<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;DkUHR345eCp7ImA9WhVUGUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082</id><updated>2012-05-25T18:10:36.020+07:00</updated><category term="Dermawan" /><category term="Tokoh Penulis" /><category term="MetroTV" /><category term="Tokoh Artis" /><category term="Kemiskinan" /><category term="Isaac Newton" /><category term="Tokoh Ekonomi" /><category term="Marzuki Alie" /><category term="Tokoh Entrepreneur" /><category term="Kisah Inspiratif" /><category term="Adolf Hitler" /><category term="Tokoh Ilmuwan" /><category term="Tokoh Teknologi" /><category term="DPR" /><category term="Tokoh Pahlawan" /><category term="Nabi dan Rasul" /><category term="Tokoh Kesehatan" /><category term="Tokoh Seniman" /><category term="Tokoh Islam" /><category term="Mario Teguh" /><category term="Informasi Pendukung" /><category term="Tokoh Pemerintahan" /><category term="Tokoh Musik" /><category term="Tokoh Presenter" /><category term="Tokoh Masyarakat" /><category term="Tokoh Agama" /><category term="Tokoh Pengusaha" /><category term="Tokoh Penyanyi" /><category term="Supriono" /><category term="Tokoh Pembalap" /><category term="Tokoh Motivator" /><category term="Tokoh Politik" /><category term="Sastrawan" /><category term="Sahabat Nabi" /><category term="Yoyoh Yusroh" /><title>Biografi Web</title><subtitle type="html">Web Biografi Tokoh Inspiratif dan Berpengaruh</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://biografi.rumus.web.id/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://biografi.rumus.web.id/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>217</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/biografiweb" /><feedburner:info uri="biografiweb" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>biografiweb</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;CE8FSXw-eCp7ImA9WhVUFU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-6817008739122583562</id><published>2012-05-19T07:05:00.079+07:00</published><updated>2012-05-20T23:53:38.250+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-20T23:53:38.250+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Pemerintahan" /><title>Biografi Didik J Rachbini</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G1oH1_YB9Pbptp_URMn5xKIy5CI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G1oH1_YB9Pbptp_URMn5xKIy5CI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G1oH1_YB9Pbptp_URMn5xKIy5CI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G1oH1_YB9Pbptp_URMn5xKIy5CI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Didik J Rachbini adalah calon Wakil Gubernur mendampingi Hidayat Nur Wahid dalam Pilkada DKI Jakarta 2012. Didik adalah seorang dosen dan politisi dari Partai Amanat Nasional. Beliau lahir di Pamekasan, Madura pada 2 September 1960 dan saat ini berusia 51 tahun. Mari kita simak sepak terjang Didik J Rachbini dalam dunia politik dan akademis.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-2-OQp62Ctzo/T7jOPBvYQzI/AAAAAAAACMM/5wOLgtVrlew/s1600/didik-rachbini.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 style="text-align: center;"&gt;Biografi Didik J Rachbini&lt;/h1&gt;&lt;b&gt;Didik J Rachbini&lt;/b&gt; yang merupakan Pakar ekonomi dan Anggota Komisi VI DPR-RI dari PAN (2004-2009), ini bernama kecil &lt;b&gt;Ahmad Junaidi&lt;/b&gt;, dengan panggilan &lt;b&gt;Didik&lt;/b&gt;. Kemudian dalam ijazah SD, gurunya menulis nama &lt;b&gt;Didik Junaidi Rachbini&lt;/b&gt;. Tidak tertulis nama Ahmad, diganti dengan panggilan Didik dan di belakang ditambah nama ayahnya, Rachbini. &lt;u&gt;Maka untuk menyesuaikan dengan ijazah, nama Didik Junaidi Rachbini itulah yang dipakai&lt;/u&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-PBqOBBf7pSM/T7jQLND969I/AAAAAAAACMU/2imXIGhnX28/s1600/didik-rachbini-biografi-1.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Didik menikmati masa kecil dan remajanya di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pamekasan" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Pemekasan&lt;/a&gt;, Madura dan Jember. Dia tergolong anak yang lincah dan selalu aktif bermain layang-layang, berenang di sungai dan memanjat pohon. Suatu ketika dia terjatuh saat memanjat pohon hingga bibirnya terluka dan meninggalkan bekas sampai sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain aktif bermain, dia juga cerdas dan rajin belajar. Sehingga dia selalu juara kelas. Ketika di SMP-SMA dia senang matematika. Dia pun bercita-cita jadi insinyur teknik sipil atau pertambangan. Namun, akhirnya dia tidak memilih jurusan teknik sipil dan pertambangan itu ketika masuk perguruan tinggi. Dia malah kuliah di Institut Pertanian Bogor dan lulus S1 tahun 1983.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-3ljdO0BNCyc/T7jQm7f9lzI/AAAAAAAACMk/vZkkHtebRgc/s1600/didik-rachbini-biografi-4.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Setelah lulus, anak seorang guru yang punya tambak garam, ini menjadi dosen di almamaternya IPB (1983-1990). Sebelumnya, dia suda menjadi Asisten dosen IPB (1982-1983). Kemudian, Didik menlanjutkan studi program Studi Pembangunan, &lt;i&gt;Central Luzon State University&lt;/i&gt;, Filipina, lulus bergelar S2-M.Sc (1988) dan bergelar S3-PhD (1991).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Didik aktif sebagai Peneliti LP3ES, Jakarta (1985-1994) dan Kepala Program Penelitian, LP3ES (1991-1992), sampai menjabat Wakil Direktur LP3ES (1992-1994). Selain itu, dia juga aktif sebagai Dosen Universitas Nasional (1993-1994) dan dosen Pascasarjana Program Magister Manajemen UI sejak 1993.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1995-1997 dia menjabat Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana, kemudian menjabat Pembantu Rektor I, Universitas Mercu Buana sejak 1997. Selain itu, tahun 1995, Didik juga ikut sebagai pendiri dan pengajar di Universitas Paramadina Mulya. Tahun 1998 dia juga menjadi anggota Majelis Pendidikan Tinggi Nasional.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-LQTEhLEOssM/T7jRxTXwrVI/AAAAAAAACM8/3Ka0AqqGmdE/s400/didik-rachbini-biografi-6.jpg" width="488" /&gt;&lt;/div&gt;Pada tahun 1990-1991 dia merangkap tugas sebagai Konsultan FAO dan Konsultan UNDP (1993-1995). Setelah itu, Didik mendirikan Institute for Development of Economics &amp;amp; Finance (Indef) sekaligus menjabat Direktur (1995-2000).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) didirikan, Didik juga ikut aktif sebagai Anggota Majelis Pakar. Berkat aktivitasnya di ICMI, Didik diangkat menjadi Anggota MPR Utusan Golongan (1998). Di situ dia mulai memasuki dunia politik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantan aktivis HMI ini kemudian bergabung dengan Partai Amanat Nasional (1999) sebagai anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) sebelum menjadi Ketua DPP Partai Amanat Nasional (2000-2005). Pemilu 2004, Didik terpilih menjadi anggota DPR mewakili daerah pemilihan Batu dan Malang, Jawa Timur.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-8QQuvBWBWm0/T7jQxhQmfWI/AAAAAAAACMs/4ag1XkBukk0/s1600/didik-rachbini-biografi-2.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Melihat berbagai kegiatan guru besar &lt;a href="http://www.rumus.web.id/2011/05/alamat-universitas-indonesia.html" target="_blank"&gt;Universitas Indonesia&lt;/a&gt;, ini termasuk sebagai pengamat ekonomi yang analisisnya banyak diekspose berbagai media, Didik tetap memberi perhatian penuh pada isteri dan anak-anaknya. Didik dan isteri, Yuli Retnani, doktor dan dosen IPB yang mantan adik kelas dan tetangga kosnya, menganut konsep konservatif dalam membina keluarga terutama mendidik ketiga anaknya (Eisha, Fitri dan Imam).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berbagi tugas untuk mengasuh anak. &lt;u&gt;Istrinya, kendati bergelar doktor, tetap berperan sebagai ibu, memandikan anak, menyiapkan bajunya, dan membantu tugas sekolah&lt;/u&gt;. Tidak menyerahkan sepenuhnya pengasuhan anak kepada pembantu.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Profil Dosen UI&lt;/h2&gt;Prof. Dr. Didik Junaedi Rachbini adalah akademisi, pengajar dan ekonom, yang banyak menulis buku, makalah dan artikel di berbagai media massa.  Lahir di Pamekasan, 2 September 1960.  Pendidikan yang pernah ditempuh adalah sarjana di IPB Bogor bidang ekonomi pertanian dan manajemen agribisnis (1983), memperolehn gelar M.Sc. (1988) dan Ph.D. (1991) pada Institute of Graduate Studies, Central Luzon State University, the Philippines, bidang Studi Pembangunan Kawasan dan Pedesaan. Pendidikan non-gelar lainnya adalah kursus Summer bidang ekonomi pada UPLB (University of the Philippines at Los Banos, 1986), kursus ekonomi budaya (economic culture), &lt;i&gt;Boston University&lt;/i&gt;; Kepemimpinan (Islamic University, Islamabad).  Selain mengajar di Universitas Indonesia, Prof. Rachbini mengajar di program Pasca Sarjana, Universitas Mercu Buana dan Departemen Ilmu Administrasi, FISIP UI (pasca sarjana).  Pengalamannya cukup banyak  dalam memimpin di lembaga pemerintahan maupun non-pemerintahan, seperti Direktur sekaligus pendiri INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) 1995-2000; Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana 1995-1997; Wakil Rektor Universitas Mercu Buana 1997-2004; anggota MPR RI 1998-1999; Tim Ahli MPR RI untuk Amandemen UUD 1945 bidang ekonomi 1999-2004; anggota KPPU 2000-2004; Anggota DPR RI 2004-2009; Wakil Ketua Yayasan Menara Bhakti (Universitas Mercu Buana) 2005-2010;  Ketua Komisi VI DPR RI 2005-2007 bidang Industri, Perdagangan, BUMN dan Penanaman Modal, Wakil Ketua Komisi X DPR RI bidang Pendidikan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga; Ketua Umum Yayasan Paramadina (Universitas) 2005-sekarang; Ketua Majelis Wali Amanat IPB 2007-sekarang; Dewan Penyantun Universitas Pancasila 2008-sekarang; Ketua LP3E (Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi) KADIN 2011-sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-D8zVoszHsVU/T7jQYbh-dKI/AAAAAAAACMc/clpEFdgweas/s1600/didik-rachbini-biografi-3.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Prof. Dr. Didik Junaidi Rachbini (lahir di Pamekasan, Jawa Timur, 2 September 1960; umur 51 tahun) adalah seorang tokoh Partai Amanat Nasional yang menjabat sebagai anggota DPR RI untuk masa bakti 2004-2009.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Biodata Didik J Rachbini&lt;/h2&gt;Nama lahir :  Didik Junaidi Rachbini&lt;br /&gt;
Lahir : 2 September 1960 (umur 51)&lt;br /&gt;
Pamekasan, Indonesia&lt;br /&gt;
Pekerjaan : politikus, anggota DPR RI, Dosen&lt;br /&gt;
Pasangan : Dr. Ir. Yuli Retnani&lt;br /&gt;
Anak : Eisha Maghfiruha Rachbini; Fitri Nurinsani Rachbini; Imam Maulana Rachbini&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pendidikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul class="orangelist"&gt;&lt;li&gt;S1 IPB (1983)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;S2 Msc. Central Luzon State University Filipina (1988)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;S3 Ph.D Central Luzon State University Filipina (1991)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;Pengalaman Kerja - Pendidikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul class="starlist"&gt;&lt;li&gt;Asisten dosen IPB (1982-1983)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dosen IPB (1983-1985)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dosen Universitas Nasional (1993-1994)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembantu Rektor I, Univ Mercu Buana Jakarta (1997)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia (1993-sekarang)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana (1995-1997)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wakil Rektor Universitas Mercu Buana (1997-2004)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendiri dan Pengajar di Universitas Paramadina Mulya (1995-sekarang)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dosen Program Magister Manajemen UI dan MPKP UI(1998-sekarang)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;Pengalaman Kerja - Non Pendidikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul class="starlist"&gt;&lt;li&gt;Peneliti LP3ES, Jakarta, (1985-1994)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Konsultan FAO (1990-1991)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kepala Program Peneliti LP3ES (1991-1992)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wakil Direktur LP3ES (1992-1994)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Konsultan UNDP (1993-1995)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Direktur INDEF (1995-2000)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua Majelis Wali Amanat Institut Pertanian Bogor, 2007-2012&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua Yayasan Paramadina (Universitas), 2006-2011&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wakil Ketua Yayasan Menara Bhakti (Universitas Mercu Buana), 2005-2009&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;Pengalaman Organisasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul class="orangelist"&gt;&lt;li&gt;Ketua HMI Cabang Bogor (1982-1983)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua Pengurus besar HMI (1984-1985)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengurus Pusat ICMI (1995-2000)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengurus Pusat HA IPB (1998-2003)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengurus Pusat PERHEPI (1997-2001)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggota ISEI (1990-sekarang)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggota KKPU (1999-2003)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggota Majelis Pendidikan Tinggi Nasional (1998-2003)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Sumber : &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Didik_J._Rachbini" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Didik_J._Rachbini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href="http://staff.ui.ac.id/didik.rachbini" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://staff.ui.ac.id/didik.rachbini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-WIy1dRqE9TM/T7jRZEjVO-I/AAAAAAAACM0/7asmOWPYHBk/s400/didik-rachbini-biografi-5.jpg" width="488" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Video Hidayat-Didik di Youtube&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;iframe width="488" height="278" src="http://www.youtube.com/embed/sDRwsm-iG-Q" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
Didik J Rachbini adalah tokoh pendamping &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2012/05/biografi-hidayat-nur-wahid.html" target="_blank"&gt;Hidayat Nur Wahid&lt;/a&gt; dalam Pilkada DKI Jakarta 2012. Pasangan Hidayat-Didik ini adalah salah satu calon kuat untuk menang bersama dengan &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2012/01/biografi-jokowi-joko-widodo.html" target="_blank"&gt;Jokowi&lt;/a&gt;-&lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2012/05/biografi-ahok-basuki-tjahaja-purnama.html" target="_blank"&gt;Ahok&lt;/a&gt;. Apabila Didik jadi Wakil Gubernur DKI, mari kita doakan semoga beliau amanah dalam memimpin Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-6817008739122583562?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/ORsx5izkC2o" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/6817008739122583562?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/6817008739122583562?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/ORsx5izkC2o/biografi-didik-j-rachbini.html" title="Biografi Didik J Rachbini" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-2-OQp62Ctzo/T7jOPBvYQzI/AAAAAAAACMM/5wOLgtVrlew/s72-c/didik-rachbini.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2012/05/biografi-didik-j-rachbini.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUQFSX4zeyp7ImA9WhVUFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-2906198380874532091</id><published>2012-05-18T15:49:00.005+07:00</published><updated>2012-05-20T21:15:18.083+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-20T21:15:18.083+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Pemerintahan" /><title>Biografi Ahok (Basuki Tjahaja Purnama)</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xygNecbv4jQpoAWdsQQabXMPxHg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xygNecbv4jQpoAWdsQQabXMPxHg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xygNecbv4jQpoAWdsQQabXMPxHg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xygNecbv4jQpoAWdsQQabXMPxHg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Ahok&lt;/b&gt; adalah salah satu calon Wakil Gubernur DKI pada Pilkada DKI Jakarta 2012. Ahok bernama asli Basuki Tjahaja Purnama dan dilahirkan di wilayah Belitung. Sebelum bersanding dengan &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2012/01/biografi-jokowi-joko-widodo.html" target="_blank"&gt;Jokowi&lt;/a&gt; pada Pilkada DKI 2012, Ahok telah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur periode 2005-2010 dan menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014. Mari kita lihat sepak terjang Ahok sebagai Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama Jokowi.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-vtTAQOrYowk/T7X_0djZcoI/AAAAAAAACK8/luUC-_Sqx10/s1600/ahok.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1&gt;Biografi Ahok (Basuki Tjahaja Purnama)&lt;/h1&gt;&lt;b&gt;Basuki T Purnama  (BTP)&lt;/b&gt; yang akrab dipanggil Ahok lahir di &lt;b&gt;Gantung, desa Laskar Pelangi, Belitung Timur&lt;/b&gt;. Ia melanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMU) dan perguruan tinggi di Jakarta dengan memilih Fakultas Teknologi Mineral jurusan &lt;b&gt;Teknik Geologi Universitas Trisakti&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menamatkan pendidikannya dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi (Insiyur geologi) pada tahun 1989, Basuki pulang kampung–menetap di Belitung dan mendirikan perusahaan CV Panda yang bergerak dibidang kontraktor pertambangan PT Timah.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-YXKZVchlYvE/T7YKjuARgKI/AAAAAAAACLI/bugdZwS7ygU/s1600/ahok-basuki-biografi-4.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Menggeluti dunia kontraktor selama dua tahun, &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2012/05/biografi-ahok-basuki-tjahaja-purnama.html" target="_blank"&gt;Basuki&lt;/a&gt; menyadari betul hal ini tidak akan mampu mewujudkan visi pembangunan yang ia miliki, karena untuk menjadi pengelolah mineral selain diperlukan modal (investor) juga dibutuhkan manajemen yang profesional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk itu &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2012/05/biografi-ahok-basuki-tjahaja-purnama.html" target="_blank"&gt;Ahok&lt;/a&gt; memutuskan kuliah S-2 dan mengambil bidang manajemen keuangan di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta. Mendapat gelar &lt;i&gt;Master in Bussiness Administrasi (MBA)&lt;/i&gt; atau Magister Manajemen (MM) membawa Basuki diterima kerja di PT Simaxindo Primadaya di Jakarta, yaitu perusahaan yang bergerak dibidang kontraktor pembangunan pembangkit listrik sebagai staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan proyek. Karena ingin konsentrasi pekerjaan di Belitung, pada tahun 1995 Basuki memutuskan untuk berhenti bekerja dan pulang ke kampung halamannya.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-F1A2NePZcXM/T7YKtaoHMrI/AAAAAAAACLQ/3ExEnisEKWg/s1600/ahok-basuki-biografi-8.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Perlu diketahui, tahun 1992 Basuki mendirikan PT Nurindra Ekapersada sebagai persiapan membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS) pada tahun 1995. Bagi Basuki, pabrik yang berlokasi di Dusun Burung Mandi, Desa mengkubang, Kecamatan Manggar, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Belitung_Timur" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Belitung Timur&lt;/a&gt; ini diharapkan dapat menjadi proyek percontohan bagaimana mensejahterakan stakeholder (pemegang saham, karyawan, dan rakyat) dan juga diharapkan dapat memberikan konstribusi bagi Pendapatan Asli Daerah Belitung Timur dengan memberdayakan sumber daya mineral yang terbatas. Di sisi lain diyakini PT Nurindra Ekapersada memiliki visi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang tangguh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berangkat dari visi seperti itulah pada tahun 1994, Basuki didukung oleh seorang tokoh pejuang kemerdekaan Bapak alm Wasidewo untuk memulai pembangunan pabrik pengolahan pasir kwarsa pertama di Pulau Belitung dengan memamfaatkan teknologi Amerika dan Jerman. Pembangunan pabrik ini diharapkan juga memberikan harapan besar menjadi cikal bakal tumbuhnya suatu kawasan industri dan pelabuhan samudra dengan nama KIAK (Kawasan Industri Air Kelik).&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Kiprah Politik Ahok&lt;/h2&gt;Sebagai pengusaha di tahun 1995 ia mengalami sendiri pahitnya berhadapan dengan  politik dan birokrasi yang korup. Pabriknya ditutup karena ia melawan kesewenang-wenangan pejabat. Sempat terpikir olehnya untuk hijrah dari Indonesia ke luar negeri, tetapi keinginan itu ditolak oleh sang ayah yang mengatakan bahwa satu hari rakyat akan memilih Ahok untuk memperjuangkan nasib mereka.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Dikenal sebagai keluarga yang dermawan di kampungnya, sang ayah yang dikenal dengan nama &lt;b&gt;Kim Nam&lt;/b&gt;, memberikan ilustrasi kepada Ahok. Jika seseorang ingin membagikan uang 1 milyar kepada rakyat masing-masing 500 ribu rupiah, ini hanya akan cukup dibagi untuk  2000 orang. Tetapi jika uang tersebut digunakan untuk berpolitik, bayangkan jumlah uang di APBD yang bisa dikuasai untuk kepentingan rakyat. APBD kabupaten Belitung Timur saja mencapai 200 milyar di tahun 2005.&lt;br /&gt;
&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-p_V9T2_7vaA/T7YLTkDe8HI/AAAAAAAACLw/TOOxb0mEcwM/s1600/ahok-basuki-biografi-3.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
Bermodal keyakinan bahwa &lt;b&gt;orang miskin jangan lawan orang kaya dan orang kaya jangan lawan pejabat&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;paham Kong Hu Cu&lt;/i&gt;), keinginan untuk membantu rakyat kecil di kampungnya, dan juga kefrustasian yang mendalam terhadap kesemena-menaan pejabat yang ia alami sendiri, Ahok memutuskan untuk masuk ke politik di tahun 2003.&lt;/blockquote&gt;Pertama-tama ia bergabung dibawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB) yang saat itu dipimpin oleh Dr. Sjahrir. Pada pemilu 2004 ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Dengan keuangan yang sangat terbatas dan model kampanye yang lain dari yang lain, yaitu menolak memberikan uang kepada rakyat,  ia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-NRGDvOJZ9LM/T7YLaxpzX9I/AAAAAAAACL4/wI5jIq0kANY/s1600/ahok-basuki-biografi-7.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Selama di DPRD ia berhasil menunjukan integritasnya dengan menolak ikut dalam praktik KKN, menolak mengambil uang SPPD fiktif, dan menjadi dikenal masyarakat karena ia satu-satunya anggota DPRD yang berani secara langsung dan sering bertemu dengan masyarakat untuk mendengar keluhan mereka sementara anggota DPRD lain lebih sering “mangkir”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah 7 bulan menjadi DPRD, muncul banyak dukungan dari rakyat yang mendorong Ahok menjadi bupati. Maju sebagai calon Bupati Belitung Timur di tahun 2005, Ahok mempertahankan cara kampanyenya, yaitu dengan mengajar dan melayani langsung rakyat dengan memberikan nomor telfon genggamnya yang juga adalah nomor yang dipakai untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Dengan cara ini ia mampu mengerti dan merasakan langsung situasi dan kebutuhan rakyat. Dengan cara kampanye yang tidak “tradisional” ini, yaitu tanpa politik uang, ia secara mengejutkan berhasil mengantongi suara 37,13 persen dan menjadi Bupati Belitung Timur periode 2005-2010. Padahal Belitung Timur dikenal sebagai daerah basis Masyumi, yang juga adalah kampung dari &lt;b&gt;Yusril Ihza Mahendra&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-9RicpQroXPY/T7YLnAhsIoI/AAAAAAAACMA/Jkyr8IWkC9M/s1600/ahok-basuki-biografi-10.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Bermodalkan pengalamannya sebagai pengusaha dan juga anggota DPRD yang mengerti betul sistem keuangan dan budaya birokrasi yang ada, &lt;u&gt;dalam waktu singkat sebagai Bupati ia mampu melaksanakan pelayanan kesehatan gratis, sekolah gratis sampai tingkat SMA, pengaspalan jalan sampai ke pelosok-pelosok daerah, dan perbaikan pelayanan publik lainya&lt;/u&gt;. Prinsipnya sederhana: jika kepala lurus, bawahan tidak berani tidak lurus. Selama menjadi bupati ia dikenal sebagai sosok yang anti sogokan baik di kalangan lawan politik, pengusaha, maupun rakyat kecil. Ia memotong semua biaya pembangunan yang melibatkan kontraktor sampai 20 persen.  Dengan demikian ia memiliki banyak kelebihan anggaran untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesuksesan ini terdengar ke seluruh Bangka Belitung dan mulailah muncul suara-suara untuk mendorong Ahok maju sebagai Gubernur di tahun 2007. Kesuksesannya di Belitung Timur tercermin dalam pemilihan Gubernur Babel ketika 63 persen pemilih di Belitung Timur memilih Ahok. Namun sayang, karena banyaknya manipulasi dalam proses pemungutan dan penghitungan suara, ia gagal menjadi Gubernur Babel.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-Xh-XWVbptSM/T7YLHCd2R0I/AAAAAAAACLo/940YYLCs114/s1600/ahok-basuki-biografi-2.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Dalam pemilu legislative 2009 ia maju sebagai caleg dari Golkar. Meski awalnya ditempatkan pada nomor urut keempat dalam daftar caleg (padahal di Babel hanya tersedia 3 kursi), ia berhasil mendapatkan suara terbanyak dan memperoleh kursi DPR berkat perubahan sistem pembagian kursi dari nomor urut menjadi suara terbanyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama di DPR, ia duduk di komisi II. Ia dikenal oleh kawan dan lawan sebagai figur yang apa adanya, vokal, dan mudah diakses oleh masyarakat banyak. Lewat kiprahnya di DPR ia menciptakan standard baru bagi anggota-anggota DPR lain dalam anti-korupsi, transparansi dan profesionalisme. Ia bisa dikatakan sebagai pioner dalam pelaporan aktivitas kerja DPR baik dalam proses pembahasan undang-undang maupun dalam berbagai kunjungan kerja. Semua laporan bisa diakses melalui websitenya. Sementara itu, staf ahlinya bukan hanya sekedar bekerja menyediakan materi undang-undang tetapi juga secara aktif mengumpulkan informasi dan mengadvokasi kebutuhan masyarakat. Saat ini, salah satu hal fundamental yang ia sedang perjuangkan adalah bagaimana memperbaiki sistem rekrutmen kandidat kepala daerah untuk mencegah koruptor masuk dalam persaingan pemilukada dan membuka peluang bagi individu-individu idealis untuk masuk merebut kepemimpinan di daerah.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-Hxu92-s-pgA/T7YK_H4XooI/AAAAAAAACLg/6a-S-FRMyoc/s1600/ahok-basuki-biografi-9.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Ahok berkeyakinan bahwa perubahan di Indonesia bergantung pada apakah individu-individu idealis berani masuk ke politik dan ketika di dalam berani mempertahankan integritasnya. Baginya, di alam demokrasi, yang baik dan yang jahat memiliki peluang yang sama untuk merebut kepemimpinan politik. Jika individu-individu idealis tidak berani masuk, tidak aneh kalau sampai hari ini politik dan birokrasi Indonesia masih sangat korup. Oleh karena itu ia berharap model berpolitik yang ia sudah jalankan bisa dijadikan contoh oleh rekan-rekan idealis lain untuk masuk dan berjuang dalam politik.  Sampai hari ini ia masih terus berkeliling bertemu dengan masyarakat untuk menyampaikan pesan ini dan pentingnya memiliki pemimpin yang bersih, transparan, dan profesional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tahun 2006, &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2012/05/biografi-ahok-basuki-tjahaja-purnama.html" target="_blank"&gt;Ahok&lt;/a&gt; dinobatkan oleh Majalah TEMPO sebagai salah satu dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia. Di tahun 2007 ia dinobatkan sebagai Tokoh Anti Korupsi dari penyelenggara negara oleh Gerakan Tiga Pilar Kemitraan yang terdiri dari KADIN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Masyarakat Transparansi Indonesia. Melihat kiprahnya, kita bisa mengatakan bahwa berpolitik ala Ahok adalah berpolitik atas dasar nilai pelayanan, ketulusan, kejujuran, dan pengorbanan; bukan politik instan yang sarat pencitraan.&lt;br /&gt;
Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://ahok.org/tentang-ahok/siapa-ahok" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://ahok.org/tentang-ahok/siapa-ahok&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Baca Buku Ahok &lt;b&gt;"Merubah Indonesia: Kisah Hidup Ahok"&lt;/b&gt; di : &lt;a href="http://jokowi.ahokdki1.org/buku" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://jokowi.ahokdki1.org/buku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/--qdNNFIFPlU/T7YK0wThrII/AAAAAAAACLY/KmjhGaqY4qE/s1600/ahok-basuki-biografi-1.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Semoga Pilkada DKI Jakarta dimenangkan oleh tokoh yang jujur dan adil dalam memimpin. Ahok adalah salah satu tokoh yang terkenal bersih dan dicintai rakyatnya di Belitung. Siapapun pemenangnya, apakah Jokowi-Ahok ataupun &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2012/05/biografi-hidayat-nur-wahid.html" target="_blank"&gt;Hidayat&lt;/a&gt;-Didik, kami mengharapkan Jakarta yang lebih baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-2906198380874532091?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/O8uicXk02rk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/2906198380874532091?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/2906198380874532091?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/O8uicXk02rk/biografi-ahok-basuki-tjahaja-purnama.html" title="Biografi Ahok (Basuki Tjahaja Purnama)" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-vtTAQOrYowk/T7X_0djZcoI/AAAAAAAACK8/luUC-_Sqx10/s72-c/ahok.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2012/05/biografi-ahok-basuki-tjahaja-purnama.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0QBSXw9fyp7ImA9WhVUFUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-7074231112297598077</id><published>2012-05-10T11:17:00.032+07:00</published><updated>2012-05-20T20:09:18.267+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-20T20:09:18.267+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Pemerintahan" /><title>Biografi Hidayat Nur Wahid</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/obpPZe4yU9Mw_DW-qSmg6eEPY5Y/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/obpPZe4yU9Mw_DW-qSmg6eEPY5Y/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/obpPZe4yU9Mw_DW-qSmg6eEPY5Y/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/obpPZe4yU9Mw_DW-qSmg6eEPY5Y/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Hidayat Nur Wahid&lt;/b&gt; adalah mantan Ketua DPR RI periode 2004-2009 yang juga merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera. Hidayat Nur Wahid (HNW) pada tahun 2012 mencalonkan diri untuk menjadi Gubernur Jakarta bersama &lt;b&gt;Didik J Rachbini&lt;/b&gt; sebagai calon wakil gubernur. Hidayat-Rachbini bersaing dengan calon kuat lainnya yaitu Jokowi-Ahok dan calon &lt;i&gt;incumbent&lt;/i&gt; Foke. Mari kita simak kisah hidup Pak Hidayat.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img alt="Hidayat Nur Wahid" border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TKpbyQjZ6BI/AAAAAAAAA3k/1gijx2SqPhk/s1600/hidayat-nur-wahid.jpg" title="Hidayat Nur Wahid" width="100" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1&gt;Biografi Hidayat Nur Wahid&lt;/h1&gt;&lt;b&gt;Hidayat Nur Wahid&lt;/b&gt; semasa kecil bercita-cita menjadi dokter. &lt;u&gt;Alasannya sederhana. Karena ingin dirinya dapat membantu sesama&lt;/u&gt;. Namun, keikhlasannya menjalani skenario hidup dari Allah membawanya ke dunia yang tak pernah dicita-citakannya: dunia politik. Kendati demikian, tekadnya tak berubah. Di manapun beraktivitas, dia selalu berupaya menjadi bagian dari solusi. Bukan justru bagian dari masalah. Hidayat kecil hidup seperti anak-anak desa lainnya. Bermain di sawah, mencari ikan di sungai dan menggembala ternak. Ayah beliau yang seorang guru berpikir jauh ke depan. Hidayat dikirimnya ke pondok pesantren modern &lt;b&gt;Gontor&lt;/b&gt;. Rupanya, inilah yang menjadi dasar bagi langkah besar Hidayat ke masa depan.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Wg5kIdrlAV0/T6tI96rkDcI/AAAAAAAACJc/aV-kE4bZBiE/s1600/biografi-hidayat-nur-wahid-6.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Dari Gontor, Hidayat melanjutkan pendidikannya ke Madinah, Arab Saudi. Sebentar saja di sana. Hanya 13 tahun…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepulang dari Madinah, sebetulnya Hidayat ingin pulang dan mengamalkan ilmunya di Yogyakarta. Dekat dengan kampung kelahiran di Prambanan. Namun, teman-temannya di Jakarta mencegatnya. Mereka membutuhkan peran Hidayat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Jakarta, Hidayat pun serius beraktivitas sebagai tenaga pengajar di &lt;a href="http://www.rumus.web.id/p/daftar-universitas-negeri-ptn.html" target="_blank"&gt;UIN Syarif Hidayatullah&lt;/a&gt;, Universitas Muhammadiyah dan Universitas Islam Asy Syafiiyah. Tampaknya Allah punya skenario lain. Rekan-rekan Hidayat yang semula membuat LSM, kemudian mendirikan partai. Tunduk pada keputusan musyawarah, Hidayat pun didaulat menjadi deklarator Partai Keadilan (PK).&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="283" src="http://4.bp.blogspot.com/-0xovMgQKHS4/TkoCi_1hnsI/AAAAAAAABik/gO7i_RZZHKE/s400/hidayat-nur-wahid.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;Berawal di PK inilah Hidayat berkiprah di dunia politik yang terkenal kejam, penuh intrik dan secara salah kaprah dianggap sebagai dunia yang kotor dan menghalalkan segala cara. Namun, politik tidak mengubah prinsip hidup Hidayat yang dipegangnya sejak kecil. Hidayat bertekad menjadikan politik sebagai bagian dari solusi permasalahan bangsa. Bukan sebaliknya, menjadikan politik sebagai sumber masalah bagi bangsa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiprah Hidayat di PK dan &lt;a href="http://www.pks.or.id/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Partai Keadilan Sejahtera (PKS)&lt;/a&gt; terus menanjak. Bahkan, Hidayat pernah dua kali menjadi “Presiden”. Yakni, Presiden PK dan PKS. Hidayat juga menunjukkan prestasi yang luar biasa. Di bawah kepemimpinannya, &lt;a href="http://www.pks.or.id/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;PKS&lt;/a&gt; berhasil meraih suara 7,3 persen pada Pemilu 2004. Padahal, dalam Pemilu 1999, PK baru mendapat 1,53 persen suara. Hidayat juga menjadi salah satu anggota DPR periode 2004-2009 yang terpilih dengan suara melebihi Bilangan Pembagi Pemilih (BPP). Hal ini menunjukkan bahwa Hidayat adalah figur yang siap mengemban amanah apapun dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-A8eVegQmEuc/T6tJEM6UMfI/AAAAAAAACJk/LlqSQ5BOszs/s1600/biografi-hidayat-nur-wahid-4.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Kemampuannya sebagai pemimpin juga diperlihatkan ketika menjadi Koordinator Lapangan aksi sejuta umat menentang agresi Amerika Serikat ke Irak pada tahun 2003. Aksi yang diikuti beragam komponen masyarakat itu berlangsung dengan tertib dan damai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidayat juga pembelajar yang cepat. Dia belajar dengan maksimal di mana saja dia mendapat amanah tugas. Termasuk ketika terpilih sebagai &lt;b&gt;Ketua MPR periode 2004-2009&lt;/b&gt;. Hidayat mengaku, dulu dia tak akrab dengan Undang-Undang Dasar. Tetapi kini UUD 1945 dihafalnya luar kepala. Ini karena Hidayat selalu berprinsip, apapun amanah yang didapat, dia akan mengerjakannya dengan maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-NJKNtfGcpr4/T6tJbWjA-II/AAAAAAAACJ0/oV6C2Y-w-hI/s1600/biografi-hidayat-nur-wahid-7.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Dia dengan cepat dikenal sebagai politisi yang senantiasa mengedepankan moralitas. Selaras dengan profilnya yang sederhana, &lt;i&gt;low profile&lt;/i&gt; dan tawadhu (rendah hati). Sosok Hidayat sebagai &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/06/10-tips-membentuk-pribadi-yang-menarik.html" target="_blank"&gt;pribadi&lt;/a&gt; dan pemimpin berjiwa sosial sudah sangat dikenal masyarakat. Dia selalu terlibat aktif dalam berbagai aktivitas sosial dan peduli korban bencana. Sebut saja bencana banjir ibukota, tsunami Aceh, gempa Yogya dan Jateng serta lokasi-lokasi bencana lainnya. Sebut juga aktivitasnya dalam menyantuni anak-anak yatim, pembangunan masjid dan pesantren, pemberian beasiswa bagi pelajar tak mampu dan berbagai aktivitas sosial lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai dai, saat ini Hidayat berperan sentral dalam pembangunan Masjid Raya Al Muttaqun, Prambanan, Klaten. Idul Adha 1429 H lalu, dia menjadi imam sekaligus khatib di Alun-alun Klaten. Tanpa canggung, dia pun menyembelih sendiri dua ekor sapi kurban. Sebelumnya, ketika Idul Fitri 1429 H di Boyolali, dia menyampaikan khutbah di hadapan ribuan jamaah. Sampai saat ini, Hidayat juga masih aktif mengisi khutbah Jumat di masjid-masjid serta mengisi acara-acara kajian Islam di stasiun-stasiun televisi.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-zxZBzIApGNw/T6tJkT2c8RI/AAAAAAAACJ8/1ilYWhirL00/s1600/biografi-hidayat-nur-wahid-3.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Kepedulian Hidayat terhadap keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila juga tak diragukan lagi. Dalam berbagai kesempatan Hidayat selalu menegaskan: Pancasila dan NKRI adalah kesepakatan final bangsa Indonesia. Begitu pula komitmennya pada UUD ’45. Hidayat selalu menyatakan sebagai pihak yang berada di garda terdepan untuk mempertahankannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidayat juga diterima tokoh-tokoh internasional. Sejumlah seminar, dialog dan forum-forum diskusi tingkat internasional dihadirinya. Mulai dari dialog agama di Makkah, dialog antaragama di Madrid, Spanyol, seminar isu-isu kontemporer dengan Lee Kuan Yew di Singapura hingga konferenesi internasional Amerika dan Islam di Doha, Qatar.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/---oJ22IWgvY/T6tJtkIQUXI/AAAAAAAACKE/hmKt08kvr1A/s1600/biografi-hidayat-nur-wahid-5.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Tiga belas tahun menuntut ilmu di Madinah, Arab Saudi tidak membuat Hidayat tercerabut dari akar budaya Jawa. Hidayat tetaplah Wong Jowo yang suka wayang. Dia bahkan mengidolakan tokoh Kresna. Alasannya, Kresna adalah sosok pemimpin yang bijak, mengayomi, menjaga persatuan dan bisa mencari solusi bagi setiap masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di rumah orangtuanya di Kadipaten, Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Hidayat menyimpan hingga tiga buah wayang Kresna bersama kitab-kitab kuning. Kecintaan pada wayang ditunjukkan dengan kesediaannya menjadi Anggota Dewan Pembina Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) dan hadir membuka festival wayang internasional pertama di Surabaya.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-AUCtM5bUAss/T6tJ0GWDckI/AAAAAAAACKM/05fxXOsaASg/s1600/biografi-hidayat-nur-wahid-2.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Hidayat kini tak lagi hanya milik &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Keadilan_Sejahtera" rel="nofollow" target="_blank"&gt;PKS&lt;/a&gt;. &lt;u&gt;Hidayat sudah menjadi milik bangsa&lt;/u&gt;. Makin banyak kalangan yang merasa turut “memiliki” Hidayat. Hidayat dengan gembira menyambut siapa saja untuk turut bersamanya berjuang demi bangkitnya kembali Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai wujud cinta tanah kelahiran, kini Hidayat siap menjalankan tugas dari partai untuk dicalegkan di Dapil V Jateng (Klaten, Solo, Boyolali, Sukoharjo). Tekadnya tetap sama. Yakni berusaha memaksimalkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat melalui kewenangan sebagai anggota dewan untuk menyusun anggaran, mengontrol eksekutif dan membuat UU yang berpihak pada keadilan dan kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-2Cu2uX3DcN4/T6tIxuOgW5I/AAAAAAAACJU/CFhh8xMpj1U/s1600/biografi-hidayat-nur-wahid-1.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Hidayat berharap semua pihak berupaya menghadirkan Pemilu di Dapil V yang berkualitas. Karenanya, seluruh pihak diminta berpartisipasi dalam pesta demokrasi ini dengan menjauhi segala bentuk pelanggaran, black campaign dan money politics.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Video Hidayat Nur Wahid di Youtube&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="361" src="http://www.youtube.com/embed/T2HhvW46o9Q" width="488"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Profil&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Nama: Dr. HM. Hidayat Nur Wahid, MA&lt;br /&gt;
Tempat/Tanggal Lahir: Klaten, 8 April 1960&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alamat:&lt;br /&gt;
- Jl. Widya Chandra IV/16, Jakarta (Rumah Dinas Ketua MPR)&lt;br /&gt;
- Jl. H. Rijin RT 01/09 No. 196, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi&lt;br /&gt;
- Kadipaten, Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten (Rumah Orangtua)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama Istri:&lt;br /&gt;
- (Almarhumah) Hj. Kastian Indriawati&lt;br /&gt;
- dr. Diana Abbas Thalib, MARS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama Anak:&lt;br /&gt;
* dari istri pertama:&lt;br /&gt;
1. Inayatu Dzil Izzati&lt;br /&gt;
2. Ruzaina&lt;br /&gt;
3. Alla Khairi&lt;br /&gt;
4. Hubaib Shidiqi&lt;br /&gt;
* dari istri kedua:&lt;br /&gt;
1. Nizar Muhammad&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendidikan:&lt;br /&gt;
&lt;ul class="orangelist"&gt;&lt;li&gt;SDN Kebondalem Kidul I, Prambanan, Klaten (1972)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pondok Pesantren Ngabar, Ponorogo, Jawa Timur (1973)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pondok Modern Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo, Jawa Timur (1978)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;IAIN Sunan Kalijaga, Fakultas Syariah, Yogyakarta (1979)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Saudi Arabia; (1983)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Program Pasca Sarjana Universitas Islam Madinah Arab Saudi, jurusan Aqidah (1987)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Program Doktor Pasca Sarjana Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, Fakultas Dakwah dan Ushuludiin, Jurusan Aqidah (1992)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Organisasi:&lt;br /&gt;
&lt;ul class="orangelist"&gt;&lt;li&gt;Anggota Pelajar Islam Indonesia (PII) (1973)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Andalan Koordinator Pramuka Gontor bidang kesekretariatan (1977-1978)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Training HMI IAIN Yogyakarta (1979)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekretaris MIP PPI Madinah Arab Saudi (1981-1983)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua I Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Saudi Arabia (1983-1985)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peneliti LKFKH (Lembaga Kajian Fiqh dan Hukum) Al Khairot&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua Umum LP2SI (Lembaga Pelayanan Pesantren dan Studi Islam) Al-Haramain Jakarta (sejak 1993)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggota Pengurus badan Wakaf Pondok Modern Gontor (1999)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengurus Islamic Center IQRO Bekasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua Dewan Pendiri Partai Keadilan (PK)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua Majelis Pertimbangan Partai Keadilan (1998-1999)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggota Steering Commitee IIFTIHAR untuk International Seminar and Workshop on Islamic Economics (1999)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Presiden Partai Keadilan (PK) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) (2000-2004)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua Majelis Syuro Ikatan Da’i Indonesia (IKADI)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua Forum Dakwah Indonesia&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wakil Ketua Dewan Penasehat ICMI (2005-2010)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggota Dewan Pembina Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wakil Ketua Wali Amanat Al Quds Foundation yang diketuai Syaikh Prof. Dr. Yusuf Al Qaradhawy&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggota Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua Dewan Pembina Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Pekerjaan:&lt;br /&gt;
&lt;ul class="starlist"&gt;&lt;li&gt;Dosen Pasca Sarjana Magister Studi Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dosen Pasca Sarjana Magister Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dosen Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah JakartaDosen Fakultas Ushuluddin (Program Khusus) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dosen Pasca Sarjana Universitas Asy-Syafi’iyah, Jakarta&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua LP2SI (Lembaga Pelayanan Pesantren dan Studi Islam) Yayasan Al-Haramain, Jakarta&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dewan Redaksi Jurnal Kajian Islam Ma’rifah Jakarta&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia (MPR RI) (2004-2009)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-FwUcKnVCTq0/T6tJRF1Yf0I/AAAAAAAACJs/Ur8UjYJ2mfQ/s1600/biografi-hidayat-nur-wahid-8.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Referensi:&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://hidayatnurwahid.myblogrepublika.com/biografi/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://hidayatnurwahid.myblogrepublika.com/biografi/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Hidayat Nur Wahid bersama &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2012/05/biografi-didik-j-rachbini.html" target="_blank"&gt;Didik J Rachbini&lt;/a&gt; adalah calon Gubernur dan Wakil Gubernur dalam Pilkada DKI Jakarta 2012. Pasangan Hidayat-Didik ini adalah salah satu calon kuat untuk menang bersama dengan &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2012/01/biografi-jokowi-joko-widodo.html" target="_blank"&gt;Jokowi&lt;/a&gt;-&lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2012/05/biografi-ahok-basuki-tjahaja-purnama.html" target="_blank"&gt;Ahok&lt;/a&gt;. Apabila Hidayat jadi Gubernur DKI, mari kita doakan semoga beliau amanah dalam tugasnya memimpin Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-7074231112297598077?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/3nJaLQmj2ww" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/7074231112297598077?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/7074231112297598077?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/3nJaLQmj2ww/biografi-hidayat-nur-wahid.html" title="Biografi Hidayat Nur Wahid" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TKpbyQjZ6BI/AAAAAAAAA3k/1gijx2SqPhk/s72-c/hidayat-nur-wahid.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2012/05/biografi-hidayat-nur-wahid.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMFSHY7fip7ImA9WhVVFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-3600133138005014111</id><published>2012-02-06T07:00:00.002+07:00</published><updated>2012-05-09T07:30:19.806+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-09T07:30:19.806+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Teknologi" /><title>Biografi Wiratman Wangsadinata</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/o5aKFKG-9oPFzXXMMEBJ-49BTyY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/o5aKFKG-9oPFzXXMMEBJ-49BTyY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/o5aKFKG-9oPFzXXMMEBJ-49BTyY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/o5aKFKG-9oPFzXXMMEBJ-49BTyY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata&lt;/b&gt; adalah salah satu pakar dan praktisi di bidang konstruksi Indonesia. Ia merupakan seorang putra terbaik bangsa yang tidak diragukan dedikasi, integritas dan profesionalisme sebagai engineer dan enterpreneur bahkan guru besar yang sukses di bidang infrastruktur.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-gAfbJi3ij5U/TydqiICW6EI/AAAAAAAAB5M/h1-qPyQfmEo/s1600/Wiratman-Wangsadinata.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Biografi Wiratman Wangsadinata&lt;/h2&gt;Karya-karyanya yang monumental telah menghiasi perjalanan sejarah bangsa Indonesia antara lain adalah Gedung Wisma Nusantara, Wisma Dharmala, Bakrie Tower dan Duku Atas Tunnel di Jakarta, Jembatan Ampera di Palembang, Jembatan Rajamandala di Bandung, Restorasi Candi Borobudur di Magelang serta Keuliling Dam di Aceh. Di pembangunan hotel dan apartemen, Wiratman merancang Four Seasons Residential Apartments, Mal Ciputra, dan Hotel Aryaduta.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="328" src="http://1.bp.blogspot.com/-iO7o-mOkEzo/Tydrp9sBgdI/AAAAAAAAB5o/Pi3PmJ_z1A0/s400/Wiratman-Wangsadinata-biografi-web-4.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;Wiratman juga merancang Pembangkit Listrik Tenaga Air Mrica, Banjarnegara, PLTA Merangin, PLTA Kusan, Pembangkit Gresik, Telecommunication Tower dan Menara Jakarta. Menara Jakarta akan menjadi tower tertinggi di dunia dengan ketinggian 558 meter.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-vRPKcYiXFzE/TydspEc0eXI/AAAAAAAAB54/5W5-rCM0j58/s1600/Wiratman-Wangsadinata-biografi-web-5.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Wiratman dilahirkan di Jakarta tahun 1935 dan lulus sebagai Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1960. Setelah lulus dari ITB ia langsung menjadi tenaga pengajar (luar biasa) di Jurusan Teknik Sipil ITB. Ia mengambil doktor di ITB dan mendapatkan gelar doktor pada tahun 1992 dalam bidang Rekayasa Struktur dengan predikat Cum Laude. Pada tahun 1995 sampai 2004 ia menjadi Guru Besar di Jurusan Teknik Sipil ITB. Dan sejak tahun 2005 menjadi Guru Besar Emeritus di Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara. Wiratman diangkat menjadi  anggota Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dari tahun 2003 sampai tahun 2006.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-BQCTkGzmc0k/TydrdAFdh8I/AAAAAAAAB5g/1SOffvqFB0Q/s1600/Wiratman-Wangsadinata-biografi-web-2.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Wiratman Wangsadinata adalah Pendiri dan direktur utama PT. Wiratman &amp;amp; Associates, Multidisciplinary Consultant, yang telah berdiri sejak tahun 1976 dan sampai kini telah terlibat dalam perencanaan dan supervisi ratusan bahkan ribuan proyek-proyek konstruksi dari mulai jembatan, dam, jalan dan yang cukup banyak adalah gedung-gedung tinggi. Beliau juga lah yang menggagas tentang peraturan gempa di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wiratman mulai mengembangkan &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/07/6-tips-mudah-mencari-pekerjaan.html"&gt;karier&lt;/a&gt;nya sebagai Insinyur Perencana di Jawatan Jalan-jalan dan Jembatan Dep. PU pada tahun1960 sampai tahun1965, menjadi Direktur dari PN Perencana INDAH KARYA pada tahun 1965 sampai tahun 1970, diangkat menjadi Pengawas Pemerintah untuk perencanaan dan pelaksanaan Gedung Wisma Nusantara bertingkat 30, proyek investasi Pemerintah sekaligus gedung tinggi pertama di Indonesia pada tahun 1970 sampai tahun 1973, kemudian ditunjuk menjadi Konsultan pada Proyek Pemugaran Candi Borobudur yang disponsori oleh UNESCO pada tahun 1973 sampai tahun 1983.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="296" src="http://3.bp.blogspot.com/-_KUsyeNCFBM/TydrV6Tt6QI/AAAAAAAAB5Y/KFT75YL5P_s/s400/Wiratman-Wangsadinata-biografi-web-3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;Selama ini ia telah menulis lebih dari 200 makalah teknik yang dipresentasikan dalam berbagai konferensi nasional maupun internasional. Wiratman telah mendapatkan sekitar 14 penghargaan nasional maupun internasional atas jasa-jasanya seperti penghargaan karya konstruksi 2003, penghargaan Adhicipta Rekayasa untuk Teknik Sipil dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII), ASEAN Achievement Award dari ASEAN Forum dan penghargaan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-udx4d_81NgU/TydrzT2UdrI/AAAAAAAAB5w/EqHYxcQTC1k/s1600/Wiratman-Wangsadinata-biografi-web-1.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Inspirator dan &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/06/tips-menjaga-motivasi.html"&gt;motivator&lt;/a&gt; bagi perekayasa di Indonesia ini juga memegang paten dalam pembuatan terowongan “Sistem Antareja” No. ID 0 009 677.  Ia juga menyandang Sertifikat Insinyur Profesional Utama (IPU) dari PII dan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-3600133138005014111?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/WApELTv3lGs" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/3600133138005014111?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/3600133138005014111?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/WApELTv3lGs/biografi-wiratman-wangsadinata.html" title="Biografi Wiratman Wangsadinata" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-gAfbJi3ij5U/TydqiICW6EI/AAAAAAAAB5M/h1-qPyQfmEo/s72-c/Wiratman-Wangsadinata.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2012/02/biografi-wiratman-wangsadinata.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkYNRH84fSp7ImA9WhVUFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-839154441647753779</id><published>2012-02-03T07:00:00.002+07:00</published><updated>2012-05-20T20:23:15.135+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-20T20:23:15.135+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Teknologi" /><title>Biografi Khoirul Anwar Penemu 4G</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fEAXe3440QV5CTOyrBx-zxS6-L4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fEAXe3440QV5CTOyrBx-zxS6-L4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fEAXe3440QV5CTOyrBx-zxS6-L4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fEAXe3440QV5CTOyrBx-zxS6-L4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Prof. Dr. Khoirul Anwar&lt;/b&gt; adalah orang yang menemukan dan sekaligus pemilik &lt;u&gt;paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)&lt;/u&gt;. Khoirul Anwar yang pernah masuk acara Kick Andy ini adalah alumni Teknik Elektro ITB dengan cumlaude di tahun 2000, kemudian melanjutkan pendidikan di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005 serta doktor di tahun 2008. Khoirul Anwar juga penerima &lt;i&gt;IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS)&lt;/i&gt; tahun 2006, di California.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-_8YgDrqeDEg/Tydl5qoQlxI/AAAAAAAAB4c/RIeYInrCWBI/s1600/Khoirul-Anwar.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Biografi Khoirul Anwar Penemu 4G&lt;/h2&gt;Satu lagi peneliti Indonesia yang telah menorehkan prestasi di kancah internasional. Dia adalah &lt;b&gt;Prof. Dr. Khoirul Anwar&lt;/b&gt;, penemu dan sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Temuannya ini kemudian mendapatkan penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan. Kini hasil temuan yang telah dipatenkan itu digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dosen sekaligus peneliti yang bekerja di laboratoriom Information Theory and Signal Processing, &lt;b&gt;Japan Advanced Institute of Science and Technology&lt;/b&gt;, di Jepang ini adalah lulusan dari Jurusan Teknik Elektro, &lt;a href="http://www.rumus.web.id/2011/05/alamat-institut-teknologi-bandung-itb.html" target="_blank"&gt;Institut Teknologi Bandung&lt;/a&gt; dengan predikat cum laude di tahun 2000. Ia kemudian meraih gelar master dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST) pada tahun 2005 dan gelar doktor pada tahun 2008 di kampus yang sama. Pada tahun 2006, ia juga pernah menerima IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS), di California. Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada tahun 2007.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-U4Ff6o77nq4/TydnkhPD5QI/AAAAAAAAB4s/iYq2vGfOna8/s1600/khoirul-anwar-biografi-web-3.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Putra dari pasangan (almarhum) Sudjianto dengan Siti Patmi itu, tak pernah lupa dengan asalnya. Hasil royalti paten pertamanya itu ia berikan untuk ibunya yang kini hidup bertani di Kediri. &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2012/02/biografi-khoirul-anwar-penemu-4g.html" target=""&gt;Khoirul Anwar&lt;/a&gt; lahir pada 22 Agustus 1978  di Kediri, Jawa Timur. Ayahnya meninggal karena sakit saat ia baru lulus SD tahun 1990. Ibunyalah kemudian yang berusaha keras menyekolahkannya. Untuk menyelesaikan S1 nya,  ia berhasil mendapatkan beasiswa selama 4 tahun secara berturut-turut. Bahkan ia berhasil mendapatkan beasiswa S2 dari Panasonic, dan beasiswa S3 dari perusahaan Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama istrinya, Sri Yayu Indriyani dan tiga putra tercintanya, Khoirul tinggal di Nomi, Ishikawa, tak jauh dari tempat kerjanya. Meski berprestasi cemerlang di Jepang, namun Khoirul menyimpan keinginan untuk kembali ke Indonesia suatu hari nanti.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Penemuan 4G&lt;/h2&gt;INSPIRASI besar memang bisa datang dari mana saja, termasuk dari film animasi untuk anak-anak. Anda mungkin tak pernah mengira, sebuah film anime Jepang ternyata bisa mengilhami penemuan penting yang merevolusi anggapan tak terpatahkan di jagat transmisi telekomunikasi nirkabel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi cerita itulah yang terjadi pada diri &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2012/02/biografi-khoirul-anwar-penemu-4g.html"&gt;Khoirul Anwar&lt;/a&gt;, dosen sekaligus peneliti asal Indonesia yang bekerja di laboratoriom Information Theory and Signal Processing, Japan Advanced Institute of Science and Technology, di Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat terdesak karena harus mengajukan tema penelitian untuk mendapatkan dana riset, Khoirul memeras otaknya. Akhirnya ide itu muncul juga dari Dragon Ball Z, film animasi Jepang yang kerap ia tonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Goku, tokoh utama Dragon Ball Z, hendak melayangkan jurus terdahsyatnya, ‘Genki Dama’ alias Spirit Ball, Goku akan menyerap semua energi mahluk hidup di alam, sehingga menghasilkan tenaga yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Konsep itu saya turunkan formula &lt;a href="http://www.rumus.web.id/2011/04/rumus-fungsi-persamaan-kuadrat.html"&gt;matematika&lt;/a&gt;nya untuk diterapkan pada penelitian saya,” kata Khoirul, kepada VIVAnews melalui surat elektroniknya, Jumat 13 Agustus 2010.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka inspirasi itu kini mewujud menjadi sebuah paper bertajuk &lt;b&gt;“A Simple Turbo Equalization for Single Carrier Block Transmission without Guard Interval.”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-W8r4C8QrVkY/TydoTf56umI/AAAAAAAAB48/YfrEMEiod0Q/s1600/Goku-spirit-ball.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Khoirul memisalkan jurus Spirit Ball Goku sebagai Turbo Equalizer (dekoder turbo) yang mampu mengumpulkan seluruh energi dari blok transmisi yang ter-delay, maupun blok transmisi terdahulu, untuk melenyapkan distorsi data akibat interferensi gelombang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asisten Profesor berusia 31 tahun itu dapat mematahkan anggapan yang awalnya ‘tak mungkin’ di dunia telekomunikasi. Kini sebuah sinyal yang dikirimkan secara nirkabel, tak perlu lagi diperisai oleh guard interval (GI) untuk menjaganya kebal terhadap delay, pantulan, dan interferensi. Turbo equalizer-lah yang akan membatalkan interferensi sehingga receiver bisa menerima sinyal tanpa distorsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mengenyahkan GI, dan memanfaatkan dekoder turbo, secara teoritis malah bisa menghilangkan rugi daya transmisi karena tak perlu mengirimkan daya untuk GI. Hilangnya GI juga bisa diisi oleh parity bits yang bisa digunakan untuk memperbaiki kesalahan akibat distorsi (error correction coding).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“GI sebenarnya adalah sesuatu yang ‘tidak berguna’ di receiver selain hanya untuk menjadi pembatas. Jadi mengirimkan power untuk sesuatu yang ‘tidak berguna’ adalah sia-sia,” kata Khoirul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gagasan ini sendiri, dikerjakan Khoirul bersama Tadashi Matsumoto, profesor utama di laboratorium tempat Khoirul bekerja. Saat itu ia dan Tadashi hendak mengajukan proyek ke Kinki Mobile Wireless Center.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menurunkan formula &lt;a href="http://www.rumus.web.id/2011/04/sifat-logaritma-matematika.html"&gt;matematika&lt;/a&gt;nya secara konkrit, Khoirul meminta rekannya Hui Zhou, untuk membuat programnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode ini bisa dibilang mampu memecahkan problem transmisi nirkabel. Apalagi ia bisa diterapkan pada hampir semua sistem telekomunikasi, termasuk GSM (2G), CDMA (3G), dan cocok untuk diterapkan pada sistem 4G yang membutuhkan kinerja tinggi dengan tingkat kompleksitas rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga bisa diterapkan Indonesia, terlebih di kota besar yang punya banyak gedung pencakar langit, maupun di daerah pegunungan. Sebab di daerah tadi biasanya gelombang yang ditransmisikan mengalami pantulan dan delay lebih panjang.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-BWpBYYCBmbQ/Tydnt82wCAI/AAAAAAAAB40/WjzpJ1gjM0M/s1600/khoirul-anwar-biografi-web-4.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Tak heran bila temuan ini membesut penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini hasil temuan yang telah dipatenkan itu digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang. Bahkan teknologi ini juga tengah dijajaki oleh raksasa telekomunikasi China, &lt;b&gt;Huawei Technology&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Awal Pendidikan Khoirul Anwar&lt;/h2&gt;Ini bukan sukses pertama bagi Khoirul. Pada 2006, pria asal Kediri, Jawa Timur itu juga telah menemukan cara mengurangi daya transmisi pada sistem multicarrier seperti Orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) dan Multi-carrier code division multiple access (MC-CDMA).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Caranya yaitu dengan memperkenalkan spreading code menggunakan &lt;b&gt;Fast Fourier Transform&lt;/b&gt; sehingga kompleksitasnya menjadi sangat rendah. Dengan metode ini ia bisa mengurangi fluktuasi daya. Maka peralatan telekomunikasi yang digunakan tidak perlu menyediakan cadangan untuk daya yang tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belakangan, temuan ini ia patenkan. Teknik ini telah dipakai oleh perusahaan satelit Jepang. Dan yang juga membuatnya membuatnya kaget, sistem 4G ternyata sangat mirip dengan temuan yang ia patenkan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, putra dari pasangan (almarhum) Sudjianto dengan Siti Patmi itu, tak pernah lupa dengan asalnya. Hasil royalti paten pertamanya itu ia berikan untuk ibunya yang kini hidup bertani di Kediri. “Ini adalah sebagai bentuk penghargaan saya kepada orang tua, terutama Ibu,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayah Khoirul meninggal karena sakit, saat ia baru lulus SD pada 1990. Ibunyalah kemudian berusaha keras menyekolahkannya, walaupun kedua orang tuanya tidak ada yang lulus SD.