<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038</atom:id><lastBuildDate>Tue, 13 Jan 2026 02:27:20 +0000</lastBuildDate><category>Coretan Harian</category><category>Opini</category><category>Komputer dan IT</category><category>Barisan Puisi</category><category>Tips</category><category>Agak Error</category><category>Makan-makan</category><category>File 4U</category><category>Cerpen</category><category>Jeprat-jepret</category><category>Dialog</category><category>Fiksimini</category><category>File 4Contest</category><category>Fotografi</category><category>Jalan-jalan</category><title>Sandy Corat-coret!</title><description>from a man who hate goodbye moment</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Sandy57)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>197</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-9068818188189779797</guid><pubDate>Wed, 15 Oct 2014 10:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-08-08T20:24:48.077+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Coretan Harian</category><title>Mengulang Pertemuan</title><description>&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;Kira-kira ada berapa banyak orang yang setiap harinya mengulang pertemuan ya?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pertanyaan itulah yang tiba-tiba muncul di benak saya. Pernahkah kamu bayangkan berapa banyak Orang yang setiap harinya bertemu kembali dengan orang yang sama? Bertemu setiap hari di Kantor dengan rekan-rekan kerja, Berpisah saat selesai jam kantor dan kembali bertemu keesokan paginya, atau secara rutin bertemu dengan teman-teman dan dosen di Kampus. Bertemu setiap hari dengan kekasih atau keluarga di rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kadang rutinitas membuat kita seringkali mengulang pertemuan dengan orang yang sama. Begitu juga dengan saya, Saat weekdays selalu bertemu dengan rekan-rekan kerja di Kantor, Kemudian setiap weekend bertemu dengan teman-teman di Kampus. Saya menikmati rutinitas tersebut, Ada kalanya juga bosan. Pasti menyenangkan ketika sesekali keluar dari lingkaran dan bertemu dengan teman baru atau teman yang lama tidak bertemu. Bagaimana dengan kamu? Berapa banyak mengulang pertemuan? Hehe&lt;/span&gt;</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2014/10/mengulang-pertemuan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>9</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-3330460662481187548</guid><pubDate>Fri, 15 Aug 2014 18:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-08-08T18:39:55.230+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><title>Lebih Penting Kualitas Belajarnya, Bukan Lama Belajarnya.</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Belakangan banyak diberitakan tentang wacana pemerintah untuk menambah waktu belajar di sekolah, alasannya tentu untuk memajukan kualitas pendidikan. Banyak pro dan kontra&amp;nbsp; dari berbagai pihak dalam menanggapi hal ini, ada yang setuju dan ada pula yang beropini jika menambah waktu belajar di sekolah akan membebani Pelajar saja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT_ItCvXdDHuC5mXsU0WsROB93LklIKdDJscZui2eosDUFo35os4g" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT_ItCvXdDHuC5mXsU0WsROB93LklIKdDJscZui2eosDUFo35os4g" width="187" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Saya pribadi setuju dengan pendapat yang kedua, Menurut saya menambah waktu belajar bukanlah solusi terbaik sebab Pelajar hanya akan merasa jenuh dan konsentrasi berkurang dalam menangkap pelajaran yang disampaikan. Coba saja ingat kembali ketika di Sekolah dulu, kebanyakan dari kita pasti mulai merasa ngantuk dan konsentrasi menurun ketika sehabis Istirahat makan siang yang berakibat menurunnya kemampuan dalam menangkap penjelasan Guru di depan kelas, apalagi jika sang Guru tidak bisa menghidupkan suasana belajar menjadi lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru, merupakan tenaga pengajar yang memiliki peran&amp;nbsp; sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Menurut saya setiap guru harus memiliki dedikasi terhadap perannya, sehingga tidak ada lagi yang sekedar masuk kelas dan menjadi penceramah yang menakuti murid dengan berbagai hukuman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan harus lebih memperhatikan kualitas tenaga pengajar di Indonesia. Pemerintah harus membuat sistem yang baik untuk meningkatkan kemampuan guru di dalam kelas, tidak hanya kemampuan akademis tapi juga kemampuan membangun koneksi dengan murid sehingga suasana belajar di kelas menjadi menyenangkan. Guru juga harus terlibat di dalam kelas secara utuh dan mendorong murid memiliki daya inovatif, berani melakukan terobosan sebagai Problem Solver.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memperbanyak praktikum juga akan membangun kualitas murid, sebab melalui pengalaman praktik seperti ekperimen fisika, membuat karya seni dan memngerjakan proyek secara berkelompok murid akan lebih memahami apa yang disampaikan oleh Guru dan juga melatih kerjasama tim. Menurut saya meningkatkan kualitas di kelas seperti itu akan lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, sebab suasana belajar akan lebih menyenangkan sehingga murid akan lebih mudah menyerap pelajaran ketimbang menambah waktu belajar yang justru (menurut saya) akan membuat murid merasa terbebani. Kalo pendapat kalian bagaimana?&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2014/08/lebih-penting-kualitas-belajarnya-bukan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-3616239413169352238</guid><pubDate>Sat, 28 Jun 2014 18:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-06-29T12:05:31.782+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Coretan Harian</category><title>Ramadhan yang Lengkap</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bulan Ramadhan memang selalu spesial untuk kita semua, sebab di bulan yang indah ini kita diberi kesempatan untuk memperoleh amal kebaikan berlipat ganda dari bulan-bulan lainnya. Bukan hanya soal menahan lapar dari waktu Imsyak hingga Adzan magrib berkumandang, tapi juga tentang memperbaiki diri dan meningkatkan intensitas perbuatan baik, tentang menilik kebelakang untuk mengoreksi kesalahan yang pernah kita perbuat untuk segera diperbaiki. Ada yang berpendapat bahwa menahan nafsu untuk tidak makan itu mudah, yang sulit itu menahan nafsu lain yang kadang tanpa kita sadari telah melekat pada perilaku kita sehari-hari. Itulah sebabnya Ramadhan juga dianggap sebagai bulan berlatih, berlatih mengendalikan diri dari nafsu pribadi yang tercermin dari dalam sifat Ego, Rakus/Tidak mau berbagi, Dengki dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Jovi, Seorang anak muda yang mencoba hidup mandiri di perantauan, datangnya Ramadhan juga merupakan pertanda bahwa tak lama lagi ia akan pulang sejenak ke kampung halaman untuk bertemu dengan keluarga yang lama tak dijumpanya. Ia harus mulai mempersiapkan segalanya untuk Mudik, sebuah agenda rutin yang dilakukan banyak perantau pada akhir Ramadhan setiap tahunnya. Sebab bagi Jovi, kemenangan Ramadhan akan terasa lebih lengkap bila dirayakan bersama keluarga tercinta. Selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2014/06/ramadhan-yang-lengkap.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-816440191121733677</guid><pubDate>Thu, 05 Jun 2014 05:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-06-05T12:28:49.327+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><title>Media Tidak Netral</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saya merasakan ada hal yang sama ketika melihat berita di media belakangan ini, mereka sama-sama banyak memberitakan tentang dua pasang kandidat Presiden dan Wakilnya yang akan bertarung pada Pilpres 9 Juli nanti. Pada momen pemilu seperti ini, peran media memang sangat vital untuk membangun dan menggiring opini publik tentang tokoh yang akan menjadi pemimpin tertinggi di Indonesia selanjutnya. Pengaruh media yang besar itu juga yang terkadang dijadikan senjata bagi kandidat untuk menjatuhkan lawannya, apalagi jika si pengusaha media itu sendiri terlibat langsung di Koalisi Politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri saya melihat ada dua Media Televisi yang menurut saya terkesan tidak netral dalam menyampaikan berita Pilpres 2014 dengan lebih menonjolkan kandidat tertentu, mungkin karna si pengusaha media tersebut &lt;strike&gt;kebetulan&lt;/strike&gt; tergabung dalam koalisi politik yang bersebrangan satu sama lain. Kita sebagai masyarakat yang menjadi target utama media-media tidak netral tersebut seharusnya lebih kritis dan lebih pintar lagi memfitler berita-berita politik sehingga tidak terjebak dalam kampanye hitam atau kampanye negatif yang mereka coba tebarkan. Kita harus bisa menilai kandidat dengan seobjektif mungkin. Mempertimbangkan Visi-Misi yang mereka tawarkan untuk Indonesia ke depan agar tidak merasa salah pilih nantinnya. Mari jadi pemilih yang cerdas demi Indonesia tercinta!