<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009</atom:id><lastBuildDate>Thu, 22 Dec 2011 17:31:05 +0000</lastBuildDate><title>*</title><description /><link>http://norlandoni.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>83</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/BMob" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="blogspot/bmob" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Education/Training</media:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle></itunes:subtitle><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Training" /></itunes:category><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-5062291523321665906</guid><pubDate>Tue, 08 Jun 2010 16:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-08T09:18:12.410-07:00</atom:updated><title>Catatan Dari Workshop Hasil Penilaian Resiko Bencana (3 - Selesai)</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tekan Resiko Bencana, Perlu Kerjasama Semua Kalangan      &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/TA5sZduGedI/AAAAAAAAARE/Jqa2z2dOkRA/s1600/bencana3.jpg.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/TA5sZduGedI/AAAAAAAAARE/Jqa2z2dOkRA/s200/bencana3.jpg.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Diukur dari tingkat exposure, kerapuhan, ketidaktahanan dan bahaya, Desa Jarak Kecamatan Wonosalam san Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung memiliki resiko bencana yang cukup tinggi. Keterlibatan multi stakeholder diyakini mampu meminimalisir ancaman banjir dan tanah longsor.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Demikian benang merah workshop Hasil Penilaian Resiko Bencana (risk assessment) di Desa Jarak dan Desa Kademangan yang diselenggarakan di Homestay Cempaka Mas Jombang, Selasa (25/5). Temuan itu berdasarkan hasil riset tim Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam-NU) Jombang di dua Desa tersebut selama 2 bulan.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Menurut Muhammad Subhan, anggota tim peneliti risk assessment di Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung mengatakan, untuk  meminimalisir ancaman banjir perlu dilakukan upaya stategis berkelanjutan  dengan melakukan penghijauan pada lahan peyangga serta perbaikan sistem tata air. Disamping itu upaya taktis dengan melakukan pengerukan sedimentasi dan pembuatan plengsengan di sungai penghubung juga perlu dilakukan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Namun, kata Subhan, upaya-upaya tersebut tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi harus melibatkan semua pihak. “Untuk  meminimalisir ancaman banjir perlu dibentuk tim advokasi multi stakeholder,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Pernyataan senada dikatakan Zainul Arif, anggota tim peneliti risk assessment di Desa Jarak Kecamatan Wonosalam. “Dengan resiko bencana yang cukup tinggi, maka perlu ada upaya peningkatan pengetahuan warga tentang pengusaan teknik pertanian organik berwawasan konservasi lingkungan. Tentunya, upaya ini harus dilakukan secara bersama-sama antar seluruh stakeholder yang terkait,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Ketua Lakpesdam NU Jombang, Muhammad Hasyim mengatakan, melihat problem yang dihadapi masyarakat Desa Jarak dan Kademangan berdasarkan hasil penilaian resiko bencana memang diperlukan kerjasama semua pihak. “Dilihat dari konteks masalah, sebenarnya ini bukan semata soal cuaca. Disitu ada masalah lingkungan, hutan, pengelolaan air dan fasilitas jalan yang harus ditangani bersama,” ujarnya, Kamis (25/5) siang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Dia menyebutkan, selain masyarakat beserta multi stakeholder lainnya, peran Perhutani sebagai pemangku hutan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan serta PDAM sebagai pihak yang memanfaatkan sumber dari pegunungan Anjasmoro sangat penting untuk meminimalisir resiko bencana di wilayah Jarak hingga daerah Mojoagung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Sementara itu, Arifah Anas, Manajer program Lakpesdam NU Jombang mengaku masih menyimpan kegalauan atas upaya penanganan resiko bencana di daerah Jarak Wonosalam. Berdasarkan hasil risk assessment di Desa Jarak, salah satu solusi penting untuk menekan resiko bencana di daerah pegunungan Anjasmoro adalah melakukan konservasi lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Namun, menurut Arifah, rekomendasi tersebut akan sia-sia jika pihak yang terkait langsung tidak terlibat. “Konservasi lingkungan itu terkait erat dengan Perhutani serta Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Jadi, kalau mereka tidak terlibat upaya itu akan sulit terlaksana,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Arifah mengatakan, dalam workshop Hasil Penilaian Resiko Bencana yang dihadiri sejumlah SKPD Jombang serta masyarakat Desa Jarak dan Kademangan, Selasa (25/5) lalu, pihaknya sebenarnya berharap ada masukan berharga dari Perhutani serta Dinas Kehutanan dan Perkebunan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; “Ada banyak masukan dari beberapa Dinas serta masyarakat yang hadir saat workshop kemarin. Tetapi, masukan-masukan itu menjadi kurang lengkap karena instansi yang terlibat dalam masalah hutan dan perkebunan tidak hadir,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Meski demikian, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Perhutani serta Dinas Kehutanan dan Perkebunan untuk menemukan solusi bersama berdasarkan hasil penilaian resiko bencana di Desa Jarak Kecamatan Wonosalam dan Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung. (Ms)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang menyampaikan tanggapan Hasil Penilaian Bencana di Desa Kademangan, Mojoagung dan Desa Jarak, Wonosalam, di Cempaka Mas Jombang, Selasa (26/5) lalu. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-5062291523321665906?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/06/catatan-dari-workshop-hasil-penilaian_08.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/TA5sZduGedI/AAAAAAAAARE/Jqa2z2dOkRA/s72-c/bencana3.jpg.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-1363323079337777096</guid><pubDate>Thu, 03 Jun 2010 17:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-03T10:40:17.299-07:00</atom:updated><title>Catatan Dari Workshop Hasil Penilaian Resiko Bencana di Jombang (2)</title><description>&lt;b&gt;Catatan Dari Workshop Hasil Penilaian Resiko Bencana di Jombang (2)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Desa Kademangan Perlu Perbaikan Sistem Tata Air&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/TAfkLe7BsqI/AAAAAAAAAQw/CXNs0Y1Hadg/s1600/risk.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="167" src="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/TAfkLe7BsqI/AAAAAAAAAQw/CXNs0Y1Hadg/s320/risk.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Setiap tahun, banjir di Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung selalu menggenangi perkampungan warga. Keterlibatan multi stakeholder diharapkan mampu menekan ancaman bahaya banjir Di Desa tersebut.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan fakta sejarah kebencanaan, Desa Kademangan, Mojoagung berulangkali mengalami bencana alam khususnya banjir. Dalam waktu 1 tahun banjir yang terjadi mencapai 6 sampai 12 kali dengan besaran yang bervariatif. Banjir paling besar terjadi pada tahun 1985, 1991, 2007 dan tahun 2008. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Muhammad Subhan, anggota tim peneliti Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam-NU) Jombang untuk melakukan penilaian resiko bencana di Desa Kademangan, banjir yang kerap melanda Desa Kademangan tidak lepas dari kondisi Desa. Secara topografi, Desa Kademangan merupakan desa yang rendah dan berpemukaan mangkok sehingga menjadi langganan banjir tahunan.&lt;span class="fullpost&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping itu, Desa kademangan merupakan desa yang dikelilingi oleh beberapa sungai. “Sebelah timur kali gunting (kali pancir), barat patak banteng, serta tengah sungai Magersari dan kali gunting yang memiliki keterkaitan dengan daerah aliran sungai di wilayah Jarak Wonosalam,” ujar Subhan, saat Workshop Hasil Penilaian Resiko Bencana, Selasa (25/5), di Homestay Cempaka Mas Jombang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, kata Subhan, dari hasil penelitian selama 2 bulan dengan metode pengumpulan data melalui observasi, pemetaan wilayah, live in, wawancara, diskusi terfokus dan pengambilan sampel, pihaknya menemukan faktor lain yang menjadi penyebab bencana banjir rutin di Desa Kademangan. Faktor-faktor itu antara lain, pendangkalan&amp;nbsp; pada aliran sungai, longsornya bibir sungai atau erosi sehingga terjadi pelebaran sungai serta pergeseran musim atau iklim yang tidak dapat diprediksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktor-faktor tersebut ditambah dengan minimnya perhatian pemerintah. “Masalah lainnya, lemahnya institusi pemerintah dalam memberikan informasi dan pengetahuan kepada warga tentang penguasaan teknik pertanian organik yang berwawasan konservasi lingkungan sehingga berdampak pada terjadinya erosi, longsor, banjir,” ungkap Subhan dihadapan ratusan warga Desa Kademangan dan Desa Jarak Kecamatan Wonosalam, serta perwakilan Dinas di lingkup Pemkab Jombang dan Ormas serta LSM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subhan menambahkan, dari penelitian dengan variabel yang menganalisa pada indikator mata pencaharian dan indikator bahaya serta kerentanan, tingkat resiko bencana di Desa Kademangan cukup tinggi. “Tingkat resiko bencana tinggi, terutama di dua dusun, yakni Pekunden dan Kebondalem. Analisis ini diukur dari exposure, kerapuhan, ketidaktahanan dan bahaya,” jelas pria yang kini menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU Jombang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengatakan, berdasarkan hasil temuan tersebut, ada beberapa langkah yang perlu segera dilakukan guna meminimalisir bahaya banjir di Desa Kademangan. “Rekomandasinya, pertama membentuk team multi stakeholder untuk penanganan banjir dan dampak banjir untuk mengatasi kebutuhan emergency masyarakat. Misalnya kebutuhan air bersih, kebutuhan dasar pokok seperti pangan, sandang dan kebersihan serta kesehatan,” ujar Subhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, lanjut Subhan, perlu juga untuk membentuk tim advokasi&amp;nbsp; multi stakeholder guna meminimalisir ancaman banjir dengan upaya stategis berkelajutan dan upaya taktis, memperkuat&amp;nbsp; upaya inovasi kelompok masyarakat dalam&amp;nbsp; mengadaptasi&amp;nbsp; bahaya banjir yang bersifat emergency maupun&amp;nbsp; bersifat adaptasi serta membudayakan pengelolaan sampah organik rumah tangga sebagai upaya&amp;nbsp; penanganan banjir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk upaya strategis yang kami maksud adalah melakukan penghijauan lahan peyangga dan perbaikan sistem tata air. Sedangkan upaya taktisnya, melakukan pengerukan sedimentasi, mendorong pembuatan plengsengan di sungai penghubung,” jelasnya. (Ms)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Foto: Muhammad Subhan, anggota tim peneliti dari Lakpesdam-NU Jombang, memaparkan hasil penilaian resiko bencana (risk assessment) di Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung, Selasa (25/5).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-1363323079337777096?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/06/catatan-dari-workshop-hasil-penilaian.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/TAfkLe7BsqI/AAAAAAAAAQw/CXNs0Y1Hadg/s72-c/risk.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-7550747370089799113</guid><pubDate>Wed, 02 Jun 2010 12:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-02T05:43:06.297-07:00</atom:updated><title>DISKUSI EKONOMI KERAKYATAN</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Sistem Perekonomian Sakit, Rakyat Harus Bangkit&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/TAZHFQZLf8I/AAAAAAAAAQs/vExlZSI09Ig/s1600/ekonomi.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="147" src="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/TAZHFQZLf8I/AAAAAAAAAQs/vExlZSI09Ig/s320/ekonomi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jombang&lt;/b&gt; –&amp;nbsp;Sistem ekonomi kerakyatan di Indonesai sedang sakit. Untuk menciptakan sistem ekonomi yang sehat dan mampu mengangkat rakyat dari keterpurukan ekonomi, masyarakat perlu mengembangkan sistem yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan rakyat kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian dikatakan KH. Sholahuddin Wahid, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Rabu (26/5) malam. Menurut Gus Sholah, untuk membangun sebuah sistem perekonomian yang baik harus dimulai dengan semangat yang jujur dan bisa dipercaya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini, kata Gus Sholah, sulit dijumpai lembaga keuangan atau perbankan yang betul-betul memperhatikan keuntungan bagi nasabah atau anggotanya. “Terkesan cukup sulit memang untuk memperbaiki sistem perekonomian di Indonesia, namun itu bukan berarti tidak bisa dilakukan,” ujarnya saat diskusi public bertajuk Ekonomi Kerakyatan di halaman kantor Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Jombang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Gus Sholah, untuk membangun perekonomian yang bisa mengentaskan rakyat dari keterpurukan, rakyat harus bangkit dengan mengandalkan diri sendiri. “Kalau perekonomian negara sudah sakit rakyat harus bangkit sendiri karena negara memang sudah tidak bisa diharapkan,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kacung Marijan, Ketua PW Lakpesdam NU Jawa Timur mengatakan, selama ini pemerintah menyuntikkan dana kepada lembaga keuangan rakyat dalam bentuk pinjaman. Namun pinjaman itu diformat seolah-olah itu adalah pertolongan dari negara kepada rakyat. “Sehingga aspek pendidikannya diabaikan. Akibatnya ya tidak sedikit lembaga keuangan rakyat yang akhirnya ambruk dan modal pun kembali menjadi milik pemerintah, sementara rakyat tidak dapat apa-apa,” kritiknya lugas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kacung mengatakan, membangun lembaga keuangan yang berbasis kerakyatan yang baik adalah jika modal diperoleh dari rakyat itu sendiri dan keuntungannya juga diperuntukkan bagi rakyat. “Dari yang saya amati itu, membangun ekonomi rakyat ya harus dimulai dengan modal rakyat yang nantinya digunakan sendiri oleh rakyat itu sendiri, jadi sangsi atas pelanggaran juga untuk diri sendiri,” tuturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ungkapan senada disampaikan Francis Wahono, Direktur Yayasan Cindelaras Paritrana Yogyakarta. Dia bahkan menawarkan Credit Union (CU) sebagai alternatif untuk membangun perekonomian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Wahono, selama ini rakyat Indonesia menjadi miskin karena beberapa faktor. “Satu, tidak disediakannya lapangan pekerjaan yang layak, dua tidak pernah menyisihkan sedikit uang untuk menabung. Seperti itulah problemnya sehingga rakyat Indonesia tetap miskin,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahono menjelaskan, sebagai media membangun ekonomi rakyat, Credit Union (CU) merupakan alternatif sederhana dan cocok. Karena dalam prakteknya, CU tidak mengutamakan pemodal besar. “CU itu tidak mengutamakan pemodal besar. Kalau ada yang punya banyak uang ya harus berlagak menjadi pemodal kecil. Ikuti aturan rakyat mengumpulkan sedikit demi sedikit lalu dipinjam sendiri.” (Ms/Er)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-7550747370089799113?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/06/diskusi-ekonomi-kerakyatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/TAZHFQZLf8I/AAAAAAAAAQs/vExlZSI09Ig/s72-c/ekonomi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-8342759881119031953</guid><pubDate>Fri, 28 May 2010 04:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-27T21:34:57.846-07:00</atom:updated><title>Resiko Bencana Tinggi, Desa Jarak Perlu Konservasi Lingkungan</title><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Dari Workshop Hasil Penilaian Resiko Bencana di Jombang (1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;Kondisi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S_9HO9fnlFI/AAAAAAAAAQk/RpaxBnAUXis/s1600/bencana.jpg.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 152px; height: 95px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S_9HO9fnlFI/AAAAAAAAAQk/RpaxBnAUXis/s400/bencana.jpg.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476173994256733266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;hutan yang rapuh dan dampak perubahan iklim menambah potensi terjadinya bencana alam di Kabupaten &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;Jombang. Bencana alam tersebut berupa banjir dan tanah longsor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah melakukan penelitian selama 2 bulan untuk melakukan penilaian terhadap resiko bencana di Desa Jarak Kecamatan Wonosalam dan Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Jombang menyimpulkan, tingkat resiko bencana alam di dua Desa tersebut cukup tinggi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan tersebut disampaikan dalam Workshop Hasil Risk Assesment (Penilaian Resiko Bencana) di Desa Jarak dan Desa Kademangan di Homestay Cempaka Mas Jombang, Selasa (25/5). Ratusan peserta dari kedua Desa tersebut turut mengikuti pemaparan hasil penilaian resiko bencana di Desa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil risk assessment di Desa Jarak Kecamatan Wonosalam disampaikan Zainul Arif, anggota tim peneliti di wilayah Desa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Zainul, dari data yang dikumpulkan dengan metode observasi, pemetaan wilayah, live in, wawancara, diskusi terfokus dan pengambilan sampling, di wilayah Desa yang berada di pegunungan Anjasmoro tersebut memiliki tingkat resiko bencana yang cukup tinggi. “Tingkat resiko bencana masyarakat Desa Jarak sangat tinggi jika diukur dari nilai exposure, kerapuhan, ketidaktahanan, bahaya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan tersebut, kata Zainul, didasarkan pada variabel yang mengkaji pada indikator mata pencaharian, serta indikator bahaya dan kerentanan. “Untuk indikator bahaya, kita mengkaji seberapa sering bencana terjadi di wilayah Jarak dan bagaimana dampak kepada masyarakat,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainul mengungkapkan, berdasarkan fakta sejarah kebencanaan yang terjadi di Desa Jarak Kecamatan Wonosalam, wilayah tersebut menyimpan potensi bencana yang patut diwaspadai semua pihak. Ia menyebutkan, pada tahun 1984 pernah terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor yang menyebabkan 4 ternak hilang, 3 jembatan hilang dan 10 rumah hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2004 terjadi bencana serupa yang menyebabkan 5 rumah penduduk rusak, 22 ternak kambing dan 3 jembatan hilang, serta 2 plengsengan rusak berat dan 17 Hektar kebun warga hilang sepanjang DAS. Disamping itu, bencana tersebut juga menyebabkan jalan hilang atau putus sepanjang 175 m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, pada tahun 2006, 2 jembatan rusak dan 26 rumah hilang akibat banjir dan tanah longsor. Bencana alam tersebut menyebabkan sebuah tempat ibadah juga rusak, 3 Plengsengan rusak berat, 26 ternak hilang dan kebun warga hilang. “Saat itu kerugian ditaksir sampai Rp. 1,4 Milyar. Itupun belum termasuk kerugian psikologi dan tenaga sukarela warga untuk upaya normalisasi jalan dan jembatan,” jelas Zainul Arif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil risk assessment tersebut, tim peneliti dan masyarakat desa Jarak merekomendasikan beberapa langkah sebagai bentuk antisipasi bencana alam di wilayah Desa Jarak. Rekomendasi itu diantaranya, peningkatan pengetahuan warga tentang penguasaan teknik pertanian organik berwawasan konservasi lingkungan. “Selain itu, perlu juga untuk memperkuat analisis preventif terkait dengan situasi emergensi kebencanaan fasilitas umum, seperti jalan, drainase, teras siring, plengsengan, jembatan, terkait dengan longsor, banjir,” ujar Zainul Arif. (Ms)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-8342759881119031953?