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak kecil, Khoirul hidup dalam kemiskinan. Tapi ada saja jalan baginya untuk terus menuntut ilmu. Misalkan, ketika melanjutkan SMA di Kediri, tiba-tiba ada orang yang menawarkan kos gratis untuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia meneruskan kuliah di &lt;a href="http://www.itb.ac.id/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;ITB Bandung&lt;/a&gt;, selama 4 tahun ia selalu mendapatkan beasiswa. “Orang tua saya tidak perlu mengirimkan uang lagi,” kata Khoirul mengenang masa lalunya. Otaknya yang moncer terus membawa Khoirul ke pendidikan yang tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mendapatkan beasiswa S2 dari Panasonic, dan selanjutnya beasiswa S3 dari perusahaan Jepang. “Alhamdulillah, meski saya bukan dari keluarga kaya, tetap bisa sekolah sampai S3. Saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pemberi beasiswa.” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Khoirul Anwar Tidak lupa Indonesia&lt;/h2&gt;Sukses di negeri orang tak membuatnya lupa dengan tanah kelahiran. “Suatu saat saya juga akan tetap pulang ke Indonesia. Setelah meraih ilmu yang banyak di luar negeri,” kata Khoirul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar kehidupannya sebagai seorang periset, Khoirul juga mengajar dan membimbing mahasiswa master dan doktor. Kedalaman pengetahuan agama pria yang sempat menjadi takmir masjid di SMA-nya itu, juga membawanya sering didaulat memberi ceramah agama di Jepang, bahkan menjadi Khatib shalat Iedul Fitri.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="204" src="http://4.bp.blogspot.com/-7UJ_ufwAnSY/Tydoa1Pp2FI/AAAAAAAAB5E/Prmz5ZfQclI/s400/khoirul-anwar-biografi-web-2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;Tak hanya itu, Khoirul juga kerap diundang memberikan kuliah kebudayaan Indonesia. “Keberadaaan kita di luar negeri tak berarti kita tidak cinta Indonesia, tapi justru kita sebagai duta Indonesia,” kata dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama mengajar kebudayaan Indonesia, ia banyak mendengar berbagai komentar tentang tanah airnya. Ada yang memuji Indonesia, tentu, ada pula yang menghujat. Untuk yang terakhir itu, ia biasanya menjawab dalam bahasa Jepang: Indonesia ha mada ganbatteimasu (Indonesia sedang berusaha dan berjuang).&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Keluarga Khoirul Anwar&lt;/h2&gt;Kini, &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2012/02/biografi-khoirul-anwar-penemu-4g.html"&gt;Khoirul&lt;/a&gt; tinggal di Nomi, Ishikawa, tak jauh dari tempat kerjanya, bersama istrinya, Sri Yayu Indriyani, dan tiga putra tercintanya. “Semua anak saya memenuhi formula deret aritmatika dengan beda 1.5 tahun,” Khoirul menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang paling besar lahir di Kawasaki, Yokohama, berusia 7 tahun. Yang kedua lahir di Nara berusia 5,5 tahun, dan ketiga juga lahir di Nara, kini berusia 4 tahun. Ia tak sependapat dengan beberapa rekan Jepangnya, yang mengatakan kehadiran keluarga justru akan mengganggu risetnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baginya keluarga banyak memberikan inspirasi dalam menemukan ide-ide baru. “Belakangan ini saya berhasil menemukan teknik baru dan sangat efisien untuk wireless network saat bermain dengan anak-anak,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-3BBFPl60nQY/TydnYVgcPpI/AAAAAAAAB4k/Y6Ggv7JvROQ/s400/khoirul-anwar-biografi-web-1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;Malahan, Khoirul sering mengajak anak-anaknya melakukan riset kecil-kecilan di rumahnya. Bersama anak-anaknya pula, Khoirul sering menyempatkan waktu menonton bersama, terutama film animasi kegemarannya: Dragon Ball Z, Kungfu Panda, Gibli, atau Detektif Conan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Film animasi mengajarkan anak kita nilai yang harus kita pahami dalam kehidupan,” kata Khoirul. Film animasi Gibli, misalnya, banyak bercerita bagaimana seharusnya manusia bisa bersahabat dengan alam, tidak merusaknya, serta mencintai mahluk hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ide dan semangat baru terkadang muncul dari menonton film. Misalnya nilai kehidupan yang dia petik dari film &lt;b&gt;Kungfu Panda: ‘There is no secret ingredient, just believe’&lt;/b&gt;. “Nilai ini saya artikan bahwa tidak ada rahasia sukses, percayalah bahwa apapun yang kita kerjakan bisa membuat kita sukses.” kata Khoirul.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-839154441647753779?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/byVym7uwF0Q" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/839154441647753779?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/839154441647753779?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/byVym7uwF0Q/biografi-khoirul-anwar-penemu-4g.html" title="Biografi Khoirul Anwar Penemu 4G" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-_8YgDrqeDEg/Tydl5qoQlxI/AAAAAAAAB4c/RIeYInrCWBI/s72-c/Khoirul-Anwar.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2012/02/biografi-khoirul-anwar-penemu-4g.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMFSHY7cCp7ImA9WhVVFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-5766739340701997294</id><published>2012-01-31T18:30:00.000+07:00</published><updated>2012-05-09T07:30:19.808+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-09T07:30:19.808+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Pahlawan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Teknologi" /><title>Biografi Yum Soemarsono Bapak Helikopter Indonesia</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3zh-49wIl5pLHBHw4VHPZsy1Dc8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3zh-49wIl5pLHBHw4VHPZsy1Dc8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3zh-49wIl5pLHBHw4VHPZsy1Dc8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3zh-49wIl5pLHBHw4VHPZsy1Dc8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Yum Soemarsono&lt;/b&gt; adalah bapak helikopter Indonesia. Beliau juga seorang ilmuwan , tentara angkatan udara dan penerbang asal Indonesia. Beliau juga dikenal sebagai bapak Helikopter Indonesia. Bersama dengan Nurtanio Pringgoadisuryo, Wiweko Soepono dan R.J Salatun, mereka adalah perintis kedirgantaraan di Indonesia. Bila Nurtanio melakukan upaya merintis dalam bidang pesawat bersayap tetap, maka Yum Soemarsono adalah perintis dibidang helikopter.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-PCHQfTUdxU8/TydfxYHOO7I/AAAAAAAAB4A/vfSrrmtv-y0/s1600/yum-soemarsono.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Biografi Yum Soemarsono Bapak Helikopter Indonesia&lt;/h2&gt;Yum Soemarsono adalah satu-satunya orang Indonesia yang pernah mendesain, membuat dan menerbangkan helikopter. Berbeda dengan penemu dan pengembang helikopter lainnya, dia mengembangkan helikopter sendiri berdasarkan pengalaman dan intuisi serta keterampilannya yang tidak diperoleh dari pendidikan tinggi. Rancangannya berupa Rotor Stabilizer dibuatnya hanya berdasarkan intuisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Letkol (pur) Yum Soemarsono lahir di Soko, Purworejo pada tanggal 10 April 1916. Beliau adalah anak desa yang mulai tertarik dengan pesawat terbang ketika sering melihat pesawat terbang lalu-lalang di Lapangan Terbang Tidar, Magelang. Walaupun dikenal sebagai perancang helikopter tapi beliau tidak banyak mengenyam pendidikan tinggi, beliau menekuni dunia helikopter secara mandiri. Helikopter rancangannya pada saat itu tidak memiliki bentuk seperti helikopter yang dilihat sekarang, namun memiliki dan menerapkan prinsip kerja helikopter.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-8jtFFyxGobA/TydgR8heddI/AAAAAAAAB4I/4qUOXTZfILw/s1600/yum+soemarsono+1.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Pada waktu itu informasi tentang perkembangan teknologi helikopter sangat sukar diperoleh. Sehingga Beliau hanya mempelajari lembaran stensilan karangan seorang ilmuwan Belanda, Ir. Oyen, tahun 1940 tentang aerodinamika dan sebuah gambar dari majalah Popular Science bekas pada tahun 1939.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dengan pengetahuan aerodinamika yang seadanya, pada tahun 1948 Beliau dan teman-temannya berhasil merancang helikopter pertama yang diberi nama RI-H. Namun helikopter ini tidak sempat diterbangkannya karena lokasi pembuatannya di Gunung Lawu dibom Belanda pada saat Revolusi Kemerdekaan Indonesia tanggal 19 Desember 1948.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Helikopter kedua dirancang pada tahun 1950 bersama Soeharto dan Hatmidji dan di beri kode YSH (Yum Soeharto Hatmidji). Helikopter ini berhasil melayang setinggi 10 cm di lapangan Terbang Sekip Yogyakarta. Namun sayangnya YSH mengalami kerusakan akibat jatuh dari truk saat diangkut ke Lapangan Kalijati, Yogyakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkat prestasinya tersebut, pada tahun 1951 Beliau diberi beasiswa dari Hiller untuk belajar terbang di California, AS. Selain belajar menerbangkan helikopter, Beliau juga mengambil kursus desain helikopter di Stanford University. Di sini Beliau juga menunjukkan kepiawaian perhitungan desain rotor blade-nya, yang cuma berbeda satu inci dari rotor blade rancangan Wayne Wiesner, kepala biro desain Pabrik Hiller.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1954, beliau kembali berhasil membuat helikopter ketiganya yang diberi nama Seomarcopter. Helikopter ini berhasil terbang ketinggian 3 meter sejauh 50 meter dengan mesin berdaya 60 pk. Penerbangan Helikopter ini disaksikan dan diawaki oleh Leonard Parish seorang Instruktur perusahaan Hiller Helicopter, Amerika Serikat. Pada tanggal 10 April 1954, Soermarkopter berhasil terangkat dari permukaan tanah setinggi 1 kaki. Pada tahun 1955 Beliau kembali ke tanah air dengan mengantongi lisensi rating penerbang helikopter hiller, bell, sikorsky, dan Mi-4.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada bulan Maret 1964 Beliau mengalami kecelakaan saat menguji coba helikopternya yang ke-empat yang diberi nama Kepik. Kecelakaan ini menyebabkan beliau kehilangan tangan kirinya dan sekaligus menewaskan asistennya, Dali. Nama kepik sendiri adalah nama pemberian Presiden Republik Indonesia pertama Soekarno.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehilangan tangan kirinya membuatnya menemukan suatu alat yang dinamakan throttle collective device untuk mengganti tangan kirinya yang putus. Alat ini digunakan untuk mengangkat dan memutar collective, salah satu kemudi yang terletak pada sisi kiri penerbang. Alat ini adalah alat satu-satunya di dunia yang dibuat dan digunakannya untuk menerbangkan heli bell 47J2A dan 47G.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-rysxaZUnrCk/TydgckrWzvI/AAAAAAAAB4Q/VBlLddPkKfo/s1600/yum+soemarsono+2.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Pada tahun 1963 Beliau sempat menjadi pilot helikopter pribadi Presiden Soekarno. Dari tahun 1965 sampai tahun 1972 Beliau bekerja sebagai pilot penyemprot hama tebu dan kelapa. Ketika berhasil memperbaiki dan menerbangkan kembali helikopter Bell 47-J-2A yang kemudian diberi nama Si wallet, nama Yum Soemarsono kembali dikenal publik. Pada bulan Juni 1990 Beliau diundang ke Paris untuk mendemonstrasikan throttle collective device, lengan buatannya itu untuk menerbangkan helikopter BELL 47-G. Yum Soemarsono meninggal pada tanggal 5 Maret 1999 di Bandung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-5766739340701997294?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/0gEnMP4-9Ag" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/5766739340701997294?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/5766739340701997294?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/0gEnMP4-9Ag/biografi-yum-soemarsono-bapak.html" title="Biografi Yum Soemarsono Bapak Helikopter Indonesia" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-PCHQfTUdxU8/TydfxYHOO7I/AAAAAAAAB4A/vfSrrmtv-y0/s72-c/yum-soemarsono.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2012/01/biografi-yum-soemarsono-bapak.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMFSHY7cSp7ImA9WhVVFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-3714160651491150116</id><published>2012-01-27T07:00:00.000+07:00</published><updated>2012-05-09T07:30:19.809+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-09T07:30:19.809+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Pengusaha" /><title>Biografi Andi Susanto Pengusaha Sewa PC dan Kamera</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vz0gFhhzN35b3oxenZoN_cmVmaQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vz0gFhhzN35b3oxenZoN_cmVmaQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vz0gFhhzN35b3oxenZoN_cmVmaQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vz0gFhhzN35b3oxenZoN_cmVmaQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Andi Susanto&lt;/b&gt; adalah seorang pengusaha penyewaan PC dan kamera yang sukses. Beliau awalnya adalah seorang karyawan biasa, namun kemudian nekat mengundurkan diri dan berjuang membangun usahanya sendiri. Saat ini pak Andi Susanto sedang membesarkan perusahaannya sendiri PT Megawastu Solusindo dan PT Megawastu Digital dengan sebuah website &lt;b&gt;www.sewakamera.com&lt;/b&gt;. Mari kita simak pengalaman hidup Pak Andi Susanto.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-lUQ1sqrJrnQ/TxZ8F_ZQzgI/AAAAAAAAB3Y/mSM0U3xIQ0U/s1600/andisusanto.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Biografi Andi Susanto Pengusaha Sewa PC dan Kamera&lt;/h2&gt;Melalui PT Megawastu Solusindo dan PT Megawastu Digital, Andi Susanto sukses mengembangkan bisnis penyewaan personal computer (PC) dan penyewaan kamera. Ia bahkan keluar dari pekerjaan karena keinginan berbisnis sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum menjadi pengusaha, Andi Susanto pernah bekerja sebagai karyawan di sebuah media asing di Jakarta. Saat itu, tugas Andi adalah sebagai penyuplai data, seperti kurs mata uang, valuta asing, data perdagangan saham, dan juga bursa komoditas. Hampir sepuluh tahun lamanya Andi mengabdi di media itu. Ia pernah menempati berbagai posisi, mulai staf biasa hingga jabatan yang terakhir menjadi account manager.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat menjabat sebagai account manager itu, Andi banyak mengerjakan berbagai data penting yang menyangkut perbankan dan perusahaan. "Saya memang memiliki banyak pengalaman soal data," kata alumnus Universitas Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun jabatan terakhirnya terbilang nyaman, namun pria berusia 42 tahun ini tak tertarik untuk meneruskan kariernya. Ia memilih mengundurkan diri pada tahun 2001 karena lebih tertarik berbisnis sendiri. Keputusan Andi membuka usaha sendiri sebenarnya adalah wujud cita-cita masa kecilnya, yaitu menjadi seorang pengusaha. Karena itu, begitu lepas dari status karyawan, Andi langsung menyusun konsep usaha yang bakal dijalaninya, yaitu usaha penyewaan PC. Begitu persiapan sudah matang, melalui bendera usaha PT Megawastu Solusindo, pada 2003, Andi mulai menawarkan jasa sewa PC. Perusahaan ini berdiri dengan modal yang berasal dari tabungan Andi dan sebagian lainnya utang bank. Pertama kali menawarkan jasanya, Andi menawarkan 80 set PC dengan enam unit server. Tapi tak semua PC itu laku disewa. "Meyakinkan klien dengan usaha baru itu ternyata sulit," kenang Andi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Butuh tiga tahun bagi Andi meyakinkan para calon klien bahwa menggunakan PC sewaan itu lebih efisien bagi perusahaan. Sampai 2006 usahanya mulai stabil dan ia berhasil mendapatkan dua kontrak sewa jangka panjang dari perbankan. Seiring waktu, jumlah klien Andi terus bertambah. Hingga kini, tak kurang 10 klien sudah berada di genggaman Andi, baik klien perbankan maupun klien perusahaan. Setidaknya 300 PC kini sudah tersebar di berbagai usaha itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andi menyewakan PC itu dalam bentuk paket. Satu set PC yang disewakan terdiri dari central processing unit (CPU), monitor, keyboard, mouse, berikut dengan software. Klien Andi yang kebanyakan dari perbankan memang bukan kebetulan. Seperti kata ahli pemasaran, berjualan akan lebih mudah kalau sudah mengenal calon pembelinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jurus itu pula yang dipakai Andi. Saat ia masih bekerja di perusahaan media, Andi memang sudah banyak kenal dengan kalangan perbankan yang menjadi relasi perusahaannya. "Saya dulu bekerja dengan profesional, sehingga banyak relasi percaya dengan bisnis saya," klaim Andi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk merawat kepercayaan itu, Andi berusaha memberikan pelayanan terbaik. Ia menyiagakan tim reparasi PC selama 24 jam plus tenaga teknisi yang khusus menjaga data klien bila terjadi kerusakan PC. "Saya punya layanan pencegahan jika terjadi kerusakan, inilah nilai tambah bisnis saya," terang Andi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andi menegaskan, bisnis sewa PC ini memang bukan hasil pertimbangan semalam. Sebelum terjun ke bisnis ini, Andi sudah melakukan analisis kelayakan bisnis serta kesiapan pasar. Ketika itu, Andi sadar bisnis ini persaingannya ketat. Namun hasil analisisnya, tidak semua persewaan PC berani menawarkan jasa untuk kebutuhan divisi trading. "Peluang inilah yang saya ambil," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Andi, setiap perbankan memiliki divisi trading yang bertugas melakukan transaksi keuangan, termasuk transaksi kurs antarbank. Divisi ini biasanya butuh data historis agar mudah menganalisis pasar modal. "Saya unggul karena paham dengan informasi trading yang dibutuhkan perbankan itu," terang Andi. Untuk mendukung usaha itu, pada 2005 Andi mengembangkan software khusus yang bisa mempercepat proses transaksi. Ia menawarkan software itu khusus untuk membuat transaksi real time. "Intinya harus kreatif memberikan pelayanan sewa PC ini," jelas Andi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini melayani penyewaan komputer di 10 bank besar di Tanah Air. Andi mengaku, dengan tarif sewa Rp 500.000 hingga Rp 1 juta per bulan, omzet per bulan dari bisnis ini mencapai Rp 500 juta.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Membisniskan hobi fotografi&lt;/h2&gt;Setelah sukses di usaha penyewaan personal computer (PC), Andi Sudanto melebarkan sayap bisnis mendirikan penyewaan alat fotografi pada 2007. Dengan modal Rp 300 juta, bisnis penyewaan alat fotografi itu kini mampu mendulang omzet Rp 100 juta per bulan. Pelanggan Andi adalah para penggemar fotografi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mengusung bendera PT Megawastu Digital, Andi menawarkan jasa sewa peralatan fotografi itu sejak 2007. Lewat situs sewakamera.com, Andi memasarkan beragam jenis kamera untuk disewakan, mulai kamera digital single lens reflex (DSLR) hingga kamera non DSLR, termasuk kamera untuk video.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, Andi juga memperkaya jasa sewa alat fotografi itu dengan beragam aksesori fotografi, seperti lensa, filter, flash, studio lighting, tripod, layar background, baterai, printer foto, hingga kostum untuk model foto. Keputusan Andi membuka jasa sewa kamera itu terinspirasi dari hobinya di bidang fotografi. Pria berusia 42 tahun itu menyenangi fotografi sejak 2004, kala itu ia aktif dalam kegiatan salah satu komunitas foto di Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di komunitas fotografi itulah Andi menemukan ide membuka usaha penyewaan alat fotografi. Ia melihat banyak peralatan fotografi yang dibutuhkan penggemar fotografi. "Saat itulah saya kepikiran membuat usaha penyewaan alat fotografi, apalagi saat itu penyewaan alat fotografi masih langka," terang Andi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ada yang menyewakan alat fotografi, tapi hanya bisa dirasakan oleh segelintir orang. "Saat itu banyak fotografer hanya memanfaatkan pinjam-meminjam peralatan dari teman," terang Andi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum memutuskan untuk membuka usaha sewa alat fotografi itu, Andi terlebih dahulu melakukan survei pasar. Hasilnya, Andi menemukan banyak penggemar fotografi tetapi tidak memiliki peralatan fotografi yang lengkap. "Kelompok inilah konsumen saya," ucap Andi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Andi lantas mendirikan usaha penyewaan alat fotografi itu. Dengan modal Rp 300 juta, ia membeli beberapa buah kamera DSLR, lensa serta aksesori kamera secukupnya. Untuk mendapatkan pelanggan, Andi buka kantor di Jakarta dan kantor cabang di Bali. Ia sengaja buka cabang di Bali karena Bali adalah daerah tujuan wisata yang kerap jadi tujuan memotret bagi fotografer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap pekan, Andi melayani sedikitnya 100 penyewa kamera, lensa atau aksesori fotografi lainnya. Para penyewa itu berasal dari Jabodetabek dan Bali. Untuk harga sewa alat fotografi seperti kamera, Andi mematok tarif mulai Rp 130.000 per hari sampai jutaan rupiah. Harga tergantung dari jenis kamera yang disewa. Semakin berkualitas kamera itu tentu semakin mahal tarif sewanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun tarif sewa lensa, Andi mematok seharga Rp 25.000 sampai dengan Rp 560.000 per hari, tergantung ukuran dan harga lensa yang disewakan tersebut. "Sekarang ini saya punya 200 ragam jenis lensa yang bisa disewakan," jelas Andi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari jasa sewa alat fotografi tersebut, Andi setidaknya mampu mendulang omzet hingga Rp 100 juta per bulan. Omzet itu tidak hanya datang dari jasa penyewaan saja, tetapi juga dari denda keterlambatan sewa sampai dengan biaya ganti rugi jika terjadi kerusakan alat oleh si penyewa. Andi mencatat, sejak memulai usaha ia sudah melayani 4.000 pelanggan. "Kebanyakan dari mereka adalah fotografer profesional, tapi tentu ada juga yang amatir," ungkap Andi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Andi, bisnis penyewaan fotografi akan terus berkembang seiring dengan perkembangan dunia teknologi informasi. Maraknya media sosial juga ikut mempopulerkan fotografi. "Semakin banyak penggemar fotografi, semakin berkembang juga usaha penyewaan kami ini," kata dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun begitu, untuk menekuni bisnis penyewaan alat fotografi memiliki risiko. Sebab, usaha penyewaan alat ini butuh modal besar karena harga alat fotografi tersebut terbilang mahal. Jika tidak hati-hati, alat yang akan disewakan itu bisa rusak atau bahkan raib dibawa oleh si penyewa yang tak bertanggung jawab. "Maka itu kami mewajibkan adanya identitas bagi si penyewa alat kami," kata Andi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-3714160651491150116?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/s3l7FwR6WQs" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/3714160651491150116?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/3714160651491150116?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/s3l7FwR6WQs/biografi-andi-susanto-pengusaha-sewa-pc.html" title="Biografi Andi Susanto Pengusaha Sewa PC dan Kamera" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-lUQ1sqrJrnQ/TxZ8F_ZQzgI/AAAAAAAAB3Y/mSM0U3xIQ0U/s72-c/andisusanto.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2012/01/biografi-andi-susanto-pengusaha-sewa-pc.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMFSHY6eCp7ImA9WhVVFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-7913106945483676841</id><published>2012-01-24T07:00:00.001+07:00</published><updated>2012-05-09T07:30:19.810+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-09T07:30:19.810+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Pengusaha" /><title>Biografi Farry Tandean Top Eksportir Mebel</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HQl16FX3GcsxTf2y2xQMdKvg13M/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HQl16FX3GcsxTf2y2xQMdKvg13M/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HQl16FX3GcsxTf2y2xQMdKvg13M/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HQl16FX3GcsxTf2y2xQMdKvg13M/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Farry Tandean&lt;/b&gt; adalah seorang pengusaha mebel dan interior ternama dari Kota Cirebon. Beliau memulai bisnis mebelnya dari 1995 dan sampai saat telah sukses menjadi eksportir mebel kualitas tinggi ke berbagai negara. Mari kita simak kisah sukses Pak Farry Tandean.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-ql0hdhW89pA/TxZ4HlgtoFI/AAAAAAAAB24/2bixFl_Noc8/s1600/farry-tandean.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Biografi Farry Tandean Pengusaha Mebel&lt;/h2&gt;Jika bukan karena orang tuanya, &lt;b&gt;Farry Tandean&lt;/b&gt; tidak mungkin bekerja sebagai pengusaha mebel dan interior. Selain membuat mebel dengan desain inovatif, ia juga berbisnis ubin dan panel dekoratif berbahan limbah batok kelapa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat bisnis mebel ekspor melesu, sebagian orang bakal menganggap industri ini sedang tiarap. Padahal, jangan salah, sebagian kecil eksportir tetap bertahan. Salah satunya adalah Farry Tandean. Pemilik PT Jati Vision Raya (Java) dan Cocomosaic Indonesia ini tetap bertahan dan mengekspor produk mebel dengan desain inovatif ke berbagai negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak memulai bisnis mebel 16 tahun silam, Farry memang berorientasi mengekspor produk ke luar negeri. Ia merupakan salah satu dari sedikit produsen mebel asal Cirebon yang sejak puluhan tahun silam aktif menjaring pembeli (buyer) luar negeri lewat pelbagai pameran. Saat ini banyak pembelinya berasal beberapa negara di Eropa, Asia, dan Amerika Serikat. Ia juga punya perwakilan penjualan di puluhan negara.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-8wkqOg26iFk/TxZ5FAbsQdI/AAAAAAAAB3E/fctDQXVCYdM/s1600/farry-tandean-biografi-web-1.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Tiap tahun, pendapatan Farry dari ekspor produk mebel bisa mencapai 5 juta–7,5 juta dollar AS. Salah satu keunggulan bisnis Java adalah memberi nilai lebih pada produk mebel dengan kualitas dan inovasi desain. Baru-baru ini, produk Cocomosaic berhasil masuk dalam lima besar &lt;b&gt;Gaia Award 2011 &lt;/b&gt;di Dubai. Penghargaan ini diberikan bagi produk inovatif di bidang konstruksi dan bangunan yang ramah lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lahir dari keluarga pedagang kelontong di Cirebon, sejak kecil 45 tahun silam, orang tua Farry biasa menerapkan disiplin dalam penggunaan keuangan. Impian orang tuanya adalah anak-anaknya sekolah di luar negeri. “Saya rela tidak dibelikan mobil demi bisa bersekolah di Amerika,” ungkap anak keenam dari tujuh bersaudara ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alhasil, setelah menyelesaikan SD dan SMP di Cirebon, saat kelas III SMA, Farry dikirim orang tuanya ke Kanada untuk persiapan &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/08/sukses-walau-pendidikan-minim-billy.html"&gt;kuliah&lt;/a&gt; di Amerika Serikat. Pada tahun 1990, Farry menamatkan pendidikan di University of Minessota, dengan menyabet dua gelar master di bidang electrical engineering dan computer science. Semuanya diselesaikan dengan predikat magna cum laude.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kuliah, Farry ikut program management trainee di General Electric sebagai accelerated candidate untuk fast track Information Systems Management Program (ISMP). Meski bergaji 35.000 dollar AS per tahun, ia merasa ada yang kurang. “Mungkin karena orang tua saya pedagang, ada yang kurang jika saya hanya menjadi karyawan,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1993, Farry memutuskan pulang ke Cirebon atas permintaan orang tuanya. Sebagai anak lelaki pertama di keluarga, ia merasa punya tanggung jawab besar merawat orang tuanya yang sudah tua. “Kakak-kakak perempuan saya ikut suami ke luar negeri, sementara saya dan adik lelaki saya di Cirebon,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usaha pertama Farry adalah meneruskan toko kelontong orang tuanya. Tiap bulan, ia hanya mendapat uang jajan sebesar Rp 500.000. Ia juga ikut membantu mengelola pemasaran bisnis adiknya, Wika Tandean. “Adik saya menjual rotan mentah ke perusahaan mebel di Cirebon,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masuk ke bagian pemasaran membuat Farry mengenal banyak buyer rotan dan mebel dari luar negeri. Suatu saat, ia mendapat tawaran dari seorang buyer dari Jepang untuk memasok keperluan mebel ke Jepang. Alhasil, dengan modal Rp 300 juta dari orang tua, pada tahun 1993, ia mendirikan perusahaan patungan yang khusus menggarap pasar mebel untuk diekspor ke Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurang lebih satu setengah tahun berkongsi, Farry memilih mandiri dengan membuat perusahaan sejenis untuk menggarap pasar di luar Jepang. Tahun 1995, ia mendirikan Java. Saat pengusaha rotan dan mebel masih bergantung pada buyer yang datang, ia sudah aktif menawarkan produk lewat pameran. “Sampai-sampai kegiatan produksi dan kualitas kami kadang terbengkalai,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Berkah krisis moneter&lt;/h2&gt;Lantaran Farry menerapkan standar kualitas produk Eropa dan Amerika, para buyer langsung tertarik menjadi pelanggan. Pada tahun 1998, bisnisnya semakin besar. Saat terjadi devaluasi parah, sebagai eksportir ia malah pesta pora. “Saya bisa mendapatkan untung Rp 100 juta dengan hanya mengirimkan 1.000 keranjang kecil seharga 12 dollar AS per unit,” ujarnya. Saat itu, biaya produksinya hanya Rp 15.000, tapi kurs Rp 10.000–Rp 12.000 per dollar AS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun itu juga, Farry memindahkan usaha di lokasi seluas 50.000 meter persegi. Kini, di atas lokasi itu sudah berdiri tiga pabrik dan tiga ruang pamer. Perusahaan ini punya tiga divisi: Java, Bali luz (lampu dekoratif), dan Valentti Lifestyle.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="280" src="http://4.bp.blogspot.com/-WQ4FNTknByE/TxZ5qA4wMJI/AAAAAAAAB3M/DGteAYrqGfM/s400/farry-tandean-biografi-web-3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;Untuk memperluas pasar, tahun 2010, Farry mendirikan Cocomosaic yang mengolah limbah batok kelapa menjadi material dekoratif nan eksotis untuk keperluan arsitektur dan desain interior. Pasarnya ada di puluhan negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Farry mendapat pasokan batok kelapa dari masyarakat. Ia berharap, dalam tiga tahun, Cocomosaic bisa menambah nilai ekspor Java mencapai lebih dari Rp 30 miliar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mudah-mudahan pebisnis tanah air bisa mengejar kesukseskan Pak Farry Tandean. Semakin banyak pengusaha, semakin banyak tenaga kerja terserap. Indonesia bangkit!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-7913106945483676841?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/X1yXvWOE-D8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/7913106945483676841?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/7913106945483676841?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/X1yXvWOE-D8/biografi-farry-tandean-top-eksportir.html" title="Biografi Farry Tandean Top Eksportir Mebel" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-ql0hdhW89pA/TxZ4HlgtoFI/AAAAAAAAB24/2bixFl_Noc8/s72-c/farry-tandean.