&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2014/06/media-tidak-netral.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-7845084483272748584</guid><pubDate>Wed, 01 Jan 2014 13:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-01T20:50:13.696+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Coretan Harian</category><title>2014, Lebih Baik!</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tahun 2013 baru saja berlalu, harapan agar tahun 2014 lebih baik dari tahun sebelumnya tentu terucap oleh banyak orang, mungkin juga sembari menikmati indahnya pesta Kembang Api menjelang pergantian tahun. &lt;i&gt;Semoga tahun 2014 lebih baik dari tahun 2013&lt;/i&gt;. Menjadi lebih baik itu sangat mudah dilisankan, namun pada kenyataannya tidak semudah itu dipraktikan bukan?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menjadi lebih baik pasti keinginan setiap orang, Namun sepertinya hanya beberapa yang berhasil mewujudkan atau setidaknya melakukan hal-hal yang bisa membuatnya lebih baik. Sebelumnya saya juga menggampangkan hal itu, kemudian mengerti ternyata untuk menjadi lebih baik tergantung seberapa kuat komitmen untuk berusaha mempelajari, memahami dan berprilaku lebih baik dari sebelumnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ya, Komitmen memang sesuatu yang sulit untuk tidak dilanggar. Tapi Pebisnis yang sukses, Penulis yang hebat, dan Orang-orang sukses di Dunia ini merupakan pribadi-pribadi yang berkomitmen tinggi terhadap bidang yang ditekuninya bukan? Saya yakin kesuksesan mereka saat ini juga diawali dengan adanya keinginan menjadi lebih baik. Pertanyaanya apakah kita mampu &amp;nbsp;berkomitmen dan berhasil menjadikan diri ini lebih baik dari sebelumnya persis seperti harapan yang terucap saat pergantian tahun semalam? &lt;i&gt;Let's Do It!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2014/01/2014-lebih-baik.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-7705220779213806735</guid><pubDate>Fri, 13 Dec 2013 01:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-07-25T10:01:02.341+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Barisan Puisi</category><title>Sebatas Cinta</title><description>&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Berhentilah memandangku seindah itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Aku bisa bisu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Berhentilah tersenyum semanis itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Aku bisa buta...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Berhentilah tertawa semenarik itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Aku bisa tuli...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Berhentilah memukulku semanja itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Aku bisa gila...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Berhentilah membuatku terpana saat kau bicara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Tak sanggup ku lawan hebatnya Tuhan lewatmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Yang mengisi celah dalam hatiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Perlahan...dengan tingkahmu&lt;/span&gt;</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/12/sebatas-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-7855304711570536850</guid><pubDate>Wed, 16 Oct 2013 18:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-10-17T01:56:24.606+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Barisan Puisi</category><title>Malam Teduh</title><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Malam Teduh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXxbR01S3xBo7UUdj0FSp20XajFheewoCKMOjDDShsKd_5vbN6B44gTi3eElYu24KYU1Jqxd2Tf0aTopuvEmydaTktWhGwRDd2SkxL9eS0x0tNRmfmL3EAqsxTzDn7YbAda49aCkK1x0c/s320/images+(9).jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXxbR01S3xBo7UUdj0FSp20XajFheewoCKMOjDDShsKd_5vbN6B44gTi3eElYu24KYU1Jqxd2Tf0aTopuvEmydaTktWhGwRDd2SkxL9eS0x0tNRmfmL3EAqsxTzDn7YbAda49aCkK1x0c/s1600/images+(9).jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Pasca hujan bintang terbang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;terbaur dengan bulan dan bualan&lt;br /&gt;melayang bak layang-layang tenang&lt;br /&gt;berjuang melawan berlapis awan&lt;br /&gt;berjuang agar bisa aku pandang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari utara udara berlari&lt;br /&gt;melibas lembut lamun wajah ini&lt;br /&gt;berbisik tentang cinta seorang dewi&lt;br /&gt;tak terbatas...desirnya di telinga&lt;br /&gt;tak terganti...bisiknya lewat hati&lt;br /&gt;kemana ku harus pergi?&lt;br /&gt;sedang ku punya cintaku sendiri...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/10/malam-teduh.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXxbR01S3xBo7UUdj0FSp20XajFheewoCKMOjDDShsKd_5vbN6B44gTi3eElYu24KYU1Jqxd2Tf0aTopuvEmydaTktWhGwRDd2SkxL9eS0x0tNRmfmL3EAqsxTzDn7YbAda49aCkK1x0c/s72-c/images+(9).jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-9161665487259317091</guid><pubDate>Wed, 31 Jul 2013 04:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-08-04T10:58:30.020+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dialog</category><title>[Dialog] Konferensi Binatang</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Di bawah pohon Ulin siang ini terlihat ramai, binatang yang hadir sedang seru-serunya membahas Manusia yang selalu mengejar dan merampas apa saja dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Populasi kami semakin sedikit!" teriak Badak dan Gajah bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka mencabut Cula kami!" lanjut Badak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami di tembaki hingga setengah mati, setelahnya Gading kami juga di cabutnya!" timpal Gajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka memukuli kami," Monyet menangis,"Di bawah terik Matahari kami mereka paksa menari-nari, memakai topeng, naik Egrang dan sebentuk Motor yang mereka buat dari kayu, mereka menarik-narik rantai di leher kami agar kami punguti kertas dan koin yang dilemparkan dari atas kendaraan, jika kami lelah, mereka memberi kami obat penambah tenaga yang seharusnya hanya untuk manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya giliran Cendrawasih yang berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka mengambil bulu kami yang indah, mereka jadikan hiasan di rumah-rumah, tinggal sedikit dari kami yang tersisa, andai mereka paham bahasa kami, tentu kami akan sampaikan jikala kami lebih suka menghiasi Nusantara ini ketimbang dinding-dinding rumah mereka," Cendrawasih diam sejenak, "Di perjalananku ke sini tadi aku melihat Hiu terdampar di Pantai, sirip-siripnya tak lagi melekat di badannya, Hiu terisak dan mengatakan padaku bahwa Manusia akan mendapatkan uang banyak dengan membuat Siripnya menjadi Sup,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cendrawasih terus melanjutkan ceritanya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"Aku juga melihat Lumba-lumba yang terbalut oleh karung-karung basah di dalam sebuah Truk, tubuhnya di olesi Mentega agar tetap lembab, agar tetap hidup dan dipertontonkan pada Manusia lainnya di pertunjukan Sirkus keliling, aku melihat air matanya, itu bukan tempat seharusnya ia berada."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"Raaarrrr...." Harimau Sumatra yang baru tiba kemudian berkata, "Taring kami mereka ambil! Kuku kami mereka cabuti! Bahkan kami tidak meninggalkan belang bila mati, kami dikuliti, mereka menjadikan bagian-bagian tubuh kami sebagai perhiasan, ada juga yang menjadikannya Jimat! Aku tidak mau punah seperti saudaraku Harimau Bali dan Harimau Jawa!" Harimau Sumatra pun menitikan air mata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"Ya! Mereka juga memburu kami dan menjadikan tanduk kami Perhiasan di rumahnya!" teriak Rusa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"Kami dianggap Hama, kami dibantai!" Orang Utan dengan lantang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"Telur kami mereka curi!" Kata burung Maleo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;DUAARRRR!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Terdengar suara peluru yang dilontarkan dari senapan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"Manusia?!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"Manusia datang! lari semuanya! Selamatkan diri kalian dari Mahluk serakah itu!!!" intruksi dari Monyet.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;DUAARRRR!!!