<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-888956961690071154</id><updated>2024-10-04T18:55:43.513-07:00</updated><category term="Ekonomi Dan Bisnis"/><category term="Humaniora"/><category term="PMII"/><category term="Kegiatan"/><category term="Galeri"/><category term="Hukum"/><category term="Umum"/><title type='text'>Rayon Humaniora</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03181035038514343473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-888956961690071154.post-606491877719755551</id><published>2014-01-06T03:22:00.001-08:00</published><updated>2014-01-06T03:26:28.024-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kegiatan"/><title type='text'>FORDISMA</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuavCppHqQLHmBqtXoAp5Mg2dS-oupGdix4lTUF03aq0C044hlK3xLF_BghADdBAKTa9DMuOtvhNrFFeyp6u5aHhbN8p7V4_u5FwO1Zv3d53rhmyAvWJV62XtH9Ysiyp4xKz2vOmhAyALR/s1600/IMG-20131218-WA0003.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuavCppHqQLHmBqtXoAp5Mg2dS-oupGdix4lTUF03aq0C044hlK3xLF_BghADdBAKTa9DMuOtvhNrFFeyp6u5aHhbN8p7V4_u5FwO1Zv3d53rhmyAvWJV62XtH9Ysiyp4xKz2vOmhAyALR/s1600/IMG-20131218-WA0003.jpg&quot; height=&quot;300&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
Globalisasi yang semakin menjadi
virus disemua kalangan seakan sangat cepat menyebar disemua aktivitas-aktivitas
manusia. Sehingga hal ini menuntut kesiapan warga negara dan yang berada di
dalamnya untuk menghadapi virus ini. Oleh karna itu, menjadi sebuah keharusan
bagi kita untuk mempersiapkan semua hal yang dapat menjadi bekal dalam
menghadapi globalisasi tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
Salah satu cara untuk menghadapi
virus globalisasi adalah dengan meningkatkan dan mengembangkan sumberdaya
manusia (SDM). Hal itu ditandai dengan semakin meningkat dan berkembangnya teknologi
dan informasi perlu diimbangi dengan kualitas sumberdaya manusia yang baik. Tujuan
pengembangan sumber daya manusia yang dinyatakan oleh UNDP, seperti yang
disarikan oleh Tilaar, adalah usaha untuk meningkatkan horizon pandangan dari
seseorang.&amp;nbsp; Manusia yang telah berkembang
akan meningkatkan pandangannya dengan lebih luas sehingga ia dapat menjadi
manusia yang berdaya.&amp;nbsp; Manusia yang
berdaya adalah manusia yang dapat memilih dan mempunyai kesempatan untuk
mengadakan pilihan. Karena itu karakteristik&amp;nbsp;
sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam menghadapi era global itu
adalah &amp;nbsp;1)&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-indent: 36pt;&quot;&gt;Manusia yang dapat bersaing,
yaitu manusia yang dapat mengembangkan potensinya dan dengan potensinya itu
dapat menghasilkan sesuatu yang berkualitas dan dapat mengadakan
pilihan-pilihan yang tepat, sehingga mampu bersaing dan&amp;nbsp; bersanding sejajar dengan bangsa-bangsa
lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-indent: 36pt;&quot;&gt;2) Manusia yang berpikir kreatif,&amp;nbsp; yaitu manusia yang dapat&amp;nbsp; bersaing dan&amp;nbsp;
memunculkan kresi-kreasi baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
Sehubungan dengan hal itu, Pergerakan
Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam hal ini adalah Rayon Humaniora &amp;nbsp;sadar akan perlunya melakukan dan
mengembangkan strategi-strategi baru sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan
dan pengembangan sumber daya manusia agar menjadi manusia-manusi yang
berkualitas, yang mampu menghadapi persaingan di era global. Oleh karena itu pengurus
PMII Rayon Humaniora membuat sebuah inovasi untuk meningkatkan dan
mengembangkan sumberdaya manusia untuk para anggota dan kadernya, yaitu FORDISMA
(&lt;i&gt;forum diskusi mahasiswa&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
FORDISMA merupakan sebuah wahana untuk
para anggota dan kader yang berbentuk forum diskusi. Tidak dapat dipungkiri
bahwasanya intelektual para anggota dan kader saat ini meningkat seiring
berjalannya arus globalisasi yang tak terkendali. Oleh karenanya, dirasa perlu
ada sebuah media guna memfasilitasi para anggota maupun kader yang memiliki
intelektualitas tanpa meleburkan nilai ke-PMII-an yang sekali lagi menjadi
konsekuensi logis bagi seluruh anggota dan kader PMII yang sah secara produk
hukum PMII.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
Dengan adanya FORDISMA ini diharapkan
dapat membentuk para anggota dan kader yang berkualitas dan juga professional.
Selain itu juga hal ini adalah sebagian upaya pembentukkan anggota dan kader
yang memiliki pengetahuan komprehensif, dimana anggota dan kader bisa mempelajari
kajian ilmu sosial, agama, dan lain sebagainya. Konsep pengembangan anggota dan
kader&amp;nbsp; dengan FORDISMA adalah bagian dari
upaya pengembangan dan inovasi dari kaderasasi non-formal PMII Rayon Humaniora Komisariat
Brawijaya melalui LSO FORDISMA dan jajarannya sebagai ujung tombak kaderisasi.
Realitasnya, pelatihan-pelatihan secara formal dirasa kurang efektif untuk
menelurkan&amp;nbsp; sebuah output apalagi outcome
bagi pengembangan kader karena sifatnya yang temporary dan tidak berkelanjutan.
Sehingga dengan adanya FORDISMA ini merupakan sebuah bentuk lain dari konsep
kaderisasi non-formal PMII Rayon Humaniora Komisariat Brawijaya yang sifanya
berkala dan berkelanjutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/feeds/606491877719755551/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/fordisma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/606491877719755551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/606491877719755551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/fordisma.html' title='FORDISMA'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03181035038514343473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuavCppHqQLHmBqtXoAp5Mg2dS-oupGdix4lTUF03aq0C044hlK3xLF_BghADdBAKTa9DMuOtvhNrFFeyp6u5aHhbN8p7V4_u5FwO1Zv3d53rhmyAvWJV62XtH9Ysiyp4xKz2vOmhAyALR/s72-c/IMG-20131218-WA0003.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-888956961690071154.post-6442028537895537099</id><published>2014-01-06T02:20:00.001-08:00</published><updated>2014-01-06T02:29:35.031-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekonomi Dan Bisnis"/><title type='text'>Customers’ Roles in Service Delivery</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo6; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Teori&amp;nbsp; Kesenjangan Model&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;GAP adalah kesenjangan yang terjadi antara perusahaan dengan
konsumennya, dalam buku Manajemen Pemasaran karangan Philip Kotler dan Kevin
Keller, kesenjangan dibahas dalam mengelola kualitas jasa. Kualitas jasa
perusahaan dapat diuji pada setiap pelaksanaan jasa. Jika personel jasa
membosankan, tidak dapat menjawab pertanyaan sederhana, atau saling berkunjung
ke personel lain semenara pelanggan menunggu. Pelanggan akan berfikir dua kali
untuk melakukan bisnis kembali dengan penjual itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Harapan pelanggan, pelanggan membentuk ekspresi jasa dari banyak
sumber, seperti pengalaman masa lalu, berita dari mulut ke mulut dan iklan.
Secara umum, pelanggan membandingkan jasa anggapan dengan jasa yang diharapkan.
Jika jasa anggapan berada di bawah jasa yang diharapkan, pelanggan kecewa.
Perusahaan yang berhasil menambah manfaat pada penawaran mereka sehingga pelanggan
ridak hanya puas tetapi terkejut dan sangat puas. Pelanggan akan sangat puas
bila mendapatkan pengalaman yang melebihi harapannya. Identifikasi kesenjangan
yang menyebabkan kegagalan pengiriman jasa:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;(sumber: manajemen pemasaran,
kotler-keller, 2009)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;mso-list: l5 level2 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;1.1&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;GAP 3, kesenjangan antara spesifikasi kualitas jasa dan
penghantaran jasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype
 id=&quot;_x0000_t75&quot; coordsize=&quot;21600,21600&quot; o:spt=&quot;75&quot; o:preferrelative=&quot;t&quot;
 path=&quot;m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe&quot; filled=&quot;f&quot; stroked=&quot;f&quot;&gt;
 &lt;v:stroke joinstyle=&quot;miter&quot;/&gt;
 &lt;v:formulas&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;if lineDrawn pixelLineWidth 0&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum @0 1 0&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum 0 0 @1&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @2 1 2&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @3 21600 pixelWidth&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @3 21600 pixelHeight&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum @0 0 1&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @6 1 2&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @7 21600 pixelWidth&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum @8 21600 0&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @7 21600 pixelHeight&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum @10 21600 0&quot;/&gt;
 &lt;/v:formulas&gt;
 &lt;v:path o:extrusionok=&quot;f&quot; gradientshapeok=&quot;t&quot; o:connecttype=&quot;rect&quot;/&gt;
 &lt;o:lock v:ext=&quot;edit&quot; aspectratio=&quot;t&quot;/&gt;
&lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id=&quot;_x0000_s1028&quot; type=&quot;#_x0000_t75&quot; style=&#39;position:absolute;
 left:0;text-align:left;margin-left:-53.25pt;margin-top:87.9pt;width:451.3pt;
 height:257.15pt;z-index:-251657216;visibility:visible;mso-wrap-style:square;
 mso-width-percent:0;mso-height-percent:0;mso-wrap-distance-left:9pt;
 mso-wrap-distance-top:0;mso-wrap-distance-right:9pt;
 mso-wrap-distance-bottom:0;mso-position-horizontal:absolute;
 mso-position-horizontal-relative:text;mso-position-vertical:absolute;
 mso-position-vertical-relative:text;mso-width-percent:0;mso-height-percent:0;
 mso-width-relative:page;mso-height-relative:page&#39;&gt;
 &lt;v:imagedata src=&quot;file:///C:\Users\WAHIDM~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.png&quot;
  o:title=&quot;&quot;/&gt;
&lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=&quot;height: 343px; left: 0px; margin-left: -71px; margin-top: 117px; mso-ignore: vglayout; position: absolute; width: 602px; z-index: 251659260;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Personel mungkin tidak terlatih, atau
tidak mampu, atau tidak memenuhi standar, atau mungkin terikat dengan standar
yang bertentangan, seperti meluangkan waktu untuk mendengarkan pelanggan dan
melayani mereka dengan cepat. Gap antara spesifikasi kualitas pelayanan dan
penyelenggaraan pelayanan aktual akan berdampak pada kualitas pelayanan dari
sudut pandang pelanggan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOtr0EGxQqkAhpqgh3GfyYA_e7ipfRDsk-zVJLjVnxvoq8PiVJ3fLU5P8lxgzI68Goh-HqZ-dU8zZJudIRJuLsTD-EB7UtImarx9EaFuUDQUvwNJ31gxBqinygVp2CUbQc6d5pQtge0qDf/s1600/ccc.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOtr0EGxQqkAhpqgh3GfyYA_e7ipfRDsk-zVJLjVnxvoq8PiVJ3fLU5P8lxgzI68Goh-HqZ-dU8zZJudIRJuLsTD-EB7UtImarx9EaFuUDQUvwNJ31gxBqinygVp2CUbQc6d5pQtge0qDf/s1600/ccc.jpg&quot; height=&quot;182&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Faktor Kunci Terkait dengan Pelanggan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;• Pelanggan kurang memahami peran mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;• Pelanggan tidak mau atau tidak dapat
melakukan peran mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;• Pelanggan tidak dihargai atas kinerja
baiknya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;• Interferensi oleh pelanggan lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;• Segmen pasar yang tidak kompatibel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo6; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Tingkat partisipasi pelanggan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Banyak pakar telah menetapkan partisipasi pelanggan dan sebagian
besar definisi memerlukan konsep serupa. Umumnya, partisipasi adalah tindakan
keterlibatan aktif pelanggan dengan produksi layanan dan proses pengiriman ,
baik secara fisik maupun dengan memberikan sumber daya. Tindakan ini diharapkan
akan menghasilkan hasil yang menguntungkan bagi pelanggan dan perusahaan jasa .
Goodwin &amp;amp; Radford (1993) mengacu pada partisipasi sebagai &quot;kemampuan
konsumen untuk melakukan pilihan yang mempengaruhi urutan dan substansi pelayanan
seluruh pengalaman layanan&quot;. Partisipasi pelanggan adalah sebuah konsep
perilaku .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Hal ini mengacu pada &quot; perilaku pelanggan yang berkaitan
dengan spesifikasi dan pengiriman layanan &quot; (Cermak, File dan Prince,
1994). Selain itu, ia tidak hanya mencakup tindakan, tetapi juga sumber daya
yang disediakan oleh pelanggan untuk layanan produksi dan / atau pengiriman
(Rodie dan Kleine, 2000). Perilaku partisipasi pelanggan memiliki banyak
tingkatan, tergantung pada sejauh mana pelanggan benar-benar terlibat dalam
kaitannya dengan definisi dan pengiriman layanan yang mereka cari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Tingkat partisipasi pelanggan diperlukan dalam pengalaman layanan yang
bervariasi seperti yang ditunjukkan pada Tabel. Dalam beberapa kasus, semua
yang diperlukan adalah kehadiran fisik pelanggan (rendahnya tingkat
partisipasi) dengan karyawan, perusahaan melakukan semua layanan kerja
produksi, seperti dalam kasus konser simfoni. Penonton simfon harus hadir untuk
menerima layanan hiburan, tetapi sedikit berbeda yang diperlukan setelah mereka
duduk. Dalam konteks bisnis-ke-bisnis, contoh layanan yang memerlukan sedikit
partisipasi kurang umum. Satu Contoh ditunjukkan pada Tabel &amp;nbsp;adalah menyediakan tanaman dan bunga interior
layanan lansekap. Setelah layanan telah dipesan, sedikit yang diperlukan dari
organisasi selain untuk membuka pintu atau menyediakan akses ke layanan
penyedia untuk memindahkan tanaman masuk dan keluar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhk3biQEb-oQokYjC4wPZ_O_hyphenhyphen5SKGPVupj_ujFYzReSoEqekp0gyE9c9eU__KLEZtJdZqlsv4lLX5aXuceYzc4-4n_fthO642zUXcGnls676zj5EL4KJ0wbkLM60gUEJ-i27YaLNBCDpYx/s1600/bbb.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhk3biQEb-oQokYjC4wPZ_O_hyphenhyphen5SKGPVupj_ujFYzReSoEqekp0gyE9c9eU__KLEZtJdZqlsv4lLX5aXuceYzc4-4n_fthO642zUXcGnls676zj5EL4KJ0wbkLM60gUEJ-i27YaLNBCDpYx/s1600/bbb.jpg&quot; height=&quot;584&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id=&quot;Picture_x0020_1&quot; o:spid=&quot;_x0000_s1027&quot;
 type=&quot;#_x0000_t75&quot; style=&#39;position:absolute;margin-left:0;margin-top:0;
 width:392.2pt;height:358.5pt;z-index:251662336;visibility:visible;
 mso-wrap-style:square;mso-wrap-distance-left:9pt;mso-wrap-distance-top:0;
 mso-wrap-distance-right:9pt;mso-wrap-distance-bottom:0;
 mso-position-horizontal:center;mso-position-horizontal-relative:margin;
 mso-position-vertical:top;mso-position-vertical-relative:margin&#39;&gt;
 &lt;v:imagedata src=&quot;file:///C:\Users\WAHIDM~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image003.png&quot;
  o:title=&quot;&quot;/&gt;
 &lt;w:wrap type=&quot;square&quot; anchorx=&quot;margin&quot; anchory=&quot;margin&quot;/&gt;
&lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Dalam kasus lain, konsumen diminta masukan untuk membantu
organisasi jasa dalam menciptakan pelayanan (level moderat partisipasi). Input
dapat mencakup informasi, usaha atau harta fisik. Ketiga masukan ini diperlukan
untuk mempersiapkan pengembalian pajak klien secara efektif, informasi dalam
bentuk sejarah pajak, status perkawinan dan jumlah tanggungan, usaha dari klien
dalam menempatkan informasi bersama-sama dengan cara yang berguna, dan harta
benda fisik seperti penerimaan, pengembalian pajak masa lalu, dll jenis Similar
informasi, usaha dan harta benda yang diperlukan pelanggan adalah bila sebuah
organisasi berusaha untuk melakukan outsourcing layanan seperti penggajian,
manajemen database pelanggan, atau akuntansi pajak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Dalam beberapa situasi, pelanggan dapat benar-benar terlibat dalam
co-creating layanan (tingkat partisipasi). Untuk layanan tersebut, pelanggan
memiliki peran produksi penting yang jika tidak terpenuhi, akan mempengaruhi
sifat dari hasil pelayanan. Semua bentuk pendidikan, pelatihan dan pemeliharaan
kesehatan sesuai dengan profil ini. Kecuali pelanggan melakukan sesuatu
(misalnya studi, latihan, makan makanan yang tepat), penyedia layanan tidak
dapat secara efektif memberikan hasil layanan. Demikian pula, sebuah organisasi
mencari layanan pelatihan bagi karyawan perlu untuk membantu menentukan sifat
pelatihan, mengidentifikasi karyawan yang tepat untuk pelatihan, memberikan
insentif bagi mereka untuk belajar dan memfasilitasi penggunaan pelatihan pada
pekerjaan. Jika organisasi tidak melakukan hal ini, dan karyawan yang terlibat
tidak akan menerima manfaat penuh dari layanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Tabel menangkap tiga tingkat partisipasi yang dibutuhkan pelanggan
pelayanan dan memberikan beberapa contoh dari setiap jenis bagi konsumen akhir
dan bisnis-ke-bisnis pelanggan. Efektivitas keterlibatan pelanggan pada semua
level akan berdampak produktivitas organisasi dan pada akhirnya kualitas dan
kepuasan pelanggan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo6; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Peran Pelanggan Dalam Pengiriman Jasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Dalam tingkat partisipasi hanya dibahas, pelanggan dapat memainkan
berbagai peran. Melalui kajian literatur yang telah memberikan kontribusi
terhadap pemahaman kita tentang partisipasi pelanggan (lihat Tabel II), kami
telah mengidentifikasi tiga dari ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;(1) Pelanggan sebagai Sumber Daya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;(2) pelanggan sebagai &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;(3) pelanggan sebagai pesaing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Peran-peran ini tidak saling eksklusif, yang berarti perilaku co-produktif
individu dalam situasi tertentu mungkin berlaku untuk lebih dari satu dari tiga
peran. Unsur setiap peran mungkin bermain dalam transaksi pelayanan yang
diberikan. Penjelasan tentang peran dan implikasinya berikut. Setelah itu,
pembahasan dua studi penelitian empiris lebih lanjut menggambarkan pelanggan tingkat
partisipasi dan peran pelanggan bisa bermain dalam pemberian layanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;mso-list: l3 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Pelanggan sebagai Sumber Daya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Selama lebih dari satu dekade, peneliti telah menganjurkan bahwa
organisasi melihat pelayanan pelanggan sebagai karyawan &quot; parsial &quot; (
misalnya Bowen, 1986; Mills dan Morris, 1986; Mills, Chase dan Margulies, 1983).
