<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;DkEGRno9eip7ImA9WhRUFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209</id><updated>2012-01-27T18:43:47.462+07:00</updated><category term="GPU" /><category term="Blogfam" /><category term="Cerita Anak" /><category term="cetak ulang" /><category term="Victory Lane" /><category term="kuis" /><category term="DImas dan Raka" /><category term="iseng" /><category term="Usamah" /><category term="blogger Tasikmalaya" /><category term="belajar motret" /><category term="LMCR" /><category term="Buku Gue" /><category term="Kinanti" /><category term="info" /><category term="beautiful stories" /><category term="liburan" /><category term="TIKIL" /><category term="Batman Saroong" /><category term="talkshow" /><category term="jalan-jalan" /><category term="dogs love" /><category term="Asean Blogger Conference" /><category term="Nabi Cinta" /><category term="hamster" /><category term="Pelatihan" /><category term="kuliner" /><category term="Surat Pengantar" /><category term="Cover Letter" /><category term="surat perjanjian" /><category term="menulis" /><category term="koran" /><category term="cewek tulalit" /><category term="celoteh anak" /><category term="blogilicious van bandung" /><category term="Flash Fiction" /><category term="Hadiah" /><category term="review" /><category term="Penerbit" /><category term="ACI 2011" /><category term="iklan" /><category term="batik indonesia" /><category term="King" /><category term="Iron Man" /><category term="story" /><category term="Ganteng is Dumb" /><category term="99" /><category term="Iren" /><category term="bali" /><category term="agenda" /><category term="Cerfet" /><category term="Tips menulis" /><category term="resolusi" /><category term="Hidup Gue" /><category term="kamera" /><category term="gokildad" /><category term="Tips" /><category term="lemari terkunci" /><category term="Promo" /><category term="novel anak" /><category term="Cerita Keluarga" /><category term="Sinetron" /><category term="Proses Penulisan" /><category term="lebaran" /><category term="Harmonikaku" /><category term="kopdar" /><category term="kain Indonesia" /><category term="IBN" /><category term="Lomba" /><category term="cerpen" /><category term="flipped" /><category term="rayya" /><category term="behind the book" /><category term="kain ikat" /><category term="Sigma" /><category term="laporan perjalanan" /><category term="majalah" /><category term="Curhat" /><title>Dunia Iwok</title><subtitle type="html">Reflection of my life</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>441</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/BqpZs" /><feedburner:info uri="blogspot/bqpzs" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>blogspot/BqpZs</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><entry gd:etag="W/&quot;DEEHSH89eCp7ImA9WhRVFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-8765935396345810270</id><published>2012-01-14T00:43:00.000+07:00</published><updated>2012-01-14T00:43:59.160+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-14T00:43:59.160+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pelatihan" /><title>[Pelatihan Menulis Novel Komedi] Pertemuan Pertama!</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-l4Nn2WzEjOc/TxBtNuy6k6I/AAAAAAAAA5o/6bwBu1vVf0k/s1600/Materi+1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-l4Nn2WzEjOc/TxBtNuy6k6I/AAAAAAAAA5o/6bwBu1vVf0k/s320/Materi+1.jpg" width="317" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seru! Saya merasakan antusiasme luar biasa dari para peserta. Meski ada beberapa siswa yang mbolos dan seorang siswa yang nekad ikut belajar padahal lagi ikut tahlilan di rumah tetangga (ya ampun! Sempet-sempetnya coba), suasananya tak kalah rusuh. Yang mbolos pasti nyesel deh karena di luar jadwal kelas trainer tidak akan menjawab pertanyaannya langsung. Ntar aja kalau sempet. hehehehe.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;O ya, ini adalah pertemuan pertama Pelatihan Menulis Novel Komedi yang dilaksanakan secara online. Pesertanya ada 10 orang yang terjaring lewat seleksi dari 47 orang yang mendaftar. Sempat ada yang mengeluh, kenapa saya tidak terpilih? Apakah contoh cerita yang dikirimkan kurang lucu? Ya, beberapa peserta memang belum dapat memenuhi kriteria yang kami inginkan. Ada karya peserta yang memang unsur komedinya belum dapat, tapi banyak juga yang justru jauh di atas ekspektasi kami. Karya mereka bagus-bagus! Setelah cek dan ricek, ternyata mereka memang sudah terbiasa menulis dengan karya yang sudah banyak diterbitkan media masa. Untuk peserta dengan kemampuan seperti itu, kami terpaksa menyisihkannya karena pelatihan ini benar-benar ditujukan untuk para pemula. Kami ingin membantu teman-teman yang baru merintis dalam bidang penulisan, memiliki minat dalam penulisan cerita komedi, memiliki bakat lucu, dan belum menemukan trainer yang bisa membimbing bakatnya. Mohon maklum ya. :)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelas berlangsung selama 2 jam, mulai pukul delapan sampai pukul sepuluh malam. Materi pertama berupa pengenalan singkat cerita komedi dan tentang deskripsi dengan napas yang 'beda'. Kayaknya peserta sudah siap-siap pertanyaan jauh-jauh hari nih, soalnya begitu materi diposting, eh pertanyaan langsung mrudul. Busyet dah, belum juga narik napas. Pertanyaan satu aja belum dijawab, eh sudah disusul pertanyaan-pertanyaan berikut. Saya sempat kelabakan buat jawab satu per satu. Untung Beby Haryanti Dewi dan Rezki Dayan, rekan trainer dalam pelatihan ini siap di tempat grak. Mereka langsung ikut turun tangan sehingga semua pertanyaan bisa terjawab dengan.... ngos-ngosan. hehehe.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untungnya nih, kerusuhan dan kehebohan sehari sebelumnya saat sesi perkenalan tidak terulang lagi. Mungkin karena Cek Gu Beby sudah mengacungkan pecutnya sambil teriak-teriak; "Serius! No alay! No typo! No spam!" Peserta mungkin terlihat bernafsu, tapi dalam konteks yang sangat positif dan bersemangat. Asyik! Saya sendiri menaruh harapan besar terhadap seluruh peserta. Mudah-mudahan kami tidak salah menilai, karena kami lihat mereka memiliki bekal yang cukup untuk menjajagi genre komedi ini. Kalau mereka serius dan mau terus berlatih, bukan tidak mungkin mereka bisa unjuk gigi dalam penulisan cerita komedi. Who knows?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua jam nggak kerasa ya kalau rame? Tahu-tahu udah jam 10 aja. Wew, saatnya ngasih tugas dan latihan. Berhubung materinya tentang deskripsi, tugasnya pun pasti tentang itulah. Kali ini mereka harus menyusun sebuah deskripsi dengan lokasi di kamar mandi! Wihihihi.... ceritanya bebas, tokohnya bebas, yang penting&amp;nbsp; di kamar mandi! Nah loh. Sebagai cerita komedi, penulis harus bisa dong membuat kelucuan di seting lokasi mana pun. Termasuk kamar mandi. Dan, apakah yang akan ditulis para peserta nantinya? Hmmm... jadi nggak sabar pengen baca cerita mereka. Ada apa di kamar mandi? Eng-ing-eeeng.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga pertemuan pertama ini bisa semakin membuat mereka bergairah dan bukan sebaliknya melunturkan semangat mereka. Semoga puas juga ding dengan materi dan jawaban yang sudah kami bertiga berikan selama sesi pelatihan pertama kemarin berlangsung.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-8765935396345810270?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/8765935396345810270/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=8765935396345810270&amp;isPopup=true" title="5 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/8765935396345810270?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/8765935396345810270?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2012/01/pelatihan-menulis-novel-komedi.html" title="[Pelatihan Menulis Novel Komedi] Pertemuan Pertama!" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-l4Nn2WzEjOc/TxBtNuy6k6I/AAAAAAAAA5o/6bwBu1vVf0k/s72-c/Materi+1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUQFQ3s_fSp7ImA9WhRVEk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-6855123058511709364</id><published>2012-01-10T21:55:00.000+07:00</published><updated>2012-01-10T21:55:12.545+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-10T21:55:12.545+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pelatihan" /><title>[Pengumuman] Peserta Pelatihan Novel Komedi Gratis</title><content type="html">PRIIIITTTT! Stop semua kegiatan! Yang lagi nyuci, yang lagi ngepel  aspal, yang lagi manikur jidat ... brenti dolooo! Ini ada pengumuman  lucu, taooo! Tok tok tok tok .... dalang beraksi ... Kalian-kalian yang  udah ngirim cerpen lucu ... mengakulah ... mengakulah ...! Siapa yang  namanya disebutin di bawah ini, harap ngacung, bawa alat tulis dan masuk  kelas Pelatihan Novel Komedi Online Gratis bersam&lt;span class="text_exposed_show"&gt;a trainer-trainer imut nan menggemaskan : &lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=565377842" href="https://www.facebook.com/iwok.abqary"&gt;Iwok Abqary&lt;/a&gt;, &lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=1619971276" href="https://www.facebook.com/beby.haryanti.dewi"&gt;Beby Haryanti Dewi&lt;/a&gt;, dan &lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=100002127411070" href="https://www.facebook.com/profile.php?id=100002127411070"&gt;Rezki Dayan&lt;/a&gt; ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. &lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=100002553558077" href="https://www.facebook.com/Eijiro.Gunso"&gt;Eri Iyas&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
2. &lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=100000363898909" href="https://www.facebook.com/profile.php?id=100000363898909"&gt;Mumutia Chan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
3. &lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=1216497228" href="https://www.facebook.com/astri.hapsari"&gt;Astri Hapsari&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
4. &lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=1292185778" href="https://www.facebook.com/profile.php?id=1292185778"&gt;Puspitasari Kurniawati&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
5. Raldina  Asdyanti&lt;br /&gt;
6. Nurul Fajri&lt;br /&gt;
7. &lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=100000533421451" href="https://www.facebook.com/ulfa.handayani"&gt;Ulfa Handayani&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
8. Ferhat&lt;br /&gt;
9. Vita Sophia Dini &lt;br /&gt;
10. Sulaimann Harrie&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Selamat masuk kelas untuk yang terpilih. Yang belum terpilih, tunggu di depan pintu kelas aja ya, siapa tahu bisa nguping. Hehehe....&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Betewe, terima kasih banyak atas semua atensinya. Mohon maaf kalau tidak semua bisa digiring ke kelas, karena tempat duduknya terbatas. Heh, bawa kursi sendiri? Nggg.... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-6855123058511709364?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/6855123058511709364/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=6855123058511709364&amp;isPopup=true" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/6855123058511709364?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/6855123058511709364?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2012/01/pengumuman-peserta-pelatihan-novel.html" title="[Pengumuman] Peserta Pelatihan Novel Komedi Gratis" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D08BSX4_fyp7ImA9WhRVEEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-8962898424995145797</id><published>2012-01-09T14:57:00.000+07:00</published><updated>2012-01-09T14:57:38.047+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-09T14:57:38.047+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips menulis" /><title>Lowongan Naskah di Gradien Mediatama</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buat yang suka nulis cerita roman remaja, yang cinta-cintaan gitu lah, ada peluang baru nih untuk menjajal kemampuan tulisanmu. Kalau sebelumnya kamu hanya mengenal penerbit GPU (Gramedia Pustaka Utama), Gagasmedia, Sheila, atau Elexmedia Komputindo yang menerima naskah teenlit roman, sekarang ada satu lagi yang siap menampung naskah kamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yup, Gradien Mediatama sekarang tidak lagi mengkhususkan diri menerbitkan buku/novel gokil remaja, tetapi 2012 ini mulai merambah ke teen romance. So, kalau kamu memang suka menulis novel roman remaja, kenapa nggak coba kirim juga ke Gradien? Setidaknya pilihan kamu sekarang semakin banyak, kan? Nambah satu lagi deh sasaran penerbit untuk naskah novel kamu. Oya, yang lebih asyik, kirim naskah ke gradien bisa via email, lho! wiiiiw.... nggak perlu ribet-ribet ngeprint, kan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini saya copas info dari status Facebook-nya Gradien Mediatama :&lt;/div&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;DICARI: TEEN ROMANCE&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;  Gradien Mediatama mencari naskah Teenlit genre Romance. Panjang naskah  80-150 hlm Word default. Kirimkan beserta sinopsis dan bio pengarang by  email ke gradienmediatama(at)gmail(dot)&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayo, kirimkan naskah kamu sekarang! &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-8962898424995145797?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/8962898424995145797/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=8962898424995145797&amp;isPopup=true" title="6 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/8962898424995145797?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/8962898424995145797?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2012/01/lowongan-naskah-di-gradien-mediatama.html" title="Lowongan Naskah di Gradien Mediatama" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0AERXY7fyp7ImA9WhRVEE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-8785785940256460660</id><published>2012-01-08T13:55:00.000+07:00</published><updated>2012-01-08T13:55:04.807+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-08T13:55:04.807+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="koran" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="review" /><title>[Resensi] Fight, Love, Hope - 15 Kisah Penderita Kanker</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-DoJE71aeH0M/Twk9Z5DwL6I/AAAAAAAAA5g/cPm3HMFtCcQ/s1600/FLH+Republika+8+Januari+2012.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-DoJE71aeH0M/Twk9Z5DwL6I/AAAAAAAAA5g/cPm3HMFtCcQ/s320/FLH+Republika+8+Januari+2012.jpg" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div id="date_news"&gt;&lt;em&gt;Minggu, 08 Januari 2012 pukul 09:40:00&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1&gt;Para &lt;i&gt;Survivor&lt;/i&gt; Kanker      &lt;/h1&gt;Oleh : Susie Evidia Y&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
Tidak selamanya kanker berakhir dengan kematian.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Allah  tidak menurunkan suatu penyakit, tanpa menurunkan obatnya." (HR Abu  Hurairah). Hadis Rasulullah ini sebagai penyemangat bagi mereka yang  sakit agar jangan berhenti untuk berjuang. Seseorang yang meyakini  dirinya akan sembuh biasanya stamina tubuhnya meningkat. Sebaliknya,  stamina semakin drop jika hanya meratapi penyakit tanpa ada perjuangan  untuk sembuh. Oleh karena itu, berdoa, berjuang, tetap semangat, niscaya  segala penyakit bisa terusir dari tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan  penyakit kanker? Mendengar namanya saja membuat bulu kuduk berdiri.  Karena, penyakit ini begitu dekat dengan kematian. Penelitian World  Health Organization (WHO) menunjukkan, kanker menduduki urutan kedua  sebagai penyakit mematikan setelah jantung. Diperkirakan, ada sekitar 12  juta penderita kanker di seluruh dunia, sedangkan kematian akibat  kanker mencapai tujuh juta. Setiap tahun meningkat satu persen kasus dan  kematian akibat penyakit kanker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sekian banyak penderita  kanker, tidak selamanya berakhir dengan kematian. Tidak sedikit, mereka  yang berjuang pada akhirnya lolos dari maut akibat kanker. Bahkan,  mereka bisa kembali menjalankan aktivitas dan hidup bahagia seperti  sediakala. Buku ini mengungkap kisah nyata 15 pejuang yang berhasil  melawan penyakit kanker. Pengalaman mereka ini membuat mirip, terharu,  dan akhirnya plong ketika mereka bisa kembali lagi tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku  yang ditulis keroyokan ini masing-masing menampilkan sosok penderita  kanker yang berbeda dengan jenis penyakit kanker yang berbeda pula. Buku  ini sangat berharga karena dari pengalaman mereka, pembaca bisa memetik  hikmah serta lebih waspada sehingga terhindar dari penyakit kanker yang  kini semakin bervariasi jenisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku lebih dari 250 halaman  ini diawali kisah Trusty Sundoro yang didiagnosis menderita limfoma  non-hodgkin atau kanker kelenjar getah bening. Siapa yang mengira  benjolan kecil yang muncul di rahang kanannya sebagai sinyal penyakit  kanker. Dan siapa pun bakal shock, termasuk perempuan kelahiran tahun  1944 ini begitu dokter memvonis penyakit tersebut sebagai tumor ganas.  Kanker stadium dua. Pengobatannya tidak murah, membutuhkan biaya sekitar  Rp 22 juta setiap terapi. Bukan hanya biaya yang mahal, melainkan juga  efek dari terapi tersebut membuat penderita kanker semakin tidak  berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Trusty yang berprofesi sebagai guru bahasa Inggris  nyaris menyerah ketika satu per satu efek kemoterapi menghampirinya.  Pasrah dan menyerahkan sepenuhnya pada kekuasaan Allah yang membuat  semangat itu kembali muncul. Doa yang tidak pernah putus pula akhirnya  mengantarkan ibu empat anak ini hanya mengikuti delapan dari seharusnya  18 kali terapi.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikutnya, pengalaman Ny Naskah Alimah (65  tahun) yang tengah menikmati masa pensiun bersama suaminya di  Tasikmalaya. Bagaimana tidak shock, benjolan di selangkangan yang dikira  anyang-anyangan ternyata positif kanker serviks. Tidak dinyana, kanker  leher rahim ini sudah masuk ke stadium tiga. Sang anak berupaya  menyembunyikan penyakit mematikan ini dari ibunya. Dia hanya mengajak  ibunya ke dokter di Bandung dengan alasan peralatan di sana lebih  lengkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanker serviks termasuk urutan terdepan yang mengancam  nyawa kaum hawa. Pengobatannya tidak cukup dengan pengangkatan rahim,  tetapi harus dilanjutkan dengan terapi tambahan, yaitu kemoterapi atau  radiasi. Langkah tersebut pun belum menjamin 100 persen penderita bisa  sembuh total.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiada yang pernah tahu rahasia Allah. Tubuh Ny  Naskah semakin ringkih. Tapi, semangat, shalat yang tidak pernah putus,  serta dukungan keluarga besar yang membuatnya terus bertahan. Anaknya  memberikan gelar ibunya sebagai 'Perempuan Terhebat Kami'.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih  ada 13 kisah para penderita kanker lainnya yang bisa disimak di buku  ini. Tidak hanya penderita kanker dari kalangan dewasa, ada juga usia  belia seperti dialami Natarini Setianingsih yang divonis kanker  darah-leukimia-di usia 12 tahun. Sulit dibayangkan bagaimana perasaan  gadis cilik ini begitu mendapat vonis menderita penyakit mematikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Miris  juga pengalaman Yanthi Sulistiono yang divonis menderita kanker  payudara stadium empat. Mulanya penyakit ganas ini menggerogoti payudara  bagian kanan, lalu merambat ke bagian yang kiri. Padahal, kedua  payudaranya menjadi sumber ASI untuk ketiga anaknya serta disumbangkan  untuk bayi-bayi lainnya. Namun, Yanthi tabah, sabar, dan kekuatan cinta  yang membuatnya terus bertahan. Selain menjalani pengobatan medis,  Yanthi yang beberapa kali koma kini rajin minum jus daun sirsak yang  disinyalir memberikan efek antitumor atau antikanker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi  kesehatan dan menambah pengetahuan tentang penyakit kanker, tidak ada  salahnya jika buku ini menjadi bagian yang patut dikoleksi oleh siapa  pun. Karena, isi buku ini selain pengalaman dilengkapi pula penjelasan  secara medis dokter ahli tentang klasifikasi kanker, penyebab, cara  menghindari, hingga pengobatannya. Ditambah dengan tips berharga dari  setiap tulisan yang dijamin bermanfaat bagi pembaca. Di antaranya, tips  menghadapi kanker, hidup bersama kanker, pengobatan tradisional,  pendamping penderita kanker, dan lainnya. ed : subroto&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul Buku : Fight Love Hope&lt;br /&gt;
Penulis&amp;nbsp; : Nunik Utami, dkk&lt;br /&gt;
Penerbit&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Salsabila&lt;br /&gt;
Cetakan.&amp;nbsp; : November 2011&lt;br /&gt;
Tebal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 264 halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : &lt;a href="http://koran.republika.co.id/koran/110/151695/Para_I_Survivor_I_Kanker"&gt;http://koran.republika.co.id/koran/110/151695/Para_I_Survivor_I_Kanker &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-8785785940256460660?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/8785785940256460660/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=8785785940256460660&amp;isPopup=true" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/8785785940256460660?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/8785785940256460660?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2012/01/resensi-fight-love-hope-15-kisah.html" title="[Resensi] Fight, Love, Hope - 15 Kisah Penderita Kanker" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-DoJE71aeH0M/Twk9Z5DwL6I/AAAAAAAAA5g/cPm3HMFtCcQ/s72-c/FLH+Republika+8+Januari+2012.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0MCRHozfyp7ImA9WhRWFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-6725617044706965641</id><published>2012-01-02T23:24:00.000+07:00</published><updated>2012-01-02T23:24:25.487+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-02T23:24:25.487+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pelatihan" /><title>Pelatihan Menulis Novel Komedi Online!</title><content type="html">&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-xaLmjYTtTiM/TwHZn8qgOsI/AAAAAAAAA5Y/M3PqsvvtnzQ/s1600/writer.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-xaLmjYTtTiM/TwHZn8qgOsI/AAAAAAAAA5Y/M3PqsvvtnzQ/s320/writer.jpg" width="310" /&gt;&lt;/a&gt;Ngerasa lucu? Pengin lucu-lucuan di buku? Belajar dulu pada penulis-penulis buku komedi best seller ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pelatihan Menulis Novel Komedi Online Gratis 1 Bulan!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau selama ini kamu mengenal nama Hilman ‘Lupus’ Hariwidjaja, Boim  Lebon, Raditya Dhika, Adhitya Mulya, Oben Cedrik, Poconggg, atau Iwok  Abqary dan Beby Haryanti Dewi (hihihi) yang bergelut dalam dunia novel  komedi, kenapa tidak sekarang giliran kamu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menulis cerita komedi itu bisa dipelajari kok. Setiap orang pasti  memiliki sense of humor masing-masing, seorang introvert sekali pun. So,  kenapa tidak memulai untuk menulis novel komedi kamu yang pertama?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertarik menulis cerita komedi? Yuk gabung di Kelas Penulisan Novel Komedi yang digagas oleh kolaborasi antara :&lt;br /&gt;
