<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" gd:etag="W/&quot;D0IMSXc_fCp7ImA9WhRaEU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007</id><updated>2012-02-13T10:59:48.944+07:00</updated><category term="laser" /><category term="penyangga gigi" /><category term="sumpah dokter gigi" /><category term="gigi susu" /><category term="infeksi rongga mulut" /><category term="gusi berdarah" /><category term="tindik lidah" /><category term="gusi bengkak" /><category term="bagian gigi" /><category term="pembiusan di gusi" /><category term="tambalan" /><category term="radang gusi" /><category term="makanan manis" /><category term="crown gigi" /><category term="anatomi gigi" /><category term="konservasi gigi" /><category term="bedah mulut" /><category term="odontektomi" /><category term="obat kumur" /><category term="gigi tetap" /><category term="tarif" /><category term="halitosis" /><category term="gigi palsu" /><category term="gigi patah" /><category term="kode etik kedokteran indonesia" /><category term="bau mulut" /><category term="gigi berjejal" /><category term="perdarahan gusi" /><category term="gigi tumbuh" /><category term="bad habbit" /><category term="gigi keropos" /><category term="mengencangkan gigi" /><category term="pasien" /><category term="gertak gigi" /><category term="gigi bungsu" /><category term="ortodonti" /><category term="gigi berantakan" /><category term="bahan tambalan gigi" /><category term="gigi aus" /><category term="sakit gigi" /><category term="demam berdarah" /><category term="amalgam" /><category term="dokter gigi" /><category term="meratakan gigi" /><category term="xylitol" /><category term="sendi rahang" /><category term="gigi goyang" /><category term="sikat gigi" /><category term="ompong" /><category term="gigi berlubang" /><category term="sariawan" /><category term="periodonti" /><category term="pasta gigi" /><category term="gigi ibu hamil" /><category term="gigi tumbuh miring" /><category term="cabut gigi" /><category term="estetika" /><category term="bruksisme" /><category term="karies" /><category term="fibre splinting" /><category term="merapikan gigi" /><category term="karang gigi" /><category term="Warung dokter gigi" /><category term="kalsium gigi" /><category term="informed concent" /><category term="gigi tanggal" /><title>WARUNG DOKTER GIGI</title><subtitle type="html">Selamat datang di warungku. Silakan ambil posisi yang enak, boleh di pojok, boleh di tengah.... ambil minum sendiri, pilih menu yang diminati.... semuanya gratis. Menunya berupa informasi mengenai kesehatan gigi dan mulut. Selamat menikmati!

Perlu diketahui, warung ini bukan praktek dokter gigi, karena itu tidak ada tarifnya. Juga, karena sifatnya virtual, tidak dapat menggantikan konsultasi di ruang praktek dokter gigi.</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/DcOk" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="blogspot/dcok" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">blogspot/DcOk</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;DUMGQHwzeyp7ImA9WhRWEEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-7962016925840493854</id><published>2011-12-28T12:18:00.003+07:00</published><updated>2011-12-28T14:30:21.283+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-28T14:30:21.283+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="infeksi rongga mulut" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gusi bengkak" /><title>Gusi bengkak</title><content type="html">Pembengkakan jaringan lunak (termasuk gusi) yang muncul sesaat pada tubuh manusia  merupakan salah satu tanda peradangan. Peradangan merupakan reaksi tubuh terhadap infeksi oleh kuman berupa bakteri, virus atau jamur. Tanda peradangan lainnya adalah panas, merah dan gangguan fungsi. Bila pembengkakan terjadi pada gusi, berarti sebelumnya ada infeksi yang menyerang daerah di sekitar pembengkakan. Infeksi bisa terjadi di gigi atau di jaringan penyangga gigi. (Gusi merupakan salah satu jaringan penyangga gigi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infeksi pada gigi pada awalnya menyebabkan lubang kecil pada gigi. Lubang terjadi akibat pembusukan gigi yang disebabkan oleh bakteri. Seringkali lubang kecil ini tidak disadari. Bila lubang kecil ini dibiarkan, proses pembusukan gigi akan berjalan terus dan menyebabkan lubang semakin besar dan dalam. Bila tidak ada usaha untuk menghentikan perjalanan infeksi, lama-kelamaan infeksi akan terus menjalar ke jaringan penyangga gigi. Pada saat itulah muncul reaksi radang sebagai pertahanan tubuh. Gusi terlihat membengkak, mengilap dan lebih merah dibandingkan warna gusi yang sehat. Namun, bila daya tahan tubuh menurun, bakteri akan semakin aktif dan menghasilkan nanah. Nanah ini menyebabkan pembengkakan pada gusi. Bentuk pembengkakan juga berubah, tidak lagi mengilap dan tidak jarang muncul lentingan.  Tidak jarang pembengkakan terlihat dan teraba di wajah dan sudah pasti menimbulkan rasa sakit. Tekanan cairan nanah menimbulkan rasa sakit pada gigi. Dalam keadaan sangat buruk dapat menyebabkan demam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pembengkakan disebabkan oleh aktivitas bakteri dan menurunnya daya tahan tubuh, penyembuhannya hanya dapat dilakukan dengan 3 cara :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;membuat lubang untuk mengeluarkan nanah (harus dilakukan dengan cara hygienis dan steril di ruang praktek dokter gigi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;membunuh bakteri (bisa dengan antibiotika atau bahan herbal dengan jenis dan dosis yang tepat)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi protein dan tinggi karbohidrat serta istirahat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Selain 3 hal di atas, sebaiknya cara lain dihindarkan. Ada beberapa kebiasaan masyarakat Indonesia dalam memperlakukan pembengkakan pada gusi :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;mengulasi  dengan balsam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;memijat-mijat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mengompres dengan air hangat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;menempelkan koyo&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Semua perlakuan ini memang akan menghilangkan rasa sakit, tapi akan  mengakibatkan penyebaran nanah ke tempat lain, sehingga pembengkakan  semakin besar. Artinya, infeksi bakteri juga bertambah luas dan tidak tertutup kemungkinan menyebar ke organ tubuh lain. Otak dan jantung adalah organ yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rongga mulut.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi kalau muncul pembengkakan pada gusi, berhati-hatilah. Jangan sampai masalah kecil di gigi menjadi berlarut-larut. Gara-gara gigi berlubang harus di-opname? Duh....jangan sampai ya!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-7962016925840493854?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/7962016925840493854/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2011/12/gusi-bengkak.html#comment-form" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/7962016925840493854?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/7962016925840493854?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2011/12/gusi-bengkak.html" title="Gusi bengkak" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkADQ38_eyp7ImA9WhRSGEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-6583827141989896931</id><published>2011-11-21T22:15:00.003+07:00</published><updated>2011-11-21T22:19:32.143+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-21T22:19:32.143+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bau mulut" /><title>USUL YANG ASAL : BUAH SAWO BELANDA DAPAT MENGHILANGKAN BAU MULUT</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-cY_d4xqp-Xk/Tspr3Vqq-fI/AAAAAAAABEI/XwZSeLS5ZKU/s1600/sawo%2Bbelanda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-cY_d4xqp-Xk/Tspr3Vqq-fI/AAAAAAAABEI/XwZSeLS5ZKU/s200/sawo%2Bbelanda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677468878707030514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini acara Asal Usul di Trans7 lagi-lagi bikin usul yang asal. Topik yang dibahas adalah buah sawo Belanda atau sawo mentega. Katanya, salah satu khasiat sawo Belanda adalah menghilangkan bau mulut. Hal ini diperkuat oleh seorang ahli gizi yang menyebutkan kandungan buah ini yang terdiri dari pati dan gom. Gom bersifat mengikat bau, termasuk bau mulut. Tidak jelas apa yang dimaksud dengan gom. Mungkin maksudnya getah. (Ada pohon Gom Arabica yang batang pohonnya menghasilkan getah) dan mungkin benar getah ini dapat mengikat bau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak ada gigi yang berlubang dan tidak ada peradangan di dalam rongga mulut, penyebab bau mulut satu-satunya adalah gas senyawa belerang yang dihasilkan oleh bakteri anaerob di dalam mulut. Bakteri ini merupakan flora normal di dalam mulut dan berfungsi membantu proses pencernaan. Jumlahnya dalam mulut akan menurun  pada saat rongga mulut dipakai untuk mengunyah makanan, karena sebagian tertelan bersama makanan. Sisanya tidak dapat berkembang biak karena air liur yang banyak mengandung oksigen dihasilkan selama proses mengunyah. Beberapa jam setelah makan, jumlahnya akan meningkat karena sisa makanan, terutama karbohidrat  yang melekat di gigi akan menjadi sumber makanan bagi bakteri. Pada saat itu, jumlah bakteri meningkat dan gas senyawa belerang dihasilkan dalam proses pencernaan oleh bakteri. Itulah sebabnya mulut berbau tidak sedap bila tidak ada aktivitas di dalam rongga mulut dalam waktu lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke buah sawo Belanda. Mungkin benar kandungan gomnya dapat mengikat bau, tapi buah ini juga mengandung pati atau karbohidrat. Karbohidrat merupakan bahan makanan yang dicerna oleh bakteri penyebab bau mulut menjadi zat-zat yang lebih sederhana, di antaranya gas senyawa belerang. Aku pernah makan sawo Belanda dan mengalami sendiri bagaimana buah ini meninggalkan sisa yang sangat lengket di gigi. Sisa ini baru bersih setelah disikat. Aku tidak terlalu memperhatikan apakah mulutku bau sebelum makan buah sawo Belanda. Tapi aku yakin, seandainya baupun, pasti akan  hilang baunya setelah makan buah sawo Belanda. Itu adalah proses yang wajar. Aku yakin juga, bila aku tidak menyikat gigi sesudahnya, dalam beberapa jam mulutku pasti berbau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan apapun, yang melalui rongga mulut dan ditelan akan mengurangi jumalah bakteri penyebab bau mulut. Termasuk sawo Belanda. Proses mengunyah makanan akan menekan proses berkembang-biak bakteri. Sawo Belanda baru dapat ditelan setelah dikunyah. Bila ada sisa makanan yang mengandung karbohidrat menempel di gigi, bakteri akan mudah berkembang-biak dan menghasilkan gas senyawa belerang. Buah sawo Belanda mengandung getah dan karbohidrat yang membuatnya sangat mudah menempel di gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah sawo Belanda dapat menghilangkan bau mulut? Ah….kalo asal jangan usul, kalo usul gak boleh asal! Apalagi kalau buah itu diolah menjadi dodol dan kue talam…..huh….asal banget!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-6583827141989896931?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/6583827141989896931/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2011/11/usul-yang-asal-buah-sawo-belanda-dapat.html#comment-form" title="8 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/6583827141989896931?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/6583827141989896931?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2011/11/usul-yang-asal-buah-sawo-belanda-dapat.html" title="USUL YANG ASAL : BUAH SAWO BELANDA DAPAT MENGHILANGKAN BAU MULUT" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-cY_d4xqp-Xk/Tspr3Vqq-fI/AAAAAAAABEI/XwZSeLS5ZKU/s72-c/sawo%2Bbelanda.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>8</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkIESXsyeCp7ImA9Wx9bFkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-9020039785214931488</id><published>2011-02-25T12:18:00.003+07:00</published><updated>2011-02-25T14:21:48.590+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-02-25T14:21:48.590+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="informed concent" /><title>INFORMED CONCENT</title><content type="html">Pernahkan Anda diminta menandatangani sebuah formulir sebelum menjalani suatu operasi? Apakah Anda membaca informasi yang tertulis dalam formulir tersebut? Apakah Anda memahami seluruh informasi tersebut? Cukup memadaikah informasi yang tertulis dalam formulir tersebut? Apakah Anda mendapat kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan operasi yang akan Anda jalani? Dan yang terpenting, apakah Anda tahu formulir apa yang Anda tandatangani sebelum menjalani operasi tersebut? &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya orang awam menganggap formulir yang perlu ditandatangani sebelum menjalani operasi adalah surat persetujuan pelaksanaan operasi. Nama yang tepat adalah INFORMED CONCENT, belum ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia.  Informed concent adalah surat pernyataan bahwa pasien telah mendapatkan informasi mengenai tindakan yang akan diterima secara jelas dan menyetujui untuk mendapat tindakan yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU Kesehatan tahun 2009 pasal 56 berbunyi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Setiap orang berhak menerima atau menolak sebagian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;atau seluruh tindakan pertolongan yang akan diberikan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;kepadanya&lt;br /&gt; setelah menerima dan memahami  informasi&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengenai&lt;br /&gt;tindakan tersebut secara lengkap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Informasi adalah hak pasien dan keputusan atau  menolak tindakan berada di tangan pasien. Ada pengecualian  pada  penderita penyakit yang penyakitnya dapat secara cepat menular ke dalam  masyarakat yang lebih luas,  keadaan seseorang yang tidak sadarkan diri  atau gangguan mental berat. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jadi, informed concent harus ditandatangani oleh pasien sebelum mendapatkan tindakan. Dengan ditandatanganinya surat ini,  dokter tidak akan dipersalahkan apabila di kemudian hari pasien menyesali tindakann yang sudah diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya, pasien terpojokkan dengan informed concent. Tidak semata-mata demikian. Informed concent dibuat selain untuk melindungi dokter, juga untuk melindungi pasien. Bagian terpenting informed concent adalah INFORMASI. Jadi sebelum menandatangani, pasien harus mendapatkan infomasi sejelas-jelasnya. Informed concent yang benar harus mengandung informasi mengenai tindakan yang akan diterima beserta tahap-tahapnya, akibat bila perawatan tidak dijalankan, efek samping yang mungkin terjadi selama dan setelah tindakan dilakukan. Dokterpun harus memberikan informasi sejelas-jelasnya. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Artinya, harus ada komunikasi timbal balik antara dokter dan pasien. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan memberikan informasi, dokter diingatkan kembali untuk melakukan tindakan sesuai dengan standar prosedur sehingga pasien terlindung dari kesalahan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang seringkali terlewat di Indonesia. Dokter malas menjelaskan, tapi ingin dilindungi oleh tandatangan. Penjelasan diberikan seperlunya, atau tidak sama sekali. Sementara, seperti umumnya orang Indonesia yang tidak terbiasa membaca maupun bertanya, pasien langsung menandatangani informed concent. Akibatnya, informed concent hanya formalitas. Sayang.... akhirnya, tidak ada yang terlindungi dengan formalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-9020039785214931488?