<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>Sanggar Bunga Padi</title><link>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/EdTXC" /><description></description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</managingEditor><lastBuildDate>Wed, 15 Feb 2012 22:56:54 PST</lastBuildDate><generator>Blogger</generator><atom:id xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371</atom:id><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">259</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/EdTXC" /><feedburner:info uri="blogspot/edtxc" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item><title>Apakah Anak-ku harus rangking 1?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/FYkZ7wWBCD0/apakah-anak-ku-harus-rangking-1.html</link><category>Tumbuh Kembang</category><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Tue, 14 Feb 2012 19:27:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-8681227013269814352</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-LFLHE3OYW3U/TzslggztNpI/AAAAAAAABMs/BZIX3Ww4mi8/s1600/file103.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-LFLHE3OYW3U/TzslggztNpI/AAAAAAAABMs/BZIX3Ww4mi8/s320/file103.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Si Ranking 23 : “Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kelasnya terdapat 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya. Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun ternyata anak kami menerimanya dengan senang hati.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji “Superman cilik” di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar saja. Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak kami rangking nomor 23 dan tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali suamiku menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi, timbul keirian dalam hatinya sampai matanya begitu bersinar-sinar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian ketika dia membaca sebuah berita tentang seorang anak berusia 9 tahun yang masuk perguruan tinggi, dia bertanya dengan hati kepada anak kami: “Anakku, kenapa kamu tidak terlahir sebagai anak dengan kepandaian luar biasa?” Anak kami menjawab: “Itu karena ayah juga bukan seorang ayah dengan kepandaian yang luar biasa”. Suamiku menjadi tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya tanpa tertahankan tertawa sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertengahan musim, semua sanak keluarga berkumpul bersama untuk merayakannya, sehingga memenuhi satu ruangan besar di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang perlahan-lahan mulai beralih kepada anak masing-masing. Dalam kemeriahan suasana, anak-anak ditanyakan apakah cita-cita mereka di masa mendatang? Ada yang menjawab akan menjadi pemain piano, bintang film atau politikus, tiada seorang pun yang terlihat takut mengutarakannya di depan orang banyak, bahkan anak perempuan berusia 4½ tahun juga menyatakan bahwa kelak akan menjadi seorang pembawa acara di televisi, semua orang bertepuk tangan mendengarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak perempuan kami yang berusia 15 tahun terlihat sangat sibuk sekali sedang membantu anak-anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya kelak. Di bawah desakan orang banyak, akhirnya dia menjawab dengan sungguh-sungguh: Kelak ketika aku dewasa, cita-cita pertamaku adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main. Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan akan cita-cita keduanya. Dia menjawab dengan besar hati: “Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang”. Semua sanak keluarga tertegun dibuatnya, saling pandang tanpa tahu akan berkata apa lagi. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepulangnya kami kembali ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak menjadi guru TK?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah kami tetap akan membiarkannya menjadi murid kualitas menengah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebetulnya, kami juga telah berusaha banyak. Demi meningkatkan nilai sekolahnya, kami pernah mencarikan guru les pribadi dan mendaftarkannya di tempat bimbingan belajar, juga membelikan berbagai materi belajar untuknya.&lt;br /&gt;
Anak kami juga sangat penurut, dia tidak lagi membaca komik lagi, tidak ikut kelas origami lagi, tidur bermalas-malasan di akhir minggu tidak dilakukan lagi.&lt;br /&gt;
Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti. Namun biar bagaimana pun dia tetap seorang anak-anak, tubuhnya tidak bisa bertahan lagi dan terserang flu berat. Biar sedang diinfus dan terbaring di ranjang, dia tetap bersikeras mengerjakan tugas pelajaran, akhirnya dia terserang radang paru-paru. Setelah sembuh, wajahnya terlihat semakin kurus. Akan tetapi ternyata hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23. Kemudian, kami juga mencoba untuk memberikan penambah gizi dan rangsangan hadiah, setelah berulang-ulang menjalaninya, ternyata wajah anak perempuanku kondisinya semakin pucat saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi, setiap kali akan menghadapi ujian, dia mulai tidak bisa makan dan tidak bisa tidur, terus mencucurkan keringat dingin, terakhir hasil ujiannya malah menjadi nomor 33 yang mengejutkan kami. Aku dan suamiku secara diam-diam melepaskan aksi tekanan, dan membantunya tumbuh normal.&lt;br /&gt;
Dia kembali pada jam belajar dan istirahatnya yang normal, kami mengembalikan haknya untuk membaca komik, mengijinkannya untuk berlangganan majalah “Humor anak-anak” dan sejenisnya, sehingga rumah kami menjadi tenteram damai kembali. Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak memahami akan nilai sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhir minggu, teman-teman sekerja pergi rekreasi bersama. Semua orang mempersiapkan lauk terbaik dari masing-masing, dengan membawa serta suami dan anak untuk piknik. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa dan guyonan, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan karya seni pendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak kami tiada keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sering kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang bocor ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika makan terjadi satu kejadian di luar dugaan. Ada dua orang anak lelaki, satunya adalah bakat matematika, satunya lagi adalah ahli bahasa Inggris. Kedua anak ini secara bersamaan berebut sebuah kue beras yang di atas piring, tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Walau banyak makanan enak terus dihidangkan, mereka sama sekali tidak mau peduli. Orang dewasa terus membujuk mereka, namun tidak ada hasilnya. Terakhir anak kami yang menyelesaikan masalah sulit ini dengan cara yang sederhana yaitu lempar koin untuk menentukan siapa yang menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika pulang, jalanan macet dan anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan banyak bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan, membuat anak-anak ini terus memberi pujian. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio-nya masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mendengar anak-anak terus berterima kasih, tanpa tertahankan pada wajah suamiku timbul senyum bangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama-tama mendapatkan kabar kalau nilai sekolah anakku tetap kualitas menengah. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang hendak diberitahukannya, hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar.&lt;br /&gt;
Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu siapa teman sekelas yang paling kamu kagumi dan alasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain anakku, semua teman sekelasnya menuliskan nama anakku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya pun sangat beragam : antusias membantu orang, sangat memegang janji, tidak mudah marah, enak berteman, dan lain-lain, paling banyak ditulis adalah optimis dan humoris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wali kelasnya mengatakan banyak usul agar dia dijadikan ketua kelas saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memberi pujian: “Anak anda ini, walau nilai sekolahnya biasa-biasa saja, namun kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya bercanda pada anakku, kamu sudah mau jadi pahlawan. Anakku yang sedang merajut selendang leher terlebih menundukkan kepalanya dan berpikir sebentar, dia lalu menjawab dengan sungguh-sungguh: “Guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pun pelan-pelan melanjutkan: “Ibu, aku tidak mau jadi Pahlawan aku mau jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.” Aku terkejut mendengarnya dan mengamatinya dengan seksama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tetap diam sambil merajut benang wolnya, benang warna merah muda dipilinnya bolak balik di jarum, sepertinya waktu yang berjalan di tangannya mengeluarkan kuncup bunga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hatiku pun terasa hangat seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada ketika itu, hatiku tergugah oleh anak perempuan yang tidak ingin menjadi pahlawan ini. Di dunia ini ada berapa banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan, namun akhirnya menjadi seorang biasa di dunia fana ini.&lt;br /&gt;
Jika berada dalam kondisi sehat, jika hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hati, mengapa anak-anak kita tidak boleh menjadi seorang biasa yang baik hati dan jujur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anakku besar nanti, dia pasti menjadi seorang isteri yang berbudi luhur, seorang ibu yang lemah lembut, bahkan menjadi seorang teman kerja yang gemar membantu, tetangga yang ramah dan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi dia mendapatkan ranking 23 dari 50 orang murid di kelasnya, kenapa kami masih tidak merasa senang dan tidak merasa puas?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ingin dirinya lebih hebat dari orang lain dan lebih menonjol lagi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu bagaimana dengan sisa 27 orang anak-anak di belakang anakku? Jika kami adalah orangtua mereka, bagaimana perasaan kami? (&lt;b&gt;annasahmad&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(Kisah ini juga di tulis di beberapa milis)&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-8681227013269814352?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/FYkZ7wWBCD0" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-02-15T10:27:52.027+07:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-LFLHE3OYW3U/TzslggztNpI/AAAAAAAABMs/BZIX3Ww4mi8/s72-c/file103.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/02/apakah-anak-ku-harus-rangking-1.html</feedburner:origLink></item><item><title>Misteri Dibalik Air Zam Zam</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/r-PlsFcBWhA/misteri-dibalik-air-zam-zam.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Sun, 05 Feb 2012 20:41:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-944720789438167012</guid><description>&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://img402.imageshack.us/img402/3107/airzam1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://img402.imageshack.us/img402/3107/airzam1.jpg" width="310" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Air zam-zam banyak sekali khasiatnya dan mempunyai berbagai misteri. Tak tak banyak yang tahu bagaimana caranya sumur zam-zam bisa mengeluarkan puluhan juta liter pada satu musim haji, tanpa pernah kering satu kali pun. Seorang peneliti pernah diperintahkan raja Faisal menyelidiki sumur zam-zam untuk menjawab tuduhan kotor seorang dokter dari Mesir.
&lt;br /&gt;
Di Mekah kita tak perlu khawatir dengan air minum. Di setiap sudut masjidil Haram kita bisa menemukan air zam zam, lengkap dengan cangkir sekali pakainya. Tinggal pijit, langsung bisa diminum, dan gratis lagi. Di area Masjidilharam, di tempat tawaf, tempat sai, di halaman masjid selalu tersedia air yang berkhasiat ini. Ketika pulang dari Masjidilharam, banyak jamaah mengisi dulu botol airnya dengan zamzam lalu ditenteng ke pemondokan. Lumayan, menghemat uang Real, tak perlu belanja air mineral atau memasak air di dapur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berapa Juta Liter air zamzam?&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://img828.imageshack.us/img828/1639/airzam2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="264" src="http://img828.imageshack.us/img828/1639/airzam2.jpg" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berapa banyak air zam-zam yang di kuras setiap musim haji? Mari kita hitung secara sederhana. Jamaah haji yang berdatangan dari seluruh penjuru dunia pada setiap musim haji dewasa ini berjumlah sekitar dua juta orang. Semua jemaah diberi 5 liter air zam-zam ketika pulang nanti ke tanah airnya. Kalau 2 juta orang membawa pulang masing-masing 5 liter zam-zam ke negaranya, itu saja sudah 10 juta liter. Disamping itu selama di Mekah, kalau saja jamaah rata-rata tinggal 25 hari, dan setiap orang menghabiskan 1 liter sehari, maka totalnya sudah 50 juta liter !!. Ini hanya gambaran saja, betapa luar biasanya air zamzam ini dikonsumsi manusia, tanpa pernah kering!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Itulah salah satu keanehannya. Puluhan juta liter air bisa keluar dari sumur di Mekah ini yang letaknya di tengah padang pasir yang kering. Daerah gurun yang hujannya saja cuma 2 kali setahun. Dan air itu keluar dari sumur air yang hanya seukuran sekitar 5 x 4 meter sedalam 40an meter, bukan dari bendungan seukuran Waduk Ombo misalnya. Allahu akbar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br&gt;
&lt;b&gt;Keanehan air Zamzam
&lt;/b&gt;&lt;/br&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://img811.imageshack.us/img811/384/airzam3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="http://img811.imageshack.us/img811/384/airzam3.jpg" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada tahun 1971, seorang doktor dari negeri Mesir mengatakan kepada Press Eropah bahwa air Zamzam itu tidak sehat untuk diminum. Asumsinya didasarkan bahwa kota Mekah itu ada di bawah garis permukaan laut. Air Zamzam itu berasal dari air sisa buangan penduduk kota Mekah yang meresap, kemu dian mengendap terbawa bersama-sama air hujan dan keluar dari sumur Zamzam. Masya Allah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tentu saja ini merupakan prasangka buruk yang merugikan dunia Islam. Berita ini sampai ke telinga Raja Faisal yang amat marah mendengarnya. Beliau lalu memerintahkan Mentri Pertanian dan Sumber Air untuk menyelidiki masalah ini, dan mengirimkan sampel air Zamzam ke Laboratorium-laboratorium di Eropah untuk ditest.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tariq Hussain, insinyur kimia yang bekerja di Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum, di Kota Jedah, mendapat tugas menyelidikinya. Pada saat memulai tugasnya, Tariq belum punya gambaran, bagaimana sumur Zamzam bisa menyimpan air yang begitu banyak seperti tak ada batasnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br&gt;
&lt;b&gt;Hanya Sumur kecil&lt;/b&gt;&lt;/br&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketika sampai di dalam sumur, Tariq amat tercengang ketika menyaksikan bahwa ukuran kolamâ€ sumur itu hanya 18 x 14 feet saja (Kira-kira 5 x 4 meter). Tak terbayang, bagaimana caranya sumur sekecil ini bisa mengeluarkan jutaan galon air setiap musim hajinya. Dan itu berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu, sejak zaman Nabi Ibrahim AS.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tariq mulai mengukur kedalaman air sumur. Dia minta asistennya masuk ke dalam air. Ternyata air sumur itu hanya mencapai sedikit di atas bahu pembantunya yang tinggi tubuhnya 5 feet 8 inci. Lalu dia menyuruh asistennya untuk memeriksa, apakah mungkin ada cerukan atau saluran pipa di dalamnya. Setelah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, ternyata tak ditemukan apapun!.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dia berpikir, mungkin saja air sumur ini disuppli dari luar melalui saluran pompa berkekuatan besar. Bila seperti itu keja dian nya, maka dia bisa melihat turun-naiknya permukaan air secara tiba-tiba. Tetapi dugaan inipun tak terbukti. Tak ditemukan gerakan air yang mencurigakan, juga tak ditemukan ada alat yang bisa mendatangkan air dalam jumlah besar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selanjutnya Dia minta asistennya masuk lagi ke dalam sumur. Lalu menyuruh berdiri, dan diam ditempat sambil mengamati sekelilingnya. Perhatikan dengan sangat cermat, dan laporkan apa yang terjadi, sekecil apapun. Setelah melakukan proses ini dengan cermat, asistennya tiba-tiba mengacungkan kedua tanganya sambil berteriak: Alhamdulillah, Saya temukan dia! Pasir halus menari-nari di bawah telapak kakiku. Dan air itu keluar dari dasar sumur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lalu asistennya diminta berputar mengelilingi sumur ketika tiba saat pemompaan air (untuk dialirkan ke tempat pendistribusian air) berlangsung. Dia merasakan bahwa air yang keluar dari dasar sumur sama besarnya seperti sebelum periode pemompaan. Dan aliran air yang keluar, besarnya sama di setiap titik, di semua area. Ini menyebabkan permukaan sumur itu relatif stabil, tak ada guncangan yang besar&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seusai pengamatan itu, Tariq mengirimkan sampel air ke beberapa laboratorium di Eropah dan sebagian ke laboratorium di Saudi. Dan sebelum meninggalkan Kabah, dia berpesan kepada petugas di Mekah untuk menyelidiki keadaan sumur lainnya di sekitar Kabah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesampainya di kantornya di Jedah, dia mendapat laporan bahwa sumur-sumur lain di sekitar Mekah dalam keadaan kering. Jadi hanya sumur Zamzam yang penuh air. Allahu Akbar. Jika Allah menghendaki, apapun bisa terjadi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Mengandung zat Anti Kuman&lt;/b&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hasil penelitian sampel air di Eropah dan Saudi Arabia menunjukkan bahwa Zamzam mengandung zat fluorida yang punya daya efektif membunuh kuman, layaknya seperti sudah mengandung obat. Lalu perbedaan air Zamzam dibandingkan dengan air sumur lain di kota Mekah dan Arab sekitarnya adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam magnesium. Kandungan kedua mineral itu sedikit lebih banyak pada air zamzam. Itu mungkin sebabnya air zamzam membuat efek menyegarkan bagi jamaah yang kelelahan. Tambahan lagi, hasil laboratorium Eropah menunjukkan bahwa zamzam layak untuk diminum, sehat untuk diminum. Ini otomatis menjawab prasangka buruk doktor di awal tulisan tadi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keistimewaan lain, komposisi dan rasa kandungan garamnya selalu stabil, selalu sama dari sejak terbentuknya sumur ini. Rasanya selalu terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu datang tiap tahun. Tak pernah ada yang complain. Dan Air zamzam ini tak pernah dicampur bahan kimia apapun seperti layaknya air PAM kita. Murni air sehat.
Satu kehebatan lagi, sumur air zamzam tak pernah ditumbuhi lumut, padahal di seluruh dunia sumur itu selalu ditumbuhi lumut dan tumbuhan mikroorganisme.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Bisa Menyembuhkan Penyakit&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Diriwayatkan dalam Sahih Muslim, Nabi bertanya kepada Abu Dzarr, yang telah tinggal selama 30 hari siang malam di sekitar Kabah tanpa makan-minum, selain Zamzam. Siapa yang telah memberimu makan?. Saya tidak punya apa-apa kecuali air Zamzam ini, tapi saya bisa gemuk dengan adanya gumpalan lemak di perutku Abu Dzarr menjelaskan, Saya juga tidak merasa lelah atau lemah karena lapar, dan tak menjadi kurus. Tambah Abu Dzarr. Lalu Nabi saw menjelaskan: Sesungguhnya, Zamzam ini air yang sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandung gizi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nabi saw menambahkan: Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail. (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rasulullah saw pernah mengambil air zamzam dalam sebuah kendi dan tempat air dari kulit, kemu dian membawanya kembali ke Madinah. Air zamzam itu digunakan Rasulullah saw untuk memerciki orang sakit dan kemu dian disuruh meminumnya. Itu sebabnya saat ini banyak jamaah yang membawa air zamzam untuk diberikan kepada famili dan kerabatnya di Tanah air.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yusria Abdel-Rahman Haraz dari negeri Arab, mengatakan bahwa ia terserang penyakit bisul di matanya. Sakitnya bukan main, tak bisa disembuhkan dengan obat. Dia hampir mendekati buta. Seorang dokter terkenal menasehati dia untuk diinjeksi dengan obat khusus, yang mungkin bisa menyembuhkan sakitnya. Tapi ternyata ada efek sampingannnya yang bisa membuat dia buta selamanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yusria sangat yakin akan kemurahan Allah. Dia lalu pergi melaksanakan umrah dan memohon kepada Allah menyembuhkan penyakitnya. Di Baitullah dia melakukan tawaf, yang saat itu tak terlalu padat dengan manusia. Dia lalu bisa tinggal lebih lama di lokasi air zamzam. Dia manfaatkan untuk terus membasuh kedua matanya yang sakit. Ketika dia kembali ke hotel, aneh, kedua matanya yang sakit menjadi sembuh, dan bisulnya berangsur hilang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kejadian ini membuktikan ucapan Rasulullah saw di atas: Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br&gt;