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2012/01/biografi-farry-tandean-top-eksportir.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMFSHY6eSp7ImA9WhVVFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-7489630543843225872</id><published>2012-01-21T07:00:00.002+07:00</published><updated>2012-05-09T07:30:19.811+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-09T07:30:19.811+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Pengusaha" /><title>Biografi Kemaludin Penetas Telur dari Tasikmalaya</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/geVKOKKBw8vUYu3eW-EZ2emED-k/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/geVKOKKBw8vUYu3eW-EZ2emED-k/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/geVKOKKBw8vUYu3eW-EZ2emED-k/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/geVKOKKBw8vUYu3eW-EZ2emED-k/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Kemaludin&lt;/b&gt; adalah seorang penetas telur yang sangat terkenal di tasikmalaya. Beliau masih muda, usianya baru 25 tahun dan mampu menjadi bintang di desanya. Kemaludin adalah sosok pemuda yang inspiratif, bermental kaya dan tidak mau kalah dengan nasib. Profesinya sebagai penetas telur membuatnya populer dijuluki &lt;b&gt;"Dokter Endog"&lt;/b&gt; dan mengantarkannya meraih penghargaan &lt;b&gt;Pemuda Pelopor Kabupaten Tasikmalaya 2011&lt;/b&gt;. Mari kita simak kisah hidup Mas Kemaludin.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-DZ5jT-U_YtM/TxZuZ8B3ZaI/AAAAAAAAB2g/93owU5QW6QE/s1600/kemaludin-dokter-telur.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Biografi Kemaludin Dokter Telur dari Tasikmalaya&lt;/h2&gt;Usianya baru 25 tahun. &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/08/sukses-walau-pendidikan-minim-billy.html"&gt;Pendidikan&lt;/a&gt; terakhirnya pun hanya madrasah aliyah. Namun, panggilan dokter ”endog” alias dokter telur telah melekat kepada Kemaludin, warga Kampung Sukahurip, Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pasiennya adalah ratusan penetas telur bebek, peternak bebek, dan petugas dinas peternakan di Tasikmalaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak tahun 2009, Kemaludin bak pelita bagi siapa pun yang ingin menetaskan telur bebek. Beragam pertanyaan tentang penetasan telur bebek dijawabnya dengan senang hati, &lt;b&gt;tanpa bayaran&lt;/b&gt;. Warung makan, pos ronda, rumah warga, dan tempat tinggalnya sendiri kerap menjadi ruang kelas. Biasanya, ia membawa alat pemeriksaan telur yang dibuat sendiri. Alat itu terbuat dari lampu neon 10 watt yang dibalut kertas tebal.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Kemaludin mengatakan, ada beberapa hal penting yang selalu ia tekankan untuk memeriksa telur. Hal itu di antaranya menjaga suhu ideal 36-37 derajat celsius, disiplin waktu pemeriksaan telur, serta cara melatih sensor hidung dan tangan untuk memeriksa apakah ada telur busuk atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendampingan itu tidak sia-sia. Sendirian menetaskan telur tiga tahun lalu, kini sekitar 200 warga Sukaratu menekuni bidang ini. Ibu rumah tangga, pemuda pengangguran, dan buruh berpenghasilan minim sudah menikmati keuntungan dari usaha penetasan telur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Satu orang minimal menetaskan 300 telur per bulan dengan modal sekitar Rp 1,5 juta. Setelah dijual, biasanya penetas telur bisa mendapatkan keuntungan Rp 500.000- Rp 600.000 per bulan,” ujar Kemaludin.&lt;/blockquote&gt;&lt;h2&gt;Kemaludin Minim modal&lt;/h2&gt;Persinggungan Kemaludin dengan penetasan telur dipengaruhi ketiadaan biaya melanjutkan sekolah. Setelah memutuskan bekerja selama tiga tahun di Samarinda, Depok, dan Jakarta, Kemaludin melihat peternak bebek Sukaratu kerap kesulitan mendapatkan anakan. Peternak harus membeli anak bebek ke kecamatan lain di Kabupaten Tasikmalaya, bahkan hingga ke Kota Tasikmalaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Dari situ saya pikir, peluang itu bisa saya manfaatkan. Modal nekat karena sebenarnya terbentur biaya dan pengetahuan penetasan telur bebek,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir tahun 2008, Kemaludin pun mulai mempersiapkan amunisinya. Berbekal uang tabungan Rp 500.000, ia membeli buku mengenai penetasan telur, bertanya kepada peternak bebek setempat, dan survei harga ke pedagang telur dan anakan bebek. Saat itu, kendala terbesarnya adalah kebutuhan akan media penetasan. Bila membeli peralatan penetasan buatan pabrik, dibutuhkan modal Rp 1,5 juta-Rp 2 juta per unit. Jumlah tersebut tidaklah mungkin ia dapatkan saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otaknya dipaksa berpikir. Hingga suatu waktu ia melihat lemari baju pakaian milik saudaranya yang tak terpakai lagi. Dia pun berkreasi dengan alat yang ada. Dengan menambahkan tiga lampu berkekuatan 5 watt dan termometer, Kemaludin mengubah lemari itu menjadi media penetasan darurat dengan kapasitas 300 butir telur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, metode itu tidak berjalan semulus harapan. Setelah 28 hari masa penetasan, hanya 100 telur dari 200 telur yang menetas. Sisanya busuk dan tidak menetas. &lt;b&gt;Penyebabnya, listrik yang sering putus di Sukaratu. Dalam sehari, listrik bisa padam berjam-jam tanpa sebab pasti&lt;/b&gt;. Akibatnya, telur tak mendapatkan suhu hangat ideal sehingga memicu kematian janin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Telur mati atau busuk harus segera disingkirkan karena berbahaya merusak telur lain. Gas amoniak dari telur busuk bisa menular pada telur lainnya,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengatasi masalah putus sambung listrik, Kemaludin berinovasi dengan minyak jelantah. Diletakkan di bawah media penetasan, pemanas berbahan bakar minyak jelantah menjadi bahan bakar alternatif penghangat telur. Hasilnya memuaskan. Saat listrik putus, telur mendapat kehangatan dari api berbahan minyak jelantah. ”Tingkat kegagalan penetasan telur bisa ditekan menjadi 2-3 persen,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Kemaludin Pemuda pelopor&lt;/h2&gt;Perlahan, jumlah telur yang ditetaskan semakin banyak dan memberikan keuntungan ekonomi lebih besar. Keuntungannya, digunakan untuk membuat media penetasan baru. Pengembangan teknis dilakukan untuk memaksimalkan hasil penetasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pun kemudian memodifikasi media penetasan ala lemari baju itu. Kemaludin membuat lemari kayu khusus tingkat empat berukuran 124 x 70 x 60 sentimeter. Lemari dengan dimensi seperti itu mampu menampung 500-600 telur. Media penetasan baru itu dilengkapi lima lampu berkekuatan 5 watt, termometer, pemutus arus bila suhu terlalu tinggi, dan higrometer untuk mengukur kelembaban media penetasan.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Telur yang ditetaskan bertambah banyak. Dalam sebulan, ia bisa menetaskan 5.000 telur dengan omzet Rp 15 juta per bulan. Bebek hasil penetasan berusia 2-3 hari dijual Rp 6.500 per ekor untuk betina dan Rp 2.500 per ekor untuk jantan. Nyaris tidak ada yang tersisa karena sebelum menetas, telur sudah dipesan peternak bebek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Pernah ada pesanan dari perusahaan katering maskapai penerbangan terbesar di Indonesia. Mereka meminta 1.000 bebek per hari. Terpaksa ditolak karena kami belum mampu menyediakan,” kata Kemaludin.&lt;/blockquote&gt;Keberhasilannya memutar otak dan memberdayakan masyarakat sekitar menimbulkan pengakuan positif. Inovasi pembuatan alat tetas sederhana membawanya merengkuh &lt;b&gt;Pemuda Pelopor Kabupaten Tasikmalaya&lt;/b&gt; dan Jawa Barat pada tahun 2011 di bidang teknologi tepat guna. Ia menyisihkan karya pemuda lain bermodal puluhan kali lebih besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, Kemaludin mengatakan tidak mau tinggi hati. Lewat &lt;b&gt;Kelompok Penetasan Unggas Jaya Mekar Sukaratu&lt;/b&gt; yang digagas bersama teman-temannya, ia mengajak pemuda desa yang tak bekerja dan berpenghasilan minim untuk usaha menetaskan telur. Satu media penetasan dihibahkan untuk digunakan semua anggota.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-8dO4df0f4b4/TxZvkrNocfI/AAAAAAAAB2s/rdsnWU1WJ0Y/s1600/penetastelur.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;”Sekarang baru ada satu media tetas yang diputar bergiliran sebulan sekali kepada 30 anggota. Prioritas diberikan bagi yang belum punya media penetasan. Kalau sudah ada uang, saya ingin buat beberapa lagi,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, ia juga masih belajar tentang peningkatan nilai ekonomi telur bebek, seperti mengolahnya menjadi makanan olahan dan pembesaran bebek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Banyak pekerjaan rumah yang belum selesai. Semoga di tengah keterbatasan modal, kami bisa terus berinovasi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” kata Kemaludin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subhanallah, semoga kita semua bisa &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/08/sukses-walau-pendidikan-minim-billy.html"&gt;sukses walaupun pendidikan minim&lt;/a&gt;, yang penting usaha yang jujur dan tawakal pada Allah. Kemaludin menjadi inspirasi bagi pemuda seperti saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-7489630543843225872?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/vkvIZFhkDB4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/7489630543843225872?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/7489630543843225872?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/vkvIZFhkDB4/biografi-kemaludin-penetas-telur-dari.html" title="Biografi Kemaludin Penetas Telur dari Tasikmalaya" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-DZ5jT-U_YtM/TxZuZ8B3ZaI/AAAAAAAAB2g/93owU5QW6QE/s72-c/kemaludin-dokter-telur.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2012/01/biografi-kemaludin-penetas-telur-dari.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMFSHY6eip7ImA9WhVVFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-2143505475786324641</id><published>2012-01-18T19:00:00.000+07:00</published><updated>2012-05-09T07:30:19.812+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-09T07:30:19.812+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Pengusaha" /><title>Biografi Trisno Yuwono, Mantan TKI kini Bos Swalayan</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xPQ2MxY301KD8fmpjCDxfGvzXPA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xPQ2MxY301KD8fmpjCDxfGvzXPA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xPQ2MxY301KD8fmpjCDxfGvzXPA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xPQ2MxY301KD8fmpjCDxfGvzXPA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Trisno Yuwono&lt;/b&gt; adalah seorang &lt;b&gt;mantan TKI&lt;/b&gt; yang saat ini sukses menjadi &lt;b&gt;Bos Swalayan&lt;/b&gt;. Pak Trisno lahir di Blitar, 12 Agustus 1970. Beliau dahulu bekerja sebagai supir di Arab, kini sukses membangun wirausaha bisnis swalayannya di daerah Jawa timur dengan omset &lt;b&gt;Rp 35 miliar per tahun&lt;/b&gt;. Atas prestasinya, Trisno Yuwono memperoleh penghargaan &lt;b&gt;Indonesia International Migrant Worker’s Award 2011&lt;/b&gt; dari UKM Center FEUI. Mari kita simak kisah hidup Pak Trisno Yuwono.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-XX0baSx0hyg/TxZoejH79nI/AAAAAAAAB2A/xl_GOhQ0wXA/s1600/trisnoyuwono.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Biografi Trisno Yuwono, Mantan TKI kini Bos Swalayan&lt;/h2&gt;Pengalaman bisa ditimba dari mana saja. Asal ada tekad, &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/07/takut-mimpi-ketinggian-billy-boen.html"&gt;mimpi yang diperjuangkan&lt;/a&gt; membuahkan hasil. Demikian juga yang berlaku pada Trisno Yuwono. Mengawali usia produktifnya sebagai TKI, ia sukses mengembangkan &lt;b&gt;Sari-Sari Swalayan di Blitar&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah dominasi jaringan minimarket yang berkembang dengan sistem waralaba, masih ada pengusaha di daerah yang bisa bersaing. Salah satunya adalah Sari-Sari Swalayan di Blitar. Tujuh gerai milik Trisno Yuwono itu tetap bisa bertahan dan berkembang dengan omzet total mencapai miliaran rupiah per tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak memulai bisnis ini pada tahun 2000 hingga sekarang, Trisno sudah memiliki tujuh gerai Sari-Sari Swalayan yang tersebar di daerah Blitar dan Tulungagung, Jawa Timur. "Satu gerai bisa menghasilkan omzet lebih dari Rp 10 juta per hari,” ujar Trisno. Alhasil, ketujuh swalayannya mampu mencatatkan omzet hingga Rp 35 miliar per tahun.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Trisno Yuwono Muda&lt;/h2&gt;Sebenarnya, menjadi pengusaha eceran bukanlah &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/09/penyebab-gagal-meraih-cita-cita.html"&gt;cita-cita&lt;/a&gt; Trisno. Pendidikan terakhir suami Eva Karisma Dewi ini adalah Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Blitar, Jawa Timur. "Cuma sebentar kuliah. Saya pikir kalau lulus cuma menjadi guru. Saya memilih keluar tanpa tahu mau bekerja apa,” ujar lelaki berkepala plontos ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peristiwa meletusnya Gunung Kelud yang terjadi pada 1991 mendorong Trisno mencari penghidupan yang lebih baik di kota lain. Targetnya bukan ke Jakarta atau kota besar di Indonesia, ia memilih menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi. "Waktu itu, ada tetangga yang menjadi TKW di Arab pulang. Saya tanya dia bagaimana prosesnya bisa bekerja di Arab,” kenangnya.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-P1iVqVqsC_g/TxZqTf7d94I/AAAAAAAAB2U/w-8bvPxyAvA/s1600/trisnoyuwono-ukm-center-feui.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Trisno &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/07/takut-mimpi-ketinggian-billy-boen.html"&gt;bermimpi&lt;/a&gt;, dengan menjadi tenaga kerja di luar negeri, penghidupannya bisa lebih baik ketimbang menjadi seorang guru. "Pada tahun 1991, di Blitar belum banyak yang menjadi TKI. Saat itu saya nekat saja, mencoba-coba,” ujar bapak tiga anak ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kala itu Trisno berstatus pengangguran. Ia nekat pergi ke Surabaya untuk melamar menjadi TKI. "Menurut teman saya, penyalurnya ada di Surabaya,” katanya. Berbekal uang Rp 1,5 juta hasil menjual sepeda motor, ia tidak kesulitan membiayai segala urusan administrasi di perusahaan penyalur TKI tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sembari menunggu pengiriman, selama dua bulan Trisno berada di penampungan TKI di Jakarta, tanpa ada pembekalan keterampilan. "Kerjanya cuma makan dan tidur,” katanya. Alhasil, ketika dikirim ke Arab Saudi, dia tidak bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Arab.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Pengalaman Trisno Yuwono Menjadi TKI&lt;/h2&gt;Tugas awal Trisno sebagai TKI di Arab Saudi adalah bekerja sebagai sopir di kantor gubernur Kota Tabuk. Karena ketidakmampuan berbahasa asing, ia suka dikerjai majikan dan teman-teman sopirnya yang berasal dari negara lain. Ia juga sering menjadi pesuruh yang mengurusi kebun. Padahal, itu bukan bagian dari kontrak kerja sebagai sopir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai sopir, Trisno digaji 800 real atau setara dengan Rp 400.000 kala itu. Setelah setahun bekerja di kantor gubernur, lantaran ketidakcocokan dengan majikan, ia diberhentikan dari pekerjaannya dan disuruh pulang ke Indonesia dengan biaya sendiri. Karena tidak punya uang, ia memilih tetap bertahan di Arab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beruntung ada seseorang yang &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/07/6-tips-mudah-mencari-pekerjaan.html"&gt;menawarinya pekerjaan&lt;/a&gt; sebagai pegawai di toko perabot milik orang Sudan. Trisno digaji 1.350 real. Ia suka bekerja di tempat itu karena majikannya sangat baik. Jam kerjanya pasti antara pukul 07.00 hingga lepas maghrib. "Di toko perabot ini saya belajar menghafal dan menata barang, selain pengelolaan toko,” tuturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selepas maghrib, Trisno bekerja sebagai pemasok produk pangan asal Indonesia untuk toko sembako milik orang Thailand. "Awalnya, saya iseng saja ngobrol dengan orang Thailand soal bisnisnya. Saya pun memberanikan diri menjadi pemasok barang dari Indonesia,” ujarnya. Yang dia pasok berupa cabai, petai, jahe, dan beberapa bumbu lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak 1993 hingga 2000, Trisno mengaku sering bolak-balik Indonesia-Saudi. Dia juga mengaku sempat memboyong keluarganya tinggal di Saudi. Pada suatu malam, ketika tertidur di ruko keramik milik majikannya, Trisno bermimpi.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;b&gt;“Saya mimpi menjadi pemilik toko seperti majikan saya,”&lt;/b&gt; kenang Trisno.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika terjaga, dia langsung yakin bahwa mimpi tadi adalah&lt;b&gt; ilham yang diberikan Allah&lt;/b&gt;. Dia juga yakin bahwa mimpi tadi adalah jalan Allah untuk mengubah nasibnya dari TKI menjadi pemilik toko. Akhirnya, berbekal tabungannya, pada 1998 Trisno membeli sebidang tanah di Kademangan, Blitar, Jawa Timur. Setahun kemudian, di atas sebidang tanah itu Trisno membangun fondasi toko berukuran 8 x 14 meter.&lt;/blockquote&gt;&lt;h2&gt;Swayalan berkembang berkat persaingan&lt;/h2&gt;Sampai tahun 1999, Trisno masih bekerja dobel. Hasilnya, dia bisa mengantongi tabungan sebesar Rp 20 juta kala itu. "Tahun 1998, kurs dollar sedang tinggi,” ceritanya. Alhasil, tahun 1999, istrinya minta pulang ke Indonesia karena sudah saatnya anak pertamanya sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian uang hasil tabungannya dipakai untuk membeli sebidang tanah di kampung halaman, Kademangan, Blitar. "Kebetulan, saya mendapat tempat di dekat pasar. Saya memutuskan membuka toko sembako dengan nama Sari-Sari Swalayan,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kala itu, per hari, gerainya bisa menghasilkan omzet Rp 2 juta. Swalayan Trisno juga menjadi idola di Kademangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Trisno semakin mengembangkan bisnisnya lantaran kondisi terdesak. Setelah dua tahun usahanya berjalan, ada jaringan swalayan yang lebih besar dan sudah memiliki banyak cabang berencana membuka cabang baru di Kademangan. "Saya terpacu untuk memperbesar gerai. Untung saja, pemilik rumah yang berimpit dengan swalayan saya menawari untuk membeli rumahnya,” kenangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alhasil, sebelum swalayan pesaing itu membuka gerai di Kademangan, Sari-Sari Swalayan sudah lebih dulu memperbesar bisnisnya sehingga bisa menyaingi swalayan yang akan buka. Bukan hanya memperluas lokasi, ia juga membuka cabang di tempat lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Trisno bersyukur dengan datangnya pesaing di bisnis swalayan. ”Kalau tidak ada pesaing, mungkin saya tidak terpikir membuat cabang,” katanya. Terbukti, saat jaringan minimarket dengan sistem waralaba mulai masuk, bisnisnya ikut terdongkrak.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-BdnSq945geI/TxZpsVmxL_I/AAAAAAAAB2M/WqSBIElgefI/s1600/trisnoyuwono-menerima-penghargaan.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Trisno punya strategi, harga barang di minimarket waralaba sudah diatur oleh pusat. "Karena saya sudah tahu harga pasokannya dan bisa mengatur harga jual, saya leluasa memainkan harga. Dari situ, konsumen akan memilih yang lebih murah,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, supermarket ini hanya dikelola seorang diri oleh Trisno,  kemudian terus bertambah hingga sekarang yang telah memiliki 7  supermarket yang tersebar di wilayah Blitar dan Tulung Agung, Jawa  Tengah. Tenaga kerja yang dipekerjakan pun meningkat. Saat ini  sudah mencapai 50 orang dengan upah yang diberikan sesuai UMR yang ada  di daerahnya. Untuk tenaga kerja yang sudah lama bekerja dan telah  menjadi orang kepercayaanya, Trisno memberi upah antara Rp 2 juta hingga  Rp 5 juta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Trisno bilang, saat ini, dia akan memaksimalkan ketujuh gerainya. Meski begitu, dia juga berencana untuk menjajal bidang usaha yang lain. "Mulai tahun ini, saya ingin berbisnis fesyen,” ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-2143505475786324641?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/-swd3BUnaMQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/2143505475786324641?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/2143505475786324641?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/-swd3BUnaMQ/biografi-trisno-yuwono-mantan-tki-kini.html" title="Biografi Trisno Yuwono, Mantan TKI kini Bos Swalayan" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-XX0baSx0hyg/TxZoejH79nI/AAAAAAAAB2A/xl_GOhQ0wXA/s72-c/trisnoyuwono.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2012/01/biografi-trisno-yuwono-mantan-tki-kini.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkQCSXg6eSp7ImA9WhVUFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-1929749724533207971</id><published>2012-01-17T11:42:00.008+07:00</published><updated>2012-05-20T21:32:48.611+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-20T21:32:48.611+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Pemerintahan" /><title>Biografi Jokowi (Joko Widodo)</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3Be5xMm4xQJAU9WPbCNKJ_6Sa-A/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3Be5xMm4xQJAU9WPbCNKJ_6Sa-A/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3Be5xMm4xQJAU9WPbCNKJ_6Sa-A/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3Be5xMm4xQJAU9WPbCNKJ_6Sa-A/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Jokowi&lt;/b&gt; adalah tokoh pemimpin terpuji Walikota Solo dan berperan memperomosikan Mobil ESEMKA. &lt;b&gt;Ir. Joko Widodo (Jokowi)&lt;/b&gt; adalah walikota Kota Surakarta (Solo) untuk dua kali masa bhakti 2005-2015. Wakil walikotanya adalah F.X. Hadi Rudyatmo. Jokowi lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961. &lt;b&gt;Agama Jokowi&lt;/b&gt; adalah Islam.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-6UBz5xBZHgE/TpD99RFGC1I/AAAAAAAABzg/KR0Q3lmVAIs/s1600/jokowidodo.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Biografi Jokowi (Joko Widodo)&lt;/h2&gt;Jokowi meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan &lt;a href="http://www.rumus.web.id/p/daftar-universitas-negeri-ptn.html" target="_blank"&gt;UGM&lt;/a&gt; pada tahun 1985. Ketika mencalonkan diri sebagai &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2012/01/biografi-jokowi-joko-widodo.html" target="_blank"&gt;walikota Solo&lt;/a&gt;, banyak yang meragukan kemampuan pria yang berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan taman ini; bahkan hingga saat ia terpilih. Namun setahun setelah ia memimpin, banyak gebrakan progresif dilakukan olehnya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/--cGL_6mT6-g/T2NASgJ0nUI/AAAAAAAAB_w/gvYrAbbvh8s/s1600/jokowi-biografi-2.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui moto "&lt;i&gt;Solo: The Spirit of Java&lt;/i&gt;". Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di &lt;b&gt;Taman Banjarsari&lt;/b&gt; hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/06/8-tips-menjadi-pembicara-berpengaruh.html" target="_blank"&gt;komunikasi&lt;/a&gt; langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. &lt;b&gt;Taman Balekambang&lt;/b&gt;, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkat prestasi tersebut, &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2012/01/biografi-jokowi-joko-widodo.html" target="_blank"&gt;Jokowi&lt;/a&gt; terpilih menjadi salah satu dari "10 Tokoh 2008" oleh Majalah Tempo.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Asal Nama Julukan Jokowi&lt;/h2&gt;“Jokowi itu pemberian nama dari buyer saya dari Prancis,” begitu kata Wali Kota Solo, Joko Widodo, saat ditanya dari mana muncul nama Jokowi. Kata dia, begitu banyak nama dengan nama depan Joko yang jadi &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2012/01/biografi-farry-tandean-top-eksportir.html" target="_blank"&gt;eksportir mebel kayu&lt;/a&gt;. Pembeli dari luar bingung untuk membedakan, Joko yang ini apa Joko yang itu. Makanya, dia terus diberi nama khusus, &lt;b&gt;‘Jokowi’&lt;/b&gt;. Panggilan itu kemudian melekat sampai sekarang. Di kartu nama yang dia berikan tertulis, Jokowi, Wali Kota Solo. Belakangan dia mengecek, di Solo yang namanya persis Joko Widodo ada 16 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Jokowi menjabat untuk periode kedua. Kemenangan mutlak diperoleh saat pemilihan wali kota tahun lalu. Nama Jokowi kini tidak hanya populer, tapi &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/06/10-tips-membentuk-pribadi-yang-menarik.html" target="_blank"&gt;kepribadiannya&lt;/a&gt; juga disukai masyarakat. Setidaknya, ketika pergi ke pasar-pasar, para pedagang beramai-ramai memanggilnya, atau paling tidak berbisik pada orang sebelahnya, “Eh..itu Pak Joko.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana ceritanya sehingga dia bisa dicintai masyarakat Solo? Kebijakan apa saja yang telah membuat rakyatnya senang? Mengapa pula dia harus menginjak pegawainya? Berikut wawancara wartawan Republika, Ditto Pappilanda, dengan Jokowi dalam kebersamaannya sepanjang setengah hari di seputaran Solo.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-MVbl94gjIGc/T2NAbkFaO7I/AAAAAAAAB_4/V_1FcTuQwpA/s1600/jokowi-biografi-4.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Sikap apa yang Anda bawa dalam menjalankan karier sebagai birokrat?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Secara prinsip, saya hanya bekerja untuk rakyat. Hanya itu, simpel. Saya enggak berpikir macam-macam, wong enggak bisa apa-apa. Mau dinilai tidak baik, silakan, mau dinilai baik, ya silakan. Saya kan tugasnya hanya &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/07/6-tips-mudah-mencari-pekerjaan.html" target="_blank"&gt;bekerja&lt;/a&gt;. Enggak ada kemauan macam-macam. Enggak punya target apa-apa. Bekerja. Begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bener, saya tidak muluk-muluk dan sebenarnya yang kita jalankan pun semua orang bisa ngerjain. Hanya, mau enggak. Punya niat enggak. Itu saja. Enggak usah tinggi-tinggi. Sederhana sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh, lima tahun yang lalu, pelayanan KTP kita di kecamatan semrawut. KTP bisa dua minggu, bisa tiga minggu selesai. Tidak ada waktu yang jelas. Bergantung pada yang meminta, seminggu bisa, dua minggu bisa. Tapi, dengan memperbaiki sistem, apa pun akan bisa berubah. Menyiapkan sistem, kemudian melaksanakan sistem itu, dan kalau ada yang enggak mau melaksanakan sistem, ya, saya injak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Awalnya reaksi internal bagaimana?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ya biasa, resistensi setahun di depan, tapi setelah itu, ya, biasa saja. Semuanya kalau sudah biasa, ya semuanya senang. Ya, kita mengerti itu masalah kue, ternyata ya juga bisa dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengubah sistem proses KTP itu, tiga lurah saya copot, satu camat saya copot. Saat itu, ketika rapat diikuti 51 lurah, ada tiga lurah yang kelihatan tidak niat. Enggak mungkin satu jam, pak, paling tiga hari, kata mereka. Besoknya lurah itu tidak menjabat. Kalau saya, gitu saja. Rapat lima camat lagi, ada satu camat, sulit pak, karena harus entri data. Wah ini sama, lah. Ya, sudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyatanya, setelah mereka hilang, sistemnya bisa jalan. Seluruh kecamatan sekarang sudah seperti bank. Tidak ada lagi sekat antara masyarakat dan pegawai, terbuka semua. Satu jam juga sudah jadi. Rupiah yang harus dibayar sesuai perda, Rp 5.000.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Anda juga punya pengalaman menarik dalam penanganan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kemudian banyak menjadi rujukan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Iya. Sekarang banyak daerah-daerah ke sini, mau mengubah mindset. Oh ternyata penanganan (PKL) bisa tanpa berantem. Memang tidak mudah. Pengalaman kami waktu itu adalah memindahkan PKL di Kecamatan Banjarsari yang sudah dijadikan tempat jualan bahkan juga tempat tinggal selama lebih dari 20 tahun. Kawasan itu sebetulnya kawasan elite, tapi karena menjadi tempat dagang sekaligus tempat tinggal, yang terlihat adalah kekumuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima tahun yang lalu, mereka saya undang makan di sini (ruang rapat rumah dinas wali kota). Saya ajak makan siang, saya ajak makan malam. Saya ajak bicara. &lt;u&gt;Sampai 54 kali&lt;/u&gt;, saya ajak makan siang, makan malam, seperti ini. Tujuh bulan seperti ini. Akhirnya, mereka mau pindah. Enggak usah di-gebukin.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-2-GzDx5evxA/T2NA1RpqyXI/AAAAAAAACAQ/UAFnJUH6LcM/s1600/jokowi-biografi-5.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Mengapa butuh tujuh bulan, mengapa tidak di tiga bulan pertama?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kita melihat-melihat angin, lah. Kalau Anda lihat, pertama kali mereka saya ajak ke sini, mereka semuanya langsung pasang spanduk. Pokoknya kalau dipindah, akan berjuang sampai titik darah penghabisan, nyiapin bambu runcing. Bahkan, ada yang mengancam membakar balai kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Situasi panas itu sampai pertemuan ke berapa?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Masih sampai pertemuan ke-30. Pertemuan 30-50 baru kita berbicara. Mereka butuh apa, mereka ingin apa, mereka khawatir mengenai apa. Dulu, mereka minta sembilan trayek angkot untuk menuju wilayah baru. Kita beri tiga angkutan umum. Jalannya yang sempit, kita perlebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang sulit itu, mereka meminta jaminan omzet di tempat yang baru sama seperti di tempat yang lama. Wah, bagaimana wali kota disuruh menjamin seperti itu. Jawaban saya, rezeki yang atur di atas, tapi nanti selama empat bulan akan saya iklankan di televisi lokal, di koran lokal, saya pasang spanduk di seluruh penjuru kota. Akhirnya, mereka mau pindah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pindahnya mereka saya siapkan 45 truk, saya tunggui dua hari, mereka pindah sendiri-sendiri. Pindahnya mereka dari tempat lama ke tempat baru saya kirab dengan prajurit keraton. Ini yang enggak ada di dunia mana pun. Mereka bawa tumpeng satu per satu sebagai simbol kemakmuran. Artinya, pindahnya senang. Tempat yang lama sudah jadi ruang terbuka hijau kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Omzetnya di tempat yang baru?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bisa empat kali. Bisa tanya ke sana, jangan tanya saya. Tapi, ya kira-kira ada yang sepuluh kali, ada yang empat kali. Rata-rata empat kali. Ada yang sebulan Rp 300 juta. Itu sudah bukan PKL lagi, geleng-geleng saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bagaimana dengan PKL yang lain?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setelah yang eks-PKL Banjarsari pindah, tidak sulit meyakinkan yang lain. Cukup pertemuan tiga sampai tujuh kali pertemuan selesai. Sampai saat ini, kita sudah pindahkan 23 titik PKL, tidak ada masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lha yang repot sekarang ini malah pedagang PKL itu minta direlokasi. Kita yang nggak punya duit. Sampai sekarang ini, masih 38 persen PKL yang belum direlokasi. Jadi, kalau masih melihat &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2012/01/kisah-kakek-penjual-tali-sepatu.html" target="_blank"&gt;PKL&lt;/a&gt; di jalan atau trotoar, itu bagian dari 38 persen tadi.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-7rvrgU2HWjE/T2NBAAOxIhI/AAAAAAAACAY/kbvWkglEYCM/s1600/jokowi-biografi-1.