen tidak menjelaskan teori “macam apapula” itu. Jadilah teori itu menjadi bahan pemikiran saya dalam beberapa hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat mencoba menghubungkan dengan realita dunia kerja atau bahkan dunia politik. Tapi kayaknya ga ada tuh yang bisa mencitrakan teori ini dalam dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk teori pertama, banyak pelaku usaha [baca:individu] yang menghalalkan segala cara. Nah, untuk tipe ini seh kayaknya mudah banget ditemukan di dunia yang penuh sandiwara meminjam lirik lagu almarhum Nike Ardila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari sikut sana sampe bunuh sana dan bunuh sini demi satu tujuan yang namanya sering disebut kepuasan [baca:harta, tahta, wanita] Uuuupppsss….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang satu ini tentu pembaca banyak yang setuju juga bahkan sepakat dengan saya. (apa jangan-jangan pelakunya yah hehehehe….).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah untuk teori kedua “mengharamkan segala cara” cukup sulit untuk dijelaskan dalam dunia nyata. Apalagi kalau itu sudah berhubungan dengan “kampung tengah”. Akhhh…. Akhirnya saya sadar sendiri. Untuk apa sih saya mikir terlalu ngejelimet kayak gituan, jika untuk memikirkan yang simpel aja masih bingung untuk dijawab….&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/2864996652224969349/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/2864996652224969349' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/2864996652224969349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/2864996652224969349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/10/menghalalkan-segala-cara-vs.html' title='Menghalalkan segala cara Vs Mengharamkan segala cara'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-133520773389534856</id><published>2008-10-06T06:20:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T20:14:56.873-07:00</updated><title type='text'>Ketua BPK Harus Pintar??!!</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;;font-family:arial;font-size:100%;&quot;  &gt;&quot;Ketua BPK itu ga harus pintar,&quot; kata Andi Anhar Ketua Komisi II DPRD Kepri. Saya yang sedang duduk di kursi empuk ruang rapat komisi hampir terjungkal mendengar ucapan sang ketua. Buru-buru saya membetulkan posisi duduk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran saya langsung langsung menunggu kata-kata yang meluncur berikutnya dari Anggota dewan yang terhormat itu. “Kan yang ngejalanin BPK itu ada anak buahnya. Terus selama ini kan pengusaha yang bekerja keras untuk mendatangkan investasi,” sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kacau!!! Mendengar komentar Andi yang terkesan asal bunyi atau asbun itu membuat saya tertawa. Kok bisa yah seorang anggota DPRD yang katanya dipilih oleh rakyat bikin statement asbun gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk diketahui, tugas seorang ketua BPK adalah melaksanakan pengelolaan , pengembangan dan pembangunan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas sesuai dengan fungsi kawasan perdagangan bebas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu seorang ketua BPK HARUS membuat peraturan-peraturan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ketua BPK juga dapat mengadakan peraturan dibidang tata tertib pelayaran dan penerbangan. Juga bertanggungjawab di bidang lalulintas barang di pelabuhan dan lain sebagainya. Dengan kata lain, sang ketua juga bisa menetapkan tariff untuk segala macam jasa sesuai dengan peraturan yang ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih ngejelimetnya, orang nomor satu di BPK itu nantinya harus mampu membuat anggaran pendapatan dan belanja yang disahkan lewat undang-undang. Tentunya keuangan itu harus dikelola juga di sepanjang garis undang-undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling penting serta membutuhkan banyak pemikiran, seorang ketua juga harus mampu memproses dan mengurusi perijinan usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah loh…. Kalau tugasnya seabrek-abrek gitu, kok bisa-bisanya pak Anhar ngomong gituan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah,, kalau kita balikin seperti ini, seorang anggota DPRD yang terhormat itu tidak harus pintar gimana yah??.. Wah, bisa-bisa saya disomasi 5789 anggota DPR, dan DPRD seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi nih, menurut saya sudah tidak jamannya lagi masih memperdebatkan layak tidaknya seorang Ketua BPK. Mestinya semua pihak saat sudah bahu membahu memasukkan investasi. Bukannya malah bergelut di retorika cocok atau tidak cocok. Nah, gimana komentar yang lain yah?&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/133520773389534856/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/133520773389534856' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/133520773389534856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/133520773389534856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/10/ketua-bpk-harus-pintar.html' title='Ketua BPK Harus Pintar??!!'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-8743778687318675128</id><published>2008-09-28T00:54:00.000-07:00</published><updated>2008-09-28T01:03:11.956-07:00</updated><title type='text'>Bangsa Yang Melupakan Pejuangnya</title><content type='html'>&lt;em&gt;Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pejuangnya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan ini sudah berulangkali diucapkan. Namun, benarkah para pejuang yang tersisa bisa mengecap manisnya kemerdekaan yang mereka perjuangkan dengan bertaruh nyawa itu?&lt;br /&gt;Tengoklah Bawaihi Saleh (89), seorang veteran perang yang masih tersisa di Bumi Segantang Lada ini. Di usianya yang senja, Bawaihi hanya bisa terbaring lemah di dalam kamar ukuran 2x3 meter di rumah anaknya Taman Harapan Indah Blok C1/11, Batu 8 Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pejuang kelahiran 26 Maret 1919 ini tetaplah pejuang. Darah pejuang mengalir deras di nadinya dan akan terus berkobar hingga ajal menjemputnya. Selemah apapun kondisinya, jika seorang memberi hormat padanya, sekuat tenaga ia akan mengangkat tangannya untuk membalas hormat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang tersisa dari ayah saya hanyalah semangat. Sejak dua tahun ini kondisi ayah saya mulai menurun,” kata anak perempuannya, Chairunnibah Bawaihi (61). Semasa mudanya, kata Chairunnibah, ayahnya aktif memperjuangkan kemerdekaan. Memang, dirinya berjuang melawan penjajah di beberapa daerah di Kalimantan, Sumatera dan Jawa. Tapi bukankah tanpa tetesan keringat bahkan darahnya, kemerdekaan itu tidak dirasakan oleh kita masyarakat Kepri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat membebaskan diri dari penindaasn itu, membawa dirinya meraih berbagai penghargaan dan gelar tanda jasa dari pemerintah. Pada masa Presiden Soekarno, dirinya pernah meraih penghargaan atas jasa-jasanya melawan penjajah.&lt;br /&gt;Chairunnibah menceritakan bahwa pada awalnya ayahnya adalah seorang guru. Akan tetapi kecintaannya kepada tanah air mendorong ia ikut berjuang mengangkat senjata. Resikonya, ia dikejar-kejar oleh penjajah dan terpaksa harus bersembunyi di hutan-hutan Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga yang dicintainya pun harus dikorbankannya demi mencapai tujuan seluruh bangsa Indonesia, Merdeka“Ketika saya dilahirkan, beliau tidak ada karena harus bersembunyi di hutan,” kenang Chairunnibah lagi. Akhirnya, perjuangan Bawaihi tidak sia-sia. Tanggal 17 Agustus 1945 kemerdekaan yang di cita-citakannya akhirnya terwujud juga.&lt;br /&gt;Atas jasa-jasanya pemerintah menganugerahi pangkat terakhir sebagai Letnan Satu (Lettu). Selain itu, pemerintah juga telah menjanjikan untuk memberikan tempat peristrahatan terakhir di taman makam pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejuang juga manusia. Naluri kemanusiaannya sebagai seorang ayah tentu berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Ditengah himpitan ekonomi yang melanda Indonesia, Ia rela mengorbankan saksophone kesayangannya untuk Chairunnibah.