<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746</atom:id><lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 07:03:48 +0000</lastBuildDate><category>Beatbox</category><category>motor home</category><category>inspiration</category><category>paytren</category><category>10 Bidang Di Mana Orang Memiliki Perbedaan</category><category>NDESO</category><category>hummer</category><category>joke</category><category>sepakbola</category><category>test psikopat</category><title>Rafiq Ambardhie</title><description>Gue Gitu Loch..</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>65</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:subtitle>Gue Gitu Loch..</itunes:subtitle><itunes:category text="Business"><itunes:category text="Management &amp; Marketing"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>rafiq.ambardhie@blogspot.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-3976299119818150105</guid><pubDate>Tue, 20 Sep 2016 00:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-09-20T08:57:25.338+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">paytren</category><title>PayTren merubah pengeluaran menjadi penghasilan</title><description>&lt;p dir="ltr"&gt;Peluang Bisnis PayTren untuk Indonesia. PayTren Merubah Handphone Anda Jadi Mesin Penghasil Uang (oleh : Ustadz Yusuf Mansur). Mengapa Ustadz Yusuf Mansur terjun dan mengajak seluruh rakyat indonesia berbisnis PayTren ? ...&lt;br&gt;
Karena bisnis Online Payment sangat luar biasa untungnya. Berdasarkan data Bank Indonesia tahun 2007, transaksi pembayaran / micro-payment di Indonesia itu mencapai Rp 270 Triliun Rupiah dan diperkirakan meningkat 5-10% per tahun (sekitar Rp 340 Triliun ditahun 2010). Dan ditahun 2015 mungkin sudah lebih dari 400 Triliun Rupiah.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Perhatikan mengapa dunia Perbankan mengajak Nasabahnya untuk meningkatkan Transaksi? lihat mengapa juga Perusahaan Franchise Besar Minimarket (Alfamart, Indomart, dll) terjun di bisnis ini juga? ketika Anda belanja pasti ada pertanyaan wajib dari pelayannya untuk menawarkan Pulsa, dan Pembayaran lainnya. Benarkan? Ternyata ada perputaran Uang yang sangat besar di bisnis ini yang akan menjadi Tren baru untuk Indonesia dan dunia. Dan ini menjadi perebutan pasar di Indonesia, sebagaimana ditulis dalam majalah terkemuka di Indonesia (SWA). PayTren bergerak dalam bidang teknologi digital virtual multipayment.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Manisnya bisnis payment ini ternyata hanya dinikmati oleh para Kapitalis, Konglomerat yang untungnya masuk kepada mereka bahkan sebagian besar dimiliki oleh Asing. Oleh karena itu Ustadz Yusuf Mansur mendirikan PT Veritra Sentosa Internasional (TRENI) dengan Produk bernama PayTren yang bisa dinikmati semua lapisan masyarakat untuk bisa menjadi Pengguna sekaligus Pebisnis dan digunakan mereka untuk keuntungan mereka dan menjadi bisnis bersama dengan Konsep Berjamaah untuk meningkatkan Kesejahtraan bersama. &lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Bisa dibayangkan ratusan Triliyun Uang yang menguap, melalui Komunitas bisnis PayTren bisa diambil dan dibagikan kepada Mitra-Mitra PayTren sebagai Cashback dan Royalti Cashback yang luar biasa besarnya. Itulah peluang bisnis PayTren yang dapat merubah transaksi bulanan menjadi sumber penghasilan untuk Anda dan keluarga.&lt;/p&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWpDBv60SHhixHtqCW6Wq-cM_sW5rX95x_pma0eWbHeWqBzTK8a5WitEIxGeoBnOhwcN8BcSmntvDbXm2_0pj3PK3nQwLG8g4w5xFi0iCHWImGSZeiqL2JWMKgx1lf1Fa0dALXJUEEc4IS/s1600/IMG_20160917_230316.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWpDBv60SHhixHtqCW6Wq-cM_sW5rX95x_pma0eWbHeWqBzTK8a5WitEIxGeoBnOhwcN8BcSmntvDbXm2_0pj3PK3nQwLG8g4w5xFi0iCHWImGSZeiqL2JWMKgx1lf1Fa0dALXJUEEc4IS/s640/IMG_20160917_230316.jpg"&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2016/09/paytren-merubah-pengeluaran-menjadi.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWpDBv60SHhixHtqCW6Wq-cM_sW5rX95x_pma0eWbHeWqBzTK8a5WitEIxGeoBnOhwcN8BcSmntvDbXm2_0pj3PK3nQwLG8g4w5xFi0iCHWImGSZeiqL2JWMKgx1lf1Fa0dALXJUEEc4IS/s72-c/IMG_20160917_230316.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-6171705484958998976</guid><pubDate>Sat, 17 Sep 2016 16:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-09-20T23:09:21.203+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">paytren</category><title>Royalti/Cashback Mesin Uang Paytren</title><description>&lt;p dir="ltr"&gt;PayTren itu adalah Sistem Aplikasi/ Perangkat lunak yang terpasang di Hanphone / smarthpone yang mana disetiap transaksinya mendapatkan Cashback. Keunggulan dari PayTren dibandingkan perusahaan atau bisnis yang lainnya yaitu disetiap transaksi apapun selalu mendapatkan Cashback diberikan oleh TRENI. Cashback di PayTren itu terdiri dari Cashback Pribadi dan Cashback Komunitas (Royalti). Inilah kelebihan dari PayTren yang terkait dengan PayTren akan selalu diberikan Cashback. Dengan Konsep Jaringan yang diterapkan PayTren, setiap Mitra Pebisnis yang menjalankan bisnis PayTren akan mendapatkan Royalti Cashback yang sangat luar biasa yang mana jika membangun Mesin Uang sebagai Aset masa depan maka Mitra-Mitra PayTren berhak mendapatkan PASSIVE INCOME sesuai usahanya.&lt;br&gt;
Kenapa dikatakan Passive Income? Karena yang namanya transaksi itu kebutuhan rutin, minimalnya wajib bayar pulsa Handphone ataupun bayar listrik setiap bulannya. Kenapa harus melalui PayTren? Karena PayTren bisa membuat transaksi kita bisa lebih praktis &amp;amp; hemat selamanya, bahkan ke depan bisa Gratis dan bisa menjadi Penghasilan yang nilainya sangat besar. Ini lho sistem yang ditawarkan PayTren. Belum lagi seiring perkembangan Teknologi ke depan, dipastikan setiap orang tidak akan melakukan isi pulsa ke konter, bayar listrik ke Loket, dan lainnya. Sudah pasti itu cara Kuno yang harus ditinggalkan, mau tidak mau kita akan tergusur perkembangan zaman dan teknologi. Tapi, jika kita memulai sekarang dan mengerti peluang ke depan itu akan menjadi Aset untuk kita sebagai Mesin Uang kita. Let’s be Smart!!&lt;br&gt;
PayTren dengan Sistem Teknologi Pembayaran memberikan Peluang Usaha sesuai ide dari Ustadz Yusuf Mansur (Owner &amp;amp; Presiden Direktur) yang memberikan sistem royalti Cashback yang tidak pernah diikuti oleh instansi atau lembaga manapun yang mau membagi Cashback kepada Mitra atau Customernya. Ini lho gagasan dari Ustadz Yusuf Mansur, dari pada kita memberikan keuntungan yang besar untuk jasa-jasa perbankan atau keuangan lainnya yang mana tak sepersen pun kita mendapatkan hasilnya, lebih baik dengan PayTren semua keuntungan perusahaan dibagikan kepada semua Mitra yang terlibat.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Sistem Cashback PayTren&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Apa yang dimaksud Cashback di PayTren? Cashback PayTren adalah Uang yang kembali kepada Mitra yang melakukan transaksi langsung melalui PayTren yang diberikan dalam bentuk Deposit dimana deposit ini akan digunakan untuk transaksi mitra di PayTren. Sedangkan Royalti Cashback PayTren adalah Royalti yang diberikan PayTren kepada Mitra Pebisnis PayTren yang telah membantu memasarkan produk PayTren (Reseller) dan membentuk serta mengembangkan Komunitas yang mana akan mendapatkan Royalti Cashback sesuai besarnya Cashback Komunitas di dalamnya yang melakukan transaksi melalui PayTren. Cashback ini diambil bukan dari Total transaksinya tetapi dari Marjin keuntungan atau biaya admin yang diterima perusahaan sebagai jasa pembayaran.&lt;br&gt;
Jika Anda menjadi Mitra Pebisnis PayTren berpotensi mendapatkan Royalti Cashback yang sangat Luar Biasa walaupun menjalankan bisnis ini dengan simple dan saling komitmen. Coba lihat gambar dibawah tentang Ilustrasi dari Potensi Cashback Mitra PayTren diambil dari contoh transaksi pulsa saja.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Pada Tabel di bawah dapat dijelaskan bahwa setiap Mitra Pebisnis PayTren yang melakukan transaksi dan menduplikasi untuk mengembangkan Komunitasnya akan mendapatkan Royalti Cashback atau Passive Income selama Mitra-Mitra tersebut menggunakan PayTren untuk transaksinya. Keren kan?&lt;br&gt;
Pada tabel di bawah adalah ilustrasi dari transaksi pulsa saja yang mana diasumsikan setiap mitra komitmen melakukan transasaksi setiap bulannya minimal 4x isi pulsa. Ilustrasi dari Tabel transaksi pulsa diatas adalah sebagai berikut.&lt;br&gt;
Jika Anda Menjadi Mitra Pengguna di PayTren, maka di setiap transaksi akan mendapatkan Cashback langsung sebesar 17,27%. Dalam hal ini pulsa, Anda melakukan transaksi pulsa langsung akan mendapatkan Cashback sebesar Rp 75. Lalu Anda komitmen melakukan transaksi pulsa per bulannya minimal 4x maka Cashback pengguna akan mendapatkan Rp 300.&lt;br&gt;
Jika Anda menjadi Pengguna dan terus menjadi Pebisnis yang ikut membantu perusahaan memasarkan PayTren dalam 1 bulan pertama Anda berhasil menjualkan atau mengajak orang memakai PayTren, minimal seminggu 1 orang saja selama 4 minggu (1 bulan) maka akan mendapatkan 4 Mitra yang. Artinya selain Anda mendapatkan bonus penjualan dan lainnya dari PayTren, maka Anda akan mendapatkan Royalti Cashback disetiap transaksi sebesar 11,51% disetiap transaksi atau dalam tabel diatas dalam transaksi pulsa Anda akan mendapatkan Rp 50 setiap Mitra, jadi jika setiap orangnya transaksi minimal per bulan 4x transaksi maka Anda akan mendapatkan 4 Mitra (Rp 50 x 4 transaksi) = Rp 800 di bulan pertama Anda menjadi Mitra Pebisnis.&lt;br&gt;
Selanjutnya di bulan ke 2, jika ke 4 Mitra Anda sebut saja A, B, C, dan D menjalankan bisnis PayTren dan menduplikasi cara kerja Anda yaitu menjualkan paket PayTren per bulannya masing-masing bisa jual 4 paket atau 4 orang Mitra PayTren baru maka Anda akan mendapatkan Royalti di Cashback transaksi sebesar 4,6% di setiap Mitra-Mitra yang dibawah A, B, C, dan D atau Level ke 2 Anda yang melakukan transaksi. Atau dalam hal transaksi pulsa Anda akan mendapatkan Rp 20 dari transaksi mereka. Jadi di bulan ke 2, setiap mereka transaksi Anda akan mendapatkan Royalti Cashback 16 Mitra (Rp 20 x 4 transaksi) = Rp 1.280 di bulan ke dua dari semua mitra-mitra yang transaksi pulsa.&lt;br&gt;
Selanjutnya di bulan ke 3 sampai bulan ke 10&amp;nbsp; disetiap Mitra-Mitra yang menggunakan PayTren terus saling komitmen setiap orangnya yaitu Transaksi 4 kali per bulan dan Jual 4 paket lisensi saja, maka di bulan ke 10 atau sudah di level 10 dari garis turunan Anda. Berapa besar yang akan Anda dapatkan? Yaitu 83 Juta/Bulan. Wooow ini yang disebut passive Income!!! Ini dilakukan dengan konsep yang paling simple setiap orangnya yaitu cukup 4 kali transaksi tiap bulan dan cukup jual 4 paket lisensi saja (ajak 4 orang pakai paytren).&lt;br&gt;
Itulah sebagai Mitra Pebisnis PayTren yang akan menjadi Aset Anda menciptakan Mesin Uang dari Transaksi Anda. Dan setiap orang tidak akan terpaksa untuk melakukan transaksi. Dan pada tabel di atas contoh dari ilustrasi pulsa saja. Bagaimana dengan transaksi lainnya? PLN? PDAM? Tiket Pesawat? BPJS? Belanja Online? dll? Berapa besarnya Royalti Cashback yang akan Anda peroleh? Perlu Anda sadari, Ini lho yang sistem yang diharapkan oleh Ustadz Yusuf Mansur membagi cashback kepada semua Mitra dengan Menjadi Mitra Pebisnis PayTren.&lt;br&gt;
Sudah terbayang berapa besar yang akan anda dapat dari sistem PayTren ini? Saya pastikan jika Anda cerdas pasti Anda akan menggunakan PayTren. Semua untuk Anda dan Masa depan Anda, PayTren hanya memberikan jalan untuk Mitra-Mitra usahanya. Sebenarnya kalau Ustadz ingin besar untungnya, bisa saja Ustadz Yusuf Mansur pasang iklan di Media-Media dan keuntungan akan masuk ke perusahaan tanpa membagikan kepada orang lain, justru disini Ustadz menerapkan Konsep berjamaah. Karena dengan ekonomi berjamaah kita dan Indonesia akan kuat. INSHAA ALLAH..&lt;/p&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA9j3ObBby3YEXDn-3PZ3Czvg3JBo8nNkF4kQGr9-Pca8n2WM43VZrQOym_ArwVHkgGNLp0YHhj734DHBkf4oLG8PeEhDGdOnVC8NWK8X5waybyBEMQFEMe5cBV59sO91AQ3vDDRobLPH7/s1600/Screenshot_2016-09-17-23-32-31-942.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA9j3ObBby3YEXDn-3PZ3Czvg3JBo8nNkF4kQGr9-Pca8n2WM43VZrQOym_ArwVHkgGNLp0YHhj734DHBkf4oLG8PeEhDGdOnVC8NWK8X5waybyBEMQFEMe5cBV59sO91AQ3vDDRobLPH7/s640/Screenshot_2016-09-17-23-32-31-942.png"&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2016/09/royalticashback-mesin-uang-paytren.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA9j3ObBby3YEXDn-3PZ3Czvg3JBo8nNkF4kQGr9-Pca8n2WM43VZrQOym_ArwVHkgGNLp0YHhj734DHBkf4oLG8PeEhDGdOnVC8NWK8X5waybyBEMQFEMe5cBV59sO91AQ3vDDRobLPH7/s72-c/Screenshot_2016-09-17-23-32-31-942.png" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-881966003968244582</guid><pubDate>Mon, 08 Jul 2013 18:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-09T02:39:02.059+08:00</atom:updated><title>Asas dan Taktik</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5Yt28fOfwcN8u-zECXwBxt0hjsLJebRL_brITFOrmgVlgONsHGlU4gZejX1a-69pwSEdIS2dtJhe-Hx_NZgbqUMQDxqt7fRazEMu6Tx9PYVmtjkJbfmkU-EbeVxFLr0wKl808zbDAQk6p/s1600/soek1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5Yt28fOfwcN8u-zECXwBxt0hjsLJebRL_brITFOrmgVlgONsHGlU4gZejX1a-69pwSEdIS2dtJhe-Hx_NZgbqUMQDxqt7fRazEMu6Tx9PYVmtjkJbfmkU-EbeVxFLr0wKl808zbDAQk6p/s1600/soek1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="userContent" data-ft="{&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}"&gt;Oleh Soekarno&lt;br /&gt; Fikiran Ra’jat, 1 Juli 1932 Nomor 1, hal. 5—8.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Bagi orang yang duduk di dalam pergerakan politik perkataan-perkataan 
Asas dan Taktik itu tentulah bukan perkataan-perkataan yang asing lagi. 
Tetapi walaupun kedua perkataan ini udah dikenali oleh dunia politik, 
dan walaupun tia-tiap orang yang berpartai sudah tahu tentang kedua 
perkataan itu, kita di sini aka mengupas j&lt;span class="text_exposed_show"&gt;uga
 arti dari kedua perkataan ini di dalam makna yang seluas-luasnya dan 
sedalam-dalamnya. Oleh karena tujuannya Fikiran-Ra’jat itu ialah 
pertama-tama dan terutama sekali akan memberi penerangan keada Bung 
Marhaenis dan Pak Kromo Dongso yang beratus-ratus tahun dikekang dalam 
kebodohan itu, kita di sini merasa berkewajiban memberi penerangan 
politik kepada kelas Marhaen alias Kromo ini. Sebagaimana 
saudara-saudara tentu telah membaca di dalam Fikiran-Ra’jat nomor 
percontohan di dalam karangan yang berkepala “Wanhoopsteori”, maka 
rakyat jelata ialah kaum Marhaen itu harus dididik dengan surat-surat 
kabar, brosur, kursus dan lain-lain, agar kelas Kromo ini menjadi sadar 
tentang kedudukannya di dalam pergaulan hidup manusia ini.&lt;br /&gt; Bermula 
kita tanya, apakah artinya asas itu? Asas itu ialah sendi atau dasar. 
Saudara tentulah sudah dengar bahwa partai itu asasnya begitu. Kita tadi
 bilang bahwa asas itu dasar. Apakah partai itu ada dasarnya? Memang 
