<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1462792803077639745</atom:id><lastBuildDate>Wed, 25 Sep 2024 01:18:18 +0000</lastBuildDate><category>Sariawan</category><title>Duniaku &amp;amp; Duniamu</title><description></description><link>http://nadfayusuf.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Duniaku &amp; Duniamu)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1462792803077639745.post-5653255023986633370</guid><pubDate>Wed, 25 May 2011 11:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-25T18:05:19.213+07:00</atom:updated><title>Museum Affandi Sebuah Karya Besar</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgm-N9h19ONRtbpNSc6ICDr5tcfp8N35Wffo3ulze17jftZqHn0xmJdN1CHqYYXYarb33mFSdp9pkZ1LUXElVtKpNeko1f-7djbkUUYvWUhh8yCJnIF_COEsSkr2btvjvB48CAO-Rgo_oc/s1600/MuseumAffandi_4C.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left;margin:0 10px 10px 0;width:253px;height:192px&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgm-N9h19ONRtbpNSc6ICDr5tcfp8N35Wffo3ulze17jftZqHn0xmJdN1CHqYYXYarb33mFSdp9pkZ1LUXElVtKpNeko1f-7djbkUUYvWUhh8yCJnIF_COEsSkr2btvjvB48CAO-Rgo_oc/s320/MuseumAffandi_4C.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Museum Affandi terletak di Jalan Laksda Adi Sucipto No. 167, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Propinsi D.I. Yogyakarta, Pulau Jawa, Indonesia.&lt;br /&gt;Lokasi Museum Affandi berada disisi sebelah barat Sungai Gajah Wong dan letaknya tepat dipinggir Jalan Laksda Adi Sucipto yang menghubungkan antara Kota Yogyakarta dengan Kota Solo di Jawa Tengah, karena merupakan jalan menuju Kota Solo, maka Jalan Laksda Adi Sucipto terkenal dengan sebutan Jalan Solo.&lt;br /&gt;Museum Affandi berdiri diatas lahan seluas 3.500 m² yang terdiri dari museum itu sendiri dan bangunan yang dulunya merupakan rumah Affandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold&quot;&gt;Museum Affandi terdiri atas 4 (empat) galeri, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Galeri I&lt;br /&gt;Galeri I luasnya 314,6 m², selesai dibangun pada tahun 1962 dan pada tahun 1974 secara resmi diresmikan oleh Prof. Ida Bagus Mantra yang pada saat itu menjabat sebagai Direktur Kebudayaan Umum.&lt;br /&gt;Galeri I ini digunakan sebagai aula untuk pertunjukkan hasil karya Affandi yang sangat artistik. Lukisan yang ada didalam galeri ini, terdiri dari lukisan sketsa, lukisan dengan menggunakan cat air, pastel, cat minyak pada kanvas, dan beberapa hasil reproduksi.&lt;br /&gt;Di galeri ini akan diperlihatkan kepada pengunjung bagaimana Affandi mahir dalam menggunakan beberapa media kanvas dan pengunjung juga dapat membedakan bagaimana melukis dengan media serta alat yang berbeda.&lt;br /&gt;Didalam galeri ini juga terdapat mobil Colt Gallant tahun 1976 yang telah dimodifikasi menyerupai bentuk ikan dan sepeda onthel kuno milik Affandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galeri II&lt;br /&gt;Pada tahun 1987, Presiden Soeharto berkunjung ke Museum Affandi dan mewakili Pemerintah RI untuk memberikan bantuan pembangunan Galeri II yang luasnya 351,5 m².&lt;br /&gt;Pada tanggal 9 Juni 1988, Galeri II diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang pada saat itu dijabat oleh Prof. Dr. Fuad Hassan.&lt;br /&gt;Galeri II ini digunakan sebagai tempat pertunjukkan yang berisikan hasil karya Affandi, lukisan hasil karya Kartika Affandi (putri Affandi) beserta pelukis terkenal lainnya. Galeri ini terdiri dari 2 lantai, untuk lantai bawah sebagian besar berisi lukisan-lukisan yang bersifat abstrak, sedangkan lantai atas lebih didominasi oleh lukisan-lukisan yang bercorak realistis tetapi tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galeri III&lt;br /&gt;Galeri III selesai dibangun pada tahun 1999 oleh Yayasan Affandi. Pada bulan Mei tahun 2000, Galeri III ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X.&lt;br /&gt;Galeri III ini didirikan untuk memenuhi permintaan terakhir Affandi, yang ingin memiliki tempat yang cukup untuk menyimpan hasil karyanya dan hasil karya pelukis terkenal lainnya yang menjadi koleksinya.&lt;br /&gt;Galeri ini terdiri dari 3 lantai, setiap lantai mempunyai kegunaan sebagai berikut :&lt;br /&gt;Lantai Pertama, digunakan untuk tempat pameran sementara dari pelukis lokal maupun mancanegara. Disamping itu, lantai pertama ini digunakan juga untuk sanggar melukis anak-anak, yang diberi nama nama Sanggar Gajahwong. Di sanggar ini anak-anak belajar menuangkan kreativitasnya dengan melukis.&lt;br /&gt;Lantai Kedua, digunakan sebagai tempat restorasi.&lt;br /&gt;Lantai Basement (Lt. Bawah Tanah), digunakan untuk menyimpan berbagai koleksi lukisan yang lain.&lt;br /&gt;Jika ingin melihat dari sebuah ketinggian, disebelah galeri terdapat menara, dari atas menara ini pengunjung dapat melihat jalan raya, sungai Gajahwong dan daerah sekitar museum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galeri IV&lt;br /&gt;Galeri IV ini digunakan sebagai tempat untuk memamerkan lukisan-lukisan hasil karya keluarga Affandi, termasuk hasil karya Didit (cucu Affandi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold&quot;&gt;Sekilas Tentang Sang Pelukis Besar Affandi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&#39;Melukis Adalah Sebuah Anugerah,&#39; begitu kata Affandi.&lt;br /&gt;Affandi lahir pada tahun 1907 di Cirebon, Jawa Barat. Ayahnya bernama R. Koesoema, yang bekerja di pabrik gula di Ciledug sebagai seorang mantri ukur.&lt;br /&gt;Affandi menempuh pendidikan terakhir SMA (AMS-B) di Jakarta. Pada tahun 1933, Affandi menikah dengan Maryati, seorang gadis kelahiran Bogor. Dari pernikahannya tersebut, Affandi dan Maryati dikaruniai seorang putri yang diberi nama Kartika. Kartika dikemudian hari diketahui mewarisi bakat ayahnya sebagai pelukis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1949, Affandi mendapat Grant dari pemerintah India dan tinggal selama 2 tahun di India. Di India, Affandi melakukan aktivitas melukisnya serta mengadakan pameran-pameran di kota-kota besar sampai pada tahun 1951. Setelah itu, Affandi mengadakan pameran keliling ke negara-negara di Eropa, antara lain ke London, Brussel, Amsterdam, Roma dan Paris.&lt;br /&gt;Affandi pernah tiga kali berturut-turut ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia untuk mewakili Indonesia dalam Pameran Internasional (Biennale Exhibition), yaitu di Brasil pada tahun 1952, di Venice negara Italia pada tahun 1954, dan di Sao Paulo pada tahun 1956.&lt;br /&gt;Di Venice (Italia), Affandi berhasil memenangkan hadiah.&lt;br /&gt;Affandi sering melakukan pameran lukisan ke berbagai penjuru dunia sehingga hasil karyanya dikenal oleh dunia. Melalui hasil karyanya, Affandi menerima berbagai penghargaan di Asia dan Eropa, di antaranya :&lt;br /&gt;- Gelar Doctor Honoris Causa dari National University of Singapure pada tahun 1977.&lt;br /&gt;- Hadiah Perdamaian The Dag Hammarskjoeld Prize dari Italia pada tahun 1977.&lt;br /&gt;- Bintang Maha Jasa Utama dari Pemerintah RI pada tahun 1978.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian tahun lamanya Affandi mengabdikan seluruh hidupnya untuk seni, pada tanggal 23 Mei 1990 Affandi Sang Pelukis Besar tutup usia dan dimakamkan di kompleks museum, bersebelahan dengan makam istrinya, Maryati.&lt;br /&gt;Setelah kepergiannya, museum dikelola oleh Yayasan Affandi sampai saat ini.&lt;br /&gt;Almarhum Affandi adalah seorang pelukis legendaris dari Indonesia, yang nama dan hasil karyanya sudah terkenal hingga keseluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold&quot;&gt;Daya Tarik Dari Museum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari komplek museum, rumah tempat tinggal Affandi dan keluarga memiliki atap berbentuk daun pisang, sama seperti galeri-galeri sebelumnya.&lt;br /&gt;Rumah tersebut dibangun dengan konsep rumah panggung dengan tiang penyangga utama berbahan beton dan tiang lain berbahan kayu. Atap rumah dibuat dari bahan sirap yang berbentuk pelepah daun pisang dan bangunannya berbentuk lengkung. Lantai atas rumah digunakan untuk kamar pribadi Affandi, sedangkan lantai bawah rumah, kini dipakai sebagai tempat Kafe Loteng, tempat penjualan makanan dan minuman bagi para pengunjung,&lt;br /&gt;Bentuk permukaan tanah yang berteras memberikan inspirasi kepada Affandi untuk membuat rancangan bangunan dan lingkungan yang unik, sehingga terciptalah sebuah lingkungan terpadu yang sangat unik, yang dirancang oleh Affandi sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold&quot;&gt;Kegiatan Di Museum Affandi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Museum Affandi selain sebagai museum yang memamerkan lukisan-lukisan karya besar Affandi, juga digunakan untuk tempat kegiatan-kegiatan yang banyak berhubungan dengan aktivitas seni lukis dan pameran. Beberapa kegiatan yang secara rutin berlangsung di Museum Affandi adalah :&lt;br /&gt;- Pameran Lukisan Tonny Holsbergen (setiap bulan Februari)&lt;br /&gt;- Haul Almarhum Affandi (setiap tanggal 23 Mei)&lt;br /&gt;- Pameran Sorrandu (setiap bulan Juni hingga Juli)&lt;br /&gt;- Pameran Tunggal Kartika Affandi (setiap bulan November)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold&quot;&gt;Fasilitas Pendukung Museum Affandi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tersedia : perpustakaan, menara pandang, rumah panggung, gerobak, galeri pertunjukkan (indoor dan outdoor), pemandu (guide), ruang pertunjukkan, ruang pertemuan, Kafe Loteng, Sanggar Gajah Wong, mushola, toko suvenir, kolam renang dan toilet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold&quot;&gt;Jadwal Kunjungan Ke Museum Affandi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hari Senin s/d Sabtu, museum buka mulai pukul : 09.00 WIB - 16.00 WIB&lt;br /&gt;Hari Minggu, museum buka mulai pukul : 09.00 WIB - 13.00 WIB&lt;br /&gt;Hari Libur Nasional, museum Tutup (kecuali sebelumnya sudah melakukan reservasi ke pengelola museum).</description><link>http://nadfayusuf.blogspot.com/2011/05/museum-affandi-sebuah-karya-besar.html</link><author>noreply@blogger.com (Duniaku &amp; Duniamu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgm-N9h19ONRtbpNSc6ICDr5tcfp8N35Wffo3ulze17jftZqHn0xmJdN1CHqYYXYarb33mFSdp9pkZ1LUXElVtKpNeko1f-7djbkUUYvWUhh8yCJnIF_COEsSkr2btvjvB48CAO-Rgo_oc/s72-c/MuseumAffandi_4C.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1462792803077639745.post-6306340767446859793</guid><pubDate>Sun, 22 May 2011 13:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-22T20:33:38.271+07:00</atom:updated><title>Jenis Sekolah Pada Masa Kolonialisme Belanda di Indonesia</title><description>&lt;a href=&quot;http://terselubung.blogspot.com/2011/05/jenis-sekolah-pada-masa-kolonialisme.html&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_lVinRU7srw4/SvPUxP9c3oI/AAAAAAAAALs/hiaAYOYR93s/s320/STOVIA.GIF&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Pada   saat penjajahan belanda dulu di Indonesia sempat didirikan berbagai   jenis sekolah-sekolah belanda yang dibagi-bagi menjadi beraneka ragam   jenis, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ELS (Eurospeesch Lagere School) atau disebut  juga HIS (Hollandsch  Inlandsch School) sekolah dasar dengan lama studi  sekitar 7 tahun.  Sekolah ini menggonakan sistem dan metode seperti  sekolah di negeri  belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. HBS (Hogere Burger School) yang  merupakan sekolah lanjutan tinggi  pertama untuk warga negara pribumi  dengan lama belajar 5 tahun. AMS  (Algemeen Metddelbare School) mirip  HBS, namun setingkat SLTA/SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sekolah Bumi Putera (Inlandsch School) dengan bahasa pengantar belajarnya adalah bahasa daerah dan lama study selama 5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sekolah Desa (Volksch School) dengan bahasa pengantar belajar bahasa daerah sekitar dan lama belajar adalah 3 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Sekolah lanjutan untuk sekolah desa (Vervolksch School) belajar  dengan  bahasa pengantarnya bahasa daerah dan masa belajar selama 2  tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Sekolah Peralihan (Schakel School) yaitu sekolah lanjutan untuk   sekolah desa dengan lama belajar 5 tahun dan berbahasa belanda dalam   kegiatan belajar mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. MULO Sekolah lanjutan tingkat  pertama singkatan dari Meer Uitgebreid  Lager Onderwijs dengan tingkatan  yang sama dengan smp / sltp pada saat  jika dibandingkan dengan masa  kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Stovia (School Tot Opleiding Van Inlansche Artsen) yang  sering  disebut juga sebagai Sekolah Dokter Jawa dengan masa belajar  selama 7  tahun sebagai lanjutan MULO.&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://haxims.blogspot.com/2011/05/jenis-sekolah-pada-masa-kolonialisme.html&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://nadfayusuf.blogspot.com/2011/05/jenis-sekolah-pada-masa-kolonialisme.html</link><author>noreply@blogger.com (Duniaku &amp; Duniamu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_lVinRU7srw4/SvPUxP9c3oI/AAAAAAAAALs/hiaAYOYR93s/s72-c/STOVIA.GIF" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1462792803077639745.post-7791624261414997506</guid><pubDate>Thu, 19 May 2011 05:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-19T12:13:00.421+07:00</atom:updated><title>Tips untuk meninggikan badan cara alami</title><description>Tinggi badan yang ideal merupakan idaman setiap insan. Jika anda masih berumur antara 17 - 21 tahun anda harus bergembira karena tinggi badan anda masih bisa tumbuh. &lt;br /&gt;