Persepsi ini memperluas batas-batas organisasi jasa untuk memasukkan penerima pelayanan
sebagai anggota sementara atau peserta. Ia mengakui bahwa pelanggan memberikan
kontribusi masukan seperti karyawan, yang berdampak produktivitas organisasi
baik melalui input kuantitas dan kualitas dan kualitas yang dihasilkan dari
output yang dihasilkan ( Mills etal., 1983 ). Misalnya, dalam memberikan
kontribusi informasi dan upaya dalam mendiagnosis penyakit mereka, pasien dari
sebuah organisasi kesehatan merupakan bagian dari proses produksi jasa. Jika
mereka memberikan informasi yang akurat secara tepat, waktu dokter akan lebih
efisien dan akurat dalam mendiagnosis mereka. Dengan demikian, kualitas
informasi pasien dapat memberikan pengaruh terhadap kualitas hasil akhirnya.
Selanjutnya, dalam kebanyakan kasus, jika pasien mengikuti saran dokter mereka,
mereka akan cenderung kembali untuk tindak lanjut pengobatan, untuk lebih
meningkatkan produktivitas organisasi kesehatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Partisipasi pelanggan dalam produksi layanan menimbulkan sejumlah
masalah bagi organisasi. Karena pelanggan dapat mempengaruhi kualitas dan
kuantitas produksi, beberapa ahli percaya bahwa sistem pengiriman harus
diisolasi sebanyak mungkin dari masukan pelanggan untuk mengurangi ketidak&amp;nbsp; pastian pelanggan dapat membawa ke dalam
proses produksi. Pandangan ini adalah alasan yang kurang, adanya kontak
langsung antara pelanggan dan sistem produksi layanan semakin besar potensi
untuk sistem untuk beroperasi pada efisiensi puncak (misalnya Chase, 1978).
Pengenalan mesin ATM dan saluran telepon otomatis pelayanan pelanggan di
industri perbankan adalah contoh cara untuk mengurangi kontak pelanggan
langsung dalam industri itu, sehingga efisiensi yang lebih besar dan mengurangi
biaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Ahli lainnya percaya bahwa layanan dapat disampaikan paling efisien
jika pelanggan benar-benar dipandang sebagai karyawan parsial dan peran
partisipatif mereka dirancang untuk memaksimalkan kontribusi mereka terhadap
proses penciptaan layanan. Logika dalam hal ini adalah bahwa produktivitas
organisasi dapat ditingkatkan jika pelanggan belajar untuk melakukan kegiatan
yang berhubungan dengan layanan yang lebih efektif (misalnya Mills et al.,
1983). Kasus ekstrim akan menjadi self-service penuh di mana pelanggan
menghasilkan layanan untuk dirinya sendiri dengan sangat sedikit intervensi
atau dukungan dari karyawan organisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;mso-list: l3 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Pelanggan sebagai Kontributor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Peran lain yang pelanggan dapat bermain di jasa pengiriman adalah
kontributor untuk kepuasan mereka sendiri dan kualitas akhir dari layanan yang
mereka terima. Pelanggan mungkin tidak peduli bahwa mereka telah meningkatkan
produktivitas organisasi melalui partisipasi mereka, tetapi mereka mungkin
tidak peduli banyak tentang apakah kebutuhan mereka terpenuhi. Partisipasi
pelanggan yang efektif dapat meningkatkan kemungkinan bahwa kebutuhan terpenuhi
dan bahwa manfaat yang dicari pelanggan benar-benar tercapai. Hal ini sangat
jelas untuk layanan seperti perawatan kesehatan, pendidikan, kebugaran pribadi,
penurunan berat badan, dan lain-lain di mana hasil pelayanan sangat tergantung
pada partisipasi pelanggan. Dalam kasus ini, pelanggan adalah bagian integral
dari pelayanan dan hasil pelayanan yang diinginkan tidak mungkin terpenuhi, kecuali
dia melakukan perannya secara efektif. Hal yang sama berlaku untuk jasa
konsultasi manajemen pembelian pelanggan organisasi. Kecuali organisasi
menggunakan atau menerapkan saran yang telah dibeli, tidak bisa berharap untuk
mendapatkan nilai penuh dari layanan. Menyadari hal ini, banyak konsultan
manajemen sekarang terlibat dalam mengajar pelanggan untuk menggunakan
informasi yang mereka berikan .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Selain berkontribusi untuk kepuasan mereka sendiri dengan
meningkatkan kualitas pelayanan yang disampaikan kepada mereka, beberapa
pelanggan hanya menikmati berpartisipasi dalam penyediaan layanan. Pelanggan
ini menemukan tindakan berpartisipasi secara intrinsik (Bateson, 1983, 1985;
Dabholkar, 1996). Mereka menikmati menggunakan komputer untuk mendapatkan tiket
pesawat, atau mereka mungkin ingin melakukan semua perbankan melalui ATM dan
sistem telepon otomatis, untuk berinteraksi dengan penyedia layanan melalui
Internet, atau untuk memompa bensin mereka sendiri. Dalam beberapa kasus, ada
diskon harga keuntungan untuk self-service, tapi kali lain, pelanggan dapat
dimotivasi oleh kenyamanan, rasa kontrol lebih besar atas hasil layanan, waktu
pengiriman, atau kenikmatan sederhana dari tugas (Dabholkar, 1996 ).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Karena pelanggan layanan harus berpartisipasi dalam pelayanan,
mereka sering menyalahkan diri sendiri (setidaknya sebagian) bila ada yang
salah. Jika pelanggan yakin mereka sebagian (atau seluruhnya) untuk menyalahkan
untuk kegagalan, mereka akan kurang puas dengan penyedia layanan daripada
ketika mereka percaya penyedia bertanggung jawab dan bisa menghindari masalah
(Bitner, 1990; Folkes, 1988; Hubbert, 1995).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;mso-list: l3 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;3)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Pelanggan sebagai Kompetitor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Peran terakhir yang dimainkan oleh perusahaan jasa bahwa pelanggan
adalah pesaing potensial. Dalam banyak situasi, pelanggan (apakah individu atau
perusahaan) memiliki pilihan untuk membeli jasa di pasar atau memproduksi jasa
sendiri, baik secara keseluruhan maupun sebagian. Pelanggan dalam arti
merupakan pesaing dari perusahaan yang menyediakan jasa tersebut. Keputusan
apakah akan menghasilkan jasa bagi diri mereka sendiri (pertukaran internal) vs
seseorang memberikan pelayanan bagi mereka (pertukaran eksternal) adalah
keputusan yang umum bagi konsumen (Lusch, Brown dan Brunswick, 1992). Sebagai
contoh, seorang pemilik mobil yang membutuhkan perawatan pada mobilnya dapat
memilih untuk melakukan semua perawatan sendiri (dengan asumsi dia memiliki
keterampilan), atau menyerahkannya pada orang lain untuk melakukan semua
tugas-tugas pemeliharaan, atau untuk melakukan beberapa tugas (misalnya
mengganti oli) dilakukan sendiri sementara tugas perawatan yang lebih kompleks
untuk jasa perawatan mobil. Di satu sisi, pemilik mobil melakukan semua
perawatan sendiri, sementara di sisi lain ia membayar untuk seseorang melakukan
segala sesuatu untuknya. Contoh paralel bisa dibayangkan untuk perawatan anak,
lansekap, pemeliharaan rumah, dan layanan lainnya yang dibutuhkan oleh rumah
tangga. Bateson (1983) &quot;peserta penuh&quot;, jika dia memiliki motivasi
dan keterampilan yang dibutuhkan, dapat dianggap sebagai kandidat utama untuk
terlibat dalam pertukaran internal dan menghasilkan layanan tanpa bantuan dari
penyedia layanan. Keputusan pertukaran internal versus eksternal sama seperti
yang dibuat oleh organisasi. Perusahaan sering memilih untuk melakukan
outsourcing kegiatan pelayanan seperti penggajian, pengolahan data, penelitian,
akuntansi, pemeliharaan dan manajemen fasilitas. Mereka menemukan bahwa itu
adalah menguntungkan untuk fokus pada bisnis inti mereka dan meninggalkan
layanan dukungan penting kepada orang lain dengan keahlian yang lebih besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Selain itu, kita dapat melihat tingkat partisipasi pelanggan
sebagai garis kontinum, dengan tiga label (Zeithaml &amp;amp; Bitner, 2000). Pada
satu ekstrem adalah produksi pelanggan di mana pelanggan melakukan semua
produksi layanan dan proses pengiriman dan pada ujung lainnya adalah produksi
perusahaan di mana karyawan perusahaan melakukan segalanya untuk pelanggan.
Seperti rendahnya tingkat tipologi partisipasi disebutkan sebelumnya,
pembayaran adalah satu-satunya masukan yang diharapkan pelanggan. Di antara
adalah wilayah produksi bersama di mana pelanggan dan karyawan menghasilkan
layanan. Rasio co-produksi ini bervariasi sesuai dengan mana ia berdiri pada
kontinum. Zeithaml &amp;amp; Bitner (2000) menggunakan berbagai jenis pengalaman
pelayanan di stasiun agas untuk menguraikan kontinum seperti yang ditunjukkan
pada gambar &amp;nbsp;di bawah ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape
 id=&quot;Picture_x0020_2&quot; o:spid=&quot;_x0000_s1026&quot; type=&quot;#_x0000_t75&quot; style=&#39;position:absolute;
 left:0;text-align:left;margin-left:-18pt;margin-top:8.05pt;width:450.75pt;
 height:104.2pt;z-index:-251658240;visibility:visible;mso-wrap-style:square;
 mso-width-percent:0;mso-height-percent:0;mso-wrap-distance-left:9pt;
 mso-wrap-distance-top:0;mso-wrap-distance-right:9pt;
 mso-wrap-distance-bottom:0;mso-position-horizontal:absolute;
 mso-position-horizontal-relative:text;mso-position-vertical:absolute;
 mso-position-vertical-relative:text;mso-width-percent:0;mso-height-percent:0;
 mso-width-relative:page;mso-height-relative:page&#39;&gt;
 &lt;v:imagedata src=&quot;file:///C:\Users\WAHIDM~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image005.png&quot;
  o:title=&quot;&quot;/&gt;
&lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6BDSkgAECtg3cTMc0LRON9L4KhzD8W2APDTHNU9HcigTQDCAQUIJBVrxIFBY7y4Xsku7gTOqzlZB4-3FtYviqy6njH0HUyscpNFS6uhiWnMvv_Vz5o1h9XcW3df26TYsE_PIubbI0Rlx4/s1600/aaa.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6BDSkgAECtg3cTMc0LRON9L4KhzD8W2APDTHNU9HcigTQDCAQUIJBVrxIFBY7y4Xsku7gTOqzlZB4-3FtYviqy6njH0HUyscpNFS6uhiWnMvv_Vz5o1h9XcW3df26TYsE_PIubbI0Rlx4/s1600/aaa.jpg&quot; height=&quot;95&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Tabel Tingkat partisipasi pelanggan
Kontinum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo7; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Petugas mepompa gas
dan petugas mengambil pembayaran di SPBU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo7; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Petugas mepompa gas
dan pelanggan masuk ke dalam untuk membayar petugas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo7; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Petugas mepompa gas
dan pelanggan membayar di pompa dengan otomatisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo7; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Pelanggan mepompa
gas dan petugas mengambil pembayaran di SPBU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo7; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Pelanggan mepompa
gas dan masuk ke dalam untuk membayar petugas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo7; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;6.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Pelanggan mepompa gas dan membayar di pompa
dengan otomatisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 18.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo6; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Strategi untuk Meningkatkan Partisipasi Pelanggan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Zeithaml &amp;amp; Bitner (2000) mengusulkan sebuah model strategis
bagaimana meningkatkan partisipasi pelanggan. Model ini mencakup tiga langkah.
Mereka mendefinisikan pekerjaan pelanggan, merekrut, mendidik dan menguntungkan
pelanggan, dan mengelola komposisi pelanggan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Layanan perusahaan perlu menilai tingkat partisipasi pelanggan saat
ini berkontribusi terhadap proses pelayanan. Jika partisipasi saat ini berada
pada tingkat puas, perusahaan bisa mengalihkan fokus untuk bekerja pada
bagaimana untuk mendorong pelanggan untuk berpartisipasi lebih efektif.
bagaimanapun, jika ingkat partisipatif terlalu rendah, perusahaan mungkin
mencoba untuk meningkatkan tingkat partisipasi. Sebaliknya, tingkat partisipasi
mungkin terlalu tinggi, yang menyebabkan terlalu banyak ketidakpastian bagi
proses pelayanan. Dalam skenario ini, perusahaan harus mencoba untuk menurunkan
tingkat partisipasi. Hal ini biasanya dilakukan dengan mengisolasi pelanggan
dari produksi jasa dan layanan karyawan sebanyak mungkin. Contohnya termasuk
peningkatan penggunaan mesin otomatis seperti ATM. Namun, sifat dari jenis
layanan kadang-kadang mencegah hal ini. Misalnya, rumah sakit tidak dapat
mengisolasi pasien dari melihat dokter mereka. Setelah perusahaan mengetahui
arah mereka needto memanipulasi sifat saat ini partisipasi pelanggan, deskripsi
peran bagi para pelanggan mereka harus dikembangkan. Deskripsi ini mirip dengan
job description yang diberikan kepada karyawan. Deskripsi akan memastikan bahwa
pelanggan tahu apa peran mereka diharapkan untuk melakukan oleh layanan contoh
perusahaan. Sebuah deskripsi ini adalah penjelasan tentang apa penumpang harus
atau tidak harus membawa ke kabin pesawat dicetak sebagai bagian dari buku
tiket. Contoh lain adalah informasi mengenai signage diposting di pengaturan
layanan menginformasikan pelanggan tentang apa dan bagaimana yang harus mereka
lakukan untuk mendapatkan layanan yang diharapkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Strategi untuk Meningkatkan Partisipasi Pelanggan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 1.0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Tentukan pekerjaan
pelanggan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 49.65pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo3; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;membantu diri
sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 49.65pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo3; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;membantu orang lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 49.65pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo3; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;3)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;mempromosikan
perusahaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 1.0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Merekrut, mendidik,
dan reward pelanggan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 49.65pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo4; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;merekrut pelanggan
yang tepat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 49.65pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo4; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;mendidik dan melatih
pelanggan untuk bekerja efektif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 49.65pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo4; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;3)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;reward untuk
pelanggan atas kontribusi mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 49.65pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo4; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;4)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;menghindari hasil
negatif partisipasi pelanggan yang tidak pantas &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 49.65pt; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 1.0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;Mengelola komposisi
pelanggan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 49.65pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo5; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;menilai
kompatibilitas berbagai segmen pelanggan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 49.65pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-bidi; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-bidi;&quot;&gt;mengisolasi segmen
pelanggan yang tidak kompatibel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/feeds/6442028537895537099/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/customers-roles-in-service-delivery_6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/6442028537895537099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/6442028537895537099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/customers-roles-in-service-delivery_6.html' title='Customers’ Roles in Service Delivery'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03181035038514343473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOtr0EGxQqkAhpqgh3GfyYA_e7ipfRDsk-zVJLjVnxvoq8PiVJ3fLU5P8lxgzI68Goh-HqZ-dU8zZJudIRJuLsTD-EB7UtImarx9EaFuUDQUvwNJ31gxBqinygVp2CUbQc6d5pQtge0qDf/s72-c/ccc.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-888956961690071154.post-7993543128677957458</id><published>2014-01-06T02:06:00.011-08:00</published><updated>2014-01-06T02:06:40.901-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekonomi Dan Bisnis"/><title type='text'>PROSES MANAJEMEN</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;LINGKUP MANAJEMEN PROSES&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
Perusahaan terkemuka
mengidentifikasi proses bisnis yang penting di seluruh rantai nilai yang
mempengaruhi kepuasan pelanggan. proses ini biasanya jatuh ke dalam dua
kategori: proses penciptaan nilai dan proses dukungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 1.0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Proses Penciptaan Nilai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 1.0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Proses Desain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 1.0cm; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
Melibatkan semua kegiatan yang dilakukan untuk memasukkan kebutuhan
pelanggan, teknologi baru, dan pembelajaran masa lalu ke dalam spesifikasi
fungsional dari suatu produk dan dengan demikian menentukan kesiapan untuk
digunakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 25.1pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Proses Produksi /
Pengiriman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 25.1pt; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
Proses ini harus dirancang untuk memastikan bahwa produk tersebut akan
sesuai dengan spesifikasi dan juga diproduksi secara ekonomis dan efisien.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 25.1pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Proses Dukungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 25.1pt; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
Orang-orang
yang paling penting untuk proses penciptaan nilai organisasi, karyawan dan
operasi sehari-hari. Mereka menyediakan infrastruktur untuk proses penciptaan
nilai tetapi umumnya tidak menambah nilai langsung ke produk atau jasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 25.1pt; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;PROSES DESIAN PROSES&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
Sebagian besar perusahaan
memiliki beberapa jenis proses pengembangan produk terstruktur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 43.1pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Penciptaan Ide&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 43.1pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Pengembangan konsep awal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 43.1pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Pengembangan produk /
proses&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 43.1pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Produksi skala penuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 43.1pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;5.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Pengenalan pasar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 43.1pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;6.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Evaluaasi pasar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo7; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Biaya,
manufakturabilitas, dan kualitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Desain
produk secara signifikan dapat mempengaruhi biaya produksi, penentuan harga,
garansi, dan perbaikan lapangan, efisiensi dimana produk dapat diproduksi, dan
kualitas output.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo7; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Kualitas desain dan
Tanggung Jawab Sosial&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
Keamanan dalam produk konsumen
merupakan isu utama dalam desain, dan tentu saja merupakan bagian penting dari
tanggung jawab publik perusahaan. Semua pihak yang bertanggung jawab untuk
desain, manufaktur, penjualan, dan pelayanan produk direktif sekarang
bertanggung jawab atas kerusakan. Memperhatikan kualitas desain kemungkinan
dapat mengklaim kewajiban produk serta memberikan bukti pendukung dalam
mempertahankan argumen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;MEMPERLANCAR PROSES PENGEMBANGAN PRODUK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Salah
satu hambatan yang paling signifikan untuk pengembangan produk yang efisien
adalah kerjasama antar organisasi bawah. Concurrent engineering adalah proses
di mana semua fungsi utama yang terlibat dengan membawa produk ke pasar terus
menerus terlibat dengan pengembangan produk dari konsepsi melalui penjualan.