Sumber: http://palingseru.com/6943/misteri-dibalik-air-zam-zam &lt;/div&gt;&lt;/br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-944720789438167012?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/r-PlsFcBWhA" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-02-06T12:06:48.482+07:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/02/misteri-dibalik-air-zam-zam.html</feedburner:origLink></item><item><title>Maulid Nabi dan Misi Penegakan Keadilan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/4CczU_caBOo/maulid-nabi-dan-misi-penegakan-keadilan.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Fri, 03 Feb 2012 09:27:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-7032713405260285031</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-PCg7WZu9V-w/TywY4yUs3lI/AAAAAAAABMg/9GtBCyWnvps/s1600/IMG_1412.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-PCg7WZu9V-w/TywY4yUs3lI/AAAAAAAABMg/9GtBCyWnvps/s320/IMG_1412.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Sudah berapa kali kita menyelenggarakan perayaan atau peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw? Dan sudah seperti apakah hikmah peringatan Maulid itu yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari? Pertanyaan ini menjadi penting tatkala mendekati masa-masa kaum muslimin di sementara negeri  merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw itu.&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi Muhammad Saw dan para nabi sebelumnya diutus oleh Allah Swt sebagai rahmat bagi alam dan kaum sekelilingnya. Hal itu dilakukan oleh Allah karena Dia sendiri yang telah menetapkan diri-Nya untuk memberi rahmat dan kasih sayang kepada ciptaan-Nya. Allah berfirman dalam Qs. Al An’am ayat 12 yang terjemahnya, “Dia telah menetapkan atas diri-Nya rahmat.” Karena rahmat dan kasih sayang-Nyalah, Allah ingin hamba-hamba-Nya sampai kepada tingkat kesempurnaan, sesuai kemampuan yang ada dalam diri mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah telah membekali manusia dengan perlengkapan untuk mencapai kesempurnaan itu. Potensi untuk bergerak ke arah itu telah ditanamkan Allah ke dalam seluruh makhluk-Nya. Kecenderungan kepada kesempurnaan merupakan fitrah seluruh makhluk. Dalan Qs. Al-A’la ayat 2 disebutkan “Allah yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya).” Ketika manusia menempuh jalan kepada kesempurnaan, ia memerlukan bimbingan Allah Swt. Dia ingin menunjukkan agar manusia tidak salah jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk itulah Allah mengutus para nabi, untuk mengarahkan manusia mencapai tujuan yang sebaik-baiknya. Pengiriman nabi kepada manusia adalah ungkapan dari rahmat dan anugerah Allah. Sebuah karunia yang berasal dari sifat Lathif Allah Swt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara rahmat Allah kepada manusia yang diemban menjadi misi kenabian adalah bahwa nabi dibangkitkan oleh Allah Swt untuk menegakkan keadilan di tengah-tengah umat manusia dan juga agar umat manusia bangkit untuk menegakkan keadilan. Dalam Qs. Al-Hadid ayat 25 terkandung petikan firman Allah, “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada masa diutusnya para nabi, keadilan di masyarakat memang sedang berada di titik nadhir. Masyarakat miskin dan kaum yang terkalahkan mengalami penindasan dari golongan kaya raya dan para ningrat suku. Perlakuan semena-mena yang diterima kaum lemah seakan menghilangkan rahmat dan anugerah Allah Swt yang seharusnya dinikmati oleh seluruh umat manusia secara adil dan merata. Dalam kondisi demikian, kebangkitan para nabi di tengah-tengah kaum lemah itu menjadi pendobrak kebekuan masyarakat yang tidak berani bangkit menentang ketidakadilan nyang melanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang untuk membangkitkan keberanian masyarakat yang dilanda apatisme karena terlalu lama dikalahkan dibutuhkan seseorang yang kharismatik, yang mempunyai integritas tinggi dan keberanian lebih dibanding lingkungannya. Karenanya para nabi dibangkitkan oleh Allah Swt untuk memimpin dan mengarahkan kebangkitan itu, agar tidak menjadi kebangkitan yang tidak tentu arah. Kebangkitan yang dipimpin para nabi niscaya menuju jalan yang benar, jalan yang lurus, jalan tauhid dan berujung kepada Allah Swt. Dengan demikian keadilan yang ditegakkan adalah keadilan yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Jika peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang saban tahun kita adakan adalah dalam rangka meneladani peri hidup dan perjuangan Nabi Muhammad, maka bisakah misi penegakan keadilan dan kebangkitan perjuangan menegakkan keadilan kita raih? Di saat negeri kita saat ini dilanda keterpurukan di bidang hukum dan keadilan, peringatan Maulid Nabi dengan fokus salah satu misi kenabian ini sewajarnya menjadi perhatian yang sungguh-sungguh. Dahulu tatkala Nabi Muhammad diutus dalam masyarakat yang rusak tatanan sosialnya kemudian berhasil membina masyarakat yang berkeadilan dan beradab, maka menjadi sangat relevan jika peranan nabi itu kita terapkan pula di masyarakat kita yang saat ini sedang dalam goncangan politik, sosial dan hukum yang dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Kita tidak ingin peringatan Maulid Nabi Muhammad itu sekadar menjadi seremoni yang kurang mendalam, seolah-olah kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

menggali ingatan sejarah tentang kelahiran Nabi Muhammad Saw tetapi setelah itu kita tidak berani menerapkan misi kenabian itu di tengah-tengah kita. Salah satunya adalah soal keadilan ini. Bisakah hikmah peringatan Maulid Nabi Muhammad ini membuahkan perubahan aras keadilan masyarakat ke arah yang lebih baik, ataukah akan sama saja? Bukankah menegakkan keadilan dan membangkitkan semangat masyarakat untuk menegakkan keadilan adalah salah satu misi nabi yang fundamental? &lt;i&gt;Allahu a’lam&lt;/i&gt;.&lt;b&gt;(Zainul Arifin/Pontianak)
&lt;/b&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-7032713405260285031?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/4CczU_caBOo" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-02-04T00:27:49.298+07:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-PCg7WZu9V-w/TywY4yUs3lI/AAAAAAAABMg/9GtBCyWnvps/s72-c/IMG_1412.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/02/maulid-nabi-dan-misi-penegakan-keadilan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kunjungan BJ Habibie ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/T4QHZR_f9EY/kunjungan-bj-habibie-ke-kantor.html</link><category>Prestasi</category><category>Cerita</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Mon, 30 Jan 2012 18:35:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-3321862976602169963</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/405946_2593380245835_1594557859_32548945_865612181_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/405946_2593380245835_1594557859_32548945_865612181_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo. Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President &amp;amp; CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

&lt;br /&gt;
Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.&lt;br /&gt;
 
&lt;br /&gt;N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan..................&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;“Dik, anda tahu..............saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan.................“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, .......itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur.........Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Sekarang Dik,............anda semua lihat sendiri..............N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Dik tahu................di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia.............&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa................&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua.....................?&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Pak Habibie menghela nafas.......................&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama.....&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu.....bahkan hingga kini.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir.............kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.&lt;br /&gt;

&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;

&lt;br /&gt;Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya....&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;? Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik.............organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik....”&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu .....&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;“Dik, ..........saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ...........ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya............saya mau kasih informasi........... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu......”&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam.......seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan.....&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;“Dik, kalian tau......2 minggu setelah ditinggalkan ibu............suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu.... Ainun..... Ainun ..... Ainun ........ saya mencari ibu di semua sudut rumah.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini.......’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus..........3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya pilih opsi yang ketiga.”&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) ........ ia melanjutkan pembicaraannya;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun........dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia......&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat............. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata.........&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui........&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang..... (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Dik, asal you tahu............semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif........”&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Jakarta, 12 Januari 2012&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Capt. Novianto Herupratomo&lt;br /&gt;

 

&lt;br /&gt;Sumber : kaskus &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-3321862976602169963?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/T4QHZR_f9EY" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-31T09:35:04.948+07:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/kunjungan-bj-habibie-ke-kantor.html</feedburner:origLink></item><item><title>Perahu Nuh</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/osnekTnjCb0/perahu-nuh.html</link><category>Cerita</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Sun, 29 Jan 2012 19:22:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-575600818110869492</guid><description>Oleh: &lt;b&gt;TEGUH WINARSHO AS&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-pX2pT80hzeo/TyYLqiBVuWI/AAAAAAAABMI/Vd1Y6e0IQdI/s1600/Elnuna%2528276%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-pX2pT80hzeo/TyYLqiBVuWI/AAAAAAAABMI/Vd1Y6e0IQdI/s320/Elnuna%2528276%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
CERITAKANLAH kepadaku satu kejadian yang menakjubkan,” pinta Erina pada seorang juru cerita.&lt;br /&gt;
Sesaat sang juru cerita menatap bola mata Erina yang binar-binar menyala, lalu mulai menuturkan kisahnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MALAM itu hujan turun deras. Di atas loteng rumah berpapan kayu, tampak dua anak kecil meringkuk dalam selimut kusam, kumal. Dua tubuh bocah itu terlihat kurus dan dekil, sesekali mengigil, gemetar, menahan dingin dan lapar. Sudah sehari semalam mereka terjebak tak bisa keluar rumah lantaran banjir yang tiba-tiba datang mengepung rumah mereka. Beruntung mereka segera naik ke loteng atas yang biasa digunakan sebagai gudang. Tak terpikirkan oleh dua bocah itu, buku-buku sekolah, seragam, sepatu, tas, yang pastilah sudah hancur atau hanyut terbawa arus.&lt;span class="fullpost"&gt;“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Genangan air hampir menyentuh papan loteng, ketika dua bocah itu, Ani dan Agus, terlelap dalam kantuk berat. Guntur sesekali menggelegar disusul hujan deras seperti kemarahan yang lama terpendam dan kemudian teremas. Air di dalam rumah kembali berbuncah, meriak, mengombak, merangkak, menjilat-jilat papan loteng. Sesekali terdengar suara papan loteng berkeriut, seperti regang mau patah. Tapi dingin dan lapar telah membuat tidur dua bocah itu kian lelap. Sedikit pun tak terusik oleh gemuruh hujan, papan loteng yang berkeriut, maupun kecipak air yang mulai menyentuh papan loteng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tengah malam tiba-tiba Ani terbangun. Ia merintih memegangi perutnya yang berkerucuk lapar. Melilit-lilit seperti ada puluhan cacing yang menggigit. Di sebelahnya Agus masih tidur pulas, mendengkur lirih. Terdengar ganjil suara dengkur Agus di tingkah guntur dan halilintar. “Aku lapar. Apakah Bapak sudah pulang…..” Susah payah Ani membuka mulutnya yang gigil dan pucat. Matanya berkedip-kedip seperti berusaha menembus gelap malam. Tapi malam terlampau gelap membuat gadis kecil itu terus menggosok-gosok mata mencari cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelas tak ada jawaban dari mulut Agus, lantaran bocah laki-laki usia dua belas tahun itu tidurnya sangat nyenyak, tanpa gerak. Tak tega membangunkan kakaknya, Ani kembali merapatkan selimut. Meringkuk. Membenamkan wajah di lipatan bantal. Ingin tidur. Tapi tiba-tiba beberapa ekor nyamuk berdenging-denging di telinganya, berputar-putar, sesekali menukik di wajah. Ani merasa terganggu, mencoba menepuk nyamuk-nyamuk nakal itu, tapi selalu gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agus tersentak kaget mendengar bunyi tepukkan Ani. Sesaat wajah Ani merasa bersalah. Agus segera bangun, menggeliat, menggosok-gosok mata. Dalam gelap, samar-samar Agus masih bisa melihat Ani, adik perempuan satu-satunya, duduk di dekatnya. Agus menyibak selimut ikut duduk di sebelah Ani. Rambutnya kusut acak-acakkan. Matanya sayu seperti mata kupu-kupu. “Sudah malam. Kenapa kamu belum tidur?” Suara Agus terdengar lirih ditelan gemuruh hujan. Di luar, sesekali kilat menyambar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ani tak menjawab. Kedua tangannya masih sibuk menepuk-nepuk nyamuk. Ia seperti gemas dengan nyamuk-nyamuk nakal itu.&lt;br /&gt;
“Aku lapar….” ucap Ani suaranya serak. Wajahnya memelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bersabarlah. Semua makanan yang kita miliki terendam air. Kita sudah tak punya makanan lagi.”&lt;br /&gt;
“Kenapa Bapak belum pulang juga?”&lt;br /&gt;
“Sebentar lagi Bapak pasti pulang. Sekarang kita tidur saja….” Agus menghela napas berat, mencoba menenangkan adiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Bapak akan bawa makanan buat kita?”&lt;br /&gt;
“Ya, Bapak pasti akan bawa makanan banyak…”&lt;br /&gt;
“Apakah Bapak akan berenang lagi seperti ketika berangkat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekilas menatap Ani, Agus menggelengkan kepala pelan. Bibirnya tersenyum getir. “Tidak. Bapak akan datang bersama aparat dengan perahu untuk mengangkut kita keluar dari rumah ini. Sayang, air sudah terlalu tinggi dan kemarin aparat yang bertugas mengangkut penduduk keluar dari jebakan banjir tak sampai ke sini..” Ada kekecewaan tiba-tiba membayang di wajah Agus. Kekecewaan yang sama memantul pula di wajah Ani yang murung, sedih. Di luar hujan semakin deras. Angin mendesau menghempas-hempas seng atap rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Andai saja….” Ani tiba-tiba bersuara, tapi tak diteruskan kalimatnya. Jari-jari tangannya memain-mainkan ujung selimut.&lt;br /&gt;
“Andai apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat Ani menarik napas dalam-dalam, pandangan matanya menerobos hujan dan kelam malam di luar. “Andai saja perahu Nabi Nuh datang kemari menolong kita…..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perahu Nabi Nuh?!” Tiba-tiba Agus seperti diingatkan oleh sesuatu. Bola matanya mengerjap. Bibirnya merekah. Ia ingat guru ngaji di madrasah pernah cerita tentang sejarah perahu Nabi Nuh. Ketika banjir besar melanda, perahu Nabi Nuh menyelamatkan orang banyak. Bahkan binatang-bintang ternak juga diselamatkan. “Tapi….” Mendadak Agus tak meneruskan kalimatnya. Wajahnya murung ditekuk ke bawah. Bola matanya kembali redup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
“Perahu Nabi Nuh sudah tidak ada. Peristiwa itu sudah lama berlalu.”&lt;br /&gt;
“Tapi apa salahnya kita berdoa dan berharap?”&lt;br /&gt;
“Berdoa? Ya, kita memang harus terus berdoa….” Agus mengangguk-angguk. Dalam hati ia membenarkan ucapan adiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan turun semakin deras. Langit seperti murka. Air di dalam rumah kembali berbuncah dan mulai merambat papan loteng. Seketika Ani memekik manakala ujung kakinya terkena air yang menggenang di lantai papan loteng. Refleks Ani melompat. Menjerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam gelap, dalam panik, dalam takut, dalam lapar, teramat susah bertindak bijaksana. Namun, Agus, bocah laki-laki dua belas tahun itu sigap bertindak. Agus ingat, ada dua buah meja panjang tak jauh dari situ. Dengan sisa-sia tenaga yang ada ia segera mendorong meja panjang di sudut, disatukan dengan meja lainnya. Dua meja dijadikan satu menjadi lebih lebar. Dengan isyarat tangan Agus kemudian menyuruh Ani naik ke atas meja sebelum air semakin tinggi. Tapi sayang, selimutnya tak sempat dibawa, keburu basah. Agus sendiri segera meloncat ke atas meja, jongkok menggigil kedinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini air benar-benar sudah menggenang papan loteng, berbuncah bercampur sampah. Tampak selimut Ani mengapung dalam air, bergerak-gerak mengikuti riak. Dalam diam Agus merasakan sesekali meja di bawahnya bergerak-gerak, seperti ada kekuatan yang perlahan-lahan menggasak. Lalu, sesekali telinganya juga menangkap bunyi aneh dari papan loteng seperti mulai regang. Tapi Agus merekam semua itu hanya untuk dirinya sendiri. Ia tak ingin membuat Ani semakin takut. Padahal jika air semakin tinggi, lantai loteng yang terbuat dari kayu itu bisa roboh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana jika air terus naik ke atas? Aku takut….” suara Ani mengejutkan Agus.&lt;br /&gt;
Agus mendekap erat adiknya. Dalam hati ia terus berdoa agar perahu Nabi Nuh segera datang menyelamatkan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak. Sebentar lagi air pasti surut.”&lt;br /&gt;
Benar. Di luar hujan mulai reda. Tinggal gerimis riwis-riwis seperti kelambu tipis. Agus menarik napas lega, ingin meneruskan tidurnya. Tapi entah kenapa tiba-tiba rasa kantuknya berangsur-angsur menjauh. Matanya menyala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agus teringat Bapak yang hingga kini belum pulang. Apakah Bapak lupa jalan pulang karena air cukup tinggi? Gelap? Pekat? Atau ke mana? Pertanyaan-pertanyaan itu cukup menggelisahkan Agus. Membuat kepalanya suntuk. Terbayang di benak Agus, sore menjelang gelap sewaktu Bapak berenang keluar untuk mencari makanan dan bantuan perahu. Sudah berapa jam? Tak ada jam di ruangan itu. Tapi Agus bisa menandai malam sudah larut.&lt;br /&gt;
Ah, perahu Nabi Nuh. Perahu Nabi Nuh…. ***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SEMENTARA itu pada saat yang sama di tempat lain, seorang laki-laki, merangkak di bawah gerimis, wajahnya bengkak, memar, berlumur darah. Laki-laki naas itu adalah Bapak Agus dan Ani. Di sekelilingnya puluhan orang menatap laki-laki naas itu dengan penuh kemarahan sambil menggenggam batu dan pentungan kayu. Beberapa bungkus roti, mie instan, kemasan air mineral, berserak di jalan, terinjak-injak. Tak ada yang memperhatikan barang-barang itu karena sosok laki-laki naas dengan wajah bengkak, memar, berlumur darah jauh lebih menarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kian lama kerumunan orang itu kian bertambah banyak. Berteriak-teriak serupa kesurupan. Mengumpat. Memaki. Menendang. Memukul. Membuat suasana malam yang dingin menjadi panas, gerah, gaduh dan ribut. Orang-orang yang sedang tidur terbangun mendengar suara-suara itu, lalu lari keluar. Meski berkali-kali laki-laki naas itu melolong kesakitan dan memohon belas kasihan, namun tangan-tangan kekar di sekelilingnya terus menghajar. Batu dan pentungan kayu terus melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo! Ayo! Jangan dikasih ampun!”&lt;br /&gt;
“Dasar pencuri tak tahu diri!”&lt;br /&gt;
“Ayo! Hajar terus!”&lt;br /&gt;
“Pukul! Pukul!”&lt;br /&gt;
Sembari merangkak dan mengerang kesakitan, laki-laki naas itu mendengar suara riuh rendah orang-orang di sekelilingnya yang terus menghajar tubuhnya. Dalam posisi seperti ini tiba-tiba ia sadar betapa sesusungguhnya bukan kematian dirinya yang ia takutkan, tapi nasib dua anaknya yang ia tinggal di rumah. Entah, pikiran semacam itu tiba-tiba melintas di benaknya. Hingga tiba-tiba ia tak merasakan lagi rasa sakit dan perih luka-lukanya. Ia berhenti merangkak, diam, pasrah menerima caci maki dan pukulan. Sebagian orang tampak heran, tapi lebih banyak yang justru membabi buta kesetanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara dari arah kios bensin seberang jalan, seorang laki-laki kekar bertato lari membawa jerigen sembari berteriak lantang, “Bakar! Bakar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, persis saat laki-laki kekar bertato hendak mengguyur laki-laki naas itu dengan bensin, dari kerumunan belakang terdengar suara seorang perempuan tak kalah lantang. “Astaghfirullah! Hentikan! Hentikan! Jangan lakukan itu! Jangan!” Tersengal-sengal napas perempuan itu merangsek ke dalam kerumunan. Orang-orang saling pandang. Heran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi dia pencuri. Harus diberi pelajaran!”&lt;br /&gt;
“Betul! Orang lain susah kebanjiran, dia malah mencari kesempatan!”&lt;br /&gt;
“Tunggu! Jangan main hakim sendiri! Perbuatan kalian yang ingin membakar laki-laki itu sungguh sangat biadap! Tidak berperikemanusiaan! Sedangkan Allah saja Maha Pengampun! Kenapa kalian mudah kalap?!” Perempuan itu menatap tajam lawan bicaranya. Jantungnya berdegup keras. Wajahnya memerah. Lututnya gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan-jangan Ibu komplotannya!”&lt;br /&gt;
“Demi Allah aku tak kenal siapa laki-laki ini. Tapi kudengar dia mencuri di tokoku. Aku mengikhlaskannya. Tapi tolong bawa dia ke kantor polisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang seketika terdiam. Bungkam. Pada saat bersamaan mobil polisi datang dengan sirene meraung-raung. Kerumunan orang itu segera bubar menyelinap masuk ke dalam gang. Batu-batu dan pentungan kayu disembunyikan. Dalam sekejap jalanan menjadi lengang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki naas itu kemudian diangkut mobil patroli polisi dengan kedua tangan diborgol di belakang. Sepanjang jalan ia lebih sering menundukkan kepala, teringat kedua anaknya yang ia tinggal di rumah. Gerimis masih menderai membuat luka di tubuhnya menganga. Memutih. Tapi laki-laki itu tidak merintih seperti tidak merasakan sakit. ***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
LAKI-LAKI itu bersyukur, polisi tidak menahannya. Ia diperbolehkan pulang esok harinya. Bahkan oleh perempuan pemilik toko yang ikut mengantar ke kantor polisi, yang terharu mendengar ceritanya, ia diberi banyak makanan untuk dibawa pulang. Meski tubuh laki-laki itu penuh luka, namun ia melangkah pulang dengan perasaan bahagia. Sekarung makanan melekat erat di punggungnya. Laki-laki itu terus berjalan riang di bawah gerimis yang terus berderai. Sesekali ia menatap langit di atas memastikan apakah akan turun hujan deras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada mobil atau sepeda motor melintas di jalan karena ruas jalan itu telah tergenang air setinggi pinggang. Laki-laki itu berjalan dalam genangan air coklat melawan arus deras. Sesekali tubuhnya menggigil oleh udara dingin. Kadang kakinya terperosok lubang, membuat tubuhnya sempoyongan mau jatuh, namun sekuat tenaga ia berusaha menjaga sekarung makanan di punggung agar tidak jatuh terkena air. Baginya makanan itu jauh lebih berharga dari luka-luka di tubuhnya yang kian menganga atau bahkan nyawanya sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tepi jalan yang posisinya jauh lebih tinggi, di banding tanah seberang jalan, laki-laki itu berdiri, menatap kampungnya yang tergenang air. Seulas senyum melingkar di bibirnya yang lebab hitam. Ia akan berenang untuk mencapai rumahnya. Ia masih punya sedikit tenaga. Tapi meski sudah berkali-kali menggosok mata, hingga perih dan merah, ia tetap tak menemukan di mana posisi rumahnya. Ia justru terkesiap, baru sadar, kini di depan matanya yang tampak justru sebuah telaga dengan air coklat berbuncah-buncah. Tak sebuah rumah tampak. Ujungnya sekali pun!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas begitu saja karung berisi makanan dari punggung laki-laki itu. Tubuhnya lemas seperti kehilangan tenaga dan gairah hidup. Tapi ia masih sanggup berjalan menuju jembatan. Hati-hati naik ke atas jembatan, berpengangan erat pada pilar-pilar baja. Di bawah jembatan, air sungai meluap-luap. Jika tidak hati-hati ia bisa terpeleset jatuh dan terbawa deras arus sungai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup lama ia berdiri di atas jembatan. Mengedar pandang, mencari di mana posisi rumahnya. Tapi sekali lagi yang tampak hanya genangan air. Kampungnya telah rata dengan air! Laki-laki itu menunduk dan menangis sesengukkan. Usahanya untuk menyelamatkan kedua anaknya sia-sia. Ia merasa marah dan kesal. Ia sudah tak punya apa-apa lagi di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis saat laki-laki itu ingin mengakhiri hidupnya dengan terjun ke sungai, tiba-tiba ia mendengar suara kedua anaknya memanggil-manggil dari kejauhan. Ia segera mengangkat kepalanya mencari di mana arah sumber suara. Cukup lama ia mengedar pandang hingga tiba-tiba bibirnya tersenyum saat matanya menangkap di jauhan, di atas air yang menggenang seluruh kampung, tampak sebuah perahu berlayar mendekat. Laki-laki itu menggosok-gosok mata merasa tidak yakin dengan penglihatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, perahu itu memang benar-benar nyata! Tampak kedua anaknya, Ani dan Agus, tersenyum melambai-lambaikan tangan. “Bapak, Bapak, kami naik perahu Nabi Nuh!” teriak Ani dan Agus bersamaan. Tapi laki-laki yang dipanggil Bapak itu terus menggosok-gosok mata seperti tak percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitulah ceritanya, Erina….” kata juru cerita mengakhiri kisahnya.&lt;br /&gt;
“Apakah yang dinaiki dua bocah itu memang benar-benar perahu Nabi Nuh?” tanya Erina penasaran.&lt;br /&gt;
“Entahlah. Aku hanya mendengar cerita ini dari orang lain. Waktu itu aku pun juga menanyakan hal yang sama. Dia menjawab hanya mendengar cerita itu dari orang lain juga….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Depok, 2006       &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-575600818110869492?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/osnekTnjCb0" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-30T10:22:05.150+07:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-pX2pT80hzeo/TyYLqiBVuWI/AAAAAAAABMI/Vd1Y6e0IQdI/s72-c/Elnuna%2528276%2529.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/perahu-nuh.html</feedburner:origLink></item><item><title>Gadis Kecil Ini Membangunkan Ibunya yang Pingsan dengan Sepotong Pizza</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/3L6du70N4NY/gadis-kecil-ini-membangunkan-ibunya.html</link><category>Cerita</category><category>Child</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Fri, 27 Jan 2012 10:09:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-2492645788877976847</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/rita-lawlor-_120126064244-692.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/rita-lawlor-_120126064244-692.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Rita Lawlor adalah contoh dari seorang gadis kecil yang tidak kehilangan akal demi sang bunda. Demi menyadarkan sang ibu, Virginia, yang pingsan, Rita punya ide yang mungkin tidak pernah dipikirkan orang lain, yaitu menamparkan sepotong pizza pada ibunya.&lt;span class="fullpost"&gt;