Yuk kita baca Cara menambah tinggi badan berikut dan kita coba di rumah..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Makan dengan bijak: Makan setiap hari (sarapan, makan siang, makan malam dan minum malam). Pastikan setiap hidangan yang diambil adalah seimbang.&lt;br /&gt;
2. Makan Pra-Latihan: Ambil makanan yang mempunyai protein dan karbohirat sekurang-kurangnya 2 jam sebelum kita melakukan senam peninggi badan. Miskipun kita tidak berasa lapar sebelum bersenam, kita boleh mengambil snek untuk menghindari lapar ketika bersenam. ahli makanan telah mendapati seseorang yang melakukan olahraga dengan perut kosong akan mengalami penurunan penghasilan hormon pertumbuhan sebanyak 54%.&lt;br /&gt;
3. Lakukan secara maksimum ketika latihan: Apa yang kita lakukan ketika lathan memberi kesan terhadap kelenjar pituitari. Kekerapan kita melakukan latihan akan menambahkan penghasilan hormon pertumbuhan. Seseorang yang kerap melakukasenam peninggi badan akan menghasilkan lebih banyak hormon ini. Pastikan kita melakukan latihan sekurang-kurangnya 3 kali seminggu (20 menit setiap sesesi)&lt;br /&gt;
4. Makanan tambahan: Pengambilan asam amino dalam pil muti-vitamin sebelum kita olahraga boleh membantu dalam penghasilan hormon pertumbuhan.&lt;br /&gt;
5. Makanan Sebelum tidur: Nah yang satu ini perlu diperhatikan,jangan ambil makanan dalam jumlah yang banyak sebelum kita tidur.Hal ini dilakukan agar tubuh tidak banyak menggalakan penghasilan hormon insulin.Badan kita akan menghasilkan hormon pertumbuhan dalam waktu 2 jam sesudah makan.Penghasilan hormon insulin akan menurunkan penghasilan hormon pertumbuhan.&lt;br /&gt;
6. Tidur yang mencukupi: Pastikan anda meluangkan waktu sebanyak 8 jam sehari di atas tempat tidur.Kurang Tidur dapat merendahkan penghasilan hormon pertumbuhan.Usahakan bagi balita mendapatkan waktu tidur yang cukup,sekitar 9 jam.sedangkan bagi remaja dan dewasa ambillah tidur sekitar 7-8 jam sehari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tips meninggikan badan di atas hasilnya bervariasi tergantung anda sendiri, dan lakukan dengan sungguh sungguh agar hasilnya berdasarkan apa yang anda harapkan.</description><link>http://nadfayusuf.blogspot.com/2011/05/tips-untuk-meninggikan-badan-cara-alami.html</link><author>noreply@blogger.com (Duniaku &amp; Duniamu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1462792803077639745.post-8536570440959528253</guid><pubDate>Mon, 02 May 2011 08:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-02T15:09:40.227+07:00</atom:updated><title>TIPS UNTUK HIDUP SEHAT</title><description>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Banyak tips agar kita bias hidup dengan sehat. &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Ada 8 hal yang kiranya dapat membuat kita bisa kita lakukan/perhatikan agar tubuh kita tetap sehat yang biasa disingkat dengan &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;u&gt;WELLNESS&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; (W=Water, E=Environment, L=Laugth, L=Life without narkoba, N=Nutritions, E=Emotional, S=Sleep, S=Social support). &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;u&gt;W&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;:&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;WATER ( AIR )&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Seluruh makhluk hidup yang ada di bumi pasti menbutuhkan air. Air bisa dikatakan sebagai sumber kehidupan. Banyak manfaat yang diberikan air untuk makhluk hidup. Di sini akan dijelaskan fungsi-fungsi penting air dalam kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Air Bekerja Dengan Ajaib&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Bila Anda minum banyak air bersih dan jernih, maka hal tersebut akan memacu peningkatan kesehatan Anda, di mana para peneliti menemukan bahwa, makin hari makin banyak keuntungan dengan minum air dalam jumlah yang cukup bagi kesehatan, termasuk: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Pencernaan dan metabolisme yang lebih baik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Minum air dalam jumlah yang cukup menjadikan baik pencernaan maupun metabolisme dapat bekerja pada kapasitas maksimalnya. Faktanya, penelitian terbaru dari University of Utah menyatakan bahwa kekurangan air dapat menyebabkan menurunnya metabolisme. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Memperbaiki kemampuan dan daya tahan tubuh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Anda akan mampu bekerja lebih keras/berat bila mendapatkan air yang cukup. Sebagai tambahan, air dapat memperkuat daya tahan tubuh Anda. Karena air dapat menaikkan simpanan glycogen, suatu bentuk dari karbohidrat yang tersimpan dalam otot dan digunakan sebagai energi saat Anda bekerja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Tahan lapar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Rasa lapar kadang merupakan penyamaran dari rasa haus. Sewaktu anda mengalami dehidrasi (kekurangan air) Anda mungkin merasa ingin makan padahal yang Anda butuhkan sebenarnya adalah air. Anda juga dapat memanfaatkan efek rasa kenyang dari minum air untuk mencegah makan berlebihan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Mengurangi resiko terhadap beberapa macam penyakit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Para peneliti saat ini meyakini bahwa cairan atau tepatnya air dapat berperan aktif dalam mengurangi resiko terhadap beberapa penyakit seperti: batu ginjal, kanker saluran kencing, kanker kandung kemih, dan kanker usus besar (colon). Minum cukup air dapat pula menghindari sembelit. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Senjata ampuh melawan masuk angin atau pilek&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Antibodi dalam lendir yang melapisi kerongkongan berfungsi untuk menjerat virus pilek. Daya tahan ini akan melemah apabila Anda dehidrasi (kekurangan air) karena akan menyebabkan lendir mengering. Sebagai catatan banyak ahli kesehatan merekomendasikan air sebagai ekspektoran yang efektif untuk mengurangi batuk. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;6.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Pelembab wajah paling ampuh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dengan minum banyak air membantu kulit Anda tetap kenyal dan kencang serta mengurangi garis-garis dan kerut pada wajah. Menangkal rasa letih akibat melakukan perjalanan Udara panas dapat menyebabkan Anda dehidrasi dan akan menimbulkan rasa letih pada saat dan setelah perjalanan. Minumlah banyak air sebelum melakukan perjalanan dan satu gelas tiap jam perjalanan Anda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;7.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Mengatasi migrain/sakit kepala&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Para peneliti menyatakan bahwa dehidrasi dapat mengakibatkan migrain/sakit kepala, jadi bila Anda sering mengalami migrain adalah sangat penting untuk minum air dalam jumlah yang cukup. Sedangkan Fungsi Air yang utama adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Membentuk sel-sel baru, memelihara dan mengganti sel-sel yang rusak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Melarutkan dan membawa nutrisi-nutrisi, oksigen dan hormon ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Melarutkan dan mengeluarkan sampah-sampah dan racun dari dalam tubuh kita&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Katalisator dalam metabolisme tubuh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;e.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Pelumas bagi sendi-sendi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;f.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Menstabilkan suhu tubuh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;g.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Meredam benturan bagi organ vital&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 36.0pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dengan menggunakan air secukupnya khususnya minum, tubuh kita akan selalu segar dan kesehatan tetap terjaga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;u&gt;E&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;:&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ENVIRONMENT (LINGKUNGAN)&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis, termasuk didalamnya adalah belajar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empirik yang berarti pengalaman, karena dengan lingkungan itu individu mulai mengalami dan mengecap alam sekitarnya. Manusia tidak bisa melepaskan diri secara mutlak dari pengaruh lingkungan itu, karena lingkungan itu senantiasa tersedia di sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Sejauh mana pengaruh lingkungan itu bagi diri individu, dapat kita ikuti pada uraian berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Lingkungan membuat individu sebagai makhluk sosial&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Yang dimaksud dengan lingkungan pada uraian ini hanya meliputi orang-orang atau manusia-manusia lain yang dapat memberikan pengaruh dan dapat dipengaruhi, sehingga kenyataannya akan menuntut suatu keharusan sebagai makhluk sosial yang dalam keadaan bergaul satu dengan yang lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Terputusnya hubungan manusia dengan masyarakat manusia pada tahun-tahun permulaan perkembangannya, akan mengakibatkan berubahnya tabiat manusia sebagai manusia. Berubahnya tabiat manusia sebagai manusia dalam arti bahwa ia tidak akan mampu bergaul dan bertingkah laku dengan sesamanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dapat kita bayangkan andaikata seorang anak manusia yang sejak lahirnya dipisahkan dari pergaulan manusia sampai kira-kira berusia 10 tahun saja, walaupun diberinya cukup makanan dan minuman, akan tetapi serentak dia dihadapkan kepada pergaulan manusia, maka sudah dapat dipastikan bahwa dia tidak akan mampu berbicara dengan bahasa yang biasa, canggung pemalu dan lain-lain. Sehingga kalaupun dia kemudian dididik, maka penyesuaian dirinya itu akan berlangsung sangat lambat sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Lingkungan membuat wajah budaya bagi individu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Lingkungan dengan aneka ragam kekayaannya merupakan sumber inspirasi dan daya cipta untuk diolah menjadi kekayaan budaya bagi dirinya. Lingkungan dapat membentuk pribadi seseorang, karena manusia hidup adalah manusia yang berfikir dan serba ingin tahu serta mencoba-coba terhadap segala apa yang tersedia di alam sekitarnya.&lt;br /&gt;