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/05/resiko-bencana-tinggi-desa-jarak-perlu.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S_9HO9fnlFI/AAAAAAAAAQk/RpaxBnAUXis/s72-c/bencana.jpg.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-2729351140507151925</guid><pubDate>Thu, 27 May 2010 13:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-27T21:51:15.896-07:00</atom:updated><title>Limbah Pertanian Bisa Dimanfaatkan untuk Pakan Ternak</title><description>&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;i&gt;&lt;b&gt;Catatan Dari Loka Latih Petani Jombang&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S_50Jpf_VDI/AAAAAAAAAQg/Nw3SfwtkjFU/s1600/pakan+ternak.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S_50Jpf_VDI/AAAAAAAAAQg/Nw3SfwtkjFU/s1600/pakan+ternak.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Salah satu faktor penentu suksesnya usaha  peternakan adalah pemberian pakan ternak. Pemberian pakan yang sesuai  baik secara kualitas maupun kuantitasnya sangat penting bagi tumbuh dan  berkembangnya ternak sesuai dengan potensi genetisnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu (22/5) pagi, 39 petani dari sejumlah Kecamatan di Jombang berkumpul di sebuah musholla di Dusun Pulogedang, Desa Pulogedang, Kecamatan Tembelang. Mereka tidak sedang mengikuti acara pengajian layaknya kegiatan-kegiatan keagamaan yang kerap diselenggarakan di Musholla. Namun, para petani ini sedang beradu fikir untuk menggabungkan usaha pertanian dan peternakan dengan memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus, Loka Latih Petani selama 2 hari yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU serta Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU) Jombang diarahkan pada usaha pengembangan peternakan dengan memanfaatkan limbah pertanian.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Diskusi dibuka dengan ungkapan beberapa petani yang merasa kesulitan mengembangkan usaha peternakan karena terbentur berbagai faktor. Ketersediaan pakan ternak merupakan faktor dominan selain terbatasnya ketersediaan modal. “Kami maunya bisa mendapat pakan dengan mudah dan murah,” ujar petani asal Kecamatan Perak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi hal ini, Muhammad Subhan, Ketua LP2NU mengatakan, pada umumnya, dalam memelihara ternak petani masih menggunakan metode ekstensif tradisional dengan sumber pakannya hanya bertumpu pada rumput lapangan yang tumbuh di pinggir jalan, sungai, pematang sawah dan tegalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Subhan,metode beternak secara ekstensif tradisional,lambat laun akan menyulitkan petani dan peternak dalam penyediaan pakan Apalagi, rumput hijau sebagai bahan utama pakan ternak tidak tersedia sepanjang tahunPada musim hujan produksi pakan berlimpah sedang musim kemarau relatif sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tergantung pada pergantian musim, keberadaan rumput hijau sebagai pakan ternak juga akan terus berkurang seiring dengan makin sempitnya lahan pertanian. Karena itu, kata Subhan, petani dan peternak perlu menyiapkan langkah antisipasi agar kebutuhan pakan bagi ternaknya bisa terus dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya untuk mendapatkan pakan ternak yang mudah dan bergizi itu bisa dilakukan. Disekitar kita banyak sumber pakan yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan, termasuk limbah pertanian yang selama ini tidak dimanfaatkan.” ujar Subhan.&lt;br /&gt;Ia menyebutkan, jerami padi, rendeng kedelai, batang jagung, kulit kopi serta limbah pertanian lainnya bisa digunakan sebagai pakan ternak yang memenuhi standar gizi bagi perkembangan ternak. “Cara membuatnya pun tidak sulit,” lanjut alumni Politeknik Pertanian Negeri Jember ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, ujar Subhan, telah berkembang teknologi fermentasi yang merupakan proses perombakan struktur keras secara fisik, kimia dan biologi. Proses fermentasi akan merubah struktur bahan yang asalnya keras menjadi lebih sederhana. Sehingga, daya cerna ternak menjadi lebih efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai berdiskusi panjang lebar, petani melakukan praktek bersama tentang pembuatan pakan ternak komplit dengan sejumlah bahan yang berasal dari berbagai Kecamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Muhammad Syafi’i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pembuatan Pakan Ternak Komplit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bahan :&lt;br /&gt;§    Tongkol jagung                 3  kg&lt;br /&gt;§    Jerami kedelai                  2  kg&lt;br /&gt;§    Slamper                 ½  kg&lt;br /&gt;§    Dedak halus (bekatul)                 2  kg&lt;br /&gt;§    Kulit kopi                    1½ kg&lt;br /&gt;§    Ampas tahu yang dikering angin         1   kg&lt;br /&gt;§    Molase/tetes tebu                30  cc&lt;br /&gt;§    Mikroba                    15  cc&lt;br /&gt;§    Garam                          1 sendok teh&lt;br /&gt;§    Air                          2 liter&lt;br /&gt;2. Alat :&lt;br /&gt;§    Sekrop&lt;br /&gt;§    Timba&lt;br /&gt;§    Kotak kayu&lt;br /&gt;§    Plastik&lt;br /&gt;§    Pengaduk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cara Pembuatan :&lt;br /&gt;§    Campur ampas tahu dengan dedak halus dan slamper jagung sampai rata.&lt;br /&gt;§    Campur tongkol jagung dengan jerami kedelai dan kulit kopi sampai rata.&lt;br /&gt;§    Kedua campuran dicampur dengan membalik-balik agar rata,&lt;br /&gt;§    Buat larutan induk dengan cara mencampur molase/tetes tebu dengan mikroba pakan ternak, Supleemen, garam dan air sebanyak 2 liter.&lt;br /&gt;§    Siramkan larutan induk pada campuran bahan sambil dibalik-balik agar dapat merata pemberian larutan&lt;br /&gt;§    Tumpuk dan tutup dengan plastik penutup&lt;br /&gt;§    Biarkan sampai 7 hari, lakukan pembalikan setiap 2 hari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-2729351140507151925?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/05/limbah-pertanian-bisa-dimanfaatkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S_50Jpf_VDI/AAAAAAAAAQg/Nw3SfwtkjFU/s72-c/pakan+ternak.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-8000897059322596047</guid><pubDate>Wed, 05 May 2010 07:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-05T00:59:38.384-07:00</atom:updated><title>PESTISIDA ORGANIK</title><description>&lt;b&gt;PESTISIDA ORGANIK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tumbuhan penghasil pestisida nabati dibagi menjadi lima kelompok, yaitu:&lt;br /&gt;
1.&lt;b&gt;Kelompok tumbuhan insektisida nabati&lt;/b&gt;, adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali hama insekta. Contoh tumbuhan dari kelompok ini adalah: piretrium, aglaia, babadotan, bengkuang, bitung, jaringau, saga, serai, sirsak, srikaya.&lt;br /&gt;
2.&lt;b&gt;Kelompok tumbuhan antraktan atau pemikat&lt;/b&gt;, adalah tumbuhan yang menghasilkan suatu bahan kimia yang menyerupai sex pheromon pada serangga betina. Bahan kimia tersebut akan menarik serangga jantan, khususnya hama lalat buah dari jenis Bactrocera dorsalis. Contoh tumbuhan dari kelompok ini adalah: daun wangi dan selasih.&lt;br /&gt;
3.&lt;b&gt;Kelompok tumbuhan rodentisida nabati&lt;/b&gt;, adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali hama rodentia. Tumbuh-tumbuhan ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai penekan kelahiran (efek aborsi atau kontrasepsi) dan penekan populasi, yaitu meracuninya. Tumbuhan yang termasuk kelompok penekan kelahiran umumnya mengandung steroid, sedangkan yang tergolong penekan populasi biasanya mengandung alkaloid. Dua jenis tumbuhan yang sering digunakan sebagai rodentisida nabati adalah jenis gadung KB dan gadung racun.&lt;br /&gt;
4.&lt;b&gt;Kelompok tumbuhan moluskisida&lt;/b&gt;, adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali hama moluska. Beberapa tanaman menimbulkan pengaruh moluskisida, diantaranya: daun sembung, akar tuba, patah tulang dan tefrosia (kacang babi).&lt;br /&gt;
5.&lt;b&gt;Kelompok tumbuhan pestisida serba guna&lt;/b&gt;, adalah kelompok tumbuhan yang tidak berfungsi hanya satu jenis saja, misalnya insektisida saja, tetapi juga berfungsi sebagai fungisida, bakterisida, moluskisida, nematisida dan lainnya. Contoh tumbuhan dari keompok ini adalah: jambu mete, lada, mimba, mindi, tembakau dan cengkih.&lt;br /&gt;
Pestisida nabati dapat membunuh atau mengganggu serangan hama dan penyakit melalui cara kerja yang unik, yaitu dapat melalui perpaduan berbagai cara atau secara tunggal. Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik, yaitu : &lt;br /&gt;
·merusak perkembangan telur, larva dan pupa&lt;br /&gt;
·menghambat pergantian kulit&lt;br /&gt;
·mengganggu komunikasi serangga&lt;br /&gt;
·menyebabkan serangga menolak makan&lt;br /&gt;
·menghambat reproduksi serangga betina&lt;br /&gt;
·mengurangi nafsu makan&lt;br /&gt;
·memblokir kemampuan makan serangga&lt;br /&gt;
·mengusir serangga&lt;br /&gt;
·menghambat perkembangan patogen penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pestisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan. Keunggulan pestisida nabati adalah :&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
·murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani&lt;br /&gt;
·relatif aman terhadap lingkungan&lt;br /&gt;
·tidak menyebabkan keracunan pada tanaman&lt;br /&gt;
·sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama&lt;br /&gt;
·kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain&lt;br /&gt;
·menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.  &lt;br /&gt;
Sementara, kelemahannya adalah : &lt;br /&gt;
(1) daya kerjanya relatif lambat; &lt;br /&gt;
(2) tidak membunuh jasad sasaran secara langsung; &lt;br /&gt;
(3) tidak tahan terhadap sinar matahari;&lt;br /&gt;
(4) kurang praktis;&lt;br /&gt;
(5) tidak tahan disimpan&lt;br /&gt;
(6) kadang-kadang harus disemprotkan berulang-ulang.&lt;br /&gt;
Pestisida nabati dapat diaplikasikan dengan menggunakan alat semprot (sprayer) gendong seperti pestisida kimia pada umumnya.  Namun, apabila tidak dijumpai alat semprot, aplikasi pestisida nabati dapat dilakukan dengan bantuan kuas penyapu (pengecat) dinding atau merang yang diikat. Caranya, alat tersebut dicelupkan kedalam ember yang berisi larutan pestisida nabati, kemudian dikibas-kibaskan pada tanaman. Supaya penyemprotan  pestisida  nabati memberikan hasil yang baik, butiran semprot harus diarahkan ke bagian tanaman dimana jasad sasaran berada.  Apabila sudah tersedia ambang kendali hama, penyemprotan pestisida nabati sebaiknya berdasarkan ambang kendali. Untuk menentukan ambang kendali, perlu dilakukan pengamatan hama seteliti mungkin.  Pengamatan yang tidak teliti dapat mengakibatkan hama sudah terlanjur besar pada pengamatan berikutnya dan akhirnya sulit dilakukan pengendalian.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;RESEP BIO PESTISIDA NABATI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tanaman Aromatik/atraktan disebabkan mengandung methyl euganol untuk penjebak Lalat buah/serangga :&lt;br /&gt;
Selasih (Ocimum.sp) dan Melaleuca Bracteata &lt;br /&gt;
Pestisida dari ikan mujair dapat mengatasi hama tanaman terong dan pare. Cara membuat pestisida organik dari ikan mujair : 1 kg ikan mujair dari empang, dimasukkan ke plastik, dibiarkan selama 3 hari. Kemudian direbus dengan dua liter air selama dua jam dan disaring. Dapat digunakan secara langsung atau ditambahkan tembakau dahulu.&lt;br /&gt;
Pestisida organik lainnya dapat diperoleh dari biji mahoni, kunyit, jahe, serai dan cabe. Pembuatannya dengan dihaluskan, diberi air, diperas dan disaring. Untuk cabe saat penyemprotan harus hati-hati jangan sampai berbalik arah mengenai manusia.&lt;br /&gt;
Pestisida dari mahoni untuk mengatasi hama tanaman terong dan pare. Kunyit, jahe, serai untuk mengatasi jamur tanaman dan buah. Cabe untuk mengatasi semua jenis hama kecuali hama di dalam tanah&lt;br /&gt;
Menanggulangi penyakit keriting pada cabai, Bahan: brotowali satu kilogram (atau daun-daunan yang pahit), kapur 10 sendok makan, kunyit satu kilogram.Cara membuat: Ketiga bahan ditumbuk dan diambil airnya lalu dicampur dengan air 30-50 liter. Bahan ini siap digunakan untuk mengendalikan penyakit keriting pada cabai.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
Mencegah semut pada persemaian&lt;/b&gt;, Bahan: kunir satu ons, laos satu onsCara pembuatan: kunir dan laos dihaluskan kemudian ditambah air secukupnya lalu disaring.Cara pemakaian: larutan hasil saringan dimasukkan dalam penyemprot yang sudah berisi air (10 liter), semprotkan di lahan sehari sebelum digunakan untuk menyemai tanaman dan diulang tiga hari sesudah tanaman disemai.&lt;span class="baca selanjutnya"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengendalian ulat pada tanaman padi, Bahan: tanaman sere (seluruh bagian dan air).Cara pembuatan: tanaman sere (250 gram) ditumbuk sampai halus. Tambahkan air secukupnya (empat gelas). Saringlah agar diperoleh cairan sere.Cara pemakaian: larutan dicampur dengan 13 liter air. Semprotkan pada tanaman padi yang terserang ulat (hama putih, penggulung daun, penggerek batang). Untuk penggerek batang satu minggu setelah dijumpai adanya telur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendalikan ulat pada tanaman tomat, cabai, melon dan semangka, Bahan: puntung rokok satu ons dan air tujuh liter.Cara pembuatan: masukkan puntung rokok dalam air. Biarkan selama 4–7 hari. Saringlah agar diperoleh air larutan yang bersih. Gunakan untuk mengendalikan hama yang menyerang tanaman. Penyemprotan pada pagi dan sore hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengendalian ulat grayak dan wereng, Bahan: 250 gram daun sirsak segar, air ½ liter.Cara pembuatan: daun sirsat yang masih segar ditumbuk halus ditambah dengan air kemudian disaring.Pemakaian: campurlah saringan air sirsat segar tersebut dengan air 14 liter dan semprotkan pada tanaman yang terserang hama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit keriting pada cabai, Bahan: abu dapur dua kilogram, tembakau ¼ kg, belerang tiga ons.Cara pembuatan: ketiga bahan direndam dalam air selama 3–5 hari. Saring air rendaman tersebut dan semprotkan pada tanaman yang terkena penyakit keriting.Cara yang lain, bisa juga dengan menaburkan secara langsung abu dapur pada tanaman yang terserang penyakit keriting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendalikan hama wereng, Bahan: kecubung dua butir, jenu satu kilogram.Cara pembuatan: kedua bahan direbus dengan air sampai mendidih. Saringlah air tersebut. Cara penggunaan: setiap satu liter air rebusan dicampur dengan 16 liter air. Semprotkan pada tanaman yang terserang hama wereng. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendalikan ulat grayak, ulat lain dan serangga, Bahan: segenggam daun gamal (satu kilogram), lima liter air, 250 mg tembakau rokok (sudah dirokok).Cara membuat: segenggam pucuk daun gamal ditumbuk halus. Campurlah dengan air kemudian rebuslah. Dinginkan kemudian tambahkan tembakau dan aduklah hingga air berubah menjadi agak kehitaman/kemerahan.Cara penggunaan: setiap 250 cc air larutan dicampur dengan air 10 liter. Gunakan untuk mengendalikan hama yang menyerang tanaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hama walangsangit, Bahan: brotowali satu kilogram dan kecubung dua butir.Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan air satu liter. Air rebusan kemudian disaring. Campuran larutan tersebut dengan air 16 liter. Gunakan untuk mengendalikan hama walangsangit yang menyerang tanaman. Penyemprotan pada pagi dan sore hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk Mengendalikan Hama Secara Umum, Bahan :Daun nimba 8 kg, lengkuas 6 kg, serai 6 kg, deterjen 20 gram, air 20 liter.Cara Pembuatan Daun nimba, lengkuas, dan serai ditumbuk. Seluruh bahan diaduk merata dalam 20 liter air, lalu direndam selama 24 jam. Keesokan harinya larutan disaring dengan kain halus. Larutan hasil penyaringan ditambah diterjen dan diencerkan dengan 60 liter air, bisa digunakan untuk luas 1 ha. Semprotkan pada tanaman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk Mengendalikan Hama pada Bawang Merah, Bahan :Daun nimba 1 kg, umbi gadung racun 2 buah, deterjen sedikit berfungsi sebagai pelekat daun, air 20 liter.Cara Pembuatan :Daun nimba dan umbi gadung ditumbuk halus. Selanjutnya seluruh bahan diaduk merata dlam 20 liter air, dan diendapkan semalam. Keesokan harinya larutan disaring dengan kain halus dan tambahkan diterjen. Semprotkan pada tanaman bawang merah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ramuan untuk mengendalikan Trips pada cabe, Bahan :Daun sirsak 50-100 lembar, deterjen atau sabun colek 16 gram dan air 5 liter Cara Pembuatan Daun sirsak ditumbuk halus dicampur dengan 5 liter air dan diendapkan semalam. Keesokan harinya larutan disaring dengan kain halus. Setiap 1 liter hasil saringan diencerkan dengan 10-15 liter air. Larutan siap disemprotkan ke seluruh tanaman cabe.&lt;br /&gt;
Ramuan untuk mengendalikan Trips, Aphid, dan kutu daun, Bahan:Daun pamor-pamor 2, 5 kg dan air 7,5 liter .Cara Pembuatan&lt;br /&gt;
Daun pamor-pamor ditumbuk (blender) sampai halus, kemudian tambahkan air (konsentrasi 25 %) dan permentasikan selama 1 hari. Kemudian saring ekstraknya dan tambahkan diterjen sebanyak 5 gram. Semprotkan pada tanaman. &lt;br /&gt;