Gadis kecil asal Sarasota, Florida, ini menuturkan kisahnya. ''Saya sudah menelepon 911, tapi sebelumnya saya sempat menamparnya dengan sepotong pizza.''

Ketika tidak berhasil, Rita sadar ibunya mungkin cedera parah dan dia memutuskan untuk melakukan telepon darurat. ''Mereka menanyakan alamat rumah dan saya harus berdiri di halaman sampai ambulan datang,'' kata dia.

Saat akhirnya petugas medis datang, mereka melihat Rita benar-benar menunggu di halaman. ''Kami masuk dan dia mulai menceritakan semua kejadian. Dia tidak dapat membangunkan ibunya. Dia terus berusaha dan ketika usahanya tidak berhasil, dia menelepon 911,'' papar petugas pemadam, Chris Zengel.

Syukurlah, ibunda Rita selamat. Kini, Rita menjadi orang termuda yang menerima penghargaan dari badan pemadam kebakaran setempat karena berhasil menyelamatkan nyawa sang ibu.



Sumber: Republika Online    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-2492645788877976847?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/3L6du70N4NY" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-28T01:09:17.613+07:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/gadis-kecil-ini-membangunkan-ibunya.html</feedburner:origLink></item><item><title>Yang Diridhai dan Yang Dimurkai</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/nkFzBe-QL-8/yang-diridhai-dan-yang-dimurkai.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Thu, 26 Jan 2012 10:35:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-2638304618524065673</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-UELdA2b-DfQ/TyGcp3xjl1I/AAAAAAAABL8/K0RD3AWuEZk/s1600/DSC02131.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-UELdA2b-DfQ/TyGcp3xjl1I/AAAAAAAABL8/K0RD3AWuEZk/s320/DSC02131.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Adalah benar bahwa dalam hidup ini kita senantiasa diuji dengan berbagai hal. Terutama yang berkenaan dengan kekurangan dan kelebihan. Kita seringkali merasa kuat dan cukup tahan dengan kekurangan saat menimpa kita namun menjadi lemah dan terperosok saat menerima kenikmatan yang berlebih. Bahkan orang yang pernah merasakan pahit getirnya hidup miskin pun bisa lupa akan kepahitan hidupnya dahulu tatkala telah hidup mapan dalam keberlimpahan. Ia menjadi orang yang kikir dan bakhil. Padahal Allah Swt telah berfirman dalam Qs. Al-Anbiya’ : 35, (artinya) “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan.”&lt;span class="fullpost"&gt;

Maka di ujung tahun 2011 ini, sungguh tepat untuk melakukan muhasabah, evaluasi diri,  dan penguatan diri untuk menghadapi tahun depan dengan bercermin pada peristiwa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw dalam sebuah hadis yang cukup panjang riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: bahwa ia mendengar Nabi bersabda: “Sungguhnya ada tiga orang Bani Israel, seorang berkulit belang, seorang berkepala botak dan yang lain matanya buta. Allah ingin menguji mereka, maka Dia mengirim malaikat.

Malaikat ini mendatangi orang yang berkulit belang dan bertanya: Apa yang paling kamu sukai? Orang itu menjawab: Warna (kulit) yang bagus, kulit yang indah dan sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik kepadaku. Malaikat tersebut mengusap tubuhnya, maka penyakitnya sembuh dan ia diberi warna yang bagus dan kulit yang indah. Malaikat bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu senangi? Orang itu menjawab: Unta. Atau: Ia menjawab: Sapi. (Ishak ragu-ragu tentang itu). Lalu ia diberi unta yang hampir melahirkan lalu malaikat berkata: Semoga Allah memberkahinya untukmu.

Kemudian ia mendatangi orang yang botak lalu bertanya: Apa yang paling kamu sukai? Orang itu berkata: Rambut yang indah dan sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik kepadaku. Malaikat mengusapnya, maka penyakitnya sembuh dan ia diberi rambut yang indah. Malaikat bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu senangi? ia menjawab: Sapi. Maka ia diberi sapi bunting lalu malaikat berkata: Semoga Allah memberkahinya untukmu.

Kemudian malaikat mendatangi yang buta, lalu bertanya: Apa yang paling kamu sukai? Ia menjawab: Allah mengembalikan penglihatanku, sehingga aku dapat melihat manusia. Maka Malaikat mengusapnya, sehingga penglihatannya kembali normal. Malaikat itu bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu sukai? Ia menjawab: Kambing. Maka ia diberi kambing yang beranak.

Selanjutnya semua binatang yang diberikan itu beranak-pinak sehingga orang yang berpenyakit belang dapat mempunyai unta satu lembah, yang botak mempunyai sapi satu lembah dan yang asalnya buta memiliki kambing satu lembah.

Pada suatu ketika malaikat kembali mendatangi orang yang berpenyakit belang dalam bentuk dan cara seperti ia dahulu lalu berkata: Aku orang miskin yang telah terputus seluruh sumber rezeki dalam perjalananku, maka pada hari ini tidak ada lagi pengharapan, kecuali kepada Allah dan kamu. Demi Tuhan yang telah menganugerahimu warna yang bagus, kulit yang indah serta harta benda, aku minta seekor unta untuk membantuku dalam perjalanan. Orang itu berkata: Masih banyak sekali hak-hak yang harus kupenuhi. Maka malaikat itu berkata kepadanya: Aku seperti mengenal kamu, bukankah kamu yang dahulu berpenyakit kulit belang yang manusia jijik kepadamu, serta yang dahulu fakir lalu diberi harta oleh Allah? Orang itu berkata: Aku mewarisi harta ini secara turun-temurun. Malaikat berkata: Kalau kamu berdusta, semoga Allah menjadikan kamu seperti dahulu lagi.

Setelah itu malaikat tadi mendatangi orang yang dahulu botak dalam bentuknya seperti dahulu lalu berkata kepadanya seperti apa yang dikatakannya kepada orang yang berkulit belang, dan orang itu menjawabnya seperti jawaban orang yang belang tadi. Maka malaikat berkata: Jika kamu berdusta, semoga Allah menjadikan kamu seperti dahulu lagi.

Kemudian sesudah itu malaikat mendatangi orang yang dahulu buta dalam bentuk dan cara seperti dahulu lalu berkata: Aku orang miskin yang mengembara dan telah terputus seluruh sumber rezeki dalam perjalananku, maka pada hari ini tidak ada lagi pengharapan, kecuali kepada Allah dan kamu. Demi Tuhan yang telah memulihkan penglihatanmu, aku minta seekor kambing untuk membantuku dalam perjalanan. Orang itu berkata: Dahulu aku buta, lalu Allah memulihkan penglihatanku, maka ambillah apa yang kamu inginkan dan tinggalkanlah apa yang tidak kamu inginkan. Demi Allah aku tidak akan membebani kamu untuk mengembalikan sesuatu yang telah kamu ambil untuk Allah.

Maka malaikat berkata: Peganglah hartamu itu semua, karena kamu sekalian hanya sekadar diuji, kamu telah diridai Tuhan, sedangkan kedua sahabatmu telah dimurkai Allah.” (Shahih Muslim No.5265)

Dalam hadis di atas terlihat bagaimana ujian keberlimpahan bisa membuat seseorang terperdaya oleh syaitan dan menjadikannya kufur ni’mat dengan tidak mau berbagi kepada orang yang kekurangan dan mengingkari masa lalunya. Apakah kita mampu menghadapi ujian yang sesungguhnya dalam hidup ini, termasuk di tahun mendatang? &lt;i&gt;Allahu a’lam&lt;/i&gt;.&lt;b&gt;(Zainul Arifin/Pontianak)&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-2638304618524065673?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/nkFzBe-QL-8" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-27T01:35:55.109+07:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-UELdA2b-DfQ/TyGcp3xjl1I/AAAAAAAABL8/K0RD3AWuEZk/s72-c/DSC02131.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/yang-diridhai-dan-yang-dimurkai.html</feedburner:origLink></item><item><title>Cara Sehat Mencerdaskan Anak</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/D04pxhABZPI/cara-sehat-mencerdaskan-anak.html</link><category>Tips</category><category>Tumbuh Kembang</category><category>Child</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Wed, 25 Jan 2012 19:55:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-3479061902849859638</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-wII7442msXA/TyDOJFJmytI/AAAAAAAABLw/Ln1glIkA_aw/s1600/Elnuna%2528272%2529%2B-%2BCopy.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-wII7442msXA/TyDOJFJmytI/AAAAAAAABLw/Ln1glIkA_aw/s320/Elnuna%2528272%2529%2B-%2BCopy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Memiliki anak yang cerdas tentu merupakan sebuah hal yang membanggakan bagi kita, orang tua. Banyak orang tua menggunakan berbagai cara agar buah hatinya menjadi anak yang cerdas. Orang tua juga lebih sering menilai kecerdasan anak dari nilai yang tertulis di raport. Maka banyak orang tua yang mengikutkan anak dengan berbagai macam bimbingan belajar agar anak bisa mendapatkan nilai yang baik pada berbagai mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Cara tersebut memang tidak salah, namuan bila anak terlalu banyak dibebani oleh berbagai macam bimbingan belajar tentu bisa membuat anak menjadi stress atau menjadi malas kalau belajar di sekolah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya akan memberikan beberapa cara yang sehat agar anak bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas. Cara-cara tersebut antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Memberikan anak permainan edukatif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Permainan yang edukatif biasanya akan mengajak anak untuk berpikir. Permainan-permaian ini bisa ditemukan pada permainan yang edukatif, misalnya teka-teki silang, puzzle, catur, dan masih banyak lagi. Bahkan sekarang kita bisa menemukan banyak permainan yang bisa dimainkan dengan media computer dan bisa didapatkan di toko-toko software computer atau toko-toko buku. Permainan-permainan tersebut bisa melatih anak dalam hal “problem solving” dan meningkatkan daya kreativitas anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Bermain musik dan Bernyanyi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Selain menyenangkan untuk dilakukan, bermain musik juga sangat bermanfaat bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Pertumbuhan seorang anak tidak hanya pertumbuhan yang terlihat dari luar saja (pertumbuhan fisik/tubuh), namun juga pertumbuhan organ-organ tubuh bagian dalam. Salah satu dari bagian tubuh bagian dalam adalah otak, terutama otak kanan. Saat bermain musik, otak kanan bekerja lebih aktif disbanding otak kiri. Seperti otot-otot kita bila digunakan untuk mengangkat beban berat, maka lama-lama otot-otot kita tersebut akan tumbuh membesar. Demikian juga dengan otak kita, apalagi otak seorang anak. Dengan memperkerjakan otak kanan saat bermain music, maka anak secara tidak langsung akan menumbuhkan volume dan kekuatan otak kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Gizi yang baik sejak bayi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Empat sehat lima sempurna adalah gizi yang baik buat buah hati kita. Sayur-sayuran, buah-buahan, lauk ikan, daging, nasi, dan ASI adalah makanan yang wajib diberikan pada sang buah hati. Menurut penelitian, anak yang sejak bayi sudah diberikan ASI akan lebih cerdas bila dibandingkan dengan anak yang mengonsumsi susu kaleng (susu instant). Maka ASI sangatlah penting sebagai penunjang pertumbuhan bayi (terutama otak), selain karena kelamiannya ASI juga tidak mengandung zat-zat kimia yang ada di dalam susu instant.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Membiasakan berolahraga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kegiatan olah raga tidak hanya penting bagi orang dewasa, namun juga anak-anak. Setelah kita berolahraga, kita bisa merasakan kesegaran pada tubuh kita. Itulah mengapa olahraga sangat penting buat anak-anak. Selain menjadi sarana mendapatkan kebugaran tubuh, olah raga juga bisa menjadi sarana hiburan buat sang buah hati. Marilah kita ajak buah hati kita untuk berolahraga sesuai dengan bakat dan minat anak. Siapa tahu buah hati kita akan menjadi olahragawan professional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Mencegah konsumsi makanan siap saji dan makanan bervetsin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Makanan siap saji, seperti KFC, MacD, dan lain-lain serta makanan bervetsin, wajib dihindari, terutama pada saat buah hati kita menginjak usia satu sampai dua tahun. Gantilah dengan makanan yang alami dan bergizi tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Budayakan membaca&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Membaca adalah cara klasik yang bisa kita pakai dalam mendidik anak. Agar buah hati kita menjadi anak yang gemar membaca, kita sebagai orang tua harus bisa memberikan stimulasi agar anak gemar membaca. Misalnya dengan cara mendongengkan anak, membuatkan perpustakaan di rumah, membaca buku bersama anak, sering mengajak anak pergi ke perpustakaan atau toko buku, dan masih banyak cara yang lain. Dengan gemar membaca maka kecerdasan kognitif anak pun akan berkembang dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Sosialisasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Selain dari buku, dari diri kita sebagai orang tua, dan dari berbagai media yang bisa kita gunakan, pengetahuan anak juga bisa didapatkan dari orang lain. Itulah arti penting dari bersosialisasi. Dengan bersosialisasi maka anak pun akan semakin banyak mendapatkan teman. Semakin banyak orang atau anak yang dia kenal, maka anak pun akan semakin banyak mendapatkan pengetahuan dari berbagi macam orang. Selain itu, bila anak memiliki ketrampilan bersosialisasi yang baik, maka anak pun akan semakin tumbuh menjadi anak yang percaya diri. Percaya diri adalah salah satu kunci kesuksesan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: Karya Kak Zepe (http://lagu2anak.blogspot.com)     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-3479061902849859638?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/D04pxhABZPI" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-26T10:55:46.770+07:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-wII7442msXA/TyDOJFJmytI/AAAAAAAABLw/Ln1glIkA_aw/s72-c/Elnuna%2528272%2529%2B-%2BCopy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/cara-sehat-mencerdaskan-anak.html</feedburner:origLink></item><item><title>Mengatasi Perasaan Cemas Pada Anak</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/Vpk4fSh8sgg/mengatasi-perasaan-cemas-pada-anak.html</link><category>Belajar</category><category>Child</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Tue, 24 Jan 2012 21:05:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-2472974507096402102</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-oyMFWsnhfzc/Tx-Nb6NCezI/AAAAAAAABLk/uGxH_MWJI5w/s1600/Elnuna%2528284%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-oyMFWsnhfzc/Tx-Nb6NCezI/AAAAAAAABLk/uGxH_MWJI5w/s320/Elnuna%2528284%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kecemasan bisa dialami setiap orang. Biasanya perasaan ini muncul pada saat seseorang hendak menghadapi hal-hal yang penting, hal-hal yang menentukan, hal-hal yang menakutkan, dan lain-lain. Perasaan ini menimbulkan ketegangan. Perasaan ini juga sering muncul di hati anak-anak. Sebagai pribadi yang masih labil, tentu anak-anak tidak bisa mengatasi masalah ini sendiri. Kita sebagai orang tua akan lebih baik bila mengetahui beberapa hal yang bisa kita lakukan agar anak tidak cepat cemas dan bisa mengontrol perasaannya.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Menjadi Pendengar Yang Baik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kadang seorang anak menjadi cemas dikarenakan ada hal-hal yang tidak bisa dihadapi atau diatasi sendiri. Sebagai orang tua, kita harus memahami apa yang dirasakan oleh buat hati kita. Tidak sulit untuk menerka kapan anak-anak mengalami kecemasan. Biasanya nafas mereka tidak beraturan dan banyak bergerak. Cobalah untuk menanyakan apa alasan mereka merasa cemas dengan menanyai mereka. Hal yang terpenting pada saat kita menanyai mereka adalah bersikap tenang. Jangan sampai kecemasan yang dialami oleh buat hati kita menular pada diri kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Memberikan sentuhan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berikan sentuhan kepada si buah hati di kepala atau di bahu, agar anak bisa merasa lebih tenang, terutama pada saat kita ingin menanyakan hal yang menyebabkan kecemasan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Hindari Bentakan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Selain tetap bersikap tenang, hindarilah kata-kata yang bernada tinggi atau membentak. Hal ini sangat perlu agar buah hati kita bisa merasa lebih tenang. Bila hati anak tenang, biasanya meraka akan bisa lebih terbuka dalam menceritakan sebab-sebab kecemasan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Membantu Anak Mengatasi Masalahnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Membantu mengatasi anak buka berarti kita harus membantu secara total masalah yang dihadapi oleh sang buah hati. Namun berjalanlah bersama anak dalam menyelesaikan masalah yang dia hadapi. Yang terpenting di sini adalah jangan sampai anak merasa sendiri dalam menghadapi masalah yang sedang dia alami. Namun yang tidak kalah penting lagi, jangan sampai kita terlalu melindungi, karena bisa membuat anak menjadi kurang mandiri dan manja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Menjelaskan Arti Rasa Cemas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk anak yang belum dewasa, perasaan cemas bisa menjadi sesuatu hal yang menakutkan. Bisa jadi buah hati kita tidak tahu arti rasa cemas dan mengapa bisa terjadi pada buah hati kita. Kita perlu menjelaskan arti kecemasan dan beri pengerti bahwa rasa cemas bisa terjadi pada setiap orang. Kita juga perlu memberikan solusi untuk menghadapi rasa cemas tersebut, misalnya dengan mengatur nafas, berpikir positif, dan melawan rasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Memberikan hiburan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Seorang anak akan lebih mudah mengalami rasa cemas, namun bila kita bisa membantu dalam mengatasi kecemasan tersebut, maka anak pun akan lebih cepat kembali normal. Agar anak bisa melupakan masalah yang membuatnya cemas, kita bisa memberikan hiburan dengan mengajak liburan, bermain bersama, jalan-jalan ke mall, atau dengan melakukan aktivitas lain yang disukai oleh sang buah hati. Akan lebih baik bila kita mengajak anak ke tempat terbuka, misalnya di taman, puncak, pantai, dll, agar anak bisa dengan bebas bermain, berteriak, dan menghirup udara segar.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: http://lagu2anak.blogspot.com/    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-2472974507096402102?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/Vpk4fSh8sgg" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-25T12:05:32.286+07:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-oyMFWsnhfzc/Tx-Nb6NCezI/AAAAAAAABLk/uGxH_MWJI5w/s72-c/Elnuna%2528284%2529.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/mengatasi-perasaan-cemas-pada-anak.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/J2aTeCMS75s/pengaruh-permainan-pada-perkembangan.html</link><category>Tumbuh Kembang</category><category>Child</category><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Mon, 23 Jan 2012 20:56:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-1528222413248943473</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Dd_VUqH5dH0/Tx45oCCUsVI/AAAAAAAABLY/k6S6a9LsaRI/s1600/DSC02351.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-Dd_VUqH5dH0/Tx45oCCUsVI/AAAAAAAABLY/k6S6a9LsaRI/s320/DSC02351.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Adaorang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Anggapan ini kurang bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Kesehatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat, sehingga anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu untuk bermain yang membutuhkan banyak energi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Intelegens&lt;/b&gt;i&lt;br /&gt;
Anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang banyak merangsang daya berpikir mereka, misalnya permainan drama, menonton film, atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat intelektual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Jenis kelamin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anak perempuan lebih sedikit melakukan permainan yang menghabiskan banyak energi, misalnya memanjat, berlari-lari, atau kegiatan fisik yang lain. Perbedaan ini bukan berarti bahwa anak perempuan kurang sehat dibanding anak laki-laki, melainkan pandangan masyarakat bahwa anak perempuan sebaiknya menjadi anak yang lembut dan bertingkah laku yang halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Lingkungan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan peralatan, waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan aktivitas bermain anak berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Status sosial ekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat permainan yang lengkap dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang status ekonominya rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengaruh bermain bagi perkembangan anak&lt;br /&gt;
Bermain mempengaruhi perkembangan fisik anak&lt;br /&gt;
Bermain dapat digunakan sebagai terapi&lt;br /&gt;
Bermain dapat mempengaruhi pengetahuan anak&lt;br /&gt;
Bermain mempengaruhi perkembangan kreativitas anak&lt;br /&gt;
Bermain dapat mengembangkan tingkah laku sosial anak&lt;br /&gt;
Bermain dapat mempengaruhi nilai moral anak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Macam-macam permainan dan manfaatnya bagi perkembangan jiwa anak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;A. Permainan Aktif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Bermain bebas dan spontan atau eksplorasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam permainan ini anak dapat melakukan segala hal yang diinginkannya, tidak ada aturan-aturan dalam permainan tersebut. Anak akan terus bermain dengan permainan tersebut selama permainan tersebut menimbulkan kesenangan dan anak akan berhenti apabila permainan tersebut sudah tidak menyenangkannya. Dalam permainan ini anak melakukan eksperimen atau menyelidiki, mencoba, dan mengenal hal-hal baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Drama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam permainan ini, anak memerankan suatu peranan, menirukan karakter yang dikagumi dalam kehidupan yang nyata, atau dalam mass media.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Bermain musik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bermain musik dapat mendorong anak untuk mengembangkan tingkah laku sosialnya, yaitu dengan bekerja sama dengan teman-teman sebayanya dalam memproduksi musik, menyanyi, berdansa, atau memainkan alat musik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Mengumpulkan atau mengoleksi sesuatu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kegiatan ini sering menimbulkan rasa bangga, karena anak mempunyai koleksi lebih banyak daripada teman-temannya. Di samping itu, mengumpulkan benda-benda dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Anak terdorong untuk bersikap jujur, bekerja sama, dan bersaing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Permainan olah raga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam permainan olah raga, anak banyak menggunakan energi fisiknya, sehingga sangat membantu perkembangan fisiknya. Di samping itu, kegiatan ini mendorong sosialisasi anak dengan belajar bergaul, bekerja sama, memainkan peran pemimpin, serta menilai diri dan kemampuannya secara realistik dan sportif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;B. Permainan Pasif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Membaca&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Membaca merupakan kegiatan yang sehat. Membaca akan memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sehingga anakpun akan berkembang kreativitas dan kecerdasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Mendengarkan radio&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mendengarkan radio dapat mempengaruhi anak baik secara positif maupun negatif. Pengaruh positifnya adalah anak akan bertambah pengetahuannya, sedangkan pengaruh negatifnya yaitu apabila anak meniru hal-hal yang disiarkan di radio seperti kekerasan, kriminalitas, atau hal-hal negatif lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Menonton televisi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pengaruh televisi sama seperti mendengarkan radio, baik pengaruh positif maupun negatifnya.(iis)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


