<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;DUEMQXkzeCp7ImA9WhRaFE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793</id><updated>2012-02-17T04:28:00.780+07:00</updated><category term="Ceritaku" /><category term="Puisi" /><category term="Pengembangan" /><category term="Mau Tahu?" /><category term="Award" /><category term="kata hati" /><category term="Belajar Menulis" /><category term="Fiksi" /><category term="Seenaknya" /><category term="Target dan Strategi" /><category term="Lyrics" /><category term="Tutorial" /><category term="Marketing Free" /><category term="Lowongan Kerja" /><category term="Kontes" /><category term="Berita" /><title>blogadvintro</title><subtitle type="html">blog yang saya buat sepenuhnya untuk bahan pembelajaran. Pada saat selesai mendaftar,  target pertama saya adalah belajar tata letak yang paling baik di blogger ini...bagaimana mungkin saya bisa tanpa mencoba, selanjutnya tunggu aja perubahan blog ini...hehe newbie  ne</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>225</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Blogadvintro" /><feedburner:info uri="blogadvintro" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>Blogadvintro</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;A0cFRH04eip7ImA9WxBaGU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-4789671340972700914</id><published>2010-03-30T13:03:00.001+07:00</published><updated>2010-03-30T13:03:35.332+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-30T13:03:35.332+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seenaknya" /><title>Belanja, Pusing dan Lapar!</title><content type="html">&lt;img style="float:left; margin:0 5px 5px 0;width: 220px; height: 140px;" src="http://www.jonru.net/wp-content/uploads/2009/05/daftar_belanja.jpg" border="0" alt="daftar belanja"/&gt; Halah, baru berkeliling sebentar mengantar calon beli &lt;i&gt;seserahan&lt;/i&gt; malah migrenku kumat. Mengaku saja daripada semaput di tengah &lt;i&gt;NICO, 'ngisin-isini'.&lt;/i&gt; Dia juga bakal panik ditambah tubuhnya yang seuprit, &lt;i&gt;mungil&lt;/i&gt; begitu dipaksa mapah badan segede begini. Ah, bakal susah kalau mikir akan serumit itu. Sekali lagi. Mending ngaku, &lt;i&gt;"Nok, Mas mumet separo..."&lt;/i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Ya sudah, Mas duduk saja dulu, biar aku yang mutar. Nanti kalau sudah semua, Mas kupanggil. Hmm.. alhamdulillah sekali dapat yang seperti ini. &lt;i&gt;Pengertian&lt;/i&gt;. Sebenarnya masih banyak hal yang mengarah ke kata itu selain kasus ini. Tapi gak kuungkap lah, malas, ntar jadi beda tema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, aku cuma duduk saja di area istirahat pengunjung. Letaknya cukup strategis. Di samping kiri tangga manual yang agak lebar. Mengarah ke pas di depanku bazar baju murah. Di belakangku void. Pandangan ke bawah ada lagi bazar baju anak. Suasananya cukup ramai. Makin pusing kalau kupaksakan menikmati keadaan. Riuh ramai &lt;i&gt;costumer&lt;/i&gt; makin menguat saja. Kubungkukkan saja mata ini fokus untuk artikel baru dari hape. Menyandar juga percuma. Gak ada sandarannya, cuma &lt;i&gt;railing&lt;/i&gt; tepi lantai dari plastrip baja. Sakit buat punggung. Tidak apa-apa. Duduk ini cukup kok. Masih belum datang &lt;i&gt;ayangku&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sibuk dia. Seharusnya itu aku yang belanja. Tapi aku tak tahu apa yang dibeli. Dapat daftar belanja dibantu ibu. Dapat alasan lagi, &lt;i&gt;"Ntar kubelanjakan malah kurang cocok sama ukuran tunangan"&lt;/i&gt;. Ah, ngajak dia aja, biar milih sendiri kan pas. Niatnya ingin membantu. Tapi ini migrenku belum beres dari kemarin dari kedatanganku di Jember, kota calon tercinta ini. Ayangku sudah datang. Tugasku untuk membayar sudah datang. Tapi... lagi-lagi, &lt;i&gt;"Neng, ini dompetnya. Bawa semua saja. Mas di sini saja, ya."&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dianya cuma mengambil beberapa lembar, kembalikan dompet lalu ke kasir. Laporannya, baru dapat dua item. Hah? Dari belasan baru dua. Hmm... terus aku kira bisa nyantai kembali, ternyata beberapa saat dia balik lagi. Mas, sini. Pilihkan keranjang yang nanti buat bungkus! Halah nengku ini. Peyut sudah keroncongan juga, nih! Ditarik ke tempat daleman juga. Tapi sudah gak fokus. Tolong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;credit pic: &lt;a href="http://www.jonru.net"&gt;http://www.jonru.net&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-4789671340972700914?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/ZQp3qVs-KQw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/4789671340972700914/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2010/03/belanja-pusing-dan-lapar.html#comment-form" title="23 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/4789671340972700914?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/4789671340972700914?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/ZQp3qVs-KQw/belanja-pusing-dan-lapar.html" title="Belanja, Pusing dan Lapar!" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>23</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2010/03/belanja-pusing-dan-lapar.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUINSXcyfyp7ImA9WxBbGE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-2609171172486864137</id><published>2010-03-17T19:06:00.001+07:00</published><updated>2010-03-17T19:06:38.997+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-17T19:06:38.997+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ceritaku" /><title>Cerita di Kampung Kumuh Pinggir Kota</title><content type="html">&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;width: 190px; height: 125px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jiyiyi0y7DM/SgGnDMN-NLI/AAAAAAAAABg/NpTvJlbdOFk/s320/kumuh.jpg" border="0" alt="kumuh, jurang kaya dan miskin terlihat jelas" /&gt; Tetangga sebelahku membeli radio! Hanya bekasan. Boksnya saja sudah banyak selotip. Malah skrupnya pada hilang. Aku tahu dengan merabanya. Kalian tahu, kan? Kalau aku itu buta. Alhamdulillah sudah ikut merasakan radio itu seperti apa.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haha... orang kayak aku bisa mikir rumit juga. Setelah tahu ada penghibur telinga, indera milikku yang haus info itu, aku langsung berpikiran merombak tatanan gubukku. Tempat tinggal ini masih satu satuan dengan tetangga kanan-kiri. Bukan satu rumah, tapi sekatnya hanya satu, sekat anyam bambu saja, tak berangkap seperti dua rumah yang berimpit. Intinya, suara masih bisa tembus, dan aku bisa ikut menikmati acara radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hari. Pertama, repotnya batas rumah empu radio, Adnan, denganku masih di antarakan toiletku. Suaranya jadi teredam. Mesti kupindah. &lt;i&gt;Kolam&lt;/i&gt; yang aslinya cuma satu ember sedang, gampang kupindah. Malam bertambah. Agak sulit memindah batas kamar mandi, anyaman juga. cuma dikawat saja, bisa deh. Keduanya... Lah, geser tempat tidurnya? Hmm.. (mulai mikir melambat) sambil rebahan... Bisa! Batas KM dikeluarkan dulu, Geser tempat tidur, baru batasnya kupasang. Bisa deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ini ke sini, yang itu ke situ. Terus kawat, penguat batasnya, diperbanyak.. darimana bisa kudapat, ah ntar... terus tempat... bla bla bla"&lt;/i&gt;, gumamanku makin tak karuan, telunjuk coba menunjuk khayalan yang tercipta. Gelapku sedari kecil terlupa. Semua terang.. hanya karena memimpikan kenyamanan mendengar radio di gubuk kumuh ini. Malam kian larut. Aku masih disibukkan dengan agenda pagi besok. Aku mau mencoba sibuk. Namun pikiran mulai menumbuk sesuatu. Itu kamar mandi, saluran gotnya? Yang lama dibuatkan Mas Adnan sendiri untuk gubuknya, aku ikut nimbrung menyabang sedikit. Susah, dari campuran semen! Mikir lebih lama, kepentok lagi, bau got juga bakal lebih menyengat. Malah tambah tak nyaman. Terus buat makan besok? Mau puasa? Cuma bisa kudapat dari mengemis terus mau libur? Otakku makin penuh. Pusing. Akhirnya tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paginya, aku langsung saja memohon ke mas Adnan. &lt;i&gt;"Mas, tidak apa-apa radionya diputar lebih keras, aku tak merasa terganggu, malah berterima kasih Mas sudah berbagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;credit picture: http://exmariomartin.blogspot.com/&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-2609171172486864137?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/qA0Kz-dDA6k" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/2609171172486864137/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2010/03/cerita-di-kampung-kumuh-pinggir-kota.html#comment-form" title="15 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/2609171172486864137?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/2609171172486864137?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/qA0Kz-dDA6k/cerita-di-kampung-kumuh-pinggir-kota.html" title="Cerita di Kampung Kumuh Pinggir Kota" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_jiyiyi0y7DM/SgGnDMN-NLI/AAAAAAAAABg/NpTvJlbdOFk/s72-c/kumuh.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>15</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2010/03/cerita-di-kampung-kumuh-pinggir-kota.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEcNQns_eip7ImA9WxBbFko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-5622968587838516583</id><published>2010-03-16T01:01:00.001+07:00</published><updated>2010-03-16T01:01:33.542+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-16T01:01:33.542+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengembangan" /><title>Anak, di Balik Perpisahan</title><content type="html">&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;width: 200px; height: 125px;" src="http://i43.tinypic.com/ru4ggm.jpg" border="0" alt="korban perceraian" /&gt; Cerita perceraian selalu saja menimbulkan efek yang mungkin baru bisa kita rasakan dengan jelas setelah lama berlalu. Hmm... terutama pengaruhnya dalam tumbuh kembang anak. Kedengarannya miris. Tapi itulah yang terjadi. Kapan ya, orang bisa mulai belajar untuk menghilangkan satu jalan &lt;i&gt;"terbaik"&lt;/i&gt; pemecahan masalah rumah tangga ini?&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dengar berita terbaru anak pedangdut yang dahulu sempat tak diakui ibunya akhirnya dia balas tak mengakui sang ibu dan berjanji akan selamanya ikut dengan ayahnya? Sekarang tiba-tiba saja dia, si anak ini, telah berada dalam pelukan ibu seolah tak pernah ada peristiwa yang lalu. Siapa dia? Tebak saja sendiri. Yang jelas ada yang menarik dari yang terjadi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang kedua orang tua takkan pernah pupus oleh apapun. Setidaknya sampai saat ini. Alasan si anak sangat sederhana, terlalu dikekang bapaknya. Merasa tak bebas. Haha berita tadi sore menegaskan, ibunya jadi membebaskan. Alasan sang bapak kuatir anak itu terjerumus jadi membuat begitu banyak peraturan yang memang membuat anaknya terkungkung. Jadi agak kurang bijak, karena sikap otoriternya yang dominan. Bapak itu akhirnya pasrah. &lt;i&gt;"Jika kamu lebih bahagia bersama ibumu, pergilah, cari kebahagiaanmu"&lt;/i&gt; (gak persis begitu ngomongnya, tapi lumayan cukup mewakili deh, hehe). Ibunya, aku yakin sekali, memperlakukannya dengan bebas karena tak mau kehilangan untuk kedua kali. Ini juga kurang bisa dibenarkan. Terlalu memanjakan tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... mudah-mudahan saja kedua orang tua ini tidak dipermainkan terlalu lama. Bisa saja seperti ini, &lt;i&gt;"Masa ibu melarangku naik gunung?! Aku mau ke ayah saja. Pasti dia mengijinkan!"