“Sekitar tahun 1966 ayah saya datang ke Pontianak menjenguk saya. Ia memberikan saksophone kesayangannya kepada saya. Dia meminta saya menjual saxophone ini jika saya membutuhkan biaya untuk hidup saya,” cerita Chairunnibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, bentuk perhatian pemerintah pusat diwujudkan dengan memberikan tunjangan veteran setiap bulannya. Uang tersebut digunakan pihak keluarganya untuk membeli beberapa kebutuhan nya seperti popok untuk dirinya. Maklum saja, sejak kondisinya menurun, praktis Bawaihi tidak bisa beranjak dari tempat tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Bawaihi yang juga gemar bermain bola pada masa mudanya ini sangat membutuhkan perhatian pemerintah. Perhatian itu tidak hanya diwujudkan dalam bentuk materi. Tapi juga bisa diwujudkan dengan memberi perhatian dan rasa hormat kepada mereka. Sikap itu akan menempatkan Bawaihi dan pejuang-pejuang lainnya di posisi selayaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bapak berpesan kepada kami untuk tidak mementingkan materi. Akan tetapi kebanggaan dan kehormatan sebagai anak dan cucu pejuang,” kata Chairunnibah.Maka dari itu, Ia berharap pemerintah Provinsi Kepri dapat lebih memerhatikan keberadaan Bawaihi.&lt;br /&gt;Harus disadari, masyarakat Kepri mampu melepaskan diri dari penjajahan, kebodohan, dan kemiskinan tidak terlepas dari peran para veteran perang dan veteren-veteran lain. Maka dari itu, masih adakah penghargaan dari kita yang katanya bangsa yang besar?</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/8743778687318675128/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/8743778687318675128' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/8743778687318675128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/8743778687318675128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/09/bangsa-yang-melupakan-pejuangnya.html' title='Bangsa Yang Melupakan Pejuangnya'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-5745815478591394777</id><published>2008-09-19T07:38:00.000-07:00</published><updated>2008-09-19T07:40:42.315-07:00</updated><title type='text'>Mustofa Ketua BPK Batam?</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: arial;font-size:100%;&quot; &gt;Akhirnya semua keragu-raguan itu terjawab sudah. Posisi Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Batam akan dijabat oleh Mustofa Widjaja, Ketua Otorita Batam saat ini. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Kawasan Ismeth Abdullah tadi pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun masih tersisa waktu empat bulan lagi, namun DK sudah menyusun para personel yang akan duduk dalam struktur BPK Batam yang kemungkinan diumumkan sebelum 31 Desember 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, siapa yang akan mengisi posisi Wakil Kepala? Nah untuk posisi ini ada dua kandidat, yaitu Asyari Abbas, Asisten I Pemerintahan Pemkot Batam dan Syamsul Bahrum, Asisten Ekbang Pemkot Batam.&lt;br /&gt;Asyari diusulkan untuk mewakili Pemkot Batam dalam struktur BPK karena dia memiliki wawasan dan pengetahuan luas tentang otonomi daerah. Sehingga akan lebih klop, bila semangat FTZ yang dimiliki Mustofa bisa diimbangi dengan semangat otonomi versi Asyari sehingga diharapkan bisa memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Batam oleh BPK nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Syamsul tidak bisa diabaikan begitu saja. Sebagai Ketua Tim FTZ Pemkot Batam, dari awal abang berpeci itu sudah sangat bersemangat untuk duduk dalam struktur BPK. Emang sih, targetnya jadi Kepala, tapi sepertinya Pak Ketua DK kurang sreg. Mungkin karena Syamsul yang lulusan Queensland dianggap terlalu pinter, sehingga Ismeth khawatir nanti malah merepotkan pula..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang akan dipilih oleh DK untuk posisi Wakil Kepala, mari kita menunggu sampai akhir tahun nanti. Tetap pilihannya tidak jauh dari dua orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, setelah Wakil Kepala, dibawahnya akan diisi oleh 4 - 5 Deputi. Nah, posisi ini akan dibagi antara pejabat Otorita Batam dan Pemkot Batam. Jika formasinya 4 deputi, maka 3 dari OB, 1 dari Pemkot. Tapi kalau 5 deputi, maka 3 tetap dari OB, dan 2 dari Pemkot.&lt;br /&gt;Tapi itu baru tebak-tebak buah manggis lho..karena Ketua DK belum merilis pejabat yang akan mengisi posisi deputi ini.&lt;br /&gt;Ya perkiraannya sih, Deputi OB saat ini akan dipindahkan menjadi Deputi BPK, sedangkan pejabat eselon dua di Pemkot akan dikaryakan mengisi dua posisi deputi di badan pengusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui jawaban pasti, ya mari kita tunggu pengumuman dari Ketua DK..sekitar awal Desember 2008.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/5745815478591394777/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/5745815478591394777' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/5745815478591394777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/5745815478591394777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/09/mustofa-ketua-bpk-batam.html' title='Mustofa Ketua BPK Batam?'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-2422352537445646148</id><published>2008-07-02T06:26:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T06:27:48.777-07:00</updated><title type='text'>Yuddy Chrisnandi Kena Sanksi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;JAKARTA, BC -  Panitia Khusus Angket tentang Kebijakan Pemerintah Menaikkan Harga Bahan Bakar Minyak resmi terbentuk, Selasa (1/7). Fraksi Partai Golkar, sebagai fraksi yang menentang usulan angket BBM, menempatkan 12 anggotanya dalam pansus, yang semuanya penentang angket BBM. Sedangkan Yuddy Chrisnandi, satu-satunya anggota F-PG yang mendukung angket, tidak masuk daftar dan malah diberi surat teguran tertulis oleh fraksinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;”Surat teguran tertulis dari fraksi sudah disampaikan,” kata Harry Azhar Azis, Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR dari F-PG.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Ketika dikonfirmasi soal itu, Yuddy membenarkan. Inti surat itu menganggap dia tidak melaksanakan arahan fraksi dan merusak citra partai yang solid. Teguran ini berarti yang kedua bagi Yuddy setelah sebelumnya juga mendukung interpelasi lumpur Lapindo. ”Suratnya baru saya terima tadi pagi. Yang tanda tangan Ketua Fraksi Priyo Budi Santoso dan Sekretaris Fraksi Samsul Bahri,” paparnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Yuddy menegaskan, dia ikhlas dan sudah memperhitungkan semua itu, termasuk risiko terburuk. Menurut Yuddy, apa yang dia lakukan hanya menyuarakan hati nurani dan aspirasi rakyat, serta kebenaran obyektif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;”Tidak benar saya merusak citra partai. Saat mendukung angket, saya justru menerima 250-an SMS yang memberi dukungan doa. Tak sedikit juga dari kader Golkar, baik itu Ormas Pendiri Golkar maupun kader-kader di daerah,” ujar Yuddy.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Keanggotaan pansus angket ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPR. Berbeda dengan kebiasaan, anggota pansus angket yang diajukan 10 fraksi DPR tersebut tak dibacakan. Ketua DPR Agung Laksono (F-PG) yang memimpin rapat langsung menawarkan persetujuan atas keanggotaan pansus angket yang terdiri atas 50 orang itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Sebanyak enam fraksi mengirimkan langsung ketua fraksinya dalam pansus angket tersebut, yaitu Fraksi Partai Golkar (Priyo Budi Santoso), Fraksi Partai Demokrat (Sjarif Hasan), Fraksi Partai Amanat Nasional (Zulkifli Hasan), Fraksi Kebangkitan Bangsa (Effendy Choirie), Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (Mahfudz Siddiq), dan Fraksi Partai Damai Sejahtera (Carol D Kadang).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Keanggotaan pansus angket berdasarkan prinsip proporsionalitas keanggotaan masing-masing fraksi di DPR. Fraksi Partai Golkar yang tidak mendukung penggunaan hak angket mendominasi dengan 12 orang. Demikian juga Fraksi Partai Demokrat yang menolak hak angket 5 orang. F-PDIP (10), F-PPP, F-PAN, dan F-KB (5), F-PKS (4), F-BPD (2), F-PBR, F-PDS (1).