<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938</atom:id><lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 08:03:01 +0000</lastBuildDate><category>Kopdar</category><category>Friend</category><category>Lain-lain</category><category>Lesson</category><category>Vietnam Kamboja</category><category>Kuliner</category><category>Gadget</category><category>Plurk</category><category>Travel</category><category>Family</category><category>Aktifitas</category><category>Lingkungan</category><category>Transportasi</category><category>New Zealand</category><category>Work</category><category>Doh</category><category>oblong</category><category>film</category><category>blog</category><category>melbourne</category><category>Musik</category><category>Okkots</category><title>C  I  P  U  I  S  M</title><description>g r e e d y  w a s m y  n a m e</description><link>http://cipuceb.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (cipu)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>141</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/BwWu" /><feedburner:info uri="blogspot/bwwu" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-9185136327366368001</guid><pubDate>Mon, 02 Jan 2012 15:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-02T22:30:25.627+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lain-lain</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aktifitas</category><title>Benarkah Liburan Menambah Berat Badan?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saya kembali ke Indonesia untuk menikmati liburan sekolah terpanjang yang pernah saya alami seumur-umur. Saya sudah tak ada kuliah sejak 10 November 2011 dan baru akan memulai aktifitas akademik tanggal 28 Februari 2012, lumayan lah buat menyegarkan otak yang memang sudah hampir mendidih. Rencana mengisi liburan pun sudah saya rancang jauh-jauh hari. Tujuan saya kali ini adalah: SIDRAP. Where the heck is that? Itu maksudnya di kampung halaman saya. Ada banyak hal yang saya mau kerjakan di kampung halaman saya, namun yang paling utama adalah menghabiskan waktu bersama keluarga.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sudah sebulan setengah sejak kepulangan saya ke Sidrap, tak banyak yang saya bisa update. Blog terbengkalai karena koneksi internet di kampung yang "antara ada dan tiada", kegiatan utama saya adalah mengupil di rumah sambil nonton TV yang isinya sinetron, gosip atau menonton Islam itu Indah (Okkotsnya banyak soalnya). Sesekali saya ke Makassar kalau ada undangan ngumpul dari teman. Salah satu kegiatan ngumpul-ngumpul saya di Makassar sempat diliput oleh salah seorang teman blogger Makassar &lt;a href="http://www.denun.net/blogger-makassar-bahas-isu-climate-change-bersama-cipu/"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada satu pertanyaan tabu yang tak sopan ditanyakan kepada para pelajar yang berlibur ke kampung halamannya: "Sudah naik berapa kilo?". Wuiiih ini pertanyaan amat sangat sensitif untuk ditanyakan. Apa pasal? Mereka yang pulang kampung pasti mencari-cari makanan-makanan yang jarang atau tidak pernah didapatkan di tempat mereka menuntut ilmu. Dan sekali makan pasti nombok. Fenomena inipun menimpa saya kali ini. Saya jadi merasa menyaingi pak Bondan dalam mencoba kuliner-kuliner kampung. Sudah pasti berat badan saya naik. Kalo ditanya "naik berapa?", saya tak akan menjawab. Sudah cukup lama saya tak bersahabat dengan timbangan badan dan sejenisnya. Meski saya di kampung rajin bersepeda, bahkan berhasil menghidupkan kembali klub bersepeda yang mati sure, serta rajin bermain bulu tangkis sampe kaki keseleo, toh kegiatan-kegiatan menghambur-hamburkan keringat ini tetap tak berpengaruh banyak dalam menekan laju kenaikan berat badan yang meningkat secara eksponensial ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-v-rBjl89k_E/TwHLf-QwPXI/AAAAAAAABsk/MGLrHwCyN7o/s1600/IMG_2063.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-v-rBjl89k_E/TwHLf-QwPXI/AAAAAAAABsk/MGLrHwCyN7o/s320/IMG_2063.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;barobbo', berbahan dasar jagung dan paling enak dimakan dengan.... ikan kering&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah dipikir dan dianalisa, nampaknya kenaikan berat badan (yang entah berapa kilo) yang saya alami saat ini bermuara pada beberapa sebab:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Mama saya rajin memasak dan saya adalah anak yang menghormati jerih payah orang tua. Mama tahu persis menu favorit saya adalah ikan kering, sayur bening, perkedel jagung dan sambel tumis. Sejak kedatangan saya, entah sudah berapa banyak ikan kering yang masuk ke perut ini. kadang saya sudah pesan ke mama kalo saya gak makan malam, namun mama tetap masak. Dan sebagai anak yang berbakti dan menghormati jerih payah mama (hueeekkk), saya pun icip-icip sedikit masakan mama yang kerap berujung pada dua piring nasi plus lauk (ALAMAK!)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Semboyan makan nggak makan asal kumpul terpatri sangat kuat dalam jiwa tetangga-tetangga saya. Balai bambu di depan rumah tiap hari dijadikan ajang mengumpulkan lauk dan makan bersama. Tetangga sebelah kanan dan kiri rumah saya nampaknya memang suka makan sambil ngumpul-ngumpul. Jadwalnya bisa di pagi hari, siang hari bahkan bisa malam hari. Bertukar lauk atau numpang makan di rumah tetangga sudah bukan hal tabu lagi di rumah yang baru keluarga kami tempati selama setahun ini.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Bakso di kampung saya adalah bakso terenak di dunia. I mean it. Teman-teman dari Jakarta yang pernah main ke kampung saya sangat merindukan bakso dari kampung saya. Bakso-bakso enak ini tersebar di seantero kampung saya yang diasuh langsung oleh Mas Sukiman, mas bakri, mas minuk, mas Slamet dan mas-mas lainnya. Dengan mematok standar 10 ribu rupiah per mangkok, tak ayal jika bakso menjadi jajanan yang paling banyak dikonsumsi di kampung saya. Saya sendiri adalah pemegang gold member di &amp;nbsp;bakso mas Bakri. Positifnya adalah, saya jadi banyak tahu perkembangan kampung kalo makan di warung ini. (Warung Bakso adalah tempat bertemunya orang-orang di kampung, heheheh)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Jajanan di kampung, meski murah namun tetap berukuran jumbo. Nampaknya, para pembuat jajanan memang memihak konsumen kalo di kampung. Standar harga jajanan di kampung adalah Rp. 1.000 per biji. Dengan harga segitu, saya kadang kalap belanja jajanan pagi-pagi dan mau tak mau jajanan tersebut harus dihabiskan. Favorit saya adalah pastel kampung, martabak mini dan katiri sala (makanan khas bugis).&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Ajakan ketemuan artinya ajakan makan. Menjamu tamu menurut adat kami adalah dengan menyediakan makan. Dan sepertinya itu sudah harga mati. Salah seorang teman saya dari Mexico sampai menggeleng-geleng kekenyangan saat disuguhkan makan terus-menerus oleh keluarga saya saat dia menghabiskan beberapa hari di kampung saya. Pun dengan ajakan ketemuan, saya kerap diajak ketemu teman untuk ngobrol, dan tempat paling afdol untuk ngobrol tak lain dan tak bukan.... WARUNG BAKSO. Saya yakin si Mas penjual bakso sudah hapal benar pesanan makanan saya: baksonya ga pake mie dan ga pake mangkok LOL&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-5jvCKreaRlg/TwHNAeTGCGI/AAAAAAAABtU/8ywi9zdSJlI/s1600/IMG_2091.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-5jvCKreaRlg/TwHNAeTGCGI/AAAAAAAABtU/8ywi9zdSJlI/s320/IMG_2091.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Cooking with neighbors&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-6NywzcRfH2g/TwHNDm37jwI/AAAAAAAABtc/ZukX02DQnLk/s1600/IMG_2061.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://1.bp.blogspot.com/-6NywzcRfH2g/TwHNDm37jwI/AAAAAAAABtc/ZukX02DQnLk/s320/IMG_2061.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Daily routine: meals with neighbors&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Inilah kelima alasan utama mengapa saya menambah berat badan di kampung. Padahal saya ingat banget sebelum liburan saya sudah bertekad baja untuk membatasi asupan makanan saat mudik, dengan dalih kesehatan. Namun, harus diakui pesona ikan kering, bakso, jajanan pasar memang sulit untuk dibendung. Damn. Saya berjanji saat pulang kembali ke Melbourna, saya akan rajin berolahraga dan..... menerapkan pola makan sehat, hehehe. Trust me....&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-9185136327366368001?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/WO1l2gQ8iKU/benarkah-liburan-menambah-berat-badan.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-v-rBjl89k_E/TwHLf-QwPXI/AAAAAAAABsk/MGLrHwCyN7o/s72-c/IMG_2063.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>19</thr:total><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2012/01/benarkah-liburan-menambah-berat-badan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-4735434735941259338</guid><pubDate>Sat, 05 Nov 2011 12:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-05T19:14:10.933+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">film</category><title>Warrior - I fight for my family</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jarang-jarang saya mereview film di blog karena saya sadar saya bukan ahli me-review film apalagi ngomong detail tentang sinematografi. Definitely not my expertise. Kalaupun harus me-review film, itu pasti karena TERPAKSA. Seperti postingan kali ini, saya akan me-review film yang berjudul Warrior karena terpaksa. Terpaksa karena film nya terlalu bagus, terlalu mempesona, dan terlalu sayang buat dilewatkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hari ini, Sabtu, cuaca Melbourne cerah ceria. Sayang rasanya kalau tinggal di rumah untuk belajar. Cuaca cerah terlalu sayang untuk dilewatkan. Kebetulan, seorang teman saya ngajak nonton. Awalnya diputuskan mau nonton Midnight in Paris, tapi ternyata si teman sudah nonton. Saya pun menawarkan alternatif lain yakni Warrior yang akan tayang 40 menit lagi. Tanpa sempat membaca sinopsisnya, saya langsung ganti pakaian, berparfum secukupnya untuk menutupi fakta bahwa saya tidak sempat mandi siang tadi, hehehehe. Saya dan teman tiba tepat waktu di bioskop. Ekspektasi saya: Warrior itu adalah film kolosal sejenis the Gladiator, Braveheart dan semacamnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-4UopKGtShRk/TrUju6FglAI/AAAAAAAABrk/KkuoF9T-Sug/s1600/warrior-latest-movie-poster.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-4UopKGtShRk/TrUju6FglAI/AAAAAAAABrk/KkuoF9T-Sug/s320/warrior-latest-movie-poster.jpg" width="239" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Wajib tonton&lt;br /&gt;(&lt;i&gt;http://onlinemovieshut.com&lt;/i&gt;)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Film ini bercerita tentang perjalanan dua mantan petarung untuk meraih gelar juara martial arts bertajuk SPARTA. Film ini diawali dengan kembalinya Tommy (diperankan oleh Tim Hardy) menemui bapak kandungnya (yang mantan pelatih tinju, diperankan oleh Nick Nolte) setelah 14 tahun tak pernah pulang. Tommy jelas-jelas lebih parah dari Bang Toyib yang cuma 3 lebaran ga pulang-pulang. Kepergian Tommy selama 14 tahun dipicu oleh perilaku bapak nya yang pemabuk, dia menyimpan dendam pada sang Bapak. Kepulangannya menemui bapaknya semata untuk meminta bantuan sang bapak untuk menjadi pelatih demi keinginannya menjadi juara di SPARTA. Setelah 14 tahun kepergian anaknya, sang Bapak banyak berubah. Alkohol sudah tak disentuh lagi, kehidupan sang Bapak menjadi jauh lebih relijius. Kepulangan Tommy menjadi kesempatan untuk sang Bapak memperbaiki segalanya, namun sepertinya Tommy menganggap sang Bapak sudah terlambat untuk meminta maaf. Hubungan mereka semata petarung dan pelatih, menurut Tommy.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-o0Pt7IhcQN8/TrUlUy8NIeI/AAAAAAAABrs/1T80fkU3ctg/s1600/warrior-movie-photo-02-550x366.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://3.bp.blogspot.com/-o0Pt7IhcQN8/TrUlUy8NIeI/AAAAAAAABrs/1T80fkU3ctg/s400/warrior-movie-photo-02-550x366.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tommy and his Dad&lt;br /&gt;(&lt;i&gt;http://www.daemonsmovies.com/2011/04/07/warrior-movie-trailer-with-tom-hardy/&lt;/i&gt;)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tokoh lain yang tak kalah menarik adalah Brendan, sang mantan petarung yang merubah total kehidupannya menjadi seorang guru Fisika yang sangat dicintai muridnya, serta ayah dari dua gadis mungil dan suami dari seorang istri yang cantik. Brendan is a family man. Demi menjalani kehidupan yang normal, Brendan berjanji pada istrinya untuk tidak kembali ke arena laga. Namun, kehidupan sebagai guru ternyata tak mampu menopang ekonomi keluarganya. Ancaman bahwa rumahnya akan disita membuat Brendan harus berupaya mencari uang tambahan, dan bertarung menjadi satu-satunya pilihan. Karena pilihannya ini, Brendan dinon-aktifkan dari sekolah karena dianggap tidak patut menjadi contoh bagi murid-muridnya. Kejadian demi kejadian membuka jalan bagi Brendan untuk menuju SPARTA. Masuk SPARTA tentunya tidak mudah, hanya 16 petarung yang akhirnya akan terpilih dan bertarung memperebutkan hadiah sebesar USD 5 juta. Hadiah yang menggiurkan bagi Brendan yang sedang dihimpit masalah keuangan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-rlMF8jaGLJ0/TrUmSF5dApI/AAAAAAAABr0/-RrSacpzbMI/s1600/warrior-jennifer-morrison.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://2.bp.blogspot.com/-rlMF8jaGLJ0/TrUmSF5dApI/AAAAAAAABr0/-RrSacpzbMI/s320/warrior-jennifer-morrison.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Brendan, the family man&lt;br /&gt;(&lt;i&gt;http://www.beyondhollywood.com/warrior-2011-movie-review/&lt;/i&gt;)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Film ini berjalan lambat di awalnya. Namun, sutradara Gavin O'Connor berhasil merangkai serpihan-serpihan cerita di awal film menjadi sebuah cerita yang sangat menarik. Film ini penuh kejutan-kejutan yang setiap saat bisa menciptakan suasana yang emosional. Terbukti, ibu-ibu yang duduk di sampingku tak berhenti mengusap mata nya yang berair. Entah, mungkin kelilipan kali. Pertemuan antara Brendan, Tommy dan ayah Tommy terjadi di pertengahan film yang menyingkap teka-teki penggunaan tiga tokoh sentral dalam film ini. Alotnya pertarungan si SPARTA juga disajikan dengan sangat menawan dalam film ini. Empat jempol (thumbs and toes) saya acungkan ke O'Connor atas kepiawaiannya menggiring penonton dari alur cerita yang lambat ke klimaks cerita yang luar biasa. Ini yang saya sebut orgasme film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana ketiga tokoh ini terhubung? Berhasilkah mereka menaklukkan SPARTA? Well, go watch it, dude.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebelum film ini, film bertajuk "the Fighter" juga memiliki tema yang hampir sama: tinju dan keluarga. Film ini banyak mendapat pujian dari kritikus film. Tapi menurut saya, film the Warrior selangkah lebih maju dari film "the Fighter". Karakter tokoh-tokoh nya begitu kuat: sang Bapak (pelatih alkoholik yang sudah insyaf), Tommy (sang petarung hilang) dan Brendan (guru Fisika yang mantan petarung). Banyak sekali momen menegangkan dan momen yang bisa mengaduk-aduk emosi para penonton.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tak salah jika film ini banyak dipuji kritikus.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;"Warrior will knock you out", - The New York Times&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;"Truly one of the best films I've seen all years" - Ain't it cool news&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;"Fiercely moving", - Rolling Stones&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;"Riveting! Draws you in since the first scene" - Vanity Fair&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;"Sure to keep you on the edge of your seat", - People&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saya sangat merekomendasikan film ini untuk ditonton. So be ready to be knocked out by the Warrior and please bring tissue ladies!!.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://3.gvt0.com/vi/54vrgCP5nlc/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/54vrgCP5nlc&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;
&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;
&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/54vrgCP5nlc&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-4735434735941259338?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/CKal9DCPWvk/warrior-i-fight-for-my-family.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-4UopKGtShRk/TrUju6FglAI/AAAAAAAABrk/KkuoF9T-Sug/s72-c/warrior-latest-movie-poster.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>30</thr:total><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/11/warrior-i-fight-for-my-family.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-1180939335552134291</guid><pubDate>Sat, 29 Oct 2011 14:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-30T00:31:51.263+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lingkungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lain-lain</category><title>Perubahan Iklim dan Pisang</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Jangan membeli PISANG di Melbourne&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;KENAPA?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Call me insane this time... Judul postingannya gak banget... Perubahan Iklim dan Pisang? Jaka Sembung bawa goblok kan? Well, saya akan mulai merunut dari awal apa hubungan antara Perubahan Iklim dengan Pisang. (Maaf kalau postingan ini agak nyeleneh, maklum lagi bulan Oktober.... Bulan penuh cobaan bagi mahasiswa-mahasiswi di negeri Kangguru).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perubahan iklim a.k.a Climate Change sudah bukan istilah asing di telinga kita. Istilah ini kerap diasosiasikan dengan semakin panasnya suhu global karena emisi yang 95% disebabkan ulah aktifitas manusia. Penggunaan bahan bakar yang bersumber dari perut bumi serta penggundulan hutan menjadi penyebab utama pemanasan global. Apa dampaknya? Sudah banyak dampak yang sebenarnya kita rasakan: kenaikan air laut sudah mulai dirasakan oleh mereka yang tinggal di daerah pesisir, anomali cuaca, kekeringan di beberapa tempat dan banjir di tempat lain. Belum dampak di bidang kesehatan dan pangan. &lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9bhX70zbSvY/TqwKnBRJYyI/AAAAAAAABqU/xdmnQoN24Rk/s1600/floods+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://1.bp.blogspot.com/-9bhX70zbSvY/TqwKnBRJYyI/AAAAAAAABqU/xdmnQoN24Rk/s400/floods+1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Banjir Queensland. Courtesy of:&amp;nbsp;http://www.abcm.com.au&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Masih ingat tidak bencana yang menimpa Queensland Australia awal Januari lalu? Banjir besar yang katanya bencana terburuk di Australia ini terjadi setelah hampir 1 dasawarsa benua ini dilanda kekeringan berkepanjangan. Pemanasan global menyebabkan perubahan siklus El Nino dan La Nina yang menyebabkan wilayah Australia mengalami kekeringan berkepanjangan, namun begitu mendapatkan hujan, tak tanggung-tanggung hebatnya. Kira-kira begitulah gambaran sederhana tentang situasi Queensland pada saat itu. Mengikuti pepatah Indonesia: Years of drought is swept away by weeks of flood (Kemarau bertahun-tahun terhapus oleh banjir bandang berminggu-minggu). Well, ini sebenarnya peribahasa karangan saya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Loh apa hubungan nya dengan pisang? Queensland merupakan salah satu pemasok sayur dan buah ke Melbourne dan ke beberapa kawasan yang lain. Banjir hebat di Queensland menenggelamkan daerah-daerah penghasil sayur dan buah. Dampaknya sangat mudah ditebak, harga sayur dan buah seketika melonjak tajam menembus awan di Melbourne dan sebagian Australia. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mengembalikan harga sayur dan buah ke posisi sebelum bencana.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Harga apel dan jeruk mulai kembali ke posisi sebelum banjir. Namun, pisang berbeda. Saya yang merupakan penganut bananaisme alias pisangholic sungguh terpukul dengan stabilnya harga pisang di sekitaran 11- 13 dollar per kilo. Harga ini cuman sedikit turun dibandingkan harga pisang sesaat setelah bencana yakni 15 dollar per kilo. Saya jadi begitu perhatian sama pisang, setiap kali memasuki pasar atau ke supermarket saya selalu mengecek tempat pisang dipajang. Kenapa yah harga pisang tidak turun-turun juga? Apa pisang yang baru ngambek dan tidak mau tumbuh di tanah bekas banjir? Ah saya benar-benar sudah sakau pisang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-hSmJVTMgyaI/TqwIv88IqOI/AAAAAAAABqM/2IWeIT8l1UQ/s1600/Banana+at+Coles.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-hSmJVTMgyaI/TqwIv88IqOI/AAAAAAAABqM/2IWeIT8l1UQ/s320/Banana+at+Coles.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Harga pisang di Coles Melbourne per Juli 2011. Picture is courtesy of &amp;nbsp;marcoluthe in flickr (http://www.flickr.com/photos/marcoluthe/5941843595/sizes/l/in/photostream/)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pernah saya mencoba membeli pisang per biji yang waktu itu dijual 2 dollar per biji, namun sekali lagi saya menelan kecewa karena pisangnya hambar. Saya patah hati sama pisang. Sekalinya murah, malah hambar. Saya memilih menghitung mundur waktu kepulangan saya ke Indonesia. Karena apa? Salah satunya adalah saya kangen makan pisang asli Indonesia yang enak dan beraneka rasa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jadi menjawab pertanyaan di atas. &lt;b&gt;Kenapa membeli pisang tidak dianjurkan di Melbourne?&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jawabnya: &lt;b&gt;Karena Mahal dan Gak Enak......&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berikut ini video desperado penduduk Australia akan mahal nya harga pisang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://2.gvt0.com/vi/UhdOzl4ORcI/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/UhdOzl4ORcI&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;


&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;


&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/UhdOzl4ORcI&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Banana is forbidden fruit in Melbourne, it worths 3 bucks a piece&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-1180939335552134291?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/NA0bfdMMqRU/perubahan-iklim-dan-pisang.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-9bhX70zbSvY/TqwKnBRJYyI/AAAAAAAABqU/xdmnQoN24Rk/s72-c/floods+1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>27</thr:total><georss:featurename>Melbourne VIC, Australia</georss:featurename><georss:point>-37.8131869 144.9629796</georss:point><georss:box>-37.8382759 144.92349760000002 -37.7880979 145.0024616</georss:box><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/10/perubahan-iklim-dan-pisang.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-2710718754322452091</guid><pubDate>Wed, 05 Oct 2011 15:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-05T22:36:42.894+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aktifitas</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Travel</category><title>Liburan ala orang Indonesia kesasar</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berapa minggu kah waktu efektif perkuliahan di kampus saya? Jawabannya 12 minggu. Tiap tahun, semester ganjil dilaksanakan mulai akhir Februari hingga awal Juni, sedangkan semester genap dilaksanakan mulai akhir Juli hingga awal November. Mengingat beban kuliah yang berat sampai bisa mengakibatkan penyakit jarang mandi dan obesitas karena kebanyakan ngemil, pihak kampus berbaik hati menghadiahkan mahasiswanya liburan dua minggu setelah minggu ke delapan. Kalau di semester ganjil, namanya autumn break (liburan menyambut musim gugur), kalau semester genap namanya spring break (liburan menyambut musim semi).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dua minggu lalu spring break dimulai di kampus. Bagaimana suasana kampus saat spring break? Ternyata tak banyak berubah. Perpustakaan masih tetap ramai meski tak seramai hari hari biasa, lapangan rumput di depan perpustakaan masih penuh dengan mahasiswa-mahasiswi yang lagi pacaran dan berdiskusi. Dan kantin kampus masih tetap ramai. Loh, emang pada gak liburan yah? Ah pertanyaan yang menyakitkan. Mana bisa libur kalau sebelum liburan kita dikasih tugas yang menumpuk dan harus dikumpul setelah liburan berakhir. Lagu riang Tasya "Libur telah tiba" sungguh tak cocok diputar di tengah-tengah kampus saat spring break. Ya iyalah, lagunya pake bahasa Indonesia, mana mengerti bule-bule ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-J1-9FyBG-jA/Tox4qYCvhtI/AAAAAAAABqI/m3-I1_oYvhA/s1600/IMG_1456.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-J1-9FyBG-jA/Tox4qYCvhtI/AAAAAAAABqI/m3-I1_oYvhA/s320/IMG_1456.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;a spot at Baillieu Library, Melb Uni&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Saya sendiri tidak banyak berkutik. Sebelum break, saya sudah mengoleksi tujuh tugas dari dosen-dosen yang sungguh pengertian. Tugas-tugasnya harus selesai awal Oktober. Plus tugas laporan saya sebagai relawan di sebuah LSM deket kampus yang deadline nya sama juga dengan deadline tugas-tugas kampus saya. Untungnya, saya memang tidak pernah booking pesawat di tiap libur tengah semester. Sudah bisa memprediksi bakal mabok tugas pas libur dua minggu itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di tengah-tengah kekalutan tugas dan garis kematian (baca: deadline), saya dapat dua ajakan jalan jalan lokal. Yang pertama dari teman-teman jurusan dan yang kedua dari teman-teman Indonesia. Masing-masing menawarkan daytrip. So total ada dua hari perjalanan. Lumayan, daripada mengeram di lab kampus, ntar kelelep tugas jadinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Daytrip pertama saya adalah Anglesea. Anglesea merupakan kota kecil berjarak 115 km di sebelah barat daya Melbourne. Saya dan teman-teman Master of Environment berjumlah 13 orang dan berangkat ke Anglesea dengan tiga mobil. Perjalanan ke Anglesea cuma memakan waktu sekitar 90 menit, maklum jalan nya lancar jaya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Anglesea termasuk dalam kawasan Great Ocean Road dan terkenal akan pantai nya. Tempat ini ramai dikunjungi orang menjelang musim semi dan mencapai puncaknya di musim panas. Saya dan teman-teman ke Anglesea berniat mengambil kursus kilat surfing. WHAT? Iyah silahkan tertawa kawan. Orang-orang Australia pada berlomba-lomba ke Bali dan Lombok untuk berselancar. Saya malah belajar berselancar di Australia. What an irony.... Saya tiba-tiba merasa jadi orang Indonesia kesasar. Teman-teman tersenyum penuh arti begitu mereka sadar bahwa saya aslinya berasal dari negara yang punya sejumlah lokasi surfing &amp;nbsp;yang pastinya jauh lebih indah dari tempat surfing di Australia. Dasar saya ga mau kalah, saya bilang saja sama mereka kalau saya ini gak seberapa, banyak lho orang Indonesia yang gak bisa berenang padahal air dimana-mana. (Yang gak bisa berenang gak usah angkat tangan, cukup mengiyakan dalam hati saja yah).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-p-hpe_rViRA/Toxx6Oran7I/AAAAAAAABpo/vAQScQS6_cw/s1600/Henry.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-p-hpe_rViRA/Toxx6Oran7I/AAAAAAAABpo/vAQScQS6_cw/s320/Henry.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Courtesy of Rob N&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Begitu tiba di Anglesea, kami langsung diamanatkan untuk mengenakan wetsuit. Pelajaran surfing dimulai dengan surfing di atas pasir. Posisi saat telungkup, duduk dan berdiri dilakukan berulang-ulang sampai instrukturnya haqqul yaqiin kami sudah menguasai teorinya. Setelah itu, kami pun dilepas melaut. Eh maksudnya dilepas ke laut, hehehehe. Permasalahan muncul (khususnya untuk saya), perairan di Australia ternyata tak sehangat laut di Indonesia. Meski matahari cukup terik hari itu, air laut mah tetep aja bikin menggigil. Wetsuit pun tak banyak membantu. Jadilah saya melawan ombak sambil kedinginan. Ternyata, surfing itu tak segampang duduk dan berdiri di daratan. Sejatinya seorang surfer dilatih untuk memahami ombak serta kemampuan timing kapan mengayuh, kapan duduk dan kapan berdiri. Saya? Yah saya berhasil berdiri dua kali, dan berhasil jatuh banyak kali. Belum lagi kegagalan saya merubah posisi dari tengkurap ke posisi duduk karena bokong yang keberatan. Yaaaa nasib. Beberapa teman sepertinya berbakat surfing, mereka cepat banget bisa berdiri dan bisa mempertahankan posisi berdirinya lumayan lama.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-HNbJk63jwjo/ToxyCkwYcsI/AAAAAAAABpw/vmA6Wbsrk2o/s1600/grup+surfing.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="298" src="http://4.bp.blogspot.com/-HNbJk63jwjo/ToxyCkwYcsI/AAAAAAAABpw/vmA6Wbsrk2o/s400/grup+surfing.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Group Picture. Courtesy: James M&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah surfing selesai, kami cuman menghabiskan waktu ngobrol ngalur ngidul sambil makan sore. Lumayan bisa kenalan sama beberapa teman yang memang tidak begitu saya kenal. Mobil kami pun bertolak ke Melbourne, saya tiba dengan selamat sentosa tentram dan bahagia tepat pukul 6 sore teng.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dua hari kemudian, saatnya daytrip kedua. Tujuannya adalah Wilson Promontory National Park. Saya dan belasan teman Indonesia lain bertolak ke Wilson Promontory National Park menggunakan dua mobil van berkapasitas masing-masing 8 orang. Wilson Prom terletak lebih dari 200 km di sebelah tenggara Melbourne. Tempat ini merupakan salah satu taman nasional di wilayah Victoria dan banyak dikunjungi oleh mereka-mereka yang hobi kamping. Sayangnya, karena banjir yang melanda tempat ini beberapa waktu yang lalu, beberapa lokasi dalam taman nasional ini masih ditutup untuk umum.