&lt;/i&gt;. Kalau ibunya mengalah, dianya semakin menjadi atau kalau bersikeras melarang. Anak itu pergi meninggalkannya, balik ke bapaknya &lt;i&gt;'cari perlindungan'&lt;/i&gt;. Akan berulang terus begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun telah berpisah, mendidik anak tak perlu saling bertolak pinggang, kan? Masalah lama antar ayah ibu apa tidak bisa dikesampingkan demi pertumbuhan anak? Toh DIA menitipkannya untuk kalian berdua, bersama. Tidak ada salahnya kalian juga bersama merawatnya. Kalau sudah tak mungkin bersatu lagi. Tetaplah saling berkomunikasi demi pertumbuhan si anak. Buat mereka nyaman di manapun berada... dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe maaf terlalu menggurui. Untuk renungan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-5622968587838516583?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/0iK1ccH9lnw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/5622968587838516583/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2010/03/anak-di-balik-perpisahan.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/5622968587838516583?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/5622968587838516583?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/0iK1ccH9lnw/anak-di-balik-perpisahan.html" title="Anak, di Balik Perpisahan" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://i43.tinypic.com/ru4ggm_th.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2010/03/anak-di-balik-perpisahan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU4BQnY5eSp7ImA9WxBbFkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-4742471908257649756</id><published>2010-03-15T07:44:00.000+07:00</published><updated>2010-03-15T07:45:53.821+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-15T07:45:53.821+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi" /><title>Di Sana, Renungan</title><content type="html">&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;" src="http://i39.tinypic.com/20tfltd.jpg" border="0" alt="renungan"&gt; Di sana mungkin ada api&lt;br /&gt;lidahnya menyambar-nyambar penuh arti yang aku tahu paling-paling dia berkata,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sana pergi! atau mau terbakar?"&lt;/i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Agak menepi, juga masih di sana air&lt;br /&gt;mereka menawarkan janji,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"jikalau aku kau pelihara,&lt;br /&gt;aku bisa jernih mengalir mereda dahaga"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih jauh di sana di sudutnya&lt;br /&gt;angin menggoyang pohon dan lalu menumbang&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"aku bisa beginikan semuanya, perbanyaklah&lt;br /&gt;aku akan capai urusnya, kau bisa selamat"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;air menimpali dengan agak iri,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"aku bisa longsorkan dan kau mati,&lt;br /&gt;jadi berbaiklah hehehe...&lt;br /&gt;benar angin, perbanyaklah yang berranting itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"masih bisa kubakar! hahah&lt;br /&gt;mentari dan juga kau, angin pasti membantuku&lt;br /&gt;kecuali engkau, malah membelanya,&lt;br /&gt;mengguyur yang kubara"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renunganku merambah mereka&lt;br /&gt;sepertinya mengajariku sesuatu&lt;br /&gt;kumpulan daun berangkai itu pasti temanku&lt;br /&gt;perbanyak dan hijaukan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terimakasih air, api, angin&lt;br /&gt;untuk hutanku...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-4742471908257649756?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/p_cGQ8k4wks" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/4742471908257649756/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2010/03/di-sana-renungan.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/4742471908257649756?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/4742471908257649756?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/p_cGQ8k4wks/di-sana-renungan.html" title="Di Sana, Renungan" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://i39.tinypic.com/20tfltd_th.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2010/03/di-sana-renungan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck8DSH86fyp7ImA9WxBbEUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-6461774543132371751</id><published>2010-03-10T10:11:00.001+07:00</published><updated>2010-03-10T10:14:39.117+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-10T10:14:39.117+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengembangan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lowongan Kerja" /><title>Mampir, Edit Sana-Sini</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DUvuLnZAIDw/S5cD7i7Vu-I/AAAAAAAAAIQ/nh3Fyw72jJQ/s1600-h/Editor.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 261px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DUvuLnZAIDw/S5cD7i7Vu-I/AAAAAAAAAIQ/nh3Fyw72jJQ/s320/Editor.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446826595850763234" /&gt;&lt;/a&gt;Halah... Wis lumayan suwe blogku gak tak tiliki. Kok ya kebangetan tenan. Konco-koncoku wah mbuh... esih padho kelingan gak yo? Ngapuntene yo Mas-mas, Mbak-mbak. Lagi bingung mikir kawin... hehehe&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="green"&gt;Kira-kira begono artinya, &lt;i&gt;"Wah... Sudah lumayan lama blogku ini tidak aku urus. Kok ya keterlaluan sekali ya. Teman-temanku aku tidak tahu. Masih pada ingat aku tidak ya? Maaf ya, Mas-mas, Mbak-mbak. Lagi bingung memikirkan perkawinan, nih. Hehehehe&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.FreePremiumDomain.com/?r=181601"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 125px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DUvuLnZAIDw/S5cI8Fq2u1I/AAAAAAAAAIY/iPiXuSz-VNc/s320/offer1.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446832102735002450" /&gt;&lt;/a&gt; Edit pertama, nambah info basi. Buat yang perlu &lt;blink&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;domain gratisan&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/blink&gt;. Bagi yang mau Domain gratis dot com, dot net, atau dot org, silahkan daftar &lt;a href="http://www.FreePremiumDomain.com/?r=181601"&gt;di sini&lt;/a&gt;. Cukup mudah, cuma daftar aja kok. Oke?! ;) Atau klik gambar di samping ini, Noh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edit Kedua, Di blogku di sebelah kiri atas tuh. Masa masih ada Link-link tak bertuan. itu tuh yang sebelahnya Home. Udah pengen aku edit mau masukin facebook. ehh loading facebooknya lama. Gak jadi deh. Biar tetap seperti itu saja dulu. Yang terpenting yang editan pertama uadah selesai. Cukup untuk berbagi info.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau ngeteh lagi ah!....&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;jadi ingat yang suka ngupi bareng misuana nih....siapa ya? Heheheh&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-6461774543132371751?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/V1tOBb7QJ-A" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/6461774543132371751/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2010/03/mampir-edit-sana-sini.html#comment-form" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/6461774543132371751?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/6461774543132371751?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/V1tOBb7QJ-A/mampir-edit-sana-sini.html" title="Mampir, Edit Sana-Sini" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_DUvuLnZAIDw/S5cD7i7Vu-I/AAAAAAAAAIQ/nh3Fyw72jJQ/s72-c/Editor.gif" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2010/03/mampir-edit-sana-sini.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0cMRnc8eCp7ImA9WxBWEkk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-7503685914505910023</id><published>2010-02-04T09:04:00.001+07:00</published><updated>2010-02-04T09:04:47.970+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-04T09:04:47.970+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seenaknya" /><title>Gambaran Sepi</title><content type="html">&lt;a href="http://tinypic.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.tinypic.com/uy984.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic"&gt;&lt;/a&gt;Lagi duduk di &lt;b&gt;CFC. &lt;i&gt;'Bukan Cuma Ayam'&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, dari yang kulihat sepintas di bawah &lt;i&gt;cfc&lt;/i&gt;-nya. Haha.. sering jadi bahan gurauanku bersama teman kalau sedang ngumpul, &lt;i&gt;"Apa sih, kepanjangan CFC?"&lt;/i&gt;, ya itu tadi, hehe. Sudahlah, yang penting aku sedang duduk di situ. Satu lagi gambar aku pajang &lt;i&gt;lewat ponsel&lt;/i&gt; hasil jepretanku baru tadi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran sepi Mall di pagi hari. Percaya tidak percaya ternyata baru kusadari tiap kali aku buka pintu, akulah yang pertama kali menginjakan kaki ke dalam Mall. Hehe untuk melegakan hati saja, yang punya Mall malah jarang seperti aku. Hmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini gambar kedua yang kupajang di blogku. Langsung kumasukkan &lt;i&gt;melalui HP&lt;/i&gt;. Belum tahu sampai sekarang, hasilnya seperti apa kalau di&lt;i&gt;brows&lt;/i&gt; dari komputer. Masih belum semangat &lt;i&gt;ngenet&lt;/i&gt; lagi. Tapi semoga saja tidak terlalu jelek. Kalau jelek pun takkan aku edit lagi. Aku gunakan sebagai pengingat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu gambar sepinya Mall, belum pernah pada ngerasain rasanya masuk Mall yang masih sepi kan? Itu menggambarkan sebuah lorong panjang dari Mallku yang kalau Mall mulai buka justru lorong itu merupakan jalur utama pengunjung. Kalian bisa bayang lorong yang ramai yang penuh sesak, yang untuk jalan saja susah setengah mati. Semuanya sering terjadi di lorong sepi ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-7503685914505910023?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/f0V_UcO6thU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/7503685914505910023/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2010/02/gambaran-sepi.html#comment-form" title="6 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/7503685914505910023?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/7503685914505910023?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/f0V_UcO6thU/gambaran-sepi.html" title="Gambaran Sepi" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://i46.tinypic.com/uy984_th.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>6</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2010/02/gambaran-sepi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0YER34zfCp7ImA9WxBXEk8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-8457115375981365057</id><published>2010-01-23T12:38:00.001+07:00</published><updated>2010-01-23T12:38:26.084+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-23T12:38:26.084+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seenaknya" /><title>Belajar Deskripsi Lagi</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://tinypic.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i47.tinypic.com/t9ia9d.