ada. Sebab di dalam hakikatnya partai itu ialah tidak beda dengan 
perumahan—organisasi—yang memberi perlindungan kepada mereka yang duduk 
di dalam perumahan itu. Gampangannya saja kita gambarkan sesuatu partai 
itu sama dengan rumah besar yang melindungi beribu-ribu ya berjuta-juta 
anggotanya. Rumah itu tentu harus sentausa. Terutama sekali dasarnya 
atau pondamennya harus kuat. Sebab rumah yang pondamennya tidak tetap 
tentulah akan ambruk. Rumah yang begitu itu tidak geschikt (cukup) bagi 
perlindungan anggotanya. Maka dari itu dasarnya itu harus dari beton 
yang sentausa sekali agar yang tinggal di rumah itu jangan sanantiaa 
mempunyai hati was-was. Tetapi yang tinggal harus mempunyai hati yang 
tetap, bahwa itu penting sekali bagi tiap-tiap partai; terutama partai 
yang menamakan dirinya sendiri partai rakyat jelata tentu harus 
mempunyai dasar yang sentausa agar rakyat itu selamat bernaung.&lt;br /&gt; Dus 
tiap-tiap partai politik itu mempunyai dasar yang umumnya dinamakan 
asas. Apakah tiap-tiap perhimpunan juga mempunyai asas. Tidak semua 
perhimpunan mempunyai asas. Perhimpunan agama dan juga lain-lain 
perhimpunan yang mengejar maksud yang luhur dan suci juga mempunyai. 
Tetapi yang kita perbincangkan di sini itu ialah hanya partai politik. 
Jadi bedanya perhimpunan biasa dengan partai politik ialah bahwa yang 
satu tidak berasas tetapi yang lain mempunyai asas. Bukan itu saja 
perbedaan antara kedua macam poerhimpunan. Masih banyak lagi perbedaan 
antara kedua rupa organisasi. Tetapi oleh karena kita di sini tidak akan
 menulis tentang perbedaannya partai politik dan perhimpunan biasa, maka
 kita tidak akan sebutkan semua perbedaan-perbedaan. Cukuplah kiranya 
kita terangkan di sini bahwa tiap-tiap partai politik harus mempunyai 
dasar yang kuat, oleh karena tiap-tiap partai ingin asasnya diterima 
oleh rakyat untuk dijadikan sendinya pemerintahan yang nanti mengatur 
masyarakat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sebagaimana kita terangkan di atas, maka tiap-tiap 
partai politik mempunyai asas sendiri-sendiri, oleh karena kebutuhannya 
dan kehendaknya golongan-golongan yang diikat didalam partai-partai itu 
tidak sama. Sebab pergaulan hidup itu mempunyai beberapa lapisan, maka 
tiap-tiap partai politik dari golongan-golongan atau lapisan itu harus 
mempunyai dasar dan asas yang sesuai dengan kebutuhannya dan 
kepentingannya golongan-golongan atau lapisan itu.&lt;br /&gt; Bagi Indonesia di
 mana rakyatnya sebagian besar terdiri dari kaum Marhaen, maka partai 
Rakyat jelata harus bersifat Marhaenis. Partai rakyat jelata yang tidak 
berasas Maehaenis itu bukan partai rakyat sejati.&lt;br /&gt; Tentulah saudara 
mengerti bahwa asas itu harus dikerjakan supaya partai itu bisa memberi 
hasil. Oleh karena itu maka tiap-tiap partai mempunyai daftar 
usaha—workprogram—di samping asas. Tiap-tiap tahun workprogram ini 
ditetapkan di dalam kongres partai, pekerjaan apakah yang akan 
dikerjakan oleh partai bagi tahun yang akan datang itu. Untuk 
mengerjakan program itu maka pemimpin partai tadi harus menggunakan 
taktik. Bestuur harus memilih pasal-pasal mana dari daftar usaha itu 
harus dikerjakan lebih dulu. Bestuur harus bisa menimbang-nimbang jalan 
manakah yang mereka harus ambil agar pekerjaan itu dapat hasil 
sebanyak-banyaknya. Pendek kata badan pimpinan harus memilih jalan yang 
selamat bagi partainya itu.&lt;br /&gt; Oleh karena asas tadi itu adalah jadi 
dasarnya partai, maka segala taktiknya bestuur harus sesuai dengan asas 
tadi itu. Terutama taktik itu harus memberi untuk direct atau indirect 
bagi partai. (Direct artinya langsung. Indirect artinya tidak langsung).&lt;br /&gt;
 Jadi taktik itu ialah hanya suatu alat yang digunakan untuk kepentingan
 partai. Tetapi makna taktik itu adalah lebih luas daripada itu. 
Seringkali taktik itu kalau dilihat dengan sekilas saja seolah-olah 
bertentangan dengan asas. Tidak jarang pemimpin dipersalahkan oleh 
karena “terlampau menjalankan taktik”, atau “menjalankan taktik yang 
menyalahi asas partainya”, oleh karena dunia ramai tidak mengerti apakah
 yang dimaksudkan oleh pemimpin partai itu. Betul, bahwa asas dan taktik
 itu harus berjalan bersama-sama jangan sampai bertentangan satu sama 
lain, tetapi di dalam perjuangan itu kadang-kadang suatu ketika di mana 
pemimpin itu terpaksa harus menjalankan taktik yang sukar dimengerti 
oleh anggotanya hingga mereka anggap dengan pikiran yang cetek saja, 
bahwa pemimpinnya itu menjalankan pekerjaan yang bertentangan dengan 
asas. Dengan contoh-contoh kita akan buktikan dengan bukti-bukti di 
dalam riwayat, bagaimanakah beratnya bagi pemimpin itu untuk menjalankan
 suatu taktik yang ia harus jalankan, tetapi yang sukar dimengerti oleh 
anggota-anggotanya. Terutama di dalam suatu partai radikal tiap-tiap 
waktu pemimpin itu berhadapan dengan soal-soal yang harus diselesaikan 
dengan taktik. Di dalam partai radikal maka taktik ini mempuyai arti 
besar sekali. Misalnya pergerakan politik berkata ada strategi dan 
taktik dari partai rakyat. Mengapakah kita pakai perkataan strategi dan 
taktik itu? Ialah karena sesuatu partai politik itu didalam hakikatnya 
tidak beda dengan bala tentara, sedang pemimpin-pemimpinnya itu ialah 
sebagai jenderal-jenderalnya barisan itu. Di dalam peperangan maka 
jenderal itu memberi perintah, bahwa barisan harus berjalan begini dan 
begitu. Kalau musuh datang, barisannya harus berbuat begini. Jika 
melabrak musuh, serdadu-serdadunya harus mengadakan sikap begitu, agar 
bisa mendapat kemenangan. Pendek kata perintah itu tidak selamanya sama.
 Pada suatu waktu perintah itu harus begini, tetapi buat yang lain saat 
perintah itu harus begitu. Perintah itu menurut keadaannya perjuangan. 
Inilah yang kita artikan dengan balatentara yang senantiasa ada di dalam
 perjuangan yang hebat sekali, maka pemimpin itu harus mengenal saat dan
 keadaan di mana partainya berbeda. Sering sekali taktik sekarang tidak 
boleh dipakai untuk besok. Oleh karena keadaannya partai itu selalu 
berubah, maka sudah tentulah bahwa taktik partai itu juga berubah.&lt;br /&gt; 
Kita mulai ambil contoh dari riwayatnya pergerakan di Rusia. Sejak 
lahirnya revolusi di negeri Rusia ini, maka pemerintah Soviet Rusia 
sudah menjalankan beberapa taktik. Mula-mula Lenin dan Trotsky 
mempropagandakan “oorlogis-komunisme” (komunisme peperangan) untuk 
membasmi kapitalisme di negeri Rusia sendiri dan untuk menentang 
musuh-musuh dari luar negeri. Lenin dan Trotsky mengambil taktik 
demikian oleh karena mereka berpendapat bahwa kapitalisme internasional 
itu dapat dijatuhkan, jika pergerakan kaum butuh di negeri-negeri 
kapitalis mengadakan revolusi sebagaimana di negeri Rusia. Tetapi 
pendapat Lenin dan Trotsky itu ternyata salah, oleh karena pergerakan 
kaum buruh di Eropa Barat itu tidak sama dengan pergerakan proletar di 
negeri Rusia. Melihat susunan masyarakat Rusia yang mengkhawatirkan 
sekali, oleh karena perekonomian Rakyat tidak berjalan sama sekali, 
sehingga bahaya kelaparan mengamuk, maka Lenin takut kalau Rakyat akan 
mengadakan perlawanan terhadap pemerintah Soviet. Oleh karena itu maka 
Lenin mengeluarkan taktik baru, yakni “Nieuwe Ekonomische 
Politiek”—NEP—untuk melepaskan Rakyat Rusia dari bahaya kelaparan.NEP 
itu memberi sedikit jalan kepada kaum pemodal untuk usaha lagi di negeri
 Rusia.&lt;br /&gt; Teman-temannya Lenin dan Trotsky yang tidak begitu tinggi 
teorinya seperti Lenin lantas tidak mufakat dengan taktik baru itu. 
Sebab NEP ini memberi kelonggaran kepada kaum kapitalis untuk 
menghidupkan kembali perusahaannya itu yang sudah dibasmi oleh 
peraturan-peraturan pemerintah. Mereka lantas menuduh Lenin sudah 
berganti haluan jadi seorang kapitalis. Tetapi walaupun Lenin sendiri 
dapat serangan dari kanan kiri terutama dari teman-temannya sendiri yang
 sefaham, ia terus jalankan taktiknya itu, oleh karena ia sendiri yakin 
bahwa stelsel komunisme di Rusia itu belum dapat dijalankan seratus 
persen. Siapakah yang betul? Dan apakah hasil NEP ini? Bahaya kelaparan 
yang akan membinasakan rakyat Rusia ini dapat ditolak. Perekonomiannya 
rakyat mulai hidup lagi.&lt;br /&gt; Sekarang pemimpin-pemimpin Rusia 
berpendapat bahwa negeri dan rakyat Rusia bisa selekas-lekasnya dibuat 
sosialis asal saja cukup alat-alatnya untuk mengadakan perubahan itu. 
Keyakinan mereka ini mengubah lagi taktik Lenin, dan sekarang di Rusia 
dijalankan politik rencana lima tahun.&lt;br /&gt; Sekarang palingkan muka kita 
ke Tiongkok. Pergerakannya Dr. Sun Yat Sen juga memberi contoh-contoh 
tentang kepentingan taktik itu bagi pergerakan rakyat. Semboyan yang dia
 ajarkan di dalam buku San Min Cu I ialah bahwa “Berkata itu gampang. 
Bekerja itu sulit. Tetapi mengerti itulah yang paling susah” adalah 
ajaran yang mengandung arti yang dalam sekali. Ajaran ini memperingatkan
 bahwa taktik itu memang penting sekali. &lt;br /&gt; Pembaca ingat bahwa di 
tahun 1912 Dr. Sun Yat Sen sebagai taktik meletakkan jabatannya dari 
presiden republik Tiongkok, diberikannya pada Yan Shih Kai. (Taktik ini 
kemudian ternyata salah-wissel). Kemudian lagi, mengetahui bahwa kaum 
Utara (lihatlah Fikiran Ra'jat nomor percontohan) sebetulnya tidak 
jujur, maka Dr. Sun Yat Sen yakin bahwa dengan jatuhnya kerajaan Manchu 
dan dengan berdirinya republik Tiongkok saja pergerakan di dalam 
masyarakat Tiongkok itu sebetulnya belum habis. Ia yakin 
seyakin-yakinnya bahwa selama di Tiongkok belum bisa memimpin negerinya 
sendiri. Oleh karena itu Dr. Sun Yat Sen sebagai taktik mengundurkan 
diri dari pemerintahan dan lantas pergi ke Kanton. Di sini ia (walaupun 
asasnya ialah persatuan bangsa) mendirikan pemerintahan sendiri yang 
cocok dengan angan-angannya dan lantas memberi pendidikan kepada Rakyat.
 Dari Kanton Dr. Sun Yat Sen melabrak musuh dan penghianat-penghianat 
Rakyat.&lt;br /&gt; Juga pergerakannya Gandhi penuh dengan taktik dan strategi. 
Pergerakannya mengadakan pemboikotan barang Inggris, mengadakan 
Satiagraha dan lain-lainnya itu adalah alat-alat untuk mencapai Swaraj 
di India. Taktiknya sering membuat orang tercengang. Taktiknya tatkala 
ia bergerak di Afrika-Selatan, yaitu taktik sengaja mencari penjara 
dengan beribu kawannya adalah mengherankan dunia. Adalah taktik yang 
sangat “taktik” juga waktu Gandhi terima permintaan Inggris untuk 
menghadiri Konferensi “Meja Bundar” di kota London itu. Padahal taktik 
ini lahirnya semata-mata berupa menyalahi asas non-cooperation!&lt;br /&gt; Dengan contoh-contoh di atas itu kita mengemukakan bagaimanakah besar maknanya taktik itu bagi pergerakan rakyat.&lt;br /&gt;
 Kita ulangi lagi bahwa asas dan taktik itulah kedua syarat yang 
terpenting bagi organisasi massa. Politik itu perhitungan. Kita di sini 
luaskan lagi arti politik itu ialah: Politik itu perhitungan dan 
karakter (watak). Hanyalah pemimin-pemimpin yang mempunyai karakter yang
 jujur dan keberanian terbawa keyakinan yang teguh bisa mendatangkan 
keselamatan kepada rakyatnya yang dipimpin. Bukan pemimpin yang 
senantiasa ketakutan hilang pengaruhnya atas rakyat kalau menjalankan 
taktik yang “berani”, bukan pemimpin yang hanya senang disoraki Rakyat 
oleh karena pengecut tidak berani bertanggungjawab bisa menyelamatkan 
Rakyat, tetapi hanyalah pemimpin yang mempunyai “Karakter” bisa dipakai 
untuk pergerakan Rakyat. Pemimpin yang dengan karakter bisa 
menggabungkan asas dan taktik.&lt;br /&gt; (Di atas inilah keterangan tentang 
asas dan taktik dari pergerakan Rakyat. Di Fikiran Ra'jat yang akan kita
 terbit kita akan kupas tentang makna dan artinya organisasi dan aksi 
bagi pergerakan Rakyat).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2013/07/asas-dan-taktik.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5Yt28fOfwcN8u-zECXwBxt0hjsLJebRL_brITFOrmgVlgONsHGlU4gZejX1a-69pwSEdIS2dtJhe-Hx_NZgbqUMQDxqt7fRazEMu6Tx9PYVmtjkJbfmkU-EbeVxFLr0wKl808zbDAQk6p/s72-c/soek1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-3482687450924741804</guid><pubDate>Mon, 08 Jul 2013 18:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-09T02:37:33.321+08:00</atom:updated><title>Kaum Kiri dan Reformasi</title><description>&lt;span class="userContent" data-ft="{&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}"&gt;Apakah kaum kiri telah menjadi reformis?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfjU03SkLFVAVnNJbPa0m_CbxwJi-B00Sr4UaO-tdZkg3WdyG9U-4YQSar5vZbi9QvVBx09s3wHbXzYEjPGtfyHWt8olVZee2DKgCKot-utQOqdDLhPjEmnvVwNQFqjeqNmbTdXi6SePeU/s1600/kiri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfjU03SkLFVAVnNJbPa0m_CbxwJi-B00Sr4UaO-tdZkg3WdyG9U-4YQSar5vZbi9QvVBx09s3wHbXzYEjPGtfyHWt8olVZee2DKgCKot-utQOqdDLhPjEmnvVwNQFqjeqNmbTdXi6SePeU/s320/kiri.jpg" width="248" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Apakah kenyataan bahwa semakin banyak sektor Kiri di Amerika Latin 
dalam beberapa tahun ini mengkonsentrasikkan upaya mereka dalam 
ruang-ruang institusional berarti bahwa mayoritas kaum Kiri tersebut 
telah menjadi reformis?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus pertama-tama menjawab beberapa pertanyaan lainnya: apakah kaum Kiri&lt;span class="text_exposed_show"&gt;
 yang berkonsentrasi pada hal-hal yang institusional pasti reformis? 
Apakah kaum Kiri yang menolak hal-hal institusional dan mengajukan 
solusi yang sangat radikal pasti revolusioner? Apakah mereka yang kini 
memilih untuk maju melalui berbagai reformasi adalah kaum reformis?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Untuk memulainya, bagi saya sepertinya penting untuk merefleksikan 
sesuatu yang ditulis oleh seseorang beberapa dekade yang lalu: 'Bahaya 
terbesar, mungkin satu-satunya bahaya bagi revolusioner sejati adalah 
revolusionisme yang dibesar-besarkan, yang mengabaikan batas-batas dan 
kondisi yang mengatur tentang metode revolusioner mana yang cocok dan 
dapat diterapkan dengan sukses.' Ini bukanlah perkataan seorang sosial 
demokrat; ini adalah perkataan seorang revolusioner - tak lain dari 
Lenin sendiri. Ia lanjutkan pengembangan idenya dalam perkataan ini: ' 
Revolusioner sejati kebanyakan menemui kejatuhannya ketika mereka mulai 
menulis 'revolusi' dengan huruf kapital R, dan menjunjung 'revolusi' 
menjadi sesuatu yang ilahiah, kehilangan akal pikiran, kehilangan 
kemampuan untuk merefleksikan, menimbang dan memastikan dengan cara yang
 paling dingin dan tanpa nafsu pada momen apa, dalam situasi apa, dan 
dalam wilayah aksi mana kau harus bertindak secara revolusioner, dan 
pada momen, dalam situasi dan wilayah mana kau harus beralih pada 
tindakan reformis'.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Perbedaan antara revolusi dan reformasi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Perbedaan antara kaum reformis dan kaum revolusioner tidak selalu 
jelas, karena - seperti dikatakan oleh Norberto Bobbio - 'reformasi 
tidak selalu diajukan untuk menghindari revolusi, pun revolusi tidak 