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-rKk35eeOFyY/ToxzRq-BRaI/AAAAAAAABqE/H_lokCF2n0g/s1600/IMG_1547.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-rKk35eeOFyY/ToxzRq-BRaI/AAAAAAAABqE/H_lokCF2n0g/s320/IMG_1547.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tidal river&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Wilson Prom memiliki luas sekitar 505 km persegi. Dan mengelilingi tempat ini dalam satu hari adalah mission impossible. Akhirnya, diputuskan kami ber belasan ini akan menjelajahi tidal river, tidal river outlook dan mengambil rute hiking 4 jam ke squeaky beach. Setelah makan siang di parkiran mobil, petualangan resmi dilaksanakan (halah). Perjalanan ala Ninja Hattori pun dimulai... Kami mulai mendaki gunung, lewati lembah dan melalui sungai yang mengalir ke Samudera. Semakin mendaki, kami makin ngos-ngosan tapi pemandangan dari atas juga makin indah. Dengan tertatih-tatih akhirnya kami tiba di atas sebuah batu dimana sesi &amp;nbsp;narsis dimulai dilanjutkan dengan pertunjukan tari saman di atas bukit (belom pernah ada yang nari saman di atas bukit kan?).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-BOXSIgvqZgU/Toxy9dMAimI/AAAAAAAABp4/_lmmW_9tJYs/s1600/IMG_1510.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-BOXSIgvqZgU/Toxy9dMAimI/AAAAAAAABp4/_lmmW_9tJYs/s320/IMG_1510.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Saman-ers on action... di puncak bukit&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-c2rUTMIbQqE/Toxy0dbKs7I/AAAAAAAABp0/V7uirJiZRqA/s1600/IMG_1493.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-c2rUTMIbQqE/Toxy0dbKs7I/AAAAAAAABp0/V7uirJiZRqA/s320/IMG_1493.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Panorama dari atas&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah puas menikmati pemandangan tidal outlook, rombongan meneruskan perjalanan ke squeaky beach. Perjalanan ala Ninja Hattori berlanjut lagi. Semakin dekat ke pantai, nyamuk semakin banyak... lebih buruk rupa pula dari nyamuk-nyamuk di Indonesia. Bentuknya item dan tetep nempel meski tangan sudah dikibas-kibaskan. Untungnya serangan nyamuk selama perjalanan terbayar dengan pemandangan squeaky beach yang indah. Tapi, lagi-lagi pantai disini indah dipandang tapi tidak indah buat mandi. Bisa-bisa "enter the wind". Puas menikmasi squeaky beach, kami mengambil jalur lain untuk ke parkiran yang ternyata jauh lebih landai dan singkat. Ah tau gitu tadi ga usah hiking jauh-jauh yah hehehehe.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ZNL12ER6RsQ/ToxzDmbDf0I/AAAAAAAABp8/IibARzk8LVE/s1600/IMG_1518.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZNL12ER6RsQ/ToxzDmbDf0I/AAAAAAAABp8/IibARzk8LVE/s320/IMG_1518.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Squeaky beach from distance&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Well, meski cuman libur dua hari dari 14 hari jatah libur, saya tetap puas. Tugas-tugaspun lancar begitu kembali dari dua daytrip ini. Semua tugas akhirnya bisa selesai tepat waktu (tapi nilainya ga jamin lo yah hahahaha). Well, saatnya merencanakan liburan panjang tiga bulan pas November nanti. Any idea? or ada yang mau bayarin? Ada yang mau kasih tiket gratis? (Jyaaah ngelunjak) &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-L0khd4eHZQc/Toxx7Ez1PeI/AAAAAAAABps/CRkzo-8E4sQ/s1600/whole+crew.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://1.bp.blogspot.com/-L0khd4eHZQc/Toxx7Ez1PeI/AAAAAAAABps/CRkzo-8E4sQ/s400/whole+crew.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Wilson Prom Team, Courtesy: Otsamir &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Tulisan ini dibuat pas setelah deadline terakhir dikumpul&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;The EnG&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-2710718754322452091?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/fnB5CYCwoSk/liburan-ala-orang-indonesia-kesasar.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-J1-9FyBG-jA/Tox4qYCvhtI/AAAAAAAABqI/m3-I1_oYvhA/s72-c/IMG_1456.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>18</thr:total><georss:featurename>Melbourne VIC, Australia</georss:featurename><georss:point>-37.809575 144.965186</georss:point><georss:box>-38.211024 144.333472 -37.408126 145.59689999999998</georss:box><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/10/liburan-ala-orang-indonesia-kesasar.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-6825290864961856658</guid><pubDate>Sat, 17 Sep 2011 02:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-17T09:34:10.716+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lingkungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lain-lain</category><title>My Guilty Pleasure (Shopping... but secondhand)</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak kuliah di Australia, saya jarang belanja baju, tas, sepatu apalagi gadget. Saya merasa bahwa persediaan baju saya cukup, netbook kecil saya masih lumayan mumpuni, kamera non-DSLR saya juga masih bagus sebagai teman saat traveling. So, why bother buying stuff if I don't need them?.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai suatu ketika, netbook biru mungil saya mulai ngadat dan kadang berulah. Tiga kali ketikan saya hilang (yang sebagian besar kesalahan saya karena saya lupa men-save), yang membuat saya harus mengulang kembali tugas kampus. Bukan hanya itu, si netbook ternyata juga mulai ngadat saat membuka file excel yang besar sementara salah satu mata kuliah saya membutuhkan komputer dengan kemampuan itu. Awalnya, saya anteng saja karena saya toh masih bisa mengandalkan komputer kampus. Sayangnya, komputer kampus pun tak seindah yang saya bayangkan, performanya 11-12 dengan netbook saya. Selain itu, kadang susah mendapatkan komputer kampus apalagi di saat-saat sibuk (10 am - 4 pm) karena membludaknya antusiasme mahasiswa menggunakan laptop kampus, cieeeehhhh kesannya mahasiswa kampus ku rajin amat yah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pencarian laptop pun dimulai. Saya mulai berkunjung ke ebay dan situs belanja online lainnya, melihat-lihat spesifikasi laptop dan harganya. Hmmmm, laptop yang saya inginkan mahal nya tak karuan. Saya juga mulai merambah website-website khusus secondhand, salah satunya adalah &lt;a href="http://www.gumtree.com/"&gt;gumtree&lt;/a&gt;. Keuntungan gumtree adalah penjualan barang bekasnya dilakukan per area, jadi kalau saya di Melbourne maka saya bisa membuka gumtree khusus untuk wilayah Melbourne. Keuntungan nya adalah calon pembeli tidak harus memiliki akun gumtree untuk bertransaksi. Metodenya: biasanya calon pembeli menghubungi email empunya barang dan janjian ketemu di suatu tempat untuk inspeksi. Kalau cocok, sang calon pembeli bisa langsung transaksi. Tapi, kalau tidak suka, si calon pembeli tidak harus membeli.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mata saya langsung tertuju pada sebuah iklan yang menawarkan macbook pro 13" yang masih baru (7 bulan), masih garansi dan harganya 40% lebih murah dari harga baru. Softwarenya lengkap dan kapasitasnya sudah di-upgrade. Setelah berkonsultasi dengan teman saya yang kuliah IT, saya jadi niat membeli macbook yang ditawarkan karena katanya dengan harga segitu spesifikasinya sangat bagus.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-i5X-5cjEMxc/TnP-Lv0-seI/AAAAAAAABpE/NoaY9zV_mgQ/s1600/happy+face.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-i5X-5cjEMxc/TnP-Lv0-seI/AAAAAAAABpE/NoaY9zV_mgQ/s200/happy+face.jpg" width="194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;happy face with my mac&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Well, saya pun meng-email yang punya macbook via gumtree. Saya memeriksa ulang grammar dan isi email saya sebelum dikirim, maklum menulis email dalam bahasa Inggris bukan keahlian saya. Email berbalas, ternyata yang punya macbook tinggal dekat dari tempat saya, cuman berjarak sekitar 300 m. Ah pucuk dicinta ulam pun tiba. Saya mengkonfirmasi jadwal ketemuan dengan dia via email yang harus berulang-ulang saya cek grammarnya biar yang baca nanti ngerti. Kami sepakat ketemuan dan ternyata yang mau jual macbook nya adalah cewek INDONESIA. Jyaaaah, tau gitu ga perlu susah-susah saya utak atik grammar saat nulis email. Alasan dia sederhana, dia mau jual macbook nya karena terlalu berat dan dia mau beralih ke macbook air. Hmmmm fair enough, saya periksa barangnya sejenak dan tak memakan waktu lama bagi saya untuk memutuskan bahwa macbook itu harus menjadi milik saya. Dan, macbook pun berpindah tangan. Dan macbook impian pun di tangan. Teman Vietnam saya sampai iri karena dia baru membeli Macbook Pro yang baru dengan spesifikasi sama dengan harga AUD 1600 sedang saya cuman membeli nya dibawah AUD 900. Nice deal, right? (sambil senyum jumawa).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-xFUnpx6f_Sw/TnP-3d5I5UI/AAAAAAAABpI/E3fSovfRTP8/s1600/camileo-s30.png" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="138" src="http://4.bp.blogspot.com/-xFUnpx6f_Sw/TnP-3d5I5UI/AAAAAAAABpI/E3fSovfRTP8/s200/camileo-s30.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;murah meriah tak-mencret&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Petualangan belanja saya berlanjut saat saya butuh alat perekam video yang praktis untuk proyek lingkungan yang akan saya lakukan di Indonesia. Iseng-iseng saya buka gumtree untuk melihat camcorder, pilihan saya jatuh ke sebuah camcorder toshiba camileo yang harganya setengah harga aslinya. Saya segera menghubungi yang punya barang dan langsung memutuskan untuk inspeksi barang di rumahnya. Saya selalu menanyakan alasan penjualan sebuah barang sebelum membeli. Toshiba camileo ini dijual karena barang ini adalah wedding gift, sedangkan si empunya barang sudah memiliki alat perekam yang lebih canggih. Camcorder pun berpindah tangan. Another good deal, isn't it?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-CZDuSo-tSdg/TnP_AtV-kbI/AAAAAAAABpM/f7Zczv6dbwE/s1600/red+crumpler.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-CZDuSo-tSdg/TnP_AtV-kbI/AAAAAAAABpM/f7Zczv6dbwE/s200/red+crumpler.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;kapasitas 23 L, muat buat buka warung&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bawaan saya ke kampus menjadi semakin banyak: laptop, buku, charger-charger, lunch box (kadang-kadang), cemilan, buah dan alat tulis. Huaaaaa kayak mau buka warung yah... banyakan bawa makanannya daripada bahan buat belajar. Tas yang sekarang saya miliki kurang lapang untuk menampung keperluan buka warung saya di kampus. Jadi kadang saya ke kampus harus pake tas model backpack plus satu tas jinjing. Membawa dua tas ke kampus sangat mengganggu karena saya selalu bersepeda ke kampus. Saya kembali mencurahkan uneg-uneg ke gumtree. Pilihan jatuh ke tas crumpler merah yang harga aslinya 265 AUD. Lucunya, yang punya tas ini lagi-lagi berjarak dekat dengan rumah saya. Ah.... ini pertanda lagi nih hehehe. Tak butuh lama saya bertransaksi (maksudnya saya keukeuh minta harganya diturunin), saya mendapatkan harga yang cukup murah untuk tas yang jarang dipake ini, cuman sepertiga dari harga aslinya. Saat saya melihat tasnya, nampak bahwa tasnya jarang digunakan. Saya juga yakin tasnya bakal kuat dan muat menampung perlengkapan warung saya ke kampus. Alasan dia menjual tasnya adalah tas nya kegedean. Mungkin karena dia cewek kali yah, makanya kurang begitu nyaman sama tas gede. Well another cheap bargain from a secondhand website.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di kampus, teman-teman menjuluki saya Mr. Gumtree karena saya beli barang-barang ini via gumtree. Sempat mendapat kritik juga dari mereka bahwa saya harus belajar mengontrol nafsu belanja. Saya merasa bersalah sih belanja tiga barang ini dalam kurun waktu yang berdekatan. Teman-teman saya ada benarnya. Mungkin saya harus mengurangi petualangan gumtree saya. Tapi sekali lagi, alat ukurnya adalah "need" (kebutuhan), bukan "want" (keinginan). Dari perspektif lingkungan juga belanja di gumtree jauh lebih ramah lingkungan, karena kita melakukan transaksi langsung. Beda dengan belanja di ebay, amazon dan sejenisnya, yang pengiriman barangnya ke seluruh dunia jelas-jelas berdampak emisi yang besar terhadap gas rumah kaca di atmosfer.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekian cerita guilty pleasure kali ini.... Jangan kalap belanja seperti saya yah, hahahah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-64866f25f0f54f6d" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;
&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;
&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;
&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v19.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3D64866f25f0f54f6d%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330746837%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D9469D83001AF5D9491D23D103A9EDBAE76301D1.838BB5F36AD63C4B5063AE904EC0ACF54E1ACCFC%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D64866f25f0f54f6d%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DpY92Fb_mcl0NxadcMIbDREGjGAI&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;
&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"
width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"
flashvars="flvurl=http://v19.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3D64866f25f0f54f6d%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330746837%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D9469D83001AF5D9491D23D103A9EDBAE76301D1.838BB5F36AD63C4B5063AE904EC0ACF54E1ACCFC%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D64866f25f0f54f6d%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DpY92Fb_mcl0NxadcMIbDREGjGAI&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"
allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Video pertama, edited using iMovie (cam nya masih goyang-goyang) hehehe&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-6825290864961856658?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/KIWTptQPLHA/my-guilty-pleasure-shopping-but.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-i5X-5cjEMxc/TnP-Lv0-seI/AAAAAAAABpE/NoaY9zV_mgQ/s72-c/happy+face.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>25</thr:total><georss:featurename>1/21 Jones St, Brunswick VIC 3056, Australia</georss:featurename><georss:point>-37.7617144 144.9661688</georss:point><georss:box>-71.4879629 85.20054379999999 -4.0354659000000055 -155.2682062</georss:box><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/09/my-guilty-pleasure-shopping-but.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-1464431234057440734</guid><pubDate>Fri, 02 Sep 2011 03:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-02T10:40:48.857+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lain-lain</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">melbourne</category><title>Lebaran kedua di Melbourne: Serunya Pluralisme</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di hari lebaran di tanah air, suara pertama yang kita dengar saat terjaga pada waktu subuh adalah suara takbir dan tahmid. Di Melbourne, jangan harap ada suasana seperti itu. Different field, different grasshopper (baca: lain padang lain belalang, heheheh) kata pepatah kita. Setelah sholat, mandi dan mengenakan batik kebesaran serta jaket winter, saya bergegas menunggu tram tak lupa menenteng lontong hasil masakan semalam.Yah hari itu adalah ldul Fitri kedua saya di Melbourne&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-UT6XrfINLqE/TmA1F-3djLI/AAAAAAAABok/Mzn5xDvhn3I/s1600/IMG_1434.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-UT6XrfINLqE/TmA1F-3djLI/AAAAAAAABok/Mzn5xDvhn3I/s320/IMG_1434.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Idul Fitri in Sport Centre, The University of Melbourne&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak yang bertanya bagaimana lebaran di Melbourne? Ikut Muhammadiyah atau ikut pemerintah? Ada sholat ied gak Melbourne? Seru gak idul fitri di sini?. Akan dijawab satu per satu setelah iklan berikut ini. Sholat ied di Melbourne ditentukan hari Rabu mengikuti hasil rapat majelis ulama Victoria. Sholat ied untuk orang-orang Indonesia (yang non-Indonesia juga boleh ikut) kebetulan dilaksanakan di&amp;nbsp; Sport Centre kampus saya. Setiap tahun biasanya ada panitia khusus yang dibentuk oleh mahasiswa Indonesia di Melbourne untuk pelaksanaan Idul Fitri. Karena dilaksanakan oleh orang Indonesia, khatib nya pun sudah pasti berbahasa Indonesia, jadi gak perlu mikir dua kali saat mendengarkan khutbah.&amp;nbsp; Saya sendiri bukan panitia, tapi saya berteman dengan para panitia, itung-itung bisa bantu dan semoga bisa bawa pulang makanan. Amiiiin.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkiraan jumlah pengunjung adalah 800-1000 orang terdiri dari mahasiswa dan warga Indonesia yang memang sudah menetap dan malah ada orang Indonesia yang sudah menjadi warga negara Australia. Tradisi setelah lebaran adalah para panitia kudu mengadakan halal-bi-halal langsung setelah selesai khutbah. Bayangkan, saudara-saudara ada 800 orang yang mau makan bersama. Siapa yang menyuplai makanan? KAMI semua. Halal-bi-halal dilaksanakan dengan sistem potluck, jadi tiap-tiap yang datang dipersilahkan membawa makanan untuk dishare ke yang lain. Saya memilih membawa lontong, yang bikinnya gampang. Soalnya kalo saya keukeuh mau bawa rendang, saya sudah haqqul yakin ga bakal ada yang mau nyomot rendang buatan saya. Walhasil di hari H, panitia ada yang menjadi penyambut jemaah, ada juga yang menjadi tim penyambut makanan bawaan jemaah. Saya sudah tentu lebih memilih menjadi relawan penyambut makanan. Banyak jenis makanan yang dibawa oleh jemaah, ada rendang, opor, sambel goreng ati, pudinng, cake, buah dll. Lumayan lah buat cuci mata sebelum kenduri besar-besaran.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-KebkTFTio70/TmA1O5MtYPI/AAAAAAAABoo/hvuqFmE8Ap0/s1600/IMG_1441.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-KebkTFTio70/TmA1O5MtYPI/AAAAAAAABoo/hvuqFmE8Ap0/s400/IMG_1441.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Antri makanan potluck &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sholat ied nya berlangsung khidmat. Sholatnya makin terasa sangat Indonesia dengan beberapa tangisan bayi yang menambah syahdu nya sholat ied. Setelah sholat selesai, para jemaah diarahkan ke luar Sport Centre untuk mulai mencicipi makanan hasil potluck. Antrian begitu panjang, sampai-sampai panitia berulang kali mengingatkan jemaah agar tidak memasuki lintasan jogging. Mungkin karena antriannya kepanjangan, beberapa jemaah memutuskan pulang lebih cepat. Ada seorang ibu yang protes ke kami bahwa pengaturan jemaah tahun ini agak kacau. Saya sih cuman bilang dalam hati: yah kalo gitu, taun depan lu aja yang jadi panitia, Bu.... Hehehehe. Kasihan juga melihat teman-teman panitia yang sudah susah payah menjadi relawan di tengah deadline tugas dan ujian, masih saja diprotes. Bantu tertibkan lah kalau memang dirasa kacau.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8bIR23QeNuY/TmBA88zvoCI/AAAAAAAABo0/JmvYM-ajkpg/s1600/melayani+ummat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://3.bp.blogspot.com/-8bIR23QeNuY/TmBA88zvoCI/AAAAAAAABo0/JmvYM-ajkpg/s320/melayani+ummat.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Menunya tinggal dipilih.... &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat jemaah makin berkurang, masalah baru muncul. Masih banyak banget makanan yang tersisa. Masih ada rendang, opor, sambel goreng ati, juice, buah. Dengan semangat 45, saya mulai mengumpulkan beberapa jenis makanan untuk dibawa pulang. Kalau masalah bawa pulang makanan sih, saya gak nolak dan gak malu. Soalnya saya pernah tinggal di asrama yang mengajarkan prinsip: when it comes to food, you SHY, you DIE. Setuju? Alhamdulillah, aksi anti-mubazir saya diikuti oleh teman-teman yang lain. Walhasil meja makan di rumah yang tadinya kosong melompong kini benar-benar terasa nuansa idul fitrinya dengan semarak rendang, opor ayam dan sambel goreng ati hasil jarahan. Hahahaha.Eid Mubarak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu hal yang membuat saya terharu adalah partisipasi rekan-rekan non muslim untuk membantu dalam pelaksanaan lebaran ini. Mereka datang dari pagi ikut membantu mengarahkan jemaah ke tempat sholat, ikut membantu mengkoordinir makanan, ikut membantu menyusun meja, ikut memonitor meja saat halal-bi-halal dilaksanakan. Di Melbourne, saya justru merasakan apa yang terasa hilang di Indonesia: toleransi dan kerukunan. Teman-teman non-muslim tidak canggung untuk membantu kami-kami yang sedang merayakan Idul Fitri. Can't thank them more. &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Zuf4ogRSh1A/TmBIWSoqVuI/AAAAAAAABo8/CzZSwBwSBNs/s1600/hasil+jarahan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-Zuf4ogRSh1A/TmBIWSoqVuI/AAAAAAAABo8/CzZSwBwSBNs/s320/hasil+jarahan.jpg" width="210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Bahagia setelah menjarah sisa halal bi halal &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ILsaidYB3nE/TmBIXsqH5zI/AAAAAAAABpA/J3YFqRHXRLA/s1600/Panitia+rebutan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-ILsaidYB3nE/TmBIXsqH5zI/AAAAAAAABpA/J3YFqRHXRLA/s320/Panitia+rebutan.jpg" width="210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Panitia rebutan jarahan &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-s-BQLFtj55Y/TmA1XcwglVI/AAAAAAAABos/YJM1_TZhuSo/s1600/IMG_1448.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-s-BQLFtj55Y/TmA1XcwglVI/AAAAAAAABos/YJM1_TZhuSo/s320/IMG_1448.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Wajah wajah bahagia para penjarah &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekian liputan lebaran di Melbourne. Semoga bisa menjadi pembelajaran buat kita semua. Sekarang saya mau menikmati rendang hasil jarahan dulu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wassalam &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-1464431234057440734?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/4fzpn8MYb0s/lebaran-kedua-di-melbourne-serunya.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-UT6XrfINLqE/TmA1F-3djLI/AAAAAAAABok/Mzn5xDvhn3I/s72-c/IMG_1434.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>18</thr:total><georss:featurename>1/21 Jones St, Brunswick VIC 3056, Australia</georss:featurename><georss:point>-37.7617144 144.9661688</georss:point><georss:box>-71.4879629 85.20054379999999 -4.0354659000000055 -155.2682062</georss:box><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/09/lebaran-kedua-di-melbourne-serunya.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-2495592924540529808</guid><pubDate>Wed, 24 Aug 2011 04:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-24T22:23:31.784+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lain-lain</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">melbourne</category><title>Tips berbuka di kelas</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah lebih dua pertiga Ramadhan saya lewati di Melbourne. Ramadhan kedua saya di kota ini. Sudah hampir sebulan pula saya tidak menulis apa-apa di blog ini. Teman-teman blogger pasti sudah bisa menduga alasan dibalik hiatus ini: garis kematian (baca: DEADLINE) yang menggila. Saya tidak usah curhat disini lah tentang deadline-deadline itu, soalnya pasti bakal panjang dan penuh sumpah jerapah dan sumpah penghuni kebun binatang lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa pengalaman unik selama puasa disini. Berhubung kelas saya banyakan sore, maka buka puasa dalam kelas pun tak dapat dihindari. Jangan harap kelas akan dihentikan pada saat azan maghrib berkumandang. Pertama, disini kalopun ada mesjid, azan magrib nya ga pake TOA  jadi ga bakal kedengaran di kelas. Kedua, muslim itu minoritas jadi ga  mungkin dapat hak istimewa di kelas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentunya tak enak/sopan membawa rantang ke dalam kelas dan menggelarnya di kelas bak restoran masakan padang. Padahal, perut kan keroncongan juga berpuasa di musim dingin. Nah berikut beberapa tips berpuasa di kelas (Maaf, tips ini bisa saja mendapatkan reaksi berbeda di berbagai tempat. Kalau tidak berjalan sesuai dengan yang saya gambarkan, di luar tanggung jawab saya yah, hehehehe).&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-HCVy6e2AeQs/TlR2a7_34MI/AAAAAAAABoY/AvCsGe8FOS4/s1600/IMG_0992.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-HCVy6e2AeQs/TlR2a7_34MI/AAAAAAAABoY/AvCsGe8FOS4/s320/IMG_0992.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Grattan Street, Melbourne Uni&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pertama: Bawa makanan alakadarnya/secukupnya&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelas sejatinya adalah tempat belajar. Syukurnya di kampus saya, mahasiswa/i nya dibolehkan membawa makanan ke dalam kelas. Makanya jangan heran di kelas kita belajar sering sambil bawa kopi dan cemilan. Nah situasi ini bisa dimanfaatkan oleh pelajar muslim dengan membawa makanan berbuka secukupnya. Saya biasanya membawa muffin atau potongan lapis legit serta teh kotak. Ga usah bawa nasi, plus rendang dan sayur asem, soalnya jelas-jelas bau nya akan meracuni teman-teman sekelas dan nanti malah disangka mau potluck. Hindari membawa snack seperti potato chips karena suara plastik nya bisa mengganggu saat kita makan, selain itu gak sehat lah berbuka dengan potato chips. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kedua: Pilih tempat duduk yang strategis&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tempat duduk juga bisa berperan dalam kenyamanan kita berbuka puasa. Kalau kelasnya gak rame, biasanya kita bisa memilih tempat duduk sesuai selera. Saya biasanya menghindari duduk di depan, takut dosennya tergoda dengan makanan yang saya bawa. Juga akan mengganggu pemandangan orang-orang di belakang saat yang duduk depan membuka bekalnya. Saya selalu berusaha duduk di deret belakang, dan berusaha duduk di belakang orang-orang berbodi bongsor jadi gak terlalu kelihatan dosen kalau sedang makan, heheheheh. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-zFPpGniBGzM/TlR22H2oIKI/AAAAAAAABog/GoxTE17EvKE/s1600/IMG_1415.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-zFPpGniBGzM/TlR22H2oIKI/AAAAAAAABog/GoxTE17EvKE/s320/IMG_1415.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Melbourne Uni from Elizabeth Street&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga: saat masuk waktu berbuka, makanlah dengan elegan&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat waktu berbuka tiba, berbukalah dengan tenang. Jangan grasa grusu makannya, soalnya bisa disangka pengungsi dari negara miskin. Makanlah ala priyayi, ngunyah nya juga jangan keras-keras demi perdamaian dunia. Usahakan suapan makanan ke mulut dilakukan dengan perlahan dan tidak menarik perhatian agar tidak mengganggu suasana perkuliahan. Prinsip "biar lambat asal selamat" sedikit banyak cocok diterapkan saat berbuka dalam kelas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Keempat: Abaikan pandangan orang sekitar&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak banyak teman sekelas yang tahu bahawa kita berpuasa dan gak penting juga kita kasih tahu ke seisi kelas kalo kita berpuasa. Saat saya mengeluarkan bekal pertanda siap-siap berbuka, saya sering diliatin sama teman-teman sekelas khususnya yang duduk di sekitar saya. Mungkin mereka berpikir: Buseeeettt anak Indonesia ini rakus banget yak... atau nih anak Indonesia lagi piknik di kelas yah. Kuncinya: cuek bebek. Anggap saja mereka anjing yang menggonggong dan kita kita sebagai kafilah bisa berlalu tanpa terganggu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kelima: Buang sampah setelah kelas selesai&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan pernah menganggap buka puasa di kelas sama dengan buka puasa di mesjid atau di acara buka puasa bersama. Di kelas, ga ada tukang bersih-bersih jadi sampah plastik sisa bungkus makanan atau potongan makanan yang jatuh harus dibersihkan. Ingat pepatah: Men Sana in Corpore Sano... lah ini kok kayak belajar pepatah yah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-PKR0yZRZDUY/TlR2szGXlOI/AAAAAAAABoc/-q15J8GpY-o/s1600/IMG_1410.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-PKR0yZRZDUY/TlR2szGXlOI/AAAAAAAABoc/-q15J8GpY-o/s320/IMG_1410.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;South Lawn, Melbourne Uni&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah itulah 5 tips berbuka di kelas bagi teman-teman mahasiswa yang berpuasa di negeri orang. Jangan lupa, indahnya Ramadhan bisa kita nikmati tidak hanya saat kita berada di Indonesia. Justru, ber-Ramadhan di lingkungan yang berbeda bisa memberi kita lebih banyak pengalaman untuk bisa memahami perbedaan. Memahami makna bahwa kita tidak akan selalu diprioritaskan dan menunjukkan kepada teman-teman yang tidak berpuasa bahwa aktivitas bisa tetap jalan dan tak terganggu meski kita sedang puasa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selamat menjalani 10 hari terakhir Ramadhan. Ramadhan Mubarak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-2495592924540529808?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/I7t8AkjdsJ8/tips-berbuka-di-kelas.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-HCVy6e2AeQs/TlR2a7_34MI/AAAAAAAABoY/AvCsGe8FOS4/s72-c/IMG_0992.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>16</thr:total><georss:featurename>21 Jones St, Brunswick VIC 3056, Australia</georss:featurename><georss:point>-37.7617144 144.9661688</georss:point><georss:box>-71.4879629 85.20054379999999 -4.0354659000000055 -155.2682062</georss:box><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/08/tips-berbuka-di-kelas.