Ramuan untuk mengendalikan penyakit Antraknose, BahanRimpang lengkuas 1 kg dan air 2 liter .Cara Pembuatan&lt;br /&gt;
Iris rimpang lengkuas, tempatkan pada niru dan jemur sampai kering. Kemudian cincang rimpang lengkuas sampai kecil-kecil. Selanjutnya masukkan 2 l air ke dalam panci suling, panaskan dengan nyala api yang kecil dengan kompor gas/kompor minyak, lalu masukkan rimpang lengkuas tadi ke dalam panci penguapan. Air hasil sulingan ditampung pada beaker glass. Semprotkan air sulingan tersebut dengan kosentrasi 15 % pada tanaman yang terserang Antraknose secara merata. Waktu aplikasi sebaiknya pada sore hari&lt;br /&gt;
Pestisida nabati daun mimba dan umbi gadung efektif untuk mengendalikan ulat dan Hama pengisap, Bahan: Daun mimba,Umbi gadung,Detergen,Air Alat: Timbangan Alat penumbuk Tempat pencampuran Pengaduk Saringan.Cara Pembuatan: Cara pembuatan pestisida nabati daun mimba dan umbi gadung adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;
1.Tumbuk halus 1 kg daun mimba dan 2 buah umbi gadung racun, tambah dengan 20 liter air + 10 g detergen, aduk sampai rata&lt;br /&gt;
2.Diamkan rendaman tersebut selama semalam.&lt;br /&gt;
3.Saring larutan hasil rendaman dengan kain halus.&lt;br /&gt;
4.Semprotkan larutan hasil penyaringan ke pertanaman.&lt;br /&gt;
- Bacillus thuringiensis, mengendalikan P. xylostella dan C. binotalis pada kubis&lt;br /&gt;
- Ramuan Nimba (Azadirachta indica) Lengkuas (Zingiber aromaticum), dan Serai (Andropogon nardus), mengendali-kan belalang, Kutu daun, Trips dan Aphid.&lt;br /&gt;
- Daun Sirsak, mengendaliak Trips pada cabe.&lt;br /&gt;
- Daun/sulingan minyak Selasih (Ocimum sanctum) mengen-dalikan lalat buah.&lt;br /&gt;
- Sulingan minyak lengkuas, mengendalikan lalat buah dan penyakit Antraknose pada cabe.&lt;br /&gt;
- Daun Pamor-pamor/Ki tolod (Laurentia longiflora), mengendalikan Aphid, dan Kutu daun&lt;br /&gt;
Untuk Mengendalikan Hama secara Umum. Bahan: Daun Mimba : 8 kg, Lengkuas : 6 kg, Serai : 6 kg, Diterjen/Sabun Colek : 20 gr, Air : 80 liter.&lt;br /&gt;
Cara Membuat : Daun mimba, lengkuas dan semi ditumbuk halus dicampur dengan diterjen/sabun colek lalu tambahkan 20 liter air diaduk sampai merata. Direndam selama 24 jam&lt;br /&gt;
kemudian saring dengan kain halus. Larutan akhir encerkan dengan 60 liter air. Larutan tersebut disemprotkan pads tanaman untuk luasan 1 hektar. &lt;br /&gt;
Untuk Mengendalikan Hama Trips pada Cabai, Bahan: Daun Sirsak 50 - 100 lembar, Deterjen/Sabun Colek 15 gr, Air 5 liter.&lt;br /&gt;
Cara Membuat : Daun sirsak ditumbuk halus dicampur dengan 5 liter air.Direndam selama 24 jam, saying dengan kain halus.Setiap liter Iarutan dapat diencerkan dengan 10 - 15liter air.Aplikasi dengan menyemprotkan larutan tersebut pada seluruh bagian tanaman yang ada hamanya. &lt;br /&gt;
Ramuan untuk Mengendalikan Hama Belalang dan Ulat. Bahan : Daun Sirsak 50 lembar,Daun Tembakau satu genggam, Deterjen/Sabun Colek 20 gr. Air 20 liter.&lt;br /&gt;
Cara membuat :Daun sirsak dan tembakau ditumbuk halus. Tambahkan deterjen/sabun colek aduk dengan 20 liter air, endapkan 24 jam. Disaring dengan kain halus dan diencerkan dengan 50 -60 liter air, aplikasi dengan cara disemprotkan. &lt;br /&gt;
Ramuan untuk Mengendalikan" Hama Wereng Coklat, Penggerek Batang dan Mematoda. Bahan: -Biji Mimba 50 gr, Alkohol 10 cc, Air 1 liter. Cara membuat : Biji mimba ditumbuk halus dan diaduk dengan 10 cc alkohol, encerkan dengan 1 liter air, endapkan selama 24 jam, wring dan dapat disemprotkan pada tanaman/serangga hama.&lt;br /&gt;
Ramuan untuk Mengendalikan Hama Tanaman Bawang Merah. Bahan :Daun Mimba 1 kg, Umbi Gadung Racun 2 buah, Deterjen/Sabun Colek sedikit,Air 20 liter. Cara membuat :Daun mimba dan umbi gadung ditumbuk halus, ditambah deterjen/sabun colek aduk dengan 20 liter air, endapkan 24 jam, saring dan dapat disemprotkan pada tanaman. Bahan : Limbah daun tembakau 200 kg. &lt;br /&gt;
Cara membuat :Dihancurkan/ ditumbuk dihaluskan, cara aplikasi tumbuhan dan tembakau ditaburkan bersama pemupukan untuk 1 hektar. Limbah dan tembakau itu baik untuk mengendalikan penyakit karena jamur, bakteri dan mematoda. &lt;br /&gt;
Ramuan untuk Mengendalikan Tikus. Bahan : Umbi Gadung Racun 1 kg, Dedak padi. 10 kg, Tepung ikan 1 ons, Kemiri sedikit,Air sedikit. Cara membuat: Umbi dikupas, dihaluskan, semua bahan dicampurkan tambah air dibuat pelet. Sebarkan pelet dipematang sawah tempat tikus bersarang. Mimba (Azadiracta indica) Cara pembuatannya dapat dilakukan dengan mengambil 2 genggam bijinya, kemudian ditumbuk.  Campur dengan 1 liter air, kemudian diaduk sampai rata.   Biarkan selama 12 jam, kemudian disaring.  Bahan saringan tersebut merupakan bahan aktif yang penggunaannya&lt;br /&gt;
harus ditambah dengan air sebagai pengencer. Cara lainnya adalah dengan menggunakan daunnya sebanyak 1 kg yang direbus dengan 5 liter air. Rebusan ini diamkan selama 12 jam, kemudian saring.  Air saringannya merupakan bahan pestisida alami yang dapat digunakan sebagai pengendali berbagai hama tanaman.&lt;br /&gt;
TANAMAN NABATI &lt;br /&gt;
Tembakau (Nicotium tabacum)&lt;br /&gt;
Tembakau diambil batang atau daunnya untuk digunakan sebagai bahan pestisida alami.  Caranya rendam batang atau daun tembakau selama 3 - 4 hari, atau bisa juga dengan direbus selama 15 menit.  Kemudian biarkan dingin lalu saring.  Air hasil saringan ini bisa digunakan untuk mengusir berbagai jenis hama tanaman.&lt;br /&gt;
Tuba, Jenu (Derriseleptica)&lt;br /&gt;
Bahan yang digunakan bisa dari akar dan kulit kayu. Caranya dengan menumbuk bahan tersebut sampai betul-betul hancur.   Kemudian campur dengan air untuk dibuat ekstrak.  Campur setiap 6 (enam) sendok makan ekstrak tersebut dengan 3 liter air.  Campuran ini bisa digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama tanaman.&lt;br /&gt;
Temu-temuan (Temu Hitam, Kencur, Kunyit)&lt;br /&gt;
Bahan diambil dari rimpangnya, yang kemudian ditumbuk halus dengan dicampur urine (air kencing) sapi. Campuran ini diencerkan dengan air dengan perbandingan 1 : 2 - 6 liter.  Gunakan untuk mengendalikan berbagai jenis serangga penyerang tanaman.&lt;br /&gt;
Kucai (Allium schonaoresum)&lt;br /&gt;
Kalau menggunakan kucai, cara meramunya adalah dengan menyeduhnya, yang kemudian didinginkan.  Kemudian saring.  Air saringannya ini mampu untuk memberantas hama yang biasanya menyerang tanaman mentimun.&lt;br /&gt;
Bunga Camomil (Chamaemelum spp)&lt;br /&gt;
Bunga yang sudah kering diseduh, kemudian dinginkan dan saring.  Gunakan air saringan tersebut untuk mencegah damping off atau penyakit rebah.&lt;br /&gt;
Bawang Putih (Allium sativum)&lt;br /&gt;
Bawang putih, begitu juga dengan bawang bombai dan cabai, digiling, tambahkan air sedikit, dan kemudian diamkan sekitar 1 jam.   Lalu berikan 1 sendok makan deterjen, aduk sampai rata, dan kemudian ditutup.  Simpan di tempat yang dingin selama 7 - 10 hari.  Bila ingin menggunakannya, campur ekstrak tersebut dengan air.  Campuran ini berguna untuk membasmi berbagai hama tanaman, khususnya hortikultura.&lt;br /&gt;
Abu Kayu&lt;br /&gt;
Abu sisa bakaran kayu ditaburkan di sekeliling perakaran tanaman bawang bombay, kol atau lobak dengan tujuan untuk mengendalikan root maggot.  Abu kayu ini bisa juga untuk mengendalikan serangan siput dan ulat grayak.  Caranya, taburkan di sekeliling parit tanaman.&lt;br /&gt;
Mint (Menta spp)&lt;br /&gt;
Daun mint dicampur dengan cabai, bawang daun dan tembakau.  Kemudian giling sampai halus untuk diambil ekstraknya.  Ekstrak ini dicampur dengan air secukupnya.  Dari ekstrak tersebut bisa digunakan untuk memberantas berbagai hama yang menyerang tanaman.&lt;br /&gt;
Kembang Kenikir (Tagetes spp)&lt;br /&gt;
Ambil daunnya 2 genggam, kemudian campur dengan 3 siung bawang putih, 2 cabai kecil dan 3 bawang bombay.  Dari ketiga bahan tersebut dimasak dengan air lalu didinginkan.  Kemudian tambahkan 4 - 5 bagian air, aduk kemudian saring.  Air saringan tersebut dapat digunakan untuk membasmi berbagai hama tanaman.&lt;br /&gt;
Cabai Merah (Capsium annum)&lt;br /&gt;
Cara pembuatannya dengan mengeringkan cabai yang basah dulu.  Kemudian giling sampai menjadi tepung.  Tepung cabai tersebut kalau dicampur dengan air dapat digunakan untuk membasmi hama tanaman.&lt;br /&gt;
Sedudu&lt;br /&gt;
Sedudu (sejenis tanaman patah tulang) diambil getahnya.  Getah ini bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan berbagai hama tanaman.&lt;br /&gt;
Kemanggi (Ocimum sanetu)&lt;br /&gt;
Cara pembuatannya: kumpulkan daun kemangi segar, kemudian keringkan.  Setelah kering, baru direbus sampai mendidih, lalu didinginkan dan disaring.  Hasil saringan ini bisa digunakan sebagai pestisida alami.&lt;br /&gt;
Dringgo (Acarus calamus)&lt;br /&gt;
Akar dringgo dihancurkan sampai halus (menjadi tepung), kemudian dicampur dengan air secukupnya.  Campuran antara tepung dan air tersebut dapat digunakan sebagai bahan pembasmi serangga.&lt;br /&gt;
Tembelekan (Lantara camara)&lt;br /&gt;
daun dan cabang tembelekan dikeringkan lalu dibakar. Abunya dicampur air dan dipercikkan ke tanaman yang terserang hama, baik yang berupa kumbang maupun pengerek daun.&lt;br /&gt;
Rumput Mala (Artimista vulgaris)&lt;br /&gt;
Caranya bakar tangkai yang kering dari rumput tersebut.  Kemudian manfaatkan asap ini untuk mengendalikan hama yang menyerang suatu tanaman.&lt;br /&gt;
Tomat (Lycopersicum eskulentum)&lt;br /&gt;
Gunakan batang dan daun tomat, dan dididihkan. Kemudian biarkan dingin lalu saring.  Air dari saringan ini bisa digunakan untuk mengendalikan berbagai hama tanaman.&lt;br /&gt;
Gamal (Gliricidia sepium)&lt;br /&gt;
Daun dan batang gamal ditumbuk, beri sedikit air lalu ambil ekstraknya.  Ekstrak daun segar ini dan batang gamal ini dapat digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama tanaman, khususnya jenis serangga.&lt;br /&gt;
Bunga Mentega (Nerium indicum)&lt;br /&gt;
Gunakan daun dan kulit kayu mentega dan rendamlah dalam air biasa selama kurang lebih 1 jam, kemudian disaring.  Dari hasil saringan tadi dapat digunakan untuk mengusir semut.&lt;br /&gt;
BERIKUT BEBERAPA HAMA DAN PENGENDALI ALAMINYA &lt;br /&gt;
1. Kutu Putih pada daun atau batang. Dapat digunakan siung bawang putih yang ditumbuk dan diperas airnya serta dicampurkan dengan air sesuai dosis yang diperlukan. Jika kutu melekat erat pada tanaman, dapat digunakan campuran sedikit minyak kelapa. Semprotkan campuran tersebut pada tanaman yang terserang hama. &lt;br /&gt;
2. Tikus. Buah jengkol dapat ditebarkan di sekitar tanaman atau di depan lubang sarang tikus. Atau dengan merendam irisan jengkol pada air selama 2 hari. Lalu semprotkan pada tanaman padi yang belum berisi akan menekan serangan walang sangit. &lt;br /&gt;
3. Berbagai serangga. Air rebusan cabai rawit yang telah dingin dan dicampur dengan air lagi serta disemprotkan ke tanaman akan mengusir berbagai jenis serangga perusak tanaman. &lt;br /&gt;
4. Aphids. Air rebusan dari campuran tembakau dan teh dapat mengendalikan aphid pada tanaman sayuran dan kacang-kacangan. Air hasil rebusan di campurkan kembali dengan air sehingga lebih encer. &lt;br /&gt;
5. Berbagai serangga. Air rebusan daun kemangi atau daun pepaya yang kering ataupun yang masih segar, dapat disemprotkan ke tanaman untuk mengendalikan berbagai jenis serangga. &lt;br /&gt;
6. Nematoda akar. Dengan menggunakan bunga kenikir (Bunga Tahi Kotok) yang direndamkan oleh air panas mendidih. Biarkan semalam lalu saring. Hasil saringan tersebut disiramkan ke media tanaman. Penting diperhatikan media yang digunakan mudah dilalui oleh air. &lt;br /&gt;
7. Mengendalikan serangga, nematoda dan jamur. Dengan membuat air hasil rendaman tumbukan biji nimba dengan air selama tiga hari. Lalu siram pada tanaman, umumnya efektif pada tanaman sayuran.&lt;br /&gt;
Bagaimanakah cara mengatasi serangan hama pada tanaman padi, kedelai dan hortikultura?&lt;br /&gt;
Tanaman Kecubung ternyata memiliki kegunaan yang dapat membantu serangan hama pada tanaman padi, kedelai dan hortikultura. Bagian buah dan daun pada tanaman kecubung ternyata mengandung racun syaraf yang sangat kuat. Cara menyiapkannya sangat sederhana, bagian buah, daun dan batang kecubung dilarutkan dalam air, lalu hasil saringannya disemprotkan pada tanaman yang terkena serangan hama (Sumber: Suharto Budiyono, Bidang Bina PTPH DIY. Yogyakarta).&lt;br /&gt;
Adakah cara alami pembuatan dekomposer untuk mempercepat proses pematangan kotoran ternak menjadi pupuk organik?&lt;br /&gt;
Siapa sangka air kumur yang dicampur dengan kulit pisang, daun kirinyuh dan dedak akan sangat membantu guna mempercepat proses pematangan kotoran ternak menjadi pupuk organik. KH. Fuad Affandi, pimpinan Pondok Pesantren Al Ittilaq, kecamatan Ranca Bali, kabupaten Bandung, campuran air kumur santri, kulit pisang, daun kirinyuh dan dedak ia jadikan mikrofermentasi alami yang dicampur pada kotoran sapi dan domba.&lt;br /&gt;
Benarkah kulit pisang sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan Fosfor, Magnesium, Sulfur dan Sodium pada tanaman?&lt;br /&gt;
Cara praktis untuk membuktikannya adalah potong kulit pisang dan potongannya dipendam disekitar tanaman hias. Sedangkan untuk tanaman padi, 10 kg kulit pisang diblender sampai cair dengan perbandingan 10 liter air kemudian dibiarkan selama 1 malam. Saring air hasil rendaman pada keesokan harinya, 1 liter hasil saringan dicampur dengan 10 liter air sebelum disemprotkan ke tanaman &lt;br /&gt;
Cara alami apa yang efektif untuk mengatasi serangan hama pada tanaman Cabai?&lt;br /&gt;
Daun sirsak atau disebut juga tanaman nangka Belanda dapat dipergunakan untuk mengatasi Hama Thrips pada tanaman Cabai. Blender 50 – 100 lembar daun sirsak yang dicampur dengan 5 liter air dan didiamkan selama 1 malam. Saring air hasil rendaman pada keesokan harinya, 1 liter hasil saringan dicampur dengan 17 liter &lt;br /&gt;
air sebelum disemprotkan ke tanaman (Sumber: Petani Desa).&lt;br /&gt;
Seperti apa pola tumpang sari yang tepat dalam budidaya sayuran organik untuk mencegah wabah serangan hama dan penyakit?&lt;br /&gt;
Adalah Agus Margono, petani sayuran organik di kawasan bukit Gambungpangkalan kawasan Bandung Selatan. Tanaman Tomat ditanam dekat tanaman Bawang Daun. Aroma Bawang Daun akan mencegah serangan lalat buah.&lt;br /&gt;
Bagaimanakah cara mengatasi serangan ulat jengkal dan ulat api yang menyerang tanaman Teh dengan aplikasi pestisida nabati?&lt;br /&gt;
Sekelompok petani teh di kecamatan Cikalong Wetan, kabupaten Bandung, memanfaatkan daun tanaman Surian, Ki Pahit, dan biji Mandalika untuk mengatasi serangan ulat jengkal dan ulat api. Menurut Bp. Undang DS selaku ketua kelompok tani, ragam dedaunan itu ditumbuk dan dicampur dengan air yang berkomposisi 1:10 untuk selanjutnya didiamkan selama 1 hari. Semprotkan pada daun tanaman &lt;br /&gt;
yang terkena ulat maka dalam waktu 1 minggu akan terlihat hasilnya secara nyata.&lt;br /&gt;
Adakah ramuan nabati yang dapat membantu perangsangan buah dan batang pada tanaman?&lt;br /&gt;
Bp. Mashur, petani dari Kelompok Tani Berkah di dusun Tanjung Anom, desa Tandem Hilir II kecamatan Hamparan Perak, kabupaten Deli Serdang, ramuan daun mekar sore, vitamin B complex, madu, telur ayam kampung, air saringan tomat dan campuran kotoran ternak sapi yang masih baru, telah membantu meningkatkan produktivitas pertanian lahan yang ia miliki.&lt;br /&gt;
Cara apa yang dapat mengatasi serangan hama walangsangit dan kepiding?&lt;br /&gt;
Campuran minyak kelapa, air dan tembakau dapat mengatasi serangan hama yang dimaksud.&lt;br /&gt;
PENGENDALIAN HAMA BELALANG &lt;br /&gt;
Belalang Kembara merupakan hama penting di Indonesia tercatat di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Lampung, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat pernah terjadi ledakan Populasi hama tersebut. Hama ini merupakan salah satu faktor penghambat dalam program peningkatan produksi tanaman. Kerusakan dan kerugian yang ditimbulakan olah hama belalang kembara sangat bervariasi diikuti dengan peningkatan populasi yang tinggi. Belalang ini mempunyai sifat cenderung untuk membentuk kelompok yang besar dan suka berpindah-pindah (berimigrasi), sehingga dalam waktu yang singkat dapat menyebar pada areal yang luas. Kelompok yang berimigrasi dapat memakan tumbuhan yang dilewatinya selama dalam perjalanan.&lt;br /&gt;
Perilaku makan belalang kembara dewasa biasanya diwaktu hinggap pada sore hari sampai malam dan pada pagi hari sebelum terbang. Kelompok Nimfa yang berimigrasi dapat memakan tumbuhan yang dilokasi selama dalam perjalanan. Belalang ini cenderung memilih makanan yang lebih disukainya, terutama spesies tumbuhan dari Famili Graminae. Dalam keadaan eksplosi juga diserang daun-daun kelapa dan tanaman dari golongan Palma lainnya. Musuh-musuh alami belalang kembara yaitu berupa penyakit parasit dan predator. Penyakit yang menyerang belalang kembara antara lain penyakit bakteri, penyakit cendawan antara lain yaitu, parasit ini dari jenis Nematoda, dan predator dari bangsa burung dan semut. Dalam keadaan populasi belalang tinggi nampaknya peranan musuh alami ini relatif rendah.&lt;br /&gt;
Cara-cara pengendalian yang dapat diterapkan antara lain :&lt;br /&gt;
1. Kultur Teknis: Dengan mengatur pola tanam dan menanam tanaman alternatif yang tidak disukai oleh belalang seperti tanaman kacang tanah dan ubi kayu, melakukan pengolahan tanah pada lahan yang diteluri sehingga telur tertimbun dan yang terlihat diambil.&lt;br /&gt;
2. Gropyokan/Mekanik/Fisik: Kelompok tani secara aktif mencari kelompok belalang di lapangan, dengan menggunakan kayu, ranting, sapu dan jaring perangkap.&lt;br /&gt;
3. Kimiawi: Pengendalian yang dapat dilakukan pada Stadium Nimfa kecil karena belum merusak. Pengendalain terhadap imago dilaksanakan pada malam hari, mulai dari belalang hinggap senja hari sampai sebelum terbang waktu pagi hari. Pengendalian sebaiknya secara langsung terhadap individu/kelompok yang ditemui di lahan.&lt;br /&gt;
4. Biologis: Dengan menggunakan cendawan, dengan cara penyebaran pada tempat-tempat bertelur belalang kembara atau dengan penyemprotan dengan terlebih dahulu membuat suspensi (larutan cendawan).&lt;br /&gt;
5. Pengendaliandengan Ekstrak Tuba (Deris. Sp): Ekstrak Nimba (azadiracht indica) dilakukan penyemproptan pada tanaman untuk meninggalkan “Efek Residu” pestisida pada Tanaman.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pestisida nabati (Ekstrak Tuba dan Nimba) merupakan salah satu komponen yang memiliki prospek yang baik untuk digunakan dalam pengendalian belalang kembara dan juga OPT lainnya, khususnya tumbuhan tuba yang tersedia dilingkungan petani. Ekstrak bisa dibuat secara sederhana dan langsung di aplikasikan oleh petani sehingga bisa dianggap murah.&lt;br /&gt;