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;suara tembakan kembali terdengar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Gajah dan Badak berlari sekencang-kencangnya, Harimau Sumatra juga berlari ke arah yang berbeda, Monyet bergelantungan kabur melalui ranting-ranting pohon sekuat tenaga, burung Maleo bergegas pergi ke arah Utara, Semua yang hadir pada Konferensi itu bergegas pergi sekuat tenaga, tunggang-langgang menyelamatkan diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;DUAARRRR!!! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Cendrawasih yang terbang menyaksikan nasip seekor Beruang Madu yang tergeletak di semak-semak dengan luka tembak di perut dan kakinya. Cendrawasih merasakan kesedihan yang menimpa seekor Mamalia di bawah sana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"Tanpa kau sempat menyampaikan keluh-kesahmu kepada kami tadi, kami sudah mengerti teman binatangku, mereka pikir hanya merekalah yang berhak hinggap di Bumi yang Tuhan ciptakan ini." Cendrawasih dengan lirih, dan berlalu pergi menyelamatkan diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/07/dialog-konferensi-binatang.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-9092211552848122847</guid><pubDate>Mon, 15 Jul 2013 09:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-15T16:30:04.424+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen</category><title>Kisah Alip</title><description>&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;“Seratus ribu!” gumam Alip bersama matanya yang mengembang, “Beneran ini untuk saya bu?” ia masih tidak percaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Perempuan itu hanya tersenyum, sedikit mengangguk sambil memandangi wajah sumringah bocah itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;“Terimakasih bu, terimakasih,” ia meraih tangan perempuan itu dan menciumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Ia
 kemudian berlari dengan gembira terpancar di wajahnya, hilang semua 
lelah dan dahaga sebelumnya. Aku akan membelikan ayah sarung dan juga 
kopiahnya, akan ku beli motif yang sama untukku juga, agar kami 
kelihatan kompak saat tarawih di mushola, suara Alip dari hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Lima
 jam lalu ketika matahari belum terlalu tinggi, Alip mengayuh kakinya 
dengan semangat, senyum tampak mengembang di wajahnya, saku celana 
lusuhnya membumbung dan tercipta bunyi koin-koin yang beraradu di tiap 
langkahnya. Dua puluh empat ribu lima ratus rupiah, jumlah yang sudah ia
 pastikan sebelumnya, saat mentari belum terbangun di timur pagi, bahkan
 Alip telah menghitungnya. Ia menyobek kaleng susu yang dijadikannya 
sebagai tempat menyisihkan uang kertas juga koin-koin hasil jerih payah 
memulung gelas dan botol plastik sejak sembilan minggu lalu. Pasar hanya
 tinggal beberapa puluh meter di depan mata, ia ingin mewujudkannya kali
 ini, menghadiahi Ayahnya sepotong kain sarung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Tak
 lama setelahnya ia berdiri di muka sebuah toko kain, memberanikan diri 
masuk dan menemui seorang karyawati yang sedang membenarkan susunan kain
 di rak sebelah kiri, rak khusus tumpukan sarung yang menunggu pembeli.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;“Berapa harga untuk yang ini?” Alip menunjuk sepotong kain sarung hijau bergaris merah kotak-kotak,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Karyawati
 itu berenti menyusun sejenak, matanya melirik pada rambut bocah di 
sampingnya yang pirang sebab sering terjemur terik matahari, kemudian 
turun memandangi kaos putih yang tak lagi cerah dan celana merah persis 
seperti yang di kenakan anak-anak setiap berangkat ke Sekolah Dasar, 
juga telah kusam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;“Itu tiga puluh enam ribu,” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Si karyawati menyusun kain-kain di rak itu kembali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;“Dua puluh empat ribu lima ratus boleh?” tawar Alip&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;“Di
 sini harga pas dek, tidak bisa ditawar,” wanita itu kemudian 
mengarahkan telunjuk kanannya ke tumpukan kain sarung yang terletak 
tepat di samping kaki kiri Alip, “Itu yang lebih murah, harganya dua 
puluh delapan ribu. Paling murah diantara sarung merek lain, juga harga 
pas.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Sejenak
 bocah itu terdiam, membalikan 
badan lalu melangkah menuju pintu keluar. Itu adalah toko kain pertama 
yang ia datangi, Alip yakin akan menemukan toko yang menjual kain sarung
 dengan harga lebih murah yang mampu ia beli hari ini.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Matahari
 semakin tinggi, teriknya berkolaborasi dengan asap produksi mesin 
kendaraan yang merayap terjebak ramainya jalan raya di depan pasar, 
terdengar juga ramainya bunyi klakson tanda mulai kesalnya para 
pengendara yang sabarnya sedang diuji.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Sudah
 keluar masuk toko kain untuk kesekian kali, bocah itu belum juga 
membawa Sarung yang ingin ia beli. Tidak juga ia temukan toko yang 
menjual kain sarung seharga paling tidak sama dengan uang di saku 
celananya. Raut mukanya mulai membentuk mimik putus asa, cacing di 
perutnya mulai bergemuruh minta diberi makan, dahaga juga hadir di balik
 lehernya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Hanya
 saja, di hari pertama ini tekatnya masih kuat untuk menjalaninya. 
Menahan diri, termasuk dari makan dan minum hingga saat senandung Adzan 
berkumandang dari pengeras suara di atap-atap masjid atau di layar 
televisi senja nanti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Lelah
 membuat ia menyandarkan tubuh kurusnya ke teras toko tak berpenghuni, 
memutar otaknya, mencari cara agar hari ini bisa ia bawa pulang kepada 
ayahnya sepotong kain sarung baru sebagai pengganti yang terdahulu. Ia 
tidak ingin lagi melihat ayahnya pergi ke mushola dekat gubuk tempat 
tinggalnya dengan mengenaka sarung yang penuh tambalan itu lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Terfikirkan
 olehnya untuk menunda beberapa hari, asal ia mengumpulkan gelas dan 
botol plastik lebih giat lagi, ia yakin uangnya akan cukup untuk 
membeli. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Ia
 relakan keinginan menghadiahi ayahnya di hari ramadhan pertama ini, 
hari yang tepat dengan ulang tahun lelaki yang ia sayangi itu. 
Satu-satunya keluarga yang tersisa setelah ibunya wafat terserang demam 
berdarah delapan belas bulan lalu. Terlambat beberapa hari tidak apalah,
 pikirnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Dari
 ujung lorong pasar terlihat perempuan paruh baya berjalan sendiri, gaya
 berpakaianya rapih, mengenakan kerudung merah muda lengkap dengan 
aksesoris seperti bunga mawar purih, gelagatnya seperti sedang dikejar 
waktu, jelas ada sesuatu yang membuatnya tergesa-gesa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Alip memperhatikan dengan penuh tanya di kepala, kiranya apa yang membuat perempuan paruh baya itu tergesa-gesa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Sampai
 saat perempuan itu tak menyadari ada sesuatu yang terlepas dari 
pergelangan tangannya, tepat saat ia melintasi tempat Alip melepas 
lelahnya. Berwarna kuning tua, bentuknya seperti rantai-rantai yang 
terajut indah, terdapat hiasan seperti batu berwarna hijau sebesar 
separuh buah cherry. “Gelang!” lirih dari mulutnya, lalu ia beranjak dan
 memungutnya. Kembali memperhatikan perhiasan yang kini ada di 
tangannya, tak pernah ia memegang benda sebagus itu sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Sesaat
 kemudian ia menoleh, mengongak sembari berjinjit tinggi-tinggi mencari 
kemana perginya perempuan tadi. Tak terlihat lagi, hilang diantara 
ramainya manusia yang hilir-mudik dan mereka yang sedang bertransaksi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Tanpa
 pikir dua kali, nurani bocah kumel itu menuntun langkah kaki 
telanjangnya untuk berlari, meliak-liuk diantara pundak dan ketiak orang
 dewasa di pasar itu, mencari kemana perginya si pemilik gelang yang ia 
simpan erat di genggamannya kini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Di
 persimpangan ia jadi bimbang memilih arah mencari, kanan atau kiri, 
atau mungkin terus lurus saja, bingung ia dibuatnya. Ia melihat sebuah 
meja kosong di sudut toko dekat persimpangan itu, lalu naik berdiri di 
atasnya. Ia melihat kearah kiri, secermatnya ia mengamati, sayang tak 
terlihat perempuan berkerudung merah jambu. Ia geser pandangannya lurus 
jauh ke depan, tak juga ia melihatnya. Ke arah kanan, &amp;nbsp;ia mencari dengan
 lebih cermat lagi, “itu dia!” serunya. Ia melompat dan berlari 
mendekati perempuan yang kini sedang berbicara pada seorang lelaki di 