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-5694119053309260436</guid><pubDate>Tue, 19 Jul 2011 14:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-19T22:11:15.562+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Travel</category><title>Wisata bersubsidi ke Indonesia-nya Jepang</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Universitas-universitas di Jepang sangat memperhatikan mahasiswa-mahasiswi asingnya. Perhatian ini makin terasa di universitas-universitas kecil karena jumlah mahasiswa asingnya biasanya sedikit. Dan karena jumlahnya sedikit, bagian International Student Service kampus bisa mengenali dan lebih akrab dengan para mahasiswa asing yang ada di universitas tersebut. Saya beruntung sempat mengecap pendidikan di sebuah universitas kecil di Jepang. Setiap minggu, ada saja kegiatan-kegiatan kebudayaan yang ditawarkan oleh kampus untuk para mahasiswa asing. Dan pesertanya pun tak banyak berubah dari satu even ke even yang lain karena memang jumlah kami tidak banyak. Tujuannya mungkin biar kami (para mahasiswa asing) bisa mengisi weekend dan berbaur dengan masyarakat setempat. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah menjadi tradisi International Student Service di kampus untuk mengadakan perjalanan wisata ke sebuah kota di Jepang. Perjalanan ini disubsidi kampus. Jadi, tiket pesawat, hotel dan makan kami sebagian besar ditanggung kampus. Tahun itu kebetulan perjalanannya ke Okinawa selama tiga hari. Tak butuh waktu lama untuk para mahasiswa asing untuk memenuhi kuota, maklumlah biaya perjalanannya amat sangat murah sekali (sayangnya saya lupa tepatnya berapa). Saya dan teman-teman exchange sudah pasti terdaftar di urutan teratas list tersebut mengingat kelas exchange selalu dianggap sebagai "having fun class". Di hari keberangkatan, ada sekitar 100 mahasiswa asing yang didanai untuk jalan-jalan melihat Okinawa. Sebagian besar mahasiswa Master dan PhD, dan hanya sekitar 15 orang mahasiswa exchange. Meski ber-15, rombongan kamilah yang paling ribut mulai dari rebutan kursi, foto-foto atau bernyanyi lagu-lagu Jepang. (FYI, lagu kokoro no tomo gak terkenal lho di Jepang).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-lFYHht21ack/TiWWvh47E1I/AAAAAAAABng/Xa_x_8EV1r8/s1600/CIMG0452.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-lFYHht21ack/TiWWvh47E1I/AAAAAAAABng/Xa_x_8EV1r8/s320/CIMG0452.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Berfoto di setiap perempatan, errrrrrrrr&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Okinawa merupakan prefektur paling selatan di Jepang yang terdiri dari empat pulau besar: Okinawa, Miyako, Yaeyama dan Senkaku. Berbeda dengan prefektur-prefektur lain, Okinawa memiliki suhu rata-rata di atas 20 derajat Celcius setiap tahun. Jadi, jangan harap pernah bermain ski atau melihat salju di Okinawa. Mungkin karena suhu nya pula, orang-orang Indonesia yang pernah kesini menganggap bahwa tinggal di Okinawa tak beda jauh dengan tinggal di Indonesia. Penduduk nya pun berkulit lebih gelap dari orang-orang Jepang daratan pada umumnya. Okinawa merupakan salah satu lokasi pangkalan militer Amerika, jadi jangan heran kalau disini banyak bule-bule Amerika yang lalu lalang di jalanan. Prefektur Okinawa beribukota di Naha. Sarana transportasi umum yang tersedia di Naha adalah monorel dan bus.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak pengalaman lucu bepergian dengan sejumlah orang dari berbagai negara. Ada beberapa teman dari Asia Selatan yang mengenakan jas lengkap di hari &amp;nbsp;keberangkatan, kami semua sempat heran juga melihat mereka yang keukeuh mengenakan jas di bawah teriknya matahari di Okinawa. Tapi sudahlah, mungkin begitulah dress code liburan mereka. Ada juga dosen cross-cultural understanding kami yang sangat antusias menjelaskan sejarah Okinawa di bus, yang sukses membuat kami tertidur pulas. Atau, para mahasiswa exchange yang berfoto bersama di setiap perempatan jalan dan menjadi pusat keributan kemanapun rombongan ini pergi. Yang paling norak adalah saat kami mencoba monorail di Naha, kami bergaya tak tahu malu dalam monorel diiringi senyum simpul para penumpang lain. Jujur, itu kali pertama bagi saya naik monorel jadi jangan salahkan saya kalau saya ikut dalam rombongan teman-teman kelas saya yang norak, ribut bin narsis.&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-RLeej7IglfM/TiWW7lOwlNI/AAAAAAAABn4/-zBneW3_4i4/s1600/DSCF0511.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-RLeej7IglfM/TiWW7lOwlNI/AAAAAAAABn4/-zBneW3_4i4/s320/DSCF0511.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Take picture, anytime anywhere&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa tempat yang kami kunjungi selama di Okinawa. Sayangnya, saya tak ingat semuanya. So, seingat saya saja yah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Shuri Castle (Shuri Jyo)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Shuri Castle merupakan salah satu situs UNESCO World Heritage. Tempat ini dulunya merupakan pusat administrasi &amp;nbsp;serta tempat kediaman Raja Ryukyu, sebelum berganti nama menjadi Okinawa dan resmi menjadi salah satu prefektur di Jepang. Tempat ini konon dibangun sejak tahun 1300 dan telah berulang kali rusak parah karena perang dan kebakaran. Terakhir, tempat ini hancur saat perang dunia kedua namun dibangun kembali pada tahun 1992. Shuri Castle memiliki lokasi yang sangat luas. Bangunan utamanya berwarna merah. Di dalam bangunan utama ini, pengunjung diajak untuk melihat peninggalan kerajaan Ryukyu, termasuk singgasana rajanya yang juga berwarna merah. (Ternyata mereka sudah mengenal kata "matching" saat Shuri Jyo dibangun). Dari Shuri Castle pula, kita bisa melihat pemandangan Naha dari atas. Tak salah memang memilih lokasi ini sebagai kediaman raja, tempatnya indah dan memungkinkan raja untuk melihat keadaan rakyatnya dari atas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FoFpaGHcYv4/TiWXEV0cN-I/AAAAAAAABoE/x9RL-SIcfh4/s1600/IMG_0196.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-FoFpaGHcYv4/TiWXEV0cN-I/AAAAAAAABoE/x9RL-SIcfh4/s320/IMG_0196.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Gerbang Depan Shuri Jyo&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--d7KNmYnfnE/TiWXIAtmddI/AAAAAAAABoI/IgmoROoqywM/s1600/IMG_0211.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/--d7KNmYnfnE/TiWXIAtmddI/AAAAAAAABoI/IgmoROoqywM/s320/IMG_0211.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Shuri Jyo in red&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Churaumi Aquarium&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Churaumi Aquarium merupakan aquarium terbesar ketiga di dunia setelah Georgia Aquarium di Amerika dan Dubai Mall Aquarium. Jadi mumpung di Naha, tak ada salahnya menjadwalkan kunjungan ke Churaumi Aquarium. Tempatnya berlokasi di Ocean Expo Park nan luas. Begitu masuk ke tempat ini, kami langsung disambut oleh taman-taman indah dan air mancur. Kami makin ternganga saat memasuki lokasi akuariumnya. Saya berulang kali berdecak kagum "Eeeeeee, ookii neee!!!" (Waaahh, gede bangetet!!!). Pengunjung &amp;nbsp;lokalnya saja berkali-keli berteriak takjub saat masuk ke tempat ini, apalagi saya yang waktu itu memang belom pernah sekalipun ke Sea World. Selain akuarium, lokasi ini juga memiliki tempat pertunjukan lumba-lumba akrobat yang selalu dipadati pengunjung. Ditambah lagi, Churaumi Aquarium memiliki beberapa pantai cantik buat nongkrong. Saya sempat beberapa kali berpisah dari rombongan karena berbelok ke pantai-pantai indah itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Aj8Z-auhGbE/TiWYcKYa9MI/AAAAAAAABoM/t-_J9i83I-Y/s1600/IMG_0283.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-Aj8Z-auhGbE/TiWYcKYa9MI/AAAAAAAABoM/t-_J9i83I-Y/s320/IMG_0283.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Taman cantik di Churaumi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-JOJH7vFP3II/TiWW5tyISqI/AAAAAAAABn0/NZ_5HlMoKqA/s1600/DSCF0476.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-JOJH7vFP3II/TiWW5tyISqI/AAAAAAAABn0/NZ_5HlMoKqA/s320/DSCF0476.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Third largest aquarium in the world&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-kBp3jqkUB50/TiWaDHxNyII/AAAAAAAABoU/DsPbyBme8iw/s1600/DSCF0483.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-kBp3jqkUB50/TiWaDHxNyII/AAAAAAAABoU/DsPbyBme8iw/s320/DSCF0483.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Nice spot in Churaumi aquarium area&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;b&gt;Kokusai Dori Street&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kokusai Dori Street berarti jalan internasional. Jalan ini sejatinya adalah malioboronya Naha, terletak di jantung kota Naha dan terbentang sepanjang kurang lebih 2 km. Kokusai Dori menawarkan pesona Naha di malam hari sebagai pusat keramaian yang aman dan ramah turis. Mall, restoran, toko suvenir, butik, bar, kafe, jajanan tersedia sepanjang jalan ini. Musisi dan pelukis jalanan juga mudah ditemui di Kokusai Dori di malam hari. Belum lagi, jajanan lokal yang menggugah selera di pinggir jalan. Kami beruntung karena hotel kecil tempat kami menginap terletak di Kokusai Dori yang membuat kami jadi kalap shopping kalau malam hari sepulang dari tur. Mungkin saking kompaknya, shopping di Kokusai Dori pun, saya lakukan dengan teman-teman sekelas. Shopping gak shopping yang penting kumpul kan?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-j1NLu8E8F2U/TiWW9r93zMI/AAAAAAAABn8/ybSIqTRdP5A/s1600/DSCF0518.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-j1NLu8E8F2U/TiWW9r93zMI/AAAAAAAABn8/ybSIqTRdP5A/s320/DSCF0518.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Shopping till drop at Kokusai Dori&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-r0GOi8HoVEs/TiWW_kFDMoI/AAAAAAAABoA/j65K48E5wYo/s1600/DSCF0521.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-r0GOi8HoVEs/TiWW_kFDMoI/AAAAAAAABoA/j65K48E5wYo/s320/DSCF0521.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kokusai Dori: Okinawa's Malioboro&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ysBgHqqmy8c/TiWWzsxAlGI/AAAAAAAABno/5QNRkrBRSTk/s1600/DSCF0453.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-ysBgHqqmy8c/TiWWzsxAlGI/AAAAAAAABno/5QNRkrBRSTk/s320/DSCF0453.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Playing cards with our lecturer in my hotel room&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&amp;nbsp;Sebenarnya masih banyak tempat-tempat lain yang saya kunjungi di Okinawa. Pantai-pantai, gua berstalaktit, pusat budaya dan pusat kerajinan gelas termasuk beberapa tempat yang rombongan kami ikuti. Meski cuma 3 hari, pengalaman wisata bersubsidi di Okinawa mungkin termasuk yang paling berkesan karena wisata ini saya lakukan bersama dengan teman-teman dekat saya. Selain itu, jawaban saya mungkin akan berbeda dengan traveller lain saat ditanya "Kemana saja selama di Jepang?". Yang lain mungkin akan menjawab: Tokyo, Kyoto, Osaka, Hokkaido atau Fukuoka. Dan saya akan menjawab: "Okinawa, Indonesia-nya Jepang".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-5694119053309260436?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/Ib6PBCD9W5I/wisata-bersubsidi-ke-indonesia-nya.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-lFYHht21ack/TiWWvh47E1I/AAAAAAAABng/Xa_x_8EV1r8/s72-c/CIMG0452.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>24</thr:total><georss:featurename>Brunswick VIC 3056, Australia</georss:featurename><georss:point>-37.767872 144.96192900000005</georss:point><georss:box>-37.780396999999994 144.94783100000006 -37.755347 144.97602700000004</georss:box><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/07/wisata-bersubsidi-ke-indonesia-nya.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-8907708742401616360</guid><pubDate>Mon, 11 Jul 2011 14:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-11T21:21:00.540+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aktifitas</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Travel</category><title>Sholat saat travelling? Gak Masyalah</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak cerita-cerita seru yang kita sering dengar dari mereka yang melakukan perjalanan (baca: travelling). Kali ini saya akan berbagi sedikit tentang cerita unik seputar travelling dan sholat. Yup, ada beberapa pengalaman menarik saya dan teman berkenaan dengan sholat selama perjalanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau sedang backpacking di negara lain, saya selalu menganggap diri saya sebagai musafir. Sebagai musafir, ada beberapa kemudahan dalam beribadah misalnya bisa qasar (menyingkat sholat) dan jamak (mengerjakan dua sholat dalam satu waktu). Saat travelling ke Singapura dan Malaysia, tak ada kesulitan berarti untuk menunaikan ibadah sholat. Maklumlah di Singapura saya tinggal di daerah Bugis Junction yang memiliki sebuah mesjid besar. Selain itu, meski saya tinggal di backpacker hostel di Bugis Junction, saya selalu bisa numpang sholat di warung yang terletak di bawah hostel tersebut. Kalau di Malaysia juga gak begitu susah nyari tempat sholat, maklum lah negara nya berpenduduk muslim jadi mesjid dan musholla gak begitu susah nyarinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-FgKvwHjNIx8/ThsEgm_Y-2I/AAAAAAAABnU/EBKi6C6AOJg/s1600/mesjid.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="305" src="http://4.bp.blogspot.com/-FgKvwHjNIx8/ThsEgm_Y-2I/AAAAAAAABnU/EBKi6C6AOJg/s320/mesjid.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mesjid berkubah emas di Bugis Junction&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tantangan sholat mulai terasa saat harus berkunjung ke negara-negara yang penduduk muslim nya minoritas. Saya cukup beruntung saat ke Kamboja dan Vietnam karena saat mengunjungi tempat ini, saya travel bersama Mila dan Vonny. Kami memutuskan menyewa satu kamar di Ho Chi Minh dan di Phnom Penh, jadi saya bebas sholat di kamar tanpa perlu merasa risih. Travel bersama teman memberi saya keuntungan, karena &amp;nbsp;teman-teman travel saya mengerti akan kewajiban saya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelucuan sempat terjadi saat saya naik bus dari Ho Chi Minh ke Phom Penh. Setelah melewati imigrasi Kamboja, bus yang kami tumpangi beristirahat sejenak di daerah Moc Bai, kawasan Casino nya Kamboja. Para penumpang lain turun untuk mengisi perut di warung pinggir jalan. Saya dan Vonny bergegas mengambil air wudhu di toilet yang disediakan warung setempat, dan segera men-jamak sholat Dzuhur dan Ashar di lorong bus. Saya bergantian bersama Vonny. Sang kenek sempat &amp;nbsp;melongo melihat Vonny mengenakan mukena dan menunaikan sholat. Saya berusaha memberikan isyarat sembahyang dengan menyatukan kedua tangan saya di depan dada, arghhhh susah juga komunikasi nya sama mereka yang gak bisa berbahasa Inggris. Untungnya si kenek mengerti, dia tersenyum dan berlalu meninggalkan saya yang menunggui Vonny dan Vonny yang masih berbalut mukena.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-nP44Hu3aycU/ThsFD6FwLUI/AAAAAAAABnY/OEs8Y_SWFks/s1600/100_8023.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="181" src="http://4.bp.blogspot.com/-nP44Hu3aycU/ThsFD6FwLUI/AAAAAAAABnY/OEs8Y_SWFks/s320/100_8023.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Bus yang membawa kami dari Ho Chi Minh ke Phnom Penh&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkadang, tayamum dan sholat sambil duduk harus dijalani saat berada dalam perjalanan. Saya beberapa kali harus bertayamum dan sholat duduk di atas kursi bus atau kursi pesawat. Saya ingat dalam penerbangan saya ke Christchurch dari Wellington, saya harus menunaikan sholat Dzuhur di pesawat. Sempat dilema juga awalnya karena yang duduk di samping saya adalah dua bule yang mungkin gak ngerti ritual saya. Antara risih dan kebelet sholat, saya akhirnya memberanikan diri minta ijin dulu sama mereka kalo saya mau melaksanakan ritual saya sebagai muslim. Mereka mengangguk-angguk tanda mengiyakan dan tersenyum. Namun, mereka tetap melihat saya dengan tatapan aneh saat saya mulai tayamum dan sholat duduk. Sesaat, setelah selesai sholat, saya mendapati pasangan bule ini saling sikut-sikutan setelah mencuri-curi pandang ke ritual sholat saya. Mereka tersenyum penuh arti setelahnya. Mungkin merasa aneh melihat orang sholat kali. But, whatever lah I don't care, hehehehehe. Toh, saya sudah minta ijin sama mereka. The dog barks, the convoys pass over (Baca: Anjing menggonggong, kafilah berlalu, hehehe)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tantangan lain yang mungkin dihadapi adalah sholat di backpacker hostel, apalagi kalo sekamar harus share dengan 5-7 orang yang baru kita kenal. Saat saya di Christchurch, saya menyampaikan informasi tentang ritual sholat saya ke teman-teman backpacker sekamar saya biar mereka maklum. Rata-rata sih mereka "no problemo". Terkadang jadi tercipta percakapan hangat setelah saya sholat, karena mereka tertarik ingin tahu tentang ritual sholat umat muslim. Pun ketika saya berada di Queenstown, saya menyampaikan ke sekamar saya (sepasang muda-mudi Jerman) tentang ritual saya. Mereka pun gak masyalah. Sebelum saya memulai sholat mereka sempat bertanya: "When you pray, you face towards Mecca right?" (Kamu kalau sholat menghadap ke Mekkah kan?). Saya cuman mengangguk. Saat saya memulai sholat, saya sedikit kurang bisa konsentrasi karena saya mendengar suara-suara aneh dari pasangan Jerman ini. Begitu saya menoleh untuk salam, ternyata mereka sedang ciuman dengan dahsyatnya. Nasiiiibbbbbbbbb travel sendirian........&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-1A6_WUt5zj4/ThsFuE8yEDI/AAAAAAAABnc/3XMEmJdasc4/s1600/101_1400.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-1A6_WUt5zj4/ThsFuE8yEDI/AAAAAAAABnc/3XMEmJdasc4/s400/101_1400.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Queenstown from a friend's house&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya jadi ingat cerita teman saya, Ima, yang saat itu sedang traveling ke Sydney. Saat baru sampai di backpacker hostel pas siang hari bolong, kamarnya kebetulan kosong. Jadi mumpung penghuni lain sedang keluar, Ima memutuskan untuk menunaikan ibadah sholatnya. Dia pun ber-mukena ria dan mulai sholat di ranjang bertingkat jatahnya. Saat sedang sholat, seorang cewek masuk ke kamar itu dan sempat shock melihat Ima yang berjubah putih sedang berdiri melakukan sebuah ritual. Untungnya setelah sholat, Ima berhasil meyakinkan cewek tadi bahwa yang dilakukannya bukan pemujaan setan, tapi ritual umat muslim. Setelah itu, sholat di kamar itu jadi lebih mudah bagi Ima.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya, sholat dalam perjalanan itu gak terlalu susah selama ada niat. Selain itu, pelaksanaan sholat tidak rumit, malah fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kondisi kita. Beribadah sholat selama travel tetap mungkin dilakukan. Mungkin teman-teman ada pengalaman sholat yang lebih unik? &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-8907708742401616360?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/1g-fZVsUOTM/sholat-saat-travelling-gak-masyalah.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-FgKvwHjNIx8/ThsEgm_Y-2I/AAAAAAAABnU/EBKi6C6AOJg/s72-c/mesjid.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>29</thr:total><georss:featurename>Melbourne VIC, Australia</georss:featurename><georss:point>-37.7617144 144.9661688</georss:point><georss:box>-38.1621514 144.2810448 -37.361277400000006 145.6512928</georss:box><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/07/sholat-saat-travelling-gak-masyalah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-1733519944436024887</guid><pubDate>Sun, 03 Jul 2011 12:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-03T19:59:20.773+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aktifitas</category><title>Creswick (Week 2)</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Setelah survive minggu pertama dengan sejumlah tanda tanya seputar stomata, hutan, biomassa, karbon, ozon, NOx, CH4, albido dan istilah-istilah asing lainnya, minggu kedua terasa sedikit lebih ringan. Pelajarannya bukan lagi sains murni, tapi ke implementasi. Selain itu, beberapa hari kami mulai masuk hutan mempraktekkan apa yang kami pelajari di minggu pertama. Lucunya, masuk hutan kudu pake rompi orange dan helm kuning, katanya jaga-jaga biar kepala ga kena dahan jatuh kalo angin lagi kencang.&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-DV2rtDYEpCI/ThBh13vY-XI/AAAAAAAABmk/plvEbIWJ2eY/s1600/IMG_0850.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-DV2rtDYEpCI/ThBh13vY-XI/AAAAAAAABmk/plvEbIWJ2eY/s320/IMG_0850.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Dapur yang selalu sibuk&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Dt_OaLOmbNQ/ThBiMCThRrI/AAAAAAAABm0/FUKXgu62Pqo/s1600/IMG_0879.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-Dt_OaLOmbNQ/ThBiMCThRrI/AAAAAAAABm0/FUKXgu62Pqo/s320/IMG_0879.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Meja bilyard, tempat pelarian kalo lagi suntuk&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-sHDxVgECiFs/ThBiQ9Gd7-I/AAAAAAAABm4/4lviijewWUM/s1600/IMG_0882.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-sHDxVgECiFs/ThBiQ9Gd7-I/AAAAAAAABm4/4lviijewWUM/s320/IMG_0882.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tujuhbelasan ala Creswick&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Ada beberapa sesi menarik yang disajikan di minggu kedua. Yang paling saya suka adalah sesi tentang REDD (Reducing Emission from Deforestation and Degradation). REDD adalah salah satu mekanisme perdagangan karbon yang banyak diimplementasikan di negara-negara berkembang, seperti Indonesia. REDD mencakup penghutanan kembali (reforestation), mencegah konversi hutan (avoided forest degradation) dan penanaman pohon di lahan baru/kosong (afforestation). &amp;nbsp;Proyek-proyek REDD umumnya didanai pihak asing (negara maju) sebagai salah satu alat bagi mereka untuk memenuhi tanggung jawab pengurangan emisi mengikuti amanat Protokol Kyoto. Kata dosen saya, Indonesia adalah negara dengan tingkat emisi terbesar ketiga di dunia. Pas dosen saya mengeluarkan pernyataan ini, si Alex (teman sekelas saya) tiba tiba menepuk pundak saya dari belakang sambil ngacungin jempol, "Bravo, Cipu!!!!". Saya cuman nyengir kuda, "maksud lo? ini salah gua" heheheheh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesi REDD dibawakan oleh seorang cewek asli Australia yang bekerja di beberapa negara sebagai Carbon Specialist (ini adalah pekerjaan yang saya inginkan). Si cewek tahun-tahun terakhir mengabdikan hidupnya di pedalaman Kalimantan Barat untuk melaksanakan proyek REDD. Ia bercerita mengenai tantangan teknis yang dihadapinya berkenaan tentang kurang nya data hutan di Indonesia. Jadi untuk menghitung perkiraan stok karbon di daerah proyeknya, dia harus memulai dari nol. Tapi menurutnya, yang lebih bikin pusing adalah birokrasi. Karena dana yang keluar untuk ngurus administrasi proyek malah kadang lebih besar daripada dana teknis.&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-MzJ3A2sAsqY/ThBh7pmS0gI/AAAAAAAABmo/88hqTUg1EqQ/s1600/IMG_0851.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-MzJ3A2sAsqY/ThBh7pmS0gI/AAAAAAAABmo/88hqTUg1EqQ/s320/IMG_0851.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sesi negosiasi masyarakat adat dengan perusahaan sawit, ada yang bawa tombak&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Di akhir sesi tentang REDD, kami diminta melakukan roleplay. Roleplay nya tentang sebuah daerah yang memiliki lahan gambut yang luas. Sebuah perusahaan ingin merubah lahan ini menjadi perkebunan sawit, namun pihak REDD ingin mempertahankan wilayah ini. Pemerintah di daerah ini korup dan pihak perusahaan telah mengiming-imingi Pemerintah dengan kucuran dana tetap jika lahan ini dirubah menjadi perkebunan sawit.Kebetulan kepala daerah di tempat ini adalah kakak ipar dari pemilik perusahaan sawit. (Saya jadi mikir, ini kok settingannya Indonesia banget yah). Dalam roleplay ini, kami dibagi menjadi empat kelompok: pemerintah, perusahaan sawit, REDD dan masyarakat. Setiap kelompok diminta bernegosiasi untuk mencapai tujuan masing-masing, dan pemerintah akan memberikan keputusan akhir tentang siapa yang berhak mengelola lahan gambut ini. Saya berada di kelompok pemerintah dan didaulat menjadi sang "kepala pemerintahan". Konsekuensinya, saya diminta menjadi juru bicara selama negosiasi. Negosiasi berjalan alot, lucu dan menyenangkan karena kami sama-sama memiliki motif yang berbeda-beda. Saya beberapa kali dapat tepukan tangan dari teman-teman dan dosen karena katanya akting saya sebagai pemimpin korup pas banget&amp;nbsp;(entahlah, ini pujian atau sindiran), ya iyalaaaah berita aparat korupsi mah tiap hari kali di negara saya. Di akhir sesi, sang pembawa materi mengatakan bahwa apa yang kami bawakan dalam roleplay cukup mencerminkan apa yang terjadi sebenarnya. Roleplaynya sendiri diangkat dari cerita nyata menurut sang pemateri. (saya makin yakin, kisah nyata nya adalah curhatnya tentang Indonesia)&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Va6keJMBwpk/ThBiGpqDKWI/AAAAAAAABmw/p259AKGGRlc/s1600/IMG_0858.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-Va6keJMBwpk/ThBiGpqDKWI/AAAAAAAABmw/p259AKGGRlc/s320/IMG_0858.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Aksi protes masyarakat adat pada pemerintah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5oKjug0-Z9s/ThBiA-xRsHI/AAAAAAAABms/CUw3CwKxdfA/s1600/IMG_0857.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-5oKjug0-Z9s/ThBiA-xRsHI/AAAAAAAABms/CUw3CwKxdfA/s320/IMG_0857.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;negosiasi pemerintah dengan REDD, "Nanti saya dapat berapa?"&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Selama di Creswick kami juga lumayan disibukkan dengan tugas presentasi yang mumet. Setiap orang harus mempresentasikan materi dengan judul-judul yang berbeda. Jangan ditanya susahnya, orang Australianya saja geleng-geleng pas baca bahan dan jurnalnya, apalagi saya yang bahasa Inggrisnya belum lolos iqro' 3. Saya harus mempresentasikan sebuah jurnal dengan judul: "Indirect radiative change through ozone effects on the land carbon sink". WHAT??? Baca judulnya berulang-ulang pun tetap membingungkan. Meski jurnalnya cuman 4 halaman, tapi saya butuh waktu lebih dari seminggu untuk menangkap apa maksudnya. Saya benar-benar harus mengerahkan semua kemampuan bahasa Inggris saya plus bertapa di kamar dan bertanya sering-sering sama dosen untuk bisa mengerti maksudnya. Ternyata yang bule juga pusing, namanya juga jurnal, bukan jurnal kalo gak bikin pusing.&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-SiyQW2PaIYc/ThBiYnS0XDI/AAAAAAAABm8/3ivVF1v6sb8/s1600/IMG_0895.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-SiyQW2PaIYc/ThBiYnS0XDI/AAAAAAAABm8/3ivVF1v6sb8/s320/IMG_0895.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BBQ before the class ends&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Hari terakhir itupun tiba, semuanya tegang. Kami sudah kompakan gak akan bertanya apapun ke teman yang lagi presentasi. Tapi dasar dosennya pengalaman, dia tau aja kalo kami coba curang. Sang dosen pun bertitah: yang presentasi gak boleh turun kalo belom dapat minimal tiga pertanyaan. SIAL!!!!. Setelah membaca basmalah dan beberapa doa lainnya, saya mulai mempresentasikan hasil review dan kritik saya. Beberapa pertanyaan muncul, namun masih bisa diantisipasi. Yang saya suka disini adalah teman-teman saya kritis, namun mereka bertanya bukan untuk menjatuhkan atau menguji, tapi lebih karena mereka memang kurang jelas tentang sesuatu. Plong rasanya setelah presentasi. Ternyata dengan Inggris belepotan plus sedikit bahasa tubuh, teman-teman bisa mengerti apa yang saya maksud.&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-G5l1OAfpZqs/ThBigixdUOI/AAAAAAAABnA/KDBBQOA_cqs/s1600/IMG_0904.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-G5l1OAfpZqs/ThBigixdUOI/AAAAAAAABnA/KDBBQOA_cqs/s400/IMG_0904.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Happy face after presentation&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sebelum pulang, kami menyempatkan berfoto bersama teman-teman sekelas. Yeah, it was one of the best classes I have ever had in Aussie. Nice lecturers, updated topics, nice blokes and healthy air (iya dong, tetanggaan sama hutan ini). Hehehehehe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-BffANq05eaY/ThBinoqDB3I/AAAAAAAABnE/qncbjyEaI84/s1600/IMG_0927.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-BffANq05eaY/ThBinoqDB3I/AAAAAAAABnE/qncbjyEaI84/s320/IMG_0927.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Beautiful sunset in Creswick&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-1733519944436024887?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/IsIoVei-g6o/creswick-week-2.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-DV2rtDYEpCI/ThBh13vY-XI/AAAAAAAABmk/plvEbIWJ2eY/s72-c/IMG_0850.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>10</thr:total><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/07/creswick-week-2.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-1333635422611565362</guid><pubDate>Sat, 25 Jun 2011 16:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-25T23:34:36.038+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aktifitas</category><title>Hiatus, Assignment dan Bloke Subject</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Well, blog ini lama juga tidak diperbaharui. Beruntung, tidak ada sarang laba-laba yang memenuhi akun ini saat saya buka lagi. Sorry guys, saya selama 1,5 bulan terakhir memang sedang hiatus murni. Tidak posting, tidak blogwalking dan tidak menyentuh hal-hal yang berkaitan dengan blog. Ada apa gerangan? Sejak pertengahan Mei, tugas-tugas kuliah sungguh menyita banyak waktu, tenaga, pikiran, sayangnya tak menyita berat badan dan tak menghilangkan lemak-lemak di perut (I desperately wish for that). Bulan Mei dan Juni adalah bulan penuh derita saya dan teman-teman di kampus karena deadline tugas nya sambung-menyambung dari satu mata kuliah ke mata kuliah yang lain. Itulah sebab nya, saya mengundurkan diri sementara dari dunia per-blogging-an demi menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang menantang namun menyenangkan. But hey, I'm back now.