<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>TAJUK BERITA</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Sun, 6 Oct 2024 20:06:10 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://tabbayun-tajukberita.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>BERLANGGANAN</itunes:subtitle><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Hinduism"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Korban Pembantaian “Muslim Rohingya” Capai 6000 Jiwa</title><link>http://tabbayun-tajukberita.blogspot.com/2012/06/korban-pembantaian-muslim-rohingya.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 28 Jun 2012 09:30:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3214745610825652315.post-7195300284335702502</guid><description>&lt;h2&gt;

Korban Pembantaian “Muslim Rohingya” Capai 6000&amp;nbsp;Jiwa&lt;/h2&gt;
&lt;div class="date"&gt;
Posted by &lt;a href="http://kabarnet.wordpress.com/"&gt;KabarNet&lt;/a&gt; pada 19/06/2012&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://kabarnet.files.wordpress.com/2012/06/burma7.jpg?w=216&amp;amp;h=150" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="alignleft  wp-image-41796" height="137" src="http://kabarnet.files.wordpress.com/2012/06/burma7.jpg?w=216&amp;amp;h=150" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;BURMA – Kekerasan di&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; desa&lt;/span&gt;-&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt;desa &lt;/span&gt;Muslim
 Rohingya di negara bagian Rakhine (Arakan) di Burma (Myanmar), meliputi
 pembunuhan, penjarahan, pembakaran, penangkapan masih berlangsung. 
Badan-badan internasional, seperti PBB, masih tak berdaya menghadapi 
sekelompok etnis Buddha yang didukung pasukan gabungan ‘keamanan’ 
Rakhine.&amp;nbsp;Ribuan Muslim Rohingya telah gugur akibat dibantai&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; oleh &lt;/span&gt;etnis Rakhine secara brutal.&lt;span id="more-41795"&gt;&lt;/span&gt; Puluhan ribu lainnya menjadi tunawisma dan sedang menderita kelaparan dan pengobatan di Arakan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;Media-media Burma yang 
pro-Rakhine telah menyebarkan propaganda terkait Muslim Rohingya. Mereka
 menggambarkan bahwa Muslim Rohingya adalah teroris dan yang membunuh 
serta membakar rumah-rumah etnis Buddha Arakan. Salah satu bukti bahwa 
orang-orang etnis Rakhine-lah yang melakukan kekerasan adalah bisa 
dilihat dari pakaian mereka yang memakai pakaian khas Buddhis atau 
celana pendek. Perlu diketahui bahwa kebanyakan Muslim Rohingnya, mereka
 biasa memakai sarung selutut, mungkin sangat jarang yang terlihat 
memakai celana pendek. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa etnis 
Buddha menyamar berpakaian seperti Muslim Rohingya, buktinya saja, 
polisi Burma yang menangkapi para pemuda Rohingya yang kemudian disiksa,
 mereka diperlengkapi senjata untuk diambil gambar mereka dan 
disebarkan.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ribuan lainnya terpaksa melarikan 
diri ke negeri tetangga, Bangladesh, untuk menyelamatkan diri mereka. 
Sejumlah Muslim berhasil sampai ke Bangladesh dan berdiam diri di kamp 
pengungsian Lada, di selatan Bangladesh, yang dioperasikan&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; oleh &lt;/span&gt;LSM
 Muslim Inggris yang menyediakan pengobatan dan bantuan makanan. Namun 
karena keterbatasan, kamp pengungsian dibangun dengan seadanya bahkan 
tidak layak. Tak semua Muslim Rohingya dapat tinggal di kamp 
pengungsian, disebabkan ribuan dari mereka telah diusir&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; oleh &lt;/span&gt;otoritas Bangladesh karena dianggap ilegal. Sementara sejumlah Muslim juga ditahan&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; oleh &lt;/span&gt;polisi-polisi perbatasan dan bahkan dihukum dijemur di atas pasir pantai yang panas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Muslim Rohingya baik yang masih tinggal 
di Arakan dan sedang mengungsi ke negara tetangga, sedang dalam kondisi 
kritis, butuh pertolongan segera dari dunia internasional. Hingga kini 
Muslim Rohingya masih hidup dalam ketakutan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Jumlah kematian Muslim di Arakan capai 6000 jiwa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;