Pendekatan tersebut tidak hanya membantu mencapai kesulitan pengenalan gratis
produk dan layanan, tetapi juga menghasilkan peningkatan kualitas, biaya yang
lebih rendah, dan siklus pengembangan produk yang lebih pendek. Singkatnya,
dengan pendekatan total pengembangan produk dan desain proses melibatkan
kegiatan-kegiatan berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l2 level1 lfo3; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Terus-menerus berpikir
dalam hal bagaimana seseorang dapat merancang atau memproduksi produk yang
lebih baik, bukan hanya memecahkan atau mencegah masalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l2 level1 lfo3; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Berfokus pada
&quot;berpikir dilakukan dengan benar&quot; daripada &quot;hal-hal yang
salah&quot;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l2 level1 lfo3; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Mendefinisikan harapan
pelanggan dan melampaui mereka, bukan hanya nyaris pertemuan mereka atau hanya
cocok kompetisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l2 level1 lfo3; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Mengoptimalkan fitur yang
diinginkan atau hasil, bukan hanya menggabungkan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l2 level1 lfo3; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;5.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Meminimalkan biaya
keseluruhan tanpa mengorbankan fungsi kualitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l2 level1 lfo3; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo5; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Proses Desain Untuk
Kualitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tujuan
proses desain adalah untuk mengembangkan prosedur yang efisien untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan internal dan eksternal. Pendekatan dasar untuk merancang
proses yang disarankan oleh Motorola :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l7 level1 lfo4; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;mengidentifikasi produk
atau jasa (Pekerjaan apa yang harus saya lakukan?)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l7 level1 lfo4; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;mengidentifikasi pelanggan
(Siapa pekerjaan untuk?)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l7 level1 lfo4; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;mengidentifikasi pemasok
(apa yang saya butuhkan dan dari siapa saya mendapatkannya?)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l7 level1 lfo4; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;mengidentifikasi proses
(apa langkah-langkah atau tugas dilakukan? apa input dan output untuk setiap
langkah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l7 level1 lfo4; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;5.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;kesalahan bukti proses
(bagaimana saya bisa menghilangkan atau menyederhanakan tugas?)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l7 level1 lfo4; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;6.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;pengukuran dan pengendalian
pembangunan dan tujuan peningkatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo5; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Projek kualitas
inisiasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo5; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;3.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Perencanaan Kualitas
proyek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
Proses perencanaan kualitas proyek terdiri dari langkah-langkah berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 39.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo6; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Definisi proyek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 39.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo6; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Perencanaan sumber daya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 39.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo6; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Penjadwalan proyek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 39.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo6; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Kemajuan proyek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 25.1pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo5; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;4.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Jaminan Kualitas
Proyek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 25.1pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo5; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;5.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Proyek Kendali Mutu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 25.1pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo5; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;6.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Proyek Kualitas Penutupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 25.1pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo5; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;PROSES KONTROL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
Kontrol Proses adalah penting
untuk dua alasan. Pertama, metode pengendalian proses adalah dasar bagi
manajemen harian efektif proses. Kedua, perbaikan jangka panjang tidak bisa
proses pertama dikendalikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 18.0pt;&quot;&gt;
Setiap sistem kontrol memiliki
tiga komponen:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l3 level1 lfo8; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Standar atau tujuan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l3 level1 lfo8; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Sarana mengukur prestasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;mso-list: l3 level1 lfo8; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Perbandingan hasil aktual
dengan standar, bersama dengan umpan balik untuk membentuk dasar untuk tindakan
korektif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;mso-list: l3 level1 lfo8; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;PROSES PERBAIKAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
Proses perbaikan merupakan
strategi bisnis yang penting dalam pasar kompetitif karena:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l6 level1 lfo9; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Loyalitas pelanggan
didorong oleh nilai yang disampaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l6 level1 lfo9; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Nilai disampaikan
diciptakan oleh proses bisnis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l6 level1 lfo9; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Keberhasilan berkelanjutan
di pasar yang kompetitif membutuhkan usaha untuk terus meningkatkan nilai
disampaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;mso-list: l6 level1 lfo9; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Untuk terus meningkatkan
kemampuan penciptaan nilai, bisnis terus menerus harus memperbaiki proses
penciptaan nilai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/feeds/7993543128677957458/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/proses-manajemen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/7993543128677957458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/7993543128677957458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/proses-manajemen.html' title='PROSES MANAJEMEN'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03181035038514343473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-888956961690071154.post-7409382333466667771</id><published>2014-01-05T22:50:00.000-08:00</published><updated>2014-01-04T20:27:26.820-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Humaniora"/><title type='text'>Sejarah</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnqRNP7MFZsiBUqxjC73ipN7RljhKyDPsODppseRbTnVjA7bCpGnLO1PU6FwKMAxoLD7hG5Jeo75gjpsjvz_IDrkwn3i4_2yY4tzBjultz051xsvKcUP1oB71yYPEbDuvU-nctD06bq32K/s1600/1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnqRNP7MFZsiBUqxjC73ipN7RljhKyDPsODppseRbTnVjA7bCpGnLO1PU6FwKMAxoLD7hG5Jeo75gjpsjvz_IDrkwn3i4_2yY4tzBjultz051xsvKcUP1oB71yYPEbDuvU-nctD06bq32K/s200/1.jpg&quot; width=&quot;198&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Aktivitas dunia pergerakan mahasiswa ekstra kampus semenjak
berdirinya Universitas Brawijaya pada tahun 1962 diwarnai hanya oleh dua
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (OMEK) besar saja, yakni Himpunan Mahasiswa
Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI). &lt;br /&gt;
Hal ini ditandai
dengan begitu superiornya kedua OMEK dalam melaksanakan rekrutmen anggota
(kaderisasi) maupun gerakan-gerakan sosial mahasiswa. Sementara itu,
organ-organ lain seperti PMKRI, GMKI, IMM mulai menyusul di sekitaran tahun 1970an.Kisaran
tahun 1975an, beberapa mahasiswa yang sudah menjadi anggota PMII mulai
membentuk suatu komunitas berlandaskan ASWAJA Nahdliyyin.&lt;br /&gt;
Komunitas yang
mendeklarasikan diri secara non formal ini berdiri dilatar belakangi oleh
kehausan beberapa mahasiswa akan tradisi dan ritual-ritual Nahdliyyin yang
tidak ditemukan di Universitas Brawijaya. Mulanya, aktivitas yang dilaksanakan
oleh komunitas ini hanya berkutat dalam hal-hal yang bersifat ritual keagamaan
(diba, tahlil dan istighotsah). Dimulai sekitar awal tahun 1980an, aktivitas
yang dijalankan komunitas ini mulai merambah pada kajian-kajian filsafat, agama
dan sosial. Komunitas inilah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya PMII
Komisariat Brawijaya.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebelum PMII Komisariat Brawijaya berdiri, anggota PMII dari
Universitas Brawijaya yang sudah mengikuti Mapaba secara keanggotaan dan
struktural masuk pada kepengurusan Cabang. Akhirnya, pada tahun 1987 dengan
pemrakarsa sahabat Muhammad Romdlon lahirlah PMII Komisariat Brawijaya. Dibantu
beberapa sahabat-sahabat yang lain, sahabat Muhammad Romdlon mendeklarasikan
berdirinya PMII Komisariat Brawijaya. Beliau kemudian menjadi Ketua Komisariat
pertama PMII Komisariat Brawijaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di awal kelahiran, PMII Komisariat Brawijaya belum mampu
melaksanakan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru sendiri, calon anggota baru
yang ingin masuk PMII kemudian dititipkan di Komisariat lain untuk mengikuti
Mapaba. Pada masa itu juga muncul istilah sekretariat berjalan, hal ini dikarenakan
pada masa awal PMII Komisariat Brawijaya berdiri tidak memiliki sekretariat
tetap. Segala arsip dan dokumen di tata rapi dalam satu tas ransel yang dibawa
oleh ketua Komisariat. Kegiatan yang dilaksanakan pada masa itu lebih terfokus
kepada penanaman nilai-nilai ke-PMII-am dan pelestarian paham Ahlussunnah Wal
Jama’ah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara formal, PMII Komisariat Brawijaya tidak pernah di
bekukan oleh pengurus cabang. Namun, bukan berarti PMII Komisariat Brawijaya
tidak pernah mengalami fluktuasi kaderisasi dan gerakan. Pasang surut
kaderisasi dan gerakan tentunya tak lepas dari proses perjalanan menuju
kedewasaan. Sekitar masa pra-reformasi, PMII Komisariat Brawijaya baru memiliki
rayon-rayon pada setiap fakultas yang ada di Universitas Brawijaya. Pada masa itu
kaderisasi digencarkan dan akhirnya membuahkan hasil yang cukup memuaskan.
Namun, pada awal 2000an kaderisasi di PMII Komisariat Brawijaya mengalami
kemunduran. Rayon-rayon&amp;nbsp; yang ada mulai
dibekukan karena kader berkurang dan proses kaderisasi mengalami kemunduran.
Kenyataan ini sedikit demi sedikit mulai dibenahi dan di renovasi untuk
pengembangan dan kemajuan PMII Komisariat Brawijaya. Berbagai pemikiran dan
proses dialektika berkepanjangan dilakukan oleh para pendahulu untuk segera
mengkonstruk dan memberikan strategi pengembangan kaderisasi yang lebih
sistematis dan kontekstual terhadap kebutuhan PMII Komisariat Brawijaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada sekitar tahun 2005, pengurus komisariat mulai menggagas
difusi rayon-rayon sesuai pertimbangan basis keilmuan. Hal ini dimaksudkan
untuk efisiensi kaderisasi dan pengembangan PMII Komisariat Brawijaya kedepan.
Dimana pada realisasinya terdapat 2 rayon yang terbentuk, yakni Rayon Humaniora
(lingkup fakultas sosial) dan Rayon Palapa (lingkup fakultas eksakta). Benar
saja, dari 2 induk rayon tersebut kemudian lahir rayon-rayon baru dilingkup
PMII Komisariat Brawijaya. Saat ini terdapat 7 Rayon di lingkup PMII Komisariat
Brawijaya yaitu : Rayon Humaniora (Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Hukum,
Fakultas Ekonomi Bisnis), Rayon Palapa (Fakultas Kedokteran, Fakultas MIPA,
Fakultas Peternakan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Program Kedokteran
hewan), Rayon Musa Al-Jabar (Fakultas Teknik, Program Teknologi Informasi dan
Ilmu Komputer), Rayon FIA (Fakultas Ilmu Administrasi), Rayon Pancasila
(Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Rayon Teknologi Pertanian (Fakultas
Teknologi Pertanian), Rayon Pertanian (Fakultas Pertanian)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/feeds/7409382333466667771/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/sejarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/7409382333466667771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/7409382333466667771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/sejarah.html' title='Sejarah'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03181035038514343473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnqRNP7MFZsiBUqxjC73ipN7RljhKyDPsODppseRbTnVjA7bCpGnLO1PU6FwKMAxoLD7hG5Jeo75gjpsjvz_IDrkwn3i4_2yY4tzBjultz051xsvKcUP1oB71yYPEbDuvU-nctD06bq32K/s72-c/1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-888956961690071154.post-6617331043703046550</id><published>2014-01-04T11:46:00.000-08:00</published><updated>2014-01-04T11:51:37.337-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Galeri"/><title type='text'>Galery 1</title><content type='html'>&lt;object classid=&quot;clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000&quot; id=&quot;quickgallery-17153&quot; width=&quot;550&quot; height=&quot;400&quot;&gt;&lt;param name=&quot;movie&quot; value=&quot;https://dxspaojr9hk6.cloudfront.net/swf/Art.swf&quot; /&gt;&lt;param name=&quot;flashVars&quot; value=&quot;config=%7B%22settings%22%3A%7B%22image%22%3A%7B%22align%22%3A%22center%22%2C%22cornerRadius%22%3A%2210%22%2C%22scaleMode%22%3A%22fill%22%2C%22transitionEffect%22%3A%22fade%22%2C%22useShadow%22%3A%22true%22%7D%2C%22thumbnail%22%3A%7B%22width%22%3A%2260%22%2C%22height%22%3A%2240%22%2C%22cornerRadius%22%3A%220%22%2C%22alpha%22%3A%2270%22%2C%22outlineColor%22%3A%220xffffff%22%2C%22outlineColorOnRollOver%22%3A%220xffffff%22%2C%22outlineColorOnClick%22%3A%220x8b0000%22%2C%22useShadow%22%3A%22true%22%2C%22usePreview%22%3A%22true%22%7D%2C%22thumbBar%22%3A%7B%22useThumbBar%22%3A%22true%22%2C%22position%22%3A%22left%22%2C%22scrollSpeed%22%3A%2210%22%7D%2C%22preview%22%3A%7B%22alpha%22%3A%22100%22%2C%22width%22%3A%22200%22%2C%22height%22%3A%22100%22%2C%22outlineColor%22%3A%220xffffff%22%2C%22useShadow%22%3A%22true%22%2C%22cornerRadius%22%3A%220%22%7D%2C%22caption%22%3A%7B%22visibleMode%22%3A%22onRollOver%22%2C%22position%22%3A%22bottom%22%2C%22color%22%3A%220xffffff%22%2C%22bgColor%22%3A%220x000000%22%2C%22bgAlpha%22%3A%2230%22%2C%22fontName%22%3A%22Verdana%22%2C%22fontSize%22%3A%2212%22%7D%2C%22buttons%22%3A%7B%22fullScreenButton%22%3A%22true%22%2C%22navigationButtons%22%3A%22true%22%2C%22slideshowButton%22%3A%22true%22%7D%2C%22slideshow%22%3A%7B%22start%22%3A%22false%22%2C%22delay%22%3A%223%22%2C%22loop%22%3A%22false%22%2C%22stopAutoOnClick%22%3A%22true%22%7D%2C%22preloader%22%3A%7B%22usePreloader%22%3A%22true%22%2C%22alpha%22%3A%22100%22%7D%7D%2C%22items%22%3A%5B%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-frc3%2Fs720x720%2F1510970_771072359574257_471594493_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-frc3%2Fs720x720%2F1486583_771072586240901_1060437905_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-ash3%2Fs720x720%2F1497654_771073142907512_1905474063_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-ash3%2Fs720x720%2F1522000_771073876240772_1850011578_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-ash4%2Fs720x720%2F1012800_771074619574031_207997364_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-prn2%2Fs720x720%2F1530305_771074852907341_232422740_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-prn1%2Fs720x720%2F1545756_771075019573991_377760630_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-prn2%2Fs720x720%2F1538644_771075412907285_1245014918_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-prn1%2Fs720x720%2F1528720_771076892907137_1977090265_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-frc3%2Fs720x720%2F1560681_771078526240307_1938041135_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-frc3%2Fs720x720%2F1505574_771078789573614_1895039864_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%5D%7D&amp;amp;project=quickgallery&quot; /&gt;&lt;param name=&quot;allowScriptAccess&quot; value=&quot;always&quot; /&gt;&lt;param name=&quot;allowFullScreen&quot; value=&quot;true&quot; /&gt;&lt;param name=&quot;quality&quot; value=&quot;high&quot; /&gt;&lt;param name=&quot;swfVersion&quot; value=&quot;10.0.12.36&quot; /&gt;&lt;param name=&quot;wmode&quot; value=&quot;opaque&quot; /&gt;&lt;param name=&quot;bgColor&quot; value=&quot;#ffffff&quot; /&gt;&lt;object type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; data=&quot;https://dxspaojr9hk6.cloudfront.net/swf/Art.swf&quot; width=&quot;550&quot; height=&quot;400&quot; style=&quot;outline:none;&quot;&gt;&lt;param name=&quot;flashVars&quot; value=&quot;config=%7B%22settings%22%3A%7B%22image%22%3A%7B%22align%22%3A%22center%22%2C%22cornerRadius%22%3A%2210%22%2C%22scaleMode%22%3A%22fill%22%2C%22transitionEffect%22%3A%22fade%22%2C%22useShadow%22%3A%22true%22%7D%2C%22thumbnail%22%3A%7B%22width%22%3A%2260%22%2C%22height%22%3A%2240%22%2C%22cornerRadius%22%3A%220%22%2C%22alpha%22%3A%2270%22%2C%22outlineColor%22%3A%220xffffff%22%2C%22outlineColorOnRollOver%22%3A%220xffffff%22%2C%22outlineColorOnClick%22%3A%220x8b0000%22%2C%22useShadow%22%3A%22true%22%2C%22usePreview%22%3A%22true%22%7D%2C%22thumbBar%22%3A%7B%22useThumbBar%22%3A%22true%22%2C%22position%22%3A%22left%22%2C%22scrollSpeed%22%3A%2210%22%7D%2C%22preview%22%3A%7B%22alpha%22%3A%22100%22%2C%22width%22%3A%22200%22%2C%22height%22%3A%22100%22%2C%22outlineColor%22%3A%220xffffff%22%2C%22useShadow%22%3A%22true%22%2C%22cornerRadius%22%3A%220%22%7D%2C%22caption%22%3A%7B%22visibleMode%22%3A%22onRollOver%22%2C%22position%22%3A%22bottom%22%2C%22color%22%3A%220xffffff%22%2C%22bgColor%22%3A%220x000000%22%2C%22bgAlpha%22%3A%2230%22%2C%22fontName%22%3A%22Verdana%22%2C%22fontSize%22%3A%2212%22%7D%2C%22buttons%22%3A%7B%22fullScreenButton%22%3A%22true%22%2C%22navigationButtons%22%3A%22true%22%2C%22slideshowButton%22%3A%22true%22%7D%2C%22slideshow%22%3A%7B%22start%22%3A%22false%22%2C%22delay%22%3A%223%22%2C%22loop%22%3A%22false%22%2C%22stopAutoOnClick%22%3A%22true%22%7D%2C%22preloader%22%3A%7B%22usePreloader%22%3A%22true%22%2C%22alpha%22%3A%22100%22%7D%7D%2C%22items%22%3A%5B%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-frc3%2Fs720x720%2F1510970_771072359574257_471594493_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-frc3%2Fs720x720%2F1486583_771072586240901_1060437905_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-ash3%2Fs720x720%2F1497654_771073142907512_1905474063_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-ash3%2Fs720x720%2F1522000_771073876240772_1850011578_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-ash4%2Fs720x720%2F1012800_771074619574031_207997364_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-prn2%2Fs720x720%2F1530305_771074852907341_232422740_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-prn1%2Fs720x720%2F1545756_771075019573991_377760630_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-prn2%2Fs720x720%2F1538644_771075412907285_1245014918_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-prn1%2Fs720x720%2F1528720_771076892907137_1977090265_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-frc3%2Fs720x720%2F1560681_771078526240307_1938041135_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%2C%7B%22source%22%3A%22https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-frc3%2Fs720x720%2F1505574_771078789573614_1895039864_n.jpg%22%2C%22description%22%3A%22%22%7D%5D%7D&amp;amp;project=quickgallery&quot; /&gt;&lt;param name=&quot;allowScriptAccess&quot; value=&quot;always&quot; /&gt;&lt;param name=&quot;allowFullScreen&quot; value=&quot;true&quot; /&gt;&lt;param name=&quot;quality&quot; value=&quot;high&quot; /&gt;&lt;param name=&quot;swfVersion&quot; value=&quot;10.0.12.36&quot; /&gt;&lt;param name=&quot;wmode&quot; value=&quot;opaque&quot; /&gt;&lt;param name=&quot;bgColor&quot; value=&quot;#ffffff&quot; /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.adobe.com/go/getflash&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.adobe.com/images/shared/download_buttons/get_flash_player.gif&quot; alt=&quot;Get Adobe Flash player&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/object&gt;&lt;/object&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.quickgallery.com/&quot; style=&quot;font-size:9px; font-family:Arial,Helvetica,sans-serif; margin:0 10px;&quot;&gt;Photo Gallery by QuickGallery.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/feeds/6617331043703046550/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/galery_4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/6617331043703046550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/6617331043703046550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/galery_4.html' title='Galery 1'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03181035038514343473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-888956961690071154.post-2644754348934215758</id><published>2014-01-04T11:15:00.003-08:00</published><updated>2014-01-04T11:15:34.165-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hukum"/><title type='text'>Hukum perdata</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pengertian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Hukum Perdata&lt;/i&gt; adalah
ketentuan yang mengatur hak-hak dan kepentingan antara individu-individu dalam
masyarakat. Dalam tradisi hukum di daratan Eropa (civil law) dikenal pembagian
hukum menjadi dua yakni hukum publik dan hukum privat atau hukum perdata. Dalam
sistem Anglo-Saxon (common law) tidak dikenal pembagian semacam ini.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sejarah Hukum Perdata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
Hukum perdata Belanda berasal
dari hukum perdata Perancis yaitu yang disusun berdasarkan hukum Romawi &#39;Corpus
Juris Civilis&#39;yang pada waktu itu dianggap sebagai hukum yang paling sempurna.
