<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635</id><updated>2009-11-13T05:36:44.568-08:00</updated><title type="text">VILLA DOMBA</title><subtitle type="html">PETERNAKAN DOMBA GARUT: BIBIT DOMBA, DAGING, AQIQAH&amp;amp; KURBAN</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/" /><link rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>872</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><link rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/BHnR" type="application/atom+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-2655009958254111440</id><published>2009-11-13T05:33:00.003-08:00</published><updated>2009-11-13T05:36:44.585-08:00</updated><title type="text">QURBAN 200 JUTA USD</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Sebuah link menarik yang juga pernah penulis posting pada Blog:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sebi.ac.id/index.php?Itemid=33&amp;amp;id=17&amp;amp;option=com_content&amp;amp;task=view"&gt;http://www.sebi.ac.id/index.php?Itemid=33&amp;amp;id=17&amp;amp;option=com_content&amp;amp;task=view&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setiap Hari Raya Qurban, jutaan hewan qurban disembelih. Tentu secara ekonomi hal ini adalah potensi yang sangat besar. Tetapi sayangnya potensi ini belum dipandang dalam prespektif stratejik dalam kerangka perencanaan pembangunan untuk membangkitkan kekuatan ekonomi umat. Sebagai contoh setiap tahun Arab Saudi membutuhkan tiga juta ekor domba pada musim haji, dari kebutuhan tiap tahun nasionalnya sebesar 10 juta ekor domba. Ironisnya, domba-domba itu justru dipasok bukan dari negara-negara muslim. Selama ini semua kebutuhan itu diimpor, terutama dari Selandia Baru, Swiss, dan Swedia. Kemungkinan besar hal yang sama juga terjadi pada negeri-negeri petro-dollar yang lain seperti; Kuwait, Yordan, Uni Emirat, dll. Kalau Indonesia bisa memenuhi dua juta saja, khusus musim haji, niscaya kita akan memperoleh devisa yang sangat besar. Jika tiap domba dihargai 100 dolar AS, maka devisa yang masuk mencapai 200 juta dolar (sekitar Rp 2 triliun). Tentu saja hal ini bukan jumlah yang kecil, dan kebutuhan tersebut bersifat rutin dan pasti. Selain menghasilkan devisa, proyek peternakan domba akan menciptakan lapangan kerja. Menurut perhitungan, untuk memelihara lima ekor domba memerlukan satu orang tenaga kerja. Jadi, kalau total dua juta ekor domba menyerap tenaga kerja tak kurang dari 400 ribu orang. Tentu hal ini sangat membantu mengurangi tingginya angka pengangguran yang terjadi. Bahkan dengan strategi dan manajemen yang baik, tentu akan dapat mengentaskan kemiskinan. Apalagi kalau target ekspor domba ini ditingkatkan dan juga masuk ke target segmen pasar negara-negara muslim pengimpor lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Villa Domba Siap!&lt;br /&gt;Memesan Hewan Qurban Domba Menjelang Idul Adha Tahun ini?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403581082459782210" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 278px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/Sv1gXXcJPEI/AAAAAAAAH4I/AR3aSwsQoRY/s400/3.Qurban.jpg" border="0" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403581197589703218" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 117px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/Sv1geEVQajI/AAAAAAAAH4Q/SWg7XtO_EM0/s400/4.Qurban.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bebas Biaya Kirim&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, Harga di atas sudah termasuk Biaya Pengiriman Ternak ke lokasi konsumen, Villa Domba akan mengantarkan sampai tempat hewan kurban domba yang dipesan hingga ke lokasi konsumen Tanpa Biaya Tambahan walaupun jumlah pemesanan hanya 1 (satu) ekor. &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Wilayah Pengiriman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, Villa Domba siap memenuhi kebutuhan hewan kurban domba 1430 H bagi konsumen yang membutuhkan dengan area wilayah pengiriman yaitu Bandung, Cirebon, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemesanan Silahkan Hubungi:&lt;br /&gt;Sdri. Fitri (021) 886.7181&lt;br /&gt;Sdr. Agus, HP. 0815.941.3826, Alam, HP. 0856.779.8001&lt;br /&gt;Email. &lt;a href="mailto:agusramadas@yahoo.co.id"&gt;agusramadas@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-2655009958254111440?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/2655009958254111440/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=2655009958254111440&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/2655009958254111440" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/2655009958254111440" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/11/qurban-200-juta-usd.html" title="QURBAN 200 JUTA USD" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/Sv1gXXcJPEI/AAAAAAAAH4I/AR3aSwsQoRY/s72-c/3.Qurban.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-6165808219410784770</id><published>2009-11-11T17:01:00.001-08:00</published><updated>2009-11-11T17:03:31.644-08:00</updated><title type="text">JAWA BARAT SIAP!</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;HPDKI - Profesional, Membumi, Berdikari&amp;amp; Mandiri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403016165359954786" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 367px; CURSOR: hand; HEIGHT: 192px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/Svtek3P5K2I/AAAAAAAAH4A/Q2mtKIpA4oE/s400/5.HPDKI.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdullilah, pada akhirnya dapat terlaksana pertemuan silaturahmi antara kepengurusan DPP HPDKI Nasional dengan DPD HPDKI Provinsi Jawa Barat. Beberapa hal penting menjadi pokok bahasan khususnya untuk kemajuan HPDKI sebagai organisasi peternak tercinta di masa depan, terlebih HPDKI Jawa Barat dipandang memiliki fungsi dan peran strategis dalam ikut menentukan keberhasilan program kerja DPP HPDKI periode 2009-2014 dengan beberapa kelebihan yaitu berupa:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Histori pembentukan organisasi HPDKI Nasional tidak dapat terlepas dari keberadaan organisasi peternak kedaerahan yang ada pada masa itu di mana salah satunya di wilayah provinsi Jawa Barat. Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi di Indonesia dengan jumlah populasi ternak domba dan kambing terbanyak. Kemudian rencana pemerintahan provinsi Jawa Barat untuk menjadikan provinsi ini sebagai provinsi ternak domba di Indonesia. Keunikan usaha ternak domba kambing di provinsi Jawa Barat yang tidak hanya dapat diarahkan pada orientasi aspek budidaya/ agrobisnis akan tetapi juga mengandung nilai seni dan budaya. Beberapa pokok bahasan menarik yang kiranya dapat dishare pada Blog ini sebagai penyemangat untuk peternak domba kambing di seluruh Indonesia khususnya wilayah provinsi Jawa Barat adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;DPD HPDKI Jawa Barat mengucapkan selamat atas terbentuknya kepengurusan DPP HPDKI Periode 2009-2014. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Bp. Ir. Yudi Guntara selaku Ketua DPD HPDKI Jawa Barat. Harapan besar dimiliki oleh DPD HPDKI Jawa Barat agar kinerja kepengurusan DPP yang sekarang ini akan jauh lebih baik dari kepengurusan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cakupan wilayah kerja DPP HPDKI yang tentunya jauh lebih besar dibandingkan DPD menjadikan pengharapan pula agar organisasi ini lebih membumi dan mengakar di hati peternak seluruh Indonesia, HPDKI juga diharapkan dapat menjadi organisasi yang mengkritisi dan ikut memberikan solusi atas segala perkembangan yang ada terkait peraturan dan kebijakan usaha ternak di Indonesia di mana ada kaitannya dengan kesejahteraan peternak rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terdapat suatu keselarasan antara program kerja yang dimiliki oleh DPD HPDKI Jawa Barat dengan DPP HPDKI Nasional khususnya terkait pengembangan usaha ternak di Indonesia di mana ada kaitannya dengan penambahan populasi ternak dan menjadikan usaha ternak sebagai agribisnis yang jelas menguntungkan. Salah satu program yang dimiliki oleh DPD HPDKI Jawa Barat saat ini adalah rencana pengembangan usaha ternak guna meningkatkan populasi dengan cara pembentukan cluster-cluster usaha ternak di beberapa wilayah kabupaten yang ada di provinsi Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Harapan DPD HPDKI Jawa Barat sebaiknya program di atas segera diselaraskan dengan baik bersama program DPP HPDKI Nasional. Konsepnya adalah pengembangan usaha ternak dengan memanfaatkan area lahan khusus untuk peternakan pada suatu wilayah seluas antara 1 hingga 2 ha pada tiap-tiap kabupaten. Tantangannya adalah bagaimana DPP HPDKI Nasional bisa turut membantu keberhasilan program di atas karena berbicara pengembangan usaha ternak dengan pembentukan cluster di beberapa wilayah saat ini pastinya akan dihadapkan pada beragam kendala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selain program kerja DPD HPDKI Jawa Barat yang sebaiknya segera bisa diselaraskan dengan program kerja DPP HPDKI Nasional, terdapat saran dan permintaan di mana ada pula program kerja yang sebaiknya DPP HPDKI Nasional memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada DPD HPDKI Jawa Barat dalam pelaksanaannya dikarenakan terkait culture masyarakat, kekayaan plasma lokal dan seni kedaerahan. Program dimaksud antara lain seperti penyelenggaraan seni ketangkasan Domba Garut. Telah dimiliki standar baku dalam hal ini oleh DPD HPDKI Jawa Barat terkait seni ketangkasan Domba Garut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;DPD HPDKI Jawa Barat mengharapkan DPP HPDKI Nasional juga menjalin sinergi bersama organisasi lainnya yang ada di Indonesia di mana ada kaitannya untuk keberhasilan pelaksanaan program pengembangan usaha dan agribisnis ternak kambing domba di bumi nusantara. Dimiliki pandangan yang sama di mana ini akan sangat membantu dalam realisasi setiap program yang ada, mulai dari teknis pelaksanaan di lapangan, pengawasan dan bimbingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terkait rencana pembentukan koperasi peternak domba kambing Indonesia yang mana pilot projectnya akan dilakukan di provinsi Jawa Barat, DPD HPDKI Jawa Barat sendiri sangat mendukung dalam pelaksanaannya. Satu pesan yang disampaikan adalah dalam pembentukannya nanti sebaiknya tidak melupakan aspek hilir sebagai penentu keberhasilan pembentukan koperasi peternak domba kambing Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terakhir terkait pendataan populasi dan peternak domba kambing di provinsi Jawa Barat, khusus untuk peternak Domba Garut yang memiliki standar galur murni, pemuliaan dan kriteria seni ketangkasan di mana telah terdata dengan baik oleh HPDKI Jawa Barat saat ini. Tentunya ini akan mempermudah rencana program kerja yang dimiliki oleh Departemen Organisasi DPP HPDKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebagai catatan tambahan, pada pertemuan dengan DPD HPDKI Jawa Barat lalu di mana Kami juga membicarakan seputar persiapan peternak yang ada kaitannya dengan ibadah kurban 1430 H, Kami sangat mengkritisi ketimpangan penawaran harga hewan kurban domba kambing kepada konsumen menjelang penyelenggaraan Idul Adha 1430 H. Patut dipertanyakan beberapa supplier hewan kurban yang menjual ternak dengan harga murah akan tetapi diragukan baik secara kualitas dan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Peternak Rakyat, Bersatulah untuk Kesejahteraan yang Lebih Baik!&lt;br /&gt;Insya Allah pertemuan silaturahmi berikutnya adalah dengan DPD HPDKI Banten.&lt;br /&gt;Salam Peternak&amp;amp; Majulah Usaha Ternak Indonesia!&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-6165808219410784770?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/6165808219410784770/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=6165808219410784770&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/6165808219410784770" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/6165808219410784770" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/11/jawa-barat-siap.html" title="JAWA BARAT SIAP!" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/Svtek3P5K2I/AAAAAAAAH4A/Q2mtKIpA4oE/s72-c/5.HPDKI.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-7173916861311155449</id><published>2009-11-07T06:02:00.006-08:00</published><updated>2009-11-07T06:11:37.813-08:00</updated><title type="text">QURBAN CERDASKAN BANGSA</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Salam Peternak! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebuah telepon yang penulis terima belum lama ini dari salah satu calon konsumen domba kurban 1430 H, “Kang Agus, kalau Saya dan teman-teman berencana membeli domba untuk kurban, kira-kira dari satu ekor domba yang berat 40 Kg an bisa dibagikan berapa bungkus daging ya?” demikian tanya calon konsumen dimaksud. Villa Domba siap! Bilamana pembaca sekalian masih ingat salah satu posting penulis pada Blog Domba Garut yaitu terkait Prosentase Karkas Domba Kambing yang mana merupakan hasil penelitian dari ibu Roswita Sunarlim dan ibu Sri Usmiati, keduanya merupakan peneliti senior di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, pertama ada baiknya Kita mengetahui terlebih dahulu yang dimaksud karkas domba kambing yaitu terdiri dari jaringan daging, tulang dan lemak. Idealnya karkas domba kambing yang baik adalah daging yang tebal dengan sedikit lemak dan tulang yang rendah. Karkas ini yang nantinya akan dibagikan kepada kaum dhuafa yang berhak mendapatkan setelah pemotongan domba kurban dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syari’atkan penyembelihan Qurban supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka, maka Rabb-MU adalah Allah yang satu karena itu berserah dirilah kamu kepada-NYA. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh.”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(Qs. Al-Hajj (22): 34)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401362004435129618" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 387px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SvV-IBml1RI/AAAAAAAAH3Q/ry0hkrd5img/s400/1.Qurban.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terdiri dari bagian apa sajakah karkas domba kambing itu? Mulai dari Paha Belakang (Leg) yang memiliki prosentase karkas (tulang, daging dan lemak) terbesar, Punggung (Loin), Iga (Rack), Bahu (Shoulder), Leher (Neck), Paha Depan (Shank), Lipat Paha dan Dada (Breast). Bilamana semuanya ini disatukan maka prosentasenya adalah 91.7% dari Total Kg Karkas yang dihasilkan Kambing Domba diluar Kepala, Kulit, Kaki, Hati, Jeroan dan Torpedo. Sepanjang pengalaman penulis di mana khusus Domba Garut terkait Jumlah Kg Karkas yang dihasilkan adalah dapat mencapai 50% dari Berat Kg Hidupnya setelah domba hidup dipotong dan dipisahkan Kepala, Kulit, Kaki dan Jeroannya. Artinya bilamana disini Kita berbicara Domba Garut dengan Berat Kg Hidup yaitu 40 Kg maka Jumlah Kg Karkas yang dihasilkan adalah sekitar 20 Kg an. Karkas ini yang umumnya akan dipotong lagi dalam ukuran kemasan tertentu oleh Panitia Kurban dan selanjutnya akan dibagikan kepada Kaum Dhuafa, anggap saja dibagikan dalam Kemasan Plastik 500 Gram maka akan ada 40 orang Kaum Duafa yang bisa dibagikan Karkas Domba. Proyeksi perhitungannya dapat dilihat pada tabel berikut ini namun prosentase karkas dibuat konservatif 45% pada tabel ini dengan memperhitungkan susut karkas dan kekeliruan teknik pemotongan, ucapan permohonan maaf bilamana terdapat kekurangan maupun kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hadist riwayat Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik r.a&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;.:"Rasulullah berqurban dengan dua ekor domba gemuk bertanduk, beliau menyembelihnya dengan tangan beliau dengan membaca bismillah dan takbir, beliau menginjakkan kakinya di paha domba".&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt; &lt;/p&gt;&lt;/em&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401362130139357202" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 236px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SvV-PV40IBI/AAAAAAAAH3Y/Fe0TgRJGll0/s400/2.Qurban.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tahukah pembaca?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Tingkat konsumsi daging masyarakat di Indonesia masih terbilang rendah bilamana dibandingkan masyarakat lainnya di kawasan Asia Tenggara. Bahkan menurut data FAO tahun 2006, tingkat konsumsi daging masyarakat di Indonesia adalah hanya 4,5 Kg/ Kapita/ Tahun! Tertinggal dibandingkan Malaysia sebesar 38,5 Kg/ Kapita/ Tahun, Thailand 14 Kg/ Kapita/ Tahun, Filipina 8,5 Kg/Kapita/ Tahun ataupun Singapura 28 Kg/ Kapita/ Tahun. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Insya Allah melalui ibadah Qurban yang akan bersama dilakukan nanti oleh masyarakat muslim mampu di tanah air maka tentunya ini merupakan bagian dari upaya mencerdaskan anak bangsa dengan nilai utama tentunya niat kepada Allah SWT. &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tahukah pembaca pula?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Impor ternak Sapi di Indonesia adalah sekitar 38% dari kebutuhan nasional. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sekedar perenungan untuk Kita semua yang akan melaksanakan ibadah kurban 1430 H nanti, mari Kita jadikan Ibadah Qurban kali ini lebih bernilai ganda, wujud takwa dan ibadah Kita kepada Allah SWT, meningkatkan kecerdasan anak bangsa melalui distribusi daging hewan kurban sehat dan sekiranya berkenan maka tetap mengutamakan produk ternak lokal Indonesia untuk kesejahteraan peternak rakyat melalui pemotongan Kambing dan Domba. Salam Peternak dan Majulah Usaha Ternak Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Informasi Qurban Villa Domba&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bagi Pembaca yang Ingin Berkurban Domba&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Wujud Takwa kepada Allah SWT, Cerdaskan Anak Bangsa&amp;amp;&lt;br /&gt;Kesejahteraan Peternak Rakyat Indonesia!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401362252964734930" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 278px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SvV-Wfcqp9I/AAAAAAAAH3g/xPJo43p3Q_g/s400/3.Qurban.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401362378093295586" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 117px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SvV-dxlo9-I/AAAAAAAAH3o/zKTbZVkGp3A/s400/4.Qurban.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bebas Biaya Kirim&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, Harga di atas sudah termasuk Biaya Pengiriman Ternak ke lokasi konsumen, Villa Domba akan mengantarkan sampai tempat hewan kurban domba yang dipesan hingga ke lokasi konsumen Tanpa Biaya Tambahan walaupun jumlah pemesanan hanya 1 (satu) ekor. &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Wilayah Pengiriman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, Villa Domba siap memenuhi kebutuhan hewan kurban domba 1430 H bagi konsumen yang membutuhkan dengan area wilayah pengiriman yaitu Bandung, Cirebon, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pembayaran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, Via Transfer melalui Rekening Sebagai Berikut,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;a/n. Indri Yuniawati&lt;br /&gt;Bank Mandiri KCP Pondok Kelapa&lt;br /&gt;AC. 006.000.542.5511&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Informasi&amp;amp; Pemesanan:&lt;br /&gt;Sdr. Agus Ramada S (0815.941.3826), Alam (0856.779.8001)&lt;br /&gt;Sdri. Fitri, Phone&amp;amp; Fax. (021) 886.7181, Email. &lt;a href="mailto:agusramadas@yahoo.co.id"&gt;agusramadas@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Segera Emailkan melalui alamat di atas atau Fax:&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nama Pemesan – Alamat Pemesan – Nomor Telepon&amp;amp; Handphone Pemesan – Email - Spec Ternak yang Dipesan&amp;amp; Jumlah Ternak Dipesan – Tanggal Pengiriman – Rencana Tanggal Pembayaran Via Transfer.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Closing Date 24 November tahun 2009&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk Kesejahteraan Peternak Rakyat Indonesia? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jangan menunggu&amp;amp; Berpikir Terlalu Lama! Salam Peternak! &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-7173916861311155449?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/7173916861311155449/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=7173916861311155449&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/7173916861311155449" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/7173916861311155449" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/11/qurban-cerdaskan-bangsa.html" title="QURBAN CERDASKAN BANGSA" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SvV-IBml1RI/AAAAAAAAH3Q/ry0hkrd5img/s72-c/1.Qurban.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-501037850031725116</id><published>2009-11-04T09:22:00.001-08:00</published><updated>2009-11-04T09:24:51.577-08:00</updated><title type="text">HATI DOMBA MUDA</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Lamb Liver&amp;amp; Spiced Sauce&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=wb6zH2fmDqQ&amp;amp;feature=fvsr"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=wb6zH2fmDqQ&amp;amp;feature=fvsr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;How to make Kebda M'Chermla a Moroccan rich and aromatic sidedish made with lamb liver cooked in a spiced sauce. One of the special dishes of Eid-El-Adha. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lamb Liver&amp;amp; Vitamin B2 /Riboflavin.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.chinesefood-recipes.com/food_articles/learn_your_vitamins.php"&gt;http://www.chinesefood-recipes.com/food_articles/learn_your_vitamins.php&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Vitamins are organic substances essential for good health. They can be found in a variety of foods and a good way to meet your needs is to eat a well balanced diet. Lamb Liver&amp;amp; Vitamin B2 /Riboflavin, lack of this vitamin can causes Hair loss, cataracts, dizziness, tired and red eyes, skin rashes, dull or oily hair, split nails. Benefits of this vitamin Improves anemia, relieves pregnancy cramps, maintains healthy skin, improves energy level, keeps nail and hair healthy. Lamb liver is top food sources of this vitamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400300305842280466" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 255px; CURSOR: hand; HEIGHT: 169px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SvG4hCIpmBI/AAAAAAAAH24/aCwDdH5OIXI/s400/1.Lamb+Liver.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan Sehat untuk Mencegah Rambut Rontok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.inilah.com/berita/gaya-hidup/2009/06/03/111720/makanan-sehat-cegah-rambut-rontok/"&gt;http://www.inilah.com/berita/gaya-hidup/2009/06/03/111720/makanan-sehat-cegah-rambut-rontok/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang harus diketahui rambut yang kita miliki terbuat dari protein. Jadi asupan makanan yang kaya protein akan sangat baik untuk menjaga kesehatan rambut. Diet tinggi lemak akan mengakibatkan peningkatan kadar testosteron, dan ini berkaitan dengan rambut rontok. Coba pilih protein yang lebih tidak berlemak seperti ikan. Ikan mempunyai banyak manfaat selain mencegah kerontokan rambut. Konsumsi juga ayam, hati domba, ragi pembuat bir, keju rendah lemak, telur, almond, kedelai, dan yogurt. Selain itu, ada baiknya juga menambah asupan susu kedelai dan tahu. Selain kaya protein, makanan ini juga mengandung sedikit lemak jahat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Pesan Hati Domba Muda?&lt;br /&gt;Perlu Paha Daging Domba? Iga Daging Domba?&lt;br /&gt;Daging Tanpa Tulang? Paket Tusuk Sate?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Silahkan Hubungi: Sdri. Fitri, Phone. (021) 886.7181&lt;br /&gt;Layanan Antar untuk wilayah Jakarta&amp;amp; Bekasi&lt;br /&gt;Email. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="mailto:agusramadas@yahoo.co.id"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;agusramadas@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-501037850031725116?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/501037850031725116/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=501037850031725116&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/501037850031725116" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/501037850031725116" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/11/hati-domba-muda.html" title="HATI DOMBA MUDA" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SvG4hCIpmBI/AAAAAAAAH24/aCwDdH5OIXI/s72-c/1.Lamb+Liver.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-1167196855480289624</id><published>2009-11-01T09:51:00.003-08:00</published><updated>2009-11-01T09:54:00.222-08:00</updated><title type="text">IGA DAGING DOMBA</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Make Roast Rack Of Lamb&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=D3H3hbqYcEk"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=D3H3hbqYcEk&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Learn to make a marinated roast rack of lamb with Professional Chef Gerald Hirigoyen and Cooking.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399194464016692082" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 302px; CURSOR: hand; HEIGHT: 209px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/Su3KwkT4c3I/AAAAAAAAH2g/T3eC5QKqo4Y/s400/3.Lamb+Rack.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan: Susu putih, 1 Kg Iga Domba, Kecap Asin, Saos Tomat. Bumbu Tumis: Bawang Bombay 1 Bongkol, Bawang Putih 4 Siung, Lada, Jahe, Gula, Daun Salam. Cara Membuat: Bumbu tumis dicincang atau dihaluskan, ditumis dengan margarin sampai wangi, dimasukkan kecap asin, saus tomat, susu sampai matang. Marinade Iga dengan bumbu tumis, masukkan dalam lemari es. Esoknya panggang atau bakar iga sambil masak lagi bumbu tumis dan dijadikan saus. Sajikan dengan kentang halus. ( &lt;a href="http://www.flickr.com/photos/mdamt/3804535555/"&gt;http://www.flickr.com/photos/mdamt/3804535555/&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Pembaca?&lt;br /&gt;Daging Saos Tomat&amp;amp; Jeruk mencegah Anemia?&lt;br /&gt;Janet R. Hunt, R.D., Ph.D., seorang peneliti dan ahli gizi di USDA Human Nutiriton Resource Center, menyarankan untuk membantu memaksimalkan penyerapan, zat besi sebaiknya dikonsumsi bersama bahan pangan sumber vitamin C, seperti tomat atau jeruk. (Conectique.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Pesan Iga Daging Domba?&lt;br /&gt;Perlu Paha Daging Domba? Hati Domba?&lt;br /&gt;Daging Tanpa Tulang? Paket Tusuk Sate?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Silahkan Hubungi: Sdri. Fitri, Phone. (021) 886.7181&lt;br /&gt;Layanan Antar untuk wilayah Jakarta&amp;amp; Bekasi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Email.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="mailto:agusramadas@yahoo.co.id"&gt;agusramadas@yahoo.co.id&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-1167196855480289624?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/1167196855480289624/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=1167196855480289624&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/1167196855480289624" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/1167196855480289624" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/11/iga-daging-domba.html" title="IGA DAGING DOMBA" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/Su3KwkT4c3I/AAAAAAAAH2g/T3eC5QKqo4Y/s72-c/3.Lamb+Rack.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-8199113036832797884</id><published>2009-10-30T06:11:00.002-08:00</published><updated>2009-10-30T06:15:46.794-08:00</updated><title type="text">DPP HPDKI 2009-2014</title><content type="html">&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/Sur0UeppfiI/AAAAAAAAH2Q/CMeceIiME4s/s1600-h/1.HPDKI.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398395736019271202" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 345px; CURSOR: hand; HEIGHT: 260px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/Sur0UeppfiI/AAAAAAAAH2Q/CMeceIiME4s/s400/1.HPDKI.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alhamdullilah, bertempat di gedung kampus program pasca sarjana MB IPB, jalan Raya Pajajaran, kota Bogor, provinsi Jawa Barat, Jumat, 30 Oktober tahun 2009, pada akhirnya dapat berlangsung dengan baik acara pelantikan Pengurus DPP HPDKI Periode 2009-2014. Sesuai hasil keputusan Munas II HPDKI yang juga dilangsungkan di kota Bogor pada hari Selasa, 28 Juli tahun 2009 lalu, di mana terpilih Drh. Abduljabbar Zulkifli sebagai Ketua Umum DPP HPDKI 2009-2014 berdasarkan pemilihan dengan suara terbanyak dari 12 DPD Provinsi yang ada di Indonesia, berikut adalah nama dan susunan kepengurusan DPP HPDKI Periode 2009-2014:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;DEWAN KEHORMATAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;DIREKTUR JENDERAL BINA PRODUKSI PETERNAKAN DEPTAN RI&lt;br /&gt;DRS. H. A.M. SAMPURNA, MM&lt;br /&gt;ADI SASONO, DEWAN KOPERASI INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;DEWAN PAKAR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;KEPALA PUSLITBANGNAK&lt;br /&gt;ACENG RUSMANA&lt;br /&gt;DR. IR. TANTAN W.R.&lt;br /&gt;DR. IR. SOEBANDRIYO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;DEWAN PENGURUS PUSAT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;KETUA UMUM : DRH. ABDULJABBAR ZULKIFLI&lt;br /&gt;SEKJEN : AGUS RAMADA, SE&lt;br /&gt;WAKIL SEKJEN : DRH. BRIAN KOESOEMA ADHIE&lt;br /&gt;BENDAHARA : DR.IR. BESS TIESNAMURTI, MSc.&lt;br /&gt;WAKIL BENDAHARA : DEDEN ROCHIM (GARUT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETUA I : IR. ATENG SUTISNA, MM&lt;br /&gt;KETUA II : SOEWARTOYO&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;DEPARTEMEN USAHA &amp;amp; KEMITRAAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;KETUA : FIDDY FERDYNAN&lt;br /&gt;ANGGOTA&lt;br /&gt;BUNYAMIN&lt;br /&gt;BANGUN DIORO&lt;br /&gt;DRH. PUTU EKA SUDARYATMA&lt;br /&gt;DRH. AJAT SUDARJAT&lt;br /&gt;NASRULLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;DEPARTEMEN KERJASAMA ANTAR LEMBAGA &amp;amp; HUMAS&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;KETUA : DR. IR. IMAM SUSENO&lt;br /&gt;ANGGOTA&lt;br /&gt;DR. IR. RIWANTORO&lt;br /&gt;IR. SUHADI SUKAMA&lt;br /&gt;DRH. SAPTONO ADIMURYANTO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;DEPARTEMEN PELESTARIAN &amp;amp; BUDAYA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;KETUA : H. RACHMAT PRIATNA (BOGOR)&lt;br /&gt;ANGGOTA&lt;br /&gt;OMAN HENDRAJAYA&lt;br /&gt;MADE SATRIA&lt;br /&gt;H. ASEP SUNANDAR&lt;br /&gt;BONDAN DANU&lt;br /&gt;ASEP MULYANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;DEPARTEMEN ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;KETUA : HELMA SEPTEMBERIAWAN&lt;br /&gt;ANGGOTA&lt;br /&gt;JONI LIANO&lt;br /&gt;DENDI RACHDIANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;DEPARTEMEN PENELITIAN &amp;amp; PENGEMBANGAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;KETUA : DR. IR. ISMETH INOUNU&lt;br /&gt;ANGGOTA&lt;br /&gt;DR.IR. DENIE HERIYADI&lt;br /&gt;DR. KETUT SUTAMAT&lt;br /&gt;KOMARUDIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;DEPARTEMEN PEMBERDAYAAN PETERNAK&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;KETUA : PURNOMO, SPt&lt;br /&gt;ANGGOTA&lt;br /&gt;SUGENG PRAYITNO, S.Pt&lt;br /&gt;DRH. FIFI&lt;br /&gt;IMAN LUKMAN HAKAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ucapan terimakasih ditujukan kepada pihak Deptan RI khususnya Direktorat Jenderal Peternakan, Direktur Program Pasca Sarjana IPB yaitu Dr. Ir. Arief Daryanto, Dr. Ir. Imam Soeseno selaku Ketua Panitia Pelantikan, para pengurus HPDKI mulai dari tingkat DPP, DPD 12 provinsi hingga ranting DPC, sahabat media dan rekan-rekan wartawan serta utamanya adalah seluruh peternak rakyat yang ada di bumi nusantara. Adalah komitmen Kami segenap pengurus DPP HPDKI Periode 2009-2014 untuk mengemban amanah yang diberikan dengan penuh tanggungjawab dan keikhlasan demi kemajuan serta kesejahteraan peternak rakyat Indonesia, Salam Peternak! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-8199113036832797884?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/8199113036832797884/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=8199113036832797884&amp;isPopup=true" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/8199113036832797884" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/8199113036832797884" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/10/dpp-hpdki-2009-2014.html" title="DPP HPDKI 2009-2014" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/Sur0UeppfiI/AAAAAAAAH2Q/CMeceIiME4s/s72-c/1.HPDKI.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-4241691210256916168</id><published>2009-10-26T09:09:00.006-08:00</published><updated>2009-10-26T09:18:54.234-08:00</updated><title type="text">QURBAN 1430 H, VILLA DOMBA SIAP!</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;“Kang Agus, Kami dari pihak DKM Masjid mau melihat contoh dombanya di kandang bisa? Kemudian mohon juga diaturkan konsumsi untuk Kami saat kunjungan ke kandang nanti apakah bisa?” Villa Domba siap! Kesibukan menjelang ibadah kurban yang sebenarnya baru akan berlangsung 1 bulan lagi namun sudah terasa di kandang sentra Villa Domba, Alhamdullilah, selain konsumen tahun sebelumnya yang kembali memesan hewan kurban melalui Villa Domba, beberapa konsumen baru pun mulai banyak bertanya terkait spesifikasi hewan kurban domba yang diadakan oleh Villa Domba tahun ini. Dukung selalu peternak rakyat!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396957337610045874" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 301px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SuXYGrAvSbI/AAAAAAAAH1I/sJ1sauBiWYk/s400/1.Qurban.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang membedakan kegiatan survey domba kurban tahun ini di Villa Domba dibandingkan tahun sebelumnya bagi calon konsumen yang umumnya dilakukan oleh pihak perwakilan DKM Masjid adalah, Villa Domba berupaya mengajak calon konsumen tidak hanya sekedar melihat domba akan tetapi juga berupaya membagikan seputar pengetahuan dan pengalaman dalam beternak domba, dalam arti lain calon konsumen khususnya perwakilan DKM Masjid, perusahaan ataupun koperasi sengaja diikutsertakan dalam program tour singkat Villa Domba pada setiap akhir pekan. Tidaklah terlampau mahal biaya per orangnya yang hanya Rp. 50.000,- namun harapannya terjalin chemistery antara Villa Domba dan calon konsumen, apabila ingin juga diaturkan tambahan konsumsi berupa hidangan khas sate domba muda dan gulai maka Villa Domba siap menghidangkan. Hidangan ala kampung akan tetapi Insya Allah pas dengan selera lidah orang kota!  &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396957451011310914" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 301px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SuXYNRdtRUI/AAAAAAAAH1Q/n4BLJE1_gfA/s400/2.Qurban.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak gambar di atas manakala salah satu rombongan peserta survey kurban tengah mendapatkan penjelasan dari adik penulis yaitu kang Alam seputar pengetahuan hewan kurban sehat dan kelayakan hewan kurban menjelang pelaksanaan Idul Adha di Villa Domba. Bagi Villa Domba pengetahun ini penting untuk dibagi, disatu sisi Villa Domba sangat memahami terkait keinginan konsumen untuk harga hewan kurban yang terjangkau, namun disisi lain konsumen pun ada baiknya mengetahui bilamana berkurban tidak hanya sekedar harga yang terjangkau terlebih murah meriah akan tetapi sudahkah memenuhi syarat dan syariat hewan kurban?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396957585581993970" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 301px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SuXYVGx27_I/AAAAAAAAH1Y/1sPWA4FHc1c/s400/3.Qurban.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah keluhan yang biasanya datang dari konsumen setia Villa Domba pada tahun sebelumnya, ”Wah, naik ya kang harga dombanya?” Jawaban canda penulis adalah, ”Khan pendapatan petani juga ingin naik atuh tiap tahunnya.” Diluar daripada jawaban itu memang adalah suatu tantangan untuk meningkatkan populasi ternak kambing domba di Indonesia. Aneka pertanyaan seringkali ditanyakan oleh calon konsumen kurban Villa Domba yang baru, olehkarenanya persiapan menyambut kegiatan survey kurban tahun ini haruslah lebih matang daripada tahun sebelumnya. Mulai dari alat penimbangan domba, bahan penjelasan cara pemeliharaan dan perawatan kesehatan domba selama masa penggemukkan termasuk utamanya kenyamanan peserta survey manakala berada di lokasi perkebunan dan peternakan Villa Domba pastinya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396957703871623570" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 301px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SuXYb_cTcZI/AAAAAAAAH1g/MLCgUT6TnFk/s400/4.Qurban.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Obrolan seru di Saung Villa Domba! Tidak hanya sekedar melakukan survey ataupun mendapatkan penjelasan dari adik penulis yaitu kang Alam seputar pengetahuan hewan kurban sehat dan kelayakan hewan kurban menjelang pelaksanaan Idul Adha di Villa Domba, paling mantap adalah manakala sesi makan siang dengan hidangan khas sate domba muda bagi peserta survey yang berkeinginan diaturkan konsumsinya. Sang Penggagas Villa Domba yaitu pak Suhadi Sukama yang juga merupakan ayah penulis pastinya akan selalu menemani mengobrol sembari berdiskusi seputar dunia pertanian dan peternakan Indonesia. Dukung selalu Peternak Rakyat! Salam Peternak!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;KLIK Video (1)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=_xKiumNzV4I"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=_xKiumNzV4I&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Video manakala salah satu rombongan peserta survey kurban tengah mendapatkan penjelasan dari adik penulis yaitu kang Alam seputar pengetahuan hewan kurban sehat dan kelayakan hewan kurban menjelang pelaksanaan Idul Adha di Villa Domba. Bagi Villa Domba pengetahun ini penting untuk dibagi, disatu sisi Villa Domba sangat memahami terkait keinginan konsumen untuk harga hewan kurban yang terjangkau, namun disisi lain konsumen pun ada baiknya mengetahui bilamana berkurban tidak hanya sekedar harga yang terjangkau terlebih murah meriah akan tetapi sudahkah memenuhi syarat dan syariat hewan kurban? Email. &lt;a href="mailto:agusramadas@yahoo.co.id"&gt;agusramadas@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;KLIK Video (2)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=80i5pqKnLeo"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=80i5pqKnLeo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Video Obrolan seru di Saung Villa Domba! Tidak hanya sekedar melakukan survey ataupun mendapatkan penjelasan dari adik penulis yaitu kang Alam seputar pengetahuan hewan kurban sehat dan kelayakan hewan kurban menjelang pelaksanaan Idul Adha di Villa Domba, paling mantap adalah manakala sesi makan siang dengan hidangan khas sate domba muda bagi peserta survey yang berkeinginan diaturkan konsumsinya. Sang Penggagas Villa Domba yaitu pak Suhadi Sukama yang juga merupakan ayah penulis pastinya akan selalu menemani mengobrol sembari berdiskusi seputar dunia pertanian dan peternakan Indonesia. Dukung selalu Peternak Rakyat! Salam Peternak! Email. &lt;a href="mailto:agusramadas@yahoo.co.id"&gt;agusramadas@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;VILLA DOMBA&lt;br /&gt;HARGA HEWAN KURBAN DOMBA 1430 H&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396957842902746994" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 174px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SuXYkFX6B3I/AAAAAAAAH1o/7cirAH-xkkk/s400/9.Anak+Doka.