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ingin belajar deskripsi dari gambar di atas, coba-coba. Semoga bisa bermanfaat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu meja yang ada di depanku saat ini. Di dalam sebuah ruangan sempit, ruang standbye operator genset. Meja rapi menurut ukuran mereka. Ada telepon, khusus untuk intern saja, kalau kalian mau tahu nomor extensinya, 601. Hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meja. Sebuah hal yang bisa mencerminkan sisi tak terbentuk dari si empunya, Teknisi. Padahal itu meja bekas. Rangka kayunya saja sudah rapuh. Tapi karena atasnya di gelar &lt;i&gt;alucobon&lt;/i&gt;, penutup tepi-tepi eskalator, akhirnya menjadi sedikit lebih mewah, walau kesan kumuh juga masih terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tumpukan buku-buku besar dan sebagiannya kecil. Itu data harian kerja mereka. Yang sudah habis masih ditumpuk jadi terlihat banyak, ruang tulis makin sempit. Yang menarik, buku lama masuk tas plastik yang seharusnya untuk diisi alat-alat agar bisa dibawa ke mana-mana. Tapi... haha ada-ada saja. Ada &lt;i&gt;Map place&lt;/i&gt;, khusus lembar-lembar surat antar bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalender duduk khas lelaki. Di dapat dari pembagian secara gratis dari &lt;i&gt;supplier&lt;/i&gt;. Sebetulnya masih ada yang bagus seperti pemandangan, atau gambar traktor. Kali ini gambarnya wanita seksi dengan memamerkan barang dagangannya, bra dan CD. Kalau bisa didetail, anda sekalian pasti tersenyum. Ada bagian tubuh yang sudah dicoret-coret. Jangan disebut di sini ah, kalian liat sendiri di pangkal paha dan udel. Hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau foto di atas gambarnya sudah termasuk laci meja. Percuma saja. Jelek, memalukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meja, lusuh yang rapi di antara asesoris lain ruang stanbye, cukup melengkapi kesempitan yang nyata.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-8457115375981365057?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/qZPLu16UW98" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/8457115375981365057/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2010/01/belajar-deskripsi-lagi.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/8457115375981365057?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/8457115375981365057?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/qZPLu16UW98/belajar-deskripsi-lagi.html" title="Belajar Deskripsi Lagi" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://i47.tinypic.com/t9ia9d_th.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2010/01/belajar-deskripsi-lagi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQCSH85fip7ImA9WxBXEkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-2052474342425111562</id><published>2010-01-23T09:06:00.001+07:00</published><updated>2010-01-23T09:06:09.126+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-23T09:06:09.126+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seenaknya" /><title>Kalimat Rancu Yang Menggoda</title><content type="html">Tidak bisa dipungkiri. Munculnya kalimat rancu kadang atau malah kebanyakan tidak disengaja. Hadirnya bisa membawa perkara bisa juga memberi hiburan yang segar. Inspirasi pun bisa terlahir.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat rancu, kalau boleh aku artikan adalah kalimat yang bisa memiliki arti yang lain, melebihi atau mungkin di luar yang pelontar kalimat maksudkan. Kalimat ini tidak pasti, karena muncul lebih dari satu maksud. Berikut ini beberapa contoh kalimat-kalimat rancu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="blue"&gt;..dari &lt;i&gt;soundtrack&lt;/i&gt;nya, &lt;b&gt;Si Mamat Anak Pasar Jangkrik&lt;/b&gt;, TPI&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;i&gt;Mamat emang anak Betawi asli, tapi paling anti ame korupsi...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe, kalau aku boleh plesetin, &lt;i&gt;"Oh, orang Betawi pada doyan korupsi toh, nah tuh, yang paling anti cuma Mamat.".&lt;/i&gt; Haha, untung ada kata 'paling'nya. Jadi masih bisa diartikan begini, yang lain anti korupsi, tapi Mamat yang paling anti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;Yang ramai kemarin. Pidato SBY hal penanganan Bibit-Candra, kira-kira begini, &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;..penanganan kasus ini agar bisa diselesaikan seadil-adilnya untuk semua pihak.. dst.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara ini, yang tersandung persoalan &lt;i&gt;'Mafia Kasus'&lt;/i&gt; jadi merengek minta ikut selesai. Kalau diteruskan, jadi tidak adil katanya. Hahaha orang-orang hebat di sana pada pintar cari benarnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dua setelah ini cuma selingan saja, hehe cukup mengundang senyum.&lt;br /&gt;&lt;font color="pink"&gt;Waktu ikut proyek kecil renovasi salah satu area di Mallku. Secara tidak sadar aku ngomong begini,&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;i&gt;"itu areanya masih kotor, banyak beling di sana-sini, kalau mau ngaduk (membuat campuran dari semen dan pasir, red), pakai sepatu bootnya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sontak semua tertawa, salah satu nyeletuk, "Baru tau kalau boot bisa buat ngaduk, Mas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="green"&gt;Baru saja, sewaktu antar ibu, ngobrol mengenai kehidupan remaja jaman sekarang. Ibu bilang begini,&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;.."Payah, ya. Sekarang pria dan wanita susah dibedakan. Pria rambutnya dipanjangkan pada pakai anting. Yang wanita malah pakai celana, tidak pakai apa-apa."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hihi, emang cewek cuma pakai celana saja ya?", gumamku. Yah, maksudnya pasti seperti ini, wanita sekarang kurang feminim. Betah bercelana, minim asesoris wanita kayak anting, lipstik, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah ah, limit karakter nih. Hehehe&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-2052474342425111562?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/Zvd7Ntujj2M" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/2052474342425111562/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2010/01/kalimat-rancu-yang-menggoda.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/2052474342425111562?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/2052474342425111562?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/Zvd7Ntujj2M/kalimat-rancu-yang-menggoda.html" title="Kalimat Rancu Yang Menggoda" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2010/01/kalimat-rancu-yang-menggoda.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEAHQXo_eCp7ImA9WxBQGEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-7851454350477798812</id><published>2010-01-18T15:29:00.002+07:00</published><updated>2010-01-19T09:05:30.440+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-19T09:05:30.440+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seenaknya" /><title>Celotehan 'Mbingungi'</title><content type="html">Terus kapan aku mau sadari diri? Seolah-olah aku sedang mati suri. Tapi infus masih saja jalan. Aku juga masih bisa mendengar sudah lumayan banyak botol yang jadi asupan giziku untuk hidup. Tapi masa aku mau terus seperti itu? Jangankan bangun. Membuka mata saja setengah mati. Juga gerakkan tangan atau kaki. Aku payah, mulai kapan yah harus mulai sadar?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku sadar lagi mungkin aku malu. Aku masih jelas mendengar yang disekelilingku. Bahkan untuk yang sekedar bereaksi ringan. Dari wajah, guratan hati tak bisa ditutupi. Sempat terlihat seperti sedang bersedih jika kalau mendengar obrolan duka beberapa pembesuk. Atau marah jika istriku sedang digoda tamu pria rumah sakit. Hihi ada yang lucu. Gak cuma lewat wajah, bagian tubuh yang lain juga. Hihihi aku kan lagi setengah mati. Jadi untuk pipis aja harus dibantu. Hehe kalau sudah dibantu istri, biar lagi rame, pasti bangunnya tuh. Walah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering aku dengar. Dia sering menangis di sepi kamar. Itu sambil memelukku. Seperti ingin mengungkapkan sesuatu. Tapi dia tetap berusaha diam, seakan tahu aku akan tahu walau dalam kondisi begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku Irham, sudah hampir dua bulan berbaring di kasur RS ekonomi yang bagi kami harganya masih mencekik. Sekarang hanya untuk pengobatanku saja sudah makan banyak biaya. Istri cuma penjual nasi keliling lauk kerupuk saja. Anak, sudah kami patuhi untuk berKB, tapi karena masih kecil tetap jadi beban juga, walau kami akui, alhamdulillah, kami merasa terhibur memiliki mereka. Aku harus sadar! Tapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hidup di dalam sini lebih enak, aku bisa melayang-layang terbang tinggi. Di bawahnya tampak sungai dengan jernih air sungguh menyegarkan. Tawa ceria bidadari hanya untukku. Mereka siap melayaniku. Ini kadang berasa mimpi, tapi sungguh, aku benar-benar bahagia. Jangan harap bisa berulang lagi kalau kupilih dunia nyata. Tetapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, betapa sulitnya hidup begini. Kadang jika aku lagi bergurau dengan salah satunya, terlintas tangis belah jiwa meratapiku. Mending mati saja, terus bisa jadi alasan, aku ingin kembali tapi tak bisa. Tapi... ah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang tidak hidup, juga tidak mati, masih belum bisa juga beri keputusan berarti. Di sela penderitaan yang lain olehku, masih kubimbangi dengan &lt;I&gt;'mimpi'&lt;/I&gt;ku. Mestinya aku harus sadar. Dan bangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan untuk pengejar mimpi yang bimbang. Maaf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="10" color="blue"&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;&lt;s&gt;&lt;/s&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-7851454350477798812?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/MqiZeYZOzE8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/7851454350477798812/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2010/01/celotehan-mbingungi.html#comment-form" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/7851454350477798812?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/7851454350477798812?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/MqiZeYZOzE8/celotehan-mbingungi.html" title="Celotehan &lt;I&gt;'Mbingungi'&lt;/I&gt;" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2010/01/celotehan-mbingungi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUENQX49cCp7ImA9WxBQF00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-3308419529548141188</id><published>2010-01-17T11:45:00.000+07:00</published><updated>2010-01-17T11:48:10.068+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-17T11:48:10.068+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi" /><title>Gerutuku Untuk Mereka</title><content type="html">Aku Rio. Pengemis tua buta yang dulu itu. Ini lagi beranjak dari rumah di sudut di ujung gang. Sekarang aku mau melewati gangnya. Gang itu sempit, satu meteran lah lebarnya, aku tahu karena bisa kubaca dari rentangan tanganku yang sampai di kedua sisinya. Selasar itu bukan jalur sempit oleh rumah yang berhadapan. Namun lorong dari rumah yang berjajar. Berhubung seperti itu, kukalungkan seperti samurai, tongkatku. Kuraba merambat maju di dinding salah satu rumah dengan kedua tanganku. Sampai kudengar dari jendela yang kurabai..&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metro TV lagi doyan menampilkan para petinggi negeri ini. Wapres dan Menteri. Dari jendela sayup ekonom merepet mengemukakan pendapatnya. KSSK cuma beranggotakan dua orang saja? Weleh-weleh. Itu pembicara ngomongnya bener gak, ya? Hmm... kudekatkan saja kupingku di jendela kaca itu. Kalau yang kutempel mataku juga percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, dua orang itu dalam satu komite. Setauku, badan aja ada macam-macam, minimal 4. &lt;I&gt;Kepala... pundak lutut kaki lutut kaki...&lt;/I&gt;, halah malah nyanyi... Lah ini cuma dua. Ada apa gerangan? Gerutuku terasa keras sampai nyonya pemirsa tivi di dalam sana cekikikan. Sepintar terdengar lalu seperti tertahan. Selanjutnya volume TV diperkeras, mungkin ingin membantuku, atau malah untuk menutupi ngikiknya gara-gara melihat tingkahku. Terserah saja. Apa peduliku? Lagipula aku merasa terbantu kok. Karena itu juga aku cuma menyandar di dinding lainnya tanpa menempel kuping lagi. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuteruskan saja menyimak suara Metro itu. Sampai ujung kalimat, si ekonom itu menghibau kepada Pak SBY sedikit mengancam.. kira-kira begini, &lt;I&gt;"Kalau sampai Bapak tak bisa lebih tegas terhadap bawahannya. Pertumbuhan ekonomi bakal makin memburuk."