Kabar pembunuhan, pembakaran, penjarahan, pemerkosaan serta penangkapan 
Muslim Rohingya di negara bagian Arakan (Rakhine), Burma (Myanmar) masih
 terdengar. Kekerasan kejam tersebut dilakukan&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; oleh &lt;/span&gt;orang-orang
 kafir Buddha dan pasukan gabungan tentara Burma. Ribuan jiwa Muslim tak
 bersalah telah gugur (syahid insya Allah) dalam kekerasan yang memuncak
 akhir-akhir ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berdasarkan laporan dari forum Ansar 
Al-Mujahidin, para saksi mata dari keluarga korban yang terus 
berkomunikasi melalui telepon, memperkirakan bahwa jumlah kematian 
Muslim di Arakan dapat mencapai 6000 jiwa hingga saat ini (innalillahi 
wa innailaihi roji’uun). Sementara belum ada media yang dapat merinci 
jumlah spesifik korban, mengingat media-media saat ini hanya menerima 
laporan dari warga Rohingya di Arakan yang selamat dan masih bisa 
berkomunikasi. Menurut saksi, jumlah-jumlah yang selama ini dinyatakan 
hanya mewakili bahwa benar-benar terjadi pembantaian brutal terhadap 
Muslim di Arakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain itu dikatakan bahwa para etnis 
kafir Buddha telah membunuh ratusan orang Rohingya kemudian melemparkan 
jasad mereka ke teluk Bengal. Untuk menyembunyikan fakta dan menyebarkan
 propaganda busuk, para penganut Buddha etnis Rakhine itu menempatkan 
pakaian-pakaian yang biasa dikenakan warga Buddha kepada Muslim yang 
meninggal dan mengklaim bahwa mereka adalah jasad orang Buddha yang 
menjadi korban.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pasukan gabungan&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; Nasaka &lt;/span&gt;dan orang-orang Buddha Rakhine juga menangkapi warga-warga Rohingya dari&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; desa&lt;/span&gt;-&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt;desa &lt;/span&gt;mereka
 yang dapat memimpin penduduk Muslim, kebanyakan pria dewasa atau para 
pemuda, dibawa ke tempat yang tidak diketahui dan dikabarkan telah tewas
 tak terlihat&lt;span id="dtx-highlighting-item"&gt; oleh &lt;/span&gt;penduduk setempat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lebih jauh lagi, karena kebanyakan yang 
dibunuh adalah Muslim laki-laki, sehingga banyak Muslim tinggal di rumah
 mereka tanpa perlindungan dari laki-laki, dan banyak Muslimah serta 
anak-anak yang melarikan diri menuju perbatasan Bangladesh, namun 
ironisnya pasukan ‘keamanan’ perbatasan Bangladesh mengirim kembali 
perahu-perahu mereka ke Myanmar, sehingga orang-orang kafir Buddha 
menenggelamkan perahu-perahu kaum Muslimin dan membunuh para 
penumpangnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sementara puluhan ribu Muslim Rohingya di
 kota-kota di Arakan sedang menderita kelaparan karena tidak ada pasokan
 pangan yang cukup, juga karena toko-toko mereka telah dibakar habis, 
dan mereka juga menderita karena harus menjadi tunawisma karena 
rumah-rumah mereka ludes terbakar, hanya tinggal di tempat-tempat 
pengungsian yang sangat buruk kondisinya. &lt;b&gt;Source: Arrahmah.COM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;

&lt;b&gt;Ini adalah beberapa foto bukti dari kebiadaban yang dilakukan etnis Rakhine terhadap Muslim Rohingya&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;img alt="" class="aligncenter size-full wp-image-41797" height="247" src="http://kabarnet.files.wordpress.com/2012/06/burma1.jpg" title="" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;img alt="" class="aligncenter size-full wp-image-41798" height="289" src="http://kabarnet.files.wordpress.com/2012/06/burma2.jpg" title="" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;img alt="" class="aligncenter size-full wp-image-41799" height="230" src="http://kabarnet.files.wordpress.com/2012/06/burma3.jpg" title="" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;img alt="" class="aligncenter size-full wp-image-41800" height="240" src="http://kabarnet.files.wordpress.com/2012/06/burma4.jpg" title="" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;img alt="" class="aligncenter size-full wp-image-41801" height="226" src="http://kabarnet.files.wordpress.com/2012/06/burma5.jpg" title="" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;img alt="" class="aligncenter size-full wp-image-41802" height="233" src="http://kabarnet.files.wordpress.com/2012/06/burma6.jpg" title="" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;

&lt;b&gt;Foto-foto di atas diambil dari berbagai &lt;a href="http://arrahmah.com/read/2012/06/18/21044-sejumlah-foto-bukti-kekerasan-di-arakan-para-korban-dan-pengungsi-muslim-rohingya.html" target="_blank"&gt;sumber&lt;/a&gt; di media Arakan dan sebagian dari video yang&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;dipublikasikan di Youtube.&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Parah, Film Baru Hollywood Gambarkan Yesus Lahir karena Ibunya Diperkosa</title><link>http://tabbayun-tajukberita.blogspot.com/2012/06/parah-film-baru-hollywood-gambarkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 27 Jun 2012 23:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3214745610825652315.post-6329906920254366618</guid><description>&lt;h2&gt;

