<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Gloudy Nite</title><description>contains stories drawn from true stories and advice about things that may exist in me, you or anyone.</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Tue, 8 Oct 2024 20:08:07 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">56</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://glnite.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><copyright>Gloudy Nite</copyright><itunes:image href="https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ9LdnYwzEaPrk8DzaHXrpWXw_OvPHCiCkcI1Ogv85byRxwAR0EMw"/><itunes:keywords>Story,Child,Story,And,Many,more</itunes:keywords><itunes:summary>Gloudy Nite</itunes:summary><itunes:subtitle>GLoudy Nite</itunes:subtitle><itunes:category text="Society &amp; Culture"><itunes:category text="History"/></itunes:category><itunes:author>Rhiezky Ramadhan</itunes:author><itunes:owner><itunes:email>gloudyl@gmail.com</itunes:email><itunes:name>Rhiezky Ramadhan</itunes:name></itunes:owner><item><title>5 Minggu Setelah Kepergianmu</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/06/5-minggu-setelah-kepergianmu.html</link><category>Cerita Sedih</category><pubDate>Fri, 14 Jun 2013 07:01:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-1757625004885571464</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg7ntfIWt43LUe7dqT84BUs1FzmtS2kEyVVTAArWQBhpyc7JU3Yhr1Co3de7uodnf-RLlvjjU0tHIzh7swzEszsGXNtxagaGcwBz0lYhgkWiyU6vKWcvAD4uWnB_2xEdmurWL2A9uufw/s1600/kepergianmu.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="303" id="irc_mi" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg7ntfIWt43LUe7dqT84BUs1FzmtS2kEyVVTAArWQBhpyc7JU3Yhr1Co3de7uodnf-RLlvjjU0tHIzh7swzEszsGXNtxagaGcwBz0lYhgkWiyU6vKWcvAD4uWnB_2xEdmurWL2A9uufw/s1600/kepergianmu.jpg" style="margin-top: 45px;" width="457" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku tak pernah sesedih ini. Kukira waktu yang kubutuhkan untuk 
melupakanmu juga tak sepanjang ini. Aku salah besar, hari-hari yang 
kulalui, bersama dengan usaha untuk melupakanmu, ternyata tak menemukan 
titik temu. Kamu masih jadi segalanya, masih berdiam dalam kepala, masih
 jadi yang paling penting dalam hati. Maaf, jika segala kejujuranku 
terdengar bodoh. Sebentar lagi, kamu pasti akan berkata bahwa sikapku 
berlebihan. Seandainya sekarang aku berada di sampingmu, akan 
kuceritakan sebuah kisah tentang melupakan dan mengikhlaskan, sungguh 
dua hal itu bukanlah hal yang mudah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lima minggu harusnya waktu yang sangat cukup untuk menghilangkan 
perasaan, namun ternyata aku tak termasuk dalam pernyataan itu. Hari 
berganti minggu dan sosokmu masih jadi penunggu, menyergap perhatianku, 
menguji imanku, dan merontokan kepercayaanku. Tubuhku dingin dan 
menggigil saat menghadapi perpisahan. Aku tak punya banyak pelukan 
hangat, sehangat rangkulanmu yang melingkar manis di bahuku. Belum 
kutemukan bisikan lembut, selembut ketika kamu berbisik tentang cinta, 
mimpi, dan harapan-harapan yang dulu ingin kita wujudkan berdua.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sekali lagi aku katakan, melupakan tak akan pernah mudah. Merelakan yang
 pernah ada menjadi tidak ada adalah kerumitan yang belum tentu kautahu 
rasanya. Aku menulis ini saat aku terlalu lelah dihajar kenangan. 
Mengapa di otakku; kautak pernah hilang barang sedetik saja? Perkenalan 
kita terlalu singkat untuk disebut cinta dan terlalu dalam jika disebut 
ketertarikan sesaat. Aku tak tahu harus diberi nama apa kedekatan kita 
dulu. Aku tak mengerti mengapa aku yang tak mudah tergoda ini malah 
begitu saja terjebak dalam perhatian dan tindakanmu yang berbeda. Kamu 
sangat luar biasa di mataku, dulu dan sekarang; tetap sama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan, aku masih menangisi juga menyesali yang sempat terjadi. 
Bertanya-tanya dalam hati, mengapa semua harus berakhir sesakit ini? Apa
 tujuanmu menyakitiku jika dulu kita pernah menjadi belahan jiwa yang 
enggan saling melepaskan? Aku tak tahu sedang berbuat apa kamu di sana. 
Aku tak lagi tahu kabarmu. Segala ketidaktahuanku mengantarkan 
perasaanku pada perasaan asing, rindu yang semakin hari semakin 
berontak. Rindu yang meminta pertemuan nyata. Rindu yang memaksa dua 
orang yang sekarang berjauhan untuk kembali berdekatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kalau aku berada di sampingmu sekarang, ingin rasanya aku mengulang 
segalanya. Kuperbudak waktu, kuhentikan detak jarum jam semauku. Agar 
yang hadir dalam hari-hariku hanyalah kamu, hanyalah kita, dan hanyalah 
bahagia tanpa air mata. Seandainya hal itu bisa kulakukan, mungkin 
sekarang aku tak akan merindukanmu sesering dan sedalam sekarang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Terakhir kita bertemu, ketika kita memutuskan untuk mengakhiri 
segalanya, ketika pelukmu tak lagi kurasakan, dan ketika akhirnya kita 
memilih berjauhan; semua jadi begitu berbeda. Perbedaan yang berulang 
kali berusaha kupahami, namun tak kunjung kumengerti. Bisakah 
kaumembantuku untuk memudahkan segalanya? Agar aku bisa menerima, bisa 
mengikhlaskan, bisa merelakan dengan sangat gampang!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Benarkah ini semua hanya bualanmu? Betulkah kebersamaan kita hanya 
kauanggap sebagai permainan? Mengapa aku terlalu bodoh untuk membaca hal
 itu dari awal? Apa karena kauterlalu berkilau, hingga mataku terlanjur 
buta dan telingaku seketika tuli, jadi yang kulihat dan kudengar hanya 
bisikan harapan yang sebenarnya sungguh bukanlah kenyataan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berhenti menyiksa aku dengan segala macam rindu dan kenangan, atau 
mungkin aku yang menyiksa diriku sendiri karena tak mampu melupakanmu? 
Ah, sudahlah, aku cuma ingin memberitahu, kita sudah lima minggu 
berpisah dan berjalan sendiri-sendiri. Jadi, apa kabar kamu sekarang? 
Apakah kamu masih semanis dan semenyenangkan dulu? Ataukah kamu yang 
sekarang adalah kamu yang tanpa topeng, kamu yang ternyata jauh berbeda 
dari yang kukira?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku benci harus mengakui ini. Aku sering merindukanmu dan memendam 
perasaanku. Tersiksa dengan angan sendiri, mengiris hati dengan kemauan 
sendiri. Aku ingin mengaku (dengan sangat terpaksa) bahwa aku masih 
mencintaimu dan berharap kamu kembali, walaupun hanya untuk 
menenangkankudan berkata bahwa segalanya akan baik-baik saja.&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg7ntfIWt43LUe7dqT84BUs1FzmtS2kEyVVTAArWQBhpyc7JU3Yhr1Co3de7uodnf-RLlvjjU0tHIzh7swzEszsGXNtxagaGcwBz0lYhgkWiyU6vKWcvAD4uWnB_2xEdmurWL2A9uufw/s72-c/kepergianmu.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>Cinta BErtepuk Sebelah Tangan ( NEW )</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/06/cinta-bertepuk-sebelah-tangan-new.html</link><category>Cerita Sedih</category><pubDate>Fri, 14 Jun 2013 06:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-7654179130857226504</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiO9zgDutXC2LM4ALsXrYSGhyphenhyphenV4r8s_0SnJ40EK237qjMGpohkr8qhpvpBk-LwgB0QSss1DZbgvTxDNy-mrCl1mLHLqlK_PfpjNNWbTggNpmNwPvvtI4DDhmX7tp_8whd57WpHfTH1znHOD/s1600/cinta+bertepuk+sebelah+tangan.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="224" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiO9zgDutXC2LM4ALsXrYSGhyphenhyphenV4r8s_0SnJ40EK237qjMGpohkr8qhpvpBk-LwgB0QSss1DZbgvTxDNy-mrCl1mLHLqlK_PfpjNNWbTggNpmNwPvvtI4DDhmX7tp_8whd57WpHfTH1znHOD/s320/cinta+bertepuk+sebelah+tangan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Pernahkah kamu berharap pada seorang mahluk,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu berharap kebaikannya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu berharap kehadirannya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu berharap perhatiannya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kamu berharap kasih sayangnya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seringkah engkau dikecewakannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seringkah engkau menangis karenanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seringkah engkau merasa disakiti olehnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pantaskah kamu masih berharap padanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ataukah dalam kecewa, dalam tangis dan dalam sakit itu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adakah kebahagiaan yang kamu dapatkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dengan kecewamu, dia berubah menjadi baik?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dengan tangismu, dia akan hadir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ataukah dengan perasaan sakit hatimu, dia menyayangimu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin jawabannya TIDAK&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah ini saatnya untuk kamu pergi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah ini saatnya untuk kamu berpaling?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah ini saatnya untuk kamu menjauh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya pergilah dari rasa kecewa itu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpalinglah untuk tetesan airmata itu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjauhlah untuk membahagiakan hatimu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sulitkah itu bagimu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika “YA”,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirkanlah betapa dia tak pernah mengharapkanmu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirkanlah betapa dia tak pernah mempedulikanmu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirkanlah betapa dia bahkan tak sempat memikirkanmu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa kamu sadari…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu telah hanyut dalam harapan, impian dan angan kosongmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit kata darinya sudah membuat kamu merasa diperhatikan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit senyum darinya sudah membuat kamu pikir dia peduli&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit kabar darinya sudah membuat kamu terlena, tak beranjak…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya… semua yg sedikit itu saja sudah membuat kamu bahagia…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yg sedikit bahkan semu, sudah membuat kamu bertahan..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesuatu yang KOSONG,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesuatu yang tak pernah dia pikirkan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesuatu yang bukan apa-apa untuknya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesuatu yang DIA TIDAK TAHU&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau sesuatu yang dia TAK AKAN PEDULI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan esok, lusa, nanti ataupun detik yang akan datang…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu akan kecewa, menagis dan sakit hati lagi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidakkah semua itu CUKUP?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saatnya kamu melangkah Nak…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendaki di terjal kehidupan dan mengalir bagai sungai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan bertahan untuk harapan yg tak pernah ada…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan menunggu hembus angin yang lalu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan sampai kamu terbangun dalam keadaan remuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selagi kamu bisa berdiri…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selagi airmatamu belum habis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selagi hatimu belum bernanah..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarlah sakitnya terasa hari ini..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Esok luka itu akan mengering&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarlah dia menjadi bagian kenanganmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tak lagi menghancurkanmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika kamu pergi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tak akan menangisimu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia tak menyadarinya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kamu bukan yang diharapkannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu bukan yang dipirkannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu bukanlah apa-apa baginya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan pernah menoleh lagi untuknya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hari ini kamu sadar siapa dia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Besok, tahun depan, sepuluh tahun lagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akan menjadi orang yang sama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tak pernah mempedulikanmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang hanya memberimu sedikit kata, sedikit senyum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang akan menumpahkan air matamu,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggoreskan rasa kecewa,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan mengguratkan luka dihatimu….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka…. PERGILAH Nak, PERGILAH…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarkan hari ini adalah akhir kecewa kamu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarkanlah airmata itu menetes sederasnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan biarlah rasa sakit itu menghunjam dalam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu yang TERAKHIR untuknya….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu yang TERAKHIR…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan tidak menciptakan satu orang didunia ini..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukalah hatimu,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diluar sana masih banyak yang membutuhkanmu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukuplah dirimu untuk mereka yang siap menerima cintamu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih menghargai cintamu.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizky Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiO9zgDutXC2LM4ALsXrYSGhyphenhyphenV4r8s_0SnJ40EK237qjMGpohkr8qhpvpBk-LwgB0QSss1DZbgvTxDNy-mrCl1mLHLqlK_PfpjNNWbTggNpmNwPvvtI4DDhmX7tp_8whd57WpHfTH1znHOD/s72-c/cinta+bertepuk+sebelah+tangan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>Cerita Sedih - Sempat Memilikimu</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/05/cerita-sedih-sempat-memilikimu.html</link><category>Cerita Sedih</category><pubDate>Mon, 20 May 2013 07:01:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-5908839478739753270</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7-txYym2C1MqW3hnSOhAzPgYPgudzqVXsrNlG8_jc5KuBbuXdOH6VoLbrK6L4yHUm-79N_mFp8mb0wgMcgXrpWawMl02WIuvv9T95r58TJctBDXRgIT8h_fP8u4wIHY-1z82_qLYTdOMc/s1600/gambar-walpapper-sedih-04.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cerita Sedih - Sempat Memilikimu" border="0" height="293" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7-txYym2C1MqW3hnSOhAzPgYPgudzqVXsrNlG8_jc5KuBbuXdOH6VoLbrK6L4yHUm-79N_mFp8mb0wgMcgXrpWawMl02WIuvv9T95r58TJctBDXRgIT8h_fP8u4wIHY-1z82_qLYTdOMc/s400/gambar-walpapper-sedih-04.jpg" title="" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp;“Bodoh!! Bodoh,,knp aku bisa sebodoh ini.menyia nyiakan laki laki yang 
begitu sempurna.” Umpat Lea pada dirinya sendiri.seminggu setelah Ivan 
memutuskan hubungan gelap mereka.Ivan adalah laki2 yang di kenal lea 
selama setahun terakhir.awalnya Mereka dekat karena Rian pacar resmi Lea
 di kabarkan selingkuh sama temen kerjanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Rian jadi jarang ada waktu buat lea.selalu beralasan ini itu stiap kali 
lea mengajaknya bertemu.merasa kesepian akhirnya Lea teringat sosok Ivan
 teman SMU nya.kebetulan saat lea online FB Ivan juga sedang Online.lea 
langsung menyapa Ivan&amp;nbsp; via Chat FB&lt;br /&gt;
Lea:temen SMA ku ya??&lt;br /&gt;
Ivan:iya kayaknya,,&lt;br /&gt;
Lea:kok kayaknya sih.kamu ivan kan.yang anak ipa,yang dulu ikutan PPATG.yg agak gendut dan matanya sipit hehehehe&lt;br /&gt;
Ivan:iya,kok tau.aku aja gak inget kamu.kamu dulu anak ipa/ips sih&lt;br /&gt;
Lea:ips 1&lt;br /&gt;
Ivan:oh ya ya ya&lt;br /&gt;
Lea:kamu inget van?&lt;br /&gt;
Ivan:Dikit Dikit :P, inget cantiknya doank. 0838205xxxxx sms aku aja 
kalo mau.udah mau off nih.salam kenal lagi aja deh sori kalau lupa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Akhirnya malam itu juga Lea langsung sms Ivan.secara emang dulunya 
lea sempet naksir kok sama Ivan.mereka mulai deket.smsan stiap 
hari.secara Ivan gak suka BEBE.jadi gak bisa BBM an deh.mulai dari 
nanya2 hal hal sepele sampe akhirnya jadi becanda2an.2 bulan saling 
kenal akhirnya mereka memutuskan untuk Jadian .and endingnya mereka 
berencana untuk bertemu.secara si Ivan kuliah di bandung sekarang 
kan.sedangkan Lea di jakarta.jadi susah mau ketemunya.oiya mereka 
manggilnya udah gak aku kamu lagi loh.sekarang manggilnya sayang2an gitu
 deh.pagi itu lea telfon ivan.buat mastiin hari itu mereka jadi ketemu 
apa gak.”Halo,van.mau ketemu jam berapa.kamu pulang kuliah jam 
berapa?”,”ketemu pagian juga gak apa2 kok sayang.aku mau bolos aja hari 
ini.cape nih.jam 11 siang aja gimana?aku berangkat dari Rumah jam 
10an”,”oh gitu juga gak apa2 sih yank.kalau gitu aku siap2 dulu 
deh”,”jam berapa ini sayang.ngapain siap2 sekarang.baru jam 7 gitu”,”ih 
ivan.kan aku harus milih bajunya dulu.harus ke salon dulu benerin rambut
 kalu gak,gak keburu tar.”,”ya ampun !sayangku,kamu itu gak usah di 
apa2in juga udah cantik kok.” Ciiieeee romantisnya si Ivan :P “oh gtu ya
 yank.yaud deh ga jadi ke salon aja.trus ini kamu mau ngapain yank”,”ya 
tidur lagi aja sih yank.masi pagi bener dah ini.semalem tidur jam 2 aku 
yank”,”Ooh yaudah si bobok lagi aja.jgan kesiangan ya sayang.mpe ketemu 
nanti.mmuuah”Telepon di tutup.”Mumpung si Rian lagi Liburan sama temen2 
kantornya di bali.aku bisa ketemu Ivan deh.Lumayan lah sehari 
xixixixi”kata Lea dalam hatinya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jam 11:05, Ivan sampe di rumah Lea naik motor Vixion warna 
putihnya.Gilaa keren banget.Ivan udah gak gendud lagi loh.cakep 
banget,Rambutnya agak&amp;nbsp; di panjangin gitu,kaya yesungnya&amp;nbsp; Super junior 
hahahaha #Lebay amat.Lea langsung menghampiri Ivan di depan.”Hai 
van”sapa si lea.lea Grogi banget loh.walaupun tiap hari berhubungan Via 
telfon.tapi untuk tatap muka kaya gini baru yang pertama kali.waktu SMA 
lea gak pernah berani nyapa si Ivan.cuman liatin Ivan dari jauh 
doank.dan sekarang Ivan bener2 di depan matanya.jaraknya gak nyampe 1 
meter.waahhh bisa bayangin gak si senengnya Lea.begitu juga dengan 
Ivan.Ivan yang dari awal emang gak begitu kenal lea.waktu di sekolah 
emang Ivan sempet berkali2 papasan sama lea tapi gak begitu 
meduliin.dalam Hati si Ivan bilang “ternyata lebih cantik aslinya”si 
Ivan malah jadi Bengong deh,”Heeii van,,hellooo kok bengong si”kata Lea 
sambil sambil megang pundak Ivan.”oh sory2 aduh jadi salting kan 
akunya.”kata si Ivan malu.”Masuk yuk van.org rumah pada pergi.cuman ada 
pembantu aku 1 di belakang.jadi santai aja ya”,”oh,iya sayang.udah 
santai loh ini hehehe”.si Ivan masuk ke rumah lea.mereka duduk di teras 
belakang rumah.ngobrol banyak hal.waktu rasanya cepet banget.saat mereka
 lagi asik ngobrol.tiba2 Ivan mendekatkan wajahnya ke wajah lea.Lea 
kaget dan grogi banget bingung mesthi gimana.”aduh kayaknya dy mau cium 
gw nih.Tuhan gimana nih.ga siap.gw kan gak pernah ciuman”batin lea dalam
 hati.suasana begitu mendukung.akhirnya.1 kecupan dari Ivan yang 
merupakan ciuman pertama Lea,mendarat mulus d bibir Lea .sebelumnya lea 
pernah sih di ajak ciuman sama rian berkali2 malah.tapi Lea selalu 
nolak.gak tau kenapa pas sama Ivan lea kaya gak ada keinginan sedikitpun
 buat nolak.perasaan yang campur aduk d rasakan sama si 
Lea.nerves,kaget,seneng,pokoknya jadi 1 deh.buat yang pernah ngrasain 
ciuman pertama pasti tau rasanya.Ivan menatap Lea dalem banget.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mau mati sama kamu suatu saat”kata ivan.lea kaget setengah mati 
dengernya”kamu ngomong apa sih van.kok jadi bicarain kematian”,”Aku 
serius Lea,aku mau mati tenang sama kamu suatu saat.karna aku gak bisa 
milikin kamu seutuhnya,aku pengen hidup sama kamu,aku pengen punya anak 
dari kamu,aku pengen kamu buatin teh stiap hri,tpi gak mungkin..kamu gak
 mungkin mau tinggalin Rian kan.”kata Ivan,”van,aku pasti tinggalin 
dia.suatu saat aku bakal jadi milikmu seutuhnya.”kata lea,” kamu cuma 
bisa ngomong ..,”sanggah si Ivan.”van,kalaupun nantinya aku gak bisa 
menikah sama kamu tapi bukan berarti kamu kehilangan aku.aku slalu ada 
waktu buat kamu.kapan pun kamu butuh aku van.”kata lea”trus,sampai 
menikah nanti juga harus selingkuh...?aku gak kuat. . .,aku Cuma mau 
sama kamu.itu aja.kalaupun aku gak bisa hidup sama kamu,ayok kita mati 
sama2.,”Lea diem,dia gak tau harus bilang apa.Ivan kliatan terguncang 
banget.Lea pegang tangan Ivan.”Aku mau mati sama kamu.apapun yang kamu 
minta aku mau Van”,Lea memeluk Ivan kenceng banget.dia gak tau kenapa 
bisa terucap kata2 seperti itu dari mulutnya.yang ada di pikiran Lea 
saat ini hanyalah Ivan.dia sangat mencintai Ivan.”Makasi sayang”kata 
Ivan lirih.semakin erat mereka berpelukan.gak terasa ud jam 5 sore.Ivan 
pamit buat pulang ke bandung lagi.Lea mengantarnya sampai depan.”Hati 
hati ya.gak usah ngebut.”,kata lea sambil mengusap kepala Ivan.Ivan 
meraih tangan lea.di taruh di dadanya.”Kamu tau,hari ini aku seneng 
banget.sebenernya masi pengen disini terus sayang.”,kata si Ivan.”aku 
juga yank.besok2 sering2 kesini donk yank.kalo pas kamu Libur.”,kata 
lea”di usahain honey ku.yaudah aku pulang dulu.”Ivan mengecup kening 
Lea.adduu so sweet nya ,, .”kalau udah sampai jangan lupa kabarin aku ya
 sayang.Ivan naik ke motornya sambil terus menatap Lea.kelihatan banget 
kalau dia sangat mencintai Lea.begitupun Lea.Ivan menstarter 
motornya.dia melambaikan tangannya pada lea.setelah Ivan pergi Lea 
langsung masuk ke kamarnya.dia pegang dadanya.”Y ampun kenceng banget 
jantung gw larinya.saking senengnya jadi nyesek.Ivan,,I love you”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hari demi hari.Ivan dan lea tetap menjalin hubungan gelap 