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara teori, saya sudah mulai libur sejak minggu lalu karena tugas-tugas semester saya sudah tuntas. Tapi berhubung saya &amp;nbsp;ikut kelas musim dingin, kata "libur" sepertinya harus dihilangkan dari otak. I practically have no holiday. Di musim dingin ini, saya memang sudah berniat mau mengisi liburan dengan mengambil kelas musim dingin yang berjudul: Forest, Carbon and Climate Change. Kelas ini menurut saya sangat menarik karena ditawarkan dengan konsep "bloke subject". Saya belum pernah mengikuti kelas model beginian tapi menurut hemat senior-senior yang pernah mengambil mata kuliah ini: Kelas ini COOL!!!.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-SWY2SrhqiTA/TgYE1lgIFWI/AAAAAAAABl4/54cUd7X0vXI/s1600/IMG_0770.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-SWY2SrhqiTA/TgYE1lgIFWI/AAAAAAAABl4/54cUd7X0vXI/s400/IMG_0770.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kampus Creswick, gedung depan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa itu "bloke subject"? Bloke subject adalah istilah untuk mata kuliah yang ditawarkan secara intensif dimana para mahasiswanya dikarantina bersama selama kurun waktu tertentu. Yah mirip-mirip dengan kuliah yang diasramakan. Untuk mata kuliah ini, saya dan mahasiswa lain yang mengambil kuliah ini diasramakan di kampus Universitas Melbourne cabang Creswick.&amp;nbsp;Creswick adalah sebuah desa yang terletak 120 km dari Melbourne. Creswick bertetangga dengan hutan-hutan alami dan hanya memiliki satu toserba kecil yang tutup jam 8 malam. Ndeso kan?. Creswick sendiri beberapa derajat lebih dingin dari Melbourne. Nah, menghabiskan musim dingin di Creswick sepertinya bakalan tersiksa, karena Melbourne saja dinginnya ga tahan kalau musim dingin. Gimana di Creswick yah?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kampus Creswick memiliki beberapa asrama. Dari sekian asrama, ternyata kampus ini hanya dihuni oleh 7 mahasiswa yang memang memilih kampus ini sebagai akomodasi tetap. Sisanya, mahasiswa yang hanya datang seminggu atau dua minggu tergantung durasi kelas yang ditawarkan di kampus ini. Saya dan teman-teman yang mengambil kelas ini ditempatkan di sebuah asrama yang bernama A.V.G dengan kapasitas 37 orang. Cukuplah untuk menampung kami yang berjumlah 22 orang. Asramanya bertingkat dua, shared bathroom/toilet dan shared kitchen, sepadanlah dengan sewa asramanya yang memang sedikit miring. Selain itu, mesin cuci dan pengering tersedia bagi kami-kami, fakir laundry.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-YaYLpJs4ykA/TgYE-YtEy3I/AAAAAAAABmI/_dcNY9wWkAA/s1600/IMG_0809.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-YaYLpJs4ykA/TgYE-YtEy3I/AAAAAAAABmI/_dcNY9wWkAA/s320/IMG_0809.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Asrama AVG, harga backpacker cuy :p&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-m2Jrhwv_fTM/TgYE704N5MI/AAAAAAAABmE/9NGpM31_xpM/s1600/IMG_0806.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-m2Jrhwv_fTM/TgYE704N5MI/AAAAAAAABmE/9NGpM31_xpM/s320/IMG_0806.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;1 dari 4 shared kitchens&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-QCOm2zYEv7k/TgYFEE9zIeI/AAAAAAAABmU/K-erEsb-AzI/s1600/IMG_0844.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-QCOm2zYEv7k/TgYFEE9zIeI/AAAAAAAABmU/K-erEsb-AzI/s320/IMG_0844.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;My mate, Michael is his room&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelasnya dirancang sangat intensif dan komunikatif. Saya yang ga ngerti apa-apa tentang hutan dan karbon jadi pelan-pelan ngeh dengan isu ini. Selain itu, karena kami di karantina bersama, saya jadi lebih mengenal teman-teman sekelas saya lebih baik. Yang seru adalah saat makan siang. Biasanya kami istirahat jam 1 dan kembali ke kelas jam 3 sore. Dengan waktu yang terbatas itu (cuma 2 jam), kami harus makan siang, sholat (ini ritual khusus saya seorang), dan membaca jurnal ilmiah yang bahasanya njlimet tak terkira plus diskusi dengan teman kelompok untuk kemudian dipresentasikan di kelas. Dapur umum jadi chaos, seperti Master Chef lah kira-kira. Semuanya dikejar waktu, ada yang nyari mentega, minyak, panci, piring, sendok dll. Aturan paling penting di dapur adalah: cuci piring masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya yang baru pemula tentang isu-isu ini benar-benar merasa terbantu dengan teman-teman yang memang sudah berkecimpung di isu ini dari dulu. Kepanikan di dapur membuat kami jadi makin dekat, saya kerap bertanya tentang bahasan kuliah sambil bercengkerama dengan panci di dapur. Tak jarang kami pun berbagi makanan. Dapur memang memiliki magnet tersendiri disini, saat makan malampun dapur tak pernah jadi tempat yang membosankan. Biasanya setelah makan malam, kami masih ngobrol ngalor ngidul tentang latar belakang masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada banyak pribadi unik yang saya jumpai. Si nona ceria dari Sri Lanka yang selalu menyegarkan suasana meski harus berjuang sendiri di Australia setelah jatuh dari sepeda yang meretakkan tulangnya. Ada juga si gondrong metal penggemar pakaian hitam yang mantan drummer, namun sudah insyaf dari rokok, alkohol dan bertransformasi menjadi vegan sejati dan pencinta aves. Atau, si kalem yang berlatar belakang bisnis namun terdampar di isu climate change. Si gadis Vietnam yang gemar Harry Potter dan Manchester United, tapi tak sanggup menyaksikan film Zombieland karena ada darah dimana-mana. Si movie addict dari India yang ternyata tak memiliki satu pun koleksi film Bollywood di hard disc nya. Si gadis pintar namun merasa tahu segalanya. Sang pelatih football yang kerap memiliki pertanyaan pertanyaan unik di kelas. Si janggut naga yang ternyata peneliti di sebuah lembaga penelitian ternama di Australia yang tak pernah memakai jaket meski Creswick dinginnya menggigit. Sang ibu dua anak yang banyak bertanya di kelas namun ramah dan lucu. Si imut dari Chili yang sangat ekspresif dan teman masak yang menyenangkan di dapur. Atau si cantik Mexico yang ramah dan enak diajak berdiskusi. Semuanya bersinergi menciptakan suasana kampus yang menyenangkan. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-F_9psxjLTNs/TgYFGHIkP5I/AAAAAAAABmY/s99rKUmgO_g/s1600/IMG_0845.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-F_9psxjLTNs/TgYFGHIkP5I/AAAAAAAABmY/s99rKUmgO_g/s320/IMG_0845.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Gym harga mahasiswa tapi juga terbuka untuk umum&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang membuat kelas ini makin menyenangkan adalah fasilitas kampus Creswick lumayan lengkap. Meskipun terletak di desa, kampus ini memanjakan mahasiswanya dengan beragam fasilitas. Kampus memiliki recreational room yang tidak pernah sepi pengunjung di malam hari. Recreational room memiliki TV plasma lumayan lebar serta sofa-sofa nyaman yang bisa dengan mudah beralihfungsi jadi bed. Recreational room juga dilengkapi dengan pool bilyar dan lapangan tenis meja. Selain itu, Kampus Creswick baru saja meresmikan fasilitas gim nya yang dengan senang hati saya gunakan setiap hari. Mengingat kampus ini hanya dihuni oleh sekitar 7 mahasiswa permanen, fasilitas-fasilitas yang tersedia pun bisa dinikmati oleh hampir semua mahasiswa pendatang seperti kami. Tidak ada rebutan fasilitas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ntvw0NdSimE/TgYFH6__orI/AAAAAAAABmc/MRedQA8U5Kk/s1600/IMG_0846.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-ntvw0NdSimE/TgYFH6__orI/AAAAAAAABmc/MRedQA8U5Kk/s320/IMG_0846.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;recreation room&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Eor5wS8u4Ic/TgYFJWWLyZI/AAAAAAAABmg/k7bhttCt8zo/s1600/IMG_0849.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-Eor5wS8u4Ic/TgYFJWWLyZI/AAAAAAAABmg/k7bhttCt8zo/s320/IMG_0849.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;ga perlu rebutan fasilitas&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Creswick memiliki beberapa tempat yang bisa dikunjungi. Bagi yang suka bushwalking (jalan-jalan memasuki hutan), banyak tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi untuk hiking. Kampus kebetulan terletak diantara St Georges Lake dengan Creswick Botanical Reserve. Kedua tempat ini bisa menjadi alternatif menarik bagi teman-teman yang suka wisata alam. Berhubung lokasinya di desa, penduduk pun sangat ramah saat berpapasan dengan pendatang. Senyum adalah sapaan khas di tempat ini, atau kadang ada yang menyapa "Howdy" (sapaan khas Aussie yang kira-kira sama dengan How Are You)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ffQS4wTqxtY/TgYE4DK3mZI/AAAAAAAABl8/miek0NWbDQU/s1600/IMG_0797.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-ffQS4wTqxtY/TgYE4DK3mZI/AAAAAAAABl8/miek0NWbDQU/s400/IMG_0797.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Jembatan unik di tepi St Georges Lake&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-6nNBe3g9ax8/TgYE6MjZxLI/AAAAAAAABmA/RQgUTCcfxHk/s1600/IMG_0798.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-6nNBe3g9ax8/TgYE6MjZxLI/AAAAAAAABmA/RQgUTCcfxHk/s320/IMG_0798.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Danaunya lebih mirip rawa-rawa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski tidak secara resmi liburan, kelas saya di Creswick masih beraroma liburan karena beberapa hal. Mata kuliah nya menarik, dosennya asyik, teman kuliahnya seru, fasilitas nya oke dan lingkungannya segar. Saat ini saya masih di Creswick, dan masih seminggu lagi sebelum &lt;strike&gt;liburan&lt;/strike&gt; kuliah ini selesai.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-1333635422611565362?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/jTZiJd4LOcY/hiatus-assignment-dan-bloke-subject.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-SWY2SrhqiTA/TgYE1lgIFWI/AAAAAAAABl4/54cUd7X0vXI/s72-c/IMG_0770.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>15</thr:total><georss:featurename>Creswick VIC 3363, Australia</georss:featurename><georss:point>-37.4249512 143.8941549</georss:point><georss:box>-37.468858700000006 143.84108189999998 -37.3810437 143.9472279</georss:box><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/06/hiatus-assignment-dan-bloke-subject.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-4068267885510728416</guid><pubDate>Sun, 08 May 2011 15:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-08T22:59:07.859+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aktifitas</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">melbourne</category><title>Maroon 5 nan spektakuler</title><description>Saya tak pernah menyangka kalau postingan tentang kunjungan DPR akan meledak di pasaran (halah). Untuk pertama kalinya selama blogging, postingan saya dikunjungi 2000 an pengunjung perhari selama 4 hari. Selain itu, postingan nya di retweet berulang kali bahkan sempat di retweet oleh mas Joko Anwar. Sempat pula menjadi hot thread di kaskus dengan komen lebih dari 1500. Yeah I felt like dreaming, dan hasilnya memang mulai kelihatan, para anggota dewan kita sudah punya email resmi dan semoga bisa mengurangi kegiatan "kunjungan kerja" nya. Thanks all for the appreciation.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untungnya, seminggu setelah bertemu anggota dewan kita, Melbourne kedatangan tamu lain. Kali ini bukan politisi tapi sebuah band yang lumayan populer, Maroon 5. Keterlaluan kalau sampe gak kenal Maroon 5,setidaknya tahu lagunya This Love lah (Yang ga tau "This Love", saya yakin adalah penggemar Kangen Band). Mungkin ada beberapa rekan yang sempat menyaksikan performa mereka di Jakarta. How was it? Keren kan, keren kan, keren kan?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejak Januari saya sudah memesan tiket Maroon 5 via salah seorang sahabat saya yang dengan suka rela mengikutkan saya dalam proses pembelian tiketnya. Tiketnya saya peroleh seharga AUD 90,5, lumayan lah jauh lebih murah dari konsernya Buble kemarin. Saya sendiri cukup familiar dengan lagu-lagunya Maroon 5 sejak dari album pertama. Saya suka This Love, Sunday Morning, She will be loved, Misery, Wake Up Call, Nothing Last Forever, Goodnight Goodnight, Can't Stop, Won't Go Home Without You, Makes Me Wonder, Stutter, Hands All Over, Just A Feeling dan No Curtain Call. Weleh banyak juga yah. Saya yakin Adam Levine takkan mampu memenuhi semua permintaan itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berbekal tiket dan nasi bungkus, saya bersama Thao (teman dari Vietnam) menyusuri pinggiran Sungai Yarra menuju ke Rod Laver arena, venue pertunjukan nya. Kami tiba setengah jam lebih awal. Pas jam 7, opening act pertama menampilkan Ryan Cumming, seorang artis pendatang baru. Ryan membawakan beberapa tembang lawas dan lagu nya sendiri. Kelihatan jelas bahwa mas Ryan ini masih grogi kalau tampil. Opening act kedua menampilkan Sarah Bareilles. Saya sedikit familiar dengan cewek satu ini, meski cuman tahu satu lagunya, Gravity. Saya tak begitu tahu tentang Sarah, namun animo penonton sepertinya lumayan besar begitu Sarah mulai menyanyi. Terbukti banyak yang hafal lagu-lagunya dia. Apa saya yang gak gaul yah? Hahahaha. Overall, Sarah ternyata keren. Dia berkomunikasi dengan baik dan menyapa penonton, membuat joke joke ringan sambil memuji penonton. Ada satu line yang saya suka saat dia curhat pada penonton ".... that is why I don't like wearing f***in high heels". She is spontaneous and her voice was heaven. Si Thao malah sempet merinding mendengar dia menyanyi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam kunjungannya ke Melbourne, Sarah memberi kesempatan duet kepada salah seorang fansnya di Melbourne, Ben Abraham. Ben meminta berduet dengan Sarah lewat videonya di YouTube dan mimpinya terkabul. Berikut video pinangan Ben dan hasil duet mereka di panggung&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://2.gvt0.com/vi/vqyzysugu8Y/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/vqyzysugu8Y&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266" src="http://www.youtube.com/v/vqyzysugu8Y&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://0.gvt0.com/vi/hG8cvlhKcYQ/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/hG8cvlhKcYQ&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266" src="http://www.youtube.com/v/hG8cvlhKcYQ&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada jeda sekitar 30 menit sebelum pertunjukan utama dimulai. Saat lampu Rod Laver Arena mulai dipadamkan, penonton mulai histeris menanti kemunculan Adam Levine cs ke atas panggung. Suasana gelap, dan beberapa sosok bayangan melintasi panggung. Lagu pertama langsung dimainkan Adam dkk, Misery diiringi koor para penonton. Penampilan Adam di awal pertunjukan tak terasa gregetnya, terasa kurang maksimal. Mungkin karena Adam simpan-simpan tenaga kali yah untuk menghabiskan malam panjangnya di atas panggung. Selanjutnya If I never see your face again dimainkan dengan apik disertai permainan lighting yang ciamik. Saya yang tak terlalu dekat dengan panggung dimanjakan dengan lighting yang dinamis sepanjang pertunjukan. Secara acak, lagu-lagu berikutnya dinyanyikan antara lain never gonna leave this bed, sunday morning, she will be loved, Billie Jean, The Sun, dan sejumlah tembang lainnya. Penonton yang di tribun nampaknya masih adem adem saja selama pertunjukan ini. Banyak yang ikut bersenandung namun masih malu-malu untuk berdiri dan mengikuti hentakan musik yang dimainkan. Sampai akhirnya bagian pertama konser itu ditutup dengan "This Love", sontak penonton makin histeris. Siapa yang tak kenal lagu ini, koor makin terasa kencang di seantero Rod Laver Arena. Para penonton di tribun serentak berdiri, bergoyang dan ikut bernyanyi sambil mengangkat tangan tinggi-tinggi. Sesi satu diakhiri dengan sempurna dengan "This Love". Panggung kembali gelap. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://1.gvt0.com/vi/76k-0-jnyrE/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/76k-0-jnyrE&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266" src="http://www.youtube.com/v/76k-0-jnyrE&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selang beberapa menit, Maroon 5 kembali menggebrak dengan Wake Up Call. Semakin lama, penampilan Adam Levine malah semakin enerjik. Aksi panggungnya pun makin atraktif, plus pencahayaan yang memanjakan penonton, khususnya yang jaraknya agak jauh dari panggung. Lagu-lagu yang cukup baru pun dimainkan seperti Stutter, Hands all over, sisanya saya lupa, hehehehe. Penonton di tribun juga sepertinya sudah enggan untuk duduk lagi. Menikmati lagu-lagu terakhir yang dimainkan oleh mas Adam dkk. Sampai lagi terakhir dimainkan, koor penonton masih saja kencang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-xxMQN7FA_nE/Tca4eCvVvbI/AAAAAAAABlo/qqxBrL7JAdA/s1600/IMG_0677.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-xxMQN7FA_nE/Tca4eCvVvbI/AAAAAAAABlo/qqxBrL7JAdA/s400/IMG_0677.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Adam Levine&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-TUlg7-YF0gY/Tca4jemnMOI/AAAAAAAABls/9QYrYAfNWrY/s1600/IMG_0682.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-TUlg7-YF0gY/Tca4jemnMOI/AAAAAAAABls/9QYrYAfNWrY/s400/IMG_0682.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;This Love has taken its all on me... lalalalalal&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GdS2BflBiYc/Tca4q25mSaI/AAAAAAAABlw/mMsG4HJhUXk/s1600/IMG_0688.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-GdS2BflBiYc/Tca4q25mSaI/AAAAAAAABlw/mMsG4HJhUXk/s400/IMG_0688.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Dynamic lighting&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6DWB7m72z38/Tca4ymvsmcI/AAAAAAAABl0/wABp_4ZAttE/s1600/IMG_0713.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-6DWB7m72z38/Tca4ymvsmcI/AAAAAAAABl0/wABp_4ZAttE/s400/IMG_0713.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Disorot lampu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;Saya merasa sangat puas bisa mendapatkan kesempatan menyaksikan langsung Maroon 5. Maroon 5 memang memukau, sayangnya panggungnya tidak dilengkapi dengan layar besar di kiri kanan panggung sebagai layar bantu untuk mereka yang jauh dari panggung . Selain itu, Adam kurang komunikatif dengan penonton, tak seperti Sarah pas opening act. Adam paling cuman nyapa sebentar dan memperkenalkan anggota bandnya. Namun, semua itu bisa dimaafkan kok karena penampilan mereka bagus.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejenak tugas kuliah yang menumpuk bisa terlupakan berkat konser ini. Tiket yang lumayan menguras kocek rasanya terbayar sempurna dengan pertunjukan Maroon 5 barusan. Hmmm siapa lagi yah yang akan manggung di Melbourne?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-4068267885510728416?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/s-aX0w5fRkQ/maroon-5-spektakuler.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-xxMQN7FA_nE/Tca4eCvVvbI/AAAAAAAABlo/qqxBrL7JAdA/s72-c/IMG_0677.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>23</thr:total><georss:featurename>Melbourne VIC, Australia</georss:featurename><georss:point>-37.8131869 144.96297960000004</georss:point><georss:box>-38.213623899999995 144.27785560000004 -37.4127499 145.64810360000004</georss:box><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/05/maroon-5-spektakuler.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-6911919612082155783</guid><pubDate>Sun, 01 May 2011 02:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-03T14:22:04.135+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lain-lain</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">melbourne</category><title>Bertemu anggota dewan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Kesempatan itu akhirnya datang juga. Sudah lama saya menunggu-nunggu waktu bertemu dengan para anggota DPR yang terhormat. Saya sangat penasaran dengan justifikasi kunjungan kunjungan kerja mereka ke luar negeri. Akhirnya mereka datang juga ke Australia dalam sebuah kunjungan berlabel Kunjungan Kerja Panitia Kerja RUU Fakir Miskin. Kebetulan para utusan komisi 8 ini mau menyempatkan diri berdialog dengan para mahasiswa dan warga Indonesia yang bermukim di Melbourne. Sejumlah wacana telah beredar di kalangan mahasiswa di Melbourne, rata-rata bernada negatif, banyak yang merasa bahwa Kunjungan Kerja itu bahasa ilmiah nya jalan-jalan, samalah dengan studi banding ala banyak mahasiswa yang sebenarnya tak jauh jauh dari jalan-jalan. Sebenarnya Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) telah melayangkan &lt;a href="http://www.google.com.au/url?sa=t&amp;amp;source=web&amp;amp;cd=2&amp;amp;ved=0CCQQFjAB&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fppi-australia.org%2Fwp-content%2Fuploads%2F2011%2F04%2FSurat-Terbuka-PPIA-untuk-Komisi-8-DPR-RI1.pdf&amp;amp;ei=iLy8TcKMDo_KvQOMhKi4BQ&amp;amp;usg=AFQjCNGfBma9_6C5-IHHkCBw4gqyJUpK-g"&gt;surat terbuka ke DPR&lt;/a&gt; mempertanyakan kunjungan kerja ini, namun apa balasannya: kunjungan kerja ini telah lama direncanakan, sudah sulit untuk dibatalkan. (my first sigh, you'll have many sigh in this post)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Sehari sebelum dialog, Pak Kadir Karding (sang ketua rombongan) menyempatkan diri untuk berdiskusi via radio PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) dunia yang dipanel dengan wakil ketua PPIA, Dirgayuza Setiawan. Dari diskusi awal di radio ini, saya sudah menangkap banyak kejanggalan dalam kunjungan ini, meski pak Ketua Rombongan mengatakan bahwa kunjungan kali sangat produktif karena mereka bertemu dengan banyak pihak dan beroleh banyak masukan. Satu statament menarik dari beliau, "Saya dipilih oleh 70 ribu orang di dapil saya, dan tak satupun dari mereka yang protes tentang keberangkatan saya ke luar negeri". Well, are you sure Pak? Yakin, gak ada satupun yang protes dengan kunjungan Bapak ke luar negeri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Sabtu, acara dijadwalkan mulai pukul 18.00 waktu Melbourne. Saya yang sempat ketinggalan tram, telat 10 menit. Tapi syukurlah, acara belum dimulai. Saya menyempatkan sholat dan bercakap-cakap dengan beberapa kenalan. Hampir pukul 19.00, para anggota komisi VIII datang. Kami dipersilahkan untuk makan malam dulu, sebelum dialog dimulai. Yah mungkin dengan anggapan bahwa para mahasiswa ini tak akan banyak bertanya kalau sudah kenyang. Well, let's see....&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-XuojfUnVfRE/Tby-UTDu17I/AAAAAAAABlg/vGZgm-eVtx4/s1600/IMG_0592.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-XuojfUnVfRE/Tby-UTDu17I/AAAAAAAABlg/vGZgm-eVtx4/s320/IMG_0592.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;musim gugur di Melbourne menyambut Panja RUU&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Acara akhirnya dimulai dengan pembukaan oleh Pak Sapto Hadi dari Konsulat Jendral RI di Melbourne. Beliau menyampaikan profil penduduk Indonesia yang ada di Melbourne, serta beberapa event yang akan diadakan di Melbourne dalam waktu dekat. FYI, acara ini diliput radio PPIA dunia serta disebarluaskan live reportnya via twitter dengan hashtag DPRinMEL. Setelah itu, acara inti dimulai. Pak Kadir Karding membuka acara dengan memperkenalkan &amp;nbsp;anggota tim yang datang. Total ada 11 orang anggota komisi delapan plus 5 orang pendamping. Sesi perkenalan berlangsung hangat, Pak Kadir membawakannya dengan ramah dan menyenangkan. Pak Kadir lanjut menceritakan tentang misi mereka ke Australia. Beliau mengatakan bahwa anggota rombongan belum istirahat sejak memulai perjalanan dari Sydney. Dari penjelasan beliau, komisi VIII ternyata telah bertemu dengan beberapa pihak diantaranya Islamic Fahd School (untuk belajar penanganan sekolah swasta a.k.a madrasah dan sekolah agama lainnya), Asosiasi Muslim di Australia (untuk mendiskusikan multi-kulturalisme), Centrelink (salah satu institusi yang menangani suku Aborigin di Australia) serta dengan majlis ulama setempat (untuk mendiskusikan tentang sertifikasi halal). Pak Kadir juga menyayangkan semua media yang selalu menyalahkan anggota DPR.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Selain itu Pak Karding juga memaparkan tentang RUU yang sedang digodok oleh Komisi VIII diantaranya&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;RUU Fakir Miskin,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;RUU Kebebasan &amp;amp; Perlindungan beragam,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;RUU ZIS (Zakat Infaq Shadaqah),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;RUU Jaminan produk halal,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;RUU Keadilan dan kesetaraan gender,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;RUU Pendidikan yg dikelola masyarakat swasta. Alasan mereka memilih Australia adalah karena jaraknya dekat (cost effective), Australia memiliki struktur jaminan kesejahteraan sosial yang luar biasa dan sistem pendidikan swasta yang mumpuni. Saya manggut-manggut dan sedikit merasa bahwa kunjungan ini ternyata tak semubazir yang saya bayangkan, meski pertanyaan dasar saya belum bisa dijawab.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Acara selanjutnya sesi tanya jawab. Tanya jawab direncanakan untuk 2 sesi. 3 penanya untuk sesi pertama dan 3 penanya untuk sesi selanjutnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Sesi pertama:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Pertanyaan pertama dari saudara Bagus, yang mengutarakan bahwa dana untuk kunjungan ini menurut berita adalah Rp 811 juta, yang jika dibagi dengan jumlah rombongan akan sama dengan Rp 50 juta perorang. Dengan jumlah seperti itu, sebenarnya dana yang digunakan jauh melebihi kebutuhan hidup selama seminggu di Australia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Pertanyaan Kedua, lupa nama penanyanya, menanyakan tentang pluralisme di Indonesia&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Pertanyaan Ketiga, saudara Dirgayuza, yang mempertanyakan betapa susahnya mengakses dan menghubungi anggota dewan terkait transparansi keberangkatan mereka ke Australia. Selain itu, Yuza juga mempertanyakan alasan mengapa mereka tidak mengunjungi kantong kantong fakir miskin di Northern Territory, malah ke Sydney, Canberra dan Melbourne.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-VrX1trrkFGQ/Tby-r0TUBvI/AAAAAAAABlk/w6XlzTi7cEw/s1600/IMG_0604.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-VrX1trrkFGQ/Tby-r0TUBvI/AAAAAAAABlk/w6XlzTi7cEw/s320/IMG_0604.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Melbourne Central Dome&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Tibalah sesi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Saya bingung harus mulai menceritakan apa? Karena saya terus terang tidak bisa menangkap apapun dari jawaban-jawaban yang dikemukakan dari Bapak/Ibu kita yang terhormat ini. Salah seorang anggota dewan memberikan jawaban bahwa dana yang digunakan untuk perjalanan ini mendekati angka 811 juta seperti yang diberitakan, namun beliau enggan menyebutkan berapa... Apakah 1 Milyar, apakah 900 juta atau apakah 899 juta, we never know. Yah itulah yang kita sebut dengan transparansi. Pak Kadir juga membantah kalau anggota DPR sulit untuk dihubungi, menurut beliau hape nya aktif 24 jam dan setiap SMS pasti dibalas. Akhirnya ditantang oleh forum yang menanyakan langsung no hape beliau serta email addressnya. Beliau akhirnya menyampaikan no hape dan email nya yang ternyata menggunakan yahoo saudara saudara.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Beberapa anggota lainnya juga berkesempatan memberikan pandangan mereka. Dan dimulailah perjalanan melelahkan itu. Salah seorang "curhat" tentang anggaran DPR yang cuma 3 persen dari anggaran APBN lengkap dengan penjelasan tentang tataran konseptual dan tataran praktis. (Pak, kalau tahu itu, kenapa mau jadi anggota DPR? Kalau mau anggaran nya hemat, yah jangan ke luar negeri mulu dong). Dilanjutkan dengan anggota lain yang merasa ada suasan kebatinan saat berada di Melbourne (Oh my Lord, kedengarannya seperti cenayang, yang pasti suasana kebatinan di ruangan dialog itu begitu menyeramkan). Selain itu kami mendapat pelajaran tambahan bahwa sebuah negara harus memiliki unsur legislatif dan eksekutif (Maaf Bu, kurang unsurnya, seharusnya tambah dengan yudikatif menurut trias politica, OMG itu kan pelajaran PMP kita, saya masih ingat kok Bu). &amp;nbsp;Pertanyaan kami yang sebenarnya sederhana membutuhkan jawaban yang sederhana. Namun, entah kenapa jawabannya jadi panjang dan bertele-tele. Sepertinya memang disengaja agar kita tidak punya waktu lagi untuk sesi kedua. Yuza segera memotong dan mengatakan bahwa waktu kita terbatas, dan menyarankan untuk segera lanjut ke sesi kedua.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Apa yang terjadi kemudian? Para pemateri ini enggan untuk memulai sesi kedua dengan dalih kecapekan dan butuh istirahat. Kontan, mereka mendapatkan booooooo panjang dari hadirin. Yuza masih keukeuh meminta perpanjangan, dan akhirnya diluluskan. Ada satu pertanyaan dari rekan di Taiwan yang prihatin dengan image anggota dewan yang harus segera dipulihkan. Seorang teman saya, Andri ikut nyeletuk dan mempertanyakan skema apa yang akan digunakan untuk fakir miskin di Indonesia? Apa jawaban yang diperoleh Andri? Jawabannya adalah: kemiskinan itu ada 3 level yakni mendekati misskin, miskin dan fakir miskin (CMIIW) (Halooooooooooooooo Pak, itu bukan jawaban yang kami minta, teman kami bertanya tentanf SKEMA APA, bukan &amp;nbsp;klasifikasi fakir miskin, may day may day).