&lt;/I&gt;, tak sengaja keluar umpatan dari mulutku, &lt;I&gt;Huh! Apa-apaan ini?! Gak ada kerjaan lain selain saling menyalahkan? Huh, bagaimana mau ngurusi aku!?!"&lt;/I&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawa tertahan mulai kedengaran lagi. Nampaknya persis di balik jendela. Aku masih bisa bersyukur tidak dicurigai sebagai maling yang sedang mengintai keadaan rumah lewat jendela. Karena aku buta. Bisa kalian lihat tidak nampak kelopak mata satupun di tempat mata umumnya berada. Jadi jelas bukan pengemis penipu. Sambil beranjak pergi, dengan meraba lagi. Masih sempat terdengar luap emosi tertahan sang penyanggah Ekonom. &lt;I&gt;"Anda siapa? Tokoh penting juga bukan, kok datang main perintah, seperti komandan saja.".&lt;/I&gt; Aku cuma tersenyum, ada lagi ternyata, orang yang sama.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-3308419529548141188?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/6q4lm8uAfqQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/3308419529548141188/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2010/01/gerutuku-untuk-mereka.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/3308419529548141188?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/3308419529548141188?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/6q4lm8uAfqQ/gerutuku-untuk-mereka.html" title="Gerutuku Untuk Mereka" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2010/01/gerutuku-untuk-mereka.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkQDSH85fSp7ImA9WxBQFk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-1351048674308377340</id><published>2010-01-16T08:12:00.001+07:00</published><updated>2010-01-16T08:12:59.125+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-16T08:12:59.125+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ceritaku" /><title>Deskripsi Pagi Ini</title><content type="html">Mendung sekali kali ini. Anginnya juga agak kencang. Bawa penyakit. Matahari enggan muncul. Mungkin malah &lt;I&gt;ngambek&lt;/I&gt; gara-gara kemarin sinarnya ditutup bayangan bulan. Ah... menjemukan!&lt;span class="fullpost"&gt; Lalu kenapa? Ibuku saja sampai berkata, "Hari ini dingin sekali ya. Berbeda dengan kemarin." Ya, lalu kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat kerja sembari antar ibu ngajar mestinya sudah sejak setengah tujuh tadi. Tapi ibu minta diantar ke apotik dulu membeli obat alergi. Sedikit untuk mengatasi perubahan cuaca yang lagi ekstrim ini. Sempat mencoba timbangan, 62kg. Turun 2kg. Diet &lt;I&gt;terpaksa&lt;/I&gt; lumayan ada sisi baiknya. Kenapa terpaksa? Perut terasa penuh terus sudah 3 hari ini. Mana mungkin ada selera makan? Terus? Lalu kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan angin menghembuskan motorku. Seperti limbung. Kuminta ibu duduk lebih merapat agar lebih stabil. Jalanan sudah lengang, memang sudah tidak ada anak sekolah. Yang rapi pakai baju dinas juga berkurang. Paling-paling ada satu dua abu-abu putih seliweran lebih ngebut. Yang terlambat! Haha beloknya kalau gak ke pantai ya ke warnet. Hmm... angin memang lagi kurang bersahabat. Terus? Ada yang salah dengan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentari sedikit berlapang hati. Hangatnya yang masih setengah-setengah itu cukup menandingi angin, musuhku kali ini. Keduanya masih sahabat, kok. Tapi kayaknya monoton kalau tak ada perseteruan. Agak dipaksakan, sih. Tapi nggak apa-apa, untuk liku hidup. Mentari dan angin. Dua sosok yang mampu menyiasati situasi hari ini. Ibuku menutup helmnya lebih rapat melindungi matanya yang mulai ringkih. Yang satu sudah buta. Yang lain insyaAllah jangan sampai menyusul!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang atas sudah terlindung. Badannya mengeluh lewat mulut, &lt;I&gt;"hii dingin!"&lt;/I&gt;. Tenang, aku juga kok. Sebentar lagi juga sampai. Hehe lajunya mengarah ke pantai. Lima puluh meter menjelangnya terus belok ke kanan, lalu belok kiri. Berhenti di gerbang sekolah, ibu turun. Jauh di balik pagarnya biasanya kulihat murid yang terlambat tapi nekat masuk. Namun sekarang sepi saja. Cuma ada guru BP yang sibuk merapikan tanaman. Loh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah, aku putar balik. Sekarang berangkat ngantor. Yang aku lewati tadi masih seperti tadi. Hanya saja tiap perempatan yang kulewati selalu hijau jadi alhamdulillah cepat nyampainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kenapa-kenapa terus dari tadi sudah tak usah tanya-tanya lagi ya. Walau semuanya bernada keluhan, aku tetap enjoy lalui hari ini kok. Hari yang telah bergulir lebih baik seperti berkah-Nya. Kusyukuri saja. Leganya nikmati ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-1351048674308377340?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/A4K1ZIZa3VE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/1351048674308377340/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2010/01/deskripsi-pagi-ini.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/1351048674308377340?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/1351048674308377340?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/A4K1ZIZa3VE/deskripsi-pagi-ini.html" title="Deskripsi Pagi Ini" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2010/01/deskripsi-pagi-ini.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkMHRH85fip7ImA9WxBQFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-2933548096731813418</id><published>2010-01-15T08:53:00.001+07:00</published><updated>2010-01-15T08:53:55.126+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-15T08:53:55.126+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ceritaku" /><title>Yang Remeh Justru Yang Penting</title><content type="html">Bukan jatahku pegang kunci untuk buka Mall. Tetapi ada permintaan &lt;I&gt;unloading&lt;/I&gt; mengisyaratkanku untuk mendampingi peminta itu. Orang dari &lt;I&gt;Dempo&lt;/I&gt; mau mengeluarkan etalase. Aku terlambat 15 menit. Isyarat ini jadi wajib kutangani agar bisa terhindar dari tatapan tajam penilai keterlambatan. Haha aku segera saja mendampinginya. Pintu yang terbuka masih di belakang, sedang barangnya malah tepat di dekat pintu utama, di depan Mall. Ya, harus memutar, deh.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di lokasi, sang petugas langsung memutar balik sembari mendorong etalasenya. Aku tinggal duduk saja paling-paling sudah ada satpam Mall yang mengawasi. Lagipula aku langsung duduk juga karena tertarik sesuatu. Di sebelah barat &lt;I&gt;Dempo&lt;/I&gt; tadi, tapi dari kaca terlihat SPG &lt;I&gt;Pizza Hut&lt;/I&gt; sedang berlatih kecakapan penataan meja. Tampak seperti di&lt;I&gt;timer&lt;/I&gt;, seluruh meja kastamer dipersiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua petugas, yang pertama cewek bagian yang menaruh alat makan sekaligus penataan, yang kedua cowok, pengecekan penataan. Keduanya terlihat berkomat-kamit, &lt;I&gt;nata sambil ngoceh&lt;/I&gt;. Yang pernah kudengar sebelumnya sih, sekedar kalimat-kalimat yang juga mereka praktikan saat banyak pengunjung. Seperti, &lt;I&gt;"maaf biar kami bantu menata mejanya, bapak.", "Terima kasih telah berkunjung, mau pesan apa, Ibu?"&lt;/I&gt;, dan masih banyak lagi. Yah, semacam itulah. Ada lagi, cara mengepelpun distandarkan, hmm... Yang senior mengajarinya. Mundur mengayun tongkat dengan teratur sesuai perhitungan. Waahhh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Franchaise&lt;/I&gt; besar memang seperti ini seharusnya. Di samping kerapian, keteraturan juga harus ditegakan di berbagai tindakan. Dari yang seremeh anggapan orang, bagi mereka itu penting. Lagipula itu menjadi ciri khas juga akhirnya. Yang sekedar mengepel bisa menghibur penikmat sajian mereka. Tidak diribetkan apalagi dipusingkan atas perilakunya. Semuanya menjadi menarik! Hmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahaha nyambi kagum. Melihat kelincahan mereka yang tak terlihat kusut. Berkeringat malah lebih tampak seksi. Sudah cantik-cantik, ditambah seksi juga? Ehem-ehem.. Oia! Senyumannya itu, walau sedang latih pagi kok masih disempatkan tersenyum. Hebat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah, dudukku mulai capai. Di samping kiri operator mulai memutar pesan harian. Malah sekarang sudah berkoar... Tuh, aku disapanya. Hehe &lt;I&gt;Met pagi, Mas... yang sudah pada siap bertugas. Sukses selalu&lt;/I&gt;. Sip! memulai hari. Selamat pagi selamat jumpa kembali teman-temanku. Lama ya, aku gak aktif. Hee Muter-muter dulu, ah...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-2933548096731813418?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/UCEXqLbmAK8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/2933548096731813418/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2010/01/yang-remeh-justru-yang-penting.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/2933548096731813418?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/2933548096731813418?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/UCEXqLbmAK8/yang-remeh-justru-yang-penting.html" title="Yang Remeh Justru Yang Penting" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2010/01/yang-remeh-justru-yang-penting.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0EHQX49cSp7ImA9WxNbGEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-3940518169633447876</id><published>2009-11-22T18:33:00.001+07:00</published><updated>2009-11-22T18:33:50.069+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-22T18:33:50.069+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ceritaku" /><title>Tiket Bisnis Kereta Api Tanpa Tempat Duduk</title><content type="html">Pertama kali ng&lt;b&gt;entri&lt;/b&gt; di atas kereta api, nih! Haha &lt;font color="red"&gt;Sikondom&lt;/font&gt;-nya ( situasi, kondisi dan dompet ) kurang &lt;i&gt;representatif&lt;/i&gt;. Duduk di pojok pintu masuk yang tak tertutup. Angin yang cukup sepoi-sepoi sampai menusuk tulang. Untung yang bertemu muka dengan angin langsung cuma lutut sampai sepatu. Duduknya lesehan. Tempat duduk yang resmi sudah penuh. Aku telat datang di stasiun, jadi hanya dapat karcis &lt;i&gt;bisnis&lt;/i&gt; tanpa kursi. ...?!?? Haha Yup. Mungkin cuma di kotaku yang seperti itu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk bersandar di samping bangku pojok. Membelakangi majunya KA cukup untukku bersantai sambil &lt;i&gt;belajar posting deskripsi&lt;/i&gt; lagi. Sebelum &lt;i&gt;sepur&lt;/i&gt;nya jalan, kuingatkan yang duduk di sebelahku, di sudut lain pintu. "Hati-hati, anaknya, Mas. Kalau ngantuk pas tidak diawasi bisa jatuh keluar pintu!", memakai nada tinggi. Bagaimana tidak, anak kecil diajak duduk di tempat terbuka. Bahaya banget, kan? &lt;I&gt;Kenthir&lt;/I&gt; tuh ortu. Pintu lain yang berseberangan dengan pintuku juga terbuka. Sudut-sudutnya terisi semua. Hari ini memang hari mudik. Minggu gitu loh. Jadi penumpang KA ini penuh sesak. Ada ibu-ibu dengan pedenya duduk &lt;i&gt;ngleseh&lt;/i&gt; di samping kiriku. Sepintas tadi kulirik lagi makan kudapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depanku agak ke kiri dekat ibu tadi duduk beralas koran bekas gadis berkaos gelap cantik sedang melamun menerawang melintasiku keluar dari pintu. Mungkin yang dipamiti di stasiun tadi itu pacarnya. Mungkin yang dipandanginya bayangan kekasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita penumpang yang dapat tempat duduk segerbong denganku tidak senyaman di perkiraan. Berdesak-desakan. Rupanya ini gerbong khusus tiket bisnis tanpa duduk. Hahaha jadi begitu ada dudukan jadi berebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wayah magrib. Pemandangan di pintuku hanya bukit yang hijau tapi terlihat gelap. Dari pintu seberang membentang laut lengkap dengan ombak menepi terpecah karang. Mestinya indah. Tapi gelap, jadi tetap tak berarti buatku. Angin yang menusuk tadi jadi makin menjadi. Dingin. Mau bagaimana? Dapat tempatnya cuma ini. Sebentar lagi sampai. Kalimat yang selalu menguatkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiket bisnis kereta api tanpa tempat duduk. Judul manis yang ada di karcisku. Bisnis yang merakyat. Hehe ada yang sependapat? &lt;i&gt;Ngisin-isini&lt;/i&gt;... embel-embel bisnisnya dihilangkan saja kan beres. Harga diturunkan apa sulitnya? Hmm... gak usah mikir sejauh itu ah. Cewek cantik tadi menyibukkan diri dengan HPnya. Kangennya mungkin tak tertahan. Padahal baru berpisah sebentar...