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Bebas Biaya Kirim,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Harga di atas sudah termasuk Biaya Pengiriman Ternak ke lokasi konsumen, Villa Domba akan mengantarkan sampai tempat hewan kurban domba yang dipesan hingga ke lokasi konsumen Tanpa Biaya Tambahan walaupun jumlah pemesanan hanya 1 (satu) ekor. &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Wilayah Pengiriman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, Villa Domba siap memenuhi kebutuhan hewan kurban domba 1430 H bagi konsumen yang membutuhkan dengan area wilayah pengiriman yaitu Bandung, Cirebon, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Email. &lt;a href="mailto:agusramadas@yahoo.co.id"&gt;agusramadas@yahoo.co.id&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Layanan Konsumen Villa Domba (021) 886.7181, Sdr. Agus (HP.0815.941.3826)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sdr. Alam (HP.0856.779.8001) &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-4241691210256916168?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/4241691210256916168/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=4241691210256916168&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/4241691210256916168" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/4241691210256916168" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/10/qurban-1430-h-villa-domba-siap.html" title="QURBAN 1430 H, VILLA DOMBA SIAP!" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SuXYGrAvSbI/AAAAAAAAH1I/sJ1sauBiWYk/s72-c/1.Qurban.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-119925123072902736</id><published>2009-10-23T05:15:00.006-07:00</published><updated>2009-10-23T05:23:20.694-07:00</updated><title type="text">EMAIL ANAK DOKA</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;As wr wb Perkenankan saya.....kerja di PT........Sudah sejak 3 th yg lalu saya belajar penggemukan domba utk konsumsi Qurban pasarnya teman2 sekitar kantor. Sistemnya maro dengan petani, kandang punya saya tidak banyak hanya 30 ekor, Insya Alloh Iedul Adha sekarang panen dan sampai saat ini sudah laku 10 ekor.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa pak! Apa yang telah Bapak lakukan tentunya Insya Allah sangat membantu dalam pemberdayaan masyarakat desa dan ekonomi umat pastinya. Potensi pasar pun tidak jauh-jauh di mana di lingkungan kantor sendiri, doa Kami agar senantiasa terus berkembang usahanya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;Namun ada kesulitan pasca panen karena domba jantan muda usia 6 bulan susah didapat harus cari dari pasar ke pasar disekitar......dan belum tentu sreg. Untuk itu nanti pasca panen saya ingin melihat utk mencoba belajar dan membeli domba bakalan dimaksud. Pertanyaannya alamat tepatnya villa domba dimana ? domisili saya di Desa.....Kec......Kab......&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395768168661300482" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 344px; CURSOR: hand; HEIGHT: 259px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SuGej7dqtQI/AAAAAAAAH0o/3GJ1dEcwsws/s400/1.Anak+Doka.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhan yang sama juga banyak Saya terima dari peternak penggemukkan lainnya, kesulitan dalam mendapatkan domba bakalan penggemukkan dari waktu ke waktu dan marjin penggemukkan yang semakin tipis akibat harga bakalan yang juga semakin mahal. Tidak ada jalan lain, mulai kembangkan pembibitan! Bilamana melihat sistem yang sudah tercipta dengan petani seperti yang Bapak sampaikan maka kenapa tidak coba dimulai kemitraan pembibitannya pak dengan petani? Artinya Bapak akan menjadi petani mandiri di mana tidak bergantung kondisi yang berlaku di lapangan saat ini dan berupaya mengembangkan serta melestarikan Domba Garut. Lokasi Villa Domba ada di kabupaten Bandung tepatnya di kota Banjaran. Mangga silahkan berkunjung namun sebaiknya konfirmasi terlebih dahulu melalui nomor HP yang tertera pada Blog Domba Garut.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Karena domba utk keperluan qurban sedangkan ada beberapa konsumen yg mempertanyakan tentang telinga, apakah punya domba bakalan yg telinganya tdk sumpung, walaupun merupakan ciri domba garut.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf pak, Villa Domba sendiri saat ini concern pada pembibitan Domba Garut, banyak keunggulan dan kelebihan yang dimiliki dibandingkan dengan domba lokal lainnya di Indonesia, Silahkan KLIK, &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Domba Garut Prospektif&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395768459217488946" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 302px; CURSOR: hand; HEIGHT: 56px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SuGe013qTDI/AAAAAAAAH04/zKsuirIYjIE/s400/Kompas.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/14/14264939/domba.garut.prospektif"&gt;http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/14/14264939/domba.garut.prospektif&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Peternak&amp;amp; Majulah Usaha Ternak Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pesan Domba Kurban di Villa Domba?&lt;br /&gt;Mencintai Produk Lokal Indonesia&amp;amp;&lt;br /&gt;Mensejahterakan kehidupan peternak rakyat sebagai Mitra Villa Domba!&lt;br /&gt;Kami, Villa Domba&amp;amp; Peternak tak akan ada tanpa dukungan Anda!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395768322932614274" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 345px; CURSOR: hand; HEIGHT: 260px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SuGes6K0JII/AAAAAAAAH0w/tuQa13miu1A/s400/2.Anak+Doka.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395768597445967666" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 174px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SuGe84z5fzI/AAAAAAAAH1A/dXMHaE8HUes/s400/3.Anak+Doka.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bebas Biaya Kirim&lt;/strong&gt;, Harga di atas sudah termasuk Biaya Pengiriman Ternak ke lokasi konsumen, Villa Domba akan mengantarkan sampai tempat hewan kurban domba yang dipesan hingga ke lokasi konsumen Tanpa Biaya Tambahan walaupun jumlah pemesanan hanya 1 (satu) ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Wilayah Pengiriman&lt;/strong&gt;, Villa Domba siap memenuhi kebutuhan hewan kurban domba 1430 H bagi konsumen yang membutuhkan dengan area wilayah pengiriman yaitu Bandung, Cirebon, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Informasi Lebih Lanjut:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sdr. Agus Ramada, HP. 0815.941.3826&lt;br /&gt;Sdr. Alam Yanuardi, HP. 0856.779.8001&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Layanan Konsumen Villa Domba:&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sdri. Fitri, (021) 886.7181, Email. &lt;a href="mailto:agusramadas@yahoo.co.id"&gt;agusramadas@yahoo.co.id&lt;/a&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-119925123072902736?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/119925123072902736/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=119925123072902736&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/119925123072902736" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/119925123072902736" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/10/email-anak-doka.html" title="EMAIL ANAK DOKA" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SuGej7dqtQI/AAAAAAAAH0o/3GJ1dEcwsws/s72-c/1.Anak+Doka.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-5809906161560096094</id><published>2009-10-21T22:29:00.002-07:00</published><updated>2009-10-21T22:31:31.191-07:00</updated><title type="text">OLAHAN DAGING DOKA</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Tidak sekedar sate, beberapa buku menarik yang belum lama ini penulis baca di mana ragam kreasi aneka masakan dapat tercipta berbahan baku daging doka (domba kambing). Berikut ini penulis akan coba uraikan tabel kilogram daging domba berikut jenis masakan yang bisa tercipta dan jumlah porsi yang bisa dihidangkan, semoga bermanfaat, ucapan permohonan maaf bilamana terdapat kekurangan maupun kesalahan. Salam Peternak!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395292468513697938" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 342px; CURSOR: hand; HEIGHT: 258px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/St_t6iUZcJI/AAAAAAAAH0Y/TYdlcad8VJQ/s400/1.Nuansa+Daging.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395292574126600418" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 259px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/St_uArwecOI/AAAAAAAAH0g/vSmZY2Q5mnY/s400/2.Nuansa+Daging.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akan terus berlanjut.................&lt;br /&gt;Salam Peternak&amp;amp; Majulah Usaha Ternak Indonesia!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-5809906161560096094?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/5809906161560096094/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=5809906161560096094&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/5809906161560096094" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/5809906161560096094" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/10/olahan-daging-doka.html" title="OLAHAN DAGING DOKA" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/St_t6iUZcJI/AAAAAAAAH0Y/TYdlcad8VJQ/s72-c/1.Nuansa+Daging.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-2967738748123110437</id><published>2009-10-15T15:07:00.001-07:00</published><updated>2009-10-15T15:09:13.283-07:00</updated><title type="text">KADO ORGANIK UNTUK INDONESIA</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Sebuah pertemuan silaturahmi yang sangat bermanfaat tentunya terlebih bagi diri penulis yang masih terbilang junior dalam bidang perkebunan organik dan peternakan domba kambing di Indonesia, HPDKI sebagai organisasi peternak domba kambing tercinta mendapatkan ajakan hangat dari Dewan Rempah Indonesia untuk bisa seiring sejalan dan bersinergi dalam pengembangan usaha perkebunan dan peternakan di tanah air tercinta. Amin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kado Organik untuk Indonesia, silaturahmi yang awalnya bertujuan untuk meminta kesediaan Bp. Adi Sasono sebagai tokoh nasional dalam Dewan Kehormatan HPDKI di mana Alhamdullilah semakin berkembang dengan banyak topik untuk kesejahteraan petani dan peternak Indonesia. Hadir dari pengurus HPDKI yaitu penulis, kemudian Ketua Umum DPP HPDKI Drh. Abduljabbar Zulkifli serta Bp. Imam Soeseno selaku Ketua Bidang Humas&amp;amp; Hubungan Antar Lembaga, dari Dewan Rempah Indonesia di mana senior yang sangat penulis hormati yaitu Bp. Suhirman Muljodihardjo dan juga Bp. Effendi Sutadisastra sebagai senior lainnya sekaligus guru penulis dalam Jaringan Komunitas Petani Tropis Internasional (International Tropical Farmers Network). Bp. Adi Sasono selaku Ketua Dewan Koperasi Indonesia didampingi pula oleh Bp. H. Mindo Sitorus sebagai Wakil Ketua Dewan Koperasi Indonesia pada pertemuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392952010457646210" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 345px; CURSOR: hand; HEIGHT: 260px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/StedR8oOhII/AAAAAAAAHzg/s-imHxGBUdk/s400/1.Kado.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kambing Domba untuk Perkebunan Organik&lt;br /&gt;Seberapa pentingkah Kado Organik ini untuk Indonesia? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feeding a hungry market, demikian kiranya apabila penulis mendapatkan informasi selama ini terkait potensi pasar produk rempah organik di perdagangan dunia khususnya di wilayah Eropa. Tiga segmentasi pasar di wilayah tersebut siap menyerap produk rempah organik dengan harga cantik yang harus didukung oleh kualitas tentunya, Pasar Industri (55%), Pasar Retail (35%) dan Pasar End User seperti Katering dan Restoran (10%). Ada beberapa isu penting pula yang menjadikan kenapa trend kebutuhan produk rempah organik di wilayah Eropa akan terus naik dari tahun ke tahun, pertama adalah memang kebutuhan konsumsinya sendiri yang terus meningkat seiring kesadaran masyarakat Eropa untuk tidak menggunakan bumbu dapur dan aroma masakan yang bersifat artificial. Penggunaan bumbu dapur dan aroma masakan yang bersifat artificial dipandang membahayakan bagi kesehatan mereka. Kemudian kedua di mana pertumbuhan pasar retail yang semakin tinggi untuk memasarkan produk organik di kawasan Eropa.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah proyeksi yang penulis dapatkan dari International Trade Centre tentang potensi pasar produk perkebunan organik di dunia pada tahun 2010, Eropa akan tetap menjadi pasar yang cantik sebesar 52%, Amerika Utara sebesar 45% dan sisanya adalah kawasan Asia. Negara-negara pasar tujuan di kawasan dimaksud antara lain, Jerman, Inggris, Prancis, Italia, USA dan Jepang. Sungguh kenyataan yang ironis apabila negara Kita Indonesia tidak disebut sebagai negara produsen unggulan pada persaingan pasar tahun 2010 yang akan datang, Cina, Turki, Brazil, India, Paraguay dan Ethopia, padahal 350 tahun di mana bangsa ini terjajah karena rempahnya, harus bangkit! Berikut adalah LINK yang semoga dapat memberikan manfaat bagi para pembaca sekalian, Salam Petani Organik&amp;amp; Peternak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kado Organik untuk Petani&amp;amp; Peternak Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.freshplaza.com/news_detail.asp?id=51711"&gt;&lt;strong&gt;http://www.freshplaza.com/news_detail.asp?id=51711&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Indonesia: Strengthening banks’ financing for organic farming&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-2967738748123110437?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/2967738748123110437/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=2967738748123110437&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/2967738748123110437" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/2967738748123110437" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/10/kado-organik-untuk-indonesia.html" title="KADO ORGANIK UNTUK INDONESIA" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/StedR8oOhII/AAAAAAAAHzg/s-imHxGBUdk/s72-c/1.Kado.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-6650363691272104665</id><published>2009-10-13T18:43:00.002-07:00</published><updated>2009-10-13T18:46:52.690-07:00</updated><title type="text">KOPERASI PETERNAK DOKA (2)</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Sekedar Sumbang Saran:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;PENTINGNYA KEBERADAAN KOPERASI TERNAK DOKA&lt;br /&gt;UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETERNAK RAKYAT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Latar Belakang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Doka, usaha ternak kambing domba, bagian dari sub sektor peternakan di Indonesia sebagai bidang yang memiliki nilai ekonomis tinggi untuk lebih dikembangkan. Berbicara kebutuhan hewan kurban tiap tahunnya saja untuk wilayah DKI Jakarta tercatat lebih kurang 4 juta ekor kambing domba dipotong terkait ritual suci pada hari raya besar umat Islam tersebut. Belum lagi kebutuhan warung sate dan restoran yang membutuhkan pasokan daging domba rata-rata 10 ekor setiap harinya untuk sebuah rumah makan. Pasar Aqiqah pun tidak kalah menjanjikan dengan jumlah populasi masyarakat muslim di Indonesia yang dominan. Pertanyaannya adalah sudahkah peternak mendapatkan kesejahteraan yang layak atas segala potensi nilai ekonomis yang luar biasa tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Usaha ternak kambing domba di Indonesia lebih banyak dikembangkan dalam skala peternakan rakyat sedari dulu hingga sekarang. Polanya adalah dalam satu keluarga di pedesaan umumnya memiliki 3 hingga 5 ekor domba kambing per kepala keluarga, dipelihara dengan cara tradisional, menjadikan hewan ternak sebagai tabungan hidup yang bisa dijual sewaktu-waktu apabila si peternak membutuhkan uang, profesi peternak dijalankan sebagai pekerjaan sampingan selain bidang pertanian. Belum ada data yang pasti terkait jumlah peternak skala rakyat di Indonesia saat ini, namun bilamana mengacu pada data jumlah populasi ternak domba kambing di tanah air yang kurang lebih berjumlah 14 juta ekor, dengan skala pemeliharaan per kepala keluarga yang hanya 3 hingga 5 ekor domba maka jumlah peternak skala rakyat di Indonesia dapat terhitung sekitar 3 juta orang tersebar di banyak wilayah nusantara. Andaikan saja harga 1 ekor domba kambing rata-rata 1 juta rupiah maka dapat Kita hitung berapa asset peternakan domba kambing yang dimiliki bangsa ini di mana jumlahnya pasti dapat terus bertambah apabila sektor ini dikembangkan dengan lebih baik tentunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gambaran Kondisi Peternak Doka Terkini&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagaimana pola agribisnis skala rakyat yang menjadi ciri khas di bumi Indonesia tercinta maka terdapat beberapa permasalahan mendasar yang belum terselesaikan apabila Kita berbicara sektor peternakan kambing domba secara global dan ada kaitannya dengan kesejahteraan peternak rakyat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Walaupun harga domba kambing pada tiap tahunnya senantiasa mengalami kenaikan namun hasil penelusuran lapangan yang dilakukan di mana pengaruh kenaikan harga terhadap indeks penghasilan peternak rakyat tidak terlampau signifikan. Kondisi ini disebabkan posisi peternak dalam rantai pemasaran domba kambing di Indonesia mayoritas tidaklah memiliki akses langsung kepada pasar, peternak menjual ternaknya kepada pengumpul desa, pengumpul desa menjualnya kepada bandar lokal dan bandar lokal yang membawanya ke pasar hewan. Keberadaan perantara di pasar hewan pun masih banyak lagi hingga pada akhirnya ternak sampai ke tangan konsumen.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peternak sebagai pekerjaan sampingan selain bertani dengan jalannya usaha tanpa memperhitungkan rugi laba dan proyeksi bisnis keberlanjutan juga menjadi gambaran permasalahan kondisi peternakan doka di Indonesia saat ini. Rumput yang gratis diperoleh dari alam menjadikan peternak skala rakyat di Indonesia tidak pernah berhitung biaya yang harus dikeluarkan per ekor ternaknya, disisi lain beternak sebagai tabungan hidup yang bisa dijual sewaktu-waktu manakala peternak membutuhkan uang menjadikan peluang untuk memperbesar keuntungan bagi setiap pelaku pasar di rantai distribusi yang ada sekarang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masa menunggu (Grass Period) bagi seorang peternak untuk mengembangkan produksi domba kambing betinanya/pembibitan dengan jangka waktu BEP usaha 24 hingga 26 bulan menjadikan banyak peternak yang  menjual domba kambing betina sebelum masa produktifnya sebagai ternak potong dengan harga murah karena kebutuhan hidup. Berbeda dengan pemeliharaan domba kambing jantan yang memiliki jangka waktu BEP usaha 12 bulan untuk pasar kurban dengan harga eksklusif, peternak lebih senang memelihara domba jantan dan ini bisa berdampak terhambatnya pertumbuhan populasi ternak secara nasional di negeri ini. Disisi lain marjin yang diperoleh sektor hilir yang memanfaatkan produk ternak potong adalah jauh lebih besar dibandingkan peternak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kondisinya sudah mulai terasa, pertumbuhan populasi ternak di negeri ini yang rendah bisa berakibat perlunya pasokan daging impor untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat, karena mencetak genarasi bangsa yang cerdas tentunya sangat ditentukan pula oleh seberapa baiknya kualitas nutrisi makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat.&lt;br /&gt;Pemerintah memang sudah mengeluarkan peraturan yang melarang pemotongan terhadap ternak betina produktif, tantangannya adalah harus ditegakkan dengan benar peraturan tersebut dan perlu langkah bijaksana untuk lebih membenahi sektor peternakan di negeri ini tanpa harus mengesampingkan kesejahteraan peternak dan kepentingan konsumen tentunya.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan Kondisi Peternak Doka Terkini&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peternak terjebak dalam mata rantai pemasaran yang panjang, kenaikan harga jual hewan ternak belum memberikan pengaruh signifikan untuk kesejahteraannya.