&lt;span class="date"&gt;Selasa, 26 Juni 2012 - 18:43:56 WIB&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div class="image2"&gt;
&lt;a class="last" href="http://eramuslim.com/foto_berita/61jesus.jpg" rel="example_group" title="Parah, Film Baru Hollywood Gambarkan Yesus Lahir karena Ibunya Diperkosa"&gt; &lt;img alt="Parah, Film Baru Hollywood Gambarkan Yesus Lahir karena Ibunya Diperkosa" border="0" class="image" src="http://eramuslim.com/foto_berita/61jesus.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Eramuslim.com | Media Islam Rujukan,&lt;/b&gt; Tahun lalu, 
sebuah film dokumenter Hollywood mempertanyakan apakah  Yesus Kristus 
adalah seorang komunis. Tahun ini, sebuah film baru  kontroversial 
mengklaim bahwa Yesus adalah anak manusia yang lahir  setelah seorang 
tentara Romawi memperkosa ibunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;
Film yang "menghujat" ini 
berdasarkan pada sebuah buku kontroversial  karya Paul Verhoeven yang 
berjudul "Jesus of Nazareth," dan dijadwalkan  akan memulai syuting 
dalam waktu dekat. Sejumlah pihak menuding film ini  dianggap menghina 
Tuhan. Paul Verhoeven sendiri pernah menggarap film  Robocop, Total 
Recall, dan Basic Instinc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut blog Wizbang, buku Verhoeven
 terbitan tahun 2008 ini dipenuhi  dengan beberapa klaim kontroversial. 
Selain menolak banyak mujizat Yesus  di Alkitab, buku ini juga menuduh 
bahwa kehamilan Maria sama sekali  bukan tanpa "campur tangan" manusia 
justru karena diperkosa oleh seorang  perwira Romawi. Ini, tentu saja, 
akan berarti bahwa Yesus bukan anak  Tuhan, sebagaimana yang dinyatakan 
dalam tradisi Kristen. Penulis juga  menyatakan bahwa Kristus tidak 
pernah dikhianati oleh Yudas Iskariot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Adapun buku Verhoeven, 
akan diadaptasi dalam film dan akan  menggambarkan Yesus dalam gambaran 
yang lebih manusiawi, maka mujizat  dan kebangkitan tidak akan masuk 
dalam cerita," lapor IndieWire.  "Sebaliknya, Yesus akan digambarkan 
sebagai pakar etika dan nabi yang  radikal, yang pesan-pesannya menjadi 
terlalu politis bagi Roma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat diwawancara, Verhoeven 
menyatakan kelahiran Yesus bukan keajaiban.  Dalam film itu, ia ingin 
menggambarkan cara juru selamat itu mengajarkan  etika kepada manusia. 
"Saya percaya Yesus disalib karena alasan  politik. Pengikutnya semakin 
banyak dan besar sehingga mengancam  kedudukan Romawi. Etika Yesus 
mengajarkan kita memperlakukan setiap  manusia dengan baik meski mereka 
musuh," ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi umat Islam, Yesus atau Isa Alaisalam 
adalah seorang Nabi Allah dan  bukan Tuhan ataupun anak Tuhan. Dia 
seperti manusia biasa namun diberi  kelebihan oleh Allah serta 
kelahirannya murni tanpa adanya seorang  laki-laki yang membuahi ibunya 
bunda Maryam. Jadi satu sisi film ini  menghujat Kristen dan Islam juga 
namun di sisi lain benar dalam hal  bahwa Yesus bukan anak Tuhan. 
Wallahu A'lam.(fq/theblaze)</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Heboh!! Ratusan Pendeta Amerika Serikat Menyangkal Iman Kristen</title><link>http://tabbayun-tajukberita.blogspot.com/2012/06/heboh-ratusan-pendeta-amerika-serikat.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 27 Jun 2012 22:54:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3214745610825652315.post-1514693868956357428</guid><description>&lt;div class="img-content"&gt;
&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=photos2/Azka/Pendeta-Pastor-Mike-Aus.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;strong&gt;HOUSTON AS (voa-islam.com) – &lt;/strong&gt;Gereja
 Amerika diguncang penyangkalan iman. Lebih dari 200 pemimpin gereja di 
seluruh negeri di Amerika Serikat menyatakan sudah tidak percaya kepada 
Tuhan, membuang iman kristiani dan tak mau lagi membaca Alkitab (Bibel).
 Sebagian mereka mengumumkan kepada publik, tapi sebagian memilih untuk 
merahasiakannya agar bisa melayani gereja, meskipun mereka tidak lagi 
percaya dengan apa yang mereka khotbahkan.&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mike Aus, pendeta di wilayah Houston, menjadi pendeta yang pertama kali mengumumkan keputusannya ke publik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pendeta di Gereja Theophilus di Katy itu mengumumkan keputusannya untuk menjadi ateis dalam suatu acara televisi Minggu pagi di &lt;em&gt;MSNBC&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;

&lt;div style="text-align: left;"&gt;
...Hardly anyone reads the Bible. If they did, the whole thing would be in trouble...&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Hardly anyone reads the Bible. If they 
did, the whole thing would be in trouble,” ujar Pendeta Aus dalam acara 
‘Up with Chris Hayes,’ salah satu program MNSBC. (Hampir tidak ada orang
 yang membaca Alkitab. Jika mereka membacanya, maka semuanya akan berada
 dalam masalah).&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jemaat-jemaat di Gereja Theophilus 
sendiri, kepada Local 2, mengaku tidak tahu apa-apa tentang perubahan 
kepercayaan Aus sampai ia mengumumkannya sendiri melalui siaran televisi
 itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Apakah Anda akan berkhotbah Minggu depan?” tanya Chris Hayes, pemandu acara tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Saya akan kembali minggu depan dan 
bertemu dengan atasan Saya untuk membicarakan bagaimana selanjutnya. 
Kita lihat saja nanti,” tukas Aus.&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;