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Saya juga sempat memotong permbicaraan dan menanyakan, kalau memang ke Aussie cuman buat ketemuan, kenapa tidak pake teleconference saja biar lebih hemat anggaran. Apa jawab yang saya terima: "Wah itu susah teknisnya", kata pak Kadir. Saya balas lagi: "Gampang kok Pak,tinggal bikin akun". Ada juga yang nyeletuk "Mau gak pak diajarin pake skype, saya mau pak ngajarin". Hadirin makin antusias bertanya, namun para anggota Dewan ini mengatakan bahwa uneg uneg kami bisa disampaikan ke email komisi. Kami tidak puas, kami desak pertanyaan tentang alamat email komisi delapan. Aksi saling tunjuk anggota DPR pun berlangsung karena tak satupun yang ingat alamat email komisi delapan. Salah seorang staf ahli berdiri dan menyebutkan alamat email dengan lantang:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;"KOMISI DELAPAN AT YAHOO DOT COM"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Kontan, seisi ruangan terbahak. WHAT? Tidak ada yang yang alamat dpr.go.id yah Pak. Kok Yahoo sih, gampang di hack dong.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Akhirnya pertemuan itu berakhir sedikit panas. Beberapa teman mencoba menulis email ke:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;komisi8@yahoo.com&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;komisiviii@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;komisidelapan@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;komisi8@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;komisiviii@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;komisidelapan@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;apa yang terjadi? Semuanya bounce back, alamat emailnya gak ada yang benar. Jadi alamat email yang benar yang mana yah. Saya sih berpikir, mungkin alamat email nya yang benar adalah: k0M151d3L4P4n@yahoo.com &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Kejadian ini memang sudah bisa saya prediksi, saya cuman ingin membuktikan apa benar kata media. Jawabannya: kurang lebih benar. Semoga PPI PPI lain di seluruh dunia bisa berinisiatif mengawasi para anggota dewan kita yang melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Tentunya banyak jenis aksi yang bisa dilakukan dan tidak ada yang salah selama itu dilakukan dengan tertib dan sesuai aturan. Ada juga rekan PPI yang pernah menguntit anggota dewan yang shopping dan mempublikasikannya di media.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Semoga menjadi pembelajaran bagi semuanya. Semoga kunjungan kerja bisa lebih transparan, lebih bisa dipertanggungjawabkan dan lebih bisa memberi manfaat. Saatnya juga mempertimbangkan penggunakan teknologi informasi untuk mengumpulkan data tentang kebijakan di luar negeri. Saatnya belajar menggunakan skype atau mungkin yahoo messenger untuk teleconference, toh mereka mereka punya account yahoo kan? &amp;nbsp;Atau alih alih mengirim belasan orang ke luar negeri, kenapa nggak expert luar nya saja yang didatangkan ke Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Mungkin banyak yang bertanya, kenapa juga ada yang mau datang ke dialog seperti ini. Saya justru merasa harus datang karena dengan menyuarakan pendapat langsung di depan mereka, kegalauan setidak nya bisa disalurkan dan didengar meski mungkin tak ditanggapi. Ketimbang memaki tak jelas, alangkah lebih patutnya jika pendapat tersalurkan langsung mumpung para anggota dewannya berkunjung ke Melbourne. Doing one little action is better than doing nothing, CMIIW. Setidaknya mereka juga belajar bahwa mereka diawasi, dan perjalanan mereka ke Australia toh tetap mendapat tantangan keras dari para mahasiswa yang ada disini. At least, it is not a smooth journey for them.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Bagi yang mau membaca evaluasi Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) tentang kunjungan PANJA Fakir Miskin &lt;a href="http://ppi-australia.org/?p=633"&gt;silahkan berkunjung ke sini&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Ini hanya pendapat subjektif saya, silahkan beropini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh iya, baru saja Yuza sang wakil ketua PPIA, mengusulkan agar video dialog kami dimasukkan ke dalam postingan ini. Bagi yang penasaran, silahkan simak video berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://0.gvt0.com/vi/8dEjGOPfAqA/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/8dEjGOPfAqA&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266" src="http://www.youtube.com/v/8dEjGOPfAqA&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-6911919612082155783?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/xOjY6PnxZW0/klimaks-kunjungan-panja-ruu-fakir.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-XuojfUnVfRE/Tby-UTDu17I/AAAAAAAABlg/vGZgm-eVtx4/s72-c/IMG_0592.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>66</thr:total><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/05/klimaks-kunjungan-panja-ruu-fakir.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-6255696324084389843</guid><pubDate>Sat, 16 Apr 2011 02:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-16T09:37:04.846+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lingkungan</category><title>Mereka yang (harus) mengungsi</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Postingan ini mungkin rekan-rekan anggap sebagai sebuah postingan yang serius soalnya ini bukan postingan tentang jalan-jalan, makan-makan atau foto foto narsis si empunya blog. Cerita yang akan dipaparkan pun bukan cerita yang yang menggembirakan, tapi sebaliknya cerita tentang mereka yang banyak dilupakan oleh kita. Cerita tentang mereka yang tak berbuat apa-apa namun harus menerima akibat dari semua kecerobohan dan keborosan kita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Indonesia, istilah global warming atau climate change mungkin lumayan populer. Penyebabnya pun sudah pada tahu kan... greenhouse gas emission. Apa dampaknya untuk bumi ini? Saya juga yakin pasti teman-teman sudah tahu apa dampaknya: suhu bumi perlahan-lahan naik. Sekarang rata-rata suhu bumi sudah naik hampir 1 derajat. (What? cuman satu derajat kok pusing......). Yeah 1 derajat mungkin tak begitu berarti bagi kita di Indonesia. Namun, bagi daerah kutub, kenaikan ini sudah berdampak besar bagi mereka. Dengan kenaikan suhu hampir 1 derajat saja, cuaca sudah mulai tak bisa diprediksi, gimana kalo naik sampai 4 atau 5 derajat yah?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita sering merasa bahwa pemanasan global itu urusan sepele. Lama-lama juga bisa diatasi. Semoga dengan cerita-cerita berikut ini, teman-teman bisa lebih tergugah untuk sedikit merubah perilaku terhadap lingkungan. Cerita-cerita berikut merupakan cerita tentang tempat-tempat yang penduduknya terancam harus mengungsi karena perubahan iklim, pemanasan global atau apapun namanya. Mereka lah para calon climate refugee (pengungsi iklim)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sundarbans, Bangladesh&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasti semuanya masih asing dengan Sundarbans. Sundarbans merupakan wilayah pesisir sepanjang pantai di Bangladesh. Dahulu, masyarakat menggantungkan hidupnya dengan menangkap ikan, beternak sapi dan bertani. Namun akhir-akhir ini, penduduk di sepanjang pantai mulai merasakan kenaikan air laut. Tanggul pun dipasang di sepanjang pantai. Tiap tahun tanggul ini semakin bertambah ketinggiannya karena air laut yang tak kunjung surut. Kondisi geografis tempat ini sangat landai, sehingga kenaikan air laut tidak hanya akan dirasakan oleh mereka yang berada di pesisir namun bisa jauh ke daratan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dampak lain dari kenaikan air laut adalah sumber-sumber air bawah tanah mereka jadi ikutan asin. Para penduduk harus berjalan berkilo-kilo meter setiap hari untuk bisa memperoleh air tawar. Selain itu, ternak ternak sapi mereka mati karena tidak sanggup menderita lagi, yah sapi-sapi dimana gak suka minum dengan air asin. Perlahan-lahan, penduduk sudah mulai banyak yang mengungsi ke Dhaka, ibukota Bangladesh karena Dhaka dianggap bisa memberikan harapan. Dhaka sendiri sudah sangat bermasalah dengan perencanaan kota, sanitasi dan over populasi. Dan tahu sendirikan kalau Dhaka tiap tahun dilanda banjir yang semakin hebat dari tahun ke tahun. Padahal kota Dhaka sudah dibentengi dengan tanggul yang melindungi kota. Tapi sepertinya gak anti banjir lagi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-P65SMCv3iaY/Taj_Wim37NI/AAAAAAAABlQ/NXACr1BpU34/s1600/0_61_megacity_dhaka2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-P65SMCv3iaY/Taj_Wim37NI/AAAAAAAABlQ/NXACr1BpU34/s400/0_61_megacity_dhaka2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Megacity Dhaka, tempat tujuan para pengungsi dari Sundarbans. Pic is taken from www.foxnews.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu saja, ini menjadi dilema bagi mereka. Apakah mereka harus menetap dengan kondisi lahan yang semakin parah atau mengungsi ke Dhaka yang juga belum tentu cukup untuk menampung para pengungsi ini.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"When there's a full moon, I can't help thinking of Sundarbans. That's the best time for fishing in the mangrove forest. I still feel it calling to me." - Hamid (pengemudi becak di Dhaka yang mengungsi dari Sundarbans)&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Chad&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirip nama tokoh kartun kan? Sayangnya bukan, Chad adalah nama sebuah negara di Afrika. Selain kenaikan air laut, climate change juga berdampak kekeringan di beberapa belahan dunia. Afrika termasuk daerah yang akan semakin kering seiring dengan makin panasnya bumi. Adalah Danau Chad, yang terletak sangat strategis di empat negara: Niger, Nigeria, Kamerun dan Chad. Danau ini memang sudah menjadi sengketa sejak dulu, namun akhirnya terjadi kesepakatan antara 4 negara tentang pembagian wilayah danau ini. Dulu, orang-orang malah menyebut danau ini dengan "laut" saking berlimpahnya air pada waktu itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun kondisi danau Chad sekarang sudah berubah drastis karena pemanasan global dan manajemen air yang buruk. Luas danau Chad yang menjadi sumber mata air di empat negara ini mengecil dari 25.000 kilometer persegi menjadi hanya 2500 meter persegi. Mengecilnya danau ini menjadikan Nigeria dan Niger tidak bisa mengakses danau ini lagi karena air danau sudah tidak menggenangi kedua negara ini. Belum lagi kedalaman air yang sekarang cuman sekitar 1 meter. Situasi ini diperparah dengan bau menyengat,sanitasi yang buruh serta kebersihan air yang sudah tidak terjamin lagi. Penyakit kolera pun mewabah. Penduduk mengatakan bahwa mereka tidak merasa yakin menggunakan air danau ini lagi untuk berwudhu karena khawatir apakah air danau ini masih "suci dan mensucikan".&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-HFGc11EYTYA/Taj_XSquxOI/AAAAAAAABlU/UpKr9DMH3K0/s1600/fishing+of+Lake+Chad.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-HFGc11EYTYA/Taj_XSquxOI/AAAAAAAABlU/UpKr9DMH3K0/s400/fishing+of+Lake+Chad.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Danau chad yang semakin mengecil dan mendangkal. Pic is taken from www.seerealafrica.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: -webkit-auto;"&gt;Banyak yang beralih menjadi petani namun tak banyak yang bisa diharapkan karena pertanian pun butuh pengairan untuk bisa bertahan. Penduduk hanya bisa berharap air yang dulu mereka lihat bisa kembali lagi, karena untuk mengungsi pun mereka tidak tahu harus kemana.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"The more the water disappears, the more the risk of conflict will grow"- Sali Oumar (Chad)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Maldives&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang terbayang di benak kita tentang Maldives adalah resort resort menawan, pantai yang indah serta laut yang biru. Negara ini memang terkenal sebagai negara kepulauan dengan resortnya yang menawan. Male adalah ibukota Maldives dengan luas hanya 2 kilometer persegi namun dihuni oleh sekitar 100 ribu penduduk. Bayangkan betapa padatnya penduduk di Male. Tentunya untuk menampung penduduk sebanyak itu, dibutuhkan gedung-gedung beton bertingkat serta prasarana pendukung lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Male ternyata adalah sebuah kota yang berpondasikan batu karang. Dengan penduduk serta infrastruktur seberat itu, Male diprediksikan akan tenggelam karena pondasi karang alami di bawah nya tak mampu lagi menopang kota yang semakin berat ini. Male diibaratkan sebagai kapal yang siap tenggelam. Selain itu, kenaikan air laut sangat berdampak di kota ini meskipun telah dibentengi dengan pemecah ombak di sekelilingnya. Di tahun 1998, Maldives terkena dampak El Nino yang menyebabkan kematian terumbu karang di Maldives. Dibutuhkan 20 atau 30 tahun untuk mengembalikan keadaan ini. Namun dengan kondisi sekarang, iklim sudah tidak bisa diprediksi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-aOdd6kjz2BY/Taj_YEYK8lI/AAAAAAAABlY/gmHo0toPIyo/s1600/Male_maldives.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="247" src="http://1.bp.blogspot.com/-aOdd6kjz2BY/Taj_YEYK8lI/AAAAAAAABlY/gmHo0toPIyo/s400/Male_maldives.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Male, the sinking ship. Pic is taken from www.travelinfoflights.blogspot.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat Male sendiri sudah was was dengan kondisi ini. Katanya masyarakat jadi semakin relijius sejak mengetahui kondisi mereka, terbukti dari jumlah wanita yang mengenakan jilbab yang semakin banyak (saya sendiri kurang begitu setuju dengan hubungan relijius dengan penggunaan jilbab, hehehehe). Mereka sadar bahwa musim sudah semakin tidak bisa diprediksi. Erosi pantai bisa saja menghancurkan pondasi kota mereka, dan kemana mereka harus pergi saat Male sudah tidak bisa dihuni lagi. Ke negara tetangga mereka? India dan Sri Lanka pun sudah cukup bermasalah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;This is my land. I was born here and I want to die here - Ali (Maldivian)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tuvalu&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nama apa itu? Itu nama sebuah negara bung. Sebuah negara yang terletak di Pasifik, agak jauh di sebelah timur Indonesia. Sama seperti Maldives, Tuvalu ada negara atoll (negara yang terdiri dari pulau pulau yang terbentuk oleh karang). Negara ini haanya seluas 26 kilometer persegi dengan ketinggian rata-rata 2 meter di atas permukaan laut. Penduduk negara ini cuman sekitar 12 ribu orang. Sebagai negara kepulauan yang kecil, Tuvalu sudah biasa dengan badai, tsunami dan bencana lainnya. Para leluhur mereka sepertinya sudah bisa memprediksi pergantian musim dan pengetahuan ini diturunkan dari generasi ke generasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, akhir-akhir ini kalender musiman mereka sudah tidak bisa dipercaya lagi. Negara ini semakin banyak mengalami musibah, tidak seperti sebelum-sebelumnya. Badai dan angin semakin hebat memporak porandakan negara ini. Selain itu, sudah banyak pemukiman penduduk yang sekarang ambruk ditelan kenaikan air laut. Luas pulau semakin mengerut seiring naiknya air laut. Tuvalu diprediksi sebagai negara pertama yang akan terkena dampak dari perubahan iklim. Selain itu, negara ini sudah menyiapkan rencana pengungsian warga mereka besar-besaran ke negara-negara tetangga (Australia, New Zealand, dll).&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-wEha8h_vbwQ/Taj_YnMvH0I/AAAAAAAABlc/SMyr_o3Q8cc/s1600/TuvaluTideWave4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://1.bp.blogspot.com/-wEha8h_vbwQ/Taj_YnMvH0I/AAAAAAAABlc/SMyr_o3Q8cc/s400/TuvaluTideWave4.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ombak menghantam pesisir Funafuti, Tuvalu. Pic is taken from www.worldviewofglobalwarming.org&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perjuangan Tuvalu untuk menghentikan emisi dunia bukan tidak ada. Mereka sempat walk out dengan berlinang air mata di pertemuan dunia tentang perubahan iklim karena suara mereka dianggap minoritas dalam percaturan politik dunia. Mereka meneriakkan pengurangan emisi secara drastis karena dengan jumlah emisi saat ini, bukan tak mungkin Tuvalu akan tinggal nama di tahun-tahun yang akan datang. Ini bukan tentang jumlah mereka yang hanya sekitar sepuluh ribuan, tapi ini tentang terancamnya sebuah peradaban, hilangnya sebuah kebudayaan dan lunturnya kepedulian.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"If I see the sea level rise with my own eyes, I'll agree to leave, but that hasn't happened yet." - Elie (Tuvaluan)&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya masih banyak tempat yang mengalami nasib yang sama. Namun, cukup keempat tempat ini saja dulu. Peduli lingkungan bukan hanya dengan "membuang sampah pada tempatnya", "mengurangi penggunaan kresekan", tapi lebih dari itu. Peduli lingkungan bisa sangat luas, termasuk menyebarkan pesan bahwa bukan hanya beruang kutub yang terancam dengan emisi yang kita keluarkan dan plastik yang kita buang, tapi banyak manusia yang terkena imbasnya. Mereka sekarang bimbang apakah harus mengungsi dengan harapan yang tidak pasti, atau tetap tinggal di habitat mereka yang perlahan-lahan akan membunuh mereka.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Inspired by Climate Refugees by Hubert Reeves and Jean Jouzel. A must read book&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-6255696324084389843?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/WeEO6Tf9NN8/mereka-yang-harus-mengungsi.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-P65SMCv3iaY/Taj_Wim37NI/AAAAAAAABlQ/NXACr1BpU34/s72-c/0_61_megacity_dhaka2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>20</thr:total><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/04/mereka-yang-harus-mengungsi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-2463102632508579416</guid><pubDate>Fri, 08 Apr 2011 15:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-09T00:02:26.997+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lingkungan</category><title>No Impact Man, a possible impossibility</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami, para mahasiswa master lingkungan, memiliki semacam paguyuban yang dinamakan Postgraduate Environmental Network (PEN). Kegiatan PEN bermacam-macam mulai dari social gathering (nongkrong di pub sambil ngobrolin kuliah dan tugas), seminar tentang lingkungan, camping atau acara-acara lainnya. Saya tidak selalu bisa hadir di berbagai acara dikarenakan kesibukan belajar (sambil facebookan, blogging dan twitteran) atau lagi gak mood hadir.&amp;nbsp;Minggu lalu sebuah undangan masuk ke FB group PEN, rupanya sebuah ajakan nonton hemat (baca: gratis). Sebuah film dokumenter berjudul "No Impact Man", belum pernah dengar kan? Iya lah, film ini memang bukan konsumsi studio 21, ini hanyalah sebuah film dokumenter yang mungkin dianggap tak komersial oleh bioskop-bioskop besar.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-WmbznqFo30o/TZ8uOzFGHjI/AAAAAAAABlE/VDYUlr96tC4/s1600/101_0001.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-WmbznqFo30o/TZ8uOzFGHjI/AAAAAAAABlE/VDYUlr96tC4/s320/101_0001.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-CkLTDY5npHY/TZ8uj9X1FEI/AAAAAAAABlI/kcWPMFq7BGA/s1600/101_0002.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-CkLTDY5npHY/TZ8uj9X1FEI/AAAAAAAABlI/kcWPMFq7BGA/s320/101_0002.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gathering mahasiswa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Well review film ini bukan berarti bahwa saya akan menjadi kritikus film full seperti dua sahabat saya, Rossa dan Exort. Tidak sama sekali. Namun, saya cuman ingin menyampaikan beberapa pesan moral yang mungkin bisa sedikit menggugah teman-teman yang membaca blog ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;No Impact Man merupakan film dokumenter tentang sebuah keluarga New York yang mencoba tantangan setahun tanpa energi. Film ini adalah cerita tentang Colin Beavan serta istrinya, Michelle, dan anaknya, Isabella, yang baru berumur sekitar 3 tahun. Berisi tantangan hidup setahun tanpa mobil, plastik, lift, toilet paper, air conditioner, popok bayi sekali pakai, deterjen kimia, dll. Selain itu, selama setahun Colin tidak akan menonton televisi, tidak akan makan di restoran, tidak akan menggunakan gelas sekali pakai, tidak akan ngopi di starbucks, akan menjadi vegetarian bersama keluarganya. Ide gila ini berawal dari Colin yang merasakan kegalauan akan banyaknya sampah disekitar lingkungannya. Istri Colin, Michelle, adalah tipe wanita Amerika pada umumnya. Termasuk tipe istri yang doyan belanja. Namun demi cintanya pada suami, Michelle rela diseret permainan gila suaminya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-sboMD6Qk6RM/TZ8zinB9IWI/AAAAAAAABlM/TQsSOtmPaEM/s1600/194281_10100168803667900_908358_53581917_3733945_o+%25282%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="288" src="http://2.bp.blogspot.com/-sboMD6Qk6RM/TZ8zinB9IWI/AAAAAAAABlM/TQsSOtmPaEM/s400/194281_10100168803667900_908358_53581917_3733945_o+%25282%2529.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Invitation to PEN members&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah pertama yang mereka tempuh adalah menjual televisi serta barang-barang lain yang tidak diperlukan. &amp;nbsp;Di fase awal kehidupan tanpa dampak ini, Michelle mengalami masa-masa sulit. Dia merasakan betapa susahnya beradaptasi dengan hidup tanpa daging, tanpa starbucks, hidup tanpa televisi. Adu argumentasi sopan antara ia dan suaminya kerap terekam dalam video ini. Namun, tekad Colin memang kokoh dalam melaksanakan proyek ini. Setting yang kerap digunakan di film ini adalah sebuah pasar rakyat yang menjual buah buahan segar. Salah satu pesan yang diajarkan film ini adalah: konsumsi lah buah dan makanan lokal, karena buah buah impor lebih banyak menghabiskan emisi pada saat dikirim ke negara tujuan. Colin juga menunjukkan betapa bungkus plastik atau kotak sebuah makanan adalah bentuk tindakan "nyampah".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tantangan-tantangan awal yang dihadapi keluarga ini lumayan banyak. Misalnya menggunakan popok kain yang harus dicuci setiap kali Isabella abis poop, tentunya penggunaan popok kain dianggap lebih ribet dibandingkan menggunakan popok sekali pakai. Colin menganggap bahwa masyarakat kita sudah jadi masyarakat sekali pakai (disposable community), karena kita belum sadar bahwa popok bayi merupakan jenis sampah terbanyak ketiga dunia. Tantangan lainnya adalah buang air besar tanpa tisu. Mungkin ini mudah bagi kita yang orang Timur, namun percayalah BAB tanpa tisu bagi mereka bagaikan BAB tanpa air bagi kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Colin yang juga seorang blogger, kerap mendapat undangan tampil di TV atau wawancara di radio berkaitan dengan No Impact Man project yang dia jalani bersama keluarganya. Dia kerap disangka gila karena mencoba melakukan hal-hal yang tidak mungkin. Apa jawab Colin? Colin cuman menjawab: "Kenapa harus menunggu peraturan untuk berbuat, kalau memang para anggota Kongres/Dewan belum membuat peraturannya, maka kita sendiri yang harus memulai berbuat". Tantangan lainnya adalah salah seorang rekan kantor Michelle diminta oleh istrinya untuk menjauhi Michelle, karena Michelle dianggap gak higeanis mengingat Michelle BAB tanpa menggunakan tisu. Namun, Michelle tegar dan tetap mau melanjutkan proyek sableng ini. Ini merupakan sindiran kepada kita semua yang terus mengotori bumi ini tanpa merasa bersalah. Saya tertohok.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama 6 bulan pertama, listrik masih digunakan meski dibatasi hanya untuk keperluan laptop, lemari pendingin, dan beberapa penerangan. Setelah itu, penggunaan listrik total hanya untuk laptop saja. Itupun biasanya dipake Colin untuk update blog dan menyapa penggemarnya. Karena lemari pendingin sudah dijual, Colin mencoba menggunakan cara cara tradisional ala Afrika untuk mendinginkan makanan, yakni menggunakan pot tanah liat. Namun, sayangnya upaya ini tak berhasil. Akhirnya, mereka menggunakan termos kotak &amp;nbsp;sebagai pengganti lemari pendingin. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain berisi kisah harian dan drama keluarga Colin, film ini juga menceritakan upaya Colin untuk lebih mengenal lingkungan. Dia ikut secara rutin membantu pengelolaan kebun kota, mengunjungi kawasan peternakan dan pertanian untuk mengetahui asal-muasal makanan yang ada di meja makannya. Selama mengunjungi tempat-tempat ini, Colin selalu membawa Isabella, sang anak yang super lucu. Ini dilakukan untuk menanamkan kesadaran lingkungan pada anaknya yang masih kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah setahun, Colin akhirnya mengakhiri proyek ini. Lampu kembali dinyalakan. Namun banyak perubahan yang drastis yang keluarga ini rasakan. Mereka sadar bahwa mereka tak akan kembali ke kehidupan konsumtif mereka. Michelle bertekad akan terus bersepeda dan merasa bahwa hidup yang dijalaninya selama setahun memberi banyak pelajaran tentang hidup yang sustainable (lestari).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Film ini disajikan apa adanya serta diselingi dengan kelucuan-kelucuan spontan ketiga pelakon utamanya. Mereka tidak berperan sebagai siapapun, melainkan sebagai diri sendiri. Jangan berharap soundtrack indah saat menonton film ini, jangan berharap aktor atau aktris rupawan dalam film ini. Karena film ini murni dokumenter, film ini murni tentang seorang anak manusia yang ingin melihat bumi ini berubah. Film ini tentang kekhawatiran seseorang akan keberlangsungan hidup manusia lain di Tuvalu dan negara Pasifik lainnya yang sebentar lagi akan tenggelam karena kenaikan air laut akibat emisi yang terus kita keluarkan. Film ini berisi humor satir sebuah keluarga yang mencoba memberi sesuatu pada dunia dan berharap secuil komitmen mereka bisa diadopsi oleh orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di akhir film nya, Colin mengatakan: If only we could do more good than harm to our Earth.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya pastinya tak bisa menjadi persis seperti Colin, namun saya belajar banyak dari film ini. Saya jadi merasa betapa banyak sampah yang saya produksi, betapa saya masih sangat tergila gila sama gadget-gadget baru yang fungsinya mungkin ga penting. Inti film ini adalah: bertindak mulai sekarang, jangan tunggu peraturannya dibuat dahulu. Mulailah dari hal yang kecil. Proyek ini awalnya ditanggapi pesimis oleh banyak orang karena dianggap mustahil sebuah keluarga bisa hidup tanpa ini dan itu, namun Colin, Michelle dan Isabella mampu membuktikan bahwa dunia gak kiamat meski gak ada listrik. Malah berkat gelap-gelapan, di ujung film ini Isabella akan dapat adik lagi. Hahahahaha&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi yang penasaran, silahkan nonton triler di bawah ini. Bagi yang tertarik berkunjung ke blog Colin bisa &lt;a href="http://noimpactman.typepad.com/"&gt;klik disini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://2.gvt0.com/vi/Z9Ctt7FGFBo/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Z9Ctt7FGFBo&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266" src="http://www.youtube.com/v/Z9Ctt7FGFBo&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-2463102632508579416?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/VokhfaQZGgc/no-impact-man-possible-impossibility.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-WmbznqFo30o/TZ8uOzFGHjI/AAAAAAAABlE/VDYUlr96tC4/s72-c/101_0001.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>20</thr:total><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/04/no-impact-man-possible-impossibility.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-5223926207901441538</guid><pubDate>Sun, 27 Mar 2011 11:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-27T19:13:10.533+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aktifitas</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">melbourne</category><title>Nggak doyan tapi keukeuh nonton, ternyata F1 itu.......</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski mungkin Melbourne kalah pamor dibanding Sydney, namun saya tetap merasa beruntung mendapatkan kesempatan untuk bermukim di kota ini. Melbourne setidaknya tidak terlalu ramai seperti Sydney dan sistem transportasinya lebih bisa diandalkan. Keuntungan lain yang saya rasakan adalah Melbourne lebih banyak menghelat even olahraga internasional dibanding Sydney, sebut saja turnamen tenis Australian Open, MOTO GP dan F1 Grand Prix. Ketiga even ini sudah menjadi trademark nya Melbourne dan menjadi agenda tahunan. Melbourne menjadi magnet tersendiri bagi penikmat tenis dan pecandu otomotif.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-w0q0zn5FPSo/TY8i3fwUmJI/AAAAAAAABks/12P7AbxfRdE/s1600/IMG_0536.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-w0q0zn5FPSo/TY8i3fwUmJI/AAAAAAAABks/12P7AbxfRdE/s400/IMG_0536.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Albert Park, taman rakyat yang disulap jadi lokasi balap F1 setiap tahun&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sudah berniat ingin menyaksikan Australian Open sejak tahu saya akan tinggal di Melbourne. Namun apa daya, Australian Open 2011 harus saya lewatkan karena jadwalnya bertepatan dengan jadwal kepulangan saya ke Indonesia. Even yang selanjutnya digelar di tahun 2011 adalah F1. Sayangnya, saya bukan penggemar otomotif dan memang tidak pernah tergerak untuk menonton F1 dan sebangsanya. Saya sudah memutuskan untuk melewatkan even ini sampai teman serumah saya mengatakan bahwa ada harga konsesi untuk tiket F1. After I think cook cook (Baca: Setelah berpikir masak-masak), nggak ada salahnya juga mengeluarkan sedikit duit untuk mengalami even-even yang menurut saya kurang menarik. Kali saja jadi suka atau kali saja dapat door prize jalan jalan ke Eropa (Hahahaha emang judi togel).