teras sebuah toko beras.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;“Bu!,” Alip terengah-engah sambil memegang dada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Sejenak perempuan itu menghentikan pembicaraanya, ia melongok, “Ada apa nak?” ramahnya dengan penuh tanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;“ini gelang ibu tadi terjatuh”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Reflek
 perempuan itu memegang pergelangan tangan dimana gelang itu seharusnya 
berada, “Astafirllohaladzim…terimakasih ya nak,” ia tersenyum, 
memandangi anak manusia berpakaian lusuh yang berdiri di hadapannya, 
lelah pun masih terlihat jelas dari nafas bocah itu yang terengah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;“Namamu siapa nak?” sambil perempuan itu memegang pundak Alip&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;“Saya Alip bu,”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;“Terimakasih ya nak Alip…” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;Alip menganggukan kepala, lalu memutar badannya untuk segera meninggalkan perempuan itu, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;“Tunggu
 nak! Ini untukmu, tanda terimakasih dari ibu,” selembar kertas merah ia
 berikan pada Alip, bocah yang telah mengembalikan perhiasan hadiah 
ulang tahun dari suaminya empat puluh delapan jam yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 1.5; margin-bottom: 12pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"&gt;“Seratus ribu!”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/07/kisah-alip.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-2302468568835980369</guid><pubDate>Sat, 13 Jul 2013 09:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-13T17:04:19.370+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Coretan Harian</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fiksimini</category><title>Fiksimini, Fiksi yang Mungil</title><description>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://rendyafriandi.files.wordpress.com/2013/03/fiksimini-ambigram.jpg?w=908" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://rendyafriandi.files.wordpress.com/2013/03/fiksimini-ambigram.jpg?w=908" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://rendyafriandi.wordpress.com/"&gt;Sumer Gambar&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Pernah kalian dengar tentang Fiksimini?&lt;br /&gt;
Saya sendiri belum lama tahu soal jenis sastra yang satu ini, mulanya berselancar membaca cerpen di beberapa blog, hingga saya menemukan tulisan tentang fiksimini di blog milik &lt;a href="http://agusnoorfiles.wordpress.com/"&gt;Agus Noor&lt;/a&gt;. Fiksimini merupakan sebuah cerita pendek/mungil, tentunya berbeda dengan Cerpen sebab pada Fiksimini alur dan akhir ceritanya justru diserahkan kepada imajinasi pembacanya. Karena kebebasan pembaca dalam menghayalkan ceritanya, maka (kemungkinan besar) akan ada perbedaan dari penulis dan pembaca dalam menafsirkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya saya pun tertarik untuk membuat Fiksimini sendiri, Mulai berimajinasi dan menuangkannya. Sekarang silahkan giliran kalian yang berimajinasi, menghayalkan kiranya apa yang sedang terjadi dengan membaca beberapa Fiksimini berikut ini :&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Di Sebuah Putaran Jalan Raya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mobil semakin mengular&lt;i&gt;. Prit priiit&lt;/i&gt; "Terus pak...yak yak terimakasih," ia terima uang ribuan. Tak jauh dari situ ada Pos dan Polisi Tidur.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Teras Cafe&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mulutmu tak berhenti bicara, di parasmu hujan semakin deras jatuhnya, Jemari lentikmu mendarat di pipiku - Memang salahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Anak Pertama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
RUMAH BERSALIN - "Bu Bidan, Jangan dikeluarkan dulu, Bapaknya belum ketemu".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sebentar Lagi Lebaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bulan Ramadhan, "Bilang ke yang lain, selepas Ashar nanti ditunggu Kepala Stasiun di ruangannya," pesan seorang calo kepada temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pernikahan Orang Tercinta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ia percaya &lt;i&gt;kalau jodoh pasti bertemu di pelaminan&lt;/i&gt;. Kali ini ia benar di samping Felicia, fotografer sibuk mengatur pose mereka. Ia menjabat Felicia - &lt;i&gt;Selamat ya&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dan ini ada satu Fiksimini karya sabahat saya yang namanya persis sama indahnya dengan ibu kota Austria, &lt;a href="http://viennays.blogspot.com/"&gt;Vienna&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rindu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Angin malam berbisik padaku, "Aku rindu kau". Nyatanya kau tak pernah berhubungan dengan udara. Aku yakin itu pasti orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/07/fiksimini-fiksi-yang-mungil.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-7712043378811183328</guid><pubDate>Tue, 25 Jun 2013 00:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-25T07:05:38.326+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Coretan Harian</category><title>23</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pagi Mentari, ini hari yang berbeda. ada sebuah alarm yang menyala tepat pada usiaku yang semakin menua, sekaligus mengurangi kontrak hidup yang aku tak pernah merasa menandatangani, bahkan tak tau isi kontrak itu sendiri. Masih misteri. Sebagian doa masih sama dengan sebelumnya, agar diberi kesehatan, diberi rasa nyaman mengarungi kehidupan, diberikan lebih banyak orang yang menyayangi, diberikan rasa syukur dan ilmu padi saat orang tua tersenyum bangga, diberikan inspirasi untuk menggapai tujuan duniawi, diberikan hidayah untuk menggapai tujuan hidup yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alarm yang menyala sejak pukul 01.00 WIB dini hari tadi juga mencambuk punggungku, berseru padaku. &lt;i&gt;23 tahun adalah muda, jauh lebih sehat dibandingkan para pak tua. Maka semangatlah, berlarilah menggapai semua yang menjadi mimpi-mimpi&lt;/i&gt;. ia benar, cambuk itu benar. Aku harus terus berlari, aku masih kuat, masih punya banyak tenaga untuk menggapai Mimpi-mimpi. Aku berterimakasih pada mereka yang mengingat ini, membuat aku sadar banyak yang menyayangi, ingat setidaknya. Terimakasih, ku harap kalian juga sedang terbangun ceria menggapai Mimpi kalian sendiri.&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/06/23.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-4835418102647334548</guid><pubDate>Fri, 21 Jun 2013 01:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-21T08:15:55.240+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Barisan Puisi</category><title>Seorang Hawa</title><description>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
Binar mata pandangan itu&lt;br /&gt;
lelapkan aku di benua syahdu&lt;br /&gt;
mengilusi raga dengan warna coklatnya &lt;br /&gt;
terbangkan jiwa ke langit surga&lt;br /&gt;
mengapa pada cahaya matanya&lt;br /&gt;
ia ciptakan sebuah karya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kan hadir suasana bunga di Skagit Valley&lt;br /&gt;
seketika saat ia mulai berkata-kata&lt;br /&gt;
terhipnotis aku pada gerak bibirnya&lt;br /&gt;
tak terkecuali nirwana juga ingin mengecupnya&lt;br /&gt;
mengapa harus pada senyum dan tawanya&lt;br /&gt;
lewat seorang hawa&lt;br /&gt;
sang pencipta pamerkan karya indahnya&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/06/seorang-hawa.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-1362776523155556782</guid><pubDate>Thu, 13 Jun 2013 07:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-13T14:03:48.515+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Barisan Puisi</category><title>...bosan</title><description>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;
Titik ini mulai berubah warna&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;
crayon tak lagi berguna&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;
tawa hanyalah tawa&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;
tak lagi sama, diam apalagi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;
dimana sepatuku?&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;
aku ingin pergi ke tangga itu&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;
biar aku lebih tinggi&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;
biar kulihat lebih banyak lagi&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;
biar crayon itu berguna kembali&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;
biar mataku tak marah&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;
melihat yang selalu sama&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;
senja nanti ku masih di sini&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;
