<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682</id><updated>2024-11-01T18:35:13.575+08:00</updated><category term="Iptek"/><category term="Budidaya"/><category term="Peluang Usaha"/><category term="Berita Sidat"/><category term="Kesehatan"/><category term="Kolam Sidat"/><category term="Kuliner"/><category term="Seksual"/><category term="News"/><category term="Edukasi"/><category term="Gallery Photo"/><category term="Tutorial Blogger"/><category term="Video Sidat"/><category term="Foto Unik"/><category term="Auto Backlink"/><category term="Kata Kata Motivasi"/><category term="Serba Serbi"/><category term="Teknologi"/><title type='text'>Sidat Masapi</title><subtitle type='html'>Media Informasi Komoditas Perikanan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>168</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-8277929480810714066</id><published>2014-02-12T21:52:00.002+08:00</published><updated>2022-02-15T02:54:52.861+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Usaha"/><title type='text'>Prospek Budidaya Ikan Betutu (Ikan Males)</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;BENIH merupakan bagian utama dalam budidaya ikan. Pada tingkatan yang sederhana benih ikan dapat diperoleh dari hasil penangkapan di alam, sedang pada tingkat yang lebih maju dapat diperoleh dari hasil pembenihan ikan milik petani (swasta) maupun dari Balai Benih Ikan (BBI).Lain halnya ikan Betutu/bakut (Oxyeleotris marmorata) atau marbled goby alias ikan bodoh/malas yang terbilang ikan konsumsi mahal belum ada yang sangat serius mengelola pembenihannya, akibatnya perkembangbiakannya sangat menghawatirkan, sehingga populasi dari tahun ke tahun semakin menurun. Ikan betutu memang mendapatkan julukan gabus malas atau ikan malas karena ikan ini memang malas berpindah tempat. Sekalipun diusik, betutu cenderung diam saja di dasar air. Hanya di malam hari ikan betutu aktif mencari makan (nocturnal) berupa udang-udang kecil, kepiting, dan siput air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFvpOPpOdmJ0GDScK8onqCXbbX_O5lqGNRxWJ9kP9tRzqeHKpiUGBJo9wmLFXmW6fp7lk5ekd2J68X8rkrvtK7uSZMvvg2qRBtCEEJXG9qtnc3BCg-VMgcpEpuGySUP-elqQ-PmK_mRiU/s1600/2013-06-12+14.26.23.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFvpOPpOdmJ0GDScK8onqCXbbX_O5lqGNRxWJ9kP9tRzqeHKpiUGBJo9wmLFXmW6fp7lk5ekd2J68X8rkrvtK7uSZMvvg2qRBtCEEJXG9qtnc3BCg-VMgcpEpuGySUP-elqQ-PmK_mRiU/s1600/2013-06-12+14.26.23.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;Ikan betutu sebagai ikan air tawar dengan Habitat di air payau, sungai-sungai yang tidak jauh dari muara atau pantai, berarus tenang dan berlumpur, rawa serta danau dengan dasar berlumpur, betutu termasuk ikan labirin karena mampu hidup diperairan yang keruh dengan bantuan lembar-lembar labirin pada lapis insangnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;Ikan dengan ciri berkepala besar ini memiliki panjang tubuh maksimum sekitar 65 cm, namun kebanyakan antara 20–40 cm atau kurang. Berwarna merah bata pudar, kecoklatan atau kehitaman, dengan pola-pola gelap simetris di tubuhnya. Tanpa bercak bulat (ocellus) di pangkal ekornya. Ciri-ciri lainnya adalah sirip dorsal (punggung) yang sebelah muka dengan enam jari-jari yang keras (duri)dan yang sebelah belakang dengan satu duri dan sembilan jari-jari yang lunak. Sirip anal dengan satu duri dan 7–8 jari-jari lunak. Sisik-sisik di tengah punggung, dari belakang kepala hingga pangkal sirip dorsal (predorsal scales) 60–65 buah. Sisik-sisik di sisi tubuh, di sepanjang gurat sisi (lateral row scales) 80–90 buah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;Untuk Bobot ikan betutu biasanya sekitar 4 kilo per ekor bahkan bisa sampai 8 kilo per ekor dan harganya bekisar 130 ribu sedangkan untuk bibit biasanya dijual dengan harga 35/40 ribu per kilonya . Satu kerambah biasanya menghasilkan 30 s/d 40 kg bahkan bisa sampai 300 kg .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;Pusat budidaya betutu yang di miliki Kutai Kartanegara di kecamatan Kenohan biasanya di beli oleh pengepul dari kota bangun yang datang langsung ke pemilik keramba lalu pengepul menjual kembali ke pengusaha dari Balikpapan untuk di ekspor ke Singapura,India dan Thailand. Ikan betutu bila sudah masuk ke restoran maka harganya bisa mencapai Rp 250.000,00 – Rp 300.000,00 untuk satu porsi dengan ukuran 0,8 kg -1 kg.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;“Kami mengalami kesulitan untuk mendapat bibit apalagi bila air bangar, ikan-ikan tak dapat hidup dan bibit-bibit betutu akan susah di dapat. selain itu penyakit kulit berlendir yang dapat menyebabkan kematian dan kami belum dapat mencegah atau menanggulagi masalah ini “ ujar Isuk salah seorang petani keramba di Kecamatan Kenohan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;Ia juga menambahkan ikan betutu biasanya di beri makan ikan segar yang dipotong-potong dan di luar negri ikan ini sudah bisa di budidayakan dan tidak lagi menggunakan ikan-ikan segar tetapi makannya diganti dengan pellet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;Dibawah asuhan (UPR) upaya pemberdayaan rakyat nelayan betutu berusaha membudidayakan ikan sehingga nantinya hasilnya dapat lebih ditingkatkan, ia juga berharap agar para peneliti dapat mengelola inofasi baru dalam pembibitan ikan betutu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;&lt;b&gt;Ikan ekonomis di perairan mahakam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;Betutu merupakan salah satu ikan ekonomis yang ada di perairan mahakam, pada umumnya keramba terbuat dari kayu ulin atau kahoi berukuran 2X3X1,25 meter dan untuk mengapungkannya biasanya keramba menggunakan batang kayu atau drum. Umumnya keramba dapat di pakai untuk 2 sampai 4 tahun atau 3 sampai 4 kali pemeliharan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;Untuk benih umumnya ikan betutu berasal dari tangkapan nelayan di sekitar danau Semayang menggunakan tempirai, bubu, tahanan dan rengge. Ikan tersebut berwana hitam seperti ikan gabus dengan Rasanya manis dan daging empuk serta berserat lembut ini biasanya para nelayan menggunakan pakan hidup berupa ikan segar di potong-potong atau ikan kecil segar, cincangan keong mas dan cacing tanah. Pemberian pakan di lakukan satu kali satu hari menjelang sore atau keadaan mulai gelap tetapi bila menjeng panen pemberian pakan di sesuaikan kebutuhan ikan biasamya sekitar 8-9 Kg perkeramba perhari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;Untuk penyakit atau hama yang terdapat pada ikan betutu di pengaruhi oleh musim yang menyebabkan perubahan kualitas air. Ada beberapa cara sederhana mencegah lendir dan koreng pada ikan betutu dengan merendam larutan air garam selama 1-2 menit atau dengan menggunakan larutan PK (kalium permangat) sebanyak 3-4 tetes ke dalam 5 liter air selama 30-60 detik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;Sahran Kepala Dinas Perikanan di dampingi Kasubag bagian Umum Muslik mengatakan untuk budidaya ikan betutu sejauh ini masih tergantung dari alam, belum ada penelitian lebih lanjut tentang pembenihan ikan. Terkait tentang ketergantungan bibit ikan betutu dengan alam dinas Perikanan membantu para nelayan membuat daerah larangan untuk menagkap ikan sehingga populasi ikan tersebut tidak terganggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;Ikan Betutu yang menjadi ikan favorit untuk dijadikan ikan asap bagi masyarakat juga memiliki harga yang baik. Untuk itu dinas perikanan memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana untuk membantu para nelayan agar hasilnya budidaya ikan tersebut dapat berkembang dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;“Kami sudah mencoba melakukan pembenihan dengan mendatangkan bibit-bibit dari luar tetapi itu semua gagal di lakukan karena bibit yang di datangkan terlalu kecil sehingga tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan, mungkin bila bibit-bibit tersebut agak lebih besar dapat tahan terhadap lingkungan” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;Untuk itu, dinas perikanan mensiasatinya dengan mengarahkan para nelayan ke sektor-sektor pembudidayaan dan pemasaran sehingga kulitas yang di hasilkan dapat meningkat di setiap tahunnya walaupun masalah bibit hanya tergantung dari alam. Untuk kerjasama dengan pihak universitas di bidang penelitian ikan Betutu terutama pembenihan belum dilakukan tetapi dinas perikanan telah bekerjasama dengan Universitas Mulawarman untuk program Konserfasi air dan pelatihan-pelatihan bagi para nelayan untuk meningkatkan kualitas menjadi agenda rutin dinas perikanan. Biasanya para nelayan mengikuti pelatihan dari balai-balai perikanan yang di selenggarakan oleh badan riset kelautan dan perikanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;Ikan betutu mempunyai sifat genetis yang berbeda dengan ikan budidaya lainya yakni pertumbuhan badan yang lambat dengan kata lain tidak mudah bongsor dan masa pemeliharaan yang cukup lama sehingga kalo dilihat dari lamanya perkembangan kurang menguntungkan tetapi bila dilihat dari harga jualnya yang mencapai 130 ribu maka bubidaya betutu tetap memberikan keuntungan yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;Dalam budidaya ikan betutu ini juga dapat meningkatkan UPR masyarakat, contohnya saja bukan hanya ikan betutnya yang tinggi harganya tetapi benih bibit ikannya pun memiliki harga yang tinggi di pasaran yang mencapai 35/40 ribu per kilonya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;sumber :&amp;nbsp;http://www.vivaborneo.com/ikan-betutu-ikan-malas-berkulitas-ekspor.htm&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/feeds/8277929480810714066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2014/02/prospek-budidaya-ikan-betutu-ikan-males.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/8277929480810714066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/8277929480810714066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2014/02/prospek-budidaya-ikan-betutu-ikan-males.html' title='Prospek Budidaya Ikan Betutu (Ikan Males)'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFvpOPpOdmJ0GDScK8onqCXbbX_O5lqGNRxWJ9kP9tRzqeHKpiUGBJo9wmLFXmW6fp7lk5ekd2J68X8rkrvtK7uSZMvvg2qRBtCEEJXG9qtnc3BCg-VMgcpEpuGySUP-elqQ-PmK_mRiU/s72-c/2013-06-12+14.26.23.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-7510389817568911023</id><published>2014-02-11T18:13:00.001+08:00</published><updated>2022-02-15T02:15:02.716+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iptek"/><title type='text'>Cara Membuat Bubu dari Pipa Paralon</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penangkapan belut laut (sea eel) atau jenis conger eel yang banyak hidup di perairan pantai atau ikan lindung yang hidup di sungai, muara atau di danau, dapat juga dilakukan dengan menggunakan bubu yang bahannya terbuat dari paralon. Jenis penangkapan dengan menggunakan bubu paralon dapat dilakukan sebagai mata pencaharian sambilan atau sebagai mata pencaharian utama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW64JwtkDXwP4RDWM6uxoAbfWIniBGyOGB7BlgfxxyH10Gf8_roHwDlNx8L0N4pnkn0dHJeD8niLv5Rn2RQc_0WOg1J5dllRdUUOcLGcG8mVD8Kfmmdtflshn8HD5mjizoxjALOPfxbX4/s1600/bubu+ikan+lindung+dari+paralon.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW64JwtkDXwP4RDWM6uxoAbfWIniBGyOGB7BlgfxxyH10Gf8_roHwDlNx8L0N4pnkn0dHJeD8niLv5Rn2RQc_0WOg1J5dllRdUUOcLGcG8mVD8Kfmmdtflshn8HD5mjizoxjALOPfxbX4/s1600/bubu+ikan+lindung+dari+paralon.png&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;259&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sebagai gambaran, di bawah ini dijelaskan mengenai konstruksi, metode operasi, umpan yang dapat dipakai, musim penangkapan dan daerah penangkapan dari bubu paralon yang dapat dijadikan sebagai acuan sebelum melakukan usaha penangkapan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Konstruksi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan untuk bubu paralon adalah paralon yang biasa dipakai untuk keperluan saluran air dengan berdiameter antara 10-15 cm, panjang antara 60-80 cm atau tergantung keinginan masing-masing yang akan mengoperasikannya, pintu masuk dapat dibuat dari plastik atau anyaman bambu sedangkan pengikat pintu masuk dapat dibuat dari ban dalam bekas dengan lebar I-2 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Metode operasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pemasangan bubu di perairan, dapat dipasang satu demi satu kemudian diuntai atau dipasang dua atau tiga bubu dalam satu ikatan kemudian dipasang dengan cara diuntai dengan jarak satu dan lainnya antara 5-6 m. Metode pengoperasiannya adalah dengan cara memasang bubu di perairan yang diperkirakan banyak dihuni oleh jenis ikan yang akan dijadikan target tangkapan, baik secara tunggal maupun dipasang secara beruntai. Pemasangan bubu di perairan dapat dilakukan menjelang matahari terbenam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dan diangkat keesokan harinya dipagi han. Jumlah bubu yang akan dipasang sebaiknya disesuaikan dengan besar kecilnya perahu dan kemampuan orang yang akan mengoperasikannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Alat bantu penangkapan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Alat bantu penangkapan dapat memakai gardan yang dapat dibuat dari bambu, kayu atau besi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jenis hasil tangkapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ikan lindung jenis Fluta alba, anago anago, astroconger myriaster, congriscus megastornus dan jenis ikan lindung Iainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Perahu dan nelayan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pengoperasian bubu dapat dilakukan dengan tanpa perahu, dengan perahu tanpa motor atau dengan perahu motor tempel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Nelayan yang mengoperasikan bubu paralon adalah nelayan yang mengoperasikan bubu sebagai pekerjaan utama atau nelayan yang mengoperasikan alat tangkap seiain sebagai pekerjaan utama dan bubu dijadikan sebagai alat alternatif sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan utamanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Umpan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Umpan yang dipakai dapat berupa umpan hidup seperti cacing, irisan daging ikan atau ikan rucah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Musim penangkapan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Disesuaikan dengan musim ikan atau biota air lainnya yang akan dijadikan target tangkapan di daerah masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Daerah penangkapan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Daerah penangkapan ialah perairan yang dasarnya perairannya berlumpur, berlumpur bercampur pasir atau perairan yang banyak dihuni oleh ikan yang dijadikan target tangkapan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pemeliharaan alat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Untuk memelihara alat tangkap supaya tahan lama, setiap setelah digunakan sebaiknya dibersihkan, yang rusak diperbaiki atau diganti dengan yang baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pengadaan alat dan bahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan dan alat untuk pembuatan bubu paralon bisa dibeli di toko material.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kisaran harga satuan peralatan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Perahu tanpa motor / perahu motor tempel Rp. 2000.000,- s/d Rp. 5.000.000,-. Satu buah Bubu dan tali temali Rp. 5.000,- s/d Rp. 10.000,-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sumber: http://budidayaukm.blogspot.com/2011/05/bubu-ikan-lindung-dari-paralon.html&lt;/i&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/feeds/7510389817568911023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2014/02/cara-membuat-bubu-dari-pipa-paralon.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/7510389817568911023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/7510389817568911023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2014/02/cara-membuat-bubu-dari-pipa-paralon.html' title='Cara Membuat Bubu dari Pipa Paralon'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW64JwtkDXwP4RDWM6uxoAbfWIniBGyOGB7BlgfxxyH10Gf8_roHwDlNx8L0N4pnkn0dHJeD8niLv5Rn2RQc_0WOg1J5dllRdUUOcLGcG8mVD8Kfmmdtflshn8HD5mjizoxjALOPfxbX4/s72-c/bubu+ikan+lindung+dari+paralon.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-1307024148606309185</id><published>2013-02-23T14:35:00.001+08:00</published><updated>2013-02-23T14:42:43.763+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iptek"/><title type='text'>Pengendalian Hama Dan Penyakit Ikan Sidat</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHZ3aME52AJk44CXP75wqiMKj-E9A0U2uNG4if08UFmk5wIA1D-AD5Kqgwcqvh9dkM8iQ8lio183PKbOd3wWN_UAbxed-rfFQlAeycJQ-vH9duXE3xT09ercemu7d_upRgHcjitrs8RGc/s1600/sidat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;217&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHZ3aME52AJk44CXP75wqiMKj-E9A0U2uNG4if08UFmk5wIA1D-AD5Kqgwcqvh9dkM8iQ8lio183PKbOd3wWN_UAbxed-rfFQlAeycJQ-vH9duXE3xT09ercemu7d_upRgHcjitrs8RGc/s320/sidat.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Selama kegiatan budidaya ikan sidat terdapat beberapa gangguan kesehatan pada ikan sidat antara lain hama dan penyakit yang memerlukan pengendalian sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Hama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Menurut Liviawaty dan Afrianto (1998), hama ikan sidat yaitu organisme yang berukuran besar yang mampu menimbulkan gangguan atau memakan ikan sidat. Hama dapat berperan sebagai predator yang bersifat memangsa terutama pada stadia glass eel. Ada juga yang sifatnya sebagai kompetitor yang bisa menimbulkan persaingan dalam mendapatkan oksigen, pakan dan ruang gerak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Penyakit.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;2.1. Penyakit parasitik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penyakit parasitik adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme parasit yang dapat menimbulkan penyakit seperti virus, bakteri, jamur, protozoa, golongan cacing dan udang renik. Jenis penyakit parasitik yang menyerang ikan sidat berdasarkan jenis parasit yang menyerangnya antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penyakit yang disebabkan oleh bakteri&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bakteri adalah organisme satu sel yang mempunyai daerah penyebaran yang relatif luas sehingga hampir dapat dijumpai dimana saja. Bakteri mempunyai ukuran relatif besar daripada virus, yaitu 0.3 mikron – 0.5 mikron. Jenis penyakit pada ikan sidat yang disebabkan oleh bakteri diantaranya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Aeromonas Disease&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penyebabnya adalah bakteri yang tergolong kedalam genus Aeromonas dan Paracolotrum. Menyerang bagian sirip sehingga sirip yang terkena penyakit ini akan mengembang. Penganganan ikan sidat yang terserang bakteri ini dapat dilakukan dengan senyawa sulfa, antibiotik atau senyawa furane yang dicampurkan terlebih dahulu ke dalam pakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Gill Disease&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyerang insang. Penyakit ini dapat menimbulkan kematian karena merusak bagian insang, sehingga menganggu sistem pernapasan. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan melakukan perendaman kedalam methylene blue dan penambahan senyawa sulfa, furane atau senyawa kimia anti bakteri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Red Disease&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penyebab penyakit ini adalah bakteri, yang menyerang pada ikan sidat dewasa.meyerang organ luar dan dalam seperti usus, hati dan ginjal. Bagian tubuh ikan sidat yang terkena penyakit ini menjadi kasar dan terlihat merah. Pengobatan ikan sidat yang terkena penyakit ini dapat diobati dengan melakukan kedalam malachit green atau methylene blue dan penambahan senyawa sulfa, furane atau senyawa kimia anti bakteri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penyakit yang disebabkan oleh virus&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Virus adalah organisme penyebab penyakit yang sangat kecil karena memiliki ukuran tubuh antara 25 – 300 nanometer sehingga hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Aktivitas serangan virus yang bersifat akut menyebabkan kerusakan jaringan yang cukup luas dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang singkat. Penyakit ini menyerang pada insang dan ginjal ikan sidat. Tubuh ikan sidat yang terserang penyakit ini akan memendek (dehidrasi), densitas jarang meningkat dan jumlah garam tubuh menurun. Cara untuk mengobati penyakit ini dapat dilakukan dengan menambahkan garam ke dalam pakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penyakit yang disebabkan oleh jamur&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jamur adalah mikroorganisme yang sering terlihat seperti benang yang tumbuh menyebar di bagian dalam atau luar tubuh ikan sidat. Jamur mempunyai ukuran lebih besar daripada bakteri sehingga lebih mudah dideteksi. Jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur yang menyerang ikan sidat adalah cotton cap atau water muould. Penyebab dari penyakit ini adalah jamur Saprolegnia parsitica, yang biasanya banyak menyerang ikan sidat yang berukuran fingerling dan dewasa. Pengobatan ikan sidat yang sudah terserang penyakit ini dilakukan dengan cara perendaman kedalam larutan methylene blue 2 ppm selama 4 hari dengan masa istirahat 10 hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penyakit yang disebabkan oleh protozoa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Beberapa jenis penyakit pada ikan sidat yang disebabkan oleh protozoa adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;White Spot Disease.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penyakit ini disebabkan oleh Ichthyophthrius multilifis yaitu jenis protozoa yang sering menyerang pada ikan, baik ikan hias ataupun ikan konsumsi. Sidat yang terserang protozoa ini akan terlihat bintik-bintik putih yang berdiameter 0.5 – 1 mm. Bagian tubuh ikan sidat yang terserang penyakit ini adalah pada bagian sirip, tutup insang dan ekor. Pengobatan yang paling efektif untuk memberantas patogen ini adalah pada fase kista atau post kista. Jenis obat yang dapat digunakan untuk memberantas jenis protozoa ini antara lain garam dapur (NaCl), methylene blue, formalin dan larutan kina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Myxidium Disease&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penyebaran penyakit ini adalah dengan spora. Spora protozoa ini akan menimbulkan bulatan putih pada permukaan kulit ikan sidat yang terserang. Sejauh ini belum ditemukan cara untuk mengobati penyakit ini, apabila dalam kolam terdapat sidat yang telah terserang penyakit ini sebaiknya langsung dibuang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Cripple Body Disease&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penyakit ini disebabkan oleh patogen Plisthopora yang termasuk protozoa. Jenis protozoa ini menyerang sistem jaringan sehingga menyebabkan tubuh ikan sidat yang terserang menjadi mengerut. Ikan sidat muda yang warna kulit tubuhnya putih susu dapat diindikasikan bahwa sidat tersebut telah terserang oleh protozoa jenis ini. Cara mengobati penyakit yang disebabkan protozoa ini belum ada, apabila pada kolam pemeliharaan ditemukan ikan sidat yang terserang sebaiknya langsung dibuang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penyakit yang disebabkan oleh Nematoda&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Salah satu nematoda yang menyerang ikan sidat adalah Anguillicola grobiceps. Nematoda ini menyerang gelembung renang ikan sidat. Ikan sidat yang terinfeksi akan mengalami luka-luka dan borok. Perlakuan yang efektif untuk memberantas patogen ini masih belum ada, kecuali jika nematoda muda keluar dari gelembung renang menuju kolam, mereka tidak tahan terhadap formalin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penyakit yang disebabkan oleh Copepoda&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Copepoda adalah jenis parasit yang biasa menyerang ikan sidat pada bagian luar Anchor Worm Disease. Copepoda yang menyebabkan penyakit ini adalah Lernea cyprinaceae. Menyerang bagian hidung dan mulut ikan sidat. Patogen ini dapat menyebabkan luka dan borok sehingga akan mengurangi kemampuan ikan sidat untuk makan. Pengobatan ikan sidat yang terserang cacing jangkar ini dapat dilakukan dengan merendamnya dalam larutan bromex 0.12 – 0.15 ppm atau larutan dipterex 0.25 ppm selama 4 – 6 jam. Perendaman dapat dilakukan dalam larutan Kliuj Permanganat (PK) tapi dosis penggunaan PK ini sedikit lebih rendah dari konsentrasi lethal bagi sidat, sehingga penggunaan PK jarang dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Plistophora&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Plistophora anguilarum merupakan parasit mikrosporidium yang menyerang otot ikan sidat. Patogen ini masuk melalui kulit dan masuk ke bagian otot kemudian membuat kista. Penyakit ini akan menyebabkan pertumbuhan terhenti dan permukaan tubuhnya tidak rata. Sampai dengan saat ini, belum ada perlakuan yang efektif untuk mengobati ikan sidat yang terserang penyakit ini, karena spora parasit ini memiliki dinding yang tebal sehingga bahan kimia tidak mampu menembusnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Cauliflower Disease&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penyakit ini akan membentuk tumor terutama pada bagian hidung dan mulut, sehingga mengganggu aktivitas ikan sidat terutama pada saat mencari makan. Belum ada cara pengobatan untuk jenis penyakit ini karena patogen penyebabnya pun sampai saat ini belum diketahui.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;2.2. Penyakit non parasitik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penyakit non parasitik adalah penyakit yang bukan disebabkna oleh hama ataupun organisme parasit. Penyakit non parasitik yang menimpa ikan sidat diantaranya disebabkan oleh :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Faktor lingkungan yang kurang menunjang bagi kehidupan ikan sidat.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Faktor lingkungan tersebut antara lain : pH air yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, kandungan oksigen yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, fluktuasi suhu yang terlalu tinggi dan perubahan mendadak serta adanya polutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kualitas pakan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pakan yang diberikan kurang baik (malnutrisi) anatara lain: kekurangan vitamin, gizinya terlalu rendah, kualitas bahan baku pakan yang jelek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Turunan, antara lain kelainan fisik yang sudah ada sejak lahir.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Salah satu penyakit non parasitik yang sering dialami pada pemeliharaan ikan sidat adalah deplesi oksigen. Pengaruh dari deplesi oksigen terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Konsentrasi oksigen terlarut pada kolam rendah, ikan sidat akan mengalami stress sehingga mudah diserang oleh patogen lain. Kejadian ini biasanya terjadi pada saat malam hari karena konsentrasi oksigen terlarut dalam air dipengaruhi oleh fotosintesis, respirasi dan proses difusi. Kegiatan fotosintesis terjadi pada siang hari dan proses respirasi akan menghasilkan karbondioksida sehingga pada malam hari konsentrasi oksigen terlarutnya rendah. Cara untuk memecahkan masalah kekurangan oksigen ini adalah membantu menambahkan adanya proses difusi yang dapat dilakukan dengan pemasangan kincir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/1307024148606309185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/1307024148606309185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/10/pengendalian-hama-dan-penyakit-ikan.html' title='Pengendalian Hama Dan Penyakit Ikan Sidat'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHZ3aME52AJk44CXP75wqiMKj-E9A0U2uNG4if08UFmk5wIA1D-AD5Kqgwcqvh9dkM8iQ8lio183PKbOd3wWN_UAbxed-rfFQlAeycJQ-vH9duXE3xT09ercemu7d_upRgHcjitrs8RGc/s72-c/sidat.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-8212654111406219714</id><published>2013-02-23T14:32:00.000+08:00</published><updated>2013-02-23T14:32:53.488+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iptek"/><title type='text'>Mengenal Penyakit Pada Sidat</title><content type='html'>&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-TqbzDDy6C0c/UH3-7uAvx5I/AAAAAAAAAlU/7va3L3COdRE/s647/Ikan+Sidat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;238&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-TqbzDDy6C0c/UH3-7uAvx5I/AAAAAAAAAlU/7va3L3COdRE/s320/Ikan+Sidat.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTMW7vryT0RqPmcwvx9YsSAK-cujn9Iea9EE3PnaFobxF5C1KRlV0KN2W9Wk6s2NxgOj97MGrZHkS41JS9UbN8K7WeWYRMMj7LnzzrIyPwwXVUctDhCHGhpn6uHMVydglnlsrBDGFpOns/s1600/Penyakit+pada+ikan+sidat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 21px;&quot;&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ciri-ciri&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 21px;&quot;&gt;&lt;b&gt;ikan sidat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 21px;&quot;&gt;&amp;nbsp;berpenyakit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ciri&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;ikan sidat&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;yang terdeteksi terkena penyakit dilihat dari tingkah laku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;line-height: 21px;&quot; type=&quot;disc&quot;&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Ikan cenderung naik kepermukaan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Berenang lamban&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Cenderung memisahkan diri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Nafsu makan berkurang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Menggosok-gosokan tubuh kedinding kolam&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Gejala klinis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;line-height: 21px;&quot; type=&quot;disc&quot;&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Warna tubuh abnormal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Sisik terkuak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Mata menonjol&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Tubuh kasap&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Borok dipermukaan tubuh&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Insang rusak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Sirip teriritasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Hati abnormal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengendalian penyakit&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada prinsipnya pencegahan akan lebih baik dan efektif daripada mengobati. Dibawah ini ada hal yang harus diperhatikan dalam pengendalian penyakit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;line-height: 21px;&quot; type=&quot;disc&quot;&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Inang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Pathogen&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Ketiga faktor diatas sangat berkaitan satu sama lain, dengan contoh bila kolam atau media ikan tidak sesuai standar persiapan kolam(lingkungan) maka akan memudahkan penyakit menempel pada inang begitupun sebaliknya inang tidak akan terhinggap penyakit bila lingkungan sudah dipersiapkan sesuai standar dengan contoh adanya pengapuran dan pemupukan begitupun kondisi suhu air yang ideal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Penyakit pada&amp;nbsp;&lt;b&gt;ikan sidat&lt;/b&gt;&amp;nbsp;terbagi kedalam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;line-height: 21px;&quot; type=&quot;disc&quot;&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Parasit&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Jamur&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Bakteri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;virus&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;a. Parasit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Trichodina sp&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanda penyakit : Kulit teriritasi, kumis kriting pada lele&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengendalian&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Methylene blue+Nacl, garam 500-1000 ppm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Epistilis sp&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada ikan hias terlihat benjolan putih pada permukaan kulit, tampilan pucat&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengendalian : Formalin 25 ppm, garam 500-1000 ppm&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Chillodonella sp&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanda penyakit: Gerakan lamban, warna tubuh pucat, kulit teriritasi&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengendalian&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Formalin 25 ppm, garam 500-1000 ppm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Myxosporea&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanda penyakit: Insang putih&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengendalian&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Dengan pengapuran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Lernaea sp&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanda penyakit: Pendarahan poda lokasi infeksi, kurang nafsu makan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengendalian&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Dengan pengapuran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;b. Jamur&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Achlya sp&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Saprolegina sp&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanda penyakit adanya hypa (seperti kapas)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Pengendalian : Methylene blue&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;c. Bakteri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Aeromonas hydrophila&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanda penyakit : Borok, dropsy, iritasi sirip, sisik menguak.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengendalian&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Antibiotic yang diijinkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;d. Virus&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Koi Herpes Virus ( KHV )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanda penyakit: Kematian masal, kerusakan insang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengendalian&amp;nbsp; : Dengan caya meningkatkan daya tubuh ikan dengan pemberian vitamin&amp;nbsp; C untuk ikan yang belum terserang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 21px;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;By.&amp;nbsp;&lt;b&gt;Sidat Kita&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/8212654111406219714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/8212654111406219714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/04/mengenal-penyakit-pada-sidat.html' title='Mengenal Penyakit Pada Sidat'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-TqbzDDy6C0c/UH3-7uAvx5I/AAAAAAAAAlU/7va3L3COdRE/s72-c/Ikan+Sidat.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-5183522479855657906</id><published>2013-02-23T14:29:00.000+08:00</published><updated>2013-02-23T14:29:00.772+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iptek"/><title type='text'>Cara Memelihara Sidat Elver</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0OUHKVoqXoBzk0NmbHzFAbND9Ef5wPECj9WGJuArDvvysXojnChFwHIAB3VyT2MbYo6ioe-wMqJ8DUUcWUwGlf6X_Ei0-ye5bQeLJDHa7dyqk3R0rMJzHVxBh5m8r9t0pT4eQXeMmetE/s1600/cara+memelihara+elver.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0OUHKVoqXoBzk0NmbHzFAbND9Ef5wPECj9WGJuArDvvysXojnChFwHIAB3VyT2MbYo6ioe-wMqJ8DUUcWUwGlf6X_Ei0-ye5bQeLJDHa7dyqk3R0rMJzHVxBh5m8r9t0pT4eQXeMmetE/s320/cara+memelihara+elver.