&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-l5B5R8jIkjE/TY8ikdbovuI/AAAAAAAABkc/69RwVMicFrw/s1600/IMG_0452.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-l5B5R8jIkjE/TY8ikdbovuI/AAAAAAAABkc/69RwVMicFrw/s400/IMG_0452.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Peta Lengkap Arena F1 di Albert Park &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari Minggu 27 Maret 2011, perjalanan ke Albert Park (lokasi perhelatan F1) dimulai. Panitia memang sepertinya sudah siap dengan membludaknya penonton, tak ada kesulitan transportasi yang saya dan pengunjung lain dapatkan untuk menuju ke Albert Park. Proses masuk ke lokasi balapan pun lancar jaya, cukup menunjukkan tiket saja. Meski balapannya dimulai pukul 17.00, namun para pengunjung sudah mulai memenuhi venue sejak siang. Ini dimaksudkan untuk mengamankan lokasi-lokasi duduk yang strategis. Saya yang baru tiba pukul 16.00 harus sedikit berusaha untuk akhirnya bisa mendapatkan tempat yang memberikan view balapan yang lumayan jelas. Maklumlah, karena postur tubuh yang mini untuk ukuran bule, saya kurang NAMPAK saat harus berada di barisan belakang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-F54IPJxrEiA/TY8iuCWsn5I/AAAAAAAABkk/IoLnO0PuZgs/s1600/IMG_0460.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-F54IPJxrEiA/TY8iuCWsn5I/AAAAAAAABkk/IoLnO0PuZgs/s400/IMG_0460.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;mereka yang datang duluan untuk mengamankan tempat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Balapan belum dimulai saat atraksi helikopter dilakukan di atas arena, cukup ampuh untuk menghibur pengunjung. Selain itu, penjual makanan dan minuman tersebar di berbagai lokasi dalam arena ini. Sebelum acara dimulai, segenap pengunjung mengadakan hening cipta untuk korban bencana di Jepang dan Christchurch terlebih dahulu selama semenit. Pembukaan even ini dimeriahkan dengan munculnya pesawat Qantas di atas arena, maklumlah acara ini disponsori oleh Qantas. Awalnya sempat tegang juga saat melihat betapa rendahnya pesawat ini mengudara, ternyata memang kemunculan pesawat ini merupakan bagian dari skenario pembukaan acara.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat balapan dimulai, semua penonton nampak begitu bersemangat mengabadikan mobil-mobil yang berlalu dengan cepatnya. Saking cepatnya, kamera poket yang saya gunakan sangat sulit untuk menangkap mobil-mobil yang berlalu. Beda rasanya dengan menonton di TV, kalau di TV mobil-mobil ini nampak bergerak dengan kecepatan yang normal. Selain itu, tantangan lain menonton F1 dari dekat adalah polusi suara yang bisa membuat telinga berdenging. Pantes saja banyak yang menggunakan penyumbat telinga dan headphone, tujuannya biar gak budek ternyata. Setelah 10 lap berlalu, saya mulai merasa gak nyaman dengan suara yang dikeluarkan mesin-mesin ini. Saya memutuskan untuk mengelilingi arena, ingin melihat apa saja yang ada disana. Ternyata banyak layar tancap yang disediakan oleh panitia bagi mereka yang tak begitu tahan dengan bisingnya mesin mobil F1 yang sedang berpacu. Selain itu, toko-toko merchandise bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin cari oleh-oleh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-vLWIfqfwncg/TY8jjzCYvvI/AAAAAAAABk4/3JjTlRT_vak/s1600/IMG_0529.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-vLWIfqfwncg/TY8jjzCYvvI/AAAAAAAABk4/3JjTlRT_vak/s400/IMG_0529.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sulit untuk bisa mendapatkan gambar mobil saking cepatnya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-kdoW1iUkm5Y/TY8i_uA6oVI/AAAAAAAABkw/gzAoX-JdfAE/s1600/IMG_0541.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-kdoW1iUkm5Y/TY8i_uA6oVI/AAAAAAAABkw/gzAoX-JdfAE/s400/IMG_0541.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Satu dari sekian mobil yang dipamerkan &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjelang selesainya balapan, para pengunjung berbondong-bondong mendekati garis finish. Balapan ini akhirnya dimenangkan oleh Vettel dari tim RBR Renault disusul Hamilton dari tim McLaren - Mercedes dan Vitaly Petrov dari tim Renault. Begitu semua kendaraan menyelesaikan putarannya, jalur balap pun dibuka untuk umum. Jalur ini hanya butuh waktu sekejap untuk berubah menjadi lautan manusia yang memenuhi jalan untuk mendekati podium guna menyaksikan langsung acara penyerahan trofi. Meski sulit untuk mendapatkan tempat yang cocok untuk membidik acara penyerahan trofi, saya akhirnya bisa mengabadikan beberapa momen penting (tapi maaf yah kualitasnya gak bagus-bagus amat, maklumlah kamera poket)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-aql-Biub178/TY8josc8UiI/AAAAAAAABk8/vNn-k6b-iHk/s1600/IMG_0543.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-aql-Biub178/TY8josc8UiI/AAAAAAAABk8/vNn-k6b-iHk/s400/IMG_0543.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Penonton berlarian memasuki lintasan, menuju ke podium &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ysibpx_e3aE/TY8jr3X047I/AAAAAAAABlA/SZu6Gz5f84M/s1600/IMG_0556.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-ysibpx_e3aE/TY8jr3X047I/AAAAAAAABlA/SZu6Gz5f84M/s400/IMG_0556.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Champions celebration @podium &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-nibqxuTIJw8/TY8jD5vyOkI/AAAAAAAABk0/hFmY8oele1w/s1600/IMG_0561.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-nibqxuTIJw8/TY8jD5vyOkI/AAAAAAAABk0/hFmY8oele1w/s400/IMG_0561.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Siap nonton lagi tahun depan, ada yang mo bayarin tiketnya?? &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tak menyangka akan menyukai pengalaman yang baru saya alami ini. Ternyata F1 tak melulu tentang pembalap dan jalur balapnya. Tak melulu tentang tim siapa yang menang. Namun ternyata, banyak cerita lain yang bisa dinikmati dalam even ini, bisa berbaur dengan berbagai etnis dan ras, berburu merchandise, menikmati euforia otomatif di sekitar, menikmati es krim, cuci mata lihat yang bening-bening dan menyesali nasib mengapa tak mampu membeli tiket F1 yang di podium hahahaha. Sepertinya memang harus mengagendakan untuk menonton F1 lagi tahun depan. Setidaknya saya sudah tahu harus bawa apa tahun depan: Sumbat Telinga, Payung dan Kursi Lipat.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-5223926207901441538?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/D9eewAvw85Q/nggak-doyan-tapi-keukeuh-nonton.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-w0q0zn5FPSo/TY8i3fwUmJI/AAAAAAAABks/12P7AbxfRdE/s72-c/IMG_0536.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>34</thr:total><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/03/nggak-doyan-tapi-keukeuh-nonton.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-1706247600926603890</guid><pubDate>Tue, 22 Mar 2011 18:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-23T01:21:40.297+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Travel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Friend</category><title>Canberra, bukan ibukota biasa</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang rekan blogger bayangkan begitu mendengar kata ibukota? Mungkin banyak yang langsung membayangkan “padat, macet, polusi, gedung tinggi dan kesibukan”. Saya juga awalnya seperti itu. Namun kunjungan saya ke &lt;a href="http://cipuceb.blogspot.com/2010/12/wellington-backpacker-naik-kasta.html"&gt;Wellington&lt;/a&gt; menyadarkan saya bahwa ibukota tak melulu ramai dan padat. Ibukota tak selalu harus kota berpenduduk terbesar dan memiliki gedung-gedung tinggi.  Anggapan saya tentang ibukota makin terbantahkan saat saya berkesempatan mengunjungi ibukota Australia, Canberra. (Banyak lho yang mikir kalo Aussie ibukotanya Sydney).&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-0oc5AaD930M/TYjlL2f5brI/AAAAAAAABjs/tadddOL0cu4/s1600/101_1841.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://lh5.googleusercontent.com/-0oc5AaD930M/TYjlL2f5brI/AAAAAAAABjs/tadddOL0cu4/s400/101_1841.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;kota yang lengang, bukan?&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tiba di Canberra tepat hari Minggu siang. Saya tiba di downtown kota Canberra yang lengang. “Lah ini pada kemana yah?”, pikirku. Ternyata beginilah keadaan Canberra kalau hari Minggu. Lengang. Dengan penduduk yang cuman sekitar 350 ribu orang, tak salah kalau banyak pelancong yang tak terlalu mengenal kota ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kota ini awalnya dibentuk karena terjadi persaingan antara Melbourne dan Sydney untuk menjadi ibukota Australia. Kota ini dibangun setelah sebuah sayembara perencanaan kota digelar. Sang pemenang sayembara (yang juga urban planner) adalah  Walter Burley Griffin dan Marion Mahony Griffin. Kota ini dibangun dengan konsep kota taman (garden city) yang kebetulan sedang marak pada saat itu. Di tengah kota Canberra terdapat sebuah danau buatan yang mempercantik kota ini. Bagi para pelancong yang suka ketenangan, Canberra bisa menjadi alternatif lokasi liburan yang menyenangkan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa saja yang bisa dikunjungi di Canberra? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Canberra sebenarnya memiliki 3 bangunan unik yang berada pada satu garis lurus: yaitu War Museum, Old Parliament dan New Parliament House. Jadi saat saya berdiri di puncak new parliament saya bisa melihat Old Parliament dan War Museum dalam satu garis lurus. &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-7DlU-2aEUsU/TYjltd7sgJI/AAAAAAAABjw/olSlZb8xGeI/s1600/101_1923.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://lh6.googleusercontent.com/-7DlU-2aEUsU/TYjltd7sgJI/AAAAAAAABjw/olSlZb8xGeI/s400/101_1923.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Foto diambil dari puncak new parliament house, bangunan putih ini adalah old parliament, sedangkan yang di ujung adalah war museum. 3 bangunan yang terletak segaris&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;War Museum, sesuai namanya yah pastilah museum tentang perang. Tapi Australia kan gak pernah berperang. Jadi museum ini tentang apa dong? Setelah saya masuk ke museum ini, saya jadi paham bahwa meski Australia tidak pernah berperang atau menjajah Negara lain, namun Australia ternyata ikut terlibat perang. Museum ini menceritakan keterlibatan para pemuda Australia dalam perang dunia 1 dan 2. Berhubung pelajaran sejarah dulu nilainya jeblok jadi ga bias cerita banyak lah tentang museum ini. Anyway, it is a worth visited museum. &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-vc_FYXpeLc0/TYjmp8fiJJI/AAAAAAAABkA/qfi0AtIC2Bs/s1600/101_1942.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://lh6.googleusercontent.com/-vc_FYXpeLc0/TYjmp8fiJJI/AAAAAAAABkA/qfi0AtIC2Bs/s400/101_1942.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;War Museum&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-q-VE4BPbVsI/TYjmtPzWgSI/AAAAAAAABkE/L_oCS6Q10fk/s1600/101_1970.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://lh3.googleusercontent.com/-q-VE4BPbVsI/TYjmtPzWgSI/AAAAAAAABkE/L_oCS6Q10fk/s400/101_1970.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;War Museum&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Old Parliament dan New Parliament House. Fungsi kedua bangunan ini sama. Cuman bedanya, Old Parliament sudah tidak difungsikan lagi sebagai tempat pertemuan para wakil rakyat, dan lebih difungsikan sebagai museum. Bangunan ini nampak masih sangat terawatt meski sudah tidak difungsikan. Banyak sejarah partai-partai di Australia yang bias dipelajari disini. New Parliament House berkonsep lebih modern. Di puncaknya dipancangkan bendera Australia yang menjadi penanda gedung ini. Bagi para pengunjung, jangan khawatir tersesat karena di kedua gedung parlemen ini, selalu ada guide gratis yang akan memandu kita mengelilingi tempat ini. Mereka ramah-ramah pula dan selalu siap menjawab pertanyaan-pertanyaan bodoh saya (Maklum, gak ngerti system politik Australia, hehehehe). &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-OuH8_72jIo0/TYjmgfF-MtI/AAAAAAAABj0/WFmV3XdkMAk/s1600/101_1884.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://lh4.googleusercontent.com/-OuH8_72jIo0/TYjmgfF-MtI/AAAAAAAABj0/WFmV3XdkMAk/s400/101_1884.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;New Parliament House&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-OzeWBZ7U_Ms/TYjmjI1bLOI/AAAAAAAABj4/KjBcST9_nX0/s1600/101_1885.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://lh4.googleusercontent.com/-OzeWBZ7U_Ms/TYjmjI1bLOI/AAAAAAAABj4/KjBcST9_nX0/s400/101_1885.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Old Parliament&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-oiNW1VT5UxE/TYjml6Z2BBI/AAAAAAAABj8/7gwAPkoi8p0/s1600/101_1912.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh6.googleusercontent.com/-oiNW1VT5UxE/TYjml6Z2BBI/AAAAAAAABj8/7gwAPkoi8p0/s320/101_1912.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ruang rapat nya para wakil rakyat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain ketiga tempat tadi, Royal Australian Mint bisa menjadi alternatif menarik. Royal Australian Mint merupakan tempat pembuatan koin-koin yang dibuat di Australia. Tak hanya itu, tempat ini juga berfungsi sebagai museum koin yang interaktif. Jadi sejarah koin dan jenis-jenis koin yang digunakan di Australia lengkap di tempat ini. Alat-alat pembuat koin tradisional juga ada di tempat ini, serta demonstrasi pembuatannya. &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-x8Azb5reN0E/TYjnnPD2j9I/AAAAAAAABkQ/IFS-Zwb_pXQ/s1600/101_1933.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://lh3.googleusercontent.com/-x8Azb5reN0E/TYjnnPD2j9I/AAAAAAAABkQ/IFS-Zwb_pXQ/s400/101_1933.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tangga koin di Royal Mint&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu tempat lagi bagi kami para mahasiswa. Tak afdol rasanya ke Canberra kalau blom berkunjung ke Australian National University (ANU), salah satu universitas terbaik di Australia dan masuk dalam top 50 Universitas di dunia. Ditemani teman-teman di Canberra, saya menyusuri kampus ini. Memang beda suasananya. Kampus ANU itu serasa bersekolah di desa karena bangunan kampus tidak berdempet dan ruang publik nya sangat luas. &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-WXziFE2hzR0/TYjnkUUpXzI/AAAAAAAABkM/6wx5TpbVUvE/s1600/101_1857.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://lh3.googleusercontent.com/-WXziFE2hzR0/TYjnkUUpXzI/AAAAAAAABkM/6wx5TpbVUvE/s400/101_1857.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;My fav spot in ANU&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, tempat-tempat tersebut di atas, bukan menjadi alasan utama saya ke Canberra. Alasan utamanya adalah saya ingin menemui 5 teman saya yang kuliah di Canberra (Mbak Neni, Clara, Mbak Maria, Miranti dan Amalfi). Bagi yang pernah membaca &lt;a href="http://cipuceb.blogspot.com/2010/05/my-best-class-ever.html"&gt;postingan saya yang ini&lt;/a&gt;, pasti kenal lah dengan mereka. Dan kebetulan, Lies (yang kuliah di Adelaide) ternyata juga sedang berada di Canberra saat saya berkunjung ke Canberra. Jadilah acara reunion kecil-kecilan ini makin rame. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasanya tak sabar pengen ke Canberra lagi, selalu kangen pengen ketemu 5 sahabat yang sedang menimba ilmu di Canberra ini. &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-ZGk-oEWETlo/TYjmxijCDHI/AAAAAAAABkI/QjSt0oF2bAw/s1600/101_2004.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://lh5.googleusercontent.com/-ZGk-oEWETlo/TYjmxijCDHI/AAAAAAAABkI/QjSt0oF2bAw/s400/101_2004.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;They are my main reason to visit Canberra&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada yang mau ikut kuliah di Canberra?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-1706247600926603890?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/3mUvq9SX2sE/canberra-bukan-ibukota-biasa.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://lh5.googleusercontent.com/-0oc5AaD930M/TYjlL2f5brI/AAAAAAAABjs/tadddOL0cu4/s72-c/101_1841.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>23</thr:total><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/03/canberra-bukan-ibukota-biasa.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-3242737770223839133</guid><pubDate>Tue, 15 Mar 2011 00:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-15T07:07:53.879+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lingkungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">melbourne</category><title>Bersepeda karena gengsi</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melbourne memang terkenal dengan moda transportasinya yang terintegrasi. Sebagai Melburnian, kami dimanjakan dengan fasilitas tram, kereta listrik dan bus yang (biasanya) tepat waktu. Satu-satunya keluh kesah kami sebagai mahasiswa adalah mahalnya tarif transportasi yang dibebankan pada kami, sebagai mahasiswa asing kami tidak memperoleh konsesi (semacam potongan harga) seperti di negara-negara bagian lainnya. Bayangkan, untuk tiket bulanan saja, kami (para mahasiswa asing yang kere) harus merogoh kocek sebanyak 109 AUD atau kira-kira setara dengan saju juta rupiah. (Silahkan menarik nafas yang dalam lalu keluarkan lewat belakang, upssssss). Bisa buat makan sebulan di Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-JKrX4w2GcN8/TX6nExNAs_I/AAAAAAAABjg/zWz_UijwfVs/s1600/tram.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="261" src="https://lh6.googleusercontent.com/-JKrX4w2GcN8/TX6nExNAs_I/AAAAAAAABjg/zWz_UijwfVs/s400/tram.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tram tua yang beroperasi gratis di City of Melbourne, taken from&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.melbourneartfoundation.com/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;http://www.melbourneartfoundation.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di kampus, rata-rata mahasiswa adalah para pejalan kaki, pengguna tram/bus/kereta atau pengguna sepeda. Meski ada beberapa sih yang cukup mampu membawa mobil, namun jumlah nya tak terlalu signifikan. Penyebabnya antara lain biaya parkir serta harga bahan bakar yang mahal. Gerakan pengurangan emisi memang sedang marak dilakukan di Melbourne, dan moda transportasi berjalan kaki, bersepeda dan penggunaan transportasi publik sangat gencar dilakukan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai mahasiswa yang kuliahnya bertema lingkungan, hampir setiap hari saya mendengar kampanye pengurangan emisi di kelas. Tak heran, teman teman sejurusan banyak yang bersepeda. Bukan hanya itu, dosen-dosen saya (beberapa diantaranya sudah professor) juga ternyata ikut bersepeda. Yang membuat saya kagum adalah mereka tak hanya mengkampanyekan slogan pengurangan emisi di kelas, namun memberi contoh pada para mahasiswanya bahwa mereka pun turut terlibat untuk mengurangi emisi. Sumbangsih terkecil yang bisa mereka lakukan adalah tidak menggunakan mobil mereka ke kampus. Pengalaman yang sama juga saya dapatkan saat kuliah di Jepang, para professor dan dosen-dosen banyak yang berjalan kaki atau bersepeda ke kampus, padahal jelas-jelas mereka punya mobil.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-2JlCsnKpfLg/TX6lrLlqdWI/AAAAAAAABjY/Z2vS4viQXgY/s1600/bicycles1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="https://lh5.googleusercontent.com/-2JlCsnKpfLg/TX6lrLlqdWI/AAAAAAAABjY/Z2vS4viQXgY/s400/bicycles1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Bike at campus, taken from&amp;nbsp;&lt;a href="http://sustainablecampus.unimelb.edu.au/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;http://sustainablecampus.unimelb.edu.au&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya yang semula pelanggan tram abadi merasa tersindir dengan perilaku positif yang ditunjukkan oleh dosen saya. Memang benar kata orang, dakwah yang terbaik adalah dakwah bil hal (dakwah dengan perbuatan). Karena dengan berbuat, orang lain bisa melihat. Dan saya merasa malu sendiri, kok enggan bersepeda yah. Toh manfaatnya banyak: Pertama, bisa berolahraga (ga perlu bayar fitness). Kedua, Mengurangi emisi, Ketiga, menghemat biaya transportasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-WNMzfx_bQ9I/TX6sYlInA5I/AAAAAAAABjk/B3xoYmoLan4/s1600/IMG00082-20110311-1854.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://lh4.googleusercontent.com/-WNMzfx_bQ9I/TX6sYlInA5I/AAAAAAAABjk/B3xoYmoLan4/s400/IMG00082-20110311-1854.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Jalur pengendara sepeda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-3Yd41f0col8/TX6mNIJEcgI/AAAAAAAABjc/fS9a7x2s4nU/s1600/bicycles2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="https://lh3.googleusercontent.com/-3Yd41f0col8/TX6mNIJEcgI/AAAAAAAABjc/fS9a7x2s4nU/s400/bicycles2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Salah satu spot parkir di kampus, taken from&amp;nbsp;&lt;a href="http://sustainablecampus.unimelb.edu.au/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;http://sustainablecampus.unimelb.edu.au&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang membuat saya makin mantap bersepeda adalah: Melbourne ramah terhadap pengguna sepeda buktinya ada banyak jalur khusus pengendara sepeda, tempat parkir mudah. Secara psikologis, saya juga merasa bangga bisa ikut mengurangi emisi. Perlu diingat bahwa di Melbourne, pengendara sepeda harus menggunakan helm, dan kalau malam harus menyalakan lampu depan dan belakang. Menurut seorang teman sih, kalau melanggar aturan tersebut, bisa dikenakan denda AUD 100.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/--3fJ_rVQWzA/TX6saUS8yeI/AAAAAAAABjo/SDbNfqGK7cE/s1600/IMG00088-20110314-1439.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://lh4.googleusercontent.com/--3fJ_rVQWzA/TX6saUS8yeI/AAAAAAAABjo/SDbNfqGK7cE/s320/IMG00088-20110314-1439.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Menuju kampus&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bandingkan dengan di Indonesia, semakin banyak emisi yang dikeluarkan, semakin bangga kita. Semakin bergengsi kendaraannya, semakin bergaya pula lah yang punya. Hehehehehe (Statement iri karena ga sanggup beli mobil).&amp;nbsp;Namun, saya sangat salut dengan gerakan bike to work yang sedang rame-ramenya di Jakarta. Kenapa? Karena di tengah minimnya fasilitas infrastruktur untuk pengendara sepeda, masih banyak orang yang rela menembus kemacetan dengan bersepeda dan tetap merasa enjoy bersepeda. Sungguh sebuah gerakan yang patut diacungi dua jempol.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak terasa sudah seminggu lebih saya berubah status menjadi pengendara sepeda. Sejauh ini Alhamdulillah lancar meski sempat ada kecelakaan kecil di hari pertama. Saya sertakan juga video berdurasi 30 detik, yang diambil dalam perjalanan dari kampus menuju ke rumah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-3679e2db2e496431" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;
&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;
&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;
&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v12.nonxt7.googlevideo.com/videoplayback?id%3D3679e2db2e496431%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330746837%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D45EC2917B79AFF61E8638336F64C923B33B45DB.1884AF2A1A382D0926F8749D43EE8EA94EA94229%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D3679e2db2e496431%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D_V7jPELahEN3aT6ycoffEmPMnVQ&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;
&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"
width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"
flashvars="flvurl=http://v12.nonxt7.googlevideo.com/videoplayback?id%3D3679e2db2e496431%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330746837%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D45EC2917B79AFF61E8638336F64C923B33B45DB.1884AF2A1A382D0926F8749D43EE8EA94EA94229%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D3679e2db2e496431%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D_V7jPELahEN3aT6ycoffEmPMnVQ&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"
allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada yang mau ikut bersepeda? :-D&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-3242737770223839133?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/l_Jnoq7rVrs/bersepeda-karena-gengsi.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://lh6.googleusercontent.com/-JKrX4w2GcN8/TX6nExNAs_I/AAAAAAAABjg/zWz_UijwfVs/s72-c/tram.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>20</thr:total><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/03/bersepeda-karena-gengsi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-6053215881199523178</guid><pubDate>Wed, 02 Mar 2011 14:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-02T21:23:17.250+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lain-lain</category><title>Buble is in da house yo....</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pesawat low cost carrier yang saya gunakan mendarat dengan sempurna jam 00.30 tengah malam tanggal 25 Februari 2011 di Tullamarine Airport. Saya langsung terserang Post Holiday Syndrome saat menginjakkan kaki lagi di Melbourne. Liburan saya selama enam minggu di Indonesia terasa sangat menyenangkan, dan kepulangan ke Melbourne untuk melanjutkan studi terasa sangat berat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-9K2IoTrY3RU/TW5N9YPR8NI/AAAAAAAABio/eSYmfdKLvDw/s1600/IMG_0265.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh5.googleusercontent.com/-9K2IoTrY3RU/TW5N9YPR8NI/AAAAAAAABio/eSYmfdKLvDw/s320/IMG_0265.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Welcome to Rod Laver arena&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesampai di rumah, saya tidak langsung tidur. Saya ngobrol ngalur ngidul dengan housemate saya tentang kabar teman-teman di Melbourne. Tak sengaja kami membahas tentang konser Michael Buble yang dalam beberapa jam akan segera dimulai. Si housemate yang telah membeli tiket Buble dari saya nampaknya kurang bersemangat untuk menonton karena gak hafal dengan lagu-lagunya Buble. Saya yang tadinya ngantuk jadi semangat, saya pun menawar kembali tiketnya dan BERHASIL. Tiket Buble dalam sekejap sudah di tangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selang beberapa jam kemudian, saya sudah di tram menuju ke Flinders Street Station. Perjalanan dilanjutkan dengan naik tram lain ke arah Rod Laver arena. Bagi penggemar tenis, nama Rod Laver arena pastilah tak asing karena Rod Laver arena merupakan salah satu podium utama perhelatan turnamen tenis Australian Open. Nah, kebetulan Rod Laver arena ini yang disulap oleh Buble menjadi panggung pertunjukannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Antrian tak begitu panjang saat saya tiba di Rod Laver arena. Pemeriksaan tiket berjalan lancar. Dan saya langsung menuju ke tempat duduk, perasaan sukacita makin terasa karena ternyata seat saya berjarak dekat dengan panggungnya si Buble. Wah bakalan seru nih nontonnya. Sebelum konser dimulai, saya menyempatkan membeli pizza take away dulu buat dinikmati sambil menonton. Untungnya di tempat ini, ada banyak "warung" yang bisa disatroni.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-wEUiT74Zmwc/TW5PD2mfSRI/AAAAAAAABi0/-sLEOffKE7o/s1600/naturally-7.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="257" src="https://lh5.googleusercontent.com/-wEUiT74Zmwc/TW5PD2mfSRI/AAAAAAAABi0/-sLEOffKE7o/s400/naturally-7.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Naturally 7 (Pic is taken from www.acapellanews.com)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Konser dibuka dengan penampilan menawan Naturally 7. Kelompok ini sudah terasa sangat beda saat mulai membawakan lagu pertama mereka. Uniknya adalah Naturally 7 membawakan lagu R'nB dan Soul secara acapella. Lagu serta musiknya dibawakan oleh personelnya tanpa menggunakan alat musik. Ketujuh personelnya memiliki tugas masing-masing, ada yang bertugas menirukan suara drum, ada yang bisa menirukan musik ala DJ dan sejumlah alat musik lainnya. Jangan ditanya tentang harmonisasi vokal, grup ini juaranya. Sungguh sebuah opening act kelas dunia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selang beberapa menit setelah Naturally 7 mengakhiri senandungnya, tirai panggung pun dibuka dan lagu Cry me a river dari album Crazy Love dimainkan, diiringi harmoni band yang sempurna. Sederet lagu dari album Crazy Love dibawakan dengan apik dan terkadang jenaka oleh Buble. Selain itu, Buble juga menyanyikan beberapa lagu dari album-album terdahulunya, sebut saja World on a String, Home, Hollywood, Mr &amp;amp; Mrs. Jones dan A Song for You. Koor paling meriah terdengar saat Buble melantunkan lagu Haven't Met You Yet. Namun adegan terlucu adalah saat Buble mengakui bahwa dirinya ngefans sama Michael Jackson sejak ia kecil, dan dilanjutkan dengan adegan Buble menyanyikan lagu Billie Jean dengan gaya moonwalk ala King of Pop.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-EPnnW63dY8E/TW5Q3IW8GeI/AAAAAAAABjE/DRnQJdbfGjI/s1600/IMG_0293.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://lh3.googleusercontent.com/-EPnnW63dY8E/TW5Q3IW8GeI/AAAAAAAABjE/DRnQJdbfGjI/s400/IMG_0293.