segera ku tak kan datang lagi&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;
pada suatu mentari nanti&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/06/bosan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-517508411343611626</guid><pubDate>Wed, 12 Jun 2013 17:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-13T15:25:07.093+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agak Error</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen</category><title>Dialog</title><description>&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"Dasar anak Setan!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;
"Om Sok tau, ayah saya tidak punya tanduk, ibu juga.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;
Warna kulit mereka pun tidak merah seperti yang ada di film kartun"&lt;/div&gt;
&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"Iya, kelakuanmu itu yang kayak Setan!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;
"Memangmya om punya teman Setan?"&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;".....Maksudmu?!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;
"Bagaimana om tau tingkah laku setan?"&lt;/div&gt;
&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;
...............&lt;/div&gt;
&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;
"Atau om bisa melihat Setan? om tidak takut? bukankah tampangnya menyeramkan?&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;
kalo saya sih sudah pasti teriak sejadi-jadinya, menangis,&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;
memanggil ibu sambil terbirit-birit lari om"&lt;/div&gt;
&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"Anjing! Diam kamu! anak kecil sudah berani ngelawan sama orang tua!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;
"Tadi om nuduh saya anak Setan, sekarang Anjing.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;
Bagaimana mungkin sepasang setan melahirkan seekor anjing?"&lt;/div&gt;
&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;
................&lt;/div&gt;
&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;
"Hahahahahahahahahahahahahahahahaha"&lt;/div&gt;
&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"Kenapa lu ketawa?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;
&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;
"Makanya jangan asal bunyi. Anak sekarang udah pada pinter, &lt;br /&gt;
harus dihargai meskipun dia masih bocah.&lt;br /&gt;
kalo gini bingung jawabnya kan lu bro...? hahaha"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"...Lagian cuma masalah kecil gitu aja, gak usah pake emosilah"&lt;/div&gt;
&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"Haha...Setan, yaudah yuk kita cabut aja"&lt;/span&gt;</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/06/dialog.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>7</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-4088737307238293616</guid><pubDate>Wed, 05 Jun 2013 04:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-11T11:46:00.878+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Komputer dan IT</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips</category><title>Cara Membuat Recent Comment Pada Blog</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selamat gini hari kawan-kawan! Kali ini saya ingin membuat tutorial cara membuat &lt;i&gt;Recent Comment&lt;/i&gt; atau komentar terakhir yang ditulis oleh pengunjung blog kalian. Sebelumnya &lt;a href="http://blogger.com/"&gt;Blogger&lt;/a&gt; memang sudah menyediakan gadget tersendiri untuk memunculkan komentar terakhir pada &lt;i&gt;sidebar&lt;/i&gt;, tapi entah mengapa gadget itu sekarang tidak ada dan sempat juga membuat saya bingung mencari alternatif untuk menggantikan gadget tersebut, hingga akhirnya saya menemukan cara lain untuk menggantikan fungsi gadget standar dari &lt;a href="http://blogger.com/"&gt;Blogger&lt;/a&gt; yang sudah tidak lagi bisa kita gunakan itu. Oke deh dari pada kebanyakan basa-basi dan jadi basi mending kalian yang ingin mencobanya silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini ya! :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut langkah-langkah yang saya contohkan dengan mengunakan &lt;a href="http://blogger.com/"&gt;Blogger&lt;/a&gt;:&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Berdoa menurut kepercayaan dan keyakinan masing-masing. :D&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mintalah restu orang tua kalian untuk mendoakan agar ini berhasil. &lt;i&gt;hehe&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah itu barulah buka &lt;a href="http://blogger.com/"&gt;Blogger&lt;/a&gt; dan masuk ke menu&lt;b&gt; layout/Tata Letak&lt;/b&gt;, kemudian tambah gadget &lt;b&gt;HTML/JavaScript&lt;/b&gt; pada sidebar. &lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdk3Yw9flRzn4ZlxC75xA8raNjdXiU0o0pinLPyLJp4wTXxZMo8_9Up6zU0YntKJWg-ENvvT7MMiHlIBPxIWfZdHiAZoo8Nweo5n-zczacyKVVXHQuZIVKo9KXVF1wUN_VsShOwQWGvoQ/s1600/step12.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdk3Yw9flRzn4ZlxC75xA8raNjdXiU0o0pinLPyLJp4wTXxZMo8_9Up6zU0YntKJWg-ENvvT7MMiHlIBPxIWfZdHiAZoo8Nweo5n-zczacyKVVXHQuZIVKo9KXVF1wUN_VsShOwQWGvoQ/s1600/step12.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemudian masukan Script berikut ini ke dalam gadget &lt;b&gt;HTML/JavaScript&lt;/b&gt; yang sudah di tambahkan tadi ya.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;textarea cols="60" rows="10"&gt;&lt;style type="text/css"&gt;ul.w2b_recent_comments{list-style:none;margin:0;padding:0;}
.w2b_recent_comments li{background:none !important;margin:0 0 6px !important;padding:0 0 6px 0 !important;display:block;clear:both;overflow:hidden;list-style:none;}
.w2b_recent_comments li .avatarImage{padding:3px;background:#fefefe;-webkit-box-shadow:0 1px 1px #ccc;-moz-box-shadow:0 1px 1px #ccc;box-shadow:0 1px 1px #ccc;float:left;margin:0 6px 0 0;position:relative;overflow:hidden;}
.avatarRound{-webkit-border-radius:100px;-moz-border-radius:100px;border-radius:100px;}
.w2b_recent_comments li img{padding:0px;position:relative;overflow:hidden;display:block;}
.w2b_recent_comments li span{margin-top:4px;color: #666;display: block;font-size: 12px;font-style: italic;line-height: 1.4;}
&lt;/style&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;
//&lt;![CDATA[
    // Recent Comments Settings
    var
 numComments  = 5,
 showAvatar  = true,
 avatarSize  = 30,
 roundAvatar = true,
 characters  = 60,
 defaultAvatar  = "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmbGACvcThgl8mevV2bqEZu1vGQrdw17YSZr0-gn8h8aIJ7IU0SPHq27EI3SWZgSsjB56y0PwKzp_a6QD_J-ANbhgvmqkeCd27ipCFUiqsKqARzdXUqLxoETmnPw7CNOzUgdH6naYEMRaA/s1600/gravatar.jpg",
 hideCredits = true;
 maxfeeds=20,
 adminBlog='Sandy A';
//]]&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.geocities.ws/reggy1998/rcomment.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://saungsandy.blogspot.com//feeds/comments/default?alt=json&amp;callback=w2b_recent_comments&amp;max-results=20"&gt;&lt;/script&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR17P5-BxTd0I515bAnTwgfZZgA4qq2NmrZfqhUDgJyOYwUs9v9unW-nRscIcDNnAD-Fpfui266ZrssHnLbYRAfn_qG7YaTgj6ZZDXCDF3Kj3LPU9X_SwyX54PXvFLiWOJAiUpiDDaKH8/s1600/3.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR17P5-BxTd0I515bAnTwgfZZgA4qq2NmrZfqhUDgJyOYwUs9v9unW-nRscIcDNnAD-Fpfui266ZrssHnLbYRAfn_qG7YaTgj6ZZDXCDF3Kj3LPU9X_SwyX54PXvFLiWOJAiUpiDDaKH8/s1600/3.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemudian &lt;b&gt;Wajib&lt;/b&gt; melakukan penyesuaian pada &lt;i&gt;Script&lt;/i&gt; di beberapa bagian ini :&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;div style="background-color: #dedede; border: 1px dotted #000000; padding: 5px; width: 250px;"&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;http://saungsandy.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
