<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cogito Ergo Sum</title>
	<atom:link href="https://hardyhuang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://hardyhuang.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Nov 2010 17:21:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hardyhuang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://s0.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cogito Ergo Sum</title>
		<link>https://hardyhuang.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://hardyhuang.wordpress.com/osd.xml" title="Cogito Ergo Sum" />
	<atom:link rel='hub' href='https://hardyhuang.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Apa itu micro jobs dan bagaimana anda memanfaatkannya?</title>
		<link>https://hardyhuang.wordpress.com/2010/11/29/apa-itu-micro-jobs-dan-bagaimana-anda-memanfaatkannya/</link>
					<comments>https://hardyhuang.wordpress.com/2010/11/29/apa-itu-micro-jobs-dan-bagaimana-anda-memanfaatkannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hardy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Nov 2010 17:16:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hardyhuang.wordpress.com/2010/11/29/apa-itu-micro-jobs-dan-bagaimana-anda-memanfaatkannya/</guid>

					<description><![CDATA[Pernahkah anda mendengar tentang micro jobs? Jika tidak pernah, silakan baca artikel ini. Micro jobs adalah pekerjaan kecil yang bisa anda selesaikan dalam waktu singkat. Biasanya lebih kurang 5 menit sampai 10 menit tergantung dari tingkat kesulitan pekerjaannya. Pekerjaan yang paling mudah bisa seperti misalnya, anda diminta untuk twit sebuah pesan, like sebuah facebook page [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah anda mendengar tentang micro jobs? Jika tidak pernah, silakan baca artikel ini.</p>
<p>Micro jobs adalah pekerjaan kecil yang bisa anda selesaikan dalam waktu singkat. Biasanya lebih kurang 5 menit sampai 10 menit tergantung dari tingkat kesulitan pekerjaannya. Pekerjaan yang paling mudah bisa seperti misalnya, anda diminta untuk twit sebuah pesan, like sebuah facebook page ataupun sign up di sebuah website. Untuk setiap pekerjaan yang anda selesaikan dengan sempurna, anda akan dibayar minimal $0.1. Harga yang dibayar akan semakin tinggi jika tingkat kerjaan lebih susah, misalnya menulis artikel.</p>
<p>Bagi yang tertarik dengan micro jobs, saya ada susun list dari website-website di bidang micro jobs di <a href="http://www.squidoo.com/getting-started-on-making-money-during-your-free-time">website ini</a>. Silakan dikunjungi.</p>
<p>Nah sekarang kita akan membahas bagaimana anda bisa memanfaatkan website micro jobs tersebut. Di website micro jobs anda bisa mengambil peran diantara dua pihak yaitu worker (orang yang bekerja) atau employer (orang yang mempekerjakan). Bagi worker tentu saja benefit-nya adalah uang, apalagi untuk yang tinggal di negara kita yang notabene mempunyai nilai jual dolar yang tinggi. Jika setiap 5 menit anda bisa menghasilkan $0.5 (kita ambil rata-rata). Maka 50 menit anda bisa menghasilkan $2.5. Itu sudah Rp 24.500 (kurs Rp 9800/1 USD). Walaupun sebenarnya bisa lebih dari itu. Ketika saya masih di bangku kuliah, saya bisa menghasilkan $10 dari 1 jam kerja. Tetapi sebenarnya benefit yang paling besar adalah ketika anda menjadi employer.</p>
<p>Saya sendiri belum pernah mencoba sebagai employer. Tetapi dari perkiraan saya, banyak hal yang sebenarnya bisa anda raup dari peran employer tersebut. Contoh yang paling sederhana adalah marketing instan. Jika anda bayar seseorang untuk twit sebuah pesan dengan seharga $0.1. Maka dengan hanya $10 anda sudah bisa bayar 100 orang untuk twit pesan anda. Misalkan setiap orang yang twit memiliki 100 teman (anda bisa kasih prasyarat di tawaran anda, hanya bayar untuk twitter yang memiliki 100 follower minimal) maka dengan $10 anda sudah memarketingkan pesan anda ke 10000 orang. Tentu saja jika saya, saya akan suruh mereka like facebook page saya, twit pesan saya, dan share di wall facebook mereka untuk dampak maksimal. Dan itu semua tidak lebih dari $0.1 per orang. Murah bukan?</p>