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/2422352537445646148/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/2422352537445646148' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/2422352537445646148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/2422352537445646148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/07/yuddy-chrisnandi-kena-sanksi.html' title='Yuddy Chrisnandi Kena Sanksi'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-386898008856511317</id><published>2008-07-02T06:25:00.001-07:00</published><updated>2008-07-02T06:26:15.373-07:00</updated><title type='text'>Patriotisme Obama Dipertanyakan</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEih4b3TwebJTAE1iKnK6Q2se14dPncSFohZ3s-u2SC00s1-g8KtvLww1xg9r-ALlnPTP5r-wlRF5C9w54lenN-SkMB9uiYLyjmQGCtGCy4FBQVxLPvjT0WBiEwPhJlQT4niHPyUyGppY437/s1600-h/obama.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEih4b3TwebJTAE1iKnK6Q2se14dPncSFohZ3s-u2SC00s1-g8KtvLww1xg9r-ALlnPTP5r-wlRF5C9w54lenN-SkMB9uiYLyjmQGCtGCy4FBQVxLPvjT0WBiEwPhJlQT4niHPyUyGppY437/s400/obama.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5218407448318630098&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;strong&gt;INDEPENDENCE, BC&lt;/strong&gt; - Setelah isu rasisme, kini kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, Barack Obama, menghadapi isu patriotisme. Kubu rival Obama, Partai Republik, mempertanyakan patriotisme dan nilai inti Amerika menjelang perayaan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab pertanyaan itu, Obama mengatakan tidak seharusnya seorang kandidat menggunakan patriotisme sebagai ”pedang politis” dalam pemilu presiden. ”Pertanyaan tentang siapa yang patriotis dan siapa yang tidak patriotis sering meracuni debat politis dan memecah belah,” katanya, Selasa (1/7) WIB dalam kampanye di Independence, Missouri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sepanjang hidup, saya selalu mencintai dan patuh kepada negara ini. Selama 16 bulan terakhir, baru kali ini patriotisme saya dipertanyakan,” ujar Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tentu kita bisa sepakat bahwa tidak ada partai atau filsafat politik yang memiliki monopoli atas patriotisme. Perbedaan pendapat tidak akan membuat seseorang menjadi tidak patriotis,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama dikritik karena tidak mengenakan pin bendera Amerika. Kritikus juga menyerang Obama, menyebutnya elitis dan tidak selaras dengan nilai dasar Amerika saat mengatakan dalam sebuah kampanye bahwa kelas pekerja menjadi sangat pahit sehingga harus berpaling kepada Tuhan dan senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama menghadapi kontroversi baru saat pensiunan jenderal Wesley Clark, yang mendukung Obama, menyerang patriotisme kandidat Republik, John McCain. Dalam sebuah siaran di CBS, Minggu, Clark mengatakan, dia mengagumi jasa McCain selama Perang Vietnam, tetapi tidak serta-merta menjadikan McCain layak menjadi presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya kira, naik pesawat tempur dan tertembak jatuh bukanlah kualifikasi untuk menjadi presiden,” kata Clark. Clark membela pernyataannya itu dan mengatakan tidak mewakili kubu Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi hal itu, Obama mengatakan, patriotisme harus melibatkan kerelaan untuk berkorban. ”Bagi orang-orang seperti John McCain yang telah mengalami siksaan fisik saat berjuang bagi negara kita, pengorbanan itu tidak perlu dibuktikan lagi,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kampanyenya, McCain mengusung statusnya sebagai veteran Perang Vietnam yang paling siap untuk menjaga keamanan AS. McCain menyebut pernyataan Clark tidak perlu. ”Saya bangga dengan catatan pelayanan saya. Saya punya banyak teman dan pemimpin yang bisa mengujinya,” ujar McCain.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/386898008856511317/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/386898008856511317' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/386898008856511317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/386898008856511317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/07/patriotisme-obama-dipertanyakan.html' title='Patriotisme Obama Dipertanyakan'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEih4b3TwebJTAE1iKnK6Q2se14dPncSFohZ3s-u2SC00s1-g8KtvLww1xg9r-ALlnPTP5r-wlRF5C9w54lenN-SkMB9uiYLyjmQGCtGCy4FBQVxLPvjT0WBiEwPhJlQT4niHPyUyGppY437/s72-c/obama.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-9137814853135516662</id><published>2008-07-02T05:42:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T05:44:53.902-07:00</updated><title type='text'>KPK Geledah Ruang Dirjen</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTfOKCm8o4T0yETwpxYPsv2cilEJPfJY-_I4xHoOq5UdRhMU7LhJ0siz7Dmg9q0q9RUfYh_zAqHi9b0fXcVyZz0goGSjyJqfKIjC8w27Rdz2GhkebZKo6DKVYCrGgYwj0-wZ_Ik1DyGCz0/s1600-h/20080701ewa01_Penggeledahan_KPK.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTfOKCm8o4T0yETwpxYPsv2cilEJPfJY-_I4xHoOq5UdRhMU7LhJ0siz7Dmg9q0q9RUfYh_zAqHi9b0fXcVyZz0goGSjyJqfKIjC8w27Rdz2GhkebZKo6DKVYCrGgYwj0-wZ_Ik1DyGCz0/s400/20080701ewa01_Penggeledahan_KPK.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5218396657978205282&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, BC &lt;/strong&gt;- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertindak cepat. Setelah menangkap anggota Komisi I DPR, Bulyan Royan yang menerima suap 66 Ribu dolar AS dan 5.500 euro, KPK langsung menggeledah kantor Departemen Perhubungan, Selasa (1/7). &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;KPK meyakini, suap setara Rp 693 juta (bukan Rp 699 juta seperti diberitakan kemarin) tersebut terkait dengan proyek pengadaan kapal patroli di Departemen Perhubungan. Sebelum pindah tugas ke Komisi I, Bulyan berada di Komisi V DPR yang menjadi mitra kerja Departemen Perhubungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Penggeledahan yang dilakukan puluhan petugas KPK disaksikan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Sekretaris Jenderal Departemen Perhubungan Hari Jogi, dan sejumlah pejabat departemen tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Petugas KPK menyebar di dua gedung utama Departemen Perhubungan (Dephub), yaitu Gedung Karya dan Gedung Karsa. Ada tiga lantai yang menjadi sasaran petugas KPK, di antaranya  ruangan kerja Direktur Jenderal Perhubungan Laut Effendi Batubara di lantai empat, dan ruang Direktorat Perhubungan Laut di 12-13.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;KPK mencari bukti keterlibatan pejabat di Dephub terkait suap yang diterima Bulyan Royan. Anggota Fraksi Partai Bintang Reformasi DPR itu ditangkap usai mengambil uang di sebuah money changer di Plaza Senayan,  Jakarta, Senin (30/6) petang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Effendi Batubara mengaku tidak tahu menahu tentang penangkapan Bulyan. “Saya baru tahu dari koran,” kata Effendi seraya mengatakan siap dimintai keterangan KPK jika dibutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Ia membenarkan adanya proyek kapal patroli kelas III pada 2008.  “Pengadaan 20 unit kapal patroli kelas III yang panjangnya 28 meter per kapal. Tendernya bernilai Rp 120 miliar,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Effendi juga mengatakan, proyek itu sudah ada pemenangnya, yaitu PT Bina Mina Karya Perkasa, PT Febrite, PT Sarana Febrindo Marina, PT Carita Boat,  dan PT Proskoneo. “Tanda tangan baru 23 Mei lalu, tahun ini harus selesai. Kalau urusan begitu yang ngurusin Pak Didik Suhartono, ketua panitia lelang,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Lima pemenang tender itu akan mendapatkan kucuran dana masing-masing Rp 5,8 miliar per unit. Kapal patroli jenis ini berbahan fiber dengan kecepatan 24 knot, rencananya akan dioperasikan sebagai kapal patroli Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP)  di Kupang, Pontianak, Sampit, Tahuna, Dumai, Lembar, Teluk Bayur, Fakfak, Ternate, Sorong, Padang Bai, dan Bengkulu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Untuk proyek kedua, pengadaan kapal Patroli kelas Ib. Kapal dengan panjang 60 meter seharga  Rp 125 miliar ini proses tender diikuti lima peserta. “Hasilnya segera disetujui,” tandasnya. Anggaran pengadaan kapal sebesar Rp 25 miliar per tahun. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Tinjau kembali&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kepala Pusat Komunikasi Dephub, Bambang Supriyadi Ervan mengatakan, pihaknya mempersilakan petugas KPK melakukan  penggeledahan di kantor Dephub. Menurutnya, penggeledahan dilakukan sudah sesuai prosedur hukum.&lt;br /&gt;Menanggapi terkuaknya kasus itu, Menhub Jusman Syafii Djamal mengatakan akan meninjau kembali pengadaan 21 unit kapal patroli untuk memperkuat operasi KPLP. “Kalau ada kasus semacam ini sebaiknya dievaluasi karena kami  tidak ingin ada masalah di kemudian hari,” kata Jusman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Menhub mengaku belum mengetahui apakah ada stafnya dan bawahannya yang terlibat dalam kasus itu. “Sampai sekarang masalahnya lebih kepada dugaan upaya untuk memuluskan anggaran di Dephub. Namun saya belum tahu persisnya,” kata Menhub.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Ia berjanji membantu KPK mengungkap kasus  bersangkutan. “Saya sudah bicara dengan Pak Antasari (Ketua KPK Antasari Azhar),” ujar  Jusman Syafii.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Ia menegaskan dalam pembicaraan dengan Antasari belum disinggung mengenai orang dalam di Dephub yang terlibat. “Ini kan baru dugaan ya. Jadi belum ada pembicaraan soal itu,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Siap menyerahkan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia ini mengemukakan, selama ini  masalah keuangan di Dephub  berjalan normal, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kami selalu mengajukan anggaran ke Departemen Keuangan, dan setelah itu dibahas dengan mitra kerja kami di Komisi V DPR,” jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Dalam kesempatan itu Jusman juga berjanji menyerahkan oknum pegawai Dephub yang terlibat dalam kasus suap tersebut. “Kalau ada orang kita yang terlibat ya akan kita serahkan. Kita pasti transparan,” tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;KPK menduga suap yang diterima Bulyan Royan terkait pelolosan anggaran pengadaan kapal. “Kami duga pemberian uang itu ada kaitannya dengan pelolosan anggaran pembelian kapal patroli,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Namun sampai sekarang, KPK masih menyelidiki lebih dalam peran Bulyan, mengapa menerima uang dari  BMKP (PT Bina Mina Karya Perkasa), pemenang tender dalam proyek pengadaan kapal patroli Ditjen Perhubungan Laut, Departemen Perhubungan.  “Itu yang sedang kami kembangkan, mengapa dapat duit dari dia (BMKP),” kata Johan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Direktur Utama BMKP,  Dedi Suwarsono,  yang diduga menjadi rekanan Bulyan, masih diperiksa. Apakah kemungkinan Dedi bisa menjadi tersangka usai diperiksa? “Belum tahu, kemungkinan itu ada,” kata Johan Budi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/9137814853135516662/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/9137814853135516662' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/9137814853135516662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/9137814853135516662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/07/kpk-geledah-ruang-dirjen.html' title='KPK Geledah Ruang Dirjen'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTfOKCm8o4T0yETwpxYPsv2cilEJPfJY-_I4xHoOq5UdRhMU7LhJ0siz7Dmg9q0q9RUfYh_zAqHi9b0fXcVyZz0goGSjyJqfKIjC8w27Rdz2GhkebZKo6DKVYCrGgYwj0-wZ_Ik1DyGCz0/s72-c/20080701ewa01_Penggeledahan_KPK.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-7569006523722150259</id><published>2008-07-02T05:36:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T05:42:23.744-07:00</updated><title type='text'>Utang Rp 4 T Lenyap</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8tdTcnAXU2X9Mc_rOcndqiqVSHqezuvlX-2sRYUREHQ4DRzHq3VAzX36yRMq95VeMMPWv1wEmHwGV32vOETfuP8cgF9VaRl31cnUUwoSkEzIjI3TCwtfgrIQbkhayKPffORBZUno3r9nC/s1600-h/20080701bian07_Sidang_UTG.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8tdTcnAXU2X9Mc_rOcndqiqVSHqezuvlX-2sRYUREHQ4DRzHq3VAzX36yRMq95VeMMPWv1wEmHwGV32vOETfuP8cgF9VaRl31cnUUwoSkEzIjI3TCwtfgrIQbkhayKPffORBZUno3r9nC/s400/20080701bian07_Sidang_UTG.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5218395999957828786&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;JAKARTA, BC&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt; - &lt;/span&gt;Anak buah jaksa Urip Tri Gunawan mengaku kaget saat menyaksikan tayangan pengumuman penghentian kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada 29 Februari 2008 di televisi. Mereka heran karena temuan kekurangan pengembalian aset  senilai Rp 4 triliun lebih oleh Sjamsul Nursalim tidak diumumkan. &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Hal itu terungkap dalam sidang kedua kasus penyuapan dan pemerasan dengan terdakwa Urip Tri Gunawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (1/7). Urip menjadi terdakwa penerima suap dari Artalyta Suryani senilai 660 ribu dolar AS terkait kasus BLBI II dan memeras mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Glenn M Yusuf senilai Rp 1 miliar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Sidang itu menghadirkan saksi Hendro Dewanto, Yunita Arifin, dan Yoseph Wisnu Sigit. Ketiganya adalah jaksa anggota tim BLBI II yang diketuai jaksa Urip untuk menyelidiki kasus Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) milik Sjamsul Nursalim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Dalam sidang, Hendro menuturkan, timnya menemukan adanya tindakan menyalahi hukum dalam kasus BDNI. Namun, hal itu justru tak terungkap dalam rekomendasi yang dikeluarkan Kejaksaan Agung (Kejagung) saat disampaikan kepada publik pada 29 Februari 2008.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;“Kami menemukan ada kekurangan penyerahan pemegang saham BDNI, dalam hal ini Syamsul Nursalim, sebesar Rp 4 triliun 758 miliar dan usulan kami pada Menkeu untuk melakukan penagihan kepada yang bersangkutan,” ujarnya dalam persidangan. Ia menambahkan, temuan itu telah dilaporkan kepada JAM Pidsus yang saat itu dijabat oleh Kemas Yahya Rahman. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;“Kita heran, kok di TV temuan yang Rp 4 triliun itu nggak ada,” kata Hendro. Namun Hendro dan anggota tim lainnya hanya bisa kaget dan heran. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;“Hanya itu saja. Tidak berusaha bertanya ke pimpinan,” tanya Teguh Hariyanto, hakim ketua pada persidangan itu. “Ya sudah kebijakan pimpinan. Ya sudah begitu saja,” jawab Hendro.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;“Jadi Saudara merasa hasil kerja tim sudah diabaikan,” tanya Teguh lagi. “Iya,” jawab Hendro.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Hendro juga mengungkapkan bahwa pada saat ekspose kasus, Urip mengarahkan kasus dari dugaan perkara pidana ke perkara perdata. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Jaksa Urip yang duduk di kursi pesakitan tampak serius mendengarkan kesaksian mantan anak buahnya. Sesekali dia menempelkan tangan di dahi, mengapit batang hidungnya dengan kedua tangan, lalu menunduk dengan topangan kedua tangan di dahinya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Amplop putih &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hendro menuturkan, ia tahu ada upaya penyuapan oleh mantan Kepala BPPN Glenn Yusuf yang berulangkali diperiksa Kejagung terkait penyelidikan dugaan korupsi pada penyerahan aset BLBI terkait Bank BCA dan Bank BDNI.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Menurut Hendro, upaya penyuapan itu melalui pengacara Glenn, yakni Reno Iskandarsyah. Reno memberikan amplop kepada Alex Sumarna yang juga anggota Tim BLBI II.