<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>ISLAM ITU INDAH</title><link>http://edy-putra.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/CofXw" /><description>Mari kita bersatupadu untuk mewujudkan islam yg hakiki
sesuai al-qur"an dan sunah rosul.</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (EDY PUTRA  jepara)</managingEditor><lastBuildDate>Tue, 14 Feb 2012 09:53:10 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">43</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="blogspot/cofxw" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>edyputrajepara@gmail.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Mari kita bersatupadu untuk mewujudkan islam yg hakiki sesuai al-qur"an dan sunah rosul.</itunes:subtitle><itunes:summary>Mari kita bersatupadu untuk mewujudkan islam yg hakiki sesuai al-qur"an dan sunah rosul.</itunes:summary><geo:lat>48.556986</geo:lat><geo:long>-113.069802</geo:long><creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/</creativeCommons:license><feedburner:emailServiceId>blogspot/CofXw</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><title>PENGERTIAN MANUSIA</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/oBZbwTSSL_k/pengertian-manusia.html</link><category>TENTANG MANUSIA</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Tue, 14 Feb 2012 09:53:10 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-6597364120610144466</guid><description>&lt;b&gt;Makna “al-‘alaq” secara kebahasaan (lughatan)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada ayat kedua aurat al-‘Alaq Allah menampakkan perbuatan-Nya &lt;i&gt;“khalaqal insana min ‘alaq”&lt;/i&gt; (Dia menciptakan manusia dari segumpal darah). Dari ayat ini menjelaskan bahwa Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/i&gt; itu &lt;i&gt;al-Khaliq&lt;/i&gt; (Pencipta) dan manusia adalah makhluk yang diciptakan dari segumpal darah.&lt;br /&gt;
Pengenalan disini tidak hanya tertuju kepada rasio manusia, tetapi juga  kepada kesadaran batin dan intuisinya, bahkan seluruh totalitas  manusia. Pengenalan dengan mata hati diharapkan membimbing akal dan  fikiran sehingga anggota tubuh dapat menghasilkan perbuatan yang baik  dan memeliharanya.&lt;br /&gt;
Kata &lt;i&gt;“al-insan”&lt;/i&gt; yang berarti manusia terambil dari akar kata &lt;i&gt;“uns”&lt;/i&gt; (jinak, senang dan harmonis), atau ia terambil dari akar kata &lt;i&gt;“nis-yun”&lt;/i&gt; yang berarti lupa. Atau terambil dari akar katanya &lt;i&gt;“naus”&lt;/i&gt;  yaitu pergerakan atau dinamika. Makna-makna diatas memberikan gambaran  tentang potensi yang dimilikinya, lupa, kemampuan bergerak yang  melahirkan dinamika, makhluk yang sewajarnya melahirkan rasa senang,  jinak dan harmonis pada pihak-pihak lain.&lt;br /&gt;
Berbeda dengan “basyar” yang juga diterjemahkan  manusia, tetapi dari aspek fisik (QS al-Kahfi : 110). Tetapi pada ayat  berikut mencakup fisik dan psikis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
لَقَدْ خَلَقْنَا اْلإِنْسَانَ فىِ أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ (التين : 4)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”&lt;/i&gt; (QS at-Tiin : 4).&lt;br /&gt;
Al-Qur’an  mengantar manusia menghayati petunjuk-petunjuk Allah, memperkenalkan  jatidirinya, antara lain dengan menguraikan proses kejadiannya. Ayat  kedua surat al-‘Alaq menguraikan secara singkat hal tersebut, kemudian  diperkuat oleh ayat yang lain berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَلَقَدْ  خَلَقْنَا اْلإِنْسَانَ مِنْ سُلاَلَةٍ مِنْ طِيْنٍ . ثُمَّ جَعَلْنَاهُ  نُطْفَةً فيِ قَرَارٍ مَكِيْنٍ . ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً  فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا  فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ  فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ (المؤمنون : 12-14)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Sesungguhnya  Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah. Kemudian saripati  itu Kami jadikan nuthfah dalam tempat yang kokoh (rahim), kemudian  nuthfah itu Kami jadikan ‘alaqah. Lalu ‘alaqah itu kami jadikan mudhgah  (segumpal daging) dan mudhghah itu Kami jadikan tulang. Selanjutnya  tulang itu Kami bungkus dengan daging. Kamudian Kami jadikan ia makhluk  yang berbentuk lain (yakni bukan sekedar fisik, ruh). Mahasucilah Allah,  sebaik-baik Pencipta.”&lt;/i&gt; (QS al-Mu’minun :12-14). &lt;br /&gt;
Ayat diatas menyimpulkan proses kejadian manusia dari segi fisik dalam lima tahap : (1) &lt;i&gt;nuthfah&lt;/i&gt; (pertemuan sperma dan ovum), (2) &lt;i&gt;‘alaqah&lt;/i&gt;, (3) &lt;i&gt;mudhghah&lt;/i&gt;  (segumpal daging), yakni pembentukan organ-organ vital yang dalam surat  al-Hajj : 5 dirinci bahwa ada mudhghah mukhollaqah (terbentuk secara  sempurna) dan ada pula ghairu mukhallaqah (terbentuk secara tidak  sempurna), (4) ‘&lt;i&gt;izham&lt;/i&gt; (tulang), (5) &lt;i&gt;lahm&lt;/i&gt; (daging).&lt;br /&gt;
Kata  ‘alaq’ dalam surat al-‘Alaq berarti menempel, melekat, berdempet serta  masuk ke dinding rahim. Sekalipun ada yang mengatakan segumpal darah.  Tetapi para ahli bahasa Arab menyatakan bahwa sesuatu diberi nama sesuai  dengan sifatnya. Seperti hati di beri nama ‘qalb’ karena sifatnya yang  berbolak-balik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Makna “al-‘alaq” secara istilah (ishthilahan)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika &lt;i&gt;spermatozoa&lt;/i&gt; laki-laki menyatu dengan &lt;i&gt;ovum&lt;/i&gt; (sel telur) perempuan, terbentuklah bahan dasar calon bayi. Sel tunggal ini, yang dalam ilmu biologi dikenal sebagai &lt;i&gt;zygot&lt;/i&gt;, akan mulai berkembang dengan sendirinya melalui pembelahan dan akhirnya menjadi ‘sepotong daging’ &lt;i&gt;(mudhghah).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Akan tetapi, &lt;i&gt;zygot&lt;/i&gt; itu tidak menjalani masa perkembangannya dalam ruang hampa. &lt;i&gt;Zygot&lt;/i&gt; melekat pada rahim bagaikan akar-akar yang tertancap dengan kokoh di tanah dengan sulur-sulur mereka. Melalui ikatan ini, &lt;i&gt;zygot&lt;/i&gt;  bisa memperoleh bahan-bahan dari tubuh ibunya yang amat penting bagi  pertumbuhannya. Yang menarik, dalam Al-Qur’an, Allah selalu menyebut &lt;i&gt;zygot&lt;/i&gt; yang berkembang di rahim sang ibu sebagai ‘alaq&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
أَيَحْسَبُ  اْلإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى . أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِنْ مَنِيٍّ  يُمْنىَ . ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّى . فَجَعَلَ مِنْهُ  الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَاْلأُنْثَى (القيامة : 36-39)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Apakah  manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan tidak terurus? Bukankah dia  dahulu hanya setitik mani yang dipancarkan? Kemudian, mani itu menjadi  ‘alaqah, lalu (Allah) menciptakannya dan menyempurnakannya, lalu Allah  menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.”&lt;/i&gt; (QS al-Qiyamah : 36-39).&lt;br /&gt;
Makna Arab untuk kata ‘&lt;i&gt;alaqah&lt;/i&gt;  adalah ‘sesuatu yang melekat di suatu tempat’. Kata ini secara harfiah  dipakai untuk mengungkapkan lintah yang melekat di tubuh untuk mengisap  darah. Tentu saja inilah kata terbaik yang memungkinkan untuk memaparkan  keadaan &lt;i&gt;zygot&lt;/i&gt; yang melekat di dinding rahim dan menyerap makanannya dari situ.&lt;br /&gt;
Al-Qur’an mengungkap lebih banyak lagi mengenai &lt;i&gt;zygot.&lt;/i&gt; Dengan secara sempurna melekat di dinding rahim, &lt;i&gt;zygot&lt;/i&gt;  itu mulai tumbuh. Sementara itu, rahim si ibu terisi dengan suatu  cairan yang disebut cairan amnion yang mengitari zygot. Corak terpenting  cairan amnion (tempat pertumbuhan bayi) adalah melindungi bayi dari  pukulan-pukulan yang berasal dari luar. Fakta ini terungkap dalam  Al-Qur’an&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
أَلَمْ نَخْلُقْكُمْ مِنْ مَآءٍ مَهِيْنٍ . فَجَعَلْنَاهُ فيِ قَرَارٍ مَكِيْنٍ (المرسلات : 20-21)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Bukankah Kami menciptakan kamu dari cairan yang hina, kamudian Kami tempatkan dia di tempat yang kokoh terlindung (rahim).”&lt;/i&gt; (QS al-Mursalat : 20-21; al-Mu’minun : 12-14; al-Infithar : 6-8).&lt;br /&gt;
Informasi  ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an berasal dari satu sumber yang  mengetahui pembentukan ini hingga serinci-rincinya. Omong kosong sajalah  yang mengatakan mengenai kelahiran manusia secara kebetulan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kesan yang dimunculkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesan ayat &lt;i&gt;“khalaqal insana min ‘alaq”&lt;/i&gt;  tidak hanya berbicara tentang reproduksi manusia tetapi menekankan  tentang sifat bawaan manusia sebagai makhluk sosial, seperti dikemukakan  sebelum ini bahwa diantara arti ‘alaq adalah “ketergantungan”. Sehingga  dapat dipahami bahwa manusia itu makhluk yang telah diciptakan Allah  dengan memiliki sifat ketergantungan kepada pihak-pihak lain sampai  akhir perjalanan hidupnya. &lt;i&gt;Al insanu makhlukun madaniyyun&lt;/i&gt;  (keberadaan manusia karena keterikatan dengan orang lain), kata  sosilolog muslim Ibnu Khaldun. Bahkan agama adalah hubungan interaksi  yang baik &lt;i&gt;(ad-diinu al-mua’amalah)&lt;/i&gt;. Disamping itu, makhluk sosial tidak dapat hidup dalam bentuk apapun kecuali menggantungkan diri kepada Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta’ala.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Kata  ‘alaq diartikan sebagai salah satu periode kejadian manusia,  mengantarkannya kepada kesadaran tentang asal-usulnya. Sedangkan kesan  dari kata itu menimbulkan kesadaran tentang ketergantungan kepada banyak  pihak yang pada akhirnya memandu manusia menyadari keterikatan dengan  lingkungannya, dunianya, bahkan menyadari kebesaran dan kekuasaan Allah  Yang Maha Pencipta (al-Khaliq).&lt;br /&gt;
Ini pula yang membuka pintu pikiran &lt;i&gt;(wijhah)&lt;/i&gt; dan mata batinnya &lt;i&gt;(bashirah)&lt;/i&gt;, orientasi &lt;i&gt;(ittijah)&lt;/i&gt;, pola pikir &lt;i&gt;(tashawwur)&lt;/i&gt; manusia menuju pengenalan diri, lingkungan dan Sang Khaliq. Pengenalan &lt;i&gt;(ma’rifat)&lt;/i&gt; tersebut merupakan jenis pengetahuan yang paling mendasar. Al-Qur’an memberikan pesan penting ini&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
وَلاَ تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُوْنَ (الحشر : 19)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Dan  janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Tuhan, maka Dia  menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri, mereka itulah  orang-orang yang fasiq.”&lt;/i&gt; (QS al-Hasyr : 19).&lt;br /&gt;
Manusia  yang lalai adalah manusia yang tidak mengingat asal kejadiannya, dan  tidak menyadari siapa yang menghadirkannya di dunia ini. Ketika  seseorang berjalan menelusuri padang sahara, kemudian tersesat,  tiba-tiba datang seorang pemandu; maka yang pertama kali dia beri ucapan  terima kasih adalah pemandu itu. Itulah Allah dan utusan-utusan-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-6597364120610144466?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=oBZbwTSSL_k:LncJRS1TlhQ:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=oBZbwTSSL_k:LncJRS1TlhQ:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=oBZbwTSSL_k:LncJRS1TlhQ:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=oBZbwTSSL_k:LncJRS1TlhQ:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=oBZbwTSSL_k:LncJRS1TlhQ:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=oBZbwTSSL_k:LncJRS1TlhQ:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=oBZbwTSSL_k:LncJRS1TlhQ:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=oBZbwTSSL_k:LncJRS1TlhQ:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=oBZbwTSSL_k:LncJRS1TlhQ:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=oBZbwTSSL_k:LncJRS1TlhQ:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=oBZbwTSSL_k:LncJRS1TlhQ:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=oBZbwTSSL_k:LncJRS1TlhQ:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=oBZbwTSSL_k:LncJRS1TlhQ:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=oBZbwTSSL_k:LncJRS1TlhQ:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=oBZbwTSSL_k:LncJRS1TlhQ:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=oBZbwTSSL_k:LncJRS1TlhQ:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=oBZbwTSSL_k:LncJRS1TlhQ:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=oBZbwTSSL_k:LncJRS1TlhQ:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/oBZbwTSSL_k" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-15T00:53:10.693+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2012/02/pengertian-manusia.html</feedburner:origLink></item><item><title>EMPAT SIFAT ORANG  MUNAFIK</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/f3arv7nPgQ4/empat-sifat-orang-munafik.html</link><category>HADIST</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Sun, 12 Feb 2012 08:44:55 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-835459382426190180</guid><description>&lt;b&gt;Munafik &lt;/b&gt;adalah: Orang yang keadaan lahirnya (baik perkataan maupun perbuatan) tidak sesuai dengan apa yang ada dalam batinnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Nawawi dalam kitabnya Syarah Sahih Muslim, jilid 2, halaman 47 mengatakan:&lt;br /&gt;
"Makna (pengertian) yang benar dan yang tepat mengenai hadis ini (dibawah-red) adalah siafat-siafat tersebut merupakan sifat-sifat orang munafik, pelakunya mirip dengan orang munafik, dan berperangai seperti perangainya mereka, karena munafik adalah menampakkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang disembunyikan. Pengertian ini ada pada orang yang memiliki sifat-sifat tersebut. Dalam hal ini kemunafikannya hanya kepada orang yang berbicara dengannya, yang diberi janji, yang mempercayainya, dan yang bertikai dengannya, buka munafik yang berarti menampakkan keislaman secara lahir, dan dalam batinnya menyembunyikan kekafiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Gme2T7_b6_o/Tzfq_zsMWpI/AAAAAAAAEfs/i8BJp7V25Lw/s1600/hadis+ttg+munafik++by+edy+putra.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="147" src="http://4.bp.blogspot.com/-Gme2T7_b6_o/Tzfq_zsMWpI/AAAAAAAAEfs/i8BJp7V25Lw/s320/hadis+ttg+munafik++by+edy+putra.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;b&gt;Dari Abdullah bin Amru ra., Nabi saw. bersabda: "Empat perangai apabila berada pada seseorang akan menjadikannya munafik tulen, dan apabila salah satunya berada pada seseorang, akan menjadikannya mempunyai salah satu sifat orang munafik, sampai meninggalkannya. Yaitu: Apabila diberi amanat ia khianat, apabila berkata ia dusta, apabila berjanji ia ingkar dan apabila bertikai ia berlaku curang." Bukhari (34), Muslim (58)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila perbedaan itu dalam i'tikad iman, maka dia disebut munafik kafir, dan apabila dalam hal lain, dinamakan munafik amalan, baik yang berupa kegiatan mengerjakan atau meninggalkan. Munafik jenis ini mempunyai tingkatan yang berbeda-beda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian ulama mengatakan: "Ini berlaku pada orang yang biasa (sering) melakukan sifat-sifat tersebut, adapun mereka yang melakukannya sesekali saja tidak termasuk dalam kategori ini."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;marquee onmouseout="this.start();" onmouseover="this.stop();" scrollamount="1" scrolldelay="10"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://edyputrajepara.blogspot.com/2010/12/sitemap-jepara-bumi-kartini.html/" target="_blank"&gt;MY HOME &lt;/a&gt;&lt;/b&gt; , &lt;b&gt;&lt;a href="http://albumedyputra.blogspot.com/" target="_blank"&gt;MY ALBUM &lt;/a&gt;, &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://toturialbkog.blogspot.com/2010/12/sitemap.html" target="_blank"&gt;TUTORIAL BLOG&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;, &lt;b&gt;&lt;a href="http://edygame.blogspot.com/" target="_blank"&gt;GAME&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; , &lt;b&gt;&lt;a href="http://edyputra.blogspot.com/" target="_blank"&gt;BENGKEL MOBIL&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; , &lt;b&gt;&lt;a href="http://edy-putra.blogspot.com/" target="_blank"&gt;ISLAMIC&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-835459382426190180?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=f3arv7nPgQ4:GbpezI2jxUU:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=f3arv7nPgQ4:GbpezI2jxUU:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=f3arv7nPgQ4:GbpezI2jxUU:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=f3arv7nPgQ4:GbpezI2jxUU:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=f3arv7nPgQ4:GbpezI2jxUU:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=f3arv7nPgQ4:GbpezI2jxUU:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=f3arv7nPgQ4:GbpezI2jxUU:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=f3arv7nPgQ4:GbpezI2jxUU:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=f3arv7nPgQ4:GbpezI2jxUU:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=f3arv7nPgQ4:GbpezI2jxUU:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=f3arv7nPgQ4:GbpezI2jxUU:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=f3arv7nPgQ4:GbpezI2jxUU:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=f3arv7nPgQ4:GbpezI2jxUU:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=f3arv7nPgQ4:GbpezI2jxUU:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=f3arv7nPgQ4:GbpezI2jxUU:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=f3arv7nPgQ4:GbpezI2jxUU:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=f3arv7nPgQ4:GbpezI2jxUU:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=f3arv7nPgQ4:GbpezI2jxUU:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/f3arv7nPgQ4" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-12T23:44:55.480+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-Gme2T7_b6_o/Tzfq_zsMWpI/AAAAAAAAEfs/i8BJp7V25Lw/s72-c/hadis+ttg+munafik++by+edy+putra.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2012/02/empat-sifat-orang-munafik.html</feedburner:origLink></item><item><title>WIDGET WAKTU DAN KALENDER ISLAM</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/3FM_aGQrUQ0/widget-waktu-islam.html</link><category>WIDGET ISLAM</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Sat, 11 Feb 2012 08:25:22 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-7805055742255590027</guid><description>&lt;b&gt;WIDGET ALHABIB&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang suka dengan widget atau gadget islam silahkan klik &lt;a href="http://www.al-habib.info/" target="_blank"&gt;http://www.al-habib.info&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img border="0" height="0" src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bT*xJmx*PTEyNTUzOTQxMjA2MzgmcHQ9MTI1NTM5NTA5ODQwNCZwPTIzODk4MSZkPUlzbGFtaWMlMjBDYWxlbmRhciUzYSUyMG9ybmFtZW5*MDEmZz*xJm89YzFjOGZkOTMyNDZkNGI1OGFkMTBlZmE1NzlhMjk3NDMmb2Y9MA==.gif" style="height: 0px; visibility: hidden; width: 0px;" width="0" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="height: 213px; margin: 0px auto; text-align: center; width: 200px;"&gt;&lt;embed allowscriptaccess="sameDomain" flashvars="col1=0033FF&amp;amp;col2=006600&amp;amp;col3=99ff99&amp;amp;col4=CC0000&amp;amp;gig_lt=1255394120638&amp;amp;gig_pt=1255395098404&amp;amp;gig_g=1" height="213" loop="false" menu="false" pluginspage="http://www.adobe.com/go/getflashplayer" quality="autohigh" src="http://www.widgipedia.com/widgets/alhabib/Islamic-Calendar-with-Floral-Ornament-3613-8192_134217728.widget?__install_id=1255393727453&amp;amp;__view=expanded" swliveconnect="true" type="application/x-shockwave-flash" width="200" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;marquee onmouseout="this.start();" onmouseover="this.stop();" scrollamount="1" scrolldelay="10"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://edyputrajepara.blogspot.com/2010/12/sitemap-jepara-bumi-kartini.html/" target="_blank"&gt;MY HOME &lt;/a&gt;&lt;/b&gt; , &lt;b&gt;&lt;a href="http://albumedyputra.blogspot.com/" target="_blank"&gt;MY ALBUM &lt;/a&gt;, &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://toturialbkog.blogspot.com/2010/12/sitemap.html" target="_blank"&gt;TUTORIAL BLOG&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;, &lt;b&gt;&lt;a href="http://edygame.blogspot.com/" target="_blank"&gt;GAME&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; , &lt;b&gt;&lt;a href="http://edyputra.blogspot.com/" target="_blank"&gt;BENGKEL MOBIL&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; , &lt;b&gt;&lt;a href="http://edy-putra.blogspot.com/" target="_blank"&gt;ISLAMIC&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-7805055742255590027?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=3FM_aGQrUQ0:73z2Iu5yaxE:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=3FM_aGQrUQ0:73z2Iu5yaxE:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=3FM_aGQrUQ0:73z2Iu5yaxE:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=3FM_aGQrUQ0:73z2Iu5yaxE:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=3FM_aGQrUQ0:73z2Iu5yaxE:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=3FM_aGQrUQ0:73z2Iu5yaxE:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=3FM_aGQrUQ0:73z2Iu5yaxE:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=3FM_aGQrUQ0:73z2Iu5yaxE:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=3FM_aGQrUQ0:73z2Iu5yaxE:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=3FM_aGQrUQ0:73z2Iu5yaxE:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=3FM_aGQrUQ0:73z2Iu5yaxE:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=3FM_aGQrUQ0:73z2Iu5yaxE:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=3FM_aGQrUQ0:73z2Iu5yaxE:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=3FM_aGQrUQ0:73z2Iu5yaxE:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=3FM_aGQrUQ0:73z2Iu5yaxE:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=3FM_aGQrUQ0:73z2Iu5yaxE:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=3FM_aGQrUQ0:73z2Iu5yaxE:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=3FM_aGQrUQ0:73z2Iu5yaxE:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/3FM_aGQrUQ0" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-11T23:25:22.377+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure url="http://www.widgipedia.com/widgets/alhabib/Islamic-Calendar-with-Floral-Ornament-3613-8192_134217728.widget?__install_id=1255393727453&amp;amp;__view=expanded" length="41566" type="application/x-shockwave-flash" /><media:content url="http://www.widgipedia.com/widgets/alhabib/Islamic-Calendar-with-Floral-Ornament-3613-8192_134217728.widget?__install_id=1255393727453&amp;amp;__view=expanded" fileSize="41566" type="application/x-shockwave-flash" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>WIDGET ALHABIB Yang suka dengan widget atau gadget islam silahkan klik http://www.al-habib.info MY HOME , MY ALBUM , TUTORIAL BLOG , GAME , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC</itunes:subtitle><itunes:author>edyputrajepara@gmail.com</itunes:author><itunes:summary>WIDGET ALHABIB Yang suka dengan widget atau gadget islam silahkan klik http://www.al-habib.info MY HOME , MY ALBUM , TUTORIAL BLOG , GAME , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC</itunes:summary><itunes:keywords>WIDGET ISLAM</itunes:keywords><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2012/02/widget-waktu-islam.html</feedburner:origLink></item><item><title>MENDENGARKAN RADIO BOX ISLAMIC ON LINE</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/2Sod5KVEZ5Y/mendengarkan-radio-box-islamic-on-line.html</link><category>WIDGET ISLAM</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Sat, 11 Feb 2012 08:02:55 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-4760480594010394158</guid><description>&lt;b&gt;RADIO BOX ON LINE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi sobat yang ingin mendengarkan radio islam dalam satu box bisa anda dengarkan di blog ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;RADIO SONORA JAKARA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;embed autostart="false" controller="true" enablecontextmenu="false" filename="http://host-1.nasyidfm.net:8000" height="60" loop="0" name="mediaplayer1" pluginspage="http://www.microsoft.com/Windows/MediaPlayer/" showstatusbar="1" transparentstart="1" type="application/x-mplayer2" width="250"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;RADIO BOX ISLAM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script src="http://assunnah.web.id/radiobox/radiobox.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;embed allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" flashvars="width=170&amp;amp;height=210&amp;amp;file=http://assunnah.web.id/radiobox/playlist.xml&amp;amp;displayheight=100&amp;amp;shuffle=false&amp;amp;thumbsinplaylist=true&amp;amp;showeq=true&amp;amp;showstop=true" height="210" src="http://assunnah.web.id/radiobox/mediaplayer.swf" width="170"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bagi anda yang ingin memasang radio on line di blog atau web silahkan klik&amp;nbsp; &lt;a href="http://toturialbkog.blogspot.com/2010/08/memasang-radio-on-line-di-blog-web.html" target="_blank"&gt;http://toturialbkog.blogspot.com/2010/08/memasang-radio-on-line-di-blog-web.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;marquee onmouseout="this.start();" onmouseover="this.stop();" scrollamount="1" scrolldelay="10"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://edyputrajepara.blogspot.com/2010/12/sitemap-jepara-bumi-kartini.html/" target="_blank"&gt;MY HOME &lt;/a&gt;&lt;/b&gt; , &lt;b&gt;&lt;a href="http://albumedyputra.blogspot.com/" target="_blank"&gt;MY ALBUM &lt;/a&gt;, &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://toturialbkog.blogspot.com/2010/12/sitemap.html" target="_blank"&gt;TUTORIAL BLOG&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;, &lt;b&gt;&lt;a href="http://edygame.blogspot.com/" target="_blank"&gt;GAME&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; , &lt;b&gt;&lt;a href="http://edyputra.blogspot.com/" target="_blank"&gt;BENGKEL MOBIL&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; , &lt;b&gt;&lt;a href="http://edy-putra.blogspot.com/" target="_blank"&gt;ISLAMIC&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-4760480594010394158?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=2Sod5KVEZ5Y:OU6lJQtAS3g:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=2Sod5KVEZ5Y:OU6lJQtAS3g:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=2Sod5KVEZ5Y:OU6lJQtAS3g:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=2Sod5KVEZ5Y:OU6lJQtAS3g:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=2Sod5KVEZ5Y:OU6lJQtAS3g:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=2Sod5KVEZ5Y:OU6lJQtAS3g:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=2Sod5KVEZ5Y:OU6lJQtAS3g:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=2Sod5KVEZ5Y:OU6lJQtAS3g:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=2Sod5KVEZ5Y:OU6lJQtAS3g:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=2Sod5KVEZ5Y:OU6lJQtAS3g:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=2Sod5KVEZ5Y:OU6lJQtAS3g:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=2Sod5KVEZ5Y:OU6lJQtAS3g:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=2Sod5KVEZ5Y:OU6lJQtAS3g:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=2Sod5KVEZ5Y:OU6lJQtAS3g:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=2Sod5KVEZ5Y:OU6lJQtAS3g:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=2Sod5KVEZ5Y:OU6lJQtAS3g:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=2Sod5KVEZ5Y:OU6lJQtAS3g:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=2Sod5KVEZ5Y:OU6lJQtAS3g:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/2Sod5KVEZ5Y" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-11T23:02:55.099+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure url="http://assunnah.web.id/radiobox/mediaplayer.swf" length="33390" type="application/x-shockwave-flash" /><media:content url="http://assunnah.web.id/radiobox/mediaplayer.swf" fileSize="33390" type="application/x-shockwave-flash" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>RADIO BOX ON LINE Bagi sobat yang ingin mendengarkan radio islam dalam satu box bisa anda dengarkan di blog ini RADIO SONORA JAKARA RADIO BOX ISLAM bagi anda yang ingin memasang radio on line di blog atau web silahkan klik&amp;nbsp; http://toturialbkog.blogsp</itunes:subtitle><itunes:author>edyputrajepara@gmail.com</itunes:author><itunes:summary>RADIO BOX ON LINE Bagi sobat yang ingin mendengarkan radio islam dalam satu box bisa anda dengarkan di blog ini RADIO SONORA JAKARA RADIO BOX ISLAM bagi anda yang ingin memasang radio on line di blog atau web silahkan klik&amp;nbsp; http://toturialbkog.blogspot.com/2010/08/memasang-radio-on-line-di-blog-web.html MY HOME , MY ALBUM , TUTORIAL BLOG , GAME , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC</itunes:summary><itunes:keywords>WIDGET ISLAM</itunes:keywords><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2012/02/mendengarkan-radio-box-islamic-on-line.html</feedburner:origLink></item><item><title>WALI SONGO</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/h2dKrUDmc7c/wali-songo.html</link><category>RIWAYAT PARA ULAMA</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Thu, 19 Aug 2010 08:49:10 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-9192257830270523169</guid><description>Nama wali songo&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1SUtSHT3I/AAAAAAAACVE/AonwZVWpdXg/s1600/wali,edy.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1SUtSHT3I/AAAAAAAACVE/AonwZVWpdXg/s320/wali,edy.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
1. Sunan Giri / Raden Paku / Ainul Yaqien&lt;br /&gt;
2. Sunan Bonang / Raden Maulana Makdum Ibrahim&lt;br /&gt;
3. Sunan Ampel / Raden Rachmad&lt;br /&gt;
4. Sunan Drajat / Raden Qosim Syarifuddin&lt;br /&gt;
5. Sunan Muria / Raden Syaid&lt;br /&gt;
6. Sunan Gunung Jati / Fatahilah / Fattahillah / Syarif Hidayatullah&lt;br /&gt;
7. Sunan Gresik / Maulana Malik Ibrahim&lt;br /&gt;
8. Sunan Kudus / Raden Ja'far Sodik&lt;br /&gt;