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Tampaknya, pemberdayaan pasar menjadi perhatian Anda?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Oiya. Kita sudah merenovasi 34 pasar dan membangun pasar yang baru di tujuh lokasi. Jika dikelola dengan baik, pasar ini mendatangkan pendapatan daerah yang besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu, ketika saya masuk, pendapatan dari pasar hanya Rp 7,8 miliar, sekarang Rp 19,2 miliar. Hotel hanya Rp 10 miliar, restoran Rp 5 miliar, parkir Rp 1,8 miliar, advertising Rp 4 miliar. Hasil Rp 19,2 miliar itu hanya dari retribusi harian Rp 2.600. Pedagangnya banyak sekali, kok. Ini yang harus dilihat. Asal manajemennya bagus, enggak rugi kita bangun-bangun pasar. Masyarakat-pedagang terlayani, kita dapat income seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara kalau mal, enggak tahu saya, paling bayar IMB saja, kita mau tarik apa? Makanya, mal juga kita batasi. Begitu juga hypermarket kita batasi. Bahkan, minimarket juga saya stop izinnya. Rencananya dulu akan ada 60-80 yang buka, tapi tidak saya izinkan. Sekarang hanya ada belasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tapi, sepertinya Pasar Klewer belum tersentuh ya, kondisinya masih kurang nyaman?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Klewer itu, waduh. Duitnya gede sekali. Kemarin, dihitung investor, Rp 400 miliar. Duit dari mana? Anggaran berapa puluh tahun, kita mau cari jurus apa belum ketemu. Anggaran belanja Solo Rp 780 miliar, tahun ini Rp 1,26 triliun. Tidak mampu kita. Pedagang di Klewer lebih banyak, 3.000-an pedagang, pasarnya juga besar sekali. Di situ, yang Solo banyak, Sukoharjo banyak, Sragen banyak, Jepara ada, Pekalongan ada, Tegal ada. Batik dari mana-mana. Tapi, saya yakin ada jurusnya, hanya belum ketemu aja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Soal pendidikan, di beberapa daerah sudah banyak dilakukan pendidikan gratis, apakah di Solo juga begitu?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kita beda. Di sini, kita menerbitkan kartu untuk siswa, ada platinum, gold, dan silver. Mereka yang paling miskin itu memperoleh kartu platinum. Mereka ini gratis semuanya, mulai dari uang pangkal sampai kebutuhan sekolah dan juga biaya operasional. Kemudian, yang gold itu mendapat fasilitas, tapi tak sebanyak platinum. Begitu juga yang silver, hanya dibayari pemkot untuk kebutuhan tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Itu juga yang diberlakukan untuk kesehatan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Iya, ada kartu seperti itu, ada gold dan silver. Gold ini untuk mereka yang masuk golongan &lt;a href="http://www.rumus.web.id/2011/07/orang-miskin-dilarang-kuliah.html" target="_blank"&gt;sangat miskin&lt;/a&gt;. Semua gratis, perawatan rawat inap, bahkan cuci darah pun untuk yang gold ini gratis.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-un9hSTW5WDI/T2NAstS7h2I/AAAAAAAACAI/co3pyHu4gGg/s1600/jokowi-biografi-3.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Tampaknya, sekarang masyarakat sudah percaya pada Anda, padahal di awal terpilih, banyak yang sangsi?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yah, satu tahun, lah. Namanya belum dikenal, saya kan bukan potongan wali kota, kurus, jelek. Saya juga enggak pernah muncul di Solo, apalagi bisnis saya 100 persen ekspor. Ada yang sangsi, ya biar saja, sampai sekarang enggak apa-apa. Mau sangsi, mau menilai jelek, terserah orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dulu, apa niat awalnya jadi wali kota?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Enggak ada niat, kecelakaan. Ndak tahu itu. Dulu, pilkada pertama, kita dapat suara 37 persen, menang tipis. Wong saya bukan orang terkenal, kok. Yang lain terkenal semuanya kan, saya enggak. Tapi, kelihatannya masyarakat sudah malas dengan orang terkenal. Mau coba yang enggak terkenal. Coba-coba, jadi saya bilang kecelakaan tadi itu memang betul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hal apa yang paling mengesankan selama Anda menjadi wali kota?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Paling mengesankan? Paling mengesankan itu, kalau dulu, kan, wali kota mesti meresmikan hal yang gede-gede. Meresmikan mal terbesar besar misalnya. Tapi, sekarang, gapura, pos ronda, semuanya saya yang buka, kok. Pos ronda minta dibuka wali kota, gapura dibuka wali kota, ya gimana rakyat yang minta, buka aja. Ya, kadang-kadang lucu juga. Tapi kita nikmati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apa kesulitan yang paling pertama Anda temui saat menjabat sebagai wali kota?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Masalah aturan. Betul. Kita, kalau di usaha, mencari yang se-simpel mungkin, seefisien mungkin. Tapi, kita di pemerintahan enggak bisa, ada tahapan aturan. Meskipun anggaran ada, aturannya enggak terpenuhi, enggak bisa jalani. Harusnya, bisa kita kerjain dua minggu, harus menunggu dua tahun. Banyak aturan-aturan yang justru membelenggu kita sendiri, terlalu prosedural. Kita ini jadi negara prosedur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apa pertimbangannya saat Anda mencalonkan untuk kali kedua?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebetulnya, saya enggak mau. Mau balik lagi ke habitat tukang kayu. Saat itu, setiap hari datang berbondong-bondong berbagai kelompok yang mendorong saya maju lagi. Mereka katakan, ini suara rakyat. Saya berpikir, ini benar ndak, apa hanya rekayasa politik. Dua minggu saya cuti, pusing saya mikir itu. Saya pulang, okelah saya survei saja. Saya survei pertama, dapatnya 87 persen. Enggak percaya, saya survei lagi, dapatnya 87 persen lagi.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-Otk9kq6XZMY/T2NAiwT0weI/AAAAAAAACAA/MiHXcn4L8LY/s1600/jokowi-biografi-6.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Setelah survei itu, saya melihat, benar-benar ada &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/08/perjelas-keinginan-anda-billy-boen.html" target="_blank"&gt;keinginan&lt;/a&gt; masyarakat. Jadi, yang datang ke saya itu benar. Dan ternyata memang saya dapat hampir 91 persen. Saya lihat ada harapan dan ekspektasi yang terlalu besar. Perhitungan saya 65-70 persen. Hitungan di atas kertas 65:35, atau 60:40, kira-kira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ada kekhwatiran tidak, ketika lepas jabatan, semua yang Anda bangun tetap terjaga?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pertama ada &lt;i&gt;blueprint&lt;/i&gt;, ada &lt;i&gt;concept plan&lt;/i&gt; kota. Paling tidak, pemimpin baru nanti enggak usah pakai 100 persen, seenggaknya 70 persen. Jangan sampai, sudah SMP, kembali lagi ke TK. Saya punya kewajiban juga untuk menyiapkan dan memberi tahu apa yang harus dilakukan nantinya.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Biodata Joko Widodo&lt;/h2&gt;Nama : Joko Widodo&lt;br /&gt;
Tempat Tanggal Lahir: Surakarta, 21 Juni 1961&lt;br /&gt;
Agama : Islam&lt;br /&gt;
Pekerjaan : Pengusaha&lt;br /&gt;
Agama : Islam&lt;br /&gt;
Profil Facebook : jokowi&lt;br /&gt;
Akun twitter : jokowi_do2&lt;br /&gt;
Email: jokowi@indo.net.id&lt;br /&gt;
Alamat Kantor : Jl. Jend. Sudirman No. 2 Telp. 644644, 642020, Psw 400, Fax. 646303&lt;br /&gt;
Alamat Rumah Dinas : Rumah Dinas Loji Gandrung Jl. Slamet Riyadi No. 261 Telp. 712004&lt;br /&gt;
HP. 0817441111&lt;br /&gt;
Pendidikan:&lt;br /&gt;
&lt;ul class="orangelist"&gt;&lt;li&gt;SDN 111 Tirtoyoso Solo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;SMPN 1 Solo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;SMAN 6 Solo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta lulusan 1985&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Karir:&lt;br /&gt;
&lt;ul class="starlist"&gt;&lt;li&gt;Pendiri Koperasi Pengembangan Industri Kecil Solo (1990)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua Bidang Pertambangan &amp;amp; Energi Kamar Dagang dan Industri Surakarta (1992-1996)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua Asosiasi Permebelan dan Industri Kerajinan Indonesia Surakarta (2002-2007)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Penghargaan:&lt;br /&gt;
&lt;ul class="starlist"&gt;&lt;li&gt;Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari "10 Tokoh 2008"&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menjadi walikota terbaik tahun 2009&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pak Joko Widodo jg meraih penghargaan Bung Hatta Award, atas kepemimpinan dan kinerja beliau selama membangun dan memimpin kota Solo.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Award&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Selain itu, berkat kepemimpinan beliau (dan tentunya semua pihak yg membantu), kota Solo jg banyak meraih penghargaan, di antaranya&lt;br /&gt;
&lt;ul class="starlist"&gt;&lt;li&gt;Kota Pro-Investasi dari Badan Penanaman Modal Daerah Jawa Tengah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kota Layak Anak dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wahana Nugraha dari Departemen Perhubungan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sanitasi dan Penataan Permukiman Kumuh dari Departemen Pekerjaan Umum&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kota dengan Tata Ruang Terbaik ke-2 di Indonesia&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;Video Pak Jokowi di Youtube dalam acara Mata Najwa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="360" src="http://www.youtube.com/embed/GRUqUJdKx5s" width="480"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
Banyak yang bilang gaya kepemimpinan Pak Jokowi mirip dengan &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2010/10/biografi-presiden-soekarno.html" target="_blank"&gt;Presiden Soekarno&lt;/a&gt;. Mari Kita dukung Pak Jokowi jadi presiden RI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-1929749724533207971?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/3f7ihK9Nu3E" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/1929749724533207971?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/1929749724533207971?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/3f7ihK9Nu3E/biografi-jokowi-joko-widodo.html" title="Biografi Jokowi (Joko Widodo)" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-6UBz5xBZHgE/TpD99RFGC1I/AAAAAAAABzg/KR0Q3lmVAIs/s72-c/jokowidodo.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2012/01/biografi-jokowi-joko-widodo.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEIESXw8cSp7ImA9WhVUFUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-3824433593511126731</id><published>2011-12-13T10:05:00.002+07:00</published><updated>2012-05-20T19:21:48.279+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-20T19:21:48.279+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Agama" /><title>Biografi Yusuf Mansur</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7FPDu1qNcpXM2d9ogDC4PBV0y28/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7FPDu1qNcpXM2d9ogDC4PBV0y28/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7FPDu1qNcpXM2d9ogDC4PBV0y28/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7FPDu1qNcpXM2d9ogDC4PBV0y28/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Ustadz Yusuf Mansur&lt;/b&gt; dikenal sebagai pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran Bulak Santri, Cipondoh, Tangerang dan pimpinan pengajian Wisata Hati. Ustadz kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 ini melalui perjalanan berliku sampai menjadi ustadz terkenal seperti sekarang. Mari kita simak biografi dan kisah hidup Yusuf Mansur dari masa susah beliau.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/12/biografi-yusuf-mansur.html" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Yusuf Mansur" border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TKRYQObqiEI/AAAAAAAAA2k/ZoeeliADkQY/s1600/yusuf+Mansur.jpg" title="Yusuf Mansur" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Biografi Yusuf Mansur dari Biografi Web&lt;/h2&gt;&lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/12/biografi-yusuf-mansur.html"&gt;Ustadz Yusuf&lt;/a&gt; lahir dari keluarga Betawi yang berkecukupan pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrif’ah dan sangat dimanja orang tuanya. Lulusan terbaik Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini &lt;u&gt;pernah kuliah di jurusan Informatika namun berhenti tengah jalan karena lebih suka balapan motor&lt;/u&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1996, dia terjun di bisnis Informatika. Sayang bisnisnya malah menyebabkan ia &lt;u&gt;terlilit utang yang jumlahnya miliaran&lt;/u&gt;. Gara-gara utang itu pula, Ustadz Yusuf merasakan dinginnya hotel prodeo selama 2 bulan. Setelah bebas, Ustadz Yusuf kembali mencoba berbisnis tapi kembali gagal dan terlilit utang lagi. Cara hidup yang keliru membawa Ustadz Yusuf kembali masuk bui pada 1998.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-On0P2duZOAA/TzZNcyilQeI/AAAAAAAAB7A/8DWz68tAYh0/s1600/ustadz-yusuf-mansur.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Saat di penjara itulah, &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/12/biografi-yusuf-mansur.html"&gt;Ustadz Yusuf&lt;/a&gt; menemukan hikmah tentang shodaqoh. Selepas dari penjara, Ustadz Yusuf berjualan es di terminal Kali Deres. Berkat keikhlasan sedekah pula, akhirnya bisnis Ustadz Yusuf berkembang. Tak lagi berjualan dengan termos, tapi memakai gerobak, Ia juga mulai punya anak buah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup Ustadz Yusuf mulai berubah saat ia berkenalan dengan polisi yang memperkenalkannya dengan LSM. Selama kerja di LSM itulah, Ustadz Yusuf membuat buku &lt;b&gt;Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang&lt;/b&gt;. Buku yang terinspirasi oleh pengalamannya di penjara saat rindu dengan orang tua. Tak dinyana, buku itu mendapat sambutan yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/12/biografi-yusuf-mansur.html"&gt;Ustadz Yusuf&lt;/a&gt; sering diundang untuk bedah buku tersebut. Dari sini, undangan untuk berceramah mulai menghampirinya. Di banyak ceramahnya, ia selalu menekankan makna di balik sedekah dengan memberi contoh-contoh kisah dalam kehidupan nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karier &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/12/biografi-yusuf-mansur.html"&gt;Ustadz Yusuf&lt;/a&gt; makin mengkilap setelah bertemu dengan Yusuf Ibrahim, Produser dari label PT Virgo Ramayana Record dengan meluncurkan kaset Tausiah Kun Faya Kun,&lt;i&gt; The Power of Giving&lt;/i&gt; dan Keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/12/biografi-yusuf-mansur.html" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://4.bp.blogspot.com/-awkouhvaGQU/TgY0KxmbY2I/AAAAAAAABRs/H_ewfNnznYk/s320/ustadz-yusuf-Mansur.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Konsep sedekah pula yang membawanya masuk dunia seni peran. Melalui acara Maha Kasih yang digarap Wisata Hati bersama SinemArt, ia menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan yang didasarkan pada kisah nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/12/biografi-yusuf-mansur.html"&gt;Ustadz Yusuf&lt;/a&gt; juga menggarap sebuah film berjudul &lt;i&gt;KUN FA YAKUUN&lt;/i&gt; yang dibintanginya bersama Zaskia Adya Mecca, Agus Kuncoro, dan Desy Ratnasari. Film ini merupakan proyek pamungkas dari kegiatan roadshow (ceramah keliling) berjudul sama selama Januari-April 2008.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui Wisata Hati, ia menyediakan layanan SMS Kun Fayakuun untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang ada. Ia juga menggagas Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA), sebuah program unggulan dan menjadi laboratorium sedekah bagi seluruh keluarga besar Wisatahati. Donasi dari PPPA digunakan untuk mencetak penghafal Alquran melalui pendidikan gratis bagi dhuafa Pondok Pesantren Daarul Quran Wisatahati.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-vJmi9cwBS5U/TzZHg4UAImI/AAAAAAAAB64/MpvIYU8XFqM/s1600/sedekahyusufmansur.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Meski tak sempat menuntaskan kuliah, Ustadz Yusuf bersama dua temannya mendirikan perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/12/biografi-yusuf-mansur.html"&gt;Ustadz Yusuf&lt;/a&gt; menikah dengan Siti Maemunah dan telah dikaruniai tiga orang anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Facebook Fan Page :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Tanggerang/Yusuf-Mansur-Network/109056501839?v=wall" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.facebook.com/pages/Tanggerang/Yusuf-Mansur-Network/109056501839?v=wall&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Referensi:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://selebriti.kapanlagi.com/indonesia/y/yusuf_Mansur/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://selebriti.kapanlagi.com/indonesia/y/yusuf_Mansur/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.wisatahati.com/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.wisatahati.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-3824433593511126731?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/OkV_xllnMbU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/3824433593511126731?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/3824433593511126731?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/OkV_xllnMbU/biografi-yusuf-mansur.html" title="Biografi Yusuf Mansur" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TKRYQObqiEI/AAAAAAAAA2k/ZoeeliADkQY/s72-c/yusuf+Mansur.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2011/12/biografi-yusuf-mansur.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMFSHY6fCp7ImA9WhVVFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-5733840846329174053</id><published>2011-09-26T11:52:00.000+07:00</published><updated>2012-05-09T07:30:19.814+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-09T07:30:19.814+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="MetroTV" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Presenter" /><title>Biografi Frida Lidwina</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cNWsN5R6iAvJEDHBd9hOwUlBdgc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cNWsN5R6iAvJEDHBd9hOwUlBdgc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cNWsN5R6iAvJEDHBd9hOwUlBdgc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cNWsN5R6iAvJEDHBd9hOwUlBdgc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Frida Lidwina Tanadinata adalah presenter berita Metro TV yang populer. Ia biasa tampil dalam program berita &lt;b&gt;Indonesia Now&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;News Flash&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Metro Malam&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Metro World News&lt;/b&gt; dan beberapa program lainnya. Frida Lidwina&amp;nbsp;lahir di Jakarta, 23 Juni 1974, merupakan anak&amp;nbsp;bungsu dari tiga bersaudara pasangan Egi Kusnadi dan Nellyanti Wijaya. Ia memiliki tinggi 174 cm dan berat 52 kg.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-O476qNZMv4A/Tn_5xCwRibI/AAAAAAAAByA/4vX1GC-MPXY/s1600/frida-lidwina.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Biografi Frida Lidwina&lt;/h2&gt;Sejak duduk di bangku SD, Frida sudah menunjukkan ketertarikannya di bidang jurnalistik sehingga kelak ia mengambil kuliah di bidang tersebut di University of California, Berkeley setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya di BPK Penabur. Selain itu ia juga berhasil meraih gelar master dalam bidang finance di University of Western Australia, Perth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekembalinya ke Indonesia ia sempat bekerja di sebuah perusahaan investasi properti dan mengawali karirnya di bidang jurnalisme sebagai reporter di Trans TV. Tahun 2004, ia bergabung dengan Metro TV. Dalam tahun pertamanya di stasiun TV itu, ia sering turun ke lapangan untuk meliput berbagai peristiwa di tanah air. Tak lama kemudian ia dipercaya untuk memandu acara Sports Corner (SC) atas rekomendasi dari Boy Noya, rekannya sesama presenter di Metro TV. Ia juga terkadang membawa berita dalam Bahasa Inggris dalam program berita tiga bahasa karena kefasihannya dalam bahasa tersebut. Sejak awal 2008, ia menjadi pemandu tetap program Indonesia Now bersama Dalton Tanonaka.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-oszhIMYX4TE/ToAD9yGmX0I/AAAAAAAAByQ/x9TaqyoVC2Q/s400/frida-lidwina-biografi-web-3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;Berawal dari coba-coba, Frida yang tidak punya pengalaman sama sekali di jurnalistik diterima menjadi reporter Metro TV. Setiap hari ia meliput berbagai peristiwa di tanah air. "Belakangan, saya banyak meliput politik. Sampai terakhir kali Konggres Partai, laporan langsung. Banyaklah dari lapangan," kata perempuan yang enggan menyebut identitas suami yang menikahinya sejak 8 tahun lalu itu. Belum sampai satu tahun jadi reporter, Frida langsung dipercaya memandu acara SC. Sebagai seorang jurnalis, kata Frida, ia siap ditempatkan di mana pun dibutuhkan. "Kebetulan saya memang bukan pengamat sepakbola, bola basket, atau olahraga lainnya. Tapi karena memang pekerjaan saya menuntut untuk tahu, mau nggak mau saya harus belajar. Kan kalau di dunia jurnalistik tidak ada yang namanya terpaku pada satu bidang saja. Kita nggak boleh menutup mata terhadap bidang-bidang lain," jelas Frida yang mengaggumi suara emas Titiek Puspa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metro TV bukan tanpa alasan menempatkan Frida di SC. Frida sendiri sejak kecil memang suka berolahraga, seperti renang, jogging, basket, voli, tenis, dan golf. Selain itu karakter program SC dinilai cocok dengan penampilan Frida yang selalu ceria. Bagaimana tidak. Di SC seorang anchor itu dituntut untuk memberi penyegaran dan semangat pada penonton sebelum berangkat kerja atau beraktivitas lainnya. Di samping tentunya menyampaikan informasi-informasi olahraga di dalamnya."Mas Boy Noya tertarik untuk minta saya bawain acara sport juga, bantuin dia. Setelah dilihat cocok juga. Akhirnya dia minta saya untuk jadi anchor tetapnya Sport Corner yang kebetulan baru dibuat Agustus tahun lalu,".Frida menambahkan, pembawaannya yang selalu ceria itu hasil dari manfaat olahraga yang ia lakukan selama ini."Olahraga banyak pengaruhnya ke mood. Kadang kalau lagi kecewa, sedih, merasa kurang percaya diri, bisa hilang setelah olahraga. Mungkin itu karena saya melakukan sesuatu yang baik buat diri saya sendiri sehingga kebawa ke pembawaan, pekerjaan, dan cara bersikap ke orang lain," ujar Frida yang mengaku tertarik menekuni dunia jurnalis setelah nonton film Murphy Brown.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="319" src="http://2.bp.blogspot.com/-xf6u_VyHLxE/ToADzkvOMqI/AAAAAAAAByM/k6OUnq22f40/s400/frida-lidwina-biografi-web-5.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;Saya selalu merasa cantik, bukan karena tampil di teve atau tidak. Tapi semua orang yang bahagia pasti merasa cantik karena dia merasa dihargai orang lain." Melihat waktu kerja Frida yang tidak teratur, Frida tentu harus menjaga staminanya agar tetap fit. Idealnya, kata Frida, tidur teratur, minum vitamin, dan makan makanan bergizi. Selain itu, Frida mengaku doyan sekali mengonsumsi susu, keju, dan vitamin C untuk menambah kalsiumnya. "Susu selalu ada sih di lemari es baik yang low fat atau non fat. Itu sangat sehat di badan," . "Kalau vitamin, saya pasti minum vitamin C serta multivitamin lainnya. Mulai dari A sampai K," lanjutnya. Banyak manfaat yang ia rasakan dari minum vitamin itu. Tubuhnya selalu sehat dan bugar. "Saya jarang sakit. Flu aja jarang kok. Kalau sakit paling migren aja. Itupun karena kebanyakan tidur. Makanya, saya selalu berusaha tidak tidur lebih dari 8 jam. Kalau lebih dari 8 jam, pasti sakit kepala," pungkas Frida sembari menambahkan belakangan ini pola hidupnya sudah lebih teratur ketimbang waktu pertama kali menjadi jurnalis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frida mengaku tak ada keinginan sama sekali untuk berhenti atau pindah dari Metro TV. Soalnya, Frida sudah menemukan kenyamanan di lingkungan kerjanya sekarang. "Memang godaan ada saja tapi kita harus fokus terhadap pekerjaan dan bisa memproyeksikan diri kita seperti apa. Mungkin setiap stasiun memiliki karakter yang beda. Metro TV, misalnya satu-satunya stasiun teve berita di Indonesia. Itulah alasan terkuat saya senang kerja di Metro TV. Salary memang jadi pertimbangan. Tapi ‘kan kepuasan tidak hanya dinilai dari materi, tapi juga suasana kerja yang tercipta. Selama ini saya menemukan kombinasi dari itu semua dan menikmati sekali suasana kerjanya,".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" jika anda tidak sanggup mendengar, jangan berbicara ! tapi jika anda sanggup berbicara.... dengarlah lebih banyak ! " dan : "With great power comes great responsibility.."&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Foto Frida Lidwina&lt;/h2&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-0UWLIgJ1yaE/ToADr0VY0ZI/AAAAAAAAByI/4ltygbQtCkk/s1600/frida-lidwina-biografi-web-1.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-IGvIv2Lfvi4/ToAET-j5PyI/AAAAAAAAByU/XAsJpMYl6Xg/s400/frida-lidwina-biografi-web-4.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-r1JevSp8uiM/ToAEVRw_dHI/AAAAAAAAByY/yNB97kcVoXE/s1600/frida-lidwina-biografi-web-6.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-ncmz9FXowlY/ToAEXfomNvI/AAAAAAAAByc/yiYHpK87HAg/s400/frida-lidwina-biografi-web-7.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/-RUitRMJQDyI/ToAEZP_aciI/AAAAAAAAByg/dC7KUA31meM/s400/frida3.jpeg" width="333" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-5733840846329174053?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/S2Qe36AyubY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/5733840846329174053?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/5733840846329174053?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/S2Qe36AyubY/biografi-frida-lidwina.html" title="Biografi Frida Lidwina" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-O476qNZMv4A/Tn_5xCwRibI/AAAAAAAAByA/4vX1GC-MPXY/s72-c/frida-lidwina.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2011/09/biografi-frida-lidwina.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A08BQ38yfSp7ImA9WhdVEEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-645767853595509106</id><published>2011-09-15T11:10:00.000+07:00</published><updated>2011-09-15T11:10:52.195+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-15T11:10:52.195+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="MetroTV" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Presenter" /><title>Biografi Najwa Shihab</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NW7ko_si_uKML-IV4nSYKW56fSc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NW7ko_si_uKML-IV4nSYKW56fSc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NW7ko_si_uKML-IV4nSYKW56fSc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NW7ko_si_uKML-IV4nSYKW56fSc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Najwa Shihab&lt;/b&gt; adalah salah satu wartawan atau reporter populer Metro TV yang kemudian menjadi presenter atau pembawa acara Metro TV. Najwa lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 16 September 1977. Acara yang dipandu oleh Najwa antara lain menjadi anchor program berita prime time &lt;b&gt;Metro Hari Ini&lt;/b&gt; dan program talk show &lt;b&gt;Today's Dialogue&lt;/b&gt;. Najwa adalah puteri kedua &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2010/10/biografi-quraish-shihab.html"&gt;Quraisy Shihab&lt;/a&gt;, Menteri Agama era Kabinet Pembangunan VII. Nana menikah dengan &lt;b&gt;Ibrahim Assegaf&lt;/b&gt;, dan sudah memiliki satu orang anak laki-laki yang akrab dipanggil &lt;b&gt;Izzat&lt;/b&gt;. Najwa Shihab sendiri akrab dengan panggilan &lt;b&gt;Nana&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-VrXuoH_ySq0/TnFuztBC3UI/AAAAAAAABwk/o9JuE0AU97s/s1600/najwa-shihab.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Biografi Najwa Shihab&lt;/h2&gt;Najwa adalah alumni &lt;a href="http://www.rumus.web.id/2011/05/alamat-universitas-indonesia.html"&gt;Fakultas Hukum UI&lt;/a&gt; tahun 2000. Semasa SMA ia terpilih mengikuti program AFS, yang di Indonesia program ini dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya, selama satu tahun di Amerika Serikat. Merintis karier di RCTI, tahun 2001 ia memilih bergabung dengan &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2010/10/biografi-surya-paloh.html"&gt;Metro TV&lt;/a&gt; karena stasiun TV itu dinilai lebih menjawab minat besarnya terhadap dunia jurnalistik.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Penghargaan yang diraih Najwa Shihab&lt;/h2&gt;Pada tahun 2005, ia memperoleh penghargaan dari PWI Pusat dan PWI Jaya untuk lapora-laporannya dari Aceh, saat bencana tsunami melanda kawasan itu, Desember 2004. Liputan dan laporannya dinilai memberi andil bagi meluasnya kepedulian dan empati masyarakat luas terhadap tragedi kemanusiaan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Najwa tiba di Aceh pada hari-hari pertama bencana, menjadi saksi mata kedahsyatan musibah itu, berada di tengah tumpukan mayat yang belum terurus, dan menjadi saksi pula betapa pemerintah tidak siap menghadapinya. Tak heran beberapa laporan live-nya amat emosional. Meski demikian ia tidak kehilangan daya kritis dan ketajamannya, kendati orang yang dianggap paling bertanggung jawab atas penanganan pasca-bencana adalah Alwi Shihab, Menko Kesra waktu itu, yang tak lain adalah pamannya. Pakar komunikasi UI, Effendi Ghazali yang terkesan dengan laporan-laporannya, menyebut fenomena itu sebagai &lt;b&gt;Shihab vs. Shihab&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-KDbH7ZRctr4/TnFxB0kuQfI/AAAAAAAABww/wCDvsQ2hSuA/s1600/najwa-shihab-biografi-12.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Tahun 2006 ia terpilih sebagai Jurnalis Terbaik Metro TV, dan masuk nominasi Pembaca Berita Terbaik Panasonic Awards. Pada tahun yang sama, bersama sejumlah wartawan dari berbagai negara, Najwa terpilih menjadi peserta Senior Journalist Seminar yang berlangsung di sejumlah kota di AS, dan menjadi pembicara pada Konvensi Asian American Journalist Association.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 2007, pengakuan terhadap profesionalisme Najwa tidak hanya datang dari dalam negeri, tapi juga manca negara. Terbukti, selain kembali masuk nominasi Pembaca Berita Terbaik Panasonic Awards, ia juga masuk nominasi (5 besar) ajang yang lebih bergengsi di tingkat Asia, yaitu Asian Television Awards untuk kategori Best Current Affairs/Talkshow presenter. Pengumuman pemenang dilangsungkan bulan November 2007 di Singapura. Jika pada Panasonic Awards pemenang dipilih dari jumlah sms terbanyak, maka penentuan pemenang pada Asian TV Awards dilakukan oleh panel juri yang beranggotakan TV broadcaster senior dari berbagai negara di Asia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu acara yang dipandu Najwa Shihab dan cukup membekas di benak publik, adalah debat kandidat Gubernur DKI Jakarta. Debat yang mempertemukan pasangan Fauzi Bowo-Priyanto dan Adang Daradjatun-Dani Anwar itu diselenggarakan oleh KPUD DKI Jakarta, disiarkan secara langsung oleh Metro TV dan Jak TV. Najwa terpilih sebagai pemandu debat menyisihkan sejumlah &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/06/8-tips-menjadi-pembicara-berpengaruh.html"&gt;pembawa acara&lt;/a&gt; yang diseleksi KPUD DKI Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="321" src="http://4.bp.blogspot.com/-46AI0b1YbRk/TnFxGgXA2zI/AAAAAAAABw0/8ouuPOn2akk/s400/najwa-shihab-biografi-7.