Ganti bagian diatas dengan alamat blog kalian sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;div style="background-color: #dedede; border: 1px dotted #000000; padding: 5px; width: 250px;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;numComments&amp;nbsp; =&lt;/span&gt; &lt;span style="color: red;"&gt;5&lt;/span&gt;,&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada bagian ini, angka 5 yang berwarna merah tersebut adalah jumlah komentar terakhir yang akan ditayangkan, kalian sesuaikan saja dengan keinginan kalian sendiri.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika sudah di sesuaikan maka jangan lupa &lt;b&gt;Simpan Setelah&lt;/b&gt; tersebut, kemudian cek pada halaman Blog kalian ya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selamat mencoba dan Semoga berhasil ya! :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;*Note&lt;/i&gt; : untuk mempermudah dalam melakukan penyesuaian sebaiknya &lt;i&gt;copy&lt;/i&gt; kan dulu &lt;i&gt;Script&lt;/i&gt; di atas ke dalam notepad terlebih dahulu. &lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/06/cara-membuat-recent-comment-pada-blog.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdk3Yw9flRzn4ZlxC75xA8raNjdXiU0o0pinLPyLJp4wTXxZMo8_9Up6zU0YntKJWg-ENvvT7MMiHlIBPxIWfZdHiAZoo8Nweo5n-zczacyKVVXHQuZIVKo9KXVF1wUN_VsShOwQWGvoQ/s72-c/step12.png" width="72"/><thr:total>6</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-2671004594990979948</guid><pubDate>Tue, 04 Jun 2013 10:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-04T21:24:55.821+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Coretan Harian</category><title>Rindu Indahnya Biru dan Putih Yang Lain</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain &lt;a href="http://saungsandy.blogspot.com/2013/04/bagusnya-senja-di-caringin-tilu.html"&gt;&lt;i&gt;sunset&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;, biru langit dengan awan putihnya adalah hal yang juga saya suka. Rasanya senang saat memandangi awan yang saling berkejaran di langit yang luas itu, mata pun jadi &lt;i&gt;fresh&lt;/i&gt;. Sama seperti saya memandangi langit yang tergambar dalam foto ini. Apalagi belakangan jarang terlihat langit yang biru semacam itu, sering mendung.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/969877_4894070344605_1144956304_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/969877_4894070344605_1144956304_n.jpg" width="315" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ganbar diambil dengan &lt;a href="http://saungsandy.blogspot.com/2012/06/mainan-baru-nikon-coolpix-p310.html"&gt;Nikon Coolpix P310&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saya potret tadi pagi, beberapa kali gambar biru langit dan putih awan itu saya perhatikan hingga akhirnya membuat saya merindukan warna biru dan putih yang lain pada sore ini, Warna biru air laut dan putih pasir pantai. Jika saat ini saya berada di kampung halaman tentu saya akan bergegas mengambil kunci motor di atas kulkas dan berkendara beberapa menit saja menuju pantai untuk melihat biru laut dan putihnya pasir. Sayang saya sedang tidak berada di sana, dan Bandung jauh dari Pantai.&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/06/rindu-indahnya-biru-dan-putih-yang-lain.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-1731857188549601562</guid><pubDate>Tue, 28 May 2013 04:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-28T11:42:01.989+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fotografi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jeprat-jepret</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips</category><title>Membuat Foto Panning</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Membuat foto efek bergerak dengan menggerakan kamera searah dengan arah gerak obyek utama sehingga obyek tersebut akan tampak fokus sementara &lt;i&gt;background&lt;/i&gt; tampak kabur atau sering disebut dengan foto &lt;i&gt;Panning&lt;/i&gt; memang menyenangkan, meskipun untuk mendapatkan hasil yang bagus tidaklah gampang terutama untuk &lt;i&gt;beginner&lt;/i&gt; seperti saya ini. &lt;i&gt;hehe&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah membaca beberapa tips dan trik dari beberapa website tentang cara membuat foto &lt;i&gt;Panning&lt;/i&gt; yang baik, akhirnya saya ambil kamera dan mencoba mempraktikannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHodSi7izz6ov27MNZR8zf6rWmAuboaTd_DJhMzoWOv6FqVEihxHylw1jUe6rjty_9HDyN1bQcPkCfTMdF-jkY01eZUK8x9qPVkbhDE8ubCdl-Xvl1Z3z3hbJnA9eCM6dGdaDG35INWT4/s1600/RSCN3143.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Foto diambil menggunakan Nikon Coolpix P310" border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHodSi7izz6ov27MNZR8zf6rWmAuboaTd_DJhMzoWOv6FqVEihxHylw1jUe6rjty_9HDyN1bQcPkCfTMdF-jkY01eZUK8x9qPVkbhDE8ubCdl-Xvl1Z3z3hbJnA9eCM6dGdaDG35INWT4/s400/RSCN3143.JPG" title="" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Foto diambil menggunakan &lt;a href="http://saungsandy.blogspot.com/2012/06/mainan-baru-nikon-coolpix-p310.html"&gt;Nikon Coolpix P310&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;Set kamera pada mode &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Shutter_priority"&gt;Shutter Priority&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;(Mode S pada Nikon)&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menggunakan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Shutter_speed"&gt;&lt;i&gt;Shutter Speed&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; antara 1/30 atau lebih lambat tergantung kecepatan gerak obyek yang akan difoto&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Cari obyek bergerak yang akan di foto, kemudian arahkan kamera mengikuti obyek bergerak tersebut dan pencet separuh tombol&lt;i&gt; release&lt;/i&gt; untuk mengunci fokusnya (usahakan tangan bergerak selembut dan sestabil mungkin)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketika gerakan tangan sudah seirama dengan obyek makan pencet penuh tombol &lt;i&gt;release&lt;/i&gt; untuk mengambil gambar, jangan hentikan gerakan tangan sampai gambar benar-benar berhasil diambil.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Beberapa hal diatas itulah yang selalu saya lakukan ketika mencoba membuat foto &lt;i&gt;Panning&lt;/i&gt;. Tidak jarang saya melakukannya berulang-ulang, sebab terkadang hasil foto tidak fokus karna pergerakan tangan yang kurang lembut dan stabil.&lt;i&gt;hehe&lt;/i&gt;. Nah sekarang ayo ambil kamera dan merburu obyek untuk diPanning ya.&lt;br /&gt;
Selamat mencoba, &lt;i&gt;Practice Make Perfect!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/05/membuat-foto-panning.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHodSi7izz6ov27MNZR8zf6rWmAuboaTd_DJhMzoWOv6FqVEihxHylw1jUe6rjty_9HDyN1bQcPkCfTMdF-jkY01eZUK8x9qPVkbhDE8ubCdl-Xvl1Z3z3hbJnA9eCM6dGdaDG35INWT4/s72-c/RSCN3143.JPG" width="72"/><thr:total>9</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-318214725031027696</guid><pubDate>Fri, 24 May 2013 06:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-24T13:58:56.061+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Coretan Harian</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><title>Dinyatakan LULUS!</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tentu bukan saya yang lulus UN kali ini, karna itu sudah terjadi beberapa tahun yang lalu.&lt;i&gt;hehe&lt;/i&gt;. Namun fenomena LULUS/TIDAK LULUS ini memang selalu menarik untuk di angkat, sebab ketika hasil pengumuman dalam amplop itu bertuliskan LULUS maka rasa &lt;i&gt;dag-dig-dug-dor&lt;/i&gt; yang sempat bikin tidak nyaman menjelang hari kelulusan itu berubah 180 derajat membuat kita berekspresi sejadi-jadinya, senangnya bukan main. Mereka yang dinyatakan lulus berekpresi seakan tidak akan menghadapi lagi yang namanya tes masuk Perguruan Tinggi, lalu berpelukan, saling mengucap selamat, ada yang menangis haru, kemudian melakukan tradisi[?] corat-coret seragam sekolah, saya juga dulu melakukannya dan entah mengapa ini sangat menyenangan. Mungkin ini yang membuat Pelajar menghiraukan intruksi Kepala Sekolah untuk tidak corat-coret seragam, meski mungkin sadar bahwa seragan tersebut bisa diberikan ke orang yang lebih membutuhkan. &lt;i&gt;Gimana dengan kalian?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada era sekarang tentu mereka tidak hanya berekpresi di dunia nyata, tapi juga di dunia maya, di jejaring sosial. Sudah tentu &lt;a href="http://facebook.com/"&gt;Facebook&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://twitter.com/"&gt;Twitter&lt;/a&gt; dan BBM menjadi tempat utama mereka mengekpresikan itu, ada juga yang mengunggah momen menyenangkan itu ke &lt;a href="http://instagram.com/"&gt;Instagram&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://path.com/"&gt;Path&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://majalengka.in/wp-content/uploads/2012/05/lulus-UN-290x266.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://majalengka.in/wp-content/uploads/2012/05/lulus-UN-290x266.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Semua siswa di sebuah Sekolah dinyatakan lulus 100%, Semua pun berbahagia bersama dan melakukan hal-hal seperti di atas dengan gembira. Namun bagaimana jika ada siswa yang TIDAK LULUS? bagaimana perasaan mereka ketika melihat teman-temannya tertawa bahagia merayakan kelulusan di halaman sekolah? Sedih, hancur, mental &lt;i&gt;drop&lt;/i&gt;, seakan masa depannya telah dihancurkan dengan hasil Ujian Nasionalnya itu. Kemudian ditengah gelak tawa senang, teman-teman itu baru menyadari jika ia mengeluarkan air mata kesedihan...karena tidak lulus ujian nasional, mereka mendekatinya, mencoba menenangkannya bersama guru yang sudah bersamanya sebelumnya, memotvasi sebisanya, berbicara lembut sambil mengelus punggungnya. lalu teman yang lainya pun ikut menghampiri dan melakukan hal yang hampir sama, mendadak semua menjadi motivator yang berbicara lembut sambil mengelus punggungnya untuk menenangkannya. Semua tampak peduli, sebelum akhirnya berjalan pergi dan tetap tidak bisa merubah hasil Ujian Nasionalnya.