harus dihubungkan dengan penggunaan kekerasan'. Ketika kedua posisi ini 
dikembangkan menjadi hasil akhirnya yang logis, akan lebih mudah untuk 
membedakannya, tapi dalam praktek politik sehari-hari jauh lebih susah 
untuk melakukan itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Nyatanya, para pendiri Marxisme selalu 
mendukung pertempuran untuk reformasi, walaupun mereka mengetahui bahwa 
'reformasi adalah nama yang diberikan untuk perubahan-perubahan yang 
membiarkan kekuasaan negeri di tangan kelas penguasa yang lama'.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Masalahnya bukanlah mengatakan ya atau tidak kepada reformasi, tapi 
memeriksa kapan saat yang masuk akal untuk memperjuangkan reformasi dan 
bagaimana memetik buah revolusioner darinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kesimpulannya 
adalah, baik penggunaan kekerasan, di satu pihak, maupun penggunaan 
institutsi dan mengajukan reformasi, di pihak lainnya, tidak dapat 
digunakan sebagai kriteria dalam menarik garis demarkasi antara revolusi
 dan reformasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Maka, apa kriteria yang harus digunakan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Menurut saya, definisi terbaik dalam pemberian label reformis adalah 
kepada mereka yang hendak memperbaiki tatanan yang ada melalui 
reformasi, dan label revolusioner kepada mereka yang, meskipun mendorong
 reformasi, pada saat yang sama berjuang untuk memodifikasi tatanan 
tersebut secara mendalam, membawa perubahan yang tidak dapat terjadi 
tanpa keluar dari tatanan yang ada sebelumnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Persyaratan yang dibutuhkan agar perjuangan institusional mencapai tujuan revolusioner&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Bagaimana mungkin mendeteksi apakah suatu praktek politik yang 
menggunakan reformasi dan mengambil rute institusional adalah reformis 
atau revolusioner, khususnya ketika menyatakan tujuan perjuangan sendiri
 semakin tidak berarti dalam politik?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saya mengusulkan kriteria berikut untuk menentukan se-revolusioner apa suatu praktek politik:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Pertama: bila reformasi yang diajukan disertai oleh upaya paralel untuk
 memperkuat gerakan rakyat, sedemikian rupa sehingga sektor rakyat yang 
mengorganisir diri dan bergabung dalam perjuangan semakin besar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Kedua: bila terdapat pelajaran yang bisa dipelajari dan diajarkan 
ketika kaum Kiri bekerja di dalam kerangka institusional yang ada. 
Kampanye elektoral, contohnya, dapat menjadi ruang yang sangat baik 
untuk pendidikan kerakyatan, asalkan kampanyenya diarahkan untuk 
meningkatkan kesadaran rakyat terhadap persoalan-persoalan politik yang 
paling penting. Walau demikian, sebuah kampanye juga dapat tereduksi 
menjadi semata-mata kerja pemasaran yang, bukannya meningkatkan 
kesadaran, justru menyesatkan rakyat atau semata-mata tidak berperan apa
 pun dalam peningkatan kedewasaan politik mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ketiga: bila 
praktek politiknya berbeda, sehingga tidak mungkin salah membedakan 
antara perilaku kaum Kiri dan partai-partai politik tradisional. Ini 
juga harus merefleksikan upaya untuk membeberkan batasan-batasan 
institusi-institusi yang ada dan kebutuhan untuk mengubahnya, tapi tanpa
 menciptakan harapan bahwa jalur reformasi mampu menuntaskan persoalan 
yang membutuhkan solusi revolusioner.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saya setuju dengan Carlos
 Vilas bahwa 'tantangan yang dihadapi oleh organisasi-organisasi yang di
 masa lalu menempuh perjuangan bersenjata atau konfrontasi politik yang 
intens, adalah berkaitan dengan kemampuan dan kerelaan mereka untuk 
tetap setia pada proposal perubahan mendasar dalam skenario 
institusional yang baru. Skenario yang menuntut agar dilakukan 
penyesuaian dalam hal gaya, ritme dan strategi, tapi dalam prinsipnya 
seharusnya tidak melibatkan perubahan dalam konsep-konsep yang 
substansial atau dalam lingkup proposal alternatif.'&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Varietas reformisme&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Di satu pihak, hal-hal berikut dapat digunakan sebagai indikasi penyimpangan reformis:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Pertama: kecenderungan memoderasi program dan inisiatif tanpa 
menawarkan "proposal alternatif terhadap tatanan yang ada", membenarkan 
hal ini dengan argumen - sebagaimana dianalisa di atas - bahwa politik 
adalah seni tentang apa yang mungkin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kedua: bukannya 
menginvestasikan waktu dan upaya untuk membakar semangat memberontak dan
 melawan, justru secara konstan menyerukan kepada 'pimpinan serikat 
buruh dan gerakan pekerja untuk menunjukkan sikap yang bertanggung-jawab
 dan dewasa. Ini termasuk mencoba menyalurkan upaya mereka ke dalam 
negosiasi dan kesepakatan yang meragukan di tingkatan atas dan 
menghindari demonstrasi-demonstrasi penuh perlawanan dengan alasan tidak
 mau membuat kekacauan dalam aparat negara atau mengobrak-ngabrik 
demokrasi yang kelahiran kembalinya telah susah payah diperjuangkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Slogan oportunistik jangan buat kegemparan jelas-jelas mennggambarkan 
situasi ini. Dan, sebagaimana dikatakan oleh Carlos Vilas: 'bukannya 
mendorong pencarian alternatif secara kreatif, slogan ini justru 
berfungsi memblokir semua proyek untuk perubahan dan mengadaptasi muatan
 dan lingkupnya ke ruang-ruang yang ditolerasi oleh sistem 
institusional....'&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ketiga: kecenderungan untuk bekerja secara 
pasif dalam institusi yang ada, tanpa berjuang untuk merubahnya atau 
merubah aturan mainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Berapa kali telah kita dengar kaum Kiri
 mengeluhkan tentang kondisi tak menguntungkan yang harus dihadapinya 
dalam pemilihan setelah menyadari bahwa ia telah gagal mencapai hasil 
yang diharapkan saat pemungutan suara? Namun, kaum kiri ini juga sangat 
jarang mengecam aturan main selama kampanye pemilihan atau menyertakan 
reformasi elektoral dalam platform mereka. Justru sebaliknya; yang 
sering terjadi adalah dalam memburu suara, kaum Kiri, bukannya 
melancarkan kampanye yang mendidik dan instruktif yang membantu rakyat 
mengembangkan organisasi dan kesadarannya, justru menggunakan metode 
yang sama untuk menjual kandidatnya seperti yang dilakukan oleh 
kelas-kelas penguasa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ini artinya ketika kaum Kiri menderita 
kekalahan elektoral, kampanye mereka tidak hanya menyisakan frustasi, 
keletihan dan utang; upaya pemilu gagal menciptakan pertumbuhan politik 
bagi mereka yang bekerja dan mendukung kampanye, tapi meninggalkan 
kepahitan bahwa segalanya sia-sia. Situasi ini akan sangat berbeda bila 
kampanyenya direncanakan dari sudut pandang yang secara fundamental 
mendidik-instruksional, menggunakannya untuk memperkuat kesadaran dan 
organisasi kerakyatan. Dalam kasus tersebut, bahkan bila hasil pemilu 
jauh dari memuaskan, waktu dan upaya yang diinvestasikan dalam kampanye 
tidaklah hilang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kecenderungan untuk beradaptasi dengan lingkup
 pergaulan tertentu tidak saja mengekang tindakan; menurut Carlos Vilas,
 itu juga menciptakan 'perubahan internal dalam orientasi ideologi 
seseorang, dalam proposal program, dan dalam lingkup tindakannya'.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tantangan umum yang dihadapi kaum Kiri institusional&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Kemajuan institusional kaum Kiri sudah tak terbantah lagi, tapi kita 
tidak boleh melupakan bahwa perangkat institusi demokratik yang ada 
tidak saja memberikan keuntungan, tapi juga menghadirkan 
batasan-batasan. Sebagaimana dikatakan Enriquo Rubio, tantangan terbesar
 yang kita hadapi adalah menemukan cara untuk 'memaksimalkan yang awal 
[keuntungan] dan meminimalkan yang terakhir [batasan]'. Kita harus juga 
menemukan cara untuk mempersatukan kekuatan-kekuatan yang menghendaki 
perubahan dan tidak menginginkan tatanan yang ada - khususnya karena 
berpartisipasi dalam institusi borjuis berarti dengan sendirinya kita 
telah melegitimasikannya dalam batas-batas tertentu - dan bagaimana 
membangun sebuah 'perangkat institusi alternatif' melalui aksi-aksi 
'beragam aktor-aktor sosial dan politik'.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Maka, terdapat banyak
 tantangan yang dihadapi kaum Kiri sebelum ia dapat - dengan menggunakan
 institusi yang ada - berhasil mengakumulasi dukungan untuk perubahan 
dan bukan untuk memelihara status quo.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bagaimana menghindari terseret dalam praktek politik tradisional&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Salah satu dari tantangan-tantangan ini adalah bahwa upaya keras harus 
dilakukan untuk menghindari terseret dalam praktek politik tradisional. 
Ini dapat dilakukan dengan mengembangkan praktek-praktek baru yang 
jelas-jelas menunjukkan perbedaan antara cara beroperasinya 
partai-partai kerakyatan dengan partai politik lainnya. Inilah 
satu-satunya cara untuk memenangkan dukungan publik yang semakin skeptis
 terhadap politik dan politikus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kedua, kaum Kiri harus menghindari terseret dalam deformasi praktek politik borjuis&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Salah satu deformasi ini adalah karirisme politik, yakni gagasan bahwa 
seseorang harus naik melalui tingkatan jabatan, bahwa kembali menjadi 
sekedar anggota biasa dalam partai adalah suatu kemerosotan. Seringkali 
organisasinya sendiri membenarkan sikap ini dengan alasan bahwa 
investasi yang dilakukan dalam mendidik kader tidak dapat disia-siakan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Dalam subyek ini, kebijakan kader yang diterapkan di Porto Alegre cukup
 menarik. PT (Partai Buruh) kini telah memerintah di sana selama tiga 
masa jabatan. Mereka telah merotasi kader antara aparat administratif, 
partai dan gerakan kerakyatan; dengan cara ini, pengalaman yang diraih 
dalam salah satu bidang ini ditransfer ke lainnya. Ini secara khusus 
berguna dalam kasus kader yang telah mendapat pengalaman administratif.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Sikap berbahaya lainnya adalah memilih 'lingkaran keraton' daripada 
bekerja sebagai jajaran anggota. Sebagaimana dikatakan Lula, beberapa 
tahun setelah dipilih menjadi presiden Brasil, terdapat kader yang 
'tergoda oleh parfum kaum elit dan kini tidak tahan mencium bau rakyat'.
 Mereka sering hanya bergantung pada tembok-tembok birokratis untuk 
menghindari kontak langsung dengan rakyat dan cenderung menerima 
informasi mereka dari kelompok-kelompok penasehat, sehingga kehilangan 
kesempatan untuk merasakan denyut kehidupan rakyat. Mereka tampaknya 
tidak menyadari bahwa tirai disinformasi terkuat diciptakan oleh mereka 
yang bertugas untuk memberikan informasi. Para 'penasehat' ini memiliki 
kebiasaan menekankan yang positif dan menghapuskan yang negaitf, baik 
karena motif mulia yang tidak mau terlalu membebankan dan menyebabkan 
kecemasan terhadap mereka yang menerima nasehat, atau karena kehendak 
egois ingin dipuji sebagai pembawa berita bagus. Deformasi lainnya 
adalah menggunakan partai sebagai trampolin (pijakan) bagi kemajuan 
pribadi dan pers sebagai alat untuk mempercantik diri dan mempromosikan 
diri - padahal partai dan pers seharusnya adalah alat untuk perjuangan 
ideologi melawan mereka yang menindas rakyat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tantangan spesifik dalam pemerintahan lokal&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Terdapat sejumlah tantangan spesifik dalam pemerintahan lokal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Hindarilah apa yang disebutkan oleh seorang politikus Kiri Italia 
sebagai 'kretinisme negara', yakni keyakinan bahwa 'negara adalah badan 
yang netral', bahwa ia 'seperti botol kosong yang dapat diisi oleh 
cairan apa saja, dan dapat digunakan untuk keuntungan satu kelas atau 
lainnya dengan sama saja karena fungsinya semata-mata teknis'.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 
Bukanlah memerintah demi memerintah; bukan pula hanya menjalankan 
administrasi saat krisis. Ini adalah tentang memerintah dengan cara yang
 berbeda, menunjukkan dalam tingkat lokal apa yang dapat dilakukan kaum 
Kiri secara nasional. Sebagaimana saya katakan, pemerintahan lokal yang 
baik adalah - pada saat terdapat skeptisisme yang begitu besar - kartu 
kunjungan terbaik yang dimiliki kaum Kiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bila, pada tingkat 
kotapraja, kaum Kiri berniat untuk menjadi lebih dari sekedar 
administrator yang baik terhadap kebijakan makro-ekonomi yang ditetapkan
 dalam tingkat pemerintahan lainnya, maka ia harus mampu 
mengkoordinasikan tingkat lokal atau wilayah ini dengan problem-problem 
nasional untuk menunjukkan kepada penduduk batasan-batasan 
neo-liberalisme.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tidaklah mudah bagi kaum Kiri Amerika Latin, 
yang terbiasa menjadi oposisi, untuk tiba-tiba menjadi pemerintah. Salah
 satu tantangan terbesarnya menurut Tarso Genro, adalah 'bagaimana 
berhasil menjadi partai berkuasa tanpa berhenti menjadi partai 
perjuangan'.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saya setuju dengan Massimo Gorla bahwa kehadiran 
kelompok politik 'dalam institutsi (resmi) hanya memiliki raison d'etre 
sepanjang ia merefleksikan suatu oposisi yang jauh lebih energetik dan 
berbasis massa: suatu oposisi yang berjumlah ratusan ribu pekerja yang 
menentang rejim dari jalanan, yang melawannya dan yang, melalui 
perjuangannya, membangun alternatif perubahan. Inilah oposisi sejati: 
perjuangan massa.'&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Adalah penting untuk setia terhadap 
keyakinan demokratik kita, yang artinya benar-benar memberikan kekuasaan
 penentuan-keputusan kepada rakyat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Anggaran Partisipatoris 
(sebagaimana itu kini dikenal) dalam pemerintahan lokal yang dijalankan 
oleh PT di Brasil, khususnya di Porto Alegre, memberikan contoh yang 
patut dicatat tentang bagaimana penjabaran kekuasaan diberikan kepada 
komunitas-komunitas terorganisir. Eksperimen serupa telah dilaksanakan 
di pemerintahan kota Montevideo - dijalankan oleh Frente Amplio di 
Uruguay - dan dalam kotapraja-kotapraja yang dikuasai oleh La Causa R di
 Venezuela.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pemerintahan rakyat harus seutuhnya transparan dan 
rela tunduk terhadap kontrol publik dalam keuangannya, dalam penggunaan 