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Senang membaca kesan kesan rekan rekan &lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;b&gt;sidaters&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; yg sudah mulai memelihara baik glass eel, elver dan fingerlingnya di aquarium, dan bak fiber, ataupun bak beton. Penting bagi rekan rekan sidaters, mengamati tingkah laku &lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;b&gt;sidat&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; di aquarium, bahkan sangat dianjurkan oleh Atsushi Usui pakar Biologi Sidat Jepang yg mengarang buku &quot;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Eel Culture&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&quot;. Sembari menggarap project, pengembangan budi daya sidat untuk target produksi 20 ton/tahun sebagai konsultan, saya sadur sifat sifat Elver (baby sidat) dari buku Eel Culture (Atshushi Usui) sbb:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Benih Ikan Sidat (Glass Eel-&amp;gt; Elver)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Usaha &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Budidaya Ikan Sidat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; masih tergantung total pada glass eel (juvenile) yang ditangkap oleh nelayan selama migrasinya dari laut ke sungai sungai air tawar, yang berhadapan dengan samudera raya. &lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;b&gt;Glass Eel&lt;/b&gt; &lt;/a&gt;yang tranparan secara perlahan mengalami pigmentasi dan di sebut Elver.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sifat sifat dari Elver&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Pelihara elver dalam akuarium. Ini adalah saran yang baik untuk setiap pembudi daya sidat, karena dalam akuarium anda dapat secara nyata melihat apa yang dilakukan elver, apa yang disukai dan yang tidak disukainya, dan bagaimana tingkah lakunya. Setelah anda memelihara elver dalam akuarium akan didapat pengetahuan yang berguna untuk memperlakukan sejumlah besar elver yang akan anda budi dayakan di dalam bak, dimana tidak dapat melakukan observasi secara dekat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Elver yang baru ditangkap sampai dengan 4 hari&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Elver akan bersembunyi di celah celah, di bawah batu dan sebagainya, dan muncul pada waktu malam (ketika tertarik dengan adanya cahaya) juga tidak menunjukan ketertarikan pada makanan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Hari ke 4 sampai dengan hari ke 10&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Elver sembunyi dalam celah-celah, dan menjadi berwarna abu-abu, dan mulai makan. Pakan terbaik adalah cacing tanah yang dilumatkan. Cacing tanah segar di lumatkan di blender, dan dibentuk pasta . Pertama kali pasta cacing ini dimasukan ke akuarium, tidak ada elver yang tertarik kecuali saat elver menabraknya dengan tidak sengaja. Ketika elver melakukannya maka dia mulai makan di dasar akuarium. Perlu waktu satu jam atau lebih bagi elver untuk makan, berikan pasta cacing satu kali sehari.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Hari ke 10 sampai dengan hari ke 20&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Elver akan menggunakan separuh dari waktunya berenang secara aktif, bersembunyi di celah-celah tumbuhan air atau mengubur dirinya di pasir, dengan hanya memunculkan kepalanya dari separuh waktunya yang lain. Warnanya makin bertambah gelap, tetapi perutnya agak lebih transparan. Setelah makan akan mudah terlihat makanan di perutnya. Berikan makan dua kali sehari jam 09:00 dan jam 17:00, dan tempatkan pasta di lokasi yang sama.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Elver kemudian secara cepat mendeteksi adanya makanan, dan tertarik dengan bau amis, akan tetapi lambat menentukan lokasi dari pakan, karena arus air akan mendifusikan bau makanan ke seluruh aquarium, elvers akn segera berenang menjelajah di dasar kolam. Elver menentukan lokasi pakannya sepenuhnya dengan indera penciuman (eel yang buta yang ditempatkan di akuarium dapat hidup bertahun tahun) akan memakan pakan secara rakus jika mendapatkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Hari ke 21 sampai dengan hari ke 30&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Elver akan tumbuh dan dapat terlihat beberapa tumbuh lebih cepat dari pada yang lainnya. Ia akan mulai terbiasa dengan rutinitas pemberian pakan, segera setelah pakan di letakan, dengan cepat sidat menciumnya dan secara rakus memakan pasta pakan. Dapat berlangsung dalam 10 menit.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Setelah hari ke 30&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Jika elver bertahan sejauh ini berarti perlakuan yang dilakukan sudah tepat, dan dapat menjadi kesuksesan. &lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;b&gt;Elver&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; akan menjadi semakin rakus dan ada empat tanda penting yang mesti dimiliki.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Usahakan air tetap bening seperti kristal.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berikan elver pakan sebisa dia makan, maka ia akan cepat tumbuh.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan biarkan kelebihan pakan jatuh dalam bak, karena ini akan meracuni air, dan menyebabkan penyakit. Pakan jangan dilemparkan ke air tetapi letakan pada wadah, dan lokasikan agak di bawah permukaan air. Jika elver sudah cukup makan maka sisa makanan dapat di angkat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pisahkan elver yang kurang cepat pertumbuhannya, tempatkan pada kelompok yang lambat pertumbuhannya, dan yang lain pada kelompok yang cepat pertumbuhannya. (&lt;a href=&quot;http://sidatkita.blogspot.com/2011/06/cara-memelihara-sidat-elver.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ariya Hendrawan&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: #eeeeee;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/feeds/5183522479855657906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/03/senang-membaca-kesan-kesan-rekan-rekan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/5183522479855657906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/5183522479855657906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/03/senang-membaca-kesan-kesan-rekan-rekan.html' title='Cara Memelihara Sidat Elver'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0OUHKVoqXoBzk0NmbHzFAbND9Ef5wPECj9WGJuArDvvysXojnChFwHIAB3VyT2MbYo6ioe-wMqJ8DUUcWUwGlf6X_Ei0-ye5bQeLJDHa7dyqk3R0rMJzHVxBh5m8r9t0pT4eQXeMmetE/s72-c/cara+memelihara+elver.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-8371769062077801192</id><published>2013-02-23T14:16:00.000+08:00</published><updated>2013-02-23T14:16:41.816+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iptek"/><title type='text'>Infeksi Penyakit Fin Rot pada Sidat</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-rtf-htuPH8A/UHwREj_wsjI/AAAAAAAAAic/U4yjqGV2RoA/s259/Sidat+Masapi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-rtf-htuPH8A/UHwREj_wsjI/AAAAAAAAAic/U4yjqGV2RoA/s259/Sidat+Masapi.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;KARAKTERISTIK SIDAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sidat&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt; adalah binatang yang termasuk dalam golongan ikan, dia dapat hidup di air laut maupun air tawar. Sidat merupakan salah satu komoditas eksport perikanan yang telah lama di kenal, terutama di berbagai Negara yang perikanannya sangat maju.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sidat mempunyai bentuk morfologi yang relative serupa dengan belut, tetapi keduanya memiliki ordo yang berbeda. Menurut Bleeker sidat mempunyai klasifikasi sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Filim :&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Chordota&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Klas :&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pisces&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ordo :&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Apodes&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Famili :&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Anguillidae&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Genus :&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Anguilla&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Spesies :&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Anguilla sp.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ciri utama &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sidat dewasa&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt; adalah bentuk tubuhnya yang menyerupai belut. Namun jika diperhatikan lebih teliti ada beberapa perbedaan morfologi yang cukup nyata antara sidat dan belut. Perbedaan yang dapat dilihat secara langsung adalah sidat memiliki sirip ekor, sirip punggung dan sirip dubur yang sempurna. Sedangkan belut tidak mempunyai sirip sama sekali. Sirip sidat dilengkapi dengan jari- jari lunak yang dapat dilihat dengan mata biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sidat merupakan hewan yang bersifat katadrom. Dengan demikian sidat dapat hidup di air tawar maupun air asin. Sidat kecil hidupdi air tawar sampai ia mencapai dewasa dan selanjutnya akan bermigrasi ke laut untuk memijah. Oleh karena itu sebagian sebagian besar hidup sidat dihabiskan dilingkungan air tawar seperti sungai danau, waduk, kolam, sawahdan berbagai jenis habitat air tawar lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PATOGENESIS BAKTERI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penyakit yang sering menyerang sidat dapat dikasifikasikan menjadi 2 kelompok, yakni penyakit menular yang sering disebut parasit, yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme seperti bakteri jamur, virus dan protozoa. Kemudian yang kedua adalah penyakit yang tidak menular, yaitu penyakit yang bukan disebabkan oleh mikroorganisme, tetapi karena hal lain misal karena kekurangan pakan, keracunan konsentrasi oksigen dalam air rendah atau penyakit gelembung udara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dapat dikatakan bahwa penyebab langsung dari kebanyakan penyakit adalah parasit-parasit termasuk virus-virus, bakteri, jamur, dan protozoa. Penularannya semakin mudah di dalam kelompok ikan yang padat dibanding dengan di alam bebas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sebagai akibatnya, penyebaran penyakit yang lebih luas dapat ditemukan pada kolam budidaya atau keramba . Banyak parasit, terutama yang termasuk golongan sistematika rendah tersebar luas, dan biasanya terdapat di dalam biotop atau bahkan juga di dalam tubuh ikan tanpa menyebabkan kondisi patologis. Bakteri sepertiaeromonas hydrophilla, Flexibacter columnaris, Pseudomonas flurescens ataupun Vibrio anguilarum dikatakan bersifat saprofitis dan terdapat di mana-mana (ubiquitous). Namun demikian, dalam kondisi tertekan, bakteri tersebut dikenal sebagai penyebab penyakit, seperti haemorragic septicaemia, penyakit busuk insang (bacterial gill disease), pembusukan sirip (fin rot) dan vibriosis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Salah satu penyebab penyakit pada sidat adalah bakteri, bakteri mempunyai daerah penyebaran relative luas sehingga hampir dapat dijumpai dimana saja. Bakteri mempunyai ukuran yang relative besar jika di bandingkan dengan virus, yaitu antara 0,3 sampai 0,5 mikron. Cara mencegah infeksi oleh bakteri adalah mengusahakan kualitas air dan lingkungan bebas dari polusi racun atau bahan kimia yang berbahaya, oksigen dalam lingkungan tetap terpenuhi, dan mencegah masuknya parasit eksternal maupun internal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;INFEKSI PENYAKIT FIN ROT OLEH BAKTERI AEROMONAS LIQUEFACIENS&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sidat yang terkena infeksi fin rot akan kehilangan nafsu makan dan gerakan berenangnya mulai tidak teratur yang akhirnya ia akan muncul dan berenang di permukaan air. Sidat yang terserang secara eksternal akan mengalami pendarahan yang selanjutnya menjadi borok (haemorrhage) pada sirip perut dan ekor serta bagian anus. Secara internal usus dan lambung mengalami hyperemia yang akhirnya terkikis. Hati sidat yang terserang penyakit ini menjadi tidak berfungsi. Pada serangan lebih lanjut rahang bawah akan mengalami luka dan borok. Infeksi sekunder dapat terjadi jika sidat terserang oleh cotton cap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bakteri pathogen yang menyebabkan penyakit ini adalahAeromonas liquefaciens yang menyerang organism sidat di air tawar dan biasanya menyerang pada suhu air 280C.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bakteri Aeromonas umumnya hidup di air tawar terutama yang mengandung bahan organic tinggi. Ada juga yang berpendapat bahwa bakteri ini hidup di saluran pencernaan. Ciri utama bekteriAeromonas adalah bentuk seperti batang, ukuran 1-4,4 x 0,4-1 mikron, bersifat gram negative, fakultatif aerobic (dapat hidup dengan atau tanpa oksigen), tidak berspora, bersifat motil (bergerak aktif) karena mempunyai satu flagel(monotrichous flagella) yang keluar dari salah satu kutubnya. Penyakit ini senang hidup di lingkungan bersuhu 15 0C-30 0C dan pH 5,5 – 9.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penularan bakteri Aeromonas dapat terjadi melalui air, kontak badan kontak dengan peralatan yang telah tercemaratau perpindahan sidat yang telah terserang Aeromonas dari satu tempat ke tempat lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Salah satu penanganan terhadap serangan pathogen ini adalah dengan membuang sidat yang telah terinfeksi supaya tidak menyebar kepada sidat lainnya. Cara lain mengatasi penyakit ini adalah dengan menambahkan air tawar yang bersih untuk menurunkan suhu air kolam.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pengobatan dapat dilakukan dengan thiazine tang diberikan melaluai pakan dengan dosis 20 mg per hari untuk sidat seberaty 100g. pemberian dilakukan secara terus menerus selama satu minggu. Sidat yang terinfeksi juga dapat diobati dengan cara merendam dalam obat furam atau sulpha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;sumber: http://blogkesayangan.blogspot.com/2008/12/infeksi-penyakit-fin-rot-pada-sidat.html&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/8371769062077801192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/8371769062077801192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/10/infeksi-penyakit-fin-rot-pada-sidat.html' title='Infeksi Penyakit Fin Rot pada Sidat'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-rtf-htuPH8A/UHwREj_wsjI/AAAAAAAAAic/U4yjqGV2RoA/s72-c/Sidat+Masapi.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-819084202205020434</id><published>2013-02-23T14:04:00.000+08:00</published><updated>2013-02-23T14:04:20.275+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iptek"/><title type='text'>Perlunya Pencegahan Hama dan Penyakit dalam Usaha Budidaya Perikanan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoAH6p005FKxKZ6xf6WV_63OF8kK5SDw2JtkpjDYEVQAOyQTMwISvBMrAeH7nAIj3YwNK0q1Of-1d5wHaKcYUHkpjnsJu4fCIlSSVG_JtEZGMItZOqoBQfhZmX7v5GHie2JAf3vIRT1io/s1600/penyakit+ikan+sidat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoAH6p005FKxKZ6xf6WV_63OF8kK5SDw2JtkpjDYEVQAOyQTMwISvBMrAeH7nAIj3YwNK0q1Of-1d5wHaKcYUHkpjnsJu4fCIlSSVG_JtEZGMItZOqoBQfhZmX7v5GHie2JAf3vIRT1io/s320/penyakit+ikan+sidat.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Usaha Budidaya perikanan memang di kenal dimana-mana, namun untuk melakukan budidaya juga perlu cara-cara yang baik sehingga menghasilkan produk perikanan yang lebih baik, hal ini perlu kita sampaikan karena sebagaimana dari pengalaman tahun - tahun sebelumnya yang pernah terjadi dimana pada saat itu ekspor produk perikanan asal Indonesia pernah ditolak Uni Eropa akibat sistim budi daya yang kurang baik sehingga terkait dengan logam berat, histamin dan chloram fenicol atau antibiotik, akibat dari sistim budidaya yang kurang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dengan memperhatikan hal tersebut yang pernah terjadi dari pengalaman sebelumnya di atas, maka sudah saatnya kita harus memperbaiki kualitas produk perikanan dengan sistim budidaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan Cara Budidaya Ikan yang lebih Baik dan menghindari penggunaan obat antibiotik. Berdasarkan Kepmen Kelautan dan Perikanan dimana zat aktif yang dilarang beredar dan dipergunakan sebagai bahan obat ikan, antara lain: Nitrofuran, Ronidozol, Dapson, Chloramphenicol, Cholichicin, Chlorpromazone, Trichlorfon, Dimetildazole, Metronidazole dan Aristolochia spp.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penggunaan antibiotik biasanya disebabkan karena pada kegiatan budidaya ikan terdapat serangan penyakit. Agar terhindar dari penggunaan bahan antibiotik tersebut maka langkah yang tepat adalah melakukan pencegahan terhadap kemungkinan munculnya penyakit pada ikan. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “lebih baik mencegah daripada mengobati”. Dalam kegiatan usaha budidaya ikan pepatah tersebut ada benarnya juga, mencegah itu lebih baik daripada mengobati karena selain lebih ekonomis juga dapat terhindar dari kerugian yang lebih besar akibat kematian massal pada ikan. Selain itu dengan melakukan pencegahan maka kemungkinan untuk menggunakan bahan antibiotik akan semakin berkurang atau sama sekali tidak digunakan pada budidaya ikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit pada ikan adalah dengan memperhatikan 5 (lima) komponen budidaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Komponen tersebut, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1. wadah (kolam),&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;2. Media (air),&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;3. Ikan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;4. Pakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;5. dan manusia (human).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;1) WADAH (KOLAM)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Persiapan kolam sebagai wadah budidaya ikan harus diperhatikan dengan benar. Persiapan kolam yang baik adalah minimal dalam tahapan kegiatannya melakukan kegiatan seperti:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Pengeringan,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pengeringan bertujuan untuk memutus siklus hidup penyakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dilakukan kira-kira selama tiga minggu atau disesuaikan dengan intensitas sinar matahari pada lokasi kolam sampai dasar kolam terlihat retak-retak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Pengolahan tanah,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pengolahan tanah bertujuan untuk menggemburkan kontruksi tanah agar bahan/zat racun dapat ternetralisir dan kandungan oksigen dalam tanah meningkat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan cara mencangkul atau membajak tanah dengan prinsip untuk membalikan lapisan tanah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. pengapuran,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pengapuran digunakan untuk menstabilkan pH tanah dan air serta dapat membunuh bakteri dan parasit. Kapur yang digunakan yaitu kapur pertanian (dolomit) dengan cara kapur ditebar merata pada permukaan tanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. pemupukan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pemupukan digunakan untuk menyuburkan kolam dan menumbuhkan fitoplankton sebagai pakan alami. Sebaiknya pupuk yang digunakan adalah jenis pupuk organik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;5. dan perbaikan pematang.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Perbaikan Pematang dilakukan bertujuan untuk memperbaiki kontruksi kolam agar hama/predator dan pembawa penyakit pada ikan tidak mudah masuk ke dalam kolam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;2) MEDIA (AIR)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam lingkup budidaya, kualitas air secara umum mengacu pada kandungan polutan atau cemaran yang terkandung dalam air dalam kaitannya untuk menunjang kehidupan ikan dan kondisi ekosistem yang memadai. Ikan hidup dalam lingkungan air dan melakukan interaksi aktif antara keduanya. Air yang jernih bukan berarti air yang baik bagi ikan, karena jernih bukan satu-satunya sarat air berkualitas bagi ikan. Lima syarat utama kualitas air bagi kehidupan ikan adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1. Rendah kadar amonia dan nitrit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;2. Bersih secara kimiawi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;3. Memiliki pH, kesadahan, dan temperatur yang sesuai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;4. Rendah kadar cemaran organik, dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;5. Stabil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Apabila persyaratan tersebut dapat dijaga dan dipelihara dengan baik, maka ikan yang dipelihara akan berkembang biak dengan baik dan terbebas dari berbagai penyakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;3) IKAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ikan sebagai obyek utama dalam kegiatan budidaya tentunya sangat diharapkan pertumbuhan dan perkembangannya dengan baik. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah jenis dan perlakuan terhadap ikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jenis ikan yang dibudidayakan tentunya harus jenis ikan yang memiliki ekonomis menguntungkan untuk dibudidayakan, baik untuk konsumsi ataupun hias. Selain itu menentukan jenis ikan yang dibudidayakan harus memperhatikan kecocokan dengan kondisi lingkungan tempat budidaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Perlakuan terhadap ikan yang dibudidayakan meliputi : aklimatisasi ikan, karantina ikan, padat tebar dan model budidaya (monokultur/polykultur).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Aklimatisasi ikan adalah penyesuaian kehidupan ikan terhadap lingkungan barunya atau terhadap perubahan lingkungan yg berlainan dari tempat asal sebagai akibat pemindahan. Tujuan dari perlakuan ini adalah supaya ikan tidak mengalami shock/stres dan ikan akan bertahan hidup. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam proses aklimatisasi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Apungkan kantong plastik berisi ikan pada kolam ± 10-15 menit tanpa membuka kantong plastiknya. Tujuannya untuk menyamakan suhu air di dalam kantong plastik dengan suhu air akuarium.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Buka kantong plastik lalu tambahkan air kolam kedalam kantong plastik sedikit demi sedikit selama ± 20-30 menit sampai kantong plastik penuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Biarkan ikan keluar dengan sendirinya atau dapat dibantu dengan menggunakan jaring kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Karantina ikan pada lahan budidaya adalah proses pemisahan/isolasi ikan yang baru masuk sebagai upaya pencegahan masuk dan tersebarnya hama dan penyakit ikan atau organisme pengganggu lainnya dari area lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Padat Tebar dalam satuan luas kolam harus disesuaikan dengan jenis dan ukuran ikan. Padat tebar pada ikan yang bersifat karnivora, herbivora dan omnivora tentunya jumlah padat tebarnya akan berbeda. Tujuan dari penentuan padat tebar ini adalah untuk menciptakan kondisi budidaya yang optimal, tidak terjadi persaingan/kompetisi ikan dalam wadah budidaya sebagai proses pertumbuhannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;4) PAKAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Berbagai kandungan gizi pada pakan ikan memiliki fungsi tersendiri untuk menjaga ikan agar tetap hidup dan tumbuh: protein, lipid, dan karbohidrat diperlukan untuk menyediakan energi, disamping itu protein pada khususnya diperlukan untuk pertumbuhan. Komposisi pakan ikan oleh karenanya memegang peranan yang penting. Protein yang diberikan pada ikan harus dapat menyediakan semua asam amino esensial yang diperlukan, lipid harus mengandung jenis asam lemak yang tepat. Berbagai jenis hara lainnya juga diperlukan tetapi jumlah keperlukannya sangat sedikit. Proporsi keperluan gizi ikan dan jumlahnya ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu: spesies, tahap pertumbuhan, status reproduksi, dan faktor-faktor luar seperti suhu, habitat, dan musim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pengelompokan ikan berdasarkan jenis makanannya:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1. Pemakan algae atau tumbuhan (herbivora),&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;2. Pemakan daging (karnivora)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;3. dan pemakan segala (omnivora).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dengan kebiasaan makan yang berbeda tersebut akan menjadi jelas bagi kita mengenai permasalahan-permalahan yang mungkin timbul apabila kita memberikan pakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan atau kebiasaan makannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ikan pemakan daging (karnivora) pada umumnya sangat bersifat selektif, sehingga apabila dipaksakan untuk memakan pakan berbahan dasar tumbuhan, maka perutnya tidak akan efesien dalam mengolah jenis pakan tersebut. Akibatnya ikan bisa kelaparan dan mengalami ketidakseimbangan gizi yang pada akhirnya akan membawanya ke kematian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Berbeda halnya dengan ikan herbivora kebanyakan lebih bersifat pemakan fakultatif mereka berevolusi memakan bagian tumbuhan karena makanan tersebut paling banyak tersedia bagi mereka, akan tetapi pada dasarnya mereka gemar makanan lain yang lebih bergizi apabila tersedia. Oleh karena itu ikan herbivora akan memakan dengan lahap daging ikan segar yang diberikan padanya. Dan karena kandungan gizinya lebih tinggi dibandingkan dengat diet normlanya, berupa tumbuhan, ikan tersebut malah bisa mendapatkan gizi lebih banyak dari yang diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;5) MANUSIA (HUMAN)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Unsur manusia sebagai pengelola kegiatan usaha budidaya ikan sangat menentukan pada tingkat keberhasilan kegiatan budidaya itu sendiri. Untuk itu pengelola harus mampu menguasai teknik dan manajemen usaha budidaya ikan.&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/819084202205020434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/819084202205020434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/10/perlunya-pencegahan-hama-dan-penyakit.html' title='Perlunya Pencegahan Hama dan Penyakit dalam Usaha Budidaya Perikanan'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoAH6p005FKxKZ6xf6WV_63OF8kK5SDw2JtkpjDYEVQAOyQTMwISvBMrAeH7nAIj3YwNK0q1Of-1d5wHaKcYUHkpjnsJu4fCIlSSVG_JtEZGMItZOqoBQfhZmX7v5GHie2JAf3vIRT1io/s72-c/penyakit+ikan+sidat.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-1242748246649355057</id><published>2012-12-26T00:07:00.000+08:00</published><updated>2012-12-26T00:07:47.031+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iptek"/><title type='text'>Pembuatan Pelet Ikan dari Cacing Tanah</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7ZWenxLWIL5ZTPemxKvKxC0-bbdPruqqfEteqf36JKS9OBEde9ACM1nE7YqtY2lNnZW435Nk9eNs9E9ylRGKNkrM9Sa-ntpeFukw-3mowKOJXfVPTkmZMMschLtAGcrJEvc6uGZmokQo/s1600/pellet.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7ZWenxLWIL5ZTPemxKvKxC0-bbdPruqqfEteqf36JKS9OBEde9ACM1nE7YqtY2lNnZW435Nk9eNs9E9ylRGKNkrM9Sa-ntpeFukw-3mowKOJXfVPTkmZMMschLtAGcrJEvc6uGZmokQo/s1600/pellet.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cacing tanah merupakan hewan yang berpotensi menjadi bahan makanan. sumber protein tinggi. Budidaya cacing tanah relatif mudah, efisien dan murah, dimana untuk membudidayakan cacing ini hanya dibutuhkan suatu media berupa kompos (dalam kehidupan sehari-hari digunakan untuk menguraikan sampah organik).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sisa dan media ini selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman, karena penguraian sampah organik oleh cacing tanah banyak menghasilkan unsur hara yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman. Berkaitan dengan potensi cacing tanah sebagai bahan makanan sumber protein tinggi, pemanfaatannya sangat beragam seperti:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Untuk bahan campuran kosmetika.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sebagai makanan suplemen kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan obat-obatan terutama yang menyangkut dengan antibiotik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sebagai pakan ternak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Komposisi nutrisi Lumbricus rubelius adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Protein Kasar : 60 - 72%&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Lemak : 7 - 10%&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Abu : 8 - 10%&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Energi :900 - 4100 kalori/gram.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiB9tokzfTaCsse8PnErDMnVSzG23ekm2yNqtBEt7o27KW8PoLVDDJM2exk18Bvv2sUXx1QMnFSAJZvnMy0FiE4SxGYgFC_KM8G6jvmktOmTfKnY7Nry-U0L7PF4cSUJqzTOMjbD2dnuDs/s1600/cacing.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;195&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiB9tokzfTaCsse8PnErDMnVSzG23ekm2yNqtBEt7o27KW8PoLVDDJM2exk18Bvv2sUXx1QMnFSAJZvnMy0FiE4SxGYgFC_KM8G6jvmktOmTfKnY7Nry-U0L7PF4cSUJqzTOMjbD2dnuDs/s200/cacing.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dengan memperhatikan komposisi nutrisinya, maka di dunia perikanan,cacing tanah ini berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan ransum makanan ikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Seperti diketahui bahwa untuk pertumbuhan ikan, sangat ditentukan oleh kandungan protein dalam makanannya. Mengingat kandungan protein cacing yang cukup tinggi (lebih tinggi dari ikan dan daging) serta komposisi asam amino esensial yang lengkap sehingga, dapat diperkirakan bila cacing tanah ini dapat dimakan oleh ikan akan dapat memacu pertumbuhan dan menghasilkan ikan yang sehat serta tahan terhadap serangan penyakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;ALAT, BAHAN, DAN METODE&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Peralatan yang digunakan adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;* Alat Penggiling Tepung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;* Alat Penggiling Daging&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;* Baskom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bahan:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;a. Tepung Cacing : 41%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;b. Telur ayam : 20%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;c. Terigu : 14%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;d. Dedak : 18 %&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;e. Kanji :1%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Untuk membuat tepung cacing, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cacing segar dipisahkan dari medianya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cacing segar ini di cuci/bilas dengan air bersih, lalu ditimbang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cacing segar dijemur oleh panas matahari di atas seng dalam 24 jam (suhu udara 32 - 35 derajat celcius).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cacing yang sudah kering kemudian dibuat menjadi tepung dengan menggunakan penggiling tepung.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung cacing ditimbang dan siap untuk digunakan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Untuk menjadikan pelet, bahan-bahan yang dipersiapkan adalah kuning telur ayam yang telah direbus, tepung kanji, terigu, dedak, tepung cacing, masing-masing ditimbang sesuai dengan analisis bahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Langkah-langkah pembuatan pelet ikan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Semua bahan dicampur dan diaduk menjadi satu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tambahkan air hangat secukupnya hingga adonan menjadi cukup kenyal. Penggunaan air harap diperhatikan seminim mungkin penggunaannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Setelah adonan terbentuk selanjutnya dicetak dengan mesin penggiling daging sehingga menghasilkan pelet basah yang panjangnya seperti mie.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pelet basah tersebut dipotong per 0,5 cm membentuk butiran- butiran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Setelah itu pelet dijemur di panas matahari seharian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kemudian pelet ditimbang dan siap digunakan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Untuk memperoleh pelet dengan kandungan protein 35%, maka susunan ransumnya adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung Cacing 47%&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Telur Ayam 20%&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Terigu 14%&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dedak 18%&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kanji 1%&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Sumber: Dinas Perikanan Propinsi DKI Jakarta, Brosur Informasi Proyek Peningkatan Diversifikasi Usaha Perikanan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/1242748246649355057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/1242748246649355057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/11/pembuatan-pelet-ikan-dari-cacing-tanah.html' title='Pembuatan Pelet Ikan dari Cacing Tanah'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7ZWenxLWIL5ZTPemxKvKxC0-bbdPruqqfEteqf36JKS9OBEde9ACM1nE7YqtY2lNnZW435Nk9eNs9E9ylRGKNkrM9Sa-ntpeFukw-3mowKOJXfVPTkmZMMschLtAGcrJEvc6uGZmokQo/s72-c/pellet.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-5848373664098366919</id><published>2012-12-26T00:04:00.000+08:00</published><updated>2012-12-26T00:04:14.516+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kuliner"/><title type='text'>Membuat Unagi Nigiri (Resep Ikan Sidat Masakan Jepang)</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-bottom: 0.5em; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix8-vOZB6JveHKCOaGvPtqFodftayeCy67DYdqMzm0vW3Mg0EALUVUJqdumAoJG44vmkuPDrYEwXs77p8ePeI7AJB3CEKvW64f5bssP6Q07p_4VslhBN6TzEUTGOPUB77rHsQjEXjXZpE/s1600/unaginigiri.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix8-vOZB6JveHKCOaGvPtqFodftayeCy67DYdqMzm0vW3Mg0EALUVUJqdumAoJG44vmkuPDrYEwXs77p8ePeI7AJB3CEKvW64f5bssP6Q07p_4VslhBN6TzEUTGOPUB77rHsQjEXjXZpE/s1600/unaginigiri.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;padding-top: 4px; text-align: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;Unagi Nigiri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Resep Membuat &lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot;&gt;Unagi Nigiri&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;Nasi Sushi (sushi rice)&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot;&gt;Ikan Sidat&lt;/a&gt; panggang (unagi-smoked eel)&lt;br /&gt;Rumput laut kering (nori)&lt;br /&gt;Wijen (sesame seeds)&lt;br /&gt;Saus Kabayaki (kabayaki sauce)&lt;br /&gt;1 knife&lt;br /&gt;1 bowl of water&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;margin-bottom: 0.25em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 0px;&quot;&gt;Ikan &lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot;&gt;Sidat&lt;/a&gt; (Unagi) dihidangkan hangat. Panaskan dalam panggangan microwave 1 menit.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin-bottom: 0.25em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 0px;&quot;&gt;Untuk membentuk sushi, basahi tangan anda dengan air dalam mangkuk, untuk menghindari nasi melekat pada tangan anda.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin-bottom: 0.25em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 0px;&quot;&gt;Ambil sebagian nasi dan bentuk memanjang, istilah nigiri artinya &quot;dibentuk dengan tangan&quot;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin-bottom: 0.25em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 0px;&quot;&gt;Letakan sidat panggang (unagi) di atas nasi, dan ikat dengan rumput laut (nori) melintang ditengah potongan ikan,&amp;nbsp; lekatkan kedua ujung nori.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin-bottom: 0.25em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 0px;&quot;&gt;Ulasi dengan saus kabayaki sauce, saus ini rasanya agak manis, dan taburi dengan wijen.&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;by: Ariya Hendrawan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot; style=&quot;font: normal normal bold 22px/normal Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; position: relative;&quot;&gt;