&lt;div style="text-align: left;"&gt;
...Hampir tidak ada orang yang membaca Alkitab. Jika mereka membacanya, maka semuanya akan berada dalam masalah...&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aus adalah seorang pendeta Lutheran yang
 telah berkhotbah di gereja selama hampir 20 tahun. Sekarang, ia justru 
mengatakan tidak lagi percaya kepada pesan-pesan yang telah 
dikhotbahkannya itu. Ia pun telah menolak permintaan wawancara dari &lt;em&gt;Local 2&lt;/em&gt;. Menurutnya, ia telah kehilangan imannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Ketika saya mulai membuang iman saya, 
saya pun menyadari belakangan ini bahwa tidak banyak yang harus saya 
tinggalkan,” tegas Aus.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dampak pernyataan Aus sangat dirasakan 
oleh gerejanya yang beranggotakan sekitar 80 orang. Sepekan setelah 
pengumumannya, gerejanya pun dibubarkan. Jemaatnya tidak mau berbicara 
lagi dengan &lt;em&gt;Local 2&lt;/em&gt;, tetapi mereka mengatakan bahwa pendeta mereka telah menghancurkan mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Ketika seorang pendeta muncul dan 
berkata, ‘Saya tidak lagi beriman,’ maka itu akan mengguncangkan dunia 
mereka. Jemaat melihat pendeta sebagai superhero spiritual,” kata Dr 
Keith Jenkins, seorang pendeta Methodist, mantan presiden Houston 
Graduate School of Theology.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut Jenkins, banyak pemimpin gereja 
yang bertanya-tanya dan kemudian kehilangan iman mereka, tapi belum 
pernah ada sebelumnya yang kemudian menjadi fenomena umum.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Para pendeta, pelayan dan pemimpin 
gereja yang tidak lagi percaya Tuhan itu telah membentuk kelompok 
pertemuan rahasia melalui situs &lt;em&gt;clergyproject.com&lt;/em&gt;. Menurut 
mereka, jumlah anggota yang ada sekarang telah mencapai 240 orang. 
Beberapa di antaranya, seperti Aus, telah terang-terangan 
mempublikasikan keputusan mereka. Sementara, pada umumnya memilih untuk 
merahasiakannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mereka yang memilih untuk merahasiakan 
keputusan mereka, tetap aktif melayani di gereja-gereja dan 
lembaga-lembaga pelayanan, meskipun mereka tidak lagi percaya dengan apa
 yang mereka khotbahkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Saya yakin, ada banyak pendeta yang 
aktif melayani di gereja-gereja, tetapi sedang mengalami krisis iman dan
 bahkan kehilangan iman mereka, tetapi mereka belum keluar karena 
memikirkan kehidupan mereka,” kata Jenkins.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Mereka harus segera mengambil 
keputusan. Mereka tidak perlu tetap bertahan dalam gereja kemudian 
menggunakan posisi mereka sebagai pendeta dan mencoba mempengaruhi yang 
lain.” [taz/prs, c2h]&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://tabbayun-tajukberita.blogspot.com/2012/06/perairan-di-perbatasan-rawan-penyusupan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 14 Jun 2012 08:59:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3214745610825652315.post-1300316993017805865</guid><description>&lt;h1 class="news-title"&gt;
Perairan di perbatasan rawan penyusupan&lt;/h1&gt;
&lt;div class="datetime"&gt;
Kamis, 14 Juni 2012 21:18 WIB | 620 Views&lt;/div&gt;
&lt;div class="datetime"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://img.antaranews.com/new/2011/12/small/20111223KRI-221211-2xxx.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="img_default" id="wpict" src="http://img.antaranews.com/new/2011/12/small/20111223KRI-221211-2xxx.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="datetime"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;
&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;Samarinda (ANTARA 
News) - Perairan di perbatasan Indonesia rawan penyusupan karena 
kekuatan dan frekuensi patroli maritim masih minim. Komisi I DPRD 
Kalimantan Timur menyimpulkan hal itu saat mengunjungi Pulau Sambit, 
pulau terluar di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur yang berbatasan 
langsung dengan Filipina. &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
"Kami dapat informasi patroli kita hanya  sekali sebulan, 
artinya ada 29 hari wilayah kita bisa dimasuki  orang asing, bisa 
nelayan negara  lain, bisa jadi juga teroris," kata anggota Komisi I 
DPRD Kaltim, Saifuddin, di Samarinda, Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kunjungan Komisi I ke Pulau Sambit dipimpin Sekretaris Komisi I, 
Syaparudin, diikuti anggota Komisi I, Saifuddin, Gunawarman, dan Rakhmat
 M Gani.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Di Pulau Sambit hanya ada dua orang petugas  dari Kementerian Perhubungan yang menjaga  menara  suar di pulau terluar itu.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
"Kasihan mereka. Hidup hanya berdua saja di pulau 
terpencil tersebut, tanpa mempunyai alat transportasi. Tunjangan mereka 
masing-masing hanya Rp200.000 sebulan. Pemerintah pusat seharusnya 
memperhatikan nasib mereka," kata Saifuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sedangkan Sekretaris Komisi I, Syaparudin mengatakan, untuk menjaga 
perairan perbatasan itu pemerintah Kalimantan Timur melalui SKPD terkait
 perlu memikirkan membeli satu unit kapal patroli  laut. Bisa 
dioperasikan bersama dengan TNI AL. (*)&lt;/div&gt;
&lt;div class="mt10"&gt;
&lt;i&gt;Editor: Ade Marboen&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

            &lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;
          &lt;div id="box_newsLeft"&gt;

   &lt;div class="imgNews"&gt;
&lt;div id="pict" style="width: 306px;"&gt;

   &lt;a class="zoom cboxElement" href="http://img.antaranews.com/new/2011/12/ori/20111223KRI-221211-2xxx.jpg" target="_blank" title="Fregat TNI AL kelas van Speijk dalam satu pelayaran. (FOTO ANTARA/Eric Ireng)"&gt;
   &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>5000 Tokoh Umat Jatim Serukan Tegaknya Syariah dan Khilafah</title><link>http://tabbayun-tajukberita.blogspot.com/2012/06/5000-tokoh-umat-jatim-serukan-tegaknya.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 14 Jun 2012 08:52:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3214745610825652315.post-9095802689665359034</guid><description>5000 Tokoh Umat Jatim Serukan Tegaknya Syariah dan Khilafah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surabaya, HTI Press. Sekitar 5000 aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Tokoh Umat Jawa Timur menyerukan hanya dengan tegaknya khilafah, kontradiksi kekayaan alam yang melimpah dengan kemiskinan penduduknya akan teratasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya dengan tegaknya khilafah, kontradiksi yang terjadi di negeri ini dan negeri-negeri kaum Muslimin lainnya, yakni kekayaan alam yang melimpah ruah, namun rakyatnya menderita dapat diatasi,” seru Ketua DPP HTI Rokhmat S Labib, Ahad (10/6) di Gedung JX International, Surabaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Rokhmat, dalam Islam kekayaan alam yang melimpah itu merupakan kepemilikan umum milik rakyat. Negara berkewajiban mengelolanya untuk dikembalikan kepada rakyat. Individu, swasta apalagi asing dilarang keras untuk menguasainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Konferensi Tokoh Umat (KTU) 1433 H yang diselenggarakan DPD HTI Jatim tersebut hadir pula pembicara lainnya. Mereka adalah Arim Nasim (Ketua Lajnah Maslahiyah DPP HTI), Abdul Malik (Ketua DPD II HTI Malang), Arif Firmansyah (Lajnah Mashlahiyah DPD HTI Jatim), Ikhsan Abadi (DPD HTI Jatim), Fajar Afifudin (Humas DPD II HTI Tulungagung), Hisyam Hidayat (Lajnah Tsaqafiyah DPD HTI Jatim), Khoiri Sulaiman (DPD HTI Jatim).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut para pembicara Indonesia gagal menyejahterakan rakyatnya karena menerapkan sistem kapitalisme. Sistem jebakan penjajah ini merusak tata kelola negara, lantaran menerapkan sistem ekonomi yang berbasis utang ribawi maupun kegagalan pengelolaan sumber daya alam dan energi yang justru berpihak kepada kepentingan asing, bukan rakyatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KH Mahmudi Sukri, salah satu peserta konferensi, menyatakan harapannya.&amp;nbsp; ”Keinginan saya, konferensi ini semoga yang terakhir, artinya kedepannya sudah ada khilafah” ujarnya.[]Iqbal</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wapres Boediono Mendukung Propaganda Narco-Terrorism</title><link>http://tabbayun-tajukberita.blogspot.com/2012/06/wapres-boediono-mendukung-propaganda.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 13 Jun 2012 07:33:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3214745610825652315.post-657552217415240235</guid><description>&amp;nbsp;Rabu, 13 Jun 2012
&lt;a href="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/boediono-maling-bekasi-century.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="235" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/boediono-maling-bekasi-century.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" width="355" /&gt;&lt;/a&gt;