<p>Masih banyak hal lain yang bisa dicoba lagi di website micro jobs. Selamat eksplorasi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hardyhuang.wordpress.com/2010/11/29/apa-itu-micro-jobs-dan-bagaimana-anda-memanfaatkannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5d47f7c9204e5f679ef7df01f84a47f220dc079de9f593d7dc4a057bf72b23c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blodstone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Copy paste teks/source code antar komputer dengan cepat</title>
		<link>https://hardyhuang.wordpress.com/2010/01/07/copy-paste-tekssource-code-antar-komputer-dengan-cepat/</link>
					<comments>https://hardyhuang.wordpress.com/2010/01/07/copy-paste-tekssource-code-antar-komputer-dengan-cepat/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hardy]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 08:22:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hardyhuang.wordpress.com/?p=104</guid>

					<description><![CDATA[Di kantor, saya kerap kali menggunakan laptop berbarengan dengan desktop saya. Kadang-kadang saya ingin cepat-cepat copy paste sebuah teks dari dekstop ke laptop saya seperti misalnya link url ataupun sebaris source code. Selama ini untuk melakukan hal itu, saya mau tak mau harus mengcopy teks tersebut ke sebuah file teks dengan notepad kemudian dipindahkan dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di kantor, saya kerap kali menggunakan laptop berbarengan dengan desktop saya. Kadang-kadang saya ingin cepat-cepat copy paste sebuah teks dari dekstop ke laptop saya seperti misalnya link url ataupun sebaris source code. Selama ini untuk melakukan hal itu, saya mau tak mau harus mengcopy teks tersebut ke sebuah file teks dengan notepad kemudian dipindahkan dengan menggunakan flash disk.</p>
<p>Kadang-kadang saya juga ingin melakukan copy paste sebuah teks dari komputer di rumah untuk dipakai di kantor. Permasalahan kecil tetapi merepotkan sekali.</p>
<p>Untung ada website sederhana yaitu <a title="LodgeIt!" href="http://paste.pocoo.org/" target="_blank">LodgeIt! </a>yang sangat membantu saya. Hasil copy paste bisa bertahan 30 hari lagi dan bisa diformat sesuai dengan keinginan kita apakah dalam bentuk C++ atau SQL atau teks biasa. Website bisa dikunjungi di <a href="http://paste.pocoo.org/" rel="nofollow">http://paste.pocoo.org/</a></p>
<p>Selamat copy paste!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hardyhuang.wordpress.com/2010/01/07/copy-paste-tekssource-code-antar-komputer-dengan-cepat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5d47f7c9204e5f679ef7df01f84a47f220dc079de9f593d7dc4a057bf72b23c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blodstone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah anda kekanak-kanakan?</title>
		<link>https://hardyhuang.wordpress.com/2010/01/03/apakah-anda-kekanak-kanakan/</link>
					<comments>https://hardyhuang.wordpress.com/2010/01/03/apakah-anda-kekanak-kanakan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hardy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 14:13:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Self Improvement]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hardyhuang.wordpress.com/?p=101</guid>

					<description><![CDATA[Saya akhir-akhir ini banyak melakukan introspeksi diri khususnya dalam hal kekanak-kanakan (childish). Setelah banyak bertukar pikiran dengan teman saya dan mendengar masukan dari tante saya, saya mendefinisikan kekanak-kanakan sebagai berikut: 1. Suka menyalahkan orang lain setelah berada dalam kepanikan atau ketika sesuatu yang salah terjadi Dulu ketika SMA saya juga suka melakukan hal tersebut. Kadang-kadang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saya akhir-akhir ini banyak melakukan introspeksi diri khususnya dalam hal kekanak-kanakan (<em>childish</em>). Setelah banyak bertukar pikiran dengan teman saya dan mendengar masukan dari tante saya, saya mendefinisikan kekanak-kanakan sebagai berikut:</p>
<p>1. Suka menyalahkan orang lain setelah berada dalam kepanikan atau ketika sesuatu yang salah terjadi</p>