mereka.tanpa di ketahui oleh Rian.pacar resmi Lea.bahkan Lea hampir 
stiap Hari brantem sama Rian.lea jadi brubah sama Rian sejak kehadiran 
Ivan.semua perhatian lea hanya untuk Ivan.Lea selalu mengutamakan 
Ivan.Rian sering heran sama sikap lea akhir2 ini.”sebenarnya Lea ni 
kenapa sih.dulu dia sabar banget orang nya.sampai gw selingkuh aja di 
maafin sm dy.kok sekarang jadi brubah 180 derajad gini sih.apa jangan2 
dia punya cowok lain.ah gak lah gak mungkin,lea kan gak pernah pergi 
kemana2.kalaupun dia kluar itupun sama gw.”Rian gak terlalu perduli 
dengan perubahan sikap Lea.karna rian masih punya Dilla,cewe yang selama
 ini jadi selingkuhannya si Rian.tapi sayang,nasip Rian gak bagus2 
amat.akhir tahun 2011 Rian PUTUS&amp;nbsp; sama Dilla.gara2 Dilla punya laki2 
lain lagi.so, , ,si Rian jadi sedih banget gitu deh.lea yang pada 
dasarnya emang Gadis baik gak tega liat Rian kaya gitu.dengan sabar Lea 
hibur Rian.sampai akhirnya Rian sadar kalau cewe yang selama ini dia 
cari ada di depannya.penyesalan yang teramat dalam di rasakan 
Rian.kenapa dia bisa begitu Bodohnya menyia nyiakan Lea yang sebaik 
itu.hanya demi cewek kaya Dilla.yang hanya mau sama uangnya Rian 
aja.Rian memeluk Lea erat.tapi prasaan Lea biasa aja.Hambar,gak ada lagi
 perasaan cinta yang menggebu gebu kaya dulu.karna prasaanya kini udah 
berpindah pada Ivan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Semakin Hari Rian semakin mencintai lea.namun lea semakin mencintai 
Ivan.begitu juga Ivan.tapi suatu ketika Ivan sempat berpikir bahwa dia 
lelah.dia lelah menunggu Cinta yang gak pasti kaya gini.dia tahu lea 
sangat mencintai dirinya.tapi Cinta aja gak cukup.Ivan pengen di akuin 
di depan semua orang kalo dia itu pacar Lea sekarang.stiap Ivan buka 
Facebook Lea dan dia Lihat ada Tulisan “In Relationship with Rian” di 
Info status Lea.hatinya sakitt banget.sakit sesakit sakit saat liat 
wanita yang dia amat Cintai adalah milik orang Lain.dan dia gak bisa 
berbuat apa apa.8 bulan sudah Ivan dan Lea menjalin hubungan 
mereka.sampai pada akhirnya Ivan merasa benar benar udah gak sanggup 
lagi.Ivan mulai cuek sama lea.mulai jarang ada waktu buat Lea.sering gak
 ada kabar.Lea sedih banget dengan perubahan sikapnya Ivan.Dia kangen 
banget sama Ivan.biasanya tiap malem Ivan selalu sempetin waktu sebelum 
tidur buat telepon Lea.karna hanya itu alat untuk melepas kangen 
mereka.mereka hanya bisa bertemu kalau Ivan punya waktu longgar.dan itu 
jarang banget.Setiap kali Lea buka facebook Ivan,Ivan gak pernah menulis
 status tentang Cinta kaya dulu.kebetulan password facebook Ivan,sempet 
di kasih tau ke Lea.suatu hari lea buka Facebook Ivan.dia buka 
Inboknya.banyak banget inbok dari cewe cewe yang gak Lea kenal.Ivan 
terkesan sedang mencari pacar lagi…Lea kaget baca inbok2 dia.Lea nangis 
sejadi jadinya.sedih banget,liat cowok yang sangat di cintai nya terang 
terangan cari pacar baru.jam 1 mlm Lea nelfon Ivan.”Halo lea,knpa kok 
belom bobok”kata Ivan dari seberang sana.”Yank,bisa ketemuan gak,aku 
kangen banget sama kamu”,kata Lea Lirih.”Aduh kalau waktu waktu dekat 
aku sibuk sayang.tapi aku usahain cari waktu deh buat ketemu kamu 
ya.kalau minggu depan aja gimana yank?”kata Ivan.”oh yaudah,gapapa kok 
yank.minggu depan ya.mau ke rumahku apa ketemu dimana.”,”ke rumah kamu 
aja si yank.biar aku yang ke rumah nanti.sekarang kamu bobok ya.udah 
malem loh.met bobok mami cantik.muuuaachh.”Ivan menutup telfon lea.Ivan 
merbahkan tubuhnya di tempat tidur.”asal kamu tahu Lea,aku juga sangat 
sangat merindukan kamu.tapi aku harus belajar kuat tanpa kamu.karna kamu
 gak akan bisa aku miliki”gak terasa Ivan meneteskan air matanya.Ivan&amp;nbsp; 
sangat merindukan lea.selama ini dia berusaha agar terlihat kuat di 
depan semua orang tapi dalam hati ivan Nangis,pedih banget rasanya kalau
 inget Lea gak bisa dia miliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hari yang di tunggupun tiba.jam 1siang Ivan sampai di rumah Lea.lagi
 lagi orang rumah pas gak ada semua.seolah-olah keadaan seperti ini 
sudah di atur .Ivan pake baju warna item dan jaket warna merah.pas 
banget waktu dia pake.Ivan benar benar kliatan Ganteng banget.Lea 
langsung menyambut Ivan dengan pelukannya.”Ohh Tuhan sumpa deh gak kuat 
ini,,pengen nangis rasanya”kata Ivan dalam hati.”kita langsung masuk aja
 yuk.”ajak si lea.susananya gak kaya waktu pertama kali Ivan dateng ke 
rumah Lea.hari itu suasana nya sedih aja.walaupun berkali kali Ivan dan 
lea sama sama mencoba mencairkan suasana,tapi tetep aja,Hati mereka gak 
bisa bohong.”sayang aku mau ke kamar mandi dulu ya”kata si ivan.”oh iya 
yank.jgan lama lama ya”Hape Ivan di tinggalin di meja.Lea penasaran 
pengen buka hape Ivan.akhirnya dia mulai buka buka hape Ivan isi sms nya
 dari Lea semuanya.catatan panggilannya juga,ada beberapa dari papa and 
mama nya si Ivan.Lea mulai buka di Galery.dia buka buka album foto 
dan,Lea Kaget setengah mati liat ada&amp;nbsp; beberapa Foto Christy di Hape 
Ivan”Loh kok isinya foto si Christy semua”Christy adalah teman mereka 
berdua waktu sma.Ivan balik ke Teras liat Lea lagi pegang Hapenya.dia 
Liat Lea buka Foto Christy.Ivan mencoba tetap bersikap tenang.”yank ini 
si Christy kan”kata lea.”Iya yank,knpa?”jwab Ivan dengan 
santainya.”gapapa kok yank,nanya aja.”Lea gak berani tanya2 lagi.Lea gak
 berani ngatur2 Ivan harus jaga jarak sama cewe lain.secara Ivan juga 
hanya di jadikannya pacar ke 2.jam 7 tepat ivan pamit pulang.sebelum dia
 naik ke motornya di peluk Lea erat banget.seolah olah dia gak akan 
ketemu Lea lagi.tapi Ivan gak ngomong satu kata pun.dia hanya diam dan 
terus memeluk lea.”aku pulang ya sayang.nanti kl udah sampe aku 
kabarin.”Ivan mengecup kening Lea.Lea gak sanggup ngomong apa2 hatinya 
sedih gak karuan.gak tau kenapa dia merasa Ivan jauh banget.meskipun 
mereka saling berdekatan.dalam perjalanan pulang Hati Ivan semakin 
kacau.”maaf sayang,maaf bikin kamus sedih.Foto foto Christy emang 
sengaja aku taruh di hape biar kamu bisa benci sama aku.tapi kenapa kamu
 malah meluk aku seerat itu.”Ivan meneteskan air mata sepanjang 
perjalanan pulang.dalam Hati dia bertekad hubungan ini harus segera dia 
selesaikan.di kamar, lea masih terbayang foto Christy yang ada di hape 
Ivan.”sakit banget hati gue,knapa kamu brubah sih Van.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Waktu terus berjalan.hubungan Ivan dan Lea semakin renggang.seperti 
ada jarak di antara mereka.Ivan terus menerus menguatkan hatinya bahwa 
dia mampu Hidup tanpa Lea.dia hanya harus mengembalikan Hidupnya sama 
seperti sebelum Lea hadir dalam hidupnya.tepat 9bulan lebih 20 hari,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari itu Lea sempet berantem sama Ivan.gara gara 2 hari Ivan gak ada 
kabar,tapi malah sempet bikin status di facebook.akhirnya lea bikin 
status di facebook ”Kalo di sms tu ngejawab donk jangan diem 
aja.”akhirnya si Ivan baca status Lea.dia langsung sms Lea.”kok ada yang
 beda ya”isi sms ivan.”apa nya si yang beda”jawab lea.”gak tau juga 
yank”kata ivan”Coba deh di cari tau dulu ya ,muach.”ivan jawab dengan 
emoticon cium doank (:-*) .sepanjang sore Lea nunggu sms dari si 
Ivan.tapi sampe malem Ivan gak juga sms dia.akhirnya jam 11 malem,Lea 
buka facebooknya.dia search nama Ivan tapi gak ada.”loh kok fbnya Ivan 
gak ada.”Lea panik banget.knp Fbnya tau tau di blokir sama Ivan.akhirnya
 dia buka fb si Ivan pake passwordnya si Ivan.ternyata password udah di 
ganti jam 16:16.keringat dingin mulai keluar.jantung Lea berdegub 
kenceng banget.perasaan takut,kawatir,sedih jadi 1.Lea telfon si Ivan 
tapi gak di angkat.berkali2 dia telfon gak diangkat juga.akhirnya Lea 
sms.”Papi dimana?”sekitar 1 menit ada balasan dari Ivan”kita putus aja 
ya.”,Hancuurrr banget rasanya hati si lea.bener bener gak bisa ngomong 
apa apa.tangan Lea bergetar.kaki rasanya lemes banget.Lea jawab sms 
Ivan”kenapa yank?aku salah apa sama kamu.sebelumnya kita gak ada masalah
 apa2 loh.”gak ada jwaban lea sms lagi ”Kamu kenapa van,tolong kasih aku
 penjelasan.” Sekitar 10menit ivan menjawab “mulai besok jangan hubungin
 aku lagi ya.maaf,kamu lupain aku aja.”Lea udah gak bisa jawab apa apa 
lagi.Air mata mulai mengalir deras di wajah Lea.sedih banget,dia 
terlanjur sayang banget sama Ivan.Lea penasaran dengan status Ivan 
setelah mutusin Lea,akhirnya dia pinjem password FB temennya Tania,buat 
buka FB si Ivan,dan bener aja isi statusnya bikin sedih banget&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“i have no regret. . .&lt;br /&gt;
this tormented soul are seeking for a new place,&lt;br /&gt;
and forgetting YOU !!”&lt;br /&gt;
yang artinya, “Aku punya tidak ada penyesalan sedikitpun... jiwa yang 
tersiksa ini ingin mencari tempat baru, dan melupakanmu!!”.sakit banget 
hati si lea.dia nangis sepanjang malem.dan Ivan,dia duduk di 
kamarnya.dia masih merenung,dia pun sebenernya gak siap kehilangan 
lea,Gadis yang selama ini sangat dia Cintai.”Maaf sayang.aku nyakitin 
kamu,tapi aku gak kuat kalau harus terus terusan jadi selingkuhan 
kamu.maaf”Ivan meneteskan air matanya.dia buka hapenya ada sms dari 
Lea.” buat yang terakhir aja,kasi aku ciuman terakhir van.setelah itu 
aku gak akan ganggu kamu.aku cuma nyimpen kamu di hati ku paling 
dalam.skali ini aja.yang terakhir :'(” Tangis Ivan semakin menjadi.pedih
 banget hatinya baca sms si Lea,tapi dia harus kuat.dia gak bole cengeng
 kaya gini.akhirnya Ivan&amp;nbsp; membalas sms nya singkat banget” Muach :-* 
Goodbye :-)”setelah membalas sms lea Ivan buka FB nya.dia Nulis status 
“mmmmmmmuach :*,,my last kiss for you :’(”.pedih banget hati 
Ivan.begitupun lea.kenapa untuk hidup bersama orang yang di cintai harus
 sesulit ini.sepanjang malam mereka menangis.mengenang semua yang udah 
terjadi di antara mereka.saat sedih,bahagia,berantem,saat romantis.semua
 begitu indah dan sayang untuk di lupakan.lagi2 ada sms dari lea yang 
isinya “kamu dulu bilang pengen mati bareng sama aku.kenapa sekarang 
malah minta putus ,tapi gak apa2 kok sayang aku hargai keputusan 
kamu.sayang kamu jaga diri ya,jangan stress lagi.i'll always love u.by 
my soulmate :*aku janji pada diriku sendiri.slamanya km tetep yang 
terindah yang pernah aku miliki :').aku berharap kita berjodoh di 
kehidupan mendatang :') Oiya Twitter kamu udah aku benerin @XXx_x&amp;nbsp; 
passwordnya :xxxxx kalo mau di ganti pengaturannya bisa.followersnya 
udah banyak.bye :D”,Ivan tersenyum baca sms terakhir dari Lea.”Lea kamu 
masi inget aja,pengen sih ngajakin kamu mati bareng,tapi aku gak se 
egois itu sayang.kamu masi bisa aja senyum.aku sayang banget sama 
kamu.semoga kamu bahagia ya sayang.makasi buat cinta tulusmu selama 
ini.aku akan melanjutkan hidupku tanpa kamu.belajar hidup tanpaku ya 
sayang.aku Yakin kamu akan Bahagia dengan Rian.”Ivan membuka Twitter 
yang barusan di kasih sama Lea.sebelumnya Twitter Ivan emang gak bisa di
 buka.trus d benerin sama lea.Ivan buka di tweets,ternyata Lea ud 
nambahin beberapa foto dia di twitter,”makasih Lea sayang”kata Ivan 
sambil mencium Foto Lea.Ivan kembali membuka FB nya dan menulis sebuah 
status “ketika aku mncari, sangat sangat terasa susah didapat, mungkin 
kalau ak lupakan malah datang sndri kali ya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1 minggu sudah Lea dan Ivan putus.Lea masi sangat terpukul atas 
semua ini.tapi dia gak mungkin terus2an terpuruk seperti ini.dia mau 
bangkit.karna hidupnya gak Cuma untuk menyesal dan 
menyesal.”Ivan,dimanapun kamu dan sampai kapanpun.kamu tetap yang 
terindah buat aku.Aku beruntung SEMPAT MEMILIKIMU”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lea kembali pada rutinitas nya sebelum ada Ivan begitu juga dengan 
Ivan.Ivan kembali melanjutkan hidupnya.dan membantu usaha kluarganya.di 
sisi lain Rian berencana akan melamar Lea Tahun depan.terkadang apa yang
 kita inginkan bukanlah yang kita butuhkan.hanya Tuhan yang tahu apa 
yang terbaik bagi hidup kita,belajar ikhlas dan bersyukur atas segala 
yang terjadi.&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7-txYym2C1MqW3hnSOhAzPgYPgudzqVXsrNlG8_jc5KuBbuXdOH6VoLbrK6L4yHUm-79N_mFp8mb0wgMcgXrpWawMl02WIuvv9T95r58TJctBDXRgIT8h_fP8u4wIHY-1z82_qLYTdOMc/s72-c/gambar-walpapper-sedih-04.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>My best friend ignores me</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/05/my-best-friend-ignores-me.html</link><category>Sad Story</category><pubDate>Sat, 18 May 2013 06:56:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-3994316875421911760</guid><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;a href="http://www.girlslife.com/image.axd?i=7452" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="245" id="irc_mi" src="http://www.girlslife.com/image.axd?i=7452" style="margin-top: 74px;" width="350" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hi, all of you! I am a sensitive guy, living in Stockholm.  I joined 
here because I want to talk about something that is too embarrassing to 
talk about with any of my friends. I am so sad! The Christmas was past 
and I hadn't hear anything from my best friend for weeks. Not a sms, not
 an e-mail and not a message at Facebook. She didn't even called me to 
thank for the Christmas gift I sent to her, but she has taken her time 
to both write and call others. I know that because they told me. It was 
so embarrassing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
The following nights I cried rivers of tears when I realized that my 
beloved little friend ignores me again, after all I have done for her. 
This is not the first time she act like this. I often use to be the last
 thing in her priorities, but I thought she would pay attention to me at
 least at Christmas, but I was wrong about that. I felt so unfairly 
treated and pretty much tossed aside. But still, she is my best friend 
and I love her more than anything on earth. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
On Friday, after all this waiting in vain, I couldn't stand it any 
longer. Therefore I sent 3000 SEK to her bank account as a birthday gift
 in advance. I thought it might help, and the day before yesterday she 
finally called. I became so incredibly happy. It was so wonderful to 
hear her voice that it was worth every penny. But the happiness was 
short-lived. I know she has invited a lot of friends to her birthday 
party as she is going to have tonight. I hoped that she would invite me 
too, but she didn't. Instead, she asked me to babysit tonight. Can you 
imagine how embarrassing it feels? Babysit, so she can partying and make
 out with guys. It feels as if my heart will be torn to pieces, but 
credulous as I am, I accepted.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; I am so ashamed that I always let her take advantage of me this way. It 
seems as she just thinks of me as some kind of servant, and that made me
 flooded with love emotions. I told her how much I miss her and I even 
invited her for dinner tomorrow evening, when she will come and pick up 
her daughter. Now afterwards I wonder If it was a good idea. I don´t 
know. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gloudy Larasati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>Sepucuk Surat Dari Ibu dan Ayah</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/05/sepucuk-surat-dari-ibu-dan-ayah_16.html</link><category>cerita seorang ibu</category><pubDate>Thu, 16 May 2013 05:47:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-8671582286532577988</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8b7_CxKWAM83CdWtFj4n6Ug3zkRSKqhlcwRpnHwyHE2jhPX5ZFI47yiflzeGxbfJkXFml2MTmDiko6GPEcoFuF_9HEav3lJbOfFTGgj0ml7wFQE5FZY-Kdcn-k0NBTUn8kNUt5IkaeW1x/s1600/kasih-sayang-napi_1108_l.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="393" id="irc_mi" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8b7_CxKWAM83CdWtFj4n6Ug3zkRSKqhlcwRpnHwyHE2jhPX5ZFI47yiflzeGxbfJkXFml2MTmDiko6GPEcoFuF_9HEav3lJbOfFTGgj0ml7wFQE5FZY-Kdcn-k0NBTUn8kNUt5IkaeW1x/s1600/kasih-sayang-napi_1108_l.jpg" style="margin-top: 0px;" width="262" /&gt;&lt;/a&gt;..Anak ku,&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Ketika aku semakin tua, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untuk ku..&lt;br /&gt;Suatu ketika aku memecahkan piring, atau menumpahkan sup di atas meja, karena penglihatanku berkurang...&lt;br /&gt;Aku harap kamu tidak memarahiku.. Orang tua itu sensitif.. selalu merasa bersalah saat kamu berteriak.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Ketika pendengaranku semakin memburuk dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan, aku harap kamu tidak memanggilku "Tuli!".. Mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, Anakku...&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Aku semakin tua..&lt;br /&gt;Ketika lututku mulai lemah, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun..&lt;br /&gt;Seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan..&lt;br /&gt;Aku mohon, jangan bosan denganku.. &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp; Ketika aku terus mengulangi apa yang kukatakan, seperti kaset rusak , Aku harap kamu terus mendengarkan aku. Tolong jangan mengejekku atau bosan mendengarkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah balon? Kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..Maafkan juga bau ku, Tercium seperti orang yang sudah tua.. Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi. Tubuhku lemah... Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin. aku harap, aku tidak terlihat kotor bagimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Apakah kamu masih ingat ketika kamu masih kecil? Aku selalu mengejar-ngejar kamu karena kamu tidak mau mandi. Aku harap kamu bisa bersabar denganku, ketika aku selalu rewel.. Ini semua bagian dari menjadi tua,.. kamu akan mengerti ketika kamu tua..&lt;br /&gt;Dan jika kamu memiliki waktu luang, aku harap kita bisa berbicara, bahkan beberapa menit..&lt;br /&gt;Aku selalu sendiri sepanjang waktu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan, Bahkan jika kamu tidak tertarik pada ceritaku, Aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Apakah kamu ingat,ketika kamu masih kecil?, aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saatnya tiba... dan aku hanya bisa terbaring, sakit dan sakit, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku. MAAF.. kalau saja aku sengaja mengompol atau membuat berantakan. Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku. selama beberapa saat terakhir dalam hidupku. Aku mungkin, tidak akan bertahan lebih lama,..&lt;br /&gt;Ketika waktu kematianku datang,. aku harap kamu memegang tanganku danmemberikanku kekuatan untuk menghadapi kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jangan khawatir...&lt;br /&gt;Ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta.. Aku akan berbisik padaNya, Untuk selalu memberikan BERKAH padamu. Karena kamu mencintai Ibu dan Ayah mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimah kasih atas segala perhatianmu, nak...&lt;br /&gt;Kami Mencintaimu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dengan kasih yang berlimpah,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; IBU DAN AYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizky Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laras.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8b7_CxKWAM83CdWtFj4n6Ug3zkRSKqhlcwRpnHwyHE2jhPX5ZFI47yiflzeGxbfJkXFml2MTmDiko6GPEcoFuF_9HEav3lJbOfFTGgj0ml7wFQE5FZY-Kdcn-k0NBTUn8kNUt5IkaeW1x/s72-c/kasih-sayang-napi_1108_l.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>Best Friend</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/05/best-friend.html</link><category>sahabat</category><pubDate>Tue, 14 May 2013 06:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-3139306582335393524</guid><description>&lt;a href="http://kumpulankata.co/wp-content/uploads/2013/03/Kata-Mutiara-Bijak-Untuk-Sahabat.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" id="irc_mi" src="http://kumpulankata.co/wp-content/uploads/2013/03/Kata-Mutiara-Bijak-Untuk-Sahabat.jpg" style="margin-top: 45px;" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika seorang sahabat sejati bertanya kepada sahabatnya, “apakah aku pernah melakukan salah padamu?“.&lt;br /&gt;
Sahabatnya akan menjawab, “ya, tapi aku sudah melupakan kesalahanmu“.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika seorang sahabat sejati berbalik bertanya kepada sahabatnya, “apakah aku pernah bersalah padamu?“.&lt;br /&gt;
Sahabatnya akan menjawab, “ya, tapi aku sudah lupa akan hal itu“.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika seorang bertanya, “Apa yang telah kau lakukan untuk sahabatmu?“&lt;br /&gt;
Seorang sahabat akan menjawab, “Aku tidak tahu.” sebab seorang sahabat 
tidak pernah meminta imbalan dari apa yang telah di perbuatnya dengan 
tulus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika seorang sahabat sejati memarahi sahabatnya, dan sahabatnya bertanya, “mengapa kamu memarahiku?“&lt;br /&gt;
Sahabatnya akan menjawab, “demi kebaikanmu“.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika seseorang bertanya, “apakah alasanmu menjadi sahabatnya?“&lt;br /&gt;
Ia akan menjawab, “tidak tahu“. Sebab sahabat yang sejati tidak pernah 
memanfaatkan, tidak pernah memandang kelemahan dan kelebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kau jatuh, ia akan berusaha menopangkan tangannya supaya kau tidak tergeletak.&lt;br /&gt;
Ketika kau bersuka, ia akan berada disisimu dan turut merasakan kebahagiaanmu.&lt;br /&gt;
Ketika kau berduka, ia akan berada disampingmu, meskipun ia tidak tahu 
bagaimana cara menghiburmu. Tetap mendengarkanmu, mendengarkan setiap 
kata yang keluar dari mulutmu, meskipun kau hanya mengaduh dan meskipun 
ia tidak tahu bagaimana solusi masalahmu.&lt;br /&gt;
Ketika kau mengatakan cita – citamu, ia akan mendukung dan berdoa untukmu.&lt;br /&gt;
Ketika ia bersuka, kau juga akan bersuka karenanya.&lt;br /&gt;
Ketika ia berduka, kau yang ada di sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahabat adalah memberi tanpa ada maksud di belakangnya, bukan hanya menerima.&lt;br /&gt;
Sahabat tidak pernah membungkus racun dengan permen manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persahabatan tidak diukur oleh berapa lamanya waktu, tetapi berapa besar arti ‘persahabatan’ itu sendiri.&lt;br /&gt;
Persahabatan tidak diukur oleh materi, tetapi berapa besar pengorbanan.&lt;br /&gt;
Persahabatan tidak diukur dari kesuksesan yang di peroleh, tetapi dari berapa besar dukungan yang di berikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia dapat menyayangimu, bahkan lebih dari dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persahabatan tidak pernah mulus. Tetapi yang membuat indah adalah ketika