Hukum Privat yang berlaku di Perancis dimuat dalam dua kodifikasi yang disebut
(hukum perdata) dan Code de Commerce (hukum dagang). Sewaktu Perancis menguasai
Belanda (1806-1813), kedua kodifikasi itu diberlakukan di negeri Belanda yang
masih dipergunakan terus hingga 24 tahun sesudah kemerdekaan Belanda dari
Perancis (1813)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
Pada Tahun 1814 Belanda mulai
menyusun Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Sipil) atau KUHS Negeri Belanda,
berdasarkan kodifikasi hukum Belanda yang dibuat oleh J.M. Kemper disebut
Ontwerp Kemper. Namun, sayangnya Kemper meninggal dunia pada 1824 sebelum
menyelesaikan tugasnya dan dilanjutkan oleh Nicolai yang menjabat sebagai Ketua
Pengadilan Tinggi Belgia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
Keinginan Belanda tersebut
terealisasi pada tanggal 6 Juli 1880 dengan pembentukan dua kodifikasi yang
baru diberlakukan pada tanggal 1 Oktober 1838 oleh karena telah terjadi
pemberontakan di Belgia yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;BW [atau Kitab
Undang-Undang Hukum Perdata-Belanda).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;WvK [atau yang dikenal
dengan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
Menurut J. Van Kan, kodifikasi BW
merupakan terjemahan dari Code Civil hasil jiplakan yang disalin dari bahasa
Perancis ke dalam bahasa nasional Belanda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yang
dimaksud dengan hukum perdata Indonesia adalah hukum perdata yang berlaku bagi
seluruh Wilayah di Indonesia. Hukum perdata yang berlaku di Indonesia adalah
hukum perdata barat (Belanda) yang pada awalnya berinduk pada Kitab
Undang-Undang Hukum Perdata yang aslinya berbahasa Belanda atau dikenal dengan
Burgerlijk Wetboek dan biasa disingkat dengan BW. Sebagian materi BW sudah
dicabut berlakunya dan sudah diganti dengan Undang-Undang RI, misalnya mengenai
UU Perkawinan, UU Hak Tanggungan, dan UU Kepailitan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
Kodifikasi KUH Perdata Indonesia
diumumkan pada tanggal 30 April 1847 melalui Staatsblad No. 23 dan berlaku
Januari 1848.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
Setelah Indonesia Merdeka,
berdasarkan aturan Pasal 2 aturan peralihan Undang-Undang Dasar 1945, KUH
Perdata Hindia Belanda tetap dinyatakan berlaku sebelum digantikan dengan
Undang-Undang baru berdasarkan Undang–Undang Dasar ini. BW Hindia Belanda
merupakan induk hukum perdata Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Isi KUH Perdata[sunting | sunting sumber]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
KUH Perdata terdiri atas empat 4 bagian, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Buku 1 tentang Orang / Van
Personnenrecht&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Buku 2 tentang Benda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Buku 3 tentang Perikatan /
Verbintenessenrecht&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;Buku 4 tentang Daluwarsa
dan Pembuktian / Verjaring en Bewijs&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/feeds/2644754348934215758/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/hukum-perdata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/2644754348934215758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/2644754348934215758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/hukum-perdata.html' title='Hukum perdata'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03181035038514343473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-888956961690071154.post-6807983868393170403</id><published>2014-01-04T11:08:00.002-08:00</published><updated>2014-01-04T11:08:47.024-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kegiatan"/><title type='text'>Garis besar kegiatan PMII</title><content type='html'>&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Diskusi Rutin &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Sekolah Filsafat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Sekolah Retorika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Sekolah Advokasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Sekolah Pergerakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Pelatihan Kader Dasar&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; (PKD)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Istighotsah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Majelis Diba’iah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Up-grading&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Tadabur Alam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Bakti Sosial&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Fordisma&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; (Forum Diskusi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Mahasiswa&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dan masih banyak
lagi kegiatan yang Insya Allah bermanfaat untuk masa depan shbt/i...........................&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;









&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;TEMUKAN ARTI HIDUPMU &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;D&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;ALAM
BINGKAI PMII&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/feeds/6807983868393170403/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/garis-besar-kegiatan-pmii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/6807983868393170403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/6807983868393170403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/garis-besar-kegiatan-pmii.html' title='Garis besar kegiatan PMII'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03181035038514343473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-888956961690071154.post-8009161251076510510</id><published>2014-01-04T11:05:00.002-08:00</published><updated>2014-01-04T20:18:58.806-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PMII"/><title type='text'>BERJUANGLAH PMII</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Berjuanglah PMII Berjuang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Marilah kita bina persatuan 2x&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Hancur leburkanlah angkara murka,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Perkokohlah barisan kita...siap...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Reff&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Sinar api Islam kini menyala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Tekat bulat jihad kita membara 2x&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Berjuanglah PMII Berjuang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Menegakkan kalimat Tuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Berjuanglah PMII berjuang 2x&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Marilah kita bina persatuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Hancur leburkanlah angkara murka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Perkokohlah barisan kita...siap..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Reff&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Sinar api Islam kini menyala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Tekat bulat jihad kita membara 2x&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Berjuanglah PMII berjuang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Menegakkan kalimat tuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/feeds/8009161251076510510/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/berjuanglah-pmii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/8009161251076510510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/8009161251076510510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/berjuanglah-pmii.html' title='BERJUANGLAH PMII'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03181035038514343473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-888956961690071154.post-5170061470835000439</id><published>2014-01-04T11:04:00.001-08:00</published><updated>2014-01-04T20:20:26.259-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PMII"/><title type='text'>Himne PMII</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Bersemilah,
bersemilah tunas pmii&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Tumbuh
subur, tumbuh subur kader pmii&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Masa
depan ditanganmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Untuk
meneruskan perjuangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Bersemilah,
bersemilah&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Kau harapan bangsa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/feeds/5170061470835000439/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/himne-pmii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/5170061470835000439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/5170061470835000439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/himne-pmii.html' title='Himne PMII'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03181035038514343473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-888956961690071154.post-9047919156437485750</id><published>2014-01-04T11:03:00.000-08:00</published><updated>2014-01-04T20:21:37.057-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PMII"/><title type='text'>Mars PMII</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;(Mahbub Djunaidi)&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;(Mahbub Djunaidi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Inilah
kami wahai indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Satu
barisan dan satu cita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Pembela
bangsa penegak agama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Tangan
terkepal dan maju kemuka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Habislah
sudah masa yang suram&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Selesai
sudah derita yang lama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Bangsa
yang jaya Islam yang benar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Bangun
tersentak dari bumiku subur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Denganmu
PMII, pergerakanku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Ilmu
dan bakti ku&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;berikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Adil
dan makmur kuperjuangkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Untukmu
satu tanah airku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Untukmu
satu keyakinanku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Inilah
kami wahai indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Satu
angkatan dan satu jiwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Putera
bangsa bebas merdeka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 200%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Tangan
terkepal dan maju ke muka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/feeds/9047919156437485750/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/mars-pmii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/9047919156437485750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/9047919156437485750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/mars-pmii.html' title='Mars PMII'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03181035038514343473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-888956961690071154.post-3851051734803056346</id><published>2014-01-04T08:34:00.002-08:00</published><updated>2014-01-04T10:41:32.987-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekonomi Dan Bisnis"/><title type='text'>Penilaian Kinerja</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; tab-stops: 9.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;b&gt;Oleh : Much. &amp;nbsp;Tajuddin W.M.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Penilaian kinerja (performance appraisal) adalah sistem
formal untuk menilai dan mengevaluasi kinerja tugas individu atau tim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Penilaian kinerja merupakan faktor penting untuk
suksesnya manajemen kinerja. Meskipun penilaian kinerja hanyalah salah satu
unsur manajemen kinerja, sistem tersebut penting karena mencerminkan secara
langsung rencana stratejik organisasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt; Meskipun evaluasi atas kinerja tim
penting seiring keberadaan tim – tim dalam suatu organisasi, fokus penilaian
kinerja pada sebagian besar perusahaan tetap pada karyawan individual. Lepas
dari penekanan tersebut, sistem penilaian yang efektif akan mengevaluasi
prestasi dan menginisiasi rencana – rencana untuk pengembangan, tujuan, dan
sasaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Penilaian kinerja seringkali menjadi aktivitas yang
tidak disukai dan negative serta dianggap tidak memerlukan keahlian. Dalam
kenyataannya, beberapa manajer mungkin tidak akan melakukan penilaian kinerja
jika mereka merasa tidak butuh untuk memberikan umpan balik, mendorong
perbaikan kinerja, membuat keputusan yang valid, memberi alas an pemberhentian,
mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan, serta mempertahankan
keputusan kekaryawanan. Penilaian kinerja memiliki banyak kegunaan sementara
perbaikan hasil dan efisiensi semakin penting dalam persaingan pasar yang
semakin mengglobal dewasa ini. Dengan demikian, mengabaikan satu – satunya
program dengan kinerja pada namanya dan para karyawan sebagai fokusnya akan
tampak sebagai reaksi berlebih yang buruk. Pada puncak pertimbangan –
pertimbangan tersebut, para manajer harus memberi perhatian pada konsekuensi –
konsekuensi hukum. Mengembangkan sistem penilaian kinerja yang efektif telah
dan akan terus menjadi prioritas tinggi bagi manajemen. Penilaian kinerja bukanlah
tujuan itu sendiri, namun lebih sebagai alat untuk mempengaruhi kinerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Penggunaan Penilaian
Kinerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Bagi banyak organisasi, tujuan utama sistem penilaian adalah untuk
memperbaiki kinerja individu dan organisasi. Namun, mungkin ada tujuan lainnya.
Masalah potensial penilaian kinerja, dan mungkin penyebab banyaknya
ketidakpuasan, adalah terlalu banyak berharap pada satu rencana penilaian.
Sebagai contoh, sebuah rencana yang efektif untuk mengembangkan para karyawan
mungkin bukan yang terbaik untuk menentukan kenaikan bayaran. Bagaimanapun
juga, sistem yang dirancang secara tepat dapat membantu mencapai tujuan –
tujuan organisasi dan meningkatkan kinerja karyawan. Dalam kenyataannya, data
penilaian kinerja bias memiliki nilai potensial untuk hampir semua bidang
fungsional sumber daya manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Perencanaan Sumber Daya
Manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Dalam menilai sumber daya manusia perusahaan, data harus tersedia
untuk mengidentifikasikan mereka yang memiliki potensi untuk dipromosikan.
Melalui penilaian kinerja bias ditemukan bahwa terdapat kekuranagan jumlah
karyawan yang siap untuk memasuki manajemen. Rencana – rencana dapat disusun
dengan penekanan lebih besar pada pengembangan manajemen. Rencana suksesi
manajemen adalah perhatian pokok semua perusahaan. Sistem penilaian yang
dirancang dengan baik akan memberikan sebuah profil kekuatan dan kelemahan
sumber daya manusia perusahaan untuk mendukung upaya tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Perekrutan dan Seleksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Nilai – nilai hasil evaluasi kinerja bias membantu dalam memprediksi
kinerja para pelamar kerja. Sebagai contoh, bias ditentukan bahwa para manajer
perusahaan yang sukses menampilkan perilaku – perilaku tertentu ketika
menjalankan tugas – tugas pokok. Data - data tersebut kemudian bisa menjadi
tolak ukur untuk mengevaluasi respons – respons yang diberikan pelamar melalui wawancara
keprilakuan. Di samping itu, dalam memvalidasi tes – tes seleksi, nilai – nilai
karyawan bisa digunakan sebagai variabel sebagaimana skor – skor tes
dibandingkan. Dalam hal ini, penentuan validitas tes seleksi akan bergantung
pada ketepatan hasil penilaian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Pelatihan dan Pengembangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Penilaian kinerja harus mengidentifikasikan kebutuhan – kebutuhan
spesifik seorang karyawan akan pelatihan dan pengembangan. Dengan
mengidentifikasikan kekurangan – kekurangan secara negatif yang mempengaruhi
kinerja, program pelatihan dan pengembangan dapat dikembangkan sehingga
memungkinkan orang – orang untuk membangun kekuatan dan meminimalkan kekurangan
mereka. Suatu sistem penilaian tidak menjamin adanya para karyawan yang dilatih
dan dikembangkan secara tepat. Namun, penentuan kebutuhan – kebutuhan pelatihan
dan pengembangan akan lebih cepat jika data penilaian tersedia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Perencanaan dan
Pengembangan Karir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Perencanaan dan pengembangan karir bisa dilihat dari sudut pandang
individual atau organisasional. Dalam keduanya, data penilaian kinerja penting
dalam menilai kekuatan – kekuatan dan kelemahan – kelemahan karyawan serta
dalam menentukan potensi seseorang. Para manajer bisa menggunakan informasi
tersebut untuk memberikan konsultasi kepada para bawahan dan membantu mereka
dalam mengembangkan dan mengimplementasikan rencana karir mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Program Kompensasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Hasil – hasil penilaian kinerja memberikan sebuah dasar untuk
keputusan – keputusan rasional yang berkenaan dengan penyesuaian bayaran.
Sebagian besar manajer yakin bahwa Anda harus memberi imbalan atas kinerja
pekerjaan yang luar biasa secara nyata dengan kenaikan bayaran. Memberi imbalan
terhadap perilaku – perilaku yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan – tujuan
organisasi adalah jantung dari perencanaan stratejik perusahaan. Untuk
mendorong kinerja yang baik, perusahaan harus merancang dan mengimplementasikan
sistem penilaian kinerja yang handal dan kemudian memberi imbalan yang layak
bagi para karyawan dan tim yang paling produktif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Hubungan Kekaryawanan
Internal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Data penilaian kinerja juga sering digunakan untuk membuat keputusan
– keputusan di beberapa bidang hubungan kekaryawanan internal, mencakup promosi,
demosi, pemberhentian, pemutusan hubungan kerja, dan transfer.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Penilaian Potensi Karyawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Sejumlah perusahaan mencoba menilai potensi karyawannya sembari
menilai kinerja karyawannya. Meskipun perilaku masa lalu mungkin merupakan
prediksi yang terbaik atas perilaku masa yang akan dating, kinerja karyawan
masa lalu dalam suatu perusahaan tidak dapat dipakai sebagai indicator yang
akurat mengenai kinerja masa yang akan dating pada level yang tinggi atau
posisi yang berbeda. Pengenalan atau masalah ini membuat beberapa perusahaan
membedakan penilaian kinerja yang berfokus pada perilaku masa lalu, dengan
penilaian potensi yang berorientasi pada perilaku masa yang akan datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Faktor – faktor Lingkungan
Penilai Kinerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Banyak faktor eksternal dan internal dapat mempengaruhi proses
penilaian. Serikat pekerja adalah faktor eksternal yang bisa mempengaruhi
proses penilaian perusahaan. Serikat – serikat pekerja sejak dulu menekankan
senioritas sebagai dasar promosi dan kenaikan bayaran. Serikat – serikat tersebut
bisa menentang keras penggunaan sistem penilaian kinerja rancangan pihak
manajemen untuk tujuan – tujuan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Faktor – faktor dalam lingkungan internal juga bisa mempengaruhi
proses penilaian kinerja. Sebagai contoh, budaya korporat sebuah perusahaan
bisa membantu atau menghambat proses tersebut. Organisasi – organisasi dinamis
dewasa ini, yang semakin banyak menggunakan tim untuk melaksanakan pekerjaan,
mengakui hasil tim secara keseluruhan sebagaimana kontribusi – kontribusi
individual. Budaya yang tidak saling percaya tidak akan memberikan lingkungan
yang dibutuhkan untuk mendorong kinerja tinggi oleh individu ataupun tim. Dalam
atmosfir seperti ini, kredibilitas sistem penilaian akan memburuk terlepas dari
manfaatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Proses Penilaian Kinerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Titik awal proses penilaian kinerja adalah pengidentifikasian
sasaran – sasaran kinerja. Sebuah sistem penilaian mungkin tidak dapat secara
efektif memenuhi setiap tujuan yang diinginkan, sehingga manajemen harus
memilih tujuan – tujuan yang spesifik yang diyakini paling penting secara
realistis bisa dicapai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Langkah berikutnya dari siklus yang terus menerus ini berlanjut
dengan menetapkan kriteria – kriteria kinerja dan mengkomunikasikan ekspektasi
–ekspektasi kinerja tersebut kepada mereka yang berkepentingan. Kemudian
pekerjaan dijalankan dan atasan menilai kinerja. Pada akhir periode penilaian,
penilai dan karyawan bersama – sama menilai kinerja dalam pekerjaan dan
mengevaluasinya berdasarkan standar – standar kinerja yang telah ditetapkan.