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/9020039785214931488/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2011/02/informed-concent.html#comment-form" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/9020039785214931488?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/9020039785214931488?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2011/02/informed-concent.html" title="INFORMED CONCENT" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D04ER3c_fCp7ImA9Wx9UEUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-497502940776005529</id><published>2011-02-08T21:28:00.002+07:00</published><updated>2011-02-08T21:38:26.944+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-02-08T21:38:26.944+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="amalgam" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bahan tambalan gigi" /><title>Tambalan amalgam, perlukah diganti?</title><content type="html">Banyak bahan tambalan yang digunakan dokter-dokter gigi saat ini. Salah satunya adalah amalgam. Amalgam merupakan salah satu bahan tambalan yang awet. Ada  2 pengertian awet, yang pertama adalah lama penggunaannya yang sudah ratusan tahun sejak ditemukan hingga saat ini. Pengertian yang kedua yaitu panjangnya usia  amalgam yang sudah ditumpatkan ke dalam lubang gigi, karena sifatnya yang mampu mempertahankan bentuk meskipun mendapatkan tekanana kunyah yang tinggi. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun belakangan, beredar isyu tentang bahaya merkuri dalam tambalan amalgam yang dapat membahayakan kesehatan. Kadar merkuri yang tinggi di dalam darah memang menimbulkan banyak akibat, mulai dari radang gusi, tremor, demam, cemas, depresi, hilang ingatan hingga  gangguan ginjal dan autisme. Kemudian orang lebih memilih ditambal dengan bahan tambalan lain dibandingkan dengan amalgam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas hingga saat ini belum ada pihak yang membuktikan dampak bahaya dari amalgam. Food and Drug Administration (FDA) Amerika juga mengatakan amalgam aman karena kadar merkuri yang digunakan rendah. Campuran zat yang mengandung merkuri itu dinilai hampir ideal dalam mengembalikan fungsi gigi karena cara penumpatannya yang mudah, sedikitnya  perubahan bentuk yang terjadi serta ketahanan terhadap tekanan kunyah yang tinggi sehingga lebih awet. FDA menilai bahan tambalan gigi amalgam masih lebih besar manfaatnya dibandingkan resiko ancaman menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan yang tepat dalam membuat "adonan" amalgam sebelum ditumpatkan ke dalam lubang gigi akan membuat bahan amalgam ini tidak membahayakan "pemilik gigi". Kalaupun ada bahaya keracunan merkuri, hal ini akan lebih banyak mengenai operator (dokter gigi dan asisten dokter gigi) yang mencampur alloy (campuran beberapa macam logam) dengan merkuri. Kelebihan merkuri selama pengadukan di luar mulut, akan ditangani khusus sehingga tidak meracuni sirkulasi udara dalam ruangan klinik dan juga lingkungan di sekitar klinik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditumpatkan, merkuri di permukaan amalgam ada kemungkinan terlepas dan masuk ke dalam sirkulasi darah. Namun jumlahnya sangat tidak adekuat untuk menjadi racun, sekalipun ada 6-8 gigi yang ditambal amalgam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sini, terserah Anda untuk memilih amalgam atau bahan tambalan lainnya untuk lubang pada gigi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, bagaimana dengan tambalan amalgam yang sudah ada di dalam mulut Anda sejak belasan bahkan puluhan tahun yang lalu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tambalan itu masih baik, tidak ada kebocoran, tidak menyebabkan perubahan bentuk gigi yang ditambal dan tidak mengganggu secara estetika, sebaiknya biarkan tetap di sana. Tidak perlu diganti dengan tambalan lain. Jumlah merkuri di permukaan amalgam yang berusia belasan tahun bisa dianggap 0 (=tidak ada), jadi tidak ada lagi kemungkinan terlepas dan meracuni sirkulasi darah Anda. Merkuri yang berada di dalam (bukan di permukaan) tambalan tidak akan terlepas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembongkaran amalgam dengan bur kecepatan tinggi (dan melepaskan panas, tentu saja) justru akan membuat merkuri terlepas. Ada penyedot yang akan menyedot partikel-partikel kecil hasil pembongkaran amalgam, termasuk merkuri. Namun, bukan berarti tidak ada merkuri yang tertinggal di dalam rongga mulut dan tidak masuk ke dalam sirkulasi darah. Kalau Anda termasuk golongan masyarakat yang kuatir keracunan merkuri akibat amalgam sehingga menolak ditambal amalgam, berarti Anda harus menolak juga pembongkaran tambalan amalgam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, amalgam merupakan bahan tambalan yang paling kuat terhadap daya kunyah. Jumlah merkuri dalam amalgam sangat kecil untuk menimbulkan keracunan, juga pencemaran lingkungan. Tambalan amalgam yang sudah berusia belasan tahun sudah tidak mengandung merkuri di permukaannya sehingga tidak akan terlepas dan masuk ke dalam sirkulasi darah. Karena itu, bila tambalan amalgam Anda masih dalam kondisi baik dan Anda tidak merasa ada masalah dalam estetika, tambalan amalgam tidak perlu dibongkar dan diganti bahan tambalan lain.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-497502940776005529?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/497502940776005529/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2011/02/tambalan-amalgam-perlukah-diganti.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/497502940776005529?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/497502940776005529?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2011/02/tambalan-amalgam-perlukah-diganti.html" title="Tambalan amalgam, perlukah diganti?" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUYCQXs8fip7ImA9Wx5bE0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-6299169633628493945</id><published>2010-10-29T19:20:00.003+07:00</published><updated>2010-10-29T19:59:20.576+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-29T19:59:20.576+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="karies" /><title>Usul yang asal : Sukun mencegah dan mengobati gigi keropos</title><content type="html">Acara Asal usul di Trans7 tadi sore membahas manfaat sukun. Seperti biasa, ilustrasinya ASAL! (Sangat kontradiktif dengan mottonya : Kal0 asal, jangan usul, kalo usul,  ga boleh asal). Buat yang kebetulan tidak menyaksikannya, begini ilustrasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada anak perempuan yang tidak bisa bergaya dalam acara potret memotret, gara-gara gigi depannya keropos. Kemudian acara berlanjut dengan kegiatan memetik dan mengolah sukun serta pembahasan tentang kandungan sukun. Menurut ahli gizi yang menjadi narasumber, sukun mengandung fosfat yang menjadi salah satu materi pembentuk gigi. Di bagian akhir, diceritakan teman-teman si anak perempuan mengolah sukun menjadi kolak sukun dan memberikan kolak itu, bahkan menganjurkan agar si anak perempuan sering-sering makan sukun agar giginya tidak keropos lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas ini usul yang asal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya adalah :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Fosfat memang merupakan salah satu materi  pembentuk gigi, di samping kalsium dan beberapa materi organik. Materi-materi ini dibutuhkan pada saat pembentukan gigi, yaitu saat bayi masih dalam kandungan untuk gigi susu dan usia 3 bulan hingga 3 tahun untuk gigi tetap. Setelah itu, apapun yang dikonsumsi, tidak akan menyebabkan gigi menjadi semakin kuat terhadap kekeroposan. Gigi memang berbeda dengan tulang yang dapat berubah strukturnya sepanjang umur manusia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sukun memang mengandung fosfat. Selain fosfat, sukun juga banyak mengandung karbohidrat, materi utama penyebab kekeroposan gigi. Jadi, setelah makan sukun, sisa-sisa sukun yang melekat pada gigi akan dicerna oleh mikroflora dalam rongga mulut menjadi asam yang akan menyebabkan gigi keropos.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sukun yang dimasak menjadi kolak merupakan makanan yang sangat merusak gigi karena kandungan gulanya. Mekanisme perusakan gigi oleh kolak sukun bahkan menjadi lebih pendek dibandingkan mekanisme perusakan gigi oleh sukun sendiri, karena gula merupakan karbohidrat yang paling sederhana.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gigi yang sudah keropos tidak dapat di pulihkan dengan mengkonsumsi apapun. Satu-satunya cara adalah dengan menambalnya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Kal0 asal jangan usul, kalo usul ga boleh asal!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-6299169633628493945?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/6299169633628493945/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2010/10/usul-yang-asal-sukun-mencegah-dan.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/6299169633628493945?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/6299169633628493945?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2010/10/usul-yang-asal-sukun-mencegah-dan.html" title="Usul yang asal : Sukun mencegah dan mengobati gigi keropos" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEUHRHc5fCp7ImA9WhdWGUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-4513405930791243928</id><published>2010-04-13T18:42:00.004+07:00</published><updated>2011-09-14T11:57:15.924+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-14T11:57:15.924+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tarif" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="dokter gigi" /><title>Tarif dokter gigi</title><content type="html">Ada satu jenis pertanyaan dari beberapa pembaca blogku yang tidak pernah kujawab, yaitu pertanyaan mengenai tarif. Alasannya adalah tidak ada tarif yang baku dan aku tidak mau menjadikan tarifku dipakai sebagai pembanding tarif dokter gigi lain. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal tarif dokter gigi berarti bicara soal jual-beli jasa. Jasa seorang yang berpengalaman 15 tahun tentunya layak dihargai lebih tinggi daripada seorang yang baru bekerja 2 atau 3 tahun. Jasa berupa tindakan beresiko kecil tentu tidak semahal tindakan beresiko tinggi. Operasi pencabutan gigi bungsu yang tumbuh miring tentu tidak sama resikonya dengan pencabutan gigi susu yang sudah goyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain jual-beli jasa, tarif dokter gigi juga ditentukan oleh fasilitas yang ada di dalam ruang praktek. Teknologi kedokteran gigi terus berkembang dan tentunya teknologi ini harus dibayar oleh pasien. Jika boleh diklasifikasikan, ada fasilitas primer dan sekunder. Pemanfaatan  teknologi yang bersifat primer menyempurnakan hasil kerja dokter gigi. Contoh sederhana adalah tang cabut gigi. Ada pabrik yang mampu membuat tang cabut sedemikian rupa sehingga mampu mencengkram kuat gigi namun tidak membuatnya patah. Tang cabut ini tentunya membuat proses pencabutan gigi lebih mudah dan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya ada juga pemanfaatan  teknologi yang bersifat sekunder.  Dengan atau tanpa fasilitas dengan teknologi ini, hasil kerja dokter gigi adalah sama. Contohnya adalah kamera intra oral. Kamera ini mampu merekam keadaan dalam mulut dan menampilkannya di layar monitor dalam bentuk 2 dimensi. Jelas, kamera ini tidak akan mengubah hasil kerja dokter gigi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pengalaman dan fasilitas, tarif dokter gigi juga ditentukan oleh lokasi tempat praktik. Tarif dokter gigi di kawasan Pondok Indah tidak bisa disamakan dengan tarif dokter gigi di daerah Mauk, pinggiran kota Tangerang, misalnya. Ada perbedaan harga sewa ruangan, ongkos keamanan dan kebersihan, pajak bangunan, dan ongkos-ongkos lainnya yang harus diperhitungkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  hal lain lagi yang sebetulnya di luar akal sehat,  yaitu pencitraan oleh pasien. Ada pasien yang menganggap bahwa kualitas dokter gigi ditentukan oleh tarif. Semakin tinggi tarif yang dipasang berarti semakin berkualitas. Ini adalah pengalaman pribadi. Ada pasien yang tidak mau giginya dicabut oleh dokter gigi yang memasang tarif 40% lebih murah daripada dokter gigi yang tempat prakteknya berdekatan. Aku tidak tahu apakah ada dokter gigi yang memasang tarif tinggi agar dianggap berkualitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tarif dokter gigi tergantung jasa yang dijual dan fasilitas serta lokasi. Karena peralatan dokter gigi mahal, sekolahnya juga mahal, maka masuk di akal kalau tarifnya mahal juga. Apalagi dokter gigi yang sudah berpengalaman.  Eiiiitss…. sebentar, belum selesai. Sedikit lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau demikian kenyataannya, tentu dokter gigi menjadi menara gading yang tak akan pernah terjangkau oleh kaum miskin. Tidak! Dokter gigi bekerja bukan hanya sekedar sebagai mesin uang, tapi dengan etika. Pada saat dilantik menjadi dokter gigi, dia melafalkan sumpah untuk menjalankan profesinya dengan etika. Dokter gigi yang beretika tidak akan pernah menolak pasien yang datang hanya membawa penyakitnya.Tetap ada waktu dan tenaga bagi pasien-pasien demikian. Tidak sedikit dokter gigi yang menyediakan waktu dan tempat khusus hanya untuk pasien-pasien demikian, meski  tak jarang kemudian dimanfaatkan oleh pasien-pasien yang sebetulnya tidak memerlukan bantuan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi siapa saja mempunyai hak  untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-4513405930791243928?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/4513405930791243928/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2010/04/tarif-dokter-gigi.html#comment-form" title="22 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/4513405930791243928?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/4513405930791243928?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2010/04/tarif-dokter-gigi.html" title="Tarif dokter gigi" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEUMQ30zfSp7ImA9WxBaEEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-933949908575957643</id><published>2010-03-20T18:41:00.003+07:00</published><updated>2010-03-20T18:58:02.385+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-20T18:58:02.385+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sakit gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pasien" /><title>Ke dokter gigi tidak cukup satu kali!</title><content type="html">&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Judul di atas merupakan pendapat umum dan hampir semua orang memercayainya. Pendapat ini memang ada benarnya kalau diterapkan pada masyarakat Indonesia yang umumnya takut ke dokter gigi. Karena takut ke dokter gigi, jalan keluar yang diambil pada saat sakit gigi adalah mengobati sendiri. Jalan lain adalah membiarkannya hingga sakitnya hilang sendiri. Toleransi terhadap rasa sakit begitu baiknya, sehingga rasa sakit akibat proses perusakan gigi yang berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dapat dikalahkan oleh rasa takut ke dokter gigi. Ketika rasa sakit tidak tertahankan lagi, kunjungan ke dokter gigi baru menjadi kebutuhan. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__tJsMr6lRuo/S6S3z3A0tEI/AAAAAAAAA9s/yu7HygRyx3M/s1600-h/DentalCaries.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 190px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__tJsMr6lRuo/S6S3z3A0tEI/AAAAAAAAA9s/yu7HygRyx3M/s200/DentalCaries.