 mereka berhasil menjalaninya bersama, meskipun harus melalui 
pertumpahan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang paling membuat sahabatmu sedih adalah ketika kamu, sebagai 
seorang sahabat, membohonginya dengan alasan apapun. Sebab ia sangat 
percaya padamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya satu yang sahabatmu minta kepadamu : supaya ia menjadi bagian hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizky Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>Kado Ulang Tahun</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/05/kado-ulang-tahun.html</link><category>Cerita Sedih</category><pubDate>Mon, 13 May 2013 04:51:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-6123855567552356965</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaT9I0ENqU6hkAZ101Izts7a9RR4HDSSRwzS0crs_wqZhDyNAM5UO4XLSS8rx3Y_7RkR1BQT3LdMNTsJqQKF0I9pfoEht0KFlm0-xuBjtzF5WZS5S6jrEshDJPrmMcBo2z5f5dG8IixcZz/s1600/Kata+Kata+Sedih+Tentang+Cinta.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaT9I0ENqU6hkAZ101Izts7a9RR4HDSSRwzS0crs_wqZhDyNAM5UO4XLSS8rx3Y_7RkR1BQT3LdMNTsJqQKF0I9pfoEht0KFlm0-xuBjtzF5WZS5S6jrEshDJPrmMcBo2z5f5dG8IixcZz/s1600/Kata+Kata+Sedih+Tentang+Cinta.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
''Selamat ulang tahun sayang...!'' Ujar seorang pria pada pacarnya
sambil memberikan kado berupa kotak cincin yang terbuat dari kertas
berwarna PING yang di hiasi dengan pita warna MERAH serta sebuah amplop
surat yang menebarkan wangi parfum ke sukaan si cewek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah
pacarnya pulang... Dengan hati berbunga-bunga, si cewek buru-buru lari
kedalam kamarnya dan membuka kotakcincin itu. Tapi tak lama kemudian
hatinya kecewa. Berharap itu adalah sebuah cincin emas... Ternyata yang
di dapatkannya hanyalah sebuah cincin berbahan almunium yang berukiran
gambar sebuah hati. Dengan wajah lesu, si cewek kembali menutup kotak
cincin itu dan melemparkannya kebawah kasur berserta amplop berisikan
surat tanpa membacanya terlebih dahulu. ke esokan harinya... Si cewek
kembali mendapatkan sebuah kado ulang tahun. Tapi kali ini dari teman
pria nya berupa handphone BB yang sudah lama di idam-idamkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak
saat itu, si cewek mulai dekat dengan teman pria nya yang telah
memberikan hadiah handphone di hari ulang tahunnya yang ke 17 tahun.
Dan lama-kelamaan, akhirnya terjalinlah sebuah hubungan erat layaknya
orang berpacaran. Tentu saja setelah si cewek putus dengan pacar
lamanya. Satu bulan kemudian. Hubungan mereka semakin lengket seperti
susah untuk di pisahkan dengan orang yang tadinya hanyalah sebatas
teman pria nya saja. Bahkan si cewek rela memberikan apa yang dia
miliki demi menunjukkan besarnya cintanya pada pacar barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga
suatu hari... Terjadilah pertengkaran antara kedua pasangan kekasih ini
karena sebuah hal kecil. Perlakuan pacar barunya berubah drastis.
Tadinya sikap si cowok yang lembut, romantis dan penuh kasih sayang.
Kini telah berubah dengan sikap aslinya yang kasar, arogan dan suka
main tangan. Tak jarang sebuah tamparan sering kali mendarat di pipi si
cewek di saat mereka sedang bertengkar. Hingga akhirnya si cowok pun
meninggalkannya dengan cewek lain. Tak di sangka... Kini si cewek hanya
bisa menangis di dalam kamarnya. Alangkah menyesalnya dia setelah
memberikan apa yangdi milikinya pada cowok yang telah menghianati
cintanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat sedang menangis, si cewek tak sengaja
melihat sebuah kotak cincin dan sebuah amplop di bawah tempat tidurnya.
Dia teringat kembali dengan mantan pacarnya yang dulu pernah ia
tinggalkan karna pria lain. Di saat itulah ia penasaran dengan isi
surat yang ada di dalam amplop itu. ''For my love Sebelumnya aku
ucapkan selamat ulang tahun yang ke 17 untukmu cinta. Semoga kamu di
berkahi rezeki dan kemudahan oleh yang maha kuasa dan semakin dewasa
dalam semua sikap. Maaf ya sayang. Aku cuman bisa memberimu hadiah
cincin seperti ini. Tapi suatu saat aku akan berjanji memberikanmu
cincin emas sebagai tanda kemurnian cinta kita berdua dalam ikatan yang
lebih resmi nanti. Doakan aku ya sayang,, agar aku di terima kerja..
nanti gaji pertamaku, akan aku belikan cincin emas buatmu agar aku bisa
meminangmu. I Love You...!!!'' Hatinya pun berguncang setelah membaca
isi surat itu. Si cewek langsung menangis setelah menyadari bahwa cowok
yang pernah dia hianati ternyata sangat tulus mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik
itu juga si cewek langsung menelpon mantan pacarnya itu untuk meminta
maaf karna telah menghianati cintanya. Tapi setelah tersambung dan
telpon pun di jawab, si cewek langsung pingsan. Ternyata yang menjawab
adalah ibu si cowok yang mengabarkan anaknya sudah meninggal dunia
akibat kecelakaan waktu dia berangkat kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyesalan selalu
datang belakangan. Tapi inti dari cerita di atas dapat kita rasakan.
Bahwa... Ketulusan sebuah cinta tidak dapat di nilai dari harta benda.
Tapi nilailah cinta seseorang dari hati dan keiklasan. Insyaallah cinta
yang tulus akan dapat kamu raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #666666;"&gt;Rizky Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #666666;"&gt;Laras.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaT9I0ENqU6hkAZ101Izts7a9RR4HDSSRwzS0crs_wqZhDyNAM5UO4XLSS8rx3Y_7RkR1BQT3LdMNTsJqQKF0I9pfoEht0KFlm0-xuBjtzF5WZS5S6jrEshDJPrmMcBo2z5f5dG8IixcZz/s72-c/Kata+Kata+Sedih+Tentang+Cinta.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>Hadiah Terakhir Dari Sang Ayah</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/05/hadiah-terakhir-dari-sang-ayah.html</link><category>Ayah</category><pubDate>Fri, 10 May 2013 06:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-3649385742835410470</guid><description>&lt;div class="postmeta-primary"&gt;
&lt;span class="meta_comments"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6db6WCkU65_an4a6FaFj3Bu5wN0NZoXYWkpm3UuPXJlylLv5rKw5de9e1ZHNXmDJqfxvzvZAVSslrxPnOos6fkrWhUqH8yNOg0jNlw9bXDa8Oop-FOrNE2KgmEdkNKO21KQJFMhE-Jf4/s1600/sosok+ayah+yang+baik.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" id="il_fi" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6db6WCkU65_an4a6FaFj3Bu5wN0NZoXYWkpm3UuPXJlylLv5rKw5de9e1ZHNXmDJqfxvzvZAVSslrxPnOos6fkrWhUqH8yNOg0jNlw9bXDa8Oop-FOrNE2KgmEdkNKO21KQJFMhE-Jf4/s1600/sosok+ayah+yang+baik.jpg" style="padding-bottom: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 8px;" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Di
 sebuah perumahan terkenal di jakarta tinggalah seorang gadis bersama 
sang ayah, sang ibu telah lama mendahuluinya pergi sejak ia masih kecil.
 .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Seorang
 gadis yg akan di wisuda, sebentar lagi dia akan menjadi seorang 
sarjana, akhir jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku 
pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia 
jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. 
Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda 
ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia
 anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia 
sangat yakin nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diapun ber'angan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan 
teman-temannya. Bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan ke 
teman-temannya, Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia 
melangkah pasti ke ayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia 
mengungkapkan betapa dia bangga akan putrinya, dan betapa dia mencintai 
anak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,... bukan sebuah kunci!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan 
sangat kecewa dia membukanya. Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan 
sebuah Jaket kulit Terkenal, di belakangnya terukir indah namanya dengan
 sutra emas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, 
"Yaahh... Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, 
ayah belikan jaket ini untukku?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia membuang Jaket itu dan lari meninggalkan ayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia hanya berdiri mematung, tak tahu apa yg harus di lakukannya ..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun demi tahun berlalu,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sang gadis telah menjadi seorang yang sukses. Dengan bermodalkan otaknya
 yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang wanita karir. Dia mempunyai
 rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi suami yang tampan dan anak 
yang cerdas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak hari wisuda
 itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah menghubungi dia. Dia
 berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu, hanya untuk meyakinkan 
dia betapa sayangnya pada anak itu. Sang anak pun kadang rindu dan ingin
 bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada hari 
wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat mendendam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang 
memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya 
meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. 
Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah 
ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya. Saat melangkah masuk 
kerumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua 
kenangan semasa dia tinggal disitu. Dia merasa sangat menyesal telah 
bersikap buruk terhadap ayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia 
menelusuri semua barang di rumah itu. Dan ketika dia membuka lemari 
pakaian ayahnya, dia menemukan Jaket itu, masih terbungkus dengan kertas
 kado yang sama beberapa tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sesuatu jatuh dari bagian kantong Jaket itu. Dia memungutnya.. sebuah 
kunci mobil! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama 
dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan! Dia merogoh kantong 
sebelahnya dan menemukan sesuatu,, di situ terselip STNK dan surat-surat
 lainnya, namanya tercetak di situ. Dan sebuah kwitansi pembelian mobil,
 tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang 
berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat 
kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas 
mobil itu, mobil sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Dengan 
buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok kedalam. 
Bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan 
setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto, foto ayahnya, sedang 
tersenyum bangga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk disamping mobil itu, ia 
menangis. air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa 
menyesalnya yang takan mungkin bisa terobati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gloudy Larasati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6db6WCkU65_an4a6FaFj3Bu5wN0NZoXYWkpm3UuPXJlylLv5rKw5de9e1ZHNXmDJqfxvzvZAVSslrxPnOos6fkrWhUqH8yNOg0jNlw9bXDa8Oop-FOrNE2KgmEdkNKO21KQJFMhE-Jf4/s72-c/sosok+ayah+yang+baik.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>The 'Happy' Girl</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/05/the-happy-girl.html</link><category>Sad Story</category><pubDate>Thu, 9 May 2013 07:12:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-1471447566682799147</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLyDLVZOesqOGrzAx767gqG0sas0ucoRsVE_qXzOn-M00aKqKNUB5WUrqAPx8ram7N4FrqTzrVWxw9CwtFQ1jE0w6BtjShyphenhyphenCneOMkTNGU9Hw2jtZCNKDJYJDAVnDMvXhMHxAZfFm4HtAgS/s1600/4724-crop2-4x6.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="305" id="irc_mi" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLyDLVZOesqOGrzAx767gqG0sas0ucoRsVE_qXzOn-M00aKqKNUB5WUrqAPx8ram7N4FrqTzrVWxw9CwtFQ1jE0w6BtjShyphenhyphenCneOMkTNGU9Hw2jtZCNKDJYJDAVnDMvXhMHxAZfFm4HtAgS/s1600/4724-crop2-4x6.jpg" style="margin-top: 44px;" width="457" /&gt;&lt;/a&gt;People always ask me what's going on in my head. It's not necessarily a 
bad thing, they say it jokingly for the fact that I'm always smiling, 
and acting crazy. Some people actually dare to believe that smile. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But what's really going on in my head? You wouldn't understand.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
It's empty. That girl on the outside that could make you burst out into a
 fit of laughter with one sentence is the one who is slowly tearing 
herself apart on the inside. If you were to read my mind it'd be filled 
with dark colors, lonely souls, and song lyrics. Yeah, I know, it's 
quiet in there with just some faint background music.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But it makes me content. Music is the only thing keeping me on this 
earth everyday. And with the help of God, I know I'll be able to 
overcome this hatred toward myself. I just wish some people wouldn't 
have realized that too late. And it's my goal to save people. I was put 
on this earth to help people through music. I know it, even if I were 
only able to save one person in my entire life span, I'd still be able 
to die content. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I'm a teenager, I'm not going to specify what my true age is, but even 
for the short amount of time I've been living, I've noticed some people 
who have abandoned their life over something someone said or did. And it
 kills me to know that if I were to go down the same road that they did,
 I wouldn't have been able to serve as a purpose for anything. I want to
 help people, no matter what it takes, but I wouldn't have been able to 
do that. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Think of everything you'll be missing? Love, marriage, children...music.
 And think about the fact that by living just a little longer could 
result in you changing the world? And if you think no one loves you, 
that's not true. Because there is always someone...even if you haven't 
met them yet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Live life. Who cares what anyone thinks. Live your dreams, explore new 
places, and most of all, be who you are. Because there will always be 
someone who you can relate to. All you have to do is find them. And it 
might not be easy, but in the end,you'll be glad you waited. You have 
every right to live, no matter how tall or skinny you are, or even what 
gender. You will find you place in this world. I promise. And God forbid
 if I'm wrong, then you can be mad at me with everything you've got&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rizky Ramadhan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laras.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLyDLVZOesqOGrzAx767gqG0sas0ucoRsVE_qXzOn-M00aKqKNUB5WUrqAPx8ram7N4FrqTzrVWxw9CwtFQ1jE0w6BtjShyphenhyphenCneOMkTNGU9Hw2jtZCNKDJYJDAVnDMvXhMHxAZfFm4HtAgS/s72-c/4724-crop2-4x6.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>Letter To You</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/05/letter-to-you.html</link><category>Sad Story</category><pubDate>Tue, 7 May 2013 07:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-7094413066837551735</guid><description>&lt;a href="http://farm3.static.flickr.com/2548/3984206232_52aaaab68a_o.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="393" id="irc_mi" src="http://farm3.static.flickr.com/2548/3984206232_52aaaab68a_o.jpg" style="margin-top: 0px;" width="317" /&gt;&lt;/a&gt;Dear You,&lt;br /&gt;
Stay, stay, please do. Don't leave me! Don't leave by your own hand. 
Please don't! That's the worst way to go, going because of you. I just 
found you, it hasn't even been a month, and you're leaving. &lt;br /&gt;
Just...&lt;br /&gt;
Like...&lt;br /&gt;
That....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
You brought me so many smiles, so many tears, so many moments that will 
only be remembered in memories. I don't care if you think you're ugly, 
you think you're weird, society's monster, all that bull. I don't care. 
To me, you're beautiful, completely amazing, the perfect friend. You 
were my everything. Were....Don't leave! Please, stay. Stay for just a 
minute, two minutes, forever. Fate is in your hands, don't do it. Please
 don't! .... Time was so short, so short, too short. I made the most out
 of our moments, every second. Every word you said, I held on, like a 
desperate child clinging to mother's legs. Because, in your eyes, I am a
 child.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
You don't know anything, you haven't seen the world. I don't care about 
that bull you say, I know what I know, the world I see is my world. I 
know you don't believe me, think it's just a joke, the love I hold for 
you, think it's just a game. It's not a joke. It's not a game. It's 
reality. Don't go, please! The trigger, the gun, don't touch it, don't 
pull! Stay here with me, on earth. I want you alive, as in breathing, 
living, moving. Not dead, buried under mounds of dirt, in a cold box.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
How, if I could, I would do everything to stop you. Take the gun, 
restrain the knife, knock you out, anything, everything. All the things I
 would do to stop you is separated, ruined, by the entire land, the 
entire vast United States, separating us. How I cannot possibly walk 
across millions of miles of land, how I cannot take a plane. Cannot is 
such a horrible word. I want you alive and here with me, to live life as
 it should be. Not life in a box, life with action. Please, don't! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
My words are unheard... Driven by your desperate need, desperate relief 
of the burden carried on your shoulders, driven by what I say is 
insanity, insanity caused by stress and pressure. All this craziness you
 hold, I say, is caused because ...you ...pulled ...the ...trigger.&lt;br /&gt;From, sincerely, regards, love, I don't know which to chose,&lt;br /&gt;
The girl who is left to be..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Rizky Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laras.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>Pengorbanan</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/05/pengorbanan.html</link><category>Cerita Sedih</category><pubDate>Tue, 7 May 2013 05:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-1830960149014949787</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSnWpYwUCm5SndK6taDVcR0pHg-xWV1GCad20puyEUJ3N5lS_K8KF5Jk4lAEC4ClM4n-PVRrFnLNuJbAP2TbQ5emPQR4t_ivQWpuLK9N_vmaO0MDZcMWN28xzLPuypKAm86T6BIg0M85IT/s1600/Cerita+Cinta+Sedih+Banget+&amp;amp;+Mengharukan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Cerita Cinta Sedih Banget &amp;amp; Mengharukan" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSnWpYwUCm5SndK6taDVcR0pHg-xWV1GCad20puyEUJ3N5lS_K8KF5Jk4lAEC4ClM4n-PVRrFnLNuJbAP2TbQ5emPQR4t_ivQWpuLK9N_vmaO0MDZcMWN28xzLPuypKAm86T6BIg0M85IT/s1600/Cerita+Cinta+Sedih+Banget+&amp;amp;+Mengharukan.jpg" title="Cerita Cinta Sedih Banget &amp;amp; Mengharukan" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Andre dan Sherly adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya 
berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga 
Sherly berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan
 keluarga Andre hanyalah keluarga seorang petani miskin yang 
menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kehidupan mereka berdua, Andre sangat mencintai Sherly. Andre 
telah melipat 1000 buah burung kertas untuk Sherly dan Sherly kemudian 
menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap 
burung kertas tersebut Andre telah menuliskan harapannya kepada Sherly. 
Banyak sekali harapan yang telah Andre ungkapkan kepada Sherly. “Semoga 
kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi 
Sherly dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang 
bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas 
yang diberikan kepada Sherly.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari Andre melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu 
dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda 
dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas 
ini, Andre berkata kepada Sherly:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
“Sherly, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku 
mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku 
akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat 
mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil 
kita berdua ! “&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mendengar Andre berkata demikian, menangislah Sherly. Ia berkata kepada Andre:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
“Ndre, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah 
memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan 
kekayaan seperti kata orang tuaku!”&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mendengar itu Andre pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai 
marah kepada Sherly. Ia mengatai Sherly matre, orang tak berperasaan, 
kejam, dan sebagainya. Dan Akhirnya Andre meninggalkan Sherly menangis 
seorang diri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Andre mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia
 harus sukses dan hidup berhasil. Sikap Sherly dijadikannya cambuk untuk
 maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Andre menunjukkan hasilnya. Ia 
diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia 
telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak 
lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak 
seorangpun tak kenal Andre, ia adalah bintang kesuksesan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari Andre pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba 
dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya 
hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Andre pun 
penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati
 bahwa suami istri itu adalah orang tua Sherly.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Andre mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, 
tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Andre membatalkan niatnya
 dan ia membuntuti kemana perginya orang tua Sherly.&lt;br /&gt;
Andre sangat terkejut ketika didapati orang tua Sherly memasuki sebuah 
makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika
 ia mendapati foto Sherly dalam makam itu. Andre pun bergegas turun dari
 mobilnya dan berlari ke arah makam Sherly untuk menemui orang tua 
Sherly.&lt;br /&gt;
Orang tua Sherly pun berkata kepada Andre:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
”Ndre, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya 
pengobatan Sherly yang terkena kanker rahim ganas. Sherly menitipkan 
sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu 
denganmu.”&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Orang tua Sherly menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Andre.&lt;br /&gt;
Andre membaca surat itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
“Ndre, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim 
ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini 
saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam 
kehidupan sentimentil yang penuh keputus-asaan yang akan membawa hidupmu
 pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Ndre, karena itu aku lakukan 
ini. Aku mencintaimu Ndree……….. “&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membaca surat itu, menangislah Andre. Ia telah berprasangka 
terhadap Sherly begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati 
Sherly teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan
 tak berperasaan. Ia merasakan betapa Sherly kesepian seorang diri dalam
 kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa Sherly mengharapkan 
kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih
 untuk menganggap Sherly sebagai orang matre tak berperasan. Sherly 
telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan 
kehancuran.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Rizky Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laras.&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSnWpYwUCm5SndK6taDVcR0pHg-xWV1GCad20puyEUJ3N5lS_K8KF5Jk4lAEC4ClM4n-PVRrFnLNuJbAP2TbQ5emPQR4t_ivQWpuLK9N_vmaO0MDZcMWN28xzLPuypKAm86T6BIg0M85IT/s72-c/Cerita+Cinta+Sedih+Banget+&amp;+Mengharukan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>Izinkan Aku Menciummu ibu</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/05/izinkan-aku-menciummu-ibu.html</link><category>cerita seorang ibu</category><pubDate>Mon, 6 May 2013 07:14:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-9124429980187230122</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1NRfyTVw2CKax4siuqi0IFulW8tA8TNmnizIDOOmA3gXOjZMpsPSAMD-k68iEn7KuTPSPmn8dwKZ4_BfZDSfvUdW12dm-dTGudd2plfZmyFYoaXYokDcI1ziLHJkx5Bu6d7DWSsecUmiN/s1600/kasih+ibu.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="342" id="irc_mi" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1NRfyTVw2CKax4siuqi0IFulW8tA8TNmnizIDOOmA3gXOjZMpsPSAMD-k68iEn7KuTPSPmn8dwKZ4_BfZDSfvUdW12dm-dTGudd2plfZmyFYoaXYokDcI1ziLHJkx5Bu6d7DWSsecUmiN/s400/kasih+ibu.png" style="margin-top: 26px;" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sewaktu masih kecil&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;,  
aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku  
mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap  
pagi dan sore. Setiap hari, aku ‘dipaksa’ membantunya memasak di pagi  
buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bahkan  sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua 
pekerjaan  rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya 
sendiri juga  piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku 
merasa kesal  dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali 
mengerjakannya  aku selalu bersungut-sungut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kini, setelah dewasa&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  aku mengerti kenapa dulu engkau 
melakukan itu semua. Karena aku juga  akan menjadi seorang istri dari 
suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak  akan pernah lepas dari semua 
pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih  ibu, karena engkau aku 
menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang  dibanggakan oleh 
anak-anakku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saat pertama kali aku masuk sekolah di &lt;b&gt;Taman Kanak-Kanak&lt;/b&gt;,  ia 
yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia  
menunggu. Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di  
seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah,  
dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa  
jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting aku senang ia menungguiku  
sampai bel berbunyi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Kini, setelah aku besar&lt;/b&gt;,  aku malah sering meninggalkannya, 
bermain bersama teman-teman,  bepergian. Tak pernah aku menungguinya 
ketika ia sakit, ketika ia  membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya 
melemah. Saat aku menjadi  orang dewasa, aku meninggalkannya karena 
tuntutan rumah tangga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Di usiaku yang menanjak remaja,&lt;/b&gt;  aku sering merasa malu berjalan 
bersamanya. Pakaian dan dandanannya  yang kuanggap kuno jelas tak serasi
 dengan penampilanku yang trendi.  Bahkan seringkali aku sengaja 
mendahuluinya berjalan satu-dua meter  didepannya agar orang tak 
menyangka aku sedang bersamanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Padahal  menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah 
memikirkan  penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi 
perhiasan. Ia  sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang 
bagus-bagus agar aku  terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di 
tubuhku dari sisa uang  belanja bulanannya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Padahal  juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan 
kasih  sayang mengajariku berjalan. Ia mengangkat tubuhku ketika aku 
terjatuh,  membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku 
menangis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Selepas SMA&lt;/b&gt;,  ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan
 tinggi. Aku semakin  merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, 
cerdas dan berwawasan  seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, 
tak berwawasan hingga tak  mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi 
yang berlangsung antara  aku dengannya hanya sebatas permintaan uang 
kuliah dan segala tuntutan  keperluan kampus lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Usai wisuda sarjana&lt;/b&gt;,  baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh,
 tak berwawasan dan tak  mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak 
cerdas yang mampu meraih  gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang 
berpendidikan, tapi do’a di  setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya 
jauh melebihi apa yang sudah  kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah 
menjadi aku yang sekarang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pada hari pernikahanku&lt;/b&gt;,  ia menggandengku menuju pelaminan. Ia 
tunjukkan bagaimana meneguhkan  hati, memantapkan langkah menuju dunia 
baru itu. Sesaat kupandang  senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih 
indah dari keindahan senyum  suamiku. Usai akad nikah, ia langsung 
menciumku saat aku bersimpuh di  kakinya. Saat itulah aku menyadari,&lt;b&gt;&lt;i&gt; ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kini  setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah 
lagi  menjenguknya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi 
istri yang  shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku 
membunuh  kerinduanku pada Ibu. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sungguh,  kini setelah aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa segala 
kiriman  uangku setiap bulan untuknya tak lebih berarti dibanding 
kehadiranku  untukmu. Aku akan datang dan menciummu Ibu, meski tak 
sehangat cinta dan  kasihmu kepadaku.&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Ya  Allah ampunilah aku dan kedua Orang&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;tuaku, dan sayangilah 
mereka  sebagaimana meeka menyayangi aku sewaktu aku masih anak anak"&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;Gloudy Larasati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1NRfyTVw2CKax4siuqi0IFulW8tA8TNmnizIDOOmA3gXOjZMpsPSAMD-k68iEn7KuTPSPmn8dwKZ4_BfZDSfvUdW12dm-dTGudd2plfZmyFYoaXYokDcI1ziLHJkx5Bu6d7DWSsecUmiN/s72-c/kasih+ibu.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>Gadis di Depan Cermin</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/04/gadis-di-depan-cermin.html</link><category>Cerita Sedih</category><category>Sad Story</category><pubDate>Wed, 24 Apr 2013 06:58:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-3498119853163472887</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpafdaPSlHIfpVUXk9cigWrzikzFQHWOJpDGoGLR42SSZYJ2j7RJd1Zt-ivNv6JofX5fYF4SkpvUrZ0u4n5Fr_jVxXZNMCD4F0srIzonNwUR_-Xf0XJGKNbP7nbCddBlYREiDCY_NAuhWJ/s1600/the_girl_in_the_mirror_by_thoughtful_hmm-d4b311c.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpafdaPSlHIfpVUXk9cigWrzikzFQHWOJpDGoGLR42SSZYJ2j7RJd1Zt-ivNv6JofX5fYF4SkpvUrZ0u4n5Fr_jVxXZNMCD4F0srIzonNwUR_-Xf0XJGKNbP7nbCddBlYREiDCY_NAuhWJ/s200/the_girl_in_the_mirror_by_thoughtful_hmm-d4b311c.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;Gadis di hadapanku awalnya tersenyum tipis. Sejurus dengan gerakannya
merapikan rambut panjangnya, senyum di wajahnya memudar, lalu menghilang begitu
saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5486836984009155774" name="more"&gt;&lt;/a&gt;Jari-jari tangannya, yang terpoles cat kuku berwarna ungu muda, perlahan
menyentuh wajahnya, mengusap kelopak matanya sekilas lalu kembali merapikan
rambutnya. Pandangan bola matanya yang hitam jatuh di mataku.&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;Dia menatapku hampa, matanya terlihat lelah. Apa dia tidak tidur dan menangis semalaman?
Atau dia sedang menghadapi sesuatu yang berat dan melelahkan? Bagaimana bisa
gadis yang terlihat mudah tertawa seperti dia menyiratkan luka sedalam ini?
Rasanya menit demi menit telah lewat begitu saja, tapi gadis di hadapanku masih
saja berdiam diri menatapku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;Perlahan setetes air mata mengalir di pipinya. Lalu tetesan demi tetesan
air mata kembali jatuh. Gadis ini mulai terisak pelan. Memperdengarkan suara
tangis yang menyayat hati. Andai orang lain ada di sini, mereka pasti turut
bersedih mendengar tangisan gadis ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;Ada yang terasa sakit... di hatiku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;Aku ingin menghibur gadis ini, mengatakan kalau setiap sakit yang
diterimanya akan dibalas dengan rasa bahagia yang sama. Bahwa saat ini Tuhan
tengah menghitung setiap tetes air mata yang telah jatuh untuk menyiapkan
senyum yang selayaknya didapatkan oleh gadis dengan perasaan setulus dia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;But i Can't...!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Aku tidak bisa berkata apapun, karena aku tau betapa sulitnya masalah yang
sedang dia hadapi. Betapa besar rasa kecewa yang harus dia tumpu.&amp;nbsp; Betapa sakit dan hancur hatinya saat ini.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;Aku tau karena aku mengenal dengan baik gadis di hadapanku. Gadis di depan
cermin ini... aku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Laras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizky Ramadhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpafdaPSlHIfpVUXk9cigWrzikzFQHWOJpDGoGLR42SSZYJ2j7RJd1Zt-ivNv6JofX5fYF4SkpvUrZ0u4n5Fr_jVxXZNMCD4F0srIzonNwUR_-Xf0XJGKNbP7nbCddBlYREiDCY_NAuhWJ/s72-c/the_girl_in_the_mirror_by_thoughtful_hmm-d4b311c.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>I'm Crying Inside...</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/04/im-crying-inside.html</link><category>Sad Story</category><pubDate>Wed, 24 Apr 2013 06:54:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-5538630936157624289</guid><description>&lt;a href="http://www.flixya.com/files-photo/G/a/u/Gauravmishra-1992750.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" id="irc_mi" src="http://www.flixya.com/files-photo/G/a/u/Gauravmishra-1992750.jpg" style="margin-top: 0px;" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Well... Let me make a long first part of this story short... I'm a 15 
year old girl that has seen things no other teenager should see... My 
older siblings are already out on their own in college. About a year or 
two ago, my mother had been going back and forth to me and my dad and 
this other man who ruined our family... Many times such as mom and dad 
getting a divorce, Beating up my dad, fighting over who gets me, having 
your dad sign you away like your nothing... That was the basics... But 
back to the first part of my story... So my dad had signed me off to go 
to Colorado and sure I was excited, but I knew it wasn't going to be the
 same... The first time we went to Colorado, everyone such as my oldest 
brother, my older sister, mom, and Curt (the guy) had all begin to fight
 the first day about a certain something. (Involves a nude pic of mom 
and losing the phone and someone harassing her.) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Everyone was fighting... I ran and cried out loud in my pillow... I 
rarely do that... And so did my oldest brother... So Curt declared we 
going back to Wisconsin. It was a silent 18 hour drive back... I'm just 
going to fast forward to the second time we go back there... So Curt and
 mom went ahead of us while us three stayed back in Wisconsin. When we 
finally got to Colorado and met up with mom and curt we were all happy 
to see each other... But a few months later gotten worse... I had 
already started at a new school with a group of close friends. At first 
it didn't feel right... Like I didn't belong there... but I met this boy
 during a town fest-type thing and we hung out and he introduced me to a
 lot of new guys. So I didn't have a lot of girls as friends. So i 
started to date the boy. His name was Johnny. It was all going well till
 a week later... he dumped me... I was very hurt... The next day my mom 
did not wake me up for school she told me, "Well I didn't wanna wake you
 up after all that had happened to you. I can't believe he did that to 
you..." &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
But a few weeks later the whole "Family" was falling apart... My sister 
left to go to her boyfriends for the night and my brother was 
drinking... I was making him laugh, we were having such a good time 
until I went to go take a bath... His computer mouse wasn't working so 
he was slamming it against the wall... So Curt jumped on top of my 
brother and stated beating the shit out of him... I was screaming at him
 to stop and my mom tells me, "Shhh! It's okay Chey! They're just 
wrestling!" I couldn't believe she said that... I Screamed at her as 
they were still going at it. "That doesn't look like they're wrestling! 
CURT!!! STOP!!! PLEASE?!?!" I was screaming and crying. As my brother 
got up he went to back-hand Curt but he was an inch away from hitting me
 instead... My brother's face was horrible... He couldn't open his eyes.
 I run out of my apartment and continue crying on the couch outside. My 
next door neighbor Chis sees me and gets me in his house. "Are you 
okay?! I called the police right when I heard a girl screaming. Was that
 you?" I replied with a yes and tears were streaming down my face like 
crazy... He was comforting me and giving me some water and a gronola 
bar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
The cops came and after a little while of my brother yelling at the 
cops, they took both of them to the hospital. The cops 
asked,"Cheyenne... Do you feel safe to go home?" I looked at my mom who 
was standing there glaring at me. "Come on chey let's go back in the 
house and talk about it." mom said to me as I backed away. I looked at 
the cop and said, "No... But I can't say that cause she will yell at me 
and who knows what else..." Mom kept encouraging me to come into the 
house, so the cop told me to go back home... Curt came back, but my 
brother had to stay at ARK. And I'm now in Wisconsin with my dad and my 
uncle. I feel better here than there. What striked me the most I called 
mom yesterday and she told me she told Cris that I was back in 
Wisconsin... I feel bad cause Chris had told me," Chey... If you have 
any problem you can come to me. You know?" Just hearing him say that 
makes me wanna cry... And even just thinking about it... I'm going back 
to visit this summer and I'm going to make sure I see Chris! But there's
 more story behind this story as well... If you wish to hear the rest 
comment saying so...  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rizky Ramadhan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laras.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>The secret.</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/04/the-secret.html</link><category>Sad Story</category><pubDate>Wed, 17 Apr 2013 23:59:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-7886393913486271476</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://favim.com/orig/201104/28/Favim.com-26576.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" id="irc_mi" src="http://favim.com/orig/201104/28/Favim.com-26576.jpg" style="margin-top: 54px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
I can’t handle it anymore! &lt;br /&gt;
I whispered desperately out into the darkness of my room, and threw away
 my phone. I had been through so much during the last days, this was the
 last straw! &lt;br /&gt;
I felt like I had been raped… I had tried to commit suicide earlier in 
the week, but I had called a friend that talked me from it, but now, 
that wasn’t enough anymore… Nothing could save me now… Nothing.&lt;br /&gt;
I went over to the cabinet where I kept my clothes and pulled out a 
hidden drawer, despite being half blinded by tears I could still see 
what I was looking for, it was gleaming in the weak light in my room. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I picked it up and tried to see my reflection in it… My pride, my blood 
stained pride. A big Sami knife was resting in my hands, its blade 
covered in dried blood. My tears fell on the blade and slowly dissolved 
the dried blood as I looked at it. I lifted the knife…                  
                                  …&lt;br /&gt;
I looked at myself in the mirror, I had no clothes on except for my 
underwear and I was now standing there, studying all of the bandages 
that covered my body. Covering my wrists, my arms, my knees, my stomach 
even my throat, and all of them had stains of blood seeping through 
them, they were still bleeding, but only a little. I was in the 
hospital, my mother had wandered in to my room just after I had gone 
unconscious by blood loss, she had immediately gotten me to the 
hospital. I remember going insane with the knife, first cutting up my 
knee caps until the blood was running from them and I couldn’t stand 
anymore, the pain from that wasn’t enough and I had cut my stomach, 
hoping to cut it open so I could pull out my insides, but I hadn’t gone 
that far, when my stomach had started bleeding I had decided that I 
wanted to end myself, I first cut my wrists open by cutting an X on both
 of them. I then sat there waiting for my death, but it did not go fast 
enough, I stood up despite the cuts in my knees, but the pain just felt 
good by then, it was a proof of my end being near. I remember that I had
 felt dizzy, but I did not care, I wanted to die. &lt;br /&gt;
I had taken the knife to my throat, pressing it into my skin before 
slicing, I had felt the blood gush out from the open wound, and that was
 the last thing I remembered before waking up at the hospital like I am 
now.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I was to change the bandages and clean the wounds so they wouldn’t get 
infected, after this I could go home as long as I came to the hospital 
regularly to change the bandages and clean the wounds.&lt;br /&gt;
A nurse came into the room and I immediately turned my back to the 
mirror. Changing the bandages was easy enough, the wounds were not open 
anymore, most of them had been stitched because they were too deep to 
heal on their own, but they were all really swollen as the stitches were
 just as fresh as the wounds. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nothing was hurting, but that was because they had given me special pain
 killers, if I hadn’t had them it would have been true agony, especially
 the wound across my throat. I couldn’t talk at the moment, my throat 
was swollen because of the wound and pressed down on my vocal cords, the
 doctor had said that the swelling would ease up if I iced it down and I
 was expected to get my voice back by the night.  I have now been at the
 hospital for four hours, that is the time it had taken for me to come 
here and wake up, by that time they had stitched my wounds and given me 
pain killers, it was now 2 in the morning.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
As the nurse was cleaning the wounds I was thinking back on what had 
made me make that decision that I had made. I remembered it too well as 
it had been really painful for me to realize it… More painful that I had
 ever thought that such a little thing could be.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
It was a ridiculously little event that made it all flow over the top 
for me. Heh, really, it is a really stupid thing that made me go over my
 limit.&lt;br /&gt;
As I had tried to commit suicide earlier in the week I had called a 
friend, a friend whom I am ever so slightly in love with, he knows it, 
but he doesn’t want any relationship with me. Instead he suggested that 
we could be friends with benefits I was really doubtful to the offer, I 
am scared of men to be honest. Ever since 2nd grade I have been a victim
 for sexual abuse, mostly by boys, but also by girls, but not to such a 
scaring extent that I never wanted to have sex with a girl again. With 
boys it was another story though. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So well, I became friends with benefits with this boy and my trust for 
him grew so big that I allowed him to have sex with me. And now, back to