~ Kelas Kreatif – Beby Haryanti Dewi&lt;br /&gt;
~ Corner Class – Iwok Abqary&lt;br /&gt;
~ Kelas Gagas - Rezki Dayan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sini kamu semua akan diarahkan untuk menjadi seorang penulis  cerita komedi. Cihuy banget kan? Tersedia 10 kursi GRATIS untuk kamu  yang berminat. Untuk terpilih menjadi salah satu peserta gampang banget  caranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Buat sebuah cerita komedi sepanjang 1-2 halaman A4 dengan renggang 1,5 spasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Cerita yang disusun boleh tamat ataupun masih menggantung. Kami hanya ingin mengetahui gaya penulisan kamu saja, kok.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tuliskan biodata kamu, seperti nama lengkap, ID facebook, akun  twitter, nomor Handphone, dan tentu saja email kamu yang masih aktif.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kirim cerita dan biodata kamu ke novelkomedi@gmail.com selambat-lambatnya tanggal 8 Januari 2012.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;10 orang calon peserta yang terpilih akan diumumkan tanggal 10 Januari 2012.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Oya, peserta diprioritaskan untuk yang belum pernah menerbitkan novel komedi atau buku antologi bergenre komedi.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
Siap menjadi penulis novel komedi selanjutnya? Ayo gabung!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Image taken from www.emptynest1.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-6725617044706965641?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/6725617044706965641/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=6725617044706965641&amp;isPopup=true" title="18 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/6725617044706965641?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/6725617044706965641?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2012/01/pelatihan-menulis-novel-komedi-online.html" title="Pelatihan Menulis Novel Komedi Online!" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-xaLmjYTtTiM/TwHZn8qgOsI/AAAAAAAAA5Y/M3PqsvvtnzQ/s72-c/writer.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>18</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUcFQX8_eCp7ImA9WhRWFE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-2846358320774624508</id><published>2012-01-01T14:30:00.000+07:00</published><updated>2012-01-01T14:30:10.140+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-01T14:30:10.140+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pelatihan" /><title>I'm a Writer Trainer</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-786LohTJRyA/TwALTzXg7cI/AAAAAAAAA5M/xcX98pSLikM/s1600/DSCF1899.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="203" src="http://4.bp.blogspot.com/-786LohTJRyA/TwALTzXg7cI/AAAAAAAAA5M/xcX98pSLikM/s320/DSCF1899.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Wohoho... selama ini saya paling sungkan dan ragu kalau diminta ngajarin nulis. Bukan apa-apa, saya selalu merasa ilmu kepenulisan saya tidaklah cukup. Selama ini saya menulis hanya berbekal belajar otodidak saja, mangkanya nggak pernah tahu tentang teori-teori menulis tuh seperti apa. Kalau sekarang harus ngajarin, apa iya harus hantam kromo juga? Gimana kalau nanti pesertanya nanya-nanya tentang sesuatu yang berbau teoritis? Gimana kalau nanya ini, nanya itu? huwaaa.... bikin saya makin keder aja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa kali memang saya menerima tawaran menjadi tutor dalam workshop penulisan, tapi waktu itu hanya sebatas&amp;nbsp; motivator saja dan bukan pelatihan nulis yang bener-bener belajar menulis. Untuk belajar menulis tentunya butuh waktu yang tidak sekadar workshop 2-4 jam saja. Butuh waktu jauh lebih lama dari itu. Karena itu, kalau sekadar untuk berbagi pengalaman menulis saya selama ini, saya masih bersedia. Itu pun kadang saya pilih-pilih dulu&amp;nbsp; eventnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ternyata, menjadi trainer di bidang penulisan itu memiliki peluang yang cukup besar saat ini. Banyak sekali calon-calon penulis yang mulai tertarik untuk menekuni dunia penulisan, dan butuh 'bantuan' untuk mengarahkan bakat dan kemampuan mereka. Untuk itulah posisi trainer banyak diburu dan dibutuhkan orang sehingga menjadi profesi yang sangat menjanjikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbekal hal tersebut, dan karena ingin memiliki rasa percaya diri yang lebih meningkat, pada tanggal 25 Desember 2011 lalu saya mengikuti workshop 'Writer for Trainer 2011' yang di adakan di Bekasi Cyber Park. Cukup jauh memang, dan sempat ketar-ketir sendiri karena ini adalah pertama kalinya saya ke Bekasi. Tapi apapun selalu membutuhkan perjuangan, kan? Apalagi sekarang untuk sebuah ilmu dan wawasan baru yang dikucurkan oleh Penulis dan Trainer Penulisan yang sudah berpengalaman; &lt;a href="http://bennyrhamdani.blogspot.com/"&gt;Benny Rhamdani.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama 17 orang peserta lainnya, sepanjang hari itu saya meraup banyak sekali ilmu baru sekaligus berlatih keras agar bisa menjadi seorang Trainer Penulisan handal. Target pun mulai disusun dan dicanangkan, 2012&amp;nbsp; kami harus sudah siap meluncur sebagai seorang trainer. Berbagai program pelatihan sedang digodok oleh alumni-alumni Writer for Trainers ini. Ada yang tertarik ikut program yang akan saya selenggarakan? Tungguin info selanjutnya ^_^&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-2846358320774624508?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/2846358320774624508/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=2846358320774624508&amp;isPopup=true" title="9 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/2846358320774624508?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/2846358320774624508?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2012/01/im-writer-trainer.html" title="I'm a Writer Trainer" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-786LohTJRyA/TwALTzXg7cI/AAAAAAAAA5M/xcX98pSLikM/s72-c/DSCF1899.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>9</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUAGR3czeCp7ImA9WhRXEks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-2411100928123756404</id><published>2011-12-19T09:44:00.001+07:00</published><updated>2011-12-19T10:02:06.980+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-19T10:02:06.980+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="iseng" /><title>Car Free Day yang tidak Car Free</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari Minggu pagi kemarin, saya mengajak anak-anak ke &lt;strike&gt;Hongkong Disneyland&lt;/strike&gt; area &lt;i&gt;Car Free Day&lt;/i&gt; lagi. Tumben ya, karena biasanya saya susah banget bangun pagi kalau &lt;i&gt;weekend&lt;/i&gt; begitu. Pengennya puas-puasin tidur seharian. hehehe. Tapi, Minggu kemarin memang sudah direncanakan dari awal, khususnya karena Abith baru punya &lt;strike&gt;anak gajah&lt;/strike&gt; sepatu roda baru. Hadiah ultahnya yang ke 9 lalu [13/12] saya memang memberikannya sebuah sepatu roda. Eh, sepasang ding, masa iya sebelah? Berhubung di areal rumah tidak ada jalan aspal yang rata, dan main sepatu roda di rumah juga malah nabrak-nabrak sana-sini, akhirnya saya pikir harus mengajaknya ke jalanan yang beraspal rata. Event mingguan &lt;i&gt;Car Free Day&lt;/i&gt; saya anggap sebagai area yang cocok. Jalan HZ. Mustofa bakalan menjadi tempat yang asyik untuknya latihan sepatu roda. Sekalian biar Rayya juga bisa main &lt;strike&gt;odong-odong&lt;/strike&gt; otopet sepuasnya. Ngacir deh dari ujung ke ujung. Jarak &lt;i&gt;Car Free Day&lt;/i&gt; yang berawal dari Mesjid Agung sampai perempatan Nagarawangi kan lumayan panjang tuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai lokasi sudah pukul 7.30 Wib, sudah cukup siang memang dan jalanan sudah penuh. Yang lari pagi dan yang &lt;strike&gt;latihan sirkus&lt;/strike&gt; sepedahan sudah banyak. Asyik nih suasananya. Abith langsung beraksi. Berhubung masih belajar, dia tertatih-tatih menggerakan sepatu rodanya. Sesekali terpeleset dan jerit-jerit. Sementara Rayya langsung ngacir dengan otopetnya dan bikin Ibunya kalang kabut dan harus ngejar-ngejar dia. Takut keserempet sepeda soalnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegembiraan tidak berlangsung lama. Tiba-tiba saja dari arah belakang muncul sebuah mobil! Ya, mobil sodara-sodara, bikin saya langsung jereng. Kok ada mobil sih? Bukannya ini &lt;i&gt;Car Free Way&lt;/i&gt;? Oh, mungkin ada mobil yang nyasar dan belum tahu kalau di Tasik ada &lt;i&gt;Car Free Day&lt;/i&gt; juga beberapa bulan belakangan ini (dan dia baru pulang dari Kutub Utara makanya nggak tahu). Okelah, harus dimaklum. Acara jalan-jalan pun dilanjutkan lagi. Saya kembali nuntun Abith dan Iren kembali ngejar-ngejar Rayya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lepas dari perempatan Pasar Mambo dan Jalan Cihideung, kekesalan saya naik lagi. Seekor mobil lagi-lagi nongol dan mepet-mepet pengen lewat. Haiyaaaa... kayaknya datang dari arah Pasar Mambo nih mobil. Kok nekad masuk jalanan ini? Mau ke mana sih? Mau ikutan lari pagi? Pasti baru pulang dari Kutub juga! grrrrr.... Saya mulai merasa nggak nyaman. Gimana mau enjoy kalau berkali-kali saya harus noleh ke belakang, takut ada mobil yang nongol dan nyeruduk anak-anak saya yang lagi berlarian tengah jalan. Belum lagi banyak motor yang sempet-sempetnya ngebut di jalan ramai begitu. WOY!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di depan Yogya Dept. Store keramaian semakin tumpah karena ada atraksi senam masal. Yang ikutan Ibu-ibu semua (kenapa nggak ada Bapak-bapaknya ya? Padahal instrukturnya cowok lho). Pesertanya sampai ke jalanan. Seruuuu.... saya jadi inget dulu sering ikutan senam pagi di lapangan Gasibu setiap Minggu pagi. Lumayan bisa ikutan gitek sana gitek sini, dan loncat sana loncat sini. hehehe. Sayang saat itu nggak ada Bapak-bapak ikutan, membuat saya jadi minder duluan mau ikutan senam. :p&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Damn! sebutir mobil nongol lagi. Ibu-ibu yang sedang senam di jalanan berhamburan minggir, memberi kesempatan sang kodok untuk melaju dengan cantiknya. Apa-apaan nih? Aduuuh.... harusnya Ibu-ibu itu nggak usah minggir, toh hari itu jalanan milik mereka. Biarin aja si kodok nungguin sampai beres. Salah siapa coba maksain nongol di situ? Ealaah... belum lama yang satu lewat, sudah ada yang mau lewat berikutnya. Kerumunan bubar lagi dah. Baguuuus.... top banget dah. Pinter-pinter emang kalau bikin orang sebel.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asli, saya sudah nggak nyaman lagi berada di sana. Saya seret Abith dan minta Iren nuntun Rayya ngikutin saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kemana Yah?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Pulang!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ah, saya terlalu sensitif mungkin ya? Hanya 'gara-gara' ada 'beberapa' mobil lewat saja mood saya pagi itu langsung amburadul tak keruan. Padahal pengunjung lainnya asyik-asyik aja tuh tampaknya, nggak kayak saya yang langsung melipat muka saya jadi segi delapan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi suer, saya memang langsung merasa nggak nyaman. Tadinya saya berharap bisa menggunakan jalan sepuasnya. Melihat anak saya berlarian ke sana kemari dengan bebas, tanpa takut ada kendaraan yang menyerempet. Kalau sudah begini, bagaimana saya bisa tenang? Berkali-kali saya harus berlari mengejar Abith dan Rayya, lalu menyeretnya ke pinggir, gara-gara banyak motor ngebut dan mobil yang melaju. Saat saya berjalan kembali ke start awal (karena saya parkir kendaraan di depan masjid Agung), ternyata masih banyak mobil-mobil berikutnya yang berdatangan. Bahkan saya lihat pejalan kaki akhirnya banyak yang berjalan di pinggir jalan dan trotoar karena jalanan mereka sudah terampas. Ih, keren banget ya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang bikin saya miris, mobil-mobil yang nerobos kawasan Car Free Day ini mobil-mobil bagus lho. Bahkan ada yang tampaknya keluaran terbaru. Apa mereka tidak lihat spanduk dan rambu-rambu bertuliskan 'CAR FREE DAY. KAWASAN TERTUTUP UNTUK MOBIL DARI PUKUL 06.00 - 09.00 WIB' yang dipasang di setiap ruas persimpangan jalan ya? Atau mereka memang tidak bisa membaca? Hiks.... kasihan ya, punya mobil bagus tapi nggak bisa baca. Jadi, waktu mereka sekolah dulu mereka ngapain aja?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-2411100928123756404?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/2411100928123756404/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=2411100928123756404&amp;isPopup=true" title="8 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/2411100928123756404?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/2411100928123756404?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/12/car-free-day-yang-tidak-car-free.html" title="Car Free Day yang tidak Car Free" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE8HQnw_fCp7ImA9WhRQF0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-8930220073204973721</id><published>2011-12-13T11:28:00.001+07:00</published><updated>2011-12-13T16:00:33.244+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-13T16:00:33.244+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="review" /><title>[Review] City of Masks ~ Mary Hoffman</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-cWyd6pDWnqg/TuXSDejuu2I/AAAAAAAAA48/cAMeOcLs3f4/s1600/city+of+masks.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-cWyd6pDWnqg/TuXSDejuu2I/AAAAAAAAA48/cAMeOcLs3f4/s320/city+of+masks.jpg" width="202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="row"&gt;&lt;span itemprop="bookFormatType"&gt;Penerbit : Mizan Fantasi (Lingkar Pena Publishing House)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="row"&gt;&lt;span itemprop="bookFormatType"&gt;Penerjemah : &lt;a href="http://www.rinurbad.com/"&gt;Rini Nurul Badariah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="row"&gt;&lt;span itemprop="bookFormatType"&gt;Editor : Richanadia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="row"&gt;&lt;span itemprop="bookFormatType"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="row"&gt;Jumlah halaman : &lt;span itemprop="numberOfPages"&gt;442&lt;/span&gt; hal&lt;/div&gt;&lt;div class="row"&gt;                            Published                          : October 2011&amp;nbsp;&lt;nobr class="greyText"&gt;&lt;/nobr&gt;                        &lt;/div&gt;&lt;div class="clearFloats"&gt;                   &lt;div class="infoBoxRowItem"&gt;ISBN : 9794336595&amp;nbsp;&lt;span class="greyText"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="infoBoxRowItem"&gt;&lt;span class="greyText"&gt;&lt;/span&gt;                                        &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Lucien Mulholland terjaga di sebuah negeri asing. London masa kini di mana dia tinggal, telah berubah menjadi daerah penuh air. Kanal-kanal lebar dengan gondola yang berseliweran hadir membelah kota, memenuhui setiap pandangannya. Ini bukan London, pikirnya. Kota ini lebih mirip Venesia, seperti dalam cerita yang pernah didengarnya dan buku-buku yang pernah dibacanya, hanya saja dalam versi jaman yang lebih tua. Selintas saja dia bisa merasakan kalau dia datang ke sebuah masa yang sudah lampau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keterkejutan Lucien tidak hanya itu. Dia tidak lagi merasakan sakitnya. Dalam masanya, tubuhnya layu digerogoti kanker dan harus terbaring menunggu nasib di bangsal rumah sakit. Di sini dia merasa sehat. Kepalanya yang hampir botak karena rambutnya yang rontok akibat kemoterapi, kini kembali hitam dan lebat. Dibalik keterkejutannya, dia merasakan gairah sebuah petulangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lucien tidak pernah tahu kalau dia ternyata berkunjung ke Belezza, sebuah kota di negeri Talia, di abad enam belas. Sebuah buku catatan milik seorang stravagante sudah membawanya menembus ruang dan waktu, untuk menyongsong petualangan yang harus dilaluinya.Bagaimana tidak, kedatangan Lucien di Belezza saja sudah salah. Dia datang pada saat &lt;span id="freeText6125861640013129464"&gt;Giornata Vietata, yang merupakan hari terlarang dalam satu tahun bagi semua orang kecuali penduduk asli Belezza. Lalu, tiba-tiba saja dia harus terlibat dengan Arianna, seorang gadis pemberontak terhadap segala aturan yang dibuat Duchessa, pemimpin Belezza. Lucien pun tidak mengira kalau dia harus ada dalam lingkaran aksi percobaan pembunuhan Penguasa kota tersebut. &lt;/span&gt;Lucien terjebak dalam kemelut, dan beresiko harus tinggal di masa itu selamanya! &lt;span id="freeText6125861640013129464"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;City of Masks bukan novel bertema time-travel pertama yang&amp;nbsp; saya baca. Setidaknya, saya pernah membaca The Gideon Trilogy - Linda Buckley Archer sebelum ini. Keduanya memiliki alur yang mirip, tentang seseorang yang pergi ke abad lampau, mengalami petualangan di sana, lalu terjebak menemukan jalan pulang ke masanya. Bedanya, dalam The Gideon Trilogy ada mesin 'serius' yang digunakan untuk perjalanan antar waktu (meski tampaknya tidak serumit mesin yang digunakan Michael J. Fox dalam film 'Back to The Future'). Dalam City of Masks tidak perlu serumit itu. Lucien hanya butuh 'jimat' berupa benda yang berasal dari masa itu untuk menjadi seorang stravagante, dan menghilang begitu saja ke masa lampau. Ceritanya? Oh, tentu saja berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menarik, novel ini memakai sudut pandang (POV) yang berganti-ganti. Mungkin agak membingungkan pada bab-bab awal, karena City of Masks memiliki banyak tokoh dan diberikan porsi POV masing-masing (plus nama Italia yang terkadang sulit saya hapalkan). Perpindahannya pun kadang hanya dalam paragraf-paragraf singkat sehingga dalam satu bab bisa terdapat banyak POV. Tapi bergerak ke bab-bab selanjutnya, perubahan POV ini tidak lagi terlalu mengganggu, karena kita sudah mengenal para tokohnya sehingga lebih mudah menerka tokoh siapa yang bermain kali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
City of Masks, melalui petualangan Lucien dan Arianna, sudah mengajak saya menyusuri Venesia di masa lampau (Belezza), mengayuh Gondola sepanjang kanal yang meliuk-liuk membelah kota, dan menikmati keindahan sebuah kota di jantung Eropa. Rasanya tak sabar menanti City of Stars untuk mengetahui petualangan dan nasib Lucien selanjutnya. Banyak hal yang belum terungkap dan banyak cerita yang belum usai. Dan tampaknya saya harus bisa bersabar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-8930220073204973721?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/8930220073204973721/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=8930220073204973721&amp;isPopup=true" title="7 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/8930220073204973721?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/8930220073204973721?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/12/review-city-of-masks-mary-hoffman.html" title="[Review] City of Masks ~ Mary Hoffman" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-cWyd6pDWnqg/TuXSDejuu2I/AAAAAAAAA48/cAMeOcLs3f4/s72-c/city+of+masks.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>7</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkIFQ34_fip7ImA9WhRQE08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-7179326523486244842</id><published>2011-12-08T13:05:00.001+07:00</published><updated>2011-12-08T13:08:32.046+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-08T13:08:32.046+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Buku Gue" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Anak" /><title>[Terbit] Kiki Mencari Keluarga Baru</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-iH9B382w8Q4/TuBS9tSAR0I/AAAAAAAAA40/YsiniGAqF3k/s1600/Cover+kiki+kecil.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://1.bp.blogspot.com/-iH9B382w8Q4/TuBS9tSAR0I/AAAAAAAAA40/YsiniGAqF3k/s320/Cover+kiki+kecil.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ayo serbu, asyik banget buat putra-putri anda nih :)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-7179326523486244842?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/7179326523486244842/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=7179326523486244842&amp;isPopup=true" title="8 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/7179326523486244842?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/7179326523486244842?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/12/terbit-kiki-mencari-keluarga-baru.html" title="[Terbit] Kiki Mencari Keluarga Baru" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-iH9B382w8Q4/TuBS9tSAR0I/AAAAAAAAA40/YsiniGAqF3k/s72-c/Cover+kiki+kecil.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>8</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0MHRXw6eSp7ImA9WhRQEUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-2389548742146769432</id><published>2011-12-06T14:10:00.000+07:00</published><updated>2011-12-06T14:10:34.211+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-06T14:10:34.211+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Blogfam" /><title>Blogfam, Indahnya 8 tahun dalam kebersamaan</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya masih tidak akan pernah lupa, keheranan dan tanda tanya besar yang tersimpan di benak Iren, istri saya, bertahun-tahun lalu. Dia selalu saja heran saat saya meminta izin dan berpamitan untuk pergi ke Bandung atau Jakarta untuk sebuah acara KOPDAR. Dalam pikirannya, dan sempat juga tercetus dalam ucapannya, ada kebingungan melihat antusiasme saya untuk selalu pergi ke pertemuan-pertemuan itu. Bandung dan Jakarta bukan jarak yang dekat dari Tasikmalaya. Untuk mencapai Bandung, tidak kurang waktu 5 jam yang saya butuhkan, sejak keluar dari rumah sampai mencapai lokasi pertemuan. Ke Jakarta pasti lebih jauh dan memakan waktu lebih lama lagi. Setidaknya saya butuh waktu 2 hari meninggalkan rumah untuk sebuah acara di Jakarta. Tidak jarang saya sudah pergi tengah malam buta untuk sebuah Kopdar yang dilaksanakan esok paginya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya mengerti keheranan Iren. Untuk acara yang hanya 'sekadar' temu muka, lalu 'haha-hihi' beberapa saat, ngobrol ini-itu, cekakakan lagi, lalu acara pun bubar, tentunya banyak hal yang harus saya korbankan. Waktu bersama keluarga tentu saja nomor satu. Saat-saat weekend, di mana keluarga lain memilih untuk berkumpul bersama, saya justru harus meninggalkan mereka. Tidak jarang saya pun harus mengambil cuti kalau pertemuannya dilakukan saat hari kerja. Selain itu, tentu ada biaya yang harus dikeluarkan. Hueeey ... naik bis kan nggak gratis. Naik angkot juga, beli minuman dan makanan di jalan juga. hehehe ... mulai matre nih. Belum lagi kekesalan Istri Saya karena saya kalau pulang dari luar kota selalu saja bikin susah. Saya sangat tidak bersahabat dengan angin. Pulang dari mana saja, selalu saja berujung meriang, panas dingin, sakaw, dan minta pijitin. Kalau Iren lagi baik (hihihi), dia mau aja ngerokin. Kalau lagi bete (udah ditinggalin, eh pulangnya disuruh mijit, kebangetan kan?), terpaksa manggil tukang pijet. Keluar duit lagi dah. Hahaha ... matre lagiiii. Dan itu terjadi setiap kali. Saya nggak tahu sudah berapa kali saya pergi jauh-jauh untuk ikutan kopdar atau mengikuti acara komunitas, yang jelas sudah cukup sering lah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Apa sih yang dicari dari Blogfam? Apa yang sih yang didapat dari setiap pertemuan itu? &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itu adalah pertanyaan besar yang mungkin tidak pernah terucap dari Iren sepanjang tahun 2005 sampai tahun 2008, saat saya masih saja wara-wiri ikut Kopdar sana-sini. Saya bergabung dengan Blogfam tahun 2005. Sejak itu, komunitas ini&amp;nbsp;  membetot perhatian saya untuk aktif di dalamnya. Tidak hanya di dalam  forum sebagai ajang pertemuan online, tapi juga dalam kegiatan-kegiatan  offline-nya. [Baca &lt;a href="http://bz.blogfam.com/2007/12/blogfam_4_tahun.html"&gt;di sini&lt;/a&gt; untuk mengetahui sejarah Blogfam].