Wapres Boediono&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Wapres Boediono Mendukung Propaganda Narco-Terrorism&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JAKARTA (voa-islam.com) - Dalam sambutannya di acara International Drug Enforcement Conference XXIX, di Nusa Dua, Bali, Selasa (12/6/2012), Wapres Boediono meminta untuk mewaspadai terjalinnya kerjasama kartel narkoba dengan kelompok teroris.

"Suatu gejala lain yang lebih memprihatinkan dan kita semua benar-benar perlu diwaspadai adalah berkembangnya kerjasama antara Kartel atau Sindikat narkotika dengan kelompok-kelompok teroris (Narco-Terrorism)," ujar Wapres Boediono dalam acara yang dihadiri Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Kepala Badan Narkotika Nasional Gories Mere serta 305 peserta dari 75 negara itu.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;

Menurutnya jika perpaduan antara sindikat narkotika dengan kelompok-kelompok teroris terjalin, maka akan sangat membahayakan karena memiliki motif kriminal dan motif politik.  

Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Mustofa B. Nahrawardaya menilai Wapres Boediono tidak berhati-hati dalam memberikan pernyataan.

“Pak Wakil Presiden ini sudah beberapa kali kurang gaul, ketika di depan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) kepleset soal adzan yang mestinya harus keras bukan lembut. Itu contoh pertama pak Boediono kurang berhati-hati dalam memberikan statement,” ujarnya kepada voa-islam.com, Rabu (13/5/2012).

Dengan pernyataan tersebut, membuktikan bahwa Wapres Boediono teracuni oleh opini barat yang disusupkan melalui film. “Pak Boediono telah ‘teracuni’ oleh opini-opini barat yang mana terakhir ini mencoba mengkaitkan adanya blow up media bahwa Narkoba itu berasal dari Timur Tengah yang sekarang mulai disusupkan di negara-negara Asia termasuk Indonesia, itu adalah frame besar orang-orang barat melalui film,” tandasnya.

Menurutnya, tak pantas seorang Wapres mengeluarkan pernyataan tersebut sebab Narco-Terrorism merupakan propaganda barat untuk mendiskreditkan ISLAM

“Seharusnya ini tidak perlu diucapkan oleh seorang Wakil Presiden, bahwa kartel Narkoba dikaitkan dengan Timur Tengah dan dengan terorisme. Sebab terorisme ini kan sudah dikemas dalam berbagai bentuk, sekarang ini diakumulasi, dicreate sedemikian rupa supaya terorisme ini ikut dibiayai, ikut campur tangan kartel-kartel Narkoba.

Lebih lanjut, Mustofa mengungkapkan bahwa propaganda Narco-Terrorism adalah tahapan untuk melemahkan umat Islam untuk berjihad melalui isu-isu negatif.

“Kalau setahun lalu mereka memiliki visi misi besar untuk menghilangkan kata islamiyah, kata khilafah, kata jama’ah itu adalah target besar yang akan tercapai mungkin dua puluhan tahun yang akan datang, tetapi ini (Narco-Terrorism, red) adalah tahapan-tahapan untuk melemahkan orang Islam dalam beribadah, berjihad dan lain sebagainya melalui isu-isu negatif termasuk mengaitkan kartel Narkoba dengan terorisme.

Padahal, terorisme sekarang sudah berhasil distigmakan pelakunya orang-orang Islam, maka nanti kalau kartel Narkoba dikaitkan dengan terorisme itu otomatis menjustifikasi bahwa orang-orang Islam-lah yang menikmati Narkoba,” ungkapnya. [Ahmed Widad]</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pidato Hasyim Muzadi yang Menghebohkan Beredar Luas</title><link>http://tabbayun-tajukberita.blogspot.com/2012/06/pidato-hasyim-muzadi-yang-menghebohkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 13 Jun 2012 02:47:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3214745610825652315.post-7311266746590980631</guid><description>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Pidato Hasyim Muzadi yang Menghebohkan Beredar Luas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="posttitle"&gt;
&lt;h3&gt;