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450683550593758274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dengan riwayat perjalanan penyakit gigi yang demikian panjang, tentu dapat dibayangkan seperti apa kondisi gigi yang harus dihadapi oleh dokter gigi. Kerusakan bukan hanya terjadi pada gigi saja, tapi bisa juga mengenai jaringan penyanggah. Bukan tidak mungkin kerusakan sudah mengenai gigi tetangga atau organ-organ di sekitar rongga mulut. Kalau sudah demikian, tentunya perawatan tidak mungkin dilakukan hanya dalam satu waktu kunjungan. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Perawatan gigi yang sudah berlubang besar dan dalam memang tidak cukup satu kali. Gigi dengan lubang besar dan dalam merupakan tempat bermukim bakteri penyebab kerusakan gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembersihan lubang dari sisa makanan, kotoran dan jaringan gigi yang sudah mati saja tidak cukup. Ada saluran halus di dalam gigi yang juga harus dibersihkan. Saluran halus ini merupakan tempat yang sangat nyaman bagi bakteri, karena tempatnya tidak terjangkau sinar dan oksigen. Pembersihan bagian inilah yang memerlukan kunjungan berkali-kali. Bila dalam kunjungan pertama, telah digunakan jarum-jarum halus untuk membersihkan gigi, ini adalah petunjuk bahwa perawatan gigi  ini memerlukan lebih dari satu kali kunjungan. Jarum-jarum ini digunakan untuk membersihkan saluran-saluran halus dalam gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembersihan secara mekanis tidak cukup. Harus ditambah lagi dengan pembersihan secara biologis, yaitu dengan menggunakan obat-obatan sterilisasi secara bergantian, sedikitnya 2 macam.&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ini baru perawatan satu gigi. Seseorang yang takut ke dokter  gigi biasanya justru mempunyai banyak masalah di rongga mulutnya yang terakumulasi sejak bertahun-tahun. Kalau sudah seperti ini, masalah bukan hanya menimpa gigi-gigi saja, tapi juga persendian rahang, bentuk wajah dan panjang serta ketegangan otot-otot wajah. Akibatnya perawatan dan rehabilitasi menjadi rumit dan biasanya hasilnya tidak maksimal, meskipun dilakukan dalam berkali-kali kunjungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dokter gigi memang menjadi menakutkan dan menyebalkan bila masalah dalam rongga mulut sudah berlarut-larut. Karena itu, sebelum muncul rasa sakit, ngilu pada gigi atau perdarahan pada gusi, sebaiknya memeriksakan keadaan rongga mulut Anda pada dokter gigi. Kalau ditemukan kelainan secara dini, tidak perlu berkali-kali mengunjungi dokter gigi untuk mendapatkan perawatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-933949908575957643?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/933949908575957643/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2010/03/ke-dokter-gigi-tidak-cukup-satu-kali.html#comment-form" title="10 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/933949908575957643?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/933949908575957643?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2010/03/ke-dokter-gigi-tidak-cukup-satu-kali.html" title="Ke dokter gigi tidak cukup satu kali!" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/__tJsMr6lRuo/S6S3z3A0tEI/AAAAAAAAA9s/yu7HygRyx3M/s72-c/DentalCaries.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>10</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkAAR344eyp7ImA9WxBUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-6692187374436747963</id><published>2010-01-15T17:24:00.002+07:00</published><updated>2010-02-28T22:25:46.033+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-28T22:25:46.033+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ompong" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gigi tanggal" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gigi palsu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="estetika" /><title>GIGI PALSU, PERLU ATAU TIDAK?</title><content type="html">Masalah yang muncul pada saat seseorang kehilangan giginya adalah dilema antara membuat gigi palsu atau membiarkan rahangnya ompong. Kebanyakan orang Indonesia memilih yang pertama, baik karena alasan tidak mau direpotkan dengan urusan pasang-lepas gigi palsu, ketidaknyamanan akibat kehadiran benda asing dalam mulut, maupun karena alasan biaya. Pertimbangan-pertimbangan ini biasanya tidak lagi menjadi hal yang memberatkan bila menyangkut kehilangan gigi depan. Sedapat mungkin, ompong bagian depan dihindari karena masalah estetika. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, gigi palsu tidak hanya diperlukan untuk mengatasi masalah estetika. Ada beberapa gejala yang dapat muncul apabila gigi tanggal tidak diganti. &lt;br /&gt;Gigi yang sehat tidak menancap begitu saja di dalam gusi tanpa berhubungan dengan jaringan sekitarnya. Agar dapat gigi berfungsi dengan baik, diperlukan gusi,  serat-serat penyanggah dan tulang yang sehat sebagai penyanggah. Ada hubungan aksi-reaksi yang dinamis antara gigi dan jaringan penyanggahnya. Beban kunyah yang diterima gigi akan diteruskan ke jaringan penyanggah. Rangsangan berupa beban ini diperlukan untuk mempertahankan bentuk dan ukuran tulang penyanggah gigi.  Tanggalnya gigi akan menyebabkan berhentinya rangsangan beban kunyah. Bila tidak segera digantikan oleh gigi palsu, tulang penyangga berikut gusi yang menempel di atasnya akan menyusut. Gigi palsu yang baik akan memulihkan fungsi pengunyahan yang hilang seiring hilangnya gigi. &lt;br /&gt;Penyusutan jaringan penyanggah gigi tidak hanya menyebabkan masalah yang bersifat setempat. Masalah akan merambat ke gigi-gigi tetangga. Penyusutan  jaringan penyanggah gigi yang tanggal juga berarti penyusutan jaringan penyanggah gigi-gigi tetangganya, karena jaringan penyangga seluruh gigi dalam satu rahang merupakan satu kesatuan. Penyusutan ini akan menyebabkan akar gigi-gigi tetangga yang terbuka. Akar gigi  tidak mempunyai email sebagai pelindung seperti mahkota gigi, akibatnya akar gigi yang terbuka menjadi sensitif terhadap rangsangan. Rangsangan dingin akan menyebabkan rasa sakit berdenyut-denyut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkurangnya dukungan penyanggah gigi di salah satu sisi dan tersedianya ruangan kosong, membuat gigi tetangga mengambil posisi baru. Begitu pula yang terjadi dengan gigi antagonisnya. Akibatnya gigi-gigi tetangga menjadi miring, gigi antagonis modot (tumbuh keluar lebih panjang)dan terjadi kerenggangan antar gigi. Masalah baru yang akan muncul adalah makanan sering menyelip di antara gigi-gigi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian tidak bergigi biasanya tidak enak dipakai untuk mengunyah, sehingga memunculkan kebiasaan mengunyah di satu sisi. Secara alamiah, gerakan pengunyahan mempunyai efek membersihkan gigi. Karena itu, gigi-gigi yang tidak dipakai mengunyah akan mudah ditumbuhi karang gigi. Selain itu, oto-otot pipi yang kurang bergerak karena tidak mengunyah, lama kelamaan menjadi lisut dan wajah terlihat kempot. &lt;br /&gt;Ada beberapa orang yang membiasakan diri mengunyah dengan gigi depan untuk mengganti fungsi kunyah gigi belakang yang hilang. Disain gigi depan yang berakar hanya satu tidak mampu menanggung beban kunyah. Penggunaan gigi depan terus menerus untuk mengunyah akan menyebabkan gigi goyang. Ujung-ujungnya, gigi depan harus dicabut.&lt;br /&gt;Inilah yang menjelaskan mengapa pencabutan satu gigi, yang tidak digantikan gigi palsu, akan merambat ke gigi-gigi lainnya. Prosesnya bisa memakan waktu tahunan. Seringkali setelah gigi depan harus dicabut, baru muncul kebutuhan akan gigi palsu. Dalam keadaan demikian, biasanya gigi palsu akan sulit dibuat karena jaringan penyanggah tinggal sedikit. Sulit untuk mendapatkan retensi bagi gigi palsu. Gigi palsu menjadi tidak stabil dan tidak enak dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan-perubahan susunan gigi, cara mengunyah dan pendistribusian beban kunyah akan diadaptasi oleh jaringan di sekitarnya, di antaranya oleh persendian rahang di bagian depan telinga. Dalam keadaan normal, gerakan persendian rahang kiri dan kanan bersifat simetris. Perubahan-perubahan yang terjadi akibat hilangnya gigi akan menyebabkan gerakan menjadi asimetris yang lambat laun mengikis bonggol sendi.  Karena persendian rahang letaknya berdekatan dengan tempat keluar serat-serat syaraf yang mensyarafi kepala dan kepala, perubahan bentuk sendi dapat berakibat pada rasa nyeri di beberapa bagian leher dan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk yang memiliki daya adaptasi sangat tinggi. Perubahan kecil yang terjadi dalam tubuh akan selalu diadaptasi. Rentetan perubahan-perubahan kecil yang terjadi dalam jangka waktu panjang akibat hilangnya satu gigi memang bisa diadaptasi.  Namun, bila pemasangan gigi palsu dapat mencegah perubahan-perubahan berikutnya, mengapa tidak memanfaatkan daya adaptasi untuk menerima benda asing ini di dalam mulut? Manusia hanya memerlukan waktu 3 hari sampai seminggu untuk terbiasa dengan rasa tidak nyaman, tambahan kegiatan rutin harian yang diakibatkan kehadiran gigi palsu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-6692187374436747963?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/6692187374436747963/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2010/01/gigi-palsu-perlu-atau-tidak.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/6692187374436747963?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/6692187374436747963?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2010/01/gigi-palsu-perlu-atau-tidak.html" title="GIGI PALSU, PERLU ATAU TIDAK?" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkANSH89eyp7ImA9WxBUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-8677291949461979229</id><published>2009-10-05T13:52:00.003+07:00</published><updated>2010-02-28T22:26:39.163+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-28T22:26:39.163+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="meratakan gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Warung dokter gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gigi berjejal" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ortodonti" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gigi berantakan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="merapikan gigi" /><title>Perawatan orthodonti</title><content type="html">Perawatan orthodonti adalah perawatan yang sebagian besar dilakukan untuk memperbaiki posisi gigi-gigi yang dianggap tidak bagus, misalnya gigi yang berdesak-desakan atau gigi depan terlalu maju ke depan. Masih banyak lagi kasus-kasus yang dapat diatasi dengan perawatan orthodonti. Perawatan dimulai sejak persiapan ruangan untuk pergeseran gigi, bisa berupa pencabutan gigi maupun memperbesar ukuran rahang. Setelah ada ruangan, gigi-gigi yang bermasalah digeser dengan tenaga yang berasal dari tarikan  kawat. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha menarik gigi ke posisi yang baru ini ternyata tidak hanya berdampak pada gigi saja, tapi juga jaringan penyanggah gigi, yaitu gusi, tulang dan jaringan ikat di sekitar gigi. Jaringan penyanggah ini merupakan jaringan yang solid dan menyatu dengan gigi. Jadi meskipun ada gigi yang dicabut, tidak terlalu mudah ruangan bekas gigi yang dicabut itu diisi oleh gigi yang lain. Jadi selama pergeseran gigi ke tempat yang baru, harus ada  penyusutan jaringan penyanggah untuk memberi jalan bagi pergeseran gigi. Sementara itu di bagian yang ditinggalkan harus tumbuh jaringan baru agar gigi tetap dapat tersanggah dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya muncul ketika besar daya tarikan kawat begitu besarnya, sehingga proses pergeseran gigi jauh lebih cepat daripada proses pembentukan jaringan baru pada penyanggah. Teknologi penciptaan alat orthodonti berkembang terus sehingga kecepatan pergeseran gigi dapat dibuat semakin cepat, namun kecepatan proses pembentukan jaringan secara alamiah tidak pernah berubah. Tidak ada teknologi yang dapat mempengaruhi proses alamiah itu. Bahkan, makin tua seseorang, proses itu akan makin melambat. Akibatnya, orang yang menggunakan alat orthodonti cekat sering mengalami gigi goyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya dapat dimengerti juga mengapa setelah gigi mencapai posisi yang diharapkan, harus ada retainer. Retainer ini gunanya untuk mempertahankan posisi yang telah dicapai, sampai proses pembentukan jaringan penyanggah gigi selesai. Waktunya bervariasi, tergantung usia dan besarnya pergeseran gigi, bisa 1, 2 atau 3 tahun. Selama jaringan penyanggah gigi belum bisa berfungsi sebagai penyanggah yang baik, retainer belum boleh dilepas. Secara umum dokter gigi biasanya menganjurkan penggunaan  24 jam sehari, kecuali waktu makan selama 2 tahun. Penghentian penggunaan retainer sebelum waktunya dapat mengembalikan gigi ke posisi semula seperti sebelum dirawat. Selain itu masih ada hal-hal lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gigi dalam rongga mulut sejak pertama kali berada di dalam mulut tidak pernah berdiri sendiri. Selalu tergantung pada gigi-gigi lainnya, baik gigi tetangga maupun gigi antagonisnya. Juga tergantung pada otot-otot wajah. Pada dasarnya, secara alamiah, posisi gigi-gigi di dalam mulut adalah posisi yang paling harmonis, meskipun mungkin tidak menarik. Artinya posisi inilah yang menentukan pola mengunyah, bentuk wajah, panjang otot di sekitar mulut. Bila diubah posisinya, maka semuanya juga berubah. Kalau posisi gigi-gigi baru setelah dirawat ternyata tidak harmonis, secara alamiah gigi-gigi akan berusaha kembali ke keadaan semula yang harmonis. Hal inilah yang membuat perawatan orthodonti tidak  berhasil. Penyebabnya bisa karena rencana perawatan yang salah, sehingga alat yang digunakan tidak menghasilkan posisi yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan orthodonti itu merupakan perawatan yang rumit, perlu direncanakan dengan cermat oleh dokter gigi. Ada perhitungan yang harus dilakukan pada ukuran-ukuran anatomis tulang-tulang wajah. Karena itu sebelum perawatan, harus dibuat foto rontgen cephalometri. Setelah selesai, harus dilakukan foto rontgen cephalometri lagi untuk mengevaluasi hasil perawatan. Bila foto rontgen tidak menujukkan hasil yang harmonis, berarti perawatan belum selesai . Berhati-hatilah mencari dokter gigi untuk melakukan perawatan orthodonti. Seringkali dokter tidak melakukan pembuatan foto rontgen foto pada akhir perawatan. Ini adalah hal yang gegabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cara mudah untuk menguji apakah perawatan berhasil atau tidak. Katupkan rahang atas dan rahang bawah. Bila seluruh gigi depan dan belakang dapat berkontak bersama-sama, berarti perawatan berhasil. Percuma saja bila posisi ini tidak tercapai meskipun susunan gigi sudah rapi. Perawatan yang gagal, selain menyebabkan gigi kembali ke posisi semula, juga dapat menyebabkan perubahan letak persendian rahang bawah, perubahan panjang otot wajah bahkan ketegangan otot yang menyebabkan rasa sakit di kepala dan punggung. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-8677291949461979229?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/8677291949461979229/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2009/10/perawatan-orthodonti.html#comment-form" title="17 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/8677291949461979229?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/8677291949461979229?