&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya mungkin tidak bisa menjelaskan rinci saat itu, karena sejujurnya saya pun tidak tahu apa sih yang saya kejar dari sana. Saya hanya merasakan kegembiraan yang luar biasa saat bertemu teman-teman dunia maya, dan menjalin persahabatan di dunia nyata. Tapi lambat laun, saya mulai menyadari ada sesuatu yang&amp;nbsp; saya peroleh dari semua itu. Iren pun tampaknya memahami sendiri pada akhirnya, karena apa yang sudah saya lakukan dan korbankan, pada akhirnya bisa terlihat dengan sendirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Blogfam sudah memberikan sebuah persahabatan dan kekeluargaan, sebuah kehangatan yang tidak saya dapatkan di tempat lain. Nilainya tentu tidak dapat diukur, dan saya pun tidak hanya berbasa-basi dengan hal ini. Blogfam sudah memberikan sahabat-sahabat luar biasa, yang hebatnya masih terjalin sampai sekarang. Tidak bisa disangka kalau persahabatan dunia maya akan menjelma seutuhnya dalam dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui Blogfam dan support sepenuhnya dari seluruh membernya, siapa mengira kalau saya pun menemukan bakat menulis di sini. Siapa mengira saya bisa jadi penulis kalau Blogfam tidak mengadakan Lomba penulisan cerita anak dan saya menang dalam ajang ini? Siapa mengira saya bakal punya buku kalau blogfam tidak mengadakan seleksi penerbitan buku 'Ortu, Kenapa Sih?' dan tulisan saya lolos untuk ikut diterbitkan? Siapa menyangka pula kalau Blogfam telah mempertemukan saya dengan Benny Rhamdani, yang kemudian ikut membidani buku-buku saya? Semua karena saya bergabung dengan Blogfam!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indahnya sebuah kebersamaan, persahabatan dan kekeluargaan, itulah yang saya rasakan di Blogfam. Tak ada yang merasa paling hebat, tak ada yang merasa paling jago, semua berjalan berdampingan. Saling berbagi, saling menyemangati, agar kita bisa maju bersama-sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lambat laun, tanpa perlu dijelaskan pun, Iren mulai paham bahwa saya mendapatkan banyak hal dari Blogfam, dari setiap pertemuan yang jauh-jauh saya hadiri, dari setiap persahabatan yang saya jalin. Minimal, dia nggak perlu takut saya nyasar di rimba ibukota kalau saya ke Jakarta, nanti tidur di mana, atau main sama siapa. Ada sahabat-sahabat yang siap menampung saya. Iya gitu? hehehe. Ada hal lain yang tentunya dia (dan tentu saja saya) syukuri, kalau Blogfam dan Blogfamous sudah ikut membantu saya menemukan profesi lain yang bisa saya geluti sampai sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih Blogfam, sahabat-sahabat Blogfamous. Selamat ulang tahun ke-8 untuk kita semua. Horeeee ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tasikmalaya, 6 Desember 2011&lt;br /&gt;
Postingan ngebut untuk merayakan #HUTBlogfam &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-2389548742146769432?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/2389548742146769432/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=2389548742146769432&amp;isPopup=true" title="7 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/2389548742146769432?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/2389548742146769432?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/12/blogfam-indahnya-8-tahun-dalam.html" title="Blogfam, Indahnya 8 tahun dalam kebersamaan" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0cHR3c9fyp7ImA9WhRRFU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-3683809389459934099</id><published>2011-11-29T08:43:00.000+07:00</published><updated>2011-11-29T08:43:56.967+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-29T08:43:56.967+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="agenda" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cewek tulalit" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="talkshow" /><title>Talkshow 'Cewek-Cewek Tulalit'</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-50BaNZIq_Hw/TtQ4mbF-12I/AAAAAAAAA4s/pE1VxuJz5E4/s1600/Talkshow+cewek+tulalit+3+des+2011.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-50BaNZIq_Hw/TtQ4mbF-12I/AAAAAAAAA4s/pE1VxuJz5E4/s320/Talkshow+cewek+tulalit+3+des+2011.jpg" width="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;Talkshow  Proses Menulis CERITA KOCAK, KONYOL DAN NGOCOL, bersama Iwok &amp;amp;  Zahra penulis "Iron Man - Pahlawan Pembela Penampilan", "Cewek-cewek  Tulalit", dan "Pesantren Girl". Sabtu, 3 Desember 2011, Pukul  12.00-15.00 WIB di Pameran Buku Bandung 2011, Landmark conventional Hall.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-3683809389459934099?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/3683809389459934099/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=3683809389459934099&amp;isPopup=true" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/3683809389459934099?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/3683809389459934099?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/11/talkshow-cewek-cewek-tulalit.html" title="Talkshow 'Cewek-Cewek Tulalit'" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-50BaNZIq_Hw/TtQ4mbF-12I/AAAAAAAAA4s/pE1VxuJz5E4/s72-c/Talkshow+cewek+tulalit+3+des+2011.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkMGRncyeyp7ImA9WhRRFU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-2619677108908965198</id><published>2011-11-29T08:33:00.000+07:00</published><updated>2011-11-29T08:33:47.993+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-29T08:33:47.993+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Blogfam" /><title>Blogfam Ultah Bagi Hadiah!</title><content type="html">&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" id="u8aln3_30" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="translationEligibleUserMessage"&gt;Hey, Blogfam mau ultah dan Bagi-bagi hadiah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat tanggal 6 Desember 2011 nanti, Blogfam akan merayakan ulang  tahunnya yang ke 8! Waw, sudah cukup lama kan komunitas blogger ini  berdiri? Nah, sebagai rasa syukur atas keberadaan kami selama ini,  Blogfam akan bagi-bagi buku! Ada puluhan buku lho yang mau dibagikan,  jadi jangan sampai ketinggalan ikutan kuisnya ya. Simak caranya di bawah  ini:&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="translationEligibleUserMessage"&gt; Bu&lt;span class="text_exposed_show"&gt;ku akan dibagikan melalui kuis di Twitter, jadi jangan lupa untuk segera follow @blogfam agar tidak ketinggalan info-infonya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="translationEligibleUserMessage"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Kuis bagi-bagi buku ini terbuka untuk semua orang, jadi tidak terbatas pada member blogfam saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="translationEligibleUserMessage"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Kuis akan berlangsung tanggal 1 – 6 Desember 2011, dari pukul 9 pagi sampai 7 malam setiap harinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="translationEligibleUserMessage"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Setiap hari akan ada satu pertanyaan yang harus dijawab.  Pertanyaannya pasti seputar blogfam dong. Yang belum tahu blogfam bisa  nanya-nanya member blogfam atau googling saja. Banyak kok informasinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="translationEligibleUserMessage"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Tersedia beberapa buku sebagai hadiah harian yang akan diundi setiap  harinya. Tentunya bagi peserta yang menjawab pertanyaan dengan tepat  atau unik/lucu/menarik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="translationEligibleUserMessage"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Peserta yang sudah menang di kuis  hari sebelumnya, masih diperbolehkan ikut di kuis hari-hari berikutnya  dan berhak menang lagi kalau beruntung dalam undian atau penilaian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="translationEligibleUserMessage"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Keputusan panitia dan juri (yang terdiri dari admin dan moderator  blogfam) tidak dapat diganggu gugat. Tapi kita akan melakukan pengundian  dan penilaian dengan fair dan jujur kok, jangan khawatir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="translationEligibleUserMessage"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Seluruh hadiah akan dikirimkan serentak ke alamat pemenang setelah  rangkaian HUT Blogfam selesai. Untuk pemenang yang berada di luar  negeri, hadiah hanya akan dikirimkan ke alamat domisili di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" id="u8aln3_30" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="translationEligibleUserMessage"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;  Tunggu apalagi? Ayo follow @blogfam segera, dan jangan lupa untuk ngecek timeline @blogfam untuk mengikuti kuis-kuisnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" id="u8aln3_30" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="translationEligibleUserMessage"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Salam, Blogfam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-2619677108908965198?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/2619677108908965198/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=2619677108908965198&amp;isPopup=true" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/2619677108908965198?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/2619677108908965198?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/11/blogfam-ultah-bagi-hadiah.html" title="Blogfam Ultah Bagi Hadiah!" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEQHQHoyeSp7ImA9WhRRFEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-5140347355819265059</id><published>2011-11-28T00:35:00.003+07:00</published><updated>2011-11-28T09:12:11.491+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-28T09:12:11.491+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="jalan-jalan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bali" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Asean Blogger Conference" /><title>[Laporan Perjalanan] Jalan-jalan [lagi] di Bali - Part 1</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bali memang memiliki pesona tersendiri. Sebagai salah satu destinasi wisata dunia, Bali masih menjadi destinasi unggulan bagi pariwisata Indonesia. Indonesia memang kaya, dengan potensi wisata alam yang tersebar di penjuru tanah air, banyak lokasi yang tidak kalah menarik dari Bali. Tapi, bagaimana pun, tidak bisa dipungkiri kalau nama Bali masih paling menjual sampai saat ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiga kali sudah saya menginjak tanah Bali, dan masih terasa excitement yang sama saat menginjakkan kaki di sana lagi. Entahlah, ada sesuatu yang memang membuat saya kangen dengan suasananya, budayanya, adat istiadatnya, dan tentu saja panorama wisatanya. Semuanya menjadi sebuah paket yang sangat menarik, bagaimana sebuah adat istiadat dan kebiasaan harian bisa menjadi sebuah daya tarik tersendiri. Perempuan-perempuan berkebaya dan berkain batik masih terlihat di mana-mana. Para pria dengan ikat kepala (udeng) dengan selipan sekuntum kemboja di telinga menjadi pemandangan yang mengesankan. Atau kebiasaan masyarakat Bali yang selalu menyajikan sesajen masih kerap ditemui kemanapun kita melangkah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata “Bali” sendiri sebenarnya berarti “persembahan” atau “sesajen”  dalam Bahasa  Bali kuno. Hal ini mengingatkan kita pada kebiasaan  masyarakat Hindu yang ada di Bali, yang setiap hari selalu menghaturkan  sesajen kepada Tuhan supaya mereka selalu sehat, selamat dan sejahtera. [Dikutip dari &lt;a href="http://www.tourguide-bali.com/indonesia"&gt;sini&lt;/a&gt;] &lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di era modernisasi saat ini, Bali masih lekat mempertahankan adat dan budayanya. Bahkan ketika Bali pun terlihat giat dengan pembangunannya yang serba modern, adat ritual ini tidak serta merta menjadi hilang. Inilah yang menjadikan Bali begitu istimewa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua kunjungan saya sebelumnya, rasanya saya belum sempat ke mana-mana. Saya hanya berputar-putar sekitar Kuta, Legian, Jimbaran, dan sempat bertandang ke Tanah Lot serta keliling Denpasar. Karena itu, saya berharap ada tempat menarik lagi yang bisa saya kunjungi dalam kesempatan kali ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti sudah saya sampaikan dalam Laporan Perjalanan saya sebelumnya di &lt;a href="http://iwok.blogspot.com/2011/11/catatan-perjalanan-asean-blogger.html"&gt;bagian 1&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://iwok.blogspot.com/2011/11/laporan-perjalanan-asean-blogger.html"&gt;bagian 2&lt;/a&gt;, kedatangan saya ke Bali kali ini dalam rangka mengikuti ASEAN Blogger Conference di Nusa Dua. Semula agenda konferensi dijadwalkan selama 2 hari (16-17 November 2011). Hanya saja, karena agenda ini bertepatan dengan penyelenggaraan ASEAN Summit yang dihadiri kepala negara-negara ASEAN, plus Presiden AS, Barrack Obama, akhirnya jadwal konferensi dipadatkan menjadi satu hari saja. Hikmahnya, seluruh peserta ABC diajak jalan-jalan untuk mengisi jadwal acara tanggal 17 November yang sudah dikosongkan. Horeeeey.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sempat girang pas baca jadwal jalan-jalan yang disodorkan panitia. Kita akan berkunjung ke Festival ASEAN, Kerajaan Karangasem, dan Pasar Sukowati. Wah, itu adalah tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Tentunya ini akan sangat menarik dan menambah catatan perjalanan saya tentang tempat-tempat yang pernah saya kunjungi di Bali. Sayang, suasana di Bali begitu semrawut saat itu. Adanya KTT ASEAN membuat sejumlah ruas jalan ditutup, dan kemacetan terjadi dimana-mana. Hal inilah yang mengakibakan panitia akhirnya mengalihkan rencana perjalanan ke GWK - Garuda Wisnu Kencana saja. Wew, saya juga belum pernah ke sana. So, tetep semangat dong. *jingkrak-jingkrak mau lihat patung raksasa*&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Garuda Wisnu Kencana (GWK)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba di GWK disambut gerimis. Wew, mudah-mudahan aja nggak jadi hujan gede, soalnya nggak asik kan kalau jalan-jalannya pakai hujan-hujanan? Alhamdulillah ... ternyata cuma gerimis sekelebatan, karena tak lama sinar matahari pun kembali menyengat. Keringetan lagi deh ah. Tiket masuk dikenakan sebesar Rp. 25.000,- untuk dewasa, Rp. 20.000,- untuk anak-anak dan pelajar, serta Rp. 50.000,- untuk orang asing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-u7PPC2HXlUQ/TtJ0FWTflMI/AAAAAAAAA4U/Nxf7BBjKJwU/s1600/Wisnudewobroto-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-u7PPC2HXlUQ/TtJ0FWTflMI/AAAAAAAAA4U/Nxf7BBjKJwU/s320/Wisnudewobroto-1.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Foto : @wisnudewobroto&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;GWK sendiri berlokasi di Jl. Raya Uluwatu - Jimbaran, Badung. Lokasinya hanya setengah jam saja kalau dari Kuta. Tapi karena kita kemarin berangkat dari Hotel di Denpasar, plus ditambah kemacetan yang merajalela, tidak kurang dari satu jam jarak tempuh yang kita habiskan untuk mencapai tempat ini. Tempatnya? Asyik banget, bertempat di dataran tinggi yang berbukit-bukit, kita bahkan bisa melihat Kuta, Sanur, Benoa, dan Ngurah Rai Airport dari bukit tertinggi (Kalau mau jelas bisa pakai teropong yang bisa disewa lima ribu perak saja untuk 2 menit).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum menuju Main Attraction berupa patung Garuda dan Dewa Wisnu, rombongan bergerak terlebih dahulu menuju pangung pertunjukkan seni. Sesuai jadwal yang tertera, setiap harinya ada beberapa jadwal pertunjukkan tari yang bisa dinikmati. Kebetulan saat kita datang bertepatan dengan jadwal penampilan pertama, yaitu pukul 10 pagi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-AObLPO3KIFQ/TtJ0dvh08aI/AAAAAAAAA4c/eYt0WSH8IRA/s1600/DSCF1742.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="224" src="http://2.bp.blogspot.com/-AObLPO3KIFQ/TtJ0dvh08aI/AAAAAAAAA4c/eYt0WSH8IRA/s320/DSCF1742.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;GWK sendiri adalah sebuah proyek pendirian patung raksasa; Dewa Wisnu yang mengendarai Burung Garuda, yang direncanakan akan setinggi tidak kurang dari 150 meter! Ajegile, kan? Ketinggian patung ini sudah jelas akan mengalahkan ketinggian Patung Liberti yang tingginya 'hanya' 93 meter saja. Sayangnya, proyek yang sudah dimulai tahun 1997 ini sampai sekarang tersendat-sendat. Kabarnya karena proyek ini membutuhkan biaya yang suangat besar sehingga belum ada kabar kapan keseluruhan proyek GWK ini akan dituntaskan. Dari keseluruhan proyek yang sudah direncanakan, baru dua bagian patung saja yang sudah diselesaikan, yaitu bagian dada ke atas dari sosok Dewa Wisnu setinggi 20 meter, yang ditempatkan di bukit tertinggi di tempat ini. Bagian lainnya adalah kepala Sang Garuda setinggi 18 meter, diletakkan di bawah bukit tidak jauh dari patung Dewa Wisnu. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kalau keseluruhan patung ini sudah selesai dikerjakan, pasti akan sangat luar biasa. Ah ya, design dari GWK ini dikerjakan oleh Nyoman Duarta, seniman kenamaan dari Bali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang jelas, sarana untuk lokasi GWK ini tampaknya sudah cukup siap. Ratusan hektar tanah sudah tersedia untuk segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Souvenir shop (karena saya koleksi magnet kulkas, saya menemukan 3 design magnet kulkas yang keren di sini) dan Tempat rehat dengan beberapa penjualan makanan pun sudah tersedia, lumayan cukup memenuhi kebutuhan pelancong yang mengejar cenderamata atau melepaskan lapar-dahaga setelah berlelah-lelah menaiki bukit dan berpanas-ria.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The statue and its pedestal will be surrounded by more than 240 hectares  cultural park which was once an abandoned and unproductive limestone  quarry. The cultural park will provide attractions for both local and  foreign visitors with supporting facilities such as Lotus Pond, Festival  Park, Amphitheater, Street Theater, Exhibition Hall, as well as Jendela  Bali The Panoramic Resto and souvenir shop. At present time, the statue  of Wisnu, the statue of Garuda, and the hands of Wisnu have been placed  temporarily in three different plazas within the park. [Dikutip dari &lt;a href="http://gwk-culturalpark.com/about/"&gt;sini&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau saja semuanya sudah terbangun dengan lengkap, GWK adalah lokasi wisata yang tidak boleh dilewatkan begitu saja untuk wisatawan yang mengunjungi Bali. Mudah-mudahan proyek GWK ini dapat segera dituntaskan sehingga Bali dan Indonesia akan memiliki kebanggaan baru dalam dunia pariwisata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pusat Oleh-Oleh Krisna&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah lewat tengah hari saat kita meninggalkan GWK. Siang semakin terik dan kita bisa mendinginkan kepala sejenak di dalam bis yang membawa kita ke &lt;a href="http://krisnabali.co.id/"&gt;Pusat Oleh-oleh Krisna&lt;/a&gt;. Mayoritas peserta konferensi memang dijadwalkan meninggalkan Bali pada hari ini, sehingga sebelum mengantar mereka ke airport, Panitia mengantar mereka terlebih dahulu untuk belanja oleh-oleh. Yippiiie ... tentu saja ini adalah salah satu hal terpenting apabila kita berkunjung ke suatu daerah. Membeli cenderamata, entah untuk diberikan kepada orang lain atau untuk diri sendiri, adalah sesuatu yang harus dilakukan. Selain foto, oleh-oleh dan cenderamata ini adalah kenang-kenangan bahwa kita memang pernah ke tempat tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-TOTB3gNsNPk/TtJ2EqrfprI/AAAAAAAAA4k/HcSDGPhM8Gg/s1600/DSCF1768.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="206" src="http://2.bp.blogspot.com/-TOTB3gNsNPk/TtJ2EqrfprI/AAAAAAAAA4k/HcSDGPhM8Gg/s320/DSCF1768.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://krisnabali.co.id/"&gt;Krisna&lt;/a&gt; adalah pusat oleh-oleh terbesar dan terlengkap yang ada di Bali. Tidak heran kalau tempat ini menjadi tujuan utama para wisatawan. One stop shopping sepertinya bisa ditujukan untuk tempat ini. Segala macam cenderamata ada. Tidak hanya makanan khas Bali, tapi juga cenderamata lainnya bisa diperoleh di sini. Bahka untuk kenyamanan pengunjung, mereka buka 24 jam. Olala, mau belanja oleh-oleh dini hari pun mereka siap sedia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terakhir ke Bali tahun 2010 lalu, saya sempat juga mengunjungi &lt;a href="http://krisnabali.co.id/"&gt;Krisna&lt;/a&gt;, tapi bukan Krisna di Jalan Tuban ini. Entah di Krisna yang mana, karena saya hanya dibawa oleh tour guide saya waktu itu. Ternyata Krisna sudah memiliki 4 lokasi. Meski begitu, tampilan outlet &lt;a href="http://krisnabali.co.id/"&gt;Krisna&lt;/a&gt; ternyata sama di mana-mana, terbukti saya merasa tidak asing lagi dengan layout Krisna di Jalan Tuban ini. Oalaah... coba dibikin agak beda ya, sehingga ada nuansa tersendiri kalau kita mengunjungi outlet Krisna yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kacang disko, kacang oven, dan kacang-kacangan lainnya adalah pilihan utama kalau kita memilih makanan sebagai oleh-oleh. Tidak lengkap rasanya kalau tidak membawa kacang-kacangan ini sebagai buah tangan. Padahal, kacang disko atau kacang lainnya pun sebenarnya ada di daerah lain. Hanya brand 'Kacang Disko' di kemasan saja yang menunjukkan kalau ini adalah oleh-oleh dari Bali. hehehe. Jenis oleh-oleh lainnya adalah Brem khas Bali, yang rasanya sebenarnya tidak berbeda dengan Brem dari Madiun. Sama-sama asem. hehehe. Oya, ada juga Salak Bali yang namanya Salak Gula Pasir. Sayangnya berat banget bawanya kalau memang bau beli salak buat oleh-oleh. :D&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Dari awal saya tidak ingin terlalu ribet dengan urusan oleh-oleh. Karena itu saya hanya membeli kaos produksi Krisna untuk keluarga, untuk istri dan dua anak saya. Biar kompak, warnanya diseragamkan; abu-abu. Hanya motifnya saja yang dipilihkan berbeda. Tapi ternyata saya tidak bisa mengabaikan adanya keluarga lain dan juga teman-teman yang pasti mengharapkan oleh-oleh. Namanya pulang jalan-jalan, rasanya tidak enak juga kalau tidak ada yang bisa diberikan kepada mereka. Karena itu beberapa kacang disko, kacang oven, dan brem bali akhirnya masuk dalam keranjang. Fyuh ... alamat tentengan makin berat nih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya ada tempat souvenir lain yang harus dikunjungi kalau kita ke Bali. Siapa tidak mengenal &lt;a href="http://www.jogerjelek.com/"&gt;JOGER&lt;/a&gt;? Di tempat ini pun banyak merchandise asyik dan unik yang layak dikoleksi. Sayang karena keterbatasan waktu, saya tidak bisa mengunjungi Joger kali ini. Namun, setidaknya saya pernah mengunjungi tempat ini pada dua kesempatan sebelumnya, jadi tidak merasa terlalu kecewa karena tidak ke sana kali ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Bersambung...