Pidato Hasyim Muzadi yang Menghebohkan Beredar&amp;nbsp;Luas&lt;/h3&gt;
&lt;div class="postauthor"&gt;
Posted by Ahmad Haes on June 7, 2012 ·&lt;a href="http://ahmadhaes.wordpress.com/2012/06/07/pidato-hasyim-muzadi-yang-menghebohkan-beredar-luas/#comments" title="Comment on Pidato Hasyim Muzadi yang Menghebohkan Beredar Luas"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="feature-image"&gt;
&lt;img alt="Hasyim-Muzadi" class="attachment-structure-large wp-post-image" height="196" src="http://ahmadhaes.files.wordpress.com/2012/06/hasyim-muzadi1.jpg?w=640&amp;amp;h=392&amp;amp;crop=1" title="Hasyim-Muzadi" width="320" /&gt;     &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;&lt;a href="http://ahmadhaes.files.wordpress.com/2012/06/hasyim-muzadi.jpg"&gt;&lt;/a&gt;TRIBUNnews.com&amp;nbsp;–&amp;nbsp;Sen, 4 Jun 2012&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Pidato mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH 
HAsyim Muzadi beredar luas melalui pesan berantai BlackBerry Messenger 
dan media sosial seperti Facebook dan blog.&lt;br /&gt;
Pidato yang heboh itu berisi pandangan mantan pemimpin organisasi 
Islam terbesar di Indonesia itu mengenai sejumlah isu kontroversial 
seperti Ahmadiyah, toleransi antarumat beragama, Gereja Yasmin, Lady 
Gaga, Irshad Manji, dan perkawinan sejenis.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
“Pidato itu beredar di seluruh jagad raya. Saya dapat (pesan 
berantai) dari mana-mana,” kata Ali Mukhtar Ngabalin, Ketua Umum Badan 
Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Senin 
(4/6/2012), kepada TRIBUNnews.com.&lt;br /&gt;
TRIBUNnews.com, yang menerima beberapa pesan berantai itu pagi ini, 
coba menelusuri di Google dengan kata kunci “pidato Hasyim Muzadi”.&lt;br /&gt;
Beberapa halaman akun Facebook dan blog memuat pidato Hasyim tersebut, yang isinya persis sama dengan pesan berantai di BBM.&lt;br /&gt;
Hasyim Muzadi sendiri telah mengonfirmasikan isi pidato ini.&lt;br /&gt;
Berikut selengkapnya isi pesan BBM mengenai pidato Hasyim Muzadi:&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;KH. Hasyim Muzadi, Presiden WCRP (World Conference on Religions 
for Peace) &amp;amp; Sekjen ICIS (International Conference for Islamic 
Scholars) &amp;amp; Mantan Ketum PBNU &amp;nbsp;ttg tuduhan INTOLERANSI agama di 
Indonesia oleh Sidang PBB di Jeneva : &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan 
tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia.&amp;nbsp;Pembahasan di forum dunia itu, 
pasti krn laporan dr dlm negeri Indonesia. Slm berkeliling dunia, saya 
blm menemukan negara muslim mana pun yg setoleran Indonesia.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Klau yg dipakai ukuran adl masalah AHMADIYAH, memang krn 
Ahmadiyah menyimpang dr pokok ajaran Islam, namun sll menggunakan 
stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah 
merupakan agama tersendiri, pasti tdk dipersoalkan oleh umat Islam. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kalau yg jadi ukuran adl GKI YASMIN Bogor, saya berkali-kali 
kesana, namun tampaknya mereka tdk ingin selesai. Mereka lebih senang 
Yasmin menjadi masalah nasional &amp;amp; dunia utk kepentingan lain drpd 
masalahnya selesai. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA, faktornya adl lingkungan. Di 
Jawa pendirian gereja sulit, tp di Kupang (Batuplat) pendirian masjid jg
 sangat sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. ICIS selalu mlkkan 
mediasi. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kalau ukurannya LADY GAGA &amp;amp; IRSHAD MANJI, bangsa mana yg 
ingin tata nilainya dirusak, kecuali mrk yg ingn menjual bangsanya 
sendiri utk kebanggaan Intelektualisme Kosong ? &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kalau ukurannya HAM, lalu di iPapua knp TNI / Polri / Imam Masjid
 berguguran tdk ada yg bicara HAM ?Indonesia lbh baik toleransinya dr 
Swiss yg sampai skrg tdk memperbolehkan Menara Masjid, lebih baik dr 
Perancis yg masih mempersoalkan Jilbab, lbh baik dr Denmark, Swedia dan 
Norwegia, yg tdk menghormati agama, krn disana ada UU Perkawiman 
Sejenis. Agama mana yg memperkenankan perkawinan sejenis ?! &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Akhir’a kmbl kpd bngsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yg hrs 
sadar dan tegas, membedakan mana HAM yg benar (humanisme) dan mana yg 
sekedar Weternisme”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ditekan Adnan Buyung Nasution, SBY takut bubarkan Ahmadiyah</title><link>http://tabbayun-tajukberita.blogspot.com/2012/06/tabbayun.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 12 Jun 2012 10:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3214745610825652315.post-2947888997441738878</guid><description>&lt;h1&gt;