Lingkungan memiliki peranan bagi individu, sebagai :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 2.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Alat untuk kepentingan dan kelangsungan hidup individu dan menjadi alat pergaulan sosial individu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;. Contoh : air dapat dipergunakan untuk minum atau menjamu teman ketika berkunjung ke rumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 2.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l5 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Tantangan bagi individu dan individu berusaha untuk dapat menundukkannya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;. Contoh : air banjir pada musim hujan mendorong manusia untuk mencari cara-cara untuk mengatasinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 2.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l5 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Sesuatu yang diikuti individu. Lingkungan yang beraneka ragam senantiasa memberikan rangsangan kepada individu untuk berpartisipasi dan mengikutinya serta berupaya untuk meniru dan mengidentifikasinya, apabila dianggap sesuai dengan dirinya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;. Contoh : seorang anak yang senantiasa bergaul dengan temannya yang rajin belajar, sedikit banyaknya sifat rajin dari temannya akan diikutinya sehingga lama kelamaan dia pun berubah menjadi anak yang rajin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 2.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l5 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;y: &amp;quot;Times Nmso-list: Ignore;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-familew Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Obyek penyesuaian diri bagi individu, baik secara alloplastis maupun autoplastis. Penyesuaian diri alloplastis artinya individu itu berusaha untuk merubah lingkungannya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; Contoh : dalam keadaan cuaca panas individu memasang kipas angin sehingga di kamarnya menjadi sejuk. Dalam hal ini, individu melakukan &lt;i&gt;manipulation &lt;/i&gt;yaitu mengadakan usaha untuk memalsukan lingkungan panas menjadi sejuk sehingga sesuai dengan dirinya. Sedangkan penyesuaian diri autoplastis, penyesusian diri yang dilakukan individu agar dirinya sesuai dengan lingkungannya. Contoh : seorang juru rawat di rumah sakit, pada awalnya dia merasa mual karena bau obat-obatan, namun lama-kelamaan dia menjadi terbiasa dan tidak menjadi gangguan lagi, karena dirinya telah sesuai dengan lingkungannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;&quot;&gt;Nah contoh lingkungan menyebabkan dampak yang luar biasa adalah, penyakit minamata di Jepang akibat pencemaran mercury, kemudian di Eropa Timur beberapa th terakhir ini brain cancer menempati urutan tertinggi sejak cerenobhyl meledak, lalu di Alaska kanker lung akibat smoke… Di Indonesia, apa yang kira2 bakal terjadi setelah bencana lumpur di sidoarjo dan banjir di jakarta? Demam Berdarah, Demam typoid biasanya barengan sama musim banjir2 gini…&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm;&quot;&gt;Yuuk kita ciptakan lingkungan yang nyaman dan bersih, supaya kesehatan kita juga terjamin…&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-indent: 35.45pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;u&gt;L&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;:&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;LAUGTH (TERTAWA)&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Badut itu seperti aspirin, hanya ia bekerja dua kali lebih cepat,” kata almarhum Groucho Marx, bintang film komedi yang kata-katanya sering dikutip orang. Mengapa ia bisa bilang begitu? Bagaimana cara tawa menyembuhkan penyakit?&lt;/div&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tawa itu meringankan rasa khawatir. Sebab, seseorang tidak dapat tertawa dan merasa takut secara bersamaan. Secara fisik itu tidak mungkin. Tawa juga mengecilkan sumber dan ukuran rasa takut kita.&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tawa mengurangi rasa ingin sendiri. Sebab, tawa membuat kita ingin bersosialisasi dengan orang lain dan meringankan rasa kesendirian.&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tawa mengurangi agresi dan konflik. Orang yang tertawa tidak dapat berbuat kasar pada orang lain.&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sistem kekebalan tubuh jadi lebih kuat dengan tertawa, kadar hormon stres pun berkurang, jantung dan sistem peredaran darah lebih sehat, serta otot menjadi lebih rileks.&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tertawa adalah sumber latihan jantung yang sehat, khususnya bagi orang yang telah berusia lanjut. Selain itu, tertawa juga akan membuat pola napas khusus yang baik bagi kesehatan organ-organ pernapasan.&lt;br /&gt;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tawa bekerja seperti virus karena menyebar dengan cepat. Menyebarkannya ke seluruh dunia akan mengurangi kemarahan dan kekerasan.&lt;span id=&quot;more-3871&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
7.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kesehatan mental kita menjadi lebih baik dengan tertawa. Stres berkurang, begitu pula rasa marah dan khawatir. Namun, rasa bahagia dan sikap positif meningkat.&lt;br /&gt;
8.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kita menjadi lebih kreatif dan mampu memecahkan masalah karena tertawa. Kepuasan kerja pun meningkat. Kita dapat bekerja lebih keras, tetapi merasa nyaman. Singkatnya, produktivitas meningkat.&lt;br /&gt;
9.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Semua orang bisa tertawa. Manusia dilahirkan dengan bakat untuk tertawa. &lt;em&gt;Sense of humor&lt;/em&gt; tidak terlalu diperlukan untuk tertawa.&lt;br /&gt;
10.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tertawa adalah proses alami yang mengurangi rasa sakit, baik secara fisik maupun emosional. Ini adalah obat alami dari tubuh sendiri. Banyaklah tertawa dan Anda akan merasakan bahwa ternyata hanya butuh sedikit obat untuk menikmati hidup.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;u&gt;L&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;:&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;LIVE WITHOUT NARKOBA&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Peredaran narkoba ibarat jamur di musim hujan. Tidak hanya ditempat-tempat hiburan, saat ini sudah tersebar di lingkungan perumahan, bahkan ke sekolah-sekolah. Lalu, bagaimana cara menghindari agar keluarga kita tidak terjerumus ke lembah maksiat itu. Berikut beberapa tips untuk menghindarinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Peredaran narkoba ibarat jamur di musim hujan. Tidak hanya ditempat-tempat hiburan, saat ini sudah tersebar di lingkungan perumahan, bahkan ke sekolah-sekolah. Lalu, bagaimana cara menghindari agar keluarga kita tidak terjerumus ke lembah maksiat itu. Berikut beberapa tips untuk menghindarinya, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dapatkan informasi mengenai bahaya narkoba dari koran,      majalah, seminar, &lt;a href=&quot;http://id.88db.com/id/Services/Ad.listing/Health_Medical/Massage_Spa/?Q=&amp;amp;O=post&amp;amp;CatID=6090000&amp;amp;SubCatID=6091700&amp;amp;Image=1&amp;amp;Page=1&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: windowtext; text-decoration: none; text-underline: none;&quot;&gt;tempat      spa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dll.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Persiapkan mental untuk menolak jika ditawarkan.      Kuatkanlah tekadmu untuk menolaknya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Belajar berkata &quot;tidak&quot; , kalau mendapat      tawaran narkoba. Siapkan alasan yang dapat dipakai, dan alihka pembicaraan      jika kamu mulai disudutkan.namun, bila teman terus memaksa, segera      tinggalkanlah tempat itu. Carilah teman baru yang &#39;&#39;bersih&#39;&#39; dari narkoba      seperti yang biasa kita lihat di &lt;a href=&quot;http://id.88db.com/id/Services/Ad.listing/Health_Medical/Free_Discount_Medicine/?Q=&amp;amp;O=post&amp;amp;CatID=6090000&amp;amp;SubCatID=6091800&amp;amp;Image=1&amp;amp;Page=1&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: windowtext; text-decoration: none; text-underline: none;&quot;&gt;apotik      murah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Milikilah cita-cita dalam hidup,sehingga hidupmu akan      memiliki arah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Lakukanlah kegiatan positif yang dapat menolong kamu      untuk menjadi lebih mandiri, percaya diri, serta menyalurkan hobi serta      berprestasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Selain itu, agar tidak terjerumus narkoba, diperlukan pendekatan kognitif dari orang tua, sekolah, dan guru. Pendekatan kognitif merupakan pendekatan yang mencoba mengurangi persepsi negatif tentang diri sendiri dengan cara mengubah kesalahan berpikir dan keyakinan diri yang keliru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Selanjutnya, mengajarkan cara pengendalian tingkah laku yang tidak dikehendaki. Dengan memberikan tindakan preventif, anak dapat dibimbing berpikir positif. Namun, jika anak sudah terlanjur terlibat narkoba, maka sebaiknya orang tua tidak &quot;meninggalkan&quot; mereka dalam upaya penyembuhan sendiri, tetapi harus terlibat sepenuhnya agar pecandu mendapat dukungan moril. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Pecandu yang telah keluar dari &lt;a href=&quot;http://id.88db.com/id/Services/Ad.listing/Health_Medical/Rehabilitation_Hospitals/?Q=&amp;amp;O=post&amp;amp;CatID=6090000&amp;amp;SubCatID=6091600&amp;amp;Image=1&amp;amp;Page=1&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: windowtext; text-decoration: none; text-underline: none;&quot;&gt;rehabilitasi narkoba&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; sangat dianjurkan untuk mengikuti program lanjutan agar dampak ingatan dari narkoba tidak menimbulkan masalah lanjutan.&lt;br style=&quot;mso-special-character: line-break;&quot; /&gt; &lt;br style=&quot;mso-special-character: line-break;&quot; /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;u&gt;N&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;:&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;NUTRITIONS&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Mengapa suplemen nutrisi dibutuhkan oleh tubuh anda? Jawabannya dapat bervariasi pada setiap orang. Antara lain karena stress yang berlebihan, tingkat polusi yang tinggi seperti di Jakarta, latihan atau pekerjaan yang terlalu berat, ingin membentuk otot, pengolahan makanan yang salah, sistem pencernaan yang terganggu dan istirahat yang kurang. Semua ini akan meningkatkan kebutuhan anda terhadap suplemen.&lt;span id=&quot;more-34&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Tubuh kita perlu bahan bakar sebagai sumber tenaga. Selain itu tubuh juga membutuhkan berbagai nutrisi untuk proses perkembangan, penyembuhan dan pemeliharaan serta untuk menjalankan berbagai fungsi dalam tubuh. Konsumsi makanan yang tepat akan menjadi faktor penting bagi keberhasilan seorang binaragawan. Sesuaikanlah diet agar dapat mengoptimalkan latihan kita.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Air&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Air merupakan elemen terpenting bagi tubuh kita. 2/3 dari berat badan kita merupakan air dan otot kita mengandung banyak air. Jadi jika ingin otot kita berkembang dengan baik konsumsilah air dalam jumlah yang mencukupi. Kebutuhan air bagi orang normal adalah kurang lebih 1/2 galon per hari, sedangkan bagi binaragawan 1-2 galon per hari tergantung beratnya latihan yang dilakukan. Seringkali kita melupakan pentingnya air bagi tubuh. Biasakanlah untuk tidak lupa untuk minum air, agar kondisi tubuh dapat terpelihara dengan baik dan terhindar dari resiko yang tidak perlu hanya karena kita lalai.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Protein&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Setelah air, nutrisi lain yang sangat penting bagi perkembangan otot anda adalah protein. Setiap orang membutuhkan protein, namun binaragawan membutuhkan lebih banyak protein dari kebutuhan orang biasa. Normalnya setiap orang membutuhkan konsumsi protein 1 gr per 1 kg berat tubuhnya per hari. Seorang binaragawan membutuhkan kurang lebih dua kali lipatnya, yaitu sebanyak 2 s/d 3 gr per kg berat tubuhnya per hari tergantung berat latihan yang dilakukan. Dengan mengkonsumsi protein yang mencukupi, perkembangan otot lebih optimal dan otot akan terlihat lebih keras, kekuatan otot bertambah, proses pemulihan otot menjadi lebih cepat, dll. Protein dapat diperoleh baik dari sumber protein hewani (seperti daging sapi, daging ayam, ikan, susu, dll) maupun sumber protein nabati (kacang-kacangan). Carilah sumber protein dengan kandungan lemak yang rendah, sebab yang kita inginkan adalah penambahan massa otot yang disertai dengan penurunan kadar lemak dalam tubuh. Tubuh kita mampu mencerna 30-50 gram protein dalam sekali makan, jadi usahakan agar setiap kali makan jumlah konsumsi protein anda tidak melebihi jumlah tersebut agar dapat tercerna dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Frekuensi Makan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Seorang binaragawan harus mengkonsumsi berbagai jenis makanan dengan jumlah kalori yang cukup tinggi agar dapat menjalankan program latihan dengan optimal dan terpenuhi kebutuhan nutrisi bagi perkembangan otot. Selain itu kemampuan tubuh kita untuk mencerna makanan terbatas. Oleh sebab itu jika orang biasa membagi waktu makannya 3 kali sehari, maka bagi seorang binaragawan jumlah itu tidak cukup. Memang bisa saja seorang binaragawan memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan makan dalam porsi yang sangat besar sebanyak 3 kali dalam sehari, namun mengingat keterbatasan kemampuan tubuh untuk mencerna makanan, hal ini kurang baik dilakukan. Oleh sebab itu lebih baik jika waktu makan dibagi menjadi 4-7 kali sehari dalam porsi yang lebih kecil. Dengan cara ini kebutuhan energi akan terpenuhi dengan baik dan makanan yang masuk juga dapat dicerna dengan baik oleh tubuh.