&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-5140347355819265059?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/5140347355819265059/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=5140347355819265059&amp;isPopup=true" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/5140347355819265059?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/5140347355819265059?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/11/laporan-perjalanan-jalan-jalan-lagi-di.html" title="[Laporan Perjalanan] Jalan-jalan [lagi] di Bali - Part 1" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-u7PPC2HXlUQ/TtJ0FWTflMI/AAAAAAAAA4U/Nxf7BBjKJwU/s72-c/Wisnudewobroto-1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0YBQXo_fyp7ImA9WhRRE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-3008882351605154701</id><published>2011-11-27T01:07:00.001+07:00</published><updated>2011-11-27T01:12:30.447+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-27T01:12:30.447+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kopdar" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="blogger Tasikmalaya" /><title>Kumpul Blogger Tasik</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah lama sebenarnya saya ingin sekali ada Komunitas Blogger di Tasik. Ngiri rasanya melihat adanya komunitas-komunitas blogger yang bermunculan di setiap kota di penjuru nusantara. Dari ujung barat sampai ujung timur, komunitas blogger muncul satu per satu dengan eksistensinya masing-masing. Lalu kenapa di Tasikmalaya tidak ada? Saya tahu blogger di Tasik itu banyak sekali. Saya tahu itu karena beberapanya saya kenal justru dalam kegiatan-kegiatan blogger di luar kota.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ewZnvBlovv4/TtEqIwvYc6I/AAAAAAAAA38/MT3yCU-IWAQ/s1600/IMG00574-20111126-1805.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-ewZnvBlovv4/TtEqIwvYc6I/AAAAAAAAA38/MT3yCU-IWAQ/s320/IMG00574-20111126-1805.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ini saya hanya gabung dalam komunitas Blogger Family - &lt;a href="http://www.blogfam.com/"&gt;www.blogfam.com&lt;/a&gt;, sebuah komunitas blog yang luas dan tidak melihat unsur kedaerahan. Blog dari manapun (bahkan blogger Indonesia yang tinggal di luar negeri) boleh bergabung. Saya bergabung di sana mulai tahun 2005 sampai sekarang, dari seorang member biasa sampai akhirnya dipercaya untuk menjadi salah seorang moderator di sana. Sebuah kepercayaan besar bagi saya saat ditunjuk menjadi moderator, karena saya merasa ini bukan hanya tentang saya pribadi, tetapi juga kepercayaan untuk seorang blogger asal Tasikmalaya. Seorang blogger asal Tasikmalaya dipercaya untuk menjadi moderator sebuah komunitas besar seperti blogfam, yang jumlah membernya sudah lebih dari 3.500 orang blogger, tentu sebuah kehormatan besar. Meski nama blogfam kemudian tidak lagi sebesar dulu, tapi saya bangga bisa menjadi bagian atas nama besar yang pernah disandangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk kepentingan komunitas, seringkali saya melakukan perjalanan jauh; Bandung atau Jakarta, untuk sebuah Kopdar (Kopi Darat). Rasanya senang sekali bisa bertemu banyak blogger dengan segala macam cerita yang tertuang dalam setiap pertemuan. Jarak Tasik-Bandung-Jakarta, dan rasa letih karena sebuah perjalanan panjang menjadi sirna tatkala sebuah persahabatan dan kekerabatan kemudian terjalin erat. Jalinan itu tak hanya ada di dunia maya, tapi juga menular dalam dunia nyata yang sesungguhnya. Betapa sebuah blog dan komunitas sudah mempertemukan saya dengan orang-orang hebat dan sahabat-sahabat menyenangkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cYPyKbIMdHk/TtEqZu96BII/AAAAAAAAA4E/9BGvpxaIxA4/s1600/IMG00576-20111126-1900.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-cYPyKbIMdHk/TtEqZu96BII/AAAAAAAAA4E/9BGvpxaIxA4/s320/IMG00576-20111126-1900.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tatkala komunitas-komunitas regional kemudian bermunculan, dan gemanya menggaung hebat, saya pun hanya bisa menatap iri. Angingmamiri - Makasar, Blogger Bekasi, Wongkito - Palembang, D'Blogger - Depok, Angkringan - Jogja, Batagor - Bandung, Bloggerngalam - Malang, Kayuh Baimbai - Kalimantan Selatan, dan banyak lagi komunitas blogger lainnya, saya berusaha memanjangkan leher dan mencari tahu; adakah komunitas blogger Tasikmalaya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena itu, saat mendapat kesempatan untuk mengikuti &lt;a href="http://iwok.blogspot.com/2011/11/laporan-perjalanan-asean-blogger.html"&gt;Asean Blogger Conference&lt;/a&gt; di Bali, saya pun berbincang banyak dengan &lt;a href="http://www.duddy.web.id/"&gt;Kang Duddy&lt;/a&gt; (yang juga diundang di acara yang sama) dalam perjalanan bis malam menuju bandara. Kita sepakat untuk 'Yuk, kita belajar banyak dari komunitas-komunitas blogger yang kita temui nanti di Bali. Sepulang dari sana, kita bangun komunitas blogger sendiri'. Karena itu, dibalik keikutsertaan kita dalam konferensi, ada misi lain yang kita cari di sana; menggalang semangat membangun komunitas. Alhamdulillah... hasil berbincang dengan peserta yang merupakan perwakilan komunitas blogger masing-masing, banyak hal yang kemudian dapat menyuntik saya untuk segera mewujudkan mimpi ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-J1lyE4sSuus/TtEqqZd95-I/AAAAAAAAA4M/RJd5F69HDAU/s1600/IMG00577-20111126-1901.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-J1lyE4sSuus/TtEqqZd95-I/AAAAAAAAA4M/RJd5F69HDAU/s320/IMG00577-20111126-1901.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sore ini, lima orang blogger Tasik yang memiliki harapan dan mimpi yang sama, akhirnya berkumpul di Beranda Citebaks - Jl. Dr. Sukarjo Tasikmalaya. Ada &lt;a href="http://www.klikpriangan.com/"&gt;Kang Duddy&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://bungeka.blogspot.com/"&gt;Kang Eka&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ngincig.blogspot.com/"&gt;Nunu&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://tanyatanda.wordpress.com/"&gt;Rina&lt;/a&gt;, dan saya. Kita ngobrol banyak dan seru, tentang harapan-harapan yang ingin diwujudkan. Diselingi tawa membahana, kita merumuskan cita-cita. Di sela-sela teh jahe, teh telor, martabak, dan mie baso, kita berdiskusi tentang visi dan misi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami ingin menunjukkan bahwa sebagai blogger, kami memiliki kepedulian tinggi terhadap kota tercinta. Kami ingin menjadi salah satu supporter dalam memberikan informasi yang dibutuhkan orang tentang Tasikmalaya. Kami ingin menulis tentang Tasikmalaya, tentang segala sudut dan keriuhannya, tentang kuliner dan kerajinannya, tentang wisata dan keindahannya, tentang semua-mua yang ada di sini. Melalui cara dan gaya kami sebagai blogger, biarlah kami ikut berbicara dan berbangga atas semua yang ada di sini. Itu inti yang kami bicarakan sore ini. Bukan sebuah harapan muluk kalau seluruh blogger Tasik bisa berkumpul bersama dan mewujudkan semua ini menjadi nyata. Semoga saja.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjelang malam pertemuan diakhiri, padahal Beranda Citebaks sudah semakin ramai, dan jalanan di sepanjang Dr. Sukarjo dan Simpang Lima mulai riuh. Ada janji yang terucap bahwa pertemuan ini bukanlah akhir tapi awal dari semua yang kami harapkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dukung kami! ^^&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-3008882351605154701?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/3008882351605154701/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=3008882351605154701&amp;isPopup=true" title="11 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/3008882351605154701?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/3008882351605154701?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/11/kumpul-blogger-tasik.html" title="Kumpul Blogger Tasik" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-ewZnvBlovv4/TtEqIwvYc6I/AAAAAAAAA38/MT3yCU-IWAQ/s72-c/IMG00574-20111126-1805.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>11</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUAHSHsycSp7ImA9WhRRE08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-5848009015787129253</id><published>2011-11-26T23:37:00.003+07:00</published><updated>2011-11-27T00:15:39.599+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-27T00:15:39.599+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="rayya" /><title>Piala Pertama Rayya</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siang ini, saya ikut mengantar  Rayya mengikuti lomba pertamanya; Lomba Lafal Teks Pancasila tingkat TK  se-Kota Tasikmalaya. Sejak masuk TK setengah tahun lalu, Rayya memang  belum begitu aktif sekolah. Kalau dia mau sekolah ya pergi, kalau mogok  atau bangun siang ya libur. hehehe. Saat didaftarkan sekolah dulu,  usianya memang baru 3,5 tahun. Waktu itu guru-guru TK nya juga bingung,  Rayya masuk ke kelas mana ya, soalnya usianya belum cukup, bahkan untuk  kelas TK-A. Akhirnya saya bilang, Rayya ikut-ikutan sekolah aja, jadi  'anak bawang'.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-an9a7O6xDAM/TtEeSdlTQPI/AAAAAAAAA30/0KYvDN7ghRo/s1600/IMG00566-20111126-1447.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-an9a7O6xDAM/TtEeSdlTQPI/AAAAAAAAA30/0KYvDN7ghRo/s320/IMG00566-20111126-1447.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rayya  memang sudah sangat ingin sekolah, dan saya pikir daripada di rumah  juga main nggak jelas, mending main di sekolah. Pasti banyak ilmu yang  bisa dipelajari. Minimal koleksi lagu hapalannya tambah banyak. Beneran  lho, tiap hari Rayya selalu bawa lagu baru ke rumah, sampai saya  bingung; ini guru-gurunya kreatif banget ya nyiptain lagu. sampe banyak  gitu lagunya. Meski lagunya singkat-singkat, tapi tetep aja banyak.  Salut deh buat Ibu-Ibu guru TK.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya  sering dapat informasi kalau ada lomba-lomba yang bisa diikuti Rayya;  misalnya lomba menggambar atau mewarnai. Tapi karena minat Rayya  sepertinya tidak ke sana, tuh anak cuek-cuek aja pas ditanya mau ikutan  atau enggak. Akhirnya semua dilewatkan begitu saja. Mungkin karena Rayya  juga masih terlalu kecil, dia belum mengerti arti kata lomba. Tapi  minggu lalu dia cerita dengan semangat kalau mau ikut lomba baca  Pancasila. Lalu dengan bangga dia pamer kemampuannya baca teks Pancasila  dengan utuh. Ya, utuh! Tidak ada kesalahan sama sekali dalam membaca  urutan satu sampai limanya, kecuali lidah cadelnya. hehehe.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-HJL6DVGfQW8/TtEVSerLFyI/AAAAAAAAA3k/_G4TX5U94Ng/s1600/Rayya+lomba.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-HJL6DVGfQW8/TtEVSerLFyI/AAAAAAAAA3k/_G4TX5U94Ng/s320/Rayya+lomba.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dan  siang ini kita semua pergi ke Asia Plaza untuk mendukung Rayya. Go Ade  Rayya, gooo .... Sayangnya, sampai di lokasi Rayya mulai terlihat grogi.  Jubelan pengunjung membuat wajah ceritanya terlihat tegang. Ya bayangin  aja, anak-anak TK sekota Tasikmalaya tumplek semua di sana. Semakin  riuh pula dengan emak-babe dari aak-anak TK itu. Huwaaa ... saya mulai  mpot-mpotan nih. Jangan-jangan Rayya nanti malah mogok naik panggung,  apalagi kejadian serupa sudah tampak di depan mata. Beberapa anak tampak  nangis-nangis dan ngamuk nggak mau naik panggung. Beberapa teman  sekelas Rayya pun mengalami kejadian yang sama. Saat giliran TK Rayya  tampil, beberapa anak langsung demonstrasi keahliannya menangis.  Daripada naik panggung, mereka memilih kejet-kejet di lantai. hehehe.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cilaka,  wajah Rayya makin tegang. Dia menatap 'demonstrasi gelutukan di lantai'  ala teman-temannya dengan wajah bingung. Mungkin dalam pikirannya;  "apakah aku harus melakukan hal yang sama?" hihihi. Dan saya bareng Iren  dan Abith pun langsung pasang wajah cerah ceria di depannya. Pura-pura  ngajak ngobrol dan bilang : "Adek anak jagoan, nanti nggak takut naik  panggung, kan?" Rayya diem. Waduh!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu  per satu nomor peserta di panggil, dan nomor Rayya pun semakin  mendekat. Dalam ketegangan wajahnya, dia mengikuti antrian peserta  mendekati panggung. Saya mulai deg-degan. Bagaimana pun, ini adalah  panggung lombanya yang pertama. Kalau pun saat dipanggil namanya nanti  Rayya malah milih kabur dari panggung dan lari ke arah Ibunya, saya bisa  maklum. Tenang Nak, Bapakmu malah baru berani tampil depan umum saat  kelas 5 SD!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya  sudah siap depan panggung saat Rayya naik panggung untuk bersiap. Ada  peserta lain yang sedang beraksi, dan Rayya harus bersiap di tepi  panggung agar waktu tidak terbuang lama nantinya. Saya lambaikan tangan  ke arahnya, agar dia tahu kalau saya ada di sana untuknya, untuk  mendukungnya. Rayya meringis melihat saya. "Ayo, Nak, kamu pasti bisa!"  Abith, Kakaknya, malah tutup muka dan ngumpet di belakang saya. Dia  bilang, "Kakak takut adek nangis di atas panggung!" hehehe ... kok malah  dia yang parno ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-W4DvqkKd0EA/TtEVUVqc40I/AAAAAAAAA3s/E2GtJwJzjD8/s1600/Rayya+dapat+piala.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-W4DvqkKd0EA/TtEVUVqc40I/AAAAAAAAA3s/E2GtJwJzjD8/s320/Rayya+dapat+piala.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan  Rayya pun kemudian tampil. Mata saya panas melihat dia berjalan tegak  ke depan micropon, lalu tanpa ragu membacakan teks Pancasila dengan  lantang. Sebenarnya tidak selantang saat latihan di rumah, tapi&amp;nbsp; speaker  menggaungkan suaranya di seantero hall Asia Plaza. Itu suara Rayya! Itu  suara anak saya! Waaah ... asli saya jadi pengen nangis. Sumpah terharu  banget. Anak itu berhasil menaklukan ketakutan dan kegugupannya. Dia  berhasil menaklukan panggung dan ratusan pasang mata yang melihatnya.  Lihat saja, dia bisa membacakan teks Pancasila dengan lancar dan tanpa  salah! Alhamdulillah ... bangganya Ayah padamu, Nak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya  berlari ke samping panggung untuk melihatnya berjalan ke samping  panggung, menerima piala, lalu turun dengan wajahnya yang berseri-seri.  "Ayah, aku dapat piala! Aku juara!" Dia mengacungkan piala di tangannya.  Kami berjingkrak. Ya, Nak, kamu memang juara! Saya menciumnya. Kamu lah  Sang Juara!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap  peserta yang sudah naik ke atas panggung dan ikut lomba memang  mendapatkan piala, sebuah piala kemenangan atas perjuangan mereka  menaklukan rasa takut dan gugup. Semua dapat piala! Terima kasih panitia  dan ibu-ibu guru semua, ide pemberian piala ini sangat luar biasa.  Lihat, semua anak tampak berseri mendekap piala masing-masing. Mereka  bangga sudah menjadi juara bersama-bersama. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa  menunggu hasil lomba yang sesungguhnya (Pemenang lomba sesungguhnya  tetap ada, dan mendapatkan piala tersendiri yang lebih besar), kami  beriringan pulang, membawa piala kemenangan Rayya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-5848009015787129253?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/5848009015787129253/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=5848009015787129253&amp;isPopup=true" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/5848009015787129253?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/5848009015787129253?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/11/piala-pertama-rayya.html" title="Piala Pertama Rayya" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-an9a7O6xDAM/TtEeSdlTQPI/AAAAAAAAA30/0KYvDN7ghRo/s72-c/IMG00566-20111126-1447.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYBQXc6cCp7ImA9WhRREEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-1578762436130221645</id><published>2011-11-22T13:55:00.003+07:00</published><updated>2011-11-23T16:55:50.918+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-23T16:55:50.918+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="laporan perjalanan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Asean Blogger Conference" /><title>[Laporan Perjalanan] Asean Blogger Conference - Part 2</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rabu, 16 November 2011. Masih pukul 7 pagi tapi cuaca di luar sudah panas. Hmm... otak saya mulai loading dan sadar kalau; "Hey ini WITA dan bukan WIB lagi!" Pantesan di luar jendela sudah begitu benderang. Saya mulai ke luar kamar dan melihat para peserta &lt;a href="http://www.aseanblogger.com/"&gt;Asean Blogger Conference&lt;/a&gt; sudah rapi jali dengan kaos seragam yang dibagikan tadi malam. Huweeey... terlihat sekali kebersamaannya kalau sudah begini. Sayangnya bahan kaosnya terlalu tipis sehingga memaksa saya mengenakan kaos singlet sebagai daleman. Maklum, harus ada sesuatu yang menyamarkan perut buncit saya *elus-elus perut*. hehehe.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Ternyata di ruang makan sudah penuh peserta yang sedang &lt;strike&gt;latihan gulat&lt;/strike&gt; sarapan. Saya pun mengambil sebungkus nasi kuning lengkap dengan segelas kopi. Aih, akhirnya saya ngopi lagi. Mata ini masih sepet karena tidur agak larut, segelas kopi diharapkan bisa menyegarkan dan mengusir kantuk yang masih menggelayut. Mudah-mudahan nggak bikin mules, seperti biasanya kalau saya memaksakan ngopi di pagi hari *nggak keren emang*. Eh, nasi kuningnya lucu lho. Kalau di tempat lain (di tempat saya maksudnya), nasi kuning biasa dikemas dalam bungkus kertas/plastik, tapi di Bali kemasannya pake daun. Tampilannya mirip-mirip Nasi Jinggo yang semalam sempat saya nikmati di perayaan ultah ke-4 &lt;a href="http://baliblogger.org/"&gt;BBC&lt;/a&gt;. Unik, lucu, dan terlihat sangat khas sebagai sajian dari Bali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-48bi6tlR75k/Tss9uw0P2zI/AAAAAAAAA28/PYSdzxp3Q_8/s1600/DSCF1548.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-48bi6tlR75k/Tss9uw0P2zI/AAAAAAAAA28/PYSdzxp3Q_8/s320/DSCF1548.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Sambil makan saya memperhatikan peserta lain yang sudah sangat rapi; bersepatu dan membawa ransel masing-masing. Sementara saya masih cuek bersandal dan melenggang kangkung tanpa bawaan apapun. Saya pikir, berangkat ke lokasi pasti nanti jam 8-an. Eh, tahunya pas baru makan sesuap dua suap, ada pengumuman mengejutkan dari panitia; "Yang sudah selesai makan, langsung menuju bus ya, kita berangkat sebentar lagi." Hiyaaaaa .... langsung ngibrit lah saya ke kamar, melupakan nasi kuning dan segelas kopi yang sudah tersaji. Doooh.... pagi itu saya tidak sarapan. Hiks.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asean Blogger Conference berlokasi di Museum Pasifika di kawasan Nusa Dua. Twet-tweew... itu adalah lokasi yang sama dengan Asean Summit sodara-sodara. Jadi, silakan bayangkan kemacetan dan keriuhan yang terjadi di seputar arena. KTT Asean yang melibatkan para petinggi negara-negara ini tentu saja mendapatkan keamanan super ketat dari sekuriti. Petugas-petugas keamanan bersiaga hampir di seluruh sudut jalan. Daerah-daerah seputaran Nusa Dua mendapatkan sterilisasi yang sangat rapat. Bahkan kita yang sudah jelas-jelas akan melakukan konferensi di sana pun tidak bisa ngeloyor seenaknya. Terhitung beberapa kali bus yang kita tumpangi harus berbelok arah karena dialihkan menuju jalan alternatif lainnya. Meski akhirnya kita berhasil mencapai lokasi, perjalanan yang ditempuh tidak lantas menjadi mudah. Efek dari adanya KTT Asean ini mengakibatkan jalan-jalan di seputar Denpasar dan arah menuju Nusa Dua macet parah. Beberapa kali kita terjebak dalam antrian panjang kendaraan. *sabaar... sabaaaar..* &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GpAvgTjUNAA/Tss-MMDx_GI/AAAAAAAAA3E/1Wck7NQTyBs/s1600/DSCF1533.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-GpAvgTjUNAA/Tss-MMDx_GI/AAAAAAAAA3E/1Wck7NQTyBs/s320/DSCF1533.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setelah beberapa kali ke Bali, ini adalah kali pertama saya memasuki kawasan Nusa Dua. Kesannya? Wuooow... ekslusif banget. Wajar saja kalau banyak acara kenegaraan yang digelar di sana. Suasana dan viewnya keren! Saya takjub melihat hijau yang membentang di sepanjang jalan. Di tengah teriknya cuaca Bali, taman-taman hijau dan keriuhan pepohonan sepanjang jalan membuat pandangan menjadi adem. Nyeeess banget lihatnya. Asyiknya, Museum Pasifika ada di antara taman-taman hijau itu juga. Wiiiii... jadi pengen guling-guling di rumputnya. sayang saya terlalu pemalu untuk melaksanakan niat itu *halah, lagian ga ada kerjaan amat guling-guling di rumput!*&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peserta yang baru turun dari bis langsung digiring masuk &lt;strike&gt;kandang&lt;/strike&gt; Museum, di mana panitia sudah standby untuk memulai acara. Dan dimulailah Asean Blogger Conference secara resmi. Gong! Gong! Gong!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mas &lt;a href="http://blog.imanbrotoseno.com/"&gt;Iman Brotoseno&lt;/a&gt; selaku President of Asean Blogger Community Chapter Indonesia memulai konferensi dengan sambutannya. Banyak harapan yang tersirat dalam sambutan beliau, tentang pentingnya berbagi wawasan, pandangan, dan pengalaman di&amp;nbsp; di kalangan blogger di kawasan Asean. Khususnya dalam rangka membentuk Asean Blogger Community nantinya. Kutipan pernyataan beliau saya ambil dari &lt;a href="http://aseanblogger.com/?p=832"&gt;sini&lt;/a&gt; :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The main agenda of the 2-day meeting of the 1st ASEAN Blogger  Conference, are among others, exchange of views and experience among  ASEAN bloggers, including best practices in their respective countries,  in taking advantage of the positive side of rapid development of the  social media, and to reach all ASEAN people at the grass-root level and  to involve them in the process of ASEAN community establishment.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ABC sendiri dibuka secara resmi oleh Bapak Tifatul Sembiring, Menkominfo, yang hadir dan membuat para peserta langsung bersemangat. Kehadiran beliau tentu saja menjadi suntikan tersendiri bagi peserta konferensi, mengingat hal ini bisa menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia peduli dengan keberadaan bloggers. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ASEAN Blogger Conference 2011 is expected to bring ASEAN closer to the  community and to be a forum for brainstorming ideas about the  implementation of the ASEAN Charter towards the establishment of ASEAN  Community 2015,” Mr. Tifatul Sembiring said Wednesday. (dikutip dari &lt;a href="http://aseanblogger.com/?p=825"&gt;sini&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya acara bergulir satu demi satu. &lt;a href="http://hazpohan.blogspot.com/"&gt;Mr. Hazairi Pohan&lt;/a&gt; menyampaikan presentasinya yang mengambil tema &lt;b&gt;“&lt;/b&gt;Implementation of the Asean Charter Toward Asean Community 2015 Advisor to Asean Blogger Community Chapter Indonesia”&lt;b&gt;. &lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Mantan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Duta Besar Indonesia untuk Polandia dan sekarang bekerja di Kementrian Luar Negeri ini begitu peduli terhadap dunia blogging tanah air. Kehadirannya pada Asean Konferensi ini pun -sesuai pengakuannya- beliau tidak membawa jabatannya, melainkan selaku Penasihat Asean Blogger Chapter Indonesia sekaligus sebagai seorang blogger.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-hMy6p5q5K64/Tss-4yOyMRI/AAAAAAAAA3M/1Ef4k3CHs64/s1600/DSCF1552.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="188" src="http://1.bp.blogspot.com/-hMy6p5q5K64/Tss-4yOyMRI/AAAAAAAAA3M/1Ef4k3CHs64/s320/DSCF1552.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Sessi selanjutnya berturut-turut presentasi para peserta dari mancanegara yang hadir dalam konferensi ini, diantaranya perwakilan dari negara Phillipina, Laos, Vietnam, Thailand, Malaysia, Brunei, dan Kamboja. Perwakilan dari Singapura dan Myanmar tidak hadir dalam kesempatan ini. Semuanya memaparkan tentang dunia blogging dan social media di negara masing-masing. Hampir semua bercerita tentang kecenderungan socmed yang semakin menyerang dan mematahkan dominasi blogging di kalangan kaum muda di negara mereka. Satu yang paling ditonjolkan dari setiap komentar mereka; rasa salut mereka dengan jumlah bloggers di Indonesia. Perbandingan jumlah blogger di setiap negara, apabila dibandingkan dengan keberadaan blogger Indonesia sangat significant. Bahkan di Kamboja hanya tercatat seribu orang saja yang aktif ngeblog, berbeda jauh dengan jumlah blogger di Indonesia yang lebih dari lima juta orang! Sebenarnya, hal ini wajar terjadi mengingat jumlah penduduk Indonesia yang jauh lebih besar dibanding negara-negara Asean lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Mendengar pemaparan mereka tentang dunia blogging dan socmed di setiap negara Asean, ternyata kita seolah diajak bercermin, karena kondisinya tidak lah jauh berbeda. Banyak hal yang bisa menyatukan blogger-blogger Asean berdasarkan kesamaan-kesamaan tersebut pada akhirnya, sehingga tujuan akhir membentuk sebuah community untuk blogger Asean bukanlah sebuah hal yang mustahil.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Acara berlanjut pada bahasan dari Mas &lt;a href="http://donnybu.com/"&gt;DonnyBU&lt;/a&gt;.&amp;nbsp; Salah satu pentolan dari &lt;a href="http://ictwatch.com/internetsehat/"&gt;ICTwatch&lt;/a&gt; ini menyampaikan presentasinya dengan menyodorkan data-data statistik dunia blogging di tanah air. Misalnya platform yang masih menjadi mayoritas digunakan blogger Indonesia (blogspot, wordpress, blogdetik, kompasiana, dan dagdigdug), 5 kota dengan jumlah blogger terbanyak ternyata berada di pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta), grafik usia blogger, ragam tema/bahasan blog-blog yang ada, sampai jumlah blogger Indonesia yang mencapai tidak kurang dari 5 juta orang dan tersebar dalam ratusan komunitas blog yang tercatat. Informasi ini tentu saja membuat semua peserta melek terhadap informasi data eksistensi blogger tanah air. Sebuah pemaparan data statistik dunia blogging yang menurut saya cukup lengkap dan hebat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Menjelang break makan siang, Panitia segera memecah seluruh peserta menjadi 3 grup; A, B, C. Diskusi grup yang dimaksudkan untuk membahas poin-poin yang perlu dituangkan dalam Declaration of ASEAN Blogger Community. Masing-masing grup dipimpin oleh seorang leader yang bertugas untuk mengarahkan diskusi. Saya tergabung dalam grup C dengan leader &lt;a href="http://hermansaksono.com/"&gt;Herman Saksono&lt;/a&gt; dan Sekretaris &lt;a href="http://www.nonadita.com/"&gt;Nonadita&lt;/a&gt;. Hasil diskusi ini yang nantinya akan diplenokan pada sessi berikutnya untuk disusun sebagai deklarasi bersama.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-SurwxvjBZjg/Tss_TP-CY2I/AAAAAAAAA3U/KvMyXrirJCU/s1600/DSCF1648.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="165" src="http://3.bp.blogspot.com/-SurwxvjBZjg/Tss_TP-CY2I/AAAAAAAAA3U/KvMyXrirJCU/s320/DSCF1648.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Lepas break makan siang acara kembali dilanjutkan. Bahasan siang itu tidak kalah menarik dan cukup menyedot perhatian peserta. Tidak kurang dari Mike Orgil (Google Public policy Southeast Asia) yang membahas tentang &lt;i&gt;The role online Social Media to increase ASEAN Public Awareness&lt;/i&gt;, Shinta Dhanuwardoyo (Founder of BUBU Digital Agency) tentang &lt;i&gt;Start-Ups in Indonesia&lt;/i&gt;, dan &lt;a href="http://www.nukmanlutfie.com/"&gt;Nukman Lutfie&lt;/a&gt; (blogger senior) mengupas tentang &lt;i&gt;The Future of Social Media&lt;/i&gt;. Dipandu oleh Ahli IT, &lt;a href="http://onnopurbo.blogdetik.com/"&gt;Onno W. Purbo&lt;/a&gt;, presentasi para pembicara dan tanya jawab dengan peserta berjalan cukup hidup dan segar. Catatan khusus untuk Pak &lt;a href="http://www.nukmanlutfie.com/"&gt;Nukman&lt;/a&gt; yang bisa menyegarkan suasana di tengah rasa kantuk yang mulai menyerang peserta. Celetukan dan komentar-komentarnya yang lucu memancing tawa sehingga saya rasa ini adalah presentasi paling menarik sepanjang acara. Sebagai seorang netter sejati, Pak Nukman tidak lepas dari fenomena serbuan SocMed belakangan ini. Beliau mengaku sempat ikut larut dan terbius dengan kehadiran Facebook dan Twitter sehingga sempat melupakan blog. Blognya pernah terabaikan dan hanya 'sempat' posting sekali dalam satu bulan saja. Meski demikian, ada satu yang saya ingat persis ucapan beliau; &lt;i&gt;Status facebook dan twitter pada akhirnya tidak bisa mewadahi ide-ide yang ada dalam kepala&lt;/i&gt;. Karena itulah beliau akhirnya kembali bergiat ngeblog, meski tetap tidak melepaskan diri dari SocMed yang ada. Setidaknya, perhatiannya terhadap blog dan SocMed lebih seimbang saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Siang semakin bergerak panas. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Masih ada beberapa pembicara yang berurutan tampil, yaitu Pak &lt;a href="http://onnopurbo.blogdetik.com/"&gt;Onno W. Purbo&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.anggara.org/"&gt;Anggara Suwahyu&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://enda.goblogmedia.com/"&gt;Enda Nasution&lt;/a&gt;. Sayangnya, animo peserta sudah  mulai berkurang. Kantuk mulai menyerang, ditambah rasa letih karena  seharian harus duduk menyimak jalannya konferensi. Pendingin ruangan pun  terasa tidak maksimal. Udara Nusa Dua yang terik dan gerah tidak bisa tertolong  oleh dua mesin pendingin di ruangan, sehingga para peserta mulai sibuk  mengipas-ngipas atau bergerak mencari lokasi yang lebih nyaman.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Overall, tanpa mengabaikan poin-poin positif yang bisa dipetik dari penyelenggaraan ASEAN Blogger Conference ini, dan tentu tanpa mengabaikan pula kerja keras seluruh panitia dalam menyelenggarakan kegiatan ini, ada beberapa masukan yang mungkin bisa jadi bahan pertimbangan penyelenggaraan event seperti&amp;nbsp; ini selanjutnya. Maaf, bukan berarti sok tahu ya, tapi based on pengalaman aja kemarin ini. hehehe&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;ASEAN Blogger Conference memang sebuah event internasional sehingga wajar kalau rangkaian acara disampaikan dalam bahasa Inggris. Hanya saja, dengan mayoritas (90%) peserta yang berasal dari Indonesia, hal ini menjadi kendala yang tidak terbantahkan bagi mereka yang kurang menguasai bahasa Inggris. Tidak heran kalau terlihat banyak peserta yang hanya bisa melongo bingung saat mendengarkan presentasi dan juga saat harus terlibat dalam diskusi. Akhirnya banyak yang memilih untuk diam dan berusaha menyimak mati-matian. Secara berseloroh seorang peserta mengatakan; "Tidak ada subtitle-nya ya?" hehehe. Di sessi-sessi awal, penggunaan bahasa Inggris dalam presentasi terasa lebih pekat. Mungkin peran moderator di sini bisa lebih dimaksimalkan ya, sehingga moderator bisa merangkum setiap materi pembicara dalam bahasa Indonesia agar dapat dimengerti oleh peserta yang membutuhkan. Untungnya saat sessi siang, keadaan ini sudah lebih baik. Saat Pak Onno W. Purbo memoderatori Mike Orgil, Shinta Bubu, dan Pak Nukman, beliau bisa sebegai fasilitator sekaligus penerjemah dari setiap bahasan para pemateri. Sebenarnya, kalau pun bahasa pengantar dalam kegiatan ABC ini menggunakan bahasa Inggris tidak ada salahnya sama sekali, karena -sekali lagi- event-nya kan bertingkat internasional. Sayangnya, banyak undangan yang diterima oleh peserta yang penguasaan bahasa Inggrisnya tidak terlalu bagus, seperti saya! Akhirnya banyak planga-plongonya. hehehe.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Tidak ada yang salah dengan ruangan Museum Pasifika yang dijadikan lokasi acara konferensi ini. Lokasinya cukup luas, lapang dan nyaman.&amp;nbsp; Hanya saja, untuk konferensi full day seperti itu, duduk di&amp;nbsp; kursi tanpa meja terasa melelahkan. Tidak ada sandaran untuk menyandarkan lengan atau sebagai alas menulis bahasan-bahasan penting yang perlu dicatat. Banyak peserta yang membawa laptop dan kerepotan sekali mengatur posisinya. Jangankan bisa mengetik cepat, menyeimbangkan laptop di pangkuan saja harus berulangkali. Banyak pula yang terlihat tidak nyaman saat harus mencatat pada notes di tangan masing-masing. Dengan duduk di belakang meja (atau setidaknya table-chair), saya pikir peserta akan lebih nyaman dan betah duduk untuk mengikuti rangkaian acara.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Blogger adalah manusia gadget. Setiap gerak mereka tidak akan lepas dari berbagai gadget di tangan, entah itu laptop, Ipad/tablet, blackberry, atau Ponsel yang mengharuskan mereka harus selalu terkoneksi&amp;nbsp; dengan internet. Terbukti dengan banyaknya twit, status facebook, atau bahkan postingan blog terbaru yang meluncur saat kegiatan berlangsung. Akibatnya baterai setiap gadget merosot tajam. Dampaknya? Banyak peserta yang kemudian meninggalkan lokasi hanya untuk mencari colokan! Dan sepanjang dinding museum pun akhirnya nongkrong manusia-manusia kabel (istilah yang tercetus saat itu) dengan gadget yang tersambung ke lubang colokan yang ada. Full! Sampai tidak ada colokan kosong yang tersisa. Melihat keadaan ini, sepertinya usulan penggunaan meja dan fasilitas sambungan listrik di setiap meja dapat &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;meminimalisasi peserta yang meninggalkan acara.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Diskusi kelompok adalah salah satu bagian penting dari acara ini. Sayangnya setiap grup harus mencari lokasi diskusi sendiri tanpa ada ruangan khusus yang sudah disediakan panitia. Untuk momen krusial seperti ini sangatlah penting berada di dalam sebuah ruangan yang representative. Meski saya termasuk peserta pasif dalam diskusi ini, tapi saya bisa melihat komunikasi antara leader grup dan peserta diskusi kurang berjalan lancar. Posisi duduk yang cukup berjauhan memungkinkan peserta juga tidak dapat menangkap setiap pembicaraan dari peserta yang posisi duduknya cukup jauh. Apalagi ngomongnya dalam bahasa Inggris, jadi susah nangkepnya (saya itu sih). hehehe. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Acara yang digelar full-day dari pukul 9 pagi sampai pukul 19 WITA ini akhirnya ditutup dengan gelaran Gala Dinner. Sedikit terjadi kehebohan karena rapat pleno untuk mencanangkan deklasi ASEAN Blogger Community sempat mulur waktunya, padahal Gala Dinner harus segera dimulai. Akhirnya banyak peserta yang serabutan ganti kostum batik di lokasi-lokasi yang memungkinkan. Tanpa mandi? Yes! Hehehe... keringat yang berleleran masih lengket di badan ketika batik harus dikenakan. Tak apalah, kejadian seperti ini malah jadi seru jadi topik obrolan sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-iQUdebekA5c/TstG9WEu5SI/AAAAAAAAA3c/3yGCyjcpdhg/s1600/galadinner.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://4.bp.blogspot.com/-iQUdebekA5c/TstG9WEu5SI/AAAAAAAAA3c/3yGCyjcpdhg/s320/galadinner.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Foto : Wisnu Dewobroto &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Bagaimana pun, di balik adanya pro dan kontra deklarasi ASEAN Blogger Conference (&lt;a href="http://blog.imanbrotoseno.com/?p=1521"&gt;deklarasinya bisa dibaca di blognya mas Iman di sini&lt;/a&gt;), banyak hal positif yang saya rasakan. Indahnya kebersamaan bloggers Indonesia, komunikasi yang mulai terjalin dengan blogger mancanegara, dan dipertemukannya saya dengan sahabat-sahabat maya; baik yang sudah kenal sebelumnya maupun yang sama sekali baru. Ini adalah langkah selanjutnya untuk semakin mengobarkan semangat diri untuk tetap eksis di blogosphere, maupun menularkan semangat bagi blogger-blogger lainnya. Sepulang dari ABC ini, niat saya untuk membangun komunitas blogger Tasikmalaya pun semakin kuat. Semoga dapat terealisasi sehingga kami dapat seperti komunitas blogger lainnya yang sudah ada.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Terima kasih banyak Panitia ABC yang sudah memberikan kesempatan bagi saya untuk mereguk banyak ilmu dalam kegiatan ini. Semoga ada kesempatan lain yang bisa melibatkan saya di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Salam Blogger!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Baca juga &lt;a href="http://iwok.blogspot.com/2011/11/catatan-perjalanan-asean-blogger.html"&gt;[Laporan Perjalanan] Asean Blogger Conference Bagian I&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-1578762436130221645?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/1578762436130221645/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=1578762436130221645&amp;isPopup=true" title="23 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/1578762436130221645?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/1578762436130221645?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/11/laporan-perjalanan-asean-blogger.html" title="[Laporan Perjalanan] Asean Blogger Conference - Part 2" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-48bi6tlR75k/Tss9uw0P2zI/AAAAAAAAA28/PYSdzxp3Q_8/s72-c/DSCF1548.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>23</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0EDRno8fCp7ImA9WhRREEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-2172597297535400316</id><published>2011-11-20T22:34:00.001+07:00</published><updated>2011-11-23T16:47:57.474+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-23T16:47:57.474+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="laporan perjalanan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Asean Blogger Conference" /><title>[Catatan Perjalanan] Asean Blogger Conference  - Part 1</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senin malam, 14 November 2011. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 Wib. saat kaki saya melangkah meninggalkan rumah. Ada tempat yang harus saya tuju selarut itu, terminal bis. Dan ada bis yang harus segera membawa saya ke Jakarta malam itu juga. Besok pagi, saya harus terbang ke Bali untuk sebuah perhelatan akbar; Asean Blogger Conference. Wow!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_aLIr8sXKXA/TskddQhLVrI/AAAAAAAAA18/YwYb-LAye8o/s1600/penyambutan.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-_aLIr8sXKXA/TskddQhLVrI/AAAAAAAAA18/YwYb-LAye8o/s320/penyambutan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sempat terbersit rasa ragu saat menerima undangan untuk mengikuti konferensi ini. Apakah saya pantas untuk mengikuti acara sebesar ini? Meski sudah ngeblog dari penghujung tahun 2005, tapi eksistensi saya di dunia blog tanah air merasa belum seperti rekan-rekan blogger lainnya. Saya merasa seperti blogger yang terkungkung dalam tempurung, hanya berkeliling di satu komunitas blog yang saya ikuti saja - blogfam.com. Saya bahkan seolah buta dengan sepak terjang dunia blog tanah air yang sudah merambah kemana-mana. Ada keraguan, apakah saya akan mengenal rekan-rekan blogger lainnya di sana? Bagaimana dengan essensi konferensi ini yang mengangkat ruang yang lebih luas lagi; Asean? Apakah saya bisa mengikutinya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ABC (Asean Blogger Conference) memang tidak hanya diikuti perwakilan dari setiap negara Asean, tapi terutama perwakilan komunitas-komunitas blogger yang ada di seluruh penjuru nusantara. Inilah yang ingin saya kejar pada akhirnya. Bersama dengan rekan saya yang juga ikut mewakili blogger Tasikmalaya - &lt;a href="http://duddy.web.id/"&gt;Duddy&lt;/a&gt;, sebelumnya kita memang sudah membahas tentang kemungkinan membentuk Komunitas Blogger Tasikmalaya. Selama ini blogger-blogger Tasikmalaya asyik dengan aktivitas ngeblog masing-masing, tanpa ada wadah yang merangkul mereka dalam satu payung. Kami berdua sempat mencetuskan untuk membentuk wadah itu, sehingga blogger Tasikmalaya bisa lebih 'terlihat' dan bisa bersatu dalam menggalakan dunia blog di kampung halaman. Terlebih, alangkah indahnya kalau kami bisa berbuat lebih dari itu dan memberikan sumbangsih lain, seperti halnya aktivitas sosial yang sering digalakan komunitas lain di tanah air.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbekal semua itu, kami melihat sisi lain dari keikutsertaan kami dalam ABC ini. Kami ingin belajar banyak dari komunitas-komunitas lain yang hadir dalam konferensi ini, menggalang komunikasi, dan juga informasi tentang sebuah komunitas. Tentunya tanpa melupakan partisipasi kami dalam mensukseskan tujuan ABC yang sudah dicanangkan panitia sebelumnya. Bismillah... semoga keberangkatan kami bisa memberikan banyak manfaat pada akhirnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pukul 6 pagi, saya sudah tiba di Kampung Rambutan, dan pukul 7 di Cengkareng. Hahaha ... kepagian nih. Sambil nunggu keberangkatan, akhirnya saya &lt;strike&gt;senam pagi dulu dan jogging keliling bandara&lt;/strike&gt; dan Kang Duddy nongkrong dulu sambil &lt;strike&gt;ngepel bandara&lt;/strike&gt; ngebul beberapa batang. Nggak lama ketemu Yudha, kontingen asal Bandung, yang ternyata masih satu grup perusahaan dengan &lt;strike&gt;Obama&lt;/strike&gt; Kang Duddy. Oalah, dunia ini sempit banget ya. Ternyata kalau sudah ngumpul begitu, waktu pun tidak terasa lama. Jam 8 saya harus segera check-in karena &lt;strike&gt;harus ngelapin&lt;/strike&gt; pesawat dijadwalkan take-off jam 9.30.&amp;nbsp; Eh, di dalam malah ketemu peserta ABC lainnya. Ada Nike, Mas Banyumurti, Mas Acep, dan... siapa lagi ya? lupa nyatet. hehehe. Yang jelas rombongan Lion Air 9.30 ada beberapa orang. *tepuk tangaaan* Meski begitu, tetep saja pesawatnya baru berangkat pukul 10. Delay 30 menit karena terjadi pertukaran gate on last minute. ckckck... ngerjain banget nih, kenapa nggak pesawatnya aja yang muter dan pindah gate? *eh, susah ya mindahin pesawat?*&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nyampe Bandara &lt;strike&gt;New York&lt;/strike&gt; Ngurah Rai sudah lewat tengah hari Wita. Ternyata sudah ada &lt;a href="http://www.pendopotatito.com/"&gt;Mba Indah Juli&lt;/a&gt; yang nungguin dan ngasih kalungan bunga. Wuiih... berasa mau kawin lagi dikalungin bunga begitu. Hihihi. Di bandara pula akhirnya saya bertemu banyak peserta lain yang jadwal kedatangannya berdekatan; blogger kalimantan, ambon, dll. Kebersamaan pun mulai terasa. Tidak terasa adanya perbedaan jarak dan daerah, yang ada hanyalah persamaan status; we are bloggers!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Obrolan di pintu kedatangan bandara mulai terjalin. Semua saling bercerita, bahkan jauh sebelum konferensi ini dimulai keesokan hari. Mata saya pun mulai berbinar saat mas Banyu Murti dari &lt;a href="http://ictwatch.com/internetsehat/"&gt;Internet Sehat&lt;/a&gt; mengajak diskusi tentang &lt;strike&gt;bagaimana caranya menyelamatkan bumi dari serbuan alien&lt;/strike&gt; penjajagan penyelenggaraan workshop internet sehat ke daerah-daerah. Saya langsung menawarkan diri Tasikmalaya sebagai kota yang harus dikunjungi. Bahkan agenda ini akan menjadi bahan diskusi saya untuk disampaikan pada teman-teman blogger Tasikmalaya sepulang ABC ini. Ah, senang rasanya, bahkan di kesempatan pertama gathering komunitas blogger ini sudah mulai terasa manfaatnya. &lt;strike&gt;Iler&lt;/strike&gt; Semangat saya pun semakin meluap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-RILgYFLcU7Y/TskdHNIFcoI/AAAAAAAAA10/CaDA4ZYBKKo/s1600/DSCF1485.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-RILgYFLcU7Y/TskdHNIFcoI/AAAAAAAAA10/CaDA4ZYBKKo/s320/DSCF1485.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;Sekelompok blogger sudah terkumpul saat mas Bahtiar selaku panitia penyelenggara ABC menggiring kami menuju bis yang akan membawa kami ke Pop Harris, jl. Teuku Umar Denpasar. Di sanalah seluruh Panitia dan Peserta ABC akan &lt;strike&gt;main bola&lt;/strike&gt; menginap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pop Harris adalah hotel yang simpel. Bangunan luar dan bagian dalam kamarnya tidak neko-neko, serba simpel. Kalau saya bandingkan, mungkin serupa dengan hotel Tune-In yang akrab banget di kalangan travellers. Salah satu yang saya suka dari hotel ini adalah petugas hotelnya yang terlihat nyantai dan ngepop. Dengan setelan tshirt dan jeans selutut, kesan kaku langsung hilang seketika. Tidak ada adegan petugas hotel &lt;strike&gt;koprol&lt;/strike&gt;&amp;nbsp; membungkukkan badan saat tamu lewat. Cukup seulas senyum ramah pun cukup menyenangkan. Pengunaan warna-warna &lt;strike&gt;gothic&lt;/strike&gt; terang yang ngejreng di sana-sini pun membuat setiap ruangan menjadi cerah ceria.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu kamar diisi oleh 3 peserta ABC dengan sistem acak. Tidak ada satu kontingen yang mendapatkan room yang sama. Tujuannya agar seluruh komunitas bisa membaur dengan baik. Saya sekamar dengan Faisal dari Depok dan Mas Punco dari Gorontalo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siang itu saya sempat tidur sekejap di &lt;strike&gt;halaman parkir&lt;/strike&gt; kamar. Badan letih karena belum istirahat dengan baik sejak semalam, badan lengket karena belum sempat mandi sejak &lt;strike&gt;tahun lalu&lt;/strike&gt; semalam juga, membuat mata ini langsung kriyep-kriyep lihat kasur yang empuk. Badan yang segar sehabis mandi malah membuat kantuk semakin menyerang. Makanya, sambil menunggu rombongan lain berdatangan, saya pun tertidur dengan pulas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Deq9Waqg3gI/TskdtPkz_NI/AAAAAAAAA2E/4oANejNElzc/s1600/DSCF1499.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-Deq9Waqg3gI/TskdtPkz_NI/AAAAAAAAA2E/4oANejNElzc/s320/DSCF1499.