sumber daya negara dan dalam praktek-praktek kepegawaiannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 
Otonomi organisasi kerakyatan harus dihormati, dengan menerima kenyataan
 bahwa ketegangan dan kontradiksi antara pemerintah dan gerakan 
kerakyatan adalah hal yang normal. Artinya, antara lain, menghindari 
kecenderungan menarik pimpinan gerakan rakyat ke dalam aparat 
administratif. Itu juga berarti menerima dan mempromosikan otonomi 
gerakan kerakyatan bahkan bila mereka posisinya bertentangan dengan 
pemerintah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tantangan spesifik dalam arena electoral &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 
Tantangan terbesar kaum Kiri dalam arena ini adalah dalam kemampuannya 
melawan setiap penyimpangan elektoralis, yang termanifestasikan dalam 
sifat-sifat berikut: (1) kecenderungan untuk menjadikan diri terpilih 
sebagai tujuan akhir, bukannya suatu cara untuk mengerjakan proyek 
transformasi sosial (kecenderungan ini menjelaskan kenapa kader 
berpegangan erat pada posisi legislatifnya dan memandang bahwa kembali 
menjadi sekedar anggota biasa adalah sesuatu yang memalukan); (2) 
berhubungan dengan gerakan kerakyatan hanya dalam masa pemilihan dan 
untuk alasan-alasan elektoral; (3) individualisme selama kampanye: 
mencari dana dan dukungan untuk diri sendiri dan bukan untuk partai; (4)
 konflik internal atas pemilihan seakan-akan anggota lainnya dari partai
 yang sama adalah musuh utama mereka, dan seterusnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kaum Kiri
 harus melawan mandat individualis yang tipikal politik borjuis dan 
dikarakterkan oleh tidak adanya kontrol pemilih terhadap perwakilan yang
 mereka pilih. Suatu mandat haruslah sakral; itu harus menghormati 
kehendak pemilih. Maka, bila atas alasan apa pun perwakilan yang 
terpilih meninggalkan organisasi politik mereka ketika terpilih, maka 
mereka seharusnya menyerahkan kursinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Contoh sikap yang benar
 dalam hal ini, yang walau demikian digambarkan bersifat quixotik, 
adalah yang dilakukan oleh Hugo Cores, pemimpin Partido por la Victoria 
del Pueblo (Partai untuk Kemenangan Rakyat ) di Uruguay, yang merupakan 
utusan terpilih dari daftar koalisi Movimiento de Participacion Popular 
(MPP). Ketika ia meninggalkan koalisi tersebut ia mengundurkan diri dari
 posisinya sebagai anggota parlemen.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Atas alasan yang sama, 
salah satu kerja organisasi politik yang sama pentingnya atau bahkan 
lebih penting daripada menominasikan kandidat, adalah kontrol yang 
diterapkan kepada mereka setelah mereka terpilih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Satu alasan 
yang selalu digunakan kaum Kiri dalam menyepakati kerja-kerja dalam 
institusi borjuis adalah bahwa itu memberikan ruang yang dapat digunakan
 untuk mensirkulasikan ide-ide Kiri kepada lebih banyak orang dan 
menjangkau bahkan hingga ke sektor-sektor yang paling terbelakang. 
Dengan kata lain, untuk mengubah parlemen menjadi pengeras suara, sebuah
 platform yang dapat digunakan untuk mengecam kesewenang-wenangan, 
pelecehan, dan ketidak-adilan sebuah rejim yang didasarkan pada 
penindasan. Namun kini, kontrol monopolistik kelas penguasa yang sering 
diterapkan kepada media telah menciptakan rintangan kebisuan yang 
benar-benar menghalangi tujuan ini dan sangat susah untuk diatasi bila 
kaum Kiri tidak cukup terwakili di parlemen.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Salah satu 
tantangan besar yang dihadapi oleh kaum Kiri adalah bagaimana agar media
 melaporkan apa yang dilakukan oleh kaum Kiri. Tantangan ini hanya bisa 
berhasil dihadapi dengan kreatifitas yang besar - seperti yang dilakukan
 Zapatista dan Greenpeace - atau dengan menciptakan peristiwa-peristiwa 
politik yang tidak mungkin diacuhkan, seperti long-march yang penting 
oleh MST (Gerakan Pekerja Tanpa Tanah di Brasil) menuju ibukota Brasil 
pada 1997 atau anak-anak yang melukis mural-mural yang berisikan 
pesan-pesan demokratik di Caracas, sebagaimana yang dilakukan saat 
Aristobulo Isturiz menjabat walikota.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Yang juga sangat menarik 
adalah keberhasilan FMLN di El Salvador dalam memberitahukan rakyat 
tentang apa yang mereka lakukan di parlemen dengan menggelar 
sidang-sidang terbuka di alun-alun publik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kaum Kiri harus 
berjuang untuk mengatasi pengaruh besar media audiovisual yang 
dimonopoli oleh kaum kanan. Pesan-pesan mereka merasuki semua 
masyarakat, terutama sektor-sektor yang termiskin dan paling 
terinjak-injak yang, sebagaimana kita lihat sebelumnya, tidak mampu 
menciptakan jarak kritis dari hal-hal tersebut. Banyak yang menyerah 
kalah, karena berpikir bahwa pertempuran ini hanya dapat dilancarkan 
dalam arena yang sangat tidak menguntungkan bagi kaum Kiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pendekatan kreatif terhadap a-legal&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Akhirnya, sebagaimana telah kita lihat, di luar wilayah arena legal dan
 kebaliknnya - arena ilegal - terdapat suatu arena tersendiri yang telah
 kami sarankan untuk disebut a-legal, arena yang tidak legal maupun 
ilegal. Kaum Kiri sering tak memiliki kreatifitas untuk memanfaatkan 
ruang ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dengan melangkah maju dalam tataran institusional, 
menyadari tantangan-tantangan yang diberikannya dan secara kreatif 
mengambil alih ruang-ruang a-legal, kaum Kiri Amerika Latin dapat 
mengakumulasi kekuatan perubahan dan membantu mewujudkan transformasi 
budaya rakyat, dengan memastikan bahwa mereka mengambil tanggung jawab 
yang semakin besar terhadap nasib mereka. Dengan melakukan ini, kaum 
Kiri meletakkan fondasi bagi masyarakat baru yang hendak kita bangun - 
suatu masyarakat di mana rakyat adalah subyek aktif dalam semua tingkat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2013/07/kaum-kiri-dan-reformasi.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfjU03SkLFVAVnNJbPa0m_CbxwJi-B00Sr4UaO-tdZkg3WdyG9U-4YQSar5vZbi9QvVBx09s3wHbXzYEjPGtfyHWt8olVZee2DKgCKot-utQOqdDLhPjEmnvVwNQFqjeqNmbTdXi6SePeU/s72-c/kiri.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-3495348952449724759</guid><pubDate>Wed, 08 May 2013 18:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-09T02:18:57.002+08:00</atom:updated><title>Bahasa Jawa lebih simple daripada bahasa Inggris</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Walk slowly on the edge (side) of the road: MLIPIR &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Falling backward and then hit own head: NGGEBLAK&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Falling/tripping forward (and may hit own face): KEJLUNGUP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Smearing one’s body with hot ointment or liquid and then massaging it:MBLONYOHI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Got hit by a truck that moving backward: KUNDURAN TRUK&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Hot pyroclastic cloud rolling down a volcano: WEDHUS GEMBEL&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. A small, sharp thing embedded inside one’s skin: KESUSUBEN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Things getting out from a container accidentally because of gravity:MBROJOL&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Get hit by thing collapsing on top of one’s head/body: KEMBRUKAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Drinking straight from the bottle without using glass, where the whole bootle tip gets into the mouth: NGOKOP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Difficult to open eyes because something is shining very bright:BLERENG&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. Hanging on thightly to something in order to be inert: GONDELAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. Being overly active carelessly with eyes opened wide: PECICILAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14. Releasing ‘wind’ from the body thru a coin drawn across the back skin’s surface: KEROKAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15. Finding by accident something good or useful without looking for it:NDILALAH&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16. Expression or gesture due to a sudden appearance (of something): MAK&amp;nbsp;JEGAGIK&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
17. Very surprise of an unexpected experience: NJENGGIRAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
18. Water come out from the mouth uncontrollably: NGENCES&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
19. Doing something nonchalantly with your finger: UTEK-UTEK&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20. Doing a lustful ‘raid’ to a lovely lady: NGUWEK-UWEK&lt;br /&gt;
sumber: www.lintas.me &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2013/05/bahasa-jawa-lebih-simple-daripada.html</link><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-2018134410694356767</guid><pubDate>Fri, 15 Mar 2013 18:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-17T02:10:36.814+08:00</atom:updated><title>Kisah Cinta dan Kebesaran Hati Salman Al Farisi</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhW_zZB1aadvwbl3vQZhmHIlYYvHe5c2VvOhTofJ1Z2Brh2jxoBi7HSSPCJ6gN4b8lwwq-gbFPwmlgEXzS8GqXO5OaCvqNyCDEQzIUJxy2tyBjETFA-dYf_x4uKoQvphIszI1TJ7lR8aWhz/s1600/salman.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhW_zZB1aadvwbl3vQZhmHIlYYvHe5c2VvOhTofJ1Z2Brh2jxoBi7HSSPCJ6gN4b8lwwq-gbFPwmlgEXzS8GqXO5OaCvqNyCDEQzIUJxy2tyBjETFA-dYf_x4uKoQvphIszI1TJ7lR8aWhz/s320/salman.jpg" width="264" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; border: 0px; color: #555555; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20.796875px; margin-bottom: 15px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;dari : &lt;a href="http://blog.al-habib.info/"&gt;BLOG ALHABIB&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; border: 0px; color: #555555; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20.796875px; margin-bottom: 15px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Salman al Farisi&lt;/b&gt;&amp;nbsp;adalah salah seorang sahabat Nabi saw yang berasal dari Persia. Salman sengaja meninggalkan kampung halamannya untuk mencari cahaya kebenaran. Kegigihannya berbuah hidayah Allah dan pertemuan dengan Nabi Muhammad saw di kota Madinah. Beliau terkenal dengan kecerdikannya dalam mengusulkan penggalian parit di sekeliling kota Madinah ketika kaum kafir Quraisy Mekah bersama pasukan sekutunya datang menyerbu dalam perang Khandaq.&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah sebuah kisah yang sangat menyentuh hati dari seorang Salman Al Farisi: tentang pemahamannya atas&amp;nbsp;&lt;b style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;hakikat cinta&lt;/b&gt;&amp;nbsp;kepada perempuan dan&amp;nbsp;&lt;b style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;kebesaran hati&lt;/b&gt;&amp;nbsp;dalam persahabatan.&lt;br /&gt;
Salman Al Farisi sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mu’minah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai pacar. Tetapi sebagai sebuah pilihan untuk menambatkan&amp;nbsp;&lt;b style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;cinta&lt;/b&gt;&amp;nbsp;dan membangun rumah tangga dalam ikatan suci.&lt;br /&gt;
Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam&amp;nbsp;&lt;i style="border: 0px; font-family: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;khithbah&lt;/i&gt;, pelamaran.&lt;br /&gt;
Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada&amp;nbsp;&lt;b style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;shahabat Anshar&lt;/b&gt;&amp;nbsp;yang telah dipersaudarakan dengannya,&lt;b style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Abu Darda’&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, girang Abu Darda’ mendengarnya. Keduanya tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.&lt;br /&gt;
”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abu Darda’ berbicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.&lt;br /&gt;
"Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.”&lt;br /&gt;
Abu Darda dan Salman menunggu dengan berdebar-debar. Hingga sang ibu muncul kembali setelah berbincang-bincang dengan puterinya.&lt;br /&gt;
”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami&amp;nbsp;&lt;b style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;menolak pinangan Salman&lt;/b&gt;. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”&lt;br /&gt;
Keterusterangan yang di luar kiraan kedua sahabat tersebut. Mengejutkan bahwa sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya. Bayangkan sebuah perasaan campur aduk dimana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah&amp;nbsp;&amp;nbsp;dan bertemu dengan gelombang kesadaran. Ya, bagaimanapun Salman memang&amp;nbsp;&lt;b style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
Namun mari kita simak apa reaksi Salman, sahabat yang mulia ini:&lt;br /&gt;