 previously of today.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Earlier in this week I had asked if he wanted to sleep over at my place,
 something he said yes to immediately. I knew that it wasn’t only for 
the sex he wanted to have me in private, he wanted to reassure himself 
that I was ok. So, today at school. I normally wait for him in the 
morning just because it is a habit, but today it was really cold and I 
couldn’t stand outside for longer than it took me to smoke my cigarette.
 By the time I had finished my cigarette my hands were blue from the 
cold weather, so I walked inside thinking that he would pop by our 
classroom to see if I was present at school since I wasn’t waiting for 
him outside. I could see him then.&lt;br /&gt;
Time went and in the end the clock was 8 and classes started. Well maybe
 he was late or something and did not have time to check our classroom.&lt;br /&gt;
In the recess I went outside to smoke, maybe he was busy with something 
or some of his friends wanted to talk with him. I bet he doesn’t use all
 of his time thinking about me. &lt;br /&gt;
Next class was gym, me and two friends weren’t attending the class of 
personal reasons, so we walked down to the store in the biting cold. &lt;br /&gt;
As we returned to the school a message ticked in on my phone  It read 
“Wow, it the clock that much already, damn I just woke up!”&lt;br /&gt;
W&lt;br /&gt;
e texted for a while and he told me that he was at home and not at his 
apartment close to school, I already then knew that he wouldn’t make to 
the school since his home was some hours away. That little thing brought
 me to tears as I had looked forward to him coming over for days now, 
the rest of the class I was close crying several times. The teachers 
noticed that together with the freshest scar on my hand and took me out 
of class to go and see the schools counselor. I was absent for one and a
 half class, and the time I was absent, I used it to cry, and cry and 
cry. It felt like my heart was to rip away from all the pain that was 
coming out all at once.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I did not tell the counselor about the weird relationship he and I had, 
but my teacher had guessed it, I had told her that he was the one that 
has kept me from killing myself earlier, and she knew that I wanted to 
be with him rather than anyone else in that moment. After speaking with 
the counselor and making sure my eyes weren’t noticeably puffy I 
returned to class and was able to sit through the last half hour without
 breaking down again. I really wanted to see him, talk to him, hug him, 
kiss him. That was one thing I could not do in public… Kiss him. I 
wanted to keep my status as a lesbian and he wanted to keep his status 
as single.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The bus ride home was calm, nobody bothered me with their talking and 
nobody wanted to talk to me. That was a good thing, I did not want to 
act happy and careless at that moment, I just wanted to think and keep 
myself in control of my emotions. When I got home my parents had set the
 table for four people, I had looked at the fourth plate for a second 
before I took it back to the cabinet. My parents looked asking at me and
 I only said that he had overslept and wasn’t coming over today. Inside I
 wanted to cry again, they had even made lots of food so that it would 
be enough for everybody, now it was no use for that. After dinner my 
father had to go back to work and me and my mother were alone. I gave in
 and told her about my suicide attempt from last week and about how the 
day had been. After that I walked to my room, there I had been sitting 
for hours with my phone in my hand, considering to call him and talk to 
him, just so that I could hear his voice, I never did so, I only cried 
more as I was slowly clawing at myself with my nails, I had sent him a 
message, it read “Goodbye &amp;lt;3” I then went to get the knife and you 
know the rest of the story.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
As I now go to school I always wear a scarf, long sleeved shirts and 
gloves, both when I am inside and outside of the school to hide the 
scars. I force myself to hide the pain if my pain killers start to wear 
out and it is painful to walk. Because I am walking quite a lot the 
stitches in my knees gets worn really quickly and people comment it when
 I am not able to keep up with their pace anymore when we are walking, I
 only apologize and blame it on a stretched muscle beside my lounge that
 makes it a little hard to breathe, they then say that they understand 
and slow down. Well, I can’t blame a stretched, muscle forever. And when
 summer comes I can’t wear a scarf all the time… That time, that sorrow I
 guess.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rizky Ramadhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laras.&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>You forgot</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/04/you-forgot.html</link><category>Sad Story</category><pubDate>Tue, 16 Apr 2013 07:21:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-2631796255764126570</guid><description>&lt;a href="http://www.khinsider.com/gallery/data/media/11/Feb0601.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="246" id="irc_mi" src="http://www.khinsider.com/gallery/data/media/11/Feb0601.jpg" style="margin-top: 21px;" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;The girl had a deadly tumor and the doctors told her that she was going 
to die, but there was still hope she could do a special surgery and 
survive. If she decided to do it, she would lose her memory forever. 
When she told her best friend, he told her that he would talk to the 
doctors so they could plan the surgery. She stopped him, and pulled him 
to her side.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Girl: I'm not going to do the surgery. (he looked at her shocked) &lt;br /&gt;
boy: you have to be joking, you'll die!&lt;br /&gt;
Girl: its better than forgetting everything I've lived with you.&lt;br /&gt;
Boy: you don't understand, I can't lose you.....I LOVE YOU!&lt;br /&gt;
(she had tears in her eye's)&lt;br /&gt;
Girl: you love me?&lt;br /&gt;
Boy: yes!&lt;br /&gt;
Girl:why didn't you ever tell me?&lt;br /&gt;
Boy: I was afraid you wouldn't feel the same....&lt;br /&gt;
Girl: but the thing is.... I do feel the same....&lt;br /&gt;
Boy: you do??&lt;br /&gt;
Girl: yes!! I love you!!&lt;br /&gt;
Boy: then please, do the surgery, even if you lose your memory.&lt;br /&gt;
Girl: you need to understand me, I don't want to wake up and now know who you are....I'd rather die than forget about you!&lt;br /&gt;
Boy: but I will always be here.&lt;br /&gt;
Girl: do you promise you'll stay with me no matter what?&lt;br /&gt;
Boy: I swear...&lt;br /&gt;
(he bent down and kissed her, when the doctor's came to take the girl into surgery the boy put him ring on her finger.)&lt;br /&gt;
Boy: take this, so I can be with you during the surgery.&lt;br /&gt;
(he kissed her gently on the lip's) &lt;br /&gt;
boy: I'll be here when you come out.&lt;br /&gt;
Girl: I love you!&lt;br /&gt;
boy: I love you to!&lt;br /&gt;
(the doctor's took her away the boy waited while they were done with the
 surgery. When the doctor's took the girl to her room, the boy stayed 
with her all night.....she woke up.....&lt;br /&gt;
boy: you woke up! I'm so glad you are Ok!&lt;br /&gt;
(the girl looked at him with curiosity) &lt;br /&gt;
Girl: who are you??&lt;br /&gt;
Boy: it's me your best friend.&lt;br /&gt;
Girl: I'm sorry, I don't know who you are, where is the doctor?&lt;br /&gt;
(he stared at her)&lt;br /&gt;
boy: you seriously don't remember anything about me?&lt;br /&gt;
Girl: no I don't, so please leave.&lt;br /&gt;
boy: but what happened to our love? I thought you would remember at least that. &lt;br /&gt;
Girl: our love?&lt;br /&gt;
Boy: yes! I love you and you love me.&lt;br /&gt;
Girl: no, I don't... I don't even know who you are, I don't even know who I am, so please GET OUT NOW!&lt;br /&gt;
Boy: but...&lt;br /&gt;
Girl: NURSE!&lt;br /&gt;
(the boy was kicked out of the hospital...he tried calling the girl afterwards but she didn't pick up&lt;br /&gt;
four months later the girl went back to school. One day the boy was 
walking down the street and saw the girl with another guy....he was 
heartbroken and just when he was about to look away he noticed the girls
 necklace....the ring he gave her the day of the surgery was hanging on 
her neck...&lt;br /&gt;
tears came to the boy's eye's.&lt;br /&gt;
Boy: she remember's me?&lt;br /&gt;
(he was going to go to her, he called her, and the girl looked at him..... she turned back around and kept walking)&lt;br /&gt;
Boy: I guess not.&lt;br /&gt;
(disappointed he said to himself)&lt;br /&gt;
boy: I loved you, but I don't belong in your life or world anymore....&lt;br /&gt;
(he took one last look at her and walked away form her...... FOREVER........     :,(  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>Alone</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/04/alone.html</link><category>Sad Story</category><pubDate>Tue, 16 Apr 2013 05:32:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-5773638217625327398</guid><description>&lt;a href="http://translucentconfrontations.files.wordpress.com/2012/11/random-pics-sad-songs-17925811-894-894.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" id="irc_mi" src="http://translucentconfrontations.files.wordpress.com/2012/11/random-pics-sad-songs-17925811-894-894.jpg" style="margin-top: 41px;" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;At last I'm left alone..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harry, he is my cousin,and I know him since my childhood &amp;amp; we used 
spend our vacations together. About him, he is a very fair and handsome 
guy... And this incident happened when I was on my 9th grade, we were 
playing in my uncle's car, for the first time he touched my hand so 
softly and said 'I Love you'. I didn't except that and I didn't reply 
anything at that time &amp;amp; ran away from him. Days passed and he was 
proposing me continuously and finally I accepted his proposal. From 
then, he started kissing me and touching me when no one is around us. 
This continued for 7 years and I joined an IT company after my studies 
in a different city and we used to speak daily over phone..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
His parents started to search a girl for his marriage and he started to 
avoid me. He stopped to talk with me over phone. I tried calling him 
several times and he didn't answer me even once. Days moved on, I 
started to live with the pain. On that day, he called me and I was in 
cloud nine. I picked up the call and he asked me to travel to his city 
and he wanted to meet me for sex. I was scared as I was not fine to have
 sex before marriage. I asked him whether he will marry me and he said 
no. He also said &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
He didn't love me and he proposed me just for sex. After hearing this I 
was on tears and my heart was not ready to accept this, even after 
hearing me crying he asked whether I will meet him or not and I said no.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
That is the last time i heard his voice; after that I didn't call him. 
Now he is married with a beautiful girl and blessed with baby &lt;br /&gt;
boy. HE is happy now And I'm not able to overcome this and still I see 
him in my dreams. He was the only person who proposed me and he also 
didn't love me truly. My days are passing with only tears and pain. I'm 
not able to share with anyone how I feel. I wish my life ends soon and I
 want to see his face only once before I die, not even sure if he 
remembers me. I don't know the reason, why I still love him..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rizky Ramadhan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laras&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>Still Living For You</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/04/still-living-for-you.html</link><category>Sad Story</category><pubDate>Mon, 15 Apr 2013 07:30:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-2848466582250622724</guid><description>&lt;a href="http://c3.img.v4.skyrock.net/4259/63704259/pics/2571318339_small_1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="216" id="irc_mi" src="http://c3.img.v4.skyrock.net/4259/63704259/pics/2571318339_small_1.jpg" style="margin-top: 62px;" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;As everyone say that in every girl's life there is a summer when it all 
begun..my one began in the same way.. One day I met him..he loved me but
 did not say a word.. We were friends...good friends..he made me laugh 
every time I cried..one day he called me and told me that he loves me..I
 was totally in a shock because I only thought him as my friend..but as 
time passed by he became more friendly, loving and caring...He was just 
like my best friend..he never pressurized me to love him.. he was there 
every time I needed him, he was right there beside me.. whenever I cried
 he used to wipe my tears..he used to make my anger disappear..he used 
to calm me down maybe that's why a feeling started to grow for him 
inside me..maybe that's why I had a big space for him in my small heart.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
He unknowingly forced me to fall in love with him......I accepted him 
and we were totally in love..he used to make me feel so special..he used
 to meet me everyday..kiss me on my cheeks and say "Baby I love you". He
 loved me I loved him..We thought that we were the perfect couple! we 
fought, we laughed, we cried, we smiled, we hugged but fate changed 
everything..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
We talked all day and all night until one day when he stopped calling me
 often he used to say he does not want to see me anymore then the next 
day he used to apologize and I used to forgive him then as days went by 
he even stopped wishing me in almost every occasion then one day he 
stopped contacting me he did not call I found his cell switched off I 
tried a million times to talk to him but I could not.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
This is how One day my most loved one disappeared from my life. I wish 
he loved me like before, even now I wait for his one call, one text..I 
wait to hear his voice I want my phone to ring with his name on it my 
life is paused. Everything in my life is just still, it's like my life 
is filled with clouds with no hope for any sunshine anymore...every 
night tears pour from my eyes...Just like a colourfull rainbow shines 
after a heavy storm I wish my rainbow also shines after the storm inside
 my heart...still I am living in the hope that I will get him back one 
day..and hear him say "Baby I love you"  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>Secret Love for my dear friend :'(</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/04/secret-love-for-my-dear-friend.html</link><category>Sad Story</category><pubDate>Mon, 15 Apr 2013 07:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-7220510368505069539</guid><description>&lt;a href="http://data.whicdn.com/images/41655310/tumblr_mcmfz6d7Gq1rk0h3go1_400_large.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" id="irc_mi" src="http://data.whicdn.com/images/41655310/tumblr_mcmfz6d7Gq1rk0h3go1_400_large.jpg" style="margin-top: 64px;" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Hi please read this story, it's a bit long but when you read it I know 
you can relate with it..The story starts during our first year High 
School day.&lt;br /&gt;
It was our first day of class during first year high school day when I 
first met him, I keep on staring at him and I never saw him glance at me
 even once. Everyday in our high school days was fun and exciting for 
me, there was a time when our teacher assigned us to our permanent 
sitting arrangement, He was on my side and I was on his side too. He 
smiled at me and talked to me, he keeps on saying things that I never 
knew he will share it with me, we laugh together as if we were the only 
person inside the classroom, honestly, I never expected that to happen.&lt;br /&gt;
As day goes by the feeling of wanting him grow, it feels like I want him
 to talk with me every hour, I want him to be with me during break time,
 I want him to be with me during my darkest hours and wipe my tears when
 I'm crying, I want him to be the first guy to greet me good morning and
 to be the last guy to say goodnight to me but all that wants didn't 
happen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
During prom night, I waited for him to ask me dance, I waited for him to
 lend me his coat but he didn't but I never mind it. During the prom I 
saw him danced with the girl he keeps on talking about, I saw his 
starlight smile that would made me melt if he just show it to me, I saw 
his eyes stared for long with the girl's eye, I saw him dancing with the
 girl of his dream romantically as if there are no other girls in the 
prom, he hold his waist sweetly like a gentlemen, he smiled at her 
lovely like a superhero in a love scene and he lend his coat as if he 
was the girl's savior in times of coldness, when i saw all that I don't 
know what to do, I feel like I want to stop the music and take his hands
 to the girl's waist but I didn't do all that instead I sit on my chair 
as if I dumped in a trash can and a tear fell from my eye, my heart is 
tearing apart that moment but I still manage to talk to him and say 
"WOW, you definitely look good together" and I smile even though I was 
thinking that we look much good together.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
During Graduation day I wanted to hug him and greet him a congratulation
 but I was too shy to do it, I just give him a sweet friendly smile and I
 turned my back immediately.&lt;br /&gt;
During college years were still on the same school but with different 
courses and different group of friends, we still talk but not that much,
 sometimes we have our friendly date with some of our high school 
friends, we sometimes brag jokes like we were in high school and still I
 keep on pretending that he looks like an odd to me and sometimes I snob
 his funny jokes, and I keep on telling him that he looks like a gay to 
me even though in his simplest gesture he could make me fly like an 
angel. It's all because I don't want him to know how I wanted him so 
much,how badly in love i was for him and I don't want him to know that I
 secretly love him because he might not love me back the way I love him.&lt;br /&gt;
He graduated college with a associate course and continue his life and 
me, I'm still hoping for his deep love in return. As day passes by in my
 college life I miss going to school early just to see his face, I miss 
staring at him in the classroom, I miss his loud voice that would made 
me feel deeply in love and most especially I miss him in my college 
life.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I know someday I can confess him all my love and my hurts for him, time 
will come and someday he'll know this secret feelings of mine, my secret
 love and secret admiration for him for almost 8 years now.&lt;br /&gt;
Now in our present life I'm a graduating student with a degree, we still
 have our friendly date with some friends, we still keeps on bragging 
jokes like high school, he tells me his secrets and he always make me 
fall over and over again and sometimes made me cry on his secrets. I 
know it's part of life to fall for someone who want you just to be a 
friend and would not want your friendship to go beyond.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I hope you relate with my story, I don't know if when will I tell him my
 secret feelings because I'm scared that he might hate me for not 
telling it or He might not want me to be his friend anymore if he knew..
 :'(  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href="http://www.loverofsadness.ne/"&gt;www.loverofsadness.ne&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>6478 Miles</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/04/6478-miles.html</link><category>Sad Story</category><pubDate>Mon, 15 Apr 2013 07:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-6374386033519218566</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://izismile.com/img/img2/20090709/sad_story_11.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" id="irc_mi" src="http://izismile.com/img/img2/20090709/sad_story_11.jpg" style="margin-top: 45px;" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;
It's all about the Distance. I met him on a online chat rooms, his name 
was Marcus. The first time I saw him, I can't take my eyes Off of him. I
 was telling myself, it is not LOVE, it's just adoration, but then, I 
don't adore him, I love Him. I don't know how this happened, but we just
 started calling each other "Babe, hunny, sweetheart." until we told 
stories to each other, until 3 magical words came out from both of us. I
 LOVE YOU. Most guys I met on chat rooms, was all Bad. They think all 
girls will give in and show something to them, Marcus and my friend has 
done that, but I showed Him, I was different, because it was true, you 
can make a guy love you in so many ways and not just showing them you 
are hot and interesting. Sex is not a way. For some reasons, many guys 
just take and leave, and as a girl you must change it. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I chat with hum everyday, even if his time was 7 hours ahead, I'm still 
awake even at midnight to see him. To hear his sweet I love you's. I 
love Him and he love me. Distance can never hinder us to love each other
 because out of SEVEN billion people I chose Him and he chose Me. So 
many gorgeous girls and Hot guys, but my eyes are not meant to look at 
them nor his eyes does. We never hugged each other for real, nor kiss 
each other for real. We just see each other on Cam, talk, say I love 
you, and this makes us miss each other more. Everyday, I want to smell 
him, touch him, hold him, feel him, and when I close my eyes, all I see 
was Him. Open my eyes, I still see him. I know it is LOVE. His smile on 
cam, I know it was for me, He tells me he wants me, and wished he can 
hug me, I cry for that because we were so Far.  But then Our hearts will
 always be near each other. He is Mine, I am His.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