9. Sunan Kalijaga / Raden Mas Syahid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-9192257830270523169?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=h2dKrUDmc7c:8Ho7xO9i7Ik:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=h2dKrUDmc7c:8Ho7xO9i7Ik:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=h2dKrUDmc7c:8Ho7xO9i7Ik:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=h2dKrUDmc7c:8Ho7xO9i7Ik:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=h2dKrUDmc7c:8Ho7xO9i7Ik:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=h2dKrUDmc7c:8Ho7xO9i7Ik:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=h2dKrUDmc7c:8Ho7xO9i7Ik:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=h2dKrUDmc7c:8Ho7xO9i7Ik:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=h2dKrUDmc7c:8Ho7xO9i7Ik:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=h2dKrUDmc7c:8Ho7xO9i7Ik:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=h2dKrUDmc7c:8Ho7xO9i7Ik:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=h2dKrUDmc7c:8Ho7xO9i7Ik:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=h2dKrUDmc7c:8Ho7xO9i7Ik:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=h2dKrUDmc7c:8Ho7xO9i7Ik:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=h2dKrUDmc7c:8Ho7xO9i7Ik:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=h2dKrUDmc7c:8Ho7xO9i7Ik:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=h2dKrUDmc7c:8Ho7xO9i7Ik:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=h2dKrUDmc7c:8Ho7xO9i7Ik:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/h2dKrUDmc7c" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-19T22:49:10.885+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1SUtSHT3I/AAAAAAAACVE/AonwZVWpdXg/s72-c/wali,edy.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2010/08/wali-songo.html</feedburner:origLink></item><item><title>NAJIS</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/m8Q5LPW8vy0/najis.html</link><category>SYARIAT</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Thu, 19 Aug 2010 08:35:52 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-8626351116915153080</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1PIfw9OlI/AAAAAAAACU4/RMh5BI67Glk/s1600/islamic-wallpaper-11.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1PIfw9OlI/AAAAAAAACU4/RMh5BI67Glk/s320/islamic-wallpaper-11.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Najis &lt;/b&gt;adalah sesuatu yang menjadi penghalang beribadah kepada  Allah SWT yang berbentuk kotoran yang menempel pada zat, tubuh, pakaian  atau benda lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Macam-macam najis :&lt;br /&gt;
- Binatang anjing&lt;br /&gt;
- Binatang babi&lt;br /&gt;
- minuman keras / miras yang memabukkan&lt;br /&gt;
- darah&lt;br /&gt;
- air kencing&lt;br /&gt;
- bangkai selain bangkai manusia, ikan dan belalang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara menghilangkan najis yang menempel :&lt;br /&gt;
1. Najis Ringan&lt;br /&gt;
Cukup dibasuh dengan air hingga bersih baik zat, warna, maupun baunya.   Najis akibat air seni/kencing anak dibawah 2 tahun yang masih minum susu  membersihkannya cukup dengan memercikkan air saja.&lt;br /&gt;
2. Najis Berat&lt;br /&gt;
Jika terkena air liur/ludah anjing maka membersihkannya harus dengan  membasuh dengan air hingga 7 kali terus-menerus dengan salah satunya  dengan medium tanah.  Berarti 6 kali dibersihkan dengan air dan sekali  dengan tanah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-8626351116915153080?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=m8Q5LPW8vy0:3UbWVGnWPJ8:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=m8Q5LPW8vy0:3UbWVGnWPJ8:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=m8Q5LPW8vy0:3UbWVGnWPJ8:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=m8Q5LPW8vy0:3UbWVGnWPJ8:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=m8Q5LPW8vy0:3UbWVGnWPJ8:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=m8Q5LPW8vy0:3UbWVGnWPJ8:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=m8Q5LPW8vy0:3UbWVGnWPJ8:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=m8Q5LPW8vy0:3UbWVGnWPJ8:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=m8Q5LPW8vy0:3UbWVGnWPJ8:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=m8Q5LPW8vy0:3UbWVGnWPJ8:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=m8Q5LPW8vy0:3UbWVGnWPJ8:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=m8Q5LPW8vy0:3UbWVGnWPJ8:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=m8Q5LPW8vy0:3UbWVGnWPJ8:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=m8Q5LPW8vy0:3UbWVGnWPJ8:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=m8Q5LPW8vy0:3UbWVGnWPJ8:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=m8Q5LPW8vy0:3UbWVGnWPJ8:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=m8Q5LPW8vy0:3UbWVGnWPJ8:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=m8Q5LPW8vy0:3UbWVGnWPJ8:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/m8Q5LPW8vy0" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-19T22:35:52.145+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1PIfw9OlI/AAAAAAAACU4/RMh5BI67Glk/s72-c/islamic-wallpaper-11.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2010/08/najis.html</feedburner:origLink></item><item><title>BERWUDHU</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/Eb95rcPjN0w/berwudhu.html</link><category>SYARIAT</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Thu, 19 Aug 2010 08:29:43 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-7838082630993574904</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1NnP5sRRI/AAAAAAAACUs/tbvsZE_QqUQ/s1600/WUDHU,EDY.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1NnP5sRRI/AAAAAAAACUs/tbvsZE_QqUQ/s320/WUDHU,EDY.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Wudhu&lt;/b&gt; adalah mensucikan diri dari segala hadast kecil sesuai dengan aturan syariat islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Niat Wudhu :&lt;br /&gt;
NAWAITUL WUDHUU-A LIROF'IL HADATSIL ASGHORI FARDHOL LILLAHI TA'AALAA.&lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil karena Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dapat membatalkan wudhu anda :&lt;br /&gt;
a. mengeluarkan suatu sesuatu (zat) dari qubul (kemaluan) dan dubur (anus).   Misalnya buang air kecil, air besar, buang angin/kentut dan lain  sebagainya.&lt;br /&gt;
b. kehilangan kesadaran baik karena pingsan, ayan, kesurupan, gila, mabuk, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
c. Bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya tanpa tutup.&lt;br /&gt;
d. tidur dengan nyenyak, kecuali tidur mikro (micro sleep) sambil duduk tanpa berubah kedudukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara Berwudhu :&lt;br /&gt;
a. membaca bismillah&lt;br /&gt;
b. membasuh tangan&lt;br /&gt;
c. niat wudhu&lt;br /&gt;
d. berkumur dan membesihkan gigi (3x)&lt;br /&gt;
e. membasuh seluruh muka/wajah sampai rata (sela-sea janggut bila ada) (3x)&lt;br /&gt;
f. membasuh tangan hinnga siku merata (3x yang kanan dulu)&lt;br /&gt;
g. membasuh rambut bagian depan hingga rata (3x)&lt;br /&gt;
h. membasuh daun telinga/kuping hinnga merata (3x sebelah kanan dulu)&lt;br /&gt;
i. membasuh kaki hingga mata kaki sampai rata (3x kanan dahulu)&lt;br /&gt;
j. membaca doa setelah wudhu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-7838082630993574904?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Eb95rcPjN0w:tOO3MfujhIE:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Eb95rcPjN0w:tOO3MfujhIE:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Eb95rcPjN0w:tOO3MfujhIE:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Eb95rcPjN0w:tOO3MfujhIE:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=Eb95rcPjN0w:tOO3MfujhIE:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Eb95rcPjN0w:tOO3MfujhIE:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Eb95rcPjN0w:tOO3MfujhIE:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=Eb95rcPjN0w:tOO3MfujhIE:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Eb95rcPjN0w:tOO3MfujhIE:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Eb95rcPjN0w:tOO3MfujhIE:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=Eb95rcPjN0w:tOO3MfujhIE:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Eb95rcPjN0w:tOO3MfujhIE:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Eb95rcPjN0w:tOO3MfujhIE:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=Eb95rcPjN0w:tOO3MfujhIE:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Eb95rcPjN0w:tOO3MfujhIE:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Eb95rcPjN0w:tOO3MfujhIE:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Eb95rcPjN0w:tOO3MfujhIE:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=Eb95rcPjN0w:tOO3MfujhIE:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/Eb95rcPjN0w" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-19T22:29:43.982+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1NnP5sRRI/AAAAAAAACUs/tbvsZE_QqUQ/s72-c/WUDHU,EDY.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2010/08/berwudhu.html</feedburner:origLink></item><item><title>MANDI MENURUT ISLAM</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/95BmlAYG5sA/mandi-menurut-islam.html</link><category>SYARIAT</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Thu, 19 Aug 2010 08:20:28 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-1104102361613956675</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1KQGEShAI/AAAAAAAACUg/1-AaKMpVoQg/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1KQGEShAI/AAAAAAAACUg/1-AaKMpVoQg/s320/3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Mandi &lt;/b&gt;adalah meratakan (mengguyur,menyiram) air ke seluruh tubuh dengan tujuan untuk menghilangkan hadats besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mandi Wajib / Mandi Junub :&lt;br /&gt;
1. Mandi yang dilakukan setelah bersetubuh (melakukan hubungan suami istri)&lt;br /&gt;
2. Setelah Haid/Menstruasi (Wanita)&lt;br /&gt;
3. Setelah Melahirkan/Nifas (Wanita)&lt;br /&gt;
4. Meninggal Dunia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mandi Sunat/Sunah :&lt;br /&gt;
1. Mandi untuk Shalat jum'at&lt;br /&gt;
2. Mandi untuk Shalat hari raya&lt;br /&gt;
3. Sadar dari kehilangan kesadaran akibat pingsan, gila, dbb&lt;br /&gt;
4. Muallaf (baru memeluk/masuk agama islam)&lt;br /&gt;
5. Setelah memendikan mayit/mayat/jenazah&lt;br /&gt;
6. Saat hendak Ihram&lt;br /&gt;
7. Ketika akan Sa'i&lt;br /&gt;
8. Ketika hendak thawaf&lt;br /&gt;
9. dan lain sebagainya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Niat Mandi :&lt;br /&gt;
NAWAITUL GHUSLA LIROF'IL HADATSIL AKBARI FARDHOL LILLAHI TA'AALAA&lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-1104102361613956675?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=95BmlAYG5sA:g6UGsv9kA8o:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=95BmlAYG5sA:g6UGsv9kA8o:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=95BmlAYG5sA:g6UGsv9kA8o:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=95BmlAYG5sA:g6UGsv9kA8o:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=95BmlAYG5sA:g6UGsv9kA8o:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=95BmlAYG5sA:g6UGsv9kA8o:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=95BmlAYG5sA:g6UGsv9kA8o:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=95BmlAYG5sA:g6UGsv9kA8o:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=95BmlAYG5sA:g6UGsv9kA8o:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=95BmlAYG5sA:g6UGsv9kA8o:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=95BmlAYG5sA:g6UGsv9kA8o:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=95BmlAYG5sA:g6UGsv9kA8o:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=95BmlAYG5sA:g6UGsv9kA8o:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=95BmlAYG5sA:g6UGsv9kA8o:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=95BmlAYG5sA:g6UGsv9kA8o:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=95BmlAYG5sA:g6UGsv9kA8o:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=95BmlAYG5sA:g6UGsv9kA8o:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=95BmlAYG5sA:g6UGsv9kA8o:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/95BmlAYG5sA" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-19T22:20:28.661+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1KQGEShAI/AAAAAAAACUg/1-AaKMpVoQg/s72-c/3.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2010/08/mandi-menurut-islam.html</feedburner:origLink></item><item><title>PENGERTIAN DAN SIFAT NABI , ROSUL</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/b4-pwwetdJI/pengertian-dan-sifat-nabi-rosul.html</link><category>NABI DAN ROSUL</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Thu, 19 Aug 2010 08:07:39 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-5319058368038686628</guid><description>&lt;div class="content"&gt;     &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1IDRaKCaI/AAAAAAAACUU/Y8_aCss2TXk/s1600/3653860467_7ed1467135_m.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1IDRaKCaI/AAAAAAAACUU/Y8_aCss2TXk/s320/3653860467_7ed1467135_m.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Rasul &lt;/b&gt;adalah seseorang dengan jenis kelamin laki-laki yang  mendapatkan wahyu dari Allah SWT dan memiliki kewajiban untuk menyebar  luaskan wahyu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Nabi &lt;/b&gt;adalah seseorang dengan jenis kelamin pria yang mendapat wahyu  dari Allah SWT namun tidak wajib disebarkan kepada orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi dan rasul dalam ajaran islam wajib kita percayai karena terdapat  pada rukun iman yang ke-4.  Nabi serta rosul dalam menyampaikan dan  menerima wahyu dari Allah SWT selalu dijaga dari perbuatan dosa dan  salah yang disebut dengan ma'shum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi dan rasul sebelum diangkat menjadi nabi memiliki ciri-ciri  kenabian / nubuwwah yang disebut juga dengan irhash.  Nabi Muhammad SAW  sejak kecil terkenal dengan akhlak yang mulia dengan sebutan al amin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sifat-sifat para nabi dan rasul Allah SWT :&lt;br /&gt;
1. Siddiq / siddik / sidiq / sidik&lt;br /&gt;
Siddiq berarti benar dan perkataan dan perbuatan.  Jadi mustahil jika  seorang nabi dan rosul adalah seorang pembohong yang suka berbohong.&lt;br /&gt;
2. Amanah / Amanat&lt;br /&gt;
Amanah artinya terpercaya atau dapat dipercaya.  Jadi mustahil jika  seorang nabi dan rosul adalah seorang pengkhianat yang suka khianat.&lt;br /&gt;
3. Fathonah / Fathanah / Fatonah&lt;br /&gt;
Fathonah adalah cerdas, pandai atau pintar.  Jadi mustahil jika seorang  nabi dan rosul adalah seorang yang bodoh dan tidak mengerti apa-apa.&lt;br /&gt;
4. Tabligh / Tablik / Tablig&lt;br /&gt;
Tabligh adalah menyampaikan wahtu atau risalah dari Allah SWT kepada  orang lain. Jadi mustahil jika seorang nabi dan rosul menyembunyikan dan  merahasiakan wahyu / risalah Alaah SWT.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-5319058368038686628?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=b4-pwwetdJI:aYHMXZ2VVJ0:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=b4-pwwetdJI:aYHMXZ2VVJ0:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=b4-pwwetdJI:aYHMXZ2VVJ0:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=b4-pwwetdJI:aYHMXZ2VVJ0:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=b4-pwwetdJI:aYHMXZ2VVJ0:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=b4-pwwetdJI:aYHMXZ2VVJ0:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=b4-pwwetdJI:aYHMXZ2VVJ0:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=b4-pwwetdJI:aYHMXZ2VVJ0:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=b4-pwwetdJI:aYHMXZ2VVJ0:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=b4-pwwetdJI:aYHMXZ2VVJ0:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=b4-pwwetdJI:aYHMXZ2VVJ0:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=b4-pwwetdJI:aYHMXZ2VVJ0:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=b4-pwwetdJI:aYHMXZ2VVJ0:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=b4-pwwetdJI:aYHMXZ2VVJ0:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=b4-pwwetdJI:aYHMXZ2VVJ0:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=b4-pwwetdJI:aYHMXZ2VVJ0:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=b4-pwwetdJI:aYHMXZ2VVJ0:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=b4-pwwetdJI:aYHMXZ2VVJ0:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/b4-pwwetdJI" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-19T22:07:39.395+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1IDRaKCaI/AAAAAAAACUU/Y8_aCss2TXk/s72-c/3653860467_7ed1467135_m.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2010/08/pengertian-dan-sifat-nabi-rosul.html</feedburner:origLink></item><item><title>Gelar Ulul Azmi</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/civ0rcHzKhs/gelar-ulul-azmi.html</link><category>NABI DAN ROSUL</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Thu, 19 Aug 2010 07:55:20 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-5921735211449924386</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1FrDBmRNI/AAAAAAAACUI/H8Yuo23JTCU/s1600/MUHAMMAD,EDY.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1FrDBmRNI/AAAAAAAACUI/H8Yuo23JTCU/s320/MUHAMMAD,EDY.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Ulul Azmi &lt;/b&gt;adalah gelar yang diberikan kepada para rasul yang  memiliki ketabahan dan kesabaran yang luar biasa baiknya dalam  menjalankan tugas yang suci.&lt;br /&gt;
1. Nabi Muhammad SAW&lt;br /&gt;
2. Nabi Isa AS alias Yesus&lt;br /&gt;
3. Nabi Musa AS&lt;br /&gt;
4. Nabi Ibrahim AS&lt;br /&gt;
5. Nabi Nuh AS&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas para nabi dan Rasul :&lt;br /&gt;
1. Menyampaikan kabar gembira / risalah mengenai janji akan kebahagiaan  dan kenikmatan abadi jika mau melaksanakan segala perintah Allah SWT dan  menjauhi laranganNya.&lt;br /&gt;
2. Memberi kabar buruk dan peringatan bagi yang tidak mau mengikuti  perintah Allah SWT dengan ancaman dan penderitaan yang tidak  berkesudahan dan pedih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-5921735211449924386?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=civ0rcHzKhs:p611eGFP664:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=civ0rcHzKhs:p611eGFP664:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=civ0rcHzKhs:p611eGFP664:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=civ0rcHzKhs:p611eGFP664:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=civ0rcHzKhs:p611eGFP664:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=civ0rcHzKhs:p611eGFP664:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=civ0rcHzKhs:p611eGFP664:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=civ0rcHzKhs:p611eGFP664:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=civ0rcHzKhs:p611eGFP664:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=civ0rcHzKhs:p611eGFP664:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=civ0rcHzKhs:p611eGFP664:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=civ0rcHzKhs:p611eGFP664:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=civ0rcHzKhs:p611eGFP664:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=civ0rcHzKhs:p611eGFP664:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=civ0rcHzKhs:p611eGFP664:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=civ0rcHzKhs:p611eGFP664:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=civ0rcHzKhs:p611eGFP664:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=civ0rcHzKhs:p611eGFP664:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/civ0rcHzKhs" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-19T21:55:20.117+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1FrDBmRNI/AAAAAAAACUI/H8Yuo23JTCU/s72-c/MUHAMMAD,EDY.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2010/08/gelar-ulul-azmi.html</feedburner:origLink></item><item><title>25 NAMA NABI DAN ROSUL</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/GPmSN9FBzKk/25-nama-nabi-dan-rosul.html</link><category>NABI DAN ROSUL</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Thu, 19 Aug 2010 07:47:39 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-5345605527585559685</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1DzxIs4AI/AAAAAAAACT8/yLp0rdqdM6M/s1600/nabiku,edy.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1DzxIs4AI/AAAAAAAACT8/yLp0rdqdM6M/s320/nabiku,edy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;NABI DAN ROSUL YANG WAJIB DIKETAHUI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam agama islam terdapat 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui  dengan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi yang terakhir untuk seluruh umat  spanjang masa, yaitu :&lt;br /&gt;
1. Adam  AS.&lt;br /&gt;
2. Idris  AS.&lt;br /&gt;
3. Nuh  AS.&lt;br /&gt;
4. Hud  AS.&lt;br /&gt;
5. Soleh  AS.&lt;br /&gt;
6. Ibrahim  AS.&lt;br /&gt;
7. Luth  AS.&lt;br /&gt;
8. Ismail  AS.&lt;br /&gt;
9. Ishak  AS.&lt;br /&gt;
10. Yakub  AS.&lt;br /&gt;
11. Yusuf  AS.&lt;br /&gt;
12. Ayub  AS.&lt;br /&gt;
13. Sueb  AS.&lt;br /&gt;
14. Musa  AS.&lt;br /&gt;
15. Harun  AS.&lt;br /&gt;
16. Zulkifli  AS.&lt;br /&gt;
17. Daud  AS.&lt;br /&gt;
18. Sulaiman  AS.&lt;br /&gt;
19. Ilyas  AS.&lt;br /&gt;
20. Ilyasa  AS.&lt;br /&gt;
21. Yunus  AS.&lt;br /&gt;
22. Zakaria  AS.&lt;br /&gt;
23. Yahya  AS.&lt;br /&gt;
24. Isa  AS.&lt;br /&gt;
25. Muhammad SAW.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi yang mendapat julukan Ulul Azmi atau nabi/rasul yang memiliki ketabahan yang luar biasa dalam menjalankan kenabiannya :&lt;br /&gt;
1. Nuh  AS.&lt;br /&gt;
2. Ibrahim  AS.&lt;br /&gt;
3. Musa  AS.&lt;br /&gt;
4. Isa  AS.&lt;br /&gt;
5. Muhammad  SAW.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Skema gambar silsilah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1CqzSCVFI/AAAAAAAACTw/r39Bdr877Mk/s1600/NABI,EDY.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1CqzSCVFI/AAAAAAAACTw/r39Bdr877Mk/s320/NABI,EDY.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-5345605527585559685?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=GPmSN9FBzKk:PVPGroroKpc:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=GPmSN9FBzKk:PVPGroroKpc:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=GPmSN9FBzKk:PVPGroroKpc:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=GPmSN9FBzKk:PVPGroroKpc:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=GPmSN9FBzKk:PVPGroroKpc:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=GPmSN9FBzKk:PVPGroroKpc:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=GPmSN9FBzKk:PVPGroroKpc:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=GPmSN9FBzKk:PVPGroroKpc:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=GPmSN9FBzKk:PVPGroroKpc:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=GPmSN9FBzKk:PVPGroroKpc:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=GPmSN9FBzKk:PVPGroroKpc:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=GPmSN9FBzKk:PVPGroroKpc:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=GPmSN9FBzKk:PVPGroroKpc:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=GPmSN9FBzKk:PVPGroroKpc:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=GPmSN9FBzKk:PVPGroroKpc:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=GPmSN9FBzKk:PVPGroroKpc:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=GPmSN9FBzKk:PVPGroroKpc:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=GPmSN9FBzKk:PVPGroroKpc:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/GPmSN9FBzKk" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-19T21:47:39.538+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG1DzxIs4AI/AAAAAAAACT8/yLp0rdqdM6M/s72-c/nabiku,edy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2010/08/25-nama-nabi-dan-rosul.html</feedburner:origLink></item><item><title>MANFAAT PUASA ROMANDHON</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/Xp5Xfbv51fo/manfaat-puasa-romandhon.html</link><category>RAMADHAN</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Thu, 19 Aug 2010 07:14:36 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-985034860604752685</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG073jiMT_I/AAAAAAAACTY/CeUJHHJyj_w/s1600/ramadhan,edyputra.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG073jiMT_I/AAAAAAAACTY/CeUJHHJyj_w/s320/ramadhan,edyputra.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;BEBERAPA KEUTAMANA,MANFAAT PUASA ROMANDHON&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puasa wajib ramadhan adalah puasa dengan hukum wajib 'ain yang harus dilakukan oleh setiap orang islam beriman di bulan ramadan yang telah dewasa (akil balig), waras, mampu, merdeka dan tidak dalam safar sesuai dengan perintah langsung dari Allah SWT dalam firmanNya di dalam Kita Suci Al-Qur'an.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puasa merupakan ibadah wajib yang ada dalam rukun islam dengan menahan lapar dan haus serta hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar di timur hingga terbenam matahari di barat. Orang yang melanggar aturan puasa akan batal puasanya dan wajib mengganti puasanya dengan hari lain di luar romadon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Firman Allah Mengenai Puasa Ramadhan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa"&lt;br /&gt;
(Q.S. Al-Baqarah: 183)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."&lt;br /&gt;
(Q.S. Al-Baqarah: 184).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan tidak menghendaki kesukaran bagi kalian. Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur.”&lt;br /&gt;
(Q.S. Al-Baqarah: 185)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fungsi / tujuan puasa selama satu bulan penuh di bulan suci ramadhan adalah sangat baik, yaitu untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Tuhan yang menciptakan kita Allah SWT. Di samping itu juga terdapat banyak sekali guna dan manfaat dari melaksanakan puasa ramadhan yaitu baik untuk jasmani maupun rohani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah beberapa Manfaat dan Hikmah Puasa Ramadhan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Membuat kita lebih taqwa kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;
2. Mendapatkan pahala yang melimpah ruah.&lt;br /&gt;
3. Memberikan efek yang menyehatkan tubuh kita dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit.&lt;br /&gt;
4. Melatih kita untuk menahan nafsu bejat selama hidup di dunia fana.&lt;br /&gt;
5. Mendorong kita untuk selalu berbuat kebajikan.&lt;br /&gt;
6. Bisa memasukkan kita ke dalam surga jika kita telah mati.&lt;br /&gt;
7. Melatih sabar, pengendalian diri, disiplin, jujur, emosi, dll.&lt;br /&gt;
8. Mempersempit jalan aliran darah di mana setan berlalu-lalang.&lt;br /&gt;
9. Mempererat tali silaturahmi dengan sahur dan buka puasa bersama.&lt;br /&gt;
10. Menghilangkan dosa di antara manusia dengan saling maaf-memaafkan di hari lebaran idul fitri kembali ke fitrah manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah beberapa Keutamaan Puasa Ramadhan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Orang yang berpuasa ramadhan bisa masuk ke dalam surga ar-raiyan.&lt;br /&gt;
2. Puasa bisa menjadi penebus dosa.&lt;br /&gt;
3. Orang yang berpuasa akan mendapatkan kegembiraan.&lt;br /&gt;
4. Puasa adalah penangkal.&lt;br /&gt;
5. Mendapatkan ganjaran dari Allah tanpa hitungan.&lt;br /&gt;
6. Bau mulut orang yang melakukan puasa bagi Allah SWT wanginya lebih wangi dari bau kesturi.&lt;br /&gt;
7. Puasa dan Al-quran memberikan syafaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puasa hanya wajib bagi orang islam yang beriman kepada Allah SWT. Jika anda tidak beriman, maka anda tidak wajib puasa. Selamat menunaikan ibadah Puasa bagi yang menjalankannya. Semoga pol puasanya dan jangan lupa niat puasa sebelum menjalankan ibadah puasanya :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-985034860604752685?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Xp5Xfbv51fo:Gosmz3r8QGc:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Xp5Xfbv51fo:Gosmz3r8QGc:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Xp5Xfbv51fo:Gosmz3r8QGc:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Xp5Xfbv51fo:Gosmz3r8QGc:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=Xp5Xfbv51fo:Gosmz3r8QGc:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Xp5Xfbv51fo:Gosmz3r8QGc:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Xp5Xfbv51fo:Gosmz3r8QGc:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=Xp5Xfbv51fo:Gosmz3r8QGc:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Xp5Xfbv51fo:Gosmz3r8QGc:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Xp5Xfbv51fo:Gosmz3r8QGc:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=Xp5Xfbv51fo:Gosmz3r8QGc:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Xp5Xfbv51fo:Gosmz3r8QGc:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Xp5Xfbv51fo:Gosmz3r8QGc:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=Xp5Xfbv51fo:Gosmz3r8QGc:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Xp5Xfbv51fo:Gosmz3r8QGc:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Xp5Xfbv51fo:Gosmz3r8QGc:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Xp5Xfbv51fo:Gosmz3r8QGc:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=Xp5Xfbv51fo:Gosmz3r8QGc:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/Xp5Xfbv51fo" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-19T21:14:36.396+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TG073jiMT_I/AAAAAAAACTY/CeUJHHJyj_w/s72-c/ramadhan,edyputra.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2010/08/manfaat-puasa-romandhon.html</feedburner:origLink></item><item><title>IMAM AL GHOZALLI</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/Jft5-9mWJpE/imam-al-ghozalli.html</link><category>RIWAYAT PARA ULAMA</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Mon, 07 Jun 2010 08:54:33 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-7568517876979693226</guid><description>&lt;b&gt;Nama, Nasab dan Kelahiran Beliau&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Beliau bernama Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Ath  Thusi, Abu Hamid Al Ghazali (Lihat Adz Dzahabi, &lt;i&gt;Siyar A’lam Nubala’&lt;/i&gt;  19/323 dan As Subki, &lt;i&gt;Thabaqat Asy Syafi’iyah&lt;/i&gt; 6/191). Para  ulama nasab berselisih dalam penyandaran nama Imam Al Ghazali. Sebagian  mengatakan, bahwa penyandaran nama beliau kepada daerah Ghazalah di  Thusi, tempat kelahiran beliau. Ini dikuatkan oleh Al Fayumi dalam Al  Mishbah Al Munir. Penisbatan pendapat ini kepada salah seorang keturunan  Al Ghazali. Yaitu Majdudin Muhammad bin Muhammad bin Muhyiddin Muhamad  bin Abi Thahir Syarwan Syah bin Abul Fadhl bin Ubaidillah anaknya Situ  Al Mana bintu Abu Hamid Al Ghazali yang mengatakan, bahwa telah salah  orang yang menyandarkan nama kakek kami tersebut dengan ditasydid (Al  Ghazzali)&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Sebagian lagi mengatakan penyandaran nama beliau kepada pencaharian  dan keahlian keluarganya yaitu menenun. Sehingga nisbatnya ditasydid (Al  Ghazzali). Demikian pendapat Ibnul Atsir. Dan dinyatakan Imam Nawawi, &lt;i&gt;“Tasydid  dalam Al Ghazzali adalah yang benar.”&lt;/i&gt; Bahkan Ibnu Assam’ani  mengingkari penyandaran nama yang pertama dan berkata, &lt;i&gt;“Saya telah  bertanya kepada penduduk Thusi tentang daerah Al Ghazalah, dan mereka  mengingkari keberadaannya.”&lt;/i&gt; Ada yang berpendapat Al Ghazali adalah  penyandaran nama kepada Ghazalah anak perempuan Ka’ab Al Akhbar, ini  pendapat Al Khafaji.&lt;br /&gt;