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;Kendati telah memutuskan untuk total di dunia jurnalistik dan TV broadcast, Najwa terus menerus berupaya memperkuat dan memperkaya wawasan keilmuannya. Awal 2008 mendatang dia akan terbang ke Australia sebagai peraih Full Scholarship for Australian Leadership Awards. Ia akan mendalami hukum media.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 2010, kembali Najwa Shihab masuk sebagai nominasi Presenter Berita Terbaik Panasonic Awards. Walaupun pada akhirnya Putra Nababan lah sebagai pemenangnya.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Tokoh yang pernah diwawancarai Najwa Shihab&lt;/h2&gt;Najwa termasuk wartawan yang pertama mewawancarai &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2010/10/biografi-susilo-bambang-yudhoyono.html"&gt;Presiden SBY&lt;/a&gt;, tidak lama setelah pelantikan. Hampir semua tokoh politk nasional pernah ia wawancarai. Tokoh manca negara yang pernah ia wawancarai, antara lain adalah mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-GBO_40d2vRg/TnFxaZxN-EI/AAAAAAAABw8/RH__y5RcBL8/s1600/najwa-shihab-biografi-3.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;Najwa Shihab Raih Young Global Leader Award&lt;/h2&gt;Presenter Najwa Shihab dari MetroTV meraih penghargaan &lt;b&gt;Young Global Leader (YGL) 2011&lt;/b&gt; dari World Economic Forum (WEF) yang berkedudukan di Geneva, Swiss.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penghargaan YGL diberikan WEF setiap tahun terhadap para profesional muda berusia di bawah 40 tahun dari seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ribuan kandidat diseleksi secara ketat oleh sebuah Komite Seleksi yang diketuai Ratu Rania Al Abdullah dari Yordania. Najwa Shihab terlilih sebagai YGL 2011 setelah Komite Seleksi melakukan penyaringan yang sangat ketat terhadap ribuan profesional muda di berbagai disiplin ilmu dan profesi, dari seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam surat yang ditandatangani oleh Executive Chairman The Forum of Young Global Leaders, Klaus Schwab dan  Senior Director Head of The Forum of Young Global Leaders, David Aikman, Najwa Shihab terpilih sebagai YGL 2011 karena pencapaian profesional, komitmen terhadap masyarakat dan kontribusinya yang potensial dalam membentuk masa depan dunia dengan kepemimpinannya yang memberi inspirasi terhadap kaum muda lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pencapaian itu, Najwa Shihab diundang untuk menjadi anggota aktif dari The Forum of Young Global Leaders. Forum ini merupakan jaringan profesional muda pilihan dari seluruh dunia yang diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan bagi penyelesaian masalah global.  Najwa Shibab bergabung dengan Metro TV sebagai news presenter sejak 2000 dan kini ia menjadi anchor program Mata Najwa.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Najwa Shihab Tak Berkerudung&lt;/h2&gt;TAK SULIT menjumpai Najwa Shihab. Hampir saban hari dia muncul di stasiun &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2010/10/biografi-surya-paloh.html"&gt;MetroTV&lt;/a&gt;. Selama kariernya di televisi itu, yang paling mengharukan saat Nana, sapaan karibnya, melaporkan kondisi Aceh pasca-Tsunami akhir Desember lalu. Awal mula dia memberi laporan, meski tampak tegar tapi akhirnya tak kuasa menahan linangan air mata. Nana menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat bertolak ke Aceh, 27 Desember, Nana berniat menggelar talkshow Today’s Dialog di sana. Nana, yang juga co-produser program itu, sebenarnya telah mempersiapkan talkshow lengkap dengan krunya. Tapi, karena keterbatasan sarana, hari pertama Nana melaporkan hasil liputannya cuma via telepon. Laporan langsung lewat satelit baru bisa dilakukannya hari kedua.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-tVjRo-3TCJc/TnFxPovcGUI/AAAAAAAABw4/ftST4CvRpT4/s1600/najwa-shihab-biografi-14.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Turun dari pesawat rombongan wakil presiden di Blang Bintang, Banda Aceh, Nana belum merasakan atmosfer kematian. Dia mencium bau anyir darah baru setelah sampai di Lambaro, Aceh Besar. Di daerah inilah dia melaporkan kondisi yang dia lihat. Mayat-mayat berserakan. Orang yang masih hidup pun terlihat bingung. Mereka mencari keluarga dan sanak saudara. Nana mengatakan, belum pernah melihat orang sedemikian putus asa. Saat itulah Nana melakukan reportase diiringi tangisan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sana Nana hanya lima hari. Tanggal 31, bersama rombongan wakil presiden dia kembali ke Jakarta. Pekan pertama setelah peristiwa, dia belum mendengar isu kristenisasi. “Isu kristenisasi setelah saya di sini, waktu saya di sana tidak terdengar. Memang ada Worldhelp yang konon mengajak anak-anak keluar Aceh,” ungkap putri kedua &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2010/10/biografi-quraish-shihab.html"&gt;Quraish Shihab&lt;/a&gt; itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sana, kata Nana, banyak sekali isu yang berkembang, karena tak ada komando, tak ada pusat informasi yang jelas. Komunikasi lumpuh. Jadi orang gampang sekali diprovokasi oleh berbagai isu. Menurut dia, kalau memang kristenisasi ada itu sangat tercela. Dalam kondisi darurat orang masih sempat mengurusi agama. “Tapi saya percaya, orang Aceh tidak semudah itu berubah keyakinan, hanya karena diberi bantuan,” ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
LIPUTAN lima hari itu tak sia-sia. Berkat liputannya itu, pada 2 Februari 2005 lalu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya memberi penghargaan PWI Jaya Award. Menurut sekretaris PWI Jaya Akhmad Kusaeni, liputan Nana dan presenter teve-teve lain betul-betul telah membuat Indonesia menangis.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="306" src="http://2.bp.blogspot.com/-oERv4Jk8c-4/TnFxjyD4XuI/AAAAAAAABxA/d-a-scKSVqU/s400/najwa-shihab-biografi-5.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;Bukan hanya PWI Jakarta yang menganugerahi Nana, pada Hari Pers Nasional (HPN) yang dilangsungkan di Pekanbaru, Riau 9 Februari lalu, Nana meraih penghargaan HPN Award. PWI pusat menilai, Najwa Shihab adalah wartawan pertama yang memberi informasi tragedi tsunami secara intensif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pujian untuk Nana pun meluncur dari pakar komunikasi dari &lt;a href="http://www.rumus.web.id/2011/05/alamat-universitas-indonesia.html"&gt;Universitas Indonesia&lt;/a&gt;, Effendy Gazali. Dia menyitir judul film drama komedi terkenal Amerika, Kramer Vs Kramer yang dianalogikannya menjadi &lt;b&gt;“Shihab Vs Shihab”&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shihab pertama adalah &lt;b&gt;Najwa Shihab&lt;/b&gt;, kedua Alwi Shihab, yang masih punya hubungan saudara dengan Nana. “Najwa mengkritik penanganan bencana yang dilakukan pemerintah yang diwakili oleh Menko Kesra &lt;b&gt;Alwi Shihab&lt;/b&gt;,” kata Effendy Ghazali. Dalam reportasenya, Najwa menyampaikan bahwa bantuan terlambat dan tak terkoordinasi, sementara mayat-mayat bergelimpangan tidak tertangani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shihab Vs Shihab”, kata Effendy, untuk menggambarkan bagaimana Najwa Shihab sebagai wartawan tetap garang dalam menyuarakan kepentingan publik dan korban tsunami di Aceh.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;WANITA kelahiran 16 september 1977 ini hidup dalam keluarga religius. Nana kecil, saat di Makasar, sudah masuk TK Al-Quran. Dia masih ingat betul, kalau melakukan kesalahan, sang guru memukulnya dengan kayu kecil. Sekolah Dasar di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah (1984-1990), lalu SMP Al-Ikhlas, Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada 1990-1993. Aktivitas sampai SMU, dipimpin ibunya, Nana dengan lima orang saudaranya sejak magrib harus ada di rumah. “Jadi berjamaah magrib, ngaji Al-Quran, lalu ratib Haddad bersama. Itu ritual keluarga sampai saya SMU.” Setelah kuliah, karena banyak kegiatan, Nana baru boleh keluar setelah magrib.&lt;/blockquote&gt;Keluarganya memang sangat memprihatikan faktor &lt;a href="http://www.rumus.web.id/2011/07/sekolah-untuk-apa-untuk-apa-sekolah.html"&gt;pendidikan&lt;/a&gt;. “Pendekatan pendidikan di keluarga tidak pernah dengan cara-cara yang otoriter. Saya rasa itu sangat mempengaruhi, bagaimana pola didik orang tua ke anak akan mempengaruhi perilaku,” ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendidikan, bagi keluarga Shihab, adalah nomor wahid, tidak bisa ditawar-tawar. Dulu waktu kelas dua SMU, Nana dapat kesempatan AFS (America Field Service), program pertukaran pelajar ke Amerika. Sempat keluarga menolak karena harus melepas selama setahun anak cewek yang baru usia 16 tahun tinggal di keluarga asuh. “Sempat terjadi perdebatan keluarga. Waktu itu yang paling mendukung ayah saya. Apa pun untuk pendidikan akan diperbolehkan, dalam usia itu pun beliau sudah memberikan kepercayaan, walaupun di sana dia sudah dibekali agama, mereka percaya shalatnya tidak akan ditinggal. Dan alhamdulillah saya bisa menjaga kepercayaan itu,” cerita Nana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2010/10/biografi-quraish-shihab.html"&gt;Quraish Shihab&lt;/a&gt;, pakar tafsir itu, bagi Nana, adalah sosok bapak yang santai. “Seneng joke-joke Abu Nawas, ketawa-ketawa,” kisahnya. Jadi beliau, kata Nana, membebaskan pilihan kepada anak-anaknya untuk &lt;a href="http://www.rumus.web.id/2011/07/sekolah-untuk-apa-untuk-apa-sekolah.html"&gt;sekolah&lt;/a&gt; ke mana saja.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-yL4YekiwYS0/TnFxsJmyH7I/AAAAAAAABxE/G_gPeuiE-5s/s1600/najwa-shihab-biografi-9.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Tidak hanya persoalan pendidikan, kebebasan juga diberikan oleh sang bapak untuk menentukan pasangan hidupnya. “Bahkan saat saya memutuskan untuk nikah muda, 20 tahun, ayah memberi kepercayaan. Bagi beliau yang penting kuliah selesai.” Menjelang pernikahan, kata Nana, keluarga sempat ragu, tapi karena pengalaman kakak yang nikah saat usia 19 tahun akhirnya diizinkan. Tapi sebelum itu mereka sekeluarga umroh dulu. “Di sana ayah bertanya, ‘udah mantep?’ saya jawab, ‘udah’. Ya sudah diizinkan,” tutur Nana.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;KENDATI dalam keluarga religius, soal pakai jilbab tak menjadi keharusan. Menurut Nana, kalau orang pakai jilbab itu bagus, kalau tak berjilbab juga tidak apa-apa. “Saya sih seperti itu dan saya percaya itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena memang, kata Nana, alasan ayahnya yang lebih penting adalah terhormat. Karena bukan berarti yang berjilbab tidak terhormat dan yang berjilbab sangat terhormat, karena kan masih banyak interpretasi tentang hal itu. Menurut Nana, yang penting tampil terhormat dan banyak cara untuk terhormat selain dengan jilbab. “Tidak pernah ada keharusan untuk berjilbab,” ucapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cara berpakaian seperti itu, kata Nana, tak pernah ada yang komplain. “Karena mungkin melihat ayah, kalau ditanya orang pendapatnya membolehkan, membebaskan berjilbab atau tidak. Jadi banyak alasan dari ayah saya. Kalau ada yang komplain, paling pas bercanda. Dan saya selalu bilang: ya insyaallah mudah-mudahan suatu saat. Yang pasti hatinya berjilbab kok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nana kagum pada yang pakai jilbab dan menutup aurat. Dia ingin juga pakai jilbab, mungkin suatu saat. “Sampai saat ini saya tidak merasa ada kewajiban atau beban untuk berjilbab,” katanya, “Karena sejauh saya bisa menjalankan kewajiban saya sebagai muslimah tidak masalah berjilbab atau tidak.”&lt;/blockquote&gt;Meski kini ada rekan reporter yang mengenakan jilbab, Nana tidak terpengaruh. Sampai saat ini, dia merasa apa yang dilakukannya sudah berada pada jalur yang benar. Kalau nanti ada hidayah lebih lanjut, atau kemantapan memakai jilbab, tanpa ragu Nana akan memakainya. “Apa yang dilakukan orang kan bukan berarti kita akan terpengaruh. Kalau sekarang ada yang berjilbab kemudian saya ikut. Menurut saya, rugi kalau berjilbab alasannya itu,” ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembaca bisa berinteraksi dengan Najwa Shihab via Facebook dan Twitter&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.najwashihab.com/"&gt;http://www.najwashihab.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://twitter.com/najwashihab"&gt;Twitter Najwa Shihab&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/najwas3"&gt;Facebook Najwa Shihab&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Najwa Shihab memang reporter yang sering tampil di Metro TV. Kadang Najwa berperforma buruk dan menuai kritik, tapi secara garis besar, najwa adalah pembawa acara yang berprestasi dan profesional.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Foto Najwa Shihab&lt;/h2&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="318" src="http://1.bp.blogspot.com/-zvNgfTrGors/TnFvYNEsOMI/AAAAAAAABwo/nDVzewWgFbY/s400/najwa-shihab-biografi-6.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="302" src="http://3.bp.blogspot.com/-t0S3IrxqPTU/TnF2TVX4HSI/AAAAAAAABxM/yJSl-hCpexE/s400/najwa-shihab-biografi-15.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-4Ocud8bgybI/TnF2T62dXLI/AAAAAAAABxQ/lyx0HFOmuKs/s400/najwa-shihab-biografi-11.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-h0iJJ5zaBRM/TnF2UPCkSOI/AAAAAAAABxU/ryCTMdHlxhs/s400/najwa-shihab-biografi-13.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://1.bp.blogspot.com/-ILi3AeykkIk/TnF2UmQVqjI/AAAAAAAABxY/0G6aZKYH8Vc/s400/najwa-shihab-biografi-1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-fTujzqZjD0k/TnF2VI5HKPI/AAAAAAAABxc/ryafs-kRnkU/s400/najwa-shihab-biografi-2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-WnUNVPIxThs/TnF2VQhX48I/AAAAAAAABxg/Nqo8h5KM70E/s400/najwa-shihab-biografi-4.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/-gaI1zGdztlY/TnF2V7LmEaI/AAAAAAAABxk/RZ66gAB9k1w/s400/najwa-shihab-biografi-8.jpg" width="266" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Gdtvd9hklmM/TnF2WacBEfI/AAAAAAAABxo/swNmfy5YXdU/s1600/najwa-shihab-biografi-16.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-645767853595509106?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/McUSQCjI8Vc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/645767853595509106?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/645767853595509106?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/McUSQCjI8Vc/biografi-najwa-shihab.html" title="Biografi Najwa Shihab" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-VrXuoH_ySq0/TnFuztBC3UI/AAAAAAAABwk/o9JuE0AU97s/s72-c/najwa-shihab.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2011/09/biografi-najwa-shihab.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcERHY9cCp7ImA9WhdWGEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-6266622612558521304</id><published>2011-09-13T07:00:00.000+07:00</published><updated>2011-09-13T07:00:05.868+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-13T07:00:05.868+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Presenter" /><title>Biografi Githa Nafeeza</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k0yfuQ3uAzl2qb5M9KDsYyNFU7A/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k0yfuQ3uAzl2qb5M9KDsYyNFU7A/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k0yfuQ3uAzl2qb5M9KDsYyNFU7A/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k0yfuQ3uAzl2qb5M9KDsYyNFU7A/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Githa Nafeeza&lt;/b&gt; adalah seorang penyiar cantik yang populer di Metro TV. Githa lahir di Bogor pada tanggal 19 Oktober 1980 dan memiliki nama asli &lt;b&gt;Githa Asterita.&lt;/b&gt; Bersekolah di SD Priangan, SMP S.I.I.P, dan SMA 5 Bandung. Ia menamatkan jenjang S1-nya di jurusan Hubungan Internasional Universitas Parahyangan, Bandung. Kemudian saat ini sedang meneruskan pendidikan di Magister Manajemen Bisnis Eksekutif, Prasetiya Mulya Business School, Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-S6cknSi820Q/Tm5thh0qaKI/AAAAAAAABvk/JcJZq_HX-FA/s1600/Githa-Nafeeza.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Biografi Githa Nafeeza Penyiar Metro TV&lt;/h2&gt;Ia memilih terjun serius dalam broadcast karena menurutnya memang di sinilah jiwanya. Dalam perjalanan karier cukup banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun menurutnya semua tantangan tersebut justru menjadi pemicu untuk membuktikan bahwa ia mampu untuk mengalahkan semua permasalahan yang ada. Sikap pantang menyerah atas segala tantangan yang dihadapinya tercermin pada motto hidupnya yaitu&lt;b&gt; "Never give up to any condition... live to the fullest"&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memulai terjun ke dunia broadcast pada tahun 2001 saat menjadi announcer pada Radio Ardan, Bandung sampai dengan tahun 2003. Kemudian ia melanjutkan karier broadcasting-nya di MQTV pada kurun waktu 2004-2005 sebagai pembawa acara. Baru pada tahun 2006 ia masuk ke stasiun TV nasional yaitu Trans TV. Di stasiun Trans TV tersebut ia merasakan pengalaman yang luar biasa dengan menjadi reporter yang harus keliling Indonesia untuk meliput keunikan yang ada di bumi Nusantara. Selain menjadi reporter, ia juga membawakan beberapa program berita di stasiun TV tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-EFT1CvyZH8E/Tm5vXEhvUeI/AAAAAAAABvw/wfoVkvGlUvo/s1600/Githa-Nafeeza-biografi-web-6.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Mulai Februari 2008 ia pindah ke stasiun khusus berita pertama di Indonesia yaitu Metro TV. Di Metro TV ia menjadi pembawa acara beberapa acara Talk Show seperti Public Corner, The Interview dan Special Dialogue. Selain itu ia juga menjadi reporter acara-acara khusus di Metro TV seperti We Do Green Concert. Kemudian pernah juga ia membawakan program sport news khusus Golf bulanan yaitu Metro Golf.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Karier Githa Nafeeza di dunia broadcast&lt;/h2&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Radio Ardan, Bandung, Announcer (2001-2003)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;MQTV, Bandung, Pembawa acara (2004-2005)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Trans TV, Jakarta, Pembawa acara, Reporter (2006-2008)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Metro TV, Jakarta, pembawa acara &amp;amp; Host Talkshows, (2008-Sekarang)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h2&gt;Prestasi Githa Nafeeza&lt;/h2&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Finalis Wajah Femina 2001&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Juara 2 Putri Indonesia (Jawa Barat) 2004&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Juara Favorit Putri Indonesia (Jawa Barat) 2004&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Juara 2 Ramli Model Indonesia (Jawa Barat) 2004&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h2&gt;Githa Nafeeza di bidang Modelling dan fotografi&lt;/h2&gt;Jauh sebelum dikenal orang sebagai pembawa acara berita, Githa pernah menekuni dunia modelling. Hal itu dimulai saat ia terpilih menjadi salah satu finalis Wajah Femina tahun 2001. Kemudian ia bekerja sebagai model profesional di grup majalah penyelengara kontes Wajah Femina tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain menjadi finalis Wajah Femina, Githa juga pernah menjadi juara 2 Ramli Model Indonesia (Jawa Barat) tahun 2004. Kemudian ia juga menjadi runner up Putri Indonesia tingkat provinsi Jawa Barat pada tahun yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-PQv3v73Jwi4/Tm5vhv_YBpI/AAAAAAAABv0/ppYPUaYlsZc/s400/Githa-Nafeeza-biografi-web-1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;Tidak hanya suka menjadi obyek bidikan kamera. Githa juga sangat menyukai fotografi. Menurut pendapatnya fotografi itu tentang sensitifitas dan kepekaan hati dlm melihat sesuatu dan meng-capture-nya dalam sebuah bingkai foto. Foto yang bagus adalah foto yg bisa membuat mata kita tertegun lama, dan hati serta jantung kita tersentuh terbangkitkan baik emosi maupun spiritual kita.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Githa Nafeeza di Trans TV&lt;/h2&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Reportase Pagi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Reportase Sore&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Reportase Malam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Reportase Liburan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Reportase Akhir Pekan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Reportase Minggu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jelang Sore&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h2&gt;Githa Nafeeza di Metro TV&lt;/h2&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Public Corner&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;The Interview&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Special Dialogue&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Let's Go Green&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;The Ultimate Swing Metro Golf&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Save Our Nations Through MDGs&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Para penggemar Githa Nafeeza bisa berkomunikasi via Facebook dan Twitter Githa Nafeeza disini&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/people/Githa-Nafeeza/1117132127"&gt;Facebook Githa Nafeeza&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://twitter.com/githanafeeza"&gt;Twitter Githa Nafeeza&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Foto Githa Nafeeza&lt;/h2&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-hvw_Op9xERs/Tm5u8-F5gMI/AAAAAAAABvs/rEqDkz6Cpz0/s400/Githa-Nafeeza-biografi-web-5.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-BJ1roKnJFC4/Tm5vt929IZI/AAAAAAAABv4/m1FKX_aKzUw/s1600/220px-Githa_Nafeeza1.JPG" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://3.bp.blogspot.com/-GU5s8TDSeT8/Tm5vvbFKupI/AAAAAAAABv8/nbNA-mc-Sq4/s320/Githa-Nafeeza-biografi-web-3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-83tqcv7zohk/Tm5vw7nVXVI/AAAAAAAABwA/I2B51wlAtyQ/s1600/Githa-Nafeeza-biografi-web-4.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-3elEu1QhjmA/Tm5vypN3BUI/AAAAAAAABwE/M79UF9QhZvk/s400/Githa-Nafeeza-biografi-web-7.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-UgMfQpWCLU4/Tm5v0Y1h9cI/AAAAAAAABwI/kdi00xfjQ58/s1600/Githa-Nafeeza-biografi-web-8.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-4ZdRXokp1ec/Tm5v2loZAdI/AAAAAAAABwM/ZWzqZuYvJUc/s1600/Githa-Nafeeza-biografi-web-2.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-wPOpNDSgzeo/Tm5xCuX9zUI/AAAAAAAABwU/sQwcZnBymnQ/s320/Githa-Nafeeza-biografi-web-11.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-giZFW5qEQus/Tm5xEIt2ZYI/AAAAAAAABwY/lmxk01N9FNU/s1600/Githa-Nafeeza-biografi-web-10.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-aC31PBy7xjY/Tm5xF7ieyLI/AAAAAAAABwc/19vPmlNulck/s1600/Githa-Nafeeza-biografi-web-9.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-6266622612558521304?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/WsHOeaJzCK4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/6266622612558521304?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/6266622612558521304?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/WsHOeaJzCK4/biografi-githa-nafeeza.html" title="Biografi Githa Nafeeza" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-S6cknSi820Q/Tm5thh0qaKI/AAAAAAAABvk/JcJZq_HX-FA/s72-c/Githa-Nafeeza.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2011/09/biografi-githa-nafeeza.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEIDSHs7eyp7ImA9WhdWF0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-3692165675477972571</id><published>2011-09-12T03:18:00.002+07:00</published><updated>2011-09-12T03:22:59.503+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-12T03:22:59.503+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="MetroTV" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Presenter" /><title>Biografi Fifi Aleyda Yahya</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vAUIYNTLqYvqehmBdRUJeGUk8L4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vAUIYNTLqYvqehmBdRUJeGUk8L4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vAUIYNTLqYvqehmBdRUJeGUk8L4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vAUIYNTLqYvqehmBdRUJeGUk8L4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Fifi Aleyda Yahya&lt;/b&gt; adalah presenter Metro TV yang sangat populer. Salah satu program acara yang dibawakan Fifi di MetroTV adalah Suara Anda. Fifi Aleyda yahya lahir di Jakarta pada 1 April 1973,&amp;nbsp;anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Syamsuddin Yahya SE dan Andi Mutiara.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-qgGN06HqoVk/Tm0S8Xt0AHI/AAAAAAAABvA/lX_Nv7WPuN4/s1600/Fifi-Aleyda-Yahya-biografi.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Biografi Fifi Aleyda Yahya Presenter MetroTV&lt;/h2&gt;&lt;b&gt;Smart and beautiful&lt;/b&gt;. Kecerdasan dan kecantikan menyatu dalam diri dan pribadi &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/09/biografi-fifi-aleyda-yahya.html"&gt;Fifi Aleyda Yahya&lt;/a&gt;. Bukannya menjadi model dan artis, mantan none Jakarta 1995 ini malah memilih jurnalis sebagai profesinya. Sebuah keputusan yang berani. Sejauh mana ia menikmati pekerjaan yang penuh tantangan ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fifi Aleyda Yahya sejak kecil sudah terbiasa berbicara dalam bahasa Inggris. Ayahnya adalah seorang diplomat yang bekerja sebagai staf &lt;b&gt;Departemen Luar Negeri&lt;/b&gt;, membuat Fifi pada usia lima tahun sudah ikut serta orangtua hijrah ke Kuwait. Selama empat setengah tahun Fifi menetap di negeri kaya minyak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu ia mulai sering berjalan-jalan ke luar negeri sesuai dengan tempat dinas sang ayah. Fifi sempat kembali ke Jakarta, dan sekolah di &lt;b&gt;SMPN 155 Jakarta&lt;/b&gt;, namun itupun hanya dua tahun saja. Setelah itu Fifi berangkat lagi ke &lt;b&gt;Islamabad, Pakistan&lt;/b&gt; sampai akhirnya menamatkan sekolah lanjutan tingkat atas di sana. Tahun 1990, setelah kembali di tanah air, &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/09/biografi-fifi-aleyda-yahya.html"&gt;Fifi&lt;/a&gt; memilih pendidikan di &lt;b&gt;Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Universitas Trisakti Jakarta&lt;/b&gt;. Setamat dari sana, ia malah menekuni dunia jurnalistik sampai sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="272" src="http://2.bp.blogspot.com/-cPEyh_h_KoI/Tm0VVe4D1wI/AAAAAAAABvI/AUrmc2QluIM/s400/fifi-aleyda-yahya-biografi-web-2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;Keterampilan berbicara di depan umum sudah dilatihnya semenjak masih SMA. Ayahnya terbilang sering mengajarkan ilmu public speaking pada wanita kelahiran Jakarta 1 April 1973 ini. Saat masih kuliah, Fifi termasuk anggota debat pendapat yang hebat dalam bahasa Inggris, mewakili kampusnya berlaga dengan universitas lainnya dan berhasil meraih juara. Fifi juga Pernah mewakili kampusnya mengikuti International Student Conference di Nagoya, Jepang. Saat itu Fifi berdiskusi dengan peserta lain membahas masalah lingkungan hidup. Berikut petikan wawancaranya dengan majalah ME.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kenapa Anda tertarik menggeluti dunia jurnalistik?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat masih kuliah, saya ikut menjadi press liaison pada APEC di Bogor. Dari sinilah saya tertarik dengan dunia jurnalistik. Saat itu saya melihat para jurnalis dari berbagai dunia berkumpul dan meliput berbagai kegiatan APEC di Jakarta dan Bogor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Siapa yang pertama kali memperkenalkan Anda terhadap dunia jurnalistik, dan dari mana belajar jurnalistik?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Setelah APEC saya banyak kenal dengan beberapa orang media termasuk dari TVRI, yang mengajak saya untuk mencoba melamar ke TVRI. Ikut test, eh ternyata lulus. Di TVRI saya bergabung dengan program bahasa Inggris di TVRI. Di tahun 1996, saya ikut diklat selama dua bulan dan mendapatkan pendidikan jurnalistik formal pertama. Lulus diklat, saya ikut liputan. Pada saat bersamaan, saya mendapat kesempatan siaran pertama. Di tengah itu, tahun 1997, saya juga bekerja di perusahaan telekomunikasi Australia, Telstra. Terakhir sebagai Corporate Communications Manager sebelum saya pindah ke Metro TV. Saat bekerja di Telstra, malamnya saya ke TVRI atau siaran pagi pas akhir pekan. &lt;b&gt;Saya menjalani dua profesi selama kurang lebih empat tahun.&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;Apa alasan Anda pindah, dan menjadikan Metro TV sebagai pelabuhan, bukannya masih banyak televisi swasta lain?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat saya hamil saya memutuskan untuk fokus di satu bidang agar tidak terlalu lelah dan lebih terarah. Saya &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/07/6-tips-mudah-mencari-pekerjaan.html"&gt;melamar pekerjaan&lt;/a&gt; ke &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2010/10/biografi-surya-paloh.html"&gt;Metro TV&lt;/a&gt;, di-test dan langsung diterima. Prosesnya sangat cepat. Alasan saya ke MetroTV, karena Metro TV televisi berita.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-r5nJGBcWH7U/Tm0WhP-FlhI/AAAAAAAABvU/MvnVKRVbtUw/s400/fifi-aleyda-yahya-biografi-web-1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bagaimana pengalaman Anda pertama kali siaran? Apa mengalami masalah, misalnya gemetar dan grogi?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya memang sangat grogi. Kalau ingat pengalaman pertama siaran dulu, wah jadi geli sendiri. Begitu nervous-nya, saya jadi susah konsentrasi dan baca prompter-nya jadi berantakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Anda berasal dari keluarga diplomat, tidak tertarik mengikuti jejak orang tua?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Papa dan mama dari dulu selalu membiasakan saya untuk ambil keputusan sendiri, termasuk buat sekolah dan karier. Makanya ketika memilih karier sebagai jurnalis, saya tidak menemui larangan dari orangtua. Sebelum saya memutuskan menjadi junalis, mereka memberikan pertimbangan-pertimbangan, tapi saya tetap pada keputusan semula yaitu menjadi wartawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sebenarnya apa sih harapan orangtua terhadap diri Anda?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang jelas harus bisa menjadi orang yang bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan. Melakukan tugas yang mulia sehingga dalam hidup kita tidak terlalu banyak melakukan hal-hal yang sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Selama ikut tugas orangtua ke berbagai belahan dunia, negara mana yang paling berkesan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Kuwait. Saya disana sejak TK hingga kelas 5 SD. Yang paling saya ingat dari Kuwait adalah pantainya dan acara rutin memancing dengan kapal di laut bersama keluarga. Senang banget kalau ingat itu semua. Saya juga ingat piknik di padang pasir yang dingin. Selebihnya, Kuwait adalah kota yang sangat modern dengan berbagai makanan yang enak mulai dari swarma (daging panggang diiris tipis-tipis dan dimakan dengan roti) yang lezat, makanan tradisional yang bervariasi sampai kedai hotdog dan hamburger yang populer. Saya jatuh cinta dengan masakan Pakistan dan India saat tinggal di sana. Sampai saat ini saya masih sebagai penyuka makanan itu. Apalagi, di Jakarta banyak pilihan kalau kangen. Makanan favorit saya adalah ayam tandoori, ayam tikka, dal dan raita. Tentunya dengan roti nan yang hangat, tidak lupa chai-nya (teh susu). He he.., kenangan terindah tentang Pakistan adalah makanannya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dari kecil Anda berpindah-pindah tempat tinggal, bagaimana cara menyesuaikan diri?