Sumber : http://episentrum.com/artikel-psikologi/pengaruh-permainan-pada-perkembangan-anak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-1528222413248943473?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/J2aTeCMS75s" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-24T11:56:35.216+07:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-Dd_VUqH5dH0/Tx45oCCUsVI/AAAAAAAABLY/k6S6a9LsaRI/s72-c/DSC02351.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/pengaruh-permainan-pada-perkembangan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tato Naga dan Inisial "SL"</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/YQCFgBpXiuk/tato-naga-dan-inisial-sl.html</link><category>Cerita</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Mon, 23 Jan 2012 08:31:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-819368884012796609</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Oleh: &lt;b&gt;Teguh Winarsho AS&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-BGxcvIFc5mE/Tx2LHfGjmfI/AAAAAAAABLM/jSvOCtfSMBQ/s1600/IMG3307A.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-BGxcvIFc5mE/Tx2LHfGjmfI/AAAAAAAABLM/jSvOCtfSMBQ/s320/IMG3307A.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
GADIS itu hanya menatap sekilas lalu melenyap menyibak kerumunan. Keluar dari kerumunan dengan kepala tertunduk hingga sebagian rambutnya berjatuhan menutupi wajahnya. Sementara sepasang kakinya melangkah cepat-cepat menyeberang jalan, berhenti di pinggir, menghadang kendaraan umum lewat. Ia tampak cemas, tergesa-gesa. Sesekali ia mengangkat telapak tangannya di atas alis mata menghalau cahaya matahari. Namun, tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan rona wajahnya yang putih-pucat seperti habis ditampar.&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
Belum ada kendaraan umum yang melintas membuat gadis itu kian cemas, menggigit bibir. Berkali-kali ia melirik arloji warna kuning emas di tangannya dengan perasaan kesal. Lalu berjalan mondar-mandir sembari sesekali menyorongkan tubuhnya kebahu jalan menatap arah jalan berlawanan memastikan apakah sudah ada kendaraan umum yang muncul dari tikungan jalan nun di sana. Tapi ia selalu kecewa sebab selain arak-arakkan perempuan dengan punggung terbungkuk-bungkuk penuh beban menuju pasar, sepeda onthel dengan keranjang sayur, kendaraan umum yang ia tunggu belum juga tampak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Meski sadar bahwa berpikir pagi ini tak ada kendaraan umum yang melintas di jalan depan itu adalah pikiran sangat tolol, tapi entah kenapa diam-diam pikiran semacam itu melesak juga dalam batok kepalanya. Membuat pori-pori kulit wajahnya meregang merembes cairan bening-menjadikan ia ekstra sibuk harus melap cairan itu dengan perasaan gugup dan tangan gemetar. Membuat degup jantungnya kian berdebar-debar. Ya. Boleh jadi para sopir angkutan itu pagi ini mogok karena jumlah setoran yang semakin lama dirasa semakin mencekik leher, tak sebanding dengan tarif yang dikenakan bagi para penumpang. Atau, siapa tahu juragan armada angkutan itu mendadak bangkrut, menjual semua armadanya lalu beralih profesi sebagai juragan beras atau tembakau? Segalanya bisa mungkin!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Hari masih pagi, tapi tidak seperti biasanya sinar matahari terasa menyengat ubun-ubun. Namun, begitu-dari pinggir jalan gadis itu melihat sendiri dengan pandangan mata kian nanar-tak menyurutkan keinginan orang untuk memastikan sesosok tubuh laki-laki yang menggantung di pohon waru seberang jalan. Tidak terlalu tinggi memang, namun kebun yang hanya ditumbuhi rumput ilalang dan semak belukar itu cukup jelas menampakkan sosok laki-laki itu. Tubuhnya sesekali bergoyangan tertiup angin. Matanya mendelik, lidahnya terjulur. Orang-orang yang hendak menuju pasar atau anak-anak yang mau berangkat sekolah kian memadati kebun kosong tempat laki-laki itu menggantung diri.Percakapan mengalir dari mulut orang-orang itu membuat suasana pagi yang panas kian terasa gerah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa orang yang baru datang dan segera mengenali sosok laki-laki itu, menampakkan keterkejutan luar biasa, menggosok-gosok mata seperti tidak percaya. Mudrika, laki-laki naas itu selama ini dikenal sebagai preman pasar yang cukup ditakuti. Tubuhnya kekar, wajahnya tampan meski sorot matanya sedingin salju. Ada tato di dada kirinya dan bekas jahitan luka di lengan kanannya. Tidak ada orang yang tidak kenal nama Mudrika meski barangkali belum pernah melihat wajahnya. Selain berjudi dan mabuk-mabukan Mudrika suka memalak toko-toko milik warga keturunan yang berderet di sepanjang jalan kawasan pasar. Hanya toko-toko milik warga keturunan saja yang ia palak sedang toko-toko lain tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Matahari kian merangkak ke atas. Angin berhembus menggoyang-goyang mayat Mudrika seperti bandol jam. Kadang batang pohon waru itu berkeriut seperti mau patah saat angin keras datang menghempas. Membuat perempuan-perempuan di sekitar itu kerap menahan nafas, menutup mulut dengan telapak tangan, atau memejamkan mata, tak sanggup membayangkan jika batang pohon waru itu benar-benar patah. Apa jadinya jika batang pohon waru itu benar-benar patah dan mayat Mudrika yang sudah kaku itu terhempas ke tanah? Mungkin kakinya akan patah dan tulang-tulangnya melesak keluar. Betapa mengerikan. Tapi perempuan-perempuan itu seperti terhipnotis, terus tegak di situ, terus bercakap-cakap hingga mulut mereka berbusa seperti rendaman cucian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Di pinggir jalan gadis itu terus didera gelisah sebab kendaraan umum yang ia tunggu belum juga datang. Tubuhnya basah keringat. Kedua lututnya gemetar. Ia ingin segera enyah dari tempat itu tapi kedua kakinya terasa berat untuk melangkah. Ia khawatir tidak lebih sepuluh langkah tubuhnya akan oleng lalu rubuh ke tanah. Kerumunan orang di kebun kosong itu pastilah akan segera berhamburan pindah mengerumuni dirinya. Lalu, ah, bagaimana jika orang-orang itu kemudian menghubung-hubungkan dirinya dengan kematian Mudrika?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;SEGERA kerumunan orang itu menyingkir memberi jalan pada empat Polisi yang datang sangat terlambat di tempat kejadian. Dua orang polisi tampak sibuk bicara dengan pesawat HT sementara dua lainnya membentangkan garis kuning pengaman. Orang-orang yang ada di sekitar situ terus bercakap-cakap dalam nada yang semakin lama semakin keras. Membuat lokasi kebun itu mirip tempat lelang pegadaian. Tidak berselang lama datang tiga orang polisi yang kemudian bekerja cepat menurunkan mayat Mudrika.Entah digerakkan oleh kekuatan gaib apa, tiba-tiba gadis itu bergegas menyeberang jalan menghampiri kerumunan, merangsek masuk ke dalam. Di atas tanah merah dan rumput ilalang yang patah-patah sebab terlalu banyak kaki yang menginjak, dengan jelas ia bisa melihat mayat Mudrika dibaringkan, kaku seperti gelondong kayu. Seorang polisi dengan sigap melepas tali yang membelit leher Mudrika lalu memaksa mengatupkan kedua belah matanya. Namun, tidak mudah mengatupkan mata yang sekian jam melotot, karenanya Polisi itu kemudian menyobek daun pisang lalu menutupkan di wajahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Angin yang tiba-tiba berhembus kencang membuat beberapa kancing baju bagian atas Mudrika lepas, membuka. Sontak pandangan orang-orang tertuju pada dada kiri Mudrika. Tampak gambar tato naga dalam ukuran besar, seperti masih baru--tidak proporsional dengan bidang dadanya. Percakapan kembali membuncah. Orang-orang yang sering melihat Mudrika diam-diam merasa keheranan. Mereka tahu, dulu tak ada gambar tato naga di dada Mudrika, melainkan gambar tato keris. Mereka bertanya-tanya dalam hati, sejak kapan Mudrika mengganti gambar tato keris dengan tato naga? Tapi secepat pertanyaan itu melesat dari batok kepala setiap orang, secepat itu pula mereka segera melupakannya. Namun, tidak bagi perempuan itu.Dan perempuan itu, entah karena apa pula tiba-tiba tak bisa menahan debar jantungnya yang berdetak tidak karuan manakala melihat polisi itu mulai menggeledah pakaian Mudrika dan menemukan lipatan kertas warna merah jambu di saku celana Mudrika. Sejenak Polisi itu mengamati lipatan kertas itu, dibolak-balik, dibuka, dibaca, mengerutkan kening, lalu... mengedarkan pandangan pada kerumunan, tajam, seperti tengah menyelidiki wajah demi wajah yang ada di situ. Membuat gadis itu gugup, menggeser sedikit tubuhnya ke samping berlindung di balik tubuh pengunjung yang lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;HINGGA siang hari pihak kepolisian belum mampu menguak misteri kematian Mudrika. Kenapa Mudrika, preman pasar yang ditakuti itu tiba-tiba bunuh diri. Ada indikasi bahwa Mudrika bunuh diri karena patah hati, cintanya ditolak. Tapi tentu saja pihak kepolisian tidak mau gegabah menyiarkan kesimpulan itu karena tak ada bukti-bukti kuat kecuali sepucuk surat yang ditemukan di saku celana Mudrika yang sudah sulit dibaca karena selain lecek, luntur terkena keringat, juga tulisannya jelek persis cakar ayam. Sepucuk surat itu sedianya akan dikirim untuk seorang gadis yang namanya disingkat "SL". Kini pihak Kepolisian justru sedang berusaha keras mencari gadis dengan inisial "SL" seperti tercantum dalam surat itu. Para Polisi itu yakin dengan ditemukannya gadis berisinial "SL", maka misteri kematian Mudrika akan bisa diungkap. Tapi tentu saja ini merupakan pekerjaan rumit dan melelahkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Sementara itu di sebuah kamar yang sepi siang itu, seorang gadis cantik duduk di kursi menghadap jendela diluluri kesedihan mendalam. Tatapan matanya menerawang kosong menembus batang-batang pohon singkong di pekarangan samping. Di benaknya mengendap bayangan seorang laki-laki bertubuh kekar dan bertato. Teringat pula olehnya pertemuan demi pertemuan dengan laki-laki bertato itu yang sering dilakukan sembunyi-sembunyi. Hingga pertemuan terakhir semalam di tepi jalan yang remang saat laki-laki itu menunjukkan tato gambar naga di dada kirinya sebagai bukti kesungguhan cintanya terhadap dirinya sekaligus niat ingin merubah tabiat buruknya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Ah, andai saja dia mau bersabar, pasti tidak begini kejadiannya. Padahal aku hanya perlu waktu dua atau tiga hari untuk memastikan bahwa dia benar-benar mencintaiku. Juga untuk membicarakan semua ini pada Papa dan Mama. Atau, memang begitukah tabiat seorang laki-laki, selalu buta setiap kali jatuh cinta?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Batin gadis itu melongsorkan nafasnya yang sekian lama tertahan di dada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;"Shin Ling, Shin Ling, apakah kau sudah dengar preman pasar itu semalam mati gantung diri? Bergembiralah, toko kita kini aman."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Tergeragap, Shin Ling, gadis cantik bermata sipit itu menoleh. Tampak seraut wajah tua berbinar-binar menyembul dari balik pintu. Namun, seperti tidak bergairah, hanya sekilas gadis itu menatap perempuan tua di depannya sebelum bola matanya perlahan bergerak ke atas, berdebar jantungnya saat menatap gambar naga di atas pintu. Pula hatinya kian disesah rindu...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;"Ada apa Shin Ling? Kenapa kau? Sakit? Segeralah kau telepon Paman Koh Wat. Sampaikan kabar gembira ini!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Malas gadis itu menghampiri kotak telepon di sudut kamar. Tapi ia sudah yakin dengan pilihannya sendiri untuk menghubungi kantor Polisi. 

* Depok, 2002     


Sumber: Kompas, Edisi 06/30/2002 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-819368884012796609?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/YQCFgBpXiuk" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-23T23:31:30.553+07:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-BGxcvIFc5mE/Tx2LHfGjmfI/AAAAAAAABLM/jSvOCtfSMBQ/s72-c/IMG3307A.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/tato-naga-dan-inisial-sl.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tahanan Rumah</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/jrPnMWRmGJE/sebelum-akhir-hayatnya-konon-ir.html</link><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Thu, 19 Jan 2012 19:38:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-454606809165605478</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Ng4wOTJOzrE/TxjhkRwPKwI/AAAAAAAABLA/zyv9k_Pv13c/s1600/IMG_4341.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-Ng4wOTJOzrE/TxjhkRwPKwI/AAAAAAAABLA/zyv9k_Pv13c/s320/IMG_4341.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Sebelum akhir hayatnya, konon Ir. Soekarno, presiden pertama RI menjalani tahanan rumah. Ia tidak bisa bepergian kemana-mana karena langkahnya dibatasi secara ketat. Berbeda dengan tahanan kriminal yang dijebloskan ke balik terali besi, tahanan rumah tidaklah dikerangkeng. Namun bagi seorang aktivis, tahanan rumah saja sudah cukup menyiksa.&lt;span class="fullpost"&gt;

Begitu pula yang dialami aktivis politik Myanmar, Aung San Su Kyi, yang cukup lama mendapat status sebagai tahanan rumah. Ia tidak bisa bertemu dengan para pendukungnya dalam partai apalagi dengan masyarakat biasa. Status tahanan rumah bagi dua orang di atas, sebagai contoh, adalah untuk membatasi gerak-gerik mereka yang dianggap bisa menganggu stabilitas negara atau pemerintah yang sedang berkuasa.

Ada beberapa status tahanan yang pada hakekatnya membatasi sosialisasi seseorang dengan dunia luar. Pertama, tahanan dalam penjara. Kedua, tahanan rumah. Ketiga, tahanan kota. Ketiga jenis penahanan itu akan membatasi gerak-gerik dan sosialisasi seseorang dari lingkungannya yang luas secara wajar. Dalam kondisi seperti itu, ia tidak bisa berbuat banyak bagi sesama, kecuali dalam lingkup yang sangat terbatas.

Namun ada orang yang secara sadar atau tidak sadar, memilih menjadi tahanan rumah. Ia membatasi gerak-geriknya hanya berkisar di rumah. Atau kalau dianalogikan, ada juga orang yang secara sadar atau tidak sadar, memilih menjadi tahanan kantor. Ia membatasi gerak-gerik dan sosialisasinya hanya sebatas di kantor.

Orang-orang ini ialah orang-orang yang menyibukkan diri dengan berkutat di dalam rumah saja atau di kantor saja. Di masyarakat perkotaan yang seringkali sangat sibuk, ada orang-orang yang menjadi tahanan kantor dan tahanan rumah. Sepanjang hari ia bekerja di belakang meja kantornya. Pagi-pagi benar ia sudah harus pergi karena takut lalu lintas yang macet dan akan pulang hingga malam mulai larut karena pekerjaan kantor masih menyibukkannya. Sampai-sampai ia tidak sempat lagi bercengkrama dengan anggota keluarganya; istri dan anak-anaknya, jika ia telah berkeluarga. Jangan-jangan orang seperti ini, yang dijuluki workaholic, tidak sempat pula menyediakan waktu untuk tuhannya sehingga tidak sempat shalat.

Sementara orang yang menjadikan dirinya sebagai tahanan rumah adalah orang yang merasa tidak perlu bersosialisasi dengan masyarakat sekitarnya. Tidak suka bergaul dengan para tetangga, tidak suka datang ke masjid atau surau di dekat rumahnya, bukan saja untuk beribadah mahdlah tapi juga untuk besilaturahmi dengan jamaah. Orang ini hanya berkutat di rumah saja meski sesungguhnya ia mempunyai potensi yang bisa diaktualisasikan dengan baik jika ia mau bergaul dengan masyarakat secara wajar. Orang ini hanya keluar untuk pergi sesuai keperluannya belaka kemudian pulang dan tenggelam dalam rumahnya.

Di era modern dengan teknologi komunikasi dan informasi yang canggih, memang dimungkinkan orang menjalankan segala urusan hanya dengan bercokol di rumah. Tidak harus sibuk ke sana ke mari sebagaimana zaman dahulu. Namun yang terjadi kemudian adalah orang-orang merasa tidak perlu dengan orang lain secara fisik. Tidak perlu bertemu, bergaul, bersendaugurau sebagaimana wajarnya orang bermasyarakat. Tidak sempat atau tidak merasa perlu mengikuti organisasi sosial, baik yang bersifat keagamaan atau umum. Inilah yang kiranya dewasa ini mulai menggejala. Bahkan banyak anak-anak yang lebih suka main games (PS, game online) atau selalu menonton televisi di rumah dan tidak suka bergaul dengan anak-anak sebayanya di luar rumah.