<p>Dulu ketika SMA saya juga suka melakukan hal tersebut. Kadang-kadang kalau saya terdesak (panik) mengerjakan tugas saya, saya bisa mencari kambing hitam dalam segala hal. Saya bisa menyalahkan teman saya, guru saya, waktu dan semuanya. Pokoknya ada yang harus salah deh!</p>
<p>Setelah beberapa saat, saya mulai menyadari bahwa hal tersebut tidak menyelesaikan masalah. Saya sadar bahwa sebenarnya siapapun yang salah, tidak ada gunanya mempermasalahkan itu ketika masalah utamanya belum selesai (tapi bukan berarti saya akan anggap lalu kesalahan mereka kalau memang mereka terbukti bersalah). Saya lebih suka menyelesaikan dulu masalah itu sampai tuntas.</p>
<p>2. Mudah menyerah ketika situasi tidak mendukung</p>
<p>Mereka yang kekanak-kanakan terus hidup di dalam <em>comfort zone</em> mereka sendiri. Hidup mereka selama ini dipermudah oleh orang tua mereka sehingga apabila ada sedikit kesulitan saja, hati mereka ciut dan mereka angkat tangan tanpa ada perlawanan berarti. Jika kita mau meninggalkan masa kekanak-kanakan kita, kita harus menyadari terlebih dahulu bahwa semua hal itu butuh perjuangan, dan jangan bergantung pada pertolongan orang tua atau orang lain lagi.</p>
<p>3. Tidak mau bertanggung jawab</p>
<p>Mungkin ini yang paling menjadi dilema di kalangan remaja sekarang. Saya sebagai seorang dosen sering melihat mahasiswa-mahasiswa yang sehari-harinya dipenuhi oleh apa yang dia sukai saja. Dia tidak ingin bekerja, juga tidak ingin belajar. Mereka berpikir kalau seandainya mereka gagal di kampus sekalipun, masih ada pekerjaan orang tuanya yang bisa mereka lakukan. <em>Alternative thinking</em> seperti ini lah yang membuat mereka sering melupakan apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab mereka.</p>
<p>4.Egosentrik</p>
<p>Banyak orang hidup dengan pandangan seakan-akan dunia berputar hanya untuk dia saja. Mereka kerap kali melakukan sesuatu tanpa memperhatikan perasaan orang lain. Menurutku orang tipe seperti ini adalah orang yang paling kekanak-kanakan.</p>
<p>5. Hidup hanya untuk hari ini</p>
<p>Banyak orang yang kekanak-kanakan hidup hanya untuk hari ini saja. Mereka merokok, mereka berjudi, mereka berfoya-foya seakan-akan besok tidak ada lagi. Padahal sesungguhnya, hari esok itu ada, begitu juga dengan hari pada 50 tahun yang akan datang. Dibutuhkan persiapan yang matang di hari ini agar kelak tidak menyesal.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hardyhuang.wordpress.com/2010/01/03/apakah-anda-kekanak-kanakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5d47f7c9204e5f679ef7df01f84a47f220dc079de9f593d7dc4a057bf72b23c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blodstone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tim Micro Skill Menuju ICPC 2009</title>
		<link>https://hardyhuang.wordpress.com/2009/10/18/tim-micro-skill-menuju-icpc-2009/</link>
					<comments>https://hardyhuang.wordpress.com/2009/10/18/tim-micro-skill-menuju-icpc-2009/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hardy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 14:01:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[ICPC 2009]]></category>
		<category><![CDATA[Mikroskil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hardyhuang.wordpress.com/2009/10/18/tim-micro-skill-goes-icpc-2009/</guid>

					<description><![CDATA[Pada tanggal 19 &#8211; 22 Oktober 2009, STMIK Mikroskil untuk pertama kalinya akan mengirim mahasiswanya mengikuti kompetisi algoritma tingkat internasional yaitu ICPC 2009 Asia Jakarta Regional Contest. ACM International Collegiate Programming Contest (ICPC), merupakan kompetisi algoritma yang berada langsung di bawah supervisi Association for Computing Machinery (ACM). Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh puluhan ribu mahasiswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tanggal 19 &#8211; 22 Oktober 2009, STMIK Mikroskil untuk pertama kalinya akan mengirim mahasiswanya mengikuti kompetisi algoritma tingkat internasional yaitu ICPC 2009 Asia Jakarta Regional Contest.</p>