&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;color: black; display: inline; font-size: small;&quot;&gt;Nutrisi Ikan Sidat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.5em; margin-left: auto; margin-right: auto; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8Y_lPd-UswgyAo6QVZDnFZPOLrEtONZFiyYDtaRaVA_kkMOh9otPqynRZ7M86UJw5CfvsJ-l_fRJ73ZIHD_MeBbHU3UHRfu391wE-XlkiUVdQFJ2FXJswzSJ3OTRZENGX0GEL3vrl79E/s1600/Nutrisi-Sidat-01.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;277&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8Y_lPd-UswgyAo6QVZDnFZPOLrEtONZFiyYDtaRaVA_kkMOh9otPqynRZ7M86UJw5CfvsJ-l_fRJ73ZIHD_MeBbHU3UHRfu391wE-XlkiUVdQFJ2FXJswzSJ3OTRZENGX0GEL3vrl79E/s400/Nutrisi-Sidat-01.jpg&quot; style=&quot;cursor: move;&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;padding-top: 4px; text-align: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-size: small; line-height: 14px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot;&gt;Nutrisi Ikan Sidat&lt;/a&gt; (klik pada gambar untuk memperbesar)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.5em; margin-left: auto; margin-right: auto; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTQVtMncIXwIci3x6DNG82bR-1e8_RNrr-pMIsKNuz1t8s1XR6TxRFLBburMD1kTjllESEuFCmhivNVcSpEDa1UFQrKpPnScv921UlIV_1dJu7UtYJ3UtDNFgz-J5qAUugg-tWjy2a4B8/s1600/Nutrisi-Sidat-2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;168&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTQVtMncIXwIci3x6DNG82bR-1e8_RNrr-pMIsKNuz1t8s1XR6TxRFLBburMD1kTjllESEuFCmhivNVcSpEDa1UFQrKpPnScv921UlIV_1dJu7UtYJ3UtDNFgz-J5qAUugg-tWjy2a4B8/s400/Nutrisi-Sidat-2.jpg&quot; style=&quot;cursor: move;&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;padding-top: 4px; text-align: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-size: small; line-height: 14px;&quot;&gt;Nutrisi Ikan Sidat (klik pada gambar untuk memperbesar)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHGj8wwAUpXSFG683JzoRKMZwU0K1JZRwMi3jcgnIIi_L6B0CrmYGA_p_4ApULclFAI7efIx1RK-CLa1_otUF7ny-4P0lxKY6rdvecb4mDk_-HNEYBjjWbuRD6ijjHxBY8dEiJPnj3a38/s1600/Nutrisi-Sidat-3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHGj8wwAUpXSFG683JzoRKMZwU0K1JZRwMi3jcgnIIi_L6B0CrmYGA_p_4ApULclFAI7efIx1RK-CLa1_otUF7ny-4P0lxKY6rdvecb4mDk_-HNEYBjjWbuRD6ijjHxBY8dEiJPnj3a38/s320/Nutrisi-Sidat-3.jpg&quot; style=&quot;cursor: move;&quot; width=&quot;253&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/5848373664098366919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/5848373664098366919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/03/membuat-unagi-nigiri-resep-ikan-sidat.html' title='Membuat Unagi Nigiri (Resep Ikan Sidat Masakan Jepang)'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix8-vOZB6JveHKCOaGvPtqFodftayeCy67DYdqMzm0vW3Mg0EALUVUJqdumAoJG44vmkuPDrYEwXs77p8ePeI7AJB3CEKvW64f5bssP6Q07p_4VslhBN6TzEUTGOPUB77rHsQjEXjXZpE/s72-c/unaginigiri.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-4836438200096632325</id><published>2012-12-25T23:57:00.000+08:00</published><updated>2012-12-26T00:00:18.610+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Usaha"/><title type='text'>Potensi Ikan Sidat di Indonesia dan Upaya Peningkatan Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Sidat</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGpKHaHDCBmfBA_TODOPcZNICeCz60fYpRw2-QCIXYLyngrPQgGKUogMMvLcQz6T0nTEZwgTowegkO4UYt6-RBNzHINVSHau-rpLWs1WX5PImgEfN0muMrYcOVHoI-W6yNKcNCsn4tz0o/s1600/ikan+sidat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;235&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGpKHaHDCBmfBA_TODOPcZNICeCz60fYpRw2-QCIXYLyngrPQgGKUogMMvLcQz6T0nTEZwgTowegkO4UYt6-RBNzHINVSHau-rpLWs1WX5PImgEfN0muMrYcOVHoI-W6yNKcNCsn4tz0o/s320/ikan+sidat.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Potensi sumberdaya perikanan dan kelautan Indonesia termasuk yang terbesar di dunia. Namun, potensi tersebut masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu diantaranya adalah potensi &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/12/efektifitas-lendir-ikan-sidat-dapat.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ikan sidat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Ikan sidat atau Anguilla sp merupakan salah satu komoditas perikanan yang belum banyak dikenal orang. Padahal, hewan yang mirip dengan belut ini memiliki potensi luar biasa sebagai komoditas dalam negeri maupun ekspor. Saat ini, permintaan ekspor sidat terus meningkat. Harga jualnya juga mencengangkan. Ikan sidat merupakan salah satu jenis ikan yang laku di pasar internasional (Jepang, Hongkong, Belanda, Jerman, Italia dan beberapa negara lain), dengan demikian ikan ini memiliki potensi sebagai komoditas ekspor tinggi. Selain memiliki pasar ekspor yang potensial, ikan sidat sendiri memiliki kandungan vitamin yang tinggi. Hati ikan sidat memiliki 15.000 IU/100 gram kandungan vitamin A. Lebih tinggi dari kandungan vitamin A mentega yang hanya mencapai 1.900 IU/100 gram. Bahkan kandungan DHA ikan sidat 1.337 mg/100 gram mengalahkan ikan salmon yang hanya tercatat 820 mg/100 gram atau tenggiri 748 mg/100 gram. Sementara kandungan EPA ikan sidat mencapai 742 mg/100 gram, jauh di atas ikan salmon yang hanya 492 mg/100 gram dan tenggiri yang hanya 409 mg/100 gram. Dengan fakta seperti itu, maka membudidayakan ikan sidat selain mempunyai potensi pasar yang menjanjikan juga bisa memberikan jaminan gizi kepada orang yang mengkonsumsinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Di Indonesia paling sedikit memiliki enam jenis ikan sidat yakni: Anguilla mormorata, Anguilla celebensis, Anguilla ancentralis, Anguilla borneensis, Anguilla bicolor bicolor dan Anguilla bicolor pacifica. Jenis-jenis ikan tersebut menyebar di daerah-daerah yang berbatasan dengan laut dalam. Di perairan daratan (inland water) ikan sidat hidup di perairan estuaria (laguna) dan perairan tawar (sungai, rawa dan danau) dataran rendah hingga dataran tinggi. Tingkat pemanfaatan ikan sidat secara lokal (dalam negeri) masih sangat rendah, akibat belum banyak dikenalnya ikan ini, sehingga kebanyakan penduduk Indonesia belum familiar untuk mengkonsumsi ikan sidat. Selain untuk konsumsi, di Indonesia ikan sidat juga dibudidayakan untuk tujuan ekspor, salah satunya untuk memenuhi permintaan benih. Misalnya di Balai Pelayanan Usaha (BLU) Tambak Pandu, Karawang terdapat mitra kerja sama dari Jepang, yakni Asama Industry Co Ltd. mitra ini bekerja sama dengan PT Suri Taini Pemuka yang melakukan kerja sama untuk memproduksi ikan sidat. Ikan sidat yang sudah diproduksi tersebut bisa diekspor langsung ke Jepang karena sudah ada yang menampung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sampai saat ini, manusia belum bisa melakukan pemijahan terhadap benih ikan sidat tersebut. Pasalnya, ikan ini mensyaratkan pemijahan dilakukan di perairan laut dalam setelah benur lahir dan menjadi benih. Biasanya anakan sidat akan berenang ke muara sungai. Di muara sungai itulah ikan itu besar sampai kemudian datang masa pemijahan lagi.Di Indonesia sendiri, sumberdaya benih cukup berlimpah. Menurut Kepala Bagian Budidaya di BLU Pandu Karawang, kini sudah ada yang mengomersialkan keberadaan benih ikan sidat, terutama nelayan yang ada di Pelabuhan Ratu. Mereka sudah mengetahui potensi pasar benih ikan sidat, yang satu kilogramnya atau sekitar 5.000 benih dijual seharga Rp 150.000 per kg. Pembelinya pun kebanyakan datang dari Taiwan, Korea, China, Vietnam, dan tentunya Jepang. Beberapa daerah yang sudah memiliki sebaran benih tersebut adalah perairan Poso, Manado, selatan Jawa terutama perairan Pelabuhan Ratu, dan perairan di barat Sumatera.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Namun, tidak semua daerah itu benihnya bisa dimanfaatkan karena banyak nelayan yang belum mengerti cara untuk menangkapnya. Nelayan yang sudah memiliki kemampuan untuk menangkap benih sidat itu baru nelayan yang ada di Pelabuhan Ratu. Sebagian masyarakat Indonesia belum mengerti keberadaan benih ikan sidat tersebut. Misalnya di Poso dan Manadi, benih ikan sidat tersebut dijadikan ikan yang digoreng dengan rempeyek. Ketika warga tidak mengetahuinya, ikan sidat itu menjadi ikan biasa seperti teri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Benih ikan sidat yang bisa hidup di air tawar dan asin itu ternyata menjadi incaran pengusaha perikanan Jepang karena harganya yang terbilang mahal. Misalnya, ikan sidat jenis marmorata. Untuk membeli satu kilogramnya harus menyediakan uang setidaknya Rp 300.000. Namun, ada juga 5 jenis ikan sidat lainnya yang salah satunya dijual seharga Rp 150.000 per kg, yakni jenis bicolor. Benihnya banyak ditemukan di perairan Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Ikan sidat terbilang cukup mahal karena proses perawatannya yang membutuhkan waktu lebih panjang, yakni 3-4 bulan. Adapun pakan utamanya adalah pelet dengan protein tinggi yang dijual seharga Rp 9.000 per kg. Selain itu, ikan juga butuh pakan tambahan berupa keong mas yang sudah dipotong-potong. Dalam perawatannya pun, suplai oksigen harus dijaga karena ikan sidat membutuhkan air dengan tingkat larutan oksigen tinggi. Adapun tingkat kehidupan rata-rata ikan sidat tersebut mencapai 75 persen dari bibit yang ditebar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Masalah yang dihadapi oleh pembudidaya ikan sidat di Indonesia adalah masalah daya saing yang ketat dengan negara produsen lainnya. Negara yang sudah mengembangkan budidaya ikan sidat ini adalah Vietnam dan Korea, demikian juga dengan Jepang sendiri. Anehnya, budidaya di dua negara tersebut mendapatkan benih ikan sidat dari Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah memproteksi ekspor benih ikan sidat dengan alasan guna melindungi spesies dan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Namun penyelundupan benih sidat mampu lolos dari Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Potensi sumberdaya ikan sidat yang cukup besar namun pemanfaatannya belum optimal sebenarnya mampu memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan pemanfaatan sumberdaya ikan sidat adalah sebagai berukut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1. Inventarisasi Potensi Sumberdaya Ikan Sidat di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Data tentang penyebaran dan potensi ikan sidat perlu dikumpulkan dan dianalisis. Pada saat ini data-data hasil penelitian tersebar di beberapa perguruan tinggi dan lembaga-lembaga penelitian serta lembaga lainnya. Apabila dihimpun, akan tampak di lokasi-lokasi mana saja yang masih harus dilakukan inventarisasi dan informasi apa saja yang masih harus dikumpulkan sehingga datanya dapat dipetakan. Kegiatan inventarisasi ini harus dilakukan hingga dihasilkannya suatu “peta distribusi dan potensi ikan sidat di Indonesia”. Melalui peta tersebut pengguna dapat mengetahui dengan mudah mengenai penyebaran jenis, kelimpahan dan stadia ikan sidat yang ada di perairan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;2. Sosialisasi Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Sidat Kepada Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia belum mengenal bentuk / rupa ikan sidat dan mencicipi rasanya. Agar ikan sidat dapat dikenal dan dapat diterima sebagai ikan konsumsi oleh masyarakat secara luas maka harus ada usaha-usaha penebaran ikan sidat di daerah-daerah yang secara alami tidak mungkin akan didapatkan ikan sidat. Benih ikan sidat yang ditebar di suatu perairan (sungai, rawa dan danau) akan tumbuh dan ketika suatu saat tertangkap oleh pemancing atau penangkap ikan, maka mereka akan berusaha untuk mengenalinya (mengenal / mengetahui nama jenisnya) dan akan mencoba untuk mengkonsumsinya. Melalui usaha ini, lambat laun masyarakat akan menerima ikan sidat sebagai ikan konsumsi. Apabila masyarakat telah mengenal dan menerima ikan sidat sebagai ikan konsumsi, selanjutnya diharapkan masyarakat akan membutuhkan ikan tersebut dan ikan ini menjadi komoditas yang diperjualbelikan di pasar lokal. Sejalan dengan usaha penebaran ikan sidat di perairan-perairan umum, dilakukan pula pengenalan produk-produk olahannya kepada masyarakat (misalnya: dendeng sidat, pepes, presto, sop, kobayaki, sidat asap dan lain-lain), baik melalui media masa elektronik maupun media masa cetak dan pameran-pameran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kegiatan ini membutuhkan waktu yang cukup lama (3 – 5 tahun), namun harus dilakukan bila ingin agar masyarakat mengenal, menyenangi dan membutuhkannya. Sasaran akhir dari kegiatan ini adalah meningkatkan permintaan masyarakat akan ikan sidat. Apabila permintaan ikan ini telah meningkat maka untuk memenuhinya otomatis akan memacu kegiatan penangkapan di tempat yang merupakan daerah penyebarannya dan juga akan memacu kegiatan budidayanya. Ikan sidat adalah ikan yang bersifat katadromos artinya ikan ini akan beruaya ke laut dalam ketika akan bereproduksi. Karena ikan ini tidak mungkin berkembangbiak di lokasi yang kita tebari, maka upaya penebaran ikan ini harus dilakukan secara berulang kali. Dalam hal kegiatan penebaran (stocking) ke perairan umum, perlu di awali dengan uji coba pada perairan yang luasnya terbatas (misalnya di situ) dan dikaji dampaknya terhadap populasi jenis ikan lain yang ada di perairan tersebut. Dari kajian ini diharapkan akan diperoleh informasi mengenai dampak (positif atau negatif) dari kegiatan stocking tersebut. Stocking benih ikan sidat ini nantinya diharapkan selain akan dikenali oleh masyarakat juga akan mampu meningkatkan produksi ikan sidat dari perairan umum sebagaimana yang telah dilakukan di Australia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;3. Pengembangan Teknik Penangkapan Ikan Sidat di Perairan Umum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Apabila ikan sidat telah dikenal dan dibutuhkan oleh masyarakat maka kegiatan penangkapan ikan sidat di perairan umum akan meningkat. Untuk mengarahkan agar kegiatan penangkapan ini tidak bersifat destruktif bahkan mengancam kelestariannya maka perlu diperkenalkan teknik penangkapan yang sederhana dan ramah lingkungan. Di samping itu juga perlu dipikirkan dari awal, upaya-upaya konservasi di lokasi-lokasi tertentu yang merupakan jalur ruaya reproduksi ikan tersebut sehingga proses recruitment ikan tersebut tidak terganggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;4. Pengembangan Teknik Budidaya Ikan Sidat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sejalan dengan upaya sosialisasi ikan sidat kepada masyarakat, upaya pengenalan teknik budidayanya pun perlu dilakukan. Teknik budidaya sidat yang perlu diperkenalkan kepada masyarakat (petani ikan) adalah teknik budidaya yang sederhana yang tidak membutuhkan banyak modal. Agar biaya produksi pada budidaya ikan sidat relatif rendah maka petani perlu diberi informasi yang memadai mengenai pakan sidat. Hal ini karena 50-60% dari biaya produksi berasal dari komponen pakan, sehingga apabila pakan sidat murah maka biaya produksi akan menjadi murah (rendah). Ikan sidat merupakan ikan karnivora murni yang membutuhkan pakan berupa hewan lain. Apabila ikan tersebut diberi pakan buatan maka kadar protein pakannya harus tinggi (&amp;gt; 45%) sehingga harga pakannya mahal, hal ini akan menyebabkan biaya produksi dalam budidaya sidat menjadi tinggi sehingga harga sidat bila di jual akan tinggi pula dan ini akan menghambat sosialisasi ikan sidat sebagai ikan konsumsi masyarakat. Untuk menyiasati agar biaya produksi rendah, maka petani harus dibiasakan untuk mulai menggunakan sumber-sumber protein yang saat ini melimpah namun tidak / belum dimanfaatkan secara maksimal, misalnya: keong mas, limbah pengolahan ikan dan ternak atau hewan lain yang dapat dibudidayakan secara sederhana dan murah (misalnya: bekicot, cacing tanah dan lain-lain). Pengembangan teknik budidaya sidat sederhana yang dilakukan oleh masyarakat (petani kecil) dengan skala usaha relatif kecil tetapi pelaksananya (jumlah petani yang terlibat) banyak diharapkan pada akhirnya mampu menghasilkan produksi ikan sidat yang cukup besar dengan harga yang relatif rendah sehingga terjangkau oleh masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bilamana petani-petani ikan sidat telah banyak jumlahnya dan produksi dari hasil budidayanya telah cukup tinggi dan stabil maka produksi yang tadinya untuk tujuan konsumsi lokal dapat dialihkan ke tujuan ekspor. Agar supaya mutu produk petani dan kontinuitas produksi lebih terjamin maka petani ikan perlu menghimpun diri dalam asosiasi-asosiasi yang mampu mandiri dan mampu mengembangkan usahanya ke arah yang lebih maju.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bersamaan dengan pengembangan budidaya di masyarakat dan oleh masyarakat, lembaga penelitian dan perguruan tinggi harus melakukan penelitian-penelitian yang mengarah pada pemecahan masalah-masalah yang dihadapi oleh petani pelaksana dan penciptaan teknologi yang lebih maju dengan tidak mengesampingkan aspek produktivitas dan efisiensi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;5. Pengembangan Teknik Pengolahan Produk Ikan Sidat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Untuk meningkatkan daya terima masyarakat akan ikan sidat dan nilai tambah ikan sidat itu sendiri, maka produk yang di jual ke konsumen seyogyanya bukan hanya dalam bentuk segar, tetapi juga dalam bentuk olahan. Oleh karena itu maka kajian-kajian tentang proses pengolahan ikan sidat perlu dikembangkan terutama produk olahan yang sangat diminati oleh konsumen lokal ataupun konsumen internasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://rachmatabdi.wordpress.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Link&lt;/a&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/feeds/4836438200096632325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/12/potensi-ikan-sidat-di-indonesia-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/4836438200096632325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/4836438200096632325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/12/potensi-ikan-sidat-di-indonesia-dan.html' title='Potensi Ikan Sidat di Indonesia dan Upaya Peningkatan Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Sidat'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGpKHaHDCBmfBA_TODOPcZNICeCz60fYpRw2-QCIXYLyngrPQgGKUogMMvLcQz6T0nTEZwgTowegkO4UYt6-RBNzHINVSHau-rpLWs1WX5PImgEfN0muMrYcOVHoI-W6yNKcNCsn4tz0o/s72-c/ikan+sidat.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-592018377718285463</id><published>2012-12-25T23:38:00.003+08:00</published><updated>2012-12-26T00:01:19.710+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iptek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesehatan"/><title type='text'>Efektifitas Lendir Ikan Sidat dapat Menghambat Penyakit Tipes</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSQzKL2L9MHhqXRcw5Ahr83PwmzdZyWQFR8KxS_PNaukExMLeY6Y81HGqafgDD0bpdCW34xoV6BT9Yw2bG71MbIg8rYZPK3mT8vaYcJlQF58607f495jsLfvzbglwk3L8OxH0L-JcRkKQ/s1600/Sidat+Masapi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSQzKL2L9MHhqXRcw5Ahr83PwmzdZyWQFR8KxS_PNaukExMLeY6Y81HGqafgDD0bpdCW34xoV6BT9Yw2bG71MbIg8rYZPK3mT8vaYcJlQF58607f495jsLfvzbglwk3L8OxH0L-JcRkKQ/s200/Sidat+Masapi.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pernahkan anda menangkap &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/10/mengenal-ikan-sidat-lebih-dekat.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ikan sidat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;? Kenapa Ikan sidat licin sekali ketika dipegang? Nah ternyata dikulit ikan sidat terdapat lendir yang sekaligus sebagai pelindung bagi sidat itu sendiri, lendir dalam tubuh ikan sidat akan berkurang karena sering disentuh, stress, atau terkena penyakit maka ketahan tubuh sidat akan menurun drastis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Lendir pada ikan sidat sekarang mampu untuk dijadikan obat sebagai anti bakteri, dari berbagai penyakit ternyata Angka kejadian penyakit tipes di Indonesia rata-rata 900.000 kasus pertahun, angka kematian lebih dari 20.000 dimana 90% kasus terjadi pada usia 3-19 tahun. Penyebaran penyakit ini diperantarai makanan atau air &lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;yang&lt;/a&gt; terkontaminasi oleh bakteri salmonella thypii. Telah dilakukan penelitian bahwa lendir atau mucus pada kulit ikan sidat dapat berfungsi sebagai antibakteri kuat (Ebran et al., 2000), pertahanan terhadap infeksi bakteri (Aranishi, 2000).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Spesies ikan sidat (Anguilla bicolor pasifica) banyak terdapat di perairan payau yang berada di sekitar Samudra Hindia (di sebelah barat Pulau Sumatera dan selatan Pulau Jawa). Kabupaten Cilacap memiliki wilayah perairan payau yang menjadi hutan bakau yaitu di Anakan. Penelitian ini dilakukan secara praklinik &lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/10/mengolah-ikan-sidat.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;untuk&lt;/a&gt; mengetahui pengaruh lendir sidat terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri salmonella thypii.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Desain penelitian &lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/10/cara-panen-sidat-dan-penanganan-pasca.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;pada&lt;/a&gt; penelitian ini adalah eksperimen murni. Penelitian eksperimental adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol. Penelitian ini dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol normal, kontrol positif, &amp;nbsp;dan kelompok uji dengan menggunakan lendir sidat. Pengamatan uji aktifitas lendir sidat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella Thypii diukur dengan cara pengukuran diameter zona penghambatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kelompok &amp;nbsp; I &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;: media + bakteri diberi aquadest sebagai kontrol normal. Kelompok II &amp;nbsp; &amp;nbsp;: media + bakteri &amp;nbsp;diberi obat antimikroba (kloramfenikol) sebagai &amp;nbsp;kontrol &amp;nbsp; &amp;nbsp;positif. Kelompok III: media + bakteri diberi lendir sidat (Uji). Hasil percobaan menunjukkan bahwa penghambatan terbesar lendir sidat terhadap bakteri Salmonella thypii adalah 44,05% dan penghambatan terendah sebesar 34,67% dengan rata-rata penghambatan 41, 08% dibandingkan dengan penghambatan kontrol positif kloramfenikol. (sumber: STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatkita.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Link&lt;/a&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/feeds/592018377718285463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/12/efektifitas-lendir-ikan-sidat-dapat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/592018377718285463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/592018377718285463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/12/efektifitas-lendir-ikan-sidat-dapat.html' title='Efektifitas Lendir Ikan Sidat dapat Menghambat Penyakit Tipes'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSQzKL2L9MHhqXRcw5Ahr83PwmzdZyWQFR8KxS_PNaukExMLeY6Y81HGqafgDD0bpdCW34xoV6BT9Yw2bG71MbIg8rYZPK3mT8vaYcJlQF58607f495jsLfvzbglwk3L8OxH0L-JcRkKQ/s72-c/Sidat+Masapi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-5308137636186380735</id><published>2012-12-21T13:57:00.000+08:00</published><updated>2012-12-21T13:57:12.222+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Usaha"/><title type='text'>Aspek Penting Dalam Usaha Perikanan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj91z_d59tPgl8o-fs3po9vl0R2UY21hh9pIiJ5QJnMLWPpINTooIx0zUuCEEAffvWVtK4SIe7-JD-wi6fBnrfnh6p-WxYiSM2I2DwSacEa_UVZ5ZmPvLaMOKtHvJzbigst7MrsFJs1NiI/s1600/Anguilla+Marmorata+(1).JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj91z_d59tPgl8o-fs3po9vl0R2UY21hh9pIiJ5QJnMLWPpINTooIx0zUuCEEAffvWVtK4SIe7-JD-wi6fBnrfnh6p-WxYiSM2I2DwSacEa_UVZ5ZmPvLaMOKtHvJzbigst7MrsFJs1NiI/s320/Anguilla+Marmorata+(1).JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Layaknya sebuah kegiatan usaha, di dalam usaha perikanan, baik itu &lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/11/nutrisi-ikan-sidat-sangat-baik-untuk.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;perikanan budidaya&lt;/a&gt;, perikanan tangkap, perikanan air tawar maupun perikanan laut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Semuanya mempunyai aspek penting yang layak untuk diketahui oleh mereka yang berminat untuk terjun ke dalam usaha ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Beberapa aspek penting tersebut adalah aspek pasar, manajemen produksi, sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA) dan modal. Kelima aspek ini mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1. ASPEK PASAR&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Beberapa poin didalam aspek ini yang harus diketahui oleh para pelaku usaha perikanan dan calon pelaku usaha perikanan adalah gambaran yang jelas tentang volume permintaan, waktu permintaan dan sistem pemasaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ketiga hal ini harus diperoleh dalam keadaan yang jelas, lengkap dan terprediksi dengan baik dikarenakan aspek pasar ini akan berpengaruh langsung terhadap manajemen produksi, kemampuan sumber daya manusia, daya dukung sumber daya alam dan sistem permodalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;2. MANAJEMEN PRODUKSI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Setelah semua gambaran tentang aspek pasar diperoleh, maka langkah selanjutnya adalah menciptakan manajemen produksi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hal ini penting untuk dilakukan supaya para pelaku dan calon pelaku usaha perikanan bisa mendapatkan senjata untuk menghadapi kondisi pasar kedepannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Beberapa komponen yang termasuk didalam manajemen produksi adalah skala usaha, teknologi yang akan digunakan dan penetapan sistem tebar panen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;3. SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;SDM merupakan salah satu aspek penting dalam usaha perikanan, terutama terkait dengan penguasaan teknis dan manajerial usaha.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Seorang pelaku dan calon pelaku usaha perikanan harus memiliki kemampuan untuk menguasai manajemen produksi secara lengkap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Berbagai jenis tindakan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan SDM diberbagai tingkatan harus selalu dilakukan agar performa puncak dapat segera tercapai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Adapaun beberapa kemampuan dari SDM yang harus bisa ditingkatkan adalah produktivitas dan efisiensi kerja, kemampuan dalam hal berkomunikasi, kemampuan dalam hal kerja tim, kemampuan dalam hal memanfaatkan setiap peluang usaha serta pengembangan sikap dan mental yang lebih positif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;4. SUMBER DAYA ALAM (SDA)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Beberapa komponen yang tercakup didalam aspek SDA adalah masalah ketersediaan lahan dan air berstatus memenuhi syarat baik itu dlam hal kuantitas dan kualitas, stok ikan dilaut dan perairan umum, iklim, topografi lahan, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tingkat kesesuaian SDA dapat dibagi ke dalam 3 kategori, yaitu sangat sesuai, sesuai dan tidak sesuai. Salah satu perbedaan yang dapat diamati diantara ke 3 kategori ini adalah masalah besar kecilnya biaya investasi yang harus disiapkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pada SDA dengan kategori sangat sesuai, biaya investasi yang harus dikeluarkan akan jauh lebih kecil daripada SDA dengan kategori sesuai atau tidak sesuai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;5. MODAL&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Manajemen produksi yang diterapkan didalam sebuah usaha perikanan pada akhirnya nanti akan berdampak pada hal besar kecilnya modal yang harus disediakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sistem permodalan harus disesuaikan dengan manajemen produksi yang akan diterapkan setelah memperhatikan juga aspek pasar, SDM dan SDA.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mendapatkan modal adalah melalui berbagai macam lembaga keuangan maupun dari pihak investor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Informasi singkat mengenai aspek – aspek penting didalam usaha perikanan ini disampaikan dengan harapan agar para pelaku dan calon pelaku usaha perikanan dapat lebih meminimalkan setiap resiko yang akan terjadi kedepannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Juga siap dalam menghadapi setiap kendala yang datang menghadang serta dapat menjadikan usaha perikanan sebagai usaha yang menghasilkan keuntungan dalam jangka waktu lama dan tahan banting.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;sumber: infoagrobisnis.com&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;