&lt;br /&gt;Peternak yang perlu uang untuk kebutuhan hidup dengan menjual hewan ternaknya berada dalam posisi tawar yang lemah terhadap harga karena tidak memiliki akses langsung terhadap pasar/ konsumen akhir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peternak belum bisa menjangkau bidang usaha hilir, padahal dari segi marjin di mana bisa lebih menjadi pendapatan tambahan bagi peternak. Selain faktor permodalan di mana perlu dukungan pembekalan berupa pengetahuan dan keahlian bagi peternak, baik dalam tata laksana pengolahan hingga aspek pengemasan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pasar hilir yang ada sekarang ini juga belum sepenuhnya berpihak kepada peternak. Peternak ditekan dari sisi harga dan sistem pembayaran melalui jalur pengumpul dan bandar, disisi lain sektor hilir menikmati marjin yang berlipat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Belum termanfaatkannya secara optimal produk turunan lainnya dari hewan ternak doka yang berpotensi lebih meningkatkan kesejahteraan peternak, sebagai contoh kotoran ternak yang dapat diolah sebagai pupuk organik, kulit domba yang dapat dijadikan bahan baku jaket kulit hingga kerajinan tanduk domba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Langkah Strategis Perbaikan Kesejahteraan Peternak Doka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perlu dibentuk semacam unit bisnis bagi peternak untuk bisa memperoleh marjin yang lebih baik dalam kapasitasnya sebagai produsen di ragam potensi pasar yang ada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejalan dengan semangat ekonomi kerakyatan, jiwa gotong royong dan kekeluargaan yang merupakan jati diri bangsa, unit bisnis berbentuk Koperasi perlu untuk dirintis sebagai upaya perbaikan kesejahteraan peternak rakyat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam pembentukannya nanti unit bisnis berupa Koperasi ini beranggotakan peternak rakyat yang sekarang telah tergabung dalam organisasi peternak rakyat yaitu HPDKI (Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia). Peternak rakyat ini pun selayaknya terorganisir dengan baik dalam kelompok-kelompok ternak nantinya.   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Posisi HPDKI sendiri sekarang ini sangat strategis sebagai induk dari Koperasi tersebut nantinya, Koperasi dapat menjadi bagian unit bisnis dari HPDKI yang mana ini sesuai dengan pembentukan departemen usaha dalam organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Koperasi dapat berperan sebagai marketing board (pintu hilir) bagi peternak sebagai anggotanya dalam pemasaran produknya secara langsung tanpa harus melalui perantaraan pengumpul maupun bandar. Pasar pun akan mendapatkan jaminan kualitas untuk setiap produk ternak yang dibeli melalui Koperasi dengan adanya jaminan pula dari HPDKI dengan memberikan rekomendasi antara lain misalnya berupa kelayakan dan kesehatan produk, HPDKI dalam pelaksanaannya sebagai pemberi rekomendasi dapat bekerjasama dengan pihak pemerintah melalui departemen ataupun dinas terkait di lapangan.  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak hanya berperan sebagai pintu pasar, keberadaan Koperasi pun dapat menjadi unit bisnis yang bisa memberikan bantuan permodalan bagi peternak untuk dapat lebih mengembangkan usahanya melalui kelompok ternak yang  telah terbentuk. Dengan kata lain Koperasi sebagai bagian unit bisnis dari HPDKI yang mana ini sesuai dengan pembentukan departemen kemitraan dalam organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bantuan permodalan bisa digunakan oleh peternak untuk beragam hal yang tetap ada kaitannya dengan sektor usaha kambing domba, sebagai contoh pinjaman modal untuk biaya pembuatan kandang, pinjaman modal untuk pembelian bibit ternak, pinjaman modal untuk mendirikan warung sate ataupun rumah makan, pendirian pabrik pakan ataupun rumah potong hewan dan bisa juga pabrik pupuk organik. HPDKI melalui departemen kemitraannya bertindak sebagai pengawas dan pembimbing atas bantuan permodalan yang diberikan melalui koperasi tersebut dengan bisa menjalin kerjasama bersama pihak pemerintah melalui departemen ataupun dinas terkait dalam praktiknya di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Posisi Strategis HPDKI&amp;amp; Kaitannya dengan Pembentukan Koperasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keberadaan organisasi HPDKI telah terbentuk di 12 provinsi di Indonesia, artinya pembentukan koperasi peternak doka akan ada pada setiap provinsi yang telah memiliki kepengurusan DPD HPDKI harapannya sebagai bagian unit bisnis yang sejalan dengan departemen usaha dan departemen kemitraan pada organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Permodalan awal koperasi dapat diperoleh dari iuran anggota yang mana setiap anggota HPDKI maka secara otomatis akan menjadi anggota koperasi. Ke depannya bisa pula melibatkan lembaga keuangan seperti bank, investor ataupun menerima dana-dana bantuan pemerintah yang bisa masuk melalui pintu HPDKI agar semakin lebih tepat sasaran dalam alokasinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;HPDKI bisa menjadi acuan dalam pendataan perkembangan kesejahteraan peternak rakyat melalui bank data yang dimiliki, baik untuk sektor hulu (produksi) hingga sampai sektor hilir (pemasaran).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebuah project percontohan perlu dimulai terkait pembentukan koperasi ini tentunya yang nantinya bisa diterapkan di wilayah DPD lainnya. Sejahteralah nasib peternak domba kambing Indonesia! Mau? Jangan terlalu lama menunggu!  Bersatulah Peternak Rakyat Indonesia!         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-6650363691272104665?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/6650363691272104665/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=6650363691272104665&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/6650363691272104665" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/6650363691272104665" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/10/koperasi-peternak-doka-2.html" title="KOPERASI PETERNAK DOKA (2)" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-928318582383982007</id><published>2009-10-13T18:36:00.004-07:00</published><updated>2009-10-13T18:43:40.271-07:00</updated><title type="text">KOPERASI PETERNAK DOKA(1)</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Pernah dibahas sebelumnya pada Blog Domba Garut namun menarik kiranya untuk dibahas lagi terlebih selepas perjumpaan penulis dengan salah seorang senior dalam dunia usaha kuliner belum lama ini di Bandung. Informasi yang penulis dapat dari beliau adalah betul memang bilamana terjun dibidang bisnis kuliner daging akan bisa lebih memberikan keuntungan dibandingkan sekedar memproduksi daging itu sendiri, artinya sesuai hitungan analisis yang coba penulis buat belum lama ini bahwa marjin yang diperoleh seorang peternak per ekornya bisa jadi kalah jauh dibandingkan marjin yang didapat dari sektor kuliner yang menjadikan daging hewan ternak sebagai bahan baku masakannya. Nah loh! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatalnya bilamana disini Kita berbicara daging ternak di mana jauh lebih banyak jenis ternak betina yang dipotong saat ini untuk memenuhi kebutuhan daging dibandingkan jenis ternak jantan. Bukan karena sekedar alasan daging betina lebih empuk, alasan peternak sangat sederhana sebagaimana informasi yang juga pernah penulis posting pada Blog ini, khusus domba kambing, peternak rakyat yang pastinya butuh uang tidak bisa menunggu lama untuk siklus bisnis 25 hingga 26 bulan agar menjadikan setiap anak domba betina yang dilahirkan menjadi mesin induk produktif. Pada akhirnya domba betina lebih baik rela dibandrol dengan harga murah sebagai ternak potong toh peternak tidak berhitung rugi karena rumput diperoleh gratis dari lingkungan sekitar, akan tetapi bagaimana dengan nasib populasi ternak di tanah air tercinta bilamana ternak betina sebagai mesin produksi lama kelamaan terkuras habis untuk pemotongan, harus ada solusi!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392263861492022594" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 127px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/StUraZ9ofUI/AAAAAAAAHyw/F2auO7vmb80/s400/1.Nah+Loh.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392263967247365170" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 301px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/StUrgj7q9DI/AAAAAAAAHy4/te1W_lu_r34/s400/2.Nah+Loh.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa disalahkan pada akhirnya bilamana melihat tabel di atas apabila peternak rakyat sekarang lebih senang membesarkan anak domba jantan dikandangnya karena pada bulan ke-16 sudah bisa dijual sebagai hewan kurban dengan harga jual lebih eksklusif pastinya dan berbeda dengan harga ternak potong! Sungguh prihatin dengan gambaran peternakan bangsa ini di mana sebenarnya potensi marjin lebih baik yang bisa didapat dari sektor tertentu namun karena belum tergarap baik oleh peternak maka rawan mengorbankan masa depan populasi ternak negeri! Mohon saran dan masukan. Alhamdullilah di mana sekarang ini pemerintah sudah mengeluarkan suatu peraturan yang melarang pemotongan ternak betina produktif, tantangannya adalah peraturan itu harus dijalankan dengan tegas tentunya namun bijaksana harapannya karena patut memikirkan pula nasib dan kesejahteraan peternak rakyat, harus ada solusi! Koperasi Peternak Doka! &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Peternak juga manusia sama seperti Kita, peternak juga jenis pekerjaan yang pastinya atas pengorbanan yang dilakukan juga mengharapkan hasil atau keuntungan, walaupun pekerjaan beternak sekarang ini identik dengan masyarakat desa yang skala pemeliharaannya tidak lebih dari 5 ekor dengan cara budidaya tradisional, pekerjaan sampingan, tabungan hidup, kandang ala kadarnya dan rumput yang diperoleh gratis dari lingkungan sekitar, namun tetap dibalik itu semua ada suatu pengorbanan baik itu tetesan keringat peternak dan juga waktunya yang pantas untuk mendapatkan imbalan. Wajar artinya bilamana peternak sebagai manusia biasa tidak bisa menunggu waktu 25 hingga 26 bulan lamanya tanpa mendapatkan hasil apapun dalam hidupnya, harus ada solusi! Koperasi Peternak Doka! Saat anak domba betina memasuki periode bulan ke-9 ataupun bisa juga bulan ke-16, adanya keberadaan koperasi dapat membantu seorang peternak dengan memberikan dana pinjaman bagi peternak yang nantinya cara pembayarannya dapat dilunasi dengan mencicil dari penjualan anak domba jantan misalnya. Atau bisa juga koperasi tersebut yang membeli anak domba betina dari si peternak saat memasuki periode bulan ke-9 ataupun ke-16 dan koperasi dimaksud menjualnya kepada pihak-pihak yang akan mengembangkan pembibitan ternak umpamanya, bisa itu pemerintah dan bisa juga swasta. Tidak ada lagi harapannya terdengar cerita pemotongan terhadap ternak betina produktif di negeri ini dikarenakan peternak sebagai manusia biasa juga membutuhkan uang atas pengorbanan yang dilakukan. Mohon saran dan masukan terkait keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh penulis tentunya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392264087976461026" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 301px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/StUrnlruwuI/AAAAAAAAHzA/RmjaDpbBsNw/s400/3.Nah+Loh.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peternak juga manusia sama seperti Kita, peternak juga jenis pekerjaan yang pastinya atas pengorbanan yang dilakukan juga memilik impian yang hendak diwujudkan. Apabila ada kisah seorang peternak yang menjadikan hewan ternak sebagai tabungan hidup dengan harapan dapat dijual suatu saat untuk membiayai sekolah anaknya misalnya apakah itu bukan suatu pengorbanan yang pantas mendapatkan penghargaan? Pengorbanan yang mungkin bagi seorang peternak akan terasa berat apabila harus menunggu waktu 25 hingga 26 bulan lamanya di mana disisi lain tahun ajaran baru adalah berlangsung setiap 12 bulan dan belum ditambah kebutuhan hidupnya yang kian mendesak? Harus ada solusi! Koperasi Peternak Doka! &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kembali kepada pernyataan senior penulis di atas, adalah betul memang bilamana terjun dibidang bisnis kuliner daging akan bisa lebih memberikan keuntungan dibandingkan sekedar memproduksi daging itu sendiri, artinya sesuai hitungan analisis yang coba penulis buat belum lama ini bahwa marjin yang diperoleh seorang peternak per ekornya bisa jadi kalah jauh dibandingkan marjin yang didapat dari sektor kuliner yang menjadikan daging hewan ternak sebagai bahan baku masakannya. Keberadaan koperasi peternak doka dapat pula menjadi sumber permodalan bagi peternak dan membimbingnya untuk terjun juga ke sektor hilir, entah itu sebagai tukang sate gerobak, kios daging ataupun rumah makan. Tidak sekedar marjin dalam beternak namun harapannya keuntungan ganda pun dapat diraih sehingga menjadikan keuntungan domba jantan untuk hewan potong harian akan sama keuntungannya dengan menjual domba jantan saat hari raya kurban. Mohon saran dan masukan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tulisan ini sengaja dibuat manakala penulis baru saja usai berkunjung kepada salah seorang sahabat mitra dan menanyakan apakah bisa membantu penulis untuk pengadaan kepala dan torpedo domba jantan terkait kebutuhan harian sebuah rumah makan, jawaban sahabat penulis itu adalah susah karena kebanyakan domba yang dipotong masih tetap adalah domba betina. Nah loh! Dan lebih Nah Lohnya lagi, ketika penulis dalam perjalanan pulang dari Bandung ke Jakarta tepatnya di jalan tol Cikampek, Nah Loh, ada mobil mengangkut domba dalam posisi padat dan Nah Loh, domba betina dan anaknya untuk dipotong rupanya, Nah Loh, Nah Loh!  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-928318582383982007?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/928318582383982007/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=928318582383982007&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/928318582383982007" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/928318582383982007" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/10/koperasi-peternak-doka1.html" title="KOPERASI PETERNAK DOKA(1)" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/StUraZ9ofUI/AAAAAAAAHyw/F2auO7vmb80/s72-c/1.Nah+Loh.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-6736775191896337313</id><published>2009-10-07T01:44:00.003-07:00</published><updated>2009-10-07T01:47:53.785-07:00</updated><title type="text">KAMPANYE DAGING DOMBA</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Siapa lagi yang akan menyelamatkan asset bangsa dan kekayaan negeri ini bilamana bukan anak bangsanya sendiri? Kesenian, budaya, daratan dan lautan hingga kekayaan plasma nuftah hewan ternak dan tumbuh-tumbuhan yang ada di dalamnya. Munculkan kecintaan dengan beragam cara, semua untuk keberlanjutan masa depan anak dan cucu Kita. Salam Petani dan Peternak Indonesia! Khusus Daging Domba, Kampanye Daging Domba, silahkan bagi pembaca yang mempunyai kreasi promosi unik dan menarik berhubungan dengan Kampanye Daging Domba maka dapat mengirimkan fotonya untuk dipasang pada Blog Domba Garut dan FB Penulis. Majulah Usaha Pertanian dan Peternakan Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389776484815014578" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 314px; CURSOR: hand; HEIGHT: 359px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SsxVKBwnCrI/AAAAAAAAHyY/2vL1mzJxrUA/s400/13.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Domba punya daging akan tetapi kambing yang lebih punya nama. Kreasi dari Villa Domba yang sedang memiliki impian mensosialisasikan ajakan makan daging domba. Tujuan utamanya dikarenakan Kami yang juga peternak adalah sangatlah sederhana, mengangkat kesejahteraan peternak menuju kehidupan yang lebih baik di tengah persaingan produk daging impor di tanah air tercinta. Perlahan tapi pasti, Insya Allah bisa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389776621321585058" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 345px; CURSOR: hand; HEIGHT: 260px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SsxVR-SUAaI/AAAAAAAAHyg/_YlHEmL9fhE/s400/14.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreasi dari salah seorang sahabat yaitu kang Helma. Di tengah perayaan ulangtahun anaknya lalu di mana ia membuatkan kaos bersablon I Love Domba Garut dan membagikannya gratis kepada para saudara, sahabat dan teman-temannya. Mulai menanamkan kecintaan pada hewan ternak kepada anak dari sejak dini, mencetak generasi penerus peternakan bangsa! Ayo Kita berkampanye makan daging domba! &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tahukah pembaca, penelitian yang dilakukan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian di Bogor tentang Profil Karkas Ternak Domba dan Kambing, Ibu Roswita Sunarlim dan Sri Usmiati:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lamb is Better Than Mutton,&lt;br /&gt;Daging Domba adalah lebih TOP dibandingkan Kambing!&lt;br /&gt;Daging Domba lebih EMPUK dan lebih rendah LEMAK vs Kambing,&lt;br /&gt;Kambing memang punya Nama, akan tetapi Domba loh yang punya Daging!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389776735845770962" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 210px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SsxVYo7AZtI/AAAAAAAAHyo/_fm19F_Z9OQ/s400/15..JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin Belajar Singkat Ternak Domba Garut?&lt;br /&gt;KLIK. &lt;a href="http://www.villadomba.co.cc/1_34_Belajar-Singkat-Ternak-Domba.html"&gt;http://www.villadomba.co.cc/1_34_Belajar-Singkat-Ternak-Domba.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Informasi Hubungi. Sdr. Alam, HP. 0856.779.8001&lt;br /&gt;Sdr. Agus, HP. 0815.941.3826, Email. &lt;a href="mailto:agusramadas@yahoo.co.id"&gt;agusramadas@yahoo.co.id&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-6736775191896337313?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/6736775191896337313/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=6736775191896337313&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/6736775191896337313" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/6736775191896337313" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/10/kampanye-daging-domba.html" title="KAMPANYE DAGING DOMBA" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SsxVKBwnCrI/AAAAAAAAHyY/2vL1mzJxrUA/s72-c/13.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-4008527190241286700</id><published>2009-10-01T09:19:00.005-07:00</published><updated>2009-10-01T09:26:38.990-07:00</updated><title type="text">KEMITRAAN GEROBAK SATE RAKYAT</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Sebuah impian manakala penulis tengah melihat seorang tukang sate yang dengan penuh semangat mengibaskan kipas di pemanggangan guna mematangkan sate-sate pesanan konsumennya. Kebetulan penulis bersama isteri juga berada dalam antrian konsumen si tukang sate dimaksud. Lumayan banyak konsumen yang mengalami nasib sama yaitu mengantri seperti penulis, bila 1 orang konsumen rata-rata memesan 20 tusuk sate saja maka lebih kurang akan terpanggang 260 tusuk sate seandainya ada 13 konsumen yang mengantri dalam 1 hari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sangat cermat si tukang sate tersebut dalam memilih lokasi, cukup strategis di mana di pinggir jalan yang banyak orang berlalu lalang dan mulai buka pada pukul 03 sore hingga 9 malam. Iseng penulis pun bertanya kepada tukang sate dimaksud terkait berapa pendapatan per harinya? ”Lumayan lah pak!” demikian jawabnya. Oh, rahasia perusahaan rupanya dalam hati penulis, ”Ya pasti lumayan Aa’, karena bilamana tidak lumayan maka si tukang sate sudah dari dulu akan tutup buku.” bisik isteri penulis sembari tersenyum. ”Andaikan peternak mitra Villa Domba suatu saat dapat dibekali juga gerobak sate?” impian penulis dalam hati, produksi ternak Villa Domba selepas proses seleksi langsung memiliki hilir sendiri, dari peternak, oleh peternak dan untuk peternak, Impian Kemitraan Gerobak Sate Rakyat!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Target Konsumen 1 hari yaitu sebanyak 30 orang&lt;br /&gt;Pemilihan Lokasi yang Strategis tentunya memegang peranan penting&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387667068510898226" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 225px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SsTWp1qpiDI/AAAAAAAAHyA/98vvwLeBwRo/s400/9.Gerobak.