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2009/10/perawatan-orthodonti.html" title="Perawatan orthodonti" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>17</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4ERnc9fyp7ImA9WxBUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-1676582330628148811</id><published>2009-02-06T12:14:00.004+07:00</published><updated>2010-02-28T22:28:27.967+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-28T22:28:27.967+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gigi goyang" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Warung dokter gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="karang gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="radang gusi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="periodonti" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="penyangga gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gigi tanggal" /><title>ADA APA DENGAN KARANG GIGI</title><content type="html">&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Belakangan ini sudah lebih banyak masyarakat yang mempunyai kesadaran untuk membersihkan karang giginya secara rutin, meskipun tidak jarang  dengan susah payah dan dengan sedikit ngotot, aku harus menjelaskan kepada pasien tentang perlunya menghilangkan karang gigi yang ada di mulutnya. Karang gigi adalah endapan mineral, di antaranya kalsium, pada plak yang menempel pada gigi. Secara kasat mata, karang gigi terlihat sebagai endapan pada permukaan gigi berwarna kekuning-kuningan. Karena pengaruh makanan, minuman dan tembakau dari rokok, warnanya dapat berubah menjadi kecoklatan atau hitam. Pertama kali, karang gigi tumbuh di tempat-tempat yang ditempeli plak. Karena itui pada daerah-daerah yang sulit dibersihkan, seperti di sela-sela gigi, cekungan di bagian leher gigi , dan daerah gigi yang susunannya berjejal-jejal, karang gigi akan menumpuk.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Apabila dibiarkan, karang gigi akan terus "tumbuh" bertambah banyak. Arah pertumbuhan karang gigi selalu ke arah yang sulit dibersihkan juga, yaitu daerah di bawah gusi. Seharusnya seluruh permukaan akar gigi tertutup oleh gusi. Karena desakan karang gigi, perlekatan gusi pada gigi akan rusak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Proses rusaknya perlekatan gusi pada gigi merupakan bagian penjalaran peradangan jaringan penyanggah gigi (periodontitis). Rusaknya gusi akan diikuti oleh rusaknya tulang penyanggah gigi. Karena itu dal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;am keadaan ekstrim, yaitu bila karang gigi dibiarkan terus tumbuh, gigi menjadi goyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Karang gigi harus dibuang? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: arial;"&gt;Karang gigi ini menjadi tempat yang nyaman bagi pertumbuhan kuman-kuman di dalam mulut. Akibatnya dapat menyebabkan berbagai penyakit gusi, seperti radang gusi (gingivitis) yang ditandai dengan gusi tampak lebih merah, agak membengkak, dan sering berdarah saat menggosok gigi. Apabila hal ini dibiarkan, radang gusi ini akan bertambah luas ke organ penyangga gigi lainnya hingga ke tulang penyangga gigi. Kalau hal ini terjadi, lama kelamaan gigi akan goyang. Alangkah sayangnya bila gigi sehat, tanpa lubang terpaksa dicabut hanya karena pertumbuhan karang gigi yang dibiarkan berlarut-larut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang tidak kalah sering terjadi adalah timbulnya bau mulut tidak enak. Bau mulut ini  disebabkan oleh gas mengandung belerang yang dihasilkan oleh kuman-kuman yang bersemayam di sekitar karang gigi. Tentang bau mulut dibahas panjang lebar pada artikel '&lt;a href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/bau-mulut-yang-tidak-sedap.html"&gt;Bau mulut yang tidak sedap&lt;/a&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mencegah karang gigi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbentuknya karang gigi dapat terjadi pada semua orang, dan prosesnya tidak dapat dihindari namun dapat dikurangi. Cara pertama untuk memperkecil kemungkinan terbentuknya karang gigi adalah dengan rajin menjaga kebersihan gigi, yaitu dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari secara benar dimana semua bagian-bagian gigi tersikat bersih. Juga jangan lupa untuk menggosok gusi dengan lembut perlahan-lahan. Untuk gusi rahang atas, gerakan sikat gigi dari atas ke bawah, dan untuk gusi rahang bawah gerakan sikat gigi dari bawah ke atas.  (lihat '&lt;a href="http://www.geocities.com/drg_likatrimulya/tipsgosokgigi.htm"&gt;Tips Menggosok gigi&lt;/a&gt;' ) Penggunaan dental floss juga diperlukan untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak dapat dicapai oleh bulu sikat gigi. Pembersihan gigi yang seksama akan memperkecil kemungkinan pembentukan karang gigi. Pada orang-orang tertentu, penggunaan sikat gigi listrik  seringkali lebih efektif dibandingkan sikat gigi biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kedua adalah rajin kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk membersihkan karang gigi. Karena keras. karang gigi tidak dapat hilang bila hanya dengan menggosok gigi atau berkumur dengan obat kumur. Dokter gigi memiliki alat khusus untuk membersihkan karang gigi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gigi sehat  adalah baik. Gigi sehat disertai penyangga gigi yang sehat dan kuat adalah istimewa!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-1676582330628148811?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/1676582330628148811/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2009/02/ada-apa-dengan-karang-gigi.html#comment-form" title="16 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/1676582330628148811?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/1676582330628148811?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2009/02/ada-apa-dengan-karang-gigi.html" title="ADA APA DENGAN KARANG GIGI" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4CR3Y8fSp7ImA9WxBUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-1007546700200324048</id><published>2008-08-27T19:07:00.006+07:00</published><updated>2010-02-28T22:29:26.875+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-28T22:29:26.875+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gigi berlubang" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="konservasi gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="karies" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Warung dokter gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tambalan" /><title>Gara-gara dokter gigi, lubang kecil pada gigi jadi besar</title><content type="html">Hal ini sering dikeluhkan oleh pasien yang pernah ditambal giginya. Umumnya mereka merasa lubang pada giginya hanya kecil, karena itu ingin ditambal sebelum bertambah besar. Namun sebelum ditambal oleh dokter gigi, lubang pada giginya dibor sehingga menjadi besar. Apakah benar demikian? &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karies (proses kerusakan gigi yang disebabkan karena rusaknya kristal pembentuk gigi) selalu dimulai dari permukaan gigi, umumnya pada permukaan dimana sisa makanan mudah terperangkap. Sisa makanan yang sulit dibersihkan ini akan dicerna oleh bakteri penghuni rongga mulut menjadi asam. Asam inilah yang kemudian perlahan-lahan menggerogoti kristal pembentuk gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kristal pembentuk email gigi adalah seperti piramida dengan puncaknya pada permukaan gigi. Karena itulah bentuk kerusakan yang terjadi akan mengikuti bentuk kristal, yaitu piramida, kecil di permukaan gigi dan membesar ke dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ditambal, bagian gigi yang sehat di permukaan gigi tapi keropos di dalam ini terpaksa harus diangkat. Hal ini harus dilakukan agar seluruh jaringan mati yang berada di bawahnya dan bakteri yang terperangkap di dalamnya  bisa dibersihkan. Bila tidak benar-benar bersih, penambalan lubang akan sia-sia karena proses perusakan akan berlanjut lagi. Selain itu, tepi gigi yang menggantung akan mudah pecah karena daya kunyah dan mengakibatkan kebocoran tambalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena alasan itulah, tindakan dokter gigi sebelum menambal gigi memberi kesan memperparah lubang gigi. Sama sekali tidak bertujuan untuk menambah kerusakan gigi, tapi untuk mempersiapkan ruang yang memadai, bersih dan steril bagi bahan tambalan serta mencegah kebocoran tambalan di masa mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak berbeda bila karies terjadi pada gigi susu, karena bentuk kristal gigi berbeda dengan gigi tetap. Kristal pembentuk gigi susu berbentuk piramida terbalik. Karena itu bentuk lubang akibat karies pada gigi susu adalah lubang yang menganga. Tanpa perlu banyak mengambil jaringan gigi lagi, bahkan kadang-kadang cukup dibersihkan secara manual, tanpa bor, gigi susu sudah dapat ditambal. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-1007546700200324048?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/1007546700200324048/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/08/gara-gara-dokter-gigi-lubang-kecil-pada.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/1007546700200324048?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/1007546700200324048?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/08/gara-gara-dokter-gigi-lubang-kecil-pada.html" title="Gara-gara dokter gigi, lubang kecil pada gigi jadi besar" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0cDRX0-cSp7ImA9WxBUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-4990727611849726623</id><published>2008-08-26T18:53:00.008+07:00</published><updated>2010-02-28T22:31:14.359+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-28T22:31:14.359+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pembiusan di gusi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Warung dokter gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cabut gigi" /><title>Mencabut gigi napi dengan kasus narkoba</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__tJsMr6lRuo/SLQV9QFFesI/AAAAAAAAAPc/MkOAYltxwIQ/s1600-h/nk3.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/__tJsMr6lRuo/SLQV9QFFesI/AAAAAAAAAPc/MkOAYltxwIQ/s200/nk3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238836408571230914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam kunjunganku ke Nusa Kambangan beberapa hari yang lalu, aku mendapat tugas melayani di LP Besi. Ada sedikit kekuatiran di hatiku ketika mengetahui tugas ini. Pelayanan yang paling memungkinkan dilakukan untuk bakti sosial seperti ini adalah pencabutan gigi. Agak sulit melakukan penambalan, karena tidak ada peralatan untuk membersihkan lubang gigi dari jaringan busuk dan membuat lubang cukup steril sebelum dilakukan penambalan. Kekuatiranku melakukan pencabutan pada napi-napi di LP Besi disebabkan karena mereka merupakan napi dengan kasus narkoba. Aku kuatir obat bius yang disuntikkan sebelum pencabutan tidak efektif karena pengaruh obat-obatan yang pernah dipakai para napi sebelum masuk LP Batu ini. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kekuatiranku tidak berdasar. Hampir semua pencabutan dapat dilakukan di bawah efek obat bius yang baik. Setelah dipikir lebih jauh, aku menemukan alasan mengapa obat bius dapat bereaksi efektif. Ada beberapa hal :&lt;br /&gt;1. Napi yang sudah masuk LP Besi, tidak semuanya merupakan pemakai narkoba. Ada pengedar, juga pemilik ladang ganja. Untuk 2 jenis yang terakhir, tentu saja tidak ada masalah dalam efek obat bius.&lt;br /&gt;2. Untuk napi mantan pemakai narkoba, sudah pasti LP Besi bukan merupakan satu-satunya LP yang pernah dihuninya. Sebelum masuk Nusa Kambangan, pasti mereka sudah dibina di LP lain. Jadi sudah cukup panjang waktu yang dilewati para napi sejak terakhir kali berkontak dengan narkoba.&lt;br /&gt;Yah... memang kekuatiranku ternyata memang berlebihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, ternyata banyak napi yang takut disuntik! Tidak jarang diantaranya memiliki tatoo yang cukup banyak di sekujur tubuhnya yang untuk membuatnya diperlukan banyak sekali tusukan. Menggelikan juga bila terjadi pada napi dengan kasus pengguna narkoba jenis suntikan. Ternyata suntikan dokter gigi merupakan hal yang sangat menakutkan mereka dibanding suntikan narkoba maupun tusukan jarum tatoo! &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-4990727611849726623?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/4990727611849726623/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/08/mencabut-gigi-napi-dengan-kasus-narkoba.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/4990727611849726623?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/4990727611849726623?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/08/mencabut-gigi-napi-dengan-kasus-narkoba.html" title="Mencabut gigi napi dengan kasus narkoba" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/__tJsMr6lRuo/SLQV9QFFesI/AAAAAAAAAPc/MkOAYltxwIQ/s72-c/nk3.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0YHSH0zeyp7ImA9WxBUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-3346389477005797919</id><published>2008-05-23T11:52:00.004+07:00</published><updated>2010-02-28T22:32:19.383+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-28T22:32:19.383+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Warung dokter gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gusi berdarah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="radang gusi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="penyangga gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demam berdarah" /><title>Katanya, kalau sedang demam berdarah tidak boleh menyikat gigi</title><content type="html">5 hari di tidur di rumah sakit gara-gara demam berdarah bagiku menjadi pengalaman yang menarik, karena di sana aku mendengar satu lagi mitos tentang pemeliharaan gigi yang disebarkan oleh tenaga paramedis. Saat aku mendengar mitos itu diucapkan, trombositku ada pada level 50an ribu. Salah seorang perawat jaga melarangku menyikat gigi, karena katanya akan menyebabkan perdarahan gusi. Ini adalah mitos yang salah dan dapat dijelaskan mengapa salah. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gusi yang sehat dalam rongga mulut terlihat berwarna merah muda. Kalau dikeringkan, permukaannya terlihat seperti kulit jeruk, berbintik-bintik. Dan yang pasti, tidak mudah berdarah, apalagi hanya karena bulu sikat gigi. Proses menyikat gigi memberikan efek pemijatan pada gusi, sehingga peredaran darah pada gusi menjadi lancar dan tentu saja akibatnya gusi terpelihara kesehatannya. Selain memijat gusi, penyikatan gigi tentu saja akan mengangkat kotoran, sisa-sisa makanan dan plak yang melekat pada gigi. Gigi dan gusi yang bersih tentunya tidak memungkinkan bakteri penyebab gigi berlubang dan radang gusi hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau gusi dalam keadaan sehat, meskipun menderita demam berdarah, penyikatan gigi tidak akan menyebabkan perdarahan di rongga mulut. Justru bila tidak disikat, sisa-sisa makanan yang menempel di gusi dan gigi akan menjadi sarang yang nyaman bagi bakteri penyebab radang gusi. Akibat selanjutnya adalah gusi mudah berdarah ketika disikat, dan kemungkinan terjadi perdarahan yang sulit dihentikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi boleh atau tidak menyikat gigi ketika demam berdarah? Tergantung, kalau gusi sehat, sikat saja. Kalau sudah penuh dengan karang gigi, turuti saja anjuran perawat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-3346389477005797919?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/3346389477005797919/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/05/katanya-kalau-sedang-demam-berdarah.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/3346389477005797919?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/3346389477005797919?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/05/katanya-kalau-sedang-demam-berdarah.html" title="Katanya, kalau sedang demam berdarah tidak boleh menyikat gigi" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEUNRX85cSp7ImA9WxZbEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-2409103127942451348</id><published>2008-04-12T21:14:00.003+07:00</published><updated>2008-04-12T21:58:14.129+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-04-12T21:58:14.129+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Warung dokter gigi" /><title>Satu gigi palsu dipakai berdua?