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Dia menuturkan, pada awal Januari 2008, Reno menemui Alex Sumarna. Hendro juga hadir dalam pertemuan itu. Reno lantas mengeluarkan amplop berwarna putih dan menyodorkan kepada Alex. Hendro lantas bereaksi spontan mengingatkan Alex. “Pak, jangan itu tidak baik,”ujar Hendro.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Alex pun urung menerima pemberian Reno. Ia memberi tahu pada teman-temannya di Kejaksaan Agung perihal amplop yang ia tidak ketahui isinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Dalam kesempatan lain, kata Hendro, Reno juga pernah mendatangi dirinya dan menanyakan siapa Ketua Tim BCA. Hendro menjawab, Sriyono untuk BCA dan Urip Tri Gunawan untuk BDNI. Hendro mengaku tahu bahwa Reno juga berupaya menyodorkan “amplop” kepada tim itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Bahkan, dari informasi yang diperoleh Hendro, Reno juga menawarkan amplop ke auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diminta bantuan Kejagung untuk menyelidiki kasus BLBI.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Dua saksi lainnya yang juga dihadirkan jaksa adalah Yunita Arifin dan Yoseph Wisnu Sigit juga mengaku pernah dengar informasi percobaan penyuapan itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Titipan 100&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesaksiannya, Hendro juga menuturkan bahwa jaksa Urip pernah menanyakan siapa nama istri pemilik BDNI Sjamsul Nursalim. Setelah itu Urip menyampaikan bahwa ada titipan 100. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;“Pada 7 September 2007, saya ditelepon Pak Urip. Pak Urip bertanya kenapa saya tidak masuk. Saya bilang saya sakit. Lalu Pak Urip bilang sudah ketemu seseorang. Lalu saya ditanya siapa nama istri Sjamsul Nursalim. Saya bilang Ici Nursalim secara spontan,”tutur Hendro.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;“Lalu Pak Urip bilang nomor 1, 2, dan 3 sudah dianu, tinggal nomor Pak Hendro. Pak Urip bilang ada orang yang sering datang ke kantor meminta bantuan. Lalu telepon mati. Kemudian Pak Urip telepon kembali, bilang ada titipan 100 untuk tim sebagai tanda persahabatan,” urai Hendro.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Hendro mengaku saat itu hanya tertawa mendengar ucapan Urip yang merupakan Ketua Tim BLBI II. Namun Hendro tak menjelaskan apa yang dimaksud dengan titipan ‘100’ maupun kalimat ‘sudah dianu’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;“Pada Senin (10 September 2007) setelah apel pagi, saya bilang ke Pak Urip, saya tidak bisa tidur gara-gara telepon kemarin. Saya tidak setuju dengan Pak Urip. Kata Pak Urip, itu cuma guyonan kok. Lalu saya bekerja kembali,” kata Hendro.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Sementara menurut Yunita Arifin, jaksa Urip mengambil semua surat panggilan terhadap Sjamsul Nursalim. “Panggilan pertama, kedua, dan ketiga diambil oleh Pak Urip,” kata Yunita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Menurut dia, biasanya surat panggilan yang dilayangkan jaksa akan diantarkan oleh pegawai bernama Paino. Itu sebabnya jika Urip mengambil surat pemanggilan menjadi di luar kelaziman. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Meski demikian, Yunita dan timnya tak mempermasalahkan hal itu. Alasannya, dia bisa mempercayai Urip yang menjadi koordinator tim BLBI II. “Ya karena Pak Urip yang minta kepada kami,” ujar Yunita yang mengaku tak pernah melihat tanda terima atas surat panggilan  kepada Sjamsul.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Jaksa KPK Sarjono Turin menyatakan bahwa hal itu belum terungkap dalam kesaksian Yunita pada sidang Artalyta Suryani. “Ternyata terkuak kalau ini tiga-tiganya. Itulah yang menjadikan modus suap Artalyta,” ujar Sarjono.&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/7569006523722150259/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/7569006523722150259' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/7569006523722150259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/7569006523722150259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/07/utang-rp-4-t-lenyap.html' title='Utang Rp 4 T Lenyap'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8tdTcnAXU2X9Mc_rOcndqiqVSHqezuvlX-2sRYUREHQ4DRzHq3VAzX36yRMq95VeMMPWv1wEmHwGV32vOETfuP8cgF9VaRl31cnUUwoSkEzIjI3TCwtfgrIQbkhayKPffORBZUno3r9nC/s72-c/20080701bian07_Sidang_UTG.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-3955533282536260973</id><published>2008-07-02T05:34:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T05:36:14.792-07:00</updated><title type='text'>“Hot Pants? Oh, No”</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Flint, BC&lt;/span&gt; – Siapa bilang di              Amerika, orang tidak “gerah” melihat “organ-organ dalam” menyembul              dari balik celana. Kepala Polisi Flint, Michigan, AS bahkan sampai              mengeluarkan perintah untuk menangkap mereka yang menggunakan celana              melorot alias hot pants yang terlalu rendah.&lt;br /&gt;            David R Dicks, Kepala Polisi Flint yang baru mengeluarkan perintah              tersebut, Kamis pekan lalu. Dalam pernyataannya dia mengatakan,              memakai celana terlalu rendah tidak sama dengan kebebasan berbicara.              “Itu bisa memicu tindak kejahatan,” katanya seperti dikutip surat              kabar Flint Journal, Jumat (27/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Langkah Pak Polisi ternyata mendapat dukungan dari warga Flint. Dari              jajak pendapat yang dilakukan harian itu, ternyata lebih banyak              masyarakat setuju. Sebanyak 1.475 responden yang tercatat hingga              Selasa (1/7), 54 persen di antaranya menganggap ide itu hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga tidak suka “pemandangan” yang menyembul dari celana yang              kerap turun di bawah pinggul tersebut. Sementara itu, 45 persen              lainnya menyatakan hal itu sebagai gagasan tolol karena masih banyak              masalah lain yang penting untuk diurusi.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/3955533282536260973/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/3955533282536260973' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/3955533282536260973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/3955533282536260973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/07/hot-pants-oh-no.html' title='“Hot Pants? Oh, No”'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-4346308464040480560</id><published>2008-06-05T08:03:00.000-07:00</published><updated>2008-06-05T08:04:44.887-07:00</updated><title type='text'>Gelandangan Menang Lotere Rp 47,5 Miliar</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: arial;font-size:100%;&quot; &gt;Seorang pria Inggris, Herbert Plant (49) menjadi orang yang beruntung setelah memenangi lotere, Lotto, senilai 2,6 juta Pound atau setara dengan Rp 47,5 miliar. Wuiiih...