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Biaya Investasi 1 Unit:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1.Pembuatan Gerobak Sate, Terpal, Kursi&amp;amp; Meja yaitu Rp. 1.500.000,-&lt;br /&gt;2.Pembelian Panggangan Sate yaitu Rp. 300.000,-&lt;br /&gt;3.Freezer yaitu Rp. 1.000.000,-&lt;br /&gt;4.Peralatan Masak yaitu Rp. 1.000.000,-&lt;br /&gt;5.Peralatan Makan yaitu Rp. 500.000,-&lt;br /&gt;Total Biaya Investasi 1 Unit Gerobak yaitu Rp. 4.300.000,- &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Biaya Operasional Per Bulan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1.Penyusutan Gerobak dihitung 3 tahun yaitu Rp. 41.667,- per bulan&lt;br /&gt;2.Penyusutan Panggangan Sate dihitung 2 tahun yaitu Rp. 12.500,- per bulan&lt;br /&gt;3.Penyusutan Freezer dihitung 3 tahun yaitu Rp. 27.778,- per bulan&lt;br /&gt;4.Penyusutan Peralatan Masak dihitung 1 tahun yaitu Rp. 83.333,- per bulan&lt;br /&gt;5.Penyusutan Peralatan Makan dihitung 1 tahun yaitu Rp. 41.667,- per bulan&lt;br /&gt;6.Sewa Tempat yaitu Rp. 300.000,- per bulan&lt;br /&gt;Total Biaya Operasional Per Bulan yaitu Rp. 506.994,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Biaya Produksi per Bulan:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1 ekor Karkas Domba Muda, Berat Karkas 5 Kg yaitu Rp. 525.000,- per hari&lt;br /&gt;Sehingga kebutuhan Karkas Domba Muda dalam 1 Bulan yaitu Rp. 15.750.000,-&lt;br /&gt;Bumbu&amp;amp; Bahan Baku Lainnya yaitu Rp. 300.000,- per hari&lt;br /&gt;Sehingga kebutuhan Bumbu dalam 1 Bulan yaitu Rp. 9.000.000,-&lt;br /&gt;Total Biaya Biaya Produksi per Bulan Rp. 24.750.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pos Pendapatan Usaha:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1 ekor Karkas Domba Muda Berat 5 Kg dapat menghasilkan 250 Tusuk Sate&lt;br /&gt;Karkas yaitu Tulang Daging, sehingga selain Tusuk Sate maka bisa dibuat 30 Porsi Gulai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387667181348818450" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 305px; CURSOR: hand; HEIGHT: 230px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SsTWwaBTjhI/AAAAAAAAHyI/kHBVIzs4xd0/s400/10.Gerobak.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387667302880701922" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 194px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SsTW3eww7eI/AAAAAAAAHyQ/J_KzH53w0Io/s400/11.Gerobak.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Klik Sumber Tabel Diatas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://peternakan.litbang.deptan.go.id/publikasi/semnas/pro06-88.pdf"&gt;http://peternakan.litbang.deptan.go.id/publikasi/semnas/pro06-88.pdf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;250 Tusuk Sate x Rp. 2.500,- x 30 hari yaitu Rp. 18.750.000,-&lt;br /&gt;30 Porsi Gulai x Rp. 15.000,- x 30 hari yaitu Rp. 13.500.000,-&lt;br /&gt;Pendapatan Usaha Kotor Per Bulan Rp. 32.250.000,- per bulan&lt;br /&gt;Rugi Laba Usaha/ Bulan yaitu Rp. 6.993.056,- per bulan&lt;br /&gt;Pemilik Gerobak, 40% yaitu Rp. 2.797.222,- per bulan&lt;br /&gt;Mitra Pengelola Gerobak, 60% yaitu Rp. 4.195.833,- per bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pastinya perhitungan di atas masih perlu penyempurnaan, tidak lain ini dikarenakan Villa Domba sendiri belum memulainya untuk kemitraan gerobak peternak rakyat namun baru sebatas kemitraan ternak induk domba. Satu hal yang jelas di mana produksi induk kemitraan Villa Domba yaitu berupa anak domba akan memiliki pasar yang lebih luas tidak hanya sekedar untuk hewan kurban dengan adanya impian hilir seperti ini, ternak yang tidak lulus seleksi sebagai bakalan hewan kurban dapat langsung dipotong untuk penjualan konsumsi sate dan gulai harian.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengelola gerobak adalah mitra peternak itu sendiri harapannya ataupun anggota keluarganya dan bisa juga merekrut mitra baru di sektor hilir. Satu hal yang jelas peternak akan lebih memiliki harga yang layak dikarenakan memiliki hilir sendiri di mana berbeda dengan situasi sekarang. Berawal dari Gerobak maka bukan tidak mungkin akan ada Warung Sate ataupun Restoran Peternak Rakyat suatu saat? Asyiknya rame-rame dan tidak ada saling tekan menekan! &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Peternak Mitra yang juga Mitra Gerobak akan mendapatkan keuntungan ganda tentunya, keuntungan dimaksud adalah bagi hasil sebagai peternak mitra dan bagi hasil sebagai pengelola gerobak. Lalu darimanakah angka Rp. 525.000,- tersebut berasal sebagai harga karkas 1 ekor domba muda? Kemitraan bersama Peternak Rakyat jawabannya! Mohon maaf bilamana terdapat kekurangan maupun kesalahan serta kiranya berkenan memberikan saran, kritik dan masukan. SALAM PETERNAK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Informasi Villa Domba (1)&lt;br /&gt;Qurban Bersama Peternak Rakyat!&lt;br /&gt;Pelaksanaan Idul Adha 1430 H hanya tinggal 2 bulan lagi, bagi pembaca setia Blog yang berkeinginan memesan hewan kurban dari Villa Domba maka Pemesanan sudah dibuka sedari sekarang, KLIK: &lt;a href="http://www.villadomba.co.cc/1_13_Layanan-Domba-Qurban-1430-H.html"&gt;http://www.villadomba.co.cc/1_13_Layanan-Domba-Qurban-1430-H.html&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Informasi Villa Domba (2)&lt;br /&gt;Belajar Singkat Beternak Domba Garut&lt;br /&gt;Berkeinginan memulai usaha ternak domba namun ingin belajar dari dasar terlebih dahulu? Silahkan ikuti program Villa Domba terbaru yaitu Belajar Singkat Hewan Ternak Domba, KLIK: &lt;a href="http://www.villadomba.co.cc/1_34_Belajar-Singkat-Ternak-Domba.html"&gt;http://www.villadomba.co.cc/1_34_Belajar-Singkat-Ternak-Domba.html&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Informasi Villa Domba (3)&lt;br /&gt;Villa Domba Training Camp/ Pelatihan Budidaya Ternak Domba&lt;br /&gt;Siap untuk beternak dan membutuhkan pengetahuan dan keahlian guna mendukung aktivitas lapangan, KLIK: &lt;a href="http://www.villadomba.co.cc/1_33_Pelatihan-Budidaya-Ternak-Domba.html"&gt;http://www.villadomba.co.cc/1_33_Pelatihan-Budidaya-Ternak-Domba.html&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-4008527190241286700?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/4008527190241286700/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=4008527190241286700&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/4008527190241286700" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/4008527190241286700" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/10/kemitraan-gerobak-sate-rakyat.html" title="KEMITRAAN GEROBAK SATE RAKYAT" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SsTWp1qpiDI/AAAAAAAAHyA/98vvwLeBwRo/s72-c/9.Gerobak.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-1372210749874390860</id><published>2009-09-28T01:46:00.002-07:00</published><updated>2009-09-28T01:49:25.208-07:00</updated><title type="text">OLEH-OLEH NZ</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Ketika mengetahui bilamana boss Tony sebagai salah satu praktisi senior dunia peternakan ini sedang berada di Selandia Baru maka langsung saja penulis pun bertanya seperti apa gambaran&amp;amp; kondisi domba kambing di sana, senior yang pasti selalu berkenan mampir ke Villa Domba ini setiap kali beliau ke Indonesia sangatlah banyak memberikan informasi dan pengetahuan bermanfaat bagi penulis seputar kondisi peternakan domba kambing di mancanegara. Berikut oleh-oleh yang baru saja penulis dapatkan dari beliau seputar kondisi domba kambing di Selandia Baru, semoga dapat memberikan manfaat, Salam Peternak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Salam Peternak Boss! Wah susah ditiru sepak terjang mereka mah Boss. Ibaratnya mereka jualan embe seperti kita jualan limbah peternakan (tai embe-punten ah). Kebetulan saya  sedang berinteraksi dengan beberapa peternak yang fokusnya ke bahan baku Wool. Jadi kalau  areal peternakan mereka sudah terlalu padat mereka buang / jualin embe yang bulunya kurang bagus, atau kalau yang embenya berbulu bagus semua- maka anakan barunya yang mereka jualin. Padahal untuk embe pedaging mah masih OK banget. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Yang beli tentunya peternak embe pedaging  - di pelihara sebentar untuk di standard kan / memenuhi standard embe pedaging, lalu mereka inilah yang menjual embe dugul ke mana-mana dengan harga yang sangat kompetitip. Kadang setelah mereka hitung hitung jika produksi wool nya sudah memberikan keuntungan yang berlebih, embenya mereka hargai enol, sehingga di jual berapapun mereka dapet untung --- katanya. Barangkali itu ya sebabnya mereka bisa menguasai mayoritas pasar embe pedaging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Yang susah ditiru lainnya adalah masalah asosiasi peternaknya. Intinya asosiasi sudah tidak terlalu banyak berkiprah dalam bidang "bagaimana agar peternakan bisa maju berkembang", tapi lebih fokus "bagaimana mencari dan mendapatkan keuntungan bersama yang lebih banyak". Yang susah di tiru lainya lagi adalah "hubungan antara Pamarentah-Asosiasi -Peternak" , buat kita mungkin sangat janggal polanya. Asosiasi banyak bertingkah - loba kahayang - untuk menyesuaikan diri dengan permintaan pasar -- atuh para peternak anu dibikin repot -- pamarentahnya men-jembatani  ke senjangan  yang ada antara asosiasi dengan peternak sambil tetap mengatur segala sesuatunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Intinya mah pamarentahnya ngatur bari ngasuh - ngaturna galak pisan-ngasuhna bageur pisan.&lt;br /&gt;Ujung-ujung nya yang paling enak mah si peternak Boss, siga budak anu boga Indung dan boga Bapak. Tinggal melaksanakan tugas beternak sebaik mungkin, nggak pernah pusing mau di jual kemana produknya -- karena asosiasi yang menangani. Nggak pernah pusing kurang modal atau kurang tenaga ahli - karena ada pamarentah yang men-support- nya. Pantesan generasi mudanya masih bercita-cita jadi tukang angon embe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Yang paling "kurang ajar teu uyahan pisan" adalah saat saya tanya " Apakah disini suka ada pencurian embe???" Jawabannya "Pertanyaan anda sangat mengejutkan - dapat kita artikan sebagai - kalau ada embe hilang berarti hanya andalah yang pantas  di pastikan mencurinya" Nasib malang Boss - jauh-jauh kesini kalakah di anggap maling lamun aya embe leungit. Saya berdoa agar HPKDI makin berperan positip bagi para peternak. Apapun itu -- HPKDI atau HPDKI bagi saya mah sama aja, masalah yang ingin saya ketahui dari lubuk hati yang terdalam adalah: Kambing heula atanapi Domba heula anu aya di Dunia ieu teh.  Terimakasih dan salam hormat TONY_SAPI&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Catatan Suara Peternak Rakyat:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;SATU&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Permintaannya memang luar biasa, subhanallah, memang diluar dugaan saya bahwa ternyata pangsa pasarnya begitu menganga. Berapapun yang ditawarkan produsen akan diserap pasar. Tapi kendalanya adalah bagaimana meyakinkan bahwa transaksi akan berjalan lancar. Dan pembayaran menjadi faktor kunci dr proses pengiriman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;DUA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kondisi pertama memperlihatkan rendahnya posisi tawar peternak di mana penentu harga (price settler) bukanlah pemilik barang, melainkan pedagang pasar, padahal seharusnya pemilik baranglah yang bisa menentukan berapa ternak akan dijual.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;TIGA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terkadang pedagang tidak takut andai kita tidak setuju dgn harga mereka, maka mereka dgn mudah mendapatkan barang dr supplier lain yang lebih murah dan gampang diatur oleh mereka.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EMPAT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya ini tidak terjadi andai kita, petani peternak bersatu dan satu kata dalam proses tata niaga ternak ini. Coba bayangkan, andai semua peternak satu suara dalam menentukan harga, alangkah luar biasanya kekuatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;LIMA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sy secara pribadi menganggap bahwa pedagang pasar memiliki bentuk pasar oligopsoni (kartel) yang tidak terorganisi karena peternak tidak mempunyai persatuan dan mudah digoyangkan oleh mereka, maka cara menghadapinya adalah dengan membentuk kartel yang lebih besar dibandingkan mereka dan hanya ada satu suara, memang perlu waktu dan tenaga untuk bisa mewujudkan itu. Tapi ini, satu satunya langkah untuk kembali mewujudkan kejayaan pertanian dan peternakan Indonesia. Segala sesuatunya itu bisa diatur, bukan oleh mekanisme pasar, termasuk sektor peternakan ini.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ENAM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lalu kita siapkan juklak dan juknis pembentukan koperasinya, saran saya koperasi syariah, biar berkah. Bagaimana kalo dalam perjalanannya ternyata memerlukan modal, insya allah ada solusinya. Salah satu bank swasta nasional, yaitu PT Bank Bukopin, tbk dan PT Bank Syariah Bukopin memiliki mekanisme pendanaan untuk koperasi.. Saat ada suatu koperasi terbentuk maka pihak bank akan membantu memberikan pinjaman dana melalui koperasi tersebut, sehingga ini nantinya bisa menjadi sumber modal bagi koperasi. Termasuk juga dipersiapkannya SDM dan sistem oleh pihak bank. Secara prinsip, sy yakin dari segi pendanaan dan sistem sudah ada yang bisa membantu, sehingga yang terpenting adalah penyatuan visi dan misi ini.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TUJUH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh-oleh NZ: Yang susah ditiru lainnya adalah masalah asosiasi peternaknya. Intinya asosiasi sudah tidak terlalu banyak berkiprah dalam bidang "bagaimana agar peternakan bisa maju berkembang", tapi lebih fokus "bagaimana mencari dan mendapatkan keuntungan bersama yang lebih banyak". Yang susah di tiru lainya lagi adalah "hubungan antara Pamarentah-Asosiasi -Peternak" , buat kita mungkin sangat janggal polanya. Asosiasi banyak bertingkah - loba kahayang - untuk menyesuaikan diri dengan permintaan pasar -- atuh para peternak anu dibikin repot -- pamarentahnya men-jembatani  ke senjangan  yang ada antara asosiasi dengan peternak sambil tetap mengatur segala sesuatunya. Intinya mah pamarentahnya ngatur bari ngasuh - ngaturna galak pisan-ngasuhna bageur pisan. Ujung-ujung nya yang paling enak mah si peternak Boss, siga budak anu boga Indung dan boga Bapak. Tinggal melaksanakan tugas beternak sebaik mungkin, nggak pernah pusing mau di jual kemana produknya -- karena asosiasi yang menangani. Nggak pernah pusing kurang modal atau kurang tenaga ahli - karena ada pamarentah yang men-support- nya. Pantesan generasi mudanya masih bercita-cita jadi tukang angon embe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Salam Peternak!&lt;br /&gt;Bersatulah Peternak Rakyat Indonesia!&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-1372210749874390860?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/1372210749874390860/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=1372210749874390860&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/1372210749874390860" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/1372210749874390860" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/09/oleh-oleh-nz.html" title="OLEH-OLEH NZ" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-909972271137606289</id><published>2009-09-27T19:22:00.004-07:00</published><updated>2009-09-27T19:32:37.583-07:00</updated><title type="text">VILLA DOMBA PASCA MUDIK</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Alhamdullilah, lama tidak mengupdate berita pada blog Villa Domba dan Organic Indonesian Vanilla selama bulan Ramadhan 1430 H maka suatu kebahagiaan tersendiri tentunya bagi penulis dapat kembali menyampaikan informasi seputar usaha perkebunan organik dan peternakan Villa Domba. Ada beberapa alasan yang menjadikan penulis sengaja tidak mengupdate berita selama bulan Ramadhan lalu, salah satu diantaranya adalah upaya penyempurnaan produk dan layanan Villa Domba kepada konsumen menjelang akhir tahun 2009 yang tentunya harus semakin lebih baik dan prima di tahun 2010 yang akan datang. Pembenahan Blog dan Web juga dilakukan sebagai sarana informasi dan berita Villa Domba bagi pembaca sekalian, beberapa Blog dan Web yang aktif dan dimiliki oleh Villa Domba saat ini yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web Villa Domba&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.villadomba.com/"&gt;http://www.villadomba.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sementara waktu di mana Web ini di non aktifkan terkait rencana perbaikan dan penyempurnaan yang sedang dilakukan menyambut tahun 2010, Web Villa Domba diarahkan sementara dahulu melalui &lt;a href="http://www.villadomba.co.cc/"&gt;http://www.villadomba.co.cc/&lt;/a&gt; dengan content yang juga terus dan tengah diupdated. Insya Allah selambatnya akhir bulan depan tahun 2009 di mana perbaikan dan penyempurnaan web villadomba.com rampung dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Blog Villa Domba&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dombagarut.blogspot.com/"&gt;http://www.dombagarut.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Blog ini tetap aktif seperti biasa di mana ucapan syukur kepada Allah SWT dan berjuta terimakasih penulis sampaikan kepada pembaca setia yang senantiasa menyimak berita pada Blog ini menyangkut usaha ternak domba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Blog Organic Indonesian Vanilla&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.organicindonesianvanilla.blogspot.com/"&gt;http://www.organicindonesianvanilla.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.javaorganicvanillabean.blogspot.com/"&gt;http://www.javaorganicvanillabean.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Blog ini tetap aktif seperti biasa di mana ucapan syukur kembali kepada Allah SWT dan berjuta terimakasih penulis sampaikan kepada pembaca setia yang senantiasa menyimak berita pada Blog ini menyangkut budidaya tanaman Vanilla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Villa Domba Pasca Mudik&lt;br /&gt;Informasi Villa Domba lainnya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Villa Domba&amp;amp; Kuas Ajaib Trans7&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386338644718399778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 301px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SsAedZZmMSI/AAAAAAAAHxQ/oKFpdKDRubU/s400/1.Villa+Domba+is+Back.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdullilah, ucapan syukur kepada Allah SWT dan terimakasih kepada seluruh kru dan tim liputan Kuas Ajaib Trans7 yang berkenan berkunjung ke lokasi perkebunan organik dan peternakan Villa Domba pada bulan Ramadhan lalu. Bilamana tidak ada kendala dan halangan di mana liputan Kuas Ajaib Trans7 di peternakan Villa Domba bersama pak Raden, si cantik Tasya, si ganteng Jo berikut jagoan cilik penulis yaitu Rama beserta adik penulis Alam akan ditayangkan oleh pihak stasiun televisi Trans7 pada hari Senin, tanggal 19 Oktober tahun 2009 hanya di Trans7! Bravo Trans Corp yang senantiasa menampilkan tayangan edukatif dan mengangkat potensi lokal Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Persiapan Kurban 1430 H&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386338976449635042" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 349px; CURSOR: hand; HEIGHT: 263px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SsAewtMfIuI/AAAAAAAAHxY/V2wbxutj8mI/s400/2.Villa+Domba+is+Back.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah pembaca blog sekalian merencanakan ibadah kurban 1430 H? Insya Allah sebagaimana program Kami pada tahun lalu di mana pada tahun ini Villa Domba kembali akan berencana memenuhi kebutuhan hewan kurban domba bagi pembaca yang memerlukan. Sebuah penawaran fasilitas istimewa bagi calon konsumen domba kurban Villa Domba pada tahun ini, apakah fasilitas istimewa dimaksud? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Bagi calon konsumen yang memesan hewan kurban domba sedari sekarang dan melakukan pembayaran dimuka sebesar 50% dari nilai pesanan sebelum tanggal 31 Oktober tahun 2009, Villa Domba bermaksud memberikan program pelatihan singkat GRATIS selama 1 (satu) hari di lokasi perkebunan organik dan peternakan Kami terkait budidaya ternak domba dan tanaman Vanilla. KLIK informasi lebih lanjut melalui:&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.villadomba.co.cc/1_13_Layanan-Domba-Qurban-1430-H.html"&gt;http://www.villadomba.co.cc/1_13_Layanan-Domba-Qurban-1430-H.