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;the talented Mr Buble&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang membuat konser Buble selalu menarik adalah kepiawaian Buble untuk berinteraksi dengan penonton. Entah berapa kali Buble membuat saya dan penonton lain tergelak karena guyonannya yang lucu. Dalam suatu kesempatan, Buble menampik tudingan media bahwa dirinya gay dengan cara yang jenaka. Kalau diterjemahkan, konfirmasi Buble kira-kira diartikan sebagai berikut&amp;nbsp;"Banyak yang menganggap saya gay karena saya menyanyikan lagu romantis dan mengenakan jas yang rapi. Ketahuilah, kalau saya gay. Saya tak akan malu untuk mengakuinya di depan kalian". Buble melanjutkan dengan menunjukkan cincin pertunangannya dengan seorang gadis cantik asal Argentina yang namanya tak disebutkan. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-gq5eyu0p3DM/TW5Q5a-W8CI/AAAAAAAABjI/XNhL059mPiA/s1600/IMG_0297.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://lh6.googleusercontent.com/-gq5eyu0p3DM/TW5Q5a-W8CI/AAAAAAAABjI/XNhL059mPiA/s320/IMG_0297.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Let me go hooomeeeeeeeee........&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya pribadi merasa bahwa ada sedikit gangguan dari suara Buble malam itu, namun hal ini tak begitu menjadi masalah mengingat keren nya performa Buble dan band secara keseluruhan. Again, I just want to emphasize that Buble is not only a singer, he is beyond that. He is also an entertainer.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-46MD9AtF1Fs/TW5Rwd_UonI/AAAAAAAABjQ/pLav-u53aOI/s1600/IMG_0298.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://lh4.googleusercontent.com/-46MD9AtF1Fs/TW5Rwd_UonI/AAAAAAAABjQ/pLav-u53aOI/s400/IMG_0298.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Aksi Buble di panggung&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;So, hari pertama di Melbourne sudah begitu menyenangkan. Semoga ini menjadi pertanda baik untuk hari-hari selanjutnya. Saatnya bergulat dengan textbook dan jurnal. GANBARIMASHOU!!!!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-6053215881199523178?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/-TZcU-CTC1Q/buble-is-in-da-house-yo.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://lh5.googleusercontent.com/-9K2IoTrY3RU/TW5N9YPR8NI/AAAAAAAABio/eSYmfdKLvDw/s72-c/IMG_0265.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>18</thr:total><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/03/buble-is-in-da-house-yo.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-146624742154191072</guid><pubDate>Sat, 26 Feb 2011 14:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-26T21:11:31.384+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kopdar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Friend</category><title>Kopdar Hari Minggu</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah tujuh bulan berjibaku dengan deadline tugas dan kuliah-kuliah reguler, saya telah berniat memanjakan diri saya begitu semua "masa-masa sulit" ini berlalu. Dan sederet paket rencana liburan telah disiapkan. Mungkin rekan-rekan semua telah membaca catatan perjalanan 2 minggu saya ke New Zealand (Silahkan &lt;a href="http://cipuceb.blogspot.com/search/label/New%20Zealand"&gt;klik disini&lt;/a&gt;). Berhubung liburnya panjang, selain ke New Zealand, akhirnya memutuskan untuk MUDIK. Yeah baby, saya ingin mudik ke kampung halaman yang belum setahun saya tinggalkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepulangan saya ke Indonesia sebenarnya intinya ingin menemui orang tua dan saudara-saudara. Namun ada misi khusus lain yang saya ingin tunaikan yakni bertemu dengan beberapa teman blogger. Saya sudah lama merencanakan ingin bertemu bertiga dengan &lt;a href="http://mygrayzone.blogspot.com/"&gt;Exort&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://roundmerryround.blogspot.com/"&gt;Rossa&lt;/a&gt;, namun entah kenapa selalu tertunda. Sepertinya momen yang pas untuk bertemu mereka adalah hari ...... MINGGU. Kenapa hari Minggu? Kami memilih hari Minggu karena kami bertiga menyenangi sebuah even di Jakarta yang terjadi setiap hari Minggu, judulnya CAR FREE DAY.&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-iDxZcmJzvcc/TWkE_0ptLJI/AAAAAAAABh0/x4rb6GwX15w/s1600/IMG_0044.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://lh6.googleusercontent.com/-iDxZcmJzvcc/TWkE_0ptLJI/AAAAAAAABh0/x4rb6GwX15w/s320/IMG_0044.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Car restricted area, except Busway (if you consider busway as a car)&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang tinggal di Jakarta pasti tahu kan Car Free Day itu apa? Yup Car Free Day diadakan untuk mengurangi polusi di jalan-jalan protokol di Jakarta (Thamrin dan Sudirman) dengan melarang kendaraan seperti mobil dan motor kecuali busway melintasi jalan-jalan protokol ini. Untuk ukuran Jakarta yang polusi nya sudah akut, keberadaan Car Free Day membawa angin segar khususnya bagi para penduduk Jakarta yang lama mendambakan sebuah ruang publik yang bersih dan minim polusi.&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-_ormBlU8P6g/TWkFd7HNohI/AAAAAAAABh4/fCja3y5Na28/s1600/IMG_0095.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh6.googleusercontent.com/-_ormBlU8P6g/TWkFd7HNohI/AAAAAAAABh4/fCja3y5Na28/s320/IMG_0095.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Posing and soon swimming yiihaaaaaaa&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-zP8WxC-Q3dU/TWkHMjWD2jI/AAAAAAAABiU/sw4jdzicy3s/s1600/IMG_0074.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh3.googleusercontent.com/-zP8WxC-Q3dU/TWkHMjWD2jI/AAAAAAAABiU/sw4jdzicy3s/s320/IMG_0074.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Wajah wajah olahragawan/wati sejati (ga keringetan sama sekali)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari Minggu itu, saya akhirnya bisa bertemu dengan Rossa dan Exort dalam dunia nyata di tengah ribuan orang yang berlalu-lalang menikmati pagi tanpa polusi itu. Tentu saja, sejumlah pertunjukan di jalan protokol kami nikmati bersama mulai dari kampanye I WANNA GO HOME SAFELY yang menampilkan flash mob dance dan NAIF, mini konser Kerispatih hingga Kampanye anti trafficking. Kamera kami bertiga tak berhenti mengabadikan momen, dan satu tempat yang wajib menjadi lokasi buat berfoto adalah BUNDARAN HI. Pagi itu, hubungan kami bertiga yang kerap terjalin via YM, blog dan facebook terealisasikan secara sempurna dalam wujud kopdar yang menyenangkan. Dan karena merasa kopdar saat itu menyenangkan, kami berniat melanjutkan kopdar di hari Minggu berikutnya dengan beberapa personel tambahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari Minggu Berikutnya&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lokasi telah ditentukan untuk kopdar kedua ini. Tentulah saya, Rossa dan Exort emoh untuk mengulangi kopdar di Bundaran HI. Ini semua agar kami tak de javu dengan pengalaman kopdar indah seminggu sebelumnya. Lagian gak seru kan kopdar kedua dengan background lokasi yang sama. Secara otoriter saya berhasil memaksa Rossa dan Exort yang tanpa perlawanan menyetujui lokasi kopdar kedua ini. Lokasinya adalah kota tua Jakarta. Bagi para Jakartamania, tentu tempat ini tak asing di telinga kalian.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya nampaknya menjadi peserta tercepat yang datang pagi itu. Rossa masih berjuang di busway saat saya tiba di Halte Busway Kota. Daripada membuang waktu, saya menyeberang dan memasuki Museum Bank Indonesia. Di museum ini, saya berjumpa Exort. Bersama Exort, saya menikmati Museum Bank Indonesia yang ternyata didesain dengan apik. Museum ini begitu interaktif, serta cukup modern jika dilihat dari perangkat elektronik yang digunakan. Efek cahaya yang digunakan oleh museum ini juga boleh dibilang setara dengan efek cahaya museum-museum di luar negeri. Selain itu, informasi yang disajikan cukup menarik karena dikemas dalam sebuah paket museum yang canggih dan interaktif. Andai semua museum bisa seperti ini, pasti citra museum di Indonesia bisa sedikit terangkat, soalnya museum saat ini umumnya identik dengan Bangunan Tua, Kuno dan Menyeramkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-vXAi7L_SZok/TWkGlM9JipI/AAAAAAAABiA/pyVoiLevDqk/s1600/IMG_0192.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh3.googleusercontent.com/-vXAi7L_SZok/TWkGlM9JipI/AAAAAAAABiA/pyVoiLevDqk/s320/IMG_0192.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Papan informasi interaktif tentang kekayaan rempah-rempah Indonesia yang menjadi alasan Belanda datang ke Indonesia&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak berapa lama, Rossa dan seorang blogger lain ikutan nimbrung. Dialah &lt;a href="http://gambarnyaaldriana.blogspot.com/"&gt;Aldriana a.k.a Dian&lt;/a&gt;, sang seniman yang karyanya selalu saya puji. Saya yang baru pertama kali bertemu langsung bisa akrab sama Dian karena dengan cepat Dian mampu beradaptasi dengan guyonan garing nan jayus ala kami bertiga. Kami mengitari museum ini sambil terus mencoba mengabadikan tempat ini melalui kamera yang tak henti difungsikan (baca: narsis lagi kumat).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-_pFwmKYhESs/TWkHQkGbCdI/AAAAAAAABiY/LZqryv8lO7Q/s1600/IMG_0215.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh3.googleusercontent.com/-_pFwmKYhESs/TWkHQkGbCdI/AAAAAAAABiY/LZqryv8lO7Q/s320/IMG_0215.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sesi pemotretan BI ala Exort and Rossa&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenyang dengan informasi uang serta sejarah Bank Indonesia, perjalanan kami berempat disambung dengan photo shoot di kota tua. Meski siang itu kawasan kota tua panasnya menyengat, namun sepertinya tak menghalangi orang-orang untuk berduyun-duyun kongkow di lokasi bersejarah ini. Lihat saja foto-fotonya, jadul kan?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-LciTI-DO6eQ/TWkGuX2mpwI/AAAAAAAABiI/qPrL0ta_v2Y/s1600/IMG_0229.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh5.googleusercontent.com/-LciTI-DO6eQ/TWkGuX2mpwI/AAAAAAAABiI/qPrL0ta_v2Y/s320/IMG_0229.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Saingan nya Magnum, ES LILIN the phenomenon&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-yR7SjoAfENU/TWkG0ptt1PI/AAAAAAAABiM/sXQEalBXbNc/s1600/IMG_0231.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh5.googleusercontent.com/-yR7SjoAfENU/TWkG0ptt1PI/AAAAAAAABiM/sXQEalBXbNc/s320/IMG_0231.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;one spot at the old city, so old isn't it?&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kopdar minggu itu tak berakhir di kota tua. Tujuan kami selanjutnya adalah menikmati makanan sehat tanpa daging di sebuah restoran vegetarian bernama Loving Hut di kawasan Semanggi. Karena tulisan saya yang ini, saya berhasil mendapatkan voucher makan gratis di Loving Hut Plaza Semanggi. Lumayan kan buat dishare dengan teman-teman blogger. Kejutan lain hari itu adalah, bergabungnya sahabat karib saya dalam kopdar ini. Namanya &lt;a href="http://ceritanyamila.blogspot.com/"&gt;Mila Said&lt;/a&gt;. Mila adalah mantan teman sekantor dan travel buddy saya (ke Singapura, Malaysia, Vietnam, Kamboja dan ke berbagai provinsi di Indonesia . Jadilah di sudut ruangan Loving Hut itu, meja kami jadi rame dengan cekikikan lima blogger dodol yang tak lebay.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-EMIcqtL_F5k/TWkG4VgZB9I/AAAAAAAABiQ/5AQQ3W6gWHA/s1600/IMG_0249.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://lh4.googleusercontent.com/-EMIcqtL_F5k/TWkG4VgZB9I/AAAAAAAABiQ/5AQQ3W6gWHA/s400/IMG_0249.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kopdar yang diliput TIPI, hehehehe&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata, baik Mila maupun Exort agak sedikit ragu dengan taste yang disajikan restoran ini. Maklum mereka adalah pecinta daging sejati. Namun mereka ternyata cukup suka dengan rasa makanan mirip daging yang mereka pesan. Thanks Lord.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-OA2R-9gmdU8/TWkHuDG7k2I/AAAAAAAABig/G48wrKEZLbI/s1600/IMG_0253.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh5.googleusercontent.com/-OA2R-9gmdU8/TWkHuDG7k2I/AAAAAAAABig/G48wrKEZLbI/s320/IMG_0253.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mila yang sedang memerangi kolesterol&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Acara makan siang itu makin lengkap saat kami ditodong wawancara oleh sebuah stasiun TV swasta yang kebetulan sedang memprofilkan gaya hidup vegetarian. Kami berlima yang notabene bukan vegetarian sebenarnya tak memenuhi syarat untuk di shoot dan diwawancarai. Namun, entah mungkin pesona blogger memang tak terbendung, si wartawati keukeuh mewawancarai Mila dan Rossa serta men-shoot adegan kami menikmati makanan di restoran itu. Sebuah kopdar yang menyenangkan kan?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-aGPCi82SK3A/TWkHpyOac_I/AAAAAAAABic/_jcfYxOuLwo/s1600/IMG_0251.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://lh3.googleusercontent.com/-aGPCi82SK3A/TWkHpyOac_I/AAAAAAAABic/_jcfYxOuLwo/s320/IMG_0251.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ocha yang sedang mengurangi ketergantungan daging&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya yakin saat ini Dian, Rossa, Exort dan Mila sedang harap-harap cemas di depan TV kapan tayangan kopdar asyik ini ditayangkan di TV Nasional. See you again guys in the next amazing kopdar.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-146624742154191072?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/quqGkhl05t0/kopdar-hari-minggu.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://lh6.googleusercontent.com/-iDxZcmJzvcc/TWkE_0ptLJI/AAAAAAAABh0/x4rb6GwX15w/s72-c/IMG_0044.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>18</thr:total><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/02/kopdar-hari-minggu.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-7589655801819202029</guid><pubDate>Sat, 05 Feb 2011 05:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T12:13:25.894+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lain-lain</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Travel</category><title>Selera kita ternyata selera mereka juga</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makanan adalah tantangan utama yang saya hadapi kalau sedang travel karena agama saya melarang beberapa jenis makanan untuk dikonsumsi.  Terkadang tantangan ini semakin berat saat berkunjung ke negara-negara yang makanan pokok penduduknya bukan nasi. Ini saya alami saat berkunjung ke New Zealand. Makan burger dan roti tiap hari membuat saya eneg, tak jarang saya akhirnya harus menyeret langkah ke Chinese Restaurant demi sesuap nasi (halah). Namun, lama-lama bosan juga dengan menu yang itu itu mulu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untungnya saya selalu tinggal di backpacker hostel yang pasti punya dapur umum.  Namun syaratnya: piring, gelas, dan perabotan lain harus dicuci setelah digunakan demi kemaslahatan bersama. Hehehe. Saya jadi berpikir untuk memasak selama perjalanan, selain menghemat biaya memasak di dapur umum juga membuat saya bisa berakrab ria dengan para penghuni lain yang datang dari berbagai negara. Lewat acara masak memasak ini pula saya banyak mendapat tawaran tumpangan mobil ke beberapa kota yang akan saya kunjungi, namun harus saya tolak karena saya sudah pesan tiket bus jauh sebelum saya berkunjung ke New Zealand. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TUzbo4k3GNI/AAAAAAAABhw/q_auxZ-nqAY/s1600/101_0777.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TUzbo4k3GNI/AAAAAAAABhw/q_auxZ-nqAY/s400/101_0777.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Lokasi backpacker hostel yang bersebelahan dengan Novotel di Christchurch,. Lokasi backpacker hostel biasanya di pusat kota&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat bertandang ke Christchurch, tak sengaja saya lewat di depan toko asia. Harap-harap cemas, saya masuk dan berharap menemukan ada bahan makanan Indonesia atau Malaysia di dalam toko ini. Setelah berkeliling kesana kemari, mata saya langsung tertumbuk pada kardus mie goreng Indomie di salah satu sudut ruangan.Eureka!!!.  Saya langsung beli beberapa bungkus, serasa menemukan harta karun di tengah kebas nya lidah ini sama roti, burger, corn flakes dan sejenisnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang kasir toko langsung bisa menebak asal saya saat membayar mie goreng: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“You are from Indonesia, right?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Yeah, how do you know?” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Man, you have the look and you are buying Indomie”, kata sang kasir sambil tersenyum. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya hanya bisa cengengesan gak jelas di depannya.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiba di hostel, saya bergegas ke dapur buat mempersiapkan makan malam dengan main course mie goreng Indomie. Maklumlah lidah ini sudah rindu sama makanan dengan cita rasa Indonesia. Berbekal pengetahuan dasar memasak mie instan, dalam sekejap mie goreng pun terhidang sempuran di atas piring. Seorang Jerman yang kebetulan berada di dekatku sepertinya tertarik dengan mie goreng instan ini, soalnya dia masak pasta yang butuh waktu lebih lama untuk tersaji. Selain itu, aroma mie goreng memang khas dan menggugah selera, si Jerman pun sempat icip-icip sedikit dan dia suka rasanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya mulai menyantap mie goreng di depan saya dengan lahap. Untuk makan malam kali ini, sengaja saya masak dua porsi untuk diri sendiri. Terdengar maruk, yah namanya juga lagi ngidam makanan Indonesia. Lagi asyik makan mie goreng, seorang cewek Korea duduk di dekatku membawa roti dan selai. Saya tak begitu mempedulikan kehadiran cewek ini karena saya sedang asyik dengan mie goreng di depan saya. Si cewek pun mulai menyapa:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hey, is that Mie Goreng?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Yup, mmmmm how do you know Mie Goreng?” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“I am a big fan on Mie Goreng. It is famous in my country” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Really?” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Yup, I like it. Where did you buy it?” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“I bought it in the Asian store, three blocks from here”. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan percakapan pun mengalir, mulai dari lokasi toko asia tempat membeli mie goreng tadi sampai rencana kami untuk bertemu dan berkeliling Melbourne bersama-sama. Wah berkah indomie nih saya jadi dapat teman baru. &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TUzZyx4_uEI/AAAAAAAABhs/-cWupMqHIyg/s1600/Indomie_%2528pack%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="218" src="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TUzZyx4_uEI/AAAAAAAABhs/-cWupMqHIyg/s320/Indomie_%2528pack%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sang penyelamat kantong (picture is taken from&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Indomie_(pack).jpg"&gt;http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Indomie_(pack).jpg&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengalaman menarik lainnya adalah saat saya berkunjung ke Queenstown.&amp;nbsp;Di kota ini, saya berkenalan dengan pasangan Filipina yang sedang liburan, Ruel and Leah. Kami berkenalan saat melakukan trip bersama ke Milford Sound. Pertemanan kami terjadi karena simbiosis mutualisme antara saya dan mereka. Mereka butuh rekan untuk mengambil foto mereka dan saya pun demikian. Saya pun menjadi fotografer mereka dan mereka jadi fotografer saya.  Ruel dan Leah ternyata menetap di Auckland dan mereka menawarkan rumah mereka sebagai  akomodasi jika saya akan berkunjung ke Auckland.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam terakhir saya di Queenstown, Ruel dan Leah mengundang saya makan malam di rumah teman Filipina mereka yang menetap di Queenstown. Saya langsung disambut hangat oleh keluarga ini, mereka juga ternyata  tahu banyak tentang Indonesia. Kami banyak membahas persamaan beberapa kata dalam bahasa Indonesia dan Tagalog, serta banyolan khas Indonesia dan Filipina. Saat sedang mengobrol, saya mencium aroma yang tak asing. Aroma makanan yang sangat khas. Saya langsung bertanya ke Gigi, sang punya rumah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Gigi, I think I smell Mie Goreng”. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Yah, Cipu it is Mie Goreng. Our family love Mie Goreng, especially Matthew, my son.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wah bangga rasanya mendengar Indomie dikenal banyak orang. Malam itu saya tak hanya merasakan kehangatan keluarga Filipina namun juga kebanggaan bahwa ternyata ada produk Indonesia yang bisa dikenal oleh banyak orang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konon, di Nigeria Indomie sudah menjadi makanan pokok. Iklan Indomie di Nigeria bisa dengan mudah ditonton di youtube. Orang-orang Nigeria malah berpikir bahwa Indomie yang di Indonesia itu diimpor dari Nigeria. Ah ada-ada saja mereka. Kalau diimpor dari Nigeria bukan Indomie dong namanya,  tapi Nigemie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/XVYfnSfNmbM" title="YouTube video player" width="480"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-7589655801819202029?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/FLWn_6DKiX8/selera-kita-ternyata-selera-mereka-juga.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TUzbo4k3GNI/AAAAAAAABhw/q_auxZ-nqAY/s72-c/101_0777.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>26</thr:total><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/02/selera-kita-ternyata-selera-mereka-juga.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-9060778520603555023</guid><pubDate>Thu, 20 Jan 2011 13:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-20T20:29:37.892+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Travel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">New Zealand</category><title>Queenstown, a worthy last destination</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kota terakhir yang saya kunjungi di New Zealand adalah Queenstown. Jauh sebelum saya berkunjung ke New Zealand, saya sudah dipesan banyak orang untuk mengunjungi Queenstown. Ada apa gerangan di kota ini? Apa yang istimewa yah? Pertanyaan ini terus berulang di benak saya sampai akhirnya saya berkesempatan sendiri menyaksikan dan merasakan kota ini langsung. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menempuh kota ini, saya harus menempuh perjalanan selama 9 jam dari Christchurch dengan bus. Meski harus menempuh perjalanan selama Sembilan jam, perjalanan menuju Queenstown yang saya alami merupakan perjalanan yang menyenangkan karena bus yang saya tumpangi singgah di banyak tempat-tempat menarik seperti di Wanaka dan Lake Tekapo. Kedua tempat ini terkenal karena danau nya yang indah dan berlatar Mt Cook yang masih berselimut salju. Belum lagi bunga-bunga berwarna ungu yang tumbuh secara alami di sekeliling danau, membuat persinggahan saya di tempat-tempat ini lebih menarik. &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TTgzEORXDwI/AAAAAAAABhU/cHDPF_jB2kw/s1600/101_0823.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TTgzEORXDwI/AAAAAAAABhU/cHDPF_jB2kw/s400/101_0823.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Lake Tekapo&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu menunjukkan pukul 6 sore saat nakedbus yang saya tumpangi hinggap di Queenstown. Tak sulit mencari akomodasi di Queenstown karena umumnya penginapan backpacker (X Base atau YHA) letaknya sangat strategis (biasanya di pusat kota). Saya yang sudah booking penginapan di X Base, tinggal ngesot beberapa blok dari stasiun bus. Setelah check in, saya menghabiskan sore itu dengan berkeliling kota Queenstown. &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TTg0g50cz5I/AAAAAAAABhY/rblFucOYu4o/s1600/101_1400.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TTg0g50cz5I/AAAAAAAABhY/rblFucOYu4o/s400/101_1400.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Queenstown&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kota Queenstown sebenarnya bukan kota besar, penduduknya saja cuman sekitar 30 ribu orang. Kota ini adalah kota resor dan sepertinya memang disiapkan untuk para pelancong. Kota ini sangat indah karena berada di pinggir Danau Wakatipu. Danau Wakatipu konon merupakan danau yang kedalamannya mencapai lebih dari 400 meter, tak heran warna air di danau inipun sangat biru, sebiru air laut. Tapi jangan coba berenang di danau ini... Kenapa? Jawabannya adalah suhu air di danau ini jauh di bawah suhu air normal jadi kelelep lima menit saja sudah bisa mengakibatkan hypothermia.  Selain lokasi yang indah, keramahan Queenstown pada pelancong dibuktikan dengan banyaknya paket wisata yang bisa dijadikan pilihan bagi para pengunjung. Mulai dari paket wisata sightseeing sampai paket wisata adventure yang merangsang adrenalin. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya yang sudah hampir jadi fakir miskin di New Zealand setelah travelling berhari-hari mulai mencari paket yang murah meriah untuk menikmati Queenstown. Dan pilihan pun jatuh ke ...... GONDOLA dan LUGE. Kebetulan, penginapan saya menawarkan paket murah Combo Gondola dan Luge lengkap dengan bonus foto. Pagi-pagi saya janjian dengan Ruel dan Lea (kenalan saya dari Filipina) untuk mencoba Gondola. Antrian tak begitu panjang karena masih pagi, dan dalam sekejap kami sudah berada di Gondola. Pemandangan Queenstown makin terasa menakjubkan seiring dengan makin tingginya Gondola membawa saya menuju puncak. &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TTg1lkFqBiI/AAAAAAAABhc/1WJvgUTsvk4/s1600/101_1310.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TTg1lkFqBiI/AAAAAAAABhc/1WJvgUTsvk4/s400/101_1310.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Queenstown from top, taken from the Gondola station&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat Gondola tiba di puncak, saya makin berdecak kagum dengan keindahan kota ini dari atas. Tak henti saya mengagumi keindahan yang terpampang di depan mata saya.  Gunung yang berpadu dengan danau serta kota yang tetata apik menciptakan sebuah pemandangan yang menurut saya layak untuk dijadikan header blog ini. Hehehehe promosi.  Puas berfoto bersama Ruel dan Leah, kami berpisah. Mereka segera turun dan saya melanjutkan bermain Luge. &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TTg3IXWiumI/AAAAAAAABhg/OXBKN5rYUU4/s1600/1_SKQL012141008310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="267" src="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TTg3IXWiumI/AAAAAAAABhg/OXBKN5rYUU4/s400/1_SKQL012141008310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ready to Luge&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Luge? Apaan tuh? Luge adalah sejenis toboggan beroda yang digunakan untuk meluncur di lintasan miring. Luge adalah wahana yang tidak gampang ditemui di berbagai tempat. Baru tiga Negara yang memiliki wahana ini yaitu: Canada, Singapore dan New Zealand. Di New Zealand sendiri, Luge hanya ada di Rotorua dan Queenstown. Jadi beruntunglah saya bisa menikmati permainan ini. Untuk mencoba lintasan Luge ini, para pengunjung harus naik lagi ke atas dengan menggunakan Cable Car. Pemandangan Queenstown makin indah dari Cable Car ini. Ternyata bermain Luge sangat menyenangkan, rasanya pengen dan pengen dan pengen dan pengen terus. Sayangnya, saya cuman bisa bermain sebanyak lima kali sesuai dengan tiket yang saya bayar. &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TTg4DeID-mI/AAAAAAAABhk/GWWdYAG2lHo/s1600/1_SKQL012141008309.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TTg4DeID-mI/AAAAAAAABhk/GWWdYAG2lHo/s400/1_SKQL012141008309.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Finally, I'm Luging :D&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah bermain Gondola dan Luge, saya memutuskan turun dan menghabiskan sore dengan mengitari pesisir Danau Wakatipu. Rasanya ingin tinggal lebih lama di kota ini. Kota yang indah dan tenteram. Teman-teman saya ternyata benar, rugi ke New Zealand kalau gak ke Queenstown. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayoooo siapa yang ngiler ke Queenstown?? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-9060778520603555023?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/b5-Bn45r_tM/kota-terakhir-yang-saya-kunjungi-di-new.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TTgzEORXDwI/AAAAAAAABhU/cHDPF_jB2kw/s72-c/101_0823.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>27</thr:total><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/01/kota-terakhir-yang-saya-kunjungi-di-new.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-5952481710217048351</guid><pubDate>Tue, 04 Jan 2011 10:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-04T17:31:39.108+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Travel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">New Zealand</category><title>Milford Sound, keajaiban atau keindahan dunia?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama berada di New Zealand, Milfourd Sound adalah paket termahal yang saya ikuti. Saya tentunya berharap banyak bahwa duit yang saya keluarkan berbalas dengan pengalaman yang ditawarkan paket ini. Paket Milford Sound sendiri saya pilih karena rekomendasi teman-teman yang telah menjelajahi pulau selatan New Zealand, selain itu Rudyard Kipling menobatkan Milfourd Sound sebagai “keajaiban dunia kedelapan”. Siapa yang nggak ngiler main ke tempat ini (meski harus merogoh kocek lumayan dalam).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi-pagi buta, mas Allan sang pengemudi bus ke Milford Sound telah datang menjemput saya di X Base Backpacker Hostel. Saya sempat berpikir bahwa saya mending tidur saja nanti selama perjalanan, karena semalam saya agak sulit tidur.