If ever you are reading this and you're in same situation as mine.:) I 
know you knew how it felt. I never thought two persons can be in love 
even when they never met. What a wonderful world if I can share the 
whole lifetime with him. I'll die for Marcus, I'll do everything for 
Him. Ask if He truly Loved me? &lt;br /&gt;
Yes, He does, he tells me everyday.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://www.loverofsadness.ne/"&gt;www.loverofsadness.ne&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>Last Love</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/04/last-love.html</link><category>Sad Story</category><pubDate>Mon, 15 Apr 2013 07:07:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-8692300122413405029</guid><description>&lt;a href="http://www.deviantart.com/download/130927619/sad_story_by_dorguska.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" id="irc_mi" src="http://www.deviantart.com/download/130927619/sad_story_by_dorguska.jpg" style="margin-top: 0px;" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;It started when I was in senior high. My class consisted only 16 
students. I was an introverted, shy girl. Nobody talked to me as I never
 gave them a chance to get close to me. I was never interested in any 
kind of relationship. Whenever it gets to a group work, nobody wants me.
 All I do was to wait if a group lacks member. Even when my classmate 
made fun of me, I kept quiet. I once told myself that I should no longer
 be an introverted girl, yet I don't know why I can't.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
One day, a new boy called Jack entered my class. He was fat ass, dorky. I
 believed he would be no different from me. However, he was actually 
outgoing, nice and smart boy. He was kind to everyone. He praises 
everybody, even me. He said, "Woah! I'm sitting next to a genius girl!" 
when he was sitting by my side. I knew I wasn't even that clever, but my
 English was the best. I don't know why he was getting closer to me. He 
was crossing the boundaries I drew, getting to me closer and closer. I 
started to get annoyed when our classmates gossiping about us being 
together. It hurts my pride, totally. I wanted to shout out that I would
 never fall for a fat ass, ever!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But I won't deny that since he became acquainted with me quite well, a 
girl called Mei became closer to me and Jack. The other classmates paid 
more respect to me too. And we were soon known as the trio of the class.
 I hate when my classmates took photos of me and Jack together as they 
would make fun of us. I don't want this pig head Jack! They even edited 
our photo and made us look like a couple. But I have to admit that I was
 soon be able to open up myself to him, telling him every single secrets
 of me.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entering university, I, Jack and Mei entered the same university, though
 majoring in different faculties. I was no longer an introverted girl. I
 believed I was in love with Jack, but I guess I was still too shy to 
admit that I like an ugly fat ass.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
One day, Mei asked me to talk privately with her. &lt;br /&gt;
Mei: Umm... Well... Mia, you see... I want to ask you something&lt;br /&gt;
Me: What?&lt;br /&gt;
Mei: ummm well... Aaah it's embarrassing!&lt;br /&gt;
Me: tell me quick!&lt;br /&gt;
Mei: um... Do you... By any chance, in love with Jack?&lt;br /&gt;
Me: Nope&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seriously, I don't even know why I answered "no". I guess it's because I
 wasn't ready to take the fact that I was in love with a man who wasn't 
reliable, and the top of that, bad figure. Moreover I was too nervous to
 digest the words before replying.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mei: seriously?&lt;br /&gt;
Me: yeah&lt;br /&gt;
Mei: then... Can you guess why I'm asking you this?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
This made me insecure. I was too naive to think that Mei was just 
randomly asking. And my guess was right. Mei likes Jack, just how I like
 him. She told me how she has been in love with him, how she was glad 
that I wasn't in love with Jack. In fact, I regretted for not telling 
the truth. What should I do now? I know that my best friend was in love 
with my crush, and I lied to her. I don't want to stab Mei from the 
back, but I could no longer hold on this feelings. I love him, that 
time, I was sure, I love him. Madly, like there was no tomorrow.&lt;br /&gt;
It was a hard decision for me to decide that I'll stay away from Jack, 
to give Mei a chance. I promised, the next time I meet Jack, I would no 
longer treat him as I used to. I vowed that I took him only as a 
brother. However, it was easy said than done. There's no way I could 
suppress this passion. As a result, I was only getting closer to Jack, 
as I was afraid that Mei would some day snatch him away for me. Whenever
 I see jealousy in Mei's eyes, I felt guilty and knew that I mustn't do 
this. But seeing them together, I felt like dying.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
On my 21th birthday, he brought me a bucket of roses, 21 in number. As 
he knelt down, he said, "Mia. You see, I've been in love with you all 
this time. I am madly in love with you. You are my everything. I'd do 
everything for you." I was stuck at his words. It was unexpected. My 
feet felt heavy, as heavy as the rain outside. I didn't know what to do.
 Making the matter worse, I realized, standing behind Jack, across me, 
was Mei, covered in tears. Jack then opened the red box he has been 
holding, inside was a star joint with a moon shaped ring.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"I... Jack, that was touching. I love you too... I love you more than 
you think I do...". Before I could proceed further, his lips landed on 
mine. He sucked my lips as his tongue wondered around my mouth. He used 
his arms to corner me. I tried to push him, yet to no avail. In the end,
 I could do nothing but to surrender. Without realizing, I responded to 
his kiss. When I came to my senses, I pushed him away in one shot. He 
was shocked, and I added, "I... Think you misunderstood, I only take you
 as a brother." As I reject him, he no longer talks a lot to me nor Mei.
 I was feeling guilty as I hurt him, and myself too, but if I didn't, 
what would become of Mei? Ever since witnessing that kiss, that fateful 
kiss, Mei never talked to me anymore. I guess she was mad at me. I then 
decided to work overseas, to forget about Jack. To forget how regretful I
 was for rejecting my first and only love. I was too stupid to deny my 
own feeling, only to cause this awkward atmosphere.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2 years later, I returned. Soon, I arranged a meeting with Jack and Mei.
 I felt nervous, yet excited to see them. Never did I believe that once 
again, I could sit on the same table with them. I missed this atmosphere
 so much. "Well... I have something to talk about." Mei said while 
giving me a bright smile. "Me too. You go first." I replied. I guess 
this would be the beginning of our rebuilt friendship. A nice and new 
beginning. "Here." Mei said while handing me over a card, "that's our 
wedding invitation. It's tomorrow. I'm sorry for only telling you this 
now. Due to your absence, we couldn't tell you about the news 
immediately."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I could not believe in what I heard, neither I want to. My sight 
blurred, i don't want to believe this fact, this cruel fact. I hoped 
this was only a dream, yet that dream completely vanished when I saw 
Jack and Mei's name on the card. My tears was soon formed and gathered, 
yet I held it on, not trying to make myself look more embarrassing. Mei 
even offered me to be their brides maid. And I agreed to it quickly.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
That night, I cried in my bed. I cried till there was no more tears 
left, no more voice left. I cried for hours. I wish I could turn back in
 time, or at least stop the time. I don't ever wish that clock would 
turn 00:00. The next day, in the morning, I was still lying in bed, 
thinking about how foolish I was to free that love, true love, last 
love. However, I took the challenge one more time. I put on a gown and 
came to Jack's house. I saw him in his suit already. He looked handsome,
 gorgeous in my eyes. For me, it felt like a cinderella's dream to see a
 living prince right in front of my eyes now. He then returned my stare.
 That stare I've been missing so much this year, the stare that I've 
been missing like crazy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Jack I know this might be foolish, but I swear to heaven I love you. I 
love you like there was no tomorrow. I never stopped a day without 
loving you, I..." before I could finish, he cut me off. "That was sweet,
 Mia. You reminded me of how foolish I was to confess to you two years 
ago. But you won't trick me. I'm aware that you take me as a sibling." 
he said. "no! No! Jack! I'm not playing tricks on you. I swear I love 
you! You're my first love, I love you whole-heartedly! I can't see you 
with some other woman." &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Mia... I could no longer differentiate between lie and truth, thus, let
 me go, despite the truth, if you really love me, I can't hurt Mei for 
being with you. I won't be so selfish. After all, I have no feelings for
 you anymore. I'm completely Mei's." He walked away, straight pass me. I
 knew I was hurting deep inside, yet I gathered my courage and faced 
Mei. I accompanied her in car, to the church. As soon as we arrived in 
the church, Mei received a call. And her face went pale afterwards. 
"Jack, he... He got into an accident. Car accident and currently in 
hospital!" she said. I fell into despair. These transparent liquid 
called tears came out from my eyes. I could no loner hold on my tears. I
 and Mei rushed to the hospital, to the emergency room, only to see Jack
 covered with a white cloth.He was dead. He instantly passed away right 
after the accident.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suddenly, a nurse came into the room to see the whole family who came. "anyone called Mia?" &lt;br /&gt;
"me... I'm Mia."&lt;br /&gt;
"Here. It was found held tight by the deceased." replied the nurse and 
she soon went away. She handed over a small box which contained a ring. A
 familiar ring. In the ring was written "Jack&amp;amp;Mia". It was the 
exactly same ring as the one he used to confess to Mia two years ago,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Then, I knew, that he hasn't forgotten about me, even once, until now, 
until he die. He brought that love till the end of his life.  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title> Semua Tinggal Kenangan</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/04/semua-tinggal-kenangan.html</link><pubDate>Sun, 14 Apr 2013 02:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-2234272254944111813</guid><description>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku tidak pernah menginginkan semuanya terjadi seperti ini. Walau 
terkadang kau buatku menangis dan jengkel. Ternyata yang terjadi hanya 
kepalsuan yang kau berikan padaku. Dan sekarang kau tinggalkan aku, dan 
meninggalkan sejuta luka dan perih yang sangat mendalam di hatiku. Tapi,
 apalah dayaku. Semuanya sudah ditakdirkan oleh Sang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;
Kisah ini berawal saat aku duduk di kelas IX SMP. Mungkin masih dini 
aku mengenal cinta. Tapi, inilah kenyataannya. Awalnya aku kenal dia 
saat aku berada di rumah temanku. Pada waktu itu, aku dan dia hanya 
berteman. Tapi, seiring berjalannya waktu, hubungan kami pun semakin 
akrab. Jujur saja, aku ingin mengenalnya lebih jauh lagi.&lt;br /&gt;
Sudah 1 bulan hari-hari kulewati bersama Amat. Namun sepertinya aku mulai ada rasa padanya.&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://jajarmartono.files.wordpress.com/2013/03/tp-suma-itu-hanya-tinggal-kenangan-malaysia-malaysia1152_13000961869-tpfil02aw-2648.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="206" id="irc_mi" src="http://jajarmartono.files.wordpress.com/2013/03/tp-suma-itu-hanya-tinggal-kenangan-malaysia-malaysia1152_13000961869-tpfil02aw-2648.jpg" style="margin-top: 49px;" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;“entah rasa pedas, asin, pahit, atau manis. Tapi, apapun yang aku 
lakukan, aku selalu mengingatnya. Oh Tuhan, apakah ini yang dinamakan 
CINTA?” gumamku. Sepertinya aku mulai menyukai Amat, dan aku pun mulai 
menyayanginya. Tapi, apakah Amat bisa mengerti perasaanku padanya? Ingin
 rasanya aku mengungkapkan rasa ini. Namun, aku malu karena aku gengsi. 
Yang bisa kulakukan hanyalah mengunggu dan selalu berdo’a. siapa tahu, 
suatu saat nanti, Amat juga memiliki perasaan sama seperti yang aku 
rasakan.&lt;br /&gt;
Malam hari, ketika aku sedang duduk santai di kamar sambil 
memikirkannya, tiba-tiba ponselku berbunyi. Tanda pesan masuk, dan 
ternyata itu dari Amat. Segera aku membaca pesan darinya.&lt;br /&gt;
Amat: “hai Sit, aku boleh nanya nggak?”&lt;br /&gt;
Siti: “hai juga, boleh ko, emangnya mau tanya pa?”&lt;br /&gt;
Amat: “tapi kamu jawab yang jujur yaah? Kamu sebenarnya udah punya cwo belom?”&lt;br /&gt;
Siti: “enggak salah tuh nanyanya? Aku belum punya cwo koq, emangnya ada pa yah jadi nanya gitu?”&lt;br /&gt;
Amat: “sama donk, kamu mau nggak jadi cwe aku?”&lt;br /&gt;
Siti: “nggak salah tuch kamu ngomong gitu, jangan bercanda ach Mat!”&lt;br /&gt;
Amat: “aku serius Sit, jujur dengan seiringnya waktu berlalu aku mulai 
sayang ma suka sama kamu, apakah kamu memiliki perasaan yang sama 
senganku Sit?”&lt;br /&gt;
Siti: “gimana yah, aku harus jawab gimana?”&lt;br /&gt;
Amat: “jawab jujur aja koq!”&lt;br /&gt;
Siti: “aku sebenarnya sudah lama sayang ma kamu Mat, tapi aku malu tuk bilang ma kamu karena aku gengsi”&lt;br /&gt;
Amat: “jadi, sekarang kita jadian, tanggal 18, bulan September 2011”&lt;br /&gt;
Senangnya aku malam ini, tak sia-sia penantianku selama ini. Waktu kian 
berlalu. Aku semakin sayang sama Amat. Aku merasakan kenyamanan saat aku
 berada didekatnya. Setiap malam setelah aku belajar, aku tak lupa 
mengirim SMS padanya. Dan saat mau tidur pun, Amat tak lupa mengucapkan 
kata “I love you Cimut” padaku. Dan aku langsung membalasnya “I Love You
 too ayank, I will Love You Always”. Karena sebutan Cimut ialah 
panggilan sayang dia kepadaku.&lt;br /&gt;
Pada bulan Januari-April 2012, dia magang di kota Martapura yang 
terkenal dengan julukan Kota Intannya. Aku tak pernah curiga dengannya, 
meski kini aku tak pernah berjumpa dengannya, karena jaraknya jauh. 
Namun siapa yang tahu? Diam-diam ternyata dia di sana mulai menyukai 
seorang cewek yang memang dari dulu dia suka. Pada malam rabu 28 Maret 
2012, poselku berbunyi. Ternyata dari Amat. Langsung kubaca pesannya.&lt;br /&gt;
Amat: “Cimut, age pa nih, Cimut udc maem pa blom? Tapi Cimut jangan lupa shalat ya Cimut?”&lt;br /&gt;
Siti: “Cimut abiz shalat isya koq ayank, Cimut dc maem koq, iy Cimut ga lupa Skalat koq ayank, ayank ge pa?”&lt;br /&gt;
Amat: “ayank ge bingung Cimut, enggak tau kenapa ayank jadi bingung, 
tapi yang jelas Cimut jangan marah ya kalo ayank mau jujur ma Cimut?”&lt;br /&gt;
Siti: “ya Cimut berusaha nggak marah walau kata-kata yg ayank buat Cimut nangis, ayank mau jujur tentang pa?”&lt;br /&gt;
Amat: “sebenarnya Cimut, ayank disini mulai suka ma cwe lain. Ayank juga
 bingung kenapa rasa seperti ini harus ada, sedangkan ayank sudah punya 
cwe yg selalu buat ayank tersenyum, Cimut bolehkan ayank punya pacar 
selain Cimut?”&lt;br /&gt;
Siti: “apa ayank?! Apakah Cimut disini kurang perhatian jadi ayank bisa suka ma cwe laen?”&lt;br /&gt;
Aku berhenti mengetik keypad ponselku. Dengan perlahan-lahan kumenghela 
nafas panjang dan air mataku mulai membasahi pipiku. Aku pun 
melanjutkannya lagi.&lt;br /&gt;
“ayank, jika ayank ingin punya kekasih lain selain Cimut, boleh saja. 
Asalkan kita putus sekarang juga. Karena aku tak ingin seseorang yank ku
 sayangi mencintai orang lain. Sedangkan aku di sini selalu menunggunya 
tuk kembali!”&lt;br /&gt;
Amat: “maafkan ayank Cimut, ayank enggak bisa mutusin Cimut karena ayank
 bener-bener sayang sama Cimut. Tapi disisi lain, ayank pun ingin cwe 
itu jadi milik ayank Cimut.”&lt;br /&gt;
Siti: “sudahlah ayank, jika ayank menginginkan dia, oke dengan berat 
hati Cimut harus pergi meski sulit melupakan seseorang yang kita 
sayang.”&lt;br /&gt;
Amat: “ayank enggak rela liat Cimut dengan orang lain”&lt;br /&gt;
Siti: “ayank, meski berat tapi aku nggak ada pilihan lain, makasih semuanya ayank”&lt;br /&gt;
Kini, aku terpuruk lemah oleh kenyataan yang kini seakan menyakitiku.
 Aku tak mengaktifkan ponselku selama satu minggu karena aku ingin 
melupakannya. Hari-hari berlalu. Aku tak tahu apa yang sedang 
kupikirkan. Tak beberapa lama, pintu rumahku ada yang mengetuk. Namun, 
sepertinya kusangat mengenal suara itu.&lt;br /&gt;
“Assalamu’alaikum. Siti? Siti?” kata Amat sedikit nyaring di balik pintu.&lt;br /&gt;
Aku pun membukakan pintu. “wa’alaikumussalam. Eh, kamu Mat. Ada apa ya 
datang kesini? Ada keperluan apa ya?” aku sangat bingung kenapa dia 
datang kemari.&lt;br /&gt;
“enggak. Enggak ada apa-apa kok. cuman pengen maen ke rumah kamu aja. Boleh aku masuk rumahmu, Sit?” tanya Amat.&lt;br /&gt;
Aku pun mempersilakan dia masuk. “boleh kok. silakan masuk, Mat.”&lt;br /&gt;
“Sit, kedatanganku kesini enggak sekedar maen doang kok. ada maksud 
lain. Aku ingin mengulangi masa-masa bahagiaku saat bersamamu, Sit. 
Jujur, aku sulit melupakanmu.” Ujar Amat.&lt;br /&gt;
“aku enggak salah denger nih? Bukannya dulu alasan kamu mau ngajak putus
 karena ada cewek yang kamu suka. Kenapa sekarang ngomong ingin balikan 
lagi? Jangan bercanda ah, Mat!” ucapku.&lt;br /&gt;
“iya, aku minta maaf. Rasanya berbeda dekarang, Sit. Apa kamu mau balikan lagi sama aku?” jelas Amat.&lt;br /&gt;
“aduh, gimana ya, Mat? Bukannya aku nggak mau, karena saat kamu bilang begitu, sangat-sangat sakit rasanya, Mat”&lt;br /&gt;
“yah, nggak papa kok, Sit. Kalo kamu nggak mau, aku paham kok rasanya. 
Eh, kayaknya aku harus pulang nih, karena besok aku masih magang.” Jelas
 Amat lagi.&lt;br /&gt;
“yah, nggak papa kok, makasih sudah mau maen ke rumah aku. Hati-hati di jalan ya?” kataku.&lt;br /&gt;
Aku bingung harus jawab apa. Meski aku masih sayang, tapi dia 
seenaknya bilang begitu padaku.ya, aku berfikir apa salahnya jika 
memberi harapan yang kedua kalinya. Malamnya, aku langsung SMS dia.&lt;br /&gt;
Siti: “malem, maaf neh ganggu waktu kamu bilang soal yang tadi sore, pa kamu serius bilang gitu?”&lt;br /&gt;
Amat: “iya. Aku serius koq. Kenapa salahkan aku ngomong gitu?”&lt;br /&gt;
Siti: “enggak koq. Ya, gimana ya, aku bingung. Apa aku harus beri 
kesempatan kamu lagi? Tapi rasa ini nggak bisa bohong, aku masih sayang 
kamu. Apa salahnya jika mengulang semuanya dari awal lagi.”&lt;br /&gt;
Amat: “makasih ya kesempatannya. Aku berusaha tuk SETIA ma Cimut dech. 
Dach larut malam, waktunya Cimut bobo yah? Besok kan Cimut harus school”&lt;br /&gt;
Siti: “oke dech ayank”&lt;br /&gt;
Malam itu rasanya kebahagiaan yang lama hilang kini kembali lagi. 
Tapi, aku berharap aku takkan kehilangannya. Namun, apakah ini hanya 
sekedar sandiwara cinta belaka padaku? Setahun berlalu bersamanya. Saat 
aku masuk ke sekolah SMA, awalnya belum terasa perubahan darinya. Hingga
 kusadari dia berubah. Dan 1 bulan 2 hari setelah ulang tahunku kemarin 
2013, dirinya tidak ada kabar. Entah kemana dia. Aku benar-benar risau, 
hingga ku tak bisa memejamkan mata ini, karena kutakut kehilangannya 
lagi. Hingga kenyataan yang harus menjawab risauku. Malam yang dingin 
seakan menampakkan perasaan hatiku yang mulai pudar, rasa sayang karena 
dia hilang tanpa kabar. Hingga suatu hari bunyi ponselku ternyata ada 
number baru yang memanggil. Aku bingung akhirnya aku angkat, dan 
terdengar suara dirinya.&lt;br /&gt;
“sayangku yang tercinta, maafkanlah aku sudah lama tak memberimu kabar. 
Sepertinya hubungan kita harus putus. Cukup sampe disini kisah kita. 
Kuharap, kau bahagia dengan lain.” Belum kumenjawab, ternyata sudah 
terputus.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Saat kumendengar kata-katanya bagiku seperti pisau yang sudah menyayat 
hatiku. Oh Tuhan, sebesar inikah dosaku hingga orang yang kusayang haru 
pergi lagi? Kini hanya tinggal kenangan manis saat bersamamu.&lt;br /&gt;
Malam ini begitu kelam. Terlalu pekat seperti hatiku yang sedang 
kelabu. Kesedihan yang tak kunjung usai selalu menyelimuti. Teringat 
akan kenangan yang dulu pernah buatku bahagia. Tapi kini semua tinggal 
kenangan. Tak ada lagi canda tawa. Sekarang ku hanya sendiri melewati 
hari-hari tanpamu. Terbiasa bersama untuk melewati hari dengan segala 
keadaan. Adakah kau merasakan perasaan yang sama dengan perasaanku  saat
 ini, Mat? Namun kuyakini bahwa kamu adalah memori tak terlupakan. 
Terima kasih cinta dan sayang yang pernah kau titipkan padaku. Biarlah 
akan tetap kujaga di sepanjang sisa hayatku.&lt;br /&gt;
Namun, aku sadar. Kini, ternyata saat kusedih, masih ada keluargaku yang
 selalu menyayangiku. Kini ku akan melupakanmu karena kau dan aku hanya 
tinggal kenangan. Dan aku berusaha menjadi yang terbaik dan aku yakin 
bahwa aku bisa meraih cita-citaku meski masa lalu yang pernah membuat 
semangat hidupku redup. Aku tanpamu, aku yakin aku bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rizky Ramadhan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laras&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>NAMAKU RANIA</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/04/namaku-rania.html</link><pubDate>Thu, 11 Apr 2013 06:16:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-7374941420601206598</guid><description>Lagi-lagi aku mendengar suara tangis dari rumah semi permanen di 
belakang rumahku. Aku yang sedang asik membaca dengan terpaksa melepas 
kacamataku dan juga menghempaskan novelku di atas meja. Kusingkap 
selimutku dan segera turun dari ranjang hangatku. Ini sudah kesekian 
puluh kalinya aku mendengar tangisan di malam hari. Tangisan yang 
disertai bentakan yang menyalak-nyalak. Dari nada yang terlempar ke 
telingaku itu aku tahu, bahwa suara yang menyalak-nyalak itu adalah 
suara Rania, teman kecilku dulu. Sedang tangis yang terdengar menyayat 
hati itu adalah suara anak kecilnya yang manis, Raja.&lt;br /&gt;