Padahal hakekat manusia adalah makhluk sosial. Sosial dalam arti yang sesungguhnya, yakni bergaul secara fisik juga, dan bukan hanya terhubung secara maya. Begitu pula sesuai hadis Nabi Muhammad saw, “khairunnasi anfa’uhum linnas”, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lainnya. Tuntunan hadis Nabi ini tentu tidak akan terlaksana dengan baik jika kita memilih menjadi tahanan kantor atau tahanan rumah. Yakni memilih menjadi orang yang sepanjang hari disibukkan dengan pekerjaan di kantor atau di dalam rumah belaka dan tidak sempat bergaul secara baik dengan masyarakat di sekitar kita. Sungguh tidak nyaman jika anak kita sendiri memanggil kita sebagai “Om” karena ia tidak pernah melihat kapan kita berada di rumah lantaran saat kita pergi dan pulang si anak dalam kondisi sedang tidur. Dan tidak nyaman pula jika tetangga kita sendiri sampai merasa tidak kenal dengan kita lantaran kita selalu terbenam di rumah saja sepanjang hari. &lt;i&gt;Allahu a’lam&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;(Zainul Arifin/Pontianak)&lt;/b&gt;
    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-454606809165605478?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/jrPnMWRmGJE" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-20T10:41:56.837+07:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-Ng4wOTJOzrE/TxjhkRwPKwI/AAAAAAAABLA/zyv9k_Pv13c/s72-c/IMG_4341.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/sebelum-akhir-hayatnya-konon-ir.html</feedburner:origLink></item><item><title>Mi Instan Bukan untuk Semua Orang</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/nVNFip2ecJg/mi-instan-bukan-untuk-semua-orang.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Thu, 19 Jan 2012 04:36:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-6044984035432487572</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/08/2307004p.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="310" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/08/2307004p.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mi instan yang merakyat itu kini telah mendunia. Produk ini digemari mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Sifatnya yang praktis, bervariasi, rasanya enak, dan harganya terjangkau merupakan daya tarik yang luar biasa. Dari sisi kesehatan, sebenarnya tidak semua orang boleh mengonsumsi mi instan.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mi instan adalah produk olahan mi yang telah mengalami proses pemasakan lanjutan (instanisasi), yaitu dikukus dan digoreng atau dikeringkan dengan udara panas hingga titik gelatinisasinya, lalu dikemas. Proses ini memungkinkan tingkat kemasakan mi yang sempurna dapat dicapai hanya dalam 3-5 menit perebusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dr.Ari Fahrial Syam, Sp.PD, ahli penyakit dalam dari FKUI RSCM Jakarta, orang yang menderita gangguan lambung tidak disarankan untuk mengonsumsi mi. "Untuk penderita sakit maag mi tidak disarankan karena mi mengandung ragi sehingga akan menambah gas di lambungnya," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, kandungan monosodium glutamat (MSG) pada mi instan juga sebaiknya dihindari oleh pengidap tekanan darah tinggi. "Natrium pada MSG akan membuat tekanan darah tinggi meningkat," ucap salah satu staf pengajar di Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menambahkan, sebagai "pengganjal" perut darurat, boleh saja mengonsumsi mi instan, namun bukan untuk dimakan secara rutin. "Yang terbaik tetaplah makanan yang segar karena nilai gizi dan vitaminnya masih tinggi," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: http://female.kompas.com    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-6044984035432487572?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/nVNFip2ecJg" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-19T19:36:44.132+07:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/mi-instan-bukan-untuk-semua-orang.html</feedburner:origLink></item><item><title>Takaran Tepat, Pengawet Mi Instan Aman</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/aFxqKSghaJ4/takaran-tepat-pengawet-mi-instan-aman.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Tue, 17 Jan 2012 19:40:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-9055761432039787103</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/09/28/1736385620X310.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/09/28/1736385620X310.jpg" width="310" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Mi instan memang fenomenal di Indonesia. Meskipun sering beredar rumor soal efek buruk konsumsi mi instan bagi tubuh, penjualan produk makanan ini seperti tak terpengaruh. Konsumsi mi instan di negeri ini sudah menembus lima kilogram per kapita pada 2005.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun, isu penarikan produk mi instan produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk di Taiwan menimbulkan kembali isu keamanan pangan. Departemen Kesehatan Taiwan menyatakan, produk mi instan Indonesia itu mengandung zat pengawet E218 atau &lt;i&gt;methyl p-hydroxybenzoate&lt;/i&gt; yang seharusnya digunakan untuk bahan kosmetik dan kecantikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pemberitaan media lokal di Taiwan juga menyebutkan, konsumsi mi instan Indonesia tersebut menyebabkan nyeri pada lambung dan berbagai gangguan lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;
Menanggapi berita tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menjelaskan, nipagin alias &lt;i&gt;methyl p-phydroxybenzoate&lt;/i&gt; yang berfungsi sebagai pengawet aman dengan batas maksimum penggunaan. Untuk kecap, batas maksimum penggunaan yang diizinkan adalah 250 mg/kg.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Badan POM Kustantinah menyebutkan, dari kajian persyaratan di beberapa negara, seperti Kanada dan AS, batas maksimum penggunaan nipagin dalam pangan yang diizinkan adalah 1.000 mg/kg; sedangkan di Singapura dan Brunei, batas maksimum penggunaan dalam kecap 250 mg/kg dan Hongkong sebesar 550 mg/kg.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Dengan demikian, produk mi instan yang terdaftar di Indonesia dinyatakan aman untuk dikonsumsi," kata Kustantinah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Eddy Setyo Mudjajanto, dosen gizi masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) menyatakan,  bahan pengawet yang dipakai oleh industri mi instan banyak sekali jenisnya dan secara umum aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Selama ini, kita memakai standar makanan yang berkiblat pada badan keamanan pangan di Amerika/FDA. Jika dikatakan aman, kita mengikuti. Namun, meski dinyatakan aman, perlu dikaji apakah jumlahnya juga dalam level aman," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan riset yang pernah dilakukan IPB terhadap produk mi instan yang beredar di Indonesia, Eddy mengatakan, jumlah bahan pengawet yang dipakai jumlahnya bervariasi. "Saya tidak hafal rinciannya, tetapi secara umum ada 7 komponen dalam mi instan, termasuk pengawet, pewarna, dan antioksidan," urainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai dampak zat pengawet bagi kesehatan, ia menyebutkan, jika makanan berpengawet dikonsumsi secara rutin dan terus-menerus, bisa memicu gangguan kesehatan, termasuk kanker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Memang belum ada bukti ilmiah mengenai hal ini, baru dugaan. Karena itu, sebaiknya konsumsi mi instan sebaiknya dibatasi maksimal tiga kali dalam seminggu," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah benar tidaknya dugaan tersebut, tentu perlu menjadi perhatian Kementerian Kesehatan karena mi instan banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.      &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: http://health.kompas.com/read/2010/10/12/07560045# &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-9055761432039787103?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/aFxqKSghaJ4" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-18T10:40:24.075+07:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/takaran-tepat-pengawet-mi-instan-aman.html</feedburner:origLink></item><item><title>Mengapa Air Rebusan Mi Instan Harus Dibuang?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/g4QBdXhp-78/mengapa-air-rebusan-mi-instan-harus.html</link><category>Artikel</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Mon, 16 Jan 2012 19:40:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-1194300686417099277</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/08/2307004p.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/08/2307004p.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Mi instan merupakan salah satu makanan yang paling mudah ditemukan, praktis, dan disukai banyak orang karena rasanya yang enak. Daya simpannya yang lama juga membuat mi instan kerap menjadi pilihan untuk mereka yang tinggal sendiri, namun tak punya waktu untuk memasak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Meski begitu, terlalu banyak mengonsumsi mi instan disinyalir akan menimbulkan banyak efek negatif bagi tubuh oleh karena kandungan bahan pengawet atau penyedap rasanya. Kemudian, selain kandungan karbohidrat, mi instan tak cukup memiliki kandungan vitamin, mineral, atau serat, yang bermanfaat bagi tubuh. Sehingga, pada dasarnya mi instan tidak cukup memiliki nutrisi bagi keseimbangan gizi tubuh manusia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; 
&lt;br /&gt;
"Namun yang paling berbahaya adalah adanya kandungan bahan pengawet, MSG (monosodium glutamat), dan bahan pewarna makanan yang ada di dalam mi instan," ungkap dr Patricia Wijaya, dokter ahli kecantikan dari Beauty Inc. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kandungan bahan berbahaya dalam mi instan ini didapatkan dari proses pengolahan sampai proses pengawetan yang dilakukan dengan cara menggoreng mi sampai kering. Proses penggorengan biasanya menggunakan minyak goreng, yang membuat air rebusan menjadi keruh dan sedikit berminyak ketika direbus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Banyak orang yang mengatakan bahwa air rebusan pertama ini harus dibuang agar pengawetnya hilang. Namun sebenarnya zat pengawet ini tidak akan hilang," tukas dr Patricia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air rebusan mi instan yang pertama akan mengeluarkan minyak dan zat kimia lainnya yang mungkin saja digunakan untuk membuatnya. Namun, bahan pengawet dan kandungan lain yang berbahaya bagi kesehatan ketika diolah lebih lanjut ini tidak akan hilang 100 persen. Ia hanya akan berkurang sedikit ketika air rebusan pertama dibuang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kandungan minyak, bahan pengawet, MSG, dan zat pewarna masih akan tetap menempel pada mi instan meski kadarnya sudah berkurang beberapa persen. Perlu Anda ketahui, penggunaan bahan pengawet tak selamanya membahayakan, karena produsen mi instan tentunya harus mengikuti standar aman yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun kandungan bahan kimia ini masih berpotensi untuk menyebabkan berbagai gangguan kesehatan bila dikonsumsi secara rutin. "Efek yang dirasakan memang adalah efek jangka panjang, misalnya gangguan pencernaan, konstipasi, sampai kanker pencernaan, dan lainnya," tukasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam jangka panjang, bahan kimia tersebut juga akan sangat berbahaya bagi kecantikan wajah dan kulit. Kulit menjadi lebih kering, yang kelak akan menimbulkan berbagai gejala penuaan dini. Selain itu, mi instan juga akan merusak program diet Anda, karena kadar kalorinya tinggi. Sekali lagi, boleh-boleh saja menikmati mi instan, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering. Jangan menjadikan mi instan sebagai makanan utama, melainkan sebagai jajanan selingan saja. Tetaplah mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: http://female.kompas.com/  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-1194300686417099277?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/g4QBdXhp-78" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-17T10:43:30.581+07:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/mengapa-air-rebusan-mi-instan-harus.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tips Biar Si Kecil Pandai Bicara</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/Mpf1PoYerlE/tips-biar-si-kecil-pandai-bicara.html</link><category>Tips</category><category>Tumbuh Kembang</category><category>Child</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Sun, 15 Jan 2012 20:19:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-8711334120002793341</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s320x320/394440_2287115352241_1679660100_1564090_2037187275_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s320x320/394440_2287115352241_1679660100_1564090_2037187275_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Melatih anak untuk pandai berbicara sangat penting. Selain untuk mencegah terlambatnya kemampuan anak dalam bicara, tentu saja akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua bila memiliki anak yang terlihat cerdas saat berbicara. Semakin cepat anak bisa berbicara, maka akan semakin cepat pula perkembangan otak anak. Karena biasanya anak yang sudah mulai banyak bicara, akan banyak bertanya. Dan pada saat kita banyak menjawab pulalah maka perkembangan otak anak akan terstimulasi dan anak pun menjadi kaya akan banyak pengetahuan baru. Bagaimana agar si kecil pandai dalam berbicara?&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. &lt;b&gt;Sering “Berbasa-basi” pada anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bagi kita, mungkin berbasa-basi adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. Namun bagi seorang anak, hal ini sangatlah penting. Mengapa? Karena beberapa topic pembicaraan yang bagi kita tidak penting, bagi seorang anak tentu akan menjadi sangat penting. Karena kadang dari hal-hal yang menurut kita nggak penting bisa menjadi hal yang luar biasa bagi seorang anak. Jadi di sini kita harus pandai juga dalam memahami kebutuhan seorang anak. Misalnya pada saat si kecil baru saja terbangung dari tidurnya di pagi hari, mungkin kita bisa mengatakan,”Selamat pagi… Wah… Jagoanku udah bangun neh… Tempat tidurnya sudah rapi belum ya? Lekas mandi ya… Kalau mandi yang bersih ya… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. &lt;b&gt;Menjawab pertanyaan anak dengan penjelasan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hal inii juga sangat penting. Layaknya seorang anak meminta sepotong roti tawar pada ayahnya, tapi sang ayah memberikan sepotong roti tawar plus dua potong roti isi sosis dan keju. Misalnya, pada saat kita berjalan di kebun binatang dengan si kecil, dan dia bertanya”Ma… Itu apa?” Jangan Cuma menjawab,”Gajah”, tapi alangkah lebih baik bila kita menjawab,”Itu adalah gajah. Gajah suka makan kelapa lho… . Dia punya gading yang indah dan kuat. Lihat tuh… Belalainya panjang dan punya gading yang indah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. &lt;b&gt;Menjadi pendengar yang baik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menjadi pendengar yang baik adalah hal yang penting juga, karena hal ini tidak hanya bermanfaat agar anak bisa lebih terbuka dengan kita kelak pada saat dia menginjak tahap usia yang lebih dewasa, namun juga melatih anak untuk bisa bebas mengekspresikan diri. Saat sang buah hati mulai “cerewet”, alangkah lebih baik bagi kita untuk menjadi pendengar yang baik, dan berbicara seperlunya saja. Kita jangan bersikap cuek, melainkan tetap berusaha memperhatikan atau mendengarkannya, meskipun kita merasa apa yang dikatakannya “gak penting banget….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. &lt;b&gt;Mendongengkan dan bernyanyi buat anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Aktivitas mendongeng dan benyanyi memang kaya akan berjuta manfaat. Tidak hanya memberikan hiburan, namun juga menambah wawasan anak, melatih kecerdasa, namun juga memperkaya kosa kata baru bagi anak. Bila anak kaya akan kosa kata, maka akan lebih mudah untuk menyusunnya menjadi sebuah kalimat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. &lt;b&gt;Jangan memarahi Saaat Anak mengatakan hal yang “Tidak Sopan”&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
“Tidak sopan” di sini bisa berupa kata-kata kotor, kata-kata yang kasar, atau kata-kata lain yang tidak pantas diucapkan oleh seorang anak. Bila anak mengatakan hal yang kurang pantas, sebaiknya kita jangan memarahi, apalagi dengan membentaknya. Tapi berusahalah untuk tetap tenang, dengan mengatakan bahwa kata-kata itu tidak sopan dan meminta tidak mengulangi kata-kata tersebut kembali. Bila perlu kita menanyakan dari mana si kecil mendapatkan kata-kata itu, bila kata-kata itu didapatkan dari sebuah acara di TV, maka sebaiknya kita ikut mendampingi saat anak menonton TV.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. &lt;b&gt;Banyak Bertanya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk hal-hal yang buah hati kita tidak tahu, mungkin kita akan lebih banyak menjelaskan, namun untuk hal-hal yang buah hati kita sudah banyak tahu, akan lebih baik bila kita banyak bertanya. Misalnya setelah sang anak nonton suatu acara TV. Cobalah bertanya,”Bagus tidak ceritanya? Siapa aja pemainnya? Gimana akhir ceritanya”. Hal ini akan sangat bermanfaat agar anak bisa lebih terbuka pada kita di kemudian hari dan melatih kemampuan anak untuk mendeskripsikan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. &lt;b&gt;Media permainan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Media permainan biasanya diperlukan agar sang buah hati bisa belajar sambil bermain. Media permainan sangat beragam. Bisa berupa buku cerita bergambar, kartu bergambar, mainan miniature, dan lain-lain. Sebagai contoh untuk buku bergambar. Marilah kita damping sang buah hati saat membaca buku bergambar tersebut, sehingga kita bisa menjelaskan semua gambar yang ada di dalam buku tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. &lt;b&gt;Tidak banyak melarang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bila kita ingin sang buah hati lebih pintar berekspresi, sebaiknya kita tidak melarangnya. Larangan-larangan yang biasa kita lakukan sebaiknya diubah menjadi sebuah penjelasan yang memiliki makna sebab akibat. Misalnya, bila si kecil bermain gunting. Kita berikan penjelasan pada si kecil, “Nak… Gunting itu buat memotong kertas atau kain. Bukan buat mainan. Kalau buat mainan berbahaya. Nanti jarimu bisa terluka.” Seorang anak adalah pribadi yang selalu ingin tahu. Jangan sampai dari hal-hal yang sepele tersebut, si kecil menjadi kurang bisa terbuka dengan kita, karena kita terlalu banyak melarang tanpa si kecil tahu sebabnya. Jangan lupa untuk mengatakan hal itu dengan halus dan penuh kasih sayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. &lt;b&gt;Mengikutkan lomba-lomba dan aktivitas sosial lainnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Aktivitas sosial dan lomba sangat penting buat anak, yaitu agar si kecil semakin mengenal “dunia luar”. Semakin banyak aktivitas yang diikuti, maka anak akan semakin mendapatkan banyak teman dan pengetahuan baru atau semakin banya teman yang di dapat, semakin banyak pula pengetahuan baru yang didapatkan.Hal ini juga untuk membiasakan anak agar terbiasa tampil di depan umum atau orang-orang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila buah hati kita sudah pandai berbicara dan berekspresi, kita sendirilah yang akan merasakan manfaatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: Karya Kak Zepe (http://lagu2anak.blogspot.com/)      &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-8711334120002793341?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/Mpf1PoYerlE" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-16T11:19:45.747+07:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/tips-biar-si-kecil-pandai-bicara.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pencuri (Bukan) Malaikat</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/WO13KyG43gI/pencuri-bukan-malaikat.html</link><category>Cerita</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Sun, 15 Jan 2012 18:47:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-7813153698266168292</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh: &lt;b&gt;TEGUH WINARSHO AS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-SZSj885I3qY/TxOFXGIKDcI/AAAAAAAABK0/5cmS2PWv_Z0/s1600/DSCF1840.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-SZSj885I3qY/TxOFXGIKDcI/AAAAAAAABK0/5cmS2PWv_Z0/s320/DSCF1840.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Asshalatu khairu minna naum…&lt;br /&gt;
Allahu akbar, Allhu akbar….&lt;br /&gt;