”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”&lt;b style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!&lt;/b&gt;”&lt;b style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Betapa indahnya kebesaran hati Salman Al Farisi&lt;/b&gt;. Ia begitu faham bahwa cinta, betapapun besarnya, kepada seorang wanita tidaklah serta merta memberinya hak untuk memiliki. Sebelum lamaran diterima, sebelum&amp;nbsp;&lt;i style="border: 0px; font-family: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;ijab qabul&lt;/i&gt;&amp;nbsp;diikrarkan,&amp;nbsp;&lt;b style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;tidaklah cinta menghalalkan hubungan dua insan&lt;/b&gt;. Ia juga sangat faham akan arti persahabatan sejati. Apalagi Abu Darda’ telah dipersaudarakan oleh Rasulullaah saw dengannya. Bukanlah seorang saudara jika ia tidak turut bergembira atas kebahagiaan saudaranya. Bukanlah saudara jika ia merasa dengki atas kebahagiaan dan nikmat atas saudaranya.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya,&amp;nbsp;&lt;b style="border: 0px; font-family: inherit; font-style: inherit; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya&lt;/b&gt;.” [HR Bukhari]&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah Salman ini&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2013/03/kisah-cinta-dan-kebesaran-hati-salman_16.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhW_zZB1aadvwbl3vQZhmHIlYYvHe5c2VvOhTofJ1Z2Brh2jxoBi7HSSPCJ6gN4b8lwwq-gbFPwmlgEXzS8GqXO5OaCvqNyCDEQzIUJxy2tyBjETFA-dYf_x4uKoQvphIszI1TJ7lR8aWhz/s72-c/salman.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-3908257870688188084</guid><pubDate>Tue, 12 Mar 2013 10:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-12T04:34:57.256+08:00</atom:updated><title>Tangkuban Perahu</title><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLEuNU4pDJYRGjd6J2lMXiv9qhEtdLIJsd1nwfflKdISIRzK8RKDRD6Z7fzg-yUbqG5uLplii09cuJsIGjOvZPLTF0y_bXNKzLnjDxrpmw7yHEuVlqGm1-GMXN5WLskvnYg4upMbgnNT_6/s1600/IMG_0638.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="425" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLEuNU4pDJYRGjd6J2lMXiv9qhEtdLIJsd1nwfflKdISIRzK8RKDRD6Z7fzg-yUbqG5uLplii09cuJsIGjOvZPLTF0y_bXNKzLnjDxrpmw7yHEuVlqGm1-GMXN5WLskvnYg4upMbgnNT_6/s640/IMG_0638.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 11pt;"&gt;Beribu-ribu tahun yang lalu, tanah Parahyangan dipimpin oleh seorang raja dan seorang ratu yang hanya mempunyai seorang putri. Putri itu bernama Dayang Sumbi. Dia sangat cantik dan cerdas, sayangnya dia sangat manja. Pada suatu hari saat sedang menenun di beranda istana, Dayang Sumbi merasa lemas dan pusing. Dia menjatuhkan pintalan benangnya ke lantai berkali-kali. Saat pintalannya jatuh untuk kesekian kalinya Dayang Sumbi menjadi marah lalu bersumpah, dia akan menikahi siapapun yang mau mengambilkan pintalannya itu. Tepat setelah kata-kata sumpah itu diucapkan, datang seekor anjing sakti yang bernama Tumang dan menyerahkan pintalan itu ke tangan Dayang Sumbi. Maka mau tak mau, sesuai dengan sumpahnya, Dayang Sumbi harus menikahi Anjing tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 11pt;"&gt;Dayang Sumbi dan Tumang hidup berbahagia hingga mereka dikaruniai seorang anak yang berupa anak manusia tapi memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Anak ini diberi nama Sangkuriang. Dalam masa pertumbuhannya, Sangkuring se lalu ditemani bermain oleh seekor anjing yang bernama Tumang yang dia ketahui hanya sebagai anjing yang setia, bukan sebagai ayahnya. Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah perkasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 11pt;"&gt;Pada suatu hari Dayang Sumbi menyuruh anaknya pergi bersama anjingnya untuk berburu rusa untuk keperluan suatu pesta. Setelah beberapa lama mencari tanpa hasil, Sangkuriang merasa putus asa, tapi dia tidak ingin mengecewakan ibunya. Maka dengan sangat terpaksa dia mengambil sebatang panah dan mengarahkannya pada Tumang. Setibanya di rumah dia menyerahkan daging Tumang pada ibunya. dayanng Sumbi yang mengira daging itu adalah daging rusa, merasa gembira atas keberhasilan anaknya.&lt;br /&gt;Segera setelah pesta usai Dayang Sumbi teringat pada Tumang dan bertanya pada pada anaknya dimana Tumang berada. Pada mulanya Sangkuriang merasa takut, tapa akhirnya dia mengatakan apa yang telah terjadi pada ibunya. Dayang Sumbi menjadi sangat murka, dalam kemarahannya dia memukul Sangkuriang hingga pingsan tepat di keningnya. Atas perbuatannya itu Dayang Sumbi diusir keluar dari kerajaan oleh ayahnya. Untungnya Sangkuriang sadar kembali tapi pukulan ibunya meninggalkan bekas luka yang sangat lebar di keningnya.Setelah dewasa, Sangkuriang pun pergi mengembara untuk mengetahui keadaan dunia luar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 11pt;"&gt;Beberapa tahun kemudian, Sangkuriang bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik. Segera saja dia jatuh cinta pada wanita tersebut. Wanita itu adalah ibunya sendiri, tapi mereka tidak saling mengenali satu sama lainnya. Sangkuriang melamarnya, Dayang Sumbi pun menerima dengan senang hati. Sehari sebelum hari pernikahan, saat sedang mengelus rambut tunangannya, Dayang Sumbi melihat bekas luka yang lebar di dahi Sangkuriang, akhirnya dia menyadari bahwa dia hampir menikahi putranya sendiri. Mengetahui hal tersebut Dayang Sumbi berusaha menggagalkan pernikahannya. Setelah berpikir keras dia akhirnya memutuskan untuk mengajukan syarat perkawinan yang tak mungkin dikabulkan oleh Sangkuriang. Syaratnya adalah: Sangkuriang harus membuat sebuah bendungan yang bisa menutupi seluruh bukit lalu membuat sebuah perahu untuk menyusuri bendungan tersebut. Semua itu harus sudah selesai sebelum fajar menyingsing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 11pt;"&gt;Sangkuriang mulai bekerja. Cintanya yang begitu besar pada Sangkuriang memberinya suatu kekuatan aneh. Tak lupa dia juga menggunakan kekuatan yang dia dapat dari ayahnya untuk memanggil jin-jin dan membantunya. Dengan lumpur dan tanah mereka membendung air dari sungai dan mata air. Beberapa saat sebelum fajar, Sangkuriang menebang sebatang pohon besar untuk membuat sebuah perahu. Ketika Dayang Sumbi melihat bahwa Sangkuriang hampir menyelesaikan pekerjaannya, dia berdoa pada dewa-dewa untuk merintangi pekerjaan anaknya dan mempercepat datangnya pagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding: 0px 0px 15px;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 11pt;"&gt;Ayam jantan berkokok, matahari terbit lebih cepat dari biasanya dan Sangkuriang menyadari bahwa dia telah ditipu. Dengan sangat marah dia mengutuk Dayang Sumbi dan menendang perahu buatannya yang hampir jadi ke tengah hutan. Perahu itu berada disana dalam keadaan terbalik, dan membentuk Gunung Tangkuban Perahu(perahu yang menelungkub). Tidak jauh dari tempat itu terdapat tunggul pohon sisa dari tebangan Sangkuriang, sekarang kita mengenalnya sebagai Bukit Tunggul. Bendungan yang dibuat Sangkuriang menyebabkan seluruh bukit dipenuhi air dan membentuk sebuah danau dimana Sangkuriang dan Dayang Sumbi menenggelamkan diri dan tidak terdengar lagi kabarnya hingga kini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; padding: 0px 0px 15px;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana; font-size: 11pt;"&gt;http://&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #009933; font-family: arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px;"&gt;oshman.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2013/03/tangkuban-perahu.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLEuNU4pDJYRGjd6J2lMXiv9qhEtdLIJsd1nwfflKdISIRzK8RKDRD6Z7fzg-yUbqG5uLplii09cuJsIGjOvZPLTF0y_bXNKzLnjDxrpmw7yHEuVlqGm1-GMXN5WLskvnYg4upMbgnNT_6/s72-c/IMG_0638.JPG" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-2013584562404426945</guid><pubDate>Mon, 11 Mar 2013 07:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-11T15:09:14.613+08:00</atom:updated><title>Negara terkecil di dunia</title><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCAlNCcygcDAPoWGjuPq8E_1X29V1JSPNtrfjoeQ_nA5wsm5rEU4EGEGKCNE0Qh-wWkRbMBh91P1RUXI-kG4HSx8Ec0UNAgVgnQIMPDmTR6eFp1NJ8ritXmauHxOOFog-8gwnyiPSrw1vp/s1600/sealand-1.jpg" imageanchor="1" &gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCAlNCcygcDAPoWGjuPq8E_1X29V1JSPNtrfjoeQ_nA5wsm5rEU4EGEGKCNE0Qh-wWkRbMBh91P1RUXI-kG4HSx8Ec0UNAgVgnQIMPDmTR6eFp1NJ8ritXmauHxOOFog-8gwnyiPSrw1vp/s320/sealand-1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Negara manakah yang paling kecil di dunia? Kalau kamu menjawab Vatikan, itu kuno. Vatikan bukan lagi sebuah negara yang terkecil di dunia. Masih ada sebuah negara yang lebih kecil dari Vatikan. Negara itu adalah Sealand. Kepangeranan Sealand atau Principality Sealand atau Selandia dalam bahasa Indonesia saat ini merupakan negara terkecil di dunia saat ini. Percaya nggak percaya, negeri ini tidak berdiri diatas daratan seperti negara umumnya. Sealand berdiri diatas sebuah tower yang ditahan oleh du beton baja di tengah laut seluas 550 meter persegi. Negara ini terletak 11 kilometer di lepas pantai Harwich, sebelah timur Inggris. Negara ini hanya dapat dicapai oleh helikopter atau kapal. Sejarah Sealand dimulai ketika Perang Dunia II. Inggris yang khawatitr terhadap kekuatan Jerman membangun sejumlah pangkalan militer. Benteng ini dilengkapi dengan banyak pasukan Inggris dan dilengkapi artileri yang dirancang untuk menembak jatuh pesawat dan rudal balistik Jerman. Pangkalan militer ini ditempatkan di sepanjang pantai timur Inggris yang terletak di pinggiran wilayah perairan Inggris. Salah satu pangkalan militer itu, yang terdiri dari konstruksi beton dan besi, adalah Roughs Tower, benteng kerajaan Inggris yang terkenal. Lokasinya di sebelah utara muara Sungai Thames. Seperti halnya pangkalan laut lainnya, Roughs Tower menggunakan jangkar yang dilabuhkan ke dasar laut.Semula basis laut ini akan ditempatkan di dalam wilayah kedaulatan Inggris. Namun kemudian rencana itu berubah. Pangkalan ini ditempatkan di satu titik sekitar 7 mil laut dari pantai timur Inggris, yang artinya lebih dari dua kali jarak 3 mil laut wilayah perairan Inggris. Dengan kata lain, benteng ini berlokasi di perairan internasional Laut Utara. Setelah perang usai, Roughs Tower beserta pangkalan lainnya mulai ditinggalkan. Namun seorang purnawirawan Mayor Inggris bernama Paddy Roy Bates menduduki pulau buatan Roughs Tower dan tinggal di sana bersama keluarganya pada 2 September 1967. Setelah pembicaraan intensif dengan para pengacara ulung Inggris, Roy Bates memproklamirkan pulau itu sebagai negara miliknya. Pria itu menobatkan dirinya dengan gelar pangeran dan istrinya digelari putri. Roy pun resmi mendirikan Kerajaan Sealand. Roy Bates kemudian dikenal sebagai Roy of Sealand. Ia memberlakukan otoritas negara di pulau itu. Sejak itu keluarga kerajaan dan orang-orang lainnya yang telah menyatakan kesetiaannya pada kepangeranan Sealand mendiami pulau itu. Pada akhir 1968, Angkatan Laut Inggris menyadari jika salah satu pangkalannya diambil alih oleh seorang purnawirawan mayor. Maka agar tidak terjadi keributan, beberapa unit AL Inggris berangkat ke wilayah yang di klaim Roy Bates sebagai negara miliknya. Roy yang merasa terancam terhadap kedaulatan negaranya segera melakukan tindakan pertahanan. Karena ia adalah mantan anggota tentara Inggris serta negara yang didudukinya merupakan bekas pangkalan militer, tak heran Roy mempunyai senjata sebagai alat pertahanan negaranya. Maka ia pun menembaki kapal Inggris tersebut agar menjauh. Namun karena Roy masih memiliki kewarganegaraan Inggris, ia itangkap dan kemudian dimasukkan ke pengadilan atas tuduhan kejahatan berat. Namun justru dari sinilah sumber keberhasilan spektaluler atas klaim kedaulatan Sealand. Dalam putusannya pada 25 November 1968, Pengadilan Chelmsfort/Essex menyatakan pihaknya tidak berkompeten menangani kasus Roy karena tidak memiliki yurisdiksi di luar wilayah nasional Inggris. Ini merupakan pengakuan de facto pertama atas kepangeranan Sealand. Hukum Inggris telah memutuskan Sealand bukan bagian dari kerajaan Inggris, serta belum ada negara lain yang mengklaimnya. Karena itulah, deklarasi Pangeran Roy atas kepangeranan Sealand dinyatakan sah. Namun meskipun demikian, menurut sejumlah dokumen rahasia yang baru terungkap, Inggris masih terus memburu Sealand, kalau perlu dengan jalan kekerasan. Namun rencana itu batal karena Inggris tidak ingin membuat keributan dan kehebohan publik. Untuk menyempurnakan kelengkapan negaranya, Roy Bates mulai menyusun konstitusi yang disahkan pada 25 September 1975. Selain itu ia juga membuat lambang, bendera, lagu kebangsaan, perangko, serta mata uang Sealand yaitu Dolar Sealand yang setara dengan nilai Dolas AS. Bahkan akhirnya ada paspor kepangeranan Sealand dan paspor diplomatik Sealand yang berbasis aturan paspor internasional. Sebagai sebuah negara, Sealand pun pernah menghadapi saat-saat genting. Pada Agustus 1978, sejumlah warga Belanda datang ke Sealand atas suruhan seorang pengusaha Jerman. Mereka datang untuk membicarakan urusan bisnis dengan Sealand. Namun saat Pangeran Roy sedang berada di Inggris, pria-pria asing ini menculik putra Roy, Michael Bates dan merebut Sealand dengan cara kekerasan. Tak lama kemudian, Roy merebut kembali pulau itu dengan bantuan sekelompok anak buahnya. Para penyerang itu kemudian ditahan Roy sebagai tawanan perang. Selama penahanan itu, pemerintah Belanda dan Jerman mengajukan petisi untuk kebebasan mereka. Awalnya mereka meminta pemerintah Inggris untuk mengintervensi masalah tersebut. Namun pemerintah Inggris menolaknya dengan alasan adanya putusan pengadilan sebelumnya bahwa Inggris tidak berhak atas wilayah Sealand. Akhirnya, sebagai bentuk pengakuan de facto atas kedaulatan Sealand, pemerintah Jerman mengirimkan seorang diplomat langsung ke Sealand untuk bernegosiasi mengenai pembebasan warganya. Roy akhirnya membebaskan tawanannya. Roy bersyukur karena insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa. Pada tahun 1987, negara-negara yang memiliki perairan laut boleh menambah luas wilayah lautnya sejauh 12 mil dari bibir pantai. Roy pun kemudian memperluas wilayah Sealand sesuai aturan tersebut. Namun setelah 30 tahun lebih, kesehatan sang kepala negara, Pangeran Roy terus memburuk seiring bertambahnya usianya. Sealand yang tidak memiliki satupun rumah sakit membuat Pangeran Roy harus terbang ke Inggris untuk dirawat. Ia menggunakan paspor Inggris akrena negaranya belum diakui secara resmi atau de jure oleh negara manapun. Kekuasaan Roy sebagai kepala negara kemudian diserahkan kepada anaknya, Michael Bates. Michael Bates kemudian resmi menjadi Pangeran Michael of Sealand yang memiliki kekuasaan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. James, anak dari Michael kemudian dinobatkan menjadi Pangeran James. Belakangan Michael berencana menjual Sealand kepada orang lain, tidak termasuk aset negara. Pangeran Michael akan menjanjikan pajak yang ringan dan pemandangan yang sangat indah dari Sealand. Sejumlah pengusaha real estate yang tertarik terhadap Sealand menginginkan sebuah otonomi nantinya bagi mereka. Kamu tertarik juga untuk membeli Sealand? Boleh saja asal kamu mau membayar dengan nilai lebih dari delapan digit angka.&lt;br /&gt;
Reply With Quote&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2013/03/negara-terkecil-di-dunia.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCAlNCcygcDAPoWGjuPq8E_1X29V1JSPNtrfjoeQ_nA5wsm5rEU4EGEGKCNE0Qh-wWkRbMBh91P1RUXI-kG4HSx8Ec0UNAgVgnQIMPDmTR6eFp1NJ8ritXmauHxOOFog-8gwnyiPSrw1vp/s72-c/sealand-1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-5764930386108609960</guid><pubDate>Mon, 11 Mar 2013 07:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-11T15:04:30.086+08:00</atom:updated><title>Sejarah Perusahaan Minyak Shell Bermula dari Indonesia</title><description>Tak banyak yang tahu, tambang pertama Shell di Indonesia.   
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi32hfasQ4fVtgbqKLgbl6ZxtYDB1uh0KCluZtNWey3_J1tQoIThsazdWH1D9AOQH1Pl6W4Hh612JCYsLfmY0JMOMq3Rk4YOUf7ATvb0mjb2EIscAfR14cDO7BSRL-24TyRJ4-cj-YDVxN8/s1600/logo_shell.jpg" imageanchor="1" &gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi32hfasQ4fVtgbqKLgbl6ZxtYDB1uh0KCluZtNWey3_J1tQoIThsazdWH1D9AOQH1Pl6W4Hh612JCYsLfmY0JMOMq3Rk4YOUf7ATvb0mjb2EIscAfR14cDO7BSRL-24TyRJ4-cj-YDVxN8/s320/logo_shell.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Presiden Direktur Shell Indonesia, Darwin Silalahi, menceritakan sebuah sejarah penting perusahaan Shell yang kini bermarkas di Eropa itu. Menurut Darwin, keberadaan Shell tak bisa dilepaskan dari Indonesia.