<p>ACM International Collegiate Programming Contest (ICPC), merupakan kompetisi algoritma yang berada langsung di bawah supervisi Association for Computing Machinery (ACM). Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh puluhan ribu mahasiswa dari berbagai belahan dunia yang berasal dari hampir 2000 universitas dari 80 negara yang terbentang di 6 benua. Akhir kata, ICPC adalah kontes pemrograman yang paling prestisius, dan paling tua (sejak 1977) di dunia.</p>
<p>Tim Micro Skill yang terdiri dari Yudi Umar (09/Sore), Hendry Suwanda (06/Sore), Habri Loy (06/Pagi) akan menjadi representasi STMIK Mikroskil di ICPC 2009 kali ini setelah mereka berhasil mendapat peringkat ke-3 di Indonesia National Contest pada tanggal 4 Oktober 2009 yang diikuti oleh 77 tim dari berbagai daerah Indonesia.</p>
<p>Dengan peringkat ke-3 di INC, tim Micro Skill berhak mendapatkan uang saku sebesar 1 jt rupiah dari Binus ditambah gratis pendaftaran ICPC 2009 sebesar $110. Pihak Mikroskil sendiri membiayai semua pengeluaran akomodasi serta transportasi tim Micro Skill selama 4 hari 3 malam di Jakarta sebagai wujud dukungan Mikroskil terhadap mahasiswa berprestasi.</p>
<p>Dalam Asia Jakarta Regional Contest, tim Micro Skill akan bertemu dengan universitas papan atas Indonesia seperti Universitas Binus, UI, ITB, ITS dan lain-lain serta kompetitor dari luar negeri seperti dari Singapore yaitu NTU, dari China yaitu National Tsing Hua University dan Sun Yat Sen University, dari Taiwan yaitu National Taiwan University dan lain-lain. Total tim yang mengikuti Asia Jakarta Regional Contest sebanyak 67 tim.</p>
<p>Semoga tim Micro Skill mendapat hasil terbaik dan ajang ini bisa menjadi pemicu semangat kompetisi dari mahasiswa-mahasiswa lain untuk ikut bersaing di ICPC 2010 tahun depan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hardyhuang.wordpress.com/2009/10/18/tim-micro-skill-menuju-icpc-2009/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5d47f7c9204e5f679ef7df01f84a47f220dc079de9f593d7dc4a057bf72b23c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blodstone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menang di debat bukan segalanya</title>
		<link>https://hardyhuang.wordpress.com/2009/09/20/menang-di-debat-bukan-segalanya/</link>
					<comments>https://hardyhuang.wordpress.com/2009/09/20/menang-di-debat-bukan-segalanya/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hardy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 18:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Self Improvement]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hardyhuang.wordpress.com/?p=93</guid>

					<description><![CDATA[Konflik tak terhindarkan di hidup ini. Jika anda mau menghindari konflik anda harus mengisolasikan diri dari peradaban manusia, itu pun saya tidak akan jamin kalau anda bisa menghindari yang namanya konflik. Di film Castaway, Tom Hanks yang terdampar di pulau tak berpenghuni pun bisa konflik dengan sebuah bola voli. Jika melibatkan dua pihak, hampir bisa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Konflik tak terhindarkan di hidup ini. Jika anda mau menghindari konflik anda harus mengisolasikan diri dari peradaban manusia, itu pun saya tidak akan jamin kalau anda bisa menghindari yang namanya konflik. Di film Castaway, Tom Hanks yang terdampar di pulau tak berpenghuni pun bisa konflik dengan sebuah bola voli. Jika melibatkan dua pihak, hampir bisa dipastikan terjadi debat di dalam sebuah konflik.</p>
<p>Ketika saya masih duduk di bangku sekolahan, saya menganggap debat itu sebagai sebuah perjuangan untuk mencapai kemenangan. Apapun caranya, apapun kondisinya, saya harus memenangkan debat itu. Saya membentuk klub debat ketika saya duduk di bangku perkuliahan dan benar-benar mengfokuskan diri untuk memenangkan debat itu. Kadang-kadang sangking tak inginnya kalah dalam sebuah debat, saya sering silap dan malah melukai hati lawan debat saya. Saya mungkin menang dalam perdebatan, tapi saya telah gagal menyelesaikan konflik dan membentuk konflik baru dengan lawan debat saya untuk jangka panjang.</p>