&lt;/div&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Protein Shake&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kadang kita mengalami kesulitan untuk makan 4-7 kali sehari. Misalnya kita sedang dalam perjalanan atau tidak punya cukup waktu. Jika demikian kita dapat mengganti beberapa waktu makan kita dengan mengkonsumsi protein shake. Protein shake sangat efektif untuk membantu pemenuhan kebutuhan protein. Sebab selain tentunya kaya dengan kandungan protein, protein shake tidak mengandung lemak. Kita dapat mengkonsumsi protein shake dengan menambahkan susu non fat atau berbagai macam buah-buahan sesuai selera.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Pemenuhan Kebutuhan Tenaga&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Protein memberikan nutrisi bagi perkembangan otot dalam tubuh, namun tubuh juga memerlukan sumber tenaga yang didapat dengan mengkonsumsi karbohidrat dan lemak. Ada tiga macam sumber karbohidrat, yang pertama adalah sumber karbohidrat yang berasal dari makanan berserat yaitu buah-buahan dan sayur-sayuran, kemudian simple karbohidrat yang didapat dari konsumsi gula dan yang terakhir adalah kompleks karbohidrat yang didapat dari nasi, kentang, jagung, roti, dll. Simple karbohidrat dalam waktu singkat diubah menjadi energi. Kelebihan energi yang ada akan langsung tersimpan dalam tubuh dalam bentuk lemak. Sedangkan kompeks karbohidrat akan diproses dalam waktu yang cukup lama sebelum menjadi tenaga dan energi yang dihasilkan juga dapat secara bertahap digunakan, jadi jarang terjadi kelebihan energi dari konsumsi jenis karbohidrat ini. Tiap gram protein dan karbohidrat menghasilkan 4 kalori sedangkan 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori. Jadi batasilah konsumsi lemak dan gula, kurang lebih 10-15% per hari dari seluruh konsumsi makanan agar kita dapat mengontrol kadar lemak di tubuh kita.&lt;/div&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Vitamin, Mineral dan Suplemen&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain memenuhi kebutuhan protein dan karbohidrat, serta membatasi konsumsi lemak dan gula, tubuh kita juga perlu vitamin dan mineral yang mencukupi. Kebutuhan vitamin dan mineral bagi binaragawan lebih tinggi dibanding orang dengan aktivitas normal. Oleh sebab itu akan sangat baik jika kita dapat mengkonsumsi vitamin dan mineral tambahan setiap hari. Selain itu berbagai macam suplemen dapat kita pilih untuk melengkapi diet, pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan kita.&lt;/div&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Label Makanan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perhatikanlah keterangan mengenai kandungan dari makanan yang kita beli agar kita dapat mengontrol masukan kalori yang dikonsumsi. Perhatikan pula berapa kadar lemak yang terkandung pada makanan tersebut. Walaupun dua macam produk makanan memiliki jumlah kalori yang sama namun jika satu produk memiliki kandungan lemak yang jauh lebih tinggi dibanding yang lain, tentunya akan lebih baik jika kita memilih produk dengan kadar lemak lebih rendah. Pilihlah produk dengan kandungan protein atau karbohidrat tinggi dan lemak rendah.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;u&gt;E&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;:&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;EMOTIONAL&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Tidak sedikit orang yang menyesal setelah melakukan tindakan fatal, seperti mengamuk atau merusak, yang dipicu oleh kemarahan tak terbendung. Ia sendiri tidak mengerti mengapa ia sampai melakukan sesuatu yang tak pantas. Marah adalah salah satu bentuk emosi yang perlu diwaspadai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;“Jadi, orang jangan suka emosi!” “Sudah-sudah! Tidak baik membuat orang emosi!” Kalimat sejenis itu tak jarang kita dengar. Kata emosi sering kali digunakan dalam kalimat seperti itu sehingga memiliki konotasi negatif, yakni marah. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Sebetulnya terdapat berbagai jenis emosi: ada yang negatif, ada yang positif. Marah hanyalah salah satu jenis emosi negatif.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Selain marah, yang termasuk emosi negatif, antara lain, waspada, benci, jijik, sedih, dan ngeri. Adapun yang termasuk emosi positif antara lain gembira, menerima, heran, dan takjub.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dalam interaksi sosial, emosi memegang peran sangat penting. Bayangkan bagaimana seandainya relasi antarpribadi berlangsung tanpa disertai emosi: kita berkomunikasi dengan ekspresi datar, tanpa lonjakan perasaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Meskipun demikian, ekspresi emosi meledak-ledak tak dapat diterima oleh masyarakat. Itulah sebabnya diperlukan pengendalian emosi, bukan hanya untuk mengurangi ekspresi emosi yang tidak diharapkan, melainkan juga mengendalikan beberapa bentuk emosi yang sering kali menyulitkan kita sendiri, seperti kemarahan, kecemasan, rasa bersalah, dan juga cinta romantis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mengendalikan emosi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu memahami apa itu emosi dan bagaimana proses kerja emosi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Memahami emosi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Eastwood Atwater, penulis buku &lt;i&gt;Psychology of Adjustment,&lt;/i&gt; mengartikan emosi sebagai suatu kondisi kesadaran yang kompleks, mencakup sensasi di dalam diri dan ekspresi ke luar yang memiliki kekuatan memotivasi untuk bertindak. Ketika kita mengalami emosi tertentu, misalnya gembira, tentu ada penyebabnya: berjumpa dengan orang yang dikasihi, mendapat bonus, dan sebagainya. Demikian pula ketika mengalami emosi sedih, hal itu tentu ada penyebabnya: gagal ujian, putus hubungan dengan orang yang dicintai, dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Peristiwa-peristiwa yang yang kita hadapi itu akan mengakibatkan otot-otot secara refleks berkontraksi karena mengalami stimulasi semacam sengatan listrik. Selanjutnya, dengan itu kita menyadari dan menginterpretasi bahwa kita sedang gembira atau sedih, lalu interpretasi itu menentukan bagaimana kita bertindak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Berdasarkan keadaan tersebut, kita dapat menemukan bahwa emosi terdiri dari tiga komponen, yaitu adanya perubahan fisiologis (sensasi pada tubuh), kesadaran dan interpretasi yang bermakna subyektif akibat adanya sensasi, serta kemungkinan mengekspresikan kesadaran itu dalam tindakan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Berikut kita coba memahami lebih jauh mengenai tiap-tiap komponen berdasarkan penjelasan Atwater. Hal ini penting karena, dengan memahami komponennya, kita akan menemukan cara mengendalikan emosi melalui komponen tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Sensasi tubuh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Penjelasan seperti di atas, yakni bahwa persepsi (interpretasi) kita terhadap stimulus eksternal dirangsang secara otomatis oleh adanya perubahan pada tubuh, merupakan teori lama dalam psikologi. Hasil temuan yang lebih baru menunjukkan, lokasi sumber emosi ternyata ada pada sistem saraf pusat, yakni otak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Emosi melibatkan jaringan kerja perubahan fisiologis cukup rumit, yang memengaruhi jiwa dan tubuh secara simultan. Ketika sebuah stimulus dirasakan oleh indra, impuls (sinyal/pesan) dikirim melalui saraf-saraf menuju pusat otak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Di sana proses impuls terbagi dua. Sebagian terkirim ke korteks, tempat stimulus disadari dan emosi dirasakan. Sebagian lainnya terkirim menuju otot, tempat perubahan tubuh dan perilaku terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Hasil temuan neurologis tersebut mengungkapkan, manusia dapat mengontrol emosi dengan memanipulasi sensasi tertentu. Contohnya, kita dapat mengendalikan emosi sakit dengan mengeblok pintu gerbang yang memungkinkan sinyal sakit terkirim ke otak. Hal ini telah dipraktikkan dalam dunia kesehatan, salah satunya dalam akupuntur.&lt;br style=&quot;mso-special-character: line-break;&quot; /&gt; &lt;br style=&quot;mso-special-character: line-break;&quot; /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Interpretasi sensasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Hadirnya suatu stimulus di hadapan kita bukan saja menimbulkan sensasi secara fisiologis, melainkan juga menimbulkan interpretasi. Sensasi fisiologis menentukan seberapa besar intensitas emosi, sedangkan interpretasi yang merupakan komponen mental ini menentukan kualitas atau makna suatu emosi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Jadi, bila yang kita alami adalah emosi marah, melalui perubahan fisiologis (pada tubuh), maka kita dapat merasakan seberapa kuatnya kemarahan kita. Selain itu, melalui pengalaman mental (proses interpretasi), kita memahami mengapa kita marah dan makna-makna lain dari kemarahan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Mengenai interpretasi, sepasang peneliti, Schacter &amp;amp; Singer, menemukan bahwa gambaran mental (apa yang kita pikirkan) dan situasi sosial yang ada merupakan petunjuk sangat penting yang menentukan bagaimana interpretasi kita terhadap sensasi-sensasi pada tubuh. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh untuk ini adalah ketika seseorang minum secangkir kopi. Saat itu ia mungkin menyadari dan mungkin juga tidak menyadari efek kopi itu terhadap fisiologi tubuhnya. Sesaat setelah meminum kopi, jantungnya berdetak kencang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Bila saat itu ia berhadapan dengan seseorang yang berperilaku kasar, bila ia tidak menyadari efek kopi terhadap detak jantung, ia akan menginterpretasi bahwa orang yang ada di hadapannya itu telah membuatnya marah sampai jantungnya berdetak lebih kencang. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Namun, bila seseorang menyadari efek kopi yang meningkatkan detak jantung, ketika berhadapan dengan orang yang berperilaku kasar, ia cenderung menginterpretasi debaran jantungnya akibat minum kopi, bukan akibat perilaku orang di hadapannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh yang sama juga dapat berlaku dalam situasi sosial yang berbeda. Ketika kita mengalami sensasi kehangatan akibat meminum satu sloki anggur (&lt;i&gt;wine&lt;/i&gt;), bila sesaat kemudian di hadapan kita hadir seorang lawan jenis yang cukup menarik, bila tidak menyadari efek fisiologis dari anggur, maka kita cenderung menginterpretasi kehangatan itu sebagai efek dari kehadiran orang lain tersebut. Kita dapat jatuh cinta karenanya!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dengan gambaran di atas, kita tahu bahwa emosi kita merupakan gabungan dari faktor fisiologis dan faktor proses mental (kognitif). Dengan pemahaman ini, kita dapat mengenali emosi-emosi yang melanda diri kita dengan lebih baik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Kita dapat menelusuri apa yang membangkitkan emosi kita: adakah faktor fisiologis yang ikut berperan? Apakah kita mengonsumsi makanan, minuman, atau obat tertentu yang memengaruhi fisiologi tubuh kita? Apakah faktor hormonal, misalnya haid, &lt;i&gt;menopause&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;andropaus&lt;/i&gt;e? Bila benar-benar tidak ada, maka kita dapat menyimpulkan bahwa emosi kita benar-benar dipicu oleh situasi sosial yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dengan mengenali asal muasal emosi seperti itu, kita dapat lebih mengendalikan emosi. Seorang wanita yang menjadi mudah marah menjelang atau sedang haid, bila ia menyadari dampak situasi fisiologis haidnya, maka ia lebih dapat mengendalikan diri untuk tidak marah meski ada pemicu dari lingkungan sosialnya (pekerjaan tidak lancar, anak membuat kecewa, dan sebagainya). Bayangkan bila kemarahan itu kita lepaskan begitu saja. Mungkin, situasinya justru berkembang tidak menguntungkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Respons adaptif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Emosi sering dipahami sebagai perasaan; dan perilaku dipengaruhi oleh perasaan. Bagaimana emosi memengaruhi perilaku? Dalam ilmu psikologi, seseorang yang menerima stimulus akan segera melakukan penilaian intuitif: baik atau buruk. &lt;br /&gt;