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-3940518169633447876?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/PM4_7ziEWVg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/3940518169633447876/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/tiket-bisnis-kereta-api-tanpa-tempat.html#comment-form" title="7 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/3940518169633447876?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/3940518169633447876?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/PM4_7ziEWVg/tiket-bisnis-kereta-api-tanpa-tempat.html" title="Tiket Bisnis Kereta Api Tanpa Tempat Duduk" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>7</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/tiket-bisnis-kereta-api-tanpa-tempat.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak4ERH4zeip7ImA9WxNbF0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-8385625886308813763</id><published>2009-11-21T09:01:00.001+07:00</published><updated>2009-11-21T09:01:45.082+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-21T09:01:45.082+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita" /><title>Anging Mamiri Eksis</title><content type="html">Komunitas Blogger Makasar eksis sampai-sampai mereka diundang jadi tamu salah satu acara di &lt;font color="red"&gt;TV One&lt;/font&gt;! Top abis! Weleh-weleh, sangat kumengerti. Aku beberapa kali membangun paguyuban bersama teman sekampung mulai dari &lt;i&gt;guyub alumni&lt;/i&gt; sampai ikut aktif di ikatan siswa dan mahasiswa kota tempat tinggalku, hehe walau sebatas anggota. Belum pernah se-&lt;i&gt;booming&lt;/i&gt; ini. Mungkin ada beberapa kelebihan dari mereka. Simak saja yang berhasil aku ambil dari acaranya. Mudah-mudahan bisa jadi masukan bagi komunitas lainnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;font color="blue"&gt;1. Kesolidan Mereka bersama-sama membangun komunitas.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;Bisa kulihat dari kekompakkan mereka menjawab tiap pertanyaan yang diajukan. Yang diundang lima orang. Empat cowok dari satu cewek. Masing-masing memiliki blog pribadi yang jelas terus-menerus dikelola. Tapi mereka masih bisa menyatukan tujuan mereka dalam satu komunitas. Memang gesekan kecil bisa terjadi. Namun satu komunitas bisa berjalan hampir dua tahun dan terus eksis, sepertinya tetap perlu diacungi jempol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="green"&gt;Mau Berbagi dalam ilmu.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;Ini memang menjadi salah satu ciri khas komunitas. Kelebihan yang mau aku tonjolkan adalah sampai sejauh mana mereka bisa berbagi? Hmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya &lt;B&gt;Komunitas Blogger Anging Mamiri&lt;/B&gt;. Boleh kusingkat KBAM, kan? Kumpulan ini sering mengadakan pelatihan pengenalan blog sampai kepada orang di luar grup. Kata sebagian pebisnis, ilmu itu mahal. Terus kenapa? Ya pergunakan sebaik-baiknya dulu untuk kemakmuran diri dulu, baru kemudian disebar. Itu benar, tapi apa tak lebih bijak kalau kita belajar bersama untuk kemakmuran bersama. Toh, makin banyak yang belajar makin banyak yang berfikir, bukan? Ilmunya lebih cepat kumpul! Hehe mungkin itu jadi salah satu pertimbangan mereka. Mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="orange"&gt;Disediakan line khusus untuk anggota yang berkreativitas. Tentunya dibantu dengan promosi bagi yang ingin membisniskan kreativitasnya itu. &lt;i&gt;Win-win solution.&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;"Salah satu anggota kami, satu tahun yang lalu berhasil menerbitka buku &lt;b&gt;Ijo Anget-anget&lt;/b&gt; (maaf kalau salah eja. Aku cuma mendengar saja)". Bangga dengan salah satu anggotanya menjadi pendorong penting dari stabilnya komunitas. Anggota bisa bebas berkreativitas dengan terus berkarya. Menghasilkan duit dari itu. Komunitas dengan bantuan yang diberikan juga sama. WWS.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi poin penting lain. Sayang limit karakter! hiks&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-8385625886308813763?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/HA_e3bTComc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/8385625886308813763/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/anging-mamiri-eksis.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/8385625886308813763?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/8385625886308813763?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/HA_e3bTComc/anging-mamiri-eksis.html" title="Anging Mamiri Eksis" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/anging-mamiri-eksis.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkUFQX4zeCp7ImA9WxNbFU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-5923615627129298524</id><published>2009-11-18T08:36:00.001+07:00</published><updated>2009-11-18T08:36:50.080+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-18T08:36:50.080+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi" /><title>Sore di ATM</title><content type="html">Andi sedih. Di depan memang tak terlihat. Tapi di balik ketegarannya itu, dia menyimpan penyesalan yang sangat dalam. Bukan apa-apa. Mungkin sederhana bagi yang lain. Ini sangat berarti baginya. Berulang-ulang diterawangnya tembok putih di belakang komputer di meja kantor. Jauh di sana. Walau cuma putih. Dia tidak memikirkan itu, tapi cukup membantunya berfikir jauh.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diingatnya kejadian sore tadi di ATM. Saat sedang tergesa perlu uang untuk membeli &lt;I&gt;CD kosong&lt;/I&gt;. Mau dipakainya mem&lt;I&gt;back up file&lt;/I&gt;. "Huh, kurang ajar! Apa kartu ATM orang sekampung dibawa semua kali, ya?! Masa bisa sampai selama ini?", gerutunya. Berdiri di antrian pertama, tapi tak ada orang lagi di belakangnya. Baru sekitar tiga menit berjalan. Suasananya mendung. Gerimis cuma kecil saja. Tapi sudah agak lama akhirnya banyak genangan di sana-sini. Dingin juga. Andi ingin segera masuk bilik ATM meski dia tahu di dalam dingin juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerutunya sengaja dikeraskan. Mungkin ibu tua gendut berambut panjang tak rapi di dalam sana mendengarnya. Yang jelas maksudnya bukan itu. Ingin berbagi dengan ibu tua lusuh yang berdiri menggigil lalu duduk mendekap lutut erat karena kedinginan persis di kusen pintu ATM nya. Berbagi jengkel! Ibunya cuma tersenyum, tapi... "Mas, bisa tolong saya. Mohon keikhlasannya bersedekah. Perut ini mual. Untuk membeli obat. Tolong". Heh, aneh nih orang, "Tidak ada, Bu!". Jujur di dalam hati Andi ingin membantu. Ada sekitar empat ribuan dalam dompet, dua ribu pasti cukup. Namun keinginan itu tertutup emosi yang tak sabar. Tak sekedar menolak untuk ikhlas, Andi bergumam, "Ini lagi... diajak ngobrol malah minta-minta!". Ibu gendut gaya rambut &lt;I&gt;megaloman&lt;/I&gt; keluar sarang. Makiannya tak kalah hebat. Haha katanya kalau sudah selesai gak mungkin menginap, Om. Sudah kututup pintunya tapi masih kudengar umpatannya. Kudengar lagi dia malah lebih sukses dariku dalam hal ngajak ngobrol pengemis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hufff... bentar ya, Bu. Setelah ini aku sedekahkan sesuai rencana. Namun apa yang terjadi? Andi terkejut. Pada saat keluar dari ATM, ibu yang sakit tadi sudah tidak ada. Dicarinya lebih teliti lagi tetap tidak terlihat. Andi mulai merasa bersalah. Kenapa tidak dari awal saja. Tak seharusnya aku tunda... bagaimana jika DIA juga menunda pertolongannya untukku. Karma pasti terjadi. Maafkan aku, Nek... Andi menyesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sibuk &lt;b&gt;Back Up File&lt;/b&gt; tak mengurangi kegalauannya. Sepi ruang malam itu begitu cocok menemani sesal sore itu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-5923615627129298524?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/IYbGxtyNZBA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/5923615627129298524/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/sore-di-atm.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/5923615627129298524?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/5923615627129298524?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/IYbGxtyNZBA/sore-di-atm.html" title="Sore di ATM" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/sore-di-atm.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUMEQn4zeyp7ImA9WxNbE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-2945884623087852619</id><published>2009-11-16T09:09:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T09:10:03.083+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-16T09:10:03.083+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ceritaku" /><title>Dunia Blog Mulai Diperkenalkan</title><content type="html">Benar. Dunia blog mulai diperkenalkan. Tadi pagi saat sedang &lt;font color="green"&gt;transfer energi, melaksanakan terapi penyembuhan&lt;/font&gt;, seperti biasa, televisi kubiarkan menyala. Dari siaran yang katanya mau &lt;b&gt;pailit&lt;/b&gt; itu terdengar berita ringan. Berita tentang blog. Ingin tahu bagaimana reaksiku menanggapinya? Mungkin mewakili reaksi kebanyakan orang, tapi aku tak mau nge&lt;i&gt;judge&lt;/i&gt; demikian. Hmm... simak saja deh.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sudah agak lama pewarta mengambil tema pengenalan blog. Ada yang langsung detil. Ada yang cuma memberi info sekedarnya saja. Seperti, &lt;b&gt;SCTV&lt;/b&gt; dengan &lt;font color="red"&gt;blog.liputan6.com&lt;/font&gt;-nya. Atau &lt;b&gt;MetroTV&lt;/b&gt; melalui &lt;i&gt;e-lifestyle&lt;/i&gt; menyuguhkan informasi tehnologi. Jelasnya ada berita blog secara menyeluruh, kan? Yang terakhir kudengar di &lt;B&gt;TPI&lt;/B&gt;, tadi pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali mendengarnya, aku khawatir. Pesaingnya bakal lebih banyak. Lebih ramai. Orang baca di &lt;b&gt;blog sebelah&lt;/b&gt; putri SMP sudah pandai kelola blog saja sudah kalang kabut. Khawatir sekali! Untuk yang sekarang aja sudah ngos-ngosan untuk merangkak naik kok. Ini pakai nyebar info segala. Ada satu poin penting yang aku tunggu-tunggu. Informasi di mana bahwa &lt;font color="orange"&gt;blog bisa menghasilkan uang jika dikelola sebaik mungkin&lt;/font&gt;. Ternyata sampai akhir cerita tetap tidak dimunculkan juga info itu. Alhamdulillah. Sobat-sobit tahu kan kalau itu salah satu pendorong semangat ngeblog lebih meluap-luap, kan? Untung tidak ada. Aku belum siap untuk berkompetisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otakku berfikir terus waktu itu. Inti berita tadi hanya menyebutkan blog itu diary. Atau bukan diary karena ada blog semacam share tentang diri, eksploitasi yang ada di fikiran dengan bebas. Asal tetap hati-hati supaya jangan sampai tersandung seperti kasus &lt;font color="red"&gt;Omni&lt;/font&gt; kemarin. Ada sisi menarik di mana tamu blog diperbolehkan berkomentar. Masih banyak lagi yang menarik. Heh? Kok malah mancing kelahiran &lt;i&gt;New Blogger&lt;/i&gt; juga ya? Hehehe tidak apa-apa. Aku sudah merubah pandangan yang di awal tadi kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelamaan berfikir jadi ada titik temu. Buat apa khawatir. Haha aku alihkan saja. &lt;font color="red"&gt;Metode Pembalikan&lt;/font&gt;ku beroperasi kembali. Ambil sisi positifnya atau... malah bagus, jadi pemicu semangat untuk bergerak lebih maju, kalau tak mau disaingi. Atau begini saja. Makin banyak blogger jadi makin variatif. Banyak pilihan. Dan yang terpenting, rejeki sudah ada yang mengatur. Jadi tenang saja, Tro. Hfff...