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Vanilla Bean&amp;amp; Cita-Citaku Trans7&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386339150606395810" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 301px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SsAe61-saaI/AAAAAAAAHxg/zEw0pqFptJ8/s400/3.Villa+Domba+is+Back.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya pak Raden, si cantik Tasya dan si ganteng Jo, bulan Ramadhan lalu di mana suatu kehormatan pula bagi Villa Domba manakala stasiun televisi Trans7 juga berkenan meliput tentang budidaya tanaman Vanilla organik di Villa Domba melalui tayangan Cita-Citaku. Acara ini baru saja ditayangkan minggu lalu di Trans7, Bravo Trans Corp! Penasaran dengan buah Vanilla produksi Villa Domba? Silahkan KLIK informasinya lebih lanjut melalui web berikut ini: &lt;a href="http://www.villadomba.co.cc/1_9_Buah-Vanilla-Organik.html"&gt;http://www.villadomba.co.cc/1_9_Buah-Vanilla-Organik.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saatnya Kembali Berkarya!&lt;br /&gt;Salam Petani Organik&amp;amp; Peternak!&lt;br /&gt;Majulah Usaha Pertanian Organik&amp;amp; Peternakan Indonesia!&lt;br /&gt;Segenap manajemen PT. Villa Domba Niaga Indonesia mengucapkan:&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H serta Mohon Maaf Lahir&amp;amp; Bathin&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-909972271137606289?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/909972271137606289/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=909972271137606289&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/909972271137606289" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/909972271137606289" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/09/villa-domba-pasca-mudik.html" title="VILLA DOMBA PASCA MUDIK" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SsAedZZmMSI/AAAAAAAAHxQ/oKFpdKDRubU/s72-c/1.Villa+Domba+is+Back.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-3953602674786609432</id><published>2009-08-22T08:12:00.001-07:00</published><updated>2009-08-22T08:14:15.863-07:00</updated><title type="text">PANTUN RAMADHAN</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Domba Garut ternak Indonesia asli&lt;br /&gt;Jawa Barat provinsi ternaknya kini&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan penuh Kesucian dan Pengampunan diri&lt;br /&gt;Perkenankan Kami mengucapkan Maaf Lahir Batin dengan Ketulusan Hati&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah Lada Buah Kemiri&lt;br /&gt;Buah Vanilla rempah yang banyak dicari&lt;br /&gt;Sambut Ramadhan dengan Kebersihan Hati&lt;br /&gt;Perkenankan Kami menyampaikan Maaf Lahir Batin kepada umat Islam negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salam Petani Organik&amp;amp; Peternak!&lt;br /&gt;Bersatulah Peternak dan Petani Rakyat Indonesia!&lt;br /&gt;Mohon maaf, Blog Domba Garut&amp;amp; Organic Indonesian Vanilla Pamit Mundur dahulu di mana akan aktif kembali per tanggal 28 September tahun 2009. Namun segala hal aktivitas Villa Domba dapat diketahui dengan berkirim Email melalui &lt;a href="mailto:agusramadas@yahoo.co.id"&gt;agusramadas@yahoo.co.id&lt;/a&gt; atau Mobile Phone. Sdr. Agus 0815.941.3826/ Sdr. Alam 0856.779.8001/ Sdr. Hendri 0856.591.88737&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-3953602674786609432?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/3953602674786609432/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=3953602674786609432&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/3953602674786609432" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/3953602674786609432" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/08/pantun-ramadhan.html" title="PANTUN RAMADHAN" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-7204912793682971780</id><published>2009-08-22T08:04:00.002-07:00</published><updated>2009-08-22T08:12:00.628-07:00</updated><title type="text">HPDKI HARUS MANDIRI!</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Sejenak terdiam diri penulis manakala perbincangan dengan ketua umum terpilih munas II HPDKI  lalu mulai mengarah kepada sumber pendanaan HPDKI untuk terjaminnya kelancaran program kerja pada periode kepengurusan 2009 – 2014 mendatang. Walaupun penulis sendiri sangat yakin bahwa organisasi peternak tercinta HPDKI sepanjang pendiriannya Insya Allah tidak akan pernah mati mengingat semangat nasionalisme, kekeluargaan dan idealisme peternak yang sedari dulu telah dicontohkan oleh para tokoh pendiri dan seniornya. Namun menjadi tanggungjawab periode kepengurusan HPDKI yang akan datang untuk bisa menjadikan organisasi ini lebih mandiri, artinya bagaimana akan mewujudkan kehidupan peternak yang lebih sejahtera bilamana organisasi payungnya belum kuat dan kokoh dari segi pendanaan dan program kerja? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Satu yang patut Kita ingat di mana usaha ternak domba kambing di Indonesia dominan masih dijalankan oleh peternak rakyat dan dalam skala tradisional, kurang pas tampaknya seandainya hidup organisasi adalah dipaksakan dari sekedar iuran anggota misalnya. Terlepas daripada itu di mana kemandirian organisasi harapannya akan menjadikan organisasi ini nantinya tetap independen dalam arti meminimalkan resiko untuk tidak mudah dipengaruhi ataupun ditunggangi kepentingan pihak tertentu. Sebagai organisasi peternak rakyat maka semangat dari peternak, oleh peternak dan untuk peternak adalah pijakan utamanya, Insya Allah bisa!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penulis coba berpikir sederhana saja dahulu di sini dalam arti coba menindaklanjuti program kerja pengurus sebelumnya yang masih kurang terealisasi optimal yaitu Marketing Board. Bayangannya adalah HPDKI sebagai organisasinya peternak memiliki anggota yaitu adalah peternak, peternak ini terdata dengan baik di setiap wilayah termasuk keterangan mengenai jumlah populasinya dan jenis ternak yang dikembangkannya, fungsi Marketing Board yang dijalankan HPDKI selanjutnya coba menghubungkan antara potensi produksi yang dimiliki oleh peternak dengan kebutuhan permintaan pasar yang ada, atas fungsi yang dijalankannya maka wajar menurut penulis apabila nantinya disisihkan x% dari setiap transaksi bisnis yang terjadi untuk roda organisasi di mana diambil baik dari peternak yang terserap produksinya maupun pasar yang mendapatkan kualitas ternak terbaiknya. Hah, HPDKI berubah status menjadi calo? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bukan itu yang dimaksud penulis, berikut adalah salah satu contoh penjelasannya yang sederhana dalam uraian kondisi nyata lapangan yang terjadi sebenarnya, masalah klasik bagi peternak domba kambing yang akan memasuki pasar potong daging melalui jagal maka ia akan menjadi bulan-bulanan dengan pembayaran gantung dan standar jual beli tidak pasti, kurang bertanggungjawab tentunya seandainya praktik seperti ini masih tetap terjadi pada kepengurusan HPDKI periode mendatang, apalagi domba kambing yang dipotong kebanyakannya adalah betina! HPDKI sebagai asosiasi dapat melakukan gebrakan di sini dengan kekuatannya untuk secara langsung membuka potensi pasar dengan pihak restoran misalnya melalui pertemuan dengan perwakilan asosiasi yang ada kaitannya dengan restoran dimaksud (Usulan Program Kerja 100 hari HPDKI), banyak hal bisa dibicarakan, mulai dari kesepakatan harga yang fair, sistem pembayaran, jaminan kontinuitas supply termasuk guarantee product, setiap peternak anggota HPDKI maka akan nyaman dan tenang dalam menjalankan usahanya dengan adanya peran aktif HPDKI sebagai organisasi yang salah satunya menjalankan fungsi seperti ini. Wajar toh bilamana demikian seandainya x% wajib disisihkan oleh para anggotanya atas setiap transaksi yang terjadi agar HPDKI semakin eksis dalam menjalankan program kerjanya? Tidak hanya untuk produk domba potong, bisa itu susu kambing, kulit domba, kebutuhan ekspor dan lain sebagainya. Alhamdullilah kepengurusan HPDKI periode 2009 – 2014 telah membentuk departemen yang nantinya akan khusus menangani bidang ini yaitu Usaha&amp;amp; Kemitraan, Kita nantikan gebrakannya! Sudah saatnya Kita sebagai Peternak Rakyat tidak hanya berpikir untuk Kepentingan diri sendiri! Bersatulah Peternak Rakyat Indonesia! HPDKI harus Mandiri!  &lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mohon doa restu web HPDKI&lt;br /&gt;KLIK. &lt;a href="http://www.hpdki.co.cc/"&gt;http://www.hpdki.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-7204912793682971780?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/7204912793682971780/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=7204912793682971780&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/7204912793682971780" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/7204912793682971780" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/08/hpdki-harus-mandiri.html" title="HPDKI HARUS MANDIRI!" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-8494829557484837877</id><published>2009-08-21T08:27:00.003-07:00</published><updated>2009-08-21T08:39:47.446-07:00</updated><title type="text">BISNIS AKAR RUMPUT</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Sebuah tulisan yang dibuat oleh seorang peneliti senior di mana beliau merupakan salah satu guru penulis dalam bidang peternakan kambing domba. Bersatulah Peternak Rakyat Indonesia! Respond penulis terhadap tulisan senior dimaksud yang sengaja penulis posting pula pada Blog ini, “Villa Domba 100% Setuju! Berbasis kemitraan bersama peternak desa yang saat ini baru memiliki struktur peternak desa sebagai mitra, ketua kelompok, pembina tingkat desa dan kemudian Villa Domba sebagai pemilik ternak, Insya Allah impiannya seiring proses seleksi dan target pengembangan usaha maka akan ada pembina tingkat kecamatan yang harapannya akan berkembang lagi menjadi pembina tingkat kabupaten hingga pada akhirnya akan ada struktur jabatan pembina tingkat Provinsi di Villa Domba, Alhamdullilah, ulasan peneliti senior dimaksud menjadikan Kami semakin lebih percaya diri dalam melangkah, mohon doa dan bimbingan selalu! Peternak Rakyat, Siap! Merdeka!” Sebagaimana pesan sang penggagas Villa Domba yaitu pak Suhadi Sukama kepada penulis, “Bisnis dan Organisasi yang baik akan selalu Kuat karena berawal dari Akar Rumput!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;UPAYA MEMBANGUN PETERNAKAN 2014&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Swasembada daging tahun 2010 gagal..... itu kata pak MENTAN. Untuk itu dibuat program baru . . . . . .Swasembada daging 2014 ...... Mudah2an kali ini tidak gagal .......Sebenarnya peternak maupun pedagang ternak yang mereka butuhkan itu uang. Jadi ujung-ujungnya harus berbentuk uang. Siapa yang mau merugi? pasti tidak ada. Nah itu sebabnya banyak yang sukses bergerak dibidang peternakan adalah bukan orang lulusan peternakan. Karena mereka dapat berpikir bagaimana menghasilkan uang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Para lulusan ilmu peternakan sangat pandai beternak, menghasilkan ternak. Jadi mereka yang punya pikiran untuk menghasilkan uang memperkerjakan orang yang berilmu. Jadilah klop ada bisnis peternakan. Nah kalau yang seratus persen memikirkannya hanya uang, jadilah dia penjagal ternak yang tidak peduli, ternak betina atau muda atau apalah yang lainnya dan besar kemungkinannya mereka tidak peduli mau maju kek atau mau tidak kek peternakan di Indonesia. Kalau lebih menguntungkan impor mengapa tidak. Impor seratus persenpun tidak mengapa asal bisa untung untuk perusahaanku.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berpikiran dari situ, coba kita simak perusahaan "multi level marketing" . Kita lihat orang-orang kecil tidak bermodal bekerja keras dan membesarkan suatu perusahaan, sambil dia juga kebagian sedikit. Nah kalau kita buat "multi level inti plasma" pengembangan peternakan, bukan tidak mungkin ini akan membuat suatu perusahaan raksasa peternakan. Tapi harus siap saling membantu terutama dalam hal penyuluhan, manajemen dan tentunya pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Setiap anggota akan dibesarkan oleh anggota yang lain. Kan keren tuh setiap bulan ada pertemuan anggota (kecil2) untuk membicarakan masalah-masalah peternakan serta saran-saran perbaikaannya. Pada acara tahunan secara besar-besaran ada pertemuan peternak "multi level inti plasma" . . . . . Bagi yang berhasil membina sejumlah besar anggota peternak akan dibagi Mercedes . . .Nggak apa-apa kan kalau kita meniru cara bisnisnya AMWAY dan lain-lainnya itu ....? Kenapa tidak. Nah siapa mau memulainya . . . . . !!!!!!. Kalau sudah ada yang memulai pasti Pak MENTAN tidak akan berteriak swasembada daging gagal, atau boss kita bilang peternakan tidak ada hasilnya.... ... Jangan mimpi terus, tapi coba terus dan kerja terus pakai berbagai macam metode . . . . . .Kayak si penemu bohlam yang seribu kali gagal, dia bilang saya tidak gagal tapi untuk membuat bohlam itu saya memerlukan seribu tahap.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Respond Penulis untuk Ulasan Senior tersebut:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sekedar informasi dari Kami terkait performance kemitraan pembibitan Domba Garut yang dijalankan oleh Villa Domba saat ini: Terlampir sampel data dari 1 kelompok ternak per 1 siklus kelahiran pada suatu wilayah desa yang memiliki 10 anggota peternak rakyat. Updated informasi adalah per tanggal 03 Agustus 2009 ketika dilakukan kegiatan kontrol lapangan. Alhamdullilah beberapa ekor induk masih menunggu proses kelahiran anak dalam hal ini sehingga data produktivitas kelahiran per 1 siklus ini tentunya akan mengalami perubahan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372439291535484834" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 287px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/So69Ej1S56I/AAAAAAAAHvo/n341OJPGWY8/s400/1.Akar+Rumput.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372439463065750962" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 301px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/So69Oi1TDbI/AAAAAAAAHvw/Gi2W9TOJw-I/s400/2.Akar+Rumput.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama Villa Domba semakin meyakini bahwa Domba Garut merupakan jenis hewan ternak sebagai bagian kekayaan plasma nuftah Indonesia yang memiliki tingkat produktivitas cukup tinggi. Walaupun rata-rata kelahiran anak dari 1 ekor induk domba adalah 2 ekor, namun hitungan bisnis Kami untuk tiap 1 ekor induk domba adalah ditentukan moderat yaitu dengan memiliki koefisien kelahiran sebesar 1,8 ekor anak saja setelah disesuaikan angka kematian anak di lapangan sebagai resiko yang harus diperhitungkan tentunya dalam analisa usaha. Pada data reproduksi per 1 siklus di atas adalah belum semua induk domba melahirkan anak dalam arti tengah menjalani proses kebuntingan, sebagai contoh Bp. Ahya (1 ekor Induk), Bp. Atep (1 ekor Induk), Bp. Edon (1 ekor Induk), Bp. Iyor (1 ekor Induk) dan Bp. Kempis (1 ekor Induk), artinya masih bisa berpotensi bertambah anak Domba Garut dari induk yang dimitrakan pada siklus kelompok bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kedua adalah Villa Domba sepakat dalam berpendapat bilamana Insya Allah kemitraan pembibitan Domba Garut memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan petani/ peternak rakyat. Semakin banyak Induk Domba yang dimitrakan ke petani maka semakin besar kesempatan petani untuk meningkatkan pendapatan bagi hasilnya. Anak Domba Jantan yang terlahir dari 1 ekor induk domba maka oleh Villa Domba untuk selanjutnya akan langsung disiapkan sebagai suatu produk dengan penggolongan sebagai berikut: Produk Pembibitan ataupun bisa juga dimasukkan dalam produk penggemukkan, entah itu bakalan kurban ataupun bisa juga aqiqah. Peternak mitra akan memperoleh haknya yaitu bagi hasil ternak saat anak domba jantan ditarik oleh Villa Domba sebagai pemilik ternak, cukup lumayan Insya Allah hasilnya, 1 ekor anak domba jantan ditingkat petani dihargai setidaknya Rp. 600.000,- per ekor untuk berat di atas 15 Kg, artinya bilamana hak peternak mitra adalah 50% dari harga anak domba maka ia akan mendapatkan bagi hasil sebesar Rp. 300.000,- per 1 ekor anak domba per siklus produksi 9 bulan. Nilai ini akan lebih seandainya ada anak domba jantan yang diminati oleh penghobi tangkas dan di sini Kita belum berhitung keuntungan peternak mitra dari perolehan pupuk kandang. Khusus anak jantan bakalan kurban maka oleh Villa Domba selanjutnya domba itu dipersiapkan sebagai kemitraan tabungan kurban. Semakin indah hidup ini! Bagaimana dengan anak domba betina? Sama halnya dengan anak domba jantan di mana anak domba betina tetap dibeli oleh Villa Domba sebagai pemilik ternak. Namun berbeda dengan anak domba jantan di mana anak domba betina dipersiapkan tidak untuk ternak potong melainkan dipelihara sebagai bakalan pembibitan ataupun mesin produksi Villa Domba di masa depan. Teknis pemeliharaan anak domba betina adalah bisa tetap di kandang peternak mitra ataupun bisa pula di kandang Villa Domba seandainya masuk kategori bibit terpilih.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pertanyaannya semudah itukah? Sekilas pasti pembaca blog sekalian akan berpikir mudah apabila melihat nilai keuntungannya. Namun dibalik itu semua sejujurnya diperlukan kesabaran dan ketekunan yang luar biasa hingga pada akhirnya tercipta pola ini, ucapan terimakasih kepada para senior peternakan sekalian yang senantiasa berkenan membimbing. Harap maklum, usaha yang dilakukan oleh Villa Domba bukanlah social project tentunya, bermodalkan penyisihan gaji dari sang penggagas Villa Domba di masa lalu tentunya menandakan terbatasnya modal awal Kami sebagai swasta saat memulai usaha di masa lalu, sehingga tantangannya ketika itu adalah bagaimana ternak Kami dapat berkembang dengan baik dan pesat disertai strategi usaha yang jelas di tengah keterbatasan lahan yang diprioritaskan untuk perkebunan organik, Alhamdullilah, pencerahan yang penulis dapatkan dari beberapa senior peternakan saat itu Insya Allah telah memantapkan langkah Kami di hari ini. Usaha ternak domba di Indonesia adalah usaha rakyat yang sangat efektif dan lebih bermanfaat bilamana dikembangkan berbasis semangat kerakyatan dan kemitraan!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;”Pahami teknis budidayanya dahulu dengan betul!” demikian pesan yang selalu penulis sampaikan bilamana ada pihak ataupun seseorang yang bermaksud mengadopsi pola pengembangan peternakan yang sama dengan Villa Domba di wilayahnya yaitu kemitraan bersama peternak rakyat. Sekedar membuka perjuangan di masa lalu, dalam 6 bulan di mana bisa lebih dari 15 kursus pelatihan pertanian dan peternakan diikuti oleh tim Villa Domba untuk sekedar memahami teknis budidaya, mulai dari reproduksi ternak, pakan, perkandangan, analisa usaha dan lainnya. Artinya bagaimana Kita akan mengarahkan peternak mitra dengan benar seandainya Kita sendiri tidak memiliki kemampuan ataupun buta sama sekali keahlian dalam beternak. Tapi jangan khawatir dan patah semangat bagi para pembaca Blog sekalian yang bukan berasal dari jurusan peternakan sebagai latar belakang pendidikannya, penulis sendiripun bersama adik penulis yaitu kang Alam adalah berasal dari jurusan ekonomi sedangkan sang penggagas Villa Domba yaitu pak Suhadi Sukama berlatar belakang teknik perminyakan, kata kuncinya adalah siap untuk belajar!