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai anak pertama dari dua bersaudara dan satu-satunya perempuan, saya harus dapat cepat beradaptasi. Karena sering pindah negara maka kita jadi relatif mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, termasuk lingkungan sekolah. Berhubung masih kecil, kadang-kadang di lingkungan sekolah baru sering sulit beradaptasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terpilihnya &lt;b&gt;Fifi Aleyda Yahya&lt;/b&gt; sebagai None Jakarta 1995/1996 semakin memperkaya pengalamannya. Pada malam final pemilihan None Jakarta, ia diminta juri untuk menceritakan permasalahan sektor pariwisata Jakarta. Ketika itu ia mampu menjelaskan dengan lancar. &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/09/biografi-fifi-aleyda-yahya.html"&gt;Fifi&lt;/a&gt; bersyukur semua prosedur pemilihan None dilewati dengan mulus. Diakui oleh wanita cantik ini, dari event ia banyak belajar tentang berbagai macam karakter manusia.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-Qyv6kBuLJX0/Tm0ViVqgeFI/AAAAAAAABvM/IXKaYtBs81g/s400/fifi-aleyda-yahya-biografi-web-4.JPG" width="313" /&gt;&lt;/div&gt;Disinilah juga tanpa sadar ia menemukan jodohnya, &lt;b&gt;Rivolinggo Pamudji&lt;/b&gt;, yang sama-sama wakil dari Jakarta Barat. Perkawinannya dengan psikolog lulusan &lt;a href="http://www.rumus.web.id/2011/05/alamat-universitas-indonesia.html"&gt;Universitas Indonesia&lt;/a&gt; yang kini adalah HRD di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang makanan membuahi dua orang anak bernama Alisha (5 tahun), dan Figo (2 tahun). Bagi Fifi anak adalah generasi penerus keluarga dan bangsa yang harus dibina sebaik mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau hari-harinya banyak habis untuk bekerja, ibu dua anak ini selalu meluangkan waktu untuk bercengkrama dengan anak-anak tersayangnya. Khusus hari libur, ia menfaatkan untuk jalan-jalan bersama anak dan menjalani hobinya, yaitu membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bisa ceritakan hingga bisa menjadi Miss Jakarta (None Jakarta)?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya diajak teman untuk ikut Abang None. Semasa itu saya masih kuliah. Setelah menang di wilayah Jakarta Barat, akhirnya berhasil menang juga di DKI. Ini merupakan salah satu pengalaman paling menarik dalam hidup saya. Saya merasa saat itu tuntutan terhadap Abang None Jakarta sangat tinggi. Sebagai duta pariwisata, sebagai host yang baik dalam setiap kegiatan pemerintah provinsi DKI Jakarta. Dari kegiatan ini banyak hikmah yang saya dapat sebagai proses pendewasaan saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Anda pasti mempunyai kriteria sendiri terhadap pria. Apa alasan Anda menjadikan Rivolinggo Pamudji sebagai suami?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ia adalah paket yang menarik, hehehe. Maksudnya, alasan saya memilihnya karena semua alasan yang saya butuhkan sudah terangkum dalam satu paket tubuh yaitu suami saya. Begitulah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Seperti apa sih kisah percintaan Anda dengan sang suami?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama ketemu di acara Abang dan None Jakarta. Waktu itu kita sama-sama wakil dari Jakarta Barat, tapi biasa saja. Kemudian seorang teman dari sahabat saya memperkenalkan kembali. Ternyata adik suami saya adalah teman dari sahabat saya Setelah itu baru ada "rasa” hehehe...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apa kenangan Anda selama menjalin asmara dengannya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yah, pokoknya banyak deh. Tapi kami memang tidak pernah mengkhususkan pada sesuatu hal kecuali pernikahan. Apa yang kami lakukan dan lewati itu adalah kenangan yang baik. Bisa menjadi bahan belajar untuk masa depan.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-26RCAZe2Kjg/Tm0XBywZJII/AAAAAAAABvY/r3AdIW5RL6I/s400/fifi-aleyda-yahya-biografi-web-3.JPG" width="235" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sebagai penyiar Anda pasti sibuk, bagaimana caranya Anda membagi waktu untuk keluarga?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap ada waktu longgar di luar pekerjaan saya menfaatkan untuk bertemu dan bercanda dengan keluarga. Sebelum menikah, saat saya masih di TVRI malah lebih repot dari sekarang. Jadi, setelah sudah menikah, suami saya sudah mengerti tentang resiko pekerjaan saya. Anak juga terkadang saya ajak ke kantor agar sejak kecil mereka juga terbiasa dengan pekerjaan saya. Jadi mereka tahu kemana dan apa perkerjaan yang membuat saya sibuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kalau libur apa yang Anda lakukan bersama keluarga dan anak tersayang?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkumpul bersama keluarga, membaca, jalan-jalan dan makan-makan adalah aktivitas yang saya sukai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Anak sekarang sudah bisa apa saja, dan apa kebiasaannya yang sering membuat Anda tertawa?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya sudah bisa macam-macamlah, namanya juga anak kecil. Kini yang nomer dua sudah bisa berjalan lancar. Bagi saya tingkah mereka aneh-aneh dan lucu. Tingkahnya yang lucu membuat saya tertawa dan lupa dengan mumetnya pekerjaan. Pokoknya ada saja yang mereka lakukan setiap hari yang membuat hati senang. Merekalah semangat hidup saya, sama seperti anak seusia mereka, sekarang masih dalam masa perkembangan.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-5qw4sJMGUl0/Tm0XXSlQlnI/AAAAAAAABvc/anUH8Doo3jQ/s1600/fifi-aleyda-yahya-biografi-web-6.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apa harapan Anda terhadap anak?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa depan dan &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/07/10-tips-meraih-hidup-bahagia.html"&gt;kebahagiaan&lt;/a&gt; mereka adalah yang terpenting untuk saya. Yang penting mereka punya kemampuan untuk bertahan hidup. Kalau sudah bisa seperti itu maka anak akan lebih mudah bertahan menghadapi tantangan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pola pendidikan apa yang akan Anda terapkan padanya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang saya pentingkan adalah segi agama. Karena itu anak saya sekolah di sekolah yang berbasis agama. Jika agama sudah kuat dari kecil, setelah dewasa nanti ia akan mengerti apa yang boleh dilakukan dan yang seharusnya tidak dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sebagai presenter yang butuh penampilan, Anda pasti melakukan perawatan. Bagaimana Anda melakukannya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya melakukan perawatan dengan sederhana saja kok. Yang penting istirahat harus benar-benar cukup. Kalau istirahat kurang, maka resiko pekerjaan juga jadi taruhannya. Apalagi kita sebagai jurnalis harus dituntut siap sedia setiap saat. Betul kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Anda punya waktu khusus untuk ke salon, dan berapa biaya yang dikeluarkan untuk itu?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti ada lah tapi tidak ada jadwal khusus untuk itu. Itu juga karena pekerjaan saja. Karena rambut saya sering diberi hairspray, maka saya juga harus rajin-rajin ke salon agar kesehatan rambut tetap terjaga. Jadi tergantung kerjaan saja, kalau tidak kemana-mana, ya tidak usah ke salon. Kalau masalah biaya, saya tidak pernah menghitungnya, yang penting terawat saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apa saja kegiatan Anda untuk menghilangkan kesumpekan dunia kerja?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sekarang lagi senang main sama anak. Bisa menghilangkan stres, tapi kalau sendiri, saya suka baca buku. Biasanya baca novel, yang penting ringan-ringan saja. Kalau dulu, saya suka traveling. Tapi karena sekarang sudah bekerja, akhirnya hobi yang satu ini harus beristirahat dalam waktu yang tidak ditentukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bagaimana tanggapan Anda tentang tayangan kekerasan yang ada di televisi?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini menjadi tanggungjawab kita bersama. Sekarang kita mudah sekali mengadopsi apapun dari media televisi. Apalagi sekarang sudah banyak tayangan yang memberi contoh tentang kekerasan yang dikonsumsi semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. Ini menjadi persoalan baru, agar tidak terjadi hal-negatif pada anak-anak, orangtua harus mengontrol tontonan anak-anaknya. Tidak hanya orangtua, negara harus turut mengatur dan ikut ambil bagian dalam pengaturan jadwal tayangan yang sekiranya tidak bisa menjadi contoh bagi generasi muda.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-hMze6CYMQBk/Tm0VyKzZggI/AAAAAAAABvQ/WU5ES3Fa-mc/s400/fifi-aleyda-yahya-biografi-web-5.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-3692165675477972571?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/J87gcMm-Alc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/3692165675477972571?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/3692165675477972571?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/J87gcMm-Alc/biografi-fifi-aleyda-yahya.html" title="Biografi Fifi Aleyda Yahya" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-qgGN06HqoVk/Tm0S8Xt0AHI/AAAAAAAABvA/lX_Nv7WPuN4/s72-c/Fifi-Aleyda-Yahya-biografi.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2011/09/biografi-fifi-aleyda-yahya.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMFSHY6fSp7ImA9WhVVFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-2813069812383530656</id><published>2011-08-29T15:01:00.001+07:00</published><updated>2012-05-09T07:30:19.815+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-09T07:30:19.815+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Politik" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Marzuki Alie" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Pemerintahan" /><title>Kontroversi Marzuki Alie 1 : Usulkan Biaya Kampanye dari APBN</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7DADAo8riU3-djogCCugk1t5wsI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7DADAo8riU3-djogCCugk1t5wsI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7DADAo8riU3-djogCCugk1t5wsI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7DADAo8riU3-djogCCugk1t5wsI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Marzuki Alie&lt;/b&gt; terkenal dengan kontroversinya dalam melontarkan pendapat pribadinya ke publik. Kali ini apa yang dia lontarkan adalah mengenai usulan biaya kampanye partai politik dari APBN. Mari kita simak kontroversi Mazoeki Alie yang satu ini.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-A23ncshAfy0/TldHR7Ac7hI/AAAAAAAABuY/b5Jdz2Q7ZhM/s1600/marzuki-alie-biografi-web-8-marzoeki.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Kontroversi Marzuki Alie 1&lt;/h2&gt;&lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2010/11/biografi-marzuki-alie.html"&gt;Ketua DPR Marzuki Alie&lt;/a&gt; mengusulkan biaya kampanye partai politik  menggunakan dana dari APBN, baik untuk kampanye pemilu legislatif,  pilpres, maupun pilkada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Saya punya ide, bagaimana kalau kampanye partai politik itu dibiayai  oleh negara saja," ujar Marzukie dalam sebuah diskusi di kediaman Bursah  Zarnubi, Jakarta, Rabu (24/8).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu, kata dia, demi menegakkan asas keadilan dan nondiskriminatif  terhadap partai-partai peserta pemilu. "Kalau ada partai yang  mengeluarkan anggaran untuk kampanye, maka itu didiskualifikasi,"  katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Marzuki, sistem ini bisa berlaku untuk setiap pemilu, baik  pemilihan presiden, maupun pemilihan kepala daerah. "Saya lontarkan juga  bagaimana kalau pemilu legislatif, pemilu presiden, dan pemilihan  kepala daerah kampanyenya dibiayai oleh negara saja. Jadi partai tidak  berlomba-lomba mencari uang untuk kampanye," ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Marzuki yang juga anggota dewan pembina Partai Demokrat ini mengaku  sudah sering melontarkan ide tersebut di setiap kunjungannya ke daerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Pandangan saya ini kadang-kadang tidak menarik, tapi kalau kita  perhatikan untuk mencari solusi, harusnya kita diskusikan," tuturnya.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="243" src="http://1.bp.blogspot.com/-AqDYU2o1wqo/TltG4wxWU0I/AAAAAAAABug/Jl-Zfu16VsU/s400/marzoeki-ali-apbn.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;Apabila usulnya diterima, &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2010/11/biografi-marzuki-alie.html"&gt;Marzoeki Alie&lt;/a&gt; yakin Indonesia akan mendapatkan  pemimpin yang amanah. "Kita akan dapatkan seorang kepala daerah yang  betul-betul profesional," kata Marzuki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dia, biaya kampanye dari APBN juga dapat meminimalisir tindak  korupsi yang makin marak terjadi. "Bisa dibuat aturan agar partai tidak  menyalahgunakan dana tersebut," tuturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) Bursah Zarnubi mengaku setuju  dengan usul Ketua DPR tersebut. Ia mengatakan mekanisme parpol yang  dibiayai oleh APBN dapat meniru negara Jerman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"APBN kita kuat kok menanggung biaya kampanye partai," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia yakin bahwa hal tersebut akhirnya bisa mengurangi bahkan mengeliminir  perburuan rente oleh partai politik. "Sekarang kita (parpol) enggak  boleh berbisnis. Berbeda dengan di Malaysia. Lihat saja UMNO (partai  politik di Malaysia)," kata Bursah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai bagaimana kontrol keuangan parpol jika diakomodir dalam APBN,  Bursah mengatakan, Badan Pengawas Keuangan (BPK) yang harus berperan  besar dalam menjaga pengelolaan keuangan partai tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Perlu ada akuntabilitas dan transparansi dari parpol dalam menggunakan dana tersebut," ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-2813069812383530656?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/X_zEgxqqwTQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/2813069812383530656?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/2813069812383530656?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/X_zEgxqqwTQ/kontroversi-marzuki-alie-1-usulkan.html" title="Kontroversi Marzuki Alie 1 : Usulkan Biaya Kampanye dari APBN" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-A23ncshAfy0/TldHR7Ac7hI/AAAAAAAABuY/b5Jdz2Q7ZhM/s72-c/marzuki-alie-biografi-web-8-marzoeki.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2011/08/kontroversi-marzuki-alie-1-usulkan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMFSHY6fip7ImA9WhVVFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-1982325053577229277</id><published>2011-08-15T13:25:00.000+07:00</published><updated>2012-05-09T07:30:19.816+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-09T07:30:19.816+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Politik" /><title>Biografi Nazaruddin Bendahara Partai Demokrat</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/N_rzBSQ63Ko3dVD8VYASMtXRBzo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/N_rzBSQ63Ko3dVD8VYASMtXRBzo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/N_rzBSQ63Ko3dVD8VYASMtXRBzo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/N_rzBSQ63Ko3dVD8VYASMtXRBzo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Muhammad Nazaruddin&lt;/b&gt; adalah seorang anggota DPR RI yang terlibat kasus korupsi besar di Indonesia. Nazaruddin juga menjabat bendahara Partai Demokrat. Nazaruddin lahir pada 26 Agustus 1978 di Bangun, Sumatera Utara. Pada tahun 2011, kasus korupsi yang melibatkan Nazaruddin menjadi berita dan beliau menjadi buronan.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-FZVzeBWHzHc/Tki5mq-1AoI/AAAAAAAABeM/eksOct44CfE/s1600/nazaruddin-partai-demokrat.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Biografi Nazaruddin Bendahara Partai Demokrat&lt;/h2&gt;Nama Nazaruddin baru-baru menghiasi berbagai media terkait kasus suap wisma atlit sea games. Nazaruddin diduga terlibat dengan kasus suap terhadap Sekretaris Kemenpora, Wafid Muharam dalam pembangunan Wisma Atlet SEA Games XXIVI di Palembang. Dia juga diduga pernah memberikan uang senilai 120 ribu dolar Singapura kepada Sekjen MK Janedjri M Gaffar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapakah Muhammad Nazaruddin sebenarnya? M Nazaruddin merupakan anggota DPR RI dari partai demokrat sekaligus bendahara partai. Sebelum menjadi pengurus partai demokrat, nazaruddin pernah nyaleg di partai PPP dari tempat asalnya, namun dia tidak terpilih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut Profil Muhammad Nazaruddin :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DATA PRIBADI&lt;br /&gt;
Nama Lengkap &amp;amp; Gelar : MUHAMMAD NAZARUDDIN, SE&lt;br /&gt;
Jenis Kelamin : Laki-laki&lt;br /&gt;
Tempat &amp;amp; Tanggal Lahir : Bangun , 26 Agustus 1978&lt;br /&gt;
Agama : Islam&lt;br /&gt;
Status Pernikahan : Kawin&lt;br /&gt;
Nama Istri/Suami : Neneng Sri Wahyuni&lt;br /&gt;
Pekerjaan Istri/Suami : &lt;br /&gt;
Jumlah Anak : 2&lt;br /&gt;
Alamat Rumah : Apartemen Taman Rasuna Said Tower 9-8 F RT.009 &lt;br /&gt;
RW.010. Kelurahan Mentang Atas, Kecamatan Setia Budi&lt;br /&gt;
Telpon,Fax Rumah : -&lt;br /&gt;
Handphone : &lt;br /&gt;
Alamat Kantor : Gd. Nusantara I, Lantai 9 Ruang 924 &lt;br /&gt;
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 6 Jakarta&lt;br /&gt;
Telpon,Fax Kantor : 021-5755161 / 021-5755162&lt;br /&gt;
Email - Website :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DAERAH PEMILIHAN, PEROLEHAN SUARA &amp;amp; JUMLAH KURSI DI DP&lt;br /&gt;
Asal Daerah Pemilihan(DP) : JATIM 4&lt;br /&gt;
No Urut Calon : 1 (Satu)&lt;br /&gt;
Bilangan Pembagi Pemilihan : 139,753&lt;br /&gt;
Perolehan Suara : 76,256 suara (54.56% BPP)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
RIWAYAT PENDIDIKAN&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;SDN No 091258 Bangun - Pematang Siantar (1991)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;SMP Swasta Teladan Bangun - Pematang Siantar (1991)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;SMU Swasta Teladan Perk. Bangun - Pematang Siantar (1994)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;STIE Bisnis Indonesia, Jakarta. (2004)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;RIWAYAT PEKERJAAN&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Komisaris PT. Anugrah Nusantara&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Komisaris PT. Anak Negeri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Komisaris PT. Panahatan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Komisaris PT. Berkah Alam Berlimpah&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;Foto Nazaruddin dan Partai Demokrat&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-6Yqlh9B90SM/Tki6qcWYzPI/AAAAAAAABeU/MTWyYQytKCo/s1600/bendahara-umum-dpp-partai-demokrat-m-nazaruddin-tengah-_110516082828-722.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-1ydlz7MWLzE/Tki7ABoVbTI/AAAAAAAABec/MqB4ZS0XSLs/s1600/main-nazaruddin-demokrat.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="288" src="http://4.bp.blogspot.com/-Pf7S35dq-dA/Tki7cOQri8I/AAAAAAAABeg/hwlDd3RXqB8/s400/m-nazaruddin-demokrat.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-i1D9t6qn-Bs/Tki7ok3HGzI/AAAAAAAABek/LzU6rIg3vIk/s1600/Nazarudin-1-Elvan-dalam.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-1982325053577229277?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/J0XCgzuKeHg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/1982325053577229277?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/1982325053577229277?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/J0XCgzuKeHg/biografi-nazaruddin-bendahara-partai.html" title="Biografi Nazaruddin Bendahara Partai Demokrat" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-FZVzeBWHzHc/Tki5mq-1AoI/AAAAAAAABeM/eksOct44CfE/s72-c/nazaruddin-partai-demokrat.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2011/08/biografi-nazaruddin-bendahara-partai.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMAQXk-cCp7ImA9WhVVFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-1044644267080439178</id><published>2011-08-14T16:13:00.000+07:00</published><updated>2012-05-09T07:30:40.758+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-09T07:30:40.758+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Ilmuwan" /><title>Biografi Michael Faraday Penemu Listrik</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YbmfvePiZJoxqmgkVsDINILVb7o/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YbmfvePiZJoxqmgkVsDINILVb7o/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YbmfvePiZJoxqmgkVsDINILVb7o/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YbmfvePiZJoxqmgkVsDINILVb7o/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Michael Faraday&lt;/b&gt; ialah ilmuwan Inggris yang mendapat julukan "Bapak Listrik", karena berkat usahanya listrik menjadi teknologi yang banyak gunanya. Faraday lahir 22 September 1791 di Newington, Inggris. Ia mempelajari berbagai bidang ilmu pengetahuan, termasuk elektromagnetisme dan elektrokimia. Dia juga menemukan alat yang nantinya menjadi pembakar Bunsen, yang digunakan hampir di seluruh laboratorium sains sebagai sumber panas yang praktis.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-_wK3VYyi9HQ/TkeRdwJozzI/AAAAAAAABeE/eKSITfFPZi8/s1600/michael-Faraday.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Biografi Michael Faraday Penemu Listrik&lt;/h2&gt;Efek magnetisme menuntunnya menemukan ide-ide yang menjadi dasar teori medan magnet. Ia banyak memberi ceramah untuk memopulerkan ilmu pengetahuan ilmu pengetahuan pada masyarakat umum. Pendekatan rasionalnya dalam mengembangkan teori dan menganalisis hasilnya amat mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-WR_WfuU5jbk/TkeQyk3x0cI/AAAAAAAABeA/c-9IBcVNLzI/s1600/foto-biografi-faraday.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Banyak tokoh penyumbang dalam hal kelistrikan: Charles Augustine de Coulomb, Count Alessandro Volta, Hans Christian Oersted dan Andre Marie Ampere. Mereka-mereka ini diantara jago-jago terbaik di bidang listrik. Namun, puncak bin puncak dari semuanya adalah ilmuwan Inggris Michael Faraday dan James Clerk Maxwell. Walaupun kerja kedua orang itu berkaitan satu sama lain dan saling lengkap-melengkapi, tetapi mereka bukan berada dalam satu tim, masing-masing mencipta secara pribadi, karena itu kedua-duanya dapat tempat terhormat di dalam daftar urutan buku ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Michael Faraday berasal dari keluarga tak berpunya dan umumnya belajar sendiri. Di usia empat belas tahun dia magang jadi tukang jilid dan jual buku, dan kesempatan inilah yang digunakannya banyak baca buku seperti orang kesetanan. Tatkala umurnya menginjak dua puluh tahun, dia mengunjungi ceramah-ceramah yang diberikan oleh ilmuwan Inggris kenamaan Sir Humphry Davy. Faraday terpesona dan ternganga-nganga. Ditulisnya surat kepada Davy dan pendek ceritera untung baik diterima sebagai asistennya. Hanya dalam tempo beberapa tahun, Faraday sudah bisa membikin penemuan-penemuan baru atas hasil kreasinya sendiri. Meski dia tidak punya latar belakang yang memadai di bidang matematika, selaku ahli ilmu alam dia tak terlawankan.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="216" src="http://1.bp.blogspot.com/-3v9tNrzERVE/TkeQUPGu6JI/AAAAAAAABd8/UAN54vZtSEM/s320/penemuan-faraday.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Penemuan Faraday pertama yang penting di bidang listrik terjadi tahun 1821. Dua tahun sebelumnya Oersted telah menemukan bahwa jarum magnit kompas biasa dapat beringsut jika arus listrik dialirkan dalam kawat yang tidak berjauhan. Ini membikin Faraday berkesimpulan, jika magnit diketatkan, yang bergerak justru kawatnya. Bekerja atas dasar dugaan ini, dia berhasil membuat suatu skema yang jelas dimana kawat akan terus-menerus berputar berdekatan dengan magnit sepanjang arus listrik dialirkan ke kawat. Sesungguhnya dalam hal ini Faraday sudah menemukan motor listrik pertama, suatu skema pertama penggunaan arus listrik untuk membuat sesuatu benda bergerak. Betapapun primitifnya, penemuan Faraday ini merupakan "nenek moyang" dari semua motor listrik yang digunakan dunia sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini merupakan pembuka jalan yang luar biasa. Tetapi, faedah kegunaan praktisnya terbatas, sepanjang tidak ada metode untuk menggerakkan arus listrik selain dari baterei kimiawi sederhana pada saat itu. Faraday yakin, mesti ada suatu cara penggunaan magnit untuk menggerakkan listrik, dan dia terus-menerus mencari jalan bagaimana menemukan metode itu. Kini, magnit yang tak berpindah-pindah tidak mempengaruhi arus listrik yang berdekatan dengan kawat. Tetapi di tahun 1831, Faraday menemukan bahwa bilamana magnit dilalui lewat sepotong kawat, arus akan mengalir di kawat sedangkan magnit bergerak. Keadaan ini disebut "pengaruh elektro magnetik," dan penemuan ini disebut "Hukum Faraday" dan pada umumnya dianggap penemuan Faraday yang terpenting dan terbesar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini merupakan penemuan yang monumental, dengan dua alasan. Pertama, "Hukum Faraday" mempunyai arti penting yang mendasar dalam hubungan dengan pengertian teoritis kita tentang elektro magnetik. Kedua, elektro magnetik dapat digunakan untuk menggerakkan secara terus-menerus arus aliran listrik seperti diperagakan sendiri oleh Faraday lewat pembuatan dinamo listrik pertama. Meski generator tenaga pembangkit listrik kita untuk mensuplai kota dan pabrik dewasa ini jauh lebih sempurna ketimbang apa yang diperbuat Faraday, tetapi kesemuanya berdasar pada prinsip serupa dengan pengaruh elektro magnetik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faraday juga memberi sumbangan di bidang kimia. Dia membuat rencana mengubah gas jadi cairan, dia menemukan pelbagai jenis kimiawi termasuk benzene. Karya lebih penting lagi adalah usahanya di bidang elektro kimia (penyelidikan tentang akibat kimia terhadap arus listrik). Penyelidikan Faraday dengan ketelitian tinggi menghasilkan dua hukum "elektrolysis" yang penyebutannya dirangkaikan dengan namanya yang merupakan dasar dari elektro kimia. Dia juga mempopulerkan banyak sekali istilah yang digunakan dalam bidang itu seperti: anode, cathode, electrode dan ion.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan adalah Faraday jua yang memperkenalkan ke dunia fisika gagasan penting tentang garis magnetik dan garis kekuatan listrik. Dengan penekanan bahwa bukan magnit sendiri melainkan medan diantaranya, dia menolong mempersiapkan jalan untuk pelbagai macam kemajuan di bidang fisika modern, termasuk pernyataan Maxwell tentang persamaan antara dua ekspresi lewat tanda (=) seperti 2x + 5 = 10. Faraday juga menemukan, jika perpaduan dua cahaya dilewatkan melalui bidang magnit, perpaduannya akan mengalami perubahan. Penemuan ini punya makna penting khusus, karena ini merupakan petunjuk pertama bahwa ada hubungan antara cahaya dengan magnit.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-XNBkm52YB5s/ThQe3_OIA8I/AAAAAAAABYE/NhDDsLZBtrk/s1600/ide.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Faraday bukan cuma cerdas tetapi juga tampan dan punya gaya sebagai penceramah. Tetapi, dia sederhana, tak ambil peduli dalam hal kemasyhuran, duit dan sanjungan. Dia menolak diberi gelar kebangsawanan dan juga menolak jadi ketua British Royal Society. Masa perkawinannya panjang dan berbahagia, cuma tak punya anak. Michael Faraday wafat pada 25 Agustus 1867 di dekat kota London.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-1044644267080439178?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/EPOFPQfakMs" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/1044644267080439178?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/1044644267080439178?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/EPOFPQfakMs/biografi-michael-faraday-penemu-listrik.html" title="Biografi Michael Faraday Penemu Listrik" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-_wK3VYyi9HQ/TkeRdwJozzI/AAAAAAAABeE/eKSITfFPZi8/s72-c/michael-Faraday.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2011/08/biografi-michael-faraday-penemu-listrik.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMFSHY6fyp7ImA9WhVVFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-3749083900069761168</id><published>2011-08-09T13:31:00.001+07:00</published><updated>2012-05-09T07:30:19.817+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-09T07:30:19.817+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Agama" /><title>Biografi Ustadz Farid Nu'man (Depok)</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k97rjx-U7zJg7L9tdN0Fz3SQW8c/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k97rjx-U7zJg7L9tdN0Fz3SQW8c/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k97rjx-U7zJg7L9tdN0Fz3SQW8c/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k97rjx-U7zJg7L9tdN0Fz3SQW8c/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Farid Nu'man&lt;/b&gt; adalah ustadz yang sangat terkenal di kota Depok.&amp;nbsp;Ustadz Farid Nu'man Hasan dilahirkan di Jakarta, 6 Juni 1978. Beliau sering sekali diundang untuk mengisi acara pada seminar motivasi yang kebanyakan diselenggarakan golongan pelajar dan mahasiswa. Sering sekali beliau mengisi acara di Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-vYchXjvm3PI/TkDT5sy84pI/AAAAAAAABdw/Tr-12n9rgxQ/s1600/farid-nu%2527man.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Biografi Ustadz Farid Nu'man (Depok)&lt;/h2&gt;Beliau adalah anak kedua dari lima bersaudara. Ayah &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/08/biografi-ustadz-farid-numan-depok.html"&gt;Farid Nu'man&lt;/a&gt; adalah H. M. Hasan bin H. Rausin, ibunya adalah Hj. Fauziyah, keduanya sudah wafat, dan betawi asli, ibu ada sedikit Palembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak kecil sebenarnya pendidikan formal beliau tidak satu pun berbasiskan agama Islam.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sekolah Dasar (Th. 84-90) di SDN Kramat Pela 15, Kebayoran Baru Jakarta Selatan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;SMP Negeri 11 (Th. 90-93), dekat Pasar Mayestik (lupa nama jalannya) , Kebayoran Baru&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;SMA Negeri 70 Bulungan (Th. 93-96), di jalan Bulungan, Kebayoran Baru&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;S1, Sastra Arab UI Depok, (Th. 96-2000)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Berikut adalah penuturan &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/08/biografi-ustadz-farid-numan-depok.html"&gt;Ustadz Farid Nu'man&lt;/a&gt; tentang kehidupannya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hobi saya adalah membaca dan menulis, ini baru ada ketika masa-masa kuliah, apalagi ketika satu tahun terakhir saya sering mampir di perpustakaan Iman Jama di Lebak Bulus, cukup banyak koleksi kitab berbahasa Arabnya. Di sana saya menghabiskan waktu bisa 8 jam sehari. Dahulu saya juga sering menghadiri majelis ta'lim para asatidz, seperti di Masjid Nurul Fikri, Ma'had Az Zaitun Kebayoran Lama (Sekarang menjadi Ma'had An Nuaimi), juga mengoleksi ceramah-ceramah asatidz lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini aktifitas saya sebagai pengajar di Bimbingan Konsultasi Belajar NURUL FIKRI sejak tahun 1999, dan sebagai muballigh. Juga pengisi majelis ta'lim di beberapa masjid, dan perkantoran. Pernah juga tugas dakwah di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, selama dua tahun.