 PENGENDALIAN BELALANG KEMBARA DENGAN EKSTRAK TUBA (Deris. Sp) dan EKSTRAK NIMBA (Azadiracht indica )&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mengingat adanya berbagai kekurangan dari pestisida yang ada sampai sekarang ini. Para ahli menganggap perlu diciptakan pestisida baru yang ideal, efektif mengendalian serangga, aman terhadap lingkungan dan harga terjangkau oleh pengguna. Banyak informasi hasil penelitian tentang jenis tumbuhan yang mengandung senyawa aktif dan berpotensi sebagai insektisida diantaranya adalah tuba (Deris. Sp) yang mengandung bahan aktif Rotenon dan Nimba (Azadiracht indica) mengandung bahan aktif Azadirachtin. Dapat mempengaruhi perilaku belalang dan barbagai serangga lainnya, berfungsi sebagai penghambat nafsu makan/antifedant, repallent, attractan, menghambat perkembangan serangga, menurunkan keperidian hingga berpengaruh langsung sebagai racun.&lt;br /&gt;
Penggunaan pestisida nabati tidak persistem/mudah terurai di alam sehingga penggunaannya aman bagi lingkungan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
PEMBUATAN EKSTRAK&lt;br /&gt;
Untuk mengolah bahan-bahan akar tuba dan daun nimba menjadi pestisida dapat dimulai dari teknologi sederhana yaitu penghancuran akar/daun. Pelarut air bersih, perendaman dalam wadah (jirigen). Proses ekstraksi/persenyawa bahan aktif dengan air. Proses penyaringan aplikasi pada hama sasaran. Untuk pengendalian hama belalang diperlukan dosis/takaran 1 kilogram akar tuba/daun nimba dan 20 liter air besih.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
PROSES PEMBUATAN EKSTRAK&lt;br /&gt;
Mengumpulkan bahan baku akar tuba dan daun nimba.&lt;br /&gt;
Akar tuba/daun nimba dicuci dengan air sampai bersih.&lt;br /&gt;
Untuk akar tuba dipotong dengan ukuran kecil lebih dulu kemudian baru ditumbuk dengan menggunakan lesung.&lt;br /&gt;
Daun nimba langsung dihaluskan dilesung atau dapat juga diblender sampai menjadi potongan kecil.&lt;br /&gt;
Satu kilogram akar tuba atau daun nimba yang telah dihaluskan dimasukan kedalam jirigen isi 20 liter, kemudian ditambah air bersih.&lt;br /&gt;
Proses perendaman minimal 3 hari setelah itu baru dapat dipakai untuk aplikasi.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada saat pengendalian larutan disaring terlebih dahulu dan ditambahkan bahan perekat (Cytowett/detergen).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BAHAN BAKU&lt;br /&gt;
(AKAR TUBA/DAUN NIMBA)&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
PENCUCIAN&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
PENGIRISAN/PENGHALUSAN&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
PERENDAMAN&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
PENYARINGAN DAN PEMBERIAN&lt;br /&gt;
LARUTAN PEREKAT&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
APLIKASI/PENYEMPROTAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dalam jangka panjang untuk menghindari serangan hama belalang ekstrak tuba dan nimba dapat diolah dalam jumlah yang cukup oleh petani dan disimpan dalam waktu yang cukup lama. Sehingga sewaktu-waktu ada serangan belalang pestisida nabati tinggal disaring dan disemprotkan pada tanaman. Selama aspek teknis diperlukan langkah-langkah terpadu dalam pengedalian hama belalang kembara, antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pemantauan populasi dan keadaan penyebaran belalang hendakan mendapat perhatian yang seksama baik oleh petugas (PHP, PPL, Aparat pemandu dan lain-lain). Informasi umum mengenai perkembangannya menjadi masukkan untuk mengambil tindakan yang perlu dilakukan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Menjaga kelestarian pemangsa belalang yang ada di alam antara lain burung dan lain-lain.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Penyuluhan secara terpadu melalui berbagai instansi yang terkait untuk menghindari pembakaran hutan, terutama disekitar areal pertanian/perkebunan yang akhirnya menjadi lahan terbuka akhirnya tidak tertangani dan tubuh belukar sehingga menjadi tempat berkembangbiaknya belalang.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-8000897059322596047?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/05/pestisida-organik.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-7337468899744799817</guid><pubDate>Mon, 03 May 2010 20:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-03T13:25:31.439-07:00</atom:updated><title>Pola Tanam Jelang Musim Kemarau</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S98w2py-G6I/AAAAAAAAAQQ/E4ieB7t-zU4/s1600/tanam.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="165" src="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S98w2py-G6I/AAAAAAAAAQQ/E4ieB7t-zU4/s320/tanam.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menghadapi musim kemarau, Dinas Pengairan Kabupaten Jombang berharap agar petani menggunakan air irigasi secukupnya. Penggunaan air yang tidak berlebihan akan membantu petani lain yang sama-sama memerlukan pengairan dari saluran irigasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dinas pengairan saat talkshow bertajuk “Pola Tanam Jelang Musim Kemarau” di radio komunitas Suara Warga Jombang, Rabu (28/4) pagi bersama perwakilan Dinas Pertanian Jombang serta perwakilan petani berjanji akan melakukan perbaikan pada pintu saluran air agar tidak terjadi kebocoran.&lt;span class="readmore"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hudi, petani asal Kesamben berharap, Pemerintah Daerah tidak segan mengajak petani untuk berperan serta menjaga saluran irigasi agar air bisa dirasakan oleh seluruh petani. (Ms/Dev)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-7337468899744799817?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/05/pola-tanam-jelang-musim-kemarau.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S98w2py-G6I/AAAAAAAAAQQ/E4ieB7t-zU4/s72-c/tanam.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-5000224329637073977</guid><pubDate>Sun, 02 May 2010 07:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-02T00:32:18.724-07:00</atom:updated><title>APA ITU TRANSGENIK?</title><description>&lt;span class="fullpost"&gt;Bioteknologi : penggunaan tanaman, hewan, ataupun mikroba, baik secara keseluruhan maupun sebagian, untuk membuat atau memodifikasi suatu produk mahluk hidup ataupun merubah spesies mahluk hidup yang sudah ada.&lt;br /&gt;
Rekayasa Genetik : Proses bioteknologi modern dimana sifat-sifat dari suatu mahluk hidup dirubah dengan cara memindahkan gen-gen dari satu spesies mahluk hidup ke spesies yang lain, ataupun memodifikasi gen-gen dalam satu spesies.&lt;br /&gt;
PRINSIP DASAR TANAMAN TRANSGENIK DIBUAT &lt;br /&gt;
Tanaman transgenik dibuat dengan menggunakan tehnik biologi molekuler yang memungkinkan peneliti untuk mengindentifikasi gen-gen tertentu, membuat duplikatnya, kemudian menyisipkan duplikat gen tersebut ke tanaman penerima dengan menggunakan alat (yang paling umum dipakai adalah bakteri tanah, disebut Agrobacterium) Ketika sel tanaman penerima membelah diri, DNA baru dari tanaman asal (yang dibawa oleh Agrobacterium) tergandakan &amp;amp; terpindahkan ke dalam sel baru tersebut. Keberadaan gen baru ini akan mempengaruhi keturunandari tanaman tersebut, baik dari segi sifatnya bahkan penampilannya. Ada pula metode lain yang digunakan, seperti Pistol Gen atau metode Bombardir. &lt;br /&gt;
RESIKO DAN DAMPAK TRANSGENIK INI BAGI KITA ! &lt;br /&gt;
Transgenik dan Pertanian :&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Hasil panen lebih rendah&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Biaya produksi lebih tinggi&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Peningkatan penggunaan bahan kimia di pertanian &lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kontrak paten, membayar yg tidak terlihat oleh petani &lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Hilangnya varietas lokal, dimulai dengan langkanya bibit-bibit asli tanaman &lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Memicu pertanian monokultur yang tidak berkelanjutan, petani selalu membeli bibit &lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Keseimbangan ekologi terganggu, munculnya hama baru, hama menjadi kebal, dll &lt;br /&gt;
Transgenik dan Lingkungan :&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Polusi Genetika&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kerusakan pada sistem keseimbangan ekologi tanah &lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Gulma, hama, dan virus super yang lebih berbahaya bagi tanaman&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Berdampak langsung kepada hewan dan tanaman yang tidak mengganggu &lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Hilangnya keanekaragaman hayati&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dampak negatip pada ekologi hutan yang ditanami tanaman transgenik&lt;br /&gt;
Transgenik dan Konsumen : &lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Keracunan makanan transgenik baik seketika atau berangsur dalam tahunan (di India terjadi 400 lebih domba mati dalam semalam akibat memakan pucuk muda tanaman kapas transgenik percobaan dengan kondisi kerusakan pada peristaltik usus pencernaannya) &lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Meningkatnya resiko kanker&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dampak alergi pada makanan&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Rusaknya kandungan gizi dan kualitas tanaman&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kekebalan bibit penyakit terhadap antibiotika&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Meningkatnya kandungan residu pestisida/racun dalam makanan&lt;br /&gt;
Transgenik dan Ekonomi&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Diperkirakan berbahaya, beberapa negara telah mengatur dan menolak produk transgenik bahkan menutup rapat pasar ekspor transgenik &lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Produk bebas transgenik mendapat harga yang lebih baik di pasar internasional &lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Perusahan Transgenik memonopoli sistem produksi pangan, juga berstrategi mengarahkan dunia dengan alasan kelaparan, kemanusiaan, dll untuk kepentingan ekonominya &lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Perubahan pasar internasional &amp;lt; span="readmore"&amp;gt;&lt;br /&gt;
BAGAIMANA MEREKA DATANG ?&lt;br /&gt;
Ketika berbicara dengan lembaga hukum, perusahaan trasgenik mengatakan bahwa tanaman transgenik ini dasarnya sama dengan aslinya, Jagung transgenik wujudnya, pertumbuhannya, dan rasanya sama saja dengan tanaman jagung biasa, sehingga harusdiperlakukan sama dengan tanaman jagung biasa. Dengan mengatakan tanaman transgenik sama dengan aslinya mereka mengeruk keuntungan dengan cara menghemat biaya karena tidak perlu melakukan pengujian kesehatan dan keamanan terhadap manusia dan lingkungan seperti seharusnya dilakukan. Dengan demikian produk transgenik ini dapat lebih cepat dipasarkan dan masa berlaku patennya menjadi lebih lama karena tak perlu membuang waktu untuk pengujian.&lt;br /&gt;
Ketika berbicara dengan lembaga hak cipta/ paten,perusahaan transgenik berkata bahwa tanaman ini dulunya hanyalah "angan-angan" belaka dan sekarang telah ada, sehingga tanaman ini layak untuk dipatenkan. Dengan demikian perusahaan dapat meningkatkan harga pada para petani atas benih tersebut karena perusahaan lain tak dapat menciptakan benih yang sama.Dengan mengatakan tanaman trasgenik adalah ciptaan baru yang berbeda mereka mendapat keuntungan dengan cara menjual benih transgeniknya dipasaran dengan harga yanglebih tinggi, karena benih transgenik memiliki sifat yang khas berbeda, Adanya hak paten memungkinkan perusahaan untuk memonopoli penjualan benih dari jenis yang telah dipatenkan selama masa waktu 20 tahun, termasuk masa penelitian benih tersebut. &lt;br /&gt;
Dengan strategi sikap mendua ini sekelompok perusahaan transgenik dapat mengeruk keuntungan luar biasa besar, sementara masyarakat banyak serta petani dirugikan. Karena benih transgenik tidak diuji dengan baik, konsumen tidak memperoleh kepastian bila makanan dari tanaman transgenik yang mereka makan itu aman untuk dikonsumsi. Petani menderita kerugian karena harus membeli benih yang dipatenkan dengan harga yang lebih mahal, dimanabenih tersebut juga tidak diuji secara memadai di lapangan, sehingga beresiko menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dimana petani tinggal dan bercocok tanam dalam jangka waktu lama.&lt;br /&gt;
Dengan memeliki hak paten perusahaan ini dapat mengontrol sistem pertanian global. Mereka menaikkan harga benih mereka, meningkatkanpenjualan dengan cara menjual paket pertanian kepada petani, yaitu: benih, pupuk, dan pestisida.Mereka juga menentukan kepada siapa hasil panen harus dijual. Mereka bahkan dapat menuntut anda ke pengadilan jika benih paten mereka sampai tumbuh di lahan anda! (dalam kasus ini anda tidak membeli bibit mereka tetapi areal lahan anda terkontaminasi serbuk sari dari tanaman tetangga anda) &lt;br /&gt;
BEBERAPA PERUSAHAAN RAKSASA TRANSGENIK&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;SYNGENTA (Swiss, Bassel) &lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;MONSANTO (Amerika Serikat, St Lois, Missouri) &lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;DuPont (Amerika Serikat, Wilmington, Virginia) &lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bayer (Leverkusen, Jerman)&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;BASF (Ludwigshafen, Jerman) &lt;br /&gt;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dow Chemical Co (Amerika Serikat,Midland, Michigan)&lt;br /&gt;
=========================================================&lt;br /&gt;
MARI MULAI MENYIMPAN DAN MEMBUAT BENIH SENDIRI &lt;br /&gt;
Penyerbukan&lt;br /&gt;
Penyerbukan terjadi ketika serbuk sari dari benang sari jatuh di kepala putik bunga. Sekali bunga mengalami penyerbukan dia akan memulai proses pembentukan benih. Ada bermacam-macam cara penyerbukan, tergantung dari jenis tanaman.&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Penyerbukan Sendiri : Pada bunga yang memiliki baik serbuk sari maupun kepala putik dalam satu bunga, jenis tersebut dapat melakukan penyerbukan sendiri.&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Penyerbukan oleh Serangga : Untuk beberapa jenis, misalnya labu, serangga atau burung membawa serbuk sari dari satu bunga ke bunga yang lainnya. &lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Penyerbukan oleh Angin : beberapa spesies seperti jagung, dibantu oleh angin untuk menyebarkan serbuk sari mereka ke bunga-bunga yang lain.&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Penyerbukan Silang : Adalah penyerbukan antara dua jenis tanaman yang berlainan.&lt;br /&gt;
Merawat tanaman&lt;br /&gt;
Agar dapat melestarikan suatu jenis tertentu, penting untuk menghindarkan bunga ini terhadap penyerbukan dari jenis-jenis lain. Ada beberapa cara untuk melakukan hal ini. Tanamlah jenis-jenis yang berlainan masing-masing berjarak cukup jauh bagi serbuk sari untuk pindah dari satu jenis ke jenis lainnya. Jarak yang diperlukan tergantung pada bagaimana cara serbuk itu menyebarkan diri dan hambatan yang dihadapinya. &lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengkandangan, Tanaman yang penyerbukannya dilakukan oleh serangga, dikandangkan secara bergantian agar serangga hanya dapat melakukan penyerbukan pada satu varietas.&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pembungkusan, Bunga yang dapat melakukan penyerbukan sendiri dibungkus dengan tas kertas atau jaring tipis untuk menghindari serangga atau serbuk sari dari bunga lainnya.&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengisolasian, Tanam sebaris tanaman yang tinggi diantara dua jenis tanaman. Ini dilakukan untuk mencegah pertukaran serbuk sari di antara mereka.&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Penyerbukan Manusia, Potong kepala benang sari dari bunga jantan dan taburkan pada kepala putik bunga betina. Untuk menghindari serangga atau serbuk sari dari bunga lainnya.&lt;br /&gt;
Pengumpulan Benih&lt;br /&gt;
Kumpulkan benih atau biji dari tanaman terbaik, waktu terbaik untuk melakukan ini adalah pagi hari&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Benih basah, Petik buah setelah benar-benar matang (melewati keadaan enak dimakan). Keluarkan biji dari buah dan tebarkan di atas lembaran pengering. Siram dengan air untuk membersihkannya.Rendam dalam air selama 24 jam hingga terjadi fermentasi.Setelah itu tiriskan dan dikeringkan.&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Benih kering, Pilih biji yang besar-besar (seperti pada kacang-kacangan) dengan tangan. Untuk biji-biji kecil seperti pada bawang, masukan tempat biji kedalam tas kecil lalu hancurkan, sehingga biji terpisah dari tempatnya dan diayak ( atau kuliti dan pisahkan kulit dari biji). Kemudian gantung tas tersebut di bawah atap hingga kering. Jangan lupa hindarkan dari pemangsa biji&lt;br /&gt;
Pengeringan&lt;br /&gt;
Tebarkan benih di atas kain atau kertas. Diangin-anginkan selama satu hari, baru kemudian dipindahkan ketempat yang terkena sinar matahari langsung. Penutupan dengan kain kasa (yang tidak terlalu rapat), membantu menghindari benih dari tiupan angin dan pemangsa! Tanaman seperti bawang dapat digantung dalam tas kertas dibawah atap.&lt;br /&gt;
Pengujian Pengeringan&lt;br /&gt;
Biji-biji besar seperti kacang-kacangan atau jagung membutuhkan waktu 2 minggu untuk mencapai kekeringan sempurna. Cara menguji, coba gigit satu biji, jika gigi anda meninggalkan bekas berarti biji tersebut belum kering benar. Biji menengah seperti labu atau cabe membutuhkan 1 minggu untuk menjadi kering. Biji kering akan terbuka jika ditekuk.Biji kecil seperti terung dan selada membutuhkan 2-3 hari.Perlu ketelitian yang tinggi untuk mengeringkan biji dengan sempurna. Kelembaban sangat mempengaruhi panjang-pendek umur benih yang akan disimpan. Peringatan penting ! Beberapa biji-biji asli tropis tidak boleh dikeringkan dan harus ditanam segera. &lt;br /&gt;
Pengujian Kecambah&lt;br /&gt;
Coba 1 jenis benih dari setiap 10 panenan, tapi tidak lebih dari 500. Catat setiap biji yang berkecambah kemudian bagi dengan jumlah biji yang dicoba, untuk mendapatkan presentase perkecambahan. ( misalnya 75 yang berkecambah dari 100 benih yg dicoba, maka 75/100 = 0.75 = 75%). Jangan lupa untuk penempelan labelnya.untuk pengujian ini dapat dilakukan dengan metoda sederhana&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengujian Penyemaian (untuk biji kecil), Gunakan kompos terbaik sebagai media.Tanah dapat dicampur dengan kompos, setelah diseteril dengan cara merebus dalam air mendidih&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengujian Mangkok (untuk biji besar), Rendam biji dalam air di mangkok/wadah selama semalam, kemudian pisahkan dan tiriskan, Bungkus biji dengan kertas tissue/lainnya lalu tetesi dengan air hingga basah, jaga kelembaban tiap hari, untuk hasil terbaik dapat dalam kantong plastik yg berfungsi meningkatkan suhu (sekitar 25-30 derajat celcius)&lt;br /&gt;