Penilaian ini membantu menentukan seberapa baik para karyawan telah memenuhi
standar - standar tersebut, menentukan penyebab – penyebab kegagalan, dan
mengembangkan rencana untuk memperbaiki masalah – masalah. Pada pertemuan
tersebut tujuan – tujuan ditetapkan untuk periode evaluasi berikutnya dan
siklus tersebut berulang kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Menetapkan Kriteria
(Standar) Kinerja&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;&quot;&gt;Ø&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Sifat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Sifat – sifat karyawan tertentu seperti sikap, penampilan, dan
inisiatif adalah dasar untuk beberapa evaluasi. Namun, banyak dari kualitas
yang umum digunakan tersebut bersifat subjektif dan bisa jadi tidak berhubungan
dengan pekerjaan atau sulit untuk didefinisikan. Dalam hal ini, evaluasi yang
tidak akurat bisa timbul dan bisa pula menciptakan masalah hukum bagi
organisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Pada saat yang sama, sifat – sifat tertentu bisa mempengaruhi
kinerja pekerjaan dan, jika hubungan ini terbukti, pemanfaatannya dalam
penilaian bisa dianggap tepat. Sifat – sifat seperti adaptabilitas,
pertimbangan, penampilan, dan sikap bisa digunakan jika terbukti berhubungan
dengan pekerjaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;&quot;&gt;Ø&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Perilaku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Ketika hasil tugas
seseorang sulit ditentukan, organisasi bisa mengevaluasi perilaku atau
kompetensi orang tersebut yang berhubungan dengan tugas. Perilaku – perilaku yang
diinginkan bisa cocok sebagai kriteria evaluasi karena jika perilaku – perilaku
tersebut diberi pengakuan dan imbalan, para karyawan cenderung mengulanginya.
Jika perilaku – perilaku tertentu mewujudkan hasil yang diinginkan ada
manfaatnya menggunakan perilaku – perilaku tersebut dalam proses evaluasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;&quot;&gt;Ø&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Kompetensi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Kompetensi meliputi
sekumpulan luas pengetahuan, keterampilan, sifat, dan perilaku yang bisa
bersifat teknis, berkaitan dengan keterampilan antar pribadi, atau berorientasi
bisnis. Kesuksesan dalam SDM bergantung pada kompetensi dan keterampilan
spesifik dalam lima bidang pokok, yaitu: kontribusi stratejik, pengetahuan
bisnis, kredibilitas pribadi, penyampaian SDM, dan teknologi SDM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;&quot;&gt;Ø&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Pencapaian
Tujuan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Jika organisasi –
organisasi menganggap hasil akhir lebih penting dari cara, hasil – hasil
pencapaian tujuan menjadi faktor yang tepat untuk dievaluasi. Hasil – hasil
yang dicapai harus berada dalam kendali individu atau tim dan haruslah hasil –
hasil yang mengarah pada kesuksesan perusahaan. Pada level – level atas, tujuan
bisa berkenaan dengan aspek finansial perusahaan seperti profit atau arus kas,
serta pertimbangan – pertimbangan pasar seperti pangsa pasar atau posisi dalam
pasar. Pada level keorganisasian yang lebih rendah hasil – hasil bisa berupa
pemenuhan persyaratan kualitas pelanggan dan penyampaian yang sesuai dengan
jadwal yang dijanjikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Untuk menunjang proses
tersebut, manajer perlu memberikan contoh – contoh spesifik mengenai cara
karyawan dapat meningkatkan perkembangannya dan mencapai tujuan – tujuan
spesifik. Kedua pihak harus mencapai kesepakatan dalam hal tujuan – tujuan
karyawan untuk periode evaluasi berikutnya serta bantuan dan sumber – sumber
daya yang perlu disediakan oleh para manajer. Aspek penilaian karyawan ini harus
menjadi unsur paling positif dalam keseluruhan proses dan membantu karyawan
untuk fokus pada perilaku yang akan menghasilkan hasil – hasil positif bagi
semua yang berkepentingan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;&quot;&gt;Ø&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Potensi
Perbaikan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Ketika organisasi –
organisasi mengevaluasi kinerja para karyawan, banyak kriteria yang digunakan
berfokus pada masa lalu. Dari sudut pandang manajemen kinerja, masalahnya tidak
mampu mengubah masa lalu. Dengan demikian, perusahaan – perusahaan harus
berfokus pada masa depan, memasukkan perilaku – perilaku dan hasil – hasil yang
diperlukan untuk mengembangkan karyawan dan dalam proses tersebut, mencapai
tujuan – tujuan perusahaan. Hal tersebut melibatkan penilaian potensi karyawan.
Memasukkan potensi dalam proses evaluasi membantu memastikan perencanaan dan
pengembangan karir yang lebih efektif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Tanggung Jawab Penilaian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;&quot;&gt;Ø&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Atasan
Langsung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Atasan langsung seorang karyawan biasanya merupakan pilihan paling
umum untuk menilai kinerja. Hal ini tetap dijalankan, da nada beberapa alasan
untuk pendekatan ini. Pertama, atasan biasanya berada pada posisi yang sangat
baik untuk mengamati kinerja pekerjaan karyawan. Alasan lainnya adalah bahwa atasan
memiliki tanggung jawab untuk mengelola unit tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;&quot;&gt;Ø&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Bawahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Evaluasi para manajer oleh para bawahan layak dan diperlukan karena
para bawahan ada pada posisi sangat bagus untuk melihat efektivitas manajerial
atasan mereka. Dengan evaluasi tersebut, para atasan akan menjadi sangat sadar
akan kebutuhan tim kerja dan akan menjalankan manajemen lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;&quot;&gt;Ø&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Rekan
Kerja dan Anggota Tim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Alasan untuk evaluasi yang dilakukan oleh para anggota tim:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Para
anggota tim saling mengetahui kinerja satu sama lain lebih baik dari siapapun
dan dengan demikian bisa mengevaluasi kinerja secara lebih akurat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Tekanan
rekan kerja adalah motivator palin kuat bagi para anggota tim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Para
anggota yang menyadari bahwa rekan kerja adalah tim akan mengevaluasi pekerjaan
mereka akan menunjukkan peningkatan komitmen dan produktivitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Penilaian
rekan kerja melibatkan sejumlah opini dan tidak bergantung pada satu orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: Wingdings; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;&quot;&gt;Ø&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Penilaian
Diri Sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Jika para karyawan memahami tujuan – tujuan mereka dan kriteria –
kriteria yang digunakan untuk evaluasi, mereka ada pada posisi yang baik untuk
menilai kinerja mereka sendiri. Banyak orang mengenal dengan baik apa yang
mereka kerjakan dalam pekerjaan dan apa yang perlu mereka perbaiki. Jika mereka
memiliki peluang, mereka akan mengkritisi kinerja mereka sendirisecara obyektif
dan mengambil tindakan untuk memperbaikinya. Di samping itu, karena
pengembangan karyawan berupa pengembangan diri sendiri, para karyawan yang
menilai kinerja mereka sendiri akan menjadi jauh lebih termotivasi. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Penilaian Pelanggan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Perilaku pelanggan menentukan tingkat kesuksesan perusahaan. Dengan
demikian, beberapa organisasi meyakini pentingnya memperoleh masukan kinerja
dari sumber penting tersebut. Organisasi – organisasi menggunakan pendekatan
ini karena pendekatan tersebut menunjukkan komitmen kepada pelanggan, m emaksa
kepada karyawan untuk bertanggung jawab, dan mendorong perubahan. Tujuan –
tujuan yang berhubungan dengan pelanggan bagi eksekutif bersifat stratejik dan
luas, sementara sasaran – sasaran untuk para karyawan level bawah cenderung
lebih spesifik. Sebagai contoh sebuah tujuan bisa untuk memperbaiki pemberian
nilai yang akurat atau mengurangi jumlah pelanggan yang tidak puas hingga
separuhnya. Pentinglah untuk meminta para karyawan berpartisipasi dalam
menetapkan tujuan – tujuan mereka dan memasukkan hanya faktor – faktor yang
berada dalam kendali para karyawan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Periode Penilaian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Evaluasi kinerja formal biasanya dipersiapkan dalam interval –
interval yang spesifik. Meskipun tidak ada unsur magis mengenai periode
peninjauan penilaian formal, pada sebagian besar organisasi penilaian tersebut
dilaksanakan tahunan ataupun setengah tahunan. Namun, yang lebih signifikan
adalah interaksi terus – menerus (terutama informal), meliputi &lt;i&gt;coaching &lt;/i&gt;dan aktivitas – aktivitas
pengembangan lainnya, yang berlanjut sepanjang periode penilaian. Umpan balik
kinerja sekali setahun tidaklah cukup. Para manajer harus dikondisikan untuk
memahami bahwa mengelola kinerja adalah proses berkelanjutan yang melekat pada
pekerjaan mereka sehari – hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Metode – Metode Penilaian
Kinerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Para manajer bisa memilih dari sejumlah metode penilaian. Jenis
sistem penilaian kinerja yang digunakan bergantung pada tujuannya. Jika
penekanan utamanya pada pemilihan karyawan untuk promosi, pelatihan, dan
peningkatan bayaran berdasarkan prestasi, metode tradisional seperti &lt;i&gt;skala penilaian &lt;/i&gt;mungkin tepat. Metode –
metode kolaboratif, termasuk input dari para karyawan itu sendiri, mungkin
terbukti lebih cocok untuk pengembangan karyawan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Metode Penilaian Umpan
Balik 360 – Derajat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Metode penilaian umpan balik 360-derajat adalah metode penilaian
kinerja populer yang melibatkan masukan evaluasi dari banyak level dalam
perusahaan sebagaimana pula dari sumber – sumber eksternal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Dalam metode ini, orang – orang di sekitar karyawan yang dinilai
bisa ikut serta memberikan nilai, antara lain manajer senior, karyawan itu
sendiri, atasan, bawahan, anggota tim, dan pelanggan internal atau eksternal.
Perusahaan – perusahaan yang menggunakan metode ini antara lain McDonnell-Douglas,
AT&amp;amp;T, Allied Signal, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Metode Skala Penilaian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Metode skala penilaian &lt;i&gt;(rating
scales method) &lt;/i&gt;&amp;nbsp;adalah metode
penilaian kinerja yang menilai para karyawan berdasarkan faktor – faktor yang
telah ditetapkan. Faktor – faktor yang dipilih untuk evaluasi biasanya ada dua
macam : yang berhubungan dengan pekerjaan &lt;i&gt;(job-related)
&lt;/i&gt;dan karakteristik – karakteristik pribadi. Faktor – faktor yang berhubungan
dengan pekerjaan meliputi kualitas dan kuantitas kerja, sementara faktor –
faktor pribadi meliputi peerilaku – perilaku seperti keterampilan antara
pribadi dan sifat – sifat seperti adaptabilitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Metode Insiden Kritis&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Metode insiden kritis &lt;i&gt;(critical
incident method) &lt;/i&gt;adalah metode penilaian kinerja yang membutuhkan
pemeliharaan dokumen-dokumen tertulis mengenai tindakan-tindakan karyawan yang
sangat positif dan sangat negatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Metode Esai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Metode esai &lt;i&gt;(essay method) &lt;/i&gt;adalah
metode penilaian kinerja di mana penilai menulis narasi singkat yang
menggambarkan kinerja karyawan. Metode ini cenderung berfokus pada perilaku
ekstrim dalam pekerjaan karyawan dan bukan kinerja rutin harian. Penilaian
jenis ini sangat bergantung pada kemampuan menulis dari evaluator.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Metode Standar Kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Metode standar kerja &lt;i&gt;(work
standards method) &lt;/i&gt;adalah penilaian kinerja yang sangat membandingkan
kinerja setiap karyawan dengan standar yang telah ditetapkan atau tingkat
output yang diharapkan. Ada beberapa metode tersedia untuk menentukan standar
kerja, antaranya studi waktu &lt;i&gt;(time study)
&lt;/i&gt;dan pengambilan sampel-sampel pekerjaan &lt;i&gt;(work
sampling). &lt;/i&gt;Manfaat nyata penggunaan standar sebagai kriteria penilaian
adalah objektifitas. Namun, agar para karyawan mempersepsikan bahwa
standar-standar tersebut objektif, mereka harus memahami dengan jelas cara
standar-standar tersebut ditetapkan. Manajemen juga harus menjelaskan alasan
dari setiap perubahan pada standar-standar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Metode Peringkat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Metode peringkat &lt;i&gt;(ranking
method) &lt;/i&gt;adalah metode penilaian kinerja di mana penilai menempatkan seluruh
karyawan dari sebuah kelompok dalam urutan kinerja keseluruhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Perbandingan berpasangan
(paired comparison) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;adalah vriasi dari metode
peringkat di mana kinerja tiap karyawan dibandingkan dengan setiap karyawan
lainnya dalam kelompok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Metode Distribusi
Dipaksakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Metode distribusi dipaksakan &lt;i&gt;(forced
distribution method) &lt;/i&gt;adalah metode penilaian kinerja yang mengharuskan
penilaian untuk membagi orang-orang dalam sebuah kelompok kerja ke dalam
sejumlah kategori terbatas, mirip suatu distribusi frekuensi normal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Metode Skala Penilaian
Berjangkar Keperilakuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Metode Skala Penilaian Berjangkar Keperilakuan &lt;i&gt;(behaviorally anchored rating scale/BARS) &lt;/i&gt;adalah metode penilaian
kinerja yang menggabungkan unsur-unsur skala penilaian tradisional dengan
metode insiden kritis; berbagai tingkat kinerja ditunjukkan sepanjang sebuah
skala dengan masing-masing dideskripsikan menurut perilaku kerja spesifik
seorang karyawan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Sistem Berbasis-Hasil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Manajer dan bawahan secara bersama-sama menyepakati tujuan-tujuan
untuk periode penilaian berikutnya dalam sebuah Sistem berbasis-hasil &lt;i&gt;(results-based system)&lt;/i&gt;, yang di masa
lalu merupakan suatu bentuk &lt;i&gt;manajemen
berlandaskan tujuan (management by objectivites).&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Penggunaan Perangkat Lunak
Komputer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Perangkat lunak komputer tersedia untuk merekam data-data penilaian.
Manfaat besar dari penggunaan komputer adalah berkurangnya prosedur. Di samping
itu, para manajer memiliki pilihan untuk melakukan kustomisasi pada hampir
semua program. Hal tersebut diperlukan untuk menyampaikan tujuan-tujuan dan
nilai-nilai organisasi secara lebih akurat dan untuk memungkinkan
penilaian-penilaian yang adil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Masalah-Masalah dalam
Penilaian Kinerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 10pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Ketidak
nyamanan Penilai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 10pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Ketiadaan
Obyektivitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 10pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Halo/Horn
Error&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 10pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Sikap
Lunak/Sikap Keras&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/3851051734803056346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/3851051734803056346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/brand.html' title='Penilaian Kinerja'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03181035038514343473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-888956961690071154.post-4415919140654657695</id><published>2014-01-04T03:17:00.003-08:00</published><updated>2014-01-04T10:59:40.602-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Humaniora"/><title type='text'>Susunan Pengurus Rayon Humaniora Masa Ibadah 2013-2014</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; font-size: 10pt; line-height: 200%;&quot;&gt;Ketua&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; font-size: 10pt; line-height: 200%;&quot;&gt;Abd.