Penilaian ini menjadi petunjuk atau penentu perilaku. Pada binatang terdapat respons emosi primitif, yakni &lt;i&gt;fight&lt;/i&gt; (berkelahi) atau&lt;i&gt; flight&lt;/i&gt; (kabur). Demikian pula emosi kita, yang mengarahkan pada tindakan tertentu: mendekat atau menghindar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Contohnya, bila kita diserang terus-menerus oleh seseorang yang penuh kuasa (&lt;i&gt;powerful&lt;/i&gt;), maka kita akan merasa takut. Dalam situasi demikian, muncul insting lari/kabur (&lt;i&gt;flight&lt;/i&gt;) yang biasanya terjadi dalam situasi ketika kita merasa tidak berdaya. Namun, bila serangan terus-menerus itu datang dari orang yang menurut kita kurang berkuasa, maka perasaan kita adalah marah. Dalam situasi demikian muncul insting berkelahi (&lt;i&gt;fight&lt;/i&gt;) yang biasanya berkembang dalam situasi saat kita merasa dapat menjadi penentu (mengendalikan). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampak bahwa emosi memiliki peran penting dalam hidup. Emosi memiliki dua fungsi untuk adaptasi. Pertama, hal itu merupakan predisposisi untuk melakukan respon adaptif yang memungkinkan kita melakukan pertahanan hidup (survival). Kedua, hal itu memperkuat sosialitas (&lt;i&gt;social ties&lt;/i&gt;) antara seseorang dan yang lain dalam kelompoknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fungsi adaptif yang kedua ini tampak jelas dalam situasi sehari-hari. Emosi cinta orangtua terhadap anak membantu orangtua menentukan bagaimana perilakunya terhadap sang anak. Cinta romantis membantu perilaku pasangan untuk saling mendekat. Emosi negatif, seperti cemburu, marah, dan sebagainya, juga memiliki fungsi, yaitu meniadakan perilaku yang tidak diinginkan dalam relasi sosial.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Simpul&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Satu hal yang perlu diingat adalah, kita memiliki kebebasan untuk mengendalikan emosi kita. Bila kita dapat mengendalikan emosi, berarti kita juga mengendalikan perilaku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapasitas ini perlu diberdayakan, terutama bila memiliki kecenderungan mengembangkan emosi yang destruktif. Tanpa pengendalian emosi, tujuan hidup dalam jangka panjang mungkin tidak tercapai akibat perilaku kita berakibat fatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendalikan emosi tidak berarti menekan emosi yang kita alami ke dalam alam bawah sadar, yakni dengan mengabaikan atau menganggap emosi itu tidak ada. Kita perlu mengakui emosi-emosi kita dalam hati, tanpa mengekspresikannya begitu saja. &lt;br /&gt;
Kita perlu mengekspresikan emosi dengan cara yang dapat diterima oleh lingkungan. Ini merupakan salah satu cara untuk tetap sehat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;MM Nilam Widyarini M.Si&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Kandidat Doktor Psikologi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;KOMPAS.com&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;u&gt;S&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;:&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;SLEEP&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Pingin tau gak..???&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dalam satu hari, jantung kita berdetak sebanyak 100.000 kali, darah kita mengalir melalui 17 juta mil arteri, urat darah halus dan juga pembuluh-pembuluh darah. Kita berbicara sebanyak 4.000 kata, bernafas sebanyak 20.000 kali, menggerakkan otot-otot besar sebanyak 750 kali, dan mengoperasikan 14 milyar sel otak. Karena itu manusia membutuhkan istirahat.&lt;br /&gt;
Istirahat yang besar membawa pemulihan, dan penambahan kekuatan setelah digunakan. Tidur merupakan faktor penting dalam istirahat, dimana selama tidur semua fungsi-fungsi tubuh terisi diperbaharui lagi. Istirahat tidak hanya mercakup tidur, tetapi juga bersantai, perubahan dalam aktifitas, menghilangkan segala tekanan-tekanan kerja atau maasalah-masalah lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap manusia membutuhkan waktu tidur kurang lebih sekitar sepertiga waktu hidupnya atau sekitar 6-8 jam sehari. Secara alami dan otomatis jika tubuh lelah maka kita akan merasa mengantuk sehingga memaksa tubuh kita untuk beristirahat secara fisik dan mental.Dengan waktu tidur yang cukup maka kita akan merasa segar bugar ketika bangun pagi dan siap melakukan berbagai aktifitas sepanjang hari dari pagi hingga malam. Normalnya manusia tidur pada saat malam hari hingga pagi hari, namun tidak jarang ada orang yang bisa tidur dari siang sampai malam hari karena tuntutan pekerjaan (misalnya Blogger yang berkesempatan nangkring depan komputernya untuk blogkamling ^_^) atau karena sudah terbiasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut penelitian, orang yang tidur selama 6,5 sampai 7,5 jam dalam sehari akan memiliki hidup yang lebih panjang dari pada yang tidurnya hanya memakan waktu kurang dari 6,5 jam atau lebih dari 8 jam perhari.Adduuhh... gw slalu tidur dari jam 6.00 pagi sampai jam 11.00 siang doang... T_T&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalagi.. Studi menunjukkan dimana setelah kita bangun dari tidur yang cukup, otak kita kembali berfungsi dengan sangat baik. Pencapaian persetujuan, pengertian /pemahaman segala jenis masalah biasanya dapat diselesaikan dengan sukses apabila dilakukan pada pagi hari dibanding pada di waktu malam hari. Pertumbuhan hormon penting untuk meningkatkan kualitas, ukuran dan efisiensi otak, juga meningkatkan pengangkutan asam amino dari darah ke otak, yang memungkinkan sel urat syaraf untuk dapat memiliki pengetahuan yang permanen dan berguna. Kebanyakan dari pertumbuhan hormon diproduksi pada saat kita itdur dengan tenang (tanpa beban)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Kegunaan atau fungsi dari Tidur yang cukup :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 12.0pt; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;1. Regenerasi sel-sel tubuh yang rusak menjadi baru.&lt;br /&gt;
2. Memperlancar produksi hormon pertumbuhan tubuh.&lt;br /&gt;
3. Mengistirahatkan tubuh yang letih akibat aktivitas seharian.&lt;br /&gt;
4. Meningkatkan kekebalan tubuh kita dari serangan penyakit.&lt;br /&gt;
5. Menambah konsentrasi dan kemampuan fisik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;u&gt;S&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;:&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;SOCIAL SUPPORT&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dukungan sosial adalah pertukaran antar individu di mana satu orang memberikan bantuan kepada orang yang lain (Taylor, Peplau, dan Sears; 2000). Menurut Baron &amp;amp; Byrne (1997), dukungan sosial adalah rasa nyaman secara fisik dan psikologis yang diberikan oleh para sahabat dan keluarga kepada orang yang menghadapi stres; dengan dukungan sosial, orang cenderung untuk ada dalam keadaan kesehatan fisik yang lebih baik dan dapat mengatasi stres yang dialaminya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Menurut Effendi dan Tjahjono (1999, h. 218) menyatakan bahwa dukungan sosial merupakan transaksi interpersonal yang ditunjukkan dengan memberi bantuan kepada individu lain dan bantuan itu diperoleh dari orang yang berarti bagi individu yang bersangkutan. Sedangkan menurut Landy &amp;amp; Conte (2007), dukungan sosial adalah kenyamanan, bantuan, atau informasi yang diterima oleh seseorang melalui kontak formal maupun informal dengan individu atau kelompok (Landy &amp;amp; Conte, 2007).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Jenis-Jenis Dukungan Sosial&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dukungan sosial dapat diberikan dalam beberapa cara. Pertama, emotional concern yang diekspresikan melalui perasaan suka, cinta, dan empati dapat memberikan dukungan sosial. Kedua instrumental aid, misalnya persediaan barang-barang atau servis selama masa penuh tekanan, dapat menjadi dukungan sosial. Ketiga, providing information mengenai situasi yang menyebabkan stres dapat membantu seseorang. Terakhir, informasi dapat mendukung ketika informasi tersebut relevan dengan self appraisal, yaitu evaluasi diri (Taylor et al, 2000).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;House (dalam Smet, 1994) membedakan empat jenis dukungan sosial, yaitu (a) dukungan emosional, (b) dukungan penghargaan, (c) dukungan instrumental, dan (d) dukungan informatif. Dukungan yang pertama adalah dukungan emosional. Dukungan ini mencakup ungkapan empati, kepedulian, dan perhatian terhadap individu sehingga individu tersebut merasa nyaman, dicintai, dan diperhatikan; sedangkan menurut Landy &amp;amp; Conte (2007), dukungan emosional diberikan dalam bentuk memahami, perhatian, dan simpati pada kesulitan seseorang.. Dukungan jenis ini sering disediakan oleh terapis atau anggota keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dukungan yang kedua adalah dukungan penghargaan. Dukungan ini terjadi lewat ungkapan hormat positif untuk orang tersebut, dorongan untuk maju atau persetujuan dengan gagasan atau perasaan individu dan perbandingan positif orang tersebut dengan orang lain. Pemberian dukungan ini membantu individu untuk melihat segi-segi positif yang ada dalam dirinya dibandingkan dengan keadaan orang lain yang berfungsi untuk menambah penghargaan diri, membentuk kepercayaan diri dan kemampuan, serta merasa dihargai dan berguna saat individu mengalami tekanan. Dukungan ini berasal dari teman dekat, terapis, anggota keluarga, atau kelompok pendukung lainnya (Landy &amp;amp; Conte, 2007).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Bentuk dukungan yang ketiga adalah dukungan instrumental. Dukungan ini meliputi bantuan secara langsung sesuai dengan yang dibutuhkan oleh seseorang, seperti memberi pinjaman uang atau menolong dengan pekerjaan pada waktu mengalami stres.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dukungan yang keempat adalah dukungan informatif. Bentuk dukungan ini mencakup pemberian nasihat, petunjuk, saran atau umpan balik yang diperoleh dari orang lain, sehingga individu dapat membatasi masalahnya dan mencoba mencari jalan keluar untuk memecahkan masalahnya. Jenis dukungan ini seringkali disediakan oleh pekerja perawatan kesehatan (Landy &amp;amp; Conte, 2007).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Ritter dalam Smet (1994) juga menyatakan hal senada bahwa dukungan sosial mencakup dukungan emosional, dorongan untuk mengungkapkan perasaan, pemberian nasehat atau informasi, maupun bantuan secara materi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Sumber Dukungan Sosial&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dukungan sosial dapat berasal dari pasangan hidup (Sherbourne &amp;amp; Hays dalam Taylor et al, 2000), anggota keluarga, teman-teman, kontak sosial dan komunitas, anggota kelompok pertemanan, orang dari gereja, serta rekan kerja atau supervisor pekerjaan (Buunk, Doosje, Jans, &amp;amp; Hopstaken dalam Taylor et al 2000).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dukungan sosial terpenting berasal dari keluarga (Rodin dan Salovey dalam Smet, 1994). Melengkapi pendapat tersebut Gore dalam Gottlieb (1983) menyatakan bahwa dukungan sosial lebih sering didapat dari relasi yang terdekat yaitu keluarga atau sahabat. Kekuatan dukungan sosial yang berasal dari relasi yang terdekat merupakan salah satu proses psikologis yang dapat menjaga perilaku sehat dalam diri seseorang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Manfaat Dukungan Sosial&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Sebuah penelitian &amp;nbsp;di Alamaeda County, California menunjukkan bahwa individu yang memiliki sedikit ikatan sosial dan komunitas lebih mungkin meninggal selama masa ini dibandingkan dengan mereka yang memiliki lebih banyak ikatan sosial dan komunitas. Dukungan sosial secara efektif menurunkan tekanan psikologis selama masa penuh tekanan (Broman dalam Taylor et al, 2000). Dukungan sosial juga membantu pelajar mengatasi stress berhubungan dengan kehidupan kuliah (Lepore dalam Taylor et al, 2000). Selain itu, dukungan sosial juga berhubungan dengan fungsi sistem imun yang lebih baik (Kiecolt-Glaser &amp;amp; Glaser dalam Taylor et al, 2000).