Perlakuan Benih &lt;br /&gt;
Untuk tumbuh dan berkecambah benih membutuhkan dan menyerap air,terkadang lapisan yang menyelubungi benih menjadi kendala dalam perkecambahannya dan ini menyebabkan benih lambat berkecambah bahkan gagal dalam perkecambahannya. Selain itu faktor iklim turut berperan dan berpengaruh juga, problem selubung/kulit biji ini dipecahkan dengan teknik perlakuan benih seperti dibawah ini :&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;A : Air Panas, Air panas dialirkan kedalam benih sampai terrendam dengan volemunya sekitar 5 kali volume benih, aduk-aduk terus selama 2-5 menit, Perhatikan untuk tidak merendam benih terlalu lama ini dapat menyebabkan benih menjadi mati. Setelah 2-5 menit tiriskan dan ganti dengan air dingin rendam selama 12 jam &lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;B : Asam, Lapisi benih dengan asam sulfur selama 10-60 menit sampai lapisan kulit biji berubah, Perhatikan untuk tidak terlalu lama, asam ini dapat menyebabkan benih menjadi mati. Ambil benih dan bilas 10 menit dengan air mengalir, kemudian rendam benih dengan air dingin selama 12 jam &lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;C : Torehan, potong kecil,atau kikis/gerus lapisan benih sedikit pada bagian micropyle (bakal keluar tunas) dengan pisau tajam, rendam 12 jam dengan air dingin &lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;D : Air Dingin, rendam benih dengan air dingin 6-48 jam tergantung jenis benih &lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;E : Tanpa Perlakuan &lt;br /&gt;
Menyimpan Benih untuk Kondisi Tropis &lt;br /&gt;
Iklim tropis menyebabkan pembusukan benih lebih cepat, namun jika disimpan dengan benar akan bertahan hingga 2 – 10 tahun.&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bungkus biji dengan kantong kertas.Taruh di dalam tempat yang kedap udara (toples),2 cm lapisan debu kayu kering akan membantu menjaga kelembaban didalam toples.Tambahkan serbuk intaran,pala untuk menghindari serangga.Tempelkan label dengan jelas. &lt;br /&gt;
Menjadi Bank Benih dan Saling Berbagi &lt;br /&gt;
Semakin banyak jenis benih yang ada dalam bank benih anda, akan semakin baik. Bekerja bersama-sama dengan teman dan tetangga adalah jalan terbaik untuk meningkatkan jumlah kegiatan dan Bank benih masyarakat akan menghubungkan serta meningkatkan pengetahuan, informasi dan ketahanan petani lokal. Sekali kita memulai bank benih, kita akan terhubung secara nasional maupun dunia dengan jaringan penyelamatan benih global! Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengadakan pertemuan, bergabung dengan komunitas petani organik dan membuat beberapa keputusan dasar, selain itu dapat berbagi metoda. Satu hal untuk penting diwaspadai adalah ancaman industri benih komersial di indonesia dengan pengaduan penjualan benih illegal tanpa sertifikat kepada petani penangkar benih akibat dampak kerugian bagi kepentingan komersial perusahaan ini, dengan saling berbagi diantara sesama anggota komunitas dengan prinsip meminjam benih (tidak menjual, ini penting untuk menghindari implikasi hukum dan kepentingan industri benih komersial) dan saling melakukan penyimpanan Bank Benih maka ancaman ini dapat diantisipasi dengan landasan kuat berbudidaya kembali ke alam (Pertanian organik) &lt;br /&gt;
=========================================================&lt;br /&gt;
CARA MEMBUAT BENIH PADI UNGGUL &lt;br /&gt;
Perlakuan pasca panen&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pemanenan dilakukan setelah padi menguning 85-90 %.&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lakukan pemanenan secara khusus dan jangan sampai tercampur dengan padi yang lain.&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lakukan segera penjemuran dengan alas kepang, tikar dan jangan di lantai jemur, pada pagi hari pukul 7.30 hingga 10.00 WIB serta sore hari pukul 14.30 hingga 16.30 WIB, sampai kering dengan kadar air 14-12 %.&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lakukan stagnasi selama 7 - 15 hari sebelum direndam.&lt;br /&gt;
Perlakuan Perendaman&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ambil benih secukupnya sesuai dengan luas lahan.&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Siapkan air garam/air abu yang dalam kondisi telur ayam kampung terapung separohnya.&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Masukan benih ke dalam air tersebut dan akan terlihat benih menjadi 3 bagian.&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bagian I adalah yang ada di dasar, dengan daya tumbuh 90-95 %, &lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bagian II adalah yang melayang, dengan daya tumbuh 85-90 %, Bagian III adalah yang terapung dengan daya tumbuh 0-85 %.&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pisahkan bagian III (yang terapung) dan bisa dijemur lagi untuk dikonsumsi.&lt;br /&gt;
·&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ambil bagian I dan II lalu dibilas dengan air tawar sampai bersih dan rendam selama 24 jam dengan air bersih, lalu ditiriskan dan kita peram selama 24 jam, maka benih siap untuk ditebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-5000224329637073977?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/05/apa-itu-transgenik.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-1113970422437504629</guid><pubDate>Tue, 20 Apr 2010 06:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-20T01:28:06.142-07:00</atom:updated><title>MODAL USAHA PERTANIAN</title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S81DY2f3EjI/AAAAAAAAAPg/94PJuACRaLk/s1600/Untitled-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S81DY2f3EjI/AAAAAAAAAPg/94PJuACRaLk/s320/Untitled-1.jpg" align="right" border="0" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="color:lime;"&gt;Tersedia Rp. 4 Milyar Pinjaman Modal bagi Petani&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jombang – Untuk membantu usaha pengembangan pertanian, pemerintah daerah Jombang menyediakan dana kredit lunak khusus bagi petani. Jumlah kredit yang bisa diajukan petani melalui kelompok tani senilai antara Rp 30 juta hingga Rp. 50 juta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Suhardi mengatakan, anggaran kredit lunak yang dikhususkan bagi petani pada tahun 2010 ini sebanyak Rp 4 Milyar. Bagi petani yang mau mengajukan kredit bisa melakukannya melalui kelompok tani masing-masing. “Anggarannya itu ada Rp. 4 Milyar dan bisa dipinjam melalui kelompok tani,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suhardi menjelaskan, untuk mengajukan pinjaman usaha pertanian, pihaknya tidak merumuskan prosedur yang rumit. Melalui kelompok tani, petani bisa mengajukan pinjaman. Dari berkas pengajuan pinjaman tersebut, Dinas Pertanian akan melakukan verifikasi kelayakan pengajuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah mendapat rekomendasi dari tim khusus yang dibentuk Dinas Pertanian, petani bisa menikmati pinjamannnya yang dicairkan melalui Bank Daerah. “Pengajuannya tidak sulit, setelah mengajukan petani langsung bisa mencairkan sendiri ke Bank Daerah,” ungkap Suhardi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ia menambahkan, jumlah pinjaman yang direkomendasikan berkisar antara Rp. 30 juta hingga Rp. 50 juta. “Jumlah itu bisa lebih, tergantung dari luas lahan yang diajukan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suhardi berharap, fasilitas kredit lunak khusus bagi petani bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha pertanian. Namun, ia juga meminta kepada kelompok tani agar selektif terhadap petani yang mengajukan pinjaman. “Karena sistem pembayaran yang ditentukan oleh Bank adalah sistem tanggung renteng, maka kelompok tani harus berhati-hati dalam menentukan petani mana yang layak menerima pinjaman,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebab, lanjut Suhardi, keteledoran dari salah seorang petani dalam pengembalian pinjaman akan berdampak pada seluruh petani yang harus menanggung biaya pengembalian secara bersama-sama,” tambahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Informasi Tak Merata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sementara itu, Mahmud, petani asal Tembelang, Jombang mengatakan, informasi tentang peluang kredit lunak bagi petani tidak banyak diketahui petani. Tidak meratanya informasinya tersebut membuat peluang kredit hanya bisa dinikmati oleh sebagian petani. “Sepertinya (kredit) pinjaman itu diperuntukkan bagi orang-orang tertentu saja,” ujarnya, Senin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelunya, Sugianto mengungkapkan hal senada. Keterbatasan informasi tentang peluang kredit usaha pertanian, membuat Sugianto memilih langsung berhubungan langsung dengan Bank. “Saya belum pernah dapat pinjaman apapun dari pemerintah atau juga dari kelompok tani. Katanya sih ada, tapi saya belum pernah merasakan. Ditawari juga tidak pernah,” aku dia. (Ms/Er)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-1113970422437504629?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/04/modal-usaha-pertanian.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S81DY2f3EjI/AAAAAAAAAPg/94PJuACRaLk/s72-c/Untitled-1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-1192302935809785873</guid><pubDate>Sat, 17 Apr 2010 14:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-17T07:53:35.142-07:00</atom:updated><title>Kemuning Padi Tak Mencerahkan Asa Petani</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S8nLNzF1l9I/AAAAAAAAAPc/64NurdIyzT8/s1600/Copy+of+padikemuning.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S8nLNzF1l9I/AAAAAAAAAPc/64NurdIyzT8/s320/Copy+of+padikemuning.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;PERTANIAN&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Panen tiba petani desa memetik harapan. Bocah bocah berlari lincah di pematang sawah.” Itulah sebait lagu yang dilantunkan Iwan Fals menggambarkan masa indah yang seharusnya dirasakan petani kala panen datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panen datang senyum petani seharusnya mengembang. Namun, hal itu kini terasa sulit dilakukan petani. Pasalnya, realitas terkini, disaat panen datang harga gabah anjlok. Meskipun Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah naik 15% sejak 1 Januari lalu, namun jatuhnya harga gabah di bawah HPP tetap tidak terbendung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenyataan yang kini dihadapi Ahmad, petani asal Desa Tanjung Wadung Kecamatan Ploso, Jombang. Tanaman padi pada lahan seluas 0,5 hektar miliknya berhasil di panen, meski sempat tergenang banjir. Namun, keberhasilan panen itu tetap tak kuasa menghindarkannya dari kegelisahan. “Harga gabah terlalu rendah,&amp;nbsp; tidak sesuai dengan modal yang keluar,” keluhnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahmad menuturkan, HPP yang ditentukan pemerintah sebesar Rp2.640,- untuk gabah kering panen (GKP). Namun, ketetapan itu hanya berbentuk aturan. Di pasaran, harga gabah kering panen (GKP) hanya berkisar antara Rp2.100 hingga Rp2.200 per kilogram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi ini membuat Ahmad tidak mampu memunculkan senyum ceria. Apalagi, disaat yang hampir bersamaan dengan datangnya masa tanam gadu, harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi dinaikkan hingga 35% per 9 April tahun ini. Praktis, naiknya harga eceran pupuk bersubsidi membuat Ahmad tak mampu menikmati hasil panennya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup beralasan, sebab kata Ahmad, seiring dengan naiknya harga pupuk, biaya tanam berikutnya pada lahan pertaniannya akan meningkat. Dengan hasil panen sekarang, biaya tanam pada masa gadu belum tentu tercukupi dari hasil menjual gabah. “Mungkin saya akan cari hutangan supaya tetap bisa tanam,” ujar Ahmad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelisahan serupa dirasakan Mahmud, petani asal Jati wates Desa Tembelang, Kecamatan Tembelang, Sugianto serta Sudarmaji, petani asal Desa Pulorejo, Tembelang. Ditengah ketidakpastian harga gabah di pasaran, pemerintah justru menetapkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 32 Tahun 2010, tentang harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naiknya harga pupuk, kata Mahmud, jelas akan menyengsarakan petani sebab meskipun HPP gabah naik 15%, namun fakta dilapangan menunjukkan harga gabah masih dibawah harapan. Apalagi, dalam beberapa hari kedepan, petani akan memulai masa tanam. “Saat ini harga gabah hancur,” ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sugianto, petani lainnya mengatakan, kenaikan harga pupuk bersubsidi akan membuat petani kian tersudut. Pasalnya, harga gabah hasil panen yang diterima petani rata-rata masih dibawah HPP gabah yang ditetapkan pemerintah. “Kalau pupuk naik, jelas petani mengeluh, karena harga penjualan gabah sekarang tidak sesuai dengan (naiknya) harga pupuk.” (Ms/Er)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-1192302935809785873?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/04/kemuning-padi-tak-mencerahkan-asa.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S8nLNzF1l9I/AAAAAAAAAPc/64NurdIyzT8/s72-c/Copy+of+padikemuning.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-2079737255750076541</guid><pubDate>Sat, 17 Apr 2010 14:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-17T07:49:32.185-07:00</atom:updated><title>Harga Pupuk Naik, Distribusi Tidak Asal Drop</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S8nKWLHulxI/AAAAAAAAAPY/4py0G3kTQLw/s1600/20100208_042307_RES-201002-000420-D.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="252" src="http://1.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S8nKWLHulxI/AAAAAAAAAPY/4py0G3kTQLw/s320/20100208_042307_RES-201002-000420-D.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Jombang &lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;– Harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi secara resmi naik antara 30 – 35 persen mulai 9 April 2010. Menanggapi hal ini, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang mengaku tidak melakukan antisipasi khusus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menurut Suhardi, kepala Dinas Pertanian Jombang, sebelum menaikkan HET pupuk bersubsidi, pemerintah pusat sudah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2009, tentang naiknya HPP gabah sebesar 15%. Sehingga, kenaikan HET pupuk diyakini tidak banyak berpengaruh pada petani.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Pemerintah (pusat) itu sudah mengantisipasi dengan menaikkan HPP sebelum harga pupuk dinaikkan,” ujar Suhardi, Kamis (15/4).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Suhardi mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pupuk, saat ini ketersediaan pupuk bagi petani di Kabupaten masih mencukupi. Ketersediaan pupuk ditambah dengan sisa pupuk pada masa tanam sebanyak 6.000 ton. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nantinya, lanjut Suhardi, dalam mendistribusikan pupuk pihaknya akan melakukan pendistribusian sesuai dengan kebutuhan petani. Jika dalam satu Kecamatan tidak membutuhkan pupuk, distributor tidak akan mengirimkan pupuk ke Kecamatan tersebut. “Stok tidak akan kurang, karena kita mendistribusikan pupuk itu berdasarkan kebutuhan. Berbeda dengan yang dulu, kalau dulu asal di drop saja sesuai jatahnya.” (Ms/Er)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-2079737255750076541?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/04/harga-pupuk-naik-distribusi-tidak-asal.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S8nKWLHulxI/AAAAAAAAAPY/4py0G3kTQLw/s72-c/20100208_042307_RES-201002-000420-D.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-9159783994610886893</guid><pubDate>Thu, 15 Apr 2010 16:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-23T08:28:11.826-07:00</atom:updated><title>Petani Tana Toraja Belajar Pembuatan Pupuk Organik</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S9G8JVyRwlI/AAAAAAAAAP0/pOwus68yYZ4/s1600/IMGA0086.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S9G8JVyRwlI/AAAAAAAAAP0/pOwus68yYZ4/s1600/IMGA0086.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;b&gt;Jombang – &lt;/b&gt;‘Belajarlah sampai ke negeri Cina’. Ungkapan itu diwujudkan oleh petani asal Tana Toraja Sulawesi Selatan dengan belajar pertanian organik ke Jombang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Wirianus Beslar, petani asal Desa Bua’ Tarrung, Kabupaten Tana Toraja bersama sejumlah petani belajar membuat pupuk organik pada petani asal Desa Pulorejo, Tembelang, Jombang, Kamis (15/4).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Acara belajar organik yang digelar di rumah Ngatiman, ketua kelompok tani Dusun Sarirejo, Beslar mengaku banyak mendapat pelajaran baru. Salah satunya adalah tentang bongkot pisang yang rupanya bisa menjadi zat mujarab sebagai perangsang pertumbuhan padi. “Saya baru tahu kalo bongkot pisang itu ada fungsinya” ujarnya tulus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Di akhir kunjungannya Beslar mengaku puas atas pengalaman yang telah didapatkannya di Jombang. Kini tekadnya semakin kuat untuk memperjuangkan bertanam secara organik di kampung halamannya. (Mtb)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-9159783994610886893?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/04/petani-tana-toraja-belajar-pembuatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S9G8JVyRwlI/AAAAAAAAAP0/pOwus68yYZ4/s72-c/IMGA0086.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jombang Regency, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.537539 112.230817</georss:point><georss:box>-7.5800835 112.172452 -7.4949945 112.289182</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-959046857355852076</guid><pubDate>Wed, 14 Apr 2010 18:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-14T11:35:04.208-07:00</atom:updated><title>KREDIT USAHA PERTANIAN</title><description>&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tersedia Beragam Kredit, Tidak Banyak Petani yang Mampu Meraih&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S8YKWHpG1SI/AAAAAAAAAPE/xmvwe4eLPgU/s1600/kredit.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S8YKWHpG1SI/AAAAAAAAAPE/xmvwe4eLPgU/s400/kredit.jpg" width="192" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jombang - Kendala modal sering dikeluhkan petani dalam menggarap lahan pertanian. Beragam kredit yang disediakan pemerintah ternyata tak kunjung menjadi solusi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Program kredit lunak khusus untuk para petani sebenarnya sudah diluncurkan Pemkab Jombang melalui Bank milik daerah sejak tahun 2007. Selain itu, kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) juga diluncurkan pemerintah pusat melalui Bank Jatim, BRI dan BNI mulai tahun 2008.