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semua siswa yang menghadapi UN pasti berharap bisa lulus, pihak sekolah pun pasti mengharapkan siswa di sekolahnya lulus 100% sehingga tidak sedikit sekolah yang rela "melakukan apa saja" agar anak didiknya lulus semua, karna 100% itulah yang masih dianggap sebagai tolak ukur keberhasilan sebuah Sekolah yang nantinya tentu akan meningkatkan &lt;i&gt;rating&lt;/i&gt; sekolah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana pun kita harus mengucapkan Selamat bagi Siswa yang dinyatakan LULUS UN, dan bagi yang TIDAK LULUS, Kesuksesan kalian di masa depan tidak di tentunya oleh hasil UN, tapi bagaimana kalian terus berjuang setelahnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selamat Berjuang...:)&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/05/dinyatakan-lulus.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-5981995176132533290</guid><pubDate>Tue, 07 May 2013 05:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-09T09:41:49.311+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips</category><title>Biarkan Dia Bercerita, Kita Mendengarkan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam kehidupanmu mungkin pernah ada orang lain yang datang dan menceritakan keluh-kesahnya kepadamu. Tentang masalah di kampusnya, masalah kantor, masalah keluarga, percintaan atau bahkan mungkin tentang PDKT ke gebetan yang gak ada progresnya.&lt;i&gt;hihi&lt;/i&gt;. Tapi pernah gak kamu ada dalam situasi dimana kamu berusaha membantu dengan memberikan solusi dan meyakinkan dia dengan fakta-fakta untuk membantu dia memecahkan masalahnya itu namun dia hanya "&lt;i&gt;Iya bener kata lu, iya juga ya...&lt;/i&gt;" tapi tetap saja tidak ada tindakan seperti nasihat yang kita berikan atau bahkan tetep kekeh bahwa yang ia lakukan sudah benar. Hal semacam ini pasti bikin kita geregetan, meski tentu tidak semuanya berperilaku demikian.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCRvTpIWp4somb2x7WNbY0hHzNcxNtXKXsMMAAnnjXPO9S_3mHU9_PknDtgSxQDr3cZr13F0Kwcxl9ucqaeVu8xUOmLcnoIyadyoXnV_vol7VDOXYIiDU5-ofsbn5-M80dNcWPl0iqPBk/s1600/listen1.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="195" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCRvTpIWp4somb2x7WNbY0hHzNcxNtXKXsMMAAnnjXPO9S_3mHU9_PknDtgSxQDr3cZr13F0Kwcxl9ucqaeVu8xUOmLcnoIyadyoXnV_vol7VDOXYIiDU5-ofsbn5-M80dNcWPl0iqPBk/s200/listen1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Kebetulan saya juga pernah beberapa kali ada dalam situasi ini, Namun lama-lama saya jadi tahu kalau ternyata ada dua kategori tujuan orang menceritakan masalahnya; Pertama, dia hanya membutuhkan orang lain untuk mendengarkan ceritanya. Kedua, dia bercerita untuk mendapatkan solusi. Lantas apakah kita perlu menanyakan "&lt;i&gt;Kamu cuma pengen didenger atau butuh nasihat dari aku?&lt;/i&gt;", akan terkesan aneh jadinya. Tapi dengan nada bicara yang pas, kita bisa melakukan itu apabila sedang tidak punya banyak waktu untuk mendengarkan curhatan yang sudah dipastikan akan panjang-lebar sehingga kita bisa menawarkan waktu lain agar dia bisa lebih puas bercerita. Toh apapun jawabannya kita harus tetap mendengarkan juga kan? &lt;i&gt;hehe&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya cukup mudah untuk membedakannya keduanya, kita hanya cukup mendengarkannya dengan seksama dan menahan diri agar tidak memotong pembicaraan kemudian memberikan nasihat dan solusi. Tapi menjadi pendengar bukan berarti kita harus diam saja seperti patung, melainkan menatap matanya ketika ia sedang berbicara dan menanyakan pertanyaan ringan seperti "&lt;i&gt;kenapa bisa begitu?&lt;/i&gt;", "&lt;i&gt;Masa sih sampe gitu?&lt;/i&gt;" ketika ia sedang bercerita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Gunakan pertanyaan-pertanyaan ringan untuk menggali informasi yang lebih lagi dan kaitkan dengan pengalaman kita ketika berada di posisi yang sama sepertinya sehingga kita bisa mengerti dan memahami benar apa yang ia rasakan dan alami pada saat itu. Berikan perhatian yang tulus dan tahan naluri kita yang terus menggoda untuk memberi nasihat dan solusi sampai dia sendiri yang bertanya. Sebab, tujuan utama menjadi pendengar adalah menjadi sosok yang mengerti dan memahami perasaan yang dialami oleh si pencerita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketika dia menanyakan hal apa yang sebaiknya dia lakukan untuk menyelesaikan masalahnya, kita tentu sudah tau dong dia tergolong kategori yang Pertama atau yang Kedua. Disinilah saatnya kita memberikan Nasihat dan Solusi yang menurut kita baik untuk dirinya, tapi jangan berlebihan, memaksa atau sok tau ya.&lt;i&gt;hehe&lt;/i&gt;. Ingat, tahan naluri kita untuk memotong ceritanya kemudian menjadi penasihat disaat ia sedang bercerita. Sebab kita sering terjebak pada Naluri ini. &lt;br /&gt;
Selamat mendengarkan. (^_^)&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/05/biarkan-dia-bercerita-kita-mendengarkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCRvTpIWp4somb2x7WNbY0hHzNcxNtXKXsMMAAnnjXPO9S_3mHU9_PknDtgSxQDr3cZr13F0Kwcxl9ucqaeVu8xUOmLcnoIyadyoXnV_vol7VDOXYIiDU5-ofsbn5-M80dNcWPl0iqPBk/s72-c/listen1.jpg" width="72"/><thr:total>9</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-2724859673188651881</guid><pubDate>Wed, 01 May 2013 07:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-01T14:48:50.605+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Coretan Harian</category><title>Selamat Hari Buruh Sedunia</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada hari buruh atau May Day yang diperingati setiap tanggal 1 Mei ini terdapat banyak gerakan dari Masyarakat khususnya Buruh yang turun ke jalan untuk menuntut perubahan aturan soal perburuhan. Gerakan yang timbul untuk menentang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kapitalisme"&gt;kapitalisme&lt;/a&gt; dan ketidakadilan terhadap pekerja ini pertama kali terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1806. Masalah jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja. Pada waktu itu para buruh bekerja 19 hingga 20 jam sehari dengan upah yang kecil.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada awalnya terdapat dua orang pekerja yang dianggap memiliki gagasan untuk melakukan perlawanan. Pada tahun 1872, mereka dan para pekerja lainnya melakukan aksi mogok untuk menuntut pengurangan jam kerja. mereka berbicara dengan para pekerja dan juga para pengangguran, melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di Indonesia sendiri hari buruh pertama kali diperingati pada tahun 1920, Meski sempat dilarang pada masa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia_%281966-1998%29"&gt;Orde Baru&lt;/a&gt; namun May day kembali diperingati setiap tanggal 1 Mei. banyak serikat buruh di indonesia yang turun ke jalan untuk memperjuangkan gagasan untuk memperbaiki aturan-aturan yang dianggap merugikan Pekerja, Seperti tuntutan untuk menghapus sistem kerja &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alih_daya"&gt;Outsouching&lt;/a&gt; yang dianggap banyak merugikan para pekerja dan banyak disalahgunakan oleh para kapitalis untuk menekan biaya Upah pegawai. Namun kali ini saya tidak akan membahas lebih jauh soal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alih_daya"&gt;Outsourching&lt;/a&gt;, tapi yang jelas jika sistem kerja ini dihapus tentu akan banyak terjadi pemutusan hubungan kerja yang justru menambah permasalahan di Indonesia, dilematis memang. Mungkin peraturan perundang-undangannya yang harus segera diperbaiki dan diawasi penerapannya dengan ketat sehingga pekerja Outsource tidak merasa ditindas oleh para "Boss".&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Masalah Perburuhan dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alih_daya"&gt;Outsourching&lt;/a&gt; ini hanya sebagian dari permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia, masih ada soal TKI yang juga cukup komplek permasalahannya. Semoga kedepannya permasalahan-permasalahan tersebut segera dapat diperbaiki oleh pemerintah baik dari sisi Peraturannya maupun dari sisi penerapannya sehingga Perusahaan mendapat keuntungan tanpa mengabaikan kesejahteraan Pekerjanya.&lt;br /&gt;Selamat Hari Buruh Sedunia...&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/05/selamat-hari-buruh-sedunia_1.