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-2945884623087852619?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/DZCGg0Vw8Ro" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/2945884623087852619/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/dunia-blog-mulai-diperkenalkan.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/2945884623087852619?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/2945884623087852619?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/DZCGg0Vw8Ro/dunia-blog-mulai-diperkenalkan.html" title="Dunia Blog Mulai Diperkenalkan" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/dunia-blog-mulai-diperkenalkan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0UBRn48eCp7ImA9WxNbEEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-5344864518387269025</id><published>2009-11-13T08:20:00.001+07:00</published><updated>2009-11-13T08:20:57.070+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-13T08:20:57.070+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ceritaku" /><title>Aku dan Pancaroba</title><content type="html">Hah! Hhhaah! Coba kudahakkan tenggorokanku seperti ada yang mengganjal. Buat menelan juga susah. Pergantian waktu kali ini lain. Pancaroba sedang terjadi. Penyakit musiman kadang datang mendera. Bukan kadang, buatku. Tapi pasti terjadi padaku. Aku terkena radang tenggorokan.&lt;span class="fullpost"&gt; Ciri-cirinya sudah kuhafal. Yang mengganjal tadi. Terus panas dalam. Bibir juga jadi tidak seksi karena pecah-pecah. Sariawan sudah, kemarin-kemarin. Hampir satu bulan gak sembuh-sembuh. Lah, orang tempat sariawannya strategis kok. Diantara gigi dan bibir bagian depan agak menyamping. Jadi bagaimana mau cepat sembuh, orang beradu mesra dengan gigi begitu. Kering sedikit, makan kecil kegesek gigi... kambuh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, soal makan, sempat 2-3 hari terasa hambar. Makanan favorit, &lt;I&gt;Indomie goreng&lt;/I&gt; yang biasanya satu bungkus habis dengan dua porsi nasi. Ini, setengahnya saja sudah kudu kupaksakan masuk mulut. Acara muntah tak terjadi. Biar suka menyibukkan diri aku termasuk yang makan taat jadwal loh, jadi Alhamdulillah lambung belum kena, yang maag yang sakit perut jarang kualami. Apalagi sampai muntah. Yang sering malah migren. Sering banget. Diobati dengan tidur jarang manjur. Bangun-bangun senut-senut lagi. Sering diobati memakai obat yang ramai di pasaran. Bisa sembuh tapi... aku mulai ketularan yayangku yang selalu memakai pengobatan tradisional. Walau belum tahu yang paling efektif dan bagus itu yang mana, pemakaian obat-obatan kimia itu mulai kukurangi. Kudengar ada salah satu obat sakit kepala yang dalam jangka panjang bisa menyerang sistim syaraf. Ngeri, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe soal obat herbal. Aku belajar sama Shofi. Dia lebih tahu banyak. Ibu bapaknya, juga banyak temannya yang mengajari. Ada obat mata dengan bahan madu. Kiriman dari yayang, katanya cuma ada di negerinya, eh kotanya. Itu jadi favoritku kalau mataku sakit. Perih banget. Juga agak lengket di mata. Tapi cespleng! Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, ngomong-ngomong soal mati. Aku lagi sedih nih. Shofi lagi sakit mata. Bukan yang merah-merah begitu. Kambuhnya kalau sudah dipakai untuk membaca. Sakit, bikin pusing kepala. Aku kuatir kualitas matanya sudah berkurang. Perlu dibantu pakai kacamata. Sebenarnya tidak masalah. Tetap cantik. Cuma ya itu, sayang sekali kalau menjadi tak maksimal. Bismillah, semoga cepat sembuh ya, &lt;I&gt;Nok Ayu&lt;/I&gt;. Kuatir sama &lt;I&gt;Nok&lt;/I&gt; yang jauh di sana ditambah sedikit gejala sakit radang tenggorokan, cukup buat &lt;I&gt;sangu&lt;/I&gt; berangkat kerjaku pagi ini. Alhamdulillah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-5344864518387269025?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/tLF4vZGJ4l8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/5344864518387269025/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/aku-dan-pancaroba.html#comment-form" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/5344864518387269025?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/5344864518387269025?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/tLF4vZGJ4l8/aku-dan-pancaroba.html" title="Aku dan &lt;I&gt;Pancaroba&lt;/I&gt;" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/aku-dan-pancaroba.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C04EQX8-cCp7ImA9WxNUGUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-1178557619684193703</id><published>2009-11-12T09:11:00.001+07:00</published><updated>2009-11-12T09:11:40.158+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-12T09:11:40.158+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belajar Menulis" /><title>Pelukisan Situasi, Hehe Lagi Belajar</title><content type="html">Belajar pelukisan ataU pendeskripsikan ah... kali ini temanya melukiskan situasi di kantor perbankan. Sama sekali tak bermaksud membuka info mengenai detail ruang per ruangnya loh, ntar dikira jadi artikel pra perampokan, hihi Astagfirullah... tujuannya cuma&lt;span class="fullpost"&gt;untuk belajar melukiskan. Target suksesnya, &lt;font color="red"&gt;sampai pembaca bisa merasakan situasi atau kalau lebih sukses, pembaca merasa menjadi pelaku di dalamnya.&lt;/font&gt; Keren tuh kalau bisa begitu. Yuk, dimulai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...Baru saja aku parkirkan &lt;i&gt;Supra X&lt;/i&gt;-ku di pelataran parkir BPD. Cuma area kecil di samping bank. Cukup untuk dua baris tapi sudah mepet. Antara parkiran dengan bank ada jalan untuk mobil karyawan yang mau parkir juga. Tapi khusus di belakang. Area parkirnya ada atapnya. Tapi sederhana. Walau begitu, cukup melindungi dari panas pagi. Kata orang itu panas sehat. Aku sih tetap tak mau panas-panasan. Sumuk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat teduh sudah jelas ada. Sekarang kuarahkan saja kaki ini ke kursi pos parkir. Sejuk dan bisa nyantai. Aku juga bisa disambi mendengar MP3 &lt;br /&gt;lewat headset HP. Terus online deh, bikin &lt;i&gt;entri baru&lt;/i&gt;. Duduk rileks cukup tenang juga melihat pemandangan sekitar. Tiga puluh meter dariku ada pos pengamanan. PAM-nya masih bisa berkumpul santai duduk juga. Walau tetap siaga, suasana hangat pagi masih begitu terasa. PAM-nya tidak dingin. Terlihat sedang terjadi obrolan ringan. Jika ada karyawan masuk tidak perduli itu &lt;i&gt;cleaning service&lt;/i&gt; pasti saling bersalam-salaman. Tak lupa sungging senyum diperlihatkan. Tidak kaku. Tidak seperti terpaksa sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam delapan hampir tiba. Tempatku ini kurang cocok untuk mengetahui pintu bank telah terbuka, anda tahu kan kenapa begitu? Aku pindah saja duduk di batas taman persis di dekat PAM duduk-duduk. Masih di samping bank tapi sudah di depan. Bingung? Orang posko itu di sudut kanan depan bank kok, ya bebas saja aku mau ngomong samping bank, boleh, depan bank, tidak ada salahnya, kan? Pintu telah terbuka, jadi aku masuk saja deh, hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana? Sukses tidak, belajar pendeskripsianku? Melukiskan &lt;i&gt;sikon&lt;/i&gt; yang begitu saja. Sepertinya masih kurang cukup deh. Inti cerita belum dimasukkan. Jadi greget ceritanya tidak ada. Hambar. Ah, tidak apa-apa, namanya juga belajar. Minimal pembaca sukses merasakan situasi sederhana yang aku tampilkan itu sudah cukup. Eh...? Target lebih ringan begitu apa bisa berhasil kuraih ya? Hehehe&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-1178557619684193703?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/pRQLfVuQ99Q" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/1178557619684193703/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/pelukisan-situasi-hehe-lagi-belajar.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/1178557619684193703?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/1178557619684193703?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/pRQLfVuQ99Q/pelukisan-situasi-hehe-lagi-belajar.html" title="Pelukisan Situasi, Hehe Lagi Belajar" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/pelukisan-situasi-hehe-lagi-belajar.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk8NRn49fyp7ImA9WxNUF04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-3995474182651598243</id><published>2009-11-09T09:48:00.001+07:00</published><updated>2009-11-09T09:48:17.067+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-09T09:48:17.067+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi" /><title>CPNS di BKD Bersamaku</title><content type="html">Aku stanbye di sebuah lembaga daerah. Tepatnya di Badan Kepegawaian Daerah. Agak panas di sini. Rimbun daunan kurang membantu. Yang menemaniku sekarang pedagang amplop. Terus ada lagi pedagang contoh soal tes. Majalah soal juga ada. Posisiku di tempat setelah mereka. Pertimbanganku, kalau mereka, yang lain yang datang ke sini sudah belanja buku tes atau mungkin amplop, mereka akan melewatiku. Mungkin sekedar ingin didoakan oleh orang sepertiku. Mereka akan menyedekahiku dengan benar-benar ikhlas.&lt;span class="fullpost"&gt; Benar, hari ini pendaftaran CPNS terakhir. Mereka yang datang itu calon pesertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari terakhir hari yang ramai. Hari yang sibuk di mana masing-masing orang lebih berebut waktu singkat itu. Kebanyakan jadi kurang teliti. Terdengar dari sebagian yang pulang dengan menggerutu. Mengeluh, sebagian lagi menjadi ladang rejekiku karena mereka meminta didoakan olehku semoga kekeliruan dan ketidak telitian mereka bukan menjadi sandungan demi mendapat secarik kertas peserta tes CPNS kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kalian ketahui. Aku Rio. Pengemis tua buta dengan seonggok masalah besar keluarga ningrat di lempitan kerut otakku (baca, &lt;font color="red"&gt;"Paginya si Buta"&lt;/font&gt;). Tumbuh dari usiran predikat kehormatan. Menjadi satu-satunya yang lahir buta. Tak pernah melihat surya. Andai bisa, ingin coba kutatap sampai buta lagi. Aku Rio, termasuk orang terbuang. Ibu susuhku yang mengajarkanku supaya aku beda dengan yang lain. Padahal aku sudah berbeda, bukan? Aku buta. Apa sih yang dia harapkan dariku? Sudah, malah curhat. Yang penting di sini aku orang yang menderita. Orang bisa memohon padaku untuk meminta-Nya mengabulkan permohonannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar, tidak? Menyandarkan pada, &lt;i&gt;"Doa orang teraniaya lebih bisa didengar-Nya"&lt;/i&gt;. Sepertinya kok agak aneh ya. Memposisikan diri sebagai yang teraniaya bukankah memalukan? Bahkan untuk yang benar seperti itu. Peduli amat. Mereka, pendaftar CPNS yang memposisikanku begitu. Lalu aku mau menghardik saja? Kurang bijaksana. Akhirnya ya begini saja, yang serius minta didoakan ya aku doakan setelah sebelumnya meluruskan pendapat mereka yang aku tidak seperti mereka pikir. Cuman kalau masalah mendoakan kan bisa saja. Gak perlu yang teraniaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu hari itu aku dapat lebih dari receh. Sekedar meraba uang sudah menjadi keahlianku. Jadi beberapa lembar lima ribuan berhasil kutebak dengan mudah. Alhamdulillah. Sepintas riuh CPNS lengkap dengan suka dukanya. Satu sukaku untuk suka yang lain.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-3995474182651598243?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/cr0Qam68E9o" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/3995474182651598243/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/cpns-di-bkd-bersamaku.html#comment-form" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/3995474182651598243?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/3995474182651598243?