  var _gaq = _gaq || [];
  _gaq.push([&#39;_setAccount&#39;, &#39;UA-36941816-1&#39;]);
  _gaq.push([&#39;_setDomainName&#39;, &#39;sugili.tk&#39;]);
  _gaq.push([&#39;_trackPageview&#39;]);

  (function() {
    var ga = document.createElement(&#39;script&#39;); ga.type = &#39;text/javascript&#39;; ga.async = true;
    ga.src = (&#39;https:&#39; == document.location.protocol ? &#39;https://ssl&#39; : &#39;http://www&#39;) + &#39;.google-analytics.com/ga.js&#39;;
    var s = document.getElementsByTagName(&#39;script&#39;)[0]; s.parentNode.insertBefore(ga, s);
  })();

&lt;/script&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/5308137636186380735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/5308137636186380735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/11/aspek-penting-dalam-usaha-perikanan.html' title='Aspek Penting Dalam Usaha Perikanan'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj91z_d59tPgl8o-fs3po9vl0R2UY21hh9pIiJ5QJnMLWPpINTooIx0zUuCEEAffvWVtK4SIe7-JD-wi6fBnrfnh6p-WxYiSM2I2DwSacEa_UVZ5ZmPvLaMOKtHvJzbigst7MrsFJs1NiI/s72-c/Anguilla+Marmorata+(1).JPG" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-7544555749604428031</id><published>2012-12-21T13:55:00.000+08:00</published><updated>2012-12-21T13:55:45.214+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Usaha"/><title type='text'>Mari Banting Setir ke Pengolahan Sidat</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1P1SleoolAp8asoAGJpI-ckeJLt17aw4ow7ImV6kcBAYS5yJYCRG8Hbx7I1jKEgovSROz8lZUfVrlAJ0czQORXC3TfJYbPyG2PV5bdOvLWTaYUVBQkJsbgsSBfmTFZUt8db2QNLWxPSs/s1600/Sidat+Masapi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1P1SleoolAp8asoAGJpI-ckeJLt17aw4ow7ImV6kcBAYS5yJYCRG8Hbx7I1jKEgovSROz8lZUfVrlAJ0czQORXC3TfJYbPyG2PV5bdOvLWTaYUVBQkJsbgsSBfmTFZUt8db2QNLWxPSs/s1600/Sidat+Masapi.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;S&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;i&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt; (Anguilla spp.), atau belut, sejak abad ke 17 sudah dikenal sebagai makanan favorit orang Jepang dan China. Sidat terbukti sudah dikenal di Amerika pada era yang sama. Ini membuat orang Amerika harus meluruskan kembali sejarahnya. Ternyata tidak ada ayam kalkun dalam upacara pengucapan syukur kaum pilgrim (pemukim Inggris pertama di Amerika) pada awal abad 17 itu. Tapi belut terdaftar sebagai salah satu makanan utama yang diberkati pada Thanksgiving Day Amerika pada tahun-tahun permulaan kehidupan mereka di benua baru itu. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sidat dikonsumsi karena kandungan protein yang tinggi dan Omega-3-nya yang berkhasiat untuk kesehatan tubuh dan stamina. Orang Jepang percaya belut memberi daya tahan tubuh sepanjang tahun, terutama di musim dingin. Maka diresmikanlah Hari Unagi di sana. Di Amerika, adalah Indian yang membawa hantaran belut kepada orang-orang putih, meyakinkan mereka sebagai makanan penguat tubuh, lalu mengajarkan menangkap belut di lumpur sungai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam perkembangannya, &lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;sidat menjadi makanan mewah&lt;/a&gt;. Ia menjadi santapan untuk fine dining karena pasokannya berkurang. Di Indonesia sidat belum bisa dibudidayakan sejak pembenihan. Ketersediaan benihnya tergantung tangkapan. Kalau induknya berkurang karena pencemaran sungai atau perubahan iklim atau karena sekalian induknya ditangkap, suplai benih menyusut. Di Jepang dan China produksi benih anjlok 70%. Populasi belut di Eropa susut 95% dalam 20 tahun terakhir (koran the Guardian, 2009).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Perkembangan ini mencelikkan mata kita ke sidat di negeri kita, yang benihnya masih berlimpah. Sidat di perairan dan kawasan basah Indonesia memang belum banyak dimanfaatkan untuk konsumsi sendiri ataupun kepentingan ekonomi. Asosiasi perusahaan-perusahaan sidat baru dibentuk empat bulan lalu. “Kita pemilik benih yang luar biasa banyaknya, tapi belum terkelola. Karena orang nggak tahu ini komoditas seksi,” ujar Prof. Dr. Martani Huseini, mantan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran, Kementerian Kelautan dan Perikanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Komoditas unggulan&lt;/a&gt; kita ini membikin seorang pengusaha Jepang yang sudah 30 tahun menggeluti konstruksi dan engineering, banting setir ke pengolahan sidat. Kendati ada juga pengusaha yang nakal, tergiur disparitas harga yang melangit di pasar Jepang, mengekspor benihnya secara ilegal. Padahal ada kesempatan besar meraih devisa berlimpah dan berkelanjutan kalau kita mau membudidayakan pembesarannya. Dona Roy, pembudidaya sidat di Yogyakarta, melihat orang Jepang berani berinvestasi di Indonesia, bikin pendederan sampai ke pengolahan unagi kabayaki, pasti yakin prospeknya panjang, “Pasti perhitungan mereka di atas 5 tahun”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Martani Huseini yang kini menjadi Ketua Asosiasi Budidaya Sidat Indonesia (Sibusido) meyakini peluang Indonesia dari hulu sampai hilir. Sebagai pemilik sumber benih terbesar, “Dunia akan melihat ke kita, karena di Jepang, di Eropa, dan negara lain itu hampir punah”. Maka Sibusido dan para pemangku kepentingan di bidang ini berkewajiban melindungi agar benih tidak diekspor tapi dibudidayakan di dalam negeri. &amp;nbsp;Bahkan ia menekankan aturan ini bukan sebatas pada benih, tapi juga induknya. Sustainability bukan hanya mengatur benihnya, tapi juga induknya. &amp;nbsp;Artinya, kalau tertangkap induknya, harus dilepas. Namun aturan itu belum ada, dan aturan bukan dibuat pemerintah pusat, melainkan pemerintah daerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kita perlu merebut momentum dan bekerja bersungguh-sungguh. &lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Konsumsi sidat&lt;/a&gt; yang mendunia dengan unagi kabayaki dan gulungan-gulungan sushi itu sumber pengadaannya, yakni benih tangkapannya yang alamiah di berbagai tempat di dunia sudah terkungkung masalah serius. Habitatnya terganggu perubahan iklim, pencemaran, penyakit, eksploitasi yang berlebih. Sementara permintaan terus naik. Stok alamiah yang menurun itu diusahakan pemenuhannya melalui budidaya. Sekitar 90% belut yang dikonsumsi di Amerika misalnya, adalah hasil budidaya di China, Jepang, dan Taiwan. Kini ketiganya melirik Indonesia untuk pasokannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Maka masalah dunia itu akan jadi masalah Indonesia. Kita bukan hanya diminta memenuhi pasokan konsumsinya. Namun dunia pun bisa sambil mewanti-wanti. Misalnya, belut budidaya bisa mengganggu ekosistem karena benihnya hasil tangkapan liar. Akan mengecilkan kesempatan reproduksi alamiah. Padahal populasi belut dunia memerlukan induk baru. Karena fasilitas budidayanya adalah kolam-kolam terbuka di kawasan basah atau rawa. Pembuangan limbahnya bisa menyerap ke sekitar dan mencemarkan lingkungan. Karena belut itu adalah karnivora yang butuh asupan ikan-ikan kecil (di samping pakan pabrikan). Populasi ikan setempat bisa terancam. &amp;nbsp;Karena binatang ini licin, lihai menyelinap keluar. Kawin campur bisa mengubah pola berkembangbiaknya belut setempat. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bagaimanapun, Sibusido sejak mula sudah menyadari hal ini. Karena kelestarian ekosistem, kesejahteraan pelaku, pembudidaya, dan pengolah adalah dasar dari pendiriannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.agrina-online.com/redesign2.php?rid=20&amp;amp;aid=3598&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Link&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;

  var _gaq = _gaq || [];
  _gaq.push([&#39;_setAccount&#39;, &#39;UA-36941816-1&#39;]);
  _gaq.push([&#39;_setDomainName&#39;, &#39;sugili.tk&#39;]);
  _gaq.push([&#39;_trackPageview&#39;]);

  (function() {
    var ga = document.createElement(&#39;script&#39;); ga.type = &#39;text/javascript&#39;; ga.async = true;
    ga.src = (&#39;https:&#39; == document.location.protocol ? &#39;https://ssl&#39; : &#39;http://www&#39;) + &#39;.google-analytics.com/ga.js&#39;;
    var s = document.getElementsByTagName(&#39;script&#39;)[0]; s.parentNode.insertBefore(ga, s);
  })();

&lt;/script&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/7544555749604428031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/7544555749604428031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/12/mari-banting-setir-ke-pengolahan-sidat.html' title='Mari Banting Setir ke Pengolahan Sidat'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1P1SleoolAp8asoAGJpI-ckeJLt17aw4ow7ImV6kcBAYS5yJYCRG8Hbx7I1jKEgovSROz8lZUfVrlAJ0czQORXC3TfJYbPyG2PV5bdOvLWTaYUVBQkJsbgsSBfmTFZUt8db2QNLWxPSs/s72-c/Sidat+Masapi.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-2112339640421935675</id><published>2012-12-21T13:54:00.000+08:00</published><updated>2012-12-21T13:54:18.361+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya"/><title type='text'>Budidaya Artemia</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHhY3y1yVr3a842mSTED3qbg6veb8cGYAKdQk9CnhIPF8ZMcPvnLL1-eKilwx5P7uWweJ2aTFFIpYCwZP1mpOYCSCTKC8WNF1EBIKqAqy395WmZyNxc5eZGCpxHKeZAdBwJvToMlJFcXE/s1600/Artemia+salina.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;123&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHhY3y1yVr3a842mSTED3qbg6veb8cGYAKdQk9CnhIPF8ZMcPvnLL1-eKilwx5P7uWweJ2aTFFIpYCwZP1mpOYCSCTKC8WNF1EBIKqAqy395WmZyNxc5eZGCpxHKeZAdBwJvToMlJFcXE/s200/Artemia+salina.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Artemia merupakan salah satu jenis zooplankton yang hidup diperairan asin yang dapat digunakan pada larva dan benih ikan air tawar, payau dan laut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Dalam menetaskan cyst Artemia ada dua metoda yang dapat dilakukan yaitu metoda Dekapsulasi dan metoda tanpa Dekapsulasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Metoda penetasan dengan dekapsulasi adalah suatu cara penetasan kista artemia dengan melakukan proses penghilangan lapisan luar kista dengan menggunakan larutan hipokhlorit tanpa mempengaruhi kelangsungan hidup embrio.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Sedangkan metoda penetasan tanpa dekapsulasi adalah suatu cara penetasan artemia tanpa melakukan proses penghilangan lapisan luar kista tetapi secara langsung ditetaskan dalam wadah penetasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Prosedur yang harus dilakukan dalam menetaskan cyst artemia dengan metode Dekapsulasi adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Ambil kista artemia sejumlah yang telah ditentukan dan harus diketahui bobotnya, kemudian kista tersebut dimasukkan kedalam wadah yang berbentuk kerucut dan dilakukan hidrasi selama 1 – 2 jam dengan menggunakan air tawar atau air laut dengan salinitas maksimum 35 permil serta diberi aerasi dari dasar wadah .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Dilakukan penghentian aerasi sebelum kista tersebut disaring dengan menggunakan saringan kasa yang berdiameter 120 mikron , kemudian kista tersebut dicuci dengan air bersih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Larutan hipoklorit yaitu larutan yang mengandung HClO disiapkan yang akan digunakan untuk melakukan proses penghilangan lapisan luar kista.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Larutan hipoklorit yang digunakan dapat diperoleh dari dua macam senyawa yang banyak dijual dipasaran yaitu Natrium hipoklorit (Na O Cl) dengan dosis 10 cc Na O Cl untuk satu gram kista dan Kalsium hipoklorit (Ca (Ocl)2 dengan dosis 0,67 gram untuk satu gram kista .&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Dari kedua senyawa larutan hipoklorit ini kalsium hipoklorit lebih mudah didapat dan harganya relatif lebih murah daripada natrium hipoklorit.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Dalam dunia perdagangan dan bahasa sehari-hari kalsium hipoklorit dikenal sebagai kaporit (berupa bubuk), sedangkan natrium hipoklorit dijual berupa cairan dan dikenal sebagai klorin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYZC6eW306HaN2L5mXmZyxAiweDfjU_H8seEqfuGfXi1es_Uhn5xQfdTvJO_7pBwnZV-0Ce7ArCvy2a5ZLqys1SCnA_mQDzWQIk85zQwm5ji2y9JbTpwU0Nfcg-5pHv4lWMMKKz5nLH9U/s1600/siklus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;171&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYZC6eW306HaN2L5mXmZyxAiweDfjU_H8seEqfuGfXi1es_Uhn5xQfdTvJO_7pBwnZV-0Ce7ArCvy2a5ZLqys1SCnA_mQDzWQIk85zQwm5ji2y9JbTpwU0Nfcg-5pHv4lWMMKKz5nLH9U/s200/siklus.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Kista yang telah disaring dengan saringan kasa dimasukkan kedalam media larutan hipoklorit dan diaduk secara manual serta diaerasi secara kuat-kuat, suhu dipertahankan dibawah 40 oC.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Proses penghilangan lapisan luar kista dilakukan selama 5 – 15 menit yang ditandai dengan terjadinya perubahan warna kista dari coklat gelap menjadi abu-abu kemudian orange.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;Kista disaring dengan menggunakan saringan 120 mikron dan dilakukan pencucian kista dengan menggunakan air laut secara berulang-ulang sampai bau klorin itu hilang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Kista artemia tersebut dicelupkan kedalam larutan HCl 0,1 N sebanyak dua kali dan dicuci dengan air bersih minimal 6 kali dan siap untuk ditetaskan dengan menggunakan larutan penetasan&lt;/span&gt;. &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Proses penetasan yang dilakukan sama dengan proses penetasan tanpa dekapsulasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Prosedur yang dilakukan dalam menetaskan cyst artemia dengan metoda tanpa dekapsulasi adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Cyst/kista yang akan ditetaskan ditimbang sesuai dengan dosis yang digunakan misalnya 5 gram kista per liter air media penetasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Wadah dan media penetasan disiapkan sesuai persyaratan teknis&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Cyst/kista artemia dimasukkan kedalam media penetasan yangdiberi aerasi dengan kecepatan 10 – 20 liter udara/menit, suhu dipertahankan 25 – 30 oC dan pH sekitar 8 – 9.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Media penetasan diberi sinar yang berasal dari lampu TL dengan intensitas cahaya minimal 1.000 lux . Intensitas cahaya tersebut dapat diperoleh dari lampu TL /neon 60 watt sebanyak dua buah dengan jarak penyinaran dari lampu kewadah penetasan adalah 20 cm. Penetasan cyst artemia akan berlangsung selama 24–48 jam kemudian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Pemilihan metoda penetasan cyst artemia sangat bergantung kepada jenis artemia yang digunakan dan spesifikasi dari jenis artemia tersebut. Artemia yang ditetaskan dari hasil dekapsulasi dapat langsung diberikan pada benih ikan atau ditetaskan terlebih dahulu baru diberikan kepada benih ikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Wadah penetasan cyst Artemia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Peralatan dan wadah yang dapat digunakan dalam mengkultur pakan alami Artemia ada beberapa macam. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah kantong plastik berbentuk kerucut, botol aqua , ember plastik dan bentuk wadah lainnya yang didesain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;berbentuk kerucut pada bagian bawahnya agar memudahkan pada waktu panen.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya Artemia antara lain adalah aerator/blower, selang aerasi, batu aerasi, selang air, timbangan, saringan halus/seser, ember,gayung, gelas ukur kaca, refraktometer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Pemilihan wadah yang akan digunakan dalam membudidayakan Artemia sangat bergantung kepada tujuannya. Wadah yang terbuat dari bak semen, bak beton, bak fiber dan tanki plastik biasanya digunakan untuk menetaskan cyst Artemia secara massal dan merupakan budidaya artemia secara selektif yaitu membudidayakan pakan alami ditempat terpisah dari ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami. Sedangkan wadah budidaya kolam tanah yaitu tambak biasanya dilakukan untuk membudidayakan artemia. Oleh karena itu ukuran dari wadah yang akan digunakan sangat menentukan kapasitas produksi dari pakan alami Artemia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami Artemia diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya, langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut. Langkah pertama adalah peralatan dan wadah yang akan digunakan ditentukan sesuai dengan skala produksi dan kebutuhan. Peralatan dan wadah disiapkan untuk digunakan dalam budidaya Artemia. Wadah yang akan digunakan dibersihkan dengan menggunakan sikat dan diberikan desinfektan untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme yang lain. Wadah yang telah dibersihkan selanjutnya dapat diari dengan air bersih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara Artemia. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida, deterjen dan chlor. Air yang digunakan sebaiknya diberi oksigen dengan menggunakan aerator dan batu aerasi yang disambungkan dengan selang aerasi. Aerasi ini dapat digunakan pula untuk menetralkan chlor atau menghilangkan Carbondioksida didalam air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Media penetasan cyst Artemia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Langkah kerja dalam menyiapkan wadah budidaya Artemia adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan sebutkan fungsi dan cara kerja peralatan tersebut!&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Tentukan wadah yang akan digunakan untuk menetaskan Artemia !&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Bersihkan wadah dengan menggunakan sikat dan disiram dengan air bersih, kemudian lakukan pensucihamaan wadah dengan menggunkan desinfektan sesuai dengan dosisnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Bilaslah wadah yang telah dibersihkan dengan menggunakan air bersih.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Pasanglah peralatan aerasi dengan merangkaikan antara aerator, selang aerasi dan batu aerasi, masukkan kedalam wadah budidaya. Ceklah keberfungsian peralatan tersebut dengan memasukkan kedalam arus listrik.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Buatlah larutan garam untuk media penetasan cyst artemia dengan cara melarutkan garam dapur (NaCl) kedalam air tawar dengan dosis 35 gram perliter air tawar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Ukurlah salinitas media penetasan dengan menggunakan alat refraktometer, catat. Jika salinitas media tidak sesuai dengan yang diinginkan tambahkan garam atau air tawar kedalam media sampai diperoleh salinitas media sesuai kebutuhan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Inokulasi Artemia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami Artemia, kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami Artemia, ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Morfologi Artemia dapat dilihat secara langsung dibawah mikroskop, ciri khas nya yang sangat mudah untuk dikenali setelah siste artemia menetas adalah berubah menjadi nauplius. Dalam perkembangannya mengalami 15 kali perubahan bentuk (metamorfosis) , setiap kali perubahan bentuk merupakan tahapan suatu tingkatan yaitu instar I – instar XV, setelah itu menjadi artemia dewasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Tubuh Artemia dewasa mempunyai ukuran 1 – 2 cm dengan sepasang kaki majemuk dan 11 pasang thoracopoda. Setiap thoracopoda mempunyai eksopodit, endopodit dan epipodite yang masing-masing berfungsi sebagai alat pengumpul pakan, alat berenang dan alat pernafasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Proses penetasan dengan menggunakan metoda dekapsulasi, cyst artemia pada tahap awal dilakukan perendaman dengan air tawar selama satu jam yang berfungsi untuk meningkatkan kadar air pada cyst artemia dan cyst artemia tersebut akan menggembung karena air masuk kedalam cyst, Cyst yang menggembung akan mulai terjadi proses metabolisme. Setelah satu jam direndam dan cyst sudah mengandung kadar air kurang lebih 65% maka cyst artemia tersebut disaring dengan menggunakan kain saringan 120 mikron serta dicuci dengan air tawar atau air laut sampai bersih. Kemudian dimasukkan kedalam larutan hipoklorit yang telah disiapkan lengkap dengan aerasinya. Proses dekapsulasi berlangsung selama 10-15 menit. Proses dekapsulasi ditandai dengan terjadinya perubahan warna siste dari coklat menjadi abu-abu dan akhirnya berwarna jingga serta air didalam wadah-mengandung-buih-atau-busa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Setelah proses dekapsulasi selesai siste yang sudah tidak bercangkang diambil dengan alat penyedot dan disaring dengan menggunakan alat penyaring dari kasa kawat baja tahan karat (stainless steel) dengan ukuran mata 120-150 mikron. Proses pencucian dilakukan dengan menggunakan air tawar atau air laut sampai bau chlorine hilang. Siste yang sudah tidak bercangkang tersebut masih berupa siste yang telanjang belum menetas karena masih diselimuti oleh selaput embrio yang tipis. Oleh karena itu masih harus dilakukan penetasan dengan menggunakan-air-laut-yang-bersalinitas-5-35-permil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Proses penetasan cyst artemia dengan metoda dekapsulasi selanjutnya adalah melarutkan siste tersebut dengan larutan garam bersalinitas antara 5 permil sampai dengan 35 permil. Waktu yang dibutuhkan sampai siste tersebut menetas menjadi nauplius dibutuhkan waktu sekitar 24 - 48 jam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Proses penetasan cyst/siste artemia dengan metoda tanpa dekapsulasi dilakukan dengan cara siste yang akan ditetaskan ditimbang sesuai dengan dosis yang digunakan misalnya 5 gram siste per liter air media penetasan. Kemudian wadah dan media penetasan disiapkan sesuai persyaratan teknis yang telah ditentukan, siste artemia dimasukkan kedalam media penetasan yang diberi aerasi dengan kecepatan 10 – 20 liter udara/menit, suhu dipertahankan 25 – 30 oC dan pH sekitar 8 – 9. Media penetasan diberi sinar yang berasal dari lampu TL dengan intensitas cahaya minimal 1.000 lux. Intensitas cahaya tersebut dapat diperoleh dari lampu TL/neon 60 watt sebanyak dua buah dengan jarak penyinaran dari lampu kewadah penetasan adalah 20 cm. Penetasan cyst artemia akan berlangsung-selama-24-48-jam-kemudian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Pakan alami artemia yang telah ditetaskankan di media penetasan bertujuan untuk diberikan kepada larva/benih yang dipelihara. Kebutuhan larva/benih ikan akan pakan alami Artemia selama pemeliharaan adalah setiap hari. Oleh karena itu waktu pemanenan pakan alami itu sangat bergantung kepada kebutuhan larva/benih akan pakan alami Artemia. Pemanenan pakan alami Artemia ini dapat dilakukan setiap hari atau seminggu sekali atau dua minggu sekali. Hal tersebut bergantung kepada kebutuhan suatu usaha terhadap ketersediaan pakan alami Artemia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Pemanenan pakan alami Artemia yang dilakukan setiap hari biasanya jumlah yang dipanen adalah kurang dari 20%. Pemanenan Artemia dapat juga dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali sangat bergantung kepada ukuran Artemia yang akan diberikan kepada larva/benih ikan. Cyst artemia yang baru menetas mempunyai ukuran antara 200-350 mikrometer (0,2-0,35 mm) dan disebut nauplius.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Duapuluh empat jam setelah menetas nauplius artemia ini akan mulai tumbuh organ pencernaannya, oleh karena itu pada masa tersebut artemia sudah mulai makan dengan adanya makanan didalam media penetasan artemia akan tumbuh dan berkembang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Artemia menjadi dewasa pada umur empatbelas hari dan akan beranak setiap empat sampai lima hari sekali. Jadi waktu panen artemia sangat ditentukan oleh ukuran besar mulut larva yang akan mengkonsumsinya dengan ukuran artemia yang akan ditetaskan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Jika didalam media penetasan tidak terdapat sumber makanan bagi artemia maka artemia tidak akan tumbuh dan berkembang melainkan akan mati secara perlahan-lahan karena kekurangan energi. Pada beberapa usaha pembenihan biasanya hanya dilakukan penetasan cyst artemia tanpa melakukan pemeliharaan terhadap-cyst-yang-telah-ditetaskan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot; /&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Setelah cyst artemia menetas 24-48 jam setelah ditetaskan maka akan dilakukan pemanenan cyst artemia dengan cara sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Lepaskan aerasi yang ada didalam wadah penetasan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Lakukan penutupan wadah penetasan pada bagian atas dengan menggunakan plastik hitam agar artemia yang menetas akan berkumpul pada bagian bawah wadah penetasan. Artemia mempunyai sifat fototaksis positif yang akan bergerak menuju sumber cahaya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Diamkan beberapa lama (kurang lebih 15-30 menit) sampai seluruh cyst yang telah menetas berkumpul didasar wadah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Lakukan penyedotan dengan selang untuk mengambil artemia yang telah menetas dan ditampung dengan kain saringan yang diletakkan didalam wadah penampungan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Bersihkan artemia yang telah dipanen dengan menggunakan air tawar yang bersih dan siap untuk diberikan kepada larva/benih ikan konsumsi/ikan hias.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;

  var _gaq = _gaq || [];
  _gaq.push([&#39;_setAccount&#39;, &#39;UA-36941816-1&#39;]);
  _gaq.push([&#39;_setDomainName&#39;, &#39;sugili.tk&#39;]);
  _gaq.push([&#39;_trackPageview&#39;]);

  (function() {
    var ga = document.createElement(&#39;script&#39;); ga.type = &#39;text/javascript&#39;; ga.async = true;
    ga.src = (&#39;https:&#39; == document.location.protocol ? &#39;https://ssl&#39; : &#39;http://www&#39;) + &#39;.google-analytics.com/ga.js&#39;;
    var s = document.getElementsByTagName(&#39;script&#39;)[0]; s.parentNode.insertBefore(ga, s);
  })();