Ditekan Adnan Buyung Nasution, SBY takut bubarkan Ahmadiyah&lt;/h1&gt;
&lt;div align="center" dir="LTR"&gt;
&lt;b&gt;(&lt;a href="http://arrahmah.com/" rel="content" target="_blank"&gt;Arrahmah.com&lt;/a&gt;)&lt;/b&gt;&lt;i&gt;
- Buku terbaru Adnan Buyung Nasution mengungkap sejumlah fakta, di 
antaranya usaha Buyung ‘menekan’ SBY agar tidak membubarkan Ahmadiyah. 
Kalau sama Buyung saja SBY tunduk, bagaimana menghadapi lawan-lawan 
politiknya yang lebih dari Buyung?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
&lt;i&gt;&lt;/i&gt;Kontroversi buku “Nasihat untuk SBY” yang ditulis 
oleh Adnan Buyung Nasution terus menggelinding. Buku yang berisi 
pengalaman Buyung sewaktu menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden 
(Wantimpres) itu dianggap membocorkan rahasia negara.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
Presiden SBY dan orang-orang di lingkar elit kekuasaannya 
pun dibuat merah telinganya. Maklum, isi buku ini bisa dibilang 
menguliti habis performance SBY sebagai presiden yang dianggap 
seringkali tidak menghiraukan masukan dari Wantimpres. Sebagai orang 
yang merasa paling senior, Buyung begitu teganya mengungkap hal-hal 
terkait hubungannya dengan SBY selama menjadi Wantimpres.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
Namun, ada hal yang cukup menarik untuk dibongkar dan perlu
diketahui oleh umat Islam. Ketika kaum Muslimin di Indonesia begitu 
gencar dan ramai melakukan aksi di berbagai daerah di Indonesia dengan 
menuntut pemerintah agar membubarkan kelompok penista akidah Islam 
seperti Ahmadiyah, diam-diam Buyung yang waktu itu menjadi anggota 
Wantimpres melakukan lobi-lobi khusus untuk menekan SBY agar tidak 
membubarkan Ahmadiyah. Padahal, ketika itu kementerian-kementerian 
terkait dan aparat penegak hukum, bahkan Presiden SBY sudah dalam posisi
siap membuat kebijakan untuk membubarkan Ahmadiyah. Apalagi, Ahmadiyah 
seringkali melanggar kesepakatan yang dibuat oleh pemerintah dan umat 
Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
Dalam bukunya tersebut, aktivis gaek yang selalu ingin 
dipanggil “abang” ini mengakui bahwa dirinyalah yang meminta presiden 
agar tidak mengeluarkan kebijakan untuk membubarkan Ahmadiyah. Buyung 
pernah berkirim surat secara pribadi kepada SBY agar SKB 3 Menteri tidak
dikeluarkan. Beberapa waktu setelah surat itu dikirim, SBY memanggil 
Buyung untuk bicara empat mata terkait masalah Ahmadiyah. “Kita tak 
boleh mengalah pada tekanan golongan garis keras Islam. Negara tidak 
boleh takut, negara tidak boleh kalah,” ujar Buyung kepada SBY. 
Kata-kata dari kalimat Buyung terakhir, digunakan oleh SBY ketika 
menyikapi insiden Monas 1 Juni 2008, dimana massa umat Islam bentrok 
dengan massa Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan 
(AKKBB).&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
Namun, demo menuntut pembubaran Ahmadiyah tidak pernah 
surut malah makin membesar. Forum Umat Islam (FUI) bahkan mampu 
menggalang massa yang luar biasa banyaknya ke depan istana negara. Di 
berbagai daerah, umat Islam pun bergerak melakukan demonstrasi massal. 
Dukungan tak hanya datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), namun 
instansi kementerian-kementerian terkait dan aparat penegak hukum juga 
mulai mempertimbangkan masukan umat Islam agar Ahmadiyah dibubarkan. 
Apalagi, dalam berbagai kesepakatan dengan pemerintah dan umat Islam, 
Ahmadiyah seringkali ingkar.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
Di tengah gerakan massa Islam yang semakin membesar, Buyung
dengan sangat arogan mengatakan kepada media massa, “Kalau ada golongan
garis keras Islam, entah namanya FPI, HTI, FUI yang selama ini sesumbar
mengancam menyerbu istana, mau menduduki istana, saya akan ada di situ 
membela pemerintah. Jangan coba-coba main adu kekerasan. Mati pun untuk 
konstitusi, bagi saya tidak apa-apa.”&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
&lt;a href="http://salam-online.com/site/wp-content/uploads/2012/06/ahmadiyah-demo-bubarin-ahmadiyah-2-jpeg.image_.jpg" rel="content" title="ahmadiyah-demo bubarin ahmadiyah-2-jpeg.image"&gt;&lt;img alt="" class="alignright" height="211" src="http://salam-online.com/site/wp-content/uploads/2012/06/ahmadiyah-demo-bubarin-ahmadiyah-2-jpeg.image_-300x211.jpg" title="ahmadiyah-demo bubarin ahmadiyah-2-jpeg.image" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;Sikap
ngotot Buyung dalam membela Ahmadiyah dilakukan dengan cara-cara yang 
melanggar aturan sebagai Wantimpres. Buyung misalnya, menerima delegasi 
Ahmadiyah secara terang-terangan dan membuat surat rekomendasi kepada 
Presiden SBY agar tidak membubarkan Ahmadiyah. Padahal dari beberapa 
anggota Wantimpres, hanya empat orang yang setuju agar presiden tidak 
membubarkan Ahmadiyah, yaitu Buyung Nasution, Subur Budhisantoso, Prof. 
Emil Salim, dan Dr Syahrir.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
Anggota Wantimpres lainnya, seperti KH Ma’ruf Amien, dengan
tegas menolak keinginan Buyung dkk. KH Ma’ruf Amien bahkan sempat 
bersitegang dengan Buyung, yang kemudian terlontar kata-kata yang tidak 
pantas dari Buyung—yang selalu mengaku demokratis—terhadap kiai yang 
juga tokoh MUI itu.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
Setelah rekomendasi agar SBY tidak membubarkan Ahmadiyah 
dikirim oleh Buyung dkk, mereka menanti dengan harap-harap cemas. Mereka
khawatir, SBY akan terpengaruh dengan aksi massa Islam yang kian hari 
kian membesar. “Dalam rangka menunggu jawaban presiden, setiap dua kali 
sehari saya telepon Hatta Rajasa,” cerita Buyung. Bayangkan, setiap dua 
hari sekali, Buyung terus ‘menekan’ SBY dengan menelepon Hatta Rajasa 