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Acara hari pertama mulai berlangsung saat jadwal makan malam tiba. Seluruh rombongan dibawa menuju ke Danes Art Veranda di Jl. Hayam Wuruk Denpasar, untuk merayakan Ulang Tahun ke-4 BBC-Bali Blogger Community. Horaaaay .... selamat ultah BBC, semoga semakin eksis dan jaya di dunia blog tanah air. Dalam perayaan ultahnya ini, BBC tidak main-main. Selain jamuan yang melimpah (ada nasi Jenggo! waaa..akhirnya saya bisa ngerasain juga), acara sambutan buat seluruh peserta ABC dengan penyerahan Udeng (ikat kepala) untuk seluruh perwakilan peserta dari setiap negara, hiburannya pun tidak kalah meriah. Emoni dan DKantin meramaikan acara dengan musiknya yang hangat dan menghentak. Liputan tentang Emoni dan DKantin bisa dibaca di &lt;a href="http://duddy.web.id/Lintasan/emoni-dan-dkantin-musik-kaum-muda-perogoh-sukma.html"&gt;blognya kang Duddy&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam sudah larut saat kami meninggalkan Danes Art Veranda. Wajah-wajah lelah sudah terlihat. Sementara besok hari sejumlah jadwal padat sudah menunggu. Yang dibutuhkan hari ini adalah &lt;strike&gt;dugem sampai pagi&lt;/strike&gt; tidur dan meluruskan punggung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://iwok.blogspot.com/2011/11/laporan-perjalanan-asean-blogger.html"&gt;Bersambung ke Part-2&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-2172597297535400316?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/2172597297535400316/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=2172597297535400316&amp;isPopup=true" title="12 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/2172597297535400316?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/2172597297535400316?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/11/catatan-perjalanan-asean-blogger.html" title="[Catatan Perjalanan] Asean Blogger Conference  - Part 1" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-_aLIr8sXKXA/TskddQhLVrI/AAAAAAAAA18/YwYb-LAye8o/s72-c/penyambutan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>12</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkEMQXg5fyp7ImA9WhRSEkk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-7428832140218999149</id><published>2011-11-14T12:31:00.000+07:00</published><updated>2011-11-14T12:31:20.627+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-14T12:31:20.627+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="koran" /><title>Mejeng di Koran Republika</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-fHftIEHqTy8/TsCnYxyCMyI/AAAAAAAAA1o/CpQRfdA12f0/s1600/republika+12+november+2011.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-fHftIEHqTy8/TsCnYxyCMyI/AAAAAAAAA1o/CpQRfdA12f0/s320/republika+12+november+2011.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mejeng lagi di surat kabar. Kali ini di Koran Republika edisi Sabtu, 12 November 2011. Bukan tentang profesi saya sebagai penulis, atau tentang bahasan buku terbaru saya, tetapi tentang pengalaman saya berburu barang gratisan! Hehehe .. yep, bener, saya memang sempet jadi prize hunter. Sering ikut adu hoki dalam pertarungan kuis-kuisan. Hasilnya? Pernah menang kuis ratusan kali dengan berbagai jenis hadiah. Kalau penasaran tips-tips saya dapatin barang gratisan, bisa baca artikelnya di koran Republika. Yang ketinggalan baca korannya, bisa baca di e-papernya republika di www.republika.co.id.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-7428832140218999149?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/7428832140218999149/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=7428832140218999149&amp;isPopup=true" title="5 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/7428832140218999149?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/7428832140218999149?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/11/mejeng-di-koran-republika.html" title="Mejeng di Koran Republika" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-fHftIEHqTy8/TsCnYxyCMyI/AAAAAAAAA1o/CpQRfdA12f0/s72-c/republika+12+november+2011.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEUHRXs7fSp7ImA9WhRTGUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-4235022561540331459</id><published>2011-11-10T14:54:00.001+07:00</published><updated>2011-11-10T15:03:54.505+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-10T15:03:54.505+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerpen" /><title>[Cerpen] Ojek</title><content type="html">&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-WA9aRR9Kkhc/TruFGue43fI/AAAAAAAAA1g/qoUyanaHlTg/s1600/4OJEG.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="247" src="http://3.bp.blogspot.com/-WA9aRR9Kkhc/TruFGue43fI/AAAAAAAAA1g/qoUyanaHlTg/s320/4OJEG.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Perkenalkan, nama gue Ton&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;ny&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;.  Profesi sebagai Tukang Ojek. Yup, ojek motor, bukan ojek payung,  apalagi ojek onta. Nggak ada tukang jualan onta sih, jadi gue nggak bisa  beli ontanya buat diojekin. Padahal lucu ya kalo beneran ada ojek onta,  penumpang yang lagi gue bonceng bisa jalan endut-endutan sambil ngayal  lagi naik haji. Pasti ojek onta gue laku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kok  tukang ojek namanya keren, ya? Yeee ... biarin aja napa? Lagian, lo  pasti bakalan lebih kaget lagi kalo tahu nama asli gue. Nama lengkap gue  HAKASA TON&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;NY&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;.  Cihuy kan? Suer, gue aja sering nggak enak sendiri dengan nama keren  gue ini. Buat anak kampung kayak gue, nama itu terlalu kota. Tapi kita  harus menghormati nama pemberian orangtua, kan? Pastinya mereka udah  mikir luar-dalam, atas-bawah buat bikin nama anaknya. Apalagi pas  akhirnya gue tahu arti nama gue adalah : HAsil KAsih SAyang TOtong eN&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;NY&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;. Duh, &lt;i&gt;so sweet&lt;/i&gt; nggak sih?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Meski nggak bercita-cita jadi Ojeker, akhirnya gue jadi &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;tukang &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;ojek  motor juga sekarang. Itupun nggak nyangka banget sebenernya. Siapa sih  yang pengen jadi tukang ojek? Dari awal kan gue pengen banget jadi  artis. Sayangnya tiap kali ikutan casting sinetron selalu aja  orang-orang salah sangka. Bukan nyangkain gue ini Teuku Wisnu, tapi  nyangkain gue tukang jualan nyasar masuk ruang casting!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Bang, ambilin teh botol satu ya, nggak usah pake toge!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Lo kira gue tukang teh botol? Udah rapi jali mau ikutan casting malah dikira jualan teh botol. Asem!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Bang, ketoprak saya mana? Saya kan udah pesen dari tadi?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Hiks ... yang satu lagi malah nyangkain gue kembaran sama tukang ketoprak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Akhirnya gue nggak nafsu lagi jadi artis. Bikin bete.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Sekarang  gue jadi tukang ojek. Semuanya gara-gara minum kopi. Udah pada tahu lah  ya kalo sekarang ini banyak produk makanan yang berhadiah ini-itu.  Cukup beli produknya, buka bungkusnya, dan ... taraaaaa ... anda  memenangkan sebuah mobil roda tiga! Atau motor full AC! Atau liburan  gratis ke kutub utara! Enak bener ya yang dapet, gitu pikir gue. Eh,  tapi ada juga sih promosi produk yang aneh, masa ada iklan permen  lolipop yang hadiahnya sepasang anjing edan! Beuh ... sekalian aja  dengan bonus anti rabiesnya. Kurang kerjaan tuh yang bikin promosi. Eh,  eh, tapi, yang penasaran pengen dapet hadiahnya banyak lho, termasuk  adik gue.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Bang, ayo kita beli lolipop lagi, siapa tahu sekarang dapet hadiah anjing edannya,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Heh, buat apa?” gue kaget. “Makanan buaya? Kita kan nggak miara buaya!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Yee  ... kok buaya? Biar ojek abang laku! Kalo ada orang lewat, sodorin aja  anjingnya sambil ngancem; naik ojek gue atau mau digigit anjing edan  gue?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Gue bingung, mesti kesel apa malah terharu ya sama ide aneh adik gue?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Balik  lagi ke masalah awal muasal gue ngojek, semua memang gara-gara minum  kopi. Gue emang doyan banget ngopi. Nah, suatu waktu pas gue lagi nyeduh  kopi, iseng gue buka bungkusnya. Di dalam bungkus kopi itu ada  tulisannya!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;SELAMAT, ANDA LAYAK JADI TUKANG OJEK!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Gubrags!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Pelecehan!  Awalnya gue ngamuk-ngamuk, tapi lama-lama penasaran juga, maksudnya apa  sih dengan tulisan ini? Masa iya gara-gara gue demen minum kopi terus  dianggap layak jadi tukang ojek? Emang tukang ojek doyan ngopi semua?  Akhirnya gue telepon ke nomor yang ada di bungkusnya, soalnya kalo  nelepon ke nomor Pak Lurah malah bingung juga entar mau ngomong apa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Selamat  Dek, anda berhak dapet motor!” gitu kata Customer Service perusahaan  kopi yang gue telepon. Nadanya cerah ceria, seolah gembira menyambut  satu lagi tukang ojek yang akan muncul di muka bumi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;HAH, MOTOR? Gue langsung deg-degan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Tapi motornya harus buat ngojek, Dek.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;HAH? Kok gitu aturannya? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Kopi  berhadiah motor ojek ini memang hasil kerjasama perusahaan kami dengan  Dinas Tenaga Kerja, Dek, dalam rangka membasmi pengangguran di  Indonesia. Jadi, para pemenang hadiah motor ini harus menandatangani  kesepakatan bahwa motor yang dimenangkannya harus digunakan untuk  ngojek.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Jungkel.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Terima  aja Ton, lumayan motornya,” kata Bokap gue dengan semangat. Gue ngerti  kegirangan Bokap, siapa sih nggak seneng dapet motor gratis? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Tapi buat ngojek, Beh,” kata gue lemes. “Emang Babeh nggak malu anaknya jadi tukang ojek?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;“Eh  Ton, ngojek itu lebih bermanfaat daripada kagak ngojek,” kata Bokap  bikin gue bingung. Maksudnya apa coba? Tapi akhirnya gue nurut juga. Gue  akhirnya terima juga tuh hadiah motor dengan konsekuensi jadi tukang  ojek minimal 5 tahun. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;Setelah itu gue mau terus ngojek atau jadi selebritis nggak ada urusannya sama pabrik kopi. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Daripada  gue nganggur, emang mendingan ngojek aja. Lumayan dapet duit buat beli  kopi lagi, siapa tahu kali ini dapet mobil, meski kalo nanti ada  kesepakatan mobilnya harus dijadiin &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;angkot&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;. Yang penting kan ada peningkatan status? Amiiiin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Jadi  begitulah Saudara-Saudara, akhirnya gue jadi Ojeker sejati. Sayangnya,  sekarang gue lagi mangkel berat. Udah beberapa hari ini ojek gue sepi  penumpang. Biasanya sehari ada aja penumpang yang minta gue anterin.  Urusan nganter-nganter sih gue emang jagonya. Lo mau dianter kemana?  Sini sama gue, asal jelas aja bayarannya. Hah, ke neraka? Sono lo pergi  sendiri, tinggal nyemplung ke sumur aja kagak perlu naik ojek! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Di  kampung gue, ojek memang dibutuhkan. Apalagi, kampung gue kan jauh dari  jalan raya tuh, makanya fungsi ojek penting banget, apalagi buat yang  nggak punya kendaraan. Jalan kaki? Silakan kalo pengen pegel. Jalan kaki  sekilo-dua kilo kan mana tahan? Apalagi kalo malem, jalanan masuk ke  kampung gue harus lewat sawah dan kebon. Gelap, tau! Jadinya, tukang  ojek di kampung gue laris manis. Asalnya sih gitu, sebelum akhirnya  Ojeker harus pada gigit jari belakangan ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Semuanya  gara-gara Lurah baru nih. Suwer, tahu begini gue nggak bakalan milih  dia pas Pilkades kemarin. Asalnya gue milih Pak Somad jadi Lurah  gara-gara janjiin mau ngaspal jalan dari kampung sampe ke jalan raya.  Bakalan asik tuh kalo jalanannya udah mulus beraspal. Sesekali gue bisa  kebut-kebutan biar kayak Irfan Bachdim *eh, Irfan Bachdim itu pembalap,  kan?*. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Bener  aja, pas Pak Somad kepilih, jalanan di kampung gue langsung diaspalin.  Nggak tanggung-tanggung, dia nawarin warga kampung mau diaspal pake rasa  stroberi atau rasa melon. Tapi demi masa depan anak-anak kecil penerus  bangsa, akhirnya aspal yang dipilih tetep yang rasa original. Bukannya  kenapa, kalo pake rasa stroberi, warga takut kalo banyak anak kecil yang  nantinya bakalan jilatin jalanan gara-gara dikira permen! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Beres  ngaspal jalan, Pak Lurah langsung ngasih instruksi sadis; Seluruh Ojek  dilarang operasi! Terang aja seluruh Ojekers langsung melolong pilu. Ini  pelecehan! Tidak berperikeojekan! Penyalahgunaan wewenang! Otoriter!  Semua Ojeker ngamuk-ngamuk, bahkan sampe ada yang mau kawin lagi  *entahlah, gue juga bingung dengan alasan yang ini*. Apa dasarnya coba  Pak Lurah ngasih larangan itu? Apa karena dia pengen aspalnya nggak  lecet-lecet? Dilaminating aja sekalian!&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt; Huh!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Pengumuman itu disampaikan di Balai Desa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Saudara-saudara  semua, marilah kita bersama-sama membangun desa kita tercinta ini.  Siapa lagi yang akan membangun desa ini kalau bukan kita bersama-sama?  Kitalah yang harus membangun desa ini agar desa ini bisa dibangun  bersama-sama,” kata Pak Lurah sambil ngomong muter-muter bikin sebel.  Kreatif dikit kek bikin kalimat, jangan itu aja yang dibolak-balik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Karena  itu, kita membutuhkan warga yang sehat dan kuat. Di dalam desa yang  sehat terdapat warga yang kuat. Mensana in corporesano!” Pak Lurah masih  berapi-api. Ngomongnya aja sambil muncrat-muncrat sakit semangatnya.  “Kita tidak boleh malas. Kita harus rajin berolahraga!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Pak Lurah ngomong apa sih Ton? Suer, gue pusing banget dengernya,” kata Juned yang sedari tadi cengo liatin pidato Pak Lurah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Pak Lurah lagi latihan baca puisi, Jun,” jawab gue ngasal. “Katanya bakalan ada lomba baca puisi antar Lurah se-kecamatan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Ooooh ...” Juned manggut-manggut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Agar  setiap warga sehat dan kuat, saya memerintahkan agar semua warga tidak  lagi menjadi manja. Mulai sekarang, semua harus rajin berolahraga setiap  hari. Saya lihat warga desa ini malas sekali berolahraga. Olahraga itu  tidak perlu golf, panjat tebing, atau polo air, Saudara-saudara, tapi  cukup dengan jogging, alias berjalan kaki!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Polo air apaan sih, Ton?” Juned noleh ke gue.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Oh, itu permainan perosotan buat anak-anak, tapi di dalem air.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Juned bengong. Bodo ah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Pak  Lurah melanjutkan, “untuk mensukseskan program hidup sehat ini, dan  juga untuk mencegah polusi udara di desa kita akibat asap kendaraan yang  ujungnya berdampak terhadap global warming, saya mencanangkan gerakan  bebas kendaraan bermotor di desa ini! Tidak ada seorangpun yang boleh  menggunakan kendaraan bermotor, baik itu mobil ataupun motor, termasuk  ojek!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;HAH?  Gue melongo. Bukan karena mikirin apa arti dari global warming *yang  suer gue kagak ngerti*, tapi karena ojek tidak boleh digunakan? Nggak  salah tuh?&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt; Gue kagak makan dong?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;“Kalau hanya jarak dekat, tidak perlu naik kendaraan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;. Timbang jalan kaki ke jalan raya aja nggak usah naik ojek&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, lebih baik jalan kaki biar sehat.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;“Tapi kalo saya mau ke kota gimana, Pak? &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;Atau kalo saya mau ke Surabaya? &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kalo jalan kaki kan bisa gempor duluan sebelum nyampe,” keluh seorang warga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ternyata  aturan itu Cuma berlaku selama kita berada di wilayah desa. Keluar dari  batas desa, kendaraan boleh dihidupkan dan dipake lagi. Alhasil, setiap  saat selalu terlihat beberapa warga desa yang keringetan dorong-dorong  motornya di jalanan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt; desa&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;.  Kalo bukan baru pulang dari kota, pasti mereka yang mau pergi ke kota.  Yang kasihan Haji Slamet. Dia punya pabrik pemotongan kayu. Buat  ngangkut kayu-kayunya ke kota, dia menggunakan mobil truk! Sudah dua  hari ini dia ngedorong-dorong truknya biar nyampe ke jalan raya, tapi  nggak maju-maju! Tobaaat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Pokoknya  tidak dibenarkan menghidupkan kendaraan di wilayah desa. Titik! Nggak  pake koma lagi. Aturan yang luar biasa menyengsarakannya emang. Tapi  nggak ada warga desa yang berani melanggar aturan ini, soalnya barang  siapa yang melanggar bakalan dikutuk jadi korek kuping. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Yang  nasibnya paling apes pastinya tukang ojek. Warga desa nggak ada yang  berani lagi naik ojek. Paling ojek gue jalan kalo ada yang minta  dianterin ke kota doang. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;Itupun berangkatnya dari perbatasan desa. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Urusan keluar-masuk desa, nggak ada lagi yang mau make ojek.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Nggak  mau ah Bang, saya takut dengan kutukan Pak Lurah,” tolak Neng Entin pas  gue tawarin naik ojek diem-diem waktu dia pulang kerja di pabrik  gayung. “Emang Bang Toni nggak takut gitu motornya disulap jadi otopet?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;“Tapi  betis Neng Entin bakalan gede kayak talas bogor lho kalo kebanyakan  jalan,” rayu gue, tetep usaha. Gue udah nggak peduli motor gue disulap  jadi otopet atau beca. Gue butuh &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;makan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;“Nggak  papa Bang, talas bogor kan enak. Bisa digoreng, bisa juga dikukus. Eh,  sekarang talas bisa dibikin bolu juga, lho. Bang Ton&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;ny&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; pernah nyobain? Enak lho.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Gue mingkem.Kok malah jadi ngebahas talas, sih? Hih!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Akhirnya  ojek gue nggak laku lagi, ditolak penumpang untuk kesekian kalinya.  Orang-orang lebih milih pegel-pegel daripada terkena kutukan. Kabarnya,  selain dijadiin korek kuping, yang melanggar aturan pun bakalan disulap  jadi panci atau tutup gelas, tinggal milih aja. *heran, nih lurah apa  ahli nujum sih?*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Gue  nggak bisa kalo begini terus. Gimana gue bisa makan kalo ojek gue nggak  jalan. Akhirnya gue bisikin Juned dan beberapa ojeker lain. Semuanya  ngangguk-ngangguk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Tiba-tiba Puskesmas jadi laku keras&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt; keesokan harinya&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;. Banyak warga yang tiba-tiba menyerbu untuk berobat tiap hari. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;Semua ngantri sampe menuh-menuhin bungkusnya, eh .. menuhin halaman puskesmas maksudnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sampe akhirnya dokter praktek&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt; dan perawat&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;nya kewalahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;“Saya  tidak tahan, Pak Lurah! Tidak sanggup lagi. Huhuhu ...” dokter wanita  yang masih muda itu terisak-isak sambil mengadu domba, eh ... mengadu di  hadapan Pak Lurah. “Setiap hari jumlah orang yang sakit semakin banyak.  Ya encok lah, pegal linu lah, keseleo lah, &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;kesemutan, &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;patah  hati, masuk angin, serangan jantung, dan lain-lain. Gimana dengan nasib  saya? Dinas kesehatan menganggap saya tidak becus menangani kesehatan &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;warga &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;desa ini. Apalagi mereka mempertanyakan, kenapa puskesmas ini sering sekali meminta pasokan balsem?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Loh,  bukannya warga kita tambah sehat? Saya sudah menggalakan program  olahraga tiap hari! Tidak mungkin kalau yang sakit tambah banyak.  Olahraga itu menyehatkan!” Pak Lurah mendelik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Buktinya  program jalan sehat yang Bapak ciptakan sudah membuat seluruh warga  sakit tiap hari. Kaki mereka tidak kuat menanggung beban bergerak  kesana-kemari, Pak! Saya juga sebenernya cape harus jalan kaki dari  jalan raya sampe ke desa ini. Jauuuh .... mana tiap hari pula. Huwaaaa  ....” raung dokter itu sekalian curcol.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Pak  Lurah terdiam. Dia sama sekali nggak nyangka kalo programnya berakibat  buruk bagi warganya. Kalo Camat sampe tahu keadaan warga desanya seperti  itu, pasti dia akan ditegur habis-habisan. Akhirnya Pak Lurah segera  membuat pengumuman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;“Demi  stabilitas dan kesehatan warga desa, dengan ini saya nyatakan bahwa  aturan tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor di wilayah desa dengan  resmi saya cabut. Seluruh warga &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;tidak diharuskan jalan kaki lagi kemana-mana, dan &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;dipersilakan untuk mempergunakan kendaraannya&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;. Aturan ini&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; terhitung mulai hari ini. Oya, &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;tapi &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;jangan lupa untuk terus berolahraga&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;, ya&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;Pengumuman itu langsung disambut dengan suka cita. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Puskesmas  langsung kosong hari itu juga. Seluruh warga langsung sembuh dengan  tiba-tiba. Gue lirik Juned sambil ngikik. Ide untuk mengerahkan warga  menyerang Puskesmas ternyata manjur juga. Terbukti Pak Lurah panik  melihat warganya tepar semua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt;Akhirnya kita bisa nyari duit lagi, Jun&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 150%;"&gt; Gue nyengir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;“Hidup Ojek!” Juned jungkir balik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;Dimuat di &lt;a href="http://www.annida-online.com/artikel-2727-ojek.html"&gt;Annida-Online &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-4235022561540331459?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/4235022561540331459/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=4235022561540331459&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/4235022561540331459?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/4235022561540331459?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/11/cerpen-ojek.html" title="[Cerpen] Ojek" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-WA9aRR9Kkhc/TruFGue43fI/AAAAAAAAA1g/qoUyanaHlTg/s72-c/4OJEG.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0EGRHs5fyp7ImA9WhdaF0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-8225809511999466401</id><published>2011-10-28T10:11:00.001+07:00</published><updated>2011-10-28T10:13:45.527+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-10-28T10:13:45.527+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="rayya" /><title>Rayya 4 Tahun!</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-B17_BA4Oi88/TqodTJHzVpI/AAAAAAAAA00/ZATYCoh1TzE/s1600/Rayya+1-4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-B17_BA4Oi88/TqodTJHzVpI/AAAAAAAAA00/ZATYCoh1TzE/s320/Rayya+1-4.jpg" width="237" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat ulang tahun yang ke-4 my dear Rayya Izzara Abqary. Semangat  Sumpah Pemuda begitu melekat dalam dirimu Nak, karena tangis pertamamu  berbarengan dengan teks Sumpah Pemuda yang dikumandangkan di  lapangan-lapangan upacara saat itu. Jadilah anak yang penuh semangat,  anak yang cerdas, anak yang sehat, dan anak yang dapat mengangkat  derajat Ayah-Ibumu, tanpa melupakan bangsa dan agamamu. Cinta kami  selalu untukmu. *peluk erat*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-8225809511999466401?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/8225809511999466401/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=8225809511999466401&amp;isPopup=true" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/8225809511999466401?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/8225809511999466401?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/10/rayya-4-tahun.html" title="Rayya 4 Tahun!" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-B17_BA4Oi88/TqodTJHzVpI/AAAAAAAAA00/ZATYCoh1TzE/s72-c/Rayya+1-4.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcBR34yeyp7ImA9WhdaFkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-8531616589427024180</id><published>2011-10-27T12:06:00.001+07:00</published><updated>2011-10-27T12:07:36.093+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-10-27T12:07:36.093+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerpen" /><title>[Cerpen] Farewell Winter</title><content type="html">&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Buitenzorg; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;FAREWELL WINTER&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Oleh Iwok Abqary&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-PLafYErmG6Q/TqjmPFO1TkI/AAAAAAAAA0o/7muNgoM5NMw/s1600/Farewell+Winter.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="282" src="http://3.bp.blogspot.com/-PLafYErmG6Q/TqjmPFO1TkI/AAAAAAAAA0o/7muNgoM5NMw/s320/Farewell+Winter.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta masih menyisakan sisiran rambut terakhirnya, ketika cermin di depannya memantulkan seraut wajah dari balik pintu di belakangnya. Wajah itu tersenyum cerah ke arahnya, secerah sinar mentari hangat yang menerobos malu-malu tirai jendelanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Letta, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;can we go now&lt;/i&gt;?” Ray berdiri tegak di ambang pintu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tahu sopan santun juga bule satu ini, pikir Letta geli. Rupanya Ray cukup menghargai adat ketimuran darimana cewek itu berasal, dimana cowok nggak sopan masuk kamar cewek seenaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Sebentar ya, Ray. Hari ini masih cukup panjang kalo aku minta waktu 5 menit lagi untuk sisiran kan?” canda Letta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Well, ok&lt;/i&gt;. Aku tunggu di teras depan?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Baiknya sih gitu. Kalo nggak, mendingan kamu minta coklat panas dulu sama Mami di dapur!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Aku sudah minum!” teriakan Ray terdengar menjauhi kamar Letta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta Cuma bisa nyengir. Ya sudah, kalo memang sudah minum sih! Mungkin maksud Ray, dia sudah minum coklat sebelumnya tadi. Hihihi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta meraih sweater biru dongkernya, dan segera memakainya. Meski winter baru di ambang pintu, tapi dinginnya sudah mulai menusuk tulang. Khususnya buat Letta, yang baru seminggu ini mengalami dinginnya cuaca seperti ini. Ih, sedingin-dinginnya musim hujan di Indonesia, perasaan nggak sedingin ini deh! Setelah meraih syal tebal yang tergantung di lemari, Letta masih melirik sekilas bayangannya di cermin, sebelum akhirnya melangkah keluar kamar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta menghela nafas berat. Hari ini hari terakhirnya di Dublin. Setelah seminggu ini dia menikmati segala keindahan yang ditawarkan ibukota Irlandia ini, besok dia harus terbang pulang. Hari ini Papi selesai mengikuti pertemuan tentang kepariwisataan, dan besok mereka ; Letta, Papi dan juga Mami harus kembali ke Bandung. Ih, perasaan baru kemarin mereka sampai disini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kalau saja boleh nawar, Letta ingin semingguuuuuuuu … lagi mereka tinggal disini. Tapi sepertinya Papi akan bertindak tegas menyeret mereka kembali pulang. Biaya mengikuti seminar ini memang dibiayai Hotel tempat Papi kerja, tapi semua biaya Letta dan Mami ikut kesini kan dirogoh dari tabungan Papi! Dan itu nggak sedikit kan? Untung saja ada kolega Papi yang tinggal di Dublin, dan mereka dengan senang hati memberikan akomodasi penginapan gratis bagi Letta dan keluarga. Kalo nggak, biayanya kan semakin bengkak tuh!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Setelah pamitan sama Mami dan Tante Stella, Maminya Ray, Letta bergegas keluar. Ray pasti sudah tidak sabar mengantarnya kembali keliling kota Dublin untuk yang terakhir kalinya. Kali ini harus &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;all day long&lt;/i&gt;! Dan tidak boleh ada sejengkal pun yang ketinggalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ray sudah berdiri di teras. Badan tinggi tegapnya terbebat dalam sweater putih bergaris biru. Rambut pirang ikalnya menyembul dari balik kupluk warna biru, senada dengan garis biru sweaternya. Matanya yang kehijauan berpendar menyambut kedatangan Letta dari dalam rumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Ayo!” Ray menarik lengannya keluar halaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Hey? Kenapa mobilmu, mogok?” Letta memandang heran ke arah garasi yang sudah terbuka, tapi Ray sepertinya tidak bermaksud menggunakan mobilnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Mobilku baik-baik saja. Aku hanya ingin mengajakmu naik bus!” cengir Ray.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Wah? Letta terbeliak. Sepertinya usul yang sangaaaat bagus. “Kita akan kemana sekarang?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Keliling kota? Menjelajah sudut-sudut yang biasanya hanya kamu lewati saja. Sekarang kita berjalan menyusurinya!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Setuju!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Well&lt;/i&gt;, kita harus segera. 5 menit lagi bus ke &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;downtown&lt;/i&gt; akan tiba di bus stop terdekat. Terlambat 1 detik, kita harus menunggu 15 menit lagi! Taruhan, aku yang paling dulu sampai ke bus stop kalo kita adu lari? Ayo ….”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Hey, curang!! Belum aba-aba kok sudah lari duluan sih?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ray tertawa penuh kemenangan. Mereka berkejaran menyusuri pinggir jalan yang tidak terlalu ramai. Daun-daun berguguran dengan indah dalam semburat sinar matahari yang keemasan. Rumah Ray, dimana mereka tinggal berada di daerah Swords, pinggiran kota Dublin, dan butuh setengah jam mencapai pusat kota naik kendaraan. Sambil berlari mengejar Ray, Letta merapatkan syal di lehernya. Angin yang berhembus membuatnya sedikit mengigil. Semakin mengigil mengingat hari ini adalah hari terakhirnya bersama Ray.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta menatap Ray nanar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Angin dingin berhembus menyapu wajah Letta yang tampak kusut. Perjalanan panjang belasan jam dari Jakarta, membuatnya letih. Dublin sedang menyambut musim dingin tiba. Daun-daun berguguran satu demi satu, jatuh beriringan menghempas tanah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Kamu pasti Letta!” sesosok tinggi tegap langsung mengulurkan tangannya, bertepatan saat Papi bersalaman dengan Om Hans, dan Mami dengan tante Stella.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta mengernyitkan dahinya. Siapa nih, sok akrab banget?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Aku Ray, anak mereka, teman ayahmu! Selamat datang di Dublin!” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta tersenyum mengenang saat pertama kalinya menginjak bumi Dublin. Ray yang sok akrab, dan sedikit jail membuat kekhawatiran jadi ekor Mami kemanapun Mami akan melangkah, sirna sudah. Awalnya Letta khawatir hari-harinya disini hanya akan diisi dengan jalan-jalan berdua bersama Mami, tapi ternyata ada Ray!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dan selanjutnya Ray ada dalam setiap langkahnya menjelajahi setiap sudut kota Dublin. Menikmati setiap lekuk Trinity College, Dublin castle, dan bangunan tua lainnya yang antik dan mengagumkan, serasa selebritis di dalam museum lilin nasional, melihat-lihat proses pembuatan bir Guinness di &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Guinness storehouse&lt;/i&gt;, menikmati segelas irish coffee di Temple Bar, menikmati sore yang indah dengan guguran daun-daun di Phoenix Park, dan menyaksikan kehidupan malam dengan lampu yang berkilauan dari atas Penny Bridge. Atau bahkan ketika tersaruk-saruk di lorong-lorong kecil penjual cendera mata, mencari barang murah meriah (tapi lucu) buat oleh-oleh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta menarik nafas dalam. Besok semuanya musti berakhir, Ray?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Hey, bengong aja! Kenapa Letta?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Eh? Letta tersentak. Ray sedang menatap bingung. “Kita sudah hampir sampai di pusat kota. Lihat, kita turun di bus stop depan! Awas syal-mu terlepas.” Tangannya yang kekar meraih syal biru muda yang melorot ke pangkuan Letta. Dengan perlahan Ray membelitkan kembali syal itu di leher Letta, dan merapikannya. Letta merasa hembusan hangat nafas cowok itu menerpa halus pipinya. Wajah Ray begitu dekat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Mungkin kamu belum terbiasa dengan cuaca dingin, dan syal ini akan cukup menghangatkan kamu. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Next time&lt;/i&gt; kamu ke Dublin lagi, mudah-mudahan kamu sudah terbiasa dengan cuaca seperti ini.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Itulah Ray, aku tidak tahu kapan aku bisa kembali lagi kesini. Bertemu kamu lagi! Apa mungkin Papi mau mengajaknya lagi kalo ada seminar pariwisata lagi di sini? Belum tentu, Ray!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Kamu kenapa sih, Let? Wajahmu murung terus sejak di bis tadi?” Ray menghentikan langkahnya, dan menatap Letta dalam. “kamu tidak suka jalan kaki ya? Maaf, aku kira kamu senang kalau kita …”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Tidak Ray, aku suka. Sungguh!” Letta mendongak. Cowok itu begitu tinggi dibandingkan tubuh mungilnya. “Aku hanya sedih.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Sedih?” kedua alis Ray bertaut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Ini hari terakhirku di Dublin,” desah Letta. Dan hari terakhir bersamamu! Erangnya dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tak disangka kalau jawaban Letta malah membuat Ray tergelak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Dan kamu akan menghabiskan hari terakhirmu dengan sedih? Dengan wajah murung seperti itu?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta menghentikan langkahnya. Tangannya menyilang di dada, dengan dada yang berkecamuk ragu. Ray malah tertawa dengan semua ini? Dia senang aku tidak akan mengganggu hari-harinya lagi? Ray bahagia tidak harus mengantarnya lagi keliling kota dan tempat-tempat wisata? Ray senang akan terbebas dari segala kecerewetannya menayakan ini-itu tentang kota kelahirannya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;C’mon&lt;/i&gt; Letta, tidak sepatutnya kamu sedih seperti itu. Justru karena ini hari terakhir kamu disini, kamu harus menghabiskan kegembiraanmu!” Senyum Ray terbuka lebar. “&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Cheer up&lt;/i&gt;! Berikan senyum kamu buatku!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta menarik bibirnya ke atas dengan terpaksa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Tidak seperti itu! Senyum yang selalu mengisi hari-harimu kemarin! Senyum seorang Letta yang cantik!” senyum itu keluar lagi dari bibir Ray, senyum yang sering membuat dada Letta berdenyut-denyut tak karuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Ayo ah,” Ray menarik tangan Letta, tak sadar kalau yang ditariknya sudah mulai mengembangkan senyum tulus. Ray benar, rugi rasanya kalau harus murung di pagi yang cerah ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Upper O’ Connell   street terlihat mulai ramai dipadati manusia. Beberapa kumpulan terlihat bergerombol di sekitar monumen city center (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;spire of Dublin&lt;/i&gt;), menikmati sinar matahari yang hangat, sementara yang lainnya memadati toko-toko pakaian yang mulai obral pakaian-pakaian musim dingin. Besok lusa, Oktober akan semakin dingin. Sementara itu para turis berdesakan di toko-toko cenderamata khas Irlandia. Hiruk pikuk yang menyenangkan dan menyegarkan pikiran Letta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta menghirup udara dalam-dalam. Segar. Matanya menatap berkeliling. Bangunan antik mendominasi dimana-mana. Bangunan-bangunan antik dengan ukiran-ukiran yang indah. Sejauh kaki melangkah dan mata memandang, bangunan bersejarah ada dimana-mana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Dublin memang penuh dengan bangunan bersejarah dan budaya, Letta.” Ray seolah mengerti kemana arah pandangan cewek itu. “Kamu ingat kemarin-kemarin kita banyak melewati castle, museum, dan gereja tua yang sudah ribuan tahun umurnya?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta mengangguk. Bangunan-bangunan yang sangat indah, dia serasa kembali ke jaman kerajaan selama ini. Pastinya setiap bangunan itu meninggalkan sejarah yang sangat menarik &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Dublin ditemukan awal abad ke sembilan ketika bangsa Viking melakukan invasi besar-besar di luar Skandinavia saat itu. Sejak saat itu Dublin menderita karena banyaknya perang yang terjadi dan berbagai masalah. Tapi abad ke dua pulah ini Dublin berdiri dengan identitasnya sendiri dan hadir menjadi kota modern yang kaya akan sejarah dan bangga atas masa lalunya.” Ada nada kebanggaan hadir dalam suara Ray. Terlihat jelas betapa cowok ini sangat mencintai kota dan sejarah nenek moyangnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Detak waktu terus bergerak cepat tanpa bisa dihentikan, berpacu dalam detak dan debar tanpa tentu. Ray membawa Letta ke Bargain Books, toko buku langganannya yang memberikan diskon harga gila-gilaan, membelikan Letta tshirt kaos tim sepakbola kesayangan Ray di Carroll’s, makan siang di Burger King, dan menyusuri jajaran pub demi pub yang selalu ramai setiap malam di area Temple Bar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Langkah-langkah Letta semakin melemah … diliriknya jam mungil di pergelangan tangannya dengan gelisah. Beberapa jam lagi kota ini akan berselimut kelam dengan kerlip lampu bak kunang-kunang. Memang indah, tapi saat-saat yang ditakutkan akan segera tiba, dan semua akan berakhir. Tidak akan ada lagi keindahan seperti ini yang bisa dinikmatinya nanti, tidak akan ada lagi dingin, tidak akan dilihatnya lagi castle bak istana di negeri dongeng, bangunan antik yang memukau, &amp;nbsp;padang rumput yang hijau, dan … tidak akan ada lagi Ray!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Daun-daun di Phoenix park masih terus berguguran, luruh seperti hancurnya perasaan Letta. Di sebelahnya Ray berjalan perlahan dalam diam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Letta,” Ray mencekal lengan gadis itu tiba-tiba, dan menuntunnya ke bangku taman, dan duduk disana menghadap kolam taman dengan beberapa angsa putih berenang di atas air yang beralun pelan. “Mungkin aku pun harus jujur terhadapmu sekarang.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta menoleh, menatap Ray dengan tanda tanya besar. Kenapa Ray? Tanyanya tak terucap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Seminggu ini aku senang sekali bisa menemanimu, berkeliling menunjukkan setiap jengkal dari kota yang sangat aku cintai, menunjukkan apa yang kami punya dan banggakan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Tapi apa Ray?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Harus ada kata tapi setelah kalimat itu, dan Letta tak sabar untuk mendengarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Aku sedih harus kehilangan kamu!” mata Ray menatap dalam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta membuang muka, jauh ke hamparan rumput di sampingnya. Phoenix  Park yang sangat luas terasa sepi, hanya suara daun-daun yang bergemerisik tertiup angin yang menemani mereka. Suara angin yang menerbangkan guguran daun dan terhempas jatuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kamu merasakan hal yang sama Ray? Batin Letta sedih. Kehilangan kebersamaan yang sudah terjalin seminggu ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta membalikkan badan, menghadap Ray, dan memberikan senyum yang dipaksakannya. “Hey, suatu saat kita akan bertemu lagi kan?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Mata itu terasa kosong, bening tapi hampa. “Kapan?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Someday&lt;/i&gt;!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Kapan?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta mengangkat bahunya yang terasa berat. “Kita tidak pernah tahu, Ray!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Tinggallah disini, Letta!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Mata Letta terbelalak. “&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Are you crazy&lt;/i&gt;? Ray, kamu tahu itu tidak akan mungkin!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ray mengangkat kedua kakinya, naik ke atas bangku taman, dan memeluk lututnya. Matanya menatap lurus ke depan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Kamu gadis yang sangat berbeda, Letta!” ucapnya tanpa mengalihkan pandangan. “Kamu orang yang lucu!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Heh, seperti badut?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ray tergelak ringan. Matanya masih menatap ke depan. “Bukan seperti itu dong. Kamu periang, hangat, dan perhatian.” Ray menoleh, menatap bola mata Letta dalam, “kamu sudah membuat saya merasa sangat dibutuhkan!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Tentu saja dong, Ray! Tanpa kamu aku bisa nyasar-nyasar disini!” Letta ikut tergelak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Tidak seperti itu, Letta. Kamu memperlakukan aku beda dengan apa yang dilakukan cewek-cewek di Dublin sini.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Itu karena budaya kita berbeda!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Dan aku merasa nyaman dengan perbedaan itu. Aku merasa sangat dihargai. Ah sudahlah, mungkin kamu tidak akan mengerti karena aku tidak bisa mengungkapkan apa sebenarnya yang aku rasakan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Mungkin aku mengerti Ray, mungkin saja kamu memiliki perasaan yang sama dengan yang aku rasakan. Mungkinkah? &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ah Ray, aku semakin tidak bisa menahan perasaan itu tumbuh perlahan seminggu ini. Tidakkah kamu tahu bahwa setiap kali kita mengunjungi setiap castle disini, aku merasa sebagai sebagai princess dan kamu pangerannya? Tidakkah kamu tahu bahwa aku pun merasa sangat nyaman berjalan di sampingmu, mendengarkan celotehmu, tertawa dalam semua leluconmu?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ray menghela nafas berat. Kemudian membalikkan badannya ke arah Letta, meraih kedua telapak tangan dan menggenggamnya erat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Mungkin ini bodoh, dan kamu akan menertawakannya. Seminggu adalah waktu yang sangat singkat untuk meyakinkan diri terhadap perasaan ini, tapi aku tidak akan punya waktu lagi. Aku sayang sama kamu, Letta!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Ray?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Tertawa lah Letta, aku tidak perduli.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Ray …. Kita mempunyai perasaan yang sama!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta merasa tidak ada yang perlu disembunyikannya lagi. Biarlah semuanya terungkap sebelum penyesalan itu tiba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Letta?” Mata Ray terlihat berpijar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta mengangguk dalam senyum getir, merasakan genggaman tangan Ray semakin menguat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Haruskah kita bergembira? Meski akhirnya kita harus mengakhirinya dengan kesedihan dan salam perpisahan?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Aku tidak tahu, Ray! Aku benar-benar tidak tahu!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sepasang angsa terbang melintas kolam, dan matahari bergerak turun perlahan, bersembunyi di balik rimbunnya pohon oak, kenari dan pinus di bagian barat taman. Udara semakin dingin menusuk tulang, memaksa mereka mengetatkan syal dan sweater mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Kita masih bisa berkirim email kan, Ray?