Yang dijadikan sandaran para ahli nasab mutaakhirin adalah pendapat  Ibnul Atsir dengan tasydid. Yaitu penyandaran nama kepada pekerjaan dan  keahlian bapak dan kakeknya (Diringkas dari penjelasan pentahqiq kitab &lt;i&gt;Thabaqat  Asy Syafi’iyah&lt;/i&gt; dalam catatan kakinya 6/192-192). Dilahirkan di  kota Thusi tahun 450 H dan memiliki seorang saudara yang bernama Ahmad  (Lihat Adz Dzahabi, &lt;i&gt;Siyar A’lam Nubala’&lt;/i&gt; 19/326 dan As Subki, &lt;i&gt;Thabaqat  Asy Syafi’iyah&lt;/i&gt; 6/193 dan 194).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kehidupan dan Perjalanannya Menuntut Ilmu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayah beliau adalah seorang pengrajin kain shuf (yang dibuat dari  kulit domba) dan menjualnya di kota Thusi. Menjelang wafat dia  mewasiatkan pemeliharaan kedua anaknya kepada temannya dari kalangan  orang yang baik. Dia berpesan, &lt;i&gt;“Sungguh saya menyesal tidak belajar  khat (tulis menulis Arab) dan saya ingin memperbaiki apa yang telah saya  alami pada kedua anak saya ini. Maka saya mohon engkau mengajarinya,  dan harta yang saya tinggalkan boleh  dihabiskan untuk keduanya.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Setelah meninggal, maka temannya tersebut mengajari keduanya ilmu,  hingga habislah harta peninggalan yang sedikit tersebut. Kemudian dia  meminta maaf tidak dapat melanjutkan wasiat orang tuanya dengan harta  benda yang dimilikinya. Dia berkata, &lt;i&gt;“Ketahuilah oleh kalian berdua,  saya telah membelanjakan untuk kalian dari harta kalian. Saya seorang  fakir dan miskin yang tidak memiliki harta. Saya menganjurkan kalian  berdua untuk masuk ke madrasah seolah-olah sebagai penuntut ilmu.  Sehingga memperoleh makanan yang dapat membantu kalian berdua.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Lalu keduanya melaksanakan anjuran tersebut. Inilah yang menjadi  sebab kebahagiaan dan ketinggian mereka. Demikianlah diceritakan oleh Al  Ghazali, hingga beliau berkata, &lt;i&gt;“Kami menuntut ilmu bukan karena  Allah ta’ala , akan tetapi ilmu enggan kecuali hanya karena Allah  ta’ala.”&lt;/i&gt; (Dinukil dari &lt;i&gt;Thabaqat Asy Syafi’iyah&lt;/i&gt; 6/193-194).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau pun bercerita, bahwa ayahnya seorang fakir yang shalih. Tidak  memakan kecuali hasil pekerjaannya dari kerajinan membuat pakaian kulit.  Beliau berkeliling mengujungi ahli fikih dan bermajelis dengan mereka,  serta memberikan nafkah semampunya. Apabila mendengar perkataan mereka  (ahli fikih), beliau menangis dan berdoa memohon diberi anak yang faqih.  Apabila hadir di majelis ceramah nasihat, beliau menangis dan memohon  kepada Allah ta’ala untuk diberikan anak yang ahli dalam ceramah  nasihat.&lt;br /&gt;
Kiranya Allah mengabulkan kedua doa beliau tersebut. Imam Al Ghazali  menjadi seorang yang faqih dan saudaranya (Ahmad) menjadi seorang yang  ahli dalam memberi ceramah nasihat (Dinukil dari &lt;i&gt;Thabaqat Asy  Syafi’iyah&lt;/i&gt; 6/194).&lt;br /&gt;
Imam Al Ghazali memulai belajar di kala masih kecil. Mempelajari  fikih dari Syaikh Ahmad bin Muhammad Ar Radzakani di kota Thusi.  Kemudian berangkat ke Jurjan untuk mengambil ilmu dari Imam Abu Nashr Al  Isma’ili dan menulis buku &lt;i&gt;At Ta’liqat&lt;/i&gt;. Kemudian pulang ke  Thusi (Lihat kisah selengkapnya dalam &lt;i&gt;Thabaqat Asy Syafi’iyah&lt;/i&gt;  6/195).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau mendatangi kota Naisabur dan berguru kepada Imam Haramain Al  Juwaini dengan penuh kesungguhan. Sehingga berhasil menguasai dengan  sangat baik fikih mazhab Syafi’i dan fikih khilaf, ilmu perdebatan,  ushul, manthiq, hikmah dan filsafat. Beliau pun memahami perkataan para  ahli ilmu tersebut dan membantah orang yang menyelisihinya. Menyusun  tulisan yang membuat kagum guru beliau, yaitu Al Juwaini (Lihat Adz  Dzahabi, &lt;i&gt;Siyar A’lam Nubala’&lt;/i&gt; 19/323 dan As Subki, &lt;i&gt;Thabaqat  Asy Syafi’iyah&lt;/i&gt; 6/191).&lt;br /&gt;
Setelah Imam Haramain meninggal, berangkatlah Imam Ghazali ke  perkemahan Wazir Nidzamul Malik. Karena majelisnya tempat berkumpul para  ahli ilmu, sehingga beliau menantang debat kepada para ulama dan  mengalahkan mereka. Kemudian Nidzamul Malik mengangkatnya menjadi  pengajar di madrasahnya di Baghdad dan memerintahkannya untuk pindah ke  sana. Maka pada tahun 484 H beliau berangkat ke Baghdad dan mengajar di  Madrasah An Nidzamiyah dalam usia tiga puluhan tahun. Disinilah beliau  berkembang dan menjadi terkenal. Mencapai kedudukan yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengaruh Filsafat Dalam Dirinya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pengaruh filsafat dalam diri beliau begitu kentalnya. Beliau menyusun  buku yang berisi celaan terhadap filsafat, seperti kitab &lt;i&gt;At Tahafut&lt;/i&gt;  yang membongkar kejelekan filsafat. Akan tetapi beliau menyetujui  mereka dalam beberapa hal yang disangkanya benar. Hanya saja kehebatan  beliau ini tidak didasari dengan ilmu atsar dan keahlian dalam  hadits-hadits Nabi yang dapat menghancurkan filsafat. Beliau juga gemar  meneliti kitab &lt;i&gt;Ikhwanush Shafa&lt;/i&gt; dan kitab-kitab Ibnu Sina. Oleh  karena itu, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, &lt;i&gt;“Al Ghazali dalam  perkataannya sangat dipengaruhi filsafat dari karya-karya Ibnu Sina  dalam kitab Asy Syifa’, Risalah Ikhwanish Shafa dan karya Abu Hayan At  Tauhidi.”&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Majmu’ Fatawa&lt;/i&gt; 6/54).&lt;br /&gt;
Hal ini jelas terlihat dalam kitabnya &lt;i&gt;Ihya’ Ulumuddin&lt;/i&gt;.  Sehingga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, &lt;i&gt;“Perkataannya di Ihya  Ulumuddin pada umumnya baik. Akan tetapi di dalamnya terdapat isi yang  merusak, berupa filsafat, ilmu kalam, cerita bohong sufiyah dan  hadits-hadits palsu.”&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Majmu’ Fatawa&lt;/i&gt; 6/54).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah Imam Ghazali dengan kejeniusan dan kepakarannya dalam  fikih, tasawuf dan ushul,  tetapi sangat sedikit pengetahuannya tentang  ilmu hadits dan sunah Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;  yang seharusnya menjadi pengarah dan penentu kebenaran. Akibatnya beliau  menyukai filsafat dan masuk ke dalamnya dengan meneliti dan membedah  karya-karya Ibnu Sina dan yang sejenisnya, walaupun beliau memiliki  bantahan terhadapnya. Membuat beliau semakin jauh dari ajaran Islam yang  hakiki.&lt;br /&gt;
Adz Dzahabi berkata, &lt;i&gt;“Orang ini (Al Ghazali) menulis kitab dalam  mencela filsafat, yaitu kitab At Tahafut. Dia membongkar kejelekan  mereka, akan tetapi dalam beberapa hal menyetujuinya, dengan prasangka  hal itu benar dan sesuai dengan agama. Beliau tidaklah memiliki ilmu  tentang atsar dan beliau bukanlah pakar dalam hadits-hadits Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dapat mengarahkan akal. Beliau senang  membedah dan meneliti kitab Ikhwanush Shafa. Kitab ini merupakan  penyakit berbahaya dan racun yang mematikan. Kalaulah Abu Hamid bukan  seorang yang jenius dan orang yang mukhlis, niscaya dia telah binasa.”&lt;/i&gt;  (&lt;i&gt;Siyar A’lam Nubala&lt;/i&gt; 19/328).&lt;br /&gt;
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, &lt;i&gt;“Abu Hamid condong kepada  filsafat. Menampakkannya dalam bentuk tasawuf dan dengan ibarat Islami  (ungkapan syar’i). Oleh karena itu para ulama muslimin membantahnya.  Hingga murid terdekatnya, (yaitu) Abu Bakar Ibnul Arabi mengatakan,  “Guru kami Abu Hamid masuk ke perut filsafat, kemudian ingin keluar dan  tidak mampu.”&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Majmu’ Fatawa&lt;/i&gt; 4/164).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Polemik Kejiwaan Imam Ghazali&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kedudukan dan ketinggian jabatan beliau ini tidak membuatnya congkak  dan cinta dunia. Bahkan dalam jiwanya berkecamuk polemik (perang batin)  yang membuatnya senang menekuni ilmu-ilmu kezuhudan. Sehingga menolak  jabatan tinggi dan kembali kepada ibadah, ikhlas dan perbaikan jiwa.  Pada bulan Dzul Qai’dah tahun 488 H beliau berhaji dan mengangkat  saudaranya yang bernama Ahmad sebagai penggantinya.&lt;br /&gt;
Pada tahun 489 H beliau masuk kota Damaskus dan tinggal beberapa  hari. Kemudian menziarahi Baitul Maqdis beberapa lama, dan kembali ke  Damaskus beri’tikaf di menara barat masjid Jami’ Damaskus. Beliau banyak  duduk di pojok tempat Syaikh Nashr bin Ibrahim Al Maqdisi di masjid  Jami’ Umawi (yang sekarang dinamai Al Ghazaliyah). Tinggal di sana dan  menulis kitab &lt;i&gt;Ihya Ulumuddin, Al Arba’in, Al Qisthas&lt;/i&gt; dan kitab &lt;i&gt;Mahakkun  Nadzar&lt;/i&gt;. Melatih jiwa dan mengenakan pakaian para ahli ibadah.  Beliau tinggal di Syam sekitar 10 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau seorang yang produktif menulis. Karya ilmiah beliau sangat  banyak sekali. Di antara karyanya yang terkenal ialah:&lt;br /&gt;
Pertama, dalam masalah ushuluddin dan aqidah:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Arba’in Fi Ushuliddin&lt;/em&gt;. Merupakan juz kedua dari kitab  beliau &lt;em&gt;Jawahirul Qur’an&lt;/em&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Qawa’idul Aqa’id&lt;/em&gt;, yang beliau satukan dengan &lt;em&gt;Ihya’  Ulumuddin&lt;/em&gt; pada jilid pertama.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Al Iqtishad Fil I’tiqad&lt;/em&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Tahafut Al Falasifah&lt;/em&gt;. Berisi bantahan beliau terhadap  pendapat dan pemikiran para filosof dengan menggunakan kaidah mazhab  Asy’ariyah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Faishal At Tafriqah Bainal Islam Wa Zanadiqah&lt;/em&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;span id="more-60"&gt;&lt;/span&gt;Kedua, dalam ilmu ushul, fikih, filsafat,  manthiq dan tasawuf, beliau memiliki karya yang sangat banyak. Secara  ringkas dapat kita kutip yang terkenal, di antaranya:&lt;br /&gt;
(1) &lt;em&gt;Al Mustashfa Min Ilmil Ushul&lt;/em&gt;. Merupakan kitab yang  sangat terkenal dalam ushul fiqih. Yang sangat populer dari buku ini  ialah pengantar manthiq dan pembahasan ilmu kalamnya. Dalam kitab ini  Imam Ghazali membenarkan perbuatan ahli kalam yang mencampur adukkan  pembahasan ushul fikih dengan pembahasan ilmu kalam dalam pernyataannya,  &lt;em&gt;“Para ahli ushul dari kalangan ahli kalam banyak sekali memasukkan  pembahasan kalam ke dalamnya (ushul fiqih) lantaran kalam telah  menguasainya. Sehingga kecintaannya tersebut telah membuatnya mencampur  adukkannya.”&lt;/em&gt; Tetapi kemudian beliau berkata, &lt;em&gt;“Setelah kita  mengetahui sikap keterlaluan mereka mencampuradukkan permasalahan ini,  maka kita memandang perlu menghilangkan dari hal tersebut dalam kumpulan  ini. Karena melepaskan dari sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan  sangatlah sukar……”&lt;/em&gt; (Dua perkataan beliau ini dinukil dari penulis &lt;em&gt;Mauqif  Ibnu Taimiyah Minal Asya’irah dari Al Mustashfa&lt;/em&gt; hal. 17 dan 18).&lt;br /&gt;
Lebih jauh pernyataan beliau dalam Mukaddimah manthiqnya, &lt;em&gt;“Mukadimah  ini bukan termasuk dari ilmu ushul. Dan juga bukan mukadimah khusus  untuknya. Tetapi merupakan mukadimah semua ilmu. Maka siapa pun yang  tidak memiliki hal ini, tidak dapat dipercaya pengetahuannya.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Mauqif  Ibnu Taimiyah Minal Asya’irah dari Al Mustashfa&lt;/em&gt; hal. 19).&lt;br /&gt;
Kemudian hal ini dibantah oleh Ibnu Shalah. beliau berkata, &lt;em&gt;“Ini  tertolak, karena setiap orang yang akalnya sehat, maka berarti dia itu   manthiqi. Lihatlah berapa banyak para imam yang sama sekali tidak  mengenal ilmu manthiq!”&lt;/em&gt; (Adz Dzahabi dalam &lt;em&gt;Siyar A’lam Nubala&lt;/em&gt;  19/329). Demikianlah, karena para sahabat juga tidak mengenal ilmu  manthiq. Padahal pengetahuan serta pemahamannya jauh lebih baik dari  para ahli manthiq.&lt;br /&gt;
(2) &lt;em&gt;Mahakun Nadzar.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
(3) &lt;em&gt;Mi’yarul Ilmi.&lt;/em&gt; Kedua kitab ini berbicara tentang mantiq  dan telah dicetak.&lt;br /&gt;
(4) &lt;em&gt;Ma’ariful Aqliyah.&lt;/em&gt; Kitab ini dicetak dengan tahqiq  Abdulkarim Ali Utsman.&lt;br /&gt;
(5) &lt;em&gt;Misykatul Anwar&lt;/em&gt;. Dicetak berulangkali dengan tahqiq Abul  Ala Afifi.&lt;br /&gt;
(6) &lt;em&gt;Al Maqshad Al Asna Fi Syarhi Asma Allah Al Husna.&lt;/em&gt; Telah  dicetak.&lt;br /&gt;
(7) &lt;em&gt;Mizanul Amal.&lt;/em&gt; Kitab ini telah diterbitkan dengan tahqiq  Sulaiman Dunya.&lt;br /&gt;
(8) &lt;em&gt;Al Madhmun Bihi Ala Ghairi Ahlihi&lt;/em&gt;. Oleh para ulama,  kitab ini diperselisihkan keabsahan dan keontetikannya sebagai karya Al  Ghazali. Yang menolak penisbatan ini, diantaranya ialah Imam Ibnu Shalah  dengan pernyataannya, &lt;em&gt;“Adapun kitab Al Madhmun Bihi Ala Ghairi  Ahlihi, bukanlah karya beliau. Aku telah melihat transkipnya dengan khat  Al Qadhi Kamaluddin Muhammad bin Abdillah Asy Syahruzuri yang  menunjukkan, bahwa hal itu dipalsukan atas nama Al Ghazali. Beliau  sendiri telah menolaknya dengan kitab Tahafut.”&lt;/em&gt; (Adz Dzahabi dalam &lt;em&gt;Siyar  A’lam Nubala&lt;/em&gt; 19/329).&lt;br /&gt;
Banyak pula ulama yang menetapkan keabsahannya. Di antaranya yaitu  Syaikhul Islam, menyatakan, &lt;em&gt;“Adapun mengenai kitab Al Madhmun Bihi  Ala Ghairi Ahlihi, sebagian ulama mendustakan penetapan ini. Akan tetapi  para pakar yang mengenalnya dan keadaannya, akan mengetahui bahwa semua  ini merupakan perkataannya.”&lt;/em&gt; (Adz Dzahabi dalam &lt;em&gt;Siyar A’lam  Nubala&lt;/em&gt; 19/329). Kitab ini diterbitkan terakhir dengan tahqiq Riyadh  Ali Abdillah.&lt;br /&gt;
(9)  &lt;em&gt;Al Ajwibah Al Ghazaliyah Fil Masail Ukhrawiyah.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
(10) &lt;em&gt;Ma’arijul Qudsi fi Madariji Ma’rifati An Nafsi.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
(11) &lt;em&gt;Qanun At Ta’wil.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
(12) &lt;em&gt;Fadhaih Al Bathiniyah&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Al Qisthas Al Mustaqim&lt;/em&gt;.  Kedua kitab ini merupakan bantahan beliau terhadap sekte batiniyah.  Keduanya telah terbit.&lt;br /&gt;
(13) &lt;em&gt;Iljamul Awam An Ilmil Kalam&lt;/em&gt;. Kitab ini telah  diterbitkan berulang kali dengan tahqiq Muhammad Al Mu’tashim Billah Al  Baghdadi.&lt;br /&gt;
(14) &lt;em&gt;Raudhatuth Thalibin Wa Umdatus Salikin&lt;/em&gt;, diterbitkan  dengan tahqiq Muhammad Bahit.&lt;br /&gt;
(15) &lt;em&gt;Ar Risalah Alladuniyah.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
(16) &lt;em&gt;Ihya’ Ulumuddin&lt;/em&gt;. Kitab yang cukup terkenal dan menjadi  salah satu rujukan sebagian kaum muslimin di Indonesia. Para ulama  terdahulu telah berkomentar banyak tentang kitab ini, di antaranya:&lt;br /&gt;
Abu Bakar Al Thurthusi berkata, &lt;em&gt;“Abu Hamid telah memenuhi kitab  Ihya’ dengan kedustaan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa  sallam. Saya tidak tahu ada kitab di muka bumi ini yang lebih banyak  kedustaan darinya, kemudian beliau campur dengan pemikiran-pemikiran  filsafat dan kandungan isi Rasail Ikhwanush Shafa. Mereka adalah kaum  yang memandang kenabian merupakan sesuatu yang dapat diusahakan.”&lt;/em&gt;  (Dinukil Adz Dzahabi dalam &lt;em&gt;Siyar A’lam Nubala&lt;/em&gt; 19/334).&lt;br /&gt;
Dalam risalahnya kepada Ibnu Mudzaffar, beliau pun menyatakan, &lt;em&gt;“Adapun  penjelasan Anda tentang Abu Hamid, maka saya telah melihatnya dan  mengajaknya berbicara. Saya mendapatkan beliau seorang yang agung dari  kalangan ulama. Memiliki kecerdasan akal dan pemahaman. Beliau telah  menekuni ilmu sepanjang umurnya, bahkan hampir seluruh usianya. Dia  dapat memahami jalannya para ulama dan masuk ke dalam kancah para  pejabat tinggi. Kemudian beliau bertasawuf, menghijrahi ilmu dan ahlinya  dan menekuni ilmu yang berkenaan dengan hati dan ahli ibadah serta  was-was syaitan. Sehingga beliau rusak dengan pemikiran filsafat dan Al  Hallaj (pemikiran wihdatul wujud). Mulai mencela ahli fikih dan ahli  kalam. Sungguh dia hampir tergelincir keluar dari agama ini. Ketika  menulis Al Ihya’ beliau mulai berbicara tentang ilmu ahwal dan  rumus-rumus sufiyah, padahal belum mengenal betul dan tidak memiliki  keahlian tentangnya. Sehingga dia berbuat kesalahan fatal dan memenuhi  kitabnya dengan hadits-hadits palsu.”&lt;/em&gt; Imam Adz Dzahabi mengomentari  perkataan ini dengan pernyataannya, &lt;em&gt;“Adapun di dalam kitab Ihya’  terdapat sejumlah hadits-hadits yang batil dan terdapat kebaikan  padanya, seandainya tidak ada adab dan tulisan serta zuhud secara  jalannya ahli hikmah dan sufi yang menyimpang.”&lt;/em&gt; (Adz Dzahabi dalam &lt;em&gt;Siyar  A’lam Nubala&lt;/em&gt; 19/339-340).&lt;br /&gt;
Imam Subuki dalam &lt;em&gt;Thabaqat Asy Syafi’iyah&lt;/em&gt; (Lihat 6/287-288)  telah mengumpulkan hadits-hadits yang terdapat dalam kitab &lt;em&gt;Al Ihya’&lt;/em&gt;  dan menemukan 943 hadits yang tidak diketahui sanadnya. Abul Fadhl  Abdurrahim Al Iraqi mentakhrij hadits-hadits &lt;em&gt;Al Ihya’&lt;/em&gt; dalam  kitabnya, &lt;em&gt;Al Mughni An Asfari Fi Takhrij Ma Fi Al Ihya Minal Akhbar&lt;/em&gt;.  Kitab ini dicetak bersama kitab &lt;em&gt;Ihya Ulumuddin&lt;/em&gt;. Beliau  sandarkan setiap hadits kepada sumber rujukannya dan menjelaskan derajat  keabsahannya. Didapatkan banyak dari hadits-hadits tersebut yang beliau  hukumi dengan lemah dan palsu atau tidak ada asalnya dari perkataan  Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Maka berhati-hatilah  para penulis, khathib, pengajar dan para penceramah dalam mengambil  hal-hal yang terdapat dalam kitab &lt;em&gt;Ihya Ulumuddin.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
(17) &lt;em&gt;Al Munqidz Minad Dhalalah.&lt;/em&gt; Tulisan beliau yang banyak  menjelaskan sisi biografinya.&lt;br /&gt;
(18) &lt;em&gt;Al Wasith.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
(19) &lt;em&gt;Al Basith.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
(20) &lt;em&gt;Al Wajiz.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
(21) &lt;em&gt;Al Khulashah.&lt;/em&gt; Keempat kitab ini adalah kitab rujukan  fiqih Syafi’iyah yang beliau tulis. Imam As Subki menyebutkan 57 karya  beliau dalam &lt;em&gt;Thabaqat Asy Syafi’iyah&lt;/em&gt; 6/224-227.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Aqidah dan Madzhab Beliau&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Dalam masalah fikih, beliau seorang yang bermazhab Syafi’i. Nampak  dari karyanya &lt;em&gt;Al Wasith, Al Basith&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Al Wajiz&lt;/em&gt;.  Bahkan kitab beliau &lt;em&gt;Al Wajiz&lt;/em&gt; termasuk buku induk dalam mazhab  Syafi’i. Mendapat perhatian khusus dari para ulama Syafi’iyah. Imam Adz  Dzahabi menjelaskan mazhab fikih beliau dengan pernyataannya, &lt;em&gt;“Syaikh  Imam, Hujjatul Islam, A’jubatuz zaman, Zainuddin Abu Hamid Muhammad bin  Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Ath Thusi Asy Syafi’i.” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
Sedangkan dalam sisi akidah, beliau sudah terkenal dan masyhur  sebagai seorang yang bermazhab Asy’ariyah. Banyak membela Asy’ariyah  dalam membantah Bathiniyah, para filosof serta kelompok yang menyelisihi  mazhabnya. Bahkan termasuk salah satu pilar dalam mazhab tersebut. Oleh  karena itu beliau menamakan kitab aqidahnya yang terkenal dengan judul &lt;em&gt;Al  Iqtishad Fil I’tiqad&lt;/em&gt;. Tetapi karya beliau dalam aqidah dan cara  pengambilan dalilnya, hanyalah merupakan ringkasan dari karya tokoh  ulama Asy’ariyah sebelum beliau (pendahulunya). Tidak memberikan sesuatu  yang baru dalam mazhab Asy’ariyah. Beliau hanya memaparkan dalam bentuk  baru dan cara yang cukup mudah. Keterkenalan Imam Ghazali sebagai tokoh  Asy’ariyah juga dibarengi dengan kesufiannya. Beliau menjadi patokan  marhalah yang sangat penting menyatunya Sufiyah ke dalam Asy’ariyah.&lt;br /&gt;
Akan tetapi tasawuf apakah yang diyakini beliau? Memang agak sulit  menentukan tasawuf beliau. Karena seringnya beliau membantah sesuatu,  kemudian beliau jadikan sebagai aqidahnya. Beliau mengingkari filsafat  dalam kitab Tahafut, tetapi beliau sendiri menekuni filsafat dan  menyetujuinya.&lt;br /&gt;
Ketika berbicara dengan Asy’ariyah tampaklah sebagai seorang Asy’ari  tulen. Ketika berbicara tasawuf, dia menjadi sufi. Menunjukkan seringnya  beliau berpindah-pindah dan tidak tetap dengan satu mazhab. Oleh karena  itu Ibnu Rusyd mencelanya dengan mengatakan, &lt;em&gt;“Beliau tidak  berpegang teguh dengan satu mazhab saja dalam buku-bukunya. Akan tetapi  beliau menjadi Asy’ari bersama Asy’ariyah, sufi bersama sufiyah dan  filosof bersama filsafat.”&lt;/em&gt; (Lihat Mukadimah kitab &lt;em&gt;Bughyatul  Murtad&lt;/em&gt; hal. 110).&lt;br /&gt;
Adapun orang yang menelaah kitab dan karya beliau seperti &lt;em&gt;Misykatul  Anwar, Al Ma’arif Aqliyah, Mizanul Amal, Ma’arijul Quds,  Raudhatuthalibin, Al Maqshad Al Asna, Jawahirul Qur’an&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Al  Madmun Bihi Ala Ghairi Ahlihi&lt;/em&gt;, akan mengetahui bahwa tasawuf beliau  berbeda dengan tasawuf orang sebelumnya. Syaikh Dr. Abdurrahman bin  Shalih Ali Mahmud menjelaskan tasawuf Al Ghazali dengan menyatakan,  bahwa kunci mengenal kepribadian Al Ghazali ada dua perkara:&lt;br /&gt;
Pertama, pendapat beliau, bahwa setiap orang memiliki tiga aqidah.  Yang pertama, ditampakkan di hadapan orang awam dan yang difanatikinya.  Kedua, beredar dalam ta’lim dan ceramah. Ketiga, sesuatu yang dii’tiqadi  seseorang dalam dirinya. Tidak ada yang mengetahui kecuali teman yang  setara pengetahuannya. Bila demikian, Al Ghazali menyembunyikan sisi  khusus dan rahasia dalam aqidahnya.&lt;br /&gt;
Kedua, mengumpulkan pendapat dan uraian singkat beliau yang selalu  mengisyaratkan kerahasian akidahnya. Kemudian membandingkannya dengan  pendapat para filosof saat beliau belum cenderung kepada filsafat  Isyraqi dan tasawuf, seperti Ibnu Sina dan yang lainnya. (&lt;em&gt;Mauqif  Ibnu Taimiyah Minal Asyariyah&lt;/em&gt; 2/628).&lt;br /&gt;
Beliau (Syeikh Dr. Abdurrahman bin Shalih Ali Mahmud) menyimpulkan  hasil penelitian dan pendapat para peneliti pemikiran Al Ghazali, bahwa  tasawuf Al Ghazali dilandasi filsafat Isyraqi (Madzhab Isyraqi dalam  filsafat ialah mazhab yang menyatukan pemikiran dan ajaran dalam  agama-agama kuno, Yunani dan Parsi. Termasuk bagian dari filsafat Yunani  dan Neo-Platoisme. Lihat &lt;em&gt;Al Mausu’ah Al Muyassarah Fi Al Adyan Wal  Madzahibi Wal Ahzab Al Mu’ashirah&lt;/em&gt;, karya Dr. Mani’ bin Hamad Al  Juhani 2/928-929). Sebenarnya inilah yang dikembangkan beliau akibat  pengaruh karya-karya Ibnu Sina dan Ikhwanush Shafa. Demikian juga  dijelaskan pentahqiq kitab &lt;em&gt;Bughyatul Murtad&lt;/em&gt; dalam mukadimahnya.  Setelah menyimpulkan bantahan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah terhadap  beliau dengan mengatakan, &lt;em&gt;“Bantahan Ibnu Taimiyah terhadap Al  Ghazali didasarkan kejelasannya mengikuti filsafat dan terpengaruh  dengan sekte Bathiniyah dalam menta’wil nash-nash, walaupun beliau  membantah habis-habisan mereka, seperti dalam kitab Al Mustadzhiri.  Ketika tujuan kitab ini (Bughyatul Murtad, pen) adalah untuk membantah  orang yang berusaha menyatukan agama dan filsafat, maka Syaikhul Islam  menjelaskan bentuk usaha tersebut pada Al Ghazali. Yang berusaha  menafsirkan nash-nash dengan tafsir filsafat Isyraqi yang didasarkan  atas ta’wil batin terhadap nash, sesuai dengan pokok-pokok ajaran ahli  Isyraq (pengikut filsafat neo-platonisme).”&lt;/em&gt; (Lihat Mukadimah kitab &lt;em&gt;Bughyatul  Murtad&lt;/em&gt; hal. 111).&lt;br /&gt;
Tetapi perlu diketahui, bahwa  pada akhir hayatnya, beliau kembali  kepada ajaran Ahlusunnah Wal Jama’ah meninggalkan filsafat dan ilmu  kalam, dengan menekuni &lt;em&gt;Shahih Bukhari&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Muslim&lt;/em&gt;.  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, &lt;em&gt;“Penulis Jawahirul Qur’an (Al  Ghazali, pen) karena banyak meneliti perkataan para filosof dan merujuk  kepada mereka, sehingga banyak mencampur pendapatnya dengan perkataan  mereka. Pun beliau menolak banyak hal yang bersesuaian dengan mereka.  Beliau memastikan, bahwa perkataan filosof tidak memberikan ilmu dan  keyakinan. Demikian juga halnya perkataan ahli kalam. Pada akhirnya  beliau menyibukkan diri meneliti Shahih Bukhari dan Muslim hingga  wafatnya dalam keadaan demikian. Wallahu a’lam.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Asakir berkata, &lt;i&gt;“Abu Hamid rahimahullah berhaji dan tinggal  di Syam sekitar 10 tahun. Beliau menulis dan bermujahadah dan tinggal di  menara barat masjid Jami’ Al Umawi. Mendengarkan kitab Shahih Bukhari  dari Abu Sahl Muhammad bin Ubaidilah Al Hafshi.”&lt;/i&gt; (Dinukil oleh Adz  Dzahabi dalam &lt;i&gt;Siyar A’lam Nubala&lt;/i&gt; 6/34).&lt;br /&gt;
Disampaikan juga oleh Ibnu Khallakan dengan perkataannya, &lt;i&gt;“An  Nidzam (Nidzam Mulk) mengutusnya untuk menjadi pengajar di madrasahnya  di Baghdad tahun 484 H. Beliau tinggalkan jabatannya pada tahun 488 H.  Lalu menjadi orang yang zuhud, berhaji dan tinggal menetap di Damaskus  beberapa lama. Kemudian pindah ke Baitul Maqdis, lalu ke Mesir dan  tinggal beberapa lama di Iskandariyah. Kemudian kembali ke Thusi.”&lt;/i&gt;  (Dinukil oleh Adz Dzahabi dalam &lt;i&gt;Siyar A’lam Nubala&lt;/i&gt; 6/34).&lt;br /&gt;
Ketika Wazir Fakhrul Mulk menjadi penguasa Khurasan, beliau dipanggil  hadir dan diminta tinggal di Naisabur. Sampai akhirnya beliau datang ke  Naisabur dan mengajar di madrasah An Nidzamiyah beberapa saat. Setelah  beberapa tahun, pulang ke negerinya dengan menekuni ilmu dan menjaga  waktunya untuk beribadah. Beliau mendirikan satu madrasah di samping  rumahnya dan asrama untuk orang-orang shufi. Beliau habiskan sisa  waktunya dengan mengkhatam Al Qur’an, berkumpul dengan ahli ibadah,  mengajar para penuntut ilmu dan melakukan shalat dan puasa serta ibadah  lainnya sampai meninggal dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Masa Akhir Kehidupannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Akhir kehidupan beliau dihabiskan dengan kembali mempelajari hadits  dan berkumpul dengan ahlinya. Berkata Imam Adz Dzahabi, &lt;i&gt;“Pada akhir  kehidupannya, beliau tekun menuntut ilmu hadits dan berkumpul dengan  ahlinya serta menelaah shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim). Seandainya  beliau berumur panjang, niscaya dapat menguasai semuanya dalam waktu  singkat. Beliau belum sempat meriwayatkan hadits dan tidak memiliki  keturunan kecuali beberapa orang putri.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Abul Faraj Ibnul Jauzi menyampaikan kisah meninggalnya beliau dalam  kitab Ats Tsabat Indal Mamat, menukil cerita Ahmad (saudaranya); Pada  subuh hari Senin, saudaraku Abu Hamid berwudhu dan shalat, lalu berkata,  &lt;i&gt;“Bawa kemari kain kafan saya.”&lt;/i&gt; Lalu beliau mengambil dan  menciumnya serta meletakkannya di kedua matanya, dan berkata, &lt;i&gt;“Saya  patuh dan taat untuk menemui Malaikat Maut.”&lt;/i&gt; Kemudian beliau  meluruskan kakinya dan menghadap kiblat. Beliau meninggal sebelum langit  menguning (menjelang pagi hari). (Dinukil oleh Adz Dzahabi dalam &lt;i&gt;Siyar  A’lam Nubala&lt;/i&gt; 6/34). Beliau wafat di kota Thusi, pada hari Senin  tanggal 14 Jumada Akhir  tahun 505 H dan dikuburkan di pekuburan Ath  Thabaran (&lt;i&gt;Thabaqat Asy Syafi’iyah&lt;/i&gt; 6/201).(muslim.or.id)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: Majalah As Sunnah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-7568517876979693226?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Jft5-9mWJpE:YhK-e1b5Y2Q:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Jft5-9mWJpE:YhK-e1b5Y2Q:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Jft5-9mWJpE:YhK-e1b5Y2Q:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Jft5-9mWJpE:YhK-e1b5Y2Q:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=Jft5-9mWJpE:YhK-e1b5Y2Q:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Jft5-9mWJpE:YhK-e1b5Y2Q:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Jft5-9mWJpE:YhK-e1b5Y2Q:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=Jft5-9mWJpE:YhK-e1b5Y2Q:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Jft5-9mWJpE:YhK-e1b5Y2Q:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Jft5-9mWJpE:YhK-e1b5Y2Q:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=Jft5-9mWJpE:YhK-e1b5Y2Q:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Jft5-9mWJpE:YhK-e1b5Y2Q:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Jft5-9mWJpE:YhK-e1b5Y2Q:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=Jft5-9mWJpE:YhK-e1b5Y2Q:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Jft5-9mWJpE:YhK-e1b5Y2Q:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Jft5-9mWJpE:YhK-e1b5Y2Q:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=Jft5-9mWJpE:YhK-e1b5Y2Q:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=Jft5-9mWJpE:YhK-e1b5Y2Q:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/Jft5-9mWJpE" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-07T22:54:33.433+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2010/06/imam-al-ghozalli.html</feedburner:origLink></item><item><title>IMAM SAFI'I</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/jkCpC_FVsuA/imam-safii.html</link><category>RIWAYAT PARA ULAMA</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Mon, 07 Jun 2010 08:41:06 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-1086921410333003516</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TA0S8Pm3oxI/AAAAAAAACLs/d3_mtSRoHik/s1600/IMAM+SAFI%27I,EDY.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TA0S8Pm3oxI/AAAAAAAACLs/d3_mtSRoHik/s320/IMAM+SAFI%27I,EDY.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Nama dan Nasab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Beliau bernama Muhammad dengan kunyah Abu Abdillah. Nasab beliau  secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-’Abbas bin ‘Utsman bin  Syafi’ bin as-Saib bin ‘Ubayd bin ‘Abdu Zayd bin Hasyim bin  al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan  nasab Rasulullah pada diri ‘Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau  masih termasuk sanak kandung Rasulullah karena masih terhitung  keturunan paman-jauh beliau, yaitu Hasyim bin al-Muththalib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bapak beliau, Idris, berasal dari daerah Tibalah (Sebuah daerah di  wilayah Tihamah di jalan menuju ke Yaman). Dia seorang yang tidak  berpunya. Awalnya dia tinggal di Madinah lalu berpindah dan menetap di  ‘Asqalan (Kota tepi pantai di wilayah Palestina) dan akhirnya meninggal  dalam keadaan masih muda di sana. Syafi’, kakek dari kakek beliau, -yang  namanya menjadi sumber penisbatan beliau (Syafi’i)- menurut sebagian  ulama adalah seorang sahabat shigar (yunior) Nabi. As-Saib, bapak  Syafi’, sendiri termasuk sahabat &lt;i&gt;kibar&lt;/i&gt; (senior) yang memiliki  kemiripan fisik dengan Rasulullah &lt;i&gt;shollallahu’alaihiwasallam&lt;/i&gt;.  Dia termasuk dalam barisan tokoh musyrikin Quraysy dalam Perang Badar.  Ketika itu dia tertawan lalu menebus sendiri dirinya dan menyatakan  masuk Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para ahli sejarah dan ulama nasab serta ahli hadits bersepakat bahwa  Imam Syafi’i berasal dari keturunan Arab murni. Imam Bukhari dan Imam  Muslim telah memberi kesaksian mereka akan kevalidan nasabnya tersebut  dan ketersambungannya dengan nasab Nabi, kemudian mereka membantah  pendapat-pendapat sekelompok orang dari kalangan Malikiyah dan Hanafiyah  yang menyatakan bahwa Imam Syafi’i bukanlah asli keturunan Quraysy  secara nasab, tetapi hanya keturunan secara wala’ saja. Adapun ibu  beliau, terdapat perbedaan pendapat tentang jati dirinya. Beberapa  pendapat mengatakan dia masih keturunan al-Hasan bin ‘Ali bin Abu  Thalib, sedangkan yang lain menyebutkan seorang wanita dari kabilah  Azadiyah yang memiliki kunyahUmmu Habibah. Imam an-Nawawi menegaskan  bahwa ibu Imam Syafi’i adalah seorang wanita yang tekun beribadah dan  memiliki kecerdasan yang tinggi. Dia seorang yang faqih dalam urusan  agama dan memiliki kemampuan melakukan &lt;i&gt;istinbath&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Waktu dan Tempat Kelahirannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Beliau dilahirkan pada tahun 150. Pada tahun itu pula, Abu Hanifah  wafat sehingga dikomentari oleh al-Hakim sebagai isyarat bahwa beliau  adalah pengganti Abu Hanifah dalam bidang yang ditekuninya.&lt;br /&gt;