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/cr0Qam68E9o/cpns-di-bkd-bersamaku.html" title="CPNS di BKD Bersamaku" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/cpns-di-bkd-bersamaku.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkUDRH4-fyp7ImA9WxNUF04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-2567537069941617921</id><published>2009-11-07T11:58:00.002+07:00</published><updated>2009-11-09T08:31:15.057+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-09T08:31:15.057+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi" /><title>Teman Yang Aneh</title><content type="html">Pengemis itu hampir mirip denganku. Matanya buta &lt;I&gt;separo&lt;/I&gt; menurut cerita dia saat ngobrol denganku. Butanya gara-gara &lt;I&gt;kesabet&lt;/I&gt; pedang sewaktu melewati jalan yang saat itu dia tak tahu ada tawuran. Preman suruhan salah satu kubu menyangka dia seterunya. "Langsung saja aku kena hunusan pedang darinya". Payah, sepertinya terlalu bangga. Tak apalah. Toh tak banyak berarti buatku.&lt;span class="fullpost"&gt; Ada satu saja. Temanku bertambah satu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak orang mengira ihwal butanya bakal menjadi gunjingan. Sebagian cuek saja. Yang lain menganggapnya tak tahu malu. Ternyata dia berkoar pada setiap orang. Aku cuma bergumam, &lt;font color="orange"&gt;"Sepintar-pintarnya tupai meloncat dia akan terjatuh juga".&lt;/font&gt; Tak kupikir lebih dalam. Buat apa? Itu urusan orang. Urusanku sudah banyak. Hehe Sekarang aku sekitar ukuran depan dua mobil yang sedang parkir dari jalan masuk ke Mall besar di daerahku, Tegal. Sekali lagi, aku tahu dari obrolan orang lewat. Ini tempat mangkal terbaruku. Yang menuntun Mang Bees. Sebutan akrab khusus dariku untuk si buta separo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tahunya Bees itu Buta Sabetan, terlihat keren. Tapi tetap untukku, itu Buta Separo. Sebagai penghormatan, beliau menyebutku &lt;i&gt;Batu&lt;/i&gt;, Bang Batu, katanya sih, sekeras batu semangatku. Ah, ada-ada saja. Paling-paling dia sudah dengar maksudku, terus dia balik membalas. &lt;i&gt;Buta Wutuh&lt;/i&gt;, buta penuh. Haha kami menyikapinya dengan ringan saja. Toh emang begitu keadaan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bees menuntunku kemari karena yakin di sini lebih ramai. Dia tidak takut kusaingi karena dia percaya, &lt;font color="red"&gt;Rejeki Alloh yang ngatur. Mau tempat seramai apa kalau Gusti gak ngasih ya gak bakal turun tuh receh.&lt;/font&gt; Cuma aku ditempatkan agak jauh dari lokasi inti. Menurutnya, Mall ini terlarang untuk kaumku. Kalo aku mengemis di depan pintu Mall, tidak bakal nutut kalau maen kucing-kucingan sama PAM Mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, perhatian sekali rupanya. Aku turuti saja. Dia juga sempat menitipkanku kepada tukang becak di samping mangkalku kalau ada razia mendadak, tolong agar aku diangkut sebagai penumpangku. Hmm... kalau ini sudah keterlaluan. Ini lebih dari perhatian. Akan aku tanyakan, atau akan diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentari beranjak pergi. Mestinya Mall lebih ramai dari sebelumnya. Tapi aku mulai letih. Sepertinya bulan putih sudah mengintip mencoba ingatkan magrib selain azannya yang kudengar. Lagipula, Bees sudah menjemputku. Aku akhirnya diam. Mau tanya, tapi tanya apa? Masa aku curiga atas maksud baiknya?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-2567537069941617921?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/-zHTqjf__CE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/2567537069941617921/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/teman-yang-aneh.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/2567537069941617921?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/2567537069941617921?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/-zHTqjf__CE/teman-yang-aneh.html" title="Teman Yang Aneh" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/teman-yang-aneh.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk4GR387cCp7ImA9WxNUE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-4625886612432799983</id><published>2009-11-05T08:35:00.001+07:00</published><updated>2009-11-05T08:35:26.108+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-05T08:35:26.108+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi" /><title>Ditemani Pak Polisi</title><content type="html">Oh, sekarang terbalik. Untuk jalan belok kiri bagi pengendara bermotor itu jika tak ada rambu &lt;font color="blue"&gt;"Kiri Jalan Terus"&lt;/font&gt;, artinya harus menyesuaikan &lt;i&gt;Trafick Light&lt;/i&gt;. Beda dengan dulu.&lt;span class="fullpost"&gt; Jika tak ada tanda &lt;i&gt;"menyesuaikan..."&lt;/i&gt; artinya pasti jalan terus. Hmm... rupanya itu alasan Pak Polisi mengusirku pagi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadwal yang aku ceritakan yang aku &lt;i&gt;stanby&lt;/i&gt; di dekat pos polisi, &lt;i&gt;kemarin&lt;/i&gt; itu memang cuma hari Jum'at. Tapi aku masih punya tempat&lt;br /&gt;lain, di persimpangan juga. Dan hari ini aku di salah satunya. Aku &lt;i&gt;diusir&lt;/i&gt; salah satu &lt;i&gt;opsir&lt;/i&gt; kenalanku. "Tolong agak menjauh dulu dari area ini, Pak. Ini mau saya jadikan tempat penyuluhan praktis hal &lt;i&gt;'belok kiri dan penyalaan lampu kendaraan di siang hari'."&lt;/i&gt; Lokasinya di tikungan arah kiri. Di situ temanku berdiri menyetop pengendara yang akan belok kiri langsung saat lampu sedang merah. Lalu diterangkan dengan kilat, hanya sampai lampu hijau mulai menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih lebih enak kalau di baris depan setelah batas lampu merah itu motor semua. Jadi ngomong ke satu orang yang lain bisa ikut mendengarkan. Menarik, &lt;i&gt;nguping&lt;/i&gt; sebentar, sempat ada tanya jawabnya, lho. Aku agak menjauh dari situ. Tapi tetap saja di tepi trotoar dengan menawarkan gelas seng untuk sekedar meminta keikhlasan yang lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info dari polisi tadi. Bukan hanya persimpangan ini. Tapi semua simpang paling tidak ada dua polisi. Hehe diseriusi juga untuk yang cuma seperti ini. Apa karena setelah kemarin muncul rekaman kriminalisasi KPK terus mencari nama baik lagi, ya? Ah, maaf Pak Polisi. Hanya bertanya. Setelah aku pikir lagi, benar-benar tak berhubungan kok, penyuluhan ini dengan kasus itu. Dan setelah dipikir-pikir lagi. Aku ingin membantu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku coba unjuk suara saja. Kusiapkan diri. Duduk di tepi trotoar di sisi kiri beberapa meter sebelum simpangan. Duduk dengan telapak kaki di jalan disilangkan seperti mau bersila. Di antara paha kulembarkan kain agar yang ikhlas mau kasih receh tinggal lempar saja ke kain itu. Kepalaku tengadah. Aku ingin lebih ekspresif dan atraktif. Aku buta. Jadi mulut dan tanganku yang pegang peranan. "Informasi! Sekarang belok kiri ikuti lampu merah. Tidak jalan terus, ya. Jadi siapkan rem. Harus berhenti jika lampunya merah". Begitu salah satu yang aku koarkan. Mulut kadang menirukan suara rem. Kadang berlaku mirip yang lagi ngerem. Kulakukan dengan penuh semangat. Semoga bisa membantu temanku itu. Amien...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-4625886612432799983?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/EUAT7BzevuU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/4625886612432799983/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/ditemani-pak-polisi.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/4625886612432799983?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/4625886612432799983?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/EUAT7BzevuU/ditemani-pak-polisi.html" title="Ditemani Pak Polisi" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/ditemani-pak-polisi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEYAQXw_fip7ImA9WxNUE00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-5045236468370804527</id><published>2009-11-03T07:06:00.004+07:00</published><updated>2009-11-04T10:42:20.246+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-04T10:42:20.246+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi" /><title>Buta Yang Terhormat</title><content type="html">Belakangan aku ketahui rumahku itu kecil. Tempat tidur dan kamar mandi cukup lima langkah sedikit lebar. Tidak ada ruang untuk tamu apalagi ruang tidurnya. Temanku kalau mau main ya di bilik tidurku itu. Biasa... berfikir yang gak penting jadi caraku setiap kali &lt;I&gt;ngemper ngemis&lt;/I&gt; (mengemis dengan duduk di emperan, red). Daripada ngelamun mikir keadaan hidup. Terlalu berat! &lt;I&gt;Kadang dengan tidak dipikirkan malah hidup jadi lebih bermakna. Jangan banyak berharap bisa lepas. Berharap saja dapat beristirahat dari pikiran itu.&lt;/I&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini tempatku di emper trotoar dekat perempatan. Agak panas di sini. Cuma berlindung pada bayang-bayang tempat pantau pak polisi. Aku di sebelah baratnya karena mentari masih sepenggalah naik. Biasa, tongkatku menemani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kainku lusuh. Tidak apa-apa, toh cocok untuk pengemis seperti kebanyakan kaumku. Ada sih kata &lt;I&gt;bakul&lt;/I&gt; koran yang lalu lalang dengan suarannya di depanku yang kadang mampir menemaniku bilang, obrolan ringan, "Ada loh, Bang. Pengemis berdasi. Kerjaannya ya ngemis juga. Tapi beda dengan kita. Kalau kita ngemis memang benar-benar tak punya. Kalau mereka ngemis untuk menambah yang sudah mereka punya. &lt;I&gt;Maruk&lt;/I&gt;, kan?". Hmm... Tukang koran emang lebih pintar dari aku. Aku kadang juga belajar dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya dengan membaca yang mereka bawa loh. Gak mungkin! Aku belajar saat mereka menawarkan dagangannya. "KPK Polri! KPK Polri! Cicak lawan buaya, yang menang siapa, ada semuanya di sini!" ada lagi, "Ibu muda kehilangan bayi di Rumah Sakit. Aneh? Baca koran ini!". Terus yang lain malah nyentrik, "Gempa Padang rusak kota, kapan mampir ke kita ya? Silahkan beli koran ini! Ayo! Ayo!". Haha &lt;I&gt;ngarep&lt;/I&gt; kok yang ngeri-ngeri. Kadang ada yang berbaik hati. Begitu ada berita menarik, mereka berbagi cerita denganku. Ahh aku cukup bahagia dengan keadaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau sedih cuma bisa meminta. Mengais dari keibaan orang. Aku tetap yakin akan hidupku. Bapak polisi tak melarang aku ada di area mereka. Aku baru mereka &lt;I&gt;'usir'&lt;/I&gt; kalau ada kunjungan dari pimpinan. Itupun dengan baik-baik. Aku juga tahu diri lah. Jadwalku mangkal di sini tidak tiap hari. Cuma hari Jumat. Karena dekat dengan Masjid. Jadi sehabis sholat bisa langsung &lt;I&gt;standbye&lt;/I&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Buta yang terhormat. Pengemis terhormat? Haha tidak juga. Aku senang dengan hidupku ini karena kata pak Ustadz, orang lebih banyak menerima rizqi-Nya dengan nikmati hidup yang sudah ada. Aku mau coba itu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-5045236468370804527?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/GyeDhNOUm6Y" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/5045236468370804527/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/buta-yang-terhormat.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/5045236468370804527?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/5045236468370804527?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/GyeDhNOUm6Y/buta-yang-terhormat.html" title="Buta Yang Terhormat" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/buta-yang-terhormat.