&lt;/script&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/2112339640421935675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/2112339640421935675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/11/budidaya-artemia.html' title='Budidaya Artemia'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHhY3y1yVr3a842mSTED3qbg6veb8cGYAKdQk9CnhIPF8ZMcPvnLL1-eKilwx5P7uWweJ2aTFFIpYCwZP1mpOYCSCTKC8WNF1EBIKqAqy395WmZyNxc5eZGCpxHKeZAdBwJvToMlJFcXE/s72-c/Artemia+salina.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-6257507849697071048</id><published>2012-12-21T13:16:00.000+08:00</published><updated>2012-12-21T13:16:04.079+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iptek"/><title type='text'>Cara Budidaya Cacing Tanah</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7sxzmLEADwGoRVLQ20KLR6eq26FSABFQshqbe5kQvbJyydOykv-ubLozVxSaX08W8haBW61Kl4nsPQNK7misEgrJBO9aSdyBxdGfHG3YAsvgZ2roLeCp9TfQ8N2YSHnYHQ1aKj-DhdB0/s1600/cacing-tanah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7sxzmLEADwGoRVLQ20KLR6eq26FSABFQshqbe5kQvbJyydOykv-ubLozVxSaX08W8haBW61Kl4nsPQNK7misEgrJBO9aSdyBxdGfHG3YAsvgZ2roLeCp9TfQ8N2YSHnYHQ1aKj-DhdB0/s200/cacing-tanah.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cacing tanah termasuk hewan tingkat rendah karena tidak mempunyai tulang belakang (invertebrata). Cacing tanah termasuk kelas Oligochaeta. Famili terpenting dari kelas ini Megascilicidae dan Lumbricidae Cacing tanah bukanlah hewan yang asing bagi masyarakat kita, terutama bagi masyarakat pedesaan. Namun hewan ini mempunyai potensi yang sangat menakjubkan bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jenis-jenis yang paling banyak dikembangkan oleh manusia berasal dari famili Megascolicidae dan Lumbricidae dengan genus Lumbricus, Eiseinia, Pheretima, Perionyx, Diplocardi dan Lidrillus.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Beberapa jenis cacing tanah yang kini banyak diternakan antara lain: Pheretima, Periony dan Lumbricus. Ketiga jenis cacing tanah ini menyukai bahan organik yang berasal dari pupuk kandang dan sisa-sisa tumbuhan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cacing tanah jenis Lumbricus mempunyai bentuk tubuh pipih. Jumlah segmen yang dimiliki sekitar 90-195 dan klitelum yang terletak pada segmen 27-32. Biasanya jenis ini kalah bersaing dengan jenis yang lain sehingga tubuhnya lebih kecil. Tetapi bila diternakkan besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cacing tanah jenis Pheretima segmennya mencapai 95-150 segmen. Klitelumnya terletak pada segmen 14-16. Tubuhnya berbentuk gilik panjang dan silindris berwarna merah keunguan. Cacing tanah yang termasuk jenis Pheretima antara lain cacing merah, cacing koot dan cacing kalung.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cacing tanah jenis Perionyx berbentuk gilik berwarna ungu tua sampai merah kecokelatan dengan jumlah segmen 75-165 dan klitelumnya terletak pada segmen 13 dan 17. Cacing ini biasanya agak manja sehingga dalam pemeliharaannya diperlukan perhatian yang lebih serius.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cacing jenis Lumbricus Rubellus memiliki keunggulan lebih dibanding kedua jenis yang lain di atas, karena produktivitasnya tinggi (penambahan berat badan, produksi telur/anakan dan produksi bekas cacing “kascing”) serta tidak banyak bergerak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;MANFAAT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam bidang pertanian, cacing menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi subur dan penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik. Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman. Selain itu juga cacing tanah dapat digunakan sebagai:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Bahan Pakan Ternak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Berkat kandungan protein, lemak dan mineralnya yang tinggi, cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan, udang dan kodok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Bahan Baku Obat dan bahan ramuan untuk penyembuhan penyakit.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Secara tradisional cacing tanah dipercaya dapat meredakan demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi dan tipus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Bahan Baku Kosmetik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cacing dapat diolah untuk digunakan sebagai pelembab kulit dan bahan baku pembuatan lipstik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Makanan Manusia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cacing merupakan sumber protein yang berpotensi untuk dimasukkan sebagai bahan makanan manusia seperti halnya daging sapi atau Ayam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;PERSYARATAN LOKASI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tanah sebagai media hidup cacing harus mengandung bahan organik dalam jumlah yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan-bahan organik tanah dapat berasal dari serasah (daun yang gugur), kotoran ternak atau tanaman dan hewan yang mati. Cacing tanah menyukai bahan-bahan yang mudah membusuk karena lebih mudah dicerna oleh tubuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Untuk pertumbuhan yang baik, cacing tanah memerlukan tanah yang sedikit asam sampai netral atau ph sekitar 6-7,2. Dengan kondisi ini, bakteri dalam tubuh cacing tanah dapat bekerja optimal untuk mengadakan pembusukan atau fermentasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kelembaban yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan cacing tanah adalah antara 15-30 %.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan cacing tanah dan penetasan kokon adalah sekitar 15–25 derajat C atau suam-suam kuku. Suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat C masih baik asal ada naungan yang cukup dan kelembaban optimal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Lokasi pemeliharaan cacing tanah diusahakan agar mudah penanganan dan pengawasannya serta tidak terkena sinar matahari secara langsung, misalnya di bawah pohon rindang, di tepi rumah atau di ruangan khusus (permanen) yang atapnya terbuat dari bahan-bahan yang tidak meneruskan sinar dan tidak menyimpan panas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;1. Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat seperti bambu, rumbia, papan bekas, ijuk dan genteng tanah liat. Salah satu contoh kandang permanen untuk peternakan skala besar adalah yang berukuran 1,5 x 18 m dengan tinggi 0,45 m. Didalamnya dibuat rak-rak bertingkat sebagai tempat wadah-wadah pemeliharaan. Bangunan kandang dapat pula tanpa dinding (bangunan terbuka). Model-model sistem budidaya, antara lain rak berbaki, kotak bertumpuk, pancing bertingkat atau pancing berjajar..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;2. Pembibitan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Persiapan yang diperlukan dalam pembudidayaan cacing tanah adalah meramu media tumbuh, menyediakan bibit unggul, mempersiapkan kandang cacing dan kandang pelindung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Pemilihan Bibit Calon Induk&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sebaiknya dalam beternak cacing tanah secara komersial digunakan bibit yang sudah ada karena diperlukan dalam jumlah yang besar. Namun bila akan dimulai dari skala kecil dapat pula dipakai bibit cacing tanah dari alam, yaitu dari tumpukan sampah yang membusuk atau dari tempat pembuangan kotoran hewan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Pemeliharaan Bibit Calon Induk&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pemeliharaan dapat dibagi menjadi beberapa cara:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pemeliharaan cacing tanah sebanyak-banyaknya sesuai tempat yang digunakan. Cacing tanah dapat dipilih yang muda atau dewasa. Jika sarang berukuran tinggi sekitar 0,3 m, panjang 2,5 m dan lebar kurang lebih 1 m, dapat ditampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pemeliharaan dimulai dengan jumlah kecil. Jika jumlahnya telah bertambah, sebagian cacing tanah dipindahkan ke bak lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pemeliharaan kombinasi cara a dan b.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pemeliharaan khusus kokon sampai anak, setelah dewasa di pindah ke bak lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pemeliharaan khusus cacing dewasa sebagai bibit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;3. Sistem Pemuliabiakan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Apabila media pemeliharaan telah siap dan bibit cacing tanah sudah ada, maka penanaman dapat segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yang ada tidaklah sekaligus dimasukan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit. Beberapa bibit cacing tanah diletakan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru bibit cacing yang lain dimasukkan. Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yang berkeliaran di atas media atau ada yang meninggalkan media (wadah). Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada yang meninggalkan wadah berarti cacing tanah itu betah dan media sudah cocok. Sebaliknya bila media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media. Untuk mengatasinya, media harus segera diganti dengan yang baru. Perbaikan dapat dilakukan dengan cara disiram dengan air, kemudian diperas hingga air perasannya terlihat berwarna bening (tidak berwarna hitam atau cokelat tua).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;4. Reproduksi, Perkawinan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cacing tanah termasuk hewan hermaprodit, yaitu memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tubuh. Namun demikian, untuk pembuahan, tidak dapat dilakukannya sendiri. Dari perkawinan sepasang cacing tanah, masing-masing akan dihasilkan satu kokon yang berisi telur-telur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kokon berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api. Kokon ini diletakkan di tempat yang lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor. Diperkirakan 100 ekor cacing dapat menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Cacing tanah mulai dewasa setelah berumur 2-3 bulan yang ditandai dengan adanya gelang (klitelum) pada tubuh bagian depan. Selama 7-10 hari setelah perkawinan cacing dewasa akan dihasilkan 1 kokon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Pemeliharaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;1. Pemberian Pakan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cacing tanah diberi pakan sekali dalam sehari semalam sebanyak berat cacing tanah yang ditanam. Apabila yang ditanam 1 Kg, maka pakan yang harus diberikan juga harus 1 Kg. Secara umum pakan cacing tanah adalah berupa semua kotoran hewan, kecuali kotoran yang hanya dipakai sebagai media.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan pada cacing tanah, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pakan yang diberikan harus dijadikan bubuk atau bubur dengan cara diblender.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bubur pakan ditaburkan rata di atas media, tetapi tidak menutupi seluruh permukaan media, sekitar 2-3 dari peti wadah tidak ditaburi pakan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pakan ditutup dengan plastik, karung , atau bahan lain yang tidak tembus cahaya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pemberian pakan berikutnya, apabila masih tersisa pakan terdahulu, harus diaduk dan jumlah pakan yang diberikan dikurangi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bubur pakan yang akan diberikan pada cacing tanah mempunyai perbandingan air 1:1.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;2. Penggantian Media&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Media yang sudah menjadi tanah/kascing atau yang telah banyak telur (kokon) harus diganti. Supaya cacing cepat berkembang, maka telur, anak dan induk dipisahkan dan ditumbuhkan pada media baru. Rata rata penggantian media dilakukan dalam jangka waktu 2 Minggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;3. Proses Kelahiran&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan untuk media pembuatan sarang adalah: kotoran hewan, dedaunan/Buah-buahan, batang pisang, limbah rumah tangga, limbah pasar, kertas koran/kardus/kayu lapuk/bubur kayu. Bahan yang tersedia terlebih dahulu dipotong sepanjang 2,5 Cm. Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak, diaduk dan ditambah air kemudian diaduk kembali. Bahan campuran dan kotaran ternak dijadikan satu dengan persentase perbandingan 70:30 ditambah air secukupnya supaya tetap basah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Keberhasilan beternak cacing tanah tidak terlepas dari pengendalian terhadap hama dan musuh cacing tanah. Beberapa hama dan musuh cacing tanah antara lain: semut, kumbang, burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah, kutu dan lain-lain. Musuh yang juga ditakuti adalah semut merah yang memakan pakan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak. Padahal kedua zat ini diperlukan untuk penggemukan cacing tanah. Pencegahan serangan semut merah dilakukan dengan cara disekitar wadah pemeliharaan (dirambang) diberi air cukup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;PANEN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam beternak cacing tanah ada dua hasil terpenting (utama) yang dapat diharapkan, yaitu biomas (cacing tanah itu sendiri) dan kascing (bekas cacing). Panen cacing dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan mengunakan alat penerangan seperti lampu petromaks, lampu neon atau bohlam. Cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya sehingga mereka akan berkumpul di bagian atas media. Kemudian kita tinggal memisahkan cacing tanah itu dengan medianya. Ada cara panen yang lebih ekonomis dengan membalikan sarang. Dibalik sarang yang gelap ini cacing biasanya berkumpul dan cacing mudah terkumpul, kemudian sarang dibalik kembali dan pisahkan cacing yang tertinggal. Jika pada saat panen sudah terlihat adanya kokon (kumpulan telur), maka sarang dikembalikan pada wadah semula dan diberi pakan hingga sekitar 30 hari. Dalam jangka waktu itu, telur akan menetas. Dan cacing tanah dapat diambil untuk dipindahkan ke wadah pemeliharaan yang baru dan kascingnya siap di panen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;

  var _gaq = _gaq || [];
  _gaq.push([&#39;_setAccount&#39;, &#39;UA-36941816-1&#39;]);
  _gaq.push([&#39;_setDomainName&#39;, &#39;sugili.tk&#39;]);
  _gaq.push([&#39;_trackPageview&#39;]);

  (function() {
    var ga = document.createElement(&#39;script&#39;); ga.type = &#39;text/javascript&#39;; ga.async = true;
    ga.src = (&#39;https:&#39; == document.location.protocol ? &#39;https://ssl&#39; : &#39;http://www&#39;) + &#39;.google-analytics.com/ga.js&#39;;
    var s = document.getElementsByTagName(&#39;script&#39;)[0]; s.parentNode.insertBefore(ga, s);
  })();

&lt;/script&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/6257507849697071048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/6257507849697071048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/11/cara-budidaya-cacing-tanah.html' title='Cara Budidaya Cacing Tanah'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7sxzmLEADwGoRVLQ20KLR6eq26FSABFQshqbe5kQvbJyydOykv-ubLozVxSaX08W8haBW61Kl4nsPQNK7misEgrJBO9aSdyBxdGfHG3YAsvgZ2roLeCp9TfQ8N2YSHnYHQ1aKj-DhdB0/s72-c/cacing-tanah.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-1260557228356549552</id><published>2012-12-21T13:14:00.000+08:00</published><updated>2012-12-21T13:14:48.181+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iptek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesehatan"/><title type='text'>Nutrisi Ikan Sidat, Sangat Baik Untuk Kecerdasan Anak</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzehDdGGZ63Jb_0nuGDZbOHkAzA4OcVSHPx03zklmHkGz9oXVSmGzO2Wd4w444z4i1LVd36c_6_lfUOLHo9nrpv6YIy9RFtC40h8d5E4UG31Y-2QA57oEaEYK1EeKYD-H9fefSCbBl2UM/s1600/Sidat+masapi+(2).jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;142&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzehDdGGZ63Jb_0nuGDZbOHkAzA4OcVSHPx03zklmHkGz9oXVSmGzO2Wd4w444z4i1LVd36c_6_lfUOLHo9nrpv6YIy9RFtC40h8d5E4UG31Y-2QA57oEaEYK1EeKYD-H9fefSCbBl2UM/s200/Sidat+masapi+(2).jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ikan sidat, masapi, sugili, uling, moa atau pelus sering dijumpai di sungai sawah dan empang serta dibudidayakan. Jenis ikan yang satu ini mirip belut, licin dan panjang. Yang membedakannya, ikan ini bertelinga. Dagingnya lembut gurih dan mengandung sejumlah vitamin dan mineral penting untuk anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ikan sidat atau ordo Anguilliformes dapat diolah menjadi berbagai masakan, digoreng tepung atau dibakar. Karena kandungan nutrisinya, sidat sangat digemari di Jepang. Biasanya dijadikan topping sushi atau unagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ikan ini b&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;erkembang biak di air laut dan membesar di air tawar seperti sungai, rawa dan danau. Di perairan Indonesia ada enam jenis ikan sidat, yaitu Anguilla mormorata, Anguilla celebensis, Anguilla ancentralis, Anguilla borneensis, Anguilla bicolor bicolor dan Anguilla bicolor pacifica.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ikan sidat atau mengandung vitamin B1, B2 dan A yang jumlahnya lebih banyak dari susu sapi. Kandungan zinc dan DHA nya dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta fungsi otak terutama untuk kecerdasan anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kandungan antioksidannya dapat menambah imunitas, menghilangkan racun dan memperlambat penuaan. Karena itu, sidat disebut juga sebagai ginseng air. Di Jepang, ikan sidat dipercaya sebagai makanan pembangkit vitalitas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jika ingin membelinya, kini sudah banyak tersedia di swalayan. Khusus untuk unagi bisa dibeli dalam bentuk siap makan karena sudah dibersihkan dan dibumbui.&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/1260557228356549552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/1260557228356549552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/11/nutrisi-ikan-sidat-sangat-baik-untuk.html' title='Nutrisi Ikan Sidat, Sangat Baik Untuk Kecerdasan Anak'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzehDdGGZ63Jb_0nuGDZbOHkAzA4OcVSHPx03zklmHkGz9oXVSmGzO2Wd4w444z4i1LVd36c_6_lfUOLHo9nrpv6YIy9RFtC40h8d5E4UG31Y-2QA57oEaEYK1EeKYD-H9fefSCbBl2UM/s72-c/Sidat+masapi+(2).jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-1677194542887455079</id><published>2012-12-21T13:13:00.001+08:00</published><updated>2012-12-21T13:13:39.968+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iptek"/><title type='text'>Bahan Untuk Membuat Pakan Buatan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bahan Hewani&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwzZrG9bg6881gbs2rHRoTeBuQMtjGro3zmYGPnRA_k6e_1TrpDC5xRyh8Su00TsbMOZ17bK1zlOFCIY8-tNNhO6PAct0wWWsT_nvjgWXy8UZ7QXUN0lWVMhciOJH536i_hETUZB70UMA/s1600/pelet+ikan2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwzZrG9bg6881gbs2rHRoTeBuQMtjGro3zmYGPnRA_k6e_1TrpDC5xRyh8Su00TsbMOZ17bK1zlOFCIY8-tNNhO6PAct0wWWsT_nvjgWXy8UZ7QXUN0lWVMhciOJH536i_hETUZB70UMA/s1600/pelet+ikan2.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung Ikan&lt;br /&gt;Bahan baku tepung ikan adalah jenis ikan rucah (tidak bernilai ekonomis) yang berkadar lemak rendah dan sisa-sisa hasil pengolahan.&amp;nbsp;Ikan difermentasikan menjadi bekasem untuk meningkatkan bau khas yang dapat merangsang nafsu makan ikan.&amp;nbsp;Lama penyimpanan &amp;lt;11-12 bulan, bila lebih dapat ditumbuhi jamur atau bakteri, serta dapat menurunkan kandungan lisin yang merupakan asam amino essensial yang paling essensial sampai 8%.&amp;nbsp;Kandungan gizi: protein = 22,65%; lemak = 15,38%; Abu = 26,65%; Serat = 1,80%; Air = 10,72%; Nilai ubah = 1,5-3.&lt;br /&gt;Cara pembuatannya:&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ikan direbus sampai masak, diwadahi karung, lalu diperas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Air perasan ditampung untuk dibuat petis / diambil minyaknya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ampasnya dikeringkan dan digiling menjadi tepung.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung rebon dan Benawa&lt;br /&gt;rebon adalah sejenis udang kecil yang merupakan bahan baku pembuatan terasi.&amp;nbsp;Benawa adalah anak kepiting laut.&amp;nbsp;Rebon dan Benawa muncul pada awal musim hujan di sekitar muara sungai, mengerumuni benda yang terapung.&lt;br /&gt;Cara pembuatan:&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan direbus sampai masak, diwadahi karung, lalu diperas;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ampasnya dikeringkan dan digiling menjadi tepung.&amp;nbsp;Kandungan gizi: Protein: Udang rebon = 59,4% (udang rebon), 23,38% (Benawa); Lemak = 3,6% (Udang rebon), 25,33% (Benawa); Karbohidrat 3,2% ( udang rebon), 0,06% (Benawa); Abu = 11,41% (Benawa); Serat = 11,82% (Benawa); Air = 21,6% (Udang rebon); 5,43% Benawa, Nilai ubah: Benawa = 4-6&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung Kepala Udang&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan yang digunakan adalah kepala udang, limbah pada proses pengolahan udang untuk ekspor.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cara pembuatannya:&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan direbus, dijemur sampai kering dan digiling;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung diayak untuk membuang bagian-bagian yang kasar dan banyak mengandung kitin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Konten gizinya: Protein = 53,74%; Lemak = 6,65%; Karbohidrat = 0%; Abu = 7,72%; Serat kasar = 14,61%; Air = 17,28%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung Anak Ayam&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan: anak ayam jantan dari perusahaan pembibitan ayam petelur.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cara pembuatan:&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Anak-anak ayam dimatikan secara masal, bulu-bulunya dibakar dengan lampu semprot.&amp;nbsp;Kemudian direbus sampai kaku (setengah masak).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Diangin-anginkan sampai kering dan digiling beberapa kali sampai halus.&amp;nbsp;Hasil gilingan yang masih basah disebut pastadan dapat langsung digunakan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pasta dapat dikeringkan dan digiling menjadi tepung.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Konten gizinya: Protein = 61,65%, Lemak = 27,30%, Abu = 2,34%, Air = 8,80%, Nilai ubah = 5-8.&amp;nbsp;Juga mengandung hormon, enzim, vitamin, dan mineral yang dapat merangsang nafsu makan dan pertumbuhan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung Kepompong Ulat Sutra&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan: kepompong ulat sutra yang merupakan limbah industri pemintalan benang sutra alam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Konten gizinya: Protein = 46,74%, Lemak = 29,75%, Abu = 4,86%, Serat = 8,89%, Air = 9,76%, Nilai ubah = 1,8.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ampas Minyak Hati Ikan&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan: amapas hati ikan yang telah diperas minyaknya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cara pembuatannya:&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;digunakan sebagai pasta, karena kandungan lemaknya tinggi, sehingga sulit dikeringkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Digiling halus sampai bentuknya seperti pellet.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Konten gizinya: Protein = 25,08%, lemak = 56,75%, Abu = 6,60%, Air = 12,06%, Nilai ubah = 8.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung Darah&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan: darah, limbah dari rumah pemotongan ternak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cara pembuatanny: darah beku yang masih mentah dimasak dan dikeringkan, kemudian digiling menjadi tepung.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Konten gizinya: Protein = 71,45%, Lemak = 0,42%, Karbohidrat = 13,12%, Abu = 5,45%, Serat = 7,95%, Air = 5,19.&amp;nbsp;Proteinnya sulit dicerna, sehingga penggunaannya untuk ikan &amp;lt;3% dan untuk udang &amp;lt;5%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Silase Ikan&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan: ikan rucah dan limbah pengolahan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Silase adalah hasil olahan cair dari bahan baku asal ikan / limbahnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cara pembuatan:&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan dicuci, dicincang kecil-kecil, kemudian digiling.&amp;nbsp;Hasil gilingan direndam dalam larutan asam formiat 3% 24 jan, kemudian diperas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Air perasan ditampung dan lapisan minyak yang mengapung di lapisan atas disingkirkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cairan yang bebas minyak dicampur dengan ampas dan ditambah asam propionat 1%, untuk mencegah tumbuhnya bakteri / jamur dan menambah daya awet ± 3 bulan dengan pH ± 4,5.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan diperam selama 4 hari dan diaduk 3 - 4 kali sehari.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan cair yang bersifat asam dapat dicampur dengan dedak, ketela pohon / tepung jagung dengan perbandingan 1:1, dikeringkan dan digunakan untuk campuran dalam ramuan makanan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Konten gizinya: Protein = 18-20%, Lemak = 1-2%, Abu = 4-6%, Air = 70 - 75%, Kapur = 1-3%, Fosfor = 0,3-0,9%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Arang Bulu Ayam dan Tepung Tulang&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan: arang bulu ayam, tulang ternak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cara pembuatan: Tulang dipotong sepanjang 5-10 cm, direbus selama 2-4 jam dengan suhu 100 ° C, kemudian dihancurkan hingga menjadi serpihan-serpihan sepanjang 1-3 cm.Serpihan tulang direndam dalam air kapur 10% selama 4-5 minggu dan dicuci dengan air tawar.&amp;nbsp;Pemisahan selatin dengan jalan pemanasan 3 tahap, yaitu pada suhu 60 ° C selama 4 jam, suhu 70 ° C selama 4 jam, dan 100 ° C selama 5 jam.&amp;nbsp;Pemrosesan selatin.&amp;nbsp;Tulang dikeringkan pada suhu 100 ° C, sampai tingkat airnya tinggal 5% dan digiling hingga menjadi tepung.&amp;nbsp;Pembenahan dan penyimpanan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Konten gizinya: Protein = 25,54%, Lemak = 3,80%, Abu = 61,60%, Serat = 1,80%, Air = 5,52%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung bekicot&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan: daging bekicot mentah dan daging bekicot rebus.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cara pembuatan: Daging bekicot dikeringkan lalu digiling.&amp;nbsp;Untuk campuran makanan sebesar 5-15%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kandungan gizi: Protein = 54,29%, Lemak = 4,18%, Karbohidrat = 30,45%, Abu = 4,07%, Kapur = 8,3%, Fosfor = 20,3%, Air = 7,01 .&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung Cacing Tanah&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dapat menggantikan tepung ikan, dapat diternak secara masal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jumlah penggunaan dalam ramuan 10-25%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cara pembuatan: Cacing dikeringkan lalu digiling.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Konten proteinnya 72% dan mudah diserap dinding usus.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung Artemia&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dapat menggantikan tepung ikan / kepala udang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kandungan protein (asam amino essensial) untuk burayak 42% dan dewasa 60%, sedangkan asam lemak tak jenuh untuk burayak 20% dan dewasa 10%.&amp;nbsp;Daya cernanya tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Telur Ayam dan Itik&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan: telur mentah atau telur rbus.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penggunaan: Telur mentah langsung dikopyok dan dicampur dengan bahan lain.&amp;nbsp;Telur rebus, diambil kuningnya, dihaluskan dan dilarutkan sampai membentuk emulsi atau suspensi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Konten gizinya: Protein = 12,8%, Lemak = 11,5%, Karbohidrat = 0,7%, Air = 74%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Susu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan: tepung susu tak berlemak (skema).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kandungan gizi: Protein = 35,6% Lemak = 1,0% Karbohidrat = 52,0%, Air = 3,5%&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bahan Nabati&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dedak&lt;br /&gt;Bahan dedak padi ada 2, yaitu dedak halus (katul) dan dedak kasar.&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;&quot;&gt;Dedak yang paling baik adalah dedak halus yang didapat dari proses penyosohan beras, dengan kandungan gizi: Protein = 11,35%, Lemak = 12,15%, Karbohidrat = 28,62%, Abu = 10,5%, serat kasar = 24 , 46%, Air = 10,15%, Nilai ubah = 8.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dedak gandum&lt;br /&gt;Bahan: hasil samping perusahaan tepung terigu.&amp;nbsp;Tepung yang paling baik untuk pakan ikan adalah &quot;wheat Pollard&quot; dengan kandungan gizi: Protein = 11,99%, Lemak = 1,48%, Karbohidrat = 64,75%, Abu = 0,64%, serat kasar = 3,75 %, Air = 17,35%, Nilai ubah = 2-3.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jagung&lt;br /&gt;Terdapat 2 jenis, yaitu: (1) Jagung kuning, mengandung protein dan energi tinggi, daya lekatnya rendah; (2) Jagung putih, mengandung protein dan enrgi rendah, daya lekatnya tinggi.&amp;nbsp;Sulit dicerna ikan, sehingga jarang digunakan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cantel / Sorgum&lt;br /&gt;Dinding merah, putih, kecoklatan.&amp;nbsp;Warna putih lebih banyak digunakan.&amp;nbsp;Memiliki zat tanin yang dapat menghambat pertumbuhan, sehingga harus ditambah metionin / penyosohan yang lebih baik.&amp;nbsp;Kandungan gizi: Protein = 13,0%, Lemak = 2,05%, Karbohidrat = 47,85%, Abu = 12,6%, serat kasar = 13,5%, Air = 10,64%, Nilai ubah2-5 .&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung Terigu&lt;br /&gt;Berasal dari biji gandum, berfungsi sebagai bahan perekat dengan kandungan gizi: Protein = 8,9%; Lemak = 1,3%; Karbohidrat = 77,3%; Abu = 0,06%; Air = 13,25%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung Kedele&lt;br /&gt;Keuntungan: mengandung lisin asam amino essensial yang paling esensial dan aroma makanan lebih sedap, penggunaan ± 10%.&amp;nbsp;Kekurangan: mengandung zat yang dapat menghambat enzim tripsin, dapat dikendalikan dengan cara memasak.&amp;nbsp;Kandungan gizi: Protein: 39,6%, Lemak = 14,3%, Karbohidrat = 29,5%, Abu = 5,4%, Serat = 2,8%, Air = 8,4%, Nilai ubah = 3 - 5.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung Ampas Tahu&lt;br /&gt;Isi gizinya: Protein = 23,55%, Lemak = 5,54%, Karbohidrat = 26,92%, Abu = 17,03%, serat kasar = 16,53%, Air = 10,43%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung Bungkil Kacang Tanah&lt;br /&gt;Bungkil kacang tanah adalah ampas pembuatan minyak kacang.&amp;nbsp;Kelemahannya: dapat menyebabkan penyakit kurang vitamin, dengan gejala sirip tidak normal dan dapat dicegah dengan membatasi penggunaannya.&amp;nbsp;Kandungan gizi: Protein = 47,9%, Lemak = 10,9%, Karbohidrat = 25,0%, Abu = 4,8%, serat kasar = 3,6%, Air = 7,8%, Nilai ubah = 2 ,7-4.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bungkil Kelapa&lt;br /&gt;Bungkil kelapa adalah ampas dari proses pembuatan minyak kelapa.&amp;nbsp;Sebagai bahan ramuan dapat dipakai sampai 20%.&amp;nbsp;Kandungan gizi: Protein = 17,09%, Lemak = 9,44%, Karbohidrat = 23,77%, Abu = 5,92%, serat kasar = 30,4%, Air = 13,35%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Biji Kapuk / Randu&lt;br /&gt;Bahan: bungkil kapuk yang telah diambil minyaknya.&amp;nbsp;Kelemahannya: Mengandung zat siklo-propenoid yang bersifat racun bius.&amp;nbsp;Penggunaannya &amp;lt;5%.&amp;nbsp;Konten gizinya: Protein = 27,4%, Lemak = 5,6%, Karbohidrat = 18,6%, Abu = 7,3%, Serat kasa = 25,3%, Air = 6,1%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Biji Kapas&lt;br /&gt;Bahan: bungkil dari pembuatan minyak.&amp;nbsp;Kelemahannya: mengandung zat gosipol yang bersifat sebagai racun, yaitu merusak hati dan perdarahan / pembengkakan jaringan tubuh.&amp;nbsp;Untuk penggunaannya harus dimasak dulu.&amp;nbsp;Kandungan gizi: Protein = 19,4%, Lemak = 19,5%, Asam lemak linoleat = 47,8%, Asam lemak palmitat = 23,4%, Asam lemak oleat = 22,9%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung Daun Turi&lt;br /&gt;Kelemahannya: mengandung senyawa beracun: asam biru (HCN), lusein, dan alkoloid-alkoloid lainnya.&amp;nbsp;Konten gizinya: Protein = 27,54%, Lemak = 4,73%, Karbohidrat = 21,30%, Abu = 20,45%, serat kasar = 14,01%, Air = 11,97%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung Daun Lamtoro&lt;br /&gt;Kelemahannya: mengandung mimosin, dalam pemakaiannya &amp;lt;5% saja.&amp;nbsp;Konten gizinya: Protein = 36,82%, Lemak = 5,4%, Karbohidrat = 16,08%, Abu = 1,31%, serat kasar = 18,14%, Air = 8,8%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung Daun Ketela Pohon&lt;br /&gt;Kelemahannya: racun HCN / asam biru.&amp;nbsp;Kandungan gizi: Protein = 34,21%, Lemak = 4,6%, Karbohidrat = 14,69%, Air = 0,12.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Isi Perut Besar Hewan memamah biak&lt;br /&gt;Bahan: dari rumah pemotongan ternak.&amp;nbsp;Cara pembuatan: dikeringkan, digiling sampai menjadi tepung.&amp;nbsp;Konten gizinya: Protein = 8,39%, Lemak = 5,54%, Karbohidrat = 33,51%, Abu = 17,32%, serat kasar = 20,34%, Air = 14,9%, Nilai ubah = 2 .&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bahan Tambahan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Vitamin dan Mineral&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cara memperoleh: dari toko penjual makanan ayam (poultry shop) yang sudah dikemas dalam bentuk premiks (premix).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Premix tersebut mengandung vitamin, mineral, dan asam-asam amino tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Contoh-contoh merek dagang:&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Top mix: mengandung 12 macam vitamin (A, D, E, K, B kompleks), 2 asam amino essensial (metionin dan lisin) dan 6 mineral (Mn, Fe, J, Zn, Co dan Cu), serta antioksidan (BHT )&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Rhodiamix: mengandung 12 macam vitamin (A, D, E, K, B kompleks), asam amino essensia metionin, dan 8 mineral (Mg, Fe, Mo, Ca, J, Zn, Co dan Cu), serta antioksidan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Mineral B12: mengandung tepung tulang, CaCO3, FeSO4, MnSO4, KI, CuSO4, dan ZnCO3, serta vitamin B12 (sianokobalamin).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Merek lain: Aquamix, Rajamix U, Pfizer Premix A, Pfizer Premix B.&lt;br /&gt;Penggunaannya: Untuk ikan 1-2% dan untuk udang 10-15%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Garam Dapur (NaCl)&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Fungsi: sebagai bahan pelezat (gurih), mencegah terjadinya proses pencucian zat-zat lain yang terdapat dalam ramuan makanan ikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penggunaannya cukup 2%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan Perekat&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Contoh bahan perekat: agar-agar, gelatin, tepung terigu, tepung sagu, dll.&amp;nbsp;Yang paling baik adalah tepung kanji dan tapioka.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penggunaannya cukup 10%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Antioksidan&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan: fenol, vitamin E, vitamin C, etoksikulin (1,2 dihydro-6-etoksi-2, 2,4 trimethyquinoline), BHT (butylated hydroxytoluena), dan BHA (butylated hydroxyanisole).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penggunaannya: etoksikulin 150 ppm, BHT dan BHA 200 ppm.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ragi dan Ampas Bir&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ragi adalah sejenis jamur yang dapat merubah karbohidrat menjadi alkohol dan CO2.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Macam ragi: ragi tape, ragi roti, dan bir.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kandungan gizi: Protein = 59,2%, Lemak = 0, Karbohidrat = 38,93%, Abu = 4,95%, serat kasar = 0, Air = 6,12%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ampas bir merupakan limbah pengolahan bir.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Konten gizinya: Protein = 25,9%, serat kasar = 15%&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penggunaannya: ampas bir basah 3-6% dan kering 10%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/1677194542887455079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/1677194542887455079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/10/bahan-untuk-membuat-pakan-buatan.html' title='Bahan Untuk Membuat Pakan Buatan'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwzZrG9bg6881gbs2rHRoTeBuQMtjGro3zmYGPnRA_k6e_1TrpDC5xRyh8Su00TsbMOZ17bK1zlOFCIY8-tNNhO6PAct0wWWsT_nvjgWXy8UZ7QXUN0lWVMhciOJH536i_hETUZB70UMA/s72-c/pelet+ikan2.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-6170785569202094592</id><published>2012-12-21T13:11:00.002+08:00</published><updated>2012-12-21T13:11:57.052+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Usaha"/><title type='text'>Potensi Budidaya Ikan Sidat di Indonesia</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjInvwfTjE0EWFGqzO-ZQaoXuLcSP5_82Bxxitfc0e8JUwx5F1nljWcQQpu4OlAMZV7gmkp-mXuAY6hCCT_z344C7igOlyoM3Q9ApDMpW3kdDJG4q6Foqnx8-AbToWQazsTEjEA8lOdiiQ/s1600/Jaring+Apung.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjInvwfTjE0EWFGqzO-ZQaoXuLcSP5_82Bxxitfc0e8JUwx5F1nljWcQQpu4OlAMZV7gmkp-mXuAY6hCCT_z344C7igOlyoM3Q9ApDMpW3kdDJG4q6Foqnx8-AbToWQazsTEjEA8lOdiiQ/s200/Jaring+Apung.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/10/sejarah-penelitian-tentang-sidat.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ikan sidat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; (Anguilla spp) adalah komoditas perikanan yang masih baru dan memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan dengan pangsa pasarnya yang luas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jepang merupakan konsumen dan importir ikan sidat terbesar dunia disamping Taiwan, Eropa dan Amerika.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Permintaan yang terus meningkat terhadap komoditas ikan sidat, mendorong berkembangnya industri usaha &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/10/potensi-dan-konservasi-ikan-sidat.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;budidaya ikan sidat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; secara intensif, akan tetapi faktor ketersediaan benih masih menjadi kendala utama akibat belum dikuasainya teknologi produksi benih ikan sidat secara buatan. Oleh karena itu faktor utama keberhasilan dalam memproduksi ikan sidat sangat ditentukan oleh kelimpahan sumberdaya benih ikan sidat di alam dan kecenderungannya sumberdaya benih alam tersebut terus mengalami penurunan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Di beberapa negara dengan kondisi alam sub tropis, sangat sulit untuk mengembangkan budidaya ikan sidat. Hal ini dipengaruhi oleh fluktuasi suhu air maupun udara yang tinggi pada saat pergantian musim serta adanya musim-musim tertentu dengan suhu yang sangat dingin. Kondisi ini dapat menghambat budidaya ikan sidat karena proses metabolisme yang tidak berjalan dengan optimal dan waktu budidaya hanya dapat dilakukan beberapa bulan saja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Selain itu, biaya yang dibutuhkan juga sangat besar untuk menciptakan lingkungan hidup yang dibutuhkan oleh ikan sidat. Berbeda dengan iklim di Indonesia yang memiliki dua musim yakni musim hujan dan musim kemarau dengan fluktuasi suhu yang tidak jauh berbeda sangat membantu dalam aktivitas ikan sidat terutama dalam proses metabolisme sehingga budidaya ikan sidat di Indonesia dapat dilakukan sepanjang tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Melihat potensi pasar dunia untuk ikan sidat khususnya pada jenis sidat Anguilla japonica dan Anguilla anguilla maka diperlukan alternative jenis ikan sidat lainnya yang belum dimanfaatkan untuk dapat menggantikan permintaan pasar tersebut. Di seluruh dunia terdapat 18 jenis ikan sidat, 6 jenis diantaranya ada di Indonesia, yaitu Anguilla marmorata, Anguilla bicolor, Anguilla muritinia, Anguilla celebensis, Anguilla borneoensis dan Anguilla acentralis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Berdasarkan hasil penelitian yang pernah dilakukan, penyebaran ikan sidat di Indonesia dimulai dari sepanjang pantai sumatera, peisir sedlatan Jawa, Bali, NTB, NTT, sepanjang pantai timur Kalimantan, perairan Sulawesi, Maluku sampai perairan di Papua.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Selain sebagai habitat asli ikan sidat, beberapa tempat di pulau Jawa merupakan lumbung larva kan sidat (glass eel) diantaranya : Pelabuhan Ratu, Cilacap, Purworejo dan Jember. Sedangkan tempat yang mempunyai kelimpahan tinggi untuk benih ikan sidat antaralain: Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Purworejo dan beberapa tempat di pantai selatan Jawa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sedangkan di perairan Sulawesi juga menunjukkan adanya sumberdaya glass eel (benih ikan sidat) tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Faktor alam yang sangat mendukung untuk dilakukan pengembangannya, seperti di laut Sulawesi merupakan perairan dalam yang berbentuk teluk, dari umur &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/02/glass-eel.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;glass eel&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; yang tertangkap lebih muda sehingga diduga daerah spawning ground-nya dekat, perairan tawarnya masih bersih dan ketersediaan benihnya sepanjang tahun. Disamping itu, khususnya untuk perairan Sulawesi Utara terdapat wilayah yang dijadikan suaka ikan sidat untuk mempertahankan kelestarian sumberdaya tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dengan potensi benih alam yang cukup melimpah, kondisi lingkungan yang mendukung serta teknologi yang belum berkembang di Indonesia, maka telah mendorong pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menyiapkan teknologi yang aplikatif untuk setiap segmen budidaya ikan sidat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah produksi ikan sidat sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pembudidaya ikan sidat di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;