<p>Dale Carnegie pernah mengatakan bahwa dalam debat tidak ada pemenangnya. Menang jadi arang, kalah jadi abu. Kadang-kadang dalam perdebatan kita begitu ingin menang sehingga kita lupa akan tujuan kita. Seharusnya kita menyelesaikan konflik, memperbaiki masalah, dan meluruskan permasalahan dengan orang yang salah paham dengan kita. Alih-alih menyelesaikan konflik, kita malah membuat konflik baru yang tak terdeteksi di hati orang itu. Apalagi jika kita dengan sengaja menyerang ke personal seseorang, kita mungkin merasa bangga ketika lawan mundur tapi orang yang melihat dari samping akan meremehkan bahkan menertawai kita.</p>
<p>Alangkah konyolnya, yang awalnya ingin menunjukkan kita benar, malah kita menjadi bahan olokan di belakang kita. Ada seorang kolega saya yang terobsesi ingin memenangkan semua perdebatan walaupun sudah jelas kalau dia yang salah. Karena dia adalah seseorang yang memiliki artikulasi yang bagus, dan pintar maka dia hampir selalu menaklukkan lawan debatnya dalam setiap hal. Tetapi saya tau kalau itu bukan kemenangan sebenarnya, itu kemenangan semu. Karena setiap lawan debat dia yang kalah, bahkan orang yang menonton (secara praktis hampir semua orang) membuat dia menjadi bahan lawakan dan menganggap dia aneh serta keras kepala. Dan pada akhirnya, tetap tak ada yang setuju dengan pandangan dia. Orang cuma terlalu malas untuk menjawabnya saja.</p>
<p>Jika kita tau kalau menang di debat tak membuat posisi kita lebih baik. Kenapa kita tidak berpikiran dalam sudut pandang yang lain? Saya akui kita memang susah mendapatkan win-win solution, tapi setidaknya kita bisa mengakhiri debat tanpa harus menyakiti lawan bicara, bukankah itu lebih bagus? <em>Be smart.</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hardyhuang.wordpress.com/2009/09/20/menang-di-debat-bukan-segalanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5d47f7c9204e5f679ef7df01f84a47f220dc079de9f593d7dc4a057bf72b23c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blodstone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dunia Panggung Sandiwara</title>
		<link>https://hardyhuang.wordpress.com/2009/09/12/dunia-panggung-sandiwara/</link>
					<comments>https://hardyhuang.wordpress.com/2009/09/12/dunia-panggung-sandiwara/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hardy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 07:50:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Self Improvement]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hardyhuang.wordpress.com/?p=90</guid>

					<description><![CDATA[Apa beda orang dewasa dan anak-anak? Tidak banyak. Orang dewasa hanya lebih pandai bersandiwara dibandingkan anak-anak. Mereka yang tidak pandai bersandiwara akan dicap aneh oleh masyarakat. Sebenarnya, mereka yang aneh hanyalah bertindak dan berkata apa yang ada dibenaknya; mengeluarkan isi hatinya. Apakah salah jika kita tidak suka maka kita katakan tidak suka? Menurut aturan masyarakat, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apa beda orang dewasa dan anak-anak?</p>
<p>Tidak banyak. Orang dewasa hanya lebih pandai bersandiwara dibandingkan anak-anak.</p>
<p>Mereka yang tidak pandai bersandiwara akan dicap aneh oleh masyarakat. Sebenarnya, mereka yang aneh hanyalah bertindak dan berkata apa yang ada dibenaknya; mengeluarkan isi hatinya. Apakah salah jika kita tidak suka maka kita katakan tidak suka? Menurut aturan masyarakat, itu salah. Jika kita tidak suka, maka kita harus katakan suka agar tidak menyinggung perasaan orang, dan kalau memang harus jujur, kita harus katakan sehalus-halus mungkin sembari menyembunyikan ketidaksukaan kita. Itu aturan yang ada. Itu namanya &#8220;etika&#8221;.</p>
<p>Jika anda mau tau kue yang anda masak itu enak atau tidak. Tanyalah ke anak-anak. Mereka jujur apa adanya. Cuma sayangnya, orang tua mereka mungkin tidak akan begitu senang mendengar kata-kata anak-anak itu. Mereka ingin agar anak-anak itu menyembunyikan perasaan mereka kelak kalau ditanyakan lagi. Mereka ingin anak-anak itu bersandiwara.</p>