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, menurut Mahmud, petani asal Tembelang, peluang kredit khusus bagi petani yang tersedia di Dinas Pertanian, Peternakan dan perkebunan, serta Industri, Perdagangan dan Koperasi masih sebatas kabar burung.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ini, dia tidak pernah bisa menikmati fasilitas kredit lunak yang diluncurkan pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat sejak tahun 2007 lalu. “Sepertinya (kredit) pinjaman itu diperuntukkan bagi orang-orang tertentu saja,” ujarnya, Senin (12/4).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernyataan berbeda dikatakan Sudarmaji, ketua Kelompok Karya Tani, Desa Pulorejo, Tembelang. Terbukanya peluang kredit lunak bagi petani pernah ia rasakan bersama anggota kelompoknya. Namun, fasilitas tersebut kini tidak lagi bisa dirasakan karena mandeknya pengembalian kredit dari petani.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dulu itu dapat Rp 50 juta dan sudah dipinjamkan ke petani. Tapi susahnya itu, petani ada yang langsung mengembalikan waktu panen dan ada juga yang tidak mengembalikan sampai sekarang. Jadi uangnya masih nyantol dan belum berputar,” terangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudarmaji mengungkapkan, untuk memperoleh kredit sebenarnya tidak sulit. Petani cukup menyerahkan proposal pengajuan, KTP, catatan luas lahan dan kebutuhan modal. Sedangkan untuk agunan, petani dapat menyerahkan STNK, BPKB ataupun sertifikat tanah. “Sebenarnya, pengajuan pinjamannya lumayan gampang, cuma menyetorkan proposal, KTP, luas lahan yang butuh modal,” ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, kemudahan mengakses kredit bagi petani tersebut tidak dirasakan Sugianto, petani asal Desa Pulorejo. Selama ini, dia lebih mengandalkan jasa perbankan umum untuk memenuhi kebutuhan modal usaha bertani. “Saya belum pernah dapat pinjaman apapun dari pemerintah atau juga dari kelompok tani. Katanya sih ada, tapi saya belum pernah merasakan. Ditawari juga nggak pernah,” aku dia. (Ms/Er)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-959046857355852076?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/04/kredit-usaha-pertanian.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S8YKWHpG1SI/AAAAAAAAAPE/xmvwe4eLPgU/s72-c/kredit.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-2948866784668750668</guid><pubDate>Tue, 13 Apr 2010 03:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-12T20:17:28.027-07:00</atom:updated><title>PERTANIAN</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S8PhBrPNq5I/AAAAAAAAAPA/1ca2KhKc9I8/s1600/petani-ket%20new.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S8PhBrPNq5I/AAAAAAAAAPA/1ca2KhKc9I8/s400/petani-ket%20new.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;b&gt;&lt;span id="goog_1414281679"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1414281680"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Harga Pupuk Naik, Nasib Petani Kian Suram&lt;span id="goog_1489206918"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1489206919"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jombang – Naiknya harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 35% mulai 9 April 2010, membuat nasib petani kian terpuruk. Kenaikan harga pupuk diyakini bakal menurunkan hasil pendapatan petani karena harga hasil panen tidak kunjung membaik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Sudarmaji, Ketua Kelompok Karya Tani, Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Jombang mengatakan, kenaikan HET pupuk bersubsidi akan menimbulkan dampak serius bagi petani. Apalagi, kenaikan HET pupuk tidak diikuti dengan kesigapan pemerintah mengamankan harga hasil panen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Sudarmaji, naiknya harga pupuk bersubsidi sebenarnya bisa difahami petani. Namun, kebijakan menaikkan HET pupuk bersubsidi selayaknya diikuti dengan menyeimbangkan harga jual hasil panen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Soal pupuk yang naik, petani menyadari saja karena subsidi (pupuk) dicabut. Tapi, pemerintah juga harus menjamin harga gabah waktu panen juga harus bagus. Karena kalau seumpama gabah tidak naik harganya, petani yang kalangkabut dan rugi,” kata Sudarmaji, Senin (12/4).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sugianto, anggota tani Karya Tani, Desa Pulorejo mengungkapkan, kenaikan harga pupuk bersubsidi membuat petani kian tersudut. Pasalnya, harga gabah hasil panen yang diterima petani rata-rata masih dibawah HPP gabah yang ditetapkan pemerintah. “Kalau pupuk naik, jelas petani mengeluh, karena harga penjualan gabah tidak sesuai dengan harga pupuk. Jadi, penghasilan juga menurun,” ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Sugianto, sebelum menetapkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 32 Tahun 2010, tentang harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi, pemerintah sebenarnya sudah mengeluarkan kebijakan menaikkan HPP gabah sebesar 15% pada 1 Januari 2010. Namun, kenaikan HPP gabah tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kering giling itu harganya 2.700,- itu saja tidak ada yang mau beli. Sekarang malah lebih hancur. Kalau basah harganya Rp. 2.100,- Padahal, katanya pemerintah itu khan punya harga dasar sekitar 2.600,- itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahmad, petani asal Desa Tanjung Wadung, Kecamatan Ploso mengatakan, secara matematis biaya produksi untuk lahan pertaniannya akan meningkat seiring dengan naiknya harga pupuk. Tidak stabilnya harga jual hasil panen, diyakini akan membuat dia dan petani lainnya semakin rugi. “Harga (pupuk) tidak naik saja kami sudah menderita, apalagi ada naik," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jombang, Sadar Estuwati berharap, pemerintah bisa mengkaji ulang kebijakan menaikkan HET pupuk bersubsidi. Keterpurukan petani pada saat ini seharusnya bisa menjadi pertimbangan pemerintah sebelum menetapkan kenaikan harga pupuk bersubsidi. (Ms/Er)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-2948866784668750668?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/04/pertanian_12.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S8PhBrPNq5I/AAAAAAAAAPA/1ca2KhKc9I8/s72-c/petani-ket%20new.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-6770507588888650530</guid><pubDate>Sun, 11 Apr 2010 11:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-11T04:27:38.968-07:00</atom:updated><title>PESTISIDA DARI BAHAN BAWANG PUTIH DAN CABAI</title><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S8DE7F9PWqI/AAAAAAAAAO4/ivWSchJqc9Q/s1600/Untitled-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="228" src="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S8DE7F9PWqI/AAAAAAAAAO4/ivWSchJqc9Q/s320/Untitled-1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Bahan pembuatan pestisida alami :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;1.Bawang putih 3 biji yang sudah dikupas kulitnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;2. Segenggam cabai merah&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Alat yang digunakan :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;1. Panci&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;2.1/4 sabun&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara pembuatan :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Campur 3 biji bawang yang sudah dikupas dengan segenggam cabai &amp;nbsp;dan rebus dalam sepanci air.Tambahkan 1/4 sabun aduk rata kemudian biarkan selama sehari. Saring cairan tersebut dan gunakan 2 cangkir larutan tersebut untuk satu kali penyemprotan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;* Bawang putih merupakan insektisida, fungisida dan penolak hama. Sabun akan membantu penyemprotan &amp;nbsp;untuk melekat pada tanaman dan serangga. Gunakan larutan ini untuk aphid(kutu daun), ulat bulu dan ngengat.&lt;br /&gt;
* Bawang putih dan cabai secara alami akan menolak banyak serangga. Tanamlah disekitar pohon buah dan lahan sayur untuk membantu mengurangi masalah-masalah serangga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;* Bawang putih dapat digunakan secara terpisah sebagai bahan pestisida.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;"SEMOGA BERMANFAAT"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-6770507588888650530?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/04/pestisida-dari-bahan-bawang-putih-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S8DE7F9PWqI/AAAAAAAAAO4/ivWSchJqc9Q/s72-c/Untitled-1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-7287733990847437865</guid><pubDate>Tue, 06 Apr 2010 04:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-05T21:03:17.113-07:00</atom:updated><title>PERTANIAN</title><description>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CAcer%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CAcer%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CAcer%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;
&lt;!--
 /* Font Definitions */
 @font-face
	{font-family:"Cambria Math";
	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
	mso-font-charset:0;
	mso-generic-font-family:roman;
	mso-font-pitch:variable;
	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;}
@font-face
	{font-family:Calibri;
	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
	mso-font-charset:0;
	mso-generic-font-family:swiss;
	mso-font-pitch:variable;
	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
	{mso-style-unhide:no;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	margin-top:0cm;
	margin-right:0cm;
	margin-bottom:10.0pt;
	margin-left:0cm;
	line-height:115%;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:11.0pt;
	font-family:"Calibri","sans-serif";
	mso-fareast-font-family:Calibri;
	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}
span.apple-style-span
	{mso-style-name:apple-style-span;
	mso-style-unhide:no;}
span.apple-converted-space
	{mso-style-name:apple-converted-space;
	mso-style-unhide:no;}
.MsoChpDefault
	{mso-style-type:export-only;
	mso-default-props:yes;
	font-size:10.0pt;
	mso-ansi-font-size:10.0pt;
	mso-bidi-font-size:10.0pt;
	mso-ascii-font-family:Calibri;
	mso-fareast-font-family:Calibri;
	mso-hansi-font-family:Calibri;}
@page Section1
	{size:612.0pt 792.0pt;
	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;
	mso-header-margin:36.0pt;
	mso-footer-margin:36.0pt;
	mso-paper-source:0;}
div.Section1
	{page:Section1;}
--&gt;
&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jombang&lt;b&gt; – &lt;/b&gt;Gerakan&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Revolusi Hijau&lt;b&gt; &lt;/b&gt;bertujuan sejak tahun 1960-an bertujuan untuk mengantarkan Indonesia pada swasembada beras. Dengan bertumpu pada &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;penggunaan teknologi Panca Usaha Tani, penerapan kebijakan harga sarana dan hasil reproduksi, serta adanya dukungan kredit dan infrastruktur, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Indonesia mampu menjadi Negara swasembada berasa pada tahun &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1984 – 1989.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S7qvwR7k6fI/AAAAAAAAAOs/Y-yDIQ-eykY/s1600-h/panen.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S7qvwR7k6fI/AAAAAAAAAOs/Y-yDIQ-eykY/s320/panen.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Namun, gerakan Revolusi Hijau sejak beberapa tahun lalu mulai menuai kritik. Pasalnya, gerakan tersebut tidak mampu untuk menghantarkan Indonesia menjadi sebuah negara yang berswasembada pangan secara tetap. Disamping itu, Revolusi Hijau juga telah menyebabkan terjadinya kesenjangan ekonomi dan sosial pedesaan. karena ternyata Revolusi Hijau hanyalah menguntungkan petani yang memiliki tanah lebih dari setengah hektar, dan petani kaya di pedesaan, serta penyelenggara negara di tingkat pedesaan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menanggapi kenyataan ini, sejumlah petani secara perlahan mulai meninggalkan cara-cara pengelolaan pertanian ala Revolusi Hijau. Diantara petani bahkan menggunakan metode pertanian seperti yang dilakukan sebelum masa revolusi hijau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hudi, petani asal Dusun Sambigelar, Desa Pojok Kulon, Kecamatan Kesamben menuturkan, pada awal era pertanian Revolusi Hijau memang banyak memberikan keuntungan kepada petani. Hasil panen petani lebih meningkat serta masa tanam dan panen bisa lebih sering dilakukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Namun, kondisi itu mulai berubah pada tahun 90-an. Konsep pertanian yang diusung oleh Gerakan Revolusi secara perlahan memberikan dampak negatif bagi petani. Selain hilangnya kedaulatan pertanian, kualitas lahan juga terus menurun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hudi mengungkapkan, sekitar tahun 90-an, kondisi tanah pertanian sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas. Hal itu ditandai dengan tanah sawah yang ambles dan berwarna hijau. Turunnya kualitas lahan pertanian berdampak pada peningkatan biaya produksi seiring dengan meningkatnya kebutuhan pupuk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk mengembalikan kesuburan tanah sawahnya, Hudi mulai menggunakan pupuk kompos untuk menyemai tanamannya. Usaha yang dilakukannya akhirnya membuahkan hasil. Biaya produksi bisa ditekan sedangkan hasil panen berangsur meningkat. “Ya (sekarang) turun biayanya dan dari tahun ke tahun itu ada peningkatan hasil panen,” tuturnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menurut Hudi, saat ini kondisi petani masih lebih baik dibanding sebelumnya. “Kalau dibanding waktu revolusi hijau ya mending sekarang, sekarang itu penjualan malah bisa berhubungan langsung dengan tengkulak luar daerah jadi bisa negosiasi harga,” ujar Hudi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sarkawi, petani asal Kecamatan Bareng menuturkan, pada tahun 50-an, era sebelum revolusi hijau, kondisi tanah sangat subur. Meskipun tidak diberi asupan pupuk, namun tanaman bisa tumbuh dengan baik. “Hasil tanaman juga enak.” Jelas dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sarkawi menambahkan, penurunan kualitas lahan pertanian mulai dia rasakan pada tahun 80-an. Hal itu ditandai dengan maraknya penggunaan pupuk buatan pabrik dan bibit yang dibeli dari toko. “Kalau dulu mau nanam ya nanam aja. Tidak usah pakai apa-apa ya (tetap) baik,” kata pria yang kini hanya bisa menjadi buruh tani karena sudah kehilangan lahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Baik Sarkawi dan Hudi, sepakat jika pengelolaan pertanian harus memperhatikan kondisi ekosistem agar kualitas lahan pertanian tidak terus mengalami penurunan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-7287733990847437865?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/04/pertanian.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S7qvwR7k6fI/AAAAAAAAAOs/Y-yDIQ-eykY/s72-c/panen.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-6197475899673312634</guid><pubDate>Sun, 04 Apr 2010 14:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-04T07:46:22.935-07:00</atom:updated><title>PERTANIAN ORGANIK</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S7imGJmBwGI/AAAAAAAAAOo/XOskC3xwfZs/s1600-h/organik.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S7imGJmBwGI/AAAAAAAAAOo/XOskC3xwfZs/s200/organik.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;PERTANIAN ORGANIK&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div align="center" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Definisi  Organik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Pertanian  Organik adalah suatu metode produksi pertanian dan peternakan yang  lebih memilih untuk tidak menggunakan pestisida tertentu, pupuk kimia,  GMO (Genetically Modified Organisms) / Rekayasa Genetik, Antibiotik, dan  Hormon Pertumbuhan yang tidak diperbolehkan oleh Standar Organik  (Organic Standards)&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Prinsip  utama produksi organik, dari Canada’s Organic Standards 2006, adalah  termasuk dibawah ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin: 0in 0in 0pt 0.25in;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9.5pt;"&gt;Protect  the environment, minimize soil degradation and erosion, decrease  pollution, optimize biological productivity and promote a sound state of  health.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9.5pt;"&gt;(Menjaga lingkungan  hidup, meminimalkan perusakan tanah dan erosi, mengurangi polusi,  mengoptimalkan produktifitas biologis dan meningkatkan faktor kesehatan)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9.5pt;"&gt;Maintain  long-term soil fertility by optimizing conditions for biological  activity within the soil.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9.5pt;"&gt;(Memelihara  kesuburan tanah untuk jangka panjang dengan mengoptimalkan kondisi  aktifitas biologis pada tanah)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9.5pt;"&gt;Maintain  biological diversity within the system&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9.5pt;"&gt; (Memelihara keberagaman biologis di dalam  systemnya) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9.5pt;"&gt;Recycle  materials and resources to the greatest extent possible within the  enterprise.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9.5pt;"&gt;(Dalam usahanya  memanfaatkan sebanyak mungkin bahan-bahan recycle)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9.5pt;"&gt;Provide  attentive care that promotes the health and meets the behavioural needs  of livestock&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9.5pt;"&gt; (Mengusung  pemeliharaan yang meningkatkan kesehatan dan memenuhi kebutuhan mendasar  dari ternak)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9.5pt;"&gt;Prepare  organic products, emphasizing careful processing, and handling methods  in order to maintain the organic integrity and vital qualities of the  products at all stages of production.