  var _gaq = _gaq || [];
  _gaq.push([&#39;_setAccount&#39;, &#39;UA-36941816-1&#39;]);
  _gaq.push([&#39;_setDomainName&#39;, &#39;sugili.tk&#39;]);
  _gaq.push([&#39;_trackPageview&#39;]);

  (function() {
    var ga = document.createElement(&#39;script&#39;); ga.type = &#39;text/javascript&#39;; ga.async = true;
    ga.src = (&#39;https:&#39; == document.location.protocol ? &#39;https://ssl&#39; : &#39;http://www&#39;) + &#39;.google-analytics.com/ga.js&#39;;
    var s = document.getElementsByTagName(&#39;script&#39;)[0]; s.parentNode.insertBefore(ga, s);
  })();

&lt;/script&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/6170785569202094592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/6170785569202094592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/10/potensi-budidaya-ikan-sidat-di-indonesia.html' title='Potensi Budidaya Ikan Sidat di Indonesia'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjInvwfTjE0EWFGqzO-ZQaoXuLcSP5_82Bxxitfc0e8JUwx5F1nljWcQQpu4OlAMZV7gmkp-mXuAY6hCCT_z344C7igOlyoM3Q9ApDMpW3kdDJG4q6Foqnx8-AbToWQazsTEjEA8lOdiiQ/s72-c/Jaring+Apung.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-115008261868594818</id><published>2012-12-21T13:11:00.000+08:00</published><updated>2012-12-21T13:11:00.707+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Usaha"/><title type='text'>Budidaya Sidat, Bisnis yang Menjanjikan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhMK5OlOKN6OuZAI9ZCHJA_lCjnGVVpg4J0TXEP8VJs1zpkauXMsYWiNXR63_yppbHO7SibW3QKZ9v3HRyA7qkBsgx_r0tsqRbsN_z199xnxS0FtZl82iuRVTidtPiPEIbmuOSguDD23k/s1600/Budidaya+Sidat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;106&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhMK5OlOKN6OuZAI9ZCHJA_lCjnGVVpg4J0TXEP8VJs1zpkauXMsYWiNXR63_yppbHO7SibW3QKZ9v3HRyA7qkBsgx_r0tsqRbsN_z199xnxS0FtZl82iuRVTidtPiPEIbmuOSguDD23k/s200/Budidaya+Sidat.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Masih sedikit orang yang tahu apa itu &lt;b&gt;sidat&lt;/b&gt;. Di setiap daerah n&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;amanya memang berbeda-beda&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;. Ada yang menyebutnya ikan &lt;b&gt;masapi&lt;/b&gt; (Bugis), ikan &lt;b&gt;moa&lt;/b&gt; (Betawi), ikan&lt;b&gt; lubang&lt;/b&gt; (Sunda), ikan&lt;b&gt; pelus&lt;/b&gt; (Lampung), dan lainnya. Meski bukan komoditas baru di bidang perikanan, namun karena tidak banyak di budidayakan, maka popularitasnya kalah dengan ikan konsumsi lainnya. Padahal di negara lain seperti Jepang dan Korea ikan sidat ini menjadi lauk favorit di restoran dimana mereka menyabutnya sebagai unagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jenis Sidat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;7 dar 18 jenis sidat di duniaterdapat di Indonesia. Namun diantara 7 jenis itu hanya 2 jenis yang paling populer dan memiliki potensi besar untuk di budidayakan.&amp;nbsp;&lt;b&gt;Bicolor &lt;/b&gt;adalah salah satu jenis sidat yang sumber bibitnya berasal dari Jawa (Sukabumi, Cilacap, Jember) dan bibit terbaik banyak ditemukan di sekitar Pelabuhan Ratu, sukabumi, Jawa Barat. Sidat yang memiliki warna hitam kecoklatan polos ini juga sering disebut dengan sidat anjing yang sangat diminati orang Jepang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sementara itu jenis sidat lain yang yang tak kalah populer adalah dari jenis &lt;b&gt;marmorata&lt;/b&gt;. Sidat jenis ini berwarna hitam kecoklatan dengan corak seperti batik, sering juga disebut dengan sidat kembang. Sumber bibit umumnya diluar pulau Jawa seperti Sulawesi dan Kalimantan. Namun bibit terbaik banyak ditemukan di Poso.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Menariknya harga jual Marmorata 2-3 kali lebih mahal dari jenis bicolor dan lebih disukai orang Indonesia, Korea dan Taiwan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sekilas sidat nampak mirip dengan belut, namun tubuh sidat lebih memanjang dan memiliki kapala berbentuk segi tiga serta memiliki empat sirip dibagian dada yang sering disebut telinga, dubur, punggung dan ekor. Memiliki sisik yang sangat halus dan tubuhnya ditutupi lendir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sidat memiliki siklus hidup di laut akan memijah dan akan berpindah ke muara dan hidup di sungai sejak menetas hingga dewasa. Saat migrasi inilah bibit sidat di tangkap di genangan air payau hingga sungai untuk kemudian dibesarkan di kolam pembesaran dan diberi pakan secara intensif hingga umur dewasa dan siap dijual ke pihak eksportir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Mungkin karena keterbatasan, pemijahan sidat masih terjadi secara alami yang membuat pembudidaya pembesaran sidat tidaklah banyak. Padahal ketersediaan bibit sidat di Indonesia sangatlah melimpah. Dalam sekali memijah sidat bisa mengeluarkan hingga jutaan telur. Puncak berpijah sidat jenis Bicolor terjadi bulan Mei dan Desember, sedangkan Marmorata di bulan Oktober.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Harga&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Masyarakat Indonesia masih belum banyak yang mengetahui bahwa harga bibit hingga sidat dewasa sangatlah mahal. Harga sekilo sidat Marmorata di Jakarta bisa mencapai Rp.900 ribu (isi 6000 ekor), dan Elver Rp.550 ribu (isi 100 ekor).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Meski tergolong mahal, harga sepertinya tidak ada artinya bagi warga ekspatriat yang tinggal di Indonesia, apalagi orang-orang Jepang dan Korea. Bahkan di Jepang, sidat menjadi menu favorit yang disajikan dengan berbagai olahan seperti Kaboyaki, Pilet, Sidat Asap, hingga nuget. Sidat memiliki kandungan vitamin A 45 kali lebih tinggi dari susu sapi. Begitu juga dengan DHA sidat mencapai 1373 mg/100 gram, sementara ikan salmon saja hanya 748 mg/100 gram, serta dipercaya dapat meningkatkan vitalitas pria dewasa. Di Indonesia sidat juga bisa ditemukan di supermarket kelas menengah atas dengan harga Rp.86 ribu (sekitar 25-40 gram). Selain itu banyak juga restoran Jepang dan Korea yang banyak menyajikan sidat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Permintaan Banyak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Permintaan sidat di pasar lokal cukup banyak. Begitu juga dengan permintaan ekspor sidat dari Jepang meningkat menjadi 2000 ton di tahun 2011. Hal ini dikarenakan Jepang telah menutup akses impor sidat dari Taiwan dan China yang tercemar bakteri patogen. Dengan demikian tentu permintaan sidat ke Indonesia akan meningkat tajam. Dari kebutuhan sidat di Jepang 60 ribunya masih belum terpenuhi, padahal di Jepang juga punya jenis sidat Japonica sp.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kabar baiknya lagi, petani sidat juga masih sedikit, padahal persediaan bibit tidak terbatas di sepesisir laut Jawa, Sulawesi dan Kalimantan. Selain itu, pemerintah juga telah melarang ekspor bibit sidat keluar negeri yang tertuang dalam PerMen 18/2009.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Namun sayang, saat ini banyak pondok-pondok yang didirikan warga Jepang dan Korea di daerah Pelabuhan Ratu, Sukabumi Jawa Barat yang berfungsi ganda sebagai tempat penampungan bibit dari masyarakat sekitar untuk dibesarkan di kolam pembesaran milik asing dan dibuat berbagai macam produk olahan sidat yang kemudian di ekspor ke negaranya masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kiat Pembesaran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Seperti telah diungkapkan sebelumnya bahwa pemijahan terjadi secara alamiah di laut, dan bibit masih tergantung pada hasil tangkapan masyarakat di daerah pesisir pantai, muara, sungai hingga genangan air payau. Dalam memilih bibit sidat yang lincah dan segar harus diketahui proses penangkapan bibit tersebut. Penangkapan dilakukan pada malam hari dengan mengejutkan bibit sidat menggunakan kayu beraliran setrum kecil dari aki sebagai sumber listriknya. Sengatan listrik ini tidak mengenai bibit dan untuk menggiring bibit masuk kedalam jaring saja. Jika bibit terkena sengatan listrik, pertumbuhannya tidak akan bagus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
sumber: infobisnisukm.wordpress.com&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;

  var _gaq = _gaq || [];
  _gaq.push([&#39;_setAccount&#39;, &#39;UA-36941816-1&#39;]);
  _gaq.push([&#39;_setDomainName&#39;, &#39;sugili.tk&#39;]);
  _gaq.push([&#39;_trackPageview&#39;]);

  (function() {
    var ga = document.createElement(&#39;script&#39;); ga.type = &#39;text/javascript&#39;; ga.async = true;
    ga.src = (&#39;https:&#39; == document.location.protocol ? &#39;https://ssl&#39; : &#39;http://www&#39;) + &#39;.google-analytics.com/ga.js&#39;;
    var s = document.getElementsByTagName(&#39;script&#39;)[0]; s.parentNode.insertBefore(ga, s);
  })();

&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/feeds/115008261868594818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/11/budidaya-sidat-bisnis-yang-menjanjikan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/115008261868594818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/115008261868594818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/11/budidaya-sidat-bisnis-yang-menjanjikan.html' title='Budidaya Sidat, Bisnis yang Menjanjikan'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhMK5OlOKN6OuZAI9ZCHJA_lCjnGVVpg4J0TXEP8VJs1zpkauXMsYWiNXR63_yppbHO7SibW3QKZ9v3HRyA7qkBsgx_r0tsqRbsN_z199xnxS0FtZl82iuRVTidtPiPEIbmuOSguDD23k/s72-c/Budidaya+Sidat.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-3176563415527857266</id><published>2012-12-21T13:10:00.000+08:00</published><updated>2012-12-21T13:10:01.621+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iptek"/><title type='text'>Mengenal Ikan Sidat Lebih Dekat</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Morfologi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ikan sidat temasuk ke dalam famili Anguillidae dan dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan banyak nama daerah. Beberapa nama daerah tersebut antara lain ikan uling, masapi, moa, lumbon, larak, lubang, gateng, denong, mengaling, lara, luncah, sigili dan ikan pelus (Jawa). Dalam bahasa Inggris disebut Giant mottled Eel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Di dunia terdapat 350 jenis ikan sidat, 6 jenis diantaranya terdapat di Indonesia. Namun demikian hanya 2 jenis yang sering dibudidayakan, yaitu sidat kembang (Anguilla marmorata) dan sidat anjing (anguilla bicolor).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pergerakan ikan sidat sangat tergantung pada liak-liuk tubuhnya yang panjang dan licin. Tubuh ikan sidat diselubungi lendir dan mempunyai sisik-sisik kecil berbentuk panjang, dan tersusun tegak lurus pada poros panjangnya. Susunan sisik ini biasanya membentuk gambar mozaik seperti anyaman bilik. Sirip pada bagian dubur menyatu dan berjari-jari lemah. Sirip dada yang terdiri dari 14 – 18 jari-jari sirip. Warna punggung kecoklatan kehitaman dan warna bagian perut kuning hingga perak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyrgR0WDW8doMiMdDsTT0O5D3gK-t2O4NXyo_jAGPAMZf8Z7UMyoYrBwgpK85b2jYfrQmBQ__x41j_uT0KvNQTa6KJ_q3-TNCewSbcLIjcrQTx4ykHvQApjZtSi3FHR2JuAInAJNeSefY/s1600/sidat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyrgR0WDW8doMiMdDsTT0O5D3gK-t2O4NXyo_jAGPAMZf8Z7UMyoYrBwgpK85b2jYfrQmBQ__x41j_uT0KvNQTa6KJ_q3-TNCewSbcLIjcrQTx4ykHvQApjZtSi3FHR2JuAInAJNeSefY/s320/sidat.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ikan sidat mengalami metaformosis dalam daur hidupnya. Pada stadium larva (glass ell), sidat hidup di laut bentuknya seperti daun melebar dan tembus cahaya. Pada stadium elver, ikan sidat banyak ditemukan di daerah muara sungai. Panjang tubuhnya 5-7 cm dan masih tembus cahaya. Para nelayan biasa memanfaatkannya untuk bahan baku pembuatan teri atau terasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Gambar 1. Sketsa metamorfose glass eel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pada saat dewasa kondisi tubuh ikan sidat sudah siap beruaya ke laut untuk melakukun pemijahan. Untuk ikan sidat Eropa, pada stadium ini tubuh ikan sidat sudah mengandung cadangan lemak 25-29%. Cadangan lemak ini bermanfaat sebagai sumber energi selama beruaya, karena selama itu ikan sidat tidak melakukan aktivitas makan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Habitat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ikan sidat tumbuh diperairan tawar (sungai dan danau) hingga mencapai dewasa setelah itu ikan sidat dewasa akan beruaya ke laut dalam untuk melakukan reproduksi. Larva hasil pemijahan akan berkembang dan berangsur-angsur terbawa arus kerperairan pantai. Ikan sidat yang mencapai stadia elver akan beruaya dari perairan laut ke perairan tawar melalui muara sungai. Ruaya anadromus larva ikan sidat (elver) berhubungan dengan musim. Diperkirakan ruaya larva ikan sidat mulai pada awal musim hujan akan tetapi pada musim tersebut faktor arus sungai dan keadaan bulan sangat mempengaruhi intensitas ruayanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pada ekosistem aslinya ikan sidat termasuk ke dalam strata hewan karnivora pada rantai makanan. Diperairan umum ikan sidat memakan berbagai hewan khususnya organisme benthik seperti crustaceae (udang dan kepiting), polichaeta (cacing, larva chironomus) dan bivalvia serta gastropoda. Ikan sidat aktif malakukan aktivitas makan pada saat malam hari (nocturnal).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Larva Ikan sidat hidup pada lingkungan yang mempunyai karakteristik fisik sebagai berikut : Suhu, benih ikan sidat lokal, A. marmorata tumbuh baik pada suhu berkisar antara 29 – 31 oC. Salinitas, salinitas yang baik untuk pertumbuhan ikan sidat adalah 0 – 3 ppt. Oksigen Terlarut (DO), kandungan oksigen terlarut minimal yang dapat ditolelir oleh ikan sidat berkisar antara 3 – 4 ppm. pH , pH optimal untuk pertumbuhan ikan sidat adalah 7 – 8.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Reproduksi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tingkat kematangan gonad (TKG) ikan sidat di perairan tawar hanya dapat mencapai TKG II (menurut klasifikasi Cassi) atau dengan nilai GSI 1-2 %. Nilai GSI ikan sidat betina ketika akan bereproduksi dapat mencapai 60 % pada panjang tubuh 70-80 cm dan berat tubuh 700 – 1.200 gram. Telur yang dihasilkan mencapai 5 – 10 juta.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ikan sidat betina lebih menyukai hidup di perairan tawar sedangkan ikan sidat jantan lebih menyukai untuk hidup di perairan payau. Jenis kelamin ikan sidat dipengaruhi oleh densitas suatu daerah. Pada saat densitas tinggi jenis kelamin sidat mengarah ke kelamin jantan sedangkan jika denisitas rendah jenis kelamin sidat mengarah ke kelamin betina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kandungan Gizi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Daging ikan sidat mempunyai kandungan vitamin A sebanyak 4.700 IU/100g lebih tinggi dari daging ikan sarden, babi dan mentega yang mempunyai kandungan vitamin A di bawah 2.000 IU/100g. Ternyata kandungan vitamin A dari hati ikan sidat sangat tinggi dan bisa mencapai 15.000 IU/100g. Perbandingan vitamin A yang terkandung dalam tubuh ikan sidat dengan babi dan ikansarden dapat dilihat pada tabel di bawah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kandungan Vitamin A&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;No&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;     &lt;/span&gt;Jenis&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;                  &lt;/span&gt;Kandungan Vit. A (IU/100 g)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;       &lt;/span&gt;Sidat &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;4.700&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;2&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;       &lt;/span&gt;Hati Sidat&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;                      &lt;/span&gt;15.000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;4&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;       &lt;/span&gt;Sarden&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;                                  &lt;/span&gt;60&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;5&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;       &lt;/span&gt;Mentega &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;1.900&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Selain vitamin A ternyata kandungan DHA dan EPA dari daging ikan sidat jauh lebih tinggi dari ikan salmon dan tenggiri. Kandungan DHA dan EPA ikan sidat bisa mencapai 1.337mg/100g untuk kandungan DHA dan 742 mg/100g untuk kandungan EPA. Kandungan tersebut jauh lebih tinggi dari kandungan DHA dan EPA dari ikan salmon yang hanya mencapai 820 mg/100g untuk DHA dan 492 mg/100 g untuk EPA. Perbandingan kandungan DHA dan EPA dari ikan sidat, salmon dan tenggiri dapat dilihat pada tabel dibawah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kandungan DHA dan EPA (mg/100g)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;No&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;    &lt;/span&gt;Jenis Ikan&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;          &lt;/span&gt;DHA&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;      &lt;/span&gt;EPA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;       &lt;/span&gt;Sidat&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;                &lt;/span&gt;1.337&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;       &lt;/span&gt;742&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;2&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;       &lt;/span&gt;Salmon&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;                &lt;/span&gt;820&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;      &lt;/span&gt;492&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;3&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;       &lt;/span&gt;Tenggiri &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 748 &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;409&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Benih&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Benih ikan sidat yang dibudidayakan di Tambak BLUPPB Karawang terdiri dari dua jenis yaitu : Anguilla marmorata dan Anguilla bicolor . Kedua jenis ikan sidat ini diharapkan dapat mewakili dua habitat asli ikan sidat yaitu Anguilla marmorata mewakili perairan di daerah Sulawesi dan Anguilla bicolor mewakili perairan di daerah Selatan Jawa. Anguilla marmorata yang dibudidayakan di Tambak BLUPPB Karawang berasal dari daerah Tatelu (Sulawesi Utara) dan Poso (Sulawesi Tengah) sedangkan Anguilla bicolor berasal dari daerah selatan pulau Jawa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Secara penampakan fisik Anguilla marmorata dapat dibedakan dengan Anguilla bicolor terutama pada bagian punggung dan perut. Anguilla marmorata mempunyai warna kulit punggung hitam dan bercorak (kembang) dengan bagian perut putih. Sedangkan untuk Anguilla bicolor mempunyai warna kulit punggung hitam dengan bagian perut berwarna putih kekuningan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdVWGWOiv7B5ARDYU3_tWsz_riplt7g3h3pNUzXcIN3CN_dUEUd4pxNc19BbBHKyN_ti-cOrf8XM3mAxKbj2a23N9OD0uHmfkSQl60bC5UVJo-wrKT8j1lMjLQMmXWDknZVHungkadplE/s1600/benihsidatelver-600x300.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;160&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdVWGWOiv7B5ARDYU3_tWsz_riplt7g3h3pNUzXcIN3CN_dUEUd4pxNc19BbBHKyN_ti-cOrf8XM3mAxKbj2a23N9OD0uHmfkSQl60bC5UVJo-wrKT8j1lMjLQMmXWDknZVHungkadplE/s320/benihsidatelver-600x300.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ikan sidat sudah terpisah secara seksual. Perbedaan fisik antara jantan dan betina dapat terlihat setelah ikan sidat sudah mencapai ukuran dewasa dimana pejantan mempunyai mata lebih lebar dari betina pada ukuran panjang, berat dan usia yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;

  var _gaq = _gaq || [];
  _gaq.push([&#39;_setAccount&#39;, &#39;UA-36941816-1&#39;]);
  _gaq.push([&#39;_setDomainName&#39;, &#39;sugili.tk&#39;]);
  _gaq.push([&#39;_trackPageview&#39;]);