Laa illaha illallah….&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SENYAP subuh tiba-tiba pecah oleh gema suara azan. Laki-laki itu, Hasan, hatinya bergetar. Ia harus segera menunaikan kewajibannya. Mengambil air wudu dan salat berjemaah. Tapi, ah, ada sesuatu yang membuat pikirannya resah gelisah. Kedua kakinya enggan melangkah. Tampak di atas, langit subuh meremang bertabur bintang sisa malam pekat yang nyaris pudar. Sementara di udara, kabut tipis mulai bergerak dari arah bukit melulur pepohonan, bergetar pada lampu-lampu neon di pinggir jalan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menghimpun segenap kekuatan, Hasan memberanikan diri keluar dari balik rumpun bambu dan ilalang. Berjalan mengendap-endap menerobos semak belukar, menyembunyikan buntalan karung di antara semak tak terjamah. Di jalan depan, dalam remang pandang Hasan melihat beberapa orang tua berjalan terbungkuk-bungkuk menuju surau. Mengamit tasbih. Aroma minyak wangi meruap dari tubuh orang-orang tua itu menyentak hidung Hasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasan berjingkat keluar dari pekarangan mengikuti langkah orang-orang itu menuju surau. Jalanan tampak lengang karena memang begitulah jemaah subuh di surau, hanya berisi orang-orang tua tak pernah lebih enam orang. Dingin air yang mengucur dari padasan, terasa dingin membasuh wajah Hasan manakala ia wudu. Sejurus kemudian Hasan melangkah hati-hati menapaki undakan surau, duduk bersila di barisan depan menunggu ikamat. Geremeng suara zikir membuat Hasan hanyut, terlena, hingga mulutnya ikut bergerak melafalkan asma Allah dengan segenap rindu dan kepasrahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, seseorang mengumandangkan ikamah. Hasan segera berdiri dan sempat menghitung, hanya ada lima orang yang berjemaah. Hati Hasan tiba-tiba perih, seperti tertusuk beribu duri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Matamu merah, Hasan. Apakah semalaman kau tidak tidur?” usai salat subuh Haji Ali menghampiri, menepuk pundak Hasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasan tergeragap, menggosok-gosok mata. “Belum, Pak Haji….” Suara Hasan parau, membetulkan duduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku kagum padamu, Hasan. Kau anak muda yang masih mau menjaga rumah Allah. Seperti kau lihat sendiri tak ada anak muda yang mau jemaah subuh di sini. Hanya orang-orang tua yang sudah bau tanah,” kata Haji Ali penuh kekaguman pada Hasan. Senyumnya mengembang. “Oh, ya, kudengar kau sudah memutuskan tinggal di kampung ini. Itu baik sekali. Amalkan ilmu yang kau peroleh selama di pesantren untuk kemaslahatan umat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Insya Allah, Pak Haji. Selain itu, sudah lama saya punya cita-cita ingin mendirikan masjid di kampung ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masjid? Aku setuju sekali, Hasan. Surau ini sudah terlalu tua dan tak layak. Tapi apakah kau punya uang? Untuk mendirikan masjid butuh uang tidak sedikit. Kau tahu sendiri, banyak orang kaya di kampung ini, tapi mereka enggan mengeluarkan sebagian harta kekayaan mereka di jalan Allah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasan mengempaskan napasnya yang sekian lama tertahan di dada. Ada perasaan perih yang menikam. “Mudah-mudahan Allah memberi saya rezeki yang banyak, sehingga saya bisa mewujudkan keinginan itu. Saya juga berharap nantinya orang-orang kampung kemudian rajin datang ke masjid.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Amin. Amin. Memang, siapa lagi yang akan memuliakan rumah Allah, jika bukan kita umatnya? Aku sangat mendukung gagasanmu, Hasan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasan mengangguk-angguk. Di Timur, di antara lengap kabut dan embun yang masih menempel di ujung dedaunan, seberkas cahaya merah perlahan merekah. Sebentar lagi terang matahari menyentuh tanah. Sebentar lagi orang-orang kampung keluar rumah. Mendadak Hasan gelisah. Ia teringat buntalan karung yang ia sembunyikan di antara semak tak terjamah di pekarangan kosong seberang jalan. Tak ingin berlama-lama, Hasan segera menyalami laki-laki tua di depannya, pamit mohon diri.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;
Azan isya baru saja berkumandang. Tapi Hasan tidak segera bergegas ke surau lantaran di rumahnya, di atas tikar pandan, kini duduk tiga anak muda. Pandangan mata mereka tegas, tajam, menyiratkan niat yang tulus dan kesungguhan. Sembari mengelus-elus jenggotnya yang mulai tumbuh, Hasan menatap satu persatu anak muda sebaya dia itu. Lalu, “Mulai sekarang, berjemaahlah kalian di sini. Sebab, masjid tak lain adalah tempat sujud. Akan kudirikan masjid di rumah ini!” Dalam senyap suara Hasan bergetar. “Banyak orang kaya di kampung ini, tapi tak ada sebuah masjid pun! Astaghfirullah….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau ingin mendirikan masjid? Apakah kau punya uang?” Seseorang bertanya ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak Hasan menatap orang itu lalu tertawa pelan. Matanya sahdu, lembut dan dalam, seperti bening telaga di pegunungan. “Allah Mahakaya dan Maha Pemurah,” jawab Hasan penuh kepastian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memutar-mutar butir tasbih, hatinya terus berzikir. “Kekayaan Lurah Santani, Juragan Gambuh, Carik Wadi, Pak Baskoro, Pak Gani, tak ada apa-apanya di hadapan Allah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat Hasan melepaskan tasbih, menjentikkan jari kecilnya. “Ingat, Allah Penguasa dan pemilik langit dan bumi, tak akan kekurangan cara untuk membuat seseorang menjadi kaya atau tiba-tiba jatuh miskin! Kun faya kun! Jadi, maka jadilah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dingin malam menerobos jendela. Disusul gerimis, tiris. Tapi, tiga anak muda itu tetap tak berpaling dari hadapan Hasan. Duduk khusyuk. Dalam hati mereka memendam kekaguman pada Hasan. Ya, Hasan, yatim piatu yang dulu teramat miskin, setelah delapan tahun lebih merantau kini pulang dengan pikiran gemilang dan mulai beranjak dari kemiskinannya. Semua orang tahu, sepetak sawah peninggalan orangtua Hasan, mustahil bisa membuat Hasan seperti sekarang ini. Apalagi musim kemarau panjang, sawah itu tak menghasilkan apa-apa, kecuali bongkah-bongkah tanah merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketahuilah, semua yang ada di langit dan bumi ini milik Allah. Di situ melimpah rezeki Allah, asal kita mau bekerja keras dan istikamah!” Suara Hasan menjadi lirih, ditelan gerimis yang nampaknya akan menjadi hujan deras. Sesekali angin kencang meliuk, mengempas daun-daun mangga di halaman depan. Hasan beranjak menutup jendela. Selingkar tasbih masih melekat erat di genggamannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasan seperti terkejut mendapat pertanyaan itu. Tapi senyum yang kemudian mengembang di bibirnya mampu menghapus keterkejutannya. “Beribadah hanya kepada Allah dan bekerja giat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama ini aku sudah bekerja giat dan tekun beribadah. Tapi aku masih tetap miskin. Seandainya aku mencuri, apakah aku berdosa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali Hasan tersentak. Sesaat keningnya berkerut. Namun, bibirnya kembali bergerak, tersenyum. Matanya menyorot teduh. Wajahnya bercahaya. “Suatu hari para sahabat datang ke rumah Khalifah Umar mengadukan seorang pencuri yang ketahuan mengambil harta milik orang kaya. Para sahabat menginginkan agar Khalifah Umar sendiri yang memotong tangan pencuri itu. Akan tetapi, Khalifah Umar tidak tega melakukannya karena pencuri itu hidupnya miskin. Beberapa hari kemudian para sahabat datang lagi ke rumah Khalifah Umar membawa pencuri yang sama. Kembali Khalifah Umar tidak tega memotong tangan pencuri itu. Khalifah Umar justru bilang, jika dia sampai mencuri untuk yang ketiga kalinya, maka yang harus dipotong bukan tangan si orang miskin, melainkan tangan si orang kaya. Jadi….”&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Kampung Majnun yang sebagian besar penduduknya kaya raya dilanda resah, terancam bangkrut, miskin. Setiap malam ada saja warganya yang mengaku kecurian. Bahkan di siang bolong, seekor kambing bisa hilang dari kandang. Sepeda motor yang baru diparkir di halaman rumah mendadak raib, hilang. Begitu pula televisi, tape, radio, jemuran, buah-buahan, begitu cepat lesap dari pandangan. Sedetik saja lepas dari pandangan, barang-barang itu bisa melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun keamanan sudah ditingkatkan, pencuri itu selalu berhasil lolos. Malam adalah saat keresahan menebah menghantui penduduk kampung hingga mereka tak bisa tidur nyenyak. Belum pernah mereka dicekam keresahan seperti ini. Orang-orang pun kemudian sibuk menjaga harta bendanya masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Hasan dibantu tiga orang temannya sibuk merampungkan fondasi masjid di tanah pekarangan rumahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Allah menguji mereka dengan kehilangan harta benda semata-mata agar selalu ingat pada Allah. Bukankah Allah yang telah memberi mereka kemakmuran? Kelak, jika masjid ini selesai dibangun mudah-mudahan mereka sadar, kembali ke jalan Allah.” Suara Hasan terdengar lantang di siang terik, mengelus-elus jenggotnya yang kian panjang dan lebat sembari mengawasi Burhan, Munaf, dan Rasyid, tiga murid setia yang terus sibuk merampungkan fondasi masjid. Terengah-engah tiga orang itu, menggotong batu, mengangkut pasir dan membuat adonan semen. Truk sesekali menderu menurunkan bahan bangunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Allah akan mengutuk kampung ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termenung sesaat, Hasan menggeleng. “Mudah-mudahan Allah mengampuni mereka. Allah Maha Pengampun dan Penyayang. Oya, Munaf, apakah bapakmu sekarang sudah mulai salat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Munaf yang ditanya mengangkat kepalanya. “Sudah. Bahkan kadang puasa Senin-Kamis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus. Mudah-mudahan kelak bisa menjadi ahli surga. Bagaimana dengan bapakmu, Burhan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemarin sudah rajin, tapi sekarang berhenti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?” Hasan kaget, mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejak sepeda motornya hilang, bapak tak mau salat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar jawaban itu wajah Hasan memucat bagai tersengat arus listrik. Tapi hanya sesaat. “Apakah rumahmu masih yang di dekat sungai itu, Burhan? Rumah paling megah di antara penduduk di sekitarnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh…tidak apa-apa. Mungkin bapakmu lupa zakat. Suruh bapakmu kembali salat. Semoga Allah mengganti dengan rezeki yang berkah dan berlimpah.”&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Tak ingin pembangunan masjid tersendat-sendat, Hasan akhirnya menyewa tenaga kuli bangunan. Diam-diam warga kampung berdecak kagum. Di tengah kemiskinan yang terus merongrong, Hasan justru makin kaya. Meskipun lantai masih tanah, dinding belum dilapisi semen, kubah belum dipasang, tapi masjid itu sudah digunakan untuk salat berjemaah. Hasan selalu mengumandangkan azan sekaligus bertindak sebagai imam. Pada jemaah salat subuh Hasan akan memberi ceramah singkat. Tapi, hanya hari-hari pertama saja masjid itu ramai. Hari-hari berikutnya sepi. Jemaahnya tak pernah lebih sepuluh orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keresahan warga kampung kian buncah lantaran sudah hampir delapan bulan pencuri yang meresahkan itu belum tertangkap. Segala upaya sudah dikerahkan, tapi selalu gagal. Memang, beberapa orang pernah melihat pencuri itu, tapi seperti siluman pencuri itu tiba-tiba lenyap dalam gelap. Tak pernah terendus jejaknya. Beberapa orang lagi pernah melihat pencuri itu mengendap-endap masuk serambi masjid, tapi begitu dilihat ke dalam, hanya kelenggangan yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dendam yang tak tertahan membuat warga kampung terus berjaga-jaga sepanjang siang dan malam. Mereka banyak yang berhenti bekerja hanya karena ingin menangkap pencuri. Dan, entah dari mana sumbernya, kasak-kusuk itu mulai santer terdengar. Kasak-kusuk yang menyebut nama Hasan sebagai biang kerok pencurian selama ini. Begitulah, kebencian mulai tumbuh di dada setiap orang pada Hasan. Tumbuh subur seperti jamur di musim hujan. Orang-orang pun mulai mengintai setiap gerak-gerik Hasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga suatu malam, ketika bulan bersinar cukup terang, misteri panjang itu mulai terungkap. Sepuluh orang lebih, tak mungkin pandangan mata mereka tertipu. Dan, laki-laki yang sembunyi di balik semak-semak dengan buntalan melekat di punggung itu, jelas tak lain kecuali Hasan! Dengan pedang terhunus dan kebencian membuncah, serentak orang-orang memburu laki-laki itu. Mereka tampak beringas, bersorak-sorai, justru karena orang yang selama ini dikenal alim dan saleh oleh masyarakat ternyata seorang pencuri ulung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kentongan segera dipukul, pedang diayun-ayunkan, sesekali tampak berkilat tertimpa cahaya bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pencuri itu tinggal lima belas atau dua puluh meter lagi, tapi mendadak orang-orang berhenti. Merapat. Menajamkan pendengaran. Dari masjid, suara azan subuh terdengar nyaring, menggema, menusuk-nusuk gendang telinga. Selain sudah sangat hafal, telinga sepuluh orang tak mungkin salah dengar. Jelas suara azan itu milik Hasan! Ya, suara Hasan! Dan, bukankah hanya Hasan satu-satunya orang di kampung yang sudi mengumandangkan azan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu siapa pencuri itu? Dalam diam orang-orang saling pandang. Heran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Depok, 2004-2005&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Teguh Winarsho AS&lt;/b&gt;, lahir di Kulonprogo  (Yogyakarta), 27 Desember 1973. Pernah mendapat kehormatan sebagai  cerpenis terbaik se-Jawa Tengah versi Universitas Jenderal Sudirman  Purwokerto. Cerpen-cerpennya banyak menghiasi media massa, seperti &lt;i&gt;Republika,  Kompas, Horison, Media Indonesia, Koran Tempo, The Jakarta Post, Matra,  Suara Karya, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Kedaulatan Rakyat, Bernas,  Lampung Post,Bisnis Indonesia, Warta Kota, Pikiran Rakyat, Trans  Sumatera, Jawa Pos,Surabaya Post, Minggu Pagi, Suara Merdeka, Wawasan,  Solo Pos, Annida, Sabili, Nova, Citra&lt;/i&gt; dll.&lt;br /&gt;
Tulisan-tulisannya dalam bentuk antologi bersama adalah &lt;i&gt;Tamansari&lt;/i&gt; (Pustaka Pelajar, 1998), &lt;i&gt;Aceh Mendesah dalam Nafasku&lt;/i&gt; (Kasuha, 1999), &lt;i&gt;Embun Tajalli&lt;/i&gt; (Aksara, 2000&lt;i&gt;Bunga-Bunga Cinta&lt;/i&gt;(Senayan Abadi, 2003), &lt;i&gt;Wajah di Balik Jendela&lt;/i&gt;(Lazuardi, 2003), &lt;i&gt;Jika Cinta&lt;/i&gt;Senayan Abadi, 2003), &lt;i&gt;Pipit Tak Selamanya Luka&lt;/i&gt;(Senayan Abadi, 2003), &lt;i&gt;Jalan Tuhan&lt;/i&gt;(Lazuardi 2004), dll. Kumpulan cerpen tunggalnya yang telah terbit, &lt;i&gt;Bidadari Bersayap Belati&lt;/i&gt;(Gama Media, 2002), &lt;i&gt;Perempuan Semua Orang&lt;/i&gt; (Arruzz, 2004). &lt;i&gt;Kabar dari Langit&lt;/i&gt; (2004), &lt;i&gt;Tato Naga&lt;/i&gt; (2005) dan novel &lt;i&gt;Tunggu Aku di Ulegle&lt;/i&gt;, roman dan tragedi di bumi serambi Mekah (2005). Salah satu cerpennya masuk dalam kumpulan cerpen pilihan Kompas tahun 2003. Sementara novelnya &lt;i&gt;Di Bawah Hujan&lt;/i&gt; dimuat bersambung di harian Suara Pembaruan, edisi 10 April - 7 Juni 2000.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-7813153698266168292?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/WO13KyG43gI" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-16T09:49:06.689+07:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-SZSj885I3qY/TxOFXGIKDcI/AAAAAAAABK0/5cmS2PWv_Z0/s72-c/DSCF1840.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/pencuri-bukan-malaikat.html</feedburner:origLink></item><item><title>4 Cara Ajari Si Kecil Mengucap Terima Kasih</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/6Gaz2ccxb-c/4-cara-ajari-si-kecil-mengucap-terima.html</link><category>Tumbuh Kembang</category><category>Child</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Thu, 12 Jan 2012 10:56:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-8318940013043107507</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-p3fbrDJdTD0/Tw8sux83BaI/AAAAAAAABKo/RbL-WKp8GWE/s1600/S6000380%2B-%2BCopy.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-p3fbrDJdTD0/Tw8sux83BaI/AAAAAAAABKo/RbL-WKp8GWE/s320/S6000380%2B-%2BCopy.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Memiliki anak yang pandai dan santun menjadi impian setiap orangtua. Namun, mendidik anak untuk bersikap santun tidaklah mudah. Sopan santun sudah selayaknya diajarkan sejak dini agar menjadi kebiasaan bagi si kecil. Salah satu sopan santun yang paling mudah untuk dilakukan adalah mengucapkan terima kasih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Meski sebenarnya mudah, namun kenyataannya kata-kata ini sangat jarang diucapkan anak-anak zaman sekarang. Kata-kata ini dianggap biasa, padahal ucapan terima kasih punya arti dan makna mendalam. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat anak-anak tak segan mengucapkan terima kasih:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Beri contoh. Anak adalah peniru ulung, maka sebaiknya berikanlah semua contoh baik kepada anak-anak termasuk juga mengucapkan terima kasih. Sebuah studi menyatakan bahwa anak-anak meniru setidaknya 25 persen perkataan orang yang sering didengarnya. Biasakan anak mendengar kata "tolong" dan "terima kasih" setiap harinya pada berbagai kondisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Jelaskan artinya. Sebagian besar anak-anak hanya kenal mengucapkan "terima kasih" sebagai formalitas setelah diberi bantuan atau pada beberapa kondisi tertentu. Sebaiknya beri pengertian anak-anak akan arti kata-kata tersebut dan apa pengaruhnya bagi orang yang mendengarkan. Setelah mengerti arti kata tersebut maka anak-anak dapat lebih menghargai orang lain dan mengucapkannya dengan tulus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Gambarkan perasaan si pendengar. Ajak anak untuk membayangkan dan mengalami sendiri berbagai perasaan yang diakibatkan dari ucapan tersebut. Ajak mereka untuk membayangkan betapa senangnya dan bahagianya perasaan seseorang mendengar ucapan tersebut karena perbuatan mereka dihargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Ekspresi rasa syukur. Jelaskan juga kepada anak-anak, bahwa dengan mengucapkan terima kasih, anak-anak secara tidak langsung juga mengekspresikan rasa syukur pada Tuhan atas semua berkahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;style="color: lime;"&gt;http://female.kompas.com/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-8318940013043107507?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/6Gaz2ccxb-c" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-13T02:15:38.823+07:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-p3fbrDJdTD0/Tw8sux83BaI/AAAAAAAABKo/RbL-WKp8GWE/s72-c/S6000380%2B-%2BCopy.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/4-cara-ajari-si-kecil-mengucap-terima.html</feedburner:origLink></item><item><title>Aktivitas Yang Mencerdaskan Anak</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/g8X7lFJyiw0/aktivitas-yang-mencerdaskan-anak.html</link><category>Tumbuh Kembang</category><category>Child</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Wed, 11 Jan 2012 19:33:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-5264335954363353332</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-JIRHcqBMGsY/Tw5UMmsqS5I/AAAAAAAABKc/EvTcBfKNUjk/s1600/IMG_6472.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-JIRHcqBMGsY/Tw5UMmsqS5I/AAAAAAAABKc/EvTcBfKNUjk/s320/IMG_6472.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang anak adalah sebuah pribadi masih mudah terbentuk. Dalam membentuk seorang anak diperlukan bantuan dari orang tua. Orang tua sangat berperan penting dalam proses ini, terutama dalam proses menderdaskan anak. Manusia memiliki lima indera yang digunakan untuk menyerap informasi dan pengetahuan dari luar. Kelima indera inilah yang harus dilatih untuk menghasilkan anak yang cerdas. Lalu bagaimana cara melatihnya?