<p>Dilihat dari salah satu sudut pandang, bersandiwara itu bagus. Sandiwara membuat dunia kita lebih beradab. Cuma saja, beberapa orang terlalu menghayati konsep bersandiwara ini. Bagi mereka, semua adalah sandiwara. Jangan coba-coba menanyakan apakah kue anda enak atau tidak pada mereka. Gosong pun mereka akan bilang enak. Orang-orang ini adalah bangsa-bangsa penjilat di kantor anda.</p>
<p>Bagaimana jika kita menolak bersandiwara?</p>
<p>Di kasus yang baik, anda mungkin hanya dibilang kasar. Kasus terburuk, orang bilang anda tak beradab atau mungkin gila.</p>
<p>Sangking banyaknya orang yang bersandiwara, muncul cabang ilmu untuk hal itu. Mereka menamakannya soft skill, people skill, dan lain-lain. Ratusan buku terbit untuk mengajari kita bersandiwara. Lambat laun masyarakat kita semakin tenggelam di dalamnya. Panggung sandiwara semakin meriah. Sangking meriahnya, saya tak bisa lagi membedakan apakah seseorang sedang bersandiwara kepada saya atau dia benar-benar jujur apa adanya.</p>
<p>Dunia ini memang sudah kacau.Kata pastor saya dulu, kalau semua orang telanjang, maka orang yang pakai baju lah yang merupakan orang gila. Sekarang, semua orang bertopeng. Mereka yang tidak bertopeng, adalah mereka yang aneh. Mau tak mau, saya juga terpaksa mengenakan sebuah topeng di wajah saya. Dan saya sarankan anda juga mengenakannya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hardyhuang.wordpress.com/2009/09/12/dunia-panggung-sandiwara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>19</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5d47f7c9204e5f679ef7df01f84a47f220dc079de9f593d7dc4a057bf72b23c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blodstone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masih Banyak Ruang di Indonesia</title>
		<link>https://hardyhuang.wordpress.com/2009/07/30/masih-banyak-ruang-di-indonesia/</link>
					<comments>https://hardyhuang.wordpress.com/2009/07/30/masih-banyak-ruang-di-indonesia/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hardy]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 14:46:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Fun Stuff]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hardyhuang.wordpress.com/?p=88</guid>

					<description><![CDATA[Saya cukup terkejut melihat data di website wikipedia dimana di dalamnya menyatakan bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia ternyata &#8220;hanya&#8221; peringkat ke-15 di dunia dalam konteks pengguna Internet. Melihat fakta tersebut, saya menyimpulkan beberapa hal: Pasar bisnis online di Indonesia masih memiliki banyak ruang untuk bertumbuh seandainya persentasi pengguna Internet di Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saya cukup terkejut melihat data di website <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_number_of_Internet_users" target="_blank">wikipedia</a> dimana di dalamnya menyatakan bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia ternyata &#8220;hanya&#8221; peringkat ke-15 di dunia dalam konteks pengguna Internet.</p>
<p>Melihat fakta tersebut, saya menyimpulkan beberapa hal:</p>
<ol>
<li>Pasar bisnis online di Indonesia masih memiliki banyak ruang untuk bertumbuh seandainya persentasi pengguna Internet di Indonesia meningkat.</li>
<li>Peran pemerintah dalam menggalakkan Internet masuk desa harus semakin di-&#8220;galak&#8221;kan, jika tidak potensi besar Indonesia dalam dunia bisnis online akan sia-sia.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hardyhuang.wordpress.com/2009/07/30/masih-banyak-ruang-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5d47f7c9204e5f679ef7df01f84a47f220dc079de9f593d7dc4a057bf72b23c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blodstone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seandainya Semua Penduduk Indonesia Di-Rank!</title>
		<link>https://hardyhuang.wordpress.com/2008/12/16/seandainya-semua-penduduk-indonesia-di-rank/</link>