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tahapan kedua setelah Kita memahami teknis budidayanya dengan baik maka selalu mulailah dalam skala pilot project, ini yang terkadang banyak luput dari perhatian peternak pemula, alih-alih punya modal yang besar ataupun rekanan yang berminat investasi jor-joran maka pengembangan usaha kemitraan ternak langsung dilakukan dalam skala besar! Tidak perlu gengsi ataupun anti untuk memulai usaha kemitraan pembibitan domba dengan masyarakat dalam skala kecil 10 ekor induk dahulu misalnya, ingat-ingat, berawal dari 10 ekor induk maka akan lebih banyak kesempatan bagi Kita dalam mempelajari hal teknis di dalamnya, mulai dari pedoman budidaya, kondisi kemasyarakatan hingga lingkungan sekitar. Memiliki impian dalam bisnis adalah keharusan namun bermimpi dalam bisnis adalah kekeliruan karena bisnis memerlukan proses, waktu dan tahapan. Insya Allah, sependapat dengan senior dimaksud bilamana pola multi level inti plasma ini akan dapat semakin berkembang di bumi pertiwi Indonesia maka bukan mustahil negara Indonesia akan menjadi raksasa dalam produksi ternak dunia! Salam Peternak dan Majulah Usaha Ternak Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Lanjutan Catatan Kemitraan Villa Domba:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tidak hanya bergantung pada jumlah induk yang dimitrakan kepada peternak mitra, besar kecilnya laba bersih usaha yang akan diperoleh adalah bergantung pula pada jumlah kelahiran anak domba yang didapat dari induk bunting yang dimitrakan. Semakin banyak jumlah anak domba yang dilahirkan dari tiap induk yang dimitrakan maka semakin besar pula prosentase laba bersih yang dihasilkan. Demikian pula sebaliknya, semakin sedikit jumlah anak domba yang dilahirkan dari tiap induk yang dimitrakan maka semakin kecil pula prosentase laba bersih yang dihasilkan. Olehkarenanya untuk mencapai hasil yang optimal pada kemitraan ini maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Induk domba yang akan dimitrakan haruslah bibit yang unggul, memiliki silsilah keturunan yang jelas dan catatan reproduksi perkawinan. Kemudian untuk meminimalkan resiko kematian ternak maka perlu dilakukan pembinaan dan pembekalan pengetahuan berikut keahlian baik terhadap pemilik ternak maupun peternak mitra terkait pemeliharaan hewan ternak domba.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pencatatan administrasi kemitraan haruslah dilakukan dengan baik dan benar guna menghindari resiko kecurangan dan saling menyalahkan antara peternak mitra maupun pemilik ternak. Selain itu penting juga untuk dibuat kesepakatan tertulis antara pemilik ternak dengan peternak mitra.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada tahap awal kemitraan harus dilakukan kontrol intensif ke lokasi peternak mitra setidaknya 1 minggu sekali. Berkoordinasi dengan dokter hewan ataupun mantri dari dinas peternakan setempat terkait kesehatan hewan ternak domba. Untuk perhitungan bisnis maka gunakan proyeksi 1,8 sebagai koefisien kelahiran jumlah anak tiap 1 ekor induk domba per 1 siklus usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;E.Penentuan Mekanisme Harga Anak Domba&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kelemahan lain pada pola kemitraan bersama peternak rakyat sebagai tradisi yang berjalan selama ini di masyarakat adalah tidak adanya kesepakatan mekanisme penentuan harga anak domba sebagai hasil produksi kemitraan antara pemilik ternak dan peternak mitra. Artinya akan sia-sia upaya menciptakan lumbung produksi ternak yang kuat tanpa adanya usaha menghimpun kekuatan terhadap pasar dalam menentukan harga, walhasil kelompok kemitraan yang terbentuk justru malah akan semakin dipermainkan oleh pasar sebagaimana kondisi yang terjadi sekarang karena terpecah belah di mana bandar ataupun pengumpul yang mengambil porsi keuntungan terbesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Penulis yakin di mana pelaku pasar konsumen yang ada sekarang ini sudah mendapatkan marjin yang cukup dari pemanfaatan hewan ternak domba mulai dari daging, kulit, kepala, kaki serta tanduknya, disisi lain pasar konsumen pun tetap memiliki ketergantungan yang cukup besar pastinya akan pasokan domba sehingga sudah barang tentu wajib mendukung peternak sebagai sumber/ lumbung produksi. Seperti apa sebenarnya penentuan mekanisme harga anak domba yang saling menguntungkan baik bagi sisi pemilik ternak, peternak mitra dan konsumen nantinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata : saya mendengar penduduk bercerita tentang ’Urwah, bahwa Nabi S.A.W memberikan uang satu Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau; lalu dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian ia jual satu ekor dengan harga satu Dinar. Ia pulang membawa satu Dinar dan satu ekor kambing. Nabi S.A.W. mendoakannya dengan keberkatan dalam jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli debupun, ia pasti beruntung”&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;H.R.Bukhari&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nilai 1 Dinar saat penulis membuat tulisan ini adalah setara dengan Rp. 1.400.000,- yang mungkin nilainya sama pula dengan 1 ekor domba berukuran sedang dengan berat 35 Kg di Villa Domba atau antara Rp. 40,000,- hingga Rp. 45,000,- per Kg. Kemudian 1 ekor anak Domba Garut yang apabila dipelihara dengan baik maka dapat memiliki berat hidup sapih sekitar 15 Kg di kandang peternak mitra, olehkarenanya penentuan mekanisme harga anak domba saat dipanen dari peternak mitra akan sangatlah baik bilamana ditentukan berdasarkan range berat hidup timbangan sebagaimana yang nantinya akan penulis ulas lebih lanjut pada tulisan ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Diperlukan pembahasan khusus bilamana berbicara mengenai harga karena memiliki nilai yang sensitif terhadap daya beli masyarakat, terlebih dengan kebijakan impor yang sewaktu-waktu dapat dibuka oleh pemerintah seandainya nilai dari suatu produk sudah tidak terjangkau lagi dengan daya beli masyarakat. Kesejahteraan bagi peternak bukan berarti kesengsaraan bagi warga masyarakat tentunya dengan tidak adanya kemampuan dalam membeli daging. Seperti apa ulasan dimaksud maka akan penulis lanjutkan nanti pada Catatan Kemitraan berikutnya. Salam Peternak dan Majulah Usaha Ternak Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kata Kunci:&lt;br /&gt;Pahami teknis budidayanya dahulu dengan betul dan selalu mulailah dalam skala pilot project. Bagaimana Kita akan mengarahkan peternak mitra dengan benar seandainya Kita sendiri tidak memiliki kemampuan ataupun buta sama sekali keahlian dalam beternak? Tidak perlu gengsi ataupun anti untuk memulai usaha kemitraan pembibitan domba dengan masyarakat dalam skala kecil dahulu, banyak kesempatan bagi Kita dalam mempelajari hal teknis di dalamnya, mulai dari pedoman budidaya, kondisi kemasyarakatan hingga lingkungan sekitar. Ini bisnis akar rumput Bung! Perlu kesabaran dan ketekunan dengan menjalani semua proses serta tahapannya untuk hasil yang Insya Allah menjanjikan! Amin. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-8494829557484837877?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/8494829557484837877/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=8494829557484837877&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/8494829557484837877" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/8494829557484837877" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/08/bisnis-akar-rumput.html" title="BISNIS AKAR RUMPUT" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/So69Ej1S56I/AAAAAAAAHvo/n341OJPGWY8/s72-c/1.Akar+Rumput.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-6156041103442211757</id><published>2009-08-21T06:05:00.002-07:00</published><updated>2009-08-21T06:14:16.840-07:00</updated><title type="text">KABAR HPDKI TERKINI</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Bilamana ada pembaca Blog sekalian yang bertanya bagaimana kabar HPDKI terkini? Kemudian kenapa belum ada tindak lanjut maupun gebrakan program yang dilakukan oleh ketua umum terpilih beserta jajaran pengurusnya dalam cita-cita meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat pasca penyelenggaraan Munas II HPDKI yang lalu? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagaimana informasi yang selalu penulis sampaikan sebelumnya di mana pasti diperlukan waktu bagi Bp. Abduljabbar Zulkifli selaku Ketua Umum terpilih guna menyusun formasi kepengurusannya sebagai roda dan tulang punggung organisasi untuk peternak yang Kita cintai ini. Terlebih dengan berjuta harapan dan amanah yang telah diberikan oleh anggota kepada ketua umum terpilih Munas II lalu, perlu kecermatan, ketelitian, kehatian-hatian dan kesabaran manakala ketua umum meminta kesediaan beberapa Insan Peternakan Indonesia untuk duduk dalam jajaran pengurus HPDKI periode 2009 – 2014. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berikut perkembangan terbaru yang dapat penulis sampaikan terkait tindak lanjut hasil Munas II HPDKI lalu berdasarkan hasil pertemuan empat mata dengan Ketua Umum terpilih pada siang hari tadi, Jumat, 21 Agustus tahun 2009, awalnya direncanakan juga kehadiran Drh. Brian pada pertemuan itu namun dikarenakan berhalangan maka pertemuan adalah antara Ketua Umum dan penulis. Mohon saran, kritik dan masukan dari pembaca blog sekalian untuk kemajuan usaha ternak Indonesia! Salam Peternak!&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai langkah awal yang telah dilakukan oleh Bp. Abduljabbar Zulkifli selaku Ketua Umum terpilih Munas II HPDKI lalu adalah beliau sudah mengumpulkan beberapa nama yang sangat diharapkan kesediaannya untuk bergabung dalam skuad pengurus DPP HPDKI periode 2009 – 2014. Satu hal yang jelas di mana berita gembira dan tentunya Insya Allah dapat membahagiakan para anggota HPDKI sekalian di seluruh nusantara, beberapa nama yang nantinya akan menduduki pos-pos departemen organisasi adalah berasal dari beragam unsur dan kalangan, mulai dari pemerintah, peneliti, akademisi, praktisi termasuk beberapa profesional yang dipandang akan sangat membantu kinerja HPDKI sebagai organisasi penganyom peternak Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masuknya beberapa nama generasi muda ke dalam skuad kepengurusan yang ada nanti juga merupakan bagian strategi dari ketua umum terpilih yang patut penulis acungkan jempol agar mobilitas organisasi ini dapat berlari kencang dalam menjalankan program-programnya nanti, sementara para tokoh dan pengurus senior tentunya akan senantiasa berkenan dalam membimbing insan ternak muda yang masuk dalam kepengurusan HPDKI periode 2009 – 2014 ini. Mari bersama Kita jaga, bina dan besarkan organisasi ini tidak hanya untuk 5 tahun ke depan akan tetapi untuk selamanya demi kesejahteraan peternak rakyat dengan adanya selalu program regenerasi berkesinambungan yang melibatkan Insan Ternak Muda Indonesia. Bravo HPDKI!&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;HPDKI tidak sendiri, apakah pengurus HPDKI harus selalu identik dengan orang-orang yang berlatar belakang peternakan? Terobosan lain yang dilakukan oleh Ketua Umum terpilih adalah dengan meminta kesediaan pula dari beberapa nama yang tidak hanya saja berlatar belakang profesi peternakan, Ketua Umum terpilih juga menyertakan beberapa nama yang antara lain datang dari profesi kedokteran hewan di mana beliau pun berlatar belakang dokter hewan, kemudian akan ada beberapa nama pula dari bidang hukum, wisata dan termasuk  perdagangan. Ada apa dengan HPDKI? Sederhana saja jawabannya, dalam programnya nanti tentunya HPDKI tidak hanya saja akan bersentuhan dengan peternak rakyat yang identik dengan sektor produksi, diperlukan energi lainnya yang dapat mendorong HPDKI nanti untuk dapat bersentuhan pula dengan sektor-sektor lainnya khususnya pada bidang hilir ternak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapa sajakah nama-nama yang penulis maksud dan tergabung nanti dalam skuad pengurus HPDKI Periode 2009 -2014, dipersilahkan kepada Ketua Umum Terpilih HPDKI untuk segera mengumumkannya dan melakukan pelantikan segera Insya Allah selepas hari raya Idul Fitri nanti. Tanpa menunda waktu pula maka segera lakukan gebrakan dengan 100 hari Program Kerja HPDKI Skuad Pengurus 2009 – 2014 selepas pelantikan. Salam Peternak dan Majulah Usaha Ternak Indonesia!      &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-6156041103442211757?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/6156041103442211757/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=6156041103442211757&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/6156041103442211757" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/6156041103442211757" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/08/kabar-hpdki-terkini.html" title="KABAR HPDKI TERKINI" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-6418655405714095897</id><published>2009-08-19T09:47:00.003-07:00</published><updated>2009-08-19T09:56:20.416-07:00</updated><title type="text">DOMBA&amp; E-COMMERCE</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;“Kang Agus, berhubung Saya belum punya cukup modal untuk mendirikan peternakan domba maka sementara waktu Saya mau coba bantu untuk memasarkan dombanya kang Agus dulu boleh, untuk kurban khususnya dan akan dilakukan lewat internet.” jawaban penulis adalah kenapa tidak? Sebuah informasi yang semoga dapat memberikan manfaat bagi pembaca sekalian yaitu ketika bagaimana teknologi dapat membantu dalam pemasaran produk domba yang Kita miliki kepada konsumen bersumber dari beberapa web manca negara, Majulah Usaha Peternakan Indonesia! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Electronic Markets&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ansci.cornell.edu/"&gt;http://www.ansci.cornell.edu/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemasaran produk domba via telepon, internet network ataupun video online. Segala informasi menyangkut produk domba yang akan dijual harus dicantumkan detail apabila ingin menggunakan cara ini. Bilamana perlu bandingkan dengan standar yang berlaku untuk produk bersangkutan, misalnya untuk bibit Domba Garut maka acuannya adalah SNI dan Sertifikasi Domba Garut, kemudian untuk domba kurban misalnya ketentuan berdasarkan kaidah agama. Dengan cara ini maka baik produsen maupun marketer akan memiliki kekuatan penawaran harga terhadap konsumen.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tahukah pembaca?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan home pc di negara paman Sam telah menjadikan 60% warganya menjadi sangat mudah dalam mengakses informasi melalui kecanggihan teknologi internet. Transaksi e-commerce pun meningkat dengan pesat di negara tersebut seiring dengan kecenderungan konsumen untuk berbelanja via internet. Data yang disampaikan oleh the U.S Cencus Bureau, terjadinya peningkatan sebesar 19% pada tahun 2007 terkait nilai transaksi e-commerce di Amerika, US$ 136.4 billion bukanlah jumlah yang kecil tentunya bukan? Nah ini yang lebih seru dan menarik, terjadi peningkatan jumlah petani domba yang memanfaatkan e-commerce dalam memasarkan produk mereka dari semula 3700 pada tahun 2004 di mana naik menjadi 4685 petani pada tahun 2008! Dan khusus produk daging domba di mana kesemuanya terdata dengan baik dan dalam kontrol regulasi pemerintahan setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Laporan menarik lainnya!&lt;br /&gt;United Nations Conference on Trade&amp;amp; Development&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;"Very big sheep", promises the website, &lt;a href="http://www.ethiogift.com/" target=" blank"&gt;EthioGift.com&lt;/a&gt; - "a 35 Kg (Guaranty) Sheep for Your Family´s Feast ($97)" - featuring a photo (with zoom view) of an attractive brown and white ovine. EthioGift, "your online gift delivery service for Ethiopia", is a model of its kind - an e-commerce venture based in a developing country doing a booming business with clients in the industrialized world. It and enterprising upstart firms like it are capitalizing on the e-commerce explosion to create business opportunities that at the same time contribute to national development, according to the &lt;a href="http://r0.unctad.org/ecommerce/docs/edr01_en.htm"&gt;E-commerce and Development Report 2001&lt;/a&gt; &lt;a name="back1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.unctad.org/Templates/webflyer.asp?docid=2473&amp;amp;intItemID=1528&amp;amp;lang=1#endnote1endnote1"&gt;(1)&lt;/a&gt;, released today by the United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Siapakah pengguna internet terbesar di Asia Tenggara?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Informasi menarik yang penulis peroleh dari web Pro3 RRI di mana Indonesia merupakan negara dengan pengguna jasa internet terbesar di Asia Tenggara selama periode 2 tahun terakhir. Hal ini diungkapkan oleh direktur pemasaran Yahoo untuk kawasan Asia Tenggara yaitu Trap Lewis belum lama ini di Jakarta. Pertumbuhan pengguna teknologi internet di Indonesia sebagaimana disampaikan oleh Trap Lewis adalah dipengaruhi generasi muda Indonesia yang sangat menggandrungi teknologi. Laporan menarik lainnya yang penulis dapat masih bersumber dari web yang sama yaitu Pro3 RRI, laporan dari bubu.com pioneer web developer, di Indonesia terdapat sekitar 25 juta pengguna internet, 6,5 hingga 7 juta pengguna facebook dan pengguna BlackBerry terbanyak di seluruh dunia dalam waktu dekat, saat ini masih berkisar antara 300 ribu hingga 400 ribu pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lanjutan Catatan Kurban Kami: &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;VILLA DOMBA&lt;br /&gt;KERJASAMA KEMITRAAN PEMASARAN DOMBA KURBAN&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jenis domba yang dipasarkan pada kerjasama kemitraan pemasaran domba kurban ini adalah Domba Garut berkuping pendek dengan spesifikasi berat Kg hidup dan harga jual yang telah ditentukan oleh Villa Domba untuk ditawarkan kepada konsumen nantinya yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371718009585222242" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 122px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SowtEbLlQmI/AAAAAAAAHu4/53rCEofh5_Q/s400/5.Domba+Kurban.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371718146586598946" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 301px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SowtMZjQXiI/AAAAAAAAHvA/VBl48ig___Y/s400/6.Domba+Kurban.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Harga jual di atas sudah termasuk layanan ongkos kirim, door to door walaupun pemesanan domba kurban konsumen hanya 1 (satu) ekor. Adapun wilayah pemasaran dan pengiriman adalah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung&amp;amp; Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Villa Domba membuka peluang usaha bagi pihak yang berminat untuk menjadi mitra pemasar Villa Domba terkait penawaran hewan kurban Domba Garut kepada konsumen pada pelaksanaan ibadah kurban 1430 H nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mitra Pemasar yang nantinya akan dipilih dan bersama Villa Domba dalam memasarkan produk domba kurban 1430 H adalah terbagi menjadi 2 jenis, pertama adalah Mitra Pemasar Pasif dan kedua adalah Mitra Pemasar Aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mitra Pemasar dapat berupa perorangan, koperasi yang mengkoordinir anggotanya untuk pembelian domba kurban, DKM Masjid, yayasan dan perusahaan. Bagi pihak yang berminat untuk menjadi Mitra Pemasar Villa Domba maka silahkan berkirim Email melalui &lt;a href="mailto:agusramadas@yahoo.co.id"&gt;agusramadas@yahoo.co.id&lt;/a&gt;, akan diberikan informasi lebih lanjut seperti apakah peraturan dan ketentuan yang berlaku sebagai Mitra Pemasar Villa Domba pada Musim Kurban 1430 H nantinya. Salam Peternak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Catatan Kurban Terdahulu:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/08/belajar-dari-uke.html"&gt;http://dombagarut.blogspot.com/2009/08/belajar-dari-uke.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bersama Kita Sejahterakan Peternak Rakyat Indonesia!&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-6418655405714095897?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/6418655405714095897/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=6418655405714095897&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/6418655405714095897" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/6418655405714095897" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/08/domba-e-commerce.html" title="DOMBA&amp; E-COMMERCE" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SowtEbLlQmI/AAAAAAAAHu4/53rCEofh5_Q/s72-c/5.Domba+Kurban.