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Berkomunikasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komunikasi adalah hal yang paling penting dalam proses pembelajaran anak. Dengan berkomunikasi seorang anak bisa mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan yang baru. Selain itu, hal ini juga bisa meningkatkan kedekatan antara orang tua dan anak. Dengan kedekatan tersebut, maka proses “transfer ilmu” dari orang tua kepada anak pun bisa berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Mengulang dan mengulang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendidik seorang anak memang butuh kesabaran. Mungkin seorang anak akan menanyakan hal yang sama, meskipun kita merasa pernah mengajarkannya. Namun ini adalah proses bagi seorang anak dalam menyerap pengetahuan. Kita tidak perlu dengan marah-marah mengatakan,”Lho… Kemarin kan sudah Papa kasih tahu...” Namun tetaplah menjelaskan dan menjawab apa yang ditanyakan oleh buah hati kita dengan penuh kesabaran. Dengan pengulangan akan menjadi sebuah kebiasaan. Hal ini juga bisa kita terapkan dalam pembentukan moral buah hati kita. Ajarkan anak akan pentingnya berterima kasih, dengan kita banyak mengucapkan terima kasih kepada buah hati dan kepada orang lain, terutama di depan buah hati kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Variasi gerakan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Variasi gerakan juga bisa meningkatkan kecerdasan anak. Itulah kenapa mengajak anak pergi ke taman bermain sangatlah penting. Hal ini dikarenakan buah hati kita bisa melakukan berbagai macam variasi gerakan dengan menggunakan permainan yang di taman bermain. Mulai dari bergelantungan, merangkak, bermain pasir, berlari, melompat, menanjak dan lain-lain. Hal ini tentunya juga bisa dilakukan di rumah kita sendiri, dengan bimbingan dari orang tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Bermain dan Mendengarikan Musik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memainkan dan mendengarkan musik, selain bisa mencerdaskan anak, juga dipercaya dapat meningkatkan kepekaan anak kepada keadaan lingkungan sekitar. Hal ini sangat bermanfaat bagi kecerdasan sang anak dalam bersosialisasi. Musik yang sangat baik untuk didengarkan anak adalah musik klasik, karena musik klasik sangat lembut dan iramanya sangat indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Berolahraga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berolahraga juga sangat penting buat anak, agar sang buah hati memiliki kekebalan dari berbagai macam penyakit. Bila belum memungkinkan, kita tidak perlu mengajak buah hati kita melakukan olah raga yang sulit, seperti bola basket dan sepak bola. Cukup dengan berjalan kaki bersama di akhir pekan. Hal ini akan sangat baik bagi kebugaran tubuh sang anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Gizi yang baik dan seimbang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin kita semua sudah tahu, menu makanan yang baik adalah makanan yang mengandung sayur, daging, dan nasi, dan ditambah susu. Supaya anak-anak tidak bosan dengan menu makanan yang kita sediakan, kita harus pandai untuk memberikan menu makanan yang bervariasi kapada buah hati kita. Bila ingin menggunakan suplemen bagi anak, sebaiknya konsultasikan dulu kepada dokter ahli gizi, supaya aman dan baik untuk kesehatan sang anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Permainan Menyentuh dan Membau&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu contoh permainan menyentuh adalah dengan memberikan anak berbagai macam bangun, lalu meminta anak menyentuh benda tersebut dan menebak benda apa yang disentuh dengan mata tertutup. Sedangkan permainan membau, bisa dilakukan dengan memberikan anak berbagai macam benda (misalnya sabun, parfum, bawang, dll), lalu meminta anak membau benda tersebut dan menebak benda apa yang dibau dengan mata tertutup. Permainan semacam ini banyak dilakukan oleh guru-guru TK untuk meningkatkan kepekaan indera peraba dan pembau anak. Tentu saja juga bertujuan untuk membuat anak menjadi lebih cerdas. Sebagai orang tua, tentu permainan ini juga tidak sulit untuk dilakukan di rumah bukan? Tentu saja, kita juga membuat variasi permainan yang lain yang berhubungan dengan melatih kepekaan indera peraba dan penciuman sang anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Menebak Warna&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permainan ini bertujuan untuk melatih indera penglihatan sang anak. Kita bisa melakukannya dengan meminta buah hati kita menebak warna benda yang ada disekitarnya, misalnya di dalam rumah. Akan lebih menarik lagi bila kita bisa membelikan buah hati kita sebuah permainan yang berwarna-warni, sehingga buah hati kita pun bisa lebih tertarik untuk belajar sambil bermain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Mendongeng Buat Anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aktivitas mendongeng juga sangat baik. Dengan mendongeng, kita bisa mengajak anak untuk bereksplorasi dengan bermacam-macam indera. Yang pertama tentu saja indera pendengaran, karena agar sang anak tahu jalan cerita dari apa yang kita dongengkan, sang anak harus mendengarkan. Kemudian indera penglihatan. Hal ini bisa kita lakukan dengan melukiskan di atas kertas apa yang kita dongengkan, supaya anak bisa berimajinasi juga. Namun bila kita mendongeng dengan sebuah buku cerita, kita bisa memperlihatkan gambar-gambar di dalam buku cerita yang kita dongengkan tersebut. Dalam hal ini, kita juga harus pandai dalam memilih buku cerita buat anak. Tentunya adalah sebuah buku cerita yang memiliki gambar yang berwarna-warni dan menarik. Anda bisa mendapatkan bermacam-macam dongeng di sini (dongeng yang mengandung nilai moral).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Bernyanyi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagu yang baik untuk dinyanyikan oleh seorang anak tentu saja adalah lagu anak-anak. Apalagi lagu-lagu yang inspiratif dan memiliki nilai pendidikan buat anak. Anda bisa menemukannya di sini (dijamin lagu-lagunya mendidik, inspiratif, dan motivatif). (&lt;b&gt;Kak Zepe, Pencipta Lagu Anak&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;span style="color: lime;"&gt;http://forum.detikhealth.com/aktivitas-yang-mencerdaskan-anak-t227133.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-5264335954363353332?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/g8X7lFJyiw0" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-12T10:33:49.462+07:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-JIRHcqBMGsY/Tw5UMmsqS5I/AAAAAAAABKc/EvTcBfKNUjk/s72-c/IMG_6472.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/aktivitas-yang-mencerdaskan-anak.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pilih Anak Pintar atau Anak Baik?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/mind2iQXr6U/pilih-anak-pintar-atau-anak-baik.html</link><category>Tumbuh Kembang</category><category>Child</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Tue, 10 Jan 2012 19:01:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-4938224595826901949</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-LhOcV4B335I/Twz7inwcIdI/AAAAAAAABKQ/SmKuqppN08A/s1600/Trio%2BCuanTiex%2B-%2BCopy.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="298" src="http://1.bp.blogspot.com/-LhOcV4B335I/Twz7inwcIdI/AAAAAAAABKQ/SmKuqppN08A/s320/Trio%2BCuanTiex%2B-%2BCopy.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bila diminta memilih, apakah ingin memiliki anak yang pintar atau yang baik, tentu Anda akan memilih dua-duanya. Pintar, dalam arti menguasai pelajaran di sekolah atau ketrampilan tertentu dengan baik. Sedangkan baik, bisa dimaknai sebagai karakter yang positif, seperti sifat yang sopan, tidak mudah putus asa, jujur, rendah hati, teguh dalam mewujudkan impian, dan lain sebagainya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, seringkali yang terjadi anak hanya memiliki salah satu ciri tersebut. Tak sedikit orangtua yang lebih mementingkan anak menjadi pintar, dan menomorduakan karakter yang positif. Mengapa karakter yang positif perlu dimiliki, tak lain karena dasar-dasar karakter yang positif ini yang akan membuatnya mampu bersosialisasi dengan baik dengan lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karakter positif yang dimiliki seorang individu memiliki energi positif yang pengaruhnya akan mampu menyebar ke lingkungan sekitar, dan menarik terbangunnya karakter positif pula bagi individu-individu yang lain. Terbangunnya karakter positif ini jelas merupakan proses yang panjang. Orangtua tidak bisa membebankan pembangunan karakter ini pada sekolah saja. Character building terutama harus diupayakan melalui suatu pola asuh yang tepat dari orangtua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, kesibukan orangtua masa kini kerap membuat mereka "lupa" menjalankan tugas untuk membentuk anak dengan karakter positif. "Contohnya, kalau anak banyak nanya, orangtua langsung bilang, 'Bandel kamu!' Itu kan bukan bandel, anak hanya bersikap kreatif," kata Kak Seto, saat seminar "Membentuk Anak Berkarakter Positif dengan Pola Asuh Tepat", dalam Smart Parents Conference 2010 di Jakarta Convention Center, Sabtu (31/7/2010).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kelelahan, wajar bila orangtua jadi cepat marah. Tetapi, tidak pada tempatnya bila kemarahan ini ditumpahkan pada anak. Sebab, kekerasan -meskipun hanya dalam bentuk verbal- akan merusak karakter positif anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika anak sedang malas belajar, misalnya, orangtua tak perlu lantas menjadi panik berkepanjangan. Bagaimanapun juga, belajar adalah hak anak, bukan kewajiban. Menurut Kak Seto, hak bermain anak pun harus dipenuhi. Selain itu, jangan membanding-bandingkan anak dengan anak lain, entah itu dengan kakak-adiknya, atau dengan teman-temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Setiap anak itu unik, jadi tidak bisa dibandingkan dengan orang lain. Lebih baik, bandingkan dengan dirinya sendiri. Misalnya, 'Ayo, kan kemarin bisa, sekarang juga pasti bisa!'" tutur Chairman Mutiara Indonesia Foundation ini. Buat suasana belajar yang menyenangkan, agar anak senang belajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak cara yang bisa dilakukan orangtua untuk menciptakan suasana mendidik yang menyenangkan bagi anak. Kak Seto menyarankan orangtua untuk bersikap lebih kreatif dalam mendidik anak. Metode pembentukan karakter, menurutnya, bisa muncul dalam bentuk apa saja: hiburan, permainan, pikiran yang positif, sulap, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sifat kreatif juga bisa dipelajari. Saat seminar, Kak Seto membuat permainan mencipta lagu. Ia menuliskan empat baris kalimat, lalu menyanyikan dua baris pertama dengan nada yang diciptakannya sendiri. Ketika peserta seminar diminta melanjutkan dua baris kalimat terakhir dengan nada yang juga diciptakan sendiri, ternyata semua peserta bisa melakukannya. Artinya, semua orang ternyata bisa kreatif!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:&lt;span style="color: lime;"&gt; http://female.kompas.com/&lt;/span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-4938224595826901949?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/mind2iQXr6U" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-11T10:01:52.751+07:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-LhOcV4B335I/Twz7inwcIdI/AAAAAAAABKQ/SmKuqppN08A/s72-c/Trio%2BCuanTiex%2B-%2BCopy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/pilih-anak-pintar-atau-anak-baik.html</feedburner:origLink></item><item><title>Hati-hati dengan Permainan Anak di Sekolah</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/LwPYjDZfnB8/hati-hati-dengan-permainan-anak-di.html</link><category>Tumbuh Kembang</category><category>Child</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Tue, 10 Jan 2012 17:32:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-4180179306902164301</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2009/10/06/1408394p.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="225" width="298" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2009/10/06/1408394p.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Beberapa waktu lalu surat kabar Inggris, The Sun, melansir berita mencengangkan mengenai pola permainan baru anak SD di sana. Lupakan petak umpet dan lompat tali. Mereka sekarang bermain dengan bagian pribadi tubuh mereka. Untuk ikut bermain dalam permainan ini, mereka harus mengenakan gelang plastik murah berwarna-warni yang mereka namakan “&lt;i&gt;shag bands&lt;/i&gt;”.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harga satu gelang shag bands jika dirupiahkan hanya senilai beberapa ribu, namun harga itu tak sebanding dengan apa yang mereka harus korbankan, yakni kepolosan mereka. Bisa jadi tak banyak orangtua mencurigai cara awal permainan ini. Awalnya, mirip permainan anak-anak biasa. Caranya, anak-anak akan mengenakan gelang sesuai warna yang mereka sukai, lalu mereka akan mengejar anak yang mereka sukai. Ketika anak yang mereka sukai tertangkap, dan gelang plastiknya berhasil diputuskan, maka si pemilik gelang harus melakukan suatu tindakan seksual sesuai arti dari lambang warna gelang yang sedang ia gunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sini lah yang menyeramkan. Arti dari warna gelang-gelang tersebut ternyata menyakitkan untuk diketahui orangtua yang terlambat mengetahui. Warna kuning berarti memeluk si anak laki-laki, warna oranye berarti memberi kecupan hingga meninggalkan tanda pada si anak laki-laki, ungu berarti ciuman di bibir, pink berarti menunjukkan payudara kepada si anak laki-laki, merah berarti tarian erotis (&lt;i&gt;lap dance&lt;/i&gt;), biru berarti seks oral, hitam berarti berhubungan intim, dan emas semua hal di atas tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak perempuan akan mengenakan gelang sesuai keberanian mereka untuk melakukan salah satu tindakan seksual tadi. Salah satu anak berusia 8 tahun yang mengenakan gelang berwarna pink, ketika diwawancara The Sun mengatakan, bahwa ia sempat tidak mengenakan gelang tersebut selama beberapa waktu. Namun ternyata ia malah dikucilkan teman-temannya. Jika ada yang tak mengenakan gelang, berarti ia tidak bisa bergabung dengan kumpulan geng keren. Warna dari gelang yang dikenakan setiap anak juga menunjukkan semacam “status” mereka. Anak-anak perempuan yang berani mengenakan gelang berwarna hitam akan sangat disenangi oleh anak laki-laki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permainan berbahaya ini terekspos karena adanya seorang ibu yang tanpa sengaja mengetahui tentang arti permainan ini. Ia bersedia diwawancara untuk mengingatkan para orangtua agar tidak terkecoh, dan untuk mau tahu tentang kegiatan anak-anaknya agar mereka bisa melindungi lebih baik. The Sun menghubungkan kegiatan semacam ini dengan tingginya tingkat kehamilan muda di Inggris yang mengalahkan negara-negara Eropa lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para orangtua, waspadalah dan jangan segan untuk memberikan pengetahuan yang cukup untuk anak-anak Anda, khususnya tentang seksualitas dan perbedaan antara pria dan wanita.(Nadia Felicia)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;span style="color: lime;"&gt;http://health.kompas.com/read/2009/10/06/14283555/Hati-hati.dengan.Permainan.Anak.di.Sekolah&lt;/span&gt;#       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-4180179306902164301?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/LwPYjDZfnB8" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-11T08:32:56.181+07:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/hati-hati-dengan-permainan-anak-di.html</feedburner:origLink></item><item><title>Mainan Tepat bisa Bangkitkan Kecerdasan Anak</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/E8-jFyhY0bI/mainan-tepat-bisa-bangkitkan-kecerdasan.html</link><category>Tumbuh Kembang</category><category>Child</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Mon, 09 Jan 2012 20:48:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-8278400083316594584</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-6lye13cVTSI/TwvC6LwxxDI/AAAAAAAABKE/HA-FUo1ygt8/s1600/file144.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://3.bp.blogspot.com/-6lye13cVTSI/TwvC6LwxxDI/AAAAAAAABKE/HA-FUo1ygt8/s320/file144.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Para ahli perkembangan anak setuju, bahwa mainan anak yang tepat sesuai usianya bisa bantu anak lebih cerdas dan memaksimalkan perkembangan otaknya. Namun, pilihan mainan anak di luar sana sungguh sangat banyak. Membuat para orangtua kebingungan memilih mainan apa yang tepat untuk anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sandra Gordon, penulis Consumer Reports Best Baby Products, mengatakan, bahwa kunci memilih mainan dan aktivitas yang tepat untuk melatih perkembangan otak anak adalah dengan memilih yang sesuai level perkembangan si anak itu sendiri. Ketika Anda memilih mainan yang tepat, berarti Anda berbicara dengan bahasa yang sama dengan si bayi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menyarankan untuk memilih mainaan yang sesuai dengan usia anak agar tidak membuatnya frustasi. Bayi, tertarik pada barang yang bergerak dan bersuara. Jadi, menggoyangkan mainan berbunyi atau kunci akan menstimulasi mereka. Semakin mereka beranjak dewasa, Gordon merekomendasikan mainan bertekstur yang bisa disentuh dan remas, seperti boneka lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah mainan dan kebisaan anak sesuai tahapan perkembangannya dari situs WebMD:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dari lahir hingga 4 bulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Lakukan aktivitas:&lt;br /&gt;
* Membaca untuknya,&lt;br /&gt;
* Membuat mimik wajah yang berlainan,&lt;br /&gt;
* Mengelitikinya,&lt;br /&gt;
* Memindahkan obyek yang dilihat bayi perlahan-lahan,&lt;br /&gt;
* Menyanyikan lagu anak-anak dengan frase yang diulang,&lt;br /&gt;
* Menceritakan aktivitas Anda saat bersamanya. Misal; "Adik sudah mandi, sudah wangi. Sekarang Mama taburin minyak telon di perut Adik supaya hangat. Sekarang Mama mau kasih bedak di badan Adik supaya wangi."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Usia 4-6 bulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
* Bantu bayi untuk memeluk boneka binatang,&lt;br /&gt;
* Tumpuk barang-barang seperti blok plastik dan biarkan si kecil menjatuhkannya,&lt;br /&gt;
* Mainkan musik dengan ritme berbeda,&lt;br /&gt;
* Tunjukkan buku dengan warna-warni terang kepada si bayi,&lt;br /&gt;
* Biarkan si bayi mengenal barang dengan tekstur yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Usia 6-18 bulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
* Bicaralah dan berinteraksi berhadapan untuk meningkatkan koneksi antara suara dan kata-kata,&lt;br /&gt;
* Tunjuk orang-orang yang ia kenal dan sering lihat sambil mengulang namanya,&lt;br /&gt;
* Nyanyikan lagu-lagu dengan kalimat berulang serta gerakan tangan,&lt;br /&gt;
* Bermain petak umpet yang ringan, seperti menutup matanya atau menutup wajah Anda dan kejutkan ia dari balik kain dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Usia 18-24 bulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
* Main tunjuk bendanya. Misal, "Mana mobil berwarna merah? Mana permen warna hijau?" Atau, Anda bisa memintanya mengambilkan barang yang ada dekatnya, misal, "Mama minta tolong diambilkan bedaknya, dong, Dik."&lt;br /&gt;
* Bicaralah langsung kepada si bayi secara langsung,&lt;br /&gt;
* Kenalkan si anak kepada alat-alat menulis, seperti krayon dan kertas,&lt;br /&gt;
* Tanyakan pertanyaan "dimana dan apa" saat membacakan dongeng untuk anak,&lt;br /&gt;
* Dorong anak untuk bermain mandiri dengan mainan favoritnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Usia 24-36 bulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
* Berikan pujian pada anak dan dorongan saat ia bermain untuk melatih kemampuan motoriknya,&lt;br /&gt;
* Dorong ia dengan memberitahunya cara lain dalam menggunakan mainannya,&lt;br /&gt;
* Bantu anak untuk melakukan kegiatan harian, seperti bermain bicara di telepon, mengendarai mobil, mengadakan acara minum teh,&lt;br /&gt;
* Saat membaca buku, ajak si anak untuk ikut dalam ceritanya dengan menanyakan pertanyaan berhubungan dengan cerita, tunjukkan kata-kata pada saat membaca pada anak, sambil membantunya mengenali arti kata itu sambil didemonstrasikan jika memungkinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Usia 3-5 tahun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
* Ajarkan untuk berbagi dengan contoh,&lt;br /&gt;
* Mainkan permainan papan untuk mengajarkan tentang peraturan dan keahlian,&lt;br /&gt;
* Batasi waktu menonton televisi menjadi 1-2 jam per hari dan menontonlah bersama si kecil untuk membuatnya menjadi acara yang interaktif,&lt;br /&gt;
* Saat si kecil makin mahir, tawarkan pilihan yang sederhana, misal, memilih mau membaca buku atau bermain puzzle,&lt;br /&gt;
* Batasi penggunaan kata "jangan" dan dorong ia untuk mengeksplorasi dan mendorong keingintahuannya,&lt;br /&gt;
* Berikan rasa hormat dan perhatian, serta tunjukkan kesabaran saat si kecil berusaha menjelaskan pengalamannya,&lt;br /&gt;