&lt;a href="https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT2GLWCf4LBen1l3ncNP81nYrUuN8SdgzjubtXl9tk2kvzfiogmvQ" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" id="irc_mi" src="https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT2GLWCf4LBen1l3ncNP81nYrUuN8SdgzjubtXl9tk2kvzfiogmvQ" style="margin-top: 47px;" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Aku bergegas memakai sandal kamarku dan berjalan ke arah dapur. 
Dengan sedikit memanjat kursi kayu, aku melihat lampu rumah Rania 
menyala. Dan bayangan tubuhnya itu menunjukkan dia sedang berkacak 
pinggang ke arah anaknya yang mungkin dia dudukkan di atas meja. 
Tangannya terus saja menunjuk-nunjuk ke arah anak itu yang terdengar 
berusaha menahan tangisnya. Kasihan Raja. Anak itu terlalu manis untuk 
dibuat menangis.&lt;br /&gt;

******&lt;br /&gt;

Benar kata orang, masa kecil adalah masa pencarian jati diri. Masa 
dimana kita dibentuk oleh lingkungan, terlepas dari apa dan bagaimana 
komposisi kromosom dan hal-hal genetis lain. Dan karena rumah kami 
berdekatan, membuat kami sangat karib.&lt;br /&gt;

Waktu memainkan kuasa atas perannya. Dan zaman pun bergulir dengan 
semestinya. Himbauan pemerintah dan juga tuntutan tingginya pendidikan 
yang kulalui, aku diharuskan orang tuaku untuk mengejar pendidikanku di 
kota. Aku berkerudung karena tuntutan kurikulum pendidikanku. Aku juga 
punya pacar karena ejekan temanku. Dan aku menghabiskan liburanku di 
dapur bersama ibuku. Sedang dia, dia lebih memilih merantau di kota 
orang.&lt;br /&gt;

Hubungan kami pun renggang dengan sendirinya. Dia tak pernah lagi 
mengajakku main layangan, seperti saat kami masih SD dulu. Dia tak lagi 
mengajakku menginap di mesjid bersama anak laki-laki lain. Tak ada acara
 mandi di sungai dengan pelepah pisang sebagai tunggangan wajib. Dan tak
 ada acara menonton bahkan bermain bola melawan kampung tetangga.&lt;br /&gt;

Bertahun-tahun, tak ada kabar tentang dia. Dan kepulangannya setelah 
lima tahun membuatku sedikit tersentak dengan penampilannya. Berambut 
pendek dan berkaos tanpa leher serta selalu berlevis pendek belel itu 
sama sekali tak menunjukkan bahwa dia wanita. Dadanya pun rata. Tak 
pernah kulihat dia menggunakan anting-anting atau perhiasan lain. Hanya 
sebuah gelang dari tali-temali warna hitam yang melingkari pergelangan 
tangannya.&lt;br /&gt;

Pernah aku mendengar selentingan dari kawanku yang pernah bekerja di 
kota dengan Rania. Dia bilang bahwa Rania itu adalah seorang lesbian. 
Aku sendiri tak pernah mau bersangka buruk atasnya. Walaupun dari 
penampilan dan sikap dinginnya pada lawan jenis begitu kentara. Tak 
berani kutanyakan langsung padanya, karena aku takut hal itu justru 
semakin membuat jarak antara kami.&lt;br /&gt;

*****&lt;br /&gt;

Lagi-lagi aku berlari ke rumahnya, memastikan ucapan ibuku bahwa 
Rania akan segera menikah. Aku yang merasa pernah dekat dengannya 
langsung ingin memburunya. Bertanya tentang keabsahan cerita ibuku.&lt;br /&gt;

Dia hanya dingin menanggapiku. Tak ada raut bahagia yang tersirat 
dari seorang calon pengantin. Tak ada roman gelisah karena hendak 
merubah status di tanda pengenal, atau tak ada antusias untuk memilih 
apa yang membuatnya terlihat cantik saat menduduki kursi pelaminan. Dia 
begitu beku. Tatapannya dingin menebar rasa enggan berlama-lama 
dengannnya.&lt;br /&gt;

Dan satu langkah sebelum kulewatkan pintu rumahnya, terdengar lirih dari bibirnya yang hitam itu.&lt;br /&gt;

“Biarkan ayahku bahagia dengan memainkan perannya, walaupun aku akan menjadi patung.”&lt;br /&gt;

Langkahku terhenti. Kutolehkan kepalaku dan tak mendapati dirinya dia
 atas kursi. Dia melenggang ke kamarnya dan menutup pintu hingga 
berdebam. Aku menghela nafas panjang. Ya, kuasa seorang ayah masih 
melingkupi atas anak gadisnya, tanpa pilihan.&lt;br /&gt;

******&lt;br /&gt;

Kabar gembira kembali kudengar saat aku menyempatkan pulang selepas 
ujian tengah semester. Rania melahirkan. Dan saat aku menyengaja ke 
rumahnya, kulihat bayi mungil itu tampak menangis di pelukan Ibunya 
Rania. Atmosfir bahagia tampak melingkupi rumah ini, bahkan tawa itu 
terdengar sampai belasan meter dari rumah semi permanen yang sederhana 
itu. Ayahnya Rania yang berkumis tebal tampak begitu ingin menggendong 
cucu pertamanya tapi tak jua dibolehkan neneknya si kecil. Sedang Rania 
sendiri tampak tersenyum kaku ke arah tetangga-tetangga yang ingin 
melihat matahari kecil keluarga besar Rania, si anak tunggal.&lt;br /&gt;

“Dengarkan kalian semua, akan kunamai cucuku ini dengan nama Raja. 
Dia akan menjadi jagoan di kampung ini. Dia akan mempersembahkan 
piala-piala untuk ibu-bapaknya, juga akan membantu mengangon ternak 
domba-domba kakeknya,” celos ayah Rania bangga.&lt;br /&gt;

“Hush, tak akan kubiarkan cucuku yang manis ini mengangon kambing. 
Dia harus belajar sampai sarjana biar seperti Habibie. Dia akan menjadi 
dokter seperti Pak Habibie, Pak…” sergah ibunya Rania tak mau kalah.&lt;br /&gt;

Dan tawa itu semakin riuh. Sedang ibu Rania hanya merona saat tahu 
bahwa Habibie itu bukan dokter gigi seperti yang dia tahu. Tak apalah, 
yang penting cucunya itu harus sehebat Pak Habibie, idolanya.&lt;br /&gt;

Tapi lagi dan lagi, manusia hanya punya mau, tuhan yang punya 
kehendak. Raja yang diharapkan tumbuh menjadi seorang pemain bola kini 
malah asik dengan boneka beruang pemberian tetangganya saat dia berulang
 tahun. Satu hal yang membuatku sedikit rikuh, Raja kecil itu terlihat 
lebih asik dengan mainan boneka-boneka serta buku cerita peri, daripada 
mobil-mobilan yang dihadiahkan kakek neneknya.&lt;br /&gt;

Di usia yang baru menginjak empat tahun, dia terlihat manis, bahkan 
kontur wajahnya dan juga proporsi tubuhnya tercetak jelas betapa 
‘cantik’nya dia. Mata bulat dengan bulu mata lentik, bibir mungil dan 
kedip matanya menambah elok parasnya. Apalagi sebuah lesung pipi 
menghiasi pipinya yang seperti pualam itu.&lt;br /&gt;

Selepas kerja, aku sering mendapati dia sedang bermain di rumah 
tetangga Rania yang punya anak seorang perempuan yang masih duduk di 
bangku sekolah dasar. Hanya bila sedang bermain dengan anak tetangga 
sajalah Raja bisa tertawa lepas. Bermain puteri-puterian, masak-masakan 
bahkan Raja sering terlihat asik dengan bedak dan juga lipstik yang 
diambil diam-diam dari kamar Ibu si anak perempuan yang rambutnya 
panjang ikal itu.&lt;br /&gt;

Dalam diam aku selalu berpikir, bilakah Rania adalah seorang lesbi, 
apakah itu berpengaruh secata genetis pada anaknya? Apakah secara 
hormonal Raja itu adalah kebalikan dari induknya? Entahlah, hanya tuhan 
yang tahu.&lt;br /&gt;

Satu malam di penghujung tahun, kabar duka membawa awan gelap ke 
rumah sederhana Rania. Ayahnya Raja meninggal dunia saat sedang bekerja.
 Selepas jasadnya dimakamkan, Raja masih saja menangis memanggil-manggil
 bapaknya. Entahlah apa yang dia tangisi. Aku tak tahu apakah anak 
sekecil itu faham arti kehilangan. Yang aku tahu, selain dengan anak 
tetangganya Riska, hanya di gendongan ayahnya saja Raja tertidur. Dan 
kepergian ayahnya pasti membuat dia takut. Ya, aku yakin Raja semakin 
takut menjalani harinya. Dia takut tak akan ada yang melindungi dia saat
 ibunya membentaknya. Tak ada yang membelikan lagi mainan.&lt;br /&gt;