Tentang tempat kelahirannya, banyak riwayat yang menyebutkan beberapa  tempat yang berbeda. Akan tetapi, yang termasyhur dan disepakati oleh  ahli sejarah adalah kota Ghazzah (Sebuah kota yang terletak di  perbatasan wilayah Syam ke arah Mesir. Tepatnya di sebelah Selatan  Palestina. Jaraknya dengan kota Asqalan sekitar dua farsakh). Tempat  lain yang disebut-sebut adalah kota Asqalan dan Yaman.&lt;br /&gt;
Ibnu Hajar memberikan penjelasan bahwa riwayat-riwayat tersebut dapat  digabungkan dengan dikatakan bahwa beliau dilahirkan di sebuah tempat  bernama Ghazzah di wilayah Asqalan. Ketika berumur dua tahun, beliau  dibawa ibunya ke negeri Hijaz dan berbaur dengan penduduk negeri itu  yang keturunan Yaman karena sang ibu berasal dari kabilah Azdiyah (dari  Yaman). Lalu ketika berumur 10 tahun, beliau dibawa ke Mekkah, karena  sang ibu khawatir nasabnya yang mulia lenyap dan terlupakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertumbuhannya dan Pengembaraannya Mencari Ilmu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Di Mekkah, Imam Syafi ‘i dan ibunya tinggal di dekat Syi’bu al-Khaif.  Di sana, sang ibu mengirimnya belajar kepada seorang guru. Sebenarnya  ibunya tidak mampu untuk membiayainya, tetapi sang guru ternyata rela  tidak dibayar setelah melihat kecerdasan dan kecepatannya dalam  menghafal. Imam Syafi’i bercerita, &lt;i&gt;“Di al-Kuttab (sekolah tempat  menghafal Alquran), saya melihat guru yang mengajar di situ membacakan  murid-muridnya ayat Alquran, maka aku ikut menghafalnya. Sampai ketika  saya menghafal semua yang dia diktekan, dia berkata kepadaku, ‘Tidak  halal bagiku mengambil upah sedikitpun darimu.’” &lt;/i&gt;Dan ternyata  kemudian dengan segera guru itu mengangkatnya sebagai penggantinya  (mengawasi murid-murid lain) jika dia tidak ada. Demikianlah, belum lagi  menginjak usia baligh, beliau telah berubah menjadi seorang guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah rampung menghafal Alquran di al-Kuttab, beliau kemudian  beralih ke Masjidil Haram untuk menghadiri majelis-majelis ilmu di sana.  Sekalipun hidup dalam kemiskinan, beliau tidak berputus asa dalam  menimba ilmu. Beliau mengumpulkan pecahan tembikar, potongan kulit,  pelepah kurma, dan tulang unta untuk dipakai menulis. Sampai-sampai  tempayan-tempayan milik ibunya penuh dengan tulang-tulang, pecahan  tembikar, dan pelepah kurma yang telah bertuliskan hadits-hadits Nabi.  Dan itu terjadi pada saat beliau belum lagi berusia baligh. Sampai  dikatakan bahwa beliau telah menghafal Alquran pada saat berusia 7  tahun, lalu membaca dan menghafal kitab &lt;i&gt;Al-Muwaththa’&lt;/i&gt; karya  Imam Malik pada usia 12 tahun sebelum beliau berjumpa langsung dengan  Imam Malik di Madinah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau juga tertarik mempelajari ilmu bahasa Arab dan syair-syairnya.  Beliau memutuskan untuk tinggal di daerah pedalaman bersama suku  Hudzail yang telah terkenal kefasihan dan kemurnian bahasanya, serta  syair-syair mereka. Hasilnya, sekembalinya dari sana beliau telah  berhasil menguasai kefasihan mereka dan menghafal seluruh syair mereka,  serta mengetahui nasab orang-orang Arab, suatu hal yang kemudian banyak  dipuji oleh ahli-ahli bahasa Arab yang pernah berjumpa dengannya dan  yang hidup sesudahnya. Namun, takdir Allah telah menentukan jalan lain  baginya. Setelah mendapatkan nasehat dari dua orang ulama, yaitu Muslim  bin Khalid az-Zanji -mufti kota Mekkah-, dan al-Husain bin ‘Ali bin  Yazid agar mendalami ilmu fiqih, maka beliau pun tersentuh untuk  mendalaminya dan mulailah beliau melakukan pengembaraannya mencari ilmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau mengawalinya dengan menimbanya dari ulama-ulama kotanya,  Mekkah, seperti Muslim bin Khalid, Dawud bin Abdurrahman al-’Athar,  Muhammad bin Ali bin Syafi’ -yang masih terhitung paman jauhnya-, Sufyan  bin ‘Uyainah -ahli hadits Mekkah-, Abdurrahman bin Abu Bakar al-Maliki,  Sa’id bin Salim, Fudhail bin ‘Iyadh, dan lain-lain. Di Mekkah ini,  beliau mempelajari ilmu fiqih, hadits, lughoh, dan &lt;i&gt;Muwaththa’&lt;/i&gt;  Imam Malik. Di samping itu beliau juga mempelajari keterampilan memanah  dan menunggang kuda sampai menjadi mahir sebagai realisasi pemahamannya  terhadap ayat 60 surat Al-Anfal. Bahkan dikatakan bahwa dari 10 panah  yang dilepasnya, 9 di antaranya pasti mengena sasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendapat izin dari para syaikh-nya untuk berfatwa, timbul  keinginannya untuk mengembara ke Madinah, Dar as-Sunnah, untuk mengambil  ilmu dari para ulamanya. Terlebih lagi di sana ada Imam Malik bin Anas,  penyusun &lt;i&gt;al-Muwaththa’&lt;/i&gt;. Maka berangkatlah beliau ke sana  menemui sang Imam. Di hadapan Imam Malik, beliau membaca &lt;i&gt;al-Muwaththa’&lt;/i&gt;  yang telah dihafalnya di Mekkah, dan hafalannya itu membuat Imam Malik  kagum kepadanya. Beliau menjalani &lt;i&gt;mulazamah&lt;/i&gt; kepada Imam Malik  demi mengambil ilmu darinya sampai sang Imam wafat pada tahun 179. Di  samping Imam Malik, beliau juga mengambil ilmu dari ulama Madinah  lainnya seperti Ibrahim bin Abu Yahya, ‘Abdul ‘Aziz ad-Darawardi, Athaf  bin Khalid, Isma’il bin Ja’far, Ibrahim bin Sa’d dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke Mekkah, beliau kemudian melanjutkan mencari ilmu  ke Yaman. Di sana beliau mengambil ilmu dari Mutharrif bin Mazin dan  Hisyam bin Yusuf al-Qadhi, serta yang lain. Namun, berawal dari Yaman  inilah beliau mendapat cobaan -satu hal yang selalu dihadapi oleh para  ulama, sebelum maupun sesudah beliau-. Di Yaman, nama beliau menjadi  tenar karena sejumlah kegiatan dan kegigihannya menegakkan keadilan, dan  ketenarannya itu sampai juga ke telinga penduduk Mekkah. Lalu,  orang-orang yang tidak senang kepadanya akibat kegiatannya tadi  mengadukannya kepada Khalifah Harun ar-Rasyid, Mereka menuduhnya hendak  mengobarkan pemberontakan bersama orang-orang dari kalangan Alawiyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana dalam sejarah, Imam Syafi’i hidup pada masa-masa awal  pemerintahan Bani ‘Abbasiyah yang berhasil merebut kekuasaan dari Bani  Umayyah. Pada masa itu, setiap khalifah dari Bani ‘Abbasiyah hampir  selalu menghadapi pemberontakan orang-orang dari kalangan ‘Alawiyah.  Kenyataan ini membuat mereka bersikap sangat kejam dalam memadamkan  pemberontakan orang-orang ‘Alawiyah yang sebenarnya masih saudara mereka  sebagai sesama Bani Hasyim. Dan hal itu menggoreskan rasa sedih yang  mendalam pada kaum muslimin secara umum dan pada diri Imam Syafi’i  secara khusus. Dia melihat orang-orang dari Ahlu Bait Nabi menghadapi  musibah yang mengenaskan dari penguasa. Maka berbeda dengan sikap ahli  fiqih selainnya, beliau pun menampakkan secara terang-terangan rasa  cintanya kepada mereka tanpa rasa takut sedikitpun, suatu sikap yang  saat itu akan membuat pemiliknya merasakan kehidupan yang sangat sulit.&lt;br /&gt;
Sikapnya itu membuatnya dituduh sebagai orang yang bersikap &lt;i&gt;tasyayyu’&lt;/i&gt;,  padahal sikapnya sama sekali berbeda dengan &lt;i&gt;tasysyu’&lt;/i&gt; model  orang-orang syi’ah. Bahkan Imam Syafi’i menolak keras sikap &lt;i&gt;tasysyu’&lt;/i&gt;  model mereka itu yang meyakini ketidakabsahan keimaman Abu Bakar, Umar,  serta ‘Utsman , dan hanya meyakini keimaman Ali, serta meyakini  kemaksuman para imam mereka. Sedangkan kecintaan beliau kepada Ahlu Bait  adalah kecintaan yang didasari oleh perintah-perintah yang terdapat  dalam Al-Quran maupun hadits-hadits shahih. Dan kecintaan beliau itu  ternyata tidaklah lantas membuatnya dianggap oleh orang-orang syiah  sebagai ahli fiqih madzhab mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuduhan dusta yang diarahkan kepadanya bahwa dia hendak mengobarkan  pemberontakan, membuatnya ditangkap, lalu digelandang ke Baghdad dalam  keadaan dibelenggu dengan rantai bersama sejumlah orang-orang ‘Alawiyah.  Beliau bersama orang-orang ‘Alawiyah itu dihadapkan ke hadapan Khalifah  Harun ar-Rasyid. Khalifah menyuruh bawahannya menyiapkan pedang dan  hamparan kulit. Setelah memeriksa mereka seorang demi seorang, ia  menyuruh pegawainya memenggal kepala mereka. Ketika sampai pada  gilirannya, Imam Syafi’i berusaha memberikan penjelasan kepada Khalifah.  Dengan kecerdasan dan ketenangannya serta pembelaan dari Muhammad bin  al-Hasan -ahli fiqih Irak-, beliau berhasil meyakinkan Khalifah tentang  ketidakbenaran apa yang dituduhkan kepadanya. Akhirnya beliau  meninggalkan majelis Harun ar-Rasyid dalam keadaan bersih dari tuduhan  bersekongkol dengan ‘Alawiyah dan mendapatkan kesempatan untuk tinggal  di Baghdad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Baghdad, beliau kembali pada kegiatan asalnya, mencari ilmu.  Beliau meneliti dan mendalami madzhab Ahlu Ra’yu. Untuk itu beliau  berguru dengan mulazamah kepada Muhammad bin al-Hassan. Selain itu,  kepada Isma ‘il bin ‘Ulayyah dan Abdul Wahhab ats-Tsaqafiy dan  lain-lain. Setelah meraih ilmu dari para ulama Irak itu, beliau kembali  ke Mekkah pada saat namanya mulai dikenal. Maka mulailah ia mengajar di  tempat dahulu ia belajar. Ketika musim haji tiba, ribuan jamaah haji  berdatangan ke Mekkah. Mereka yang telah mendengar nama beliau dan  ilmunya yang mengagumkan, bersemangat mengikuti pengajarannya sampai  akhirnya nama beliau makin dikenal luas. Salah satu di antara mereka  adalah Imam Ahmad bin Hanbal.&lt;br /&gt;
Ketika kamasyhurannya sampai ke kota Baghdad, Imam Abdurrahman bin  Mahdi mengirim surat kepada Imam Syafi’i memintanya untuk menulis sebuah  kitab yang berisi &lt;i&gt;khabar-khabar&lt;/i&gt; yang &lt;i&gt;maqbul&lt;/i&gt;,  penjelasan tentang &lt;i&gt;nasikh&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;mansukh&lt;/i&gt; dari ayat-ayat  Alquran dan lain-lain. Maka beliau pun menulis kitabnya yang terkenal, &lt;i&gt;Ar-Risalah&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah lebih dari 9 tahun mengajar di Mekkah, beliau kembali  melakukan perjalanan ke Irak untuk kedua kalinya dalam rangka menolong  madzhab &lt;i&gt;Ash-habul Hadits&lt;/i&gt; di sana. Beliau mendapat sambutan  meriah di Baghdad karena para ulama besar di sana telah menyebut-nyebut  namanya. Dengan kedatangannya, kelompok &lt;i&gt;Ash-habul Hadits&lt;/i&gt; merasa  mendapat angin segar karena sebelumnya mereka merasa didominasi oleh &lt;i&gt;Ahlu  Ra’yi&lt;/i&gt;. Sampai-sampai dikatakan bahwa ketika beliau datang ke  Baghdad, di Masjid Jami ‘ al-Gharbi terdapat sekitar 20 halaqah &lt;i&gt;Ahlu  Ra ‘yu&lt;/i&gt;. Tetapi ketika hari Jumat tiba, yang tersisa hanya 2 atau 3  halaqah saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau menetap di Irak selama dua tahun, kemudian pada tahun 197  beliau balik ke Mekkah. Di sana beliau mulai menyebar madzhabnya  sendiri. Maka datanglah para penuntut ilmu kepadanya meneguk dari lautan  ilmunya. Tetapi beliau hanya berada setahun di Mekkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 198, beliau berangkat lagi ke Irak. Namun, beliau hanya  beberapa bulan saja di sana karena telah terjadi perubahan politik.  Khalifah al-Makmun telah dikuasai oleh para ulama ahli kalam, dan  terjebak dalam pembahasan-pembahasan tentang ilmu kalam. Sementara Imam  Syafi’i adalah orang yang paham betul tentang ilmu kalam. Beliau tahu  bagaimana pertentangan ilmu ini dengan manhaj &lt;i&gt;as-salaf ash-shaleh&lt;/i&gt;  -yang selama ini dipegangnya- di dalam memahami masalah-masalah  syariat. Hal itu karena orang-orang ahli kalam menjadikan akal sebagai  patokan utama dalam menghadapi setiap masalah, menjadikannya rujukan  dalam memahami syariat padahal mereka tahu bahwa akal juga memiliki  keterbatasan-keterbatasan. Beliau tahu betul kebencian meraka kepada  ulama ahlu hadits. Karena itulah beliau menolak madzhab mereka.&lt;br /&gt;
Dan begitulah kenyataannya. Provokasi mereka membuat Khalifah  mendatangkan banyak musibah kepada para ulama ahlu hadits. Salah satunya  adalah yang dikenal sebagai &lt;i&gt;Yaumul Mihnah&lt;/i&gt;, ketika dia  mengumpulkan para ulama untuk menguji dan memaksa mereka menerima paham  Alquran itu makhluk. Akibatnya, banyak ulama yang masuk penjara, bila  tidak dibunuh. Salah satu di antaranya adalah Imam Ahmad bin Hanbal.  Karena perubahan itulah, Imam Syafi’i kemudian memutuskan pergi ke  Mesir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya hati kecilnya menolak pergi ke sana, tetapi akhirnya  ia menyerahkan dirinya kepada kehendak Allah. Di Mesir, beliau mendapat  sambutan masyarakatnya. Di sana beliau berdakwah, menebar ilmunya, dan  menulis sejumlah kitab, termasuk merevisi kitabnya &lt;i&gt;ar-Risalah&lt;/i&gt;,  sampai akhirnya beliau menemui akhir kehidupannya di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keteguhannya Membela Sunnah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebagai seorang yang mengikuti manhaj &lt;i&gt;Ash-habul Hadits&lt;/i&gt;,  beliau dalam menetapkan suatu masalah terutama masalah aqidah selalu  menjadikan Alquran dan Sunnah Nabi sebagai landasan dan sumber hukumnya.  Beliau selalu menyebutkan dalil-dalil dari keduanya dan menjadikannya  hujjah dalam menghadapi penentangnya, terutama dari kalangan ahli kalam.  Beliau berkata, &lt;i&gt;“Jika kalian telah mendapatkan Sunnah Nabi, maka  ikutilah dan janganlah kalian berpaling mengambil pendapat yang lain.”&lt;/i&gt;  Karena komitmennya mengikuti sunnah dan membelanya itu, beliau mendapat  gelar &lt;i&gt;Nashir as-Sunnah wa al-Hadits&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
Terdapat banyak atsar tentang ketidaksukaan beliau kepada Ahli Ilmu  Kalam, mengingat perbedaan manhaj beliau dengan mereka. Beliau berkata, &lt;i&gt;“Setiap  orang yang berbicara (mutakallim) dengan bersumber dari Alquran dan  sunnah, maka ucapannya adalah benar, tetapi jika dari selain keduanya,  maka ucapannya hanyalah igauan belaka.”&lt;/i&gt; Imam Ahmad berkata, &lt;i&gt;“Bagi  Syafi’i jika telah yakin dengan keshahihan sebuah hadits, maka dia akan  menyampaikannya. Dan prilaku yang terbaik adalah dia tidak tertarik  sama sekali dengan ilmu kalam, dan lebih tertarik kepada fiqih.”&lt;/i&gt;  Imam Syafi ‘i berkata, &lt;i&gt;“Tidak ada yang lebih aku benci daripada ilmu  kalam dan ahlinya.”&lt;/i&gt; Al-Mazani berkata, &lt;i&gt;“Merupakan madzhab Imam  Syafi’i membenci kesibukan dalam ilmu kalam. Beliau melarang kami sibuk  dalam ilmu kalam.”&lt;/i&gt; Ketidaksukaan beliau sampai pada tingkat  memberi fatwa bahwa hukum bagi ahli ilmu kalam adalah dipukul dengan  pelepah kurma, lalu dinaikkan ke atas punggung unta dan digiring  berkeliling di antara kabilah-kabilah dengan mengumumkan bahwa itu  adalah hukuman bagi orang yang meninggalkan Alquran dan Sunnah dan  memilih ilmu kalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Wafatnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Karena kesibukannya berdakwah dan menebar ilmu, beliau menderita  penyakit bawasir yang selalu mengeluarkan darah. Makin lama penyakitnya  itu bertambah parah hingga akhirnya beliau wafat karenanya. Beliau wafat  pada malam Jumat setelah shalat Isya’ hari terakhir bulan Rajab  permulaan tahun 204 dalam usia 54 tahun. Semoga Allah memberikan  kepadanya rahmat-Nya yang luas.&lt;br /&gt;
Ar-Rabi menyampaikan bahwa dia bermimpi melihat Imam Syafi’i, sesudah  wafatnya. Dia berkata kepada beliau, &lt;i&gt;“Apa yang telah diperbuat  Allah kepadamu, wahai Abu Abdillah?”&lt;/i&gt; Beliau menjawab, &lt;i&gt;“Allah  mendudukkan aku di atas sebuah kursi emas dan menaburkan pada diriku  mutiara-mutiara yang halus.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Karangan-Karangannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sekalipun beliau hanya hidup selama setengah abad dan kesibukannya  melakukan perjalanan jauh untuk mencari ilmu, hal itu tidaklah  menghalanginya untuk menulis banyak kitab. Jumlahnya menurut Ibnu Zulaq  mencapai 200 bagian, sedangkan menurut al-Marwaziy mencapai 113 kitab  tentang tafsir, fiqih, adab dan lain-lain. Yaqut al-Hamawi mengatakan  jumlahnya mencapai 174 kitab yang judul-judulnya disebutkan oleh Ibnu  an-Nadim dalam &lt;i&gt;al-Fahrasat&lt;/i&gt;. Yang paling terkenal di antara  kitab-kitabnya adalah &lt;i&gt;al-Umm&lt;/i&gt;, yang terdiri dari 4 jilid berisi  128 masalah, dan &lt;i&gt;ar-Risalah al-Jadidah&lt;/i&gt; (yang telah direvisinya)  mengenai Alquran dan As-Sunnah serta kedudukannya dalam syariat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Al-Umm&lt;/i&gt;, bagian muqoddimah hal. 3-33&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Siyar A’lam an-Nubala’&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Manhaj Aqidah Imam asy-Syafi’&lt;/i&gt;, terjemah kitab &lt;i&gt;Manhaj  al-Imam Asy-Syafi ‘i fi Itsbat al-’Aqidah&lt;/i&gt; karya DR. Muhammad AW  al-Aql terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi ‘i, Cirebon&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-1086921410333003516?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=jkCpC_FVsuA:o814mkI2-lE:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=jkCpC_FVsuA:o814mkI2-lE:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=jkCpC_FVsuA:o814mkI2-lE:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=jkCpC_FVsuA:o814mkI2-lE:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=jkCpC_FVsuA:o814mkI2-lE:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=jkCpC_FVsuA:o814mkI2-lE:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=jkCpC_FVsuA:o814mkI2-lE:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=jkCpC_FVsuA:o814mkI2-lE:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=jkCpC_FVsuA:o814mkI2-lE:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=jkCpC_FVsuA:o814mkI2-lE:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=jkCpC_FVsuA:o814mkI2-lE:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=jkCpC_FVsuA:o814mkI2-lE:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=jkCpC_FVsuA:o814mkI2-lE:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=jkCpC_FVsuA:o814mkI2-lE:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=jkCpC_FVsuA:o814mkI2-lE:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=jkCpC_FVsuA:o814mkI2-lE:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=jkCpC_FVsuA:o814mkI2-lE:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=jkCpC_FVsuA:o814mkI2-lE:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/jkCpC_FVsuA" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-07T22:41:06.232+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TA0S8Pm3oxI/AAAAAAAACLs/d3_mtSRoHik/s72-c/IMAM+SAFI%27I,EDY.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2010/06/imam-safii.html</feedburner:origLink></item><item><title>IMAM BUKHARI</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/SjP2jgCJuqQ/imam-bukhari.html</link><category>RIWAYAT PARA ULAMA</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Mon, 07 Jun 2010 08:25:04 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-8277979828685470149</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TA0PBLyZ8tI/AAAAAAAACLg/BcTY1IUh_K4/s1600/ImamBukhari,edy.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TA0PBLyZ8tI/AAAAAAAACLg/BcTY1IUh_K4/s320/ImamBukhari,edy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Nama dan Nasabnya&lt;/b&gt; Beliau bernama Muhammad, putra dari Isma’il bin Ibrahim bin  Al-Mughirah bin Bardizbah Al-Ju’fi, biasa dipanggil dengan sebutan Abu  ‘Abdillah. Beliau dilahirkan pada hari Jum’at setelah shalat Jum’at 13  Syawwal 194 H di Bukhara (Bukarest). Ketika masih kecil, ayahnya yaitu  Isma’il sudah meninggal sehingga dia pun diasuh oleh sang ibu. Ghinjar  dan Al-Lalika’i menceritakan bahwa ketika kecil kedua mata Bukhari buta.  Suatu ketika ibunya bermimpi melihat Nabi Ibrahim berkata kepadanya,  “Wahai ibu, sesungguhnya Allah telah memulihkan penglihatan putramu  karena banyaknya doa yang kamu panjatkan kepada-Nya.” Pagi harinya dia  dapati penglihatan anaknya telah sembuh (lihat &lt;i&gt;Hadyu Sari&lt;/i&gt;, hal.  640)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sanjungan Para Ulama Kepadanya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Abu Mush’ab &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; (di dalam cetakan tertulis Abu  Mu’shab, sepertinya ini salah tulis karena dalam kalimat sesudahya  ditulis Abu Mush’ab, pent) Ahmad bin Abi Bakr Az Zuhri mengatakan,  “Muhammad bin Isma’il (Bukhari) lebih fakih dan lebih mengerti hadits  dalam pandangan kami daripada Imam Ahmad bin Hambal.” Salah seorang  teman duduknya berkata kepadanya, “Kamu terlalu berlebihan.” Kemudian  Abu Mush’ab justru mengatakan, “Seandainya aku bertemu dengan Malik  (lebih senior daripada Imam Ahmad, pent) dan aku pandang wajahnya dengan  wajah Muhammad bin Isma’il niscaya aku akan mengatakan: Kedua orang ini  sama dalam hal hadits dan fiqih.” (&lt;i&gt;Hadyu Sari&lt;/i&gt;, hal. 646)&lt;br /&gt;
Qutaibah bin Sa’id &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; mengatakan, “Aku telah duduk  bersama para ahli fikih, ahli zuhud, dan ahli ibadah. Aku belum pernah  melihat semenjak aku bisa berpikir ada seorang manusia yang seperti  Muhammad bin Isma’il. Dia di masanya seperti halnya Umar di kalangan  para sahabat.” (&lt;i&gt;Hadyu Sari&lt;/i&gt;, hal. 646)&lt;br /&gt;
Muhammad bin Yusuf Al Hamdani &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; menceritakan:  Suatu saat Qutaibah ditanya tentang kasus “perceraian dalam keadaan  mabuk”, lalu masuklah Muhammad bin Isma’il ke ruangan tersebut. Seketika  itu pula Qutaibah mengatakan kepada si penanya, “Inilah Ahmad bin  Hambal, Ishaq bin Rahawaih, dan Ali bin Madini yang telah dihadirkan  oleh Allah untuk menjawab pertanyaanmu.” Seraya mengisyaratkan kepada  Bukhari (&lt;i&gt;Hadyu Sari&lt;/i&gt;, hal. 646)&lt;br /&gt;
Ahmad bin Hambal &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; mengatakan, “Negeri Khurasan  belum pernah melahirkan orang yang seperti Muhammad bin Isma’il.” (&lt;i&gt;Hadyu  Sari&lt;/i&gt;, hal. 647)&lt;br /&gt;
Bundar Muhammad bin Basyar &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; mengatakan tentang  Bukhari, “Dia adalah makhluk Allah yang paling fakih di zaman kami.” (&lt;i&gt;Hadyu  Sari&lt;/i&gt;, hal. 647)&lt;br /&gt;
Hasyid bin Isma’il rahimahullah menceritakan: Ketika aku berada di  Bashrah aku mendengar kedatangan Muhammad bin Isma’il. Ketika dia  datang, Muhammad bin Basyar pun mengatakan, “Hari ini telah datang  seorang pemimpin para fuqoha’.” (&lt;i&gt;Hadyu Sari&lt;/i&gt;, hal. 647)&lt;br /&gt;
Muslim bin Hajjaj &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; -penulis Shahih Muslim, murid  Imam  Bukhari- mengatakan, “Aku bersaksi bahwa di dunia ini tidak ada  orang yang seperti dirimu (yaitu seperti Bukhari).” (&lt;i&gt;Hadyu Sari&lt;/i&gt;,  hal. 650)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kekuatan Hafalan Imam Bukhari dan Kecerdasannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Muhammad bin Abi Hatim Warraq Al Bukhari menceritakan: Aku mendengar  Bukhari mengatakan, “Aku mendapatkan ilham untuk menghafal hadits ketika  aku masih berada di sekolah baca tulis (kuttab).” Aku berkata  kepadanya, “Berapakah umurmu ketika itu?” Dia menjawab, “Sepuluh tahun  atau kurang dari itu. Kemudian setelah lulus dari Kuttab, aku pun  bolak-balik menghadiri majelis haditsnya Ad-Dakhili dan ulama hadits  lainnya. Suatu hari tatkala membacakan hadits di hadapan orang-orang dia  (Ad-Dakhili) mengatakan, ‘Sufyan meriwayatkan dari Abu Zubair dari  Ibrahim.’ Maka aku katakan kepadanya, ‘Sesungguhnya Abu Zubair tidak  meriwayatkan dari Ibrahim.’ Maka dia pun menghardikku, lalu aku berkata  kepadanya, ‘Rujuklah kepada sumber aslinya, jika kamu punya.’ Kemudian  dia pun masuk dan melihat kitabnya lantas kembali dan berkata,  ‘Bagaimana kamu bisa tahu wahai anak muda?’ Aku menjawab, ‘Dia adalah Az  Zubair (bukan Abu Zubair, pen). Nama aslinya Ibnu Adi yang meriwayatkan  hadits dari Ibrahim.’ Kemudian dia pun mengambil pena dan membenarkan  catatannya. Dan dia pun berkata kepadaku, ‘Kamu benar’. Menanggapi  cerita tersebut, Bukhari ini Warraq berkata, “Biasa, itulah sifat  manusia. Ketika membantahnya umurmu berapa?” Bukhari menjawab, “Sebelas  tahun.” (&lt;i&gt;Hadyu Sari&lt;/i&gt;, hal. 640)&lt;br /&gt;
Hasyid bin Isma’il menceritakan: Dahulu Bukhari biasa ikut bersama  kami bolak-balik menghadiri pelajaran para masayikh (para ulama) di  Bashrah, pada saat itu dia masih kecil. Dia tidak pernah mencatat,  sampai-sampai berlalu beberapa hari lamanya. Setelah 6 hari berlalu kami  pun mencela kelakuannya. Menanggapi hal itu dia mengatakan, “Kalian  merasa memiliki lebih banyak hadits daripada aku. Cobalah kalian  tunjukkan kepadaku hadits-hadits yang telah kalian tulis.” Maka kami pun  mengeluarkan catatan-catatan hadits tersebut. Lalu ternyata dia  menambahkan hadits yang lain lagi sebanyak lima belas ribu hadits. Dia  membacakan hadits-hadits itu semua dengan ingatan (di luar kepala),  sampai-sampai kami pun akhirnya harus membetulkan catatan-catatan kami  yang salah dengan berpedoman kepada hafalannya (&lt;i&gt;Hadyu Sari&lt;/i&gt;,  hal. 641)&lt;br /&gt;
Muhammad bin Al Azhar As Sijistani &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;  menceritakan: Dahulu aku ikut hadir dalam majelis Sulaiman bin Harb  sedangkan Bukhari juga ikut bersama kami. Dia hanya mendengarkan dan  tidak mencatat. Ada orang yang bertanya kepada sebagian orang yang hadir  ketika itu, “Mengapa dia tidak mencatat?” Maka orang itu pun menjawab,  “Dia akan kembali ke Bukhara dan menulisnya berdasarkan hafalannya.” (&lt;i&gt;Hadyu  Sari&lt;/i&gt;, hal. 641)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu ketika Bukhari &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; datang ke Baghdad. Para  ulama hadits yang ada di sana mendengar kedatangannya dan ingin menguji  kekuatan hafalannya. Mereka pun mempersiapkan seratus buah hadits yang  telah dibolak-balikkan isi hadits dan sanadnya, matan yang satu ditukar  dengan matan yang lain, sanad yang satu ditukar dengan sanad yang lain.  Kemudian seratus hadits ini dibagi kepada 10 orang yang masing-masing  bertugas menanyakan 10 hadits yang berbeda kepada Bukhari. Setiap kali  salah seorang di antara mereka menanyakan kepadanya tentang hadits yang  mereka bawakan, maka Bukhari menjawab dengan jawaban yang sama, “Aku  tidak mengetahuinya.” Setelah sepuluh orang ini selesai, maka gantian  Bukhari yang berkata kepada 10 orang tersebut satu persatu, “Adapun  hadits yang kamu bawakan bunyinya demikian. Namun hadits yang benar  adalah demikian.” Hal itu beliau lakukan kepada sepuluh orang tersebut.  Semua sanad dan matan hadits beliau kembalikan kepada tempatnya  masing-masing dan beliau mampu mengulangi hadits yang telah  dibolak-balikkan itu hanya dengan sekali dengar. Sehingga para ulama pun  mengakui kehebatan hafalan Bukhari dan tingginya kedudukan beliau  (lihat &lt;i&gt;Hadyu Sari&lt;/i&gt;, hal. 652)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muhammad bin Hamdawaih &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; menceritakan: Aku pernah  mendengar Bukhari mengatakan, “Aku hafal seratus ribu hadits sahih.” (&lt;i&gt;Hadyu  Sari&lt;/i&gt;, hal. 654). Bukhari &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; mengatakan, “Aku  menyusun kitab &lt;i&gt;Al-Jami’&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Shahih Bukhari&lt;/i&gt;, pent) ini  dari enam ratus ribu hadits yang telah aku dapatkan dalam waktu enam  belas tahun dan aku akan menjadikannya sebagai hujjah antara diriku  dengan Allah.” (&lt;i&gt;Hadyu Sari&lt;/i&gt;, hal. 656)&lt;br /&gt;
Al-Hafizh Ibnu Hajar &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; menuturkan bahwa apabila  Bukhari membaca Al-Qur’an maka hati, pandangan, dan pendengarannya sibuk  menikmati bacaannya, dia memikirkan perumpamaan-perumpamaan yang  terdapat di dalamnya, dan mengetahui hukum halal dan haramnya (lihat &lt;i&gt;Hadyu  Sari&lt;/i&gt;, hal. 650)&lt;br /&gt;
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas jasa-jasa beliau dengan  sebaik-baik balasan dan memasukkannya ke dalam Surga Firdaus yang  tinggi. Dan semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang dapat  melanjutkan perjuangannya dalam membela Sunnah Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan menyebarkannya kepada umat manusia. Wa &lt;i&gt;shallallahu  ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.  Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.(muslim.or.id)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-8277979828685470149?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=SjP2jgCJuqQ:_wINrYp1wcg:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=SjP2jgCJuqQ:_wINrYp1wcg:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=SjP2jgCJuqQ:_wINrYp1wcg:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=SjP2jgCJuqQ:_wINrYp1wcg:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=SjP2jgCJuqQ:_wINrYp1wcg:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=SjP2jgCJuqQ:_wINrYp1wcg:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=SjP2jgCJuqQ:_wINrYp1wcg:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=SjP2jgCJuqQ:_wINrYp1wcg:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=SjP2jgCJuqQ:_wINrYp1wcg:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=SjP2jgCJuqQ:_wINrYp1wcg:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=SjP2jgCJuqQ:_wINrYp1wcg:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=SjP2jgCJuqQ:_wINrYp1wcg:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=SjP2jgCJuqQ:_wINrYp1wcg:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=SjP2jgCJuqQ:_wINrYp1wcg:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=SjP2jgCJuqQ:_wINrYp1wcg:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=SjP2jgCJuqQ:_wINrYp1wcg:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=SjP2jgCJuqQ:_wINrYp1wcg:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=SjP2jgCJuqQ:_wINrYp1wcg:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/SjP2jgCJuqQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-07T22:25:04.669+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TA0PBLyZ8tI/AAAAAAAACLg/BcTY1IUh_K4/s72-c/ImamBukhari,edy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2010/06/imam-bukhari.html</feedburner:origLink></item><item><title>IMAM NAWAWI</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/fCHC6uJcoiw/imam-nawawi.html</link><category>RIWAYAT PARA ULAMA</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Mon, 07 Jun 2010 08:00:26 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-5573384022142802429</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TA0JAOB8xUI/AAAAAAAACLU/7E4SCUKJ74A/s1600/IMAM+NAWAWI,EDY.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TA0JAOB8xUI/AAAAAAAACLU/7E4SCUKJ74A/s320/IMAM+NAWAWI,EDY.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Beliau adalah Yahya bin Syaraf bin Hasan bin Husain  An-Nawawi Ad-Dimasyqiy, Abu Zakaria. Beliau dilahirkan pada bulan  Muharram tahun 631 H di Nawa, sebuah kampung di daerah Dimasyq  (Damascus) yang sekarang merupakan ibukota Suriah. Beliau dididik oleh  ayah beliau yang terkenal dengan kesalehan dan ketakwaan. Beliau mulai  belajar di katatib (tempat belajar baca tulis untuk anak-anak) dan hafal  Al-Quran sebelum menginjak usia baligh.&lt;br /&gt;