  (function() {
    var ga = document.createElement(&#39;script&#39;); ga.type = &#39;text/javascript&#39;; ga.async = true;
    ga.src = (&#39;https:&#39; == document.location.protocol ? &#39;https://ssl&#39; : &#39;http://www&#39;) + &#39;.google-analytics.com/ga.js&#39;;
    var s = document.getElementsByTagName(&#39;script&#39;)[0]; s.parentNode.insertBefore(ga, s);
  })();

&lt;/script&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/3176563415527857266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/3176563415527857266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/10/mengenal-ikan-sidat-lebih-dekat.html' title='Mengenal Ikan Sidat Lebih Dekat'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyrgR0WDW8doMiMdDsTT0O5D3gK-t2O4NXyo_jAGPAMZf8Z7UMyoYrBwgpK85b2jYfrQmBQ__x41j_uT0KvNQTa6KJ_q3-TNCewSbcLIjcrQTx4ykHvQApjZtSi3FHR2JuAInAJNeSefY/s72-c/sidat.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-8009675269236674350</id><published>2012-12-21T13:09:00.001+08:00</published><updated>2012-12-21T13:09:25.161+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Usaha"/><title type='text'>Peluang Usaha Budidaya Ikan Betutu</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;124&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgByylUVolk_1bDJoys2JuQRwlJwancD-_NM7rWlKs0phQyP0l5mkHey8FEzf3h44XVm7FHTOlcl0V-8akwOZENhP_D4utFvHGr_Po8VIbzwjDVXKY_rY3k11QB6-4q9mnMX9B2iwGpt8E/s320/ikan+betutu.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Budidaya ikan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;betutu&lt;/b&gt; (&lt;b&gt;bakut&lt;/b&gt;) atau biasa juga disebut &lt;b&gt;ikan malas&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;belum&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;terlalu memasyarakat seperti ikan lele ataupun&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ikan &amp;nbsp;mas karena &amp;nbsp;jarang &amp;nbsp;muncul sebagai&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;komoditas yang diperjualbelikan &amp;nbsp;di &amp;nbsp;pasar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tradisional. Tetapi &amp;nbsp;di sisi lain pangsa pasar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ikan betutu cukup bergengsi karena dipasok&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ke restoran-restoran kota besar bahkan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menjadi komoditi ekspor dengan harga cukup&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tinggi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tingginya harga ikan &amp;nbsp;betutu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;disebabkan cita rasanya yang lezat, serta&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dagingnya yang putih dan empuk. Ikan&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp; betutu juga dipercaya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mengandung khasiat tertentu bagi pria dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;wanita. Bagi kaum wanita, ikan &amp;nbsp;betutu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dipercaya dapat membuat awet muda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sedangkan bagi kaum pria, ikan &amp;nbsp;betutu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;diyakini dapat meningkatkan vitalitas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Walaupun harga jual ikan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;betutu cukup tinggi (Rp100.000,00-&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Rp150.000,00/kg), namun resiko yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dihadapi juga tidak kalah besar. Selain proses&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pembesaran yang berlangsung lama, tingkat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kematian ikan ini cukup tinggi. Apalagi dalam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;hal penyediaan benih ikan, pembudidaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;hanya mengandalkan benih hasil tangkapan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dari alam. Ikan betutu &amp;nbsp;juga &amp;nbsp;masih sulit&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dibiasakan memakan pakan buatan pabrik&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;(pellet), sehingga harus selalu tersedia pakan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;segar berupa ikan rucah yang juga ditangkap&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dari alam. &amp;nbsp;Dalam jangka panjang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ketergantungan benih dan pakan alam akan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menjadi kendala terhadap kontinuitas usaha&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;budidaya ikan betutu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Suatu usaha pada dasarnya bertujuan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;untuk memperoleh keuntungan maksimum&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dengan biaya yang minimum. Analisis&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ekonomi termasuk analisis &amp;nbsp;finansial usaha&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pembesaran ikan betutu dalam karamba yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dilaksanakan oleh pembudidaya &amp;nbsp;perlu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dan prospek pengembangannya di masa&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mendatang. Namun suatu usaha &amp;nbsp;belum &amp;nbsp;dapat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dikatakan berhasil &amp;nbsp;jika hanya melihat dari&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;besarnya keuntungan &amp;nbsp;yang diperoleh, karena&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kelancaran distribusi &amp;nbsp;dan pemasaran yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;efisien hingga sampai ke tangan konsumen&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;akhir juga cukup penting untuk diperhatikan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Analisis Ekonomi Usaha Budidaya Ikan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Betutu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam usaha budidaya ikan betutu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dalam karamba perlu diperhitungkan tentang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;biaya produksi yang dikeluarkan. &amp;nbsp;Biaya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;produksi tersebut meliputi biaya tetap dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;biaya tidak tetap.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Biaya tetap merupakan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;biaya yang tidak habis dipakai dalam satu kali&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;proses peroduksi, jumlahnya konstan dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tidak berpengaruh secara langsung &amp;nbsp;dengan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;besaran produksi yang ingin dicapai. &amp;nbsp;Biaya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tetap meliputi biaya penyusutan dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pemeliharaan karamba dan sejumlah peralatan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang digunakan (misalnya jaring, ember,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ancau, serok, dan lain-lain). Adapun biaya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tidak tetap adalah biaya yang habis dipakai&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dalam satu kali proses dan berpengaruh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;langsung dengan besaran produksi yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dicapai.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Biaya tidak tetap meliputi biaya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pembelian benih, konsumsi saat panen, tenaga&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kerja, bahan bakar dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penerimaan &amp;nbsp;merupakan keuntungan kotor&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang bersumber dari penjualan hasil produksi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sesuai dengan harga jualnya. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Permasalahan yang dihadapi oleh p&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;embudidaya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;a. Sulit mendapatkan benih secara&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kontinu karena selama ini benih yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;digunakan berasal dari &amp;nbsp;hasil&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tangkapan di alam. Apalagi benih&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ikan betutu sangat kecil&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dibandingkan benih ikan air tawar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;lainnya yang menyebabkan daya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;hidupnya cukup rendah. Belum lagi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;munculnya hewan-hewan pemangsa&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ataupun kebiasaan buruk kanibalisme&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang &amp;nbsp;semakin memperlemah laju&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;perkembangbiakan yang lamban&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;b. Ikan betutu yang dipelihara &amp;nbsp;sering&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kali terkena penyakit. Gejala yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ditunjukan &amp;nbsp;berupa luka borok yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;muncul pada bagian tubuh dan sirip,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;gaya berenang yang tidak stabil,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sering mengapung di permukaan dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tubuh terasa kasar. Minimnya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pengetahuan para pembudidaya ikan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Betutu dalam mengatasi penyakit&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;terlihat dari kurangnya upaya mereka&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mengobati ikan yang sakit. Ikan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;betutu yang terkena penyakit dibuang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;begitu &amp;nbsp;saja ke daratan di sekitar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;lokasi pembesaran, hal ini dilakukan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;agar penyakit tersebut tidak menular&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pada ikan Betutu lainnya yang ada&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dalam karamba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;c. Pembudidaya berada dalam posisi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tawar yang lemah, karena kurang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;berperan dalam penentuan harga dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;penjualan hasil produksi. Jika hasil&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;produksi sedikit, terkadang &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pedagang besar tidak datang untuk&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;membeli. Hal ini dilakukan pedagang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;besar karena biaya yang digunakan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;untuk menjangkau lokasi produsen&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;cukup besar dan tidak sebanding&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dengan penerimaan yang diperoleh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Akibatnya pembudidaya terpaksa&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;memperlambat panennya yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;beresiko terhadap peningkatan biaya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;produksi. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;

  var _gaq = _gaq || [];
  _gaq.push([&#39;_setAccount&#39;, &#39;UA-36941816-1&#39;]);
  _gaq.push([&#39;_setDomainName&#39;, &#39;sugili.tk&#39;]);
  _gaq.push([&#39;_trackPageview&#39;]);

  (function() {
    var ga = document.createElement(&#39;script&#39;); ga.type = &#39;text/javascript&#39;; ga.async = true;
    ga.src = (&#39;https:&#39; == document.location.protocol ? &#39;https://ssl&#39; : &#39;http://www&#39;) + &#39;.google-analytics.com/ga.js&#39;;
    var s = document.getElementsByTagName(&#39;script&#39;)[0]; s.parentNode.insertBefore(ga, s);
  })();