* Sisihkan waktu setiap hari bersama si kecil untuk mendiskusikan apa saja yang telah ia lalui hari itu, dan dorong si kecil untuk menjelaskan dan mengeksplorasi pengalaman barunya. (Nadia Felicia)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:&lt;span style="color: lime;"&gt; http://health.kompas.com/read/2010/10/04/13484036/Mainan.Tepat.bisa.Bangkitkan.Kecerdasan.Anak&lt;/span&gt;#       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-8278400083316594584?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/E8-jFyhY0bI" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-10T11:48:52.335+07:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-6lye13cVTSI/TwvC6LwxxDI/AAAAAAAABKE/HA-FUo1ygt8/s72-c/file144.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/mainan-tepat-bisa-bangkitkan-kecerdasan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pasar Murah</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/Wu2HUYg2zNY/pasar-murah.html</link><category>Kegiatan</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Mon, 09 Jan 2012 09:23:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-6725568331916338330</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-jX_riTaXXYA/TwsgkE7x_dI/AAAAAAAABJ4/77nv_LClEuU/s1600/Elnuna%2528511%2529%2B-%2BCopy.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-jX_riTaXXYA/TwsgkE7x_dI/AAAAAAAABJ4/77nv_LClEuU/s200/Elnuna%2528511%2529%2B-%2BCopy.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ahad, 1 Januari 2012 pukul 08.00 wib. Hujan deras yang turun sepanjang malam masih menyisakan gerimis saat Wawan, Agus, Wiwit, Taufiq, Fajar, dan Jaru datang ke Sanggar Bunga Padi sambil mengusung kursi plastik milik KK LPMD Dusun Dobangsan. Memang, sesuai pembagian kerja pengurus anak Sanggar pada musyawarah satu minggu sebelumnya, anak sanggar laki-laki yang sudah &lt;i&gt;gede&lt;/i&gt; diberi tanggung jawab untuk menyiapkan keperluan perlengkapan acara pasar murah.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-2Q6_ZQsqFso/TwsgGZHsR6I/AAAAAAAABJs/EGL1-htkxEU/s1600/Elnuna%2528495%2529%2B-%2BCopy.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-2Q6_ZQsqFso/TwsgGZHsR6I/AAAAAAAABJs/EGL1-htkxEU/s200/Elnuna%2528495%2529%2B-%2BCopy.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tidak sampai 30 menit persiapan tempat pasar murah pun berhasil ditata oleh mereka. Meja dan kursi sudah berjajar rapi. Paket sembako dan pakaian pantas pakai juga sudah nangkring di atas meja. Saya sempat geleng-geleng kepala melihat mereka bekerja mempersiapkan tempat yang begitu cepat ini. Terlebih usia mereka baru 10 tahun sampai 14 tahun. Tampaknya mereka sangat paham dengan tugas yang diberikan kepada mereka. "Ah, ternyata anak-anakpun jika diberi kepercayaan juga dapat mengemban kepercayaan itu dengan baik," batinku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagiku, peristiwa ini merupakan pelajaran yang sangat berharga. Setiap orang -- termasuk anak-anak -- akan mampu melaksanakan tugas dan kepercayaan yang diberikan kepadanya apabila mereka diberi kepercayaan penuh untuk melakukannya. Bagi mereka, barangkali hal ini menjadi perwujudan dari upaya menunjukkan eksistensi diri, tidak hanya bagi komunitasnya namun juga kepada khalayak umum. Persoalannya, bersedia dan beranikah orangtua (baca: orang dewasa) memberikan tugas dan kepercayaan kepada anak-anak? Sebab, dunia orangtua lebih sering memandang dan mempersepsikan dunia anak-anak sebagai sebuah dunia lain dimana mereka dipandang belum mampu untuk berbuat sesuatu dan bertanggungjawab terhadap hal tersebut. Pola pikir seperti ini masih banyak dianut oleh para orangtua, bahkan dalam mendidik anak-anak mereka sendiri. Akibatnya, banyak anak-anak kita yang tidak memahami arti tanggung jawab, bahkan terhadap dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan, semenjak persiapan (mulai dari menimbang gula, membuat kupon dan membagi kupon kepada masyarakat sampai meminjam kursi kepada pengurus KK LPMD) sudah dilakukan mereka sendiri, tanpa ada campur tangan dari kami, para pengelola. Mereka, anak-anak itu, dapat menjalankan tugasnya dengan baik, tidak kalah dengan orangtua. Mereka sudah berbagi tugasnya masing-masing. Mereka, layaknya orang dewasa, juga sudah tahu tanggung jawabnya masing-masing. Termasuk tanggung jawab membersihkan teras rumah yang jadi tempat persiapan selama 3 sore itu. Ternyata, anak-anak itu bisa dan mampu!  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum usai aku termenung, terdengar ucapan salam dari serombongan anak putri. Anak-anak usia 8 tahun - 14 tahun ini datang beramai-ramai ke Sanggar dengan tugas sebagai penjaga meja. Ayu, Devi, Vera, Meli, Amel, Arni, Septi, Resti, Kharisma, Ana, Irma, Beti, Islah, Piyar, Irsa, Bela, Wulan, Shakira, langsung mempersiapkan segala sesuatu di meja masing-masing. Sedangkan tugas Wahyu, Sandi, Endrat, Adit, Eka, Hadi, Amar, Rizki, Fadlan, Reza, bertugas mengontrol stok barang di masing-masing meja untuk diisi jika sudah menipis. Adapun untuk anak Sanggar usia 15 tahun - 16 tahun, seperti Rani, Bayu, Nanang, Agus BS, Agus Mb, Dedek, Firman dan Sariyono, bertugas mengawasi secara keseluruhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gerimispun benar-benar telah menghilang. Meski pasar murah baru akan dibuka pukul 10.00 wib, namun sejak pukul 09.30 wib sudah terlihat warga masyarakat mulai datang. Mereka mulai terlihat asik memilih baju yang nanti akan dibeli atau sekedar duduk-duduk di kursi yang sudah disediakan. Saat jam sudah menunjukkan pukul 10.00 wib, pasar murah pun resmi dimulai. Suasana ramai dan meriah layaknya sebuah pasar pun tercipta. Tak jarang para penjaga meja bertanya sambil berteriak kepada anak sanggar yang lebih tua: "&lt;i&gt;iki susuk-e piro yo?&lt;/i&gt;" &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, saat jarum jam menunjukkan pukul 13.00 wib pasar murah diakhiri. Sejumlah 180 paket sembako seharga Rp. 12.000,- (gula pasir 1 kg, minyak goreng 1/4 liter, dan 3 buah mie instan) diambil semuanya oleh penerima kupon, sedangkan warga masyarakat yang tidak menerima kupon membeli produk sembako sejumlah 5 karung gula pasir (dijual dengan harga Rp. 9.000/kg), 5 dos minyak goreng 1/4 liter (Rp. 2.500/plastik), 2 dos minyak goreng 1/5 liter (Rp. 5.000/plastik), 15 dos mie instan (Rp. 1.000/biji), 2 dos sabun cuci piring (Rp. 1.000/3 biji), 1 dos deterjen (Rp. 1.000/3 biji). Sedangkan pakaian pantas pakai yang dijual per biji mulai Rp. 2.000 - Rp. 5.000, berhasil meraih uang sebesar Rp. 379.000,-. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun tampak wajah-wajah lelah, tetapi dari sorot mata anak-anak terlihat kegembiraan yang luar biasa. "Capai banget, &lt;i&gt;ning&lt;/i&gt; seneng &lt;i&gt;poll&lt;/i&gt;," ujar mereka ketika saya tanya bagaimana perasaannya. Kemudian Devi bercerita kalau para ibu menghendaki diadakan lagi, sebab harganya benar-benar murah. "&lt;i&gt;Regane murah, sak ngisore rego kulakan&lt;/i&gt;," ceritanya yang diamini anak-anak sanggar yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian anak-anak pulang setelah membereskan segala sesuatunya dan menyantap makan siang yang sudah disediakan oleh Rani dan Mbak Lilik. Kami melepas mereka dengan seulas senyum: terma kasih anak-anak...kalian telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kami, para orangtua.           &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-6725568331916338330?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/Wu2HUYg2zNY" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-10T00:37:05.388+07:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-jX_riTaXXYA/TwsgkE7x_dI/AAAAAAAABJ4/77nv_LClEuU/s72-c/Elnuna%2528511%2529%2B-%2BCopy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/pasar-murah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pentingnya Memilih Mainan Sesuai Usia Balita</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/1QJSgZYCJYY/pentingnya-memilih-mainan-sesuai-usia.html</link><category>Tumbuh Kembang</category><category>Child</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Sun, 08 Jan 2012 17:58:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-6198126042767213307</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7vxfB7x_ZNM/TwpJllR0CyI/AAAAAAAABJU/QvJ5I5LY6cA/s1600/file123.jpeg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="241" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-7vxfB7x_ZNM/TwpJllR0CyI/AAAAAAAABJU/QvJ5I5LY6cA/s320/file123.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Meski sudah hati-hati menjaga buah hati, terkadang orangtua alpa membiarkan anak bermain dengan mainan yang berisiko tinggi. Memilihkan mainan untuk anak perlu melihat usianya, dan pastikan terdapat instruksi yang menjelaskan fungsinya. Jika tidak, balita bisa tak sengaja memasukkan mainan ke lubang hidung atau telinga, atau menelannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Untuk usia anak di atas satu tahun, selalu pilih mainan balita sesuai standar. Pilih mainan dengan instruction by age yang tertera di boks mainan tersebut. Ini cara paling aman untuk memberikan mainan kepada balita," papar dr Phan Oto, dokter spesialis anak kepada Kompas Female, usai talkshow di pameran ibu dan bayi, beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dr Oto, memberikan mainan kepada balita perlu melihat kebutuhan anak. Untuk bayi yang baru lahir, tak perlu memberikan mainan tertentu karena pada usia ini bayi hanya mengenali warna hitam dan putih. Mulai usia tiga bulan, bayi mulai menyadari perbedaan warna, jadi berikan mainan yang sifatnya hanya mengenalkan warna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Bayi baru lahir belum memiliki sensor, yang dibutuhkannya hanyalah belaian dan berikan juga nyanyian," tambahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memasuki usia empat bulan, bayi sudah mulai bergerak dan memiliki sensor, namun masih harus distimulasi. Bayi semakin bergerak aktif pada usia delapan bulan. Memberikan mainan pada usia ini tak jadi soal asalkan orangtua lebih hati-hati menjaganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anak sudah berusia satu tahun, berikan mainan yang berukuran besar agar tidak mudah masuk ke mulut atau anggota tubuh lainnya, kata dr Oto. Nah, jika usia anak sudah lebih dari satu tahun, orangtua perlu lebih teliti memilih mainan. Di antaranya dengan memperhatikan instruksi dalam mainan, apakah sesuai dengan usia balita Anda. Jika perlu, tanyakan kepada toko atau penjual mainan anak, untuk memastikan apakah mainan tersebut aman untuk usia anak Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hiburan lain untuk anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Selain mainan, tontonan melalui DVD atau televisi bisa menjadi hiburan bagi balita. Namun orangtua perlu ekstra hati-hati memilihkan tontotan untuk anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak usia satu tahun sudah mulai belajar meniru, kata dr Oto, jadi sebaiknya dampingi anak menonton televisi atau film anak-anak sekalipun. Film kartun, misalnya, tak semuanya cocok untuk usia balita. Meski lucu dan menyenangkan, tontotan kartun tertentu lebih pas untuk orang dewasa. Anda tentu tak ingin balita di rumah meniru adegan saling memukul meski terkesan lucu bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk hiburan yang satu ini, sebaiknya batasi waktu anak menonton televisi atau film anak melalui DVD. Luangkan juga waktu untuk mendampingi, agar anak mengerti dan tak asal meniru adegan yang direkamnya sejak dini. (Wardah Fazriyati)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;b&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;http://health.kompas.com/read/2010/08/12/13013996/Pentingnya.Memilih.Mainan.Sesuai.Usia.Balita#&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-6198126042767213307?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/1QJSgZYCJYY" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-09T08:58:00.001+07:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-7vxfB7x_ZNM/TwpJllR0CyI/AAAAAAAABJU/QvJ5I5LY6cA/s72-c/file123.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/pentingnya-memilih-mainan-sesuai-usia.html</feedburner:origLink></item><item><title>Ramadan Ayah</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/EdTXC/~3/jb6LOeJz3po/ramadan-ayah.html</link><category>Cerita</category><author>noreply@blogger.com (sanggar bunga padi)</author><pubDate>Thu, 05 Jan 2012 09:58:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6933460666263113371.post-5984971108533887240</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh: &lt;b&gt;TEGUH WINARSHO AS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-BYtsVMqyHBA/TwXkkVXpgjI/AAAAAAAABJI/yQH-onlxq-I/s1600/DSC02131.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-BYtsVMqyHBA/TwXkkVXpgjI/AAAAAAAABJI/yQH-onlxq-I/s320/DSC02131.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;RAMADAN selalu membuat kampung kami bergairah. Orang-orang seperti berlomba memperbanyak ibadah. Bahkan, banyak di antara mereka yang sebelumnya tak pernah datang ke masjid, tiba-tiba di Bulan Ramadan ini rajin ke masjid. Tapi sayang, Ayah, laki-laki tua yang suka mendengus dan meludah, tetap tidak berubah. Setiap malam Ayah masih suka begadang di gardu ronda dekat pasar, sibuk memelototi kartu ceki dan sedikit minum alkohol; mabuk. Pulang jam lima pagi dengan langkah gontai dan mata merah, berpapasan dengan orang-orang yang baru pulang dari masjid.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami, anak-anaknya, sebenarnya malu melihat tingkah laku Ayah. Tapi kami tak berani memperingatkannya. Kecuali kami siap mendapat tamparan di pipi atau tendangan di pantat. Dan begitulah, kami, aku dan kedua adikku, tumbuh sebagai anak-anak yang terkesan pendiam dan patuh pada orang tua. Meski kepatuhan kami terutama pada Ayah karena terpaksa. Tapi, itu tidak masalah. Karena bagi kami, yang terpenting adalah menghindari tamparan dan caci maki Ayah yang sering mengundang perhatian tetangga kanan kiri. Dan itu artinya kami tidak menyakiti perasaan Ibu. Sebab, di antara kami, Ibulah yang paling banyak menanggung malu jika Ayah marah-marah sampai mengeluarkan kata-kata kasar dan jorok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu adalah kesejukan embun di pagi hari. Tatapan matanya menentramkan hati kami. Menyegarkan kekeringan jiwa kami. Ibu laksana batu karang yang berdiri kokoh di tengah empasan gelombang. Ibu tak pernah marah meski perlakuan Ayah demikian menyakitkan. Ibu tertunduk diam, dan paling-paling hanya menangis sesenggukan ketika Ayah memarahi, membentak-bentak, bahkan menamparnya. Mungkin bagi Ibu, kepatuhan pada suami merupakan nilai ibadah tersendiri. Entahlah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang, orang yang sangat kami sayangi itu lebih cepat pulang ke pangkuan-Nya. Ramadan tahun lalu, Ibu meninggalkan kami untuk selama-lamanya ketika sesungguhnya kami masih sangat membutuhkan kehadirannya. Dan mungkin itulah awal petaka yang menimpa keluarga kami. Ayah semakin jarang berada di rumah. Selain menghambur-hamburkan uang di meja judi, Ayah juga mulai berani main perempuan. Bahkan, beberapa kali Ayah sempat membawa perempuan menginap di rumah. Kami sangat tersiksa melihat kelakuan Ayah. Tetangga kanan kiri sepertinya juga jijik melihat keluarga kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit demi sedikit perabotan rumah tangga dijual Ayah. Kami tak bisa berbuat apa-apa selain hanya menatap hampa ketika Ayah dan beberapa temannya datang dengan membawa truk lalu mengangkut meja, kursi, almari, dan barang-barang berharga lain. Seorang teman Ayah bilang pada saya, bahwa Ayah kalah judi jutaan rupiah sehingga barang-barang tersebut harus disita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu saya mengira Ayah akan berubah menjadi baik sepeninggalnya Ibu. Saya masih ingat bagaimana pesan terakhir Ibu pada Ayah, hanya beberapa menit sebelum ajal menjemput. Ketika itu, kami anak-anaknya dan juga Ayah ada di samping Ibu yang terbaring lemah di atas ranjang. Dengan terputus-putus Ibu bilang pada Ayah, agar mau menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Ayah diam tak berkutik. Dan baru kali itu saya lihat Ayah yang biasanya garang dan angker mendadak berubah lembut. Sorot matanya redup seperti menyiratkan kesedihan dan penyesalan.&lt;br /&gt;
Ternyata kesedihan Ayah tak berlangsung lama. Hanya tiga minggu setelah Lebaran, Ayah mulai pada kebiasaan lamanya. Bahkan semakin bertambah parah.**&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAK tahan mendengar gunjingan tetangga kanan kiri, saya memberanikan diri mengingatkan Ayah agar mau melaksanakan pesan terakhir Ibu, setidaknya bersikap baik di Bulan Ramadan ini. Tapi Ayah justru tertawa, katanya, “Kamu pikir kalau aku puasa lantas kita akan jadi kaya, heh? Kamu rajin puasa, bahkan puasa Senin-Kamis, tapi apa Tuhan terus ngasih duit sama kamu? Kamu masih tetap miskin. Sudahlah, aku nggak mau ngomong lagi soal itu. Aku mau puasa atau tidak, itu urusanku sendiri. Kamu tidak perlu ikut campur!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lain kali pernah juga saya bilang pada Ayah bahwa puasa itu tujuannya bukan untuk mencari rezeki, bukan agar bisa kaya raya, tapi semata-mata untuk mendekatkan diri pada Allah karena dengan begitu akan terhindar dari perbuatan tidak terpuji. Tapi Ayah justru marah-marah. Sambil menggebrak meja, Ayah bilang, “Anak kemarin sore, tahu apa kamu tentang hidup! Hidup itu makan. Dan makan itu perlu duit!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak itu saya tak pernah bercakap-cakap dengan Ayah. Saya benar-benar muak melihat kelakuannya. Apalagi kalau dia membawa perempuan yang entah dari mana asalnya menginap beberapa hari di rumah. Meski kami masih sering bertatap muka, tapi kami sudah seperti orang asing saja. Dan saya juga tahu ada sorot kebencian di mata Ayah ketika sedang menatap saya. Tapi saya tak acuh, cuek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan saya, kepada dua orang adik saya, Ayah bersikap biasa-biasa saja. Apalagi kepada Fiz adik bungsu. Saya sering melihat mereka bertiga asyik ngobrol di teras rumah. Saya tidak tahu dan memang tidak ingin mencari tahu apa yang sedang mereka obrolkan. Karena tiba-tiba saya juga benci pada dua orang adik saya itu. Di mata saya, Fiz dan Burhan yang lugu, polos, dan masih bersih itu, telah berkomplot dengan Ayah. Berkomplot dengan segala kebejatan moral Ayah. Saya benci mereka!&lt;br /&gt;
Jadilah saya tak punya orang dekat lagi di rumah.**&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SUATU pagi, saat pulang kerja lembur, saya terkejut mendapati suasana rumah yang lain dari biasanya. Dari pintu depan tiba-tiba Faiz berlari menyongsong saya dan sambil terisak-isak ia bilang bahwa Ayah meninggal dunia. Saya tidak tahu apa yang sesungguhnya ada dalam benak saya, sebab sedikit pun saya tidak terkejut mendengar kabar itu. Saya juga tidak merasa sedih kehilangan Ayah. Biasa-biasa saja seperti tak pernah terjadi apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya kemudian masuk ke dalam rumah. Tapi sepi. Tidak seperti layaknya kalau ada kematian. Hanya ada beberapa tetangga dan teman-teman dekat Ayah yang sering mangkal di gardu ronda. Saya maklum, orang-orang tentu banyak yang tidak menyukai Ayah. Karenanya wajar jika ketika meninggal pun mereka enggan datang ke rumah kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenazah Ayah sudah dimasukkan ke dalam peti. Sedikit pun saya tak ingin melihatnya. “Untuk apa?” jawab saya enteng, sekenanya, yang langsung disambut tatapan aneh beberapa orang di sekitar saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan entah, tiba-tiba saya merasakan ada seseorang merenggut lengan saya, kuat, ditarik masuk ke dalam kamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huss! Jangan bikin malu! Ayahmu tertabrak truk ketika sedang menyeberang jalan, mau salat Subuh! Dua hari sebelumnya Ayahmu bilang padaku kalau dirinya sudah tobat!” ucap Haji Biran sampai di dalam kamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salat Subuh? tanya saya dalam hati, kaget, tak percaya. Sementara Haji Biran keluar meninggalkan saya, saya masih terpaku di tempat. Saya bingung, gelisah, sedih, kecewa, dan entah apalagi perasaan yang menyesak dalam benak saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai tiba upacara pemberangkatan jenazah, rumah saya masih sepi. Yang hadir hanya itu-itu saja, tidak lebih enam belas orang. Itu pun lebih banyak bekas teman-teman main judi Ayah. Wajah mereka tampak sedih. Entah kesedihan yang bagaimana. Tapi, saya masih sempat mendengar bisik-bisik di antara mereka, “Untuk menghormati Wongso, si mati, tak ada salahnya nanti malam ketika orang-orang tarawih di masjid, kita main kartu di sini!” “Ide bagus!”&lt;br /&gt;
Yang lain mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Teguh Winarsho AS&lt;/b&gt;, lahir di Kulonprogo (Yogyakarta), 27 Desember 1973. Pernah mendapat kehormatan sebagai cerpenis terbaik se-Jawa Tengah versi Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto. Cerpen-cerpennya banyak menghiasi media massa, seperti &lt;i&gt;Republika, Kompas, Horison, Media Indonesia, Koran Tempo, The Jakarta Post, Matra, Suara Karya, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Kedaulatan Rakyat, Bernas, Lampung Post,Bisnis Indonesia, Warta Kota, Pikiran Rakyat, Trans Sumatera, Jawa Pos,Surabaya Post, Minggu Pagi, Suara Merdeka, Wawasan, Solo Pos, Annida, Sabili, Nova, Citra&lt;/i&gt; dll.&lt;br /&gt;
Tulisan-tulisannya dalam bentuk antologi bersama adalah &lt;i&gt;Tamansari&lt;/i&gt; (Pustaka Pelajar, 1998), &lt;i&gt;Aceh Mendesah dalam Nafasku&lt;/i&gt; (Kasuha, 1999), &lt;i&gt;Embun Tajalli&lt;/i&gt; (Aksara, 2000), &lt;i&gt;Bunga-Bunga Cinta&lt;/i&gt; (Senayan Abadi, 2003), &lt;i&gt;Wajah di Balik Jendela&lt;/i&gt; (Lazuardi, 2003), &lt;i&gt;Jika Cinta&lt;/i&gt; (Senayan Abadi, 2003), &lt;i&gt;Pipit Tak Selamanya Luka&lt;/i&gt; (Senayan Abadi, 2003), &lt;i&gt;Jalan Tuhan&lt;/i&gt; (Lazuardi 2004), dll. Kumpulan cerpen tunggalnya yang telah terbit, &lt;i&gt;Bidadari Bersayap Belati&lt;/i&gt; (Gama Media, 2002), &lt;i&gt;Perempuan Semua Orang&lt;/i&gt; (Arruzz, 2004). &lt;i&gt;Kabar dari Langit&lt;/i&gt; (2004), &lt;i&gt;Tato Naga&lt;/i&gt; (2005) dan novel T&lt;i&gt;unggu Aku di Ulegle&lt;/i&gt;, roman dan tragedi di bumi serambi Mekah (2005). Salah satu cerpennya masuk dalam kumpulan cerpen pilihan Kompas tahun 2003. Sementara novelnya &lt;i&gt;Di Bawah Hujan&lt;/i&gt; dimuat bersambung di harian Suara Pembaruan, edisi 10 April - 07 Juni 2000.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : Pikiran Rakyat Online       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6933460666263113371-5984971108533887240?l=bungapadi-sanggar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/EdTXC/~4/jb6LOeJz3po" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2012-01-06T00:58:57.265+07:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-BYtsVMqyHBA/TwXkkVXpgjI/AAAAAAAABJI/yQH-onlxq-I/s72-c/DSC02131.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bungapadi-sanggar.blogspot.com/2012/01/ramadan-ayah.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>