</title><content type="html">Baru saja aku menutup warungku. 2 pasien terakhir masuk bersama-sama. Keduanya bermaksud membuat gigi palsu. Bagiku hal ini membuat kerjaku lebih efisien. Aku cukup menjelaskan satu kali untuk dua orang, karena kasusnya sama. Ada yang menarik pada kedua pasien ini, lebih tepat disebut 'menggelikan ' sebetulnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, aku mencetak rahang pasien pertama untuk mendapat bentuk negatif rahangnya. Cetakan itu bila dicor dengan gips akan menghasilkan duplikat rahang, sehingga pembuatan gigi palsu dapat dilakukan dengan tepat sesuai dengan bentuk dan ruang yang ada. Ini adalah prosedur normal pembuatan gigi palsu. Setelah selesai, aku melakukan hal yang sama pada pasien kedua. Saat itulah percakapan berikut terjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : "Kok dicetak juga, Dok? Memangnya tiap orang rahangnya beda-beda?"&lt;br /&gt;A : "Ya, berbeda-beda. Bukan hanya rahangnya beda, gigi yang hilang kan juga beda tempat dan jumlahnya."&lt;br /&gt;P : "O, gitu ya."&lt;br /&gt;A : "Kalau semua sama, pasti di supermarket dijual gigi palsu. Yang memerlukannya bisa beli dan langsung pakai setelah bayar di kasir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku hal ini menggelikan. &lt;img src="http://www.33smiley.com/smiley3/emoticons/886.gif" /&gt;Tapi, setelah dipikir-pikir, mungkin soal gigi palsu yang bisa dipakai secara fleksibel oleh siapa saja, merupakan hal yang biasa bagi masyarakat. Karena itu lalu muncul lawakan tentang seorang nenek yang menunggui suaminya makan bukan karena dia begitu mencintai suaminya, tapi karena gigi palsunya sedang dipakai suaminya. Sang nenek mendapat kesempatan kedua untuk makan setelah suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan untuk orang yang tidak bergigi sama sekalipun seperti kakek dan nenek di atas, sebetulnya bentuk rahangnya tidak ada yang sama. Bentuk lengkung rahang tiap orang sudah berbeda, kemudian ketinggian sisa tulang dibawah gusi juga berbeda. Jadi tidak ada 1 gigi palsupun yang bisa digunakan bersama-sama oleh 2 orang.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-2409103127942451348?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/2409103127942451348/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/04/satu-gigi-palsu-dipakai-berdua.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/2409103127942451348?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/2409103127942451348?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/04/satu-gigi-palsu-dipakai-berdua.html" title="Satu gigi palsu dipakai berdua?" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0UMRHo6cCp7ImA9WxBUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-6191145861670108196</id><published>2008-03-06T23:31:00.009+07:00</published><updated>2010-02-28T22:34:45.418+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-28T22:34:45.418+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Warung dokter gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gigi berjejal" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cabut gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sakit gigi" /><title>Alasan mencabut gigi</title><content type="html">&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;Ditulis oleh Melinda&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Seringkali pasien datang ke warungku meminta dicabut giginya. Tidak jarang disebabkan karena rasa putus asa menghadapi rasa sakit terus menerus yang terjadi pada giginya. Penyebab lain yang sering menjadi alasan adalah jumlah gigi yang sudah tinggal sedikit, agar dapat dibuat gigi palsu seluruhnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sebetulnya tidak selalu gigi yang sakit harus dicabut dan sebaliknya, gigi yang seharusnya dicabut tidak selalu menimbulkan rasa sakit. Jadi sebetulnya tidak ada hubungan yang pasti di antara sakit gigi dengan cabut gigi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Proses perusakan gigi seringkali berjalan sangat lambat sehingga tidak menimbulkan gejala sakit, bahkan ketika kerusakan telah menyebabkan hancurnya seluruh mahkota gigi dan hanya menyisakan akarnya. Akar yang tersisa ini merupakan benda busuk, karena itu harus dicabut. Ini alasan pertama yang dapat dipertanggungjawabkan mengapa gigi harus dicabut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Alasan berikutnya adalah bila kerusakan gigi sudah begitu besarnya sehingga tidak memungkinkan lagi untuk memulihkan bentuk gigi seperti semula dengan bahan tambalan apapun. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kalau sudah seperti ini, tidak ada jalan lain, gigi memang harus dicabut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kadangkala aku menjumpai gigi dalam kondisi utuh, tapi tidak mendapat dukungan jaringan penyangga (gusi, tulang di sekitar gigi dan serat-serat yang mengikatnya). Akibatnya gigi goyang. Kalau derajat kegoyangan sudah sangat besar, terpaksa gigi harus dicabut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Generasi yang hidup pada jaman ini kebanyakan memiliki ukurang rahang yang tidak terlalu besar meskipun jumlah gigi tidak berkurang. Akibatnya tempat tidak mencukupi dan gigi tersusun berjejal-jejal di dalam mulut. Kondisi ini menyebabkan makanan sering terselip di antara gigi-gigi yang berjejal, gigi-gigi yang menonjol mengiritasi jaringan lunak seperti pipi bagian dalam, bibir, dan lidah. Pencabutan gigi-gigi bermasalah ini dapat menjadi jalan keluarnya. Pada perawatan orthodonti, untuk memperbaiki susunan gigi geligi, ada beberapa gigi yang akan dicabut setelah dipertimbangkan secara matang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Selain hal-hal di atas, tidak ada alasan lain untuk mencabut gigi. Gigi asli tetap lebih baik daripada ompong atau gigi palsu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-6191145861670108196?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/6191145861670108196/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/03/alasan-mencabut-gigi.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/6191145861670108196?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/6191145861670108196?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/03/alasan-mencabut-gigi.html" title="Alasan mencabut gigi" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0MASXY8eCp7ImA9WxBUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-6685249369818430246</id><published>2008-03-06T19:00:00.019+07:00</published><updated>2010-02-28T22:37:28.870+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-28T22:37:28.870+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Warung dokter gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pasien" /><title>Aneka macam pasien</title><content type="html">Ada beberapa golongan besar pasien yang datang ke warungku, berdasarkan relasinya denganku yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Golongan "menderita" &lt;img src="http://www.33smiley.com/smiley4/bubblegum/27.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien yang termasuk dalam golongan ini adalah pasien yang datang ke dokter gigi karena mempunyai masalah besar dalam mulutnya. Masalah besar bisa berupa pembengkakan baik di dalam atau di luar mulut atau sakit berdenyut-denyut sejak beberapa hari sebelumnya. Selain itu bisa juga pasien yang baru mengalami kecelakaan sehingga gigi bahkan rahangnya patah atau bibirnya pecah. Pasien golongan ini sangat mudah dikenali dari ekspresi wajahnya yang menderita. Menangani pasien golongan ini gampang-gampang susah. Secara psikologis, pasien golongan ini bisa menjadi pasien yang kooperatif bila pertolongan yang diberikan oleh dokter gigi sesuai dengan harapannya. Setelah itu, mereka akan mudah diberi pemahaman tentang pentingnya pemeliharaan kesehatan mulut. Sebaliknya, bila tidak sesuai dengan harapannya, pasien ini tidak akan datang lagi ke dokter gigi yang sama bahkan ada kemungkinan menjadi iklan yang buruk bagi dokter gigi ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Golongan "sibuk" &lt;img src="http://www.33smiley.com/smiley4/bubblegum/20.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Pasien yang termasuk dalam gologan ini sangat banyak, entah sibuk dalam arti sebenarnya, atau pura-pura sibuk . Kunjungan pertama ke dokter gigi biasanya disebabkan oleh ketidaknyamanan pada mulutnya. Setelah mendapat penanganan oleh dokter gigi dan merasa sudah nyaman, biasanya tidak kembali lagi ke dokter gigi meskipun perawatan belum selesai. Berbulan-bulan setelah itu, ketika rasa tidak nyaman muncul lagi, barulah mereka ingat untuk mengunjungi dokter gigi lagi. Umumnya orang Indonesia termasuk dalam golongan ini. Ada idiom "Kalau belum sakit gigi, belum ke dokter gigi". Termasuk dalam golongan ini adalah orang yang tidak pernah ke dokter gigi sama sekali.&lt;br /&gt;3. Golongan "langganan" &lt;img src="http://www.33smiley.com/smiley4/cute/53.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Pasien yang termasuk golongan ini datang ke dokter gigi karena mempunyai satu atau lebih gigi yang bermasalah cukup berat. Baik karena terpaksa atau dengan keinginan sendiri untuk sembuh, mereka berkali-kali datang ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan. Pada kasus-kasus tertentu, memang gigi memerlukan perawatan yang harus dilakukan dalam 3 sampai 4 kali kunjungan. Dari pengalaman merekalah kemudian muncul istilah "Ke dokter gigi itu tidak cukup sekali, harus bolak-balik." atau "Kalau sudah punya satu gigi berlubang, bisa menular ke gigi lain."&lt;br /&gt;4. Golongan "sok tahu" &lt;img src="http://www.33smiley.com/smiley4/cute/6.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Yang termasuk golongan ini adalah pasien yang datang ke dokter gigi setelah lebih dahulu mengobati sendiri tapi tidak membuahkan hasil. Biasanya cara pengobatan yang dipakai adalah cara yang sudah mentradisi di lingkungannya. Misalnya mengobati sakit gigi dengan getah pohon kamboja, puyer sakit kepala, gerusan cacing. Selain itu, yang termasuk golongan ini juga adalah pasien yang sudah mempunyai pandangan sendiri tentang cara meperlakukan giginya dan memaksa dokter gigi untuk melakukan sesuai kehendaknya, meskipun belum tentu tepat. Ada lagi yang termasuk golongan ini yaitu pasien yang banyak bicara di ruang tunggu pasien untuk menjelaskan pengobatan ala dirinya. Seolah-olah menjadi juru bicara dokter gigi yang masih bekerja di dalam dan uniknya, ada saja pasien lain yang percaya.&lt;br /&gt;5. Golongan "aji mumpung" &lt;img src="http://www.33smiley.com/smiley4/strange/10.gif" /&gt;&lt;br /&gt;Yang termasuk dalam golongan ini adalah mereka yang datang ke dokter gigi karena biaya perawatan gigi ditanggung oleh asuransi atau perusahaan tempat mereka bekerja. Pada akhir tahun, jumlah pasien golongan ini meningkat. Mereka datang dengan tujuan untuk "menghabiskan jatah", sayang kalau tidak dimanfaatkan. Bukan berarti pasien golongan ini tidak mempunyai masalah di rongga mulutnya, karena ada juga yang sebetulnya termasuk dalam golongan "sibuk", tapi karena belum sakit, ya belum ke dokter gigi &lt;br /&gt;6. Golongan "sadar" &lt;img src="http://www.33smiley.com/smiley4/love/12.gif" /&gt;&lt;br /&gt;15 tahun yang lalu masih sangat sedikit yang termasuk dalam golongan ini. Sekarang ini jumlahnya cukup banyak. Yang termasuk golongan ini adalah mereka yang secara rutin memeriksakan giginya ke dokter gigi atau meminta dibersihkan karang giginya. Umumnya mereka memiliki gigi yang terawat, bisa tanpa lubang, tapi tidak tertutup kemungkinan banyak gigi yang sudah ditambal. Yang pasti tidak ada bau mulut. Usaha yang diperlukan untuk membersihkan karang gigi juga tidak terlalu banyak, karena biasanya karang gigi tidak terlalu tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk golongan manakah anda ? &lt;img src="http://www.33smiley.com/smiley4/animals/145.gif" /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-6685249369818430246?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/6685249369818430246/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/03/aneka-macam-pasien.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/6685249369818430246?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/6685249369818430246?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/03/aneka-macam-pasien.html" title="Aneka macam pasien" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0IGQ34zcCp7ImA9WxBUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-5051533943809865485</id><published>2008-03-01T21:11:00.013+07:00</published><updated>2010-02-28T22:38:42.088+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-28T22:38:42.088+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gigi keropos" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gigi ibu hamil" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Warung dokter gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kalsium gigi" /><title>Gigi keropos waktu hamil ?</title><content type="html">&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ditulis oleh Melinda&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan kalsium seorang ibu hamil meningkat, sehingga perlu asupan kalsium ekstra untuk memenuhinya. Bila asupan tidak mencukupi, maka kalsium yang ada di dalam tulang akan "disedot" untuk memenuhi kebutuhan janin. Hampir bisa dipastikan bahwa hal ini diketahui semua orang. Selain tulang, organ tubuh lain yang mengandung kalsium dalam jumlah tinggi adalah gigi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali warungku kedatangan pasien wanita yang mengeluhkan giginya banyak yang hancur pada saat kehamilannya yang telah lewat beberapa waktu sebelumnya. Kalau "penyedotan" kalsium tulang terjadi untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan janin, tidak demikian halnya dengan gigi. Begitu gigi terbentuk, maka seluruh unsur pembentuk gigi akan menjadi kesatuan yang solid. Tidak ada unsur dalam bentuk ion yang dapat terlepas dari gigi yang sudah jadi. Jadi tidak akan ada kalsium yang dapat diserap dari gigi pada saat kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kemudian ada keluhan gigi keropos pada saat kehamilan, dapat dipastikan bukan karena berkurangnya kadar kalsium gigi karena diserap oleh janin. Gigi tidak mungkin tiba-tiba menjadi keropos pada saat hamil, prosesnya memakan waktu panjang. Kemalasan menjaga kebersihan mulut, baik karena pengaruh hormon kehamilan maupun karena rasa mual ketika menyikat gigi, membuat gigi menjadi tempat yang nyaman bagi kuman perusak gigi. Gigi yang memang sudah mulai berlubang akan menjadi semakin parah pada saat hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan salahkan janin kalau gigi menjadi keropos.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-5051533943809865485?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/5051533943809865485/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/03/gigi-keropos-waktu-hamil.html#comment-form" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/5051533943809865485?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/5051533943809865485?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/03/gigi-keropos-waktu-hamil.html" title="Gigi keropos waktu hamil ?" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0EFRHsyeCp7ImA9WxBUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-8934698373445794006</id><published>2008-02-28T19:52:00.011+07:00</published><updated>2010-02-28T22:40:15.590+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-28T22:40:15.590+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="laser" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gigi berlubang" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="konservasi gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Warung dokter gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tambalan" /><title>Tambalan gigi dengan LASER .... seperti apa ya?