Muiz Maulana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; font-size: 10pt; line-height: 200%;&quot;&gt;Wakil
ketua&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Andi Hermawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; font-size: 10pt; line-height: 200%;&quot;&gt;Sekertaris&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Noor Zundiyaty&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; font-size: 10pt; line-height: 200%;&quot;&gt;Bendahara&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Arli Kusuma B&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; font-size: 10pt; line-height: 200%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Vista
Rossita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; font-size: 10pt; line-height: 200%;&quot;&gt;Bidang
I&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;/span&gt;Much. Tajuddin W.M&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; font-size: 10pt; line-height: 200%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; font-size: 10pt; line-height: 200%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Wildan
Arif H&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; font-size: 10pt; line-height: 200%;&quot;&gt;Bidang
II&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Husni Mubarok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; font-size: 10pt; line-height: 200%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Efwan
Hasby Rizaldy&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; font-size: 10pt; line-height: 200%;&quot;&gt;Bidang
III&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : M. Ali Uraidy&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; font-size: 10pt; line-height: 200%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&lt;/span&gt; &lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Abdul Muid&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; font-size: 10pt; line-height: 200%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; font-size: 10pt; line-height: 200%;&quot;&gt;Fordisma&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Achmad Agus W&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; font-size: 10pt; line-height: 200%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Rendra
Kurniawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; font-size: 10pt; line-height: 200%;&quot;&gt;Jurnalistik&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Dimas Ainul F.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;



























&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Comic Sans MS&#39;; font-size: 10pt; line-height: 200%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Adi Yahya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/feeds/4415919140654657695/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/susunan-pengurus-rayon-humaniora-masa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/4415919140654657695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/4415919140654657695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/susunan-pengurus-rayon-humaniora-masa.html' title='Susunan Pengurus Rayon Humaniora Masa Ibadah 2013-2014'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03181035038514343473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-888956961690071154.post-7069003468973812446</id><published>2014-01-04T02:54:00.004-08:00</published><updated>2014-01-04T03:11:59.182-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Humaniora"/><title type='text'>Sambutan Ketua Rayon Humaniora Komisariat Brawijaya Masa Ibadah 2013-2014  </title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiXICTNJFdKNh1w9LOv8yP_JZ4oEktU8IBoWT0kvP7hY3gOdWM48bylvNHusSpa0LtOM0EH882UwJ6sX7FRTbJcNN_kmzYNmMERTQqKJPbMtcEcmb4W76eHSqKDycGFoWW8dwmZm9g8rSg/s1600/Untitled-1.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiXICTNJFdKNh1w9LOv8yP_JZ4oEktU8IBoWT0kvP7hY3gOdWM48bylvNHusSpa0LtOM0EH882UwJ6sX7FRTbJcNN_kmzYNmMERTQqKJPbMtcEcmb4W76eHSqKDycGFoWW8dwmZm9g8rSg/s200/Untitled-1.png&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Mahasiswa&amp;nbsp; Islam&amp;nbsp; Indonesia&amp;nbsp;
sebagai&amp;nbsp; salah&amp;nbsp; satu&amp;nbsp;
eksponen&amp;nbsp; pembaharu bangsa&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;
pengemban&amp;nbsp; misi&amp;nbsp; intelektual&amp;nbsp;
berkewajiban&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; bertangung&amp;nbsp;
jawab mengemban&amp;nbsp; komitmen&amp;nbsp; keIslaman&amp;nbsp;
dan&amp;nbsp; keindonesiaan&amp;nbsp; demi meningkatkan harkat dan &amp;nbsp;martabat&amp;nbsp;
umat&amp;nbsp; manusia&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;
membebaskan&amp;nbsp; bangsa&amp;nbsp; Indonesia&amp;nbsp;
dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan baik spritual maupun
material dalam segala bentuk. Atas dasar kesadaran tersebut marilah kita
sebagai &lt;i&gt;agen of change &lt;/i&gt;kita masih
mempunyai PR yang sampai hari belum tuntas dan kita sebagai generasi penerus
dari bangsa ini mempunyai tanggung jawab sosial untuk meneruskan perjuangan di
atas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt; Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah salah satu warna yang
menghiasi indahnya pelangi aktivitas kemahasiswaan ekstra kampus. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Mengapa harus
PMII?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Dalam PMII, selain digunakan sebagai basis kader, mahasiswa menjadi
sebuah identitas bagi aktivitas pergerakan yang ingin di bangun. Kinerja
organisasi bersifat “terpelajar”, sistematis, terencana dan strategis hal ini
yang menjadi pembeda dengan kinerja gerombolan yang sudah barang tentu tidak di
ciptakan oleh PMII.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;PMII setidaknya telah memproklamasikan cara beragama yang pluralis
dengan menggandeng sekaligus dua kata Islam dan Indonesia. Fase Islam-Indonesia&lt;b&gt; &lt;/b&gt;sebagai unsur&amp;nbsp; yang ketiga
dari PMII, adalah hasil dri paradigma yang telah dipilih, yakni cara beragama
yang subtantif dengan teologi pluralis. Istilah Islam Indonesia di pakai dengan
kesadaran bahwa universalitas nilai nilai dalam Islam di terjemahkan dalam
kontek tertentu. jika boleh meminjam bahasa Ulil Absar, Islam adalah agama yang
kontekstual dengan bentuk bentuk ekspresi budaya &lt;i&gt;local particular&lt;/i&gt;. Nah dalam pandangan inilah PMII meletakkan
pandangan tentang Islam Indonesia bukan Islam yang berdasarkan “simbolis”.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Dengan demikian bahwa kontruksi citra intelektual yang inklusif dan
dinamis itu adalah cerminan keIslaman ala PMII. Citra ini sesungguhnya dapat
lebih diperkuat dengan citra pluralis bila kita melihat lebih dalam kepada
nilai dasar pergerakan yang di pakai sebagi referensi utama dalam
mengorganisasi nilai. Serta &lt;i&gt;ahlussunnah
wal jamaah&lt;/i&gt; sebagai sebauh kerangka berfikir. Lantas bagai mana dengan
persoalan nasionalisme ketika pengertian tentang Indonesia telah di
sub-ordinasikan kedalam Islam-indonesia! Apakah PMII harus mengingkari
kenyataan bahwa dirinya hidup dan berkembang di sebuah Negara yang di sebut
Indonesia.&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/feeds/7069003468973812446/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/sambutan-ketua-rayon-humaniora.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/7069003468973812446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/7069003468973812446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/sambutan-ketua-rayon-humaniora.html' title='Sambutan Ketua Rayon Humaniora Komisariat Brawijaya Masa Ibadah 2013-2014  '/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03181035038514343473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiXICTNJFdKNh1w9LOv8yP_JZ4oEktU8IBoWT0kvP7hY3gOdWM48bylvNHusSpa0LtOM0EH882UwJ6sX7FRTbJcNN_kmzYNmMERTQqKJPbMtcEcmb4W76eHSqKDycGFoWW8dwmZm9g8rSg/s72-c/Untitled-1.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-888956961690071154.post-4574502413783710978</id><published>2014-01-03T22:20:00.002-08:00</published><updated>2014-01-04T20:23:08.193-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Umum"/><title type='text'>ASWAJA (Ahlu Sunnah Wa Al- Jamaah) PMII</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sebuah Bingkai Pergerakan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;Oleh: Amir Muzaqi, S.H&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;1.&amp;nbsp; Sejarah Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Sebenarnya&amp;nbsp; sistem&amp;nbsp; pemahaman&amp;nbsp; Islam&amp;nbsp; menurut&amp;nbsp; Ahlu&amp;nbsp; Sunnah&amp;nbsp; wa&amp;nbsp; al-Jama’ah&amp;nbsp; hanya merupakan&amp;nbsp; kelangsungan&amp;nbsp; desain&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; dilakukan&amp;nbsp; sejak&amp;nbsp; zaman&amp;nbsp; Rasulullah&amp;nbsp; SAW&amp;nbsp; dan Khulafaur-Rasyidin.&amp;nbsp; Namun&amp;nbsp; sistem&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; kemudian&amp;nbsp; menonjol&amp;nbsp; setelah&amp;nbsp; lahirnya&amp;nbsp; madzhab Mu’tazilah pada abad ke II H.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Seorang&amp;nbsp; Ulama’ besar&amp;nbsp; bernama&amp;nbsp; Al-Imam&amp;nbsp; Al-Bashry&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; golongan&amp;nbsp; At-Tabi’in&amp;nbsp; di Bashrah&amp;nbsp; mempunyai&amp;nbsp; sebuah&amp;nbsp; majlis&amp;nbsp; ta’lim,&amp;nbsp; tempat &amp;nbsp;mengembangkan&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; memancarkan&amp;nbsp; ilmu Islam. Beliau wafat tahun 110 H. Di antara murid beliau, bernama Washil bin Atha’. Ia adalah salah seorang murid yang pandai dan fasih dalam bahasa Arab.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Pada suatu ketika timbul masalah antara guru dan murid, tentang seorang mu‟min yang melakukan&amp;nbsp; dosa&amp;nbsp; besar.&amp;nbsp; Pertanyaan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; diajukannya,&amp;nbsp; apakah&amp;nbsp; dia&amp;nbsp; masih&amp;nbsp; tetap&amp;nbsp; mu’min&amp;nbsp; atau tidak?&amp;nbsp; Jawaban&amp;nbsp; Al-Imam&amp;nbsp; Hasan&amp;nbsp; Al-Bashry,&amp;nbsp; “Dia&amp;nbsp; tetap&amp;nbsp; mu’min&amp;nbsp; selama&amp;nbsp; ia&amp;nbsp; beriman&amp;nbsp; kepada Allah&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; Rasul-Nya,&amp;nbsp; tetapi&amp;nbsp; dia&amp;nbsp; fasik&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; perbuatan&amp;nbsp; maksiatnya.”&amp;nbsp; Keterangan&amp;nbsp; ini berdasarkan&amp;nbsp; Al-Qur‟an&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; Al-Hadits&amp;nbsp; karena&amp;nbsp; Al-Imam&amp;nbsp; Hasan&amp;nbsp; Al-Bashry&amp;nbsp; mempergunakan dalil akal tetapi lebih mengutamakan dalil Qur‟an dan Hadits.&amp;nbsp; Dalil yang dimaksud, sebagai berikut; pertama, dalam surat An-Nisa’: 48&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 17px;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;KFGQPC Uthman Taha Naskh&#39;, KFGQPC_Naskh, &#39;traditional arabic&#39;; font-size: 26px;&quot;&gt;إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;KFGQPC Uthman Taha Naskh&#39;, KFGQPC_Naskh, &#39;traditional arabic&#39;; font-size: 26px;&quot;&gt;ءُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 17px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;KFGQPC Uthman Taha Naskh&#39;, KFGQPC_Naskh, &#39;traditional arabic&#39;; font-size: 26px;&quot;&gt;&amp;nbsp;وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 17px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;KFGQPC Uthman Taha Naskh&#39;, KFGQPC_Naskh, &#39;traditional arabic&#39;; font-size: 26px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 17px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: &#39;KFGQPC Uthman Taha Naskh&#39;, KFGQPC_Naskh, &#39;traditional arabic&#39;; font-size: 26px;&quot;&gt;&amp;nbsp;فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 17px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Tetapi,&amp;nbsp; jawaban&amp;nbsp; gurunya&amp;nbsp; tersebut,&amp;nbsp; ditanggapi&amp;nbsp; berbeda&amp;nbsp; oleh &amp;nbsp;muridnya,&amp;nbsp; Washil&amp;nbsp; bin&amp;nbsp; Atha’. Menurut&amp;nbsp; Washil,&amp;nbsp; orang&amp;nbsp; mu’min&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; melakukan&amp;nbsp; dosa&amp;nbsp; besar&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; sudah&amp;nbsp; bukan&amp;nbsp; mu’min&amp;nbsp; lagi. Sebab menurut pandangannya, “bagaimana mungkin, seorang mu’min melakukan dosa besar? Jika melakukan dosa besar, berarti iman yang ada padanya itu iman dusta.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Perkembangan&amp;nbsp; berikutnya,&amp;nbsp; sang&amp;nbsp; murid&amp;nbsp; tersebut&amp;nbsp; dikucilkan&amp;nbsp; oleh&amp;nbsp; gurunya.&amp;nbsp; Hingga&amp;nbsp; ke pojok&amp;nbsp; masjid&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; dipisah&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; jama’ahnya.&amp;nbsp; Karena&amp;nbsp; peristiwa&amp;nbsp; demikian&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; Washil&amp;nbsp; disebut mu’tazilah, yakni orang yang diasingkan. Adapun beberapa teman yang bergabung bersama Washil bin Atha’, antara lain bernama Amr bin Ubaid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Mereka&amp;nbsp; memproklamirkan&amp;nbsp; kelompoknya&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; sebutan&amp;nbsp; Mu‟tazilah.&amp;nbsp; Kelompok&amp;nbsp; ini, ternyata&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; cara&amp;nbsp; berfikirnya,&amp;nbsp; juga&amp;nbsp; dipengaruhi&amp;nbsp; oleh&amp;nbsp; ilmu&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; falsafat&amp;nbsp; Yunani.&amp;nbsp; Sehingga, terkadang&amp;nbsp; mereka&amp;nbsp; terlalu&amp;nbsp; berani&amp;nbsp; menafsirkan&amp;nbsp; Al-Qur’an&amp;nbsp; sejalan&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; akalnya.&amp;nbsp; Kelompok semacam&amp;nbsp; ini,&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; sejarahnya&amp;nbsp; terpecah&amp;nbsp; menjadi&amp;nbsp; golongan-golongan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; terhitung karena tiap-tiap mereka mempunyai pandangan sendiri-sendiri. Bahkan, diantara mereka ada yang&amp;nbsp; terlalu&amp;nbsp; ekstrim,&amp;nbsp; berani&amp;nbsp; menolak&amp;nbsp; Al-Qur’an&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; Assunnah,&amp;nbsp; bila&amp;nbsp; bertentangan&amp;nbsp; dengan pertimabangan akalnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Semenjak&amp;nbsp; itulah&amp;nbsp; maka&amp;nbsp; para&amp;nbsp; ulama’&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; mengutamakan&amp;nbsp; dalil&amp;nbsp; al-Qur‟an&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; Hadits namun&amp;nbsp; tetap&amp;nbsp; menghargai&amp;nbsp; akal&amp;nbsp; pikiran&amp;nbsp; mulai&amp;nbsp; memasyarakatkan&amp;nbsp; cara&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; sistem&amp;nbsp; mereka&amp;nbsp; di dalam&amp;nbsp; memahami&amp;nbsp; agama.&amp;nbsp; Kelompok&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; kemudian&amp;nbsp; disebut&amp;nbsp; kelompok&amp;nbsp; Ahlu&amp;nbsp; Sunnah&amp;nbsp; wa&amp;nbsp; alJama’ah. Sebenarnya pola pemikiran model terakhir ini hanya merupakan kelangsungan dari sistem&amp;nbsp; pemahaman&amp;nbsp; agama&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; telah&amp;nbsp; berlaku&amp;nbsp; semenjak&amp;nbsp; Rasulullah&amp;nbsp; SAW&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; para shahabatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;2.&amp;nbsp; Ahlu Sunnah wa al-Jamaah Sebagai Manhaj al-Fikr atau Mazhab?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Berfikir jernih, luwes dan kreatif tanpa tedeng aling-aling adalah sebuah cita-cita luhur intelektual&amp;nbsp; muda&amp;nbsp; NU&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; menyerap&amp;nbsp; banyak&amp;nbsp; literatur&amp;nbsp; baru&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; hidupnya.&amp;nbsp; Sebuah&amp;nbsp; usaha yang mendapat kecaman hebat dari para kyai berkaitan dengan tradisi lama yang dibangun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Konsep Ahlussunnah wal Jama’ah&amp;nbsp; adalah satu dari banyak objek pemikiran yang ingin dilacak kebenarannya oleh intelektual muda tersebut. Benarkah pemahaman&amp;nbsp; Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; saat&amp;nbsp; ini?&amp;nbsp; Adakah&amp;nbsp; ia&amp;nbsp; sebuah&amp;nbsp; tradisi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; tak&amp;nbsp; bisa&amp;nbsp; diberantas&amp;nbsp; (Aqidah)&amp;nbsp; atau hanyalah sebuah pemikiran yang debatable?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Apapun&amp;nbsp; itu,&amp;nbsp; tentunya&amp;nbsp; menjadi&amp;nbsp; sebuah&amp;nbsp; hal&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; unik&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; menarik&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; dibicarakan. Betapa&amp;nbsp; tidak?&amp;nbsp; Ketika&amp;nbsp; para&amp;nbsp; intelektual&amp;nbsp; muda&amp;nbsp; NU&amp;nbsp; bergeliat&amp;nbsp; mencari&amp;nbsp; makna&amp;nbsp; kebenaran&amp;nbsp; Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah&amp;nbsp; yang dikultuskan dan menjadi unthoughtable para&amp;nbsp; kiai justru akhirnya merasa terancam eksistensinya. Ada apa dibalik semua ini? Said Aqil Siradj, seorang pemikir muda NU yang banyak menyoroti tentang hal ini dan akhirnya mendapatkan nasib yang sama dengan sesama intelektualis mendasarkan bahwa hapuslah asumsi awal yang menyatakan ini sebagai madzhab pokok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Beberapa&amp;nbsp; runutan&amp;nbsp; pemikiran&amp;nbsp; berikutnya,&amp;nbsp; ia&amp;nbsp; banyak&amp;nbsp; menjelaskan&amp;nbsp; bahwa&amp;nbsp; Ahlus Sunnah wal&amp;nbsp; Jama’ah&amp;nbsp; lahir&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; sebab&amp;nbsp; bahwa&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; pondasi&amp;nbsp; ideologi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; tak&amp;nbsp; bisa&amp;nbsp; ditawar tawar.&amp;nbsp; Pemahaman&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; kemudian&amp;nbsp; dikembalikan&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; watak&amp;nbsp; asli&amp;nbsp; Ahlu&amp;nbsp; Sunnah&amp;nbsp; wal&amp;nbsp; Jama’ah yang memberikan otoritas penuh kepada ulama untuk mempertahankan ilmu dan hak atas&amp;nbsp; menafsirkan&amp;nbsp; agama&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; “kesembronoan”&amp;nbsp; anak&amp;nbsp; muda.&amp;nbsp; Sebuah&amp;nbsp; bangunan&amp;nbsp; pengetahuan yang dibenturkan dengan prinsip berfikir yang tawassuth (moderat), tawazun (keseimbangan), dan ta’adul (keadilan) yang menjadi pembuka wacana inteletualitas ditubuh NU.