					<comments>https://hardyhuang.wordpress.com/2008/12/16/seandainya-semua-penduduk-indonesia-di-rank/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hardy]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 16:50:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fun Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Self Improvement]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hardyhuang.wordpress.com/2008/12/16/seandainya-semua-penduduk-indonesia-di-rank/</guid>

					<description><![CDATA[Dulu sewaktu saya masih berseragam putih-merah, putih-biru dan kemudian putih-abu, istilah ranking atau peringkat sudah menjadi istilah yang sangat umum pada saat itu. Pada hari itu, saya dan kawan-kawan saya dinilai secara langsung oleh guru dan orang tua kita masing-masing melalui peringkat kita masing-masing di kelas. Di sekolah saya dulu malahan ada yang namanya peringkat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dulu sewaktu</strong> saya masih berseragam putih-merah, putih-biru dan kemudian putih-abu, istilah <em>ranking</em> atau peringkat sudah menjadi istilah yang sangat umum pada saat itu. Pada hari itu, saya dan kawan-kawan saya dinilai secara langsung oleh guru dan orang tua kita masing-masing melalui peringkat kita masing-masing di kelas. Di sekolah saya dulu malahan ada yang namanya peringkat umum, yaitu urutan prestasi saya yang diukur berdasarkan semua siswa yang seangkatan di sekolah tersebut.</p>
<p>Setelah menduduki bangku perkuliahan, yang namanya pengukuran berdasarkan peringkat sudah mulai samar-samar. Walaupun pada hari saya diwisuda, tempat duduk kami sebagai calon wisudawan itu diukur berdasarkan peringkat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Yang paling tinggi IPK nya duduk paling depan, sedangkan yang paling rendah duduk di deretan bangku paling belakang.</p>
<p>Di saat-saat seperti itulah, kita mengukur kemampuan kita terhadap yang lain. Persoalan jujur atau tidak dalam pencapaian, itu pembahasan tersendiri. Tapi misalkan jika seandainya semua orang itu jujur dalam pencapaiannya. Bagaimana perasaan kita jika kita duduk terdepan? Atau terbelakang? Bangga? Malu? Tertantang untuk lebih maju kelak? Campur aduk pastinya.</p>
<p>Bagaimana jika sekarang juga semua penduduk Indonesia diukur berdasarkan ukuran tertentu yang diakui <em>fair</em> untuk setiap profesi, dikategorikan berdasarkan <em>range</em> umur tertentu dan dipublikasikan peringkat setiap orang secara publik dan berkala tiap tahun? Di posisi manakah kita berada dalam 230 juta penduduk Indonesia? Apakah kita termasuk yang terbaik 20% untuk <em>range</em> umur 20 – 25 tahun? Apakah dengan mengetahui posisi kita bisa menimbulkan sifat ingin bersaing yang semakin kental untuk menjadi lebih baik?</p>
<p>Permasalahan ukuran yang <em>fair</em> untuk setiap profesi juga mempunyai kendala sendiri. Apakah seseorang yang mempunyai uang lebih baik berarti lebih tinggi peringkatnya terhadap yang lebih miskin? Apakah yang kesehatannya lebih baik juga lebih tinggi peringkatnya disbanding yang sering <em>check-up</em> ke Singapore? Jabatan? Catatan kriminal? Kemudian bagaimana mengukur kebahagiaan?</p>
<p>Anggaplah suatu saat ditemukan cara mengukur seseorang. Apakah anda mau menerimanya? Penasaran terhadap kemampuan diri sendiri atau takut menghadapi kenyataan? Tapi yang pasti, jangan bicarakan kesamaan hak azasi atau diskriminasi di sini.</p>
<p>Bayangkan apa yang terjadi ketika seseorang berperingkat 1 ketemu muka dengan seseorang yang berperingkat 230 juta?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hardyhuang.wordpress.com/2008/12/16/seandainya-semua-penduduk-indonesia-di-rank/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5d47f7c9204e5f679ef7df01f84a47f220dc079de9f593d7dc4a057bf72b23c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blodstone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>About Trust</title>
		<link>https://hardyhuang.wordpress.com/2008/12/12/about-trust/</link>
					<comments>https://hardyhuang.wordpress.com/2008/12/12/about-trust/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hardy]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 17:09:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Self Improvement]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hardyhuang.wordpress.com/2008/12/12/about-trust/</guid>