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZWZgg6i6R8Q/TkDUGMGYnCI/AAAAAAAABd0/EzAB5V5VJrs/s1600/farid-numan-300x225.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Alhamdulillah, saya sudah menikah tahun 15 Oktober 2000, dengan seorang muslimah shalihah, Meilia Andriyani. Saat ini kami telah dikarunia Allah Ta'ala empat anak, dua putera; Hudzaifi Hafizhahullah dan Faqihuzzaman Al Mutawarri', dan dua puteri; Fatiya Qur'aniya dan Afna Hayata Fillah. (I luv U all .........)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini saya tinggal di Komplek Hankam, Kelapa Dua, Cimanggis, Depok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumbernya adalah blog beliau :&amp;nbsp;&lt;a href="http://faridnuman.blogspot.com/"&gt;http://faridnuman.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-3749083900069761168?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/Qe-d42Xi-I0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/3749083900069761168?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/3749083900069761168?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/Qe-d42Xi-I0/biografi-ustadz-farid-numan-depok.html" title="Biografi Ustadz Farid Nu'man (Depok)" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-vYchXjvm3PI/TkDT5sy84pI/AAAAAAAABdw/Tr-12n9rgxQ/s72-c/farid-nu%2527man.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2011/08/biografi-ustadz-farid-numan-depok.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMFSHY6cCp7ImA9WhVVFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-8892968709881132473</id><published>2011-07-11T08:00:00.019+07:00</published><updated>2012-05-09T07:30:19.818+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-09T07:30:19.818+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kemiskinan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Inspiratif" /><title>Mbah Sumadi Tinggal Bersama Tikus Liar</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ZF9Jt3EFtdORh9CVpTISbLkRMzY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ZF9Jt3EFtdORh9CVpTISbLkRMzY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ZF9Jt3EFtdORh9CVpTISbLkRMzY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ZF9Jt3EFtdORh9CVpTISbLkRMzY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Mbah Sumadi adalah seorang pria tua miskin yang tinggal bersama ratusan tikus. Beliau tinggal di sebuah gubuk reot di pinggiran Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Demak, Jawa Tengah. Pria penderita kelumpuhan itu, hanya tinggal seorang diri dalam gubuk reotnya.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-hP_g-S-TaWc/Thn6hNTfHDI/AAAAAAAABcA/6X3QEGV4gSc/s1600/mbah-sumadi-tikus.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Diusia yang sudah memasuki kepala sembilan, Mbah Sumadi terpaksa menghabiskan hari-hari tuanya hidup bersama ratusan ekor tikus liar yang keluar masuk dalam gubuknya. Dua puluh tahun sudah hal itu berlangsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sutiatun, salah seorang tetangga Mbah Sumiadi menuturkan, Mbah Sumadi mulai menempati gubuk reot itu sejak tidak lagi hidup bersama dua anaknya. Gubuk reot yang ditempati Mbah Sumadi merupakan gubuk milik warga setempat yang biasanya difungsikan sebagai gudang penyimpanan alat-alat pertanian. "Mbah tinggal disana sendirian, dia sudah tidak bisa apa-apa jadi ada warga yang merelakan gubuknya ditempati Mbah Sumadi," ujar Sutiatun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Sutiatun, selama tinggal di gubuk reot itu, Mbah Sumadi lebih banyak berdiam diri sambil memperhatikan tikus-tikus liar yang lalu lalang di hadapannya. "Gubuknya itu kan bolong-bolong dan terbuka jadi tikus mudah keluar masuk gubuk," paparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penderitaan Mbah Sumadi tidak cukup hanya sampai disitu, setiap hari untuk memenuhi kebutuhan makanan. Mbah Sumadi hanya berharap dari bantuan dan kerelaan warga setempat. Namun tak jarang Mbah Sumadi tidak mendapat makanan sama sekali selama beberapa hari. "Warga disini memanggilnya Mbak Bincok alias orang yang hanya berharap dikasih makan. Tapi warga ikhlas membantu karena kasihan," ungkap Sutiatun.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-ZTrKuvfvBvs/Thn7CpZZ9NI/AAAAAAAABcE/24VpOyustAU/s1600/mbah+sumadi.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Kini hanya tuhan dan waktulah yang dapat melepaskan Mbah Sumadi dari penderitaannya itu. Karena sejak 20 tahun lalu, tidak seorang pun wakil rakyat baik dari pemerintah daerah setempat ataupun  pemerintah pusat yang peduli dengan nasib Mbah Sumadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ingatkah pemerintah kita dengan UUD 45 pasal 34 yang berbunyi : &lt;b&gt;“Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.”&lt;/b&gt;? jangan cuma bisa bilang, "Saya Prihatin...".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-8892968709881132473?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/avDO3rgsorg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/8892968709881132473?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/8892968709881132473?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/avDO3rgsorg/mbah-sumadi-tinggal-bersama-tikus-liar.html" title="Mbah Sumadi Tinggal Bersama Tikus Liar" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-hP_g-S-TaWc/Thn6hNTfHDI/AAAAAAAABcA/6X3QEGV4gSc/s72-c/mbah-sumadi-tikus.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2011/07/mbah-sumadi-tinggal-bersama-tikus-liar.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMFSHY6cCp7ImA9WhVVFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-8198805812498160662</id><published>2011-07-10T20:39:00.000+07:00</published><updated>2012-05-09T07:30:19.818+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-09T07:30:19.818+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kemiskinan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Inspiratif" /><title>Khasan Warga Miskin yang Minum Air Hujan</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/axagtCRH3STurysW79awFkTkBFA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/axagtCRH3STurysW79awFkTkBFA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/axagtCRH3STurysW79awFkTkBFA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/axagtCRH3STurysW79awFkTkBFA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Khasan (86) dan Sani (75), warga miskin di lingkungan Rt 02/04, Kelurahan Serua Indah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, hidup serba kekurangan. Bahkan, untuk minum sehari-hari, pasangan renta ini harus menunggu hujan turun. Selama dua tahun, pria ini minum dengan air hujan.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-UAAyIEa6vXg/Thmo7h3Y9hI/AAAAAAAABb0/AER3VWH2TZM/s1600/miskin-fakir.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-UAAyIEa6vXg/Thmo7h3Y9hI/AAAAAAAABb0/AER3VWH2TZM/s1600/miskin-fakir.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Selain tanpa air, Khasan dan istrinya juga hidup tanpa menggunakan listrik. Setiap malam, Khasan hidup dalam kegelapan. Kehidupan serba sulit itu, sudah dirasakannya sejak dua tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Saya tidak punya sumur pompa, jadi kalau minum harus tunggu hujan turun. Sisanya saya simpan untuk esok harinya," ujar Khasan prihatin di rumahnya, Senin (4/7/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di rumah itu, Khasan tinggal sudah empat tahun. Rumah itu dibelinya dengan harga Rp 22 juta, tanpa surat-surat rumah. Dari pemilik rumah, Khasan hanya diberikan kwitansi jual-beli rumah saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap harinya, pria tua ini bekerja sebagai penjual mainan anak-anak. Dengan penghasilan Rp 10 ribu, Khasan harus bertahan hidup dan mengobati istrinya yang tengah sakit dan lumpuh. "Dulu pernah ada warga sekitar yang memberikan bantuan listrik, tapi sekarang sudah diputus. Tidak tahu kenapa," tambah Khasan didampingi istrinya.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="176" src="http://3.bp.blogspot.com/-Lwazj-W_wHA/ThmpdN8F14I/AAAAAAAABb4/XvTtjqtirpc/s320/air-hujan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;Khasan tidur hanya beralaskan karpet tanpa adanya perabot tumah tangga. Ruang dapur yang semestinya digunakan untuk memasak, dipakainya untuk MCK dan berlantaikan tanah. Kendati begitu, Khasan dan istri tampak tegar menghadapi hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kondisi ini, Mardan, Ketua Rt 02/04, Kelurahan Serua Indah mengaku, seluruh warga tampak sangat prihatin dan coba menawarkan bantuan. Seperti memberi saluran listrik gratis dan pengadaan pompa air kepada Khasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Warga sekitar sempat membantu memberikan aliran listrik dan pompa air. Entah kenapa, bantuan itu di hentikan oleh anak pak Khasan," terangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal inilah yang membuat warga semakin prihatin. Padahal, Khasan layak mendapat uluran tangan warga guna meringankan beban hidupnya. "Saya juga tidak habis pikir dengan anak Khasan yang begitu tega melihat orangtuanya hidup serba kekurangan," tambahnya prihatin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-8198805812498160662?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/BgWyqZG21Co" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/8198805812498160662?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/8198805812498160662?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/BgWyqZG21Co/khasan-warga-miskin-yang-minum-air.html" title="Khasan Warga Miskin yang Minum Air Hujan" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-UAAyIEa6vXg/Thmo7h3Y9hI/AAAAAAAABb0/AER3VWH2TZM/s72-c/miskin-fakir.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2011/07/khasan-warga-miskin-yang-minum-air.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMFSHY6cSp7ImA9WhVVFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-5877075038351838409</id><published>2011-07-06T13:00:00.001+07:00</published><updated>2012-05-09T07:30:19.819+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-09T07:30:19.819+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kemiskinan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Inspiratif" /><title>Biografi Cak To Pengemis Kaya di Surabaya</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hHd15s5jKAxABS8M5Xyc3ZHpOaE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hHd15s5jKAxABS8M5Xyc3ZHpOaE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hHd15s5jKAxABS8M5Xyc3ZHpOaE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hHd15s5jKAxABS8M5Xyc3ZHpOaE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Kali ini cerita tentang seorang pengemis "sukses" yang berpenghasilan 9 juta rupiah/bulan. Namanya Cak To, beliau sekarang adalah bos pengemis di Surabaya dan tidak lagi hidup sebagai pengemis, melainkan cukup melatih, mentraining, dan melindungi pengemis-pengemis anak buahnya untuk mengemis dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/07/biografi-cak-to-pengemis-kaya-di.html" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-NU_rswnrVjs/ThP4eh8WVEI/AAAAAAAABXU/dnYCuRYg4hE/s1600/cak-to-pengemis.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Biografi Cak To Pengemis Kaya di Surabaya&lt;/h2&gt;&lt;b&gt;Cak To&lt;/b&gt; berasal dari keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya.&amp;nbsp;Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/07/biografi-cak-to-pengemis-kaya-di.html"&gt;Cak To&lt;/a&gt; tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ”karir”-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Kekayaan Cak To&lt;/h2&gt;&lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/07/biografi-cak-to-pengemis-kaya-di.html"&gt;Cak To&lt;/a&gt; sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-3NTuv34_1wg/ThP3rHv9CfI/AAAAAAAABXM/R-DSfld2IvA/s1600/pengemis.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mudah menemui seorang &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/07/biografi-cak-to-pengemis-kaya-di.html"&gt;bos pengemis&lt;/a&gt;. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik. Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ”orang mampu”. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ”Yang penting halal,” ujarnya mantap. Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Cak To Mengemis Sejak Kecil&lt;/h2&gt;Menurut dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI. Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ”Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,” ungkapnya. Karena mengemis di Bangkalan kurang ”menjanjikan”, awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah. Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ”bakat” Cak To untuk menjadi &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/07/biografi-cak-to-pengemis-kaya-di.html"&gt;bos pengemis&lt;/a&gt; mulai terlihat. Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ”Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,” ungkapnya bangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ”Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),” tegasnya. Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Kami berpencar kalau mengemis,” jelasnya. Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Cak To pengemis yang mau belajar.&lt;/h2&gt;Bertahun-tahun mengemis, berbagai ”ilmu” dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya. Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/07/biografi-cak-to-pengemis-kaya-di.html"&gt;pengemis&lt;/a&gt; yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ”Pokoknya sudah enak,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-GB6u91AfoLw/ThP5tLfI8oI/AAAAAAAABXc/Ox_364SxDe8/s320/atm-pengemis.jpg" width="240" /&gt;&lt;/div&gt;Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ”Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,” kenangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah. Cerita tentang ”keberhasilan” Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ”Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,” ujarnya enteng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ke Surabaya, &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/07/biografi-cak-to-pengemis-kaya-di.html"&gt;Cak To&lt;/a&gt; mengajari mereka cara menjadi &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/07/biografi-cak-to-pengemis-kaya-di.html"&gt;pengemis yang baik&lt;/a&gt;. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ”Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,” tegasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur. Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ”pos khusus”, Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan. Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri. Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Bos Pengemis&lt;/h2&gt;Setiap tahun, jumlah anak buah &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/07/biografi-cak-to-pengemis-kaya-di.html"&gt;Cak To&lt;/a&gt; terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari. Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan. Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ”Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,” ucapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ”Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,” katanya. Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ”Saya ingin naik haji,” ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2010 nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun profesinya dicibir sebagian besar orang, termasuk saya sendiri, tapi &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/07/biografi-cak-to-pengemis-kaya-di.html"&gt;Cak To&lt;/a&gt; tetap lebih baik dari pada pencuri uang rakyat bernama koruptor.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-5877075038351838409?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/A5_ImY-TIzY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/5877075038351838409?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/5877075038351838409?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/A5_ImY-TIzY/biografi-cak-to-pengemis-kaya-di.html" title="Biografi Cak To Pengemis Kaya di Surabaya" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-NU_rswnrVjs/ThP4eh8WVEI/AAAAAAAABXU/dnYCuRYg4hE/s72-c/cak-to-pengemis.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2011/07/biografi-cak-to-pengemis-kaya-di.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0MNRn05cCp7ImA9WhZbE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-3349047526782666970</id><published>2011-06-18T16:31:00.000+07:00</published><updated>2011-06-18T16:31:37.328+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-18T16:31:37.328+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mario Teguh" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi Pendukung" /><title>10 Salam Super Mario Teguh (1)</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SSGnmp8Px2o1oyqIKW2SllG-8HY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SSGnmp8Px2o1oyqIKW2SllG-8HY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SSGnmp8Px2o1oyqIKW2SllG-8HY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SSGnmp8Px2o1oyqIKW2SllG-8HY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Biografi Web mengumpulkan 10 Salam Super &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2010/10/biografi-mario-teguh.html"&gt;Mario Teguh&lt;/a&gt;. Silakan warnai harimu dengan inspirasi dan motivasi&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TL5YuplT-OI/AAAAAAAABAw/XUMFQ0jtu38/s1600/Mario-Teguh.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TL5YuplT-OI/AAAAAAAABAw/XUMFQ0jtu38/s1600/Mario-Teguh.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;10 Salam Super Mario Teguh (1)&lt;/h2&gt;&lt;blockquote&gt;1) "You are the strongest when relaxed and at peace"&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;2) "Tuhan tidak pernah memberikan harapan, tanpa kepantasan untuk mencapainya."&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;3) "Me + God = Enough"&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;4) "Bersungguhlah saat harapan Anda kecil, lebih bersungguhlah saat Anda mungkin kalah, dan makin bersungguh-sungguhlah saat Anda tidak mungkin menang. Itulah iman."&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;5) "Bila anda mencintai seseorang, bangunlah sebuah rumah yang indah dalam hati orang yang anda cintai."&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;6) "Bila Tuhan berkenan, Tuhan akan menjadikan kita apa pun yang kita mohonkan dariNya."&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;7) "Orang lain tidak bisa merendahkan Anda, jika Anda tidak mengizinkannya"&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;8) "Bila hati anda sedang dalam keadaan tidak damai, lakukanlah sesuatu yang dapat mendamaikan hati orang lain."&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;9) "Apapun yang terjadi,yang Anda yakini adalah kekuatan Anda&lt;br /&gt;
Apapun yang terjadi, Anda harus tetap pada tujuan Anda&lt;br /&gt;
Apapun yang terjadi, yang Anda yakini adalah yang akan terjadi."&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;10) "Ketulusan mungkin terlihat sederhana dan santun, tetapi ia memiliki kekuatan yang dijamin oleh keajaiban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disediakan kedudukan di antara para bintang bagi Anda yang memelihara ketulusan dalam kesantunan Anda, bahkan kepada mereka yang mengkhianati Anda."&lt;/blockquote&gt;Salam Super!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-3349047526782666970?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/E8Pd_GUIggI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/3349047526782666970?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/3349047526782666970?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/E8Pd_GUIggI/10-salam-super-mario-teguh-1.html" title="10 Salam Super Mario Teguh (1)" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TL5YuplT-OI/AAAAAAAABAw/XUMFQ0jtu38/s72-c/Mario-Teguh.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2011/06/10-salam-super-mario-teguh-1.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMFSHY5eCp7ImA9WhVVFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7378235716532580082.post-9137061372747238680</id><published>2011-06-17T21:00:00.004+07:00</published><updated>2012-05-09T07:30:19.820+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-09T07:30:19.820+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Entrepreneur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Motivator" /><title>Biografi Billy Boen Young on Top</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2_p_jkrUSEeT5Uq_kJms7xyGrTA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2_p_jkrUSEeT5Uq_kJms7xyGrTA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2_p_jkrUSEeT5Uq_kJms7xyGrTA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2_p_jkrUSEeT5Uq_kJms7xyGrTA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Billy Boen&lt;/b&gt; adalah entrepreneur muda asal Indonesia.&amp;nbsp;Billy lahir di Jakarta tanggal 13 Agustus 1978.&amp;nbsp;Pada usia yang relatif muda, Billy (panggilan Billy Boen) telah menjadi pimpinan di beberapa perusahaan. Pada 2005, ketika usianya baru &lt;b&gt;26 tahun&lt;/b&gt;, Billy dinobatkan menjadi &lt;b&gt;General Manager PT Oakley Indonesia&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/06/biografi-biily-boen-young-on-top.html" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-Thw0qwhL06o/TftbptxygCI/AAAAAAAABQs/wftxFZ6IhHs/s1600/billy-boen.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Biografi Billy Boen Young on Top dari Biografi Web&lt;/h2&gt;Ia menjadi GM Oakley termuda di dunia kala itu. Pada akhir 2006, bersama Rudhy Buntaram, pemilik Optik Seis, Billy kemudian mendirikan Jakarta International Management (JIM) dan Jakarta International Consulting (JIC) pada akhir 2009. Sekarang, Billy yang merupakan lulusan Utah State University dan State University of West Georgia di Amerika Serikat ini adalah partner dan Presiden Direktur Rolling Stone Cafe Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
April 2009, Billy menulis buku berjudul “Young On Top” yang diterbitkan oleh GagasMedia. Di 5 bulan pertama, buku itu pun dicetak ulang sebanyak lima kali. Di dalam buku tersebut, Billy menuliskan &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/08/5-kunci-kesuksesan.html"&gt;30 kunci sukses&lt;/a&gt; di usia muda.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Karier Billy Boen&lt;/h2&gt;&lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/06/biografi-billy-boen-young-on-top.html"&gt;Billy Boen&lt;/a&gt; menyelesaikan pendidikan S-1 bidang manajemen dari Utah State University (USU), Amerika Serikat, hanya dalam waktu 2 tahun 8 bulan, mulai 1996 hingga 1999. Dalam periode itu juga, Billy menjadi presiden PERMIAS (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat) di kampusnya. Ia juga bergabung dengan persatuan mahasiswa di USU yang bernama Sigma Chi. Billy meneruskan studinya ke State University of West Georgia untuk gelar MBA. Studi S-2 ini ia tempuh dalam tempo setahun dengan predikat kelulusan cum laude, di usia 22 tahun. Seusai lulus, ia memutuskan untuk pulang kembali ke Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-zXMOy3Ti0Uk/Tftd5VViJUI/AAAAAAAABRA/L1RrUuP_zPM/s1600/billy-boen-biografi.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Dengan prestasi seperti ini, sepulang ke Tanah Air dan bergabung dengan PT Berca Sportindo, distributor tunggal Nike di Indonesia. Posisi awalnya sebagai Asisten Manajer Lini Produk Divisi Footwear. Setahun kemudian, ia naik pangkat menjadi manajer di divisi yang sama. Setengah tahun berikutnya, ia dipromosikan menjadi manajer (yang lebih senior) untuk semua divisi: footwear, apparel, aksesori, dan perlengkapan. Setahun berselang, ia menempati pos Manajer Penjualan &amp;amp; Pemasaran Nike (korporat).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 2005, Billy keluar PT Berca Sportindo dan bergabung dengan Oakley Indonesia yang berkantor pusat di Bali. Saat itulah, Billy yang kala itu berusia 26 tahun diberi posisi sebagai General Manajer (GM). Hanya dalam tiga tahun, Billy berhasil menaikkan penjualan Oakley hingga tiga kali lipat. Karyawannya pun bertambah, dari 80 menjadi 240 orang. Pada 2008, saat berusia 29 tahun, ia digaet Grup MRA (Mugi Rekso Abadi), dengan jabatan sebagai Kadiv. F&amp;amp;B. saat itu, Billy membawahi tiga entitas bisnis milik Grup MRA, yakni Hard Rock Cafe Jakarta, Hard Rock Cafe Bali, dan Haagen-Dazs, dengan total 500 karyawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama Rudhy Buntaram, pemilik Optik Seis, Billy mendirikan Jakarta International Management (JIM) pada Desember 2006 dan Jakarta International Consulting (JIC) pada Desember 2009. JIM bertujuan melayani semua kebutuhan di industri fashion. JIM sendiri memiliki beberapa divisi, yakni: agensi model (JIM Models), manajemen artis (JIM Artists), fashion event organizer (JIM Events), fotografi (JIM Photography), fashion consulting (JIM-DARE Fashion), dan JIM-F performing academy (bekerja sama dengan FashionTV Indonesia). sementara, JIC merupakan konsultan di bidang pemasaran, khususnya pengembangan merek. Dalam menjalankan usahanya, JIC bekerja sama dan bermitra dengan dengan perusahaan lain.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Pemikiran Billy Boen&lt;/h2&gt;Banyak orang yang memiliki pemikiran negatif atas sebuah &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/08/5-kunci-kesuksesan.html" target="_blank"&gt;kesuksesan&lt;/a&gt;. Bagi Billy, salah satu sebabnya adalah karena ketika mereka sudah berusaha, mereka masih juga belum berhasil. Inilah yang membuat mereka berpikir bahwa keberuntungan belum ada di pihaknya. Ketika mereka melihat ada orang yang mereka anggap berhasil, mereka berpikir bahwa keberhasilan itu semata-mata mereka capai karena adanya unsur &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/08/cara-menciptakan-keberuntungan.html" target="_blank"&gt;keberuntungan (luck)&lt;/a&gt;. Bagi Billy, &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/08/momentum-rahasia-sukses-billy-boen.html" target="_blank"&gt;sukses&lt;/a&gt; adalah ketika seseorang mampu meraih, mencapai, melakukan apa yang ingin dia raih, capai, dan lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Billy sadar bahwa pencapaiannya juga tentunya ditunjang unsur &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/08/cara-menciptakan-keberuntungan.html" target="_blank"&gt;keberuntungan&lt;/a&gt;. Akan tetapi, bagi Billy, keberuntungan itu adalah faktor ‘X’, sebuah faktor yang berada di luar kontrol manusia. Seseorang tidak bisa membuat dirinya beruntung. Baginya, tidaklah masuk akal bila ada seseorang berbicara bahwa ia ingin memenangkan undian esok hari. Daripada berharap untuk beruntung, akan lebih baik kalau seseorang segera bertindak &lt;b&gt;(Just Perform)&lt;/b&gt;. Artinya, tidak perlu memperdulikan hal-hal yang memang tidak perlu, fokus, dan melakukan semua hal dengan sebaik-baiknya. &lt;b&gt;“Forget about luck and do your best what is within your control!”&lt;/b&gt;, begitulah yang sering diucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Billy, daripada berharap untuk beruntung, lebih baik energi dalam tubuh seseorang dihabiskan untuk berpikir dan melakukan segala sesuatunya sebaik mungkin. Kalaupun hasilnya tidak sesuai harapan, setidaknya seseorang akan merasa sedikit puas karena ia telah berusaha untuk melakukannya sebaik mungkin. Baginya, &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/07/kita-tidak-ditakdirkan-gagal.html" target="_blank"&gt;kegagalan&lt;/a&gt; dari hasil performa terbaik akan lebih ringan rasanya dibandingkan dengan kegagalan akibat performa yang ala kadarnya.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;“Young on Top”&lt;/h2&gt;April 2009, ketika usianya 30 tahun, Billy menerbitkan sebuah buku berjudul &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/06/biografi-billy-boen-young-on-top.html"&gt;“Young On Top”&lt;/a&gt; yang diterbitkan oleh penerbit &lt;b&gt;GagasMedia&lt;/b&gt;. Buku ini ia selesaikan dalam waktu dua setengah tahun. Secara umum, buku ini ditujukan kepada anak-anak muda untuk bisa meraih kesuksesan terutama di dalam pekerjaannya atau di dunia bisnis. Dalam buku tersebut, Billy memberikan &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/08/5-kunci-kesuksesan.html"&gt;30 kunci sukses&lt;/a&gt; di usia muda. Beberapa contoh diantaranya adalah untuk menjadi seseorang yang terbuka, berpikiran positif, tepat waktu, tidak pernah putus asa, dan selalu bertindak lebih dari biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-YsYNbFkrKS4/Tftc65_dXgI/AAAAAAAABQ0/LRDkbw0lCLU/s1600/young-on-top.jpg" /&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-3bqrT5ZwTh8/TftdBJgCD3I/AAAAAAAABQ4/loE4yndAKkA/s1600/top-words.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
Pada bagian pertama buku &lt;a href="http://biografi.rumus.web.id/2011/06/biografi-billy-boen-young-on-top.html"&gt;Young on Top&lt;/a&gt;, Billy menjelaskan tentang arti pentingnya membangun motivasi, keyakinan, dan &lt;a href="http://www.ronywijaya.web.id/2011/06/menghadapi-masa-sulit-dengan-optimis.html" target="_blank"&gt;optimis&lt;/a&gt; dalam menjalani hidup. Segala kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan harus berkualitas dan mencapai hasil yang maksimal. Bagian kedua, Billy membahas bagaimana cara mencapai kesuksesan di usia muda dengan senantiasa mengembangkan kemampuan diri untuk menguasai secara detail bidang pekerjaan yang ditekuni. Di bagian ketiga, Billy memberikan beberapa tips menarik mengenai pemikiran-pemikiran penting yang harus dimiliki seseorang ketika ingin meraih perjalanan karier yang cemerlang. Bagi Billy, seseorang harus selalu aktif dalam mengasah kemampuan, mengedepankan dan mengembangkan sikap tidak berpuas diri dalam menggali ilmu pengetahuan dan informasi, serta tetap rendah hati.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Agama Billy Boen&lt;/h2&gt;Banyak yang bertanya, &lt;b&gt;Agama om Billy apa?&lt;/b&gt; Agama Billy Boen adalah &lt;b&gt;katolik&lt;/b&gt;. Mari kita simak langsung tweet beliau tentang agamanya :&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Ada yg nanya agama sy apa. Mom,Sy,Anak: &lt;b&gt;Katolik&lt;/b&gt;. Dad,Sister: &lt;b&gt;Kristen&lt;/b&gt;. Istri &lt;b&gt;Budha&lt;/b&gt;. Kakak+keluarganya: &lt;b&gt;Islam&lt;/b&gt; :) I LOVE my family&lt;br /&gt;
sumber : https://twitter.com/#!/BillyBoen/status/57061150793277440&lt;/blockquote&gt;Semoga Biografi Billy Boen ini menginspirasi pembaca untuk meraih sukses di usia muda seperti Om Billy.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7378235716532580082-9137061372747238680?l=biografi.rumus.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/biografiweb/~4/qKH2fMi-zss" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/9137061372747238680?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7378235716532580082/posts/default/9137061372747238680?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/biografiweb/~3/qKH2fMi-zss/biografi-billy-boen-young-on-top.html" title="Biografi Billy Boen Young on Top" /><author><name>Rony wijaya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_I-RrKKDKcJI/TNUI9FkSWoI/AAAAAAAABHI/_5bTMQ38G-c/S220/google-biografi.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-Thw0qwhL06o/TftbptxygCI/AAAAAAAABQs/wftxFZ6IhHs/s72-c/billy-boen.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://biografi.rumus.web.id/2011/06/biografi-billy-boen-young-on-top.html</feedburner:origLink></entry></feed>