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9.5pt;"&gt;( Mempersiapkan produk-produk organik, menekankan proses yang  hati-hati, dan menggunakan metode untuk mencapai pemeliharaan terhadap  integritas organik dan kualitas vital produk pada setiap tahapannya)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9.5pt;"&gt;Rely  on renewable resources in locally organized agricultural systems&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9.5pt;"&gt; (Berpegang pada sumber daya yang dapat  diperbaharui didalam system agrikultur yang diorganisasi secara lokal)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Banyak  petani organik percaya bahwa pertanian organik yang sukses &amp;nbsp;dimulai dari  tanahnya, karena lahan dengan tanah yang sehat menghasilkan tanaman  yang sehat, dan pada gilirannya menghasilkan ternak yang sehat begitu  pula manusia yang mengkonsumsinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Pertanian  organik mengusung penerapan rotasi penanaman dan tanaman pelindung dan  penutup (cover crop), serta menjaga keseimbangan hubungan antara mangsa  dengan predator. Residu organik serta nutrisi yang dihasilkan dari  pertanian di sirkulasi kembali ke dalam tanah. Tanaman penutup (cover  crop) dan kotoran kandang yang sudah dikomposkan digunakan untuk  mempertahankan kandungan organik dan kesuburan tanah. Metode  pengendalian hama dan penyakit tanaman secara preventative / pencegahan  dijalankan disini, termasuk rotasi penanaman (crop rotation), gen  tanaman yang diperbaiki dan ditingkatkan kemampuannya, serta varietas  yang lebih tahan terhadap penyakit. Managemen hama dan tanaman liar  serta sistem konservasi tanah adalah alat-alat yang sangat berharga pada  pertanian organik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Produksi  makanan organik melarang penggunaan bahan cair yang pekat atau pupuk  mineral majemuk sintetis, pestisida majemuk sintetis, zat pengatur  tumbuh / hormon, radiasi ion, dan hal-hal yang berkaitan dengan rekayasa  genetik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Pemberian  Sertifikat Organik melarang penggunaan bahan-bahan yang disebutkan  diatas serta praktek-praktek yang berkaitan untuk waktu selama minimal 3  tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Pertanian  organik menimbulkan banyak tantangan. Beberapa hasil pertanian malah  lebih menantang dibandingkan lainnya. Namun demikian, hampir seluruh  komoditas pertanian dapat dilakukan dengan cara organik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-6197475899673312634?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/04/pertanian-organik.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S7imGJmBwGI/AAAAAAAAAOo/XOskC3xwfZs/s72-c/organik.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-5711048250536306601</guid><pubDate>Mon, 29 Mar 2010 13:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-29T06:38:29.181-07:00</atom:updated><title>Bertani dengan Cara Organik Ternyata Menguntungkan</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S7CtM-4ye1I/AAAAAAAAAOI/BzC6DBgg3Gg/s1600/Copy+of+12.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 218px; height: 207px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S7CtM-4ye1I/AAAAAAAAAOI/BzC6DBgg3Gg/s320/Copy+of+12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454049587296893778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kekhawatiran penurunan hasil panen sempat menghantui. Namun, kekhawatiran itu berubah menjadi suka cita.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang diarasakan Riono (45), warga Dusun Jasem, Desa Watu Galuh, Kecamatan Diwek, Jombang. Baginya, mengenal sistem pertanian organik membawa keberuntungan. Biaya produksi mampu ditekan sedangkan hasil panennya tetap memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui Riono, sejak menggeluti pertanian pada tahun 2004 lalu, dirinya selalu menggunakan pupuk dan pestisida kimia buatan pabrik. Semakin lama, biaya produksi untuk lahan pertanian seluas 5.600 meter persegi yang digarapnya makin meningkat. Peningkatan biaya produksi pertanian itu tidak lepas makin meningkatnya kebutuhan pupuk setiap kali datang masa tanam.&lt;br /&gt;Peningkatan biaya produksi tidak diimbangi dengan jumlah pendapatan dari hasil panen. Dari tahun ke tahun, kata Riono, hasil panennya terus-menerus mengalami penyusutan. “Ya waktu awal-awal dulu saya pakai pupuk dan pestisidanya itu dari toko yang buatan pabrik (kimia). Tapi kok rasanya itu, hasilnya makin menurun kalau panen dan kalau musim tanam itu kebutuhan pupuk terus meningkat. Jadi, biaya produksi itu sangat tinggi,” tutur mantan sopir angkutan umum ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalkulasi antara biaya produksi dan hasil panen yang tidak berimbang membuat Riono berfikir keras. Hingga akhirnya, Riono mencoba mengelola pupuk kandang untuk dijadikan pupuk bogasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dua tahun lalu, pada setiap masa tanam,  suami Istibsaroh ini melakukan percobaan menggunakan pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia. Memang, kata Riono, tidak semua lahan miliknya ditaburi dengan pupuk organik. Percobaan bertani menggunakan sistem pertanian organik dengan mengurangi pupuk kimia dan menggantinya dengan pupuk organik, dia terapkan pada lahan 2100 meter. “Setiap ganti musim tanam, saya terus ganti pupuk kimia dengan organik,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha keras Riono beserta isteri akhirnya membuahkan hasil. Pada panen kali ini, hasil panennya memuaskan meski dalam perlakuannya terhadap lahan pertanian dan tanaman dia menggunakan paket pupuk produksi pabrik. Lahan seluas 2100 meter persegi miliknya hanya dia beri pupuk organik hasil buatannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hasilnya cukup memuaskan, prosentase antara biaya produksi dan keuntungan sebesar 70% untuk hasil produksi dan 30% biaya produksi,” kata Riono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Riono semakin yakin dengan sistem pertanian organik. Menurutnya, keuntungan menggunakan pupuk organik sangat banyak. Keuntungan itu meliputi tanaman lebih kebal terhadap penyakit, hasil panen lebih banyak, serta biaya produksi lebih sedikit. “Disamping itu, tanaman organik juga kuat menangkal hama dan beras lebih punel,” tutur Riono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istibsaroh (40), istri Riono, mengamini pernyataan Riono. Sebelum panen kali ini, keberhasilan bertani organik juga sudah dibuktikannya pada tanaman sayur. “Dulu itu suami saya pernah menanam cabai, tomat, terong dan jagung dengan organik juga dan hasilnya bagus,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengembangkan pertanian dengan sistem organik, Istibsaroh mengaku siap bahu membahu bersama suaminya. Dia pun tidak segan mengumpulkan kotoran ternak sapi sebagai bahan baku pupuk organik. (Eka Rimawati)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-5711048250536306601?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/03/bertani-dengan-cara-organik-ternyata.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S7CtM-4ye1I/AAAAAAAAAOI/BzC6DBgg3Gg/s72-c/Copy+of+12.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-5517817836041686691</guid><pubDate>Fri, 26 Mar 2010 01:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-25T19:21:40.527-07:00</atom:updated><title>Mengatasi Hama dengan Kumbang dan Laba-laba</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S6wY2Xh2B8I/AAAAAAAAANw/lW4Y-NhDkDs/s1600/Untitled-1+copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 229px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S6wY2Xh2B8I/AAAAAAAAANw/lW4Y-NhDkDs/s320/Untitled-1+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452760571146799042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Edisi sebelumnya (Kobar Warga, Selasa, 23 Maret 2010), digambarkan bagaimana cara mengatasi serangan hama dengan ramuan-ramuan tanaman dengan campuran bahan-bahan organik. Pada edisi kali ini, akan disajikan manfaat serangga, kumbang dan laba-laba sebagai musuh alami untuk pemberantasan hama tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh Alami Hama&lt;br /&gt;Musuh alami merupakan salah satu komponen pengendalian hama terpadu yang dapat dimanfaatkan pada segala pola tanam. Pengendalian hama dengan memanfaatkan musuh alami memberikan banyak keuntungan di samping aman terhadap lingkungan, berkembang secara alami di lapang, apabila keberadaannya dapat diusahakan sejak awal akan efektif menekan perkembangan populasi hama.&lt;br /&gt;Dalam sejarah pengendalian hama perhatian terhadap musuh alami sangat berkurang semenjak secara sepihak penggunaan pestisida dianggap satu-satunya metode pengendalian yang dapat diandalkan. Namun pengendalian dengan pestisida menimbulkan banyak efek samping baik masalah resistensi, resurjensi, dan terhadap organisme bukan sasaran. Kesadaran terhadap pentingnya pemanfaatan musuh alami dalam pengendalian hama sangat penting. (pangan.litbang.deptan.go.id)&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh alami hama wereng hijau bisa berupa predator, parasit maupun patogen. Secara harfiah, predator dapat dikatakan sebagai pemangsa. Namun, dalam hubungannya dengan jaring-jaring makanan, predator merupakan konsumen tingkat-2 sampai tingkat selanjutnya yang memangsa tingkat yang lebih kecil. Jadi, predator dapat dikatakan sebagai binatang atau organisme yang memakan binatang/organisme lainnya untuk mempertahankan hidupnya dan dilakukan secara berulang-ulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan predator dalam suatu ekosistem mutlak dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan yang ada. Predator merupakan serangga yang memangsa serangga lain dengan cara menangkap, menghisap cairan atau memangsa habis seluruh tubuh. Untuk melengkapi daur hidupnya untuk tujuan kelangsungan hidup, seekor predator memerlukan beberapa bahkan banyak mangsa. Hal ini berbeda dengan parasit. Parasit memerlukan satu ekor inang saja sebagai tempat untuk melengkapi daur hidupnya. (www.tanindo.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya Predator&lt;br /&gt;Keberadaan dan pentingnya predator dalam ekosistemnya dapat kita lihat kasus sebagai berikut : saat kita memulai menanam padi, maka saat itu juga kita memulai menciptakan sebuah komunitas baru pada areal penanaman padi. Pada saat bersamaan kita tidak hanya menanam padi melainkan juga hama penghisap bulir, penggerek batang, penyakit malai, penyakit busuk malai, predator Lycosa pesudoannulata, Pederus fuscifes, Ophionea nigrofasciata dan kumbang coccinella yang semuanya terkait dengan tanaman padi yang kita tanam. Begitu pula halnya dengan tanaman perkebunan yang dibudidayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan pestisida yang berlebihan, berspektrum luas dan tidak selektif disertai tehnik budidaya yang kurang baik akan berdampak pada ketidakseimbangan ekosistem, karena tidak hanya hama saja melainkan semua pemangsanya pun turut musnah. Dan bila terjadi ledakan populasi hama yang baru, jumlah predator yang ada tidak mencukupi sehingga pengendalian biologis tidak akan efektif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat pentingnya peran predator dan parasit dalam menjaga dan mengendalikan populasi hama, maka upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi penggunaan insektisida yang berspektrum luas, aplikasi insektisida dengan melakukan pengamatan perbandingan jumlah hama dan musuh alami, bahkan bila perlu dalam suatu areal penanaman dilakukan manipulasi lingkungan agar mendukung peran dan jumlah musuh alaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh Alami Hama:&lt;br /&gt;Laba-laba Serigala (Lycosa pseudoanulata)&lt;br /&gt;Laba-laba Bermata Jalang (Oxyopes javanus) &lt;br /&gt;Laba-laba Berahang Empat (Tetragnatha spp.) &lt;br /&gt;Kepik Permukaan Air (Microvellia douglasi atrolineata)&lt;br /&gt;Kepik Mirid (Cyrtorhinus lividipennis) &lt;br /&gt;Kumbang Stacfilinea (Paederus fuscipes)&lt;br /&gt;Kumbang Karabid (Ophionea nigrofasciata) &lt;br /&gt;Kinjeng Dom (Agriocnemis spp.) &lt;br /&gt;Belalang Bertanduk Panjang (Conocephalus longipennis) &lt;br /&gt;Kumbang Koksinelid (Synharmonia octomaculata) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disajikan oleh:&lt;br /&gt;Lembaga Kajian &amp; Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU dan Lembaga Pengembangan Pertanian NU Jombang.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-5517817836041686691?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/03/mengatasi-hama-dengan-kumbang-dan-laba.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S6wY2Xh2B8I/AAAAAAAAANw/lW4Y-NhDkDs/s72-c/Untitled-1+copy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-1149969991466885272</guid><pubDate>Fri, 26 Mar 2010 01:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-25T18:57:47.791-07:00</atom:updated><title>PERTANIAN</title><description>&lt;b&gt;Perawatan Tanaman Pengaruhi Kualitas &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jombang - Perawatan budidaya pertanian sejak masa tanam berpengaruh pada kualitas hasil panen. Demikian, benang merah diskusi pertanian bertema “Peningkatan Kuantitas Produksi Padi Tidak Diimbangi dengan Peningkatan Kualitas” dalam program acara Warung Komunitas (Warkom) di Radio Komunitas Suara Warga, Rabu (24/3) pagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejumlah pihak mengkhawatirkan, kualitas gabah hasil panen pada tahun ini mengalami penurunan. Pasalnya, saat masa panen ini musim hujan berlangsung. Rendaman banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Jombang juga berpengaruh pada kualitas gabah hasil panen. Selain itu, perawatan budidaya pertanian sejak masa tanam diyakini berpengaruh pada kualitas gabah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wakil Kepala Bulog Devisi Regional Surabaya Selatan, Awaluddin Iqbal mengatakan, saat ini kondisi kualitas gabah dari petani Jombang masih cukup baik. Namun, pihaknya mengakui telah melakukan penolakan penerimaan gabah yang kualitasnya dibawah standart. “Kalau yang sekarang (sudah) memang lebih bagus, tetapi kita juga banyak menolak,” katanya.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wage, Ketua IPPHTI Jombang mengatakan, petani perlu mendapatkan sosialisasi dan pemahaman terhadap pengolahan tanah dan tanaman agar hasil panennya berkualitas. “Yang penting sekarang itu, petani perlu mendapatkan pengertian pengolahan tanaman, mulai dari olah tanah sampai dengan pasca panen,” ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan senada dikatakan Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU Jombang, Muhammad Subhan. Menurutnya, untuk menjaga kualitas hasil panen harus dimulai sejak masa tanam dan tetap memperhatikan pengolahan tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diskusi pada program acara Warkom di Radio Komunitas Suara Warga Jombang juga dihadiri Hadi Purwantoro dan Supraptono dari Dinas Pertanian Jombang. (Ms/Er)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-1149969991466885272?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/03/pertanian_25.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-7210593217245414949</guid><pubDate>Mon, 22 Mar 2010 16:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-22T09:10:00.414-07:00</atom:updated><title>Membasmi Hama Dengan Pestisida Organik</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S6eWByv8ugI/AAAAAAAAANg/V7u-VMEdnjo/s1600-h/Copy%20of%20pestisida.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S6eWByv8ugI/AAAAAAAAANg/V7u-VMEdnjo/s1600/Copy%20of%20pestisida.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Penggunaan pestisida organik cukup mendukung untuk mengatasi masalah gangguan serangan hama tanaman komersial. Pestisida organik pun dapat menjamin keamanan ekosistem. Dengan pestisida organik, hama hanya terusir dari tanaman petani tanpa membunuh. Selain itu penggunaan pestisida organik dapat mencegah lahan pertanian menjadi keras dan menghindari ketergantungan pada pestisida kimia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Ramuan Pengendali Hama Dari Pestisida Organik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Ramuan Pengendali Hama Wereng dan Ulat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Bahan dan Cara Pembuatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Tembakau &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Daun mindi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Daun arum dalu (sedap malam)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Daun jenu/tuba (Derriseleptica) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Labu siam Masing-masing daun mindi, daun sedap malam dan daun jenu/tuba ditumbuk halus secara terpisah dengan mencampurkan sedikit air, kemudian diperas pada wadah yang berbeda beda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Ketiga air perasan bahan-bahan di atas dicampur dengan perbandingan 1 : 1 : 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Rebus daun tembakau hingga mendidih, biarkan hingga dingin dan air sarinya diambil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Iris labu siam untuk diambil getahnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Seluruh bahan-bahan di atas dicampur hingga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; merata dan masukkan ke dalam botol, kemudian diamkan selama satu minggu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Bahan tersebut siap digunakan dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; melarutkan ke dalam air dengan perbandingan 1– 2 sendok teh untuk 1 liter air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Ramuan Mengatasi Ulat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Bahan Cara Pembuatan Kegunaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Daun gamal/Gliricidia 1 Kg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Tembakau 2 ½ gram &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Daun gamal ditumbuk sampai halus dan dimasak dengan 5 liter air, lalu dinginkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Tambahkan tembakau sambil diaduk-aduk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Didiamkan selama satu malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Air sarinya siap digunakan dengan perbandingan ¼ liter untuk 10 liter air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Ramuan ini berguna untuk memberantas ulat gerayak dan ulat lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Ramuan Mengatasi Hama Wereng&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Bahan dan Cara Pembuatan Kegunaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Buah kecubung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; wulung 2 butir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Akar jenu/tuba 1 kg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Air 1 liter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Bahan-bahan ditumbuk halus dan direbus sambil diaduk-aduk hingga airnya mendidih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Dinginkan dan airnya disaring &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Bahan siap digunakan, 1 liter bahan dicampur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; dengan 16 liter air untuk memberantas hama wereng.