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0QHSX4zfip7ImA9WxNUEUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-4064566290545583703</id><published>2009-11-02T14:02:00.001+07:00</published><updated>2009-11-02T14:02:18.086+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-02T14:02:18.086+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi" /><title>Paginya Si Buta</title><content type="html">Aku biasa bangun pagi-pagi. Walaupun ku tak tahu yang kumaksud pagi itu seperti apa. Yang penting, dulu ibu mengajariku waktu pagi itu waktu ayam mulai berkokok. Adzan Subuh yang meramai bersahutan di tengah hening suasana. Biasanya&lt;span class="fullpost"&gt; kalau sudah seperti itu aku bangun dari tidur duduk di tepian kasur, untuk mengumpulkan nyawa sebentar. Lalu, ke kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenang, aku tak perlu meraba-raba lagi, atau menggunakan tongkat sebagai penuntunku. Aku sudah hafal. Kamar cuma sejengkal saja, &lt;I&gt;jedhing&lt;/I&gt; ( Kamar Mandi sederhana, red), yang cuma bilik kecil dengan satu ember sedang berisi air. Tanpa keran. Alhamdulillah saja masih ada tetangga yang bersedia, setiap hari mengirim &lt;I&gt;secuil&lt;/I&gt; air tuk mengisi bilik itu... letaknya persis di samping tempatku tidur. Haha cukup berbangga juga, di tempat ini, rumahku,  &lt;I&gt;sementara&lt;/I&gt; aku bisa menjadi orang normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, iya. Perkenalkan namaku, Rio. Aku sebatang kara. Dulu aku punya keluarga. Ayah, ibu, dan... aku anak bungsu dari sepuluh bersaudara. Aku tidak diberikan kelengkapan tubuh seperti yang semua kakakku punya. Aku dilahirkan buta. Kehormatan keluarga lebih dipilih daripada kemungilanku. Ceriaku yang seharusnya bisa menghangatkan suasana tampak tak berarti. Begitu cerita ibu &lt;I&gt;susuh&lt;/I&gt;ku. Dari bibir tuanya juga aku tahu aku &lt;I&gt;dititipkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu&lt;/I&gt;ku ini sempat menjadi pembantu di kerajaan keluarga. Umurnya tidak pas lagi. Lagipula dengan dititipkannya aku, sepertinya tidak akan merubah keadaan kalau beliau tetap bekerja di sana. Dengan &lt;I&gt;pensiunan&lt;/I&gt;nya. Cukup untuk modal usaha sekedar buka warung saja. Ibuku ini aneh. Mendapat anak buta sepertiku saja senangnya setengah mati. Bukan karena aku anak orang kaya lho. Malah beliau menolak kemapanan yang dijanjikan orangtuaku. Katanya, "Aku sudah bersyukur sekali dapat Rio, aku tak mau merepotkan &lt;I&gt;ndoro&lt;/I&gt; lagi. Ah, aneh. Pak Udin tukang becak yang sering mangkal di depan warung yang cerita begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sekelumit saja ceritaku. Itu masa lalu. Sekarang aku jauh dari kesan sukses. Bukan cuma jauh, kalau jalannya lurus walau jauh masih bisa kelihatan. Ini sudah jauh, berlika-liku lagi. Penat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah. Aku mau sholat dulu, air seember itu harus cukup untuk mandi, msak air untuk sepoci teh pagi. Sisanya buat wudhu. Agak aneh ya? Orang kayak aku bisa melakukan semua itu. &lt;b&gt;Kekuranganku sekarang telah menjadi kekuatanku untuk mandiri.&lt;/b&gt; Sebentar lagi aku mau bekerja. Aku sholat dulu ya... &lt;I&gt;nyambung&lt;/I&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-4064566290545583703?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/tLQ3j_E7HpA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/4064566290545583703/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/paginya-si-buta_02.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/4064566290545583703?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/4064566290545583703?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/tLQ3j_E7HpA/paginya-si-buta_02.html" title="Paginya Si Buta" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/paginya-si-buta_02.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0AHQX4zfyp7ImA9WxNUEE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-3633110912479191289</id><published>2009-11-01T08:42:00.001+07:00</published><updated>2009-11-01T08:42:10.087+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-01T08:42:10.087+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ceritaku" /><title>Bangun Tidur Ku Terus Mandi</title><content type="html">Sebenarnya tidak seperti saja yang biasa aku lakukan. Ada lanjutannya. Tetapi dipikir-pikir lagi judul itu juga bukan inspirasi kegiatan harian. Yup! Aku ingin bangkit kembali. &lt;font color="red"&gt;Bangkitkan lagi blog ini.&lt;/font&gt; Yang seperti sedang lelap. &lt;font color="green"&gt;Aku bangunkan saja seperti membangunkanku.&lt;/font&gt; Terus kumandikan. Bukan ngerombak bentuk fisik, tapi&lt;span class="fullpost"&gt; menciptakan pemikiran yang &lt;i&gt;insyaAllah&lt;/i&gt; lebih fresh. Amien...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya &lt;font color="red"&gt;blogwalking&lt;/font&gt; masih aku lakukan. Malah lebih sering. Cuma karena tidak &lt;I&gt;sign in&lt;/I&gt; di &lt;I&gt;blogspot&lt;/I&gt;nya. Jadi malas untuk berkomentar. Hehe dan gara-gara itu juga (&lt;I&gt;blogwalking&lt;/I&gt;, red), aku sempatkan masuk ngecek &lt;I&gt;pagerank&lt;/I&gt; blogku. &lt;I&gt;Alhamdulillah&lt;/I&gt; dari PR 3, ke &lt;I&gt;not available&lt;/I&gt;. Jadi gak punya utang ke yang ngajak tukar link, hehe mana ada yang minat. Kecuali buat yang ingin ngajak berteman, nah itu jadi wajib dan sesegera mungkin tanpa menunggu berubah jadi utang. Terus, &lt;I&gt;Alexa Rank&lt;/I&gt;, hehe yang tadinya tercetak angka 360-an, sekarang &lt;I&gt;Alhamdulillah&lt;/I&gt; di 4,5 jutaan! Hehe penurunan yang cukup tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eits! Jangan lihat kata &lt;I&gt;'penurunan'&lt;/I&gt;-nya, loh. Tapi kata &lt;I&gt;'tajam'&lt;/I&gt;-nya. Menyiratkn yang secara drastis. Waktu beranjak naik dulu, aku malah gak pernah pakai kata ini. Naik susah. Jadi ke yang enteng saja, turun &lt;I&gt;mudah&lt;/I&gt;. Mudah-mudahan dengan nikmat yang telah Dia berikan ini bisa memberi dorongan kuat untuk aku beranjak maju. Amien... Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya. Sempat jadi perbincangan seriusku dengan yayangku. Dia tanya, "kok artikelnya masih itu? Waktu pulang dari Dd. Itukan sudah lama". Aku jawab saja seperti ceritaku di atas tadi. Malah aku tantang dia untuk sama-sama membuat artikel bermutu. Untuk penyemengatku juga sih. Tapi, dia dengan bijak menjawab, "Maaf, tidak bisa, Mas. Sudah punya jadwal dan target sendiri!". Hmm... mau bagaimana lagi. Dia sibuk juga. Tapi tetap &lt;I&gt;Alhamdulillah&lt;/I&gt;, karena dia tetap sosok yang &lt;I&gt;nyambung&lt;/I&gt; kalau aku ajak ngomong soal &lt;I&gt;blogging&lt;/I&gt;, jadi cukup itu saja sudah bisa menjadi penyemangatku. Aku tidak berjalan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir masih aku ingat dari SMS-nya. &lt;I&gt;Mas, blognya diurus lagi ya...&lt;/I&gt;. Kurang lebih begitu, SMS-nya terhapus. Hehe Memang sederhana. Tapi sekali lagi, cukup membantu! Terimakasih ya sayangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... terlalu serius curhat jadi hampir lupa sapa pagi ke sobat-sobitku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Hallo, Pren! Aku datang lagi. Mohon diterima, ya!&lt;/I&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-3633110912479191289?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/XONMb6iUiMg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/3633110912479191289/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/bangun-tidur-ku-terus-mandi.html#comment-form" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/3633110912479191289?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/3633110912479191289?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/XONMb6iUiMg/bangun-tidur-ku-terus-mandi.html" title="Bangun Tidur Ku Terus Mandi" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2009/11/bangun-tidur-ku-terus-mandi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0IEQn48fyp7ImA9WxNXGUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781895362041135793.post-2304502943478982755</id><published>2009-10-07T17:31:00.001+07:00</published><updated>2009-10-07T17:31:43.077+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-07T17:31:43.077+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi" /><title>Yang Menarik di Atas Restu</title><content type="html">Hmm... penat sekali di atas bus ini. Padahal aku baru saja mandi. Walau tumben pacarku sekali ini lupa menaburkan pewangi di sudut baju di sekitar ketiakku. Hehe &lt;I&gt;saking&lt;/I&gt; cueknya, dilupakan begitu tetap cuek dan PD tanpa pewangi. Yup! Ini hari terakhirku di rumah yang terkasih. Di Jember, Jawa Timur.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naik &lt;I&gt;Restu&lt;/I&gt; yang ekonomi memang tak nyaman. Sebentar-sebentar &lt;I&gt;mandeg&lt;/I&gt; cari penumpang. Untung kondekturnya cantik. ...Di pemberhentian yang kesekian kalinya, tampak naik seorang pemuda gagah. Dari penampilannya sepintas seperti tak cocok naik bis ini, sangat rapi. Dia mengambil tempat duduk berseberangan denganku, di yang tiga lajur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggalkan saja dia. Biarkan terduduk kaku. Itu maunya sendiri. Urusan penumpang urusan masing-masing, bukan? ...Kembali di penatku yang makin bertambah saja. Penjaja &lt;I&gt;snack&lt;/I&gt; dengan gampang naik turun bergantian. Tak habis-habis. Kadang diselingi pengamen amatiran nyanyi dua lagu terus minta upeti. Hehe maksudnya sodaqoh seikhlasnya, lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat perempuan kecil yang lusuh. Menenteng &lt;I&gt;icrik-icrik&lt;/I&gt;, alat musik sederhana dari beberapa seng tutup &lt;I&gt;coca-cola&lt;/I&gt; yang disatukan paku yang tertancap di kayu pegangan. Kurus dengan rambut semrawut. Sungguh menyedihkan. Tiba gilirannya setelah pengamen tadi selesai. Mencoba meminta belas kasih dengan mengamen juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halah.. sekecil itu mana bisa bernyanyi keras. Lantang sih iya tapi tak cukup. Kuacuhkan dengan menerawang kaca samping. Indah sawah membentang tak merubah suasana sampai kudengar suara merdu di tengah &lt;I&gt;'rintihan'&lt;/I&gt; anak kecil tadi. Tak terduga, si kaku ikut bernyanyi mengiringi si kecil dengan gitar yang rupanya dia pinjam dari pengamen terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan membantu kecil malang menggugah ketulusan sang pengamen. Si kaku terus menyanyikan beberapa lagu bersama perempuan itu dengan riangnya. Si anak masih dia jadikan pimpinan penghibur, "Ayo, Nduk. Kowe tetep ngamen koyo biasane, nek tibo giliran nyanyi hayuk bareng karo aku"... Dengan lebih dari dua lagu dan berhasil menceriakan pengamen kecil itu. Si kaku mendapat sambutan hangat dari seluruh penumpang. Tak hanya receh, sepintas selembar lima ribuan masuk di topi si kecil. Terimakasih berantai pun muncul dari pengamen kecil ke si kaku. Si kaku ke pengamen lain atas gitar pinjamannya. Dia kembali duduk dengan mencoba tidur tanpa hiraukan sekelilingnya yang kagum. Sedangkan aku? Hmm... penatku luruh seketika melepas si kaku lelap di tidurnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781895362041135793-2304502943478982755?l=blogadvintro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Blogadvintro/~4/fwq4BZMcKTY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blogadvintro.blogspot.com/feeds/2304502943478982755/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://blogadvintro.blogspot.com/2009/10/yang-menarik-di-atas-restu.html#comment-form" title="12 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/2304502943478982755?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5781895362041135793/posts/default/2304502943478982755?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/Blogadvintro/~3/fwq4BZMcKTY/yang-menarik-di-atas-restu.html" title="Yang Menarik di Atas Restu" /><author><name>ADVINTRO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18301981757878102672</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/-XLIMUnNr7Hs/TW3HfY-NuGI/AAAAAAAAAKE/V2SJYf08bYI/s220/DSC00011.JPG" /></author><thr:total>12</thr:total><feedburner:origLink>http://blogadvintro.blogspot.com/2009/10/yang-menarik-di-atas-restu.html</feedburner:origLink></entry></feed>