</title><content type="html">&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ditulis oleh Melinda &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Akhir-akhir ini warungku sering kedatangan orang yang ingin "ditambal dengan LASER". Terus terang, wardogi tidak mempunyai peralatan LASER, apalagi yang difungsikan untuk menambal gigi. Harga alat penghasil LASER hampir sama dengan kursi pasien kelas I buatan Eropa. Untuk membeli kursi pasien semahal itu saja aku tidak sanggup, apalagi alat penghasil LASER! Aku yakin juga, hanya segelintir dokter gigi memiliki alat tersebut. Kalau demikian halnya, berarti tambalan jenis ini pasti tidak mudah dicari.&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, tidak ada yang dapat menjelaskan bagaimana LASER digunakan untuk menambal gigi. Entah dari mana sumbernya, istilah salah kaprah "ditambal dengan LASER" begitu meluas saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia kedokteran LASER digunakan sebagai pisau bedah yang sangat halus, sehingga dapat melakukan penyayatan mikro. Penggunaannya antara lain untuk melakukan koreksi lengkung lensa mata bagi penderita miopia (pengguna kacamata minus), sunat dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus, masalah di rongga mulut yang dapat diatasi dengan LASER adalah pembesaran gusi, radang gusi, dan kelainan-kelainan pada jaringan lunak lainnya. Karena efeknya yang seperti silet, LASER tidak mungkin dipakai untuk menambal gigi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi... sebetulnya tidak ada tambalan gigi dengan LASER. Yang ada adalah tambalam komposit resin, yang memerlukan paparan SINAR HALOGEN yang berwarna biru untuk membuatnya keras serta melekatkannya pada gigi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-8934698373445794006?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/8934698373445794006/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/tambalan-gigi-dengan-laser-seperti-apa.html#comment-form" title="68 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/8934698373445794006?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/8934698373445794006?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/tambalan-gigi-dengan-laser-seperti-apa.html" title="Tambalan gigi dengan LASER .... seperti apa ya?" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>68</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0ENRnszfSp7ImA9WxBUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-7101776593979618490</id><published>2008-02-27T16:41:00.010+07:00</published><updated>2010-02-28T22:41:37.585+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-28T22:41:37.585+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gigi goyang" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Warung dokter gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="fibre splinting" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mengencangkan gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cabut gigi" /><title>Gigi goyang, haruskah dicabut?</title><content type="html">&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ditulis oleh Melinda &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Tadi sore ada seorang laki-laki datang ke warungku dengan maksud ingin mencabut giginya yang sudah goyang. Kulihat gigi yang dimaksud masih bagus, tidak ada lubang sama sekali. Tidak tega rasanya kalau aku harus mencabutnya. Kucoba untuk memberinya pengertian untuk mempertahankan giginya. Ternyata sebetulnya dia juga tidak menginginkan giginya dicabut. Kutawarkan untuk "mengencangkan" kembali giginya. Dia setuju. Tidak sampai 30 menit, giginya sudah kembali "kencang". Dia merasa senang. Komentarnya, "Untung tadi saya gak ke puskesmas. Pasti sudah dicabut." Aku merasa puas, berhasil memberikan sesuatu yang lebih baik daripada yang diharapkan seorang pasien.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Yang tadi aku lakukan adalah melakukan &lt;em&gt;fibre splinting&lt;/em&gt;, yaitu mengikat gigi yang goyang ke gigi-gigi tetangganya yang tidak goyang. Aku membuat alur pada ketiga gigi yang akan diikat untuk meletakkan &lt;em&gt;polyethylene fibre&lt;/em&gt; di dalamnya&lt;em&gt;. Fibre &lt;/em&gt;ini terbuat dari bahan yang sangat kuat, sehingga selain melekatkan gigi yang goyang ke gigi-gigi tetangganya, &lt;em&gt;fibre&lt;/em&gt; ini akan meneruskan beban yang kunya yang diterima gigi yang goyang tersebut ke gigi-gigi tetangganya. Dengan membagi beban ini, dukungan tulang penyanggah gigi yang sudah berkurang, tidak akan berkurang lagi, kondisi gigi tidak akan bertambah parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang harga yang harus dibayar untuk mengikat gigi lebih mahal 3-4 kali lipat daripada mencabutnya. Tapi kalau mau lebih lanjut hitung menghitung, setelah pencabutan gigi harus dibuatkan gigi palsu untuk mengisi ruangan yang bekas pencabutan. Hasilnya, biaya yang dikeluarkan akhirnya menjadi lebih tinggi dibandingkan kalau gigi dipertahankan. Belum lagi waktu yang harus disediakan untuk bolak-balik ke dokter gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa orang yang tidak menganggap penting pembuatan gigi palsu dengan berbagai alasan. Ini tidak membuat harga mengikat gigi lebih murah daripada mencabut. Karena tanpa gigi pengganti, cara mengunyah akan berubah. Secara perlahan-lahan gigi-gigi akan beradaptasi dengan membentuk susunan yang baru. Hal yang umum terjadi adalah bergesernya gigi-gigi tetangga dan gigi antagonis ke arah ruangan yang kosong bekas pencabutan. Selain itu, sisi rahang yang tidak lengkap giginya biasanya tidak dipergunakan untuk mengunyah, akibatnya akan terjadi penumpukan karang gigi yang dapat mengakibatkan gigi-gigi lainnya goyang juga. Bila gigi yang ompong adalah gigi belakang, ada kecenderungan orang memindahkan pengunyahan ke gigi depan. Gigi depan hanya memiliki 1 akar, karena itu tidak cukup kuat untuk menanggung beban pengunyahan. Bila dipakai untuk mengunyah dalam periode yang panjang akan mengakibatkan gigi-gigi depan goyang juga. Kalau ini semua terjadi, akibatnya makin banyak lagi gigi yang harus dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencabut gigi goyang menyelesaikan masalah dengan lebih murah? Masa sih ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-7101776593979618490?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/7101776593979618490/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/gigi-goyang-haruskah-dicabut.html#comment-form" title="133 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/7101776593979618490?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/7101776593979618490?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/gigi-goyang-haruskah-dicabut.html" title="Gigi goyang, haruskah dicabut?" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>133</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0ABQns7fSp7ImA9WxBUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-5510302745007922652</id><published>2008-02-26T13:05:00.008+07:00</published><updated>2010-02-28T22:42:33.505+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-28T22:42:33.505+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Warung dokter gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gigi palsu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="estetika" /><title>Bila terpaksa harus menggunakan gigi palsu</title><content type="html">&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ditulis oleh Melinda&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jarang sekali orang yang berkeinginan menggunakan gigi palsu. Tetapi bila gigi asli terpaksa dicabut, baik karena sudah berlubang besar atau sudah membusuk, gigi palsu harus diterima sebagai bagian dari mulut. Hal ini untuk menghindari resiko yang akan terjadi mengikuti hilangnya gigi, seperti penampilan yang tidak menarik, bergesernya gigi-gigi lain mengisi ruangan bekas pencabutan, perubahan fungsi kunyah, fungsi bicara, dan lain-lain. &lt;span class="fullpost"&gt;Di bawah ini tulisan seputar apa, mengapa dan bagaimana gigi palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gigi palsu biasanya terdiri atas beberapa gigi yang melekat pada pelat terbuat dari akrilik berwarna merah muda seperti gusi dan kawat atau rangka logam. Kawat atau rangka logam ini berguna untuk melekatkan gigi palsu pada gigi asli yang masih ada. Perkembangan teknologi saat ini juga mampu menghasilkan gigi palsu yang dibuat tanpa rangka logam atau kawat, sehingga perlekatannya hanya pada gusi saja. Tentu saja hal ini membuat gigi palsu makin baik secara estetik dan tentu saja harganya lebih mahal daripada yang menggunakan kawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa minggu pertama penggunaan, gigi palsu akan terasa mengganggu di dalam mulut. Rongga mulut sedikit demi sedikit akan terbiasa. Demikian juga halnya dalam hal memasang dan melepaskan gigi palsu yang memerlukan latihan yang menjadikannya terbiasa. Gigi palsu yang baik dapat dipasang dengan cara yang relatif mudah. Yang harus diingat, pemasangan tidak boleh dilakukan dengan cara paksa, misalnya dengan cara menggigitkannya ke rahang antagonisnya. Hal ini akan membuat kawat bengkok atau patah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidak selalu langsung enak dipakai &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kali, biasanya dokter gigi akan menganjurkan penggunaan gigi palsu sepanjang waktu. Memang hal ini membuat ketidaknyamanan untuk sementara, tapi ini adalah cara paling mudah untuk mengetahui daerah gigi palsu yang memerlukan penyesuaian. Bila gigi palsu terlalu banyak menekan pada satu tempat, daerah tersebut akan terasa sakit. Dokter gigi akan melakukan penyesuaian sampai gigi palsu nyaman digunakan. Bila sudah enak dipakai, gigi palsu tidak boleh dipakai sepanjang waktu, tapi harus dilepas pada malam hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pemulihan fungsi kunyah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Gigi palsu yang baik akan membuat pengalaman makan menjadi lebih menyenangkan daripada tanpa gigi. Sebagai langkah awal, cobalah makan makanan yang lunak yang sudah dipotong kecil. Kunyah dengan menggunakan kedua sisi mulut agar gigitan seimbang. Hindari makanan yang sangat keras apalagi alot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pemulihan fungsi bicara &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ompong beberapa gigi membuat cara bicara yang kurang jelas. Penggunaan gigi palsu akan menolong memperbaiki cara bicara. Pada awalnya, kemungkinan ada kesulitan dalam pengucapan beberapa huruf. Bila hal ini terjadi, perlu latihan dengan cara membaca keras-keras, lalu mengulangi kata-kata yang sulit diucapkan dengan jelas. Seiring berjalannya waktu, anda akan terbiasa untuk bicara jelas dengan gigi palsu dalam mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perawatan gigi palsu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti gigi asli, gigi palsu juga harus disikat tiap hari untuk membersihkannya dari sisa makanan dan plak. Hal ini untuk mencegah munculnya bercak-bercak yang bersifat menetap. Hindari penggunaan sikat yang berbulu keras karena akan merusak gigi palsu. Sabun cuci tangan atau sabun cuci cair yang lembut boleh digunakan untuk membersihkan gigi palsu, sedangkan pasta gigi sebaiknya dihindari karena terlalu abrasif. Bersihkan seluruh permukaan gigi palsu dengan cara menyikatnya dengan lembut agar tidak merusak pelat atau membengkokkan kawatnya. Gigi palsu dapat berubah bentuk jika tidak dijaga kelembabannya. Karena itu, pada malam hari gigi palsu harus direndam dalam air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perawatan mulut &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tidak hanya gigi palsu, rongga mulut juga memerlukan perawatan khusus. Menyikat gigi dua kali sehari dan penggunaan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi akan mencegah terjadinya karies dan penyakit jaringan penyanggah gigi. Gigi yang menjadi tempat bersandarnya kawat gigi palsu harus diperhatikan khusus. Karena plak yang terjebak di balik kawat akan meningkatkan risiko karies gigi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, kecekatan gigi palsu dapat berkurang karena secara alamiah terjadi perubahan di dalam mulut berupa penyusutan tulang rahang dan gusi. Gigi palsu yang kendor akan menimbulkan berapa masalah, seperti rasa sakit atau infeksi pada jaringan lunak. Karena itu gigi palsu perlu disesuaikan lagi. Kalau perubahan tidak terlalu banyak, dapat dilakukan dengan menambah ketinggian pelat atau memperkecil sayap gigi palsu. Bila perubahan terlalu banyak, kemungkinan harus dibuatkan gigi palsu yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hal ini terjadi, jangan sekali-kali mencoba untuk merekatkannya kembali dengan menggunakan lem jenis apapun. Penggunaan lem akan merusak bahan gigi palsu sehingga kemungkinan kecekatan palsu berubah. Hal ini akan menimbulkan iritasi dan rasa sakit. Selain itu bahan kimia yang terkandung dalam lem dapat meracuni tubuh. Bila gigi palsu patah, pecah, cuil atau ada gigi yang terlepas, segera ke dokter gigi. Dalam beberapa kasus, dokter gigi dapat melakukan penyesuaian atau perbaikan, bahkan mungkin dalam hari yang sama. Dalam kasus yang sulit, perbaikan harus dilakukan di laboratorium khusus gigi, sehingga memerlukan waktu lebih dari satu hari. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-5510302745007922652?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/5510302745007922652/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/bila-terpaksa-harus-menggunakan-gigi.html#comment-form" title="70 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/5510302745007922652?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/5510302745007922652?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/bila-terpaksa-harus-menggunakan-gigi.html" title="Bila terpaksa harus menggunakan gigi palsu" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>70</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C04FSH09eyp7ImA9WxBUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-6876509684481042465</id><published>2008-02-21T13:32:00.017+07:00</published><updated>2010-02-28T22:45:19.363+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-28T22:45:19.363+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gigi berlubang" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gigi tumbuh" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="karies" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Warung dokter gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sendi rahang" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sakit gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gusi bengkak" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gigi bungsu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sariawan" /><title>Rasa sakit pada rongga mulut</title><content type="html">&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ditulis oleh Melinda&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Rasa sakit yang dirasakan pada mulut merupakan gejala umum yang dirasakan akibat penyakit atau kelainan di rongga mulut dan jaringan di sekitarnya, seperti leher, persendian rahang, tulang rahang dan rongga sinus. Rasa sakit bervariasi mulai dari rasa linu jika terkena makanan atau minuman terlalu panas atau dingin, rasa gatal, pegal sampai rasa berdenyut pada malam hari. Penyebab rasa sakit yang paling umum disebabkan oleh gigi berlubang (karies).