&lt;span id="more-671"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Ketika berumur sepuluh tahun, Syaikh Yasin bin Yusuf Az-Zarkasyi  melihatnya dipaksa bermain oleh teman-teman sebayanya, namun ia  menghindar, menolak dan menangis karena paksaan tersebut. Syaikh ini  berkata bahwa anak ini diharapkan akan menjadi orang paling pintar dan  paling zuhud pada masanya dan bisa memberikan manfaat yang besar kepada  umat Islam. Perhatian ayah dan guru beliaupun menjadi semakin besar.&lt;br /&gt;
An-Nawawi tinggal di Nawa hingga berusia 18 tahun. Kemudian pada  tahun 649 H ia memulai &lt;em&gt;rihlah thalabul ilmi&lt;/em&gt;-nya ke Dimasyq  dengan menghadiri halaqah-halaqah ilmiah yang diadakan oleh para ulama  kota tersebut. Ia tinggal di madrasah Ar-rawahiyyah di dekat Al-Jami’  Al-Umawiy. Jadilah &lt;em&gt;thalabul ilmi&lt;/em&gt; sebagai kesibukannya yang  utama. Disebutkan bahwa ia menghadiri dua belas halaqah dalam sehari. Ia  rajin sekali dan menghafal banyak hal. Ia pun mengungguli  teman-temannya yang lain. Ia berkata: &lt;em&gt;“Dan aku menulis segala yang  berhubungan dengannya, baik penjelasan kalimat yang sulit maupun  pemberian harakat pada kata-kata. Dan Allah telah memberikan barakah  dalam waktuku.”&lt;/em&gt; [&lt;em&gt;Syadzaratudz Dzahab&lt;/em&gt; 5/355].&lt;br /&gt;
Diantara syaikh beliau: Abul Baqa’ An-Nablusiy, Abdul Aziz bin  Muhammad Al-Ausiy, Abu Ishaq Al-Muradiy, Abul Faraj Ibnu Qudamah  Al-Maqdisiy, Ishaq bin Ahmad Al-Maghribiy dan Ibnul Firkah. Dan diantara  murid beliau: Ibnul ‘Aththar Asy-Syafi’iy, Abul Hajjaj Al-Mizziy, Ibnun  Naqib Asy-Syafi’iy, Abul ‘Abbas Al-Isybiliy dan Ibnu ‘Abdil Hadi.&lt;br /&gt;
Pada tahun 651 H ia menunaikan ibadah haji bersama ayahnya, kemudian  ia pergi ke Madinah dan menetap disana selama satu setengah bulan lalu  kembali ke Dimasyq. Pada tahun 665 H ia mengajar di Darul Hadits  Al-Asyrafiyyah (Dimasyq) dan menolak untuk mengambil gaji.&lt;br /&gt;
Beliau digelari &lt;em&gt;Muhyiddin&lt;/em&gt; (yang menghidupkan agama) dan  membenci gelar ini karena &lt;em&gt;tawadhu’&lt;/em&gt; beliau. Disamping itu, agama  islam adalah agama yang hidup dan kokoh, tidak memerlukan orang yang  menghidupkannya sehingga menjadi hujjah atas orang-orang yang  meremehkannya atau meninggalkannya. Diriwayatkan bahwa beliau berkata: &lt;em&gt;“Aku  tidak akan memaafkan orang yang menggelariku Muhyiddin.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
Imam An-Nawawi adalah seorang yang zuhud, wara’ dan bertaqwa. Beliau  sederhana, &lt;em&gt;qana’ah&lt;/em&gt; dan berwibawa. Beliau menggunakan banyak  waktu beliau dalam ketaatan. Sering tidak tidur malam untuk ibadah atau  menulis. Beliau juga menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, termasuk kepada  para penguasa, dengan cara yang telah digariskan Islam. Beliau menulis  surat berisi nasehat untuk pemerintah dengan bahasa yang halus sekali.  Suatu ketika beliau dipanggil oleh raja Azh-Zhahir Bebris untuk  menandatangani sebuah fatwa. Datanglah beliau yang bertubuh kurus dan  berpakaian sangat sederhana. Raja pun meremehkannya dan berkata:  “Tandatanganilah fatwa ini!!” Beliau membacanya dan menolak untuk  membubuhkan tanda tangan. Raja marah dan berkata: “Kenapa !?” Beliau  menjawab: “Karena berisi kedhaliman yang nyata.” Raja semakin marah dan  berkata: “Pecat ia dari semua jabatannya!” Para pembantu raja berkata:  “Ia tidak punya jabatan sama sekali.” Raja ingin membunuhnya tapi Allah  menghalanginya. Raja ditanya: “Kenapa tidak engkau bunuh dia padahal  sudah bersikap demikian kepada Tuan?” Raj apun menjawab: “Demi Allah,  aku sangat segan padanya.”&lt;br /&gt;
Imam Nawawi meninggalkan banyak sekali karya ilmiah yang terkenal.  Jumlahnya sekitar empat puluh kitab, diantaranya:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dalam bidang hadits: &lt;em&gt;Arba’in, Riyadhush Shalihin&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Al-Minhaj&lt;/em&gt;  (&lt;em&gt;Syarah Shahih Muslim&lt;/em&gt;), &lt;em&gt;At-Taqrib wat Taysir fi Ma’rifat  Sunan Al-Basyirin Nadzir&lt;/em&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalam bidang fiqih: &lt;em&gt;Minhajuth Thalibin&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Raudhatuth  Thalibin&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Al-Majmu’&lt;/em&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalam bidang bahasa: &lt;em&gt;Tahdzibul Asma’ wal Lughat&lt;/em&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalam bidang akhlak: &lt;em&gt;At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’an&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Bustanul  Arifin&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Al-Adzkar&lt;/em&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Kitab-kitab ini dikenal secara luas termasuk oleh orang awam dan  memberikan manfaat yang besar sekali untuk umat. Ini semua tidak lain  karena taufik dari Allah Ta’ala, kemudian keikhlasan dan kesungguhan  beliau dalam berjuang.&lt;br /&gt;
Secara umum beliau termasuk salafi dan berpegang teguh pada manhaj  ahlul hadits, tidak terjerumus dalam filsafat dan berusaha meneladani  generasi awal umat dan menulis bantahan untuk ahlul bid’ah yang  menyelisihi mereka. Namun beliau tidak &lt;em&gt;ma’shum&lt;/em&gt; (terlepas dari  kesalahan) dan jatuh dalam kesalahan yang banyak terjadi pada  uluma-ulama di zaman beliau yaitu kesalahan dalam masalah sifat-sifat  Allah Subhanah. Beliau kadang men-&lt;em&gt;ta’wil&lt;/em&gt; dan kadang-kadang &lt;em&gt;tafwidh&lt;/em&gt;.  Orang yang memperhatikan kitab-kitab beliau akan mendapatkan bahwa  beliau bukanlah &lt;em&gt;muhaqqiq&lt;/em&gt; dalam bab ini, tidak seperti dalam  cabang ilmu yang lain. Dalam bab ini beliau banyak mendasarkan pendapat  beliau pada nukilan-nukilan dari para ulama tanpa mengomentarinya.&lt;br /&gt;
Adapun memvonis Imam Nawawi sebagai Asy’ari, itu tidak benar karena  beliau banyak menyelisihi mereka (orang-orang Asy’ari) dalam  masalah-masalah aqidah yang lain seperti &lt;em&gt;ziyadatul iman&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;khalqu  af’alil ‘ibad&lt;/em&gt;. Karya-karya beliau tetap dianjurkan untuk dibaca  dan dipelajari, dengan berhati-hati terhadap kesalahan-kesalahan yang  ada. Tidak boleh bersikap seperti kaum Haddadiyyun yang membakar  kitab-kitab karya beliau karena adanya beberapa kesalahan di dalamnya.&lt;br /&gt;
Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa kerajaan Saudi ditanya  tentang aqidah beliau dan menjawab: &lt;em&gt;“Lahu aghlaath fish shifat”&lt;/em&gt;  (Beliau memiliki beberapa kesalahan dalam bab sifat-sifat Allah).&lt;br /&gt;
Imam Nawawi meninggal pada 24 Rajab 676 H -&lt;em&gt;rahimahullah wa  ghafara lahu&lt;/em&gt;-.(muslim.or.id)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Catatan:&lt;/strong&gt; Lihat biografi beliau di &lt;em&gt;Tadzkiratul  Huffazh&lt;/em&gt; 4/1470, &lt;em&gt;Thabaqat Asy-Syafi’iyyah Al-Kubra&lt;/em&gt; 8/395,  dan &lt;em&gt;Syadzaratudz Dzahab&lt;/em&gt; 5/354&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-5573384022142802429?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=fCHC6uJcoiw:COHmP7H8F1k:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=fCHC6uJcoiw:COHmP7H8F1k:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=fCHC6uJcoiw:COHmP7H8F1k:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=fCHC6uJcoiw:COHmP7H8F1k:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=fCHC6uJcoiw:COHmP7H8F1k:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=fCHC6uJcoiw:COHmP7H8F1k:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=fCHC6uJcoiw:COHmP7H8F1k:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=fCHC6uJcoiw:COHmP7H8F1k:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=fCHC6uJcoiw:COHmP7H8F1k:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=fCHC6uJcoiw:COHmP7H8F1k:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=fCHC6uJcoiw:COHmP7H8F1k:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=fCHC6uJcoiw:COHmP7H8F1k:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=fCHC6uJcoiw:COHmP7H8F1k:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=fCHC6uJcoiw:COHmP7H8F1k:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=fCHC6uJcoiw:COHmP7H8F1k:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=fCHC6uJcoiw:COHmP7H8F1k:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=fCHC6uJcoiw:COHmP7H8F1k:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=fCHC6uJcoiw:COHmP7H8F1k:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/fCHC6uJcoiw" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-07T22:00:26.570+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TA0JAOB8xUI/AAAAAAAACLU/7E4SCUKJ74A/s72-c/IMAM+NAWAWI,EDY.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2010/06/imam-nawawi.html</feedburner:origLink></item><item><title>SYAHADAT LAA ILAAHA ILLALLAH</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/ezA1-NOcaik/syahadat-laa-ilaaha-illallah.html</link><category>TAUHID</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Mon, 07 Jun 2010 06:49:01 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-2610588541826368352</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TAz2wdhkdRI/AAAAAAAACLA/CGyRkzuaxn8/s1600/EDY,PTR.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TAz2wdhkdRI/AAAAAAAACLA/CGyRkzuaxn8/s320/EDY,PTR.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setiap ibadah memiliki rukun dan syarat yang harus dipenuhi agar  ibadah tersebut sah. Seseorang yang hendak sholat tentu akan berwudhu  terlebih dahulu, karena suci adalah syarat sah sholat. Begitu pula  ibadah yang lain seperti haji, puasa dan zakat juga memiliki rukun-rukun  dan syarat yang tidak boleh tidak harus dipenuhi. Segala sesuatu yang  harus dipenuhi sebelum mengerjakan sesuatu yang lain disebut syarat.  Lalu bagaimana pula dengan mengucapkan kalimat &lt;i&gt;Laa Ilaaha Illalloh&lt;/i&gt;?  Tidak diragukan lagi bahwa syahadat adalah setinggi-tingginya derajat  keimanan dan rukun islam yang paling utama. Di sana ada syarat-syarat  yang harus dipenuhi agar kalimat &lt;i&gt;Laa Ilaaha Illalloh&lt;/i&gt; yang kita  ucapkan dianggap sah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para ulama menjelaskan bahwa syahadat &lt;i&gt;Laa  Ilaaha Illalloh&lt;/i&gt; memiliki delapan syarat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Ilmu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebuah pengakuan tidak dianggap kecuali dengan ilmu. Oleh karena itu,  wajib bagi kita untuk mengucapkan kalimat syahadat ini dengan mengilmui  makna dari kalimat tersebut. Alloh berfirman, &lt;i&gt;“Dan  sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Alloh tidak dapat memberi  syafa’at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa’at ialah) orang  yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini(nya).”&lt;/i&gt; (Az  Zukhruf: 86). Nabi &lt;i&gt;shollallohu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Barangsiapa  mati dalam keadaan mengilmui Laa Ilaaha Illalloh pasti masuk surga.”&lt;/i&gt;  (HR. Al Bukhori dan Muslim). Dan makna yang benar dari kalimat &lt;i&gt;Laa  Ilaaha Illalloh&lt;/i&gt; yaitu tidak  ada sesembahan yang haq melainkan Alloh Ta’ala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Yakin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yakin adalah tidak ragu-ragu dengan kebenaran maknanya sehingga tidak  mudah terombang-ambing oleh berbagai cobaan. Alloh berfirman, &lt;i&gt;“Sesungguhnya  orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya  (beriman) kepada Alloh dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu  dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan  Alloh. Mereka itulah orang-orang yang benar.”&lt;/i&gt; (Al Hujurat: 15)&lt;br /&gt;
Nabi &lt;i&gt;shollallohu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Barangsiapa  yang engkau jumpai dari balik dinding ini dia bersaksi Laa Ilaaha  Illalloh dengan keyakinan hatinya sampaikanlah kabar gembira untuknya  bahwa dia masuk surga.”&lt;/i&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Menerima&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Alloh menceritakan keadaan orang kafir Quraisy yang tidak menerima  dakwah Nabi Muhammad dalam firman-Nya, &lt;i&gt;“Sesungguhnya mereka dahulu  apabila dikatakan kepada mereka: ‘Laa ilaaha Illalloh’ (Tiada Tuhan yang  berhak disembah melainkan Alloh) mereka menyombongkan diri. Dan mereka  berkata: ‘Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan  kami karena seorang penyair gila?’.” &lt;/i&gt;(As Shoffat: 35-36)&lt;br /&gt;
Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia. Inilah sifat  orang kafir, tidak menerima kebenaran kalimat Laa ilaaha Illalloh.  Sungguh hanya Alloh lah yang berhak disembah dan diibadahi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Tunduk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Maksudnya yaitu melaksanakan konsekuensinya lahir dan batin. Alloh  berfirman, &lt;i&gt;“Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Alloh,  sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah  berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Alloh-lah  kesudahan segala urusan.”&lt;/i&gt; (Luqman: 22)&lt;br /&gt;
Nabi bersabda, &lt;i&gt;“Tidaklah sempurna iman kalian sehingga hawa  nafsunya tunduk mengikuti ajaranku.” (HR. Thabrani)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Jujur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Alloh berfirman, &lt;i&gt;“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka  dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak  diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum  mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang benar  (jujur) dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”&lt;/i&gt;  (Al ‘Ankabut: 2-3)&lt;br /&gt;
Nabi &lt;i&gt;shollallohu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Tak  seorang pun bersaksi Laa Ilaaha Illalloh  dan Muhammad hamba Alloh dan  rasul-Nya dengan kejujuran hati kecuali Alloh mengharamkan neraka untuk   menyentuhnya.”&lt;/i&gt; (HR. Al Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;
Betapa kejujuran menjadi syarat sahnya syahadat. Lihatlah bagaimana  syahadat orang munafik ditolak oleh Alloh karena tidak jujur.  Sebagaimana firman-Nya, &lt;i&gt;“Apabila orang-orang munafik datang  kepadamu, mereka berkata: ‘Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu  benar-benar Rasul Alloh.’ Dan Alloh mengetahui bahwa sesungguhnya kamu  benar-benar Rasul-Nya; dan Alloh mengetahui bahwa sesungguhnya  orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.”&lt;/i&gt; (Al Munafiqun:  1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Ikhlas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ikhlas hakikatnya mengharapkan balasan dari Alloh saja, tidak kepada  selain-Nya. Alloh berfirman, &lt;i&gt;“Padahal mereka tidak disuruh kecuali  supaya menyembah Alloh dengan mengikhlaskan keta’atan kepada-Nya dalam  (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat  dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”&lt;/i&gt;  (Al Bayyinah: 5)&lt;br /&gt;
Apa yang dimaksud dengan ikhlas?&lt;br /&gt;
Nabi &lt;i&gt;shollallohu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Sungguh  Alloh mengharamkan bagi neraka menyentuh orang yang mengatakan Laa  Ilaaha Illalloh &lt;ins datetime="2006-12-14T02:34:43+00:00"&gt;karena  semata-mata mencari wajah Alloh&lt;/ins&gt;.”&lt;/i&gt; (HR. Al Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Cinta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Alloh berfirman, &lt;i&gt;“Dan di antara manusia ada orang-orang yang  menyembah tandingan-tandingan selain Alloh; mereka mencintainya  sebagaimana mereka mencintai Alloh. Adapun orang-orang yang beriman  sangat cinta kepada Alloh. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat  zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat),  bahwa kekuatan itu kepunyaan Alloh semuanya dan bahwa Alloh amat berat  siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).”&lt;/i&gt; (Al Baqoroh: 165)&lt;br /&gt;
Nabi &lt;i&gt;shollallohu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Ada tiga  hal barangsiapa memilikinya pasti akan merasakan kelezatan iman: Alloh  dan rasul-Nya lebih dia cintai dibanding selain keduanya, dia mencintai  seseorang karena Alloh, dan dia benci untuk kembali kafir sebagaimana  kebenciannya jika dilempar ke dalam api.”&lt;/i&gt; (HR. Al Bukhori dan  Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Mengingkari peribadatan kepada &lt;i&gt;Thoghut&lt;/i&gt;.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Thoghu&lt;/i&gt;t adalah segala sesuatu selain Alloh yang ridho  disembah/diibadahi. Alloh berfirman, &lt;i&gt;“Tidak ada paksaan untuk  (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar  daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada  Thoghut dan beriman kepada Alloh, maka sesungguhnya ia telah berpegang  kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Alloh Maha  Mendengar lagi Maha Mengetahui.”&lt;/i&gt; (Al Baqoroh: 256)&lt;br /&gt;
Nabi &lt;i&gt;shollallohu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Barangsiapa  mengucapkan Laa Ilaaha Illalloh  dan mengingkari sesembahan selain  Alloh, haramlah harta dan darahnya sedang perhitungannya adalah terserah  kepada Alloh Azza Wa Jalla.”&lt;/i&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlu diperhatikan, syarat-syarat ini tidak bermanfaat sama sekali  jika sekedar dihafalkan, tanpa diamalkan. apakah kita sudah mengevaluasi  syahadat kita? Sudahkah terpenuhi delapan syarat ini dalam syahadat &lt;i&gt;Laa  Ilaaha Illalloh&lt;/i&gt; yang kita ikrarkan? Belum terlambat. Berbenahlah!  Semoga kita bertemu dengan Allah sebagai seorang yang bertauhid, bukan  sebagai seorang musyrik. &lt;i&gt;Wal ‘iyaadzu billah&lt;/i&gt;.(muslim.or.id)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-2610588541826368352?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=ezA1-NOcaik:AnSxfwy5PDI:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=ezA1-NOcaik:AnSxfwy5PDI:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=ezA1-NOcaik:AnSxfwy5PDI:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=ezA1-NOcaik:AnSxfwy5PDI:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=ezA1-NOcaik:AnSxfwy5PDI:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=ezA1-NOcaik:AnSxfwy5PDI:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=ezA1-NOcaik:AnSxfwy5PDI:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=ezA1-NOcaik:AnSxfwy5PDI:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=ezA1-NOcaik:AnSxfwy5PDI:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=ezA1-NOcaik:AnSxfwy5PDI:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=ezA1-NOcaik:AnSxfwy5PDI:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=ezA1-NOcaik:AnSxfwy5PDI:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=ezA1-NOcaik:AnSxfwy5PDI:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=ezA1-NOcaik:AnSxfwy5PDI:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=ezA1-NOcaik:AnSxfwy5PDI:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=ezA1-NOcaik:AnSxfwy5PDI:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=ezA1-NOcaik:AnSxfwy5PDI:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=ezA1-NOcaik:AnSxfwy5PDI:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/ezA1-NOcaik" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-07T20:49:01.078+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TAz2wdhkdRI/AAAAAAAACLA/CGyRkzuaxn8/s72-c/EDY,PTR.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2010/06/syahadat-laa-ilaaha-illallah.html</feedburner:origLink></item><item><title>HAKEKAT TAUHID DAN KEDUDUKANNYA</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/DlaCDlUJ-Lw/hakekat-tauhid-dan-kedudukannya.html</link><category>TAUHID</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Mon, 07 Jun 2010 05:25:29 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-2866954436683180252</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TAzkvXTzLII/AAAAAAAACKQ/-jxgH7j6SKY/s1600/hakekat-tauhid-dan-makna-laa-ilaaha-illallaah,edy.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TAzkvXTzLII/AAAAAAAACKQ/-jxgH7j6SKY/s320/hakekat-tauhid-dan-makna-laa-ilaaha-illallaah,edy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Hakekat dan kedudukan tauhid &lt;/b&gt;merupakan  dasar agama kita yang mulia ini. Oleh karena itu sangatlah urgen bagi  kita kaum muslimin untuk mengerti hakekat dan kedudukan tauhid. Hakekat  tauhid adalah mengesakan Alloh. Bentuk pengesaan ini terbagi menjadi  tiga, berikut penjelasannya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengesakan Alloh dalam &lt;i&gt;Rububiyah&lt;/i&gt;-Nya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Maksudnya adalah kita meyakini keesaan Alloh dalam  perbuatan-perbuatan yang hanya dapat dilakukan oleh Alloh, seperti  mencipta dan mengatur seluruh alam semesta beserta isinya, memberi  rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat dan lainnya yang merupakan  kekhususan bagi Alloh. Hal yang seperti ini diakui oleh seluruh manusia,  tidak ada seorang pun yang mengingkarinya. Orang-orang yang mengingkari  hal ini, seperti kaum atheis, pada kenyataannya mereka menampakkan  keingkarannya hanya karena kesombongan mereka. Padahal, jauh di dalam  lubuk hati mereka, mereka mengakui bahwa tidaklah alam semesta ini  terjadi kecuali ada yang membuat dan mengaturnya. Mereka hanyalah  membohongi kata hati mereka sendiri. Hal ini sebagaimana firman Alloh &lt;i&gt;“Apakah  mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan?  Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? sebenarnya mereka tidak meyakini  (apa yang mereka katakan).&lt;/i&gt; (Ath-Thur: 35-36)&lt;br /&gt;
Namun pengakuan seseorang terhadap &lt;i&gt;Tauhid Rububiyah&lt;/i&gt; ini  tidaklah menjadikan seseorang beragama Islam karena sesungguhnya  orang-orang musyrikin Quraisy yang diperangi Rosululloh mengakui dan  meyakini jenis tauhid ini.  Sebagaimana firman Alloh, &lt;i&gt;“Katakanlah: ‘Siapakah Yang memiliki  langit yang tujuh dan Yang memiliki ‘Arsy yang besar?’ Mereka akan  menjawab: ‘Kepunyaan Alloh.’ Katakanlah: ‘Maka apakah kamu tidak  bertakwa?’ Katakanlah: ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan  atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat  dilindungi dari -Nya, jika kamu mengetahui?’ Mereka akan menjawab:  ‘Kepunyaan Alloh.’ Katakanlah: ‘Maka dari jalan manakah kamu ditipu?’”&lt;/i&gt;  (Al-Mu’minun: 86-89). Dan yang amat sangat menyedihkan adalah  kebanyakan kaum muslimin di zaman sekarang menganggap bahwa seseorang  sudah dikatakan beragama Islam jika telah memiliki keyakinan seperti  ini. &lt;i&gt;Wallohul musta’an.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengesakan Alloh Dalam &lt;i&gt;Uluhiyah&lt;/i&gt;-Nya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Maksudnya adalah kita mengesakan Alloh dalam segala macam ibadah yang  kita lakukan. Seperti shalat, doa, nadzar, menyembelih, tawakkal,  taubat, harap, cinta, takut dan berbagai macam ibadah lainnya. Dimana  kita harus memaksudkan tujuan dari kesemua ibadah itu hanya kepada Alloh  semata. Tauhid inilah yang merupakan inti dakwah para rosul dan  merupakan tauhid yang diingkari oleh kaum musyrikin Quraisy. Hal ini  sebagaimana yang difirmankan Alloh mengenai perkataan mereka itu &lt;i&gt;“Mengapa  ia menjadikan sesembahan-sesembahan itu Sesembahan Yang Satu saja?  Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.”&lt;/i&gt;  (Shaad: 5). Dalam ayat ini kaum musyrikin Quraisy mengingkari jika  tujuan dari berbagai macam ibadah hanya ditujukan untuk Alloh semata.  Oleh karena pengingkaran inilah maka mereka dikafirkan oleh Alloh dan  Rosul-Nya walaupun mereka mengakui bahwa Alloh adalah satu-satunya  Pencipta alam semesta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengesakan Alloh Dalam Nama dan Sifat-Nya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Maksudnya adalah kita beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Alloh  yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rosululloh. Dan kita juga  meyakini bahwa hanya Alloh-lah yang pantas untuk memiliki nama-nama  terindah yang disebutkan di Al-Qur’an dan Hadits tersebut (yang dikenal  dengan &lt;i&gt;Asmaul Husna&lt;/i&gt;). Sebagaimana firman-Nya &lt;i&gt;“Dialah Alloh  Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, hanya bagi  Dialah Asmaaul Husna.”&lt;/i&gt; (Al-Hasyr: 24)&lt;br /&gt;
Seseorang baru dapat dikatakan seorang muslim yang tulen jika telah  mengesakan Alloh dan tidak berbuat syirik dalam ketiga hal tersebut di  atas. Barangsiapa yang menyekutukan Alloh (berbuat syirik) dalam salah  satu saja dari ketiga hal tersebut, maka dia bukan muslim tulen tetapi  dia adalah seorang musyrik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kedudukan Tauhid&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tauhid memiliki kedudukan yang sangat tinggi di dalam agama ini. Pada  kesempatan kali ini kami akan membawakan tentang kedudukan &lt;i&gt;Tauhid  Uluhiyah&lt;/i&gt; (ibadah), karena hal inilah yang banyak sekali dilanggar  oleh mereka-mereka yang mengaku diri mereka sebagai seorang muslim namun  pada kenyataannya mereka menujukan sebagian bentuk ibadah mereka kepada  selain Alloh, baik itu kepada wali, orang shaleh, nabi, malaikat, jin  dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tauhid Adalah Tujuan Penciptaan Manusia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Alloh berfirman, &lt;i&gt;“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia  melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku.”&lt;/i&gt; (Adz-Dzariyat: 56)&lt;br /&gt;
maksud dari kata menyembah di ayat ini adalah mentauhidkan Alloh dalam  segala macam bentuk ibadah sebagaimana telah dijelaskan oleh Ibnu Abbas &lt;i&gt;rodhiyallohu  ‘anhu&lt;/i&gt;, seorang sahabat dan ahli tafsir. Ayat ini dengan tegas  menyatakan bahwa tujuan penciptaan jin dan manusia di dunia ini hanya  untuk beribadah kepada Alloh saja. Tidaklah mereka diciptakan untuk  menghabiskan waktu kalian untuk bermain-main dan bersenang-senang  belaka. Sebagaimana firman Alloh &lt;i&gt;“Dan tidaklah Kami ciptakan langit  dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.  Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, tentulah Kami  membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian.”&lt;/i&gt;  (Al Anbiya: 16-17). &lt;i&gt;“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya  Kami menciptakan kamu secara main-main, dan bahwa kamu tidak akan  dikembalikan kepada Kami?”&lt;/i&gt; (Al-Mu’minun: 115)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tauhid Adalah Tujuan Diutusnya Para Rosul&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Alloh berfirman, &lt;i&gt;“Dan sungguh Kami telah mengutus rosul pada  tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Alloh, dan jauhilah  Thaghut itu’.”&lt;/i&gt; (An-Nahl: 36).&lt;br /&gt;
Makna dari ayat ini adalah bahwa para  Rosul mulai dari Nabi Nuh sampai Nabi terakhir Nabi kita Muhammad &lt;i&gt;shollallohu  alaihi wa sallam&lt;/i&gt; diutus oleh Alloh untuk mengajak kaumnya untuk  beribadah hanya kepada Alloh semata dan tidak memepersekutukanNya dengan  sesuatu apapun. Maka pertanyaan bagi kita sekarang adalah “Sudahkah  kita memenuhi seruan Rosul kita Muhammad &lt;i&gt;shollallohu alaihi wa  sallam&lt;/i&gt; untuk beribadah hanya kepada Alloh semata? ataukah kita  bersikap acuh tak acuh terhadap seruan Rosululloh ini?” Tanyakanlah hal  ini  pada masing-masing kita dan jujurlah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tauhid Merupakan Perintah Alloh yang Paling Utama dan Pertama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Alloh berfirman, &lt;i&gt;“Sembahlah Alloh dan janganlah kamu  mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua  orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin,  tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu  sabil  dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang  yang sombong dan membangga-banggakan diri.”&lt;/i&gt; (An-Nisa: 36).&lt;br /&gt;
Dalam  ayat ini Alloh menyebutkan hal-hal yang Dia perintahkan. Dan hal pertama  yang Dia perintahkan adalah untuk menyembahNya dan tidak  menyekutukanNya. Perintah ini didahulukan daripada berbuat baik kepada  orang tua serta manusia-manusia pada umumnya. Maka sangatlah aneh jika  seseorang bersikap sangat baik terhadap sesama manusia, namun dia banyak  menyepelekan hak-hak Tuhannya terutama hak beribadah hanya kepada Alloh  semata.&lt;br /&gt;