Aku tak pernah menemukan dengan pasti apa yang membuat Rania seperti 
ini. Padahal Raja sendiri adalah seorang anak yang baik. Dia selalu 
tersenyum riang saat aku lewat di depan rumahnya. Kadang aku 
menyempatkan membeli beberapa permen warna-warni atau chiki-chiki 
untuknya. Tapi Rania, selalu saja membisu saat melihatku. Dan saat aku 
pergi, kembali teriakannya yang serak itu dia tujukan untuk Raja.&lt;br /&gt;

Kasihan Raja. Di usianya yang baru menginjak empat tahun itu dia 
telah berkawan dengan imajinasinya, karena Rania, ibunya tak 
memperbolehkan dia meninggalkan rumah. Tapi terus saja menemani anaknya 
dengan teriakan dan hardikan yang menyalak-nyalak. Dan di usianya yang 
masih terlalu kecil itu, dia harus kehilangan seorang ayah.&lt;br /&gt;

*****&lt;br /&gt;

Tangisan itu semakin melengking memilukan. Pikiranku kacau. Mendengar
 anak kecil menangis itu adalah siksaan untuk telinga seorang wanita 
yang tak juga kunjung dianugerahi anak sepertiku. Walaupun aku tahu 
bahwa orang lain tak punya hak atas urusan rumah tangga orang lain, 
termasuk orang tua sekalipun, tapi naluri seorang ibu yang meledak-ledak
 dalam diriku membantahnya. Dengan tergesa aku menghampiri rumah Rania.&lt;br /&gt;

Suara tangis itu masih bersisa isak, tapi jelas sekali anak itu 
menutup mulutnya dengan tangan gemetarnya. Sedang Rania terus saja 
mengoceh ini-itu. Menyemburkan hal yang tidak sepatutnya didengarkan 
oleh anak seusia Raja.&lt;br /&gt;

Dengan ragu aku mengetuk lantas membuka pintu. Rania menghujamkan 
pandangan marahnya padaku. Aku langsung menghambur ke arah Raja yang 
tampak tersedu. Untuk alasan yang tak jelas mataku meneteskan air mata. 
Raja mendekapku erat sekali. Seolah aku telah menyelamatkan dia yang 
hampir saja jatuh ke sumur kelam tak berdasar. Giginya gemelutuk dan 
tangannya mencengkram kuat ujung kerudungku. Badannya gemetar hebat.&lt;br /&gt;

Aku mencoba masuk ke dalam diri Rania lewat matanya. Di balik merah 
matanya, ada kesakitan dalam dirinya. Ya, aku yakin dia tak menghendaki 
ini. Dia sayang Raja. Aku yakin itu. Dan akhirnya dia menjatuhkan 
tubuhnya di atas kursi kayu. Lalu dia menangis sesengukan. Kali pertama 
dalam hidupku aku menyaksikan seorang Rania yang kokoh seperti baja itu 
menangis sesengukan. Sendu tangisannya memintaku untuk mengerti dirinya.
 Desah berat nafasnya meminta pertolonganku atas ini semua.&lt;br /&gt;

Aku mendekati Rania sambil memangku Raja yang juga ikut menangis. Dia
 meronta ingin aku menjauh dari Rania ibunya. Tapi aku tak bergeming. 
Rasa ibaku pada Rania yang dulu begitu dekat denganku membuatku mengelus
 rambutnya yang kasar itu.&lt;br /&gt;

“Kenapa harus begini, Ta, kenapa? Kenapa aku harus terlahir seperti ini?”&lt;br /&gt;

Kalimat pertama yang membungkam mulutku. Aku tahu kalimat itu 
mewakili penolakan identitasnya sedari kecil. Dia adalah laki-laki, itu 
yang dia yakini. Tapi kodrat telah membunuhnya untuk menjalani kehidupan
 selayaknya tubuh yang dia punya. Menikah, melahirkan, membesarkan anak.&lt;br /&gt;

“Apa aku salah, Ta? Aku hanya ingin anakku kuat. Aku ingin anakku 
menjadi seorang jagoan… Jangan sampai dia menyesali hidup seperti aku. 
Dia harus tumbuh menjadi seorang anak yang bisa dibanggakan dan jadi 
harapan keluargaku. Tidak seperti aku. Tidak seperti aku, Ta…”&lt;br /&gt;

Lagi-lagi mulutku terkunci, ludahku terasa pahit sekarang. Telingku 
berdenging mendengar serpihan kalimat yang terlontar dari bibirnya yang 
bergetar.&lt;br /&gt;

“Hidupku palsu, Ta. Kamu tahu itu. Kamu tahu, aku tak bisa menjalani 
hidup seperti kelumrahan selayaknya wanita. Kenapa tuhan menciptakan aku
 seperti ini? Kenapa aku tak suka melihat boneka di sekitarku? Kenapa 
aku lebih suka berkejaran menerabas ilalang dan memburu layangan? Apakah
 ini salahku, Ta? Tolong jawab pertanyaanku, Ta…” dia mengangkat 
kepalanya. Tatapan sendunya terasa menusuk hatiku. Suaranya Lirih. 
Tenggorokanku tercekat.&lt;br /&gt;

Itulah isi hatinya yang dari dulu ingin dia teriakkan saat dia 
dipaksa menikah. Dia ingin didengarkan. Dia hanya ingin didengarkan 
tanpa dihakimi. Itu yang ingin dia katakan pada ayahnya. Tapi 
ketakutannya atas durhaka membuatnya bungkam, menelan bulat-bulat setiap
 kata yang ingin meledak.&lt;br /&gt;

“Dan sekarang..aku tak tahu harus bagaimana menjalani hidupku ke 
depan. Aku harus tetap hidup, Ta. Aku ingin tetap melanjutkan hidupku. 
Jauh dari pandangan sinis orang-orang. Jauh dari omongan di belakang 
ibu-ibu gendut itu.”&lt;br /&gt;

Aku mendesah pelan. Sering kudapati ibu-ibu menggunjingkan Rania saat
 memberondong tukang sayur yang lewat. Mata mendelik-delik, meracau ini 
itu menebar berita. Aku hanya bungkam karena tak tahu harus bagaimana 
karena kenyataan di permukaan terlihat seperti itu.&lt;br /&gt;

“Kalau aku masih sahabatmu, tolong aku, Ta. Aku titip Raja padamu. 
Tolong kamu bilang pada dia nanti, aku pergi bukan karena tak sayang 
dia. Aku sayang dia, Ta, aku cinta dia. Aku hanya butuh waktu untuk 
sendiri, belajar menerima aku apa adanya.”&lt;br /&gt;

Aku hanya mengangguk sambil mengusap pundaknya. Raja semakin melolong saat Rania berusaha membelainya.&lt;br /&gt;

“Bisikkan padanya sebelum tidur bahwa aku Rania, ibunya…”&lt;br /&gt;

*****&lt;br /&gt;

Setahun setelah kepergian Rania, Raja menjalani hidupnya di sisiku, 
menemani hari-hariku yang sering ditinggal suamiku keluar kota. Membuat 
ramai rumahku yang dulu tampak sepi. Senja menutup siang yang sudah 
bosan dengan teriknya. Suara adzan terpantul-pantul dari atap ke atap, 
membahana dari seluruh sudut kampung. Jendela di setiap rumah tertutup 
rapat dan lampu-lampau neon mulai dinyalakan mengganti peran matahari.&lt;br /&gt;

Selepas mengajari Raja mengaji dan membantunya mengerjakan tugas dari
 TK tempat dia belajar, kami bermain-main dengan mainan pemberian 
suamiku. Dan sekarang dia harus segera tidur agar dia tumbuh besar. Tapi
 tumbuh untuk menjadi siapa aku tak tahu. Apakah dia akan tumbuh 
selayaknya anak laki-laki seusianya atau tumbuh sesuai jiwa yang 
menghuni raganya. Entahlah, aku hanya mampu memohon campur tangan tuhan 
atas segalanya.&lt;br /&gt;

Kupandangi malaikat kecil yang lucu itu. Dia masih asik dengan boneka
 beruangnya. Dia makin terlihat manis saat berbicara sendiri dengan 
bonekanya. Dan sekarang dia menoleh ke arahku.&lt;br /&gt;

“Ibu, aku mau tidur dulu ya… tapi tolong ceritakan lagi kisah Puteri Tidur seperti kemarin ya, Bu.”&lt;br /&gt;

Aku tersenyum tipis. Lantas ikut berbaring di sampingnya sambil 
mengusap lembut rambut keemasannya. Aku menceritakan kisah itu, 
berulang-ulang, diselingi antusias pertanyaannya tentang banyak hal 
sampai aku kerepotan menjawabnya. Dan akhirnya kututup ceritanya dengan 
sebuah kecupan di dahinya.&lt;br /&gt;

“Raja jangan panggil ibu ya, ingat, ibu Raja namanya Rania…”&lt;br /&gt;

Raja merengut, lantas kembali menyunggingkan sebuah senyum indah dari
 bibir tipisnya. “Iya, ibu Raja namanya Rania, tapi bunda Raja namanya 
Sagita. Raja sayang Bunda…” katanya sambil menaikkan selimutnya hingga 
ke dagu.&lt;br /&gt;

Dadaku bergemuruh setiap mendengar ucapan sayangnya padaku. Dan 
entahlah, apa aku sanggup menghadapi saat dimana Rania kembali dan 
mengambil Rajaku nanti. Apakah aku siap kehilangan harta paling berharga
 ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>CERITA SEDIH ROMANTIS</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/04/cerita-sedih-romantis.html</link><pubDate>Tue, 9 Apr 2013 06:49:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-5004521304686218202</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
”Selamat ulang tahun sayang…!” ujar seorang pria pada pacarnya sambil 
memberikan kado berupa kotak cincin yang terbuat dari kertas berwarna 
PING yang di hiasi dengan pita warna MERAH serta sebuah amplop surat 
yang menebarkan wangi parfum ke sukaan si cewek.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://hendrik.blog.fisip-untirta.ac.id/files/2013/01/photo.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="http://hendrik.blog.fisip-untirta.ac.id/files/2013/01/photo.jpg" border="0" height="320" src="http://hendrik.blog.fisip-untirta.ac.id/files/2013/01/photo.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah pacarnya pulang… Dengan hati berbunga-bunga, si cewek 
buru-buru lari kedalam kamarnya dan membuka kotak cincin itu. Tapi tak 
lama kemudian hatinya kecewa. Berharap itu adalah sebuah cincin emas… 
Ternyata yang di dapatkannya hanyalah sebuah cincin berbahan almunium 
yang berukiran gambar sebuah hati. Dengan wajah lesu, si cewek kembali 
menutup kotak cincin itu dan melemparkannya kebawah kasur berserta 
amplop berisikan surat tanpa membacanya terlebih dahulu. ke esokan 
harinya.. Si cewek kembali mendapatkan sebuah kado ulang tahun. Tapi 
kali ini dari teman pria nya berupa henpon BLEKBERI yang sudah lama di 
idam-idamkannya . &lt;span id="more-56"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Sejak saat itu, si cewek mulai dekat dengan teman pria nya yang telah
 memberikan hadiah henpon di hari ulang tahunnya yang ke 17 tahun. Dan 
lama-kelamaan, akhirnya terjalinlah sebuah hubungan erat layaknya orang 
berpacaran. Tentu saja setelah si cewek putus dengan pacar lamanya. Satu
 bulan kemudian. Hubungan mereka semakin lengket seperti susah untuk di 
pisahkan dengan orang yang tadinya hanyalah sebatas teman pria nya saja.
 Bahkan si cewek rela memberikan apa yang dia miliki demi menunjukkan 
besarnya cintanya pada pacar barunya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Hingga suatu hari… Terjadilah pertengkaran antara kedua pasangan 
kekasih ini karna sebuah hal kecil. Perlakuan pacar barunya berubah 
drastis. Tadinya sikap si cowok yang lembut, romantis dan penuh kasih 
sayang. Kini telah berubah dengan sikap aslinya yang kasar, arogan dan 
suka main tangan. Tak jarang sebuah tamparan sering kali mendarat di 
pipi si cewek di saat mereka sedang bertengkar. Hingga akhirnya si cowok
 pun meninggalkannya dengan cewek lain. Tak di sangka… Kini si cewek 
hanya bisa menangis di dalam kamarnya. Alangkah menyesalnya dia setelah 
memberikan apa yangdi milikinya pada cowok yang telah menghianati 
cintanya. Di saat sedang menangis, si cewek tak sengaja melihat sebuah 
kotak cincin dan sebuah amplop di bawah tempat tidurnya. Dia teringat 
kembali dengan mantan pacarnya yang dulu pernah ia tinggalkan karna pria
 lain. Di saat itulah ia penasaran dengan isi surat yang ada di dalam 
amplop itu. ” For my love Sebelumnya aku ucapkan selamat ulang tahun 
yang ke 17 untukmu cinta. Semoga kamu di berkahi rezeki dan kemudahan 
oleh yang maha kuasa dan semakin dewasa dalam semua sikap. Maaf ya 
sayang.. Aku cuman bisa memberimu hadiah cincin seperti ini. Tapi suatu 
saat aku akan berjanji memberikanmu cincin emas sebagai tanda kemurnian 
cinta kita berdua dalam ikatan yang lebih resmi nanti. Doakan aku ya 
sayang,, agar aku di terima kerja.. nanti gaji pertamaku, akan aku 
belikan cincin emas buatmu agar aku bisa meminangmu. I Love You…!!!” 
Hatinya pun berguncang setelah membaca isi surat itu. Si cewek langsung 
menangis setelah menyadari bahwa cowok yang pernah dia hianati ternyata 
sangat tulus mencintainya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Detik itu juga si cewek langsung menelpon mantan pacarnya itu untuk 
meminta maaf karna telah menghianati cintanya. Tapi setelah tersambung 
dan telpon pun di jawab, si cewek langsung pingsan. Ternyata yang 
menjawab adalah ibu si cowok yang mengabarkan anaknya sudah meninggal 
dunia akibat kecelakaan waktu diaberangkat kerja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Penyesalan selalu datang belakangan. Tapi inti dari cerita di atas 
dapat kita rasakan. Bahwa… Ketulusan sebuahCinta tidak dapat di nilai 
dari harta benda. Tapi nilailah cinta seseorang dari hati dan keiklasan.
 Insyaallah cinta yang tulus akan dapat kamu raih.&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item><item><title>Ketika Cinta Bertepuk sebelah tangan..</title><link>http://glnite.blogspot.com/2013/04/ketika-cinta-bertepuk-sebelah-tangan.html</link><category>cerita</category><category>Cerita Sedih</category><category>sahabat</category><pubDate>Sat, 6 Apr 2013 07:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5486836984009155774.post-2082281353226235483</guid><description>&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiO9zgDutXC2LM4ALsXrYSGhyphenhyphenV4r8s_0SnJ40EK237qjMGpohkr8qhpvpBk-LwgB0QSss1DZbgvTxDNy-mrCl1mLHLqlK_PfpjNNWbTggNpmNwPvvtI4DDhmX7tp_8whd57WpHfTH1znHOD/s1600/cinta+bertepuk+sebelah+tangan.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="224" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiO9zgDutXC2LM4ALsXrYSGhyphenhyphenV4r8s_0SnJ40EK237qjMGpohkr8qhpvpBk-LwgB0QSss1DZbgvTxDNy-mrCl1mLHLqlK_PfpjNNWbTggNpmNwPvvtI4DDhmX7tp_8whd57WpHfTH1znHOD/s320/cinta+bertepuk+sebelah+tangan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pernahkah kamu berharap pada seorang mahluk,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu berharap kebaikannya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu berharap kehadirannya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu berharap perhatiannya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kamu berharap kasih sayangnya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seringkah engkau dikecewakannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seringkah engkau menangis karenanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seringkah engkau merasa disakiti olehnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pantaskah kamu masih berharap padanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ataukah dalam kecewa, dalam tangis dan dalam sakit itu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adakah kebahagiaan yang kamu dapatkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dengan kecewamu, dia berubah menjadi baik?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dengan tangismu, dia akan hadir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ataukah dengan perasaan sakit hatimu, dia menyayangimu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin jawabannya TIDAK&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah ini saatnya untuk kamu pergi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah ini saatnya untuk kamu berpaling?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah ini saatnya untuk kamu menjauh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya pergilah dari rasa kecewa itu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpalinglah untuk tetesan airmata itu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjauhlah untuk membahagiakan hatimu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sulitkah itu bagimu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika “YA”,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirkanlah betapa dia tak pernah mengharapkanmu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirkanlah betapa dia tak pernah mempedulikanmu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirkanlah betapa dia bahkan tak sempat memikirkanmu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa kamu sadari…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu telah hanyut dalam harapan, impian dan angan kosongmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit kata darinya sudah membuat kamu merasa diperhatikan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit senyum darinya sudah membuat kamu pikir dia peduli&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit kabar darinya sudah membuat kamu terlena, tak beranjak…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya… semua yg sedikit itu saja sudah membuat kamu bahagia…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yg sedikit bahkan semu, sudah membuat kamu bertahan..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesuatu yang KOSONG,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesuatu yang tak pernah dia pikirkan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesuatu yang bukan apa-apa untuknya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesuatu yang DIA TIDAK TAHU&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau sesuatu yang dia TAK AKAN PEDULI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan esok, lusa, nanti ataupun detik yang akan datang…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu akan kecewa, menagis dan sakit hati lagi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidakkah semua itu CUKUP?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saatnya kamu melangkah Nak…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendaki di terjal kehidupan dan mengalir bagai sungai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan bertahan untuk harapan yg tak pernah ada…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan menunggu hembus angin yang lalu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan sampai kamu terbangun dalam keadaan remuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selagi kamu bisa berdiri…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selagi airmatamu belum habis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selagi hatimu belum bernanah..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarlah sakitnya terasa hari ini..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Esok luka itu akan mengering&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarlah dia menjadi bagian kenanganmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tak lagi menghancurkanmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika kamu pergi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tak akan menangisimu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia tak menyadarinya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kamu bukan yang diharapkannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu bukan yang dipirkannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu bukanlah apa-apa baginya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan pernah menoleh lagi untuknya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hari ini kamu sadar siapa dia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Besok, tahun depan, sepuluh tahun lagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akan menjadi orang yang sama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tak pernah mempedulikanmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang hanya memberimu sedikit kata, sedikit senyum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang akan menumpahkan air matamu,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggoreskan rasa kecewa,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan mengguratkan luka dihatimu….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka…. PERGILAH Nak, PERGILAH…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarkan hari ini adalah akhir kecewa kamu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarkanlah airmata itu menetes sederasnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan biarlah rasa sakit itu menghunjam dalam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu yang TERAKHIR untuknya….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu yang TERAKHIR…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan tidak menciptakan satu orang didunia ini..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukalah hatimu,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diluar sana masih banyak yang membutuhkanmu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukuplah dirimu untuk mereka yang siap menerima cintamu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih menghargai cintamu.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizky Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laras.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Gloudy Nite&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiO9zgDutXC2LM4ALsXrYSGhyphenhyphenV4r8s_0SnJ40EK237qjMGpohkr8qhpvpBk-LwgB0QSss1DZbgvTxDNy-mrCl1mLHLqlK_PfpjNNWbTggNpmNwPvvtI4DDhmX7tp_8whd57WpHfTH1znHOD/s72-c/cinta+bertepuk+sebelah+tangan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><author>gloudyl@gmail.com (Rhiezky Ramadhan)</author></item></channel></rss>