agar presiden segera mengambil keputusan &amp;nbsp;untuk tidak membubarkan 
Ahmadiyah.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
Setelah menanti dengan harap-harap cemas, saat menghadiri 
resepsi pernikahan seorang anak pejabat di Bandung, Buyung bertemu 
dengan SBY. Melalui Hatta Rajasa, SBY meminta Buyung agar datang ke 
mejanya dan berbicara empat mata. Terjadi perbincangan antara Buyung dan
SBY sebagaimana diceritakan dalam bukunya:&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Bang Buyung, saya sudah pelajari isi surat 
abang dan sudah saya pikirkan kasus Ahmadiyah ini. Abang benar, kita 
tidak boleh mengalah pada tekanan golongan garis keras Islam. Sebab, 
sekali kita menyerah, mengalah pada mereka, nantinya mereka akan 
menuntut lebih jauh lagi, lebih jauh lagi. Habislah negara ini dikuasai 
oleg golongan Islam fundamentalis,” demikian ucapan SBY sebagaimana 
diceritakan Buyung.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Saya senang sekali, terima kasih,” jawab Buyung.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tapi ada syaratnya, Bang,” kata SBY.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Saya minta Bang Buyung bicara langsung dengan 
tiga menteri itu, Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, dan Jaksa Agung,”
timpal SBY.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
&lt;a href="http://salam-online.com/site/wp-content/uploads/2012/06/Ahmadiyah-demo-pembubaran-ahmadiyah.jpg" rel="content" title="Ahmadiyah-demo pembubaran ahmadiyah"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft" height="260" src="http://salam-online.com/site/wp-content/uploads/2012/06/Ahmadiyah-demo-pembubaran-ahmadiyah.jpg" title="Ahmadiyah-demo pembubaran ahmadiyah" width="360" /&gt;&lt;/a&gt;Dari dialog tersebut nampaklah bahwa tipikal SBY memang tak mau mengambil risiko sendiri,&amp;nbsp;&lt;i&gt;safety player,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;sehingga
meminta Buyung Nasution supaya menjelaskan kepada para pembantunya di 
kabinet agar tidak setuju dengan keinginan umat Islam untuk membubarkan 
Ahmadiyah. Dengan kata lain, SBY tidak berani berhadapan langsung dengan
arus besar yang menuntut pembubaran Ahmadiyah, termasuk arus besar yang
juga terjadi dalam kabinetnya.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
Setelah pertemuan di Bandung, Hatta Rajasa benar-benar 
mengatur pertemuan antara Buyung, Mendagri, Menteri Agama, dan Jaksa 
Agung. Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Hatta Rajasa itu, 
Buyung memaparkan alasan-alasannya mengapa ia tak setuju jika Ahmadiyah 
dibubarkan. “Saya jelaskan permasalahannya. Mereka mendengarkan pendapat
saya. Ada sedikit perdebatan kecil, tapi tidak ada yang berkeras. Jaksa
Agung (Hendarman Supandji,&amp;nbsp;&lt;i&gt;red&lt;/i&gt;) malah sependapat dengan saya. 
Sementara Menteri Dalam Negeri Mardiyanto agak banyak melakukan 
pembahasan. Rupaya mereka sudah mendengar Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono membenarkan pendapat saya,” cerita Buyung sebagaimana ditulis 
dalam bukunya.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
Isu soal Ahmadiyah semakin memanas, sehingga terjadi 
bentrokan di Monas pada 1 Juni 2008. Peristiwa ini mengakibatkan Ketua 
Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab dan Panglima
Komando Laskar Islam Munarman mendekam dalam sel penjara. Di luar 
dugaan, meski tokoh FPI &amp;nbsp;masuk penjara, namun aksi massa menuntut 
pembubaran Ahmadiyah bukannya surut, tapi malah membesar.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
Pada 9 Juni 2008, gelombang aksi massa itu memadati istana negara. Mereka bahkan berencana menginap sampai presiden&amp;nbsp;&lt;a href="http://salam-online.com/site/wp-content/uploads/2012/06/ahmadiyah-demo-bubarkan-ahmadiyah-jpeg.image_.jpg" rel="content" title="ahmadiyah-demo bubarkan ahmadiyah-jpeg.image"&gt;&lt;img alt="" class="alignright" height="214" src="http://salam-online.com/site/wp-content/uploads/2012/06/ahmadiyah-demo-bubarkan-ahmadiyah-jpeg.image_.jpg" title="ahmadiyah-demo bubarkan ahmadiyah-jpeg.image" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;benar-benar
membubarkan Ahmadiyah. Akhirnya, pada hari itu, meski tak mengeluarkan 
Keppres pembubaran Ahmadiyah, namun pemerintah mengeluarkan SKB 3 
Menteri terkait Ahmadiyah. Keputusan ini disebut oleh Ketua Umum FPI 
sebagai keputusan “banci”, karena tidak berani membubarkan Ahmadiyah 
yang sudah jelas-jelas melakukan penodaan terhadap ajaran Islam dan 
melanggar banyak kesepakatan.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
Meski pemerintah telah mengeluarkan SKB 3 Menteri, namun 
bagi Buyung perjuangannya mempengaruhi SBY agar tidak membubarkan 
Ahmadiyah telah berhasil. Ia merasa bangga telah mempengaruhi SBY agar 
tidak membubarkan Ahmadiyah. “SKB 3 Menteri itu paling tidak telah 
menunjukkan keberhasilan saya dalam mencegah pembubaran Ahmadiyah,” kata
Buyung bangga.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
Cerita ini sedikit menguak sebuah fakta yang sungguh 
ironis, yaitu hanya karena tekanan seorang Buyung Nasution yang sangat 
sekular dan liberal, Presiden SBY tidak berani membubarkan Ahmadiyah. 
Jika menghadapi seorang Buyung saja SBY bisa bertekuk lutut, bagaimana 
kalau menghadapi lawan-lawan politiknya yang lebih dari Buyung?&lt;/div&gt;
&lt;div dir="LTR"&gt;
Sudah jadi rahasia umum pula, SBY takut membubarkan 
Ahmadiyah karena tekanan dari negara-negara Eropa, termasuk dari para 
anggota kongres Amerika. Menyedihkan!&lt;b&gt; (Artawijaya)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h1&gt;


&amp;nbsp;&lt;/h1&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>