Darwin mengatakan tak semua orang tahu bahwa perusahaan multinasional Shell pada awalnya melakukan bisnisnya di Indonesia tepatnya di area perkebunan Telaga Said, Deli, Sumatera Utara, di masa Indonesia masih jajahan Belanda. Adalah seorang mandor perkebunan Hindia Belanda, Aeliko Jans Zijklert, pada tahun 1880 menemukan cairan hitam di perkebunan tersebut.

Sampel cairan tersebut lalu dikirim Zijklert ke Batavia untuk diteliti. Setelah mengetahui cairan hitam itu adalah minyak bumi, ia pun memutuskan berhenti menjadi mandor dan kembali ke negeri asalnya, Belanda. "Ia menawarkan idenya kepada orang Belanda yang ahli dalam bidang pengeboran untuk diajak memulai bisnis migas," tutur Darwin bercerita di Fakultas Ekonomi Bisnis, UGM, Sabtu 9 Maret 2013.

Satu tahun setelah pulang ke Belanda, Zijklert datang ke Deli untuk melakukan pengeboran minyak bumi. Namun pengeboran pertama ternyata tidak berhasil karena sumber minyak bumi dalam sumur yang dibor ternyata kering. Dia pun tidak putus asa, lalu melakukan pengeboran di Telaga Said 2 dan akhirnya berhasil.