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Sun edisi (5/6) menulis, Plant adalah seorang gelandangan, setelah dipecat dari pekerjaannya sebagai penjaga gudang di wilayah Worcester. Ia membeli kupon keberuntungannya dalam perjalanan menuju bekas tempat kerjanya untuk bertemu mantan teman kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plant ternyata mempunyai sejarah masa lalu yang kelam. Dia pernah menjadikan seorang gadis sekolah berusia 15 tahun menjadi budak seksnya selama tiga bulan. Gadis itu diketahui melarikan diri dari rumahnya di tahun 2001, ia kemudian tinggal bersama bibinya yang kemudian menyewakan sebuah karavan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plant yang tinggal di karavan lain di lokasi yang sama kemudian berkenalan dan menawarkan akan membayar sewa karavan sang gadis asal dia mau bermain seks dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi setempat menangkap Plant atas tuduhan pemerkosaan, tetapi tuduhan itu gugur, karena gadis itu tidak mau memberi kesaksian. Plant akhirnya hanya dikenai wajib lapor selama lima tahun karena masuk dalam daftas pelaku kejahatan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya tentang masa lalunya, Plant menyatakan penyesalannya. &quot;Saya sadar telah melakukan kesalahan di masa lalu, tetapi sekarang saya ingin memulai kehidupan baru saya,&quot; ungkap Plant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai milyuner baru tentunya. &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/4346308464040480560/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/4346308464040480560' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/4346308464040480560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/4346308464040480560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/06/gelandangan-menang-lotere-rp-475-miliar.html' title='Gelandangan Menang Lotere Rp 47,5 Miliar'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-6373210541062526729</id><published>2008-06-05T07:58:00.000-07:00</published><updated>2008-06-05T08:02:45.018-07:00</updated><title type='text'>Penjara Apartemen di Brasil</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-style: italic;&quot;&gt;Hidup di bui seperti burung dalam sangkar. Setiap hari makan nasi jagung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Itu gambaran penjara menurut D&#39;lloyd, group band yang popular tahun 1970-an. So pasti gambarannya seram, kotor, makan apa adanya dan yang terakhir penuh penyiksaan. Intinya tersiksa lahir batin jika menetap di penjara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Namun berbeda 180 derajat dengan ruang penjara yang ada di Brazil. Penjara satu ini bagaikan apartemen kelas luks. Soalnya, fasilitas di penjara ini serba wah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Setidaknya, ukuran kamarnya seperti ukuran kamar sebuah apartemen dilengkapi dengan tempat tidur mewah, TV plasma, DVD player, peralatan fitnes, kulkas dan senjata api.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Tidak terlalu jelas fungsi senjata api ini. Tetapi bagi yang berminat, penghuni diwajibkan membayar uang sewa 173 ribu dolar AS atau sebanding Rp 173 juta. Wow.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Laporan Chinaview Channel News, Kamis (5/6) menyebutkan, ruangan penjara ini termewah di Brazil. Lokasinya berada di Salvador, bagian utara Brazil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&quot;Penjara ini telah `disewa&#39; oleh mafia narkoba terkenal di Brazil,&quot; ujar pihak kepolisian setempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Mafia itu bernama Genilson Lino da Silva. Ketika ditangkap, mafia ini menginginkan tempat yang paling luks. Kata polisi, Genilson terbiasa tinggal di tempat mewah dan nyaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Genilson da Silva, yang juga disapa Leg, ini merupakan gembong narkoba dan perjudian di Brazil. Wah bisa ditiru tuh oleh koruptor yang saat ini hidup di penjara. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/6373210541062526729/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/6373210541062526729' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/6373210541062526729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/6373210541062526729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/06/penjara-apartemen-di-brasil.html' title='Penjara Apartemen di Brasil'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-8967086180692252029</id><published>2008-05-16T03:54:00.000-07:00</published><updated>2008-05-16T03:55:37.578-07:00</updated><title type='text'>Dihukum Penjara karena Aniaya Kucing</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;             HONGKONG, BC -&lt;/span&gt; Dua pria di Hong Kong, Rabu (14/5) lalu, dijatuhi              hukuman penjara selama beberapa bulan hanya karena menganiaya kucing              hingga mati demi mengusir rasa bosan. Kedua terpidana, sopir Tse              Wing-lai (24) dan teknisi Leung Siu-tung (19), berkumpul dengan              sekelompok remaja dan pemuda ketika memutuskan mengejar seekor              kucing dengan tongkat dan batang kayu. Warga Kota Siu Sai Wan              memanggil polisi setelah menyaksikan pembunuhan itu pada Maret lalu              dan menemukan kucing betina berbulu hitam dan putih tersebut mati di              saluran air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sidang di pengadilan wilayah timur Hong Kong itu, Rabu lalu,              Tse dijatuhi hukuman penjara empat bulan dan Leung tiga bulan              setelah keduanya mengakui melakukan tindakan kejam pada binatang dan              memperlakukan binatang dengan buruk. Pengadilan mengetahui bahwa Tse              dan Leung adalah sebagian dari 10 orang, yang memutuskan mengejar              dan membunuh kucing untuk kesenangan dan karena mereka bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Hakim Gary Tallentire menggambarkan serangan itu &quot;serius dan              mengganggu&quot; serta mengatakan bahwa tidak satu pun dari tersangka              menunjukkan penyesalan atas pembunuhan tersebut. Juru Bicara              Kelompok Pencegahan Kejahatan pada Binatang, Kamis, berkata kepada              China Morning Post bahwa dia tidak merasa hukuman &quot;toleran&quot; itu              mencerminkan keseriusan tindak kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Hong Kong tahun lalu memperkuat hukum kejahatan terhadap              binatang dan menjadikan tindakan itu dapat dijatuhi hukuman penjara              hingga selama-lamanya tiga tahun serta denda sebesar-besarnya              sekitar US$ 25.000 (sekitar Rp 225 miliar). Kepemilikan binatang              meledak di mantan jajahan Inggris itu dalam beberapa waktu terakhir,              sehingga makin banyak pasangan memelihara kucing dan anjing di kota              tersebut, yang tingkat kelahirannya terus menurun secara beruntun              itu.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/8967086180692252029/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/8967086180692252029' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/8967086180692252029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/8967086180692252029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/05/dihukum-penjara-karena-aniaya-kucing.html' title='Dihukum Penjara karena Aniaya Kucing'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-82136719082145702</id><published>2008-05-16T03:46:00.000-07:00</published><updated>2008-05-16T03:54:02.113-07:00</updated><title type='text'>DPR Mati Rasa</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt; JAKARTA, BC -&lt;/span&gt; Studi banding anggota DPR ke Amerika Latin merupakan tindakan yang tidak sensitif terhadap penderitaan rakyat. Studi banding dalam situasi seperti saat ini adalah sebuah ironi. Sebab, di tengah upaya pemerintah melakukan penghematan menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), wakil rakyat justru bepergian ke luar negeri menggunakan uang rakyat. Demikian sosiolog dari Universitas Indonesia, Imam Prasodjo di Jakarta, Kamis (15/5).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt; Seharusnya, kata Imam, pemerintah melakukan efisiensi, antara lain dengan memotong semua anggaran studi banding baik di pemerintah maupun DPR, sebelum menaikkan harga BBM. Pemerintah seharusnya membicarakan model penghematan konvensional seperti itu, sebelum membicarakan kenaikan harga BBM. &quot;Ketika pemerintah mendorong efisiensi anggaran, para wakil rakyatnya justru studi banding. Ini penghinaan kepada masyarakat Indonesia,&quot; tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt; Senada dengannya, Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Jeirry Sumampow yang dihubungi, Jumat (16/5), menyatakan studi banding anggota DPR terkait pembahasan RUU Pilpres, tidak efektif dan efisien. Pasalnya, pada saat penyusunan RUU, biasanya kepentingan partai politik yang berbicara dan hasil studi banding terabaikan. Meskipun ada kesamaan proses demokrasi dengan negara-negara Amerika Latin, kata Jeirry, hasil studi banding biasanya tidak diadopsi untuk kepentingan perbaikan regulasi. Bahkan dari pengalaman selama ini, studi banding justru merupakan ajang jalan-jalan anggota DPR dan keluarga menggunakan uang negara. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt; &lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;b&gt;Paspor Dinas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt; Sementara itu, dua istri dan satu suami yang ikut dalam rombongan kunjungan kerja Panitia Khusus RUU Pilpres diketahui menggunakan paspor dinas. Paspor dinas tersebut seharusnya hanya untuk pejabat atau orang yang mendapat tugas dari negara atau pemerintah. Paspor dinas itu menggunakan kode S diikuti sederet angka. Dalam dokumen yang diperoleh &lt;i&gt;SP&lt;/i&gt;, Kamis, dua istri dan satu suami yang mendampingi anggota Pansus adalah Emmy Rerung Rante (istri Jacobus Kamarlo Mayong Padang/FPDI-P) dengan paspor nomor S 131655, Nani Muliani (istri Hasrul Azwar/FPPP) dengan paspor nomor 151425, dan Abu Bakar (suami Badriyah Fayumi/FKB) dengan paspor nomor S 117189.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt; Menanggapi hal itu, Kepala Humas Ditjen Imigrasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, Ida Bagus Adnyana mengatakan paspor dinas dikeluarkan deplu atas permintaan suatu instansi. Anggota keluarga bisa mendapat paspor dinas dengan kategori &quot;pendampingan&quot;. &quot;Untuk kasus anggota DPR, misalnya, Sekretariat DPR mengajukan surat permohonan pembuatan paspor dinas ke deplu. Biasanya, anggota keluarga yang ikut juga dibuatkan paspor dinas,&quot; ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;font-size:100%;&quot; &gt; Ketua RUU Pansus Pilpres, Ferry Mursyidan Baldan, membenarkan bahwa sebagian anggota melakukan studi banding ke luar negeri. &quot;Namun yang ditanggung tentunya hanya anggota pansus dan staf. Soal keluarga, saya yakin biaya sendiri,&quot; katanya&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/82136719082145702/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/82136719082145702' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/82136719082145702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/82136719082145702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/05/dpr-mati-rasa.html' title='DPR Mati Rasa'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-4630445294778334527</id><published>2008-05-16T03:15:00.001-07:00</published><updated>2008-05-16T03:37:51.557-07:00</updated><title type='text'>Cinta Terlarang 2 Kapolsek Yogya Terungkap Lewat SMS</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: arial;font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;color:#000000;&quot;   &gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;YOGYAKARTA, BC - &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;font-size:100%;&quot; &gt;&lt;strong&gt;Yogyakarta&lt;/strong&gt; - Kota Sleman di Yogyakarta punya bisik-bisik seru dua hari ini. Apalagi kalau bukan terungkapnya selingkuh dua kapolsek di kota itu, yaitu Kapolsek Mlati AKP Adib Rojikan (30) dan Kapolsek Beran AKP Rahmawati Wulansari (30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselingkuhan itu terkuak gara-gara SMS mesra yang mampir ke ponsel Kapolsek Beran nan cantik. SMS yang dikirim Mika itu berbunyi,&quot;Sayang, kamu ada di mana?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami Wulan, Dody Maris Hendrawan (30), memergoki SMS itu. Tak lama kemudian, istrinya pamit pada Dody untuk menghadiri acara di Pendopo Kabupaten Sleman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena curiga, Dody membuntuti istrinya dengan motor. Dugaan Dody tidak meleset, istrinya tidak meluncur ke pendopo, melainkan ke dekat Selokan Mataram kawasan Depok, Sleman, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat itu telah menunggu seorang pria menggunakan sepeda motor Yamaha Mio. Keduanya kemudian pergi ke Hotel Seturan dan masuk ke kamar nomor 512.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu hati Dody panas bukan main. Namun dengan sekuat tenaga dia berusaha tetap tenang. Dia kemudian melaporkan semua temuannya ke Polsek Depok untuk melakukan penggerebekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wulansari tidak bisa berbuat apa-apa saat suaminya dan petugas Polsek Depok menggerebek. Dia tertangkap basah berduaan dengan Adib, pria selingkuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Semua kejadian sudah saya laporkan ke atasan mereka. Saya harap mereka berdua ditindak tegas,&quot; kata Dody, Kamis (15/5/2008).&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/4630445294778334527/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/4630445294778334527' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/4630445294778334527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/4630445294778334527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/05/cinta-terlarang-2-kapolsek-yogya.html' title='Cinta Terlarang 2 Kapolsek Yogya Terungkap Lewat SMS'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-7831699901130152823</id><published>2008-05-05T09:10:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T09:13:48.383-07:00</updated><title type='text'>Premium Diusulkan Rp 6.500/Liter</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhDXyagA2n2lxCfe_7JLc59_y0ylo6a91Gn3PXvPuzASc8iO2H5i-RElvgCc5RwkWSPOz7fXgDZkjRZLkY7NkmGyQd9ybXHBnplW982GvSls467oE3J8wuGbMUY-PNRER2o3YAes21aZX0/s1600-h/0505bbmt.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhDXyagA2n2lxCfe_7JLc59_y0ylo6a91Gn3PXvPuzASc8iO2H5i-RElvgCc5RwkWSPOz7fXgDZkjRZLkY7NkmGyQd9ybXHBnplW982GvSls467oE3J8wuGbMUY-PNRER2o3YAes21aZX0/s400/0505bbmt.gif&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5196927553685271874&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt; JAKARTA, BC - Pemerintah telah menyiapkan empat skenario pengamanan APBN, terkait tingginya harga minyak dunia yang kini berada di atas US$ 110 per barel. Empat skenario tersebut telah disampaikan kepada Panitia Anggaran DPR pekan lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt; Salah satu skenario yang disampaikan pemerintah adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kenaikan rata-rata yang diusulkan adalah 28,7 persen, sehingga harga premium bersubsidi naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 hingga Rp 6.500 per liter (selengkapnya lihat tabel).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt; Demikian disampaikan Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR, Harry Azhar Aziz dan Suharso Monoarfa, di Jakarta, Senin (5/5). &quot;Pemerintah sudah diberi pasal-pasal diskresi di UU APBN Perubahan terkait apabila ada perubahan pada parameter harga minyak mentah, yakni volume &lt;i&gt;lifting&lt;/i&gt;, volume BBM bersubsidi, dan harga BBM. Bahkan di dalam penjelasan pasalnya, kalau harga minyak mentah di atas US$ 100 per barel, pemerintah dipersilakan mengambil kebijakan, karena selisih penerimaan terhadap belanja subsidi melebar, akibat kenaikan harga,&quot; tutur Suharso.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt; Harry mengungkapkan, pemerintah telah mengajukan empat skenario yang berbeda. Skenario &lt;i&gt;pertama&lt;/i&gt;, menaikkan defisit anggaran dari 2,1 persen menjadi 2,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, menekan konsumsi BBM di bawah 35,5 juta kiloliter. &lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, peningkatan &lt;i&gt;lifting&lt;/i&gt; minyak di atas 927.000 barel per hari. Dalam hal ini, pemerintah dan DPR ingin agar &lt;i&gt;lifting&lt;/i&gt; bisa mencapai 960.000 barel per hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt; Jika tiga skenario tersebut tidak bisa dilakukan, pemerintah baru menggunakan skenario &lt;i&gt;keempat&lt;/i&gt;, yakni kenaikan harga BBM sebesar 28,7 persen. &quot;Namun kita baru akan membahasnya setelah selesai reses,&quot; jelas Harry.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt; Senada dengan itu, Suharso mengungkapkan, DPR mempersilakan pemerintah untuk melakukan apa saja, termasuk menaikkan harga BBM. Asalkan, semua masih sesuai dengan UU APBN-P. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt; &quot;Panitia Anggaran tidak perlu menyetujui, pemerintah tinggal melaporkan saja. Kecuali jika pemerintah mengubah pada pos belanja lain, baru dimasukkan ke APBN-P. Kalau perubahan di asumsi lantas dibahas lagi, itu akan repot. Yang penting kita sudah berikan pasal diskresi,&quot; papar Suharso.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt; Jika pemerintah meminta dukungan politik dari DPR terkait dengan kebijakan tidak populis, seperti menaikkan harga BBM, menurut Suharso, pemerintah wajib memberikan alasan kepada Panitia Anggaran. &quot;Nanti pemerintah kan tinggal lapor kepada kami, kenapa kebijakan itu diambil,&quot; tambahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt; &lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;b&gt;Opsi Terakhir&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt; Sebelumnya, saat menghadiri milad ke-10 Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di Jakarta, Minggu (4/5), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan, bila tidak ada jalan lain yang ditempuh, kenaikan harga BBM tidak dapat dihindari. &quot;Pemerintah tidak akan terlalu cepat menaikkan harga BBM. Tetapi, jalan itu akan ditempuh bila tidak ada jalan lain yang dapat diambil oleh pemerintah,&quot; katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt; Terkait hal tersebut, Presiden juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan rasa solidaritas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt; Sementara itu, Wakil Direktur Utama Pertamina Iin Arifin Tahkyan mengaku belum tahu kalau harga BBM akan dinaikkan 28,7 persen.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;font-size:100%;&quot; &gt; &quot;Wah kami tidak tahu. Itu bukan wewenang Pertamina,&quot; kata Iin&lt;i&gt;,&lt;/i&gt; di Jakarta, Senin pagi.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/7831699901130152823/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/7831699901130152823' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/7831699901130152823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/7831699901130152823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/05/premium-diusulkan-rp-6500liter.html' title='Premium Diusulkan Rp 6.500/Liter'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhDXyagA2n2lxCfe_7JLc59_y0ylo6a91Gn3PXvPuzASc8iO2H5i-RElvgCc5RwkWSPOz7fXgDZkjRZLkY7NkmGyQd9ybXHBnplW982GvSls467oE3J8wuGbMUY-PNRER2o3YAes21aZX0/s72-c/0505bbmt.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-8845415856536338905</id><published>2008-05-05T09:03:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T09:05:15.544-07:00</updated><title type='text'>Melelang Jenggot untuk Amal</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:100%;&quot;&gt;             Berlin, BC – Ketua Partai Sosial Demokrat (SPD) yang tengah berambisi              jadi pemimpin Jerman, Kurt Beck, ingin beramal dengan cara unik. Dia              akan mencukur jenggotnya untuk kemudian dilelang dan hasilnya bakal              disumbangkan. Dalam suatu diskusi panel di Kota Mainz, akhir pekan              lalu, Beck bercita-cita bahwa jenggot yang akan dilelangnya bisa              membantu penggalangan amal sampai 1 juta euro (sekitar Rp 14,2              miliar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini harus menjadi upaya yang serius dan tidak main-main,” kata Beck              seperti dikutip surat kabar Bild am Sonntag, Minggu (4/5). Secara              pribadi Beck mengaku masih pikir-pikir apakah jadi merelakan              jenggotnya dipangkas untuk amal. Jenggot Beck tidaklah panjang namun              lebat. Itulah yang membuat istrinya yang berprofesi sebagai penata              rambut, Roswitha, tak segan-segan menyebut Beck punya “bulu seperti              marmut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berjenggot tebal, besarnya perhatian media kepada Beck karena              dia kini dijagokan untuk menggeser kepemimpinan Kanselir Jerman,              Angela Merkel, pada pemilihan umum nasional tahun depan. &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/8845415856536338905/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/8845415856536338905' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/8845415856536338905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/8845415856536338905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/05/melelang-jenggot-untuk-amal.html' title='Melelang Jenggot untuk Amal'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1891413596702297546.post-7244981372687840677</id><published>2008-05-05T09:01:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T09:02:31.633-07:00</updated><title type='text'>Mantan Kapolda Riau Dipanggil KPK</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot; class=&quot;summary&quot;&gt;JAKARTA, BC - Mantan Kapolda Riau Brigjen Pol Sutjiptadi menyerahkan satu kardus berkas perkara keterlibatan 5 bupati dan gubernur dalam kasus pembalakan liar (illegal logging) di Riau. Dokumen tersebut langsung diterima oleh Ketua KPK Antasari Anshar dan kemudian dilakukan gelar berkas perkara tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;     &lt;div style=&quot;font-family: arial;&quot; id=&quot;head_news&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt; Sutjiptadi yang kini diangkat sebagai Gubernur Akademi Kepolisian itu, mendatangi gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan, Senin (5/5) sekitar pukul 11.00 WIB. Sutjiptadi baru meninggalkan KPK pukul 14.30, namun wartawan tidak berhasil meminta keterangan dari yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutjiptadi meninggalkan gedung KPK lewat pintu depan, sedangkan wartawan media cetak dan elektronik menunggu di lobi ke depan. Akibatnya, wartawan terkecoh dan tetap menunggu hingga pukul 17.00 WIB karena tidak mengetahui Sutjiptadi telah hengkang dari KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kapolda Riau Sutiptadi sudah pulang dari tadi, kita hanya koordinasi sebentar saja dan akan kita tindaklanjuti dengan Kapolda yang baru, kan minggu kapoldanya ganti,&quot; kata Johan Budi SP, Humas KPK di Jakarta, Senin (5/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutjiptadi, kata Johan, sengaja dipanggil KPK untuk koordinasi dalam kasus pembalakan liar di Riau yang melibatkan lima bupati dan gubernur Riau, setelah dilakukan supervisi atau pengambilalihan kasus tersebut oleh KPK. Dalam rapat koordinasi itu, Sutjiptadi menyampaikan progress report dan hambatan atau kendala yang dialami dalam menuntaskan kasus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Jadi kita kan baru menangani kasus Pelalawan, sedangkan kabupaten di Riau lainnya belum. Makanya KPK butuh panduan untuk kasus lain, itulah maksud koordinasi tadi,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Johan membantah dalam rapat koordinasi antara Kapolda Riau dan Pimpinan KPK ada penyerahan satu kardus berkas perkara pembalakan liar di Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Tidak ada berkas yang diserahkan, hanya koordinasi saja. Pekan depan kita tindaklanjuti dan koordinasi dengan Kapolda yang baru,&quot; jelasnya. &lt;/span&gt;          &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritacerita.blogspot.com/feeds/7244981372687840677/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1891413596702297546/7244981372687840677' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/7244981372687840677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1891413596702297546/posts/default/7244981372687840677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritacerita.blogspot.com/2008/05/mantan-kapolda-riau-dipanggil-kpk.html' title='Mantan Kapolda Riau Dipanggil KPK'/><author><name>Berita Cerita (BC)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16972021313483193962</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-wJgzqqTp1tNq-sznfrIZdbJPARGNFVu56oVgoFmO5XAI27ew9nUo9Xuuqw5Dna1EkQWNwEcRgCGtsJ3qLcJj2FGGYzTqEQE0rFVJDSKHiT3gR2M-K7D7MBIXWkfD7U/s220/Patrick.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>