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Effendi dan Tjahjono (1999) menyatakan bahwa dukungan sosial berperan penting dalam memelihara keadaan psikologis individu yang mengalami tekanan, sehingga menimbulkan pengaruh positif yang dapat mengurangi gangguan psikologis. Selain itu dukungan sosial dapat dijadikan pelindung untuk melawan perubahan peristiwa kehidupan yang berpotensi penuh dengan stres, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis karena adanya perhatian dan pengertian akan menimbulkan perasaan memiliki, meningkatkan harga diri dan kejelasan identitas diri, serta memiliki perasaan positif mengenai diri mereka.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Kepustakaan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Baron, R .A., &amp;amp; Byrne, D. (1997). Sosial psychology (8th ed.). MA: Allyn &amp;amp; Bacon.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Effendi, R. W. &amp;amp; Tjahjono, E. (1999). Hubungan antara perilaku coping dan dukungan sosial dengan kecemasan pada ibu hamil anak pertama. Anima, 14, 214-227.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Landy, F. J. &amp;amp; Conte, J. M. (2007). Work in the 21st century: an introduction to industrial and organizational psychology (2nd ed.). Victoria: Blackwell Publishing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Smet, B. (1994). Psikologi kesehatan. Jakarta : PT Grasindo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Taylor, S. E., Peplau, L. A., Sears, D. O. (2000). Social psychology (10th ed.). NJ: Prentice – Hall.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://nadfayusuf.blogspot.com/2011/05/tips-untuk-hidup-sehat.html</link><author>noreply@blogger.com (Duniaku &amp; Duniamu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1462792803077639745.post-1743272108174516715</guid><pubDate>Mon, 18 Apr 2011 06:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-18T13:01:32.188+07:00</atom:updated><title>Tips Mencegah Osteoporosis</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;    &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;--&quot;/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;    &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;    &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;    &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;    &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0cm;
 mso-para-margin-right:0cm;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0cm;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;Ada sedikit&lt;b&gt; Tips Bagi anda yang ingin terhindar dari penyakit tulang keropos &lt;/b&gt;atau yang biasa disebut dengan&lt;b&gt; osteoporosis&lt;/b&gt;. Tipsnya Anda harus rajin &lt;u&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;mengkonsumsi susu kedelai&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;. Susu kedelai memiliki kandungan dan kadar protein yang tinggi dan asam amino yang tinggi dan hampir sama dengan susu sapi. Keunggulan lain dari susu kedelai jika dibandingkan dengan susu sapi yaitu susu kedelai tidak mengandung kolesterol. Karena kedelai sendiri berasal dari tumbuhan dan disebut dengan protein nabati. Namun kolesterol yang terkandung dalam susu sapi juga masih sedikit apabila dibandingkan dengan bahan makanan dari hewan, seprti daging dan lain sebagainya. kandungan protein dalam susu kedelai yang dapat membantu mencegah osteoporosis di masa tua nanti. namun anda juga harus memperhatikan saat menyimpan susu kedelai. Karena akan sangat berpengaruh. jangan terlalu banyak mencampurkan air ke susu karena semakin encer susu tersebut, semakin sedikit pula proteinnya. Kadar protein dalam susu kedelai yang dibuat dengan perbandingan kedelai dan air 1:8, 1:10, dan 1:15 berturut-turut adalah 3,6 persen, 3,2 persen dan 2,4 persen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita mempunyai peluang untuk mengalaminya empat kali lebih besar dibandingkan pria, khususnya bagi mereka yang telah mengalami menopause (menurunnya produksi hormon estrogen). Pria yang telah mengalami andropause (menurunnya hormon androgen) juga sangat rentan terhadap osteoporosis.Hormon estrogen antara lain mempunyai fungsi untuk membantu penyerapan kalsium dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Apabila kadar hormon ini di dalam tubuh berkurang, maka jumlah kalsium yang dapat diserap dan disimpan pada tulang menjadi sangat berkurang.&lt;br /&gt;
Di lain pihak, kebutuhan tubuh akan kalsium untuk berbagai aktivitas tetap setiap harinya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, terpaksa cadangan kalsium yang ada dalam tulang diambil sedikit demi sedikit. Akibatnya perlahan tetapi pasti, cadangan kalsium akan terus menipis sehingga massa tulang akan berkurang, rapuh dan mudah patah.&lt;br /&gt;
Dewasa ini masalah menopause dapat ditunda dengan terapi hormon estrogen (estrogen replacement therapy), yang juga diharapkan dapat menghambat laju osteoporosis. Yang terutama dianjurkan melakukan terapi hormon estrogen, adalah mereka yang berhenti menstruasi sebelum usia 40 tahun, atau mereka yang menderita osteoporosis pada usia muda. Sayangnya hormon estrogen ini dapat menimbulkan efek samping, seperti: sakit kepala, perubahan perasaan mendadak, merasa depresi dan ingin muntah.&lt;br /&gt;
Dampak negatif lain, yang dapat ditimbulkan, adalah kanker payudara dan kanker rahim, terutama bagi mereka yang mempunyai bakat untuk terserang kedua kanker tersebut.Penelitian yang dilakukan oleh Nurses Health Study menunjukkan, bahwa wanita yang menjalani terapi hormon selama lima tahun atau lebih, kemungkinannya untuk terkena kanker payudara adalah 30-70 persen dibanding mereka yang tidak melakukan terapi.Karena terapi hormon estrogen bisa berdampak negatif, maka beberapa ahli dewasa ini mulai mencari bahan pengganti estrogen yang aman untuk menghambat laju osteoporosis.Salah satu bahan pangan, yang saat ini menjadi pusat perhatian dalam hubungannya dengan osteoporosis, adalah kedelai.&lt;br /&gt;
Hal ini disebabkan pada kedelai terdapat senyawa alami mirip estrogen, yaitu yang disebut fitoestrogen. Fitoestrogen telah terbukti mampu menghambat osteoporosis.Barangkali, karena senyawa inilah, yang menyebabkan mengapa wanita Jepang yang gemar makan produk olahan kedelai (seperti tahu, natto, susu kedelai, dll) usia menopausenya tinggi dan jarang mengalami keluhan pascamenopause.&lt;br /&gt;
Di Indonesia masalah menopause dan osteoporosis sudah waktunya untuk mendapatkan perhatian yang serius, karena pada tahun 2010 nanti jumlah wanita menopause di Indonesia diperkirakan akan mencapai 35 juta orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walupun sampai saat ini, belum ada data mengenai kandungan fitoestrogen pada produk-produk olahan kedelai di Indonesia,tetapi kenyataan di Jepang tersebut dapat dijadikan petunjuk tentang manfaat kacang kedelai untuk kesehatan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya, kalau budaya makan tempe, tahu, dan susu kedelai lebih digalakkan lagi di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sumber : www.ijolumoet.info&lt;/span&gt;</description><link>http://nadfayusuf.blogspot.com/2011/04/tips-mencegah-osteoporosis.html</link><author>noreply@blogger.com (Duniaku &amp; Duniamu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1462792803077639745.post-8414071272094805629</guid><pubDate>Mon, 18 Apr 2011 05:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-18T12:06:48.935+07:00</atom:updated><title>Manfaat Minum Air Putih bagi Ibu Hamil</title><description>Air putih memiliki banyak keuntungan bagi manusia khususnya bagi ibu hamil dan  juga bayinya. Air membantu mempersiapkan tubuh menghadapi berbagai  perubahan tubuh secara psikologis, dari efek samping dan rasa tidak  nyaman selama masa kehamilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan meminum air putih sebanyak  delapan gelas per hari, tubuh akan mendapatkan banyak keuntungan. Tapi  ingat, minumlah air mineral atau air yang sudah matang untuk menghindari  hal-hal yang tak diinginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air yang masuk ke dalam tubuh dalam  jumlah cukup sesuai dengan kebutuhan tubuh, akan membantu mengurangi dan menghilangkan kadar sodium yang tak dibutuhkan  dan mencegah infeksi pada saluran kemih atau Urinary Tract Infections (UTIs). Infeksi  ini dapat menyebabkan tubuh menjadi dehidrasi, apalagi hormon kehamilan  menyebabkan Anda sangat membutuhkan banyak air. Sehingga meminum air  yang cukup akan sangat membantu.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air juga  dibutuhkan untuk membawa nutrisi dari darah ke janin dalam kandungan,  sehingga dibutuhkan sekitar satu gelas air setiap jamnya. Tak heran bila  kecukupan minum juga mampu menghindarkan Anda dari kemungkinan lahir  prematur di semester ketiga kehamilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat hamil, volume darah  di dalam tubuh berlipat ganda dan saat usia kehamilan mencapai delapan  minggu pembuluh darah Anda menipis. Nah, air dapat membantu mencegah  terjadi hipertensi dan penyakit kardiovaskular.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efek lainnya,  dengan banyak minum Anda tak hanya terhindar dari morning sickness, tapi  kulit pun semakin terlihat sehat dan tidak mudah berjerawat. Selain  itu, konsumsi air putih yang cukup membantu mencegah terjadinya  konstipasi (sembelit) dan penyakit hemorrhoids. Jadi jangan lupaselalu penuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil agar bayi yang dikandungnya selalu sehatn.&lt;/span&gt;</description><link>http://nadfayusuf.blogspot.com/2011/04/sehat-dengan-minum-air-putih-bagi-ibu.html</link><author>noreply@blogger.com (Duniaku &amp; Duniamu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1462792803077639745.post-8906205634317199653</guid><pubDate>Sun, 17 Apr 2011 12:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-17T19:29:37.274+07:00</atom:updated><title></title><description></description><link>http://nadfayusuf.blogspot.com/2011/04/blog-post.html</link><author>noreply@blogger.com (Duniaku &amp; Duniamu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1462792803077639745.post-7074352525922307249</guid><pubDate>Sun, 17 Apr 2011 11:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-17T19:21:34.910+07:00</atom:updated><title>Cara menghilangkan jerawat secara alami</title><description>Jerawat adalah musuh utama para remaja yang ingin tampil menarik. Cara  menghilangkan jerawat mungkin akan menjadi tips yang seringkali dicari  oleh mereka yang ingin wajahnya bersih tanpa jerawat dengan cara alami.  Setiap kita memang seringkali jengkel dengan hadirnya jerawat dan komedo  yang menyerang wajah cantik dan ganteng kita tanpa belas kasihan.  Terkadang jerawat tumbuh di hidung, pipi, dahi, bahkan leher kita. Sudah  banyak metode, obat maupun terapi wajah yang gagal mengusir jerawat  dari muka kita. Tampil ingin gaya malah menjadi mati gaya gara-gara  jerawat dan komedo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah menjadi rahasia umum bahwa keberadaan  jerawat (terutama di wajah) akan sangat berpengaruh terhadap rasa  percaya diri. Maka dari itu setiap orang yang berjerawat pasti akan  mati-matian berusaha agar makhluk bernama jerawat itu dapat segera  dienyahkan dari wajah ataupun bagian tubuh lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi mereka  yang berdompet tebal, mungkin menghilangkan jerawat bukan masalah yang  sulit. Tinggal pergi ke salon perawatan kulit yang mahal, ikuti  terapinya, gunakan produknya, selesai deh. Tapi bagaimana dengan mereka  yang berdompet tipis(seperti saya ini misalnya) Apakah tidak ada harapan  untuk menghilangkan jerawat dengan biaya yang murah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu  aku ingin sekali memberikan beberapa tips yang mungkin bisa anda jadikan  sebagai penawarnya, agar kita bebas dari bintang merah yang terang di  muka (Bumi)kita ini, tips alami yang murah meriah ini sangat gampang  untuk di aplikasikan. Cara menghilangkan jerawat secara alami ini aku  dapatkan dari teman-teman dan pengalaman hidup serta sedikit tambahan  dari ibu yang telah dipercaya hasiatnya oleh nenek moyang kita  terdahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Yang sudah tidak asing lagi yaitu Lemon/Jeruk Nipis + Air Mawar.&lt;br /&gt;