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bus besar yang saya tumpangi ternyata hanya berpenghuni 7 orang saja. Dua pasang kakek nenek lincah dan sepasang Filipina yang sedang berbulan madu. Tak lama, saya pun bisa akrab dengan keenam orang lainnya, namun saya paling akrab dengan pasangan dari Filipina, Ruel dan Leah. Kami sampai membuat perjanjian dengan mereka: bahwa kita akan jadi fotografer satu dan yang lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya jarak antara  Queenstown dan Milford Sound hanyalah 70 km kalau menurut jarak peta, namun sayangnya belum ada konstruksi jalan untuk jalur potong kompas ini. Jadinya, kami harus berputar mengelilingi beberapa danau berjarak 300 km untuk sampai Milford Sound. Persinggahan pertama bus adalah di Te Anau. Te Anau adalah kawasan resort yang dikelilingi oleh Danau Te Anau yang indah. Selain menyajikan keindahan kota khas pinggir danau, Te Anau juga merupakan salah satu tempat yang strategis untuk mengisi perut, belanja suvenir dan membeli perbekalan. Selama 30 menit tempat ini, saya menyempatkan diri mengabadikan momen di Danau Te Ano yang indah dengan latar belakang pegunungan. &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSLzBXI2JjI/AAAAAAAABgo/SeWxtRoM-_M/s1600/101_0939.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSLzBXI2JjI/AAAAAAAABgo/SeWxtRoM-_M/s400/101_0939.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Te Anau&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kantuk saya langsung hilang begitu meninggalkan Te Anau. Sepanjang jalan saya hanya bisa berdecak kagum dengan keindahan pulau selatan Selandia Baru ini. Perpaduan danau, bukit, gunung dan flora khas negeri ini benar-benar membuat kantuk hilang. Apalagi kawasan yang rombongan kami lalui merupakan kawasan Taman Nasional Fiordland. Saya baru sadar mengapa paket ini begitu diminati. Paket ini tak hanya menawarkan berlayar di Milford Sound saja, tapi juga memberi kesempatan pada pengunjungnya untuk menjelajahi Taman Nasional Fiordland. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami singgah di beberapa tempat yang indah yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Fiordland. Persinggahan dimulai dari Eglinton Valley yang menawarkan pemandangan padang ilalang dengan latar belakang pegunungan yang masih berbalut salju di puncaknya. Tentu saja, kamera di tangan saya terus menerus mengabadikan pemandangan yang menakjubkan yang ada di depan mata saya. &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSL0Wy0hYdI/AAAAAAAABg0/I82c4rJ7uyo/s1600/101_1027.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSL0Wy0hYdI/AAAAAAAABg0/I82c4rJ7uyo/s400/101_1027.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Nyesel setengah mampus kalo sampai tidur di bus dan melewatkan pemandangan indah seperti ini&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirror lakes adalah persinggahan selanjutnya. Awalnya saya heran kok kami diminta singgah di kolam kecil seperti ini yah. Gak ada sitimewa-istimewanya nih. Datar saja. Namun, pikiran saya serentak berubah saat saya mulai mengarahkan kamera ke arah perbukitan di depan saya. Nampak pantulan bukit itu terefleksi secara sempurna di kolam  yang ada di depan saya. Saya baru mengerti mengapa tempat ini dinamakan Mirror Lakes, jawabannya karena kita bisa melihat pantulan gunung yang ada di depan mata melalui danau Mirror yang ada di bawahnya. Masya Allah indahnya........ &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSLz9S-gLlI/AAAAAAAABgw/7ca38wfbK4s/s1600/101_0972.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSLz9S-gLlI/AAAAAAAABgw/7ca38wfbK4s/s400/101_0972.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mirror Lakes, gunungnya terpantul di danau&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami selanjutnya singgah di beberapa tempat-tempat indah dengan latar belakang pegunungan yang puncaknya masih bertahtakan salju. Untungnya, sepasang Filipina yang menemani selama perjalanan tak berhenti menawarkan diri menjadi fotografer pribadi saya, hahahaha. Jadi deh narsisnya kumat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketakjuban saya makin menjadi saat akan melewati terowongan Homer, kami singgah di kaki gunung dengan air terjun nya yang ciamik. Air terjun ini berasal dari bongkah es di puncak yang mencair, jadi tak akan bisa disaksikan sepanjang tahun. Beruntunglah saya, berada di saat yang tepat untuk menyaksikan air terjun indah namun sementara ini. Mata ini tak berhenti memandang sekeliling, kami dikelilingi oleh pegunungan dengan puncak bersalju berselimut awan. Benar-benar lukisan alam yang indahnya mengagumkan. &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSL0uq_RENI/AAAAAAAABg4/0Gve9KLFb3Q/s1600/101_1046.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSL0uq_RENI/AAAAAAAABg4/0Gve9KLFb3Q/s400/101_1046.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Air terjun sementara, tidak terjadi sepanjang tahun&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perhentian selanjutnya adalah the Chasm yang merupakan kawasan hutan yang dipadukan dengan air terjun yang indah. Hebatnya lagi, dinas pariwisata New Zealand benar-benar memanjakan pengunjungnya dengan menyediakan walking track yang kokoh serta bervariasi. Kebetulan the chasm memiliki durasi 15 menit untuk dijelajahi. Gemericik air sungai-sungai kecil menemani perjalanan di the Chasm. Dan perjalanan ini mencapai klimaksnya di sebuah air terjun deras dengan beberapa tebing berlubang di sebelahnya. Katanya kalau air naik dan menutupi lubang tersebut, air terjunnya akan menjadi makin menarik karena air akan membentuk pusaran di lubang-lubang pada tebing ini. Unik kan? &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSL1MzbfVXI/AAAAAAAABg8/P14jUe1Giz0/s1600/101_1093.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSL1MzbfVXI/AAAAAAAABg8/P14jUe1Giz0/s400/101_1093.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Enjoying waterfall at the Chasm&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah berhenti sana berhenti sini, akhirnya tibalah saya di Milford Sound. Kami langsung digiring ke sebuah kapal pesiar berukuran sedang dan perjalanan pun dimulai. Miford Sound merupakan teluk yang menjorok jauh ke daratan. Tur Milford Sound sendiri merupakan tur dengan kapal pesiar menyusuri teluk ini hingga ke laut dan kembali lagi ke ujung teluk. Kalau perjalanannya cuman segitu, mungkin Milford Sound takkan seterkenal ini. Yang membuat tempat ini menjadi buah bibir adalah banyaknya air terjun yang kami lalui sepanjang teluk ini. Saya tak henti berdecak kagum dengan keindahan tempat ini. Sayangnya, cuaca kurang bersahabat saat kami mulai berlayar. Perjalanan di tempat ini di saat mendung jadi seperti perjalanan Jack Parrots di Pirates of the Caribbean. &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSL1vyufwsI/AAAAAAAABhA/QFguVO47QIw/s1600/101_1100.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSL1vyufwsI/AAAAAAAABhA/QFguVO47QIw/s400/101_1100.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Air terjun pertama yang saya jumpai di Milford Sound&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSL1ytOsskI/AAAAAAAABhE/8th1ZzeXd4s/s1600/101_1118.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSL1ytOsskI/AAAAAAAABhE/8th1ZzeXd4s/s400/101_1118.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pemandangan Milford Sound saat berawan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSL12Xit7oI/AAAAAAAABhI/zLaLkx90OeY/s1600/101_1182.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSL12Xit7oI/AAAAAAAABhI/zLaLkx90OeY/s400/101_1182.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Air terjunnya berbelok hehehehe&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSL16XxLXlI/AAAAAAAABhM/QkTs2tDuGuY/s1600/101_1188.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSL16XxLXlI/AAAAAAAABhM/QkTs2tDuGuY/s400/101_1188.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Anjing laut yang lagi sunbathing, sekalian berpose buat difoto&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSL184K72SI/AAAAAAAABhQ/gRD_ontpJxA/s1600/101_1195.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSL184K72SI/AAAAAAAABhQ/gRD_ontpJxA/s400/101_1195.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;3 air terjun sekaligus? Indahnya....&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perjalanan menyusuri teluk, tak jarang kami melihat anjing laut yang lagi malas-malasan di pinggir teluk. Dan mereka Nampak cuek bebek dengan bidikan kamera para pengunjung Milford Sound.  Saya paham sekarang, kenapa tempat ini dijuluki keajaiban dunia kedelapan. Kawasan perairan ini dikelilingi oleh pegunungan dengan hutan lebat dilengkapi air terjun di berbagai penjuru teluk. Miford Sound merupakan bentuk keajaiban dunia yang terjadi secara alami tanpa intervensi manusia. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak rugi rasanya merogoh kocek dalam-dalam untuk sebuah trip sehari ke Milford Sound karena paket memang indah. Selain itu, tur ini melewati Taman Nasional Fiordland dengan berbagai atraksi alam nya. Rasanya memang layak menobatkan tempat ini sebagai Keajaiban Dunia. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-5952481710217048351?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/-kz90mEiiq4/milford-sound-keajaiban-atau-keindahan.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TSLzBXI2JjI/AAAAAAAABgo/SeWxtRoM-_M/s72-c/101_0939.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>28</thr:total><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2011/01/milford-sound-keajaiban-atau-keindahan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-6453255518231998555</guid><pubDate>Wed, 29 Dec 2010 14:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-29T21:06:43.216+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Travel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">New Zealand</category><title>Christchurch, ramah pada turis kere</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pesawat JetStar yang saya tumpangi meninggalkan Wellington menuju ke Pulau Selatan New Zealand. Penerbangan 45 menit ini sungguh menyenangkan, bukan saja karena cuaca yang cerah tapi juga karena saya melintasi deretan pegunungan yang puncak nya masih diselimuti salju. Indah nian. Keberangkatan saya ke pulau selatan New Zealand sebenarnya baru terencana saat saya sudah berada di Welington, ide nya pun muncul saat mendengarkan cerita bahwa rugi kalau ke New Zealand dan gak ke pulau selatan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak lama berselang, pesawatpun mendarat di Christchurch, kota dengan populasi terbesar kedua di New Zealand setelah Auckland. Kesan pertama saya akan kota ini: menyenangkan. Gimana tidak, saya diajak ngobrol dengan ramah oleh supir bus bandara yang mengantarkan saya ke pusat kota. Selain itu, meski penduduknya terhitung kedua terbesar, ternyata Christchurch tidak sebesar kota-kota provinsi di Indonesia jadi ga ada macet. Poin tambahan untuk kota ini adalah kota ini ramah turis. kok bisa? Christchurch menyediakan layanan free shuttle keliling kota dengan frekuensi empat kali dalam sejam. Saya sebagai turis kere, merasa sangat dimanjakan dengan layanan bus ini. Kota yang sejatinya tak begitu besar ini jadi terasa bisa dijelajahi dalam sehari.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs8n9ILz3I/AAAAAAAABfw/tj3Im6C2nCw/s1600/101_0756.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs8n9ILz3I/AAAAAAAABfw/tj3Im6C2nCw/s400/101_0756.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;bus kuning gratis, berkah bagi pelancong kere&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah gempa besar melanda Christchurch di bulan September, namun tak nampak banyak puing-puing reruntuhan gempa yang tersisa. Kota ini nampaknya cepat berbenah, tak suka terlalu dirundung duka karena musibah yang terjadi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs9JxzpyhI/AAAAAAAABf0/lM9iv1GMfu0/s1600/101_0737.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs9JxzpyhI/AAAAAAAABf0/lM9iv1GMfu0/s400/101_0737.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Cathedral Square menyambut natal&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs9NARAqHI/AAAAAAAABf4/ZM_oT7cfSso/s1600/101_1498.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs9NARAqHI/AAAAAAAABf4/ZM_oT7cfSso/s400/101_1498.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Cathedral square dari depan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Landmark utama kota ini adalah Cathedral Square. Cathedral square dibangun pada abad 19 dan terletak di tengah-tengah kota. Untungnya penginapan backpacker yang saya tempati letaknya sangat dekat dengan Katedral. Cukup ngesot menyeberangi jalur tram, sampai deh. Bentuk katedral ini sebenarnya tak unik-unik banget, namun karena letaknya tepat di jantung kota menjadikan landmark ini sebagai kawasan yang ramai akan pejalan kaki. Pada hari-hari tertentu, &amp;nbsp;malah diadakan pasar kaget di pelataran katedral.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepertinya Cathedral Square menjadi pusat kegiatan turis di Christchurch. Saat saya mengamati sekeliling tempat ini, saya sadar bahwa semua sarana yang dibutuhkan turis ada di sekeliling Cathedral Square. Penanda pertama adalah Visitor Centre yang menjadi pusat informasi para turis kesasar dan tempat bertanya paket-paket wisata apa yang tersedia di Christchurch mulai dari yang gratisan hingga yang tak terjangkau kocek saya. Penanda kedua adalah hotel dan penginapan. Tersedia beberapa tempat menginap di sekeliling Cathedral square mulai dari yang berbintang seperti Novotel hingga kelas memelas seperti penginapan Base (yang kebetulan adalah penginapan saya). Penanda ketiga: beberapa toko suvenir dengan harga barang yang bervariasi serta jenis barang yang tak kalah bervariasinya. Toko suvenir selalu ramai dipenuhi turis, dan saat saya masuk ke toko-toko ini, pengunjung dominan adalah turis turis separuh baya dari Jepang. Penanda keempat adalah integrasi transportasi. Cathedral square boleh dikatakan ramah pada pejalan kaki terbukti dari banyak nya ruas jalan yang tersedia khusus untuk pejalan kaki. Tak hanya itu, tram antik juga melewati cathedral square dan membawa penumpang dari tempat ini ke tempat-tempat menarik lainnya di Christchurch. Bus gratis untuk turis pastinya melewati kawasan Cathedral Square. Tak lupa bus bandara serta bus antar kota yang pasti ngetem nya di Cathedral Square juga..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs94pqA1FI/AAAAAAAABf8/SffnkL9LAyQ/s1600/101_0750.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs94pqA1FI/AAAAAAAABf8/SffnkL9LAyQ/s400/101_0750.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Hagley Park dan Sungai Avon&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs-G5480ZI/AAAAAAAABgA/oNh2a3X7Wdw/s1600/101_0749.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs-G5480ZI/AAAAAAAABgA/oNh2a3X7Wdw/s400/101_0749.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sebuah cafe di tepi sungai Avon&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Christchurch juga dikenal sebagai garden city karena kota ini memasukkan taman kota sebagai cirinya. Hagley Park adalah tempat pertama yang saya kunjungi, karena lokasi yang tak jauh dari tempat penginapan. Hagley Park merupakan jalan yang bisa ditempuh untuk menuju ke sebuah hotel ternama. Taman ini dialiri sungai Avon yang tak begitu lebar namun memiliki air yang cukup jernih. FYI, ada paket wisata bagi mereka yang ingin berperahu kecil menyusuri Sungai Avon di Christchurch. Selain Hagley Park, saya juga menyempatkan diri ke Worcester Boulevard yang juga berupa taman kota dengan aliran sungai Avon di pinggirnya. Sekali lagi taman yang ditawarkan kota ini tak begitu istimewa, namun karena lokasi nya yang strategis di kawasan perkantoran menjadikan taman ini terasa bermanfaat untuk mengimbangi kesibukan kota.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs-tLjaXeI/AAAAAAAABgE/mHYyJwlY0-k/s1600/101_1474.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs-tLjaXeI/AAAAAAAABgE/mHYyJwlY0-k/s400/101_1474.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Worcester Boulevard, taman di tengah kota.... Strategis&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs-zpxPfXI/AAAAAAAABgI/0PQwDUgcex8/s1600/101_1476.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs-zpxPfXI/AAAAAAAABgI/0PQwDUgcex8/s400/101_1476.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tempat lain yang juga mungkin menarik dijelajahi adalah Christchurch Botanic Garden. Tempat ini jelas kalah jauh dari Taman Bunga Nusantara di Indonesia. Tapi yang namanya botanic garden, lumayan lah buat jadi penghibur dikala ingin mengirit. Lumayan buat menghirup udara segar, lumayan buat memotret bunga-bunga yang sedang mekar, lumayan buat menikmati bebek berenang sepanjang sungai Avon, lumayan melihat anak-anak sekolah mengikuti tur sekolahnya, lumayan buat menikmati air mancur nya yang standar banget (lagian ngapain yah jauh-jauh ke New Zealand kalau cuman mau lihat air mancur).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs_XkDA8EI/AAAAAAAABgM/PpXGQQG4UfE/s1600/101_1537.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs_XkDA8EI/AAAAAAAABgM/PpXGQQG4UfE/s400/101_1537.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Botanic Garden&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs_ekd9qqI/AAAAAAAABgQ/cfxDz_cDhuc/s1600/101_1541.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs_ekd9qqI/AAAAAAAABgQ/cfxDz_cDhuc/s400/101_1541.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Botanic Garden Too&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs_kPu26MI/AAAAAAAABgU/G-PK_dBYsSE/s1600/101_1566.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs_kPu26MI/AAAAAAAABgU/G-PK_dBYsSE/s400/101_1566.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Botanic Garden and Avon River&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kunjungan saya ke Christchurch memang adalah kunjungan yang irit, saya tak keluar banyak selama di kota ini karena saya menabung uang saya untuk trip saya selanjutnya ke Queenstown. Lebih banyak hal yang patut dicoba sih. Sebenarnya bagi yang berminat, bisa menikmati paket wisata tram dan gondola di tempat ini. Bagi pecinta ilmu pengetahuan, Christchurch memiliki International Antartic Centre yang berisi wahana pengetahuan &amp;nbsp;benua Antartik.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;So, meski bergelar garden city, kota ini sebenarnya tidak memiliki taman yang benar-benar cantik, Christchurch hanya memiliki taman yang posisinya strategis. Namun, Christchurch tetap memiliki pesona bagi para pengunjungnya karena kota ini begitu memanjakan para wisatawan yang datang ke tempat ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-6453255518231998555?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/dsnFAfqac9g/christchurch-ramah-pada-turis-kere.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRs8n9ILz3I/AAAAAAAABfw/tj3Im6C2nCw/s72-c/101_0756.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>19</thr:total><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2010/12/christchurch-ramah-pada-turis-kere.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1374273688113009938.post-4154961717725282384</guid><pubDate>Wed, 22 Dec 2010 15:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-22T22:47:27.763+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Travel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">New Zealand</category><title>Wellington, backpacker naik kasta</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah menempuh perjalanan sejauh 350 km ke arah selatan, sampailah saya dan teman-teman di Wellington ibukota Selandia Baru. Namun jangan bayangkan Wellington seperti ibukota negara lainnya yang padat dan ramai, karena populasi kota ini hampir 400 ribu jiwa. Penduduk Wellington adalah penduduk terbanyak ketiga di New Zealand setelah Auckland dan Christchurch.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Sebagai ibukota negara, gedung-gedung yang umum ditemukan di tempat ini tentunya adalah gedung-gedung pemerintahan serta kantor-kantor kedutaan negara lain. Maklumlah, kegiatan politik dan diplomasi berpusat di kota ini. Wellington memiliki pemandangan yang indah, kota ini adalah perpaduan antara bukit dan pantai. Saat memasuki kota ini, tersaji pemandangan pelabuhan serta rumah-rumah yang tersusun rapi di perbukitan. Sebagai daerah perbukitan, ruas jalan pun dibangun sedikit menantang, banyak tikungan menanjak di beberapa bagian kota ini. Wellington sering dijuluki Windy Wellington karena hembusan angin di kota ini terbilang kencang. Saat winter, Wellington bisa menjadi tempat yang sangat menyiksa bagi mereka yang tidak tahan dingin karena hembusan anginnya benar-benar menusuk tulang. Katanya sih karena anginnya diimpor langsung dari kutub selatan.&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRIS9OW-amI/AAAAAAAABfE/guZvtYeKND4/s1600/101_0634.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRIS9OW-amI/AAAAAAAABfE/guZvtYeKND4/s400/101_0634.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;View Wellington dari atas&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di kota-kota sebelumnya, saya dan teman-teman menginap di holiday park (penginapan berbudget rendah untuk para pengguna mobil atau caravan atau camper van). Dan boleh dibilang, kami sering masak dengan menu-menu ajaib demi menghemat pengeluaran. Nah, kondisi sedikit berbeda di Wellington, kami harus berkata: bye bye holiday park, see you again next time. Karena kami mendapatkan kesempatan untuk menghabiskan beberapa malam di wisma duta (rumah kediaman bapak Duta Besar Indonesia untuk negara ini). Atmosfer ini terasa berbeda bagi saya yang terbiasa backpacking (dan sedikit melarat selama perjalanan), &amp;nbsp;saya dan kawan-kawan dijamu bak tamu negara. Makanan dengan menu khas Indonesia mulai dari ketoprak, ketupat sayur, rendang, sate, siomay dll menjadi menu kami selama beberapa hari di Wellington.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRIYNv_lO0I/AAAAAAAABfk/wWU-Wyn14PI/s1600/101_0639.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRIYNv_lO0I/AAAAAAAABfk/wWU-Wyn14PI/s400/101_0639.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;rumah dengan lambang garuda pancasila&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, kami juga diajak berkeliling ke beberapa tempat tempat menarik di Wellington (kami ditemani Ibu Dubes lho....).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mt Victoria&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRITNW6GWmI/AAAAAAAABfI/-91knRgh6tM/s1600/101_0645.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRITNW6GWmI/AAAAAAAABfI/-91knRgh6tM/s400/101_0645.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;View of Wellington from Mt Victoria&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRITwaDzYHI/AAAAAAAABfM/q2L-e6MDxWQ/s1600/101_0654.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRITwaDzYHI/AAAAAAAABfM/q2L-e6MDxWQ/s400/101_0654.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;A closer look of Wellington&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mt Victoria merupakan puncak sebuah bukit di Wellington yang menyajikan pemandangan Wellington dari atas. Dari tempat ini, Wellington nampak sangat indah. Apalagi, saat kami ke tempat ini cuaca sedang cerah-cerahnya dan angin berhembus tak begitu kencang. Dari atas, nampak kawasan pantai dan pelabuhan Wellington serta gedung-gedung perkantoran yang tertata rapi. Kawasan pemukiman yang berundak karena kontur daerah perbukitan melengkapi indah nya kota ini. Tentunya, banyak momen narsis yang diabadikan di tempat ini, namun karena alasan kesenonohan, gambar-gambar narsis tadi tak dapat saya tampilkan, hahahaha.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Te Papa&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Te Papa adalah museum yang terletak di jantung kota Wellington. Museum nya berupa museum sains dan banyak menggambarkan kondisi geografis serta fenomena &amp;nbsp;alam di New Zealand. Sama seperti Indonesia, New Zealand juga rentan akan gempa bumi dan gunung merapi. Malah dengar-dengar, gempa besar dengan periode ulang 200 tahun akan terjadi di Wellington.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRIV7TIfVoI/AAAAAAAABfQ/hz18q943ZOs/s1600/IMG_1676.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRIV7TIfVoI/AAAAAAAABfQ/hz18q943ZOs/s400/IMG_1676.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Te Papa Museum, Te Mama mana yah?&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di museum ini, dijelaskan betapa seringnya daerah ini mengalami gempa dan bagaimana sebuah gempa dan tsunami terjadi. Selain itu kami menyempatkan diri memasuki sebuah rumah imitasi yang bisa memperagakan bagaimana goyangan gempa dengan skala 6,5 skala Richter. Museum menjadi sarana edukasi yang efektif nampaknya untuk mendidik pengunjung tentang apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi untuk meminimalisir jumlah korban. Sangat ingin rasanya punya sarana edukasi seperti ini di Indonesia, tahu sendiri kan betapa rentannya negeri kita akan bencana alam. Tujuannya tentunya adalah agar kita-kita semua bisa sadar dan tahu apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Weta Cave&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRIX2MiOr9I/AAAAAAAABfg/wiJfdRiKyvc/s1600/smeagols.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRIX2MiOr9I/AAAAAAAABfg/wiJfdRiKyvc/s400/smeagols.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ayo mana yang hobbit mana yang smeagol&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan bayangkan sebuah gua saat mendengar tentang Weta Cave. Weta Cave adalah sebuah bangunan yang khusus digunakan oleh Peter Jackson untuk menjual merchandise serta beberapa pernak pernik film-film yang menggunakan New Zealand sebagai lokasi shooting. Behind the scene pembuatan film-film tersebut juga dapat disaksikan dalam sebuah mini theater yang tersedia dalam bangunan ini. Banyak sekali merchandise the Lord of the Ring di tempat ini. Kostum-kostum para pemainnya juga dipajang, lengkap dengan replika mini para pemain the Lord of the Rings. Yang movie freak kudu datang ke tempat ini, dan masuk kesini GRATIS :)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wellington CBD&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRIXEDv6zOI/AAAAAAAABfU/cOBUrRUcW7k/s1600/101_0686.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRIXEDv6zOI/AAAAAAAABfU/cOBUrRUcW7k/s400/101_0686.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;A cool spot in Wellington CBD&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gak afdol rasanya mengunjungi sebuah kota tanpa mengunjungi kawasan CBD nya. CBD atau Central Business District adalah kawasan bisnis dan perbelanjaan. Tak seperti Jakarta yang mengadopsi sistem urban sprawl (kota yang cenderung bertambah luas seiring dengan pertumbuhan penduduk), Wellington di desain dengan model compact city. Dengan model ini, lahan dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga sebisa mungkin kota tidak bertambah luas. Seperti kota-kota besar pada umumnya, Wellington menggunakan bus sebagai moda transportasi publik. Oh iya, kalau main ke tempat ini jangan lupa berkunjung ke Cuba Street yah, kawasan pejalan kaki yang memiliki banyak cafe-cafe serta restoran yang enak. Bagi yang suka berbelanja, kawasan ini cocoklah untuk dijajal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRIXude3KSI/AAAAAAAABfc/sgbxysBDffM/s1600/IMG_1714.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRIXude3KSI/AAAAAAAABfc/sgbxysBDffM/s400/IMG_1714.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Cuba Street, surganya pejalan kaki&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRIXUf8d6eI/AAAAAAAABfY/rA2TXIimAtY/s1600/101_0690.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRIXUf8d6eI/AAAAAAAABfY/rA2TXIimAtY/s400/101_0690.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Wellington Cable Car&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, di CBD juga kita bisa mendapatkan akses untuk mencoba Wellington Cable Car yang akan mengantar kita menuju Botanic Garden. Uniknya Cable Car memiliki lintasan miring, tidak datar seperti kereta pada umumnya. Meski hanya memiliki lintasan pendek, namun tak salah untuk mencoba cable car. Setidaknya view Wellington yang kita nikmati di botanic garden cukup indah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wellington dengan penduduk hampir 400 ribu orang, meninggalkan kesan sebagai ibukota negara yang lapang. Tak banyak kemacetan di kota ini. Dengan jumlah penduduk sesedikit ini serta sarana transportasi yang lumayan baik, tak salah memang Wellington diurutkan pada posisi 12 untuk kota dengan kualitas kehidupan terbaik. Sepanjang jalan, kami melihat banyak pelari serta pejalan kaki. Mungkin Wellington memang pas buat mereka yang ingin berkardio sepuasnya karena lintasan di Wellington yang berbukit layak untuk dijajal. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah menghabiskan 3 hari disini, saya pun berkemas melanjutkan perjalanan saya ke pulau Selatan New Zealand. Katanya sih pulau Selatan jauh lebih bagus dari pulau utara. Bye Bye Wellington, bye bye makanan enak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1374273688113009938-4154961717725282384?l=cipuceb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/BwWu/~3/yT0MkOj1Av8/wellington-backpacker-naik-kasta.html</link><author>noreply@blogger.com (cipu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_cvN1hTpQAJQ/TRIS9OW-amI/AAAAAAAABfE/guZvtYeKND4/s72-c/101_0634.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>20</thr:total><feedburner:origLink>http://cipuceb.blogspot.com/2010/12/wellington-backpacker-naik-kasta.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>