&lt;/script&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/8009675269236674350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/8009675269236674350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/11/peluang-usaha-budidaya-ikan-betutu.html' title='Peluang Usaha Budidaya Ikan Betutu'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgByylUVolk_1bDJoys2JuQRwlJwancD-_NM7rWlKs0phQyP0l5mkHey8FEzf3h44XVm7FHTOlcl0V-8akwOZENhP_D4utFvHGr_Po8VIbzwjDVXKY_rY3k11QB6-4q9mnMX9B2iwGpt8E/s72-c/ikan+betutu.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-5043019204695848803</id><published>2012-12-21T12:59:00.000+08:00</published><updated>2012-12-21T12:59:13.781+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iptek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kuliner"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Usaha"/><title type='text'>Mengolah Ikan Sidat</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Upaya untuk meningkatkan daya terima masyarakat terhadap&lt;b&gt; &lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ikan sidat&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;dan nilai&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tambah ikan sidat itu sendiri, maka produk yang dijual ke konsumen seyogyanya bukan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;hanya dalam bentuk segar, tetapi juga dalam bentuk olahan. Oleh karena itu, maka kajian-kajian&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tentang proses pengolahan ikan sidat perlu dikembangkan terutama produk olahan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang sangat diminati oleh konsumen lokal maupun konsumen internasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Sidat asap&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ikan asap adalah hasil pengawetan ikan secara tradisional yang pengerjaannya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;merupakan gabungan dari penggaraman (perendaman dalam air garam) dan pengasapan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sehingga memberikan rasa khas. Ikan asap merupakan produk akhir yang siap untuk&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dimakan artinya tanpa diolah lagi sudah dapat disantap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pengasapan termasuk salah satu cara pengawetan ikan. Inti pengasapan adalah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ikan ditaruh di atas pembakaran sehingga terus-menerus terasapi. Pengasapan ada dua&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;macam, yaitu pengasapan panas dan pengasapan dingin. Pengasapan panas ialah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pengasapan yang dilakukan dengan cara ikan didekatkan pada api. Adapun pengasapan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dingin, ikan diletakkan agak jauh dengan api. Alat pengasapan dibuat sedemikian rupa&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sehingga memungkinkan asap terus-menerus mengasapi ikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Asap kayu terdiri dari uap dan padatan yang berupa partikel-partikel yang amat kecil&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang keduanya mempunyai komposisi kimia yang sama tetapi dalam perbandingan yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;berbeda. Senyawa-senyawa kimia yang menguap diserap oleh ikan terutama dalam bentuk&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;uap, senyawa tersebut memberikan warna dan rasa padatan yang diinginkan pada ikan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;asap. Partikel-partikel tidak begitu penting pada proses pengasapan dan asap akan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mengawetkan makanan karena adanya aksi desinfeksi dari formaldehid, asam asetat dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;phenol yang terkandung dalam asap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Butiran-butiran asap mengambil peranan penting dalam pewarnaan. Pengeringan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mempunyai fungsi penting dalam pengawetan ikan asap, kecepatan penyerapan asap&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kedalam daging ikan dan pengeringannya tergantung kepada banyaknya asap yang terjadi,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;suhu dan kandungan air dari ikan yang diasapi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Faktor Yang Mempengaruhi Mutu Ikan Asap&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Bahan Mentah (raw material)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Seperti halnya dengan cara-cara pengawetan ikan lainnya, pengasapan tidak dapat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menyembunyikan atau menutupi karakteristik-karakteristik dari ikan yang sudah mundur&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mutunya. Oleh karena itu, untuk mendapatkan ikan asap yang bermutu baik harus&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menggunakan bahan mentah (ikan) yang masih segar. Sebagian besar dari penyebab&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;rendahnya mutu ikan asap ialah digunakannya ikan-ikan yang sudah hampir busuk yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;akan menghasilkan produk akhir yang lembek, lengket dan permukaannya tidak cemerlang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Selain dari kesegarannya, faktor-faktor lainnya juga dapat menentukan mutu dari produk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;akhir, misalnya pengaruh musim dan kondisi ikan tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Perlakuan-perlakuan pendahuluan (pre-treatments)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Di daerah-daerah perikanan, beberapa jenis ikan asap dibuat dari ikan utuh atau sudah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;disiangi kadang-kadang tanpa kepala. Lainnya dalam bentuk sayatan (fillet) atau dibelah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dengan berbagai cara, masing-masing dengan karakteristik tertentu. Satu hal yang harus&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;diingat yaitu cara apapun yang dilakukan ikan harus benar-benar dibersihkan sebelum&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dilakukan proses pengawetan yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Perlakuan pendahuluan yang paling umum dilakukan ialah penggaraman. Sekarang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pada umumnya penggaraman dilakukan dengan cara penggaraman basah atau larutan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;(brine salting). Untuk mendapatkan perlakuan yang seragam campuran air garam dan ikan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;harus sekali-sekali diaduk. Untuk mendapatkan ikan asap yang bermutu baik, larutan garam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang digunakan harus mempunyai kejenuhan antara 70 – 80%. Larutan di atas 100% akan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;merusak produk yaitu dengan terbentuknya kristal-kristal garam di atas permukaan ikan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sebaliknya bila menggunakan larutan garam yang kejenuhannya di bawah 50% akan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menghasilkan ikan asap yang kurang baik mutunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Karena banyaknya garam yang terserap oleh ikan yang merupakan hal yang sangat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;penting pada proses pengawetan, maka kepekatan garam dalam larutan harus selalu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dikontrol. Seringkali penambahan garam ke dalam larutan garam dilakukan secara&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sembarangan saja tanpa menggunakan salinometer (alat untuk mengukur kepekatan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;garam). Sebaliknya setiap kelompok ikan (batch) harus menggunakan larutan garam baru&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dan wadah-wadah harus dibersihkan, yaitu untuk mencegah terjadinya pencemaran ikan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;oleh bakteri-bakteri dan kotoran-kotoran yang berasal dari insang dan kulit ikan-ikan yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;telah digarami sebelumnya. Efek lain yang dapat timbulkan oleh pemakaian larutan garam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bekas ialah adanya protein ikan yang melarut dan ini akan membentuk gumpalan-gumpalan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang akan menempel pada ikan hingga menyebabkan rupa ikan tidak menarik lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Pengeringan Sebelum Pengasapan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Setelah penggaraman dan pencucian dengan air tawar, lalu dilakukan tahap pengeringan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yaitu untuk menghilangkan sebagian air sebelum proses pengasapan. Pengeringan atau&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;penirisan dapat dilakukan dengan cara mengantung ikan di atas rak-rak pengering di udara&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang terbuka. Hal ini dapat dilakukan pada kondisi iklim di mana kelembaban nisbi rendah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Akan tetapi bila iklim setempat mempunyai kelembaban yang tinggi hingga proses&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pengeringan menjadi sangat lambat, maka tahap pengeringan harus dilakukan dalam lemari&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pengering.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Protein ikan yang larut dalam garam akan membentuk lapisan yang agak lengket dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;setelah kering akan menyebabkan permukaan ikan menjadi mengkilap. Kilap ini merupakan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;salah satu kriteria yang diinginkan pada ikan asap yang bermutu baik. Kilap yang baik dapat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;diperoleh dengan menggunakan larutan garam yang mempunyai kejenuhan 70 – 80%,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sedangkan kejenuhan yang lebih rendah akan mengakibatkan rupa yang agak suram.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tahapan Pengolahan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;- Sidat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;- Garam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Cara membuat:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sidat hidup disayat mulai dari leher sampai ke bawah anus dan buang isi perutnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sidat yang telah disiangi dicuci lalu digarami.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Gantung sidat dengan posisi kepala di atas berderet seperti jemuran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Masukkan sidat yang telah tergantung dalam oven yang dibawahnya dibakar kayu yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menimbulkan asap. Pintu oven dibiarkan terbuka agar asap yang menimbulkan aroma&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;meresap pada daging sidat. Prosesnya sekitar 25 menit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pintu oven ditutup, bara disemprot oksigen agar suhu menjadi lebih panas selama 5&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menit dan daging sidatnya setengah kering.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pindahkan sidat dalam oven listrik untuk dikeringkan sampai tingkat kematangan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Setelah dikeluarkan dari oven, sidat asap diangin-anginkan dan untuk selanjutnya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dikemas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/11/nutrisi-ikan-sidat-sangat-baik-untuk.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEyo7HW2mzeqRTF0w0Jp3xuNE1-PedquIsF_B-L_Ke36FaIJOad6I3LwVR6jhd2FLYe3t7khazlwofzZ-CO57MA1gPtFK9MIZv6D9gYDE1f2KlKQ5dbxg6nk_c4MCYVvjOPERN8BoOdag/s320/Pengemasan.png&quot; width=&quot;293&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif; text-align: start;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/11/nutrisi-ikan-sidat-sangat-baik-untuk.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Diagram alir pengolahan ikan sidat asap&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt; &lt;b style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;2. Sidat Panggang (Unagi kabayaki)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam proses pengasapan panas ikan yang akan diasapi diletakkan cukup dekat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dengan sumber asap. Proses pengasapan panas juga sering disebut proses pemanggangan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ikan. Pengasapan panas lebih dirancang untuk meningkatkan aroma melalui asap itu sendiri,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dibandingkan untuk pengawetan ikan akibat asap. Pengasapan panas menggunakan suhu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang cukup yaitu 80 -90 oC. Karena suhu yang tinggi, daging ikan menjadi masak dan tidak&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;perlu diolah terlebih dahulu sebelum disantap. Pengasapan panas pada prinsipnya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;merupakan usaha penanganan ikan secara perlahan. Pada pengasapan panas terjadi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;penyerapan asap, ikan cepat menjadi matang tetapi kadar air di dalam daging masih tinggi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sehingga tidak tahan lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Masakan yang dikenal dengan istilah unagi adalah sajian sidat panggang yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menjadi favorit di Jepang. Bukan hanya karena rasanya yang enak, tapi juga masakan ini&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dipercaya mampu membangkitkan vitalitas. Orang Jepang memakannya biasanya pada&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;musim panas (akhir bulan Juli) agar memberikan kekuatan dan vitalitas hingga akhir tahun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Unagi termasuk makanan yang paling mahal di restoran-restoran Jepang dan hanya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;disuguhkan bagi orang-orang penting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sidat tanpa tulang diolah menjadi unagi-no-kabayaki (sidat panggang) yang diberi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;saus manis kabayaki (seperti teriyaki). Masyarakat Jepang bagian timur dan bagian barat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;memiliki cara yang berbeda dalam mengolah sidat. Di Jepang bagian timur, sidat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dipanggang, direbus dan kemudian dipanggang lagi sebelum dimakan, sehingga rasanya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menjadi lebih lunak. Berbeda dengan di Jepang barat, sidat langsung dipanggang dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dimakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sebelum dipanggang, ikan sidat dibersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pisau tajam ikan sidat dibelah menjadi dua bagian, diangkat isi perut dan juga ttulang/duri&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ikan sidat jadi yang tersisa adalah benar-benar dagingnya saja tapi duri sedikitpun. Untuk&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bagian kepala biasanya juga dibuang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Setelah ikan sidat dibelah dan dibersihkan, ikan sidat siap dipanggang dengan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ditambah kecap spesial khas Jepang atau juga bisa diberi saus yang terutama dibuat dari&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;campuran kecap asin (5 bagian), mirin (sake manis 5 bagian), gula pasir, dan sake. Selesai&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dipanggang pertama kemudian di-steam agar daging ikan sidat ini menjadi empuk dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bumbu bisa meresap sampai kedalam daging.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Selesai di-steam ikan sidat dipanggang lagi untuk kedua kalinya, tujuannya adalah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;untuk menguatkan rasa panggangnya, sewaktu pemanggangan kedua kalinya ikan sidat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;terus menerus dilumasi dengan kecap khas Jepang agar rasa tidak berubah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVSWn9NXD5bHBPEV2jvf9Wt660qgHKgXVCWt7XZgTE3_KQ1k7RSiXLBK-NIFLX9IuAlikyi42PneNu_Smli-QenGYnGmdKys9PO-2DaK7l4NWDMUQkbxOtPF0eBfw054MRetAUv2LMOeA/s1600/Sidat+Panggang.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;238&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVSWn9NXD5bHBPEV2jvf9Wt660qgHKgXVCWt7XZgTE3_KQ1k7RSiXLBK-NIFLX9IuAlikyi42PneNu_Smli-QenGYnGmdKys9PO-2DaK7l4NWDMUQkbxOtPF0eBfw054MRetAUv2LMOeA/s320/Sidat+Panggang.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif; text-align: start;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sidat panggang (Unagi Kabayaki)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;3. Dendeng Sidat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dendeng ikan adalah jenis makanan awetan yang dibuat dengan cara pengeringan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dengan menambah garam, gula, dan bahan lain untuk memperoleh rasa yang diinginkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Salah satu bentuk olahan yang dapat dilakukan pada ikan sidat adalah dengan pengolahan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dendeng ikan sidat. Dendeng ikan sidat adalah bentuk olahan semi basah yang dilakukan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dengan perendaman atau pembaceman dalam larutan bumbu, yaitu gula merah, bawang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;putih, bawang merah, garam, dan ketumbar selama 24 jam kemudian dilakukan proses&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pengeringan dan daya awetnya cukup lama dan rasanya manis gurih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Alat dan Bahan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;- Pisau&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;- Timbangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;- Talenan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;- Kompor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;- Baskom plastik&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;- Para-para/tempat penjemuran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;- Panci&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;- Penirisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Prosedur Kerja&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bumbu-bumbu yaitu bawang merah, bawang putih, laos, ketumbar, dan garam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dihaluskan dan disisihkan, gula merah direbus dan didinginkan sampai kental, kemudian&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tambahkan bumbu halus, selanjutnya sisihkan yang akan digunakan untuk pembaceman&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ikan sidat disiangi dengan cara memotong bagian kepala, membelah bagian punggung,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;membuang isi perut dan dipotong dengan ukuran ±5 cm, selanjutnya dicuci dengan air&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mengalir dan ditiriskan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Potongan daging ikan sidat kemudian direndam dalam larutan bumbu (dibacem).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pembaceman dilakukan dalam baskom plastik dengan bumbu yang telah disiapkan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pembaceman dilakukan dalam baskom plastik dengan cara bumbu dituang sedikit demi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sedikit berselang-selang antara ikan dan bumbu. Pembaceman dilakukan selama 20 jam,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;setelah itu ditiriskan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Potongan daging ikan sidat yang ditiriskan kemudian ditata pada para-para/alat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;penjemuran. Penjemuran dilakukan dengan cara bagian yang tidak berkulit diletakkan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menghadap ke atas dan setiap 2 jam dilakukan pembalikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCFLBNNZaoQKvzHtpiFN9njsoG37eVElaRmCEMtoIleK21Amgr4k4SbdL7P6WYBz7YM_EI6f1GnHrmWQz_r9ZjhLwNs6m1O1Kq3so0Z-MargZkQyjyEheVp68UiiagMFwO9k9TG3CPnXE/s1600/Dendeng+Sidat.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;316&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCFLBNNZaoQKvzHtpiFN9njsoG37eVElaRmCEMtoIleK21Amgr4k4SbdL7P6WYBz7YM_EI6f1GnHrmWQz_r9ZjhLwNs6m1O1Kq3so0Z-MargZkQyjyEheVp68UiiagMFwO9k9TG3CPnXE/s320/Dendeng+Sidat.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif; text-align: start;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Diagram alir pengolahan dendeng sidat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Abon Sidat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya bahwa sebagian besar masyarakat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Indonesia belum mengenal bentuk/rupa ikan sidat dan mencicipi rasanya. Agar ikan sidat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dapat dikenal dan dapat diterima sebagai konsumsi oleh masyarakat maka dilakukan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pengenalan produk-produk olahannya kepada masyarakat. Disamping itu, ada kesan bahwa&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sidat lebih mirip ular ketimbang ikan, menyebabkan timbulnya respon yang kurang baik&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dimasyarakat. Salah satu usaha mengubah kesan seperti ular tadi adalah dengan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mengolahnya menjadi abon. Dengan dibuat produk abon, diharapkan konsumsi masyarakat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;terhadap sidat dapat ditingkatkan, apalagi daging sidat memilki rasa yang khas dan gurih.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Berdasarkan SNI 01-3707-1995, abon merupakan hasil pengolahan yang berupa&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pengeringan bahan baku yang telah ditambahkan bumbu-bumbu untuk meningkatkan cita&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;rasa dan memperpanjang daya simpan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bahan Utama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sidat yang berukuran cukup besar 1 -2 kg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bahan Tambahan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;a. Kelapa ukuran sedang (daging:santan = 3:1) 5 butir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;b. Gula pasir 1,5 ons&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;c. Bawang merah 1,25 ons&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;d. Bawang putih 0,5 ons&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;e. Ketumbar (±10 sendok makan) 20 gr&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;f. Lengkuas (±3 cm) 1 potong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;g. Cabe merah (±10 biji) 30 gr&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;h. Garam halus (± 4 sdm) 40 gr&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;i. Salam secukupnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;j. Minyak goreng dengan perbandingan bahan: minyak = 1 : 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Cara Membuat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;a. Sidat dibunuh dengan dipukul kepala, lalu disiangi dan dicuci&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;b. Sidat direbus dalam panci hingga matang (± 20 menit)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;c. Setelah dingin, duri dipisahkan dan dagingnya dihancurkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;d. Bumbu ditumis, lalu daging sidat dimasukkan dan ditambahkan santan kental&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;e. Bahan digoreng sampai berwarna cokelat tua, lalu segera ditiriskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;f. Abon dipres untuk dikeluarkan kelebihan minyaknya, kemudian didinginkan atau dianginangikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;g. Abon siap dikemas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7ZAiw8bHaSkz36hs7YKwvH_1pDgbFATt69m_yNDjEtf2OnZKWmMZus23pyT2mUioVXXFdkGs1U-4vOSIO56y8TL4uTvfuKg3KEBE3OTKZmvmCj_GjmZhRpw92gpxV9PYW3RtGsr1B5FE/s1600/Abon+Sidat.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;283&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7ZAiw8bHaSkz36hs7YKwvH_1pDgbFATt69m_yNDjEtf2OnZKWmMZus23pyT2mUioVXXFdkGs1U-4vOSIO56y8TL4uTvfuKg3KEBE3OTKZmvmCj_GjmZhRpw92gpxV9PYW3RtGsr1B5FE/s320/Abon+Sidat.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif; text-align: start;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sidatmasapi.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Diagram alir pengolahan abon sidat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;5. Sosis Sidat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sosis adalah salah satu produk olahan daging yang sekarang mulai populer di&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;masyarakat, terutama anak-anak. Pengolahan sosis ini pada awalnya dikembangkan oleh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;negara empat musim, yang bertujuan untuk mengawetkan, sehingga mereka tidak&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kekurangan daging selama musim dingin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sosis merupakan emusli minyak dalam air (oil in water atau o/w). Sosis ikan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;merupakan daging ikan cancing yang ditambahkan minyak, bumbu dan pati sebagai pengisi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Teknologi produksinya, campuran ini kemudian dimasukkan ke dalam casing dan diikat,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;setelah itu diuapkan atau direbus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kandungan Gizi Sosis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3820-1995), sosis yang baik harus&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mengandung protein minimal 13%, lemak maksimal 25% dan karbohidrat maksimal 8%. Jika&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;standar ini terpenuhi, maka dapat dikatakan bahwa sosis merupakan makanan sumber&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;protein. Hanya saja, karena kadar lemak dan kolesterol sosis yang cukup tinggi, sosis&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sebaiknya tidak dijadikan menu rutin bagi anak-anak guna mencegah masalah obesitas dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;penyakit-penyakit yang mengikutinya, dikemudian hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pembuatan Sosis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pembuatan sosis ikan hampir sama dengan pembuatan kamaboko (jenis pasta ikan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jepang) akan tetapi terdapat perbedaan, yaitu sosis ikan dimasukkan ke dalam casing&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ditambahkan lemak, dan bumbu ke dalam sosis ikan. Sedangkan kamaboko tidak&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dimasukkan ke dalam casing dan tidak memiliki rasa/hambar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam proses pembuatan sosis ikan, kepala ekor, tulang dan jeroan dibuang terlebih&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dahulu kemudian di fillet dan dikuliti (jika ukuran ikan besar). Setelah itu, daging ikan dicuci&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;untuk membersihkan lemak, darah dan kotoran. Daging yang telah bersih dilembutkan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dengan cara digiling.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan yang telah digiling tersebut dilembutkan, pada proses tersebut dtambahkan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;garam pada daging setelah mesin dinyalakan selama 1-2 menit. Tujuan proses pelembutan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dan pengadukkan adalah untuk mendapatkan emulsi yang stabil dengan adonan yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tercampur sehingga homogen dan terbentuk pasta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pencampuran tepung ke dalam adonan dilakukan terakhir untuk mengatur elastisitas&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;akhir daging. Setelah semua bahan tercampur rata, adonan dimasukkan ke dalam casing&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dan diikat kemudian direbus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Prosedur Pembuatan Sosis:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Persiapan bahan baku&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ikan yang digunakan adalah ikan sidat segar dengan ukuran kurang lebih 40 – 55 cm&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dengan berat antara 75 -125 gram. Ikan sidat segar dimatikan dengan cara memukul bagian&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kepalanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Pembersihan ikan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sidat yang sudah mati dibersihkan lendir dan kotoran sekitar kulit dengan menggunakan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;abu gosok. Setelah bersih dari lendir, kepala dan ekor dipotong kemudian diiris bagian&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;punggung dimulai dari bagian kepala menuju ekor. Pengirisan dilanjutkan kearah bagian&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dalam mengikuti bentuk tulang belakang menuju bagian perut, sesampai diperut isinya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dikeluarkan. Pengirisan dilanjutkan hingga tulang belakang mudah dikeluarkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ikan yang telah terlepas dari tulang dan kotoran perut tersebut dikuliti dengan cara&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;terlebih dahulu menimbulkan sebagian kecil kulit pada daging bagian ekor menggunakan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pisau tajam. Kulit yang sedikit terpisah dari daging itu kemudian ditarik dengan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menggunakan tangan, sedangkan bagian daging yang sedikit tertinggal di kulit diambil&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dengan bantuan pisau. Daging ikan yang diperoleh dibersihkan dengan air mengalir dari&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kotoran yang melekat dan ditiriskan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Pembuatan adonan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penggilingan daging ikan sidat dilakukan dengan menggunakan penggiling daging dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dihaluskan dengan menggunakan grinder selama kurang lebih 2-3 menit. Daging halus&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tersebut kemudian didinginkan hingga mencapai suhu kurang dari 10 oC. Daging halus yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;telah dingin dicampur dengan tepung dan bumbu lainnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pemasukan ke dalam casing dan perebusan&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Adonan kemudian dimasukkan ke dalam casing dengan menggunakan pressure cookies&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dan direbus. Dalam proses perebusan, air yang digunakan terlebih dahulu dimasak sampai&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dengan mendidih untuk menghancurkan mikroorganisme yang ada dalam air. Air yang telah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mendidih tersebut suhunya diturunkan hingga mencapai suhu yang ditetapkan yaitu 70 – 80&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;oC kemudian sosis dimasukkan dan direbus selama 30 menit. Kestabilan suhu perebusan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;terjaga dengan menggunakan dandang aluminium ukuran besar, penggunaan api kecil dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;apabila suhu mulai meningkat ditambahkan air masak yang dingin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan yang digunakan tepung tapioka 10%, Garam 3%, Minyak sayur 5%, Gula&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1,6%, MSG 0,1%, sodium tripoliphospat 0,2%, pala 0,1%, bawang putih 0,1% dan air es 3%&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dari total adonan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDxnBpIau2sxZJUN-HCltRMgWYx6G8Sb1Z4QALsVuoH3ZONht1yaRRvqludVX_Uql0Tm1wZRauqpM7WhFzwDBIp8K2tQ2OybjC0-RU7y83Pl3BUtbQTc6N3oWgClsDOwHESqb7iXzK07E/s1600/Sosis+Sidat.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDxnBpIau2sxZJUN-HCltRMgWYx6G8Sb1Z4QALsVuoH3ZONht1yaRRvqludVX_Uql0Tm1wZRauqpM7WhFzwDBIp8K2tQ2OybjC0-RU7y83Pl3BUtbQTc6N3oWgClsDOwHESqb7iXzK07E/s400/Sosis+Sidat.png&quot; width=&quot;280&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif; text-align: start;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Diagram Alir Pengolahan Sosis Sidat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;allowfullscreen&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/embed/CJBUg1oog7c&quot; width=&quot;420&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pusluh.kkp.go.id/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; Link&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/5043019204695848803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/5043019204695848803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/10/mengolah-ikan-sidat.html' title='Mengolah Ikan Sidat'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEyo7HW2mzeqRTF0w0Jp3xuNE1-PedquIsF_B-L_Ke36FaIJOad6I3LwVR6jhd2FLYe3t7khazlwofzZ-CO57MA1gPtFK9MIZv6D9gYDE1f2KlKQ5dbxg6nk_c4MCYVvjOPERN8BoOdag/s72-c/Pengemasan.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-7885304133353398767</id><published>2012-11-28T01:57:00.001+08:00</published><updated>2012-11-28T01:57:41.821+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iptek"/><title type='text'>Pembuatan Pakan Buatan</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam menyusun ramuan untuk pakan buatan harus memperhatikan kadar zat-zat dari masing-masing bahan baku dan disesuaikan dengan kebutuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqeo6ytvgDd6PHd3vZqCX0p_KBw9LxWlUjNrS8zJ8vKMATuFnRnVFgZbpYSMIP9NTeJZY8QqX7aMpqYUZ-oE_VQSlMSJr4-m11Edk_bbkvFqrtaM8UEbjamkUMDMS3md1OrWCk_QCuri4/s1600/pakan+sidat+buatan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqeo6ytvgDd6PHd3vZqCX0p_KBw9LxWlUjNrS8zJ8vKMATuFnRnVFgZbpYSMIP9NTeJZY8QqX7aMpqYUZ-oE_VQSlMSJr4-m11Edk_bbkvFqrtaM8UEbjamkUMDMS3md1OrWCk_QCuri4/s200/pakan+sidat+buatan.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bentuk Larutan Emulsi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sebutir telur itik direbus sampai masak, kemudian diambil kuningnya dan dilarutkan dalam 200 ml air.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sambil diaduk, tambahkan 40 g tepung kedele halus, 5 g sagu, dan akhirnya 1 g vitamin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Panaskan larutan sambil tetap diaduk, sampai diperoleh cairan kental seperti lem yang encer. Larutan siap digunakan setelah dingin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Masa simpan larutan 10 jam dan digunakan untuk makanan burayak ikan yang berumur 3-20 hari.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bentuk Larutan Suspensi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;20 g kedele direbus sampai masak, agar zat penghambat tumbuhnya hilang, dihaluskan dan diberi air sedikit demi sedikit, kemudian disaring dengan kain mori halus. Telur itik diberi perlakukan serupa dan yang digunakan hanya bagian yang kuning.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Larutan sari kedele dan larutan sari kuning telur dicampur dan diaduk merata.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Digunakan untuk makanan burayak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bentuk Roti Kukus&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Telur itik dikopyok sampai lumat dan berbuih. Secara berangsur-angsur ditambahkan tepung ikan, tepung terigu, dan tepung susu, sampil terus diaduk dan diberi air sedikit demi sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Adonan dikukus sampai masak selama 30 menit. Roti yang sudah masak didinginkan dengan kipas angin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Vitamin B dan C dihaluskan, ditambah tetrasiklin yang telah dibuang kapsulnya dan beberapa tetes vitamin A+D-pleks dan Kalsidol.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Roti kukus yang telah dingin, dibentuk menjadi gumpalan kecil-kecil, kemudian dioleskan pada campuran vitamin dan antibiotik, sambil diremas-remas sampai campuran merata. Roti dapat disimpan dalam lemari es selama 3 hari.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sebelum digunakan sebaiknya dibuat suspensi, yaitu dengan melarutkannya dalam air melalui kain saringan halus yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran burayak yang akan diberi makan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bentuk Pellet&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwaXlgTwI5ikTFoZBQt6pRq4q2t57IZ6HyLix151ZqC8_DuSIujIOdz3qgGChkwgvNL7d1Ikee_ya4C4bL34S5KDozwXAUIwd0UycrnL-GxxT-4h6E4ftmbe-QyG6xXjY0F15A72ww6HQ/s1600/pakan+ikan+sidat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwaXlgTwI5ikTFoZBQt6pRq4q2t57IZ6HyLix151ZqC8_DuSIujIOdz3qgGChkwgvNL7d1Ikee_ya4C4bL34S5KDozwXAUIwd0UycrnL-GxxT-4h6E4ftmbe-QyG6xXjY0F15A72ww6HQ/s200/pakan+ikan+sidat.jpg&quot; width=&quot;160&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan untuk membuat pelet ada 2 macam, yaitu berupa: tepung kering dan gumpalan (pasta).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan perekat dapat dicampur langsung dengan bahan lainnya saat masih kering, atau disendirikan. Bila disendirikan, bahan tersebut diseduh dulu dengan air mendidih sampai mengental seperti lem encer. Setelah itu bahan perekat dicampur dengan bahan-bahan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pencampuran bahan dimulai dengan bahan yang jumlahnya sedikit dan diakhiri dengan bahan yang jumlahnya paling banyak. Bahan yang berupa pasta dicampurkan paling akhir. Bahan perekat yang dibuat adonan tersendiri, dicampurkan paling akhir. Adonan yang masih kurang basah dapat ditambah air sedikit demi sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Apabila bahan perekat dicampur langsung dengan bahan-bahan lainnya, maka pembuatan adonan dilakukan dengan air panas sebanyak ± 1/4 berat bahan baku. Pengadukan dilakukan di atas api kecil, agar air tidak cepat dingin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pengadukan adonan dilakukan sampai terjadi perubahan warna.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Adonan didinginkan di atas tampir. Apabila menggunakan ragi, maka pencampurannya dilakukan setelah adonan dingin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bahan baku yang telah dingin dicetak dengan penggiling daging dan akan diperoleh bentuk batangan-batangan. Batangan basah tersebut dipotong-potong sepanjang 3 cm.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pelet basah yang telah dipotong-potong dijemur sampai kadar airnya 10- 20%. Pengeringan dihentikan apabila pelet kering, keras dan mudah patah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJcMj0woL3wwkmSyXxfKISS7NBkqO11D4szC8CDXyNfc6MiuiNOH_SMcIyVJ2mL3QQ8s5GG4civy-0iVnuwd-NLoUNSg5tQ4thRbsbVq-NUytz65PxF6TEY-AR6cTY0RLB5gn0B-lHVsE/s1600/Mesin+cetak+pembuatan+pellet.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJcMj0woL3wwkmSyXxfKISS7NBkqO11D4szC8CDXyNfc6MiuiNOH_SMcIyVJ2mL3QQ8s5GG4civy-0iVnuwd-NLoUNSg5tQ4thRbsbVq-NUytz65PxF6TEY-AR6cTY0RLB5gn0B-lHVsE/s200/Mesin+cetak+pembuatan+pellet.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bentuk Remah dan Tepung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Keduanya berasal dari pellet yang sudah kering. Pellet digiling lagi dengan penggiling kopi. Besar kecilnya ukuran butiran tergantung kendor kencangnya setelan gigi-gigi penggilas alat penggiling.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tepung kasar dan halus dipisahkan dengan ayakan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;- Untuk benih berumur 20-40 hari, mata saringnya 40-75 sampai 75-105 mikron.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;-&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Untuk benih berumur 40-80 hari, mata saringnya &amp;gt; 105 mikron.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bentuk Lembaran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kuning telur ayam dikopyok sampai lumat, sambil berangsur-angsur ditambah air 100 ml, kemudian ditambah 20 gram tepung terigu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Adonan dipanaskan sambil terus diaduk sampai adonan mengental menjadi emulsiarutan emulsi yang masih panas dan encer, dioleskan tipis-tipis dan tipis-tipis di atas lempeng aluminium, kemudian dipanggang sampai mengering dan akan mengelupas sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Lapisan yang telah mengelupas, dikumpulkan. Dalam keadaan demikian mudah pecah-pecah menjadi kepingan-kepingan kecil.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/7885304133353398767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/7885304133353398767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/10/pembuatan-pakan-buatan.html' title='Pembuatan Pakan Buatan'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqeo6ytvgDd6PHd3vZqCX0p_KBw9LxWlUjNrS8zJ8vKMATuFnRnVFgZbpYSMIP9NTeJZY8QqX7aMpqYUZ-oE_VQSlMSJr4-m11Edk_bbkvFqrtaM8UEbjamkUMDMS3md1OrWCk_QCuri4/s72-c/pakan+sidat+buatan.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-8622644953151172638</id><published>2012-11-28T01:56:00.000+08:00</published><updated>2012-11-28T01:56:30.240+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kolam Sidat"/><title type='text'>Contoh Kolam Sidat</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;margin: 5px 20px 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;smallfont&quot; style=&quot;margin-bottom: 2px;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kolam Fiberglass&lt;/b&gt;: &lt;input onclick=&quot;if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display != &#39;&#39;) { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display = &#39;&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;Tutup&#39;; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display = &#39;none&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;Buka&#39;; }&quot; style=&quot;font-size: 12px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Buka&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;display: none;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf8EZ0ev39nx8HZkAyHOk7dWEek0KQIB3aGq34eMrcVWlyJKE7gMn3e3n0JiT245Yd6cP98_hl1tCIPMBpRRX_N2Yd0PVuQhXoM3y2J6ygv6SFApc2ZCUa5Y-qPzl52YDHn7CMApw17l4/s1600/kolam+fiberglass.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf8EZ0ev39nx8HZkAyHOk7dWEek0KQIB3aGq34eMrcVWlyJKE7gMn3e3n0JiT245Yd6cP98_hl1tCIPMBpRRX_N2Yd0PVuQhXoM3y2J6ygv6SFApc2ZCUa5Y-qPzl52YDHn7CMApw17l4/s400/kolam+fiberglass.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHI0nn2UWCI8Q0Wbc2tz0bJrO7bsJ1rVG6544tW6_aebC5Od9SHUjgbUDDug623T2IQL_eVO0Y0JOm82LU2_zuw5V-ZdNyKRo8Lhhab3EEdvm8xFhlvjo3T_xlGHSsnv5H4dFq1AZtHQQ/s1600/kolam+fiber.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHI0nn2UWCI8Q0Wbc2tz0bJrO7bsJ1rVG6544tW6_aebC5Od9SHUjgbUDDug623T2IQL_eVO0Y0JOm82LU2_zuw5V-ZdNyKRo8Lhhab3EEdvm8xFhlvjo3T_xlGHSsnv5H4dFq1AZtHQQ/s320/kolam+fiber.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 5px 20px 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;smallfont&quot; style=&quot;margin-bottom: 2px;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kolam Terpal&lt;/b&gt;: &lt;input onclick=&quot;if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display != &#39;&#39;) { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display = &#39;&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;Tutup&#39;; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display = &#39;none&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;Buka&#39;; }&quot; style=&quot;font-size: 12px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Buka&quot; /&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;display: none;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEij01PueGP7g3cyyIetguRReTo5EKyUCRFuA0WCq32YcOQ1IQO5JP7XjGKZgLHyQpDOHMldfyb9KkaGXaNA0jwrRRrFjq2E0oPmEK32_SXmov_brynhazZrUyIYOnE3s_E-WE9y68SfOzc/s1600/1268281964_79846752_1-Gambar--Kolam-Terpal-Untuk-Budidaya-Ikan-Konsumsi-Budidaya-Belut-dan-Pemeliharaan-Ikan-Hias.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEij01PueGP7g3cyyIetguRReTo5EKyUCRFuA0WCq32YcOQ1IQO5JP7XjGKZgLHyQpDOHMldfyb9KkaGXaNA0jwrRRrFjq2E0oPmEK32_SXmov_brynhazZrUyIYOnE3s_E-WE9y68SfOzc/s400/1268281964_79846752_1-Gambar--Kolam-Terpal-Untuk-Budidaya-Ikan-Konsumsi-Budidaya-Belut-dan-Pemeliharaan-Ikan-Hias.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 5px 20px 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;smallfont&quot; style=&quot;margin-bottom: 2px;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kolam Tembok&lt;/b&gt;: &lt;input onclick=&quot;if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display != &#39;&#39;) { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display = &#39;&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;Tutup&#39;; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display = &#39;none&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;Buka&#39;; }&quot; style=&quot;font-size: 12px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Buka&quot; /&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;display: none;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1GXvPwa8hOf74X4BegcF46y2nI55I64Cfd2hpbctWXTSCPCYl7DdLZE0fQJ4oJ34-B-yjiSMBjg1d4epU_V739GLhVM6w3vwJYFN_2iFmS7pmQ88Wya8P3Cw7j0Nbp_4LS4eqpVnMJ8E/s1600/412015_257952394272181_100001722684319_690796_1954454176_o.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1GXvPwa8hOf74X4BegcF46y2nI55I64Cfd2hpbctWXTSCPCYl7DdLZE0fQJ4oJ34-B-yjiSMBjg1d4epU_V739GLhVM6w3vwJYFN_2iFmS7pmQ88Wya8P3Cw7j0Nbp_4LS4eqpVnMJ8E/s320/412015_257952394272181_100001722684319_690796_1954454176_o.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 5px 20px 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;smallfont&quot; style=&quot;margin-bottom: 2px;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kolam Tanah&lt;/b&gt;: &lt;input onclick=&quot;if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display != &#39;&#39;) { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display = &#39;&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;Tutup&#39;; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display = &#39;none&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;Buka&#39;; }&quot; style=&quot;font-size: 12px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Buka&quot; /&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;display: none;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxt8Sh2gbwnzDaA6dvnP9sSeBRNFd3imc27RU_Pj6QcRJM_O0nThMR-lLLR4ymmemBfDnrvB_j90KMKlFrUsRfADlsNRb6bENYsk8cEU9xWss5_FmPB-GTYtmDR0akgoSzxEKy-VAkNro/s1600/Kolam_Budidaya_Sidat.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxt8Sh2gbwnzDaA6dvnP9sSeBRNFd3imc27RU_Pj6QcRJM_O0nThMR-lLLR4ymmemBfDnrvB_j90KMKlFrUsRfADlsNRb6bENYsk8cEU9xWss5_FmPB-GTYtmDR0akgoSzxEKy-VAkNro/s1600/Kolam_Budidaya_Sidat.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 5px 20px 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;smallfont&quot; style=&quot;margin-bottom: 2px;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Jaring Apung&lt;/b&gt;: &lt;input onclick=&quot;if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display != &#39;&#39;) { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display = &#39;&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;Tutup&#39;; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display = &#39;none&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;Buka&#39;; }&quot; style=&quot;font-size: 12px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Buka&quot; /&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;display: none;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtsSW2WTPi24dgIIW9iro1ShduqTtP2xMv-UL50bNtDVZPe2F44kfpPwkLnZfA7FYwlcYfWWIzrawFglrYJkGVF00NAqwx7GI030gGb7qCJcxFjdUPVQISz5WI16A9bmQQpAwcrYBp3NM/s1600/jaring+apung+sidat+kita.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;177&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtsSW2WTPi24dgIIW9iro1ShduqTtP2xMv-UL50bNtDVZPe2F44kfpPwkLnZfA7FYwlcYfWWIzrawFglrYJkGVF00NAqwx7GI030gGb7qCJcxFjdUPVQISz5WI16A9bmQQpAwcrYBp3NM/s320/jaring+apung+sidat+kita.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 5px 20px 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;smallfont&quot; style=&quot;margin-bottom: 2px;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Aquarium&lt;/b&gt;: &lt;input onclick=&quot;if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display != &#39;&#39;) { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display = &#39;&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;Tutup&#39;; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display = &#39;none&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;Buka&#39;; }&quot; style=&quot;font-size: 12px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Buka&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;display: none;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjncic_dgs8LvcWzNAeuXAGaJKW0hjUvB5s9hkeR2xjGOVJrDec1_PuwRNd_3NKm02t6EvvXUuL7VQ9LpVm9Pirj782sdUwMdZdaRU3OotoTtKjdEvvXbEf3vph_X02PaZDzwRF-FxYqaw/s1600/2021240538_232b4ca948.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjncic_dgs8LvcWzNAeuXAGaJKW0hjUvB5s9hkeR2xjGOVJrDec1_PuwRNd_3NKm02t6EvvXUuL7VQ9LpVm9Pirj782sdUwMdZdaRU3OotoTtKjdEvvXbEf3vph_X02PaZDzwRF-FxYqaw/s400/2021240538_232b4ca948.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/8622644953151172638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/8622644953151172638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/03/contoh-kolam-sidat.html' title='Contoh Kolam Sidat'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf8EZ0ev39nx8HZkAyHOk7dWEek0KQIB3aGq34eMrcVWlyJKE7gMn3e3n0JiT245Yd6cP98_hl1tCIPMBpRRX_N2Yd0PVuQhXoM3y2J6ygv6SFApc2ZCUa5Y-qPzl52YDHn7CMApw17l4/s72-c/kolam+fiberglass.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5537726252668877682.post-5649736500401980444</id><published>2012-11-28T01:55:00.001+08:00</published><updated>2012-11-28T01:55:49.436+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="News"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Serba Serbi"/><title type='text'>&quot;Profesor Tikus&quot; dari Pinrang</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgARQvX5ftnX0mDAZG2f1Y6hIfyexR6VRmjNneXqVliSxa9u3LcZraJHY0YxbiHxySZAdSRb160srtxQKjPAF8gKM8Ak2pqUjLT3xoSri0jBqQOLJdBxnvIVeRN59viIStPVX6ilRikNJ0/s1600/sugili.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;228&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgARQvX5ftnX0mDAZG2f1Y6hIfyexR6VRmjNneXqVliSxa9u3LcZraJHY0YxbiHxySZAdSRb160srtxQKjPAF8gKM8Ak2pqUjLT3xoSri0jBqQOLJdBxnvIVeRN59viIStPVX6ilRikNJ0/s320/sugili.gif&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Ijazah hanya sampai SMP, tapi gelar ”profesor” melekat pada namanya. Berkat kepiawaiannya merancang perangkap tikus, tanaman padi di Pinrang, Sulawesi Selatan, bisa terbebas dari hama pengerat itu. Bangkai tikus ia fermentasi menjadi pupuk organik. Karya ini mengantarnya meraih predikat Petani Teladan Tingkat Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Anas Tika (40), petani yang merangkap penyuluh swakarsa di Kecamatan Cempa, Pinrang, sekitar 250 kilometer utara Makassar, Sulsel. Bertahun-tahun tanaman padinya dimangsa tikus, lalu terbetik ide membuat perangkap tikus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan itu mulai dirintis tahun 1992. Kala itu, ia galau setiap kali gerombolan tikus menyerbu tanaman padinya. Sekali serbu, bulir-bulir padi yang mulai berisi musnah. Tak hanya kerugian materi untuk benih dan pupuk, tetapi juga tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam-diam ia mengamati perilaku tikus yang suka bersarang di pematang sawah. Ia juga menemukan pola penyerbuan kawanan tikus pada malam hari, dengan lebih dulu menyusuri pematang sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas membangun tembok di sekeliling sisi luar pematang sawahnya. Tembok berupa cor semen dan pasir itu menyerupai benteng setinggi 70 sentimeter (cm) dengan ketebalan 10-15 cm. Bagian luar tembok dipoles semen sampai mulus. Dengan permukaan tembok yang halus dan licin, tikus kesulitan memanjat dan menjangkau tanaman padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian bawah tembok, 10 cm dari permukaan tanah, dibuat lubang berdiameter 5-7 cm (kira-kira seukuran lingkar badan tikus dewasa). Lubang itu tembus dari bagian luar tembok hingga dalam. Ibaratnya, Anas mencoba berbaik hati pada tikus dengan menyediakan lubang masuk ke sawah. Untuk tembok yang mengelilingi lahan 1 hektar, jumlah lubang yang dibuat 70-80 buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian dalam tembok, khususnya di mulut lubang bagian dalam, dipasang kotak perangkap berbahan kawat ram. Kotak ini menyerupai perangkap tikus yang lazim dijual di pasar atau toko bahan bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut kotak perangkap dilekatkan menganga persis pada lubang. Lalu, pada bagian mulut lubang dibuatkan semacam bubu, mirip alat tangkap ikan tradisional. Ukuran bubu dibuat sedemikian rupa agar tikus yang telanjur masuk perangkap sulit lolos keluar tembok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam semalam, satu lubang bisa menjerat 5-7 tikus. Bayangkan, berapa ratus tikus yang masuk pada 70-80 kotak perangkap yang ia tebar keliling sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pada malam hari riuh sekali suara cicit-cicit tikus yang terperangkap,” tutur Anas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Simbiosis dengan kucing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun ada tikus yang sempat lolos atau mencoba meloncati pagar tembok dari luar pematang sawah, Anas tak merasa risau. Belasan kucing peliharaannya siap menerkam tikus yang lolos dari jeratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucing-kucing Anas dibiasakan ke sawah pada malam hari. Di rumah, kucing-kucing itu sengaja tak diberi makan kenyang. Dengan begitu, naluri kucing menangkap tikus tumbuh dan terasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas paham betapa naluri tikus untuk melahap begitu tinggi begitu mencium bau bulir-bulir padi di tanah. Untuk itu, pada salah satu sudut lahan yang dikelilingi tembok, ia siapkan petak persemaian padi. Pada saat tanaman padi yang utama mulai berbuah, ia juga menebar benih di petak persemaian itu. Benih yang disemai memancing tikus berdatangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tikus yang masuk perangkap dibenamkan ke air saluran tersier hingga mati. Setelah itu, bangkainya ditumpuk dalam sebuah sumur fermentasi. Dalam 2-3 pekan, cairan dari bangkai ditampung untuk dijadikan pupuk di persemaian padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari komponen bangkai itu disimpan Anas. Ia mengantisipasi kemungkinan ada pihak yang berminat meneliti hewan pengerat ini. ”Siapa tahu ada orang yang tertarik meneliti gigi dan rahang hewan pengerat itu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Irigasi memadai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pertanian di desa Anas ditopang potensi pengairan dan irigasi yang memadai. Aliran air dari Bendung Benteng yang bersumber dari Sungai Saddang sepanjang tahun menyuplai persawahan di Pinrang dan Sidrap. Dua daerah ini dikenal sebagai lumbung beras Sulsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas ide ”gila” itu, Anas meraih predikat Petani Teladan 2008. Saat itu, ia diundang ke Istana Merdeka, Jakarta, untuk mengikuti Upacara Proklamasi Kemerdekaan RI. Sejak itu, ia kerap dijuluki ”profesor tikus” oleh warga setempat. Peneliti hama berdatangan menjadikan dia sebagai narasumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya Anas sempat dicemooh warga sebagai orang sinting. Sang istri, Hj Sakka (30), sampai ngambek dan minta dipulangkan ke rumah orangtuanya. Pasalnya, selain biaya untuk perangkap itu relatif mahal bagi petani, masih diperlukan pembuktian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas mampu membuktikan, biaya sekitar Rp 30 juta yang dikeluarkan untuk perangkap itu bersifat investasi. Hanya sekali dibangun, selanjutnya bertahun-tahun dimanfaatkan dan terus dipetik hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali panen, Anas mampu meraup hasil penjualan gabah Rp 24 juta, dengan produksi 7 ton per hektar (ha). Harga gabah Rp 3.400 per kilogram (kg). Setelah dikurangi ongkos kerja dan sarana produksi (benih, pupuk, dan obat-obatan) Rp 5 juta, penghasilan bersih sekali panen Rp 18 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika setahun panen tiga kali, berarti Anas meraih penghasilan sekitar Rp 54 juta per tahun. Itu baru dari 1 hektar lahan. Padahal, kini, Anas menggarap 3 hektar sawah—1 hektar miliknya sendiri dan 2 hektar punya kerabatnya. Bahkan, dengan menanam padi jenis hibrida, ia bisa panen sampai empat kali dalam masa 13 bulan. Penghasilannya bisa lebih dari Rp 100 juta setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Anas mampu membalik anggapan umum terhadap petani selama ini. Untuk mengontrol tanaman padinya di sawah, Anas tak selalu berjalan kaki dengan memanggul pacul. Sesekali ia naik mobil Toyota Rush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari bertani menopang tekad keluarga itu untuk menyekolahkan dua anaknya hingga perguruan tinggi. Anas ingin kedua anaknya kelak menjadi petani modern. Anak sulungnya, Eka Pertiwi, kini duduk di SMK pertanian. Si bungsu, Eko Budiman, kelak diarahkan mengikuti kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas pun menjadi ikon petani di daerahnya. Selain sebagai ketua kelompok tani nelayan andalan di daerah itu, seabrek peran lain juga ia lakukan, termasuk menjadi penyuluh swakarsa. Kisah sukses sebagai petani ia bagikan gratis kepada petani lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas Tika&lt;br /&gt;• Lahir: Suppa, Pinrang, Sulawesi Selatan, 18 Desember 1972&lt;br /&gt;• Pendidikan: SD-SMP di Cempa, Pinrang &lt;br /&gt;• Istri: Hj Sakka (30)&lt;br /&gt;• Anak: Eka Pertiwi, Eko Budiman&lt;br /&gt;• Prestasi: Petani Teladan Tingkat Nasional 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Aktivitas:&lt;br /&gt;- Penyuluh swakarsa &lt;br /&gt;- Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kecamatan Cempa, Pinrang&lt;br /&gt;- Ketua Gabungan Petani Pemakai Air Tanete, Cempa &lt;br /&gt;- Ketua Kelompok Tani Tanete, Cempa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sains.kompas.com/read/2012/10/05/16270152/.Profesor.Tikus.dari.Pinrang&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Link&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/5649736500401980444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5537726252668877682/posts/default/5649736500401980444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/11/profesor-tikus-dari-pinrang.html' title='&quot;Profesor Tikus&quot; dari Pinrang'/><author><name>masnurandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827119002824972444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgARQvX5ftnX0mDAZG2f1Y6hIfyexR6VRmjNneXqVliSxa9u3LcZraJHY0YxbiHxySZAdSRb160srtxQKjPAF8gKM8Ak2pqUjLT3xoSri0jBqQOLJdBxnvIVeRN59viIStPVX6ilRikNJ0/s72-c/sugili.gif" height="72" width="72"/></entry></feed>