Lemon,  jeruk nipis dan buah-buah sebangsanya mengandung citric acid yang  sangat kaya, dimana citric acid ini sangat baik untuk memindahkan  sel-sel kulit yang mati yang bisa menyebabkan jerawat. Caranya yaitu  dengan mencampurkan jus/perasan lemon dengan air mawar kemudian oleskan  di wajah dan biarkan selama 10-15 menit. Setelah itu bilas dengan air  hangat. Penerapan terapi ini secara rutin dan konsisten selama 15 hari  akan memberikan hasil yang cukup luar biasa gunakan dan lihatlah apa  yang terjadi(sudah banyak yang membuktikan, termasuk saya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Putih Telur&lt;br /&gt;
Caranya  yaitu, pisahkan kuning telur dan ambil putih telurnya saja. Kocok  sebentar lalu oleskan ke wajah dan diamkan selama 15 menit. Putih telur  ini akan membantu mengurangi minyak di wajah yang seringkali menyebabkan  timbulnya jerawat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Pasta Gigi&lt;br /&gt;
Satu hal yang perlu diingat  disini pasta gigi yang digunakan adalah yang bentuknya pasta(seperti  Pepsodent) bukan yang bentuknya gel(seperti Close Up). Caranya hampir  sama denga kedua cara di atas. Oleskan pasta gigi ke jerawat dan bagian  lain di sekitar jerawat tersebut sebelum tidur. Biarkan semalaman/sampai  pagi kemudian bilas dengan air bersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Tomat&lt;br /&gt;
Buah yang  satu ini selain bagus untuk kesehatan mata juga cukup efektif  menghilangkan komedo hitam(blackheads). Yang pertama harus dilakukan  adalah mengiris tomat menjadi dua lalu oleskan ke seluruh wajah yang  berjerawat dan biarkan selama 15 menit – 1 jam kemudian bilas. dan  makanlah untuk perawatan dari dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Lidah Buaya&lt;br /&gt;
Perhatian  jangan gunakan lidah yang asli dari mulut buaya, he,, Ambil satu daun  lidah buaya, potong beberapa bagian, kelupas kulit luarnya, oleskan di  bagian yang muncul jerawat, dan ulangi melakukan cara ini tiap pagi dan  sore. Jika kalian cukup telaten, jerawat mungkin akan dapat mongering  dan mengelupas selama 3 hari. Selain itu lidah buaya juga mampu  menghilangkan bekas jerawat yang membandel. Sekali lagi kuncinya hanya  satu, telaten.!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Bawang Putih&lt;br /&gt;
Ada dua pilihan dalam  menggunakan bawang putih untuk menghilangkan jerawat. Pertama dengan  menumbuk dua atau lebih bawang putih hingga cukup halus lalu dioleskan  ke bagian wajah yang berjerawat. Diamkan selama 10 menit lalu bilas.  Sedangkan cara kedua adalah dengan memakan satu atau lebih bawang putih  setiap hari.&lt;br /&gt;
Banyak yang mengatakan kedua cara ini cukup efekktif,  namun bagi kalian yang tidak menyukai bau bawang putih mungkin lebih  baik menempuh cara yang lain. Jangan khawatir masih banyak cara alami  lainnya yang akan saya jelaskan di bawah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Selalu Bersihkan Wajah&lt;br /&gt;
Selalu  rawat kebersihan wajah setiap hari dari kotoran dan debu dijalan. Untuk  kita yang selalu aktif dan berurusan dengan debu dijalan, maka  rajin-rajinlah membersihkan muka sebelum atau sesudah beraktifitas.  Sebagai konsumsi dari dalam, maka perbanyaklah makan sayuran dan minum  air putih. Buat yang gak suka sayur.!, maka buah yang mengandung air  dapat menjadi alternatif dalam merawat wajah dari dalam. Karena  kandungan yang terdapat dalam buah dan sayuran sangat diyakini bisa  menjadikan wajah kita lebih bersih dan berseri.</description><link>http://nadfayusuf.blogspot.com/2011/04/cara-menghilangkan-jerawat-secara-alami.html</link><author>noreply@blogger.com (Duniaku &amp; Duniamu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1462792803077639745.post-9119843081916337577</guid><pubDate>Sun, 17 Apr 2011 11:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-17T18:12:30.768+07:00</atom:updated><title>Cara mengatasi nyeri haid</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Nyeri haid &lt;i&gt;(dismenorrhea)&lt;/i&gt;  adalah rasa nyeri/ sakit yang timbul sewaktu akan haid atau selama haid  (menstruasi), dengan gejala seperti mulas pada perut bagian bawah sampai  ke pinggang dan paha. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penyebab nyeri haid diantaranya,  karena beberapa penyakit (seperti radang panggul),  stres,  endometriosis, tumor atau kelainan letak uterus. Tapi penyebab nyeri  haid yang paling sering, diduga karena terjadinya ketidakseimbangan  hormonal dan tidak ada hubungan dengan organ reproduksi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seperti yang sudah disinggung  diatas, gejala nyeri haid, ditandai dengan nyeri pada perut bagian  bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Nyeri  dirasakan sebagai kram yang hilang-timbul.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Biasanya nyeri mulai timbul  sesaat sebelum atau selama menstruasi, mencapai puncaknya dalam waktu 24  jam dan setelah 2 hari akan menghilang. Nyeri haid juga sering disertai  oleh sakit kepala, sembelit, mual, atau diare dan sering berkemih.  Kadang sampai terjadi muntah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk mengobati nyeri haid, berikut saya sajikan&lt;i&gt; obat tradisional untuk nyeri haid&lt;/i&gt;:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Bahan:&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Bubuk Kulit Kayu Manis (0,5 - 2,5 gram)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Air Panas (1/2 gelas)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Pemakaian:&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seduh bubuk kayu manis menggunakan air panas. Minum ramuan ini 2 kali sehari dengan dosis yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semoga &lt;b&gt;Obat nyeri haid&lt;/b&gt; diatas bermanfaat bagi para wanita yang mengalai nyeri saat menstruasi.&lt;/div&gt;</description><link>http://nadfayusuf.blogspot.com/2011/04/cara-mengatasi-nyeri-haid.html</link><author>noreply@blogger.com (Duniaku &amp; Duniamu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1462792803077639745.post-638906351581214739</guid><pubDate>Sun, 17 Apr 2011 11:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-17T18:10:53.414+07:00</atom:updated><title>meluruskan rambut dengan seledri</title><description>Rambut yang lurus kini memang sedang menjadi trend, baik laki-laki  maupun perempuan berbondong-bondong untuk pergi ke salon hanya untuk  meluruskan rambut, padahal harganyapun sangat mahal dan tidak alami  pula, rambutpun malah menjadi rusak. Agar rambut menjadi lurus dengan  cara yang alami dan tentunya murah BGT, ada tipsnya loh! Mau?? &lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;b&gt;Caranya&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;  Ambil beberapa daun seledri yang masih segar lalu tumbuk hingga hancur  dan beri sedikit air. Setelah itu peras dan ambil sari airnya, lalu  masukan kedalam botol dan inapkan hingga semalam. Pagi harinya baru  dapat dipakai sebagai Cream Bath(dengan cara dipijat-pijat hingga merata  keseluruh kulit kepala), kemudian bilas dengan air dan keramas dengan  shampo yang cocok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red; font-family: arial; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;Gampang  BGT kan tipsnya?? Ada yang lebih gampang juga loh!! Mau tahu?? Ya  ngasih komentar.. Gampang dan bermanfaat!! Saya tunggu ya komentar dari  kamu-kamu semua!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://nadfayusuf.blogspot.com/2011/04/meluruskan-rambut-dengan-seledri.html</link><author>noreply@blogger.com (Duniaku &amp; Duniamu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1462792803077639745.post-2131156128486515219</guid><pubDate>Sun, 17 Apr 2011 10:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-17T17:59:45.440+07:00</atom:updated><title>Cara mengatasi muka kering</title><description>&lt;div id=&quot;crosscol-wrapper&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr-w5LfqcGhQI1JV2SXmg5TcOlN9JZnf22GfkoVn4ZigMUjT34Vz9_GkvrR6qtv6w12gXZvqlSGnwXUF_o397JU2KokMlYtrajfe1G3Dr7JcMay4t0_48f-QQ49FQDK4PMBzmdCznyiZDU/s1600/alpukat.jpg&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr-w5LfqcGhQI1JV2SXmg5TcOlN9JZnf22GfkoVn4ZigMUjT34Vz9_GkvrR6qtv6w12gXZvqlSGnwXUF_o397JU2KokMlYtrajfe1G3Dr7JcMay4t0_48f-QQ49FQDK4PMBzmdCznyiZDU/s200/alpukat.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memiliki  kulit wajah yang kering akan terasa tak nyaman, terlebih kulit yang  kering tentu tidak memancarkan kesegaran.&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain bawaan dari lahir (hehe), salah satu &lt;b&gt;penyebab kulit muka kering&lt;/b&gt; terjadi akibat kekurangan asupan cairan, kekurangan Vitamin E dan terlalu banyak terkena sinar matahari.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Oleh karena itu, untuk &lt;b&gt;mengatasi kulit muka kering&lt;/b&gt; agar kembali lembab dan lembut, sobat semua bisa mencoba tips perawatan muka kering berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Bahan:&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Buah Alpukat (secukupnya)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pemakaian:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lumatkan  isi buah alpukat sampai halus. Kemudian balurkan pada wajah anda  (seperti pemakaian masker). Setelah masker alpukat kering, cuci wajah  dengan air hangat. Kemudian oleskan wajah dengan es batu, agar pori-pori  kembali mengecil. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Selain menggunakan masker untuk kulit kering diatas, untuk &lt;a href=&quot;http://gerry-tk.blogspot.com/2011/02/cara-mengatasi-kulit-muka-kering.html&quot;&gt;&lt;b&gt;Mengatasi Kulit Wajah Kering&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; sebaiknya anda gunakan krim pelembab pada wajah anda</description><link>http://nadfayusuf.blogspot.com/2011/04/cara-mengatasi-muka-kering.html</link><author>noreply@blogger.com (Duniaku &amp; Duniamu)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr-w5LfqcGhQI1JV2SXmg5TcOlN9JZnf22GfkoVn4ZigMUjT34Vz9_GkvrR6qtv6w12gXZvqlSGnwXUF_o397JU2KokMlYtrajfe1G3Dr7JcMay4t0_48f-QQ49FQDK4PMBzmdCznyiZDU/s72-c/alpukat.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1462792803077639745.post-5231653219457241362</guid><pubDate>Sun, 17 Apr 2011 10:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-17T17:57:18.060+07:00</atom:updated><title>Cara mengatasi perut keram</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pernah merasa sakit / kejang di bagian perut secara tiba-tiba? Mungkin yang sobat sehat rasakan itu adalah &lt;b&gt;kram perut&lt;/b&gt;. Untuk itu, kali ini blog sehat akan membahas mengenai &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://gerry-tk.blogspot.com/2011/03/cara-mengatasi-perut-kram.html&quot;&gt;Cara Mengatasi Perut Kram&lt;/a&gt;.&lt;/b&gt; Cekidot.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Penyebab Perut Kram&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Banyak  kejadian seseorang mengalami kram perut karena telat makan dan lama  berada di ruang AC. Ada juga yang mengalami kram perut karena  menstruasi. Kram perut juga bisa terjadi karena perut kosong tiba-tiba  dimasuki makanan pedas atau asam.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kram yang sering terjadi pada  perut ini bisa menandakan gejala awal dari penyakit seperti lambung,  maag, masalah di kantung empedu, hernia atau organ lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Pengobatan Perut Kram&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk mengatasai perut kram tersebut, tidak ada salahnya anda mencoba obat tradisional berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Obat Kram Perut ke-1&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Bahan:&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Daun Cabai Jawa (3 lembar)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Air (1 gelas)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Pemakaian:&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Haluskan  3 lembar daun cabe / cabai jawa, kemudian seduh dengan 1 gelas air  panas. Minum air ramuan untuk perut kram tersebut selagi hangat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Obat Kram Perut ke-2&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Bahan:&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Buah Kapulaga (3 butir) &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;[belum tahu tanaman &lt;a href=&quot;http://gerry-tk.blogspot.com/2011/03/tanaman-obat-kapulaga.html&quot;&gt;kapulaga&lt;/a&gt;? baca &lt;a href=&quot;http://gerry-tk.blogspot.com/2011/03/tanaman-obat-kapulaga.html&quot;&gt;disini&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;- Air (secukupnya)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Pemakaian:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rebus 3 butir buah kapulaga tersebut dalam air panas hingga matang. Kemudian makan buah kapulaga tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mudah kan &lt;i&gt;cara mengatasi perut keram&lt;/i&gt; diatas? semoga obat kram perut tersebut bisa bermanfaat bagi sobat semua.