“Itu penemuan minyak pertama di Indonesia. Itu juga yang memulai berdirinya industri migas yang kini dinamakan Shell,” kata Darwin.

Meski perusahaan ini beroperasi pertama kali di Indonesia, seiring perjalan waktu perusahaan ini sudah berevolusi menjadi perusahaan migas terbesar di dunia. Tidak hanya bidang minyak bumi namun juga perusahaan ini merambah pada LNG bahkan menjadi pelopor kemajuan inovasi pengolahan gas bumi menjadi energi.

"Hal  yang patut dicontoh dari perkembangan Shell," ujar Darwin, "seseorang yang mau meninggalkan zona kenyamanan lalu terjun menjadi wirausaha. Dari seorang mandor beralih ke zona tidak aman menjadi seorang pengusaha," katanya.

 Kebutuhan Minyak Meningkat 

Kini, kebutuhan energi khususnya minyak dan gas di dunia semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk serta pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat. Namun sayangnya kebutuhan energi minyak bumi dan gas bumi tidak dibarengi semakin banyaknya penemuan ladang minyak yang baru sehingga dikhawatirkan kebutuhan minyak dengan pasokan akan timpang hingga nanti di tahun 2025.

"Saat ini tidak ada lagi ditemukan lapangan migas yang baru sehingga dapat diolah untuk memenuhi permintaan. Jika pun ada maka lapangan migas baru dapat ditemukan di laut dalam, kutub, dan wilayah geografi dan geopolitik kurang stabil. Dampaknya akan terjadi kesenjangan yang tinggi antara permintaan dan suplai," kata Darwin.

Menurutnya permasalahan kebutuhan migas yang tak seimbang juga akan terjadi di Indonesia. Indonesia yang dulunya dikenal sebagai sumber migas potensial dunia juga dihadapkan pada persoalan minimnya pasokan sumber migas sementara kebutuhan makin bertambah dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi.

“Manakala ekonomi memasuki pasar industrialisasi, maka negara lewat industri migas harus mampu men-drive kebutuhan energi,” katanya.(eh)
sumber: http://abarky.blogspot.com
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2013/03/sejarah-perusahaan-minyak-shell-bermula.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi32hfasQ4fVtgbqKLgbl6ZxtYDB1uh0KCluZtNWey3_J1tQoIThsazdWH1D9AOQH1Pl6W4Hh612JCYsLfmY0JMOMq3Rk4YOUf7ATvb0mjb2EIscAfR14cDO7BSRL-24TyRJ4-cj-YDVxN8/s72-c/logo_shell.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-1449295514007919223</guid><pubDate>Sat, 17 Mar 2012 08:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-17T16:21:34.773+08:00</atom:updated><title>Karakteristik Natural Gas (NG) dan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bahan bakar alternatif</title><description>Semakin mahalnya harga minyak mentah (crude oil) dan terjadinya krisis energi di dunia, mengakibatkan banyak negara berlomba mencari solusi untuk bahan bakar alternatif. Selain itu, masalah pemanasan global (global warming) mengakibatkan perubahan iklim (climate change) yang salahsatunya disebabkan oleh efek rumah kaca (green house effect), sehingga semakin mendesaknya kebutuhan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan diharapkan dapat memberikan solusi akan kebergantungan terhadap bahan bakar minyak
Jika dapat dikelompokan, bahan bakar alternatif dapat di bagi menjadi 3 kelompok,bahan bakar cair (e.g Bio fuel, Bio diesel, Bio Methanol, etc), padat (e.g bricket biomassa),dan gas (e.g biogas, hydrogen fuel). NG dan CNG sebagai bahan bakar gas merupakan salahsatu bahan bakar alternatif yang potensial dapat memberikan solusi atas masalah krisis energi di dunia. Berbagai penelitian dan kajian sudah dilakukan untuk menghasilkan aplikasi penggunaan bahan bakar ini menjadi lebih maksimal.

Bahan Bakar Natural Gas memiliki kandungan methane dan nilai oktan yang cukup tinggi (120-130) serta mempunyai karakteristik pembakaran yang ramah lingkungan, sehingga efisiensi engine menjadi lebih tinggi dan rendah emisi. Biasanya metode penyimpanan Natural gas yaitu dengan cara gas dikompresikan sampai 3600 psi (pounds per square inch), sehingga tabung bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) harus lebih tebal dan kuat dibandingkan dengan tabung bahan bakar bensin dan diesel. Jadi, untuk kendaraan yang menggunakan bahan bakar gas akan mempunyai bobot lebih berat dan membutuhkan ruang yang cukup untuk menyimpan tabung CNG.

Untuk memberikan jarak tempuh yang jauh pada kendaran (NGV, Natural Gas Vehicle), CNG harus disimpan pada tabung yang bertekanan tinggi (berkisar 3600 psi). Sebuah NGV memiliki nilai ekonomis yang sama dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin berdasarkan GGE (Gasoline Gallon Equivalent). GGE yaitu sama dengan 5.7 lb (2,6 kg) berat dari CNG.

Natural gas memiliki temperatur ignition yang tinggi, yaitu sekitar 1100 derajat Fahrenheit, jika dibandingkan dengan bahan bakar bensin (gasoline) sekitar 600 derajat Fahrenheit. Natural gas memiliki jarak tingkat pembakaran yang sangat terbatas, NG tidak akan terbakar pada konsentrasi dibawah 5% atau diatas 15% ketika bercampur dengan udara. Sedangkan bensin dan bahan bakar diesel dapat terbakar pada konsentrasi rendah dan pembakaran pada temperatur relatif rendah. Sehingga tingginya temperatur pembakaran dan terbatasnya tingkat rentang pembakaran membuat kecelakaan akibat pembakaran pada CNG lebih rendah.