					<description><![CDATA[I concede that I am neither a saint nor an incorrigible liar, I am between them. But then, I do have a strong belief that when a relationship is built upon a complete lie, that relationship is destined for a failure. Trust is the very foundation of relationship, without it there is no foundation. When [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>I concede</strong> that I am neither a saint nor an incorrigible liar, I am between them. But then, I do have a strong belief that when a relationship is built upon a complete lie, that relationship is destined for a failure. Trust is the very foundation of relationship, without it there is no foundation. When trust is betrayed, it is time for a complete rethink of the relationship.</p>
<p>A lot of people, including myself when I was a teenager back then, do not know the importance of a trust. But when their trust have been betrayed by other people, only then did they learned to value a trust. It is sort of like karma. When we betrayed someone trust, someday, our trust will also be betrayed by other people.</p>
<p>Statements above arouse a new question in my mind. Is it necessary for us to be betrayed in order to value trust? I believe, most of you, including myself, will quickly answers &#8220;no&#8221; to that question. But sadly, it happens all the time in reality. People with good integrity become rarer and rarer as time goes.</p>
<p>The same thing happened to a country with a high corruption level where politicians, bureaucrats and businessmen play with people money, people trust.</p>
<p>I always keep in my mind that if I betrays someone trust, someday, sometimes in the future, other will betray my trust. I have tasted the bitter of betrayal, I know the pain of being betrayed.</p>
<p>For people who in my past have been betrayed, if you read my post. Please know that I was a naïve back then. I was wrong. Forgive me.</p>
<p>For people who have betrayed me. I forgive you. But remember, I am not a Buddha.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hardyhuang.wordpress.com/2008/12/12/about-trust/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5d47f7c9204e5f679ef7df01f84a47f220dc079de9f593d7dc4a057bf72b23c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blodstone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepuluh Penyebab Kejatuhan Amerika Dalam Finansial</title>
		<link>https://hardyhuang.wordpress.com/2008/11/20/sepuluh-penyebab-kejatuhan-amerika-dalam-finansial/</link>
					<comments>https://hardyhuang.wordpress.com/2008/11/20/sepuluh-penyebab-kejatuhan-amerika-dalam-finansial/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hardy]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 17:39:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hardyhuang.wordpress.com/?p=69</guid>

					<description><![CDATA[Saya menemukan sebuah website yang sangat bagus dalam merangkum kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pelaku ekonomi Amerika. Sangat bagus untuk belajar mengenai ekonomi dan yang terpenting untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Websitenya bisa diakses di sini]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Saya menemukan</strong> sebuah website yang sangat bagus dalam merangkum kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pelaku ekonomi Amerika. Sangat bagus untuk belajar mengenai ekonomi dan yang terpenting untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.</p>
<p>Websitenya bisa diakses di <a title="10 American Financial Meltdown in The Past Century" href="http://www.neatorama.com/2008/10/08/10-american-financial-meltdowns-in-the-past-century/" target="_blank">sini</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hardyhuang.wordpress.com/2008/11/20/sepuluh-penyebab-kejatuhan-amerika-dalam-finansial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/5d47f7c9204e5f679ef7df01f84a47f220dc079de9f593d7dc4a057bf72b23c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blodstone</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