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Satu&amp;nbsp; kesimpulan&amp;nbsp; awal&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; diambil&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; pemaparan&amp;nbsp; diatas&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; para&amp;nbsp; ulama&amp;nbsp; merasa jijik dengan pembaharuan yang berefek pada pengutak-atikan ideologi yang diajarkan sebagai pondasi awal di pesantren berbasis NU. Jika dilakukan hal demikian, hancurlah pondasi yang selama&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; dibangun,&amp;nbsp; selain&amp;nbsp; pengkultusan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; juga&amp;nbsp; akan&amp;nbsp; hilang&amp;nbsp; begitu&amp;nbsp; saja,&amp;nbsp; sebuah penghormatan tinggi kepada kiai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Berkembangnya&amp;nbsp; dugaan&amp;nbsp; bahwa&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; terjadi&amp;nbsp; karena&amp;nbsp; tradisi&amp;nbsp; Islam&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; ada&amp;nbsp; juga&amp;nbsp; masih menimbulkan&amp;nbsp; pertanyaan,&amp;nbsp; karena&amp;nbsp; Islam&amp;nbsp; bukan&amp;nbsp; lahir&amp;nbsp; di&amp;nbsp; Indonesia&amp;nbsp; tetapi&amp;nbsp; tersebar&amp;nbsp; sampai&amp;nbsp; ke negara ini. Maka, kemudian yang terjadi adalah bahwa Islam mengelaborasikan diri terhadap tradisi&amp;nbsp; bangsa&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; meng-Islam-kan&amp;nbsp; beberapa&amp;nbsp; diantaranya.&amp;nbsp; Persinggungan&amp;nbsp; inipun menjadi&amp;nbsp; sebuah&amp;nbsp; masalah,&amp;nbsp; bukan&amp;nbsp; hanya&amp;nbsp; karena&amp;nbsp; belum&amp;nbsp; berhasilnya&amp;nbsp; menghilangkan&amp;nbsp; rasa ketradisian&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; asli,&amp;nbsp; tetapi&amp;nbsp; juga&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; sebuah&amp;nbsp; pertanyaan&amp;nbsp; apakah&amp;nbsp; sebuah&amp;nbsp; tradisi&amp;nbsp; Islam&amp;nbsp; yang ada&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; tradisi&amp;nbsp; asli&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; bangsa&amp;nbsp; Arab?&amp;nbsp; atau&amp;nbsp; jangan-jangan&amp;nbsp; sudah&amp;nbsp; terakulturasi&amp;nbsp; dengan budaya Gujarat?. Hal ini menjadi sebuah pemikiran serius tersendiri dalam mencapai sebuah kebenaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Lebih lanjut, konstruksi pemikiran yang ada sejatinya haruslah dihapuskan jika memang mau membahas konsep Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah dengan lebih komprehensip. Kalau tidak, yang ada adalah stempelisasi. Pemurtadan terhadap ideologi yang ada, karena mengutak-atik yang&amp;nbsp; dianggap&amp;nbsp; tak&amp;nbsp; akan&amp;nbsp; bersalah&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; tak&amp;nbsp; dapat&amp;nbsp; disalahkan.&amp;nbsp; Pemahaman&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; sejati&amp;nbsp; tentang makna Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah&amp;nbsp; dan perdebatannya memang diakui haruslah dimulai dari sebuah asumsi bahwa ia adalah sebuah Manhaj al-Fikr (metode berpikir), bukan madzab yang berkarakteristik sebagaimana di atas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;3.&amp;nbsp; Ahlussunnah wal Jama’ah Sebagai Manhaj al-Fikr&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;a.&amp;nbsp; Perspektif Sosial Ekonomi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Menyangkut bagaimana Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah dikerangkakan sebagai alat baca, perlu&amp;nbsp; kiranya&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; mulai&amp;nbsp; pembacaan&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; identifikasi&amp;nbsp; persoalan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; dilanjutkan&amp;nbsp; dengan perumusan&amp;nbsp; kerangka&amp;nbsp; teoritis&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; dilengkapi&amp;nbsp; kerangka&amp;nbsp; tawaran&amp;nbsp; langkah-langkah&amp;nbsp; yang akan kita ambil baik strategis maupun taktis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Pertama,&amp;nbsp; perlunya&amp;nbsp; pembacaan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; cukup&amp;nbsp; cermat&amp;nbsp; atas&amp;nbsp; realitas&amp;nbsp; sosial&amp;nbsp; ekonomi Indonesia.&amp;nbsp; Ini&amp;nbsp; diperlukan&amp;nbsp; terutama&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; mengurai&amp;nbsp; lapis-lapis&amp;nbsp; persoalan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; ada&amp;nbsp; dan melingkupi kehidupan sosial-ekonomi kita. Di antara beberapa persoalan yang harus kita dekati&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; konteks&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; adalah;&amp;nbsp; Pertama,&amp;nbsp; fenomena&amp;nbsp; kapitalisme&amp;nbsp; global&amp;nbsp; yang termanifestasikan&amp;nbsp; melalui&amp;nbsp; keberadaan&amp;nbsp; WTO,&amp;nbsp; world&amp;nbsp; bank&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; juga&amp;nbsp; IMF,&amp;nbsp; serta&amp;nbsp; institu siinstitusi&amp;nbsp; pendukungnya.&amp;nbsp; Kedua,&amp;nbsp; semakin&amp;nbsp; menguatnya&amp;nbsp; institusi-institusi&amp;nbsp; ekonmi kepanjangan tangan kekuatan global tersebut di dalam negeri. Kekuatan-kekuatan tersebut memanifest&amp;nbsp; melalui&amp;nbsp; kekuatan&amp;nbsp; bisnis&amp;nbsp; modal&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; negeri&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; berkolaborasi&amp;nbsp; dengan kekutaan ekonomi global, ataupun melalui TNC atau MNC. Ketiga, liberalisasi barang dan jasa yang sangat berdampak pada regulasi barang dan jasa ekspor -impor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Fenomena&amp;nbsp; pertama&amp;nbsp; berjalan&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; kebutuhan&amp;nbsp; pasar&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; negeri&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; sedang mengalami&amp;nbsp; kelesuan&amp;nbsp; investasi&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; kemudian&amp;nbsp; mendorong&amp;nbsp; pemerintah&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; mengajukan proposal&amp;nbsp; kredit&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; IMF&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; WB.&amp;nbsp; Pengajuan&amp;nbsp; kredit&amp;nbsp; tersebut&amp;nbsp; membawa&amp;nbsp; konsekuensi yang cukup signifikan karena Indonesia semakin terintegrasi dengan ekonomi global. Hal ini&amp;nbsp; secara&amp;nbsp; praktis&amp;nbsp; menjadikan&amp;nbsp; Indonesia&amp;nbsp; harus&amp;nbsp; tunduk&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; berbagai&amp;nbsp; klausul&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; aturan yang&amp;nbsp; digariskan&amp;nbsp; baik&amp;nbsp; oleh&amp;nbsp; WB&amp;nbsp; maupun&amp;nbsp; IMF&amp;nbsp; sebagai&amp;nbsp; persyaratan&amp;nbsp; pencairan&amp;nbsp; kredit.&amp;nbsp; Dan aturan-aturan&amp;nbsp; itulah&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; kemudian&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; kenal&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; structural&amp;nbsp; adjustment&amp;nbsp; program (SAP), yang antara lain berwujud pada; Pertama, pengurangan belanja untuk pembiayaan dalam&amp;nbsp; negeri&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; akan&amp;nbsp; berakibat&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; pemotongan&amp;nbsp; subsidi&amp;nbsp; masyarakat.&amp;nbsp; Kedua, dinaikkannya&amp;nbsp; pajak&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; menutupi&amp;nbsp; kekurangan&amp;nbsp; pembiayaan&amp;nbsp; akibat&amp;nbsp; diketatkan&amp;nbsp; APBN. Ketiga,&amp;nbsp; peningkatan&amp;nbsp; suku&amp;nbsp; bunga&amp;nbsp; perbankan&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; menekan&amp;nbsp; laju&amp;nbsp; inflasi.&amp;nbsp; Keempat, liberalisasi&amp;nbsp; pasar&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; berakibat&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; terjadinya&amp;nbsp; konsentrasi&amp;nbsp; penguasaan&amp;nbsp; modal&amp;nbsp; pada segelontir&amp;nbsp; orang&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; liberalisasi&amp;nbsp; perdagangan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; mengakibatakan&amp;nbsp; munculnya penguasaan sektor industri oleh kelompok yang terbatas. Kelima, privatisasi&amp;nbsp; BUMN yang berakibat&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; penguasaan&amp;nbsp; asst-aset&amp;nbsp; BUMN&amp;nbsp; oleh&amp;nbsp; para&amp;nbsp; pemilik&amp;nbsp; asing.&amp;nbsp; Keenam, restrukturisasi kelayakan usaha yang mengakibatkan munculnya standar usaha yang akan mempersulit para pelaku usaha menengah dan kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Karakter&amp;nbsp; umum&amp;nbsp; liberalisasi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; lebih&amp;nbsp; memberikan&amp;nbsp; kemudahan&amp;nbsp; bagi&amp;nbsp; arus&amp;nbsp; masuk barang&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; jasa&amp;nbsp; (termasuk&amp;nbsp; invesasi&amp;nbsp; asing)&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; luar&amp;nbsp; negeri&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; gilirannya&amp;nbsp; akan mengakibatkan lemahnya produksi domestic karena harus bersaing dengan produk barang dan&amp;nbsp; jasa&amp;nbsp; luar&amp;nbsp; negeri.&amp;nbsp; Sementara&amp;nbsp; di&amp;nbsp; level&amp;nbsp; kebijakan&amp;nbsp; pemerintah&amp;nbsp; semakin&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; diberi kewenangan&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; mempengaruhi&amp;nbsp; regulasi&amp;nbsp; ekonomi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; telah&amp;nbsp; diambil&amp;nbsp; alih&amp;nbsp; sepenuhnya oleh&amp;nbsp; pasar.&amp;nbsp; Sebuah&amp;nbsp; ciri&amp;nbsp; dasar&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; formasi&amp;nbsp; sosial&amp;nbsp; neo-liberal&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; menempatkan&amp;nbsp; pasar sebagai aktor utama. Sehingga pengelolaan ekonomi selanjutnya tunduk pada mekanisme pasar yang float dan fluktuatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Implikasi&amp;nbsp; yang muncul dari pelaksanaan SAP ini pada sektor ekonomi basis (petani, peternak,&amp;nbsp; buruh,&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; lain&amp;nbsp; sebagainya)&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; terjadinya&amp;nbsp; pemiskinan&amp;nbsp; sebagai&amp;nbsp; akibat kesulitan-kesulitan stuktural yang mereka hadapi akibatnya menguntungkan investor asing. Terlebih&amp;nbsp; ketika&amp;nbsp; sektor&amp;nbsp; ekonomi&amp;nbsp; memperkenalkan&amp;nbsp; istilah&amp;nbsp; foreign&amp;nbsp; direct&amp;nbsp; investment&amp;nbsp; (FDI) yang membawa arus deras investor asing masuk ke Indonesia secara langsung. Derasnya arus&amp;nbsp; investasi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; difasilitasi&amp;nbsp; oleh&amp;nbsp; berbagai&amp;nbsp; kebijakan&amp;nbsp; tersebut&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; gilirannya&amp;nbsp; akan melemahkan para pelaku usaha kecil dan menengah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Dari akumulasi berbagai persoalan tersebut, ada beberapa garis besar catatan kita atas realitas&amp;nbsp; sosial-ekonomi;&amp;nbsp; Pertama,&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; adanya&amp;nbsp; keberpihakan&amp;nbsp; Negara&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; rakyat.&amp;nbsp; Ini bisa&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; tengarai&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; keberpihakan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; begitu&amp;nbsp; besar&amp;nbsp; terhadap&amp;nbsp; kekeutan-kekuatan modal&amp;nbsp; internasional&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; satu&amp;nbsp; segi&amp;nbsp; berimbas&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; marjinalisasi&amp;nbsp; besar-besaran terhadap kepentingan umat. Terhadap persoalan tersebut kita perlu mengerangkan sebuah model&amp;nbsp; pengukuran&amp;nbsp; pemihakan&amp;nbsp; kebijakan.&amp;nbsp; Dalam&amp;nbsp; khazanah&amp;nbsp; klasik&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; mengenal&amp;nbsp; satu kaidah&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; menyatakan&amp;nbsp; bahwa&amp;nbsp; kebijakan&amp;nbsp; seorang&amp;nbsp; imam&amp;nbsp; harus&amp;nbsp; senantiasa&amp;nbsp; mengarah kepada tercapainya kemaslahatan umat (Tasarruf al-Imam ‘ala al-Raiyati manuntun bi alMaslahah).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Kedua,&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; terwujudnya&amp;nbsp; keadilan&amp;nbsp; ekonomi&amp;nbsp; secara&amp;nbsp; luas.&amp;nbsp; Arus&amp;nbsp; investasi&amp;nbsp; yang mendorong laju industrialisasi pada satu segi memang positif dalam hal mampu menyerap tenaga kerja dalam negeri. Namun pada segi&amp;nbsp; yang lain menempatkan pekrja pada sebagi pihak yang sangat dirugikan. Dalam point ini kita menemukan tidak adanya keseimbngan distribusi&amp;nbsp; hasil&amp;nbsp; antara&amp;nbsp; pihak&amp;nbsp; investor&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; tenaga&amp;nbsp; kerja.&amp;nbsp; investor&amp;nbsp; selalu&amp;nbsp; berada&amp;nbsp; dalam posisi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; diuntungkan,&amp;nbsp; sementara&amp;nbsp; pekerja&amp;nbsp; selalu&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; posisi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; dirugiakn.&amp;nbsp; Sebuah kondisi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; akan&amp;nbsp; mendorong&amp;nbsp; terjadinya&amp;nbsp; konglomerasi&amp;nbsp; secara&amp;nbsp; besar-besaran.&amp;nbsp; Sehingga diperlukan&amp;nbsp; pemikiran&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; menawarkan&amp;nbsp; jalan&amp;nbsp; penyelesaian&amp;nbsp; melalui&amp;nbsp; apa&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; kenal dengan profit sharing. Yang dalam khazanah klasik kita kenal dengan mudharabah ataupun mukhabarah.&amp;nbsp; Sehingga&amp;nbsp; secara&amp;nbsp; opertif&amp;nbsp; pemodal&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; pekerja&amp;nbsp; terikat&amp;nbsp; satu&amp;nbsp; hubungan&amp;nbsp; yang saling menguntungkan dan selanjutnya berakibat pada produktifitaas kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Ketiga,&amp;nbsp; pemberian&amp;nbsp; reward&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; pekerja&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; bisa&amp;nbsp; menjawab&amp;nbsp; kebutuhan&amp;nbsp; yang ditanggung oleh pekerja. Standarisasi UMR sangat mungkin dimanipulasi oleh perusahaan dan segi tertentu&amp;nbsp; “mengebiri”&amp;nbsp; hak-hak pekerja.&amp;nbsp; Ini terjadi karena hanya&amp;nbsp; didasarkan pada nilai nominal dan bukan kontribusi dalam proses produksi. Dalam persoalan ini kita ingin menawarkan&amp;nbsp; modal&amp;nbsp; manajemen&amp;nbsp; upah&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; didasarkan&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; prosentasi&amp;nbsp; kontribusi&amp;nbsp; yang diberikan&amp;nbsp; oleh&amp;nbsp; pekerja&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; perusahaan&amp;nbsp; ataupun&amp;nbsp; proses&amp;nbsp; produksi&amp;nbsp; secara&amp;nbsp; umum. Standarisasi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; sebut&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; UPH&amp;nbsp; (upah&amp;nbsp; prosentasi&amp;nbsp; hasil)&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; seluruh&amp;nbsp; sektor ekonomi. Salah satu pertimbangan usulan ini adalah kaidah atau sebuah ayat bahwa harus ada&amp;nbsp; distribusi&amp;nbsp; kekayaan&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; tubuh&amp;nbsp; umat&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; secara&amp;nbsp; adil&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; merata&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; mencegah adanya konglomerasi ekonomi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Keempat,&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; adanya&amp;nbsp; perlindungan&amp;nbsp; hukum&amp;nbsp; terhadap&amp;nbsp; pekerja.&amp;nbsp; Hal&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; bisa&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; lihat dari maraknya kasus PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan. Ataupun contoh lain yang&amp;nbsp; mengindikasikan&amp;nbsp; satu&amp;nbsp; kecenderungan&amp;nbsp; bahwa&amp;nbsp; kebijakan-kebijakan&amp;nbsp; Negara&amp;nbsp; lebih banyak&amp;nbsp; diorientasikan&amp;nbsp; semata&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; menarik&amp;nbsp; investasi&amp;nbsp; sebesar-besarnya&amp;nbsp; tanpa&amp;nbsp; pernah memikirkan&amp;nbsp; implikasi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; akan&amp;nbsp; muncul&amp;nbsp; dilapangan.&amp;nbsp; Termasuk&amp;nbsp; potensi&amp;nbsp; dirugikannya masyarakat&amp;nbsp; baik&amp;nbsp; secara&amp;nbsp; ekologis&amp;nbsp; (lingkungan&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; kaitannya&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; limbah&amp;nbsp; industri), ekonomis&amp;nbsp; (tidak&amp;nbsp; berimbangnya&amp;nbsp; penghasilan&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; daya&amp;nbsp; beli),&amp;nbsp; ataupun&amp;nbsp; secara&amp;nbsp; geografis (dalam hal semakin berkurangnya lahan pertanian ataupun perkebunan). Hampir tidak ada klausul&amp;nbsp; level&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; menuntut&amp;nbsp; pemberlakuan&amp;nbsp; undang-undang&amp;nbsp; pasal&amp;nbsp; 28b&amp;nbsp; UUd&amp;nbsp; 1945&amp;nbsp; serta perlakuan perlindungan hak pekerja yang dicetuskan kepada konferensi ILO.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Kelima,&amp;nbsp; perlunya&amp;nbsp; masyaraakat&amp;nbsp; dilibatkan&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; pembicaraan&amp;nbsp; mengenai&amp;nbsp; hal -hal penting&amp;nbsp; berkaitan&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; pembuatan&amp;nbsp; rencana&amp;nbsp; kebijakn&amp;nbsp; investasi&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; kebijakan-kebijakan lain yang berhubungan secara langsung dengan hajat hidup orang banyak. Ini dipe rlukan untuk mengantisipasi potensi&amp;nbsp; resistan&amp;nbsp; yang ada dalam masyarakat termasuk scenario plan dari setiap kebijakan. Berkaitan dengan ini smapai di level kabupaten/kotamadya bahkan tingkat&amp;nbsp; desa&amp;nbsp; masih&amp;nbsp; terdapat&amp;nbsp; ketidakadilan&amp;nbsp; informasi&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; masyarakat.&amp;nbsp; Sehingga masyarakat&amp;nbsp; hampir-hampir&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; mengetahui&amp;nbsp; apa&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; telah,&amp;nbsp; sedang&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; akan&amp;nbsp; dilakukan pemerintah&amp;nbsp; di&amp;nbsp; wilayah&amp;nbsp; mereka.