Itulah hakekat dan kedudukan tauhid di agama kita, dan setelah kita  mengetahui besarnya hal ini akankah kita tetap bersikap acuh tak acuh  untuk mempelajarinya? (muslim.or.id)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-2866954436683180252?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=DlaCDlUJ-Lw:dHncuU_c2Ow:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=DlaCDlUJ-Lw:dHncuU_c2Ow:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=DlaCDlUJ-Lw:dHncuU_c2Ow:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=DlaCDlUJ-Lw:dHncuU_c2Ow:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=DlaCDlUJ-Lw:dHncuU_c2Ow:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=DlaCDlUJ-Lw:dHncuU_c2Ow:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=DlaCDlUJ-Lw:dHncuU_c2Ow:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=DlaCDlUJ-Lw:dHncuU_c2Ow:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=DlaCDlUJ-Lw:dHncuU_c2Ow:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=DlaCDlUJ-Lw:dHncuU_c2Ow:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=DlaCDlUJ-Lw:dHncuU_c2Ow:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=DlaCDlUJ-Lw:dHncuU_c2Ow:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=DlaCDlUJ-Lw:dHncuU_c2Ow:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=DlaCDlUJ-Lw:dHncuU_c2Ow:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=DlaCDlUJ-Lw:dHncuU_c2Ow:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=DlaCDlUJ-Lw:dHncuU_c2Ow:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=DlaCDlUJ-Lw:dHncuU_c2Ow:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=DlaCDlUJ-Lw:dHncuU_c2Ow:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/DlaCDlUJ-Lw" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-07T19:25:29.325+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TAzkvXTzLII/AAAAAAAACKQ/-jxgH7j6SKY/s72-c/hakekat-tauhid-dan-makna-laa-ilaaha-illallaah,edy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2010/06/hakekat-tauhid-dan-kedudukannya.html</feedburner:origLink></item><item><title>ARTI   TAUHID</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/KGC1ZWZ_xdQ/arti-tauhid.html</link><category>TAUHID</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Mon, 07 Jun 2010 06:03:07 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-1820091560498640840</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TAzt1GPE2fI/AAAAAAAACK0/buc12-e32Ww/s1600/tauhid,edyptr.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TAzt1GPE2fI/AAAAAAAACK0/buc12-e32Ww/s320/tauhid,edyptr.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Tauhid &lt;/b&gt;adalah sesuatu yang sudah akrab di telinga kita. Namun tidak  ada salahnya kita mengingat beberapa keutamaannya. Karena dengan begitu  bisa menambah keyakinan kita atau meluruskan tujuan sepak terjang kita  yang selama ini mungkin keliru. Karena melalaikan masalah tauhid akan  berujung pada kehancuran dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tujuan Diciptakannya Makhluk Adalah untuk Bertauhid&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya  mereka menyembah-Ku.”&lt;/i&gt; (QS. Adz-Dzariyaat: 56)&lt;br /&gt;
Imam Ibnu Katsir &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, &lt;i&gt;“Yaitu tujuan  mereka Kuciptakan adalah untuk Aku perintah agar beribadah kepada-Ku,  bukan karena Aku membutuhkan mereka.”&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Tafsir Al-Qur’an  Al-’Adzhim&lt;/i&gt;, Tafsir surat Adz-Dzariyaat). Makna menyembah-Ku dalam  ayat ini adalah mentauhidkan Aku, sebagaimana ditafsirkan oleh para  ulama salaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tujuan Diutusnya Para Rasul Adalah untuk Mendakwahkan Tauhid&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ  وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Sungguh telah Kami utus kepada setiap umat seorang Rasul (yang  mengajak) sembahlah Allah dan tinggalkanlah thoghut.”&lt;/i&gt; (QS. An-Nahl:  36)&lt;br /&gt;
Thoghut adalah sesembahan selain Allah. Syaikh As-Sa’di berkata, &lt;i&gt;“Allah  Ta’ala memberitakan bahwa hujjah-Nya telah tegak kepada semua umat, dan  tidak ada satu umatpun yang dahulu maupun yang belakangan, kecuali  Allah telah mengutus dalam umat tersebut seorang Rasul. Dan seluruh  Rasul itu sepakat dalam menyerukan dakwah dan agama yang satu yaitu  beribadah kepada Allah saja yang tidak boleh ada satupun sekutu  bagi-Nya.”&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Taisir Karimirrahman&lt;/i&gt;, Tafsir surat An-Nahl).  Beribadah kepada Allah dan mengingkari thoghut itulah hakekat makna  tauhid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tauhid Adalah Kewajiban Pertama dan Terakhir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rasul memerintahkan para utusan dakwahnya agar menyampaikan &lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/urgensi-tauhid.html" title="Urgensi Tauhid"&gt;tauhid&lt;/a&gt;  terlebih dulu sebelum yang lainnya. Nabi &lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi wa  sallam&lt;/i&gt; bersabda kepada Mu’adz bin Jabal &lt;i&gt;radhiyallahu ta’ala  ‘anhu&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;“Jadikanlah perkara yang pertama kali kamu dakwahkan  ialah agar mereka mentauhidkan Allah.”&lt;/i&gt; (HR. Bukhori dan Muslim).  Nabi juga bersabda, &lt;i&gt;“Barang siapa yang perkataan terakhirnya Laa  ilaaha illAllah niscaya masuk surga.”&lt;/i&gt; (HR. Abu Dawud, Ahmad dan  Hakim dihasankan Al-Albani dalam &lt;i&gt;Irwa’ul Gholil&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tauhid Adalah Kewajiban yang Paling Wajib&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Allah berfirman,&lt;br /&gt;
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ  ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Allah  mengampuni dosa selain itu bagi orang-orang yang Dia kehendaki.”&lt;/i&gt;  (QS. An-Nisaa’: 116)&lt;br /&gt;
Sehingga syirik menjadi larangan yang terbesar. Sebagaimana syirik  adalah larangan terbesar maka lawannya yaitu tauhid menjadi kewajiban  yang terbesar pula. Allah menyebutkan kewajiban ini sebelum kewajiban  lainnya yang harus ditunaikan oleh hamba. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ  إِحْسَانًا&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan  sesuatu apapun, dan berbuat baiklah pada kedua orang tua.”&lt;/i&gt; (QS.  An-Nisaa’: 36).&lt;br /&gt;
Kewajiban ini lebih wajib daripada semua kewajiban, bahkan lebih  wajib daripada berbakti kepada orang tua. Sehingga seandainya orang tua  memaksa anaknya untuk berbuat syirik maka tidak boleh ditaati. Allah  berfirman,&lt;br /&gt;
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ  فَلا تُطِعْهُمَا&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Dan jika keduanya (orang tua) memaksamu untuk mempersekutukan  Aku dengan sesuatu yang  tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka  janganlah kamu mengikuti keduanya…”&lt;/i&gt; (QS. Luqman: 15)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hati yang Saliim Adalah Hati yang Bertauhid&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Ketahuilah  di dalam tubuh itu ada segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah  seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.”&lt;/i&gt; (HR. Bukhori dan  Muslim)&lt;br /&gt;
Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;
يَوْمَ لا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُونَ (٨٨)إِلا مَنْ أَتَى اللَّهَ  بِقَلْبٍ سَلِيمٍ&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Hari dimana harta dan keturunan tidak bermanfaat lagi, kecuali  orang yang menghadap Allah dengan hati yang saliim (selamat).”&lt;/i&gt; (QS.  Asy Syu’araa’: 88-89)&lt;br /&gt;
Imam Ibnu Katsir &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, &lt;i&gt;“Yaitu hati yang  selamat dari dosa dan kesyirikan.”&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Tafsir Al-Qur’an Al-’Adzhim&lt;/i&gt;,  Tafsir surat Asy Syu’araa’). Maka orang yang ingin hatinya bening  hendaklah ia memahami tauhid dengan benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tauhid Adalah Hak Allah yang Harus Ditunaikan Hamba&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Hak  Allah yang harus ditunaikan hamba yaitu mereka menyembah-Nya dan tidak  menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun…”&lt;/i&gt; (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;
Menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya artinya mentauhidkan Allah  dalam beribadah. Tidak boleh menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun  dalam beribadah, sehingga wajib membersihkan diri dari syirik dalam  ibadah. Orang yang tidak membersihkan diri dari syirik maka belumlah dia  dikatakan sebagai orang yang beribadah kepada Allah saja (diringkas  dari &lt;i&gt;Fathul Majid&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
Ibadah adalah hak Allah semata, maka barangsiapa menyerahkan ibadah  kepada selain Allah maka dia telah berbuat syirik. Maka orang yang ingin  menegakkan keadilan dengan menunaikan hak kepada pemiliknya sudah  semestinya menjadikan tauhid sebagai ruh perjuangan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tauhid Adalah Sebab Kemenangan di Dunia dan di Akhirat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Para sahabat dari kalangan Muhajirin dan Anshor &lt;i&gt;radhiyallahu  ta’ala ‘anhum&lt;/i&gt; adalah bukti sejarah atas hal ini. Keteguhan para  sahabat dalam mewujudkan tauhid sebagai ruh kehidupan mereka adalah  contoh sebuah generasi yang telah mendapatkan jaminan surga dari Allah  serta telah meraih kemenangan dalam berbagai medan pertempuran, sehingga  banyak negeri takluk dan ingin hidup di bawah naungan Islam. Inilah  generasi teladan yang dianugerahi kemenangan oleh Allah di dunia dan di  akhirat.&lt;br /&gt;
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,&lt;br /&gt;
وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ  وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا  عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ  فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Orang-orang yang terdahulu (masuk Islam) dari kalangan Muhajirin  dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah  telah ridho kepada mereka dan merekapun telah ridho kepada Allah. Allah  telah menyiapkan bagi mereka surga-surga yang dibawahnya mengalir  sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah  kemenangan yang besar.”&lt;/i&gt; (QS. At-Taubah: 100)&lt;br /&gt;
Namun sangat disayangkan, kenyataan umat Islam di zaman ini yang  diliputi kebodohan bahkan dalam masalah tauhid! Maka pantaslah kalau  kekalahan demi kekalahan menimpa pasukan Islam di masa ini. Ini  menunjukkan bahwa ada yang salah dalam akidah mereka. &lt;i&gt;Wallahu a’lam  bish showaab.(muslim.or.id)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Salam ,,, &lt;a href="http://edyputra.blogspot.com/" target="_blank"&gt;bloger&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-1820091560498640840?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=KGC1ZWZ_xdQ:COMuJiJTcf0:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=KGC1ZWZ_xdQ:COMuJiJTcf0:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=KGC1ZWZ_xdQ:COMuJiJTcf0:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=KGC1ZWZ_xdQ:COMuJiJTcf0:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=KGC1ZWZ_xdQ:COMuJiJTcf0:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=KGC1ZWZ_xdQ:COMuJiJTcf0:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=KGC1ZWZ_xdQ:COMuJiJTcf0:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=KGC1ZWZ_xdQ:COMuJiJTcf0:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=KGC1ZWZ_xdQ:COMuJiJTcf0:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=KGC1ZWZ_xdQ:COMuJiJTcf0:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=KGC1ZWZ_xdQ:COMuJiJTcf0:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=KGC1ZWZ_xdQ:COMuJiJTcf0:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=KGC1ZWZ_xdQ:COMuJiJTcf0:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=KGC1ZWZ_xdQ:COMuJiJTcf0:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=KGC1ZWZ_xdQ:COMuJiJTcf0:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=KGC1ZWZ_xdQ:COMuJiJTcf0:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=KGC1ZWZ_xdQ:COMuJiJTcf0:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=KGC1ZWZ_xdQ:COMuJiJTcf0:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/KGC1ZWZ_xdQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-07T20:03:07.736+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TAzt1GPE2fI/AAAAAAAACK0/buc12-e32Ww/s72-c/tauhid,edyptr.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2010/06/arti-tauhid.html</feedburner:origLink></item><item><title>TAFSIR KALIMAT " LAA ILAAHA  ILALLAH "</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/82N-HwP3_7Q/tafsir-kalimat-laa-ilaaha-ilallah.html</link><category>TAUHID</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Mon, 07 Jun 2010 05:58:47 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-6022761564848471345</guid><description>&lt;b&gt;Sekilas Tentang Makna &lt;i&gt;Laa ilaaha ilallah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TAzsg4nZP1I/AAAAAAAACKo/a-ZXfDtwbw8/s1600/tauhid,edyjpr.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TAzsg4nZP1I/AAAAAAAACKo/a-ZXfDtwbw8/s320/tauhid,edyjpr.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Makna &lt;i&gt;Laa ilaaha ilallah&lt;/i&gt; [ لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ ] yang  benar adalah&lt;b&gt; &lt;/b&gt;tidak ada sesembahan &amp;nbsp;yang benar dan  berhak disembah kecuali Allah semata. Pada kalimat &lt;i&gt;Laa ilaaha  ilallah&lt;/i&gt; terdapat empat kata yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kata &lt;i&gt;Laa &lt;/i&gt;( لآُ ) berarti menafikan, yakni meniadakan semua  jenis sesembahan yang benar kecuali Allah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kata &lt;i&gt;ilah&lt;/i&gt; ( إِلَهَ &amp;nbsp;) berarti sesuatu yang disembah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kata &lt;i&gt;illa&lt;/i&gt; ( َ إِلاَّ )&amp;nbsp;&amp;nbsp; berarti pengecualian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kata &lt;i&gt;Allah&lt;/i&gt; (الله ) berarti ilah/sesembahan yang benar.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Dengan demikian makna [ لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ ] adalah &lt;b&gt;menafikan  segala sesembahan selain Allah dan hanya menetapkan Allah saja sebagai  sesembahan yang benar&lt;/b&gt; .[1]&lt;br /&gt;
Dalil tentang masalah ini adalah firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; :&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ  وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللهَ هُوَ  الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ {62}&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya  Allah,&lt;b&gt; Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang  mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil&lt;/b&gt;, dan  sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.&lt;/i&gt;” (QS.  Al Hajj:62)&lt;br /&gt;
Demikianlah makna&amp;nbsp; &lt;i&gt;Laa ilaaha ilallah&lt;/i&gt; yang benar. Pada  bahasan selanjutnya akan kami nukilkan sebagian ayat-ayat yang  menjelaskan tentang tafsiran makna &lt;i&gt;Laa ilaaha ilallah&lt;/i&gt; beserta  penjelasan para ulama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Ayat Pertama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;أُوْلَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ  يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ  رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا  {57}&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan  kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada  Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya  azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.&lt;/i&gt;” (QS. Al  Israa’:57)&lt;br /&gt;
Dalam ayat di atas, Allah mengkhabarkan bahwa sesembahan selain Allah  yang diseru oleh kaum musyrikin baik berupa para malaikat, nabi, dan  orang-orang sholih, mereka sendiri bersegera mencari kedekatan kepada  Allah dan mengharap rahmat Allah serta takut terhadap adzab-Nya. Jika  demikian kondisi sesembahan mereka yang juga merupakan makhluk, maka  bagaimana bisa mereka dijadikan sesembahan selain Allah? Bahkan mereka  juga mengkhawatirkan diri mereka sendiri dengan menyembah Allah dan  mendekatkan diri kepada-Nya dengan beribadah. Hal ini menunjukkan bahwa  makna tauhid syahadat &lt;i&gt;Laa ilaaha ilallah&lt;/i&gt; yaitu dengan  meninggalkan perbuatan kaum musyrikin berupa menyembah orang-orang  sholih dan meminta syafaat kepada mereka untuk menghilangkan  kemudharatan karena hal itu termasuk syirik akbar. [2]&lt;br /&gt;
Ringkasnya, di antara makna &lt;i&gt;Laa ilaaha ilallah&lt;/i&gt; adalah dengan  &lt;b&gt;meninggalkan perbuatan menyembah orang-orang shalih seperti  yang dilakukan oleh kaum musyrikin&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Ayat Kedua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لأَبِيهِ  وَقَوْمِهِ إِنَّنِى بَرَآءٌ مِّمَّأ تَعْبُدُونَ {26} إِلاَّ الَّذِي  فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهدِينِ {27}&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya:  “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab (berlepas diri) terhadap apa  yang kamu sembah (26). tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menciptakanku;  karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku&lt;/i&gt;“.”(QS. Az  Zukhruf:26-27)&lt;br /&gt;
Dalam ayat di atas terdapat perpaduan antara penafian dan penetapan.  Penafiannya adalah firman Allah [ بَرَآءٌ مِّمَّأ تَعْبُدُونَ&amp;nbsp; ] (&lt;i&gt;berlepas  diri dari yang kalian sembah&lt;/i&gt;), sedangkan penetapannya adalah &amp;nbsp;&amp;nbsp;[  إِلاَّ الَّذِي فَطَرَنِي&amp;nbsp; ] (&lt;i&gt;tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang  menciptakanku&lt;/i&gt;). Hal ini menunjukkan bahwa tauhid tidak akan  sempurna kecuali dengan mengingkari sesembahan selain Allah dan beriman  kepada Allah semata. Dalam ayat lain Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;ِ فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن  بِاللهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لاَ انْفِصَامَ لَهَا  وَاللهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ {256}&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman  kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali  yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha  Mengetahui&lt;/i&gt;” (QS. Al Baqarah:256)&lt;br /&gt;
Ibrahim &lt;i&gt;‘alaihis sallam&lt;/i&gt; mengatakan [ إِلاَّ الَّذِي  فَطَرَنِي ] dan tidak mengatakan[ إِلاَّ اللهُ ].&amp;nbsp; Ada dua faedah dalam  perkataan ini :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menunjukkan tentang alasan pengesaan Allah dalam ibadah.&amp;nbsp;  Sebagaimanan Allah diesakan dalam penciptaan, maka Dia juga harus  diesakan dalam ibadah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menunjukkan tentang kebatilan penyembahan terhadap para berhala.  Berhala-berhala tersebut &amp;nbsp;tidak dapat menciptakan kalian, mengapa kalian  masih menyembahnya? Di sini juga terkandung alasan tentang tauhid yang  memadukan antara penafian dan penetapan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Kesimpulan dari ayat di atas bahwa &lt;b&gt;tauhid tidak akan terwujud  jika ada penyembahan kepada Allah yang disertai penyembahan kepada  selain-Nya&lt;/b&gt;. Perwujudan tauhid hanya dengan pemurnian ibadah  bagi Allah semata. Manusia dalam hal ini dapat dibagi menjadi tiga  golongan :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Golongan yang menyembah Allah semata.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Golongan yang menyembah selain Allah semata.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Golongan yang menyembah Allah serta menyembah selain-Nya&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Hanya golongan pertamalah yang disebut &lt;i&gt;muwahhid&lt;/i&gt; (orang yang  bertauhid).[3]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Ayat Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;اِتَّخَذُوْا أَحْبَارَهُمْ  وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُوْنِ اللهِ وَالْمَسِيْحَ ابْنَ  مَرْيَمَ وَمَآأُمِرُوْا إِلاَّ لِيَعْبُدُوْا إِلَهًا وَاحِدًا لآإِلَهَ  إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ {31}&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka  sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih  putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa,  tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari  apa yang mereka persekutukan.&lt;/i&gt;” (QS. At Taubah:31)&lt;br /&gt;
Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; menceritakan&amp;nbsp; tentang kaum Yahudi dan Nasrani  bahwasanya mereka meminta nasehat kepada ulama dan rahib mereka dan  mereka mentaatainya dalam penghalalan sesuatu yang Allah haramkan dan  pengharaman sesuatu yang Allah halalkan. Mereka mendudukkan ulama mereka  sebagai Rabb yang memiliki kekhususan untuk menghalalkan dan  mengharamkan sesuatu. Hal ini sebagaimana dilaukan kaum Nasrani yang  menyembah Isa dan menganggapnya sebagai anak Allah. Mereka mencampakkan  kitabullah yang memerintahkan mereka untuk mentaati dan mengibadahi  Allah semata. Kesimpulan dari ayat ini menunjukkan bahwa makna tauhid  dan syahadat &lt;i&gt;Laa ilaaha ilallah&lt;/i&gt; yakni dengan &lt;b&gt;mengesakan  Allah dalam mentaati apa yang Allah haramkan dan apa yang Allah  halalkan&lt;/b&gt;. Barangsiapa yang menjadikan seseorang selain Allah  dalam mengharamkan apa yang dihalalkan-Nya dan menghalalkan apa yang  diharamkan-Nya maka dia termasuk orang musyrik.[4]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Ayat Keempat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ  اللهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللهِ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا  أَشَدُّ حُبًّا للهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ  الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ للهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللهَ شَدِيدُ  الْعَذَابِ {165}&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah  tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka  mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya  kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu  mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa  kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat  siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).&lt;/i&gt;”(QS. Al Baqarah:165)&lt;br /&gt;
Dalam ayat yang mulia ini Allah menceritakan kepada kita tentang  sebgain manusia yang menyembah berhala. Mereka mencintai berhala itu  sebagiamana mereka mencintai Allah. Kemudian Allah menerangkan bahwa  kaum mukminin lebih mencintai Allah daripada kaum musyrikin. Hal ini  karena kaum mukminin mencintai Allah secara murni, sementara kaum  musyrikin cinta mereka terbagi kepada Allah dan kepada berhala.  Barangsiapa yang mencintai Allah secara murni, tentu saja cintanya  kepada Allah lebih kuat daripada orang-orang yang menyekutukan cintanya  kepada Allah.&lt;br /&gt;
Lalu Allah mengancam kaum musyrikin dan menjelaskan kepada mereka  bahwa pada hari kiamat nanti tatkala mereka melihat azab Allah siap  menerkam, mereka akan berangan-angan sekiranya dahulu mereka tidak  menyekutukan cinta dan ibadah mereka kepada Allah. Mereka kelak di  akhirat akan mengetahui dengan seyakin-yakinnya bahwa kekuatan itu  hanyalah milik Allah semata. Dan Allah Maha Keras siksanya.&lt;br /&gt;
Ayat di atas menjelaskan bahwa makna tauhid dan syahadat &lt;i&gt;Laa  ilaaha ilallah&lt;/i&gt; adalah &lt;b&gt;mengesakan Allah dalam kecintaan yang  mengharuskan seseorang mengikhlaskan seluruh ibadahnya kepada Allah  semata&lt;/b&gt;. [6].&lt;br /&gt;
Demikianlah di antara ayat-ayat tentang tafsir &lt;i&gt;Laa ilaaha ilallah  &lt;/i&gt;beserta penejelasan para ulama. Semoga semakin memperkokoh pondasi  tauhid kita kepada Allah &lt;i&gt;‘Azza wa Jalla. Wallahul musta’an.(muslim.or.id)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Salam &lt;a href="http://edyputrajepara.blogspot.com/" target="_blank"&gt;blogger &lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-6022761564848471345?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=82N-HwP3_7Q:CAOQpnFxd8U:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=82N-HwP3_7Q:CAOQpnFxd8U:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=82N-HwP3_7Q:CAOQpnFxd8U:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=82N-HwP3_7Q:CAOQpnFxd8U:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=82N-HwP3_7Q:CAOQpnFxd8U:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=82N-HwP3_7Q:CAOQpnFxd8U:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=82N-HwP3_7Q:CAOQpnFxd8U:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=82N-HwP3_7Q:CAOQpnFxd8U:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=82N-HwP3_7Q:CAOQpnFxd8U:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=82N-HwP3_7Q:CAOQpnFxd8U:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=82N-HwP3_7Q:CAOQpnFxd8U:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=82N-HwP3_7Q:CAOQpnFxd8U:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=82N-HwP3_7Q:CAOQpnFxd8U:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=82N-HwP3_7Q:CAOQpnFxd8U:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=82N-HwP3_7Q:CAOQpnFxd8U:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=82N-HwP3_7Q:CAOQpnFxd8U:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=82N-HwP3_7Q:CAOQpnFxd8U:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=82N-HwP3_7Q:CAOQpnFxd8U:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/82N-HwP3_7Q" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-07T19:58:47.051+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TAzsg4nZP1I/AAAAAAAACKo/a-ZXfDtwbw8/s72-c/tauhid,edyjpr.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2010/06/tafsir-kalimat-laa-ilaaha-ilallah.html</feedburner:origLink></item><item><title>KALIMAT TAUHID</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/VheDHqH02tU/kalimat-tauhid.html</link><category>TAUHID</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Mon, 07 Jun 2010 05:30:32 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-9085805359537624686</guid><description>&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;laa ilaha illallah.....&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TAzmTS1XF2I/AAAAAAAACKc/seHV0hbM8r0/s1600/tauhid.edy.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TAzmTS1XF2I/AAAAAAAACKc/seHV0hbM8r0/s320/tauhid.edy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kita memuja dan memuji Allah, Dzat Pemberi berbagai ni’mat terutama  ni’mat islam, iman dan sunnah. Tak lupa kita bershalawat dan salam atas  kekasih Allah, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para  shahabat serta orang-orang yang senantiasa setia menempuh jalan  petunjuk beliau hingga hari kemudian.&lt;br /&gt;
Tak asing bagi kita &lt;b&gt;&lt;i&gt;Syahadat laa ilaha illah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  ini.&lt;br /&gt;
Karena kita senantiasa membacanya dalam sholat, tepatnya ketika  tasyahud. Ia merupakan salah satu dari rangkaian dua kalimat syahadat  yaitu &lt;b&gt;&lt;i&gt;syahaadatu an laa ilaha illallah dan syahaadatu anna  muhammadar rasulullah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang dengan mengikrarkannya seorang  yang kafir menjadi muslim. Syahadat ini disebut &lt;b&gt;&lt;i&gt;Syahadat  Tauhid&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, karena mengandung pentauhidan Allah Jalla wa ‘Ala  dalam ibadah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian pentingnya syahadat ini, sehingga ia menjadi bagian terpenting dari rukun islam yang  pertama. Hal ini berdasarkan hadits dari Abdullah bin Umar radhiyallahu  ‘anhuma bahwa Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘alahi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda  yang artinya: &lt;i&gt;”Islam dibangun atas lima perkara;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt; (1) Syahadat laa  ilaha illallah dan Muhammadur rasulullah,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(2) Mendirikan sholat,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(3)  Menunaikan Zakat,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(4) Berhaji ke Baitullah, dan (5) Puasa di bulan  Ramadhan.&lt;/i&gt;” (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;
Oleh sebab itu, sudah selayaknya bagi seorang muslim untuk memahami  kandungan makna, rukun, syarat dan konsekuensi (tuntutan) syahadat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Makna &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Syahadat  Laa ilaha illallah&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maknanya adalah &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;meyakini  dan mengikrarkan bahwa tiada sesuatupun yang berhak diibadahi kecuali  Allah Ta’ala dengan tetap teguh di dalamnya dan melaksanakan  tuntutannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Sedangkan makna &lt;b&gt;&lt;i&gt;Laa ilaha illallah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;Laa  ma’buda bi haqqin illallah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;yaitu Tiada  sesembahan yang haq (berhak disembah) melainkan Allah. Inilah makna Laa  ilaha illallah yang benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini akan disebutkan makna-makna yang keliru ketika  menafsirkan Laa ilaha illallah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1- &lt;b&gt;Laa ilaha illallah&lt;/b&gt; ditafsirkan dengan&lt;b&gt; Laa  ma’buda illallah&lt;/b&gt;, maknanya Tiada sesembahan selain Allah. Ini  makna yang berkonsekuensi batil, karena mengandung makna bahwa setiap  sesembahan, baik yang haq maupun yang batil adalah Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2- &lt;b&gt;Laa ilaha illallah&lt;/b&gt; ditafsirkan dengan&lt;b&gt; Laa  kholiqo illallah, &lt;/b&gt;yang bermakna Tiada pencipta selain Allah.  Ini makna yang kurang, karena hanya mengandung sebagian dari kandungan  makna Laa ilaha illallah yaitu tauhid rububiyah sementara kandungan  makna kalimat Laa ilaha illallah ini adalah tauhid ibadah yang mencakup  tauhid rububiyah&lt;br /&gt;
.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;.&lt;br /&gt;
Andaikan benar makna &lt;b&gt;Laa ilaha illallah&lt;/b&gt; ditafsirkan  dengan&lt;b&gt; Laa kholiqo illallah &lt;/b&gt;(Tiada pencipta selain  Allah)&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;maka tentulah Iblis laknatullah ‘alaihi dan  orang-orang kafir di masa Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘alahi wa sallam &lt;/i&gt;termasuk  muslim, karena mereka mengakui bahwa Allah Sang Pencipta, Penguasa,  Pemilik dan Pemelihara alam jagad raya.&lt;br /&gt;
Allah ta’ala mengabadikan  perkataan Iblis dalam Al-Quran yang artinya: &lt;i&gt;“(Iblis) berkata,”Aku  lebih baik daripada dia(Adam). Engkau ciptakan aku dari api sedangkan  dia Engkau ciptakan dari tanah.&lt;/i&gt;” (QS. Al-A’raf:12).&lt;br /&gt;
Dan Allah  Ta’ala menyatakan keyakinan orang kafir di masa Nabi kita dengan  firman-Nya&amp;nbsp; yang artinya: &lt;i&gt;“Katakanlah (wahai Muhammad kepada orang  kafir), milik siapakah bumi dan apa yang ada di dalamnya, jika kamu  mengetahui?(84) Mereka akan menjawab:”Milik Allah.” Katakanlah,”Maka  apakah kamu tidak ingat?”(85). Katakanlah :”Siapakah Tuhan (Pencipta dan  Pemelihara) langit yang tujuh dan Tuhan arasy yang agung?” (86) Pasti  mereka menjawab:”Allah”. Katakanlah (kepada mereka): mengapa kamu tidak  bertaqwa?&lt;/i&gt;” (QS.Al-Mu’minun:84-87).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian pula, andaikata tafsir tersebut benar, tentulah orang-orang  kafir Quraisy dan yang semisal mereka akan menerima dakwah Nabi &lt;i&gt;Shallallahu  ‘alahi wa sallam&lt;/i&gt; &lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Namun nyatanya tatkala Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu  ‘alahi wa sallam &lt;/i&gt;menyeru mereka “&lt;i&gt;Ucapkanlah Laa ilaha  illallah, niscaya kalian akan beruntung (di dunia dan akhirat)”&lt;/i&gt;(HR.Ahmad  dan lainnya), mereka pun lantas membantah dengan ucapan mereka yang  diabadikan Allah Ta’ala dalam firman-Nya: &lt;i&gt;“Apakah dia menjadikan  sesembahan-sesembahan itu hanya satu sesembahan (Allah) saja?! Sungguh  ini sesuatu yang aneh.”&lt;/i&gt; (QS. Shad:5).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3- &lt;b&gt;Laa ilaha illallah&lt;/b&gt; ditafsirkan dengan&lt;b&gt; Laa  hakima illallah&lt;/b&gt; yaitu Tiada hakim (Pembuat hukum) kecuali  Allah. Makna ini pun kurang tepat dan tidak sempurna, karena masih saja  mengandung sebagian dari kandungan makna Laa ilaha illallah yaitu tauhid  rububiyah. Jelasnya, jika seseorang mentauhidkan Allah dalam hukum,  namun bersamaan dengan itu dia beribadah kepada selain Allah, maka tetap  saja dia belum merealisasikan tuntutan kalimat tauhid ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Makna yang benar dari tafsir Laa ilaha illallah&lt;/b&gt;  adalah &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Laa ma’buda bi  haqqin illallah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;yaitu Tiada sesembahan  yang haq (berhak disembah) melainkan Allah. Hal ini berdasarkan Al-Quran  surah Shad ayat 5 dan hadits riwayat Ahmad di atas, di mana orang-orang  kafir di masa Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘alahi wa sallam&lt;/i&gt;  mengingkari dakwah beliau untuk mentauhidkan Allah (menjadikan Allah  satu-satunya Dzat yang disembah) dengan ucapan mereka;&lt;i&gt; “Apakah dia  menjadikan sesembahan-sesembahan itu hanya satu sesembahan (Allah)  saja?! Sungguh ini sesuatu yang aneh.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Rukun Syahadat Laa ilaha  illallah&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laa ilaha illallah memiliki 2 rukun yaitu &lt;b&gt;An-Nafyu&lt;/b&gt;  (penafian/peniadaan) dan &lt;b&gt;Al-Itsbat&lt;/b&gt; (penetapan).&lt;br /&gt;