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-5276753392020618913</id><published>2009-08-18T22:46:00.003-07:00</published><updated>2009-08-18T22:53:12.548-07:00</updated><title type="text">BELAJAR DARI DONNA BROCK</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;“Kang Agus, jawabannya adalah tidak mungkin kalau kita memaksa peternak mitra untuk tertib administrasi, hese kang!” sebuah nada pesimis yang pernah disampaikan oleh seseorang kepada penulis. Instrument kemitraan Villa Domba lainnya, “Pasti bisa Bang! Coba buat semacam kartu biaya yang nantinya bisa mengontrol kegiatan kemitraan yang sedang berjalan! Dari kartu itu nantinya pun Kita bisa mengetahui segala macam performance keuangan terkait kemitraan yang sedang dijalankan” Alhamdullilah, sebuah semangat yang diberikan oleh sang penggagas Villa Domba kepada penulis hingga pada akhirnya kemitraan Villa Domba pun dilengkapi kartu biaya. Hatur nuhun kepada kang Alam dan tim produksi serta kemitraan Villa Domba yang telah menjalankannya selama ini dengan mantap di lapangan. Majulah Usaha Peternakan Indonesia! Sebuah artikel menarik yang belum lama ini penulis temukan di internet, Belajar dari Donna Brock: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"What is this benchmarking all about?"&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.ruralni.gov.uk/index/publications/press_articles/beef_and_sheep/archive-6/greenmount_benchmarking.htm"&gt;http://www.ruralni.gov.uk/index/publications/press_articles/beef_and_sheep/archive-6/greenmount_benchmarking.htm&lt;/a&gt;: This is the first question that is asked by farmers. The reply is usually a series of questions, "Do you know how much it currently costs you to produce a kilo of lamb or beef? Do you know if your business can make a profit without subsidies? What changes do you plan to make in the future to make up the lost income when subsidies are gone?" Benchmarking will help to provide you with answers to these questions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371547551240392594" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 301px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SouSCcXNj5I/AAAAAAAAHuo/-BuTCsmBshU/s400/3.Kemitraan.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lanjutan Catatan Kemitraan Villa Domba&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tentunya akan ada biaya yang muncul saat dilakukan kegiatan kemitraan oleh Villa Domba sebagai pemilik ternak, mulai dari biaya transportasi saat pengantaran domba ke kandang peternak mitra, penarikan domba dari kandang peternak mitra, biaya pengobatan ternak seandainya sakit di kandang peternak mitra, pembayaran bagi hasil anak domba termasuk biaya pemeliharaan induk domba manakala masih berada di kandang perkawinan koloni Villa Domba. Disinilah pentingnya keberadaan kartu administrasi kemitraan lainnya yaitu Kartu Biaya Kemitraan, data yang diisi pada kartu ini adalah bersifat internal yaitu sebagai data keuangan untuk perhitungan rugi laba usaha.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Komponen biaya terbesar adalah pada saat Kita melakukan kegiatan panen anak domba di mana bagi hasil kepada peternak mitra sebaiknya dibayarkan segera apabila Kita bermaksud memiliki anak domba tersebut termasuk bagi hasil untuk pembina kelompok bilamana sudah ditunjuk. Demikian pula kebalikannya apabila peternak mitra berkeinginan memiliki anak domba yang akan dipanen. Adapun pos-pos biaya lainnya tidak terlampau besar karena konsep dasar kemitraan yang dilakukan oleh Villa Domba sendiri adalah efesiensi biaya operasional dikarenakan keterbatasan sarana dan prasarana yang ada. Disisi lain usaha pembibitan ternak domba memiliki peluang bisnis menjanjikan baik bagi pemilik ternak maupun untuk pembina dan peternak mitra. Berikut contoh Kartu Biaya Kemitraan mengacu pada Kartu Kegiatan Kontrol Kemitraan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;KARTU BIAYA KEMITRAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek Kemitraan : Pembibitan Induk/ Penggemukkan&lt;br /&gt;Tanggal Awal Kemitraan : 01 Januari 2009&lt;br /&gt;Nama Peternak Mitra : Bp. Dasep&lt;br /&gt;Alamat Peternak Mitra : Gang Cisalak No. 2, RT. 03, RW. 05, Desa Jatisari&lt;br /&gt;Kelompok Kemitraan Ternak : Jatisari 1&lt;br /&gt;Kapasitas Kandang Kemitraan : 5 ekor&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371547689782720274" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 535px; CURSOR: hand; HEIGHT: 197px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SouSKgeRtxI/AAAAAAAAHuw/jg_7-breTe8/s400/4.Kemitraan.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar Biaya Kemitraan Per 1 ekor Induk Domba: &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pakan Induk Domba selama dikawinkan 1 bulan di Villa Domba = Rp.&lt;br /&gt;2. Pekerja Kandang Villa Domba, Rp. ,-/bulan : 50 ekor = Rp.&lt;br /&gt;3. Teknologi Pengetesan Kebuntingan Induk Domba = Rp.&lt;br /&gt;4. Transportasi Distribusi Induk ke Kandang Mitra = Rp.&lt;br /&gt;5. Pemeliharaan Kesehatan Hewan Ternak = Rp.&lt;br /&gt;6. Transportasi Penarikan Induk dari Kandang Mitra = Rp.&lt;br /&gt;7. Penyusutan Induk Domba = Rp.&lt;br /&gt;8. Transportasi Penarikan Anak Domba dari Kandang Mitra = Rp.&lt;br /&gt;9. Bagi Hasil Kemitraan Peternak Mitra, 50%&lt;br /&gt;10. Bagi Hasil Kemitraan Pembina Mitra, 10% &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Catatan Kemitraan Lalu:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/07/diskusi-breeding-scheme.html"&gt;http://dombagarut.blogspot.com/2009/07/diskusi-breeding-scheme.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tetap Bersama Rakyat&amp;amp; Bersatulah Peternak Rakyat Indonesia! &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-5276753392020618913?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/5276753392020618913/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=5276753392020618913&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/5276753392020618913" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/5276753392020618913" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/08/belajar-dari-donna-brock.html" title="BELAJAR DARI DONNA BROCK" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/SouSCcXNj5I/AAAAAAAAHuo/-BuTCsmBshU/s72-c/3.Kemitraan.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-6235684598848577581</id><published>2009-08-17T20:43:00.000-07:00</published><updated>2009-08-17T20:44:34.326-07:00</updated><title type="text">BRAVO DISNAK JABAR!</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Sumber.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.disnak.jabarprov.go.id/"&gt;http://www.disnak.jabarprov.go.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Website Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat kembali meraih penghargaan pada ajang bergengsi lomba situs web tingkat nasional. Berdasarkan pengumuman dari panitia lomba web Departemen Pertanian tahun 2009, Senin (10/8), Website Dinas Peternakan Jawa Barat meraih juara 1 untuk kategori SKPD Lingkup Pertanian Provinsi. Sedangkan juara 2 di raih oleh Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat dan juara 3 di tempati Dinas Pertanian Provinsi DIY Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penyerahan penghargaan rencananya akan di selenggarakan pada saat upacara 17 Agustus 2009, bertempat di Kantor Pusat Departemen Pertanian, Ragunan, Jakarta. Dan yang akan menyerahkan penghargaan tersebut adalah Menteri Pertanian Anton Apriyantono.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ini merupakan kemenangan ketiga kalinya yang di raih oleh Dinas Peternakan. Pada tahun 2007 dan 2008, Disnak Jabar pun mampu bertengger di posisi puncak dengan menyingkirkan Provinsi Gorontalo, Provinsi Jawa Timur dan rival se-provinsinya, Dinas Perkebunan Jawa Barat. Sebelumnya, pada tahun 2006, Website Disnak mampu merebut posisi kedua diantara Disbun Provinsi Jatim dan Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lomba yang bertemakan “Efisiensi Pelayanan Publik Melalui Peningkatan Elektronik” di selenggarakan secara rutin tiap tahun  oleh Departemen Pertanian Republik Indonesia. Pada tahun ini, lomba situs web Deptan diikuti oleh 85 SKPD lingkup pertanian provinsi se-Indonesia.  Yang menjadi juri pada perlombaan kali ini diantaranya, Herry Abdul Aziz dari Depkominfo, Mochamad Arief dari Pinpoint R&amp;amp;D, Erland Barliand dari Himpunan Masyarakat Pertanian, Ahmad Soim dari Forum Wartawan Pertanian, Samuel Mahatmaputra Tedjojuwono dari Universitas Bina Nusantara (BINUS) dan Sri Cahaya Khoironi dari Depkominfo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, H. Koesmayadi merasa bersyukur atas prestasi yang telah diraih, ini semua merupakan hasil kerja keras timnya di Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat. Ia pun berjanji akan terus mengembangkan website Dinas Peternakan Jawa Barat menjadi lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-6235684598848577581?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/6235684598848577581/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=6235684598848577581&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/6235684598848577581" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/6235684598848577581" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/08/bravo-disnak-jabar.html" title="BRAVO DISNAK JABAR!" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-7011798754711179333</id><published>2009-08-17T20:27:00.002-07:00</published><updated>2009-08-17T20:39:50.332-07:00</updated><title type="text">KARNAVAL DOMBRUT</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Sumber.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=92724"&gt;http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=92724&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedikitnya 1.906 domba garut dari lima belas kabupaten/kota se-Jawa Barat dikumpulkan untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) klasifikasi karnaval domba terpanjang dan terbanyak di Lapangan Ciateul, Desa Jayaraga, Kec. Garut Kota, Kab. Garut, Sabtu (15/8). Panjang barisan domba yang berjajar dua baris tersebut mencapai kurang lebih 3,5 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semula, panitia hanya mendaftarkan sebanyak 1.709 domba garut untuk memecahkan rekor Muri tersebut. Namun, karena minat dari para pencinta domba garut untuk menyukseskan acara ini amat tinggi, target peserta yang telah ditentukan pun terlampaui.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Awalnya kita hanya mencatatkan rekor Muri dengan jumlah domba sebanyak 1.709, ternyata minat para pencinta domba untuk berpartisipasi dalam acara ini cukup tinggi, makanya peserta bisa melampaui target yang telah ditentukan," kata Penanggung Jawab Pemecahan Rekor Muri H. Dedi Gandi Sukmana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dedi mengungkapkan, selain untuk memperingati HUT ke-64 RI dan merekatkan tali silaturahmi antarsesama pehobi domba, tujuan dari pawai karnaval domba terpanjang ini adalah untuk menunjukkan eksistensi pemilik domba dan mengembalikan pencitraan domba garut ke daerah asal, yaitu Kabupaten Garut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Kegiatan ini sengaja kita gelar untuk menunjukkan eksistensi pemilik domba garut dan mengembalikan citra domba garut ke daerah asalnya," ujarnya. Selain pemecahan rekor Muri dengan kategori karnaval domba terpanjang dan terbanyak, acara yang digelar selama dua hari ini juga akan disambung dengan laga ketangkasan domba garut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara malam harinya warga masyarakat Garut dan pencinta domba yang datang dari tiga belas kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat juga akan dihibur dengan kesenian tradisional wayang golek dengan dalang Asep Sunandar Sunarya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dedi berharap, kegiatan seperti ini dapat merangsang peternak domba garut untuk lebih mengembangkan peternakannya, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan dijadikan salah satu bentuk nyata meningkatkan kesejahteraan para peternak domba.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara itu, perwakilan Muri J. Ngadri mengungkapkan, dari data yang telah diverifikasi tercatat ada 1.907 domba laga yang dipamerkan, dan jumlahnya melebihi target yang telah ditetapkan. "Pemecahan rekor Muri ini sah dan layak mendapat penghargaan dari Muri sebagai yang pertama melakukan karnaval domba laga terbanyak," katanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;J. Ngadri mengatakan, domba garut adalah hewan yang sangat unik karena memiliki postur gagah, tinggi, dan cantik. Meski demikian, Muri sendiri tidak punya otoritas untuk menilai kualitas domba yang diikutsertakan dalam karnaval ini. Namun, yang paling penting saat ini adalah bagaimana suatu komunitas dan peternak mampu mengumpulkan ternak terbaik dengan jumlah banyak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salah seorang peserta karnaval, Iwan Megantara (23), menyatakan, dirinya bangga memelihara domba garut sebagai ikon Kab. Garut. "Ke depan, domba sebagai ikon ini harusnya tidak hanya milik warga Garut, tetapi sudah diakui oleh seluruh masyarakat Jawa Barat juga. Kita harus bangga dengan satwa asli dari tanah Sunda," ujarnya. (A-158)***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-7011798754711179333?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/7011798754711179333/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=7011798754711179333&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/7011798754711179333" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/7011798754711179333" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/08/karnaval-dombrut.html" title="KARNAVAL DOMBRUT" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3589214614861230635.post-8362525951036619945</id><published>2009-08-15T19:43:00.002-07:00</published><updated>2009-08-15T19:48:15.940-07:00</updated><title type="text">COCO PEAT&amp; TERNAK DOMBA</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Sungguh indah sinergi pertanian dan peternakan, penggunaan coco peat (sabut kelapa) di lokasi perkebunan organik dan peternakan Villa Domba yang selama ini dicampur dengan pupuk kandang sebagai media persemaian tanaman Vanilla ternyata Insya Allah tidak sekedar suatu kombinasi yang biasa saja. Tanpa disadari sebelumnya di mana penggunaan coco peat di Villa Domba sendiri yang bercampur pupuk kandang dengan tujuan awal untuk mengikat air di musim kemarau dan menjaga kelembapan persemaian ternyata memiliki manfaat lebih dari itu, ini terungkap manakala penulis mengunjungi salah satu stand yang ada di pameran pertanian lapangan Banteng, Jakarta, ”Coco peat bagus Mas untuk tanaman Vanilla, apalagi bila dimix dengan pupuk kandang domba, pada coco peat terkandung &lt;em&gt;Trichoderma Molds&lt;/em&gt; secara alami yaitu sejenis enzim dari jamur yang dapat mengurangi penyakit dalam tanah”. ucap penjaga stand. Majulah Pertanian Organik dan Peternakan Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370387331931952642" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 360px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/Sody0yoP1gI/AAAAAAAAHtg/lrGlHQuFKmk/s400/3.Coco+Peat.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat lebih detailnya tentang Coco Peat? Daya serap air tinggi sehingga hemat air dan nutrisi (pupuk tidak terbuang), menggemburkan tanah dengan pH netral dan ramah lingkungan lebih dari 10 tahun, kadar garam rendah serta bebas bakteri dan jamur yang merugikan, mampu mengikat bau-bauan di sekitarnya terutama di kandang peternakan, menunjang pertumbuhan akar dengan cepat sehingga baik untuk pembibitan. Semakin belajar dan mengetahui tentang pengetahuan dunia pertanian dan peternakan maka semakin tersadar harapannya betapa luar biasanya potensi perkebunan, pertanian dan peternakan Indonesia! Mohon maaf bilamana terdapat kekurangan maupun kesalahan. Salam Petani Organik&amp;amp; Peternak! &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tidak sekedar pengganti media tanah ataupun campuran pupuk kandang, di negara Cina di mana sabut kelapa dibutuhkan sebagai bahan baku matras dan spring bed. Namun tersiar kabar di mana ekspor ini mulai terkendala pasokan supply sebagai akibat areal perkebunan kelapa yang terus menyusut, kebutuhan sabut kelapa dari negara Tirai Bambu Cina sendiri adalah 2000 ton per bulan! Informasi menarik lainnya, KLIK informasi menarik lainnya tentang Sabut Kelapa, Pupuk Kandang&amp;amp; Ternak Domba:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sabut Kelapa&amp;amp; Pupuk Kandang:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lib.atmajaya.ac.id/default.aspx?tabID=61&amp;amp;src=k&amp;amp;id=39700"&gt;http://lib.atmajaya.ac.id/default.aspx?tabID=61&amp;amp;src=k&amp;amp;id=39700&lt;/a&gt;: Pada situasi perekonomian sekarang ini, para petani menghadapi berbagai masalahyang semakin lama semakin menyulitkan mereka untuk bercocok tanam. Salah satunyaadalah semakin tingginya harga pupuk kandang. Jika dilihat dari cara mendapatkanpupuk kandang tersebut, pupuk kandang seharusnya tidak sulit untuk diperoleh. Olehkarena itu, salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengolah sendiripupuk tersebut dengan menggunakan mesin pencampur pupuk kandang, dimana pupukkandang dicampur dengan gabus. Gabus adalah butiran-butiran halus pada seratserabut kelapa, yang merupakan sisa dari proses pemisahan serat serabut kelapa dansangat bagus untuk dicampur dengan pupuk kandang karena memiliki kandunganKalium yang tinggi. Pengoperasian mesin ini mudah untuk dilakukan . Mekanisme mesinini cukup sederhana, yaitu poros pengaduk digerakkan oleh sabuk puli dengan sumberpenggerak motor listrik. Pupuk kandang dan gabus dimasukkan ke dalam ruangpencampuran yang nantinya akan dicampur oleh poros pengaduk yang memiliki matapisau dan keluar melalui saluran keluar. Keuntungan dari penggunaan mesin ini adalahhanya memerlukan 1 (satu) operator saja dan aman selama pengoperasian. Mesin inijuga mampu meghasilkan 42,8 kg/jam pupuk kandang yang telah tercampur dengangabus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kebutuhan Pupuk Kandang Indonesia:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nuansaonline.net/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=24&amp;amp;Itemid=33"&gt;http://nuansaonline.net/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=24&amp;amp;Itemid=33&lt;/a&gt;:Ternak sapi dewasa, kuda, dan kerbau dapat memproduksi kotoran rata-rata 3 kg/hari, kambing dan domba 0,5 kg/hari, dan ayam 200 g/hari. Apabila kotoran tersebut dikomposkan maka akan terjadi penyusutan sekitar 50%. Berdasarkan data populasi ternak pada tahun 2002 maka dalam kurun waktu satu tahun dapat diproduksi kotoran ternak basah 57,88 juta ton. Apabila kotoran tersebut dikomposkan dapat diproduksi sekitar 29 juta ton kompos per tahun. Apabila kompos tersebut dimanfaatkan sebagai sumber pupuk organik untuk tanaman pangan, maka untuk setiap musim tanam tersedia sekitar 14,5 juta ton kompos pupuk kandang. Dengan asumsi takaran pupuk organik sekitar 2 t/ha, makan luas lahan yang dapat dipupuk mencapai 7,25 juta hektar. Dengan berpedoman pada luas total lahan pertanian 24,2 juta hektar, yang terdiri atas lahan sawah 7,8 juta hektar dan lahan kering untuk pengembangan tanaman pangan 16,4 juta hektar, maka pupuk organik yang dibutuhkan sekitar 48,4 juta ton dengan takaran anjuran 2 t/ha. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3589214614861230635-8362525951036619945?l=dombagarut.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://dombagarut.blogspot.com/feeds/8362525951036619945/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3589214614861230635&amp;postID=8362525951036619945&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/8362525951036619945" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3589214614861230635/posts/default/8362525951036619945" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://dombagarut.blogspot.com/2009/08/coco-peat-ternak-domba.html" title="COCO PEAT&amp; TERNAK DOMBA" /><author><name>Agus Ramada</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12575988945600462944</uri><email>agusramadas@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" name="OpenSocialUserId" value="15822315996540583374" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_KQ0sW8ZG8_I/Sody0yoP1gI/AAAAAAAAHtg/lrGlHQuFKmk/s72-c/3.Coco+Peat.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry></feed>