&amp;nbsp; Kondisi&amp;nbsp; demikian&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; banyak&amp;nbsp; level&amp;nbsp; akan&amp;nbsp; merugikan masyarakat yang seharusnya mengetahui informasi-informasi tersebut secara merata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Hal&amp;nbsp; lain&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; juga&amp;nbsp; menyangkut&amp;nbsp; persoalan&amp;nbsp; ekonomi&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; perlunya&amp;nbsp; elaborasi&amp;nbsp; atas rujukan-rujukan fiqhiyah (termasuk ushul fiqh) bagi kerangka-kerangka operasional&amp;nbsp; Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah&amp;nbsp; sebagai&amp;nbsp; manhaj al-fikr. Kebutuhan akan elaborasi ini dirasa sangat mendadak,&amp;nbsp; terutama&amp;nbsp; mengingat&amp;nbsp; adanya&amp;nbsp; kebingungan&amp;nbsp; di&amp;nbsp; beberapa&amp;nbsp; tempat&amp;nbsp; menyangkut ideologi dasar PMII dan kerangka paradigmanya terlebih jika dikaitkan dengan kemapuan Ahlu&amp;nbsp; Sunnah&amp;nbsp; wa&amp;nbsp; al-Jama’ah&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; menyediakan&amp;nbsp; kerangka&amp;nbsp; operatif&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; akan&amp;nbsp; memandu kader-kader PMII dilapangan masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Pembicaraan mengenai berbagai persoalan tersebut mengantar kita untuk menawarkan langkah&amp;nbsp; praktis&amp;nbsp; berupa&amp;nbsp; kerangka&amp;nbsp; pengembangan&amp;nbsp; ekonomi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; kemudian&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; sebut sebagai konsep ekonomi bedikari. Konsep ini secara umum bisa kita definisikan sebagai konepsi&amp;nbsp; pengelolaan&amp;nbsp; ekonomi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; dibangun&amp;nbsp; di&amp;nbsp; atas&amp;nbsp; kemampuan&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; sebagai&amp;nbsp; sebuah Negara.untuk mendukung tawaran tersebut, lima langkah stategis kita usulkan;&amp;nbsp; Pertama, adanya penyadaran terhadap masyarakat tentang struktur penindasan yang terjadi.&amp;nbsp; Kedua, penghentian&amp;nbsp; hutang&amp;nbsp; luar&amp;nbsp; negeri.&amp;nbsp; Ketiga,&amp;nbsp; adanya&amp;nbsp; internalisasi&amp;nbsp; ekonomi&amp;nbsp; Negara.&amp;nbsp; Keempat, pemberlakuan&amp;nbsp; ekonomi&amp;nbsp; political&amp;nbsp; dumping.&amp;nbsp; Kelima,&amp;nbsp; maksimalisasi&amp;nbsp; pemanfaatan&amp;nbsp; sumber daya&amp;nbsp; alam&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; pemanfaatan&amp;nbsp; tekhnologi&amp;nbsp; berbasis&amp;nbsp; masyarakat&amp;nbsp; lokal&amp;nbsp; (society-based technology).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Secara taktis langkah yang seharusnya kita tempuh yaitu: Pertama, perlunya sosialisasi atau kampanye tentang struktur penindasan yang terjadi pada masyarakat.&amp;nbsp; Kedua, advokasi kepada&amp;nbsp; masyarakat.&amp;nbsp; Ketiga,&amp;nbsp; perlunya&amp;nbsp; penegasan&amp;nbsp; pembenahan&amp;nbsp; pertanggungjawaban pengelolaan&amp;nbsp; hutang&amp;nbsp; luar&amp;nbsp; negeri&amp;nbsp; langsung&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; presiden&amp;nbsp; ketika&amp;nbsp; meletakkan&amp;nbsp; jabatan. Keempat,&amp;nbsp; penggunaan&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; maksimalisasi&amp;nbsp; seluruh&amp;nbsp; resources&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; negeri&amp;nbsp; (sumber&amp;nbsp; daya alam, pemanfaatan SDM, kultur dan juga pengetahuan).&amp;nbsp; Kelima, nasionalisasi tekhnologi internasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;b.&amp;nbsp; Prespektif Sosial Politik, Hukum dan HAM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Akar permasalahan sosial, politik, hukum dan HAM terletak pada masalah kebijakan (policy). Satu kebijakan seyogyanya berdiri seimbang di tengah relasi “saling sadar” antara pemerintah,&amp;nbsp; masyarakat&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; pasar.&amp;nbsp; Tidak&amp;nbsp; mungkin&amp;nbsp; membayangkan&amp;nbsp; satu&amp;nbsp; kebijakan&amp;nbsp; hanya menekan&amp;nbsp; aspek&amp;nbsp; kepentingan&amp;nbsp; pemerintah&amp;nbsp; tanpa&amp;nbsp; melibatkan&amp;nbsp; masyarakat.&amp;nbsp; Dalam&amp;nbsp; satu kebijakan&amp;nbsp; harus&amp;nbsp; senantiasa&amp;nbsp; melihat&amp;nbsp; dinamika&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; bergerak&amp;nbsp; di&amp;nbsp; orbit&amp;nbsp; pasar.&amp;nbsp; Dalam&amp;nbsp; kasus yang&amp;nbsp; lain&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; bias&amp;nbsp; jika&amp;nbsp; kemudian&amp;nbsp; pemerintah&amp;nbsp; hanya&amp;nbsp; mempertimbangkan&amp;nbsp; selera&amp;nbsp; pasar tanpa melibatkan masyarakat didalamnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Persoalan&amp;nbsp; muncul&amp;nbsp; ketika:&amp;nbsp; Pertama,&amp;nbsp; kebijakan&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; tahap&amp;nbsp; perencanaan,&amp;nbsp; penetapan, dan&amp;nbsp; pelaksanaannya&amp;nbsp; seringkali&amp;nbsp; monopoli&amp;nbsp; oleh&amp;nbsp; pemerintah.&amp;nbsp; Dan&amp;nbsp; selama&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; melihat sedikit&amp;nbsp; sekali&amp;nbsp; preseden&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; menunjukan&amp;nbsp; keseriusan&amp;nbsp; pemerintah&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; melibatkan masyarakat.&amp;nbsp; Kedua, &amp;nbsp;kecendrungan&amp;nbsp; pemerintah&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; selalu&amp;nbsp; tunduk&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; kepentingan pasar,&amp;nbsp; sehingga&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; beebrapa&amp;nbsp; segi&amp;nbsp; seringkali&amp;nbsp; mengabaikan&amp;nbsp; kepentingan&amp;nbsp; masyarakat. Kedua kondisi tersebut jika dibiarkan akan menggiring masyarakat pada posisi yang selalu dikorbankan atas nama&amp;nbsp; kepentingan pemerintah&amp;nbsp; dan selera pasar. Dan akan menciptakan kondisi yang memfasilitasi tumbuhnya dominasi dan bahkan otoritarianisme baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Kecendrungan demikian pada beberapa segi mewakili kepentingan untuk melakukan sentralisasi&amp;nbsp; kekuasaan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; akan&amp;nbsp; mengakibatkan&amp;nbsp; munculnya&amp;nbsp; kembali&amp;nbsp; kedzaliman, ketidakadilan,&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; ketidaksejahteraan.&amp;nbsp; Dalam&amp;nbsp; realitas&amp;nbsp; demikian&amp;nbsp; harus&amp;nbsp; dilakukan desentralisasi&amp;nbsp; sebagai&amp;nbsp; memecah&amp;nbsp; konsentrasi&amp;nbsp; kekuasaan&amp;nbsp; oleh&amp;nbsp; satu&amp;nbsp; pihak&amp;nbsp; secara&amp;nbsp; dominan. Yakni&amp;nbsp; upaya&amp;nbsp; balancing&amp;nbsp; of&amp;nbsp; power,&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; diorientasikan&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; mendorong&amp;nbsp; terjadinya perimbangan kekuatan, baik kekuatan masyarakat sipil, kekuatan pasar maupun kekuatan pemerintah.&amp;nbsp; Bagaimana&amp;nbsp; kemudian&amp;nbsp; PMII&amp;nbsp; merumuskan&amp;nbsp; strategi&amp;nbsp; gerakannya&amp;nbsp; dalam menyikapi kondisi demikian, adalah pekerjaan rumah yang harus segera kita selesaikan. Ini diperlukan&amp;nbsp; terutama&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; memberikan&amp;nbsp; panduan&amp;nbsp; bagi&amp;nbsp; kolektivitas&amp;nbsp; gerakan&amp;nbsp; kader&amp;nbsp; PMII. Selama ini, PMII sebagai organisasi pergerakan masih bergerak di tempat, oleh karena itu ke depan perlu adanya strategi gerakan PMII untuk menyikapi itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Strategi gerakan PMII seharusnya mencakup dua aspek,&amp;nbsp; yaitu internal dan eksternal. Strategi&amp;nbsp; pertama,&amp;nbsp;
yaitu&amp;nbsp; melakukan&amp;nbsp; penguatan&amp;nbsp;
internal&amp;nbsp; PMII&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;
meliputi&amp;nbsp; strategi
perjuangan,&amp;nbsp; membangun&amp;nbsp; pandangan&amp;nbsp;
hidup,&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; pegangan&amp;nbsp;
hidup.&amp;nbsp; Sehingga,&amp;nbsp; PMII diharapakan&amp;nbsp; memiliki&amp;nbsp;
daya&amp;nbsp; dobrak&amp;nbsp; terhadap&amp;nbsp;
kekuatan-kekuatan&amp;nbsp; dominan&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;
otoriter. Yang&amp;nbsp; kedua,&amp;nbsp; aspek&amp;nbsp;
eksternal.&amp;nbsp; PMII&amp;nbsp; harus&amp;nbsp;
melakuakan&amp;nbsp; penyegaran&amp;nbsp; terhadap&amp;nbsp;
masyarakat bawah&amp;nbsp; atau&amp;nbsp; sipil&amp;nbsp;
atas&amp;nbsp; ketertindasannya&amp;nbsp; dari&amp;nbsp;
kekuatan&amp;nbsp; dominan.&amp;nbsp; Dan&amp;nbsp;
selanjutnya&amp;nbsp; adalah PMII harus
bisa mengupayakan atau menembus infra struktural terutama dalam persoalan
media,&amp;nbsp; karena&amp;nbsp; selama&amp;nbsp;
ini&amp;nbsp; masih&amp;nbsp; kalah&amp;nbsp;
dengan&amp;nbsp; “Inul”.&amp;nbsp; PMII&amp;nbsp;
harus&amp;nbsp; bisa&amp;nbsp; melakukan bargaining&amp;nbsp; power&amp;nbsp;
dengan&amp;nbsp; pemerintah&amp;nbsp; melalui&amp;nbsp;
jalan&amp;nbsp; struktural,&amp;nbsp; termasuk&amp;nbsp;
melakuakan gerakan empowering civil society.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Kemudian kaitannya dengan Ahlussunnah wal Jama’ah&amp;nbsp; yang juga menjadi nilai dasar (NDP)&amp;nbsp; PMII,&amp;nbsp;
dimana&amp;nbsp; substansinya&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp;
jalan&amp;nbsp; tengah,&amp;nbsp; maka&amp;nbsp;
sudah&amp;nbsp; sepatutnya&amp;nbsp; bahwa PMII memposisikan diri di tengah untuk
mencari titik temu sebagai solusi. Dengan sikap seperti itu, PMII mengikuti
nilai Ahlussunnah wal Jama‟ah. Nilai-nilai&amp;nbsp;
Ahlussunnah wal Jama’ah&amp;nbsp;
seperti&amp;nbsp; tawazun,&amp;nbsp; akan&amp;nbsp;
dapat&amp;nbsp; melahirkan&amp;nbsp; nilai&amp;nbsp;
Ahlussunnah&amp;nbsp; wal&amp;nbsp; Jama’ah&amp;nbsp;
yang ta‟adul. Dalam hal ini, yang menjadi titik tekan adalah dengan
strategi dapat meruntuhkan kekuasaan &amp;nbsp;dominan&amp;nbsp;
dan&amp;nbsp; otoriter&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;
pada&amp;nbsp; akhirnya&amp;nbsp; bermuara&amp;nbsp;
menjadi&amp;nbsp; gerakan revolusiner.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Jika demikian, PMII harus menjawab pertanyaan tersebut.
Kalaupun harus, maka cara revolusioner&amp;nbsp;
itu&amp;nbsp; ditempuh&amp;nbsp; sebagai&amp;nbsp;
langkah&amp;nbsp; terakhir.&amp;nbsp; Maka&amp;nbsp;
yang&amp;nbsp; harus&amp;nbsp; dilakukan &amp;nbsp;PMII adalah&amp;nbsp;
gerakan&amp;nbsp; revolusi&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp;
maksud&amp;nbsp; merubah&amp;nbsp; tatanan,&amp;nbsp;
tapi&amp;nbsp; bukan&amp;nbsp; sengaja&amp;nbsp;
membuat kekerasan&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; menuju&amp;nbsp;
tatanan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; lebih&amp;nbsp;
baik&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; alasan&amp;nbsp;
kemaslahatan.&amp;nbsp; Ketika
pemerintah&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; otoriter,&amp;nbsp;
jelas&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; selaras&amp;nbsp;
dengan&amp;nbsp; nilai-nilai&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp;
PMII,&amp;nbsp; tasharrufal-alimam&amp;nbsp; manutun&amp;nbsp;
„ala&amp;nbsp; raiyyati&amp;nbsp; kaitannya&amp;nbsp;
dengan&amp;nbsp; kulluklum&amp;nbsp; ra‟in&amp;nbsp;
wa&amp;nbsp; kullukum&amp;nbsp; mas‟ulunan raiyytih.&amp;nbsp; Meski&amp;nbsp;
disadari,&amp;nbsp; memperbaiki&amp;nbsp; tatanan&amp;nbsp;
merupakan&amp;nbsp; pekerjaan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;
tidak&amp;nbsp; mudah, apalagi&amp;nbsp; tatanan&amp;nbsp;
tersebut&amp;nbsp; bersifat&amp;nbsp; otoriter.&amp;nbsp;
Sudah&amp;nbsp; sepatutnya&amp;nbsp; PMII&amp;nbsp;
bergerak&amp;nbsp; merubahnya. Upaya&amp;nbsp; serius&amp;nbsp;
menstransformasikan&amp;nbsp;
nilai-nilai&amp;nbsp; Ahlu&amp;nbsp; Sunnah&amp;nbsp;
wa&amp;nbsp; al-Jama’ah&amp;nbsp; sebagai&amp;nbsp;
salah satu&amp;nbsp; sistem&amp;nbsp; nilai&amp;nbsp;
yang&amp;nbsp; terpatri&amp;nbsp; menjadi&amp;nbsp;
ideologi&amp;nbsp; pergerakan&amp;nbsp; PMII&amp;nbsp;
adalah&amp;nbsp; mendesak, termasuk dalam
menata ulang kondisi sosial politik yang amburadul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Sekali lagi, cara revolusioner merupakan langkah akhir .
ketika ada alternatif lain win win solution atau ishlah bisa ditawarkan, maka
cara revolusioner meski dihindarkan. Saat ini&amp;nbsp;
kondisi&amp;nbsp; sosial&amp;nbsp; politik&amp;nbsp;
Indonesia&amp;nbsp; mengalami&amp;nbsp; degradasi&amp;nbsp;
luar&amp;nbsp; biasa.&amp;nbsp; Ada&amp;nbsp;
empat&amp;nbsp; variabel yang dapat
membantu mencari akar persoalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Pertama, Negara dan pemerintahan. Dalam hal ini belum mampu
menjawab tuntutan masyarakat&amp;nbsp; kelas&amp;nbsp; bawah.&amp;nbsp;
Dengan&amp;nbsp; adanya&amp;nbsp; kebijakan-kebijakan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;
sebtulnya&amp;nbsp; tidak berpihak pada
rakyat, seperti adanya kenaikan harga-harga, merupakan salah satu pemicu
munculnya&amp;nbsp; ketidak&amp;nbsp; percayaan&amp;nbsp;
masyarakat&amp;nbsp; terhadap&amp;nbsp; pemerintah&amp;nbsp;
sebagai&amp;nbsp; penyelenggara Negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Kedua,&amp;nbsp; militer.&amp;nbsp; Pada&amp;nbsp;
dasarnya&amp;nbsp; adanya&amp;nbsp; militer&amp;nbsp;
adalah&amp;nbsp; karena&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp;
mengamankan Negara&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; ancaman,&amp;nbsp;
bukan&amp;nbsp; malah&amp;nbsp; mengancam.&amp;nbsp;
Selama&amp;nbsp; 32&amp;nbsp; tahun&amp;nbsp;
masyarakat&amp;nbsp; Indonesia
mempunyai&amp;nbsp; pengalaman&amp;nbsp; pahit&amp;nbsp;
dengan&amp;nbsp; perlakuan-perlakuan&amp;nbsp; militer.&amp;nbsp;
Meski,&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; hal tersebut harus ada pemilihan, secara
institusional, institusi dan secara personal. Keinginan menjadikan&amp;nbsp; militer&amp;nbsp;
professional&amp;nbsp; merupakan&amp;nbsp; cerminan&amp;nbsp;
adanya&amp;nbsp; keinginan&amp;nbsp; militer&amp;nbsp;
untuk berubah&amp;nbsp; lebih&amp;nbsp; baik.&amp;nbsp;
Namun,&amp;nbsp; penegasan&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;
upaya&amp;nbsp; ke&amp;nbsp; arah&amp;nbsp;
professionalitas&amp;nbsp; militer&amp;nbsp; masih belum&amp;nbsp;
cukup&amp;nbsp; signifikan&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;
menampakkan&amp;nbsp; hasil.&amp;nbsp; Peran&amp;nbsp;
militer&amp;nbsp; terutama&amp;nbsp; pada&amp;nbsp;
wilayah sosial politik menjadi cataan tersendiri yang harus dikontrol.
Bukan berarti mengeliminir hak-hak militer sebagai salah satu komponen Negara
yang juga berhak mengapresiasikan kehendaknya. Tetapi karena menyadari betul,
militer sangat dibutuhkan pada wilayah dan&amp;nbsp;
pertahanan&amp;nbsp; Negara,&amp;nbsp; maka&amp;nbsp;
tidak&amp;nbsp; seharusnya&amp;nbsp; menarik-narik&amp;nbsp;
militer&amp;nbsp; ke&amp;nbsp; medan&amp;nbsp;
politik&amp;nbsp; yang jelas-jelas bukanlah
arena militer.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Ketiga,&amp;nbsp; kalangan&amp;nbsp; sipil.&amp;nbsp;
Ironisnya,&amp;nbsp; ketika&amp;nbsp; ada&amp;nbsp;
keinginan&amp;nbsp; membangun&amp;nbsp; tatanan&amp;nbsp;
civil society,&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; arahnya&amp;nbsp;
ingin&amp;nbsp; membangun&amp;nbsp; supermasi&amp;nbsp;
sipil,&amp;nbsp; namun&amp;nbsp; kenyataannya&amp;nbsp;
kalangan sipil terutama politisi sipil acapkali mengusung urusan Negara
(pemerintahan) serta militer ke wilayah politik yang lebih luas. Sehingga yang
terjadi adalah ketidakjelasan peran dan fungsi masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Fungsi&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; peran&amp;nbsp;
(pemerintahan)&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; sebagai&amp;nbsp;
penyelenggara&amp;nbsp; bukanlah&amp;nbsp; sebagai penguasa tunggal. Oleh karena itu
Negara selalu dikontrol. Namun contoh yang semestinya berasal&amp;nbsp; dari&amp;nbsp;
masyarakat&amp;nbsp; ataupun&amp;nbsp; kalangan&amp;nbsp;
poitisi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; mewakili&amp;nbsp;
di&amp;nbsp; parleman kecendrungannya&amp;nbsp; seperti&amp;nbsp;
dijelaskan&amp;nbsp; sebelumnya,&amp;nbsp; menyeret-nyeret&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;
seringkali mencampuradukkan urusan pemerintah dan militer ke dalam
wilayaah politik. Oleh karena itu&amp;nbsp;
dari&amp;nbsp; ketiga&amp;nbsp; variabel&amp;nbsp;
tersebut&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; kondisi&amp;nbsp;
kekinian&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; ada,&amp;nbsp;
perlu&amp;nbsp; penegasan&amp;nbsp; dan penjelasan&amp;nbsp; terhadap&amp;nbsp;
peran&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; fungsi&amp;nbsp;
serta&amp;nbsp; posisinya&amp;nbsp; masing-masing.&amp;nbsp; Terutama&amp;nbsp;
bagi kalangan&amp;nbsp; sipil&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;
tereduksi&amp;nbsp; menjadi&amp;nbsp; kalangan&amp;nbsp;
politisi&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp;
membawa kepentingan-kepentingan&amp;nbsp;
politiknya&amp;nbsp; memasuki&amp;nbsp; arena&amp;nbsp;
lain.&amp;nbsp; Jika &amp;nbsp;itu&amp;nbsp;
tetap&amp;nbsp; berlangsung (ketidakjelasan
peran dan fungsi Negara, militer dan parlemen atau parpol bahkan lembaga
peradilan)&amp;nbsp; maka&amp;nbsp; niscaya&amp;nbsp;
ketidakpercayaan&amp;nbsp; rakyat&amp;nbsp; semakin&amp;nbsp;
mengkristal&amp;nbsp; terhadap&amp;nbsp; semua institusi tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Pada&amp;nbsp; fase&amp;nbsp; itu,&amp;nbsp;
rakyat&amp;nbsp; dapat&amp;nbsp; dikatakan&amp;nbsp;
tidak&amp;nbsp; lagi&amp;nbsp; membutuhkan&amp;nbsp;
perangkat-pernagkat seperti Negara, militer, parlemen atau parpol, dan
lembaga peradilan. Realitas seperti itu dapat&amp;nbsp;
kita&amp;nbsp; saksikan&amp;nbsp; sampai&amp;nbsp;
hari&amp;nbsp; ini.&amp;nbsp; Meski&amp;nbsp;
telah&amp;nbsp; bebrapa&amp;nbsp; kali&amp;nbsp;
berganti&amp;nbsp; kepemimpinan nasional, ternyata
masalah yang timbul lebih banyak, sementara persoalan-persoalan yang lama&amp;nbsp; juga&amp;nbsp;
belum&amp;nbsp; teratasi.&amp;nbsp; Oleh&amp;nbsp;
karena&amp;nbsp; itu,&amp;nbsp; menata&amp;nbsp;
ulang&amp;nbsp; tatanan&amp;nbsp; Indonesia&amp;nbsp;
hari&amp;nbsp; ini merupakan kebutuhan yang
tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dan perlu kerjasama tanpa ada campur aduk antar
fungsi masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/feeds/4574502413783710978/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/aswaja-ahlu-sunnah-wa-al-jamaah-pmii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/4574502413783710978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/888956961690071154/posts/default/4574502413783710978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rayonhumaniora.blogspot.com/2014/01/aswaja-ahlu-sunnah-wa-al-jamaah-pmii.html' title='ASWAJA (Ahlu Sunnah Wa Al- Jamaah) PMII'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03181035038514343473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>