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Bukan kalimat mutiara yang bertaburan bunga yang aku harapkan, Letta! Aku ingin tetap bisa menatap wajahmu, matamu. Mendengar candamu dan keriaanmu!” ada helaan nafas di akhir kalimatnya. Semua terasa semakin berat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Letta kembali terdiam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Semua harus berakhir disini? Sekarang?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Meskipun kita mencoba mempertahankannya, semua tetap akan berakhir, Ray. Jarak kita terlalu jauh.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Tunggu aku di suatu waktu, Letta!” ada nada harap tertuang disana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Kapan?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Tetaplah menunggu waktu itu. Sampai kamu merasa bosan untuk menungguku!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Matahari semakin tua, dan kegelapan mulai menjelang. Kunang-kunang merkuri mulai terpasang dan berpendar di mana-mana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Saatnya kita pulang, Ray,” Ditepuknya bahu lelaki muda itu perlahan. “Senja sudah berlalu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Aku tidak ingin pulang.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Kita harus pulang! Kau mau aku dingin membeku disini?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ray bangkit perlahan dari duduknya, kemudian melangkah gontai di sisi Letta. Tangan mereka bertaut erat. Kuat dan tak ingin lepas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Winter baru tiba di bumi Dublin, tapi sudah berakhir di hati Letta, dengan meninggalkan beribu rasa. Semua rasa yang mungkin akan membekas selamanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Farewell Winter&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;, selamat tinggal Ray! []&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Dimuat di Majalah Story edisi 6/Desember 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-8531616589427024180?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/8531616589427024180/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=8531616589427024180&amp;isPopup=true" title="8 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/8531616589427024180?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/8531616589427024180?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/10/cerpen-farewell-winter.html" title="[Cerpen] Farewell Winter" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-PLafYErmG6Q/TqjmPFO1TkI/AAAAAAAAA0o/7muNgoM5NMw/s72-c/Farewell+Winter.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>8</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0ENSXY5eyp7ImA9WhdaFkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-6893918268560828160</id><published>2011-10-26T13:48:00.000+07:00</published><updated>2011-10-26T13:48:18.823+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-10-26T13:48:18.823+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Blogfam" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lomba" /><title>Blogfam Bagi-bagi Buku Gratis!</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-m9eWDCFqnYA/Tqes05JKd-I/AAAAAAAAA0Y/Tt0ybdlq5dM/s1600/Dewey.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-m9eWDCFqnYA/Tqes05JKd-I/AAAAAAAAA0Y/Tt0ybdlq5dM/s320/Dewey.jpg" width="211" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada yang mau buku gratis lagi? Dalam rangka peluncuran Page  Facebook-nya Blogfam (Blogger Family), ada acara bagi-bagi buku gratis  nih. Novel Dewey (Vicky Myron) dan The Key Word - Perpustakaan di Mata  Masyarakat (penulisnya orang-orang top semua). Mau? Caranya gampang  banget kok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;KETENTUAN PESERTA LOMBA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Gabung dan LIKE page Blogfam di di &lt;a href="http://www.facebook.com/blogfam"&gt;http://www.facebook.com/blogfam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Jawab pertanyaan ini: "Perpustakaan yang seperti apakah yg anda inginkan?"&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulis jawabannya dengan cara  membuat status tentang perpustakaan impian anda di STATUS FB MASING-MASING.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Copy  paste jawaban anda di comment STATUS LOMBA yang ada di Page blogfam  (&lt;a href="http://www.facebook.com/blogfam"&gt;http://www.facebook.com/blogfam&lt;/a&gt;) beserta link status anda.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalau  anda punya account di twitter, maka tulis #kuisblogfam   link  page fan  blogfam di fb cc  @blogfam @labibahzain tapi ini tidak wajib  tapi  sangat dianjurkan untuk program menggalakan Perpustakaan di Mata  Masyarakat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jawaban ditunggu sampai hari Jumat (28 Oktober 2011), pukul 24.00 Wib.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengumuman akan disampaikan hari Sabtu (29 Oktober 2011) pukul 22.00 Wib.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;KETENTUAN PEMENANG&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pemenang pertama adalah orang yang commentnya di LIKE paling banyak   oleh facebookers lainnya di&lt;strong&gt; COMMENT PAGE BLOGFAM&lt;/strong&gt;  (bukan LIKE di Status Wall anda). Pemenang berhak untuk memilih 1 buku  (Dewey atau The Keyword) yang  diinginkan. Kalau jumlah LIKE ternyata  sama, maka blogfam akan  mengundi diantara Peserta yg jumlah LIKE nya  sama. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; 2. Pemenang kedua dan ketiga adalah mereka yang Status "Perpustakaan impian" nya dianggap paling keren oleh tim Blogfam. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Blogfam berhak mendiskualifikasi peserta yang tidak memenuhi segala ketentuan yang dicantumkan di atas.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Ayo ikutan, dan ajak teman-teman anda untuk mendukung 'Perpustakaan Impian' anda!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam,&lt;br /&gt;
Blogfam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bAXadSbWLNk/TqetDavAnsI/AAAAAAAAA0g/1ffKeYtvtQw/s1600/The+Key+Word.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://2.bp.blogspot.com/-bAXadSbWLNk/TqetDavAnsI/AAAAAAAAA0g/1ffKeYtvtQw/s320/The+Key+Word.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-6893918268560828160?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/6893918268560828160/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=6893918268560828160&amp;isPopup=true" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/6893918268560828160?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/6893918268560828160?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/10/blogfam-bagi-bagi-buku-gratis.html" title="Blogfam Bagi-bagi Buku Gratis!" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-m9eWDCFqnYA/Tqes05JKd-I/AAAAAAAAA0Y/Tt0ybdlq5dM/s72-c/Dewey.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYNRXY5fCp7ImA9WhdaEEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-4353547220830830602</id><published>2011-10-20T10:43:00.000+07:00</published><updated>2011-10-20T10:43:14.824+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-10-20T10:43:14.824+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="iklan" /><title>Jadi Model Iklan KB</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-K6dLSMcH-GU/Tp-YeLfm_II/AAAAAAAAA0M/UWkRFV9XxX8/s1600/Iklan+KB.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="247" src="http://1.bp.blogspot.com/-K6dLSMcH-GU/Tp-YeLfm_II/AAAAAAAAA0M/UWkRFV9XxX8/s320/Iklan+KB.jpg" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Kaget banget pas barusan di tag foto sama Arham Kendari,  ngabarin kalau karikatur foto gw dan keluarga dijadikan baliho iklan KB  di salah satu sudut kota Kendari. Wahahaha.... gw jadi model iklan KB!  Ternyata tampang gw tuh tampang model juga ya? *geplak* Eh, tapi, ini  ceritanya gimana nih kok bisa wajah gw nemplok di baliho? *bingung  campur seneng*&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-4353547220830830602?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/4353547220830830602/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=4353547220830830602&amp;isPopup=true" title="11 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/4353547220830830602?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/4353547220830830602?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/10/jadi-model-iklan-kb.html" title="Jadi Model Iklan KB" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-K6dLSMcH-GU/Tp-YeLfm_II/AAAAAAAAA0M/UWkRFV9XxX8/s72-c/Iklan+KB.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>11</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEUMQX08fyp7ImA9WhdaEE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-7440018726574106368</id><published>2011-10-19T17:08:00.001+07:00</published><updated>2011-10-19T21:58:00.377+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-10-19T21:58:00.377+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="jalan-jalan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kuliner" /><title>Tasik kota Tutug Oncom (TO)</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah kapan tepatnya Nasi Tutug Oncom atau lebih dikenal Nasi TO ini mulai eksis jadi serbuan masyarakat Tasikmalaya. Yang jelas, peringkat nasi TO ini sekarang sudah terangkat menjadi sajian yang lebih baik. Yang saya ingat, nasi TO ini sudah ada sejak jaman dulu. Bahkan ketika saya kecil. Namun yang paling saya ingat,&amp;nbsp; makanan ini disajikan apabila kondisi keuangan dapur keluarga sedang krisis. Saat-saat tanggung bulan, sajian ini seringkali hadir. Kenapa seperti itu? Karena Nasi TO adalah makanan murah dan sangat sederhana. Hanya berbekal sepapan oncom, beberapa siung bawang merah, bawang putih, garam, kencur, dan cabe, sebuah sajian nikmat bisa terhidang cepat di meja. Tentu saja plus nasi putih yang masih panas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Arti kata Tutug Oncom sendiri adalah oncom yang ditutug (ditumbuk). Jadi, bawang merah, bawang putih, garam, kencur, dan cabe ini diulek sampai halus, lalu campur dengan oncom. Tumbuk-tumbuk sampai bumbu bercampur rata. Setelah itu, campuran oncom dan bumbu disangrai hingga oncom matang dan kering. Campurkan sangrai oncom ini dengan nasi yang masih panas. Aduk-aduk hingga rata. Beres! &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau masih ada yang belum mengenal Nasi Tutug Oncom, mungkin bisa dilihat gambar di bawah ini. &lt;i&gt;Looks so yummy&lt;/i&gt;, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ilPLqA7OhhI/Tp7koXuUMRI/AAAAAAAAAz0/9MWwnwv5ges/s1600/IMG00685-20101128-1236.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-ilPLqA7OhhI/Tp7koXuUMRI/AAAAAAAAAz0/9MWwnwv5ges/s320/IMG00685-20101128-1236.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali ke cerita tentang Nasi TO yang sekarang begitu menjamur di Tasikmalaya, saya jadi ingat sebuah warung TO di daerah Dadaha. Saat itu awal tahun 2000-an. Mungkin warung ini adalah cikal bakal betapa sebuah warung TO bisa menjadi trend tersendiri nantinya. Warung TO Dadaha ini tidak bagus, hanya kios yang sangat sederhana. Lokasinya bahkan di pinggir sebuah aliran sungai kecil yang tidak begitu bersih. Tapi jangan salah, pengunjungnya ternyata membludak! Untuk memesan sebungkus nasi TO bahkan harus rela antri sampai satu jam! Motor-motor berjajar panjang. Mobil juga sama. Sempat kaget pertama kali melihat suasana seperti itu; wow! Saking ngetopnya, TO Dadaha ini sempat diliput beberapa kali oleh media cetak, dan bahkan masuk dalam acara Santapan Nusantara MNCTV dan stasiun lainnya! Wah!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-OzzvtG1-mAE/Tp7b_r0rA_I/AAAAAAAAAzs/5ySOKkB2NxY/s1600/TO+Dadaha.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-OzzvtG1-mAE/Tp7b_r0rA_I/AAAAAAAAAzs/5ySOKkB2NxY/s1600/TO+Dadaha.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Warung TO Dadaha - Yang nggak kebagian duduk silakan menunggu di bangku cadangan. hehehe&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang menarik dari sebungkus nasi TO? Karena sebuah sajian nikmat tidak perlu mahal. Tahukah berapa harga sepiring atau sebungkus nasi TO ini? Waktu itu hanya Rp. 2.500,- saja! Itu untuk nasi TO nya saja, karena makan TO tidak akan lengkap kalau tidak disantap dengan Cipe (Aci Tempe/Tempe goreng). Sebuah tempe harganya Rp. 500,-. Jadi, tidak perlu membawa dompet tebal untuk makanan nikmat dan mengenyangkan. Bahkan kalau satu piring dianggap kurang,&amp;nbsp; nambah satu atau dua porsi lagi&amp;nbsp; pun tidak akan membuat dompet jadi kurus. Tak heran kalau banyak mahasiswa atau muda-mudi yang terlihat nongkrong di warung ini. Ngobrol dapet, kencan lancar, perut pun kenyang. Hehehe. Dua orang teman dari Jakarta sempat terbengong-bengong saat membayar makanan mereka. "Nggak salah, nih?" katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-WidjjJThAPs/Tp7lNzy3QgI/AAAAAAAAA0E/ngV-x9PDkdY/s1600/IMG00687-20101128-1250.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-WidjjJThAPs/Tp7lNzy3QgI/AAAAAAAAA0E/ngV-x9PDkdY/s320/IMG00687-20101128-1250.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak bisa dipungkiri kalau keberhasilan TO Dadaha akhirnya segera mendapat followernya. Berbagai warung TO serentak hadir di seluruh penjuru kota. Cita rasa mungkin sedikit berbeda-beda, tapi tetap menawarkan kenikmatan dan kemurahan yang sama. Nasi TO menjadi wabah dan mulai masuk daftar kuliner yang harus disantap kalau memasuki kota Tasikmalaya. Ibu-ibu pun mulai mendapatkan alternatif sajian murah meriah dan nikmat di tanggung bulan. Seringkali istri saya menawarkan; "malam ini beli nasi TO aja ya?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya jadi makanan alternatif saja di tanggung bulan? Oh tentu saja tidak. Ada rasa kangen saat lama tak mencicip nasi TO. Kapanpun rasa kangen itu datang, tak sulit untuk mendapatkannya. Apalagi sekarang banyak warung TO yang menawarkan tempat yang sangat representative. Tidak lagi harus makan di pinggir jalan, tapi sudah meluas ke warung-warung lesehan yang luas dan nyaman. Salah satunya adalah Warung TO Mr. Rahmat, masih di sekitar komplek olahraga Dadaha. Warung yang baru dibuka tahun lalu ini langsung diserbu penikmat TO dan jadi tempat nongkrong yang asyik. Lokasinya di atas pesawahan, berbentuk saung, dan memiliki jumlah meja yang banyak dan ruangan yang lapang. Cobalah ke sana malam Sabtu atau Minggu, suasana akan terlihat ramai! Beruntunglah kalau anda masih mendapatkan tempat duduk. Apakah di sini mahal? Hohoho ... TO tetap murah meriah. Satu piring TO hanya perlu merogoh kocek Rp. 3.500,- saja. saya sekeluarga (berempat) sering makan di sini, lengkap dengan lauk pauknya; telur dadar, tumis asin jambal, cipe, ayam goreng, dan es jeruk. Ternyata saya hanya perlu membayar tidak lebih dari Rp. 30.000,- saja, itu sudah termasuk porsi TO nambah. Yippiiiee.... *elus-elus dompet*&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-hsUH-uKWsqw/Tp7k0mMnB3I/AAAAAAAAAz8/qJ5XJiatsTw/s1600/IMG00684-20101127-1918.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-hsUH-uKWsqw/Tp7k0mMnB3I/AAAAAAAAAz8/qJ5XJiatsTw/s320/IMG00684-20101127-1918.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;TO Mr. Rahmat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepiring Nasi TO biasanya sudah dilengkapi dengan sambal hejo (sambal cabe rawit mentah) dan sambal merah (cabe merah) dan lalapan (mentimun dan leunca). Dengan porsi ini saja makan sudah nikmat. Tapi kalau ingin lebih lengkap, ada beberapa lauk tambahan yang bisa dipesan. Biasanya berupa gorengan tempe, bakwan, ikan asin goreng, tumis ikan jambal, telur dadar, ayam goreng, dll. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang, warung TO serupa sudah mewabah. Di mana-mana ada. Bahkan di seruas jalan Dadaha (masih satu jalan dengan Mr. Rahmat) berderet warung-warung TO lainnya dengan jarak yang tidak berjauhan. Tak heran kalau secara berseloroh jalan ini sering dijuluki Jalan TO. karena menjamurnya warung TO ini, tak heran kalau kemudian banyak yang menyebut Tasikmalaya sebagai kota TO. Kalau anda ke Tasikmalaya, tak ada salahnya menjajal makanan yang satu ini. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-7440018726574106368?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/7440018726574106368/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=7440018726574106368&amp;isPopup=true" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/7440018726574106368?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/7440018726574106368?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/10/tasik-kota-tutug-oncom-to.html" title="Tasik kota Tutug Oncom (TO)" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-ilPLqA7OhhI/Tp7koXuUMRI/AAAAAAAAAz0/9MWwnwv5ges/s72-c/IMG00685-20101128-1236.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0QAQn8yfip7ImA9WhdbGEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-10101209.post-140643376658404782</id><published>2011-10-17T21:22:00.000+07:00</published><updated>2011-10-17T21:22:23.196+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-10-17T21:22:23.196+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="info" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lomba" /><title>[Info Penulisan] Lomba Menulis Cerita Pendek Islami (LMCPI) XI - Annida Online</title><content type="html">&lt;strong&gt;IKUTILAH LOMBA MENULIS CERITA PENDEK ISLAMI (LMCPI) XI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;DAN LOMBA MENGGAMBAR KOMIK PENDEK ISLAMI (LMKPI)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;ANNIDA-ONLINE &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Persyaratan Umum:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
1. Tema LMCPI XI dan LMKPI 2011:  IMPIAN&lt;br /&gt;
2.  Naskah/ komik yang  diperlombakan bersifat original, bukan  jiplakan,  dan belum pernah  dipublikasikan sebelumnya di media manapun  (cetak  maupun elektronik)&lt;br /&gt;
3. Peserta dari seluruh kalangan:  Pelajar,  mahasiswa, umum, dalam dan  luar negeri. Peserta boleh per orangan atau   kelompok (maksimal 3  orang)&lt;br /&gt;
4. Tiap peserta lomba wajib  menyertakan bukti transfer pembelian paket e-book &lt;strong&gt;Antologi 15 Cerpen Pilihan  Annida 2011 &lt;/strong&gt;dan Komik &lt;strong&gt;Senyum Nida&lt;/strong&gt;.   Satu bukti transfer dapat  digunakan untuk mengirim beberapa naskah   LMCPI dan LMKPI (tidak dibatasi),  namun hanya untuk satu peserta atau   satu kelompok yang sama. (Tata cara  pembelian e-book lihat selengkapnya   di bawah persyaratan lomba!)&lt;br /&gt;
5. Bukti transfer pembelian  e-book di-scan dan dikirim ke email &lt;strong&gt;panitialomba.annida@gmail.com, &lt;/strong&gt;setelah  itu peserta akan mendapatkan PASSWORD yang harus dicantumkan pada naskah/komik  yang dilombakan.&lt;br /&gt;
6.  Dalam rangka menyemarakkan semangat Go Green. Karya lomba hanya   diterima  secara online (bukan pos) melalui web www.annida-online.com.&lt;br /&gt;
7. Cerpen/ Komik yang dilombakan bernilai kebaikan universal (islami), tidak  porno, tidak menyinggung SARA.&lt;br /&gt;
8. Naskah cerpen/ komik  menggunakan bahasa Indonesia, bukan bahasa asing, bahasa alay atau bahasa SMS.&lt;br /&gt;
9. Pengumuman pemenang pada akhir  Februari 2012 di annida-online.com&lt;br /&gt;
10. Hadiah LMCPI dan LMKPI  masing-masing sebagai berikut:&lt;br /&gt;
Juara 1: 1 Juta + Piagam  penghargaan + Bingkisan&lt;br /&gt;
Juara 2: 750 ribu + Piagam penghargaan + Bingkisan&lt;br /&gt;
Juara 3: 500 ribu + Piagam penghargaan +  Bingkisan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Syarat Khusus LMCPI:&lt;br /&gt;
1. Judul Bebas, menarik,  dicantumkan di awal naskah&lt;br /&gt;
2. Menuliskan PASSWORD di bawah judul naskah (Password diperoleh setelah  mengirim bukti transfer pembelian e-book &lt;strong&gt;Antologi 15 Cerpen Pilihan Annida  2011 &lt;/strong&gt;dan Komik &lt;strong&gt;Senyum Nida)&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;
3. Syarat teknis: Naskah diketik rapi. Kertas A4. Font Times New Roman 12pt.  spasi 1,5. Panjang 5-10 hlm.&lt;br /&gt;
* Syarat Khusus LMKPI:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Gaya gambar bebas: Gaya komik Indonesia, manga Jepang, Amerika, dll.&lt;br /&gt;
2. Panjang komik minimal 1 halaman. Maksimal 2 halaman.&lt;br /&gt;
3. Menuliskan PASSWORD di bawah judul naskah (Password diperoleh setelah  mengirim bukti transfer pembelian e-book &lt;strong&gt;Antologi 15 Cerpen Pilihan Annida  2011 &lt;/strong&gt;dan Komik &lt;strong&gt;Senyum Nida)&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;
4. Komik di-scan dan dikirim secara  online melalui web annida-online.com&lt;br /&gt;
5. Komik boleh buatan tangan asli maupun komputer. Boleh berwarna maupun B/W&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;TATA CARA PEMBELIAN PAKET E-BOOK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;"ANTOLOGI 15 CERPEN PILIHAN ANNIDA  ONLINE 2011" &amp;amp; "KOMIK SENYUM NIDA"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.  Mentransfer Rp. 50.000,- untuk  pembelian paket e-book ke Bank  Syariah  Mandiri (BSM) atas nama Yayasan Insan  Media Peduli  0390-10-77-88&lt;br /&gt;
2. Bukti transfer di-scan dan formulir pendaftaran dikirim ke  email &lt;span&gt;panitialomba.annida@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
3. Konfirmasi melalui SMS ke  0838-99-6474-39 dengan format SMS: &lt;strong&gt;Ebook--alamat email pentransfer. Contoh:  Ebook--lalala@gmail.com &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
3.  Keterangan tata cara mengupload cerpen &amp;amp; komik,E-book dan  PASSWORD  dan Username untuk login mengupload berkas lomba  peserta lomba   akan  dikirim ke alamat email yang diberikan.&lt;br /&gt;
4. Tanya jawab lomba bisa dilakukan  melalui email: &lt;strong&gt;panitialomba.annida@gmail.com&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
5. Pemesanan&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;ebook dan pengiriman  naskah lomba dimulai pada awal Oktober- Januari 2012. Deadline naskah lomba: 16  Januari 2012&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : http://www.annida-online.com/daftarlmcpi.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10101209-140643376658404782?l=iwok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://www.annida-online.com/daftarlmcpi.html" title="[Info Penulisan] Lomba Menulis Cerita Pendek Islami (LMCPI) XI - Annida Online" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://iwok.blogspot.com/feeds/140643376658404782/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10101209&amp;postID=140643376658404782&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/140643376658404782?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/10101209/posts/default/140643376658404782?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://iwok.blogspot.com/2011/10/info-penulisan-lomba-menulis-cerita.html" title="[Info Penulisan] Lomba Menulis Cerita Pendek Islami (LMCPI) XI - Annida Online" /><author><name>Iwok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15873420416348528935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="22" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-I11IsDmMFUc/TsnoG4X1kjI/AAAAAAAAA2Q/RTe0hL7arzg/s220/img234.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>