Kedua  rukun ini diambil dari 2 penggalan kalimat tauhid &lt;b&gt; &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Laa ilaha&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;illallah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.  Rinciannya&amp;nbsp; sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;-Laa ilaha&lt;/b&gt; = &lt;i&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;An-Nafyu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;,&amp;nbsp; yaitu meniadakan dan meninggalkan  segala bentuk kesyirikan serta mengingkari segala sesuatu yang disembah  selain Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;-illallah&lt;/b&gt; = &lt;i&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Al-Itsbat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, yaitu menetapkan bahwa tidak ada yang  berhak disembah dan diibadahi melainkan Allah serta beramal dengan  landasan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak ayat-ayat Al-Quran yang mencerminkan 2 rukun ini. Diantaranya  adalah firman Allah Ta’ala yang artinya: &lt;i&gt;“Maka barangsiapa yang  mengingkari Thoghut (sesembahan selain Allah) dan beriman kepada Allah,  maka sungguh dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat (kalimat  Laa ilaha illallah).”&lt;/i&gt; (QS.Al-Baqarah:256).&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Mengingkari Thoghut (sesembahan selain Allah”) &lt;/i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;adalah  cerminan dari rukun An-Nafyu (Laa ilaha), sementara “&lt;i&gt;Beriman kepada  Allah”&lt;/i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;adalah cerminan dari rukun Al-Itsbat  (illallah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Syarat Syahadat Laa  ilaha illallah&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syarat-syarat ini harus dipenuhi oleh orang yang melafalkan kalimat  tauhid ini agar berfaedah baginya, yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1- Berilmu dan memahami kandungan makna dan rukun syahadat ini  sehingga hilang kebodohan terhadap kandungan makna dan rukun kalimat  ini. Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘alahi wa sallam &lt;/i&gt;bersabda yang  artinya:&lt;i&gt;“Barangsiapa yang mati dalam keadaan ia mengetahui  (kandungan makna) ‘laa ilaha illallah’ (bahwa tiada yang berhak disembah  kecuali Allah), pasti masuk surga (&lt;/i&gt;HR. Muslim).&lt;br /&gt;
2- Meyakini segala yang ditunjukkan oleh kalimat ini tanpa ada  keraguan sedikitpun. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:&lt;i&gt;”Sesungguhnya  orang mukmin itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan  rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu”.&lt;/i&gt; (QS. Al-Hujurat:15).&lt;br /&gt;
3- Menerima konsekuensi (tuntutan) kalimat ini berupa beribadah hanya  kepada Allah semata dan meninggalkan beribadah kepada selain-Nya tanpa  adanya penolakan yang didasari keengganan, pembangkangan,dan  kesombongan. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:&lt;i&gt;”Sesungguhnya  mereka (orang-orang kafir) apabila diucapkan kepada mereka “laa ilaha  illallah (Tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah) maka  merekapun menyombongkan diri(35). Dan mereka berkata,“Apakah kita akan  meninggalkan sesembahan-sesembahan kita karena penyair yang gila”.&lt;/i&gt;(QS.  Ash-Shaffat:35-36).&lt;br /&gt;
4- Tunduk dan berserah diri terhadap segala tuntutan kalimat ini  tanpa mengabaikannya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:&lt;i&gt;”Dan  barangsiapa yang berserah diri kepada Allah dalam keadaan berbuat  kebajikan, maka sungguh dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat  (kalimat Laa ilaha illallah).”&lt;/i&gt; (QS.Luqman:22)&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
5- Jujur dalam mengucapkan kalimat ini dengan disertai hati yang  membenarkannya. Jika seseorang mengucapkan kalimat ini namun hatinya  mengingkari dan mendustai nya, maka dia orang munafik tulen. Allah  Ta’ala berfirman yang artinya:&lt;i&gt;”Dan diantara manusia ada yang  mengucapkan,”Kami beriman kepada Allah dan hari akhir”, padahal mereka  tidak beriman(8). Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang  beiman. Tidaklah mereka menipu kecuali diri mereka sendiri sementara  mereka tidak meyadari(9). Dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah  menambah penyakit mereka. Dan mereka mendapat azab yang pedih karena  kedustaan yang mereka lakukan.&lt;/i&gt; (QS. Al-Baqarah:8-10).&lt;br /&gt;
6- Ikhlas dalam mengucapkannya dan memurnikan amal dari segala  kotoran syirik, bukan karena riya, atau untuk ketenaran, maupun  tujuan-tujuan duniawi. Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘alahi wa sallam &lt;/i&gt;bersabda  yang artinya:&lt;i&gt;“Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang  yang mengucapkan”laa ilaha illallah” dengan tujuan mengharap wajah  Allah.”&lt;/i&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;
7- Mencintai kalimat ini dan segala tuntutannya serta mencintai orang  yang melaksanakan tuntutannya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:&lt;i&gt;”Dan  diantara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan  yang mereka mencintainya seperti mencintai Allah. Sedangkan orang-orang  yang beriman sangat cinta kepada Allah.”&lt;/i&gt;(QS. Al-Baqarah:165). Orang  –orang yang benar dalam imannya mencintai Allah dengan cinta yang tulus  dan murni. Adapun para pelaku kesyirikan memiliki cinta ganda. Mereka  mencintai Allah sekaligus mencintai tandingan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Konsekuensi&amp;nbsp; Syahadat  Laa ilaha illallah&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konsekuensi (tuntutan)&amp;nbsp;syahadat ini adalah meninggalkan peribadatan dan penyembahan kepada selain Allah  Ta’ala.&lt;br /&gt;
Dewasa ini,banyak orang yang megucapkan kalimat ini namun menyalahi  tuntutannya. Mereka menujukan ibadah (beribadah) atau memberikan  persembahan kepada makhluk, seperti menyembelih dan bernadzar untuk  kuburan dan penghuninya, meletakkan sesajian sebagai tumbal di  tempat-tempat keramat dan angker, di sekitar pepohonan, dan bebatuan,  serta bentuk-bentuk persembahan lainnya.&lt;br /&gt;
Mereka menyakini tauhid sebagai  hal yang baru dan mereka juga mencela orang yang memurnikan ibadah  hanya kepada Allah semata. Mereka juga mengingkari serta memusuhi  orang-orang yang mendakwahi mereka, padahal ajakan dan dakwah yang  dilakukan orang-orang tersebut adalah sebagai wujud kecintaan, perhatian  dan kepedulian serta keprihatinan mereka terhadap saudara seagama  mereka.&lt;br /&gt;
Mereka tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa saudaranya  disebabkan ketidaktahuan saudaranya tersebut terhadap sesuatu yang  berbahaya bagi mereka. Untuk itu,-dengan didasari kecintaan- mereka  bangkit mengingatkan saudara-saudara seagama mereka dari bahaya-bahaya  yang bisa menimpa. Sikap mereka ini merupakan bentuk implementasi dari  sabda Nabi Muhammad &lt;i&gt;Shallallahu ‘alahi wa sallam &lt;/i&gt;yang maknanya:  “&lt;i&gt;Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia  mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.”&lt;/i&gt;  (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, semoga Allah ta’ala menjadikan kita umat yang bersatu  dan bersaudara di atas agama tauhid ini.(muslim.or.id)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam &lt;a href="http://edyputrajepara.blogspot.com/" target="_blank"&gt;blogger&lt;/a&gt; By &lt;a href="http://edyputra.blogspot.com/" target="_blank"&gt;edy putra &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-9085805359537624686?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VheDHqH02tU:2nfHCrZ0_MU:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VheDHqH02tU:2nfHCrZ0_MU:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VheDHqH02tU:2nfHCrZ0_MU:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VheDHqH02tU:2nfHCrZ0_MU:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=VheDHqH02tU:2nfHCrZ0_MU:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VheDHqH02tU:2nfHCrZ0_MU:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VheDHqH02tU:2nfHCrZ0_MU:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=VheDHqH02tU:2nfHCrZ0_MU:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VheDHqH02tU:2nfHCrZ0_MU:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VheDHqH02tU:2nfHCrZ0_MU:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=VheDHqH02tU:2nfHCrZ0_MU:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VheDHqH02tU:2nfHCrZ0_MU:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VheDHqH02tU:2nfHCrZ0_MU:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=VheDHqH02tU:2nfHCrZ0_MU:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VheDHqH02tU:2nfHCrZ0_MU:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VheDHqH02tU:2nfHCrZ0_MU:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VheDHqH02tU:2nfHCrZ0_MU:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=VheDHqH02tU:2nfHCrZ0_MU:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/VheDHqH02tU" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-07T19:30:32.799+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_htsL0_fR54U/TAzmTS1XF2I/AAAAAAAACKc/seHV0hbM8r0/s72-c/tauhid.edy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2010/06/kalimat-tauhid.html</feedburner:origLink></item><item><title>DZIKIR  YANG DILAKUKAN  PADA BULAN DZULHIJJAH</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/r6Dc49SiX7E/dzikir-yang-dilakukan-pada-bulan.html</link><category>IDUL ADHA</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Tue, 17 Nov 2009 17:13:41 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-4790539325624010550</guid><description>&lt;div class="judul" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB DZIKIR-DZIKIR PADA SEPULUH HARI PERTAMA  BULAN DZULHIJJAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="judul"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="judul"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَى مَارَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ اْلأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَآئِسَ الْفَقِيرَ &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan."&lt;/i&gt; (Al-Haj: 28). &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut Ibnu Abbas, asy-Syafi'i dan jumhur ulama, yaitu sepuluh hari (bulan Dzul-hijjah). &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketahuilah bahwasanya dianjurkan memperbanyak dzikir pada sepuluh hari ini dibandingkan hari-hari lainnya, dan itu lebih dianjurkan lagi pada hari Arafah dibanding-kan sembilan hari lainnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari, &lt;i&gt;( Kitab al-Idain, Bab Fadh al-Amal fi Ayyam at-Tasyriq,&lt;/i&gt; 2/457, no. 969), dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhu, dari Nabi Sallallahu ‘Alai Wasallam bahwa beliau bersabda : &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
مَاالْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هذه. قَالُوْا: وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَيْءٍ. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Tiada amalan pada hari-hari yang lebih utama daripada (yang dilakukan) di dalamnya." Mereka bertanya, "Tidak pula jihad fi sabilillah?" Beliau menjawab, "Tidak pula jihad, kecuali seseorang yang keluar dengan membawa dirinya dan hartanya, lalu ia kembali tanpa membawa sesuatu.”&lt;/i&gt; Ini redaksi riwayat al-Bukhari, dan ini shahih. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam riwayat at-Tirmidzi, &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;br /&gt;
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهِنَّ أَحَبُّ إِلَى الله عز وجل مِنْ هذه اْلأَيَّامِ الْعَشْرِ. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Tiada hari-hari di mana amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah ‘Azza Wajalla daripada sepuluh hari ini."&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam riwayat Abu Dawud seperti ini juga, hanya saja beliau mengatakan, &lt;i&gt;"Daripada hari-hari ini."&lt;/i&gt; Yakni sepuluh hari (awal Dzulhijjah). &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami meriwayatkan dalam &lt;i&gt;Musnad &lt;/i&gt;Imam Abu Muhammad Abdullah bin Abdurrah-man ad-Darimi dengan sanad &lt;i&gt;Shahihain,&lt;/i&gt; beliau Sallallahu ‘Alai Wasallam bersabda : &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;br /&gt;
مَاالْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنَ الْعَمَلِ فِي عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ. قِيْلَ: وَلاَ الْجِهَادُ؟ … &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Tiada amalan pada hari-hari, yang lebih utama daripada amalan yang dilakukan di sepuluh Dzulhijjah." Ditanyakan, "Tidak pula jihad?..."&lt;/i&gt; dan menyebutkan kelanjutan hadits. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam suatu riwayat  عَشْرِ اْلأَضْحى (sepuluh Adha). &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami meriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzi, dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi Sallallahu ‘Alai Wasallam, beliau bersabda : &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;br /&gt;
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ: لاَ إله إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Sebaik-baik doa ialah doa pada hari Arafah, dan sebaik-baik yang aku ucapkan dan para nabi sebelumku ialah (yang artinya): Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata yang tiada sekutu bagiNya. Dia memiliki kerajaan dan memiliki pujian, serta Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."&lt;/i&gt; &lt;b&gt; (Shahih:&lt;/b&gt; Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, &lt;i&gt;Kitab ad-Da'awat, Bab Du'a` Yaum Arafah,&lt;/i&gt; 5/572, no. 5385 dari jalur Hammad bin Abu Humaid, dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya dengan hadits tersebut secara &lt;i&gt;marfu'.&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;At-Tirmidzi mengatakan, &lt;i&gt;"Gharib&lt;/i&gt; dari aspek ini, dan Hammad tidak kuat menurut ahli hadits." Tetapi hadits ini memiliki beberapa syahid, di antaranya mursal yang akan disebutkan nanti dan mursal lainnya diriwayatkan al-Ashbahani dalam &lt;i&gt;at-Targhib,&lt;/i&gt; no. 2482 dari al-Muththalib bin Abdillah bin Hanthab. Sementara&lt;i&gt;syahid&lt;/i&gt; yang &lt;i&gt;marfu' &lt;/i&gt;dari hadits Ali yang diriwayatkan ath-Thabrani dalam &lt;i&gt;ad-Du'a`,&lt;/i&gt; no. 874, dan al-Baihaqi 5/117: dari dua jalur yang satu sama lain saling menghasankan. Jadi, hadits ini shahih dengan berbagai &lt;i&gt;syahid&lt;/i&gt;nya, dan hadits ini telah dishahihkan oleh al-Albani). Sanad hadits ini didhaifkan oleh at-Tirmidzi. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami meriwayatkan dalam &lt;i&gt;Muwaththa` Imam Malik &lt;/i&gt;dengan sanad &lt;i&gt;mursal&lt;/i&gt; dan dengan redaksi yang kurang, yang redaksinya sebagai berikut, &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;br /&gt;
أَفْضَلُ الدُّعَاءِ (دُعَاءُ) يَوْمِ عَرَفَةَ، وَأَفْضَلُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ: لاَ إله إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، لاَ شَرِيْكَ لَهُ. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Doa yang paling utama ialah doa pada hari Arafah, dan sebaik-baik apa yang aku ucapkan dan para nabi sebelumku ialah: Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata yang tiada sekutu bagiNya."&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Shahih:&lt;/b&gt; Diriwayatkan oleh Malik dalam &lt;i&gt;al-Muwaththa' &lt;/i&gt;1/422; al-Baihaqi 4/284, 5/117; al-Baghawi, no. 1929: dari Ziyad bin Abi Ziyad, dari Thalhah bin Ubaidillah bin Kariz, dari Nabi Sallallahu ‘Alai Wasallam dengan hadits tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ini adalah &lt;i&gt;mursal &lt;/i&gt; shahih. Disebutkan secara &lt;i&gt;maushul&lt;/i&gt; pada riwayat Ibnu Adi 4/1599: dari jalur Abdurrahman bin Yahya al-Madani, Malik menceritakan kepada kami, dari Sumai, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah dengan hadits tersebut secara &lt;i&gt;marfu'.&lt;/i&gt; Ibnu Adi mengatakan, &lt;i&gt;"Munkar&lt;/i&gt; dari Malik, karena tidak ada yang meriwayatkannya selain Abdurrahman bin Yahya ini, dan Abdurrahman ini tidak dikenal." Karena itu, Ibnu Abdil Barr mengatakan, "Tidak diperselisihkan dari Malik tentang riwayat &lt;i&gt;mursalnya.&lt;/i&gt; Aku tidak hafal dengan sanad ini bisa dijadikan sebagai sandaran dari aspek yang dapat dijadikan sebagai &lt;i&gt;hujjah.&lt;/i&gt; Namun hadits-hadits &lt;i&gt;fadhilah&lt;/i&gt; tidak memerlukan apa yang bisa dijadikan sebagai san-daran, apalagi disebutkan secara musnad dari hadits Ali dan Ibnu Amr." Aku katakan, Sanad-sanad ini telah penulis kemukakan pada catatan kaki terdahulu, dan hadits ini shahih dengan &lt;i&gt;syawahid &lt;/i&gt; tersebut). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Telah sampai kepada kami dari Salim bin Abdillah bin Umar Rahimahullah bahwa ia melihat seseorang meminta-minta kepada manusia pada hari Arafah, maka ia mengatakan :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;br /&gt;
يَا عَاجِزُ، فِي هذا الْيَوْمِ يُسْأَلُ غَيْرُ اللهِ عز وجل ؟ &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Wahai orang yang lemah, apakah pada hari ini ada selain Allah ‘Azza Wajalla yang diminta?"&lt;/i&gt;( Abu Nu'aim menyebutkannya dalam al-Hilyah 2/194 yang semisal dengannya). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Al-Bukhari mengatakan dalam &lt;i&gt;Shahih&lt;/i&gt;nya, &lt;i&gt;(Kitab al-Idain, Bab at-Takbir Ayyam Mina wa Idza Ghada ila Arafah, 2/461 secara mu'allaq).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
كَانَ عُمَرُ رضي الله عنه يُكَبِّرُ فِي قُبَّتِهِ بِمِنًى، فَيَسْمَعُهُ أَهْلُ الْمَسْجِدِ، فَيُكَبِّرُوْنَ وَيُكَبِّرُ أَهْلُ اْلأَسْوَاقِ حَتَّى تَرْتَجَّ مِنًى تَكْبِيْرًا. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Umar Radhiallahu ‘Anhu bertakbir di kubahnya di Mina, lalu orang-orang di masjid mendengarnya, maka mereka pun bertakbir dan diikuti oleh orang-orang di pasar, sehingga Mina bergema dengan takbir."&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Al-Bukhari &lt;i&gt;(Kitab al-'Idain, Bab  Fadhl al-Amal fi Ayyam at-Tasyriq, 2/461 secara mu'allaq).&lt;/i&gt; Mengatakan : &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;br /&gt;
وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُوْ هُرَيْرَةَ p يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوْقِ فِي أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيْرِهِمَا. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;"Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhuma keluar ke pasar pada hari kesepuluh (Dzulhijjah) untuk bertakbir, dan orang-orang pun bertakbir karena takbir keduanya."&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatdoa&amp;amp;id=199" target="_blank"&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-4790539325624010550?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=r6Dc49SiX7E:GfMHez1jl9w:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=r6Dc49SiX7E:GfMHez1jl9w:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=r6Dc49SiX7E:GfMHez1jl9w:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=r6Dc49SiX7E:GfMHez1jl9w:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=r6Dc49SiX7E:GfMHez1jl9w:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=r6Dc49SiX7E:GfMHez1jl9w:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=r6Dc49SiX7E:GfMHez1jl9w:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=r6Dc49SiX7E:GfMHez1jl9w:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=r6Dc49SiX7E:GfMHez1jl9w:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=r6Dc49SiX7E:GfMHez1jl9w:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=r6Dc49SiX7E:GfMHez1jl9w:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=r6Dc49SiX7E:GfMHez1jl9w:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=r6Dc49SiX7E:GfMHez1jl9w:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=r6Dc49SiX7E:GfMHez1jl9w:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=r6Dc49SiX7E:GfMHez1jl9w:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=r6Dc49SiX7E:GfMHez1jl9w:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=r6Dc49SiX7E:GfMHez1jl9w:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=r6Dc49SiX7E:GfMHez1jl9w:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/r6Dc49SiX7E" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-18T08:13:41.557+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2009/11/dzikir-yang-dilakukan-pada-bulan.html</feedburner:origLink></item><item><title>HAL  YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN DI HARI RAYA</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/y2EQn-JuZYU/hal-yang-tidak-boleh-dilakukan-di-hari.html</link><category>IDUL ADHA</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Tue, 17 Nov 2009 16:56:41 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-5209541165469034805</guid><description>&lt;h3 align="center"&gt;Kemungkaran-kemungkaran di Hari Raya&lt;/h3&gt;Ketahuilah wahai saudaraku muslim -semoga Allah memberi taufik kepadaku dan kepadamu- sesungguhnya kebahagiaan yang ada pada hari-hari raya kadang-kadang membuat manusia lupa atau sengaja melupakan perkara-perkara agama mereka dan hukum-hukum yang ada dalam Islam. Sehingga engkau melihat mereka banyak berbuat kemaksiatan dan kemungkaran-kemungkaran dalam keadaan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya !! Semua inilah yang mendorongku untuk menambahkan pembahasan yang bermanfaat ini dalam tulisanku, agar menjadi peringatan bagi kaum muslimin dari perkara yang mereka lupakan dan mengingatkan mereka atas apa yang mereka telah lalai darinya.&lt;br /&gt;
Di antara kemungkaran itu adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertama: Berhias dengan mencukur jenggot&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Perkara ini banyak dilakukan manusia. Padahal mencukur jenggot merupakan perbuatan yang diharamkan dalam agama Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta'ala &lt;/i&gt;sebagaimana ditunjukkan dalam hadits-hadits yang shahih yang berisi perintah untuk memanjangkan jenggot agar tidak &lt;i&gt;tasyabbuh &lt;/i&gt;(menyerupai) orang-orang kafir yang kita diperintah untuk menyelisihi mereka. Selain berkaitan dengan hal itu, memanjangkan jenggot termasuk fithrah (bagi laki-laki) yang tidak boleh kita rubah. Dalil-dalil tentang keharaman mencukur jenggot terdapat dalam kitab-kitab Imam Madzhab yang empat yang telah dikenal [Lihat &lt;i&gt;Fathul Bari &lt;/i&gt;10/351, &lt;i&gt;Al-Ikhtiyar Al-Ilmiyah &lt;/i&gt;6, &lt;i&gt;Al-Muhalla &lt;/i&gt;2/220, &lt;i&gt;Ghidza'ul Albab &lt;/i&gt;1/376 dan selainnya]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kedua : Berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahramnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan bencana yang banyak menimpa kaum muslimin, tidak ada yang selamat darinya kecuali orang yang dirahmati Allah. Perbuatan ini haram berdasarkan sabda Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;(yang artinya): &lt;b&gt; “Seseorang ditusukkan jarum besi pada kepalanya adalah lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya"&lt;/b&gt; [Hadits Shahih, Lihat takhrijnya secara panjang lebar dalam &lt;i&gt;Juz'u Ittiba' as-Sunnah &lt;/i&gt;No. 15 oleh Adl-Dliya Al-Maqdisi -dengan tahqiqku. Diriwayatkan ar Rauyaani dalam musnadnya 227/2 dari Ma’qil bin Yasaar dan sanadnya jayyid lihat &lt;i&gt;Silsilah Ahadits ash Shohihah &lt;/i&gt;karya Al Albani no 226]&lt;br /&gt;
Keharaman perbuatan ini diterangkan juga dalam kitab-kitab empat Imam Madzhab yang terkenal [Lihat &lt;i&gt;Syarhu An Nawawi ala Muslim&lt;/i&gt; 13/10, &lt;i&gt;Hasyiyah Ibnu Abidin &lt;/i&gt;5/235, &lt;i&gt;Aridlah Al-Ahwadzi &lt;/i&gt;7/95 dan &lt;i&gt;Adlwau Bayan &lt;/i&gt;6/603]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ketiga : Tasyabbuh (meniru) orang-orang kafir dan orang-orang barat dalam berpakaian dan mendengarkan alat-lat musik serta perbuatan mungkar lainnya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;telah bersabda (yang artinya): &lt;b&gt;“Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka"&lt;/b&gt; [Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad 2/50 dan 92 dari Ibnu Umar dan isnadnya Hasan. Diriwayatkan oleh Ath-Thahawi dalam &lt;i&gt;Musykil Al Atsar &lt;/i&gt;1/88 dari Hassan bin Athiyah, Abu Nu'aim dalam &lt;i&gt;Akhbar Ashbahan &lt;/i&gt;1/129 dari Anas, meskipun ada pembicaraan padanya, tetapi dengan jalan-jalan tadi, hadits ini derajatnya Shahih, insya Allah]&lt;br /&gt;
Beliau &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;juga bersabda (yang artinya): &lt;b&gt;“Benar-benar akan ada pada umatku beberapa kaum yang mereka menghalalkan zina, sutera (bagi laki-laki ,-pent), khamr dan alat-alat musik. Dan benar-benar akan turun beberapa kaum menuju kaki gunung untuk melepaskan gembalaan mereka sambil beristirahat, kemudian mereka didatangi seorang fasik untuk suatu keperluan. Kemudian mereka berkata: "Kembalilah kepada kami besok!" Lalu Allah membinasakan dan menimpakan gunung itu pada mereka dan sebagian mereka dirubah oleh Allah menjadi kera-kera dan babi-babi hingga hari kiamat"&lt;/b&gt; [Hadits Riwayat Bukhari 5590 secara &lt;i&gt;muallaq&lt;/i&gt; dan bersambung menurut Abu Daud 4039, Al-Baihaqi 10/221 dan selainnya. berkata Al-Hafidzh dalam &lt;i&gt;Hadyu As-Sari &lt;/i&gt;59 : Al-Hasan bin Sufyan menyambungnya dalam Musnadnya, dan Al-Isma'ili, Ath-Thabrani dalam Al-Kabir. Abu Nua'im dari empat jalan, dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya dan selain mereka]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keempat : Masuk dan becengkerama dengan wanita-wanita yang bukan mahram.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hal ini dilarang oleh Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;dengan sabda beliau (yang artinya): &lt;b&gt;“Hati-hatilah kalian jangan sampai masuk untuk menemui para wanita"&lt;/b&gt;. Maka berkata salah seorang pria Anshar: "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang al-Hamwu?" Beliau berkata: &lt;b&gt;"Al-Hamwu adalah maut"&lt;/b&gt; [Hadits Riwayat Bukhari 5232, Muslim 2172 dari 'Uqbah bin Amir].&lt;br /&gt;
Al- Allamah Az-Zamakhsyari berkata dalam menerangkan &lt;i&gt;al-Hamwu&lt;/i&gt;: "Al-Hamwu bentuk jamaknya adalah &lt;i&gt; Ahmaa'&lt;/i&gt; adalah kerabat dekat suami seperti ayah [dikecualikan dari larangan di atas berdasarkan nash Al-Qur'anul Karim, lihat &lt;i&gt;Al-Mughni&lt;/i&gt; 6/570], saudara laki-laki, pamannya dan selain mereka. Dan sabda beliau: &lt;b&gt;"Al-Hamwu adalah maut"&lt;/b&gt; maknanya ia dikelilingi oleh kejelekan dan kerusakan yang telah mencapai puncaknya sehingga Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;menyerupakannya dengan maut, karena hal itu merupakan sumber segala bencana dan kebinasaan. Yang demikian karena Al-Hamwu lebih berbahaya daripada orang lain yang tidak dikenal. Sebab kerabat dekat yang bukan mahram terkadang tidak ada kekhawatiran atasnya atau merasa aman terhadap mereka, lain halnya dengan orang yang bukan kerabat" [&lt;i&gt;Al-Faiq fi Gharibil Hadits&lt;/i&gt; 9 1/318, Lihat &lt;i&gt;An-Nihayah &lt;/i&gt;1/448, &lt;i&gt;Gharibul Hadits &lt;/i&gt;3/351 dan &lt;i&gt;Syarhus Sunnah &lt;/i&gt;9/26,27]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kelima: Wanita-wanita yang ber-&lt;i&gt;tabarruj &lt;/i&gt;(memamerkan kecantikan) kemudian keluar ke pasar-pasar atau tempat lainnya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan perbuatan yang diharamkan dalam syari'at Allah. Allah Ta'ala berfirman (yang artinya): &lt;b&gt;“Hendaklah mereka (wanita-wanita) tinggal di rumah-rumah mereka dan jangan ber-&lt;i&gt;tabarruj &lt;/i&gt; ala jahiliyah dulu dan hendaklah mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat"&lt;/b&gt; [Al-Ahzab : 33]&lt;br /&gt;
Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;bersabda (yang artinya): &lt;b&gt;“Dua golongan manusia termasuk penduduk neraka yang belum pernah aku melihatnya: .... dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, menyimpang &lt;/b&gt;(dari taat kepada Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta'ala &lt;/i&gt;dan keharusan mereka untuk menjaga kemaluan; lihat &lt;i&gt;An-Nihayah&lt;/i&gt;" 4/382), &lt;b&gt;kepala-kepala mereka bagaikan punuk-punuk unta &lt;/b&gt;(Berkata Al-Qadli 'Iyadh dalam &lt;i&gt;Masyariqul Anwar &lt;/i&gt;1/79: &lt;i&gt;al-Bukht &lt;/i&gt;adalah unta yang gemuk yang memiliki dua punuk. Maknanya -&lt;i&gt;wallahu a'lam&lt;/i&gt;- wanita-wanita itu menggelung rambut mereka hingga kelihatan besar dan tidak menundukkan pandangan mata mereka). &lt;b&gt;Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau suurga dapat tercium dari perjalanan sekian dan sekian"&lt;/b&gt; [Hadits ini dikeluarkan oleh Muslim dalam "Shahihnya" 2128, 2856 dan 52, Ahmad 2/223 dan 236 dari Abu Hurairah]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keenam : Mengkhususkan ziarah kubur pada hari raya, membagi-bagikan manisan dan makanan di pekuburan, duduk di atas kuburan, bercampur baur antara pria dan wanita, bergurau dan meratapi orang-orang yang telah meninggal, dan kemungkaran-kemungkaran lainnya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Lihat perincian yang lain tentang bid'ah yang dilakukan di kuburan dalam kitab &lt;i&gt;Ahkamul Janaiz &lt;/i&gt;258-267 oleh Syaikh kami Al-Albani &lt;i&gt;Rahimahullah&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ketujuh : Boros dalam membelanjakan harta yang tidak ada manfaatnya dan tidak ada kebaikan padanya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Allah berfirman (yang artinya): &lt;b&gt;“Janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan"&lt;/b&gt; [QS. Al-An'am : 141]. &lt;b&gt;“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat boros itu adalah saudaranya syaitan"&lt;/b&gt; [QS. Al-Isra : 26-27]&lt;br /&gt;
Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;bersabda (yang artinya): &lt;b&gt;“Tidak akan berpindah kedua kaki anak Adam pada hari kiamat dari sisi Rabb-nya hingga ditanya tentang ... dan hartanya dari mana ia perolah dan ke mana ia infakkan"&lt;/b&gt; [Hadits Riwayat Tirmidzi 2416, Al-Khatib dalam &lt;i&gt;Tarikh&lt;/i&gt;-nya 12/440 dari Ibnu Mas'ud, padanya ada kelemahan. Akan tetapi ada pendukungnya dari Abi Barzah di sisi Ad-Darimi 1/131, Abu Nua’im dalam &lt;i&gt; al Hulyah &lt;/i&gt;10/232, Ibnu Ad Daibsyi dalam Dzail Tarikh Baghdad 2/163. Dan dari Mu'adz di sisi Al-Khatib 11/441. Maka hadits ini Hasan.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kedelapan : Kebanyakan manusia meninggalkan shalat berjama'ah di masjid tanpa alasan syar'i atau mengerjakan shalat Id tetapi tidk shalat lima waktu. Demi Allah, sesungguhnya ini adalah salah satu bencana yang amat besar.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kesembilan : Berdatangannya sebagian besar orang-orang awam ke kuburan setelah fajar hari raya, mereka meninggalkan shalat Id, dirancukan dengan bid'ah mengkhususkan ziarah kubur pada hari raya. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Lihat &lt;i&gt;Al-Madkhal &lt;/i&gt;1/286 oleh Ibnu Hajj, &lt;i&gt;Al-Ibda &lt;/i&gt;hal.135 oleh Ali Mahfudh dan &lt;i&gt;Sunnanul Iedain &lt;/i&gt;hal.39 oleh Al-Syauqani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kesepuluh : Tidak adanya kasih sayang terhadap fakir miskin.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sehingga anak-anak orang kaya memperlihatkan kebahagiaan dan kegembiraan dengan bebagai jenis makanan yang mereka pamerkan di hadapan orang-orang fakir dan anak-anak mereka tanpa perasaan kasihan atau keinginan untuk membantu dan merasa bertanggung jawab. Padahal Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;bersabda (yang artinya): &lt;b&gt;“Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya"&lt;/b&gt; [Hadits Riwayat Bukhari 13 dan Muslim 45, An-Nasa'i 8/115 dan Al-Baghawi 3474 meriwayatkan dengan tambahan; &lt;b&gt;"dari kebaikan"&lt;/b&gt; dan isnadnya Shahih]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kesebelas: Bid'ah-bid'ah yang dilakukan oleh kebanyakan orang yang dianggap syaikh dengan pengakuan bertaqqarub kepada Allah Ta'ala, padahal tidak ada asalnya sama sekali dalam agama Allah.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bid'ah itu banyak sekali dilakukan muslimin (Lihat beberapa di antaranya dalam kitab &lt;i&gt;A'yadul Islam &lt;/i&gt;58 pasal &lt;i&gt;Bida'ul Iedain&lt;/i&gt;). Aku hanya menyebutkan satu saja di antaranya, yaitu kebanyakan para khatib dan pemberi nasehat menyerukan untuk menghidupkan malam hari Id (dengan ibadah) dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Tidak hanya sebatas itu yang mereka perbuat, bahkan mereka menyandarkan hadits palsu kepada Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, yaitu hadits yang berbunyi (yang artinya): &lt;b&gt;“Barangsiapa yang menghidupkan malam Idul Fithri dan Idul Adha maka hatinya tidak akan mati pada hari yang semua hati akan mati"&lt;/b&gt; [Hadits ini palsu (&lt;i&gt;maudlu'&lt;/i&gt;), diterangkan oleh ustazd kami Al-Albani dalam &lt;i&gt;Silsilah Al-Ahadits Adl-Dlaifah&lt;/i&gt; 520-521]&lt;br /&gt;
Maka tidak boleh menyandarkan kepada Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;ucapan tersebut. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Judul asli: &lt;b&gt;Ahkaamu Al' Iidaini Fii Al-Sunnah Al-Muthahharah &lt;/b&gt; oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari dan Syaikh Salim Al Hilali, yang terjemahannya dalam edisi Indonesia ada dua buku yaitu &lt;b&gt;Hari Raya Bersama Rasulullah&lt;/b&gt;,&amp;nbsp; Pustaka Al-Haura', penerjemah Ummu Ishaq Zulfa Hussein; dan &lt;b&gt; Tuntunan Ibadah Ramadhan dan Hari Raya&lt;/b&gt;, terbitan Maktabah Salafy Press, penerjemah ustadz Hannan Husein Bahannan.&amp;nbsp;Sumber: &lt;a _blank="" href="http://www.salafy.or.id/" target="_blank"&gt;www.salafy.or.id&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-5209541165469034805?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=y2EQn-JuZYU:x8Y9J4xdivU:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=y2EQn-JuZYU:x8Y9J4xdivU:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=y2EQn-JuZYU:x8Y9J4xdivU:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=y2EQn-JuZYU:x8Y9J4xdivU:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=y2EQn-JuZYU:x8Y9J4xdivU:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=y2EQn-JuZYU:x8Y9J4xdivU:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=y2EQn-JuZYU:x8Y9J4xdivU:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=y2EQn-JuZYU:x8Y9J4xdivU:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=y2EQn-JuZYU:x8Y9J4xdivU:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=y2EQn-JuZYU:x8Y9J4xdivU:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=y2EQn-JuZYU:x8Y9J4xdivU:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=y2EQn-JuZYU:x8Y9J4xdivU:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=y2EQn-JuZYU:x8Y9J4xdivU:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=y2EQn-JuZYU:x8Y9J4xdivU:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=y2EQn-JuZYU:x8Y9J4xdivU:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=y2EQn-JuZYU:x8Y9J4xdivU:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=y2EQn-JuZYU:x8Y9J4xdivU:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=y2EQn-JuZYU:x8Y9J4xdivU:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/y2EQn-JuZYU" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-18T07:56:41.125+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2009/11/hal-yang-tidak-boleh-dilakukan-di-hari.html</feedburner:origLink></item><item><title>SESEMBELIHAN QURBAN</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/VSu9U_d8cCg/sesembelihan-qurban.html</link><category>IDUL ADHA</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Tue, 17 Nov 2009 16:47:11 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-2204895850222995727</guid><description>&lt;h3 align="center"&gt;Qurban atau Udhhiyyah (Sembelihan)&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Hukum Menyembelih kurban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Para Ulama berselisih pendapat tentang hukumnya. Sedangkan menurut pendapat yang kuat hukumnya adalah wajib bagi yang memiliki kemampuan (&lt;i&gt;Ahkamul Iedain &lt;/i&gt; hal. 26). Di antara hadits yang dijadikan dalil bagi ulama yang mewajibkan adalah:&lt;br /&gt;
"Dari Abi Hurairah &lt;i&gt; radliyallahu anhu&lt;/i&gt;, ia berkata: Rasulullah &lt;i&gt; shallallahu ' alaihi wasallam &lt;/i&gt;bersabda: &lt;b&gt;"Barang siapa memiliki kelapangan (kemampuan) kemudian tidak berqurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat Ied kami."&lt;/b&gt; (HR. Ahmad, Ibnu Majah,Ad-Daruqutni, Al-Hakim, sanadnya hasan, lihat &lt;i&gt; Ahkamul Iedain &lt;/i&gt; hal. 26).&lt;br /&gt;
Dari hadits di atas diterangkan bahwa Rasulullah &lt;i&gt; shallallahu ' alaihi wasallam &lt;/i&gt;melarang untuk mendekati tempat shalat Ied bagi orang yang memiliki kemampuan akan tetapi tidak berqurban. Hal itu menunjukkan bahwasanya dia telah meninggalkan suatu kewajiban yang seakan-akan tidak ada manfaatnya, bertaqarrub kepada Allah dengan dia meninggalkan kewajiban itu (&lt;i&gt;Subulus Salam &lt;/i&gt; 4/169).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Waktu Menyembelih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hewan kurban disembelih setelah selesai shalat Ied. Dalilnya: Dari Barra bin Azib &lt;i&gt;radiallahuanhu&lt;/i&gt;, ia berkata: Rasulullah &lt;i&gt; shallallahu ' alaihi wasallam &lt;/i&gt;bersabda: &lt;b&gt;"Sesungguhnya perkara yang pertama kita mulai pada hari ini adalah kita shalat kemudian menyembelih. Maka barang siapa yang melakukan hal itu, dia telah mendapatkan sunnah kami. Dan barang siapa yang telah menyembelih &lt;/b&gt; (sebelum shalat -&lt;i&gt;pent.&lt;/i&gt;)&lt;b&gt;, maka sesungguhnya sembelihan itu adalah daging yang diperuntukkan bagi keluarganya, bukan termasuk hewan kurban sedikitpun."&lt;/b&gt; (HR. Muslim no. 1961).&lt;br /&gt;
Diperbolehkan untuk mengakhirkan penyembelihan, yaitu menyembelih pada hari kedua dan ketiga setelah hari Ied. Sebagaimana diterangkan dalam hadits:&lt;br /&gt;
"Dari Nabi &lt;i&gt; shallallahu ' alaihi wasallam &lt;/i&gt;bahwasanya beliau bersabda: &lt;b&gt;"Setiap hari &lt;i&gt; tasyriq &lt;/i&gt; ada sembelihan"&lt;/b&gt; (HR. Ahmad 4/8 dari Jubair bin Muthim &lt;i&gt;radhiallahu anhu&lt;/i&gt;, dan dihasankan oleh Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid dalam &lt;i&gt; Ahkamul iedain&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
Berkata Ibnul Qayyim: "(Kebolehan menyembelih di hari-hari tasyriq) adalah pendapat Imam Ahmad, Malik, Abu Hanifah &lt;i&gt; rahimahumullah&lt;/i&gt;."&lt;br /&gt;
Imam Ahmad berkata: "Ini adalah pendapat lebih dari satu shahabat Muhammad &lt;i&gt; shallallahu ' alaihi wasallam&lt;/i&gt;, dan Al-Atsram menyebutkan diantaranya: Ibnu Umar, Ibnu Abas &lt;i&gt; radiallahu anhum&lt;/i&gt;." (&lt;i&gt;Zadul Maad &lt;/i&gt; 2/319).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Tempat Menyembelih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam rangka menampakkan syiar Islam dan kaum muslimin,disunnahkan menyembelih di lapangan tempat shalat Ied. Dalilnya:&lt;br /&gt;
"Dari Ibnu Umar &lt;i&gt; radliyallahu anhu &lt;/i&gt; dari Nabi &lt;i&gt; shallallahu ' alaihi wasallam&lt;/i&gt;: bahwasanya beliau menyembelih (kibas dan unta) dilapangan Ied." (HR. Bukhari no. 5552 dalam &lt;i&gt;Fathul Bari&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Larangan Memotong Rambut dan Kuku&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Barang siapa hendak berqurban, tidak diperbolehkan bagi dia memotong rambut dan kukunya sedikitpun, setelah masuk tanggal 1 Dzulhijjah hingga shalat Ied. Dalilnya:&lt;br /&gt;
"Dari Ummu Salamah, bahwasanya Rasulullah &lt;i&gt; shallallahu ' alaihi wasallam &lt;/i&gt;bersabda: &lt;b&gt; "Apabila kalian melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian hendak menyembelih, maka hendaknya dia menahan &lt;/b&gt; (yakni tidak memotong -&lt;i&gt;pent.&lt;/i&gt;)&lt;b&gt; rambut dan kukunya."&lt;/b&gt; (HR. Muslim No. 1977).&lt;br /&gt;
Imam Nawawi berkata: "Maksud larangan tersebut adalah dilarang memotong kuku dengan gunting dan semacamnya, memotong rambut; baik gundul, memendekkan rambut, mencabutnya, membakarnya atau selain itu. Dan termasuk dalam hal ini, memotong bulu ketiak, kumis, kemaluan dan bulu lainnya yang ada di badan (&lt;i&gt;Syarah Muslim &lt;/i&gt; 13/138)."&lt;br /&gt;
Berkata Ibnu Qudamah: "Siapa yang melanggar larangan tersebut hendaknya minta ampun kepada Allah dan tidak ada fidyah (tebusan) baginya, baik dilakukan sengaja atau lupa" (&lt;i&gt;Al-Mughni&lt;/i&gt;11/96).&lt;br /&gt;
Dari keterangan di atas maka larangan tersebut menunjukkan haram. Demikian pendapat Said bin Musayyib, Rabiah, Ahmad, Ishaq, Daud dan sebagian Madzhab Syafiiyah. Dan hal itu dikuatkan oleh Imam Asy-Syaukani dalam &lt;i&gt; Nailul Authar&amp;nbsp; &lt;/i&gt;juz 5 hal. 112 dan Syaikh Ali hasan dalam &lt;i&gt; Ahkamul Iedain&lt;/i&gt; hal. 74.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Jenis Sembelihan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
"Dari Jabir, berkata: Rasulullah &lt;i&gt; shallallahu ' alaihi wasallam &lt;/i&gt;bersabda: &lt;b&gt;"Janganlah kalian menyembelih kecuali &lt;i&gt;musinnah&lt;/i&gt;, akan tetapi jika kalian merasa berat hendaklah menyembelih &lt;i&gt;jazaah.&lt;/i&gt;" &lt;/b&gt;(HR. Muslim 6/72 dan Abu Daud 2797).&lt;br /&gt;
Syaikh Al-Albani menerangkan:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Musinnah&amp;nbsp; &lt;/i&gt;yaitu jenis unta, sapi dan kambing atau kibas. Umur kambing adalah ketika masuk tahun ketiga, sedangkan unta, masuk tahun keenam.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Jazaah&amp;nbsp; &lt;/i&gt;yaitu kambing atau kibas yang berumur setahun pas menurut pendapat jumhur ulama     (&lt;i&gt;Silsilah Ad-Dlaifah &lt;/i&gt; 1/160).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Dan yang terbaik dari jenis sembelihan tadi adalah kibas (domba) jantan bertanduk bagus, warna putih bercampur hitam di sekitar mata dan kakinya. Yang demikian karena termasuk sifat-sifat yang disunnahkan Rasulullah &lt;i&gt; shallallahu ' alaihi wasallam&lt;/i&gt; dan beliau menyembelih hewan yang memiliki sifat tersebut.&lt;br /&gt;
"Dari Aisyah bahwasanya Rasulullah &lt;i&gt; shallallahu ' alaihi wasallam &lt;/i&gt;memerintahkan menyembelih kibas yang bertanduk baik, dan sekitar kaki, perut dan matanya berwarna hitam. Kemudian didatangkan kepada beliau, lalu disembelih." (HR. Abu Daud, dishahihkan Syaikh al-Albani dalam Shahih Abu Daud no. 2423).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Hewan kurban Tidak Cacat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Termasuk tuntunan Nabi &lt;i&gt; shallallahu ' alaihi wasallam &lt;/i&gt;yaitu memilih hewan yang selamat dari cacat dan memilih yang terbaik. Beliau melarang menyembelih hewan yang terputus telinganya, terpecah tanduknya, matanya pece, terputus bagian depan atau belakang telinganya, terbelah atau terkoyak telinganya. Adapun kibas yang dikebiri boleh untuk disembelih. (&lt;i&gt;Ahkamul Iedain &lt;/i&gt; hal. 75)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Boleh Berserikat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Satu ekor hewan kurban boleh diniatkan pahalanya untuk dirinya dan keluarganya meskipun dalam jumlah yang banyak.&lt;br /&gt;
Dalilnya: "Berkata Atha bin Yasar: Aku bertanya kepada Abu Ayyub Al-Anshari, bagaimana sifat sembelihan di masa Rasulullah &lt;i&gt; shallallahu ' alaihi wasallam&lt;/i&gt;, beliau menjawab: "Jika seseorang berkurban seekor kambing, maka untuk dia dan keluarganya. Kemudian mereka makan dan memberi makan dari kurban tersebut." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Malik, Al-Baihaqi dan sanadnya hasan, lihat &lt;i&gt; Ahkamul Iedain&lt;/i&gt; hal. 76).&lt;br /&gt;
"Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Kami bersama Rasulullah &lt;i&gt; shallallahu ' alaihi wasallam &lt;/i&gt;dalam sebuah perjalanan kemudian tiba hari Ied. Maka kami berserikat tujuh orang pada seekor sapi dan sepuluh orang pada seekor unta." (HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi&lt;br /&gt;
no. 1213).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Cara Menyembelih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menyembelih dengan pisau yang tajam, mengucapkan &lt;b&gt;"bismillah wallahu akbar" &lt;/b&gt;(dengan nama Allah dan Allah Maha Besar), membaringkan sembelihan pada sisi kirinya karena yang demikian mudah bagi si penyembelih memegang pisau dengan tangan kanannya, dan menahan lehernya dengan tangan kiri. Dalilnya:&lt;br /&gt;
"Dari Anas bin Malik, dia berkata: Bahwasanya Nabi &lt;i&gt; shallallahu ' alaihi wasallam &lt;/i&gt;menyembelih dua ekor kibasnya yang bagus dan bertanduk. Beliau mengucapkan basmallah dan takbir dan meletakkan kakinya di samping lehernya." (HR. Bukhari, Muslim dan lainnya).&lt;br /&gt;
Dan disunnahkan bagi yang berkorban, memotong sendiri sembelihannya atau mewakilkan kepada orang lain (&lt;i&gt;Ahkamul Iedain &lt;/i&gt; hal. 77).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Membagikan Daging kurban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bagi yang menyembelih disunnahkan makan daging qurbannya, menghadiahkan karib kerabatnya, bershadaqah pada fakir miskin, dan menyimpannya untuk perbekalan lebih dari 3 hari. Nabi &lt;i&gt; shallallahu ' alaihi wasallam &lt;/i&gt;bersabda: &lt;b&gt;"Makanlah, simpanlah untuk perbekalan dan bershadaqahlah." &lt;/b&gt;(HR.Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;
Daging sembelihan, kulitnya, rambutnya dan yang bermanfaat dari kurban tersebut tidak boleh diperjualbelikan menurut pendapat jumhur ulama, dan seorang tukang sembelih tidak mendapatkan daging kurban. Tetapi yang dia dapatkan hanyalah upah dari yang berkurban. Dalilnya:&lt;br /&gt;
"Dari Ali bin Abi Thalib &lt;i&gt; radliyallahu anhu&lt;/i&gt;, dia berkata: Rasulullah &lt;i&gt; shallallahu ' alaihi wasallam &lt;/i&gt;memerintahkan aku untuk menyembelih hewan kurbannya dan membagi-bagi dagingnya, kulitnya, dan alat-alat untuk melindungi tubuhnya, dan tidak memberi tukang potong sedikitpun dari kurban tersebut." (HR. Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;11. Bagi Yang Tidak Berkurban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kaum muslimin yang tidak mampu untuk berkorban, mereka akan mendapatkan pahala seperti halnya orang yang berkorban dari umat Muhammad &lt;i&gt; shallallahu ' alaihi wasallam&lt;/i&gt;. Hal ini diterangkan dalam sebuah riwayat bahwa Rasulullah &lt;i&gt; shallallahu ' alaihi wasallam &lt;/i&gt;bersabda: &lt;b&gt;"Bismillah Wallahu Akbar, ini (kurban) dariku dan dari umatku yang tidak menyembelih."&lt;/b&gt; (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abu Daud no. 2436).&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;i&gt; Wallahu Ta'ala a'lam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Dikutip dari &lt;i&gt; Tuntunan dalam Iedhul Qurban&lt;/i&gt;, tulisan Ustadz Azhari Asri, murid asy Syaikh Muqbil bin Haadi, sumber Majalah Salafy edisi XV).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-2204895850222995727?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VSu9U_d8cCg:tGjprnGlmG0:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VSu9U_d8cCg:tGjprnGlmG0:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VSu9U_d8cCg:tGjprnGlmG0:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VSu9U_d8cCg:tGjprnGlmG0:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=VSu9U_d8cCg:tGjprnGlmG0:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VSu9U_d8cCg:tGjprnGlmG0:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VSu9U_d8cCg:tGjprnGlmG0:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=VSu9U_d8cCg:tGjprnGlmG0:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VSu9U_d8cCg:tGjprnGlmG0:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VSu9U_d8cCg:tGjprnGlmG0:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=VSu9U_d8cCg:tGjprnGlmG0:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VSu9U_d8cCg:tGjprnGlmG0:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VSu9U_d8cCg:tGjprnGlmG0:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=VSu9U_d8cCg:tGjprnGlmG0:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VSu9U_d8cCg:tGjprnGlmG0:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VSu9U_d8cCg:tGjprnGlmG0:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=VSu9U_d8cCg:tGjprnGlmG0:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=VSu9U_d8cCg:tGjprnGlmG0:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/VSu9U_d8cCg" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-18T07:47:11.552+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2009/11/sesembelihan-qurban.html</feedburner:origLink></item><item><title>KEISTIMEWAAN BULAN DZULHIJJAH</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/CofXw/~3/nwbS6tLgFbA/keistimewaan-bulan-dzulhijjah.html</link><category>IDUL ADHA</category><author>edyputrajepara@gmail.com</author><pubDate>Tue, 17 Nov 2009 16:42:25 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9208770007868695661.post-1047745524599636181</guid><description>&lt;h3 align="center"&gt; Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah&lt;/h3&gt;&lt;h4&gt; Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah&lt;/h4&gt;Sesungguhnya merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala, dijadikan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang shalih musim-musim untuk memperbanyak amal shaleh. Diantara musim-musim tersebut adalah sepuluh hari (pertama) bulan Dzul Hijjah yang keutamaannya dinyatakan oleh dalil-dalil dalam kitab dan Sunnah:&lt;br /&gt;
1. Firman Allah &lt;i&gt; Subhanahu wa Ta’ala &lt;/i&gt;yang artinya: &lt;b&gt;"Demi fajar, dan malam yang sepuluh!"&lt;/b&gt; (Al Fajr 1-2). Ibnu Katsir berkata: “.... yang dimaksud adalah sepuluh hari (pertama) bulan Dzul Hijjah“&lt;br /&gt;
2. Allah &lt;i&gt; Subhanahu wa Ta’ala &lt;/i&gt;berfirman yang artinya: &lt;b&gt;“…dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan” &lt;/b&gt;(Al Hajj 28). Ibnu Abbas berkata: “Yang dimaksud adalah) hari-hari sepuluh (bulan Dzul Hijjah)“.&lt;br /&gt;
3. Dari Ibnu Abbas &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu &lt;/i&gt; dia berkata: Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/i&gt;bersabda yang artinya: &lt;b&gt;"Tidak ada amal perbuatan yang lebih utama dari (amal yang dilakukan pada) sepuluh hari bulan Dzul Hijjah"&lt;/b&gt;. Mereka (para sahabat) bertanya: "Tidak juga jihad (lebih utama daripada itu)?" Beliau bersabda: &lt;b&gt;"Tidak juga jihad, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwanya dan hartanya kemudian kembali tanpa membawa sesuatupun."&lt;/b&gt; (Riwayat Bukhori)&lt;br /&gt;
4. Dari Ibnu Umar &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu &lt;/i&gt; dia berkata: "Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/i&gt; bersabda: &lt;b&gt;"Tidak ada hari-hari yang lebih besar di sisi Allah Ta’ala dan tidak ada amal perbuatan yang lebih dicintai selain pada sepuluh hari itu. Maka perbanyaklah pada hari-hari tersebut tahlil, takbir dan tahmid!"&lt;/b&gt; (Riwayat Tabrani dalam &lt;i&gt; Mu’jam Al Kabir&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;
5. Adalah Sa’id bin Jubair &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; dan dia yang meriwayatkan hadits Ibnu Abbas yang lalu, jika datang sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah sangat bersungguh-sungguh hingga hampir saja dia tidak kuasa (melaksanakannya) “ (Riwayat Darimi dengan sanad yang hasan)&lt;br /&gt;
6. Ibnu Hajar berkata dalam kitabnya &lt;i&gt; Fathul Baari&lt;/i&gt;: “Tampaknya sebab mengapa sepuluh hari Dzul Hijjah diistimewakan adalah karena pada hari tersebut merupakan waktu berkumpulnya ibadah-ibadah utama; yaitu shalat, shaum, shadaqah dan haji dan tidak ada selainnya waktu seperti itu“.&lt;br /&gt;
7. Para ulama menyatakan: “Sepuluh hari Dzul Hijjah adalah hari-hari yang paling utama, sedangkan malam-malam terakhir bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama”.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bagaimana Mengisi Bulan Dzulhijjah ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hendaklah setiap muslim berupaya untuk menyambut musim kebaikan ini secara umum dengan &lt;i&gt; taubatan nasuha &lt;/i&gt; (taubat sungguh-sungguh), meninggalkan dosa dan kemaksiatan, karena dosa-dosalah yang mencegah dari manusia karunia Rabb-nya, dan menutup hatinya dari Tuhannya. Begitu juga dituntut untuk menyambut musim ini dengan tekad yang kuat dan sungguh-sungguh untuk mendapatkan keuntungan atas apa yang Allah ridhoi. Maka siapa yang benar dengan tekadnya Allah akan beri dia petunjuk: &lt;b&gt;"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami"&lt;/b&gt; (Al Ankabut 69). &lt;b&gt;"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luas-nya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa"&lt;/b&gt; (Ali Imran 133).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahai akhi muslim; Berusahalah untuk mendapatkan kesempatan yang baik ini sebelum hilang dari hadapan anda dan anda akan menyesal, betapa buruknya waktu bagi orang yang menyesal. Karena sesungguhnya dunia ini sangat sedikit harinya dan kita sekarang di negeri amal perbuatan dan besok kita akan berada di kampung pembalasan, perhitungan, syurga dan neraka. Maka jadilah anda orang-orang yang Allah sifatkan dalam firman-Nya: &lt;b&gt;"Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harapan dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami"&lt;/b&gt; (Al Anbiya 90).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Amalan yang Dianjurkan dalam Sepuluh Hari Dzulhijjah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pekerjaan yang dianjurkan pada hari-hari tersebut:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;a. Shalat:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Disunnahkan bersegera mengerjakan shalat fardhu dan memperbanyak shalat sunnah, karena semua itu merupakan ibadah yang paling utama. Dari Tsauban &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu &lt;/i&gt; dia berkata: Saya mendengar Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wassalam &lt;/i&gt; bersabda: &lt;b&gt;"Hendaklah kalian memperbanyak sujud kepada Allah, karena setiap kali kamu bersujud, maka Allah mengangkat derajat kamu, dan menghapus kesalahan kamu"&lt;/b&gt;. Hal tersebut berlaku umum di setiap waktu.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;b. Shoum (Puasa):&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Karena dia termasuk perbuatan amal shaleh. Dari Hunaidah bin Kholid dari istrinya dari sebagian istri-istri Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wassalam&lt;/i&gt;, dia berkata: "Adalah Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wassalam &lt;/i&gt; berpuasa pada tanggal sembilan Dzul Hijjah, sepuluh Muharram dan tiga hari setiap bulan". (Riwayat Imam Ahmad, Abu Daud dan Nasa’i).&lt;br /&gt;
Imam Nawawi berkata tentang puasa sepuluh hari bulan Dzul Hijjah: “sangat di sunnahkan“.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;c. Takbir, Tahlil dan Tahmid:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebagaimana terdapat riwayat dalam hadits Ibnu Umar terdahulu: "Perbanyaklah tahlil, takbir dan tahmid pada waktu itu!"&lt;br /&gt;
Imam Bukhori berkata: "Adalah Ibnu Umar dan Abu Hurairah &lt;i&gt; radhiyallahu 'anhuma &lt;/i&gt; keluar ke pasar pada hari sepuluh bulan Dzul Hijjah, mereka berdua bertakbir dan orang-orang pun ikut bertakbir karenanya". Dia juga berkata: "Adalah Umar bin Khottob bertakbir di kemahnya di Mina dan di dengar mereka yang ada dalam masjid, lalu mereka bertakbir dan bertakbir pula orang-orang yang di pasar hingga Mina bergetar oleh takbir". Dan Ibnu Umar bertakbir di Mina pada hari-hari tersebut, setelah shalat dan di atas pembaringannya, di atas kudanya, di majlisnya dan saat berjalan pada semua hari-hari tersebut. Disunnahkan mengeraskan takbir karena perbuatan Umar tersebut dan anaknya serta Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhum&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
Maka hendaknya kita kaum muslimin menghidupkan sunnah yang telah ditinggalkan pada masa ini, bahkan hampir saja terlupakan hingga oleh mereka orang-orang shalih, berbeda dengan apa yang dilakukan oleh &lt;i&gt; salafussalih &lt;/i&gt; terdahulu.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;d. Puasa hari Arafah:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak pergi haji, sebagaimana riwayat dari Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wassalam &lt;/i&gt; bahwa dia berkata tentang puasa Arafah: &lt;b&gt;"Saya berharap kepada Allah agar dihapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya"&lt;/b&gt; (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;e. Keutamaan hari raya kurban (tanggal 10 Dzul Hijjah):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Banyak orang yang melalaikan hari yang besar ini, padahal para ulama berpendapat bahwa dia lebih utama dari hari-hari dalam setahun secara mutlak, bahkan termasuk pada hari Arafah. Ibnu Qoyyim &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt; berkata: "Sebaik-baik hari disisi Allah adalah hari Nahr (hari raya qurban), dia adalah hari haji Akbar". Sebagaimana terdapat dalam sunan Abu Daud, Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wassalam &lt;/i&gt; bersabda: &lt;b&gt;"Sesungguhnya hari-hari yang paling mulia disisi Allah adalah hari Nahr, kemudian hari Qar".&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hari Qar adalah hari menetap di Mina, yaitu tanggal 11 Dzul Hijjah. Ada juga yang mengatakan bahwa hari Arafah lebih mulia dari hari Nahr, karena puasa pada hari itu menghapus dosa dua tahun, dan tidak ada hari yang lebih banyak Allah bebaskan orang dari neraka kecuali hari Arafah, dan karena pada hari tersebut Allah mendekat kepada hamba-Nya, kemudian Dia membanggakan kepada malaikat-Nya terhadap orang-orang yang sedang wukuf.&lt;br /&gt;
Yang benar adalah pendapat pertama, karena hadits yang menunjukkan hal tersebut tidak ada yang menentangnya sama sekali. Namun, apakah dia lebih utama atau hari Arafah, hendaklah setiap muslim baik yang melaksanakan haji atau tidak berupaya sungguh-sungguh untuk mendapatkan keutamaan hari tersebut dan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Dinukil dari ÝÖá ÚÔÑ Ðí ÇáÍÌÉ ÃÍßÇã ÇáÃÖÍíÉ æÚíÏ ÇáÃÖÍì ÇáãÈÇÑß , Edisi Indonesia &lt;i&gt;Keutamaan sepuluh hari (pertama) Dzulhijjah &amp;amp; Hukum berkurban dan ‘Iedhul Adha yang berbarakah&lt;/i&gt;. Seksi Terjemah Kantor Sosial, Dakwah &amp;amp; Penyuluhan Bagi Pendatang, Pemerintah Saudi Arabia)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9208770007868695661-1047745524599636181?l=edy-putra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=nwbS6tLgFbA:8O5HMZfPx6M:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=nwbS6tLgFbA:8O5HMZfPx6M:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=nwbS6tLgFbA:8O5HMZfPx6M:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=nwbS6tLgFbA:8O5HMZfPx6M:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=nwbS6tLgFbA:8O5HMZfPx6M:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=nwbS6tLgFbA:8O5HMZfPx6M:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=nwbS6tLgFbA:8O5HMZfPx6M:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=nwbS6tLgFbA:8O5HMZfPx6M:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=nwbS6tLgFbA:8O5HMZfPx6M:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=nwbS6tLgFbA:8O5HMZfPx6M:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=nwbS6tLgFbA:8O5HMZfPx6M:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=nwbS6tLgFbA:8O5HMZfPx6M:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=nwbS6tLgFbA:8O5HMZfPx6M:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=nwbS6tLgFbA:8O5HMZfPx6M:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=nwbS6tLgFbA:8O5HMZfPx6M:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=nwbS6tLgFbA:8O5HMZfPx6M:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?a=nwbS6tLgFbA:8O5HMZfPx6M:-BTjWOF_DHI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/CofXw?i=nwbS6tLgFbA:8O5HMZfPx6M:-BTjWOF_DHI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/CofXw/~4/nwbS6tLgFbA" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-18T07:42:25.996+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://edy-putra.blogspot.com/2009/11/keistimewaan-bulan-dzulhijjah.html</feedburner:origLink></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