&lt;/div&gt;</description><link>http://nadfayusuf.blogspot.com/2011/04/cara-mengatasi-perut-keram.html</link><author>noreply@blogger.com (Duniaku &amp; Duniamu)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1462792803077639745.post-7124462989053444503</guid><pubDate>Sun, 17 Apr 2011 10:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-17T17:31:42.981+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sariawan</category><title>Tips Untuk Mengobati Sariawan Dengan Tanaman</title><description>&lt;span class=&quot;styleXII&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;textTag&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;textCilik&quot; id=&quot;contentParID&quot; style=&quot;color: #8898a9;&quot;&gt;Sariawan  memang bukan penyakit mematikan. Namun, kalau penyakit ini hinggap di  mulut, kita jadi sengsara. Untuk mengusirnya, bisa minta bantuan  beberapa jenis tanaman yang mudah ditemukan di sekitar kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut  terasa nyeri, tak nyaman, dan di dalamnya muncul luka-luka menganga.  Kalau kondisinya sudah begini, makan jadi tak enak, bicara pun jadi  setengah \&#39;pelo\&#39;. Itulah akibat ulah seriawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih celaka  lagi, bila penyakit rongga di mulut ini menimbulkan komplikasi berupa  selulitis (radang sel) mulut akibat infeksi bakteri sekunder sariawan,  infeksi dental (abses gigi), kanker mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala yang muncul  akibat seriawan (atau sering juga disebut sariawan) sebenarnya bisa saja  dicegah dengan menjaga kesehatan mulut. Kalau sudah kena, biasanya  dilakukan pengobatan dengan preparat antihistamin, antacids,  kortikosteroid, atau preparat penyejuk lainnya. Selain itu, juga hindari  makanan panas dan pedas yang sering menambah nyeri \&quot;borok\&quot; di mulut  tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Daya bunuhnya 5 kali lipat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam  ilmu pengobatan tradisional atau alami, dikenal beberapa jenis tanaman  yang sering disebut-sebut mampu menyembuhkan seriawan. Sebut saja daun  sirih, daun saga telik, batang buah jambu mete, buah ketimun, dan nira  aren.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanaman tersebut bisa dijadikan obat tunggal. Bisa pula  digabungkan, seperti yang telah digunakan sebagai bahan dasar obat  seriawan yang telah dijual bebas. Obat tersebut berbahan dasar daun saga  telik, daun sirih, dan kulit kayu manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau mau praktis,  membeli obat tersebut memang tepat. Namun, seandainya di pekarangan kita  tumbuh tanaman-tanaman yang memiliki kemampuan menyembuhkan seriawan,  tentu lebih praktis bila membuat sendiri. Tinggal petik, diolah menjadi  obat, lalu digunakan. Tak perlu lagi repot-repot tancap gas atau naik  angkutan umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebut saja sekarang di halaman rumah tumbuh  tanaman sirih (Piper betle L). Untuk menjadikannya obat, kita bisa  mengunyah satu sampai dua lembar daun ini sampai lumat. Hasil lumatan  dibiarkan beberapa saat dalam mulut, lalu ampasnya dibuang. Atau,  berkumur dengan air godokannya. Kalau mau, airnya boleh ditelan. Dalam  sehari bisa dilakukan satu sampai dua kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanaman yang berasal  dari India, Sri Lanka, dan Malaysia ini telah dikenal sejak tahun 600  SM. Pada daunnya yang berbentuk bulat telur melebar, elips melonjong,  atau bulat telur melonjong dengan pangkal berbentuk seperti jantung dan  ujung meruncing pendek ini, terkandung minyak atsiri yang dapat menguap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di  antaranya yang terbesar chavicol dan betlephenol. Aroma khas dari daun  dan minyak sirih itu gara-gara kandungan chavicol tadi. Senyawa ini  memiliki daya antiseptik yang kuat dan daya bunuh bakterinya bisa sampai  5 kali lipat fenol biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daun berukuran panjang 6 - 17,5 cm dan  lebar 3,5 - 10 cm ini juga mengandung allylrocatechol, cineole,  caryophyllene, menthone, eugenol, dan methyl ether. Bahkan, ia berisikan  vitamin C dan alkaloid arakene yang khasiatnya sama dengan kokain.  Beberapa tulisan ilmiah juga menyebutkan, daun sirih mengandung enzim  diastase, gula dan tanin. Namun, daun muda mengandung diastase, gula dan  minyak atsiri lebih banyak ketimbang yang tua. Sementara, taninnya  relatif sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyawa yang membuat daun sirih mampu meredam  seriawan memang belum terlacak. Yang pasti, dalam beberapa buku kuno  India dan Yunani, seperti dikutip Darwis S.N., disebutkan daun yang  merupakan bahan utama menginang ini memiliki sifat styptic (menahan  perdarahan), vulnerary (menyembuhkan luka kulit), stomachic (obat  saluran pencernaan), menguatkan gigi, dan membersihkan tenggorokan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada  pula yang menyatakan daun sirih selain memiliki kemampuan antiseptik,  juga mempunyai kekuatan sebagai antioksidasi dan fungisida. Minyak  atsiri dan ekstraknya pun mampu melawan beberapa bakteri gram + dan gram  -. Bisa jadi di antara kemampuan itulah yang membuat penyakit seriawan  tidak betah bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini di samping dijadikan salah satu  bahan obat seriawan, daun sirih juga digunakan pada kelompok obat  saluran pencernaan, sebagai ekspektoran, dan kelompok obat mulut dan  gigi pada umumnya. Khusus penggunaannya dalam kelompok obat mulut dan  gigi, bisa jadi merupakan hasil penelitian ilmiah berdasarkan pengalaman  empiris masyarakat yang menggunakannya sebagai obat sakit gigi,  peradangan atau pembengkakan gusi, abses rongga mulut, obat luka akibat  pencabutan gigi, atau sebagai penghilang bau mulut. Tentu saja, termasuk  juga sebagai obat seriawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Bisa ditelan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam  mengusir si seriawan, sirih bisa juga dipasangkan dengan daun saga  telik atau saga areuy (Abrus precatorius .). Dengan memberi teman pada  sirih diharapkan daya gempur terhadap seriawan semakin kuat. Sebab,  menurut pengalaman dan hasil penelitian, daun saga pun punya kemampuan  seperti daun sirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karenanya, kalau mau menggunakan daun saga  telik saja juga bisa. Daun tanaman setengah belukar yang melilit ke kiri  dan merambat hingga bisa mencapai ketinggian 5 m bila tidak dipangkas  ini, memang termasuk bahan obat seriawan yang bisa menyembuhkan dengan  cepat dan aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemanfaatannya bisa dengan beberapa cara. Di  antaranya dengan mengunyah daunnya satu atau dua kali sehari hingga  sembuh. Jumlah yang dikunyah ya secukupnya saja. Bisa pula dengan  berkumur air godokannya bersama daun sirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau, dengan meminum  air rebusannya. Caranya, dengan merebus 2 ons daun saga dalam 2 l air  hingga airnya tinggal setengahnya. Air rebusan inilah yang digunakan  untuk berkumur dan ditelan. Rasanya mula-mula pahit, tapi kemudian rasa  ini berubah menjadi manis macam kayu manis. Ramuan ini bisa pula diberi  potongan kayu manis secukupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Chiang dkk. (1983),  seperti dikutip O. Udin S.D. dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan  Obat, Bogor, daun tanaman merambat yang berbiji sebesar kacang kedelai  berwarna merah berbintik hitam ini mengandung abruslactone A., methyl  abrusgenate, dan abrusgenic acid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara, bukti tertulis lain  menyebutkan daun tanaman yang dalam daftar prioritas WHO dinyatakan  sebagai tanaman obat terbanyak digunakan di dunia ini mengandung  glycyrhizin (glisirisin). Kadarnya tak kurang dari 15%. Kurang jelas,  apakah asam organik lembut ini yang mampu melawan seriawan atau senyawa  lain. Yang pasti, masyarakat telah memanfaatkan daun yang ukurannya  mirip daun asam ini sejak lama dan terbukti mampu mengusir \&quot;borok\&quot;  kecil dalam mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Awas, kena getahnya!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski  tak sepopuler sirih dan saga telik, jambu mete (Anacardium occidentale  L.), yang sering pula disebut jambu monyet karena buahnya yang  menyerupai kepala monyet, ternyata juga cukup mujarab menyembuhkan  seriawan. Tapi yang dimanfaatkan bukan buahnya, melainkan tangkai buah  yang sudah masak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangkai buah, yang sering juga disebut buah  semu, membengkak menyerupai buah pir atau jambu air karena mengandung  saribuah dalam jumlah banyak. Bagian ini sering kali digunakan sebagai  salah satu bahan rujak. Atau, dimakan sendiri, sembari ngerumpi setelah  makan siang, dengan dicocoli sedikit garam. Hati-hati, jangan terpilih  yang muda. Buah semu muda masih banyak mengandung getah yang bisa bikin  kulit meradang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya, buah semu jambu mete yang sudah masak  mengandung vitamin C dalam jumlah amat banyak. Kandungannya bisa  mencapai 180 mg/100 g. Vitamin C yang pekat ini bersifat astringen  (menciutkan) luka seriawan, sehingga kadang-kadang dipakai mempercepat  penyembuhan seriawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara memanfaatkannya adalah dengan  memakannya seperti buah biasa. Atau, bisa pula seperti yang dilakukan  orang Ternate tempo dulu, yakni berkumur dengan air perasannya. Namun,  sebaiknya jangan diminum, sebab rasa asam dan vitamin C-nya yang pekat  bisa bikin mulas bila perut tak tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Timun (Cucumis sativus  L.), yang sering ditemani tangkai buah jambu monyet saat dirujak,  diam-diam juga bisa menyaingi sang teman dalam menyembuhkan seriawan.  Dengan memakannya setiap hari dalam jumlah cukup banyak, niscaya buah  yang memberi rasa dingin di rongga mulut ini mampu meredam \&quot;panas\&quot;-nya  seriawan. Kali ini memakannya tentu saja tanpa bumbu rujak atau sambal  terasi, supaya mulut tidak malah jadi \&quot;terbakar\&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti  dikutip K. Heyne, Voderman dalam Tijdschr. v. Inl. Geneeskundigen 1895  mengaku menyaksikan penderita seriawan, yang berusaha berobat ke Eropa  dengan hasil sia-sia. Bahkan, mereka menjadi kekurangan darah. Mereka  akhirnya sembuh sempurna setelah setiap hari memakan sembilan buah  ketimun selama beberapa bulan sembari melakukan diet ketat terhadap  susu, telur, dan anggur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, senyawa yang dikandung buah  yang sangat berair, terutama yang mampu menendang seriawan, belum  diketahui akibat sangat langkanya penelitian yang dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara  itu, nira aren (Arenga pinnata Merr.), yang oleh orang Jawa disebut  legen, pun ternyata menurut data empiris bisa mengobati seriawan. K.  Heyne mengutip pernyataan Harloff dalam het Geneeskundig Tijdschr. dl I  halamam 385 menyatakan nira aren bisa mengobati seriawan dengan hasil  yang sering kali menakjubkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk itu, penderita mesti minum  legen ini tiga gelas setiap hari hingga sembuh. Lagi-lagi, senyawa apa  yang menyebabkan kesembuhan seriawan tadi belum terungkap. Yang pasti,  cairan yang diperoleh dari tandan bunga jantan pohon aren setelah diiris  dan diberi perlakuan fisik ini mengandung kadar gula cukup tinggi,  sehingga tidak baik bagi penderita diabetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih banyak lagi  tanaman yang disebut-sebut punya khasiat antiseriawan. Namun, penelitian  ke arah itu nampaknya masih belum menarik bagi banyak peneliti. Hal itu  nampak dari sangat langkanya hasil penelitian yang bisa dijadikan  rujukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sementara, tak ada salahnya mencoba  tanaman-tanaman anti seriawan di atas. Selama batasan-batasan  pemakaiannya diperhatikan, pengaruh buruk bagi seseorang yang bersamaan  waktunya menderita penyakit tertentu bisa dieliminir. Makan jadi enak,  bicara pun tak pelo lagi.&lt;/div&gt;</description><link>http://nadfayusuf.blogspot.com/2011/04/tips-untuk-mengobati-sariawan-dengan.html</link><author>noreply@blogger.com (Duniaku &amp; Duniamu)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>