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Ramuan Pengendali Walang Sangit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Bahan Cara Pembuatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Brotowali 1 Kg &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; 2 butir buah kecubung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Kedua bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 1 liter air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Dinginkan kemudian disaring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Bahan siap digunakan dengan mencampurkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; 16 liter air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Ramuan Pengendali Ulat Penggerek Batang dan Ulat Gerayak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Bahan dan Cara Pembuatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Daun sampang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Daun soka geni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Daun mindi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Labu siam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Bahan-bahan dedaunan ditumbuk halus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; kemudian airnya diperas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Ambil getah labu siam, lalu dicampur dengan perasan dedaunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Bahan didiamkan 1 minggu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Bahan siap digunakan untuk 1 – 2 sendok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; dicampur dengan 1 liter air&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-7210593217245414949?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/03/membasmi-hama-dengan-pestisida-organik.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S6eWByv8ugI/AAAAAAAAANg/V7u-VMEdnjo/s72-c/Copy%20of%20pestisida.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-8548280454353752693</guid><pubDate>Mon, 22 Mar 2010 16:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-22T09:15:24.775-07:00</atom:updated><title>HPP Naik, Harga Gabah Jatuh</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S6eXWLKd4oI/AAAAAAAAANk/afo6Rmo7GVo/s1600-h/Copy%20of%20P1150349.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S6eXWLKd4oI/AAAAAAAAANk/afo6Rmo7GVo/s320/Copy%20of%20P1150349.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Jombang&lt;/b&gt; – Meski pemerintah menetapkan kenaikan Harga Pemebelian Pemerintah (HPP) sebesar 10%, namun harga gabah di tingkat petani masih jauh dari HPP. Harga Gabah Kering Panen (GKP) yang diterima petani berkisar antara Rp. 2.100,- hingga 2.400,- per kilogram.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekretaris Desa Watudakon, Sumobito, Jombang, Burhanuddin mengatakan, petani di desanya rata-rata hanya mampu menjual gabah kategori GKP sampai dengan harga Rp 2.300,- per kilogram. Situasi ini membuat petani terdesak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Burhanuddin, harga jual gabah dibawah HPP terjadi karena petani hanya bisa berhubungan dengan tengkulak. “Petani terdesak, apalagi pemerintah tidak memiliki inisiatif untuk membeli gabah langsung dari petani,” ujarnya, Senin (22/3) siang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepala Dusun Jungkir, Desa Watu Dakon, Ahmad menilai, pemerintah terkesan tidak peduli pada kondisi petani. Petani dibiarkan terjebak pada kesulitan memasarkan gabah dengan harga yang tidak pantas.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, Nur Hadi, warga desa Watu Dakon mengaku terpaksa menjual gabah dengan harga yang ada karena terdesak kebutuhan pendidikan putra putrinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi serupa terjadi di Desa Carang Rejo, Kecamatan Kesamben. Rata-rata, harga GKP yang diterima hanya mencapai Rp 2.400,- perkilogram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, harga gabah kering panen (GKP) di wilayah Kecamatan Perak, Gudo, dan Bandar Kedungmulyo, berkisar antara Rp 2.100/kg hingga Rp 2.400/kg. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi ini membuat petani mengeluh. Pasalnya, berdasarkan Harga Penetapan Pemerintah (HPP) tahun 2010, harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp 2.640/kg. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petani menduga, anjloknya harga gabah saat musim karena rendahnya perhatian pemerintah dan kuatnya permainan pasar. “Sebenarnya bukan hanya karena kualitas gabah. Tetapi ini juga karena permainan para tengkulak,” kata Matroji, petani asal Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Rabu (17/3) lalu. (Ms/Er)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-8548280454353752693?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/03/hpp-naik-harga-gabah-jatuh.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S6eXWLKd4oI/AAAAAAAAANk/afo6Rmo7GVo/s72-c/Copy%20of%20P1150349.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-8145010449190960072</guid><pubDate>Sun, 21 Mar 2010 15:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-21T08:37:00.525-07:00</atom:updated><title>Pestisida Organik, Mengapa Tidak?</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S6JJ0HRu1AI/AAAAAAAAANQ/JYTrjmdaBxA/s1600-h/Copy%20of%20organik.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S6JJ0HRu1AI/AAAAAAAAANQ/JYTrjmdaBxA/s320/Copy%20of%20organik.JPG" width="215" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tidak bisa dipungkiri bahwa pestisida adalah salah satu hasil teknologi modern dan mempunyai peranan penting dalam peningkatan kesejahteraan rakyat. Pestisida merupakan zat kimia serta jasad renik dan virus yang digunakan membunuh hama dan penyakit. Dan sektor terbesar yang sering memakai pestisida adalah sektor pertanian. Penggunaannya meliputi sektor perikanan, perkebunan dan pertanian tanaman pangan yang menangani komoditi padi, palawija, dan hortikultura (sayuran, buah-buahan dan tanaman hias).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaannya dengan cara yang tepat dan aman adalah hal mutlak yang harus dilakukan mengingat walau bagaimanapun, pestisida adalah bahan yang beracun. Penggunaan pestisida yang salah atau pengelolaannya yang tidak bijaksana akan dapat menimbulkan dampak negatif, baik langsung maupun tidak langsung, bagi kesehatan manusia dan lingkungan.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fakta dan Data Akibat Buruk Pestisida&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Ditemukannya data penyakit-penyakit akut yang diderita pada kelompok petani, seperti hamil anggur pada isteri-isteri petani di Lembang.&lt;br /&gt;2.12 orang petani di Klaten meninggal dunia akibat keracunan pestisida.&lt;br /&gt;3.18 penduduk transmigrasi di Lampung Utara meninggal akibat racun tikus, penyakit kulit eksim basah, TBC, kanker saluran pernafasan.&lt;br /&gt;4.25% dari 2400 wanita pada tahun antara 1959 – 1966 yang pernah melahirkan bayi dengan bobot di bawah normal memiliki kandungan DDT yang telah terurai pada darahnya lima kali lebih besar dari kadar normal.&lt;br /&gt;5.Tahun 2001 terjadi kematian pada ayam-ayam di sekitar lahan pertanian akibat akumulasi paparan pestisida yang terbawa angin. (Kusnadi Umar Said, Puncak Jawa Barat).&lt;br /&gt;6.Logam berat yang merupakan unsur pestisida biasanya ditimbun di dalam hati, sehingga mempengaruhi metabolisme dan menyebabkan kerusakan pada ginjal.&lt;br /&gt;7.Pestisida juga dapat mengganggu peredaran hormon sehingga menyebabkan efek testikular dan menimbulkan sejumlah penyakit seperti kanker prostat, problem reproduksi perempuan, kanker payudara, dan perubahan perilaku.&lt;br /&gt;8.Sebuah penelitian di Cina, bahkan mengungkap pria yang terkena pengaruh pestisida selama bekerja ternyata berisiko mendapat gangguan kualitas sperma yang dapat mempengaruhi kesuburan.&lt;br /&gt;9.Ditemukan katak cacat tanpa sebelah kaki akibat penggunaan pestisida kimia oleh staf pengajar Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan Fak. Kehutanan IPB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membasmi Hama Dengan Pestisida Organik&lt;br /&gt;Penggunaan pestisida organik cukup mendukung untuk mengatasi masalah gangguan serangan hama tanaman komersial. Pestisida organik pun dapat menjamin keamanan ekosistem. Dengan pestisida organik, hama hanya terusir dari tanaman petani tanpa membunuh. Selain itu penggunaan pestisida organik dapat mencegah lahan pertanian menjadi keras dan menghindari ketergantungan pada pestisida kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan pestisida organik harus dilakukan dengan hati-hati dan dengan kesabaran serta ketelitian. Banyaknya pestisida organik yang disemprotkan ke tanaman harus disesuaikan dengan hama. Waktu penyemprotan juga harus diperhatikan petani sesuai dengan siklus perkembangan hama. Untuk pencegahan adanya hama, penyemprotan dapat dilakukan secara periodik pada tanaman sayuran. Sebaiknya dalam waktu satu minggu sekali atau disesuaikan dengan ada tidaknya hama karena hama selalu berpindah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai Jenis Pestisida Organik: &lt;br /&gt;Pestisida yang berasal dari ikan mujair; &lt;br /&gt;Pestisida dari ikan mujair dapat mengatasi hama tanaman terong dan pare, baik itu ulat, serangga, ataupun jamur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat pestisida organik dari ikan mujair : 1 kg ikan mujair dari empang, dimasukkan ke plastik, dibiarkan selama 3 hari. Kemudian direbus dengan dua liter air selama dua jam dan disaring. Dapat digunakan secara langsung atau ditambahkan tembakau dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pestisida yang diperoleh dari biji mahoni, kunyit, jahe, serai dan cabe; &lt;br /&gt;Pestisida dari mahoni berguna untuk mengatasi hama tanaman terong dan pare, baik itu ulat, serangga, ataupun jamur. Pestisida dari kunyit, jahe, serai berguna untuk mengatasi jamur tanaman dan buah. Sedangkan, pestisida dari cabe untuk mengatasi semua jenis hama kecuali hama di dalam tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatannya dengan dihaluskan, diberi air, diperas dan disaring. Khusus untuk pestisida dari cabe, saat penyemprotan harus hati-hati jangan sampai berbalik arah mengenai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dengan pestisida organik buatan, pengusiran hama lalat buah juga dapat dilakukan dengan pengalihan perhatian hama pada warna-warna yang disukainya. Caranya, dengan memasang warna tertentu yang bisa menarik lalat buah di sekitar tanaman. Pertanian secara tumpang sari juga bisa menjadi alternatif mengurangi hama tanaman tertentu. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung&lt;br /&gt;Disajikan oleh Lembaga Pengembangan Pertanian NU dan Lembaga Kajian &amp;amp; Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Jombang&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-8145010449190960072?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/03/pestisida-organik-mengapa-tidak.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S6JJ0HRu1AI/AAAAAAAAANQ/JYTrjmdaBxA/s72-c/Copy%20of%20organik.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-1106354882796887022</guid><pubDate>Thu, 18 Mar 2010 15:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-18T08:36:54.805-07:00</atom:updated><title>PERTANIAN</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S6JHRdwr5_I/AAAAAAAAANM/iiN6Am8Dvts/s1600-h/Copy%20of%20hama%20wereng1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="217" src="http://1.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S6JHRdwr5_I/AAAAAAAAANM/iiN6Am8Dvts/s320/Copy%20of%20hama%20wereng1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Puluhan Hektar Tanaman Padi Terancam Gagal Panen&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Jombang&lt;/b&gt; – Puluhan hektar tanaman padi di beberapa Kecamatan di Kabupaten Jombang terancam gagal panen. Rendaman banjir dan serangan hama wereng membuat sejumlah petani diliputi kecemasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Banjir yang melanda sebagian wilayah Kecamatan Perak pada Kamis (18/3) pagi, membuat puluhan hektar tanaman padi siap panen terendam air. Petani khawtir, akibat genangan air tanaman yang siap panen tersebut akan mengalami kerusakan. Selain menggenangi lahan pertanian, banjir juga menggenangi ratusan rumah penduduk serta gedung sekolah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Sedangkan, di Kecamatan Ngoro, ancaman gagal panen juga menghantui petani karena serangan hama wereng. Sejak dua minggu terakhir ini, hama wereng menyerang puluhan hektar lahan pertanian milik sejumlah petani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Menurut Sunaryo, salah seorang petani Desa Genukwatu Kecamatan Ngoro, serangan hama wereng membuat dirinya dan petani lain kelimpungan. Pasalnya, kurang dari dua minggu tanaman padi mereka sudah waktunya di panen. “Padahal kurang dua minggu lagi sudah panen,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Para petani, sebenarnya sudah melakukan upaya penangkalan hama wereng. Namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil. “Kami sudah melakukan penyemprotan pestisida setiap dua hari sekali. Tetapi, Hama wereng terus menyerang dan padi banyak yang mati,” kata Sanusi, petani lainnya. (Ms/Er)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-1106354882796887022?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/03/pertanian.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S6JHRdwr5_I/AAAAAAAAANM/iiN6Am8Dvts/s72-c/Copy%20of%20hama%20wereng1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8999382585765561009.post-1682684372417966782</guid><pubDate>Sun, 14 Mar 2010 18:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-14T11:07:23.694-07:00</atom:updated><title>Bank Khusus Pertanian Masih Terkendala UU</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S50ls8xZfgI/AAAAAAAAAL0/AQVVpdNAU_s/s1600-h/pertanian.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 177px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S50ls8xZfgI/AAAAAAAAAL0/AQVVpdNAU_s/s200/pertanian.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448552578345958914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Friday, 12 March 2010 15:52 Aan Anshory &lt;br /&gt;Meski keberadaan Bank Pertanian sudah dimandatkan dalam UU No. 41 Tahun 2009 yang disahkan oleh DPR pertengahan September lalu, namun nampaknya realisasinya masih jauh panggang dari api. &lt;br /&gt;Pendirian bank yang khusus untuk membiayai usaha pertanian tersebut memerlukan dukungan dan perlu ada kemauan politik dari pemerintah, baik pusat maupun daerah.Tanpa itu, dalam waktu lima tahun ke depan Indonesia bakal tetap mengalami kesulitan, apalagi produksi pertanian sangat rentan terhadap gangguan iklim. &lt;br /&gt;Demikian papar Wakil Komisi IV DPR RI Jafar Hamzah pada seminar Membangun Pertanian, Menuju Kesejahteraan Petani yang digelar Forum Wartawan Pertanian di Jakarta, Selasa (16/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengemukakan, pendirian Bank Pertanian RI harus ada mendapat dukungan politik secara penuh, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Menurutnya, tanpa itu, dalam waktu lima tahun ke depan Indonesia bakal tetap mengalami kesulitan, apalagi produksi pertanian sangat rentan terhadap gangguan iklim.&lt;br /&gt;Dalam lima tahun ke depan pemerintah harus bisa membentuk bank pertanian. Jika dalam lima tahun ke depan tidak ada lembaga keuangan khusus bidang pertanian, maka tidak akan ada terobosan dalam pembangunan dan pengembangan bidang pertanian di Indonesia, kata Jafar Hafsah.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menganggap, bidang pertanian itu sangat unik dan bagaikan anak anak yatim, sehingga harus ada regulasi khusus dalam mengikuti musim tanam. Menurutnya, bank pertanian akan bisa menyesuaikan diri dengan keunikan yang ada pada bidang pertanian, termasuk tingginya resiko dalam usaha pertanian. Bank itu juga dapat mempermudah petani dalam permodalan. "Jadi program pembiayaan pertanian jangan sekedar hanya skim kredit saja. Juga jangan sekedar bantuan ke kelompok tani atau gabungan kelompok tani, karena akan habis begitu saja," kata Jafar.&lt;br /&gt;Sementara itu Wakil Rektor IPB, Prof Hermanto Siregar di tempat sama mengatakan bahwa kehadiran sebuah bank pertanian jelas akan sangat bermanfaat dan dibutuhkan. Negera-negara China, Vietnam, Thailand dan Afrika Selatan sudah mempunyai bank pertanian. Dalam waktu dekat pemerintah bisa mengembangkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai sebuah bank yang khusus melayani bidang pertanian, katanya.&lt;br /&gt;Dikemukakan bahwa potensi BPD sebagai bank pertanian cukup besar, karena saat ini saja total simpanan BPD di SBI (Sertifikat Bank Indonesia) mencapai Rp 113 triliun. Menurutnya, harus ada solusi untuk mendukung hal itu, dengan tahap awal bisa saja dua atau tiga kantor BPD menjadi basis dalam pemberian kredit pertanian.&lt;br /&gt;Sebelumnya, sebulan setelah disahkannya UU ini, Menteri Pertanian Suswono menargetkan bank khusus pertanian akan terealisasi sebelum tahun 2014. "Dalam waktu lima tahun bisa diwujudkan bank yang spesifik untuk pertanian," kata Suswono saat meresmikan Pameran Pekan Buah Tropika Nusantara Indonesia Tropical Fruit Festival di pelataran Carrefour Lebak Bulus Jakarta Selatan, pertengahan Nopember lalu. Departemen yang dipimpinnya saat ini tengah menginisiasi berdirinya bank khusus pertanian dalam lima tahun mendatang.&lt;br /&gt;Terkendala UU Perbankan&lt;br /&gt;Sayangnya keoptimisan Menteri asal PKS ini harus berhadapan dengan masalah yang cukup mendasar, yakni terkendala oleh UU Perbankan. Dalam salah satu pasal UU Perbankan dimana pembentukan bank khusus tidak diperbolehkan kecuali bank syariah. Kendala ini jauh hari telah disuarakan oleh mantan Menteri Pertanian Anton Apriyantono. Menurut dia, upaya untuk memperjuangkan pembentukan bank pertanian telah dilakukan namun hal itu selalu terhenti pada aturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;Anton mengakui, sebenarnya bank-bank yang sudah ada selama ini bisa saja memberikan pelayanan kredit ke petani sehingga tidak perlu membentuk bank khusus pertanian.&lt;br /&gt;Namun demikian, tambahnya, sistem yang diterapkan perbankan saat ini tidak memberikan peluang kepada petani kecil untuk mengakses permodalan. “Dengan suku bunga kredit yang ditetapkan sangat tinggi serta persyaratan agunan bagaimana mungkin petani kecil bisa memperoleh kredit,” katanya mempertanyakan. (Aan/matanews/news-kominfo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8999382585765561009-1682684372417966782?l=norlandoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://norlandoni.blogspot.com/2010/03/bank-khusus-pertanian-masih-terkendala.html</link><author>noreply@blogger.com (Pertanian Organik)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_3tdqZUqiAC8/S50ls8xZfgI/AAAAAAAAAL0/AQVVpdNAU_s/s72-c/pertanian.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><language>en-us</language><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