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-7091591221780908995</guid><pubDate>Sun, 21 Apr 2013 13:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-21T20:15:25.454+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">File 4U</category><title>You Are More Beautiful Than You Think</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sama seperti postingan saya sebelumnya, kali ini saya kagum dengan sebuah video yang juga saya dapat dari &lt;a href="http://youtube.com/"&gt;Youtube&lt;/a&gt; yang pada awalnya saya selalu men-&lt;i&gt;skip&lt;/i&gt; setiap kali video ini muncul sebelum video yang sebenarnya saya ingin lihat diputar. mengapa? sebab ini merupakan sebuah iklan dari salah satu produk Sabun sangat terkenal, &lt;i&gt;Dove&lt;/i&gt;. Namun ketika saya coba menyimaknya, ternyata ada pesan luar biasa yang disampaikan iklan ini khususnya kepada kaum hawa. Silahkan lihat sendiri deh...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;iframe allowfullscreen='allowfullscreen' webkitallowfullscreen='webkitallowfullscreen' mozallowfullscreen='mozallowfullscreen' width='320' height='266' src='https://www.youtube.com/embed/Qxk0Xs69ioA?feature=player_embedded' frameborder='0'&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/04/you-are-more-beautiful-than-you-think.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-1707700967046879900</guid><pubDate>Sat, 06 Apr 2013 09:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-06T16:57:30.990+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">File 4U</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><title>Saya Setuju Dengan Pendapatnya Tentang Sekolah</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berjam-jam &lt;i&gt;Streaming&lt;/i&gt; di &lt;a href="http://youtube.com/"&gt;Youtube&lt;/a&gt;, pada akhirnya saya menemukan hal ini, Pendapat seorang &lt;a href="http://www.google.com/url?sa=t&amp;amp;rct=j&amp;amp;q=&amp;amp;esrc=s&amp;amp;source=web&amp;amp;cd=8&amp;amp;cad=rja&amp;amp;ved=0CFAQFjAH&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FDeddy_Corbuzier&amp;amp;ei=1vBfUdeWBcLtrQeT6oCwDg&amp;amp;usg=AFQjCNHx0HsCJg4Jf7fd9-tlpM6P7Iv7mw&amp;amp;sig2=pkX0R4xWJNw21-j0ynsqrw&amp;amp;bvm=bv.44770516,d.bmk"&gt;Deddy Corbuzier&lt;/a&gt; tentang Sekolah di Indonesia dan saya cenderung setuju dengan pernyataan yang dilontarkannya. Bagimana dengan kalian?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Silahkan dengar sendiri deh. Selamat mendengarkan. :)&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;iframe allowfullscreen='allowfullscreen' webkitallowfullscreen='webkitallowfullscreen' mozallowfullscreen='mozallowfullscreen' width='320' height='266' src='https://www.youtube.com/embed/1pAi93BdO8s?feature=player_embedded' frameborder='0'&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/04/saya-setuju-dengan-pendapatnya-tentang.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-9097970405894598523</guid><pubDate>Thu, 04 Apr 2013 12:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-06T13:56:13.435+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jalan-jalan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jeprat-jepret</category><title>Bagusnya Senja Di Caringin Tilu</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Beberapa waktu lalu sepulang dari Kantor saya mengajak seorang teman kantor pergi ke &lt;a href="http://news.detik.com/bandung/read/2009/02/23/085938/1088854/668/caringin-tilu-tempat-eksotis-di-bandung-timur"&gt;Caringin Tilu&lt;/a&gt;. Sebuah tempat di Bandung Timur yang menjadi salah satu tempat favorit saya ini cukup bagus untuk menikmati &lt;i&gt;Sunset&lt;/i&gt;. Meskipun di perjalanan menuju kesana kami cukup direpotkan dengan macetnya jalanan di sore hari, tapi semua terbayar dengan suasana udara dingin dan pemandangan yang enak dipandang terutama indahnya langit sore waktu itu. Nih beberapa hasil Jeprat-jepret saya disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini suasana ketika kami baru saja sampai dan duduk di salah satu saungnya. &lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg99a4z9BwrIqLU_2opwG6jTOCWk6MR2vETlrDVNBBwZDUzMgbTb1hw4GQG0aFY9bhCAvpOV6MvgRK15g0O1CF4_jzJxKpzt2a-F6G8-DQ3dsawF2Dk0Yqh_kl-YWZi5g2di42goK_0OiY/s1600/1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg99a4z9BwrIqLU_2opwG6jTOCWk6MR2vETlrDVNBBwZDUzMgbTb1hw4GQG0aFY9bhCAvpOV6MvgRK15g0O1CF4_jzJxKpzt2a-F6G8-DQ3dsawF2Dk0Yqh_kl-YWZi5g2di42goK_0OiY/s1600/1.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo yang di bawah ini adalah suasana beberapa saat setelah matahari terbenam.
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf7u_pJIzRl0TIlXABf0lm0DvqoUGkQ-5qbGQMKMU0KdslLfAiOoqaVT5Wl70omMLn-nHo_9G72zcaLFNSfAKmN6IkUoevVJvCYSTyejStlprOHtJDFo9ILBj9G_DlXspdPhmjoAeiZoY/s1600/2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf7u_pJIzRl0TIlXABf0lm0DvqoUGkQ-5qbGQMKMU0KdslLfAiOoqaVT5Wl70omMLn-nHo_9G72zcaLFNSfAKmN6IkUoevVJvCYSTyejStlprOHtJDFo9ILBj9G_DlXspdPhmjoAeiZoY/s1600/2.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Nah yang ini diambil disela-sela asiknya kami ngobrol sambil nikmati Kopi yang gak lagi panas. hehe. Terlihat lampu-lampu di kota sudah pada hidup.
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirsxUIY0W6uYj6-_lD3ag2_rEiG6e4N7jMr6TBjUmOTkdrRGeU3p9XIWHD7nzhRhUIKJe96-Vbj3Ro5H7ZkZhM6ONt1mRivCxeA5M4TEQe70OhMcONpreQEiDQxL1ToNBrCdfO9DRZ10w/s1600/3.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirsxUIY0W6uYj6-_lD3ag2_rEiG6e4N7jMr6TBjUmOTkdrRGeU3p9XIWHD7nzhRhUIKJe96-Vbj3Ro5H7ZkZhM6ONt1mRivCxeA5M4TEQe70OhMcONpreQEiDQxL1ToNBrCdfO9DRZ10w/s1600/3.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Note : Semua Gambar diambil dengan &lt;a href="http://saungsandy.blogspot.com/2012/06/mainan-baru-nikon-coolpix-p310.html"&gt;Nikon Coolpix P310&lt;/a&gt;</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/04/bagusnya-senja-di-caringin-tilu.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg99a4z9BwrIqLU_2opwG6jTOCWk6MR2vETlrDVNBBwZDUzMgbTb1hw4GQG0aFY9bhCAvpOV6MvgRK15g0O1CF4_jzJxKpzt2a-F6G8-DQ3dsawF2Dk0Yqh_kl-YWZi5g2di42goK_0OiY/s72-c/1.JPG" width="72"/><thr:total>6</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-3217564864614202919</guid><pubDate>Wed, 03 Apr 2013 09:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-03T16:52:16.125+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Coretan Harian</category><title>Langsung Update Status</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tempo hari saya menyempatkan diri ke XXI untuk nonton &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt1583421/"&gt;G.I. Joe: Retaliation&lt;/a&gt;. Filmnya cukup bagus, banyak aksi-aksi yang keren. Tapi kali ini saya gak akan bahas soal cerita filmnya melainkan soal kejadian menarik yang saya alami di dalam teater. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika sedang asik menikmati adegan para Ninja bertempur di Gunung Es tiba-tiba layar di depan mati total sehingga film berhenti mendadak, dan uniknya penonton terdengar tetap kalem dan hanya terlihat mendadak mengeluarkan Ponselnya masing-masing. Kenapa unik? karna saya yakin sebagian besar mereka pada &lt;i&gt;Update&lt;/i&gt; status di Sosial Media soal kejadian matinya Layar di dalam teater itu. Mungkin ada yang mengungkapkannya dengan marah-marah di Twitter, BBM atau akun Facebook mereka. &lt;i&gt;hehehe&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Sosial media ternyata bisa membuat kondisi tetap kondusif di ruangan itu hingga film dilanjutkan, mereka lebih memilih mengungkapkan kekesalannya di Twitter, BBM atau Facebook.&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/04/langsung-update-status.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5317551147734588038.post-5562310626690589533</guid><pubDate>Tue, 02 Apr 2013 02:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-02T23:51:55.576+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><title>Terlalu Banyak Kekerasan</title><description>Rasanya bosan, hampir setiap hari berita di Stasiun Televisi Nasional banyak diisi tentang kekerasan. tawuran antar warga, Anak membunuh orang tuanya, Tetangga membunuh anak tetangganya, Berebut tanah warisan hingga si adik tega bunuh kakaknya dan ada Aparat yang malah menyerang Aparat dari institusi yang berbeda. Gila, Sepertinya sudah banyak kehilangan kasih sayang antar manusia. Kasus Mutilasi bahkan hampir diberitakan setiap hari.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Masyarakat Indonesia yang dulu berperang melawan penjajah seakan kini justru berperang melawan saudaranya sendiri. Saling bunuh dengan alasan yang menurut saya kurang masuk akal, yang sebenarnya masih bisa diselesaikan dengan pendekatan &lt;i&gt;persuasif&lt;/i&gt;, tidak perlu harus saling baku hantam, mengangkat senjata dan saling membunuh. Entah apa yang menjadi akar masalah secara umumnya sehingga hal semacam ini banyak terjadi di Negara ini.&lt;/div&gt;
</description><link>http://saungsandy.blogspot.com/2013/04/rasanya-bosan_2.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>15</thr:total></item></channel></rss>