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di dalam rongga mulut&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karies pada satu orang dapat menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan, tapi pada orang lain tidak menimbulkan gejala apa-apa. Hal ini dipengaruhi oleh besar dan kedalaman karies dan panjang proses karies. Semakin besar dan dalam karies berarti semakin sedikit pula struktur jaringan keras gigi yang melindungi ruang pulpa. Ruang pulpa adalah rongga di tengah gigi yang berisi syaraf dan pembuluh darah. Akibatnya sedikit saja rangsangan, baik dingin maupun panas, akan menimbulkan rasa sakit yang dahsyat. Tetapi tidak selalu karies yang besar akan menyebabkan rasa sakit. Kadangkala proses karies berjalan sangat lambat, sehingga terjadi proses penyembuhan berupa tumbuhnya struktur jaringan keras baru. Karena itu ada orang-orang yang tidak pernah merasakan sakit gigi meskipun giginya banyak yang berlubang bahkan setelah gigi yang tersisa hanya tinggal akarnya sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses karies akan berjalan terus bila lubang tidak ditambal. Apabila sudah mencapai ruang pulpa dan menembus ke jaringan di sekitar akar gigi, akan menimbulkan rasa sakit terutama jika dipakai untuk menggigit. Rasa sakit ini merupakan gejala yang ditimbulkan oleh proses radang di jaringan penyanggah gigi. Bila terjadi infeksi, akan terbentuk nanah di daerah itu sehingga gusi terlihat membengkak. Tekanan nanah juga akan menimbulkan rasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit pada daerah gigi bisa juga terjadi pada gigi yang tidak berlubang. Biasanya ini disebabkan karena kelainan pada penyanggah gigi. Radang pada gusi dan jaringan penyangga gigi lainnya juga akan menyebabkan rasa sakit. Rasa sakit dapat ditimbulkan karena terbentuknya kantung gusi di sekitar gigi maupun karena goyangnya gigi akibat rusaknya &lt;a href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/penyakit-periodontal.html"&gt;jaringan penyanggah gigi&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pertumbuhan gigi juga menimbulkan rasa sakit, tergantung pada jenis gigi yang tumbuh, lamanya proses pertumbuhan, posisi dan arah gigi yang tumbuh, juga pada ambang rasa sakit secara individual. Umumnya yang sering menimbulkan masalah adalah proses pertumbuhan &lt;a href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/si-bungsu-yang-sering-bermasalah.html"&gt;gigi bungsu&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit pada rongga mulut juga dapat muncul akibat kelainan di jaringan lunak mulut, yaitu pada gusi, lidah, bibir dan permukaan pipi bagian dalam. Kelainan yang sering muncul berupa sariawan yang dapat tumbuh di semua jaringan lunak mulut. Rasa sakit yang ditimbulkan oleh sariawan sangat hebat, tidak sebanding dengan ukurannya yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelainan lain pada jaringan lunak mulut yang menimbulkan rasa sakit adalah luka akibat iritasi benda asing, misalnya tepi gigi, tambalan atau gigi palsu yang tajam, atau luka tergigit oleh gigi atau tertusuk makanan. Luka bakar yang timbul akibat penggunaan puyer penghilang rasa sakit yang ditaburkan pada gusi juga akan akan menimbulkan rasa sakit. Selain itu, penyakit umum seperti anemia dan diabetes mellitus dapat menimbulkan rasa sakit dan panas pada lidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di sekitar rongga mulut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit di depan telinga pada saat membuka dan menutup mulut menandakan kelainan pada persendian rahang. Kondisi ini disebabkan karena terlepasnya bonggol tulang rahang bawah dari tempatnya. Bila kejadian ini terjadi untuk pertama kali, biasanya berakibat tidak bisa ditutupnya mulut. Bila kejadian ini terjadi berulang-ulang dan dapat dikembalikan sendiri, akan menimbulkan rasa sakit karena iritasi pada persendian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit kepala, terutama di daerah sekitar persendian rahang pada saat bangun tidur biasanya diakibatkan otot-otot di sekitar mulut yang tegang. Kebiasaan menggertakkan gigi secara tidak sadar pada saat tidur &lt;a href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/bruksisme-pencuri-di-malam-hari.html"&gt;(bruksisme)&lt;/a&gt; akan menyebabkan otot-otot di sekitar mulut tegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit disertai pembengkakan pada daerah di sekitar mulut, seperti pada pipi, tepi bawah rahang bawah, tepi cuping hidung, bawah mata atau leher dapat terjadi akibat penyebaran infeksi gigi. Bila gigi karies yang tidak dirawat akan menyebabkan pembentukan nanah di sekitar gigi. Bila tidak diatasi segera, nanah ini akan menyebar menembus otot ke tempat-tempat yang disebutkan di atas. Bila penyebaran sudah sampai ke tempat ini, biasanya gigi tidak lagi terasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penanganan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit baik pada rongga mulut maupun jaringan di sekitarnya dapat diatasi dengan menggunakan obat penghilang rasa sakit yang di jual bebas seperti paracetamol, asam asetil salisilat atau asam mefenamat. Biasanya rasa sakit dapat hilang tapi tidak lama, karena sumber rasa sakit masih ada. Untuk menangani sumber rasa sakit, pergilah ke dokter gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi rasa sakit karena gigi berlubang, gigi harus ditambal. Tidak selalu gigi dapat ditambal permanen dalam sekali kunjungan. Hal ini tergantung dari seberapa dalam dan luas lubang gigi. Kadang-kadang diperlukan perawatan beberapa kali untuk membuat gigi steril sebelum dapat ditambal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit akibat kelainan pada penyanggah gigi dapat diatasi dengan perawatan jaringan penyanggah gigi yang meliputi pembersihan karang gigi dan pengambilan jaringan mati pada kantong gusi dengan cara kuret. Bila gigi goyang karena kurangnya dukungan penyanggah gigi, dapat diikatkan pada gigi tetangganya agar tidak goyang lagi. Dengan demikian rasa sakit ketika mengunyah akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila penyebab rasa sakit adalah gigi bungsu yang sedang tumbuh, perlu dibuat foto x-ray untuk melihat posisi gigi. Bila gigi tumbuh miring atau tidak ada ruangan bagi gigi untuk tumbuh, jalan keluarnya adalah pengangkatan gigi bungsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila rasa sakit disebabkan karena trauma oleh benda asing, pengangkatan benda asing akan menghilangkan rasa sakit. Bila trauma ini sudah berlangsung lama, luka harus diolesi gel atau salep yang mengandung penghilang rasa sakit dan antiseptik. Obat yang sama yang digunakan untuk menghilangkan gejala sakit pada sariawan. Sesungguhnya sariawan dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar 1 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit akibat ketegangan otot pada pagi hari diatasi dengan cara menggunakan alat pencegah gerakan menggertakkan gigi yang digunakan pada saat tidur. Sedangkan sakit yang disebabkan oleh pembengkakan diatasi dengan cara mengeluarkan cairan nanah, baik dengan cara menyedot atau membuat saluran keluar maupun dengan penggunaan antibiotik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wardogi.blogspot.com/search/label/kebiasaan%20yang%20merusak"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-6876509684481042465?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/6876509684481042465/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/rasa-sakit-pada-rongga-mulut.html#comment-form" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/6876509684481042465?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/6876509684481042465?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/rasa-sakit-pada-rongga-mulut.html" title="Rasa sakit pada rongga mulut" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C04DSHc6eCp7ImA9WxBUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-273835734467216579</id><published>2008-02-21T13:04:00.008+07:00</published><updated>2010-02-28T22:46:19.910+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-28T22:46:19.910+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Warung dokter gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sumpah dokter gigi" /><title>Lafal sumpah dokter gigi</title><content type="html">&lt;p&gt;(menurut Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 1963)&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan &lt;span class="fullpost"&gt;terutama dalam bidang kesehatan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya akan menjalankan tugas saya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan martabat dan tradisi luhur jabatan Kedokteran Gigi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan keilmuan saya sebagai dokter gigi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan Kedokteran gigi saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam menunaikan kewajiban saya, saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, politik, kepartaian atau kedudukan sosial &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya ikrarkan sumpah/janji ini dengan sungguh-sungguh dan penuh keinsyafan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Posting ini kiranya menolong para praktisi yang mulai terbenam dalam pekerjaannya untuk mengingat kembali sumpahnya dulu ketika baru lulus....&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-273835734467216579?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/273835734467216579/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/lafal-sumpah-dokter-gigi.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/273835734467216579?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/273835734467216579?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/lafal-sumpah-dokter-gigi.html" title="Lafal sumpah dokter gigi" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcGSHg7eSp7ImA9WxBUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-4282629738670958808</id><published>2008-02-21T13:03:00.009+07:00</published><updated>2010-02-28T22:47:09.601+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-28T22:47:09.601+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kode etik kedokteran indonesia" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Warung dokter gigi" /><title>Kode etik kedokteran Indonesia</title><content type="html">(KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR: 43/MENKES/SK/X/I993)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak permulaan sejarah yang tersurat mengenai umat manusia, sudah dikenal hubungan kepercayaan antara dua insan yaitu sang pengobat dan penderita. Dalam zaman modern, hubungan ini disebut sebagai hubungan (transaksi) terapeutik antara dokter dan penderita. Yang dilakukan dalam suasana saling percaya (konfidensial) serta senantiasa diliputi oleh segala emosi harapan dan kekhawatiran makhluk insani. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak ptrwujudnya sejarah kedokteran, seluruh umat manusia mengakui serta mengetahui adanya beberapa sifat mendasar (fundamental) yang melekat secara mutlak pada diri seorang dokter yang baik dan bijaksana yaitu sifat ketuhanan, kemurnian niat, keluhuran budi, kerendahan hati, kesungguhan kerja, integritas ilmiah dan sosial, serta kesejawatan yang tidak diragukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inhotep dari Mesir, Hipocrates dari Yunani, Gelanus dari Roma merupakan beberapa ahli pelopor kedokteran kuno yang telah meletakkan sendi-sendi permulaan untuk terbinanya suatu tradisi kedokteran yang mulia. Beserta semua tokoh dan organisasi kedokteran yang tampil ke forum international kemudian mereka bermaksud mendasarkan tradisi dan disiplin kedokteran tersebut atas suatu etik professional. Etik tersebut sepanjang masa mengutamakan penderita yang berobat demi keselamatan dan kepentingan penderita. Etik itu sendiri memuat prinsip-prinsip, yaitu &lt;em&gt;beneficience, non maleficience, autonomy &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Etik Kedokteran sudah sewajarnya dilandaskan atas norma-norma etik yang mengatur hubungan manusia umumnya dan dimiliki azas-azasnya dalam falsafah masyarakat yang diterima dan dikembangkan terus. Khusus di Indonesia- azas itu adalah Pancasila sebagai landasan idiil dan UndangUndang Dasar 1945 sebagai landasan struktural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan maksud untuk lebih nyata mewujudkan kesungguhan dan keluhuran ilmu kedokteran, kami para dokter Indonesia, baik yang bergabung secara fungsional terikat dalam Ikatan Dokter Indonesia, maupun secara fungsional terikat dalam organisasi di bidang pelayanan, pendidikan dan penelitian kesehatan dan kedokteran, dengan rakhmat Tuhan Yang Maha Esa, telah merumuskan Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) yang diuraikan dalam pasal-pasal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;KEWAJIBAN UMUM &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1 &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setiap dokter harus menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan Sumpah Dokter. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2 &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Seorang dokter harus senantiasa berupaya melakukan profesinya sesuai dengan standar profesi yang tertinggi. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 3 &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Dalam melakukan pekerjaan kedokterannya, seorang dokter tidak boleh dipengaruhi oleh sesuatu yang mengakibatkan hilangnya kebebasan dan kemandirian profesi. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4 &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setiap dokter harus menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Pasal 5&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Tiap perbuatan atau ansehat yang mungkin melemahkan daya tahan psikis maupun fisik hanya diberikan untuk kepentingan dan kebaikan pasien, setelah memperolah persetujuan pasien.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Pasal 6 &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setiap dokter harus senantiasa berhati-hati dalam mengumumkan dan menerapkan setiap penemuan teknik atau pengobatan baru yang belum diuji kebenarannya dan hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 7 &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Seorang dokter hanya memberi keterangan atau pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Pasal 7a&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Sepramg dokter harus, dalam setiap praktek medisnya, memberikan pelayanan medis yang kompeten dengan kebebasan teknis dan moral sepenuhnya, disertai rasa kasih sayang (compassion) dan penghormatan atas martabat manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Pasal 7b&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Seorang dokter harus bersikap jujur dalam berhubugnan dengan pasien dan sejawatnya, dan berupaya untuk mengingatkan sejawatnya yang dia ketahui memiliki kekurangan dalam karakter atau kompetensi, atau yang melakukan penipuan atau penggelapan, dalam menangani pasien.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Pasal 7c&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Seorang dokter harus menghormati hak-hak pasien, hak-hak sejawatnya, dan hak tenaga kesehatan lainnya, dan harus menjaga kepercayaan pasien.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Pasal 7d&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makhluk insani.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Pasal 8&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Dalam melakukan pekerjaannya, seorang dokter harus memperhatikan kepentingan masyarakat dan memperhatikan semua aspek pelayanan kesehatan yang menyeluruh (promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif), baik fisik maupun psiko-sosial, serta berusaha menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat yang sebenar-benarnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setiap dokter dalam bekerja sama dangan para pejabat dibidang kesehatan dan bidang lainnya serta masyarakat, harus saling menghormati. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP PASIEN&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10 &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan segala ilmu dan ketrampilannya untuk kepentingan penderita. Dalam hal ia tidak mampu melakukan SUATU permeriksaan atau pengobatan, maka atas persetujuan pasien, ia wajib merujuk penderita kepada dokter lain yang mempunyai keahlian dalam penyakit tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Pasal 11 &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setiap dokter harus memberikan kesempatan kepada penderita agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarga dan penasehatnya dalam beribadat dan atau dalam masalah lainnya &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 12 &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui tentang seorang penderita, bahkan juga setelah penderita itu meninggal dunia. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 13 &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setiap dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu tugas perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain bersedia dan mampu memberikannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP TEMAN SEJAWAT&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 15 &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setiap dokter tidak boleh mengambil alih penderita dari teman sejawatnya, kecuali dengan persetujuan atau berdasarkan prosedur yang etis. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP DIRI SENDIRI &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 16 &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setiap dokter harus memelihara kesehatannya, supaya dapat bekerja dengan baik. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setiap dokter hendaklah senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan tetap setia kepada citacitanya yang luhur. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-4282629738670958808?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/4282629738670958808/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/kode-etik-kedokterang-gigi-indonesia.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/4282629738670958808?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/4282629738670958808?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/kode-etik-kedokterang-gigi-indonesia.html" title="Kode etik kedokteran Indonesia" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYCRnozfyp7ImA9WxBUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-1991302755450444146</id><published>2008-02-21T12:53:00.007+07:00</published><updated>2010-02-28T22:49:27.487+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-28T22:49:27.487+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Warung dokter gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="perdarahan gusi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cabut gigi" /><title>Setelah pencabutan gigi</title><content type="html">&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Ditulis oleh Melinda&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Cukup banyak orang yang mengeluhkan sakit, perdarahan atau pembengkakan yang terjadi setelah pencabutan gigi. Belum ada data yang menunjukkan secara pasti jumlah kasus seperti ini, tapi diperkirakan 5% dari pasien yang telah dicabut giginya mengalami perdarahan dan pembengkakan. Sebagian besar keluhan itu muncul sebagai akibat perlakuan yang salah terhadap luka bekas pencabutan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ada beberapa hal yang harus dilakukan dan dihindari setelah pencabutan gigi, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Gigit kapas yang dipasang di atas lubang bekas gigi kuat-kuat selama 1 jam. Hal ini dilakukan untuk menghentikan perdarahan. Untuk membantu proses penghentian perdarahan, d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;apat dilakukan kompres pada pipi di daerah gigi yang dicabut dengan menggunakan es batu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bila masih ada perdarahan setelah kapas dibuang, masukkan air teh pahit dingin ke dalam mulut dan diamkan selama 2-3 menit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/div&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;li&gt;Bila dalam waktu 2 jam sesudah pencabutan tidak ada tanda-tanda perdarahan berhenti, kembalilah ke dokter gigi anda. Mungkin diperlukan penjahitan pada luka atau pemberian obat anti perdarahan&lt;/li&gt;&lt;/div&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasa sakit yang muncul setelah efek obat bius habis adalah hal lumrah. Hal ini dapat diatasi dengan obat analgesik yang dijual bebas di pasaran, seperti jenis parasetamol, asam asetil salisilat atau asam mefenamat. Gunakan hanya jika perlu saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Selama 24 jam tidak boleh berkumur, meludah dan menghisap-hisap daerah bekas pencabutan. Tindakan-tindakan tersebut dapat mengakibatkan beku darah yang sudah menutupi lubang bekas pencabutan akan terlepas sehingga akan terjadi perdarahan lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hindari makanan dan minuman panas, beralkohol, rokok selama 24 jam setelah pencabutan, karena semuanya memperlambat proses penyembuhan luka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setelah 24 jam bila luka sudah tidak mengeluarkan darah sama sekali, dapat berkumur dengan air garam yang hangat untuk mencegah terjadinya infeksi pada bekas luka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bila terjadi pembengkakan pada hari berikutnya, kompres dengan air hangat dari luar maupun di dalam mulut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bila seluruh instruksi di atas sudah dilaksanakan, tapi pada hari ketiga rasa sakit, perdarahan, dan pembengkanan masih ada, sebaiknya pergi ke dokter gigi untuk mendapatkan pertolongan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-1991302755450444146?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/1991302755450444146/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/setelah-pencabutan-gigi.html#comment-form" title="12 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/1991302755450444146?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/1991302755450444146?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/setelah-pencabutan-gigi.html" title="Setelah pencabutan gigi" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYFQ387cSp7ImA9WxBUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6293089005213261007.post-5980582390178511899</id><published>2008-02-18T11:18:00.012+07:00</published><updated>2010-02-28T22:48:32.109+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-28T22:48:32.109+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="konservasi gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="crown gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Warung dokter gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="anatomi gigi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tambalan" /><title>Gigi dicrown ?</title><content type="html">&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ditulis oleh Melinda&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam sebuah milis yang berusia sekitar 5 bulan tapi telah memiliki anggota lebih dari 100 milister, sempat muncul sebuah idiom olok-olok berkaitan dengan gigi, yaitu DICROWN. Mudah-mudahan tulisan di bawah ini cukup menjelaskan maksud GIGI DICROWN. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Istilah crown dalam dunia kedokteran gigi mempunyai arti yang sebenarnya, yaitu mahkota. Bagian gigi yang tampak di rongga mulut disebut mahkota (crown). Mahkota terbentuk berlapis dimulai dari lapisan &lt;em&gt;email &lt;/em&gt;yang terletak paling luar, diikuti &lt;em&gt;dentin&lt;/em&gt; dan kemudian &lt;em&gt;rongga pulpa&lt;/em&gt; di bagian paling dalam yang berisi pembuluh darah, syaraf dan sel-sel pembentuk gigi. Bagian yang tidak kelihatan, tertanam di dalam gusi disebut akar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jadi tanpa harus dicrown, gigi sudah mempunyai mahkota. Tampaknya dewasa ini istilah crown lebih banyak digunakan untuk menunjuk mahkota tiruan. Istilah ini pasti muncul dari kalangan dokter gigi juga. Mungkin istilah mahkota tiruan dianggap kurang keren , sehingga dipakai istilah lain yang berbau asing : &lt;em&gt;crown&lt;/em&gt;. Dalam tulisan ini selanjutnya istilah crown akan dipakai menggantikan istilah mahkota tiruan, semata-mata karena lebih pendek, sehingga lebih cepat ditulis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Crown umumnya dipasang pada gigi untuk merestorasi gigi yang bentuknya tidak utuh, yang disebabkan oleh proses karies (penyakit gigi berlubang), patah, terkikis atau sebab lainnya. Crown dipakai juga untuk memperbaiki bentuk gigi yang terlalu kecil, posisi gigi yang tidak normal, warna gigi yang kurang baik. Masih ada beberapa hal khusus yang dapat diatasi dengan cara memasang crown pada gigi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Crown sebagai bahan restorasi gigi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Gigi yang berlubang umumnya dapat direstorasi dengan bahan tambalan bila lubang belum terlalu besar. Artinya struktur gigi yang tersisa masih cukup banyak, sehingga dapat "memegang" bahan tambalan pada tempatnya. Bila lubang sudah sedemikian besarnya, sehingga meliputi dua atau tiga permukaan lebih, restorasi dengan bahan tambalan seperti amalgam, resin komposit atau ionomer kaca tidak akan dapat bertahan lama. Karena itu prinsip "gigi memegang bahan restorasi" harus diganti dengan "bahan restorasi memegang gigi". Di sinilah crown digunakan, karena bahan restorasi ini secara fisik akan terlihat seperti mahkota gigi sesungguhnya. Bukan hanya terlihat, tetapi juga menggantikan fungsi mahkota gigi sesungguhnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/__tJsMr6lRuo/R7mjKjuHHQI/AAAAAAAAAGs/L9TsVCd-hwY/s1600-h/crown.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168341449167019266" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/__tJsMr6lRuo/R7mjKjuHHQI/AAAAAAAAAGs/L9TsVCd-hwY/s200/crown.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Gambar di sebelah ini menunjukkan 7 buah "crown yang memegang gigi". Ukuran crown dibuat sesuai dengan ukuran gigi asli, demikian juga bentuknya. Karena gigi belakang yang "dicrown", maka bentuknya juga disesuaikan dengan bentuk asli gigi belakang yang banyak memiliki tonjolan dan celah, sehingga dapat dipakai untuk mengunyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Untuk merestorasi gigi yang berlubang dengan crown, gigi harus diasah pada beberapa bagian untuk menyiapkan tempat bagi crown agar mempunyai ketebalan yang cukup. Ketebalan crown harus cukup agar tahan terhadap tekanan kunyah. Tapi juga tidak boleh terlalu tebal sehingga bila rahang bawah dan atas dikatupkan, crown tidak kontak lebih dahulu dengan gigi antagonisnya dibandingkan gigi lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Karena fungsinya untuk merestorasi gigi, crown juga dapat memperbaiki posisi gigi yang tidak pada tempatnya. Dengan mengasah sisi gigi yang menonjol lebih banyak dan di sisi lainnya lebih sedikit, crown dapat dipasang lebih ke arah dalam sehingga posisi gigi terkoreksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bila gigi terlalu kecil sehingga menimbulkan celah yang cukup besar di antara gigi, pemasangan crown akan membuat gigi terlihat lebih bagus dan makanan tidak mudah menyelip di antara gigi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Bahan crown&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Saat ini crown dapat dibuat dari berbagai macam bahan, tergantung kebutuhan. Bila gigi yang akan dipasang crown adalah gigi depan, faktor estetik merupakan pertimbangan pertama, karena itu harus dibuat dari bahan yang dapat meniru warna gigi. Bahan yang sekarang ini ada di pasaran adalah akrilik, porselen dan logam berlapis porselen. Akrilik dapat meniru warna gigi, harganya tidak terlalu mahal, tapi mudah berubah warna dan terkikis karena proses mengunyah. Sedangkan porselen dapat meniru warna gigi, tidah mudah berubah warna dan tidak terkikis oleh prose mengunyah. Tingkat kesulitan yang tinggi dalam proses pembuatan crown dari porselen dan mahalnya bahan baku membuat tingginya harga crown dari porselen. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Logam berlapis porselen dibuat untuk bila gigi terlalu tipis sehingga tidak bisa diasah terlalu tebal untuk memberi tempat bagi restorasi porselen. Ruangan yang diperlukan logam tidak sebanyak yang diperlukan porselen, sehingga pengasahan gigi juga tidak terlalu banyak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Untuk merestorasi gigi belakang, dapat digunakan bahan logam atau porselen. Porselen yang utuh tanpa celah mempunyai kekuatan yang sama dengan logam. Karena itu demi estetika, porselen sering digunakan untuk pembuatan crown pada gigi belakang. Logam merupakan bahan yang kuat terhadap tekanan kunyah dan tidak memerlukan ruang terlalu banyak sehingga pengasahan gigi lebih sedikit dibandingkan untuk pengasahan untuk porselen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Selain itu, sekarang juga mulai digunakan bahan komposit resin sebagai bahan crown. Jika struktur gigi yang sehat masih banyak, bahan ini dapat dijadikan pilihan. Alasannya karena komposit resin tidak memerlukan ruangan terlalu banyak sehingga sisa gigi yang sehat tidak perlu diasah terlalu banyak. Perkembangan teknologi produksi komposit resin sudah sangat baik, sehingga memuaskan secara estetika. Warna komposit resin dapat disesuaikan dengan warna gigi asli, meskipun perubahan warna dapat terjadi setelah dipakai cukup lama karena pengaruh makanan. Selain itu belum ada yang dapat menggantikan kekuatan logam terhadap daya kunyah. Biasanya setelah 2 tahun, harus direstorasi ulang. Harga restorasi berbahan komposit resin relatif lebih murah dibandingkan porselen dan logam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dengan pertimbagan estetika dan fungsional, ada beberapa modifikasi terhadap model-model crown yang disebutkan di atas. Diantaranya crown logam dengan jendela porselen di bagian yang menghadap muka, &lt;em&gt;jembatan&lt;/em&gt; yang merupakan rangkaian beberapa crown untuk menggantikan gigi yang sudah tidak ada, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Keputusan untuk membuat crown untuk merestorasi gigi dan pilihan jenis bahan yang digunakan sebaiknya didiskusikan dulu dengan dokter gigi, agar hasilnya memuaskan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6293089005213261007-5980582390178511899?l=wardogi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wardogi.blogspot.com/feeds/5980582390178511899/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/gigi-dicrown.html#comment-form" title="163 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/5980582390178511899?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6293089005213261007/posts/default/5980582390178511899?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wardogi.blogspot.com/2008/02/gigi-dicrown.html" title="Gigi dicrown ?" /><author><name>Melinda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13139879836904870811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp0.blogger.com/__tJsMr6lRuo/R7mjKjuHHQI/AAAAAAAAAGs/L9TsVCd-hwY/s72-c/crown.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>163</thr:total></entry></feed>