Sumber: http://maul24hours.wordpress.com&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxh_TtZkeHezFnOyI2H0cN-b_vc32sHYCK6dyDKv3yVcNO8AUe8L11yUUAHaYkdjX3EdZ941FYdPExQ75qMP9cw7jLvKXkAVsBrH6F-IkrbroTk02s5z7o01rmNvcbxzsOcpcqCu3Oah5z/s1600/ngv-01.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="251" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxh_TtZkeHezFnOyI2H0cN-b_vc32sHYCK6dyDKv3yVcNO8AUe8L11yUUAHaYkdjX3EdZ941FYdPExQ75qMP9cw7jLvKXkAVsBrH6F-IkrbroTk02s5z7o01rmNvcbxzsOcpcqCu3Oah5z/s400/ngv-01.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2012/03/karakteristik-natural-gas-ng-dan.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxh_TtZkeHezFnOyI2H0cN-b_vc32sHYCK6dyDKv3yVcNO8AUe8L11yUUAHaYkdjX3EdZ941FYdPExQ75qMP9cw7jLvKXkAVsBrH6F-IkrbroTk02s5z7o01rmNvcbxzsOcpcqCu3Oah5z/s72-c/ngv-01.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-3095137453752356165</guid><pubDate>Wed, 14 Dec 2011 20:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-11T03:34:59.302+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Beatbox</category><title>Greg pattillo - Piano/Flute/Beatbox</title><description>&lt;iframe width="500" height="245" src="http://www.youtube.com/embed/jBvZ8f44Et0" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2011/12/greg-pattillo-pianoflutebeatbox.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://img.youtube.com/vi/jBvZ8f44Et0/default.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-6502814017637510928</guid><pubDate>Wed, 14 Dec 2011 20:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-15T04:02:01.603+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Beatbox</category><title>Fur Elise Beatbox</title><description>&lt;iframe width="560" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/0dx-7vwJJrc" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2011/12/fur-elise-beatbox.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://img.youtube.com/vi/0dx-7vwJJrc/default.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-9020766908658955593</guid><pubDate>Wed, 14 Dec 2011 19:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-15T03:59:42.116+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Beatbox</category><title>Touhou - Bad Apple!! Beatbox</title><description>&lt;iframe width="560" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/itZqqSUDAkI" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2011/12/touhou-bad-apple-beatbox.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://img.youtube.com/vi/itZqqSUDAkI/default.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-6009556521983209479</guid><pubDate>Wed, 14 Dec 2011 19:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-15T03:59:58.069+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Beatbox</category><title>Super Mario Beatbox - Hikakin</title><description>&lt;iframe width="560" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/LE-JN7_rxtE" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2011/12/super-mario-beatbox-hikakin.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://img.youtube.com/vi/LE-JN7_rxtE/default.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-27377876935017917</guid><pubDate>Mon, 19 Sep 2011 23:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-20T07:39:40.087+08:00</atom:updated><title>Pembuka botol Unik</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiT4U8qyRBSFqEkWy7oDynA-AC-iZNShcn-lggs1wc3Y_kl8OTXrccAWGnHQ5CVrUnwhVK51skSrXnOgqXX58RTfVvfJ402yuJgxhzgh7btbNxzf0KB21OFVf8QpKZE7rHFEeXsgDJtjmm8/s1600/bttletalking.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiT4U8qyRBSFqEkWy7oDynA-AC-iZNShcn-lggs1wc3Y_kl8OTXrccAWGnHQ5CVrUnwhVK51skSrXnOgqXX58RTfVvfJ402yuJgxhzgh7btbNxzf0KB21OFVf8QpKZE7rHFEeXsgDJtjmm8/s400/bttletalking.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzN8omXnXUzIvhZUvLYrjDHIbKTdZG6mwUPisPr9PYsqqJ8MOmGKd_VHzERixDD3HuBAMxaXrw27jy3hnfs5AtGlLY88FjN2V4TEzccw7YPn8ZveW0uc9SePd8Iu1diWijmP4bbu9CdJb5/s1600/pb5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="247" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzN8omXnXUzIvhZUvLYrjDHIbKTdZG6mwUPisPr9PYsqqJ8MOmGKd_VHzERixDD3HuBAMxaXrw27jy3hnfs5AtGlLY88FjN2V4TEzccw7YPn8ZveW0uc9SePd8Iu1diWijmP4bbu9CdJb5/s400/pb5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIsUBqTK9eFCXmkr28rUDdaEe6nHZOi5MS_HS_lgS6eCupxiT-41kJo2bg1bTl6-hqWXMroHWMO42xW5B25LL1BzwZF-hqGGEzPF-HhsE4A-uisjqcK0bOkZl1Bqf7bwtkTzYhGAbD6pp2/s1600/pb1.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="237" width="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIsUBqTK9eFCXmkr28rUDdaEe6nHZOi5MS_HS_lgS6eCupxiT-41kJo2bg1bTl6-hqWXMroHWMO42xW5B25LL1BzwZF-hqGGEzPF-HhsE4A-uisjqcK0bOkZl1Bqf7bwtkTzYhGAbD6pp2/s400/pb1.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikHo0qDaD8XpYw0B-us5xTWzgRbOnKbmvZ2PKbTVhVw1drse__FblV7t4q5ScLbeLUjc-Et4lH1YZ9U-xGd_MsD257tmNoxV4hXbmPiMjg3wLuuOOH0Knyz0UypSihOaw2MlIJ-_Ezkcpy/s1600/pb2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikHo0qDaD8XpYw0B-us5xTWzgRbOnKbmvZ2PKbTVhVw1drse__FblV7t4q5ScLbeLUjc-Et4lH1YZ9U-xGd_MsD257tmNoxV4hXbmPiMjg3wLuuOOH0Knyz0UypSihOaw2MlIJ-_Ezkcpy/s400/pb2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHjBT-0eNfLa9XC5Xh7Ix9Z55Tvawc4qQU3otQh-ARjVYEAaLV8Oh0736m2-CyZOBlVYi9OqgmjIcCfjFcls2O5JUE6FMfAAcq1GNhGGomKzG2Eg8SvGjuNLrPyYif51Mk_U-liR9GQSTs/s1600/pb3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="196" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHjBT-0eNfLa9XC5Xh7Ix9Z55Tvawc4qQU3otQh-ARjVYEAaLV8Oh0736m2-CyZOBlVYi9OqgmjIcCfjFcls2O5JUE6FMfAAcq1GNhGGomKzG2Eg8SvGjuNLrPyYif51Mk_U-liR9GQSTs/s400/pb3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQSxOexxV-GZ_qGpXPw0OxOeJZfT7k0QB0OezHtvjKYKma_nchyPlJRlY2tGzLpRQ9QVmeilqmKNV2rNug-cqv7LMYX02tZ2Pbrx6SXxc20t-4_VglWti9FiTFJvZICOdDZicOIg5aiJGS/s1600/pb4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="164" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQSxOexxV-GZ_qGpXPw0OxOeJZfT7k0QB0OezHtvjKYKma_nchyPlJRlY2tGzLpRQ9QVmeilqmKNV2rNug-cqv7LMYX02tZ2Pbrx6SXxc20t-4_VglWti9FiTFJvZICOdDZicOIg5aiJGS/s400/pb4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVZZpm5Q5Xe9eQHxsraZdrhRFJMpWoqek3VNi7tlIrXiGApecP_XBHwXIz7VcQX4RoI9PzP5IPqhEZomaUJ2oPOvCfhhJlhgmfgegrGxXuQboZSRezhjbappLBeXZbaZCc_ylI1PnhxDUa/s1600/pb10.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVZZpm5Q5Xe9eQHxsraZdrhRFJMpWoqek3VNi7tlIrXiGApecP_XBHwXIz7VcQX4RoI9PzP5IPqhEZomaUJ2oPOvCfhhJlhgmfgegrGxXuQboZSRezhjbappLBeXZbaZCc_ylI1PnhxDUa/s400/pb10.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEig_OTjeHt_uG7lDyWq63xqz63cpJnwbIWSmG8hDTetuOHqhGzxKoao8vtRzMzOw62EvIjFE2CBHfrOs6_6g-7nY2kBxvXIl0CpI1d_tQR2l36bFhsk40zPE2BcT6mVsUl-AbJN8rircZa2/s1600/pb6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="311" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEig_OTjeHt_uG7lDyWq63xqz63cpJnwbIWSmG8hDTetuOHqhGzxKoao8vtRzMzOw62EvIjFE2CBHfrOs6_6g-7nY2kBxvXIl0CpI1d_tQR2l36bFhsk40zPE2BcT6mVsUl-AbJN8rircZa2/s400/pb6.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEE1V_bafogAUVEBiAjlLh8EybDE-3Zla1ej51vV1_-snFmrv_gANuZOz6SjqnR99mJQjhC7i7b-0Jh1yxWe9iwnq7zrvviAOMPfGcnTTkSp_cL39GnfsrU8Q0R3XYpVIeADJee5d1axJW/s1600/pb7.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="263" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEE1V_bafogAUVEBiAjlLh8EybDE-3Zla1ej51vV1_-snFmrv_gANuZOz6SjqnR99mJQjhC7i7b-0Jh1yxWe9iwnq7zrvviAOMPfGcnTTkSp_cL39GnfsrU8Q0R3XYpVIeADJee5d1axJW/s400/pb7.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj51WJjCJNl3OSIrmABgsD0nFi22MFKmGjrXJlt__NgOiwlZIVewzlzJgg_YAbkNLIL_bXWCmjIh9r-rcylMj59Mvj1sKLRIH1I09E7CT8-17a86b7Jdp8loLbcRYySGndFeu3U732FAbW6/s1600/pb8.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="298" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj51WJjCJNl3OSIrmABgsD0nFi22MFKmGjrXJlt__NgOiwlZIVewzlzJgg_YAbkNLIL_bXWCmjIh9r-rcylMj59Mvj1sKLRIH1I09E7CT8-17a86b7Jdp8loLbcRYySGndFeu3U732FAbW6/s400/pb8.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9EldXCZTExG_FLvvqgK1bRv8ZE7mND6Ig45f8WVeuidewE_51vSWs-NsW1HdrHHOooNdr01y3b8EqDAZfQWvI8y6y38AYcycG0cIi7T6fzcsPEVfezEk4CtjkBIF9thH0VJjaUEfHrLAr/s1600/pb9.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="317" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9EldXCZTExG_FLvvqgK1bRv8ZE7mND6Ig45f8WVeuidewE_51vSWs-NsW1HdrHHOooNdr01y3b8EqDAZfQWvI8y6y38AYcycG0cIi7T6fzcsPEVfezEk4CtjkBIF9thH0VJjaUEfHrLAr/s400/pb9.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9RJ3-HAMxQVEYW_1aT1BBTFqalDPqld1CTeMlSeHmYxcePgCmmzAPkCgduJntf6wADQrZrPbwBILQ1oQ5WbCM7GDVD-2ikKIgsoddIFJow5kXltaCvFXIhhBOu_lXx9Bp9M_UPPNff5SD/s1600/pb13.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="266" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9RJ3-HAMxQVEYW_1aT1BBTFqalDPqld1CTeMlSeHmYxcePgCmmzAPkCgduJntf6wADQrZrPbwBILQ1oQ5WbCM7GDVD-2ikKIgsoddIFJow5kXltaCvFXIhhBOu_lXx9Bp9M_UPPNff5SD/s400/pb13.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOmL6Ct1WD2h2pkKaACPWF1kef0CLzpfP2lnX_WdcMU1Bepuq-Rbsf7CJjJ73_H0SIAYNV4KCigLCwH2akO00GF5d4ZTCAMxaDqKuHTxnDSEhhUz4p5Yq6YWvAbodfc2IwZozfaRjDInuH/s1600/pb11.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="301" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOmL6Ct1WD2h2pkKaACPWF1kef0CLzpfP2lnX_WdcMU1Bepuq-Rbsf7CJjJ73_H0SIAYNV4KCigLCwH2akO00GF5d4ZTCAMxaDqKuHTxnDSEhhUz4p5Yq6YWvAbodfc2IwZozfaRjDInuH/s400/pb11.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFTlD-7vJ82HaTNU_LzLAOCLVjpk24_U24-DPQQCM-6kj1qR8_QuYRR7X3zRs5KBALmorV_akoPHvO-qHyqbMHvNjxtZ_SU6mzYGUd3zi6aAlsafBNmy0YiwMPfDOF7OHLMxRK5jw3N7bQ/s1600/pb12.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFTlD-7vJ82HaTNU_LzLAOCLVjpk24_U24-DPQQCM-6kj1qR8_QuYRR7X3zRs5KBALmorV_akoPHvO-qHyqbMHvNjxtZ_SU6mzYGUd3zi6aAlsafBNmy0YiwMPfDOF7OHLMxRK5jw3N7bQ/s400/pb12.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2011/09/pembuka-botol-unik.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiT4U8qyRBSFqEkWy7oDynA-AC-iZNShcn-lggs1wc3Y_kl8OTXrccAWGnHQ5CVrUnwhVK51skSrXnOgqXX58RTfVvfJ402yuJgxhzgh7btbNxzf0KB21OFVf8QpKZE7rHFEeXsgDJtjmm8/s72-c/bttletalking.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-6580008796588932940</guid><pubDate>Sat, 13 Aug 2011 20:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-14T04:59:46.179+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">motor home</category><title>Mobil Rumah</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUnL9fbL_xvw7xy53MDxCac37F3ViatmiFTq3LyV5rxmuKGVp6xr3qcICxgequdBkssOoP_dWjZHZjO-Trj1FGPi8SmBzcGOp22twFk2O4bPBFv0VvUJ245o_4-g8b4x3S2UBgtLTNyCaC/s1600/motor-home.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="279" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUnL9fbL_xvw7xy53MDxCac37F3ViatmiFTq3LyV5rxmuKGVp6xr3qcICxgequdBkssOoP_dWjZHZjO-Trj1FGPi8SmBzcGOp22twFk2O4bPBFv0VvUJ245o_4-g8b4x3S2UBgtLTNyCaC/s400/motor-home.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2011/08/mobil-rumah_14.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUnL9fbL_xvw7xy53MDxCac37F3ViatmiFTq3LyV5rxmuKGVp6xr3qcICxgequdBkssOoP_dWjZHZjO-Trj1FGPi8SmBzcGOp22twFk2O4bPBFv0VvUJ245o_4-g8b4x3S2UBgtLTNyCaC/s72-c/motor-home.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-8546608908183917421</guid><pubDate>Sat, 13 Aug 2011 20:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-14T04:54:54.712+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">motor home</category><title>Mobil Rumah</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIM_21R0Ood5tpke2FHq6FGVOlNJpQ88ufLLHDMIENs8FfMvfQgzql7ljXswn96azIVtGUEqOFvBd8wIgcHYI5O3Q8GgeiqoVtiCgbvvy_ysMG1XwVUkjr1m8Yz2ciic6B_Pf9-e64DsZm/s1600/gmc_motorhome_int.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="365" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIM_21R0Ood5tpke2FHq6FGVOlNJpQ88ufLLHDMIENs8FfMvfQgzql7ljXswn96azIVtGUEqOFvBd8wIgcHYI5O3Q8GgeiqoVtiCgbvvy_ysMG1XwVUkjr1m8Yz2ciic6B_Pf9-e64DsZm/s400/gmc_motorhome_int.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyc2kXXwtMLOhQbdbEPUSHtt_MBBZY1hXuurLAMU-ggjB56F6uzOk5gCuFtO0JIi0oQp0Realvho4uBYEWO2i0UuEn_mt34V3RvZPWmM6_cgpXKGmgs6l3yFIbC84C-oCJoMO7_Oxqafc9/s1600/gmc_motorhome_cutaway_view.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="218" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyc2kXXwtMLOhQbdbEPUSHtt_MBBZY1hXuurLAMU-ggjB56F6uzOk5gCuFtO0JIi0oQp0Realvho4uBYEWO2i0UuEn_mt34V3RvZPWmM6_cgpXKGmgs6l3yFIbC84C-oCJoMO7_Oxqafc9/s400/gmc_motorhome_cutaway_view.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2011/08/mobil-rumah.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIM_21R0Ood5tpke2FHq6FGVOlNJpQ88ufLLHDMIENs8FfMvfQgzql7ljXswn96azIVtGUEqOFvBd8wIgcHYI5O3Q8GgeiqoVtiCgbvvy_ysMG1XwVUkjr1m8Yz2ciic6B_Pf9-e64DsZm/s72-c/gmc_motorhome_int.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-4129445395528820314</guid><pubDate>Sat, 13 Aug 2011 20:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-14T04:52:05.761+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">motor home</category><title>Mobil Rumah</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSQqs5qashP55o7X68CClSdkV0Xg9drznP8Tja-gxmYwYRwkXvPJOxFpTPYgAr9Sx9GVxZO7gRTtWDIv4xbeUJZudoV1DKuVSzpbls7hguLWvAu1oPuFPelqOdsS5zGIXB7jIxHoldppB8/s1600/bolero_flooplan_lg.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="373" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSQqs5qashP55o7X68CClSdkV0Xg9drznP8Tja-gxmYwYRwkXvPJOxFpTPYgAr9Sx9GVxZO7gRTtWDIv4xbeUJZudoV1DKuVSzpbls7hguLWvAu1oPuFPelqOdsS5zGIXB7jIxHoldppB8/s400/bolero_flooplan_lg.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGyPwaQSD1ZU4W_uDv7eUDlO3sgrB20Jmfi6Q20Slc064n5WEfTrhNQmjuwOPtfjfFEY4ELCrjb62g6gubSPG8SNJsQ8RU2LpSFaRf_QEvcOYQyLz3-rUv7xy0mSlj5A0SfOF60fGwsP6K/s1600/bolero_main_lg.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="192" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGyPwaQSD1ZU4W_uDv7eUDlO3sgrB20Jmfi6Q20Slc064n5WEfTrhNQmjuwOPtfjfFEY4ELCrjb62g6gubSPG8SNJsQ8RU2LpSFaRf_QEvcOYQyLz3-rUv7xy0mSlj5A0SfOF60fGwsP6K/s400/bolero_main_lg.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2011/08/blog-post.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSQqs5qashP55o7X68CClSdkV0Xg9drznP8Tja-gxmYwYRwkXvPJOxFpTPYgAr9Sx9GVxZO7gRTtWDIv4xbeUJZudoV1DKuVSzpbls7hguLWvAu1oPuFPelqOdsS5zGIXB7jIxHoldppB8/s72-c/bolero_flooplan_lg.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-4045873299955605588</guid><pubDate>Mon, 23 May 2011 09:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-23T17:59:51.981+08:00</atom:updated><title>You Are The Love Of My Life - George Benson</title><description>&lt;iframe width="350" height="292" src="http://www.youtube.com/embed/zJDc-2zirsw" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2011/05/you-are-love-of-my-life-george-benson.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://img.youtube.com/vi/zJDc-2zirsw/default.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-6642991662527548605</guid><pubDate>Wed, 11 May 2011 11:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-11T19:08:53.064+08:00</atom:updated><title>Sabar...</title><description>Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk.Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar. Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sebatang paku pun dan dengan gembira&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
disampaikannya hal itu kepada ayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar.Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dai bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata :Anakku,kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
pada pagar. Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka.Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunjukkanlah kepada teman- temanmu betapa kau menyukai mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirim surat ini kepada mereka yang kau anggap teman, walaupun berarti kau&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mengembalikannya kepada yang mengirimkannya kepadamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila pesan ini kembali padamu, itu berarti bahwa kau mempunyai lingkaran teman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengakhiri : Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia. (Alessandro Manzoni)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa baris untuk direnungkan Jika kau menerima pesan ini, ketahuilah bahwa ada orang yang bermaksud baik padamu dan bahwa dari dirimu ada juga orang yang kau kasihi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kau&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
terlalu sibuk untuk menyisihkan beberapa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
menit untuk meneruskan ini kepada orang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lain dan berpikir :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya akan melakukannya beberapa hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
yang akan datang, Lupakan saja!!!!! karena&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mungkin kau tidak akan pernah melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah kau percaya tahyul atau tidak..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisihkanlah beberapa waktumu!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2011/05/sabar.html</link><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-476668276780151640</guid><pubDate>Sun, 08 May 2011 14:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-08T22:26:32.323+08:00</atom:updated><title>twinkle twinkle little star</title><description>&lt;iframe width="460" height="249" src="http://www.youtube.com/embed/yCjJyiqpAuU?rel=0" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2011/05/twinkle-twinkle-little-star.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://img.youtube.com/vi/yCjJyiqpAuU/default.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-5700560861579403546</guid><pubDate>Sat, 07 May 2011 14:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-07T22:51:19.992+08:00</atom:updated><title>Aku</title><description>Kalau sampai waktuku&lt;br /&gt;
'Ku mau tak seorang kan merayu&lt;br /&gt;
Tidak juga kau&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak perlu sedu sedan itu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ini binatang jalang&lt;br /&gt;
Dari kumpulannya terbuang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biar peluru menembus kulitku&lt;br /&gt;
Aku tetap meradang menerjang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luka dan bisa kubawa berlari&lt;br /&gt;
Berlari&lt;br /&gt;
Hingga hilang pedih peri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan aku akan lebih tidak perduli&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mau hidup seribu tahun lagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maret 1943 by: Chairil Anwar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2011/05/aku.html</link><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-6173639568695961036</guid><pubDate>Sat, 07 May 2011 11:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-07T19:49:53.408+08:00</atom:updated><title>Pakai Badge Muhammadiyah di Facebook</title><description>&lt;center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href='http://www.picbadges.com/muhammadiyah-10/1672883/' class='pbwdgt'&gt;&lt;/a&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;var _pbwid=1672883; var _pbwt=2&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.picbadges.com/w/widget.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2011/05/pakai-badge-muhammadiyah-di-facebook.html</link><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-962875289684578309</guid><pubDate>Sat, 07 May 2011 11:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-07T19:17:37.496+08:00</atom:updated><title/><description>&lt;p align="center"&gt;&lt;embed src="http://www.widgipedia.com/widgets/orido/BEAN-Award-6730-8192_134217728.widget?__install_id=1248336094072&amp;__view=expanded" flashvars="&amp;col1=d89b09&amp;col2=7cc034&amp;dayAdd=0&amp;cal=true&amp;gig_lt=1248336103578&amp;gig_pt=1248336182359&amp;gig_g=1&amp;gig_n=blogger" swliveconnect="true" quality="best" loop="false" menu="false" wmode="transparent" allowscriptaccess="sameDomain" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.adobe.com/go/getflashplayer" width="300" height="260"&gt;&lt;/embed&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2011/05/blog-post.html</link><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9213192656990048746.post-6687597658851749962</guid><pubDate>Sat, 25 Dec 2010 16:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-26T00:43:33.215+08:00</atom:updated><title>Song For Mama</title><description>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/tap90z44WR8?fs=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;color1=0xcc2550&amp;amp;color2=0xe87a9f"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/tap90z44WR8?fs=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;color1=0xcc2550&amp;amp;color2=0xe87a9f" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi?format=sigpro" type="text/javascript" &gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;p&gt;Subscribe to RSS headline updates from: &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/FDNi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Powered by FeedBurner&lt;/p&gt; &lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ambardhie.blogspot.com/2010/12/song-for-mama.html</link><thr:total>0</thr:total><author>rafiq.ambardhie@blogspot.com (Anonymous)</author></item></channel></rss>